P. 1
INJEKSI INTRAMUSKULER

INJEKSI INTRAMUSKULER

|Views: 1,224|Likes:
Published by MegHa Pisc'girLz

More info:

Published by: MegHa Pisc'girLz on Mar 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

INJEKSI INTRAMUSKULER ( IM ) Pengertian : Intramuskuler (i.

m),Rute IM memungkinkan absorbsi obat yang lebih cepat daripada rute SC karena pembuluh darahlebih banyak terdapat di otot. Bahaya kerusakan jaringan berkurang ketika obat memasuki otot yangdalam tetapi bila tidak berhati-hati ada resiko menginjeksi obat langsung ke pembuluh darah. Denganinjeksi di dalam otot yang terlarut berlangsung dalam waktu 10-30 menit. Guna memperlambatreabsorbsi dengan maksud memperpanjag kerja obat, seringkali digunakan larutan atau suspensi dalamminyak, umpamanya suspensi penisilin dan hormone kelamin. Tujuan : pemberian obat dengan absorbsi lebih cepat dibandingkan dengan subcutan Lokasi yang digunakanuntuk penyunikan : 1. Deltoid/lengan atas 2. Dorso gluteal/otot panggul 3. Vastus lateralis 4. Rektus femoralis Daerah tersebut diatas digunakan dalam penyuntikan dikarenakan massa otot yang besar, vaskularisasi yang baik dan jauh dari syaraf. Persiapan alat : 1. Handscoon 1 pasang 2. Spuit steril 3 ml atau 5 ml atau spuit imunisasi 3. Bak instrument 4. Kom berisi kapas alcohol 5. Perlak dan pengalas 6. Bengkok 7. Obat injeksi dalam vial atau ampul 8. Daftar pemberian obat 9. Kikir ampul bila diperlukan 10.waskom larutan klorin 0,5 % 11.tempat cuci tangan

pasien.12. Letakkan perlak dan pengalas dibawah daerah yang akan di injeksi 7. Fase kerja 1. Menentukan daerah yang akan disuntik 12. Memasukkan obat kedalam spuit sesuai dengan advice dokter dengan teknik septic dan aseptic 11. Memakai handscoon dengan baik 10. Kontrak b. Hapushamakan daerah penyuntikan secara sirkuler menggunakan kapas alcohol 70% tunggu sampai kering 14. cara pemberian dan waktu) 5. Pasang sketsel atau tutup tirai untuk menjaga privasi pasien 3. Posisikan pasien dan bebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian pasien 8. Lakukan aspirasi yaitu tarik penghisap sedikit untuk memeriksa apakah jarum sudah masuk kedalam pembuluh darah yang ditandai dengan darah masuk ke dalam tabung spuit (saat aspirasi jika ada darah berarti jarum mengenai pembuluh darah. Evaluasi/ validasi 3. Memberitahukan tindakan yang akan dilakukan 6. Mematahkan ampula dengan kikir 9. Salam terapeutik 2.handuk/lap tangan 13. dosis. Memasang pengalas dibawah daerah yang akan disuntik 13.kapas alkohol Pelaksanaan : a Fase orientasi 1. Cuci tangan 4. Mengangkat kulit sedikit dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri (tangan yang tidak dominant) 15. Mengidentifikasi pasien dengan prinsip 5 B (Benar obat. Siapkan peralatan ke dekat pasien 2. Baca basmallah dan Tusukkan jarum ke dalam otot dengan jarum dan kulit membentuk sudut 90̊ 16. maka cabut segera spuit dan .

karena akan mempercepat reaksi obat. Kontrak yang akan datang Pendokumentasian: Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Lakukan masase pada tempat bekas suntikan (pada injeksi suntikan KB maka daerah bekas injeksi tidak boleh dilakukan masase. . 5. Rapikan pasien dan bereskan alat (spuit diisi dengan larutan chlorine 0. Perhatikan tekhnik aseptik dan anti septik baik pada alat-alat maupun cara kerja. memasukkan jarum seperti melepaskan anak panah sehingga rasa sakit berkurang 4. ingat prinsip 5 benar dalam pemberian obat. Pada injeksi IM. Lepaskan sarung tangan rendam dalam larutan chlorine 21. mkaka usahakan klien tidak menjadi takut dengan memberikan penjelasan. Rencana tindak lanjut 3. 3. 2. Tempat penyuntikan IM pada Muskuslus Gluteus harus betul-betul tepat. Fase terminasi 1. Cuci tangan c. sehingga menurunkan efektifitas obat. apabila salah akan berbahaya karena dapat mengena saraf ischiadicus yang menyebabkan kelumpuhan. 19. Tarik jarum keluar setelah obat masuk (pada saat menarik jarum keluar tekan bekas suntikan dengan kapas alcohol agar darah tidak keluar) 18.5% sebelum dibuang) 20. Evalusi respon klien terhadap tindakan yang dilakukan 2. Jika tidak keluar darah maka masukkan obat secara perlahan-lahan 17. Jangan salah memberikan obat atau salah memberikan kepada klien lain.ganti dengan spuit dan obat yang baru). Oleh karena injeksi ini menakutkan klien.

25-27 G dan panjang 1 inci untuk anak-anak) 4.5 inci untuk dewasa. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan 3. Bak spuit 1 5. Sarung tangan 1 pasang 2. Perlak dan pengalas 7. Menyiapkan obat dengan benar 4. Bengkok 1 9.Prosedur Pemberian Obat IM (Intra Muskuler) . Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada 2. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya) 6. Jarum steril 1 (21-23G dan panjang 1 – 1. Pengertian Pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam otot (muskulus) Tujuan Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter terhadap klien yang yang diberikan obat secara intra muskulus (IM) Peralatan 1. Tahap PraInteraksi 1. Mencuci tangan 3. Menempatkan alat di dekat klien dengan benar . Buku injeksi/daftar obat Prosedur Pelaksanaan Pemberian Obat Secara IM (Intra Muskuler) A. Obat sesuai program terapi 8.

1 cc/detik) 11. Memakai sarung tangan 5. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik 2. Mengatur posisi klien.Menekan daerah tusukan dengan kapas desinfektan 13. Tahap Kerja 1. Berpamitan dengan klien 4. Hindari area jaringan parut. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien 3.B. Membereskan alat-alat 5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan 6.Memasukkan obat secara perlahan (kecepatan 0.Mencabut jarum dari tempat penusukan 12. Pilihan Tempat Injeksi Intra Muskuler . Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan C. Memasang perlak dan alasnya 3.Membuang spuit ke dalam bengkok D. Melakukan evaluasi tindakan 2. massa. Mencuci tangan 6. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya 3. nyeri tekan. Menentukan tempat penyuntikan dengan benar ( palpasi area injeksi terhadap adanya edema. sesuai tempat penyuntikan 2. abrasi atau infeksi) Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar diameter ±5cm) 7. Memasukkan spuit dengan sudut 90 derajat. memar. Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mereganggkan kulit 8. Tahap Orientasi 1. jarum masuk 2/3 9. Tahap Terminasi 1. Membebaskan daerah yang akan di injeksi 4. Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit 10.

Ventrogluteal : posisi klien berbaring miring. atau telentang dengan lutut atau panggul miring dengan tempat yang diinjeksi fleksi.Paha (vastus lateralis) : posisi klien terlentang dengan lutut agak fleksi. Lengan atas (deltoid) : posisi klien duduk atau berbaring datar dengan lengan bawah fleksi tetapi rileks menyilangi abdomen atau pangkuan. . telentang.

2 Keuntungan Obat Secara Parenteral . tidak sadar atau muntahmuntah . Karena rute ni disekitar daerah pertahanan yang sangat tinggi dari tubuh. misalnya hati.1. maka kemurnian yang sangat tinggi dari sediaan harus diperhatikan.1. c) Injeksi IC (Intrakutan) Memberikan obat ke dalam jarinagn kulit (epidermis) d) Injeksi IV (Intra Vena) Injeksi yang dilakukan langsung ke pembuluh darah(kedalam vena) e) Injeksi Intra arteri Injeksi ke pembuluh nadi adakalanya dilakukan untuk “membanjir”suatu organ. 2009).2.2 PROSEDUR PEMBERIAN OBAT Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau . intra vena. pirogenitasi.Sediaan parenteral mempunyai dosis yang harus ditentukan lebih teliti waktu dan cara pemberian harus diberikan oleh tenaga yang sudah terlatih . Sediaan ini diberikan melalui beeberapa rute pemberian yaitu intra muscular. 2005). 2. intracardial. Obat suntik hingga volume 100 ml disebut sediaan parenteral volume kecil.Terapi parenteral akan menimbulkan komplikasi dari beberapa penyakit seperti infeksi jamur. 2009). bakteri. intra cutan. sehingga interaksinya tidak bisa dikendalikan .1. b) Injeksi SC (Subkutan) Menyuntikan obat dibawah kulit. Sediaan ini diberikan dengan cara menyuntikkan obat di bawah atau melalui satu atau lebih lapisan kulit atau membrane mukosa.Kemajuan dalam manufaktur atau pabrikasi kemasan menimbulkan beberapa masalah dalam sterilisasi partikulasi.3 Kerugian Pemberian Secara Darurat . yang berarti disamping atau lain dari usus. 2.Efeknya timbul lebih cepat dan teratur dibandingkan dengan pemberian per oral .Dapat diberikan pada penderita yang tidak kooperatif. subcutan. f) Injeksi Intra lumbal Intralumbal (antara ruas tulang belakang pinggang). sterilisasi. 2. dan intra dermal (Ganiswara. dll (Ratna Ambarwati. 2.Sangat berguna dalam keadaan darurat (Ratna Ambarwati.1 Macam macam Injeksi Parenteral a) Injeksi IM (Intra muskular) Memberikan obat melalui intramuskular yaitu pemberian obat dengan memasukkannya kedalam jaringan otot. dengan obat yang sangat cepat diinaktifkan atau terikat pada jaringan. intrapleural. yaitu kulit dan selaput/membrane mukosa. intraperitoneal (ke dalam ruang selaput perut). sedangkan apabila lebih dari itu disebut sediaan parenteral volume besar.1 DEFINISI PEMBERIAN OBAT SECARA PARENTERAL Istilah Parenteral berasal dari kata Yunani ‘Para’ dan ‘Enteran’. yang biasa diberikan secara intra vena.Bila obat diberikan secara parenteral maka sulit dikembalikan efek fisiologisnya . intra-articular (ke celah-celah sendi) adalah beberapa cara injeksi lainnya untuk memasukkan obat langsung ke tempat yang diinginkan. intra spinal.

Bioavailabilitas. Efek samping Yaitu dampak yang tidak diharapkan. dan lain-lain.2. toksisitas (keracunan). Efek terapeutik Yaitu obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diberikan sesuai kandungan obatnya. maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes.dan saat mengembalikan obat ke tempat penyimpanan. penghitungan dosis benar untuk diberikan kepada pasien. nomor register. 2. yaitu : 1. yaitu : a. 2. dan program pengobatan pada pasien. seperti adanya alergi. Tepat Obat Sebelum mempersiapakan obat ke tempatanya petugas medis harus memperhatiakan kebenaran oabt sebanyak tiga kali . Efek kemoterapi : mematikan/menghambat f. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi kebenaran obat. Dengan demikian. Tepat Dosis Untuk menghindari kesalahan dalam pemberian obat. atau bahkan pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh (Musrifatul Uliyah. alamat. Untuk itu. Tepat Jalur Pemberian Kesalahan rute pemberian dapat menimbulkan efek sistemik yang fatal pada pasien. 2. tidak bisa diramal dan bahkan bisa membahayakan.1 Standar Obat Terdiri dari 2 aspek. dll. Terdiri dari : a.binatang sebagai perawatan. penyakit tatrogenik. cara pemberiannya adalah dengan melihat cara pemberian/jalur obat . Efek kuratif : efek pengobatan c. (Musrifatul Uliyah. yaitu mencocokkan nama.2. Kemurnian. 4.saat obat diprogramkan. berupa keseimbangan obat.2 Efek Obat Terdiri dari 2 efek. Efek restorative : memulihkan fungsi tubuh yang sehat 2. Efek suportif : menaikkan fungsi atau respons tubuh d. yaitu suatu keadaan dimiliki obat karena unsure keasliannya tidak ada pencampuran. alat untuk membelah tablet. spuit. keamanan dan efektivitas standarstandar tersebut harus dimiliki obat agar menghasilkan efek yang baik akan obat itu sendiri. 2008). 3. Efek substitutive : berefek sebagai pengganti e. Tepat Pasien Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan. dan standar potensi yang baik b.yakni ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat. gelas ukur.2. 2008).3 Prinsip Pemberian Obat 1. 2. pengobatan. Efek paliatif : mengurangi gejala b. kegagalan dalam pengobatan.

Atas perintah dokter 2. Persiapan Alat . tetapi bila tidak hati-hati.com).3.Alat tulis .3. dan 2 ml di daerah deltoid. Pada pasien yang memerlukan penyuntikan IM 2.3. Potter. Perawat menggunakan jarum berukuran lebih panjang dan lebih besar untuk melewati jaringan SC dan mempenetrasi jaringan otot dalam. Tempat-tempat yang lazim digunakan antara lain di dorsogluteal (posisi tengkurap). tempat penyuntikan dibatasi sebaiknya paling banyak 5 ml bila disuntikkan ke daerah gluteal.blogspot.Jarum pengambil obat .pada label yang ada sebelum memberikannya ke pasien. Tepat Dokumentasi Mencatat semua proses langkah-langkah pemberian obat (Musrifatul Uliyah. Sudut insersi untuk injeksi IM ialah 90o (Perry. Berat badan mempengaruhi pemilihan ukuran jarum.Bak instrument kecil yang telah berisi alas .4 LANGKAH-LANGKAH TINDAKAN INJEKSI INTRA MUSCULAR 1. 5. Tepat Waktu Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang diprogramkan.Buku catatan injeksi .Spuit 2. karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat.Sarung tangan bersih yang bersih satu pasang . Pada orang dewasa tempat yang paling sering digunakan untuk suntikan intra muscular adalah superempat bagian atas luar otot gluteus maximus.3. atau deltoid (lengan atas).Obat yang sudah yang ditentukan .Tujuanya adalah agar absorsi obat dapat lebih cepat (Formulasisteril. ventrogluteal (posisi berbaring). karena pembuluh darah lebih banyak terdapat di otot. Sedangkan pada bayi. 2. 6. ada resiko menginjeksi obat langsung ke pembuluh darah. vastus lateralis (daerah paha).3 Tehnik Pemberian obat secara IM Rute intra muscular (IM) memungkinkan absorbsi obat yang lebih cepat dari pada rute SC/subcutan. Bahaya kerusakan jaringan berkurang ketika obat memasuki otot yang dalam. 2006) 2.1 Definisi Pemberian obat melalui intra muskular merupakan pemberian obat dengan memasukkannya ke dalam jaringan otot.Bengkok .4 Indikasi Penyuntikan 1.5 cc dan 5 cc . 2.3 PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA MUSKULAR (IM) 2.Kapas alkohol dalam tempatnya . 2008) 2.2 Lokasi Penyuntikan Tempat atau lokasi suntikan sebaiknya sejauh mungkin dari saraf-saraf atau pembuluh darah utama.

.Membaca kembali pemberian obat dan dicocokkan dengan nama pasien atau langsung tanyakan namanya kepada pasien yang bersangkutan .coccygeus kemudian dibagi tiga kuadran dan diambil satu pertiga dari SIAS · Pada otot pangkal lenagn (muskulus deltoideus) · Pada otot paha bagian luar.Mencatat hasil kegiatan dan reaksi klien .Menentukan tempat penyuntikan · Pada bokong dengan menarik garis lurus dan SIAS menuju Os.Mendesinfeksi dengan kapan alcohol lembab pada daerah yang akan disuntik dengan sekali oles .Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian pasien . menutup lingkungan untuk menjaga privasi pasien .Perawat mencuci tangan .- Safety box (Jarum dan spuit) Larutan klorin0.Meregangkan daerah yang akan disuntik dengan jari telunjuk dan ibu jari .Spuit disepul dengan larutan klorin lalu spuit dipisahkan dengan jarum dibuang di safety box .Mengeluarkan udara dalam spuit dan langsung dibawa ke dekat pasien .Mengisi spuit dengan obat sesuai dengan dosis .5 % dalam tempatnya Handuk kecil cuci tangan Sampah medis & non medis 2.Memberi salam pada pasien .Merapikan pasien (anjurkan pasien untuk berbaring ± 3 menit) dan lingkungan .Menusukkan jarum dengan posisi tegak lurus dengan cepat sedalam 2/3 bagian .Perawat mencuci tangan dan mengeringkan dengan handuk kering .Menekan daerah yang telah disuntik dan mengadakan komunikasi dengan klien bahwa proses sudah selesai dikerjakan.Bila darah tidak keluar masukkan obat dengan perlahan-lahan .Menjelaskan tujuan dilakuakn tidakan . .Memberi prosedur tindakan 3.Menyiapkan alat-alat dengan rapi.Melakukan aspirasi untuk mengecek apakah ada darah atau tidak. Persiapan Pasien .Merapikan dan membuang sampah pada tempatnya .yaitu sebelah luar satu per tiga . Langkah-langkah .Mengatur posisi pasien sesuai densn kondisi . mendekatkan ke pasien. dan pastikan tidak ada darah yang keluar .Membaca daftar obat pasien .Menanyakan pada pasien apa pernah alergi obat atau pernah mengalami gangguan pembekuan darah .Telunjuk tangan kiri menekan bekas suntikan dengan kapas alcohol dan tangan kanan mencabut jarum dengan cepat.Melarutkan obat bila obat masih dalam bentuk serbuk .Mengenalkan diri pada klien /keluarga .

Persiapan pasien ..17/Rw. Kedawung Rt. tanpa ada alat yang lupa dibawa 2. 6 2.Tempat sampah . Persiapan alat .Dalam melakukan tindakan (Ceklis Akbid Brawijaya husada 2011) BAB III TINJAUAN KASUS 1.Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Hari/Tanggal : Senin .Langkah-langkah tindakan dan hasilnya 1.Keb Oleh : Ulyana noviartini 5.Spuit soloshot sesuai ukuran .Diagnosa Media Ny “ S ” Usia 35 Tahun dengan injeksi KB Depo 3 bulanan 4.Obat Depo Progestin 3 cc . .000 Agama : Islam Alamat : Jln.Menganjurkan pasien untuk tidur tengkurap pada tempat yang telah disediakan 3.Keluhan Utama Pasien datang mengatakan karena telah waktunya untuk suntik ulang KB 3 Bulan 3.Buku catatan dan alat tulis R/ Memudahkan petugas kesehatan dalam melakukan tindakan.Kapas alkohol dalam tempatnya . Langkah-langkah tindakan .Memberi salam pada pasien R/ Menghormati pasien dan memberi kesan awal yang baik pada pasien.Melakukan tindakan dengan teliti dan hati-hati 4. 25 Juli 2011 Jam : 09.Komunikasi terapiutik . Sikap .Bengkok . Amd.40 WIB Tempat : Poli KB/Puskesmas Kendalasari Malang Pembimbing lapangan : Ibu Endang Wahyu K.Biodata pasien Nama : Ny “ S ” Umur : 35 tahun Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Penghasilan : ± 750.

Memastikan bahwa hari tersebut memang tepat waktu pasien untuk kunjungan ulang suntik 3 bulanan dengan cara melihat di kartu KB pasien .Menganjurkan pasien untuk berbaring pada tempat yang telah disiapkan .Memasukkan jarum ke posisi tegak lurus 900 dan cepat sedalam 2/3 bagian jarum R/ agar penyuntikn tepat pada jaringan otot .. . dibagi 3 bagian lalu diambil 1/3 bagian pertama dari SIAS R/ Untuk mendapatkan lokasi penyuntikan yang tepat .Petugas mencuci tangan di air yang mengalir dengan menggunakan sabun dan dikeringkan dengan handuk kering dan bersih R/ menghilangkan kuman sebagai tindakan antiseptic dan mencegah terjadinya infeksi silang .Membuka spuit dari kemasan . .Melakukan pengukuran tekanan darah pasien.Menimbang pasien. mendesinfeksi dengan kapas alcohol R/ Agar tutup obat dalam keadaan bersih terhindar dari mikroorganisme. R/ agar pasien mengerti dan tahu bahwa tindakan telah selesai dilakukan .Mengisi spuit dengan obat R/ Memasukkan obat yang akan disuntikan sesui dengan dosisi pemberian .Memasukkan obat secara perlahan-lahan R/ Agar pasien tidak sakit ketikan obat dimasukkan .Telunjuk tangan kiri menekan bekas suntikan dengan kapas alcohol dan tangan kanan mencabut jarum dengan cepat.Memperhatikan lingkungan pasien R/ menjaga privasi pasien .Mengantisepsis bagian yang akan disuntik dengan kapas alcohol R/ sebagai tindakan antiseptik untuk menghindari masukknya mikro organisme dalam tubuh . digunakan sebagai acuan untuk melakukan tindakan penyuntikan. .Melakukan anamnese pada pasien R/ memastikan biodata pasien .Mengeluarkan udara dalam spuit R/ Agar udara tidak masuk kedalm jaringan tubuh dan mencegah terjadinya emboli .Membuka tutup obat.Menekan daerah yang telah disuntik dan mengadakan komunikasi dengan klien bahwa proses sudah selesai dikerjakan. catat hasil .Menentukan tempat penyuntikan yaitu pada daerah bokong dengan menarik garis lurus dari SIAS menuju Os Coccygeus. catat hasilnya diles pasien .Mengembalikan alat pada tempatnya . R/ untuk mengurangi rasa sakit pada daerah yang disuntik.Mengatur posisi pasien dan membebaskan daerah yang akan disuntikan dari pakaian pasien R/ Memudahkan petugas dalam melakukan tindakan .Meregangkan daerah yang akan disuntik dengan jari telunjuk & ibu jari R/ mengurangi rasa sakit pada saat penyuntikan .Merapikan baju pasien dan menata lingkungan R/ membantu pasien dan memberikan lingkungan yang nyaman.

. dan nyeri payudara. tutup spuit dibuang ke sampah medis . untuk mengurangi rasa nyeri tersebut.Keadaan pasien baik tidak mengalami pusing 8.R/ untuk memudahkan petugas dalam melakukan tindakan selanjutnya. Efek samping ini jarang terjadi dan tidak berbahaya serta cepat hilang Dianjurkan pada klien/pasien rutin terhadap jadwal kunjungan ulang yang telah ditentukan untuk suntik KB Jadwal kembali untuk pemberian KB 3 bulan lagi pada tanggal 13 Oktober 2011 dan sewaktu-waktu jika ada keluhan. Menjelaskan pada klien/pasien efek samping dari KB 3 bulan adalah peningkatan berat badan.KIE Menganjurkan pada pasien untuk melakukan kompres hangat pada area yang dilakukan penusukan.klien merasa lega dan puas . 2. Selain itu handuk yang digunakan untuk .Terapi Depo progestin 3 cc (untuk KB 3 bulan) yang mengandung depo medroxy progesterone acetate (3 cc) 7. Jadi persiapan alat antara teori dan praktek dilapangan ada kesenjangan. R/ menghilangkan kuman setelah bersentuha dengan kulit pasien sebagai tindakan aseptik . tetapi hanya di awal/pasien pertama saja. Pada saat melakukan tindakan a.memberi tahu jadwal kembali pasien 6. Menurut teori dalam persiapan alat ada bak instrumen kecil yang telah diberi alas. sakit kepala. Sedangkan dilapangan tidak memakai bak instrumen. terjadi kesenjangan antara teori dan praktek. BAB IV PEMBAHASAN 1. Hal ini dikarenakan sudah ada pasien lain yang menunggu dan untuk keefisienan waktu. petugas tidak selalu mencuci tangan.Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir dengan cara menggunakan 7 langkah dan dikeringkan dengan handuk kering dan bersih. Pada saat persiapan pasien. keefisieni waktu dan banyaknya pasien yang menunggu merupakan faktor utama penyebab terjadinya kesenjangan tersebut.Hasil tindakan .Mencatat tindakan yang sudah dilakukan R/sebagai dokumentasi .Membuang bekas spuit dan jarum ke safety box. apabila masih terasa nyeri/bengkak. Bidan tidak memberikan salam dam memperkenalkan diri. 3. keefisiensi waktu dan banyaknya pasien yang menunggu merupakan faktor utama penyebab terjadinya kesenjangan. setiap melakukan suatu tindakan injeksi.

23 dan spuit 5 cc. d. yang sekali lagi disebabkan dengan tujuan efisiensi waktu. dikarenakan spuit yang digunakan memakai spuit disposibble. Menurut teori dalam pengambilan obat dilakukan dengan jarum tersendiri yaitu jarum no. Menurut teori pada saat kita melakukan tindakan penyuntikan kita mengaspirasi dulu sedangkan kalau praktek di lapangan tidak mengasiprasi karena spuit yang dipakai sudah terisi penuh oleh obat. alat-alat. dan jangan lupa berdoa. Sedangkan di lapangan tidak memakai jarum no. b. sedangkan di lapangan tidak dilakukan karena spuit langsung dibuang di safety box. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pastikan kesiapan alat. antaralain • • spuit sterilisasi (kapas beralkohol / alkohol sweap) . Berikut ini tips-tips untuk melakukan injeksi intramuskular: Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah keberanian diri. Injeksi Intramuscular (IM) Injeksi intramuskular merupakan salah satu cara pemberian obat kepada pasien.mengeringkan tangan bukan handuk sekali pakai. c. teori. Petugas juga tidak selalu memperkenalkan diri pada setiap pasien. untuk setiap orang yang memakai. melainkan handuk yang setiap kali digunakan untuk mengeringkan tangan sesudah selesai melakukan tindakan. digunakan untuk aspirasi udara saat penyuntikan.23 dan spuit 5 cc. Karena spuit yang digunakan memakai spuit disposibble. 1. Menurut teori selesai melakukan tindakan spuit harus di spool dengan larutan clorin sebelum dibuang.

Injeksi SK merupakan pemberian obat ke dalam lapisan jaringan lemak dibawah kulit menggunakan jarum hipodermik yang dapat diaplikasikan sendiri oleh pasien (eg.• obat dalam bentuk ampul / botol 2. kemudian masukkan udara ke dalam botol. viskositas obat akan mempengaruhi kecapatan difusi obat ke dalam cairan tubuh. maka baliklah ampul tersebut sehingga lubang ampul berada di bawah. maka kita perlu mempererat tutup dan jarum sptuit. Sterilisasi area injeksi dengan cara mengusapkan kapas alkohol secara sirkular dari medial ke lateral 8. Buka spuit dari bagian bawah 5. masukkan jarum pada posisi 1/3 lateral garis antara sias ke cocygeus. insulin). kemudian aspirasi dan pastikan bukan pada pembuluh darah (gelembung yang keluar saat di aspirasi. Apabila menggunakan botol. Beberapa faktor yang mempengaruhi rute subkutan diantaranya ukuran molekul akan menyebabkan kecepatan penetrasi molekul besar lebih rendah. maka masukkan udara di dalam sputi (saat sputi tertutup) dengan cara menarik pompa. dua diantaranya adalah injeksi subkutan (SK) dan intramuskular (IM). hal ini akan mempermudah pengambilan obat karena dibantu tekanan udara dalam botol. Pastikan pasien setuju untuk dilakukan tindakan ini (informconsent). fiksasi spuit. Spuit yang baru biasanya tutup dan jarumnya longgar dan karet pompanya sedikit keras. bukan darah) dan masukkan obat secara tegas dan tidak terlalu lambat. 7. jangan takut tumpah karena obat dalam ampul memiliki daya adesi dengan botol ampul yang menyebabkan cairan obat tidak tumpah. Apabila di regio gluteus. karakteristik anatomi sisi injeksi . serta melonggarkan karet pompa dengan memompakannya berulang-ulang dalam kondisi spuit tertutup agar tidak terkontaminasi 6. Masukkan jarum pada pasien dengan sudut 90 drajat (tegak lurus). Masing-masing rute memiliki tujuan tersendiri dalam mencapai tujuan terapi. Dan pasien tidak memiliki alergi obat. Ambil obat dalam boto atau ampul. 9. Tarik jarum dengan menempelkan kapas alkohol pada lokasi injeksi 11. Buka ampul / persiapkan botol obatnya 4. Apabila menggunakan ampul. 3. 10. Setelah jarum masuk. Ucapkan terima kasih pada pasien dan doakan cepat sembuh tanpa reaksi komplikasi Tempat injeksi subkutan – intramuskular Rute administrasi obat dengan cara injeksi ke dalam tubuh bermacam-macam.

Adapun kekurangan dari cara IM yaitu nyeri di tempat injeksi. dapat terjadikKomplikasi dan pembentukan hematoma serta abses pada tempat injeksi. bentuk fisik sediaan. terjadi komplikasi lokal (iritasi dan nyeri pada tempat injeksi) sehingga tempat injeksi harus berganti-ganti untuk mencegah akumulasi obat yang tidak terabsorpsi karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan.vaskularitas. Contoh bentuk .(eg. Kecepatan absorpsi bervariasi bergantung pada sifat fisikokimia larutan yang diinjeksikan dan variasi fisiologi (sirkulasi darah otot dan aktivitas otot). jumlah jaringan lemak) akan mempengaruhi kecepatan absorpsi obat. Perbandingan kecepatan absorpsi antara SK. Absorpsi obat dikendalikan secara difusi dan lebih cepat daripada SK karena vaskularitas pada jaringan otot lebih tinggi. jumlah volume yang diinjeksikan terbatas yang bergantung pada masa otot yang tersedia . Pemberian IM ke dalam otot dapat membentuk depot obat di otot dan akan terjadi absoprsi secara perlahan-lahan. pelarut yang digunakan. IM dan IV adalah SK < IM < IV. karakteristik aliran sediaan dan volume obat yang diinjeksikan. Onset of action IM > SK. Adapun kekurangan rute SK adalah kesulitan mengontrol kecepatan absorpsi dari deposit SK. biasanya otot deltoit atau gluteal. Cara dan daerah tempat penyuntikan digambarkan di bawah ini. konsentrasi dan ukuran partikel obat dalam pembawa. Faktor yang mempengaruhi pelepasan obat dari depot otot antara lain kekompakan depot yang mana pelepasan obat akan lebih cepat dari depot yang kurang kompak dan lebih difuse. Injeksi IM dilakukan dengan cara obat dimasukan ke dalam otot skeletal.

serbuk rekonstitusi. Daerah tempat penyuntikan digambarkan di bawah ini. suspensi koloid.sediaan yang dapat diberikan melalui IM diantaranya emulsi minyak dalam air. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->