INJEKSI INTRAMUSKULER ( IM ) Pengertian : Intramuskuler (i.

m),Rute IM memungkinkan absorbsi obat yang lebih cepat daripada rute SC karena pembuluh darahlebih banyak terdapat di otot. Bahaya kerusakan jaringan berkurang ketika obat memasuki otot yangdalam tetapi bila tidak berhati-hati ada resiko menginjeksi obat langsung ke pembuluh darah. Denganinjeksi di dalam otot yang terlarut berlangsung dalam waktu 10-30 menit. Guna memperlambatreabsorbsi dengan maksud memperpanjag kerja obat, seringkali digunakan larutan atau suspensi dalamminyak, umpamanya suspensi penisilin dan hormone kelamin. Tujuan : pemberian obat dengan absorbsi lebih cepat dibandingkan dengan subcutan Lokasi yang digunakanuntuk penyunikan : 1. Deltoid/lengan atas 2. Dorso gluteal/otot panggul 3. Vastus lateralis 4. Rektus femoralis Daerah tersebut diatas digunakan dalam penyuntikan dikarenakan massa otot yang besar, vaskularisasi yang baik dan jauh dari syaraf. Persiapan alat : 1. Handscoon 1 pasang 2. Spuit steril 3 ml atau 5 ml atau spuit imunisasi 3. Bak instrument 4. Kom berisi kapas alcohol 5. Perlak dan pengalas 6. Bengkok 7. Obat injeksi dalam vial atau ampul 8. Daftar pemberian obat 9. Kikir ampul bila diperlukan 10.waskom larutan klorin 0,5 % 11.tempat cuci tangan

Baca basmallah dan Tusukkan jarum ke dalam otot dengan jarum dan kulit membentuk sudut 90̊ 16. maka cabut segera spuit dan . Siapkan peralatan ke dekat pasien 2. Letakkan perlak dan pengalas dibawah daerah yang akan di injeksi 7. Hapushamakan daerah penyuntikan secara sirkuler menggunakan kapas alcohol 70% tunggu sampai kering 14. Mengidentifikasi pasien dengan prinsip 5 B (Benar obat. Menentukan daerah yang akan disuntik 12. dosis. Mengangkat kulit sedikit dengan ibu jari dan jari telunjuk tangan kiri (tangan yang tidak dominant) 15. Fase kerja 1. Memberitahukan tindakan yang akan dilakukan 6. Memasukkan obat kedalam spuit sesuai dengan advice dokter dengan teknik septic dan aseptic 11.handuk/lap tangan 13. cara pemberian dan waktu) 5. Salam terapeutik 2.kapas alkohol Pelaksanaan : a Fase orientasi 1. Memakai handscoon dengan baik 10. Memasang pengalas dibawah daerah yang akan disuntik 13. Posisikan pasien dan bebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian pasien 8. Pasang sketsel atau tutup tirai untuk menjaga privasi pasien 3. Kontrak b. Lakukan aspirasi yaitu tarik penghisap sedikit untuk memeriksa apakah jarum sudah masuk kedalam pembuluh darah yang ditandai dengan darah masuk ke dalam tabung spuit (saat aspirasi jika ada darah berarti jarum mengenai pembuluh darah. Evaluasi/ validasi 3. Cuci tangan 4.12. pasien. Mematahkan ampula dengan kikir 9.

2. Lakukan masase pada tempat bekas suntikan (pada injeksi suntikan KB maka daerah bekas injeksi tidak boleh dilakukan masase. Cuci tangan c. Fase terminasi 1. Rencana tindak lanjut 3. Pada injeksi IM. Jika tidak keluar darah maka masukkan obat secara perlahan-lahan 17. memasukkan jarum seperti melepaskan anak panah sehingga rasa sakit berkurang 4. Jangan salah memberikan obat atau salah memberikan kepada klien lain. Oleh karena injeksi ini menakutkan klien. ingat prinsip 5 benar dalam pemberian obat. Lepaskan sarung tangan rendam dalam larutan chlorine 21. Perhatikan tekhnik aseptik dan anti septik baik pada alat-alat maupun cara kerja. 19. Evalusi respon klien terhadap tindakan yang dilakukan 2. 5.5% sebelum dibuang) 20. karena akan mempercepat reaksi obat. 3. sehingga menurunkan efektifitas obat. Tempat penyuntikan IM pada Muskuslus Gluteus harus betul-betul tepat. Tarik jarum keluar setelah obat masuk (pada saat menarik jarum keluar tekan bekas suntikan dengan kapas alcohol agar darah tidak keluar) 18.ganti dengan spuit dan obat yang baru). . mkaka usahakan klien tidak menjadi takut dengan memberikan penjelasan. apabila salah akan berbahaya karena dapat mengena saraf ischiadicus yang menyebabkan kelumpuhan. Kontrak yang akan datang Pendokumentasian: Hal-hal yang perlu diperhatikan : 1. Rapikan pasien dan bereskan alat (spuit diisi dengan larutan chlorine 0.

Menempatkan alat di dekat klien dengan benar . Bak spuit 1 5. Kapas alkohol dalam kom (secukupnya) 6. 25-27 G dan panjang 1 inci untuk anak-anak) 4. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada 2. Sarung tangan 1 pasang 2.5 inci untuk dewasa. Bengkok 1 9. Obat sesuai program terapi 8. Spuit dengan ukuran sesuai kebutuhan 3. Pengertian Pemberian obat / cairan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam otot (muskulus) Tujuan Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter terhadap klien yang yang diberikan obat secara intra muskulus (IM) Peralatan 1. Jarum steril 1 (21-23G dan panjang 1 – 1. Buku injeksi/daftar obat Prosedur Pelaksanaan Pemberian Obat Secara IM (Intra Muskuler) A. Menyiapkan obat dengan benar 4. Perlak dan pengalas 7.Prosedur Pemberian Obat IM (Intra Muskuler) . Mencuci tangan 3. Tahap PraInteraksi 1.

1 cc/detik) 11. jarum masuk 2/3 9.Memasukkan obat secara perlahan (kecepatan 0. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan 6. Tahap Orientasi 1. Mencuci tangan 6. abrasi atau infeksi) Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam ke luar diameter ±5cm) 7. Mengatur posisi klien. sesuai tempat penyuntikan 2. Berpamitan dengan klien 4. Hindari area jaringan parut. Memasang perlak dan alasnya 3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan C. Membebaskan daerah yang akan di injeksi 4.Mencabut jarum dari tempat penusukan 12. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik 2. Membereskan alat-alat 5. Memakai sarung tangan 5. Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mereganggkan kulit 8.Membuang spuit ke dalam bengkok D.B. Pilihan Tempat Injeksi Intra Muskuler . Menentukan tempat penyuntikan dengan benar ( palpasi area injeksi terhadap adanya edema. Memasukkan spuit dengan sudut 90 derajat. memar.Menekan daerah tusukan dengan kapas desinfektan 13. Tahap Kerja 1. Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya 3. Tahap Terminasi 1. massa. nyeri tekan. Melakukan evaluasi tindakan 2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien 3. Melakukan aspirasi dan pastikan darah tidak masuk spuit 10.

Paha (vastus lateralis) : posisi klien terlentang dengan lutut agak fleksi. atau telentang dengan lutut atau panggul miring dengan tempat yang diinjeksi fleksi. . telentang. Ventrogluteal : posisi klien berbaring miring. Lengan atas (deltoid) : posisi klien duduk atau berbaring datar dengan lengan bawah fleksi tetapi rileks menyilangi abdomen atau pangkuan.

Kemajuan dalam manufaktur atau pabrikasi kemasan menimbulkan beberapa masalah dalam sterilisasi partikulasi.Sediaan parenteral mempunyai dosis yang harus ditentukan lebih teliti waktu dan cara pemberian harus diberikan oleh tenaga yang sudah terlatih . subcutan. 2. tidak sadar atau muntahmuntah . yang berarti disamping atau lain dari usus. dan intra dermal (Ganiswara. 2. pirogenitasi. Sediaan ini diberikan melalui beeberapa rute pemberian yaitu intra muscular. dll (Ratna Ambarwati.Dapat diberikan pada penderita yang tidak kooperatif.1. sedangkan apabila lebih dari itu disebut sediaan parenteral volume besar. misalnya hati. f) Injeksi Intra lumbal Intralumbal (antara ruas tulang belakang pinggang).3 Kerugian Pemberian Secara Darurat .Efeknya timbul lebih cepat dan teratur dibandingkan dengan pemberian per oral . intra spinal. 2009).1 DEFINISI PEMBERIAN OBAT SECARA PARENTERAL Istilah Parenteral berasal dari kata Yunani ‘Para’ dan ‘Enteran’. maka kemurnian yang sangat tinggi dari sediaan harus diperhatikan.Bila obat diberikan secara parenteral maka sulit dikembalikan efek fisiologisnya . intra vena. 2.1.Terapi parenteral akan menimbulkan komplikasi dari beberapa penyakit seperti infeksi jamur. c) Injeksi IC (Intrakutan) Memberikan obat ke dalam jarinagn kulit (epidermis) d) Injeksi IV (Intra Vena) Injeksi yang dilakukan langsung ke pembuluh darah(kedalam vena) e) Injeksi Intra arteri Injeksi ke pembuluh nadi adakalanya dilakukan untuk “membanjir”suatu organ. intraperitoneal (ke dalam ruang selaput perut). 2. intra-articular (ke celah-celah sendi) adalah beberapa cara injeksi lainnya untuk memasukkan obat langsung ke tempat yang diinginkan. yang biasa diberikan secara intra vena. 2009). bakteri. intracardial.2. yaitu kulit dan selaput/membrane mukosa. Obat suntik hingga volume 100 ml disebut sediaan parenteral volume kecil.1. sterilisasi.2 Keuntungan Obat Secara Parenteral .Sangat berguna dalam keadaan darurat (Ratna Ambarwati. b) Injeksi SC (Subkutan) Menyuntikan obat dibawah kulit. Karena rute ni disekitar daerah pertahanan yang sangat tinggi dari tubuh. dengan obat yang sangat cepat diinaktifkan atau terikat pada jaringan. sehingga interaksinya tidak bisa dikendalikan . intra cutan.2 PROSEDUR PEMBERIAN OBAT Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau .1 Macam macam Injeksi Parenteral a) Injeksi IM (Intra muskular) Memberikan obat melalui intramuskular yaitu pemberian obat dengan memasukkannya kedalam jaringan otot. 2005). intrapleural. Sediaan ini diberikan dengan cara menyuntikkan obat di bawah atau melalui satu atau lebih lapisan kulit atau membrane mukosa.

2. Dengan demikian. keamanan dan efektivitas standarstandar tersebut harus dimiliki obat agar menghasilkan efek yang baik akan obat itu sendiri.binatang sebagai perawatan. cara pemberiannya adalah dengan melihat cara pemberian/jalur obat .2. Tepat Pasien Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan. alat untuk membelah tablet. Terdiri dari : a. Tepat Obat Sebelum mempersiapakan obat ke tempatanya petugas medis harus memperhatiakan kebenaran oabt sebanyak tiga kali . Tepat Dosis Untuk menghindari kesalahan dalam pemberian obat. 2008). berupa keseimbangan obat. Kemurnian. atau bahkan pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh (Musrifatul Uliyah.3 Prinsip Pemberian Obat 1. Bioavailabilitas. Efek terapeutik Yaitu obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diberikan sesuai kandungan obatnya. Efek substitutive : berefek sebagai pengganti e.1 Standar Obat Terdiri dari 2 aspek. Efek kuratif : efek pengobatan c. spuit. Efek kemoterapi : mematikan/menghambat f. penyakit tatrogenik. dan standar potensi yang baik b.saat obat diprogramkan.yakni ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat. (Musrifatul Uliyah. yaitu : a. 2. 4.2. alamat. dan lain-lain. yaitu suatu keadaan dimiliki obat karena unsure keasliannya tidak ada pencampuran. Efek samping Yaitu dampak yang tidak diharapkan. yaitu mencocokkan nama. 2. seperti adanya alergi. yaitu : 1. 2. Efek paliatif : mengurangi gejala b. penghitungan dosis benar untuk diberikan kepada pasien. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi kebenaran obat. 3. dan program pengobatan pada pasien.2 Efek Obat Terdiri dari 2 efek. dll. Tepat Jalur Pemberian Kesalahan rute pemberian dapat menimbulkan efek sistemik yang fatal pada pasien. gelas ukur. Efek suportif : menaikkan fungsi atau respons tubuh d. 2. kegagalan dalam pengobatan. nomor register. tidak bisa diramal dan bahkan bisa membahayakan. pengobatan. maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes. Efek restorative : memulihkan fungsi tubuh yang sehat 2.dan saat mengembalikan obat ke tempat penyimpanan. Untuk itu. toksisitas (keracunan). 2008).

Sarung tangan bersih yang bersih satu pasang .com). 2.Tujuanya adalah agar absorsi obat dapat lebih cepat (Formulasisteril. Atas perintah dokter 2. Pada orang dewasa tempat yang paling sering digunakan untuk suntikan intra muscular adalah superempat bagian atas luar otot gluteus maximus.3. dan 2 ml di daerah deltoid.Alat tulis . Tempat-tempat yang lazim digunakan antara lain di dorsogluteal (posisi tengkurap). Tepat Dokumentasi Mencatat semua proses langkah-langkah pemberian obat (Musrifatul Uliyah. Pada pasien yang memerlukan penyuntikan IM 2. Tepat Waktu Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang diprogramkan.blogspot.Bak instrument kecil yang telah berisi alas . Perawat menggunakan jarum berukuran lebih panjang dan lebih besar untuk melewati jaringan SC dan mempenetrasi jaringan otot dalam. vastus lateralis (daerah paha). 5.3.Jarum pengambil obat . Bahaya kerusakan jaringan berkurang ketika obat memasuki otot yang dalam.Spuit 2.1 Definisi Pemberian obat melalui intra muskular merupakan pemberian obat dengan memasukkannya ke dalam jaringan otot. 2008) 2. atau deltoid (lengan atas).pada label yang ada sebelum memberikannya ke pasien.2 Lokasi Penyuntikan Tempat atau lokasi suntikan sebaiknya sejauh mungkin dari saraf-saraf atau pembuluh darah utama.Obat yang sudah yang ditentukan . 6. Sudut insersi untuk injeksi IM ialah 90o (Perry.3 PEMBERIAN OBAT MELALUI INTRA MUSKULAR (IM) 2.4 LANGKAH-LANGKAH TINDAKAN INJEKSI INTRA MUSCULAR 1. karena pembuluh darah lebih banyak terdapat di otot.Buku catatan injeksi .3. ventrogluteal (posisi berbaring). tetapi bila tidak hati-hati. Berat badan mempengaruhi pemilihan ukuran jarum. tempat penyuntikan dibatasi sebaiknya paling banyak 5 ml bila disuntikkan ke daerah gluteal.5 cc dan 5 cc .3. Potter. Sedangkan pada bayi. Persiapan Alat .Bengkok . karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat. 2006) 2.4 Indikasi Penyuntikan 1. ada resiko menginjeksi obat langsung ke pembuluh darah. 2.Kapas alkohol dalam tempatnya .3 Tehnik Pemberian obat secara IM Rute intra muscular (IM) memungkinkan absorbsi obat yang lebih cepat dari pada rute SC/subcutan.

menutup lingkungan untuk menjaga privasi pasien .Bila darah tidak keluar masukkan obat dengan perlahan-lahan .Melakukan aspirasi untuk mengecek apakah ada darah atau tidak.Telunjuk tangan kiri menekan bekas suntikan dengan kapas alcohol dan tangan kanan mencabut jarum dengan cepat.Meregangkan daerah yang akan disuntik dengan jari telunjuk dan ibu jari .Perawat mencuci tangan dan mengeringkan dengan handuk kering .Merapikan dan membuang sampah pada tempatnya .Menanyakan pada pasien apa pernah alergi obat atau pernah mengalami gangguan pembekuan darah .Menekan daerah yang telah disuntik dan mengadakan komunikasi dengan klien bahwa proses sudah selesai dikerjakan.Melarutkan obat bila obat masih dalam bentuk serbuk . . Persiapan Pasien .Mengenalkan diri pada klien /keluarga . .Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian pasien .Membaca kembali pemberian obat dan dicocokkan dengan nama pasien atau langsung tanyakan namanya kepada pasien yang bersangkutan . dan pastikan tidak ada darah yang keluar .Mendesinfeksi dengan kapan alcohol lembab pada daerah yang akan disuntik dengan sekali oles .Mengatur posisi pasien sesuai densn kondisi .Merapikan pasien (anjurkan pasien untuk berbaring ± 3 menit) dan lingkungan .- Safety box (Jarum dan spuit) Larutan klorin0.yaitu sebelah luar satu per tiga .Mengisi spuit dengan obat sesuai dengan dosis . mendekatkan ke pasien.Menusukkan jarum dengan posisi tegak lurus dengan cepat sedalam 2/3 bagian .Mengeluarkan udara dalam spuit dan langsung dibawa ke dekat pasien .Menyiapkan alat-alat dengan rapi.Menentukan tempat penyuntikan · Pada bokong dengan menarik garis lurus dan SIAS menuju Os.Mencatat hasil kegiatan dan reaksi klien .Membaca daftar obat pasien .Perawat mencuci tangan .coccygeus kemudian dibagi tiga kuadran dan diambil satu pertiga dari SIAS · Pada otot pangkal lenagn (muskulus deltoideus) · Pada otot paha bagian luar. Langkah-langkah .5 % dalam tempatnya Handuk kecil cuci tangan Sampah medis & non medis 2.Menjelaskan tujuan dilakuakn tidakan .Memberi prosedur tindakan 3.Memberi salam pada pasien .Spuit disepul dengan larutan klorin lalu spuit dipisahkan dengan jarum dibuang di safety box .

Sikap . Persiapan alat . Kedawung Rt.Buku catatan dan alat tulis R/ Memudahkan petugas kesehatan dalam melakukan tindakan.40 WIB Tempat : Poli KB/Puskesmas Kendalasari Malang Pembimbing lapangan : Ibu Endang Wahyu K.Spuit soloshot sesuai ukuran .Diagnosa Media Ny “ S ” Usia 35 Tahun dengan injeksi KB Depo 3 bulanan 4.Komunikasi terapiutik . . 6 2.Langkah-langkah tindakan dan hasilnya 1..Kapas alkohol dalam tempatnya .Keb Oleh : Ulyana noviartini 5.Melakukan tindakan dengan teliti dan hati-hati 4.Bengkok .Menganjurkan pasien untuk tidur tengkurap pada tempat yang telah disediakan 3.Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Hari/Tanggal : Senin .Biodata pasien Nama : Ny “ S ” Umur : 35 tahun Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Penghasilan : ± 750.Memberi salam pada pasien R/ Menghormati pasien dan memberi kesan awal yang baik pada pasien.Obat Depo Progestin 3 cc . Amd.Dalam melakukan tindakan (Ceklis Akbid Brawijaya husada 2011) BAB III TINJAUAN KASUS 1.Keluhan Utama Pasien datang mengatakan karena telah waktunya untuk suntik ulang KB 3 Bulan 3.17/Rw. 25 Juli 2011 Jam : 09. Langkah-langkah tindakan . tanpa ada alat yang lupa dibawa 2.000 Agama : Islam Alamat : Jln.Tempat sampah . Persiapan pasien .

Mengantisepsis bagian yang akan disuntik dengan kapas alcohol R/ sebagai tindakan antiseptik untuk menghindari masukknya mikro organisme dalam tubuh .. . .Petugas mencuci tangan di air yang mengalir dengan menggunakan sabun dan dikeringkan dengan handuk kering dan bersih R/ menghilangkan kuman sebagai tindakan antiseptic dan mencegah terjadinya infeksi silang . R/ untuk mengurangi rasa sakit pada daerah yang disuntik.Telunjuk tangan kiri menekan bekas suntikan dengan kapas alcohol dan tangan kanan mencabut jarum dengan cepat.Memasukkan obat secara perlahan-lahan R/ Agar pasien tidak sakit ketikan obat dimasukkan . digunakan sebagai acuan untuk melakukan tindakan penyuntikan.Menganjurkan pasien untuk berbaring pada tempat yang telah disiapkan .Meregangkan daerah yang akan disuntik dengan jari telunjuk & ibu jari R/ mengurangi rasa sakit pada saat penyuntikan .Memasukkan jarum ke posisi tegak lurus 900 dan cepat sedalam 2/3 bagian jarum R/ agar penyuntikn tepat pada jaringan otot .Mengatur posisi pasien dan membebaskan daerah yang akan disuntikan dari pakaian pasien R/ Memudahkan petugas dalam melakukan tindakan .Menentukan tempat penyuntikan yaitu pada daerah bokong dengan menarik garis lurus dari SIAS menuju Os Coccygeus. dibagi 3 bagian lalu diambil 1/3 bagian pertama dari SIAS R/ Untuk mendapatkan lokasi penyuntikan yang tepat .Merapikan baju pasien dan menata lingkungan R/ membantu pasien dan memberikan lingkungan yang nyaman.Membuka spuit dari kemasan .Menekan daerah yang telah disuntik dan mengadakan komunikasi dengan klien bahwa proses sudah selesai dikerjakan. catat hasilnya diles pasien .Menimbang pasien.Melakukan anamnese pada pasien R/ memastikan biodata pasien .Memastikan bahwa hari tersebut memang tepat waktu pasien untuk kunjungan ulang suntik 3 bulanan dengan cara melihat di kartu KB pasien .Membuka tutup obat.Mengeluarkan udara dalam spuit R/ Agar udara tidak masuk kedalm jaringan tubuh dan mencegah terjadinya emboli .Melakukan pengukuran tekanan darah pasien. .Mengisi spuit dengan obat R/ Memasukkan obat yang akan disuntikan sesui dengan dosisi pemberian .Mengembalikan alat pada tempatnya . catat hasil .Memperhatikan lingkungan pasien R/ menjaga privasi pasien . mendesinfeksi dengan kapas alcohol R/ Agar tutup obat dalam keadaan bersih terhindar dari mikroorganisme. R/ agar pasien mengerti dan tahu bahwa tindakan telah selesai dilakukan .

Menjelaskan pada klien/pasien efek samping dari KB 3 bulan adalah peningkatan berat badan. 3. setiap melakukan suatu tindakan injeksi.R/ untuk memudahkan petugas dalam melakukan tindakan selanjutnya. petugas tidak selalu mencuci tangan. R/ menghilangkan kuman setelah bersentuha dengan kulit pasien sebagai tindakan aseptik . Bidan tidak memberikan salam dam memperkenalkan diri. Hal ini dikarenakan sudah ada pasien lain yang menunggu dan untuk keefisienan waktu.KIE Menganjurkan pada pasien untuk melakukan kompres hangat pada area yang dilakukan penusukan. untuk mengurangi rasa nyeri tersebut. dan nyeri payudara. apabila masih terasa nyeri/bengkak. keefisieni waktu dan banyaknya pasien yang menunggu merupakan faktor utama penyebab terjadinya kesenjangan tersebut.memberi tahu jadwal kembali pasien 6. . Pada saat persiapan pasien.klien merasa lega dan puas .Mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir dengan cara menggunakan 7 langkah dan dikeringkan dengan handuk kering dan bersih. terjadi kesenjangan antara teori dan praktek. 2.Mencatat tindakan yang sudah dilakukan R/sebagai dokumentasi . Jadi persiapan alat antara teori dan praktek dilapangan ada kesenjangan.Keadaan pasien baik tidak mengalami pusing 8. keefisiensi waktu dan banyaknya pasien yang menunggu merupakan faktor utama penyebab terjadinya kesenjangan.Hasil tindakan . sakit kepala. Pada saat melakukan tindakan a. tutup spuit dibuang ke sampah medis . BAB IV PEMBAHASAN 1. Efek samping ini jarang terjadi dan tidak berbahaya serta cepat hilang Dianjurkan pada klien/pasien rutin terhadap jadwal kunjungan ulang yang telah ditentukan untuk suntik KB Jadwal kembali untuk pemberian KB 3 bulan lagi pada tanggal 13 Oktober 2011 dan sewaktu-waktu jika ada keluhan. Selain itu handuk yang digunakan untuk . tetapi hanya di awal/pasien pertama saja. Menurut teori dalam persiapan alat ada bak instrumen kecil yang telah diberi alas.Terapi Depo progestin 3 cc (untuk KB 3 bulan) yang mengandung depo medroxy progesterone acetate (3 cc) 7. Sedangkan dilapangan tidak memakai bak instrumen.Membuang bekas spuit dan jarum ke safety box.

Berikut ini tips-tips untuk melakukan injeksi intramuskular: Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah keberanian diri. d. Menurut teori pada saat kita melakukan tindakan penyuntikan kita mengaspirasi dulu sedangkan kalau praktek di lapangan tidak mengasiprasi karena spuit yang dipakai sudah terisi penuh oleh obat. yang sekali lagi disebabkan dengan tujuan efisiensi waktu. Menurut teori dalam pengambilan obat dilakukan dengan jarum tersendiri yaitu jarum no.23 dan spuit 5 cc. teori. dan jangan lupa berdoa. digunakan untuk aspirasi udara saat penyuntikan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pastikan kesiapan alat. c.mengeringkan tangan bukan handuk sekali pakai. untuk setiap orang yang memakai. Karena spuit yang digunakan memakai spuit disposibble. dikarenakan spuit yang digunakan memakai spuit disposibble. Menurut teori selesai melakukan tindakan spuit harus di spool dengan larutan clorin sebelum dibuang. sedangkan di lapangan tidak dilakukan karena spuit langsung dibuang di safety box. Injeksi Intramuscular (IM) Injeksi intramuskular merupakan salah satu cara pemberian obat kepada pasien.23 dan spuit 5 cc. Petugas juga tidak selalu memperkenalkan diri pada setiap pasien. Sedangkan di lapangan tidak memakai jarum no. 1. b. alat-alat. melainkan handuk yang setiap kali digunakan untuk mengeringkan tangan sesudah selesai melakukan tindakan. antaralain • • spuit sterilisasi (kapas beralkohol / alkohol sweap) .

jangan takut tumpah karena obat dalam ampul memiliki daya adesi dengan botol ampul yang menyebabkan cairan obat tidak tumpah. masukkan jarum pada posisi 1/3 lateral garis antara sias ke cocygeus. dua diantaranya adalah injeksi subkutan (SK) dan intramuskular (IM).• obat dalam bentuk ampul / botol 2. 9. insulin). Ucapkan terima kasih pada pasien dan doakan cepat sembuh tanpa reaksi komplikasi Tempat injeksi subkutan – intramuskular Rute administrasi obat dengan cara injeksi ke dalam tubuh bermacam-macam. Buka spuit dari bagian bawah 5. viskositas obat akan mempengaruhi kecapatan difusi obat ke dalam cairan tubuh. kemudian aspirasi dan pastikan bukan pada pembuluh darah (gelembung yang keluar saat di aspirasi. hal ini akan mempermudah pengambilan obat karena dibantu tekanan udara dalam botol. kemudian masukkan udara ke dalam botol. fiksasi spuit. maka kita perlu mempererat tutup dan jarum sptuit. Buka ampul / persiapkan botol obatnya 4. Apabila di regio gluteus. 10. Injeksi SK merupakan pemberian obat ke dalam lapisan jaringan lemak dibawah kulit menggunakan jarum hipodermik yang dapat diaplikasikan sendiri oleh pasien (eg. 7. Masing-masing rute memiliki tujuan tersendiri dalam mencapai tujuan terapi. Masukkan jarum pada pasien dengan sudut 90 drajat (tegak lurus). Dan pasien tidak memiliki alergi obat. maka baliklah ampul tersebut sehingga lubang ampul berada di bawah. Pastikan pasien setuju untuk dilakukan tindakan ini (informconsent). maka masukkan udara di dalam sputi (saat sputi tertutup) dengan cara menarik pompa. karakteristik anatomi sisi injeksi . Apabila menggunakan botol. 3. Beberapa faktor yang mempengaruhi rute subkutan diantaranya ukuran molekul akan menyebabkan kecepatan penetrasi molekul besar lebih rendah. Setelah jarum masuk. Sterilisasi area injeksi dengan cara mengusapkan kapas alkohol secara sirkular dari medial ke lateral 8. Spuit yang baru biasanya tutup dan jarumnya longgar dan karet pompanya sedikit keras. serta melonggarkan karet pompa dengan memompakannya berulang-ulang dalam kondisi spuit tertutup agar tidak terkontaminasi 6. Tarik jarum dengan menempelkan kapas alkohol pada lokasi injeksi 11. Ambil obat dalam boto atau ampul. Apabila menggunakan ampul. bukan darah) dan masukkan obat secara tegas dan tidak terlalu lambat.

bentuk fisik sediaan. IM dan IV adalah SK < IM < IV. Kecepatan absorpsi bervariasi bergantung pada sifat fisikokimia larutan yang diinjeksikan dan variasi fisiologi (sirkulasi darah otot dan aktivitas otot). Perbandingan kecepatan absorpsi antara SK. Onset of action IM > SK. konsentrasi dan ukuran partikel obat dalam pembawa. terjadi komplikasi lokal (iritasi dan nyeri pada tempat injeksi) sehingga tempat injeksi harus berganti-ganti untuk mencegah akumulasi obat yang tidak terabsorpsi karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan. dapat terjadikKomplikasi dan pembentukan hematoma serta abses pada tempat injeksi.(eg. jumlah volume yang diinjeksikan terbatas yang bergantung pada masa otot yang tersedia . Absorpsi obat dikendalikan secara difusi dan lebih cepat daripada SK karena vaskularitas pada jaringan otot lebih tinggi.vaskularitas. biasanya otot deltoit atau gluteal. karakteristik aliran sediaan dan volume obat yang diinjeksikan. Pemberian IM ke dalam otot dapat membentuk depot obat di otot dan akan terjadi absoprsi secara perlahan-lahan. pelarut yang digunakan. Faktor yang mempengaruhi pelepasan obat dari depot otot antara lain kekompakan depot yang mana pelepasan obat akan lebih cepat dari depot yang kurang kompak dan lebih difuse. Cara dan daerah tempat penyuntikan digambarkan di bawah ini. Adapun kekurangan rute SK adalah kesulitan mengontrol kecepatan absorpsi dari deposit SK. Adapun kekurangan dari cara IM yaitu nyeri di tempat injeksi. Injeksi IM dilakukan dengan cara obat dimasukan ke dalam otot skeletal. jumlah jaringan lemak) akan mempengaruhi kecepatan absorpsi obat. Contoh bentuk .

Daerah tempat penyuntikan digambarkan di bawah ini.sediaan yang dapat diberikan melalui IM diantaranya emulsi minyak dalam air. serbuk rekonstitusi. suspensi koloid. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful