DIAN ASTIRINI ASIKIN DIAN UTAMI DEWI SISWANTINI RIZA FATHIYAH MUH.

AKARIHWAN AG

.PENGERTIAN  Karangan Ilmiah  karangan ilmu pengetahuan yang ditulis dan dikerjakan sesuai dengan tata cara ilmiah.

 Fakta harus diuji kebenarannya. . dengan cara:   Observasi : Mengecek kebenaran di lapangan  Kesaksian : Meminta keterangan orang lain  Autoritas : Meminta keterangan ahli.EVIDENSI DAN PENILAIAN Evidensi adalah fakta yang dihubungkan dengan metode tertentu untuk membuktikan adanya sesuatu.

. diperlukan penalaran (reasoning) yang logis.PENALARAN Untuk merangkai kata fakta-fakta menjadi pernyataan yang masuk akal.

Metode penalaran: Induksi Fenomena khusus  kesimpulan umum . .Deduksi Fenomena umum  fenomena khusus - Metode lain : dialektika Tesis  antitesis Tesis dan antitesis dirangkum menjadi sintesa.

Metode Induksi Generalisasi Berangkat dari fenomena khusus untuk sampai kepada fenomena umum. . Analogi Digunakan untuk membandingkan aspek-aspek tertentu pada dua peristiwa atau hal. Hal yang berlaku pada satu hal juga berlaku pada hal lainnya. 2. Hubungan kausal Hubungan kausalitas dapat terjadi dari sebab ke akibat atau sebaliknya dari akibat ke sebab 1. 3.

Kedua premis itu tidak boleh ada yang salah.Metode Deduksi Silogisme Silogisme adalah bentuk penalaran yang umumnya terdiri atas dua premis (pernyataan) yang dihubungkan satu sama lain menuju satu kesimpulan. . kalau ada salah premisnya maka kesimpulannya akan salah 1.

.2. Entimen Entimen merupakan bentuk penalarana silogisme yang spontan yang tidak lagi mengemukakan pernyataan umum. karena sudah diketahui oleh pengguna bahasa.

terkendali secara konseptual.•Menyajikan fakta objektif dan sistematis •Ditulis secara cermat. dan benar •Tersistematis . dan prosedural . tepat.

membiarkan fakta yang berbicara  Tidak melebih-lebihkan sesuatu . tidak menonjolkan perasaan  Tidak memancing pertanyaan yang bernada keraguan  Tidak persuasif. Tidak emotif.

JENIS-JENIS KARANGAN ILMIAH      Makalah Laporan penelitian Skripsi Tesis Disertasi . .

 Melebih-lebihkan sesuatu.KARANGAN ILMIAH POPULER Menyajikan fakta pribadi yang disimpulkan secara subjektif.  Usulan-usulan bersifat argumentative dan bersifat persuasif.  Menggunakan bahasa sederhana dengan gaya formal dan populer.  .  Selalu mementingkan diri penulis.

BENTUK KARANGAN NONILMIAH novel  cerpen  drama  roman  dongeng  .

kritik. deskripsi.BENTUK KARANGAN ILMIAH POPULER artikel  editorial  opini  tips  resensi buku. yang berupa ringkasan. apresiasi.  . dan praduga.

KARANGAN NON ILMIAH         Menyajikan fakta pribadi yang sifatnya subjektif dan tidak diperiksa kebenarannya. Situasi dramatisasi. Gaya bahasa konotatif dan popular. bersifat persuasif. Bersifat imajinatif. . Pandangan-pandangan penulis tidak didukung oleh fakta umum dan memancing pertanyaanpertanyaan yang bernada keraguan. Penulisannya tidak prosedural. Tidak memuat hipotesis.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.