Contoh Proposal Skripsi PAI Kualitatif Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Rahmat Semester VI To: Ustd Teguh

BAB I Pendahuluan

A.

Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan setiap prosses di mana seseorang memperoleh pengetahuan (Knowledge acquistion), mengembangkan kemampuan/keterampilan (skill developments) sikap atau mengubah sikap (atitute change). Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam pendidikan formal dan non formal, dan informal di kampus, dan di luar kampus yang seumur hidup yang bertujuan optimalisasi pertimbanga kemampuan-kemampuan individu, agar di kemudia hari dapat memainkan peranan hidup secara tepat.1[1] Penyelenggaraan pedidikan di Indonesia menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat (2), disebutkan bahwa suatu Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan Islam, baik sebagai sistem maupun institusinya, merupakan warisan budaya bangsa, yang berakar pada masyarakat bangsa Indonesia. Dengan dimikian jelas bahwa pendidikan Islam merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional.2[2] Kebutuhan akan pendidikan merupakan hal yang tidak bisadipungkiri bahkan semua itu merupakan hak semua warga Negara, bernaan dengan ini, di dalam UUD 45 Pasal 31 ayat (1) secara tegas disebutkan bahwa: “Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran”. 93 Tujuan pendidikan nasional dinyatakan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 Pasal (3) bertujuan
1[1] Redja Mudiyaharjo, Pengantar Pendidikan: Sebuah studi awal tentang dasar-dassar pendidikan pada umumnya dan pendidikan di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002. Hlm. 11. 2[2] Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2005. Hlm. 174.

untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negar yang demokratis serta bertanggung jawab.3[3] Dalam perkembangannya, istilah pendidikan berarti usaha yang dijaankan oleh seseorang atau sekelompok oran guntuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang agar menjadi dewasa. Dengan dimikian endidikan berarti, segala usaha orang dewasa dalam pergaulan denan mahasiswa untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan.4[4] Dalam firman Allah SWT, berfirman: ‫وهللا أخرجكن هي بطىى أههبتكن التعلوىى شيئب وجعل لكن السّوع و األبصبر واألفئدة لعلّكن تشكروى‬ ّ )61.87 :‫(الٌحل‬ Artinya: Dan Allah mengelurkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia member kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An-Nahl. 16-78)5[5] Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dikirimlah anak ke sekolah. Dengan masuknya anak ke sekolah, maka terbentuklah hubungan antara rumah dan sekolah karena antara kedua lingkungan itu terdapat objek dan tujuan yang sama, yakni mendidik anak.6[6] Agama sebagai dasar pijakan umat manusia memiliki peran yang sangat besar dalam proses kehidupan manusia. Agama telah mengatur pola hidup manusia baik dalam hubungannya dengan Tuhannya maupun berinteraksi dengan sesamanya. Untuk itu sebagai benteng pertahanan diri anak didik dalam menghadapi berbagai tantangan di atas, kiranya untuk menanamkan pendidikan agama yang kuat dalam diri anak, sehingga dengan pendidikan agama ini, pola hidup anak akan terkontrol oleh rambu-rambu yang telah digariskan agama dan dapat menyelamatkan anak agar tidak terjerumus dalam jurang keterbelakangan mental.
3[3] Ibid, hlm. 310. 4[4] Prof. Dr. H. Tamayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia. 2004. Hlm. 1. 5[5] Al-Qur’an dan Terjemah, Departemen agama Republik Indonesia, Jakarta: CV. Toha Putra Semarang. 1989. Hlm. 413. 6[6] DR. Zakiah Daradjat, dkk, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1992. Hlm. 76.

Pendidikan agama Islam sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi manusia dari aspek-aspek kerohanian dan jasmaninya juga harus berlangsung bertahap. Oleh karena suatu pematangan yang bertitik akhir pada optimalisasi perkembangan atau pertumbuhan, baru dapat tercapai bilamana berlangsung melalui proses demi proses ke arah tujuan akhir perkembangan atau pertumbuhannya.7[7] Dari pengertian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah bimbingan jasmani, dan rohan berdasarkan Al-Qur’an terhadap anak-anak agar terbentuk kepribadian Muslim yang sempurna. Pada proposal skripsi ini, penulis akan mengungkap peranan pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak anak didik di Roudlotul Athfal Al-Hikam Malang. Judul tersebut penulis pilih atas dasar pertimbangan sebagai berikut: 1) Pendidikan agama Islam adalah menanamkan akhlak mulia di dalam jiwa anak dan masa pertumbuhannya, sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan jiwa. 2) Akhlak merupakan misi yang dibawa Nabi Muhammad SAW ketika diutus sebagai Rosulullah. )‫إًّوببعثت ألتون هكبرم األخالق (رواٍ البخبري‬ ّ Artinya: “Sesungguhnay aku diutus oleh Allah, hanya untuk menyempurnakan akhlak.” HR. Bukhori. 3) Penulis ingin mengetahui bagaiman peranan pendidikan agama Islam terhadap akhlak anak didik di Roudlotul Athfal Al-Hikam Malang. B. 1. a) Pembatasan dan Perumusan Masalah Pembatasan Masalah Pendidikan agama Islam yang dimaksud di sini adalah pelaksanaan pendidikan agama Islam dan kegiatan keagamaan di Roudlotul Athfal atau disingkat RA Al-Hikam Malang b) Akhlak yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah kepribadian dan tingkah laku anak didik dalam kehidupan sehari-hari. 2. Perumusan Masalah Bagaimana peranan pengidikan agama Islam terhadap akhlak anak didik di RA Al-Hikam Malang C. Tujuan Penelitian

7[7] Prof. H. M. Arifin, M.Ed, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bina Aksara, 1987. Hlm. 10.

Ramayulis. D. b) RA Al-Hikam Malang. yang berartikan bimbingan yang diberkan kepada anak. penulis akan terlebih dahulu mengemukakan arti pendidikan pada umumnya. Istilah pendidikan berasal dari kata didik dengan memberinya awalan “pe” dan akiran “kan” mengandung arti perbuatan (hal. Hlm. DR. BAB II Kajian PUSTAKA A.1) Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peranan pendidikan agama Islam terhadapat akhlak anak didik di RA Al-Hikam Malang. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan dengan tarbiyah. dalam mengetahui peranan pendidikan agama Islam terhadap akhlak anak didik di RA Al-Hikam Malang. c) Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi para pendidik dalam mengetahui faktorfaktor apa saja yang menjadi peranan terhadap akhlak anak didik di RA Al-Hikam Malang. Ilmu Pendidikan Islam. yaitu paedagogie. Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani. . cara dan sebagainya). 1. 2004. Kerangka Teori 1. yang berarti pendidikan. H.8[8] 8[8] Prof. Pendidikan Agama Islam a) Pengertian Pendidikan Agama Islam Sebelum membahas pengertian pendidikan agama Islam. 2) Untuk mengetahui usaha-usaha apa saja yang dilakukan sekolah dalam mengingkatkan akhlak anak didik di RA Al-Hikam Malang. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan education yang berarti pengembangan atau bimbingan. Jakarta: Kalam Mulia. Manfaat Penelitian Penelitian ini akan berguna untuk: a) Peneliti sebagai syarat dalam menyelesaikan ujian akhir semester (UAS) semester 5 jurusan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Aly Al-Hikam Malang.

Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. 11[11] Dra. Hlm.13[13] 9[9] Ahmad D. Ilmu Pendidikan Islam. Marimba mengatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan yang dilakukan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. 2005. Menurut hasil seminar pendidikan agama Islam se Indonesia tanggal 7-11 Mei 1960 di Cipayung Bogor menyatakan: Pendidikan agama Islam adalah bimbingan terhadapat pertumbuhan jasmani dan rohani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan. 13[13] Abdul Majid.Ag. Yang dimaksud dasar psikologis yaitu dasar yang berhubungan dengan aspek kejiwaan kehidupan bermasyarakat. 1998. Marimba. Bandung: PT. Hlm. dapat disimpulan bahwa pendidikan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana yang dilaksanakan oleh orang dewasa yang memiliki ilmu dan keterampilan kepada anak didik.10[10] Dari semua defiisi itu. 41. melatih. 11. mengasuh. Hal ini didasarkan bahwa dalam hidupnya. . Bandung: PT. A. Bandung: CV.ol. et. 10[10] Hasbullah. Nur Uhbiyati. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu.Ahmad D. Pustaka Setia. 1981. mengajarkan. 19. Hlm. Marimba. 4. 2004. Metodik khusus Islam.9[9] Sedangkan menurut Ki Hajar Desantara pendidikan yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Al-Ma’arif. Hj. manusia baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat dihadapkan pada hal-hal yang membuat hatinya tidak tenang dan tidak tentram sehingga memerlukan adanya pegangan hidup. agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya. Hlm. dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam. Ahmad D. Hlm. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Jakarta: PT. Bandung: PT Remaja Rosdakarta. 12[12] Drs. 133. 1981.12[12] Kalau pendidikan diibaratkan bangunan maka isi Al-Qur’an dan haditslah yang menjadi pondasinya. demi terciptanya insan kamil. Al-Ma’arif.11[11] b) Dasar-dasar Tujuan Pendidikan Agama Islam Singkat dan tegas dasar pendidikan Islam ialah firman Allah dan sunnah Rasulnya Muhammad SAW.

baik makna maupn tujuannya haruslah mengacu kepada penananman hilai Islam dan tidak dibenarkan melupakan etika sosial dan moralitas sosial. Jakarta: PT Grafindo Persada. pengamalan serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia Muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan.S.14[14] 2.16[16] Sedangkan menurut pendekatan secara terminologi. sebagai berikut: ‫وإًّك لعلّى خلق عظين‬ Artinya: Dan sesungguhnya engkau Muhammad. 15[15] Zahruddin AR. Imam Al-Ghazali 14[14] Ibid. Jakarta: PT Grafindo Persada. perangai. 135.Berbicara pendidikan agama Islam. 68:4). 16[16] Al-Qur’an Al-Karim. 2004. Hlm. Ibn Miskawaih Akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatanperbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. 4 . perkataan “akhlak” berakar dari bahasa Arab jama’ dari mufradnya “khuluq” yang menurut bahasa Indonesia diartikan: budi pekerti. Hakekat Akhlak a) Pengertian Akhlak Pengertian akhlak secara emtimologi. Hlm.17[17] 2. berikut ini beberapa pakar mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut: 1. Pendidikan agama Islam di sekolah bertujuan untuk menumbuhkan dan mengingkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan. Hlm. benar-benar berbudi pekerti yang agung. ketaqwaannya. 2004. 17[17] Zahruddin AR. penghayatan. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan “khalkun” yang berarti kejadian sserta erat hubungan “Khaliq” yang berarti Pencipta dan “makhluq” yang berarti diciptakan. (Q. 1. Al-Qur’an. Pengatar Ilmu Akhlak.15[15] Baik kata akhlaq atau khuluq kedua-duanya dapat dijumpai di dalam Al-Qur’an. serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (kurikulum PAI: 2002). Pengatar Ilmu Akhlak. tingkah laku atau tabiat. berbangsa dan bernegara.

149. Jika sikap itu yang darinya lahir perbuatan yang baik dan terpuji. . tanpa memerlukan pemikiran lagi dan sudah menjadi kebiasaan. melaikan salaing melengkapi. Dr. yaitu sifat yang tertananm kuat dalam jiwa yang nampak dalam perbutan lahiriah yang dilakukan dengan mudah. Akhlak Terhadap Allah Aklak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. tampak bahwa seluruh definisi akhlak sebagaimana tersebut di atas tidak ada yang saling bertenganan. yaitu: 1. akhlak yang mulia itu dibagi menjadi tiga bagian. maka sikap tersebut disebut akhlak yang buruk. MitraCahaya Utama. Ardani. 18[18] Prof. 2005. A. Moh. malaikat pun tidak akan menjangkau hakekatnya. Bandung: CV Pustaka Setia.19[19] Pribadi Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang paling tepat untuk dijadikan teladan dalam membentuk kepribadian.Akhlak adalah suatu sikap yang mengakar dalam jiwa yang darinya lahir berbagai perbutan dengan mudah dan gampang. Dengan demikian. Hlm. yang jangankan manusia. Mustofa. Jakarta: PT. Begitu juga sahabat-sahabatnya yang selalu berdoman kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam berprilaku keseharian. H. maka tentunya sesuai pula dengan dasar dari pada agama itu sendiri. Dan jika lahir darinya perbutan tercela. H. Hlm. dasar atau sumber pokok dari akhlak adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits yang merupakan sumber utama dari agama itu sendiri. 1997. namun dilihat dari segi hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia. Akhlak Tasawuf. 29.18[18] Jika diperhtaikan dengan seksama. Akhlak Tasawuf. 19[19] Drs. Macam-macam Akhlak a) Akhlak Al-Karimah Akhlak Al-Karimah atau akhlak yang mulia sangat amat banyak jumlahnya. baik dari segi akal dan syara’ maka ia disebut akhlak yang baik. 2. tanpa perlu kepada pikiran dan pertimbangan. b) Sumber dan Macam-macam Akhlak 1. Dia memiliki sifat-sifat terpuji demikian agung sifat itu. Sumber Akhlak Akhlak Islam. sebab merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepada kepercayaan terhadap Allah.

untuk itu ia perlu bekerjasama dan saling tolongmenolong dengan orang lain tersebut. pertologan dan mengharainya. Akhlak Terhadap Diri Sendiri Akhlak yang baik terhadap diri sendiri dapat diartikan menghargai. Contohnya: Menghindari minuman yang beralkohol. 49-57. tinggi. Dr. H. Bakhil atau kikir 20[20] Prof. Caranya dapat dilakukank dengan memuliakannya memberikan bantuan. Dalam ajaran Islam tetap membicarakan secara terperinci dengan tujuan agar dapat dipahami dengan benar. menjaga kesucian jiwa. menghormati. Berbohong Berbohong adalah memberikan atau menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya.20[20] b) Akhlak Al-Mazmumah Aklak Al-Mazmumah atau akhlak yang tercela adalah sebagai antonim dari akhlak yang baik sebagaimana tertulis di atas. Takabur atau sombong Takabur adalah merasa atau mengaku dirinya besar. Pendek katanya yaitu merasa dirinya lebih hebat. karena sadar bahwa dirinya itu sebagai ciptaan dan amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Akhlak Terhadap Sesama Manusia Manusia adalah makhluk sosial yang kelanjutan eksistensinya secara fingsional dan optimal banyak bergantung pada orang lain.2. Akhlak Tasawuf. di antaranya: 1. mulia. Hlm. MitraCahaya Utama. menyayangi dan menjaga diri dengan sebaik-baiknya. Dengki Dengki adalah rasa atau sikap tidak sengan atas kenikmatan yang diperoleh orang lain. Jakarta: PT. . Moh. 3. dan dapat diketahui cara-cara menjauhinya. Berdasarkan petunjuk ajaran Islam dijumpai berbagai macam akhlak yang tercela. 2005. 3. 4. Islam menganjurkan berakhlak yang baik kepada saudara. melebihi orang lain. Ardani. hidup sederhana serta jujur dan menhindari perbutan yang tercela. karena ia berjasa dalam iut serta mendewasakan kita dan merupakan orang yang paling dekat dengan kita. 2.

Sedangakn lembaga 21[21]Ibid. B. jujur serta suci. berbangsa dan bernegara. Karena pendidikan tidak hanya menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual saja. Hlm. . keadaan. ikhlas. 115. hlm. Barnawie Umary. di samping berhubungan dengan sesama makhluk dan juga alam sekitar. Berdasarkan tujuan ini. Pendidikan agama Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan Al-Qur’an terhadap anak-anak agar terbentuk kepribadian Muslim yang sempurna. berbangsa dan bernegara. mulia dalam tingkah laku perangai. DR. Kerangka Berpikir Berdasarkan kerangka teori yang telah dikemukakan di atas.21[21] c) Tujuan Akhlak Tujuan dari pendidikan akhlak dalam Islam adalah untuk membentuk manusia yang bermoral baik. 1988. Dengan kata lain pendidikan akhlak bertujuan untuk melahirkan manusia yang memiliki keutamaan. maka dapat memahami dengan jelas betapa pentingnya pendidikan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat. Solo: CV Ramadhani. 22[22] Prof.Bakhil atau kikir adalah sifat sukar mengurangi sebagian dari apa yang dimiliki untuk berbagi dengan orang lain. 2. Jakarta: Kalam Mulia. aktifitas merupakan saranan pendidikan akhlak. Materi Akhlak. H. hendak menciptakan manusia sebagai makhluk yang tinggi dan sempurna serta lebih dari makhluk lainnya. Ilmu Pendidikan Islam. 57-59. sopan dalam berbicara dan perbutan. Hlm. maka setiap saat. Ramayulis. keras kemauan. sempuna. bersifat bijasana. 23[23] Drs. Dengan begitu semua bisa tercerahkan serta bisa memberi pencerahan kepada generasi penerus sehingga dapat mengapikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat. tapi juga generasi yang mempunyai akhlakul karimah serta santun dalam bersosialisasi dengan lingungannya.23[23] Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan akhlak pada prinsipnya adalah untuk mencapai kebahagiaan dan keharmonisan dalam berhubungan dengan Allah SWT. 2004.22[22] Barmawie Umary dalam bukunya materi akhlak menyebutkan bahwa tujuan berakhlak adalah hubungan umat islam dengan Allah SWT dan sesama makhluk selalu terpelihara dengan baik dan harmonis. Dan setiap pendidikan harus memelihara akhlak dan memperhatikan akhlak di atas segala-galanya. pelajaran. sopan dan beradab.

Hipotesa Penelitian Berdasarkan tinjauan teoritis yang dikemukakan di atas. benda. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di RA Al-Hikam Malang dan membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 3 bulan. analitis dipakai agar penulis dapat menyusun proposal skripsi ini dalam bentuk yang sistematis sehingga mengena pada inti permasalahan dan memperoleh hasil penelitian yang benar. Deskritif digunakan agar mampu memahami dan memberikan gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang terkait dengan isi proposal skripsi ini. maka penelitian mengajukan pertanyaan sebagai berikut: Apakah anak didik atau siswa memperoleh nilai tinggi dalam pelajaran agama.adalah tempat berlangsunya proses bimbingan jasmani dan rohan berdasarkan Al-Quraa’an yang dilakukan oleh orang dewasa kepada terdidik dalam masa pertumbuhan agar ia berkepribadian Muslim. B. Berdasarkan pertanyaan di atas maka dapat diajukan hipotesa sebagai berikut: Ho: Tidak ada perbedaan akhlak siswa antara yang memperoleh nilai tinggi dalam pelajaran agama dengan siswa yang memperoleh nilai rendah. C. C. khususnya dalam pembentukan kepribadian Muslim yang sempurna. Populasi Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia. mempunyai akhlak yang lebih baik dari siswa yang memperoleih nilai rendah. Pendekatan Penelitaan Metode yang digunakan dalam membahas proposal ini adalah metode deskriftif analisis. BAB III METODE PENELITIAN A. Ha: Siswa yang memperoleh nilai tinggi dalam pelajaran agama memiliki akhlak yang lebih baik jika dibandingkan dari siswa yang memperoleh nilai rendah. RA Al-Hikam Malang sebagai salah satu institusi yang menyelenggarakan pendidikan diharapkan dapat memberikan motivasi bagi anak-anak didinya untuk menjadi bagian dari Sumber Daya Manusia yang unggul di segala bidang. tumbuhtumbuhan dan peristiwa sebagai sumber data yang mempunyai karakteristik tertentu dalam . Populasi dan Sampel Penelitian 1.

sebuah penelitan. Teknik Pengumpulan Data Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian lapangan (field research). Pengantar Metodologi Penelitian. 3. 2. Observasi Sebagai metode ilmiah observasi diartiakn dengan pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. kemudian diseberkan kepada responen. yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung ke obyek penelitian. Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat karakteristik yang sama sehingga betul-betul mewakili populasi. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. untuk mendapatkan jawaban yang diperlukan secara langsung. Angket Dengan metode angket ini penulis mempersiapkan sejumlah pertanyaan tertentu. 25[25] Nana Sudjana dan Ibrahim.24[24] Adapun populasi pada penelitian ini adalah murid-murid RA Al-Hikam Malang. Angket diberikan kepada siswa untuk diisi untuk dijadikan sampel dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa. . Hlm. D. yakni pengambilan secara acak dari jumlah populasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 84. Untuk memperoleh data-data lapangan ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: 1. Observasi ii mengadakan pengamatan dengan mencatat data atau informasi yang diperlukan dan dibutuhkan sesuai dengan masalah yang diikuti. 24[24] Herman Resito. 2.25[25] Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan teknik random sampling. Dokumen ini dilakukan untuk memperoleh data sejarah didirikannya RA Al-Hikam Malang. keadaan sarana dan prasarana dan juga data-data guru RA Al-Hikam Malang. Hlm. Dokumentasi Suatu usaha aktif baik suatu badan atau lembaga dengan menyajikan hasil pengolahan bahan-bahan dokumen yang bermanfaat bagi badan atau lembaga yang mengadakan. 1989. Bandung: Sinar Baru. 49. 1992.

Abdul. H. MitraCahaya Utama. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Bila ada jawabanyang diragukan atau tidak dijawab maka penulis menghubungi responden yang bersangkutan untuk menyempurnakan jawabannya. Tabulating Tabulating adalah mengelolah data dengan memindahkan jawaban-jawaban yang terdapat dalam angket dan telah dikelompokan ke dalam bentuk bable frekuensi. Ramayulis. Hasbullah. 1981. Bandung: PT. Jadi setelah angket dan tes diisi oleh responden dan diserahkan kembali kepada penulis. DR.ol. Teknik Analisis Data Setelah data selesai dikumpulkan dengan lengkap. Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Al-Ma’arif. 2. Prof.Ag. Raja Grafindo Persada. Moh. 1997. Nur Uhbiyati. 2004. Drs. 2005. Herman. 1981. Bandung: CV. Akhlak Tasawuf. Solo: CV Ramadhani. Ilmu Pendidikan Islam. Zahruddin. Marimba. Jakarta: PT Grafindo Persada. Dra. 2005. tahap berikutnya adalah analisa data. Ilmu Pendidikan Islam. Pustaka Setia. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. yaitu: 1. et. . Akhlak Tasawuf. Pengantar Metodologi Penelitian. Hj. kemudian penulis memeriksa satu per satu angket dan tes tersebut. E. Jakarta: PT. H. Ahmad D. Materi Akhlak. Drs. Ardani. Barnawie Umary. Al-Qur’an Al-Karim. 2004. Jakarta: PT. 1998. 1992. Jakarta: Kalam Mulia. H. Bandung: PT. Majid. Dr. A. Bandung: PT Remaja Rosdakarta. Al-Ma’arif. Prof. 1988. AR. Marimba. Metodik khusus Islam. Pengatar Ilmu Akhlak. Resito. Tujuan editing yang penulis lakukan adalah untuk mengurangi kesalahan-kesalahan atau kekurangan yang ada pada daftar pertanyaan yang diselesaikan. Drs. 2004. Mustofa. DAFTAR PUSTAKA Ahmad D. Bandung: CV Pustaka Setia.Angket yang digunakan penulis adalah angket tertutup yang berisi pertanyaan yang disertai jawaban terikat pada sejumlah kemungkinan jawaban yang sudah disediakan. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Editing Mengedit adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para responden. A.

Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pendidikan orang tua siswa terhadap prestasi belajar pendidikan agama islam di MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui bagaimana pendidikan orang tua siswa MTSN MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. Mengajarkan mengaji di TPA. maka di batasi. c. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. maka semakin baik prestasi belajar pendidikan agama Islam MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian. Membantu pekerjaan rumah. Diposkan oleh rf_1soccer d7:51 PM http://rachmatfatahillah. Hipotesis yang kebenarannya dibutuhkan melalui analisa secara lebih lanjut dalam pendidikan ini dirumuskan sebagai berikut’’ semakin baik pendidikan orang tua. Belajar pendidikan agama islam di MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. . F. d. E. b. b. Pendidikan Orang Tua Murid. c.Sudjana. Bandung: Sinar Baru.com/2012/03/contoh-proposal-skripsi-pai-kualitatif. Pada bagin pengaruh pendidikan orang tua murid dalam meningkatkan perestasi. Untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar pendidikan agama islam di MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. Variabel Variabel Indevenden Variabel Devenden G. Memberikan contoh yang baik. Defenisi Operasional Variabel 1. C. Mengajar sholat berjama’ ah dan mengaji di rumah. d. dengan indicator adalah sebagai berikut : a.html (BAGIAN 2) PROPOSAL PENELITIAN “PENGARUH PENDIDIKIN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MTSN MUARA ENIM KECAMATAN MUARA ENIM”.blogspot. D. Batasan Masalah. Agar penelitian tidak terlalu luas dan untuk lebih terarah. Nana dan Ibrahim. Cara orang tua membimbing anak tentang pelayanan agama islam baik dirumah atau di luar rumah. Sebagai imformasi kepada masyarakat luas tentang pengaruh pendidikan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama islam di MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. 1989. 1.

TSR. orang tua dan siswa. Jenis Dan Sumber Data. Metodelogi penelitian. Untuk mengumpulkan data yang relevan maka penulis mengunakan metode: a. Untuk mempermudah pemahaman dan penjelasan kegiatan. Metode dokumentasi. H. Metode ini digunakan untuk mengamati beberapa halyang menyangkut sarana dan fasilitas MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. Dengan mengambil sampel dari orang tua siswa kelas kelas III. Metode Pengumpulan Data. yaitu: Sedangkan untuk menguji hepotesa dapat dilakukan dengan analisa korelasi Kutengensi. Adapun untuk mengetahui kompetensi guru agama islam maupun prestasi belajar siswa. 1. kemudian diadakan analisa data dengan uji stastistik. yaitu: . klasifikasi pendidikan orang tua murid.sumber data yang diperlukan dalam penelitian adalah : 1. Metode ini digunakan untuk mendapatkan imformasi tentang latar belakang didirikannya MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. 3. 4. keadaan guru/pegawai serta setatus ke pegawayan dan proses kegiatan belajar mengajar di MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. guru. Dalam penelitian ini meliputi populasi yaitu orang tua dan siswa MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim. dengan rumus: 1. pegawai. pasilitas belajar dan lain-lain. Primer yaitu kepala sekolah. Populasi dan Sampel. c. Setelah semua data terkumpul.2. kemudian ditarik sebagai kesimpulan. Kualitatif yang terdiri dari: Nilai. laporan Koran dan lain-lain. Prestasi Belajar Hasil belajar yang diterima siswasetelah melewati suatu proses pembelajaran yang di tandai dengan ulangan nilai raport. Sekunder yaitu buku. dapat dianalisa dengan uji stastistik. sumber data MTSN Muara Enim Kecamatan Muara Enim (Daftar pertanyaan terlampir ). maka disusun dan disajikan dalam beberapa pembahasan serta beberapa bab. Kuanitatif terdiri dari: Jumlah gedung. Teknik Analisa Data. Pengamatan Opservasi. maka diadakan pemeriksaan seperlunya. 2. 2. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini ada dua macam: a. Sestematika pembahasan. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang siswa MTSNMuara Enim yang meliputi klasifikasi kelas. metode atau cara orang tua menidik anak. Metode Wawancara. b. siswa. b. kegiatan belajar.

Departemen agama RI. Dr. batasan masalah. tujuan dan Kegunaan penelitian. rumusan masalah. fasilitas serta proses mengajar.com/social-sciences/education/2024786-contoh-proposal-skripsi-pai-pengaruh/ PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE DAN OUTSIDE CIRCLE TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI (Studi di …………………) PROPOSAL SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi Pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Jurusan Tarbiyah STAIKHA . Dalam bab ini mengemukakan tentang gambaran umum keadaan MTSN Muara Enim yang meliputi letak dan sejahteranya. Yusuf muri. Jakarta. keadan siswa dan guru. ( Yogyakarta: 1988).siti partini sudirman. Departemen pndidikan nasional repoblik Indonesia. pembinaan mental agama islam. DAFTAR PUSTAKA A. BAB 111 KEADAAN UMUM MTSN MUARA ENIM KECAMATAN MUARA ENIM.Qur’an dan erjemahanya. Pendidikan orang tua dan prestasi belajar. variabel. sarana dan prasarana.BAB I PENDAHULUAN Latar belakang. Sumber: http://id.shvoong. metode pembelajaran pendidikan agama Islam dan lain-lain. Bab ini menyajikan tentang pengaruh pendidikan orang tua terhadap Prestasi belajar pendidikan agama islam siswa MTSN Muara Enim Kecamatan Mura Enim. pengantar ilmu pendidikan.com/social-sciences/education/2024786-contoh-proposal-skripsi-paipengaruh/#ixzz2DgzNxbZZ http://id. pisikologi pendidikan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. balai pustaka. hivotisis. BAB IV PENGARUH PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MTSN MUARA ENIM KECAMATAN MUARA ENIM. Jakarta.AL. Ny. zakiyah. BAB 11 LANDASAN TEORI Meliputi pengertian.shvoong. dasar dan tujuan pendidikan agama Islam. Jakarta 1987/1988. ( Jakarta: 1979). metode penelitian dan sistematika pembahasan. Bab ini merupakan bab terakhir yang berupa kesimpulan dan saran. undang-undang republic Indonesia nomor 20 tahun 2003. depinisi operasional Variabel. 1982.

. Abdul Kabier (STAIKHA) Kubang – Petir – Serang dan selanjutnya proposal ini sebagai pertimbangan pihak terkait untuk dilanjutkan kebentuk skripsi. Juni 2012 MASTUROH PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE DAN OUTSIDE CIRCLE TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI . 2012 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT. Penulis menyadari akan kekurangan dalam penyusunan proposal skripsi ini. Penyusun. Adapun penyusunan proposal skripsi ini dilakukan Sebagai Salah Satu Syarat Penyusunan Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Program S1 Tarbiyah di Sekolah Tinggi Agama Islam K.H.Disusun Oleh : ________________ SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ……………………………………………. Kubang. Abdul Kabier (STAIKHA) yang senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca. atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun proposal skripsi dengan judul Upaya Meningkatkan Pemahaman Pelajaran Pai Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Inside Outside Circle Pada Siswa Kelas Vii Smp Tahun Pelajaran 2012/2013 (Studi di SMPN 1 Jawilan). Akhirnya penulis ucapkan terima kasih kepada ketua dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam K. oleh karena itu bimbingan dan arahan dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan demi hasil penelitian yang lebih baik.H.

Metode pembelajaran kooperatif selain membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit juga berguna untuk membantu siswa menumbuhkan keterampilan kerjasama dalam kelompoknya dan melatih siswa dalam berpikir kritis sehingga kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan dapat meningkat. menambah motivasi belajar dan rasa percaya diri bagi . Jadi perlu adanya strategi pembelajaran yang dapat menarik bagi siswa untuk belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar Belakang Masalah Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang berakibat pada peningkatan mutu pendidikan. proses belajar mengajar sering tidak efektif dan tidak efisien.A. Dalam hal ini guru harus dapat memfasilitasi siswa agar dapat meningkatkan potensi yang dimiliki oleh siswa dan membuat siswa aktif dalam belajar sehingga tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat tercapai. Dengan adanya tuntutan inilah pendidik harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI). Adanya berbagai jenis hambatan dalam diri guru maupun siswa. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang biasanya menggunakan metode konvensional memang sudah membuat siswa aktif. Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diperoleh siswa selalu monoton dan disajikan kurang menarik oleh guru. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan berisikan tuntunan bagi siswa dalam menjalani kehidupan agar memiliki pribadi yang soleh atau solehah. Upaya peningkatan pemahaman belajar sangatlah tidak mudah. Dalam pembelajaran konvensional siswa selalu mengantuk dan perhatiannya kurang karena membosankan. karena pembelajaran konvensional sekarang ini kurang cocok lagi untuk mentransfer ilmu ke peserta didik. dan monoton sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar. sehingga kurang diminati oleh banyak siswa. Penggunaan Metode yang kurang tepat dapat menimbulkan kebosanan. namun kurang dapat mengembangkan keterampilan sosial siswa yang kelak dapat berguna dalam kehidupan sosial. Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) selalu dipandang sebagai pelajaran yang sangat sulit. kurang dipahami. sehingga pemahaman belajar menurun. dalam pembelajaran.[1] Suasana belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat berpengaruh dalam peningkatan kualitas belajar mengajar. Salah satu Metode pembelajaran yang menuntut aktivitas siswa adalah pembelajaran kooperatif. Apabila pembelajaran menyenangkan dapat menimbulkan minat dan motivasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. stategi pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk meningkatkan pemahaman belajar. Hal lain yang penting dalam pembelajaran kooperatif adalah dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan sikap yang positif.

Dan sebaliknya. Bagaimana pemahaman siswa pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Jawilan? 3. 2. hal lain yang dapat mempengaruhi pemahaman belajar adalah aktivitas belajar siswa. . Untuk siswa kelas VII SMP semester 1 pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) akan lebih efektif bila disampaikan melalui strategi yang tepat. Pada pembelajarn Inside-Outside Circlesiswa dalam kelas dibagi dalam 2 kelompok besar. B. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain: 1. Tiap-tiap kelompok besar terdiri dari 2 kelompok lingkaran dalam dan kelompok lingkaran luar. Dari permasalahan tersebut diatas. siswa yang aktivitas belajarnya rendah merasa malas untuk belajar. maka dirumuskan permasalahn sebagai berikut: 1. Siswa yang aktivitas belajarnya tinggi akan lebih cepat dalam bertindak untuk melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa. Bagaimana penggunaan metode pembelajaran Inside-Outside Circle di SMPN 1 Jawilan? 2. peneliti akan mengadakan penelitian dengan judul ”PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE DAN OUTSIDE CIRCLE TERHADAP PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI” (Studi di SMPN 1 Jawilan). Bagaimana penggunaan model pembelajaran Inside-Outside Circle dan aktivitas belajar siswa terhadap pemahaman belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Jawilan? C.[2] Selain pemilihan strategi yang tepat. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan. menambah rasa senang berada di sekolah dan rasa sayang terhadap teman-teman sekelasnya. sehingga dapat memperkuat hubungan antar individu. Selain itu metode pendekatan ini memerlukan ketrampilan berkomunikasi dan proses kelompok yang baik. metode pembelajaran InsideOutside Circlesangatlah tepat untuk pembelajaran. Untuk mengetahui pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap pemahaman belajar siswa. Dalam metode ini siswa dituntut untuk bekerja kelompok. Metode Inside-Outside Circle adalah salah satu metode pembelajaran kooperatif. Untuk mengetahui penggunaan metode pembelajaran Inside-Outside Circletehadap pemahaman belajar siswa di SMPN 1 Jawilan.siswa. Dalam hal ini.

Tujuan utama pendidikan agama Islam di sekolah ialah keberagamaan. keterampilan melakukan. Metode mengajar harus dapat memberikan peluang untuk berekspresi dalam aspek seni yang kreatif.[4] Mengingat begitu pentingnya pemahaman akan materi pendidikan agama Islam. Pendidikan agama dapat didefenisikan sebagai upaya untuk mengaktualkan sifat-sifat kesempurnaan yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt kepada manusia. yang pada dasarnya metode mengajar ini merupakan teknik yang digunakan di dalam melakukan interaksi dengan siswa disaat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. diantaranya : 1. atau yang biasa deseburt dengan curriosity. Ada bebarapa prinsip yang ahrus kita perhatikan dalam pengguanaan metode mengajar. 4. Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran. Kerangka Pemikiran Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam (knowing). D. Keberagamaan inilah yang selama ini kurang di perhatikan. terampil melakukan ajaran Islam (doing). yaitu menjadi muslim yang sebenarnya.[3] Ahli lain juga menyebutkan bahwa pendidikan agama adalah sebagai proses penyampaian informasi dalam rangka pembentukan insan yang beriman dan bertakwa agar manusia menyadari kedudukannya. . Harus dapat membangkitkan rasa keingintahuan siswa terhadap materi pelajaran. Adapun tujuan pendidikan agama Islam di sekolah umum adalah untuk meningkatkan pemahaman. Memungkinkan siswa untuk selalu menguji kebenaran akan sesuatu. Metode mengajar harus dapat membuat siswa untuk melakukan penemuan terhadap suatu topik atau berinkuiri. dirinya sendiri. dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. upaya tersebut dilaksanakan tanpa pamrih apapun kecuali untuk semata-mata beribadah kepada Allah.3. 2. maka tingkat pemahaman siswa harus menjadi prioritas diantara mata pelajaran lain. atau disebut sikap skeptis. dan melakukan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari (being). Untuk mengetahui interaksi antara metode pembelajaran Inside-Outside Circledan aktivitas belajar siswa terhadap pemahaman belajar. masyarakat dan alam sekitarnya serta tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa (termasuk dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya). 3. Metode mengajar harus dapat memungkinkan siswa belajar untuk memecahkan masalah. terutama yang berkaitan langsung dengan faktor perkembangan kemampuan siswa. 5. tugas dan fungsinya di dunia dengan selalu memelihara hubungannya dengan Allah. Maka dari itu tenaga pendidik harus mampu menentukan metode pembelajaran yang tepat dalam penyampaian materi Pendidikan Agama Islam ini.

Dari gambaran diatas dapat diajukan hipotesisnya sebagai berikut : H0 : Diduga dapat meningkatkan pemahaman pelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran inside outside circle pada siswa kelas vii smp tahun pelajaran 2012/2013 H1 : Diduga tidak dapat meningkatkan pemahaman pelajaran PAI dengan menerapkan model pembelajaran inside outside circle pada siswa kelas vii smp tahun pelajaran 2012/2013 F. PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE DAN OUTSIDE CIRCLE (VARIABEL X) PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI (VARIABEL Y) E. Independent study. .6. Hipoptesis Penelitian Hipotesis penelitian adalah jawan sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis yang dianggap paling mungkin atau paling tinggi tingkat kebenarannya. TujuanPenelitian. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. metode harus dapat memungkinkan siswa untuk belajar secara kelompok. dan Sistematika Penelitian. terdiri atas Latar Belakang Masalah. Sistematika Penelitian Sistematika pembahasan dalam penelitian ini terbagi kedalam lima bab. Dengan kata lain hipotesisi merupakan dugaan yang mungkin benar atau mungkin salah yang membutuhkan pembuktian atau diuji kebenarannya. Sintaksnya adalah: Separuh dari sejumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. 8. Manfaat Penelitian. Inside outside circle adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. Perumusan Masalah. Harus dapat membuat siswa termotivasi dalam belajar. memungkinkan siswa untuk mampu belajar secara mandiri .[5] Dari suatu penelitian yang harus diuji kebenarannya melalui jalan riset. 7. Harus memungkinkan siswa untuk menyimak. Berdasarkan beberapa prinsip penggunaan metode mengajar diatas. dan seterusnya. maka peneliti memilih metode inside outside circle ini.Identifikasi Masalah. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. 9. Cooperatif learning. sebagai berikut : Bab I adalah Pendahuluan . siswa yang berada di lingkaran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. Pemecahan Masalah.

terdiri atas Melafalkan Huruf Hijaiyah. Teknik Pengumpulan Data. dan Analisis Data. B. Samsoel. 2000. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Manajemen Pendidikan Sekolah Terbuka. Prosedur Penelitian. Model Pembelajaran Inside-Outside-Circle (Spencer Kagan). Yatim.Jakarta : PT. Instrumen Pengumpulan data. IKAPI : Universiti Press. 1992. Jakarta : Grasindo. Bab IV adalah Kesimpulan Dan Saran-Saran. Zakiah. Kancah Penelitian. Peran Pendidikan Moral dan Agama. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian. Psikologi Perkembangan Anak. 2001. DAFTAR PUSTAKA Akbar. dan Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits. Rachmat Widodo. Yogyakarta : Mitra Pustaka. Bab III adalah Metode Penelitian. 1993. Teknik Pengumpulan data.cc. Yogyakarta : Mitra Pustaka. terdiri atas Deskripsi Hasil Penelitian. 1995. Rahman. Metode Belajar Anak Kreatif. Bahari. Diakses dari http://store. Markus. 2005. Macam-macam metode pembelajaran. Subyek Penelitian. 2006. Bab IV adalah Hasil Dan Pembahasan Penelitian . dan Pembahasan. Diakses dari http://wyw1d.cc/ Macam_macam_Metode_Pembelajaran_g1g177821 Pada tanggal 30 Mei 2012 Drajat. Pendidikan Agama dan Pembangunan Untuk Bangsa. dan Esther Wahyudi Salim. Pengembangan Kurikulum dan Seputar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Ilmu Pendidikan Islam. Belajar Reaktif.com/2009/11/10/model-pembelajaran-24-inside-outside-circle-spencerkagan/. Representasi Sistem Pendidikan De-Birokratisasi. Adam. Abdul. Setyawan. Reni dan Hawadi. Shaleh. Bandung : Dwi Pasha Press. Media Lagu. terdiri atas Kesimpulan. Purwandaru. terdiri atas Pendekatan Penelitian. Jakarta : Bumi Aksara Ma’arif. Pada tanggal 30 Mei 2012 Riyanto. dan Saran-saran.Bab II adalah Kajian Pustaka. . Abdullah dkk. Raja Grafindo Persada. Alim.wordpress.

Sukuco, Padmo. 2002. Penleitian Kualitatif : Metodologi, Aplikasi, dan Evaluasi. Jakarta : Gunung Agung. Suriah. N. 2003. Penelitian Tindakan. Malang : Bayu Media Publishing. Suryaman, Maman. 1990. Kerangka Acuan Peningkatan Prestasi Belajar Siswa. Bandung : Angkasa. Starawaji. Pengertian Pendidikan Agama Islam Menurut Berbagai Pakar. Diakses dari http://starawaji.wordpress.com/2009/05/02/pengertian-pendidikan-agama-islam-menurutberbagai-pakar/ Pada tanggal 31 Mei 2012.

Margono, S. Drs. 2001, Metodologi Pendidikan. PT. Rineka Cipta, cet.01 Press.cet 9.

Tafsir, Ahmad, 2005. Ilmu Pendidikan Dalam Persfektif Islam, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya Wibawa, B. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Dirjen Dikdasmen Direktorat Tenaga Pendidikan. Zuhaerini, 1983. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya : Usaha Nasional.

[1] Drajat, Zakiah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara. 1992. Hal.57. [2] B. Adam. Macam-macam metode pembelajaran. Diakses dari http://store.cc.cc/ Macam_macam_Metode_Pembelajaran_g1g177821 Pada tanggal 30 Mei 2012. Pukul 13:00 wib. [3] ibid [4] Off cit [5] Margono, S. Drs. 2001, Metodologi Pendidikan. PT. Rineka Cipta, cet.01 Press.cet 9. About these ads http://kreativitasdircom.wordpress.com/2012/08/22/contoh-proposal-skripsi/ Belajar Sendiri

Strategi Pembelajaran LSQ (Learning Start With a Question) dan IS (Information Search) Di Sekolah Oleh: Hendi Burahman A.Pendahuluan Pendidikan merupakan proses yang sangat menentukan untuk perkembangan individu dan perkembangan masyarakat. Kemajuan suatu masyarakat dapat dilihat dari perkembangan pendidikanya. Secara jelas tujuan Pendidikan Nasional yang dirumuskan dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 khususnya pasal 3, bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan sebagaimana termuat dalam Undang-Undang tersebut, harus dipahami dan disadari oleh setiap pengembang kurikulum. Sebab, apapun yang direncanakan dan dikembangkan serta dilaksanakan dalam setiap proses pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada pengembangan potensi setiap anak agar mereka menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, memiliki akhlak yang mulia, manusia yang sehat, berilmu, cakap dan lain sebagainya. Penggunaan suatu strategi pembelajaran akan membantu kelancaran, efektivitas, dan efisiensi pencapaian tujuan. Guru dituntut harus dapat menetapkan strategi pembelajaran apa yang paling tepat dan sesuai untuk tujuan tertentu, penyampaian bahan tertentu, suatu kondisi belajar peserta didik, dan untuk suatu penggunaan strategi atau metode yang memang telah dipilih. Tujuan utama seorang guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan strategi belajar-mengajar yang efektif. Pengembangan strategi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan keadaan belajar yang lebih menyenangkan dan dapat mempengaruhi peserta didik, sehingga mereka dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meraih prestasi belajar secara memuaskan. Oleh karena itu, melaksanakan kegiatan belajar mengajar merupakan pekerjaan kompleks dan menuntut kesungguhan guru. Strategi pembelajaran yang baru berkembang adalah metode Learning Start With A Question (LSQ) dan Information Search (IS) yang dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa. Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya diperlukan suatu strategi yang tepat. Strategi yang dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah strategi LSQ yaitu suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Agar siswa dapat memiliki daya berinkuiri dan saling bekerjasama diperlukan suatu strategi dan metode yang disebut dengan strategi IS, yaitu suatu strategi pembelajaran mencari informasi melalui diskusi kelompok. Namun ironisnya, strategi pembelajaran ini tidak semuanya digunakan oleh setiap guru mata pelajaran di sekolah-sekolah. Padahal jika dilihat dari peran dan fungsi strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With A Question) dan IS (Information Search), sangat urgen dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

B.Rumusan Masalah 1.Bagaimana memilih strategi pembelajaran? 2.Apa dampak dari pelaksanaan strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With A Question) dan IS (Information Search)? C.Pengertian Strategi Pembelajaran Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam melaksanakan suatu kegiatan. Biasanya cara tersebut telah direncanakan sebelum pelaksanaan kegiatan. Bila belum mencapai hasil yang optimal, dia berusaha mencari cara lain yang dapat mencapai tujuannya. Proses tersebut menunjukkan bahwa orang selalu berusaha mencari cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Setiap orang yang menerapkan cara tertentu dalam suatu kegiatan menunjukkan bahwa orang tersebut telah melakukan strategi. Dan strategi tersebut dipakai sesuai dengan kondisi waktu dan tempat saat dilaksanakannya kegiatan. Strategi pembelajaran terdiri atas dua kata, yaitu strategi dan pembelajaran. Istilah strategi (strategy) berasal dari kata benda dan kata kerja dalam bahasa Yunani, sebagai kata benda, strategos, merupakan gabungan kata “stratosâ€� (militer) dan “agoâ€� (memimpin), sebagai kata kerja, stratego, berarti merencanakan (to plan)1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi berarti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus2. Sedangkan secara umum strategi mengandung pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan3. Strategi, menurut Poerwadarminta adalah; 1). Ilmu siasat perang, 2). Siasat Perang, 3). Bahasa Pembicaraan akal (tipu muslihat) untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata “instruction” yang dalam bahasa Yunani disebut instructus atau “intruere” yang berarti menyampaikan pikiran, dengan demikian arti instruksional adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran4. Pengertian ini lebih mengarah kepada guru sebagai pelaku perubahan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi sebagai suatu cara yang dianggap mampu untuk mencapai suatu tujuan yang telah terprogram secara sistematis. Sedangkan pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, di mana mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu5. Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan penyediaan sumber belajar6. Jadi, menurut penulis, pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh pendidik (guru) untuk membantu peserta didik (siswa) aktif dalam kegiatan belajar yang telah dirancang oleh guru. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar disebut strategi pembelajaran. Strategi

Sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan. dll. akan memiliki strategi yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek afektif atau aspek psikomotor. strategi pembelajaran adalah tindakan guru melaksanakan variabel pengajaran (yaitu tujuan. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah: 1)Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek 2)Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan: a.pembelajaran menurut Slameto ialah suatu rencana tentang pendayagunaan dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisien pengajaran7. konsep. maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dari berbagai pendapat mengenai strategi pembelajaran di atas. dapat di simpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan D. atau teori tertentu ? 2)Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan prasyarat tertentu atau tidak ? 3)Apakah tersedia buku-buku sumber untuk mempelajari materi itu ? c.Pertimbangan dari sudut siswa: 1)Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan siswa ? 2)Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan minat.Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan baru. apakah tingkat tinggi atau tingkat rendah ? 3)Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis ? b. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa. materi.Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran: 1)Apakah materi pelajaran itu berupa fakta. dan kondisi siswa ? 3)Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa ? d. metode. merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan strategi yang ingin diterapkan. Misalkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek kognitif.Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. dan alat serta evaluasi) agar dapat memengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan8. Dari berbagai pertanyaan di atas. bakat.Pertimbangan-pertimbangan lainnya: 1)Apakah untuk mencapai tujuan cukup dengan satu strategi saja ? 2)Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan ? 3)Apakah strategi itu memiliki nilai efektivitas dan efisiensi ?9. . Ini sangat penting untuk dipahami. Menurut Nana Sudjana. hukum. sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya.

atau dapat mengembangkan keterampilan kognitif tingkat tinggi. siswa memberi garis bawah. mengevaluasi. Dengan demikian guru tidak hanya akan belajar bagaimana “ bertanya” yang baik dan benar. Strategi pembelajaran adalah penataan cara-cara atau langkah-langkah dibawah kondisi pembelajaran yang berbeda guna mencapai tujuan atau kompetensi hasil pembelajaran10. Kelancaran bertanya ini sangat diperlukan bagi guru di dalam proses belajar-mengajar. sehingga dapat terlihat berapa persen siswa yang belajar dan yang tidak belajar. untuk membantu siswa dalam . Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui kata yang penting atau kata-kata yang kurang dimengerti.Pelaksanaan Strategi Learning Start With A Question (LSQ) Secara tegas telah dinyatakan dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional “berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. maka guru melakukan pre test. membantu siswa lebih sempurna dalam menerima informasi.E. Wiranaputra mengemukakan bahwa kapasitas dan kinerja guru pada tiap satuan pendidikan perlu dikembangkan agar dapat memberi layanan pendidikan yang bermutu. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari.” Sebagai salah satu ilmplikasi dari tuntutan normatif. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam membaca terdapat beberapa cara seperti : 1)Saat membaca. cakap. maka siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya. 2)Siswa membuat catatan atau ringkasan hasil bacaan. Kapasitas dan kinerja pembelajaran adalah kemampuan guru dalam satuan pendidikan untuk merencanakan. Kelancaran bertanya (fluency) adalah merupakan jumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa di dalam kelas. melaksanakan. sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. Pertanyaan yang disajikan guru diarahkan dan ditujukan pada pelajaran yang memiliki informasi yang relevan dengan materi pelajaran. guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat rangkuman serta membuat daftar pertanyaan. yaitu dengan membaca terlebih dahulu. berilmu. tetapi juga belajar bagaimana pengaruh bertanya di dalam kelas. Untuk melihat apakah siswa telah mempelajari materi tersebut. Dengan bertanya akan membantu siswa belajar dengan kawannya. Dengan membaca maka dapat memetik bahan-bahan pokok yang penting. Agar siswa aktif dalam bertanya. Strategi Learning Start With a Question (LSQ) adalah suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. sehat. berakhlak mulia. dan melakukan penyempurnaan program pembelajaran secara utuh dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari perwujudan peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Udin S. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui materi yang perlu dihafal atau dikaji ulang. Bentuk peningkatan kapasitas dan kinerja guru melalui kompetensi metodologi adalah melalui pemahaman dan pelaksanaan strategi pembelajaran yang mampu membangun pembentukan sikap demokratis dan bertanggung jawab. kreatif. mandiri. Selain itu.

dan apabila siswa malu bertanya kepada guru siswa dapat bertanya dengan teman sekelompoknya. Melalui langkah-langkah dalam strategi . maka guru membuat suatu permasalahan yang dituangkan di dalam LDS (Lembar Diskusi Siswa). hal ini bertujuan agar siswa tidak mengalami salah persepsi tentang materi tersebut. 6)Siswa belajar memecahkan masalah sendiri secara berkelompok dan saling bekerjasama antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. karena siswa belajar terlebih dahulu sehingga memiliki sedikit gambaran dan menjadi lebih paham setelah mendapat tambahan penjelasan dari guru. Dari penjelasan diatas terlihat bahwa strategi LSQ dan IS ini memiliki beberapa kelebihan. 3)Materi dapat diingat lebih lama. kemudian guru meminta siswa untuk mempresentasikan jawaban tersebut di depan kelas. Pencarian informasi ini dilakukan secara kelompok. 2)Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari dan meminta siswa untuk menuliskan atau memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahaminya dirumah. Permasalahan ini dituangkan di dalam LDS. yang bertujuan agar permasalahan tersebut terselesaikan dengan cepat. F. Selanjutnya guru menegaskan kembali materi yang telah dibahas. dan LDS ini dikerjakan secara kelompok. seperti koran. atau internet. Langkah-langkah strategi IS sebagai berikut : Guru membuat suatu permasalahan yang mana dalam permasalahan tersebut siswa diminta untuk mencari informasi agar permasalahan tersebut dapat dipecahkan. Agar siswa aktif mencari informasi. Informasi dapat diperoleh melalui koran. Setelah siswa menyelesaikan LDS dengan waktu yang telah ditetapkan. buku paket. 3)Guru meminta siswa untuk bertanya materi yang kurang dipahami 4)pada saat membaca. sehingga terjadi diskusi di kelas. 5)Guru mulai melakukan kegiatan sesuai yang direncanakan di dalam 6)Rancangan pembelajaran12. 2)Siswa aktif bertanya dan mencari informasi. mengatakan bahwa langkahlangkah pembelajaran LSQ sebagai berikut : 1)Guru memberi tahu dahulu materi apa yang akan dibahas. majalah internet. Tiap kelompok dapat mencari informasi tersebut melalui bahan-bahan sumber yang bisa diakses siswa. melontarkan pertanyaan. Kelompok lain mendengarkan.mencapai tujuan pelajaran yang telah ditetapkan11. sehingga terjadi tukar pendapat antar anggota kelompok13. Hal tersebut digunakan agar siswa dapat memiliki informasi lebih tentang materi tersebut. dan menyanggahnya. Kelebihan dari strategi LSQ dan IS sebagai berikut : 1)Siswa menjadi siap memulai pelajaran. Zaini dkk. 5)Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat secara terbuka dan memperluas wawasan melalui bertukar pendapat secara kelompok. dan buku paket lainya. 4)Kecerdasan siswa diasah pada saat siswa mencari informasi tentang materi tersebut tanpa bantuan guru.Strategi Information Search (IS) Strategi IS (Information Search) adalah suatu strategi pembelajaran mencari informasi. majalah.

berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Sthrengths) dan peluang (Opportunities). Jadi. Kekuatan Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar Pembelajaran dapat lebih menarik Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan Peran guru berubahan kearah yang positif Peluang Menarik perhatian siswa Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran Mengatasi keterbatasan ruang Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif Waktu pembelajaran bisa dikondisikan Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu atau menimbulkan gairah belajar. Tantangan peserta didik dituntut respon dengan proses pembelajaran peserta didik akan terpancing untuk berfikir peserta didik harus melkukan komunikasi agar mendapatkan respon dari peserta didik yang lain. G. karena proses LSQ harus terjadi komunikasi 1 lawan 1 dan 1 lawan audiens sebelum proses berlangsung. Strategi pembelajaran LSQ dan IS dianalisis menggunakan analisis swot menghasilkan berbagai solusi dan permasalahan. Menyediakan fasilitas yang sesuai dengan pokok kajian pendidik harus melakukan pengkondisian kelas. dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).Analisis SWOT dalam strategi pembelajaran LSQ dan IS Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi.LSQ dan IS akan membuat beberapa tahapan pembelajaran yang menggunakan strategi LSQ dan IS yang dibantu dengan diskusi kelompok. pendidik harus mengarahkan peserta didik untuk menyiapkan bahan yang dibahas . namun dengan berbagai bahasan strategi ini dapat dikatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam Meningkatkan kadar keaktifan atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang dan Ancaman dengan faktor internal Kekatan dan Kelemahan14.

Dimyati dan Mudjiono. cet. Kelemahan peserta didik yang jarang memperhatikan atau bosan jika bahasan dalam strategi tersebut tidak disukai pelaksanaan strategi harus dilakukan oleh pendidik yang kreatif dan vokal. Aminuddin . edisi ke-3. 1999) Nana Sudjana. (Jakarta: Uhamka Press. Syaiful Sagala. 2001). cet. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran. 1. Belajar dan Pembelajaran. 2002). (Jakarta: Rineka Cipta. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. (Bandung: Falah Production. (Jakarta: Balai Pustaka. hendaknya pendidik memilih strategi yang sesuai dengan kondisi peserta didik agar tujuan pembelajaran aktif. Teori Belajar dan Pembelajaran.Kesimpulan Sebelum melaksanakan berbagai macam strategi yang bervariatif.peserta didik dituntut berani dan tidak malu pendidik harus menjadi netral dalam pelaksanaan proses tersebut. Dengan melaksanakan strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With a Question) dan IS (Information Search) Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya dan menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa serta dapat memiliki daya berinkuiri dan saling bekerjasama. 2002) Rasyad. karena fasillitas harus tersedia menjadi hambatan dengan berbagai pola pikir dan karakter peserta didik yang berbeda-beda H. cet. Strategi Belajar Mengajar. Tidak semua lembaga bisa melaksanakannya. Kamus Besar Bahasa Indonesia. karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran Melaksanakan berbagai macam strategi pembelajaran adalah upaya guru dalam mengembangkan kualitas peserta didik. (Bandung: Algensindo. Strategi Pembelajaran. 2000) Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. kreatif dan menyenangkan dapat dicapai. 2. 2003) Sudjana S. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar. 3. sedangkan tidak semua pendidik di Indonesia memiliki karakter tersebut. (Jakarta: Rineka Cipta. 2003) . (Bandung: Alfabeta.

cet. Strategi Belajar Mengajar Dalam Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. S. Strategi ini dapat menstimulasi pengajuan pertanyaan yang mana merupakan kunci belajar. Mandikasmen 2007) Wina Sanjaya. ed. 5. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Sekar Ayu Aryani. (Jakarta: Kencana. Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani 2008) Diposkan oleh Belajar Sendiri di 04:16 Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda http://alone-education. Winataputra.blogspot. Pedoman Umum Sekolah Sebagai Wahana Pengembangan Warga Negara Yang Demokratis dan Bertanggung Jawab melalip Pendidikan Kewarganegaraan (Jakarta: Dirjen. 1. 2008) Zaini. (Jakarta: Bumi Aksara..html Pembelajaran Aktif Tipe Learning start with a Question (LSQ) oleh: percailmu Pengarang : dina     Summary rating: 3 stars (4 Tinjauan) Kunjungan : 128 kata:300 More About : learning starts with a question Learning starts with a question (LSQ) adalah salah satu tipe dalam pembelajaran aktif. 1991) Sunaryo. (Jakarta:: Depdikbud 1989) Udin. Hisyam. Bermawy Munthe. Silberman (2006: 157)mengungkapkan prosedur pembelajaran dengan menggunakan tipe ini adalah: . Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.com/2009/07/strategi-pembelajaran-lsq-learning.Slameto. LSQ ini adalah salah satu cara untuk menciptakan kondisi pembelajaran dengan menstimulir siswa untuk menyelidiki atau mempelajari sendiri materi pelajaran tanpa penjelasan terlebih dahulu oleh guru.

Setiap kelompok terdiri dari 3–5 orang yang berkemampuan tinggi. Langkah-langkah pembentukan kelompok berdasarkan kemampuan akademik menurut Anita (2002: 41) yaitu: a. Variasi yang dapat dilakukan diantaranya menurut Silberman (2006: 158) adalah: a. Selanjutnya bentuk kelompok-kelompok belajar. bukan secara berpasangan. Guru juga dapat memvariasikan tipe ini sesuai dengan kebutuhan kelas. menengah dan rendah. ekonomi dan etnik serta kemampuan akademik. Jika guru merasa bahwa siswa akan kesulitan untuk mempelajari sendiri materi pelajaran. b. Pembentukan kelompok I dilakukan dengan mengambil satu orang siswa berkemampuan tinggi. latar belakang sosial. b. Perintahkan siswa untuk kembali pada posisi semula dan jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh siswa. Perintahkan agar masing-masing pasangan sebisa mungkin berupaya memahami bahan ajar dan mengenali apa saja yang tidak mereka pahami dengan menandai bahan ajar dengan pertanyaan di dekat informasi tersebut. Sumber: http://id.a. berikan sejumlah informasi yang mengarahkan siswa atau beri pengetahuan dasar yang diperlukan untuk bisa mengajukan pertanyaan sendiri. dan dua orang berkemampuan rendah.shvoong. c. satu orang berkemampuan menengah. Pembentukan kelompok II dan seterusnya dilakukan dengan mengambil siswa dari urutan yang telah dikemukakan pada point b. Sesuai prosedur di atas maka pelaksanaan pembelajaran tipe LSQ dengan memberikan LKS kepada siswa. Pembentukan kelompok dapat dilakukan dengan memperhatikan keanekaragaman jenis kelamin. kemudian guru memberikan LKS untuk dipelajari dan mendiskusikan LKS yang diberikan. Perintahkan siswa untuk mempelajari bahan ajar dengan pasangannya. Mulai prosedur ini dengan belajar secara berkelompok.com/social-sciences/education/2297556-pembelajaran-aktif-tipelearning-start/#ixzz2Dh3NEqdb . Namun dalam penelitian ini nantinya . pembentukan kelompok lebih diutamakan kepada kemampuan akademik dan jenis kelamin siswa. Siswa diurutkan dari tingkat kemampuan rendah sampai kemampuan tinggi. Di awal pembelajaran siswa diminta untuk duduk di dalam kelompoknya masingmasing. c. Bagikan kepada siswa bahan ajar yang dipilih sendiri. b.

guru jarang memberikan kesempatan siswa untuk belajar bekerja sama. teori dan hukum serta pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas. konsep dan hukum. Depdiknas (2003) mengemukakan bahwa ilmu kimia merupakan ilmu yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan eksperimen yang mencari jawaban atas pertanyaan apa dan bagaimana gejala-gejala alam. transformasi. Sehubungan dengan hal tersebut. menemukan. . Kenyataan memperlihatkan hasil evaluasi terhadap pendidikan kimia menemui masalah dalam proses pembelajaran. teori. 2005) Sehubungan dengan hal tersebut di atas. yaitu apa yang dipelajari siswa di kelas merupakan materi tingkat lanjut yang diturunkan dari disiplin ilmu dan bukan sebaliknya. dinamika dan energetika zat. Asumsi ini didukung bahwa sebagian besar materi kimia yang diberikan kepada siswa berpusat pada hafalan mengenai fakta dan konsep yang tercakup dalam satuan pengajaran. Selain itu. seperti cara memperoleh informasi. Pendahuluan Kimia sebagai bagian dari sains berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami alam secara sistematis merupakan bagian integral dari kehidupan modern. yaitu materi yang menyangkut kehidupan sehari-hari siswa (Koes dan Arief. Koes dan Arief (2001) dalam Marzuki (2005) mengemukakan bahwa banyak siswa yang menganggap kimia sebagai ilmu hafalan dan mengulang kembali apa yang disampaikan oleh guru.com/social-sciences/education/2297556-pembelajaran-aktif-tipe-learning-start/ STRATEGI LEARNING STARTS WITH A QUESTION (PEMBELAJARAN DIMULAI DENGAN PERTANYAAN) Oleh: Laksmi Purnajanti 1. 2001 dalam Marzuki. 3) proses pembelajaran masih menganut falsafah dari bawah ke atas. bagaimana belajar lebih mudah dan efektif sehingga siswa memperoleh keterampilan berfikir dan termotivasi untuk menggali dan mengolah informasi serta memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ilmu kimia terkandung produk berupa fakta. mengekspresikan dirinya. struktur dan sifat. tetapi juga diperlukan proses berfikir untuk memahami.http://id. Siswa jarang aktif bertanya serta menanggapi teman atau guru.shvoong. Tes yang meliputi penerapan konsep (C3) sampai evaluasi (C6) jarang diberikan. khususnya yang berkaitan dengan komposisi. 2003). mengembangkan konsep. Oleh sebab itu dalam pembelajaran kimia di SMA perlu memperhatikan karakteristik ilmu kimia sebagai produk dan proses. 2) strategi pembelajaran kurang mampu memotivasi dan memberikan respon positif siswa untuk aktif belajar mandiri. yaitu 1) strategi pembelajaran tidak memberikan kesempatan siswa untuk mengaktualisasikan diri terhadap ide-ide yang mereka miliki. Seseorang yang mempelajari kimia tidak hanya membutuhkan keterampilan saja. proses pengajaran bidang studi kimia harus lebih dipandang sebagai usaha untuk membantu proses pengkonstruksian pengetahuan dan penyadaran akan tanggung jawab siswa tentang proses pembelajaran yang dilakukannya. serta terkandung proses berupa kerja ilmiah.

(2) mendorong siswa berfikir kritis. strategi ini dapat diterapkan dalam pembelajaran topik-topik kimia yang bersifat teoritis. Prinsip penting di dalam Teori Konstruktivisme adalah pembelajar harus membangun sendiri pengetahuannya secara aktif. Topik yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah teori belajar yang menjadi acuan. menggali informasi baik yang ada di buku teks maupun sumber yang lain.memberikan tugas yang sifatnya membentuk pola berfikir kritis. Nurhadi dan Senduk (2003) mengemukakan bahwa manfaat pertanyaan yang disusun oleh siswa adalah untuk mengetahui sejauhmana rasa ingin tahu dan yang sudah diketahui oleh siswa serta melatih siswa berfikir kritis. Unsur –unsur tersebut adalah: (1) interaksi langsung antar siswa dalam kelompok. unsur-unsur penting. Learning Starts With a Question merupakan salah satu dari strategi pembelajaran yang bersifat konstruktivistik. (3) memungkinkan penggunaan gaya belajar yang berbeda-beda sebagai akibat dari focus perhatian kepada siswa secara individual. 1. obyek yang dimaksud di atas merupakan kondisi yang diberikan kepada pembelajar untuk menyusun pertanyaan tentang materi pembelajaran yang belum dimengerti. dimana siswa yang membangun sendiri. Strategi Learning Starts With a Question merupakan variasi dari pembelajaran kooperatif. Pembelajaran yang bersifat konstruktivisme yaitu: (1) lebih memotivasi siswa dalam belajar sebab terfokus kepada siswa. maka unsur-unsur pada pembelajaran berkelompok berlaku pula untuk Learning Starts With A Question . Teori Belajar Yang Mendasari Strategi Learning Starts With a Question Secara umum teori yang mendasari strategi Pembelajaran Yang Dimulai dengan Pertanyaan (Learning Starts With a Question) ini adalah teori konstruktivisme. skenario pembelajaran serta contoh dari implementasi model pembelajaran Learning Starts With a Question Setelah membaca materi dalam pokok bahasan diharapkan pembaca memperoleh wawasan model pembelajaran yang melibatkan Learning Starts With a Question. seperti menyusun pertanyaan. Dalam strategi Pembelajaran Yang Dimulai dengan Pertanyaan (Learning Starts With a Question). Pengajar dapat membantu proses ini dengan memberi kesempatan melalui struktur pembelajaran. membuat sari bacaan dan presentasi hasil. dan (4) keterampilan antar personal dan kelompok kecil secara efektif agar tujuan kelompok tercapai. (4) mendorong siswa mencari informasi secara alami dan mandiri (Iskandar. melakukan klarifikasi atau evaluasi. 2005). (2) ketergantungan positif bekerja sama untuk mencapai tujuan kelompok. . Prinsip lain yang tidak kalah pentingnya adalah dalam mengkonstruksi pengetahuan pembelajar memerlukan interaksi dengan obyek baik yang bersifat kongkret maupun abstrak tergantung pada tahap manakah pembelajar berada. Oleh karena strategi ini merupakan variasi dari pembelajaran kooperatif utamanya pembelajaran berkelompok. Kegiatan ini dapat melatih keterampilan berfikir kritis siswa karena menyusun pertanyaan merupakan upaya mengembangkan rasa ingin tahu siswa dalam memperoleh berbagai informasi (Faisal dalam Marzuki. 2001). Teori konstruktivisme melandasi pembelajaran kooperatif yakni pembelajaran yang memusatkan pada siswa. (3) keterandalan individu menguasai kajian.

2. 6. 5. 4. 1996 dalam Marzuki. Unsur-unsur Dalam Strategi Learning Starts With a Question Ada beberapa unsur penting yang menjadi ciri khas Strategi Learning Starts With a Question yaitu: 1.1 Langkah-langkah Kegiatan dalam Strategi Learning Starts With a Question No Kegiatan Pembelajaran Kegiatan awal. 7. 2005) Oleh karena itu. 1990: Jacob et all. Membuka kegiatan pembelajaran Menyampaikan tujuan pembelajaran 1 2 Kegiatan inti . Tabel 1.(Slavin. 1994) 3. Kemampuan individu dalam memahami informasi Kerjasama tim kecil Ketrampilan membuat pertanyaan secara individu Kerjasama dalam tim yang lebih besar Menginventarisasi focus pertanyaan/pertanyaan utama Tanggapan siswa terhadap pertanyaan utama Guru menjelaskan jawaban dari sisa pertanyaan yang belum terjawab. Motivasi yang kuat membuat kita semangat bekerja keras untuk mencapai suatu tujuan. antar anggota dalam kelompok berpartisipasi semaksimal mungkin demi keberhasilan kelompok (Iskandar. 3. Skenario Pembelajaran Strategi Learning Starts With a Question Langkah-langkah yang diambil pengajar untuk menerapkan Stategi Learning Starts With a Question dapat dilihat pada table berikut. 2004) Para ahli pendidikan dan psikologi sependapat bahwa motivasi amat penting untuk keberhasilan kita belajar baik itu secara individual maupun secara kelompok. 8. Sebaliknya motivasi yang kurang akan membuat kita malas bertindak dan melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan (Thabrany. Siswa membuat kesimpulan 4.

8 Pengajar meminta dua kelompok kecil bergabung menjadi satu kelompok (beranggotakan 4 orang) untuk membahas pertanyaan/poin-poin yang tidak diketahui yang telah diberi tanda Pembelajar di dalam kelompoknya diminta untuk menuliskan pertanyaan tentang materi yang dibaca yang belum dapat diselesaikan. Contoh Implementasi Strategi Learning Starts With a Question pada Pembelajaran RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) . Pengajar meminta setiap kelompok menginventarisasi pertanyaan yang telah ditulis Kelompok membacakan pertanyaan yang belum dapat diselesaikan untuk ditanggapi kelompok lain 9 10 11 12 Pengajar menjelaskan jawaban dari sisa pertanyaan yang belum terjawab 13 Pengajar mengarahkan pembelajar untuk menarik kesimpulan 14 Kegiatan akhir Pengajar menutup pelajaran 5.3 4 5 Pengajar menentukan bacaan yang akan dipelajari Kemudian pengajar meminta pembelajar membaca bacaan tersebut Pengajar mengelompokkan para pembelajar dalam kelompok-kelompok kecil (beranggotakan 2 orang) 6 7 Bersama dengan temannya dalam kelompok kecil bekerjasama memaknai wacana/mempelajari bacaan Pembelajar diminta memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahami dan diminta menyusun suatu pertanyaan.

 Indikator Mengklasifikasikan suspensi kasar. yaitu fase terdispersi dan medium pendispersi. Standar kompetensi Mendeskripsikan sifat-sifat larutan. metode pengukuran. Kompetensi Dasar Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi Pembelajaran Koloid Sistem Dispers Dan Sistem Koloid SISTEM DISPERS A. serta terapannya II. homogen/heterogen. Dispersi molekuler (larutan sejati) : partikel zat yang didispersikan berukuran lebih besar dari 100 nm. Sistem koloid pada hakekatnya terdiri atas dua fase. . Dispersi koloid C. : partikel zat yang didispersikan berukuran lebih kecil dari 1 nm. Dispersi kasar (suspensi) B. dan penyaringan) IV. : partikel zat yang didispersikan berukuran antara 1 nm 100 nm.Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XI/2 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ( Pertemuan ke 1 ) _________________________________________________________________________ I. III. larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (effek Tyndall.

siswa dapat mengklasifikasikannnya ke dalam suspensikasar. Buku Kimia kelas XI semester 2 Papan Tulis. dan larutan garam dapur. hand body. larutan sejati dan koloid dengan benar.Zat yang didispersikan disebut fase terdispersi sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan disebut medium pendispersi. Langkah-langkah Pembelajaran Alokasi waktU Kegiatan Guru 1. Siswa dapat mengklasifikasikan persamaan dan perbedaan laritan. Pendekatan/model pembelajaran Konstruktivisme/Learning Starts With a Question VII. 1. styrofoam. V.    Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menjelaskan sistem dispersi. dan supensi dari data hasil pengamatan Setelah diberikan 6 jenis zat. keju. setelah diberikan suatu campuran pasir dan air. koloid. LCD Susu. Kegiatan Awal J Membuka pelajaran dengan mengucapkan salam J Memeriksa kehadiran siswa J Menyampaikan indikator yang ingin dicapai “ Siswa dapat mengklasifikasikan suspensi Kegiatan Siswa Kegiatan Awal J Menjawab salam 5’ J Memperhatikan dan menulis indikator dari pembelajaran hari . campuran pasir dan air VIII. larutan Garam dapur.    Media Pembelajaran. VI.

Konsep yang akan dipelajari yaitu dari Buku Kimia 2 karangan Nana Sutresna hal 291-293 tentang Sistem Dispersi J Meminta siswa menggali dan mengkaji informasi dari literature yang ada 10’ J Membentuk kelompok kecil (terdiri dari 2 siswa) J Menggali dan mengkaji informasi dari literatur yang ada J Memperhatikan penjelasan Guru J Meminta siswa dalam kelompok kecil memberi tanda sebanyak mungkin pada bagian bacaan yang tidak dipahami. Kegitan Inti J Mengemukakan konsep/tema yang akan ditanggapi oleh siswa. bekerjasama memaknai wacana. 5’ J Meminta 2 kelompok kecil bergabung menjadi 1 kelompok (terdiri dari 4 siswa) J Meminta siswa dalam kelompok yang lebih J Setelah selesai berdiskusi besar ini untuk membahas pertanyaan/poin-poin dengan kelompok kecil. memberi tanda pada bagian yang kurang/ tidak dipahami. homogen/heterogen. kemudian disusun dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan J Masing-masing siswa bergabung membentuk kelompok kecil 10’ J Bersama dengan temannya dalam kelompok kecil. . dan penyaringan)” ini 1. 2. larutan sejati dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (effek Tyndall. disusun dalam bentuk pertanyaan.kasar.

Larutan cuka 2. Air kapur J Siswa memperhatikan 5’ 10’ J Membuat kesimpulan J Mengerjakan kuis . Cat 5. 10’ J Memberikan kuis 1. J Meminta dari masing-masing kelompok mengemukakan pertanyaan tentang materi Sistem Dispersi yang belum dapat diselesaikan bergabung dengan kelompok kecil lain membentuk kelompok besar 10’ J Diskusi . J Meminta siswa di dalam kelompoknya untuk menyusun pertanyaan tentang materi Sistem Dispersi yang belum dapat diselesaikan . Termasuk ke dalam kelompok campuran manakah campurancampuran berikut: 1. J Wakil kelompok menyampaikan pertanyaan hasil diskusinya dan kelompok J Memberikan umpan balikan terhadap apa yang lain memberi tanggapan telah dijelaskan sampai siswa mengerti J Meminta siswa membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan. J Meminta kelompok lain untuk menanggapi (diskusi antar kelompok) 15’ J Jika semua kelompok belum bisa menjawab. Apa persamaan dan perbedaan antara: 1. melakukan observasi keaktifan siswa dalam tugas kelompok. saling bertanya dan saling bertukar informasi dengan anggota kelompoknya 5’ J Menyusun pertanyaan tentang materi yang masih belum dapat diselesaikan/dipahami.yang tidak diketahui yang telah diberi tanda. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem dispersi! 2. Air kopi 4. Air gula 6. J Selama berdiskusi. Koloid dan suspensi 3. guru menjelaskan kepada semua siswa. Agar-agar 3. Koloid dan larutan 2.

1. Pelaksanaannya melalui penilaian kuis (kognitif) . J Menginformasikan kompetensi/permasalahan untuk pertemuan berikutnya J Menutup pelajaran dengan mengucapkan salam 5’ J Siswa menjawab salam IX. guru menjawab pertanyaan yang belum bisa diselesaikan antar kelompok dan jika tidak ada waktu guru menjadikan pertanyaan itu sebagai tugas di rumah. 3. Kegiatan Akhir J Jika masih ada waktu. Penilaian Individu.

Koloid = 10-7 cm – 10-5 cm 1 6 2 Apa persamaan dan perbedaan antara: . Koloid = dapat disaring dengan kertas saring ultra Ukuran partikel Larutan = 10-7 cm. Koloid = heterogen Jumlah fase Larutan = satu. Koloid dan larutan 2. Koloid dan suspensi Perbedaan: Bentuk campuran Larutan = homogen .Kelompok Pelaksanaannya melalui penilaian unjuk kerja (performance) yaitu keaktifan kelompok selama kegiatan diskusi berlangsung dengan menggunakan lembar observasi pembelajaran kooperatif. Koloid = padatan halus Pemisahan Larutan = tidak dapat disaring. Lembar Penilaian Individu / Kuis No 1 Soal Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem dispersi! Jawaban Skor Sistem dispersi adalah pencampuran secara nyata 2 antara dua zat atau lebih dimana zat yang jumlahnya lebih sedikit disebut fasa terdispersi dan zat yang jumlahnya lebih banyak disebut medium pendispersi 1. Koloid = tampak homogen Pengamatan mikroskop Larutan = homogen. Koloid = dua Sistem dispersi Larutan = molekuler. Koloid dan larutan Persamaan: Stabil 1.

4. suspensi = heterogen Kestabilan Koloid = stabil. 4. suspensi = padatan kasar Pemisahan Koloid = dapat disaring dengan kertas saring ultra. 6. suspensi = dapat disaring Ukuran Partikel Koloid = 10-7 cm – 10-5 cm. 3. jumlah fase: dua Perbedaan: 5 Bentuk campuran Koloid = tampak homogen. 2.1. 5. suspensi = > 10-5 cm 3 Termasuk ke dalam kelompok campuran manakah campurancampuran berikut: 1. 2. suspensi = tidak stabil Sistem Dispersi Koloid = padatan halus. 5. Larutan cuka Agar-agar Air kopi Cat Air gula Air kapur 1. 3. Larutan Koloid Suspensi Koloid Larutan suspensi 22 2 6 Jumlah skol maksimum Jumlah skor yang diperoleh . 6. Koloid dan suspensi Persamaan: pengamatan mikroskop: heterogen.

Indikator Saling ketergantungan positif Interaksi langsung antar siswa Pertanggung jawaban individu Keterampilan berinteraksi antar individu dalam kelompok Keefektifan proses dalam kelompok Jumlah Skor NIlai Kelompok 1 Siswa 1 Siswa 2 Rata-rata Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Keterangan Penilaian diskusi: Total Skor maksimum Kriteria Penilaian : 15 : 3 = jika semua deskriptor muncul 2 = jika 2-3 deskriptor muncul 1 = jika 0-1 deskriptor muncul Jumlah skor yang diperoleh Perolehan Nilai Siswa : ---------------------------------------.Perolehan Nilai Siswa : ---------------------------------------.x 100 Jumlah skor maksimum .x 100 Jumlah skor maksimum Lembar Penilaian Diskusi Kelompok dan Rubrik.

2001. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Iskandar. 2. 4. Penerapan Konstruktivisme dalam Pembelajaran Kimia di SMU. mengungkapkan kesepakatan bersama 3. refleksi sikap anggota kelompok dalam mendiskusikan. keterlibatan dalam pembentukan kelompok membagi tugas sesuai kesepakatan ikut membangun semangat kerjasama dalam kelompok menyelesaikan dan mengecek hasil kerjasama membaca materi secara individu berusaha menguasai / memahami materi bertanya jika belum jelas menciptakan suasana tenang dalam kelompok saling membantu dalam kelompok memberi semangat kepada teman keterlibatan dalam melakukan diskusi kelompok menghargai pendapat kelompok 2 Interaksi langsung antar siswa 3 Pertanggungjawaban individu 4 Keterampilan berinteraksi antar individu dan kelompok 5 Keefektifan proses dalam kelompok 1. 2. DAFTAR RUJUKAN Depdiknas. a. media digunakan secara adil dalan kelompok 1. 1. 3. No 1 Indikator Saling ketergantungan positif Deskriptor 1. Media Komunikasi Kimia. 4. c. bekerjasama dalam memanfaatkan media 4. dan umpan balik dari kelompok lain. membuat keputusan bersama 2. menganalisis. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kimia Sekolah Menengah dan Madrasah Aliyah. d. 3. merasa senang dengan penghargaan yang diperoleh dari kerja keras kelompok 4. 3. 2003. b. . 2.Rubrik. menggunakan dan memanfaatkan media yang disediakan 3. Srini M. saling membantu dan mendukung sesama kelompok 2. 1. 4.

Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. . Malang: UM Press. guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat rangkuman serta membuat daftar pertanyaan. Rahasia Sukses Belajar. Hisyam. 2003. Yogyakarta: CTSD http://laksmie. yaitu dengan membaca terlebih dahulu. Srini M. Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang. Strategi sederhana ini merangsang siswa untuk bertanya. 1994. Pengertian Pembelajaran Learning Start With A Question Strategi learning start with a question adalah suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Agar siswa aktif dalam bertanya. Strategi Pembelajaran Konstruktivistik dalam Kimia.G. maka siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya. Malang : SemiQue V Marzuki. Hasbullah.html Sabtu. Untuk melihat apakah siswa telah mempelajari materi tersebut.net/artikel_detail-28013. Penerapan Strategi Pengajaran Timbal Balik (Reciprocal Teaching) dalam Model Jigsaw Guna Meningkatkan Kompetensi dan Respon Siswa Pada Pembelajaran Konsep Sistem Reproduksi Manusia di Kelas II SMA Negeri 10 Malang. dkk. 2004. Tesis tidak diterbitkan. Thabrany. dan Senduk. Pembelajaran Cooperative Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Penerapannya dalam KBK. kunci belajar (Silbermen.guru-indonesia. Selain itu. sehingga dapat terlihat berapa persen siswa yang belajar dan yang tidak belajar. maka guru melakukan pre-test. M. 2007:144).Iskandar. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. Nurhadi. 2005. 24 Maret 2012 Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Bertanya ( Learning Start With A Question) a.R. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Zaini. Satu cara menciptakan pola belajar aktif ini adalah merangsang peserta didik untuk bertanya tentang mata pelajaran mereka tanpa penjelasan dari pengajar terlebih dahulu. 2002. A. Erdi. Mel Silbermen dalam bukunya Active Learning mengemukakan bahwa proses mempelajari sesuatu yang baru adalah lebih efektif jika peserta didik tersebut aktif mencari pola dari pada menerima saja (terus bertanya dari pada hanya menerima apa yang disampaikan oleh pengajar).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa (Suwardi. pertanyaan dapat diajukan pada awal. baik lisan maupun tulisan. 4) Mendiagnosis kesulitan belajar. 6) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pertanyaannya. Salah satu caranya. Dalam tulisan ini. biasanya guru mengajukan pertanyaan sebagai cara untuk meningkatkan perhatian siswa pada materi yang akan atau sedang diajarkan. . Maksudnya pertanyaan yang diajukan oleh guru diharapkan dapat memunculkan rasa ke ingin tahuan siswa. 2) Meningkatkan perhatian siswa terhadap suatu permasalahan. Pertanyaan yang digunakan untuk mengungkapkan pertanyaan dapat menggunakan kata tanya maupun kata perintah. Apabila pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab oleh siswanya. Pertanyaan yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan untuk mengukur tingkat kemampuan siswanya.b. Cara yang demikian ini. meskipun dapat juga dilakukan pada saat penyampaian materi. 2007:138). Keterampilan Bertanya Keterampilan bertanya dapat diartikan kemampuan mengungkapkan pertanyaan. Agar siswa terfokus pada materi yang diajarkan. guru dapat menyimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Yaitu: a. guru dapat mengajukan pertanyaan kepada siswanya. Mendiagnosis kesulitan belajar adalah menganalisis suatu kondisi yang dapat menyebabkan terhambatnya pencapaian tujuan pembelajaran. dalam metode pembelajaran disebut metode Tanya jawab. 5) Mengetahui tingkat kemampuan siswa. keterampilan bertanya dibatasi pada kemampuan mengungkapkan pertanyaan secara lisan yang dilakukan oleh guru pada suasana pembelajaran dikelas. Biasanya pertanyaan yang demikian ini dilakukan pada saat membuka dan menutup pelajaran. Maksud Pertanyaan Pertanyaan yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan untuk: 1) Meningkatkan minat belajar siswa. Untuk maksud ini. Pertanyaan yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan sebagai cara mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran. 3) Mengembangkan pembelajaran aktif learning. tengah maupun akhir pembelajaran.

menatap wajah siswa. Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Learning Start With A Question Adapun langkah-langkah dalam penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Bertanya (Learning Start With A Question) (Zaini.poin yang tidak diketahui. 2. Maksudnya guru tidak boleh menggunakan bahasa yang terkesan mengejek. Di dalam pasangan atau kelompok kecil siswa di minta untuk menuliskan pertanyaan tentang materi yang telah mereka baca. Siswa diminta memberi tanda pada bagian – bagian bacaan yang tidak difahami. . memperhatikan jawaban siswa. Guru memilih bahan bacaan yang sesuai dengan materi. Guru dalam mengajukan pertanyaan tidak boleh pilih kasih. Sikap yang demikian ini akan menjadikan siswa merasa iri. memberi pujian kepada siswa. 3. Sikap lain yang perlu diperhatikan guru adalah perhatian dan kedekatan. 2008:44-45) ini adalah: 1. 2. guru harus berusaha mengajukan pertanyaan secara menyebar. apabila pada saat mengajukan pertanyaan guru memperhatikan norma yang berlaku dan menghargai harkat dan martabat siswa. mendekati tempat duduk. Selain itu. Degan demikian guru mudah mengarahkan pendapat dan pandangan siswa untuk disesuaikan dengan tujuan pembelajarannya. Guru meminta peserta didik untuk mempelajari bacaan sendirian atau dengan teman.Pertanyaan yang diajukan oleh guru dapat dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat mengemukakan pendapat dan pandangannya. b. Anjurkan mereka untuk memberi tanda sebanyak Kemudian guru membuat kelompok dan siswa di minta untuk membahas poin. Pertanyaan yang demikian ini penting untuk melatih keberanian siswa dalam mengemukakan pendapatnya. 1. pada saat mengajukan pertanyaan harus menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Siswa di minta untuk mengumpulkan pertanyaan yang telah di tulis. Hal ini akan tercapai. c. menyebutkan nama siswa. Sikap ini dapat ditunjukkan dengan cara Oleh sebab itu. Sikap Bertanya Pada saat mengajukan pertanyaan perlu dilakukan dengan sikap yang baik dan benar. Sikap yang demikian ini akan mendekatkan hubungan psikologis guru dengan siswanya. Misalnya. guru hanya mengajukan pertanyaan kepada siswa yang pandai saja atau siswa yang kurang pandai saja atau siswa yang dikenal saja atau siswa yang duduk di depan saja.

karena siswa belajar terlebih dahulu sehingga memiliki sedikit gambaran dan menjadi lebih paham setelah mendapat tambahan penjelasan dari guru. Adapun kekurangan yang dimiliki Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Bertanya (Learning Start With A Question) adalah: 1. Jika guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk menjawab.com/2012/03/strategi-pembelajaran-aktif-dalam. Materi dapat diingat lebih lama. 6. 5. Apatis bagi siswa yang tidak terbiasa berbicara dalam forum atau siswa yang pasif. Kekurangan Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Bertanya (Learning Start With A Question).com/strategi pembelajaran Learning Start With a Question dan Information Search di sekolah. 4. Membutuhkan waktu panjang jika banyak pertanyaan yang dilontarkan siswa.3. Adapun kelebihan dari Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Bertanya (Learning Start With A Question) ini adalah sebagai berikut: 1. 2.google. 3. Dapat mengetahui mana siswa yang belajar dan yang tidak belajar.blogspot. S. 2. Kecerdasan siswa diasah pada saat siswa belajar untuk mengajukan pertanyaan. di akses pada tanggal 08 April 2011).html . 7. Kelebihan dan kekurangan Strategi Pembelajaran Bertanya Learning Start With A Question Dari penjelasan diatas dapat terlihat bahwa Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Bertanya (Learning Start With A Question) ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan.Pd. pertanyaan atau jawaban bisa melantur jika siswa tersebut tidak belajar atau tidak menguasai materi. Siswa belajar memecahkan masalah sendiri secara berkelompok dan saling bekerjasama antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. yaitu: Kelebihan Strategi Pembelajaran Aktif Dalam Bertanya (Learning Start With A Question). Diposkan oleh AJATSUDRAJAT.I di 20:39 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Ajatsudrajat http://sudrajatuniversity. 4. Guru menyampaikan materi berdasarkan pertanyaan yang di tulis siswa. Siswa menjadi aktif bertanya. d. Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat secara terbuka dan memperluas wawasan melalui bertukar pendapat secara kelompok. Mensyaratkan siswa memiliki latar belakang yang cukup tentang topic atau masalah yang didiskusikan (www. Siswa menjadi siap memulai pelajaran. 3.

Learning Starts With A Question. Demak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik manakah yang lebih efektif antara yang diajar menggunakan metode learning starts with a question dan yang diajar menggunakan metode konvensional di kelas VII semester II pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Al-Irsyad Gajah Demak tahun ajaran 2010-2011. dengan 0 file Keyword : Efektivitas. Peneliti menggunakan kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 36 peserta didik dan kelas VII E sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 36 peserta didik. Motivasi Belajar.Efektivitas Penggunaan Metode Learning Starts With A Question Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas VII semester II pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs AlIrsyad Gajah Demak Tahun Ajaran 2010-2011 Undergraduate Theses from JTPTIAIN / 2012-03-06 13:25:32 Oleh : Mastiah (073111062). MTs Al-Irsyad. yaitu mengukur dan membandingkan kedua sampel setelah diberikan perlakuan. Pengambilan sampel dilakukan dengan . Penelitian ini merupakan jenis penelitian penelitian eksperimen yakni penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Eksperimen ini menggunakan rancangan posttest-only control design. Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Dibuat : 2011-12-12. Sejarah Kebudayaan.

Claster random Sampling. Sedangkan motivasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan metode learning starts with a question berada dalam keadaan cukup karena mean dari variable tersebut adalah sebesar 45.06 terletak pada interval 40 .47 yang berkategorikan bernilai cukup. Setelah dilakukan analisis data.43. Karena thitung lebih besar dari pada ttabel maka hipotesis yang peneliti ajukan diterima. yaitu motivasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan metode learning starts with a question lebih baik dari pada yang diajar menggunakan metode konvensional di kelas VII semester II pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Al-Irsyad Gajah Demak tahun ajaran 2010-2011.65. sistem pengkelasan karena sampel sudah terdiri dari kelas-kelas tetapi dalam penentuannya dilakukan dengan acak. motivasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan metode konvensional berada dalam kategori cukup. Hal ini diketahui dengan melihat nilai mean dari variable tersebut yaitu sebesar 42. .00 dan ttabel (1%) = 2. 42 terletak pada interval 44.045 > ttabel (5%) = 2. Adapun Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 5.

maka siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya. Latar belakang Penggunaan suatu strategi pembelajaran akan membantu kelancaran. yaitu dengan membaca terlebih dahulu. Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya diperlukan suatu strategi yang tepat. Tujuan utama seorang guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan strategi belajar-mengajar yang efektif. Pengembangan strategi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan keadaan belajar yang lebih menyenangkan dan dapat mempengaruhi peserta didik. sehingga mereka dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meraih prestasi belajar secara memuaskan. dan efisiensi pencapaian tujuan. Strategi yang dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah strategi LSQ yaitu suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya.id/digilib/gdl. sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. melaksanakan kegiatan belajar mengajar merupakan pekerjaan kompleks dan menuntut kesungguhan guru. Strategi pembelajaran yang baru berkembang adalah metode Learning Start With A Question (LSQ) yang dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa. B.ac.php?mod=browse&op=read&id=jtptiain-gdlmastiah073-5749 Faqih Savenfold Senin.walisongo. penyampaian bahan tertentu. Agar siswa aktif dalam bertanya. suatu kondisi belajar peserta didik. . Oleh karena itu. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari. 09 Januari 2012 STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIP(Learning star with a question) MENGIDENTIFIKASI FUNGSI ORGAN PERNAFASAN HEWAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF “Learning start with a question(pelajaran di mulai dengan pertanyaan)” A. Guru dituntut harus dapat menetapkan strategi pembelajaran apa yang paling tepat dan sesuai untuk tujuan tertentu.http://library. dan untuk suatu penggunaan strategi atau metode yang memang telah dipilih. Deskripsi Strategi Learning Start With a Question (LSQ) adalah suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. efektivitas.

þ Kecerdasan siswa dapat diasah pada saat siswa mencari informasi tentang materi tersebut tanpa bantuan guru. dan untuk suatu penggunaan strategi atau metode yang memang telah dipilih. Kesimpulan dan saran þ Kesimpulan Dalam pembelajaran ipa tentang ”mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan” dengan menggunakan Strategi pembelajaran dengan metode Learning Start With A Question (LSQ) itu dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa. Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya diperlukan suatu strategi yang tepat. Langkah-langkah þ Seorang guru memberikan bahan bacaan untuk di bagikan kepada siswa. Anjurkan untuk memberi tanda sebanyak mungkin. þ Sampaikan pelajaran dengan menjawab pertanyaan tersebut. Diposkan oleh Faqih Savenfold di 20:57 http://faqihhunaini. þ Kumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang telah di tulis oleh peserta didik. Strategi yang dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah strategi LSQ yaitu suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya þ Saran v Guru Seorang guru harus bisa menetapkan strategi pembelajaran apa yang paling tepat dan sesuai untuk tujuan tertentu.html . penyampaian bahan tertentu. Tujuan þ Siswa menjadi siap memulai pelajaran. guru meminta peserta didik untuk materi yang telah mereka baca. þ Siswa aktif bertanya dan mencari informasi. þ Seorang guru meminta siswa untuk memberi tanda pada bagian bacaan yang sulit di pahami.blogspot. karena siswa belajar terlebih dahulu sehingga memiliki sedikit gambaran dan menjadi lebih paham setelah mendapat tambahan penjelasan dari guru.C. D. þ Seorang guru meminta seorang siswa untuk mempelajari sendiri atau dengan teman. þ Di dalam pasangan atau kelompok kecil. E. suatu kondisi belajar peserta didik.com/2012/01/strategi-pembelajaran-aktiplearning. dan meminta mereka untuk membahas poinpoin yang tidak di ketahui yang di tandai dalam kelompok kecil. þ Materi dapat diingat lebih lama. þ Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat secara terbuka dan memperluas wawasan melalui bertukar pendapat secara kelompok.

Guru dituntut harus dapat menetapkan strategi pembelajaran apa yang paling tepat dan sesuai untuk tujuan tertentu. berilmu. agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Secara jelas tujuan Pendidikan Nasional yang dirumuskan dalam Undang-Undang No. efektivitas. berilmu. cakap. apapun yang direncanakan dan dikembangkan serta dilaksanakan dalam setiap proses pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada pengembangan potensi setiap anak agar mereka menjadi manusia yang beriman dan bertakwa. Padahal jika dilihat dari peran dan fungsi strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With A Question) dan IS (Information Search). Kemajuan suatu masyarakat dapat dilihat dari perkembangan pendidikanya. Pengembangan strategi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menciptakan keadaan belajar yang lebih menyenangkan dan dapat mempengaruhi peserta didik.20 tahun 2003 khususnya pasal 3. mandiri. sangat urgen . melaksanakan kegiatan belajar mengajar merupakan pekerjaan kompleks dan menuntut kesungguhan guru. sehat. suatu kondisi belajar peserta didik. penyampaian bahan tertentu. manusia yang sehat. Tujuan utama seorang guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan strategi belajar-mengajar yang efektif. yaitu suatu strategi pembelajaran mencari informasi melalui diskusi kelompok. Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya diperlukan suatu strategi yang tepat. Tujuan pendidikan sebagaimana termuat dalam Undang-Undang tersebut. Oleh karena itu. harus dipahami dan disadari oleh setiap pengembang kurikulum. dan untuk suatu penggunaan strategi atau metode yang memang telah dipilih.Belajar Sendiri Strategi Pembelajaran LSQ (Learning Start With a Question) dan IS (Information Search) Di Sekolah Oleh: Hendi Burahman A. bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebab. Penggunaan suatu strategi pembelajaran akan membantu kelancaran. Strategi pembelajaran yang baru berkembang adalah metode Learning Start With A Question (LSQ) dan Information Search (IS) yang dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa. Agar siswa dapat memiliki daya berinkuiri dan saling bekerjasama diperlukan suatu strategi dan metode yang disebut dengan strategi IS. kreatif. sehingga mereka dapat belajar dengan menyenangkan dan dapat meraih prestasi belajar secara memuaskan.Pendahuluan Pendidikan merupakan proses yang sangat menentukan untuk perkembangan individu dan perkembangan masyarakat. Strategi yang dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah strategi LSQ yaitu suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. strategi pembelajaran ini tidak semuanya digunakan oleh setiap guru mata pelajaran di sekolah-sekolah. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Namun ironisnya. berakhlak mulia. cakap dan lain sebagainya. memiliki akhlak yang mulia. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik. dan efisiensi pencapaian tujuan.

pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh pendidik (guru) untuk membantu peserta didik (siswa) aktif dalam kegiatan belajar yang telah dirancang oleh guru. strategos. Proses tersebut menunjukkan bahwa orang selalu berusaha mencari cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. yang menekankan penyediaan sumber belajar6. 2). Ilmu siasat perang. 1). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Biasanya cara tersebut telah direncanakan sebelum pelaksanaan kegiatan. 3). Jadi. strategi berarti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa strategi sebagai suatu cara yang dianggap mampu untuk mencapai suatu tujuan yang telah terprogram secara sistematis. dia berusaha mencari cara lain yang dapat mencapai tujuannya.Bagaimana memilih strategi pembelajaran? 2. yaitu strategi dan pembelajaran. . Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif. dengan demikian arti instruksional adalah menyampaikan pikiran atau ide yang telah diolah secara bermakna melalui pembelajaran4.dalam meningkatkan hasil belajar siswa. stratego.Apa dampak dari pelaksanaan strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With A Question) dan IS (Information Search)? C. di mana mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik. B. sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa. Dan strategi tersebut dipakai sesuai dengan kondisi waktu dan tempat saat dilaksanakannya kegiatan.Pengertian Strategi Pembelajaran Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam melaksanakan suatu kegiatan. Pengertian ini lebih mengarah kepada guru sebagai pelaku perubahan. Sedangkan Pembelajaran merupakan terjemahan dari kata “instruction” yang dalam bahasa Yunani disebut instructus atau “intruere” yang berarti menyampaikan pikiran. Setiap orang yang menerapkan cara tertentu dalam suatu kegiatan menunjukkan bahwa orang tersebut telah melakukan strategi.Rumusan Masalah 1. menurut penulis. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu5. sebagai kata kerja. Bahasa Pembicaraan akal (tipu muslihat) untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. menurut Poerwadarminta adalah. Strategi pembelajaran terdiri atas dua kata. Bila belum mencapai hasil yang optimal. merupakan gabungan kata “stratosâ€� (militer) dan “agoâ€� (memimpin). Istilah strategi (strategy) berasal dari kata benda dan kata kerja dalam bahasa Yunani. Strategi. berarti merencanakan (to plan)1. Sedangkan secara umum strategi mengandung pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan3. Siasat Perang. sebagai kata benda.

konsep. Strategi pembelajaran menurut Slameto ialah suatu rencana tentang pendayagunaan dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisien pengajaran7. apakah tingkat tinggi atau tingkat rendah ? 3)Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis ? b. Menurut Nana Sudjana. dan kondisi siswa ? 3)Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa ? d. Misalkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek kognitif. maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien.Pertimbangan-pertimbangan lainnya: 1)Apakah untuk mencapai tujuan cukup dengan satu strategi saja ? 2)Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan ? 3)Apakah strategi itu memiliki nilai efektivitas dan efisiensi ?9. Sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Dari berbagai pertanyaan di atas. merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan strategi yang ingin diterapkan.Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran: 1)Apakah materi pelajaran itu berupa fakta. ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan: a. .Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan baru. Ini sangat penting untuk dipahami. dll.Pertimbangan dari sudut siswa: 1)Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan siswa ? 2)Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan minat. strategi pembelajaran adalah tindakan guru melaksanakan variabel pengajaran (yaitu tujuan. bakat. materi. sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya. Dari berbagai pendapat mengenai strategi pembelajaran di atas.Strategi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar disebut strategi pembelajaran. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah: 1)Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek 2)Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. dan alat serta evaluasi) agar dapat memengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan8. dapat di simpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan D. atau teori tertentu ? 2)Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan prasyarat tertentu atau tidak ? 3)Apakah tersedia buku-buku sumber untuk mempelajari materi itu ? c. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa. hukum.Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. akan memiliki strategi yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek afektif atau aspek psikomotor. metode.

Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari. membantu siswa lebih sempurna dalam menerima informasi. maka guru melakukan pre test. Kelancaran bertanya ini sangat diperlukan bagi guru di dalam proses belajar-mengajar. dan melakukan penyempurnaan program pembelajaran secara utuh dan berkelanjutan sebagai bagian integral dari perwujudan peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah. melaksanakan. siswa memberi garis bawah.E. Untuk melihat apakah siswa telah mempelajari materi tersebut. berilmu. mengevaluasi. cakap. 2)Siswa membuat catatan atau ringkasan hasil bacaan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. yaitu dengan membaca terlebih dahulu. Dalam membaca terdapat beberapa cara seperti : 1)Saat membaca. guru memberi tugas kepada siswa untuk membuat rangkuman serta membuat daftar pertanyaan. maka siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui materi yang perlu dihafal atau dikaji ulang. Strategi Learning Start With a Question (LSQ) adalah suatu strategi pembelajaran aktif dalam bertanya. Kelancaran bertanya (fluency) adalah merupakan jumlah pertanyaan yang secara logis dan relevan diajukan guru kepada siswa di dalam kelas. tetapi juga belajar bagaimana pengaruh bertanya di dalam kelas. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. kreatif. berakhlak mulia.Pelaksanaan Strategi Learning Start With A Question (LSQ) Secara tegas telah dinyatakan dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan nasional “berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bentuk peningkatan kapasitas dan kinerja guru melalui kompetensi metodologi adalah melalui pemahaman dan pelaksanaan strategi pembelajaran yang mampu membangun pembentukan sikap demokratis dan bertanggung jawab. Wiranaputra mengemukakan bahwa kapasitas dan kinerja guru pada tiap satuan pendidikan perlu dikembangkan agar dapat memberi layanan pendidikan yang bermutu. Hal ini bertujuan agar siswa mengetahui kata yang penting atau kata-kata yang kurang dimengerti. Agar siswa aktif dalam bertanya. mandiri.” Sebagai salah satu ilmplikasi dari tuntutan normatif. sehat. Pertanyaan yang disajikan guru diarahkan dan ditujukan pada pelajaran . Dengan bertanya akan membantu siswa belajar dengan kawannya. sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. Kapasitas dan kinerja pembelajaran adalah kemampuan guru dalam satuan pendidikan untuk merencanakan. sehingga dapat terlihat berapa persen siswa yang belajar dan yang tidak belajar. Strategi pembelajaran adalah penataan cara-cara atau langkah-langkah dibawah kondisi pembelajaran yang berbeda guna mencapai tujuan atau kompetensi hasil pembelajaran10. Selain itu. Dengan membaca maka dapat memetik bahan-bahan pokok yang penting. atau dapat mengembangkan keterampilan kognitif tingkat tinggi. Dengan demikian guru tidak hanya akan belajar bagaimana “ bertanya” yang baik dan benar. Udin S.

Permasalahan ini dituangkan di dalam LDS. Kelebihan dari strategi LSQ dan IS sebagai berikut : 1)Siswa menjadi siap memulai pelajaran. majalah internet. kemudian guru meminta siswa untuk mempresentasikan jawaban tersebut di depan kelas. Kelompok lain mendengarkan. 5)Guru mulai melakukan kegiatan sesuai yang direncanakan di dalam 6)Rancangan pembelajaran12. Informasi dapat diperoleh melalui koran. mengatakan bahwa langkahlangkah pembelajaran LSQ sebagai berikut : 1)Guru memberi tahu dahulu materi apa yang akan dibahas. sehingga terjadi tukar pendapat antar anggota kelompok13. 2)Siswa aktif bertanya dan mencari informasi. Hal tersebut digunakan agar siswa dapat memiliki informasi lebih tentang materi tersebut. dan LDS ini dikerjakan secara kelompok. dan menyanggahnya. melontarkan pertanyaan. 2)Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari dan meminta siswa untuk menuliskan atau memberi tanda pada bagian bacaan yang tidak dipahaminya dirumah. Agar siswa aktif mencari informasi. dan buku paket lainya. 4)Kecerdasan siswa diasah pada saat siswa mencari informasi tentang materi tersebut tanpa bantuan guru. 3)Guru meminta siswa untuk bertanya materi yang kurang dipahami 4)pada saat membaca. 6)Siswa belajar memecahkan masalah sendiri secara berkelompok dan saling bekerjasama antara . Selanjutnya guru menegaskan kembali materi yang telah dibahas.Strategi Information Search (IS) Strategi IS (Information Search) adalah suatu strategi pembelajaran mencari informasi. maka guru membuat suatu permasalahan yang dituangkan di dalam LDS (Lembar Diskusi Siswa). atau internet.yang memiliki informasi yang relevan dengan materi pelajaran. 5)Mendorong tumbuhnya keberanian mengutarakan pendapat secara terbuka dan memperluas wawasan melalui bertukar pendapat secara kelompok. sehingga terjadi diskusi di kelas. Zaini dkk. Setelah siswa menyelesaikan LDS dengan waktu yang telah ditetapkan. F. Dari penjelasan diatas terlihat bahwa strategi LSQ dan IS ini memiliki beberapa kelebihan. yang bertujuan agar permasalahan tersebut terselesaikan dengan cepat. 3)Materi dapat diingat lebih lama. buku paket. seperti koran. Tiap kelompok dapat mencari informasi tersebut melalui bahan-bahan sumber yang bisa diakses siswa. dan apabila siswa malu bertanya kepada guru siswa dapat bertanya dengan teman sekelompoknya. untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pelajaran yang telah ditetapkan11. hal ini bertujuan agar siswa tidak mengalami salah persepsi tentang materi tersebut. majalah. Pencarian informasi ini dilakukan secara kelompok. karena siswa belajar terlebih dahulu sehingga memiliki sedikit gambaran dan menjadi lebih paham setelah mendapat tambahan penjelasan dari guru. Langkah-langkah strategi IS sebagai berikut : Guru membuat suatu permasalahan yang mana dalam permasalahan tersebut siswa diminta untuk mencari informasi agar permasalahan tersebut dapat dipecahkan.

analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal Peluang dan Ancaman dengan faktor internal Kekatan dan Kelemahan14. Menyediakan fasilitas yang sesuai dengan pokok kajian pendidik harus melakukan pengkondisian kelas. karena proses LSQ harus terjadi komunikasi 1 lawan 1 dan 1 lawan audiens sebelum proses berlangsung. Tantangan peserta didik dituntut respon dengan proses pembelajaran peserta didik akan terpancing untuk berfikir peserta didik harus melkukan komunikasi agar mendapatkan respon dari peserta didik yang lain.siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. berdasarkan logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Sthrengths) dan peluang (Opportunities). dan secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Melalui langkah-langkah dalam strategi LSQ dan IS akan membuat beberapa tahapan pembelajaran yang menggunakan strategi LSQ dan IS yang dibantu dengan diskusi kelompok. Jadi. pendidik harus mengarahkan peserta didik untuk menyiapkan . G. Strategi pembelajaran LSQ dan IS dianalisis menggunakan analisis swot menghasilkan berbagai solusi dan permasalahan. Melayani gaya belajar siswa yang beraneka ragam Meningkatkan kadar keaktifan atau keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kekuatan Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar Pembelajaran dapat lebih menarik Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan Peran guru berubahan kearah yang positif Peluang Menarik perhatian siswa Membantu untuk mempercepat pemahaman dalam proses pembelajaran Mengatasi keterbatasan ruang Pembelajaran lebih komunikatif dan produktif Waktu pembelajaran bisa dikondisikan Menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar Meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari sesuatu atau menimbulkan gairah belajar. namun dengan berbagai bahasan strategi ini dapat dikatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran.Analisis SWOT dalam strategi pembelajaran LSQ dan IS Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi.

(Jakarta: Rineka Cipta. (Jakarta: Balai Pustaka. 2001). 1999) Nana Sudjana. 2. (Jakarta: Uhamka Press. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar. (Bandung: Alfabeta. 2000) Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002). karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran Melaksanakan berbagai macam strategi pembelajaran adalah upaya guru dalam mengembangkan kualitas peserta didik. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran. Aminuddin . (Bandung: Algensindo. Tidak semua lembaga bisa melaksanakannya. edisi ke-3. cet. Strategi Belajar Mengajar. 1. (Jakarta: Rineka Cipta. Syaiful Sagala. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. 2002) Rasyad. Belajar dan Pembelajaran. karena fasillitas harus tersedia menjadi hambatan dengan berbagai pola pikir dan karakter peserta didik yang berbeda-beda H. 2003) . cet. Strategi Pembelajaran. Kelemahan peserta didik yang jarang memperhatikan atau bosan jika bahasan dalam strategi tersebut tidak disukai pelaksanaan strategi harus dilakukan oleh pendidik yang kreatif dan vokal. Dimyati dan Mudjiono. kreatif dan menyenangkan dapat dicapai.bahan yang dibahas peserta didik dituntut berani dan tidak malu pendidik harus menjadi netral dalam pelaksanaan proses tersebut. 3. (Bandung: Falah Production. 2003) Sudjana S. cet. Dengan melaksanakan strategi pembelajaran LSQ (Learning Start With a Question) dan IS (Information Search) Untuk meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam bertanya dan menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa serta dapat memiliki daya berinkuiri dan saling bekerjasama. sedangkan tidak semua pendidik di Indonesia memiliki karakter tersebut. DAFTAR PUSTAKA Depdiknas. hendaknya pendidik memilih strategi yang sesuai dengan kondisi peserta didik agar tujuan pembelajaran aktif.Kesimpulan Sebelum melaksanakan berbagai macam strategi yang bervariatif. Teori Belajar dan Pembelajaran.

Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.Slameto. siswa di tuntut untuk aktif dalam bertanya. (Jakarta:: Depdikbud 1989) Udin. Winataputra. D01205195.com/2009/07/strategi-pembelajaran-lsq-learning.html PENGARUH STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM BIDANG STUDI FIQIH DI MTs DARUL ULUM WARU SIDOARJO Undergraduate Theses from JIPTIAIN / 2009-11-10 14:50:06 Oleh : Novie Irma Yunita NIM. cet. Melalui Strategi Learning Start With a Question. 1. Berangkat dari keyakinan tersebut. Strategi Belajar Mengajar Dalam Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan membaca maka siswa memiliki gambaran tentang materi yang akan dipelajari. padahal banyak metodemetode dan strategi pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk mengaktifkan peserta didik. (Jakarta: Kencana. Mandikasmen 2007) Wina Sanjaya.blogspot. HASIL BELAJAR Dalam dunia pendidikan dewasa ini muncul keyakinan bahwa untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien diperlukan strategi yang mampu mengaktifkan peserta didik. untuk mengaktifkan peserta didik seringkali guru hanya menggunakan metode bertanya atau diskusi. 2008) Zaini. (Jakarta: Bumi Aksara. Sayangnya. S2 . Sekar Ayu Aryani. dengan 6 file Keyword : STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION. Hisyam. siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajarinya.Pendidikan Agama Islam (PAI) Dibuat : 2009-10-31. 1991) Sunaryo. yaitu dengan membaca terlebih dahulu. 5. muncullah istilah CBSA. Pedoman Umum Sekolah Sebagai Wahana Pengembangan Warga Negara Yang Demokratis dan Bertanggung Jawab melalip Pendidikan Kewarganegaraan (Jakarta: Dirjen. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). ed. sehingga apabila dalam membaca atau membahas materi tersebut terjadi kesalahan konsep akan . Bermawy Munthe.. Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta : Pustaka Insan Madani 2008) Diposkan oleh Belajar Sendiri di 04:16 Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda 0 komentar: http://alone-education. S.

Adapun metode pengumpulan datanya adalah metode observasi. angket dan dokumentasi. peneliti menggunakan rumus product moment yang kemudain hasilnya di konsultasikan pada tabel product moment.400 – 0.sunan-ampel.5%) mempunyai pengaruh dengan hasil belajar siswa pada bidang studi fiqih kelas VIII H MTs Darul Ulum Waru–Sidoarjo (sebesar 8.id/gdl.Pendidikan Agama Islam (PAI) Dibuat : 2011-12-07. interview. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh antara variabel x dan variabel y. Tekhnik analisa data untuk mengetahui variabel x dan variabel y menggunakan rumus prosentase dan mean atau nilai rata–rata. sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif kuantitatif. LSQ . MUBASIR / D54207029. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi learning start with a question (sebesar 64. guru harus merancang kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan belajar secara aktif. Dalam penelitian ini permasalahan yang akan dibahas adalah : (1)Bagaimanakah pelaksanaan strategi learning start with a question dalam pembelajaran fiqih di MTs Darul Ulum WaruSidoarjo? (2)Bagaimanakah hasil belajar siswa dalam bidang fiqih di MTs Darul Ulum WaruSidoarjo? (3)Bagaimanakah pengaruh strategi learning start with a question terhadap hasil belajar siswa dalam bidang studi fiqih di MTs Darul Ulum Waru-Sidoarjo? Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya pengaruh antara variabel x dengan variabel y.4) yang mana rxy = 0. S1 . Dengan membaca dapat memetik bahan-bahan pokok yang penting persoalanannya bagaimana mengaktifkan minat siswa dalam membaca dan bertanya secara sukarela tumbuh kesadaran dalam belajar.463 dan 5 % = 0.595 jika dikonsultasikan pada tabel interpretasi besarnya antara 0. guru memberi tugas pada siswa untuk membuat rangkuman serta membuat daftar pertanyaan. Jadi hipotesis kerja diterima dan hipotesis nol ditolak. Copyrights : Copyright � 2001 by Digital Library IAIN Sunan Ampel .terlihat dan dapat dibahas serta dibenarkan secara bersama-sama. Karena itu. dengan 8 file Keyword : Pembelajaran.600 berarti dalam taraf “agak rendah― sedangkan taraf signifikan pada tabel product moment adalah 1% = 0. sehingga dapat terlihat berapa persen siswa yang belajar dan yang tidak belajar.php?mod=browse&op=read&id=jiptiain--novieirmay-8277 PENGARUH STRATEGI LEARNING START WITH A QUESTION TERHADAP KEBERHASILAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKHLAK DI MADRASAH DINIYAH MIFTAHUL HUDA TAMBAK REJO WARU SIDOARJO Undergraduate Theses from JIPTIAIN / 2011-12-07 09:21:00 Oleh : M. Selain itu. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium.361 sehingga ro > rt.ac. provided this notice is preserved Properti http://digilib.

php?mod=browse&op=read&id=jiptiain--mmubasird5-9651 .sunan-ampel. Demikian pada saat diskusi kelompok hanya beberapa siswa saja yang aktif sedangkan siswa yang lain ramai dan berbicara dengan temannya Salah satu pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pandangan kontruktivis adalah belajar bekerja sama. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment). Pembelajaran di kelas masih sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta diskusi kelompok. yang sesuai dengan karakteristik materi yang disampaikan dan juga adanya dukungan atau partisipasi dari siswa. Sebab nilai 0. menyenangkan. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium.ac. Instrumen penelitian berupa angket dan post test. Teknik analisis yang digunakan adalah formula mean dan product moment.id/gdl. digilib. provided this notice is preserved. dengan mengambil kelas III sebagai sampel penelitian.81 hasil penelitian berada diantara perhitungan 0. Bila dikonsultasikan dengan tabel signifikan 5% dan 1% maka dapat di lihat bahwa nilai “r― hasil penelititn lebih besar dari nilai “r― yang terdapat tabel product moment dan apabila dikonsultasikan dengan tabel interpretasi nilai “r― tingkat pengaruh startegi pembelajaran snow balling terhadap keberhasilan pembelajaran mata pelajaran fiqih terbukti kuat atau tinngi.70– 0.. Kegiatan pembelajaran tersebut menyebabkan aktivitas siswa masih rendah dan tidak termotivasi untuk mengeluarkan pendapat. Belajar model ini mengunakan perilaku bersama dalam bekerja atau saling membantu di antara sesama dalam struktur kerja kelompok. Salah satu model pembelajaran yang menarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh yang kuat antara penerapan strategi pembelajaran LSQ terhadap keberhasilan belajar mata pelajaran Akhlak. dan dapat meningkatkan keaktifan siswa karena guru mampu mengaktifkan siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini terbukti dari yang diperoleh dengan menggunakan product moment dengan rata-rata 0. Dewasa ini terdapat berbagai model pembelajaran kooperatif yang digunakan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.Suatu proses pembelajaran dapat berhasil jika didukung oleh pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran LSQ Terhadap Keberhasilan Belajar Mata Pelajaran Akhlak di MADIN Miftahul Huda Sidoarjo.90 yang berarti kategori kuat atau tinggi Copyrights : Copyright � 2001 by Digital Library IAIN Sunan Ampel .81.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times