TUGAS IPA

Fase-Fase Embrionik Pada Manusia

Di susun oleh :

Indri Alidha Rahmani
Kelas : VIII-D SMP NEGERI 1 JATIREJO MOJOKERTO 2012

dua menjadi empat. Embrio yang terdiri dari 16-64 sel inilah yang disebut morula. Pembelahan sel berlanjut sampai terbentuk 16-64 sel. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage) Kita akan membahas setiap fase pertumbuhan dan perkembangannya berikut ini. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote.FASE-FASE PERTUMBUHAN PADA MANUSIA/ EMBRIONIK Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu : 1. Pada saat pembelahan sel terjadi pembelahan yang tidak bersamaan.setelah pembelahan terjadi pada bagian vertikal. 2.  Fase Blastula Pada fase blastula terjadi pembagian sitoplasma ke dalam dua kutub yang dibentuk pada fase moruta. Antara dua kutub ini dibatasi oleh daerah sabit kelabu (grey crescent). kemudian dilanjutkan dengan bagian horizontal yang membelah secara aktif sampai terbentuk 8 sel.  Fase Morula Pada fase ini zigot mengalami pembelahan. Pembelahan sel dimulai dari satu menjadi dua. Konsentrasi sitoplasma pada kedua kutub tersebut . dan seterusnya. Pembelahan yang cepat terjadi pada bagian vertikal yang memiliki kutub fungsional atau kutub hewan (animal pole) dan kutub vegetatif (vegetal pole). Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.

Invaginasi akan membentuk dua formasi. Hal ini ditandai dengan dibentuknya rongga di antara kedua kutub yang berisi caftan dan disebut blastosol. Tahap pasca perkembangan embrio) Pada fase gastrula. Konsentrasi sitoplasma yang berbeda menentukan arah pertumbuhan dan perkembangan hewan selanjutnya. sal-sel pada kutub vegetatif membentuk lekukan ke arah dalam (invaginasi). Sel-sel pada kutub fungsional akan membelah dengan cepat.berbeda.  Fase Gastrula (Gambar 2. yaitu lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Setelah fase blastula selesai ditanjutkan dengan lase gastrula. embrio mengalami proses diferensiasi dengan mulai menghilangkan blastosol. Bagian tengah gastrula disebut dengan arkenteron. Embrio yang memiliki blastosol disebut blastula. Pada . Bagian ektoderm akan menjadi kulit dan bagian endoderm akan menjadi berbagai macam saluran. Proses pembentukan blastosol disebut blastulasi. Akibatnya. Pada kutub fungsional terdapat sitoplasma yang lebih sedikit dibandingkan dengan kutub vegetatif. Pada fase ini kutub fungsional dan kutub vegetatif telah selesai dibentuk.

Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Bagian ini dipersiapkan menjadi anus dan pada bagian ujung akan membuka dan menjadi mulut. mesoderm. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot. otak (sistem saraf). organ-organ utama dan struktur anatomi mulai terbentuk seperti mata. c. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung). sedangkan hati mulai memproduksi sel darah. . Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah. Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata. kelenjar pencernaan. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. alat reproduksi (testis dan ovarium). integumen (kulit).3 cm dengan kepala yang besar Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu : 1. Pada akhir fase gastrula telah terbentuk bagian endoderm. Janin mulai berubah dari blastosis menjadi embrio berukuran 1. Periode embrio minggu ke tiga sampai delapan merupakan Proses dimana sistem syaraf pusat. d. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan. Contohnya : a. b. dan ektoderm. Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula. 2. arkenteron akan menjadi saluran pencernaan pada hewan vertebrata dan beberapa invertebrata. dan alat respirasi seperti pulmo. rangka (tulang/osteon). Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan. alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren. Bagian luar yang terbuka pada gastrula menuju arkenteron disebut dengan blastofor. Pada fase ini akan terjadi lanjutan diferensiasi sebagian endoderm menjadi bagian mesoderm. rambut dan alat indera.perkembangan selanjutnya. mulut dan lidah mulai terbentuk.

Setelah fase gastrulasi selesai maka berlanjutlah pada fase neurulasi. dimulai dengan pembentukan keping neural (neural plate). Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. kulit serta rambut. mengangkut sari makanan dan O2. zat sisa dan CO2. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Neurulasi dapat juga diartikan dengan proses awal pembentukan sistem saraf yang melibatkan perubahan sel-sel ektoderm bakal neural. Diduga bahwa perubahan morfologi yang terjadi selama neurulasi sejalan dengan perubahan kromosom dan pola proteinnya. Sel – sel ectoderm berubah menjadi panjang dan tebal daripada sel disekitarnya atau disebut juga dengan poliferasi menjadi . sehingga disebut neural ectoderm. 4. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama  NEURULASI Pengertian Neurulasi Neurulasi berasal dari kata neuro yang berarti saraf. lipatan neural (neural folds) serta penutupan lipatan ini untuk membentuk neural tube. Pada tahap awal Notochord ( Sumbu primitif embrio dan bakal tempat vertebral column ) menginduksi ektoderm di atasnya. tulang belakang. jaringan ini berasal dari diferensiasi ectoderm. Sebagai inducer pada proses neurulasi adalah chorda mesoderm yang terletak di bawah neural ectoderm. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta. yang terbenam dalam dinding tubuh dan berdesiferensiasi menjadi otak dan korda spinalis dan berakhir dengan terbentuknya bumbung neural.3. Tahapan – tahapan Neurulasi Ektoderm adalah lapisan yang paling atas dan akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak. Neurulasi adalah proses penempatan jaringan yang akan tumbuh menjadi saraf. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan morfologi kromosom dan pola protein.

korda spinalis berjalan sepanjang kolumna vertebralis. Gelombang otak dapat dicatat melalui elektroensefalogram (EGG) pada minggu ke-8. Selama minggu kelima. tetapi setelah itu korda spinalis tumbuh lebih lambat. sedangkan neural tube akan membentuk sistem saraf pusat Neural plate melipat (neural fold) yang kemudian menjadi alur saraf (neural groove). korda sinalis memanjang hanya sampai S1.lempeng saraf (neural plate). Mielinisasi korda spinalis mulai pada pertengahan gestasi dan berlanjut sepajang tahun pertama kehidupan. Pada minggu ke-24. Otak depan berkembang menjadi mata (saraf kranial II) dan hemisfer otak. berkembang menjadi sistem saraf perifer. Selanjutnya terbentuk lipatan saraf ke arah dalam yang dibatasi oleh neural fold terhadap lapisan skin ectoderm. Pada mudigah. tingkat pertumbuhan yang berbeda menimbulkan banyak lekukan pada tabung neural. menghasilkan ganglion spinal dan ganglion sistem autonom serta sejumlah sel jenis lain. berdiferensiasi untuk membentuk pasangan blok jaringan atau somit. dan dermatom yang masing-masing menghasilkan tulang rangka sumbu. Terdapat sekitar 30 pasagan somit pada hari ke-30 yang meningkat menjadi total 44 pasangan. Saraf kranial III dan IV (occulomotorius dan trochlearis) terbentuk dari otak tengah. Otak belakang membentuk medula. miotom. otot rangka dan dermis kulit . selanjutnya terjadi fusi neural fold kanan-kiri dan bagian tengah membentuk parit atau biasa disebut dengan parit neural (neural groove) kemudian terbentuk tabung/bumbung saraf (neural tube) dengan lubangnya yang disebut neural canal atau neurocoel.Pembentukan ini terleak pada bagian dorsal embrio. Fungsi sinaps sudah cukup berkembang pada minggu ke delapan sehingga terjadi fleksi leher dan badan. Sel neural crest yang terlepas dari tepi lateral lipatan neural. Neural crest akan membentuk ganglion-ganglion saraf. Perkembangan semua daerah korteks serebri terus berlanjut sepanjang masa kehidupan janin dan masa kanak-kanak. yaitu neural crest. Selama neurulasi juga terbentuk pial neural (neural crest) yang berasal dari sel-sel lempeng saraf yang tidak membentuk tabung saraf. saat lahir sampai L3 dan pada orang dewasa sampai L1.Neural fold akan meninggi (neural crest) dan menyatu sehingga terbentuk tabung saraf (neural tube). Mesoderm paraksial. sehingga dihasilkan tiga daerah otak : otak depan. ü Medula spinalis terbentuk dari ujung panjang tabung neural. Somit berdiferensiasi menjadi sklerotom. Selanjutnya neural tube akan tenggelam di bawah ectoderm (skin ectoderm). Somit pertama muncul pada hari ke-20. spons. otak tengah dan otak belakang. serebelum dan saraf kranial lain. yang paling dekat dengan notokord dan neural tube yang sedang berkembang.Kemudian bagian tepi neural plate menebal dan tumbuh ke atas yang akhirnya terbentuk neural fold atau lipatan neural. Struktur ektodermal lainnya. Sistem olfaktorius dan thalamus juga berkembang dari otak depan.

merupakan proses perubahan bentuk dan jenis jaringan menjadi berbagai macam bentuk dan jenis jaringan lain    Terjadi defrensiasi Terjadi Specialisasi Organogenesis  FASE DEFRENSIASI dan ORGANOGENESIS . perkembangan dan diferensiasi menjadi organ. sistem organ dan organisme. FASE MORFOGENESIS Morfogenesis Proses pertumbuhan.

Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot. pankreas dan hati.Blastula terus membelah dan membentuk gastrula. serta kelenjar gondok. alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren. otot. • Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi tulang. Contohnya : Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung). mesoderm. bagian yang berdekatan sating mempengaruhi. alat reproduksi (testis dan ovarium). dan alat respirasi seperti pulmo. Sebagai contoh. sistem saraf. • Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi jaringan epitel pencernaan. email gigi. dan ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi organ-organ sebagai berikut. Sel-sel embrio berkembang terus membentuk jaringan. kelenjar pencernaan. integumen (kulit). otak (sistem saraf). dan sistem organ yang membentuk struktur dan fungsi khusus yang nantinya difungsikan pada waktu dewasa. Dari gastrula terbentuk embrio. • Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi epidermis. sistem ekskresi misalnya duktus deferens. bagian mesoderm akan mempengaruhi ektoderm . dan saraf reseptor. sistem pernapasan. rambut dan alat indera. Pada akhirnya masing-masing bagian endoderm. Diferensiasi dan Organogenesis Pada Ease ini mulai terjadi diferensiasi dan organogenesis pada struktur dan fungsi sel untuk menjadi jaringan yang spesifik. Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula. organ. Dalam proses diferensiasi dan organogenesis. rangka (tulang/osteon). jaringan ikat. Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). rambut. sistem peredaran darah. kelenjar keringat. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan. Proses ini dikendalikan oleh faktor hereditas (gen) yang dibawa pada saat terjadi pembentukan kutub fungsional dan kutub vegetatif. dan sistem reproduksi. kelenjar minyak.

embrio yang disebut janin siap dilahirkan. yaitu sebagian berasal dari set ektoderm dan sebagian dari mesoderm. Setelah tahap embrio selesai.dalam diferensiasi untuk perkembangan alat gerak. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful