P. 1
Laporan Pkl Finish

Laporan Pkl Finish

|Views: 92|Likes:
Published by Yoga Adhitya

More info:

Published by: Yoga Adhitya on Mar 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2013

pdf

text

original

Lembaran pengesahan ANALISIS PENDAPATAN USAHA PEMBIBITAN KELAPA SAWIT DI DESA ALUE MANGKI KECAMATAN GANDAPURA KAB.

BIREUEN

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG

RAHMAT HIDAYAT NIM : 090320030

Laporan Praktek Kerja Lapang Merupakan Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Program Sarjana (S1) Pada Fakultas Pertanian

Mengetahui Ketua Program Studi

Menyetujui Dosen Pembimbing

Rita Ariani,S.P, M.P Nip: 1976 1108 2006 04 2001

Ir. Murdani, M.P Nip: 1957 1212 2001 12 1001

Rita Arianai PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH R MUARA BATU 2012/2013

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil „alamin Segala puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang Maha Berkehendak dan tak lupa pula selawat dan salam kita sanjung sajikan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, dan disertai dengan usaha tanpa lelah penyusun akhirnya penyusun Laporan Praktek Kerja Lapang yang berjudul “Analisis Pendapatan Usaha pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) Di Desa Alue Mangki Kecamatan Gandapura-Bireuen” dapat terselesaikan tepat pada waktu yang ditetapkan. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan Terima kasih kepada bapak Ir.Murdani,M.P selaku dosen pembibing yang telah mengamanatkan tugas menyusun laporan praktek kerja lapang ini, dan juga kepada rekan-rekan perkuliahan, serta kepada pihak-pihak lainnya yang telah membantu dalam penyusunan laporan praktek kerja lapang Harapan kami, semoga dengan tersusunnya laporan praktek kerja lapang ini dapat dijadikan suatu referensi ilmiah yang berguna terutama bagi penulis sendiri dan para pembaca yang memang berminat terhadap usaha pembibitan kelapa sawit yang ingin berbisnis di usaha ini untuk meningkatkan pendapatan atau sebagai mata pencaharian pokok kedepannya. Selain itu, penulis juga berharap adanya kritik dan saran membangun dari para pembaca agar menjadi masukan berharga bagi penyusun.

Reuleut, 27 Desember 2012

penulis
ii

DAFTAR ISI

Lembaran pengesahan ................................................................................................. i KATA PENGANTAR ................................................................................................. ii DAFTAR ISI ............................................................................................................... iii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................... v DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. vi BAB I ............................................................................................................................ 1 PENDAHULUAN........................................................................................................ 1 1.1. 1.2. 1.3. Latar Belakang ......................................................................................... 1 Tujuan Praktek Kerja Lapang ................................................................... 4 Kegunaan Dan Mamfaat Praktek Kerja Lapang ....................................... 5

BAB II .......................................................................................................................... 6 TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................................. 6 2.1 Landasan Teori. ................................................................................................... 6 BAB III ....................................................................................................................... 11 METODELOGI PRAKTEK KERJA LAPANG ................................................... 11 3.1. 3.2. 3.3. Wilayah Umum Praktek Kerja Lapang .................................................. 11 Keadaan Penduduk ................................................................................. 11 Keadaan Iklim ........................................................................................ 12

BAB IV ....................................................................................................................... 14
iii

.............................................. 5....................... 14 4............... 4.........HASIL DAN PEMBAHASAN ...................1....... 27 iv ............................................. 15 Analisis Biaya Pembibitan Kelapa sawit ....1......................................................... Kesimpulan .....2...................................................................2................................................. Syarat Tumbuh Kelapa Sawit ..................3............. 4...................... 14 Proses Pembibitan ..................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA ................................... 26 Saran ...................................................... 26 KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................................................. 18 BAB V....................................................... 26 5........................................................

..... Biaya Produksi .....................................Gandapura.............................DAFTAR TABEL Tabel 1................................................ 22 Tabel 6..... 23 v ....... 12 Tabel 3.................Bireuen.......... 18 Tabel 5 ........ Jumlah Penduduk Desa Alue Mangki...... Rincian Biaya Produksi .............. Wilayah potensi pengembangan komoditas kelapa sawit di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ....................................................................................................... hari hujan dan rata-rata curah hujan dikecamatan Gandapura 2011 .................. Kab......... Biaya Penyusutan Peralatan ............. Jumlah curah hujan.......... 12 Tabel 4 ....... 2 Tabel 2 ........................................ Kec...........

................... 29 Gambar 7 dan 8........... Bibit kelapa Sawit berumur antara 6 dan 7 bulan .... 29 vi ....................... 28 Gambar 3 dan 4...........DAFTAR GAMBAR Gambar 1 dan 2.............. Bibit kelapa sawit di dalam polibag dan di bedengan ................... Pekerja sedang mengisi tanah kedalam polibag . 28 Gambar 5 dan 6 : Bibit sudah dipindahkan kedalam polibag besar ......

960 Ton. Permintaan bibit kelapa sawit ini juga diakibatkan oleh banyaknya kebun kelapa sawit yang diremajakan. dan Produksi Perkebunan Swasta : 498. dan Produksi Perkebunan Swasta : 233. Produksi Perkebunan Negara : 149. Produksi Perkebunan Negara : 67. Untuk Tahun 2007 Terdiri dari : Produksi Perkebunan Rakyat : 121.528 Ton.634 Ton.Untuk Tahun 2010 Terdiri dari : Produksi Perkebunan Rakyat : 185. 1 .327 Ton .100 Ton.Untuk Tahun 2009 Terdiri dari : Produksi Perkebunan Rakyat : 181.Latar Belakang Provinsi Aceh sebagai salah satu produsen CPO terbesar di Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit yang pertumbuhan luas arealnya sangat pesat. dan Produksi Perkebunan Swasta : 498.265 Ton.936 Ton. Peremajaan kebun 236 kelapa sawit ini dilakukan setelah tanaman berumur 25 tahun dimana tanaman tidak produktif lagi dan biaya perawatan yang dikeluarkan lebih tinggi dari hasil produksi.233 Ha. dan Produksi Perkebunan Swasta : 238. luas areal perkebunan kelapa sawit adalah Perkebunan Rakyat : 142.BAB I PENDAHULUAN 1.927 Ton Status Masih Sementara.224 Ha. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit yang terus meningkat menyebabkan tingginya permintaan akan bibit kelapa sawit. Produksi Perkebunan Negara : 149.632 Ton.1. Produksi Perkebunan Negara : 69. Produksi Kelapa Sawit untuk Tahun 2006 Terdiri dari : Produksi Perkebunan Rakyat : 117. Perkebunan Negara : 40.382 Ton Status Masih Sementara.710 Ha. dan Perkebunan Swasta : 136.100 Ton.356 Ton.

TTM :201 2 3 Kabupaten Aceh Besar 4 5 6 Kabupaten Aceh Jaya Kabupaten Aceh Selatan Kabupaten Aceh Singkil 7 8 9 10 11 Kabupaten Aceh Tamiang Kabupaten Aceh Tenggara Kabupaten Aceh Timur Kabupaten Aceh Utara Kabupaten Bener Meriah Kabupaten Bireuen 12 13 Kabupaten Naganraya . TM: 2. TM : 71.089 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 52 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit yang terdiri dari TBM: 8.318 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit yang terdiri dari TBM : 4.Berikut data potensi pengembangan komoditas kelapa sawit di wilayah provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.611 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 1. Tabel 1. TM :589.TM : 44 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 4.848 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 19. NO NAMA DAERAH 1 Kabupaten Aceh Barat 2 Kabupaten Aceh Barat Daya LUAS LAHAN Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 4. TM : 13. TTM: 90 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 1.519 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 5.516. TTM: 132 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 27.772.963.270.200 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Yang Terdiri TBM: 435.921 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 16.978 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 2.434 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit yang terdiri dari : TBM : 13. Wilayah potensi pengembangan komoditas kelapa sawit di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.573 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 16. TTM: 855 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 19.158. TM : 13.947. TTM : 694 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 6.468.837 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit yang terdiri dari TBM: 2.372 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit yang terdiri dari : TBM : 1.

000 bibit per tahun. TM :70 Kota Subulussalam Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 11. Usaha pembibitan kelapa sawit pada umumnya tidak mudah meningkatkan skala usahanya karena terbatasnya luas lahan yang tersedia dan sulitnya mendapatkan tenaga kerja di sekitar tempat usaha.go. TTM: 50 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 56 17 18 19 Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 1.684.bkpm. sebagai Negara tropis yang masih memiliki lahan cukup luas.309 Sumber: http://regionalinvestment. TM : 2. mulai dari usaha berskala kecil (5. karena permintaan dari tahun ketahun mengalami peningkatan yang cukup besar. tetapi juga diluar negeri. Prospek pasar bagi olahan kelapa sawit cukup menjanjikan.688 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Yang terdiri dari : TBM : 1. tidak hanya di dalam negeri. TM : 366 Kota Lhokseumawe Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 207 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit terdiri dari TBM : 137.id(2012) Peluang usaha pembibitan kelapa sawit ini telah dilirik oleh banyak investor.000-100.000-10. Faktor pembatas lainnya adalah sulitnya mendapatkan tambahan kecambah pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Marihat karena terbatasnya produksi kecambah PPKS Marihat dan berbagai persyaratan lainnya.000 bibit per tahun) yang dilakukan oleh masyarakat sampai usaha berskala besar yang menghasilkan 50. Indonesia berpeluang besar untuk 3 .14 Kabupaten Pidie 15 16 Kabupaten Pidie Jaya Kabupaten Simeulue Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 55 Status Lahan: Luas lahan perkebunan kelapa sawit yang terdiri dari TM: 5 . TTM : 2 Kota Langsa Lahan yang sudah Digunakan (Ha): 375 Status Lahan: Luas Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Terdiri Dari TBM : 9. Karena itu.

2. SIPEF (Belgia). Kalimantan. Sumatra Utara. kec. Dipulau Jawa. pemerintah pun tertarik mendirikan PTP I-X di Aceh (NAD). Selain itu.Gandapura-Bireuen adalah: “Untuk Menganalisis Pendapatan Usaha Pembibitan Kelapa Sawit Di Desa Alue Mangki. Sumatra Selatan. dan Irian Jaya (kini papua). Kec.mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Tujuan Praktek Kerja Lapang Adapun tujuan diperoleh dari Praktek Kerja Lapang yang dilakukan diDesa Alue Mangki. Para investor tersebut diantaranya RCMA (Inggris). 4 . banyak perusahaan asing berbondong-bondong berinvestasi di bidang perkebunan ini. ada PTP XI (Banten) dan PT Condong Garut (Garut). Keuntungan yang menggiurkan menjadi landasan utama munculnya usahausaha pembibitan kelapa sawit.Gandapura-Bireuen”. 1. baik melalui penanaman modal asing maupun skala rakyat. Bagaimana kinerja finansial kegiatan usaha pembibitan kelapa sawit tersebut dan bagaimana prospeknya di tahun-tahun mendatang? Isu-isu tersebut mendasari dilaksanakannya studi ini. Uni Royal (Amerika Serikat). Setelah terbukti perkebunan kelapa sawit menghasilkan keuntungan yang cukup tinggi. dan Lonsum (Inggris).

kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 5 . Sebagai landasan bagi penulis selanjutnya yang berminat melakukan penelitian yang berhubungan dengan Analisis Pendapatan Usaha pembibitan Kelapa Sawit 3. lembaga pendidikan dan masyarakat. 4. hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan teoritis yang didapat selama kuliah. Adapun kegunaannya antara lain sebagai berikut: 1.3.1. Kegunaan Dan Mamfaat Praktek Kerja Lapang Adapun diadakan nya Praktek Kerja Lapang ini diharapkan dapat bermamfaat bagi penulis pada khususnya dan pada umumnya bisa bermamfaat semua elemen mulai dari lembaga pemerintahan. Bagi penulis. sehingga membuka wawasan agribisnis yang lebih jelas. 2. Dapat berguna sebagai informasi bagi petani dalam Analisis Pendapatan Usaha pembibitan Kelapa Sawit. Sebagai bahan masukan bagi pihak perusahaan dan pemerintah dalam mengambil masyarakat.

yaitu Amerika Selatan dan Afrika (Guenia). bahkan tanpa kolesterol. Asal tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jack) secara pasti belum bisa diketahui.1 Landasan Teori.1. Jika dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak lainnya (4.1. Minyak nabati merupakan produk utama yang bisa dihasilkan dari kelapa sawit. menduduki perungkat ketiga penyumbang Devisa nonmigas terbesar bagi Negara setelah Karet dan Kopi. Keunggulan tersebut di antaranya memiliki kadar kolesterol rendah. 2. 6 . bahkan lebih. Spesies Elaeis melanococca atau Elais oleivera diduga berasal dari Amerika Selatan dan Spesies Elaeis guineensis berasal dari Afrika (Guenia).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Namun. tingkat produksi ini termasuk tinggi. komoditas Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) Kelapa sawit merupakan tanaman komoditas perkebunan yang cukup penting di Indonesia dan masih memiliki prospek pengembangan yang cukup cerah.5 ton pertahun). baik berupa bahan mentah maupun hasil olahannya. Potensi produksinya per hektar mencapai 6 ton per tahun. Komoditas kelapa Sawit. karena minyak yang dihasilkan memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan minyak yang oleh tanaman lain. ada dugaan kuat tanaman ini berasal dari dua tempat. Kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati yang dapat diandalkan.

1. sekaligus medirikan perkebunan kelapa sawit di Asahan (Sumatra Timur) dan di sungai Liput (Aceh Timur). Analisis usaha bertujuan untuk mencari titik tolak untuk memperbaiki hasil dari usaha tersebut. 2. Sedangkan pendapatan kotor yaitu 7 . Hasil analisis ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan pengelola usaha. pendapatan usaha adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya. seorang berkebangsaan Belgia. termasuk Indonesia. Pendapatan bersih adalah pendapatan yang telah mengalami pengurangan dari hasil produksi. 2.1.3 Pendapatan Usaha Dalam bisnis.2 Analisis Usaha Analisis usaha merupakan pendekatan yang sangat penting bagi usaha.Socfindo. kedua spesies diatas sudah menyebar keseluruh Negara beriklim tropis. 2009).Sampai saat ini. Perkebunan ini sekarang bernama PT. merupakan orang pertama yang memasukkan tanaman ini ke Indonesia pada tahun 1911. kebanyakan dari penjualan produk atau jasa kepada pelanggan. Melalui hasil analisis ini dapat dicari langkah pemecahan berbagai kendala yang dihadapi. Adrien Hallet. Menurut Ramlan (2006:13) pendapatan usaha adalah kerja dari suatu usaha yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu. Menurut Ramlan (2006:41) pendapatan dibagi dua yaitu pendapatan bersih dan pendapatan kotor. baik menambah maupun mencari pemecahan terhadap berbagai kendala (Surya.

4. atau dalam pengertian lain biaya merupakan bagian dari harga pokok yang dikorbankan didalam suatu usaha untuk memperoleh penghasilan.1. Penggolongan ini merupakan penggolongan yang paling sederhana.2. Pengertian Biaya Menurut Mulyadi (1999 : 8) dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis. 2) Menurut fungsi pokok dalam perusahaan. Analisis pendapatan berfungsi untuk mengulur berhasil tidaknya suatu kegiatan usaha. Macam-macam Biaya Biaya digolongkan sebagai berikut: 1) Menurut objek pengeluaran. 2009) 2.1. menentukan komponen utama pendapatan dan apakah komponen itu masih dapat ditingkatkan atau tidak (Surya. yang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. yaitu berdasarkan penjelasan singkat mengenai suatu objek pengeluaran.1. 2. misalnya pengeluaran yang berhubungan dengan telepon. Dalam arti sempit diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva yang disebut dengan istilah harga pokok.4.1. Biaya dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu 8 . yang diukur dalam satuan uang.pendapatan dari hasil usaha dikurangi kebutuhan selama mengadakan usaha serta penggunaan bahan bakar dan tenaga pembantu lainnya.4 Biaya 2.

merupakan biaya yang terjadi dimana penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai. b. biaya tenaga kerja. b. Biaya langsung. adalah biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Ada 2 golongan yaitu: a. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap konstan tidak dipengaruhi perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat kegiatan tertentu. dan biaya overhead pabrik. adalah biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk. Biaya pemasaran. Produksi.a. c. 3) Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi dapat digolongkan kedalam biaya bahan baku. 9 . Dalam kaitannya dengan produk biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya dibagi menjadi 3 yaitu: a. yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan biaya pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya tidak langsung. 4) Menurut prilaku dalam kaitannya dengan perubahan volume kegiatan. adalah biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk. dalam hubungannya dengan produk. biaya tidak langsung dikenal dengan biaya overhead pabrik. Biaya administrasi dan umum.

menjelaskan bahwa dalam analisis pendapatan usaha tani diperlukan dua keterangan pokok yaitu keadaan penerimaan dan pengeluaran selama jangka waktu yang ditetapkan.1. Penerimaan dalam usaha tani meliputi seluruh penerimaan yang dihasilkan selama periode pembukuan yang sama (Surya. 10 . c.b.5 Penerimaan Penerimaan merupakan nilai produk total usaha tani dalam jangka waktu tertentu. Selanjutnya disebutkan bahwa tujuan analisis pendapatan adalah untuk menggambarkan keadaan sekarang dan keadaan yang akan datang dari kegiatan usaha. 2. 2009). Surya (2009). Biaya semi variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas. baik yang dijual maupun yang tidak dijual. Dengan kata lain analisis pendapatan bertujuan untuk mengukur keberhasilan suatu usaha.

kecamatan Gandapura.1.Wilayah Umum Praktek Kerja Lapang Praktek Kerja Lapang ini dilakukan di Desa Alue Mangki. 3. Desa Ie Rhop b) Timur berbatasan dengan Desa Pante Gurah c) Selatan berbatasan dengan Desa Lapang Timur d) Barat berbatasan dengan Desa Lingka kuta Pelaksanaan praktek kerja lapang ini berlansung selama 3 bulan yang di mulai dari tanggal 25 Oktober 2012 sampai dengan 28 Desember 2012. Kabupaten Bireuen. Kabupaten Bireuen tahun 2012 tercatat data yang diperincikan menurut Kelompok umur tertera pada tabel berikut : 11 .Keadaan Penduduk Keadaan penduduk Desa Alue Mangki. dengan luas wilayah 150 Ha dan berbatasan dengan Desa seperti tercantum di bawah ini: a) Utara berbatasan dengan Selat Malaka. kecamatan Gandapura.2.BAB III METODELOGI PRAKTEK KERJA LAPANG 3.

Tabel 3.5 tahun 5 – 7 tahun 7 . Kab. hari hujan dan rata-rata curah hujan dikecamatan Gandapura 2011 Rata-Rata Hujan (mm/hari hujan) (4) 22 15 17 31 33 No Bulan (1) Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Curah Hujan (mm) (2) 177 91 50 184 198 12 Hari Hujan (3) 8 6 3 6 6 1 2 3 4 5 6 7 8 9 .Gandapura. Jumlah Penduduk Desa Alue Mangki.Bireuen No 1 2 3 4 5 6 Umur 0 -12 bulan 1 .Tabel 2 . Hal ini dapat dilihat pada tabel 3 Tentang keadaan hujan dan hari hujan di kecamatan Gandapura.Keadaan Iklim Iklim di kecamatan Gandapura menurut data curah hujan dan jumlah hari selama beberapa bulan terakhir diperoleh gambaran bahwa antara musim penghujan dan kemarau menunjukkan perbedaan yang nyata. Jumlah curah hujan. Kec.15 tahun 15 – 56 tahun <56 tahun Jumlah penduduk 27 orang 88 orang 20 orang 107 orang 446 orang 80 orang Sumber: Desa Alue Mangki dalam angka (2012) 3.3.

keadaan iklim di kecamatan Gandapura pada tahun 2011 yaitu dengan hari hujan minimal terjadi pada bulan Juli dengan curah hujan sebesar 50 mm.10 Oktober 304 12 11 November 257 9 12 Desember Sumber: Kecamatan Gandapura Dalam Angka (2011) 35 29 - Menurut data Badan Meteorologi dan Geofisika (2011). 13 . dan hari hujan maksimal terjadi pada bulan Oktober dengan curah hujan 304 mm.

000 mm pertahun) tidak berpengaruh jelek terhadap produksi buah kelapa sawit. dan yangambi (Zaire). Penyinaran matahari Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman heliofil atau menyukai cahaya matahari. Kebun-kebun kelapa sawit di Indonesia. Tanaman dewasa yang ternaungi. 14 . Hujan yang tidak turun selama 3 bulan menyebabkan pertumbuhan kuncup daun terhambat sampai hujan turun (anak daun atau janur tidak dapat memcah) hujan yang lama tidak turun juga banyak berpengaruh terhadap produksi buah. Hujan yang terlalu banyak (lebih dari 5. Nigeria. karena buah yang sudah cukup umur tidak mau masak (brondol) sampai turun hujan. Curah hujan Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit adalah di atas 2000 mm dan merata sepanjang tahun. Penyinaran matahari sangat berpengaruh terhadap perkembangan buah kelapa sawit.asalkan drainase tanah dan penyinaran matahari cukup baik. Malaysia.1. Syarat Tumbuh Kelapa Sawit a. ivory coast(pantai gading).BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. b. pertumbuhannya akan terhambat Karena hasil asimilasinya kurang. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit. produksi bunga betinanya sedikit sehingga perbandingan bunga berina dan jantan (sex ratio) kecil. Penelitian menunjukkan pada bulan-bulan yang penyinaran mataharinya lebih panjang mempunyai korelasi positif dengan produksi buah kelapa sawit.

bijinya dipisahkan dari daging buah dan serat. Tanah Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di banyak jenis tanah. diperam lahi selama tiga hari (fermentasi II). biji dikeringkan dan disimpan selama dua bulan untuk mematahkan dormansi. Proses pengecambahan umumnya dilakukan sebagai berikut Benih tanaman kelapa sawit memiliki kulit yang tebal. yang penting tidak kekurangan air pada musim kemarau dan tidak tergenang air pada musim hujan (drainase baik). Kesuburan tanah bukan merupakan syarat mutlak bagi perkebunan kelapa sawit.2. pertumbuhan batang dan daunnya tidak mengindikasikan produksi buah yang baik. 15 . Karena itu. Di lahan-lahan yang permukaan air tanahnya tinggi atau tergenang. tandan buah diperam (fermentasi I) selama tiga hari supanya semua buahnya rontok. Selama fermentasi I dan II. Setelah itu. perlu persiapan yang lama untuk dipanen. Setelah itu. 4.panjang penyinaran matahari tidak menjadi masalah karena letak geografisnya dekat dengan garis khatulistiwa. Biji kelapa sawit akan berkecambah selama 2-3 bulan. c. penyiraman dilakukan setiap hari. Selain itu. biji dikecambahkan.Proses Pembibitan Benih kelapa sawit untuk calon bibit harus dihasilkan dan dikecambahkan oleh lembaga resmi yang ditunjuk pemerintah. akar akan membusuk. Setelah daging dalam sabut membusuk.

Pembibitan Awal (pre-nursery) Tanah yang digunakan untuk mengisi polibag kecil berupa tanah bagian atas (topsoil) yang mudah dibersihkan dari batu dan sisa-sisa tanaman. Areal datar dan mudah dipasang instalasi air 4. tetapi tidak kebanjiran. lalu kecambah dimasukkan ke dalam lubang tadi dengan promordia batang menghadap keatas. lalu dipindahkan ke pembibitan utama. a. Dekat dengan sumber air. lalu lubang ditutu kembali. 3. 16 . polibag harus disiram air dahulu. Sebelum penanaman kecambah. Letaknya tidak jauh dari lokasi penanaman karena biaya angkutan bibit maha. Tanah di tengah-tengah polibag dilubangi dengan telunjuk tangan. Polibag yang berisi tanah diletakkan di bedengan yang lebarnya 1 meter dan panjang sekitar 8 meter. Keamanan terjamin dan bebas dari gangguan binatang pengganggu. Pembibitan tanaman kelapa sawit dilakukan dengan dua system (double stage system). Dekat kantor dan pemukiman supaya mudah pengawasannya. 5. Pembibitan awal dilakukan sampai umur 3 bulan atau kecambah sudah berdaun 4 lembar. 1. yaitu melalui pembibitan awal (pre-nursery) dan pembibitan utama (main-nursery). 6. Jauh dari sumber hama dan penyakit.Lokasi pembibitan harus memenuhi syarat sebagai berikut. 2.

Polibag diletakkan dengan jarak 70x70x70 cm. Rumput-rumput dalam polibag dicabut pelan-pelan. pagi dan sore 2. Bibit disiram dua kali sehari. Tujuannya supaya air dan pupuk tidak melimpah ke luar. 1. Pembibitan Utama (Main-Nursery) Tanah yang sudah bersih dimasukkan ke dalam polibag besar berukuran 40x50 cm yang dapat menampung 25 kg tanah. b. Polibag kecil disobek.2 % 4. Bibit dipupuk dengan urea dalam bentuk larutan yang berkonsentrasi 0. Hama dan penyakit diberantas secara terpadu. Pengisian tanah dalam polibag jangan terlalu penuh. setelah disiram. 3. 17 . lalu lubang ditutup kembali.Pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara sebagai berikut. bibit beserta tanahnya dimasukkan ke dalam lubang tadi. tanah di tengah-tengah polibag dilubangi dengan kayu tumpul yang besarnya sama dengan polibag kecil. cukup sampai 3 cm dari bagian atas polybag.

Biaya pemakaian lahan ini dihitung sebagai biaya investasi dan hanya dikeluarkan pada tahun pertama kegiatan pembibitan kelapa sawit (tahun 2011) senilai Rp 3. obat-obatan.pengadaan bibit.000 . Tabel 4 .Gandapura.4. Untuk kegiatan usaha pembibitan dibutuhkan lahan seluas 1 Ha.pupuk. penyiapan media tanam. terdiri dari pengadaan peralatan.Rincian Biaya Produksi No Uraian 1 1 2 Biaya tetap A.000. Parang 18 Harga Volume 3 Satuan 4 (Rp) 5 Jumlah (Rp) 6 7 unit 45. biaya yang diperlukan dalam pembangunan usaha pembibitan.000 315. perlengkapan dan biaya tenaga kerja.000. Kec.00 Berikut data rincian biaya yang digunakan dalam usaha pembibitan kelapa sawit pada salah satu usaha tani nursery lapang parasawita desa Alue Mangki. Analisis Biaya Pembibitan Kelapa sawit Perhitungan dan analisis finansial pembibitan kelapa sawit ini menggunakan Analisis sebagai berikut: (1) Break event point (Titik Balik Modal) (2) Benefit Cost Ratio (Rasio Biaya Dan pendapatan) (3) ROI ( return of investment ) Analisis dilakukan untuk periode waktu 1 tahun.3. Peralatan 1.

200 5. Pipa paralon   Tipe 2 inci Tipe 1 inci untuk 7 92 52 4 unit meter meter unit 55.000 385.012.500.000 Rp. pagar 5. PPKS Sehaspa 2.000 1.000 11.000 5. Naungan 4.2.930.000 795.400 Jumlah Biaya Tetap 2 Biaya variabel a. Sambungan pipa c.000 b.500.000 975.000 896. Hand Spayer/penyemprot 8.200.000 4.400 1.000 2.500 30.000 1. Cangkul/sekop 3.14.000 28. Polibag 1.000 47. polibag besar 60 450 19 5.000 5.000.000 kecambah kecambah 6.000 322.000 265.000 9.000 25.800.000 .000 kecambah 11.750. Pompa Air 6.000 1. polibag kecil 2.300.250. DXP London Sumatra b.000 60 32 62 250 3 batang batang buah meter unit 48. DXP Lofsul Scopindo 3. benih 1.000 5.000 900. Selang/pipa penyiraman a.000 kg kg 15. Kereta Sorong 3 unit 325.500 57.000 6.880. selang 7.000 15.

Fungisida f.000 Jumlah biaya Variabel Sumber : data primer (diolah) 2012 20 .000 2. Pupuk 1.000 360.000 2.520.Tenaga Kerja 10 20 12 kaleng liter bungkus 50.000 30.750. Pengangkutan ( 7 hari) 9 HKP 40.000 1. Penyiraman (360 hari) 4.800.c.000 48.000 9 HKP 40.000 20. Penyemprotan ( 30 kali) 5.000 9 4 HKP HKP 40.250.000 10 HKP 40.000 d.000 1 HKP 75. Penanaman ( 7 hari) 3.840.800.000 3.000 2. Urea 3.000 4. Insektisida 2. Penyiangan ( 10 kali) 4.A 12 52 7 Media 25 sak sak sak Truk 190. Obat-obatan 1. Pengisian Tanah Kedalam Media Tanam( 30 hari) 2.000 960.000 28.000 4.208.000 3.000 10.800. Tanah Untuk Tanam e.000 Rp.000 320.000 95. Z. Majemuk 2.600. Herbisida 3.940.770.000 500.

Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi. Modal kerja merupakan biaya operasional yang dikeluarkan dalam kegiatan usaha setelah pembangunan instalasi pembibitan dengan menggunakan biaya investasi selesai dilakukan. serta metode yang 21 . Sebuah kegiatan usaha yang sehat pada umumnya mempunyai cadangan penyusutan/depresiasi untuk menjaga keberlanjutan dari kegiatan usaha disamping menjaga kualitas produk dan memudahkan dalam mengikuti perubahan aset dengan adanya perubahan teknologi. Biaya tetap. Modal kerja terdiri dari biaya tetap (fixed cost) dan biaya tidak tetap (variable cost).3. Jenis investasi yang perlu disusut terdiri dari bangunan/gedung.1. Untuk menjaga kesinambungan kegiatan usaha pembibitan kelapa sawit perlu dihitung besarnya biaya penyusutan pada setiap tahun. umur ekonomis. Di pihak lain. karena dana yang disisihkan sebenarnya merupakan penerimaan perusahaan yang dapat digunakan pada berbagai kepentingan. penyusutan. Biaya penyusutan diperhitungkan sebagai dana pengganti dari aset yang tidak ekonomis lagi.2. Biaya tetap terdiri dari gaji tenaga kerja tetap.4. mesin. dan peralatan lainnya yang memerlukan penggantian pada suatu masa sebagai akibat dari pemakaian.3. Besar kecilnya biaya penyusutan yang dilakukan pada setiap asset tergantung pada harga aset. Biaya yang dikeluarkan untuk gaji karyawan tetap pada usaha pembibitan dikeluarkan per hari. 4. biaya penyusutan juga dianggap sebagai laba dalam perhitungan rugi laba.

000 4.012. Cangkul/sekop 3.250. Naungan 4.000 960.000 5 Tahun 5 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 5 Tahun 63.754. selang 10.000 975.000 1.880.000 795.800.000 10 Tahun 89.000 Rp. Hand Spayer/penyemprot 11.digunakan dalam penyusutan.840. Kereta Sorong (Rp) 3 Harga Umur Ekonomis (Tahun) 4 Biaya penyusutan (Rp/tanun) 5 315. Parang 2.000 5 Tahun 195. Pada usaha pembibitan ini jumlah penyusutan secara keseluruhan adalah Rp 2.240 125.000 10 Tahun 10 Tahun 5 Tahun 32. pagar 5.000 2.000 506.000 77.per tahun. Rincian Penyusutan Peralatan No Uraian 1 2 a. Pompa Air 6. 2.000 385. Pipa paralon Tipe 2 inci 7. Pipa paralon Tipe 1 inci 8. Peralatan 1.840 Jumlah biaya penyusutan pertahun 22 .400 1.600 322.000 10 Tahun 896.000 288.. Rinciannya sebagai berikut : Tabel 5 .000 1.754. Sambungan pipa 9.300.000 260.000 159.

000 Total Penerimaan (TR)= Jumlah produksi x Harga = 15.000.00 23 .000.Rp.25.000. Tabel Jumlah Biaya Produksi No 1 Keterangan Biaya Usaha Tani a. 375. Biaya variabel Rp.208.214. 2. Biaya penggunaan lahan Rp.279.770.Tabel 6.00 Total Biaya Produksi Rp. 160.720.000.680.00 = Total penerimaan ( TR) – Total biaya (TC) Keuntungan Usaha = Rp.279. Pendapatan Usaha Pembibitan Jumlah bibit yang diproduksi pertahun sebanyak 1.000.00 = Rp.214.3.000 x Rp.000.500 bibit dengan harga ratarata dibadrol seharga Rp.00 .00 1.000.00 = Rp.320.000. 375.00 c. Nilai penyusutan Rp.840.25.754.680.00 Harga (Rp) b.

8.571 per unit usaha tani kelapa sawit mendapatkan keuntungan. Break Event Point ( Titik Balik Modal) BEP adalah suatu kondisi yang menggambarkan bahwa hasil usaha diperoleh sama dengan modal yang dikeluarkan.571 per bibit.2. Hasil ini menunjukkan bahwa pada saat diperoleh peroleh produksi sebesar 8. Benefit Cost Ratio ( Rasio Biaya dan pendapatan) B/C digunakan untuk mengukur analisis kalayakan usaha tani. BEP volume produksi BEP volume produksi menggambarkan produksi minimal yang harus dihasilkan agar usaha tani tidak mengalami kerugian p p BEP = Rp. otal Perimaan p otal Bia a Produksi p p p 24 . 1. 2. yaitu perbandingan antara permintaan kotor dengan total biaya yang dikeluarkan.571 per unit Titik balik modal tercapai jika produksi kelapa sawit mencapai 8.

Penerimaan laba Bia a perasional p p ROI = 75 % Artinya.. 0.208.75 Nilai B/C rasio sebesar 0. Artinya. 1 maka akan diperoleh penerimaan Rp.75. ROI ( return of investment ) Analisis ROI digunakan untuk mengetahui effiensi penggunaan modal.770. 25 . dari biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 100.000 akan diperoleh penerimaan sebesar 1 % dari modal yang akan dikeluarkan. yaitu ukuran perbandingan antara keuntungan dengan biaya operasional. 3. setiap penambahan biaya sebesar Rp.akan dihasilkan keuntungan sebesar Rp 75 sehingga penggunaan modal untuk usaha ini effisien.75 menunjukkan bahwa dengan biaya atau modal usaha sebesar Rp.B/C = 0.

3. 2.2.680 sehingga memperoleh keuntungan sebesar = Rp.279.1.214.720. Diharapkan kepada lembaga-lembaga yang berkompeten dibidang budidaya Kelapa Sawit Agar memberikan informasi inovasi dan motivasi kepada petani maupun pengusaha dibidang tersebut.000 bibit dengan biaya Rp. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1.Gandapura. 160. usaha budidaya pertanian pada umumnya baik dalam pemberian modal usaha maupun dalam bentuk akses informasi internasional.Kesimpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan Praktek Kerja Lapang (PKL). 26 . Diharapkan juga bagi pemerintah lebih memerhatikan usaha pembibitan kelapa sawit pada khususnya. Pembibitan Kelapa sawit layak diusahakan dan mampu memberikan selisih positif keuntungan cukup besar. Usaha pembibitan kelapa sawit merupakan investasi usaha sangat menguntungkan dan memiliki prospek yang sangat baik seperti yang didapat salah satu pengusaha bibit Nursery Lapang Parasawita di kec. 160.Saran 1. 5.320 dari 15.720. Hasil analisis usaha pembibitan kelapa sawit diperoleh pendapatan sebesar = Rp.320. 2.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

Raja Grafindo Persada. Hastuti D. PT. Ekonomitrika Pertanian (pengantar. Analisis Usaha Tani. http://faperta.2010.go. 2003.id.com. Raja Grafindo Persada. 2012. Fakultas Pertanian. Teori. PT. Jakarta Kadariah.Agromedia pustaka. Universitas Malikussaleh.ac. Jakarta Soekartawi. dan Kasus).bkpm. Budidaya Kelapa Sawit. Di akses pada Tgl 12 desember 2012. PT. Diakses pada tanggal 30 desember 2012 Anonim.bps. http://bireuenkab. Jakarta Sakti H. 1991. Multi sawit ekanisu di kabupaten kampar. Universitas Indonesia. 27 . 2010. Agribisnis Teori Dan Aplikasinya. 2006. 1999. dan Rahim A. 2007. Analisis Pendapatan Usaha Tani Buah Naga (Heloserkusundatus) Di Desa Alubu Kecamatan Peurelak Barat. http://organik-sawangan.go.uniska-bjm. Fakultas Ekonomi. Jakarta Wira A .DAFTAR PUSTAKA Agus L . Clive Gray.id. Lien Karlina. Analisis kelayakan bisnis pembibitan kelapa sawit PT. Mikro Ekonomi.id Diakses pada tgl 06 desember 2012 Selardi S . Diakses pada tanggal 12 desember 2012 Anonim.blogspot. Potensi Kelapa Sawit Di Aceh. 2005. http://regionalinvestment. Bireuen Dalam Angka 2012. Jakarta Sudono S.2011. Laporan Praktek Kerja Lapang. Pengantar Evaluasi Proyek. Penebar Swadaya. R.

Bibit kelapa sawit di dalam polibag dan di bedengan 28 . Pekerja sedang mengisi tanah kedalam polibag g Gambar 3 dan 4.Lampiran Document Kegiatan Gambar 1 dan 2.

Gambar 5 dan 6 : Bibit sudah dipindahkan kedalam polibag besar Gambar 7 dan 8. Bibit kelapa Sawit berumur antara 6 dan 7 bulan 29 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->