P. 1
PENGARUH PENGGUNAAN MINUMAN KERAS PADA KEHIDUPAN REMAJA DI DUSUN SABUA DESA ALALE KECAMATAN SUWAWA TENGAH.docx

PENGARUH PENGGUNAAN MINUMAN KERAS PADA KEHIDUPAN REMAJA DI DUSUN SABUA DESA ALALE KECAMATAN SUWAWA TENGAH.docx

|Views: 227|Likes:
Published by ryan storya

More info:

Published by: ryan storya on Mar 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2015

pdf

text

original

PENGARUH PENGGUNAAN MINUMAN KERAS PADA KEHIDUPAN
REMAJA DI DUSUN SABUA DESA ALALE KECAMATAN SUWAWA
TENGAH

KABUPATEN BONE BOLANGO

A. LATAR BELAKANG

Masa remaja secara psikologi merupakan masa peralihan dari masa anak–

anak ke masa dewasa, pada masa remaja terjadi kematangan secara kognitif yaitu

interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang

semakin luas yang memugkinkan remaja untuk berfikir abstrak. Pada usia remaja

inilah berkembang sifat, sikap dan perilaku yang selalu ingin tahu, ingin

merasakan dan ingin mencoba. Tentu apabila tidak segera difasilitasi atau

diarahkan bukan tidak mungkin akan salah arah dan berdampak negatif

(Komalasari dalam Hutagalung C, 2008 : 1).

Fase remaja merupakan segmen perkembangan individu yang sangat

penting, yang diawali matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu

bereproduksi. Menurut Knopka dalam Yusuf (2007 : 184) masa remaja ini

meliputi (a) remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun, dan (c)

remaja akhir: 19-22 tahun. Sementara Slazman mengemukakan, bahwa remaja

merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orangtua

kearah kemandirian (independence), minat-minat seksual, perenungan diri, dan

perhatian dan nilai-nilai estetika dan isu-isu moral.

Remaja bukan sebagai periode konsolidasi kepribadian, tetapi sebagai

tahapan penting dalam siklus kehidupan. Masa remaja berkaitan erat dengan

perkembangan ”sence of identity vs role confusion”, yaitu perasaan atau kesadran

akan jati dirinya. Remaja dihadapkan pada berbagai pertanyaan yang menyangkut

keberadaan dirinya (siapa saya), masa depanya (akan menjadi apa saya?), peran–

peran sosialnya (apa peran saya dalam keluarga saya dan masyarakat, dan

kehidupan eragama; kenapa harus beragama?) (Yusuf, 2007 : 188).

Apabila remaja berhasil dalam memahami dirinya, peran–peranya, dan

makan hidup beragama, maka ia akan menemukan jati dirinya, dalam artian dia

akan memiliki kepribadian yang sehat. Sebaliknya apabila gagal, maka dia akan

mengalami kebingungan atau kekacauan (confusion). Suasana kebingungan ini

akan berdampak kurang baik bagi remaja. Dia cenderung kurang dapat

menyesuaikan dirinya, baik terhadap dirinya maupun orang lain (Yusuf, 2007 :

188).

Masa remaja dikenal sebagai masa yang penuh kesukaran. Bukan saja

kesukaran bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga bagi orang tuanya,

masyarakat bahkan sering kali aparat keamanan. Hal ini disebabkan masa remaja

merupakan masa transisi antara masa kanak–kanak dan masa dewasa. Masa

transisi ini seringkali menghadapkan individu yang bersangkutan kepada situasi

yang membingungkan, disatu pihak ia masi anak–anak, tetapi dilain pihak ia harus

bertingkah laku seperti orang dewasa. Situasi–situasi yang menimbulkan konflik

seperti ini, seringkali menyebabkan perilaku–perilaku aneh, canggung dan kalau

tidak kontrol bisa menjadi kenakalan (Purwanto, 1999 : 29).

Remaja sebagai individu sedang berada dalam proses berkembang atau

menjadi (becoming), yaitu berkembang kearah kematangan atau kemandirian.

Untuk mencapai kematangan tersebut, remaja memerlukan bimbingan karena

mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan

lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Proses

perkembangan individu tidak selalu berjalan secara mulus atau sesuai harapan dan

nilai – nilai yang dianut, karena banyak faktor yang menghambatnya. Faktor

penghambat ini bisa bersifat internal atau eksternal. Faktor eksternal adalah yang

berasal dari lingkungan seperti ketidak stabilan dalam kehidupan sosial politik,

krisis ekonomi, perceraian orang tua, sikap dan perlakuan orang tua yang otoriter

atau kurang memberikan kasih sayang dan pelecehan nilai – nilai moral atau

agama dalam kehidupan agama atau masyarakat(Yusuf, 2007 : 209 - 210).

Iklim lingkungan yang tidak sehat tersebut, cenderung memberikan

dampak yang kurang baik bagi perkembangan remaja dan sangat mungkin mereka

akan mengalami kehidupan yang tidak nyaman, stres atau depresi. Dalam kondisi

seperti inilah, banyak remaja yang meresponnya dengan sikap danperilaku yang

kurang wajar dan bahkan amoral, sperti kriminalitas, meminum minuman keras,

penyalahgunaan obat terlarang, tauran dan pergaulan bebas (Yusuf, 2007 : 210).

Masa remaja dalam kehidupan sehari –hari sangat berkaitan erat dengan

aspek psikologi yang menjadikan remaja sering mancoba sesuatu untuk alasan

mencari jati diri. Kadang remaja salah mengartikan jati diri sehingga terjebak

dalam pergaulan bebas terutama terjebak dalam hal penggunaan minuman keras,

selain faktor rasa ingin mencoba, faktor lingkungan atau pergaulan juga dapat

mempengaruhi keingintahuan remaja tentang minuman keras, jadi pengaruh

perubahan psikologi dapak berdampak pada penggunaan minuman keras pada

masa remaja.

Pada saat sekarang banyak remaja yang mengatakan bahwa dengan minum

minuman keras kepercayaan diri mereka bertambah dari yang pemalu menjadi

pemberani, mereka beranggapan bahwa semua masalah dapat teratasi dengan

minum minuman keras, minuman keras dapat memperbanyak teman. Tapi sesuai

kenyataan minuman keras dapat merusak proses berfikir dan menjadikan seorang

tidak sadarkan diri atau bertindak tidak sesuai kehendak.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Daerah (RISKESDA) tahun 2007 untuk

tingkat Nasional. Gorontalo menempati urutan ketiga setelah Sulut dan NTT

dimana jumlah peminum alkohol adalah 10,7% dari jumlah penduduk sedangkan

untuk Provinsi Gorantalo, Bone Bolango menempati peringkat keempat setelah

Boalemo, Kab. Gorontalo dan Pohuwato dimana jumlah peminum alkohol adalah

12,4% dari jumlah penduduk.

Sesuai dengan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 21 Mei

2009 peneliti mandapatkan jumlah seluruh penduduk di Dusun Sabua Desa Alale

kecamatan Suwawa kabupaten Bone Bolango berjumlah 1174 jiwa dan pemuda

berjumlah 442 berdasarkan klasifikasi umur 11-14 tahun: 30; 15–19 tahun: 109

jiwa; 20–24 tahun: 102 jiwa; 25–29 tahun: 87 jiwa; 30–35 tahun: 119 jiwa.

Setelah melakukan wawancara dengan 4 orang remaja yang biasa minum

minuman keras (Tn YB, Tn. PS, Tn WA, Tn. YU) dan seorang remaja yang telah

berhenti minum minuman keras (Tn.CA) didapatkan hasil wawancara adalah

mereka mengenal minuman keras akibat pergaulan juga karena ikut-ikutan hanya

karena ingin dikatakan hebat. Mereka mengatakan dengan minum minuman keras

mereka mendapatkan banyak teman dimana mereka mudah bergaul setelah minum

minuman keras, kepercayaan diri mereka timbul setelah minum minuman keras,

masalah akan teratasi saat minum minuman keras, mereka mengatakan peminum

akan sangat disegani oleh orang, untuk menghilangkan stres (merasa enjoy), salah

seorang dari mereka mengatakan ” Apalagi kalo so mabo uh sadap depe rasa”,

saat ini minum minuman keras telah menjadi hobby bagi mereka.

Mereka biasanya mium minuman keras dalam seminggu + 3-4 kali,

mereka minum minuman keras dengan berkelompok yang terdiri dari 4–10 orang

dan minuman yang sering diminum bermerek Pinaraci, Kasegaran, Dry Jeann,

London Jean, Bir Falentin, Bir Bintang, Bir Hitam, Cap Tikus dan sekali-kali tuak

(bohito) bila kepepet, biasanya minuman keras itu dicampur dengan minuman

lainnya seperti: M 150, Pepsi Blue, Bintang Zero, Sprite, Cocacola agar terasa

nikmat kata mereka. Mereka membeli minuman keras tersebut dari hasil patungan

atau biasa dikenal dengan istilah kong-kong.

Saat ditanyakan tentang pengetahuan mereka tentang minuman keras

mereka mengatakan minuman keras itu adalah minuman yang mengandung

alkohol dengan beberapa golongan sesuai dengan kadar alkohol yang ada dalam

minuman keras, minuman keras dapat mengurangi tingkat kesadaran, dalam

Agama minuman keras itu haram, dalam Hukum Negara minuman keras itu

dilarang, dalam kesehatan minuman keras itu dapat merusak kesehatan. Tapi

mereka tetap minum minuman keras karena alasan yang telah diungkap-

kan mereka diatas.

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka peneliti merasa tertarik untuk

mengadakan Karya Tulis Ilmiah melalui penelitian dengan judul ”Pengaruh

Penggunaan Minuman Keras Pada Kehidupan Remaja Di Dusun Sabua Desa

Alale Kecamatan Suwawa Tengah Kabupaten Bone Bolango”.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka didapatkan rumusan

masalahnya. ”Seberapa besar Pengaruh Penggunaan Minuman Keras Pada

kehidupan Remaja Dibawah Di Dusun Sabua Desa Alale Kecamatan Suwawa

Tengah Kabupaten Bone Bolango?”

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi serta gambaran

umum tentang pengaruh penggunaan minuman keras pada kehidupan remaja

di Dusun Sabua Desa Alale Kecamatan Suwawa Tengah Kabupaten Bone

Bolango.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi faktor penggunaan minuman keras dikalangan remaja.

b. Mengidentifikasi kehidupan remaja akibat penggunaan minuman keras.

c. Mengidentifikasi tentang pengaruh penggunaan minuman keras pada

kehidupan remaja.

D. MANFAAT PENELITIAN

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk :

1. Bagi Desa

Sebagai bahan masukan dan pertimbangan dari pihak desa agar lebih

meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap masyarakat khususnya

dikalangan remaja dari pergaulan bebas terutama penggunaan minuman keras.

2. Bagi Para Remaja

Sebagai bahan pertimbangan bagi remaja akan bahaya yang ditimbulkan

dengan mengkonsumsi minuman keras terhadap kesehatan fisik maupun

psikologis serta dampaknya bagi masyarakat.

3. Peneliti

Untuk menambah wawasan peneliti tentang pengaruh miuman keras

dikalangan remaja dan sebagai bahan acuan untuk penelitian selanjutnya.

E. KEASLIAN PENELITIAN

Sepengetahuan peneliti terdapat beberapa judul penelitian yang mirip yaitu :

1. Hasan S.M, 2008 ”Studi Tentang Dampak Minuman Keras Di Kelurahan

Dembe II Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo”.

Perbedaan penelitian yang dilakukan pada:

Variabel : Menggunakan variabel mandiri

Parameter : Dampak Minuman Keras Terhadap, Kesehatan, Sosial

Ekonomi

Hasil : Berdasarkan pengumpulan data primer yang dilakukan oleh peneliti

melalui lembar angket yang dilakukan oleh peneliti kepada

158 responden yang menyangkut dampak minuman keras

pada pecandu alkohol dikelurahan dembe II kecamatan kota

utara dalam hal kesehatan, sosial, dan ketertiban dan

keamanan secara benar dari tanggal 16 – 30 januari 2008

kemudian data yang diperolah dianalisa dan

diklasifikasikan. Dampak minuman keras dalam hal

kesehatan didapatkan dari 158 responden, 115 responden

(72,78%) dengan kategori besar dan 43 responden

(27,22%).

2. Kasiha N, 2007 ”Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Megkonsumsi

Minuman Keras Didesa Titidu Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo

Utara.”

Variabel : Mengunakan Variabel mandiri

Hasil : Hasil penelitian didapat dari 94 responden dengan pengetahuan baik 13

responden (13,83%), pengetahuan cukup 35 responden

(37,23%) dan pengetahuan kurang 46 responden (48,94%).

3. Sudlahati N, 2008 ”Presepsi Remaja Tentang Dampak Minuman Keras Di

Kelurahan Tenda Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo”.

Variabel : Menggunakan variabel mandiri

Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 123 responden, 57

responden (46,34%) presepsi baik, 60 responden (48,78%)

cukup, dan 6 responde (4,88%) presepsi kurang.

F. TINJAUAN PUSTAKA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->