P. 1
Refarat Shigellosis

Refarat Shigellosis

|Views: 33|Likes:
Refarat
Refarat

More info:

Published by: Fatimah Yunikartika Akbar on Mar 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

Bangsa Indonesia seperti bangsa yang sedang berkembang lainnya mempunyai lingkungan serta perilaku masyarakatnya yang kurang

menguntungkan, sehingga dapat menyebabkan tingginya kejadian penyakit menular yang masih merupakan salah satu masalah di bidang kesehatan. Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan anak-anak di negara berkembang. Diperkirakan sekitar 1000 juta kejadian diare tiap tahun anak balita dengan perkiraan 5 juta kematian tiap tahun. Sekitar 80% kematian ini terjadi pada dua tahun pertama kehidupan anak (Buku Ajar Diare, Dep.Kes.RI,1990). Menurut Adhyatma (1982) di Indonesia penyakit diare yang mempunyai angka kesakitan 40% per tahun (1980-1984), menyerang terutama anak balita (60-80%). Sedangkan angka kematian disebabkan oleh diare merupakan 20-40% dari seluruh kematian, sehingga diare perlu mendapat perhatian dalam program upaya pemberantasan penyakit maupun penyelenggaraan upaya pelayanan kesehatan pada umumnya. Sementara angka kesakitan diare di daerah tranmigrasi dari 18 propinsi yang melaporkan pada tahun 1998 menunjukkan bahwa angka kesakitan diare per 1000 penduduk tertinggi ada di propinsi Sulawesi selatan (86.11), propinsi DI Aceh 63,45) menyusul propinsi Irian Jaya (36,84) dan terkecil adalah propinsi Jambi 8,75 per 1000 penduduk, sedangkan pada tahun 1999 tertinggi terjadi di propinsi Sulawesi Utara (102,53), menyusul Irian Jaya (84,29), Sulawesi Tenggara (54,78) dipropinsi Maluku (1,02).

Faktor penyebab diare sangat beragam, salah satunya karena infeksi secara parenteral ataupun enteral baik oleh infeksi virus, bakteri, ataupun infeksi parasit. Di negara berkembang, Shigella spp. merupakan salah satu bakteri penyebab diare pada anak disamping infeksi oleh bakteri Enterotoxigenic E. Coli (ETEC), Campylobacter jejuni dan Enteropathogenic E. Coli (EPEC). Di Indonesia Shigella menyebabkan kira-kira 10% diare akut pada anak sedang pada dewasa sekitar 2%. Kuman ini merupakan penyebab disentri yang paling sering pada anak. Shigella hanya ditemukan pada manusia dan beberapa jenis binatang primata. Penyebaran shigellosis sering terjadi secara kontak orang ke orang karena dosis infeksiusnya rendah (10-100 organisme) sudah dapat menyebabkan sakit. Penularan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bisa juga terjadi. Infeksi Shigella mungkin menyebabkan demam dan diare cair atau menimbulkan sindrom disentri. Kematian paling tinggi terjadi pada anak yang menderita kurang gizi. Golongan Shigella yang sering menyerang manusia ialah S.dysenteri, S.flexnewri, S.boydii dan S.sonnei. Di daerah tropis yang sering tersering ditemukan ialah S.dysenteri dan S.flexneri, sedangkan S.sonnei lebih sering dijumpai di daerah sub tropis atau daerah industri.

penularannya sangat mudah biasanya terjadi melalui fekal-oral.dysenteri (12 serotipe).boydii (18 serotipe) dan S. B. Kebersihan pribadi sangat penting dalam pencegahan penyakit ini dan orang-orang yang saling berhubungan di lingkungan sanitasi yang buruk mempunyai resiko lebih besar untuk menimbulkan cetusan Shigellosis. S. yang menginvasi saluran pencernaan terutama usus sehingga menimbulkan kerusakan sel-sel mukosa usus tersebut. tetapi sifat ini kurang menonjol sebagaimana Salmonella. S. non motil. instalasi militer serta tempat penampungan Indian. Penyebaran shigellosis sering terjadi secara kontak orang ke orang karena dosis infeksiusnya rendah (10-100 organisme) sudah dapat menyebabkan sakit. bentuk batang. EPIDEMOLOGI Shigellosis sangat endemik di daerah yang sanitasinya sangat kurang. anaerobik fakultatif dan tidak bertangkai serta secara biokimia meragikan laktosa sangat lambat bahkan tidak sama sekali. sebanyak 20. Dibagi 4 kelompok serologik yaitu S.A. Di daerah tropis yang . Di Negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk dan penduduknya yang padat. Gejala biasanya timbul antara hari pertama sampai ketiga terinfeksi. Lalat juga bisa menyebarkan kuman ini melalui feses penderita lalu hinggap di makanan. Pada umumnya masa inkubasi shigellosis adalah pendek yaitu antara 24 jam sampai 4 hari. Dengan demikian.flexnewri (6 serotipe). lembaga pemasyarakatan. Shigella ditemukan di seluruh dunia. Prevalensi dari penyakit ini menurun dalam 5 tahun terakhir ini.sonnei (1 serotipe). seperti alat-alat permainan. Umumnya menginfeksi anak-anak dibawah umur 10 tahun. DEFINISI Shigellosis adalah suatu penyakit peradangan akut oleh kuman genus Shigella spp. Penyebaran juga bisa terjadi melalui benda mati. Biasanya 1020% penyakit saluran pencernaan dan 50% diare yang berdarah atau disentri dari anakanak bisa disebabkan oleh shigellosis. Kuman ini tergolong genus Shigella yang merupakan bakteri gram negatif. angka kejadian tertinggi terdapat pada kelompok umur 1-4 tahun. C. ETIOLOGI Shigellosis disebabkan oleh kuman Shigella spp.135 kasus shigella telah dilaporkan oleh Centre for Disease Control. Shigella hanya ditemukan pada manusia dan beberapa jenis binatang primata. orang-orang yang tinggal di rumah sakit jiwa. Pada tahun 1979. Shigella lebih sering ditemukan selama akhir musim panas. kerap kali terserang penyakit ini.

Kemampuan mengadakan invasi enterosit dan proliferasi . sedangkan S.sonnei lebih sering dijumpai di daerah sub tropis atau daerah industri. GEJALA KLINIS . Invasi bakteri ini mengakibatkan terjadinya infiltrasi sel-sel polimorfonuklear dan menyebabkan matinya sel-sel epitel tersebut. sehingga merangsang proses endositosis selsel yang bukan fagositosik untuk menarik bakteri ke dalam vakuola intrasel. Shigella sebagai penyebab diare mempunyai 3 faktor virulensi yaitu : . Shigella juga mengeluarkan toksin (Shiga toksin) yang bersifat nefrotoksik. Dupont (1972) dan Levine (1973) mengutarakan bahwa Shigella seperti Salmonella setelah menembus enterosit dan berkembang didalamnya sehingga menyebabkan kerusakan sel enterosit tersebut. bakteri invasif ini di dalam usus besar memperbanyak diri. sitotoksik (mematikan sel dalam benih sel) dan enterotoksik (merangsang sekresi usus) sehingga menyebabkan sel epithelium mukosa usus menjadi nekrosis. sehingga terjadilah tukak-tukak kecil didaerah invasi yang menyebabkan sel-sel darah merah dan plasma protein keluar dari sel dan masuk ke lumen usus serta akhirnya ke luar bersama tinja.dysenteri dan S.Dinding polisakarida sebagai antigen halus . E.tersering ditemukan ialah S. yang mana bakteri akan memperbanyak diri sehingga menyebabkan sel pecah dan bakteri akan menyebar ke sekitarnya serta menimbulkan kerusakan mukosa usus. PATOFISIOLOGI Pemasukan hanya 200 basil Shigella dapat mengakibatkan infeksi dan Shigella dapat bertahan terhadap keasaman sekresi lambung selama 4 jam. Sesudah masuk melalui mulut dan mencapai usus.Mengeluarkan toksin sesudah menembus sel Struktur kimiawi dari dinding sel tubuh bakteri ini dapat berlaku sebagai antigen O (somatic) adalah sesuatu yang penting dalam proses interaksi bakteri shigella dengan sel enterosit. Sifat invasif dan pembelahan intrasel dari bakteri ini terletak dalam plasmid yang luas dari kromosom bakteri Shigella.flexneri. D. Peradangan mukosa memerlukan hasil metabolit dari kedua bakteri dan enterosit.

Ulkus –ulkus dapat pula dijumpai. demam tinggi dan muntah-muntah disusul dengan penurunan temperatur. Biakan tinja sebaiknya berasal dari hapusan rectum. toksemia yang berat dan diakhiri dengan kematian penderita. D. sedangkan gejala-gejala klinik berganti-ganti antara stadium remisi dan eksaserbasi. membengkak dan sebagian besar tertutup eksudat. Pemeriksaan darah rutin kadang didapatkan leukopenia dan apabila sudah terjadi komplikasi HUS (Hemolytic Uremic Syndrom) maka didapatkan gambaran anemia hemolitik dan trombositopenia.7 hari. Ø Demam tinggi mendadak sampai mencapai 42 °C Ø Nyeri perut.Gejala klinis yang didapat pada Shigellosis adalah : Ø Diare cair yang banyak bercampur darah dan lendir. Biasanya pasien datang sudah dalam keadaan dehidrasi. Pada waktu kambuh. kemu dian sembuh sempurna. dangkal. terlihat parut pada kolon. bentuk dan ukurannya tidak teratur dan tertutup oleh eksudat yang purulen. pemeriksaan proctoscopy menunjukkan radang mukosa usus yang difus. diare dengan darah dan lendir serta . Pada tipe fulminant yang berat. DIAGNOSIS Dasar untuk menentukan diagnosis adalah dengan memperhatikan gejala-gejala klinik dan pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik atas tinja untuk membedakan dengan infeksi oleh kuman lain misalnya amebiasis. penderita mengalami demam. Pada infeksi akut. Pada infeksi kronis. proses ulserasi tidak aktif. penderita dapat mengalami kolaps dan mendadak diikuti dengan menggigil. Penderita dengan kasus ringan gejalanya berlangsung selama 3-5 hari. akan dapat menentukan dengan pasti kuman penyebab penyakit. tenesmus Ø Neusea dan vomitus Ø Dehidrasi sesuai derajatnya Ø Takikardi dan takipneu Ø Lamanya sakit ± 5 .

Gejala lain: rasa haus. kulit kaki dan tangan keriput. terutama pada penderita anak-anak atau lansia. Diare semakin sering dengan volume lebih besar. seringkali mengalami kepekaan yang berlebih terhadap beberapa macam makanan misalnya susu. pernapasan cepat dan dalam. dehidrasi ringan dapat diatasi dengan memberikan cairan elektrolit/oralit yang cukup dilarutkan dalam air minum. Larutan ini penting diberikan pada penderita diare. pernapasan terganggu. Dalam keadaan darurat. ubun-ubun dan mata cekung. kita dapat membuat larutan gula-garam dengan komposisi 1 sendok teh gula pasir + 1/4 sendok teh garam + 200 cc air matang hangat. Yang perlu dihindari apabila terserang diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi. PENATALAKSANAAN 1. Tingkat keparahan dehidrasi dapat digolongkan sbb: Dehidrasi ringan (kehilangan cairan sekitar 5% dari berat badan semula). sehingga menimbulkan defisiensi nutrisi. E. elastisitas kulit sangat lambat. gelisah. Bila larutan oralit tidak tersedia. lemas. Dehidrasi berat (kehilangan cairan lebih dari 10% dari berat badan semula). Gejala lain terasa haus. Diare berlangsung sekali tiap 2 jam atau lebih. Atau bisa juga dicoba dengan air beras. Dehidrasi sedang (kehilangan cairan 5-10% dari berat badan semula). Penanganan Dehidrasi. gelisah. terus menerus diare tanpa henti. tapi elastisitas kulit bila dicubit masih baik dan penderita masih sadar. guna menggantikan air yang hilang akibat diare. Gejala lain: mengantuk. sebab ini bisa berakibat fatal. Oralit atau garam rehidrasi oral tadi merupakan campuran garam dan gula dalam perbandingan mirip dengan cairan tubuh. berkeringat dingin. muntah. Penderita perlu segera dilarikan ke rumah sakit terutama kalau penderita muntah terus sehingga oralit tidak bisa masuk. . air kelapa atau kaldu sayuran (tanpa lemak). kejang otot. Di rumah sakit biasanya pasien segera diberi cairan rehidrasi parenteral seperti Ringer Laktat atau Darrow Glukosa. elastisitas kulit lambat.serta eksudat seluler dalam tinja. pusing jika berubah posisi. ubun-ubun dan mata sangat cekung. Penderita dengan infeksi kronis. Diare hebat disertai muntah. dalam keadaan darurat juga diberikan oralit sebelum dibawa ke rumah sakit. tinja telah bercampur darah. berkeringat. tidak kencing selama 6 jam. Sedangkan pada dehidrasi sedang sampai berat.

Antibiotik yang digunakan adalah Ampicillin sebagai drug of choice. 1 bungkus oralit 200 cc dimasukkan ke dalam 1 gelas belimbing air. tetapi banyak yang sudah resisten terhadap obat ini sehingga digunakan antibiotik lain. memperbaiki dan mencegah dehidrasi dan mengendalikan gejala penyerta. kulit menjadi merah. Penatalaksanaan terdiri dari penggantian cairan dan memperbaiki keseimbangan elektrolit secara oral atau intravena. Na merupakan ion yang berfungsi allosterik (berhubungan dengan penghambatan enzim karena bergabung dengan molekul lain). 2. Jika penderita muntah.10 menit. berikan 1 sendok oralit. tunggu 5. Jumlah ini sesuai dengan kecepatan pengosongan lambung. lanjutkan lagi sedikit demi sedikit. Dasar pengobatan pada Shigellosis yaitu dengan penggunaan antibiotik. Penatalaksanaan dehidrasi pada umumnya sama dengan diare oleh sebab yang lain. Pengobatan. asidosis. Oralit diberikan ke penderita sedikit demi sedikit dengan sendok. Takaran umum oralit. Obat golongan Quinolone generasi pertama (Nalidixic acid) juga efektif bagi pasien yang alergi terhadap Sulfas dan Sefalosporin. lidah bengkak. Untuk menghindari terbukanya luka-luka usus atau perdarahan. TrimethoprimSulfamethoxazole (Kotrimoksasol) merupakan pilihan efektif untuk Shigellosis. .Pasangan glukosa dan garam Na dapat diserap baik oleh usus penderita diare. Pengobatan dengan suportif yaitu memperbaiki kehilangan cairan dan elektrolit yang dapat menimbulkan dehidrasi. Terapi diatetik disesuaikan dengan status gizi penderita yang didasarkan pada umur dan berat badan. menurut keadaan masing-masing penderita. Gula dalam larutan NaCl (garam dapur) juga berkhasiat meningkatkan penyerapan air oleh dinding usus secara kuat (sekitar 25 x lebih banyak daripada biasanya). pemberian makanan juga harus diperhatikan. Usahakan jumlah yang diberikan 10-15 cc/kg BB/jam. diaduk sampai larut. dengan kemampuan meningkatkan pengangkutan dan meninggikan daya absorbsi gula melalui membran sel. Perlu juga melakukan diet makanan yang merangsang (asam. Obat golongan Sefalosporin generasi ketiga seperti Cefriaxone ataupun Cefixime bagi pasien yang mempunyai kontraindikasi terhadap pemberian Kotrimoksasol. Efek samping hanya dapat terjadi pada takaran terlalu tinggi atau terlalu pekat yang bisa mengakibatkan rasa kantuk. denyut jantung cepat. Selain pemberian cairan. pedas) serta makanan yang tidak mudah dicerna (berserat tinggi) dan berlemak. syok dan kematian. jangan sekaligus banyak. hendaknya penderita diare beristirahat total.

Untuk anak dosisnya 8-10 mg/kg/ kali per oral diberikan selama 5 hari. nikotinamide dan sebagainya.Biasanya air yang terkontaminasi oleh kotoran penderita juga merupakan sumber penyebaran Shigella. Obat ini hanya berkhasiat untuk menghentikan peristaltik usus saja tetapi justru akibatnya sangat berbahaya. karena akan memperburuk keadaan. Nalidixic acid pada dewasa diberikan 1 gr per oral 4 kali sehari. Penderita Shigellosis harus istirahat penuh di tempat tidur. Obat-obat absorben (pengental tinja) seperti kaolin. gangguan digesti dan absorpsi lainnya. Diarenya terlihat tidak ada lagi tetapi perut akan bertambah kembung dan dehidrasi bertambah berat. Obat ini tidak boleh digunakan pada penderita anemia megaloblastik dan defisiensi G-6PD. Untuk Cefixime pada dewasa diberikan 400 mg/kali per oral sekali sehari atau dibagi menjadi 2 kali sehari. pectin. Obat-obat yang berkhasiat menghentikan diare secara cepat seperti anti spasmodik/spasmolitik tidak dianjurkan untuk dipakai. norit. Untuk dosis pediatrik 55 mg/kg/kali per oral dibagi dalam 4 kali pemberian selama 5 hari. dilatasi usus. telah terbukti tidak bermanfaat. Obat penenang diberikan apabila diperlukan saja. . . Pencegahan . dan sebagainya. Obat-obat stimulans seperti adrenalin. Obat ini dapat menyebabkan terkumpulnya cairan di lumen usus. Cefriaxone pada orang dewasa dapat diberikan 2 g IV/IM sekali pakai atau dibagi menjadi 2 kali pemberian. 3. dosis pediatrik 15 mg/kg per oral sebagai dosis awal lalu dilanjutkan 8 mg/kg/kali per oral untuk 5 hari. Untuk dosis pediatrik 50 mg/kg/kali IV/IM diberikan sekali sehari. tidak akan dapat memperbaiki syok atau dehidrasi beratnya karena penyebabnya adalah kehilangan cairan (hipovolemic shock).Kotrimoksasol pada orang dewasa dapat diberikan dengan dosis 160 mg/kali per oral sedangkan untuk anak dibawah 2 bulan tidak dianjurkan. sehingga pengobatan yang paling tepat yaitu pemberian cairan secepatnya. Makanan harus kaya a kan protein dan vitamin serta mudah dicerna.Apabila bepergian ke daerah endemik sebaiknya bahan makanan baik buah-buahan ataupun sayuran harus dicuci terlebih dahulu lalu dimasak sebelum dimakan.

Abuhammour. FK UI: Jakarta . Pengantar Diare Akut Anak.Kroser.Partawihardja.com . com . Prognosis Pada kebanyakan anak sehat. S. Shigella Infection.Staf Pengajar IKA UI. dkk. edisi ketiga. Shigellosis. atau pada negara-negara yang belum berkembang dimana malnutrisi sering ditemukan. Emedicine. Arvin. www. 1985.Mencuci tangan setelah menggunakan toilet . Kadang-kadang organisme tersebut dapat dibiakkan hingga 3 bulan setelah suatu periode shigellosis akut.Behrman. Badan Penerbit Undip: Semarang . www.. Walid. 1991. Peningkatan morbiditas dan mortalitas tampak pada populasi tertutup seperti rumah sakit jiwa. Ilmu Kesehatan Anak buku 1. DAFTAR PUSTAKA .Memisahkan penderita demam dengan penderita diare di rumah sakit. 1999.Mansjoer A. Joyann. EGC: Jakarta . Emedicine. Media Aesculapius: Jakarta . 2005. Shigellosis merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri (self-limiting) dan biasanya sembuh spontan. Ilmu Kesehatan Anak Nelson buku 2. 2000. 2002. Kapita Selekta Kedokteran jilid 2.

Gejala biasanya . Shigella hanya ditemukan pada manusia dan beberapa jenis binatang. yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan terutama usus sehingga menimbulkan kerusakan pada sel – sel mukosa usus.FOOD AND WATER DISEASE “SHIGELLOSIS “ NAMA : IRA TITAH SRI RAHAYU NIM : E2A009154 FKM UNDIP 2009 FOOD AND WATER DISEASE “SHIGELLOSIS “ A. EPIDEMIOLOGI Shigellosis adalah salah satu penyakit yang sangat endemic di daerah yang sanitasinya sangat kurang. B. Penderita desentri biasanya yang terkena adalah anak – anak yang berusia 10 tahun angka kejadian tertinggi terdapat pada kelompok anak berusia 1-4 tahun. Shigella ditemukan di seluruh dunia.135 kasus shigella yang telah dilaporkan oleh Center For Disease Control. Prevalensi penyakit desentri menurun dalam 5tahun terakhir ini. Biasanya 10 – 20% penyakit saluran pencernaan dan 50% diare yang berdarah atau bisa disebut disentri. Pada umumnya masa inkubasi shigellosis adalah 1 sampai 3 hari. DEFINISI Shigellosis adalah suatu penyakit peradangan akut yang disebabkan oleh kuman genus Shigella spp.sebanyak 20. Shigella lebih sering ditemuka selama akhir musim panas. Di Negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk dan penduduk yang padat maka semakin mudah penyakit ini menyebar. Pada tahun 1979. Desentri terjadi melalui fekal – oral penyebaran penyakit desentri bisa juga disebabkan oleh lalat yang bisa menyebarka kuman ini melalui feces penderita kemudian lalat menghinggapinya dan menyebarkannya. Penyebaran shigello sering terjadi secara kontak orang ke orang karena dosisi infeksiusnya rendah ( 10 – 100 organisme ) sudah dapat menyebabkan sakit. Desentri biasanya menyerang pada anak –anak yang disebabkan oleh shigellosis.

C. Dupont ( 1972 ) dan Levine ( 1973 ) mengutarakan bahwa shigella seperti salmonella setelah menembuus eritrosit dan akan berkembang didalamnya sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel enterosit tersebut. aneorobik fakultatif. sitotoksik ( mematiakan sel dalam benih sel ) dan enterotoksik ( merangsang sekresi usus ) sehingga menyebabkan sel epithelium mukosa menjadi nekrosis. D. Kemampuan mengadakan invasi enterosi dan proliferasi 3. Ada 3 faktor virulensi yang menyebabkan diare : 1. E. Mengeluarkan toksin sesudah menembus sel Struktur kimiawi dari dinding sel tubuh bakteri ini dapat berlaku sebagai antigen O ( somatic ) adalah sesuatu yang penting dalam proses interaksi bakteri shigella dengan sel enterosi. Invasi bakteri ini dapat mengakibatka terjadinya infiltrasi sel – sel polimorfonuklear dan dapat menyebabkan matinya sel – sel epitel tersebut.timbul antara hari pertama hari ketiga terinfeksi. Kebersihan pribadi sangat penting dalam pencegahan penyakit desentri terutama pada orang yang berhubungan dengan sanitasi yang buruk. non moti. flexneri. dysentri dan S. S. Sifat invasive dan pembelahan intra sel dari bakteri ini terletak dalam plasmid yang luas dari kromosom bakteri Shigella. sehingga merangsang proses endositosis sel – sel yang bukan fagositosik untuk menarik bakteri ke dalam vakuola intrasel. sehingga terjadilah tukak – tuka kecil di daerah invasi ang menyebabkan sel – sel darah merah dan plasma protein keluar dari sel dan masuk kelumen usus seta akhirnya keluar bersama tinja. Shigellosis dibagi menjadi 4 kelompok serologi yaitu : S. GEJALA KLINIS .sonnel lebih sering ditemukan pada daerah subtropis. boydii ( 18 serotipe ) dan S. berbentuk batang. Dinding polisakarida sebagai antigen halus 2. Kuman ini tergolong genus Shigella yang merupakan bakteri gram negative. sonnei ( 1 serotipe). Sesudah masuk melalui mlut dan mencapai usus. bakteri invasive ini akan memperbanyak diri di dalam usus besar.dysenteri ( 12 serotipe). Diantara keempat kelompok tersebut ada beberapa yang sering ditemukan didaerah tropis yaitu S. ETIOLOGI Shigellosis ( desentri ) disebabkan oleh kuman shigella spp. Peradangan mukosa memerlukan hasil metabolit dari kedua bakteri dan enterosit. flexnewri ( 6 serotipe ). PATOFISIOLOGI Hanya ada beberapa Shigella yang dapat mengakibatkan infeksi dan Shigella dapat bertahan terhadap keasaman sekresi lambun selama 4 jam. dan mempunyai resiko untuk menimbulkan penyakit desentri ini. Shigella juga bisa mengeluarkan toksin ( shiga toksin ) yan bersifat nefrotoksik. yang mana bakteri akan memperbanyak diri sehingga menyebabkan sel pecah dan bakteri akan menyebar kesekitarnya serta menimbulkan kerusakan pada mukosa usus. S. Sedangkan S.

diare dengan darah dan lendir serta serta eksudat seluler dalam tinja. Pada tipe fulminan yang berat. Dehidrasi ringan ( kehilangan cairan sekitar 5% dari berat badan semula ).Gejala klinis yang disapat pada shigellosis adalah : diare cair yang banyak bercampur darah dan lendir. Biakan tinja sebaiknya berasal dari hapusan rectum. gelisah. Ulkus –ulkus dapat pula dijumpai. ubun-ubun dan mata cekung. Dehidrasi sedang (kehilangan cairan 5-10% dari berat badan semula). takikardi dan takipneu. penderita dapat mengalami kolaps dan mendadak diikuti dengan menggigil. F. seringkali mengalami kepekaan yang berlebih terhadap beberapa macam makanan misalnya susu. toksemia yang berat dan diakhiri dengan kematian penderita. membengkak dan sebagian besar tertutup eksudat. Pada infeksi kronis. elastisitas kulit lambat. 2. penderita mengalami demam. proses ulserasi tidak aktif. terlihat parut pada kolon. Tingkat keparahan dehidrasi dapat digolongkan sbb: 1. bentuk dan ukurannya tidak teratur dan tertutup oleh eksudat yang purulen. gelisah. Gejala lain terasa haus. sedangkan gejala-gejala klinik berganti-ganti antara stadium remisi dan eksaserbasi. Nyeri perut. lamanya sakit +_ 5 – 7 hari. akan dapat menentukan dengan pasti kuman penyebab penyakit. Penderita dengan kasus ringan gejalanya berlangsung selama 3 – 5 hari dan kemudian sembuh sempurna. Diare semakin sering dengan volume lebih besar. dangkal. Gejala lain: rasa haus. Pada waktu kambuh. Biasanya pasien datang sudah dalam keadaan dehidrasi. Pemeriksaan darah rutin kadang didapatkan leukopenia dan apabila sudah terjadi komplikasi HUS (Hemolytic Uremic Syndrom) maka didapatkan gambaran anemia hemolitik dan trombositopenia. karena apabila terjadi dehidrasi maka akan berakibat fatal pada penderita. sehingga menimbulkan defisiensi nutrisi. tapi elastisitas kulit bila dicubit masih baik dan penderita masih sadar. G. naesea dan vomitus. Penderita dengan infeksi kronis. Demam tinggi mendadak sampai mencapai 42 derajad celcius. Pada infeksi akut. pemeriksaan proctoscopy menunjukkan radang mukosa usus yang difus. demam tinggi dan muntah – untah di susul dengan penurunan temperature. Dehidrasi sesuai derajatnya. . DIAGNOSIS Dasar untuk menentukan diagnosis adalah dengan memperhatikan gejala-gejala klinik dan pemeriksaan makroskopik dan mikroskopik atas tinja untuk membedakan dengan infeksi oleh kuman lain misalnya amebiasis. tenesmus. pernapasan terganggu. PENANGANAN DEHIDRASI Yang perlu dihindari apabila terserang diare adalah mencegah terjadinya dehidrasi. pusing jika berubah posisi. Diare berlangsung sekali tiap 2 jam atau lebih.

lemas. pernapasan cepat dan dalam. Dalam keadaan darurat. berkeringat dingin. ubun-ubun dan mata sangat cekung. lidah bengkak. dehidrasi ringan dapat diatasi dengan memberikan cairan elektrolit/oralit yang cukup dilarutkan dalam air minum. diaduk sampai larut.10 menit. Usahakan jumlah yang diberikan 10-15 cc/kg BB/jam. Oralit atau garam rehidrasi oral tadi merupakan campuran garam dan gula dalam perbandingan mirip dengan cairan tubuh. tinja telah bercampur darah. dalam keadaan darurat juga diberikan oralit sebelum dibawa ke rumah sakit. hendaknya penderita diare beristirahat total. Gejala lain: mengantuk. Penderita perlu segera dilarikan ke rumah sakit terutama kalau penderita muntah terus sehingga oralit tidak bisa masuk. jangan sekaligus banyak. lanjutkan lagi sedikit demi sedikit. denyut jantung cepat. Jumlah ini sesuai dengan kecepatan pengosongan lambung. terutama pada penderita anak-anak atau lansia. 1 bungkus oralit 200 cc dimasukkan ke dalam 1 gelas belimbing air. Perlu juga melakukan diet makanan yang merangsang (asam. . dengan kemampuan meningkatkan pengangkutan dan meninggikan daya absorbsi gula melalui membran sel. Oralit diberikan ke penderita sedikit demi sedikit dengan sendok. Bila larutan oralit tidak tersedia. elastisitas kulit sangat lambat. Sedangkan pada dehidrasi sedang sampai berat. Jika penderita muntah. Larutan ini penting diberikan pada penderita diare. Dehidrasi berat (kehilangan cairan lebih dari 10% dari berat badan semula). kulit kaki dan tangan keriput. pedas) serta makanan yang tidak mudah dicerna ( berserat tinggi ) dan berlemak. kulit menjadi merah. berkeringat. Efek samping hanya dapat terjadi pada takaran terlalu tinggi atau terlalu pekat yang bisa mengakibatkan rasa kantuk. berikan 1 sendok oralit. terus menerus diare tanpa henti. guna menggantikan air yang hilang akibat diare. Gula dalam larutan NaCl (garam dapur) juga berkhasiat meningkatkan penyerapan air oleh dinding usus secara kuat (sekitar 25 x lebih banyak daripada biasanya). Pasangan glukosa dan garam Na dapat diserap baik oleh usus penderita diare.3. kejang otot. Na merupakan ion yang berfungsi allosterik (berhubungan dengan penghambatan enzim karena bergabung dengan molekul lain). kita dapat membuat larutan gula-garam dengan komposisi 1 sendok teh gula pasir + 1/4 sendok teh garam + 200 cc air matang hangat. air kelapa atau kaldu sayuran (tanpa lemak). Diare hebat disertai muntah. Takaran umum oralit. muntah. tidak kencing selama 6 jam. Untuk menghindari terbukanya luka-luka usus atau perdarahan. Di rumah sakit biasanya pasien segera diberi cairan rehidrasi parenteral seperti Ringer Laktat atau Darrow Glukosa. tunggu 5. Atau bisa juga dicoba dengan air beras.

Obat ini hanya berkhasiat untuk menghentikan peristaltik usus saja tetapi justru akibatnya sangat berbahaya. dosis pediatrik 15 mg/kg per oral sebagai dosis awal lalu dilanjutkan 8 mg/kg/kali per oral untuk 5 hari. Penatalaksanaan dehidrasi pada umumnya sama dengan diare oleh sebab yang lain. Obat golongan Sefalosporin generasi ketiga seperti Cefriaxone ataupun Cefixime bagi pasien yang mempunyai kontraindikasi terhadap pemberian Kotrimoksasol. dilatasi usus. Diarenya terlihat tidak ada lagi tetapi perut akan bertambah kembung dan dehidrasi bertambah berat. asidosis. norit. pemberian makanan juga harus diperhatikan. Pengobatan dengan suportif yaitu memperbaiki kehilangan cairan dan elektrolit yang dapat menimbulkan dehidrasi. karena akan memperburuk keadaan. Untuk anak dosisnya 8-10 mg/kg/ kali per oral diberikan selama 5 hari. Cefriaxone pada orang dewasa dapat diberikan 2 g IV/IM sekali pakai atau dibagi menjadi 2 kali pemberian. tetapi banyak yang sudah resisten terhadap obat ini sehingga digunakan antibiotik lain. Penatalaksanaan terdiri dari penggantian cairan dan memperbaiki keseimbangan elektrolit secara oral atau intravena. Untuk Cefixime pada dewasa diberikan 400 mg/kali per oral sekali sehari atau dibagi menjadi 2 kali sehari. Obat ini dapat menyebabkan terkumpulnya cairan di lumen usus. PENGOBATAN Dasar pengobatan pada Shigellosis yaitu dengan penggunaan antibiotik. memperbaiki dan mencegah dehidrasi dan mengendalikan gejala penyerta. Kotrimoksasol pada orang dewasa dapat diberikan dengan dosis 160 mg/kali per oral sedangkan untuk anak dibawah 2 bulan tidak dianjurkan. Nalidixic acid pada dewasa diberikan 1 gr per oral 4 kali sehari. Obat golongan Quinolone generasi pertama (Nalidixic acid) juga efektif bagi pasien yang alergi terhadap Sulfas dan Sefalosporin.H. Untuk dosis pediatrik 50 mg/kg/kali IV/IM diberikan sekali sehari. Untuk dosis pediatrik 55 mg/kg/kali per oral dibagi dalam 4 kali pemberian selama 5 hari. syok dan kematian. Selain pemberian cairan. gangguan digesti dan absorpsi lainnya. Obat-obat yang berkhasiat menghentikan diare secara cepat seperti anti spasmodik/spasmolitik tidak dianjurkan untuk dipakai. menurut keadaan masing-masing penderita. Obat ini tidak boleh digunakan pada penderita anemia megaloblastik dan defisiensi G-6PD. dan sebagainya. telah . pectin. Obat-obat absorben (pengental tinja) seperti kaolin. Antibiotik yang digunakan adalah Ampicillin sebagai drug of choice. TrimethoprimSulfamethoxazole (Kotrimoksasol) merupakan pilihan efektif untuk Shigellosis.

Mencuci tangan setelah menggunakan toilet .Biasanya air yang terkontaminasi oleh kotoran penderita juga merupakan sumber penyebaran Shigella. DC. PENCEGAHAN .Apabila bepergian ke daerah endemik sebaiknya bahan makanan baik buah-buahan ataupun Sayuran harus dicuci terlebih dahulu lalu dimasak sebelum dimakan .terbukti tidak bermanfaat. 1996. tidak akan dapat memperbaiki syok atau dehidrasi beratnya karena penyebabnya adalah kehilangan cairan (hipovolemic shock). 1). Global estimation of foodborne illness.. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.S. . Edisi 3. 1997. Jilid I. nikotinamide dan sebagainya. World health statistics quarterly. sehingga pengobatan yang paling tepat yaitu pemberian cairan secepatnya. I. 50(1/2):5—11. Pan American Health Organization. Jakarta. Foodborne parasitic diseases. Obat-obat stimulans seperti adrenalin. Thakur AS. Washington. Lewenson . Public Health Nursing: Practicing Population-Based Care Oleh Marie Truglio Londrigan.Memisahkan penderita demam dengan penderita diare di rumah sakit DAFTAR PUSTAKA Motarjemi Y. Kolera. Buku Penerbit KUI. Käferstein FK.Sandra B. Quevedo F. Rev. Soemarsono H. 1990 (Series of scientific and technical monographs Number 12.

Penyebaran ini paling banyak melalui penggunaan air yang tidak bersih dan penangangan makanan yang tidak bersih pula. Paling sering pada hari pertama sampai ketiga. dimana keadaan ini disebut sindroma disentri. nonmotil. Gejala lainnya dapat berupa kram pada perut. Shigella dapat menfermentrasikan gula. anoreksia.Shigella adalah spasies mikroorganisme batang gram negatif yang anaerob fakultatif dan hanya melakukan infeksi pada manusia. Feses biasanya bercampur darah dan lendir serta tenesmus. tetapi karena harganya yang mahal maka Tromethoprim – Sulfamethoxazole atau Cotrimoxazole dan Asam Nilidiksat tang menjadi pilihan yang terjangkau. Selain itu. Gejala diare biasanya muncul dalam satu sampai tujuh hari setelah infeksi kuman ke dalam sel – sel usus. . Quinolones dan Ceftriaxones. Shigella spp. Terdiri atas : Shigella dysenteriae(Serogrup A) Shigella flexneri (Serogrup B) Shigella boydii (Serogrup C) Shigella sonnei (Serogrup D) Bakteri Shigella spp. Sedangkan gejala sistemiknya dapat berupa batuk.Sgl fact sheet. ini ditularkan melalui makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri yang biasanya melalui rute feko – oral. PENATALAKSANAAN Terapi yang terbaru untuk shigellosis adalah Pivvmecillinam. GAMBARAN KLINIK DAN LABORATORIUM Gambaran klinik dari Shigellosis (disentri basiler) adalah diare dengan perubahan frekuensi defekasi dan konsistensi feses. Diagnosis pasti dari penyakit ini adalah menemukan bakteri Shigella spp pada feses yang diperiksa. Pemeriksaan laboratorium feses pada keadaan disentri basiler akan memperlihatkan jumlah leukosit dan sel darah merah yang meningkat per lapangan pandang. dan dapat menyebabkan diare dengan jumlah kuman hanya 10 organisme. dan malaise.

Selain kotrimoksazol. diberikan setiap 12 jam selama 15 hari. Pemberian pada anak dibawah usia 2 bulan dan pada ibu hamil atau menyusui tidak dianjurkan. TIPS PENCEGAHAN Usaha pencegahan sindroma disentri ini adalah dengan menjaga kebersihan. tetapi mudah larut dalam hidroksida alkali dan karbonat. Baik itu kebersihan makanan.Penggunaan Cotrimoxazole sangat efektif karena kerjanya yang menghambat reaksi enzimatik obligat dua tahap yang berurutan pada mikroba sehingga kombinasi obat ini menjadi sinergis. Dosis yang dianjurkan pada anak – anak adalah trimetoprin 8 mg/kg BB/ hari dan sulfametoksazol 40 mg/kg BB/hari. Asam nilidiksat tidak boleh diberikan pada bayi berumur kurang dari 3 bulan dan juga pada trimester pertama kehamilan. Dosis pada anak adalah 55 mg/kg BB sehari dibagi dalam empat kali pemberian selama lima hari. tempat pembuangan yang terpisah dengan tempat sumber air. Penemuan preparat ini merupakan kemajuan penting dalam usaha meningkatkan efektifitas klinik antimikroba. Asam Nilidiksat juga merupakan pilihan lain yang dapat diberika kepada penderita shigellosis. Kristal asam nilidiksat berupa bubuk putih atau kuning muda. Kelarutan dalam air rendah sekali. Obat ini bekerja menghambat sintesis DNA dan biasanya bersifat bakterisid terhadap kebanyakn bakteri pathogen penyebab infeksi termasuk beberapa strain Shigella. kebersihan rumah dan individu di dalamnya juga hjarus mendapat perhatian. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->