Judul Percobaan Waktu percobaan 07.

00 Tujuan Percobaan alkohol

: Alkohol dan Fenol : Jum’at, 30 November 2012 pukul WIB – 11.00 WIB : 1. Membedakan sifat-sifat antara dan fenol
2. Mengetahui jenis-jenis reaksi dan

pereaksi yang dapat digunakan untuk membedakan fenol Dasar Teori Alkohol : merupakan suatu senyawa yang antara alkohol dan

mengandung gugus hidroksil, -OH. Fenol juga mengandung gugus hidroksil tetapi gugus fungsi ini melekat pada cincin aromatik. Alkohol adalah isomer fungsional yaitu mempunyai rumus molekul sama tetapi gugus funsionalnya berbeda. Untuk alkohol ada juga yang bersifat optis aktif yaitu dapat memutar bidang polarisasi cahaya cahaya yaitu alkohol yang mempunyai atom karbon asismetris (C khiral) yaitu keempat gugus yang terikat berbeda satu sama lain. Alkohol pembunuh merupakan bahan senyawa bakar yang maupun penting pelarut. dalam Dalam

kehidupan sehari-hari karena dapat digunakan sebagai zat kuman, laboratorium dan industri alkohol digunakan sebagai pelarut dan reagensia. Alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekul-molekulnya maupun dengan air. Hal ini dapat mengakibatkan titik didih maupun kelarutan alkohol dalam air cukup tinggi. Selain dipengaruhi oleh ikatan hidrogen, kelarutan alkohol juga dipengaruhi oleh panjang pendeknya gugus alkil, banyaknya cabang dan banyaknya gugus hidroksil yang terikat

pada atom karbon. Seperti air, alkohol adalah asam atau basa sangat lemah. Pada larutan encer dalam air, alkohol mempunyai pKa yang kira-kira sama dengan pKa air. Namun dalam keadaan murni keasaman alkohol jauh lebih lemah daripada air. Hal ini disebabkan karena alkohol mempunyai tetapan elektrik yang rendah. Akohol dapat bereaksi dengan logam alkali (natrim dan kalium) menghasilkan alkoksida. Reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks. Makin besar gugus alkali (R-), makin berkurang kareaktifannya. Alkohol diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok yaitu: 1. Alkohol primer, yaitu alkohol dengan gugus –OH yang terikat pada atom C primer. Missal, methanol, etanol, npropanol, n-butanol, dll.
H

R

C H

OH

Alkohol primer 2. Alkohol sekunder, yaitu alkohol dengan gugus –OH yang terikat pada atom C sekunder. Misal 2-propanol (isopropyl alcohol).
H

R

C R'

OH

Alkohol sekunder

Fenol mempunyai sifat-sifat yaitu : Mempunyai sifat asam. Alkohol tersier. Atom H dapat diganti tak hanya dengan logam (seperti alkohol) tetapi juga dengan basa. Fenol yang memiliki pKa=10 dengan kekuatan asam kira-kira ditengah antara etanol dan asam asetat. Tata namanya biasa dipergunakan nama yang lazim dengan akhiran – Ol.3. Sifat asam dari fenol-fenol lemah dan fenolat ini dapat diuraikan dengan asam karbonat. yaitu alcohol dengan gugus –OH yang terikat pada atom C tersier.reaktifitas ini sangat berbeda dengan reaktifitas alkohol. Ion fenoksida merupakan basa yang lebih lemah dibandingkan OH. Fenol bersifat lebih asam dibandingkan alkohol karena anion yang dihasilkan oleh resonansi. oleh karena itu. terjadi fenolat.dengan muatan negatifnya disebar (delokalisasi) oleh cincin aromatik. Missal 2-metil-2-propanol (tersbutil alkohol). . Fenol mempunyai gugus yang seperti alkohol akan tetapi gugus fungsinya melekat langsung pada cincin aromatik. R" R C R' OH Alkohol tersier Fenol merupakan asam yang lebih kuat dari pada alkohol atau air.fenoksida dapat diolah dengan suatu fenol dan NaOH dalam air.

Mempunyai sifat antiseptik.6-tribromo fenol yang kelarutannya dalam air sangat rendah.4. Hal ini terjadi karena terbentuknya senyawa kompleks dengan besi.- Mudah dioksidasi. Fenol dengan besi (III) klorida memberi warna merah jambu. Uji kelarutan .mereduksi larutan fehling dan Ag. Ka = 1 x 10-10 Alkohol dapat mempunyai kecepatan reaksi yang berbeda terhadap suatu reagen tertentu bahkan dapat berbeda dalam hal hasil yang diperoleh. yaitu: 1. maupun tersier untuk diubah menjadi alkil klorida. sekunder. - Memberi reaksi-reaksi berwarna dengan FeCl3. fenol diubah menjadi 2. Dengan air brom. Oleh karena ini cara ini dapat digunakan untuk membedakan kebanyakan alcohol dan fenol. terdapat uji-uji yang berkaitan dengan identifikasi alkohol dan fenol.beramoniak. bergantung pada golongan alkoholnya. Gugus hidroksil pada fenol mengakibatkan cincin benzene reaktif terhadap subtitusi elektrofilik. dan alcohol tersier dengan cepat bereaksi dan membentuk alkil halide. Pengujian Lucas didasarkan pada perbedaan kecepatan dari alcohol primer. alcohol sekunder membentuk alkil halide dalam waktu lima menit. Alcohol primer tidak berubah menjadi alkil halide selama beberapa jam dalam suhu kamar. Berikut ini. Sedangkan alcohol-alkohol biasa tidak bereaksi. mengikis. beracun. ungu. juga oleh O2 udara dan memberikan zatzat warna. atau hijau bergantung pada strukrur fenolnya.

Jika gugus non polar 9seperti gugus alkil) terikat pada cincin aromatik. Hal ini yang dianggap menjadi alasan mengapa gugugs non polar disebut gugus hidrofob. 2. kelarutam alkohol dalam air juga dipengaruhi oleh jumlah atom C-nya. akibatnya molekul – molekul air akan menolak molekul – molekul alkohol untuk menstabilkan kembali ikatan hidrogen antarmolekul air. Selain dipengaruhi gugus hidroksi. maupun tersier untuk diubah menjadi alkil klorida. dan tersier yang dapat larut dalam air. Alkohol primer tidak berubah menjadi alkil halida selama beberapa jam dalam suhu kamar. sekunder. dan alkohol tersier dengan cepat bereaksi dan membentuk alkil halida. Menurut literatur. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gugus alkil yang dapat mengganggu pembentukann ikatan hidrogen antara gugus hidroksi dengan air. pada umumnya alkohol yang mempunyai jumlah atom C 1-3 akan larut sempurna dalam air.Sebagian kecil alkohol larut dalam air karena gugus hidroksi pada alkohol dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Jika gangguan ini cukup besar. sekunder. Namun ketika ukuran gugus alkil bertambah besar . jumlah atom C 4-5 akan sedikit larut dalam air. kelarutannya dalam air akan berkurang. dan jumlah atom C >6 akan tidak larut dalam air. . kelarutan fenol dalam air akan berkurang. Uji Lucas Pengujian Lucas didasarkan pada perbedaan kecepatan dari alkohol primer. alkohol sekunder membentuk alkil halida dalam waktu lima menit. Uji lucas digunakan untuk memebedakan alkohol – alkohol primer.

Namun penataan ulang dapat saja terjadi yang mengakibatkan terikatnya atom klor tidak terjadi pada atom karbon yang sebelumnya mengikat –OH 3. Alkohol primer dan metanol tidak dapat bereaksi pada kondisi ini. seringkali atom klor ini terikat pada atom karbon yang mengikat gugus hidroksi. oleh asam coklat. Uji Asam Kromat Asam kromat dapat menyebabkan alkohol primer teroksidasi menjadi asam karboksilat. Adapun alkohol sekunder akan teroksidasi menjadi keton oleh asam kromat dan alkohol tersier tidak dapat teroksidasi oleh asam kromat. yang ketika ditambahkan dalam asam klorida akan membuat larutan menjadi lebih asam. Seng klorida adalah suatu asam lewis. Pada alkohol sekunder. Pada alkohol tersier. Alkohol sekunder berjalan lambat dan setelah pemanasan akan terbentuk fasa cair lapisan kedua biasanya setelah 10 menit. atom klor biasanya terikat pada atom karbon yang sebelumnya mengikat gugus –OH. Alkohol tersier yang larut dalam air akan bereaksi dengan cepat dengan reagen lucas membentuk alkil klorida yang tak larut dalam larutan berair. Bilangan oksidasi Cr+6 (berwarna merah kecoklatan) akan tereduksi menjadi Cr+3 (berwarna hijau). 4. Adapun pada alkohol tersier terindikasikan dengan adanya pembentukan fasa cair kedua yang terpisah dari larutan semula di dalam tabung reaksi dengan segera setelah alkohol bereaksi.Reagen lucas merupakan suatu campuran asam klorida pekat dan seng klorida. Keasaman Fenol Fenol sendiri biasanya teroksidasi menjadi tar berwarna coklat .

sehingga fenol akan terlarut dalam larutan basa (sebagai garam fenoksida).Sebagian besar fenol bersifat asam yang lebih lemah daripada asam karboksilat dan asam yang lebih kuat dari alkohol. menghasilkan suatu larutan berwarna ketika ditambahkan piridin. Adapun alkohol tidak menghasilkan warna apapun pada uji ini. tetapi larutan natrium bikarbonat tidak dapat. 6.ketika fenol bereaksi dengan suatu basa. warna produk yang dihasilkan dapat bervariasi mulai dari merah sampai ungu. sebuah lempeng kecil dari natrium yang dimasukkan kedalam alkohol akan bereaksi stabil menghasilkan gelembunggelembung gas hidrogen dan membentuk larutan alkoksida yang tidak berwarna. fenol akan diubah menjadi anion fenoksida. Tak satu pun di antara basa – basa tersebut yang cukup kuat untuk mengubah sejumlah tertentu alkohol menjadi ion alkoksida (yang akan melarutkan alkohol yang tak larut air dalam bentuk anion alkoksida). 5. disertai panas yang terasa pada dasar tabung. . Larutan natrium hidroksida dan natrium karbonat merupakan basa yang cukup kuat untuk dapat melarutkan hampir semua fenol yang tak larut dalam air. Uji Besi(III) Kromat Penambahan besi(III) klorida yang terlarut dalam kloroform (triklorometana) ke dalam suatu larutan fenol dalam kloroform. Reaksi dengan Natrium Pada reaksi antara natrium dan alkohol. Berdasarkan struktur fenol.

Pipet Tetes 2) Bahan a. Tabung reaksi b. Fenol dengan besi (III) klorida memberi warna merah jambu.2R-O-H + 2 Na → 2 R – O – Na + H2 Alkoksida 7. fenol diubah menjadi 2.6-tribromo fenol yang kelarutannya dalam air sangat rendah. Dengan air brom. 8. Sedangkan alkohol-alkohol biasa tidak bereaksi. Reaksi dengan air brom Reaksi fenol dengan air brom bertujuan untuk mengetahui bahwa larutan tersebut merupakan fenol atau bukan. atau hijau bergantung pada strukrur fenolnya. 1-propanol : . Gugus hidroksil pada fenol mengakibatkan cincin benzene reaktif terhadap subtitusi elektrofilik. Alat dan Bahan 1) Alat-alat a. ungu. Hal ini terjadi karena terbentuknya senyawa kompleks dengan besi. Etanol b. Oleh karena ini cara ini dapat digunakan untuk membedakan kebanyakan alkohol dan fenol. Uji Besi (III) Klorida Penambahan besi (III) klorida yang terlarut di dalam kloroform ke dalam masing-masing sampel dapat membedakan apakah sampel mengandung fenol atau mengandung alkohol.4.

Larutan besi (III) klorida Alur kerja : 1. 2-naflol m. Fenol j. Indikator fenoftalein p.5ml Dimasukkan 0. Percobaan pertama (Kelarutan) Tabung 1 4 Tabung 2 Tabung 3 5 Dimasukkan 0. Reagen Lucas q.5ml Dimasukkan 0. Ter-butil alkohol g.5ml butil alkohol Sikloheksanol etanol Etilen gllikol Fenol Ditambah 2ml air Ditambah 2ml air Dikocok Dikocok Dicatat hasilnya Dicatat hasilnya Kelarutan Ditambah 2ml air Ditambah 2ml air Dikocok Dikocok Dicatat hasilnya Dicatat hasilnya Kelarutan Ditambah 2ml air Dikocok Dicatat hasilnya Kelarutan .c. Larutan NaOH 10 % n. Sikloheksanol h. n-butil alkohol e.5ml Dimasukkan 0. Larutan brom dalam air (air brom) t. etanol l. Sek butil alkohol f. Etilen glikol i. 2-propanol d. Logam Natrium o. Aseton teknis r. Resorsinol k. Asam sulfat pekat s.5ml nDimasukkan 0.

5ml Tabung 1 Dimasukkan 0.5ml nsikloheksanol butil alkohol Ditambah 5ml larutan NaOH 10% Dikocok Dicatat hasilnya Hasil 1 Dicatat hasilnya Ditambah 5ml larutan NaOH 10% Dikocok Dicatat hasilnya Hasil 2 . Percobaan kedua (Reaksi dengan Alkali) Tabung 2 Dimasukkan 0.2.

Percobaan ketiga (Reaksi denganDimasukkan 2ml 1-propanol natrium) Tabung 1 Dimasukkan 2ml etanol Ditambah sepotong kecil logam Na Ditambah beberapa tetes indikator PP Dicatat hasilnya PP Hasil 2 Hasil 1 Dicatat hasilnya Dimasukkan 2ml 2-propanol hasilnya Tabung 3 Dicatat Ditambah sepotong kecil logam Na Ditambah beberapa tetes indikator PP Dicatat hasilnya Hasil 3 Ditambah sepotong kecil Tabung 2 logam Na Ditambah beberapa tetes indikator PP Dicatat Hasilnya 4.5ml Fenol Ditambah 5ml larutan NaOH 10% Dikocok Dicatat hasilnya Hasil 3 3.Tabung 3 Dimasukkan 0. Percobaan keempat (Pengujian Lucas) Tabung 1 Dimasukkan 2ml reagen Lucas Ditambah 5 tetes 1butanol Dicatat waktunya Hasil 1 Hasil 2 Tabung 2 Dimasukkan 2ml reagen Lucas Ditambah 5 tetes 2butanol Dicatat waktunya .

Percobaan ke enam (Reaksi dengan Air Brom) 0.Tabung 3 Dimasukkan 2ml reagen Lucas Ditambah 5 tetes siklohekasnol Dicatat waktunya Hasil 3 5. Percobaan ketujuh (Reaksi Fenol dengan Besi (III) Klorida . Percobaan kelima (Pngujian Borwell-Wellman)→ tidak dilakukan 6.1 gram Fenol + 3mlBrom Ditambahkan air air Diguncang-guncang sampai warna kuning tidak berubah Dicatat hasilnya Warna Kuning Tidak Berubah 7.

TabungDimasukkan 5ml air 1 Dimasukkan 1-2 tetes Fenol Ditambah 2 tetes larutan besi(III) klorida Diamati Hasil 13 TabungDimasukkan 5ml air Dimasukkan 1-2 tetes 2propanol Ditambah 2 tetes larutan besi(III) klorida Diamati Hasil 3 Tabung 2 Dimasukkan 5ml air Dimasukkan 1-2 tetes Resorsinol Ditambah 2 tetes larutan besi(III) klorida Diamati Hasil 2 Hasil Pengamatan : .

tabung .Analisis dan pembahasan : 1. yang pertama kami lakukan adalah menyiapkan 5 tabung reaksi kemudian memberikan zat yang berbeda tetapi diberi perlakuan yang sama. tabung ketiga diisi dengan tert-butil alkohol. Tabung pertama diisi dengan etanol tabung kedua diisi dengan n-butil alkohol. tabung keempat diisi dengan sikloheksanol. Kelarutan Pada percobaan pertama yaitu kelarutan.

Hal ini disebabkan fenol mudah terionisasi di dalam air. Kemudian pada masingmasing tabung ditambah dengan 2 mL air lalu dikocok dan dicatat waktu pada saat air larut. kelarutan etilen glikol dalam air adalah yang paling besar dengan waktu 2 detik sedangkan alkohol larut pada saat t= 5 detik dan fenol larut pada saat t= 1 menit 21 detik. Semakin banyak jumlah atom C maka akan semakin sukar larut dalam air. reaksinya adalah OH - + H3O+ OH2O H3O + . tetapi fenol dapat beresonansi yang menyebabkan struktur di dalam molekulnya lebih stabil sehingga untuk membentuk ikatan hidrogen dengan air sedikit lebih lama. Dari hasil pengamatan. sedangkan C = 4-5 akan sedikit larut dalam air.+ H3O+ Fenol dapat larut di dalam air namun sedikit lebih lama dibandingkan dengan alkohol dan etilen glikol. Pada umumnya alkohol yang mempunyai jumlah atom C = 1-3 akan larut sempurna dalam air. Sedangkan atom C > 6 akan tidak dapat dalam air . reaksi yang terjadi pada alkohol adalah CH3CH2OH + H2O → CH3CH2O.kelima diisi dengan etilen glikol. Hal ini dikarenakan etilen glikol memiliki gugus –OH yang lebih banyak sehingga memiliki ikatan hidrogen yang lebih besar dengan air dibandingkan dengan alkohol maupun fenol dengan reaksinya sebagai berikut CH2OH – CH2OH + H2O → CH2OH – CH2O Etilen glikol Alkohol memiliki kelarutan yang lebih besar dibandingkan dengan fenol karena alkohol memiliki jumlah atom C yang lebih sedikit di dalam air.

Sementara pada sikloheksanol dan n-butil alkohol tidak larut di dalam air dan terbentuk dua lapisan ketika dilarutkan dalam air. Reaksi dengan Alkali Pada reaksi dengan alkali disiapkan 3 tabung reaksi. Reaksi yang terjadi adalah CH3(CH2)3OH + H2O → CH3(CH2)3O. Sehingga ketika dilarutkan dalam air. Pada tabung 1 n-butil alkohol ketika direaksikan dengan NaOH tidak terjadi perubahan apapun kemudian setelah 15 detik larutan terpisah menjadi dua lapisan. Ketiga tabung tersebut diberi perlakuan yang sama yaitu pada masingmasing tabung ditambah dengan 10% NaOH kemudian dikocok dan diamati perubahan yang terjadi. Tabung 1 diisi 0. Reaksinya adalah OH OH2O H3O + Begitu pula yang terjadi pada n-butil alkohol yang membentuk dua lapisan. terbentuk dua lapisan.5 mL n-butil alkohol.+ H3O+ 2. bentuk molekulnya siklik menyebabkan senyawa tidak larut dalam pelarut polar seperti air. karena sikloheksanol merupakan senyawa non polar maka sikloheksanol hanya akan larut pada senyawa non polar. Pada sikloheksanol.5 mL fenol. Hal ini disebabkan karena NaOH tidak cukup kuat untuk bereaksi dengan n-butil alkohol yang merupakan gugus alkohol dan karena alkoksida sendiri adalah basa kuat umumnya lebih kuat dari hidroksida . tabung 2 diisi 0. Namun hal ini disebabkan karena nbutil alkohol memiliki rantai C yang lebih panjang sehingga meningkatkan ketidak polaran dan menyulitkannya untuk terlarut di dalam air.5 mL sikloheksanol dan tabung 3 diisi 0.

fenoksida dapat dibuat dengan mereaksikan fenol dengan NaOH. Hal ini disebabkan karena NaOH tidak cukup kuat untuk bereaksi dengan sikloheksanol yang merupakan gugus alkohol. Fenol diubah menjadi anion fenoksida sehingga fenol akan terlarut dalam larutan basa sebagai garam fenoksida. Sebagaimana reaksinya adalah OH ONa + NaOH 3. Reaksi yang terjadi adalah OH + NaOH Pada tabung 3 Fenol tidak bereaksi ketika direaksikan dengan NaOH terjadi perubahan warna pada larutan yang semula tidak berwarna menjadi berwarna hijau pada saat t= 6 detik. Reaksi yang terjadi adalah CH3(CH2)3OH + NaOH tidak bereaksi Pada tabung 2 sikloheksanol ketika direaksikan dengan NaOH tidak terjadi perubahan apapun kemudian setelah 20 detik larutan terpisah menjadi dua lapisan dengan bagian atas larutan menjadi keruh sedangkan pada bagian bawah larutan tetap bening . Ion fenoksida merupakan basa yang lebih lemah daripada OH-. Hal ini disebabkan kareana.sehingga untuk membuat alkoksida diperlukan basa yang lebih kuat daripada alkoksida itu sendiri. Reaksi dengan Natrium + H2O . Fenol yang lebih reaktif dan lebih asam daripada alkohol dengan nilai pKa= 10. oleh karena itu.

4.Pada percobaan ketiga ini. Alkohol . tiga tabung reaksi yang masing-masing berisi 2 mL etanol. Reaksi yang terjadi antara gugus alkohol dengan natrium bukanlah reaksi asam –basa tetapi reaksi oksidasi-reduksi. 2 mL propanol dan 2 mL 2propanol direaksikan dengan sepotong kecil logam natrium pada masing-masing tabung dan menghasilkan gelembunggelembung gas hidrogen dan membentuk garam alkoksida yang tidak berwarna disertai dengan adanya panas pada tabung reaksi. Pengujian Lucas Pada percobaan yang telah dilakukan 1-butanol yang ditetesi dengan reagen lucas tidak mengalami perubahan apapun karena 1-butanol tergolong alkohol primer. Reaksinya adalah 2 CH3CH2CHOH + 2 Na → 2 CH3CH2CHO-Na+ + H2↑ Pada 2-propanol terjadi perubahan perubahan warna menjadi merah (+++) setelah direaksikan dengan natrium dan ditetesi indikator fenolftalein. terjadi perubahan warna menjadi merah (+) setelah direaksikan dengan natrium dan ditetesi indikator fenolftalein. Reaksinya adalah 2 CH3CH2OH + 2 Na → 2 CH3CH2O. Pada etanol. 2CH3CHOHCH3 + 2 Na → 2 CH3 CHONaCH3 + H2↑ Perubahan warna yang terjadi tersebut menandakan bahwa alkoksida yang dihasilkan merupakan basa kuat.Na+ + H2↑ Pada propanol terjadi perubahan perubahan warna menjadi merah (++) setelah direaksikan dengan natrium dan ditetesi indikator fenolftalein.

Ditandai dengan berubahnya larutan Fenol dari jingga menjadi larutan kuning (+) dengan .1 gr fenol ditambah dengan 3 mL air dan beberapa tetes air brom kemudian diguncang sampai warna kuning tidak berubah lagi. Reaksi yang terjadi CH3CH2 OH ClH2 ZnCl2 Tidak dapat bereaksi Pada 2-butanol yang direaksikan dengan reagen lucas menghasilkan larutan yang keruh (++) dan terbentuk dua lapisan setelah 2 menit 13 detik. Reaksi yang terjadi adalah OH + HCl ZnCl2 Cl OH 5. 0.primer tidak diubah menjadi alkil klorida selama beberapa jam pada suhu kamar oleh reagen lucas. membentuk karbokation. Kerja reagen ini pada alkohol sekunder saat praktikum adalah melarutkan alkohol dan menghilangkan OH. Pengujian Borwwell-wellman tidak dilakukan 6. Reaksi yang terjadi adalah CH3 C H CH2 CH3 HCl ZnCl2 CH3CH(Cl)CH2CH3 2-butanol Hal ini juga terjadi pada sikloheksanol setelah 3 menit 15 detik larutan berubah menjadi keruh (+++) dan terbentuk dua lapisan. Reaksi dengan Air Brom Pada percobaan ke enam. Pengujian fenol dengan air brom dimaksudkan untuk menguji adanya gugus fenol.

Reaksi Fenol dengan Besi (III) Klorida Pada percobaan ke tujuh. merah jambu ataupun hijau setelah penambahan FeCl3. fenol diubah menjadi 2.4.6-tribromo fenol yang mempunyai sifat rendah kelarutanya dalam air. 2 tetes resorsinol dan 2 tetes 2-propanol ditambah dengan 5 mL air dan ½ tetes FeCl3 kemudian dikocok. 3 tabung reaksi yang masingmasing diisi dengan 2 tetes fenol. Gugus hidroksil pada fenol mengakibatkan cincin benzene reaktif terhadap subtitusi elektrofilik. Dengan air brom. Penambahan FeCl3 dalam larutan fenol. Apabila uji positif maka larutan akan berubah warna menjadi ungu. Berarti pengujian tersebut . Reaksi yang terjadi adalah OH Br OH Br 3Br 2 2.sedikit endapan atau gumpalan pada bagian bawah tabung reaksi. resorsinol dan 2propanol adalah untuk mengididentifikasi apakah ada gugus fenolik dalam larutan tersebut.4. Pada larutan yang berisi 2 tetes fenol terjadi perubahan warna yang semula berwarna coklat kemerahan menjadi hijau setelah ditetesi dengan feCl3.6-tribromo f enol Br 7.

Hal ini dikarenakan struktur pada resorsinol dan 2-propanol tidak mengandung gugus fenolik. Reaksi yang terjadi adalah OH O Fe Cl Cl FeCl 3 Fenol Sedangkan pada resorsinol setelah penambahan FeCl3 warna larutan berubah menjadi kuning (++). Reaksi yang terjadi adalah OH + FeCl3 Tidak bereaksi OH 2CH3CHOHCH3 + FeCl3 2-propanol tidak bereaksi .positif karena terdapat gugus fenolik dalam struktur fenol yang ditandai dengan adanya peubahan warna menjadi hijau. merah muda maupun hijau. Pada 2-propanol larutan berubah menjadi kuning (+). Sehingga saat pengujian dengan FeCl3 tidak menghasilkan larutan yang berwarna ungu.

Jawaban Pertanyaan : . karena tidak mengandung gugus fenolik mengandung gugus fenolik 2. NaOH. FeCl3. dengan struktur kecil saja atau berat sehingga lebih sulit walaupun molekul ringan. garam NaOH membentuk garam bereaksi bereaksi dengan alcohol primer dengan reagen lucas alcohol sekunder dan tersier alkohol tidak berubah warna Fenol bereaksi dengan FeCl3 dan ketika FeCl3 direaksikan karena dengan memberikan warna hijau. memungkinkan untuk larut. Pereaksi yang dapat digunakan untuk membedakan alkohol dan fenol adalah reagen lucas. Alkohol Perbedaan Sifat Fenol Sebagian gugus alkohol larut dalam air Kelarutan fenol dalam air akan membentuk ikatan hidrogen dengan berkurang jika guugus nonpolar molekul air. 1. Perbedaan sifat antara alcohol dan fenol No . 2. Keasaman alkohol lebih rendah Keasaman dibandingkan tidak NaOH bisa fenol bereaksi sehingga tinggi dengan alkohol bereaksi fenol lebih dapat NaOH garam dengan dibandingkan sehingga dengan membentuk 3. fenoksida Dapat bereaksi dengan logam Dapat bereaksi Na 4. dan logam Na. membentuk alkoksida dan gas hidrogen fenoksida Reagen lucas tidak dapat Tidak dapat tetapi dapat bereaksi dengan 5.Kesimpulan : 1. tetapi hanya alkohol terikat pada cincin aromatik.

n-heksanol atau fenol? Jelaskan alasannya! Jawab: .pentanol dan 1heptanol yang lebih sukar larut dalam air? Jawab: Semakin pendek rantai C nya maka semakin mudah larut dalam air karena gugus hidroksi dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. Yang lebih sukar larut dalam air adalah 1. diambil mengenai hasil dalam berdasarkan percobaan di atas? Manakah dari 1. Kesimpulan kelarutan apakah alkohol di yang dapat air. Tuliskan persamaan reaksi yang menunjukkan kelarutan fenoll dalam larutann 10% natrium hidroksida! Jawab: OH ONa + NaOH + H2O 3. karena 1. 2. Dari hasil percobaan di atas. manakah yang lebih bersifat asam.heptanol mengandung gugus C sebanyak 6 sehigga rantai semakin panjang dan sukar larut dalam air.heptanol.1.

4. 5. ada gelembung dalam tabung. Alkohol sekunder juga bereaksi cepat dengan lucas . sikloheksanol dan tert-butil alkohol? Jawab: Reagen lucas sangat berpengaruh pada ter-butil alkohol karena ter-butil alkohol saat bereaksi dengan reagen lucas dapat membentuk alkil klorida yang tak larut dalam larutan berair. Berdasarkan hasil percobaan di atas. Sehingga mudah bereaksi dengan basa kuat NaOH. bagaimanakah dapat dibedakan antara sikloheksanol dan fenol ? Jawab: Sikloheksanol merupakan senyawa siklik dan tidak bereaksi dengan NaOH karena sikloheksanol merupakan alkohol Fenol merupakan senyawa aromatis dan bereaksi dengan NaOH 6. dan tabung terasa panas.butanol.Lebih asam fenol. karena fenol memiliki gugus – OH yang terikat pada rantai siklik aromatis. Bagaimanakah kiranya pengaruh dari reagen lucas terhadap masing-masing senyawa berikut : 1. Tuliskan persamaan reaksi antara etanol dan natrium! Apakah petunjuk yang ada mengatakan hasil dari reaksi ini? Jawab: 2 C2H5OH + 2 Na → 2 CH3CH2ONa + H2 Ketika ditetesi indikator PP larutan berubah merah muda.

sedangkan alkohol tersier tidak teroksidasi. Jakarta: Erlangga. manakah yang tidak mengalami oksidasi dalam pengujian Bordwell-Wellman ? Jawab: Alkohol primer dan sekunder dapat dengan mudah teroksidasi oleh asam kromat. 8. resorsinol. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1.J dan Fesenden. Organic Chemistry. Tim Dosen Kimia Organik. 7. Joan S. 2012.membentuk alkil klorida. Jadi 1-butanol dan resorsinol akan teroksidasi. (diterjemahkan oleh : Aloysium Hadyana Pudjaantaka. Alkohol dan Fenol. tetapi alkohol primer tidak bereaksi. Ralp. 3th ed.butanol. http://materi/anyar/alkohol-dan-fenol. . sedangkan trifenil karbinol tidak. Surabaya : UNESA. 2011. Tulislah persamaan reaksi antara fenol dan air brom! Sebutkan jenis reaksii yang terjadi! Jawab: Br OH OH + Br2 Br Br Daftar Pustaka : Anonim.html diakses tanggal 2 November 2012 Fesenden. 1992. trifenil karbinol. Diantara senyawa berikut : 1.

Lampiran : Gambar 1 kelarutan .

Gambar 2 Reaksi dengan Alkali Gambar 3 Reaksi dengan Natrium Gambar 4 Pengujuan Lucas Gambar 5 Reaksi Fenol dengan Air Brom Gambar 6 Reaksi Fenol dengan Desi (III) Klorida .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.