P. 1
sejarah perkembangan islam di indonesia

sejarah perkembangan islam di indonesia

|Views: 72|Likes:
Published by perpusbio
Sejarah tentang kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara bersumber dari catatan para pengelana yang telah mengunjungi wilayah nusantara pada abad ke-7 Masehi. Pendapat ini didasarkan atas pernyataan pengelana Cina
Bukti masuknya Islam ke Nusantara

Bukti awal mengenai agama Islam berasal dari seorang pengelana Venesia bernama Marco polo. Ketika singgah di sebelah utara pulau Sumatera, dia menemukan sebuah kota Islam bernama Perlakyang dikelilingi oleh daerah-daerah non-Islam. Hal ini diperkuat oleh catatan-catatan yang terdapat dalam buku-buku sejarah seperti Hikayat Raja-Raja Pasai dan Sejarah Melayu.

Bukti kedua berasal dari Ibnu Batutah ketika mengunjungi Samudera Pasai pada tahun 1345 megatakan bahwa raja yang memerintah negara itu memakai gelar Islam yakni Malikut Thahbir bin Malik Al Saleh.

Bukti ketiga berasal dari seorang pengelana Portugis bernama Tome Pires, yang mengunjungi Nusantara pada awal abad ke-16. Dalam karyanya berjudul Summa Oriental, dia menjelaskan bahwa menjelang abad ke-13 sudah ada masyarakat Muslim di Samudera Pasai, Perlak, dan Palembang. Selain itu di Pulau Jawa juga ditemukan makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 1082 M dan sejumlah makam Islam di Tralaya yang berasal dari abad ke-13.

Golongan lain berpendapat bahwa Islam sebenarnya sudah masuk ke Nusantara sejak -tsing]] yang berkunjung ke Kerajaan Sriwijaya pada tahun 671. Dia menyatakan bahwa pada waktu itu lalu-lintas laut antara Arab, Persia, India, dan Sriwijaya sangat ramai.

Bukti kelima menurut catatan Dinasti Tang, para pedagang Ta-Shih(sebutan bagi kaum Muslim Arab dan Persia) pada abad ke-9 dan ke-10 sudah ada di Kanton dan Sumatera.

Penyebaran Islam Di Nusantara

Penyebar Agama Islam menurut teori Gujarat, salah seorang pendukung teori ini adalah Muhammad Fakir. Hal ini dapat dibuktikan, di mana teori ini mendasarkan argumentasi bahwa pada pengamatan terhadap bentuk relief nisan Sultan Malik Al Saleh yang memiliki kesamaan dengan nisan-nisan yang terdapat di Gujarat.

Penyebar Agama Islam menurut teori Makkah, salah seorang pendukung teori ini adalah Sjech Ismail dari Makiyah. Hal ini dapat dibuktikan, bahwa kelompok penduduk Nusantara pertama yang Islam adalah menganut mazhab Syafi'i. Mazhab Syafi'i merupakan mazhab istimewa di Makiyah.

Penyebar Agama Islam menurut teori Persia, salah seorang pendukung teori ini adalah P.A. Hoessein Djajaningrat. Ha; ini dapat dibuktikan, bahwa ada beberapa kesamaan budaya yang hidup di kalangan masyarakat Nusantara dengan bangsa Persia dengan adanya peringatan Asyura di kalangan masyarakat, dan hal ini merupakan suatu kebiasaan bagi kaum Syi'ah.

Penyebar Agama Islam menurut teori para Sejarawan, salah satu penyebarnya adalah Wali Songo yang ada di Demak
Pesatnya Perkembangan Islam di Nusantara

Alasan yang menyebabkan penduduk nusantara banyak yang beragama Islam antara lain:

Pernikahan antara para pedagang dengan bangsawan. Contoh: Raja Brawijaya menikah dengan Putri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah.
Pendidikan pesantren
Pedagang Islam
Seni dan kebudayaan. Contoh: Wayang, disebar oleh Sunan Kalijaga.
Dakwah

Faktor-faktor penyebab Agama Islam dapat cepat berkembang di Nusantara antara lain:

Syarat masuk agama Islam tidak berat, yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat.
Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana.

jangan membacanya.

Islam tidak mengenal sistem kasta.
Islam tidak menentang adat dan tradisi setempat.
Dalam penyebarannya dilakukan dengan jalan damai.
Runtuhnya kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam.
Sejarah tentang kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara bersumber dari catatan para pengelana yang telah mengunjungi wilayah nusantara pada abad ke-7 Masehi. Pendapat ini didasarkan atas pernyataan pengelana Cina
Bukti masuknya Islam ke Nusantara

Bukti awal mengenai agama Islam berasal dari seorang pengelana Venesia bernama Marco polo. Ketika singgah di sebelah utara pulau Sumatera, dia menemukan sebuah kota Islam bernama Perlakyang dikelilingi oleh daerah-daerah non-Islam. Hal ini diperkuat oleh catatan-catatan yang terdapat dalam buku-buku sejarah seperti Hikayat Raja-Raja Pasai dan Sejarah Melayu.

Bukti kedua berasal dari Ibnu Batutah ketika mengunjungi Samudera Pasai pada tahun 1345 megatakan bahwa raja yang memerintah negara itu memakai gelar Islam yakni Malikut Thahbir bin Malik Al Saleh.

Bukti ketiga berasal dari seorang pengelana Portugis bernama Tome Pires, yang mengunjungi Nusantara pada awal abad ke-16. Dalam karyanya berjudul Summa Oriental, dia menjelaskan bahwa menjelang abad ke-13 sudah ada masyarakat Muslim di Samudera Pasai, Perlak, dan Palembang. Selain itu di Pulau Jawa juga ditemukan makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 1082 M dan sejumlah makam Islam di Tralaya yang berasal dari abad ke-13.

Golongan lain berpendapat bahwa Islam sebenarnya sudah masuk ke Nusantara sejak -tsing]] yang berkunjung ke Kerajaan Sriwijaya pada tahun 671. Dia menyatakan bahwa pada waktu itu lalu-lintas laut antara Arab, Persia, India, dan Sriwijaya sangat ramai.

Bukti kelima menurut catatan Dinasti Tang, para pedagang Ta-Shih(sebutan bagi kaum Muslim Arab dan Persia) pada abad ke-9 dan ke-10 sudah ada di Kanton dan Sumatera.

Penyebaran Islam Di Nusantara

Penyebar Agama Islam menurut teori Gujarat, salah seorang pendukung teori ini adalah Muhammad Fakir. Hal ini dapat dibuktikan, di mana teori ini mendasarkan argumentasi bahwa pada pengamatan terhadap bentuk relief nisan Sultan Malik Al Saleh yang memiliki kesamaan dengan nisan-nisan yang terdapat di Gujarat.

Penyebar Agama Islam menurut teori Makkah, salah seorang pendukung teori ini adalah Sjech Ismail dari Makiyah. Hal ini dapat dibuktikan, bahwa kelompok penduduk Nusantara pertama yang Islam adalah menganut mazhab Syafi'i. Mazhab Syafi'i merupakan mazhab istimewa di Makiyah.

Penyebar Agama Islam menurut teori Persia, salah seorang pendukung teori ini adalah P.A. Hoessein Djajaningrat. Ha; ini dapat dibuktikan, bahwa ada beberapa kesamaan budaya yang hidup di kalangan masyarakat Nusantara dengan bangsa Persia dengan adanya peringatan Asyura di kalangan masyarakat, dan hal ini merupakan suatu kebiasaan bagi kaum Syi'ah.

Penyebar Agama Islam menurut teori para Sejarawan, salah satu penyebarnya adalah Wali Songo yang ada di Demak
Pesatnya Perkembangan Islam di Nusantara

Alasan yang menyebabkan penduduk nusantara banyak yang beragama Islam antara lain:

Pernikahan antara para pedagang dengan bangsawan. Contoh: Raja Brawijaya menikah dengan Putri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah.
Pendidikan pesantren
Pedagang Islam
Seni dan kebudayaan. Contoh: Wayang, disebar oleh Sunan Kalijaga.
Dakwah

Faktor-faktor penyebab Agama Islam dapat cepat berkembang di Nusantara antara lain:

Syarat masuk agama Islam tidak berat, yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat.
Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana.

jangan membacanya.

Islam tidak mengenal sistem kasta.
Islam tidak menentang adat dan tradisi setempat.
Dalam penyebarannya dilakukan dengan jalan damai.
Runtuhnya kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: perpusbio on Mar 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

Oleh : maii

Latar Belakang Masuknya Islam ke Nusantara
Cikal bakal keberadaan islam di nusantara telah dirintis pada abad ke 1 hingga ke 5 hijriah . Pada periode ini para pedagang dan mubaligh muslim membentuk komunitas islam.para mubaligh memperkenalkan dan mengajarkan islam kepada penduduk setempat antara lain sebagai berikut, 1. Islam mengajarkan pada sesama manusia untuk saling menghormati dan tolong menolong 2. Islam mengajarkan bahwa derajat manusia dihadapan Allah adalah sama , kecuali takwanya. 3. Islam mengajarkan bahwa Allah tuhan yang maha Esa, Maha pengasih dan Maha Penyayang. 4. Islam mengajarkan agar manusia menyembah hanya pada Allah dan tidakmenyekutukannya.

Islam Masuk Indonesia
Agama islam masuk Indonesia pada abad 7 masehi, ditandai adanya perkampungan muslim di barus (daerah tapanuli). Masuknya islam ini melalui 2 jalur : 1. Jalur utara,dengan rute Arab (Mekkah dan Madinah ) – Yaman – Baghdad – Srilangka – Indonesia. 2. Jalur selatan, dengan rute arah (Mekah dan Medina) – Yaman – Gujarat – Sri Langka. Daerah yang pertama dimasuki islam adalah pantai sumatra bagian utara. Berawal dari daerah itulah islam mulai menyebar ke berbagai pelosok Indonesia. Yaitu pulau Sumatra (selain bagian utara), pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Maluku.

Perkembangan Islam di Indonesia

Sumatra
Islam masuk pertama kali di Sumatra Utara. Tepatnya di Pasai dan perlak. Kerajaan islam pertama bernama Samudra Pasai, Berdiri 1261 M. Rajanya bernama Sultan Al Malik. Kerajaan ini berkembang dalam bidang politik, ekonomi,dan kebudayaan. Seiring dengan kemajuan tersebut pengembangan islam mendapat perhatian dan dukungan penuh. Penyebaran agama islam di samudra pasai, Aceh terjadi pada pertengahan abad ke 31 M. perkembangan masyarakat muslim di Malaka semakin meluas dan pesat. Ibnu Batutah menceritakan bahwa Sultan kerajaan Samudra Pasai, Sultan Al Malik Az Zahir dikelilingi oleh ulama dan mubalik.

Jawa
Semantara itu di Jawa, proses penyebaran islam sudah berlangsung sejak abad ke 11 M dengan diketemukannya makam Fatimah binti Maimun di Leran Gresik, tahun 475 H atau 1082 M. Kerajaan islam Demak dengan raja pertamanya Raden Patah mengangkat pensihat dari kalangan wali, terutama Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, dan Sunan Kalijaga. Pengembangan islam dipulau Jawa tidak dapat di pisahkan dari peran para ulama dan mubaligh yang dikenal dengan sebutan wali songo. Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) Raden Rahmat (Sunan Ampel) Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) Raden paku (Sunan Giri) Syariffudin (Sunan Drajat) Raden Mas Syahid (Sunan Kalijaga) Ja’far Shadiq (Sunan Kudus) Raden Umar Syaid (Sunan Muria) Syarif Hidayatullah (Syeikh Narullah / Sunan gunung jati)

a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Disamping wali songo, kerajaan di pulau jawa juga berperan dalam penyebaran islam. dikerajaan – kerajaan Islam itu adalah Kerajaan Demak, Pajang, Mataram,Cirebon, Banten.

Sulawesi
Sunan Giri membawa islam masuk ke Sulawesi.beliau memiliki santri dari Ternate dan hifu, serta mengirim santri ke Madura, Sulawesi,Maluku, dan Nusa Tenggara. Islam masuk Ke Sulawesi melalui : a. Tidak resmi, yaitu lewat perdagangan. b. Resmi, secara resmi Islam telah dianut oleh raja Gowa dan Tallo yang pertama.

Kalimantan
Kalimantan Timur pertama kali di Islamkan oleh Datuk Ribandang dan Tunggang Parangan. Keduan mubaligh itu datang ke Kutai setelah orang orang Makasar masuk islam sekitar tahun 1575 M. Agama Islam masuk Kerajaan Sukadana di Kalimantan Barat pada abad ke 16. setelah itu pada tahun 1562 M berdiri kerajaan Islam Banjar di Kalimantan Selatan.

Maluku dan Irian Jaya
Islam masuk Indonesia bagian timur seperti Maluku, diawali dengan Raja Ternate II yang ke 12 Molomatea (1350 - 1357). Menurut Tome Pires, masyarakat Maluku masuk Islam kira kira tahun 1460 – 1465 M.

Nusa Tenggara dan sekitarnya
Islam masuk ke Nusa Tenggara tahun 1840 – 1850 M diterima oleh suku Sasak yang disiarkan oleh mubaligh dari Makasar. Dia menyiarkan Islam sampai pulau Flores.

Peranan Umat Islam di Indonesia
 Masa Penjajahan Agama islam mengajarkan hubungan baik, harmonis, dan saling menghormati antara sesama, dan melarang perlakuan zalim. Umat islam Indonesia menghadapi kekuatan barat berlangsung dalam 4 fase , yaitu: a. Fase persaingan dagang b. Fase penetrasi dan agresi c. Fase perlunasan jajahan dan d. Fase penindasan

 Masa Perang Kemerdekaan

Pada masa ini, peran umat islam dilakukan oleh komponen – komponen berikut : a. Peranan Umat Islam b. Peranan Pondok Pesantren c. Peranan Organisasi Islam

 Masa Pembangunan a. Peranan Pemerintah dalam Pengembangan Islam b. Peranan Organisasi Islam dalam Pembangunan Organisasi tersebut antara lain Muhammadiyah, NU, LDII, dan ICMI c. Peranan Lembaga Pendidikan Islam dalam Pembangunan Lembaga-lembaga tersebut seperti pondok pesantren,madrasah,sekolah umum,dan perguruan tinggi islam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->