P. 1
Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional

|Views: 419|Likes:
Published by adityahrc

More info:

Published by: adityahrc on Mar 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2015

pdf

text

original

A. a.

PENDAPATAN NASIONAL Pengertian Pendapatan Nasional Menurut lipsey dan steiner mendefinisikan pendapatan nasional sebagai nilai dari seluruh produk yang dihasilkan oleh seluruh pelaku ekonomi dalam suatu Negara dalam satu tahun. Nilai yan dimaksud dalam perhitungan pendapatan nasional adalah nilai jual, dengan sendirinya termasuk pajak yang timbul atas transaksi penjualan barang atau jasa tersebut. Pendapatan nasional dapat juga disebut dengan produk nasional. Produk nasional mengindikasikan nilai jual dari seluruh produk yang dihasilkan, sedangkan pendapatan nasional mengindikasikan jumlah yang dibayarkan oleh seluruh pelaku ekonomi untuk menhasilkan produk tersebut. Sedangkan menurut badan pusat statistic (BPS) pendapatan nasional adalah pendapatan bersih seluruh warga negara dari suatu Negara dalam satu tahun. (Pusdiklatwas BPKP, 2007) Pendapatan nasional atau produk nasional adalah istilah yang menerangkan tentang nilai barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam suatu tahun tertentu. Dalam konsep pendapatan nasional dikenal istilah produk nasional bruto (PNB) yaitu seluruh produk yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara dalam suatu tahun tertentu dan Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu seluruh produk yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi baik milik warga negara maupun orang asing dalam suatu negara pada suatu tahun tertentu. Dengan semakin terbukanya situasi perekonomian dunia, maka konsep PDB lebih umum dipakai dalam penghitungan pendapatan nasional. (Sadono Sukirno, 2004)

b. 1.

2.

Pendekatan dalam Perhitungan Pendapatan Nasional Pendekatan produksi Pendekatan hasil produksi atau product approach. Cara menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan ini adalah dengan cara mengumpulkan data tentang hasil akhir barang-barang dan jasa-jasa untuk suatu periode tertentu dari semua unit-unit produksi yang menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa tersebut. Semua nilai hasil akhir barang-barang dan jasa-jasa tersebut dijumlahkan. Pendekatan pendapatan Perhitungan pendapatan nasional dengan cara ini menghitung pendapatan nasional dari pendekatan pengembalian atas faktor produksi yang dimiliki masyarakat dalam bentuk seperti upah, sewa, bunga dan keuntungan. Perhitungannya sebagai berikut : NI = upah + sewa + bunga + keuntungan NNP = NI + pajak tidak langsung GNP = NNP + Depresiasi Hal yang perlu diingat dalam pendekatan ini adalah bahwa bunga yang digunakan adalah bunga neto, yaitu bunga atas pinjaman yang digunakan untuk kegiatan yang produktif. Bunga atas pinjaman yang bersifat konsumtif seperti bunga atas kredit kendaraan pribadi dan pinjaman pemerintah yang kerap kali digunakan untuk tujuan lain seperti subsidi dan membayar pensiun pegawai tidak diperhitungkan dalam pendapatan nasional. Pendekatan pengeluaran Cara ini dilakukan dengan menghitung besarnya pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh keempat sektor dalam perekonomian yaitu sektor konsumen, sektor perusahaan, sektor pemerintah dan sektor perdagangan luar negeri. Pendekatan pengeluaran disebut juga pendekatan penggunaan atau end-use approach atau penggunaan akhir dari pendapatan nasional, yaitu apakah untuk konsumsi, untuk investasi, untuk kebutuhan pemerintah ataukah untuk dipasarkan keluar negeri. (Sadono Sukirno, 2004) Kelemahan dari perhitungan pendapatan nasional dengan pendekatan ini adalah adanya kemungkinan untuk terjadinya perhitungan ganda. Perhitungan ganda terjadi karena suatu barang sering kali sebelum menjadi barang jadi harus mengalami beberapa kali proses produksi. Akibatnya barang tersebut diperjualbelikan beberapa kali di pasar sebelum barang tersebut selesai diproduksi. Untuk perhitungan dengan cara ini perlu diingat bahwa pengeluaran/konsumsi baik yang dilakukan oleh konsumen rumah tangga maupun pemerintah dalam bentuk

3.

GDP dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. dan ekspor. maka: GDP = CON + INV + GEX + NX GDP adalah jumlah konsumsi. Konsumsi (CON) adalah seluruh barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. subsidi. GDP Nominal (atau disebut GDP Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai GDP tanpa memperhatikan pengaruh harga. Hierarki Perhitungan Pendapatan Nasional Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pendapatan nasional yaitu Gross Domestic Product (GDP). Investasi (INV) adalah barang-barang yang dibeli untuk penggunaan masa yang akan datang. Konsumsi Keputusan konsumsi sangat penting dalam menentukan permintaan agregat. yaitu sampai di mana kompleksnya permasalahan ekonomi yang dihadapi atau seberapa tinggi prestasi perekonomian yang dicapai. GDP berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga GDP hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. . Ada juga yang menyebutkan bahwa GDP adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu Negara selama satu tahun. Pengeluaran pemerintah (GEX) adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah pusat dan daerah. Secara teori. c. termasuk juga hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan. Produk domestik bruto ini digunakan untuk pengeluaran konsumsi. pendekatan pengeluaran merupakan model yang paling sering dipakai untuk mengukur tingkat pendapatan nasional suatu negara. Ada dua cara untuk melihat statistik ini yaitu melihat GDP sebagai pendapatan total dari setiap orang di dalam perekonomian dan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian (Mankiw. Keynes berpendapat bahwa pendapatan merupakan determinan konsumsi yang penting dan tingkat bunga tidak memiliki peranan yang penting. sehingga fluktuasi konsumsi merupakan elemen penting dari booming dan resesi ekonomi. Dari ketiga model pendekatan tersebut. pemberian beasiswa (pemerintah) tidak diikut-sertakan dalam perhitungan di atas karena pengeluaran tersebut bukanlah untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. pembentukan modal. Konsumsi merupakan duapertiga dari GDP. Estimasi ini berlawanan dengan teori klasik yang menyatakan bahwa tingkat bunga yang 1. yaitu: konsumsi. Namun karena dalam praktek menghitung GDP dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan. Konsumsi dibedakan lagi menjadi konsumsi pemerintahan dan konsumsi rumah tangga. Komponen GDP Berdasarkan GDP sebagai pengeluaran total atas output barang dan jasa dalam perekonomian. SehinggaGDP diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). Ekspor netto (NX) adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain. GDP (Gross Domestic product) Konsep GDP adalah total produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua warga Negara yang berada di Negara tersebut baik warga Negara asli maupun warga Negara asing (akan tetapi tidak termasuk barang dan jasa yang dihasilkan warga Negara tersebut di Negara lain). pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. Gross National Product (GNP) dan Net National Product (NNP). Dalam perhitungannya. Dengan pendekatan pengeluaran dapat diketahui tingkat kegiatan ekonomi. Sedangkan GDP riil (atau disebut GDP Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka GDP nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga. mengirim uang ke orang tua (rumah tangga) dan pengeluaran untuk pembangunan infrastruktur. pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. maka GDP dibagi menjadi empat kelompok pengeluaran. investasi. investasi.investasi seperti membeli asuransi. Teori konsumsi yang diajukan oleh Keynes merupakan salah satu teori yang menjadi dasar teori ekonomi makro. maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran. 2003).

Tingkat investasi yang diinginkan atau direncanakan akan meningkat jika tingkat suku bunga turun. pajak dan pinjaman luar negeri Investasi swasta asing merupakan sumber pembiayaan investasi dibanyak negara berkembang. Pengeluaran investasi sangat tergantung pada tingkat suku bunga. Pengeluaran pemerintah harus mampu mencapai beberapa sasaran. Kondisi ini terutama disebabkan karena pada negara-negara berkembang seperti Indonesia. 2003). antara lain ketersediaan bahan baku. Oleh karena itu pembiayaan defisit anggaran pemerintah merupakam pembiayaan investasi pemerintah. maka sebagian dari pendapatan tersebut akan dikonsumsi dan sebagian akan ditabung. harga bahan baku termasuk upah. sebagian besar dari penurunan itu berkaitan dengan turunnya pengeluaran investasi. perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Fungsi konsumsi Keynes adalah sebagai berikut (Mankiw. Dalam meningkatkan investasi dalam negeri. sehingga pendapatan yang tinggi akan menyebabkan konsumsi meningkat dan tabungan juga meningkat. suku bunga. seperti peningkatan produktivitas kerja aparatur pemerintah. dimana bank bertindak sebagai perantara antara orang-orang yang ingin menabung dan orang-orang yang memiliki proyek investasi yang menguntungkan tetapi memerlukan dana . investasi swasta domestik (PMDN). Fungsi konsumsi ini menunjukkan kecenderungan mengkonsumsi marjinal (perubahan jumlah yang dikonsumsi pada setiap perubahan pendapatan = DCON/DDIC) adalah antara nol dan satu. dan nilai tukar. investasi swasta asing (PMA) dan investasi masyarakat (non-fasilitas). perilaku investasi di Indonesia dirumuskan sebagai berikut : INV = f ( SB. UMR) dimana: INV = total investasi SB = suku bunga NTK = nilai tukar GDP = pendapatan nasional UMR = upah minimum (Mankiw. Pengeluaran investasi pemerintah secara langsung dipengaruhi oleh penerimaan pemerintah. Investasi Investasi merupakan unsur GDP yang paling sering berubah. a > 0 dan 0< b < 1 dimana : CON = konsumsi DIC = pendapatan disposibel a = konstanta b = kecenderungan mengkonsumsi marjinal. besarnya pasar (market size). Kondisi ini disebabkan oleh tingkat bunga yang rendah menurunkan biaya modal. bank memiliki peran penting dalam mengalokasikan sumber dana. Ketika pengeluaran barang dan jasa turun selama resesi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengalirnya investasi asing dari negara asal ke negara tujuan. Berdasarkan pemikiran tersebut.tinggi akan mendorong seseorang untuk menabung dan menghambat konsumsi. NTK. 2003) Pengeluaran Pemerintah Pada dasarnya setiap pengeluaran negara dilakukan atas landasan prinsip optimalisasi pemanfaatan dana untuk mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. GDP. Penerimaan pemerintah bersumber dari ekspor migas. (Mankiw. maka untuk memiliki barangbarang modal menjadi menguntungkan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan serta . Perilaku investasi didasarkan dengan asumsi bahwa investor akan berperilaku memaksimumkan nilai kini (present value) dari manfaat finansial dari kegiatan investasi yang tersedia. Sumber biaya investasi di Indonesia terdiri atas investasi pemerintah. Artinya. kemampuan menabung masih rendah. 2003): CON = a + b DIC . Sehingga sumber investasi asing menjadi alternatif yang tersedia untuk memenuhi target investasi. dimana I = I(r). ketika seseorang menerima pendapatan ekstra. Penerimaan pemerintah diutamakan untuk membiayai pengeluaran rutin pemerintah yang mencakup konsumsi pemerintah dan pembayaran bunga dan cicilan hutang luar negeri.

investasi. belanja perjalanan dinas. atau dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit dari produksinya dan memberi pinjaman kepada negara lain. angsuran pinjaman/hutang dan bunga. dan pengeluaran tak terduga. Pengeluaran pemerintah (Government Expenditure) adalah pengeluaran oleh pemerintah untuk membeli barang dan jasa. 2003) Pengeluaran output dalam perekonomian terbuka terdiri atas empat komponen yaitu: konsumsi. Ekspor bersih adalah nilai barang dan jasa yang diekspor ke negara lain dikurangi nilai barang dan jasa yang diimpor dari negara lain (Mankiw. dan ekspor bersih adalah negatif (Mankiw. Dengan demikian ekspor bersih adalah: NX = GDP – ( CON + INV + GEX ) Persamaan ini menunjukkan bahwa ekspor bersih adalah pengurangan antara output dan pengeluaran domestik. Ekspor Bersih Pada perekonomian terbuka. pengeluaran yang tidak termasuk bagian lain. Suatu negara dapat melakukan pengeluaran yang lebih banyak daripada memproduksinya dengan meminjam dari luar negeri. pengeluaran pemerintah dan ekspor atas barang dan jasa domestik. Sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan atau pengeluaran rutin dan sebagian lainnya untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan atau pengeluaran pembangunan. belanja pemeliharaan. Jika output melebihi pengeluaran domestik. belanja barang. kita mengimpor perbedaan tersebut. yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju kearah yang ingin dicapai. Artinya kita mengekspor perbedaan tersebut. Komponen keempat (EX) adalah pengeluaran luar negeri untuk barang dan jasa dometik. 2003). GDP dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan. Pengeluaran pembangunan semuanya diprogramkan dalam berbagai proyek di setiap sektor dan sub sektor. 2005). yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Tiga komponen pertama adalah pengeluaran domestic untuk barang dan jasa domestik. Rumus umum untuk GDP dengan pendekatan pengeluaran adalah : GDP = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + ekspor – impor Y=C+I+G+(X-M) Y= GDB (Pendapatan Nasional) C= Pengeluaran Konsumsi I= Pengeluaran Investasi X-M= Ekspor Netto Fungsi Konsumsi C= a + bYd Yd= Y-Tx+Tr a= Besarnya konsumsi minimum (konsumsi Otonom) b= Perubahan konsumsi sebagai akibat adanya perubahan Yd Tx= Tax Revenous . Jika output lebih kecil dari pengeluaran domestik. Ekspor bersih memperhitungkan perdagangan dengan negara lain. Pengeluaran rutin pemerintah terdiri dari belanja pegawai. ganjaran subsidi dan sumbangan pada daerah. Pengeluaran pembangunan tersebut dialokasikan ke berbagai sektor sesuai dengan urutan prioritas dan kebijakan pembangunan (Pakasi. Umumnya biaya pembangunan tersebut diprogramkan dalam Daftar Isian Proyek (DIP). maka ekspor bersih adalah positif. Jumlah pengeluaran domestik untuk barang dan jasa luar negeri adalah pengeluaran untuk impor (IM). pengeluaran suatu negara dalam satu tahun tidak perlu sama dengan yang mereka hasilkan dari memproduksi barang dan jasa.terpeliharanya berbagai aset negara dan hasil pembangunan. Formula GDP GDP (Gross Domestic product) dihitung dengan cara menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan di dalam negeri ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan. Pengeluaran pembangunan adalah pengeluaran yang ditujukan untuk membiayai proses perubahan. pensiun dan bantuan.

000.3+28.613.613.764.186. Selain itu Keseimbangan pendapatan nasional juga dapat dicari dengan pendekatan bocoran dan suntikan aliran dana dalam pendapatan nasional. upah untuk tenaga kerja.000.000. perubahan stock 8.6 X = 21.1.9 Ditanya: Y? Jawab: Y = C+I+G+(X-M) Y = 54.000.000 Pendapatan laba usaha Rp. 20.6+11.066.764.000 Pendapatan sewa Rp.5+8. pengeluaran konsumsi pemerintah 11.2000) Contoh Soal 2: (Soal olimpiade sains kabupaten (OSK) ekonomi 2006) Suatu negara mempunyai data pendapatan nasional sebagai berikut : Konsumsi masyarakat Rp. pembentukan modal tetap domestik bruto 19.7 M = 20.000 Pengeluaran investasi Rp.851.9.130.7 I = 19. Keseimbangan Pendapatan Nasional terjadi ketika pengeluaran agregat sama dengan penawaran agregat atau AE=C+I+G+X-M.851.600.000 dari diatas hitunglah pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluara Jawab : Rumur Pendapatan nasional dengan pendekatan nasional : .764.7+(21.Soc. 2004) Contoh Perhitungan GDP Contoh soal 1 : Pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 54.000.600. bunga untuk pemilik modal. 2011) Rumus umum untuk GDP dengan pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi: GDP = sewa + upah + bunga + laba Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah.7.186.Samsubar Saleh.000.3. Keseimbangan pendapatan nasional adalah suatu keadaan di mana keinginan masyarakat untuk melakukan perbelanjaan yang digambarkan oleh pengeluaran agregat atau permintaan agregat adalah sama dengan penawaran agregat yaitu keinginan para pengusaha untuk memproduksi barang dan jasa. 15.423. Berapa produk domestik bruto? Diketahui: C = 54. Tax (T) dan Impor (M) sama dengan suntikan yang terdiri dari: Investasi (I). 50.4 (Suparmoko.000 Pengeluaran Negara Rp.M. Keseimbangan terjadi ketika bocoran dalam pendapatan nasional yang terdiri dari: Saving(S).3 G = 11.7. 20.9) Y = 96. 90.5.464. 40.464. Impor barang dan jasa 20.Fungsi Tabungan: S = Yd – C S = Yd – (a + bYd S = Yd – a – bYd S = Yd – bYd-a S= -a +(1-b)Yd -a = Dissaving (utang) (Drs.Sc.423.000.7-20.000 Ekspor Rp. dan laba untuk pengusaha. Pengeluaran pemerintah (G) dan Ekspor (X) (Sadono Sukirno. Ekspor barang dan jasa 21.600.423.000 Impor Rp.186..1= 28.

000. GNP tidak memperhitungkan nilai dari aktivitas rekreasi.066.000.000 . Tidak dapat memperhitungkan kegiatan ekonomi bawah tanah (underground enocomy activities) seperti penghindaran pajak. Dimana GNP dapat digunakan sebagai indikasi perekonomian suatu negara.4.Interest $ 75.Import $ 40. Rumus : GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri Contoh Menghitung GNP Diketahui: GDP sebesar 96. Contoh Soal ketiga : (Soal Olimpiade Sains Kabupaten (OSK) Ekonomi 2008) Data for the calculation of national income shall be as follows : .400 .000 + 50.000 – 5. diperoleh nilai pendapatan nasioan sebesar $ 341.000. Akan tetapi.000 – 20. Y = 265.000 .000.000 + 75.000.000 Jadi jumlah pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan pengeluaran adalah Rp.000.000 + (15. penyelundupan dan bisnis ilegal lainnya. istilah ini lebih sering digunakan karena dapat menggambarkan dengan jelas prestasi ekonomi negara yang bersangkutan tanpa pengaruh dari pihak asing (dalam bentuk penanaman modal asing).1. adapun rumus pendekatan pendapatan adalah sebagai berikut : Y=r+w+i+p Y = 90.Rent $ 90.000 + 130.000. GNP (Gross National Product) Konsep GNP merupakan pendapatan nasional yang dihitung dengan mengeluarkan faktor pendapatan dari warganegara asing yang berdomisili di negara tersebut dan hanya menghitung nilai barang dan jasa yang hanya dihasilkan oleh orang yang berkewarganegaraan negara tersebut saja.000.677.Profit $ 90.Investment $ 120. Berapakah Gross Nasional Product (GNP) .Society expenditure $ 240. GNP tidak memperhitungkan perubahan kualitas dari barang dan jasa.200 + 90.000 . Dalam perhitungan.000 2.000) Y = 270. GNP tidak memperhitungkan biaya polusi dan biaya yang timbul akibat kerusakan lingkungan Formula Gross Nasional Product (GNP) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu biasanya dalam satu tahun.500 . Indikator tersebut juga mempunyai kelemahan yaitu Tidak memperhitungkan kegiatan produksi yang bersifat mikro seperti kegiatan rumah tangga. 265 Juta.Y = C + I + G + (X – M) Y = 90.000 Jadi dengan menggunakan metode pendapatan.000.800 From data above mount of national income with income approach is Jawab : pada soal diatas yang ditanyakan adalah jumlah pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan. Pendapatan netto terhadap luar negeri dari faktor produksi adalah 3.000 + 85.Goverment Expenditure $ 110.200 .000 .Export $ 45.800 Y = 341.200 .Wages $ 85.

NNP (Net National Product) Konsep NNP Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun.389. (Mantra. Jadi Pendapatan Nasional Neto (NNP) adalah pendapatan nasional yang hanya memperhitungkan investasi neto (nilai investasi bersih setelah dikurangi depresiasi dari aktiva investasi) Formula NNP NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu. 1995) b.0. NNP oleh banyak orang dianggap lebih tepat untuk menggambarkan kondisi perekonomian nasional karena mengeluarkan faktor penggantian modal (depresiasi) dalam perhitungannya.389. yaitu penduduk usia kerja (tenaga kerja) dan penduduk bukan usia kerja (bukan tenaga kerja).3 – (4. yang sedang mencari pekerjaan. THE UNEMPLOYMENT RATE a. maka gainful worker approach akan dimasukkan dalam kategori sekolah Maka informasi mengenai pengangguran banyak yang hilang. Tujuan pemilihan batas umur adalah agar defenisi yang diberikan dapat menggambarkan kenyataan yang sebenarnya. Konsep Angkatan Kerja Konsep angkatan kerja yang digunakan di Indonesia dalam pengumpulan data ketenagakerjaan adalah labor force apppoach yang disarankan olehInternational Labor Organization (ILO). Penyusutan sebesar 4. Secara umum pengukuran ketenagakerjaan dapat didekati dengan dua cara.2000) 3.9.926. seseorang yang dikategorikan tenaga kerja akan ditanyakan kegiatan yang biasa dilakukan dalam kurun waktu tertentu.1 = 92. Dalam gainful worker approach.3.3. Berapakah nilai net national product (NNP)? Jawab: NNP = GNP . Batasan umur yang digunakan di Indonesia saat ini adalah 10 tahun ke atas. Angkatan Kerja Tenaga kerja mencakup penduduk yang sudah atau sedang bekerja. tetapi saat survey sedang mencari pekerjaan.(penyusutan + barang pengganti modal) NNP = 92. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami perubahan seiring dengan berlangsungnya proses demografi. Konsep ini membagi penduduk menjadi dua kelompok. setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal. dan yang melakukan kegiatan lain seperti sekolah dan mengurus rumahtangga.694.Jawab: GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri GNP = 96.(penyusutan + barang pengganti modal) Menghitung NNP Diketahui: gross national product sebesar 92.768. Seseorang yang biasanya sekolah.677. 2003) Tenaga kerja adalah modal bagi bergeraknya roda pembangunan. Rumus : NNP = GNP .4 (Suparmoko. yaitu kelompok angkatan kerja dan bukan angkatan kerja (BPS. yaitu : (1) gainful worker approach dan (2)labour force apppoach.768.2000) B. Setiap negara memilih batas umur yang berbeda karena situasi tenaga kerja pada masing-masing negara juga berbeda.389.3 (Suparmoko. .926.0) NNP = 84. Secara praktis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja hanya dibedakan oleh batas umur. setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan barang pengganti modal. 1998). Pajak tak langsung neto sebesar 2. Selanjutnya penduduk penduduk usia kerja dibedakan pula menjadi dua kelompok berdasarkan kegiatan utama yang sedang dilakukan.9 + 2.4 .066. (Arfida.

c. lahan-lahan pertanian digunakan untuk pabrik sedangkan tenaga kerjanya belum mempunyai keterampilan di sektor industri. yaitu pengangguran yang terjadi akibat gelombang konjungtur atau perubahan naik turunnya gelombang ekonomi. Pengangguran voluntary. Misalnya: menyewakan rumah. adalah tenaga kerja yang bekerja secara tidak optimum karena kelebihan tenaga kerja. jam kerjanya dalam satu minggu kurang dari 40 jam. penduduk yang digolongkan pada kelompok angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yaitu 15 tahun ke atas yang bekerja. 1. seseorang yang tidak mampu memenuhi tuntutan pekerjaan untuk menggunakan komputer maka dengan sendirinya ia akan digantikan oleh karyawan lain yang mampu menggunakan komputer. Misalnya. Pekerja seperti ini tingkat produktivitasnya rendah karena mereka bekerja bukan pada bidang keahliannya dan tidak sesuai latar belakang pendidikannya. Dengan kata lain. Kesempatan Kerja . Misalnya. Pekerja adalah penduduk angkatan kerja yang benar-benar mendapat pekerjaan penuh. dan bukan pekerja atau pengangguran (unemployed). mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lain. Pengangguran terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan (baik bagi mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah bekerja). yaitu pengangguran yang terjadi karena seseorang yang masih mampu bekerja tetapi dengan sukarela ia tidak bekerja karena telah memiliki penghasilan dari harta kekayaan mereka. Pengangguran musiman. Dalam hal ini anak petani tersebut termasuk pengangguran terselubung. yaitu sebagai berikut. Misalnya. 2. Pekerja (employed) sendiri dikelompokkan menjadi dua. dan menikmati bunga uang simpanan. Uraian di atas apabila diterjemahkan dalam bentuk bagan akan tampak seperti berikut. Pengangguran berdasarkan sifatnya ada tiga macam. Pengangguran teknologi. atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan. Pekerja penuh adalah angkatan kerja yang sudah memenuhi syarat sebagai pekerja penuh yaitu jam kerja minimal 40 jam per minggu. Misalnya seorang petani yang menggarap sawah sebenarnya cukup dikerjakan oleh satu orang. dan bekerja sesuai dengan keahlian atau berdasarkan pendidikan. Misalnya.Berkaitan dengan konsep tersebut. mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. kendaraan. Misalnya. Misalnya. yaitu pengangguran akibat perubahan musim atau kegagalan musim. atau sedang mempersiapkan suatu usaha. Setengah pengangguran. nelayan menganggur karena musim badai. Pengangguran berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi berikut ini. pengangguran karena PHK massal akibat resesi ekonomi Pengangguran friksi atau pengangguran sementara. Pengangguran terselubung. Pengangguran siklis atau karena siklus konjungtur. yaitu pekerja penuh (full employed) dan pekerja setengah pengangguran (underemployed). tetapi karena anaknya tidak punya pekerjaan maka ia ikut menggarap tanah tersebut. adalah tenaga kerja yang bekerja tidak optimum dilihat dari jam kerja. Sedangkan setengah pengangguran adalah pekerja yang tidak memenuhi jam kerja minimal sehingga pendapatannya juga di bawah standar minimal. yaitu pengangguran sementara waktu. seseorang yang sedang menunggu waktu panggilan mulai kerja. yaitu sebagai berikut. yaitu pengangguran karena perubahan struktur ekonomi. yaitu pengangguran akibat perubahan teknologi seperti teknologi manual menjadi teknologi elektronik. Kelompok angkatan kerja bukan pekerja atau pengangguran (unemployed) ini dikelompokkan lagi menurut sifat dan penyebabnya. sarjana yang bekerja sebagai tukang antar koran di pagi hari. Pengangguran struktural. Soemitro Djojohadikusumo mendefinisikan angkatan kerja (labor force) sebagai bagian dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau yang sedang mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang produktif. Penduduk yang digolongkan bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang masih sekolah. sedangkan pengangguran adalah penduduk usia kerja tetapi belum mendapatkan kesempatan bekerja. Prof. petani menganggur karena musim paceklik. negara agraris yang berubah menjadi Negara industri.

terbuka kemungkinan bagi tingkat permintaan keseluruhannya mencapai taraf cukup tinggi untuk memberikan kesempatan kerja bagi seluruh angkatan kerja. umur. kesalahan akan diperbaiki dengan segera dan pengangguran akan hilang. Banyak aspek pekerjaan yang mempunyai tuntutan atau persyaratan yang belum tentu dapat dipenuhi oleh penawaran tenaga kerja dari sektor atau subsector lain. Demikian pula sebaliknya. industri maupun jasa. atau massa apung/proletriat perkotaan yang sangat berpotensi sebagai pengganggu stabilitas negara. 2003) Pengangguran merupakan salah satu masalah ketenagakerjaan di Indonesia yang tidak pernah surut. Pengusaha juga membuat kesalahan tentang permintaan dan kadang-kadang memproduksi dalam jumlah yang terlalu kecil dan sedikit mempekerjakan pekerja. Oleh karena manusia merupakan makhluk yang rasional. jenis jabatan dan pekerjaan yang diminati. hanya beberapa golongan industri yang memiliki daya saing tinggi. industri kayu. Kurangnya permintaan agregat disini merupakan kondisi dalam jangka panjang. maka akan menimbulkan kelesuan pada permintaan tenaga kerja. 1990). Sistem ekonomi konglomerasi yang dijadikan sebagai engine of growth oleh Indonesia selama rezim orde baru sangat bertumpu dan mengandalkan aspek pertumbuhan. distribusi menurut pendidikan. Pengangguran Pengangguran merupakan masalah makroekonomi yang mempengaruhi manusia secara langsung dan yang paling berat. maka industri akan maju. Pengeluaran investasi memberikan peluang untuk tumbuhnya kesempatan kerja. dan kesempatan kerja akan tercipta. Pada sisi lain. Lembaga-lembaga pelatihan yang dikelola Depnakertrans belum mampu mengimbangi syarat-syarat edukasi yang diminta pihak pengusaha. Meskipun demikian. pada tingkat upah dan harga yang sedang berlaku. (Bellante dan Jackson. baik sektor pertanian. yang dapat mengakibatkan terjadinya pengangguran. Beberapa faktor penyebab masalah pengangguran di Indonesia adalah: Orientasi kebijakan pembangunan ekonomi. Pengangguran dapat juga disebabkan oleh kurangnya permintaan agregat.Kesempatan kerja atau permintaan tenaga kerja merupakan banyaknya orang yang bekerja pada berbagai sektor perekonomian. dan pengangguran akan tertekan serendah mungkin. Lucas dalam Romer (1996) menyatakan bahwa pengangguran disebabkan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pekerja dan pengusaha. Pengangguran struktural terjadi akibat perubahan dominasi peranan ekonomi setiap sektor dalam kegiatan produksi maupun dalam pemberian kesempatan kerja. (Arfida. 1983) d. bila industri memiliki daya saing yang kuat. Profil yang perlu diketahui adalah tempat terjadinya pengangguran menurut sektor ekonomi. Namun demikian. tetapi bagi sejumlah besar pekerja berada dalam keadaan menganggur. Permintaan total masyarakat merupakan dasar untuk diadakannya kegiatan investasi. Bila permintaan terhadap barang dan jasa lesu. Kebijakan pengembangan sumberdaya manusia. (Bellante dan Jackson. pendidikan non formal atau pelatihan sebagai cara untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai juga belum berjalan sesuai keinginan. Permintaan tenaga kerja merupakan permintaan turunan (derived demand). Pada saat itu perusahaan perusahaan besar tumbuh dengan pesat dan memperoleh privilege(hak istimewa) dari pemerintah. yang melihat ke depan dalam membuat pengharapan. sehingga pengangguran semakin meningkat. Para pekerja ini dapat digolongkan sebagai penganggur yang bersifat friksional maupun structural. baik disektor pertanian maupun manufaktur. Pengangguran terjadi akibat dari kurangnya permintaan tenaga kerja dalam perekonomian dibandingkan jumlah pekerja yang menawarkan tenaga kerjanya. Para penganggur akan menjadi kelompok yang terpinggirkan. yang secara alamiah akan terbentuk McGee sebagaiprotoproletariat. Penyebab dari ketidaklancaran ini adalah karena tempat dan waktu. Pekerja membuat kesalahan mengenai upah riil dan melepas pekerjaannya atau menolak pekerjaan yang ditawarkan karena upah yang terlalu rendah. seperti industri makanan. Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang disebabkan oleh adanya ketidaklancaran dalam proses bertemunya penawaran dan permintaan tenaga kerja. Akibatnya faktor kesempatan kerja penuh terabaikan. Asumsinya. artinya permintaan tenaga kerja oleh suatu perusahaan tergantung pada permintaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Daya saing industri. industri perabot dan . Rendahnya perhatian pemerintah pada bidang pendidikan terlihat dari persentase pengeluaran pemerintah pada bidang tersebut. pengolahan tembakau. dan jenis kelamin. daya saing industri di Indonesia masih tergolong rendah.

270 miliar bunga Rp.50 miliar dividen Rp. hitunglah besarnya DI? *Bagaimanakah cara menghitung nilai tambah suatu barang atau jasa? * Sebutkan informasi-informasi yang diperoleh dengan membandingkan beaarnya pendapatan nasional? Jawab 1. 2004) 1. 225 mliar pajak tidak langsung Rp.400 miliar sedangkan warga negara "A" yang berada di luar negeri menghasilkan produk senilai Rp. Hitunglah besarnya GNP? b). Catatan GNP hanya menghitung nilai barang dan jasa yang hanya dihasilkan oleh orang yang berkewarganegaraan negara tersebut saja . Sementara industri tekstil dan pakaian jadi memiliki daya saing sedang. sedangkan GDP hanya menghitung hasil produksi dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah yang bersangkutan.500 miliar.4000 miliar. Pergerakan tenaga kerja dari satu negara ke negara lain semakin bebas.GNP Negara A= GDP Negara A + warga Negara A yg berada di luar negeri= 4000miliar + 500 milyar= 4500 miliar Sedangkan kalau GDP Negara A= GDP Negara A + warga Negara asing yang berada di Indonesia 4000 miliar + 400 milyar = 4400 miliar. Pada sisi lain. hitung besarmnya GNP negara "A"? 2. . 135 mliar asuransi sosial Rp. 495 miliar konsumsi rumah tanggga Rp. 315 miliar impor Rp.* jika diketahui besarnya GDP negara "A" Rp. Pada aspek ketenagakerjaan. warga negara asing yang berada di negara "A" menghasilkan produk senilai Rp. bagi Indonesia dengan kondisi berlebihan tenaga kerja dan negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri. aspek turunan dari globalisasi adalah persaingan bebas yang terjadi di dalam dan luar negeri. sedangkan industri kulit dan alas kaki memiliki daya saing rendah. 180 mliar laba perseorangan perusahaan Rp. pembelian barang dan jasa oleh pemerintah Rp. 9225 miliar a). globalisasi merupakan kesempatan untuk mengurangi penekanan dari tingginya jumlah pengangguran dan pekerja migran yang datang dari luar negeri. Hitunglah besarnya NI? c).kelengkapan rumah tangga. pulp dan kertas dan industri elektronik. Globalisasi. 450 mliar penyusutan Rp. 67.250 mliar pajak perseorangan Rp. 1350 miliar laba tdak dibagi Rp.* Diketahui data suatu negara sebagai berikut. 90mliar ekspor Rp. (Depnakertrans. sehingga menjadi suatu tekanan bagi tenaga kerja yang tidak dapat bersaing. 2. 540 miliar investasi swasta neto Rp.

135 mliar= Rp 11015 miliar c. data2 suatu negara sebagai berikut : GNP : 200 triliun Penyusutan : 10 triliun Pajak tdk langsung : 20 triliun Jaminan sosial : 20 triliun . DI. NNI.GDP=C+I+G+(X-M)= Rp 9225 miliar + Rp 90 miliar + Rp 2250 miliar + ( Rp 450 miliar – Rp 540 miliar)= =Rp 11565 milyar (Rp -90 milyar)= Rp 11475 milyar.272. 67. b.(Rp.cari dulu PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran asuransi + Iuran jaminan sosial + Pajak perseorangan )= (Rp 11015 miliar + Rp 10. 495 miliar + Rp.272.cari dulu NNP = GNP – Penyusutan= Rp 11375 miliar. = Rp 10. dan PI Contoh soal : Diket. sedangkan WNA yg ada di Indonesia menghasilkan produk senilai Rp 40 triliun. cari dulu GDPnya a. Adapun WNI yg ada di luar negeri menghasilkan produksi senilai Rp 50 triliun. Maka besarnya GDP dan GNP adl….5 miliar Contoh soal : WNI di Indonesia menghasilkan produk senilai Rp 360 triliun.272. Jawab : GDP : Produksi WNI di Indonesia + Produksi WNA di Indonesia : 360 triliun + 40 triliun : 400 triliun GNP : Produksi WNI di Indonesia + Produksi WNI di luar negeri : 360 triliun + 50 triliun : 410 triliun ♣ NNP.5 miliar 0 ) ..NNI.5 miliar – Rp 0= Rp 10.2.50 miliar + 0 + Rp.GNP=GDP – Produk netto terhadap luar negeri.Rp 225 miliar= Rp 11150 miliar NNI = NNP – Pajak tidak langsung= Rp 11150 miliar - Rp. 180 miliar )= DI = PI – Pajak langsung. Produk netto terhadap luar negeri= produksi WNI di luar negeri-produksi WNA didalam negeri A=500 miliar – 400 miliar=100 miliar Jadi GNPnya = Rp 11475 miliar – Rp 100 miliar= Rp 11375 miliar.

..... NNI. Moga membantu. dan PI! Jawab : NNP : GNP – Penyusutan : 200 triliun – 10 triliun : 190 triliun NNI : NNP – Pajak tdk langsung : 190 triliun – 20 triliun : 170 triliun PI : NNI – Jaminan sosial + Pembayaran pindahan : 170 triliun – 20 triliun + 10 triliun : 160 triliun Untuk menghitung PDRB hampir sama dg menghitung Pendapatan Nasional.Pembayaran pindahan : 10 triliun Pajak langsung : 10 triliun Hitunglah NNP...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->