PERFORASI GASTER PENDAHULUAN Perforasi gastrointestinal adalah penyebab umum dari akut abdomen.

Penyebab perforasi gastrointestinal adalah : ulkus peptik, inflamasi divertikulum kolon sigmoid, kerusakan akibat trauma, perubahan pada kasus penyakit Crohn, kolitis ulserasi, dan tumor ganas di sistem gastrointestinal. Perforasi paling sering adalah akibat ulkus peptik lambung dan duodenum. Perforasi dapat terjadi di rongga abdomen (perforatio libera) atau adesi kantung buatan (perforatio tecta). Pada tahun 1799 gejala klinik ulkus perforasi dikenali untuk pertama kali, meskipun baru pada tahun 1892, Ludwig Hensner, seorang Jerman, pertama kali melakukan tindaka bedah pada ulkus peptik lambung. Pada tahun 1894, Henry Percy Dean melakukan tindakan bedah pada ulkus perforasi usus kecil duodenum. Gastrektomi parsial, meskipun sudah dilaksanakan untuk ulkus gaster perforasi dari awal 1892, tidak menjadi terapi populer sampai tahun 1940. Hal ini karena dirasakan adanya rekurensi yang tinggi dari gejala-gejala setelah perbaikan sederhana. Efek fisiologis vagotomi trunkal pada sekresi asam telah diketahui sejak awal abad 19, dan pendekatan ini diperkenalkan sebagai terapi ulkus duodenum pada tahun 1940. Perkembangan selanjutnya terapi ulkus peptik adalah diperkenalkannya vagotomi selektif tinggi pada akhir 1960. Namun, tidak ada satupun pencapaian ini yang terbukti berhasil, dan beberapa komplikasi postoperatif, termasuk angka rekurensi ulkus yang tinggi, telah membatasi penggunaan teknik-teknik ini. Akhir-akhir ini, pada pasien dengan perforasi gaster, penutupan sederhana lebih umum dikerjakan daripada reseksi gaster. ANATOMI LAMBUNG Lambung merupakan bagian sistem gastrointestinal yang terletak di antara esofagus dan duodenum. Dari hubungan anatomi topografik lambung-duodenum dengan hati, pankreas, dan limpa, dapat diperkirakan bahwa tukak peptik akan mengalami perforasi ke rongga sekitarnya secara bebas atau penetrasi ke dalam organ di dekatnya, bergantung pada letak tukak. Berdasarkan faalnya, lambung dibagi dalam dua bagian. Tiga perempat proksimal yang terdiri dari fundus dan korpus, berfungsi sebagai penampung makanan yang ditelan serta tempat produksi asam lambung dan pepsin, sedangkan dinding korpus, apalagi antrum, tebal, dan kuat lapisan ototnya. Ciri yang cukup menonjol pada anatomi lambung adalah peredaran darahnya yang sangat kaya dan berasal dari empat jurusan dengan pembuluh nadi besar di pinggir kurvatura mayor dan minor serta dalam dinding lambung. Di belakang dan tepi madial duodenum, juga ditemukan arteri besar (a.gastroduodenalis). Perdarahan hebat bisa terjadi karena erosi dinding arteri itu pada tukak peptik lambung atau duodenum. Vena dari lambung duodenum bermuara ke vena porta. Peredaran vena ini kaya sekali dengan hubungan kolateral ke organ yang ada hubungan embrional dengan lambung dan duodenum. Saluran limf dari lambung juga cukup rumit. Semuanya akan berakhir di kelenjar paraaorta dan preaorta di pangkal mesenterium embrional. Antara lambung dan pangkal embrional itu terdapat kelenjar limf yang letaknya tersebar di mana-mana akibat putaran embrional. Persarafan simpatis lambung seperti biasa melalui serabut saraf yang menyertai arteri. Impuls nyeri dihantarkan melalui serabut eferen saraf simpatis. Serabut parasimpatis berasal dari n.vagus dan mengurus sel parietal di fundus dan korpus lambung. Nervus vagus anterior (sinister) memberikan cabang ke kandung empedu, hati dan antrum sebagai saraf Laterjet anterior, sedangkan n.vagus posterior (dekstra) memberikan cabang ke ganglion seliakus untuk visera lain di perut kan ke antrum sebagai saraf Laterjet posterior. FISIOLOGI LAMBUNG Fungsi utama lambung adalah penerima makanan dan minuman, dikerjakan oleh fundus dan korpus, dan penghancur dikerjakan oleh antrum, selain turut bekerja dalam pencernaan awal berkat kerja kimiawi asam lambung dan pepsin. Motilitas Fungsi lambung yang berkaitan dengan gerakan adalah penyimpanan dan pencampuran makanan serta pengosongan lambung. Kemampuan lambung menampung makanan mencapai 1500 ml karena mampu menyesuaikan ukurannya dengan kenaikan tekanan intraluminal tanpa peregangan dinding (relaksasi reseptif). Fungsi ini diatur oleh n.vagus dan hilang setelah vagotomi. Ini antara lain yang mendasari turunnya kapasitas penampungan pada penderita tumor lambung lanjut sehingga cepat kenyang.

Fase sefalik Rangsang yang timbul akibat melihat. o Adanya faktor predisposisi : termasuk ulkus peptik o Perforasi oleh malignansi intraabdomen atau limfoma o Benda asing (misalnya jarum pentul) dapat menyebabkan perforasi esofagus. Ulkus duodenum 2-3 kali lebih sering dari perforasi ulkus gaster. serta golongan obat anti-inflamasi steroid di antaranya deksametosan dan prednisone . sedangkan makanan yang tinggi lemak dapat bertahan di lambung 6-12 jam.vagus. Seperti halnya proses sekresi dalam tubuh. dan sindrom sabuk pengaman. bahkan berpikir tentang makanan akan meningkatkan produksi asam melalui aktivitas n. gaster. dan sayuran meninggalkan lambung dalam tiga jam. Sekresi basal cairan ini selalu ada dalam jumlah sedikit. misalnya : o akibat volvulus gaster karena overdistensi dan iskemia o spontan pasa bayi baru lahir yang terimplikasi syok dan stress ulcer. Semua itu akan merangsang sel parietal untuk memproduksi asam lambung. asam amino. dan sepsis. merasakan. pepsinogen. Dari hasil penelitian di RS Hasan Sadikin Bandung sejak akhir tahun 2006 terhadap 38 kasus perforasi gaster. Namun jamu yang mereka konsumsi adalah jamu plus obat kimia atau yang sering dikenal dengan jamu oplosan. • Perforasi trauma (tajam atau tumpul). dan peptida dalam makanan akan merangsang produksi gastrin. Cairan lambung Cairan lambung yang jumlahnya bervariasi antara 500-1500 ml/hari mengandung lendir. dan steroid : terutama pada pasien usia lanjut. menghirup. sebanyak 18 orang mengonsumsi jamu lebih dari 1 tahun (56. misalnya : o trauma iatrogenik setelah pemasangan pipa nasogastrik saat endoskopi. Etiologi • Perforasi non-trauma. Fase intestinal Hormon enterooksintin merangsang produksi asam lambung setelah makanan sampai di usus halus. Kontraksi yang kuat pada antrum (dindingnya paling tebal) akan mencampur makanan dengan enzim lambung. Keasaman yang tinggi di daerah antrum akan menghambat produksi gastrin oleh sel G sehingga sekresi fase gastrik akan berkurang. terutama larutan HCl. dan fase intestinal ini saling mempengaruhi dan berhubungan. PERFORASI GASTER Pada orang dewasa. fase gastrik. 32 orang di antaranya adalah pengonsumsi jamu (84.25 persen). o Ingesti aspirin. peritonitis. namun secara sederhana dibagi atas tiga fase perangsangan. kemudian mengosongkannya ke duodenum secara bertahap. dan natrium diclofenac. atau usus dengan infeksi intraabdomen. seperti kalsium. Pada pH di bawah 2. cedera gagang kemudi sepeda. Sebagian besar zat kimia tersebut merupakan golongan obat yang bersifat antiperadangan dan antinyeri (anti-inflamasi) nonsteroid (NSAID) di antaranya fenilbutazon.2 persen) dan dari jumlah itu. refleks vagus. Angka kejadian menurun secara paralel dengan penurunan umum dari prevalensi ulkus peptik. Pasien yang paling lama mengonsumsi jamu adalah sekitar 5 tahun.5 produksi gastrin mulai dihambat. Sekitar satu pertiga perforasi gaster berkaitan dengan karsinoma gaster. anti inflamasi non steroid. yaitu fase sefalik. cairan lambung bertindak sebagai penghambat sekresinya sendiri berdasarkan prinsip umpan balik. Fase gastrik Distensi lambung akibat adanya makanan atau zat kimia. faktor intrinsik dan elektrolit.Peristalsis terjadi bila lambung mengambang akibat adanya makanan dan minuman. ternyata jamu tersebut mengandung bahan kimia. dan reflek kolinergik intramural. antalgin. Frekuensi tersering mengonsumsi jamu adalah seminggu tiga kali. nasi. Dari uji laboratorium. Daging tidak berlemak. o Luka penetrasi ke dada bagian bawah atau abdomen (misalnya tusukan pisau) o Trauma tumpul pada gaster : trauma seperti ini lebih umum pada anak daripada dewasa dan termasuk trauma yang berhubungan dengan pemasangan alat. perforasi ulkus peptik adalah penyebab umum dari morbiditas dan mortalitas akut abdomen sampai sekitar 30 tahun lalu. Produksi asam merupakan hal yang kompleks. Ketiga fase.

Pasien mungkin bebas gejala untuk beberapa jam antara peritonitis kimia awal sampai peritonitis bakterial kemudian. Omentum dan organ dalam cenderung untuk melokalisasi tempat inflamasi. mengalirnya lebih banyak cairan ke area abses. sepsis general. peritonitis kimia bertahap menjadi peritonitis bakterial. bernapas. dan syok dapat terjadi. Peristaltis usus menurun sampai menghilang akibat kelumpuhan sementara usus. Kebanyakan orang yang mengalami trauma abdominal memiliki fungsi gaster normal dan tidak berada dalam resiko kontaminasi bakteri setelah perforasi gaster. Adanya bakteri di rongga peritoneal merangsang influks sel-sel inflamasi akut. kemudian menyebar ke seluruh perut menimbulkan nyeri seluruh perut. bagian oral duodenum. ultrasonografi dengan vesika urinaria penuh. Jika tidak diterapi. dan pembesaran abses abdomen. Rangsangan peritoneum menimbulkan nyeri tekan dan defans muskuler. Udara bebas atau pneumoperitoneum terbentuk jika udara keluar dari sistem gastrointestinal. bakteremia. Jika temuan foto Rontgen dan ultrasonografi tidak jelas. degradasi sel. cairan lambung dan duodenum. Cairan lambung akan mengalir ke kelok parakolika kanan. Bila telah terjadi peritonitis bakteria. Isi yang keluar dari perforasi dapat mengandung udara. CT-scan murni dan CT-scan dengan kontras. dan mengejan. colok dubur. sebaiknya jangan ragu untuk menggunakan CT-scan. dengan pertimbangan metode ini dapat mendeteksi cairan dan jumlah udara yang sangat sedikit sekali pun yang tidak terdeteksi oleh metode yang disebutkan sebelumnya. lambung relatif bersih dari bakteri dan mikroorganisme lain karena kadar asam intraluminalnya yang tinggi. yang dalam keadaan normal tidak mengandung udara. Pada awal perforasi. Udara bebas terjadi di rongga peritoneum 20 menit setelah perforasi. tekanan dilepaskan. dan tes obturator. Radiologi Perforasi gastrointestinal adalah penyebab umum dari akut abdomen. Hipoksia yang diakibatkan di area memfasilitasi pertumbuhan bakteri anaerob dan menyebabkan pelemahan aktivitas bakterisid dari granulosit. Dari radiologis. Nyeri objektif berupa nyeri ketika digerakkan seperti pada saat palpasi. jumlah udara yang sangat kecil dilepaskan. fase ini disebut fase peritonitis kimia. membentuk flegmon (ini biasanya terjadi pada perforasi usus besar). empedu. Rangsangan peritoneum menimbulkan nyeri pada setiap gerakan yang menyebabkan pergeseran peritoneum dengan peritoneum. metode tambahan yang dapat dilakukan adalah : foto polos abdomen pada posisi berdiri. Kebocoran cairan asam lambung ke rongga peritoneal sering berakibat peritonitis kimia yang dalam. terutama dirasakan di daerah epigastrium karena rangsang peritoneum oleh asam lambung. Penderita yang mengalami perforasi akan tampak kesakitan hebat. Patofisiologi Dalam keadaan normal. tes psoas. hipertonisitas cairan membentuk abses. seperti ditikam di perut. disertai peritonitis. Pada kasus perforasi usus kecil. Tanda dan Gejala Perforasi gaster akan menyebabkan peritonitis akut.Ruptur lambung akan melepaskan udara dan kandungan lambung ke dalam peritoneum. menggerakkan badan. Reaksi peritoneum berupa pengenceran zat asam yang merangsang itu akan mengurangi keluhan untuk sementara sampai kemudian terjadi peritonitis bakteria. Hal ini terjadi setelah perforasi lambung. efek osmotik. batuk. makanan. dan penderita tampak letargik karena syok toksik. menimbulkan nyeri perut kanan bawah. empedu dan/atau enzim pankreas. Namun. hipotensi. kegagalan multi organ. suhu badan penderita akan naik dan terjadi takikardia. Adanya nyeri di bahu menunjukkan adanya rangsangan peritoneum di permukaan bawah diafragma. dan usus besar. sejumlah besar udara bebas akan tampak di peritoneum dan ligamentum falsiparum tampak dikelilingi udara. Nyeri subjektif dirasakan waktu penderita bergerak. akut. Jika kebocoran tidak ditutup dan partikel makanan mencapai rongga peritoneal. Nyeri ini timbul mendadak. pasien akan menunjukkan rasa nyeri hebat. yang mengarah pada peningkatan aktivitas fagosit granulosit. dan bakteri. belum ada infeksi bakteria. Pemeriksaan Penunjang Sejalan dengan penemuan klinis. seperti berjalan. mereka yang sebelumnya sudah memiliki masalah gaster beresiko terhadap kontaminasi peritoneal dengan perforasi gaster. . Pekak hati bisa hilang karena adanya udara bebas di bawah diafragma.

Banyak peneliti menunjukkan kehadiran udara bebas dapat terlihat pada 75-80% kasus. gelembung udara pada CT scan terutama berlokasi di depan bagian abdomen. kualitas film pajanan dan posisi yang benar sangat penting. Hasil terapi meningkat dengan diagnosis dan penatalaksanaan dini. Kebanyakan. Setiap pasien harus mengambil posisi adekuat 10 menit sebelum pengambilan foto. CT scan juga jauh lebih baik dalam mendeteksi kumpulan cairan di bursa omentalis dan retroperitoneal. Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi cairan bebas dengan berbagai densitas. Seorang dokter yang berpengalaman. perforasi dapat tersembunyi dan tertutup oleh kondisi bedah patologis lain. Sedangkan bila diagnosis. dengan menggunakan teknik radiologi. dapat mendeteksi jumlah udara sebanyak 1 ml. dan udara bebas tidak terlihat pada scan murni klasik. Kita dapat melihat gelembung udara bergerak jika pasien setelah itu mengambil posisi decubitus kiri.Manfaat penemuan dini dan pasti dari perforasi gaster sangat penting. CT scan tidak selalu diperlukan berkaitan dengan biaya yang tinggi dan efek radiasinya. Beberapa penulis menyatakan bahwa CT scan dapat memberi ketepatan sampai 95%. Jika kita menduga seseorang mengalami perforasi. Di sini dapat terlihat gambaran oval kecil atau linear. Ultrasonografi Ultrasonografi adalah metode awal untuk kebanyakan kondisi akut abdomen. bahkan jika udara tampak seperti gelembung dan saat pada foto rontgen murni dinyatakan negatif. Saat CT scan dilakukan dalam posisi supine. Meskipun. Ketika melakukan pemeriksaan. Cara kedua adalah dengan memberikan kontras yang dapat larut secara oral minimal 250 ml 5 menit sebelum scanning. dalam melakukannya. ultrasonografi tidak dapat mendeteksi udara bebas. Posisi supine menunjukkan pneumoperitoneum pada hanya 56% kasus. Football sign menggambarkan adanya udara bebas di atas kumpulan cairan di bagian tengah abdomen. kita dapat menggunakan substansi kontras nonionik untuk membuktikan keraguan kita. Faktor-faktor berikut akan meningkatkan resiko kematian : . CT scan CT scan abdomen adalah metode yang jauh lebih sensitif untuk mendeteksi udara setelah perforasi. tindakan. yang pada kasus ini adalah sangat tidak homogen karena terdapat kandungan lambung. Pemeriksaan ini khususnya berharga untuk mendeteksi cairan bebas di pelvik kecil menggunakan teknik kandung kemih penuh. Radiologis memiliki peran nyata dalam menolong ahli bedah dalam memilih prosedur diagnostik dan untuk memutuskan apakah pasien perlu dioperasi. Jendela untuk parenkim paru adalah yang terbaik untuk mengatasi masalah ini. Prognosis Apabila tindakan operasi dan pemberian antibiotik berspektrum luas cepat dilakukan maka prognosisnya dubia ad bonam. karena keadaan ini biasanya memerlukan intervensi bedah. Komponen barium tidak dapat diberikan pada keadaan ini karena mereka dapat menyebabkan pembentukkan granuloma dan adesi peritoneum. karena keduanya tampak sebagai area hipodens dengan densitas negatif. kita perlu menyetel jendelanya agar dapat membedakan antara lemak dengan udara. dan pemberian antibiotik terlambat dilakukan maka prognosisnya menjadi dubia ad malam. Gambaran udara bentuk segitiga kecil juga dapat tampak di antara lekukan usus. Udara bebas tampak pada posisi berdiri atau posisi decubitus lateral kiri. lainnya adalah subhepatika atau di ruang hepatorenal. Walaupun sensitivitasnya tinggi. paling sering terlihat dalam bentuk seperti kubah atau bentuk bulan setengah di bawah diafragma pada posisi berdiri. yang membantu untuk menunjukkan kontras tapi bukan udara. CT scan sangat efisien untuk deteksi dini perforasi gaster. Deteksi pneumoperitoneum minimal pada pasien dengan nyeri akut abdomen karena perforasi gaster adalah tugas diagnostik yang paling penting dalam status kegawatdaruratan abdomen. maka. Pada kasus perforasi karena trauma. Sekitar 50% pasien menunjukkan kumpulan udara di abdomen atas kanan. ia menggunakan teknik foto abdomen klasik dalam posisi berdiri dan posisi lateral decubitus kiri. Oleh karena itu. pada saat pengambilan udara bebas dapat mencapai titik tertinggi di abdomen. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan udara melalui pipa nasogastrik 10 menit sebelum scanning. Untuk melihat udara bebas dan membuat interpretasi radiologi dapat dipercaya.

Pemeriksaan abdominal adanya distensi abdominal yang signifikan. Perforasi gaster pada periode neonatal Meskipun perforasi gaster jarang terjadi. Satu hipotesis adalah bahwa perforasi spontan berkaitan dengan defek kongenital dinding muskuler gaster. Cedera paling umum adalah akibat pemasangan pipa orogastrik atau nasogastrik yang terlalu bertenaga. selama evaluasi dan resusitasi bayi. Vomitus adalah gejala yang tidak konsisten. dan terdapat peritonitis purulenta. Perforasi gaster traumatik dapat muncul sebagai akibat distensi gaster yang hebat selama ventilasi tekanan positif selama resusitasi bag-mask atau ventilasi mekanik untuk gagal napas. biasanya dalam minggu pertama kehidupan terutama antara hari ke 2 sampai ke 7. Tujuan dari terapi bedah adalah : • Koreksi masalah anatomi yang mendasari • Koreksi penyebab peritonitis • Membuang setiap material asing di rongga peritoneum yang dapat menghambat fungsi leukosit dan mendorong pertumbuhan bakteri (seperti darah. Sebelum intervensi bedah. Konfirmasi radiografi akan pneumoperitoneum masif adalah sugestif dan studi kontras untuk mengkonfirmasi diagnosis tidak diindikasikan. Perforasi gastroduodenal telah dihubungkan dengan terapi steroid postnatal untuk mencegah atau terapi BPD. Jika gejala dan tanda-tanda peritonitis umum tidak ada. Kebanyakan perforasi gaster adalah akibat trauma iatrogenik. penderita usia lanjut. Kebanyakan bayi diberi makan secara normal sampai saat terjadi perforasi. sepsis. pemasangan pipa nasogastrik. Gambaran patologis dan klinis konsisten dengan overdistensi mekanik daripada iskemia sebagai penyebab perforasi. dan pemberian antibiotik mutlak diberikan. Etiologi spesifik dapat sulit ditentukan karena bayi biasanya sakit dan patologi aktual menyediakan hanya sedikit petunjuk. Perforasi pada bayi baru lahir merupakan kegawatdaruratan bedah. dan asfiksia neonatal. iskemik. Perforasi gaster spontan pernah dilaporkan terjadi pada bayi yang sehat. kebijakan nonoperatif mungkin digunakan dengan terapi antibiotik langsung terhadap bakteri gram-negatif dan anaerob. sekresi lambung) Laparotomi dilakukan segera setelah upaya suportif dikerjakan. obstruksi intestinal atau insuflasi aksidental selama bantuan ventilasi. Pemberian cairan dan koreksi elektrolit. Tanda dan gejala perforasi gaster biasanya mereka dengan gejala akut abdomen disertai sepsis dan gagal napas. Mekanisme perforasi iskemik sulit diterangkan karena kasus ini dihubungkan dengan kondisi stress fisiologis berat seperti prematuritas hebat. tambahan tindakan vagotomi dan antrektomi dianjurkan untuk mencegah kekambuhan. Perforasi gastrik iskemik telah dilaporkan dalam hubungan dengan enterokolitis nekrotikans. Karena ukuran yang besar dan tempat perforasi yang proksimal. tetapi tindakan ini dianjurkan bila keadaan umum kurang baik. dekompresi jarum abdomen dengan kateter . Istilah spontan menyatakan penyebab yang bukan akibat enterokolitis nekrotikan atau iskemia. penyakit ini lebih sering terjadi pada anak daripada dewasa. Namun penemuan patologis yang sama belum pernah dilaporkan. dan biasanya terjadi di ICU neonatal. Karena stress ulcer gaster telah dilaporkan pada berbagai bayi yang sakit kritis. trauma dari intubasi gastrik. Tanda-tanda syok hipovolemik dan sepsis melengkapi gambaran klinik. Meskipun stress perinatal dan prematuritas tidak umum dihubungkan. telah diajukan bahwa perforasi gaster sebagai akibat dari nekrosis transmural. tidak ada faktor predisposisi yang dapat diidentifikasi pada setidaknya 20% kasus. Tiga mekanisme telah diajukan untuk perforasi gaster pada neonatal : traumatik.• Usia lanjut • Adanya penyakit yang mendasari sebelumnya • Malnutrisi • Timbulnya komplikasi Penatalaksanaan Penderita yang lambungnya mengalami perforasi harus diperbaiki keadaan umumnya sebelum operasi. Perforasi biasanya di sepanjang kurvatura mayor dan tampak sebagai luka tusuk atau laserasi pendek. Bila keadaan memungkinkan. bayibayi ini dapat mendapat pneumoperitoneum dengan progresifitas cepat yang dihubungkan dengan bahaya kardiopulmoner. Jahitan saja setelah eksisi tukak yang perforasi belum mengatasi penyakit primernya. makanan. dan spontan.

intravena besar mungkin diperlukan. • Gagal ginjal dan ketidakseimbangan cairan. angka mortalitas perforasi gaster menjadi tinggi. serotonin. sering disebabkan karena adesi postoperatif • Delirium post-operatif. Faktor yang paling penting yang mempengaruhi angka ketahanan hidup tampaknya adalah interval antara onset gejala dan dimulainya terapi definitif. Komplikasi • Infeksi Luka. menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler  Aktivasi komplemen dan kerusakan endotel kapiler o Infeksi gram-negatif dihubungkan dengan prognosis yang lebih buruk dari gram-positif. luas kontaminasi peritonel. seperti kekakuan. Pada bayi dengan berat lahir yang sangat rendah yang mengalami perforasi terisolasi. hipotermi (pada septikemia gram negatif dengan endotoksemia). seperti histamin. Terapi suportif yang giat post operatif bersama dengan penggunaan antibiotik spektrum luas secara intravena diperlukan. berkisar antara 45% sampai 58%. elektrolit. Perbaikan bedah kebanyakan perforasi terdiri dari debrideman dan penutupan dua lapis gaster. mungkin karena hubungan dengan endotoksemia. Faktor berikut dapat menyebabkan predisposisi delirium postoperatif: o Usia lanjut o Ketergantungan obat o Demensia . Area multipel dari cedera harus dikecualikan. dan pH • Perdarahan mukosa gaster. Suatu gastrostomi mungkin menjamin. dan prostaglandin. demam. kerusakan sering melibatkan dinding posterior lambung sepanjang kurvatura mayor membuat pembagian omentum gastrokolik dan eksplorasi dinding lambung posterior diperlukan bahkan jika gangguan ditemukan juga di dinding anterior. Udara bebas persisten atau asidosis berkelanjutan dan bukti peritonitis mengamanatkan eksplorasi bedah. Pipa nasogastrik sebaiknya dipasang ketika resusitasi cepat dikerjakan. Berkaitan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan sepsis dan gagal napas sering ditemukan pada bayi prematur. dan kolaps sirkuler. angka kejadian infeksi berkaitan dengan muatan bakteri pada gaster • Kegagalan luka operasi o Kegagalan luka operasi (kerusakan parsial atau total pada setiap lapisan luka operasi) dapat terjadi segera atau lambat o Faktor-faktor berikut ini dihubungkan dengan kegagalan luka operasi :  Malnutrisi  Sepsis  Uremia  Diabetes mellitus  Terapi kortikosteroid  Obesitas  Batuk yang berat  Hematoma (dengan atau tanpa infeksi) • Abses abdominal terlokalisasi • Kegagalan multiorgan dan syok septik o Septikemia adalah proliferasi bakteri dalam darah yang menimbulkan manifestasi sistemik. leukositosis atau leukopenia (pada septikemia berat). drainse peritonel saja dapat encukupi. o Syok septik dihubungkan dengan kombinasi hal-hal berikut :  Hilangnya tonus vasomotor  Peningkatan permeabilitas kapiler  Depresi myokardial  Pemakaian leukosit dan trombosit  Penyebaran substansi vasoaktif kuat. takikardi. Komplikasi ini biasanya dihubungkan dengan kegagalan sistem multipel organ dan mungkin berhubungan dengan defek proteksi oleh mukosa gaster • Obstruksi mekanik. derajat prematuritas dan keparahan konsekuensi asfiksia. Reseksi lambung signifikan sebaiknya dihindari.

EGC : Jakarta.com/cetak/2007/072007/05/cakrawala/lainnya . Suprohalta.emedicine.onko-i. editor : Mansjoer. 2004. Wim. Bešlić. Awas. Dunja. Media Aesculapius..medicaljournal-ias. editor : Sjamsuhidajat. Amela...si/uploads/articles/Radiology_40_2_2. Mandana.. Lidija. Wahyu Ika.pdf  Sofić. Samy A. available fromhttp://www.htm  Medcyclopaedia – Gastric rupture. Edisi Ketiga. Hal. Wiwiek.http://www. available from http://www. dan De Jong.R. 541-59... Intestinal Perforation – emedicine available from...pdf  Hermana... Early radiological diagnostics of gastrointestinal perforation. Vrcić.pikiranrakyat.com/med/topic2822. Edisi 2.com/library/topics/volume_vii/g/gastric_rupture  Gharehbaghy. available from http://www.medcyclopaedia. Setiowulan.o Abnormalitan metabolik o Infeksi o Riwayat delirium sebelumnya o Hipoksia o Hipotensi Intraoperatif/postoperatif DAFTAR RUJUKAN  Pieter. John. Asep. Fakultas Kedokteran UI. Rafeey. Buku Ajar Ilmu Bedah... Jilid 2.org/14_2/Gharehbaghy. Linceder. Wardhani. Bab 31 : Lambung dan Duodenum. Jakarta : 2000  Azer. Manizheh M. Šerif. Bahaya Jamu Oplosan! Available from http://www. Acute Gastric Perforation in Neonatal Period. Arif.  Kapita Selekta Kedokteran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful