Jenis-jenis Tes Bahasa

Jenis-jenis Tes Bahasa A. Pendahuluan Tes merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui tercapai atau tidaknya suatu standar kompetensi yang telah dipelajari oleh siswa disetiap pembelajaran. Keberhasilan proses belajar mengajar di kelas dapat dilihat dari sejauh mana penguasaan kompetensi yang telah dikuasai oleh semua siswa di kelas itu. Pada dasarnya hasil belajar siswa dapat dinyatakan dalam tiga aspek, yang biasa disebut dengan domain atau ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Adanya perbedaan individu, sudah tentu turut serta menentukan berhasil atau tidaknya individuindividu itu dalam menjalankan tugas dan kewajibannya yang berupa tugas belajar. Senada dengan adanya perbedaan individu itu, maka perlu diciptakan alat untuk mengukur keadaan individu, dan alat pengukur itulah disebut tes. Tes bahasa dan pengajaran bahasa merupakan dua kegiatan yang saling berhubungan erat. Sehingga tes bahasa dirancang dan dilaksanakan untuk memperoleh informasi mengenai hal yang berkaitan dengan keefektifan pengajaran bahasa. Oleh karena itu makalah ini akan membahas jenis-jenis tes bahasa. B. Dari 1. 2. 3. Permasalahan masalah sebagai berikut : tes bahasa? tes bahasa? yang baik?

uraian

di

atas, pemakalah mengambil rumusan Apa pengertian Apa saja jenis-jenis Bagaimana ciri-ciri tes

C. Pembahasan 1. Pengertian Tes Bahasa Beberapa pakar mendefinisikan tes sebagai berikut: a. R.L. Ebel dan D.A. Frisbie dalam bukunya Essentials of Educational Measurement mengungkapkan, “ Test is a measure containing a set of questions, each of which can be said have a correct answer”. b. G. Sax dalam bukunya Principles of Educational and Psychological Measurement and Evaluation mengungkapkan, “ Any planned procedur or series of tasks used to obtain observation”. Dari definisi di atas dapat disimpulkan tes adalah suatu pertanyaan atau tugas yang terencana untuk memperoleh informasi tentang objek atau sasaran tes yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Tes bahasa adalah suatu alat atau prosedur yang digunakan dalam melakukan penilaian dan evaluasi pada umumnya terhadap kemampuan bahasa dengan melakukan pengukuran terhadap kemampuan bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. 2. Jenis-jenis Tes Bahasa a. Jenis Tes Bahasa berdasarkan Pendekatan Kajian Bahasa Berdasarkan kriteria bagaimana bahasa dikaji dan ditelaah, maka tes dikembangkan berdasarkan pandangan yang berbeda dalam memahami hakikat bahasa. Dari latar belakang pendekatan bahasa, jenis tes bahasa dapat dikelompokkan menjadi 4 yaitu :

silakan masuk 2.1) Tes Bahasa Diskret Adalah tes yang disusun berdasarkan pendekatan diskret dalam linguistik. Contoh : Sasaran Tes Tugas Butir Tes Kunci Jawaban Bunyi Bahasa Tuliskan konsonan cara pengucapannya dengan alat ucap saling bersentuhan yang terdapat pada pelafalan kata-kata berikut Baik _ Pun Minum /b//p/ /m/ Kosakata Tulislah lawan kata dari kata-kata berikut Riuh _ Menulis Hidup Sunyi Membaca Mati Tata Bahasa Tulislah kata baku dari kata-kata berikut Nopember_Apotik ijin izin November Apotek 2) Tes Bahasa Integratif Adalah tes bahasa yang cara mengerjakannya dituntut untuk menguasai dua atau lebih dari komponen bahasa. Tes diskret dimaksudkan untuk menilai penggunaan satu bagian dari kemampuan dan komponen bahasa tertentu. melafalkan bunyi bahasa tertentu dan menyebutkan lawan kata dari kata tertentu. Contoh tes diskret meliputi tes membedakan satu bunyi bahasa dari bunyi bahasa yang lain.Bapak Kamto. Contoh : Sasaran Tes Tugas Butir Tes Kunci Jawaban Kosakata Tuliskan sinonim dari kata yang digarisbawahi 1.Guru datang menemui bapak saya 3.Lampunya hidup Tuan Bapak Menyala Tata Bahasa Tuliskan jenis . Tes bahasa ini yang menjadi dasar penggabungan dari unsur yang paling sederhana sampai yang paling kompleks.

Nelayan ikan mencari dari ikan. 3. atau sekedar rekaman. dan menanam menyalakan lampu mobilnya ketika hari menjadi gelap. Jenis tes berdasarkan sasaran tes bahasa antara lain : Tes Kemampuan Menyimak Sasaran utama tes kemampuan menyimak adalah kemampuan peserta tes untuk memahami isi wacana yang dikomunikasikan secara lisan langsung oleh pembicara. tata bahasa.kalimat kalimat-kalimat 2. yang lebih menitikberatkan pada komunikasi. yaitu pemahaman wacana berdasarkan penguasaan terhadap unsur-unsur kemampuan linguistik (dalam bentuk penguasaan bunyi bahasa. Tingkat kemampuan berbicara ini ditentukan oleh kemampuan untuk mengungkapkan isi pikiran sesuai dengan tujuan dan konteks pembicaraan yang sedang dilakukan. dan diungkapkan dengan bahasa yang dikemas dalam susunan tata bahasa yang wajar. serta lafal dan intonasi sesuai dengan tujuan dan sifat kegiatan berbicara yang sedang dilakukan. kosakata dan lain-lain) serta kemampuan ekstra linguistik (dalam bentuk pengetahuan tentang latar belakang isi dan pokok bahasan wacana).Nelayan petani padi. Sasaran utamanya adalah tingkat penguasaan kemampuan bahasa. 4) Tes Bahasa Komunikatif Adalah tes yang biasanya tidak digunakan untuk mengukur kemampuan gramatikal. bagaimana isi pikiran disusun sehingga jelas dan mudah dipahami. Tes Kemampuan Berbicara Tes kemampuan berbicara dimaksudkan untuk mengukur tingkat kemampuan mengungkapkan diri secara lisan. Jenis Tes Bahasa berdasarkan Sasaran Tes Bahasa Yaitu kemampuan atau komponen bahan mana yang dijadikan fokus pengukuran tingkat penguasaannya. pilihan kata-kata yang tepat.Sopir itu berikut ini mencari 1. Tes komunikatif perlu dikembangkan dengan kaitan yang jelas dengan konteks nyata. termasuk kemampuan komunikatif. dan tingkat penguasaan melafalkan atau penguasaan tata bahasa. Tes yang dimaksud untuk memberi tugas kepada peserta tes melakukan kegiatan dengan kemampuan bahasa tertentu. Tunggal Majemuk Majemuk bertingkat 3) Tes Bahasa Pragmatik Adalah tes bahasa yang cara mengerjakannya dituntut penggunaan kemampuan pragmatik. Tes Kemampuan Membaca Sasaran tes kemampuan membaca adalah memahami isi teks yang dipaparkan secara tertulis. Tes membaca dapat berisi butir-butir tes yang menanyakan pemahaman rincian teks yang secara . b.

sufiks atau akhiran dan konfiks atau gabungan berbagai imbuhan). serta kelancaran dan kewajaran. Tes Kemampuan Kosakata Tes kemampuan kosakata bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kemampuan tentang makna kata-kata. Unsur-unsur itu meliputi kejelasan dan ketepatan pelafalan. karena waktu yang lebih longgar untuk memilih kata-kata dan menyusunnya dengan lebih tepat bahkan peluang untuk memperbaiki dan melengkapi apa yang kurang jelas. sehingga apa yang diungkapkan mudah dimengerti. keteraturan penyusunan isi dan bahasa yang digunakan. Tes Cloze Tes cloze bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kemampuan pragmatik. sedangkan pengukuran kemampuan aktif-produktif menggunakan tes subjektif. yang berkaitan dengan pembentukan kata-kata dengan melalui afiksasi atau imbuhan (prefiks atau awalan. memahami gaya dan maksud penulisan di balik yang terungkap dalam teks. memahami nuansa sastra yang terkandung dalam teks. ada kalanya peserta tes menggunakan kemampuan bahasa yang lain berupa kemampuan tata bahasa dan kosakata. Apabila peserta tidak mendengarkan secara utuh. Tes Kemampuan Melafalkan Tes kemampuan melafalkan bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan mengucapkan katakata. baik pada tataran kemampuan pemahaman yang pasif-reseptif. yaitu kemampuan memahami wacana atas dasar penggunaan kemampuan linguistik dan . Penggunaan bahasa pada tes menulis lebih menekankan penyusunannya. Pengukuran tingkat kemampuannya pada dasarnya mengacu pada relevansi isi. terdapat pula tes bahasa khusus yang tidak mudah dan konsisten digolongkan ke dalam salah satu tes bahasa yang telah dikupas. yaitu frasa dan klausa serta susunan kata pada tataran morfologi. secara jelas dan tepat. maupun kemampuan penggunaan aktif-produktif. seorang peserta tes hanya dapat menuliskan apa yang didengarkan dari pemberi dikte dengan benar apabila dia mampu mendengar dan memahami dengan baik wacana yang didiktekan (kemampuan menyimak). Tes Dikte Tes dikte menyangkut lebih dari satu jenis kemampuan atau komponen bahasa dan menugaskan peserta tes untuk menulis suatu wacana yang dibacakan oleh seorang penyelenggara tes. Tes melafalkan menitikberatkan pada unsur-unsur yang penting untuk membuat pelafalan itu mudah dipahami. Kedua sisi penguasaan kosakata ini perlu dicermati untuk menentukan jenis tes yang akan digunakan. Pada umumnya jenis tes objektif hanya dapat digunakan untuk pengukuran kemampuan pasif-reseptif. menarik kesimpulan tentang isi teks. kalimat. dan wacana pada umumnya.eksplisit disebutkan. infiks atau sisipan. Cakupan tata bahasa meliputi susunan kalimat pada tataran sintaksis yang bagian dari wacana. Dalam penyelenggaraan tes dikte. Tes Kemampuan Menulis Tes kemampuan menulis bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kemampuan mengungkapkan pikiran kepada orang lain secara tertulis. c. Jenis Tes Bahasa berdasarkan Tes Bahasa Khusus Disamping tes bahasa yang telah diuraikan secara khusus sudah dikenal. rincian teks yang isinya terdapat dalam teks meskipun dengan kata-kata dan susunan bahasa yang berbeda. Tes Kemampuan Tata Bahasa Sasaran tes kemampuan tata bahasa adalah kemampuan memahami dan menggunakan tata bahasa yang baik dan benar.

Tes ini dilaksanakan dalam rangka penerimaan siswa baru. Materi tes akhir adalah bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting. secara tertulis dengan tes perbuatan. 2) Tes Awal (‫المبدئي‬ ‫)اإلمتحان‬ Sering disebut dengan istilah pre-test. dan dapat juga ketiga jenis tes ini dilaksanakan secara serempak. 3. dan biasanya naskah tes akhir dibuat sama dengan naskah tes awal. 6) Tes Penempatan Adalah tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar. karena dengan tes formatif peserta didik mengetahui kelemahan-kelemahan yang dimilikinya. bagianbagian suatu wacana yang telah dihilangkan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah semua materi pelajaran yang tergolong penting sudah dapat dikuasai dengan baik oleh peserta didik. 5) Tes Summatif (‫السنوى‬ ‫النصف‬ ‫)اإلمتحان‬ Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan atau pencapaian peserta didik dalam bidang tertentu. hasil tes ini digunakan untuk memilih calon peserta didik yang paling baik dari sekian banyak calon yang mengikuti tes. • Merupakan penguatan bagi peserta didik. 7) Tes Diagnosis(‫الفحصي‬ ‫)اإلمتحان‬ Adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis penyebab kesulitan yang dihadapi seseorang baik dari segi intelektual. 1) Tes Seleksi (‫اإلنتخابي‬ ‫)اإلمتحان‬ Adalah yang sering disebut dengan “ujian saringan/ujian masuk”.ekstralinguistik. Tes jenis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi atau bahan pelajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuasai oleh peserta didik. yaitu . fisik dan lain-lain yang mengganggu kegiatan belajarnya. • Merupakan usaha perbaikan bagi siswa. Jenis Tes Berdasarkan Fungsinya Sebagai Alat Pengukur Perkembangan Belajar Peserta Didik. yang telah diajarkan kepada peserta didik. Manfaat tes formatif bagi peserta didik adalah : • Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai materi dalam tiap unit pembelajaran. Ciri-ciri Tes Yang Baik Sebuah tes dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi persyaratan tes. Tes seleksi dapat dilaksanakan secara lisan. dan untuk mengembalikan seperti aslinya. • Peserta didik dapat mengetahui bagian dari bahan yang mana yang belum dikuasainya. Materi tes awal ditekankan pada bahan-bahan penting yang seharusnya sudah diketahui oleh peserta didik sebelum pembelajaran diberikan. Tes sumatif dilaksanakan pada tengah atau akhir semester. 4) Tes Formatif (‫اليومي‬ ‫)اإلمتحان‬ Yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung. d. Tes awal adalah tes yang dilaksanakan sebelum bahan pelajaran diberikan kepada peserta didik. 3) Tes Akhir (‫النهائي‬ ‫)اإلمتحان‬ Sering disebut dengan istilah post-test. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran. Pengukuran tingkat penguasaan kemampuan pragmatik itu dilakukan dengan menugaskan peserta tes untuk mengenali. emosi.

artinya terdapat unsur pribadi yang mempengaruhi. Lawan dari objektif adalah subjektif. dapat dipercaya karena tetap dan tidak berubah secara mencolok.memiliki : Validitas Sebuah data atau informasi dapat dikatakan valid apabila sesuai dengan keadaan sebenarnya. sehingga dapat diberikan/diawali oleh orang lain. Sebuah tes disebut valid apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. D. Jika data yang dihasilkan dari sebuah instrumen valid. tenaga yang banyak. dan waktu yang lama. Sebuah tes dikatakan reliabilitas apabila skor yang dihasilkan hasil pengukuran kosisten. Praktikabilitas Tes yang praktis adalah tes yang : 1) Mudah dilaksanakan 2) Mudah pemeriksaannya 3) Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas. Reliabilitas Reliabilitas sebagai alat ukut yang hasil pengukurannya digunakan untuk membuat berbagai keputusan terpenting. Jenis Tes Tes Tes Bahasa Tes Tes Tes Tes Berdasarkan Kemampuan Kemampuan Sasaran Tes Diskret Integratif Pragmatik Komunikatif Bahasa Menyimak Berbicara . Ekonomis Adalah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal. Simpulan Tes adalah suatu pertanyaan atau tugas yang terencana untuk memperoleh informasi tentang objek atau sasaran tes yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Jenis-jenis Tes Bahasa a. Tes bahasa adalah suatu alat atau prosedur yang digunakan dalam melakukan penilaian dan evaluasi pada umumnya terhadap kemampuan bahasa dengan melakukan pengukuran terhadap kemampuan bahasa. membaca dan menulis. tidak berubah-ubah. maka dapat dikatakan bahwa instrumen tersebut valid. berbicara. Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subjektif yang mempengaruhi. Jenis Tes Bahasa Berdasarkan Pendekatan Kajian Bahasa b. karena dapat memberikan gambaran tentang data secara benar sesuai dengan kenyataan/keadaan sesungguhnya. Objektivitas Objektif berarti tidak adanya unsur pribadi yang mempengaruhi. Jadi. yaitu menyimak.

- Tes Tes Kemampuan Kemampuan Membaca Menulis c. Jenis Tes Bahasa Berdasarkan Tes Bahasa Khusus Tes Dikte Tes Cloze d. 2002. yaitu memiliki : Validitas Reliabilitas Objektivitas Praktikabilitas Ekonomis E. Suharsimi Arikunto. Daftar Pustaka Acep Hermawan. 1996. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Hisyam Zaini. Jenis Tes Berdasarkan Fungsinya Sebagai Alat Pengukur Perkembangan Belajar Peserta Didik. PT. CTSD IAIN Sunan Kalijaga : Yogyakarta.wordpress. Tes Seleksi (‫اإلنتخابي‬ ‫)اإلمتحان‬ Tes Awal (‫المبدئي‬ ‫)اإلمتحان‬ Tes Akhir (‫النهائي‬ ‫)اإلمتحان‬ Tes Formatif (‫اليومي‬ ‫)اإلمتحان‬ Tes Summatif (‫السنوى‬ ‫النصف‬ ‫)اإلمتحان‬ Tes Penempatan Tes Diagnosis(‫الفحصي‬ ‫)اإلمتحان‬ Ciri-ciri Tes Yang Baik Sebuah tes dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi persyaratan tes. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. http://arerariena. Remaja Rosdakarya : Bandung. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi.com/2010/12/16/pengertian-tes-jenis-jenis-tes/ . Bumi Aksara : Jakarta.wordpress. 2002. Raja Grafindo Persada : Jakarta.com/2011/02/02/tes-bahasa/ http://minaltimay. PT. Anas Sudijono. 2011. dkk.