BAB I PENDAHULUAN MENGEMBANGKAN PERENCANAAN ASUHAN YANG KOMPREHENSIF

1.1 Latar Belakang Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya, masa ini merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan seorang wanita. Masa ini juga merupakan tahap penyesuaian sebelum memasuki masa menjadi seorang ibu. Dan pada masa ini terjadi berbagai perubahan baik secara fisik maupun secara psikilogis sehingga kebutuhannya pun akan berbeda dengan saat sebelum hamil. Disitulah peran bidan sangat dibutuhkan terutama dalam memberikan asuhan yang komprehensif yaitu asuhan yang menyeluruh kepada ibu hamil dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan mensejahterakan kesehatan ibu dan janin. Dalam mengembangkan asuhan yang komprehensif hal perlu diperhatikan adalah:  Menetapkan kebutuhan tes labolatorim  Menetapkan kebutuhan belajar  Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan  Menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga profesional lainnya  Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance  Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS  Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan.

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Agar dapat merencanakan asuhan secara tepat dan berkesinambungan, sehingga klien mendapatkan kepuasan terhadap asuhan yang diberikan dan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin Askeb Kelompok 12 1

1.2.2

Tujuan Khusus  Untuk menetapkan kebutuhan tes labolatorium  Untuk menetapkan kebutuhan belajar  Untuk menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga professional lainnya  Untuk menetapkan kebutuhan konseling spesifik atau anticipatory guidance  Untuk menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS  Untuk menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan.

1.3 Metode Penulisan Dalam pembuatan makalah ini, penyusun menggunakan beberapa metode penulisan, yaitu: 1. Tinjauan pustaka Tinjauan pustaka dilakukan dengan mangambil bahan-bahan materi dari buku-buku yang berkaitan. 2. Pranata luar (internet) Pranata luar atau internet dilakukan dengan melakukan browsing di internet yang berkaitan dengan materi makalah. 3. Konsultasi Konsultasi dilakukan dengan dosen pembimbing.

Askeb Kelompok 12

2

BAB II ISI

Yang harus dilakukan oleh seorang bidan dalam melakukan asuhan yang komprehensif yaitu: 2.1 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Pada Masa PraNikah/Pra-Hamil 2.1.1 Menetapkan kebutuhan tes laboratorium Cek Kesehatan Di Masa Prakonsepsi Pemeriksaan kesehatan selama masa prakonsepsi perlu dilakukan. Dengan alasan pemeriksaan ini bisa mendeteksi gangguan yang mengancam selama ibu hamil dan bersalin serta kesehatan janin. Yang perlu diperiksa di masa prakonsepsi sebagai berikut:
    

Riwayat penyakit dan genetik (jika usia calon ibu di atas 35 tahun) Siklus haid, alat kontrasepsi Pemeriksaan klinis (berat badan, rongga panggul dan pap smear) Tes laboratorium darah dan urin Pemeriksaan penunjang (TORCH, HIV/AIDS, ACA-Anti Cardiolipin Antibody)

 

Imunisasi, jika perlu Pemberian vitamin prenatal yang mengandung asam folat

Semakin penting diperiksa selama prakonsepsi jika:
  

Usia calon bunda di atas 35 tahun Calon bunda di atas 35 tahun Calon bunda punya penyakit jantung, hipertensi, diabetes, asma, penyakit organ reproduksi (miom, kista, endometriosis), kelainan Rhesus darah dan lainnya yang bisa mempengaruhi kehamilan dan janin

Askeb Kelompok 12

3

Ada beberapa tes yang mencangkup tes pra nikah. Tes ini sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum dilaksanakannya pernikahan. calon pengantin dapat melakukan terapi dan telah selesai sebelum hari H tiba. Tes pra nikah diliat dari benefitnya. calon pasangan akan meninggalkannya. Calon bunda belum pernah terkena penyakit rubella atau belum mendapat imunisasi rubella  Ada riwayat penyakit yang diturunkan secara genetika di keluarga besar   Mantan pecandu narkoba Bekerja di lingkungan yang rawan polusi zat berbahaya seperti laboratorium  Menderita penyakit menular seksual Belum begitu banyaknya calon pengantin yang sadar untuk menjalani tes pra nikah karena beredarnya stigma klise “mau menerima pasangan apa adanya”. Sedangkan ada beberapa kasus dimana pasangan yang tidak menjalani tes pra nikah akhirnya malah menemukan masalah serius ketika telah menikah. seperti adanya laporan seorang ibu yang mengalami obesitas meninggal saat melahirkan karena dia langsung hamil sesaat setelah menikah. Askeb Kelompok 12 4 . Seharusnya kasus-kasus seperti ini dapat diminimalisasi bila sebelumnya sang pengantin menjalani tes pra nikah. padahal keluarga kedua belah pihak terus-menerus menuntut adanya keturunan. nggak punya waktu sampai ketakutan apabila nantinya ada masalah. Alasan lain yang sering diutarakan adalah mahalnya biaya tes (padahal anda mau dan mampu untuk melaksanakan pesta yang meriah). Ada lagi laporan dimana sang suami tidak dapat melakukan hubungan suami istri dikarenakan adanya suatu penyakit tertentu. Agar bila nantinya ditemukan adanya masalah. Padahal hanya sedikit dimana ketika calon pengantin menjalani tes pra nikah dan ditemukan masalah kemudian mereka akan berpisah. harga dan sedikit waktu tidaklah ada artinya.

Tentunya lebih baik mengantisipasi daripada menyesal belakangan karena pasangan anda merasa dibohongi. Sedangkan untuk laki-laki adalah tes sperma.* Tes Rhesus Darah kita orang asia memiliki rhesus positif pada umumnya dan rhesus negatif biasanya dimiliki oleh orang Eropa. cytomegalo atau herpes. gula darah dan hepatitis. Misalnya salah satu dari anda ada yang mandul. apakah tetap meneruskan pernikahan dan siap menanggung akibatnya atau Askeb Kelompok 12 5 . untuk mengetahui kualitas dan kuantitas spermanya. Keputusan mutlak ada di tangan anda bedua. Bukankah jujur didalam suatu pernikahan itu adalah penting?! Jika hasil tes anda tidak sesuai dengan harapan anda. umumnya masih didahulukan tes toxoplasma dulu karena kasus rubella dan cytomegalo masih jarang ditemukan di Indonesia. Selain tes-tes diatas bisanya tes pra nikah juga dibarengi dengan tes darah. * Torch Tes ini khusus untuk calon pengantin wanita dimana bertujuan untuk mengetahui apakah kita memiliki bawaan virus toxoplasma. Tes Torch di Indonesia masih relatif mahal. Banyaknya perkawinan antar ras yang belakangan terjadi menjadikan tes ini penting untuk dilakukan. keadaan psikologis dan gaya hidup. Persilangan kedua rhesus dapat mengakibatkan keguguran berulang-ulang dikarenakan sel darah kita akan memakan sel darah janin. urin . rubella. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil dari tes yaitu keadaan rahim. tes yang dilakukan adalah tes kemampuan berovulasi (mengeluarkan sel telur). * Tes Kesuburan Untuk wanita. Virus-virus ini tidak berdampak pada kita tapi berdampak pada calon bayi kita nanti.

Pertama. Jadi. maka calon istri akan diimunisasi dulu. sebaiknya dicek apakah mengidap diabetes mellitus atau tidak. Sebaiknya anda menunjuk orang ketiga yang netral seperti penasehat pernikahan atau tokoh pemuka agama anda untuk memberikan pandangan kepada anda. bahwa tidak akan ada periksa dalam atau pemeriksaan panggul seperti yang biasa dilakukan ginekolog. dikhawatirkan nantinya dia tidak bisa berhubungan seks. Hal-hal seperti ini tidak boleh disembunyikan. termasuk penyakit yang ditularkan lewat hubungan seks (PMS atau Penyakit Menular Seksual). penyakit menular yang dicek adalah hepatitis B dan TB (Tuberkulosis). dapat menemukan adanya kista atau tumor di rahim. Periksa dada pun tidak. Sebagai catatan. Umumnya. Pastikan kita telah mempertimbangkan secara matang untung-ruginya. sedangkan calon istri dicek punya vagina atau tidak. calon suami akan dicek apakah penisnya ada kelainan atau tidak. Kalau ya. Sebenarnya. pemeriksaan kesehatan prakonsepsi dilakukan dengan dua tujuan. jika usia calon suami sudah lanjut.malah sebaliknya: membatalkan pernikahan. disarankan agar melakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi). karena inti dari pemeriksaan ini adalah untuk kebahagiaan pasangan yang bersangkutan. memeriksa semua penyakit menular dari pihak lakilaki dan perempuan. Apabila ingin mengetahui ada tidaknya kelainan pada organ reproduksi. karena dengan USG ini. Askeb Kelompok 12 6 . Dalam hal ini penting diketahui. Apabila sebelum menikah diketahui calon suami menderita hepatitis. Tujuan kedua pemeriksaan ini untuk memastikan apakah mereka bisa melakukan hubungan seksual atau tidak. Jangan mengikuti emosi dan perasaan.

ini saatnya mengecek semua kemungkinan adanya infeksi. Tapi. Bila calon ayah belum menjalani pemeriksaan pranikah. Dengan begitu. maka satu di antaranya pasti talasemia. Misalnya. Dilihat dulu faktor risiko yang ada. ini tidak berarti kalau jumlah anaknya empat. seperti si kecil tidak punya tulang tengkorak. Pemeriksaan prahamil pada calon ibu difokuskan terhadap kondisikondisi yang bisa mengganggu kehamilan dan membuat anak cacat atau tertular penyakit. tumor otak. maka lakukan deteksi saat usia kehamilan antara 12-16 minggu. Jika salah satu pasangan membawa gen penyakit. dokter bisa melakukan safe abortion.Target pemeriksaan kesehatan prahamil adalah bayi dan calon ibu sama-sama sehat. bisa kena. Umumnya. misalnya. Pada usia kehamilan itu. Anda tidak melakukan pemeriksaan prahamil plus konseling genetika karena tidak sempat atau fasilitasnya kurang memadai. kemungkinan si kecil terkena talasemia sekitar 25%. namun bisa juga tidak. Askeb Kelompok 12 7 . atau epilepsi berat. Kemungkinan 25% itu adalah angka populasi. Jadi. Tapi. Bila dengan USG ditemukan adanya kelainan bawaan mayor yang multiple . lalu menular lagi ke anak. seperti talasemia (sejenis anemia atau kurang sel darah merah yang diturunkan). Seandainya. Jangan sampai penyakit calon ayah menular ke calon ibu. kemungkinan yang akan terjadi pada anak-anaknya juga dijelaskan. Paling tidak. apakah punya kelainan jantung. Idealnya pemeriksaan pra-konsepsi dilakukan sebelum sepasang pria dan wanita melakukan hubungan seks. calon ayah tahu persis bahwa kehamilan istrinya sangat berisiko dan bisa mencelakakan istri dan bayinya. Akan dicek juga kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan calon ibu meninggal kalau melahirkan. sehingga pengguguran tidak akan berbahaya bagi ibu. janin masih kecil. harus siap menghadapi kemungkinan tersebut. pemeriksaan prahamil bisa dibilang termasuk konseling genetika. tidak semua orang perlu melakukan serangkaian pemeriksaan. Jadi. Boleh juga 1-2 bulan sebelumnya.

2 Menetapkan kebutuhan belajar A. Sedangkan imunisasi yang disarankan adalah hepatitis B. DPT dan TT (tetanus toksoid).1.7=72 Kg 8 . BB normal. cukup bulan dengan berat badan normal.Pemeriksaan prakonsepsi yang dianjurkan pemerintah hanya pemeriksaan fisik secara umum dan pemeriksaan laboratorium rutin untuk darah dan urin. infertilitas Bahaya kesehatan jangka panjang 20-25 diinginkan Rentang ideal untuk 22. Rasio BB Indeks Quetelet Efek terhadap berat badan <20 berat badan Risiko amenorrhoe 19. dan obesitas kesehatan.5=51 Kg dibawah normal meningkat. Oleh karena itu sebelum hamil. Nutrisi Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Indikasi parameter yang normal bisa dihitung dengan indeks Quetelet atau sering disebut indeks masa tubuh (IMT). Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. Rumusnya adalah: Berat Badan (Kg) / Tinggi Badan2 (m) Berikut ini adalah tabel (pickard. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat.3=58 Kg kehamilan dan kesehatan jangka panjang 26-30 Askeb Kelompok 12 obesitas Risiko ringan terhadap 27. 1984) yang memperlihatkan efek dari BB rendah. 2. wanita harus yakin bahwa berat badannya berada dalam parameter normal.

kematian neonatal.3=80 Kg Selain itu. abortus. Dwiana Ocviyanti. pendarahan. Meningkatnya risiko pre-eklampsia 2. Kekurangan asam folat sangat berpengaruh pada perkembangan sistem saraf utama otak dan tulang belakang janin. aspiksia. selain makan 4 sehat 5 sempurna. anemia pada bayi. Gangguan trombo-embolisme Untuk ibu yang merencanakan kehamilan. berat badan ibu tidak bertambah secara normal. 3. perlu untuk menyeimbangkan gizinya sebelum hamil. cacat bawaan. yaitu pada fase pembentukan sistem saraf pusat. Kematian intrapartum/IUFD (mati dalam rahim) dan lahir dengan berat badan rendah (BBLR). pendarahan setelah persalinan serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. Terhadap janin: kekurangan gizi ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran." kata Dr. bayi lahir mati. Askeb Kelompok 12 9 . "Asam folat memang berperan penting pada fase awal pembentukan janin. berikut ini merupakan faktor risiko yang dapat terjadi pada ibu yang mengalami kekurangan gizi baik sebelum maupun selama kehamilan: 1. terkena penyakit infeksi. Terhadap ibu: gizi kurang pada ibu hamil dapat mengakibatkan risiko dan komplikasi antara lain: anemia. dr. persalinan sebelum waktunya (prematur). Faktor risiko pada ibu hamil yang obesitas: 1. 2. perlu juga ditambah dengan makanan yang mengandung asam folat. Terhadap persalinan: pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan proses persalinan sulit dan lama.moderat >30 obesitas berat kesehatan Risiko masalah menstruasi dan komplikasi kehamilan meningkat Bahaya kesehatan jangka panjang 30.

maka ia akan mempersiapkan gizi yang baik sebelum hamil karena kebutuhan Asam Folat harus disiapkan sejak sebelum kehamilan”. tahu-tahu ibu langsung hamil setelah telat datang bulan. Karena itu. Mereka baru datang ke dokter setelah positif hamil beberapa minggu”. menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya”. Saat seorang wanita menyadari kehamilannya.SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo. Sering kali para ibu tidak menyadari dirinya kekurangan Asam Folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. dan encephalocele. anensefali. “Jumlah angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi. Di Indonesia sendiri belum ada data pasti berapa prevalensi adanya penyakit kelainan sumsum tulang belakang. cukupi asam folat sejak sebelum hamil. Oleh karena itu. ibu sering tidak membekali diri dengan gizi yang mencukupi ketika sebelum dan sesudah melahirkan. Padahal. dan Keguguran. ujar Bowo. Down’s Syndrome. rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah. cacat tabung saraf janin (NTD) – spina bifida. “Kalau kehamilan direncanakan. Jakarta. Kekurangan Asam Folat menyebabkan bayi lahir dengan Bibir Sumbing. Bayi lahir dengan berat badan rendah. Kematian bayi ini masih belum diidentifikasikan penyebabnya karena belum adanya data. idealnya kebutuhan asam folat sudah tercukupi sejak sebelum terjadinya kehamilan. Itu sebabnya. bisa terbentuk saat kehamilan berusia 2-4 minggu. “Bayi mengalami kelainan pembuluh darah. Askeb Kelompok 12 10 . maka kehamilan itu sebenarnya sudah berusia 5-6 minggu. Salah satu penyebab kematian adalah kekurangan Asam Folat”. “Kebanyakan Pasutri (Pasangan Suami Istri) tidak pernah merencanakan kehamilan.

seperti semangka. Bila dimasak terlalu lama. nanas.6 mg) per hari. yaitu sekitar 0. juga kiwi. kaya akan asam folat. minimal 4 bulan sebelum kehamilan. hati sapi. sistem hormon (pada anak perempuan. pisang. Artinya. juga bisa diperoleh dari berbagai makanan sehari-hari. kandungan asam folat bisa berkurang atau malah hilang. kecukupan asam folat yang merupakan turunan dari vitamin B ini. seperti brokoli. Jika perkembangan sistem saraf utama terganggu. bayam serta asparagus. maka ibu hamil perlu mengonsumsi suplemen asam folat secara teratur sesuai rekomendasi dokter. kekurang Asam Folat menyebabkan meningkatnya resiko Anemia.4-0. sayuran berwarna hijau. termasuk wajah (menyebabkan sumbing). Kecukupan ini bisa mencegah 50-70 persen resiko NTD. yakni pembentukan tulang-tulang kepala. ikan juga susu (saat ini banyak susu yang difortifikasi asam folat). tidak ada kontrol untuk buang air besar maupun buang air kecil serta adanya gangguan jantung. kebutuhan wanita usia subur serta ibu hamil akan asam folat adalah sekitar 400-600 mikrogram (0. Asam folat juga terdapat pada daging. anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. di saat dewasa kelak bisa tidak mengalami menstruasi) dan perkembangan pusat kecerdasan (gangguan belajar). Mengingat risiko tersebut. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara mengolah dan memasak makanan kaya asam folat. jeruk. Sebagaimana zat gizi lain. Begitu juga dengan buah-buahan berwarna merah atau jinga. juga berakibat pada sistem motorik (mengalami lumpuh. seorang wanita sebaiknya sudah harus mencukupi kebutuhan asam folatnya. maka akan mempengaruhi perkembangan janin. Selain itu. Secara umum.Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil. Pada ibu hamil. letih.4 hingga 1 mg Askeb Kelompok 12 11 . bila memang ingin hamil. sehingga ibu mudah lelah. Pada anak perempuan. tidak bisa berjalan tegak). saat dewasa tidak mengalami menstruasi. lesu dan pucat.

medis. atau obstetris. 1. atau kematian janin berulang. berupa nasihat tentang resiko yang ada pada klien dan di berikan suatu strategi atau mengeliminasi pengaruh patologis yang diketahui berdasarkan riwayat keluarga. mencakup usaha-usaha sebelumnya terhadap konsepsi. adanya fertilitas dan hasil kehamilan yang abnormal termasuk abortus. Memperbaiki hasil akhir kehamilan 3. social. jadi factorfactor resiko yang dapat terjadi selama kehamilan. namun sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter. Menurunkan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan 4. dan nifas. Manfaat konseling prakonsepsi: 1. 2. Riwayat sosial Yang harus dipehatikan pada saat konseling adalah: Askeb Kelompok 12 12 . Mengurangi angka kehamilan dengan resiko tinggi. Mempersiapkan kehamilan baik secara fisik dan psikologis ibu 2.1. kehamilan ektopik. Riwayat reproduksi.3 Menetapkan kebutuhan konsultasi prakonsepsi Konseling prakonsepsi adalah suatu cara untuk mengidentifikasi semua factor yang berpotensi hasil akhir kehamilan. keluarga.per hari. persalina. Konseling prakonsepsi dasar yang sering diberikan berupa konseling mengenai :      Makanan/ nutrisi Kebiasaan minum aklohol Merokok Pemakaian obat terlarang Asupan vitamin Konseling dimulai tentang dengan pemeriksaan menyeluruh tentang riwayat reproduksi. 2. Ibu hamil tak perlu takut kelebihan asam folat karena akan dikeluarkan dari tubuh secara alamiah.

b. infertilitas dan kematian janin. 3. persalinan prematur. Askeb Kelompok 12 13 . Remaja memilki kemungkinan lebih besar mengalami anemia. Usia ibu. terdapat peningkatan rasiko dari pasangan yang pernah menganiaya. baru menganggur. seperti hipertensi dan diabetes. latar belakang pendidikan rendah. Sebagian besar waniata hamil dapat melanjutkan olahraga sepanjang gestasi. Selama kehamilan. walaupun mungkin perlu dilakukakn perubahan-perubahan. tapi setiap kekhawatiran perlu dibuktikan. misalnya:  Pada kehamilan remaja.  Pada kehamilan setelah usia 35 tahun atau lebih: 1. Usia ibu mempengaruhi hasil akhir kehamilan. kehamilan dapat memicu kembali masalah antar pribadi. retardasi mental.  Kekerasan dalam rumah tangga. etnik atau keagamaan tertentu dapat menigkatkan resiko penyakit resesif tertentu. dan angka kematian bayi yang tinggi. serta riwayat di penjara. Gaya hidup dan kebiasaan kerja  Olahraga. Riwayat keluarga Status kesehatan dan reproduksi dari keluarga sedarah ditinjau untuk penyakit medis. Latar belakang ras. Meningkatkan resiko terjadinya kelahiran bayi premature.a. disebabkan oleh usia ibu yang rentan terhadap penyulit. dan beresiko lebih tinggi memiliki janin yang pertumbuhannya terhambat. Meningkatkan resiko kematian ibu 2. pada selama kehamilan olahraga tidak dilarang. Penganiayaan lebih besar kemumgkinannya terjadi pada wanita yang pasangannya yang merupakan pecandu alkohol atau obat. Riwayat keluarga tidak selalu akurat.

sosial. dan pengungsi) menghadapi isu diskriminasi ganda. Memfasilitatsi perubahan perilaku. (World Health Organisation) Konseling HIV/AIDS memiliki perbedaan dengan konseling secara umum dalam hal: 1. 6. 4. atau Viral load.2.4 Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS Konseling HIV/AIDS merupakan komunikasi bersifat rahasia antara klien dan konselor bertujuan meningkatkan kemampuan menghadapi stres dan mengambil keputusan berkaitan dengan HIV/AIDS. 2. 5. Diagnosis HIV mempunyai banyak implikasi – psikologik.1. waria. Askeb Kelompok 12 14 . Membantu klien melakukan informed consent untuk tes HIV. Kelompok-kelompok khusus (pecandu napza. penjaja seks. 3. yaitu sebagai bagian dari kelompok khusus yang dikucilkan masyarakat dan sebagai orang yang selalu dianggap berisiko terhadap atau telah terinfeksi HIV. laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki. Layanan konseling pra dan pasca tes. Alasan Pentingnya Konseling HIV/AIDS Konseling merupakan suatu proses pencegahan dan perubahan perilaku dapat mencegah penularan. fasilitasi pencegahan perilaku dan evaluasi penyesuaian diri ketika klien menghadapi hasil tes positif . suku asli. Proses konseling termasuk evaluasi risiko personal penularan HIV. Konfidensialitas klien sangat penting jika menyangkut isu stigma dan diskriminasi 7. HIV ialah penyakit yang mengancam hidup dan pengobatan seumur hidup. fisik. CD4. Penggalian sejarah perilaku seks dan sejarah kesehatan klien. spiritual. Penilaian mengenai perilaku berisiko klien terhadap infeksi HIV (baik menularkan atau tertular). pekerja migran.

sampai alat-alat kelamin bagian luar berkembang lebih nyata. hingga lebih mudah membedakan jenis kelaminnya (minggu ke-14). sosial dan spiritual seseorang yang mengidap virus HIV atau virus lainnya. Askeb Kelompok 12 15 . misalnya: dukungan yang berkaitan dengan kesejahteraan emosi. dan perawatan melalui pemecahan masalah kepatuhan berobat. kira-kira 2 minggu pasca pembuahan – sekitar saat seseorang mulai terlambat haid. Memastikan efektivitas rujukan kesehatan. Darah). Pencegahan penularan HIV dengan menyediakan informasi tentang perilaku berisiko (seperti seks aman atau penggunaan jarum bersama) dan membantu orang dalam mengembangkan keterampilan pribadi yang diperlukan untuk perubahan perilaku dan negosiasi praktek lebih aman. Tes ini harus dilakukan oleh dokter dan dianggap akurat untuk mengetahui tingkat hormon fetal hCG (human chorionic gonadotropin) di dalam darah sesegera mungkin. kebutuhan akan tes laboratorium memang diperlukan. Tes darah. Menyediakan dukungan psikologis. 3. a. psikologis.2 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Selama Trimester I Trimester I ini dimulai dari usia kehamilan 0-14 minggu. Adapun tes laboratorium yang dapat dilakukan pada trimester I diantaranya: tes urine (PP test) dan tes darah (Hb dan gol. sebaiknya segera memastikannya secepat mungkin.Konseling HIV/AIDS merupakan proses dengan tiga tujuan umum: 1.1 Menetapkan kebutuhan tes laboratorium Ketika seseorang menduga bahwa dirinya hamil. Sehingga pada trimester I. 2. Sedangkan tes darah yang dapat dilakukan oleh seorang bidan adalah hanya mengukur kadar Hb dan gol. terapi. Tes laboratorium pada trimester I digunakan untuk mendiagnosa apakan seseorang hamil atau tidak.2. Darah pasien saja. hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang itu hamil atau tidak. 2. implantasi (akhir minggu ke-1). 2. Dimana pada trimester I ini berawal dari mulainya fertilisasi (0 minggu). organogenesis (minggu ke-4).

Selama hamil. maupun ada tidaknya infeksi. Pemeriksaan yang sering dilakukan yaitu pemeriksaan TORCH. penting melakukan pemeriksaan darah pada awal kehamilan seperti pemeriksaan darah rutin yaitu komponen Hb. maka jadwal kontrol pada trimester pertama yang biasanya per-empat minggu dapat dimajukan hingga per-tiga atau dua minggu. maka dianggap wajar. Rubella. Akan tetapi ibu jangan khawatir. Hal ini umumnya disebabkan banyaknya cairan dalam tubuh wanita hamil. Infeksi akibat virus Toxoplasma. Selain itu. AB) seandainya Askeb Kelompok 12 16 ..  Golongan darah dan faktor Rhesus (Rh). pada saat pemeriksaan harus dipastikan apakah sifat ketidaknormalan atau kelainan tersebut mayor atau minor. baik keadaan kurang darah (anemia). Syphilis. Karena itu. yang dikenal dengan istilah haemodilusi. Hal ini untuk mengetahui status keadaan ibu pada awal kehamilan secara laboratorium.Cara ini juga efektif dilakukan oleh para bidan yang belum dilengkapi dengan alat USG. Jika diprediksi kondisi bakal memburuk. Dokter atau bidan perlu mengetahui golongan darah pasien (A. misalnya kelainan dapat menyebabkan kematian atau kelainan berat. bisa diketahui:    Kadar zat besi dalam darah. dan Cytomegalovirus yang berbahaya bagi kesehatan janin. trombosit. karena pemeriksaan ini tidak berisiko terhadap ibu maupun janin. bahkan HIV/AIDS. O. Bila ada kelainan atau ketidaknormalan. kelainan darah (thalasemia). leukosit dan hematokrit. Melalui pemeriksaan darah. Jika penurunannya tidak terlalu drastis. pemeriksaan ini perlu untuk melihat adanya antibodi dalam darah ibu. akan dipikirkan tindakan terminasi atau pengakhiran kehamilan. Golongan darah dan faktor Rhesus ibu. apabila dokter mendeteksi adanya kelainan.  Penyakit lain seperti HIV B. mungkin ibu perlu melakukan pemeriksaan darah beberapa kali. Biasanya wanita hamil mengalami penurunan Hb dibandingkan pada saat dia tidak hamil. B.

Bila kadar zat besi ibu berubah-ubah selama kehamilan. tiga bulan sekali karena pada orang hamil sering timbul anemia karena defisiensi Fe. apakah darah ibu Rhesus positif (+) atau Rhesus negatif (-).  Kadar Hemoglobin. Tes ini dapat dilakukan secepat mungkin. tes akan diulang dalam beberapa interval selama masa kehamilan. b. tes lanjutan akan dilakukan untuk mengecek hadirnya antibodi.pasien memerlukan transfusi darah selama masa-masa kehamilan atau proses persalinan. HCG juga dapat dideteksi dengan tes urin. Jika Rhesus negatif (-). ibu akan merasa mudah lelah dan lesu.5 mg/dl. terkadang Hb-nya masih normal. pasangan juga harus memberikan darahnya untuk di tes. atau sel darah merah kekurangan zat besi.dan ibu mengandung janin dengan RH+. Dari pemeriksaan darah perlu untuk menentukan Hb. Selain dolongan darah. jika tes menunjukkan jumlah sel darah merah rendah. yaitu 2 minggu setelah pembuahan. Nilai normal Hb ibu hamil yaitu 10. Efek penggunaan obat Askeb Kelompok 12 17 . Tetapi hal ini harus tetap diwaspadai. penurunan jumlah sel darah merah hanya sedikit. Ini berbahaya bagi janin yang dikandungnya. Biasanya pada ibu hamil trimester I.5-14. jangan ragu untuk melakukan tes lagi pada kehamilan 28 minggu. maka disarankan untuk mengkonsumsi makanan kaya zat besi dan minum tablet zat besi. tetapi dengan tes urin juga dapat mengetahuiapakah ibu terpapar obat-obatan tertentu. dokter ataupun bidan juga harus mengetahui faktor Rhesus ibu. perlu diwaspadai adanya anemia. Apabila kadar Hb ibu hamil <10. bila rendah. Sel darah merah terdiri atas zat besi dan mengangkut oksigen. Tes urin tidak hanya dilakukan untuk memastikan kehamilan saja. bahkan narkotika. Kadar zat besi ini dapat diketahui dengan tes Hb. alkohol.0 mg/dl. Oleh karena itu perlu diberikan konseling mengenai nutrisi yang mengandung sumber zat besi seperti bayam dan daging merah. Tes ini banyak tersedia di mana-mana dan tingkat keakuratannya dapat lebih dari 90%. maka tubuh ibu akan memproduksi antibodi untuk melawan/menentang sel-sel darah RH+. Karena bila darah ibu RH. Tes urin.

Penggunaan terus-menerus. Food Nutrition Board. Sehingga ibu hamil perlu mengetahui mengenai kebutuhan belajar yang ia perlukan pada trimester I. Pada trimester pertama pertumbuhan janin masih belum begitu pesat. terutama pada awal kehamilan.tertentu berdampak buruk bagi perkembangan otak janin. National Academy Sciences. komplikasi trimester I. Karena pada trimester I ini ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi keadaan ibu dan janin bahkan mengganggu kenyamanan ibu hamil seperti perubahan fisiologis terhadap anatomi ibu hamil. Nutrisi A.2 Menetapkan kebutuhan belajar Trimester I dapat dikatakan sebagai masa emas. 2. karena pada trimester I ini terjadi proses organogenesis (pembentukan organ-organ). sehingga juga belum optimal kebutuhan gizinya. Washington DC.2. 1980 menyarankan 3 komponen utama gizi dan kecukupan yang dianjurkan sebagaimana tertera pada tabel berikut: Tiga Komponen Gizi Utama Pada Wanita Usia 15-19 Tahun Komponen gizi utama Protein (gram) Zat besi (mg) Kalsium (mg) Kebutuhan wanita usia 15-19 tahun Harian 44 18 800 Hamil +30 +30 s/d +60 +400 Menyusui +20 +30 s/d +60 400 Askeb Kelompok 12 18 . Kebutuhan belajar yang dibutuhkan oleh ibu hamil pada trimester I diantaranya sebagai berikut: a. bisa mengacaukan sistem syaraf bayi. National Research Council: Recommended Dietary Allowance 9th Ed. Usia kehamilan pada trimester I termasuk kedalam usia rawan. Asupan gizi ideal bagi ibu hamil Asupan gizi yang diperlukan ibu hamil harus ditingkatkan sejalan dengan kebutuhan perkembangan kehamilannya. ketidaknyamanan trimester I.

ayam. merupakan sumber zat pembangun. jus jeruk. kacang kedelai). tempe. dimasa kehamilan. kangkung). merupaka sumber zat tenaga. kacang-kacangan. dan jagung. makanan yang berasal dari biji-bijian. 2) Karbohidrat. vitamin C.  Protein. keju. utamanya untuk mencegah timbulnya anemia. merupakan sumber zat pengatur. 4) Zat besi. kalsium ini sangat penting karena berguna untuk mengurangi keram-keram di tangan dan kaki pada kehamilan lanjut. Sumber protein: kacang-kacangan. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori. kalsium penting untuk membantu pertumbuhan janin. lemak. ikan. Zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. amat penting dalam membantu proses produksi sel-sel darah merah. ikan. daging. 3) Kalsium. tahu. Pada trimester I. sereal. daging. ada 6 nutrisi terbaik yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. Tambahan vitamin. nasi. yang terdiri atas karbohidrat. Sumber kalsium: susu dan makanan olahan yang terbuat dari susu. karena sangat besar peranannya dalam memproduksi sel-sel darah. protein. maupun vitamin E diperlukan ibu hamil untuk meningkatkan kebugarannya. yogurt. karbohidrat dapat diperoleh dari serealia. dibutuhkan untuk energi tubuh sehari-hari. vitamin D. telur. ikan sarden. ikan teri. Pada prinsipnya.Komposisi makanan 4 sehat 5 sempurna. kacangkacangan (seperti kacang ijo. gandum. sayuran daun hijau (seperti bayam. telur. Sumber karbohidrat: umbi-umbian. yaitu: 1) Protein. karena:  Karbohidrat dan lemak. dan roti. vitamin dan mineral dapat dianggap mewakili komposisi makanan dengan gizi seimbang. baik B kompleks. vitamin A. umbi-umbian. Vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayursayuran. dan susu.  Vitamin dan mineral. Kebutuhan zat besi akan meningkat selama Askeb Kelompok 12 19 . telur. Protein dapat diperoleh dari daging.

Kebutuhan meningkat dari 18 mg menjadi 27 mg per-hari dan karena sulit memenuhi kebutuhan besi hanya dari diet saja. Karena zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin (protein dalam darah yang fungsinya mengangkut oksigen). Anemia Gizi Besi (AGB) terutama banyak diderita oleh wanita hamil. Peristiwa kodrati wanita adalah haid. tetapi bukan satu2nya penyebab. suplemen besi bukan selalu menjadi jawabannya. Pengobatan anemia tergantung penyebabnya.kehamilan. Karena itu menyebabkan kebutuhan Fe atau zat besi relatif lebih tinggi ketimbang kelompok lain. Zat besi juga dibutuhkan buat pertumbuhan bayi dan plasenta. sehingga dibutuhkan banyak zat besi untuk pembentukan hemoglobin darah tambahan. wanita menyusui. Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah. Zat besi secara alamiah diperoleh dari makanan. Kelompok lain yang rawan AGB Askeb Kelompok 12 20 . hamil kembar dan kurang zat besi sebelum hamil. jarak kehamilan yang berdekatan. Saat hamil terjadi peningkatan volume darah sebesar 50% dari biasanya. dan wanita usia subur pada umumnya. melahirkan dan menyusui. karena fungsi kodrati. Kekurangan besi merupakan penyebab anemia yang paling sering. Risiko kekurangan zat besi semakin meningkat jika terjadi mual-muntah di awal kehamilan. Kebutuhan zat besi terutama sangat meningkat pada TM II dan III. dan kebanyakan suplemen hamil mengandung zat besi sebesar itu. maka ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi 30 mg besi per-hari sebagai langkah pencegahan. Anemia bisa juga disebabkan kekurangan asam folat atau Vitamin B 12. hamil. perdarahan dan kelainan/penyakit darah.

tiram. buah pinggang. Sumber terbaik zat besi bisa didapat dari hati. Berdasarkan beberapa temuan para pakar kesehatan. Bahkan. dan buruh serta tenaga kerja berpenghasilan rendah. wanita hamil yang kekurangan asam folik besar risikonya mengalami keguguran ataupun kerusakan pada janin. Kacang dan sayur yang dikeringkan juga merupakan sumber zat besi yang baik dari protein nabati. terutama sumber Fe nabati yang hanya diserap 1-2%. Asam Folat juga sangat penting bagi wanita hamil. anak usia sekolah. umumnya juga mengalami anemia dengan segala konsekuensinya (terlihat pucat dan mudah letih. Sumber utama Fe adalah bahan pangan hewani dan kacangkacangan serta sayuran berwarna hijau tua. Asam folik ini dikonsumsi terutama pada saat 4 bulan sebelum lahir sampai usia kehamilan 12 minggu (pada trimester I).8 mg per hari. Pada ibu hamil sendiri. Ini berarti bahwa Fe pangan asal hewani (heme) lebih mudah diserap daripada Fe pangan asal nabati (non heme). juga berisiko Askeb Kelompok 12 21 .0. Sedangkan tingkat penyerapan Fe makanan asal hewani dapat mencapai 10-20%. Asupan asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada bayi. yaitu spina bifida (kelainan pada tulang belakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak terbentuk). unggas dan ikan. Kesulitan utama untuk memenuhi kebutuhan Fe adalah rendahnya tingkat penyerapan Fe di dalam tubuh. resiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 %. menurut dr. 5) Asam folat. lesu dan lemas).adalah anak balita. kerang. asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Itu sebabnya. Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar 0. ibu hamil yang mengalami kekurangan asam folat. Ovi. daging tanpa lemak.4 .

mengalami persalinan prematur. hampir setara dengan sereal. 2 buah pisang segar mengandung 58 mikrogram. bisa memenuhi 23% kebutuhan tubuh akan Asam Folat. 100 gram gandum mengandung hingga 50 mikrogram Asam Folat. mengandung 14. mengandung 9-125 mikrogram Asam Folat.  Jeruk.  Gandum.  Pisang. serta hati Sapi (liver). Dan alpukat ini juga mampu menetralkan radikal bebas dan menekan risiko infeksi. mengandung 50 mikrogram Asam Folat. satu buah jeruk bisa memasok 20% kebutuhan Asam Folat sehari-hari.  Telur. Adapun beberapa sumber makanan yang kaya akan asam folat diantaranya sebagai berikut:  Susu & Yoghurt.  Alpukat.  Kacang-kacangan. jelas dr. Tim Green PhD dan Department of Human Nutrition University of Otago New Zealand. 8 buah atau 1 gelas stroberi bisa memenuhi 7. Kebutuhan Asam Folat untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari atau sama dengan 2 (dua) Gelas Susu. mengandung 100 mirogram Asam Folat.5% kebutuhan Asam Folat harian untuk Ibu Hamil.  Brokoli.  Dan adapula sumber makanan lainnya yang mengandung asam folat seperti lobak cina. biji bunga matahari.  Bayam. kacang kering dan kacang polong. “Roti dan Susu juga mengandung Asam Folat tinggi karena kini susu dan tepung terigu telah difortifikasi mengandung Asam Folat”. sereal.85 Mikrogram Asam Folat ditiap 100 gram telur.  Strawberry. dengan mengkonsumsi 2 ikat bayam mengandung 200 mikrogram Asam Folat. Askeb Kelompok 12 22 . plasenta lepas sebelum waktunya (solusio plasenta) dan keguguran. buah-buahan.

3) Salmonella dan Toksoplasma. pepatah yang mengatakan “makan untuk dua orang” tidak perlu diikuti karena dapat membuat anda menjadi gemuk dan sulit menurunkan berat badan setelah Askeb Kelompok 12 23 . ikan atau daging sapi yang diolah setengan matang. Untuk menghindari infeksi bakteri jenis ini. Bakteri listeria monocytogeneses banyak terdapat pada:  Produk unggas (termasuk telur). Keperluan energi meningkat sekitar 15% atau 500 kalori/hari. Blue Cheese serta keju lain yang dibuat dari susu kambing atau domba. Adalah wajar untuk memastikan bahwa anda sudah mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup. C. sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi daging dan telur dalam bentuk mentah atau setengah matang. Sumber lemak: daging. terutama bila dimakan dalam keadaan mentah.  Selada. dan minyak. Sering ditemukan pada daging yang diolah setengah matang. karena kemungkinan membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yang membahayakan janin. bagi wanita hamil. buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih. seperti Brie. Racun yang dikeluarkannya dapat merusak usus dan ginjal. telur. agar tubuh tidak mudah lelah. 2) Bakteri E. dan susu yang tidak mengalami pasteurisasi. Coli. Jenis bibit penyakit/parasit yang membahayakan kandungan dan terbawa dalam makanan adalah: 1) Listeria. Makanan yang harus dihindari selama hamil Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil.6) Lemak. atau keracunan darah. Dengan demikian. Dapat menyebabkan keguguran. tentu saja untuk diri anda dan bayi anda. B.  Beberapa jenis keju lunak. jauh lebih sedikit jika dibandingkan makan dua kali lipat jumlah normal makanan anda. Prinsip makanan yang baik selama kehamilan Saat hamil. bayi lahir mati. nafsu makan juga meningkat. Camembert. lemak besar sekali manfaatnya untuk cadangan energi tubuh.

Tetapi masalah akan lebih mungkin terjadi jika anda makan terlalu sedikit – kehamilan bukan waktu yang tepat untuk diet. misalnya vitamin C dan mineral. telinga dan jantung. hindari meminum obat-obatan kecuali sudah disarankan oleh dokter. Segala sesuatu yang anda makan harus baik untuk anda dan bayi anda. Askeb Kelompok 12 24 . makanlah makanan yang mengandung vitamin. juga pada saluran pencernaan. Yang paling baik adalah menyeimbangkan jumlah makanan yang anda makan dalam kurun waktu 24-48 jam tiap kali makan. Obat-obatan Jika mungkin. 2004): 1) Merubah cara makan 2) Hindari makanan yang dapat membahayakan ibu dan janin 3) Jangan diet selama kehamilan 4) Lebih baik makan 5-6 kali dengan porsi kecil dari pada 2-3 kali dengan porsi besar (makan dengan porsi kecil tapi sering) 5) Minum vitamin ibu hamil secara teratur. Apabila manfaat bagi ibu masih disangsikan. Sedangkan manfaat untuk ibu juga seharusnya sangat dipertimbangkan/ dibandingkan dengan resiko pada janin.melahirkan. maka obat tersebut sebaiknya jangan diberikan. khususnya zat besi 6) Minum air yang cukup 8 gelas sehari 7) Perbanyak makan makanan yang berserat. A. Daftar obat yang tidak boleh diberikan pada wanita hamil Adalah obat yang mempunyai khasiat teratogen yaitu obat yang pada dosis terapeutis untuk wanita hamil dapat mengakibatkan cacat pada janin seperti kelainan pada mata. Namun demikian ada beberapa obat yang mempunyai khasiat teratogen tidak mutlak dilarang (bila perlu) artinya. buah-buahan dan sayuran b. Beberapa prinsip makan yang baik selama kehamilan dapat dikemukakan sebagai berikut (Suririnah. apabila tanpa diberikan obat tersebut mengandung resiko timbulnya penyimpangan yang lebih besar pada janin.

SPIRAMYCIN 8. ACYCLOVIR 6. AMPICILLIN 3. Daftar obat yang dianggap aman bagi wanita hamil Adalah obat-obat yang setelah digunakan dalam jangka waktu panjang tidak menimbulkan efek buruk pada janin. AMOXICILLIN 2. Ada berbagai jenis obat-obatan yang dapat digunakan dalam praktek kebidanan. COTRIMOXASOL 7. METRONIDAZOLE. Daftar obat yang boleh diminum ibu selama menyusui Adalah obat yang tidak atau hanya sedikit diekskresikan ke air susu ibu (ASI). OBAT ANTI INFEKTIKUM 1. C. PROMETHAZINE 4. METRONIDAZOL 5. DOXYCYCLINE B. Bila obat yang belum pasti keamanannya digunakan untuk waktu singkat. pemberian ASI sebaiknya dihentikan untuk sementara dan diganti dengan susu kaleng. METOCLOPRAMIDE HCL 3. PYRIDOXINE HCL Askeb Kelompok 12 25 . Obat yang tidak terdapat dalam daftar adalah obat yang mencapai susu ibu dalam jumlah banyak dan mungkin dapat berefek buruk pada bayi atau belum terdapat cukup data mengenai keamanannya. NYSTATIN 9. NYSTATIN 11. diantaranya: A. Lamanya penghentian hendaknya selama 4-5 kali masa paruh obat yang diminum ibu. CIPROFLOXACIN 4. DOMPERIDONE 2.B. ANTI EMETIKUM 1. VALACICLOVIR 10. PRATHIAZINE THEOCLATE.

ALUMUNIUM HYDROXIDE. AMBROXOL I. NATRIUM DIKLOFENAK D. LEVONOGESTREL. RANITIDINE 5. ETHINYLESTRADIOL 2. ASAM MEFENAMAT 2. ANTI PERDARAHAN 1. TRANEXAMIC ACID E. MAGNESIUM CARBONATE. KETOCONAZOLE H.C. OBAT SALURAN PERNAFASAN 1. LYNESTRENOL 4. ANTIPIRETIK ANALGETIK 1. OBAT SALURAN UROGENNITAL 1. CLOMIFENE CITRAT F. MEDROXY PROGESTERONE 3. OBAT SALURAN PENCERNAAN 1. OBAT SISTEM ENDOKRIN 1. CALSIUM CARBONAT G. BISACODYL 4. DEXTROMETHORPHAN 2. SALBUTAMOL 3. NORETISTERON 6. OXYTOCIN Askeb Kelompok 12 26 . PROGESTERONE 5. METHYLERGOMETRIN 2. CIMETIDIN 3. DERMATOLOGI 1. ASAM ASETILSALISILAT (ACETOSAL) 5. PARACETAMOL 3. LIDOCAIN HCL 4. HYDROCORTISONE 2. LOPERAMIDE 2.

tetapi perlu diperhatikan bagi mereka yang sedang hamil. VITAMIN 1. Namun hubungan seks ataupun orgasme tidak berbahaya bagi janin. Pada dasarnya melakukan hubungan seksual pada saat hamil tidak berbahaya pada kehamilan normal. pada beberapa orang keinginan seksual meningkat pada masa ini.  Posisi tidur. Hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak dapat ditawar. menambah nafsu makan. kehamilan dengan mengeluarkan air dan kehamilan dengan perlukaan disekitar alat kelamin bagian luar. untuk melakukan hubungan seks sedapat mungkin dihindari. serta untuk kesehatan badan ibu hamil sendiri (agar tetap sehat. dapat berguna untuk membantu sirkulasi darah. CALSIUM LACTATE 5. bagi ibu yang mempunyai riwayat keguguran. Karena tubuh wanita memiliki lendir dari cerviks (mulut Askeb Kelompok 12 27 .J. akan tetapi olahraga ringan seperti jalan santai. segar dan bugar). posisi tidur terlentang masih dapat dilakukan oleh ibu. Aktivitas pada masa kehamilan  Olahraga saat hamil. Namun kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. DOCOSAHEXANOIC ACID (DHA) c. Namun. EXT.  Hubungan intim selama hamil. karena rahimnya belum terlalu besar dan belum menekan diafragma. ASAM FOLAT 2. kehamilan dengan tanda infeksi. dan membuat nyenyak pada waktu tidur. PLACENTAE. Pada trimester I ini memang belum diperlukan senam hamil. kehamilan dngan perdarahan. Pada trimester I. ZAT BESI 4. Dan ibu pun masih dapat merasakan tidur dengan nyaman tanpa ada keluhan sesak ataupun pusing. CYANOCOBALAMIN (TABLET SALUT GULA) 3.

bersih dan nyaman dan hindarkan sepatu dengan hak tinggi tinggi (high heels) serta alas kaki yang keras. sehingga apabila terjadi kontraksi pada kehamilan muda (trimester I) dan keadaan rahim/uterus belum kuat. Salah satu ciri kehamilan risiko tinggi apabila muncul komplikasi atau menemukan gejala yang tidak biasa terjadi setelah atau selama melakukan hubungan seksual. kontraksi. Dan apabila ingin melakukan hubungan seksual. Pakai BH yang menyokong payudara ibu. atau keluar darah. Secara umum hubungan seksual tidak dianjurkan pada kasus-kasus kehamilan tertentu. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi kehamilan dengan kategori risiko tinggi. atau dengan cara coitus interuptus. dan dianjurkan untuk memakai alat kontrasepsi seperti kondom (untuk mencegah masuknya sperma kedalam vagina). d. memakai pakaian dalam yang bersih. dianjurkan melakukan dengan cara aman seperti posisi yang aman. karena didalam sperma terdapat hormon prostaglandin yang mana hormon prostaglandin tersebut dapat menimbulkan kontraksi uterus. Kantung rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut akan melindungi bayi selama proses kehamilan. maka dikhawatirkan akan terjadi keguguran. Askeb Kelompok 12 28 . misalnya:  Ancaman keguguran atau riwayat keguguran  Plasenta letak rendah (plasenta previa)  Riwayat kelahiran prematur  Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tidak diketahui penyebabnya sserta keram  Dilatasi serviks. yang mana cairan ini membantu tubuh si ibu untuk melawan kuman atau infeksi yang masuk kedalam mulut rahim.rahim). frekuensinya dikurangai (jangan terlalu sering). Dan pada kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan ibu hamil melakukan seksual. Pakaian Gunakan pakaian yang longgar. Diantaranya rasa nyeri.

keluarganya. Perubahan anatomi pada perut.2. Dan sebagai seorang bidan. Oleh karena itu payudara harus dirawat dari jauh-jauh hari. yang mana pada setiap komplikasi tersebut dibutuhkan penanganan dan pengobatan agar kehamilan tersebut dapat berjalan lancar (normal) seperti yang diharapkan oleh ibu hamil. Karena payudara menegang. Kesehatan jiwa Kesehatan jiwa diberikan pada waktu hamil. Mandi Kebersihan tubuh harus terjaga selama kehamilan. Komplikasi itu ada yang ringan dan ada pula yang berat. dan payudara menyebabkan lipatan-lipatan kulit menjadi lebih lembab dan mudah terinvestasi oleh mikroorganisme. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan mengeluarkan duktus dan duktus dan sinus laktiferus. karena payudara merupakan sumber air susu ibu (ASI) yang merupakan makan utama bagi bayi. jangan pada tempat yang sesak dan ramai. sensitif. tidak dianjurkan berendam dalam bathtub dan melakukan vaginal douche. Istirahat dan rekreasi Sebaiknya wanita pekerja harus sering istirahat. Basuhan lembut setiap hari pada aerola dan puting susu akan dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut. maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai. 2. lakukan pembersihan dengan menggunakan campuran gliserin dan alkohol. area genitalia/lipat paha. dan menjadi lebih berat. Untuk sekresi yang mengering pada puting susu. bertujuan agar menghilangkan ketidaktahuan dan latihan-latihan fisik.3 Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada trimester I. maupun petugas kesehatan. kita hanya Askeb Kelompok 12 29 . Perawatan payudara Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga segera dapat berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. g. Mencari tempat hiburan yang sirkulasi udaranya baik. Sebaiknya gunakan pancuran atau gayung pada saat mandi. f. sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan benar. h. karena tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan.e.

b. B. c. persiapan dan perencanaan mengenai tempat/penolong persalinan sesuai kondisi ibu dan janin. O = objektif. dll. Rujukan vertikal maksudnya rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit lain yang lebih lengkap. wawancara mengenai umur. misalnya muka/bibir pucat. pemeriksaan sederhana melalui periksa pandang.diberi wewenang untuk mengatasi atau menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan. terhadap masalah dan faktor resiko d. tungkai bengkak. S = subjektif.4 Menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga profesional lainnya Dalam penurunan kematian ibu dan kematian bayi baru lahir dibutuhkan inovasi dalam pelayanan kesehatan ibu disemua tingkat pelayanan melalui upaya proaktif. 2. Umpamanya dari rumah sakit kabupaten ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis fasilitas dan personalianya. Definisi Sistem rujukan dalam pelayanan obstetri adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal. perut ibu sangat besar. nomor/usia kehamilan dan masalah. misalnya antara bagian kebidanan dan bagian ilmu kesehatan anak. tinggi badan rendah. A. Tujuan Rujukan a Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya Askeb Kelompok 12 30 .2. Upaya rujukan terencana dimulai dengan kegiatan skrining antenatal untuk memperoleh SOPP a. P = penyuluhan. Sedangkan horizontal maksudnya konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit. P = penilaian.

b) Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan. dan konseling yang diberikan pun harus disesuaikan dengan usia kehamilan dan kebutuhan klien. Membahas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim b. Kegiatan rujukan informasi medis antara lain berupa : a.b Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya c Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah. 2. Hal ini sangat berguna untuk memperoleh angka-angka secara regional dan nasional. Menjalin kerjasama sistem pelaporan data-data medis umumnya dan data-data parameter pelayanan kebidanan khususnya terutama mengenai kematian maternal dan perinatal.5 Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance Kebutuhan konseling pada setiap ibu hamil itu berbeda-beda. kembalikan dan kirimkan lagi kepada unit semula. C.2. Kegiatan rujukan dan pelayanan ini antara lain berupa : a) Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan yang kurang lengkap ke unit kesehatan yang lebih lengkap. seperti kasus-kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis d) Pengiriman bahan laboratorium Bila penderita telah sembuh dan hasil laboratorium telah selesai. Adapun kebutuhan konseling yang ibu hamil perlukan pada trimester I diantaranya sebagai berikut: Askeb Kelompok 12 31 . bilamana perlu disertai dengan keterangan yang lengkap (surat balasan) D. persalinan dan nifas c) Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya.

Klasifikasi hipertensi gravidarum yaitu hipertensi essensial. Ketidaknyamana yang normal pada trimester I Ketidaknyamann yang terjadi pada trimester I adalah hal yang umum terjadi misalnya ibu hamil mengalami kelelahan hal tersebut bisa disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi atau anemia. Tanda-tanda bahaya Yang harus diwaspadai saat kehamilan trimester I adalah terjadinya kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dan abortus spontaneous yaitu abortus yang terjadi dengan sendirinya. Beberapa ketidaknyamanan yang terjadi selama trimester pertama yaitu: a. apendisistis. Perdarahan pervaginam bisa disebabkan oleh abortus. solusio plasenta. Perdarahan pervaginam. Mual dan muntah (morning sickness) Askeb Kelompok 12 32 . penyakit radang pelvik. abortus. Nutrisi yang kurang mungkin juga menyebabkan kelelahan ketika wanita tersebut mengalami mual muntah.a. Kebutuhan nutrisi Pola kenaikan berat badan adalah hal yang penting untuk dipantau karena kenaikan berat badan total wanita hamil penting untuk mengetahui berat badan wanita di awal kehamilan. dan mendukung kemajuannya. dan kehamilan ektopik. penyakit kantong empedu. Dan nyeri perut bagian bawah bisa disebabkan oleh kista ovarium. dan hiperemesis gravidarum. serta hipertensi kronik. preeklampsia dan eklampsia. kehamilan ektopik. c. Kelelahan yang berlebihan menunjukan bahwa wanita hamil tersebut mengalami tekanan psikologis atau fisiologis. infeksi saluran kemih. hipertensi gravidarum. gastritis. preeklampsia dengan hipertensi kronik. ataupun karena sistitis. Berat badan yang tetap atau terjadi sedikit penurunan berat badan selama trimester I adalah hal yang normal. Sangatlah penting bahwa wanita hamil makan dengan pola gizi yang sehat. nyeri perut bagian bawah. kehamilan mola. hipertensi gestasional. b.

Keadaan ini terjadi pada bulan pertama kehamilan karena pada saat itu terjadi pembesaran uterus. b. sehingga wanita tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi ketika tidur. Kita harus memberitahu pada ibu bahwa jangan mengurangi pemasukan cairan/minum untuk mengatasi masalah ini karena ibu hamil membutuhkan cairan yang lebih pada saat kehamilan. karena hanya akan menimbulkan rasa mual.Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Sering berkemih Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering buang air kecil (BAK). Askeb Kelompok 12 33 . Cara mengatasinya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi frekuensi berkemih ini adalah menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi dan mengurangi asupan cairan sebelum tidur malam. dan juga dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi atau yang disebut dengan Hyperemesis Gravidarum. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi. akan tetapi pada trimester II sudah menghilang dan timbul lagi pada trimester III karena terjadi penekanan kandung kemih oleh turunnya kepala bayi. jangan makan dalam jumlah atau porsi besar dan berlemak. Keadaan seperti ini bisa diatasi dengan makan dalam jumlah sedikit tapi sering. sehingga tidak dapat makan atau minum apapun. Timbul gejala mual dan muntah terutama pada pagi hari yang disebut morning sickness. anjurkan ibu untuk makan makanan ringan seperti biskuit atau roti ditambah dengan teh manis hangat sebelum bangun dari tempat tidur. Untuk mengatasi mual dan muntah di pagi hari. serta makanlah selagi hangat. Bidan menyarankan agar ibu menghubungi dokter atau bidan bila mual-muntah menjadi sangat hebat. Mual dan muntah biasanya timbul pada minggu kedua kehamilan setelah pembuahan dan terjadi kurang lebih antara minggu ke-6 sampai bulan ke-4 kehamilan.

dan makanlah dengan porsi makan sedikit tapi sering biasanya dapat menolong. Kafein bersifat diuretik sehingga ibu menjadi sering buang air kecil akibatnya mengurangi jumlah mineral penting seperti: kalium. Bila skit kepala semakin terasa berat beri tahu ibu untuk secepatnya hubungi dokter atau bidan (pada kehamilan lanjut sakit Askeb Kelompok 12 34 . c. Tubuh anda berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan hormon dan metabolisme yang ada. Metode untuk meredakannya adalah meyakinkan kembali wanita tersebut bahwa keletihan adalah hal yang normal dan bahwa keletihan akan hilang secara spontan pada trimester II. Sakit kepala yang muncul pada masa awal kehamilan disebabkan karena adanya peningkatan sirkulasi darah akibat perubahan hormonal.Oleh karena itu. Kelelahan juga dapat disertai dengan rasa sakit kepala. Sekitar 90% kasus kelelahan pada wanita hamila akan menghilang sekitar minggu ke-12 kehamilan. Hormon yang semakin meningkat pun dapat mengganggu pola tidur anda. Ada ibu hamil yang menjadi gampang mengantuk atau sebaliknya menjasi sangat susah tidur di waktu malam hari. Merasa lemah dan letih Rasa lelah dan cape merupakan tanda umum kehamilan dan akan muncul sekitar 8-10 minggu pertama kehamilan. disamping bisa menyebabkan iritasi lambung. Latihan ringan dan nutrisi yang baik juga dapat membantu mengatasi keletihan ini. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh padahal keseimbangan elektrolit tubuh berfungsi menjaga kerja jantung dan alat-alat tubuh lain dengan baik. ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk minum kopi ataupun teh karena kopi dan teh mengandung kafein yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. kalsium dan magnesium dalam tubuh. Pengetahuan ini akan membantu wanita untuk sering beristirahat selama siang hari jika memungkinkan hingga kelelahannya hilang. Untuk keluhan sakit kepala bisa diatasi dengan beristirahat.

Keadaan seperti ini bisa diatasi dengan: Asupan cairan yang adekuat. Ini biasanya terjadi pada trimester awal kehamilan. Tablet zat besi (iron) juga biasanya menyebabkan masalah konstipasi ini selain itu zat besi tablet akan menyebabkan warna feses menjadi kehitaman. Askeb Kelompok 12 35 . f. yakni minum air minimal 8 gelas per hari dalam ukuran gelas minum. e. bidan atau dokter. hal ini karena adanya perubahan hormone. Konstipasi atau obstipasi Pengaruh progesteron dapat mengahambat gerak peristaltik usus yang menyebabkan kesulitan untuk buang air besar (BAB).kepala dapat menjadi tanda pre-eklampsia. karena prem merupakan laktasif ringan alami. misalnya menyarankan ibu agar bercerita tentang perasaannya kepada orang terdekat. Konsumsi buah prem atau jus prem. Karena ini salah satu cara untuk mengurangi emosi yang terjadi. Hal yang bisa disarankan bidan kepada klien yang mengalami keluhan seperti ini mungkin bidan bisa memberikan konseling. yang biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah dan kaki-tangan bengkak). Perubahan mood atau emosi Pada trimester awal kehamilan terjadi perubahan emosional menjadi tidak stabil. Sinkope atau pingsan Terjadinya gangguan sirkulasi kedaerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan. d. Keadaan ini menghilang setelah umur hamil 16 minggu. Bila ibu sering merasa seperti ingin pingsan sarankan ibu untuk segera periksa ke dokter karena kemungkinan ibu mengalami anemia.

Hal ini memerlukan periode istirahat pada siang hari. dan mengandung serat alami (misal selada. Puting susu mungkin terasa gatal dan Askeb Kelompok 12 36 . Berbagai keluhan ini mencakup:       Tidak haid Mual dan muntah (morning sickness atau penyakit pagi. pelunak feses. - Lakukan latihan secara umum. latihan kontraksi otot abdomen bagian bawah secara teratur. Semua kegiatan ini memfasilitasi sirkulasi vena sehingga mencegah kongesti pada usus besar. dan atau supositoria gliserin jika da indikasi. - Makan makana berserat. Hal ini mencakup penyediaan waktu yang teratur untuk melakukan defekasi dan kesadaran untuk tidak mengacuhkan “dorongan” atau menunda defekasi. mekanisme yang baik. Payudara wanita yang sedang hamil menjadi lebih besar. - Miliki pola defekasi yang baik dan teratur. Wanita hamil mungkin merasakan dampak dari meningkatnya hormon-hormon. tetapi bukan yang berbau) Perubahan pada payudara (yang tengah bersiap menghasilkan air susu ibu (ASI). teh) saat bangkit dari tempat tidur untuk menstimulasi peristaltik. Konsumsi laksatif ringan. Tiga bulan pertama kehamilan adalah waktu pembiasaan bagi tubuh dan pikiran terhadap kehamilan. kulit padi). daun seledri. berjalan setiap hari.- Istirahat cukup. mempertahankan postur yang baik. - Minum air hangat (misal air putih. meskipun sebenarnya bisa terjadi kapanpun) Merasa lelah dan mengantuk Sering BAK Lebih banyak mucus atau lendir yang keluar dari vagina (keputihan.

Aktivitas seksual Kehamilan dan persalinan adalah semua bentuk ekspresi seksualitas perempuan. Area disekeliling puting (disebut areola) menjadi lebih gelap. jauhkan dari makanan yang baunya merangsang sehingga timbul perasaan ingin muntah.nyeri. pasangan dapat berpartisipasi dalam aktivitas seksual tetapi menahan diri dari hubungan karena budaya tabuh terhadap aktivitas seksual selama kehamilan atau karena mitos tentang bahaya hubungan seksual selama kehamilan.  Memberikan informasi mengenai gizi dan nutrisi apa saja yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil agar kesehatan ibu dan bayinya tetap terjaga. Perubahan body image/citra tubuh (khususnya bagi ubu hamil masih remaja/muda – usia ibu 12-19 tahun) d. karena pada trimester I ini pertumbuhan janin sedang mulai berkembang dan ada beberapa obat yang bisa memberi pengaruh buruk pada janin. Hal-hal yang perlu mendapat perhatiaan pada masa ini adalah: a. Pengaruh obat terhadap janin c. Kebutuhan nutrisi Peran bidan  Bidan harus bisa memberikan solusi dalam mengatasi mualmuntah yang terjadi dan sangat dirasakan tidak nyaman oleh pasien. d.  Memberitahu kepada ibu hamil bahwa tidak dibolehkan untuk mengkonsumsi obat-obatah diluar petungjuk dokter. misal tetrasiklin bisa menyebabkan kecacatan pada bayi. Mual dan muntah b. yang erat kaitannya dengan pengalaman fisiologis dan psikologis. Askeb Kelompok 12 37 . Misal menyarankan kepada pasien untuk makan sedikit tapi sering.

dengan memberikan informasi mengenai dampak dari penggunaan kafein. obat bebas . tetapi tidak dengan mengorbankan kondisi ibu. stigma sosial. General hygiene Wanita hamil mungkin lebih sering mandi karena pada saat kehamilan.6 Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS Wanita hamil secara etis bertangung jawab untuk mencari perawatan yang layak selama ia hamil dan harus menghindari hal-hal yang membahayakan janinnya. Zat berbahaya tersebut dapat masuk melalui saluran pernapasan.e. Promosi kesejahteraan (Promotion of Safety) Rumah dan tempat kerja dapat menyebabkan membuat ibu hamil terpajan dari berbagai zat berbahaya. dan risiko bereproduksi pada wanita hamil. berkeringat dan terjadi peningkatan keputihan. f. kulit menjadi lebih berminyak. Sebelum ada perubahan teknologi yang mengubah diagnosis dan pengobatan pada janin. dalam hal ini peran bidan adalah membantu ibu hamil dalam meningkatkan derajat kesehatannya. Skrining HIV yang diwajibkan melibatkan diskriminasi. mengkonsumsi alkohol. 2. Pemberian konseling mengenai personal hygiene sangat penting diberikan dari awal kehamilan untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Metode untuk mencegah transmisi ibu ke janin dan pengobatan janin sampai saat ini belum ada. Insiden tranmisi perinatal dari seorang ibu HIV positif ke janinnya bervariasi dari 25%-35%. kontak dengan kulit dan saluran pencernaan yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin.2. rokok dan alkohol yang dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dapat membantu ibu untuk mengurangi kebisaan buruknya tersebut. tes pada wanita hamil harus dilakukan atas kemauan wanita itu sendiri. Petugas harus mengutamakan keadaan bayi. g. Konsumsi obat-obatan Jika saat kehamilan trimester I seorang ibu hamil memiliki kebiasaan buruk seperti merokok. sering memakai obat tanpa resep dokter hal tersebut dapat membahayakan kehamilannya. Tenaga Askeb Kelompok 12 38 .

kesehatan memiliki kewajiban memastikan calon ibu memperoleh informasi yang cukup tentang gejala dan tes HIV. a. Definisi Konseling adalah kebutuhan proses pembicaraan dan

pembahasan masalah-masalah antara kita dengan konselor (orang yang dilatih untuk mengatasi masalah PMS). b. Penyakit Menular seksual (PMS) dan AIDS AIDS adalah PMS yang paling sering didengar belakangan ini. Ketakutan orang tentang AIDS sangat besar, karena sejauh ini belum dapat disembuhkan. Obat-obatan yang dapat membantu perawatan mereka yang sudah kena AIDS (bukan menyembuhkan) juga sangat mahal. Semua orang bisa saja terkena AIDS. Di Indonesia sudah ada bayi maupun orang dewasa yang terkena AIDS. Karena itu, kita mesti waspada terhadap bahaya penularan AIDS. c. Catatan khusus tentang AIDS      Kita tidak bisa melihat apakah seseorang terkena AIDS (bibit penyakit AIDS) hanya berdasarkan penampilannya AIDS tidak bisa dicegah dengan obat-obatan, suntikan atau jamu-jamuan AIDS belum dapat disembuhkan dan dapat berakibat kematian AIDS dapat menular dengan cara yang sama dengan PMS yang lain Penampakan AIDS sama seperti penyakit yang mengenai orang biasa seperti TBC, tumor, radang paru, infeksi saluran pencernaan dan lain-lain  AIDS dapat dicegah dengan cara hanya berhubungan seks dengan seorang pasangan yang juga hanya berhubungan seksual dengan kita, atau dengan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.

Askeb Kelompok 12

39

Perlu kita ketahui bahwa HIV/AIDS dan PMS pada ibu hamil dapat mempengaruhi keadaan psikologi ibu hamil dan mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya. Konseling merupakan keharusan bagi wanita positif (+) HIV. Hal ini sebaiknya dilakukan pada awal kehamilan, dan apabila ia memilih untuk melanjutkan kehamilannya, perlu diberikan konseling berkelanjutan untuk membantu wanita tersebut secara psikologis. Perkembangan penatalaksanaan selama kehamilan mengikuti kemajuan-kemajuan dalam pengobatan individu non-hamil yang terinfeksi HIV. Standar penanganan yang berlaku saat ini mengharuskan wanita hamil dan janinnya menjalani terapi yang paling efektif yang tersedia. Karena konsekuensi penyakit yang tidak diobati sangat merugikan, terjadi pergeseran dari fokus pengobatan yang semata-mata untuk melindungi janin menjadi pendekatan yang lebih berimbang berupa pengobatan bagi ibu dan janinnya (Kass dkk., 2000). 2.2.7 Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan A. Definisi Pemeriksaan antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 1998). Pemeriksaan kehamilan (ANC) merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan setelah post partum sehat dan normal, tidak hanya fisik tetapi juga mental (Prawiroharjo, 1999). Kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Pada setiap kunjungan

antenatal (ANC), petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk

Askeb Kelompok 12

40

mendapatkan diagnosis kehamilan intrauterine, serta ada tidaknya masalah atau komplikasi (Saifudin, 2002). Kunjungan ibu hamil atau ANC adalah pertemuan antara bidan dengan ibu hamil dangan kegiatan mempertukarkan informasi ibu dan bidan. Serta observasi selain pemeriksaan fisik, pemeriksaan umum dan kontak sosial untuk mengkaji kesehatan dan kesejahteraan umumnya (Salmah, 2006). Kunjungan Antental Care (ANC) adalah kontak ibu hamil dengan pemberi perawatan/asuhan dalam hal mengkaji kesehatan dan

kesejahteraan bayi serta kesempatan untuk memperoleh informasi dan memberi informasi bagi ibu dan petugas kesehatan (Henderson, 2006). B. Tujuan Kunjungan Tujuan dari ANC adalah sebagai berikut : 1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. 2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal dan sosial ibu dan bayi. 3. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan. 4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. 5. Mempesiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. 6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. 7. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. Menurut Depkes RI(1994) tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat. Askeb Kelompok 12 41

Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan. Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana. 4. persalinan. laktasi. kala nifas. kala nifas. Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin. kehamilan. Menurunkan angka morbilitas ibu dan anak. 3. nifas dan laktasi. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan. 4. dan nifas. persalinan. persalinan. dan nifas. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil. tidak hanya fisik tetapi juga mental. dan masa nifas. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan. dan aspek keluarga berencana. persalinan. Sedangkan menurut Manuaba (1998) secara khusus pengawasan antenatal bertujuan untuk: 1. dan nifas. persalinan. Tujuan khusus adalah: 1. 3. sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal Askeb Kelompok 12 42 . persalinan. sehingga keadaan mereka pada post partum sehat dan normal. 2. 2.Menurut Rustam Muchtar (1998): Tujuan umum adalah: menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. Menurut Hanifa Wiknjosastro (1999) tujuan ANC adalah menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan. persalinan.

2006). sesudah itu. disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya pada trimester I – sampai dengan kehamilan 28 minggu periksa empat minggu sekali (Salmah. Askeb Kelompok 12 43 .C. dan kehamilan trimester ketiga (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dua kali kunjungan. kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut : sampai dengan kehamilan trimester pertama (<14 minggu) satu kali kunjungan. 1999). Walaupun demikian. dan kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) satu kali kunjungan. Sebaiknya tiap wanita hamil segera memeriksakan diri ketika haidnya terlambat sekurang-kurangnya satu bulan. 2003): Satu kali kunjungan selama trimester pertama (selama 14 minggu). pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu. Pemeriksaan dilakukan tiap 4 minggu sampai kehamilan. dan sesudah 36 minggu (Sarwono. Jadwal Kunjungan Pranatal yang Direkomendasikan Pada Trimester I Nulipara Kunjungan pertama 6-8 minggu Multipara Kunjungan pertama 6-8 minggu Kunjungan kedua dalam 4 minggu Kunjungan kedua 14-16 minggu setelah kunjungan pertama Kunjungan ketiga 14-16 minggu Jadwal kunjungan pada trimester I sesuai dengan perkembangan kehamilan menurut:  WHO (JHPIEGO. Jadwal Kunjungan Menurut Abdul Bari Saifudin.

3. 2) Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan  Manuaba (1998) Trimester I dan II 1) Satu bulan sekali 2) Diambil data tentang laboratorium 3) Pemeriksaan ultrasonografi 4) Nasehat diet tentang 4 sehat 5 sempurna. Askeb Kelompok 12 44 . Sedangkan individu yang tidak memiliki faktor ini dinyatakan Rh-negatif.3 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Selama Trimester II 2. Di negara berkembang pemeriksaan antenatal dilakukan sebanyak 4 kali sudak cukup sebagai kasus tercatat.1 Menetapkan kebutuhan tes labolatorium a. menghindari terjadinya komplikasi kehamilan. Keuntungan antenatal care sangat besar karena dapat mengetahui berbagai resiko dan komplikasi hamil sehingga ibu hamil dapat diarahkan untuk melakukan rujukan ke rumah sakit. Faktor Rh Faktor Rh (antigen) dalam sel darah merah dimiliki oleh sekitar 85% penduduk kulit putih dan 93% penduduk Afrika-Amerika. komplikasi kehamilan 6) Rencana untuk pengobatan penyakitnya. tambahan protein ½ gr/kg BB = satu telur/hari 5) Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan. dan imunisasi TT1 Jadwal melakukan pemeriksaan antenatal sebanyak 12-13 kali selama hamil. Rustam Mochtar (1998) 1) Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat. Individu yang memiliki faktor ini dinyatakan Rh-positif. 2. Faktor ini ditemukan dalam sel janin sejak 6 minggu setelah konsepsi.

b. Anemia fisiologis ini mulai dikenali sebagai anemia yang sesungguhnya. Meskipun demikian. Wanita ini tidak boleh mendapat RhIg. peningkatan jumlah sel darah merah lebih kecil daripada peningkatan plasma sehingga terjadi anemia delusional. b. Penyakit ni bertanggung jawab terhadap penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. sekitar 2% penyakit ini disebabkan oleh golongan darah yang langka. Banyak klinisi merasa bahwa tablet besi prenatal adalah upaya pengamanan yang baik untuk mencegah anemia defisiensi besi selama masa hamil. Meskipun demikian. Skrining Rh Skrining antibody digunakan untuk mengidentifikasi antibody wanita yang membahayakan janin. c. Anemia Fisiologis Selama masa hamil. volume plasma dan massa sel darah merah meningkatkan volume darah ibu sekitar 45% di atas volume sebelum hamil.  Hitung Darah Lengkap a. d. Askeb Kelompok 12 45 . merawat wanita yang sebenarnya tidak mengalami anemia dan tidak merawat wanita yang benar-benar mengalami anemia. Anemia Defisiensi Besi Kesepakatan penanganan anemia defisiensi ialah bahwa besi oral dapat diberikan. Tes Anemia Beberapa klinik dan kantor hanya meminta haemoglobin dan hematokrit untuk skrining anemia pada wanita hamil. Suplementasi Besi Rutin Anjuran resmi penggunaan besi oral pada mnasa hamil bervariasi. Karena pengukuran salah satu atau keduanya merupakan satu-satunya nilai yang digunakan untuk skrining anemia pada kehamilan maka kesalahan fatal dapat saja terjadi.

000 per mL dan 150. 1994) Askeb Kelompok 12 46 ..  Tes Rubela Efek merusak rubella congenital.  Tes Hepatitis B Kehamilan jarang mengganggu perjalanan infeksi hepatitis B.000 per mL masih dapat diterima sejauh tes ulang tidak menunjukkan destruksi trombosit.” (Divisi Kesehatan Oregon. meskipun nilai antara 100. karena secara teoritis terdapat kemungkinan tubuh menjadi lemah karena virus mempresipitasi infeksi intrauterin pada bayi. yaitu sebanyak 25%. penyakit jantung. atau bahwa bayi akan meninggal akibat karsinoma hepatoseluler. Masalah yang harus diperhatikan pada wanita hamil yang mengidap penyakit ini adalah bahwa bayi akan terinfeksi pada saat lahir dan akan menjadi carrier kronis yang menularkan penyakit ini ke individu lain. pneumonitis.L. defek tulang. dan abnormalitas kromosom pertama kali ditemukan pada tahun 1940-an. sirosis atau keduanya. bandingkan dengan mereka yang terinfeksi perinatal.sampai 90%. ketulian. Wanita hamil tidak dapat diimunisasi terhadap rubella. hepatitis.. Trombositopenia Trombosit diperlukan untuk pembekuan darah.e. misalnya. Pada minggu ke-16 gestasi. Hitung trombosit harus diatas 150. Frekuensinya kemudian menurun seiring kemajuan kehamilan.. “Kurang dari 5% orang dewasa yang terinfeksi akut di AS menjadi carrier kronis. anemia. Defek ini cenderung muncul ketika infeksi rubella dialami pada trimester pertama.  Tes Sifilis Infeksi janin akibat Treponema pallidum dapat terjadi setiap saat selama masa hamil dan pada setiap tahap penyakit maternal. lesi pada mata. kecenderungan efek teratogenik sangat kecil. Skrining prenatal pada wanita hamil merupakan faktor yang paling penting untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko sifilis kongenital.000 per .

Identifikasi dini HIV-positif pada wanita hamil memberi kesempatan untuk memutuskan kelanjutan kehamilan dan ketika keputusan dibuat terapi ZDV dapat diberikan untuk mengurangi infeksi pada janin. suatu infeksi yang mengakibatkan morbidilitas maternal yang signifikan dan juga dihubungkan dengan PTL. Asia. Penanganan ABU pada wanita hamil secara signifikan menurunkan infeksi trakturinarius.  Prosedur dan Tes Khusus a. Tes Tuberkulosis Wanita yang berasal dari Negara yang angka prevalensi tuberculosisnya tinggi dan wanita yang berhubungan dengan populasi terkait harus menerima PPD. 1995). Selain prosedur khusus yang harus dilakukan untuk klien-klien keturunan Afrika. Tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sekarang diketahui bahwa virus dapat ditularkan ibu ke bayinya. Abaikan riwayat vaksinasi BCG pada saat menginterpretasi tes tuberculin (Perez-Stable. sementara penelitian terakhir menunjukkan angka sebesar 15% sampai 30%. tes lain yang harus dilakukan berdasarkan riwayat klien atau pemeriksaan fisik meliputi T4 bebas jika klien dicurigai mengalami hipertiroidisme dan TSH (thyroid stimulating hormone) untuk wanita yang dicurigai hipotiroidisme dan untuk wanita yang mengkonsumsi obat tiroid. Selama ini penularan perinatal diketahui mencapai angka sebesar 50%. Kecenderungan yang terjadi ialah bahwa hasil yang positif Askeb Kelompok 12 47 . Pada wanita hamil kondisi tersebut dapat menyebabkan pielonefritis.  Tes Bakteriuria Asimptomatik Sementara bakteriuria asimptomatik merupakan kondisi bukan patologis yang umum ditemukan pada wanita tidak hamil. b. atu Mediterania. Tes Darah Kondisi-kondisi tertentu memerlukan tes darah tambahan.

350 Kkal/hari. c. Berikut adalah beberapa syarat makanan sehat bagi ibu hamil 350 Kkal/hari. pertumbuhan jarinagn mamae. ssunan gigi tidak rata atau adanya sisa akar gigi yang tidak dicabut. Pembesaran gusi biasanya dimulai pada trimester pertama sampai ketiga masa kehamilan. kebutuhan uterus. Apabila wanita hamil dinyatakan berisiko tinggi memiliki anak yang menderita defek lahir.3. Selain itu. Namun. Idealnya adalah tiga bulan sebelum kehamilan. Kebutuhan energy Pada trimester 2 kalori yang dibutuhkan untuk penambahan darah. Seorang ibu hamil memiliki kebutuhan gizi khusus. bahkan suplemen sesuai kebutuhan. b. sehingga ibu hamil membutuhkan gizi yang lebih banyak. Hal ini dapat membantu mendapatkan gizi yang dibutuhkan. gigi berlubang. Apendiks M mengidentifikasi criteria untuk PPD positif.2 Menetapkan kebutuhan belajar Asupan gizi yang diperlukan ibu hamil harus ditingkatkan sejalan dengan kebutuhan perkemabangan kehamilan. Tambahan energy pada trimester ini 300. Personal hygiene  Cara merawat gigi Kondisi gigi dan mulut ibu hamil seringkali ditendai dengan adanya pembesaran gusi yang mudah berdarah karena jaringan gusi merespons secara berlebihan terhadap iritasi lokal. dan perumbuhan jaringan lemak. pada saat kehamilan dibutuhkan vitamin. Bentuk iritasi local ini berupa karang gigi. terkadang diperlukan tambahan makanan. ia harus ditawari untuk dirujuk ke pusat konseling genetik. a. bukan vaksin BCG. Mulai trimester kedua yang ditandai dengan mulai makin cepatnya perkembangan otak bayi. 2. karena pada saat itu pembentukan janin berlangsung sangat cepat.berhubungan dengan infeksi mycobacterium tuberculosis. Askeb Kelompok 12 48 . Tes Genetik Resiko defek lahir pada setiap kehamilan ialah 3%-5%. Beberapa kebutuhan gizi ibu hamil dapat ditutupi oleh makanan sehat dan seimbang.

permukaan licin mengkilat. menyegarkan. karena perubahan anatomi pada tubuh mnegakibatkan banyak lipatan-lipatan kulit menjadi lebih lembab dan mudah terinfeksi oleh mikroorganisme. serta jangan terlalu panas dan terlalu dingin Gunakan sabun yang mengandung antiseftik Mandilah secara teratur 1-2 kali dalam sehari. maka akan mudah terkena infeksi apabila tidak dirawat dengan benar. Sebaiknya gunakan pancuran atau gayung pada saat mandi.Pembesaran ini dapat mengenai / menyerang pada semua tempat atau beberapa tempat (single/multiple) bentuk bulat.  Perawatan vagina Wanita hamil juga melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter. Perawatannya bisa dengan:      Tambal gigi yang berlubang Mengobati gigi yang terinfeksi Menyikat gigi secara teratur Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja Gnakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa. 49 . berwarna merah menyala. Hal yang harus diperhatikan saat mandi:    Hati-hati saat mandi jangan sampai jatuh Gunakan air yang bersih. mudah berdarah bila kena sentuhan. Kebersiahan tubuh harus sebantiasa terjaga selama kehamilan. konsistensi linak.  Mandi Dengan mandi dapat merangsang sirkulasi. tidak dianjurkan berendam dalam bathtub dan vaginal douche. Pada saat hamil PH vagina lebih basa. Hal yang harus diperhatikan untuk merawat vagina:    Askeb Kelompok 12 Celana dalam harus kering dan tidak boleh ketat Jangan gunakan obat / menyemprot kedalam vagina Sesudah bab/ bak dilap dengan menggunakan lap khusus. dan menghilangkan kotoran.

 Perawatan kuku Kuku harus bersih dan pendek. yaitu hanya menutupi perut bawah pusar pada garis perut (bikini line) Gunakan celan yang berbahan katun atau kaos agar terhindar dari kelembaban dan infeksi dari jamur dan bakteri. maka lakukan perbaikan dengan cara gunakan dua jari telunjuk atau ibu jari. Kebutuhan pakaian Gunakan pakaian yang longgar.  Payudara Periksalah puting apakah menononjol atau tidak. cucilah BH paling tidak sehari setelah dipakai dengan menggunakan sabun lembut. yaitu celana yang menutupi perut sampai keatas pusar. Lakukan sehari dua kali selama 6 menit. Aktifitas pada masa kehamilan  Askeb Kelompok 12 Olahraga saat hamil/senam hamil 50 . Bikini pantiens. Hindarkan dari sepatu berhak tinggi serta alas kaki yang keras. karena perut ibu sudah semakin besar dan dapat menekan bayi. Apabila datar atau masuk. Perawatan rambut. Namun pada trimester II( bulan ke 4-5) boleh gunakan BH dengan bahan yang tipis/ bahkan tidak memakai sama sekali jika hal tersebut dirasakan nyaman oleh ibu. dan nyaman. bersih. Jaga kebersihan BH. Gunakan BH yang dapat menopang/menyangga payudara. cucilah rambut 2-3 kali dalam seminggu. c. daerah di sekitar puting susu diurut arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. d. Gunakan BH yang bertali besar dan berbahan katun sehingga dapat menyerap keringat. Gunakan celana yang lebih besar atau celana dalam ibu hamil pada trimester ini. karena pada saat hamil kuku akan tumbuh lebih cepat dari biasa dan pecah-pecah jika perlu gunakan krim pekembut kuku yang baik dan cocok. Celan yang dapat digunakan pada ibu hamil:   Maternity briefs atau grandma pantiens.

karena wanita dapat mengontrol kedalaman penetrasi. merupakan trimester yang paling aman untuk melakukan hubunagan intim/seksual. menambah nafsu makan. Karena kehamilan sudah cukup kuat dan pada trimester ini keinginan seksual lebih kuat karena kekhawatiran pada trimester awal sudah berkurang dan ibu sudah bisa beradaptasi dari segala ketidaknyamanan kehamilannya.Dapat membantu sirkulasi darah. dianjurkan untuk senantiasa mengajak berkomunikasi guna mempererat hubungan ibu dan anak.  Berkomunikasi sejak buah hati dalam kandungan Apalagi pada trimester ini bayi sudah mulai mendengar dan mengenali suara ibunya. Posisi ini merupakan posisi yang paling aman. ibu masih cukup mulai merasa tidak nyaman dan tidak dapat melakukan berbagai posisi tidur. a. dan gunakan bantal diantara paha atau diantara lutut.  Posisis tidur Pada trimester ini. namun posisi ini biasaya dilakukan pada trimester 2 awal. c. Posisi duduk. Ada beberepa posisi yang aman dilakukan pada saat hamil. Posisi ini merupakan posisi yang sering dilakukan pada trimester II dan lanjut dimana tidak Askeb Kelompok 12 51 .  Hubungan intim selama kehamilan Pada trimester ini. Posisi yang bisa dilakukan pada saat tidur: a. b. Posisi terlentang. Posisi miring ke sebelah kiri. Dll. b. Posisi wanita diatas. dan renang. Olahraga yang yang dapat dilakukan pada trimester ini: senam hamil. dan membuat nyenyak pada saat tidur.

Ibu hamil berlutut dengan meletakan bantal dibawah perutnya dengan tujuan mengganjal. c. e. Posisi berbaring miring berhadapan. dan suami dapat melakukan penetrasi dari belakang. Posisi ini juga memungkinkan ibu untuk mengontrol kedalaman penetrasi. Posisi balap kuda Askeb Kelompok 12 52 . f. Posisi laki-laki diatas tapi berbaring separuh tubuh d. Dimana pada posisi ini pria duduk dan wanita duduk diatasnya secara berhadapan atau membelakangi pria apabila perut sudah sangat besar. Posisi berlutut.memerlukan banyak gerakan. Posisi berbaring miring.

Lakukan dengan jarak serapat mungkin agar penetrasi dapat dilakukan h. g. Anda dan suami tidur menghadap arah yang sama. lalu istri duduk membelakangi suami sambil merapatkan panggul. Anda memunggungi suami. Posisi Silang Jika ingin menerapkan gaya ini. setelah itu kedua paha istri mengapit panggul suami. Posisi Tempel Sendok Ini merupakan posisi yang pas karena tidak membuat Anda kelelehan. Caranya.Posisi ini. Lakukan posisi ini dengan cara suami duduk meluruskan kedua kakinya. istri duduk di atas kaki suami. kedua pasangan duduk bersama diranjang. Lalu kaki istri ditekankan pada perut suami untuk memudahkan penetrasi Askeb Kelompok 12 53 . kaki direntangkan hingga kaki suami berada di bawah kaki istri. Posisi ini dijamin tidak menekan perut yang sudah membesar. istri banyak memegang peranan.

 Pastikan daun telinga sejajar dengan tengah bahu  Jauhkan tulang belikat ke belakang dan dada depan  Jaga lutut lurus. tetapi jangan terkunci  Regangan bagian atas kepala ke langit-langit  Kencangkan perut tarik ke dalam dan ke atas. Lengkungan di kaki perlu didukung dengan sepatu bertumit rendah (tapi tidak datar)  Hindari berdiri di posisi yang sama untuk waktu yang lama. 3.  Sebelum bangun hendaknya gulingkan terlebih dahulu badan ke sisi tempat tidur secara perlahan. Bangun dari tidur  Hindari perubahan posisi yang secara tiba-tiba. jangan condong ke depan. Bangun dari duduk  Sama halnya dengan bangun tidur. Miringkan badan ke posisi akan turun. body mekanik a. Satu kaki agak maju menjejak di lantai disbanding satunya lagi. atau miring ke samping. sebaiknya dengan menggeser tubuh ke sisi depan kursi. Berdiri  Kepala tegak dagu masuk. Namun. kemudian badan agak dicondongkan ke depan. ke belakang. Perubahan body mekanik pada ibu hamil 1. 2. dengan berat badan seimbang merata di kedua kaki. Gunakan kedua tangan memegang paha untuk Askeb Kelompok 12 54 . gunakan satu tangan untuk menahan tubuh posisi duduk dan dua kaki diayunkan turun ke sisi tempat tidur. jangan buru-buru berdiri hendaklah untuk sejenak duduk terlebih dahullu. Panggul janagan miring ke depan atau belakang.  Pijakan kaki kea rah yang sama. Mobilisasi.

Lakukan geraka ini seenak mungkin. Mengangkat beban  Dalam mengangkat beban posisinya harus simetris antara tangan kanan dan kiri. Caranya gunakan tanagan untuk mendorong tubuh ke posisi duduk menyamping kemudian posisi berdiri diatas kedua lutut. jangan sampai kaki menggantung karena tidak baik untuk sirkulasi darah. akan tersa sakit. 4. Darah mengalir turun kebawah akan sulit atau kurang lancar untuk kembali ke atas  Ibu hamil tidak duduk terlalu lama.  Sebaiknya. Setiap dua jam sekali ambil seling waktu minimal lima menit. Dengan demikian. Duduk di kursi / lantai  Posisi duduk yang baik pada orang hamil sama halnya dengan posisi dudukorang yang tidak hamil. Duduklah agak kedepan sehingga bagian bawah belakang kontak dengan sandaran kursinya. bagian belakang bersandar pada sandaran kursi dengan posisi lurus. otot pun bisa rileks  Kaki sebaiknya harus sampai ke lantai. Selain itu gunakan otot tangan dan kaki ntuk membantu. Jiak tak sampai.  Bila bangkit dari duduk di lantai. saat duduk.menumpu. Pokoknya. Angkat satu lutut dengan menjejak di lantai dan letakan tangan diatas paha sebagai tumpuan untuk bangkit ke posisi berdiri. Askeb Kelompok 12 55 . 5. Usahakan duduk serileks mungkin agak tak merasa pegal dan sakit. maka menyampinglah ke salah satu sisi. Jika tidak. begitupun kaki agak mendorong tubuh ke posisi berdiri. bisa dengan menepatkan bangku kecil dibawahnya untuk tempat kaki. untuk berjalan-jalan sebentar.

pektin. Dikhawatirkan otot perut pun ikut akan ketarik sehingga menjadi tegang dan menimbulkan kontraksi.jangan mencoba untuk mengangkat benda-benda yang lebih berat dari 20 kg. d. dan disertai oralit. Sebetulnya pada ibu hamil tudak dianjurkan untuk mengangkat beban terlalu berat.  Beriri dengan sikap kaki lebar dekat dengan benda yang sedang dicoba untuk diambil dan jaga pijakan kaki pada tanah  Kencangkan otot perut dan angkat benda dengan menggunakan otot kaki gerakan dengan lutut. Anti kembung Askeb Kelompok 12 56 . tekuk lutut dan pinggul. Pseudoefedrin. Ada beberapa cara mengangkat beban yang benar    Jika harus mengangkat benda. Penghilang nyeri Obat penghilang nyeri yang aman adalah parasetamol.3. dextrometorfan. Obat influenza Yang mengandung guanifenisin. b. Mengatasi sembelit Obat sembelit yang aman digunakan oleh ibu hamil adalah obat yang mengandung bisakodil dan laktulosa. Sebelum mengangkat benda.3 Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan Daftar obat yang cukup aman dipakai saat hamil: a. Anti diare Obat diare yang aman digunakan oleh ibu hamil adalah yang mengandung kaolin. klorfeniramin (CTM). 2. e. c. pastikan pijakan kaki cukup kokoh Untuk mengambail benda yang lebih rendah dari pinggang. jaga punggung tetap lurus. defenhidramin dan obat gosok.

Implikasi Keperawatan Kaji nutrisi klien dan pola eliminasi yang mungkin menjadi faktor penyebab Anjurkan klien untuk mengosongkan ususnya secara teratur Anjurkan pada klien untuk meningkatkan kandungan serat dalam makanan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran dan minum air dalam jumlah lebih dari biasanya setiap hari  Jika klien mengkonsumsi suplemen besi oral. daripada melarang klien mengkonsumsi suplemen tersebut yang berguna untuk menambah simpanan besi. Deskripsi  Konstipasi adalah gangguan rasa nyaman yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan  Ini juga merupakan masalah nutrisi yang umum terjadi pada kehamilan  Konstipasi cenderung terjadi pada kehamilan akibat tekanan pada peristaltik usus dari uterus yang terus membesar. antasid. dan ranitidin.Obat kembung yang baik digunakan oleh ibu hamil adalah yang mengandung simetikon.Temuan Pengkajian       Adanya rasa begah dan penuh pada abdomen Hilang nafsu makan Perubahan pola eliminasi usus c. lebih baik kita membantu klien untuk konstipasi melalui cara lain  Ingatkan klien untuk tidak mengkonsumsi obat umum untuk mencegah konstipasi. terutama minyak mineral yang akan Askeb Kelompok 12 57 . pengaruh hormon relaksin plasenta. simetidin. dan kemungkinan akibat meningkatnya kadar progesteron  Konstipasi menyebabkan rasa begah dan penuh serta hilang nafsu makan b. Contoh penanganan untuk ibu yang mengalami konstipasi/sembelit: a.

bukan hanya berat badannya. laksatif ringan dan supositora sesuai instruksi Nasehatkan klien untuk menghindari makanan pembentuk gas. mempertimbangkan status gizi dan berat di Askeb Kelompok 12 58 .3. sehingga flatus dapat dikontrol. Jika seorang wanita memulai kehamilan pada berat badan yang sehat. Seksual pasangan wanita mungkin enggan untuk melakukan hubungan seksual karena takut mengganggu selaput janin atau mengganggu perkembangan janin. b. dan dia hamil dengan hanya satu janin. seperti kubis atau buncis.mengganggu absorpsi vitamin larut lemak yang diperlukan bagi pertumbuhan janin dan kesehatan ibu     Beri tahu klien untuk menghindari enema karena tindakan ini dapat mencetuskan persalinan Anjurkan klien untuk menghindari obat-obatan yang dijual bebas selama kehamilan kecuali diresepkan oleh dokter Berikan pelunak feses. Kenaikan berat badannya harus dievaluasi dengan melihat gambaran total. dia harus makan jumlah makanan dan mempertahankan tingkat aktivitas yang membantu mendapatkannya di tingkat lebih lambat dari 2/3 pon per minggu.4 Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance a. Kebutuhan nutrisi Selama trimester II kebiasaan ibu makan dan minum harus dipantau secara kontinyu. dia akan mendapatkan kenaikan berat badan rata-rata satu pon/minggu selama trimester kedua dan ketiga. Jika dia awalnya kelebihan berat badan. Peran bidan disini adalah menginformasikan kepada ibu hamil dan pasangannya mengenai cara-cara hubungan seksual yang aman misalnya dengan posisi menyamping sehingga memungkinkan untuk dilakukannya penetrasi dari belakang. 2. Jika memiliki berat badan yang rendah ibu hamil tersebut harus mendapatkan kenaikan berat badan lebih dari 1 pon/minggu.

d. Perhatian yang lebih selama trimester ini yaitu terhadap penyakit menular. kondisi kerja yang kurang ideal "fisik kerja yang intensif meningkatkan kemungkinan bayi berat lahir rendah dan lahir prematur. mempengaruhi perkembangan otak. kehamilan ektopik. dan pilihan makanan dia mengkonsumsi. mengangkat benda yang beratnya lebih dari 10 sampai 25 pon dan berkurangnya waktu istirahat menambah risiko tersebut. Jika ibu bisa berhenti merokok sebelum trimester ke III. beberapa perubahan negatif dapat dibatalkan dan berat badan bayi dapat diperbaiki. e. merokok selama kehamilan mengurangi nafsu makan ibu dan menciptakan perubahan vaskular dalam jaringan plasenta. sehingga ada efek kumulatif ketika dikonsumsi terus dalam periode 12 sampai 18 jam. Tanda-tanda bahaya trimester II Ketika kehamilan memasuki trimester kedua. atau menyebabkan kelahiran prematur. ibu hamil biasanya merasa lebih nyaman dengan kehamilannya. dan penyakit trofoblas gestational dapat didiagnosis pada trimester ini. Mual di pagi hari. membatasi konsumsi kafein menjadi hal yang penting.ibu hamil biasanya mengatasi ketidaknyamanannya tersebut berdasarkan informasi Askeb Kelompok 12 59 . Konsumsi obat-obatan Selama trimester II dan III kehamilan. hal tersebut bayi dapat meningkatkan risiko BBLR. sering buang air kecil dan lesu bisanya berlalu dan tidak mengganggu aktifitas mereka sehari-hari. aborsi spontan. jumlah waktu yang dibutuhkan untuk metabolisme dan mengeluarkan kafein memakan waktu lebih lama sampai 18 jam. Berdiri untuk waktu yang lama.mana dia memulai kehamilan. Keamanan (Safety) Selama 6 bulan terakhir kehamilan. Paparan terhadap asap rokok akan mempengaruhi perkembangan janin. Ketidaknyamanan selama kehamilan trimester II Selama trimester II. paparan bahaya reproduksi dapat memperlambat pertumbuhan janin. tingkat aktivitas. f. kekhawatiran ibu hamil untuk kehilangan janinnya mulai berkurang. c. Meskipun jarang terjadi.

5 Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan Jadwal Kunjungan Pranatal yang Direkomendasikan Untuk Kehamilan Trimester II Nulipara Kunjungan ketiga 14-16 minggu Kunjungan keempat. 24-28 minggu Kunjungan kelima 32 minggu Kunjungan keenam 36 minggu Multipara Kunjungan kedua 14-16 minggu Kunjungan ketiga 24-28 minggu Kunjungan keempat 32 minggu Kunjungan kelima 35 minggu Jadwal kunjungan sesuai dengan perkembangan kehamilan menurut:  WHO (JHPIEGO. teman dan tenaga kesehatan. tambahan protein ½ gr/kb BB = satu telur/hari Askeb Kelompok 12 60 .yang diperoleh dari keluarga. Konseling dan anticipatory guidance adalah cara yang terbaik untuk mengatasi atau mengurangi ketidaknyamanan. 2.  Rustam Mochtar (1998): Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan  Manuaba (1998) Trimester I dan II 1) Satu bulan sekali 2) Diambil data tentang laboratorium 3) Pemeriksaan ultrasonografi 4) Nasehat diet tentang 4 sehat 5 sempurna.3. 2003): Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28).

Preeklampsia merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke-20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal (Bobak .3 per 24 jam. dari hasil pemeriksaan ini kita dapat memberikan asuhan kepada ibu hamil yang ditujukan untuk mencegah timbulnya masalah potensial yaitu terjadinya eklampsi.1 Menetapkan kebutuhan tes labolatorium Test laboratorium yang mungkin di butuhkan oleh ibu hamil trimester III adalah:  Tes protein urin Proteinuria didefinisikan sebagai konsentrasi protein sebesar 0. komplikasi kehamilan 6) Rencana untuk pengobatan penyakitnya.19/L (> +2 dengan cara dipstik) atau lebih dalam sekurangkurangnya dua kali spesimen urin yang dikumpulkan sekurangkurangnya dengan jarak 6 jam. 2004).5) Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamlan. menghindari terjadinya komplikasi kehamilan. Preeklampsi ialah penyakit dengan tandatanda hipertensi.  Tes kadar gula darah Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosa penyakit diabetes gestasional yaitu suatu intoleransi karbohidrat yang terjadi Askeb Kelompok 12 61 . Tingginya kadar protein dalam urin ibu hamil dapat mengindikasikan terjadinya preeklampsi. Pada spesimen urin 24 jam. Tetapi dapat terjadi sebelumnya. 2. Pemeriksaan protein urin dibutuhkan oleh ibu hamil bila dicurigai mengalami preeklampsi ringan atau berat. edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. dan imunisasi TT1. misalnya pada mola hidatidosa.4 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Selama Trimester III 2. proteinuria didefinisikan sebagai suatu konsentrasi protein 0. Penyakit ini umumnya terjadi dalam trimester ke-3 kehamilan.4.

Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan dalam keadaan puasa dan 2 jam post prandial (sesudah makan) atau dapat juga dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Nilai referensi: Glukosa puasa = 70-110 mg/dl Glukosa 2 jam PP = <140 mg/dl Glukosa sewaktu = <180 mg/dl Pemeriksaan glukosa darah tidak diperlukan secara rutin apabila semua karakteristik berikut ditemukan: 1. Tidak ada riwayat kelainan metabolism glukosa. American diabetes association(1999) menyimpulkan bahwa hiperglikemia puasa berkaitan dengan peningkatan risiko kematian janin selama 4 sampai 8 minggu terakhir gestasi. Usia kurang dari 25 tahun. Berat badan sebelum hamil normal. 6.atau pertamakali diketahui saat kehamilan berlangsung dan mengisyaratkan bahwa gangguan ini dipicu oleh kehamilan. Yang perlu di waspadai adalah bahwa penyakit ini dapat memeberikan efek pada ibu dan pada janin. 5. Mengalami kegemukan 2. 4. 2. 3. Tidak memiliki riwayat obstetri yang buruk. Adanya glukosuria. Pada golongan risiko tinggi ini lakukan pemeriksaan sesegera mungkin. Tidak ada anggota keluarga dekat yang mengidap diabetes. Karakteristik risiko tingggi: 1. Efek merugikan pada ibu mencakup peningkatan frekuensi hipertensi dan perlunya seksio sesarea. Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat diabetes tipe II 3. pemeriksaan Askeb Kelompok 12 62 . Berasal dari kelompok etnik yang prevalensi diabetes gestasionalnya rendah. apabila ada peningkatan atau penurunan atau peningkatan kadar gula darah (hiper atau hipo glikemia). Memiliki riwayat diabetes gestasional sebelumnya 4. Apabila diabetes gestasional tidak terdiagnosis.

konsentrasi hemoglobin darah (Hb).  Tes anemia Tes ini dilakukan dengan memeriksa kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil untuk mendiagnosa adanya anemia pada kehamilan. Askeb Kelompok 12 63 . Suatu penelitian memperlihatkan perubahan konsentrasi Hb sesuai dengan bertambahnya usia kehamilan. dan jumlah eritrosit.6 g/dl) pada pemeriksaan pertama. tetapi dapat meningkat sampai minggu ke-37. Ada spekulasi bahwa anemia fisiologik dalam kehamilan bertujuan untuk menurunkan viskositas darah maternal sehingga meningkatkan perfusi plasental dan membantu penghantaran oksigen serta nutrisi ke janin. kecuali pada perempuan yang sudah memilikin kadar Hb tinggi (>14. yaitu pada usia kehamilan sekitar 30 minggu. tetapi tidak menimbulkan jumlah absolute Hb atau eritrosit dalam sirkulasi. Akibatnya volume plasma bertambah dan sel darah merah (ertirosit) meningkat. Pada trimester I konsentrasi Hb tampak menurun. Konsenrtasi paling rendah didapatkan pada trimester ke II. Volume plasma yang terekspansi menurunkan hematokrit (Ht). Namun peningkatan volume terjadi dalam proporsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan peningkatan eritrosit sehingga terjadi penurunan konsentrasi hemoglobin (Hb) akibat hemodilusi. pada titik puncaknya. Ekspansi volume plasma ini mulai pada minggu ke-6 kehamilan dan mencapai maksimum pada minggu ke-24 kehamilan. volume plasma sekitar 40% lebih tinggi pada ibu hamil dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Ekspansi volume plasma merupakan penyebab anemia fisiologik pada kehamilan.5 g/dl). kecuali pada perempuan yang memiliki kadar Hb rendah (< 11.darah harus diulang pada minggu ke 24-28 atau setiap saat pasien memperlihatkan upaya yang mengarah ke hiperglikemia. Pada trimester III terjadi sedikit peningkatan Hb. Pada kehamilan kebutuhan oksigen lebih tinggi sehingga memicu peningkatan eritopoietin.

Nilai batas untuk anemia pada perempuan Status kehamilan Hemoglobin (g/dl) 12. menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka. lahir prematur. rentan infeksi dan hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan.2 Menetapkan kebutuhan belajar Hal-hal yang harus dipelajari atau diperhatikan oleh ibu hamil selama masa kehamilan trimester III adalah: a.0 Hematokrit (%) 36 Tidak hamil Hamil Trimester I Trimester II Trimester III 11.DAMPAK ANEMIA a. meskipun tak disertai pendarahan b. kurang nafsu makan.4. letih. dan apabila asupan kalori tidak adekuat. Pada janin Abortus. rasa lemah.0 33 32 33 2. pusing. Askeb Kelompok 12 64 . Kalori dibutuhkan untuk energy. rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g – persen. Kematian bayi dalam kandungan. Makan (diet) ibu hamil  Total kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil trimester III adalah 2. kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan. lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim. maka protein akan dimetabolisme untuk menghasilkan energy dan tidak digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Pada ibu Pucat.0 10.5 11. 400 Kkal. pendarahan post – partum.

dan sayuran hijau. Contoh: karbamazepin dan fenitoin. kebutuhan zat besi naik menjadi 39 mg per hari/BB atau setara dengan sepotong tempe. parasetamol. Kategori obat pada ibu hamil berdasarkan risiko janin:  Kategori A Yaitu obat-obatan yang selama ini telah banyak dikonsumsi oleh ibu hamil tanpa menunjukan bukti adanya peningkatan kejadian malformasi atau yang membahayakan pada janin baik secara langsung maupun tidak langsung. yang dapat Askeb Kelompok 12 65 . kafein.  manfaat penggunaan obat tersebut lebih tinggi dibandingkan risikonya. sereal. kebutuhan zat besi Pada trimester ketiga.  Kategori B Studi-studi pada hewan tidak menunjukan adanya risiko pada janin. Kategori X Risiko pada janin sudah jelas terbukti dari pada manfaatnya. Obat-obatan Pemberian obat pada ibu hamil harus difikirkan efek obat terhadap ibu dan tidak boleh melupakan pengaruh atau efek samping obat pada janin. Beberapa golongan obat ini sering digunakan. tetapi manfaat diperkirakannya  diperkirakan melebihi risiko-risiko tersebut. hati. b. codein Kategori D Terdapat bikti adanya risiko bagi janin. tetapi belum ada studi pada manusia. telur. Salah satu contohnya adalah efedrin. Zat besi banyak terkandung dalam daging. misalnya penisilin. kacang-kacangan. pada situasi klinis tertentu. Contohnya adalah multivitamin atau vitamin prenatal.  Kategori C Efek merugikan terlihat dapa hewan. CTM. Salah satu contohnya adalah obat jerawat isotretionoin. namun belum tersedia cukup data tentang efeknya pada wanita hamil.

pada trimester I. Naproksen termasuk dalam golongan antiinflamasi nonsteroid. antipiretik (terhadap demam). perdarahan neonatus. oenurunan berat badan lahir. Dapat menembus plasenta. Merupakan obat pilihan untuk nyeri 2. dan anti-inflamasi (peradangan).II maupun trimester III. dan kemungkinan teratogenik. Ketoprofen adalah jenis obat yang umumnya diresepkan untuk mengobati rasa sakit peradangan arthritis yang terkait atau sakit gigi parah yang mengakibatkan radang gusi. ketoprofen dan naproksen Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara. kelainan susunan saraf pusat. Naproxen bekerja dengan cara menurunkan hormon yang menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri di tubuh. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui. Askeb Kelompok 12 66 . Termasuk kategori D pada kehamilan trimester I. 3. Aspirin Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor). perpanjangan masa kehamilan. wajah dan Kategori obat berdasarkan periode kehamilan dan kemampuan menembus plasenta (US FDA) 1.menyebabkan kardiovaskuler. Efek analgesiknya sama dengan aspirin. Dapat menembus plasenta. Ibuprofen. Obat ini tidak direkomendasikan kecuali atas indikasi spesifik karena berkaitan dengan peningkatan kematian per8inatal.II dan III. Asetaminofen Termasuk kategori obat golongan B.

jantung dan paru sebelum gerakan selanjutnya. Secara umum wanita hamil tidak harus membatasi olah raga. asalkan tidak mengalami kelelahan atau berisiko cedera bagi diri atau janinnya. obat sedative. obat ini harus digunakan secara hati-hati dan dihindari pada trimester III karena berkaitan dengan kejadian oligohidramnion. Pergunakan pedoman penggunaan obat resmi dan daftar-daftar obat yang aman demikian pula pemberian obat-obat terbatas atau yang tidak diperbolehkan pada ibu hamil. Berdiri atau dalam keadaan duduk bersila Askeb Kelompok 12 67 . OAD. Berikan obat yang telah jelas aman dan mempertimbangkan keperluan pengobatan primernya. Konseling yang diberikan antara lain:   Hindari pemberian obat pada periode pertama pascakonsepsi Hindari makanan minuman dan zat yang tidak diperlukan oleh janin dalam pertumbuhannya. misalnya merokok. Kategori D pada trimester III. atau jamu-jamu tradisional yang belum teruji. nefrotoksisitas pada janin dan perdarahan periventrikular. menambah nafsu makan. Ketiga jenis obat ini dapat menembus plasenta. c. Bentuk senam hamil: a Pemanasan Mempersiapkan otot. dan membuat nyenyak pada waktu tidur.Ketiganya termsuk kategori B jika diberikan pada kehamilan trimester I dan II. Konseling dan pemilihan obat pada ibu hamil Tujuannya adalah untuk menghindari atau mengurangi abnormalitas janin.    Hindari pemberian obat polifarmaka. terutama bila pemberian dalam waktu yang lama. alcohol. penutupan duktus arteriosus secara premature. Aktivitas pada masa kehamilan trimester III o Olahraga saat hamil/senam hamil Berguna untuk membantu sirkulasi darah. hipertensi pulmoner pada janin.

1. 3. Meningkatkan kebugaran sehingga ibu hamil tidak cepat lelah. pembuluh darah dan paru. Askeb Kelompok 12 68 . Putar bahu bersamaan keduanya (2x8 hitungan) b Latihan inti  Latihan kebugaran Latihan ditujukan untuk memperbaiki kerja jantung. Berdiri. Berdiri. mengurangi risiko cedera. Kedua tangan di perut samping. percaya diri dan lebih tenang Tahap gerakan: 1. langkahkan kaki diikuti kaki kiri. Berdiri. tungkai melangkah ke kanan dan tungkai kiri merapat dengan lengan diayun lurus ke depan dan turunkan. kedua lengan ke atas. dan lengan lurus kesamping saat mundur. tunduk dan tegakkan kepala (2x8 hitungan) 3. Kedua tangan di perut samping. lakukan untuk gerak arah sebaliknya. patahkan leher ke kiri-ke kana (2x8 hitungan) 4. menguatkan otot-otot. tungkai kanan maju diikuti dengan tungkai kiri merapat dengan mendorong lengan lurus ke depan. gerakan tungkai sama. kedua lengan diayun ke samping saat tungkai maju. Ambil nafas sambil angkat kedua lengan ke atas (2x8 hitungan) 2. langkah ke kiri kembali ke awal (sambil melangkah ayunkan kedua lengan ke atas dan ke bawah)  Latihan penguatan dan peregangan Ditujukan untuk meningkatkan kelancaran sirkulasi darah. kemudian mundur tungkai kanan. 4. mengurangi keluhan nyeri punggung dan memudahkan bayi keluar. 2. Berdiri.

Posisi sujud. Kaitkan kedua lengan ke belakang. Posisi berdiri dengan sanggahan kursi di depan. gerakan naik turun sambil gerakan lutut menekuk-lurus. angkat satu tangan lurus. gerakan naik turun sambil gerakan lutut menekuk-lurus. 4. tekan kedua lutut dan bungkukkan badan. Duduk bersila. kedua tangan di bahu putar ke arah depan. silangkan tungkai. Posisi tidur telentang. Duduk bersila. dapat mengurangi keluhan nyeri saat persalinan. 5. badan lurus. Kemudian lakukan posisi jongkok tanpa tumit diangkat dan berdiri lagi. 3. 9.  Latihan Pernafasan Melatih teknik pernafasan dada dan diafragma. kepala lurus kedepan sambil tarik nafas dan turunkan kepala. mengurangi Askeb Kelompok 12 69 . tangan disamping. Kaitkan kedua lengan ke depan. dada menempel di lantai. kedua siku tangan tidak boleh mengangkat. Tidur telentang. 10. Four point knealing. lakukan 4 kali 8. kepala disamping kanan atau kiri selama 10 menit bergantian. kaki diluruskan. 2. kedua tangan disamping. lakukan bergantian. Lakukan selama 4 kali. pegang kursi sekuatnya. Duduk tegak. 6. kemudian rotasikan panggul sambil tarik nafas. tarik kembali lurus ulangi kanan kiri. 7. Kerutkan pantat lalu angkat setinggitingginya sampai hitungan 6. Variasikan dengan gerakan kaki ke samping atau memutar. kedua kaki ditekuk.1. Duduk tegak tangan menyangga di belakang badan tekuk dan luruskan kaki bergantian.

lambat kembali 30x/ menit. Askeb Kelompok 12 70 . relaks lengan di samping badan dengan tangan di atas dada. terangkat tahan 1-2 detik. tangan di dada. tangan di atas perut. d. hembuskan lewat celah bibir. Dada: tarik nafas cepat lewat hidung. percepat 60x/mnt.Tarik nafas pelan dalam melalui hidung.stress dan pernafasan diafragma/perut. kembangkan dada sampai tangan. lutut ditekuk.Dapat menggantikan pernafasan perut bila nyeri his kala satu semakin kuat. Pendinginan/ Relaksasi Lengan dan tangan. pernafasan dada. Mulai dengan frekwensi 30x/mnt. relaks. tahan 1-2 detik hembuskan nafas lewat mulut perlahan. kombinasi. Frekwensi 8x/menit.Mempercepat relaksasi. lengan di samping badan dengan satu tangan di atas perut. telentang/miring.  Pernafasan Cepat Perut: tarik nafas cepat lewat hidung.Tungkai dan kaki. pernafasan cepat. lutut ditekuk. hembuskan nafas cepat dengan mulut terbuka. lepaskan. genggam tangan kerutkan lengan dengan kuat tahan.  Pernafasan Diafragma Telentang.Tarik nafas dalam pelan melalui hidung sampai perut mengembung. mengatasi nyeri his palsu/his permulaan kala satu. hembuskan cepat dengan mulut terbuka.Ulangi dengan frekwensi 8x/menit.  Pernafasan Dada Telentang. mengatasi stress.

tekananrahim pada paru-paru semakin besar dan bisa membuat sesak. tidak ketat. o Posisi tidur Setelah kehamilan membesar. dan untuk menjaga kenyamanan Askeb Kelompok 12 71 . kerutkan otot perut dan dasar panggul tahan lalu lepaskan. uterus yang berat biasanya mengganggu keseimbangan wanita hamil dan meningkatkan kemungkinan wanita hamil terpleset dan jatuh di bathtub kamar mandi.sambil nafas dada pelan teratur lalu relaks (bayangkan hal menyenangkan). Hindari tidur dengan posisi datar. karena semakin datar. karena tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan. taruhlah bantal di bawah bahu dan kepala untuk menghindari sesak. Selama trimester terakhir. telentang/miring. sebaiknya ibu hamil tidur dengan posisi kepala agak tinggi. Bila sukar tidur terlentang. Istirahat dan rekreasi Sebaiknya wanita pekerja harus sering istirahat. tahan beberapa detik. e.luruskan kaki (dorsi fleksi). g. Seluruh tubuh. Pakaian Secara umum direkomendasikan bahwa busana yang digunakan selama hamil seyogyanya nyaman. f. Mandi Tidak ada larangan untuk mandi selama hamil atau masa nifas. lepaskan. berbahan halus dan dapat menyerap keringat. Mencari tempat hiburan yang sirkulasi udaranya baik. Karena itu. telentang/miring kontraksikan/kencangkan semua otot. Perut dan dasar panggul. jangan pada tempat yang sesak dan ramai. Berbaring ke sebelah kiri bertujuan untuk menghindari penekanan pembuluh darah oleh uterus yang membesar. menjelang akhir kehamilan wanita dianjurkan untuk menggunakan shower. Taruh juga bantal di bawah kaki untuk menghindari pengumpulan darah di kaki. Ibu hamil disarankan untuk berbaring ke sebelah kiri dengan lutut agak ditekuk dan diberi bantal diantaranya. Meningkatnya massa payudara dapat menyebabkan payudara menggantung dan terasa nyeri.

maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai. Konstipasi Konstipasi adalah gangguan rasa nyaman yang umum terjadi pada kehamilan. Diare Bila sedang hamil. Basuhan lembut setiap hari pada aerola dan puting susu akan dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut. Karena payudara menegang. dan kemungkinan akibat meningkatnya kadar progesterone. umumnya rawan terkena diare. h. karena payudara merupakan sumber air susu ibu (ASI) yang merupakan makan utama bagi bayi. Untuk sekresi yang mengering pada puting susu. Perbanyak minum air putih selama diare/mencret agar tidak dehidrasi Askeb Kelompok 12 72 . konstipasi menyebabkan rasa begah dan penuh serta hilang nafsu makan.4. lakukan pembersihan dengan menggunakan campuran gliserin dan alcohol. Beberapa hal yang dapat anda lakukan bila diare: 1. Perawatan payudara Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga segera dapat berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. pada umur kehamilan berapapun. Oleh karena itu payudara harus dirawat dari jauh-jauh hari. sensitif. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan mengeluarkan duktus dan duktus dan sinus laktiferus.3 Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan Komplikasi ringan yang mungkin terjadi pada kehamilan trimester III adalah: a.diindikasikan penggunaan bra yang menopang secara pas.yang biasanya terjadi karena mengkonsumsi makanan yang tidak cocok dengan tubuh. sebaiknya dilakukan secara hatihati dan benar. dan menjadi lebih berat. b. Ini juga merupakan masalah nutrisi yang umum terjadi pada kehamilan. konstipasi cenderung terjadi pada kehamilan akibat tekanan pada peristaltik usus dari uterus yang terus membesar. 2. Stocking yang ketat sebaiknya dihindari. pengaruh hormon relaksin plasenta.

5.2. b. 2. Tujuan Rujukan   Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman pendrota atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya Askeb Kelompok 12 73 . Rujukan vertikal maksudnya rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit lain yang lebih lengkap. dan diminum hangat-hangat) teh sekali2 boleh dicampur sedikit garam dan gula pasir sedikit (pengganti cairan tubuh yg hilang) 3. Sedangkan horizontal maksudnya konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit. Makan bubur nasi setiap hari selama sakit agar lebih mudah dicerna oleh tubuh.4. Cemilan cracker/biskuit agar ada makanan yang masuk sedikit-sedikit meski kadang karena belum sembuh bisa keluar lagi dari tubuh. Definisi Sistem rujukan dalam pelayanan obstetri adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal. Umpamanya dari rumah sakit kabupaten ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis fasilitas dan personalianya. Minum teh pahit sekali (teh daun yang diseduh dengan air mendidih komposisi 4:1. Selama diare disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung gula misalnya minum sari kurma atau madu agar asupan ibu hamil tetap memiliki energi (tidak terlalu lemas) 4.4 Menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga profesional lainnya a. misalnya antara bagian kebidanan dan bagian ilmu kesehatan anak.

kembalikan dan kirimkan lagi kepada unit semula. karena memberikan waktu yang lebih banyak untuk dicerna. Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya. Kegiatan rujukan informasi medis antara lain berupa :   Membahas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim Menjalin kerjasama sistem pelaporan data-data medis umumnya dan data-data parameter pelayanan kebidanan khususnya terutama mengenai kematian maternal dan perinatal. persalinan dan nifas c. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah. Kebutuhan nutrisi Kebutuhan gizi perempuan tetap sama selama semester ketiga. b. c. perempuan mendekati akhir kehamilan sering merasa panas dan mengalami gangguan pencernaan dan sembelit. Hal ini sangat berguna untuk memperoleh angka-angka secara regional dan nasional. Preskriptif dan membatasi praktik budaya yang terkait dengan makanan terus melalui trimester ketiga. seperti kasus-kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis d.5 Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance a. Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan yang kurang lengkap ke unit kesehatan yang lebih lengkap. bilamana perlu disertai dengan keterangan yang lengkap (surat balasan) d. Sebagian besar asupan makanannya harus dikonsumsi di pagi hari. Kegiatan rujukan dan pelayanan ini antara lain berupa : a. Pengiriman bahan laboratorium Bila penderita telah sembuh dan hasil laboratorium telah selesai. Askeb Kelompok 12 74 . 2. Jumlah makanan yang ia butuhkan mungkin harus dibagi menjadi sejumlah porsi kecil yang lebih sering. Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan.4.

Yang menjadi penyebabnya adalah:  Plasenta previa Hal ini terjadi bila impalantasi plasenta terjadi pada segmen bawah rahin dan menutupi sebagian atau seluruh ostium internum. koitus diperbolehkan sampai akhir kehamilan. Aktivitas seksual Selama kehamilan berjalan normal. Tanda-tanda bahaya trimester III Tanda-tanda bahaya trimester III ialah terjadinya perdarahan dan pada umumnya adalah perdarahan yang berat. Dan koitus tidak dibenarkan bila:     Terdapat perdarahan pervaginam Tedapat riwayat abortus yang berulang Ketuban pecah Servix telah membuka d. dan bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat bisa mengakibatkan syok yang fatal. Kebersihan umum (general hygiene) Kegiatan kebersihan umum padaa trimester III sebelum melanjutkan ke tahap persalinan harus lebih ditingkatkan. sehingga menjadi lebih sering mandi. ibu hamil mungkin merasa canggung/malas untuk bergerak masuk dan keluar kamar mandi. c.b. Askeb Kelompok 12 75 . e. Pastikan keamanan kamar mandi terjaga (bersih. Selama trimester ketiga. Konsumsi obat-obatan Ibu sebaiknya tidak mengkonsumsi jenis obat apapun selama kehamilan kecuali bila ada instruksi dari dokter. tidak licin) sehingga kemungkinan dia tergelincir dan jatuh di kamar mandi berkurang. namun sebaiknya ibu hamil tidak lagi melakukan hubungan seksual selama 14 hari menjelang kelahiran. mungkin perempuan merasa kotor dan lembap.  Solusio plasenta Adalah terlepasnya sebagian atau seluruh permukaan plasenta dari tempat implantasinya yang normal pada lapisan desidua endometrium sebelum waktunya yakni sebelum bayi lahir. akan tetapi pada trimester ini terjadi peningkatan produksi minyak dan keringat.

biasanya ibu hamil enggan menggunakan sabuk pengaman karena mereka khawatir dengan menggunakan sabuk pengaman akan menyakiti bayinya. Kemudian setelah terjadi penurunan sisitem imun yang berat. seperti misalnya saat ibu bepergian menggunakan kendaraan. Perjalanan penyakit lambat dan gejala-gejala AIDS rata-rata baru timbul 10 tahun sesudah infeksi pertama. Infeksi HIV memberikan gambaran klinik yang tidak spesifik dengan spectrum yang lebar. maka terjadi berbagai infeksi oportunistik dan dapat dikatakan pasien telah masuk pada keadaan AIDS. padahal hal tersebut sangatlah penting untuk menjaga keselamatan ibu dan janin yang dikandung dari bahaya guncangan-guncangan yang terjadi selama diperjalanan. semen. dan secret vagina. saat persalinan (10-20%) dan pascapersalinan (5- Askeb Kelompok 12 76 . Sebagian besar (75%) penularan terjadi melalui hubungan seksual. Transmisi HIV dari ibu kepada janin dapat terjadi intrauterine (5-10%).4. Setelah diawali dengan infeksi akut. 2. maka dapat terjadi infeksi kronik asimptomatik selama beberapa tahun disertai replikasi virus secara lambat. Keamanan (safety) Ibu hamil trimester III.f. bahkan bisa lebih lama lagi. Transmisi vertical merupakan penyebab tersering infeksi HIV pada bayi dan anak-anak. mulai dari infeksi tanpa gejala (asimtomatik) pada stadium awal sampai pada gejala-gejala yang berat pada stadium lanjut.6 Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS  Konseling HIV/AIDS Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah sindroma dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Virus masuk kedalam tubuh manusia terutama melalui perantara darh. keadaan kehamilannya semakin membesar dan keadaan itu membuat ibu kurang nyaman.

20%). parus preterm. dan abortus spontan.86 %. Askeb Kelompok 12 77 . American College of Obstetricians and Gynecologis serta United State Public Health Service (USPHS).  Terapi antiretrovirus Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kombinasi analog nukleosida-zidovudim. atau sakuinavir-samgat efektif untuk menekan kadar RNA HIV (Carpenter dkk. Rekomendasi ini juga telah diadopsi oleh American Academi of Pediatric. Pada tahun 1999 The Institute Of Medicine (IOM) telah merekomendasikan pemeriksaan HIV untuk semua perempuan hamil dengan sepengetahuan perempuan tersebut. Hal ini sebaiknya dilakukan pada awal kehamilan. Mencegah penularan vertikal Dua pendekatan utama yang digagas untuk mencegah penularan infeksi HIV dari ibu kepada bayi adalah terapi antiretrovirus dan seksio sesarea. angka kelangsungan hidup jangka panjang meningkat dan morbiditas berkurang. zalsitabin atau lamivudim yang diberikan bersama dengan suatu inhibitor protease-indinavir. Pada pasien terinfeksi HIV yang diberi kemoterapi tripel. Kelainan yang dapat terjadi pada janin adalah berat badan lahir rendah. perlu diberikan konseling berkelanjutan untuk membantu wanita tersebut secara psikologis. dan apabila memilih untuk melanjutkan kehamilannya. Konseling merupakan keharusan bagi wanita positif HIV. disertai dengan hak pasien untuk menolak. Tingkat infeksi HIV pada ibu hamil di Negara-negara Asia diperkirakan belum melebihi 3-4 %.1996). Penelitian prevalensi HIV pada ibu hamil di daerah miskin di Jakarta pada tahun 1999-2001 oleh kharbiati mendapatkan angka prevalensi sebesar 2. bayi lahir mati. Perkembangan penatalaksanaan selama kehamilan mengikuti kemajuan-kemajuan dalam pengobatan individu nonhamil yang terinfeksi HIV. ritonavir.

kondilomata akuminata. ISR dapat dibedakan menjadi:  Infeksi menular seksual. atau jamur yang penularannya terutama melalui hubungan seksual dari seseorang yang terinfeksi kepada mitra seksualnya. Oleh karena itu upaya pengendalian infeksi HIV dapat dilaksanakan dengan melakukan pengendalian IMS. dan infeksi HIV. misalnya kandidosis vaginalis dan vaginosis bacterial. Seksio sesarea Dalam sebuah studi retrospektif. European Collaborative Study Group (1994) melaporkan bahwa seksio sesarea efektif dapat mengurangi risiko penularan vertikal sekitar 50 %. Menyusui Menyusui tidak dianjurkan pada wanita positif HIV karena ASI meningkatkan penularan pada neonatus sekitar 5-15 %.  Konseling PMS/IMS Konseling tentang PMS/IMS sangat penting dilakukan pada ibu hamil yang dicurigai menderita penyakit tersebut yang bertujuan untuk mengurangi AKI dan AKB akibat infeksi. Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. pada waktu partus atau pascapartus dan dapat juga karena kontaminasi instrument. herpes genitalis. Berdasarkan penyebabnya. sehingga IMS dianggap sebagai kofaktor HIV.   Infeksi andogen oleh flora normal komensal yang tumbuh berlebihan. dan sebaliknya tidak semua ISR disebabkan oleh IMS. sifilis. trikomoniasis. virus. Askeb Kelompok 12 78 . misalnya gonore. Infeksi iatrogenic yang disebabkan bakteri atau mikroorganisme yang masuk ke saluran reproduksi akibat prosedur medic atau intervensi selama kehamilan. ulkus mole. Infeksi menular seksual merupakan salah satu penyebab infeksi saluran reproduksi (ISR). Telah banyak bukti menunjukan bahwa keberadaan IMS meningkatkan kemudahan seseorang terkena HIV.

korioamnionitis. Konjungtivitis gonokokal (ophtalmia neonatorum) adalah menifestasi tersering dari infeksi perinatal.8 m dan bersifat tahan asam.perdarahan antar masa haid dan menoragia. Gonore pada perempuan kebanyakan asimptomatik sehingga sulit untuk menentukan masa inkubasinya. tidak tahan dengan suhu di atas 390 C. tidak dapat bertahan lama di udara bebas. Infeksi pada uretra dapat bersifat simptomatik atau asimptomatik. Neisseria gonorrhoaea diasosiasikan dengan kelahiran premature. Daerah yang sering terinfeksi adalah serviks.keluhannya antara lain: bertambahnya duh tubuh genital. kecuali pada perempuan yang telah dihsterektomi. cepat mati pada keadaan kering. Pada tahap lanjut. Infeksi gonore selama kehamilan telah diasosiasikan dengan pelvic imflammatory disease (PID). serviks tampak hiperemis dengan erosi dan secret mukopurulen. Gonore Gonore adalah semua infeksi yang disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae yang jika dilihat dibawah mokroskop cahaya tampak sebagai diplokokus berbentuk biji kopi dengan lembar 0.Jenis IMS/ISR 1. dan infeksi pascapersalinan. dan tidak tahan zat desinfektan. umumnya ditransmisikan selama proses persalinan. Pada pemeriksaan. disuria yang kadang-kadang disertai poliuria. Infeksi ini sering ditemukan pada trimester pertama sebelum korion berfungsi mengisi desidua dan mengisi kavum uteri. Askeb Kelompok 12 79 . tapi umunya jarang terjadi tanpa infeksi pada servix.

3. untuk perempuan hamil dengan risiko tinggi dianjurkan untuk dilakukan skrining terhadap infeksi gonore pada saat datang pertama kali antenatal dan dilanjutkan pada trimester ke III kehamilan. Masa inkudasi berkisar antara 1-3 minggu. gatal. untuk perempuan hamil dengan risiko tinggi juga dianjurkan untuk melakukan skrining terhadap infeksi CT pada saat kunjungan awal antenatal dan juga pada trimester III kehamilan. Wanita hamil yang terinfeksi oleh CT menunjukan gejala keluarnya secret vagina. kelahiran premature dan kematian perinatal. disuria.Oleh karena itu. Oleh karena itu. dan iritasi. perdarahan. 2. Askeb Kelompok 12 80 . biasanya ditularkan melalui hubungan seksual dan sering menyerang traktus urogenitalis bagian bawah baik pada wanita maupum pria. Organ yang paling sering terinfeksi oleh CT adalah endoserviks. Klamidiasis Klamidiasis genital adalalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri clamydia trachomatis (CT). Trikomoniasis Trikomoniasis merupakan penyakit protozoa yang disebabkan oleh trichomonas vaginalis (TV). Gejala yang dikeluhkan oleh wanita adalah keputihan.dan nyeri panggul. Tanda dari infeksi tersebut meliputi duh tubuh vagina (42 %). Dampak pada kehamilan dapat mengakibatkan abortus spontan.

kelahiran premature. Perempuan dengan vaginosis bacterial dapat tanpa gejala atau mempunyai keluhan dengan bau vagina yang khas yaitu amis.bau (50 %). terutama pada waktu/setelah senggama. dan abortus. BBLR. dan mycoplasma hominis). BBLR. Vaginosis bacterial Vaginosis bacterial adalah syndrome klinik akibat pergantian lactobasillus Spp penghasil H2O2 yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi (seperti: bacteroides Spp. PH vagina >4. dan edema atau eritema (22-27 %). 4.5. Akantetapi bila ditemukan infeksi TV pada trimester II kehamilan dapat mengakibatkan premature. Bau tersebut disebabkan adanya amin yang menguap bila cairan vagina menjadi basa. endometritis pascapersalinan dan infeksi luka pascaoperasi sesar. Gejala klinik pada perempuan hamil tidak banyak berbeda dengan keadaan tidak hamil. Diagnosis ditegakan berdasarkan kriteria Amsel yaitu adanya tiga dari empat tanda-tanda berikut:     Cairan vagina homogeny. putih keabu-abuan. Sekter vagina berbau amis sebelum atau setelah penambahan KOH 10 % (Whiff test) Clue sells pada pemeriksaan mikroskopik Askeb Kelompok 12 81 . Vaginosis bacterial telah diasosiasikan dengan gangguan kehamilan termasuk abortus spontan pada kehamilan trimester I dan II. korioamnionitis. Gardnerella Vaginalis. Kolpitis makularis (strawberry cervix) merupakan tanda klinik yang spesifik pada infeksi ini. Mobiluncus Spp.dan melekat pada dinding vagina. persalinan premature.

jantung. Lesi dapat berproliferasi selama kehamilan dan sering mengalami regresi spontan setelah persalinan. Transmisi virus dapat terjadi melalui kontak seksual Askeb Kelompok 12 82 . Gejala biasanya diawali dengan rasa terbakar dan gatal di daerah lesi yang terjadi beberapa jam sebelum timbulnya lesi. Sifilis Sifilis merupakan penyakit infeksi sistemik disebabkan oleh troponema pallidum yang dapat mengenai seluruh organ tubuh. Herpes genital Herpes Genitalia (HG) merupakan IMS yang disebabkan oleh virus merupakan penyebab ulkus genital tersering. karena lesi dapat menjadi rapuh ketika berproliferasi selama kehamilan dan mengganggu proses persalinan. 6. terutama pada pasien simptomatik. mulai dari kulit. Genital warts (kutil kelamin) Genital warts juga dikenal sebagai kondilomata akuminata yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Terapi dapat dipertimbangkan. hingga susunan saraf pusat. Sifilis biasanya ditularkan melalui kontak seksual dan dapat juga secara vertical pada masa kehamilan. Tidak ada komplikasi kehamilan yang disebabkan hPV. mukosa. 7.5.

Dampak ISR/IMS pada ibu hamil Dampak IMS pada kehamilan tergantung pada organism penyebab. 11-15 % pada perempuan dengan trikomoniasis. tetapi dapat juga secara vertical dari ibu kepada janin yang dikandungnya. 30-35 % pada ibu hamil dengan herpes genital primer 15-50 % ibu hamil dengan sifilis dini. lamanya infeksi. Askeb Kelompok 12 83 . pneumonia neonatus. bayi berat lahir rendah (akibat prematuritas. 30-50 % perempuan hamil dengan herpes genital primer. 7-54 % ibu hamil dengan herper genital primer. BBLR dapat dijumpai pada:      10-25 % ibu hamil dengan vaginosis bacterial. dan usia kehamilan pada saat perempuan terinfeksi.dengan pasangan yang telah terinfeksi. atau retargasi pertumbuhan janin dalam rahim). 2-12 % pada perempuan hamil tanpa IMS/ISR Infeksi kongenital atau perinatal tidak ditemukan pada perempuan hamil tanpa ISR dan dapat ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh:     40-70 % perempuan hamil dengan infeksi klamidia. 40-70 % perempuan hamil dengan sifilis dini. Hasil konsepsi yang tidak sehat seringkali terjadi akibat IMS. 4-10 % pada ibu hamil yang tidak menderita ISR. dan retardasi mental). dan infeksi congenital atau perinatal (kebutaan. 30-68 % perempuan hamil dengan gonore. baik dalam bentuk abortus spontan maupun lahir mati. Kematian janin. misalnya kematian janin (abortus spontan atau lahir mati). dapat ditemukan pada:    20-25 % ibu hamil yang menderita sifilis dini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan bahwa TD: 100/70 mmHg. Dan ibu mengeluh sering pusing pada saat bangun tidur. Ini merupakan kunjungan antenatalnya yang kedua kalinya. komplikasi hamil trimester III 7) Rencana pengobatan 8) Nasehat tentang tanda-tanda inpartu.5 Contoh Kasus 2. karena pasien mengeluhkan sering mual-muntah terutama di pagi hari dan pada saat mencium bau masakan yang menurutnya menyengat. B usia 25 tahun. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan.1 Kasus Trimester I Ny. S: 36.7 Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan  Menurut Manuaba: 1) Setiap dua minggu sekali sampai ada tanda persalinan 2) Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan 3) Diet 4 sehat 5 sempurna 4) Pemeriksaan USG 5) Imunisasi TT2 6) Observasi adanya penyakit yang menyertai kehamilan. R: 20 x/menit. HPHT 07-09-2010. 2003) Selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36) dilakukan dua kali kunjungan. N: 72 x/menit. 2. kemana harus datang melahirkan  Menurut WHO (JHPIEGO. Sehingga ibu malas untuk makan.4. Ibu mengatakan bahwa tidak ada keluarga yang mempunyai penyakit keturunan. Pasien mengatakan bahwa kehamilannya ini terasa mengganggu aktivitasnya sehari-hari.2. Askeb Kelompok 12 84 . Ini adalah kehamilannya yang pertama dan tidak pernah mengalami keguguran.5.50 C. datang ke bidan M tanggal 09-11-2010 dengan tujuan untuk memeriksakan kehamilannya.

kab: Cianjur Keluhan : sering mual-muntah terutama di pagi hari dan pada saat mencium bau masakan yang menurutnya menyengat. Dan ibu mengeluh sering pusing pada saat bangun tidur. Askeb Kelompok 12 85 .  Mengalami pusing pada saat bangun tidur.Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan? Jawab: 1. Pengumpulan Data Subjektif  Anamnesa Identitas Istri Nama Usia Pekerjaan : Ny. Sehingga ibu malas untuk makan. kec: Pasir hayam. M 31 tahun buruh bangunan SMA Pendidikan : SMA Alamat : Pasir hayam RT/RW 02 / 03. B : 25 tahun : ibu rumah tangga Suami Tn. persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan yang sekarang:  Mengalami mual muntah tapi yang mengganggu aktivitas. Riwayat haid:  Menarche : 13 tahun  Lamanya haid : 5-7 hari  Nyeri haid: ada  Haid terakhir : 07-09-2010 Riwayat kehamilan.

gravida 9-11 minggu. Pemeriksaan labolatorium Darah Golongan darah : B Hb : 10 g/dl e.50C c. Pemeriksaan khusus obtstetri : tidak dilakukan 3. cara mengatasi mual-muntah. Pemeriksaan umum: Kepala Mata Oedema muka Farises: tidak ada Reflex patella : + : tidak ada deformitas : tidak anemis : tidak ada d. Keadaan umum: kompos mentis b. serta pusing saat bangun tidur. Askeb Kelompok 12 86 .  Masalah : mual-muntah di pagi hari dan apabila mencium bau :G1P0A0. Pengumpilan data objektif a.Riwayat kesehatan keluarga : Penyakit keturunan: tidak ada Penyakit kronis : tidak ada 2. dengan keluhan yang masakan yang menyengat sehingga malas untuk makan. Tanda.tanda vital:           TD : 100/70mmHg N : 72 x /menit R : 20 x/menit S : 36. Assesment  Diagnosa fisiologis. dan cara mengatasi pusing saat bangun tidur.  Kebutuhan : konseling mengenai kebutuhan gizi ibu hamil pada trimester I.

 Memberikan konseling tentang nutrisi bagi ibu hamil. 2. usia kehamilan ibu diperkirakan 22 minggu 3 hari. Planning  Memberitahukan keadaan klien yang sebenarnya bahwa keadaanya masih dalam batas normal.4.  Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat digoyangkan.5. Dan memberitahukan bahwa keluhan yang dirasakan klien adalah keluhan yang fisiologis. Ini merupakan kehamilannya yang kedua dan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya. S: 37. Setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital. yaitu 4 minggu kemudian.  Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul Askeb Kelompok 12 87 . TD: 110/90 mmHg. dengan HPHT 02 Juni 2010 ibu mengeluh selalu merasa pusing setelah bangun dari duduk dan sering merasa kesemutan. kurang bundar dan kurang melenting  Leopold II: teraba bagian-bagian kecil disebelah kanan perut ibu. (Ibu mengerti). Dan memberitahu cara mengatasi mual-muntah di pagi hari serta mualmuntah pada saat mencium bau masakan yang menyengat. (Ibu mengerti dan bersedia mengikuti saran bidan)  Memberitahukan jadwal kunjungan selanjutnya. (Ibu mengerti dengan apa yang dikatakan oleh bidan). (Ibu mengerti dengan apa yang dikatakan oleh bidan dan bersedia mengikuti saran bidan). teraba keras.  Memberikan konseling mengenai mobilisasi pada ibu hamil untuk mengurangi pusing pada saat bangun tidur.2 Kasus Trimester II Ibu N 25 tahun datang ke bidanpada tanggal 07 November 2010 untuk dilakukan pemeriksaan antenatal.10 C N: 88 x/menit R: 20 x/menit Selain itu setelah dilakukan pemeriksaan leopold di dapatkan:  Leopold I: teraba lunak.

kec: Pasir hayam.Terdapat varises di kaki sebelah kiri ibu. A 31 tahun buruh bangunan : pasir hayam RT/RW 02 / 03. Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan? Jawab: 1. persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan yang sekarang:  Mengalami mual muntah tapi tidak mengganggu aktivitas. Pengumpulan data subjektif Anamnesa Istri Nama Usia Pekerjaan Alamat Cianjur Keluhan : sering merasa pusing setelah beranjak dari duduk dansering merasa kesemutan. Riwayat haid:  Menarche : 14 tahun  Lamanya haid : 6-7 hari  Nyeri haid: tidak ada  Haid terakhir : 02 juli 2010 Riwayat kehamilan.  Mengalami pusing. dan  Merasa kesemutan pada kaki Riwayat kesehatan keluarga : Penyakit keturunan: tidak ada Askeb Kelompok 12 88 : Ny. N : 25 tahun : ibu rumah tangga Suami Tn. kab: .

Pengumpilan data objektif a. Assessment  Diagnose :G2PIA0.Penyakit kronis : tidak ada 2. Pemeriksaan umum: Kepala: tidak ada deformitas Mata : tidak anemis Oedema : tidak ada Pemeriksaan leopold Leopold I: teraba lunak.tanda vital:         Tekanan darah: 110/80mmHg Suhu: 37. Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat digoyangkan. kurang bundar dan kurang melenting Leopold II: teraba bagian-bagian kecil disebelah kanan perut ibu. janin tunggal. intera uterin dengankeluhan fisiologis.    Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul Farises: ada ( kaki kiri ) Reflex patella : + d.1 Nadi: 88x /menit Respirasi : 20x/menit c. Pemeriksaan khusus obtstetri DJJ : 140x/menit 3. teraba keras. hidup. gravida 22 minggu 3 hari. Tanda. Askeb Kelompok 12 89 . Pemeriksaan labolatorium Darah Golongan darah : A Hb:10g/dl e. Keadaan umum: kompos mentis b.

A Usia: 20 tahun Pekerjaan: ibu rumah tangga Alamat: Agrabinta.3 Kasus Trimester III 1. N: 78 x/menit. usia kehamilannya diperkirakan berusia 31 minggu.  Kebutuhan: konseling bagaimana beranjak/ bangun yang benar untuk ibu hamil serta cara mengatasi kesemutan (ambulasi dan body mekanik). ibu mengeluh susah buang air besar sejak 3 hari lalu. seorang ibu rumah tangga.5. 2. Masalah : pusing setelah beranjak dari duduk dan kesemutan. R: 21 x/menit. HPHT 1 April 2010. S: 36. A. Dilakukan pemeriksaan dengan hasil TD: 120/80 mmHg. Hasil pemeriksaan laboratorium yaitu Golongan darah: O dan Hb: 8 g/dl Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan ? a. 4.2oC. cepat lelah dan merasa pusing jika duduk atau berdiri terlalu lama. Planning  Memberitahukan ibu tentang cara ambulasi yang benar untuk mengatasi keluhanya (ibu mengerti dan dapat memperaktekannya). Pengumpulan data subjektif Nama: Ny. Kasus 1: Ny. usia 20 tahun datang ke bidan untuk pemeriksaan antenatal. Cianjur Keluhan: susah buang air besar dan lemas Riwayat haid:  Menarche: usia 13 tahun  Siklus: 28 hari  Lamanya haid: 7 hari  Nyeri haid : ada  Haid terakhir: 1 April 2010 Askeb Kelompok 12 90 . Ini merupakan kehamilannya yang pertama dan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya.

Pemeriksaan khusus obstetric:  Inspeksi:  Muka: terdapat kloasma gravidarum  Dinding abdomen : terdapat linea nigra  Tinggi pundus uteri: pertengahan antara proc.  Tekanan darah: 120/80 mmHg Suhu: 36. Oedema: tidak ada Reflex patella: + Pemeriksaan laboratorium Darah: Golongan darah: O Hb: 8 g/dl e. Keadaan umum: compos mentis Tanda.tanda vital:     c.2oC Nadi: 78 x/menit Respirasi: 21 x/menit Pemeriksaan umum yang dipandang perlu: Kepala: tidak ada deformitas atau benjolan. kurang bundar dan kurang melenting Askeb Kelompok 12 91 .      d.Riwayat kehamilan. persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan sekarang:   Mengalami mual muntah pada trimester awal riwayat kesehatan keluarga: penyakit keturunan: tidak ada b. Pengumpulan data objektif a. Xyphoideus dan pusat  Palpasi:  Payudara: teraba lebih menegang  Leopold I: teraba lunak. b. Lidah : pucat. Mata: konjungtiva pucat. kotor.

 Leopold II: teraba bagian-bagian kecil disebelah kanan perut ibu. Ibu mengerti. 2. seorang ibu rumah tangga. Planning  Memberitahukan keadaan ibu yang sebenarnya.  Auskultasi:  DJJ: 130 x/menit  Bising usus ibu: 8 x/menit c.  Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul.  Memberikan ibu tablet Fe untuk meningkatkan Hb ibu. Ibu mengeluh sering sakit kepala.  Menyarankan ibu untuk banyak beristirahat. Ibu mengerti. Kasus 2 Ny. teraba keras. Ibu bersedia. B. Assesment  Diagnose : G1P0A0. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan bahwa ibu mengalami sembelit yang biasa terjadi pada trimester III dan anemia sedang. janin tunggal hidup intra uterin dengan anemia ringan  Masalah potensial: anemia berat  Tindakan segera: pemberian tablet penambah darah d.  Memberitahukan ibu jadwal kunjungan yang selanjutnya. HPHT 7 April 2010. Ibu dapat memahami penjelasan yang diberikan. Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan ? Askeb Kelompok 12 92 . gravid 31 minggu. usia 18 tahun datang ke bidan untuk memeriksakan kehamilannya. Ini merupakan kehamilannya yang pertama dan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya. usia kehamilannya diperkirakan berusia 30 minggu.  Menyarankan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran.  Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat digoyangkan.

Pemeriksaan umum yang dipandang perlu: Kepala: tidak ada deformitas atau benjolan. Pengumpulan data subjektif Nama: Ny. Pengumpulan data objektif a. 2. b.2oC Nadi: 78 x/menit Respirasi: 21 x/menit c. Keadaan umum: compos mentis Tanda. sakit kepala yang hebat dan mata berkunang-kunang Riwayat haid:  Menarche: usia 13 tahun  Siklus: 28 hari  Lamanya haid: 7 hari  Nyeri haid : ada  Haid terakhir: 7 april 2010 Riwayat kehamilan. persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan sekarang:   Mengalami mual muntah pada trimester awal riwayat kesehatan keluarga: penyakit keturunan: keluarga memiliki riwayat hypertensi.tanda vital:       Askeb Kelompok 12 Tekanan darah: 140/90mmHg Suhu: 36. Mata: konjungtiva merah muda 93 . Cianjur Pekerjaan: ibu rumah tangga Keluhan.1. B Usia: 18 tahun Alamat: Cidaun.

  

Oedema: + di tangan dan di tungkai Reflex patella: +

d. Pemeriksaan laboratorium Darah: Golongan darah: O Hb: 11 g/dl  urin Protein urin: + e. Pemeriksaan khusus obstetric:  Inspeksi:  Muka: terdapat kloasma gravidarum  Dinding abdomen : terdapat linea nigra  Tinggi  pundus uteri: pertengahan antara proc.

Xyphoideus dan pusat Palpasi:  Payudara: teraba lebih menegang  Leopold I: teraba lunak, kurang bundar dan kurang melenting  Leopold II: teraba ada tahanan, keras seperti papan disebelah kanan perut ibu.  Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat

digoyangkan, teraba keras.  Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul. 

Auskultasi:  DJJ: 130 x/menit  Bising usus ibu: 24 x/menit

3. Assesment  Diagnosa : G1P0A0, gravid 30 minggu, janin hidup tunggal intrauterine dengan preeklampsi ringan.  Masalah potensial : preeklampsi berat Askeb Kelompok 12 94

 Kebutuhan : konseling tentang nutrisi dan pemantauan tekanan darah 4. Planning  Menjelaskan keadaan ibu yang sebenarnya bahwa ibu mengalami preeklampsi ringan. Ibu dapat memahami.  Menelaskan kemungkinan masalah potensial yang dapat terjadi dan tanda-tandanya. Ibu dapat memahami penjelasan yang diberikan.  Memberikan konseling tentang nutrisi bagi ibu hamil dan diet rendah garam. Ibu memahami penjelasan.  Memberikan konseling tentang mobilisasi pada ibu untuk mengurangi pusing dan sakit kepala. Ibu mengerti.  Melakukan pemantauan tekanan darah ibu. Ibu bersedia.  Memberitahukan jadwal kunjungan ibu yang selanjutnya. Ibu mengerti.

Askeb Kelompok 12

95

BAB III KESIMPULAN Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya, masa ini merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan seorang wanita karena terjadi banyak perubahan baik secara fisik maupun psikologi. Tugas seorang bidan adalah memberikan asuhan yang komprehensif atau asuhan yang menyeluruh pada ibu hamil yang dimulai dari trimester I, trimester II dan trimester III, memahami segala kebutuhannya dan mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi selama kehamilan tersebut agar dalam proses menjalani kehamilannya ibu tidak mengalami penyulit-penyulit yang dapat mengganggu perkembangan janin. Selain itu bidan harus memberikan jadwal kunjungan pada ibu, agar asuhan yang diberikan komprehensif dan berkesinambungan. Sehingga keadaan dan perkembangan ibu serta janinnya dapat terpantau dan dapat mendeteksi secara dini kemungkinan bahaya yang akan terjadi di setiap trimesternya. Dan bidan harus mampu memberikan pendidikan kepada ibu saat kehamilan berlangsung, yang meliputi:  Pendidikan mengenai nutrisi ibu hamil  Pendidikan mengenai sekualitas ibu hamil  Kebutuhan istirahat  Ketidaknyamanan di setiap trimester  Personal hygiene  Tanda bahaya di setiap trimester.

Askeb Kelompok 12

96

2007.bayisehat. Women’s Health During The Childbearing Years.blogspot.com/2009/05/mengembangkan-perencanaan-asuhan.. Lebih Jauh Tentang Kehamilan. Magelang: Pustaka Horizone http://ayurai. 2001. Miriam. Jakarta: EGC Depkes RI. FARMAKOLOGI Obat-obat Dalam Praktek Kebidanan.com/pregnancy-mainmenu-39/216-pentingnya-asam-folat.html http://www. Yogyakarta: Oryza Cunningham. M. Obstetri Williams edisi 21. Peggy Sherblom.wordpress.wikipedia. Senam Hamil & Ballita. 2003. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Fitrianingsih.pkmi-online. Endang Susilowati. Hanny dan Amiruddin Aam. dkk. Gary. USA: Mosby Ronosulistyo. Yogyakarta: Mulia Medika Hadi. Dwi dan Akhsin Zulkoni.com/download/ASUHAN%20ANTENATAL. 2006.com/kesehatan/54-10-makanan-kaya-asam-folat-untuk-tubuh-kita. Buku Pintar Kehamilan.P Budi.html http://www. 2008. Yogyakarta: Cemerlang Publishing Matteson. Standar Asuhan Kebidanan Bagi Bidan Di Rumah Sakit Dan Puskesmas. Kehamilan yang Didamba. Tips Serdas Dalam Kehamikan. 2006. 2007.com/2009/04/04/askeb-ancpemeriksaan-kehamilan/ http://id. 2006.I.Novaria & T.org/wiki/Asam_folat http://ucin-rastafara. 2009.pdf Askeb Kelompok 12 97 .T. Jakarta: Edsa Mahkota Indriarti. Bandung: Khazanah Intelektual Stoppard.DAFTAR PUSTAKA A. Jakarta: Direktorat Keperawatan & Teknisian Medik.html http://wongapik.