BAB I PENDAHULUAN MENGEMBANGKAN PERENCANAAN ASUHAN YANG KOMPREHENSIF

1.1 Latar Belakang Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya, masa ini merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan seorang wanita. Masa ini juga merupakan tahap penyesuaian sebelum memasuki masa menjadi seorang ibu. Dan pada masa ini terjadi berbagai perubahan baik secara fisik maupun secara psikilogis sehingga kebutuhannya pun akan berbeda dengan saat sebelum hamil. Disitulah peran bidan sangat dibutuhkan terutama dalam memberikan asuhan yang komprehensif yaitu asuhan yang menyeluruh kepada ibu hamil dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan mensejahterakan kesehatan ibu dan janin. Dalam mengembangkan asuhan yang komprehensif hal perlu diperhatikan adalah:  Menetapkan kebutuhan tes labolatorim  Menetapkan kebutuhan belajar  Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan  Menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga profesional lainnya  Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance  Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS  Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan.

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Agar dapat merencanakan asuhan secara tepat dan berkesinambungan, sehingga klien mendapatkan kepuasan terhadap asuhan yang diberikan dan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin Askeb Kelompok 12 1

1.2.2

Tujuan Khusus  Untuk menetapkan kebutuhan tes labolatorium  Untuk menetapkan kebutuhan belajar  Untuk menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga professional lainnya  Untuk menetapkan kebutuhan konseling spesifik atau anticipatory guidance  Untuk menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS  Untuk menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan.

1.3 Metode Penulisan Dalam pembuatan makalah ini, penyusun menggunakan beberapa metode penulisan, yaitu: 1. Tinjauan pustaka Tinjauan pustaka dilakukan dengan mangambil bahan-bahan materi dari buku-buku yang berkaitan. 2. Pranata luar (internet) Pranata luar atau internet dilakukan dengan melakukan browsing di internet yang berkaitan dengan materi makalah. 3. Konsultasi Konsultasi dilakukan dengan dosen pembimbing.

Askeb Kelompok 12

2

BAB II ISI

Yang harus dilakukan oleh seorang bidan dalam melakukan asuhan yang komprehensif yaitu: 2.1 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Pada Masa PraNikah/Pra-Hamil 2.1.1 Menetapkan kebutuhan tes laboratorium Cek Kesehatan Di Masa Prakonsepsi Pemeriksaan kesehatan selama masa prakonsepsi perlu dilakukan. Dengan alasan pemeriksaan ini bisa mendeteksi gangguan yang mengancam selama ibu hamil dan bersalin serta kesehatan janin. Yang perlu diperiksa di masa prakonsepsi sebagai berikut:
    

Riwayat penyakit dan genetik (jika usia calon ibu di atas 35 tahun) Siklus haid, alat kontrasepsi Pemeriksaan klinis (berat badan, rongga panggul dan pap smear) Tes laboratorium darah dan urin Pemeriksaan penunjang (TORCH, HIV/AIDS, ACA-Anti Cardiolipin Antibody)

 

Imunisasi, jika perlu Pemberian vitamin prenatal yang mengandung asam folat

Semakin penting diperiksa selama prakonsepsi jika:
  

Usia calon bunda di atas 35 tahun Calon bunda di atas 35 tahun Calon bunda punya penyakit jantung, hipertensi, diabetes, asma, penyakit organ reproduksi (miom, kista, endometriosis), kelainan Rhesus darah dan lainnya yang bisa mempengaruhi kehamilan dan janin

Askeb Kelompok 12

3

Seharusnya kasus-kasus seperti ini dapat diminimalisasi bila sebelumnya sang pengantin menjalani tes pra nikah. harga dan sedikit waktu tidaklah ada artinya. calon pengantin dapat melakukan terapi dan telah selesai sebelum hari H tiba. Askeb Kelompok 12 4 . calon pasangan akan meninggalkannya. Sedangkan ada beberapa kasus dimana pasangan yang tidak menjalani tes pra nikah akhirnya malah menemukan masalah serius ketika telah menikah. Ada beberapa tes yang mencangkup tes pra nikah. Tes pra nikah diliat dari benefitnya. Ada lagi laporan dimana sang suami tidak dapat melakukan hubungan suami istri dikarenakan adanya suatu penyakit tertentu. Agar bila nantinya ditemukan adanya masalah. Tes ini sebaiknya dilakukan 6 bulan sebelum dilaksanakannya pernikahan. nggak punya waktu sampai ketakutan apabila nantinya ada masalah. Padahal hanya sedikit dimana ketika calon pengantin menjalani tes pra nikah dan ditemukan masalah kemudian mereka akan berpisah. padahal keluarga kedua belah pihak terus-menerus menuntut adanya keturunan. seperti adanya laporan seorang ibu yang mengalami obesitas meninggal saat melahirkan karena dia langsung hamil sesaat setelah menikah. Alasan lain yang sering diutarakan adalah mahalnya biaya tes (padahal anda mau dan mampu untuk melaksanakan pesta yang meriah). Calon bunda belum pernah terkena penyakit rubella atau belum mendapat imunisasi rubella  Ada riwayat penyakit yang diturunkan secara genetika di keluarga besar   Mantan pecandu narkoba Bekerja di lingkungan yang rawan polusi zat berbahaya seperti laboratorium  Menderita penyakit menular seksual Belum begitu banyaknya calon pengantin yang sadar untuk menjalani tes pra nikah karena beredarnya stigma klise “mau menerima pasangan apa adanya”.

tes yang dilakukan adalah tes kemampuan berovulasi (mengeluarkan sel telur). urin . * Tes Kesuburan Untuk wanita. apakah tetap meneruskan pernikahan dan siap menanggung akibatnya atau Askeb Kelompok 12 5 . Bukankah jujur didalam suatu pernikahan itu adalah penting?! Jika hasil tes anda tidak sesuai dengan harapan anda. Selain tes-tes diatas bisanya tes pra nikah juga dibarengi dengan tes darah. Virus-virus ini tidak berdampak pada kita tapi berdampak pada calon bayi kita nanti. cytomegalo atau herpes. * Torch Tes ini khusus untuk calon pengantin wanita dimana bertujuan untuk mengetahui apakah kita memiliki bawaan virus toxoplasma. Banyaknya perkawinan antar ras yang belakangan terjadi menjadikan tes ini penting untuk dilakukan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil dari tes yaitu keadaan rahim. Keputusan mutlak ada di tangan anda bedua. keadaan psikologis dan gaya hidup. umumnya masih didahulukan tes toxoplasma dulu karena kasus rubella dan cytomegalo masih jarang ditemukan di Indonesia. Tes Torch di Indonesia masih relatif mahal. gula darah dan hepatitis. Misalnya salah satu dari anda ada yang mandul. Persilangan kedua rhesus dapat mengakibatkan keguguran berulang-ulang dikarenakan sel darah kita akan memakan sel darah janin. rubella. Sedangkan untuk laki-laki adalah tes sperma.* Tes Rhesus Darah kita orang asia memiliki rhesus positif pada umumnya dan rhesus negatif biasanya dimiliki oleh orang Eropa. Tentunya lebih baik mengantisipasi daripada menyesal belakangan karena pasangan anda merasa dibohongi. untuk mengetahui kualitas dan kuantitas spermanya.

Umumnya. Pastikan kita telah mempertimbangkan secara matang untung-ruginya. termasuk penyakit yang ditularkan lewat hubungan seks (PMS atau Penyakit Menular Seksual). memeriksa semua penyakit menular dari pihak lakilaki dan perempuan. penyakit menular yang dicek adalah hepatitis B dan TB (Tuberkulosis). Jadi. bahwa tidak akan ada periksa dalam atau pemeriksaan panggul seperti yang biasa dilakukan ginekolog. Sebenarnya. disarankan agar melakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi). Hal-hal seperti ini tidak boleh disembunyikan. Kalau ya. calon suami akan dicek apakah penisnya ada kelainan atau tidak. karena dengan USG ini. Pertama. Dalam hal ini penting diketahui. karena inti dari pemeriksaan ini adalah untuk kebahagiaan pasangan yang bersangkutan. Periksa dada pun tidak. Apabila ingin mengetahui ada tidaknya kelainan pada organ reproduksi. Sebagai catatan. Apabila sebelum menikah diketahui calon suami menderita hepatitis. dapat menemukan adanya kista atau tumor di rahim. dikhawatirkan nantinya dia tidak bisa berhubungan seks. sedangkan calon istri dicek punya vagina atau tidak. maka calon istri akan diimunisasi dulu.malah sebaliknya: membatalkan pernikahan. Askeb Kelompok 12 6 . Tujuan kedua pemeriksaan ini untuk memastikan apakah mereka bisa melakukan hubungan seksual atau tidak. pemeriksaan kesehatan prakonsepsi dilakukan dengan dua tujuan. sebaiknya dicek apakah mengidap diabetes mellitus atau tidak. Sebaiknya anda menunjuk orang ketiga yang netral seperti penasehat pernikahan atau tokoh pemuka agama anda untuk memberikan pandangan kepada anda. jika usia calon suami sudah lanjut. Jangan mengikuti emosi dan perasaan.

Tapi.Target pemeriksaan kesehatan prahamil adalah bayi dan calon ibu sama-sama sehat. Dilihat dulu faktor risiko yang ada. seperti si kecil tidak punya tulang tengkorak. Jadi. Tapi. Pada usia kehamilan itu. dokter bisa melakukan safe abortion. pemeriksaan prahamil bisa dibilang termasuk konseling genetika. ini tidak berarti kalau jumlah anaknya empat. Paling tidak. calon ayah tahu persis bahwa kehamilan istrinya sangat berisiko dan bisa mencelakakan istri dan bayinya. maka lakukan deteksi saat usia kehamilan antara 12-16 minggu. maka satu di antaranya pasti talasemia. seperti talasemia (sejenis anemia atau kurang sel darah merah yang diturunkan). Bila dengan USG ditemukan adanya kelainan bawaan mayor yang multiple . Misalnya. Jadi. Dengan begitu. janin masih kecil. lalu menular lagi ke anak. ini saatnya mengecek semua kemungkinan adanya infeksi. misalnya. Boleh juga 1-2 bulan sebelumnya. tidak semua orang perlu melakukan serangkaian pemeriksaan. Askeb Kelompok 12 7 . sehingga pengguguran tidak akan berbahaya bagi ibu. Idealnya pemeriksaan pra-konsepsi dilakukan sebelum sepasang pria dan wanita melakukan hubungan seks. kemungkinan si kecil terkena talasemia sekitar 25%. Pemeriksaan prahamil pada calon ibu difokuskan terhadap kondisikondisi yang bisa mengganggu kehamilan dan membuat anak cacat atau tertular penyakit. Jangan sampai penyakit calon ayah menular ke calon ibu. atau epilepsi berat. Akan dicek juga kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan calon ibu meninggal kalau melahirkan. kemungkinan yang akan terjadi pada anak-anaknya juga dijelaskan. Anda tidak melakukan pemeriksaan prahamil plus konseling genetika karena tidak sempat atau fasilitasnya kurang memadai. Kemungkinan 25% itu adalah angka populasi. namun bisa juga tidak. apakah punya kelainan jantung. Umumnya. harus siap menghadapi kemungkinan tersebut. Seandainya. tumor otak. bisa kena. Jika salah satu pasangan membawa gen penyakit. Bila calon ayah belum menjalani pemeriksaan pranikah.

1984) yang memperlihatkan efek dari BB rendah. Sedangkan imunisasi yang disarankan adalah hepatitis B. 2. Indikasi parameter yang normal bisa dihitung dengan indeks Quetelet atau sering disebut indeks masa tubuh (IMT). cukup bulan dengan berat badan normal. Nutrisi Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. Rasio BB Indeks Quetelet Efek terhadap berat badan <20 berat badan Risiko amenorrhoe 19. infertilitas Bahaya kesehatan jangka panjang 20-25 diinginkan Rentang ideal untuk 22. Rumusnya adalah: Berat Badan (Kg) / Tinggi Badan2 (m) Berikut ini adalah tabel (pickard. wanita harus yakin bahwa berat badannya berada dalam parameter normal. Oleh karena itu sebelum hamil. BB normal.3=58 Kg kehamilan dan kesehatan jangka panjang 26-30 Askeb Kelompok 12 obesitas Risiko ringan terhadap 27.7=72 Kg 8 .5=51 Kg dibawah normal meningkat.Pemeriksaan prakonsepsi yang dianjurkan pemerintah hanya pemeriksaan fisik secara umum dan pemeriksaan laboratorium rutin untuk darah dan urin.2 Menetapkan kebutuhan belajar A. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. dan obesitas kesehatan.1. DPT dan TT (tetanus toksoid).

abortus. 3. berikut ini merupakan faktor risiko yang dapat terjadi pada ibu yang mengalami kekurangan gizi baik sebelum maupun selama kehamilan: 1. yaitu pada fase pembentukan sistem saraf pusat. berat badan ibu tidak bertambah secara normal.3=80 Kg Selain itu." kata Dr. anemia pada bayi. Meningkatnya risiko pre-eklampsia 2. terkena penyakit infeksi. Dwiana Ocviyanti. bayi lahir mati.moderat >30 obesitas berat kesehatan Risiko masalah menstruasi dan komplikasi kehamilan meningkat Bahaya kesehatan jangka panjang 30. perlu untuk menyeimbangkan gizinya sebelum hamil. Terhadap ibu: gizi kurang pada ibu hamil dapat mengakibatkan risiko dan komplikasi antara lain: anemia. aspiksia. "Asam folat memang berperan penting pada fase awal pembentukan janin. pendarahan setelah persalinan serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. 2. pendarahan. dr. persalinan sebelum waktunya (prematur). Askeb Kelompok 12 9 . Faktor risiko pada ibu hamil yang obesitas: 1. kematian neonatal. perlu juga ditambah dengan makanan yang mengandung asam folat. Kematian intrapartum/IUFD (mati dalam rahim) dan lahir dengan berat badan rendah (BBLR). Terhadap janin: kekurangan gizi ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran. Gangguan trombo-embolisme Untuk ibu yang merencanakan kehamilan. Kekurangan asam folat sangat berpengaruh pada perkembangan sistem saraf utama otak dan tulang belakang janin. cacat bawaan. selain makan 4 sehat 5 sempurna. Terhadap persalinan: pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan proses persalinan sulit dan lama.

Askeb Kelompok 12 10 . Kekurangan Asam Folat menyebabkan bayi lahir dengan Bibir Sumbing. maka ia akan mempersiapkan gizi yang baik sebelum hamil karena kebutuhan Asam Folat harus disiapkan sejak sebelum kehamilan”. “Kalau kehamilan direncanakan. Itu sebabnya. Kematian bayi ini masih belum diidentifikasikan penyebabnya karena belum adanya data. tahu-tahu ibu langsung hamil setelah telat datang bulan. rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah. anensefali. bisa terbentuk saat kehamilan berusia 2-4 minggu.SpOG(K) dari Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo. Karena itu. ujar Bowo. Bayi lahir dengan berat badan rendah. cacat tabung saraf janin (NTD) – spina bifida. Oleh karena itu. Mereka baru datang ke dokter setelah positif hamil beberapa minggu”. Salah satu penyebab kematian adalah kekurangan Asam Folat”. “Bayi mengalami kelainan pembuluh darah. ibu sering tidak membekali diri dengan gizi yang mencukupi ketika sebelum dan sesudah melahirkan. Padahal. “Kebanyakan Pasutri (Pasangan Suami Istri) tidak pernah merencanakan kehamilan. dan Keguguran. Di Indonesia sendiri belum ada data pasti berapa prevalensi adanya penyakit kelainan sumsum tulang belakang. Sering kali para ibu tidak menyadari dirinya kekurangan Asam Folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. dan encephalocele. “Jumlah angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi. Jakarta. maka kehamilan itu sebenarnya sudah berusia 5-6 minggu. Down’s Syndrome. cukupi asam folat sejak sebelum hamil. idealnya kebutuhan asam folat sudah tercukupi sejak sebelum terjadinya kehamilan. Saat seorang wanita menyadari kehamilannya. menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya”.

Pada ibu hamil. saat dewasa tidak mengalami menstruasi. termasuk wajah (menyebabkan sumbing). kebutuhan wanita usia subur serta ibu hamil akan asam folat adalah sekitar 400-600 mikrogram (0. maka akan mempengaruhi perkembangan janin. yakni pembentukan tulang-tulang kepala. sayuran berwarna hijau. Pada anak perempuan.4-0. Artinya. pisang. Selain itu. juga kiwi. seperti brokoli. Mengingat risiko tersebut. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah cara mengolah dan memasak makanan kaya asam folat. juga berakibat pada sistem motorik (mengalami lumpuh. ikan juga susu (saat ini banyak susu yang difortifikasi asam folat). Sebagaimana zat gizi lain. kandungan asam folat bisa berkurang atau malah hilang. Asam folat juga terdapat pada daging. tidak bisa berjalan tegak). sehingga ibu mudah lelah. juga bisa diperoleh dari berbagai makanan sehari-hari. seperti semangka. Begitu juga dengan buah-buahan berwarna merah atau jinga. kaya akan asam folat. Jika perkembangan sistem saraf utama terganggu. bila memang ingin hamil. yaitu sekitar 0. jeruk. minimal 4 bulan sebelum kehamilan. Kecukupan ini bisa mencegah 50-70 persen resiko NTD. kecukupan asam folat yang merupakan turunan dari vitamin B ini. anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. maka ibu hamil perlu mengonsumsi suplemen asam folat secara teratur sesuai rekomendasi dokter. Bila dimasak terlalu lama. letih. bayam serta asparagus.6 mg) per hari.4 hingga 1 mg Askeb Kelompok 12 11 . tidak ada kontrol untuk buang air besar maupun buang air kecil serta adanya gangguan jantung. kekurang Asam Folat menyebabkan meningkatnya resiko Anemia. lesu dan pucat. Secara umum.Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil. seorang wanita sebaiknya sudah harus mencukupi kebutuhan asam folatnya. di saat dewasa kelak bisa tidak mengalami menstruasi) dan perkembangan pusat kecerdasan (gangguan belajar). sistem hormon (pada anak perempuan. hati sapi. nanas.

Konseling prakonsepsi dasar yang sering diberikan berupa konseling mengenai :      Makanan/ nutrisi Kebiasaan minum aklohol Merokok Pemakaian obat terlarang Asupan vitamin Konseling dimulai tentang dengan pemeriksaan menyeluruh tentang riwayat reproduksi. Manfaat konseling prakonsepsi: 1. Menurunkan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan 4. Memperbaiki hasil akhir kehamilan 3. kehamilan ektopik. berupa nasihat tentang resiko yang ada pada klien dan di berikan suatu strategi atau mengeliminasi pengaruh patologis yang diketahui berdasarkan riwayat keluarga. atau obstetris. namun sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter. dan nifas. Riwayat sosial Yang harus dipehatikan pada saat konseling adalah: Askeb Kelompok 12 12 . Mengurangi angka kehamilan dengan resiko tinggi. keluarga. mencakup usaha-usaha sebelumnya terhadap konsepsi. Ibu hamil tak perlu takut kelebihan asam folat karena akan dikeluarkan dari tubuh secara alamiah. social. 2. atau kematian janin berulang. 1. jadi factorfactor resiko yang dapat terjadi selama kehamilan.per hari. medis.3 Menetapkan kebutuhan konsultasi prakonsepsi Konseling prakonsepsi adalah suatu cara untuk mengidentifikasi semua factor yang berpotensi hasil akhir kehamilan. adanya fertilitas dan hasil kehamilan yang abnormal termasuk abortus. persalina.1. Mempersiapkan kehamilan baik secara fisik dan psikologis ibu 2. 2. Riwayat reproduksi.

walaupun mungkin perlu dilakukakn perubahan-perubahan. Askeb Kelompok 12 13 . serta riwayat di penjara. dan angka kematian bayi yang tinggi. Penganiayaan lebih besar kemumgkinannya terjadi pada wanita yang pasangannya yang merupakan pecandu alkohol atau obat.  Pada kehamilan setelah usia 35 tahun atau lebih: 1. Usia ibu mempengaruhi hasil akhir kehamilan. terdapat peningkatan rasiko dari pasangan yang pernah menganiaya. Meningkatkan resiko kematian ibu 2. kehamilan dapat memicu kembali masalah antar pribadi. b. dan beresiko lebih tinggi memiliki janin yang pertumbuhannya terhambat. Gaya hidup dan kebiasaan kerja  Olahraga. baru menganggur. disebabkan oleh usia ibu yang rentan terhadap penyulit.a.  Kekerasan dalam rumah tangga. Usia ibu. tapi setiap kekhawatiran perlu dibuktikan. latar belakang pendidikan rendah. retardasi mental. pada selama kehamilan olahraga tidak dilarang. persalinan prematur. Selama kehamilan. Riwayat keluarga tidak selalu akurat. 3. Riwayat keluarga Status kesehatan dan reproduksi dari keluarga sedarah ditinjau untuk penyakit medis. Meningkatkan resiko terjadinya kelahiran bayi premature. Sebagian besar waniata hamil dapat melanjutkan olahraga sepanjang gestasi. Remaja memilki kemungkinan lebih besar mengalami anemia. misalnya:  Pada kehamilan remaja. Latar belakang ras. infertilitas dan kematian janin. seperti hipertensi dan diabetes. etnik atau keagamaan tertentu dapat menigkatkan resiko penyakit resesif tertentu.

Layanan konseling pra dan pasca tes. 4. waria. suku asli. 6. (World Health Organisation) Konseling HIV/AIDS memiliki perbedaan dengan konseling secara umum dalam hal: 1. HIV ialah penyakit yang mengancam hidup dan pengobatan seumur hidup. Kelompok-kelompok khusus (pecandu napza. pekerja migran. Penggalian sejarah perilaku seks dan sejarah kesehatan klien.2. 3.4 Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS Konseling HIV/AIDS merupakan komunikasi bersifat rahasia antara klien dan konselor bertujuan meningkatkan kemampuan menghadapi stres dan mengambil keputusan berkaitan dengan HIV/AIDS. Penilaian mengenai perilaku berisiko klien terhadap infeksi HIV (baik menularkan atau tertular). Diagnosis HIV mempunyai banyak implikasi – psikologik. sosial. Askeb Kelompok 12 14 . fisik. atau Viral load. Membantu klien melakukan informed consent untuk tes HIV. Proses konseling termasuk evaluasi risiko personal penularan HIV. 5. 2. fasilitasi pencegahan perilaku dan evaluasi penyesuaian diri ketika klien menghadapi hasil tes positif .1. CD4. dan pengungsi) menghadapi isu diskriminasi ganda. spiritual. penjaja seks. Alasan Pentingnya Konseling HIV/AIDS Konseling merupakan suatu proses pencegahan dan perubahan perilaku dapat mencegah penularan. laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki. yaitu sebagai bagian dari kelompok khusus yang dikucilkan masyarakat dan sebagai orang yang selalu dianggap berisiko terhadap atau telah terinfeksi HIV. Memfasilitatsi perubahan perilaku. Konfidensialitas klien sangat penting jika menyangkut isu stigma dan diskriminasi 7.

Tes ini harus dilakukan oleh dokter dan dianggap akurat untuk mengetahui tingkat hormon fetal hCG (human chorionic gonadotropin) di dalam darah sesegera mungkin.Konseling HIV/AIDS merupakan proses dengan tiga tujuan umum: 1. sampai alat-alat kelamin bagian luar berkembang lebih nyata. 2. Menyediakan dukungan psikologis. sebaiknya segera memastikannya secepat mungkin. Memastikan efektivitas rujukan kesehatan. hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang itu hamil atau tidak. Sehingga pada trimester I. Adapun tes laboratorium yang dapat dilakukan pada trimester I diantaranya: tes urine (PP test) dan tes darah (Hb dan gol. sosial dan spiritual seseorang yang mengidap virus HIV atau virus lainnya. organogenesis (minggu ke-4).2 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Selama Trimester I Trimester I ini dimulai dari usia kehamilan 0-14 minggu. 3. kebutuhan akan tes laboratorium memang diperlukan. a.1 Menetapkan kebutuhan tes laboratorium Ketika seseorang menduga bahwa dirinya hamil. terapi.2. Sedangkan tes darah yang dapat dilakukan oleh seorang bidan adalah hanya mengukur kadar Hb dan gol. dan perawatan melalui pemecahan masalah kepatuhan berobat. Pencegahan penularan HIV dengan menyediakan informasi tentang perilaku berisiko (seperti seks aman atau penggunaan jarum bersama) dan membantu orang dalam mengembangkan keterampilan pribadi yang diperlukan untuk perubahan perilaku dan negosiasi praktek lebih aman. Tes darah. psikologis. Darah). misalnya: dukungan yang berkaitan dengan kesejahteraan emosi. hingga lebih mudah membedakan jenis kelaminnya (minggu ke-14). implantasi (akhir minggu ke-1). Askeb Kelompok 12 15 . Dimana pada trimester I ini berawal dari mulainya fertilisasi (0 minggu). 2. kira-kira 2 minggu pasca pembuahan – sekitar saat seseorang mulai terlambat haid. Tes laboratorium pada trimester I digunakan untuk mendiagnosa apakan seseorang hamil atau tidak. Darah pasien saja. 2.

Akan tetapi ibu jangan khawatir. Infeksi akibat virus Toxoplasma. Melalui pemeriksaan darah. karena pemeriksaan ini tidak berisiko terhadap ibu maupun janin. apabila dokter mendeteksi adanya kelainan. Dokter atau bidan perlu mengetahui golongan darah pasien (A. kelainan darah (thalasemia). yang dikenal dengan istilah haemodilusi.. dan Cytomegalovirus yang berbahaya bagi kesehatan janin. B.  Penyakit lain seperti HIV B. Selain itu. akan dipikirkan tindakan terminasi atau pengakhiran kehamilan. Golongan darah dan faktor Rhesus ibu. O. Hal ini umumnya disebabkan banyaknya cairan dalam tubuh wanita hamil. Selama hamil.Cara ini juga efektif dilakukan oleh para bidan yang belum dilengkapi dengan alat USG. bahkan HIV/AIDS. Syphilis. pemeriksaan ini perlu untuk melihat adanya antibodi dalam darah ibu. Jika diprediksi kondisi bakal memburuk. Hal ini untuk mengetahui status keadaan ibu pada awal kehamilan secara laboratorium. penting melakukan pemeriksaan darah pada awal kehamilan seperti pemeriksaan darah rutin yaitu komponen Hb. maupun ada tidaknya infeksi. Bila ada kelainan atau ketidaknormalan. Rubella. mungkin ibu perlu melakukan pemeriksaan darah beberapa kali. baik keadaan kurang darah (anemia). leukosit dan hematokrit. bisa diketahui:    Kadar zat besi dalam darah. Karena itu.  Golongan darah dan faktor Rhesus (Rh). misalnya kelainan dapat menyebabkan kematian atau kelainan berat. Biasanya wanita hamil mengalami penurunan Hb dibandingkan pada saat dia tidak hamil. maka dianggap wajar. Jika penurunannya tidak terlalu drastis. trombosit. Pemeriksaan yang sering dilakukan yaitu pemeriksaan TORCH. maka jadwal kontrol pada trimester pertama yang biasanya per-empat minggu dapat dimajukan hingga per-tiga atau dua minggu. AB) seandainya Askeb Kelompok 12 16 . pada saat pemeriksaan harus dipastikan apakah sifat ketidaknormalan atau kelainan tersebut mayor atau minor.

perlu diwaspadai adanya anemia. tes akan diulang dalam beberapa interval selama masa kehamilan. tes lanjutan akan dilakukan untuk mengecek hadirnya antibodi.  Kadar Hemoglobin. Selain dolongan darah. Jika Rhesus negatif (-). atau sel darah merah kekurangan zat besi. b. apakah darah ibu Rhesus positif (+) atau Rhesus negatif (-). HCG juga dapat dideteksi dengan tes urin. Kadar zat besi ini dapat diketahui dengan tes Hb. Karena bila darah ibu RH.5-14. tetapi dengan tes urin juga dapat mengetahuiapakah ibu terpapar obat-obatan tertentu.5 mg/dl. Dari pemeriksaan darah perlu untuk menentukan Hb. Oleh karena itu perlu diberikan konseling mengenai nutrisi yang mengandung sumber zat besi seperti bayam dan daging merah.0 mg/dl. yaitu 2 minggu setelah pembuahan. ibu akan merasa mudah lelah dan lesu. Bila kadar zat besi ibu berubah-ubah selama kehamilan. dokter ataupun bidan juga harus mengetahui faktor Rhesus ibu. Tetapi hal ini harus tetap diwaspadai. bila rendah. Biasanya pada ibu hamil trimester I. Sel darah merah terdiri atas zat besi dan mengangkut oksigen. Tes ini dapat dilakukan secepat mungkin. terkadang Hb-nya masih normal.pasien memerlukan transfusi darah selama masa-masa kehamilan atau proses persalinan. penurunan jumlah sel darah merah hanya sedikit.dan ibu mengandung janin dengan RH+. Tes urin. Tes urin tidak hanya dilakukan untuk memastikan kehamilan saja. jangan ragu untuk melakukan tes lagi pada kehamilan 28 minggu. Apabila kadar Hb ibu hamil <10. alkohol. Nilai normal Hb ibu hamil yaitu 10. jika tes menunjukkan jumlah sel darah merah rendah. Efek penggunaan obat Askeb Kelompok 12 17 . Ini berbahaya bagi janin yang dikandungnya. maka disarankan untuk mengkonsumsi makanan kaya zat besi dan minum tablet zat besi. tiga bulan sekali karena pada orang hamil sering timbul anemia karena defisiensi Fe. Tes ini banyak tersedia di mana-mana dan tingkat keakuratannya dapat lebih dari 90%. pasangan juga harus memberikan darahnya untuk di tes. bahkan narkotika. maka tubuh ibu akan memproduksi antibodi untuk melawan/menentang sel-sel darah RH+.

Asupan gizi ideal bagi ibu hamil Asupan gizi yang diperlukan ibu hamil harus ditingkatkan sejalan dengan kebutuhan perkembangan kehamilannya. sehingga juga belum optimal kebutuhan gizinya. terutama pada awal kehamilan. bisa mengacaukan sistem syaraf bayi. Kebutuhan belajar yang dibutuhkan oleh ibu hamil pada trimester I diantaranya sebagai berikut: a. Food Nutrition Board. 1980 menyarankan 3 komponen utama gizi dan kecukupan yang dianjurkan sebagaimana tertera pada tabel berikut: Tiga Komponen Gizi Utama Pada Wanita Usia 15-19 Tahun Komponen gizi utama Protein (gram) Zat besi (mg) Kalsium (mg) Kebutuhan wanita usia 15-19 tahun Harian 44 18 800 Hamil +30 +30 s/d +60 +400 Menyusui +20 +30 s/d +60 400 Askeb Kelompok 12 18 . komplikasi trimester I. National Research Council: Recommended Dietary Allowance 9th Ed. 2. Sehingga ibu hamil perlu mengetahui mengenai kebutuhan belajar yang ia perlukan pada trimester I. Penggunaan terus-menerus.tertentu berdampak buruk bagi perkembangan otak janin. National Academy Sciences. Usia kehamilan pada trimester I termasuk kedalam usia rawan.2 Menetapkan kebutuhan belajar Trimester I dapat dikatakan sebagai masa emas. ketidaknyamanan trimester I. Pada trimester pertama pertumbuhan janin masih belum begitu pesat. Nutrisi A. karena pada trimester I ini terjadi proses organogenesis (pembentukan organ-organ).2. Karena pada trimester I ini ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi keadaan ibu dan janin bahkan mengganggu kenyamanan ibu hamil seperti perubahan fisiologis terhadap anatomi ibu hamil. Washington DC.

dimasa kehamilan.  Protein. maupun vitamin E diperlukan ibu hamil untuk meningkatkan kebugarannya. ikan. 3) Kalsium. Kebutuhan zat besi akan meningkat selama Askeb Kelompok 12 19 . vitamin D. kacang-kacangan. kacang kedelai). ikan sarden. amat penting dalam membantu proses produksi sel-sel darah merah. nasi. dan roti. merupakan sumber zat pembangun.  Vitamin dan mineral. ikan teri. karbohidrat dapat diperoleh dari serealia. merupakan sumber zat pengatur. keju. protein. yang terdiri atas karbohidrat. Protein dapat diperoleh dari daging. dibutuhkan untuk energi tubuh sehari-hari. Sumber karbohidrat: umbi-umbian. daging. karena sangat besar peranannya dalam memproduksi sel-sel darah. karena:  Karbohidrat dan lemak. vitamin C. Zat besi adalah salah satu unsur penting dalam proses pembentukan sel darah merah. utamanya untuk mencegah timbulnya anemia. kangkung). merupaka sumber zat tenaga. telur. ayam. sayuran daun hijau (seperti bayam. daging. kacangkacangan (seperti kacang ijo. baik B kompleks. kalsium penting untuk membantu pertumbuhan janin. tempe. Pada prinsipnya. ikan. makanan yang berasal dari biji-bijian. Tambahan vitamin. tahu. ada 6 nutrisi terbaik yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil. sereal. vitamin A. kalsium ini sangat penting karena berguna untuk mengurangi keram-keram di tangan dan kaki pada kehamilan lanjut. vitamin dan mineral dapat dianggap mewakili komposisi makanan dengan gizi seimbang. telur. yogurt. telur. lemak. jus jeruk. umbi-umbian. Pada trimester I. Sumber kalsium: susu dan makanan olahan yang terbuat dari susu. yaitu: 1) Protein. dan jagung. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori. Sumber protein: kacang-kacangan. Vitamin dan mineral dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayursayuran. 2) Karbohidrat. gandum.Komposisi makanan 4 sehat 5 sempurna. 4) Zat besi. dan susu.

jarak kehamilan yang berdekatan. Kekurangan besi merupakan penyebab anemia yang paling sering. hamil kembar dan kurang zat besi sebelum hamil. melahirkan dan menyusui. Karena itu menyebabkan kebutuhan Fe atau zat besi relatif lebih tinggi ketimbang kelompok lain. perdarahan dan kelainan/penyakit darah. Kebutuhan zat besi terutama sangat meningkat pada TM II dan III. Zat besi secara alamiah diperoleh dari makanan. maka ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi 30 mg besi per-hari sebagai langkah pencegahan. Peristiwa kodrati wanita adalah haid. Risiko kekurangan zat besi semakin meningkat jika terjadi mual-muntah di awal kehamilan. dan wanita usia subur pada umumnya. suplemen besi bukan selalu menjadi jawabannya. Kebutuhan meningkat dari 18 mg menjadi 27 mg per-hari dan karena sulit memenuhi kebutuhan besi hanya dari diet saja. Zat besi juga dibutuhkan buat pertumbuhan bayi dan plasenta. Kelompok lain yang rawan AGB Askeb Kelompok 12 20 . Anemia Gizi Besi (AGB) terutama banyak diderita oleh wanita hamil. Pengobatan anemia tergantung penyebabnya. Karena zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin (protein dalam darah yang fungsinya mengangkut oksigen). sehingga dibutuhkan banyak zat besi untuk pembentukan hemoglobin darah tambahan.kehamilan. wanita menyusui. Saat hamil terjadi peningkatan volume darah sebesar 50% dari biasanya. Kekurangan zat besi dalam makanan sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah. hamil. karena fungsi kodrati. tetapi bukan satu2nya penyebab. dan kebanyakan suplemen hamil mengandung zat besi sebesar itu. Anemia bisa juga disebabkan kekurangan asam folat atau Vitamin B 12.

Asupan asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada bayi. wanita hamil yang kekurangan asam folik besar risikonya mengalami keguguran ataupun kerusakan pada janin. ibu hamil yang mengalami kekurangan asam folat. Ovi. Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar 0. resiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 %. umumnya juga mengalami anemia dengan segala konsekuensinya (terlihat pucat dan mudah letih.4 . Ini berarti bahwa Fe pangan asal hewani (heme) lebih mudah diserap daripada Fe pangan asal nabati (non heme). daging tanpa lemak. asam folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Sumber utama Fe adalah bahan pangan hewani dan kacangkacangan serta sayuran berwarna hijau tua. Bahkan. 5) Asam folat. Asam folik ini dikonsumsi terutama pada saat 4 bulan sebelum lahir sampai usia kehamilan 12 minggu (pada trimester I). Pada ibu hamil sendiri. yaitu spina bifida (kelainan pada tulang belakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak terbentuk). buah pinggang. juga berisiko Askeb Kelompok 12 21 . Sumber terbaik zat besi bisa didapat dari hati. Sedangkan tingkat penyerapan Fe makanan asal hewani dapat mencapai 10-20%. anak usia sekolah. Kesulitan utama untuk memenuhi kebutuhan Fe adalah rendahnya tingkat penyerapan Fe di dalam tubuh.adalah anak balita. Itu sebabnya. Asam Folat juga sangat penting bagi wanita hamil.8 mg per hari. kerang. tiram.0. Berdasarkan beberapa temuan para pakar kesehatan. dan buruh serta tenaga kerja berpenghasilan rendah. terutama sumber Fe nabati yang hanya diserap 1-2%. Kacang dan sayur yang dikeringkan juga merupakan sumber zat besi yang baik dari protein nabati. unggas dan ikan. menurut dr. lesu dan lemas).

 Telur.85 Mikrogram Asam Folat ditiap 100 gram telur. bisa memenuhi 23% kebutuhan tubuh akan Asam Folat.  Pisang. hampir setara dengan sereal. plasenta lepas sebelum waktunya (solusio plasenta) dan keguguran. Adapun beberapa sumber makanan yang kaya akan asam folat diantaranya sebagai berikut:  Susu & Yoghurt. jelas dr. mengandung 100 mirogram Asam Folat. 2 buah pisang segar mengandung 58 mikrogram.  Alpukat.  Brokoli. kacang kering dan kacang polong. dengan mengkonsumsi 2 ikat bayam mengandung 200 mikrogram Asam Folat.  Bayam. mengandung 14. Tim Green PhD dan Department of Human Nutrition University of Otago New Zealand. mengandung 50 mikrogram Asam Folat.5% kebutuhan Asam Folat harian untuk Ibu Hamil.mengalami persalinan prematur. Dan alpukat ini juga mampu menetralkan radikal bebas dan menekan risiko infeksi. 8 buah atau 1 gelas stroberi bisa memenuhi 7.  Jeruk. Askeb Kelompok 12 22 . mengandung 9-125 mikrogram Asam Folat.  Dan adapula sumber makanan lainnya yang mengandung asam folat seperti lobak cina. satu buah jeruk bisa memasok 20% kebutuhan Asam Folat sehari-hari. buah-buahan. serta hati Sapi (liver).  Gandum. sereal. “Roti dan Susu juga mengandung Asam Folat tinggi karena kini susu dan tepung terigu telah difortifikasi mengandung Asam Folat”.  Strawberry. Kebutuhan Asam Folat untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari atau sama dengan 2 (dua) Gelas Susu. 100 gram gandum mengandung hingga 50 mikrogram Asam Folat.  Kacang-kacangan. biji bunga matahari.

 Selada. 3) Salmonella dan Toksoplasma.6) Lemak. seperti Brie. jauh lebih sedikit jika dibandingkan makan dua kali lipat jumlah normal makanan anda. Keperluan energi meningkat sekitar 15% atau 500 kalori/hari. bagi wanita hamil. agar tubuh tidak mudah lelah. dan minyak. B. dan susu yang tidak mengalami pasteurisasi. nafsu makan juga meningkat. Sumber lemak: daging. bayi lahir mati. Sering ditemukan pada daging yang diolah setengah matang. telur. tentu saja untuk diri anda dan bayi anda. 2) Bakteri E. ikan atau daging sapi yang diolah setengan matang. Makanan yang harus dihindari selama hamil Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. terutama bila dimakan dalam keadaan mentah. atau keracunan darah. Coli. Jenis bibit penyakit/parasit yang membahayakan kandungan dan terbawa dalam makanan adalah: 1) Listeria. pepatah yang mengatakan “makan untuk dua orang” tidak perlu diikuti karena dapat membuat anda menjadi gemuk dan sulit menurunkan berat badan setelah Askeb Kelompok 12 23 . sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi daging dan telur dalam bentuk mentah atau setengah matang. Untuk menghindari infeksi bakteri jenis ini. Adalah wajar untuk memastikan bahwa anda sudah mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup. Bakteri listeria monocytogeneses banyak terdapat pada:  Produk unggas (termasuk telur).  Beberapa jenis keju lunak. Dapat menyebabkan keguguran. Prinsip makanan yang baik selama kehamilan Saat hamil. Camembert. lemak besar sekali manfaatnya untuk cadangan energi tubuh. buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih. karena kemungkinan membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yang membahayakan janin. Blue Cheese serta keju lain yang dibuat dari susu kambing atau domba. C. Dengan demikian. Racun yang dikeluarkannya dapat merusak usus dan ginjal.

juga pada saluran pencernaan.melahirkan. maka obat tersebut sebaiknya jangan diberikan. Tetapi masalah akan lebih mungkin terjadi jika anda makan terlalu sedikit – kehamilan bukan waktu yang tepat untuk diet. Segala sesuatu yang anda makan harus baik untuk anda dan bayi anda. Beberapa prinsip makan yang baik selama kehamilan dapat dikemukakan sebagai berikut (Suririnah. Askeb Kelompok 12 24 . makanlah makanan yang mengandung vitamin. Obat-obatan Jika mungkin. misalnya vitamin C dan mineral. Daftar obat yang tidak boleh diberikan pada wanita hamil Adalah obat yang mempunyai khasiat teratogen yaitu obat yang pada dosis terapeutis untuk wanita hamil dapat mengakibatkan cacat pada janin seperti kelainan pada mata. hindari meminum obat-obatan kecuali sudah disarankan oleh dokter. Sedangkan manfaat untuk ibu juga seharusnya sangat dipertimbangkan/ dibandingkan dengan resiko pada janin. 2004): 1) Merubah cara makan 2) Hindari makanan yang dapat membahayakan ibu dan janin 3) Jangan diet selama kehamilan 4) Lebih baik makan 5-6 kali dengan porsi kecil dari pada 2-3 kali dengan porsi besar (makan dengan porsi kecil tapi sering) 5) Minum vitamin ibu hamil secara teratur. Yang paling baik adalah menyeimbangkan jumlah makanan yang anda makan dalam kurun waktu 24-48 jam tiap kali makan. apabila tanpa diberikan obat tersebut mengandung resiko timbulnya penyimpangan yang lebih besar pada janin. Namun demikian ada beberapa obat yang mempunyai khasiat teratogen tidak mutlak dilarang (bila perlu) artinya. Apabila manfaat bagi ibu masih disangsikan. telinga dan jantung. A. buah-buahan dan sayuran b. khususnya zat besi 6) Minum air yang cukup 8 gelas sehari 7) Perbanyak makan makanan yang berserat.

NYSTATIN 11. METRONIDAZOLE. DOXYCYCLINE B. pemberian ASI sebaiknya dihentikan untuk sementara dan diganti dengan susu kaleng.B. Obat yang tidak terdapat dalam daftar adalah obat yang mencapai susu ibu dalam jumlah banyak dan mungkin dapat berefek buruk pada bayi atau belum terdapat cukup data mengenai keamanannya. VALACICLOVIR 10. Bila obat yang belum pasti keamanannya digunakan untuk waktu singkat. NYSTATIN 9. PROMETHAZINE 4. Ada berbagai jenis obat-obatan yang dapat digunakan dalam praktek kebidanan. diantaranya: A. AMPICILLIN 3. AMOXICILLIN 2. METRONIDAZOL 5. PRATHIAZINE THEOCLATE. METOCLOPRAMIDE HCL 3. COTRIMOXASOL 7. SPIRAMYCIN 8. ACYCLOVIR 6. PYRIDOXINE HCL Askeb Kelompok 12 25 . C. Daftar obat yang boleh diminum ibu selama menyusui Adalah obat yang tidak atau hanya sedikit diekskresikan ke air susu ibu (ASI). Daftar obat yang dianggap aman bagi wanita hamil Adalah obat-obat yang setelah digunakan dalam jangka waktu panjang tidak menimbulkan efek buruk pada janin. CIPROFLOXACIN 4. DOMPERIDONE 2. OBAT ANTI INFEKTIKUM 1. Lamanya penghentian hendaknya selama 4-5 kali masa paruh obat yang diminum ibu. ANTI EMETIKUM 1.

KETOCONAZOLE H. PROGESTERONE 5.C. ALUMUNIUM HYDROXIDE. ASAM MEFENAMAT 2. LYNESTRENOL 4. ANTIPIRETIK ANALGETIK 1. OBAT SALURAN UROGENNITAL 1. CIMETIDIN 3. MAGNESIUM CARBONATE. AMBROXOL I. CALSIUM CARBONAT G. DERMATOLOGI 1. CLOMIFENE CITRAT F. ETHINYLESTRADIOL 2. RANITIDINE 5. LIDOCAIN HCL 4. LOPERAMIDE 2. TRANEXAMIC ACID E. ANTI PERDARAHAN 1. SALBUTAMOL 3. MEDROXY PROGESTERONE 3. NORETISTERON 6. OBAT SALURAN PERNAFASAN 1. DEXTROMETHORPHAN 2. OBAT SALURAN PENCERNAAN 1. LEVONOGESTREL. OBAT SISTEM ENDOKRIN 1. BISACODYL 4. METHYLERGOMETRIN 2. NATRIUM DIKLOFENAK D. OXYTOCIN Askeb Kelompok 12 26 . PARACETAMOL 3. ASAM ASETILSALISILAT (ACETOSAL) 5. HYDROCORTISONE 2.

bagi ibu yang mempunyai riwayat keguguran. VITAMIN 1. CYANOCOBALAMIN (TABLET SALUT GULA) 3. Pada trimester I. kehamilan dngan perdarahan. EXT. Pada trimester I ini memang belum diperlukan senam hamil. pada beberapa orang keinginan seksual meningkat pada masa ini. Aktivitas pada masa kehamilan  Olahraga saat hamil. dan membuat nyenyak pada waktu tidur. ASAM FOLAT 2. Namun kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. PLACENTAE. DOCOSAHEXANOIC ACID (DHA) c. tetapi perlu diperhatikan bagi mereka yang sedang hamil. Karena tubuh wanita memiliki lendir dari cerviks (mulut Askeb Kelompok 12 27 . karena rahimnya belum terlalu besar dan belum menekan diafragma. Namun. dapat berguna untuk membantu sirkulasi darah. posisi tidur terlentang masih dapat dilakukan oleh ibu. segar dan bugar). Namun hubungan seks ataupun orgasme tidak berbahaya bagi janin. Dan ibu pun masih dapat merasakan tidur dengan nyaman tanpa ada keluhan sesak ataupun pusing. kehamilan dengan tanda infeksi. untuk melakukan hubungan seks sedapat mungkin dihindari. ZAT BESI 4. kehamilan dengan mengeluarkan air dan kehamilan dengan perlukaan disekitar alat kelamin bagian luar. serta untuk kesehatan badan ibu hamil sendiri (agar tetap sehat.  Hubungan intim selama hamil. Pada dasarnya melakukan hubungan seksual pada saat hamil tidak berbahaya pada kehamilan normal. akan tetapi olahraga ringan seperti jalan santai.  Posisi tidur. Hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis yang tidak dapat ditawar. CALSIUM LACTATE 5. menambah nafsu makan.J.

atau dengan cara coitus interuptus. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi kehamilan dengan kategori risiko tinggi. Pakaian Gunakan pakaian yang longgar. misalnya:  Ancaman keguguran atau riwayat keguguran  Plasenta letak rendah (plasenta previa)  Riwayat kelahiran prematur  Perdarahan vagina atau keluar cairan yang tidak diketahui penyebabnya sserta keram  Dilatasi serviks. d. kontraksi. dan dianjurkan untuk memakai alat kontrasepsi seperti kondom (untuk mencegah masuknya sperma kedalam vagina). Pakai BH yang menyokong payudara ibu. Kantung rahim dan cairan ketuban serta otot rahim dan perut akan melindungi bayi selama proses kehamilan. Dan apabila ingin melakukan hubungan seksual. bersih dan nyaman dan hindarkan sepatu dengan hak tinggi tinggi (high heels) serta alas kaki yang keras. frekuensinya dikurangai (jangan terlalu sering). atau keluar darah. Dan pada kehamilan trimester pertama tidak dianjurkan ibu hamil melakukan seksual. Diantaranya rasa nyeri. Askeb Kelompok 12 28 . maka dikhawatirkan akan terjadi keguguran. karena didalam sperma terdapat hormon prostaglandin yang mana hormon prostaglandin tersebut dapat menimbulkan kontraksi uterus. sehingga apabila terjadi kontraksi pada kehamilan muda (trimester I) dan keadaan rahim/uterus belum kuat. memakai pakaian dalam yang bersih. Secara umum hubungan seksual tidak dianjurkan pada kasus-kasus kehamilan tertentu. Salah satu ciri kehamilan risiko tinggi apabila muncul komplikasi atau menemukan gejala yang tidak biasa terjadi setelah atau selama melakukan hubungan seksual. yang mana cairan ini membantu tubuh si ibu untuk melawan kuman atau infeksi yang masuk kedalam mulut rahim.rahim). dianjurkan melakukan dengan cara aman seperti posisi yang aman.

maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai. Dan sebagai seorang bidan. keluarganya. tidak dianjurkan berendam dalam bathtub dan melakukan vaginal douche. h. Untuk sekresi yang mengering pada puting susu. Karena payudara menegang. sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan benar. 2. f. Basuhan lembut setiap hari pada aerola dan puting susu akan dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut. karena payudara merupakan sumber air susu ibu (ASI) yang merupakan makan utama bagi bayi.e. sensitif. Sebaiknya gunakan pancuran atau gayung pada saat mandi. Kesehatan jiwa Kesehatan jiwa diberikan pada waktu hamil. dan payudara menyebabkan lipatan-lipatan kulit menjadi lebih lembab dan mudah terinvestasi oleh mikroorganisme. Perubahan anatomi pada perut. yang mana pada setiap komplikasi tersebut dibutuhkan penanganan dan pengobatan agar kehamilan tersebut dapat berjalan lancar (normal) seperti yang diharapkan oleh ibu hamil. Mencari tempat hiburan yang sirkulasi udaranya baik. area genitalia/lipat paha. dan menjadi lebih berat. bertujuan agar menghilangkan ketidaktahuan dan latihan-latihan fisik. Istirahat dan rekreasi Sebaiknya wanita pekerja harus sering istirahat. maupun petugas kesehatan.2. Perawatan payudara Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga segera dapat berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. Oleh karena itu payudara harus dirawat dari jauh-jauh hari. Mandi Kebersihan tubuh harus terjaga selama kehamilan. jangan pada tempat yang sesak dan ramai. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan mengeluarkan duktus dan duktus dan sinus laktiferus. Komplikasi itu ada yang ringan dan ada pula yang berat. g. karena tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan.3 Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada trimester I. lakukan pembersihan dengan menggunakan campuran gliserin dan alkohol. kita hanya Askeb Kelompok 12 29 .

pemeriksaan sederhana melalui periksa pandang. B. terhadap masalah dan faktor resiko d. P = penyuluhan. P = penilaian. b. Definisi Sistem rujukan dalam pelayanan obstetri adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal. Sedangkan horizontal maksudnya konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit. persiapan dan perencanaan mengenai tempat/penolong persalinan sesuai kondisi ibu dan janin. tinggi badan rendah. S = subjektif. misalnya antara bagian kebidanan dan bagian ilmu kesehatan anak. dll. 2.diberi wewenang untuk mengatasi atau menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan. Tujuan Rujukan a Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya Askeb Kelompok 12 30 . tungkai bengkak. nomor/usia kehamilan dan masalah. A. O = objektif.4 Menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga profesional lainnya Dalam penurunan kematian ibu dan kematian bayi baru lahir dibutuhkan inovasi dalam pelayanan kesehatan ibu disemua tingkat pelayanan melalui upaya proaktif. Upaya rujukan terencana dimulai dengan kegiatan skrining antenatal untuk memperoleh SOPP a. Umpamanya dari rumah sakit kabupaten ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis fasilitas dan personalianya. misalnya muka/bibir pucat. wawancara mengenai umur.2. c. Rujukan vertikal maksudnya rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit lain yang lebih lengkap. perut ibu sangat besar.

seperti kasus-kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis d) Pengiriman bahan laboratorium Bila penderita telah sembuh dan hasil laboratorium telah selesai. persalinan dan nifas c) Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya. Hal ini sangat berguna untuk memperoleh angka-angka secara regional dan nasional.2. 2. C. dan konseling yang diberikan pun harus disesuaikan dengan usia kehamilan dan kebutuhan klien. Kegiatan rujukan dan pelayanan ini antara lain berupa : a) Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan yang kurang lengkap ke unit kesehatan yang lebih lengkap.5 Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance Kebutuhan konseling pada setiap ibu hamil itu berbeda-beda. Kegiatan rujukan informasi medis antara lain berupa : a. Membahas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim b.b Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman penderita atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya c Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah. Menjalin kerjasama sistem pelaporan data-data medis umumnya dan data-data parameter pelayanan kebidanan khususnya terutama mengenai kematian maternal dan perinatal. kembalikan dan kirimkan lagi kepada unit semula. b) Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan. Adapun kebutuhan konseling yang ibu hamil perlukan pada trimester I diantaranya sebagai berikut: Askeb Kelompok 12 31 . bilamana perlu disertai dengan keterangan yang lengkap (surat balasan) D.

preeklampsia dan eklampsia. Kebutuhan nutrisi Pola kenaikan berat badan adalah hal yang penting untuk dipantau karena kenaikan berat badan total wanita hamil penting untuk mengetahui berat badan wanita di awal kehamilan. preeklampsia dengan hipertensi kronik. dan hiperemesis gravidarum. Perdarahan pervaginam bisa disebabkan oleh abortus. Sangatlah penting bahwa wanita hamil makan dengan pola gizi yang sehat. b. kehamilan mola. Berat badan yang tetap atau terjadi sedikit penurunan berat badan selama trimester I adalah hal yang normal. abortus. Klasifikasi hipertensi gravidarum yaitu hipertensi essensial. apendisistis. penyakit kantong empedu. ataupun karena sistitis. dan mendukung kemajuannya.a. Nutrisi yang kurang mungkin juga menyebabkan kelelahan ketika wanita tersebut mengalami mual muntah. c. Ketidaknyamana yang normal pada trimester I Ketidaknyamann yang terjadi pada trimester I adalah hal yang umum terjadi misalnya ibu hamil mengalami kelelahan hal tersebut bisa disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi atau anemia. gastritis. dan kehamilan ektopik. Beberapa ketidaknyamanan yang terjadi selama trimester pertama yaitu: a. solusio plasenta. Mual dan muntah (morning sickness) Askeb Kelompok 12 32 . hipertensi gravidarum. Perdarahan pervaginam. penyakit radang pelvik. kehamilan ektopik. nyeri perut bagian bawah. hipertensi gestasional. Kelelahan yang berlebihan menunjukan bahwa wanita hamil tersebut mengalami tekanan psikologis atau fisiologis. Dan nyeri perut bagian bawah bisa disebabkan oleh kista ovarium. serta hipertensi kronik. Tanda-tanda bahaya Yang harus diwaspadai saat kehamilan trimester I adalah terjadinya kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan dan abortus spontaneous yaitu abortus yang terjadi dengan sendirinya. infeksi saluran kemih.

Timbul gejala mual dan muntah terutama pada pagi hari yang disebut morning sickness. Askeb Kelompok 12 33 . jangan makan dalam jumlah atau porsi besar dan berlemak. Bidan menyarankan agar ibu menghubungi dokter atau bidan bila mual-muntah menjadi sangat hebat. sehingga tidak dapat makan atau minum apapun. dan juga dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi atau yang disebut dengan Hyperemesis Gravidarum. serta makanlah selagi hangat. sehingga wanita tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi ketika tidur. Kita harus memberitahu pada ibu bahwa jangan mengurangi pemasukan cairan/minum untuk mengatasi masalah ini karena ibu hamil membutuhkan cairan yang lebih pada saat kehamilan. anjurkan ibu untuk makan makanan ringan seperti biskuit atau roti ditambah dengan teh manis hangat sebelum bangun dari tempat tidur. Cara mengatasinya yang dapat kita lakukan untuk mengurangi frekuensi berkemih ini adalah menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi dan mengurangi asupan cairan sebelum tidur malam. Mual dan muntah biasanya timbul pada minggu kedua kehamilan setelah pembuahan dan terjadi kurang lebih antara minggu ke-6 sampai bulan ke-4 kehamilan. Dalam batas yang fisiologis keadaan ini dapat diatasi. Keadaan ini terjadi pada bulan pertama kehamilan karena pada saat itu terjadi pembesaran uterus.Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Untuk mengatasi mual dan muntah di pagi hari. Keadaan seperti ini bisa diatasi dengan makan dalam jumlah sedikit tapi sering. b. akan tetapi pada trimester II sudah menghilang dan timbul lagi pada trimester III karena terjadi penekanan kandung kemih oleh turunnya kepala bayi. karena hanya akan menimbulkan rasa mual. Sering berkemih Desakan rahim kedepan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering buang air kecil (BAK).

Tubuh anda berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan hormon dan metabolisme yang ada. Sakit kepala yang muncul pada masa awal kehamilan disebabkan karena adanya peningkatan sirkulasi darah akibat perubahan hormonal. disamping bisa menyebabkan iritasi lambung. Bila skit kepala semakin terasa berat beri tahu ibu untuk secepatnya hubungi dokter atau bidan (pada kehamilan lanjut sakit Askeb Kelompok 12 34 . Kelelahan juga dapat disertai dengan rasa sakit kepala. Pengetahuan ini akan membantu wanita untuk sering beristirahat selama siang hari jika memungkinkan hingga kelelahannya hilang. Latihan ringan dan nutrisi yang baik juga dapat membantu mengatasi keletihan ini. kalsium dan magnesium dalam tubuh. dan makanlah dengan porsi makan sedikit tapi sering biasanya dapat menolong. Sekitar 90% kasus kelelahan pada wanita hamila akan menghilang sekitar minggu ke-12 kehamilan. ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk minum kopi ataupun teh karena kopi dan teh mengandung kafein yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh padahal keseimbangan elektrolit tubuh berfungsi menjaga kerja jantung dan alat-alat tubuh lain dengan baik. c. Untuk keluhan sakit kepala bisa diatasi dengan beristirahat. Ada ibu hamil yang menjadi gampang mengantuk atau sebaliknya menjasi sangat susah tidur di waktu malam hari. Kafein bersifat diuretik sehingga ibu menjadi sering buang air kecil akibatnya mengurangi jumlah mineral penting seperti: kalium.Oleh karena itu. Merasa lemah dan letih Rasa lelah dan cape merupakan tanda umum kehamilan dan akan muncul sekitar 8-10 minggu pertama kehamilan. Metode untuk meredakannya adalah meyakinkan kembali wanita tersebut bahwa keletihan adalah hal yang normal dan bahwa keletihan akan hilang secara spontan pada trimester II. Hormon yang semakin meningkat pun dapat mengganggu pola tidur anda.

Konsumsi buah prem atau jus prem. hal ini karena adanya perubahan hormone. Keadaan ini menghilang setelah umur hamil 16 minggu. Karena ini salah satu cara untuk mengurangi emosi yang terjadi. f. Perubahan mood atau emosi Pada trimester awal kehamilan terjadi perubahan emosional menjadi tidak stabil. d. Keadaan seperti ini bisa diatasi dengan: Asupan cairan yang adekuat. Sinkope atau pingsan Terjadinya gangguan sirkulasi kedaerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan sinkope atau pingsan.kepala dapat menjadi tanda pre-eklampsia. Hal yang bisa disarankan bidan kepada klien yang mengalami keluhan seperti ini mungkin bidan bisa memberikan konseling. Askeb Kelompok 12 35 . Konstipasi atau obstipasi Pengaruh progesteron dapat mengahambat gerak peristaltik usus yang menyebabkan kesulitan untuk buang air besar (BAB). karena prem merupakan laktasif ringan alami. bidan atau dokter. misalnya menyarankan ibu agar bercerita tentang perasaannya kepada orang terdekat. yang biasanya disertai dengan peningkatan tekanan darah dan kaki-tangan bengkak). Bila ibu sering merasa seperti ingin pingsan sarankan ibu untuk segera periksa ke dokter karena kemungkinan ibu mengalami anemia. Tablet zat besi (iron) juga biasanya menyebabkan masalah konstipasi ini selain itu zat besi tablet akan menyebabkan warna feses menjadi kehitaman. Ini biasanya terjadi pada trimester awal kehamilan. e. yakni minum air minimal 8 gelas per hari dalam ukuran gelas minum.

Wanita hamil mungkin merasakan dampak dari meningkatnya hormon-hormon. Hal ini mencakup penyediaan waktu yang teratur untuk melakukan defekasi dan kesadaran untuk tidak mengacuhkan “dorongan” atau menunda defekasi.- Istirahat cukup. tetapi bukan yang berbau) Perubahan pada payudara (yang tengah bersiap menghasilkan air susu ibu (ASI). Hal ini memerlukan periode istirahat pada siang hari. Payudara wanita yang sedang hamil menjadi lebih besar. dan mengandung serat alami (misal selada. Puting susu mungkin terasa gatal dan Askeb Kelompok 12 36 . latihan kontraksi otot abdomen bagian bawah secara teratur. - Makan makana berserat. Konsumsi laksatif ringan. mekanisme yang baik. pelunak feses. - Minum air hangat (misal air putih. Semua kegiatan ini memfasilitasi sirkulasi vena sehingga mencegah kongesti pada usus besar. - Lakukan latihan secara umum. Berbagai keluhan ini mencakup:       Tidak haid Mual dan muntah (morning sickness atau penyakit pagi. dan atau supositoria gliserin jika da indikasi. - Miliki pola defekasi yang baik dan teratur. Tiga bulan pertama kehamilan adalah waktu pembiasaan bagi tubuh dan pikiran terhadap kehamilan. mempertahankan postur yang baik. kulit padi). teh) saat bangkit dari tempat tidur untuk menstimulasi peristaltik. daun seledri. meskipun sebenarnya bisa terjadi kapanpun) Merasa lelah dan mengantuk Sering BAK Lebih banyak mucus atau lendir yang keluar dari vagina (keputihan. berjalan setiap hari.

yang erat kaitannya dengan pengalaman fisiologis dan psikologis. Mual dan muntah b. Pengaruh obat terhadap janin c. Area disekeliling puting (disebut areola) menjadi lebih gelap. Kebutuhan nutrisi Peran bidan  Bidan harus bisa memberikan solusi dalam mengatasi mualmuntah yang terjadi dan sangat dirasakan tidak nyaman oleh pasien. karena pada trimester I ini pertumbuhan janin sedang mulai berkembang dan ada beberapa obat yang bisa memberi pengaruh buruk pada janin. Aktivitas seksual Kehamilan dan persalinan adalah semua bentuk ekspresi seksualitas perempuan. Perubahan body image/citra tubuh (khususnya bagi ubu hamil masih remaja/muda – usia ibu 12-19 tahun) d. misal tetrasiklin bisa menyebabkan kecacatan pada bayi. Hal-hal yang perlu mendapat perhatiaan pada masa ini adalah: a. pasangan dapat berpartisipasi dalam aktivitas seksual tetapi menahan diri dari hubungan karena budaya tabuh terhadap aktivitas seksual selama kehamilan atau karena mitos tentang bahaya hubungan seksual selama kehamilan. Misal menyarankan kepada pasien untuk makan sedikit tapi sering.  Memberikan informasi mengenai gizi dan nutrisi apa saja yang baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil agar kesehatan ibu dan bayinya tetap terjaga. Askeb Kelompok 12 37 . jauhkan dari makanan yang baunya merangsang sehingga timbul perasaan ingin muntah. d.  Memberitahu kepada ibu hamil bahwa tidak dibolehkan untuk mengkonsumsi obat-obatah diluar petungjuk dokter.nyeri.

dan risiko bereproduksi pada wanita hamil. Promosi kesejahteraan (Promotion of Safety) Rumah dan tempat kerja dapat menyebabkan membuat ibu hamil terpajan dari berbagai zat berbahaya. tes pada wanita hamil harus dilakukan atas kemauan wanita itu sendiri. kulit menjadi lebih berminyak. Pemberian konseling mengenai personal hygiene sangat penting diberikan dari awal kehamilan untuk meningkatkan derajat kesehatannya. rokok dan alkohol yang dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dapat membantu ibu untuk mengurangi kebisaan buruknya tersebut. 2. mengkonsumsi alkohol. sering memakai obat tanpa resep dokter hal tersebut dapat membahayakan kehamilannya.6 Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS Wanita hamil secara etis bertangung jawab untuk mencari perawatan yang layak selama ia hamil dan harus menghindari hal-hal yang membahayakan janinnya. obat bebas . dalam hal ini peran bidan adalah membantu ibu hamil dalam meningkatkan derajat kesehatannya. g. dengan memberikan informasi mengenai dampak dari penggunaan kafein.e. Konsumsi obat-obatan Jika saat kehamilan trimester I seorang ibu hamil memiliki kebiasaan buruk seperti merokok. kontak dengan kulit dan saluran pencernaan yang dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. stigma sosial. General hygiene Wanita hamil mungkin lebih sering mandi karena pada saat kehamilan. Skrining HIV yang diwajibkan melibatkan diskriminasi. berkeringat dan terjadi peningkatan keputihan.2. Petugas harus mengutamakan keadaan bayi. Sebelum ada perubahan teknologi yang mengubah diagnosis dan pengobatan pada janin. tetapi tidak dengan mengorbankan kondisi ibu. f. Metode untuk mencegah transmisi ibu ke janin dan pengobatan janin sampai saat ini belum ada. Zat berbahaya tersebut dapat masuk melalui saluran pernapasan. Insiden tranmisi perinatal dari seorang ibu HIV positif ke janinnya bervariasi dari 25%-35%. Tenaga Askeb Kelompok 12 38 .

kesehatan memiliki kewajiban memastikan calon ibu memperoleh informasi yang cukup tentang gejala dan tes HIV. a. Definisi Konseling adalah kebutuhan proses pembicaraan dan

pembahasan masalah-masalah antara kita dengan konselor (orang yang dilatih untuk mengatasi masalah PMS). b. Penyakit Menular seksual (PMS) dan AIDS AIDS adalah PMS yang paling sering didengar belakangan ini. Ketakutan orang tentang AIDS sangat besar, karena sejauh ini belum dapat disembuhkan. Obat-obatan yang dapat membantu perawatan mereka yang sudah kena AIDS (bukan menyembuhkan) juga sangat mahal. Semua orang bisa saja terkena AIDS. Di Indonesia sudah ada bayi maupun orang dewasa yang terkena AIDS. Karena itu, kita mesti waspada terhadap bahaya penularan AIDS. c. Catatan khusus tentang AIDS      Kita tidak bisa melihat apakah seseorang terkena AIDS (bibit penyakit AIDS) hanya berdasarkan penampilannya AIDS tidak bisa dicegah dengan obat-obatan, suntikan atau jamu-jamuan AIDS belum dapat disembuhkan dan dapat berakibat kematian AIDS dapat menular dengan cara yang sama dengan PMS yang lain Penampakan AIDS sama seperti penyakit yang mengenai orang biasa seperti TBC, tumor, radang paru, infeksi saluran pencernaan dan lain-lain  AIDS dapat dicegah dengan cara hanya berhubungan seks dengan seorang pasangan yang juga hanya berhubungan seksual dengan kita, atau dengan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.

Askeb Kelompok 12

39

Perlu kita ketahui bahwa HIV/AIDS dan PMS pada ibu hamil dapat mempengaruhi keadaan psikologi ibu hamil dan mempengaruhi pertumbuhan janin yang dikandungnya. Konseling merupakan keharusan bagi wanita positif (+) HIV. Hal ini sebaiknya dilakukan pada awal kehamilan, dan apabila ia memilih untuk melanjutkan kehamilannya, perlu diberikan konseling berkelanjutan untuk membantu wanita tersebut secara psikologis. Perkembangan penatalaksanaan selama kehamilan mengikuti kemajuan-kemajuan dalam pengobatan individu non-hamil yang terinfeksi HIV. Standar penanganan yang berlaku saat ini mengharuskan wanita hamil dan janinnya menjalani terapi yang paling efektif yang tersedia. Karena konsekuensi penyakit yang tidak diobati sangat merugikan, terjadi pergeseran dari fokus pengobatan yang semata-mata untuk melindungi janin menjadi pendekatan yang lebih berimbang berupa pengobatan bagi ibu dan janinnya (Kass dkk., 2000). 2.2.7 Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan A. Definisi Pemeriksaan antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Sehingga mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar (Manuaba, 1998). Pemeriksaan kehamilan (ANC) merupakan pemeriksaan ibu hamil baik fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga keadaan setelah post partum sehat dan normal, tidak hanya fisik tetapi juga mental (Prawiroharjo, 1999). Kunjungan Antenatal Care (ANC) adalah kunjungan ibu hamil ke bidan atau dokter sedini mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan/asuhan antenatal. Pada setiap kunjungan

antenatal (ANC), petugas mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kondisi ibu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk

Askeb Kelompok 12

40

mendapatkan diagnosis kehamilan intrauterine, serta ada tidaknya masalah atau komplikasi (Saifudin, 2002). Kunjungan ibu hamil atau ANC adalah pertemuan antara bidan dengan ibu hamil dangan kegiatan mempertukarkan informasi ibu dan bidan. Serta observasi selain pemeriksaan fisik, pemeriksaan umum dan kontak sosial untuk mengkaji kesehatan dan kesejahteraan umumnya (Salmah, 2006). Kunjungan Antental Care (ANC) adalah kontak ibu hamil dengan pemberi perawatan/asuhan dalam hal mengkaji kesehatan dan

kesejahteraan bayi serta kesempatan untuk memperoleh informasi dan memberi informasi bagi ibu dan petugas kesehatan (Henderson, 2006). B. Tujuan Kunjungan Tujuan dari ANC adalah sebagai berikut : 1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. 2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal dan sosial ibu dan bayi. 3. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan. 4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin. 5. Mempesiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif. 6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. 7. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. Menurut Depkes RI(1994) tujuan ANC adalah untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat. Askeb Kelompok 12 41

tidak hanya fisik tetapi juga mental. persalinan. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam kehamilan. kala nifas. dan nifas. persalinan. Menurunkan angka morbilitas ibu dan anak. kala nifas. Sedangkan menurut Manuaba (1998) secara khusus pengawasan antenatal bertujuan untuk: 1. laktasi. 2. 2. Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana. dan nifas.Menurut Rustam Muchtar (1998): Tujuan umum adalah: menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. Menurut Hanifa Wiknjosastro (1999) tujuan ANC adalah menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan. 3. persalinan. dan masa nifas. persalinan. dan aspek keluarga berencana. 4. Tujuan khusus adalah: 1. dan nifas. nifas dan laktasi. Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini mungkin. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan. sehingga keadaan mereka pada post partum sehat dan normal. persalinan. 3. sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal Askeb Kelompok 12 42 . 4. persalinan. kehamilan. persalinan.

Askeb Kelompok 12 43 . 1999). Pemeriksaan dilakukan tiap 4 minggu sampai kehamilan. kunjungan antenatal untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut : sampai dengan kehamilan trimester pertama (<14 minggu) satu kali kunjungan. sesudah itu. Sebaiknya tiap wanita hamil segera memeriksakan diri ketika haidnya terlambat sekurang-kurangnya satu bulan. dan kehamilan trimester ketiga (28-36 minggu dan sesudah minggu ke-36) dua kali kunjungan. dan sesudah 36 minggu (Sarwono. 2003): Satu kali kunjungan selama trimester pertama (selama 14 minggu). Jadwal Kunjungan Menurut Abdul Bari Saifudin. Jadwal Kunjungan Pranatal yang Direkomendasikan Pada Trimester I Nulipara Kunjungan pertama 6-8 minggu Multipara Kunjungan pertama 6-8 minggu Kunjungan kedua dalam 4 minggu Kunjungan kedua 14-16 minggu setelah kunjungan pertama Kunjungan ketiga 14-16 minggu Jadwal kunjungan pada trimester I sesuai dengan perkembangan kehamilan menurut:  WHO (JHPIEGO. 2006). Walaupun demikian.C. disarankan kepada ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya pada trimester I – sampai dengan kehamilan 28 minggu periksa empat minggu sekali (Salmah. pemeriksaan dilakukan tiap 2 minggu. dan kehamilan trimester kedua (14-28 minggu) satu kali kunjungan.

Di negara berkembang pemeriksaan antenatal dilakukan sebanyak 4 kali sudak cukup sebagai kasus tercatat. Faktor Rh Faktor Rh (antigen) dalam sel darah merah dimiliki oleh sekitar 85% penduduk kulit putih dan 93% penduduk Afrika-Amerika. Askeb Kelompok 12 44 .1 Menetapkan kebutuhan tes labolatorium a. Rustam Mochtar (1998) 1) Pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat. menghindari terjadinya komplikasi kehamilan. dan imunisasi TT1 Jadwal melakukan pemeriksaan antenatal sebanyak 12-13 kali selama hamil. 2) Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan  Manuaba (1998) Trimester I dan II 1) Satu bulan sekali 2) Diambil data tentang laboratorium 3) Pemeriksaan ultrasonografi 4) Nasehat diet tentang 4 sehat 5 sempurna. komplikasi kehamilan 6) Rencana untuk pengobatan penyakitnya. tambahan protein ½ gr/kg BB = satu telur/hari 5) Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan. 2. Keuntungan antenatal care sangat besar karena dapat mengetahui berbagai resiko dan komplikasi hamil sehingga ibu hamil dapat diarahkan untuk melakukan rujukan ke rumah sakit. Individu yang memiliki faktor ini dinyatakan Rh-positif.3 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Selama Trimester II 2.3. Faktor ini ditemukan dalam sel janin sejak 6 minggu setelah konsepsi. Sedangkan individu yang tidak memiliki faktor ini dinyatakan Rh-negatif.

d. Meskipun demikian. Penyakit ni bertanggung jawab terhadap penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Karena pengukuran salah satu atau keduanya merupakan satu-satunya nilai yang digunakan untuk skrining anemia pada kehamilan maka kesalahan fatal dapat saja terjadi. Banyak klinisi merasa bahwa tablet besi prenatal adalah upaya pengamanan yang baik untuk mencegah anemia defisiensi besi selama masa hamil. merawat wanita yang sebenarnya tidak mengalami anemia dan tidak merawat wanita yang benar-benar mengalami anemia. Anemia fisiologis ini mulai dikenali sebagai anemia yang sesungguhnya. Suplementasi Besi Rutin Anjuran resmi penggunaan besi oral pada mnasa hamil bervariasi. sekitar 2% penyakit ini disebabkan oleh golongan darah yang langka. Askeb Kelompok 12 45 . c. b. Anemia Fisiologis Selama masa hamil. peningkatan jumlah sel darah merah lebih kecil daripada peningkatan plasma sehingga terjadi anemia delusional.  Hitung Darah Lengkap a. Anemia Defisiensi Besi Kesepakatan penanganan anemia defisiensi ialah bahwa besi oral dapat diberikan. Tes Anemia Beberapa klinik dan kantor hanya meminta haemoglobin dan hematokrit untuk skrining anemia pada wanita hamil.b. Wanita ini tidak boleh mendapat RhIg. volume plasma dan massa sel darah merah meningkatkan volume darah ibu sekitar 45% di atas volume sebelum hamil. Meskipun demikian. Skrining Rh Skrining antibody digunakan untuk mengidentifikasi antibody wanita yang membahayakan janin.

penyakit jantung.. pneumonitis. kecenderungan efek teratogenik sangat kecil. Frekuensinya kemudian menurun seiring kemajuan kehamilan.e. anemia.  Tes Hepatitis B Kehamilan jarang mengganggu perjalanan infeksi hepatitis B. misalnya. Trombositopenia Trombosit diperlukan untuk pembekuan darah. atau bahwa bayi akan meninggal akibat karsinoma hepatoseluler.  Tes Rubela Efek merusak rubella congenital. karena secara teoritis terdapat kemungkinan tubuh menjadi lemah karena virus mempresipitasi infeksi intrauterin pada bayi.sampai 90%.000 per mL dan 150. 1994) Askeb Kelompok 12 46 .” (Divisi Kesehatan Oregon.L. ketulian. yaitu sebanyak 25%. Pada minggu ke-16 gestasi. Masalah yang harus diperhatikan pada wanita hamil yang mengidap penyakit ini adalah bahwa bayi akan terinfeksi pada saat lahir dan akan menjadi carrier kronis yang menularkan penyakit ini ke individu lain. Skrining prenatal pada wanita hamil merupakan faktor yang paling penting untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko sifilis kongenital. sirosis atau keduanya..000 per mL masih dapat diterima sejauh tes ulang tidak menunjukkan destruksi trombosit. bandingkan dengan mereka yang terinfeksi perinatal. Wanita hamil tidak dapat diimunisasi terhadap rubella. “Kurang dari 5% orang dewasa yang terinfeksi akut di AS menjadi carrier kronis. meskipun nilai antara 100.000 per . Defek ini cenderung muncul ketika infeksi rubella dialami pada trimester pertama.. defek tulang. lesi pada mata. hepatitis. dan abnormalitas kromosom pertama kali ditemukan pada tahun 1940-an.  Tes Sifilis Infeksi janin akibat Treponema pallidum dapat terjadi setiap saat selama masa hamil dan pada setiap tahap penyakit maternal. Hitung trombosit harus diatas 150.

 Prosedur dan Tes Khusus a. Tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sekarang diketahui bahwa virus dapat ditularkan ibu ke bayinya.  Tes Bakteriuria Asimptomatik Sementara bakteriuria asimptomatik merupakan kondisi bukan patologis yang umum ditemukan pada wanita tidak hamil. Asia. Kecenderungan yang terjadi ialah bahwa hasil yang positif Askeb Kelompok 12 47 . Pada wanita hamil kondisi tersebut dapat menyebabkan pielonefritis. tes lain yang harus dilakukan berdasarkan riwayat klien atau pemeriksaan fisik meliputi T4 bebas jika klien dicurigai mengalami hipertiroidisme dan TSH (thyroid stimulating hormone) untuk wanita yang dicurigai hipotiroidisme dan untuk wanita yang mengkonsumsi obat tiroid. suatu infeksi yang mengakibatkan morbidilitas maternal yang signifikan dan juga dihubungkan dengan PTL. Selama ini penularan perinatal diketahui mencapai angka sebesar 50%. b. 1995). Identifikasi dini HIV-positif pada wanita hamil memberi kesempatan untuk memutuskan kelanjutan kehamilan dan ketika keputusan dibuat terapi ZDV dapat diberikan untuk mengurangi infeksi pada janin. Selain prosedur khusus yang harus dilakukan untuk klien-klien keturunan Afrika. sementara penelitian terakhir menunjukkan angka sebesar 15% sampai 30%. atu Mediterania. Penanganan ABU pada wanita hamil secara signifikan menurunkan infeksi trakturinarius. Tes Tuberkulosis Wanita yang berasal dari Negara yang angka prevalensi tuberculosisnya tinggi dan wanita yang berhubungan dengan populasi terkait harus menerima PPD. Tes Darah Kondisi-kondisi tertentu memerlukan tes darah tambahan. Abaikan riwayat vaksinasi BCG pada saat menginterpretasi tes tuberculin (Perez-Stable.

Pembesaran gusi biasanya dimulai pada trimester pertama sampai ketiga masa kehamilan.2 Menetapkan kebutuhan belajar Asupan gizi yang diperlukan ibu hamil harus ditingkatkan sejalan dengan kebutuhan perkemabangan kehamilan. Askeb Kelompok 12 48 .berhubungan dengan infeksi mycobacterium tuberculosis. Selain itu. 2.350 Kkal/hari. Mulai trimester kedua yang ditandai dengan mulai makin cepatnya perkembangan otak bayi. ia harus ditawari untuk dirujuk ke pusat konseling genetik. Hal ini dapat membantu mendapatkan gizi yang dibutuhkan. Kebutuhan energy Pada trimester 2 kalori yang dibutuhkan untuk penambahan darah. Apabila wanita hamil dinyatakan berisiko tinggi memiliki anak yang menderita defek lahir. Beberapa kebutuhan gizi ibu hamil dapat ditutupi oleh makanan sehat dan seimbang. Bentuk iritasi local ini berupa karang gigi. ssunan gigi tidak rata atau adanya sisa akar gigi yang tidak dicabut. Idealnya adalah tiga bulan sebelum kehamilan. Tambahan energy pada trimester ini 300. Personal hygiene  Cara merawat gigi Kondisi gigi dan mulut ibu hamil seringkali ditendai dengan adanya pembesaran gusi yang mudah berdarah karena jaringan gusi merespons secara berlebihan terhadap iritasi lokal. Namun. a.3. b. karena pada saat itu pembentukan janin berlangsung sangat cepat. dan perumbuhan jaringan lemak. pertumbuhan jarinagn mamae. Tes Genetik Resiko defek lahir pada setiap kehamilan ialah 3%-5%. kebutuhan uterus. c. sehingga ibu hamil membutuhkan gizi yang lebih banyak. pada saat kehamilan dibutuhkan vitamin. Seorang ibu hamil memiliki kebutuhan gizi khusus. Apendiks M mengidentifikasi criteria untuk PPD positif. Berikut adalah beberapa syarat makanan sehat bagi ibu hamil 350 Kkal/hari. bahkan suplemen sesuai kebutuhan. bukan vaksin BCG. terkadang diperlukan tambahan makanan. gigi berlubang.

Hal yang harus diperhatikan saat mandi:    Hati-hati saat mandi jangan sampai jatuh Gunakan air yang bersih. serta jangan terlalu panas dan terlalu dingin Gunakan sabun yang mengandung antiseftik Mandilah secara teratur 1-2 kali dalam sehari. tidak dianjurkan berendam dalam bathtub dan vaginal douche.  Mandi Dengan mandi dapat merangsang sirkulasi. Kebersiahan tubuh harus sebantiasa terjaga selama kehamilan.  Perawatan vagina Wanita hamil juga melakukan irrigasi vagina kecuali dengan nasihat dokter. Hal yang harus diperhatikan untuk merawat vagina:    Askeb Kelompok 12 Celana dalam harus kering dan tidak boleh ketat Jangan gunakan obat / menyemprot kedalam vagina Sesudah bab/ bak dilap dengan menggunakan lap khusus. karena perubahan anatomi pada tubuh mnegakibatkan banyak lipatan-lipatan kulit menjadi lebih lembab dan mudah terinfeksi oleh mikroorganisme. dan menghilangkan kotoran. 49 . Sebaiknya gunakan pancuran atau gayung pada saat mandi. menyegarkan. Pada saat hamil PH vagina lebih basa. berwarna merah menyala. permukaan licin mengkilat. maka akan mudah terkena infeksi apabila tidak dirawat dengan benar.Pembesaran ini dapat mengenai / menyerang pada semua tempat atau beberapa tempat (single/multiple) bentuk bulat. mudah berdarah bila kena sentuhan. konsistensi linak. Perawatannya bisa dengan:      Tambal gigi yang berlubang Mengobati gigi yang terinfeksi Menyikat gigi secara teratur Membilas mulut dengan air setelah makan atau minum apa saja Gnakan pencuci mulut yang bersifat alkali atau basa.

cucilah rambut 2-3 kali dalam seminggu. d.  Payudara Periksalah puting apakah menononjol atau tidak. Lakukan sehari dua kali selama 6 menit. Perawatan rambut. c.  Perawatan kuku Kuku harus bersih dan pendek. Apabila datar atau masuk. Namun pada trimester II( bulan ke 4-5) boleh gunakan BH dengan bahan yang tipis/ bahkan tidak memakai sama sekali jika hal tersebut dirasakan nyaman oleh ibu. Bikini pantiens. karena pada saat hamil kuku akan tumbuh lebih cepat dari biasa dan pecah-pecah jika perlu gunakan krim pekembut kuku yang baik dan cocok. Jaga kebersihan BH. yaitu hanya menutupi perut bawah pusar pada garis perut (bikini line) Gunakan celan yang berbahan katun atau kaos agar terhindar dari kelembaban dan infeksi dari jamur dan bakteri. Celan yang dapat digunakan pada ibu hamil:   Maternity briefs atau grandma pantiens. Gunakan BH yang dapat menopang/menyangga payudara. cucilah BH paling tidak sehari setelah dipakai dengan menggunakan sabun lembut. maka lakukan perbaikan dengan cara gunakan dua jari telunjuk atau ibu jari. bersih. karena perut ibu sudah semakin besar dan dapat menekan bayi. dan nyaman. daerah di sekitar puting susu diurut arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Gunakan celana yang lebih besar atau celana dalam ibu hamil pada trimester ini. Kebutuhan pakaian Gunakan pakaian yang longgar. Hindarkan dari sepatu berhak tinggi serta alas kaki yang keras. Gunakan BH yang bertali besar dan berbahan katun sehingga dapat menyerap keringat. yaitu celana yang menutupi perut sampai keatas pusar. Aktifitas pada masa kehamilan  Askeb Kelompok 12 Olahraga saat hamil/senam hamil 50 .

b. Posisi yang bisa dilakukan pada saat tidur: a. Posisi duduk. namun posisi ini biasaya dilakukan pada trimester 2 awal. dan renang. Ada beberepa posisi yang aman dilakukan pada saat hamil. ibu masih cukup mulai merasa tidak nyaman dan tidak dapat melakukan berbagai posisi tidur.  Hubungan intim selama kehamilan Pada trimester ini. Posisi ini merupakan posisi yang sering dilakukan pada trimester II dan lanjut dimana tidak Askeb Kelompok 12 51 . c. Olahraga yang yang dapat dilakukan pada trimester ini: senam hamil. Posisi terlentang.  Posisis tidur Pada trimester ini. dianjurkan untuk senantiasa mengajak berkomunikasi guna mempererat hubungan ibu dan anak. a. b. Posisi miring ke sebelah kiri. Dll. menambah nafsu makan.  Berkomunikasi sejak buah hati dalam kandungan Apalagi pada trimester ini bayi sudah mulai mendengar dan mengenali suara ibunya. Posisi ini merupakan posisi yang paling aman.Dapat membantu sirkulasi darah. dan gunakan bantal diantara paha atau diantara lutut. Karena kehamilan sudah cukup kuat dan pada trimester ini keinginan seksual lebih kuat karena kekhawatiran pada trimester awal sudah berkurang dan ibu sudah bisa beradaptasi dari segala ketidaknyamanan kehamilannya. dan membuat nyenyak pada saat tidur. karena wanita dapat mengontrol kedalaman penetrasi. Posisi wanita diatas. merupakan trimester yang paling aman untuk melakukan hubunagan intim/seksual.

Posisi balap kuda Askeb Kelompok 12 52 . Ibu hamil berlutut dengan meletakan bantal dibawah perutnya dengan tujuan mengganjal. Dimana pada posisi ini pria duduk dan wanita duduk diatasnya secara berhadapan atau membelakangi pria apabila perut sudah sangat besar. Posisi berbaring miring. Posisi berlutut. dan suami dapat melakukan penetrasi dari belakang. c. e.memerlukan banyak gerakan. Posisi berbaring miring berhadapan. Posisi ini juga memungkinkan ibu untuk mengontrol kedalaman penetrasi. f. Posisi laki-laki diatas tapi berbaring separuh tubuh d.

kedua pasangan duduk bersama diranjang.Posisi ini. g. kaki direntangkan hingga kaki suami berada di bawah kaki istri. Posisi ini dijamin tidak menekan perut yang sudah membesar. Anda dan suami tidur menghadap arah yang sama. istri banyak memegang peranan. setelah itu kedua paha istri mengapit panggul suami. Lakukan dengan jarak serapat mungkin agar penetrasi dapat dilakukan h. Lakukan posisi ini dengan cara suami duduk meluruskan kedua kakinya. lalu istri duduk membelakangi suami sambil merapatkan panggul. Posisi Silang Jika ingin menerapkan gaya ini. Lalu kaki istri ditekankan pada perut suami untuk memudahkan penetrasi Askeb Kelompok 12 53 . istri duduk di atas kaki suami. Caranya. Anda memunggungi suami. Posisi Tempel Sendok Ini merupakan posisi yang pas karena tidak membuat Anda kelelehan.

Gunakan kedua tangan memegang paha untuk Askeb Kelompok 12 54 . Lengkungan di kaki perlu didukung dengan sepatu bertumit rendah (tapi tidak datar)  Hindari berdiri di posisi yang sama untuk waktu yang lama.  Pastikan daun telinga sejajar dengan tengah bahu  Jauhkan tulang belikat ke belakang dan dada depan  Jaga lutut lurus. Bangun dari tidur  Hindari perubahan posisi yang secara tiba-tiba. body mekanik a. sebaiknya dengan menggeser tubuh ke sisi depan kursi. Mobilisasi. atau miring ke samping. jangan buru-buru berdiri hendaklah untuk sejenak duduk terlebih dahullu. 3. Satu kaki agak maju menjejak di lantai disbanding satunya lagi. 2. gunakan satu tangan untuk menahan tubuh posisi duduk dan dua kaki diayunkan turun ke sisi tempat tidur.  Sebelum bangun hendaknya gulingkan terlebih dahulu badan ke sisi tempat tidur secara perlahan. Perubahan body mekanik pada ibu hamil 1. ke belakang. Namun. Panggul janagan miring ke depan atau belakang. Bangun dari duduk  Sama halnya dengan bangun tidur. kemudian badan agak dicondongkan ke depan. Miringkan badan ke posisi akan turun. tetapi jangan terkunci  Regangan bagian atas kepala ke langit-langit  Kencangkan perut tarik ke dalam dan ke atas. dengan berat badan seimbang merata di kedua kaki.  Pijakan kaki kea rah yang sama. jangan condong ke depan. Berdiri  Kepala tegak dagu masuk.

Duduklah agak kedepan sehingga bagian bawah belakang kontak dengan sandaran kursinya. Dengan demikian. Caranya gunakan tanagan untuk mendorong tubuh ke posisi duduk menyamping kemudian posisi berdiri diatas kedua lutut.menumpu. otot pun bisa rileks  Kaki sebaiknya harus sampai ke lantai. Setiap dua jam sekali ambil seling waktu minimal lima menit.  Sebaiknya. bisa dengan menepatkan bangku kecil dibawahnya untuk tempat kaki. Angkat satu lutut dengan menjejak di lantai dan letakan tangan diatas paha sebagai tumpuan untuk bangkit ke posisi berdiri. Pokoknya. Mengangkat beban  Dalam mengangkat beban posisinya harus simetris antara tangan kanan dan kiri. bagian belakang bersandar pada sandaran kursi dengan posisi lurus. 5. saat duduk. akan tersa sakit. maka menyampinglah ke salah satu sisi. Duduk di kursi / lantai  Posisi duduk yang baik pada orang hamil sama halnya dengan posisi dudukorang yang tidak hamil. Usahakan duduk serileks mungkin agak tak merasa pegal dan sakit. Selain itu gunakan otot tangan dan kaki ntuk membantu.  Bila bangkit dari duduk di lantai. begitupun kaki agak mendorong tubuh ke posisi berdiri. Lakukan geraka ini seenak mungkin. Askeb Kelompok 12 55 . Darah mengalir turun kebawah akan sulit atau kurang lancar untuk kembali ke atas  Ibu hamil tidak duduk terlalu lama. Jiak tak sampai. 4. untuk berjalan-jalan sebentar. jangan sampai kaki menggantung karena tidak baik untuk sirkulasi darah. Jika tidak.

b. Anti diare Obat diare yang aman digunakan oleh ibu hamil adalah yang mengandung kaolin. 2. d. pastikan pijakan kaki cukup kokoh Untuk mengambail benda yang lebih rendah dari pinggang. c.  Beriri dengan sikap kaki lebar dekat dengan benda yang sedang dicoba untuk diambil dan jaga pijakan kaki pada tanah  Kencangkan otot perut dan angkat benda dengan menggunakan otot kaki gerakan dengan lutut.3. Dikhawatirkan otot perut pun ikut akan ketarik sehingga menjadi tegang dan menimbulkan kontraksi.jangan mencoba untuk mengangkat benda-benda yang lebih berat dari 20 kg. Sebetulnya pada ibu hamil tudak dianjurkan untuk mengangkat beban terlalu berat. e. Ada beberapa cara mengangkat beban yang benar    Jika harus mengangkat benda. Pseudoefedrin. dan disertai oralit. Mengatasi sembelit Obat sembelit yang aman digunakan oleh ibu hamil adalah obat yang mengandung bisakodil dan laktulosa. pektin. defenhidramin dan obat gosok. jaga punggung tetap lurus. Anti kembung Askeb Kelompok 12 56 . Sebelum mengangkat benda. Obat influenza Yang mengandung guanifenisin. Penghilang nyeri Obat penghilang nyeri yang aman adalah parasetamol. klorfeniramin (CTM). tekuk lutut dan pinggul.3 Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan Daftar obat yang cukup aman dipakai saat hamil: a. dextrometorfan.

simetidin. lebih baik kita membantu klien untuk konstipasi melalui cara lain  Ingatkan klien untuk tidak mengkonsumsi obat umum untuk mencegah konstipasi.Temuan Pengkajian       Adanya rasa begah dan penuh pada abdomen Hilang nafsu makan Perubahan pola eliminasi usus c. daripada melarang klien mengkonsumsi suplemen tersebut yang berguna untuk menambah simpanan besi. dan ranitidin. Implikasi Keperawatan Kaji nutrisi klien dan pola eliminasi yang mungkin menjadi faktor penyebab Anjurkan klien untuk mengosongkan ususnya secara teratur Anjurkan pada klien untuk meningkatkan kandungan serat dalam makanan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran dan minum air dalam jumlah lebih dari biasanya setiap hari  Jika klien mengkonsumsi suplemen besi oral. Deskripsi  Konstipasi adalah gangguan rasa nyaman yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan  Ini juga merupakan masalah nutrisi yang umum terjadi pada kehamilan  Konstipasi cenderung terjadi pada kehamilan akibat tekanan pada peristaltik usus dari uterus yang terus membesar. dan kemungkinan akibat meningkatnya kadar progesteron  Konstipasi menyebabkan rasa begah dan penuh serta hilang nafsu makan b. antasid.Obat kembung yang baik digunakan oleh ibu hamil adalah yang mengandung simetikon. Contoh penanganan untuk ibu yang mengalami konstipasi/sembelit: a. pengaruh hormon relaksin plasenta. terutama minyak mineral yang akan Askeb Kelompok 12 57 .

3. bukan hanya berat badannya. Peran bidan disini adalah menginformasikan kepada ibu hamil dan pasangannya mengenai cara-cara hubungan seksual yang aman misalnya dengan posisi menyamping sehingga memungkinkan untuk dilakukannya penetrasi dari belakang. Jika memiliki berat badan yang rendah ibu hamil tersebut harus mendapatkan kenaikan berat badan lebih dari 1 pon/minggu. sehingga flatus dapat dikontrol. seperti kubis atau buncis. b. Jika seorang wanita memulai kehamilan pada berat badan yang sehat. Jika dia awalnya kelebihan berat badan. dan dia hamil dengan hanya satu janin. mempertimbangkan status gizi dan berat di Askeb Kelompok 12 58 . Kebutuhan nutrisi Selama trimester II kebiasaan ibu makan dan minum harus dipantau secara kontinyu. laksatif ringan dan supositora sesuai instruksi Nasehatkan klien untuk menghindari makanan pembentuk gas. dia akan mendapatkan kenaikan berat badan rata-rata satu pon/minggu selama trimester kedua dan ketiga.mengganggu absorpsi vitamin larut lemak yang diperlukan bagi pertumbuhan janin dan kesehatan ibu     Beri tahu klien untuk menghindari enema karena tindakan ini dapat mencetuskan persalinan Anjurkan klien untuk menghindari obat-obatan yang dijual bebas selama kehamilan kecuali diresepkan oleh dokter Berikan pelunak feses.4 Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance a. Seksual pasangan wanita mungkin enggan untuk melakukan hubungan seksual karena takut mengganggu selaput janin atau mengganggu perkembangan janin. Kenaikan berat badannya harus dievaluasi dengan melihat gambaran total. 2. dia harus makan jumlah makanan dan mempertahankan tingkat aktivitas yang membantu mendapatkannya di tingkat lebih lambat dari 2/3 pon per minggu.

Mual di pagi hari. tingkat aktivitas. mengangkat benda yang beratnya lebih dari 10 sampai 25 pon dan berkurangnya waktu istirahat menambah risiko tersebut. hal tersebut bayi dapat meningkatkan risiko BBLR. e. dan penyakit trofoblas gestational dapat didiagnosis pada trimester ini. kehamilan ektopik. kondisi kerja yang kurang ideal "fisik kerja yang intensif meningkatkan kemungkinan bayi berat lahir rendah dan lahir prematur. Jika ibu bisa berhenti merokok sebelum trimester ke III. kekhawatiran ibu hamil untuk kehilangan janinnya mulai berkurang. Paparan terhadap asap rokok akan mempengaruhi perkembangan janin. d. Berdiri untuk waktu yang lama.ibu hamil biasanya mengatasi ketidaknyamanannya tersebut berdasarkan informasi Askeb Kelompok 12 59 . Perhatian yang lebih selama trimester ini yaitu terhadap penyakit menular. sehingga ada efek kumulatif ketika dikonsumsi terus dalam periode 12 sampai 18 jam. jumlah waktu yang dibutuhkan untuk metabolisme dan mengeluarkan kafein memakan waktu lebih lama sampai 18 jam. ibu hamil biasanya merasa lebih nyaman dengan kehamilannya. dan pilihan makanan dia mengkonsumsi.mana dia memulai kehamilan. aborsi spontan. beberapa perubahan negatif dapat dibatalkan dan berat badan bayi dapat diperbaiki. Meskipun jarang terjadi. Ketidaknyamanan selama kehamilan trimester II Selama trimester II. mempengaruhi perkembangan otak. Keamanan (Safety) Selama 6 bulan terakhir kehamilan. c. merokok selama kehamilan mengurangi nafsu makan ibu dan menciptakan perubahan vaskular dalam jaringan plasenta. paparan bahaya reproduksi dapat memperlambat pertumbuhan janin. Tanda-tanda bahaya trimester II Ketika kehamilan memasuki trimester kedua. sering buang air kecil dan lesu bisanya berlalu dan tidak mengganggu aktifitas mereka sehari-hari. atau menyebabkan kelahiran prematur. membatasi konsumsi kafein menjadi hal yang penting. Konsumsi obat-obatan Selama trimester II dan III kehamilan. f.

 Rustam Mochtar (1998): Periksa ulang 1x sebulan sampai kehamilan 7 bulan  Manuaba (1998) Trimester I dan II 1) Satu bulan sekali 2) Diambil data tentang laboratorium 3) Pemeriksaan ultrasonografi 4) Nasehat diet tentang 4 sehat 5 sempurna.5 Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan Jadwal Kunjungan Pranatal yang Direkomendasikan Untuk Kehamilan Trimester II Nulipara Kunjungan ketiga 14-16 minggu Kunjungan keempat. 2.3. tambahan protein ½ gr/kb BB = satu telur/hari Askeb Kelompok 12 60 .yang diperoleh dari keluarga. teman dan tenaga kesehatan. 24-28 minggu Kunjungan kelima 32 minggu Kunjungan keenam 36 minggu Multipara Kunjungan kedua 14-16 minggu Kunjungan ketiga 24-28 minggu Kunjungan keempat 32 minggu Kunjungan kelima 35 minggu Jadwal kunjungan sesuai dengan perkembangan kehamilan menurut:  WHO (JHPIEGO. Konseling dan anticipatory guidance adalah cara yang terbaik untuk mengatasi atau mengurangi ketidaknyamanan. 2003): Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28).

Penyakit ini umumnya terjadi dalam trimester ke-3 kehamilan. menghindari terjadinya komplikasi kehamilan. proteinuria didefinisikan sebagai suatu konsentrasi protein 0. 2. misalnya pada mola hidatidosa.5) Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamlan.1 Menetapkan kebutuhan tes labolatorium Test laboratorium yang mungkin di butuhkan oleh ibu hamil trimester III adalah:  Tes protein urin Proteinuria didefinisikan sebagai konsentrasi protein sebesar 0. Preeklampsia merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke-20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal (Bobak . komplikasi kehamilan 6) Rencana untuk pengobatan penyakitnya. dari hasil pemeriksaan ini kita dapat memberikan asuhan kepada ibu hamil yang ditujukan untuk mencegah timbulnya masalah potensial yaitu terjadinya eklampsi. dan imunisasi TT1. Pemeriksaan protein urin dibutuhkan oleh ibu hamil bila dicurigai mengalami preeklampsi ringan atau berat.3 per 24 jam.19/L (> +2 dengan cara dipstik) atau lebih dalam sekurangkurangnya dua kali spesimen urin yang dikumpulkan sekurangkurangnya dengan jarak 6 jam. Tingginya kadar protein dalam urin ibu hamil dapat mengindikasikan terjadinya preeklampsi. edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Tetapi dapat terjadi sebelumnya. Pada spesimen urin 24 jam.4.  Tes kadar gula darah Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosa penyakit diabetes gestasional yaitu suatu intoleransi karbohidrat yang terjadi Askeb Kelompok 12 61 . 2004).4 Mengembangkan Perencanaan Asuhan Yang Komprehensif Selama Trimester III 2. Preeklampsi ialah penyakit dengan tandatanda hipertensi.

Tidak ada anggota keluarga dekat yang mengidap diabetes. pemeriksaan Askeb Kelompok 12 62 . Berasal dari kelompok etnik yang prevalensi diabetes gestasionalnya rendah. Berat badan sebelum hamil normal. Memiliki riwayat diabetes gestasional sebelumnya 4. 3. Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat diabetes tipe II 3. Tidak ada riwayat kelainan metabolism glukosa. 4.atau pertamakali diketahui saat kehamilan berlangsung dan mengisyaratkan bahwa gangguan ini dipicu oleh kehamilan. Mengalami kegemukan 2. 6. Adanya glukosuria. Pada golongan risiko tinggi ini lakukan pemeriksaan sesegera mungkin. Efek merugikan pada ibu mencakup peningkatan frekuensi hipertensi dan perlunya seksio sesarea. 2. Apabila diabetes gestasional tidak terdiagnosis. American diabetes association(1999) menyimpulkan bahwa hiperglikemia puasa berkaitan dengan peningkatan risiko kematian janin selama 4 sampai 8 minggu terakhir gestasi. Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan dalam keadaan puasa dan 2 jam post prandial (sesudah makan) atau dapat juga dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Yang perlu di waspadai adalah bahwa penyakit ini dapat memeberikan efek pada ibu dan pada janin. Karakteristik risiko tingggi: 1. Tidak memiliki riwayat obstetri yang buruk. 5. Usia kurang dari 25 tahun. apabila ada peningkatan atau penurunan atau peningkatan kadar gula darah (hiper atau hipo glikemia). Nilai referensi: Glukosa puasa = 70-110 mg/dl Glukosa 2 jam PP = <140 mg/dl Glukosa sewaktu = <180 mg/dl Pemeriksaan glukosa darah tidak diperlukan secara rutin apabila semua karakteristik berikut ditemukan: 1.

 Tes anemia Tes ini dilakukan dengan memeriksa kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil untuk mendiagnosa adanya anemia pada kehamilan.5 g/dl). yaitu pada usia kehamilan sekitar 30 minggu. kecuali pada perempuan yang sudah memilikin kadar Hb tinggi (>14. Namun peningkatan volume terjadi dalam proporsi yang lebih besar jika dibandingkan dengan peningkatan eritrosit sehingga terjadi penurunan konsentrasi hemoglobin (Hb) akibat hemodilusi.darah harus diulang pada minggu ke 24-28 atau setiap saat pasien memperlihatkan upaya yang mengarah ke hiperglikemia. konsentrasi hemoglobin darah (Hb). Pada trimester III terjadi sedikit peningkatan Hb. Ekspansi volume plasma merupakan penyebab anemia fisiologik pada kehamilan. Pada trimester I konsentrasi Hb tampak menurun. Ekspansi volume plasma ini mulai pada minggu ke-6 kehamilan dan mencapai maksimum pada minggu ke-24 kehamilan. tetapi tidak menimbulkan jumlah absolute Hb atau eritrosit dalam sirkulasi. Askeb Kelompok 12 63 . Pada kehamilan kebutuhan oksigen lebih tinggi sehingga memicu peningkatan eritopoietin. Konsenrtasi paling rendah didapatkan pada trimester ke II. Ada spekulasi bahwa anemia fisiologik dalam kehamilan bertujuan untuk menurunkan viskositas darah maternal sehingga meningkatkan perfusi plasental dan membantu penghantaran oksigen serta nutrisi ke janin. Suatu penelitian memperlihatkan perubahan konsentrasi Hb sesuai dengan bertambahnya usia kehamilan. volume plasma sekitar 40% lebih tinggi pada ibu hamil dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Volume plasma yang terekspansi menurunkan hematokrit (Ht). tetapi dapat meningkat sampai minggu ke-37. kecuali pada perempuan yang memiliki kadar Hb rendah (< 11. pada titik puncaknya. Akibatnya volume plasma bertambah dan sel darah merah (ertirosit) meningkat.6 g/dl) pada pemeriksaan pertama. dan jumlah eritrosit.

letih.DAMPAK ANEMIA a.4. maka protein akan dimetabolisme untuk menghasilkan energy dan tidak digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. kematian bayi pada usia sangat muda serta cacat bawaan. kurang nafsu makan.0 10. Askeb Kelompok 12 64 .0 33 32 33 2. Makan (diet) ibu hamil  Total kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil trimester III adalah 2.0 Hematokrit (%) 36 Tidak hamil Hamil Trimester I Trimester II Trimester III 11. Pada ibu Pucat. rawan dekompensasi cordis pada penderita dengan Hb kurang dari 4 g – persen. pendarahan post – partum. Nilai batas untuk anemia pada perempuan Status kehamilan Hemoglobin (g/dl) 12.2 Menetapkan kebutuhan belajar Hal-hal yang harus dipelajari atau diperhatikan oleh ibu hamil selama masa kehamilan trimester III adalah: a. Pada janin Abortus. lahir prematur. pusing. lamanya waktu partus karena kurang daya dorong rahim. rentan infeksi dan hipoksia akibat anemia dapat menyebabkan shock bahkan kematian ibu saat persalinan.5 11. Kematian bayi dalam kandungan. meskipun tak disertai pendarahan b. menurunnya kebugaran tubuh dan gangguan penyembuhan luka. 400 Kkal. rasa lemah. dan apabila asupan kalori tidak adekuat. Kalori dibutuhkan untuk energy.

Obat-obatan Pemberian obat pada ibu hamil harus difikirkan efek obat terhadap ibu dan tidak boleh melupakan pengaruh atau efek samping obat pada janin. yang dapat Askeb Kelompok 12 65 . misalnya penisilin. Salah satu contohnya adalah obat jerawat isotretionoin. codein Kategori D Terdapat bikti adanya risiko bagi janin.  manfaat penggunaan obat tersebut lebih tinggi dibandingkan risikonya. kebutuhan zat besi naik menjadi 39 mg per hari/BB atau setara dengan sepotong tempe. kafein. telur. sereal.  Kategori B Studi-studi pada hewan tidak menunjukan adanya risiko pada janin. kebutuhan zat besi Pada trimester ketiga. Contohnya adalah multivitamin atau vitamin prenatal. namun belum tersedia cukup data tentang efeknya pada wanita hamil. dan sayuran hijau. Salah satu contohnya adalah efedrin. Zat besi banyak terkandung dalam daging. tetapi manfaat diperkirakannya  diperkirakan melebihi risiko-risiko tersebut. Beberapa golongan obat ini sering digunakan. hati. Kategori X Risiko pada janin sudah jelas terbukti dari pada manfaatnya. kacang-kacangan.  Kategori C Efek merugikan terlihat dapa hewan. pada situasi klinis tertentu. Kategori obat pada ibu hamil berdasarkan risiko janin:  Kategori A Yaitu obat-obatan yang selama ini telah banyak dikonsumsi oleh ibu hamil tanpa menunjukan bukti adanya peningkatan kejadian malformasi atau yang membahayakan pada janin baik secara langsung maupun tidak langsung. CTM. b. tetapi belum ada studi pada manusia. Contoh: karbamazepin dan fenitoin. parasetamol.

oenurunan berat badan lahir. Termasuk kategori D pada kehamilan trimester I. Obat ini tidak direkomendasikan kecuali atas indikasi spesifik karena berkaitan dengan peningkatan kematian per8inatal.II dan III.menyebabkan kardiovaskuler.II maupun trimester III. Ketoprofen adalah jenis obat yang umumnya diresepkan untuk mengobati rasa sakit peradangan arthritis yang terkait atau sakit gigi parah yang mengakibatkan radang gusi. perpanjangan masa kehamilan. Merupakan obat pilihan untuk nyeri 2. dan anti-inflamasi (peradangan). Dapat menembus plasenta. Asetaminofen Termasuk kategori obat golongan B. Obat ini bersifat analgesik dengan daya antiinflamasi yang tidak terlalu kuat. perdarahan neonatus. Naproxen bekerja dengan cara menurunkan hormon yang menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri di tubuh. Naproksen termasuk dalam golongan antiinflamasi nonsteroid. Efek analgesiknya sama dengan aspirin. Askeb Kelompok 12 66 . 3. Ibuprofen tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui. ketoprofen dan naproksen Ibuprofen merupakan derivat asam propionat yang diperkenalkan banyak negara. antipiretik (terhadap demam). Dapat menembus plasenta. pada trimester I. wajah dan Kategori obat berdasarkan periode kehamilan dan kemampuan menembus plasenta (US FDA) 1. Ibuprofen. kelainan susunan saraf pusat. Aspirin Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor). dan kemungkinan teratogenik.

Secara umum wanita hamil tidak harus membatasi olah raga.Ketiganya termsuk kategori B jika diberikan pada kehamilan trimester I dan II. obat sedative. Berdiri atau dalam keadaan duduk bersila Askeb Kelompok 12 67 . nefrotoksisitas pada janin dan perdarahan periventrikular. terutama bila pemberian dalam waktu yang lama. atau jamu-jamu tradisional yang belum teruji. c. jantung dan paru sebelum gerakan selanjutnya. Ketiga jenis obat ini dapat menembus plasenta. misalnya merokok. asalkan tidak mengalami kelelahan atau berisiko cedera bagi diri atau janinnya. Konseling dan pemilihan obat pada ibu hamil Tujuannya adalah untuk menghindari atau mengurangi abnormalitas janin. Pergunakan pedoman penggunaan obat resmi dan daftar-daftar obat yang aman demikian pula pemberian obat-obat terbatas atau yang tidak diperbolehkan pada ibu hamil. obat ini harus digunakan secara hati-hati dan dihindari pada trimester III karena berkaitan dengan kejadian oligohidramnion. penutupan duktus arteriosus secara premature. alcohol. hipertensi pulmoner pada janin.    Hindari pemberian obat polifarmaka. menambah nafsu makan. dan membuat nyenyak pada waktu tidur. Aktivitas pada masa kehamilan trimester III o Olahraga saat hamil/senam hamil Berguna untuk membantu sirkulasi darah. Kategori D pada trimester III. Bentuk senam hamil: a Pemanasan Mempersiapkan otot. Berikan obat yang telah jelas aman dan mempertimbangkan keperluan pengobatan primernya. Konseling yang diberikan antara lain:   Hindari pemberian obat pada periode pertama pascakonsepsi Hindari makanan minuman dan zat yang tidak diperlukan oleh janin dalam pertumbuhannya. OAD.

tunduk dan tegakkan kepala (2x8 hitungan) 3. Putar bahu bersamaan keduanya (2x8 hitungan) b Latihan inti  Latihan kebugaran Latihan ditujukan untuk memperbaiki kerja jantung. Kedua tangan di perut samping. lakukan untuk gerak arah sebaliknya. langkah ke kiri kembali ke awal (sambil melangkah ayunkan kedua lengan ke atas dan ke bawah)  Latihan penguatan dan peregangan Ditujukan untuk meningkatkan kelancaran sirkulasi darah. Askeb Kelompok 12 68 . Berdiri. kedua lengan ke atas. 4. Berdiri. menguatkan otot-otot. kedua lengan diayun ke samping saat tungkai maju. Berdiri. 3. dan lengan lurus kesamping saat mundur. mengurangi keluhan nyeri punggung dan memudahkan bayi keluar. kemudian mundur tungkai kanan. tungkai melangkah ke kanan dan tungkai kiri merapat dengan lengan diayun lurus ke depan dan turunkan.1. gerakan tungkai sama. patahkan leher ke kiri-ke kana (2x8 hitungan) 4. langkahkan kaki diikuti kaki kiri. percaya diri dan lebih tenang Tahap gerakan: 1. Ambil nafas sambil angkat kedua lengan ke atas (2x8 hitungan) 2. tungkai kanan maju diikuti dengan tungkai kiri merapat dengan mendorong lengan lurus ke depan. mengurangi risiko cedera. Meningkatkan kebugaran sehingga ibu hamil tidak cepat lelah. pembuluh darah dan paru. Berdiri. 2. Kedua tangan di perut samping.

angkat satu tangan lurus. 5. lakukan bergantian. Variasikan dengan gerakan kaki ke samping atau memutar. 4. Duduk tegak. kepala lurus kedepan sambil tarik nafas dan turunkan kepala. gerakan naik turun sambil gerakan lutut menekuk-lurus. Posisi sujud. Duduk bersila. lakukan 4 kali 8. Kemudian lakukan posisi jongkok tanpa tumit diangkat dan berdiri lagi. dada menempel di lantai. kedua tangan di bahu putar ke arah depan. Lakukan selama 4 kali. 6. kedua tangan disamping. kedua kaki ditekuk.  Latihan Pernafasan Melatih teknik pernafasan dada dan diafragma. Kaitkan kedua lengan ke belakang. Duduk bersila. Four point knealing. silangkan tungkai. mengurangi Askeb Kelompok 12 69 . Kerutkan pantat lalu angkat setinggitingginya sampai hitungan 6. gerakan naik turun sambil gerakan lutut menekuk-lurus. 9. kedua siku tangan tidak boleh mengangkat.1. tangan disamping. Kaitkan kedua lengan ke depan. badan lurus. 7. kemudian rotasikan panggul sambil tarik nafas. Duduk tegak tangan menyangga di belakang badan tekuk dan luruskan kaki bergantian. kepala disamping kanan atau kiri selama 10 menit bergantian. 3. tekan kedua lutut dan bungkukkan badan. Tidur telentang. dapat mengurangi keluhan nyeri saat persalinan. Posisi berdiri dengan sanggahan kursi di depan. 10. pegang kursi sekuatnya. kaki diluruskan. Posisi tidur telentang. tarik kembali lurus ulangi kanan kiri. 2.

d. lambat kembali 30x/ menit. relaks lengan di samping badan dengan tangan di atas dada. hembuskan nafas cepat dengan mulut terbuka.  Pernafasan Diafragma Telentang.Tarik nafas pelan dalam melalui hidung.  Pernafasan Dada Telentang. hembuskan lewat celah bibir. lepaskan. lutut ditekuk. Pendinginan/ Relaksasi Lengan dan tangan.Mempercepat relaksasi. kembangkan dada sampai tangan.  Pernafasan Cepat Perut: tarik nafas cepat lewat hidung. tahan 1-2 detik hembuskan nafas lewat mulut perlahan.Tarik nafas dalam pelan melalui hidung sampai perut mengembung. Frekwensi 8x/menit. mengatasi stress. terangkat tahan 1-2 detik. pernafasan dada. lengan di samping badan dengan satu tangan di atas perut.Dapat menggantikan pernafasan perut bila nyeri his kala satu semakin kuat. percepat 60x/mnt. hembuskan cepat dengan mulut terbuka. relaks. kombinasi.Tungkai dan kaki. Dada: tarik nafas cepat lewat hidung. Mulai dengan frekwensi 30x/mnt. tangan di dada.stress dan pernafasan diafragma/perut. lutut ditekuk. telentang/miring. Askeb Kelompok 12 70 . tangan di atas perut. pernafasan cepat.Ulangi dengan frekwensi 8x/menit. genggam tangan kerutkan lengan dengan kuat tahan. mengatasi nyeri his palsu/his permulaan kala satu.

g. Istirahat dan rekreasi Sebaiknya wanita pekerja harus sering istirahat. Pakaian Secara umum direkomendasikan bahwa busana yang digunakan selama hamil seyogyanya nyaman. karena semakin datar. Berbaring ke sebelah kiri bertujuan untuk menghindari penekanan pembuluh darah oleh uterus yang membesar. Perut dan dasar panggul.luruskan kaki (dorsi fleksi). Mencari tempat hiburan yang sirkulasi udaranya baik. menjelang akhir kehamilan wanita dianjurkan untuk menggunakan shower. Ibu hamil disarankan untuk berbaring ke sebelah kiri dengan lutut agak ditekuk dan diberi bantal diantaranya. tidak ketat. taruhlah bantal di bawah bahu dan kepala untuk menghindari sesak. Seluruh tubuh. Hindari tidur dengan posisi datar. Mandi Tidak ada larangan untuk mandi selama hamil atau masa nifas. Bila sukar tidur terlentang. lepaskan. sebaiknya ibu hamil tidur dengan posisi kepala agak tinggi. jangan pada tempat yang sesak dan ramai. Selama trimester terakhir. telentang/miring kontraksikan/kencangkan semua otot. kerutkan otot perut dan dasar panggul tahan lalu lepaskan. tahan beberapa detik. tekananrahim pada paru-paru semakin besar dan bisa membuat sesak. Meningkatnya massa payudara dapat menyebabkan payudara menggantung dan terasa nyeri. karena tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan. telentang/miring. Taruh juga bantal di bawah kaki untuk menghindari pengumpulan darah di kaki. Karena itu. uterus yang berat biasanya mengganggu keseimbangan wanita hamil dan meningkatkan kemungkinan wanita hamil terpleset dan jatuh di bathtub kamar mandi. f. dan untuk menjaga kenyamanan Askeb Kelompok 12 71 . berbahan halus dan dapat menyerap keringat.sambil nafas dada pelan teratur lalu relaks (bayangkan hal menyenangkan). e. o Posisi tidur Setelah kehamilan membesar.

Perawatan payudara Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga segera dapat berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. h. b. Diare Bila sedang hamil. konstipasi menyebabkan rasa begah dan penuh serta hilang nafsu makan. dan menjadi lebih berat. Untuk sekresi yang mengering pada puting susu. sebaiknya dilakukan secara hatihati dan benar. Pengurutan payudara untuk mengeluarkan sekresi dan mengeluarkan duktus dan duktus dan sinus laktiferus. 2. sensitif. umumnya rawan terkena diare. Konstipasi Konstipasi adalah gangguan rasa nyaman yang umum terjadi pada kehamilan. lakukan pembersihan dengan menggunakan campuran gliserin dan alcohol.4. Basuhan lembut setiap hari pada aerola dan puting susu akan dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut. karena payudara merupakan sumber air susu ibu (ASI) yang merupakan makan utama bagi bayi. Beberapa hal yang dapat anda lakukan bila diare: 1. pada umur kehamilan berapapun. Perbanyak minum air putih selama diare/mencret agar tidak dehidrasi Askeb Kelompok 12 72 .3 Menetapkan kebutuhan untuk pengobatan komplikasi ringan Komplikasi ringan yang mungkin terjadi pada kehamilan trimester III adalah: a. dan kemungkinan akibat meningkatnya kadar progesterone.diindikasikan penggunaan bra yang menopang secara pas.yang biasanya terjadi karena mengkonsumsi makanan yang tidak cocok dengan tubuh. Oleh karena itu payudara harus dirawat dari jauh-jauh hari. Stocking yang ketat sebaiknya dihindari. Karena payudara menegang. pengaruh hormon relaksin plasenta. konstipasi cenderung terjadi pada kehamilan akibat tekanan pada peristaltik usus dari uterus yang terus membesar. Ini juga merupakan masalah nutrisi yang umum terjadi pada kehamilan. maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai.

Rujukan vertikal maksudnya rujukan dan komunikasi antara satu unit ke unit lain yang lebih lengkap. 5. Selama diare disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung gula misalnya minum sari kurma atau madu agar asupan ibu hamil tetap memiliki energi (tidak terlalu lemas) 4.4 Menetapkan kebutuhan konsultasi atau rujukan pada tenaga profesional lainnya a. misalnya antara bagian kebidanan dan bagian ilmu kesehatan anak. Definisi Sistem rujukan dalam pelayanan obstetri adalah suatu pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal maupun horizontal. Makan bubur nasi setiap hari selama sakit agar lebih mudah dicerna oleh tubuh. Umpamanya dari rumah sakit kabupaten ke rumah sakit provinsi atau rumah sakit tipe C ke rumah sakit tipe B yang lebih spesialistis fasilitas dan personalianya. b. Cemilan cracker/biskuit agar ada makanan yang masuk sedikit-sedikit meski kadang karena belum sembuh bisa keluar lagi dari tubuh. Sedangkan horizontal maksudnya konsultasi dan komunikasi antar unit yang ada dalam satu rumah sakit. Tujuan Rujukan   Agar setiap penderita mendapat perawatan dan pertolongan yang sebaik-baiknya Menjalin kerjasama dengan cara pengiriman pendrota atau bahan laboratorium dari unit yang kurang lengkap ke unit yang lebih lengkap fasilitasnya Askeb Kelompok 12 73 .2. 2. dan diminum hangat-hangat) teh sekali2 boleh dicampur sedikit garam dan gula pasir sedikit (pengganti cairan tubuh yg hilang) 3.4. Minum teh pahit sekali (teh daun yang diseduh dengan air mendidih komposisi 4:1.

bilamana perlu disertai dengan keterangan yang lengkap (surat balasan) d. Hal ini sangat berguna untuk memperoleh angka-angka secara regional dan nasional. Pengiriman orang sakit dari unit kesehatan yang kurang lengkap ke unit kesehatan yang lebih lengkap. Jumlah makanan yang ia butuhkan mungkin harus dibagi menjadi sejumlah porsi kecil yang lebih sering.5 Menetapkan kebutuhan untuk konseling spesifik atau anticipatory guidance a. c. Kegiatan rujukan informasi medis antara lain berupa :   Membahas secara lengkap data-data medis penderita yang dikirim dan advis rehabilitas kepada unit yang mengirim Menjalin kerjasama sistem pelaporan data-data medis umumnya dan data-data parameter pelayanan kebidanan khususnya terutama mengenai kematian maternal dan perinatal. Kebutuhan nutrisi Kebutuhan gizi perempuan tetap sama selama semester ketiga. b. Pengiriman bahan laboratorium Bila penderita telah sembuh dan hasil laboratorium telah selesai. Preskriptif dan membatasi praktik budaya yang terkait dengan makanan terus melalui trimester ketiga. Askeb Kelompok 12 74 . Rujukan kasus-kasus patologik pada kehamilan. kembalikan dan kirimkan lagi kepada unit semula. perempuan mendekati akhir kehamilan sering merasa panas dan mengalami gangguan pencernaan dan sembelit.4. persalinan dan nifas c. Sebagian besar asupan makanannya harus dikonsumsi di pagi hari. Pengiriman kasus masalah reproduksi manusia lainnya. 2. seperti kasus-kasus ginekologi atau kontrasepsi yang memerlukan penanganan spesialis d. Kegiatan rujukan dan pelayanan ini antara lain berupa : a. Menjalin pelimpahan pengetahuan dan keterampilan (transfer of knowledge and skill) melalui pendidikan dan latihan antara pusat pendidikan dan daerah. karena memberikan waktu yang lebih banyak untuk dicerna.

b. c. Konsumsi obat-obatan Ibu sebaiknya tidak mengkonsumsi jenis obat apapun selama kehamilan kecuali bila ada instruksi dari dokter.  Solusio plasenta Adalah terlepasnya sebagian atau seluruh permukaan plasenta dari tempat implantasinya yang normal pada lapisan desidua endometrium sebelum waktunya yakni sebelum bayi lahir. Yang menjadi penyebabnya adalah:  Plasenta previa Hal ini terjadi bila impalantasi plasenta terjadi pada segmen bawah rahin dan menutupi sebagian atau seluruh ostium internum. Aktivitas seksual Selama kehamilan berjalan normal. Pastikan keamanan kamar mandi terjaga (bersih. e. ibu hamil mungkin merasa canggung/malas untuk bergerak masuk dan keluar kamar mandi. Tanda-tanda bahaya trimester III Tanda-tanda bahaya trimester III ialah terjadinya perdarahan dan pada umumnya adalah perdarahan yang berat. Kebersihan umum (general hygiene) Kegiatan kebersihan umum padaa trimester III sebelum melanjutkan ke tahap persalinan harus lebih ditingkatkan. koitus diperbolehkan sampai akhir kehamilan. akan tetapi pada trimester ini terjadi peningkatan produksi minyak dan keringat. namun sebaiknya ibu hamil tidak lagi melakukan hubungan seksual selama 14 hari menjelang kelahiran. tidak licin) sehingga kemungkinan dia tergelincir dan jatuh di kamar mandi berkurang. Selama trimester ketiga. Dan koitus tidak dibenarkan bila:     Terdapat perdarahan pervaginam Tedapat riwayat abortus yang berulang Ketuban pecah Servix telah membuka d. Askeb Kelompok 12 75 . dan bila tidak mendapatkan penanganan yang cepat bisa mengakibatkan syok yang fatal. sehingga menjadi lebih sering mandi. mungkin perempuan merasa kotor dan lembap.

Sebagian besar (75%) penularan terjadi melalui hubungan seksual. bahkan bisa lebih lama lagi. biasanya ibu hamil enggan menggunakan sabuk pengaman karena mereka khawatir dengan menggunakan sabuk pengaman akan menyakiti bayinya. Infeksi HIV memberikan gambaran klinik yang tidak spesifik dengan spectrum yang lebar. semen. maka dapat terjadi infeksi kronik asimptomatik selama beberapa tahun disertai replikasi virus secara lambat.4. padahal hal tersebut sangatlah penting untuk menjaga keselamatan ibu dan janin yang dikandung dari bahaya guncangan-guncangan yang terjadi selama diperjalanan. Transmisi HIV dari ibu kepada janin dapat terjadi intrauterine (5-10%).f. Transmisi vertical merupakan penyebab tersering infeksi HIV pada bayi dan anak-anak. seperti misalnya saat ibu bepergian menggunakan kendaraan. 2.6 Menetapkan kebutuhan konseling HIV/PMS  Konseling HIV/AIDS Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah sindroma dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh infeksi human immunodeficiency virus (HIV). Kemudian setelah terjadi penurunan sisitem imun yang berat. mulai dari infeksi tanpa gejala (asimtomatik) pada stadium awal sampai pada gejala-gejala yang berat pada stadium lanjut. keadaan kehamilannya semakin membesar dan keadaan itu membuat ibu kurang nyaman. Setelah diawali dengan infeksi akut. maka terjadi berbagai infeksi oportunistik dan dapat dikatakan pasien telah masuk pada keadaan AIDS. Keamanan (safety) Ibu hamil trimester III. dan secret vagina. saat persalinan (10-20%) dan pascapersalinan (5- Askeb Kelompok 12 76 . Virus masuk kedalam tubuh manusia terutama melalui perantara darh. Perjalanan penyakit lambat dan gejala-gejala AIDS rata-rata baru timbul 10 tahun sesudah infeksi pertama.

ritonavir.20%). Tingkat infeksi HIV pada ibu hamil di Negara-negara Asia diperkirakan belum melebihi 3-4 %. Askeb Kelompok 12 77 . American College of Obstetricians and Gynecologis serta United State Public Health Service (USPHS). Pada tahun 1999 The Institute Of Medicine (IOM) telah merekomendasikan pemeriksaan HIV untuk semua perempuan hamil dengan sepengetahuan perempuan tersebut. bayi lahir mati. Mencegah penularan vertikal Dua pendekatan utama yang digagas untuk mencegah penularan infeksi HIV dari ibu kepada bayi adalah terapi antiretrovirus dan seksio sesarea.86 %. disertai dengan hak pasien untuk menolak. Konseling merupakan keharusan bagi wanita positif HIV. atau sakuinavir-samgat efektif untuk menekan kadar RNA HIV (Carpenter dkk. Kelainan yang dapat terjadi pada janin adalah berat badan lahir rendah. Hal ini sebaiknya dilakukan pada awal kehamilan. Pada pasien terinfeksi HIV yang diberi kemoterapi tripel. dan abortus spontan. zalsitabin atau lamivudim yang diberikan bersama dengan suatu inhibitor protease-indinavir. dan apabila memilih untuk melanjutkan kehamilannya. parus preterm. Penelitian prevalensi HIV pada ibu hamil di daerah miskin di Jakarta pada tahun 1999-2001 oleh kharbiati mendapatkan angka prevalensi sebesar 2. Rekomendasi ini juga telah diadopsi oleh American Academi of Pediatric.  Terapi antiretrovirus Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kombinasi analog nukleosida-zidovudim.1996). perlu diberikan konseling berkelanjutan untuk membantu wanita tersebut secara psikologis. angka kelangsungan hidup jangka panjang meningkat dan morbiditas berkurang. Perkembangan penatalaksanaan selama kehamilan mengikuti kemajuan-kemajuan dalam pengobatan individu nonhamil yang terinfeksi HIV.

sifilis. European Collaborative Study Group (1994) melaporkan bahwa seksio sesarea efektif dapat mengurangi risiko penularan vertikal sekitar 50 %. dan sebaliknya tidak semua ISR disebabkan oleh IMS. Seksio sesarea Dalam sebuah studi retrospektif. Telah banyak bukti menunjukan bahwa keberadaan IMS meningkatkan kemudahan seseorang terkena HIV.   Infeksi andogen oleh flora normal komensal yang tumbuh berlebihan. virus. pada waktu partus atau pascapartus dan dapat juga karena kontaminasi instrument. misalnya gonore. Infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. trikomoniasis.  Konseling PMS/IMS Konseling tentang PMS/IMS sangat penting dilakukan pada ibu hamil yang dicurigai menderita penyakit tersebut yang bertujuan untuk mengurangi AKI dan AKB akibat infeksi. kondilomata akuminata. ISR dapat dibedakan menjadi:  Infeksi menular seksual. dan infeksi HIV. Oleh karena itu upaya pengendalian infeksi HIV dapat dilaksanakan dengan melakukan pengendalian IMS. ulkus mole. misalnya kandidosis vaginalis dan vaginosis bacterial. Infeksi iatrogenic yang disebabkan bakteri atau mikroorganisme yang masuk ke saluran reproduksi akibat prosedur medic atau intervensi selama kehamilan. sehingga IMS dianggap sebagai kofaktor HIV. Infeksi menular seksual merupakan salah satu penyebab infeksi saluran reproduksi (ISR). herpes genitalis. Askeb Kelompok 12 78 . Berdasarkan penyebabnya. Menyusui Menyusui tidak dianjurkan pada wanita positif HIV karena ASI meningkatkan penularan pada neonatus sekitar 5-15 %. atau jamur yang penularannya terutama melalui hubungan seksual dari seseorang yang terinfeksi kepada mitra seksualnya.

Daerah yang sering terinfeksi adalah serviks.8 m dan bersifat tahan asam. Gonore Gonore adalah semua infeksi yang disebabkan oleh Neisseria Gonorrhoeae yang jika dilihat dibawah mokroskop cahaya tampak sebagai diplokokus berbentuk biji kopi dengan lembar 0. Konjungtivitis gonokokal (ophtalmia neonatorum) adalah menifestasi tersering dari infeksi perinatal. Infeksi ini sering ditemukan pada trimester pertama sebelum korion berfungsi mengisi desidua dan mengisi kavum uteri. Neisseria gonorrhoaea diasosiasikan dengan kelahiran premature.perdarahan antar masa haid dan menoragia. Pada pemeriksaan. tidak dapat bertahan lama di udara bebas. umumnya ditransmisikan selama proses persalinan. Infeksi pada uretra dapat bersifat simptomatik atau asimptomatik. Askeb Kelompok 12 79 .Jenis IMS/ISR 1. serviks tampak hiperemis dengan erosi dan secret mukopurulen. Gonore pada perempuan kebanyakan asimptomatik sehingga sulit untuk menentukan masa inkubasinya. Pada tahap lanjut. kecuali pada perempuan yang telah dihsterektomi. disuria yang kadang-kadang disertai poliuria. dan infeksi pascapersalinan. korioamnionitis. Infeksi gonore selama kehamilan telah diasosiasikan dengan pelvic imflammatory disease (PID). cepat mati pada keadaan kering. dan tidak tahan zat desinfektan.keluhannya antara lain: bertambahnya duh tubuh genital. tidak tahan dengan suhu di atas 390 C. tapi umunya jarang terjadi tanpa infeksi pada servix.

Wanita hamil yang terinfeksi oleh CT menunjukan gejala keluarnya secret vagina. 3. Askeb Kelompok 12 80 . Dampak pada kehamilan dapat mengakibatkan abortus spontan. untuk perempuan hamil dengan risiko tinggi dianjurkan untuk dilakukan skrining terhadap infeksi gonore pada saat datang pertama kali antenatal dan dilanjutkan pada trimester ke III kehamilan. Gejala yang dikeluhkan oleh wanita adalah keputihan. biasanya ditularkan melalui hubungan seksual dan sering menyerang traktus urogenitalis bagian bawah baik pada wanita maupum pria. Klamidiasis Klamidiasis genital adalalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri clamydia trachomatis (CT). dan iritasi. Oleh karena itu. Tanda dari infeksi tersebut meliputi duh tubuh vagina (42 %). untuk perempuan hamil dengan risiko tinggi juga dianjurkan untuk melakukan skrining terhadap infeksi CT pada saat kunjungan awal antenatal dan juga pada trimester III kehamilan. 2.Oleh karena itu. Trikomoniasis Trikomoniasis merupakan penyakit protozoa yang disebabkan oleh trichomonas vaginalis (TV). gatal. disuria. Organ yang paling sering terinfeksi oleh CT adalah endoserviks. kelahiran premature dan kematian perinatal. perdarahan. Masa inkudasi berkisar antara 1-3 minggu.dan nyeri panggul.

BBLR.5. Diagnosis ditegakan berdasarkan kriteria Amsel yaitu adanya tiga dari empat tanda-tanda berikut:     Cairan vagina homogeny. persalinan premature. Gejala klinik pada perempuan hamil tidak banyak berbeda dengan keadaan tidak hamil. Akantetapi bila ditemukan infeksi TV pada trimester II kehamilan dapat mengakibatkan premature.dan melekat pada dinding vagina. PH vagina >4. endometritis pascapersalinan dan infeksi luka pascaoperasi sesar. BBLR. dan abortus. terutama pada waktu/setelah senggama. kelahiran premature. Vaginosis bacterial telah diasosiasikan dengan gangguan kehamilan termasuk abortus spontan pada kehamilan trimester I dan II. dan mycoplasma hominis). Vaginosis bacterial Vaginosis bacterial adalah syndrome klinik akibat pergantian lactobasillus Spp penghasil H2O2 yang merupakan flora normal vagina dengan bakteri anaerob dalam konsentrasi tinggi (seperti: bacteroides Spp. putih keabu-abuan. dan edema atau eritema (22-27 %). Sekter vagina berbau amis sebelum atau setelah penambahan KOH 10 % (Whiff test) Clue sells pada pemeriksaan mikroskopik Askeb Kelompok 12 81 . korioamnionitis. Kolpitis makularis (strawberry cervix) merupakan tanda klinik yang spesifik pada infeksi ini. 4. Perempuan dengan vaginosis bacterial dapat tanpa gejala atau mempunyai keluhan dengan bau vagina yang khas yaitu amis. Mobiluncus Spp. Bau tersebut disebabkan adanya amin yang menguap bila cairan vagina menjadi basa.bau (50 %). Gardnerella Vaginalis.

Terapi dapat dipertimbangkan. Herpes genital Herpes Genitalia (HG) merupakan IMS yang disebabkan oleh virus merupakan penyebab ulkus genital tersering. Tidak ada komplikasi kehamilan yang disebabkan hPV. Sifilis biasanya ditularkan melalui kontak seksual dan dapat juga secara vertical pada masa kehamilan. hingga susunan saraf pusat. 6.5. mulai dari kulit. 7. mukosa. Genital warts (kutil kelamin) Genital warts juga dikenal sebagai kondilomata akuminata yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). karena lesi dapat menjadi rapuh ketika berproliferasi selama kehamilan dan mengganggu proses persalinan. jantung. Sifilis Sifilis merupakan penyakit infeksi sistemik disebabkan oleh troponema pallidum yang dapat mengenai seluruh organ tubuh. terutama pada pasien simptomatik. Transmisi virus dapat terjadi melalui kontak seksual Askeb Kelompok 12 82 . Lesi dapat berproliferasi selama kehamilan dan sering mengalami regresi spontan setelah persalinan. Gejala biasanya diawali dengan rasa terbakar dan gatal di daerah lesi yang terjadi beberapa jam sebelum timbulnya lesi.

30-68 % perempuan hamil dengan gonore. 7-54 % ibu hamil dengan herper genital primer. 30-50 % perempuan hamil dengan herpes genital primer. 40-70 % perempuan hamil dengan sifilis dini. Askeb Kelompok 12 83 . tetapi dapat juga secara vertical dari ibu kepada janin yang dikandungnya. dan retardasi mental). 2-12 % pada perempuan hamil tanpa IMS/ISR Infeksi kongenital atau perinatal tidak ditemukan pada perempuan hamil tanpa ISR dan dapat ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh:     40-70 % perempuan hamil dengan infeksi klamidia. Dampak ISR/IMS pada ibu hamil Dampak IMS pada kehamilan tergantung pada organism penyebab. baik dalam bentuk abortus spontan maupun lahir mati. 30-35 % pada ibu hamil dengan herpes genital primer 15-50 % ibu hamil dengan sifilis dini. Kematian janin. Hasil konsepsi yang tidak sehat seringkali terjadi akibat IMS. 4-10 % pada ibu hamil yang tidak menderita ISR. BBLR dapat dijumpai pada:      10-25 % ibu hamil dengan vaginosis bacterial. lamanya infeksi. pneumonia neonatus. bayi berat lahir rendah (akibat prematuritas. 11-15 % pada perempuan dengan trikomoniasis. dan usia kehamilan pada saat perempuan terinfeksi. misalnya kematian janin (abortus spontan atau lahir mati).dengan pasangan yang telah terinfeksi. dapat ditemukan pada:    20-25 % ibu hamil yang menderita sifilis dini. dan infeksi congenital atau perinatal (kebutaan. atau retargasi pertumbuhan janin dalam rahim).

Ini merupakan kunjungan antenatalnya yang kedua kalinya. karena pasien mengeluhkan sering mual-muntah terutama di pagi hari dan pada saat mencium bau masakan yang menurutnya menyengat. datang ke bidan M tanggal 09-11-2010 dengan tujuan untuk memeriksakan kehamilannya. Askeb Kelompok 12 84 . R: 20 x/menit. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan bahwa TD: 100/70 mmHg.1 Kasus Trimester I Ny. HPHT 07-09-2010. Sehingga ibu malas untuk makan. S: 36.5 Contoh Kasus 2. N: 72 x/menit. Ini adalah kehamilannya yang pertama dan tidak pernah mengalami keguguran. Dan ibu mengeluh sering pusing pada saat bangun tidur.50 C.5. 2003) Selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36) dilakukan dua kali kunjungan. 2. komplikasi hamil trimester III 7) Rencana pengobatan 8) Nasehat tentang tanda-tanda inpartu. Ibu mengatakan bahwa tidak ada keluarga yang mempunyai penyakit keturunan.7 Menetapkan jadwal kunjungan sesuai dengan tahap perkembangan kehamilan  Menurut Manuaba: 1) Setiap dua minggu sekali sampai ada tanda persalinan 2) Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan 3) Diet 4 sehat 5 sempurna 4) Pemeriksaan USG 5) Imunisasi TT2 6) Observasi adanya penyakit yang menyertai kehamilan. kemana harus datang melahirkan  Menurut WHO (JHPIEGO. B usia 25 tahun. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan.4. Pasien mengatakan bahwa kehamilannya ini terasa mengganggu aktivitasnya sehari-hari.2.

persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan yang sekarang:  Mengalami mual muntah tapi yang mengganggu aktivitas. M 31 tahun buruh bangunan SMA Pendidikan : SMA Alamat : Pasir hayam RT/RW 02 / 03. kec: Pasir hayam.  Mengalami pusing pada saat bangun tidur. Dan ibu mengeluh sering pusing pada saat bangun tidur. Pengumpulan Data Subjektif  Anamnesa Identitas Istri Nama Usia Pekerjaan : Ny. kab: Cianjur Keluhan : sering mual-muntah terutama di pagi hari dan pada saat mencium bau masakan yang menurutnya menyengat. Askeb Kelompok 12 85 . B : 25 tahun : ibu rumah tangga Suami Tn. Sehingga ibu malas untuk makan.Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan? Jawab: 1. Riwayat haid:  Menarche : 13 tahun  Lamanya haid : 5-7 hari  Nyeri haid: ada  Haid terakhir : 07-09-2010 Riwayat kehamilan.

gravida 9-11 minggu. Assesment  Diagnosa fisiologis. serta pusing saat bangun tidur.tanda vital:           TD : 100/70mmHg N : 72 x /menit R : 20 x/menit S : 36. dengan keluhan yang masakan yang menyengat sehingga malas untuk makan. Pemeriksaan khusus obtstetri : tidak dilakukan 3.  Masalah : mual-muntah di pagi hari dan apabila mencium bau :G1P0A0.50C c. Pemeriksaan labolatorium Darah Golongan darah : B Hb : 10 g/dl e. Pengumpilan data objektif a.Riwayat kesehatan keluarga : Penyakit keturunan: tidak ada Penyakit kronis : tidak ada 2. Keadaan umum: kompos mentis b. Pemeriksaan umum: Kepala Mata Oedema muka Farises: tidak ada Reflex patella : + : tidak ada deformitas : tidak anemis : tidak ada d. Tanda. cara mengatasi mual-muntah. Askeb Kelompok 12 86 . dan cara mengatasi pusing saat bangun tidur.  Kebutuhan : konseling mengenai kebutuhan gizi ibu hamil pada trimester I.

dengan HPHT 02 Juni 2010 ibu mengeluh selalu merasa pusing setelah bangun dari duduk dan sering merasa kesemutan.5. yaitu 4 minggu kemudian. S: 37. Dan memberitahu cara mengatasi mual-muntah di pagi hari serta mualmuntah pada saat mencium bau masakan yang menyengat. usia kehamilan ibu diperkirakan 22 minggu 3 hari. kurang bundar dan kurang melenting  Leopold II: teraba bagian-bagian kecil disebelah kanan perut ibu. (Ibu mengerti dengan apa yang dikatakan oleh bidan dan bersedia mengikuti saran bidan). (Ibu mengerti). Setelah dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital. Planning  Memberitahukan keadaan klien yang sebenarnya bahwa keadaanya masih dalam batas normal. (Ibu mengerti dan bersedia mengikuti saran bidan)  Memberitahukan jadwal kunjungan selanjutnya.  Memberikan konseling tentang nutrisi bagi ibu hamil. 2. Dan memberitahukan bahwa keluhan yang dirasakan klien adalah keluhan yang fisiologis.2 Kasus Trimester II Ibu N 25 tahun datang ke bidanpada tanggal 07 November 2010 untuk dilakukan pemeriksaan antenatal.  Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat digoyangkan. Ini merupakan kehamilannya yang kedua dan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya. TD: 110/90 mmHg.  Memberikan konseling mengenai mobilisasi pada ibu hamil untuk mengurangi pusing pada saat bangun tidur. (Ibu mengerti dengan apa yang dikatakan oleh bidan).4.10 C N: 88 x/menit R: 20 x/menit Selain itu setelah dilakukan pemeriksaan leopold di dapatkan:  Leopold I: teraba lunak. teraba keras.  Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul Askeb Kelompok 12 87 .

dan  Merasa kesemutan pada kaki Riwayat kesehatan keluarga : Penyakit keturunan: tidak ada Askeb Kelompok 12 88 : Ny. Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan? Jawab: 1. kec: Pasir hayam. Pengumpulan data subjektif Anamnesa Istri Nama Usia Pekerjaan Alamat Cianjur Keluhan : sering merasa pusing setelah beranjak dari duduk dansering merasa kesemutan.  Mengalami pusing. kab: . A 31 tahun buruh bangunan : pasir hayam RT/RW 02 / 03. persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan yang sekarang:  Mengalami mual muntah tapi tidak mengganggu aktivitas. N : 25 tahun : ibu rumah tangga Suami Tn.Terdapat varises di kaki sebelah kiri ibu. Riwayat haid:  Menarche : 14 tahun  Lamanya haid : 6-7 hari  Nyeri haid: tidak ada  Haid terakhir : 02 juli 2010 Riwayat kehamilan.

Askeb Kelompok 12 89 . Pemeriksaan labolatorium Darah Golongan darah : A Hb:10g/dl e.Penyakit kronis : tidak ada 2. hidup. Tanda. Pemeriksaan umum: Kepala: tidak ada deformitas Mata : tidak anemis Oedema : tidak ada Pemeriksaan leopold Leopold I: teraba lunak.    Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul Farises: ada ( kaki kiri ) Reflex patella : + d. Keadaan umum: kompos mentis b.1 Nadi: 88x /menit Respirasi : 20x/menit c. intera uterin dengankeluhan fisiologis. janin tunggal.tanda vital:         Tekanan darah: 110/80mmHg Suhu: 37. Pengumpilan data objektif a. gravida 22 minggu 3 hari. Pemeriksaan khusus obtstetri DJJ : 140x/menit 3. Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat digoyangkan. Assessment  Diagnose :G2PIA0. teraba keras. kurang bundar dan kurang melenting Leopold II: teraba bagian-bagian kecil disebelah kanan perut ibu.

A Usia: 20 tahun Pekerjaan: ibu rumah tangga Alamat: Agrabinta. Hasil pemeriksaan laboratorium yaitu Golongan darah: O dan Hb: 8 g/dl Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan ? a.2oC. R: 21 x/menit. HPHT 1 April 2010.5. usia 20 tahun datang ke bidan untuk pemeriksaan antenatal. ibu mengeluh susah buang air besar sejak 3 hari lalu. cepat lelah dan merasa pusing jika duduk atau berdiri terlalu lama. Masalah : pusing setelah beranjak dari duduk dan kesemutan. Dilakukan pemeriksaan dengan hasil TD: 120/80 mmHg. Kasus 1: Ny. Planning  Memberitahukan ibu tentang cara ambulasi yang benar untuk mengatasi keluhanya (ibu mengerti dan dapat memperaktekannya). Pengumpulan data subjektif Nama: Ny. usia kehamilannya diperkirakan berusia 31 minggu. Cianjur Keluhan: susah buang air besar dan lemas Riwayat haid:  Menarche: usia 13 tahun  Siklus: 28 hari  Lamanya haid: 7 hari  Nyeri haid : ada  Haid terakhir: 1 April 2010 Askeb Kelompok 12 90 . 4. N: 78 x/menit. A. Ini merupakan kehamilannya yang pertama dan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya. seorang ibu rumah tangga. S: 36.3 Kasus Trimester III 1.  Kebutuhan: konseling bagaimana beranjak/ bangun yang benar untuk ibu hamil serta cara mengatasi kesemutan (ambulasi dan body mekanik). 2.

 Tekanan darah: 120/80 mmHg Suhu: 36.Riwayat kehamilan. Lidah : pucat. Xyphoideus dan pusat  Palpasi:  Payudara: teraba lebih menegang  Leopold I: teraba lunak. Pengumpulan data objektif a. b. Pemeriksaan khusus obstetric:  Inspeksi:  Muka: terdapat kloasma gravidarum  Dinding abdomen : terdapat linea nigra  Tinggi pundus uteri: pertengahan antara proc.2oC Nadi: 78 x/menit Respirasi: 21 x/menit Pemeriksaan umum yang dipandang perlu: Kepala: tidak ada deformitas atau benjolan. Oedema: tidak ada Reflex patella: + Pemeriksaan laboratorium Darah: Golongan darah: O Hb: 8 g/dl e. kotor.tanda vital:     c. Mata: konjungtiva pucat. Keadaan umum: compos mentis Tanda.      d. persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan sekarang:   Mengalami mual muntah pada trimester awal riwayat kesehatan keluarga: penyakit keturunan: tidak ada b. kurang bundar dan kurang melenting Askeb Kelompok 12 91 .

 Menyarankan ibu untuk banyak beristirahat. seorang ibu rumah tangga. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan bahwa ibu mengalami sembelit yang biasa terjadi pada trimester III dan anemia sedang. Ibu mengeluh sering sakit kepala. Leopold II: teraba bagian-bagian kecil disebelah kanan perut ibu. 2. gravid 31 minggu. B. usia kehamilannya diperkirakan berusia 30 minggu.  Memberitahukan ibu jadwal kunjungan yang selanjutnya. Ibu mengerti. janin tunggal hidup intra uterin dengan anemia ringan  Masalah potensial: anemia berat  Tindakan segera: pemberian tablet penambah darah d.  Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat digoyangkan. Kasus 2 Ny. usia 18 tahun datang ke bidan untuk memeriksakan kehamilannya.  Menyarankan ibu untuk banyak mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran. Dari kasus diatas apa yang harus dilakukan oleh seorang bidan ? Askeb Kelompok 12 92 . teraba keras.  Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul. HPHT 7 April 2010. Ibu dapat memahami penjelasan yang diberikan. Ini merupakan kehamilannya yang pertama dan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya. Ibu bersedia. Assesment  Diagnose : G1P0A0.  Auskultasi:  DJJ: 130 x/menit  Bising usus ibu: 8 x/menit c.  Memberikan ibu tablet Fe untuk meningkatkan Hb ibu. Ibu mengerti. Planning  Memberitahukan keadaan ibu yang sebenarnya.

Keadaan umum: compos mentis Tanda. B Usia: 18 tahun Alamat: Cidaun. sakit kepala yang hebat dan mata berkunang-kunang Riwayat haid:  Menarche: usia 13 tahun  Siklus: 28 hari  Lamanya haid: 7 hari  Nyeri haid : ada  Haid terakhir: 7 april 2010 Riwayat kehamilan. Pengumpulan data subjektif Nama: Ny.tanda vital:       Askeb Kelompok 12 Tekanan darah: 140/90mmHg Suhu: 36. b. Pengumpulan data objektif a. Pemeriksaan umum yang dipandang perlu: Kepala: tidak ada deformitas atau benjolan.2oC Nadi: 78 x/menit Respirasi: 21 x/menit c.1. persalinan dan nifas yang lalu: tidak ada Kehamilan sekarang:   Mengalami mual muntah pada trimester awal riwayat kesehatan keluarga: penyakit keturunan: keluarga memiliki riwayat hypertensi. Cianjur Pekerjaan: ibu rumah tangga Keluhan. 2. Mata: konjungtiva merah muda 93 .

  

Oedema: + di tangan dan di tungkai Reflex patella: +

d. Pemeriksaan laboratorium Darah: Golongan darah: O Hb: 11 g/dl  urin Protein urin: + e. Pemeriksaan khusus obstetric:  Inspeksi:  Muka: terdapat kloasma gravidarum  Dinding abdomen : terdapat linea nigra  Tinggi  pundus uteri: pertengahan antara proc.

Xyphoideus dan pusat Palpasi:  Payudara: teraba lebih menegang  Leopold I: teraba lunak, kurang bundar dan kurang melenting  Leopold II: teraba ada tahanan, keras seperti papan disebelah kanan perut ibu.  Leopold III: bagian terbawah janin masih dapat

digoyangkan, teraba keras.  Leopold IV: bagian terbawah belum memasuki pintu atas panggul. 

Auskultasi:  DJJ: 130 x/menit  Bising usus ibu: 24 x/menit

3. Assesment  Diagnosa : G1P0A0, gravid 30 minggu, janin hidup tunggal intrauterine dengan preeklampsi ringan.  Masalah potensial : preeklampsi berat Askeb Kelompok 12 94

 Kebutuhan : konseling tentang nutrisi dan pemantauan tekanan darah 4. Planning  Menjelaskan keadaan ibu yang sebenarnya bahwa ibu mengalami preeklampsi ringan. Ibu dapat memahami.  Menelaskan kemungkinan masalah potensial yang dapat terjadi dan tanda-tandanya. Ibu dapat memahami penjelasan yang diberikan.  Memberikan konseling tentang nutrisi bagi ibu hamil dan diet rendah garam. Ibu memahami penjelasan.  Memberikan konseling tentang mobilisasi pada ibu untuk mengurangi pusing dan sakit kepala. Ibu mengerti.  Melakukan pemantauan tekanan darah ibu. Ibu bersedia.  Memberitahukan jadwal kunjungan ibu yang selanjutnya. Ibu mengerti.

Askeb Kelompok 12

95

BAB III KESIMPULAN Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya, masa ini merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan seorang wanita karena terjadi banyak perubahan baik secara fisik maupun psikologi. Tugas seorang bidan adalah memberikan asuhan yang komprehensif atau asuhan yang menyeluruh pada ibu hamil yang dimulai dari trimester I, trimester II dan trimester III, memahami segala kebutuhannya dan mengantisipasi bahaya yang mungkin terjadi selama kehamilan tersebut agar dalam proses menjalani kehamilannya ibu tidak mengalami penyulit-penyulit yang dapat mengganggu perkembangan janin. Selain itu bidan harus memberikan jadwal kunjungan pada ibu, agar asuhan yang diberikan komprehensif dan berkesinambungan. Sehingga keadaan dan perkembangan ibu serta janinnya dapat terpantau dan dapat mendeteksi secara dini kemungkinan bahaya yang akan terjadi di setiap trimesternya. Dan bidan harus mampu memberikan pendidikan kepada ibu saat kehamilan berlangsung, yang meliputi:  Pendidikan mengenai nutrisi ibu hamil  Pendidikan mengenai sekualitas ibu hamil  Kebutuhan istirahat  Ketidaknyamanan di setiap trimester  Personal hygiene  Tanda bahaya di setiap trimester.

Askeb Kelompok 12

96

com/2009/04/04/askeb-ancpemeriksaan-kehamilan/ http://id.pkmi-online. 2009. Tips Serdas Dalam Kehamikan. 2003.. 2008.T. Yogyakarta: Cemerlang Publishing Matteson. Women’s Health During The Childbearing Years.pdf Askeb Kelompok 12 97 .DAFTAR PUSTAKA A.wordpress. Senam Hamil & Ballita. 2006. 2001.com/download/ASUHAN%20ANTENATAL. Hanny dan Amiruddin Aam.html http://www. Jakarta: EGC Depkes RI.Novaria & T. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Fitrianingsih. Obstetri Williams edisi 21.com/2009/05/mengembangkan-perencanaan-asuhan. USA: Mosby Ronosulistyo. 2006. Jakarta: Direktorat Keperawatan & Teknisian Medik. M. Endang Susilowati.P Budi.blogspot. Lebih Jauh Tentang Kehamilan. Gary. Miriam. 2007. 2006. Magelang: Pustaka Horizone http://ayurai. Dwi dan Akhsin Zulkoni.com/kesehatan/54-10-makanan-kaya-asam-folat-untuk-tubuh-kita.org/wiki/Asam_folat http://ucin-rastafara. Jakarta: Edsa Mahkota Indriarti.I.bayisehat. Yogyakarta: Oryza Cunningham. FARMAKOLOGI Obat-obat Dalam Praktek Kebidanan. Peggy Sherblom. Kehamilan yang Didamba.html http://wongapik. Yogyakarta: Mulia Medika Hadi.wikipedia.html http://www. dkk.com/pregnancy-mainmenu-39/216-pentingnya-asam-folat. Bandung: Khazanah Intelektual Stoppard. 2007. Standar Asuhan Kebidanan Bagi Bidan Di Rumah Sakit Dan Puskesmas. Buku Pintar Kehamilan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful