MENINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH (TAS) DALAM MENGELOLA ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN MELALUI PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI

MANAJER
Disusun sebagai laporan akhir kegiatan On The Job Learning pada Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah Periode : 15 September s/d 15 November 2011

Nama NIP

: Drs. H. SYARIFUDDIN, M. Pd. : 19690101 199412 1 007

Unit Kerja : SMP NEGERI 1 BINAMU

PILOTING PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN JENEPONTO

PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2011

ii

Kata Pengantar
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam dan segala isinya, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Shalawat dan taslim senantiasa tercurah atas junjungan Nabiyyullah Muhammad SAW. Berkat curahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT jualah, sehingga laporan akhir kegiatan On The Job Learning (OJL) pada Pendidikan dan Pelatihan Calon Kepala Sekolah yang berjudul “Meningkatkan Dalam Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) Mengelola Administrasi

Kepegawaian Melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer” ini dapat diselesaikan dengan baik. Dalam proses penyusunan hingga penyelesaian laporan ini, merupakan suatu pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi penulis. Walau diakui terasa sangat melelahkan, namun berkat bantuan, bimbingan, dan dorongan dari berbagai pihak, khususnya Bapak dan Ibu pendamping Diklat, Alhamdulillah akhirnya laporan kegiatan OJL ini selesai juga. Oleh karena itu, penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Dr. Andi Muliati, MM., Ir. A. Makmur, M. Sc., Ph. D., Drs. Yuli Cahyono, M. Pd., dan Drs. Ahkam Zubair, M. Pd. atas bimbingan dan arahannya. Demikian pula ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis haturkan kepada Drs. H. Mukhtar Nonci, S. Sos., M. Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jeneponto yang telah banyak membantu sejak awal seleksi sampai pelaksanaan diklat selesai. Ucapan terima kasih juga penulis haturkan kepada Dra. Hj. Rahmawati, M.Si. selaku Kepala Bidang ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jeneponto yang menjadi penanggungjawab pelaksanaan diklat calon kepala sekolah yang telah banyak membantu sejak seleksi sampai pelaksanaan diklat selesai.

iii

Ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada Ferawati Azis, SS., M. Pd. selaku Kepala Seksi Diklat Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jeneponto yang menjadi ketua pelaksana diklat. Beliau telah banyak membantu dan melayani peserta diklat sejak awal seleksi sampai kegiatan diklat calon kepala sekolah selesai dilaksanakan. Ucapan terima kasih terkhusus penulis sampaikan kepada Drs. Syahrir Saini sebagai Kepala SMP Negeri 1 Binamu dan H. Saripuddin D., S. Pd., SE., MM. Sebagai Kepala SMP Negeri Khusus Jeneponto yang telah banyak membantu, memberikan masukan dan bimbingan selama pelaksanaan magang pada kegiatan OJL. Teristimewa, ucapan terima kasih penulis haturkan kepada adinda Rahmawati Sainong, S. Pd. sebagai guru yunior SMPN 1 Binamu yang bersedia diobservasi pada kegiatan supervisi akademik peserta diklat calon kepala sekolah. Tak terlupakan, ucapan terima kasih penulis sampaikan pula kepada guru-guru dan pegawai SMPN 1 Binamu dan SMPN Khusus Jeneponto yang telah banyak membantu memberikan data dan informasi kepada penulis dalam melakukan kajian-kajian dan pelaksanaan rencana tindak kepemimpinan calon kepala sekolah. Terakhir, ucapan terima kasih yang tak terhingga penulis sampaikan kepada semua teman peserta diklat calon kepala sekolah kabupaten Jeneponto tahun 2011 atas kerja sama yang terbangun selama ini mulai dari awal seleksi sampai kegiatan OJL berakhir. Kiranya laporan kegiatan OJL ini dapat bermanfaat, dan semoga segala bantuan, pengorbanan dan dorongan yang diberikan oleh berbagai pihak, mendapat ganjaran dan pahala dari Allah SWT, Amin. Penulis,

iv

..3 C..... RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN .............. Daftar Lampiran....................................... 25 D........................................................................ KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG . Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer..................................... Saran ............. BAB II... BAB I............................................................................. 30 A...... Kesimpulan ........ 27 BAB IV........................... Kajian Hasil On The Job Learning (OJL) .............................. Profil SMPN Khusus Jeneponto... 17 B......... KESIMPULAN DAN SARAN .................. Permasalahan yang di Temukan di Lapangan..... 30 v ................ Kata Pengantar ....................................................................................... Profil SMPN 1 Binamu................ 3 4 4 i ii v 1 1 B............................ A.............. 16 BAB III............................................................................ 30 B. Kompetensi Sasaran .............. Peningkatan Kompetensi Hasil AKPK di SMP Negeri Khusus Jeneponto .............. 10 C.............................. A................................. B.. PENDAHULUAN .......Saran ... 21 C........................................................................................................... Implementasi Program...............................Daftar Isi Halaman Halaman Judul .................................. 17 A............................ Tujuan .................................... Latar Belakang......................................................................................................................

............. 23.. 16.. 13.. Halaman 2... 40 Analisis hasil indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ........................... 14...... 58 Analisis hasil indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian Sekolah Magang lain .. 17............... 50 Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi 2 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian .......................... 22........ 8...... 11................. 5.................................................... 6............... 18.....Daftar Lampiran Nomor 1........................ 12......... 15...................... 81 Laporan Pelaksanaan Supervisi Akademik/Observasi Guru Yunior Laporan Hasil Kajian RKS-RKJM Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Kurikulum Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Laporan Hasil Kajian Sarana dan Prasarana Sekolah Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Peserta Didik Laporan Hasil Kajian Pengelolaan Keuangan Laporan Hasil Kajian Pembinaan TAS Laporan Hasil Kajian Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Laporan Hasil Kajian Monitoring dan Evaluasi Program Hasil Penyusunan Silabus..... 78 Foto-foto Kegiatan Pembimbingan TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ........ 10............... 24......................... 42 Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi 1 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian. 20............. 72 Daftar Hadir Pembimbingan TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ............................. 66 Analisis hasil Monitoring dan Evaluasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian Sekolah Magang lain .......... 36 Instrumen Monitoring dan Evaluasi 1 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian........ 4...................................... 7. 32 Instrumen Indentifikasi Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ............. 3................................ RPP dan Bahan Ajar Dafar Hadir dalam Kegiatan On The Job Learning (OJL) Foto-foto Kegiatan di Sekolah Magang vi . 38 Instrumen Monitoring dan Evaluasi 2 Kompetensi TAS Mengelola Administrasi Kepegawaian ... 9. Rencana Tindak Kepemimpinan ....................... 21....... 19................................................

juga dituntut untuk membina dan mengelola seluruh komponen sekolah lainnya seperti tenaga adminstrasi sekolah. Kepala sekolah adalah guru yang diserahi tugas tambahan untuk memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Sebagai seorang guru. kepala sekolah sejatinya adalah juga pendidik yang harus mampu membina guru-guru disekolahnya menjadi guru kreatif dan selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Tuntutan-tuntutan ini adalah merupakan tugas-tugas yang baru bagi seorang guru yang diserahi tugas tambahan kepala sekolah. Dengan adanya tugas tambahan tersebut. Disisi lain. tujuan utama sekolah berupa peningkatan mutu pendidikan hanya dapat diraih jika seluruh komponen sekolah dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing melalui pembinaan dan pengelolaan seorang kepala sekolah yang profesional. tenaga perpustakaan. kepala sekolah tidak hanya dituntut untuk membina guru saja. tetapi lebih dari itu. Diperlukan waktu yang cukup 1 . Latar Belakang Sekolah sebagai tempat pelaksanaan proses belajar mengajar perlu dikelola secara baik dan benar. Keberhasilan suatu sekolah mencapai tujuan yang diharapkan sangat tergantung kepada bagaimana model pengelolaan terhadap segala sumber daya yang dimiliki sekolah tersebut. Karena begitu banyaknya tugas-tugas baru seorang kepala sekolah maka untuk menjadi seorang kepala sekolah yang profesional tentu tidaklah mudah. tenaga laboratorium dan lain sebagainya.BAB I PENDAHULUAN A. Sumber daya sekolah yang memadai bukan jaminan akan mewujudkan harapan-harapan warga sekolah yang telah dirumuskan menjadi tujuan sekolah tersebut jika kepala sekolah sebagai pimpinan tidak mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.

supervisi. Peraturan pendidikan (permendikas) Republik Indonesia nomor 28 tahun 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah memberikan angin segar bagi peningkatan profesionalisme seorang kepala sekolah ataupun calon kepala sekolah. Dalam permendiknas tersebut dijelaskan bahwa seorang guru yang telah dinyatakan lulus seleksi calon kepala sekolah diharuskan mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai kegiatan pemberian pengalaman pembelajaran teoretik maupun praktik yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan pengetahuan.untuk belajar bagaimana melaksanakan tugas-tugas yang baru tersebut. kewirausahaan. manajerial. pembimbingan dan pembinaan bagi calon kepala sekolah merupakan upaya-upaya yang mesti dilakukan oleh pihak terkait dalam rangka melahirkan pemimpin sekolah yang berkualitas yang diharapkan menteri mampu untuk nasional memimpin dan mengelola sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. sikap dan keterampilan pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian. Jumlah kompetensi ini merupakan jumlah terbanyak dibandingkan dengan kompetensi pada dimensi kompetensi kepribadian. sumber menggerakkan. Berdasarkan permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kompetensi manajerial kepala kepala sekolah sekolah menetapkan merupakan dimensi dimensi kompetensi kompetensi yang menuntut 16 kompetensi. mengembangakan memberdayakan. supervisi dan sosial. SMPN 1 Binamu sebagai sekolah tempat mengajar penulis misalnya. meningkatkan mutu pendidikan di sekolah sangat bergantung kepada kompetensi manajerial seorang kepala sekolah. kewirausahaan. dan sosial. memiliki 20 tenaga kependidikan yang berfungsi sebagai tenaga administrasi sekolah merupakan SDM yang cukup untuk 2 . Tingkat kemampuan daya kepala sekolah sekolah dalam dalam dan usaha mengarahkan. Pelatihan.

sarana dan prasarana. produksi dan jasa. maka penulis mengangkat tema tulisan dengan judul “Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer” B. menemukan beberapa tenaga administrasi sekolah hanya datang kemudian pulang tanpa berbuat sesuatu. Sebahagian lagi malas masuk kantor dengan alasan tidak ada yang mereka bisa kerjakan.terlibat dalam usaha meningkatkan pelayanan pendidikan menuju peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Pendidikan dan pelatihan yang dijalani calon kepala sekolah dalam kegiatan tatap muka (in servis-1) dalam kurun waktu 70 jam merupakan modal awal untuk menjalani praktek lapangan on the job learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan. pengelolaan peserta didik. pengelolaan pendidikan dan tenaga kependidikan. pembinaan tenaga administrasi sekolah. monitoring dan evaluasi serta program supervisi akademik. Kegiatan OJL penting bagi peserta diklat untuk mempraktekkan kompetensi yang telah dipelajari selama kegiatan tatap muka. RKAS/RKJM. Namun kenyataannya. maka penulis akan mengangkat tema tulisan yang terkait dengan dimensi manajerial kepala sekolah. SDM yang demikian besar seakan tidur tanpa memperlihatkan prestasi kerjanya. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai berdasarkan tema yang diangkat dalam tulisan ini adalah: 3 . Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama mengabdi di SMPN 1 Binamu. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas. pengelolaan keuangan. Sehubungan dengan hasil penilaian analisis kebutuhan pengembangan keprofesian (AKPK) penulis sebagai peserta diklat calon kepala sekolah yang menemukan kelemahan terbanyak pada dimensi manajerial. Dalam OJL dipraktekkan bagaimana mengkaji pengelolaan kurikulum sekolah. pemanfaatan TIK.

32 Bontosunggu kelurahan Empoang kecamatan Binamu yang diapit oleh dua perkantoran pemerintah yaitu kantor Bupati Jeneponto dan kantor KPU. Kompetensi Sasaran Berdasarkan hasil analisis AKPK penulis yang menyimpulkan kelemahan terbesar pada dimensi kompetensi manajerial. C. Sekolah ini merupakan sekolah tertua di kabupaten Jeneponto untuk sekolah tingkat menengah pertama dan sudah banyak mencetak alumni-alumni yang menduduki jabatan-jabatan penting. Setiap ruang kelas menampung rata-rata sebanyak 36 siswa. maka sasaran yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah pengembangan dimensi kompetensi manajerial kepala sekolah melalui pembinaan tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. Profil SMPN 1 Binamu SMPN Binamu berlokasi di jalan Lanto Daeng Pasewang no. baik di pemerintahan. Untuk mengetahui tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. Tahun pelajaran 2011/2012 ini SMPN 1 Binamu membina sebanyak 1043 siswa yang terbagi ke dalam 30 rombongan belajar dengan masing-masing 10 rombongan belajar pertingkatan kelas. Sekolah ini dibangun pada tahun 1960 di atas lahan seluas 8065 m2 dan mulai beroperasi tahun 1961 dengan nama SMP 1 Jeneponto. Untuk meningkatkan kompetensi tenaga administrasi sekolah (PAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. 2. 4 . legislatif ataupun diperusahaan-perusahaan swasta.1. BAB II KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG A.

pidato (putra dan putri). 10 kamar WC siswa. 1 ruang kepala sekolah. Standar Isi SMPN 1 Binamu telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertim-bangkan karakter daerah. 3 kamar WC guru. Biologi. 1 ruang wakil-wakil kepala sekolah. 1 ruang BK. kebutuhan sosial masyarakat. 2 gedung perpustakaan. dan kebutuhan pembelajaran. 1 ruang OSIS. juara II inovasi pembelajaran tingkat nasional. 1 pos keamanan. Bahasa dan Komputer. 2 kantin dan 1 aula mini. 1 gedung mushallah. baca puisi (putra dan putri) pada acara HARDIKNAS tahun 2009. Prestasi guru yang diraih SMPN 1 Binamu empat tahun terakhir yaitu juara I tiga tahun berturut-turut guru berprestasi tahun 2007-2009 dan juara II tahun 2010 tingkat kabupaten Jeneponto. Mata pelajaran bahasa daerah Makassar dan baca tulis al-qur’an adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah yang merupakan kebutuhan sosial masyarakat Jeneponto yang mayoritas beragama Islam yang ingin melestrasikan bahasa daerah Makassar. kondisi budaya. Alokasi waktu mata 5 . Sekolah ini memiliki sarana dan prasana laboratorium yang cukup yaitu laboratorium Fisika. Kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional dan dua mata pelajaran muatan lokal. Sedangkan prestasi siswa yaitu juara I lomba mengarang. usia peserta didik. 1 ruang guru.SMPN 1 Binamu kini memiliki guru sebagai tenaga pendidik dan tenaga administrasi sekolah yang cukup memadai. Kinerja SMPN 1 Binamu dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Sekolah juga memiliki 30 ruang belajar. Jumlah guru sebanyak 54 orang dengan rincian 44 guru PNS dan 10 orang non PNS sedang jumlah tenaga asministrasi sebanyak 20 orang yang terdiri dari 8 orang PNS dan 12 orang non PNS. 1 ruang multimedia.

Pemenuhan akan kebutuhan pengembangan pribadi siswa dilakukan dengan menyediakan layanan bimbingan dan konseling (BK). PKn. Satu jam pelajaran setara 40 menit. TIK. OSIS. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan. sehingga total jumlah jam pelajaran tatap muka sebanyak 32 jam pelajaran per rombel × 30 rombel = 960 jam pelajaran perminggu. Bahasa Daerah Makassar dan BTQ masing-masing 2 jam pelajaran. Jumlah jam pelajaran perminggu 32 jam pelajaran per kelas. LDK. karate. Jumlah tenaga konseling yang dimiliki berjumlah 4 yang masing-masing memiliki program rencana dan pelaksanaan layanan BK. Bahasa Inggris. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti ulangan perbaikan. Dalam hal ini setidaknya sekolah 6 . Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran terjadual disore hari. Artinya setiap guru BK memberikan layanan rata-rata kepada 261 orang siswa. Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. basket dan sepak bola. Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. Mata pelajaran yang diujinasionalkan yaitu Bahasa Indonesia. Seni Budaya. Penjas. Pengembangan diri memperoleh alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pelajaran.pelajaran Pendidikan Agama. PMR. Empat guru BK belum sebanding dengan siswa yang berjumlah 1043 orang. Matematika dan IPA masing-masing 4 jam pelajaran. Mata pelajaran IPS juga diberikan alokasi waktu 4 jam pelajaran. Program kegiatan ektra kurikuler yang disediakan diantaranya pembinaan kepramukaan.

dan panduan penyusunan KTSP. guru-guru dalam dan silabus dan RPP sebahagian sudah menggunakan metode yang inspiratif. Jeneponto. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahanperubahan. Diakui bahwa masih silabus yang dikembangkan dari oleh guru-guru lain belum dengan sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian mencontoh silabus sekolah-sekolah beberapa perbaikan-perbaikan. Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri nilai-nilai. penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM). Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. 2. Standar Proses Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI). Metode interaktif. masyarakat 7 . Seperti halnya dengan silabus. pembelajaran yang dirancang kreatif. menyenangkan. Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal.masih membutuhkan tenaga konseling sebanyak 1 atau 2 orang guru BK. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). menantang dan norma-norma yang ada dalam ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa.

wakil kepala sekolah dan guru senior yang berkompeten. SMPN 1 Binamu melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan ramadhan bekerja sama dengan pondok pesantren IMMIM Putra Makassar. Umur penggunaan buku-buku paket yang singkat sangat terkait dengan kepribadian siswa yang senang merusak atau menghilangkan buku-buku yang dipinjamkan.41 dan 8. Sebahagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.24 serta IPA 7.95. Kecuali untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. 3. kepala SMPN 1 Binamu. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 8 .memotivasi siswa. pengawas. Selain itu. dapat dikatakan bahwa hasil ini menggambarkan adanya peningkatan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL. 4. Buku-buku yang disediakan sekolah paling lama bertahan satu atau dua tahun dimanfaatkan oleh siswa. melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Bahasa Inggris 7. Matematika 7. Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.47 dan 5.13. Standar Kompetensi Lulusan Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2009/2010 dan tahun 2010/2011 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 6. Keterbatasan jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah mengakibat-kan terbatasnya sumber belajar dari buku.81 dan 7.62. sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu. Kebijakan pelarangan penjualan buku paket di sekolah dan terbatasnya anggaran pengadaan buku paket sangat merugikan siswa sendiri.27 dan 8. Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat Jeneponto. baik guru ataupun siswa.

Jumlah buku teks pelajaran masih kurang dari jumlah siswa. Standar Sarana dan Prasarana SMPN 1 Binamu memiliki luas lahan 8065 m2 dengan jumlah gedung sebanyak 13 unit yang terdiri dari 2 unit gedung berlantai dua dan 11 unit gedung berlantai satu. 2 rak buku. 9 . 1 set sound system dan 1 buah jam dinding. SMA sebanyak 80% dan SMP sebanyak 5%. 5. biologi. 1 papan white board. Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 30 ruang kelas dengan luas masing-masing 63 m2 per ruang kelas. 6 lemari buku. Ruang perpustakaan terdiri dari dua unit dengan luas masing-masing (10× 15) m2. satu meja dan kursi guru. masing-masing satu meja dan kursi untuk setiap siswa. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board dan black board. bahasa dan komputer. Laboratorium komputer memiliki jaringan LAN yang terkoneksi dengan jaringan internet speedy schoolnet dari jardiknas dan dilengkapi dengan 2 buah pendingin udara. Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 1 Binamu belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masing-masing.Jumlah guru yang mencapai 54 orang dan tenaga administrasi sekolah sebanyak 20 orang sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah. 1 set kursi dan meja tamu. satu meja panjang dan 4 kursi untuk tempat pimpinan rapat pertemuan. Guru yang sudah berkualifikasi minimal S1 sebanyak 93% sedangkan pegawai administrasi berkualifikasi S1 sebanyak 15%. Laboratorium yang dimiliki terdiri dari laboratorium fisika. Ruang guru berukuran (18 × 7) m2 memuat 35 pasang meja dan kursi guru. 1 kamar kecil (WC).

Ruang wakil kepala sekolah berukuran (4× 5)m2 terdapat 5 pasang meja dan kursi. 1 set komputer PC. Standar Pengelolaan Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMP Negeri 1 Binamu sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui beberapa cara diantaranya menuliskannya ditembok dinding sekolah. Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha. Demikian pula dengan disosialisasikan kepada warga sekolah. rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana rencana kegiatan kerja dan jangka anggaran menengah sekolah (RKJM) (RKAS) belum belum disosialisasikan kepada warga sekolah. 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah. kantin. kantin kejujuran. Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office. 1 set kursi tamu.Ruang kepala sekolah berukuran (4× 5)m2 terdapat 1 kamar kecil (WC). gudang. ruang guru BK. dipasang di blog guru. 1 lemari piala. mushallah. Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa. Rencana kerja sekolah (RKS). Sekolah belum pernah melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun masih mengacu pada cara lama namun sudah mengelompokkan ke dalam delapan standar. 6. 3 buah lemari buku. Sebagian data dan 10 . dan melalui persuratan. ruang UKS. jamban (WC) siswa. 1 set komputer PC. 1 pendingin udara dan dilengkapi dengan jaringan internet speedy schoolnet. 2 lemari buku. dan 1 pendingin udara.

8. jardiknas Jeneponto ataupun blog guru. Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten Jeneponto. Penyusunan rencana keuangan sekolah belum dilakukan secara transparan. kenaikan kelas. Laporan keuangan sekolah hanya ditujukan kepada pemerintah sebagai pemberi dana. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian.informasi sekolah dapat diakses melalui telepon. ulangan tengah semester. Standar Penilaian Pendidikan Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penyusunan RKAS belum melibatkan secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan. Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru. Setiap 11 . ulangan akhir semester. Standar Pembiayaan SMPN 1 Binamu mempunyai RKAS namun hanya disusun oleh kepala sekolah. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. 7. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. namun demikian tetap mempertimbangkan usulan-usulannya. ujian sekolah dan ujian nasional. beberapa guru dan bendahara sekolah. Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan. efisien dan akuntabel.

guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. unggul sebagai pattabba’ 12 . kebutuhan sosial masyarakat. Standar Isi SMPN Khusus Jeneponto telah memiliki kurikulum sendiri yang dikembangkan dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertimbangkan karakter daerah. SMPN Khusus Jeneponto dibangun untuk membina khususnya putra-putri Jeneponto yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata. dan kebutuhan pembelajaran. Ketiga sekolah ini dipimpin oleh satu orang kepala sekolah yang kini dijabat oleh H. B. Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya. Kinerja SMPN Khusus Jeneponto dilihat dari pencapaian delapan standar pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Kebijakan pemerintah kabupaten Jeneponto dalam pendirian sekolah ini dimaksudkan untuk menjamin pembinaan siswa-siswa cerdas menjadi putra Jeneponto yang (penembak). usia peserta didik. Mata pelajaran bahasa daerah Makassar dan baca tulis al-qur’an adalah mata pelajaran muatan lokal sekolah yang merupakan kebutuhan sosial masyarakat Jeneponto yang mayoritas beragama Islam yang ingin melestrasikan bahasa daerah Makassar. kondisi budaya. Profil SMPN Khusus Jeneponto SMPN Khusus Jeneponto yang berlokasi di jalan Kesehatan nomor 101 Bontosunggu kecamatan Binamu didirikan berdasarkan surat keputusan Bupati Jeneponto nomor 134/VIII/2007 tahun 2007 bersama dua sekolah lainnya yaitu SLB Pembina dan SMAN Khusus Jeneponto. Saripuddin D.

Sama dengan di SMPN 1 Binamu. program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa SMPN Khusus juga belum berjalan secara sistematis sebagaimana mestinya. tenis meja. basket. Bahasa Daerah Makassar dan BTQ masing-masing 2 jam pelajaran. Jumlah jam pelajaran perminggu 3 jam per kelas. Satu jam pelajaran setara dengan 40 menit. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan. 13 . TIK.Kurikulum sekolah memuat 10 mata pelajaran muatan nasional dan dua mata pelajaran muatan lokal. Program kegiatan ektra kurikuler yang disediakan yakni pembinaan kepramukaan. PMR. Sedangkan mata pelajaran IPS diberikan alokasi waktu terbanyak yaitu 6 jam pelajaran dengan pertimbangan mata pelajaran IPS mempelajari tiga materi pokok yakni ekonomi. Penjas. OSIS. LDK. Bahasa Inggris. Matematika dan IPA masing-masing 4 jam pelajaran. sehingga total jumlah jam pelajaran tatap muka sebanyak 36 jam pelajaran per rombel × 3 rombel = 108 jam pelajaran perminggu. PKn. Pengembangan diri memperoleh alokasi waktu ekuivalen dengan 2 jam pelajaran. Alokasi waktu mata pelajaran Pendidikan Agama. Pembelajaran remedial dan pengayaan mestinya dilaksanakan diluar jam pelajaran secara terjadual disore hari. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi diri hanya diberikan mengikuti kesempatan ulangan belajar sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan dalam perbaikan. Seni Budaya. sejarah dan geografi. karate. futsal dan pembinaan kultum keagamaan. Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan pribadi siswa. bulutangkis. Mata pelajaran yang diujinasionalkan yaitu Bahasa Indonesia.

masyarakat 14 . Kegiatan pembelajaran yang dirancang dalam silabus belum membagi ke dalam bentuk tatap muka (TM). dan norma-norma yang ada dalam ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa. Standar Proses Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI). kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sudah menggunakan metode yang interaktif.Pemenuhan akan kebutuhan pengembangan pribadi siswa dilakukan dengan menyediakan layanan bimbingan dan konseling (BK). Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran baik mata pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Jeneponto. 2. Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri namun sebahagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa perbaikanperbaikan. penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Namun tentu ada juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri nilai-nilai. Seperti halnya dengan silabus. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP sekolah ataupun MGMP mata pelajaran. RPP yang disusun guru sebahagian masih meng-copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahanperubahan. Jumlah tenaga konseling yang dimiliki satu orang melayani 60 orang siswa. dan panduan penyusunan KTSP.

Jumlah buku referensi yang dimiliki sekolah masih sangat sedikit mengakibatkan terbatasnya sumber belajar dari buku.90 serta IPA 7.67 dan tahun 2010/2011 adalah 8. pengawas.14 dan 9. SMPN Khusus juga melaksanakan kegiatan pesantren kilat setiap bulan ramadhan. Kegiatan pesantren dikelola oleh pengurus OSIS dan dikoordinir oleh guru 15 .74. 3.08. Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.99 dan 8.inspiratif. kepala SMPN Khusus dibantu wakil kepala sekolah melakukan supervisi dan evaluasi proses pembelajaran. Hanya saja kegiatan supervisi belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. menantang dan memotivasi siswa. Perolehan rata-rata nilai UN memperlihatkan tingginya peningkatan untuk setiap mata pelajaran.48. Matematika 7. Rata-rata nilai UN semua mata pelajaran tahun 2009/2010 adalah 7. Standar Kompetensi Lulusan Perolehan rata-rata nilai ujian nasional tahun pelajaran 2009/2010 dan tahun 2010/2011 untuk masing-masing mata pelajaran berturut-turut Bahasa Indonesia 7. kreatif. Dapat dikatakan bahwa hasil ini menggambarkan adanya peningkatan pencapaian kompetensi siswa artinya siswa sudah memperlihatkan kemajuan yang jauh lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL.44 dan 8. Pemenuhan buku paket siswa terbentur pada terbatasnya anggaran pengadaan buku paket yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat ataupun daerah.49. Untuk mengembangkan nilai-nilai agama khusunya Islam dan budaya masyarakat Jeneponto. Pemerintah daerah yang mengeluarkan kebijakan pelarangan penjualan buku paket di sekolah memberi dampak kepada motivasi siswa dan orang tua untuk membeli buku paket sendiri. Bahasa Inggris 8. menyenangkan.10 dan 8.

Laboratorium komputer memuat 12 unit komputer tetapi sebahagiannya sudah ada yang tidak berfungsi. 6 lemari buku. 1 set komputer PC. 4. serta 20 meja dan kursi untuk siswa. sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu. Laboratorium lain yang dimiliki hanya laboratorium IPA dan Bahasa. Ruang kepala sekolah berukuran (4× 5)m2 terdapat 1 kamar kecil (WC). dan 1 pendingin udara. 1 pasang meja dan kursi kepala sekolah. Ruang guru berukuran (9 × 7) m2 memuat 7 pasang meja dan kursi guru. Guru yang berkualifikasi S1 sebanyak 67%. Ruang perpustakaan yang berukuran (10 × 15) m2 yang dibangun khusus untuk kegiatan perpustakaan sekolah sebahagiannya dimanfaatkan untuk fungsi laboratorium komputer. Standar Sarana dan Prasarana Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 3 ruang kelas dengan luas masing-masing 63 m2 per ruang kelas. 5. satu meja dan kursi guru. 16 .agama Islam. 2 lemari buku. Selain itu. Setiap ruang kelas masing-masing memiliki satu white board. 1 set kursi tamu. Jumlah buku teks pelajaran ataupun buku bacaan umum masih sangat kurang. Sedangkan pegawai administrasi berkualifikasi S1 sebanyak 20% dan SMA sebanyak 80%. 1 papan white board. berkualifikasi S2 sebanyak 33%. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Jumlah guru yang dimiliki sebanyak 18 orang dan tenaga administrasi sekolah sebanyak 10 orang sudah memenuhi standar jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sekolah. Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMPN Khusus Jeneponto belum terukur karena belum ada hasil penilaian yang mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi masingmasing. baik guru ataupun siswa. dan 1 buah jam dinding.

masyarakat ataupun pemangku kepentingan melalui rapat komite sekolah dan melalui persuratan. 7. ruang UKS. Pengumpulan dan penggunaan data sudah menggunakan sistem informasi berbasis ICT program office. 6. Rencana kerja sekolah (RKS). jardiknas Jeneponto ataupun blog SMPN Khusus Jeneponto.Sedangkan ruang wakil kepala sekolah berukuran (7 × terdapat 5 pasang meja dan kursi. Kegiatan supervisi belum dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan sehingga masih sulit untuk mengukur dan menilai kinerja untuk melakukan perbaikan-perbaikan terutama dalam peningkatan hasil belajar siswa. Sebagian data dan informasi sekolah dapat diakses melalui telepon. Sekolah belum mampu untuk mencari sumber keuangan 17 . RKAS yang disusun berdasarkan rekomendasi dari evaluasi diri sekolah (EDS) yang mengacu pada pengelompokan ke dalam delapan standar pendidikan. rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana kerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. ruang guru BK. 2 buah lemari buku. Standar Pengelolaan Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMPN Khusus Jeneponto sudah disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa dana BOS APBN dan dana pendidikan gratis pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah kabupaten Jeneponto. jamban (WC) siswa. kantin kejujuran. lapangan olahraga. mushallah. 6)m2 Sarana dan prasana sekolah lainnya adalah ruang tata usaha. Standar Pembiayaan SMPN Khusus Jeneponto mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala sekolah dan guru-guru dengan mempertimbangkan masukan-masukan dari siswa dan komite sekolah. rumah guru dan asrama siswa.

Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan rencana yang telah dibuat oleh sebahagian guru. kenaikan kelas. Permasalahan yang Ditemukan di Lapangan Pelaksanaan kegiatan on the job learning bagi peserta diklat calon kepala sekolah di sekolah-sekolah magang merupakan pembelajaran dan arena latihan dalam melakoni sebagian peran dan fungsi seorang kepala sekolah. Penyusunan rencana keuangan sekolah belum dilakukan secara transparan. 18 . Hasil penilaian dijadikan dasar bagi sebahagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran berikutnya. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. efisien dan akuntabel. Hasil penilaian sebahagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk perbaikan.lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling menguntungkan dengan dunia usaha dan industri. Laporan keuangan sekolah hanya ditujukan kepada pemerintah sebagai pemberi dana. ulangan tengah semester. Standar Penilaian Pendidikan Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian. C. Tak jarang kami menemukan beberapa permasalahan. ujian sekolah dan ujian nasional. Penulis sudah berusaha beradaptasi dengan warga sekolah tempat magang tetapi ternyata melakoni peran kepala sekolah bukanlah hal mudah. Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian. ulangan akhir semester. 8.

Meningkatkan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) dalam Mengelola Administrasi Kepegawaian melalui Peran Kepala Sekolah Sebagai Manajer. diantaranya Masalah adalah lainnya kurang adalah tersedianya data-data atau informasi yang penulis butuhkan untuk tagihan-tagihan pelaksanaan OJL di sekolah lain yang kadang mengganggu proses belajar mengajar di sekolah sendiri karena meninggalkan tugas mengajar di sekolah. 1. Rasional Tenaga administrasi sekolah (TAS) mempunyai peranan yang penting dalam membantu mengembangkan sekolah menjadi lebih maju dan berkualitas. dan administrasi keuangan. Standar ini mengatur tentang kualifikasi dan kompetensi minimal yang harus dipenuhi oleh seorang tenaga administrasi sekolah. administrasi sarana-prasarana. Sebagai seorang manajer. Keadaan ini sulit dihindari karena tidak adanya guru pengganti di sekolah sendiri. kepala sekolah harus mampu mengelola TAS dan ketatausahaan dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah yang sudah ditetapkan. Ketersediaan tenaga administrasi merupakan modal sumber daya yang harus dikelola secara optimal oleh kepala sekolah.Masalah-masalah memenuhi tersebut OJL. TAS juga berperan aktif dalam memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan. data pendidik dan tenaga kependidikan. BAB III RENCANA TINDAK KEPEMIMPINAN A. persuratan. arsip. Kedudukan dan peran tenaga administrasi yang begitu penting dalam pengelolaan suatu sekolah sehingga pemerintah melalui permendiknas nomor 24 tahun 2008 menetapkan standar tenaga administrasi sekolah. 2. Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah 19 . Tenaga administrasi sekolah berfungsi sebagai juru kelola administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan data siswa.

20 . dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Dimensi memiliki kompetensi integritas kepribadian dan akhlak meliputi: mulia. Sedangkan tenaga administrasi sekolah adalah tenaga kependidikan pada satuan pendidikan yang bertugas melaksanakan administrasi. pengelolaan. pengelolaan. Dalam standar yang harus tersebut ke dimiliki oleh tenaga tenaga dimensi dimensi administrasi sekolah diatur dalam permendiknas nomor 24 tahun permendiknas dipetakan dapat kompetensi empat administrasi manajerial. kompetensi etos kerja. 2003) dan memberikan pengertian kompetensi tenaga administrasi sekolah kemampuan melaksanakan peran kemampuan mengintegrasikan pengetahuan yang didasarkan pada pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaannya yang dituntut dalam kecakapan teknis operasional atau teknis administratif di sekolah. teknis dan memperjelas komponen kompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Kompetensi 2008. sekolah Untuk dalam kompetensi yaitu kompetensi kepribadian. sosial. pengembangan. pengawasan. Sedangkan sebagai menurut Syaefuddin untuk (dalam Risnawati. dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Junaidi dalam Herry.Kompetensi adalah kemampuan melaksanakan tugas yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau latihan. pengembangan. dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. Kompetensi dapat pula dimaknai sebagai pengetahuan. Dengan menggabungkan dua pengertian di atas dapat dikatakan bahwa kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) adalah kemampuan yang diperoleh TAS melalui pendidikan dan/atau latihan untuk melaksanakan tugas-tugas administrasi. tugas. keterampilan. pengawasan. 2011).

mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya. persuratan kompetensi hubungan dan teknis sekolah meliputi: dengan melaksanakan administrasi kepegawaian. b. 3. dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). mengorganisasikan staf. Masing-masing kompetensi ini dalam permendikas nomor 24 tahun 2008 kemudian dijabarkan dalam sub kompetensi yang lebih rinci agar dapat dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi dalam setiap jenis dan jabatan administrasi sekolah dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah. material yaitu keuangan.pengendalian diri. ketelitian. dan kesadaran membangun kompetensi masyarakat. d. mengembangkan staf. keuangan. rasa percaya diri. sarana pengarsipan. serta tanggung jawab. kesiswaaan. menyusun program dan laporan kerja. Administrasi Kepegawaian Kegiatan administrasi kepegawaian sekolah dapat dibagi menjadi tiga bidang administrasi sebagai berikut : a. kedisiplinan. hubungan kerja. memberikan pelayanan efektif. administrasi layanan khusus. mengambil keputusan. kegiatan alat-alat administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi seperti: ketatausahaan perlengkapan. administrasi 21 . Dimensi kompetensi sosial meliputi: kompetensi bekerja dalam tim. administrasi berkomunikasi administrasi kurikulum. menciptakan iklim kerja yang kondusif. Bidang administrasi sekolah. kreativitas dan inovasi. c. prima. berorganisasi. fleksibilitas. dan menyusun laporan. Dimensi kompetensi manajerial (khusus bagi kepala tenaga administrasi sekolah) meliputi: kompetensi mendukung pengelolaan standar nasional pendidikan. Dimensi prasarana. membina staf. mengelola konflik.

yang mencakup di dalamnya persoalan guru dan pegawai sekolah dan sebagainya. Bidang administrasi personal. Memberdayakan tenaga administrasi melalui kerjasama dimaksudkan bahwa dalam peningkatan profesonalisme tenaga administrasi. kepala sekolah harus mementingkan kerjasama dengan tenaga administasi dan pihak lain yang terkait dalam melaksanakan setiap kegiatan. dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program 22 . Dikatakan proses karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. yang mencakup didalamnya pelaksanaan kurikulum. dan mengevaluasi usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumberdaya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer. c. Kepala Sekolah Sebagai Manajer Wahyudi (2009) memberikan pengertian manajemen sebagai suatu proses merencanakan. Sebagai manajer. 4. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk mendayagunakan tenaga kependidikan (TAS) melalui kerjasama. perisapan harian. misi dan mencapai tujuan. Bidang administrasi kurikulum. memberi kesempatan kepada para guru untuk meningkatkan profesinya. sekolah. kepala sekolah harus mau dan mampu mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah dalam rangka mewujudkan visi.b. dan sebagainya Administrasi kepegawaian yang dimaksudkan dalam tulisan ini administrasi personal pegawai sekolah dalam bidang pengelolaan administrasi kepegawaian. penyusunan silabus. melaksanakan. pembinaan kurikulum. mengorganisasi.

kegiatan MGMP ataupun lokakarya berdasarkan bidangnya masing-masing. berfikir secara analitik dan konseptual. Kepala sekolah juga harus mampu menghadapi berbagai persoalan di sekolah. Keterlibatan dan partisipasi aktif mereka akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah. memberikan Kepala sekolah harus bersikap seluruh demokratis dan dan kesempatan kepada guru tenaga administrasi untuk mengembangkan potensinya secara optimal misalnya melalui penataran. serta berusaha untuk senantiasa mempertanggungjawabkan setiap tindakannya. Sebagai manajer. dan harus senantiasa berusaha menjadi penengah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dan tenaga administrasi yang menjadi bawahannya serta berusaha mengambil keputusan yang dapat memuaskan bagi semua.Kepala sekolah harus mampu bekerja melalui pembantupembantunya (wakil-wakil). Kepala sekolah sebagai manajer harus memberi kesempatan kepada para guru dan tenaga administrasi untuk meningkatkan profesinya. Kerangka Pemikiran Kompetensi yang diatur dalam peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2008 merupakan kompetensi standar atau kompetensi minimal yang harus dimiliki di oleh tenaga administrasi memiliki sekolah. kepala sekolah juga harus mampu mendorong keterlibatan seluruh komponen sekolah dalam setiap kegiatan sekolah. di Kenyataan bawah sekolah-sekolah kompetensi yang memperlihatkan banyaknya tenaga administrasi sekolah yang kompetensi standar diharapkan. Mereka diangkat menjadi pegawai administrasi jauh sebelum 23 . Hal ini terjadi karena proses perekrutan mereka menjadi tenaga administrasi sekolah tidak mengacu kepada pemenuhan kompetensi berdasarkan permendiknas tersebut. 5.

pengelolaan administrasi kepegawaian tidak berjalan sebagaimana mestinya. dilakukan penyusunan atau pengadaan instrumen-instrumen yang akan digunakan pada tahap pelaksanaan tindakan siklus 1. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan antara lain adalah sebagai berikut: 24 . Sebagai manajer. 1. menjadi tenaga administrasi yang memenuhi B. memberdayakan. Uraian di atas menggambarkan pentingnya peran kepala sekolah sebagai manajer dalam mengelola sumberdaya tenaga administrasi guna membantu mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya standar TAS. Akibatnya. menggerakkan dan mengembangkan guna membantu mencapai tujuan sekolah yang telah ditetapkan. kepala sekolah mempunyai kewajiban mengelola staf administrasi untuk mengarahkan.diterbitkannya permendiknas tersebut. Ketersediaan sumberdaya tenaga administrasi dalam jumlah yang memadai di sekolah sudah merupakan satu modal besar untuk dapat dikelola secara optimal. Tingkat kompetensi yang dimiliki tenaga dalam mengelola administrasi menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuannya. Pada Implementasi Program Rancangan tindakan siklus 1 tahap rancangan tindakan siklus 1. Kompetensi tenaga administrasi sekolah harus berkembang mengikuti khususnya administrasi perubahan dan dan kemajuan dibidang dibidang pendidikan dan ikut kemajuan teknologi informasi sekolah komunikasi umumnya. Kompetensi tenaga administrasi yang belum memenuhi standar dapat dikembangkan menjadi tenaga administrasi yang memenuhi standar melalui pengelolaan dan pembimbingan yang terarah oleh kepala sekolah.

tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan 25 . Pembimbingan dilakukan bersama-sama dengan tenaga administasi dan guru yang sudah ditentukan sebelumnya. Pelaksanaan bimbingan dilakukan diwaktu-waktu lowongnya tenaga pembimbing atau saat jam istirahat. Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 1. Kisaran waktu lowong yang dapat digunakan untuk pembimbingan adalah 30 – 90 menit. Pembimbingan dilakukan selama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. Lama pembimbingan setiap pertemuan tergantung dari waktu lowong yang dimiliki oleh pembimbing. d.Memilih tenaga administrasi calon atau guru tenaga yang dapat dalam diberdayakan melakukan membantu kepala sekolah pembimbingan terhadap administrasi berdasarkan kompetensi yang perlu ditingkatkan. 3.a. Menyusun instrumen identifikasi kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. c. Mengidentifikasi kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian melalui pengisian instrumen. Monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan tindakan siklus 1 Pada tahap monev pelaksanaan tindakan siklus 1. 2. b. Pelaksanaan tindakan siklus 1 Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 1 yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan hasil identifikasi kompetensi yang dianggap rendah atau tidak memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam permendiknas nomor 24 tahun 2008.

siklus 1. Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 1 Kompetensi awal (%) 58 Tabel 1 Kompetensi setelah tindakan 1 (%) 68 tingkat Peningkatan kompetensi (%) 10 kompetensi tenaga memperlihatkan administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan siklus pertama naik dari 58% menjadi 68%. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 1 melalui pengisian instrumen monev 1 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. pada rancangan kegiatan siklus 2 akan difokuskan usaha pembimbingan kompetensi tersebut. Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. 26 . 5. Peningkatan kompetensi sebesar 10% menunjukkan adanya hasil jerih payah calon kepala sekolah sebagai manajer dalam melakukan pembimbingan dan menjalankan tugasnya mengembangkan kompetensi tenaga administrasi sekolah. Rancangan tindakan siklus 2 Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan siklus 1 diperoleh bahwa tenaga adminstrasi masih memiliki kompetensi yang rendah pada kompetensi-kompetensi tertentu terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan pada TIK dalam pengelolaan pada administrasi kompetensikepegawaian. 4. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan tidak mempengaruhi penilaian kinerja mereka. Untuk itu.

Meminta kembali kesediaan tenaga administrasi atau calon kepala sekolah dalam melakukan guru yang memiliki kompetensi lebih untuk diberdayakan membantu pembimbingan terhadap tenaga administrasi berdasarkan kompetensi yang perlu ditingkatkan. 6. 8. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 2 Pada tahap monev pelaksanaan tindakan siklus 2. b.Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan tindakan siklus 2 antara lain adalah sebagai berikut: a. Hasil yang di peroleh 27 . Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. Menyusun instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan siklus 2. bimbingan dilakukan diwaktu-waktu lowongnya tenaga pembimbing atau saat jam istirahat siswa yang berkisar 30 7. Pembimbingan dilakukan bersama-sama dengan tenaga administasi dan guru yang sudah ditunjuk sebelumnya. Pelaksanaan – 90 menit . Pembimbingan dilakukan paling lama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. tenaga administrasi sekolah yang menjadi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan siklus 2. Pelaksanaan tindakan siklus 2 Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 2 yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan pada kompetensi-kompetensi yang masih kurang atau rendah berdasarkan analisis hasil kegiatan monev 1. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan pada instrumen tersebut tidak akan mempengaruhi penilaian kinerja mereka.

Rata-rata peningkatan kompetensi tindakan siklus 2 Kompetensi setelah tindakan 1 (%) 68 Kompetensi setelah tindakan 2 (%) 95 Peningkatan kompetensi (%) 27 Tabel 2 menunjukkan tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan yang kedua naik dari 68% menjadi 95%. Pembimbingan tersebut adalah tugas seorang kepala sekolah membina dan mengembangkan kompetensi TAS dalam perannya sebagai manajer di sekolah. maka penulis melanjutkan pembimbingan TAS di SMP Negeri Khusus Jeneponto. Rancangan tindakan 28 . 1. Kompetensi 95% sudah termasuk kategori kompetensi sangat baik. Peningkatan Kompetensi Hasil AKPK di SMP Negeri Khusus Jeneponto Untuk lebih meningkatkan kompetensi penulis pada dimensi manajerial melalui pembinaan dan pembimbingan tenaga administrasi sekolah guna meningkatkan kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian. C. Proses pembimbingan dilaksanakan mengikuti pembimbingan TAS di SMPN 1 Binamu. Pembimbingan dilakukan sebelum atau sesudah melakukan pengkajian-pengkajian.Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan siklus 2 melalui pengisian instrumen monev 2 diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 2. Peningkatan kompetensi tenaga adminstrasi sekolah menunjukkan adanya peningkatan yang drastis yaitu sebesar 27%. Peningkatan tersebut merupakan hasil dari usaha pembimbingan yang diberikan kepada tenaga administrasi sekolah yang mengelola administrasi kepegawaian.

Kegiatan yang dilaksanakan sebelum pelaksanaan tindakan adalah mengidentifikasi kompetensi TAS dalam mengelola administrasi kepegawaian. Instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan tindakan. Pembimbingan dilakukan selama dua minggu dengan jumlah pertemuan minimal 4 kali pertemuan. Pelaksanaan bimbingan dilakukan pada saat kunjungan pengkajian dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu dari 29 .Pada tahap rancangan tindakan. Instrumen identifikasi kompetensi tenaga administrasi sekolah (TAS) dalam mengelola administrasi kepegawaian. a. Rata-rata kompetensi TAS masih rendah pada aspek yang berhubungan dengan penyusunan dan penyajian data statistik kepegawaian termasuk penyajian data statistik dengan menggunakan TIK. dilakukan penyusunan atau pengadaan instrumen-instrumen yang akan digunakan pada tahap pelaksanaan yaitu: tindakan. Berdasarkan mengelola hasil pengisian instrumen dua TAS yang administrasi kepegawaian. Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan yaitu melakukan pembimbingan tenaga administrasi berdasarkan hasil identifikasi memenuhi kompetensi standar yang dianggap yang rendah atau tidak dalam kompetensi ditetapkan permendiknas nomor 24 tahun 2008. Pelaksanaan tindakan. b. Kegiatan identifikasi diperlukan untuk mengetahui kemampuan awal TAS yang kemudian dijadikan sebagai dasar pembimbingan. 2. diperoleh rata-rata kemampuan awal TAS adalah 68%. Instrumen-instrumen yang digunakan menggunakan instrumen yang telah digunakan di SMPN 1 Binamu.

tahap sekolah monev yang pelaksanaan menjadi tindakan. tenaga administrasi peserta pembimbingan melakukan pengisian instrumen monev pelaksanaan tindakan. 1. 4. 3.TAS yang akan dibimbing. Peningkatan kompetensi sebesar 21% menunjukkan adanya hasil calon kepala sekolah dan sebagai manajer tugasnya dalam melakukan pembimbingan menjalankan mengembangkan kompetensi tenaga administrasi sekolah. Sebelum melakukan pengisian instrumen diberikan penjelasan tentang cara pengisian instrumen. Rata-rata peningkatan kompetensi Kompetensi awal (%) 68 Tabel 3 Kompetensi setelah tindakan 1 (%) 89 tingkat Peningkatan kompetensi (%) 21 kompetensi tenaga memperlihatkan administrasi sekolah dalam mengelola administrasi kepegawaian setelah mengikuti pembimbingan naik dari 68% menjadi 89%. Dijelaskan pula bahwa apapun yang diisikan tidak mempengaruhi penilaian kinerja mereka. kadang sebelum atau sesudah melakukan pengkajian. D. Kajian Hasil On The Job Learning (OJL) Kajian RKS dan RKJM 30 . Pada Monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan tindakan. Hasil yang di peroleh Berdasarkan analisis hasil pelaksanaan pembimbingan yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan melalui pengisian instrumen monev diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.

Penulis merasa belum sepenuhnya mampu menyusun silabus dan RPP yang memuat nilai-nilai karakter bangsa sesuai dengan SK dan KD yang dikembangkan. Setelah mempelajari Kajian Kurikulum bahan pembelajaran pengelolaan kurikulum kemudian mengkaji pengelolaan kurikulum sekolah tempat magang. penulis akan lebih banyak belajar dan berusaha selalu terlibat secara langsung dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum sekolah. 2. 3. Untuk memaksimalkan penguasaan kompetensi penulis tentang penyusunan RKS/RKJM. Untuk memaksimalkan kompetensi pengelolaan kurikulum sekolah. bentuk-bentuk silabus dan RPP. kependidikan keadaan kemudian guru dan Kajian Pendidik dan Tenaga pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah tempat mengetahui 31 .Setelah mempelajari bahan pembelajaran penyusunan mengerti rencana kerja sekolah (RKS) kemudian mengkaji RKS dan RKJM SMPN 1 Binamu dan SMPN Khusus Jeneponto penulis dan memahami beberapa cara penyusunan RKS dan RKJM diantaranya model RKS/RKJM yang dikembangkan oleh DBE dan RKS/RKJM yang disusun berdasarkan hasil rekomendasi EDS. penulis berharap agar dalam penyusunan RK sekolah pada tahun berikutnya dapat dilibatkan secara langsung guna mempraktekkan ilmu yang telah dimiliki. dan penulis mempelajari tenaga bahan pembelajaran pengelolaan mengkaji pegawai. termasuk penyusunan silabus dan RPP yang memuat nilai-nilai karakter. Kependidikan Setelah pendidik magang. Pemahaman penulis tentang penyusunan RK sekolah belum utuh dan sempurna karena belum pernah menyusun RK sekolah secara lengkap. penulis lebih mengerti tentang pengelolaan kurikulum sekolah. proses penyusunan kurikulum.

32 . penulis berharap ada penilaian atau uji kompetensi bagi guru-guru untuk mengetahui tingkat kompetensinya. Setelah sarana dan mempelajari prasarana Kajian Sarana dan Prasarana bahan sekolah pembelajaran tempat pengelolaan penulis sarana dan prasarana sekolah kemudian mengkaji pengelolaan magang. Untuk mengembangkan penguasaan kompetensi dalam pengelolaan peserta didik. 4. minat. pemeliharaan. serta memahami pengaturan pembagian tugasnya masing-masing. penulis memiliki pemahaman tentang perencanaan dan penerimaan peserta didik baru. Setelah mempelajari Kajian Peserta Didik bahan pembelajaran pengelolaan peserta didik kemudian mengkaji pengelolaan peserta didik sekolah tempat magang.kualifikasi pendidikan. Untuk itu sebagai calon kepala sekolah. Standar sarana dan prasarana sekolah menurut permendiknas nomor 24 tahun 2007 harus dijadikan sebagai acuan dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. kreativitas dan kemampuan siswa. Penulis juga memahami kompetensi pendidik tenaga dan tenaga kependidikan sekolah setelah mempelajari dapat permendiknas-permendiknas terkait. mengetahui sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah magang. Penulis juga mendapat pemahaman tentang perencanaan pengadaan. penulis akan lebih banyak membaca bahan-bahan pembelajaran terkait pengelolaan peserta didik dari berbagai sumber. Penulis juga mendapat informasi dan pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan pengembangan diri siswa yang dikembangkan berdasarkan bakat. inventarisasi dan penghapusan sarana prasarana sekolah. Kompetensi pendidik dan kependidikan magang sebaiknya diidentifikasi dan petakan oleh kepala sekolah untuk menjadi pertimbangan dalam pembagian tugas dan pembinaannya secara berkelanjutan. 5.

Kajian Monitoring dan Evaluasi Setelah mempelajari bahan pembelajaran monitoring dan evaluasi program sekolah kemudian mengkaji monitoring dan evaluasi sekolah tempat magang. Setelah mempelajari Kajian Pengelolaan Keuangan bahan pembelajaran pengelolaan keuangan sekolah kemudian mengkaji pengelolaan keuangan sekolah tempat magang. penulis dapat mengetahui sumbersumber keuangan sekolah serta dapat memahami penentuan alokasi pembiayaan sekolah. penulis berharap dapat mempelajari contoh laporan pertanggungjawaban keuangan suatu sekolah. mendapat informasi tentang sumber daya sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah yang masuk dalam ketegori TIK serta mendapat gambaran kompetensi pendidik (guru) dalam penguasaan TIK terutama komputer. 9. 33 . Penulis juga memperoleh pengetahuan tentang model-model pembinaan TAS.6. penulis mendapat pengetahuan tentang kompetensi TAS yang harus dibina oleh kepala sekolah. penulis memahami pengertian. Untuk memaksimalkan penguasaan tentang pengelolaan keuangan sekolah secara keseluruhan. Pembelajaran Setelah pembelajaran pembelajaran mempelajari kemudian sekolah bahan mengkaji tempat pembelajaran pemanfaatn penulis TIK TIK dalam dalam Kajian Pemanfaatan TIK dalam Kajian Pembinaan Tenaga magang. 8. 7. Administrasi Sekolah (TAS) Setelah mempelajari bahan pembelajaran pembinaan tenaga administrasi sekolah. Kompetensi yang belum penulis kuasai adalah pengetahuan tentang bentuk laporan pertanggungjawaban penggunaan keuangan sekolah. permendiknas nomor 24 tahun 2008 kemudian mengkaji pembinaan TAS tempat magang.

Kepala sekolah secara berkala sebaiknya melakukan monitoring evaluasi diri TAS untuk mengidentifikasi tingkat kompetensi mereka sehingga dapat dijadikan dasar untuk melakukan pengembangan kompetensi TAS yang memenuhi 34 . prinsip dan proses monitoring dan evaluasi (monev) program. Tingkat kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi sekolah ikut menentukan keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. BAB IV PENUTUP A. Saran-saran Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas. B. maka penulis berharap agar dapat dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan monev program-program sekolah dimasa yang akan datang. Kompetensi tenaga administrasi oleh kepala sekolah sekolah dalam dalam mengelola melalui administrasi kepegawaian dapat ditingkatkan pembimbingan kapasitasnya sebagai manajer di sekolah. maka terdapat saran-saran yang perlu disampaikan sebagai berikut: 1.tujuan. monitoring Untuk dan evaluasi sehingga belum memperoleh pengetahuan yang utuh yaitu paham secara teori meningkatkan penguasaan kompetensi penulis dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi program sekolah. Kesimpulan Berdasarkan kerangka pemikiran dan hasil pelaksanaan tindakan kepemimpinan yang dilaksanakan sebanyak dua siklus maka dibuat kesimpulan sebagai berikut: 1. 2. Penulis belum mendapatkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh sekolah magang berdasarkan prinsip-prinsip dan praktek.

Dalam usaha meningkatkan kompetensi TAS. kepala sekolah sebaiknya memberdayakan tenaga administrasi lain atau guru yang memiliki kompetensi lebih untuk membantu melakukan pembimbingan terhadap tenaga administrasi yang kompetensinya masih tergolong kategori rendah atau di bawah standar. 2.standar mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi di bidang pendidikan. 35 .

36 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful