Tulis dan jelaskan tentang pemerintah daerah dan tuga pembantuan berdasarkan Undangundang no 32 tahun 2004 terutama dalam

pasal-pasal berikut ini : 1. Pasal 1 angka 9 2. Pasal 20 ayat 2 3. Pasal 207 dan juga menambahkan undang-undang no 33 tahun 2004 yakni pasal 1 angka 27. Pasal 4 ayat 4, dan pasal 108

Jawab Dalam penyelenggaraan otonomi daerah di Indonesia dari waktu ke waktu ke waktu di kenal adanya tiga asas yakni desentralisasi,dekonsentrasi serta tugas pembantuan.Asas tugas pembantuan pada umumnya di posisikan sebagai asas komplementer atau pelengkap dari asas desentralisasi dan dekonsentrasi.sedangkan otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarkat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuaia dengan peraturan perundangundanga. Dan berdasarkan PASAL 1 ANGKA 9 UNDANG-UNDANG O 32 TAHUN 2004 bahwa “Tugas pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu”. Dan berdasarkan PASAL 20 ayat 2 bahwa “Dalam menyelenggarakan pemerintahan, Pemerintah menggunakan asas desentralisasi, tugas pembantuan, dan dekosentrasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Serta PASAL 207 bahwa “Tugas pembantuan dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau pemerintah, kabupaten/kota kepada desa disertai dengan pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia. Asas tugas pembantuan adalah tugas untuk turut serta dalam melaksanakan aurusan pemerintahan yang ditugaskan kepada pemerintah daerah oleh pemerintah atau pemerintah daerah tingkat atasnya dengan kewajiban mempertanggung jawabkan kepada yang menugaskan. Istilah medebewind berasal dari kata mede berarti turut serta dan

bewind berarti berkuasa. Daerah otonom dapat diserahi untuk menjalankan tugas-tugas pembantuan atau asas medebewind. karena itu akan membutuhkan tenaga kerja yang cukup besar jumlahnya. Lagi pula melihat sifatnya. tugas pembantuan atau medebewind dalam hal ini tugas pembantuan dalam pemerintahan. melainkan semata-mata atas kehendak dan inisiatif sendiri. Tresna. apabila semua uerusan pemerintah pusat didaerah harus dilaksanakan sendiri oleh perangkatnya yang berada didaerah. Pemberian urusan tugas pembantuan yang dimaksudkan disertai dengan pembiayaanya hal tersebut tercantum dalam pasal 12 Undang-undang No. guna kepentingan daerah itu sendiri. Dan juga ditinjau dari daya guna dan hasil guna. berbagai urusan sulit untuk dilaksanakan dengan baik. tetapi juga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah atau pemerintah local yang mengurus rumah tangganya sendiri tingkat atasnya. Sedangkan pengertian medebewind atau tudas pembantuan adalah disebut sebagai wajah kedua dari desentralisasi adalah bahwa penyelenggaraan kepentingan atau urusan tersebut sebenarnya oleh pemerintah pusat tetapi daerah otonom diikutsertakan. memerintah. Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut . Medebewin ini disebut juga serta tantra atau tugas pembantuan. Menurut Mr.5 Tahun 1974. ialah tugas untuk ikut melaksanakan peraturan-peraturan perundangan m bukan saja yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. maka Undang. tanpa ikut sertanya pemerintah daerah yang bersangkutan. dan bukan diperintah dari atas. Atas dasar dekonsentrasi mengingat terbatasnya kemampuan perangkat pemerintah pusat yang berada di daerah.undang No. sebenarnya asas medebewind itu termasuk itu termasuk dalam asas desentralisasi dan menurutnya desentralisasi itu mempunyai dua wajah yaitu : 1) Otonomi 2) Medebewind atau disebut Zelfbestuur. Dan dalam PASAL 1 angka 27 Undang-undang NO 33 tahun 2004 bahwa “Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN yangdilaksanakan oleh Daerah . 5 Tahun memberikan untuk dilaksanakanya berbagai urusan pemerintah didaerah berdasarkan asas medebewind (tugas pembantuan). adalah kurang dapat dipertanggung jawabkan. Dengan pengertian otonomi adalah bebas bertindak.

menurut Robert D.urusan tertentu sebagai urusan rumah tangganya sendiri.” Sedangkan PASAL 108 bahwa “Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan yang merupakanbagian dari anggaran kementerian negara/lembaga yang digunakanuntuk melaksanakan urusan yang menurut peraturan perundang-undangan menjadi urusan Daerah. Terry dalam bukunya a. Miewald. Ini berarti bahwa kekurangan sentralisasi adalah kelebihan dari desentralisasi. Didalam ilmu administrasi Negara. 2) keseragaman kebijaksanaan. Prinsiple of Management mengemukakan tentang kelebihan dari sentralisasi dan desentralisasi adalh sebagai berikut : . Menurut G.” Asas desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintahan dari pemerintah atau daerah tingkat atasnya kepada daerah yang menjadi urusan rumah tangganya. tema desentralisasi dan sentralisasi terutama mngenai fenomena tentang “ Delegation of Authority and responsibility” yang dapat diukur dari sejauh mana unit-unit organisasi bawahan memilki wewenang dan tanggung jawab didalam proses pengambilan keputusan. secara bertahap dialihkan menjadiDana Alokasi Khusus.R. kelebihan sentralisasi 1) kekuasaan dan prestige memperlengkap kekuasaan eksekutif kepala. Ditinjau dari segi pemberian wewenangnya asas desentralisasi adalah asas yang akan memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan menagani urusan.1[1] Sentralisasi dan desentralisasi mempunyai kelebihan dan kelebihan masing-masing.yang mencakup semua penerimaan danpengeluaran dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuan. praktek dan keputusan terpelihara. sebagian besar karena mereka dekat kepada tahap menejemen teratas.” PASAL 4 ayat 4 bahwa” Pelimpahan kewenangan dalam rangka pelaksanaan Dekonsentrasidan/atau penugasan dalam rangka pelaksanaan Tugas Pembantuandari Pemerintah kepada Pemerintah Daerah diikuti dengan pemberian dana. 3) penggunaan secara penuh ahli-ahli pada kantor pusat ditingkatkan.

Kebaikan kebaikan tersebut dapat saja ditambah sesuai dengan keadaan. Bagi perusahaan yang besar dan tersebar diberbagi tempat. Demikian pula desentralisasi terdapat kebaikan berbentuk yang lebih banyak mbagi menejemen teringgi untuk memperhatikan hal-hal yang sangat penting dan principal. menejer tertinggi dalam berbagai bentuk masalah dari yang berukuran sederhana sampai ukuran yang rumit. kepegawaiaan. misalnya kebaikan lain dari sentralisasi adalah bahwa desentralisasi akan memakanmn waktu yang rlatif lebih lama. Kelebihan desentralisasi 1) 2) Struktur organisasi yang didesentralisasib bebobot pendelegasian wewenang yang memperingan beban menejemen teratas. 6) bahaya ayang timbul dari tingkat laku dapat dikurangi. fasilitas dan perusahaan dapat terbagi. pada sentralisasi. Lebih berkembang generalis daripada spesialis dan dengan demikian membuka kedudukan untuk menejer umum. 5) fungsi rangkap dapat ditekan sampai minimum. Rencana dapat dicoba dalam tahp eperimen pada suatu perusahaan. 4) Kebiasaan dengan aspek kerja yang khusus dan penting siap untuk dipergunakan. Menurut bayu suryaningrat jenis asas desentralisasi dibagi menjadi dua macam yaitu sebagai berikut : . 8) Resiko yang mencakup kerugian. 3) Hubungan dan kaitan yang akrab dapat ditingkatkan yang mengakibatkan gairah kerja dan koordinasi yang baik.4) ahli-ahli berkualiatas tinggi dapat dipergunakan. karena ruang lingkup dan banyaknya pekerjaan mereka adalah cukup untuk membantu meneger. dapat diubah dan dibuktikan sebelum diterapkan pada bagian lain yang sejenis dari bagian usahanya yang sama. 7) prosedur dan tingkat kontrol yang teliti dan besar biaya tidak diperlukan. 5) 6) 7) Efisiensi dapat ditingkatkan sepanjag struktur dapat diandang sebagai suatu kebulatan demikian rupa sehingga kesuliatan dapat dilokalisasi dan dapat dipecahkan dengan mudah. dapat diperoleh manfaat sebesar-besarnya dari keadaaa tempat masing-masing. 8) Dapat dikembangkan kelompok menejemen yang terkooordinasi tepat. b.

Perangkat pelaksanaan. Desentralisasi fungsional yaitu pelimpahan kekuasaan untuk mengatur dan mengurus fungsi tertentu. pada prinsipnya asas desentralisasi merupakan pembberian kebebasan untuk membangkitkan keaktifan rakyat melalui wakil-wakilnya dalam badan perwakilan daerah.1) Desentralisasi Jabatan yaitu berupa pemencaran kekuasaan dari atas kepada bawahan sehubungan dengan kepegawaian atau jabatandengan maksud untuk meningkatkan kelancaran kerja.penyerahan atau kerja lain yang menganduk gerak jauh dari tempat asal( pusat). 3. Di dalam desentralisasi pemencaran berarti pelimpahan. pegairan dan sebagainya. 5. Pembiayaan. Pelaksanaan. yang meliputi : 1. 2. Kebijaksanaan. Perencanaan. misalnya pendudukan. wewenang . Sebagai salah pencerminan dari system ini maka daerah mempunyai hak. 4) Urusan pemerrintah yang dipancarkan menjadi urusan rumah tangga daerah sendiri. Batas pengaturan tersebut adalah jenis fungsi. 4. Selanjutnya desentralisasi kenegaraan itu dapat dibedakan menjadi : 1) 2) Desentralisasi territorial yaitu penyerahan kekuasaan untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. 2) Pemencaran terjadi kepada daerah ( bukan perorangan) 3) Yang dipemencarkan adalah urusan pemerintah. Sehingganya dalam hal ini inisiatif pemerintahan diserahkan kepada daerah otonom. Kemudian yang membedakan antra desentralisasi dengan dekonsentrasi adalah bahwa desentralisasi terdapat : 1) Bentuk pemencaran adalah pelimpahan. Berdasarkan pada sistem tata pemerintahan menurut undang-undang dasar 1945. 2) Desentralisasi Kenegaraan yaitu berupa penyerahan kekuasaan yang mengatur daerah dalam lingkunganya sebagai usaha untuk mewujudkan asas demkrasi dalam pemerintahan Negara. batas pengaturan yag dimaksud adalah daerahnya sendiri.

lain halnya dengan kantor wilayah departemen. Daerah desa diberi tugas pembantuan yang di buat oleh pemerintah pusat untuk menjalankan peraturan-peraturan yang dibuat oleh dewan yang lebih tinggi. lembaga ini tidak berwenang membuat peraturan pemerintah dan juga anggaranya dalam departemen masing-masing.urusan tertentu dapat diserahkan kepada daerah sebagai urusan otonomi daerah tersebut. mengatur keuanganya yang disebut anggaran pendapatan dan belanja daerah. Jadi dapat disimpulakn bahwa Berdasarkan UU No. . yang terkonsentrasi dipusat. Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk melaksanakan tugas tertentu. maka anggarannya berasal dari APBN. Dalam perkembanganya untuk mempersiapkan daerah secara lebih mandiri maka jika memang diperlukan. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Bab I Pasal 1 ayat 9. urusan. Karena urusan yang diperbantukan pada daerah otonom tersebut adalah urusan pusat.menyusun peraturan yang disebut peraturan daerah.

TUGAS HUKUM PEMERINTAHAN DAERAH MUH. CHAERUL R B111 10 351 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013 .

DAFTAR PUSTAKA    UNDANG-GUNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH UNDANG-GUNDANG NOMOR 33 TAHUN 2004 TENTANG PERIMBAGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAHAN DAERAH http://dholmind.com/2011/11/asas-desentralisasi-dekonsentrasidan.blogspot.html .