Nabilah 220110100138 RESUME KASUS Urinary Tract Infection (UTI) Kasus: Seorang wanita, berusia 25 tahun, status: menikah

, post partum P1A0 (39 minggu) per vaginam. 1 minggu setelah melahirkan, klien mengeluh sakit pada saat berkemih, berkemih keluar sedikit-sedikit disertai rasa nyeri. Saat dikaji lebih lanjut oleh perawat, dari hasil wawancara didapatkan : klien mengeluh urgency, frequency, dysuria. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan Tekanan darah; 120/80, P= 90 x/mnt, R; 24 x/mnt, s; 39oC, palpasi di area supra pubik teraba tegang, “tenderness”. Perawat menganjurkan kepada klien supaya banyak minum minimal 3 L/ hari. Hasil pemeriksaan urine: warna keruh, WBC (+++), Cultur + bakteri, pyuria , eritrosit +. Klien mendapat Terapi :- Bachtrim 3 x 1 tab 400 mg PO dan Phenazopyridine 3 x 1 tab PO Anatomi Fisiologi Sistem Urinari A. Pengertian Sistem Urinaria Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). B. Susunan Sistem Perkemihan atau Sistem Urinaria : 1. GINJAL Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat langsung pada dinding abdomen. Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis), jumlahnaya ada 2 buah kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan. Pada orang dewasa berat ginjal ± 200 gram. Dan pada umumnya ginjal laki – laki lebih panjang dari pada ginjal wanita. Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Tiap – tiap nefron terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas pembuluh – pembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang mengitari tubuli. Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman, serta tubulus – tubulus, yaitu tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul dan lengkung Henle yang terdapat pada medula. Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis viseral (langsung membungkus kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan banyak juluran mirip jari disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk kapiler secara teratur sehingga celah – celah antara pedikel itu sangat teratur. Kapsula bowman bersama glomerolus disebut korpuskel renal, bagian tubulus yang keluar dari korpuskel renal disabut dengan tubulus kontortus proksimal karena jalannya yang berbelok – belok, kemudian menjadi saluran yang lurus yang semula tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa Henle atau loop of Henle, karena membuat lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal, kemudian berlanjut sebagai tubulus kontortus distal. a. Bagian – Bagian Ginjal Bila sebuh ginjal kita iris memanjang, maka aka tampak bahwa ginjal terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian kulit (korteks), sumsum ginjal (medula), dan bagian rongga ginjal (pelvis renalis). 1. Kulit Ginjal (Korteks): Pada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah yang disebut nefron. Pada tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung kapiler – kapiler darah yang tersusun bergumpal – gumpal disebut glomerolus. Tiap glomerolus dikelilingi oleh simpai bownman, dan gabungan antara glomerolus dengan simpai bownman disebut badan malphigi

Peredaran Darah dan Persyarafan Ginjal Peredaran Darah Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan arteria renalis. Tes konsentrasi: Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk melihat sampai seberapa tinggi berat jenisnya naik. yang berpasangan kiri dan kanan dan bercabang menjadi arteria interlobaris kemudian menjadi arteri akuata. 3. Sumsum Ginjal (Medula) Sumsum ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid renal. Pada bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang merupakan lanjutan dari simpai bownman. yaitu diantara glomerolus dan simpai bownman. Di dalam pembuluh halus ini terangkut urine yang merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malphigi. Mengatur keseimbangan air dan garam dengan cara osmoregulasi. Persyarafan Ginjal Ginjal mendapat persyarafan dari fleksus renalis (vasomotor) saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal. Zat – zat yang terlarut dalam darah akan masuk kedalam simpai bownman. Mengekskresikan zat – zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogennitrogen. saraf inibarjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. setelah mengalami berbagai proses. Diantara pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut dengan kolumna renal. maka protein dapat bocor masuk ke dalam urine. ke pelvis renis ke ureter. misalnya amonia. didalamnya terjadi penyadangan pertama dan kapilerdarah yang meninggalkan simpai bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena kava inferior. Mengekskresikan zat – zat yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan vitamin) dan berbahaya (misalnya obat – obatan. 4. Fungsi Ginjal: 1. 3.5 cm. Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa. 3. d. berbentuk corong lebar. . pelvis renalis bercabang dua atau tiga disebut kaliks mayor. b. hingga di tampung dalam kandung kemih (vesikula urinaria). Anak ginjal (kelenjar suprarenal) terdapat di atas ginjal yang merupakan senuah kelenjar buntu yang menghasilkan 2(dua) macam hormon yaitu hormone adrenalin dan hormn kortison. Kliks minor ini menampung urine yang terus kleuar dari papila. 2. yang masing – masing bercabang membentuk beberapa kaliks minor yang langsung menutupi papila renis dari piramid. Dari Kaliks minor. Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papila renis. mengarah ke bagian dalam ginjal. Satu piramid dengan jaringan korteks di dalamnya disebut lobus ginjal. c. 2. Sabelum berbatasan dengan jaringan ginjal. Tes Fungsi Ginjal Terdiri Dari : 1. Rongga Ginjal (Pelvis Renalis) Pelvis Renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal. urine masuk ke kaliks mayor. 2. URETER Terdiri dari 2 saluran pipa masing – masing bersambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya ± 25 – 30 cm dengan penampang ± 0. Tes untuk protein albumin: Bila kerusakan pada glomerolus atau tubulus. bakteri dan zat warna). Dari sini maka zat – zat tersebut akan menuju ke pembuluh yang merupakan lanjutan dari simpai bownman yang terdapat di dalam sumsum ginjal. Mengukur konsentrasi urenum darah: Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan urenum maka urenum darah naik di atas kadar normal (20 – 40) mg%.Penyaringan darah terjadi pada badan malphigi. arteria interlobularis yang berada di tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk gumpalan yang disebut dengan glomerolus dan dikelilingi leh alat yang disebut dengan simpai bowman. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis. 2.

Urine (Air Kemih) 1. Bagian vesika urinaria terdiri dari : 1. Uretra membranosa 3. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa) b. yaitu bagian yang mengahadap kearah belakang dan bawah. Proses Miksi (Rangsangan Berkemih). bagian yang maju kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis. lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena – vena. vesika seminalis dan prostate.Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini hanya sebagai saluran ekskresi. . Akibatnya akan terjadi reflek kontraksi dinding kandung kemih. bagian ini terpisah dari rektum oleh spatium rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat duktus deferent. Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat. Fundus. Korpus. dan lapisan submukosa.Jumlah eksresi dalam 24 jam ± 1. Kontraksi sfinger eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi. 2. Uretra Prostaria 2. Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubisberjalan miring sedikit kearah atas. Pada laki. Sifat – sifat air kemih . Lapisan uretra pada wanita terdiri dari Tunika muskularis (sebelah luar). Uretra kavernosa Lapisan uretra laki – laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam).500 cc tergantung dari masuknya (intake) cairan serta faktor lainnya. Lapisan tengah otot polos c. oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah ± 250 cc sudah cukup untuk merangsang berkemih (proses miksi).laki uretra bewrjalan berkelok – kelok melalui tengah – tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis panjangnya ± 20 cm. Distensi kandung kemih. dan akhirnya terjadi pengosongan kandung kemih. Uretra pada laki – laki terdiri dari : 1. . diikuti oleh relaksasi spinter eksternus. 3. URETRA Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar. berhubungan ligamentum vesika umbikalis medius. Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter interus dihantarkan melalui serabut – serabut para simpatis. Bila terjadi kerusakan pada saraf – saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia urin (kencing keluar terus – menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing tertahan). terletak di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul.Lapisan dinding ureter terdiri dari : a. panjangnya ± 3 – 4 cm. 3. dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam). C. Verteks.Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh. VESIKULA URINARIA (Kandung Kemih) Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet. 4. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan – gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesika urinaria). yaitu bagian antara verteks dan fundus. dan pada saat yang sama terjadi relaksasi spinser internus. kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf – saraf yang menangani kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh.

. NH3. . d.Toksin . diteruskan ke seluruh ginjal. Dari tubulus pengumpul.. sodium. dan sebagian diserap kembali. natrium. klorida. Setiap harinyadapat terbentuk 150 – 180L filtart. Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan. Cl-. Augmentasi (Pengumpulan) Proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus pengumpul. proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah. urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.Zat – zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea. bila diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah.Pigmen (bilirubin. reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata – rata.Air kemih terdiri dari kira – kira 95 % air . c. Dari ureter. baunya tajam.5 L) yang akhirnya keluar sebagai kemih. urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang merupakan tempat penyimpanan urine sementara.Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis. tapi berbeda – beda sesuai dengan jumlah cairan yang masuk. Proses reabsorpsi Terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa. . sodium. cairan yang tersaring ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas.Baerat jenis 1. Miktruisi merupakan gerak reflek yang dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh pusat – pusat persyarafan yang lebih tinggi dari manusia. 4. tergantung pada diet (sayur menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam). fosfat dan sulfat .Warna kuning terantung dari kepekatan. urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke ureter. Tahap – tahap Pembentukan Urine a. Mikturisi Peristiwa penggabungan urine yang mengalir melui ureter ke dalam kandung kemih. Komposisi air kemih .020. Mekanisme Pembentukan Urine Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120 – 125ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). bikarbonat. fosfat dan beberapa ion karbonat. . 5. Sedangkan pada tubulus ginjal bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat. Ciri – ciri Urine Normal Rata – rata dalam satu hari 1 – 2 liter. keinginan untuk buang air kecil disebabkan penanbahan tekanan di dalam kandung kemih dimana saebelumnmya telah ada 170 – 23 ml urine.015 – 1. klorida.Hormon 3. diet obat – obatan dan sebagainya. amoniak dan kreatinin .Elektrolit.Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+. Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1. sedangkan sebagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Ketika kandung kemih sudah penuh. urobilin) . b. sulfat. gerakannya oleh kontraksi otot abdominal yang menekan kandung kemih membantu mengosongkannya. bikarbonat dll. 2. penyerapannya terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan pada pupila renalis. air.. kalsium. Proses filtrasi Terjadi di glomerolus. dan urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya.

Prevalensi penyebab ISK pada usia lanjut. Adanya hambatan pada aliran urin f. Escherichia Coli: 90 % penyebab ISK uncomplicated (simple) b. Hilangnya efek bakterisid dari sekresi prostat . uretra (uretritis). meliputi infeksi di parenkim ginjal sampai infeksi di kandung kemih dengan jumlah bakteriuria bermakna keadaan dimana kuman bertumbuh dan berkembang biak di dalam traktus urinarius dengan jumlah yang bermakna. enterococci. (Smeltzer & Bare. 2001) . Proteus. Normalnya traktus urinarius diatas uretra adalah steril. Mobilitas menurun c. Etiologi 1.Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah suatu keadaan adanya infasi mikroorganisme pada saluran kemih. .Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinary Tract Infection (UTI) ialah keadaan adanya infeksi (ada pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri) dalam saluran kemih. 1428). baik seluler maupun humoral e. Sistem imunitas menurun. Enterobacter. Klebsiella : penyebab ISK complicated c. 2002. dengan atau tanpa disertai gejala. (Agus Tessy. Nutrisi yang sering kurang baik d. Sisa urin dalam kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif b. 2. staphylococcus epidemidis. Jenis-jenis mikroorganisme yang menyebabkan ISK. prostat (prostatitis) dan ginjal (pielonefritis).Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau Urinarius Tractus Infection (UTI) adalah adanya mikroorganisme patogenik dalam traktus urinarius.Konsep Urinary Tract Infection (Uti)/ Infeksi Saluran Kemih (ISK) Definisi . antara lain: a. Pseudomonas. antara lain: a. Tempat yang paling sering mengalami infeksi biasanya adalah kandung kemih (sistitis). dan-lain-lain.

nefrostomi. 1432) b. striktur. d. 1436) 2. uretritis/uretra dan prostatitis/ prostat) 1. Infeksi ini dapat mengenai parenkim maupun renal pelvis (pyelum=piala ginjal) dan bakteri menyebar melalui limfatik. 2002. 3. hipertrofi prostat. atau pengaruh obat-obat estrogen Klasifikasi 1. hipertensi. Refluks vesikoureter : congenital. DM. Pada wanita menginfeksi uretra distal veriko urinaria dinamakan Sistitis sedangkan pada pria menginfeksi bagian prostat dan vesika urinaria yang disebut Prostatitis. tuberculosis saluran kemih c. Ureteritis Suatu peradangan pada ureter. Menurut lokasi infeksi a. Sistitis dan Prostatitis Merupakan peradangan pada Vesika urinaria. Factor predisposisi dalam perkembangan ISK: a. 2. Infeksi saluran kemih bawah (sistitis/kandung kemih. Aliran urine dari ginjal ke buli-buli dapat terganggu karena timbulnya fibrosis pada dinding ureter menyebabkan striktura dan hydronephrosis. Obstruksi saluran kemih : Batu saluran kemih. tumor. instrumentasi saluran kemih. Gambaran Klinis : . Kerusakan atau kelainan anatomi saluran kemih berupa obstruksi internal oleh jaringan parut. Penyebab Adanya infeksi pada ginjal maupun kandung kemih. Gout. Limfogen. (Smeltzer & Bare. Kehamilan f. Hematogen. Uretritis Merupakan suatu inflamasi pada uretra. kuman penyebab tersering adalah kuman gonorrhoe atau kuman lain yang biasanya terjadi karena infeksi asending. Infeksi bakteri pada jaringan ginjal yang dimulai dari saluran kemih bagian bawah terus naik ke ginjal. b. Masuknya mikroorganisme ke dalam saluran kemih dapat melalui : 1. refluks. g.Uretritis biasanya memperlihatkan gejala : 1) Mukosa memerah dan oedema 2) Terdapat cairan eksudat yang purulent 3) Ada ulserasi pada urethra 4) Adanya rasa gatal yang menggelitik 5) Good morning sign 6) Adanya nanah awal miksi 7) Nyeri pada saat miksi . Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat terdekat. analgetik. selanjutnya ginjal menjadi rusak. ginjal polikistik. dan mengganggu peristaltik ureter. kontriksi arteri-vena. kehamilan. endapan obat intratubular. Pyelonefritis) 1. disfungsi neuropathy. penyakit ginjal. Penyakit kronis : Diabetes Melitus. 4.3. sistokopi e. 2. Infeksi saluran kemih atas (Ureteritis. Pyelonefritis Inflamasi pada pelvis ginjal dan parenkim ginjal yang disebabkan karena adanya infeksi oleh bakteri. 2002. Iatrogenic : keteterisasi. PH urine yang tinggi sehingga mempermudah pertumbuhan kuman. Eksogen sebagai akibat pemakaian alat berupa kateter atau sistoskopi. (Smeltzer & Bare.

Infeksi yang disebabkan karena organisme virulen sperti prosteus spp yang memproduksi urease.- - 8) Kesulitan untuk memulai miksi 9) Nyeri pada abdomen bagian bawah.Gangguan daya tahan tubuh . atoni kandung kemih. reflex vesiko uretral obstruksi.  ISK kompleks ( ISK berkomplikasi/ Complicated UTI) ISK yang disertai kelainan anatomi anatomik atau fungsional. sepsis dan shock. Pielonefritis akut biasanya memperihatkan gejala : 1) Demam 2) Menggigil 3) Nyeri pinggang 4) Disuria Pielonefritis kronik mungkin memperlihatkan gambaran mirip dengan pielonefritis akut. . piuria. ISK ini terjadi bila terdapat keadaan-keadaan sebagi berikut: . kuman penyebab sering resisten terhadap beberapa macam antibiotika. sakit pinggang/rusuk/sudut kosto-vertebral atau tanpa sakit pinggang dan lain-lain. 2. misalnya batu. anatomic maupun fungsional normal. Sistitis biasanya memperlihatkan gejala : 1) Disuria (nyeri waktu berkemih) 2) Peningkatan frekuensi berkemih 3) Perasaan ingin berkemih 4) Adanya sel-sel darah putih dalam urin 5) Nyeri punggung bawah atau suprapubic 6) Demam yang disertai adanya darah dalam urine pada kasus yang parah. sering terjadi bakterimia. Menurut gejala  Bakteriuria asimptomatis ISK yang tidak mempunyai gejala klinik.  Bakteruria simtomatis ISK yang mempunyai gejala klinik yang nyata seperti disuria. UTI pada Lansia a. ISK uncomplicated (simple) ISK sederhana yang terjadi pada penderita dengan saluran kencing tak baik. 4. Menurut komplikasi  ISK simpleks ( ISK sederhana/ Uncomplicated UTI) ISK yang tidak disertai kelainan anatomik maupun fungsional saluran kemih. ISK ini pada usi lanjut terutama mengenai penderita wanita dan infeksi hanya mengenai mukosa superficial kandung kemih.Kelainan abnormal saluran kencing. kateter kandung kencing menetap dan prostatitis. . . paraplegia. yang menyebabkan obstruksi mekanik maupun fungsional saluran kemih. tetapi dapat juga menimbulkan hipertensi dan akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal. ISK complicated Sering menimbulkan banyak masalah karena sering kali kuman penyebab sulit diberantas. 3.Kelainan faal ginjal: GGA maupun GGK. urgency disertai demam atau tanpa demam. polakisuria. b.

massa renal atau abses. Pemeriksaan pencitraan 1. Urinalisis Memperlihatkan adanya bakteriuria. Tanda dan gejala ISK bagian atas adalah : o Demam o Menggigil o Nyeri panggul dan pinggang o Nyeri ketika berkemih o Malaise o Pusing o Mual dan muntah Pemeriksaan Diagnostik a. Pielografi (IVP). sel darah putih (leukosit). Hematuria bias disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis. neisseria gonorrhoeae. ureter dan anomali vesika urinaria. Dengan USG dapat dilihat: a. 3) Urogram intravena (IVU). dan endapan sel darah merah (eritrosit). Batu saluran kemih 2. meskipun fungsinya nol b. 4) Urogram IV atau evaluasi ultrasonic. b. d. Leukosuria positif (+) bila terdapat > 5 leukosit/lpb (lapang pandang besar) sedimen air kemih Hematuria positif (+) bila terdapat 5-10 eritrosit/lpb sediment air kemih. USG (Ultrasonografi).Tanda dan Gejala Umum 1. Dimana Leukosuria atau piuria merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria utama adanya infeksi. Dilatasi dari pelviokalises. herpes simplek). Foto polos abdomen. hodronerosis atau hiperplasie prostate. Besar/ukuran ginjal c. Jarang dilakukan kecuali ada dugaan kuat kearah batu saluran kemih dan sebagai persiapan pielografi intravena (PIV) . adanya batu. d. Tanda dan gejala ISK pada bagian bawah adalah : o Nyeri yang sering dan rasa panas ketika berkemih o Spasame pada area kandung kemih dan suprapubis o Hematuria o Nyeri punggung dapat terjadi 2. Bakteriologis 1) Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik (102 – 103 organisme koliform/mL urin (+) piuria) 2) Hitung koloni bila terdapat sekitar 100. 2) Tes Penyakit Menular Seksual (PMS): untuk mengetahui apakah terdapat organisme menular secara seksual misalnya pada Uretritia akut akibat organisme menular secara seksual (Klamidia trakomatis. dan ultrasonografi juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus urinarius. Tes esterase lekosit positif: maka psien mengalami piuria. Tes Griess positif : terdapat bakteri yang mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit. Struktur anatomis saluran kemih. msistografi. sistoskopi dan prosedur urodinamik dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten. Metode Tes 1) Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tes Griess untuk pengurangan nitrat). c.

Pielografi intravena (PIV). Dosis radiasi DMSA lebih rendah dari PIV dan tanpa zat kontras sehingga kemungkinan alergi. DMSA lebih sensitif dalam menilai parut ginjal dibandingkan USG atau PIV. Dilakukan bila tidak ada alat pencitraan korteks DMSA. Bila dilakukan saat infeksi akut berlangsung. Komplikasi Infeksi saluran kemih dapat membawa dampak jangka panjang terhadap fungsi ginjal yaitu berkembangnya uremia dan terjadinya hipertensi serta terbentuknya abses ginjal atau perianal yang bisa menyebabkan gagal ginjal. Defek fase akut tersebut bias menghilang atau menetap. Pemeriksaan ini masih invasif dengan kateter.Terapi antibiotika dosis tunggal . Tujuan MSU untuk menilai: a. Valvula uretra posterior Dianjurkan untuk memberi antibiotik 48 jam sebelum pemeriksaan dan bila ditemkan refluks maka segera dilanjutkan dengan antibiotic profilaksis bila belum diberikan sebelumnya. Refluks vesikoureter b. Dilakukan untuk melihat adanya obstruksi dan menilai fungsi ginjal kiri dan kanan secara terpisah. Dilakukan pada anak berumur dibawah 2 tahun dengan ISK yang disertai gejala panas. terlihat gambaran defek berarti terjadi parut ginjal permanen. Pemilihan antibiotik untuk pengobatan didasarkan pada tingkat keparahan. Terapi antibiotik idealnya harus dapat ditoleransi dengan baik. 5. factor kausatif (mis: batu.Terapi antibiotika konvensional: 5-14 hari . . tetapi pada pemeriksaan ulang dipakai isotop DTPA (sistografi istop) karena dosis radiasinya lebih rendah. Ketidaktahuan adanya komplikasi terberat ISK akan mendukung semakin meningkatnya resiko pyelonefritis akut dan diperlukan terapi antibiotika secepatnya. abses). Bila 6 bulan kemudian. harus segera ditangani.Terapi antibiotika jangka lama: 4-6 minggu . Pada MSU pertama sebaiknya dilakukan dengan zat kontras. tetapi yang lebih tepat untuk pemeriksaan fungsi adalah scan DTPA. DMSA dapat dipakai untuk melihat fungsi ginjal kanan-kiri secara terpisah. Gambaran PIV sama dengan kombinasi USG dan DMSA. Dilakukan untuk menilai parut ginjal. Jika kekambuhan disebabkan oleh bakteri persisten di awal infeksi. Penatalaksanaan Penanganan Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang ideal adalah agens antibacterial yang secara efektif menghilangkan bakteri dari traktus urinarius dengan efek minimal terhaap flora fekal dan vagina. 4. Scan DMSA (Dimerkapto succinic acid). Sedangkan pada sistitis. untuk wanita harus membilas dari depan ke belakang untuk menghindari kontaminasi lubang urethra oleh bakteri feces b. ginjal terlihat normal. terapi preventif dosis rendah.3. Infeksi parenkim dan pembentukan scar pada ginjal merupakan komplikasi utama yang dapat menyebabkan terjadinya insufisiensi ginjal. MSU (Miksiosisto uretrografi).Terapi dosis rendah untuk supresi c. Terapi tanpa obat pada ISK : Dianjurkan untuk sering minum dan BAK sesuai kebutuhan untuk membilas microorganisme yang mungkin naik ke uretra. Terapi Infeksi Saluran Kemih (ISK) dapat dibedakan atas: . Setelah penanganan dan sterilisasi urin. hipertensi dan gagal ginjal. DMSA dapat dipakai untuk membedakan antara ISK atas dan bawah.5 Pemeriksaan Renografi isotop DTPA atau MAG 3. karena kemungkinan RVU besar. mencapai konsentrasi tinggi dalam urin dan mempunyai spektrum aktivitas terhadap mikroorganisme penyebab infeksi. pada pielonefritis akut terlihat gambaran “filling defect”.5 Dengan MSU dapat terlihat adanya refluks vesicourethral pada 30-40% anak. jika muncul salah satu. tempat terjadinya infeksi dan jenis mikroorganisme yang menginfeksi. Pemakaian antimicrobial jangka panjang menurunkan resiko kekambuhan infeksi. a. pada pielonefritis akut berlangsung.

Pengkajian fisik : 1) Palpasi kandung kemih 2) Inspeksi daerah meatus Diantaranya: a. Adakah nyesi pangggul atau pinggang-biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas g. Deteksi dini terhadap adanya kelainan anatomis. Pemahaman tentang pencegahan.d. Bagaimana pola berkemih pasien? untuk mendeteksi factor predisposisi terjadinya ISK pasien (dorongan. ahli bedah urologi dan orang tua penderita sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya perburukan yang mengarah pada terminal gagal ginjal kronis. Pemahaman tentang penyebab/perjalanan penyakit b. suatu analgesic urinarius juga dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat infeksi. Prognosis jangka panjang pada sebagian besar penderita dengan kelainan anatomis umumnya kurang memuaskan meskipun telah diberikan pengobatan yang adekuat dan dilakukan koreksi bedah. Coli telah resisten terhadap bakteri ini. tetapi E. Pengkajian Dalam melakukan pengkajian pada klien ISK menggunakan pendekatan bersifat menyeluruh. trimethoprim/sulfamethoxazole (TMP/SMZ. Adakah disuria? c. pendidikan 2) Persepsi terhadap kondisi penyakit 3) Mekanisme koping dan system pendukung 4) Pengkajian pengetahuan klien dan keluarga a. bactrim. Pemakaian obat yang berkelanjutan perlu dipikirkan kemungkinan adanya:  Gangguan absorbsi dalam alat pencernaan  Interansi obat  Efek samping obat  Gangguan akumulasi obat terutama obat-obat yang ekskresinya melalui ginjal seperti efek nefrotosik obat dan Efek toksisitas obat Prognosis ISK tanpa kelainan anatomis mempunyai prognosis lebih baik bila dilakukan pengobatan pada fase akut yang adekuat dan disertai pengawasan terhadap kemungkinan infeksi berulang. kerjasama yang baik antara dokter. Hal ini terjadi terutama pada penderita dengan nefropati refluk. Adakah bau urine yang menyengat? d. septra). meliputi : Identitas klien Riwayat kesehatan : 1) Riwayat infeksi saluran kemih 2) Riwayat pernah menderita batu ginjal 3) Riwayat penyakit DM. Pyridium. Adakah nyeri-biasanya suprapubik pada infeksi saluran kemih bagian bawah f. frekuensi. Bagaimana haluaran volume orine. dan jumlah) b. jantung. Riwayat psikososial: 1) Usia. perawatan dan terapi medis Misalkan dari hasil pengkajian diatas data pasien yang didapat yaitu . pekerjaan. kadang ampicillin atau amoksisilin digunakan. Peningkatan suhu tubuh biasanya pada infeksi saluran kemih bagian atas. pengobatan yang segera pada fase akut. jenis kelamin. warna (keabu-abuan) dan konsentrasi urine? e. Penggunaan medikasi yang umum mencakup: sulfisoxazole (gastrisin).

leukosit. frekuensi.a. Adanya eritrosit. dengan bau menyengat. dan dysuria R: S: T: .Riwayat psikososial: . WBC(+++). pyuria.Riwayat kesehatan masa lalu: baru saja melaksanakan persalinan P1A0 (39 minggu) per vaginam . dan bakteri dalam urine. Kencing mengeden Mengompol b.Pengkajian fisik: Inspeksi: Palpasi: teraba tegang “tenderness” di daerah supra pubik Auskultasi: Perkusi: TD: 120/80.Riwayat Kesehatan Sekarang P: Klien mengeluh saat berkemih. HR: 90x/menit.Biodata Nama : Umur : 25 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan :Pendidikan :. eritrosit (+) . Pengkajian .Data penunjang: Warna urin keruh. Q: Klien mengeluh urgency.Riwayat kesehatan keluarga: . mual dan muntah Pasien merasa tidak puas saat berkemih seperti belum keluar semua. Suhu aksila : 370 C Asuhan Keperawatan Klien dengan Urinary Tract Infection/Infeksi Saluran Kemih A. cultur (+) bakteri.Riwayat penggunaan obat: Bachtrim 3x1 tab 400mg Phenazopiridine 3x1 tab PO Perawat menganjurkan klien minum 3L/hari . Data Subjektif Pasien mengeluh nyeri saat berkemih Pasien mengeluh sakit pinggang Pasien mengaku tidak ada nafsu makan. berkemih keluar sedikit disertai rasa nyeri. RR: 24x/menit. S: 39oC . Data objektif Wajah pasien tampak meringis Pasien berkemih kurang dari normal (< 1 – 2 L/hari) warna (keabu-abuan).

Patofisiologi Urinary Tract Infection/Infeksi Saluran Kemih .

Nyeri menetap atau bertambah sakit  Berikan analgesic sesuia kebutuhan dan evaluasi keberhasilannya h. kateter 2 nkali per hari. Berikan tindakan nyaman. memberikan informasi tentang fungsi ginjal dan urin adanya komplikasi b. tidak terjadi tanda-tanda gangguan berkemih (urgensi. imajinasi terbimbing dan distraksi e. berikan perawatan f. luas Pla berkemih berubah.Temuan. frekueni.analgesic memblok lintasan nyeri sehingga mengurangi nyeri h. d. g. peningkatan hidrasi membilas bakteri. Kaji keluhan kandung kemih penuh d. masukan dan haluaran penyimpangan dari hasil yang diharapkan setiap 8 jam dan pantau hasil urinalisis ulang b.Rencana Asuhan Keperawatan 1. penyebab nyeri c. otot. termasuk air segar . Berikan perawatan perineal f. Tentukan pola berkemih pasien b. membiasakan klien untuk kembali ke pola berkemih yang normal c. menetes setelah berkemih. jingga gelap. Berikan antibiotic. c. untuk mencegah kontaminasi uretra e. akibta dari haluaran urin memudahkan berkemih sering dan membentu membilas saluran berkemih . a. sring berkemih dengan jumlah sedikit. retensi urin dapat terjadi menyebabkan distensi jaringan(kandung kemih/ginjal) . Mengurangi rasa nyeri relaksasi. d. Catat lokasi. lamanya intensitas skala (1-10) b. Dx 2: Perubahan pola eliminasi berhubungan dengan Kriteria Evaluasi: Pola eliminasi membaik. Buat berbagai variasi sediaan minum. Pemberian air sampai 3000 ml/hari 2. menurunkan tegangan lingkungan istirahat. Jika dipaang kateter indwelling. Bantu atau dorong penggunaan nafas dalam. untuk mengidentifikasi indikasi kemajuan atau baud an pola berkemih. Awasi pemasukan dan pengeluaran karakteristi a. Pantau haluaran urine terhadap perubahan warna. Dx 1 : Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan Kriteria evaluasi: Tidak nyeri waktu berkemih. meningkatkan relaksasi. disuria) Intervensi Rasional a. Kateter memberikan jalan bakteri untuk memasuki kandung kemih dan naik ke saluran perkemihan. d. perasaan ingin kencing. Kolaborasi: . membantu mengevaluasi tempat obstruksi dan penyebaran nyeri. Dorong meningkatkan pemasukan cairan c. berkabut atau keruh. tidak nyeri pada perkusi panggul Intervensi Rasional a.temuan ini dapat memeberi tanda  Konsul dokter bila: sebelumnya kuning gadingkerusakan jaringan lanjut dan perlu pemeriksaan urine kuning. Kolaborasi: g. seprti pijatan punggung.

Alih Bhasa: Agung Waluyo. Imam A. Edisi: 4. akumulasi sisa uremik dan ketidakseimbangan elektrolit dapat menjadi toksik pada susunan saraf pusat f. Ni made Sumarwati. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddart. BUN. (2001). Edisi: 3. Jakarta: EGC Smeltzer. Jakrta: EGC.e. (2000). e. Sylvia Andrson. Alih Bahasa: Peter Anugrah. Peningkatan masukan sari buah dapt berpengaruh dalm pengobatan infeksi saluran kemih.asam urin menghalangi tumbuhnya kuman. kreatinin  Lakukan tindakan untuk memelihara asam urin: tingkatkan masukan sari buah berri dan berikan obat-obat untuk meningkatkan aam urin. (1995). Observasi perubahan status mental:. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Infeksi Saluran Kemih. Edisi: 2. . Tessy Agus.pengawasan terhadap disfungsi ginjal . perilaku atau tingkat kesadaran f. Jakarta: FKUI. Parsudi. Jakarta: EGC. (1999). (1998). Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Keperawatan Gerontik. elektrolit. Rencana Asuhan Keperawatan Nugroho. Wahyudi. Kolaborasi: . Alih Bahasa: I Made Kariasa. Kecuali dikontraindikasikan: ubah posisi pasien setiap dua jam g. Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta: FKUI Price. Suwanto. Jakarta: EGC. Barbara. (1999). Suzanne C. Edisi: 3. Kolaborasi:  Awasi pemeriksaan laboratorium. Enggram. (2001). untuk mencegah statis urin g. Edisi: 8. Daftar Pustaka Doenges. Ardaya. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit: pathophysiologi clinical concept of disease processes. Marilyn E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful