BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang bergerak secara signifikan dari tahun ke tahun akan menimbulkan tuntutan pemenuhan hajat dasar, contohnya pangan, sandang dan papan. Untuk mendapatkan kualitas yang bermutu pada hal-hal tersebut tentulah akan sangat terkait dengan kebutuhan akan suplai energi listrik yang sangat mencukupi. Jika suplai energi listrik ke pemukimanpemukiman penduduk, pusat-pusat bisnis dan perdagangan, sekolah-sekolah dari tingkat dasar hingga atas dan institusi-institusi pendidikan tinggi lainnya tidaklah mencukupi maka kondisi kehidupan yang semakin rumit akan dialami masyarakat luas. Banyak sektor kehidupan masyarakat akan terpengaruhi dan berkembang secara tidak sehat seperti tidak beroperasinya secara baik sejumlah infrastruktur pendidikan, institusi pemerintahan, layanan jasa dan perdagangan, dan masih banyak lainnya. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh PT. PLN diperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan konsumsi listrik masyarakat Indonesia berkisar 6-7 persen per tahunnya. Sejalan dengan trend kebutuhan masyarakat kita terhadap energi listrik yang dari tahun ke tahun terus meningkat, secara khusus gambaran kondisi kelistrikan kita juga ditandai oleh pertumbuhan beban puncak, dari jam 17.00

1

hingga 20.00, yang mencapai 4.8 persen per tahun [Fahmi Mochtar, 2008]. Apabila trend kebutuhan semacam ini tidak diikuti oleh penambahan kapasitas pasokan listrik akan dapat dipastikan krisis listrik yang berkepanjangan akan di alami oleh negara kita. Maka dari itu bermunculanlah pemikiran untuk mengalihkan sistem pembangkitan yang berasal dari energi tak terbaharukan menuju pembangkit energi listrik dengan memanfaatkan sumber-sumber energi terbaharukan, misalnya energi panas matahari, air dan angin. Bertolak dari pemikiran tersebut maka penulis mencoba memikirkan bagaimana untuk lebih mengefisiensikan

penggunaan energi listrik yang sekarang ini (energi listrik dari PT PLN) dengan mengkombinasikannya dengan energi listrik terbaharukan yakni penggunaan Sel Surya. Dimana penulis harapkan akan menghasilkan sebuah efisiensi yang dapat membantu dalam mengurangi efek beban puncak dan masalah kelistrikan lainnya dalam tataran yang lebih sederhana. Mengingat sangat pentingnya hal ini kedepannya pada sistem interkoneksi Sulawesi Selatan serta sangat aplikatif bagi mahasiswa, maka penulis mencoba mengangkat hal ini sebagai bahan penulisan tugas akhir.

I.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka dapat dirumuskan masalahnya sebagai berikut:

2

1.

Bagaimana merancang alat kontrol agar Sel Surya dapat bekerja paralel terhadap sistem maupun bekerja sendiri pada waktu yang telah ditentukan.

2.

Bagaimana mempabrikasi alat kontrol sehingga dapat diaplikasikan dalam mengurangi efek beban puncak.

3.

Bagaimana menganalisa karakteristik dari alat tersebut.

I.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah: 1. Dapat merancang alat kontrol agar Sel Surya dapat bekerja paralel terhadap sistem maupun bekerja sendiri pada waktu yang telah ditentukan. 2. Dapat mempabrikasi alat kontrol sehingga dapat diaplikasikan dalam mengurangi efek beban puncak. 3. Dapat menganalisa karakteristik dari alat tersebut.

I.4 Batasan Masalah Dalam penyelesaian tugas akhir ini, permasalahan dibatasi pada: 1. Sel Surya yang digunakan hanya ditujukan pada satu aplikasi saja, yakni sebagai backup sistem dan aktif pada waktu tertentu (waktu beban puncak, 17.00 - 22.00) 2. Daya yang digunakan kami batasi hanya berada padai daya 5500 watt ke bawah.

3

3. Untuk komponen yang digunakan adalah Kontaktor, Relay dan IC RTC 4. Untuk inverter yang di gunakan di batasi pada inverter yang sudah tersedia di pasaran 5. Untuk mikrokontrolernya kami menggunkan bahasa penmrograman C dengan kompiler CodeVision AVR

I.5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tugas akhir ini dibagi dalam empat bab dengan pembagian sebagai berikut: BAB I Merupakan bagian pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan. BAB II Merupakan bab yang berisi teori dasar yang relevan untuk bahan penelitian. BAB III BAB IV BAB V Merupakan bab yang berisi tentang metode penelitian. Merupakan bab yang berisi tentang hasil dan pembahasan. Merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan dan saran mengenai isi pembahasan pada bab-bab sebelumnya.

4

1 Sejarah Sel Surya Pada sekitar akhir abad 19. sedangkan sinar merah (infra-red) adalah sinar yang bermuatan energi Foton rendah dan dalam bentuk gelombang panjang. ditemukan konsep ³Quantum Mechanics´ untuk menciptakan teknologi baru ³solid-state´. Pada awal abad 20. Sekitar tahun 1930. dimana selempeng metal melepaskan ³Photon´ partikel energi cahaya ketika terkena sinar matahari. dimana perusahaan Bell Telephone Research Laboratories menciptakan Sel Surya padat yang pertama. aliran listrik surya ditemukan oleh ahli fisika Jerman bernama Alexandre Edmond Becquerel secara kebetulan dimana berkas sinar matahari jatuh pada larutan elektro kimia bahan penelitian. teknologi disain dan efisiensi Sel Surya terus berlanjut dan diaplikasikan ke pesawat ruang 5 .BAB II Tinjauan Pustaka II. Tahun 1950 . sehingga muatan elektron pada larutan meningkat. yang kemudian menjadi pengertian dasar pada ³Photovoltaic Effect´. Gelombang cahaya sinar lembayung (ultraviolet) adalah sinar yang bermuatan energi Foton tinggi dan panjang gelombangnya pendek. Albert Einstein menamakan penemuan ini dengan ³Photoelectric Effect´.1960.

sehingga harga selsurya dapat serendah mungkin. perusahaan-perusahaan SEL SURYA bergabung dengan instansi energi pemerintah agar dapat lebih memproduksi SEL SURYA sel dalam jumlah besar.4 kW/m2 dengan arah tegak lurus terhadap poros sinar. 6 . Baru pada tahun 1980 an.angkasa (photovoltaic energies).2 Arus Energi Surya dan Proses Pemanfaatannya Energi surya memasuki atmosfer bumi dengan kepadatan yang diperkirakan sebesar antara satu hingga 1. Dari jumlah tersebut 34% dipantulakan kembali ke ruang angkasa dan terdapat lebih kurang 560 W/m2 yang di serap bumi. Tahun 1970-an. maka SEL SURYA mulai diaplikasikan ke ³low power warning systems´ dan ³offshore buoys´ (tetapi produksi SEL SURYA tidak dapat banyak karena masih ³handmade´). dunia menggalakkan sumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan. II.

Lapisan laut sebelah atas lebih panas dibandingkan lapisan bawahnya. energi yang terkumpul tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia. atau membuat garam seperti yang telah lama dilakukan manusia. dan VII pemanfaatan panas matahari dilakukan dengan kolektor buatan manusia. Pertama air naik sebagai uap menjadi awan dan turun di gunung dan air mengalir di sungai merupakan potensi tenaga air. Panas ini merupakan potensi yang dimanfaatkan dengan cara konversi energi panas. baik alamiah maupun buatan manusia. Di sini terjadi dua hal. Untu proses V energi yang dikumpulkan 7 . Pada Proses V. Gambar II.1 secara skematis menunjukkan energi asal radiasi surya yang mencapai bumi dan yang melalui berbagai proses. Proses II menunjukkan radiasi surya yang memanasi atmosfer sehingga terjadi perpindahan udara berupa angin dan arus pancar. lautan dipanaskan. Pada proses III lautan dipanaskan. VI.12 x 108 MW. sebagaimana misalnya pada proses menjemur pakaian. Pada Proses IV panas matahari dimanfaatkan secara langsung.Dari angka perkiraan tersebut radiasi surya secara potensial di Indonesia sebesar 1. Selain itu. Pada proses I sinar matahari ditangkap oleh daun-daun tumbuhtumbuhan yang dikumpul dalam bentuk kayu dan massa bio.

3 Radiasi Matahari di Permukaan Bumi Planet bumi hampir berbentuk bulat dengan jari-jari 6370 km. Karena Intensiatas radiasi matahari di luar atmosfer bumi berbanding terbalik dengan jarak bumi dan matahari.kolektor biasanya dimanfaatkan untuk memanaskan air. Proses VI sinar matahari melalui prinsip fotovoltaik (sel surya) diubah langsung menjadi tenaga listrik. yang dikirim ke suatu stasiun bumi. maka pada akhir Desember bumi 8 . atau melalui proses uap maupun dengan cara lain dijadikan tenaga listrik. II. Air yang panas tersebut dapat dimanfaatkan. Pada tanggal 21 Desember posisi bumi berada terdekat dengan matahari (perihelion). Bumi mengelilingi matahari dengan lintasan berbentuk elips dengan matahari terletak pada salah satu fokus.3 %. Pada prose VII. Waktu yang diperlukan untuk sekali berotasi pada sumbunya adalah 24 jam dan waktu yang diperlukan untuk sekali berevolusi terhadap matahari 365 hari. digunakan sebuah satelit surya yang beredar dalam suatu orbit di atas bumi untuk menangkap radiasi matahari dan mengubahya menjadi pancaran gelombang mikro. Sedangkan pada tanggal 21 Juni posisi bumi paling jauh (aphelion). Perbedaan jarak tersebut berkisar + 3.

menerima radiasi sebesar 7.2 menunjukkan pengaruh kemiringan bumi pada beberapa keadaan sepanjang tahun. dan pergantian musim. Gambar II. perubahan waktu siang dan malam. maka perubahan waktu siang dan malam serta pergantian musim tidak besar pengaruhnya sehingga tidak begitu terasa jika dibandingkan dengan daerah-daerah dengan lintang yang besar.0 % berbanding terbali dengan penerimaan radiasi pada akhir Juni Sumbu rotasi bumi miring 23.450 terhadap orbitnya sewaktu mengelilingi matahari sehingga mempengaruhi perhitungan jumlah distribusi radiasi mathari.2 Posisi bumi terhadap sinar matahari Indonesia terletak di Ekuator. Gambar II. 9 .

Radiasi elektromagnetik ini memiliki dualisme si at. Sebagai partikel radiasi matahari berinteraksi dengan materi.Matahari melepaskan energinya dalam jumlah yang sangat besar dalam bentuk radiasi elektromagnetik. II. Foton inilah yang dimanfaatkan untuk keperluan pembangkitan tenaga listrik melalui sel fotovoltaik (sel surya).4 Penentuan Posisi Matahari Posisi suatu daerah pada bumi terhadap posisi matahari di tentukan oleh dua sudut yang berubah-ubah secara kontinu. yaitu sudut jam matahari dan sudut deklinasi serta oleh suatu sudut tetap yang m enspesifikan lokasi derah tersebut ada bumi yaitu garis lintangnya.3 Variasi Sudut kemiringan permukaan tanah terhadap arah penerimaan cahaya matahari 10 . Gambar II. yaitu sebagai gelombang dan partikel. Hal ini disebut foton.

1 Dasar Sel Surya Solar Cell adalah suatu pembangkit listrik tenaga surya digunakan pada daerah-daerah tertentu yang tidak ada jaringn PLN untuk mensuplai beban. Sel Surya diproduksi dari bahan semikonduktor yaitu silikon berperan sebagai isolator pada temperatur rendah dan sebagai konduktor bila ada energi dan panas.5. Oleh karena bumi menyelesaikan rotasi 360 0 dalam waktu 24 jam maka sudut jam berubah 15 0 setiap jam. Sebuah 11 . dengan sudut-sudut antara saat matahari terbit dan solar noon adalah bernilai positif dan sudut-sudut antara posisi matahari setelah solar noon dan solar noon adalah negatif. II.4. atau dari titik tertinggi matahari di langit pada solar noon.II. Sudut ini bergantung pada posisi sesaat bumi dalam revolusinya mengelilingi matahari.4. Sudut jam diukur dari meridian lokal. II.2 Sudut Deklinasi Sudut deklinasi matahari adalah sudut antara sinar matahari dan garis tegak lurus terhadap sumbu polar dalam bidang sinar matahari atau dengan kata lain posisi angular matahari pada kedudukan tertingginya di langit terhadap bidang ekuator.5 Spesifikasi Sel Surya II.1 Sudut Jam Sudut Jam (H) dari matahari untuk suatu tempat tertentu adalah bergantung pada posisi sesaat bumi dalam rotasi aksialnya.

Pembawa muatan listrik yang positif dinamakan hole. di dalam silikon jenis P terbentuk hole ( pembawa muatan listrik positif) dalam jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan elektronnya. Sebaliknya. sedangkan yang negatif dinamakan elektron. Seperti Gambar di bawah: Gambar II. Setelah dilakukan proses penodaan itu.Silikon Sel Surya adalah sebuah diode yang terbentuk dari dua lapisan yang dinamakan PN juction. Sehingga pada bagian kiri terbentuk silikon yang tidak murni lagi dan dinamakan silikon jenis P. Oleh karena itu di dalam silikon jenis P hole merupakan pembawa muatan mayoritas.4. Diagram dari sebuah potongan Sel Surya. sedangkan elektron merupakan pembawa muatan minoritas. sedangkan yang sebelah kanan dinamakan silikon jenis N. Di dalam silikon murni terdapat dua macam pembawa muatan listrik yang seimbang. dan yang di sebelah kanan dinodai dengan impuriti bervalensi 5. di dalam silikon jenis N 12 . PN junction itu diperoleh dengan jalan menodai sebatang bahan semikonduktor silikon murni ( valensinya 4 ) dengan impuriti yang bervalensi 3 pada bagian sebelah kiri.

Sedangkan pembawa muatan minoritas (elektron) di dalam bagian P bergerak berusaha untuk mencapai kutub positif baterai. Dengan keadaan seperti ini. Dan energi listrik inilah yang disebut sebagai arus listrik yang mengalir berlawanan arah dengan gerakan elektron. Arus listrik itu mengalir searah dengan gerakan hole. Demikian pula 13 . Tapi. maka hole (pembawa muatan positif) dapat tersambung langsung ke kutub positif.terbentuk elektron dalam jumlah yang sangat besar sehingga disebut pembawa muatan mayoritas. Bila sekarang. dan hole disebut pembawa muatan minoritas. maka terjadi hubungan yang dinamakan "forward bias". bila bagian P dihubungkan dengan kutup negatif dari baterai dan bagian N dihubungkan dengan kutub positifnya. Jadi arus listrik yang mengalir di dalam PN junction disebabkan oleh gerakan hole dan gerakan elektron. jelas di dalam PN junction tidak ada gerakan pembawa muatan mayoritas baik yang hole maupun yang elektron. Sekedar untuk lebih menjelaskan. maka sekarang terbentuk hubungan yang dinamakan "reverse bias". bagian P dihubungkan dengan kutub positif dari sebuah baterai. tapi berlawanan arah dengan gerakan elektron. sedangkan elektron juga langsung ke kutub positif. di dalam rangkaian itu timbul arus listrik yang disebabkan oleh kedua macam pembawa muatan. Di dalam batang silikon itu terjadi pertemuan antara bagian P dan bagian N. Dalam keadaan forward bias. Oleh karena itu dinamakan PN junction. Jadi. sedangkan kutub negatifnya dihubungkan dengan bagian N. elektron yang bergerak di dalam bahan konduktor dapat menimbulkan energi listrik.

ternyata arus yang timbul semakin besar. Ada yang menarik dalam keadaan reverse bias itu. Karena cahaya itu merupakan salah satu bentuk energi. pembawa muatan minoritas di dalam PN junction bertambah banyak. di dalam PN junction ada juga arus yang timbul meskipun dalam jumlah yang sangat kecil (mikro ampere). Bila baterai dalam rangkaian reverse bias itu dilepas dan diganti dengan beban tahanan. Karena biasanya 14 . Berdasarkan gejala fotokonduktif itu maka dibuat komponen elektronik fotodioda dari PN junction itu. Bila suhu PN juction tersebut dinaikkan ternyata dapat memperbesar arus bocor yang timbul itu. Berdasarkan gejala photovoltaic ini maka dapat diciptakan komponen elektronik photovoltaic cell. Gejala seperti ini dinamakan photovoltaic. Arus bocor dapat juga diperbesar dengan memperbesar tegangan baterai (tegangan reverse). maka pemberian cahaya itu dapat menimbulkan pembawa muatan baik hole maupun elektron. Berarti bila diberi energi (panas). Cahaya dapat memberikan energi yang cukup besar untuk memperbesar jumlah hole pada bagian P dan jumlah elektron pada bagian N. dalam keadaan reverse bias. Gejala seperti ini dinamakan fotokonduktif. Arus ini sering disebut dengan reverse saturation current atau leakage current ( arus bocor ). tapi penambahan arus bocornya itu tidak signifikan. Jika iluminasi cahaya itu ditingkatkan. Dalam keadaan reverse bias. dengan memperbesar intensitas cahaya yang menimpa fotodioda dapat meningkatkan arus bocornya. maka bila ada cahaya yang menimpa suatu PN junction dapat juga menghasilkan energi yang cukup untuk menghasilkan pembawa muatan.pembawa muatan minoritas ( hole ) di dalam bagian N juga bergerak berusaha mencapai kutub negatif. Karena itu.

Sel Surya sebagai sumber daya listrik pertama kali digunakan di satelit. terutama sebagai energi penerangan di malam hari. Biasanya sel-sel surya itu sudah disusun sehingga berbentuk panel. Sekarang. sebagai terminal keluaran positif. Kemudian dipikirkan pula sel surya sebagai sumber energi untuk mobil. Silikon jenis P merupakan lapisan permukaan yang dibuat sangat tipis supaya cahaya matahari dapat menembus langsung mencapai junction. Jadi sel surya itu pada dasarnya sebuah foto dioda yang besar dan dirancang dengan mengacu pada gejala photovoltaic sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan daya yang sebesar mungkin. maka photovoltaic cell sering juga disebut solar cell (sel surya) atau solar energy converter. 15 . Untuk mendapatkan daya yang cukup besar diperlukan banyak sel surya. di luar negeri. Sel surya di Indonesia sudah mulai banyak dimanfaatkan. Bagian P ini diberi lapisan nikel yang berbentuk cincin. Di bawah bagian P terdapat bagian jenis N yang dilapisi dengan nikel juga sebagai terminal keluaran negatif. Sel Surya sudah mulai digunakan sebagai atap atau dinding rumah. dan dinamakan panel photovoltaic (sel surya). Bahkan Sanyo sudah membuat sel surya yang semi transparan sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kaca jendela. pemerintah sedang memikirkan untuk mengembangkan pemanfaatan sel surya ke daerah-daerah transmigrasi. sehingga ada mobil listrik surya. Sekarang. Juga sudah dilakukan uji coba untuk membuat mobil tenaga surya.matahari sebagai sumber cahaya.

II. Pelacak titik daya maksimum ini adalah sebuah charge controller berupa devais elektronik yang mengatur agar modul sel surya maksimum output.6 Prinsip Kerja Sel Surya Secara sederhana solar cell terdiri dari persambungan bahan semikonduktor bertipe p dan n (p-n junction semiconductor) yang jika tertimpa 16 . Lalu memilih sebuah DC-DC konverter untuk mengatur tegangan Modul SEL SURYA tetap pada tegangan maksimum tersebut. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan tegangan sel surya yang menghasilkan daya maksimum. b. Karena jaringan listrik beroperasi menggunakan sinyal sinusoidal maka pada umumnya inverter yang di gunakan adalah singel phase full bridge inverter.2 Komponen Dalam Sistem Sel Surya Komponen yang di perlukan dalam sistem kelistrikan Sel Surya adlah komponen elektronika daya yang terdiri dari DC-DC Konverter dan Inverter DCAC. II.5. Inverter DC-AC Berdasarkan bentuk tegangan outputnya inverter dapat dibedakan menjadi tipe squarevawe inverter (output sinyal kotak)dan sinewave inverter (output sinyal sinus). DC-DC Konverter Fungsi Konverter ini sebagai implementasi dari pelacakan titik daya maksimum pada modul sel surya. a.

meskipun demikian. nah aliran electron inilah yang disebut sebagai aliran arus listrik. Spektrum radiasi sinar matahari 17 .6. Sedangkan struktur dari solar cell adalah seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah: Gambar II. Sinar matahari terdiri dari bermacam-macam jenis gelombang elektromagnetik yang secara spectrum dapat dilihat pada gambar II.sinar matahari maka akan terjadi aliran electron. masing-masing lapisan juga sangat berpengaruh terhadap efisiensi dari solar cell. Gambar II.5 Struktur lapisan tipis solar sel secara umum Bagian utama perubah energi sinar matahari menjadi listrik adalah absorber (penyerap).6. Oleh karena itu absorber disini diharapkan dapat menyerap sebanyak mungkin solar radiation yang berasal dari cahaya matahari.

energi foton (hc/v harus sedikit lebih besar atau diatas dari pada energi band-gap. yaitu dengan memodifikasi struktur molekul dari semikonduktor yang dipergunakan. dipantulkan atau dilewatkan begitu saja (lihat gambar 3). Gambar II. 18 . Karenanya sangatlah penting pada solar sel untuk mengatur bahan yang dipergunakan.7. sehingga mengalirlah arus listrik. Jika energi foton terlalu besar dari pada energi band-gap. akan diserap. jika menimpa permukaaan bahan solar sel (absorber). Level energi tersebut disebut energi band-gap yang didefinisikan sebagai sejumlah energi yang dibutuhkan utk mengeluarkan electron dari ikatan kovalennya sehingga terjadilah aliran arus listrik. Radiative transition of solar cell Tentu saja agar efisiensi dari solar cell bisa tinggi maka foton yang berasal dari sinar matahari harus bisa diserap yang sebanyak banyaknya.Lebih detail lagi bisa dijelaskan sinar matahari yang terdiri dari photonphoton. kemudian memperkecil refleksi dan remombinasi serta memperbesar konduktivitas dari bahannya. dan hanya foton dengan level energi tertentu yang akan membebaskan elektron dari ikatan atomnya. Untuk membebaskan electron dari ikatan kovalennya. maka extra energi tersebut akan dirubah dalam bentuk panas pada solar sel.

masih ada yang mengatakan memang benar solar cell ketika melakukan proses perubahan energi tidak ada polusi yang dihasilkan. Nah tantangannya disini adalah memang bagaimana untuk menaikkan efisiensi. Bagian Dalam dari Photovoltaic Dari begitu banyak keuntungan solar cell seperti telah diuraikan diatas ternyata tidak polemik tidak ke mudian berhenti begitu saja.Untuk bisa membuat agar foton yang diserap dapat sebanyak banyaknya. Salah satu bahan yang sedang banyak diteliti adalah CuInSe2 yang dikenal merupakan salah satu dari direct semikonductor. maka absorber harus memiliki energi band-gap dengan range yang lebar. tetapi sudahkah kita menghitung berapa besar polusi yang telah dihasilkan dalam proses pembuatannya. 19 . Gambar II. yang tentunya akan berdampak kepada nilai ekonomisnya.8. sehingga memungkinkan untuk bisa menyerap sinar matahari yang mempunyai energi sangat bermacam-macam tersebut. dibandingkan kecilnya efisiensi yang dihasilkan.

5 volt maksimum 600 mV pada 2 amp. Isc adalah arus listrik maximum pada nilai volt = nol. dengan kekuatan radiasi solar matahari 1000 W/m = ´1 Sun´ akan menghasilkan arus listrik (I) sekitar 30 mA/cm per sel surya. Voc adalah volt maximum pada nilai arus nol. Sel surya menghasilkan energi maximum jika nilai Vm dan Im juga maximum. Isc berbanding langsung dengan ketersediaan sinar matahari. dan secara konstan menghasilkan energi berkisar ± 0. Voc naik secara logaritma dengan peningkatan sinar matahari. Grafik I-V Curve 20 . karakter ini yang memungkinkan sel surya untuk mengisi accu. Isc = short-circuit current Vsc = open-circuit voltage Vm = voltage maximum power Im = current maximum power 2 2 Pm = Power maximum-output dari Sel Surya array (watt) Gambar II.II.7 Energi Listrik Sel surya dalam menghasilkan listrik tidak tergantung pada besaran luas bidang Silikon.9. Grafik I-V Curve (gambar 2) menggambarkan keadaan sebuah sel surya beroperasi secara normal.

8 Daya dan Efisiensi Sebelum mengetahui daya sesaat yang dihasilkan kita harus mengetahui energi yang diterima...........II....... Rumus 1 dimana : Ir = Intensitas radiasi matahari ( W/m2) A = Luas permukaan (m2) Sedangkan untuk besarnya daya sesaat yaitu perkalian tegangan dan arus yang dihasilkan oleh sel fotovoltaik dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :   dimana : P = Daya (Watt)....... V = Beda potensial (Volt) I = Arus (Ampere) ..... dimana energi tersebut adalah perkalian intensitas radiasi yang diterima dengan luasan dengan persamaan :   ........ Rumus 2 21 .....

.. maka panel solar cell dapat dirangkai secara seri atau paralel maupun kombinasi keduanya. Tetapi juga arus listrik tersebut dapat digunakan sebagai pengisian dengan cara disimpan ke dalam baterai agar dapat dipergunakan pada saat yang diperlukan khususnya pada malam hari karena tidak adanya sinar matahari.... Rumus 3 Apabila pengguna menginginkan tegangan maupun arus yang lebih besar..Efisiensi yang terjadi pada sel surya adalah merupakan perbandingan daya yang dapat dibangkitkan oleh sel surya dengan energi input yang diperoleh dari sinar matahari.... Sebaiknya sebelum melaksanakan pengisian sebaiknya baterai dalam keadaan kosong karena arus yang masuk akan dapat terisi dengan maksimal..   . Efisiensi yang digunakan adalah efisiensi sesaat pada pengambilan data. maka tegangan yang dihasilkan solar cell harus diatas 12 Volt untuk dapat melakukan pengisian. Misalnya baterai yang digunakan adalah 12 Volt... Setelah mendapatkan output dari solar cell yang berupa arus listrik dapat langsung digunakan untuk beban yang dimanfaatkan... Satuan kapasitas suatu baterai adalah Ampere jam ( Ah ) dan biasanya 22 . Apabila solar cell tersebut digunakan untuk penyimpanan ke baterai.. maka besarnya tegangan yang dihasilkan harus diatas spesifikasi baterai tersebut. Bila panel dirangkai seri maka tegangan yang naik tetapi bila dirangkai paralel maka arus yang naik..

Kenaikan temperatur lebih tinggi dari temperatur normal pada sel surya akan melemahkan tegangan (Voc). II. Efek dari Intensitas Arus (I) b. 23 . Radiasi matahari. Radiasi matahari di bumi dan berbagai lokasi bervariable. setiap kenaikan temperatur sel surya 10 Celsius (dari 25 C) akan berkurang sekitar 0. dan sangat tergantung keadaan spektrum solar ke bumi. 0 0 0 Gambar II.4 % pada total tenaga yang dihasilkan atau akan melemah dua kali (2x) lipat untuk kenaikan temperatur sel per 10 C.10. Misalnya suatu baterai dengan kapasitas 10 Ah akan terisi penuh selama 10 jam dengan arus output solar cell sebesar 1 Ampere. Ambient air temperature.9 Faktor Pengoperasian Sel Surya Pengoperasian sel surya agar didapatkan nilai yang maksimum sangat tergantung pada faktor berikut: a.karakteristik ini terdapat pada label suatu baterai.10. Pada Gambar II. Sebuah sel surya dapat beroperasi secara maksimum jika temperatur sel tetap normal (pada 25 C).

2 2 24 . orientasi ke Timur Barat walaupun juga dapat menghasilkan sejumlah energi. asap. c. Orientasi panel atau larik sel surya. maka panel surya sebaiknya diorientasikan ke Selatan. d. f. uap air udara (Rh). mendung. Mempertahankan sinar matahari jatuh ke sebuah permukaan panel sel surya secara tegak lurus akan mendapatkan energi maksimum ± 1000 W/m atau 1 kW/m . Orientasi dari rangkaian sel surya (larik) ke arah matahari secara optimum adalah penting agar panel surya dapat menghasilkan energi maksimum. Posisi letak sel surya (larik) terhadap matahari (tilt angle). jenis partikel debu udara. Keadaan atmosfir bumi berawan. e. Keadaan atmosfir bumi. tetapi tidak akan mendapatkan energi matahari optimum. maka ekstra luasan bidang panel sel surya dibutuhkan (bidang panel sel surya terhadap sun altitude yang berubah setiap jam dalam sehari). Kecepatan tiup angin disekitar lokasi larik sel surya dapat membantu mendinginkan permukaan temperatur kaca-kaca larik sel surya.Insolation solar matahari akan banyak berpengaruh pada current (I) sedikit pada tegangan . Kalau tidak dapat mempertahankan ketegak lurusan antara sinar matahari dengan bidang PV. kabut dan polusi sangat menentukan hasil maximum arus listrik dari deretan sel surya. Sudut orientasi (tilt angle) dari panel surya juga sangat mempengaruhi hasil energi maksimum (lihat penjelasan tilt angle). Sebagai guidline: untuk lokasi yang terletak di belahan Utara latitude. Kecepatan angin bertiup.

b. Tipe stand-alone. c. 25 . sel surya dapat dibedakan menjadi : a. Tipe isolated grid. Ekstra Luasan Panel PV dalam posisi datar.Gambar II. Tipe grid connected. sedangkan untuk lokasi dengan latitude berbeda harus dicarikan ³tilt angle´ yang optimum. kapasitas kecil. tipe ini biasanya digunakan untuk beban listrik besar terisolasi dan terkonsentrasi.11. tipe ini digunakan pada daerah yang telah memiliki sistem jaringan listrik komersial. Panel sel surya pada ekuator (latitude 0 derajat) yang diletakkan mendatar (tilt angle = 0) akan menghasilkan energi maksimum. bisa dikombinasikan dengan sumber energi lain dalam operasi hybrid. II. dan sistem langsung output energi surya ke dalam jaringan listrik.10 Tipe-tipe pemasangan Sel Surya Dalam pemasangannya. dimana tipe ini biasanya digunakan untuk beban listrik terisolasi atau di daerah terpencil.

26 . sel surya dikembangkan lebih menyatu menjadi bagian material bangunan yaitu: bahan atap (genting. panel-panel/deretan sel surya modul dengan rangka besi hanya diletakkan (mounting) pada bidang atap datar bangunan dengan alat penyangga (tracking). b. Revolusi aplikasi sel surya pada bangunan arsitektur telah mengalami perkembangan yang pesat. Generasi Ketiga (tahun 1997). dimana y Energi surya disimpan dalam battery storage dan digunakan pada saat terjadi padam listrik y Meningkatkan kualitas pelayanan daya listrik pada sistem yang lemah. biasanya sel surya dipasang secara grid connected. b. dimana : y Energi surya disimpan dalam battery storage dan digunakan pada saat beban tinggi. c. mulai dari teknologi biasa sampai teknologi tinggi pada generasi ke-3. Sebagai catu-daya back-up. Generasi Pertama (tahun 1980 an). yaitu : a. Pemasangan sel surya secara grid connected dengan jaringan listrik PLN. sirap).Untuk daerah perkotaan yang sudah terjangkau aliran listrik PLN. Generasi Kedua (tahun 1990 an). Sebagai sarana Load Shaving. dapat digunakan sebagai: a. sel surya dikembangkan menjadi kesatuan integrasi bangunan arsitektur dalam berbagai materi bangunan dan aplikasi canggih.

c. keluarga ATMega. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas adalah memori. 27 . sedangkan seri MCS51 berteknologi CISC (Complex Instruction Set Computing).11. mereka bisa dikatakan hampir sama. Mikrokontroler Dalam pembuantan kontrolnya digunakan mikrokontroler AVR. dan AT86RFxx. Secara umum. II. keluarga AT90Sxx. dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit (16 bits words) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock. dan fungsinya. AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas. yaitu keluarga ATtiny. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing). Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan. Mikrokontroler AVR memiliki arsitektur RISC 8 bit.y Energi yang tersimpan dalam battery tersebut dapat digunakan untuk membantu mengurangi beban puncak. Sebagai Peak Cliping : y Pada aplikasi grid-connected bisa terjadi koinsidensi beban puncak dan radiasi puncak y Pada kondisi ini energi surya dapat langsung berdampak pada penurunan konsumsi untuk beban puncak dari jaringan listrik. peripheral.berbeda dengan instruksi MCS51 yang membutuhkan 12 siklus clock Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda.

Arsitektur ATMega8535 Gambar II.II.1.11. 12 Arsitektur ATMega 8535 28 .

Port B. c. Port anatarmuka SPI EEPROM sebesar 512 byte yang dapat deprogram saat operasi. Unit intrupsi internal dan eksternal. dan Port D. j. b. h. i. Antarmuka komparator analog.Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa ATMega8535 memilki bagian sebagai berikut: a. e. yaitu Port A. Port C. f. Watchdog Timer dengan osilator internal. 29 . ADC 10 bit sebanyak 8 saluran. SRAM sebanyak 512 byter g. Saluran I/O sebanyak 32 buah. Memori Flash sebesar 8kb dengan kemampuan Real While Write. d. Port USART untuk komunikasi serial. l. CPU yang terdiri ata 32 buah register. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan pembandingan. k.

Dari gambar tersebut dapat dijelaskan secara fungsional konfigurasi pin ATMega8535 sebagai berikut: a. II. kompatator analog. Fitur ATMega8535 Kapabilitas detail dari ATMega8535 adalah sebagai berikut: a. e.11. dan EEPROM sebesar 512 byte.11. Port B(PB0. yaitu Timer/Counter.II.5 Mbps.2. 30 . b. GND merupakan pin ground.3. dan SPI.13. c. Portal komunikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2. Kapabilitas memori flash 8 kb. c.PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. Konfigurasi Pin ATMega8535 Konfigurasi pin ATMega8535 pada gambar II. d. SRAM 512 byte. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu daya. b. Port A (PA0.PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC. Sistem mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz. d. ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 channel. Enam pilihan mode sleep menghemat penggunaan daya listrik...

yaitu komparator analog. f.. AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC. RESET merupakan pin yang digunakan untuk mereset mikrokontroler h. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC. j. i.13 Konfigurasi Pin ATMega8535 31 .PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus.. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal. Port C(PC0. Gambar II.e. dan komunikasi serial. yaitu TWI. interupsi eksternal. Port D(PD0.PC17) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. g. komparator analog dan Timer Oscilator.

yaitu lokasi $60 sampai dengan $25F. Konfigurasi memori data yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. fungsi-fungsi I/O. Register keperluan umum menempati space data pada alamat terbawah. dan 512 byte SRAM internal. yaitu $00 sampai $1F.4. Register tersebut merupakan register yang khusus digunakan untuk mengatur fungsi terhadap berbagai peripheral mikrokontroler. dan sebagainya. Alamat memori berikutnya digunakan untuk SRAM 512 byte.14 Peta Memori Data ATMega8535 32 . 64 buah register I/O. yaitu $20 hingga $5F. timer/counter. seperti control register. Gambar II. register khusus untuk menangani I/O dan control terhadap mikrokontroler menempati 64 alamat berikutnya. yaitu 32 buah register umum.Memori data terbagi menjadi 3 bagian.11. Peta Memori AVR ATMega8535 memiliki ruang pengalamatan memori data dan memori program yang terpisah.II. Sementara itu.

AVR ATMega8535 memiliki 4Kbyter x 16 bit Flash PEROM dengan alamat mulai dari $000 sampai $FFF. AVR tersebut memiliki 12 bit program counter sehingga mampu mengalamati isi Flash Gambar II.15 Memori Program ATMega8535 33 .Memori program yang terletak dalam Flash PEROM tersusun dalam word atau 2 byte setiap instruksi memiliki lebar 16 bit atau 32 bit.

2 Tahap Pelaksanaan a. Universitas Hasanuddin Makassar.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan a. III.BAB III Metode Penelitian III.1 Blok Diagram Perancangan Hardware 34 . Waktu : 5 September sampai 20 Oktober 2009 b. Tempat: Laboratorium Instalasi Listrik. Pembuatan Hardware PLN Load VCC kontaktor IC ATMEGA 8535 IC BUFFER RELAY VCC INVERTER IC RTC IC RTC LCD BATERAI VCC VCC SEL SURYA Gambar III.

35 . dalam pengontrolan ini mikrokontroler Dimana pengontrolan menggunakan prinsip layaknya Automatic Transfer Switch (ATS) yang menggunakan prinsip pengontrolan mikrokontroler. Alur pembuatan hardware ini dimulai dengan menrangkai sistem suplai dari sel surya yang terdiri dari panel surya menuju ke modul kemudian ke baterai penyimpanan dan terakhir ke inverter.00. ADC (pembaca keadaan baterai penyimpanan) dan output relay dan tampilan displai di LCD.pukul 22. Setelah itu kita merangkai sistem ATS itu sendiri yang dimulai dari suplai PLN dan suplai Sel Surya (dalam hal ini berasal dari Inverter) kemudian menuju ke kontaktor. pengontrolan merupakan hal yang sangat penting dimana keterkaitan antara sel surya dengan suplai listik dari PLN harus sangat di jaga. Adapun menggunakan program yang digunakan AVR.00.Dalam pembahasan ini. Bagian ketiga yakni Mikrokontroller itu sendiri yang dimulai dari IC ATMega 8535 dengan input IC RTC. Pengontrolan ini juga memungkinkan pengaturan suplai di jam-jam tertentu seperti dibahasakan dalam batasan masalah yakni sel surya akan mengambil peran dari PLN pada waktu beban puncak yakni pukul 17. Setelah selesai ketiga bagian itu diintegrasikan menjadi satu.

3 =0 LOWBET SEGERA DI CHARGE Baca Tanggal & Waktu di RTC Jam > 16 dan < 23 Tidak PORT C.3 =0 Ya PORTC.b.2 Flowchart perancangan software 36 . Pembuatan Software START Inisialisasi Pin MIkrokontroller Baca ADC (pin 7) ADC < 234 Tidak Ya PORTC.3 = 1 PLTS ON Gambar III.

37 .BAB IV Hasil dan Pembahasan IV. yang nilai inilah akan menjadi acuan nilai batas minimal yang menandakan bahwa keadaan dari Baterai telah berada pada posisi nilai yang sudah tidak cukup lagi. Karakteristik komponen yang digunakan: a. dan dari keadaan tertutup (Normaly Close) menjadi terbuka. Penentuan batas minimal ini merupakan kewenangan dari programer. Pada alat ini suplai dari PLN dihubungkan dengan kontak Normaly Open. Sensor akan kondisi Baterai Sebenarnya ini bukanlah sebuah sensor elektronika layaknya IC akan tetapi hanya merupakan sebuah rangkaian pembagi tegangan yang nantinya tegangan ini akan di bandingkan ke dalam bahasa pemrograman dalam IC Atemega 8535.1. tegangan 12 Volt DC di bandingkan ke dalam angka 255 di dalam bahasa program IC Atemega 8535 dan dikatakan kritis (low batery) pada nilai 234 atau setara denga tegangan 11 Volt DC. Sebagai contoh dalam alat kontrol ini. b. Sehingga jika coil energised kedua kontak ini akan berubah keadaan. Dimana jika coil kontaktor aktif maka semua kontak pada kontaktor akan berubah keadaan dari keadaan awal terbuka (Normaly Close) menjadi tertutup. Sensor terhadap suplai dari PLN Suplai PLN akan dibaca melalui ada tidaknya tegangan yang membuat coil (kumparan) dari kontaktor menjadi energised (aktif). hal ini juga diharuskan agar kedua suplai tidak aktif secara bersama-sama atau lebih sering disebut dengan keadaan interlock. Program ini dinamakan ADC dimana prinsipnya yakni perbandingan tegangan dari rangkaian kontrol akan di konversi ke dalam sebuah nilai. Baiknya jika melihat aspek dari Kapasitas dan Spesifikasi dari Baterai yang digunakan. Sedangkan Sel Surya dihubungkan dengan kontak Normaly Close.

c. sehingga alat kontrol ini dapat digunakan sebagaimana mestinya. 5 mAh + 25 mAh = 72.5 mA x 19 jam = 47.00 -22. Integrasi Sensor dalam Alat Kontrol Dalam alat ini semua komponen yang digunakan akan terintegrasi dalam sebuah perintah pemrograman yang tujuannya telah disebutkan pada bab pertama. d. IV. Pada alat kontrol ini IC RTC di program melalui sebuah Sofware Codevision. Pengambilan dan Analisa Data a.5 mAh Arus Setelah Relay Energised dalam sehari @ 5 mA x 5 jam = 25 mAh Sehingga Total pemakaian Arus dalam Sehari @ 47. Timer Switch (IC RTC) IC RTC adalah sebuah IC yang berfungsi sebagai real timer yang digunakan sebagai IC pewaktuan. yaitu IC yang berfungsi sebagai jam yang mengirimkan bit ke IC Atemega 8535 sehingga dapat di proses sebagai sebuah input. Besar arus yang digunakan pada mikrokontroller Sebelum Relay Energised = 2.5 mA Setelah Relay Energised = 5 mA Jika Kapasitas Ampere Jam pada baterai yang di gunakan adalah 100 Ah maka: Jangka waktu pemakaian baterai untuk mikrokontroller adalah: Arus Sebelum Relay Energised dalam sehari @ 2.03.4 untuk menswitch pada pukul 17.5 mAh Lama Pemakaian Baterai untuk mikrokontroller adalah   38 .2. Dalam hal ini IC inilah yang berfungsi sebagai IC pewaktuan yang membuat Alat kontrol ini beralih switch dari Suplai PLN ke suplai Sel Surya. Akan tetapi pada praktiknya kami gunakan program untuk detik ke 17 sampai ke detik 22 dengan tujuan agar lebih efisien.V2.00.

Lama Pengisian baterai Penyimpanan Panel Surya yang digunakan berkapasitas 50 Wp dengan tegangan 12 Volt. c. Kapasitas Ampere Jam baterai penyimpanan yang digunakan adalah 65 Ah Sehingga waktu yang digunakan untuk menyimpan arus dari Panel Surya ke baterai adalah:           Jadi dalam sehari proses input ke baterai adalah 16 jam. Sehingga arus yang disimpan ke baterai penyimpanan adalah:    = 4.Batas pemakaian baterai untuk mikrokontoller adalah hari Jadi sebaiknya Baterai untuk mikrokontroller di charge (diganti) pada hari ke 56 b. 17 A. Persentase Kesalahan ADC Tegangan input dari baterai adalah 12 Volt DC Secara Praktek Tegangan pada pin 8 Mikrokontroller adalah 5 Volt DC Secara Teori Tegangan pada pin 8 Mikrokontroller adalah: R1 adalah 2K R2 adalah 2.1 K x Vin =    Sehingga Persentase Kesalahan ADC adalah         39 .

dan penambahan devais untuk input mikrokontroller.00 22. 2. Alat kontrol ini memiliki karakteristik berupa lama pemakaian baterai penyimpanan untuk mikrokontrloller adalah 56 hari. serta membantu terjaminnya suplai listrik pada saat beban listrik dari PLN berada pada puncaknya yaitu pada pukul 17. Untuk pengembangan alat kontrol ini dapat dilakukan dengan mengubah kapasitas komponen elektronika yang digunakan seperti meningkatkan kapasitas kontaktor. 5%. lama pengisian baterai penyimpanan oleh sel surya presentase kesalahan pembacaan ADC adalah 14. 16 jam.00.BAB V PENUTUP a. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya dapat diambil beberapa kesimpulan. Untuk integrasi dan analisis pengembangan ke depannya sebaiknya seluruh komponen agar diimplementasikan dengan efisiensi masing-masing komponen . dan b. Pengontrolan pada alat ini merupakan gabungan rangkaian hardware dan sofware yang memudahkan proses pemindahan suplai listrik ke beban fital. Saran 1. 40 . yaitu: 1. 2.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.