PROGRAM PERKULIAHAN

Waktu: 1 kali pertemuan = 100 menit (2 jam pelajaran)

Pertemuan

Materi 1. Orientasi mata kuliah 2. Pengetahuan tari, meliputi: Pengertian tari Fungsi tari Jenis-jenis tari

1 -

Makna dan watak gerak tari 1. Unsur-unsur tari dan pendukungnya, meliputi: 2 Unsur-unsur dasar tari Tata rias tari Tata busana tari

Musik tari 1. Menari dan menata tari, meliputi: 3 Pengertian menari dan menata tari Tema dan prinsip bentuk seni tari Proses garapan tari

Karakteristik tari 1. Apresiasi tari 2. Kreasi tari, meliputi: 4 Membuat tema tari Membuat desain lantai

5-7 8

3. Praktek tari 1. Praktek tari UTS

1. Pengetahuan dasar drama, meliputi: 9 Fungsi drama dan seni sastra drama Pengertian dan perkembangan drama

Drama sebagai karya seni 1. Unsur-unsur drama, meliputi: 10 Pelaku Naskah Pentas

Sutradara 1. Proses garap drama tari, meliputi: 11 Lingkup drama tari Perencanaan proses garap drama tari Konsep garap drama tari

Proses garap drama tari 1. Apresiasi drama tari 12 2. Kreasi drama tari, meliputi: Membuat naskah 1. Praktek drama tari UAS

13-15 16

BAB I PENDAHULUAN
Setiap siswa memiliki keanekaragaman baik secara fisik,psikis, intelektual, sikap, minat, bakat dan sebagainya. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan segala upaya dan ketabahan serta kesabaran yang maksimal. Sering terdapat sisiwa yang kurang antusias atau kurang serius dalam melakukan gerakan-gerakan, hal semacam ini sesungguhnya amat menjengkelkan dan membosankan. Namun demikian masalah seperti itu perlu dihadapi penuh kesabaran dan ketenangan, sambil

diupayakan mencari berbagai solusi untuk mengatasi masalah dan hambatan yang ada. Guru seni harus berupaya semaksimal mungkin untuk memotivasi dan mengajak siswa dalam keikutsertaannya pada kegiatan pembelajaran seni tari. Hal tersebut dimaksudkan supaya seni tari tidak menjadi momok yang menakutkan dan dibenci siswa. Sebaliknya, seni tari justru harus menjadi suatu kegiatan yang menyenangjan dan sekaligus sebagai ajang kreasi dan rekreasi bagi siswa. Oleh karena itu, kegiatan apresiasi ini merupakan stimulus bagi siswa untuk mencintai kekayaan khasanah seni budaya kita.

BAB II PEMBAHASAN
A. Materi Pembelajaran Apresiasi Seni Tari Pembelajaran apresiasi seni tari ini merupakan rangkaian materi lanjutan modul pembelajaran seni budaya dan keterampilan. Setiap siswa memiliki keanekaragaman baik secara fisik, psikis, intelektual, sikap, minat, bakat dan sebagainya. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan segala upaya dan ketabahan serta kesabaran yang maksimal. Sering terdapat siswa yang kurang antusias atau kurang serius dalam melakukan gerakan-gerakan, hal semacam ini sesungguhnya amat menjengkelkan dan membosankan. Namun demikian masalah seperti itu perlu dihadapi penuh kesabaran dan ketenangan, sambil diupayakan mencari berbagai solusi untuk mengatasi masalah dan hambatan yang ada. Guru seni harus berupaya semaksimal mungkin untuk memotivasi dan mengajak siswa dalam keikut sertaannya pada kegiatan pembelajaran seni tari. Dengan demikian seni tari justru harus menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan dan sekaligus berbagai ajang kreasi dan rekreasi bagi siswa. Oleh karena itu, kegiatan

apresiasi ini merupakan merupakan stimulus bagi siswa untuk mencintai kekayaan khasanah seni budaya kita. a) Pengertian, Tujuan, dan Aspek - Aspek Apresiasi 1. Pengertian Apresiasi Apresiasi seni tari didalamnya mengandung tiga unsur seni dalam berapresiasi yaitu karya seni, aktivitas penciptaan,dan aktivitas penghayatan seni.Ketiga tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Secara etimologi apresiasi berasal dari kata asing ”Appreciation” (inggris), ”appreciatia” (belanda) dan “appreciatus” (latin), yang berarti (latin), yang berarti menghargai. Pada umumnya persoalan apresiasi itu sendiri di antaranya adalah memberikan penilaian dan penghargaan. a. Apresiasi Seni Masyarakat Apresiasi seni di masyarakat pada dasarnya terbagi atas dua golongan yaitu golongan masyarakat apresiasi rendah dan golongan apresiasi tinggi. Yang dimaksud dengan golongan masyarakat rendah adalah daya apresiasinya yang rendah, sedangkan yang dimaksud golongaan masyarakat tinggi adalah masyarakat yang daya apresiasinya tinggi. b. Fungsi Apresiasi Tari Fungsi tari apresiasi tari yaitu memberikan penghargaan, penikmatan, penilaian terhadap seni tari atau kesadaran terhadap seni tari. Penilaian fungsinya untuk mencari nilai-nilai seni tari,memahami isi dan pesan serta mengadakan perbandingan-perbandingan sehingga mendapatkan kesimpulan. Dalam proses apresiasi karya seni akan menimbulkan rasa puas,kecewa,senang dan lain sebagainya kepada penikmat. c. Maksud Apresiasi Tari

Aktivitas yang penting dalam karya seni khususnya dalam karya seni tari adalah: 1) Aktivitas kreatif (proses kreatif). .proses yang berkenaan dengan proses penciptaan atau pembuatan karya seni. 2) Pemanfaatan sumber belajar secara tidak langsung untuk menambahkan daya apresiasi seni tari. dengan adanya pengertian yang baik.Maksud dari apresiasi karya seni tari adalah penikmatan terhadap karya seni tari. 2) Aktivitas apresiatif (proses apresiatif).misalnya melalui menonton TV. Untuk mengembangkan daya apresiasi seni tari kita dapat memanfaatkan sumber belajar baik secara langsung maupun tidak langsung. 1) Pemanfaatan sumber belajar secara langsung untuk menambah daya apresiasi seni tari.yang dilakukan oleh seniman.proses yang berkenaan dengan penikmatan suatu karya seni dan dilakukan oleh para penikmat seni atau apresiator.misalnya melihat secara langsung pertunjukanpertunjukan atau pergelaran-pergelaran tari.gambar atau foto tari.mengadakan kunjungan ke sanggar-sanggar tari atau kunjungan ke para seniaman tari. Selain itu pula maksud apresiasi seni tari adalah kesanggupan mengenal memahami suatu nilai yang terhadap pada sesuatu yang sangat agung atau luhur. d.film. Tujuan Apresiasi Tari Apresiasi tari mempunyai tujuan untuk mendapatkan pengalaman estetis yang didasari pengalaman si pengamat dalam kesanggupan menerima karya seni yang terarah dan bertujuan didapat dari seni murni atau seni pakai.

artinya cara memberikan penilaian secara mudah yang dapat dikerjakan anak. c. penafsiran dan pembahasan/ ulasan. Memberikan pengarahan dalam kegiatan apresiasi agar anak mempunyai sikap menyenangi/mengagumi dan menghargai karya tari. Proses kegiatan apresiasi yang dapat dilakukan dengan cara: 1) Pengenalan terhadap seniman dan karya tari Indonesia 2) Melakukan penilaian karya tari yang mencakup penalaran. b. Penyusunan rencana kegiatan yang dapat dilakukan di luar kelas (jika di sekitar sekolah ada sangga/pertunjukkan tari). guru dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut: a.Kegiatan seni sering disebut juga sebagai proses komunikasi antara seniman yang menyampaikan pesan melalui karya seninya dengan penikmat sebagai apresiatornya yang berusaha menerima pesan dari karya seniman.yaitu rencana kunjungan ke sanggar tari atau melihat tari-tarian. Langkah . 3) Mengisi formal evaluasi. 2. Tahapan-tahapan dalam apresiasi: 1) Pengamatan 2) Penghayatan .Langkah Pembelajaran Kegiatan Apresiasi Dalam kegiatan pembelajaran apresiasi seni tari. Memberikan cara penilaian terhadap karya tari yang bersifat obyektif.

tari untuk pergaulan. c) Media. berkenan dengan hal yang paling penting yaitu unsure visual dan prinsip desain.Aspek Apresiasi Aspek-aspek yang ada dalam proses apresiasi. penguasaan ruang. Aspek yang kedua dalam proses apresiasi ini adalah menyangkut seniman dan latar belakangnya. d) Visual. Seniman dan latar belakang. Contoh: gerak.3) Penilaian dan penghargaan 4) Empati 3. 2. pola lantai. Dalam hal ini yang menyangkut seniman dan latar belakang penciptaannya disebut ekstraestetis. busana/ kostum. Tanggapan ekstraestetis adalah berkenaan dengan upaya pemahaman dari pengamat atau apresiator terhadap hal-hal yang melatarbelakangi munculnya karya seni tersebut. penggunaan tenaga. yaitu: 1. atau tari untuk tontonan. tari untuk hiburan. Contoh: penarinya dan teknik-teknik gerak yang dilakukan penari. rias. Karya seni a) Jenis berkaitan dengan klasifikasi umum atas karya. berkaitan dengan kondisi diperuntukan untuk apakah karya tari tersebut. contoh: termasuk tari untuk upacara. . berkaitan dengan bahan dan teknik yang disajikan. atau tari kelompok) b) Fungsi. tari berpasangan. Aspek . Contoh: tari tradisional atau tari kreasi baru (tari tunggal.

.Seorang koreografer harus mampu mengekspresikan ide-idenya atau imajinasinya ke dalam bahasa gerak.karena tari itu merupakan media komunikasi melalui gerak yang ritmis antar penikmat dengan koreografernya.predikat seniman tari berbeda dengan penari atau pelaku tari. Pengertian karya seni tari Pengertian karya seni pada prinsipnya sama.seniman dalam bidang tari hasilnya berupa sebuah karya tari.b) Seniman dan karya seni tari 1. 2.maka dapat dikatakan bahwa seniman tari adalah koreografer.hasilnya berupa seni pertunjukkan (suatu karya seni tari). Pengertian seniman Pada dasarnya pengertian seniman tari sama dengan pengertian seniman secara umum.yaitu orang yang menghasilkan karya seni. Seorang seniman tari tugasnya adalah menciptakan suatu karya tari.sedangkan karya seni tari. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa seniman tari antara lain harus memiliki: a) Imajinasi yang tinggi b) Kemampuan untuk mengekspresikan imajinasinya melalui bahasa gerak c) Mempunyai daya kreativitas yang tinggi d) Mempunyai kepekaan rasa keindahan yang tinggi.yaitu tentang hasil ciptaan manusia.

mereka perlu dilatih keterampilan tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat atau talenta mereka. tergantung lingkungan yang kondusif dan dan peran orang tua. Dengan demikian proses kreatif akan terjadi bila kegiatan pembelajarannya dikondisikan dalam aktivitas kerja sama serta memiliki keberanian didalam merefleksikan sikap dalam bentuk kreativitas tari 1. Untuk menumbuhkan motivasi intrinsic pada anak. penolakan atau rasa terpisah. Kreativitas anak dapat dihambat dengan suasana emosional yang mencerminkan rasa permusuhan. mungkin karena kurang memberi kebebasan kepada anak untuk tidak tergantung kepada orang lain dalam menentukan pendapat atau minat. sebaiknya anak diberikan kebebasan berpikir dengan menyediakan sarana dan prasarana yang merangsang minat anak.Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam meningkatkan pengalamkan usaha untuk menambah kekayaan dan kemantapan profesi berkarya seni tari antara lain: a) Kemantapan profesi b) Kepekaan estetik c) Keterampilan perbuatan estetik B. Tetapi keterikatan emosional yang berlebih juga tidak menunjang pengembangan kreativitas anak. Materi Pembelajaran Kreasi Seni Tari Pertumbuhan jiwa seni pada setiap anak berbeda. Untuk mewujudkan . sehingga dorongan ke arah kreativitas menjadi semakin kuat. Pengembangan Kreativitas Dalam membantu mewujudkan kreativitas anak. Pengaruh tersebut menyebabkan jiwa seni yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda intensitas dan kualitasnya.

anak didorong untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri atau mengaktualisasikan diri melalui karya kreatifnya.bila guru memungkinkan anak bisa diberi otonomi sampai batas tertentu dikelas. 2005:120) mengatakan bahwa seluruh kegiatan interaksi pendidikan diciptakan bagi kepentingan siswa. Syaodih (2003:31 dalam Sagala. sehingga potensi yang ada pada dirinya dapat betul-betul berkembang. Namun guru juga dapat melumpuhkan keingintahuan anak.kemampuan potensial mereka diperlukan pelayanan khusus dari guru yang memiliki karakteristik khusus dan mendapat pelatihan khusus. dan disinilah letak nilainya bagi . yaitu interaksi antara peserta didik dengan peserta didik yang berlangsung dalam lingkungan belajar. Cara yang paling baik bagi guru untuk mengembangkan kreativitas tari anak ialah dengan mendorong motivasi intrinsik. tetapi juga pada sikap anak terhadap sekolah dan terhadap belajar pada umumnya. yaitu membantu pengembangan semua potensi dan kecakapan yang dimilikinya setingi-tingginya. 2. harga diri. Membangkitkan Kreativitas Siswa Proses pendidikan adalah mempelajari situasi pendidikan dengan focus utama interaksi pendidikan.. Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. merupakan kegiatan yang kreatif dan konstruktif. Hal ini disebabkan guru lebih banyak kesempatan untuk merangsang atau menghambat kreativitas anak ketimbang orang tua. Motivasi intrinsik akan tumbuh. Dalam proses kreatif ini guru berperan sebagai motivator dan fasilitator.serta menumbuhkan intensitas emosional dan makna-makna. merusak motivasi. Bahkan guru-guru dapat mempengaruhi anak melebihi orang tua. dan kreativitas anak. Untuk lebih menggali potensi peserta didik dalam menari anak diberi kebebasan mengembangkan dan mengekspresikan daya imajinasinya. Guru mempunyai dampak yang besar tidak hanya pada prestasi pendidikan anak. Tari dalam konteks pendidikan menurut Yulianti Parani (1984). Ia dapat menjadi aktivitas rekreasi. tetapi juga dapat menjadi alat ekspresi dan laku estetis.

memilih. Secara garis besar terdapat dua pola garis dasar pada lantai. Klimaks. Sejak mengolah. karena anak lebih suka menirukan gerak-gerik oranng dewasa dan objek apapun tidak lolos dari pengamatannya yang kemudian dijadikan bahan peniruannya. sehingga kelak dikemudian hari ia mampu berdiri diatas kaki sendiri. a. Keseimbangan (Balance). gerak tari harus kita amati dari watak ekspresinya sebab inilah yang mencerminkan nilai imajinasi anak. Pengetahuan komposisi adalah pengetahuan yang harus diketahui oleh seseorang yang bermaksud hendak mencipta atau menata tari. Desain Lantai Yang dimaksud dengan desain lantai atau floor design adalah garis-garis dilantai yang dibentuk oleh seorang penari. atau garis-garis dilantai yang terbentuk oleh formasi penari kelompok. 3. Urutan (Sequence). dan intuisi. Komposisi Tari Komposisi pada dasarnya dilakukan melalui percobaan-percobaan (trail and error) dengan landasan pengetahuan kepekaan. Pengulangan (Repetisi). Dalam pendidikan. sehingga dalam susunan tarian anak-anak sifatnya lebih kepada peniruan atau imitatif. Melalui pembelajaran seni tari di SD/MI diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas siswa. Kontras. Transisi. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam rangka mencapai sebuah komposisi adalah adanya prinsip-prinsip bentuk seni. 1981:6). Tindakan meniru ini adalah awal anak belajar. yaitu pola garis lurus dan pola garis lengkung .anak-anak. dan harmoni. Keragaman (Variasi). Pada anak usia SD/MI juga masih tergolong pada masa peniruan. dan menyusun/menata gerak selaras dengan persyaratan yang dibutuhkan untuk keberhasilan pementasan didepan penonton (Sal Murgiyanto. diantaranya yaitu: Kesatuan yang utuh (Unity).

up-left. dari kaca jam dan zig-zag. Daerah lemah lainnya ialah down stage: antara pusat dari kanan serta pusat dari kiri. dan desain T atau kebalikannya. right-stage:antara up dan down. 3. 2. dari segitiga. Desain Atas Desain atas (Air design) menurut La Meri dalam Soedarsono (1976:23).(Purwatiningsihm 1998/1999:144). dan down left. menyilang atau menyudut (serong). up-right. yaitu up center. adalah design yang berada di udara di atas lantai. tempat yang paling kuat ialah center-up (back). Daerah yang paling kuat dalam ruang tari ialah dead center. downcenter. • Pola-Pola Garis Dasar 1. Sementara itu menurut La Meri (Dalam Soedarsono. Untuk masuk dan keluar. left-stage: antara up dan down. down-right dan down left). Dasar dari desain V atau kebalikan dari V. b. Garis lurus dapat bergerak ke up-stage atau down stage. • Ruang Tari (Dancing Space) 1. Daerah yang paling lemah dari stage ialah bagian-bagian samping. 1975:4). up-stage dari pusat (tengah) kekiri dan kanan. 2. Purwatiningsih (1998/1999:173) menyatakan bahwa desain atas (air design) adalah desai yang . Secara urut kekuatan ruang dalam tari ada enam daerah. Tempat lainnya adalah empat susut (up-right dan up-left. desain lantai adalah pola yang dilintasi oleh gerak-gerak darikomposisi diruang tari.down-right. yaitu design yang dilihat olelh penonton terlintas pada back drop.

dinamika dan jatuhnya keseluruhan. sedangkan menurut Purwatiningsih ada 19 elemen dasar yang masing-masing memiliki sentuhan emosional tertentu terhadap penonton.berada diatas lantai. Elemen-elemen dasar itu antara lain: 1. Vertikal 4. Horizontal 5. Murni 7. Lengkung 10. Lurus 9. Desain dramatik juga mempunyai arti sebagai pengaturan dan perkembangan emosional dan sebuah komposisi untuk . Dalam 3. Desain Dramatik Desain dramatik dari sebuah komposisi adalah tanjakan emosional. yang dilihat oleh penonton yang tampak terlukis pada ruang yang berada diatas lantai. Bersudut 11. Spiral c. Statis 8. Dalam desain air terdapat elemen-elemen dasar yang menurut La Meri ada 16 elemen dasar. Kontras 6. Datar 2.

dan penutup. yaitu :  Komponen Tujuan Tujuan pembelajaran tari di SD dan MI ini ialah menumbuhkan kepekaan rasa estetik dan artistik sehingga terbentuk sikap kritis. klimaks. ada dua buah desain garisyang dapat diikuti. Satu garapan tari yang utuh ibarat sebuah ceritera yang memiliki pembuka. harus diperhatikan desain dramatiknya. Pembelajaran Seni Tari di SD dan MI Terdapat dua hal sebagai pertimbangan pelaksanaan pendidikan seni tari di sekolah dasar yaitu pertama. Terdapat 4 komponen dalam pembelajaran seni tari di SD/ MI. Dalam menata desain dramatik. Untuk mendapat keutuhan garapan tari baik yang berbentuk tari solo maupun tari kelompok.me ncapai klimaks serta pengaturan bagaimana cara menyelesaikan atau mengakhiri sebuah tarian.yaitu desain yang berbentuk kerucut tunggal dan desain yang berbentuk kerucut ganda. Desain kerucut tunggal Desain kerucut ganda C. Kedua. apresiatif . tari diajarkan untuk memberikan pengalaman kepada seseorang untuk mengungkapkan ide atau gagasannya (pengalaman berkarya). Materi Pembelajaran Kreasi Seni Tari di SD/MI a. tari diajarkan untuk memberikan pengalaman kepada seseorang agar mampu mempresentasikan diri di hadapan orang lain (sebagai pengembangan aspek kepribadian).

Untuk bahan ajar praktik dapat dilakukan melalui penerapan metode kreatif. ruang lingkupnya diarahkan kepada pembelajaran praktik dan pembelajaran apresiatif. karena kegiatan dalam metode itu berada pada pihak anak”. Menurut Akub Tisnasomantri (1991/ 1992 : 2) penggunaan istilah metode kreatif dalam pembelajaran tari adalah yaitu “merupakan suatu metode yang dapat membantu pembentukan kepribadian anak. dsb. Hal ini karena penerapan metode kreatif relevan dengan pengembangan kretivitas sebagai upaya pengembangan daya imajinasi siswa.  Komponen Bahan/ Materi Untuk pemenuhan komponen bahan pembelajaran tari di sekolah dasar.dan kreatif pada diri siswa. Sikap ini hanya akan tumbuh bila dilakukan serangkaian kegiatan melalui keterlibatan siswa dalam segala aktivitas seni. 2) Gerak Badani Untuk pembelajaran gerak badani bisa dilakukan berdasarkan urutan anggota badan yang kemudian dilanjutkan kepada penguasaan gerak berirama. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. a) Latihan penguasaan gerak kaki . Metode kreatif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggali potensi siswa melalui berbagai stimulus. sedangkan untuk pembelajaran apresiatif dilakukan melalui pengamatan terhadap objek baik melalui sajian pertunjukan tari secara langsung atau melalui sajian dari visual – auditif melalui VCD. SD. 1) Pembelajaran Praktik Istilah metode kreatif sudah diterapkan dalam pembelajaran seni tari baik di TK. film. maupun di sekolah – sekolah lanjutan.

 Komponen Pendekatan Pembelajaran Apresiasi a) Pendekatan Aplikatif Pembelajaran aplikatif adalah suatu cara pembelajaran yang berorientasi kepada praktik untuk mengembangkan kegiatan penciptaan atau kretivitas. tenaga. ruang. b) Pendekatan Kesejarahan Pendekatan kesejarahan yaitu apresiasi seni yang ditempuh melalui pengenalan sejarah seni. ruang diartikan sebagai tempat ruang gerak untuk mengekspresikan imajinasi yang kita miliki. gerak dalam tari merupakan medium utama. Ruang . tenaga merupakan kekuatan yang akan mengawali. karena secara visual tari dapat dinikmati melalui gerak itu sendiri. dan tempo/ waktu.b) Latihan penguasaan gerak badan c) Latihan penguasaan gerak lengan dan tangan d) Latihan penguasaan gerak kepala e) Latihan penguasaan gerak gabungan 3) Unsur – Unsur Tari Yang termasuk dalam unsur – unsur dasar tari adalah gerak. Tempo/ waktu yaitu berkaitan dengan waktu untuk menyelesaikan suatu gerakan. Gerak . Tenaga . mengendalikan dan menghentikan gerak. .

 Komponen Metode dan Alat Metode dan alat merupakan jembatan atau media transformasi bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. kipas. b. Memanfaatkan Berbagai Bahan Ajar Dalam PBM Tari . kipas. tempurung kelapa. payung. rebana. Adapun kriteria wiraga meliputi hafal. Harmoni yaitu kesan keseluruhan dari tarian yang dibawakan oleh penari. Alat atau media yang lebih umum digunakan untuk tarian anak – anak. diantaranya saputangan. Adapun kriterianya adalah kesungguhan.  Komponen Penilaian Komponen penilaian dalam bahasan ini lebih difokuskan pada penilaian pembelajaran tari. Cara penilaiannya termasuk ke dalam penilaian non-test. kedisiplinan. wirahma. Wirahma adalah kemampuan bergerak tepat dengan irama (musik iringan tari). topeng. Untuk melakukan penilaian hasil. Iyus Rusliana (1982/ 1983: 15-17) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan wiraga adalah ungkapan penari secara fisikal dari awal sampai akhir menari. dan ruang. dan inisiatif. Untuk penggunaan alat atau media bisa berupa material yang bisa digunakan untuk membantu dan mendukung ungkapan tarian. bakul. kriteria yang digunakan yaitu wiraga.c) Pendekatan Problematik Pendekatan problematik yaitu mengungkapkan dan menyoroti masalah serta lika – liku seni sebagai sarana untuk dapat menikmati seni. dll. teknik. kerja sama. keaktifan. tongkat. topeng. dll. cangkul. wirasa dan harmoni. Misalnya selendang. Wirasa adalah kemampuan bergerak secara ekspresif atau kemampuan dalam menyertakan ekspresi (raut muka/ mimik) ke dalam tarian yang dibawakan. keberanian.

Menurut Sudirman (dalam Syaiful Bachri Djamarah. bahan yang disebut sebagai . terbatas pada konsep saja. Yang sulit adalah mengorganisasi bahan dan membahasnya dalam proses belajar mengajar sehingga dapat dipahami siswa. Bahan ajar secara umum dapat dibedakan menjadi beberapa kategori. Sifat bahan ada yang faktual dan ada yang konseptual. Menetapkan bahan ajar harus sesuai dengan uraian tujuan 4. Urutan bahan hendaknya memperhatikan kesinambungan (kontinuitas) 5. yakni fakta. dari yang mudah menuju yang sulit. Bahan disusun dari yang sederhana menuju yang kompleks. asal tujuan pembelajaran dirumuskan dengan jelas. misalnya pada gerak sembahan yang terdapat dalam tari klasik melambangkan bentuk penghormatan seseorang pada khalik. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan bahan ajar.Bahan ajar adalah isi dari mata pelajaran atau bidang studi yangdiberikan kepada siswa sesuai dengan kurikulum yang digunakannya. yakni: 1. atau dibuat secara garis besar dan bahan tidak perlu dirinci 3. sedangkan yang bersifat konseptual berisikan konsep-konsep abstrak. Bahan ajar harus sesuai dan menunjang tercapainya tujuan 2. Bahan yang faktual sifatnya konkrit dan mudah diingat. dan memerlukan pemahaman Menetapkan bahan ajar dalam perencanaan mengajar tidaklah terlalu sulit. orang tua. 2002:49) mengemukakan bahwa ”salah satu sumber belajar bagi anak didik. tamu kehormatan dan khalayak yang hadir. prinsip dan keterampilan. Bahan yang ditulis dalam perencanaan mengajar. dari yang konkrit menuju yang abstrak 6. dan terdapat buku sumber yang berkenaan dengan bahan tersebut. konsep. Pada pembelajaran tari fakta dapat dipelajari melalui informasi dalam bentuk lambang.

bahan pelajaran (pengajaran) sesuatu yang membawa pesan untuk tujuan pengajaran”. Pembaca dapat mengatur tempo secara mandiri Adapun jenis-jenis bahan ajar antara lain: . mencatat. Bahan tertulis biasanya menampilkan daftar isi. Bahan ajar yang baik akan dapat memotivasi pembaca untuk melakukan aktivitas. Untuk lebih jelasnya mengenai bahan ajar ini dapat disimak pada pengelompokan jenis bahan ajar seperti berikut : 1. Bahan tertulis relatif ringan dan dapat dibaca dimana saja 6. Bahan tertulis cepat digunakan dan dapat dengan mudah dipindahpindahkan 4. Menawarkan kemudahan secara luas dan kreativitas bagi individu 5. Bahan Ajar Cetak Bahan cetak dapat ditampilkan dalam bentuk. membuat sketsa 7. seperti menandai. Biaya untuk pengadaannya relatif sedikit 3. 2005:175) bahwa: 1. Lebih lanjut Sudirman (dalam Syaiful Bachri Djamarah. 2002:51) mengemukakan bahwa ”minat seseorang akan muncul apabila sesuatu itu terkait dengan kebutuhannya”. sehingga memudahkan guru untuk menunjukkan kepada peserta didik bagian mana yang sedang dipelajari 2. Jika bahan ajar cetaktersusun secara baik maka bahan ajar akan mendatangkan beberapa keuntungan seperti yang diungkapkan Steffen Peter Ballstaedt (Majid.

b) Buku Buku adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmi pengetahuan. aktualisasi pengalaman. Isi buku didapat dari berbagai cara misalnya hasil penelitian. perusahaan atau organisasi. hasil pengamatan. c) Modul Modul adalah sebuah buku yang ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. e) Brosur Brosur adalah informasi tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa dijilid berisi keterangan singkat tetapi lengkap mengenai lembaga-lembaga pendidikan. otobiografi. atau hasil imajinasi seseorang yang disebut sebagai fiksi. d) Lembar kegiatan siswa Lembar kegiatan siswa adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan siswa.a) Handout Handout adalah bahan tertulis yang disiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta didik. Leaflet didesain secara cermat dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik dengan . sehingga modul berisi paling tidak tentang segala komponen dasar bahan ajar yang telah disebutkan sebelemnya. f) Leaflet Leaflet adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran dilipat.

sehingga pembelajaran melalui foto/gambar ini akan lebih efektif. 2) Gambar harus bermakna dan dapat dimengerti. bahan diambil dari sumber yang benar. rasional untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Kaset. i) Model/Maket Desain model/maket yang dibuat sedemikian rupa akan memberikan makna hampir sama dengan aslinya. g) Wallchart Wallchart adalah bahan cetak.menggunakan bahasa yang sederhana dan singkat sehingga mudah difahami. Bahan ajar ini akan bermakna bila memiliki kriteria berikut: 1) Gambar harus mengandung sesuatu yang dapat dilihat dan penuh dengan informasi/data. 2. 3) Lengkap. biasanya berupa bagan siklus/proses atau grafik yang bermakna menunjukkan posisi tertentu. h) Foto/gambar Foto/gambar memiliki makna yang lebihh baik dibanding tulisan. sehingga pembelajaran menjadi benar-benar bermakna. sehingga tidak mengaburkan pemahaman si pembaca. piringan hitam dan compact disk Dalam pembelajaran tari kasetdapat dijadikan sebagai bahan ajar yakni sebagai rangsang audio. Bahan Ajar Dengar (Audio) a. .

antara lain: a) Dengan video/film seseorang dapat belajar sendiri b) Sebagai media pandang dengan video/film menyajikan situasi yang komunikatif dan dapat diulang-ulang c) Dapat menampilkan sesuatu yang detail dari benda yang bergerak. kompleks yang sulit dilihat dengan mata. interview. dapat diulang pada bagian tertentu yang perlu lebih jelas. Orang/narasumber . dengan radio peserta didik bisa belajar sesuatu. Video/Film Beberapa keuntungan jika bahan ajar ini digunakan. b. mengangkat suatu situasi diskusi. dan menampilkan satu percobaan yang berproses. Bahan Ajar Audio Visual a. Kekurangan dari program video adalah proses pembuatannya yang memerlukan waktu relatif lama dan biaya besar.b. promosi suatu produk. d) Video dapat dipercepat maupun diperlambat. dokumentasi. 3. Radio Radio broadcasting adalah media dengar yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar. dan bahkan dapat diperbesar e) Memungkinkan pula untuk membandingkan antara dua adegan berbeda diputardalam waktu bersamaan f) Video juga dapat digunakan sebagai tampilan nyata dari suatu adegan.

Dalam apresiasi seni tari mengandung tiga unsur seni. 4. misalnya karena orang tersebut memiliki keterampilan khusus tertentu. animasi. seniman. 2. Bahan Ajar Interaktif Bahan ajar multimedia interaktif adalah kombinasi dari dua atau lebih media (audio. kemampuan untuk mengekspresikan imajinasinya melalui bahasa gerak. dan karya seni tari. grafik. 3.Orang sebagai sumber belajar dapat juga dikatakan sebagai bahan ajar yang dapat dipandang dan didengar. 4. gambar. BAB III PENUTUP Dari uraian diatas dapat disimpulkan. Seniman tari harus memiliki imajinasi yang tinggi. Seluruh kegiatan kegiatan interaksi pendidikan diciptakan bagi kepentingan siswa. karena dengan orang seseorang dapat belajar. bahwa : 1. yaitu karya senni. atau garis-garis dilantai yang dibentuk oleh formasi penari . Adapun aspek – aspek dalam seni tari yaitu karya seni. teks. ktivitas penciptaan. Untuk lebih menggali potensi peserta didik guru dapat memberikan kebebasan pada anak untuk mengembangkan imajinasinya sendiri tanpa campur tangan guru. dan aktivitas penghayatan seni. mempunyai daya kreativitas dan kepekaan rasa keindahan yang tinggi. Desain lantai atau floor design adalah garis-garis di lantai yang dibentuk oleh seorang penari. dan video) yang oleh penggunanya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah dan atau perilaku alami dari suatu presentasi.

desain lurus. bahan/materi. desain rendah. desain vertikal.M. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Sardiman. yaitu: desain datar. 2005. desain dalam. Dewi dkk. 7.kelompok. Bahan ajar ialah isi yang diberikan kepada siswa pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Pembelajaran tari dapat dibagi menjadi dua. 2003.desain tertunda. 6. Malang: Banjar Seni Gantar Gumelar. desain murni. Pengantar Bahan Ajar Pendidikan Seni Tari dan Drama. Elemen – elemen dasar dalam desain atas. 5. desain lanjutan. 2006. bahan ajar audio. Jakarta: Raja Grafindo Persada. desain spiral. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. desain statis. desain lengkung. desain bersudut. desain simetris. Agus. desain horizontal. Jakarta: Universitas Terbuka. yaitu pembelajaran praktek dan pembelajaran apresiatif 8. Bahan ajar terdiri atas bahan cetak. Pembelajaran seni tari tidak terlepas dari komponen-komponen pembelajaran seperti tujuan. metode dan alat/media. bahan ajar pandang dengar (audio visual) bahan ajar interaktif. desain medium.yaitu desain yang dilihat oleh penonton terlintas pada back drop. desain tinggi. dan penilaian. Menerobos Pembelajaran Tari Pendidikan. .2005. Hidayat. Karyati. Sedangkan design atas adalah desian yang berada diudara di atas lantai. Materi dan Pembelajaran Kertakes SD. dan desain asimetris. Robby. Cahyono. desain terlukis. DAFTAR PUSTAKA A. desain kontras.

1999. Tari-Tarian Indonesia I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1998. Akub. Soedarsono. Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan. 1990. MATERI PEMBELAJARAN SENI TARI Makalah Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah ” Pembelajaran Kertasbud MI ” Dosen Pembimbing : Lidya Ziniyah. S. Ninik Hartini. Metode Pengajaran Praktek Tari. Nana. Direktorat Jenderal Kebudayaan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Bandung: Sinar Baru. Sudjana. Tisnasomantri. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Purwatiningsih. Pendidikan Seni Tari-Drama.Pd Oleh : Kelompok IV Nur Muthmainnah D06207002 Anis Nur Laili D06207007 . Dasar-Dasar Proses Belajar Menngajar. 1978.

Seorang actor harus benar-benar dapat memerankan karakternya dengan mantap melalui dialog serta gerak-geriknya. factor tema atau peristiwa juga tak kalah penting. sehingga tidak membosankan. mampu mendewasakan pola piker manusia ( edukatif) 4. Tema yang baik dalam drama adalah yang dapat: 1. memupuk rasa keindahan (estetis) 2. memberi penyuluhan kepada masyarakat (konsultatif) 5. Syarat pokok yang harus ada dalam pementasan drama yaitu : 1. namun juga harus dikemas dalam konflik yang menarik. dapat menciptakan ide atau gagasan baru bagi penonton (kreatif) 6.Jazilatul Hikmiyah D06207014 Endah Dwi Wahyuni D06207031 FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2009 Diposkan oleh zahro di 22. Drama adalah seni yang mempertunjukkan perilaku manusia melalui perbuatan. konflik Dalam sebuah pementasan. aktor 2. membimbing kea rah peradaban manusia/ kesusilaan ( etis) 3. . namun tidak berlebihan. dapat menghibur (rekreatif) Tema-tema yang diangkat dalam pementasan drama memang harus memenuhi syarat di atas. sutradara 3. Di dalam pementasan.16 Label: materi kesenian M DRAMA Kata drama dari bahasa Yunani “draomai “ yang berartigerak atau laku. factor diatas akan sangat mempengaruhi keberhasilannya.

sengaja memancing penonton untuk tertawa. Mengesankan atau dapat meyakinkan penonton. 4. Menjiwai atau menghayati perannya.Untuk menghasilkan karya yang baik. berisi gabungan antara tragedy dan komedi. melukiskan kelucuan hidup atau menyenangkan. 5. Mendramatisasikan di depan public. 6. Penulisan teks drama Ada 4 unsur yang harus ada dalam penulisan teks drama. 3.bloking.biasanya diiringi dengan musik gamelan. Corak drama: 1.saat mengucapkan dialog. acting. Tableau. Berdiskusi memahami isi naskah. sedangkan dialog disampaikan orang lain di luar panggung. Drama komedi. Properties/alat-alat pementasan. 4. menyedihkan. Sendratari. 3. atau pemain yang baik harus dapat: 1.yaitu nama-nama tokoh diikuti tanda titik dua. Tokoh. tata arias. gerak-geriknya dilakukan dengan tarian. Contoh teks: . yaitu bagaimana sikap. Lelucon atau dagelan. Drama tragedy komedi. 7. Drama tragedy. yaitu: 1. dialognya diwujudkan dalam bentuk nyanyian. 2. dilakonkan dalam bentuk gerakan saja. Pantomim. pemainnya hanya menampilkan gerakan. 6. Berlatih memerankan tokoh secara keseluruhandengan memperhatikan ekspresi. Penataan Setting. 5. dan blocking. Dialog. 5. yang dituliskan pada akhir dialog dimasukkan dalam tanda kurung.seperti: tata cahaya. dll. yaitu dapat membayangkan peran yang dilakoknkan meskipun belum pernah mengalaminya. 4. meliputi tempat. Opera. 4. 2. 3. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam persiapan pementasan drama: 1. Berakting wajar (fleksibel) 2. Berlatih melafalkan dialog disertai latihan ekspresi dan acting. 8. yang dimasukkan dalam tanda kutip 3. tata suara. Keterangan lakuan.situasi. pementasan drama perlu dilengkapi: 1. 2. Melakukan pemilihan peran sesuai dengan isi naskah. Keterangan latar yaitu ditulis pada tiap awal babak sebuah naskah. tata busana. Daya imajinasi kuat. asesoris. 2. Pelaku. Terampil dan kreatif.dll. Berlatih membaca naskah sesuai dengan perannya.

PEMENTASAN – PENONTON 4. Tahap anti klimaks(penurunan masalah): permasalahan mereda 6. latar. Karlan : “Mbok…. Tahap Klimaks(puncak masalah): permasalahan sampai pada taraf puncak. Tahap konflik awal: menyampaikan permasalahan awal yang terjadi 3. 5. LAKON DAN KONFLIK MANUSIA 2. sudah makan?” (sambil menggoyangkan lengan Karti) Karti : “Bbe.DI RUANGAN YANG SEMPIT DAN KOTOR. D BAB I DRAMA DAN PERMASALAHANNYA 1. KLASIFIKASI DRAMA • Tragedi atau drama duka atau duka cerita • Melodrama • Komedi atau drama ria • Dagelan Farce . Tahap komplikasi: permasalahan semakin kompleks.. 2. PEMENTASAN DRAMA • AKTOR DAN CASTING • SUTRADARA • PENATA PENTAS • PENATA ARTISTIK 5.PENGARANG. STRUKTUR DRAMA NASKAH • PLOT atau krangka cerita • Penokohan dan perwatakan • Dialog atau percakapan • Seting atau landasan atau tempat kejadian • Tema atau nada dasar cerita • Amanat pesan pengarang • Petunjuk teknis • Drama sebagai interprestasi kehidupan 3.lum.paling rumit. masing-msing tokoh mengalami permasalahan yang semakin menajam.. 4.nak!” (sambil tetap merebahkan kepalanya di atas me ……………………………………………………. NASKAH. RANGKAIAN PERISTIWA / TAHAPAN ALUR DALAM DRAMA 1. dll. DENGAN LAMPU TEMARAM. TERDAPAT SEBUAH MEJA DAN KURSI KAYU REOT. Tahap perkenalan/ eksposisi: memperkenalkan tokoh. Tahap penyelesaian (katastrofa) :permasalahan selesai..

6. PEMNTASAN UNTUK AKTOR ATAU AKTRIS • Rias • Tata pakaian 2. JENIS DAN KONSEPSI DRAMA DAN TEATER • Jenis-jenis drama • Klasifikasi drama berdasarkan aliran • Beberapa konsepsi tentang drama atau teater BAB II PENYUTADARAAN DAN TEKNIK BERPERAN 1. TEKNIK BERPERAN • Teknik berperan menurut Rendra • Teknik Edward A. Wright • Oscar Broket • Constantin stanislavsky • Richard boleslavsky • Adjib hamzah BAB III PERLENGKAPAN PEMENTASAN 1. STRATEGI PENGAJARAN TEKS DRAMA ( SEBAGAI KARYA SASTRA) • Strategi stratta • Langkah –langkah penyajian • Strategi induktif Model Taba • Strategi analisis • Strategi sinektik atau Model Gordon • Role playing atau Bermain Peran • Simulasi 3. PERLENGKAPAN DI PENTAS • Tata lampu • Tata pentas dan dekorasi • Ilustrasi musik dan tata suara • Beberapa catatan tambahan BAB IV PENGAJARAN DRAMA 1. PENYUTRADARAAN • Sejarah timbulnya sutradara • Tugas sutradara 2. PROSES BELAJAR MENGAJAR • Sleksi atau pemilihan materi • Gradasi (urutan penahapan) • Persentasi atau tyeknik penyampaian • Repetisi • Evaluasi dalam pengajaran drama 2. PERLENGKAPAN. STRATEGI PEMBELAJARAN DRAMA PENTAS .

Drama pentas adalah jenis kesenian mandiri. Dalam kehidupan sekarang. tokoh pembela kebenaran kontra dengan bandit. tokoh sopan kontra dengan tokoh berutal. PLOT atau krangka cerita Plot merupakan jalinan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik anatara dua tokoh yang berlawanan. Drama naskah dapat diberi batasan sebagai salah satu jenis karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog yang didasarkan atas konflik batin dan mempunyai kemungkinan di pentaskan. Motif dan kejadian-kejadian haruslah wajar dan realistis. Drama berarti perbuatan.• Pementasan drama di kelas • Pementasan drama oleh teater sekolah • Teknik pembinaan apresiasi drama • Catatan tambahan tentang pemilihan materi BAB I DRAMA DAN PERMASALAHANNYA Perkataan ”drama” berasal dari bahasa yunani ”draomai” yang berarti: berbuat berlaku. 2. Konflik itu lebih bersifat batin dari pada fisik. Konflik yang dipaparkan dalam lakon harus memiliki motif. 1. Dalam wayang. sifat dua tokoh itu bertentangan. tata lampu. tokoh bermoral kontra . naskah drama di ramu dengan berbagai unsur untuk membentuk kelengkapan. Telaah drama harus dikaitkan dengan sastra. lenong dan film. ludruk. apaakah yang dimaksud drama naskah atau drama pentas. Drama naskah merupakan salah satu genre sastra yang disejajarkan dengan puisi dan prosa. tindakan atau beraksi. Jika kita bicarakan dram pentas sebagai kesenian mandiri. maka motif konflik dalam drama moderen janganlah negara atau wanita. ataukah drama itu sebagai cabang kesenian yang mandiri. panggung. Moulton memberikan definisi drama (pentas) sebagai hidup manusia yang dilukiskan dengan action. ketoprak. Dalam kesenian tersebut. wayang orang. bertindak atau beraksi. ketoprak. maka ingatan kita dapat kita layangkan pada wayang. Terminologi istilah drama biasanya di dasarkan pada wilayah pembicaraan. Hidup manusia yang dilukiskan dengan action itu lebih dahulu dituliskan maka drama baik naskah maupun pentas berhubungan bahasa dan sastra. artinya benar-benar diambil dari kehidupan manusia. 1. drama mengandung arti yang lebih luas ditinjau dari apakah drama salah satu genre sastra. kesenian lukis atau dekor. tindakan atau action. Tokoh-tokoh wanita masa kini tidak akan berebut negara dan berebut wanita. Konflik yang muncul dari kehidupan manusia. Drama berarti perbuatan. Jika dalam wayang persoalan yang di jadiakn konflik adalah perebutan negara atau wanita. tokoh kesatria kontra dengan penjahat. Konflik manusia itu sering juga dilukiskan secara fisik. Motif dari konflik yang dibangunm itu akan mewujudkan kejadian-kejadian. dan juga ludruk akan kita saksikan bahwa klimaks dari pada konflik batin tu adalah bentrokan fisik yang diwujudkan dalam perang. STRUKTUR DRAMA NASKAH 2. Konflik itu berkembang karena kontradiksi para pelaku. misalnya: kebaikan kontra dengan kejahatan. seni kostum seni rias dan sebagainya. yang merupakan integrasi antara berbagai jenis kesenian seperti musik. LAKON DAN KONFLIK MANUSIA Dasar lakon drama adalah konflik manusia.

kesempurnaan sebuah naskah drama akan terlihat setelah dipentaskan. ekspresi wajah dan sebagainya. Drama adalah kenyataan yang diangkat ke atas pentas. jabatan dan keadaan kejiwaannya itu. Dialog atau percakapan Ciri khas suatu drama adalah naskah itu berbentuk cakapan atau dialog. Watak tokoh itu akan menjadi nyata terbaca dalam dialog dan catatan samping. Jalinan konflikj dalam plot itu biasanya meliputi hal-hal: • Protasis atau jalinan awal • Epitasio • Catarsis • Catasprophe (Aristoteles) 2. Seorang pengarang drama sadar atau tidak sadar pasti menyampaikan amanat dalam karyanga itu. 3. musik. nuansa-nuansa dialog mungkin tidak lengkap dan akan dilengkapi dengan gerakan. Dari drama tersebut yang berhubungan pula dengan nada dasar dari sebuah drama dan sudut pandangan yang dikemukakan oleh pengarangnya sudut pandang ini. suara. Tema berhubungan dengan premis. Hal ini di sebab kan karena drama adalah potret kenyataan. Dalam wayang kulit atau wayang orang. 2. 2. Dalam hal ini. Tema atau nada dasar cerita Tema merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam drama. 2.dengan tokoh tidak bermoral. panjang pendeknya dialog. Ragam bahasa dalam dialog tokoh-tokoh drama adalah bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis. Seting. 5. umur. Konflik itu semakin lama semakin meningkat untuk kemudian mencapai titik kelimaks. Pembaca cukup teliti akan dapat menangkap . yang didukung pula dengan gerak-gerik. Jenis dan warna dialog akan menggambarkan watak tokoh itu. Penulis lakon sudah menggambarkan perwatakan tokohtokohnya. Setelah klimaks lakon akan menuju penyelesaian. jenis kalimat dan ungkapan yang digunakan. Penokohan dan perwatakan Penokohan erat hubungannya dengan perwatakan. 6. dan sebgainya. landasan atau tempat kejadian Seting atau tempat kejadian cerita sering pula disebut latar cerita. tipe fisik. Bayangan pentas diatas panggung merupakan mimetik (tiruan) dari kehidupan seharihari. 4. Amanat pesan pengarang Amanat yang hendak disampaikan pengarang melalui dramanya harus dicari oleh pembaca atau penonton. Seting biasanya meliput tiga dimensi yaitu tempat ruang dan waktu. tokoh-tokohnya sudah memiliki watak yang khas. Dalam menyusun dialog ini. Penentuan ini harus secara cermat sebab drama naskah harus juga memberikan kemungkinan untuk dipentaskan. pengarang harus benar-benar memperhatikan pembicaraan tokoh-tokoh dalam kehidupan sehari-hari. jenis kelamin. 2. sering dihubungkan dengan aliran yang dianut oleh pengarang. Pembicaraan yang ditulis oleh pengarang naskah drama adalah pembicaraan yang akan diucapkan dan harus pantas untuk diucapkan diatas panggung. maka dialog yang ditulis juga mencerminkan pembicaraan sehari-hari. Susunan tokoh (drama personae) adalah daftar tokoh-tokoh yang berperan dalam tokoh itu dalam susunan tokoh ini yang terlebih dahulu dijeaskan adalah nama. 2.

sedangkan amanah bersifat kias. 2. cinta.PEMENTASAN – PENONTON Naskah-naskah drama yang diutlis setahun 1930-an nilai sastranya cukup tinggi. Ada pengarang yang memfokuskan pada segi keadilan. renungan hidup dan sebagainya. segi cinta kasih. 7. Tingkat keterampilan penulis dalam drama ditentukan oleh keterampilan menjalin konflik yang diwarnai oleh kejutan dan suspense yang belum pernah diciptakan pengarang lain. 2. musik. keras lemahnya dialog. 8. Tontonan atau naskah yang dihasilkan akan ditentukan oleh bagaimana sikap penulis dalam menginterprestasikan kehidupan ini. Keunggulan pada naskah drama adalah pada konflik yang dibangun. suasana pentas. demikian juga sutradara tidak mapu mengkoordinasikan seluruh teknisi. waktu. Naskah yang demikian bersifat komunikatif . PEMENTASAN DRAMA Pementasan drama merupakan karya kolektif yang dikoordinasikan oleh sutradara. Biasanya sutradara tidak mampu merangkap sebagai manajer pementasan.apa yang tersirat dan yang tersurat. sandiwara televisi atau secanario film. kritik sosial. perasan yang mendasari dialog dan sebagainya. objektif. Tema bersifat objektif. adapula produser yang memberikan biaya pementasan dan menejer yang mengatur pelaksanaan pementasan. bahasanya adalah bahasa yang hidup dalam masyarakat. Jawaban terhadap konflik itu akan melahirkan atau menghasilkan suspense dan kejutan. segi kebobrokan moral. segi suka dan duka. suasana pentas. warna suara. dan khusus. Setiap pengarang tidak sama dalam menginterprestasikan sisi kehidupan. Untuk itu diadakan assisten sutradara yang bertugas membantu sutradara dalam menangani tugas koordinasi itu. Tema bersifat sangat lugas. segi moral. Drama sebagai interprestasi kehidupan Ulasan tentang interperstasi kehidupan erat hubungannya denagn nada dasar atau pandangan dasar penulis drama itu. tetapi kemungkinan pentasnya tidak meyakinkan. keluar masuknya aktor dan aktris. Teks samping ini memberikan petunjuk teknis tentang tokoh. Petunjuk teknis Dalam naskah drama diperlukan juga petunjukj teknis. yaitu pekerja teater yang denagn kerja kecakapan dan keahliannya memimpin actor-aktris dan pekerja teknis dalam pementasan. Di dalam menafsirkan amanat itu. kedudukan teks samping ini sangat penting. NASKAH. dan semua cendrung benar. dan sebagainya. segi digdagtsi. patriotisme. Amanat yang khendak di sampaikan oleh pengarang perlu diberikan beberapa alternatif. Ada drama yang bertema ketuhanan.PENGARANG. Setiap pembaca dapat berbeda-beda menafsirkan makna karya sastra itu bagi dirinya. suara.segi kepincangan dalam masyarakat. berusaha memotret kehidupan secara real. 4. kita dapat bersikap akomodatif. subjektif dan umum. yang sering juga disebut teks samping dalam sandiwara radio. 3. Nilai literer memang tidak boleh ditinggalkan. tetapi sifat komunikatif harus diperhatikan. Nada dasar drama bukan nada dasar penafsir atau sutradara. perikemanusiaan. Jika karya sastra berhubungan denagn arti atau meaning dari karya sasra itu maka amanat berhubungan denagn makna atau significance dari karya sastra itu. Selain itu. sedangkan art . Teks samping ini biasanya ditulis denag tulisan berbeda dari dialog (misalnya denag huruf miring atau huruf besar semua). Konflik menentukan penanjakan-penanjakan kearah klimaks. Dama sebagai tiruan atau mimetik terhadap kehidupan. bahasa speech-act.

1. 4. peralatan teknis akan membantu. biasanya terdapat bagian artistic. Dengan aktor-aktri yang tepat berpengalaman. Sutradara perlu memiliki technical know how tentang bidang teknis dan artistik pementasan meskipun untuk bidang ini dipercayakan orang lain. Pemilihan aktor-aktris biasa disebut casting. tetapi juga kebutuhan yang berhubungan dengan artistik dan teknis. Usmar Ismail. 5. Pengarang berusaha untuk menempatkan dirinya secara tepat dalam kemelut kehidupan manusia itu. sound effect dan sebagainya. Rendra dan Arifin C.directur membidangi hal-hal yang bersifat artistik (bukan teknis) seperti kostum. tata busana (costum). KLASIFIKASI DRAMA Kalsifikasi drama didasarkan atas jenis streotipe manusia dan tanggapan manusia terhadap hidup[ dan kehidupan. PENATA PENTAS Untuk menghidupkan peran dipentas. SUTRADARA Sutradara memiliki tugas sentral yang berat dalam pementasan tidak hanya acting para pemain yang harus diurusnya. Bagian artistik berhubungan dengan tata rias (make up). tata musik dan efek suara (music dan sound effect). Karya yang sering memadukan dua sikap hidup manusia itu dipandang merupakan karya yang lebih baik karena kenyataan hidup yang dijumpai memang demikian adanya. 5. Teguh Karya. Tragedi atau drama duka atau duka cerita Tragedi atau drama duka adalah drama yang melukiskan kisah sedih yang besar dan agung tokoh-tokohnya terlibat dalam bencana besar. dapat dimungkinkan pementasan yang bermutu jika naskah baik dan sutradaranya cakap. Tokoh seperti Teguh dari Srimulat. Dapat juga seseorang memberikan variasi antara sedih dan gembira mencampurkan dua sikap itu karena dalam kehidupan yang real manusia tidak selalu sedih dan tidak selalu gembira. 4. lampu. rias. Tokoh-tokoh tersebut dalam kisah bencana ini penulis nsakah mengharapkan agar penontonya memandang kehidupan secara optimis. Wim Umboh. Peralatan tersebut meliputi: pengaturan pentas atau Stage. Noer. Pengarang secara bervariasi ingin melukiskan keyakinannya tentang ketidak sempurnaanya manusia. PENATA ARTISTIK Untuk mengukur secara artistic hal-hal yang berhubungan dengan pementasan secara langsung. Seorang pengarang drama dapat menghadapi kehidupan ini dari sisi yang menggembirakan dan sebaliknya dapat juga dari sisi yang menyedihkan. Ada lima macam teknik casting yaitu • Casting by Ability • Casting to Tipe • Anti Tipe Casting • Casting to Emotional Temperament • Terapeyutic Casting 4. sebab itu lakon yang dilukiskan seringkali mengungkapkan . 4. 1. 4. dekorasi (secenery) tata lampu (lighting). Kenyataan hidup yang dilukiskan berwarna romantis atau idealistis. 2. 3. mampu mengorbitkan calon aktor yang cukup tangguh dengan kemampuan yang memadai. AKTOR DAN CASTING Aktor dan aktris merupakan tulang punggung pementasan. tata suara (sound sistem) dan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pentas.

Tokoh dalam melodrama adalah tokoh yang tidak ternama (bukan tokoh agung seperti dalam tragedi). Komedi atau drama ria Komedi adalah drama ringan yang sifatnay menghibur dan didalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. 5. dengan tokoh dan cerita yang mendebarkan hati dan mengharukan. 6. 4. Dalam kehidpan sehari-hari sebutan melodramatik kepada seseorang seringkali merendahkan martabat orang tersebut karena dianggap berperilaku yang melebih-lebihkan perasaanya. 3. tetapi drama ini bersifat humor dan pengarangnya berharap akan menimbulkan kelucuan atau tawa riang. Penggarapan alur dan penokohan yang kurang dipertimbangkan secara crmat. Romeo dan Yuliet dipandang dari cintanya yang begitu tinggi juga dapat dinyatakan sebagai melodrama. Hal ini berbeda denagn dagelan atau farce yang mudah mengorbankan nilai dramatik dari lakon demi kepentingan mencari kelucuan itu. 5. 1. Seringkali jenis drama ini disebut dengan komedi murahan atau komedi picisan atau komedi ketengan. 5. Dagelan adalah drama kocak dan ringan dan tidak berdasarkan perkembangan struktur dramatik dan perkembangan cerita sang tokoh. Jenis-jenis drama • Drama pendidiakn • Drama duka • Drama ria • Closed drama (drama yang dibaca) • Drama teatrikal • Drama romantik drama adat • Drama liturgi • Drama simbolis • Drama monolog • Drama lingkungan • Komedi intrik • Drama mini kata • Drama radio • Drama televisi . JENIS DAN KONSEPSI DRAMA DAN TEATER 6. Kelucuan bukan tujaun utama. maka cerita yang dilebih-lebihkan sehingga kurang m.eyakinkan penonton. Dagelan Farce Dagelan adalah banyolan. maka nilai dramatic dari komedi (meskipun bersifat ringan) masih tetap dipelihara. Isi cerita dagelan ini biasanya kasar.kekecewaan hidup karena pengarang mengharapkan sesuatu yang sempurna atau yang paling baik dari hidup ini. Sering pula disebut tontonan konyol atau tontonan murahan. Nilai dramatik tidak dikorbankan untuk kepentingn untuk mencari kelucuan (“Geer”). Ada beberapa hal yang dilebih-lebihkan dalam kedua drama besar itu. Lelucon bukan tujuan utama dalam komedi. Drama-drama Hamlet dan Macbeth disampiung bersifat tragedi juga bersifat melodrama. 2. lentur dan fulgar. Melodrama Melodrama adalah lakon yang sentimental.

yaitu actor atau bintang. kiranya juga dapat menjadi sumber gaya. penata musik. Dalam teater tradisional. penata pakaian.• Drama eksperimental • Sosio drama • Melodrama • Drama Absurd • Drama Improvisasi • Drama sejarah 6. Dialog. sampai pementasan terakhir. dekolator dan petugas lainnya. acting dan segala kelengkapan pentas diatur oleh sutradara. penata pentas. Dalam hal teknik berperan ini diharapkan actor menjadi sumber gaya dalam pementasan drama. • Aliran Klasik • Aliran Romantik • Aliran Realisme • Aliran Ekspresionisme • Aliran Natularisme • Aliran Eksistensialisme BAB II PENYUTADARAAN DAN TEKNIK BERPERAN 1. sutradara disebut “dalang” peranan sutradara dalam teater tradisional tidak sepenting dan sebesar peranan sutradara dalam teater moderen. Klasifikasi drama berdasarkan aliran Sifat-sifat drama berdasarkan aliran tidak bercorak kaki tetapi hanya merupakan ciri pokok saja. PENYUTRADARAAN Penyutradaraan berhubungan denagn kerja sejak perencanaan pementasan. 2. Tugas sutradara drama moderen disamping melatih mengkorsinasikan aktor atau aktris. sutradara hanya memberikan instruksi secara garis besar. Wright Menurut teknik Edward A. Seluruh pementasan drama moderen adalah tanggung jawab sutradara. penulis drama menjadi sumber gaya. 2.1 Teknik berperan menurut Rendra Teknik berperan menurut rendra menyebutkan bahwa dalam pementasan ada empat sumber gaya. 2. juga memimpin urusan unsur pentas seperti: penta lampu.. Wright ada lima syarat yang harus dimiliki seorang calon actor yaitu • Sensitif • Sensible • Kualitas persona yang memadai • Daya imajinasi yang kuat • Stamina fisik yang baik. TEKNIK BERPERAN 2. Dalam drama tradisional dan wayang. sutradara.2 Teknik Edward A. Dalam ketoprak drama moderen. sutradara (dalam hal ini guru drama). . lingkungan dan penulis. Tidak ada drama yang seratus persen mengikuti salah satu aliran tertentu. Dalam pengajaran di sekolah.

mengembangkan teori Stanisslvsky. Jika rias menuntut berperan sebagai fungsi pokok maka. PERLENGKAPAN. Fungsi pokok tata rias adalah merubah watak seseorang baik dari segi fisik. pusat perhatian dan mimik. sesuai dengan tuntutan lakon. agar mampu memberikan efek psikologis-psikologis dan variasi.1 Tata lampu Lampu dapat membantu pengaruh psikologis dan juga dapat berfungsi sebagai ilustrasi atau hiasan atau petunjuk waktu (pagi. sutradara harus senantiasa memimpin latihan untuk menghindari over acting tersebut.2. Peran rias ini akan dibantu oleh tata sinar dan jarak antara pentas dan penonton. membantu actor membawakan perannya sesuai dengan tuntutan lakon. Fungsi bantuan rias adalah untuk memberikan tekanan terhadap perannya. pengaturan derajat ketajaman sinar atau voltase. 1980) dalam buku terjemahanya Aslu Sani dinyatakan lima belas tahap latihan yang harus di lalui. Di samping itu juga harus ada. berarti mengubah diri aktor ke dalam peran yang lain dari dirinya sendiri.4 Constantin Stanislavsky Tokoh yang dikenal sebagai pelopor pendekatan metode atau pendekatan kreatif. tata pakaian. psikis dan sosial. dalam ” Oedipus karya rendra. Lampu yang digunakan hendaknya berwarna-warni. Jika rias dan kostum agak asing. BAB III 1. yang mementingkan latihan sukma.1 Rias Tata rias adalah seni yang menggunakan bahasa kosmetika untuk menghasilkan atau menciptakan wajah peran. sore) dan suasana pentas. 2. PERLENGKAPAN DI PENTAS 2. Juru lampu harus membuat alat tata lampu ini semudah mungkin.2 Tata pakaian Seperti halnya rias. Karena itu. sepraktis mungkin dan harus di sertai perencanaan tata lampu yang mendetail untuk satu lakon yang disiapkan .6 Adjib hamzah Hamzah menggaris bawahi Boleslavsky dan Stanisslvsky bahwa dalam latihan acting sangat perlu motivasi. 1. Boleslavsky lebih menitik beratkan pada pembinaan sukma.5 Richard Boleslavsky Menurut Richard Boleslavsky dikenal sebagi murid Stanisslavsky. yang menggunakan topeng dan juba) 2. 2. diperlukan latihan penyesuaian diri denagn rias dan kostum tersebut ( misalnya. Ditambahkan olehnya actor atau aktris selaul menghindari over acting. dan jumlahnya cukup banyak.3 Oscar Broket Menurut teknik Oscar Broket menyebutkan tujuh langkah dalam latihan beracting yaitu: • Latihan tubuh • Latihan suara • Observasi dan imjinasi • Latihan konsentrasi • Latihan teknik • Latihan system acting • Latihan untuk memperlentur keterampilan (1965: 396) 2. PEMNTASAN UNTUK AKTOR ATAU AKTRIS 1. memberikan pedoman untuk mempersiapkan seorang actor (Stanislavsky.

tingkat kesulitan. C Noer dengan teater kecilnya. Pengeras suara sebaiknya menyewa yang cukup sensitif denag daya watt out put yang besar. Untuk melatih keterampilan mana. dapat juga di berikan tugas .4 Beberapa catatan tambahan Putu widjaya menyatakan ada dua tokoh yang sangat berjasa dalam perkembangan teater moderen di indonesia saat ini. Hal ini memerlukan sleksi materi. 1. transaksi dagang. Melalui kedua tangan tokoh tersebut munculah wajah-wajah baru dalam dunia teater Indonesia. Syubach Asa. 1. sehingga istilah panggung tidak digunakan dalam kaitan ini.3 Persentasi atau teknik penyampaian Untuk dapat menghayati naskah drama dengan lebih baik. PROSES BELAJAR MENGAJAR Yang dimaksud dengan proses belajar mengjar adalah apa yang disebut ”Metode” oleh Mac key di dalamnya terdapat keseluruhan peristiwa seperti: • Seleksi • Grasi • Prsentasi • Repetisi • evaluasi 1. karena pementasan drama tidak serlalu di panggung.2 Tata pentas dan dekorasi Tata pentas biasanya dipimpin oleh stage manager digunakan istilah pentas. dalam kaitan dengan tujuan pentas itu. dalam hal jenis. informasi. panjang. prspektif. bahwa latihan-latihan drama harus mengarah pada pementasan dan festival drama.3 Ilustrasi musik dan tata suara Di pentas dipasang pengeras suara denag microphoneyang cukup memadai. peristiwa-peristiwa yang terjadi). Misalnya.N. Secara umum peranan dan perlengkapan pentas tidak jauh berbeda. Pementasan dapat di panggung. Rian Tiarn.1 Sleksi atau pemilihan materi Seleksi maeri ditentukan oleh pengajaran ini. 2. rapat desa.2 Gradasi (urutan penahapan) Debora Elkin menyatakan. Rendra dengan bengkel teaternya dan arifin. BAB IV 1. apresiasi atau justru tujuan pengajaran drama dapat mentaskan atau dapat mengadakan festival drama. konsep. yaitu rendra dan arifin. C Noer. selain itu di pasang microphon yang memadai sehingga dialog akan dapat didengar penonton. 2.atau ligting plot. secara terus menerus dan konsisten kedua orang itu menggunakan teater dengan eksperimen-eksperimenya yang baru. ikra negara dan lain-lain. 2. Untuk pementasan drama hendaknya dimulai dari role flying atau (bermain peran). Azuar A. Jika microphone tidak cukup dan tidak kuat kepekaannya (sensitif) maka kegagalan akan terjadi karena dialog tidak dapat di dengar penonton. mutu. Peran microphone ini sangat penting sebab jika lakon drama ada pada dialog. Mempelajari tata pentas tidak luput dari mempelajari bentuk dan kontruksi pentas dari berbagai kurun waktu. Role flying lebih baik jika bersumber pada hasil observasi terhadap suatu kejadian tertentu (misalnya. percakapan di terminal bis. dapat di area. jumlah pemain dan sebagainya. Putu Widjaya.

6 Role playing atau Bermain Peran . Dalam strategi ini dikombinasikan oleh beberapa unsure yang berbeda dan nyata.4 Repetisi Materi yang sudah diberikan harus diulangi dalam bentuk ulasan guru atau tanya jawab. G.seperti setelah dibicarakan oleh I. dan gaya tulisan tersebut. plot. dilihat atau ditulis. 2. Wardani dalam makalah pengajaran sastra ada tiga pengajaran yaitu: tahap penjelajahan. 1. pada hakikatnya sama dengan evaluasi dalam pengajaran sastra. contohnya.3 Strategi induktif Model Taba Model ini dikemukakan oleh Hilda Taba. dapat juga merupakan repetisi. setelah penguraian penokohan. S. 2.H burton menyatakan bahwa yang harus dianalisis adalahmakna harfiah dari naskah. Treffenger memasukan metode ini dalam pembentukan kreatifitas pada tahap kedua.5 Evaluasi dalam pengajaran drama • Evaluasi untuk apresiasi drama dalam hal pemahaman naskah. • Tes informasi merupakan tingkat tes paling rendah. mendiskusi. STRATEGI PENGAJARAN TEKS DRAMA ( SEBAGAI KARYA SASTRA) 2.5 Strategi sinektik atau Model Gordon Strategi ini dikembangkan oleh Gordon dalam bukunya The Metaforical Way of Learning knowling. 2.2 Langkah –langkah penyajian Sebelum guru dapat mengajarkan satu dramadi dalam kelasia harus mengadakan dua macam persiapan yaitu memilih bahan yang cocok untuk kelasnya dan menyusun persiapan guna dapat mengajarkan dengan baik. Parafrase dari bentuk drama kedalam bentuk prosa. kemudian diadakan penyimpulan-penyimpulan. 2. yang kemudian disusul dengan pemahaman hal atau unsur yang abstrak dari naskah drama. • Tugas kelompok dalam mementaskan role flying. Model pengajarannya bersifat induktif. Data-data sastra dapat langsung diteliti siswa.4 Strategi analisis Strategi ini dissebut strategi analisis karena menitik beratkan pada frase analisis terhadap tema sebagai hasil akhir. interprestasi dan rekreasi. Hal ini sesuai dengan pendekatan apresiasi yang telah dikemukakan hilda Taba yaitu mengembangkan model pengajaran yang berorientasi pada pengelolaan informasi. dongeng atau film. dan biasanya strategi induktif cocok untuk pembahasan sastra.1 Strategi stratta Strategi ini diciptakan oleh leslie stratta dan dapat diterapkan untuk drama dan prosa fiksi. Penulisan juga dimulai denag naskah role flying kemudian naskah dari saduran cerita atau cerita populer dari karya sastra. mementaskan sendiri (naskah) menulis drama dengan tema yang sama dan sebagainya merupakan repetisi. jenis. sebab itu b utir soal yang lebih banyak • Evaluasi dalam tugas individual dalam penampilan memerankan dalam suatu tokoh. A.menulis naskah drama kepada siswa. dapat juga berwujud resensi terhadap drama yang sudah dibaca. menonton ditempat lain. 2. hubungan sebab akibat dan sebagainya. 2. sebelum ia siap untuk membawa bahan itu ke kelas. sikap pengarang terhadap tuliasnya dan pembacanya tujuan yang hendak dicapai melalui tulisannya. 1.

yang mudah dipahami. persepsi. keterampilan memecahkan masalah.7 Simulasi Arti sederhana dari simulasi adalah ”peniruan dari keadaan yang sebenarnya”. Tanpa pembaca naskah sendiri oleh siswa dan menonton pertunjukan drama sendiri. 3. dan pemahaman terhadap permasalahan pokok. Pada waktu pementasan. sikap. murid yang tidak mendapatkan giliran berpentas dapat ditugasi sebagai pengamat. STRATEGI PEMBELAJARAN DRAMA PENTAS 3. dapat berupa kelompok atau kelompok-kelompok yang dibentuk dari seluruh murid di kelas. Peran diambil dari kehidupan nyata sehari-hari (bukan imajinatif). memiliki konflik batin yang kuat dan atraktif.Sebetulnya metode ini termasuk pementasan drama yang sangat sederhana. 2.4 Catatan tambahan tentang pemilihan materi Pemilihan bahan naskah drama untuk diajarkan memenuhi kriteria: • Sesuai dan menarik bagi tingakat kematangan jiwa murid • Jika tingkat kesulitan bahasanya sesuai untuk tingkat kemampuan bahasa murid yang akan menggunakannya. Untuk pementasan sekolah hendaknya di pilih naskah-naskah yang kominakatif. Dari aspek role flying dapat dicapai aspek perasaan. 3. Yogyakarta: PT Hanindita Graha Widya. Dari masa orde baru simulasi ini banyak sekali digunakan untuk penataran P/04 dari tingkat kampung sampai tingkat nasional (penulis adalah manggala BP/07). • Bahasanya sedapat mungkin mengguankan bahasa yang standar kecuali kalau cerita mempermaslahkan penggunaan dialeg. nilai. 2001. dan juga berarti membuat yang belum ada.¬ . menyelenggaraan pembinaan. Yang dipentaskan tentulah drama-drama pendek denagn durasi 30 menit sampai 35 menit sehingga tersisa waktu diskusi dalam satu jam pelajaran. Jika ada jam pelajaran yang berurutan. dapat mementaskan drama denagn durasi 60 menit. herman. Sulitnya naskah drama dan belum tentu setiap guru mampu menyutradarai drama menjadikan prospek pengajaran drama kurang memuaskan.2 Pementasan drama oleh teater sekolah Pementasan oleh teater sekolah dapat memilih teks drama karya dramawan dengan durasi lebih dari satu jam(rata-rata 90 menit sampai 180 menit). maka pembinaan ini sulit dilakukan. Strategi simulasi adalah strategi untuk memberikan kemungkinan murid agar ia dapat menguasi suatu ketrampilan melalui latihan dalam situasi tiruan.3 Teknik pembinaan apresiasi drama Kata ”pembinaan” di sin dapat bermakna dua yaitu pembinaan hal yang sudah terlaksana supaya lebih baik. 3.1 Pementasan drama di kelas Pementasan drama di kelas terkait pelajaran bahasa indonesia aspek sastra dapat berupa pementasan satu naskah drama oleh satu kelompok. 3. • Isinya tidak bertentangan denag haluan negara kita Daftar pustaka Waluyo. Drama teori dan pengajaranya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful