Pengertian bangunan dalam arti gedung menurut PP no 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang No 28 Tahun 2002

Tentang Bangunan Gedung adalah adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. Klasifikasinya Gedung yang terkandung dalam PP ini adalah: 1. Klasifikasi gedung berdasarkan tingkat kompleksitas terdiri dari a) Bangunan gedung sederhana. b) Bangunan gedung tidak sederhana. c) Bangunan gedung khusus. 2. Klasifikasi gedung berdasarkan tingkat permanensi a) Bangunan gedung permanent. b) Bangunan gedung semi permanent. c) Bangunan gedung darurat / sementara. 3. Klasifikasi gedung berdasarkan tingkat resiko kebakaran a) Bangunan gedung tingkat resiko kebakaran tinggi. b) Bangunan gedung tingkat resiko kebakaran sedang. c) Bangunan gedung tingkat resiko kebakaran rendah. 4. Klasifikasi gedung berdasarkan zonasi gempa meliputi tingkat zonasi gempa yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang. 5. Klasifikasi gedung berdasarkan lokasi a) Bangunan gedung di lokasi padat. b) Bangunan gedung di lokasi sedang. c) Bangunan gedung di lokasi renggang. 6. Klasifikasi gedung berdasarkan ketinggian a) Bangunan gedung bertingkat tinggi. b) Bangunan gedung bertingkat sedang. c) Bangunan gedung bertingkat rendah. 7. Klasifikasi gedung berdasarkan kepemilikan a) Bangunan gedung milik Negara. b) Bangunan gedung milik badan usaha. c) Bangunan gedung milik perorangan.

Fungsi keagamaan merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan ibadah yang berupa : a. Bangunan hunian jamak. Fungsi khusus Mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan kegiatan yang mempunyai tingkat kerahasiaan tinggi tingkat nasional atau yang penyelenggaraannya dapat membahayakan masyarakat di sekitarnya dan atau mempunyai resiko tinggi. Bangunan hunian campuran. Bangunan perindustrian. Bangunan perdagangan. gedung perdagangan dan lain sebagainya. Bangunan hunian tunggal. b. Fungsi hunian Mempunyai fungsi utama sebagai tempat tinggal manusia. Bangunan perkantoran. d. Fungsi sosial dan budaya Mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan kegiatan sosial dan budaya. . Bangunan masjid termasuk mushola. 2. b. Fungsi hunian merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia tinggal yang berupa : a.Dalam PP ini juga dijelaskan tentang penetapan fungsi bangunan gedung yaitu 1. Fungsi usaha Mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan kegiatan usaha. 4. Bangunan vihara. 3. Fungsi bangunan gedung menurut PERMEN PU NO 29 / PRT / 2006 tentang persyaratan Teknis Bangunan Gedung adalah : 1. Bangunan pura. Fungsi keagamaan Mempunyai fungsi utama sebagai tempat melakukan ibadah. 3. c. 5. 2. e. c. Bangunan gereja termasuk kapel. b. d. seperti gedung perkantoran. Bangunan hunian sementara. Bangunan kelenteng. c. Fungsi usaha merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan kegiatan usaha yang terdiri dari : a.

Bangunan terminal. kesehatan. Bangunan wisata dan rekreasi. Keandalan Bangunan Gedung adalah keadaan bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan. Tingkat kerahasiaan tinggi. Peraturan tersebut merupakan dasar hukum dari persyaratan teknis yang harus dimiliki sebuah bangunan gedung. Bangunan pelayanan kesehatan. fungsi. dan kenyamanan suatu bangunan gedung dan lingkungannya selama masa pakai gedung tersebut. Tingkat resiko bahaya tinggi. Bangunan kebudayaan. Fungsi khusus mempunyai : a. Fungsi sosial budaya merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama sebagai tempat manusia melakukan kegiatan sosial dan budaya : a. 4. d. e. Keandalan bangunan merupakan sebuah tolok ukur bagaimana sebuah bangunan gedung telah teruji secara teknis memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Bangunan pelayanan pendidikan.d.  Kelaikan Bangunan Laik menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah memenuhi persyaratan yang ditentukan atau yang harus ada. b. kenyamanan dan kemudahan bangunan gedung sesuai dengan kebutuhan fungsi yang ditetapkan. 5. merupakan bangunan gedung dengan fungsi utama yang Beberapa definisi tentang bangunan gedung  Keandalan bangunan Keandalan adalah tingkat kesempurnaan kondisi bangunan dan perlengkapannya. Bangunan tempat penyimpanan. Sedangkan kelaikan bangunan adalah . g. e. c. Bangunan pelayanan umum. Persyaratan teknis bangunan diatur dalam PERMEN PU NO 29 TAHUN 2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Jadi bisa dikatakan kelaikan adalah keadaan yang memenuhi persyaratan yang ditentukan atau yang harus ada. b. Bangunan laboratorium. Bangunan perhotelan. f. yang menjamin keselamatan.

2. kesehatan. Estetika bangunan dan penyelesaian (finishing). 5. 3. Kegagalan struktur yang dapat diikuti oleh runtuhnya sebagian atau seluruh gedung. sirkulasi dalam bangunan. keselamatan. Ketepatan jumlah. Kelaikan bangunan adalah suatu ukuran dimana bangunan tersebut dapat digunakan secara aman dan nyaman atau tidak. 6. Tidak tersedia / tidak berfungsinya perlengkapan dan atau system penyelamat di dalam .  Keselamatan gedung Keselamatan gedung adalah kondisi yang menjamin terwujudnya kondisi aman dan tercegahnya kondisi yang dapat menimbulkan bahaya / bencana terhadap gedung dan seluruh isinya / penghuninya beserta perlengkapan dan lingkungannya. hubungan antar ruang. Menurut PP NO 36 TAHUN 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang Undang No 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung dijelaskan bangunan haruslah laik fungsi. kondisi eksterior dan interior gedung yang dapat menjamin fungsi gedung. Kondisi berbahaya tersebut antara lain disebabkan oleh: 1. Bentuk dan dimensi serta kesesuaian organisasi ruang. Yang dimaksud laik fungsi dalam PP ini adalah suatu kondisi bangunan gedung yang memenuhi persyaratan administrative dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung yang ditetapkan. 4. Tidak tersedia / tidak berfungsinya sistem pencegah / pemadam kebakaran. Ketepatan pemilihan bahan bangunan. kapasitas dan penempatan ruangan untuk penempatan system pengamanan bangunan.keadaan bangunan yang harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam hal ini ditentukan oleh pemerintah.  Utilitas Utilitas adalah perlengkapan dalam bangunan gedung yang digunakan untuk menunjang fungsi gedung dan tercapainya unsur – unsur kenyamanan. yang meliputi aspek – aspek: 1. Ketepatan pengaturan tata cahaya dan ventilasi. Keserasian tata letak gedung terhadap lahan bangunan serta lingkungan sekitarnya. sesuai dengan KDB (koefisien dasar bangunan) dan KLB (koefisien lantai bangunan).  Arsitektural Arsitektural adalah mutu hasil perencanaan dan pengerjaan dari suatu gedung. 3. kenyamanan dan kesehatan gedung sesuai dengan rencana yang diinginkan. Kelaikan bangunan sangat mutlak diperlukan dalam penyelenggaraan bangunan. komunikasi dan mobilitas di dalam bangunan tersebut. 2.

 Kondisi tidak andal Kondisi tidak andal adalah kondisi dari bangunan. perbaikan dan penyempurnaan.dan di luar gedung untuk melancarkan upaya penyelamatan orang dan barang berharga dalam keadaan darurat. keselamatan dan kenyamanan gedung terhadap segala macam beban dan terhadap bahaya lain dari kondisi sekitarnya. seperti angin kencang.  Kondisi Andal Kondisi andal adalah kondisi dari bangunan atau bagian bangunan atau utilitas yang menunjukkan kinerja yang prima atau berfungsi sesuai rencana atau sesuai persyaratan teknis dan keselamatan gedung.  Kondisi kurang andal Kondisi kurang andal adalah kondisi dari bangunan. bagian bangunan atau utilitas yang menunjukkan penampilan atau kinerja tidak prima atau tidak berfungsi sesuai rencana atau tidak sesuai persyaratan teknis dan atau persyaratan . bagian bangunan atau utilitas yang menunjukkan penampilan atau kinerja kurang prima atau kurang berfungsi sesuai rencana atau kurang sesuai persyaratan teknis dan persyaratan keselamatan gedung walaupun masih dapat digunakan. gempa. kekakuan. Untuk mengubah menjadi kondisi prima atau berfungsi dengan sempurna masih diperlukan upaya perawatan. stabilitas. Akibat bencana alam. perkuatan. 4. kekakuan.  Struktural Struktural adalah segala aspek berkenaan dengan perihal struktur bangunan gedung secara keseluruhan yang menentukan kekuatan.  Komponen struktur Komponen struktur adalah bagian atau anggota dari struktur yang terikat kuat satu sama lain serta bekerjasama secara satu kesatuan membentuk dan berfungsi sebagai struktur bangunan. kestabilan dan keselamatan bangunan gedung.  Struktur Bangunan Gedung Struktur Bangunan Gedung adalah bagian dari bangunan yang tersusun dari komponen struktur yang dapat bekerja sama secara satu kesatuan sehingga mampu berfungsi menjamin kekuatan. dan sebagainya. tanah longsor.

gas masak (bahan bakar gas).gas) yang tidak berguna atau yang dapat mengganggu/membahayakan gedung/isinya serta .  Bangunan sehat Bangunan sehat adalah gedung yang dapat menjamin tercegahnya segala gangguan yang dapat menimbulkan penyakit atau rasa sakit bagi penghuni suatu gedung.  Kondisi tidak berfungsi Kondisi tidak berfungsi adalah suatu keadaan dimana bagian atau komponen dan atau utilitas yang ditinjau tidak berfungsi sesuai dengan persyaratan teknis atau tidak dapat digunakan/dimanfaatkan lagi. dan utilitas gedung. struktural.keselamatan gedung. dsb. Juga yang berfungsi mengalirkan keluar dari gedung segala zat/benda (cair.  Keselamatan (gedung) Keselamatan (gedung) adalah kondisi yang menjamin keselamatan dan tercegahnya bencana bagi suatu gedung beserta isinya yang diakibatkan oleh kegagalan dan atau tidak berfungsinya aspek – aspek arsitektural.  Keamanan Keamanan adalah kondisi yang menjamin tercegahnya gedung dan isinya dari segala macam gangguan baik orang dan gangguan cuaca dan alam di sekitarnya.  Kenyamanan Kenyamanan adalah kondisi yang menyediakan berbagai kemudahan yang diperlukan sesuai dengan fungsi ruangan atau gedung dan atau lingkungan sehingga pemakai/penghuni dapat melakukan kegiatannya dengan baik dan atau merasa betah dan merasakan suasana tenang berada di dalamnya. Untuk mengubah menjadi kondisi prima diperlukan upaya penggantian secara partial atau total. udara bersih.  Plambing / plumbing Plambing adalah sistem jaringan per-pipa-an dan kelengkapannya didalam gedung yang berfungsi untuk mengalirkan kedalam bangunan gedung zat/benda yang diperlukan seperti air bersih.

 Eskalator / escalator Eskalator adalah alat/sistem transportasi didalam bangunan gedung untuk mengangkut penumpang (pemakai/penghuni gedung) dari suatu tempat ke tempat lain yang bergerak secara terus menerus baik dalam arah horizontal maupun dalam arah miring atau diagonal. Termasuk didalamnya peralatan yang mendukung berfungsinya sistem plambing seperti pompa air. dsb.kesehatan dan keselamatan penghuninya. . bak/tangki penampungan air. tangki septic.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful