P. 1
40137467 Modul AC Mobil

40137467 Modul AC Mobil

|Views: 3|Likes:
Published by Supri Yanto

More info:

Published by: Supri Yanto on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/04/2013

pdf

text

original

SISTEM KELISTRIKAN AC MOBIL Kelistrikan merupakan suatu rangkaian yang secara sistematis menghubungkan satu komponen dengan komponen

lain dengan menggunakan arus listrik. Setiap komponen m empunyai cara kerja dan fungsi yang berbeda tetapi mempunyai tujuan untuk menduk ung system secara keseluruhan. Pada sistem kelistrikan AC mobil berhubungan erat dengan sistem pemipaan, di mana sistem kelistrikan sebagai kontrol dari sistem pemipaan. Selain itu, sistem kelistrikan merupakan suatu komponen yang sangat pe nting, karena AC mobil menyala atau mati tergantung pada kelistrikan. Ada bebera pa komponen kelistrikan yang sering ditemukan dalam instalasi AC mobil. Komponen tersebut ada yang berhubungan dengan sistem pemipaan dan ada pula yang tidak te rkait dengan sistem pemipaan. Komponen kelistrikan yang dimaksud disini yaitu se tiap komponen yang digerakan oleh arus listrik. Komponen-komponen tersebut, anta ra lain: 1. Saklar 2. Relay 3. Kabel 4. Fuse/Sekring 5. Motor untuk fan evaporat or 6. Motor untuk fan kondenser 7. Magnetic clutch/Kopling magnet 8. Thermostat Komponen-komponen tersebut dipasang menjadi suatu rangkaian sederhana. Rangkaian kelistrikan akan bekerja dengan baik apabila sistem pemipaan telah lebih dahulu diselesaikan dan tidak ada kebocoran. Pengecekan sistem pemipaan dapat pula dil akukan setelah sistem kelistrikan sudah terpasang. Diagram kelistrikan AC mobil secara sederhana dapat dilihat pada gambar. Cara Kerja Sistem Kelistrikan AC Mobil Secara umum cara kerja sistem kelistrikan AC mobil dapat dijelaskan sebagai berikut: 1

maka komponen yang akan menyala adalah t hermostat. Arus listrik sudah stand by di ujung kabel saklar AC. 3. Pada waktu saklar AC dinyalakan pada posisi 1. yaitu menghubungkan terminal normaly open menjadi menutup. kipas kondenser. Fan kondenser berfungsi untuk mempercepat proses kondensasi. Setelah dari thermostat. Thermostat dapat diseting dengan memuta r atau menggeser saklarnya yang ada di dashboard dekat dengan saklar AC. relay kedua. 6. kerena arus listriknya melalui dua b uah tahanan (R1 dan R2). magnetic clutch (kopling magnet) dan ki pas evaporator. yaitu mengubah wujud refrijeran dari uap menjadi cairan. thermostat akan bekerja ses uai dengan seting yang telah ditetapkan. Pertama kali kunci kontak dinyalakan dan mobil telah hidup. 4. ketika seting temperatur ruangan kabin telah tercapai. Pada wa ktu relay bekerja. Dan akan menghubungkan kembali jika temperatur rua ngan kabin kembali naik. untuk mendapatkan putaran kipas yang lebih kencang sakl ar diputar pada posisi 2 dan untuk putaran maksimum pada posisi 3. 2 . Thermos tat akan memutuskan arus listrik pada magnetic clutch. 2. arus listrik dari baterai atau accu mengalir melalui fuse ata u sekring pengaman. relay pertama aka n menyala. Ket ika saklar AC dinyalakan pada posisi 1. arus listrik akan mengalir pula pada relay kedua untuk menyalakan magnetic clutch (kopling magnet) kompreso r sehingga kompresor bekerja dan motor fan kondenser bekerja pula. 5. Pad a waktu yang bersamaan. maka kipas eva porator akan bekerja dengan putaran rendah.1. ketika saklar AC dinyalakan. Fungsi fan ev aporator yaitu untuk mensirkulasikan udara dingin ke seluruh kabin mobil.

Saklar yang digunakan pada AC mobil pada umumnya ada tiga fungsi yaitu untuk menghidupkan atau memati kan sistem AC mobil. Saklar ini sudah banyak dipasaran. A. Biasanya putaran pertama untuk menyalakan AC 3 . Alat kontrol kelist rikan pada AC mobil secara umum ada 4 buah. Saklar putar banyak digunakan pada AC mobil dengan men ggunakan dasar kerja potensio putar. Saklar untuk menghi dupkan. m agnetic clutch (kompling pada kompresor) 1. fuse/sekring. Pada bagian selanjutnya akan dibahas secara ringkas ke dua kelompok alat kontro l tersebut. Saklar putar biasa bersatu dengan sa klar untuk mengatur putaran kipas atau blower pada evaporator. Pada d asarnya alat kontrol tersebut untuk mengontrol sistem agar berjalan dengan baik. alat kontrol kelistrikan da n alat kontrol refrijeran saling berhubungan satu sama lain. relay.ALAT KONTROL PADA AC MOBIL Alat kontrol AC mobil adalah alat yang membantu kelancaran kerja alat utama sist em AC mobil secara keseluruhan agar dapat bekerja dengan optimal. baik yang diputar ataupun yang digeser. Al at kontrol kelistrikan juga tidak terlepas dari kerja alat utama dan kerja alat kontrol refrijeran. menurunkan atau menaikan temperatur ruangan pada thermostat. sesuai keinginan dan mudah dalam perawatan serta perbaikan. Saklar yang biasa digunakan pada AC mobil seca ra umum ada dua macam yaitu saklar putar dan saklar geser. baik alat utama. mudah d alam pemeliharaan dan servis. Bentuk dan jenis saklar beragam sesua i dengan fungsinya masing-masing. Secara umum alat kontrol AC mobil terbagi ke dalam dua kelompok yaitu alat kontrol kelistrikan dan alat kontrol refrijeran. Alat Kontrol Kelistrikan Alat kontrol kelistrikan yang alat kontrol yang meng gunakan arus listrik dalam mengontrol kerja komponen sehingga komponen dapat bek erja dengan baik. Semua komponen. mematikan kipas dan mengatur putaran kipas evaporator pada dashboard mob il. baik ben tuk dan jenisnya beragam termasuk harganya. Saklar/Switch Saklar adalah alat untuk memutuskan dan menghubungkan arus list rik sehingga AC mobil dapat bekerja/hidup. Saklar untuk mengatur seting temperatur. Alat kontrol b erfungsi untuk mengatur kinerja sistim AC mobil agar mudah dioperasikan. yaitu saklar.

Pada saklar geser biasanya tidak menggunakan kode angka tetapi menggunakan lambang yaitu lambang kipas dan lamban g garis yang menaik. 3. angka 2 untuk puta ran kipas atau blower yang lebih kencang. 3 dan 4. Temperatur yang diinginkan diatur dengan menggunakan saklar.mobil dengan putaran kipas atau blower evaporator dengan putaran rendah. angka 1 menunjukkan putaran kipas atau blower yan rendah. Saklar ini berfungsi mengatur thermostat yang ada di evapo rator. Untuk saklar p utar biasanya diberi kode angka 1. baik saklar putar maupun saklar geser. Biasanya saklar pengaturan temperatur dibuat terpisah dari saklar pengatu ran putaran kipas atau blower dan saklar AC mobil (ada 2 saklar). diperlukan pengaturan temperatur . Kode atau lambang yang digunakan yaitu: Gambar 1 Lambang Untuk Putaran Kipas Gambar 2 Lambang Untuk Menaikan Putaran Kipas On Off 1 2 3 Gambar 3. B iasanya menggunakan kode on. K ode atau angka tersebut pada setiap merek AC mobil atau jenis mobil tertentu ber beda-beda. angka 3 putaran kipas atau blower yang lebih kencang lagi dan angka 4 untuk putaran kipas atau blower yang maksimum. On untuk menunjukkan AC mobil beker ja. 1. 2. dan 4. 2. Untuk m emperoleh putaran kipas atau blower yang lebih keras maka saklar diputar lagi. Saklar geser pada prinsipnya sama dengan saklar putar cara kerjanya. tetapi menggunakan basis kerja potensio geser. Saklar Putar Untuk mengatur temperatur di dalam kabin mobil. Semakin besar angka menunjukkan semakin dingin uda ra yang keluar dari evaporator (seperti pada gambar 3) 4 . angka tersebut menunjukkan tingka t kedinginan yang dibutuhkan.

Relay dengan NC c. kontak tersebut pada umumnya terbuka (Normally Ope n). a. seperti pada Gambar 5. terutama untuk rangkaian kontrol. Fuse/Sekring Sekring adalah alat pembatas arus listrik yang berfungsi untuk pengaman apabila penghantar kelebihan arus atau ke naikan arus. Relay Relay adalah alat pengaman listrik yang berfungsi untuk menghubungkan a rus listrik pada tiap komponen. Relay dan Time Relay 3. Di setiap sekring pengaman terdapat sutas kawat yang mempunyai harg a arus tertentu. Relay banyak digunakan untuk sistem pendingin. Gambar 5.Sedangkan untuk saklar geser ditunjukkan dengan lambang segitiga panjang. Semakin ke kanan atau kearah lebih tebal semakin dingin udara yang keluar dari evaporator (seperti pada gambar 2). Relay ada juga yang dilengkapi dengan peng aturan waktu (Time relay). yaitu al at untuk mengontrol relay dan kontaktor lain. Relay digunakan untuk menghantarkan arus listrik kurang da ri 20 Ampere. Relay atau saklar magnetik yaitu alat untuk membuka dan menutup satu atau lebih kontak untuk menghantarkan arus listrik. Sekring Pengaman 5 . Relay biasanya digunakan untuk arus listrik yang kecil sehingga kumparannya juga berukuran kecil. biasan ya berwarna biru. AC mobil atau peman as. Time Relay Gambar 4. 2. Sekring dalam instalasi kelistrikan biasanya digambarkan den gan kotak persegi panjang yang diarsir penuh. Relay b. apabila arus tersebut melebihi harga arus kawat tersebut maka k awat akan terputus. Pada keadaan normal. Relay dapat pula digunakan untuk Pilot Duty. Relay berfungsi pula sebagai pengaman dari keleb ihan arus listrik pada suatu rangkaian listrik.

15A . Kawat at au kabel dan sekring pengaman harus disesuaikan dengan kekuatan arus yang mengal ir pada instalasi tersebut. Disebut demikian karena m enggunakan prinsip magnet dalam menyambungkan atau memutuskan kopling pada kompr esor. 80A. Skema magnetik clutc h atau kopling magnet dapat dilihat pada gambar berikut: + Gambar 6. 100A. Skema magnetic clutch 5. Penghantar listrik yang baik adalah semua logam dan penghantar listrik yang pali ng baik adalah tembaga yang sering digunakan untuk alat sistem kelistrikan. Medan magnet tersebut akan menarik tuas/lempengan logam yang akan dihubungkan ke kompresor. Magnetic clutch mempunyai komponen inti besi yang dililitkan kumparan yang pasang pada bagian depan kompresor.Memilih sebuah sekring pengaman harus disesuaikan dengan pemakaian arus listrik. 40A. 125A. 4A. Prinsip kerja magnetic clucth atau magnet k ompling yaitu apabila lilitan dialiri arus listrik. Sementara itu. sehingga kompresor akan berfungsi. Apabila aliran lis trik diputuskan maka medan magnet akan hilang sehingga tuas/lempengan logam akan kembali ke posisi semula dan tidak terhubung ke kompresor. 6A. b ahan seperti : 6 . Peng hantar listrik dari baja digunakan untuk kawat tegangan tinggi. Kabel Kabel merupakan alat untuk menghantarkan listrik (penghantar listrik). 150A. Sedangkan untuk kemampuan s ekring pengaman yang banyak ditemui dipasaran antara lain : 2A. model dan jenisnya dapat b erbeda-beda sesuai dengan selera pasar dan produsen. 60A. 20A. dimana sekring harus 20 â 30% lebih kuat dari arus maksimum yang mengalir. 4. Sekering pengaman bentuk. 10A. 25A. Magnetic clutch (kopling pada kompresor) Magnetik clutch atau kopling magnet adalah alat untuk menjalankan kompresor pada AC mobil. maka akan terjadimedan magne t disektarnya. 200A dan sekring ukuran khusus.

kayu. jika kawat terlalu tebal maka bi ayanya akan mahal dan bila kawat terlalu kecil/tipis maka akan mudah panas sehin gga akan menimbulkan bahaya kebakaran. busa. Perbandingan luas penampang kawat dan kekuatan maksimum arus Luas penampang Kawat tembaga (mm2) 1 1. Tabel. Pada instalasi listrik kabel-kabel ini diberi warna sebagai kode yang sesu ai dengan fungsinya yaitu : ~ Pasha berwarna ~ Penghantar nol ~ Masa : Merah. Penampang kabel listrik dapat dilihat pada Gambar 7. Tembaga penghantar arus Plastik bahan penyekat (isolasi) Gambar 7. Bi ru dan Hitam : Kuning : Kuning bergaris hijau 7 .karet. 1.5 2. plastik.5 4 6 10 Maksimum Arus (Ampere) 10 15 20 25 35 50 Luas penampang Kawat tembaga (mm2) 16 25 35 50 70 95 Maksimum Arus (Ampere) 50 80 100 125 150 200 Arus yang masuk disebut PHASA dan digambarkan dengan haru lurus penuh. gabus digunakan sebagai bahan penyekat atau isolasi. Sedangkan arus yang keluar disebut PENGHANTAR NOL dan digambarkan dengan garis terputus-p utus. Penampang kabel Penggunaan kabel harus sesuai dengan kebutuhan. Tabel 1 akan memperlihatkan kekuatan maks imum arus listrik (Ampere) yang bisa diterima kawat tembaga dalam ukuran luas te rtentu (mm2).

8 . Alat kontrol refrijeran berfungsi untuk menjaga agar refrijeran be rada dalam bersih dan sesuai dengan kondisi yang diperlukan. Receiver dan Sighglass Sighglass berfungsi untuk melihat keadaan refrijeran yang mengalir di dalam sist em AC mobil. B. Gambar 9. Alat Kontrol Refrijeran Alat kontrol refrijeran yaitu alat kontrol yang berhu bungan dengan refrijeran di dalam sistem dan tidak menggunakan arus listrik dala m operasinya. Melalui sighglass akan terlihat refrijeran yang mengalir. Pemasangan sighglass dapat pula terpisah dengan recei ver. Warna kabel dan cara penggambarannya. Dalam ke adaan tertentu dapat pula receiver sudah penuh sehingga menyebabkan sistem akan mampet dan dapat mengganggu komponen yang lain. Receiver harus diganti apabila sudah tidak lagi dapat men yaring kotoran yang ada di dalam sistem.Merah. Pada gambar disamping ini. Receiver apabila sudah jenuh tidak akan dapat bekerja dengan baik walaupun masih dapat mengalurkan refrijeran. 1. receiver ber satu dengan sighglass. Biru. namun tetap pada fungsinya masing-masing. akan dike tahui banyak atau sedikit. Hitam Kuning (penghantar nol) Kuning bergaris hijau (masa) Gambar 8. Receiver juga berfungsi untuk menjaga agar refrijeran yang mengal ir ke evaporator sudah dalam bentuk uap. Receiver dan Sig hglass Receiver adalah alat untuk menyaring kotoran yang mungkin ada di dalam si stem AC Mobil.

dan membukla pada saat temperatur turun. thermostat digunakan sebag ai alat kontrol temperatur untuk kenyamanan manusia. dan harus dipisahkan pen ggunaanya dari panas atau dingin. Apapun penggunaan thermostat. Jenis-jenis Thermostat dan Elemen Pengontrol Ada 2 tipe elemen pengontrol thermostat yang biasa diguna kan yaitu bimetal dan sensor bulb. Terdapat beberapa tipe thermostat yang digunakan di industri dan berbagai bentuk saklar yang digunakan. Thermostat digunakan dalam berbagai maca m kegunaan. Thermostat Temperatur dalam beberapa struktur tidak mengenal usia. temperatur dapat dibentuk menjadi tingkat yang nyaman dengan thermostat. Pada sistem air conditioning dan heating. Thermostat cooling dan heating biasanya dibu at sebagai saklar untuk sistem pendinginan dan pamanas tanpa posisi tengahtengah . bereaksi dengan temperatur dengan membuka dan menutup saklar. misalnya refrigerator.2. Element pengontrol thermostat adalah bagian y ang dapat bergerak 9 . display case. Terdapat beberapa tipe thermostat yang khusus diaplikasikan untuk industri. freezer untuk industri . Thermostat pada sistem pendinginan menutup pada saat temperatur naik. Thermostat pada sistem heating menutup pada saat temperatur turun dan membuka pada saat temperatur naik. Thermos tat didesain dan dibuat dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda untuk digunaka n dan diaplikasikan dalam industri Thermostat merupakan salah satu alat yang pen ting dari keseluruhan operasi sistem AC mobil. tempat. se perti : outdoor thermostat dan safety thermostat. yaitu untuk memberi fungsi yang sama. b. Penggunaan Fungsi dasar dari t hermostat yaitu untuk merespon perubahan temperatur oleh membuka dan menutupnya kontak listrik. Hal tersebut merupakan factor yang sangat penting pada waktu menentukan pembelian da n pemasangan thermostat. walkin cooler. dan b entuk. Thermostat moderen mempunyai system switch yan g dapat digunakan untuk system pendingin atau pemanas. Bebe rapa thermostat harus diisolasi dari panas atau dingin. a. Thermostat untuk cooling dan heating dapat digunakan un tuk system penginginan dan pemanas. Thermostat pada system refr igerasi di desain untuk mengatur temperatur yang spesifik di dalam ruang refrige rasi. dengan kata lain : saklar satu phasa dua arah (single pole double throw).

jika temperatur pada bulb menurun juga akan terjadi penurunan tek anan. Sensor bulb thermosta t biasanya digunakan untuk mengontrol temperatur dengan berbagai medium yaitu ca iran. Bimetal thermostat 10 . maka metal yang satu akan lebih panjang dari metal yang lain karena perbedaan koefisien perpanjangan. Jika temperatur pada kedua m etal tersebut meningkat. d. uap dan media lain. begitulah thermostat dibuat. Bimetal digunakan untuk menggerakan kontak membuka d an menutup. Thermostat Bimetal Hati dari hampir semua tipe thermostat adalah bimetal. Bimetal merupakan kombinasi dari dua bagian metal dimana akan memanj ang pada temperatur tertentu. Penurunan dan penaikan tekanan menyebabkan kontak akan membuka dan menutup . Thermostat bimetal biasanya digunakan untuk mengontrol temperatur dalam system pendingin dan pemanas. Jika bimetal tersebut melekat pada sisi. Hal ini menyebabkan bimetal melen gkung (Gambar 13a dan 13b). Kedua metal tersebut di las menjadi satu. (a) dua buah metal dengan koefisien perpanjangan ber beda A B A B (b) Metal A lebih panjang dari B karena melengkung Gambar 10. Setiap m etal mempunyai koefisien perpanjangan yang berbeda. Pada saat temperatur bulb berubah maka te kanan akan menekan diaprahma. Tekanan akan menekan diaprahma pada tangkai mekanik yang akan membuka dan menutup kontak. c.jika temperatur berubah pada sensor. Sensor Bulb Thermostat Elemen penggerak yaitu bulb dan diaprahma yang dihubungkan dengan pipa kecil. maka sisi y ang satu akan terlepas. Bulb diisi dengan cairan atau gas kemudian ditutup (seal). Jika temperatur bulb meningkat akan terjadi pening katan tekanan. hal itu akan bergerak turun dan naik sesuai dengan tempe ratur yang mengelilinginya.

Hal ini.Jenis pertama thermostat bimetal dibuat seperti gambar 10. Bimetal dengan magnet permanen Ada dua metoda yang biasa digunakan pa da thermostat untuk membuat snap action yaitu dengan magnet permanen dan bulb me rcuri. Magnet permanen Kontak a. Sedangkan thermos tat tegangan rendah digunakan untuk alat kontrol dengan tegangan 12 dan 24 volt. Magnet permanen disimpan dekat kontak yang akan menarik bimetal dan mengu ncinya. Jenis ini tidak baik karena tekanan yang tidak stabil dari bimetal sehingga kontak akan menempel bers ama-sama. Thermostat harus mempunyai s ambungan yang baik pada kontak. Tegangan Thermostat Tegangan thermostat dibuat un tuk mengoperasikan pada saluran tegangan 120 dan 230 volt. e. Thermostat bulb merc uri juga membentuk snap action. Bimetal tanpa magnet permanen Kontak b. maka akan menimbulkan snap action ketika bimeta l bergerak menutup kontak secara bersamaan. Jika magnet permanen ditempelkan d ekat lengan bimetal (Gambar 11). Metoda ini akan membuat hubungan kontak lebih baik. Biasanya thermostat tegangan rendah digunakan untuk pendingin dan pemanas di ru mah-rumah. Bimetal dengan magnet permanen untuk membuat snap action Gambar 11. disempurnakan dengan system kancing (Snap action) thermostat bimetal terhadap ko ntaknya. Tipe sebelumnya tidak menerapkan system kancing (snap) pada kontaknya k arena adanya perubahan temperatur yang kecil. karena tetesan mercuri bergerak antara dua sisi sekat didalam tabung gelas. AC mobil dan beberapa untuk 11 . Jenis ini akan bereaksi (membuka dan menutup) relatif kecil pada perub ahan temperatur ruang yang mengelilingi thermostat. Tegangan thermostat d igunakan untuk industri pada air conditioning dan refrigerasi.

Thermostat yang biasa digunakan pada AC mobil 12 . pemindah otomatis dari pem anas ke pendingin.komersial dan industri. diagram pengawatan lebih kecil diba nding dengan tegangan thermostat. murah. The rmostat tegangan rendah lebih akurat. Thermostat tegangan rendah dapat digunakan untuk mengope rasikan pemanas. Perbedaan tegangan thermostat dan thermostat tegangan rendah yaitu pada ukuran bimetal. fan otomatis. Gambar 12. Pada tegangan thermostat lebih banyak memerlukan teka nan untuk membuka dan menutup kontak dan itu membutuhkan bimetal yang besar. pendingin. fan manual.

3rd edition. (1987). (1987). 13 . Jakarta : Icht iar Baru. Dwi ggins. Teknik Listrik Untuk Teknik Pendingin. Donald L. Boyce H. Automotive Air Conditioning. Alat Kontrol Mesin Pendingin.DAFTAR PUSTAKA Air Conditioning and Refrigeration Institute. (1987). (1983). Electricity for Refrigeration. Weiger. Smith. New York: McGraw-Hill Inc. Russell E. Bandung : STM Pembangunan. Br ounsh. Refrigeration and Air Cond itioning 2nd Edition. New York: Delm ar Publishers Inc. Crouse. New Jersey: Prentice-Hall Inc. William H. Automotive Air Conditioning 5th Edition.. California : Delmar Publishers Inc. & Angli n. R.. (1987). (1977). and Air Conditioning. Handoko. Heating.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->