P. 1
Hubungan Antara Ilmu, Filsafat dan Agama

Hubungan Antara Ilmu, Filsafat dan Agama

|Views: 426|Likes:

More info:

Published by: Rose Fitria Lutfiana on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2014

pdf

text

original

HUBUNGAN ANTARA ILMU, FILSAFAT dan AGAMA (MAKALAH

)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah : FILSAFAT ILMU Yang Dibimbing Oleh: Prof. Dr. DASIM BUDIMANSYAH, M.Si.

Disusun Oleh: ROSE FITRIA LUTFIANA (1201468)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2012 1

makhluk yang berakal sehat.. Kedua: manusia mempunyai perbedaan “tertentu” dibandingkan dengan hewan. dapat merasa malu. Dibandingkan dengan makhluk lain. sedangkan dengan potensi karsa yang dimiliki.. N. Melalui tiga cara inilah manusia menemukan nilai-nilai kebenaran. Dengan potensi akal pikiran yang dimiliki oleh manusia. berproduksi . Haeckel. Driyankara S. tegasnya: manusia itu makhluk yang berkebudayaan. Keempat: ditinjau dari segi “ruhaniah”. 2005: 31). tidak asasi”. pandai membandingkan dan menafsirkan. maka keistimewaan manusia dibandingkan dengan hewan terlihat dalam kenyataan bahwa: manusia adalah “seseorang”. Dr. berpolitik. Perbedaan mendasar tersebut antara lain: Pertama: manusia adalah “sejenis” hewan juga. suatu “pribadi” . Charles Robert Darwin. Ketiga: ditinjau dari segi “jasmaniah”. .. sadar diri. melalui daya-daya psikis yang dimiliki manusia memiliki kelebihan. manusia mampu mengatasi persoalan kehidupannya dengan pendekatan estetik menurut asas perimbangan. yaitu mampu menghadapi setiap persoalan kehidupannya. tukang bertanya dan mempertanyakan segala sesuatu. punya kehendak dan kemauan bebas.. berkreasi. Ibn Khaldun. mengenal norma. perbedaan antara manusia dengan hewan adalah “gradual. berbicara berdasarkan akal fikirannya.J dan lain-lain. Prof. Dengan potensi rasa.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Anshari (1987: 12) menyimpulkan beberapa perbedaan mendasar antara manusia dengan hewan yang telah dipaparkan oleh para ahli seperti Julien Offroy De Lamettrie. manusia mampu mengatasi persoalan kehidupannya secara matematis menurut asas-asas penalaran (logic) deduktif dan induktif. manusia mampu mengatasi persoalan kehidupannya melalui pendekatan perilaku menurut asas-asas etika. keindahan dan kebaikan (Suhartono.

penalaran yang luas. tentang kenyataan yang sebenar-benarnya (Ihsan. titik perbedaan dan titik singgung antara satu dengan yang lainnya. pemeriksaan yang teliti. yang dapat dijangkau dengan pengamatan yang cermat. ialah berfikir dengan landasan yang benar. 2010:141). dengan demikian mencari hakekat ialah bukan memikirkan sesuatu tentang kenyataan yang dapat disaksikan dengan kemampuan panca indera saja. filsafat dan agama. Jalan manusia untuk memperoleh kebenaran dapat dicari melalui ilmu. sebagai proses dan sebagai paradigma etnika yang pada kenyataannya amat rumit untuk diuraikan dan pada dasarnya bersifat misterius dengan taraf pemahaman terhadap kebenaran ilmu itu sendiri yang provisional. Kegiatan hasrat memperoleh hakikat. Berfikir dengan landasan dasar yang benar membutuhkan tarekat. dengan berfikir yang sedalam-dalamnya. Menurut Paryana Suryadipura (1958) bahwa kenyataan yang sebenarnya itu disebut hakikat. Ketiga jalan tersebut mempunyai ciri-ciri tersendiri dalam mencari. sehingga senantiasa terbuka untuk diuji dan dibatalkan oleh penemuan formulasi dengan klasifikasi yang sahih. Hubungan yang seperti itu dinamakan ma’rifat. Ilmu dapat dipandang sebagai produk. melainkan berpikir mengenai hubungan antara kenyataan yang ada dengan keseluruhannya. ilmu mempunyai kemampuan untuk memprediksi suatu dasar penemuan berlandaskan pengembangan logika. Artinya.Setiap manusia berfikir dan mempunyai hasrat untuk memperoleh pengetahuan yang sempurna. lebih dari itu ilmu digunakan untuk mengembangkan diri manusia sehingga kadar kualitas manusia dan pengembangan kepribadian manusia akan tergantung pada kadar keilmuan yang dimiliki oleh manusia. menghampiri dan menemukan kebenaran. terhadap semesta alam dan dengan pusat asasnya (sang pencipta). Kemampuan meramal yang dimiliki oleh ilmu berperan sebagai sarana pencapaian ideologi dengan segala kunsekuensi yang didapat. Sedangkan filsafat akan lahir dan berkembang pada diri setiap orang 3 . Ilmu merupakan dasar berpijak bagi seseorang untuk berbuat. Ketiganya mempunyai titik persamaan.

Sedangkan agama dapat menjadi petunjuk. 2007: 34). Rumusan Masalah .pada saat orang mulai memikirkan dirinya. Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan manusia yang memiliki peran penting dalam menentukan dan menemukan eksistensinya. Manakala manusia menghadapi masalah yang rumit dan berat maka timbullah kesadaran bahwa manusia merupakan makhluk yang tidak berdaya untuk mengatasinya. Kebenaran dari ilmu adalah sepanjang pengalaman. menyeluruh dan mendasar. jawaban itu merupakan hasil pemikiran yang sistematis. distorsi sosial dan kemauan penguasa (Zainuddin. kedamaian. dan menentukan implikasinya baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam kehidupan (Sadullah. Dalam kegiatan ini manusia akan berusahan untuk mencari kearifan dan kebajikan. asal mula. maka dari itu timbullah kepercayaan dan keyakinan. kesejahteraan. 2006: 57). Mengenai self evident dan kebenaran yang pasti dari pemikiran manusia serta tuntutan keadilan sosial. Kearifan merupakan buah yang dihasilkan filsafat dari usaha mencapai hubungan-hubungan antara berbagai pengetahuan. maka pada saat itu filsafat mulai tumbuh dan berkembang. kebenaran dari filsafat adalah sepanjang pemikiran dan kebenaran dari agama adalah bersifat mutlak. keberadaan dan tujuan hidup dan kehidupannya. integral. Adapun perkembangan filsafat pada tiap orang jelas tidak sama. pegangan serta pedoman hidup bagi manusia dalam menempuh hidupnya dengan penuh harapan tentang keamanan. Hal ini tergantung taraf kecenderungan batin sejauh mana keingintahuan itu berbatas dan sejauh mana taraf pemikiran (kemampuan berfikir) seseorang itu dapat dikembangkan (Suhartono. hal ini menurutnya perlu agar akal murni tidak mudah digoyahkan oleh vested interest. Filsafat dibutuhkan manusia dalam upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam berbagai lapangan kehidupan manusia. 2011: 18). akal harus diimbangi oleh ego yang berkembang dalam kesadaran menganai tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan itu.

Berdasarkan penjelasan di atas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Apakah hakekat dari ilmu? Apakah hakekat dari filsafat? Apakah hakekat dari agama? Bagaimanakah hubungan antara ilmu. filsafat dan agama BAB II 5 . agama dan filsafat? Tujuan Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: Mengetahui hakekat dari ilmu Mengetahui hakekat dari filsafat Mengetahui hakekat dari agama Mengatahui hubungan antara ilmu.

maupun menurut bangunannya dari dalam. usaha menemukan (attempt to find) atau pencarian (search). dan keseluruhan pengetahuan sistemetis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia (Surajiyo. Karl Pearson. Arthur Thompson dalam bukunya “An Introduction to Science” . 2009: 56). scire yang juga berarti pengetahuan. Pemakaian kata itu dalam bahasa Indonesia ekuivalen dengan istilah science. Harsojo. mendefinisikan ilmu sebagai pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana (Sakwati: 2011).PEMBAHASAN Hakikat Ilmu Kata ilmu berasal dari bahasa arab (alima) yang artinya pengetahuan. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia (Sakwati: 2011). menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan. Mohamad Hatta dalam Sakwati (2011). maupun menurut kedudukannya yang tampak dari luar. Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaahan (study). studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji (Sakwati: 2011). J. penyelidikan (inquiry). Ashley Montagu. Science berasal dari bahasa latin: scio. Berikut ini akan dipaparkan definisi ilmu menurut para ahli: The Liang Gie (1987) mendefinisikan ilmu sebagai rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya. guru besar Antropologi Unviersitas Padjajaran menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu.

Filsafat secara etimologi Poedjawijatna (1974: 1) menyatakan bahwa filsafat berasal dari kata Arab yang berhubungan dengan kata Yunani. Hornby mengartikan ilmu sebagai: Science is organized knowledge obtained by observation and testing of fact (ilmu adalah susunan atau kumpulan pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian dan percobaan dari fakta-fakta (Yudhim: 2008). 1994: 9) mengemukakan 7 . teori dan dalil hukum. Filsafat secara terminologi Secara terminologi adalah arti yang dikandung oleh filsafat. 2012: 9). Tetapi ada berbagai pengetahuan. Dalam bahasa Yunani kata philosophia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia. Menurut Ihsan (2010: 58) ilmu adalah pengetahuan. Dikarenakan batasan dari filsafat itu banyak maka sebagai gambaran perlu diperkenalkan beberapa batasan-batasan. yaitu ingin dan karena itu lalu berusaha mencapai apa yang diinginkan tersebut sedangkan sophia artinya kebijaksanaan yang artinya pandai. bahkan asalnya memang dari kata Yunani. Kata Yunaninya adalah philosophia. philo artinya cinta dalam arti yang luas. yaitu kekaguman atau keheranan. Ilmu mengandung tiga kategori isi: hipotesis. pengertian yang mendalam (Tafsir. keraguan atau kegengsian dan kesadaran akan keterbatasan. yaitu: Harold Titus dalam (Jalaluddin dan Said. Hakikat Filsafat Sejarah kefilsafatan di kalangan filsuf menjelaskan tentang tiga hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat. Ilmu merupakan perkembangan lanjut dan mendalam dari pengetahuan indera.menuliskan bahwa ilmu adalah deskripsi total dan konsisten dari faktafakta empirik yang dirumuskan secara bertanggung jawab dalam istilahistilah yang sederhana mungkin (Yudhim: 2008) S. Ilmu haruslah sistematis dan berdasarkan metodologi dan berusaha mencapai generalisasi.

ekonomi. Plato (427 SM – 347 SM) seorang filsuf Yunani mendefinisikan arti filsafat yaitu pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran asli) (Ihsan. bebas (tidak terikat pada tradisi.pengertian filsafat adalah sebagai berikut: Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis. menemukan hakikatnya. menertibkan dan mengetur semuanya itu dalam bentuk yang sistematik. mengajukan kritik dan menilai pengetahuan ini. Filsafat membawa kita pada pemahaman dan pemahaman membawa kita kepada tindakan yang lebih layak (Suhartono. dogma. logika. 2010: 9). filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika). yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika. Kattsoff: mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin. Filsafat ialah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapat perhatian manusia dan dicarikan jawabannya oleh ahli filsafat. politik dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda) (Ihsan. 2007: 49). 2010: 10) Filsafat menurut Marcus Tullius Cicero (106 SM – 43 SM) seorang politikus dan ahli pidato Romawi adalah pengetahuan tentang sesuatu . Filsafat ialah analisis logis dari bahasan dan penjelasan tentang arti konsep. Menurut Aristoteles (384 SM – 322 SM) filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran. Filsafat ialah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi. Nasution (1973: 24) dalam Jalaluddin & Idi (2007: 16). Louis O. serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan. etika. retorika. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan.

yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya. to treat carefully – menggarap secara seksama. 3)” 9 . Dr. Fuad Hasan seorang guru besar Psikologi UI dalam Ihsan (2010: 10) menyimpulkan filsafat adalah suatu ikhtisar untuk berfikir radikal artinya mulai dari radiksnya suatu gejala. Deorum ii. (Cicero. De Cevitate Dei. keduanya berasal dari bahasa induk yaitu bahasa Latin: relegere. 2009: 9). Iv. mengatakan: filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakekat yang sebenarnya. 2009: 8). religare. to bind together – menyatukan (Lactantius. X. Instif. maksudnya berfikir dengan teliti menurut suatu aturan yang pasti (Bakhtiar. 28) atau religere. De Nat. dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Prof. 28). filsuf muslim terbesar sebelum Ibnu Sina dalam Ihsan (2010: 10). filsuf dari dunia timur adalah pikiran yang sistematis dan refleksi tentang hidup (Bakhtiar. Filsafat menurut Fung Yu Lan. Menurut Sutan Takdir Alisjahbana filsafat adalah berfikir dengan insaf. Div. Al faraby (wafat 950 M). Ali Mudhofir (1996) dalam Surajiyo (2009: 3) memberikan arti filsafat sangat beragam yaitu: Filsafat sebagai suatu sikap Filsafat sebagai suatu metode Filsafat sebagai kelompok persoalan Filsafat sebagai kelompok teori atau sistem pemikiran Filsafat sebagai analisis logis tentang bahasa dan penjelsan makna istilah Filsafat merupakan usaha untuk memperoleh pandangan yang menyeluruh Hakikat Agama Agama atau religion (bahasa Inggris) maupun religie (bahasa Belanda). to recover – bebas sembuh (Agustine.

Kedua: menekankan segi agama sebagai peraturan tentang cara hidup. agama filsafat. pertama: definisi agama yang menekankan segi rasa iman atau kepercayaan. Fergilius Ferm. Dalam Everymen’s Encyclopedia rumusan tentang religion diartikan sebagai berikut: “religion . seorang ahli ilmu pengetahuan keagamaan dan perbandingan agama mendefinisikan agama sebagai berikut: “a religion is a set of meanings and behaviours having reference to the individuals who are or were or could be religious” atau agama adalah seperangkat makna dan kelakuan yang berasal dari individu-individu yang religius (Anshari.. demikian pula cara . agama profetis dan kedua: agama ra’yu. Terdapat dua macam agama menurut Anshari (1979: 3) yaitu. agama thabi’i. lahir batin. atau bisa juga diartikan agama adalah peraturan tentang cara hidup. 1979: 12). Tentang kekuasaan ini bermacam-macam bayangan yang terdapat pada manusia. may broadly be defined as acceptance of obligations toward powers higher than man himself” atau agama dalam arti luas dapat didefinisikan sebagai penerimaan atas tata aturan dari pada kekuatan-kekuatan yang lebih tinggi dari pada manusia itu sendiri (Anshari. pertama: agama wahyu. bahwa ada suatu kekuasaan yang memungkinkan dan melebihi segala yang ada. Agama adalah sistem kepercayaan dan praktek yang sesuai dengan kepercayaan tersebut. Kekuasaan inilah yang dianggap sebagai asal atau Khalik segala yang ada. Pandangan Marx terhadap agama diambil dari Feurbach yang menyatakan bahwa agama merupakan aliensi berdasarkan proyeksi. agama bumi. agama budaya. 1979: 15) pengertian agama adalah: Agama (umum). manusia mengakui dalam agama adanya Yang Suci: manusia itu insaf. 2010: 166).(Anshari.. agama langit. (Praja. agama samawi. 1979: 10). Berikut ini pengertian agama yang dikemukakan oleh para ahli: Definisi agama menurut Tafsir (2012: 9) dapat dibedakan menjadi dua kelompok. 1979: 11). Dalam Ensiklopedia Indonesia (Anshari.

Mustafa Abd Raziq dalam Bakhtiar (2009: 13) mendefinisikan agama adalah terjemahan dari kata dîn yang berarti peraturan-peraturan yang terdiri atas kepercayaan-kepercayaan yang berhubungan dengan keadaankeadaan yang suci. Menurut E. Durkheim dalam Bakhtiar (2009: 12) berpendapat bahwa agama adalah alam gaib yang tidak dapat diketahui dan tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia sendiri Prof.membayangkannya. kebaktian dan kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu (Anshari. dalam buku suci (Torat) atau dalam manusia (Kristen). terdapat beberapa jenis manusia dalam 11 . Hubungan Antara Ilmu. Definisi agama menurut Prof.l dalam alam (animisme). Tenaga gaib ini dapat menjelma a. Dr. Demikianlah Tuhan diaggap oleh manusia sebagai tenaga gaib diseluruh dunia dan dalam unsur-unsurnya atau sebagai Khalik rohani.S Poerdarminta dalam “kamus”nya mendefinisikan agama sebagai segenap kepercayaan (kepada Tuhan. J. Filsafat dan Agama Berdasarkan pengetahuannya. Dewa. yang bersifat berbeda dengan sendirinya dan yang mempunyai kekuasaan absolut yang disebut Tuhan. Bouquet dalam Ahmadi (1984:14) ialah hubungan yang tetap antara diri manusia dengan yang bukan manusia yang bersifat suci dan sipernatur. B Tylor dalam Bakhtiar (2009: 11) agama adalah kepercayaan terhap wujud yang spiritual (the believe in spiritual beings). 1979: 15). G. Frazer dalam Bakhtiar (2009: 12) mendefinisikan agama sebagai penyembahan kepada kekuatan yang lebih agung dari manusia.J. W. Pengertian agama menurut Al-Syahrastani dalam Abdullah (2004:5) adalah kekuatan dan kepatuhan yang terkadang bisa diartikan sebagai pembalasan dan perhitungan (amal perbuatan di akhirat). yang dianggap mengatur dan menguasai jalannya alam semesta. dsb) serta dengan ajaran.

Nilai kebenaran memberikan pedoman dalam hal ketetapan tingkah laku. budaya. dan kemauannya selalu tertuju kepada nilai “kebaikan”. Sedangkan nilai keindahan memberikan suasana ketenangan dalam perbuatan. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan apa yang belum diketahui (Soetriono & Hanafie. Sementara itu ilmu pengetahuan melakukan pengecekan terhadap filsafat. Sedangkan ilmu merupakan suatu cabang pengetahuan yang berkembang dengan sangat pesat dari waktu ke waktu. 2007: 32). pribadi yang tersusun atas kesatuan harmonik jiwa raga dan eksis sebagai individu yang memasyarakat. Ilmu membekali filsafat dengan bahan-bahan deskriptif dan faktual yang sangat penting untuk membangun filsafat. sebagaimana di pantunkan seorang filsuf: Ada orang yang tahu di tahunya Ada orang yang tahu di tidak tahunya Ada orang yang tidak tahu di tahunya Ada orang yang tidak tahu di tidak tahunya Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar.kehidupan ini. Kepastian dimulai dari rasa ragu-ragu. sosial. sehingga setiap perbuatan selalu memiliki daya tarik tertentu. dan lain sebagainya. ekonomi. maka ketahuilah apa yang kau tahu dan ketahuilah pula apa yang kau tidak tahu. “kebenaran”. Filsafat dimulai dari rasa ingin tahu dan keragu-raguan. Jika ditinjau lebih mendalam lagi filsafat bukan lagi hanya sekedar ilmu logika yang lebih mengedepankan rasionalitas. Pengetahuan di mulai dari rasa ingin tahu. 2007: 19). Manusia adalah makhluk Tuhan yang otonom. dengan menghilangkan . teknologi. sehingga setiap perbuatan selalu diawali dengan perhitungan-perhitungan logis. Pikirannya mempunyai kecenderungan terhadap nilai perasaannya berkecenderungan terhadap adanya nilai “keindahan”. adapaun nilai kebaikan memberikan pedoman untuk mengukur apakah suatu tindakan itu berguna atau tidak (Suhartono. karena filsafat merupakan pondasi awal dari segala macam disiplin keilmuan yang ada. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia menggunakan ilmu seperti agama.

H dalam Pamungkas (2011) filsafat yang sebenarnya haruslah berdasar pada agama karena filsafat terkandung dalam agama. melainkan penyelidikan sendiri hasil pikiran belaka. 2010: 14). dan meyakininya sebagai satu-satunya alat ukur kebenaran. untuk mendapatkan kebenaran hakiki manusia tidak hanya mencarinya sendiri. filsafat dan agama mempunyai tujuan yang sama yaitu kebenaran.ide-ide yang tidak sesuai dengan pengetahuan ilmiah. 2010: 16). S.sedangkan filsafat berusaha menghubungkan penemuan-penemuan ilmu dengan maksud menemukan hakikat kebenarannya (Praja. dan pengalaman inderawi. Sedangkan dalam agama. Filsafat lebih mementingkan hubungan-hubungan antara fakta-fakta khusus dengan bagian yang lebih besar. kemudian mengaturnya dalam pandangan hidup yang lebih sempurna dan terpadu (Praja. Filsafat mengambil pengetahuan yang terpotong-potong dari berbagai ilmu. tetapi ia tidak mendasarkan penyelidikannya atas wahyu. eksperimen. 2010: 13). manusia harus mencarinya sendiri dengan mempergunakan alat yang dimilikinya berupa segala potensi lahir dan batin. Menurut Prof. Ilmu pengetahuan dengan metode yang dimiliki berusaha mencari kebenaran tentang alam dan 13 . Nasroen. Sementara itu menurut Anshari (2005) baik ilmu. ada kalanya pikiran manusia tidak mampu menjangkau hal-hal tertentu yang dimiliki oleh agama. Alasan filsafat untuk menerima kebenaran bukanlah kepercayaan. hal ini disebabkan segala sesuatu yang bersumber dari filsafat lahir dari akal pikiran manusia. melainkan harus menerima hal-hal yang diwahyukan Tuhan atau percaya atau iman (Praja. yaitu akal manusia. Filsafat tidak mengingkari atau mengurangi wahyu. Agama beralatkan kepercayaan sedangkan filsafat berdasarkan penelitian yang menggunakan potensi manusiawi. Sedangkan kemampuan akal yang dimiliki oleh manusia terbatas. Bila filsafat tidak terkandung dalam agama maka filsafat itu memuat kebenaran yang sifatnya objektif. Dalam filsafat untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki. Ilmu menggunakan pengamatan.

BAB III PENUTUP . manusia dan Tuhan. reason. Agama menetapkan tujuan. Pelita agama ada di hati pelita ilmu ada di otak. Agama mengenai soal kepercayaan dan ilmu mengenai soal pengetahuan. nous. filsafat dan agama karena ketiganya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari diri manusia karena berhubungan dengan akal. budi. Ilmu pengetahuan akan membahayakan umat manusia jika tidak dikekang dengan agama. Demikian pula agama. rasa dan keyakinan manusia. tapi ia tidak dapat mencapainya tanpa bantuan ilmu pengetahuan dan filsafat. Ilmu mendasar pada akal. dan wilayah filsafat memang berbeda. rede.manusia. filsafat mendasar pada otoritas akal murni secara radikal pada kenyataan sedangkan agama berasal dari wahyu Tuhan. Meski areanya berbeda sebagaimana dijelaskan di atas. keduanya hasil dari sumber yang sama. yaitu ra’yu manusia (akal. Terdapat hubungan yang sangat erat antara ilmu. manusia dan Tuhan. Wilayah agama. wilayah ilmu pengetahuan. ketiganya saling berkait dan berhubungan timbal balik. baik tentang alam. Sedangkan agama bersumberkan wahyu dari Allah. dengan karakteristiknya memberikan jawaban atas segala persoalan asasi yang dipertanyakan manusia tentang alam. Agama senantiasa memotifasi pengembangan ilmu pengetahuan. Filsafat dengan ciri khasnya sendiri berusaha mencari kebenaran. vernunft). Ilmu yang kuat dapat memperkuat keyakinan keagamaan. vertand. rasio. Baik ilmu maupun filsafat. Dari sini dapat diambil konklusi bahwa ilmu tanpa agama buta dan agama tanpa ilmu lumpuh.

Filsafat adalah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalahmasalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu. manusia dan agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran manusia yang dibantu pengindraannya. wilayah ilmu pengetahuan. non-revealed religion. din as samawi) dan agama budaya (agama bumi. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami (mendalami dan menyelami) secara radikal dan integral hakikat sarwa yang ada tentang hakikat Tuhan. yang kebenarannya diuji secara empiris. Ilmu mendasar pada akal. agama wahyu. dan wilayah filsafat memang berbeda. din al ardhi). bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal-ikhwal yang diselidikinya (alam. Meski areanya 15 . hakikat alam semesta dan hakikat manusia serta sikap manusia termaksud sebagai kunsekuensi dari pada faham tersebut. Agama merupakan sistem kredo (tata keimanan atau tata keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak di luar manusia. pembagian. agama dibagi menjadi dua bagian yaitu agama samawi (agama langit. natural religion. agama filsafat. karena masalah-masalah tersebut diluar atau di atas jangkauan dari ilmu. Wilayah agama. rasa dan keyakinan manusia. agama ra’yu. revealed religion. filsafat dan agama karena ketiganya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari diri manusia karena berhubungan dengan akal. din at-thabi’i. satu sistem norma (tata kaidah) yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan alam lainnya. riset dan eksperimental. Ditinjau dari sumbernya. Terdapat hubungan yang sangat erat antara ilmu. sesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan. agama profetis. filsafat mendasar pada otoritas akal murni secara radikal pada kenyataan sedangkan agama berasal dari wahyu Tuhan. Agama mengenai soal kepercayaan dan ilmu mengenai soal pengetahuan. satu sistema ritus (tata peribadatan) manusia kepada yang dianggapnya mutlak itu. Pelita agama ada di hati pelita ilmu ada di otak. struktur.Kesimpulan Ilmu merupakan hasil usaha pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistem mengenai kenyataan.

Studi Islam Kontemporer. ketiganya saling berkait dan berhubungan timbal balik. Ilmu pengetahuan akan membahayakan umat manusia jika tidak dikekang dengan agama. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. tapi ia tidak dapat mencapainya tanpa bantuan ilmu pengetahuan dan filsafat. Agama menetapkan tujuan. Ilmu yang kuat dapat memperkuat keyakinan keagamaan. Saran Dengan akal pikiran yang kita miliki hendaknya kita mampu memecahkan masalah yang kita miliki dengan cara perenungan lewat ilmu pengetahuan yang telah kita miliki secara bijak. . Yatimin. Dari sini dapat diambil konklusi bahwa ilmu tanpa agama buta dan agama tanpa ilmu lumpuh.berbeda sebagaimana dijelaskan di atas. Agama senantiasa memotifasi pengembangan ilmu pengetahuan. 2004. Jakarta: Amzah.

Praja. Filsafat Ilmu Pengetahuan: Persoalan Eksistensi dan Hakikat Ilmu Pengetahuan. Surajiyo. Bandung: PT. Endang Saifuddin. Rita. Pengantar Filsafat Pendidikan. dan Pendidikan. 2009. Filsafat Agama: Wisata Pemikiran dan Kepercayaan Manusia. 1984. Anshari. 17 . Solo: CV. Aliran-aliran Filsafat dan Etika. Suparlan. Filsafat. 2007. Jakarta: Prestasi Pustaka. Ramadhani. Manusia dengan Atomnya di dalam Keadaan Sehat dan Sakit (Antropology Berdasarkan Atoomphysical). 2010. Endang Saifuddin. 1979. Filsafat Umum: Akan dan Hati Sejak Thales Sampai Capra. Suhartono. Surabaya: Bina Ilmu. M. Ilmu Filsafat: Suatu Pengantar. Juhaya S. Jogjakarta: Ar Ruzz Media. Remaja Rosdakarya. Durkheim. Sejarah Agama. 2007. Surabaya: Bina Ilmu Surabaya. Jakarta: Bumi Aksara. Suparlan. Tafsir. Amsal. 2009. 1958. Filsafat Ilmu & Perkembangannya di Indonesia. Sadullah. Abu.Ahmadi. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian. Soetriono & Hanafie. Ihsan. The Elementary Forms of The Religious Life: Sejarah Bentuk-bentuk Agama yang Paling Dasar. Dasar-dasar Filsafat. Filsafat Ilmu: Perspektif Pemikiran Islam. Paryana. Jakarta: Bumi Aksara. 2006. Agama dan Kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010. Bakhtiar. Surajiyo. Ilmu. Abdullah. Anshari. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta: Kencana. Suryadipura. Zainuddin. Filsafat Pendidikan: Manusia. Yogyakarta: Andi. Jogjakarta: Ar Ruzz Media. Filsafat Ilmu. Filsafat dan Agama. 2005. 1987. Ahmad. Emile. Fuad. Suhartono. Jogjakarta: IRCiSod. Uyoh. 2007. Jalaluddin & Idi. Jogjakarta: Ar Ruzz Media. 2011. Bandung: Alfa Beta. Semarang: Usaha Mahasiswa. 2012. 2011. 2009.

com/2008/01/hubungan-ilmupengetahuan-filsafat-dan.blogspot. 2011.Pamungkas. [Online].blogspot. [Online]. Hubungan Ilmu Pengetahuan. 2008. Tersedia:http://gubugtp. Filsafat dan Agama. Tersedia http://yudhim. Definisi Ilmu Pengetahuan. Monalia.com/2011/03/definisi-ilmupengetahuan. Ilmu. [Online]. Bubung N. Agama (Makalah). (2011). Filsafat.html [3 desember 2012] Sakwati.html [3 desember 2012] .blogspot. Tersedia http://monaliasakwati.com/2011/04/ilmu-filsafat-agamamakalah.html [3 desember 2012] Yudhim.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->