P. 1
Gerak Benda Tegar(1)

Gerak Benda Tegar(1)

|Views: 74|Likes:
Published by Marizal Kuswandi
fisika
fisika

More info:

Published by: Marizal Kuswandi on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2013

pdf

text

original

Kelompok 7

1. Riya Astini (106)
2. Eri Dwi Prasetyo (013)
Benda tegar adalah sistem benda yang
terdiri dari sistem-sistem benda titik yang tak
hingga banyaknya dan jika ada benda yang
bekerja padanya jarak antara titik anggota
sistem selalu tetap. Jadi perbedaan antara
benda titik dan benda tegar adalah adanya
perubahan jarak pada sistem benda titik yang
mengalami gaya.

 Pada gambar 9-1a, adalah
sistem benda titik, karena 2
titik dihubungkan dengan
pegas yang jarak 2 titik
tersebut dapat berubah-ubah
jika padanya bekerja gaya.

 Pada gambar 9-1b adalah
benda tegar karena keduanya
dihubungkan dengan tongkat
yang dapat berubah panjang
jika gaya bekerja padanya.
Gambar 9-2
menunjukkan bahwa
untuk pusat massa
yang diam,gerak
relatif benda (1)
terhadap benda (2)
yang mungkin terjadi
adalah gerak rotasi.
Gerak Relatif yang sederhana adalah
memilih pusat massa sebagai pusat sistem
koordinat, sedangkan gerak relatif yang
mungkin terjadi dalam gerak benda tegar dan
sistem koordinat pusat massa adalah rotasi
terhadap pusat massa dalam keadaan diam.
Gerak Benda Tegar terdiri dari:

a) Gerak Pusat Massa, yaitu bila lintasan
semua titik tersebut sejajar, disebut
translasi.
b) Rotasi terhadap Pusat Massa yaitu
bila lintasan semua titik dari benda
tersebut berbentuk lingkaran yang
pusatnya pada sumbu putar yang
melalui pusat massa.
1. Gerak Rotasi Murni (gbr a)
Pusat massa diam dan
benda-benda bergerak
mengelilingi pusat massa.
2. Gerak Translasi Murni (gbr b)
Pusat massa bergerak,
sedangkan benda-benda
tidak berubah terhadap
pusat massa atau diam.
3. Gerak Rotasi dan Translasi
bersama-sama (gbr c)
Pusat massa bergerak,
benda-benda juga berotasi
terhadap pusat massa.
1. Menggelinding pada Bidang Datar
Jika silinder bergulir tanpa selip, maka
silinder tersebut bergerak secara translasi dan
rotasi. Pada kedua macam gerak tersebut berlaku
persamaan-persamaan berikut.
Untuk gerak translasi berlaku persamaan
F – f = m a dan N – m g = 0
Untuk gerak rotasi berlaku persamaan
τ= I x α
Karena silinder bergulir tanpa selip, maka harus ada
gaya gesekan.


 Karena silinder bergulir tanpa selip, maka harus ada gaya
gesekan.
Besarnya gaya gesekan pada sistem ini adalah sebagai berikut




 Jika disubstitusikan ke dalam persamaan F – f = m a, maka
persamaanya menjadi seperti berikut
Gerak translasi diperoleh dengan mengasumsikan semua gaya luar
bekerja di pusat massa silinder. Menurut hukum Newton:
a. Persamaan gerak dalam arah normal adalah N – mg cos Θ = 0.
b. Persamaan gerak sepanjang bidang miring adalah mg sin Θ – f = ma.
c. Gerak rotasi terhadap pusat massanya τ= I x α .

Gaya normal N dan gaya berat mg tidak dapat menimbulkan rotasi
terhadap titik O. Hal ini disebabkan garis kerja gaya melalui titik O,
sehingga lengan momennya sama dengan nol. Persamaan yang berlaku
adalah sebagai berikut.


 sedangkan untuk rumus kecepatan benda di
dasar bidang miring setelah menggelinding
adalah sebagai berikut.
Benda-benda yang berotasi terhadap suatu titik yang
tetap (sumbu putar) berarti setiap titik pada benda tersebut
akan melakukan gerak melingkar dengan pusat lingkarannya
berada pada sumbu putar. Di sini terdapat persamaan antara
besaran-besaran dan translasi yaitu :
1. Besaran sudut putar yang dibuat oleh suatu benda, u
sebanding dengan pergeseran x.
2. Kecepatan putar (sudut) e, sebanding dengan kecepatan v.
3. Percepatan putar (sudut) o, sebanding dengan percepatan a.

Hubungan antara besaran-besaran translasi dan rotasi
adalah
S = ur V
T
= er a
T
= o r

dengan r adalah jarak titik ke sumbu putar.
Besaran Kinematis Rotasi terdiri dari :
u = sudut putar,
e = kecepatan putar dan o = percepatan
putar. Rumus-rumus kinematika rotasi
sebanding dengan rumus-rumus
kinematika translasi yaitu:
u = u
o
+ u
o
t + ½ ot
2
e = e
o
+ ot


dt
d
t
dt
d
t
t
t
e e
o
u u
e
=
A
A
=
=
A
A
=
÷ A
÷ A
0
0
lim
lim

Dengan Definisi
1. Gerak Melingkar Beraturan
e = konstan atau o = 0

2. Gerak Melingkar Berubah Beraturan
o = 0, o < 0, berarti gerak melingkar
dipercepat atau diperlambat.
Bila Kecepatan sudut gerak
melingkar adalah e, maka:
v = wr
Yang hubungannya secara
vektoris dinyatakan :




1. Sebuah rotor dipercepat dari diam menjadi berputar
20.000 rpm dalam waktu 5 menit.
a.Berapa percepatan sudut rata-ratanya?
b.Berapa banyak putaran dibuat rotor untuk mencapai
kecepatan ini?
ω = 20.000 putaran/menit =20.000 = 2095,24 rad/s
ω = ω
0
+ αt

2095,24 = 0+ α 5. 60
α = 6,98 rad/s
2
θ = ω
0
t + 1/2 αt
2
= 0+ ½. 6,98. (5. 60)
2

= 314.285,71 rad = = 50.045 putaran

H 2
71 , 285 . 314
ik det 60
rad 2H

2. Sebuah roda gila (grindstone wheel) berputar dengan percepatan
konstan sebesar 0,35 rad/s
2
. Roda ini mulai berputar dari keadaan
diam (e
o
= 0) dan sudut mula-mulanya u
o
= 0.
Berapa sudut dan kecepatan sudutnya pada saat t=18 s ?
Jawab :
putaran rad
t t
o
o
9 3200 7 , 56
) 18 )( 35 , 0 (
2
1
) 18 ( 0
2
1
2
2
~ ~ =
+ =
+ = o e u
s putaran s s rad
s rad
t
o
o
/ 1 / 360 / 3 , 6
/ 3 , 6 ) 18 )( 35 , 0 ( 0
~ ~ =
= + =
+ = o e e
radian 2 360 putaran 1
o
t = =
3. Dalam suatu analisis mesin helikopter diperoleh
informasi bahwa kecepatan rotornya berubah dari 320
rpm menjadi 225 rpm dalam waktu 1,5 menit ketika
mesinnya dihentikan.
a). Berapa percepatan sudut rata-ratanya ?
b). Berapa lama baling-balingnya berhenti ?
c). Berapa kali baling-balingnya berputar sampai berhenti ?


Jawab :
putaran c
menit t b
s putaran
t
a
o
o
809
) 3 , 63 ( 2
320 0
2
).
1 , 5
3 , 63
320 0
).
/ 3 , 63
5 , 1
320 225
).
2 2 2
2
=
÷
÷
=
÷
=
=
÷
÷
=
÷
=
÷ =
÷
=
÷
=
o
e e
u
o
e e
e e
o
4. Sebuah bola pejal bermassa 10
kg berjari-jari 70 cm
menggelinding di atas bidang
datar karena dikenai gaya 14 N.
Tentukan momen
inersia,percepatan tangensial
tepi bola, percepatan sudut
bola, gaya gesekan antara bola
dan bidang datar, serta
besarnya torsi yang memutar
bola!
5.Sepeda motor balap mula-mula diam. Setelah start, 10 sekon kemudian
kecepatan rodanya menjadi 36 putaran persekon.
a. Hitungkah percepatan sudut roda sepeda motor
b. Hitunglah jumlah putaran roda selama 10 sekon
Penyelesaian:
 Diketahui:
Δ t = 10 sekon
Δ ω = 36 putaran/sekon
 Soal:
 a. o= ... ?
b. θ = .... ?
 Jawab:
a. o=
=

= 3,6.2
= 7,2t rad/s
2

= 3,6 put/s
2

 b. θ
t
= θ
0
+ t
2

= 0 +1/2 . 7,2t 10
2

= 1/2. 720 t
= 360 trad
= 180 putaran

Thank you....


1. Sebuah rada roda gila memerlukan waktu 3 sekon untuk berputar
melalui 234 rad.Pada akhir waktu ini kecepatan sudutnya 108
rad/s.Hitunglah percepatan sudut konstannya???
2. Berapa lama waktu yang diperlukan sebuah roda dari keadaan diam
sampai roda mencapai kecepatan 88,4 rad/s jika percepatan
sudutnya sebesar 8,5 rad/s² ??
3. Sebuah benda berputar pada suatu sumbu dengan perpindahan
sudut yang besarnya dinyatakan dalam persamaan θ = 8t2 – 5t + 3
(θ dalam radian dan t dalam sekon). Tentukan:
a. Tentukan perpindahan sudut saat t = 0 dan t = 3 sekon
b. Tentukan kecepatan sudut saat t = 0 dan t = 3 sekon
4. Kecepatan sudut benda pada saat t=0 ialah 4rad/s,dan percepatan
sudutnya konstan dan sama dengan 2rad/s².Garis OP benda itu
ketika t=0 dalam keadaan horizontal.
a. Berapa besar sudut yang diperlukan garis ini pada saat t=3s.
b. Berapa kecepatan sudut pada saat ini.
5. Partikel bergerak rotasi dengan α = (4t + 7) rad / s2.
Tentukan Percepatan rata-rata dari t = 0 hingga t = 2 sekon

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->