MAKALAH AGAMA

”Bimbingan dan Doa bagi Ibu Hamil, Melahirkan, Bayi Baru Lahir, dan Bimbingan Menghadapi Sakaratul Maut”

Disusun oleh :

Ade Silviya Wulandari Alna Lucky Agusty Angger Seliawati Anggun Dewi Shinta Cahaya Indian Sari Cheryna Afriza Dea Yolanda Killista Deri Lorenza

(P05140112 051) (P05140112 052) (P05140112 053) (P05140112 054) (P05140112 055) (P05140112 056) (P05140112 057) (P05140112 058)

Dosen Pembimbing: Drs. Nasron, M.Ag

PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES BENGKULU 2012/2013
1

untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. November 2012 Penulis 2 . Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul "bimbingan dan doa pada ibu hamil dan melahirkan" tepat pada waktunya. Kritik dan saran dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Bengkulu. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya.

.................................................................... Saran ................................ 2 B.......................................................................................................................................................................................... Bimbingan dan Doa Bayi Baru Lahir ........................................ ii BAB I Pendahuluan A....................... 12 B.......................................................................................................................... 12 Daftar Pustaka .................................................................................................. 1 C...................................................................................... i Daftar Isi.............................................................................. Doa Mohon Keturunan dan Pelindung selama Mendidiknya ...... 2 2.. Kesimpulan .. Doa saat Melahirkan .......................... Bimbingan dan Doa Ibu Hamil ......................... 4 D............ Bimbingan Menghadapi Sakaratul Maut ...................................................... Rumusan Masalah ................................. 1 BAB II Pembahasan A........................................................................ Tujuan ..... 2 1.............................. 1 B......... 13 3 ........ Zikir dan Doa Ketika Hampir Melahirkan ................................................. Bimbingan dan Doa bagi Ibu Melahirkan ...... 8 BAB III Penutup A........................................................ 3 3.DAFTAR ISI Kata Pengantar ...... 3 C...... Latar Belakang ..........

Mengetahui apa saja doa-doa bagi ibu yang hamil Mengetahui apa saja doa-doa bagi ibu yang melahirkan Mengetahui apa saja doa-doa bagi bayi baru lahir Mengetahui apa saja doa-doa dalam menghadapi sakaratul maut 4 . Hampir semua wanita akan mengalami dua masa yang cukup “melelahkan” ini. Karena setiap perbuatan pasti ada doanya. Bagaimana bimbingan mengahadapi sakaratul maut? C.BAB I PENDAHULUAN A. kecuali mereka yang mengalami penyakit tertentu atau karena faktor-faktor lain yang menyebabkan sperma dan ovum tidak mampu bertemu dan berkembang di dalam rahim seorang wanita. Rumusan Masalah 1. Bagaimana bimbingan dan doa bagi ibu yang hamil? 2. Tujuan 1. B. 4. 3. Dalam proses kehamilan doa-doa yang terkait dengan kehamilan harus juga dikuasai oleh seorang wanita yang sedang hamil. 2. Bagaimana bimbingan dan doa pada bayi baru lahir? 4. Tidak hanya ilmu kesehatan saja yang berguna tetapi ilmu agama yang berguna. Latar Belakang Kehamilan dan melahirkan merupakan kodrat alami (Sunnatullah) bagi kaum wanita. karena bagaimanapun doa-doa dalam agama sangat bermanfaat pada proses kehamilan dan melahirkan.Oleh karena itu. Bagaimana bimbingan dan doa pada ibu yang melahirkan? 3. kita sebagai umat muslim yang beriman harus tetap membaca doa pada saat apapun juga.

Bimbingan dan Doa Bagi Ibu Hamil Kehamilan dan melahirkan merupakan kodrat alami (Sunnatullah) bagi kaum wanita. Hampir semua wanita akan mengalami dua masa yang cukup “melelahkan” ini. dan kelemahan. Begitu juga saat melahirkan anak sangatlah sarat dengan kondisi menegangkan. penuh kesabaran dan ketabahan. penuh dengan kekhawatiran. Do‟anya adalah sbb: 5 . do‟a memegang peran yang penting dan sangat menentukan dalam menghadapi berbagai problem kehidupan. terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai suatu langkah awal untuk menjamin anak yang ada di dalam kandungan agar senantiasa berada dalam keadaan sehat dan seterusnya menuju kearah mendapatkan anak yang soleh/solehah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diamalkan oleh wanita selama menghadapi kehamilan. kepasrahan penuh pada Allah SWT dan penuh harap akan rahmat-Nya. Allah SWT tidak menjadikan kehamilan sebagai hukuman tetapi sebagai karunia dan rahmat. Walaupun pada bulanbulan pertama beban yang dipikul tidak begitu terasa berat dan melemahkan kekuatan jasmaninya. disamping usaha-usaha lahiriah. adalah sebagai berikut : 1.BAB II PEMBAHASAN A. pusing dan mengidam. sebagai berikut : Artinya : ……ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambahtambah……. Ketika wanita sedang hamil. Kondisi ini menjadikan sebagian wanita hamil mengalami kelelahan. muntah. Oleh karena itu. kecuali mereka yang mengalami penyakit tertentu atau karena faktor-faktor lain yang menyebabkan sperma dan ovum tidak mampu bertemu dan berkembang di dalam rahim seorang wanita. perjalanan dari hari ke hari terasa panjang dan lama. Bahkan beberapa kaum wanita yang ditakdirkan untuk “mati Syahid” ditengah-tengah “medan jihad” melahirkan. Ia sering merasa mual. wanita yang sedang hamil sangat dituntut adanya ketulusan hati. Kondisi seperti ini merupakan perkembangan jasmani yang wajar. Dalam perspektif Islam. Memperbanyak mengingat Allah SWT dengan memohon ampun dan taubat Ibu hamil dianjurkan untuk banyak bermunajat kehadirat Allah SWT dan berdo‟a kepada-Nya semoga anak dalam kandungan senantiasa sehat dan agar dimudahkan melahirkan. namun pada beberapa wanita telah mengalami perubahan fisik yg cukup berat. Al-Qur‟an sendiri telah menegaskan dalam Surah Luqman:14 . Setiap wanita mengalami perkembangan fisik secara bertahap. kecemasan dan ketakutan dan kesusahan. kesediaan menderita. Bagi wanita hamil.

sehingga tidak perlu ragu-ragu akan terjebak kedalam perbuatan bid‟ah yang dilarang. Memperbanyak membaca Al-Qur‟an Wanita hamil dianjurkan Perbanyak membaca kandungannya. berbuat kebaikan dan meninggalkan segala larangan-Nya Perbanyak melakukan ibadah. peliharalah anakku selama didalam kandungan dan sembuhkanlah ia. Ya Allah jadikanlah ia sehat sempurna. Selain membaca wirid yang telah biasa diamalkan sejak awal kehamilan. lahirkanlah ia dari kandunganku dengan kelahiran yang mudah dan sejahterah. Surah Yusuf. Dzikir dan do’a ketika hampir melahirkan Amalan berdzikir dan berdo‟a amatlah dituntut bagi wanita hamil. Ada banyak literatur yang dapat dijadikan panduan bagi ibu hamil dan hendaknya literatur tsb harus memiliki rujukan yang shahih dari hadits-hadits Rasulullah Saw. karena telah melakukan ritualitas agama yang tidak dituntunkan oleh Nabiyullahu al-Mustafa. 3. Memperbanyak wirid dan dzikir-dzikir kepada Allah SWT Seorang wanita hamil juga yang hampir melahirkan sangatlah membutuhkan do‟a. seperti : Shalat malam. Memperbanyak melakukan ibadah. Bimbingan dan Doa Bagi Ibu Melahirkan 1. Salah satu do‟a-do‟a. anak yang soleh dan solehah. ada beberapa dzikir dan do‟a yang sangat baik diamalkan.w. mendapat anak yang sehat dan sempurna. baik yang sama dengan wirid harian ataupun yang dikhususkan baginya. Surah Yasin. tiada sembuhan melainkan penawar-Mu. anak yang patuh dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. puasa sunat terutama senin dan kamis. Surah Luqman. B. senantiasa menutup aurat. wirid-wirid dan dzikir-dzikir. Surah Maryam. shalat-shalat sunat. 4. selain sebagai ibadah ia juga bisa memudahkan dalam menghadapi persalinan. Sementara suami juga dianjurkan memperbanyak ibadah.a. karena dengan berdo‟a dan berdzikir dapat menentramkan fikiran dan dapat memupuk kesabaran ketika dalam kesakitan melahirkan anak nanti.”Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Pengasih. wirid-wirid dan dzikir-dzikir yang dianjurkan adalah membaca Al-Mathurat terutama setiap pagi dan sore. Ya Allah. fasihkanlah lidahnya dan merdukannlah suaranya untuk membaca Al-Qur‟an dan hadis dengan berkat Nabi Muhammad S. surah an-Nahl ayat 78 dan surah al-A‟raf ayat 189 Dengan membaca surah dan ayat tersebut. berbuat kebaikan dan meninggalkan larangan Allah SWT. sembuh yang tidak meninggalkan kesan buruk ya Allah.” 2. Ya Allah perbaikilah akhlaknya. Surah At-Taubah. Hal ini perlu untuk menstabilkan perasaan dan memberikan kekuatan secara “ghaib” bagi kaum wanita dalam menjalani kehamilan dan menghadapi masa melahirkan. Engkau maha Penyembuh. Antara surat yang baik dibaca adalah : Al-Qur‟an dan memahami Surah Al-Fatihah. diantaranya : 6 .

Doa lain: "Yaa Bunayya ukhruj biidnillah. Artinya: Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisiMu keturunan yang baik. penglihatan. Al Fatihah 2. "Rabbii hablii minash shoolihin" 3. An Nahl 78 : "Wallahu akhrojakum mimbuthuuni ummahaatikum laa ta'lamuuna syaian waja'ala lakumus sam'a wal abshoro wal af idah la'allakum taskuruun". dan DIa memberi kamu pendengaran.. Surat dan Ayat dari Al-Quran : • Al-Mu‟minuun (Surat ke-23. Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (doa). Artinya: Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut Ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.(diulang-ulang-ini yah sampe sekarang hafall karena pas ngelahirin malya ini terus di ucapkan) artinya : Wahai anakku. Surat surat dibawah ini di bacakan pada saat sukuran 4 bulanan. "Rabbii habli miladunka dzurriyyatan thoyyibah. keluarlah dengan Izin Allah. Maha suci Ya Allah. Sesunguhnya Engkau senantiasa mendengar dan menerima rayuan dan doa hamba-Mu” “Tiada Tuhan yang disembah melainkan Engkau (Allah). Innaka sammi’uddu’aa" QS. ayat 14) 7 . Ali Imran 35-36 Artinya : Ya Tuhanku.. Doa Mohon Keturunan dan Perlindungan selama mendidiknya " Bismillahhirrahmaanir rahiim. Ayat Kursyi 3. ayat 12-14) • Lukman (Surat ke-31.. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui Dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.. Ali Imran 38. 2. dan hati agar kamu bersyukur. sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku manjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena iti terimalah (nazar) itu daripadaku. Doa Saat Melahirkan 1. Innaka antas sami'ul alim" QS.”Ya Tuhan karuniakanlah kepadaku dari sisi-Mu anak yang baik sempurna (Tidak cacat). sesunguhnya aku termasuk di kalangan orang-orang yang zalim” Untuk mendapatkan bakal anak yang sholeh bacalah doa : “Tuhanku berilah kepadaku (Seorang anak) dari anak-anak yang sholeh”. Robbi inni nadzartu laka maa fii bathnii muharroron fataqobbalminnii.

Allah SWT berfirman : Artinya : “maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang sabar” (Ash-Shoffat[37] : 101) Dan dianjurkan untuk mendo‟akan kesejahteraan bagi orang yang dikaruniai anak dan anak yg baru lahir. antara do‟a/ucapannya adalah : Artinya : Semoga Allah memberkati karunia-Nya syukurilah atas pemberian ini.• Yusuf (Surat ke 12. Disunnahkan memberi kabar Gembira dan mengucapkan selamat kepada orang yang dikaruniai anak. 8 . ia berkata “saya pernah melihat rasulullah Saw. 3.. seperti adzan shalat” Rahasia/hikmah disyariatkan adzan ini – Wallohu „alam – adalah : 1. Bimbingan dan Doa Bayi Baru Lahir Adab Menyambut Bayi Baru Lahir 1. adalah kalimat-kalimat adzan yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah SWT. ayat 1-78) C. Mengumandangkan Adzan ditelinga kanan bayi Dalam hadits riwayat timidzi yang artinya : dari abu Rafii. ayat 1-15)baik juga jika semuanya dibaca. Kemudian setelah do‟a ini diucapkan. Sedangkan kalimat sahadat yang terkandung dalan lafaz adzan sebagai kalimat pertama yang memasukkan orang kedalam Islam merupakan talqin baginya akan sebah syiar Islam ketika pertama kali ia masuk ke alam dunia sebagaimana ia juga akan ditalqinkan dengan kalimat tsb ketika akan meninggal dunia. Dimana ia senantiasa mengintai bayi ketika lahir dan menjadi pendampingnya ketika menghadapi ujian yang Allah kehendaki dan takdirkan. Menbaca adzan pada telinga Hasan bi Ali takkala dilahirkan oleh Fatimah. Supaya yang pertama mengetuk pendengaran manusia. maka disunnahkan pula untuk yang dikaruniai anak menyahutnya dengan ucapan : Artinya : Mudah-mudahan engkau juga diberkati Allah serta dilimpahi keberkatan kepadamu 2. Hikmah lainnya. larinya syaitan ketika mendengar seruan adzan. ayat 1-16) • Maryam (Surat ke-19. • Ar Rahmaan (Surat ke-55. penuhilah keperluannya dan rezkikannlah masa depannya. 2.

9 . Maka beliau menamainya Ibrohim lalu mentakniknya dengan sebutir kurma. 3.” Mentaknik artinya mengambil kurma. lalu mengambilnya dari mulut dan meletakkan diatas jari telunjuk dan memasukkannya kedalam dimulut sang bayiserta dengan perlahan-lahan jari itu digerakkan kekiri dan kekanan didalam mulut bayi. Bisa menguatkan pertumbuhan rambut seterusnya. Mencukur rambut dan bersedekah seberat timbangan rambutnya Adalah antara amalan yang disunnahkan untuk dilakukan keatas diri bayi baru lahir sebaik-baiknya adalah pada hari ketujuh kelahirannya. mencukur bulu kemaluan. memangkas rambut. Bersabda yang bermaksud : Ketika Fatimah melahirkan hasan dan husin : “timbanglah Rambut Husin dan sedekahkanlah seberat timbangan perak” (HR : Al-Hakim) Ketika Fatimah melahirkan Hasan. Berkhitan Khitan termasuk sunah-sunah. ia berkata : “ aku dikaruniai seorang anak kemudian aku membawanya kepada Nabiyullahu Saw. Makna lainnya. baginda bersabda yang bermaksud : “cukurlah rambutnya. Dalam hal ini Rasulullah Saw. memberi peluang untuk bersedekah dengan timbangan rambut tersebut (rambut yang dicukur). agama Islam dan kepada beribadah kepada-Nya mendahului ajakan syaitan. sedekahlah seberat timbangan (rambutnya) itu dengan perak” (HR : Ahmad) Hikmahnya adalah : 1.4. 2. disamping itu menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas karunia-Nya. 5. Adapun orang yang melakukan taknik ini diutamakan kepada mereka yang taqwa dan sholeh. sebagaimana sabda Nabi yang maksudnya : “Fitrah (kesucian) itu ada lima. Dari sudut kemasyarakatan. Hikmah dari mentaknik ini adalah untuk menguatkan anggota mulut bayi supaya lebih mampu untuk menghisap susu ibunya. agar ajakan terhadap bayi kepada Allah. memotong kuku dan mencabut bulu ketiak” (HR : Bukhori dan Muslim). menghilangkan selaput kepala (sejenis cairan yang menutupi kulit kepala) dan juga dapat memberi kekuatan dan ketajaman pada penglihatan mata. lalu mengunyahnya hingga lembut. Melakukan taknik Dalam Ash-shohiihain dari hadits abu burdah dari musa. khitan. 4. bau dan pendengaran.

Sedangkan jika ada mufakat keduanya. Imam Hanafi dan setengahnya yang lain mengatakan bahwa khitan itu hukumnya wajib. dan ada juga yang mengatakan sampai mendekati baligh. „Abdulloh dan „Abdurrahman. maka ayah dimenangkan. Dimana ini menunjukkan bahwa urusan ini longgar dan segala puji hanya milik Alloh robbul‟alamin. maka baguskanlah nama kalian” (HR : Abu Dawud) Beliau juga bersabda : “berilah nama dengan nama para nabi. Rosulullah Saw bersabda : “sesungguhnya kalian akan dipanggil kelak dihari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama ayah kalian. menamainya dihari ketujuh kelahirannya. Tentang nama yang disunnahkan. terdapat kelonggaran untuk saling merelakan.Terdapat beberapa perbedaan pendapat tentang hukum Khitan: Menurut Imam Abu Hanifa dan Imam Hasan Al-basri bahwa khitan itu sunah hukumnya. dan nama yang paling disukai Alloh adalah. Sedangnkan nama yang paling benar adalah Harits dan Hamman. tiga hari setelah kelahiran. Menyebutkan ada tiga ragam waktu menamai anak : ketika anak lahir. Memberi nama Sunnah Rosulullahu Saw. sesuai dengan hadits tersebut diatas (HR : Ahmad) Sedangkan waktu berkhitan ada yang berpendapat dilakukan sepekan pertama sejak kelahiran. berdasarkan hadits yang bermaksud : “Baginda Rosulullah Saw. sedang ibu tidak ada hak untuk menolaknya. berdasarkan hadits yang bermaksud : “siapa yang menganut Islam. Sementara nama yang paling buruk adalah Harb dan Murroh” 10 . Yang lebih afdhol adalah dihari ketujuh. berdasarkan hadits yang maksudnya : “Bekhitan itu sunnah bagi kaum lelaki dan baik bagi kaum wanita” (HR : Ahmad) Sementara Imam Syafie. Kalau keduanya bertentangan. Memberi nama adalah hak ayah. Melaksanakan aqiqah pada hasan dan husin serta mengkhatan keduanya dalam waktu tujuh hari (setelah kelahiran)” (HR : Baihaqi) 6. hendaklah ia berkhatan sekalipun ia dari golongan dewasa” Sementara khitan bagi perempuan hukumnya adalah suatu kelebihan (keutamaan). Perbedaan ini adalah Ikhtilaf Tanawwu (perselisihan pendapat dengan beberapa alternatif yang sama-sama benar).

jika tidak bisa maka dihari kedua puluh satu. yang maksudnya : Dari Salman bin‟Amir Abdh-Dhibbi.jika nama itu akan diberikan pada anak. jika tidak bisa pada hari keempat belas. 7. “setiap anak tergadai dengan Aqiqohnya. Jangan menggunakan nama yang dikaitkan dengan abdul (hamba) kepada selain Allah.” (HR : semua para penyusun kitab sunan dan menurut Imam at-Tirmizi. Imam Ath‟ bin Abu Rabah) 11 . 1. yakni pada hari ketujuh. sally. Jangan menamakan anak dengan nama-nama yang khusus kepada nama Allah. Hendaklah nama yang dipilih itu memberi pengertian dan maksud yang baik. abdul Nabi (hamba kepada Nabi) dsb. hadits hasan-sahih) Beliau juga bersabda. 2. Adapun faedah „Aqiqah antara lain. saat ia diberi nama dan dicukur rambutnya. 4.”setiap anak ada Aqiqohnya. mis.Dalam menamai anak. Al-Khalid dsb. „Aqiqah dan hukumnya Aqiqah adalah amalan Sunnah sesai dengan hadits rosulullah. Maksud dari tergadai adalah bahwa anak itu tergadaikan (tertahan) dari memberi syafaat kedua orangtuanya (menurut Imam Ahmad. Ahad. abdul Uzza (hamba kepada berhala Uzza). 3. hendaknya disertai dengan nama lain didepannya. Hindari dari menamakan anak dengan nama-nama orang kafir atau nama-nama yang menyerupai dengan nama orang yang bukan islam. ia berkata : Rosulullahu Saw bersabda. Tujuan „Aqiqah adalah menghidupkan salah satu sunnah Rosulullah Saw dan mengikuti ajaran yan g beliau bawa. cristin dsb. mis. mis. Abdurrahman.” (HR : Ahmad) Adapun waktu penyembelihan hewan „Aqiqah. Ulama sepakat bahwa itu adalah haram hukumnya. terdapat beberapa panduan. Abdul Khalid dsb. dan jika belum tersedia bagi mereka tidak apa-apa dilakukan sesudah itu. maka tumpahkanlah darah karenanya dan sinngkirkanlah kotoran darinya” Beliau juga bersabda. 5. yang disembelih dihari ketujuh (kelahiran)nya. Sehubungan dengan itu. Jangan menamakan anak dengan nama yang mencemarkan atau nama yang susah untuk dimengerti maknanya. Ar-Rahman. „Aqiqah itu melepas ikatan anak itu dari tergadaikan dan baru ditebus dengan „Aqiqah-nya. antara lain : 1. dilarang menamakan anak dengan maksud dan pengertian yang buruk yg bisa mengurangi kehormatan atau mungkin menjadi ejekan dan memalukan anak tsb. mis: jhon. “untuk bayi lelaki dua ekor kambing yang sama besar dan untuk bayi perempuan satu ekor.

Oleh karena itu siapkannlah diri kalian untuk menjalani kehidupan dialam kubur nanti. maka setiap manusia yang masih hidup seharusnya mempersiapkan diri dengan berbagai bekal untuk melakukan perjalanan panjang ini. sedekah. ia menuturkan bahwa Rasulullah saw. maka musuh ini akan masuk melalui pintu kelalaian” (seperti dikutip dari : Mawaa‟dah Ibnu Jauzi: Al Yaqutah. kesyukuran. tetap berjalan dijalan Allah dan menjauhkan diri dari berbagai hal yang akan membawa diri pada kemurkaan-Nya.. Ibnu Majah dan Hakim). Akan tetapi. Bayangkanlah ketika gambar kehidupan mulai berjatuhan. Persiapan Menuju Kematian Hendaknya setiap saat. Dengan demikian sembelihan untuk anak itu memuat arti pendekatan diri kepada Allah ta‟ala. Karena kematian akan datang tiba-tiba tanpa mengira waktu dan sebab penyakit tertentu. memberi makan di saat menerima kegembiraan besar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah ta‟ala dan menampakkan nikmatnya (anak) yang merupakan tujuan utama pernikahan. Dengan qibas. Allah berfirman yang artinya : “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. Yang dimaksud dengan penghancur disini adalah pemutus. disunnahkan pula hal-hal seperti dalam Qurban. Dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya” (QS. Nasa‟I. Bimbingan Menghadapi Sakaratul Maut 1. Al-Qahfi : 110) 2. cet. Dan ketahuilah. Ibnu Jauzi berkata. Daar AlFadhilah) 12 . Bersabda : “ Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan. ketika hati mulai lupa untuk mengingat kematian. setiap hamba harus berusaha untuk mempersiapkan diri dalam menhadapi kematian. Binatang yang disembelih hendaklah dipersembahkan kepada Allah SWT sebagai suatu ibadah seperti halnya Qurban Dalam „Aqiqah. setan tidak akan menguasai orang yang selalu mengingat kematian. yakni kematian” (HR : ahmad. tebusan. maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih. Memperbanyak mengingat kematian Dari Abu Hurairah ra. kita tidak akan mengetahui kapan akan dipanggil untuk menghadap Allah.2. Dan renungkanlah seandainya kenikmatan itu hilang. Umpamanya. „Aqiqah merupakan tebusan untuk menebus bayi yang baru dilahirkan seperti Allah SWT menebus „Ismail as. D.menyedekahkan dan membagi-bagikan dagingnya. dengan menabung amal shalih. hlm:63.”Wahai saudara-saudaraku! Ingatlah pemutus kenikmatan. Tirmizi.

Muslim). Salah satu perbuatan yang mengingatkan manusia pada kematian. mereka akan bersabar. Al-Baqarah: 180). aku meminta idzin kepada Allah untuk menziarahi kuburnya. Karena. nabi berkata : “Aku minta idzin kepada Allah untuk memintakan ampunan baginya. kecuali telah mencatat wasiatnya tersebut di dekat bagian kepalanya (bantal)” (Muttafaq Alaihi). Maka. Hal tsb sesuai dengan sabda Rasulullah saw. Dari Abu Hurairah ra. Akan tetapi. Oleh karena itu ziarahilah kuburan. ia juga harus berusaha bersabar dalam menerima segala ketentuannya. berwasiat untuk ibu-bapak dan kerabatnya secara makruf. ia mengatakan bahwa: Rasulullah saw. Pada saat itu. adalah dengan berziarah kubur. Sabda Rasulullah yang artinya : “Sungguh menakjubkan perkara orang-orang beriman yang tidak dimiliki oleh siapapu. apabila seseorang diantara kamu kedatangan (tandatanda) maut. : “Tidak selyaknya bagi seorang muslim yang menginap sebanyak dua malam. Seandainya mereka ditimpa keburukan (musibah). Berziarah ke kubur ibunya. Dan itu baik baginya. Kemudian ia memiliki sesuatu yang untk diwasiatkan. Sabar dalam menjalani sakit Orang yang sakit hendaknya menerima sakit yang diberikan oleh Allah dengan lapang dada. hal itu membuat orang-orang yang berada disekelilingnya juga menangis. Disamping itu. jika ia meninggalkan harta yang banyak. Tetapi hendaklah wasiat ini tidak lebih dari sepertiga harta yang hendak diwariskan. Jika mereka mendapat kebaikan. Dan itu baik baginya”.. sesuai denga firman Allah SWT : “Diwajibkan atas kamu. Muslim). Maka beliaupun menangis. Allah tidak mengidzinkanku. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertaqwa” (QS.3. maka mereka bersyukur. 4. (HR. 13 .. ziarah kubur akan mengingatkan kita pada kematian” (HR. Allah pun mengidzinkanku. 5. Penulisan Wasiat Hendaklah setiap hambal Allah mempercepat penulisan wasiatnya. Dan disunatkan pula orang yang memberikan warisan untuk memberikan wasiat kepada kerabatnya yang tidak mendapatkan hak waris. Kemudian.

seandainya kehidupan tersebut memang terbaik untukku. maka ia tidak diperbolehkan untuk mengharapkan datangnya kematian. Sakaratul Maut Apabila seseorang telah merasakan akan datangnya maut. Dan dari Abu Muadz bin Jabal ra. sedangkan orang yang berada disekelilingnya membantunya dengan menuntunnya (mentalqin). Setelah itu barulah diulang kembali. maka ia akan masuk surga. Muslim). Dari Anas ra. beliau bersabda : “Janganlah salah seorang diantara kalian mengharapkan kematian. 7. Adapun hikmah dibalik larangan mengharapkan kematian adalah: bahaya yang akan diterima oleh seorang hamba akan berimbas pada bahaya yang bersifat duniawi. Para ulama mengarahkan pada pentingnya menjenguk orang sakarat maut. maka hukumnnya bolehboleh saja. Dan cabutlah nyawaku. bahwasanya Rasulullah saw. Dengan air dan kapas tsb setidaknya dapat meredam rasa sakit yang dialami orang yang mengalami sakaratul maut. hanya karena mendapatkan bahaya yang diturunkan Allah padanya. Sabda rasulullah saw.‟Ya Allah berikannlah kehidupan padaku. Kemudian disunnahkan juga untuk membasahi bibirnya dengan kapas yg telah diberi air.” Apabila telah membimbing orang yang akan meninggal dengan satu bacaan talqin. sehingga hal tsb dapat 14 . Kecuali apabila ia berbicara dengan bacaan-bacaan atau materi pembicaraan lain.” (HR. Seandainya ingin tetap memilih kematian.. (HR.(Syarhu An-nawawi Ala Shahih Muslim : 6/458) Disunnahkan bagi orang-orang yang hadir untuk membasahi kerongkongan orang yang sedang sakaratul maut tsb dengan air atau minuman. maka sebaiknya ia melafalkan kalimat.”. Seandainya kematian memang jalan yang terbaik untukku. Karena bisa saja kerongkongannya kering karena rasa sakit yang menderanya. sehingga sulit untuk berbicara dan berkata-kata.6. agar bacaan La Ilaha Illallha menjadi ucapan terakhir ketika menghadapi kematian. Jangan mengharapkan kematian Apabila sakit dirasakan oleh seorang hamba semakin parah. Bersabda : “Barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan membaca La Ilaha Illahllah.” (HR.. Ahmad dan Abu Dawud). apabila yang sakit lupa. : “Talqinlah orang yang akan mati diantara kalian. hendaknya ia berkata. atau dengan harapan dirinya terlepas dari dosa terhadap Allah. maka jangan diulangi lagi. untuk mengingatkan.”La ilaaha illallah. Para ulama berpendapat. mengasihi. dengan mengucapkan La Ilaaha Illallah. Adapun mengharapkan kematian karena takut timbulnya finah dalam agama. Dari Rasulullah saw. Bukhari dan Muslim).‟. menutup kedua matanya dan memberikan hak-haknya.

Sebenarnya ketentuan ini tidak mendapatkan penegasan dari hadits Rasulullah Saw. 2. (Al-Mughni : 2/450 milik Ibnu Qudamah) Sebaiknya orang-orang orang-orang yang berada disekelilingnyahanya berbicara tentang yang baik-baik saja. maka biarkanlah orang tersebut berbaring kearah manapun yang membuatnya selesa. Imam Malik telah mengatakan bahwa hokum membaca Al-Qur‟an disisi mayat adalah makruh. Bahkan.”Dimakruhkan membaca salah satu ayat dalam al-qur‟an ketika datang kematian. maka katakanlah yang baik-baik.. semua itu diniatkan sebagai do‟a. (HR. sedangkan kedua telapak kakinya dihadapkan kearah kiblat. kecuali Allah mempermudah segala urusannya” Padahal kedua hadits tersebut dianggap sebagai hadits dha‟if. Para Ulama sendiri telahmenyebutkan dua cara bagaimana menghadap kiblat : 1. Peringatan : Sebagian orang terbiasa membaca Al-Qur‟an didekat orang yang sedang menghadapi sakaratul dengan berdasarkan pada hadits : “Bacalah surat Yaasiin untuk orang-orang yang meninggal dunia” Dan hadits : “tidak ada seorang manusia yang mati. Dalam Kitabnya „Syarhu As-Syaghiir‟(1/220):. Muslim) Kemudian disunnahkan untuk menghadapkan orang yang tengah sakaratul maut kearah kiblat. : “Apabila kalian hadir untuk menjenguk orang yang sedang sakit atau hendak meninggal. kemudian dibacakan surat yaasiin untuknya. Dan imam Syaukai menganggap bentuk seperti ini sebagai tata cara yang paling benar. karna pada saat itu malaikat mengamini apa yang mereka katakan. Karena.”. kasih saying dan mengambil pelajaran. Sekalipun. Seandainya posisi ini menimbulkan sakit atau sesak. Mengarahkan bagian kanan tubuh orang yang tengah sakaratul maut menghadap ke kiblat. Karena. memohon ampun.”. Berbaring terlengtang diatas punggungnya. hanya saja dalam beberapa atsar yang shahih disebutkan bahwa para salafus shalih melakukan hal tersebut. tidak boleh memasukkannya kedalam kitab Hadits.mempermudah dirinya dalam mengucapkan dua kalimat syahadat. Sabda Nabi Saw. 15 . para malaikat akan mengamini apa yang kalian katakan. tindakan tersebut tidak pernah dilakukan oleh para salafus shalih. kepala orang tersebut diangkat sedikit agar ia menghadap kearah kiblat. Setelah itu.

Agar kehidupan dunia dan akhirat kita lebih damai dan mempunyai hidayah dar Allah SWT. Kesimpulan Sebagian orang terbiasa membaca Al-Qur‟an didekat orang yang sedang menghadapi sakaratul dengan berdasarkan pada hadits : “bacalah surat Yaasiin untuk orang-orang yang meninggal dunia”.Bahkan. Karena. semua itu diniatkan sebagai do‟a. kemudian dibacakan surat yaasiin untuknya. B.”Dimakruhkan membaca salah satu ayat dalam al-qur‟an ketika datang kematian. Padahal kedua hadits tersebut dianggap sebagai hadits dha‟if. memohon ampun.”. kasih sayang dan mengambil pelajaran. tidak boleh memasukkannya kedalam kitab Hadits. Imam Malik telah mengatakan bahwa hokum membaca Al-Qur‟an disisi mayat adalah makruh. Saran Hendaknya kita sebagai umat manusia yang beragama selalu menanamkan dalam diri untuk tetap selalu berdoa. 16 .BAB III PENUTUP A. Dalam Kitabnya „Syarhu AsSyaghiir‟(1/220):. tindakan tersebut tidak pernah dilakukan oleh para salafus shalih. Sekalipun. Dan hadits : “tidak ada seorang manusia yang mati. kecuali Allah mempermudah segala urusannya”.

2004. Pro-U Media Syaikh Muhammad Bayuni. Pustaka Al-Kautsar http://eramuslim.DAFTAR PUSTAKA Muhammad Thalib. Ensiklopedi Keluarga Sakinah-Menyambut Sang Buah Hati. Fikih Jenazah.com/syariah/llife-management/fase-sakaratul-maut 17 . 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful