P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 50|Likes:
Published by Alim Sumarno

More info:

Published by: Alim Sumarno on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Penerapan Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Jurnal Penelitian Pendidikan

Elektro. Tahun 2012, 1-8 Standar Kompetensi Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio di SMK

Pengaruh Penerapan Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio di SMK
Imam Hozali, Meini Program Studi S1 Pend. Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: ighozali88@yahoo.com , meini_sondang@yahoo.com

ABSTRAK Latar belakang diadakan penelitian ini adalah masih digunakanya model konvensional pada mata diklat produktif dan pola pikir tradisional dalam pembelajaran yang menekankan pada kemampuan tertentu yaitu logika dan bahasa bahkan monoton tanpa adanya inovasi dan kreasi masih melekat pada lembaga pendidikan pada umumnya, padahal sekolah dituntut untuk mengembangkan kurikulum dan pengelola sedemikian hingga pembelajaran yang berlangsung menjadi semakin baik. Oleh karena itu, strategi genius learning berbasis multiple intelligences diharapakan siswa dapat aktif secara langsung dalam proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi genius learning berbasis multiple intelligence pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio terhadap hasil belajar siswa kelas X TAV di SMK Negeri 3 Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian preeksperimen yang terdiri dari satu kelas eksperimen yaitu X.TAV 2 dan kelas kontrol yaitu kelas X. TAV 1. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian, digunakan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji T. Dari hasil belajar siswa diperoleh ttest sebesar 6,497 dan ttabel sebesar 1,67. Maka nilai ttest > nilai ttabel.,ini berarti bahwa pengaruh strategi genius learning berbasis multiple intelligences dapat meningkatkan hasil belajar pada standart kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio di SMK Negeri 3 Surabaya. Kata kunci : strategi genius learning, multiple intelligences, aktif, dan hasil belajar.

ABSTRACT The background of this research is still used the conventional model of the eye productive training and the traditional mindset of learning that emphasize specific skills of logic and language that is monotonous even in the absence of innovation, creation is still attached to the institution in general, but schools are required to develop the curriculum and manager so that the learning that goes into getting baik.oleh therefore, genius strategy-based learning multiple intelligences of students expected to be directly active in teaching and learning so as to improve student learning outcomes. This study aims to determine the influence of genius, learning strategies based on multiple intelligence standard of competency to understand the nature of the audio signal to a class X student learning outcomes TAV in SMK Negeri 3 Surabaya. This type of research is the pre-experimental study that consists of one class of experiments that X.TAV 2 and the control class is the class X. TAV 1. To obtain the necessary data in the study, use of observation and tests. Data analysis techniques using the test T. From result Of student learning outcomes obtained at 6.497of t test and TTable at 1.67. Then the value ttest > TTable value., This means that the influence of genius strategy-based learning multiple intelligences can improve learning outcomes in the standard of competence to understand the nature of the audio signal at SMK Negeri 3 Surabaya. Key words: genius learning strategies, multiple intelligences, active, and learning outcomes.

1

Jurnal Penelitian Pendidikan Elektro. Tahun 2012, 1-8

PENDAHULUAN Guru juga mampu memberikan evaluasi hasil belajar yang sesuai dengan tingkat kecerdasan siswa. Penilaian hasil belajar oleh guru dapat menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok dan bentuk lain yang sesuai karakteristik kompetensi tingkat perkembanga siswa (Permen 20 tahun 2007). Namun realitanya pola pikir tradisional dalam pembelajaran yang menekankan pada kemampuan tertentu yaitu logika dan bahasa serta pembelajaran yang bersifat konvensional bahkan monoton tanpa adanya inovasi, kreasi masih melekat pada lembaga pada umumnya, padahal sekolah dituntut untuk mengembangkan kurikulum dan pengelola sedemikian hingga pembelajaran yang berlangsung menjadi semakin baik. Jadi suatu kekeliruan jika prestasi siswa hanya diukur dari kemampuan logika matematika dan bahasa, ini adalah suatu hal yang memprihatinkan jika guru terjebak oleh pembelajaran konvensional tersebut. Untuk itu dilakukan pendekatan Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) dalam pembelajaran agar siswa mempunyai kesempatan ikut serta dalam meningkatkan keberhasilan belajarnya sendiri, mengembangkan dan memperkuat kecerdasan siswa serta sarana dan prasarana yang memfasilitasi memiliki peran aktif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran dengan pendekatan Multiple Intelligences akan lebih membantu keberhasilan belajar apabila guru memiliki motivasi dan kekreatifan dalam mengubah pembelajaran serta adanya keberanian untuk keluar dari pembelajaran yang monoton dalam mengajar dan merancang pengajaran, Cara untuk keluar dari pembelajaran yang monoton yaitu dengan mencoba pembelajaran yang lebih variatif, inovatif dan kreatif, hal ini dilakukan dengan cara yang terintegritas dengan menggunakan strategi pembelajaran genius learning. Strategi ini diharapkan dapat membantu guru untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar dasar dasar sinyal audio . jika motivasi belajar siswa meningkat diharapkan prestasinya juga meningkat. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penerapan Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio Di SMK”. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) apakah hasil belajar dengan menggunakan strategi genius learning berbasis multiple intelligences lebih baik dari pada menggunakan pembelajaran konvensional pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio? (2) bagaimana aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan pendekatan strategi genius learning berbasis multiple intelligences dengan pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio? (3) bagaimana

respon siswa terhadap penerapan strategi genius learning berbasis multiple intelligences pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio? Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk meningkatkan hasil belajar siswa lebih baik setelah mengikuti pembelajaran pendekatan strategi genius learning berbasis multiple intelligences pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio. (2) untuk mendeskripsikan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dengan menerapkan strategi genius learning berbasis pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio ; dan (3) untuk mengetahui respon siswa pada saat menerapkan pendekatan strategi genius learning berbasis multiple intelligences pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio. Keterbatasan masalah : a. Multiple intelligences dalam penelitian ini hanya menggunakan lima inteligensi siswa yakni kecerdasan kenistetik, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan linguistik, kecerdasan logika–matematika dan kecerdasan interpersonal. b. Strategi genius learning dalam proses belajar mengajarnya juga melibatkan 2 kecerdasan yaitu kecerdasan musik dan intrapersonal tetapi kecerdasan ini tidak dilibatkankan dalam LKS c. Penelitian ini hanya dibatasi pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio dengan kompetensi dasar memahami elemen gelombang, jenis jenis dan interaksi gelombang. d. Obyek kelas X Program Diklat Keahlian Teknik Elektronika, Kompetensi Keahlihan Audio – Video SMK Negeri 3 Surabaya. Strategi belajar merupakan suatu proses yang mengacu pada perilaku dan proses berpikir yang digunakan oleh siswa yang mempengaruhi apa yang dipelajari, termasuk metakognitif. Nama lain dari strategi belajar adalah strategi kognitif, sebab strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif dari pada tujuan – tujuan belajar perilaku. Tujuan utama pengajaran strategi adalah mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri agar menjadi pembelajar mandiri. Menurut ( Muhamad Nur, 2000: 9) Strategi genius learning merupakan perpaduan dari empat strategi yaitu strategi mengulang, elaborasi, organisasi, dan metakognitif. Genius learning juga disebut holistic learning adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan suatu rangkian pendekatan praktis dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran (Gunawan, 2007:2).

1

Penerapan Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio di SMK

Adapun lingkaran sukses genius learning sebagai berikut:

2

Gambar 1. Lingkaran Sukses Genius Learning (Gunawan,2007:333) Penerapan strategi genius learnig tersebut mengimplementasikan (berbasis) multiple intelligences yang bertujuan untuk mentransformasikan sekolah agar kelak sekolah dapat mengakomodasi setiap siswa dengan berbagai macam pola pikiran yang unik. Teori multiple intelligences dikembangkan oleh Gadner tahun 1983 (dalam Reza,2009:1) Menurut Gardner (dalam Suparno,2008: 25-50), kecerdasan dibagi menjadi 8 jenis kecerdasan, yaitu : a. Kecerdasan linguistik b. Kecerdasan logika-matematika c. Kecerdasan intrapersonal d. Kecerdasan interpersonal e. Kecerdasan musikal f. Kecerdasan visual –spasial g. Kecerdasan kinestetik h. Kecerdasan naturalis Berikut ini implementasi dari Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences ditunjukkan oleh tabel 1.1 Tabel 1 Implementasi Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences (Gunawan, 2007 ) No Sintaks 1 Suasana Kondusif

3

4

Perlakuan Guru

a. Guru menyambut siswa saat masuk kelas dengan senyuman atau memberikan salaman dan mengatur tempat duduk yang sesuai, dengan menempatkan meja guru dekat dengan meja siswa untuk memberikan kesan bahwa guru dan siswa berada satu level yang merupakan satu kesatuan

5

dalam proses pembelajaran. b. Guru bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kondusif untuk masuk ke dalam proses pembelajaran dengan menggunakan musik dan dikombinasikan dengan Brain Gym sehingga siswa berada dalam kondisi yang nyaman dan mendukung dan tercipta elemen PARTIS (Perasaan diterima, Aspirasi, Rasa Aman, Tantangan, Identitas, dan sukses). Hubungk a. Guru memotivasi siswa an dengan meminta perwakilan beberapa siswa untuk mendemokan sebuah percobaan kecil dengan menggunakan trainer dan siswa lain memperhatikan. b. Guru memberikan gambaran peristiwa atau fenomena bahkan sesuatu yang dialami siswa menyangkut materi standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio Gambara a. Guru memberika gambaran n Besar besar pada papan tulis dari materi standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio atau menunjukkan poster peta pemikiran tentang materi standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio. Tetapkan a. Guru menyampaikan tujuan Tujuan pembelajaran yaitu menjelaskan perbedaan gelombang radio AM, FM, dan TV, propagasi gelombang, saluran transmisi dan polarisasi gelombang sehingga diharapkan siswa memiliki semangat dalam mengikuti pelajaran. b. Guru menyajikan informasi materi pembelajaran ( berupa modul materi sifat dasar sinyal audio) dan menjelaskan tentang materi pada modul. Pemasuk a. Guru meminta siswa untuk an membentuk kelompok Informasi belajar masing 5 siswa b. Guru meminta siswa untuk menggali informasi dari modul dengan menggaris

Jurnal Penelitian Pendidikan Elektro. Tahun 2012, 1-9

bawahi ide – ide penting atau melakukan highlighting (memberi warna pada bagian yang dianggap penting) dan guru meminta siswa menuliskan kembali kata yang diberi ruang kosong dalam paragraf sehingga menjadi konsep utuh atau memberi tanda pada poin – poin penting dalam modul siswa 6 Aktivasi a. Guru memperhatikan umpan balik yang akan diberikan pada siswa dengan teknik “ lampu lalu lintas” yaitu memberi masing – masing siswa tiga lembar kertas yang bergambar lampu lalu lintas : Merah = saya tidak mengerti Kuning = saya minta di jelaskan lagi Hijau = saya mengerti b. Guru meyampaikan informasi atau penjelasan ulang kepada siswa yang mengangkat lampu merah dan kuning dengan gaya mengajar mereka yang mengacu pada kecerdasan yang dominan (linguistik, logika, visualspasial,kinestetik) yang dimiliki siswa sehingga siswa mendapatkan penjelasan dengan gaya mengajar yang cepat di tangkap atau dimengerti.

8

Tinjau Ulang dan Jangkark an

dengan rangkuman materi pada standar kompetensi memahami sinyal audio, atau mendengarkan musik diawal atau diakhir pembelajaran, musik juga dimaafatkan sebagai tanda waktu di mulai dan diakhir mengerjakan LKS, pada kecerdasan intrapersonal di implementasikan ke hasil tes evaluasi siswa apakah siswa percaya diri atau tidak pada jawabannya atau tidak, mencontek atau tidak, menggantungkan orang lain atau tidak. a. Guru bersama siswa (seluruh kelompok) mengulangi hal yang penting untuk memperkuat koneksi saraf tentang informasi dari materi dengan teknik tambahan yang dapat digunakan guru dalam melakukan proses peninjuan ulang atau pengulangan dan penjangakaran, misalnya, membicarakan topik, “ngobrol” santai dan operan kertas ide. b. Guru meminta siswa mengerjakan lembar evaluasi c. Guru memberikan penghargaan bagi siswa yang berprestasi

METODE Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian true experimental design. Adapun bentuk true experimental design yang dipilih dalam penelitian ini adalah control group pre – test post – test.(Suharsimi A, 2010:125). Populasi penelitian adalah siswa kelas X Program Diklat Keahlian Teknik Elektronika, Kompetensi Keahlihan Audio – Video SMK Negeri 3 Surabaya yang berjumlah 2 (dua) kelas. Sampel penelitian ini menggunakan control group pre – test post – test, sampel tidak dipilih secara random melainkan menggunakan purposive sample yakni mengambil siswa yang memiliki kecerdasan dominan berupa kinestetik, visual-spasial, linguistik dan logika matematik sedangkan penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2011/2012 di Jurusan Keahlihan Teknik Elektronika, Kompetensi Keahlihan Teknik Audio Video SMK Negeri 3 Surabaya.

7

Demonstr a. Dalam tahap ini siswa asi difasilitasi LKS yang prosedurnya berdasarkan kecerdasan siswa yaitu linguistik, spasial, logika, interpersonal, yang kemudian dipresentasikan hasil kerja setiap kelompok sedangkan kecerdasan lainnya seperti musik, intrapersonal tidak dilibatkan dalam LKS tetapi menjadi bagian dalam pembelajaran dengan perincian kecerdasan musik dapat diimplementasikan ketika membuat rangkuman atau hipotesis di akhir pembelajaran. Dengan mengganti lirik lagu tertentu

Penerapan Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio di SMK

Rancangan penelitian ini adalah sebagai berikut: Keterangan: n = banyak validator imax= bobot nilai kuantitatif (1 – 5) Untuk menentukan jumlah jawaban validator menggunakan rumus : ∑ Keterangan: ni = banyak validator yang memilih nilai i i = bobot nilai penilaian kuantitatif (1 – 5)

Tabel 2. Desain Penelitian pre-test and posttest group control Kelas Pre Treatment Post test test Eksperimen O1 X O2 Kontrol O3 O4 (Suharsimi A, 2010: 125) Keterangan: O1 : tes awal (pre test) diberikan pada kelas eksperimen sebelum perlakuan. X : perlakuan (treatment) diberikan kepada siswa pada standar kompetensi memahami dasar – dasar sinyal audio dengan menerapkan strategi genius learning berbasis multiple intelligences. O2 : tes akhir (post test) diberikan pada kelas eksperimen setelah perlakuan. O3 : tes awal (pre test) diberikan pada kelas kontrol sebelum perlakuan O4 : tes akhir (post test) diberikan pada kelas kontrol setelah perlakuan Data diperoleh dengan memberikan pre-test dan posttest pada siswa yang diberi pembelajaran secara konvensional maupun pada siswa yang pembelajarannya dilakukan dengan strategi genius learning berbasis multiple intelligences. Tahap ini direncanakan semua kegiatan yang menunjang kelancaran dalam pengambilan data, antara lain salah satunya yaitu menyusun perangkat penelitian, antara lain : 1. Silabus 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3. Modul Selanjutnya pada tahap penyajian hasil penelitian. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah : a. Analisa Data b. Penyusunan laporan penelitian Instrumen penelitian yang dipakai dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah : 1. Tes Hasil Belajar 2. Pengamatan aktivitas siswa 3. Angket Respon siswa 4. Multiple intelligences scale Untuk menganalisis jawaban validator digunakan statistika deskriptif hasil rating yang diuraikan sebagai berikut: a. Penentuan ukuran penilaian beserta bobot nilainya. b. Menentukan nilai tertinggi validator

Hasil rating dapat dihitung pula dengan rumus : ∑

Keterangan: n = banyaknya validator/responden ni = banyaknya validator/responden yang memiliki nilai i i = bobot nilai kuantitatif (1 – 5) imax = nilai maksimal Pada penelitian ini digunakan uji normalitas dan uji homogenitas sampel berdasarkan nilai pre-test dan posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Pelaksanaan Pembelajaran dengan strategi genius learning berbasis multiple intelligences. Pelaksanaan Pembelajaran dengan strategi genius learning berbasis multiple intelligences dilakukan setelah melakukan Pre-test. Kelas Eksperimen (X TAV 2) diberi perlakuan dengan menggunakan Strategi genius learning berbasis multiple intelligences dan kelas Kontrol (X TAV 1) diberi perlakuan menggunakan metode konvensional. Dari penelitian yang dilakukan dengan menerapkan Strategi Genius Learning berbasis multiple intelligences terdiri dari 8 tahapan (sintaks) dari tahapan strategi ini tidak semua terlaksana dengan baik namun masih terdapat kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini kelebihan dan kekurangan dari strategi Genius Learning berbasis multiple intelligences yaitu: a. Suasana kondusif Pada tahap ini siswa mampu melaksanakan intruksi dengan baik pada setiap pertemuan sehingga tercipta elemen PARTIS (Perasaan diterima, Aspirasi, Rasa Aman, Tantangan, Identitas, dan sukses) dalam kelas, untuk terciptanya elemen PARTIS pada tahap ini dilakukan dengan cara senam otak (brain gym) yang dikombinasikan dengan musik. Pada

Jurnal Penelitian Pendidikan Elektro. Tahun 2012, 1-9

b.

c.

d.

e.

f.

g.

tahap ini siswa sangat senang melakukannya, sehingga menambah semangat dalam proses pembelajaran. Hubungkan Pada tahap ini siswa juga dapat mengikuti instruksi yang disampaikan dengan baik sehingga siswa dapat siswa dapat memberikan umpan balik dari apa yang mereka lakukan atau demokan bahkan dapat menghubungkan materi dengan fenomena yang dialami siswa sehari – hari. Gambaran besar Pada tahap ini merupakan penyampaian materi yang disampaikan dalam melalui ringkasan dalam bentuk peta pikiran yang dibuat melalui media karton atau langsung ditulis pada papan tulis, tapi pada tahap ini kurang berjalan dengan baik karena kondisi media kurang begitu besar sehingga tulisan kurang jelas oleh siswa yang jaraknya jauh dari papan tulis. Tetapkan tujuan Pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyajikan informasi materi pembelajaran dengan memberi modul sinyal audio. Pada tahap ini cukup berjalan dengan baik, hampir semua siswa mengikuti intruksi dari guru. Pemasukan informasi Pada tahap ini guru meminta siswa untuk membentuk kelompok belajar masing 5 siswa yang memiliki kecendrungan kecerdasan berbeda, namun kendala utama pada pembentukan kelompok ada sebagian kecil siswa yang belum menerima kelompok yang telah di tentukan guru. Selain itu pada tahap ini siswa juga diarahkan untuk menggali informasi dengan m e n g g a r i s b a w a h i i d e – i d e penting atau melakukan highlighting (memberi warna pada bagian yang dianggap penting) dan guru meminta siswa menuliskan kembali kata yang diberi ruang kosong dalam paragraf sehingga menjadi konsep utuh atau memberi tanda pada poin – poin penting dalam modul siswa, keseluruhan tahapan ini kurang efektif karena siswa masih bingung untuk menggris bawahi ide – ide penting tersebut. Aktivasi Pada tahap ini Guru memperhatikan umpan balik yang akan diberikan pada siswa dengan teknik “ lampu lalu lintas” yaitu memberi masing – masing siswa tiga lembar kertas yang bergambar lampu lalu lintas dan menjelaskan ulang kepada siswa yang mengangkat lampu merah dan kuning dengan gaya mengajar mereka yang mengacu pada kecerdasan yang dominan. Pada tahap ini suasana kelas lebih menyenangkan dan lebih aktif. Demonstrasi

h.

Dalam tahap ini siswa difasilitasi LKS yang prosedurnya berdasarkan kecerdasan siswa yaitu linguistik, spasial, logika, interpersonal, yang kemudian dipresentasikan hasil kerja setiap kelompok sedangkan kecerdasan lainnya seperti musik, intrapersonal tidak dilibatkan dalam LKS tetapi menjadi bagian dalam pembelajaran. Dari penelitian yang dilakukan tampak siswa kurang bisa melaksanakan tahap ini, karena mereka tidak bisa bekerjasama dengan baik dengan anggota dikelompoknya masing-masing. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas dalam pelaksanaannya beberapa dari masing-masing kelompok ada yang kurang mengerti apa yang akan mereka kerjakan. Sehingga pada tahap ini banyak menghabiskan waktu. Namun untuk semua pertemuan dapat dikatakan berjalan dengan cukup baik. Tinjau ulang dan jangkarkan Pada tahap ini bersama siswa (seluruh kelompok) mengulangi hal yang penting untuk memperkuat koneksi saraf tentang informasi dari materi dengan teknik tambahan yang dapat digunakan guru dalam melakukan proses peninjuan ulang atau pengulangan dan penjangakaran, misalnya, membicarakan topik, “ngobrol” santai dan operan kertas ide. Tahap ini dilakukan dengan baik dan efektif karena siswa sangat senang melakukan kegiatan tersebut. Selain siswa berprestasi diberi penghargaan oleh guru. Setelah diberi perlakuan yang berbeda pada kelas Eksperimen dan kelas Kontrol, kemudian kedua kelas diberi post-test atau tes akhir untuk mengetahui kemampuan akhir siswa dari kelas Eksperimen dan kelas Kontrol.

2. Hasil Belajar Siswa Hasil penelitian mengenai pengaruh penerapan strategi genius learning berbasis multiple intelligences terhadap hasil belajar siswa pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio di SMK Negeri 3 Surabaya meliputi tes hasil belajar yang berupa tes hasil belajar teori yaitu nilai pre-test dan post-test. Sebelum nilai post-test dianalisa dilakukan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas dan homogenistas dengan SPSS ditunjukkan oleh tabel berikut ini : Tabel 3. uji normalitas (Pre-test ) Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Penerapan Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio di SMK

Tabel 4. Uji normalitas (Pos-test ) Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa uji normalitas (pre-test dan post-test) (Asymp. Sig.) >0,05 Maka H0 diterima yaitu sampel berdistribusi normal. Jadi dapat disimpulkan bahwa sampel pada kelas kontrol dan eksperimen berdistribusi normal dengan taraf signifikan 5%. Tabel 5. Uji Homogenitas (pre-test) Kelas Kontrol dan Eksperimen Kelas Kontrol Eksperimen

Berdasarkan uji hipotesis diketahui ttest sebesar 6,497dan ttabel = t(1-α) = t(1-0,05) = t(0,95) dengan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2 -2 = 63 Nilai ttabel adalah 1,67. Maka nilai ttest > nilai ttabel. Sehingga hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima jadi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol dikarenakan Ttest lebih besar dari Ttabel. Pada saat metode pembelajaran diterapkan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan peningkatan belajar, dimana pada kelas eksperimen yang menggunakan strategi genius learning berbasis multiple intelligences rata – rata kelas meningkat dari 46,5 menjadi 76,58 sedagkan kelas kontrol yang menggunkan model konvensional rata – rata kelas meningkat dari 47,79 menjadi 66,10. Hal ini menunjukkan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada hasil belajar kelas kontrol. Untuk gambar hasil plotting strategi genius learning berbasis multiple intelligences dan model konvensional ditunjukkan oleh gambar 2

1,73

1,85

Tabel 6. Uji Homogenitas (po-test) Kelas Kontrol dan Eksperimen Kelas Kontrol 1,138 1,8 Eksperimen Berdasarkan tabel diatas uji homogenitas (pre-test dan post-test) < maka H0 diterima yaitu varians homogen. Jadi dapat disimpulkan bahwa sampel dalam penelitian ini homogen dengan taraf signifikan 5%. Selanjutnya nilai post-test dianalisa menggunkan statistik uji T satu pihak dengan menggunakan bantuan software SPSS langsung ditunjukkan pada tabel berikut ini : Tabel 7. Hasil Perhitungan Uji t (menggunakan SPSS 17)

Gambar 2. Plot Model 3. Aktivitas siswa Aktivitas siswa digunakan untuk mengetahui bahwa siswa sudah menggunakan berbagai kecerdasan baik yang dominan maupun yang kurang dominan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Aktivitas siswa yang berupa lembar penilaian inteligensi siswa dilakukan pada saat mengerjakan LKS. Penilaian inteligensi tersebut didasarkan atas kesesuaian jawaban siswa pada LKS dengan rubrik penilaian dimana LKS. Siswa mendapat penilaian inteligensi dengan kategori baik jika mencapai nilai 4, kategori cukup baik jika mencapai nilai 3, kategori kurang baik jika mencapai nilai 2 dan tidak baik sama sekali jika mencapai nilai 1. Dari hasil perhitungan keseluruhan aktivitas siswa mulai dari LKS 1 sampai LKS 4 dapat disimpulkan dikategorikan sangat baik dengan rata-rata hasil semua aktivitas baik linguistik, logika matematika, kinestetik, visual spasial dan interpersonal sebesar 82,375% sehingga aktivitas siswa dengan strategi genius learning berbasis multiple intelligences pada standar kompetensi Menjelaskan Sifat Dasar Sinyal audio di SMKN 3 Surabaya. dapat meningkatkan aktivitas siswa, untuk

Jurnal Penelitian Pendidikan Elektro. Tahun 2012, 1-9

lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran aktivitas siswa. 4. Respon Siswa Berdasarkan hasil respon siswa terhadap keseluruhan kriteria pada lembar angket respon siswa yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap strategi genius learning berbasis multiple intelligences. Hal ini dapat dilihat dari prosentase jawaban responden yang berjumlah 30 siswa dengan rata-rata hasil rating yang diperoleh adalah 79,2%. Dalam kriteria skala penilaian ini berarti termasuk dalam kriteria baik. Sehingga menunjukkan bahwa siswa memiliki ketertarikan terhadap penerapan strategi genius learning berbasis multiple intelligences pada standar kompetensi Menjelaskan Sifat Dasar Sinyal audio di SMKN 3 Surabaya.. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang disajikan dalam bab IV maka dapat ditarik simpulan (1) Dari pengujian hipotesis yang dilakukan dengan taraf signifikan sebesar 5% dengan membandingkan ttest dan ttabel. Diketahui ttest sebesar 6,497dan ttabel = t(1-α) = t(1-0,05) = t(0,95) dengan derajat kebebasan (dk) = n1 + n2 -2 = 63 Nilai ttabel adalah 1,67. Maka nilai ttest > nilai ttabel. Sehingga H1 dan H0 ditolak. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa antara strategi genius learning berbasis multiple intelligences dan model pembelajaran konvesional ada beda signifikan, dengan signifikasi sebesar 5%, ttest menunjukkan nilai positif, ini berarti bahwa hasil belajar dengan strategi genius learning berbasis multiple intelligences lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional. Sehingga dapat di simpulkan bahwa strategi genius learning berbasis multiple intelligences memiliki pengaruh terhadap hasil belajar pada standar kompetensi memahami sifat dasar sinyal audio. (2) Siswa aktif mengikuti kegiatan pembelajaran dengan strategi genius learning berbasis multiple intelligences dengan hasil perhitungan keseluruhan aktivitas siswa sebesar 82,375%, maka nilai aktifitas siswa 82,375% > 50% sehingga dikategorikan sangat baik. (3) Pada analisis validasi respon siswa di dapatkan siswa memberikan respon positif dengan ratarata hasil rating yang diperoleh adalah 79,2%. Dalam kriteria skala penilaian ini berarti termasuk dalam kriteria baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki ketertarikan terhadap penerapan strategi pada standar kompetensi Menjelaskan Sifat Dasar Sinyal. Saran Dalam penelitian ini, saran yang dapat disampaikan adalah (1) Strategi pembelajaran genius learning berbasis multiple intelligences ini dapat dijadikan alternatif dalam proses belajar megajar agar proses belajar mengajar lebih menarik. (2) Guru seharusnya mampu menciptakan suasana yang tidak membosankan dalam proses pembelajaran strategi genius learning

berbasis multiple intelligences agar belajar lebih menyenangkan serta mampu meningkatkan motivasi berprestasi siswa. (3) Pembelajaran menggunakanan strategi genius learning berbasis multiple intelligences memerlukan waktu yang lebih lama sehingga guru dituntut lebih kreatif pada saat pembelajaran berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Yogyakarta: PT. Rineka Cipta

Penelitian.

Aswoyo, Budi. 2006. Antena Dan Propagasi. Surabaya : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) – ITS Alaydrus, Mudrik.2009. Saluran Transmisi Telekomunikasi. Yogyakarta : Graha Ilmu

Depdiknas. 2005. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005. Jakarta : Depdiknas. Djamarah, Saiful Bahri dan Zain, Aswan.2006.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Rineka Cipta Gunawan, Adi. 2007. Genius Learning Strategy. Jakarta : Gramedia Pustaka Jihad, Asep.2009. Evaluasi Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta Kardiawarman, Ph.D.2004. Modul Terapan.Bandung : UPI PRESS 7 Fisika

Munif, Chatib.2009. Sekolahnya Manusia. Bandung : Kaifa Nur, Muhamad. 2000. Strategi – Strategi Belajar. Surabaya : Unesa Unipress Prasetyo, Reza dan Yeni Andriani.2009. Multiply Your Multiple Intelligences. Yogyakarta : Andi Prastowo, Andi.2011.Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta : Diva Press Riduwan. 2003. Skala Pengukuran Variabel – Variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta Roddy, Dennis dan John Coolen.1984.Komunikasi Elektronika. Jakarta : Erlangga Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: PT. Tarsito.

Penerapan Strategi Genius Learning Berbasis Multiple Intelligences Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Standar Kompetensi Memahami Sifat Dasar Sinyal Audio di SMK

Sugiyono.2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta Suparno, P. 2004. Teori Intelligensi Ganda Dan Aplikasinya Di Sekolah. Bandung : Yrama Widya Susanto, Handy. 2005. Penerapan Multiple Intelligences Dalam Sistem Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Penabur – No.4 / Th.IV/Juli 2005

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->