P. 1
Sinergitas Pancasila Dan Moral

Sinergitas Pancasila Dan Moral

|Views: 31|Likes:
hubungan ideologi pancasila dengan moral bangsa
hubungan ideologi pancasila dengan moral bangsa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Farreed Maulana Malik Ibrahim on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

Nama : Muhammad Faried Maulana Nim : 118694214 Kelas : S1 Akuntansi 2011 AA

Sinergitas Moral Pancasila dan Moral Agama
1 Juni 2012 nanti bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila yang ke-65. Dasar negara yang diajukan Prof. Mohamad Yamin dalam pidatonya pada sidang hari pertama Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 29 Mei 1945 itu dan dideklarasikan oleh Ir. Soekarno dengan nama Pancasila pada 1 Juni 1945 menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa (YME) sebagai sila (dasar) pertama dari lima sila negara Indonesia. Penempatan Ketuhanan YME sebagai sila pertama menunjukan bahwa prinsip-prinsip Ketuhanan yang diwujudkan dalam bentuk ajaran-ajaran dan moral agama menjiwai empat sila yang lain. Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945 dengan tegas mengatakan : “ Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan!”.Moral Ketuhanan YME sebagai landasan moral Pancasila sama dengan moral agama karena keduanya mempunyai nilai moral yang bersifat universal. Namun demikian Pancasila bukanlah agama, tapi Pancasila tidak bertentangan dengan agama sepanjang moral Ketuhanan YME menjadi landasannya. Dalam mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pembuatan peraturan dan undang-undang, maka moral Ketuhanan sebagai inti dari dasar negara itu seharusnya juga menjiwai peraturan dan perundang-undangan tersebut. Dewan Perwakilan Rakyat/Daerah (DPR/D) sebagai lembaga yang berfungsi untuk membuat undang-undang (legislasi) mempunyai kewenangan merealisasikannya dengan menjadikan ajaran agama dengan nilai moralnya yang universal dapat menjadi acuan dalam pembuatan undang-undang. Karena itu kita prihatin dengan penolakan terhadap sejumlah rancangan undang – undang (RUU) dan undang-undang (UU) yang menjadikan nilai-nilai moral agama sebagai landasan dan acuannya. Demikianlah pula dengan reaksi yang berlebihan dan penolakan terhadap peraturan daerah (Perda) yang bernuansa aplikasi ajaran agama (syariah). Penolakan tersebut tidak hanya dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan tokoh-tokoh sekuler tapi juga dari kalangan anggota DPR/D yang seharusnya paham dengan makna Pancasila sebagai dasar negara, khususnya sila pertama sebagai jiwa dari peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam negara Indonesia. Sebagai contoh betapa alotnya meloloskan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi menjadi UU beberapa tahun lalu. Selain penolakan dari LSM dan tokoh sekuler serta liberal, juga ditolak oleh salah satu fraksi besar di DPR yang ketika berkampanye seolah-olah membela kepentingan ummat. Sekarang ini juga terjadi penolakan terhadap RUU tentang

Sumber: http://www.php?option=com_content&task=view&id=7942&Itemid=1 . Apalagi kalau mereka merasa diperlakukan tidak adil.Jaminan Produk Halal dan RUU tentang Pengelolaan Zakat sebagai wujud dari penerapan nilai moral agama (Islam) yang berlaku khusus untuk ummat Islam itu.com/index. Maka tujuan negara Indonesia sesuai dengan batang tubuh UUD 45 akan terealisasi secara sempurna dan menjadikan negara yang diridoi tuhan YME sebagai wujud kekhalifahan dunia . Karena itu wajar kalau kita berharap agar anggota legislatif lebih peka terhadap nilainilai Pancasila dalam penyusunan dan pembuatan UU. juga menyumbat aspirasi yang bisa menimbulkan frustasi dan kekecewaan ummat. juga rentan terhadap provokasi radikalisasi agama sebagai salah satu akar pemicu terorisme tersebut. Menolak nilai-nilai ajaran agama dalam peraturan perundang-undangan selain menolak Pancasila dalam praktek kehidupan berbangsa dan negara secara nyata. Pengabaian terhadap nilai moral agama dalam pembuatan undang-unang selain bertentangan dengan dasar negara Pancasila. *** Pandapat saya pribadi : Dengan di buatnya sila pertama ketuhanan yang maha esa sebagai sila pertama diatas sila yang lainnya memaknai bahwa segala kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini dilandasi dengan aturan moral agama yang seharusnya segala keputusan maupun langkah yang diterapkan tidak melewati batas-batas keagamaan tersebut secara menyeluruh . khususnya sila pertama dengan nilai moral agama yang universal.madina-sk. Demikian pula Indonesia sebagai negara religius dengan keanekaragaman agama yang dianut oleh masing-masing warga negara maka diharapkan pemerintah mampu membuat sistem aturan yang mengikat semua agama secara universal dengan tidak mengabaikan sisi moral yang positif namun tetap menjamin kebebasan bagi rakyat. maka sangat rentan terhadap provokasi termasuk provokasi radikalisasi agama yang diidentifikasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhyono (SBY) sebagai salah satu akar pemicu terorisme. Kesimpulan yang saya ambil : Dengan sinergitas moral pancasila serta moral agama untuk kehidupan berbangsa dan bernegara akan menciptakan sebuah aturan yang universal dan bermoral serta kelak akan membawa kehidupan penuh esensi kebahagiaan dan kesejahteraan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->