Jenis-jenis kanker payudara (Ca Mammae) March 16, 2010 · by Jevuska · in Bedah, Histologi Ada beberapa jenis Ca Mamma jika

dilihat dari gambaran histologisnya. Berikut ini adalah tipetipe kanker payudara: Adenocarcinoma: kanker berbentuk oval, sering menempel pada jaringan lain. Ductal Carsinoma Insitu (DCIS): Kadang-kadang digambarkan sebagai prekanker, preinvasif, atau kanker intraductal. Jenis kanker payudara ini non-invasif, yang berarti belum menyebar ke luar duktus sel-sel payudara atau bagian lain dari payudara, seperti kelenjar getah bening axilla, atau ke bagian lain dari tubuh. Ada tiga tingkatan DCIS yaitu low, intermediate, dan high. Grade DCIS mengacu pada bagaimana sel abnormal yang dilihat di bawah mikroskop dan memberikan gagasan tentang seberapa cepat sel-sel dapat berkembang menjadi kanker invasif. DCIS sangat dapat disembuhkan. Apa faktor yang berisiko menyebabkan kanker payudara? Medullary Carcinoma: Ini adalah jenis karsinoma duktal invasif, sering menembus kelenjar getah bening. Kanker ini dapat tumbuh membesar tetapi memiliki prognosis yang lebih baik dari rata-rata. Mucinous Carcinoma: Ini adalah jenis karsinoma duktal invasif, yang memproduksi gelatinous tumor. Kanker ini memiliki prognosis yang sangat baik. Apakah Aspirin bisa dijadikan obat anti-kanker payudara ? Tubular carcinoma: Jenis kanker ini menghasilkan banyak kelenjar-kelenjar kecil dan tubulus yang mirip dengan duktus payudara normal. Prognosis biasanya positif. Invasive Ductal Carcinoma: karsinoma duktal invasif (atau karsinoma ductal infiltratif) adalah jenis kanker yang paling umum dan sering ditemukan. Lebih dari separuh dari semua kasus kanker payudara adalah jenis ini. Buah Pare (momordica charantia) atau Paria katanya bisa dijadikan salah satu obat alternatif kanker payudara, betulkah demikian? Invasive Lobular Carcinoma: jenis kanker ini berkembang di ujung saluran atau di lobulus dan dapat menyebabkan penebalan. Prognosisnya lebih baik dibandigkan dengan rata-rata. Inflammatory Carcinoma: Ca mamme yang paling invasif dari semua jenis kanker payudara. Sering kali terjadi salah diagnosis mengenai jenis kanker ini, seperti mastitis atau dermatitis. Pada kulit payudara terjadi inflamasi dan pembengkakan karena pembuluh limfe di hambat oleh kanker. inside!
1

Kelenjar payudara invasif pada saluran susu (invasive ductal carcinoma) adalah jenis kanker payudara yang paling umum dan sering ditemukan. terapi hormon. Ada beberapa jenis kanker payudara menurut histologisnya seperti invasive ductal carcinoma. dan tubular carcinoma. di Amerika Serikat 44. inflammatory carcinoma.4% setiap tahun sejak tahun 1987 sampai tahun 2000 dengan tiga jenis kanker terbanyak yaitu kanker payudara. hampir 50% dari keseluruhan kasus kanker payudara. kemoterapi. Penatalaksanaan kanker payudara dilakukan dengan serangkaian pengobatan meliputi pembedahan. Pengobatan ini ditujukan untuk memusnahkan kanker atau membatasi perkembangan penyakit serta menghilangkan gejala-gejalanya (paliatif). Setelah menjalani perawatan. mucinous carcinoma.Selasa. adenocarcinoma. Pencegahan bisa dilakukan dengan melakukan gaya hidup sehat atau olahraga teratur. insiden kanker pada wanita meningkat 0.000 pasien meninggal karena penyakit ini sedangkan di Eropa lebih dari 165. BAB II KANKER PAYUDARA INVASIF PADA SALURAN SUSU 2 . invasive lobular carcinoma.000. pemeriksaan imaging dan biopsy juga bisa dilakukan untuk screening maupun diagnosis pasien. ductal carcinoma insitu. kanker paru. medullary carcinoma. terapi radiasi dan yang terbaru adalah terapi imunologi (antibodi). dan kanker colorectal. Setiap tahunnya. 12 Oktober 2010 CA MAMMAE (KANKER PAYUDARA) BAB I PENDAHULUAN Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling sering ditemukan pada kaum wanita dan merupakan masalah kesehatan dunia. Sejumlah studi memperlihatkan bahwa deteksi kanker payudara dan serta terapi dini dapat meningkatkan harapan hidup dan memberikan pilihan terapi lebih banyak pada pasien. Selain pemeriksaan fisik dan SADARI. Akan tetapi ada beberapa faktor resiko seperti genetik yang susah dihindari. Diperkirakan 95% wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah diagnosis sehingga banyak dokter yang merekomendasikan agar para wanita menjalani ‘SADARI’ (periksa payudara sendiri – saat menstruasi) di rumah secara rutin dan menyarankan dilakukannya pemeriksaan rutin tahunan untuk mendeteksi benjolan pada payudara. Menurut Cancer Statistics 2006. sekitar 50% pasien mengalami kanker payudara stadium akhir dan hanya bertahan hidup 18 – 30 bulan.

IDC dapat menjalar ke bagian tubuh lain melalui system aliran darah dan limfatik. terpapar dari lingkungan yang terpapar karsinogen 12. Invasive Ductal Carcinoma.3. riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko pada individu tertentu. ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO Sebab keganasan pada kanker ini masih belum jelas. merokok.Stres hebat.1. DEFINISI Kanker payudara adalah neoplasma ganas dengan pertumbuhan jaringan mammae abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya.Gaya hidup: diet tinggi lemak.2. merupakan kanker payudara yang paling umum terjadi.Riwayat keluarga: ada riwayat keluarga Ca Mammae pada ibu/saudara perempuan 4. faktor lingkungan . faktor hormonal dan genetik.(INVASIVE DUCTAL CARCINOMA) I. Ca.Riwayat kesehatan: Pernah mengalami / sedang menderita otipical hiperplasia atau benign proliverative yang lain pada biopsy payudara. penggunaan terapi estrogen 10. yang meliputi1.Wanita resiko tinggi dari pada pria (99:1) 2. mengkomsumsi alcohol berlebihan (minum 2x sehari). 3 . 1995). IDC berawal dari saluran susu dan menyerang jaringan payudara di sekitarnya.Mengalami trauma berulang kali pada payudara 11.2 II. tetapi ada beberapa faktor yang berkaitan erat dengan munculnya keganasan payudara yaitu: virus. Jika tidak ditangani pada stadium awal. 8. 6.Obesitas 13. 14.Usia: resiko tertinggi pada usia diatas 30 tahun 3.Menggunakan obat kontrasepsi oral yang lama. Meskipun demikian. endometrial. juga dikenal sebagai IDC atau Infiltrating Ductal Carcinoma atau Carcinoma of No Special Type (NST) atau Not Otherwise Specified (NOS).Riwayat reproduksi: melahirkan anak pertama diatas 35 tahun.Tidak menyusui 9.Menikah tapi tidak melahirkan anak 7.Terapi radiasi. tumbuh infiltratif dan destruktif dan dapat bermetastase (Reksoprodjo.Riwayat meanstrual: -early menarche (sebelum 12 thun) -Late menopouse (setelah 50 th) 5.7: 1.

Tumor dikatakan ganas apabila dapat menembus dan menghancurkan struktur yang berdekatan dan menyebar ke tempat yang jauh (metastasis) dan umumnya dapat menyebabkan kematian. Tumor ini tidak melekat ke jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakkan.3. Angka insiden tertinggi terdapat di Amerika Serikat yaitu 87. • Fibroadenoma Tumor jinak yang banyak terdapat pada wanita muda.III. melekat pada setiap bagian dan mencengkeram dengan erat seperti seekor kepiting1. Sedangkan. Tumor terdiri dari tumor jinak dan tumor ganas. Keluhan yang paling sering adalah nyeri. untuk angka insiden kanker payudara jenis IDC (Invasive Ductal Carcinoma) terjadi 65%-80% dari seluruh kejadian kanker payudara2. EPIDEMIOLOGI Di negara maju. • Tumor filoides Tumor jinak yang bersifat menyusup secara lokal dan seperti tumor ganas. Sedangkan insiden rendah (kurang dari 30 per 100. kanker payudara merupkan kanker terbanyak pada tahun 2006. dan mudah untuk dilakukan pengangkatan tumor dengan pembedahan lokal. IV. Fibroadenoma teraba sebagai tumor benjolan bulat dengan permukaan yang licin dan konsistensi padat kenyal.3. jumlah kasusnya meningkat dan menempati urutan kedua terbanyak setelah kanker serviks dan cenderung bergeser ke arah yang lebih muda. Benjolan ini biasanya tidak nyeri.000 penduduk. Pertumbuhan tumor bisa cepat sekali selama kehamilan dan menyusui atau menjelang menopause saat rangsangan estrogen tinggi tapi setelah menopause tumor jenis ini tidak ditemukan lagi. Tumor jinak memiliki berbagai bentuk. bisa tumbuh banyak (multipel). PATOLOGI ANATOMI Patologi anatomi atau kelainan anatomi payudara yang paling sering terjadi disebabkan oleh tumor.1 per 100. sebanyak 32% dari seluruh kanker pada wanita. Demikian pula di Bali. Tumor ini biasanya 4 .000 penduduk) didapatkan di sub-sahara Afrika. tidak dapat menyebar ke tempat lain. Tumor jinak memiliki karakter sel yang sangat mirip dengan jaringan asalnya dan relatif tidak berbahaya karena umumnya tumor jinak tetap dilokalisasi. antara lain : • Kelainan fibrokistik Terdiri dari bentukan kista (kantung) yang bisa dalam jumlah banyak dan pembentukan jaringan ikat. Sifat ini sesuai dengan penamaannya kanker yang berasal dari bahasa Latin yang berarti kepiting.

• Nekrosis lemak Biasanya disebabkan oleh cedera berupa massa keras yang sering agak nyeri tetapi tidak membesar. • Adenosis sklerosis Secara klinis. Invasive Ductal Carcinoma Tumor ganas atau kanker payudara juga memiliki beberapa tipe. tumor ini teraba seperti kelainan fibrokistik tetapi secara histopatologi tampak proliferasi jinak. merah dengan pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang melebar dan panas. regang. Secara klinis. bisa melekat ke kulit. Gambarannya sulit dibedakan dengan tumor ganas yaitu berkonsistensi keras. Gambar 1. • Mastitis sel plasma Tumor ini merupakan radang subakut yang didapat pada sistem saluran di bawah areola payudara. • Kelainan lain Tumor jinak lemak (Lipoma). tipis. Kulit diatas tumor mengkilap. tumor ini tidak mengalami penyebaran (metastasis) hanya merusak jaringan lokal. 5 . • Papiloma intraduktus Tumor jinak dari saluran air susu (duktus laktiferus) dan 75% tumbuh di bawah areola payudara. Tumor ini pertumbuhannya cepat dan sering timbul kematian sel (nekrosis) dan radang pada kulit dan kambuhan. sukar dibedakan dengan tumor ganas.terjadi pada umur 35-40 tahun. dan menimbulkan retraksi puting susu akibat pembentukan jaringan ikat (fibrosis) sekitar saluran dan bisa terdapat pembesaran kelenjar getah bening ketiak. tumor jinak otot polos (leimioma). Kadang terdapat retraksi kulit dan batasnya biasanya tidak rata. Gejalanya berupa keluarnya cairan berdarah dari puting susu. dan kista sebasea (kelenjar minyak) merupakan tumor yang mungkin terdapat di payudara tetapi tidak bersangkutan dengan jaringan kelenjar payudara. Meskipun mirip dengan kanker. antara lain : • Ductal Carcinoma In-Situ (DCIS) Merupakan tipe kanker payudara yang paling dini dan terbatas hanya di dalam sistem duktus.

• Invasive Ductal Carcinoma (IDC) Tipe yang paling sering terjadi. V. Menghasilkan gambaran sel seperti bagian abu-abu (medulla) pada otak. Disebut inflammatory (keradangan) karena penampakan kanker yang membengkak dan merah. dengan ciri : proliferasi yang berlebihan dan tak berguna. Tumor ini berespon baik terhadap terapi hormon. yang tak mengikuti pengaruh jaringan sekitarnya. • Mucinous Carcinoma (Colloid) Kanker payudara yang angka kesembuhannya paling tinggi. terjadi 1%-5% dari seluruh kasus kanker payudara. Di Amerika. • Invasive Lobular Carcinoma (ILC) Tipe kanker payudara yang biasanya tampak sebagai penebalan di kuadran luar atas dari payudara. Pada pemeriksaan mammogram didapatkan lesi berbentuk seperti bintang (stellate) atau melingkar. • Inflammatory Breast Cancer (IBC) Tipe kanker payudara yang paling agresif dan jarang terjadi. Terjadi sebanyak 5% dari kasus kanker payudara. proliferasi sel ganas ini terjadi akibat mutasi gen BRCA 1 atau BRCA 2 oleh karena 6 . Kanker ini dapat menyebabkan saluran limfe pada payudara dan kulit terbuntu. Apabila lesi berbentuk seperti bintang maka prognosis atau angka kesembuhan pasien sangat rendah. Pada kanker payudara. Terjadi sebanyak 15% dari kasus kanker payudara. • Tubular Carcinoma Tipe ini banyak ditemukan pada wanita usia 50 tahun keatas. • Medullary Carcinoma Tipe ini paling sering terjadi pada wanita berusia akhir 40 tahun dan 50 tahun. Perubahan yang terjadi terutama pada produksi mucus dan gambaran sel yang sulit ditentukan. Terjadi sebanyak 1%-2% dari seluruh kasus kanker payudara. PATOFISIOLOGI Proses terjadinya kanker karena terjadi perubahan struktur sel. Pada pemeriksaan mikroskopik gambaran struktur tubulusnya sangat khas. mencapai 78% dari semua keganasan. Terjadi sebanyak 2% dari kasus kanker payudara dan angka 10 ysr (year survival rate) mencapai 95%.

Tahap pertama merupakan Inisiasi yatu kontak pertama sel normal dengan zat karsinogen yang memancing sel normal tersebut menjadi ganas. Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut: o terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara) o adanya nodul satelit pada kulit payudara o kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa o terdapat model parasternal o terdapat nodul supraklavikula o adanya edema lengan o adanya metastase jauh 7 . Karsinogenesis terbagi menjadi 3 tahap. Proliferasi abnormal sel kanker akan menggangu fungsi jaringan normal dengan menginfiltrasi dan memasukinya dengan cara menyebarkan anak sebar ke organ-organ yang jauh. Bagian abnormal pada payudara seringkali ditemukan saat melakukan screening. VI. tarikan dan refraksi pada areola mammae o Edema dengan “peant d’ orange (keriput seperti kulit jeruk) o Pengelupasan papilla mammae o Adanya kerusakan dan retraksi pada area putting o Keluar cairan abnormal dari putting susu berupa nanah. Gejala klinis lainnya adalah3.4. sel yang telah mengalami poliferasi mendapatkan satu atau lebih karakteristik neoplasma ganas. Zat karsinogen tersebut akan memicu terjadinya karsinogenesis. Tahap kedua yaitu Promosi.4. Di dalam sel tersebut telah terjadi perubahan secara biokimiawi terutama dalam intinya. gejala awal yang pertama kali muncul pada kanker payudara invasif kelenjar susu ini adalah berupa benjolan/masa yang mudah teraba dan kenyal pada bagian payudara. kanker payudara invasif pada kelenjar susu ini biasanya tidak menunjukan gejala.zat-zat karsinogen.7.7 : o Nyeri di daerah massa o Perubahan bentuk dan besar payudara. cairan encer padahal ibu tidak sedang hamil / menyusui. darah.6. MANIFESTASI KLINIS Pada stadium awal. Adanya lekukan ke dalam.6. Hampir semua tumor ganas tumbuh dari suatu sel yang mengalami transformasi maligna dan berubah menjadi sekelompok sel ganas diantara sel normal1. seperti screening menggunakan mammogram. Pada banyak kasus. sel yang terpancing tersebut membentuk klon melalui pembelahan (poliferasi) dan tahap terakhir yaitu Progresi.5.3.

penyebaran jauh: M x: metastasis jauh belum dapat dinilai M 0: tidak terdapat metastasis jauh M 1: terdapat metastasis jauh Setelah masing-masing faktor T. kelenjar limfe sekitar payudara (N-stage) dan adanya metastase ke organ lain(M-stage)1.5. edema kulit. terdapat informasi mengenai tumor atau besarnya benjolan (T-stage).o serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced. N.5 cm.5. Dalam TNM staging. dapat berupa borok. ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan akan diperoleh stadium kanker sebagai berikut: 8 . yaitu ulserasi kulit. berapa banyak kelenjar limfe yang terkena dan apakah ada penyebaran ke bagian lain dari tubuh. a) T (tumor size). lebih lanjut adalah faktor yang paling penting dalam memperkirakan prognosis. tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya. dan M didapatkan.6. VII. ukuran tumornya. berdasarkan apakah kanker itu invasive atau non invasive.7. Stadium kanker ini. serta merupakan faktor penting dalam memilih terapi yang paling baik.6. STADIUM KANKER PAYUDARA Kanker dibagi menjadi beberapa kelompok yang dinamakan stadium. dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain3.4. edema atau bengkak. Suatu sistem yang sering digunakan dalam menggambarkan stadium kanker payudara adalah TNM staging system.4. Stadium kanker adalah suatu proses untuk mencari tahu seberapa jauh proses kanker itu ketika kanker tersebut terdiagnosa. kulit terfiksasi pada dinding toraks. kelenjar getah bening regional (kgb): N 0: tidak terdapat metastasis pada kelenjar getah bening regional di ketiak/aksilla N 1: ada metastasis ke kelenjar getah bening aksilla yang masih dapat digerakkan N 2: ada metastasis ke kelenjar getah bening aksilla yang sulit digerakkan N 3: ada metastasis ke kelenjar getah bening di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum c) M (metastasis). ukuran tumor: T 0: tidak ditemukan tumor primer T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm T 4: ukuran tumor berapa saja. kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama b) N (node). kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2.3.

dan pemeriksaan sitologis. • MRI (Magnetic Resonance Imaging) Pada Scan MRI. Selain itu. radiologi. LED. Pemeriksaan labortorium meliputi: Morfologi sel darah. yakni pemeriksaan klinis dasar. Selain itu. kita dapat mengenali gejala klinis dan membuat diagnosis banding lainnya. Anamnesis Telusuri riwayat penyakit pasien dan keluarga. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini dipergunakan secara luas pada program screening kanker payudara karena memiliki sensitifitas dan spesifitas yang tinggi.Non invasive • Mamografi Pemeriksaan radiodiagnostik khusus dengan mempergunakan tehnik foto jaringan lunak pada payudara. 3.4. Test fal marker (CEA) dalam serum/plasma. 2. apakah menyusui bayinya atau tidak. selain untuk skreening pra-operasi. USG biasa digunakan sebagai tambahan dalam pemeriksaan mamografi. yaitu 80-90%. atau merokok sehingga memperkuat dugaan diagnosis kita. terdapat tes diagnostik lain: a. • Rontgen thoraks Foto rontgen dada ini diperlukan. MRI dapat digunakan untuk melihat kelainan pada otak dan sumsum tulang 9 . DIAGNOSIS Yang menjadi Gold Standard dalam diagnosis kanker payudara adalah triple assessment.M1 VIII.6 1.o Stadium 0: T0 N0 M0 o Stadium 1: T1 N0 M0 o Stadium II A: T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0 o Stadium II B: T2 N1 M0 / T3 N0 M0 o Stadium III A: T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0 o Stadium III B: T4 N0 M0/T4 N1 M0/T4 N2 M0 o Stadium III C: Tiap T N3 M0 o Stadium IV: Tiap T-Tiap N. dan patologis. digunakan gelombang raiomagnetik untuk menghasilkan gambar yang detil dari organ dalam.5. apakah terjadi metastasis. juga untuk melihat apakah ada penyebaran kanker ke paru-paru • USG (Ultrasonografi) Digunakan untuk memberikan gambar tambahan di sekitar abdomen dan pelvis. pada anamnesis kita juga mendapatkan gaya hidup pasien seperti makanan.

penatalaksanaan kanker payudara invasif pada saluran susu adalah4. b. Pembedahan Pada kanker payudara yang diketahui sejak dini maka pembedahan adalah tindakan yang tepat. • PET (Positron Emission Tomography) Pada PET scan. digunakan suatu bentuk gula (glukosa) yang mengandung radioaktif. Sejumlah kecil zat radioaktif disuntikkan ke alam pembuluh vena lengan. 10 . tetapi dapat digunakan untuk mengevaluasi pasien secara dini pada pasien dengan metastase atau kanker payudara rekuren (berulang). sifat massa dibedakan antar kistik atau padat • True cut / Care biopsy • Dilakukan dengan perlengkapan stereotactic biopsy mamografi untuk memandu jarum pada massa • Insisi atau Eksisi biopsy Hasil biopsi dapat digunakan selama 36 jam untuk dilakukan pemeriksaan histologik secara froxen section IX. hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan atau rasa malu sehingga terlambat untuk diperiksakan kedokter atas kelainan yang dihadapinya.maka daerah kanker akan menyerap glukosa radioaktif dalam jumlah besar. Secara garis besar. kemudian pasien masuk ke dalam mesin PET yang memiliki kamera khusus yang dapat mendeteksi radioaktif. Secara garis besar. Invasif Biopsi. ada 2 macam tindakan menggunakan jarum dan 2 macam tindakan pembedahan • Aspirasi biopsy (FNAB) • Dengn aspirasi jarum halus .6 : 1. Karena kanker payudara memakai energi dalam jumlah yang besar. Setelah glukosa tersebut dimasukkan ke dalam tubuh. PENATALAKSANAAN Penanganan dan pengobatan penyakit kanker payudara tergantung dari tipe dan stadium yang dialami penderita.5.Radical Mastectomy. yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara (lumpectomy). ada 3 tindakan pembedahan atau operasi kanker payudara diantaranya . Dokter akan mengangkat benjolan serta area kecil sekitarnya yang lalu menggantikannya dengan jaringan otot lain (lumpectomy).belakang serta untuk melihat suatu daerah yang dicurigai di dalam tulang. Umumnya seseorang baru diketahui menderita penyakit kanker payudara setelah menginjak stadiun lanjut yang cukup parah. PET scan tidak direkomendasikan untuk pasien kanker payudara.

Modified Radical Mastectomy. tetapi bukan kelenjar di ketiak. yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara. Pencegahan primer Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari 11 . III dan IV dengan penyebaran sel kankernya. 4. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara. warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam.Total Mastectomy. 3. jaringan payudara di tulang dada. Therapy Hormon Hal ini dikenal sebagai 'Therapy anti-estrogen' yang sistem kerjanya memblok kemampuan hormon estrogen yang ada dalam menstimulus perkembangan kanker pada payudara. pencegahan yang dilakukan antara lain berupa2. X. yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja. Pengobatan Herceptin Terapi biologis yang dikenal efektif melawan HER2-positive pada wanita yang mengalami kanker payudara stadium II. Chemotherapy Ini merupakan proses pemberian obat-obatan anti kanker dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker.Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Dampak dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi. Tindakan ini mempunyai efek kurang baik seperti tubuh menjadi lemah. serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi. PENCEGAHAN Pada kanker payudara. . Sistem ini diharapkan mencapai target pada pengobatan kanker yang kemungkinan telah menyebar kebagian tubuh lainnya. 5. . Radiotherapy (Penyinaran/radiasi) Proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi.4: 1. nafsu makan berkurang. tulang selangka dan tulang iga. serta benjolan di sekitar ketiak 2.

dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. 2. Pencegahan tertier Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasiat risk dari kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%. 3. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor resiko terkena kanker payudara ini. Skrining melalui mammografi yang diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara. bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%. skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain: • Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey. tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara.keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. • Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun. Bila kanker telah jauh bermetastasis. 12 . Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Karena itu. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. • Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun. Pada stadium tertentu. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful