P. 1
11. Menolong Persalinan Dengan APN-

11. Menolong Persalinan Dengan APN-

|Views: 454|Likes:
Published by Yuli Caca

More info:

Published by: Yuli Caca on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2014

pdf

text

original

MATA KULIAH WAKTU DOSEN TOPIK

Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin

Menolong persalinan sesuai APN

6. Penyakit Kandungan. 2001 Prawirohardjo S. Esensial Obstetri & Ginekologi. Jakarta : Hipokrates. 2003 Saifuddin. Jakarta : JNPKKR. Asuhan Intrapartum. 2007 Benett. Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi. WHO-JHPIEGO. 2. 3. Jilid 1 Edisi 2. Menjelaskan tentang cara menolong persalinan sesuai APN Menjelaskan tentang cara manuver tangan dan langkah-langkah dalam melahirkan Menjelaskan tentang cara membantu kelahiran bahu REFERENSI 1. 2001 Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . 3. 1996 Farrer. 1998. & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC. 4.Perawatan maternitas. 1998. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. mahasiswa dapat : 1. Asuhan Persalinan Normal. Moore. Departemen Kesehatan RI.Menolong persalinan sesuai APN 2 SUB TOPIK 1. Jakarta : EGC. 8. Helen. Mochtar R. 2. United Kingdom : Churchill Livingstone. Jakarta: EGC. Ilmu kebidanan. V. Manuver tangan dan langkah-langkah dalam melahirkan 2. 5. Membantu kelahiran bahu OBJEKTIF PERILAKU SISWA Setelah membaca akhir perkuliahan. Hacker. 7.1999 Manuaba. 2002 Pusdiknakes.R Myles textbook for midwives 12th edition. 9. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSP.

Peningkatan pengeluaran lender dan darah A. ketuban pecah sendiri atau dipecahkan. menjadi pencegahan komplikasi. Alasan: Jika ibu berbaring terlentang maka berat uterus dan isinya (janin. Hal ini merupakan pergeseran paradigma dari menunggu terjadinya dan kemudian menangani komplikasi. His akan timbul lebih sering dan merupakan tenaga pendorong janin. Vulva-vagina dan sfingter ani terlihat membuka 6. MANUVER TANGAN DAN LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAHIRKAN Kala II mulai ketika pembukaan servik lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi atau disebut kala pengeluaran. 3. Ibu merasa ingin meneran bersamaan dengan datangnya his 4. 2. Persalinan bersih dan aman serta pencegahan komplikasi selama dan pascapersalinan terbukti mampu mengurangi kesakitan atau kematian ibu dan bayi baru lahir. Permulaan kala II ditandai dengan : 1. Hal ini akan mengurangi pasokan oksigen melalui sirkulasi utero-plasenter sehingga akan menyebabkan Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . dll) menekan vena cava inferior ibu.Menolong persalinan sesuai APN 3 PENDAHULUAN Fokus asuhan persalinan normal adalah persalinan bersih dan aman serta mencegah terjadinya komplikasi. Ibu merasa makin meningkanya tekanan pada rektum dan/atau vagina. Posisi Ibu Saat Melahirkan Ibu dapat melahirkan bayinya pada posisi apapun kecuali pada posisi berbaring telentang (supine position). cairan ketuban. 5. Menolong Kelahiran Bayi 1. Kepala janin sudah masuk dalam ruang panggul. plasenta.

Menolong persalinan sesuai APN 4 hipoksia pada bayi. et al. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Kerjasama akan sangat bermanfaat saat kepala bayi pada diameter 5-6 cm tengah membuka vulva (crowning) karena pengendalian kecepatan dan pengaturan diameter kepala saat melewati introitus dan perineum dapat mengurangi kemungkinan terjadinya robekan. Pencegahan Laserasi Laserasi spontan pada vagina atau perineum dapat terjadi saat kepala dan bahu dilahirkan. 2000). pastikan tersedia alas kain atau sarung bersih di bawah ibu dan kemudahan untuk menjangkau semua peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk membantu kelahiran bayi. Jalin kerjasama dengan ibu dan gunakan perasat manual yang tepat (dibahas di bagian selanjutnya) dapat mengatur kecepatan kelahiran bayi dan mencegah terjadinya laserasi. Tempatkan juga kain atau handuk bersih di atas perut ibu sebagai alas tempat meletakkan bayi baru lahir. Berbaring terlentang juga akan mengganggu kemajuan persalinan dan menyulitkan ibu untuk meneran secara efektif (Enkin. Gambar 3-4 memperagakan bagaimana cara membimbing ibu untuk melahirkan kepala bayi. Kejadian laserasi akan meningkat jika bayi dilahirkan terlalu cepat dan tidak terkendali. Bimbing ibu untuk meneran dan beristirahat atau bernafas dengan cepat pada waktunya. Apapun posisi yang dipilih oleh ibu. 2.

Alasan: Melindungi perineum dan mengendalikan keluarnya kepala bayi secara bertahap dan hati-hati dapat mengurangi regangan berlebihan (robekan) pada vagina dan perineum. 1998 3. ibu jari pada salah sisi perineum dan 4 jari tangan pada sisi yang lain dan tangan yang lain pada belakang kepala bayi. Melahirkan Kepala Saat kepala bayi membuka vulva (5-6 cm). Buffington & Mc Dermot.Menolong persalinan sesuai APN 5 Gambar 3-4: Bimbingan Saat Membantu Kelahiran Kepala Bayi Disadur dari Beck. Tahan belakang kepala bayi agar posisi kepala tetap fleksi pada saat keluar secara bertahap melewati introitus dan perineum. letakkan kain yang bersih dan kering yang dilipat 1/3 nya di bawah bokong ibu dan siapkan kain atau handuk bersih di atas perut ibu (untuk mengeringkan bayi segera setelah lahir). Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Lindungi perineum dengan satu tangan (dibawah kain bersih dan kering).

Mengisap hidung lebih dulu dapat menyebabkan bayi menarik nafas dan terjadi aspirasi mekonium Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . 2000). Sebagian besar bayi sehat dapat menghilangkan lendir tersebut secara alamiah pada dengan mekanisme bersin dan menangis saat lahir. et al. Dengan alasan itu maka pengisapan lendir secara rutin menjadi tidak dianjurkan. Pada pengisapan lendir yang terlalu dalam. Selalu isap mulut bayi lebih dulu sebelum mengisap hidungnya. Usap muka bayi dengan kain atau kasa bersih atau DTT untuk membersihkan lendir dan darah dari mulut dan hidung bayi. Reaksi ini menyebabkan perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan/atau henti napas (apnea) sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa bayi (Enkin.Menolong persalinan sesuai APN 6 Perhatikan perineum pada saat kepala keluar dan dilahirkan. Gambar: Melahirkan kepala Jangan melakukan pengisapan lendir secara rutin pada mulut dan hidung bayi. ujung kanul pengisap dapat menyentuh daerah orofaring yang kaya dengan persyarafan parasimpatis sehingga dapat menimbulkan reaksi vaso-vagal.

Hisap lendir pada bayi dengan lembut. Gambar: Pemeriksaan Tali Pusat Pada Leher Diadaptasi dari: Martin. Periksa leher bayi apakah terlilit oleh tali pusat. hindari pengisapan yang dalam dan agresif Periksa Tali Pusat pada Leher Setelah kepala bayi lahir. Jangan masukkan kateter atau bola karet penghisap terlalu dalam pada mulut atau hidung bayi. Jika ada dan lilitan di leher bayi cukup longgar maka lepaskan lilitan tersebut dengan melewati kepala bayi. minta ibu untuk berhenti meneran dan bernafas cepat. Jika lilitan tali pusat sangat erat maka jepit tali pusat dengan klem pada 2 tempat dengan jarak 3 cm.Menolong persalinan sesuai APN 7 atau cairan yang ada di mulutnya. kemudian potong tali pusat di antara 2 klem tersebut. 1996 Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin .

Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Kepala lahir tetapi tidak terjadi putaran paksi luar. Tanda-tanda dan gejala-gejala distosia bahu adalah sebagai berikut: • • • Kepala seperti tertahan di dalam vagina. minta ibu meneran sambil menekan kepala ke arah bawah dan lateral tubuh bayi hingga bahu depan melewati simfisis.  Setelah bahu depan lahir. Sebaiknya selalu diantisipasi kemungkinan terjadinya distosia bahu pada setiap kelahiran bayi.  Letakkan tangan pada sisi kiri dan kanan kepala bayi. tunggu kontraksi berikut sehingga terjadi putaran paksi luar secara spontan. terutama pada bayi-bayi besar dan penurunan kepala lebih lambat dari biasanya. Jika terjadi distosia bahu maka tatalaksana sebaik. Kepala sempat keluar tetapi tertarik kembali ke dalam vagina (turtle sign). gerakkan kepala keatas dan lateral tubuh bayi sehingga bahu bawah dan seluruh dada dapat dilahirkan Melahirkan bahu anterior Melahirkan bahu posterior Gambar : Melahirkan Bahu Sumber: Varney. 1997 Catatan: Sulit untuk memperkirakan kapan distosia bahu dapat terjadi.Menolong persalinan sesuai APN 8 MEMBANTU MELAHIRKAN BAHU  Setelah menyeka mulut dan hidung bayi dan memeriksa tali pusat.

Menolong persalinan sesuai APN 9 Gambar: Melahirkan Tubuh Bayi Sumber: Varney. 1997 Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin .

Tangan bawah (posterior) menopang samping lateral tubuh bayi saat lahir Secara simultan. tekan tali pusat dengan dua jari kemudian dorong isi tali pusat ke arah ibu (agar darah tidak terpancar pada saat dilakukan pemotongan tali pusat). Dari titik jepitan. Lanjutkan penelusuran dan memegang tubuh bayi ke bagian punggung. Pegang tali pusat di antara kedua klem tersebut. tangan yang lain memotong tali pusat di antara kedua klem tersebut dengan menggunakan gunting disinfeksi tingkat tinggi atau steril. sisipkan jari telunjuk tangan atas di antara kedua kaki bayi yang kemudian dipegang dengan ibu jari dan ketiga jari tangan lainnya. ganti handuk basah dan selimuti bayi dengan selimut Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Segera keringkan sambil melakukan rangsangan taktil pada tubuh bayi dengan kain atau selimut di atas perut ibu. Setelah memotong tali pusat. tangan atas (anterior) untuk menelusuri dan memegang bahu. satu tangan menjadi landasan tali pusat sambil melindungi bayi. bokong dan kaki Dari arah belakang. Gunakan tangan yang sama untuk menopang lahirnya siku dan tangan posterior saat melewati perineum.Menolong persalinan sesuai APN 10 Melahirkan Seluruh Tubuh Bayi • • • • • • • • Saat bahu posterior lahir. lakukan penjepitan tali pusat dengan klem pada sekitar 3 cm dari dinding perut (pangkal pusat) bayi. Pastikan bahwa kepala bayi tertutup dengan baik. geser tangan bawah (posterior) ke arah perineum dan sanggah bahu dan lengan atas bayi pada tangan tersebut. siku dan lengan bagian anterior. Memotong Tali Pusat Dengan menggunakan klem DTT. Letakkan bayi di atas kain atau handuk yang telah disiapkan pada perut bawah ibu dan posisikan kepala bayi sedikit lebih rendah dari tubuhnya. Lakukan penjepitan kedua dengan jarak 2 cm dari tempat jepitan pertama pada sisi atau mengarah ke ibu.

e.Menolong persalinan sesuai APN 11 atau kain yang bersih dan kering. c. Pastikan bahwa kepala bayi terselimuti dengan baik. j. k. f. i. a. Meja instrumen yang dialasi doek steril berisi : 6 klem Arteri/kocher 1 gunting tali pusat 1 pengikat tali pusat 1 kateter nelaton 1 gunting episiotomi 1 pengukur meteran 1 klem ½ kocher 3 handscoen kanan 2 handscoen kiri 5 doek steril kain kasa steril 1 nald vodher 1 pincet anatomis 1 jarum jahit (1 bulat &1 runcing) cat gut 3/0 Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Gambar: Memotong Tali Pusat Persiapan Alat 1. b. l. o. m. g. n. h. d.

j. i. f. 4. b.Menolong persalinan sesuai APN 12 2. b. e. q. o. p. a. c. e. a. Non steril 1 penghisap lendir De Lee 1 partograf 1 stetoskop monoral 1 pengukur waktu 1 tensimeter larutan klorin 0. 3. d. f. g. k. a. n. c. d. c. g.18 G 1 ampul methergin 1 ampul oxytosin 1 ampul lidokain 1 % Yang disediakan oleh keluarga : baju bersih makanan dan minuman untuk ibu sarung bersih Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . b. h.5 % dalam wadah larutan DTT dalam com larutan deterjen dalam com kapas sublimat 1 Sikat kuku 1 scort plastik 1 perlak dan alasnya 1 kantong plastik 1 tempat sampah tajam 1 tempat sampah kering 1 ember tertutup 1 timbangan bayi Persiapan obat – obatan spuit 3 cc 1 botol cairan RL 1 infus set 1 abocath 16 . l. m.

j. Memastikan lengan tidak memakai perhiasan. Mendengar & Melihat Adanya Tanda Persalinan Kala Dua. h. 4. Memakai celemek plastik. Membawa alat-alat kedekat pasien 7. Memakai celemek 8. e. 2. 3. i. Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas basah dengan gerakan vulva ke perineum. Menggunakan sarung tangan DTT pada tangan kanan yg akan digunakan untuk pemeriksaan dalam. Memastikan kelengkapan alat pertolongan persalinan termasuk mematahkan ampul oksitosin & memasukan alat suntik sekali pakai 2½ ml ke dalam wadah partus set. f. Mengambil alat suntik dengan tangan yang bersarung tangan. 7. Memasang perlak 6. 8. k. 5. Melakukan pemeriksaan dalam – pastikan pembukaan sudah lengkap dan selaput ketuban sudah pecah. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . g. Penolong mencuci tangan Untuk melakukan asuhan persalinan normal dirumuskan 58 langkah asuhan persalinan normal sebagai berikut 1. mencuci tangan dgn sabun & air mengalir. celana dalam bersih pembalut handuk bersih sabun waslap waskom berisi air matang selimut untuk bayi topi bayi 5. isi dengan oksitosin dan letakan kembali kedalam wadah partus set. 6.Menolong persalinan sesuai APN 13 d.

10. meminta ibu untuk meneran saat ada his apabila ibu sudah merasa ingin meneran. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. Menganjurkan ibu untuk berjalan. 13. 22. 12. Mencelupkan tangan kanan yang bersarung tangan ke dalam larutan klorin 0. Memberi tahu ibu pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. memasang handuk bersih untuk menderingkan janin pada perut ibu. Saat kepala janin terlihat pada vulva dengan diameter 5 – 6 cm. 11. 15. Menganjurkan kepada ibu untuk meneran saat kontraksi. pegang secara biparental. Membuka tutup partus set dan memperhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan 18. Dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arkus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.5%.5%. Memeriksa denyut jantung janin setelah kontraksi uterus selesai – pastikan DJJ dalam batas normal (120 – 160 x/menit). Memeriksa adanya lilitan tali pusat pada leher janin 21. Setelah kepala melakukan putaran paksi luar. 19. Meletakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian bawah bokong ibu 17. Menunggu hingga kepala janin selesai melakukan putaran paksi luar secara spontan. Meletakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di perut ibu. membuka sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0. Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran (Pada saat ada his. Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran. Memakai sarung tangan DTT pada kedua tangan.Menolong persalinan sesuai APN 14 9. berjongkok atau mengambil posisi nyaman. 20. jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5 – 6 cm. bantu ibu dalam posisi setengah duduk dan pastikan ia merasa nyaman. 16. 14.

30. 28. 34. 32. untuk mendeteksi. lengan dan siku sebelah bawah. tangan kiri menyusuri punggung kearah bokong dan tungkai bawah janin untuk memegang tungkai bawah (selipkan ari telinjuk tangan kiri diantara kedua lutut janin) 25. Setelah 2 menit pasca persalinan. Memindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5 -10 cm dari vulva 35. 27. Setelah bahu lahir. dan lakukan pengguntingan tali pusat diantara 2 klem tersebut. Mengikat tali pusat dengan benang DTT atau steril pada satu sisi kemudian melingkarkan kembali benang tersebut dan mengikatnya dengan simpul kunci pada sisi lainnya. kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. 24. 33. Pegang tali pusat yang telah dijepit (lindungi perut bayi). jepit tali pusat dengan klem kira-kira 3 cm dari pusat bayi. 31. Melakukan penilaian selintas : Apakah bayi menangis kuat dan atau bernapas tanpa kesulitan? Apakah bayi bergerak aktif ? 26. geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Mendorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan jepit kembali tali pusat pada 2 cm distal dari klem pertama. di tepi atas simfisis. Ganti handuk basah dengan handuk/kain yang kering. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir. Menyelimuti ibu dan bayi dengan kain hangat dan memasang topi di kepala bayi. Setelah badan dan lengan lahir. 29. Dengan satu tangan.Menolong persalinan sesuai APN 15 23. Membiarkan bayi atas perut ibu. Meletakan satu tangan diatas kain pada perut ibu. Tangan lain menegangkan tali pusat. Gunakan tangan atas untuk menelusuri dan memegang tangan dan siku sebelah atas. Memeriksa kembali uterus untuk memastikan tidak ada lagi bayi dalam uterus. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitasin agar uterus berkontraksi baik. suntikan oksitosin 10 unit IM (intramaskuler) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi sebelum menyuntikan oksitosin). Mengeringkan tubuh bayi mulai dari muka.

Jika plasenta tidak lahir setelah 30 – 40 detik. Segera setelah plasenta lahir. Periksa bagian maternal dan bagian fetal plasenta dengan tangan kanan untuk memastikan bahwa seluruh kotiledon dan selaput ketuban sudah lahir lengkap. pegang plasenta dengan kedua tangan dan lakukan putaran searah untuk membantu pengeluaran plasenta dan mencegah robeknya selaput ketuban. melakukan masase pada fundus uteri dengan menggosok fundus uteri secara sirkuler menggunakan bagian palmar 4 jari tangan kiri hingga kontraksi uterus baik (fundus teraba keras) 40. dan vitamin K1 1 mg intramaskuler di paha kiri anterolateral. 44. Setelah plasenta tampak pada vulva. menegangkan tali pusat dengan tangan kanan. teruskan melahirkan plasenta dengan hati-hati. Mengajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. 43. 45. 46. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Membiarkan bayi tetap melakukan kontak kulit ke kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam.Menolong persalinan sesuai APN 16 36. lakukan penimbangan/pengukuran bayi. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Melakukan penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan. Setelah satu jam. 42. dan masukan kedalam kantong plastik yang tersedia. sementara tangan kiri menekan uterus dengan hati-hati kearah doroskrainal. 37. 39. mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorso-kranial). 47. beri tetes mata antibiotik profilaksis. Memastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi Hepatitis B di paha kanan anterolateral. Setelah uterus berkontraksi. 38. melakukan penegangan dan dorongan dorsokranial hingga plasenta terlepas. Melanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan pervaginam. minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas. Bila perlu (terasa ada tahanan). 41. hentikan penegangan tali pusat dan menunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan mengulangi prosedur.

Memeriksakan nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan. Memeriksa kembali bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas dengan baik. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.Menolong persalinan sesuai APN 17 48. Membersihkan ibu dengan menggunakan air DDT. 51. lendir dan darah. Cuci dan bilas peralatan setelah di dekontaminasi. Membersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin 0. Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0. 53.5% melepaskan sarung tangan dalam keadaan terbalik dan merendamnya dalam larutan klorin 0. 49. 50.5%.5% 57. Memastikan ibu merasa nyaman dan beritahu keluarga untuk membantu apabila ibu ingin minum. 52. 54. 55. Membersihkan sisa cairan ketuban. Melengkapi partograp Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . 58. Menempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0.5% untuk dekontaminasi (10 menit). Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampah yang sesuai. 56. Bantu ibu memakai pakaian bersih dan kering. Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.

3 cm d. 3-5 cm kepala tampak di depan vulva d.... 5-6 cm kepala tampak di depan vulva Jawab D 4. 2-3 cm c. 1 cm b. 3-4 cm d.. Pertolongan persalinan dilakukan saat vulva membuka sebesar: a. b. d. 2-4 cm kepala tampak di depan vulva c.. c. Permulaan kala II ditandai dengan : a. 4-5 cm Jawab D 3. Jawab D 2. Kepala janin belum masuk dalam ruang panggul His jarang Ibu merasa ibelum ingin meneran Ibu merasa makin meningkanya tekanan pada rektum dan/atau vagina.. 4 cm Jawab C 5. 1-3 cm kepala tampak di depan vulva b...Menolong persalinan sesuai APN 18 EVALUASI 1.cm dari dinding perut (pangkal pusat) bayi: a.. bila: a. Alat-alat atau indtrumen peralatan persalinan yang harus dalam kondisi steril adalah: a. 1-2 cm b.. 2 cm c. Stetoskop monoral Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin ... Melindungi perineum dari laserasi jalan lahir pada pertolongan persalinan. Lakukan penjepitan tali pusat dengan klem pada sekitar.

Menolong persalinan sesuai APN 19 b. Gunting episiotomi c. Pengukur waktu d. Tensimeter Jawab B Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->