P. 1
20. Asuhan Pada Bbl-

20. Asuhan Pada Bbl-

|Views: 40|Likes:
Published by Yuli Caca

More info:

Published by: Yuli Caca on Mar 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

MATA KULIAH WAKTU DOSEN TOPIK

Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir

Mochtar R. 1996 Farrer. 2. 1998. Perlindungan termal (termoregulasi) 3.R Myles textbook for midwives 12th edition. Jakarta : EGC. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : Hipokrates. Moore. Pemeliharaan pernafasan 4. Pemberian ASI awal 2 OBJEKTIF PERILAKU SISWA Setelah membaca akhir perkuliahan. Jakarta: EGC. Adaptasi fisiologis BBL terhadap kehidupan di luar uterus 2. United Kingdom : Churchill Livingstone. 4. Bounding Attachment 8. WHO-JHPIEGO. Jakarta : YBPSP. 1998. Helen. 2. 8.Perawatan maternitas. Departemen Kesehatan RI. Menjelaskan tentang bounding attachmen Menjelaskan tentang pemberian ASI awal REFERENSI 1. 6. 5. 2003 Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Jakarta : EGC. V.1999 Manuaba. mahasiswa dapat : Menjelaskan tentang adaptasi fisiologis BBL terhadap kehidupan di luar uterus Menjelaskan tentang perlindungan termal (termoregulasi) Menjelaskan tentang pemeliharaan pernafasan Menjelaskan tentang pemotongan tali pusat 1. Hacker. & Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Ilmu Kebidanan. Jilid 1 Edisi 2. 3. 7. Esensial Obstetri & Ginekologi. Penyakit Kandungan. Asuhan Intrapartum. 2002 Pusdiknakes.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir SUB TOPIK 1. Pemotongan tali pusat 7. Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi Obstetri Patologi. 2007 Benett. 2001 Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan.

Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . ke suatu sistem yang tergantung kemampuan genetik dan mekanisme homeostatik bayi itu sendiri. Hipotermia mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walaupun berada di dalam ruangan yang relatif hangat. sangat berisiko tinggi untuk mengalami kesakitan berat atau bahkan kematian. Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 3 9. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR Adaptasi BBL Bayi baru lahir merupakan masa transisi dari suatu sistem yang teratur dan sebagian besar tergantung pada organ-organ ibunya. Anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat diklem dan dipotong. Oleh karena itu. Saifuddin. jika tidak segera dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas tubuh maka bayi baru lahir dapat mengalami hipotermia. 2001 PENDAHULUAN Bayi baru lahir merupakan masa transisi dari suatu sistem yang teratur dan sebagian besar tergantung pada organ-organ ibunya. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Jakarta : JNPKKR. Perlindungan termal (termoregulasi) a. 2. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir. belum berfungsi sempurna. Bayi dengan hipotermia. Pencegahan Kehilangan Panas Mekanisme pengaturan temperatur tubuh pada bayi baru lahir. ke suatu sistem yang tergantung kemampuan genetik dan mekanisme homeostatik bayi itu sendiri.

4. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas. Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan. tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan diatas benda-benda tersebut. Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 4 Mekanisme kehilangan panas Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara-cara berikut: 1. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir. 3. tubuh bayi tidak segera dikeringkan. 2. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Meja. Bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda-benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung). Kehilangan panas juga terjadi pada bayi yang terlalu cepat dimandikan dan tubuhnya tidak segera dikeringkan dan diselimuti. Kehilangan panas juga terjadi jika terjadi konveksi aliran udara dari kipas angin.

kering dan bersih. Ganti handuk. 1. selimut atau kain yang basah telah diganti dengan selimut atau kain yang baru (hangat. Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . bersih dan kering). Mencegah kehilangan panas Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya sebagai berikut: Keringkan bayi dengan seksama Pastikan tubuh bayi dikeringkan segera setelah lahir untuk mencegah kehilangan panas yang disebabkan oleh evaporasi cairan ketuban pada tubuh bayi. Selimuti bagian kepala bayi Pastikan bagian kepala bayi ditutupi atau diselimuti setiap saat. Kain basah di dekat tubuh bayi dapat menyerap panas tubuh bayi melalui proses radiasi.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 5 Gambar: Mekanisme Kehilangan Panas pada Bayi Baru Lahir Sumber: WHO/RHT/MSM/97-2. Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yang relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat Segera setelah mengeringkan tubuh bayi dan memotong tali pusat. juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya. Keringkan bayi dengan handuk atau kain yang telah disiapkan di atas perut ibu. ganti handuk atau kain yang dibasahi oleh cairan ketuban kemudan selimuti tubuh bayi dengan selimut atau kain yang hangat.

Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu jam pertama kelahiran (lihat bagian pemberian ASI di bagian selanjutnya dalam bab ini). tutupi bagian kepala dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan kulit ibubayi dan selimuti keduanya. Anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya segera setelah lahir. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya (terutama jika tidak berpakaian). Bayi sebaiknya dimandikan (sedikitnya) enam jam setelah lahir. Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama setelah lahir dapat menyebabkan hipotermia yang sangat membahayakan kesehatan bayi baru lahir. Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu jam.5 ºC–37. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . selimuti kembali tubuh bayi secara longgar. sebelum melakukan penimbangan.5 ºC). Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut. terlebih dulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Jangan memandikan bayi setidak-tidaknya 6 jam setelah lahir Praktik memandikan bayi yang dianjurkan: 1. periksa bahwa suhu tubuh bayi stabil (suhu aksila antara 36. Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami masalah pernafasan. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. 3.5 ºC. Jika suhu tubuh bayi masih di bawah 36. 3. Tunggu sedikitnya enam jam setelah lahir sebelum memandikan bayi (lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi). Sebelum memandikan bayi. 2.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 6 2.

Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . Mandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat. 9. Sebelum bayi dimandikan. 5. 8.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 7 4. mendorong ibu segera menyusukan bayinya dan mencegah paparan infeksi pada bayi. Menempatkan bayi bersama ibunya adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat. pastikan ruang mandinya hangat dan tidak ada tiupan angin. kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. 6. 7. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya di tempat tidur yang sama. Bayi dapat diletakkan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti dengan baik. Tempatkan Bayi di Lingkungan yang Hangat Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering. Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan beberapa lembar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah dimandikan. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik. Segera keringkan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering. Ibu dan bayi disatukan di tempat dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya.

Gunakan bola karet yang baru dan bersih jika akan melakukan pengisapan lendir dengan alat tersebut (jangan bola karet penghisap yang sama untuk lebih dari satu bayi). Dekontaminasi dan cuci setiap kali setelah digunakan (lihat Bab1) Penilaian Segera setelah lahir.Pencegahan infeksi Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Demikian pula halnya timbangan. pastikan penolong persalinan telah melakukan upaya pencegahan infeksi berikut: • • • Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi. stetoskop dan benda-benda lain yang akan bersentuhan dengan bayi. selimut dan kain yang digunakan untuk bayi. Segera pula lakukan penilaian awal dengan menjawab 2 pertanyaan : • • Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan? Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas? Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap-megap atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . dimandikan. gunting. sudah dalam keadaan bersih. letakkan bayi di atas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut ibu. pita pengukur. pengisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didisinfeksi tingkat tinggi atau steril. Sebelum menangani bayi baru lahir. terutama klem.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 8 3. handuk. juga bersih. • Pastikan semua pakaian. Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan. Bila hal tersebut tidak memungkinkan maka letakkan bayi dekat ibu (diantara kedua kaki atau disebelah ibu) tetapi harus dipastikan bahwa area tersebut bersih dan kering. termometer.

7. Gunakan benang atau klem plastik penjepit tali pusat disinfeksi tingkat tinggi atau steril. Berikan nasehat pada ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi:  Lipat popok di bawah puntung tali pusat. Mengoleskan alkohol atau betadine (terutama jika pemotong tali pusat tidak terjamin DTT atau steril) masih diperkenankan tetapi tidak dikompreskan karena menyebabkan tali pusat basah/lembab 4. 3. Pemotongan tali pusat dan Merawat tali pusat a. Keringkan tangan tersebut menggunakan handuk atau kain bersih dan kering. 3. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . untuk membersihkan darah dan sekresi lainnya.5%. Jangan membungkus puntung tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat. Bilas tangan dengan air disinfeksi tingkat tinggi. Mengikat tali pusat Setelah plasenta lahir dan kondisi ibu dinilai sudah stabil maka lakukan pengikatan puntung tali pusat atau jepit dengan klem plastik tali pusat (bila tersedia). Kunci ikatan tali pusat dengan simpul mati atau kuncikan penjepit plastik tali pusat. 4.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 9 4. 6. b. Jika pengikatan dilakukan dengan benang tali pusat. 1. 2. Celupkan tangan (masih menggunakan sarung tangan) ke dalam larutan klorin 0. Ikat puntung tali pusat dengan jarak sekitar 1 cm dinding perut bayi (pusat). 2. Selimuti kembali tubuh dan kepala bayi dengan kain bersih dan kering.5%. 5. Nasehat untuk merawat tali pusat 1. Lepaskan klem logam penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klorin 0. lingkarkan benang di sekeliling puntung tali pusat dan ikat untuk kedua kalinya dengan simpul mati di bagian yang berlawanan. Nasehati hal yang sama bagi ibu dan keluarganya.

komunikasi dan keterampilan untuk merawat anak. menurunkan rasa sakit ibu. 6. Bounding Attachment Prinsip-Prinsip dan Upaya Meningkatkan Bounding Attachment 1. Libatkan anggota keluarga lainnya/dukungan sosial dari keluarga. mempercayai. segera rujuk bayi ke fasilitas yang dilengkapi perawatan untuk bayi baru lahir. 5. Fasilitas untuk kontak lebih lama. teman dan pasangan. Persiapan PNC sebelumnya. Bayi merasa aman. berani mengadakan eksplorasi. Sentuhan orang tua pertama kali. 10. 8. 3. diperhatikan. mengeluarkan nanah atau darah. Keuntungan Bounding Attachment 1. 2. Adaptasi. Bayi merasa dicintai. bersihkan (hati-hati) dengan air DTT dan sabun dan segera keringkan secara seksama dengan menggunakan kain bersih. Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan jika pusat menjadi merah. Kontak sedini mungkin sehingga dapat membantu dalam memberi kehangatan pada bayi. menumbuhkan sikap sosial. 7. Informasi bertahap mengenai bounding attachment. Tingkat kemampuan. Penekanan pada hal-hal positif. Jika pangkal tali pusat (pusat bayi) menjadi merah.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 10  Jika puntung tali pusat kotor. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . 14. Adanya ikatan yang baik dan sistematis berupa kedekatan orang tua ke anak. bernanah atau berdarah atau berbau. 2. 9.   7. 13. Terlibat pemberian dukungan dalam proses persalinan. Kesehatan emosional orang tua. 11. 4. serta memberi rasa nyaman. 12. Perawat maternitas khusus (bidan). Dilakukan segera (menit pertama jam pertama).

Jelaskan pada ibu dan keluarganya tentang manfaat kontak langsung ibu-bayi dan anjurkan untuk menyusukan bayinya sesering mungkin untuk merangsang produksi ASI sehingga mencukupi kebutuhan bayi itu sendiri (Enkin. Bayi dengan resiko (bayi prematur. Pada saat bayi melepaskan puting susu yang satu.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 11 Hambatan Bounding Attachment 1. 8. 2. Anjurkan ibu untuk bertanya mengenai cara pemberian ASI dan kemudian beri Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . minta ibu untuk memberikan puting susu yang lainnya. Jelaskan pada ibu bahwa membatasi lama bayi menyusu akan mengurangi jumlah nutrisi yang diterima bayi dan akan menurunkan produksi susunya (Enkin. 2000). 3. Kurangnya support sistem. Bayi baru lahir harus mendapat ASI dalam waktu satu jam setelah lahir. Minta ibu untuk memberi ASI sesuai dengan keinginan atau dorongan naluriah bayinya. bayi dengan cacat fisik). et al. Refleks menghisap awal pada bayi paling kuat dalam beberapa jam pertama setelah lahir. et al. Anjurkan ibu untuk memeluk bayinya dan mencoba segera menyusukan bayi setelah tali pusat diklem dan dipotong. Memulai pemberian ASI secara dini akan:   Merangsang produksi susu. 4. Ibu dengan resiko (ibu sakit). bayi sakit. 2000). Yakinkan ibu dan keluarganya bahwa kolostrum (susu beberapa hari pertama kelahiran) adalah zat bergizi dan mengandung semua unsur yang diperlukan bayi. Keluarga dapat membantu ibu untuk memulai pemberian ASI lebih awal. Kehadiran bayi yang tidak diinginkan. Memperkuat refleks menghisap bayi. Beritahu bahwa penolong akan selalu membantu ibu untuk menyusukan bayi setelah plasenta lahir dan memastikan ibu dalam kondisi baik (termasuk menjahit laserasi). Pemberian ASI awal Prinsip pemberian ASI adalah sedini mungkin dan eksklusif.

larutan air gula atau pengganti susu ibu) kecuali diinstruksikan oleh dokter atas alasan-alasan medis. Berikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama hidupnya dan baru dianjurkan untuk memulai pemberian makanan pendamping ASI setelah periode eksklusif tersebut. Pastikan ibu memeluk bayinya dengan benar. Pesankan untuk mencari pertolongan bila ada masalah dengan pemberian ASI Pedoman menyusui (WHO/UNICEF. Berikan ASI pada bayi sesuai dorongan alamiahnya baik siang maupun malam (8-10 kali atau lebih dalam 24 jam) selama bayi menginginkannya. madu. 2000).Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 12 jawaban lengkap dan jelas. • • Posisi menyusui Posisi bayi saat menyusui sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI dan mencegah lecet puting susu (Enkin. terutama jika ibu pertama kali menyusui atau ibu berusia sangat muda. et al. Jangan berikan makanan atau minuman lain kepada bayi (misalnya air. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . 2005): • • Mulai menyusui segera setelah lahir (dalam waktu satu jam). 2000). Breast Feeding Promotion and Support. et al. Berikan bantuan dan dukungan jika ibu memerlukannya. sangat jarang ibu tidak memiliki air susu yang cukup sehingga memerlukan susu tambahan (Enkin.

muka bayi menghadap ke payudara ibu. misalnya posisi berbaring telentang. miring kiri atau miring kanan dsb. bergerak mencari. • Ibu mendekatkan bayinya ke tubuhnya (muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati bayi siap menyusu: membuka mulut. Posisi ibu berbaring telentang dan setengah duduk mungkin lebih sesuai untuk pemberian ASI dini. menunggu hingga mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke puting susu ibu sehingga bibir bayi dapat menangkap puting susu tersebut. hidung bayi di depan puting susu ibu. lingkar areola atas terlihat lebih banyak dibandingkan lingkar areola bawah • lidah bayi menopang puting dan areola bagian bawah • bibir bawah bayi melengkung keluar • bayi mengisap kuat dan dalam secara perlahan dan kadang-kadang disertai dengan berhenti sesaat Posisi menyusui yang diuraikan di atas adalah posisi dimana ibu telah memiliki kemampuan untuk duduk dan melakukan mobilisasi secukupnya. dan menoleh.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 13 Ingat: ibu yang berpengalaman sekalipun tetap memerlukan bantuan untuk mulai menyusukan bayi barunya. Masih ada beberapa posisi alternatif lain yang disesuaikan dengan kemampuan ibu setelah melahirkan anaknya. Posisi bayi harus sedemikian rupa sehingga perut bayi menghadap ke perut ibu. Tanda-tanda posisi bayi menyusu dengan baik: • dagu menyentuh payudara ibu • mulut terbuka lebar • hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu • mulut bayi mencakup sebanyak mungkin areola (tidak hanya puting saja). • Ibu menyentuhkan puting susunya ke bibir bayi. Posisi menyusui: • Lengan ibu menopang kepala. Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus).

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 14 cradle Football Cross Cradle Cradle Crisscross Double Football Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin .

Kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. Radiasi Jawab A 3. Evaporasi d. merupakan mekanisme kehilangan panas: a. Konveksi b. 6 jam setelah bayi lahir jawab D 4.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 15 Gambar : Ibu menyusukan bayinya dengan posisi duduk Sumber : Institute of Reproductive Health-Rafael Avila/JHU CCP 2006 (14) EVALUASI 1. Kehilangan panas juga terjadi pada bayi yang terlalu cepat dimandikan dan tubuhnya tidak segera dikeringkan dan diselimuti. 3 jam setelah bayi lahir d. merupakan mekanisme kehilangan panas: a.Memandikan bayi pada bayi baru lahir normal sebaiknya dilakukan pada: a. mulut tertutup lidah bayi menopang puting dan areola bagian bawah c. 1 jam setelah bayi lahir c. Konduksi c. Jawab B Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . hidung bayi mendekati dan kadang-kadang menyentuh payudara ibu d. Tanda-tanda posisi bayi menyusu dengan baik: a. Konveksi b. Konduksi c. dagu menyentuh payudara ibu b. Radiasi Jawab C 2. saat bayi baru lahir b. Evaporasi d.

Jawab D Asuhan Kebidanan Ibu Bersalin . c. b. bayi sakit. bayi dengan cacat fisik). Hambatan Bounding Attachment a.Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir 16 5. d. Ibu dengan resiko (ibu sakit). Kehadiran bayi yang diinginkan. Kurangnya support sistem. Bayi dengan resiko (bayi prematur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->