ABSTRAKSI

Mohamad Iqbal. Pengaruh Intensitas Penggunaan Internet terhadap Degradasi Moral Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri. Makalah Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri, 2011. Pembimbing (1) Qomarudin Syarif SPd (2) Edi Ridho Pamungkas SPd Perkembangan dunia teknologi khususnya internet tentunya telah banyak membantu berjutajuta penduduk dunia, namun perkembangan teknologi ini pun bisa juga memberikan dampak negatif yang besar, Pengadaan Internet di Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri tentunya memiliki dampak positif yang sangat besar, namun tidak terlepas dari hal itu, penggunaan internet pun dapat memberikan dampak negative terhadap warga AMI-SG dikarenakan adanya penyalahgunaan internet itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Intensitas Penggunaan Internet dengan Degradasi Moral Warga AMI-SG. Penelitian ini dilaksanakan di Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri dengan waktu penelitian selama 5 (bulan) yaitu pada pertengahan bulan Juni hingga awal bulan November 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Populasi penelitian ini adalah warga AMI-SG jumlah 36 warga. Pengambilan data dilakukan dengan metode sampel acak dengan tingkat kesalahan 5%. Untuk mengukur data variabel X (Intensitas Penggunaan Internet) menggunakan metode kuesioner berbentuk skala likert. Setelah didapatkan data maka dilakukan uji instrumen, uji persyaratan analisis, uji normalitas, uji linieritas, uji persamaan regresi, uji keberatian regresi, uji hipotesis, dan yang terakhir intrepetasi hasil. Semua pengujian ini dilaksanakan dengan menggunakan bantuan program statistika SPSS 16.0. Dari hasil temuan data di lapangan dan perhitungan dengan menggunakan SPSS, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara intensitas penggunaan internet terhadap degradasi moral warga AMI-SG dapat diterima.

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah Kemajuan jaman kerap kali diikuti dengan beraneka ragamnya aktivitas –

aktivitas yang dilakukan masyarakat pada berbagai segi kehidupan. Terlebih pada era globalisasi semakin banyak menciptakan jalur-jalur baru dalam berkomunikasi dan masyarakat sudah tidak lagi dibutakan oleh batasan antar area di muka bumi ini. Di era globalisasi sekarang ini, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya internet, internet merupakan sarana untuk mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Internet pada awalnya muncul pada tahun 1969 di AS, yaitu teknologi yang diawali oleh proyek yang dilakukan oleh departemen AS. Proyek yang disebut ARPA ini bertugas untuk melakukan penelitian yang bermanfaat bagi kelancaran dan kemajuan tugas-tugas militer AS, karena berbasis komputer maka dinamakan dengan ARPANET.1 Perkembangan dunia teknologi khususnya internet tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan internet kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang sangat murah. Disamping itu tekhnologi internet juga dapat dijadikan sebagai media media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup atau website para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar data dengan cepat dan murah. Juga segabai media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan website sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet menjadikan manusia tahu apa saja yang terjadi dengan waktu yang cepat, baik dibidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis pun sekarang sangat bergantung pada tekhnologi internet seperti dalam bidang perdagangan, seorang produsen tidak perlu lagi pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan. Namun perkembangan teknologi ini pun bisa juga memberikan dampak negatif yang besar, dikarenakan adanya penyalahgunaan internet itu sendiri. Apalagi pada era globalisasi sekarang ini yang sudah tidak ada lagi batas-batas pemisah dalam bidang
1

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet, Diakses tanggal 22 Juni 2011

2

sosial, budaya, teknologi, moral, etika, kebiasaan dan berbagai aspek lainnya menyebabkan manusia sangat sulit memilah dan memilih informasi mana yang baik dan mana yang buruk. Selain itu dengan bercampurnya berbagai informasi dan mudahnya akses informasi dan komunikasi tersebut membuat manusia tidak bisa terlepas dari internet sehingga intensitas penggunaan internet tidak bisa dibatasi, artinya terjadi sebuah ketergantungan akan internet. Bagaimana tidak, belakangan ini orang-orang lebih nyaman mengumpulkan teman-teman didunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih kongkrit dan intents. Selain itu karena mudahnya akan akses berbagai macam informasi baik audio, visual maupun audio visual orang-orang sudah terbiasa dengan suguhan berbagai macam informasi yang mungkin belum tentu baik menurut pandangan kebanyakan orang seperti gambar atau video pornografi. Ambil saja facebook dan youtube sebagai contoh kasusnya. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman di facebook, namun di dunia nyata mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif dari facebook yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online, padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal didunia maya, tetapi orang-orang yang hidup disekitar kita. Juga youtube yang menyuguhkan berbagai macam video, untuk sebagian orang mungkin youtube sangat menarik untuk digunakan sebagai hiburan atau media pembelajaran namun adapula orang yang mengakses youtube untuk menonton video-video pornografi, sehingga tidak heran sekarang mengapa banyak terjadi kasus-kasus pornoaksi yang terjadi di masyarakat kita. Dari permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti pengaruh penggunaan internet terhadap degradasi moral warga di daerah penulis tinggal yaitu Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri, Jalan Sunan Giri No.1 Rawamangun. Peneliti melihat Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri merupakan tempat dimana warganya cukup mengikuti perkembangan tekhnologi internet, terbukti dengan adanya penggunaan jaringan wifi untuk kemudahan akses internet pada asrama tersebut.

3

apakah positif atau negative? c. Pembatasan Masalah Agar penelitian dan pembahasan penelitian dapat dilakukan dengan lebih cermat dan efisien.2. Perumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah diatas.5. penulis membatasi permasalahan penelitian hanya pada pengaruh antara intensitas penggunaan internet dengan degradasi moral warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri. diharapkan adanya manfaat dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut : a) Bagi peneliti : menambah wawasan berfikir dan pengetahuan serta memberikan pengalaman dalam memecahkan permasalahan yang terjadi di tempat tujuan penelitian.3.6. 1. Apakah terdapat pengaruh antara intensitas penggunaan internet terhadap terhadap degradasi moral? b. Bagaimana hubungan antara intensitas penggunaan internet dengan degradasi morah. Kegunaan Penelitian Dengan adanya penelitian dan pembahasan terhadap permasalahan yang diambil. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas.1. 1.4. perumusan masalah penelitian ini yaitu “Apakah terdapat pengaruh intensitas penggunaan internet terhadap degradasi moral pada warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri Rawamangun” 1. penulis mengidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut : a. Tujuan Penelitian Untuk mengukur seberapa besar pengaruh intensitas penggunaan internet terhadap degradasi pada warga Asrama Sunan Giri. 4 . Seberapa besar pengaruh intensitas penggunaan internet terhadap degradasi moral warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri? 1.

5 .b) Bagi tempat penelitian : sebagai kontrol terhadap sistem pengelolaan internet yang dijalankan pada tempat penelitian tersebut agar dilakukan tindak lanjut untuk masa yang akan datang.

bahwa “Intensitas diartikan besar atau kekuatan sesuatu tingkah laku”.1.BAB II KAJIAN TEORI 2. kualitas yang sangat tinggi.3 Sedangkan Peter Salim dan Yeni Salim memberikan definisi penggunaan yaitu “proses atau cara menggunakan sesuatu”. cara. pemakaian. http://www. 2. Kamus Besar Bahasa Indonesia.html.2.2. (Jakarta. Diakses 22 Juni 2011 6 . Hakikat Intensitas Penggunaan Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) intensitas adalah keadaan tingkatan atau ukuran intensnya. perbuatan menggunakan sesuatu.4 Pada sumber lain disebutkan bahwa internet merupakan rangkaian atau jaringan sejumlah komputer yang saling berhubungan. proses. senada dengan itu Saefudin Azwar (1997) menyebutkan bahwa “intensitas artinya kedalaman atau kekuatan terhadap sesuatu”. Diakses 22 Juni 2011 4 http://id. 438. Jadi pengertian Intensitas Penggunaan adalah Keadaan tingkat dalam mempergunakan sesuatu. Internet (kependekan dari interconnected-networking) ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. 2002).artikata. Definisi Internet Secara harfiah.1. Hal ini sejalan dengan pengertian intensitas menurut The Oxford English Dictionary (1993) adalah kualitas kesungguhan atau suatu karakteristik. Hakikat Internet 2. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan suatu jaringan (network) dengan jaringan lainnya di 2 3 Depdikbud. Sedangkan istiah penggunaan diartikan sebagai hal mempergunakan sesuatu.org/wiki/Internet. hal.com/arti-364697-penggunaan.wikipedia. dan menurut Chaplin (1981) bahwa “intensitas (intensity) adalah kedalaman atau reaksi emosional dan kekuatan yang mendukung suatu pendapat atau suatu sikap”. kondisi.2 Senada dengan itu Dali Gulo (1983) menyebutkan.

com/definisi-internet-dan-sejarah-internet. (New York: Sams Publishing.anneahira. Pertahanan Amerika Sejarah Singkat Internet Serikat di tahun 1969. Media yang menghubungkan bisa berupa kabel. digunakan protocol standar yaitu Transmision Control Protocol dan internet Protocol yang lebih dikenal sebagai TCP/IP. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) 5 6 http://kuliah. Ellsworth (1999) yaitu “large interconnected network of network computer linking people and computer all over the world. Jill H. V.seluruh dunia. seberapa besar informasi dapat dipindahkan. Diakses 22 Juni 2011 7 . via phone line. satellites and other telecommunications sytems”. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan.html.5 Definisi internet menurut Jill.htm. 1999). Diakses 22 Juni 2011 Ellsworth. Ellsworth dan Matthew. kanal satelit maupun frekuensi radio. Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. 2.Hal.2. melalui proyek ARPA yang Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Untuk dapat bertukar informasi. kehandalan. dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Internet adalah suatu interkoneksi sebuah jaringan computer yang dapat memberikan layanan informasi secara lengkap. di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX. artinya internet adalah jaringan besar yang saling berhubungan dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan orang-orang dan komputerkomputer diseluruh dunia.7 Senada dari itu Menurut Salim Akfiyanto (2009) pengertian internet (inter-network) dapat diartikan “jaringan komputer luas yang menghubungkan pemakai komputer satu dengan komputer lainnya dan dapat berhubungan dengan komputer dario satu negara ke negara lain di seluruh dunia dimana di dalamnya terdapat berbagai ragam informasi. 7 http://www.6 Sedangkan menurut Lani Sidharta.com/pengertian-internet-menurut-para-ahli. 2. H. kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.2. melalui telepon.” Internet dibentuk oleh jutaan komputer yang terhubung bersama dari seluruh dunia. satelit dan sistem-sistem komunikasi yang lain.imadewira. memberi jalan bagi informasi untuk dapat dikirim dan dinikmati bersama. Education On The Internet.

sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.8 2. dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. tetapi setiap server biasanya memberikan kesempatan kepada semua orang login dengan menggunakan account atau username Public agar dapat memasuki/login ke suatu server.University of Utah. b.membuat komputer sistem jaringan di komputer yang vital untuk tersebar dengan menghubungkan bila terjadi daerah-daerah mengatasi masalah serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat.3. University of California. Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute. Dengan E-mail ini kita juga bisa mengirim dan menerima segala sesuatu yang dapat disimpan dalam sebuah file komputer. yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan nonmiliter seperti. Untuk dapat melakukan hal ini kita harus tahu alamat servernya. Finger Service. Fasilitas-fasilitas Internet Electronic Mail. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah.wikipedia. Remote Login. Fasilitas ini digunakan untuk menghubungi atau d. Suatu sistem diskusi kelompok pada jaringan internet. yang kemudian disederhanakan menjadi Internet. a. gambar atau majalah elektronik. 8 http://id. maka di internet dibagi-bagi sesuai dengan bidang permasalahan diskusinya. dimana artikel-artikel atau makalahnya didistribusikan ke seluruh pemakai internet di seluruh dunia. memasukkan salah satu server (pusat komputer) yang disambungkan ke jaringan internet. di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969.2. merupakan fasilitas yang memberikan kesempatan kita untuk menanyakan informasi tentang seorang pemakai. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet. yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung.org/wiki/Sejarah_Internet Diakses tanggal 25 Juni 2011 8 . Santa Barbara. c. Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua. Usenet. punya username dan password. Karena saking banyaknya peminat usenet ini. universitas-universitas. misalnya program. untuk menerima dan mengirim pesan-pesan/surat dari orang lain dalam jaringan internet.

fasilitas yang dapat menelusuri menu-menu gopher di seluruh dunia. m. Talk Facility. Gopher. FTP (File Transfer Protocol) merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk melakukan transfer berkas. mirip dengan fasilitas talk.9 f. Hypertext adalah data yang memiliki hubungan ke data yang lainnya. Pengenalan Tekhnologi Informasi. k. 9 10 Abdul Kadir. memberikan kesempatan kita untuk mentransfer atau mengirim file dari satu komputer ke komputer yang lain. penyedia menu di mana kita bisa mendapatkan segala informasi termasuk fasilitas-fasilitas internet lainnya. Telnet (Remote Login).10 g. untuk menghubungi pemakai lain dalam jaringan internet baik dalam sistem yang sama ataupun sistem yang berbeda. Hal. j. Setiap gopher ini berisi informasi-informasi dimana sistem administrator lokal dipakai bersama. Untuk melakukan proses pencarian ini kita harus menentukan dulu tempat atau alamat kita akan melakukan pencarian informasi. adalah fasilitas yang digunakan untuk melakukan login dan bekerja pada komputer dari jarak jauh. i. 472 9 . Wais Server (Wide Area Information Service). Selanjutnya kita dapat menerima dan mengirim pesan kepada pemakai yang kita hubungi. merupakan katalog atau tempat mencari alamat-alamat tempat untuk Anonymous FTP. (Yogyakarta : Penerbit Andi. merupakan fasilitas hypertext yang memberikan kesempatan kepada kita untuk untuk mencari dan menampilkan informasi dengan mengetikkan alamat elektronik tujuan. inilah yang menyebabkan fasilitas Web ini merupakan fasilitas yang paling handal di internet. 468 Ibid. menyediakan cara untuk menemukan menggunakan informasi fasilitas yang tersebar dan dalam internet pencarian dengan cara database dilakukan dengan l. Archie Server. menggunakan kata kunci. Anonymous FTP. 2003) Hal.e. h. World Wide Web (WWW). kita akan dapat ambil bagian dalam komunikasi publik dengan sekelompok orang. tetapi melibatkan sekelompok orang. Internet Relay Chat (IRC). Veronica dan Junghead.

Diktat: Pengantar Aplikasi Komputer. namun kita tidak perlu menentukan tempat pencarian kita. adalah salah satu aplikasi yang bisa digunakan untuk mencari user yang ada pada seistem komputer yang terhubung dengan jaringan internet. majalah elektronik berupa artikel-artikel yang disimpan dalam file-file yang diakses oleh semua orang. Fasilitas ini berbasis WWW. program komputer yang menyediakan fasilitas untuk berinteraksi. v. baik dengan topik ilmiah ataupun hiburan. dapat menghubungkan beberapa user yang berada di lokasi yang berbeda untuk menjalankan program game secara bersamaan. STIE Kerjasama Jogjakarta 10 . Online Game. p. Electronic Magazine. Whois. q. berfantasi dan beraksi dengan user-user lain dimana masing-masing memainkan perannya. u. Multiple User Dimention (MUD). berita atau apa saja sesuai dengan topik yang ditentukan ke sekelompok orang. Search Engine.n. kita dapat mencari informasi yang kita perlukan sama seperti membuka buku yellow pages. tempat untuk menyimpan pesan-pesan dan file yang sesuai dengan topik yang ditentukan. VOIP (Voice Over Internet Protokol).11 11 Wayan Ordiyasa. Bulletin Board System (BBS). S.Kom. o. Mailing List. mirip dengan WAIS Server yaitu tempat untuk mencari informasi di internet menggunakan fasilitas database yang pencariannya juga dilakukan dengan memasukkan kata kunci. server yang menampilkan daftar referensi. sistem yang mengirim pesan-pesan berupa artikel. t. r. merupakan fasilitas yang mirip dengan fasilitas telepon namun menggunakan jalur internet sebagai pengantar data (voice). s. White Pages Directory.

2. yaitu sekitar 1. c. dengan cara menghubungi nomopr telpon khusus agar bisa digunakan untuk berintenetan. Koneksi ini juga beragam. ADSL ADSL ( Asymmetric Digital Subscriber Line ) merupakan koneksi internet broadband yang cepat dibandingkan dengan koneksi dial-up.4. seperti pada siang hari dimana traffic pengguna telpon sedang meningkat. untuk meningkatkan keduanya maka digunakan istilah Asymmetric untuk teknologi ini ADSL Mampu mengirimkan data yang besar. Berikut ini beberapa jenis koneksi internet yang menggunakan media kabel. ADSL/DSL Memiliki kecepatan transfer besar karena menggunakan jalur pita yang lebar. GPRS. Teknologi ADSL Memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data ( upload ) dan penerimaan data ( download ).5 Mbps sampai 8 Mbps untuk downstream (dari sentral ke pelanggan) dan 16 Mbps sampai 640 Kbps untuk arah upstream (dari pelanggan ke sentral). atau CDMA. 11 . Koneksi Internet Kabel Koneksi internet kabel adalah jenis koneksi yang memanfaatkan media kabel sebagai penghantarnya.2. kecepatan tersebut bahkan bisa lebih parah pada kondisi tertentu. Jenis-jenis koneksi internet diantaranya sebagai berikut : a. baik dari segi biaya maupun kecepatanya. Koneksi dial-up memang jauh lebih lambat dibandingkan dengan koneksi internet lainya. selain itu.. b. kecepatan maksimum yang didapat hanya sekitar 56 Kbps. Jenis-Jenis Koneksi Internet Koneksi internet yang digunakan oleh setiap pengguna tentunya berbedabeda. biaya koneksinya juga masih relative mahal. sesuai kelebihan dan kekuranganya masing-masing. Dial-up Merupakan koneksi internet yang memanfaatkan jalur telpon (telpon rumah).

12 . Koneksi Internet Nirkabel (wireless) Wireless adalah teknologi tanpa kabel. bisa dikatakan jumlah maksimal upstream dan downstream alat tersebut. maka layanan ini juga menyediakan akses internet. jadi alat tersebut mampu mentransmit data 5. secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon sellular. artinya di kedua sisi menggunakan peralatan yang sama. Wireless LAN menggunakan gelombang elektromagetik (radio dan infra merah) untuk melakukan komunikasi data menyalurkan data dari satu point ke point yang lain tanpa melalui fasilitas fisik. Sering terjadi kesalahpahaman di sini. Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat. Kemampuan ini tidak selalu dapat berjalan seperti yang disebut 11 mbps tadi. dalam hal ini adalah melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Ini bisa dilakukan bila kita menggunakan point-to-point. Dalam beberapa produk peralatan ini menggunakan PCMCIA Card dengan kemampuan 11 mbps. d. Koneksi ini menggunakan frekuensi tertentu untuk menyalurkan data tersebut. Frekuensi inilah yang disebut dengan Industrial. kebanyakan Wireless LAN menggunakan frekuensi 2.Internet cabel sebenarnya pada awalnya ditujukan untuk konsumen yang membutuhkan tayangan televise luar negeri yang berkualitas tetapi karena kebutuhan internet juga banyak. Teknologi ini bekerja dengan memindahkan sinyal-sinyal radio yang biasa dibroadcast di udara menjadi berbentuk sinyal-sinyal yang dapat dilewatkan didalam bungkusan kabel coaxial.4 GHz. selain itu berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.5 mbps. Yang dimaksud dengan 11 mbps di sini adalah kemampuan maksimal Card tersebut untuk melakukan suatu transmisi. Scientific and Medical Band atau sering disebut ISM Band. kalau kita hitung paling tidak akan terjadi loss sekitar 50%. seperti telah dijelaskan di atas.

cs.Bila sudah melakukan point-to-multipoint. Jika diartikan perkata moral merupakan ajaran kesusilaan.id/kbbi/kbbi. Moral adalah kata nama sifat dari kebiasaan atau moralis. akan terjadi pengurangan yang cukup signifikan. moral.4.13 2.14 Kata mos jika akan dijadikan kata keterangan atau kata sifat.artikata. (Ethics the 12 13 http://internet-web. Kata sifat tidak akan berdiri sendiri dalam kehidupan sehari-hari namun selalu dihubungkan dengan barang lain. lalu mendapat perubahan dan belakangannnya. Hakikat Moral Menurut KBBI istilah moral berarti (ajaran tentang) baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. sikap.ac.12 2. kemerosotan. tabiat atau kelakuan. maka akan terjadi penurunan kemampuan paling tidak setengahnya. Kemampuan ini pun dapat menurun apabila di BTS dilakukan pen'cekek'an bandwidth seperti 128 kbps.com/jenis_jenis_koneksi_internet . Diakses tanggal 25 Juni 2011 http://bahasa. Kata Moral berasal dari kata latin “mos” yang berarti kebiasaan. Sedang. maka kemampuan penyaluran data dari BTS itu pun akan berkurang pula. dapat menampung lebih kurang 32 pengguna perseorangan. Diakses 31 Juni 2011 13 . kewajiban. penurunan (tentang mutu. Hakikat Degradasi Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Degradasi adalah kemunduran.3.ui. yaitu kata membiasakan maka akan menjadi “morris”. tetapi bila yang tersambung adalah suatu jaringan LAN pula. pangkat. perbuatan manusia yang baik dan yang buruk. dan sebagainya.com/arti-119446-moral. Moralitas berarti hal mengenai kesusialaan.php.html. diakses 27 Juni 2011 14 http://www. etika merupakan suatu ilmu yang membicarakan tentang perilaku manusia. jadi semakin banyak yang tersambung dengan multipoint tersebut maka akan terjadi penurunan kemampuan transmit data.infogue. kualitas dan sebagainya). jadi maksimal suatu Base Transceiver System (BTS) adalah menerima 16 pengguna dari LAN. Multipoint disini dapat dianalogikan dengan hub. Dalam suatu alat Multipoint yang menggunakan Wireless LAN 11 mbps atau kadang-kadang disebut Access Point.

Penulis menganggap hal ini paling berbahaya. namun tidak terlepas dari hal itu.org/2006/09/19/teori-perkembangan-moral. kebiasaan dan berbagai aspek lainnya menyebabkan warga AMI-SG sangat sulit memilah dan memilih informasi mana yang baik dan mana yang buruk juga dengan bercampurnya berbagai informasi dan mudahnya akses informasi dan komunikasi tersebut membuat warga AMI-SG tidak bisa terlepas dari internet sehingga intensitas penggunaan internet tidak bisa dibatasi. disini penulis menganalisis sebab akibat Intensitas Penggunaan Internet Akses Inefisien yang ditimbulkan oleh intensitas penggunaan internet pada warga AMI-SG.study and phylosophy of human conduct with emphasis on the determination of right and wrong one of the normative sciences). tanpa batas Informasi. teknologi. Estimasi tesebut dapat kita ambil berdasarkan dampak-dampak yang diperoleh dari intensitas penggunaan internet pada warga AMI-SG. Secara umum dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya internet terhadap warga AMI-SG begitu beragam. penulis memperhatikan terdapat satu dampak yang lebih membahayakan yang diakibatkan oleh internet yaitu kemerosotan moral manusia khususnya moral kaum muda warga AMI-SG. Pengadaan Internet di AMI-SG yang awalnya dibuat untuk mempermudah pekerjaan warga tentunya memiliki dampak positif yang sangat besar. etika. Mengapa hal ini bisa terjadi. diakses 31 Juni 2011 via internet Degradasi/penur Infilterisasi 14 unan kualitas informasi. si waktu Peningkatan Intensitas hubungan social 15 http://sylvie. komunikasi Untuk ringkasnya dapat dilihat pada bagan kerangka berpikir dibawah ini. Apalagi pada era globalisasi sekarang ini yang sudah tidak ada lagi batas-batas pemisah dalam segi social. Kerangka Berfikir Berdasarkan teori-teori yang telah kita tinjau dari masing-masing variable yang akan kita teliti.edublogs. moral. budaya.5. inilah yang menyebabkan mulai timbulnya dampak negative dari internet tersebut terhadap warga AMI-SG. karena dampak terhadap aspek moral akan berakibat berkepanjangan untuk ke depannya. penggunaan internet pun dapat memberikan dampak negative terhadap warga AMI-SG dikarenakan adanya penyalahgunaan internet itu sendiri. maka kita dapat melihat adanya sinyal korelasi antara intensitas penggunaan internet dengan degradasi moral. namun dari seluruh dampak negative yang ditimbulkan dari internet. Moral warga AMIkomunikasi SG .15 2.

kita dapat melihat adanya keterkaitan antara intensitas penggunaan internet dengan degradasi moral. Hipotesis “Terdapat pengaruh Intensitas Penggunaan internet terhadap Degradasi Moral Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri” 15 . dan infilterisasi informasi komunikasi dan seterusnya meningkatkan penurunan kualitas moral warga AMI-SG.6. Intensitas penggunaan internet menunjukan akses informasi dan komunikasi tanpa batas sehingga mengakibatkan inefisiensi waktu. 2.Dari bagan di atas. meningkatnya intensitas hubungan social via internet.

2. 3. Waktu Penelitian Lamanya waktu penelitian selama 5 (lima) bulan. Metode survey adalah metode penelitian yang menggunakan kuesioner atau angket.1 Rawamangun Jakarta Timur.1. Pembagian waktu diatur.2. Dan sisa waktu berikutnya dipergunakan untuk pengambilan data. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giriyang berlokasi di Jl. sebagai instrumen untuk 16 . tabulasi data. Melalui penelitian ini juga diharapkan dapat diketahui seberapa besar pengaruh variabel yang satu terhadap variabel yang lainnya. yakni dimulai pada minggu ke 4 Juni 2011 hingga awal bulan November 2011.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. kalibrasi dan penyempurnaan instrumen. Sunan Giri No.2.2. analisis dan penulisaan hasil penelitian. 1 minggu pertama digunakan untuk menyusun uji coba instrumen.1. fakta dan informasi yang sahih (valid) dan dapat dipercaya (reliable) tentang permasalahan antara variabel intensitas penggunaan internet dengan Degradasi Moral Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri serta untuk mendapatkan hasil apakah terdapat hubungan antara intensitas penggunaan internet dengan degradasi moral Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri. Tempat dan Waktu Penelitian 3. 3. 3. Metode Penelitian Penelitian dilakukan mempergunakan metode survey.3. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empirik.

17 Metode penelitian survey menurut Masri S. Suharsimi Arikunto. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial.1. 3) penjelasan (eksplanatory atau confirmatory). hal. Dengan demikian terdapat kaitan instrumen pengumpulan data. 2007).18 dapat digunakan untuk maksud: 1) penjajagan (eksploratif).5 Instrumen Penelitian 3.2.cit. hal. Riduan dan Kuncoro. Prof. edisi revisi (Jakarta: PT. Dalam penelitian survey perlu diingat bahwa apa yang dikumpulkan melalui kuesioner ini adalah sekedar “persepsi tentang sesuatu”. 4) evaluasi.1.. 208. SE. Op. 2005).1. Definisi Konseptual penggunaan internet adalah keadaan tingkat dalam Intensitas mempergunakan/mengakses interent.pengumpulan data. 2) deskriptif. Instrumen merupakan alat bantu bagi peneliti di dalam menggunakan metode pengumpulan data.Msc. Dr. Engkos Achmad Kuncoro. Metode penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis (Jakarta: Rajawali Press. Dr. 102.20 3. Prasetya Irawan. Intensitas Penggunaan Internet 3.. MBA. Riduwan Drs.16 Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner variabel X (intensitas penggunaan internet) dan kuesioner variabel Y (degradasi moral). Husein Umar.5. Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur (Path Analysis) (Bandung: Alfabeta. yakni menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis. 6) penelitian operasional. 16 Definisi Operasional dan Kisi-kisi Instrumen 17 18 19 20 Prasetya Irawan.MBA. dan 7) pengembangan indikator-indikator sosial. 3. Manajemen Penelitian. Rineka Cipta.. 2003).1. bukan “substansi dari sesuatu.5. 5) prediksi atau meramalkan kejadian tertentu di masa yang akan datang. Drs. 2007). hal.5. hal. Metode ini menjadikan semua populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. 101. cetakan kedua (Jakarta: Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. hal.4 Teknik Pengambilan Data Keterangan mengenai sampel dan populasi dalam penulisan makalah ini didapat dengan metode pengambilan sampel probabilitas/acak.19 antara metode dengan 3. 82 17 . 101.

INDIKATOR Afirmasi intensitas penggunaan internet Hubungan sosial via internet Akses tanpa batas via internet Waktu penggunaan internet min 2 jam NOMOR URUT BUTIR 1. 8 7. 7. 13 4 Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas menggunakan program SPSS 16. Butir-butir drop tersebut diantaranya yaitu : 1. 3 5. 11. 4. 12. Berikut disajikan juga infomasi mengenai butir-butir yang drop dan setelah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas serta analisis butir soal untuk menggambarkan sejauh mana instrumen final masih mencerminkan indikator variabel variabel internsitas penggunaan internet. dan 13 3. 3. Degradasi Moral 18 . 2. 5. 6. Kisi-kisi instrumen variabel internsitas penggunaan internet dapat dilihat pada tabel 1.0.Variabel Intensitas Penggunaan Internet diukur dengan menggunakan skala likert sebanyak 13 butir pernyataan yang mencerminkan aspek indikator intensitas penggunaan internet serta menggambarkan kisi-kisi intensitas penggunaan internet. 9. TABEL 1 Kisi-Kisi Instrumen variabel internsitas penggunaan internet No 1. 2. karena belum dilakukan teruji validitas dan reliabilitasnya. Kisi-kisi instrument ini telah dianggap mewakili esensi variable intensitas penggunaan internet.5. ternyata didapat butir-butir yang tidak memenuhi standar valid dan andal dan selanjutnya instrument yang tidak memenuhi standar valid dan andal tersebut dinyatakan drop. 10.2. namun kisi-kisi ini masih belum terbukti valid dan andal. Kisi-kisi instrumen penelitian mengenai intensitas penggunaan internet yang disajikan pada bagian ini merupakan kisi-kisi instrumen untuk mengukur variabel internsitas penggunaan internet.

15. 2. gambaran inipun sudah dapat digunakan sebagai ukuran variable degradasi moral. 15. Kisi-kisi ini masih belum di teruji validitasnya dan reliabilitasnya.tenaga) instant Ketergantungan NOMOR URUT BUTIR 6. 4. ternyata didapat butir-butir yang tidak memenuhi standar valid dan andal dari instrument yang berarti butir tersebut dinyatakan drop. 14 20 Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas menggunakan software SPSS 16. 19 1. 19 dan 20. 4.5. 10. kebiasaan dan tindakaan warga AMI-SG. 3. 5. Butir-butir drop tersebut diantaranya yaitu : 1. penurunan tentang mutu serta kualitas dari kebiasaan. 6.2. menunda-nunda dan lalai Melakukan perbuatan asusila Sifat Boros (waktu. 19 .2.3. 9. Definisi Operasional dan Kisi-kisi Instrumen Variabel degradasi moral warga AMI-SG diukur dengan menggunakan skala likert sebanyak 20 butir pernyataan yang mencerminkan aspek indikator degradasi moral serta menggambarkan kisi-kisi intensitas degradasi moral Kisi-kisi instrumen mengenai degradasi moral disini merupakan gambaran mengenai penurunan kualitas.1. 3. 9.0. 18 Kurangnya ketekunan.2. 12. 17.uang. 11. kesabaran / cenderung 13. 7.5. 3. TABEL 2 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Degradasi Moral Warga AMI-SG No 1. 10 2. 17. kemerosotan. 8. 8. Kisi-kisi instrumen variabel degradasi moral warga AMI-SG. tindakan dan tingkah laku dari manusia. Definisi Konseptual Degradasi Moral adalah keadaan kemunduran. 5. 16 7. 3. dapat dilihat pada tabel dibawah ini. INDIKATOR Kurangnya interaksi social secara langsung Sifat pemalas.

Sebelum dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner ini. Kurang Setuju (KS) dan Tidak setuju (TS). Pengujian validitas dilakukan dengan rumus korelasi Pearson’s Product Moment. Kurang Setuju (KS) dan Tidak setuju (TS). yaitu: Sangat Setuju (SS). Sedangkan kategori pernyataan negatif diberi skor nilai sebaliknya. kuesioner disusun berdasar pada teori-teori yang melandasinya dan selanjutnya dianalisis dan dibuat sintesis dan menyusun indikator-indikatornya.7 Teknik Analisis Data 21 Husein Umar. kategori pernyataan yang positif diberi skor 4 (empat) sampai dengan 1 (satu). Kuesioner berbentuk pilihan ganda dengan menggunakan. Setuju (S). Sedangkan kategori pernyataan negatif diberi skor nilai sebaliknya. Perancangan dan penyusunan kuesioner didasarkan pada analisis teori guna menentukan validitas konstruk (construct validity). Untuk mendapatkan data variabel Y yaitu Degradasi Moral. Tekhnik ini dilakukan dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan/pernyataan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas pertanyaan tersebut. skala Likert.cit. yaitu 1 (satu) sampai dengan 4 (empat).. terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen. Untuk butir-butir yang tidak valid (drop) tidak dipergunakan atau dibuang. Setuju (S). yaitu: Sangat Setuju (SS). Setiap variabel. yaitu 1 (satu) sampai dengan 4 (empat). Terdapat satu instrumen pengukuran yang dirancang sendiri maupun hasil pengembangan dari skala pengukuran yang sudah ada. Untuk mendapatkan data variabel X yaitu Intensitas penggunaan internet.3. Pengujian instrumen mencakup uji keabsahan (validitas) dan uji keandalan (reliabilitas). Caranya pun dibuat dengan 4 kategori pilihan jawaban. pun digunakan kuesioner yang berisi pilihan indikator-indikator penurunan kualitas moral.6 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik angket (kuesioer). Untuk butir-butir yang valid dilakukan uji reliabilitas dengan teknik Alpha Cronbach.21 Responden kuesioner adalah beberapa orang yang dijadikan samperl warga AMI-SG. setiap penilaian untuk setiap variabel ini dibuat dengan 4 kategori pilihan jawaban. Drs. Op. hal 49 20 . Kategori pernyataan yang dibuat dalam kuisioner variable positif diberi skor 4 (empat) sampai dengan 1 (satu). Setiap kategori akan diberikan skor. 3. Berdasarkan uji validitas diperoleh butir-butir instrumen yang valid yang akan dipergunakan dalam penelitian.

3. Jika Fhitung > Ftabel . dan varians data dari masingmasing variabel. sehingga dapat disimpulkan antara variabel X dan Y terdapat hubungan 21 . 3) Melakukan analisis secara deskriptif untuk mengetahui kecenderungan data. Korelasi berarti signifikan jika menerima H1 Hal ini dilakukan dengan taraf signifikansi (α = 0. Hasilnya berupa diketahui nilai rata-rata. regresi. maka dibangun model teoritik sebagai berikut : Intensitas Penggunaan Internet (X) Degradasi Moral (Y) Hipotesis statistik yang dirumuskan adalah : H0 H1 : ρ=0 : ρ>0 Kriteria pengujian : Ho diterima jika thitung < ttabel.8 Hipotesis Statistik Berdasarkan kerangka pemikiran dan paradigma penelitian. 4) Selanjutnya dilakukan uji korelasi. n – 2. standar deviasi.Langkah-langkah atau tehnik analisis data yang akan dipergunakan dalam penelitian ini adalah: 1) menyeleksi data yang telah terkumpul sesuai dengan kriteria. median.05) dengan derajat kebebasan (dk) = positif. dan ditolak jika thitung > ttabel. maka Ho ditolak dan berarti koefisien korelasi signifikan. 2) Menetapkan bobot penilaian dari jawaban responden dan menentukan skornya.

yaitu degradasi moral (Y). serta keterbatasan-keterbatasan penelitian dalam penelitian ini. meliputi: variabel independen (bebas) yaitu. 4.1 Deskripsi Data Data dari hasil penyebaran angket. merupakan data dari dua variabel yang diteliti.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab IV ini akan diuraikan tentang hasil dari penelitian dan pembahasannya yang meliputi. uraian deskripsi data dari tiap variabel penelitian. pembahasan hasil penelitian. pengujian berbagai persyaratan analisis. pengujian hipotesis penelitian. TABEL 3 Tabel Perolehan Data data x data y 25 15 23 23 25 30 23 23 28 20 32 23 30 11 21 27 22 29 22 33 23 24 23 36 22 31 36 24 28 31 29 19 29 26 22 . intensitas penggunaan internet (X) dan variabel dependen (terikat).

Dari hasil perhitungan uji reliabilitas didapat Cronbach’s Alpha 0.727 > 0. pernyataan yang valid atau corrected item total correlation-nya > r tabel.2 Uji Instrumen Berdasarkan hasil perhitungan dengan mempergunakan bantuan program statistika SPSS For Windows Versi 16.05 untuk populasi sebanyak 24 orang responden. maka dikatakan bahwa residual mengikuti fungsi distribusi normal.423 (Cronbach’s Alpha > r tabel ) maka dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan reliabel. 23 .26 23 22 25 31 21 25 26 31 24 23 24 30 24 4. 4. Dapat disampaikan sebagai berikut: A. kriteria pengujian berdistribusi normal apabila pencaran data residual berada disekitar garis lurus melintang.3 Uji Persyaratan Analisis Berdasarkan hasil perhitungan dengan mempergunakan bantuan program statistic SPSS For Windows Versi 16. Uji Normalitas Pengujian normalitas variabel dilakukan untuk menguji apakah regresi Y atas X berdistribusi normal atau tidak. Dengan SPSS. didapat 9 butir untuk variable intensitas penggunaan internet dan 10 butir untuk variable degradasi moral. Pengujian normalitas galat taksiran regresi Y atas X dilakukan dengan menggunakan uji Liliefors pada taraf signifikan α = 0. Sedangkan dari hasil uji instrument.

sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual untuk data variabel intensitas penggunaan internet tidak berdistribusi normal. gambar yang dihasilkan menunjukan data berdistribusi normal. 24 . Selain metode grafik normal Q-Q Plot. ini menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi normal. diketahui bahwa pencaran residual berada dalam garis lurus melintang.013 (< 0. sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual untuk data variabel berpikir kritis mengikuti distribusi normal begitupun dengan melihat grafik output SPSS. perlu dilakukan pengujian normalitas dengan mengikuti statistik uji Kolmogorov-Smirnov dimana dari hasil pengujian ini diperoleh nilai p-value sebesar 0.GAMBAR 1: Grafik normal Q-Q Plot Untuk Variabel Intensitas penggunaan internet Dari hasil grafik normal Q-Q Plot.05). GAMBAR 2 : Grafik normal Q-Q Plot Untuk Variabel Degradasi moral Dari hasil grafik normal Q-Q Plot. Selain metode grafik normal Q-Q Plot.05).051 (>0. diketahui bahwa pencaran residual berada dalam garis lurus melintang. Namun grafik pada output SPSS menunjukkan bahwa titik-titik tersebar disekitar garis. untuk memvalidasi bahwa residual mengikuti distribusi normal. perlu dilakukan pengujian normalitas dengan mengikuti statistik uji Kolmogorov-Smirnov dimana dari hasil pengujian ini diperoleh nilai p-value sebesar 0. untuk memvalidasi bahwa residual mengikuti distribusi normal.

Uji Persamaan Regresi Setelah terpenuhinya asumsi analisis regresi.619X Intensitas penggunaan internet.7% ditentukan oleh variabel intensitas 25 . 4.4 Teknik Analisis Data A.717.680 yang lebih besar dibandingkan dengan F tabel = 2.0. Uji keberartian regresi Dari hasil output SPSS didapat F hitung = 5. atau degradasi moral = 41. B.187. maka kesimpulnnya persamaan regresi diatas berarti atau signifikan.780 yang lebih besar daripada T tabel sebesar 1.6 Interpretasi Hasil Penelitian 0. yang berarti interpretasi variabel degradasi moral 18.433 ( > 0 ).30). Dan besarnya koefisien determinasi didapat sebesar penggunaan internet dan sisanya ditenukan oleh variabel lain. Sedangkan hasil uji T didapat sebesar 5. maka dapat diketahui hasil analisis regresi yang didapat dari SPSS : Y = 41. Ini menunjukan bahwa tingkat pengaruh nya sedang atau cukup.07 yang lebih besar dibandingkan dengan F tabel (4.71 . maka dapat disimpulkan bahwa data ini memiliki hubungan yang linier.619X . Ini berarti koefisien korelasi diatas signifikan.B. 4.135 0. maka ada pengaruh positif intensitas penggunaan internet terhadap Degradasi moral.5 Uji Hipotesis Dari hasil output SPSS didapat koefisien korelasi sebesar 0.135 . 4. Uji Linieritas Dari hasil SPSS didapat F hitung = 4.

penulis menyimpulkan bahwa degradasi moral adalah keadaan kemunduran. Menurut para ahli dari teori yang penulis kaji. peningkatan intensitas penggunaan internet dapat juga dikatakan menentukan naik turunnya kualitas moral seorang manusia. kemerosotan. Indikasi lain dari rendahnya hasil koefisien determinasi adalah karena penyusun belum menemukan teori atau hasil penelitian yang relevan untuk mendukung hasil penelitian ini. 26 .Berangkat dari diagnosis permasalahan yang menarik ini. tindakan dan tingkah laku dari manusia Selanjutnya. Dari hasil uji instrument didapat 9 butir yang dinyatakan valid untuk variable intensitas penggunaan internet dan 10 butir yang dinyatakan valid untuk variable degradasi moral. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif intensitas penggunaan internet terhadap degradasi moral pada warga AMI-SG. Untuk teori dari variabel degradasi moral. Rendahnya hasil koefisien determinasi tersebut dikarenakan intensitas penggunaan internet bukan salah satu faktor yang dominan dalam menentukan degradasi moral pada warga AMI-SG. penulis memprediksikan peningkatan intensitas penggunaan internet menjadi suatu keniscayaan. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. dapat disimpulkan intensitas penggunaan internet adalah tingkatan aktivitas manusia dalam mempergunakan internet. Dengan demikian. Penelitian dilakukan dengan perumusan 13 butir pernyataan untuk variable intensitas penggunaan internet dan 20 butir pernyataan untuk variable degradasi moral. penulis melakukan peneliltian menggunakan metode observasi langsung dengan populasi penelitian warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri yang berjumlah 36 orang. kemudian data-data ini diproses sesuai dengan tahapan metode ilmiah. Dimana sebesar 18.7% interpretasi degradasi moral dipengaruhi intensitas penggunaan internet. dan penurunan tentang mutu serta kualitas dari kebiasaan.

Semakin tinggi Intensitas penggunaan internet. Bagi peneliti selanjutnya. Oleh sebab itu pergunakanlah internet secara efektif dan efisien. Melihat dari keterbatasan populasi yang diambil. Hasil Pengujian koefisien determinasi menunjukkan 18. namun dengan meningkatnya intensitas penggunaan akan internet tersebut timbul nilai negative. Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan diperoleh thitung > ttabel artinya ada pengaruh antara intensitas penggunaan internet terhadap degradasi moral Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri. maka semakin tinggi pula degradasi moral pada warga AMI-SG.2 Pengajuan Saran Berdasarkan peneliltian yang dilakukan.BAB V KESIMPULANAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian Pengujian ini berhasil menguji hipotesis yang dilakukan. 5. 3. maka peneliti ingin menyampaikan saransaran yaitu: 1.7% interpretasi degradasi moral ditentukan oleh Intensitas penggunaan internet. 27 . sejatinya bagi peneliti sebaiknya menambah menggunakan populasi yang lebih luas lagi. agar melakukan penelitian tentang variabel lain yang dapat mempengaruhi degradasi moral secara signifikan. Penggunaan internet sejatinya mengberikan nilai positif bagi warga AMI-SG. 2.

Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Departemen Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Suharsimi Arikunto.com/2011/02/pengertian-hasil-belajar-menurut-para. ProsedurPenelitian.. Jakarta: PT.shvoong. Jakarta : Rineka Cipta Sumber Website : http://id.blogspot.1998. Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis Jalur (Path Analysis).shvoong. H.html 28 .. MBA. Bandung: Alfabeta Burhanuddin Drs. 2007. 2005. Rineka Cipta Suharsimi Arikunto. Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Etika Individual Pola Dasar Filsafat Moral.Msc.MBA. edisi revisi. Engkos Achmad Kuncoro. Nana dan Daeng Arifin.MM.2007. SE.DAFTAR PUSTAKA Sudjana. 1996. Bandung: Sinar Baru Prasetya Irawan. cetakan kedua. Jakarta : Bima Aksara Riduwan Drs. 1997.com/social-sciences/education/2046047-pengertian-definisi-hasil-belajardari/#ixzz1JsX0qqov http://mbegedut.com/social-sciences/education/2046047-pengertian-definisi-hasil-belajardari/ http://id. Dr. Manajemen Penelitian.

LAMPIRAN 29 .

LAMPIRAN 30 .

31 .

LAMPIRAN 32 .

LAMPIRAN 33 .

34 .

35 .

36 .

177 37 a.018 . Lilliefors Significance Correction . .051 Statistic .201 .362 dataX dataY .013 . .LAMPIRAN VAR VAR Y UJI Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic df 24 24 Sig.896 .956 Shapiro-Wilk df 24 24 Sig.

372 .082 29.252 Sig. Predictors: (Constant).000 .775 216. dataX b.812 Sig.619 Std.433 -2.23182 R Square Change .117 .680 .187 F Change 5.450 740. .780 -.050 .615 dataY * dataX Between Groups (Combined) Linearity Deviation from Linearity 355.275 KOEFISIEN Model Summaryb Change Statistics Adjusted R Std. F Change .433a R Square .734 385.958 Within Groups Total LAMPIRAN PERSAMAAN Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Beta t 5. .035 Model 1 R .650 F 1.150 a. Dependent Variable: dataY 38 .070 df1 1 df2 22 Sig.775 24.508 138.135 -.ANOVA Table UJI LINEARITAS Sum of Squares df 10 1 9 13 23 Mean Square 35.551 138.035 Model 1 (Constant) dataX a.199 4. Error of the Estimate 5. Error 7. Dependent Variable: dataY B 41.187 Square .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful