PEDOMAN PEMBINAAN

MASA ORIENTASI SISWA ( MOS )
SMP, SMA DAN SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN BATANG Jl. Slamet Riyadi No 29 Telp (0285)391321 Batang 51214

1

antara lain dengan mulai mengajak siswa memikirkan makna dari kegiatan MOS. Selain harus menyenangkan juga harus mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk memikirkan makna pengalaman ini. Disamping itu. Peraturan mentari Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan . 3. 5. Hari – hari pertama adalah masa ketika sebagian besar siswa memasuki lingkungan yang baru. fisika dan biologi. Peraturan Pemerintah No. B. karena cara penyampaian materi pendidikan perlu disesuaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis peserta didik. Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu ditinggalkan dan diganti dengan cara belajar yang baru yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis siswa. 2. 2 . lingkungan sosial maupun program belajar. 3. Oleh karena itu perlu diusahakan agar kesan awal yang terbentuk terhadap lingkungan sekolah baru adalah kesan yang positif dan menyenangkan yang dapat membangkitkan minat belajar pada hari . kegiatan MOS diadakan sebagai upaya untuk menjembatani siswa mengenal berbagai kekhususan dari jenjang pendidikan barunya. Pengalaman – pengalaman awal dalam lingkungan yang baru datang mempengaruhi kesan umum terhadap lingkungan yang bersangkutan. 1 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan . Sasaran Sasaran MOS adalah siswa baru SMP. Latar Belakang Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri – ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan lainnya. Penyelenggaraan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMP. Surat Edaran Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.BAB I PEDAHULUAN A. seperti misalnya ketika mengadakan praktikum kimia. 2. guru dan karyawan sekolah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496) . SMA dan SMK merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang akan didudukinya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan . Untuk jenjang SMP. Siswa-siswa diharapkan dapat menarik kesimpulan berdasarkan percobaan yang dilakukan. kegiatan MOS disusun dengan memperhatikan kenyataan bahwa : 1. perihal Kegiatan “Masa Orientasi Siswa” C. karena teman sekelasnya tidak berasal dari kelas yang sama maupun sekolah yang sama. SMA dan SMK. 4. SMA dan SMK. Kekhususan ini dibutuhkan. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indoneia omor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistim Pendidikan Nasional ( Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 78. Siswa perlu dibantu untuk mengembangkan kerampilan ini.hari berikutnya. baik yang berupa lingkungan fisik. Landasan 1. dengan mengikutsertakan siswa senior.

Tujuan Umum Secara umum MOS bertujuan: a. lingkungn sosial maupun dengan cara – cara belajar yang baru. mengetahui hak dan kewajiban serta mampu bertanggung jawab dalam kehidupan bersekolah . Memotivasi siswa agar merasa bangga menempuh pendidikan di sekolahnya. dan lingkungan sekolah. Agar siswa baru mengenal kehidupan sekolah dan menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar – mengajar. Mendorong siswa untuk aktif menambah pengetahuannya melalui pengamatan terhadap lingkungan sekolah yang baru. tenaga pendidikan dan kakak – kakak kelasnya. Mendorong siswa untuk bersikap proaktif dalam mengenali para guru. baik yang berkaian dengan lingkungan fisik. SMA dan SMK. g. b. Membantu siswa mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidikan SMP. Tujuan Khusus a. Memberikan kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan barunya. Tujuan 1.D. Membantu siswa baru beradaptasi dan menyatu dengan warga sekolah. siswa dan masyarakat lingkungannya dapat mendukung terwujudnya tujuan pendidikan secara komperehensif e. Mereka diharapkan mengawali kegiatan pendidikan dengan hal – hal yang menggembirakan sambil mengenal dan mempelajari sesuatu yang baru. b. d. guru. 2. sehingga fungsi sekolah. sehingga peserta MOS bisa merasa lebih aman berada bersama mereka . sehingga tercipta suasana edukatif dan kondusif . f. c. sehingga dapat memahami dan melaksanakan aturan – aturan sekolah dengan baik. 3 . Mendorong siswa untuk memiliki kepercayaan diri sehingga berani mengungkapkan pendapat dan aktif mempertanyakan kebenaran pendapat orang lain. Memahami kehidupan sekolah dalam rangka pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala.

Pembentukan kelompok/gugus tidak berdasarkan kelas – kelas yang dibentuk. Bahkan sekolah dibolehkan mengembangkan acara lain. Setelah terbentuk jumlah gugus/ kelompok. Langkah – Langkah Pelaksanaan MOS 1. dan guru. 4. SMA dan SMK ini berdasarkan prinsip – prinsip sebagai berikut: 1. 7. Acara yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. massal dan meriah. 3. bagilah siswa senior dan guru secara merata ke dalam gugus/ kelompok itu. diisi dengan kegiatan masa orientasi siswa yang bersifat edukatif dan bukan mengarah kepada tindakan destruktif dan atau kegiatan lain yang merugikan siswa baru baik secara fisik maupun secara psikologis. 4 2. Prinsip – Prinsip Penyelenggaraan MOS Penyelenggaraan MOS pada jenjang SMP. Pembentukan Panitia Panitia MOS sebaiknya sudah selesai dibentuk dan diumumkan sebelum dimulainya liburan akhir tahun pelajaran. Pembentukan gugus/ kelompok Jumlah gugus/kelompok yang dibentuk disesuaikan dengan jumlah siswa. Orang ini bisa kepala sekolah. murah. Fasilitator adalah seseorang yang mengendalikan jalannya acara. tata tertib. 6. agar siswa lama sudah mengetahui gugus/ kelompoknya. Tiap gugus/ kelompok harus beranggotakan minimal 20 dan maksimal 25 siswa baru. Hari – hari pertama masuk sekolah selama tiga hari. atau kakak kelas.BAB II PROGRAM KEGIATAN A. sehingga panitia yang ditunjuk dapat melakukan langkah – langkah persiapan. 9. Kegiatan MOS dapat dilaksanakan secara terpusat atau secara terpencar. Untuk kegiatan – kegiatan MOS perlu disesuaikan dengan kondisi sekolah yang bersangkutan. Maka pelaksanaannya diatur Kepala Sekolah. . B. 8. menyenangkan. Tiap kelompok/gugus dipimpin oleh seorang fasilitator yang berbeda. Penyampaian meteri dalam MOS seminimal mungkin menggunakan metode ceramah dan tidak diperbolehkan mengadakan perpeloncoan dalam bentuk apapun. Pelaksanaan MOS harus melibatkan secara aktif guru dan siswa senior karena kegiatan MOS merupakan bagian dari hari efektif belajar. Pendanaan pelaksanaan MOS dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah ( APPBS ) 5. kegiatan ekstrakulikuler. Sebaliknya acara terpencar adalah acara yang berlangsung dalam kelompok – kelompok/gugus. dapat dibentuk subkelompok/ subgugus yang terdiri dari siswa senior. Jumlah tiap subkelompok/ subgugus warga sekolah dibatasi antara 5 – 10 orang. Pelaksanaan MOS harus didasari prinsip mudah. Untuk memperlancar kegiatan yang bersifat terpencar. Sedapat mungkin daftar anggota gugus/ kelompok dapat diumumkan sebelum libur akhir tahun pelajaran. selama acara itu mendukung tercapainya kegiatan MOS. Kegiatan MOS dilakukan selama jam belajar antara lain dengan ceramah. Penyelenggaraan MOS bersifat fleksibel/luwes. dapat memilih beberapa acara yang tercantum dalam lampiran juklak ini. Harus diingat bahwa daftar kegiatan yang dicantumkan dalam lampiran ini adalah alternatif kegiatan yang bukan kegiatan wajib yang harus seluruhnya dilakukan. 2. Jumlah anggota kelompok/gugus dapat disesuaikan dengan kelompok/gugus. lingkungan serta visi dan misi sekolah. siswa senior tidak diliburkan. guru. siswa baru. sebagai awal kearah tebentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar. pengenalan terhadap program dan cara belajar. tokoh msyarakat. Kegiatan terpusat maksudnya kegiatan yang diikuti sekaligus oleh seluruh siswa baru dan siswa senior dibawah pimpinan seorang fasilitator.

Kesadaran Berbangsa dan Bernegara 3. 6. Tata Krama / Budi Pekerti 4. Penyusunan Acara MOS Panitia Penyelenggara mengadakan rapat persiapan untuk memilih materi yang sesuai dengan kondisi.3. Petunjuk dan contoh mengenai cara menjalankan kegiatan dapat dilihat pada bagian lampiran. 5 . 5. Pengenalan Kegiatan Ekstra Kulikuler 12. 3. HIV/ AIDS 9. Tata Upacara Bendera di Sekolah 10. Baris – berbaris 11. antar gugus dapat mempunyai susunan acara yang berlainan. Contoh materi MOS: MATERI WAJIB 1. Alternatif Acara MOS Alternatif acara MOS yang dilampirkan ini dapat dipilih sebagai acara MOS yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing – masing. Penentuan Lokasi Penyelenggaraan C. 6. yang selanjutnya menyusun jadwal acara. Bhakti Sosial 8. 5. Pengenalan Kurikulum SMA 5. 2. Penentuan Koordinator dan Wakil Koordinator Gugus Tugaskan masing-masing satu orang guru sebagai Koordinator Gugus/Kelompok warga sekolah dan satu orang guru lain sebagai Wakil Koordinator Pengarahan Teknis Para Koordinator dan Wakil Koordinator serta instansi terkait lainnya memberikan penjelasan teknis tentang pelaksanaan MOS. Ceramah Anti Narkoba. MATERI PILIHAN Cara Belajar Efektif Kurikulum Dinamika Kelompok Lomba Kreativitas bidang Seni Lomba Kreativitas bidang Olahraga Kepemimpinan/ Leadership Perkenalan dengan Kakak kelas/ Guru/ tenaga kependidikan 7. Lain – lain ( disesuaikan dengan kondisi sekolah ) 4. 4. Wawasan Wiyata Mandala 2. Ibadah Bersama / Bintal 1.

Pedoman Pembinaan ini akan lebih berarti apabila diikuti peran aktif dan kreatif Kepala Sekolah dan unsur sekolah lainnya serta dukungan orang tua. 6 .BAB III PENUTUP Pedoman Pembinaan Masa Orientasi Siswa (MOS) ini merupakan upaya untuk lebih memudahkan penyelenggaraan Masa Orientsi Siswa di SM/SMK dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi masing – masing sekolah. Mudah – mudahan dengan terselenggaranya MOS dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pembinaan awal kearah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar – mengajar. masyarakat dan pemerintah daerah setempat.

pengenalan HAM 3. MENUMBUHKAN SEMANGAT DEMOKRASI SEJAK DINI 1. guru. dll. Diskusi kelompok 7 . kebersihan. Sambutan pembukaan oleh Kepala Sekolah dan pengenalan lingkungan sekolah ( kelas. 3. koperasi. Bakti Sosial : panti asuhan. 2. taman.Lampiran 1 CONTOH MATERI MEMBUAT SUASANA GEMBIRA DAN MENYENANGKAN ( ICE BREAKING ) 1. sungai. diskusi. tata krama.) 3. Lingkungan Hidup : pantai. 2. yatim piatu. lab/ fasilitas. dll. sawah. Penghangat suasana (perkenalan siswa baru) 4. OSIS. program dan cara belajar. Presentasi ( laporan hasil kunjungan ). dll. pasar. Penyambutan “Selamat Datang”. kebun. wawasan wiyata mandala. Lomba pidato. warung. hak dan kewajiban. panti jompo. siswa. Olah raga seni gembira (gabungan siswa baru dan siswa senior) MENAMBAH WAWASAN Kunjungan lapangan yang berkaitan dengan: 1. pegunungan dll. tanya jawab 2. Kewirausahaan : kolam ikan. debat.

Mengawali pembukaan MOS secara resmi b. Kepala Sekolah secara resmi menyatakan dimulainya acara MOS Kemungkinan Variasi Jika acara ini disatukan dengan upacara bendera.Lampiran 2 PEMBUKAAN Tujuan a. maka isi pengarahan Kepala Sekolah dapat diberikan segera setelah upacara selesai. 8 . 4. Seluruh siswa senior dan ssiwa baru serta guru dikumpulkan di tempat pelaksanaan acara 2. Menyampaikan hal – hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan MOS Waktu : 30 – 60 menit tergantung banyaknya hal yang ingin disampaikan. Kepala Sekolah menyampaikan ucapan selamat datang pada siswa baru dan himbauan kepada guru serta siswa senior untuk menyambut kedatangan siswa baru dan membantu warga baru ini untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Peralatan : alat pengeras suara Langkah Pelaksanaan 1. 3. Kepala Sekolah menyampaikn hal – hal yang dianggap perlu. dan tergantung apakah acara ini disatukan dengan upacara bendera atau tidak.

banyaknya provinsi yang telah dikunjungi. b. Kemungkinan Variasi a. Kemudian mereka diminta berbaris menurut ketentuan lain. misalnya berdasarkan jauh dekatnya rumah dengan sekolah. Mereka diminta kembali untuk membentuk barisan urutan nama dalam abjad.Lampiran 3 PENGHANGATAN SUASANA DAN PERKENALAN (1) Tujuan a. Setelah itu sekali lagi mereka diminta untuk membentuk barisan. Ketentuan untuk menyusun urutan dalam barisan bisa diganti dengan hal – hal lain misalnya jumlah saudara. Sekali ini berdasarkan urutan ulang tahun. b. b. Para anggota gugus/kelompok sekolah berkumpul di tempat yang ditentukan untuk acara ini. Memberikan siswa baru kesan yang positif terhadap Masa Orientasi Siswa Waktu Peralatan : 30 – 40 menit : tidak ada peralatan khusus yang dibutuhkan Langkah Pelaksanaan a. Pemimpin acara kemudian mengatakan bahwa kegiatan selanjutnya tidak boleh dilakukan dengan suara. ( tanpa boleh bertanya ) g. Setelah itu pemimpin acara mengajak seluruh peserta menceritakan kesannya terhadap permainan itu. pemimpin acara meminta mereka mengingat urutan itu. f. e. c. Setelah semua subgugus / kelompok selesai membentuk barisan. d. 9 . Pemimpin acara membagi anggota warga ke dalam subgugus/ subkelompok dengan mengusahakan agar dalam tiap subgugus / kelompok ada siswa baru dan siswa senior. Setelah selesai mereka diminta untuk mengingat susunan urutan ini. Penghangat suasana dapat menggunakan kegiatan yang sama sekali berbeda asal mudah diselenggarakan dan bisa memberikan kesan yang menyenangkan. Pemimpin acara meminta setiap subgugus membentuk barisan dengan ketentuan urutan baris dari depan sampai belakang harus berdasarkan abjad nama anggota. Menciptakan suasana yang mengurangi ketegangan siswa baru dan membantu siswa baru untuk merasa aman di lingkungan barunya. Dengan demikian secara tidak langsung para anggota akan saling menanyakan nama. banyaknya huruf yang dipakai untuk menuliskan nama jalan tempat tinggal masing – masing dsb.

sehingga tercipta suatu suasana yang dinamis. karena semua peserta adalah siswa baru. 10 . 2.Lampiran 4 PENGHANGAT SUASANA DAN PERKENALAN (2) Topik Kegiatan “Memecahkan Gunung Es” Tujuan 1. Untuk mengantisipasi masalah di atas. pemandu diharap dapat menyampaikan ulasan kepada para peserta program MOS tentang hikmah dari seluruh rangkaian “Memecah Gunung Es” yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 10 menit. Pokok – pokok ulasan yang dapat disampaikan antara lain sbb: Secara alami jika sekelompok orang tidak saling mengenal berada dalam suatu lingkungan baru. Cara yang paling lazim ditempuh adalah dengan langsung memasukkan nama peserta dalam kelompok. Dengan demikian. Agar suasana MOS dinamis dan peserta menjadi aktif. hal pertama yang nampak hanyalah penampilan luar pribadi mereka. Mereka diibaratkan puncak – puncak gunung es yang muncul di permukaan air. Melalui topik kegiatan ini diharapkan para peserta MOS dapat saling mengenal lebih jauh dan dapat mencairkan kebekuan dan kekakuan antara mereka. terutama pada hari – hari pertama. para peserta lebih siap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. Cara tersebut sah – sah saja. Untuk menghilangkan sekat pemisah atau rasa kaku diantara peserta. Langkah Pelaksanaan a. pemandu dapat menempuh cara pembagian kelompok seperti pada contoh atau dengan variasi sendiri. perlu diberikan dinamika kelompok dengan topik kegiatan “Memecahkan Gunung Es”. Tahap Pembagian Kelompok Terdapat banyak cara untuk membagi kelompok peserta dalam suatu kegiatan. terkesan dingin dan kaku. tetapi tentu terasa kaku dan peserta menjadi pasif. Untuk mempercepat proses interaksi sehingga kegiatan selanjutnya dapat berjalan lebih lancar. 3. Ulasan Setelah selesai tahap perkenalan. Hal ini dapat terjadi pula pada peserta MOS. b. Untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.

Jumlah Peserta 4. Waktu 3. Kotak untuk tempat potongan kertas b. peserta harus dalam keadaan sedang bernyanyi. namun tidak terlalu keras. Pemandu menugaskan peserta untuk mencari kawan yang menyanyikan lagu yang sama. Selama melakukan pencarian. c. 11 . Prosedur a.Contoh 1. 6. f. Setelah tiap peserta telah mendapatkan potongan kertas. Tempat : Kegiatan Pembagian Kelompok : Kawan Bernyanyi : sekitar 15 menit : 5 – 8 orang per kalompok : di dalam kelas 5. Pemandu mengumumkan bahwa kelas akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. dilarang berbicara dan bertanya. Pemandu mencapur aduk potongan – potongan kertas yang telah diberi judul lagu dalam kotak di depan kelas. Perlengkapan : a. Jumlah judul lagu sebanyak kelompok yang akan dibentuk. Setelah mereka menemukan kawan kelompoknya. b. Potongan kertas ( 4 x 7 cm ) yang jumlahnya sebanyak peserta. mereka diminta untuk menyanyikan lagu yang mereka peroleh. Judul 2. Pada potongan kertas dicantumkan judul lagu. g. Pemandu meminta setiap peserta untuk mengambil selembar potongan kertas dari kotak dengan menutup mata d. mereka diminta untuk duduk berkelompok berdasar kesamaan lagu yang mereka nyanyikan. e.

Contoh : Kegiatan Perkenalan 1. Waktu : “Kartu Nama Acak” : sekitar 35 menit 3. e. Setelah waktu wawancara cukup. Judul 2. Peserta diminta untuk menulis pada kartu tersebut yaitu nama lengkap dan asal sekolah c. Kartu kosong berukuran 7 x 10 cm sejumla peserta b. Prosedur a. h. 12 . Alat tulis c. Pemandu memberikan kartu kosong pada tiap peserta b. lalu dicampur aduk oleh pemandu d. Hal pertama yang dilakukan setelah menemukan pemilik kartu nama tsb. Setelah ditulis lengkap. Peserta diminta untuk mengambil kartu dengan memejamkan mata. Bahan : a. kartu dikumpulkan kembali pada kotak. para peserta kembali ke tempat masing – masing. Setelah mendapatkan kartu nama. mereka harus mencari pemilik kartu nama. g. peserta harus memperkenalkan diri lalu mewawancarai pemilik kartu tentang biodata selengkapnya. f. Kotak untuk menempatkan kartu 4. Setiap peserta diminta memperkenalkan kepada seluruh kelas tentang pemilik kartu nama serinci mungkin sesuai dengan data yang telah berhasil dicatatnya.

e. b.Contoh 1. Jika jatuh pada “ka”. Pada sat bersamaan. f. Begitulah seterusnya.” bunyi terakhir pemandu harus diperhatikan yaitu bisa “ki”. ………. ki-ka. Waktu : “Ki-Ka” : sekitar 30 menit : Kegiatan Perkenalan 3.. maka peserta yang disebut juga harus mempekanalkan kawan di sebelah kanannya. Pemandu menjelaskan kunci permainan yaitu sbb: Jika buyi terakhir jatuh pada “ki”. sampai waktu memungkinkan. Prosedur : a. “ka”. lalu mereka harus mengingat nomor hitungannya c. Peserta diminta untuk memperkenalkan diri kepada seluruh peserta. 13 . Judul 2. Pemandu lalu menjelaskan aturan mainnya bahwa ia akan berkata “ ki-ka. d. maka peserta yang disebut harus berdiri dan menyebukan nama kawan di sebelah kirinya. pemandu menyebutkan nama salah satu peserta. Setiap peserta menghitung. Pemandu meminta kepada peserta untuk duduk melingkar dalam masing – masing kelompok. sehigga dapat saling melihat. ki-ka. atau “ka-ki”.

b. Waktu : 30 – 45 menit 3. Pemandu membacakan pertanyaan yang bisa dijawab berebut oleh setiap subgugus. Peralatan : alat tulis. d. Tujuan Membuat siswa mengenal dan memahami Wawasan Wiyata Mandala di sekolah. Jika tidak ada pertanyaan dan waktu masih memungkinkan. Langkah Pelaksanaan a. Pemimpin acara memberikan kesempatan bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan para peserta tersebut. memenangkan permainan ini. alat peraga ( tidak mutlak harus ada ) 4. SMA dan SMK dan cara – cara belajar yang efektif. Peralatan : tidak dibutuhkan peralatan khusus 4. b. Subgugus yang berhasil menjawab pertanyaan terbanyak. 5. e. Informasi dapat diberikan saat upacara bendera atau upacara penutupan b. peserta dipersilahkn untuk bertanya. 2. Pemimpin acara memberikn informasi mengenai isi program belajar SMP. SMA dan SMK 2. Setelah penjelasan selesai. Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan. Subgugus dapat diminta memberikan pertanyaan secara tertulis. Informasi dalam gugus kelompok dapat dilanjutkan dengan kuis c. soal – soal untuk kuis. 5. Lampiran 6 WAWASAN WIYATA MANDALA 1. Seluruh anggota kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan b. Pemimpin acara memberikan informasi tentang lingkungan sekolah dalam rangka Wawasan Wiyatamandala c. kuis bisa dilaksanakan. Kemungkinan Variasi a. c. Informasi dapat dilanjutkan dengan lomba membuat poster/ karikatur/ kartun yang berisi anjuran pelaksanaan Wiyata Mandala 14 .Lampiran 5 PROGRAM CARA BELAJAR 1. Tujuan Mengetahui isi program pengajaran dan cara belajar yang efektif di tingkat SMP. Waktu : 45 menit 3. Langkah Pelaksanaan : a. Kelompok pemenang dapat diberikan hadiah sebagai penghargaan dan penambah semangat kegiatan. Kemungkinan Variasi a.

satu lembar kertas polos untuk tiap siswa b. Tiap wakil subgugus / siswa membacakan hasil ringkasannya di depan kelas 5. Setiap subgugus / siswa ditugaskan untuk membuat ringkasan mengenai hak dan kewajiban siswa baru d.Lampiran 7 OBSERVASI LINGKUNGAN DALAM RANGKA WAWASAN WIYATA MANDALA 1. alat tulis 4. Para siswa baru ditugaskan untuk membuat peta sekolah berdasarkan informasi yang diterima dari siswa lama d. Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan b. Tugas membuat ringkasan bisa diganti misalnya membuat puisi. Langkah Pelaksanaan a. Siswa lama diminta untuk mengoreksi hasil peta yang dibuat peserta e. c. Kemungkinan Variasi a. Peralatan : tidak dibutuhkan peralatan khusus 4. Tujuan Membantu siswa mengenali lingkungan sekolah sebagai bagian dari Wiyata Mandala 2. Pemimpin acara menjelaskan mengenai hak dan kewajiban siswa baru c. Peralatan : a. Tujuan Membantu siswa baru mengenali hak dan kewajibannya di sekolah baru 2. dll. Langkah Pelaksanaan a. Sisa waktu dapat digunakan untuk tanya jawab dan komentar dari para siswa Lampiran 8 HAK DAN KEWAJIBAN SISWA BARU 1. Pemimpin acara menugaskan siswa lama untuk menjelaskan gambaran mengenai lingkungan sekolah. Tugas membuat kuis/ sosiodrama b. Seluruh anggota gugus / kelompok berkumpul di ruangan kelas atau tempat lain yang memadai b. Waktu : 60 menit 3. 15 . Waktu : 45 menit 3.

c. Peralatan : disesuaikan dengan jenis olahraga yang dipilih 4. pemimpin acara mengumumkan gugus/ kelompok yang dinilai terbaik. Langkah Pelaksanaan a. dengan catatan lama penampilan maksimum 5 menit. Memberikan selingan bagi acara – acara yang lebih berorientasi pada berpikir b. 5. Kemungkinan Variasi Kegiatan olahraga gembira dapat dilakukan lebih dari satu kali dan bersifat menyenangkan. Mendorong siswa untuk menghargai hal – hal yang berkaitan dengan kesenian b. Pemimpin acara memimpin pelaksanaan lomba 5. d. Tiap gugus/ kelompok diberi waktu 20 menit untuk merundingkan suatu ekspresi seni yang akan mereka lakukan. 16 . Langkah Pelaksaaan a. Waktu : 60 – 90 menit 3. dsb ) c. makan kerupuk. Tujuan a. Kemungkinan Variasi a.Lampiran 9 SENI GEMBIRA 1. Memberi kesempatan para siswa untuk berekspresi 2. Peralatan : tidak dibutuhkan peralatan khusus 4. Gugus / kelompok terbaik bisa diberikan hadiah b. Lampiran 10 LOMBA OLAHRAGA GEMBIRA 1. Pemimpin acara dapat mempersempit pilihan ekpresi seni dengan menentukan jenis keseniannya melalui kocokan. Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan b. pemimpin acara mengundi nomor urutan penampilan masing – masing kelompok. Waktu : 30 – 45 menit 3. Pemimpin acara menentukan jenis olahraga yang akan dipertandingkan antar gugus / kelompok ( misalnya tarik tambang. lari kencang. Di akhir acara. Tujuan a. Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam MOS 2. Seluruh anggota gugus/ kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan b. Setelah kesempatan berunding habis.

lalu diminta untuk menjelaskan hasil diskusi tersebut. Kemungkinan Variasi Pertanyaan tentang kegemaran bisa diganti dengan pertanyaan tentang favorit atau makanan kesukaan Lampiran 12 BAKTI SOSIAL 1. b. Langkah Pelaksanaan a. Pemimpin acara menjelaskan prinsip dasar demokrasi yaitu bahwa setiap orang punya hak untuk berbeda pendapat. Tujuan Menanamkan kesadaran pada para siswa bahwa setiap orang berhak berbeda pendapat 2. Seluruh anggota gugus / kelompok berkumpul di tempat pelaksanaan kegiatan. d.Lampiran 11 PENGEMBANGAN SIKAP DEMOKRATIK 1. Waktu : 60 menit 3. Tujuan Membantu siswa menumbuhkan kesadaran akan kepeduliannya terhadap lingkungan sosial masyarakat 2. Seluruh anggota gugus / kelompok berkumpul di sekolah b. Setiap orang kegemaran yang berbeda sesuai dengan minatnya. Langkah Kegiatan a. Waktu : disesuaikan dengan kondisi sekolah 3. 5. Masing – masing subgugus/ kelompok menuju ke lokasi yang telah dilakukan untuk melakukan bakti social 17 . Peralatan : disesuaikan dengan kebutuhan 4. Mereka juga diminta untuk mendikusikan apa yang kira – kira terjadi apabila semua orang diharuskan mempunyai kegemaran yang sama dan cita – cita yang sama. Peralatan : tidak dibutuhkan peralatan khusus 4. Pemimpin acara menjelaskan kepada tiap subgugus / kelompok yang berkaitan dengan bakti social yang akan dilaksanakan c. Beberapa siswa ditunjuk untuk menceritakan kegemaran mereka dan cita – cita mereka kelak c.

d. Bakti social dapat dilakukan dengan mengunjungi panti asuhan. panti jompo. 18 . dll.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful