KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr, Wb Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan nikmat kesehatan yang diberikan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Mata Kuliah Kesehatan Lingkungan yang diberikan oleh Bapak Dosen Agust Arthur Laya, SKM,M.Kes mengenai Limbah Cair. Tak lupa juga shalawat dan salam kami haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Kami sadar bahwa makalah ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kami mohon saran dan kritik yang membangun dari para pembaca agar makalah ini dapat lebih baik dari sebelumnya. Akhir kata, semoga makalah ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Billahifii sabililhaq fastabiqulkhairat Wassalamualaikum Wr, Wb

Penyusun

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi

........................................................................ ........................................................................

1 2 3 4 4 17 24 31 31 31 32

BAB I. Pendahuluan ……………………………………………… BAB II. Pembahasan ........................................................................ A. Ekskreta Manusia ..........................................................……….. B. Air Limbah C. Limbah Industri BAB III. Penutup A. Kesimpulan B. Saran Daftar Pustaka ……………………………………………… ……………………………………………… ………………………………………………. ………………………………………………. ……………………………………………….. ………………………………………………..

2

BAB I PENDAHULUAN

Limbah cair merupakan salah satu jenis sampah. Adapun sampah (waste) adalah zatzat atau benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi, baik yang berasal dari rumah maupun sisa-sisa proses industri. Secara umum limbah dapat dibagi menjadi : 1. Human excreta (feses dan urine) 2. Sewage (air limbah) 3. Industrial waste (bahan buangan dari sisa proses industri).

3

baik yang berasal dari rumah maupun sisa-sisa proses industri. Berbagai cara telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak menjadi ancaman bagi kesehatan lingkungan. atau menjadi sumber infeksi. tanah. Secara umum limbah dapat dibagi menjadi : 1) Human excreta (feses dan urine) 2) Sewage (air limbah) 3) Industrial waste (bahan buangan dari sisa proses industri). kedua jenis kotoran manusia tersebut dapat menjadi masalah yang sangat penting. masih banyak terjadi pembuangan tinja secara sembarangan akibat tingkat sosial ekonomi yang rendah. Ekskreta manusia merupakan sumber infeksi dan juga merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. dan akan mendatangkan bahaya bagi kesehatan. Zat-zat yang tidak dibutuhkan tersebut berbentuk tinja dan air seni (urine). Pembuangan tinja secara tidak baik dan sembarangan dapat mengakibatkan kontaminasi pada air. Di negara berkembang. Pembuangan tinja secara layak merupakan kebutuhan kesehatan yang paling diutamakan.BAB II PEMBAHASAN Limbah cair merupakan salah satu jenis sampah. pengetahuan di bidang kesehatan lingkungan 4 . Adapun sampah (waste) adalah zatzat atau benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi. karena penyakit yang tergolong waterborne disease akan mudah berjangkit. Pembuangan tinja secara layak merupakan kebutuhan kesehatan yang paling diutamakan. Ditinjau dari sudut kesehatan lingkungan. A. EKSKRETA MANUSIA Ekskreta manusia (human excreta yang terdiri atas feses dan urine) merupakan hasil akhir dari proses yang berlangsung dalam tubuh manusia yang menyebabkan pemisahan dan pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

hepatitis viral dan beberapa penyakit infeksi gastrointestinal lain. antara lain tifoid. Kebudayaan. dan kebiasaan buruk dalam pembuangan tinja yang diturunkan dari generasi ke generasi. Gotan dapat dilihat dalam Tabel. kontaminasi makanan dan perkembangbiakan lalat.B. Kondisi tersebut terutama ditemukan pada masyarakat di pedesaan dan di daerah kumuh perkotaan. diare. Kuantitas tinja ditinjau dari beberapa faktor yaitu :     Keadaan setempat.130 gram/orang/hari. Pembuangan kotoran manusia yang baik merupakan hal yang mendasar bagi keserasian lingkungan. Kotoran tersebut mengandung agens penyakit yang dapat ditularkan pada pejamu baru dengan perantara lalat. penyakit-penyakit yang dapat terjadi akibat keadaan diatas. Komposisi tinja manusia terdiri dari atas :    Zat padat. disentri. tetapi juga menjadi penghalang bagi tercapainya kemajuan di bidang sosial dan ekonomi. Zat anorganik. Perkiraan pengeluaran tinja gram/orang/hari menurut M. Faktor fisiologi. kematian dan harapan hidup). Dalam sehari. Bahaya terhadap kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat pembuangan kotoran secara tidak baik adalah pencemaran tanah. penyakit cacing. Menurut McDonald. Zat organik. orang Asia rata-rata mengeluarkan 200-400 gram tinja. pencemaran air. Sementara itu. serta infeksi parasit lain. Kepercayaan. paratifoid. di daerah tropis pengeluaran tinja berkisar antara 280-350 gram/orang/hari dan urine berkisar antara 6001. Kotoran dari manusia yang sakit atau sebagai carrier dari suatu penyakit dapat menjadi sumber infeksi. 5 . kolera. sedangkan orang Eropa mengeluarkan 100-150 gram tinja. Penyakit tersebut bukan saja menjadi beban pada komunitas (dilihat dari angka kesakitan.yang kurang.

000-1. Manfaat secara langsung adalah penurunan insidensi penyakit tifoid abdominalis.470 35-70 50-70 85-140 Untuk mengurangi pencemaran karena tinja diperlukan suatu cara pembuangan tinja yang memenuhi persyaratan sanitasi dan akan memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Pemutusan rantai penularan juga dapat dilakukan dengan sanitation barrier. Apabila salah satu faktor diatas tidak ada. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran jarak yang aman antara lubang kakus dengan sumber air minum : 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi transmisi penyakit dari tinja antara lain : 1. Arah dan kecepatan aliran tanah. 6 . Pejamu yang rentan (sensitif). Kedalaman air tanah. Agens penyebab penyakit 2. Reservoir 3. disentri basiler. Cara transmisi dari reservoir ke pejamu potensial 5. Cara menghindar dari reservoir 4. Faktor hidrobiologi a.135-1.gram/orang/hari Tinja Urine Total 135-270 1. penyebaran tidak akan terjadi. dan sebagainya. Adapun manfaat tidak langsungnya adalah peningkatan kondisi kebersihan lingkungan yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga terjadi penurunan insidensi penyakit yang ditularkan melalui air tercemar atau penyakit yang penyebabnya memiliki hubungan tidak langsung dengan air tercemar. Cara penularan ke pejamu baru 6. kolera. b.200 1.

3. Water seal type of latrines 1. terdapat beberapa pilihan cara. Bore hole latrine b. Di dalam metode ini. 6. sedangkan pada tanah yang kering hanya dapat bertahan selama 1 bulan. unsewered area dan sewered area. Non-service type (sanitary latrines) a. 2. 4. antara lain : 1. a. Jenis mikroorganisme Bakteri patogen lebih tahan pada tanah basa dan lembab. Cacing dapat bertahan pada tanah yang lembab dan basah selama 5 bulan. Topografi tanah Topografi tanah dipengaruhi oleh kondisi permukaan tanah dan sudut kemiringan tanah. Kebudayaan Terdapat kebiasaan masyarakat yang membuat sumur tanpa dilengkapi dengan dinding sumur. Dug well or pit latrine c. METODE PEMBUANGAN KOTORAN MANUSIA Metode pembuangan kotoran manusia secara umum dapat dibagi menjadi dua. laju aliran air tanah menjadi lebih cepat untuk mengisi kekosongan. jarak sumur harus lebih jauh dari kakus. 5. Unsewered Areas Metode unsewered area merupakan suatu cara pembuangan tinja yang tidak menggunakan saluran air dan tempat pengolahan air kotor. Lapisan tanah yang berbatu dan berpasir memerlukan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan jarak yang diperlukan untuk daerah yang lapisan tanahnya terbentuk dari tanah liat. Frekuensi pemompaan Akibat makin banyaknya air sumur yang diambil untuk keperluan orang banyak. Service type (conservacy system) 2.c. PRAI type 7 . Metereologi Di daerah yang curah hujannya tinggi.

Pada tanah yang lunak dan berpasir. Bore hole latrine Bore hole latrine terdiri dari lubang dengan diameter 30-40 cm yang digali secara vertikal ke dalam tanah dengan kedalaman 4-8 k. Operasi pengosomgan ember tidak selalu memuaskan. ada beberapa teknik yang dapat kita gunakan. Kotoran diangkut ke pembuangan akhir dan dimusnahkan dengan metode composting dan ditanam dalam lubang yang dangkal. Deep trench latrine c.2. Chemical closet 3. antara lain : 1. Alat khusus yang disebut auger dibutuhkan untuk menggali lubangnya. Shallow trench latrine b. Ember dan wadahnya mudah mengalami korosi dan perlu sering diganti. RCA type d. paling sering 6 m. Service Type (Conservancy System) Metode pengumpulan tinja dari ember-ember khusus oleh manusia disebut service type dan kakusnya disebut service latrines. Plat dengan lubang di tengah dan lubang untuk berpijak diletakkan di atas lubang hasil pengeboran tersebut. sebaiknya di pergunakan sistem sanitary latrines di dalam pembuangan kotoran manusia. Sistem ini 8 . disamping adanya kesulitan untuk mengumpulkan pekerja yang cocok yang diperlukan dalam pengumplan tinja. lubang dilapisi dengan bambu untuk mencegah agar tanahnya tidak runtuh. Aqua privy f. Non-Service Type of Latrines (Sanitary Latrines) Di dalam sistem sanitary latrines ini. Karena kesulitan tersebut. Pit latrine d. latrines suitable for camps and temporary use a. Kotoran di dalam lubang dangkal itu mudah diakses oleh lalat dan kemungkinan menyebabkan pencemaran pada tanah dan air. service latrines selain selain tidak sehat juga dapat menyebabkan pencemaran yang tentunya memfasilitasi siklus penyakit yang ditularkan melalui feses (faecalborne). 2. Septic tank e. Bore hole latrine 1.

Jika isinya sudah mencapai 50 cm dari permukaan tanah. Lubang baru dapat dibuat kembali dengan cara yang sama. Selain itu. antara lain : 1) Mudah dibuat dan tidak membutuhkan alat khusus seperti auger. Keuntungan dari kakus bore hole ini antara lain :    Tidak memerlukan pembersihan setiap hari untuk memindahkan tinja. Lubang dapat dilapisi dengan bambu untuk mencegah runtuhnya tanah. tidak akan menimbulkan pencemaran pada air. Sistem ini sekarang tidak cocok lagi karena beberapa alasan berikut :    Lubang tersebut cepat penuh karena kapasitasnya kecil. Manfaat tipe ini.5 m. 9 . plat dapat diangkat dan lubang ditutup dengan tanah. Metode ini dilakukan dengan cara membuat lubang berdiameter sekitar 75 cm dengan kedalaman 3-3. 2) Bisa digunakan lebih lama karena kapasitasnya lebih besar yaitu selama 5 tahun untuk 4-5 orang. banyak juga daerah yang berair dan memiliki lapisan permukaan yang lebih tinggi sehingga pembangunan sistem semacam ini justru dapat mencemari permukaan tanah. Di daerah dengan tanah berpasir. Kotoran dalam lubang akan dipurifikasi oleh bakteri anaerobik yang akan mengubahnya menjadi massa yang tidak berbahaya.ditujukan bagi keluarga yang beranggotakan 5-6 jiwa dan dapat dipakai selama 1 tahun. Lubangnya gelap dan tidak cocok bagi lalat untuk berkembang biak. 2. Banyak tempat yang lapisan tanahnya lunak sehingga sulit menggali lubang lebih dalam dari 3 meter. Bila lokasinya 15 m dari sumber air. Cara ini juga sesuai untuk keluarga tetapi tidak sesuai untuk umum karena kapasitasnya kecil. Dug well latrine Dug well latrine merupakan pengembangan dari bore hole latrine. kedalamannya 1. Setelah plat dipasang di atas lubang.5-2 m. lubang ditutup dengan super structure (rumah-rumahan). Alat khusus (auger) yang dibutuhkan untuk membuatnya tidak selalu tersedia.

Keuntungan kakus jenis ini. iv. Water seal adalah jarak antara titik tertinggi air didalam perangkap dan titik terbawah air ada pada permukaan atas perangkap.5 cm. Sistem ini lebih bisa diterima oleh masyarakat desa daripada sistem bore hole latrine. yaitu secara anaerob digestion. Kedalaman water seal pada RCA latrine adalah 2 cm. Plat ini terbuat dari beton/semendengan ukuran 90 x 90 x 5 cm.5 cm yang dihubungkan dengan pas di atas dan menyimpan air yang penting untuk water seal. urine dan air. Panjangnya 42. Kerja dug well latrine ini sama dengan bore hole latrine. Aman untuk anak-anak. antara lain : i. Water Seal Type of Latrine Water seal ini dibuat untuk dua fungsi penting. Memiliki wadah (pan) yang ditujukan untuk menampung tinja. cepat bersih.5 inci pada wadahnya untuk memudahkan aliran ke dalam kakus. antara lain :    Memenuhi syarat estetika. lebar bagian depan 12. Memiliki plat untuk jongkok dibuat dari bahan yang mudah dicuci. Water seal dapat mencegah bau dan masuknya lalat. v. Lokasinya sekitar 15 m dari sumber air dan sebaiknya berada pada daerah yang lebih rendah dari sumber air untuk mencegah kontaminasi bakteri pada sumber air. Adapun persyaratan di dalam penerapan sistem water seal latrine. ii. iii. Ada kemiringan 0. lubang baru dapat dibuat. 3. dan kering.5 cm dan bagian yang terlebar adalah 20 cm. Dapat ditempatkan di dalam rumah karena tidak bau sehingga pemakaiannya lebih praktis.Bila lubang telah penuh. Jika lubang yang digali terletak jauh dari plat tempat jongkok. Memilik perangkap (trap) yang terbuat dari pipa dengan diameter 7. yaitu mencegah kontak dengan lalat dan mencegah bau busuk. dapat disiapkan sebuah pipa penghubung antara keduanya dengan diameter 10 .

11 . 5) Ruangan udara minimal 30 cm di antara titik tertinggi cairan di dalam tank dengan permukaan bawah penutup. Memiliki dug well latrine yang biasanya berdiameter sekitar 75 cm dengan kedalaman 3-3. Kelebihan dari tipe indirect adalah bahwa jika lubang telah penuh. Tipe ini disebut tipe indirect (tidak langsung).5-2 m. tetapi tidak memiliki hubungan dengan sistem penyaluran limbah masyarakat.2 m. vi.5 cm dan panjangnya sekurang-kurangnya1 m serta berujung bengkok. Pada tipe direct (langsung).sekitar 7. 3) Kedalaman lubang antara 1. kakus ini hanya digunakan untuk kepentingan yang dimaksudkan dan tidak untuk pembuangan bahanbahan lain. Septic Tank Septic tank merupakan cara yang memuaskan dalam pembuangan ekskreta untuk sekelompok kecil rumah tangga dan lembaga yang memiliki persediaan air yang mencukupi. Oleh karena itu.5 cm. bamabu dapat digunakan untuk mencegah runtuhnya tanah. Pada tanah yang lembut dan memiliki kandunga air yang tinggi. lubang kedua dapat dibuat hanya dengan mengubah arah pipa penghubung. vii. 2) Ukuran panjang biasanya 2 kali lebar. viii. pipa penghubung tidak digunakan. Kapasitas 2030 galon/orang dinjurkan untuk penggunaan rumah tangga. 4. Memiliki super structure (rumah-rumahan) yang sengaja dibangun untuk menyediakan kebebasan pribadi dan tempat berlindung. Kapasitas untuk rumah tangga itu tidak berlaku untuk septic tank yang ditujukan untuk kepentingan umum (kapasitas minimal 50 galon/orang). Desain utama dari septic tank antara lain : 1) Kapasitas septic tank bergantung pada jumlah pemakai. Di dalam pemeliharaannya. tipe indirect lebih disukai. Tipe langsung lebih murah dan mudah dibuat serta memerlukan ruangan yang kecil. Tipe langsung paling baik pada daerah yang tanahnya keras dan tidak mudah runtuh. 4) Kedalaman cairan dianjurkan hanya 1. Platnya harus sering dibersihkan dan dijaga agar selalu kering dan bersih.

9) Periode retensi septic tank dirancang selama 24 jam. Tahap tersebut dinamakan tahap oksidasi anaerobik.5-8 m. Jika cubluk yang satu sudah penuh dan ditimbun. Pembuatan kakus ini dilakukan dengan cara membuat lubang pada tanah dengan diameter 80-120 cm dan dalam 2. kemudian dilapisi dengan lumpur dari septic tank lain untuk memudahkan proses dekomposisi oleh bakteri. Cairan tersebut mengandung bakteri. 5. Lama pemakaian dapat mencapai 5-15 tahun. Kedua tahapan tersebut berlansung dalam septic tank.6) Dasar dibuat miring ke arah lubang pengeluaran. Dindingnya diperkuat dengan batu atau bata dan dapat ditembok agar tidak mudah runtuh. Bentuk tangkinya sirkuler atau rektanguler. sedangkan lubangnya dapat dipergunakan kembali. Pertama. cubluk dipandang sudah penuh. isi cubluk dapat diambil untuk digunakan sebagai pupuk. 7) Memliki lubang air masuk dan keluar. Cubluk yang sudah pernuh ditimbun dengan tanah dan dibiarkan selama 9-12 bulan.  Septic tank baru sebaiknya diisi dahulu dengan air sampai saluran pengeluaran. Tahap pertama dalam proses purifikasi tersebut dinamakan anaerobic digestion.  Penumpukan endapan lumpur mengurangi kapasitas septic tank sehingga isi septic tank harus dibersihkan minimal sekali setahun. kista. Cairan yang keluar melalui pipa pengeluaran disebut affluent. Bahan-bahan organik kemudian dioksidasi menjadi hasil akhir yang stabil seperti nitrat dan air. benda padat yang ada diuraikan oleh bakteri anaerob dan jamur menjadi senyawa kimia yang sederhana. 12 . Setelah itu. 8) Pelapis septic tank terbuat dari papan yang kuat dengan tebal yang sama. terdapat pipa masuk dan keluar. cubluk yang baru dapat dibuat. Jika tinja sudah mencapai 50 cm dari permukaan tanah. Kakus ini memiliki bak yang kedap air. telur cacing dan bahan-bahan organik dalam bentuk cair maupun suspensi. Aqua Privy (Cubluk Berair) Fungsi aqua privy sama dengan septic tank dan telah banyak digunakan di berbagai negara. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan :  Penggunaan air sabun dan desinfektan seperti fenol sebaiknya dihindari karena dapat membunuh flora bakteri di dalam septic tank. Mekanisme Kerja Septic Tank.

penggunanya harus menutup sendiri kotorannya dengan tanah.   Setiap minggu. Kakus ini ditujukan untuk penggunaan dalam waktu singkat.5 m untuk 100 orang). isi kloset harus dibuang. 3. Setelah beberapa bulan penggunaan kloset kimia. 6. misalnya kereta api dan pesawat terbang. kakus sebaiknya diberi minyak tanah untuk mencegah nyamuk bertelur di dalamnya. Air yang keluar dari saluran pengeluaran berbahaya karena mengandung bahan-bahan tinja berbentuk suspensi yang dapat berisi agens parasit atau infeksi. Jika isi saluran sudah 13 .Tinja mengalami proses perifikasi berupa anaerobik digestion yang akan menghasillkan gas kotor. Chemical closet ini banyak digunakan dalam sarana transportasi. Timbunan tanah harus tersedia di sisi setiap kakus karena setiap kali menggunakan kakus ini. Kakus ini hanya baik dibangun di tempat yang banyak mengandung air. cairan kimia yang ada di dalamnya akan mengalami pengenceran sehingga kloset tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Tidak ada yang boleh dimasukkan ke dalam kloset kecuali kertas toilet. Jika air dimasukkan ke dalam kloset. kakus dapat diberi kapur barus. Panjangnya bergantung pada jumlah penggunanya (sekitar 3-3. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan kakus semacam ini :  Jangan pernah memasukkan desinfektan ke dalam kakus karena dapat mengganggu proses pembusukan yang emngakibatkan cubluk cepat penuh. Chemical Closet Kloset ini terdiri dari tanki metal yang berisi cairan desinfektan (kaustik soda) yang juga ditambah dengan bahan penghilang bau. Tinja dapat dicairkan dan disterilisasi dengan bahan kimia. Dengan demikian perlu dibuat ventilasi untuk mengeluarkannya. di antaranya : 1) Shallow trench latrine Kakus ini memiliki lebar 30 cm dan dalam 90-150 cm. Ada beberapa jenis kakus semacam ini. Saluran yang terpisah harus dibuat untuk laki-laki dan perempuan. Latrines Suitable for Camps and Temporary Use Kakus ini dipakai untuk kebutuhan sementara (perkemahan dan tempat pengungsian). Agar tidak terlalu bau. Tempat duduk diletakkan langsung diatas tanki.

b. 2) Deep trench latrine Kakus ini digunakan dalam jangka waktu lebih lama yaitu beberapa minggu sampai beberapa bulan. Kakus ini dilengkapi dengan rumah kakus untuk privasi dan perlindungan. kawasan industri dan perdagangan dilakukan melalui jaringan pipa dibawah tanah yang disebut sewers ke tempat pembuangan akhir yang biasanya dibangun di ujung kota. air permukaan tidak masuk ke dalam sewer. sedangkan lebarnya 75-90 cm. b) Sistem terpisah (separated sewer) Pada sistem sewer terpisah.5 m.8-2. Hambatan di dalam penerapannya adalah mahalnya biaya pembuatan sistem ini. b) Tinja tidak mencemari air tanah. pengumpulan dan pengangkutan ekskreta dan air limbah dari rumah. dibuat saluran baru lagi. Cara pembuangan tinja mempergunakan sistem saluran air (water carriage system) dan pengolahan limbah (sewage treatment) merupakan perwujudan persyaratan sanitasi yang harus dipenuhi dalam pembuangan tinja. f) Penerapan teknologi tepat guna : 14 . c) Tinja tidak mengotori air permukaan. Penyediaan tempat berjongkok akan bergantung pada kebiasaan setempat.mencapai 30 cm di bawah permukaan tanah. kakus ini harus ditutup. Sistem tersebut merupakan metode di dalam pengumpulan dan pengangkutan kotoran manusia dari kota-kota yang berpenduduk padat. Sistem terpisah dianjurkan dan dewasa ini menjadi pilihan. d) Kotoran tidak boleh terbuka agar tidak dapat dicapai lalat atau binatang. Sewered Areas Pada sistem pembuangan limbah cair yang menerapkan water carriage system atau sewerage system. Jika perlu. sewer membawa air permukaan dan air limbah dari rumah tangga dan lainnya dalam satu saluran. e) Tinja tidak menyebarkan bau busuk dan mengganggu estetika. Terdapat 2 tipe sistem sewered areas antara lain : a) Sistem kombinasi (combined sewer) Pada sistem kombinasi. Ukuran kedalamannya mencapai 1. Persyaratan sanitasi tersebut antara lain : a) Tinja tidak mengotori permukaan tanah.

Manholes merupakan bangunan yang bermuara ke dalam sewer system yang diletakkan pada titik pertemuan 2 sewer atau lebih dan pada jarak 100 m lurus. wash basin 2. water closet b.   Penggunaan mudah Konstruksi murah Pemeliharaan mudah Water Carriage System Water carriage system memiliki elemen-elemen sebagai berikut : 1. Lubang ini memungkinkan manusia masuk ke dalam saluran untuk memriksa. Pipa utama ini menerima kotoran dari beberapa rumah dan mengangkutnya ke pembuangan akhir. saluran pembuangan dan air kotor memasuki saluran rumah melalui intermediate connection yang dikenal sebagai pipa tanah (soil pipe). Pipa tanah ini menghubungkan saluran pembuangan dari house fitting ke house drain (saluran rumah). Pipa itu juga berfungsi sebagai ventilasi luar (outlet ventilator) untuk gas-gas kotor. Sistem pipa bangunan (household sanitary fittings) Sistem ini terdiri atas : a. 3. 4. House drain akan menyebabkan kotoran mengendap sebelum masuk ke dalam pipa utama. urinal c. Pipa pembuangan di jalan (street sewer) Pipa utama ini berdiameter tidak kurang dari 22. 15 . Saluran pipa pembuangan dari rumah (house sewers) Pembilasan toilet.5 cm sementara pipa yang lebih besar berdiameter 2-3 meter. Peralatan saluran (sewers appurtenance) Peralatan saluran ini terdiri atas manholes (lubang selokan) dan trap (perangkap) yang dipasang pada sistem pembuangan air kotor. Pekerja yang memasuki manholes dapat mengalami keracunan dan sesak nafas. Pipa ini diletakkan di atas semen kira-kira 3 m di bawah tanah. memperbaiki dan membersihkannya. House drain biasanya berdiameter 10 cm dan terletak kira-kira 15 cm di bawah tanah.

1. b. Namun. selokan. Sumber Air Limbah Air limbah dapat berasal dari berbagai sumber. konstruksi. Instalasi pembuangan air kotor ini sangat kompleks dan membutuhkan pernecanaan. AIR LIMBAH Menurut Ehless dan Steel. Sebaliknya. Industri Contoh : air limbah dari pabrik baja. Trap diletakkan dalam 3 situasi berikut : a. dan dari tempattempat ibadah. sistem ini dapat melayani satu generasi (30 tahun).Trap merupakan alat yang dirancang untuk mencegah masuknya gas-gas kotor ke dalam rumah dan untuk memisahkan pasir dan bahan-bahan lain dari saluran. rancangan. Air limbah rumah tangga sebagian besar mengandung bahan organik sehingga memudahkan di dalam pengolahannya. limbah industri lebih sulit pengolahannya karena mengandung pelarut mineral. logam berat. 16 . perdagangan. Di titik masuknya permukaan air limbah ke dalam saluran. Perkotaan Contoh : air limbah dari perkantoran. Di titik persambungan antara saluran rumah dan saluran umum. Rumah tangga Contoh : air bekas cucian. pabrik cat dan pabrik karet. dan zat-zat organik yang bersifat toksik. antara lain : a. b. antara lain : a. air bekas memasak. operasi dan administrasi yang membutuhkan keahlian khusus. Kebiasaan manusia Makin banyak orang menggunakan air. B. dan sebagainya. c. makin banyak air limbah yang dihasilkan. Di bawah basin (baskom) WC. air bekas mandi. industri dan tempat-tempat umum lainnya dan biasanya mengandung bahanbahan atau zat yang dapat membahayakan kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan. pabrik tinta. c. Volume air limbah yang dihasilkan pada suatu masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor. air limbah adalah cairan buangan yang berasal dari rumah tangga.

air limbah yang sudah lama atau membusuk akan bersifat asam karena sudah mengalami kandungan bahan organiknya telah mengalami proses dekomposisi yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap. suspending solid. protein atau asam amino.1 % dalam bentuk suspensi padat (suspended solid) yang volumenya bervariasi antara 100-500 mg/L. tetapi bervariasi bergantung pada waktu dalam sehari dan musim. Parameter Air Limbah Berikut beberapa parameter yang dapat digunakan berkaitan dengan air limbah : 1) Kandungan zat padat (total solid. atau karbohidrat. c. air limbah bersifat basa. Pb. b) Karakter kimia Air limbah biasanya bercampur dengan zat kimia anorganik yang berasal dari air bersih dan zat organik dari limbah itu sendiri. sedangkan di tengah hari volumenya lebih sedikit. sedangkan kandungan bahan padatnya mencapai 0. Karakteristik Air Limbah Ada beberapa karakteristik khas yang dimiliki air limbah seperti berikut ini : a) Karakter fisik Air limbah terdiri dari 99.9% air. Apabila volume suspensi padat kurang dari 100 mg/L. Mg) 17 . P. sedangkan pada sistem terpisah volume limbah mencapai rata-rata 2550 galon per kapita. 2. volume air limbah bervariasi dari 80-100 galon atau lebih per kapita. Di pagi hari. Saat keluar dari sumber. dan di malam hari agak meningkat lagi. Penggunaan sistem pembuangan kombinasi atau terpisah Pada sistem kombinasi. manusia cenderung menggunakan air yang menyebabkan air limbah semakin banyak. disolved solid) 2) Kandungan zat organik 3) Kandungan zat anorganik (mis.b. air limbah disebut lemah. Namun. Waktu Air limbah tidak mengalir merata sepanjang hari. Cd. Komposisi campuran dari zat-zat itu berupa :   Gabungan dengan nitrogen misalnya urea. 3. Sedangkan bila lebih dari 500 mg/L disebut kuat. Gabungan dengan non-nitrogen misalnya lemak. sabun.

Apabila hasil pengukuran menunjukkan angka lebih dari 300 mg/L. O2. 4. sedangkan bila kurang dari 100 mg/L disebut lemah. 2) Mengganggu kehidupan dalam air. Pengelolaan Air Limbah Air limbah sebelum dilepas ke pembuangan akhir harus menjalani pengolahan dahulu. Biochemical Oxygen Demand Boichemical Oxygen Demand adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk melakukan proses dekomposisi aerobik terhadap bahan organik dari larutan. antara lain : 1) Kontaminasi dan pencemaran pada air permukaan dan badan-badan air yang digunakan oleh manusia. Kebutuhan BOD bervariasi antara 100-300 mg/L. N. b. Hasil pengukuran BOD dinyatakan dalam mg/L. 3) Menimbulkan bau (sebagai hasil dekomposisi zat anaerogi dan zat anorganik) 4) Menghasilkan lumpur yang dapat mengakibatkan pendangkalan air sehingga terjadi penyumbatan yang dapat menimbulkan banjir. Dampak tersebut. Dampak Pembuangan Air Limbah Air limbah yang tidak menjalani pengolahan yang benar tentunya dapat menimbulkan dampak yang tidak di inginkan. CO2) 5) Kandungan bakteri (mis. Untuk dapat melaksanakan pengolahan air limbah yang efektif diperlukan 18 . BOD dikatakan kuat. a. Chemical Oxygen Demand Chemical Oxygen Demand adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air secara sempurna. E. 5. di bawah kondisi suhu tertentu (umumnya 200 C) dan waktu tertentu (umumnya 5 hari). Coli) 6) Kandungan pH 7) Suhu Pengukuran Kadar Oksigen dalam Air Limbah Berikut beberapa parameter yang digunakan untuk mengukur kandungan oksigen dalam air limbah.4) Kandungan gas (mis. mematikan hewan dan tumbuhan air.

lumpur didalamnya dapat diisap 19 . Apabila cesspool sudah penuh (kurang lebih 6 bulan). Tidak dihinggapi oleh vector atau serangga yang menyebabkan penyakit. Bagian atas ditembok agar tidak tenbus air. Sementara itu. cara semacam ini dapat mencemari air permukaan dengan bakteri pathogen. 2) Melindungi hewan dan tanaman yang hidup didalam air. Air sungai atau danau tidak boleh digunakan untuk keperluan lain. 5. Dibuat pada tanah yang porous (berpasir) agar air buangan mudah meresap ke dalam tanah. Namun. Adapun tujuan pengelolaan dari air limbah itu sendiri. antara lain : 1) Mencegah pencemaran pada sumber air rumah tangga. 3) Menghindari pencemaran tanah permukaan. Tidak menimbulkan pencemaran pada flora dan fauna yang hidup di air didalam penggunaannya sehari-hari. Tidak mengakibatkan pencemaran air permukaan. 2. 3. Dengan kata lain air harus mengalir ( tidak boleh stagman) agar tidak menimbulkan bau. maka persyaratan berikut harus dipenuhi : 1. 4. Cesspool Bentuk cesspool ini menyerupai sumur tetapi digunakan untuk pembuangan air limbah. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengelola air limbah. danau atau laut agar mengalami pengenceran. b. Tidak mengakibatkan kontaminasi terhadap sumber-sumber air minum. Tidak menimbulkan bau atau aroma tidak sedap. Air harus cukup mengandung oksigen. 3. larva dan telur cacing. Pengenceran ( disposal by dilution) Air limbah di buang ke sungai. Apabila hanya cara ini yang dapat diterapkan. Tidak terbuka dan harus ditutup. di antaranya : a. serta bibit penyakit lain yang ada di dalam air limbah itu.. Dengan cara ini air limbah akan mengalami purifikasi alami.rencana pengelolaan yang baik. Volume air mencukupi sehingga pengenceran berlangsung kurang dari 30-40 kali. 2. sistem pengelolaan air limbah yang diterapkan harus memenuhi persyaratan berikut : 1. 6. 4) Menghilangkan tempat berkembangbiaknya bibit dan vector penyakit.

5 m. atau perikanan darat. cairan dan lumpur. lumpur dapat dipmpa keluar. Sistem Riool (sewage) Sistem riool menampung semua air kotor dari rumah maupun dari perusahaan. Sumur resapan (seepage pit) Sumur resapan merupakan sumur tempat menampung air limbah yang telah mengalami pengolahan dalam sistem lain. Septic tank memiliki 4 bagian antara lain : 1) Ruang pembusukan Dalam ruangan ini. 3) Dosing chamber Dalam dosing chamber terdapat siphon Mc Donald’s yang berfungsi untuk mengatur kecepatan air yang akan dialirkan ke bidang resapan agar merata. air akan mengalir ke cesspool berikutnya. Jarak cesspool dengan sumur air bersih adalah 45 meter dan minimal 6 meter dari pondasi rumah. dan terkadang menampungn kotoran dari lingkungan.5 m dan kedalaman 2. sedangkan jika bak penampung air hujannya dipisahkan maka disebut separated system. Septic tank Septic tank menurut WHO. Agar tidak merugikan kepentingan lain. dengan diameter 1-2. pertanian. air kotor akan tertahan 1-3 hari dan akan mengalami penguraian oleh bakterti pembusuk yang akan menghasilkan gas. Panjang minimal bidang resapan ini 10 m dan dibuat pada tanah porous. e. c. Lumpu akan masuk ke ruang lumpur. Air kotor itu masih memerlukan pengolahan. sisteo riool ini disebut combined system. Gas dan cairan akan kedalam dosing camber melalui pipa. 20 . sehingga bila yang satu penuh. lama pemakaian dapat mencapai sekitar 6-10 tahun. misalnya ke daerah peternakan. misalnya dari aqua privy atau septic tank. 2) Ruang lumpur Ruang lumpur merupakan tempat penampung lumpur apabila ruang sudah penuh. air kotor dialirkan ke ujung kotak. Sumur resapan ini dibuat pada tanah yang porous. d. Dengan cara ini. rumit dan memerlukan tanah yang luas. merupakan metode terbaik untuk mengelolaq air limbah walu biayanya mahal. Apabila dipakai untuk menampung air hujan. 4) Bidang resapan Bidang ini akan mnyerap cairan keluar dari dosing chamber dan menyaring bakteri pathogen maupun bibit penyakit lain. air hanya tinggal mengalami peresapan kedalam tanah.keluaratau dari semula dibuat cesspool secara berangkai.

danau atau laut sehingga mengalami pengenceran. Kotoran yang besar disaring. dan clean water. 6) Pengenceran Terakhir. Primary sedimentation tank. 2) Pengendapan (sedimentation) Pada proses ini air limbah. air limbah dibuang ke sungai. 21 . Pengolahan secara primer terdiri atas : a.Proses pengolahan yang dilakukan antara lain : 1) Penyaringan (screening) Penyaringan ditujukan untuk menangkap benda-benda yang terapung di atas permukaan air. Irrigation 3. dekomposisi. 4) Disaring dengan saringan pasir (sand filter) 5) Desinfeksi Desinfeksi dengan kaporit (10 kg/1 juta liter air limbah) untuk membunuh mikroba pathogen. Detritus berupa lapisan air. 4. Pengolahan air limbah secara primer dan sekunder. Cairan yang tertinggal dialirkan sebagai primary effluent ke pengolahan sekunder. Semua proses pengolahan air limbah ini dilakukan dalam suatu instalasi khusus yang dibangun di ujung kota. kerikil dan pasir. Screen (saringan). Dilution (pengenceran) 2. dialirkan ke dalam bak besar (sand trap) sehingga aliran menjadi lambat dan lumpur serta pasir mengendap. b. aliran air diperlambat dengan grit channel. 3) Proses biologis Proses ini menggunakan mikroba untuk memusnahkan zat organic di dalam limbah baik secara aerob maupun anaerob. yang terdiri dari pengendapan. Grit Chamber. Self purification (kolam oksidasi). c. d. recovery. Endapan crudge sludge dialirkan ke sludge digestion tank dan menghasilkan gas metana. Cara Lain Pengelolaan Air Limbah Pengolahan air limbah juga dapat dilakukan dengan cara berikut ini : 1.

2. nitrit.Pengolahan sekunder terdiri dari: a. 3. b. Dari total volume endapan lumpur aktif (activated sludge) yang dihasilkan. Endapan lumpur dalam sludge digestion tank dikeringkan dengan alat pengering lumpur. atau dijadikan pupuk. ditimbun rawa-rawa. seperti berikut : a. Proses aerob Proses aerob merupakan proses yang paling efisien untuk menurunkan kandungan materi organic di dalam air limbah. Purifikasi Air Limbah Tujuan purifikasi air limbah. Untuk menghasilkan effluent yang bebas dari keadaan patogen. Air yang tertinggal cukup jernih sehingga dapat langsung disalurkan ke badanbadan air setelah mengalami proses klorinasi. 22 . amoniak. nitrat. dan sulfat melalui kerja bakteri. Crudge sludge dialrkan ke sludge digestion tank untuk diubah menjadi gas metana yang akan digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik. c. air. Bahan-bahan organic dipecah menjadi bahan-bahan yang lebih sederhana. antara lain : 1. jamur dan protozoa. d. yang tidak akan Dekomposisi materi organik di dalam air limbah terjadi melalui proses aerob dan anaerob. Cairan yang berasal dari primary treatment dialirkan ke bak biological treatment kemudian dialirkan ke tangki pengendapan terakhir (final sedimentation tank). Untuk menstabilkan bahan-bahan organic melalui proses stabilisasi. Materi akan diurai oleh bakteri menjadi bahan-bahan sederhana didekomposisi. 25%nya akan digunakan kembali sehingga dimasukkan lagi ke dalam tangki aerasi. Air dapat digunakan tanpa menimbulkan resiko gangguan kesehatan. sedangkan yang 75%-nya akan dibuang ke laut. Proses ini memerlukan pasokan oksigen terlarut dalam kontinu. seperti karbondioksida.

Teknologi yang dimanfaatkan 2. Proses anaerob Proses ini sangat efektif untuk air limbah yang mengandung banyak benda padat. terdapat 3 cara berikut yang dapat dipilih : 1. Kondisi air Ada 5 cara pembuangan air limbah rumah tangga. Pengolahan primer. dan primary sedimentation. Land treatment atau sewage farming. secondary sedimentation. b. Pengolahan sekunder. Dalam melakukan purifikasi air limbah. sedangkan di daerah yang sumber airnya berasal dari sumur pompa atau sambungan rumah sendiri. Reaksi dekomposisi anaerob berlangsung lebih lambat dan sangant kompleks. yang meliputi biological treatment. dan lain-lain yang mungkin mengandung mikroorganisme patogen. Tanah tersebut ditanami tumbuhan semacam kentang dan pohon buah-buahan. 2. Metode ini memanfaatkan sebidang tanah yang dikelinlingi parit berisi air limbah yang mengalir secara intermiten. Jenis tanah 5. terdiri dari : a. Modern sewage treatment. Implikasi dan dampak kesehatan akibat pembuangan air limbah rumah tangga bergantung pada : 1. dan klorinasi. Volume air limbah 3. yaitu : 23 . ammonia. Iklim setempat 4. penggunaan air dapat mencapai 200 liter per orang. dapur. Volume air limbah rumah tangga bergantung pada pemakaian air penduduk setempat.b. Traditional sewage treatment (oxidation pond) 3. dan H2. grift chamber. Penggunaan air untuk keperluan sehari-hari mungkin kurang dari 10 liter per orang didaerah yang sumber airnya berasal dari keran umum. Air Limbah Rumah Tangga Air limbah rumah tangga (sullage) adalah air limbah yang tidak mengandung ekskreta manusia yang dapat berasal dari buangan kamar mandi. CO2. Produk akhir dari dekomposisi tersebut adalah metana. air cuci pakaian. yang meliputi screening.

Halaman juga sering dijadikan arena bermain anak-anak. 4) Dialirkan ke saluran terbuka 5) Dialirkan ke saluran tertutup atau selokan. bahkan tidak jarang digunakan untuk tempat buang air besar yang memungkinkan telur cacing untuk tidak cepat matang sehingga potensi untuk menularkan penyakit tetap besar. industri pulp dan rayon. Air limbah yang mengandung mikroorganisme patogen dan berasal dari pembersihan kamar mandi mungkin dapat menginfeksi anak-anak yang sedang bermain di halaman. C. pengolahan crumb rubber. Selain itu limbah cair juga dapat berasal dari bahan baku yang mengandung air sehingga didalam proses pengolahannya. Namun. metode pembuangan air limbah yang memenuhi syarat mutlak diperlukan. 24 . Penggunaan air limbah dengan cara dimanfaatkan untuk penyiraman sayur-sayuran di kebun dekat rumah memberikan dampak negatif yang lebih kecil terhadap kesehatan. pemanfaatan tersebut jangan sampai membentuk genangan air karena dapat menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk.1) Pembuangan umum. minyak kelapa sawit. sementara penggunaan air atau kepadatan rumah tinggi.jika kondisi tanah kurang dapat ditembus air. yaitu melalui tempat penampungan air limbah yang terletak di halaman. Di daerah yang volume air limbah dan angka kepadatan rumahnya masih rendah. air harus di buang. Pembuangan melalui tempat-tempat penampungan air limbah di halaman akan memberikan tempat bagi perkembangbiakkan serangga seperti Culex pipiens selain menghasilkan lumpur dan kondisi yang tidak saniter karena dekat dengan sumur air bersih. 2) Digunakan untuk menyiram tanaman kebun. Setiap cara tersebut memiliki implikasi kesehatan yang berbeda-beda. pembunagan air limbah di luar rumah dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Limbah Industri Limbah industry (industrial waste) yang berbentuk cair dapat berasal dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan air pada proses produksinya. Jenis-jenis industri yang menghasilkan limbah cair antara lain. 3) Dibuang ke lapangan peresapan.

industri ikan dan makanan laut menghasilkan limbah air berkisar antara 79-500 meter kubik per hari. penanggulangan. Sebagai gambaran. Contoh lainnya. kaustik soda.000 jenis bahan kimia dari 5 juta jenis bahan kimia yang sudah dikenal. Air yang mengandung senyawa kimia beracun dan berbahaya mempunyai sifat tersendiri. Air limbah yang telah tercemar memberikan ciri yang dapat diidentifikasi secara visual maupun melalui pemeriksaan laboratorium. diperlukan langkah-langkah pencegahan. 25 . Tingkat bahaya keracunan yang disebabkan limbah ini bergantung pada jenis dan karakteristiknya.baju dan besi. pencelupan dan pewarna. Identifikasi secara visual dapat diketahui melalui kekeruhan. warna air. bahan-bahan tersebut mengandung 60. Sementara itu. Apabila ditinjau secara kimia. bau yang ditimbulkan. karakteristik dan akibat yang ditimbulkan limbah di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. plywood. Limbah cair industri mengandung bahan pencemar yang bersifat racun dan berbahaya yang dikenal dengan sebutan B3 (bahan beracun dan berbahaya). daging. Kerapkali air dari pabrik berwarna keruh dan temperaturrnya tinggi. Bahan ini dirumuskan sebagai bahan yang dalam jumlah relative sedikit tetapi mempunyai potensi untuk mencemarkan dan merusak kehidupan dan sumber daya. Jumlah limbah yang dikeluarkan masing-masing industri bergantung pada hasil produksi yang dihasilkan beserta jenis produknya. pengalengan. elektor plating. dan indikasi lain. identifikasi secara laboratorium diatandai dengan terjadinya perubahan sifat kimia air karena air telah mengandung bahan kimia yang beracun dan berbahaya dalam konsentrasi yang melebihi batas yang dianjurkan. industri pulp dan rayon menghasilkan limbah air sebanyak 30 meter kubik setiap ton pupl yang diproduksi. Bahan ini ada yang kasar dan halus. rasa. dll. dan pengelolaannya secara efektif. baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. tekstil. minyak goreng. Air dan pabrik membawa sejumlah padatan dan partikel baik yang larut maupun mengendap. Mengingat sifat. sedankan industri pengolahan crumb rubber menghasilkan antara 100-1000 meter kubik limbah per hari. kertas. tepung tapioka.

Padatan Berasal dari bahan organik maupun anorganik.Sifat-Sifat Limbah Cair Industri Berdasarkan persenyawaan yang ditemukan dalam air buangan industri. seperti enceng gondok. lumpur. jasad renik. Sifat ini terjadi karena adanya bahan yang terapung maupun yang teruarai seperti bahan organik. dan benda lain yang melayang maupun terapung. juga berbahaya bagi makhluk hidup lain dalam air. Nilai kekeruhan air dikonversikan ke dalam ukuran SiO2 dalam satuan mg/l. kimia dan karakteristik biologinya. Berikut karakteristik yang dimilki limbah cair industri : Karakteristik Fisik Perubahan yang ditimbulkan parameter fisika dalam limbah cair industri. Pengamatan mengenai karakteristik ini penting untuk menetapkan jenis parameter pencemar yang terdapat di dalamnya. tanah liat. Kekeruhan akan membatasi pencahayaan ke dalam air. selain menyebabkan tumbuhnya tanaman air tertentu. c. Sifat kimia dan masing-masing parameter dapat menunjukkan akibat yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan. sifat limbah cair tersebut dapat dikategorikan berdasarkan karakteristik fisika. antara lain : a. mengendap maupun yang berbentuk suspensi. Pengendapan di bagian dasar air akan mengakibatkan terjadinya pendangkalan pada badan dasar penerima. Kekeruhan Kekeruhan menunjukkan sifat optis air yang menyebabkan pembiasan cahaya ke dalam air. Semakin keruh air. Banyaknya padatan menunjukkan banyaknya lumpur yang terkandung dalam air limbah. Bau juga timbul karena reaksi kimia 26 . baik yang larut. semakin tinggi daya hantar listrik dan makin tinggi pula kepadatannya. Bau Bau timbul karena adanya kegiatan mikroorganisme yang menguraikan zat organik untuk menghasilkan gas tertentu. b.

Temperatur Temperatur air limbah akan memengaruhi badan penerima apabila terdapat perbedaan suhu yang cukup besar. Secara umum sifat air dipengaruhi oleh bahan kimia organik dan anorganik. Daya hantar listrik Daya hantar listrik merupakan kemampuan air untuk mengalirkan arus listrik. a.yang menimbulkan gas. 1) Karakteristik Kimia Bahan kimia yang terdapat dalam air akan menentukan sifat baik air baik dalam tingkat keracunan maupun bahaya yang ditimbulkannya. Bahan kimia anorganik Klorida 27 . Perubahan suhu memperlihatkan aktivitas kimia dan biologi pada benda padat dan gas dalam air. sehingga bahan pewarna tertentu yang mengandung logam berat. Konduktivitas limbah cair dalam mengalirkan arus listrik bergantung pada mobilitas ion dan kadar yang terlarut di dalam limbah tersebut (senyawa organik > konduktor senyawa organik). Warna Warna timbul akibat terdapatnya suatu bahan terlarut atau suatu suspensi dalam air. Kuat lemahnya bau yang ditimbulkan bergantung pada jenis dan banyaknya gas yang dihasilkan. Temperatur juga dapat memengaruhi kecepatan reaksi kimia serta tata kehidupan dalam air. Bahan kimia organik       Karbohidrat dan protein Minyak dan lemak Pestisida Fenol Zat warna dan surfaktan b. Temperatur juga dapat memengaruhi badan penerima apabila terdapat perbedaan suhu yang cukup besar. e. Pada suhu yang tinggi terjadi pembusukan dan penambahan tingkatan oksidasi zat organik. d. yang tercermin dari kadar padatan total dalam air dan suhu pada saat pengukuran. f.

Bahan lainnya adalah lapisan minyak dan lemak di atas permukaan air. Ada dua metode utama yang dapat dilakukan yaitu pengolahan secara kimia dan fisika. Dengan mengetahui jenis-jenis parameter dalam limbah. Beriktu beberapa tahap pengolahan air limbah. Contoh bahan-bahan yang terjaring dapat berupa padatan terapung atau melayang yang ikut bersama air. pengolahan limbah dapat digolongkan menjadi 5 tingkatan. Ukuran messnya (besar lubang kawat tikus) dapat dibandingkan dengan kawat kasa penghalang nyamuk. Pengolahan secara kimia dilakukan dengan cara mengendapkan bahan padatan melalui penambahan zat kimia. Tidak semua reaksi dapat berlaku untuk semua senyawa kimia (terutama senyawa organik). Reaksi yang terjadi akan menyebabkan berat jenis bahan padatan menjadi lebih besar daripada air. pengolahan menurut tingkat perlakuan dan pengolahan menurut karakteristiknya. saringan kasar yang tidak mudah berkarat dan berukuran kurang lebih 30 x 30 cm untuk debit air 100 m2/jam sudah cukup baik. Saringan tersebut diperiksa setiap hari untuk mengambil bahan yang terjaring. 28 . b) Pengolahan primer (primary treatment) Pada tahapan ini dilakukan penyaringan terhadap padatan halus atau zat warna terlarut maupun tersuspensivyang tidak terjaring pada penyaringan terdahulu. tidak berarti bahwa semua tingkatan harus dilalui karena pilihan tingkatan proses tetap bergantung pada kondisi limbah yang diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. dapat ditetapkan jenis peralatan yang dibutuhkan.     Fosfor Logam berat dan beracun Nitrogen Sulfur 2) Karakteristik Biologi Virus Pengolahan Limbah Cair Industri Pengolahan limbah cair industri dapat dibagi menjadi dua. a) Prapengolahan (pretreatment) Pada tahap ini. Namun. Pengolahan Berdasarkan Tingkat Perlakuan Menurut tingkatan prosesnya. saringan dapat dipasang secara seri sebanyak dua atau tiga saringan. 1.

Mengubah sistem saluran dan membuat kolam) Penggumpalan (mis. Proses fisik. Sementara itu.Pengolahan secara fisika dilakukan melalui pengendapan maupun pengapungan yang ditujukan untuk bahan kasar yang terkandung dalam air limbah. destilasi. pertukaran ion. pengendapan (tanpa penambahan bahan kimia) dilakukan dengan memanfaatkan kolam berukuran tertentu untuk mengendapkan partikelpartikel dari air yang mengalir di atasnya. elektrokimia. Di dalam proses biologis ini. dan lain-lain). pengendapan kimia. d) Pengolahan tersier (tertiary treatment) Pengolahan tersier merupakan tahap pengolahan tingkat lanjut yang ditujukan terutama untuk menghilangkan senyawa organik maupun anorganik. dapat dilakukan melalui : Pengendapan dengan bahan kimia Pengolahan dengan lagoon atau kolam Netralisasi Penggumpalan atau koagulasi 29 . Proses kimia. proses kimia (absorbsi karbon aktif. Pengapungan dilakukan dengan memasukkan udara ke dalam air dan menciptakan gelembung gas sehingga partikel halus terbawa bersama gelembung ke permukaan air. pembekuan. Menggunakan aluminium sulfat dan terrosulfat) Sedimentasi Pengapungan Filtrasi     b. banyak dipergunakan reaktor lumpur aktif dan trickling filter. c) Pengolahan sekunder (secondary treatment) Tahap ini melibatkan proses biologis yang bertujuan untuk menghilangkan bahan organik melalui proses oksidasi biokimia. Pengolahan Berdasarkan Karakteristik Proses pengolahan berdasarkan karakteristik air limbah dapat dilakukan secara : a. oksidasi dan reduksi). 2. Proses pada tingkat lanjut ini dilakukan melalui proses fisik (filtrasi. dapat dilakukan melalui :       Pengahancuran Perataan air (mis. dan proses biologi (pembusukan oleh bakteri dan nitrifikasi alga). pengapungan.

Proses biologi. floculant setting. dan zone setting) Oksidasi dan reduksi Klorinasi Penghilangan klor (biasanya menggunakan karbon aktif atau natrium sulfat) Pembuangan fenol Pembuangan sulfur c. MLSS) 30 .        Sedimentasi (misalnya dengan discrete setting. dapat dilakukan dengan : Kolam oksidasi Lumpur aktif (mixed liquid suspended solid.

Secara umum limbah dapat dibagi menjadi : 1) Human excreta (feses dan urine) 2) Sewage (air limbah) 3) Industrial waste (bahan buangan dari sisa proses industri). Saran 31 . Adapun sampah (waste) adalah zatzat atau benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi. Kesimpulan Limbah cair merupakan salah satu jenis sampah.BAB III PENUTUP A. B. Dimana di setiap jenis limbah memiliki cara pengolahan yang berbeda-beda. baik yang berasal dari rumah maupun sisa-sisa proses industri.

EGC : Jakarta.DAFTAR PUSTAKA  Dr. 32 . Budiman. Chandra. Cetakan I. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan.