1

PROBLEMATIKA PENGELOLAAN WAKAF DI INDONESIA Oleh: Tri Wahyu Hidayati, M.Ag.

Abstract This article discusses problems of organizing waqf in Indonesia. The writer shows that there are many problems in organizing waqf, such as the lack of understanding to waqf decree and the domination of traditional fiqh understanding. This kind of problem affects Indonesian muslim to tend to defend the eternity of phisical existence of waqf asset than its benefit. Beside of that, many nȃzhirs are individuals that make the progress of waqf depends on the personality of the person. Whenever the person is profesional, the waqf will be in progress. But whenever the nȃzhir is weak in management, the waqf in his hand will be weak. Otherwise, most of nȃzhirs in Indonesia are not fulltimer workers. Therefore, most of them are not in focus on his job as a nȃzhir. In another word, they are not profesionals. Another problem is the lack of control to nȃzhirs from the society. Therefore, some nȃzhirs organize assets in disorder way. To solve these problems, the writer proposes three ways. Firstly, socializing waqf decree (number 41/2004) comprehensively in order the people have better understanding to it. Secondly, preparing profesional nȃzhirs through management trainings. Thirdly, BWI and ministry of religious affairs should cooperate in synergy in developing and controlling nȃzhirs. Keywords: Waqf produktif, nȃzhir, profesionalitas. A. Pendahuluan

Wakaf merupakan doktrin yang amat penting guna membangkitkan peradaban Islam. Pada masa kejayaan Islam, wakaf telah memainkan peran penting dalam kemajuan masyarakat muslim. Pada masa lalu, pusat-pusat peradaban, kebudayaan, dan keilmuan banyak yang disokong oleh aset-aset wakaf. Pendanaan riset dan fasilitas beasiswa juga dibiayai dari perberdayaan wakaf. Universitas al-Azhar Kairo, misalnya, sejak berdiri pada abad ke-10M hingga sekarang masih memanfaatkan aset wakafnya untuk biaya operasional. Tanah-tanah wakafnya yang strategis dipergunakan untuk toko dan hotel guna membiayai program universitas. Mundurnya peradaban Islam ternyata juga berpengaruh pada kemunduran dunia perwakafan. Kini kekayaan wakaf tidak lagi menjadi

Banyak institusi keislaman yang tidak mandiri karena memang pendanaannya bergantung pada pihak lain seperti pada pemerintah dan yayasan. namun alangkah lebih baiknya bila institusi keislaman mengembangkan aset wakafnya guna mewujudkan kemandiriannya. hal ini belum diwujudkan oleh muslim Indonesia. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf. Cerita sukses dalam dunia perwakafan di Indonesia amatlah sedikit. kerumitan. jumlah tanah wakaf Indonesia sebanyak 403. sehingga dapat memberikan implikasi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Bila dunia perwakafan Indonesia dikelola maksimal.406 M.41 tahun 2004 tentang perwakafan merupakan perangkat hukum yang cukup kuat untuk dijadikan pijakan dalam upaya memaksimalkan pengelolaan wakaf secara produktif dan profesional. Ia bisa menjaga jarak dari kepentingan-kepentingan titipan yang kadang hanya sempit dan sementara.672. Dunia perwakafan di Indonesia cukup membanggakan secara kuantitas namun belum secara kualitas. Hal ini terjadi karena cerita wakaf di Indonesia lebih didominasi oleh kesedihan. Beberapa regulasi yang mengatur wakaf di Indonesia memang telah ada. dan kegagalan. tidak mustahil ia akan mampu menjadi partner negara guna membangun kemandirian bangsa. Namun. Hal ini cukup beralasan. Apalagi dengan hadirnya UU no. Bahkan. maka akan memberi kontribusi yang sangat signifikan bagi penanggulangan kemiskinan. Menurut data yang masuk ke Kementrian Agama. menyatakan bahwa mengelola wakaf itu lebih banyak dianggap beban dari pada kebanggaan. untuk lebih berkhidmat pada kepentingan yang lebih besar dan abadi. pada kenyataannya. dalam maupun luar negeri.2 penopang kemandirian umat Islam. Keadaan yang demikian bukanlah buruk. Dari data tersebut apabila tanah yang strategis dikelola dengan profesional. kemiskinan . Namun. Di Indonesia masih banyak aset wakaf yang belum dikelola dengan baik.845 lokasi dengan luas 1. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi. beberapa nazhir yang sempat penulis temui. Jumlah aset wakaf di zamrud khatulistiwa ini amat besar.566.

saatnya ajaran tentang wakaf diwujudkan dengan baik demi meningkatkan sebanyak-banyaknya kesejahteraan umat. Sedangkan waqf dalam arti menahan. Oleh karena itu. 2:267. wakaf. berasal dari bahasa Arab waqafa yang berarti menghentikan. Istilah waqf dalam ilmu tajwid berarti menghentikan bacaan. berdiam di tempat atau menahan sesuatu (Munawir. namun pengelolaan wakaf di Indonesia belum maksimal. dan itulah yang dimaksud dengan istilah wakaf dalam uraian ini. Konsep Wakaf dalam Fiqh Al-waqf. Istilah waqf tidak disebut secara jelas dalam al-Quran seperi zakat. begitu banyak ajaran Islam yang menganjurkan untuk peduli pada kaum miskin. shadaqah. . Waqf yang berarti berdiam di tempat. seharusnya persoalan kemiskinan bisa diurai sedikit demi sedikit. 1997: 7599 -7601). t. Beberapa ayat yang dipandang para ahli sebagai landasan hukum wakaf adalah QS/22:77. Tulisan ini. maka terputuslah segala amal perbuatannya. Telah banyak regulasi tentang wakaf. digunakan dalam istilah wuquf. seperti zakat. hendak menelusuri problem pengelolaan wakaf di Indonesia dan menawarkan solusi yang perlu diambil oleh para pemerhati wakaf di tanah air. Melalui ajaran kedermawanan tersebut. 3:92. yaitu berdiam di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika menunaikan ibadah haji. Sementara dalam hadits diriwayatkan bahwa: "Jika seseorang meninggal dunia.: 1648). dengan tetapnya benda untuk disalurkan dalam kebaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (al-Zuhailiy.3 di Indonesia makin menggurita. digunakan berkaitan dengan harta kekayaan. Waqf dalam berbagai literatur bersamaan artinya dengan habs. Sehingga umat Islam harus menilik ulang. infak. B. kecuali tiga.t. menjadi wakaf dalam bahasa Indonesia. Waqf adalah menahan harta yang memungkinkan untuk diambil manfaatnya.

mauqȗf ‘alaih (tujuan wakaf atau yang berhak menerima wakaf). Dalam literatur fiqh. kerabat. Umar menyedekahkannya kepada fakir miskin. Hadits inilah yang kemudian menjadi dasar hukum perwakafan. dan tidak diwariskan. orang yang dalam perjalanan. belum pernah saya dapatkan yang lebih berharga dari pada itu. wakaf dibicarakan dalam rangkaian pembicaraan mengenai hak-hak kebendaan lain seperi wasiyat dan kewarisan. ilmu yang dimanfaatkan. dan tidak pula dihibahkan. harus segera dilaksanakan setelah diikrarkan.4 shadaqah jariah. para tamu. tamu. fî sabîlillȃh. Umar berkata: Saya mendapatkan tanah yang sangat berharga. Bagaimana saran baginda? Rasul bersabda: ”Jika kamu suka tahanlah pokoknya bersedekahlah dengannya. Maka pokoknya ditahan tidak dijual. Selanjutnya bahwa wakaf . apakah sebaiknya dia melepaskan tanah itu sebagai sedekah. Adapun rukun wakaf ada empat. Ditahannya tanah tersebut dalam arti tidak dijual. shighat atau ikrȃr wakaf (al-Zuhailiy. dan sebagainya. Hadits lain yang berkaitan dengan wakaf adalah hadits tentang Umar berikut: "Ibn Umar meriwayatkan Umar b. 1997: 7606). para penuntut ilmu. Muslim dari Abu Hurairah). Menurut hadits ini Umar bin Khattab mempunyai tanah di Khaibar. Dan hasil tanah itu diperuntukkan bagi fakir miskin. kemudian dijawab oleh Nabi: "Tahanlah pokoknya dan sedekahkan hasilnya". Adapun syarat wakaf adalah: wakaf harus selamanya. Maka Umar menuruti sabda nabi tersebut. Kemudian ia mendatangi Rasulullah. Khatthab mendapat sebidang tanah di Khaibar. hamba sahaya. termasuk syarat dan rukunnya. tujuannya harus jelas. keluarga yang memerlukannya. tidak diwariskan. Beliau bertanya kepada Nabi. mauqȗf (harta yang diwakafkan). yaitu: wȃqif (orang yang mewakafkan). Adapun bagi orang yang mengelolanya dapat mengambil bagian sebatas keperluan hidupnya. dan musafir" (HR Muslim dari Ibnu Umar). Di sana akan kita jumpai pembicaraan panjang lebar mengenai wakaf. suatu daerah pertanian di Madinah. dan anak shalih yang mendoakannya (HR. tidak dihibahkan.

pembenahan terus dilakukan terhadap hukum perwakafan di Indonesia. 1988: 78). perguruan Islam dan lembaga-lembaga keagamaan Islam dibangun di atas tanah wakaf. Di antaranya lambannya sosialisasi dan belum siapnya perangkat-perangkat pelaksana. PP ini kemudian diikuti dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya oleh Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri dan beberapa instruksi Gubernur. C. Tahun 1953. Pasal 49 UU ini menyatakan bahwa perwakafan tanah milik diatur oleh Peraturan Pemerintah Tujuh belas tahun berikutnya. Hal ini bisa dilihat pada kenyataan bahwa hampir semua rumah ibadah. bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. Wakaf telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Islam.41 tahun 2004. sehingga banyak peraturan yang ada untuk mengaturnya. dihibahkan. dan kepemilikannya telah berganti menjadi milik Allah. Undang-Undang ini telah enam tahun diundangkan. Konsep Wakaf Dalam Perundang-undangan di Indonesia Wakaf telah dikenal luas di Indonesia sejak dulu. yaitu PP no. Perwakafan makin mendapat tempat dalam peraturan perundangan dengan adanya Undang-Undang Pokok Agraria no. memerintahkan kepada bupati untuk membuat daftar rumah ibadah umat Islam dalam wilayahnya. Bijblaad 1931: 125/3 menyatakan bahwa apabila seseorang hendak mewakafkan hartanya harus seizin bupati (Ali. Setelah Indonesia merdeka. Dalam UU ini terdapat . atau diwariskan (Sabiq: 381). tidak boleh dijual. Wakaf adalah ibadah yang menyangkut hak dan kepentingan orang lain.5 tahun 1960.28 tahun 1977. Dan satu kemajuan yang sangat signifikan bagi umat Islam. dan menjadi penunjang utama perkembangan kehidupan masyarakat.5 itu tidak dapat ditarik kembali. namun masih banyak kendala dalam melaksanakannya. Departemen Agama membuat petunjuk mengenai pelaksanaan wakaf yang disempurnakan pada tahun 1956 tentang prosedur perwakafan. PP yang dimaksud baru terwujud. Bijblaad 1905: 6195. ketika dikeluarkannya Undang-Undang Perwakafan yaitu UU no.

bangunan. khususnya madzhab Syafii dan Hanbali yang mengharuskan wakaf harus selamanya bukan dalam jangka tertentu. pengelolaan dan pemberdayaan wakaf. Hal ini bisa dilihat dari sabda Nabi yang artinya: ”Orang yang menahan (mewakafkan) kuda di jalan Allah.28 tahun 1977. Hal ini berbeda dengan wakaf dalam fiqh klasik. Pengertian wakaf harus selamanya ini juga diikuti oleh Kompilasi Hukum Islam dalam pasal 215. Harta tersebut dipersyaratkan tahan lama dan atau bermanfaat jangka panjang serta bernilai ekonomi menurut syariah.Sementara itu cakupan benda wakaf yang banyak dikenal masyarakat hanya pada benda tidak bergerak. kotorannya.6 beberapa hal baru yang merupakan pembaharuan dari fiqh wakaf yang kita kenal selama ini. surat berharga. tanaman) dan harta bergerak (seperti uang. Padahal wakaf benda bergerak juga sudah ada pada masa Nabi. Hal ini bisa dilihat dalam pasal 16 UU no. harta yang boleh diwakafkan. yaitu adanya kesempatan bagi kita untuk mewakafkan sebagian harta kita dalam jangka tertentu. Ada hal yang harus dicermati dari pengertian wakaf dalam UU ini. Hal ini direduksi dalam PP no. dapat berupa harta tidak bergerak (seperti tanah. karena iman dan mengharap pahala dari Allah.). Pergeseran pemahaman juga terjadi terhadap harta benda yang boleh diwakafkan. maka makanannya. kendaraan. Hal baru itu antara lain: pengertian wakaf. hak atas kekayaan intelektual.41 tahun 2004. logam mulia. dll.28 tahun 1977 hanya untuk tanah saja. bahkan PP no. Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. dan kencingnya merupakan kebaikan-kebaikan dalam pandangan . yang menyebut bahwa yang dimaksud dengan wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam rangka mengamankan harta wakaf. Untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional. 41 tahun 2004. Sesuai dengan pasal 49 ayat 1 UU no. diantara tugas badan ini adalah Membina nȃzhir dalam mengelola dan mengembangkan wakaf. 2008). Pada tahun 2007. Dalam pasal 48 dinyatakan bahwa Badan Wakaf Indonesia berkedudukan di ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat membentuk perwakilan di provinsi dan / atau kabupaten / kota sesuai dengan kebutuhan. meskipun baru di tingkat pusat. Bahkan lebih jauh lagi dalam literatur fiqh klasik. dalam UU no. Mengenai wakaf uang. dalam pasal 28 UU ini disebutkan bahwa wakaf uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh menteri. Dr. Selanjutnya dalam pasal 29 disebutkan bahwa wakaf uang dilakukan secara tertulis kemudian akan diterbitkan sertifikat wakaf uang yang diserahkan kepada wakif dan nazhir. Dalam pasal 32 disebutkan bahwa setiap harta wakaf harus didaftarkan pada instansi yang berwenang. seperti PP 28 tahun 1977. Hal ini dilakukan dalam rangka mempermudah wakaf uang. Dan bagi harta wakaf yang telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan sebelum berlakunya UU ini. wakaf uang dianggap tidak sah. KH Tholhah Hasan (BWI. UU ini mengamanahkan untuk mendaftarkan pada instansi berwenang untuk dicatat dan mengikuti proses administrasi lain yang diatur. badan ini telah terbentuk berdasarkan SK Menteri Agama tanggal 20 September 2007. Inpres no. Badan ini diketuai oleh Prof. 41 tahun 2004 diamanatkan perlunya dibentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI). 1 tahun 1991 dan lainnya dianggap sah dan harus didaftarkan juga paling lambat lima tahun setelah . Dalam hal pengelolaan wakaf banyak hal yang harus disyukuri. Sementara untuk wakaf uang. didaftarkan setelah terbitnya sertifikat wakaf uang (pasal 30).7 Allah” (HR al-Bukhari dalam CD Sakhr software. karena bergerak menuju optimalisasi peran wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan umat. maksimal tujuh hari setelah ikrar wakaf ditandatangani. 1997).

Pemberdayaan Wakaf Secara Produktif Wakaf adalah lembaga ekonomi khas Islam yang seharusnya dapat mensejahterakan umat. Wakaf ini disebut juga dengan wakaf konsumtif karena pokok barangnya dipergunakan secara langsung dan tidak dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu (produktif). sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. b). D.. yakni: a). yakni wakaf yang pokok barangnya tidak secara langsung digunakan untuk mencapai tujuannya. tapi dikembangkan terlebih dahulu hingga menghasilkan sesuatu (produktif). dari segi penggunaannya. Sangatlah pas ketika UU ini menganjurkan untuk memberdayakan wakaf secara maksimal secara produktif sesuai dengan Syariah.8 diundangkannya UU no 24 tahun 2004. Dengan demikian pengelolaan wakaf tidak hanya untuk peribadatan saja seperti masjid. Wakaf jenis kedua ini disebut dengan wakaf produktif karena pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi terlebih dahulu dan hasilnya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf. Paradigma pengelolaan wakaf secara produktif inilah yang juga menjiwai PP no 42/2006 dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang berdiri 13 Juli 2007. wakaf dibagi menjadi dua macam. kemudian hasilnya baru dipergunakan untuk tujuan wakaf. Wakaf tidak langsung. Contoh dari wakaf produktif adalah wakaf tanah pertanian yang dikelola secara produktif dan hasilnya untuk membiayai kegiatan pendidikan di Pondok Modern Gontor (Fanani. 2008:12). Setelah dicatat dan diadministrasikan kemudian diumumkan oleh menteri dan BWI (pasal 37 dan 38). yang dikutip oleh Muhyar Fanani (2010: 2829). seperti masjid untuk shalat. Wakaf langsung yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk mencapai tujuannya. 41 tahun 2004 menjadi petanda bagi era baru pengelolaan wakaf produktif di Indonesia. . Pengelolaan wakaf secara produktif menjadi ruh undang-undang itu. tapi juga kegitan yang bernilai ekonomi tinggi. UU no. Menurut Mundzir Qahaf.

Jika harta . Semuanya harus berdasar analisis yang matang terhadap asset wakaf yang ada.2008:35-60). antara lain: mengadakan proyek percontohan pemberdayaan wakaf produktif di Kuningan. Toserba Panama di Kuningan.9 Dari pembagian wakaf di atas maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan wakaf produktif adalah wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi dan keuntungannya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf (Fanani. tanah wakaf juga bisa dikembangkan dengan lebih fleksibel. DEPAG juga memberi contoh beberapa model pengembangan wakaf produktif. dan bisnis Center Muslimin di pekalongan. pengembangan wakaf produktif di Indonesia juga bisa dilihat dengan adanya lembaga-lembaga seperti Tabung Wakaf dari Dompet Dhu'afa Republika. dan Bali (2005). misalnya untuk Bisnis Center. 2010:29). Bisnis Centre al. sebidang tanah wakaf bisa dijadikan pusat kegiatan bisnis. dan SPBU (Depag. 2006: 4). dan biro perjalanan. Selain itu. Departemen agama telah melakukan beberapa langkah penting dalam rangka pemberdayaan wakaf. Baitul Mal Muamalat dari Bank Muamalat. Medan. seperti rumah makan. Gedung Wakaf dan Bisnis Centre. Dengan demikian bangunan itu dapat digunakan berbagai bidang usaha strategis. Dengan pesatnya kegiatan ekonomi masyarakat. serta disusul dengan berbagai program bantuan antara lain pembentukan Badan Wakaf UIN Malang (2006) (Darori. Model pengembangan wakaf juga dilakuakan dalam bidang pengembangan fasilitas kesehatan. berupa pembangunan gedung misalnya rumah toko (RUKO). Selain proyek percontohan di atas. Mini Market. Hal ini dapat dilihat pada pembangunan Gedung rawat inap VIP di Rumah Sakit Islam Malang. warnet. Dengan perhitungan yang memadai.Badar di Medan. Gedung Rumah Sakit Islam. Pemberdayaan wakaf secara produktif bukan berarti merubah seluruh peruntukan tanah wakaf yang ada untuk dapat bernilai ekonomis. Rumah Kost Muslim. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dengan makin banyaknya kunjungan dan pelayanan kesehatan untuk golongan menengah ke atas.

Umumnya mereka bekerja sambilan dan tidak diberi upah (92%) (Fanani.10 wakaf di suatu tempat masih berfungsi dan diperlukan keberadaannya. Selain itu. Temuan umum lainnya juga menunjukkan pemanfaatan terbesar harta wakaf adalah masjid (79%) daripada peruntukan lainnya. Dengan demikian. dan lebih banyak berada di wilayah pedesaan (59%) daripada perkotaan (41%). sekolah atau masjid.374 lokasi. Sementara untuk madrasah 42 lokasi. Dalam hal untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan pengembangannya. Pada tahun 2003. Dari jumlah itu yang dipergunakan untuk masjid dan mushalla sebesar 324 lokasi (lebih dari 75 %). menurut data Depag yang diperkuat oleh data CSRC (Centre for the Study of Religion and Research). Pada tahun 2006. Problem pengelolaan wakaf di Indonesia Hasil penelitian wakaf UIN Syahid Jakarta menunjukkan bahwa dari 500 responden nȃzhir di 11 Propinsi terlihat bahwa wakaf di Indonesia lebih banyak dikelola oleh perseorangan (66%) daripada organisasi (16%) dan badan hukum (18%). 2010: 242). maka ia tidak perlu dialihfungsikan untuk bangunan lain yang mendatangkan keuntungan ekonomis. jumlah tanah wakaf di Indonesia tiga tahun kemudian menjadi 403. Jumlah tanah wakaf secara keseluruhan di Salatiga mencapai sekitar 402 lokasi dengan luas 132. nȃzhir boleh melakukan terobosan pengelolaan tanpa merubah fungsi awalnya. misalnya. yaitu Salatiga. E. aset wakaf di seluruh Indonesia mencapai 362. dan sisanya untuk makam dan lainnya (Khumaini dkk.471 lokasi dengan total nilai sekitar 590 trilyun. harta wakaf juga lebih banyak yang tidak menghasilkan (77%) daripada yang menghasilkan atau produktif (23%). diketahui bahwa jumlah nazhir yang bekerja secara penuh sangat minim (16 %). Selain itu..382 M2. 2009: 75). Hasil penelitian UIN Jakarta tersebut sejalan dengan hasil penelitian penulis bersama tim LKBHI STAIN Salatiga terhadap kondisi perwakafan pada sebuah kota di Jawa Tengah.845 lokasi . jumlah aset wakaf itu bertambah 41.

seperti masjid. Padahal pasal 5 UU no. padahal UU wakaf Indonesia membolehkan wakaf untuk jangka waktu tertentu .832. Sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan. ini disebabkan belum meluasnya pemahaman tentang macam-macam harta yang boleh diwakafkan. d) Kurangnya kesadaran umat Islam untuk melakukan wakaf. d). dkk: 69-80) a) Ada tanah wakaf yang belum disertifikatkan b) Peruntukan tanah wakaf banyak yang cenderung untuk tempat ibadah. 41/2004 menyatakan. Pada tahun 2008.766 lokasi dengan luas mencapai 1.672. di antaranya: 1.406 M2. Pasal ini kemudian diperjelas dengan pasal 22 yang menyatakan: "Dalam rangka mencapai tujuan dan fungsi wakaf. harta benda wakaf hanya diperuntukkan bagi: a). karena menurut pemahaman sebagian mereka wakaf harus selamanya. anak terlantar.791. Kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan." c) Banyaknya aset wakaf yang berupa benda tidak bergerak yaitu tanah. beasiswa. Dominasi Pemahaman Fikih Tradisional Meskipun UU tentang wakaf telah diundangkan enam tahun yang lalu. jumlahnya bertambah menjadi 430.27 M2 (Fanani. yatim piatu. 2010:27). Berdasarkan data-data tersebut penulis mencatat beberapa problem penting dalam pengelolaan wakaf di Indonesia. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf.615. muncul beberapa fenomena.11 dengan luas 1. c). b). Bantuan kepada fakir miskin.566. namun pemahaman masyarakat tentang wakaf masih banyak didominasi pemahaman yang kaku terhadap fikih tradisional. Akibat dari pemahaman tradisonal ini. mushalla. Sarana dan kegiatan ibadah. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi. di antaranya: (Khummaini. "Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum”. Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat dan atau e).

Nȃzhir perorangan seringkali menyulitkan koordinasi dan pembinaannya bahkan kontrol mengenai peruntukan tanah wakaf yang ditanganinya. Misalnya. Ini merupakan kendala yang serius bagi pengembangan wakaf produktif. Dari dalam diri nȃzhir (yang kebanyakan sudah tua) terdapat kelemahan di bidang manajemen. Penunjukan perorangan sebagai nȃzhir didorong oleh rasa percaya dari wakif untuk menyerahkan harta bendanya sebagai benda wakaf kepada kyai/ulama. Banyaknya Nȃzhir Perseorangan Nȃzhir perorangan berupa Kyai atau ulama. Para pengelola wakaf (nȃzhir) sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. Untuk itu Departemen Agama perlu . Mekanisme pelaporan juga belum dijalankan secara baik akibat dari budaya kerja yang saling percaya namun mengabaikan administrasi yang transparan. TPA dan tempat peristirahatan terakhir (kuburan). Masih banyaknya nȃzhir perseorangan membuat perkembangan wakaf amat tergantung pada perseorangan. Hal ini terlihat dari peruntukan tanah wakaf hanya sebatas tempat beribadah. 3. sebagian besar nȃzhir merupakan perorangan bukan badan hukum. Profesionalitas nȃzhir merupakan hal yang sangat penting bagi wakaf produktif.12 2. Saat ini. mushola. seperti masjid. Kunci kelemahannya terletak pada nȃzhir dan tim manajemennya yang tidak terorganisasi dengan baik. Masih banyaknya nȃzhir perseorangan itu juga masih diperparah dengan kurangnya kesadaran untuk peningktan manajemen perwakafan. tempat pendidikan seperti madrasah. Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana cash waqf (wakaf uang). Tanah wakaf tersebut belum mampu diolah nazhir menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat secara langsung kepada masyarakat sekitar. sehingga belum memanfaatkan tanah secara maksimal. Profesionalitas Nȃzhir Wakaf di Indonesia masih sangat sedikit yang produktif.

terutama terkait dengan kemampuan manajerial dan kemampuan untuk berwirausaha. Beberapa pakar telah menekankan pentingnya kemampuan di bidang menejemen dan enterpreneurship ini. Nȃzhir memang memiliki posisi penting dalam perwakafan bahkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 menjadikannya sebagai unsur (rukun) wakaf. Pendidikan dan pelatihan nadzir ini merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk terus dilakukan dalam rangka menyediakan nȃzhir yang profesional (Darori. dan profesional dalam . Nȃzhir yang tidak profesional hanya akan menambah beban bagi dunia wakaf. Untuk itu Kementrian Agama perlu mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal (Darori. karena untuk memberdayakan wakaf secara produktif bagi kesejahteraan sosial. Ini tentu lebih maju dari pemikiran fiqh lama. namun dalam wakaf produktif. maka ke depan nȃzhir yang terpilih haruslah nȃzhir yang berkualitas. namun masih perlu dirinci lagi. manajemen.13 mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal. cerdas secara intelektual. Walaupun dalam fikih klasik. dan bisnis. Guna meningkatkan produktivitas wakaf. Di antaranya adalah Eri Sudewo (CEO Dompet Dhuafa Republika). peran nȃzhir sangatlah sentral. apalagi bagi wakaf produktif. Nȃzhir haruslah orang atau lembaga yang benar-benar berkualitas dan mempunyai kualifikasi khusus. menyatakan bahwa persyaratan nazhir harus meliputi syarat moral. Secara sepintas. sebagaimana dikutip Muhibbin (2006). maka yang sangat memegang peran penting dan strategis adalah nȃzhir. bersungguh-sungguh dan suka tantangan. Syarat moral meliputi: paham tentang hukum wakaf baik secara syariah maupun perundang-undangan. dan pemberdayaan. tahan terhadap godaan terutama menyangkut perkembangan usaha. punya kecerdasan emosional dan spiritual. Hal ini penting. Namun tentu saja yang dimaksud di sini adalah nȃzhir yang profesional. 2006). 2006). Syarat manajemen meliputi: mempunyai kemampuan yang baik dalam leadership. Sudewo. syarat yang ditetapkan oleh UU wakaf itu sangat bagus. nazhir tidak begitu penting dan tidak menjadi rukun wakaf. sosial. visioner.

Dapat dibayangkan bila aset yang demikian besar dan potensial itu dikelola oleh orang yang tidak cakap. 41/2004). Namun pada kenyataannya. dan amanah. yaitu wakaf yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umum.14 mengelola harta. maka nilai strategis aset itu pasti tidak berguna maksimal. Adapun misinya adalah menjadikan Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga profesional yang mampu mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi harta benda untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum (BWI. Untuk tugas pembinaan kemampuan nȃzhir ini. yaitu terwujudnya lembaga independen yang dipercaya masyarakat. BWI adalah lembaga yang ditugasi oleh UU untuk melakukan tugas pembinaan dan pengawasan (pasal 49 ayat 1 UU no. Persyaratan-persyaratan tersebut memang agak berat. dan jeli dalam melihat peluang usaha. hal ini masih diperparah lagi . 2007: 10-11). Lemahnya pengawasan terhadap nȃzhir Untuk mendapatkan nȃzhir yang memenuhi syarat di atas tentu tidak mudah. 4. Bahkan di masyarakat. namun bukan suatu hal yang mustahil untuk dipenuhi. sering kita jumpai nȃzhir yang tidak profesional. pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja nȃzhir belum berjalan dengan baik. Badan Wakaf Indonesia (BWI) mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia menuju era wakaf produktif. mempunyai kemampuan dan integritas untuk mengembangkan perwakafan nasional dan internasional. siap magang. Adapun syarat bisnis meliputi: mempunyai semangat bisnis. Hanya dengan menetapkan syarat yang tinggi itulah pengelolaan wakaf secara baik dan menguntungkan secara ekonomis akan dapat dicapai guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan umat Islam. adil. Berdasarkan Undang-undang. Namun semua bisa dipersiapkan melalui pengkaderan yang berkesinambungan. Sehubungan dengan tugas dan wewenangnya tersebut Badan Wakaf Indonesia merumuskan visi. pengalaman bisnis. Semua persyaratan itu harus ditambah persyaratan baku yaitu jujur.

Badan Wakaf Universitas Muslimin Indonesia (UMI) di Makasar. bahkan kemudian ditempati bangunan-bangunan liar. . yaitu Bondo Wakaf Masjid Agung Semarang seluas 119 ha. padahal banyak tanah wakaf di Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi. seharusnya seorang nȃzhir melaporkan kinerjanya kepada BWI (pasal 11). masih sebatas mengkoordinir dan mendata wakaf dan nȃzhir-nya saja. dan masih banyak lagi tanah yang belum diberdayakan secara optimal. Berdasarkan UU pula. yaitu untuk masjid Agung dan segala prasarana yang menunjangnya. tidak dapat menjangkau sampai seluruh pelosok Indonesia. Pembinaan yang selama ini dilakukan masih bersifat insidental dan belum dilakukan secara terus-menerus. badan wakaf Universitas Islam Indonesia (UII). Banyaknya asset wakaf yang belum dikelola secara produktif Pemberdayaan wakaf secara produktif di Indonesia masih sangat sedikit. kita mempunyai aset yang cukup membanggakan sekaligus menantang untuk dikembangkan.15 oleh rendahnya sikap amanah mereka. Tanah seluas itu baru dimanfaatkan sebagian. 5. berapa keuntungan yang bisa diperoleh untuk masyarakat sekitar. Ada beberapa contoh pengelolaan harta wakaf yang patut untuk ditiru dan dikembangkan. Sehingga akuntabilitas pengelolaan wakafnya juga tidak terlacak dengan baik. Di Jawa Tengah. misalnya Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Badan wakaf Sultan Agung. Sebagian lahan untuk SPBU. Amanah UU ini belum bisa dilaksanakan dengan baik. belum kepada pembinaan dan pengawasan. Sekali lagi. Seandainya di atas tanah seluas itu dibangun rumah susun atau pusat pertokoan kemudian disewakan. ini persoalan manajerial yang perlu mendapat perhatian serius. Sehingga pengelolaan wakaf tidak berjalan semestinya. BWI yang hanya berada di tingkat pusat. Yayasan wakaf paramadina. Kantor Kementrian Agama melalui GARA Zakat Wakaf dan KUA. Jadi praktis yang selama ini banyak terjadi mereka tidak melaporkan kinerjanya kepada lembaga yang ditunjuk.

Tabung Wakaf Indonesia. 6. Diantara manfaat yang bisa diambil adalah: 1. Demikian pula di Tunisia. dan Bangladesh. Kita bisa melihat Mesir dengan alAzhar-nya telah membuktikan betapa wakaf bisa meningkatkan derajat hidup umat Islam dengan bea siswa yang diberikan terhadap para mahasiswanya. Mengenai pemberdayaan wakaf secara produktif sebenarnya bukanlah hal yang sama sekali baru.. melalui fatwa MUI telah membolehkan wakaf uang. Baitul Mal Muamalat. Seseorang dapat berwakaf tanpa harus kaya. bukan hal yang mustahil. Belum tersosialisasikannya wakaf tunai dengan baik Sebagian besar masyarakat apalagi yang tinggal di pedesaan tidak banyak mengenal adanya wakaf uang. kita bisa bertindak nyata dalam mengurangi kemiskinan. karena ketiadaan sumber dana. yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI). ada secercah harapan bagi kaum muslim Indonesia. Dan pada tahun 2007 telah dibentuk badan yang khusus menangani wakaf. Padahal dengan adanya wakaf uang dapat menjadi sarana untuk mengatasi problem banyaknya tanah wakaf yang belum dikelola secara produktif. apabila wakaf ini ditangani secara sungguhsungguh. Sementara di Indonesia Wakaf ditangani Departemen Agama direktorat wakaf yang masih digabung dengan zakat. karena mempertimbangkan manfaat wakaf uang. walaupun masih terdapat keragaman konsep dan aplikasinya. kemudian hasil investasinya diberikan kepada mauqûf ‘alaih. seperti Mesir. hasilnya dimanfaatkan untuk mauqȗf ‘alaih. Di Indonesia. Dengan demikian. . Begitu pentingnya hingga ada kementerian khusus wakaf. uang yang diwakafkan tidak boleh diberikan langsung kepada mauqȗf ‘alaih. meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Qatar. tetapi harus diinvestasikan lebih dulu oleh nȃzhir. Wakaf uang adalah wakaf berupa uang dalam bentuk rupiah yang kemudian dikelola oleh nazhir secara produktif. dan PKPU telah berupaya menjadi nazhir wakaf uang. Indonesia.16 Setelah melihat UU perwakafan ini. dalam wakaf uang.

Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana wakaf tunai. perlunya jalinan kerjasama yang sinergis antara BWI dan Kementrian agama dalam membina dan mengawasi kinerja nȃzhir dalam pengelolaan wakaf[] . maka dapat disimpulkan bahwa wakaf uang dapat menjadi pintu pembuka bagi perubahan orientasi dari wakaf konsumtif ke produktif. di antaranya: Pertama. 2010: 81-83) Dari berbagai manfaat itu. mensosialisakan UU wakaf no. aset-aset wakaf berupa tanah-tanah kosong bisa dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau sarana lain yang lebih produktif untuk kepentingan ummat. Wakaf uang dapat menjadi sumber pendanaan pengelolaan wakaf tak bergerak termasuk dalam pengembangan wakaf properti seperti yang terjadi di Bangladesh. menyiapkan nȃzhir yang profesional melalui berbagai pelatihan manajemen pengelolaan wakaf. penulis mengajukan beberapa alternatif solusi. Melalui wakaf uang. Membuka peluang umat Islam untuk lebih mandiri dalam mengembangkan dunia pendidikan 4. Penutup Dari berbagai persoalan di atas. 41/2004 dengan lebih komprehensif. Kedua.9 % pengusaha di Indonesia masuk dalam kategori usaha kecil (Fanani.17 2. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. F. sehingga masyarakat akan mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang perwakafan. Misalnya. Ketiga. Sebanyak 99. Para pengelola wakaf sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif. Dana wakaf yang terkumpul dapat dipergunakan untuk memberdayakan usaha kecil yang masih dominan di negeri ini. 3.

Achmad. IAIN Walisongo. Jakarta: PBB UIN Jakarta. Amirudin. Juni 2008 (1-24). Jakarta: DEPAG RI. Menuju Era Wakaf Produktif: Sebuah Upaya Progressif untuk Kesejahteraan Umat.18 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’ȃn al-Karîm Alfiah li Sunnah an-Nabawiyyah. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. Perwakafan Tanah di Indonesia: Teori dan Praktek. Menuju Era Wakaf Produktif. 2008. Jakarta: Mumtaz Publishing. no. . 2007. Jakarta: UIP. ______. Chaider S. 1989. Jurnal Ijtihad vol. Data Jumlah Tanah Wakaf Menurut Penggunaannya. Pedoman Pengelolaan Wakaf Tunai. 1988. Jakarta. Syafi'i. Bamualim dan Irfan Abubakar. tertanggal 7 Oktober 2009. Model Pengembangan Wakaf Produktif. dan Wakaf. Jakarta: DEPAG RI. --------. Djunaidi. Sistem Ekonomi Islam. Jakarta: BWI. Alabiy. Revitalisasi Filantropi Islam. 2005. Muhyar. dalam Achmad Djunaidi dan Thabib al-Asyhar. 22 April 2008. Antonio. Jakarta: Mitra Abadi Press. CD Rom. Adijani al-. “Kelanggengan Wujud Fisik versus Kelanggengan Manfaat: Kunci Sukses Manajemen Wakaf Produktif PMDG”.dkk. Muhammad Daud. BWI. “Kebijakan Deparetemen Agama Pasca Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf”. 2007. "Pengantar Pengelolaan Wakaf Secara Produktif". Jakarta: Rajawali Pres. 8. 2008 Darori. DEPAG RI. 2008 Fanani. 1997. Jakarta: DEPAG RI. Kota Salatiga. Ali. Tahun 2009. Profil Badan wakaf Indonesia Periode 2007-2010. 20 September 2006. 2006 (vi-viii). 1. Rabu. Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Strategi Pengembangan wakaf Tunai di Indonesia. Zakat. “Data Luas dan Lokasi Tanah Wakaf Nasional Sampai Dengan Tahun 2008”. Sakhr Software.

Rabu. Semarang: Walisongo Press. Wahbah. 20 September 2006. Al-. Semarang: Taha Putera. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. Yusuf.41 tahun 2004 tentang Wakaf Zuhailiy. Beirut: Dar al-Fikr tt. 2010.tt. “Wakaf dalam Kajian Hukum Islam”. Yogyakarta:tp. Fiqh as-Sunnah. .. Sabiq. Rabu. Potensi Wakaf Produktif di Salatiga.19 --------. Khummaini. juz X. Al-Munawwir. “Paradigma Baru Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf Produtktif di Indonesia”. dkk. Al-Fiqh al-Islȃm wa Adillatuh. 42 tahun 2006 tentang Wakaf Rofiq. Ahmad. IAIN Walisongo. 20 September 2006. Ahmad Warson. Munawwir. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus.t. Sayid. Muhibbin.28 tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik Peraturan Pemerintah no. Peraturan Pemerintah no. IAIN Walisongo.. Undang-Undang no. t. Berwakaf Tak Harus Kaya. Laporan Penelitian Kelompok STAIN Salatiga tahun 2009.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.