1

PROBLEMATIKA PENGELOLAAN WAKAF DI INDONESIA Oleh: Tri Wahyu Hidayati, M.Ag.

Abstract This article discusses problems of organizing waqf in Indonesia. The writer shows that there are many problems in organizing waqf, such as the lack of understanding to waqf decree and the domination of traditional fiqh understanding. This kind of problem affects Indonesian muslim to tend to defend the eternity of phisical existence of waqf asset than its benefit. Beside of that, many nȃzhirs are individuals that make the progress of waqf depends on the personality of the person. Whenever the person is profesional, the waqf will be in progress. But whenever the nȃzhir is weak in management, the waqf in his hand will be weak. Otherwise, most of nȃzhirs in Indonesia are not fulltimer workers. Therefore, most of them are not in focus on his job as a nȃzhir. In another word, they are not profesionals. Another problem is the lack of control to nȃzhirs from the society. Therefore, some nȃzhirs organize assets in disorder way. To solve these problems, the writer proposes three ways. Firstly, socializing waqf decree (number 41/2004) comprehensively in order the people have better understanding to it. Secondly, preparing profesional nȃzhirs through management trainings. Thirdly, BWI and ministry of religious affairs should cooperate in synergy in developing and controlling nȃzhirs. Keywords: Waqf produktif, nȃzhir, profesionalitas. A. Pendahuluan

Wakaf merupakan doktrin yang amat penting guna membangkitkan peradaban Islam. Pada masa kejayaan Islam, wakaf telah memainkan peran penting dalam kemajuan masyarakat muslim. Pada masa lalu, pusat-pusat peradaban, kebudayaan, dan keilmuan banyak yang disokong oleh aset-aset wakaf. Pendanaan riset dan fasilitas beasiswa juga dibiayai dari perberdayaan wakaf. Universitas al-Azhar Kairo, misalnya, sejak berdiri pada abad ke-10M hingga sekarang masih memanfaatkan aset wakafnya untuk biaya operasional. Tanah-tanah wakafnya yang strategis dipergunakan untuk toko dan hotel guna membiayai program universitas. Mundurnya peradaban Islam ternyata juga berpengaruh pada kemunduran dunia perwakafan. Kini kekayaan wakaf tidak lagi menjadi

maka akan memberi kontribusi yang sangat signifikan bagi penanggulangan kemiskinan.406 M. Hal ini terjadi karena cerita wakaf di Indonesia lebih didominasi oleh kesedihan. Apalagi dengan hadirnya UU no. Ia bisa menjaga jarak dari kepentingan-kepentingan titipan yang kadang hanya sempit dan sementara. Banyak institusi keislaman yang tidak mandiri karena memang pendanaannya bergantung pada pihak lain seperti pada pemerintah dan yayasan. kemiskinan . Bila dunia perwakafan Indonesia dikelola maksimal.845 lokasi dengan luas 1. Cerita sukses dalam dunia perwakafan di Indonesia amatlah sedikit. kerumitan. Namun. Dunia perwakafan di Indonesia cukup membanggakan secara kuantitas namun belum secara kualitas. pada kenyataannya. Bahkan.41 tahun 2004 tentang perwakafan merupakan perangkat hukum yang cukup kuat untuk dijadikan pijakan dalam upaya memaksimalkan pengelolaan wakaf secara produktif dan profesional.672. beberapa nazhir yang sempat penulis temui. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi. untuk lebih berkhidmat pada kepentingan yang lebih besar dan abadi.2 penopang kemandirian umat Islam. Namun. jumlah tanah wakaf Indonesia sebanyak 403. Dari data tersebut apabila tanah yang strategis dikelola dengan profesional. Keadaan yang demikian bukanlah buruk. dalam maupun luar negeri. namun alangkah lebih baiknya bila institusi keislaman mengembangkan aset wakafnya guna mewujudkan kemandiriannya. tidak mustahil ia akan mampu menjadi partner negara guna membangun kemandirian bangsa. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf. hal ini belum diwujudkan oleh muslim Indonesia. Menurut data yang masuk ke Kementrian Agama. Hal ini cukup beralasan. Jumlah aset wakaf di zamrud khatulistiwa ini amat besar. sehingga dapat memberikan implikasi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di Indonesia masih banyak aset wakaf yang belum dikelola dengan baik.566. dan kegagalan. Beberapa regulasi yang mengatur wakaf di Indonesia memang telah ada. menyatakan bahwa mengelola wakaf itu lebih banyak dianggap beban dari pada kebanggaan.

B. Beberapa ayat yang dipandang para ahli sebagai landasan hukum wakaf adalah QS/22:77. yaitu berdiam di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika menunaikan ibadah haji. menjadi wakaf dalam bahasa Indonesia. dan itulah yang dimaksud dengan istilah wakaf dalam uraian ini. Oleh karena itu. Waqf adalah menahan harta yang memungkinkan untuk diambil manfaatnya. Waqf dalam berbagai literatur bersamaan artinya dengan habs. digunakan dalam istilah wuquf. digunakan berkaitan dengan harta kekayaan.t. shadaqah. 2:267. 1997: 7599 -7601). Konsep Wakaf dalam Fiqh Al-waqf. t. Istilah waqf tidak disebut secara jelas dalam al-Quran seperi zakat. infak. Sehingga umat Islam harus menilik ulang. saatnya ajaran tentang wakaf diwujudkan dengan baik demi meningkatkan sebanyak-banyaknya kesejahteraan umat. berdiam di tempat atau menahan sesuatu (Munawir. kecuali tiga. Istilah waqf dalam ilmu tajwid berarti menghentikan bacaan.: 1648). 3:92. Waqf yang berarti berdiam di tempat. Sedangkan waqf dalam arti menahan. berasal dari bahasa Arab waqafa yang berarti menghentikan. maka terputuslah segala amal perbuatannya. seharusnya persoalan kemiskinan bisa diurai sedikit demi sedikit. Melalui ajaran kedermawanan tersebut. wakaf.3 di Indonesia makin menggurita. begitu banyak ajaran Islam yang menganjurkan untuk peduli pada kaum miskin. seperti zakat. namun pengelolaan wakaf di Indonesia belum maksimal. Sementara dalam hadits diriwayatkan bahwa: "Jika seseorang meninggal dunia. hendak menelusuri problem pengelolaan wakaf di Indonesia dan menawarkan solusi yang perlu diambil oleh para pemerhati wakaf di tanah air. . Tulisan ini. dengan tetapnya benda untuk disalurkan dalam kebaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (al-Zuhailiy. Telah banyak regulasi tentang wakaf.

tujuannya harus jelas. orang yang dalam perjalanan. Ditahannya tanah tersebut dalam arti tidak dijual. kerabat. dan tidak diwariskan. termasuk syarat dan rukunnya. 1997: 7606). Dan hasil tanah itu diperuntukkan bagi fakir miskin. Di sana akan kita jumpai pembicaraan panjang lebar mengenai wakaf. tidak diwariskan. para tamu. Maka Umar menuruti sabda nabi tersebut. Selanjutnya bahwa wakaf . Menurut hadits ini Umar bin Khattab mempunyai tanah di Khaibar. keluarga yang memerlukannya. harus segera dilaksanakan setelah diikrarkan. Dalam literatur fiqh. ilmu yang dimanfaatkan. dan anak shalih yang mendoakannya (HR. Adapun syarat wakaf adalah: wakaf harus selamanya. fî sabîlillȃh. dan musafir" (HR Muslim dari Ibnu Umar). Hadits inilah yang kemudian menjadi dasar hukum perwakafan. Umar menyedekahkannya kepada fakir miskin. Beliau bertanya kepada Nabi. Umar berkata: Saya mendapatkan tanah yang sangat berharga. wakaf dibicarakan dalam rangkaian pembicaraan mengenai hak-hak kebendaan lain seperi wasiyat dan kewarisan. Muslim dari Abu Hurairah). mauqȗf (harta yang diwakafkan). belum pernah saya dapatkan yang lebih berharga dari pada itu. dan sebagainya. suatu daerah pertanian di Madinah. Adapun bagi orang yang mengelolanya dapat mengambil bagian sebatas keperluan hidupnya. tidak dihibahkan. Khatthab mendapat sebidang tanah di Khaibar. Adapun rukun wakaf ada empat. Hadits lain yang berkaitan dengan wakaf adalah hadits tentang Umar berikut: "Ibn Umar meriwayatkan Umar b. yaitu: wȃqif (orang yang mewakafkan). kemudian dijawab oleh Nabi: "Tahanlah pokoknya dan sedekahkan hasilnya". tamu. dan tidak pula dihibahkan.4 shadaqah jariah. hamba sahaya. apakah sebaiknya dia melepaskan tanah itu sebagai sedekah. para penuntut ilmu. Kemudian ia mendatangi Rasulullah. Bagaimana saran baginda? Rasul bersabda: ”Jika kamu suka tahanlah pokoknya bersedekahlah dengannya. Maka pokoknya ditahan tidak dijual. mauqȗf ‘alaih (tujuan wakaf atau yang berhak menerima wakaf). shighat atau ikrȃr wakaf (al-Zuhailiy.

Dan satu kemajuan yang sangat signifikan bagi umat Islam. dan menjadi penunjang utama perkembangan kehidupan masyarakat. Departemen Agama membuat petunjuk mengenai pelaksanaan wakaf yang disempurnakan pada tahun 1956 tentang prosedur perwakafan. pembenahan terus dilakukan terhadap hukum perwakafan di Indonesia. bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. Di antaranya lambannya sosialisasi dan belum siapnya perangkat-perangkat pelaksana. memerintahkan kepada bupati untuk membuat daftar rumah ibadah umat Islam dalam wilayahnya. Setelah Indonesia merdeka. yaitu PP no. tidak boleh dijual. dan kepemilikannya telah berganti menjadi milik Allah. namun masih banyak kendala dalam melaksanakannya. Bijblaad 1931: 125/3 menyatakan bahwa apabila seseorang hendak mewakafkan hartanya harus seizin bupati (Ali. Undang-Undang ini telah enam tahun diundangkan. Pasal 49 UU ini menyatakan bahwa perwakafan tanah milik diatur oleh Peraturan Pemerintah Tujuh belas tahun berikutnya. Tahun 1953. Perwakafan makin mendapat tempat dalam peraturan perundangan dengan adanya Undang-Undang Pokok Agraria no. sehingga banyak peraturan yang ada untuk mengaturnya. perguruan Islam dan lembaga-lembaga keagamaan Islam dibangun di atas tanah wakaf. 1988: 78). Bijblaad 1905: 6195. Hal ini bisa dilihat pada kenyataan bahwa hampir semua rumah ibadah.41 tahun 2004. Wakaf adalah ibadah yang menyangkut hak dan kepentingan orang lain. PP ini kemudian diikuti dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya oleh Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri dan beberapa instruksi Gubernur. Dalam UU ini terdapat .5 tahun 1960. ketika dikeluarkannya Undang-Undang Perwakafan yaitu UU no. Konsep Wakaf Dalam Perundang-undangan di Indonesia Wakaf telah dikenal luas di Indonesia sejak dulu.28 tahun 1977.5 itu tidak dapat ditarik kembali. C. dihibahkan. Wakaf telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Islam. PP yang dimaksud baru terwujud. atau diwariskan (Sabiq: 381).

kendaraan. bangunan.Sementara itu cakupan benda wakaf yang banyak dikenal masyarakat hanya pada benda tidak bergerak. bahkan PP no. Ada hal yang harus dicermati dari pengertian wakaf dalam UU ini. Hal ini direduksi dalam PP no.41 tahun 2004. harta yang boleh diwakafkan. karena iman dan mengharap pahala dari Allah.28 tahun 1977 hanya untuk tanah saja.28 tahun 1977. yang menyebut bahwa yang dimaksud dengan wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam.6 beberapa hal baru yang merupakan pembaharuan dari fiqh wakaf yang kita kenal selama ini. surat berharga. dapat berupa harta tidak bergerak (seperti tanah. Hal ini bisa dilihat dari sabda Nabi yang artinya: ”Orang yang menahan (mewakafkan) kuda di jalan Allah. Hal baru itu antara lain: pengertian wakaf. hak atas kekayaan intelektual. Hal ini berbeda dengan wakaf dalam fiqh klasik. Harta tersebut dipersyaratkan tahan lama dan atau bermanfaat jangka panjang serta bernilai ekonomi menurut syariah. dll. kotorannya. Padahal wakaf benda bergerak juga sudah ada pada masa Nabi. Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. Hal ini bisa dilihat dalam pasal 16 UU no. maka makanannya. pengelolaan dan pemberdayaan wakaf.). dan kencingnya merupakan kebaikan-kebaikan dalam pandangan . Pengertian wakaf harus selamanya ini juga diikuti oleh Kompilasi Hukum Islam dalam pasal 215. logam mulia. khususnya madzhab Syafii dan Hanbali yang mengharuskan wakaf harus selamanya bukan dalam jangka tertentu. tanaman) dan harta bergerak (seperti uang. Pergeseran pemahaman juga terjadi terhadap harta benda yang boleh diwakafkan. yaitu adanya kesempatan bagi kita untuk mewakafkan sebagian harta kita dalam jangka tertentu.

41 tahun 2004. KH Tholhah Hasan (BWI. Dr. 1 tahun 1991 dan lainnya dianggap sah dan harus didaftarkan juga paling lambat lima tahun setelah . Untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional. seperti PP 28 tahun 1977. dalam pasal 28 UU ini disebutkan bahwa wakaf uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh menteri. badan ini telah terbentuk berdasarkan SK Menteri Agama tanggal 20 September 2007. Hal ini dilakukan dalam rangka mempermudah wakaf uang. Sesuai dengan pasal 49 ayat 1 UU no. UU ini mengamanahkan untuk mendaftarkan pada instansi berwenang untuk dicatat dan mengikuti proses administrasi lain yang diatur. karena bergerak menuju optimalisasi peran wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan umat. maksimal tujuh hari setelah ikrar wakaf ditandatangani. Dalam pasal 48 dinyatakan bahwa Badan Wakaf Indonesia berkedudukan di ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat membentuk perwakilan di provinsi dan / atau kabupaten / kota sesuai dengan kebutuhan.7 Allah” (HR al-Bukhari dalam CD Sakhr software. Dalam rangka mengamankan harta wakaf. 2008). 41 tahun 2004 diamanatkan perlunya dibentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI). Pada tahun 2007. diantara tugas badan ini adalah Membina nȃzhir dalam mengelola dan mengembangkan wakaf. 1997). Dan bagi harta wakaf yang telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan sebelum berlakunya UU ini. Dalam pasal 32 disebutkan bahwa setiap harta wakaf harus didaftarkan pada instansi yang berwenang. Badan ini diketuai oleh Prof. dalam UU no. Bahkan lebih jauh lagi dalam literatur fiqh klasik. Inpres no. Mengenai wakaf uang. Sementara untuk wakaf uang. Dalam hal pengelolaan wakaf banyak hal yang harus disyukuri. wakaf uang dianggap tidak sah. didaftarkan setelah terbitnya sertifikat wakaf uang (pasal 30). meskipun baru di tingkat pusat. Selanjutnya dalam pasal 29 disebutkan bahwa wakaf uang dilakukan secara tertulis kemudian akan diterbitkan sertifikat wakaf uang yang diserahkan kepada wakif dan nazhir.

Sangatlah pas ketika UU ini menganjurkan untuk memberdayakan wakaf secara maksimal secara produktif sesuai dengan Syariah. Dengan demikian pengelolaan wakaf tidak hanya untuk peribadatan saja seperti masjid. kemudian hasilnya baru dipergunakan untuk tujuan wakaf. yang dikutip oleh Muhyar Fanani (2010: 2829). yakni: a). Paradigma pengelolaan wakaf secara produktif inilah yang juga menjiwai PP no 42/2006 dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang berdiri 13 Juli 2007. 41 tahun 2004 menjadi petanda bagi era baru pengelolaan wakaf produktif di Indonesia. Pemberdayaan Wakaf Secara Produktif Wakaf adalah lembaga ekonomi khas Islam yang seharusnya dapat mensejahterakan umat. Menurut Mundzir Qahaf. dari segi penggunaannya. tapi dikembangkan terlebih dahulu hingga menghasilkan sesuatu (produktif). yakni wakaf yang pokok barangnya tidak secara langsung digunakan untuk mencapai tujuannya.. Setelah dicatat dan diadministrasikan kemudian diumumkan oleh menteri dan BWI (pasal 37 dan 38). Wakaf langsung yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk mencapai tujuannya. . tapi juga kegitan yang bernilai ekonomi tinggi. wakaf dibagi menjadi dua macam. b). Wakaf jenis kedua ini disebut dengan wakaf produktif karena pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi terlebih dahulu dan hasilnya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf. Pengelolaan wakaf secara produktif menjadi ruh undang-undang itu. Contoh dari wakaf produktif adalah wakaf tanah pertanian yang dikelola secara produktif dan hasilnya untuk membiayai kegiatan pendidikan di Pondok Modern Gontor (Fanani. 2008:12). Wakaf tidak langsung.8 diundangkannya UU no 24 tahun 2004. sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. seperti masjid untuk shalat. Wakaf ini disebut juga dengan wakaf konsumtif karena pokok barangnya dipergunakan secara langsung dan tidak dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu (produktif). D. UU no.

dan bisnis Center Muslimin di pekalongan. Bisnis Centre al. dan biro perjalanan. tanah wakaf juga bisa dikembangkan dengan lebih fleksibel. antara lain: mengadakan proyek percontohan pemberdayaan wakaf produktif di Kuningan. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dengan makin banyaknya kunjungan dan pelayanan kesehatan untuk golongan menengah ke atas. Hal ini dapat dilihat pada pembangunan Gedung rawat inap VIP di Rumah Sakit Islam Malang.2008:35-60). DEPAG juga memberi contoh beberapa model pengembangan wakaf produktif. Rumah Kost Muslim. Medan. Model pengembangan wakaf juga dilakuakan dalam bidang pengembangan fasilitas kesehatan. Dengan pesatnya kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan perhitungan yang memadai. 2010:29). 2006: 4). sebidang tanah wakaf bisa dijadikan pusat kegiatan bisnis. serta disusul dengan berbagai program bantuan antara lain pembentukan Badan Wakaf UIN Malang (2006) (Darori. Jika harta .9 Dari pembagian wakaf di atas maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan wakaf produktif adalah wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi dan keuntungannya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf (Fanani. Gedung Wakaf dan Bisnis Centre. Semuanya harus berdasar analisis yang matang terhadap asset wakaf yang ada. Selain proyek percontohan di atas. Pemberdayaan wakaf secara produktif bukan berarti merubah seluruh peruntukan tanah wakaf yang ada untuk dapat bernilai ekonomis. misalnya untuk Bisnis Center. Departemen agama telah melakukan beberapa langkah penting dalam rangka pemberdayaan wakaf. Mini Market. Gedung Rumah Sakit Islam. pengembangan wakaf produktif di Indonesia juga bisa dilihat dengan adanya lembaga-lembaga seperti Tabung Wakaf dari Dompet Dhu'afa Republika. Toserba Panama di Kuningan. Selain itu. berupa pembangunan gedung misalnya rumah toko (RUKO).Badar di Medan. seperti rumah makan. Baitul Mal Muamalat dari Bank Muamalat. warnet. dan Bali (2005). dan SPBU (Depag. Dengan demikian bangunan itu dapat digunakan berbagai bidang usaha strategis.

maka ia tidak perlu dialihfungsikan untuk bangunan lain yang mendatangkan keuntungan ekonomis.374 lokasi. E. jumlah aset wakaf itu bertambah 41. Selain itu. menurut data Depag yang diperkuat oleh data CSRC (Centre for the Study of Religion and Research).10 wakaf di suatu tempat masih berfungsi dan diperlukan keberadaannya. Temuan umum lainnya juga menunjukkan pemanfaatan terbesar harta wakaf adalah masjid (79%) daripada peruntukan lainnya. 2010: 242). Selain itu. Sementara untuk madrasah 42 lokasi. Hasil penelitian UIN Jakarta tersebut sejalan dengan hasil penelitian penulis bersama tim LKBHI STAIN Salatiga terhadap kondisi perwakafan pada sebuah kota di Jawa Tengah. Pada tahun 2006. Dengan demikian. dan sisanya untuk makam dan lainnya (Khumaini dkk. Dalam hal untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan pengembangannya. jumlah tanah wakaf di Indonesia tiga tahun kemudian menjadi 403.471 lokasi dengan total nilai sekitar 590 trilyun. Jumlah tanah wakaf secara keseluruhan di Salatiga mencapai sekitar 402 lokasi dengan luas 132.. dan lebih banyak berada di wilayah pedesaan (59%) daripada perkotaan (41%). Problem pengelolaan wakaf di Indonesia Hasil penelitian wakaf UIN Syahid Jakarta menunjukkan bahwa dari 500 responden nȃzhir di 11 Propinsi terlihat bahwa wakaf di Indonesia lebih banyak dikelola oleh perseorangan (66%) daripada organisasi (16%) dan badan hukum (18%). misalnya. sekolah atau masjid. Dari jumlah itu yang dipergunakan untuk masjid dan mushalla sebesar 324 lokasi (lebih dari 75 %). harta wakaf juga lebih banyak yang tidak menghasilkan (77%) daripada yang menghasilkan atau produktif (23%).845 lokasi . yaitu Salatiga. nȃzhir boleh melakukan terobosan pengelolaan tanpa merubah fungsi awalnya. aset wakaf di seluruh Indonesia mencapai 362. Pada tahun 2003.382 M2. Umumnya mereka bekerja sambilan dan tidak diberi upah (92%) (Fanani. 2009: 75). diketahui bahwa jumlah nazhir yang bekerja secara penuh sangat minim (16 %).

27 M2 (Fanani. anak terlantar. jumlahnya bertambah menjadi 430. 41/2004 menyatakan. Bantuan kepada fakir miskin. beasiswa.672.791. d) Kurangnya kesadaran umat Islam untuk melakukan wakaf. c).566. 2010:27). muncul beberapa fenomena. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi. di antaranya: (Khummaini. dkk: 69-80) a) Ada tanah wakaf yang belum disertifikatkan b) Peruntukan tanah wakaf banyak yang cenderung untuk tempat ibadah.766 lokasi dengan luas mencapai 1. mushalla.406 M2. Berdasarkan data-data tersebut penulis mencatat beberapa problem penting dalam pengelolaan wakaf di Indonesia. b). Sarana dan kegiatan ibadah.615. namun pemahaman masyarakat tentang wakaf masih banyak didominasi pemahaman yang kaku terhadap fikih tradisional.832. Kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan. Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat dan atau e). yatim piatu. Dominasi Pemahaman Fikih Tradisional Meskipun UU tentang wakaf telah diundangkan enam tahun yang lalu. "Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum”. seperti masjid. padahal UU wakaf Indonesia membolehkan wakaf untuk jangka waktu tertentu . di antaranya: 1.11 dengan luas 1. ini disebabkan belum meluasnya pemahaman tentang macam-macam harta yang boleh diwakafkan. Akibat dari pemahaman tradisonal ini. d)." c) Banyaknya aset wakaf yang berupa benda tidak bergerak yaitu tanah. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf. Sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan. harta benda wakaf hanya diperuntukkan bagi: a). Pasal ini kemudian diperjelas dengan pasal 22 yang menyatakan: "Dalam rangka mencapai tujuan dan fungsi wakaf. karena menurut pemahaman sebagian mereka wakaf harus selamanya. Padahal pasal 5 UU no. Pada tahun 2008.

Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana cash waqf (wakaf uang).12 2. 3. sebagian besar nȃzhir merupakan perorangan bukan badan hukum. TPA dan tempat peristirahatan terakhir (kuburan). Mekanisme pelaporan juga belum dijalankan secara baik akibat dari budaya kerja yang saling percaya namun mengabaikan administrasi yang transparan. Dari dalam diri nȃzhir (yang kebanyakan sudah tua) terdapat kelemahan di bidang manajemen. Para pengelola wakaf (nȃzhir) sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif. Penunjukan perorangan sebagai nȃzhir didorong oleh rasa percaya dari wakif untuk menyerahkan harta bendanya sebagai benda wakaf kepada kyai/ulama. Ini merupakan kendala yang serius bagi pengembangan wakaf produktif. seperti masjid. Profesionalitas nȃzhir merupakan hal yang sangat penting bagi wakaf produktif. Kunci kelemahannya terletak pada nȃzhir dan tim manajemennya yang tidak terorganisasi dengan baik. Misalnya. Tanah wakaf tersebut belum mampu diolah nazhir menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat secara langsung kepada masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari peruntukan tanah wakaf hanya sebatas tempat beribadah. Nȃzhir perorangan seringkali menyulitkan koordinasi dan pembinaannya bahkan kontrol mengenai peruntukan tanah wakaf yang ditanganinya. mushola. Untuk itu Departemen Agama perlu . Profesionalitas Nȃzhir Wakaf di Indonesia masih sangat sedikit yang produktif. Masih banyaknya nȃzhir perseorangan membuat perkembangan wakaf amat tergantung pada perseorangan. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. Banyaknya Nȃzhir Perseorangan Nȃzhir perorangan berupa Kyai atau ulama. Masih banyaknya nȃzhir perseorangan itu juga masih diperparah dengan kurangnya kesadaran untuk peningktan manajemen perwakafan. sehingga belum memanfaatkan tanah secara maksimal. tempat pendidikan seperti madrasah. Saat ini.

Hal ini penting. namun masih perlu dirinci lagi. sebagaimana dikutip Muhibbin (2006). nazhir tidak begitu penting dan tidak menjadi rukun wakaf. 2006). Guna meningkatkan produktivitas wakaf. Syarat manajemen meliputi: mempunyai kemampuan yang baik dalam leadership. Untuk itu Kementrian Agama perlu mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal (Darori. tahan terhadap godaan terutama menyangkut perkembangan usaha. dan profesional dalam . Di antaranya adalah Eri Sudewo (CEO Dompet Dhuafa Republika). visioner. Secara sepintas. syarat yang ditetapkan oleh UU wakaf itu sangat bagus. Walaupun dalam fikih klasik. Syarat moral meliputi: paham tentang hukum wakaf baik secara syariah maupun perundang-undangan. dan pemberdayaan. manajemen. punya kecerdasan emosional dan spiritual. maka yang sangat memegang peran penting dan strategis adalah nȃzhir. karena untuk memberdayakan wakaf secara produktif bagi kesejahteraan sosial. Beberapa pakar telah menekankan pentingnya kemampuan di bidang menejemen dan enterpreneurship ini. menyatakan bahwa persyaratan nazhir harus meliputi syarat moral. bersungguh-sungguh dan suka tantangan. dan bisnis. namun dalam wakaf produktif. terutama terkait dengan kemampuan manajerial dan kemampuan untuk berwirausaha. Ini tentu lebih maju dari pemikiran fiqh lama. Sudewo. apalagi bagi wakaf produktif.13 mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal. maka ke depan nȃzhir yang terpilih haruslah nȃzhir yang berkualitas. Nȃzhir memang memiliki posisi penting dalam perwakafan bahkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 menjadikannya sebagai unsur (rukun) wakaf. Namun tentu saja yang dimaksud di sini adalah nȃzhir yang profesional. cerdas secara intelektual. Pendidikan dan pelatihan nadzir ini merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk terus dilakukan dalam rangka menyediakan nȃzhir yang profesional (Darori. Nȃzhir haruslah orang atau lembaga yang benar-benar berkualitas dan mempunyai kualifikasi khusus. sosial. Nȃzhir yang tidak profesional hanya akan menambah beban bagi dunia wakaf. 2006). peran nȃzhir sangatlah sentral.

pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja nȃzhir belum berjalan dengan baik. BWI adalah lembaga yang ditugasi oleh UU untuk melakukan tugas pembinaan dan pengawasan (pasal 49 ayat 1 UU no. Berdasarkan Undang-undang. dan jeli dalam melihat peluang usaha.14 mengelola harta. Namun semua bisa dipersiapkan melalui pengkaderan yang berkesinambungan. dan amanah. sering kita jumpai nȃzhir yang tidak profesional. yaitu terwujudnya lembaga independen yang dipercaya masyarakat. Untuk tugas pembinaan kemampuan nȃzhir ini. mempunyai kemampuan dan integritas untuk mengembangkan perwakafan nasional dan internasional. Semua persyaratan itu harus ditambah persyaratan baku yaitu jujur. Lemahnya pengawasan terhadap nȃzhir Untuk mendapatkan nȃzhir yang memenuhi syarat di atas tentu tidak mudah. Bahkan di masyarakat. Persyaratan-persyaratan tersebut memang agak berat. Dapat dibayangkan bila aset yang demikian besar dan potensial itu dikelola oleh orang yang tidak cakap. 4. 41/2004). maka nilai strategis aset itu pasti tidak berguna maksimal. siap magang. Hanya dengan menetapkan syarat yang tinggi itulah pengelolaan wakaf secara baik dan menguntungkan secara ekonomis akan dapat dicapai guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan umat Islam. 2007: 10-11). hal ini masih diperparah lagi . Adapun misinya adalah menjadikan Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga profesional yang mampu mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi harta benda untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum (BWI. Badan Wakaf Indonesia (BWI) mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia menuju era wakaf produktif. Sehubungan dengan tugas dan wewenangnya tersebut Badan Wakaf Indonesia merumuskan visi. adil. pengalaman bisnis. Adapun syarat bisnis meliputi: mempunyai semangat bisnis. yaitu wakaf yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umum. Namun pada kenyataannya. namun bukan suatu hal yang mustahil untuk dipenuhi.

Banyaknya asset wakaf yang belum dikelola secara produktif Pemberdayaan wakaf secara produktif di Indonesia masih sangat sedikit. Di Jawa Tengah. yaitu Bondo Wakaf Masjid Agung Semarang seluas 119 ha. kita mempunyai aset yang cukup membanggakan sekaligus menantang untuk dikembangkan. Yayasan wakaf paramadina. Ada beberapa contoh pengelolaan harta wakaf yang patut untuk ditiru dan dikembangkan. padahal banyak tanah wakaf di Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi. Jadi praktis yang selama ini banyak terjadi mereka tidak melaporkan kinerjanya kepada lembaga yang ditunjuk. bahkan kemudian ditempati bangunan-bangunan liar. berapa keuntungan yang bisa diperoleh untuk masyarakat sekitar. Seandainya di atas tanah seluas itu dibangun rumah susun atau pusat pertokoan kemudian disewakan. masih sebatas mengkoordinir dan mendata wakaf dan nȃzhir-nya saja. Sehingga pengelolaan wakaf tidak berjalan semestinya. yaitu untuk masjid Agung dan segala prasarana yang menunjangnya. Sekali lagi. Tanah seluas itu baru dimanfaatkan sebagian. Berdasarkan UU pula. Sehingga akuntabilitas pengelolaan wakafnya juga tidak terlacak dengan baik. belum kepada pembinaan dan pengawasan. seharusnya seorang nȃzhir melaporkan kinerjanya kepada BWI (pasal 11). Sebagian lahan untuk SPBU. Badan Wakaf Universitas Muslimin Indonesia (UMI) di Makasar. misalnya Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). 5. ini persoalan manajerial yang perlu mendapat perhatian serius. Pembinaan yang selama ini dilakukan masih bersifat insidental dan belum dilakukan secara terus-menerus.15 oleh rendahnya sikap amanah mereka. Badan wakaf Sultan Agung. Amanah UU ini belum bisa dilaksanakan dengan baik. badan wakaf Universitas Islam Indonesia (UII). BWI yang hanya berada di tingkat pusat. Kantor Kementrian Agama melalui GARA Zakat Wakaf dan KUA. dan masih banyak lagi tanah yang belum diberdayakan secara optimal. . tidak dapat menjangkau sampai seluruh pelosok Indonesia.

. apabila wakaf ini ditangani secara sungguhsungguh. uang yang diwakafkan tidak boleh diberikan langsung kepada mauqȗf ‘alaih. Begitu pentingnya hingga ada kementerian khusus wakaf. Indonesia. 6. dan PKPU telah berupaya menjadi nazhir wakaf uang. karena ketiadaan sumber dana. tetapi harus diinvestasikan lebih dulu oleh nȃzhir. Qatar. ada secercah harapan bagi kaum muslim Indonesia. yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI). Tabung Wakaf Indonesia. hasilnya dimanfaatkan untuk mauqȗf ‘alaih. Mengenai pemberdayaan wakaf secara produktif sebenarnya bukanlah hal yang sama sekali baru.16 Setelah melihat UU perwakafan ini. Dengan demikian. seperti Mesir. dalam wakaf uang. Belum tersosialisasikannya wakaf tunai dengan baik Sebagian besar masyarakat apalagi yang tinggal di pedesaan tidak banyak mengenal adanya wakaf uang. meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. dan Bangladesh. Di Indonesia. Wakaf uang adalah wakaf berupa uang dalam bentuk rupiah yang kemudian dikelola oleh nazhir secara produktif. Diantara manfaat yang bisa diambil adalah: 1. walaupun masih terdapat keragaman konsep dan aplikasinya. kemudian hasil investasinya diberikan kepada mauqûf ‘alaih. bukan hal yang mustahil. . Seseorang dapat berwakaf tanpa harus kaya. melalui fatwa MUI telah membolehkan wakaf uang. Demikian pula di Tunisia. Padahal dengan adanya wakaf uang dapat menjadi sarana untuk mengatasi problem banyaknya tanah wakaf yang belum dikelola secara produktif. karena mempertimbangkan manfaat wakaf uang. Sementara di Indonesia Wakaf ditangani Departemen Agama direktorat wakaf yang masih digabung dengan zakat. Baitul Mal Muamalat. kita bisa bertindak nyata dalam mengurangi kemiskinan. Kita bisa melihat Mesir dengan alAzhar-nya telah membuktikan betapa wakaf bisa meningkatkan derajat hidup umat Islam dengan bea siswa yang diberikan terhadap para mahasiswanya. Dan pada tahun 2007 telah dibentuk badan yang khusus menangani wakaf.

perlunya jalinan kerjasama yang sinergis antara BWI dan Kementrian agama dalam membina dan mengawasi kinerja nȃzhir dalam pengelolaan wakaf[] . Sebanyak 99.9 % pengusaha di Indonesia masuk dalam kategori usaha kecil (Fanani. Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana wakaf tunai. Para pengelola wakaf sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif. Membuka peluang umat Islam untuk lebih mandiri dalam mengembangkan dunia pendidikan 4. Kedua. 3. Melalui wakaf uang. Penutup Dari berbagai persoalan di atas. sehingga masyarakat akan mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang perwakafan. mensosialisakan UU wakaf no.17 2. Dana wakaf yang terkumpul dapat dipergunakan untuk memberdayakan usaha kecil yang masih dominan di negeri ini. Wakaf uang dapat menjadi sumber pendanaan pengelolaan wakaf tak bergerak termasuk dalam pengembangan wakaf properti seperti yang terjadi di Bangladesh. 41/2004 dengan lebih komprehensif. 2010: 81-83) Dari berbagai manfaat itu. Misalnya. di antaranya: Pertama. penulis mengajukan beberapa alternatif solusi. aset-aset wakaf berupa tanah-tanah kosong bisa dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau sarana lain yang lebih produktif untuk kepentingan ummat. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. maka dapat disimpulkan bahwa wakaf uang dapat menjadi pintu pembuka bagi perubahan orientasi dari wakaf konsumtif ke produktif. menyiapkan nȃzhir yang profesional melalui berbagai pelatihan manajemen pengelolaan wakaf. Ketiga. F.

1. "Pengantar Pengelolaan Wakaf Secara Produktif". Jakarta: DEPAG RI. IAIN Walisongo. Sistem Ekonomi Islam. Jakarta: BWI. Bamualim dan Irfan Abubakar. Muhammad Daud. ______. Strategi Pengembangan wakaf Tunai di Indonesia. 2008. DEPAG RI. Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Pedoman Pengelolaan Wakaf Tunai. 20 September 2006. Kota Salatiga. “Data Luas dan Lokasi Tanah Wakaf Nasional Sampai Dengan Tahun 2008”. Achmad. 2007. Juni 2008 (1-24). Djunaidi. Jakarta: Mitra Abadi Press. Jakarta: PBB UIN Jakarta. Model Pengembangan Wakaf Produktif. no. Jakarta: Rajawali Pres. Jakarta: DEPAG RI. Revitalisasi Filantropi Islam. Zakat.18 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’ȃn al-Karîm Alfiah li Sunnah an-Nabawiyyah. Profil Badan wakaf Indonesia Periode 2007-2010. 2008 Fanani. Rabu. Jakarta: Mumtaz Publishing. Tahun 2009. Data Jumlah Tanah Wakaf Menurut Penggunaannya. Perwakafan Tanah di Indonesia: Teori dan Praktek. tertanggal 7 Oktober 2009. “Kelanggengan Wujud Fisik versus Kelanggengan Manfaat: Kunci Sukses Manajemen Wakaf Produktif PMDG”. Alabiy. dalam Achmad Djunaidi dan Thabib al-Asyhar. Syafi'i. 22 April 2008. Jakarta. Chaider S. 1988. . --------. Ali. Antonio. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. Menuju Era Wakaf Produktif. 1997. “Kebijakan Deparetemen Agama Pasca Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf”. Muhyar. Jakarta: UIP. 2006 (vi-viii). Jakarta: DEPAG RI. Adijani al-. 2007. Menuju Era Wakaf Produktif: Sebuah Upaya Progressif untuk Kesejahteraan Umat. 2008 Darori. Sakhr Software. BWI. Amirudin. 1989. CD Rom. Jurnal Ijtihad vol.dkk. dan Wakaf. 2005. 8.

Munawwir. Yusuf. Peraturan Pemerintah no. Al-. Semarang: Taha Putera. Khummaini. Sayid. Yogyakarta:tp. . Potensi Wakaf Produktif di Salatiga.t. dkk. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. Al-Munawwir. Al-Fiqh al-Islȃm wa Adillatuh. t. IAIN Walisongo. Semarang: Walisongo Press.. Sabiq. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. 20 September 2006. Undang-Undang no. Ahmad Warson. “Wakaf dalam Kajian Hukum Islam”.19 --------.28 tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik Peraturan Pemerintah no. 42 tahun 2006 tentang Wakaf Rofiq. Wahbah. juz X. 20 September 2006.. Fiqh as-Sunnah.tt. Rabu. Rabu. Laporan Penelitian Kelompok STAIN Salatiga tahun 2009. Ahmad.41 tahun 2004 tentang Wakaf Zuhailiy. IAIN Walisongo. Muhibbin. Beirut: Dar al-Fikr tt. 2010. Berwakaf Tak Harus Kaya. “Paradigma Baru Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf Produtktif di Indonesia”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful