1

PROBLEMATIKA PENGELOLAAN WAKAF DI INDONESIA Oleh: Tri Wahyu Hidayati, M.Ag.

Abstract This article discusses problems of organizing waqf in Indonesia. The writer shows that there are many problems in organizing waqf, such as the lack of understanding to waqf decree and the domination of traditional fiqh understanding. This kind of problem affects Indonesian muslim to tend to defend the eternity of phisical existence of waqf asset than its benefit. Beside of that, many nȃzhirs are individuals that make the progress of waqf depends on the personality of the person. Whenever the person is profesional, the waqf will be in progress. But whenever the nȃzhir is weak in management, the waqf in his hand will be weak. Otherwise, most of nȃzhirs in Indonesia are not fulltimer workers. Therefore, most of them are not in focus on his job as a nȃzhir. In another word, they are not profesionals. Another problem is the lack of control to nȃzhirs from the society. Therefore, some nȃzhirs organize assets in disorder way. To solve these problems, the writer proposes three ways. Firstly, socializing waqf decree (number 41/2004) comprehensively in order the people have better understanding to it. Secondly, preparing profesional nȃzhirs through management trainings. Thirdly, BWI and ministry of religious affairs should cooperate in synergy in developing and controlling nȃzhirs. Keywords: Waqf produktif, nȃzhir, profesionalitas. A. Pendahuluan

Wakaf merupakan doktrin yang amat penting guna membangkitkan peradaban Islam. Pada masa kejayaan Islam, wakaf telah memainkan peran penting dalam kemajuan masyarakat muslim. Pada masa lalu, pusat-pusat peradaban, kebudayaan, dan keilmuan banyak yang disokong oleh aset-aset wakaf. Pendanaan riset dan fasilitas beasiswa juga dibiayai dari perberdayaan wakaf. Universitas al-Azhar Kairo, misalnya, sejak berdiri pada abad ke-10M hingga sekarang masih memanfaatkan aset wakafnya untuk biaya operasional. Tanah-tanah wakafnya yang strategis dipergunakan untuk toko dan hotel guna membiayai program universitas. Mundurnya peradaban Islam ternyata juga berpengaruh pada kemunduran dunia perwakafan. Kini kekayaan wakaf tidak lagi menjadi

tidak mustahil ia akan mampu menjadi partner negara guna membangun kemandirian bangsa.566. Jumlah aset wakaf di zamrud khatulistiwa ini amat besar. dan kegagalan. menyatakan bahwa mengelola wakaf itu lebih banyak dianggap beban dari pada kebanggaan.2 penopang kemandirian umat Islam. beberapa nazhir yang sempat penulis temui. Hal ini terjadi karena cerita wakaf di Indonesia lebih didominasi oleh kesedihan. Banyak institusi keislaman yang tidak mandiri karena memang pendanaannya bergantung pada pihak lain seperti pada pemerintah dan yayasan. Hal ini cukup beralasan. namun alangkah lebih baiknya bila institusi keislaman mengembangkan aset wakafnya guna mewujudkan kemandiriannya.406 M. pada kenyataannya. kemiskinan . untuk lebih berkhidmat pada kepentingan yang lebih besar dan abadi. Ia bisa menjaga jarak dari kepentingan-kepentingan titipan yang kadang hanya sempit dan sementara. Namun.672.41 tahun 2004 tentang perwakafan merupakan perangkat hukum yang cukup kuat untuk dijadikan pijakan dalam upaya memaksimalkan pengelolaan wakaf secara produktif dan profesional. Dunia perwakafan di Indonesia cukup membanggakan secara kuantitas namun belum secara kualitas. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi. Beberapa regulasi yang mengatur wakaf di Indonesia memang telah ada. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf.845 lokasi dengan luas 1. Namun. Dari data tersebut apabila tanah yang strategis dikelola dengan profesional. jumlah tanah wakaf Indonesia sebanyak 403. kerumitan. Cerita sukses dalam dunia perwakafan di Indonesia amatlah sedikit. Menurut data yang masuk ke Kementrian Agama. Keadaan yang demikian bukanlah buruk. Di Indonesia masih banyak aset wakaf yang belum dikelola dengan baik. dalam maupun luar negeri. Bila dunia perwakafan Indonesia dikelola maksimal. Apalagi dengan hadirnya UU no. maka akan memberi kontribusi yang sangat signifikan bagi penanggulangan kemiskinan. hal ini belum diwujudkan oleh muslim Indonesia. Bahkan. sehingga dapat memberikan implikasi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

maka terputuslah segala amal perbuatannya. kecuali tiga. dan itulah yang dimaksud dengan istilah wakaf dalam uraian ini. Sementara dalam hadits diriwayatkan bahwa: "Jika seseorang meninggal dunia. berdiam di tempat atau menahan sesuatu (Munawir. Istilah waqf dalam ilmu tajwid berarti menghentikan bacaan. seperti zakat. yaitu berdiam di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika menunaikan ibadah haji. digunakan berkaitan dengan harta kekayaan. Istilah waqf tidak disebut secara jelas dalam al-Quran seperi zakat. wakaf. Waqf yang berarti berdiam di tempat. hendak menelusuri problem pengelolaan wakaf di Indonesia dan menawarkan solusi yang perlu diambil oleh para pemerhati wakaf di tanah air. . saatnya ajaran tentang wakaf diwujudkan dengan baik demi meningkatkan sebanyak-banyaknya kesejahteraan umat. Melalui ajaran kedermawanan tersebut. 1997: 7599 -7601). seharusnya persoalan kemiskinan bisa diurai sedikit demi sedikit.3 di Indonesia makin menggurita. Sehingga umat Islam harus menilik ulang.: 1648). Beberapa ayat yang dipandang para ahli sebagai landasan hukum wakaf adalah QS/22:77. shadaqah. digunakan dalam istilah wuquf. namun pengelolaan wakaf di Indonesia belum maksimal. Waqf adalah menahan harta yang memungkinkan untuk diambil manfaatnya. Tulisan ini. Waqf dalam berbagai literatur bersamaan artinya dengan habs. 2:267. Oleh karena itu. begitu banyak ajaran Islam yang menganjurkan untuk peduli pada kaum miskin. B. Sedangkan waqf dalam arti menahan.t. dengan tetapnya benda untuk disalurkan dalam kebaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (al-Zuhailiy. t. 3:92. berasal dari bahasa Arab waqafa yang berarti menghentikan. Konsep Wakaf dalam Fiqh Al-waqf. Telah banyak regulasi tentang wakaf. infak. menjadi wakaf dalam bahasa Indonesia.

Khatthab mendapat sebidang tanah di Khaibar. Hadits inilah yang kemudian menjadi dasar hukum perwakafan. tidak dihibahkan. hamba sahaya. Dalam literatur fiqh. dan musafir" (HR Muslim dari Ibnu Umar). tidak diwariskan. dan anak shalih yang mendoakannya (HR. ilmu yang dimanfaatkan. mauqȗf (harta yang diwakafkan). fî sabîlillȃh. keluarga yang memerlukannya. termasuk syarat dan rukunnya. kemudian dijawab oleh Nabi: "Tahanlah pokoknya dan sedekahkan hasilnya". Kemudian ia mendatangi Rasulullah. dan sebagainya. kerabat. Di sana akan kita jumpai pembicaraan panjang lebar mengenai wakaf. dan tidak pula dihibahkan. orang yang dalam perjalanan. tamu. Bagaimana saran baginda? Rasul bersabda: ”Jika kamu suka tahanlah pokoknya bersedekahlah dengannya. Adapun rukun wakaf ada empat. wakaf dibicarakan dalam rangkaian pembicaraan mengenai hak-hak kebendaan lain seperi wasiyat dan kewarisan. mauqȗf ‘alaih (tujuan wakaf atau yang berhak menerima wakaf). Maka pokoknya ditahan tidak dijual. para tamu. Ditahannya tanah tersebut dalam arti tidak dijual. belum pernah saya dapatkan yang lebih berharga dari pada itu. dan tidak diwariskan. shighat atau ikrȃr wakaf (al-Zuhailiy.4 shadaqah jariah. Hadits lain yang berkaitan dengan wakaf adalah hadits tentang Umar berikut: "Ibn Umar meriwayatkan Umar b. Selanjutnya bahwa wakaf . Maka Umar menuruti sabda nabi tersebut. suatu daerah pertanian di Madinah. Menurut hadits ini Umar bin Khattab mempunyai tanah di Khaibar. 1997: 7606). apakah sebaiknya dia melepaskan tanah itu sebagai sedekah. Umar menyedekahkannya kepada fakir miskin. yaitu: wȃqif (orang yang mewakafkan). harus segera dilaksanakan setelah diikrarkan. para penuntut ilmu. Dan hasil tanah itu diperuntukkan bagi fakir miskin. Adapun syarat wakaf adalah: wakaf harus selamanya. Muslim dari Abu Hurairah). tujuannya harus jelas. Adapun bagi orang yang mengelolanya dapat mengambil bagian sebatas keperluan hidupnya. Umar berkata: Saya mendapatkan tanah yang sangat berharga. Beliau bertanya kepada Nabi.

atau diwariskan (Sabiq: 381).5 tahun 1960. namun masih banyak kendala dalam melaksanakannya. Di antaranya lambannya sosialisasi dan belum siapnya perangkat-perangkat pelaksana.5 itu tidak dapat ditarik kembali. Wakaf telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Islam. Dan satu kemajuan yang sangat signifikan bagi umat Islam. PP yang dimaksud baru terwujud. perguruan Islam dan lembaga-lembaga keagamaan Islam dibangun di atas tanah wakaf. Tahun 1953. Setelah Indonesia merdeka.28 tahun 1977. ketika dikeluarkannya Undang-Undang Perwakafan yaitu UU no. Wakaf adalah ibadah yang menyangkut hak dan kepentingan orang lain. dan kepemilikannya telah berganti menjadi milik Allah. Dalam UU ini terdapat . dihibahkan. Bijblaad 1905: 6195. Undang-Undang ini telah enam tahun diundangkan. sehingga banyak peraturan yang ada untuk mengaturnya. PP ini kemudian diikuti dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya oleh Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri dan beberapa instruksi Gubernur. Departemen Agama membuat petunjuk mengenai pelaksanaan wakaf yang disempurnakan pada tahun 1956 tentang prosedur perwakafan. Hal ini bisa dilihat pada kenyataan bahwa hampir semua rumah ibadah. dan menjadi penunjang utama perkembangan kehidupan masyarakat.41 tahun 2004. 1988: 78). Bijblaad 1931: 125/3 menyatakan bahwa apabila seseorang hendak mewakafkan hartanya harus seizin bupati (Ali. bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. tidak boleh dijual. memerintahkan kepada bupati untuk membuat daftar rumah ibadah umat Islam dalam wilayahnya. C. pembenahan terus dilakukan terhadap hukum perwakafan di Indonesia. Pasal 49 UU ini menyatakan bahwa perwakafan tanah milik diatur oleh Peraturan Pemerintah Tujuh belas tahun berikutnya. yaitu PP no. Perwakafan makin mendapat tempat dalam peraturan perundangan dengan adanya Undang-Undang Pokok Agraria no. Konsep Wakaf Dalam Perundang-undangan di Indonesia Wakaf telah dikenal luas di Indonesia sejak dulu.

tanaman) dan harta bergerak (seperti uang. logam mulia. surat berharga. bahkan PP no.Sementara itu cakupan benda wakaf yang banyak dikenal masyarakat hanya pada benda tidak bergerak. yang menyebut bahwa yang dimaksud dengan wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini berbeda dengan wakaf dalam fiqh klasik. maka makanannya.6 beberapa hal baru yang merupakan pembaharuan dari fiqh wakaf yang kita kenal selama ini. pengelolaan dan pemberdayaan wakaf. Padahal wakaf benda bergerak juga sudah ada pada masa Nabi.28 tahun 1977.28 tahun 1977 hanya untuk tanah saja. dan kencingnya merupakan kebaikan-kebaikan dalam pandangan . hak atas kekayaan intelektual. Hal ini bisa dilihat dalam pasal 16 UU no.). khususnya madzhab Syafii dan Hanbali yang mengharuskan wakaf harus selamanya bukan dalam jangka tertentu. Ada hal yang harus dicermati dari pengertian wakaf dalam UU ini. kendaraan. karena iman dan mengharap pahala dari Allah.41 tahun 2004. Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. Pergeseran pemahaman juga terjadi terhadap harta benda yang boleh diwakafkan. yaitu adanya kesempatan bagi kita untuk mewakafkan sebagian harta kita dalam jangka tertentu. dapat berupa harta tidak bergerak (seperti tanah. dll. Hal ini bisa dilihat dari sabda Nabi yang artinya: ”Orang yang menahan (mewakafkan) kuda di jalan Allah. Hal baru itu antara lain: pengertian wakaf. kotorannya. bangunan. Pengertian wakaf harus selamanya ini juga diikuti oleh Kompilasi Hukum Islam dalam pasal 215. Harta tersebut dipersyaratkan tahan lama dan atau bermanfaat jangka panjang serta bernilai ekonomi menurut syariah. harta yang boleh diwakafkan. Hal ini direduksi dalam PP no.

wakaf uang dianggap tidak sah. Dr. meskipun baru di tingkat pusat. dalam pasal 28 UU ini disebutkan bahwa wakaf uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh menteri. Selanjutnya dalam pasal 29 disebutkan bahwa wakaf uang dilakukan secara tertulis kemudian akan diterbitkan sertifikat wakaf uang yang diserahkan kepada wakif dan nazhir. Sesuai dengan pasal 49 ayat 1 UU no. Mengenai wakaf uang. UU ini mengamanahkan untuk mendaftarkan pada instansi berwenang untuk dicatat dan mengikuti proses administrasi lain yang diatur. Inpres no. Bahkan lebih jauh lagi dalam literatur fiqh klasik. badan ini telah terbentuk berdasarkan SK Menteri Agama tanggal 20 September 2007. 1997). maksimal tujuh hari setelah ikrar wakaf ditandatangani. Hal ini dilakukan dalam rangka mempermudah wakaf uang. Dan bagi harta wakaf yang telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan sebelum berlakunya UU ini. Badan ini diketuai oleh Prof. Untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional. Dalam pasal 32 disebutkan bahwa setiap harta wakaf harus didaftarkan pada instansi yang berwenang. karena bergerak menuju optimalisasi peran wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan umat. 1 tahun 1991 dan lainnya dianggap sah dan harus didaftarkan juga paling lambat lima tahun setelah . didaftarkan setelah terbitnya sertifikat wakaf uang (pasal 30). Dalam pasal 48 dinyatakan bahwa Badan Wakaf Indonesia berkedudukan di ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat membentuk perwakilan di provinsi dan / atau kabupaten / kota sesuai dengan kebutuhan. 2008). KH Tholhah Hasan (BWI. diantara tugas badan ini adalah Membina nȃzhir dalam mengelola dan mengembangkan wakaf. seperti PP 28 tahun 1977. 41 tahun 2004.7 Allah” (HR al-Bukhari dalam CD Sakhr software. dalam UU no. 41 tahun 2004 diamanatkan perlunya dibentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI). Pada tahun 2007. Dalam rangka mengamankan harta wakaf. Dalam hal pengelolaan wakaf banyak hal yang harus disyukuri. Sementara untuk wakaf uang.

Paradigma pengelolaan wakaf secara produktif inilah yang juga menjiwai PP no 42/2006 dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang berdiri 13 Juli 2007. b). Pemberdayaan Wakaf Secara Produktif Wakaf adalah lembaga ekonomi khas Islam yang seharusnya dapat mensejahterakan umat. Setelah dicatat dan diadministrasikan kemudian diumumkan oleh menteri dan BWI (pasal 37 dan 38). yang dikutip oleh Muhyar Fanani (2010: 2829). tapi dikembangkan terlebih dahulu hingga menghasilkan sesuatu (produktif). kemudian hasilnya baru dipergunakan untuk tujuan wakaf.. Wakaf jenis kedua ini disebut dengan wakaf produktif karena pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi terlebih dahulu dan hasilnya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf. yakni: a). Wakaf tidak langsung. 41 tahun 2004 menjadi petanda bagi era baru pengelolaan wakaf produktif di Indonesia. Dengan demikian pengelolaan wakaf tidak hanya untuk peribadatan saja seperti masjid. dari segi penggunaannya. wakaf dibagi menjadi dua macam. Pengelolaan wakaf secara produktif menjadi ruh undang-undang itu. seperti masjid untuk shalat.8 diundangkannya UU no 24 tahun 2004. sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. UU no. Sangatlah pas ketika UU ini menganjurkan untuk memberdayakan wakaf secara maksimal secara produktif sesuai dengan Syariah. yakni wakaf yang pokok barangnya tidak secara langsung digunakan untuk mencapai tujuannya. 2008:12). Wakaf ini disebut juga dengan wakaf konsumtif karena pokok barangnya dipergunakan secara langsung dan tidak dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu (produktif). Contoh dari wakaf produktif adalah wakaf tanah pertanian yang dikelola secara produktif dan hasilnya untuk membiayai kegiatan pendidikan di Pondok Modern Gontor (Fanani. D. Menurut Mundzir Qahaf. . tapi juga kegitan yang bernilai ekonomi tinggi. Wakaf langsung yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk mencapai tujuannya.

Semuanya harus berdasar analisis yang matang terhadap asset wakaf yang ada. Gedung Rumah Sakit Islam.2008:35-60). DEPAG juga memberi contoh beberapa model pengembangan wakaf produktif. pengembangan wakaf produktif di Indonesia juga bisa dilihat dengan adanya lembaga-lembaga seperti Tabung Wakaf dari Dompet Dhu'afa Republika. Gedung Wakaf dan Bisnis Centre. warnet. seperti rumah makan. Mini Market. misalnya untuk Bisnis Center. Jika harta . 2010:29).9 Dari pembagian wakaf di atas maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan wakaf produktif adalah wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi dan keuntungannya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf (Fanani. Bisnis Centre al. Dengan perhitungan yang memadai. Baitul Mal Muamalat dari Bank Muamalat. dan Bali (2005). serta disusul dengan berbagai program bantuan antara lain pembentukan Badan Wakaf UIN Malang (2006) (Darori. antara lain: mengadakan proyek percontohan pemberdayaan wakaf produktif di Kuningan. dan SPBU (Depag. Hal ini dapat dilihat pada pembangunan Gedung rawat inap VIP di Rumah Sakit Islam Malang. Selain proyek percontohan di atas. Dengan demikian bangunan itu dapat digunakan berbagai bidang usaha strategis. Selain itu. Model pengembangan wakaf juga dilakuakan dalam bidang pengembangan fasilitas kesehatan. sebidang tanah wakaf bisa dijadikan pusat kegiatan bisnis. dan biro perjalanan. Departemen agama telah melakukan beberapa langkah penting dalam rangka pemberdayaan wakaf. Dengan pesatnya kegiatan ekonomi masyarakat. tanah wakaf juga bisa dikembangkan dengan lebih fleksibel. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dengan makin banyaknya kunjungan dan pelayanan kesehatan untuk golongan menengah ke atas. berupa pembangunan gedung misalnya rumah toko (RUKO).Badar di Medan. Toserba Panama di Kuningan. Medan. Pemberdayaan wakaf secara produktif bukan berarti merubah seluruh peruntukan tanah wakaf yang ada untuk dapat bernilai ekonomis. Rumah Kost Muslim. 2006: 4). dan bisnis Center Muslimin di pekalongan.

Temuan umum lainnya juga menunjukkan pemanfaatan terbesar harta wakaf adalah masjid (79%) daripada peruntukan lainnya. 2009: 75).10 wakaf di suatu tempat masih berfungsi dan diperlukan keberadaannya.. jumlah aset wakaf itu bertambah 41. nȃzhir boleh melakukan terobosan pengelolaan tanpa merubah fungsi awalnya. Pada tahun 2003. diketahui bahwa jumlah nazhir yang bekerja secara penuh sangat minim (16 %). Dalam hal untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan pengembangannya. sekolah atau masjid. Dari jumlah itu yang dipergunakan untuk masjid dan mushalla sebesar 324 lokasi (lebih dari 75 %). jumlah tanah wakaf di Indonesia tiga tahun kemudian menjadi 403.374 lokasi. Sementara untuk madrasah 42 lokasi. Jumlah tanah wakaf secara keseluruhan di Salatiga mencapai sekitar 402 lokasi dengan luas 132. menurut data Depag yang diperkuat oleh data CSRC (Centre for the Study of Religion and Research). Selain itu. dan sisanya untuk makam dan lainnya (Khumaini dkk. 2010: 242). Umumnya mereka bekerja sambilan dan tidak diberi upah (92%) (Fanani. Selain itu.382 M2. Dengan demikian. harta wakaf juga lebih banyak yang tidak menghasilkan (77%) daripada yang menghasilkan atau produktif (23%). aset wakaf di seluruh Indonesia mencapai 362. yaitu Salatiga. misalnya. Problem pengelolaan wakaf di Indonesia Hasil penelitian wakaf UIN Syahid Jakarta menunjukkan bahwa dari 500 responden nȃzhir di 11 Propinsi terlihat bahwa wakaf di Indonesia lebih banyak dikelola oleh perseorangan (66%) daripada organisasi (16%) dan badan hukum (18%). maka ia tidak perlu dialihfungsikan untuk bangunan lain yang mendatangkan keuntungan ekonomis. dan lebih banyak berada di wilayah pedesaan (59%) daripada perkotaan (41%).471 lokasi dengan total nilai sekitar 590 trilyun. E. Hasil penelitian UIN Jakarta tersebut sejalan dengan hasil penelitian penulis bersama tim LKBHI STAIN Salatiga terhadap kondisi perwakafan pada sebuah kota di Jawa Tengah.845 lokasi . Pada tahun 2006.

672. jumlahnya bertambah menjadi 430. Pada tahun 2008. seperti masjid. Dominasi Pemahaman Fikih Tradisional Meskipun UU tentang wakaf telah diundangkan enam tahun yang lalu. 41/2004 menyatakan. d).832. harta benda wakaf hanya diperuntukkan bagi: a). anak terlantar. "Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum”.566.27 M2 (Fanani. Berdasarkan data-data tersebut penulis mencatat beberapa problem penting dalam pengelolaan wakaf di Indonesia. Padahal pasal 5 UU no. b). mushalla. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi. di antaranya: (Khummaini. namun pemahaman masyarakat tentang wakaf masih banyak didominasi pemahaman yang kaku terhadap fikih tradisional. muncul beberapa fenomena. Sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan.791. d) Kurangnya kesadaran umat Islam untuk melakukan wakaf. Pasal ini kemudian diperjelas dengan pasal 22 yang menyatakan: "Dalam rangka mencapai tujuan dan fungsi wakaf. Sarana dan kegiatan ibadah. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf.766 lokasi dengan luas mencapai 1. 2010:27).406 M2. beasiswa.615. Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat dan atau e)." c) Banyaknya aset wakaf yang berupa benda tidak bergerak yaitu tanah. karena menurut pemahaman sebagian mereka wakaf harus selamanya. dkk: 69-80) a) Ada tanah wakaf yang belum disertifikatkan b) Peruntukan tanah wakaf banyak yang cenderung untuk tempat ibadah. yatim piatu. di antaranya: 1.11 dengan luas 1. Bantuan kepada fakir miskin. ini disebabkan belum meluasnya pemahaman tentang macam-macam harta yang boleh diwakafkan. Akibat dari pemahaman tradisonal ini. padahal UU wakaf Indonesia membolehkan wakaf untuk jangka waktu tertentu . c). Kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.

tempat pendidikan seperti madrasah. Masih banyaknya nȃzhir perseorangan itu juga masih diperparah dengan kurangnya kesadaran untuk peningktan manajemen perwakafan. Misalnya. TPA dan tempat peristirahatan terakhir (kuburan). Banyaknya Nȃzhir Perseorangan Nȃzhir perorangan berupa Kyai atau ulama. Tanah wakaf tersebut belum mampu diolah nazhir menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat secara langsung kepada masyarakat sekitar. Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana cash waqf (wakaf uang). Saat ini. Profesionalitas nȃzhir merupakan hal yang sangat penting bagi wakaf produktif. Nȃzhir perorangan seringkali menyulitkan koordinasi dan pembinaannya bahkan kontrol mengenai peruntukan tanah wakaf yang ditanganinya. Dari dalam diri nȃzhir (yang kebanyakan sudah tua) terdapat kelemahan di bidang manajemen. Kunci kelemahannya terletak pada nȃzhir dan tim manajemennya yang tidak terorganisasi dengan baik. Para pengelola wakaf (nȃzhir) sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. sehingga belum memanfaatkan tanah secara maksimal. Ini merupakan kendala yang serius bagi pengembangan wakaf produktif. seperti masjid. Mekanisme pelaporan juga belum dijalankan secara baik akibat dari budaya kerja yang saling percaya namun mengabaikan administrasi yang transparan. Penunjukan perorangan sebagai nȃzhir didorong oleh rasa percaya dari wakif untuk menyerahkan harta bendanya sebagai benda wakaf kepada kyai/ulama. Masih banyaknya nȃzhir perseorangan membuat perkembangan wakaf amat tergantung pada perseorangan. Profesionalitas Nȃzhir Wakaf di Indonesia masih sangat sedikit yang produktif. sebagian besar nȃzhir merupakan perorangan bukan badan hukum. 3. Untuk itu Departemen Agama perlu . mushola. Hal ini terlihat dari peruntukan tanah wakaf hanya sebatas tempat beribadah.12 2.

tahan terhadap godaan terutama menyangkut perkembangan usaha. Guna meningkatkan produktivitas wakaf. namun masih perlu dirinci lagi. 2006). manajemen. Secara sepintas. Syarat moral meliputi: paham tentang hukum wakaf baik secara syariah maupun perundang-undangan. dan bisnis. cerdas secara intelektual. Nȃzhir yang tidak profesional hanya akan menambah beban bagi dunia wakaf. dan pemberdayaan. Di antaranya adalah Eri Sudewo (CEO Dompet Dhuafa Republika). 2006). peran nȃzhir sangatlah sentral. Namun tentu saja yang dimaksud di sini adalah nȃzhir yang profesional. Pendidikan dan pelatihan nadzir ini merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk terus dilakukan dalam rangka menyediakan nȃzhir yang profesional (Darori. terutama terkait dengan kemampuan manajerial dan kemampuan untuk berwirausaha. menyatakan bahwa persyaratan nazhir harus meliputi syarat moral. dan profesional dalam . Syarat manajemen meliputi: mempunyai kemampuan yang baik dalam leadership. maka ke depan nȃzhir yang terpilih haruslah nȃzhir yang berkualitas. maka yang sangat memegang peran penting dan strategis adalah nȃzhir. punya kecerdasan emosional dan spiritual.13 mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal. nazhir tidak begitu penting dan tidak menjadi rukun wakaf. Walaupun dalam fikih klasik. Sudewo. syarat yang ditetapkan oleh UU wakaf itu sangat bagus. Hal ini penting. Nȃzhir memang memiliki posisi penting dalam perwakafan bahkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 menjadikannya sebagai unsur (rukun) wakaf. sebagaimana dikutip Muhibbin (2006). bersungguh-sungguh dan suka tantangan. Nȃzhir haruslah orang atau lembaga yang benar-benar berkualitas dan mempunyai kualifikasi khusus. Beberapa pakar telah menekankan pentingnya kemampuan di bidang menejemen dan enterpreneurship ini. sosial. karena untuk memberdayakan wakaf secara produktif bagi kesejahteraan sosial. visioner. Untuk itu Kementrian Agama perlu mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal (Darori. apalagi bagi wakaf produktif. namun dalam wakaf produktif. Ini tentu lebih maju dari pemikiran fiqh lama.

Namun semua bisa dipersiapkan melalui pengkaderan yang berkesinambungan. Badan Wakaf Indonesia (BWI) mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia menuju era wakaf produktif. maka nilai strategis aset itu pasti tidak berguna maksimal. dan jeli dalam melihat peluang usaha. namun bukan suatu hal yang mustahil untuk dipenuhi. Berdasarkan Undang-undang. Sehubungan dengan tugas dan wewenangnya tersebut Badan Wakaf Indonesia merumuskan visi. siap magang. Dapat dibayangkan bila aset yang demikian besar dan potensial itu dikelola oleh orang yang tidak cakap. Semua persyaratan itu harus ditambah persyaratan baku yaitu jujur. yaitu terwujudnya lembaga independen yang dipercaya masyarakat. Persyaratan-persyaratan tersebut memang agak berat. adil. mempunyai kemampuan dan integritas untuk mengembangkan perwakafan nasional dan internasional. dan amanah. Hanya dengan menetapkan syarat yang tinggi itulah pengelolaan wakaf secara baik dan menguntungkan secara ekonomis akan dapat dicapai guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan umat Islam. Adapun syarat bisnis meliputi: mempunyai semangat bisnis. pengalaman bisnis. 41/2004). 4. BWI adalah lembaga yang ditugasi oleh UU untuk melakukan tugas pembinaan dan pengawasan (pasal 49 ayat 1 UU no. 2007: 10-11).14 mengelola harta. pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja nȃzhir belum berjalan dengan baik. Namun pada kenyataannya. Adapun misinya adalah menjadikan Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga profesional yang mampu mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi harta benda untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum (BWI. yaitu wakaf yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umum. Untuk tugas pembinaan kemampuan nȃzhir ini. hal ini masih diperparah lagi . Bahkan di masyarakat. Lemahnya pengawasan terhadap nȃzhir Untuk mendapatkan nȃzhir yang memenuhi syarat di atas tentu tidak mudah. sering kita jumpai nȃzhir yang tidak profesional.

bahkan kemudian ditempati bangunan-bangunan liar. Banyaknya asset wakaf yang belum dikelola secara produktif Pemberdayaan wakaf secara produktif di Indonesia masih sangat sedikit. seharusnya seorang nȃzhir melaporkan kinerjanya kepada BWI (pasal 11). Di Jawa Tengah. Jadi praktis yang selama ini banyak terjadi mereka tidak melaporkan kinerjanya kepada lembaga yang ditunjuk. .15 oleh rendahnya sikap amanah mereka. Badan wakaf Sultan Agung. Sebagian lahan untuk SPBU. Pembinaan yang selama ini dilakukan masih bersifat insidental dan belum dilakukan secara terus-menerus. 5. Ada beberapa contoh pengelolaan harta wakaf yang patut untuk ditiru dan dikembangkan. Berdasarkan UU pula. Sekali lagi. misalnya Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Sehingga akuntabilitas pengelolaan wakafnya juga tidak terlacak dengan baik. Seandainya di atas tanah seluas itu dibangun rumah susun atau pusat pertokoan kemudian disewakan. masih sebatas mengkoordinir dan mendata wakaf dan nȃzhir-nya saja. BWI yang hanya berada di tingkat pusat. berapa keuntungan yang bisa diperoleh untuk masyarakat sekitar. belum kepada pembinaan dan pengawasan. Kantor Kementrian Agama melalui GARA Zakat Wakaf dan KUA. dan masih banyak lagi tanah yang belum diberdayakan secara optimal. padahal banyak tanah wakaf di Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi. yaitu Bondo Wakaf Masjid Agung Semarang seluas 119 ha. Amanah UU ini belum bisa dilaksanakan dengan baik. Badan Wakaf Universitas Muslimin Indonesia (UMI) di Makasar. Yayasan wakaf paramadina. kita mempunyai aset yang cukup membanggakan sekaligus menantang untuk dikembangkan. Tanah seluas itu baru dimanfaatkan sebagian. ini persoalan manajerial yang perlu mendapat perhatian serius. yaitu untuk masjid Agung dan segala prasarana yang menunjangnya. Sehingga pengelolaan wakaf tidak berjalan semestinya. tidak dapat menjangkau sampai seluruh pelosok Indonesia. badan wakaf Universitas Islam Indonesia (UII).

walaupun masih terdapat keragaman konsep dan aplikasinya. karena mempertimbangkan manfaat wakaf uang. Dan pada tahun 2007 telah dibentuk badan yang khusus menangani wakaf. Dengan demikian. dan Bangladesh. meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. tetapi harus diinvestasikan lebih dulu oleh nȃzhir. Sementara di Indonesia Wakaf ditangani Departemen Agama direktorat wakaf yang masih digabung dengan zakat. Indonesia. Padahal dengan adanya wakaf uang dapat menjadi sarana untuk mengatasi problem banyaknya tanah wakaf yang belum dikelola secara produktif. Demikian pula di Tunisia. kita bisa bertindak nyata dalam mengurangi kemiskinan. karena ketiadaan sumber dana. dan PKPU telah berupaya menjadi nazhir wakaf uang. hasilnya dimanfaatkan untuk mauqȗf ‘alaih. 6.. yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI). Begitu pentingnya hingga ada kementerian khusus wakaf. kemudian hasil investasinya diberikan kepada mauqûf ‘alaih. Kita bisa melihat Mesir dengan alAzhar-nya telah membuktikan betapa wakaf bisa meningkatkan derajat hidup umat Islam dengan bea siswa yang diberikan terhadap para mahasiswanya.16 Setelah melihat UU perwakafan ini. Belum tersosialisasikannya wakaf tunai dengan baik Sebagian besar masyarakat apalagi yang tinggal di pedesaan tidak banyak mengenal adanya wakaf uang. apabila wakaf ini ditangani secara sungguhsungguh. bukan hal yang mustahil. melalui fatwa MUI telah membolehkan wakaf uang. Mengenai pemberdayaan wakaf secara produktif sebenarnya bukanlah hal yang sama sekali baru. ada secercah harapan bagi kaum muslim Indonesia. seperti Mesir. Baitul Mal Muamalat. Diantara manfaat yang bisa diambil adalah: 1. Tabung Wakaf Indonesia. Qatar. . dalam wakaf uang. Wakaf uang adalah wakaf berupa uang dalam bentuk rupiah yang kemudian dikelola oleh nazhir secara produktif. uang yang diwakafkan tidak boleh diberikan langsung kepada mauqȗf ‘alaih. Seseorang dapat berwakaf tanpa harus kaya. Di Indonesia.

9 % pengusaha di Indonesia masuk dalam kategori usaha kecil (Fanani. Wakaf uang dapat menjadi sumber pendanaan pengelolaan wakaf tak bergerak termasuk dalam pengembangan wakaf properti seperti yang terjadi di Bangladesh. Penutup Dari berbagai persoalan di atas. sehingga masyarakat akan mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang perwakafan. 41/2004 dengan lebih komprehensif. Ketiga. Misalnya. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. Dana wakaf yang terkumpul dapat dipergunakan untuk memberdayakan usaha kecil yang masih dominan di negeri ini. 3. Membuka peluang umat Islam untuk lebih mandiri dalam mengembangkan dunia pendidikan 4. mensosialisakan UU wakaf no. perlunya jalinan kerjasama yang sinergis antara BWI dan Kementrian agama dalam membina dan mengawasi kinerja nȃzhir dalam pengelolaan wakaf[] . Kedua. penulis mengajukan beberapa alternatif solusi. menyiapkan nȃzhir yang profesional melalui berbagai pelatihan manajemen pengelolaan wakaf. Para pengelola wakaf sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif. aset-aset wakaf berupa tanah-tanah kosong bisa dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau sarana lain yang lebih produktif untuk kepentingan ummat. Melalui wakaf uang. F. Sebanyak 99. di antaranya: Pertama. maka dapat disimpulkan bahwa wakaf uang dapat menjadi pintu pembuka bagi perubahan orientasi dari wakaf konsumtif ke produktif. 2010: 81-83) Dari berbagai manfaat itu.17 2. Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana wakaf tunai.

18 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’ȃn al-Karîm Alfiah li Sunnah an-Nabawiyyah. 2007. dan Wakaf. ______. Muhammad Daud. Antonio. Tahun 2009. Juni 2008 (1-24). “Kebijakan Deparetemen Agama Pasca Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf”. Model Pengembangan Wakaf Produktif. Jakarta: Rajawali Pres. 2008 Fanani. Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Jakarta: Mitra Abadi Press. Jurnal Ijtihad vol. --------. Jakarta. Zakat.dkk. tertanggal 7 Oktober 2009. 1989. 2008 Darori. Jakarta: Mumtaz Publishing. Menuju Era Wakaf Produktif: Sebuah Upaya Progressif untuk Kesejahteraan Umat. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. Menuju Era Wakaf Produktif. Sistem Ekonomi Islam. "Pengantar Pengelolaan Wakaf Secara Produktif". Jakarta: PBB UIN Jakarta. Jakarta: UIP. 1. 2007. “Data Luas dan Lokasi Tanah Wakaf Nasional Sampai Dengan Tahun 2008”. Djunaidi. Achmad. Muhyar. 1988. Kota Salatiga. Perwakafan Tanah di Indonesia: Teori dan Praktek. Pedoman Pengelolaan Wakaf Tunai. CD Rom. dalam Achmad Djunaidi dan Thabib al-Asyhar. 8. Rabu. 22 April 2008. Jakarta: BWI. IAIN Walisongo. Jakarta: DEPAG RI. . Strategi Pengembangan wakaf Tunai di Indonesia. 20 September 2006. Jakarta: DEPAG RI. Adijani al-. Sakhr Software. 2005. “Kelanggengan Wujud Fisik versus Kelanggengan Manfaat: Kunci Sukses Manajemen Wakaf Produktif PMDG”. DEPAG RI. BWI. no. 1997. Amirudin. Profil Badan wakaf Indonesia Periode 2007-2010. Bamualim dan Irfan Abubakar. 2008. Chaider S. Alabiy. Revitalisasi Filantropi Islam. Data Jumlah Tanah Wakaf Menurut Penggunaannya. Syafi'i. Jakarta: DEPAG RI. 2006 (vi-viii). Ali.

Al-Fiqh al-Islȃm wa Adillatuh. Wahbah.41 tahun 2004 tentang Wakaf Zuhailiy. Khummaini. 20 September 2006. t. IAIN Walisongo. Semarang: Taha Putera. Rabu. “Paradigma Baru Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf Produtktif di Indonesia”. Munawwir. Sabiq. . makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. Muhibbin. dkk.. Sayid. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus.t. Yogyakarta:tp. Al-Munawwir. Semarang: Walisongo Press. IAIN Walisongo. 20 September 2006. Rabu.tt. Beirut: Dar al-Fikr tt.19 --------. juz X.28 tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik Peraturan Pemerintah no. “Wakaf dalam Kajian Hukum Islam”. Berwakaf Tak Harus Kaya.. Yusuf. 2010. Laporan Penelitian Kelompok STAIN Salatiga tahun 2009. 42 tahun 2006 tentang Wakaf Rofiq. Potensi Wakaf Produktif di Salatiga. Ahmad Warson. Undang-Undang no. Peraturan Pemerintah no. Fiqh as-Sunnah. Ahmad. Al-.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful