1

PROBLEMATIKA PENGELOLAAN WAKAF DI INDONESIA Oleh: Tri Wahyu Hidayati, M.Ag.

Abstract This article discusses problems of organizing waqf in Indonesia. The writer shows that there are many problems in organizing waqf, such as the lack of understanding to waqf decree and the domination of traditional fiqh understanding. This kind of problem affects Indonesian muslim to tend to defend the eternity of phisical existence of waqf asset than its benefit. Beside of that, many nȃzhirs are individuals that make the progress of waqf depends on the personality of the person. Whenever the person is profesional, the waqf will be in progress. But whenever the nȃzhir is weak in management, the waqf in his hand will be weak. Otherwise, most of nȃzhirs in Indonesia are not fulltimer workers. Therefore, most of them are not in focus on his job as a nȃzhir. In another word, they are not profesionals. Another problem is the lack of control to nȃzhirs from the society. Therefore, some nȃzhirs organize assets in disorder way. To solve these problems, the writer proposes three ways. Firstly, socializing waqf decree (number 41/2004) comprehensively in order the people have better understanding to it. Secondly, preparing profesional nȃzhirs through management trainings. Thirdly, BWI and ministry of religious affairs should cooperate in synergy in developing and controlling nȃzhirs. Keywords: Waqf produktif, nȃzhir, profesionalitas. A. Pendahuluan

Wakaf merupakan doktrin yang amat penting guna membangkitkan peradaban Islam. Pada masa kejayaan Islam, wakaf telah memainkan peran penting dalam kemajuan masyarakat muslim. Pada masa lalu, pusat-pusat peradaban, kebudayaan, dan keilmuan banyak yang disokong oleh aset-aset wakaf. Pendanaan riset dan fasilitas beasiswa juga dibiayai dari perberdayaan wakaf. Universitas al-Azhar Kairo, misalnya, sejak berdiri pada abad ke-10M hingga sekarang masih memanfaatkan aset wakafnya untuk biaya operasional. Tanah-tanah wakafnya yang strategis dipergunakan untuk toko dan hotel guna membiayai program universitas. Mundurnya peradaban Islam ternyata juga berpengaruh pada kemunduran dunia perwakafan. Kini kekayaan wakaf tidak lagi menjadi

Dunia perwakafan di Indonesia cukup membanggakan secara kuantitas namun belum secara kualitas.406 M. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi. Hal ini cukup beralasan. Di Indonesia masih banyak aset wakaf yang belum dikelola dengan baik. Menurut data yang masuk ke Kementrian Agama. dalam maupun luar negeri. Ia bisa menjaga jarak dari kepentingan-kepentingan titipan yang kadang hanya sempit dan sementara.845 lokasi dengan luas 1. maka akan memberi kontribusi yang sangat signifikan bagi penanggulangan kemiskinan. Bila dunia perwakafan Indonesia dikelola maksimal. pada kenyataannya. sehingga dapat memberikan implikasi positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Jumlah aset wakaf di zamrud khatulistiwa ini amat besar. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf. Namun. hal ini belum diwujudkan oleh muslim Indonesia. kerumitan. jumlah tanah wakaf Indonesia sebanyak 403. beberapa nazhir yang sempat penulis temui. Namun.41 tahun 2004 tentang perwakafan merupakan perangkat hukum yang cukup kuat untuk dijadikan pijakan dalam upaya memaksimalkan pengelolaan wakaf secara produktif dan profesional.566. Banyak institusi keislaman yang tidak mandiri karena memang pendanaannya bergantung pada pihak lain seperti pada pemerintah dan yayasan. tidak mustahil ia akan mampu menjadi partner negara guna membangun kemandirian bangsa. Cerita sukses dalam dunia perwakafan di Indonesia amatlah sedikit. Apalagi dengan hadirnya UU no. Keadaan yang demikian bukanlah buruk. dan kegagalan. Beberapa regulasi yang mengatur wakaf di Indonesia memang telah ada. Bahkan. namun alangkah lebih baiknya bila institusi keislaman mengembangkan aset wakafnya guna mewujudkan kemandiriannya.2 penopang kemandirian umat Islam. kemiskinan . Dari data tersebut apabila tanah yang strategis dikelola dengan profesional. menyatakan bahwa mengelola wakaf itu lebih banyak dianggap beban dari pada kebanggaan. Hal ini terjadi karena cerita wakaf di Indonesia lebih didominasi oleh kesedihan.672. untuk lebih berkhidmat pada kepentingan yang lebih besar dan abadi.

infak. Sedangkan waqf dalam arti menahan. Waqf adalah menahan harta yang memungkinkan untuk diambil manfaatnya. 3:92. seperti zakat. saatnya ajaran tentang wakaf diwujudkan dengan baik demi meningkatkan sebanyak-banyaknya kesejahteraan umat. Konsep Wakaf dalam Fiqh Al-waqf. Sementara dalam hadits diriwayatkan bahwa: "Jika seseorang meninggal dunia. t. hendak menelusuri problem pengelolaan wakaf di Indonesia dan menawarkan solusi yang perlu diambil oleh para pemerhati wakaf di tanah air. shadaqah. begitu banyak ajaran Islam yang menganjurkan untuk peduli pada kaum miskin. 2:267. berdiam di tempat atau menahan sesuatu (Munawir. B. wakaf. Telah banyak regulasi tentang wakaf.3 di Indonesia makin menggurita. kecuali tiga. seharusnya persoalan kemiskinan bisa diurai sedikit demi sedikit. maka terputuslah segala amal perbuatannya. dengan tetapnya benda untuk disalurkan dalam kebaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah (al-Zuhailiy. Waqf dalam berbagai literatur bersamaan artinya dengan habs. Sehingga umat Islam harus menilik ulang. Waqf yang berarti berdiam di tempat. digunakan dalam istilah wuquf. yaitu berdiam di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika menunaikan ibadah haji. Melalui ajaran kedermawanan tersebut. Beberapa ayat yang dipandang para ahli sebagai landasan hukum wakaf adalah QS/22:77.t. menjadi wakaf dalam bahasa Indonesia. Tulisan ini.: 1648). 1997: 7599 -7601). namun pengelolaan wakaf di Indonesia belum maksimal. dan itulah yang dimaksud dengan istilah wakaf dalam uraian ini. Istilah waqf tidak disebut secara jelas dalam al-Quran seperi zakat. digunakan berkaitan dengan harta kekayaan. Istilah waqf dalam ilmu tajwid berarti menghentikan bacaan. berasal dari bahasa Arab waqafa yang berarti menghentikan. Oleh karena itu. .

Hadits inilah yang kemudian menjadi dasar hukum perwakafan. Khatthab mendapat sebidang tanah di Khaibar. termasuk syarat dan rukunnya. suatu daerah pertanian di Madinah. Di sana akan kita jumpai pembicaraan panjang lebar mengenai wakaf. Maka Umar menuruti sabda nabi tersebut. dan anak shalih yang mendoakannya (HR. orang yang dalam perjalanan. wakaf dibicarakan dalam rangkaian pembicaraan mengenai hak-hak kebendaan lain seperi wasiyat dan kewarisan. para tamu. 1997: 7606). yaitu: wȃqif (orang yang mewakafkan). tidak dihibahkan. mauqȗf ‘alaih (tujuan wakaf atau yang berhak menerima wakaf). mauqȗf (harta yang diwakafkan). harus segera dilaksanakan setelah diikrarkan. shighat atau ikrȃr wakaf (al-Zuhailiy. Bagaimana saran baginda? Rasul bersabda: ”Jika kamu suka tahanlah pokoknya bersedekahlah dengannya. Umar menyedekahkannya kepada fakir miskin. dan tidak pula dihibahkan. ilmu yang dimanfaatkan. Kemudian ia mendatangi Rasulullah. Maka pokoknya ditahan tidak dijual. Adapun rukun wakaf ada empat. Selanjutnya bahwa wakaf . Dalam literatur fiqh. tidak diwariskan. tujuannya harus jelas. kerabat. dan sebagainya. tamu. apakah sebaiknya dia melepaskan tanah itu sebagai sedekah. Beliau bertanya kepada Nabi. dan tidak diwariskan. para penuntut ilmu. Adapun bagi orang yang mengelolanya dapat mengambil bagian sebatas keperluan hidupnya. Ditahannya tanah tersebut dalam arti tidak dijual. Adapun syarat wakaf adalah: wakaf harus selamanya. fî sabîlillȃh.4 shadaqah jariah. keluarga yang memerlukannya. belum pernah saya dapatkan yang lebih berharga dari pada itu. dan musafir" (HR Muslim dari Ibnu Umar). Muslim dari Abu Hurairah). Umar berkata: Saya mendapatkan tanah yang sangat berharga. kemudian dijawab oleh Nabi: "Tahanlah pokoknya dan sedekahkan hasilnya". Menurut hadits ini Umar bin Khattab mempunyai tanah di Khaibar. Hadits lain yang berkaitan dengan wakaf adalah hadits tentang Umar berikut: "Ibn Umar meriwayatkan Umar b. hamba sahaya. Dan hasil tanah itu diperuntukkan bagi fakir miskin.

5 tahun 1960. Di antaranya lambannya sosialisasi dan belum siapnya perangkat-perangkat pelaksana. Dalam UU ini terdapat . Konsep Wakaf Dalam Perundang-undangan di Indonesia Wakaf telah dikenal luas di Indonesia sejak dulu. Wakaf adalah ibadah yang menyangkut hak dan kepentingan orang lain. C. namun masih banyak kendala dalam melaksanakannya. Bijblaad 1905: 6195. PP yang dimaksud baru terwujud. Setelah Indonesia merdeka. Undang-Undang ini telah enam tahun diundangkan. dan menjadi penunjang utama perkembangan kehidupan masyarakat. pembenahan terus dilakukan terhadap hukum perwakafan di Indonesia. atau diwariskan (Sabiq: 381).41 tahun 2004. Dan satu kemajuan yang sangat signifikan bagi umat Islam. Wakaf telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Islam. 1988: 78). bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. yaitu PP no. Hal ini bisa dilihat pada kenyataan bahwa hampir semua rumah ibadah. dan kepemilikannya telah berganti menjadi milik Allah. Tahun 1953. memerintahkan kepada bupati untuk membuat daftar rumah ibadah umat Islam dalam wilayahnya. PP ini kemudian diikuti dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya oleh Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri dan beberapa instruksi Gubernur. ketika dikeluarkannya Undang-Undang Perwakafan yaitu UU no. tidak boleh dijual.5 itu tidak dapat ditarik kembali. Departemen Agama membuat petunjuk mengenai pelaksanaan wakaf yang disempurnakan pada tahun 1956 tentang prosedur perwakafan. Bijblaad 1931: 125/3 menyatakan bahwa apabila seseorang hendak mewakafkan hartanya harus seizin bupati (Ali.28 tahun 1977. dihibahkan. sehingga banyak peraturan yang ada untuk mengaturnya. perguruan Islam dan lembaga-lembaga keagamaan Islam dibangun di atas tanah wakaf. Pasal 49 UU ini menyatakan bahwa perwakafan tanah milik diatur oleh Peraturan Pemerintah Tujuh belas tahun berikutnya. Perwakafan makin mendapat tempat dalam peraturan perundangan dengan adanya Undang-Undang Pokok Agraria no.

logam mulia. harta yang boleh diwakafkan.6 beberapa hal baru yang merupakan pembaharuan dari fiqh wakaf yang kita kenal selama ini. bangunan. dan kencingnya merupakan kebaikan-kebaikan dalam pandangan . Hal ini direduksi dalam PP no.). Pergeseran pemahaman juga terjadi terhadap harta benda yang boleh diwakafkan. Hal ini berbeda dengan wakaf dalam fiqh klasik.41 tahun 2004. karena iman dan mengharap pahala dari Allah. Padahal wakaf benda bergerak juga sudah ada pada masa Nabi. yang menyebut bahwa yang dimaksud dengan wakaf adalah perbuatan hukum seseorang atau badan hukum yang memisahkan sebagian dari harta kekayaannya yang berupa tanah milik dan melembagakannya untuk selama-lamanya untuk kepentingan peribadatan atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran Islam. Harta tersebut dipersyaratkan tahan lama dan atau bermanfaat jangka panjang serta bernilai ekonomi menurut syariah. Hal ini bisa dilihat dalam pasal 16 UU no. dll. Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah. Pengertian wakaf harus selamanya ini juga diikuti oleh Kompilasi Hukum Islam dalam pasal 215. pengelolaan dan pemberdayaan wakaf. tanaman) dan harta bergerak (seperti uang. Ada hal yang harus dicermati dari pengertian wakaf dalam UU ini. kotorannya. maka makanannya.28 tahun 1977 hanya untuk tanah saja. kendaraan. yaitu adanya kesempatan bagi kita untuk mewakafkan sebagian harta kita dalam jangka tertentu.Sementara itu cakupan benda wakaf yang banyak dikenal masyarakat hanya pada benda tidak bergerak. Hal ini bisa dilihat dari sabda Nabi yang artinya: ”Orang yang menahan (mewakafkan) kuda di jalan Allah.28 tahun 1977. hak atas kekayaan intelektual. surat berharga. bahkan PP no. dapat berupa harta tidak bergerak (seperti tanah. khususnya madzhab Syafii dan Hanbali yang mengharuskan wakaf harus selamanya bukan dalam jangka tertentu. Hal baru itu antara lain: pengertian wakaf.

KH Tholhah Hasan (BWI. Selanjutnya dalam pasal 29 disebutkan bahwa wakaf uang dilakukan secara tertulis kemudian akan diterbitkan sertifikat wakaf uang yang diserahkan kepada wakif dan nazhir. Dalam rangka mengamankan harta wakaf. Mengenai wakaf uang. Inpres no. dalam UU no. karena bergerak menuju optimalisasi peran wakaf untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Pada tahun 2007. 1 tahun 1991 dan lainnya dianggap sah dan harus didaftarkan juga paling lambat lima tahun setelah . Sementara untuk wakaf uang. Hal ini dilakukan dalam rangka mempermudah wakaf uang. 41 tahun 2004 diamanatkan perlunya dibentuk Badan Wakaf Indonesia (BWI). maksimal tujuh hari setelah ikrar wakaf ditandatangani. Bahkan lebih jauh lagi dalam literatur fiqh klasik. UU ini mengamanahkan untuk mendaftarkan pada instansi berwenang untuk dicatat dan mengikuti proses administrasi lain yang diatur. Badan ini diketuai oleh Prof. seperti PP 28 tahun 1977. wakaf uang dianggap tidak sah. 2008). badan ini telah terbentuk berdasarkan SK Menteri Agama tanggal 20 September 2007. Sesuai dengan pasal 49 ayat 1 UU no.7 Allah” (HR al-Bukhari dalam CD Sakhr software. dalam pasal 28 UU ini disebutkan bahwa wakaf uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh menteri. 41 tahun 2004. meskipun baru di tingkat pusat. Dalam pasal 48 dinyatakan bahwa Badan Wakaf Indonesia berkedudukan di ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat membentuk perwakilan di provinsi dan / atau kabupaten / kota sesuai dengan kebutuhan. Untuk memajukan dan mengembangkan perwakafan nasional. diantara tugas badan ini adalah Membina nȃzhir dalam mengelola dan mengembangkan wakaf. Dr. Dalam hal pengelolaan wakaf banyak hal yang harus disyukuri. Dalam pasal 32 disebutkan bahwa setiap harta wakaf harus didaftarkan pada instansi yang berwenang. didaftarkan setelah terbitnya sertifikat wakaf uang (pasal 30). 1997). Dan bagi harta wakaf yang telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan sebelum berlakunya UU ini.

Pemberdayaan Wakaf Secara Produktif Wakaf adalah lembaga ekonomi khas Islam yang seharusnya dapat mensejahterakan umat. yakni wakaf yang pokok barangnya tidak secara langsung digunakan untuk mencapai tujuannya. wakaf dibagi menjadi dua macam. Wakaf langsung yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk mencapai tujuannya. Dengan demikian pengelolaan wakaf tidak hanya untuk peribadatan saja seperti masjid.. seperti masjid untuk shalat. D. Paradigma pengelolaan wakaf secara produktif inilah yang juga menjiwai PP no 42/2006 dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang berdiri 13 Juli 2007. yang dikutip oleh Muhyar Fanani (2010: 2829). Sangatlah pas ketika UU ini menganjurkan untuk memberdayakan wakaf secara maksimal secara produktif sesuai dengan Syariah. . b). Pengelolaan wakaf secara produktif menjadi ruh undang-undang itu. dari segi penggunaannya. sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. UU no. tapi dikembangkan terlebih dahulu hingga menghasilkan sesuatu (produktif). Wakaf ini disebut juga dengan wakaf konsumtif karena pokok barangnya dipergunakan secara langsung dan tidak dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu (produktif). Menurut Mundzir Qahaf. Setelah dicatat dan diadministrasikan kemudian diumumkan oleh menteri dan BWI (pasal 37 dan 38). kemudian hasilnya baru dipergunakan untuk tujuan wakaf. yakni: a). Contoh dari wakaf produktif adalah wakaf tanah pertanian yang dikelola secara produktif dan hasilnya untuk membiayai kegiatan pendidikan di Pondok Modern Gontor (Fanani. 41 tahun 2004 menjadi petanda bagi era baru pengelolaan wakaf produktif di Indonesia. Wakaf jenis kedua ini disebut dengan wakaf produktif karena pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi terlebih dahulu dan hasilnya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf. 2008:12). tapi juga kegitan yang bernilai ekonomi tinggi.8 diundangkannya UU no 24 tahun 2004. Wakaf tidak langsung.

misalnya untuk Bisnis Center.9 Dari pembagian wakaf di atas maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan wakaf produktif adalah wakaf yang pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi dan keuntungannya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf (Fanani. Medan. warnet. serta disusul dengan berbagai program bantuan antara lain pembentukan Badan Wakaf UIN Malang (2006) (Darori. Bisnis Centre al. dan biro perjalanan. Dengan perhitungan yang memadai. Gedung Rumah Sakit Islam. Selain proyek percontohan di atas. Dengan demikian bangunan itu dapat digunakan berbagai bidang usaha strategis. dan SPBU (Depag. DEPAG juga memberi contoh beberapa model pengembangan wakaf produktif. tanah wakaf juga bisa dikembangkan dengan lebih fleksibel. Hal ini dapat dilihat pada pembangunan Gedung rawat inap VIP di Rumah Sakit Islam Malang. Gedung Wakaf dan Bisnis Centre. Departemen agama telah melakukan beberapa langkah penting dalam rangka pemberdayaan wakaf. dan Bali (2005). Pemberdayaan wakaf secara produktif bukan berarti merubah seluruh peruntukan tanah wakaf yang ada untuk dapat bernilai ekonomis. 2006: 4). Rumah Kost Muslim. sebidang tanah wakaf bisa dijadikan pusat kegiatan bisnis.Badar di Medan. dan bisnis Center Muslimin di pekalongan. Dengan pesatnya kegiatan ekonomi masyarakat. pengembangan wakaf produktif di Indonesia juga bisa dilihat dengan adanya lembaga-lembaga seperti Tabung Wakaf dari Dompet Dhu'afa Republika. antara lain: mengadakan proyek percontohan pemberdayaan wakaf produktif di Kuningan. Jika harta . Baitul Mal Muamalat dari Bank Muamalat. 2010:29). Model pengembangan wakaf juga dilakuakan dalam bidang pengembangan fasilitas kesehatan. berupa pembangunan gedung misalnya rumah toko (RUKO). Toserba Panama di Kuningan. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dengan makin banyaknya kunjungan dan pelayanan kesehatan untuk golongan menengah ke atas. Mini Market. Selain itu. seperti rumah makan. Semuanya harus berdasar analisis yang matang terhadap asset wakaf yang ada.2008:35-60).

Umumnya mereka bekerja sambilan dan tidak diberi upah (92%) (Fanani. Sementara untuk madrasah 42 lokasi. Jumlah tanah wakaf secara keseluruhan di Salatiga mencapai sekitar 402 lokasi dengan luas 132. Pada tahun 2006. Dalam hal untuk memenuhi kebutuhan pemeliharaan dan pengembangannya. Dari jumlah itu yang dipergunakan untuk masjid dan mushalla sebesar 324 lokasi (lebih dari 75 %). Problem pengelolaan wakaf di Indonesia Hasil penelitian wakaf UIN Syahid Jakarta menunjukkan bahwa dari 500 responden nȃzhir di 11 Propinsi terlihat bahwa wakaf di Indonesia lebih banyak dikelola oleh perseorangan (66%) daripada organisasi (16%) dan badan hukum (18%). Selain itu.382 M2. jumlah tanah wakaf di Indonesia tiga tahun kemudian menjadi 403.471 lokasi dengan total nilai sekitar 590 trilyun. maka ia tidak perlu dialihfungsikan untuk bangunan lain yang mendatangkan keuntungan ekonomis. Pada tahun 2003.845 lokasi .374 lokasi. Dengan demikian. Temuan umum lainnya juga menunjukkan pemanfaatan terbesar harta wakaf adalah masjid (79%) daripada peruntukan lainnya. Hasil penelitian UIN Jakarta tersebut sejalan dengan hasil penelitian penulis bersama tim LKBHI STAIN Salatiga terhadap kondisi perwakafan pada sebuah kota di Jawa Tengah. menurut data Depag yang diperkuat oleh data CSRC (Centre for the Study of Religion and Research). diketahui bahwa jumlah nazhir yang bekerja secara penuh sangat minim (16 %). jumlah aset wakaf itu bertambah 41. 2010: 242). harta wakaf juga lebih banyak yang tidak menghasilkan (77%) daripada yang menghasilkan atau produktif (23%). 2009: 75). misalnya. aset wakaf di seluruh Indonesia mencapai 362. nȃzhir boleh melakukan terobosan pengelolaan tanpa merubah fungsi awalnya. dan sisanya untuk makam dan lainnya (Khumaini dkk.10 wakaf di suatu tempat masih berfungsi dan diperlukan keberadaannya.. Selain itu. dan lebih banyak berada di wilayah pedesaan (59%) daripada perkotaan (41%). yaitu Salatiga. sekolah atau masjid. E.

di antaranya: (Khummaini. Padahal pasal 5 UU no.791. harta benda wakaf hanya diperuntukkan bagi: a). di antaranya: 1. b). Kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan. muncul beberapa fenomena. dkk: 69-80) a) Ada tanah wakaf yang belum disertifikatkan b) Peruntukan tanah wakaf banyak yang cenderung untuk tempat ibadah.615. d).566.406 M2.766 lokasi dengan luas mencapai 1.672. karena menurut pemahaman sebagian mereka wakaf harus selamanya. Sarana dan kegiatan ibadah. "Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum”." c) Banyaknya aset wakaf yang berupa benda tidak bergerak yaitu tanah. Berdasarkan data-data tersebut penulis mencatat beberapa problem penting dalam pengelolaan wakaf di Indonesia. yatim piatu.11 dengan luas 1. 41/2004 menyatakan. anak terlantar. Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat dan atau e). namun pemahaman masyarakat tentang wakaf masih banyak didominasi pemahaman yang kaku terhadap fikih tradisional. Pasal ini kemudian diperjelas dengan pasal 22 yang menyatakan: "Dalam rangka mencapai tujuan dan fungsi wakaf. Pada tahun 2008.27 M2 (Fanani. jumlahnya bertambah menjadi 430. Akibat dari pemahaman tradisonal ini. Dominasi Pemahaman Fikih Tradisional Meskipun UU tentang wakaf telah diundangkan enam tahun yang lalu. ini disebabkan belum meluasnya pemahaman tentang macam-macam harta yang boleh diwakafkan. d) Kurangnya kesadaran umat Islam untuk melakukan wakaf. 2010:27). Bantuan kepada fakir miskin. beasiswa. seperti masjid. c). padahal UU wakaf Indonesia membolehkan wakaf untuk jangka waktu tertentu . Sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan. dan 10% berpotensi ekonomi tinggi.832. Dari jumlah itu 75% bersertifikat wakaf. mushalla.

Para pengelola wakaf (nȃzhir) sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif.12 2. Masih banyaknya nȃzhir perseorangan membuat perkembangan wakaf amat tergantung pada perseorangan. Masih banyaknya nȃzhir perseorangan itu juga masih diperparah dengan kurangnya kesadaran untuk peningktan manajemen perwakafan. seperti masjid. Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana cash waqf (wakaf uang). Penunjukan perorangan sebagai nȃzhir didorong oleh rasa percaya dari wakif untuk menyerahkan harta bendanya sebagai benda wakaf kepada kyai/ulama. Profesionalitas Nȃzhir Wakaf di Indonesia masih sangat sedikit yang produktif. mushola. Misalnya. Dari dalam diri nȃzhir (yang kebanyakan sudah tua) terdapat kelemahan di bidang manajemen. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. sehingga belum memanfaatkan tanah secara maksimal. Hal ini terlihat dari peruntukan tanah wakaf hanya sebatas tempat beribadah. sebagian besar nȃzhir merupakan perorangan bukan badan hukum. Nȃzhir perorangan seringkali menyulitkan koordinasi dan pembinaannya bahkan kontrol mengenai peruntukan tanah wakaf yang ditanganinya. Saat ini. Profesionalitas nȃzhir merupakan hal yang sangat penting bagi wakaf produktif. Banyaknya Nȃzhir Perseorangan Nȃzhir perorangan berupa Kyai atau ulama. Tanah wakaf tersebut belum mampu diolah nazhir menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat secara langsung kepada masyarakat sekitar. tempat pendidikan seperti madrasah. 3. Untuk itu Departemen Agama perlu . Mekanisme pelaporan juga belum dijalankan secara baik akibat dari budaya kerja yang saling percaya namun mengabaikan administrasi yang transparan. Ini merupakan kendala yang serius bagi pengembangan wakaf produktif. Kunci kelemahannya terletak pada nȃzhir dan tim manajemennya yang tidak terorganisasi dengan baik. TPA dan tempat peristirahatan terakhir (kuburan).

sosial. menyatakan bahwa persyaratan nazhir harus meliputi syarat moral. Nȃzhir yang tidak profesional hanya akan menambah beban bagi dunia wakaf. sebagaimana dikutip Muhibbin (2006). syarat yang ditetapkan oleh UU wakaf itu sangat bagus. namun dalam wakaf produktif. visioner. maka yang sangat memegang peran penting dan strategis adalah nȃzhir. tahan terhadap godaan terutama menyangkut perkembangan usaha. Guna meningkatkan produktivitas wakaf. bersungguh-sungguh dan suka tantangan. Sudewo. punya kecerdasan emosional dan spiritual. Nȃzhir haruslah orang atau lembaga yang benar-benar berkualitas dan mempunyai kualifikasi khusus. Walaupun dalam fikih klasik. maka ke depan nȃzhir yang terpilih haruslah nȃzhir yang berkualitas. Ini tentu lebih maju dari pemikiran fiqh lama. Beberapa pakar telah menekankan pentingnya kemampuan di bidang menejemen dan enterpreneurship ini. Di antaranya adalah Eri Sudewo (CEO Dompet Dhuafa Republika). nazhir tidak begitu penting dan tidak menjadi rukun wakaf. manajemen. karena untuk memberdayakan wakaf secara produktif bagi kesejahteraan sosial. dan pemberdayaan. Pendidikan dan pelatihan nadzir ini merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk terus dilakukan dalam rangka menyediakan nȃzhir yang profesional (Darori.13 mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal. Secara sepintas. dan bisnis. terutama terkait dengan kemampuan manajerial dan kemampuan untuk berwirausaha. peran nȃzhir sangatlah sentral. cerdas secara intelektual. dan profesional dalam . apalagi bagi wakaf produktif. Untuk itu Kementrian Agama perlu mengadakan pelatihan nȃzhir secara maksimal (Darori. Syarat manajemen meliputi: mempunyai kemampuan yang baik dalam leadership. 2006). Nȃzhir memang memiliki posisi penting dalam perwakafan bahkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 menjadikannya sebagai unsur (rukun) wakaf. Syarat moral meliputi: paham tentang hukum wakaf baik secara syariah maupun perundang-undangan. 2006). Namun tentu saja yang dimaksud di sini adalah nȃzhir yang profesional. namun masih perlu dirinci lagi. Hal ini penting.

hal ini masih diperparah lagi . namun bukan suatu hal yang mustahil untuk dipenuhi. pembinaan dan pengawasan terhadap kinerja nȃzhir belum berjalan dengan baik. Namun pada kenyataannya. 4. mempunyai kemampuan dan integritas untuk mengembangkan perwakafan nasional dan internasional. Adapun misinya adalah menjadikan Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga profesional yang mampu mewujudkan potensi dan manfaat ekonomi harta benda untuk kepentingan ibadah dan kesejahteraan umum (BWI. adil. Berdasarkan Undang-undang. dan amanah. maka nilai strategis aset itu pasti tidak berguna maksimal.14 mengelola harta. Bahkan di masyarakat. yaitu terwujudnya lembaga independen yang dipercaya masyarakat. siap magang. dan jeli dalam melihat peluang usaha. BWI adalah lembaga yang ditugasi oleh UU untuk melakukan tugas pembinaan dan pengawasan (pasal 49 ayat 1 UU no. Persyaratan-persyaratan tersebut memang agak berat. Untuk tugas pembinaan kemampuan nȃzhir ini. Badan Wakaf Indonesia (BWI) mempunyai tanggungjawab untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia menuju era wakaf produktif. Sehubungan dengan tugas dan wewenangnya tersebut Badan Wakaf Indonesia merumuskan visi. 2007: 10-11). 41/2004). sering kita jumpai nȃzhir yang tidak profesional. pengalaman bisnis. Adapun syarat bisnis meliputi: mempunyai semangat bisnis. Hanya dengan menetapkan syarat yang tinggi itulah pengelolaan wakaf secara baik dan menguntungkan secara ekonomis akan dapat dicapai guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan umat Islam. Lemahnya pengawasan terhadap nȃzhir Untuk mendapatkan nȃzhir yang memenuhi syarat di atas tentu tidak mudah. yaitu wakaf yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umum. Dapat dibayangkan bila aset yang demikian besar dan potensial itu dikelola oleh orang yang tidak cakap. Semua persyaratan itu harus ditambah persyaratan baku yaitu jujur. Namun semua bisa dipersiapkan melalui pengkaderan yang berkesinambungan.

padahal banyak tanah wakaf di Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi. Banyaknya asset wakaf yang belum dikelola secara produktif Pemberdayaan wakaf secara produktif di Indonesia masih sangat sedikit. berapa keuntungan yang bisa diperoleh untuk masyarakat sekitar. Berdasarkan UU pula. seharusnya seorang nȃzhir melaporkan kinerjanya kepada BWI (pasal 11). masih sebatas mengkoordinir dan mendata wakaf dan nȃzhir-nya saja. Pembinaan yang selama ini dilakukan masih bersifat insidental dan belum dilakukan secara terus-menerus. ini persoalan manajerial yang perlu mendapat perhatian serius. tidak dapat menjangkau sampai seluruh pelosok Indonesia. Yayasan wakaf paramadina. dan masih banyak lagi tanah yang belum diberdayakan secara optimal. yaitu untuk masjid Agung dan segala prasarana yang menunjangnya. kita mempunyai aset yang cukup membanggakan sekaligus menantang untuk dikembangkan. 5. yaitu Bondo Wakaf Masjid Agung Semarang seluas 119 ha. Sebagian lahan untuk SPBU. Kantor Kementrian Agama melalui GARA Zakat Wakaf dan KUA. belum kepada pembinaan dan pengawasan. Jadi praktis yang selama ini banyak terjadi mereka tidak melaporkan kinerjanya kepada lembaga yang ditunjuk. Di Jawa Tengah. badan wakaf Universitas Islam Indonesia (UII). Seandainya di atas tanah seluas itu dibangun rumah susun atau pusat pertokoan kemudian disewakan. Sehingga pengelolaan wakaf tidak berjalan semestinya. Tanah seluas itu baru dimanfaatkan sebagian. . BWI yang hanya berada di tingkat pusat. Badan Wakaf Universitas Muslimin Indonesia (UMI) di Makasar. misalnya Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG). Sehingga akuntabilitas pengelolaan wakafnya juga tidak terlacak dengan baik. Amanah UU ini belum bisa dilaksanakan dengan baik. Ada beberapa contoh pengelolaan harta wakaf yang patut untuk ditiru dan dikembangkan. Sekali lagi. bahkan kemudian ditempati bangunan-bangunan liar. Badan wakaf Sultan Agung.15 oleh rendahnya sikap amanah mereka.

yaitu Badan Wakaf Indonesia (BWI). ada secercah harapan bagi kaum muslim Indonesia. karena ketiadaan sumber dana. apabila wakaf ini ditangani secara sungguhsungguh. Sementara di Indonesia Wakaf ditangani Departemen Agama direktorat wakaf yang masih digabung dengan zakat. dalam wakaf uang. Qatar. kita bisa bertindak nyata dalam mengurangi kemiskinan. kemudian hasil investasinya diberikan kepada mauqûf ‘alaih. tetapi harus diinvestasikan lebih dulu oleh nȃzhir. meningkatkan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Padahal dengan adanya wakaf uang dapat menjadi sarana untuk mengatasi problem banyaknya tanah wakaf yang belum dikelola secara produktif. seperti Mesir. Di Indonesia. Tabung Wakaf Indonesia. Baitul Mal Muamalat. Demikian pula di Tunisia.16 Setelah melihat UU perwakafan ini. uang yang diwakafkan tidak boleh diberikan langsung kepada mauqȗf ‘alaih. karena mempertimbangkan manfaat wakaf uang. Seseorang dapat berwakaf tanpa harus kaya. Begitu pentingnya hingga ada kementerian khusus wakaf. Dengan demikian. Indonesia. dan Bangladesh. 6. Dan pada tahun 2007 telah dibentuk badan yang khusus menangani wakaf.. walaupun masih terdapat keragaman konsep dan aplikasinya. Wakaf uang adalah wakaf berupa uang dalam bentuk rupiah yang kemudian dikelola oleh nazhir secara produktif. Belum tersosialisasikannya wakaf tunai dengan baik Sebagian besar masyarakat apalagi yang tinggal di pedesaan tidak banyak mengenal adanya wakaf uang. hasilnya dimanfaatkan untuk mauqȗf ‘alaih. bukan hal yang mustahil. dan PKPU telah berupaya menjadi nazhir wakaf uang. Kita bisa melihat Mesir dengan alAzhar-nya telah membuktikan betapa wakaf bisa meningkatkan derajat hidup umat Islam dengan bea siswa yang diberikan terhadap para mahasiswanya. melalui fatwa MUI telah membolehkan wakaf uang. . Diantara manfaat yang bisa diambil adalah: 1. Mengenai pemberdayaan wakaf secara produktif sebenarnya bukanlah hal yang sama sekali baru.

17 2. Penutup Dari berbagai persoalan di atas. mensosialisakan UU wakaf no. perlunya jalinan kerjasama yang sinergis antara BWI dan Kementrian agama dalam membina dan mengawasi kinerja nȃzhir dalam pengelolaan wakaf[] . Kedua. penulis mengajukan beberapa alternatif solusi. 41/2004 dengan lebih komprehensif.9 % pengusaha di Indonesia masuk dalam kategori usaha kecil (Fanani. sehingga masyarakat akan mempunyai pemahaman yang lebih baik tentang perwakafan. Melalui wakaf uang. di antaranya: Pertama. menyiapkan nȃzhir yang profesional melalui berbagai pelatihan manajemen pengelolaan wakaf. Membuka peluang umat Islam untuk lebih mandiri dalam mengembangkan dunia pendidikan 4. Misalnya. Sebanyak 99. Para pengelola wakaf sebaiknya merubah manajemen pengelolaannya menjadi lebih produktif. Dana wakaf yang terkumpul dapat dipergunakan untuk memberdayakan usaha kecil yang masih dominan di negeri ini. maka dapat disimpulkan bahwa wakaf uang dapat menjadi pintu pembuka bagi perubahan orientasi dari wakaf konsumtif ke produktif. aset-aset wakaf berupa tanah-tanah kosong bisa dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau sarana lain yang lebih produktif untuk kepentingan ummat. 3. bagi tanah wakaf yang berpotensi ekonomi tinggi dicarikan investor untuk memproduktifkannya. Salah satu sumber dana investasi yang dapat dioptimalkan adalah dana wakaf tunai. F. Ketiga. Wakaf uang dapat menjadi sumber pendanaan pengelolaan wakaf tak bergerak termasuk dalam pengembangan wakaf properti seperti yang terjadi di Bangladesh. 2010: 81-83) Dari berbagai manfaat itu.

no. --------. Bamualim dan Irfan Abubakar. “Kebijakan Deparetemen Agama Pasca Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf”. Alabiy. Sakhr Software. "Pengantar Pengelolaan Wakaf Secara Produktif". Kota Salatiga. Jakarta: Rajawali Pres. Rabu.18 DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’ȃn al-Karîm Alfiah li Sunnah an-Nabawiyyah. 2008 Darori. Muhyar. Model Pengembangan Wakaf Produktif.dkk. 1989. Jurnal Ijtihad vol. dan Wakaf. DEPAG RI. Menuju Era Wakaf Produktif. 2006 (vi-viii). 1988. 2005. Adijani al-. Tahun 2009. tertanggal 7 Oktober 2009. Jakarta: DEPAG RI. Ali. Jakarta: Mumtaz Publishing. 1997. Jakarta: DEPAG RI. Pedoman Pengelolaan Wakaf Tunai. Perwakafan Tanah di Indonesia: Teori dan Praktek. 2007. 20 September 2006. 1. Profil Badan wakaf Indonesia Periode 2007-2010. Revitalisasi Filantropi Islam. BWI. “Data Luas dan Lokasi Tanah Wakaf Nasional Sampai Dengan Tahun 2008”. Jakarta: BWI. Sistem Ekonomi Islam. Jakarta: DEPAG RI. CD Rom. 2008 Fanani. Jakarta: Mitra Abadi Press. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. 2008. 8. dalam Achmad Djunaidi dan Thabib al-Asyhar. Djunaidi. Muhammad Daud. . “Kelanggengan Wujud Fisik versus Kelanggengan Manfaat: Kunci Sukses Manajemen Wakaf Produktif PMDG”. Chaider S. Achmad. Syafi'i. Amirudin. Jakarta: UIP. Data Jumlah Tanah Wakaf Menurut Penggunaannya. ______. Strategi Pengembangan wakaf Tunai di Indonesia. Zakat. Direktorat Pemberdayaan Wakaf. Jakarta: PBB UIN Jakarta. 2007. Menuju Era Wakaf Produktif: Sebuah Upaya Progressif untuk Kesejahteraan Umat. Juni 2008 (1-24). IAIN Walisongo. 22 April 2008. Antonio. Jakarta.

Munawwir. Al-Munawwir. dkk. Khummaini. Al-Fiqh al-Islȃm wa Adillatuh. Al-. Ahmad. Rabu. Peraturan Pemerintah no.. Laporan Penelitian Kelompok STAIN Salatiga tahun 2009. Fiqh as-Sunnah. juz X. Beirut: Dar al-Fikr tt. Rabu. 42 tahun 2006 tentang Wakaf Rofiq. Sabiq. Berwakaf Tak Harus Kaya. makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus.19 --------. Semarang: Taha Putera. 2010. t. Yogyakarta:tp. Wahbah. 20 September 2006. . makalah disampaikan dalam Lokakarya Perwakafan Masyarakat Kampus. Sayid. Semarang: Walisongo Press. IAIN Walisongo. “Paradigma Baru Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf Produtktif di Indonesia”.. IAIN Walisongo.28 tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik Peraturan Pemerintah no.41 tahun 2004 tentang Wakaf Zuhailiy. Undang-Undang no. Ahmad Warson.t. Yusuf. Potensi Wakaf Produktif di Salatiga.tt. “Wakaf dalam Kajian Hukum Islam”. Muhibbin. 20 September 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful