Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN PUS TAKA Selama ini kebutuhan papan serat berkerapatn sedang (MDF) di dalam negeri masih harus diimpor dari dan

Singapura,Taiwan

Malaysia sebesar 200-300 ribu m³ per tahun. Peningkatan

konsumsi MDF ini dikarenakan pemanfaatannya serbaguna, terutama yang untuk

berbagai keperluan interior. MDF lebih fleksibel dalam

penggunaannya dibandingkan kayu lapis dan papan partikel, sehingga MDF pada masa mendatang menggantikan akan kedua dapat jenis

panel tersebut. Selain itu MDF mempunyai kekerasan kerapatan yang dan

seragam

dibandingkan panel atau papan serat lainnya sehingga

penggunaannya makin meluas antara lain untuk mebel

(furniture), moulding, interior, window frame, door skins, kotak TV, radio, dan barang dekoratif lainnya. Kapasitas

taksonomi dari akasia yang umum diterima sekarang adalah sebagai berikut: . Spanyol. negaranegara penghasil MDF tersebut antara Jerman. Perancis. Akasia secara umum Dengan berkembangnya pengetahuan dan ilmu teknologi diperoleh data dan informasi baru. lain adalah Italia. 2001).Universitas Sumatera Utara produksinya meningkat pesat terutama di Eropa dan pada tahun 2000 produksi MDF diproyeksikan mencapai jumlah 20 juta m³. Portugal dan Inggris (Effendi.

Dengan demikian diduga lingkaran tumbuh pada kayu akasia tidak berkorelasi dengan kerapatan dan warna kayu teras dan gubal dapat dilihat jelas. berat 0. Akasia yang berumur tujuh dan delapan tahun menghasilkan kayu yang dapat dibuat untuk papan partikel yang baik. bahwa kayu akasia termasuk jenis kayu cepat tumbuh (fast growing species) yang mempunyai batas lingkaran tumbuh yang jelas pada bagian terasnya dengan lebar 1 – 2 cm. hampir mendekati kayu jati. Warna kayu teras agak kecoklatan. Pada lahan yang baik. Faktor yang lain yang mendorong pengembangan jenis ini adalah sifat pertumbuhan yang cepat.56 . kusen pintu.60 dengan nilai kalori rata-rata antara 4800 . Hal ini mungkin disebabkan oleh pertumbuhannya yang cepat serta adanya kayu muda (juvenile wood).cal/kg. bagian teras berwarna lebih gelap. Arah serat lurus . umur 9 tahun telah mencapai tinggi 23 meter dengan rata-rata kenaikan diameter 2 . Kayu akasia termasuk dalam kelas kuat III-IV. Akasia termasuk jenis Legum yang tumbuh cepat.0.4900 k. Pada areal yang ditumbuhi alang-alang umur 13 tahun mencapai tinggi 25 meter dengan diameter rata-rata 27 cm serta hasil produksi rata-rata 20 m3/ha/tahun.3 meter dengan hasil produksi 415 m3/ha atau rata-rata 46 m/ha/tahun. tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak begitu terpengaruh oleh jenis tanahnya.Universitas Sumatera Utara Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae :Tracheobionta :Spermatophyta :Magnoliophyta :Magnoliopsida :Rosidae :Fabales : Fabaceae :Acacia : Acacia mangium Willd. kadang-kadang mendekati warna jati gembol. Kayunya bernilai ekonomi karena merupakan bahan yang baik untuk vinir serta perabot rumah yang menarik seperti: lemari. dan jendela serta baik untuk bahan bakar. sedangkan gubalnya berwarna putih dan lebih tipis.

diameter serat. dan mekanis (Suschland and Woodson. tetapi cara pembuatannya berbeda dengan keduanya. 2)Dapat menghasilkan lembaran yang lebar. Papan serat secara garis besar dibuat dari serat-serat kayu yang mengalami perlakuan kimiawi. 2003). Bentuk papan serat mirip dengan papan partikel. 1986). Dalam pengukuran dimensi serat. Pengukuran dimensi serat Pengukuran diameter serat menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 10 kali untuk pengukuran panjang serat dan pembesaran 40 kali untuk diameter serat dan diameter lumen. dan 5) Mudah dilengkungkan. Proses pembuatannya mirip pembuatan papan partikel dengan penambahan sedikit modifikasi. et al.. 4)Tidak mudah pecah dan retak. 3)Permukaannya licin dan cukup keras. Sedangkan untuk tebal dinding serat diperoleh dari perhitungan diameter serat dikurangi diameter lumen lalu dibagi dua.Universitas Sumatera Utara sampai berpadu (Yano. Papan serat Papan serat (fiber board) merupakan produk panel kayu yang baru dikembangkan pada tahun 1960-an. yaitu panjang serat. Sifat-sifat papan serat adalah: 1)Tidak ada keteguhan dalam arah panjang dan lebarnya. Proses pembuatan selanjutnya dilakukan dengan membentuk lembaran dan pengempaan (pengepresan). fisis. Papan serat merupakan produk panel yang berupa serat sehingga pembuatannya didahului dengan pembuatan pulp sebagai bahan dasarnya. Teknologi pembuatan papan serat dikembangkan selain dalam rangka diversifikasi produk hasil hutan. diameter . juga untuk menyempurnakan sifat kayu sehingga memenuhi persyaratan teknis penggunaan tertentu.

pecah. Jumlah serat yang diukur diambil dari masingmasing bagian sebanyak 100 buah (Budi dan Husein. 1998). Proses selanjutnya adalah pengukuran dimensi serat dengan menggunakan fibroskop perbesaran 45x.Universitas Sumatera Utara lumen dan tebal dinding serat. 2006). dipilih serat yang utuh atau tidak patah. dengan terlebih dahulu melakukan kalibrasi skala yang ada. terpotong dan kerusakan lainnya. Pengukuran panjang seratnya diukur dengan kurvimeter atau mistar (Kasmudjo. Penentuan dan pengukuran dimensi serat dilakukan dengan membuat preparat awetan. rusak terlipat. .

(1994) dalam Yulianto dan Hermawati (2008). perekat ini dapat digunakan. Perekat ini dipilih berdasarkan pada kesesuaiannya untuk produk khusus dengan pertimbangan bahanbahan yang direkatkan. perekat water based juga merupakan solusi tersendiri dimana semakin mahalnya bahan-bahan organik yang bersumber dari minyak bumi (Yulianto dan Hermawati. perekat yang mempunyai bahan dasar air atau dikenal dengan perekat jenis water based merupakan perekat yang sangat diminati saat ini. yaitu poli vinil alkohol (PVOH) dan emulsi lateks seperti SBR (Styrene Butadiene Rubber). Selain itu. 2008).. Iso sianat dikenal sebagai diphenylmethane di-isocyanate (MDI) biasanya digunakan dalam pembuatan produk papan komposit. 1999). Perekat poliisosianat ini mempunyai sifat daya rekat yang baik pada suhu ruang dan sangat tahan terhadap air panas atau air mendidih serta bersifat ramah lingkungan. Menurut Taki et al. baik untuk proses kempa panas maupun kempa dingin. Perekat yang biasa digunakan untuk produk-produk kayu merupakan perekat untuk kempa dingin.Universitas Sumatera Utara Perekat isosianat Perekat merupakan faktor yang paling menentukan dalam berbagai produk kayu olahan. Disamping karena keamanan dalam penggunaannya. sifat mekanis. . dan lain-lain. Perekat API (Aqueous Polymer Isocyanate) pada dasarnya terdiri atas polimer larut air dan emulsi. dengan senyawa isosianat sebagai crosslinking agent. serta biayanya (Vick. kadar air saat perekatan. dan ketahanannya. MDI secara utama digunakan dalam pembuatan Oriented Strands Board (OSB).

hanya saja. . dengan senyawa isosianat sebagai crosslinking agent. Perekat poliisosianat ini mempunyai sifat daya rekat yang baik pada suhu ruang dan sangat tahan terhadap air panas atau air mendidih serta bersifat ramah lingkungan. yaitu poli vinil alkohol (PVOH) dan emulsi lateks seperti SBR (Styrene Butadiene Rubber). perekat ini masih sangat mahal sehingga berpengaruh terhadap harga kayu olahan di tingkat produksi (Hongjiu et al. 2006). Perekat API pada dasarnya terdiri atas polimer larut air dan emulsi. dll. curing (memadat) pada suhu rendah serta tidak mengeluarkan gas emisi formaldehida.Universitas Sumatera Utara Salah satu perekat kayu yang tidak menghasilkan emisi formaldehida adalah perekat poliisosianat atau yang lebih dikenal dengan sebutan API (Aqueous Polymer Isocyanate). Perekat ini dapat digunakan baik untuk proses kempa panas maupun kempa dingin. Isosianat = RNCO Perekat isosianat memiliki sifat yang ramah lingkungan.. Aplikasi perekat isosianat H3M dan H7 digunakan dalam perekat papan laminasi serta baik dalam pengerjaan kayu.

(± 175 cps/ centi poise second) - pH Sumber: Polyoshika (2000). Pada viskositas H3M sebesar 180 cps sedangkan viskositas pada H7 rata-rata sebesar 175 cps (Polyoshika. kempa panas Karakteristik isosianat H7 . 2000). Tabel 1 . Pada perekat isosianat H3M dan H7 memiliki perbedaan yaitu dalam hal viskositas.Universitas Sumatera Utara Karakteristik isosianat H3M .Kempa diingin. kental Min 98 % 150-200. 2000).Membutuhkan waktu yang singkat dalam merekat . kempa panas (Polyoshika.Tidak ada kadar formaldehidenya Tahan air . .Tidak ada kadar formaldehidenya .Pemakaian dapat digunakan untuk banyak tipe jenis kayu . kental Min 98 -100% 180 cps (centi poise second) - H7 Kecoklatan.Kempa diingin.Tipe H3M dan H7 Karakteristik Penampilan Kadar Padatan (%) Viskositas (Cps/25 C) º H3M Kecoklatan.Cocok untuk perekat papan laminasi Tahan air .

Pengempaan dingin sebagai tahap akhir dari proses pematangan perekat memerlukan waktu yang lama tetapi ongkos/biaya pengempaan murah. (2) hot pressing atau pengempaan panas yang dijalankan dengan suhu dan tekanan tertentu. lama waktu kempa tergantung dari beberapa faktor antara lain: tipe atau jenis perekat yang dipergunakan. dan bila pengerasan perekat dengan suhu tinggi adalah perhitungan penambahan panas dari alat kempa sampai ke garis perekat yang paling dalam dari rakitan perekatan tersebut. Sebagai contoh jenis perekat UF yang merupakan jenis perekat untuk kayu lapis interior memerlukan waktu kempa rata-rata selama 2-4 menit. Waktu kempa juga dipengaruhi oleh ketebalan bahan yang direkat dan komposisi adonan atau larutan perekat. Tekanan spesifik. sedangkan jenis perekat PF untuk produk eksterior memerlukan waktu kempa rata-rata selama 5-7 menit dengan kondisi yang sama. . tetapi memerlukan ongkos yang tinggi untuk menaikkan suhunya. waktu pengempaan akan menjadi pendek sehingga dapat menaikkan kapasitas pengempaan sekaligus menaikkan produksi. (1) pengempaan dingin (repressing atau cold pressing). Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pengempaan yaitu lama waktu kempa (lama waktu tekan). Pengempaan di dalam proses perekatan dibagi ke dalam dua tipe. Prinsip yang dipakai untuk menentukan lama waktu pengempaan adalah perilaku jenis perekat dan kondisi adonan perekat yang dipakai sewaktu dikenai tekanan.Universitas Sumatera Utara Pengempaan Pengempaan produk perekatan atau rakitan perekatan bertujuan untuk menempelkan lebih rapat sehingga garis perekat dapat terbentuk serata mungkin dengan ketebalan yang setipis mungkin. sedangkan pada sistem kempa panas.

yang et dipergunakan al.Universitas Sumatera Utara tekanan spesifik berfungsi sebagai pembatas kemungkinan terjadinya pecah pada vinir panel karena tegangan yang dapat diterima oleh jenis kayu atau vinir dan bahan direkat kayu terlampaui. Jenis kayu HTI A. Sifat fisik dan mekanik produk MDF yang dihasilkan secara umum dapat memenuhi standar Euro MDF Board (EMB) yang diacu. Diamater kayu yang digunakan berkisar dari 7 cm sampai dengan 25 cm sehingga dapat menurunkan biaya produksi MDF dari industri tersebut. E. Tekanan spesifik untuk rakitan perekatan didasarkan pada berat jenis kering tanur dari panel yang sedang dikerjakan atau berdasarkan jenis kayu (Sulastiningsih. mangium. Bahan baku yang digunakan berasal dari hasil penjarangan HTI dari jenis cepat tumbuh yaitu A. dan G. mangium. G. arborea. arborea dengan daur 6 tahun sampai dengan 7 tahun. deglupta. mangium. 2001). 1999). dan E.. E. warna cerah dan permukaan yang halus. urophylla baik digunakan sebagai bahan baku industri MDF yang menunjukkan keragaan yang baik. urophylla (Effendi. urophylla. . kecuali pada sifat daya penyerapan air yang masih sering cukup tinggi MDF yang dihasilkan dari industri yang diobservasi berasal dari hasil penjarangan HTI jenis cepat tumbuh yaitu A. dan E. arborea. G.

Kerapatan .Pengembangan tebal .55x104 kgf/cm2 : minimum 5 1kgf .35-0.Kadar air .Kuat pegang sekrup : 0.1 kgf/cm2 : minimum 306 kgf/cm2 : minimum 2.Keteguhan rekat .MOR .79 g/cm³ : 5-13% : : 7-17 % : minimum 5.Universitas Sumatera Utara Spesifikasi MDF berdasarkan Japanesse Industrial Standar (JIS) A 5905 (2003) untuk papan serat berkerapatan sedang antara lain: .Daya serap air .MOE .