Author

:

Yayan Akhyar Israr, S.Ked

Faculty of Medicine – University of Riau Pekanbaru, Riau 2009

0 © Files of DrsMed – FK UNRI (http://www.Files-of-DrsMed.tk

baik arteri maupun vena. sedangkan trombosis patologis seperti trombosis vena dalam (TVD). Meskipun ada perbedaan antara trombosis vena dan trombosis arteri. Trombosis pada vena besar akan memberikan gejala edema pada ekstremitas yang bersangkutan.1 Konsep trombosis pertama kali diperkenalkan oleh Virchow pada tahun 1856 dengan diajukamya uraian patofisiologi yang terkenal sebagai Triad of Virchow. Dikenal 2 macam trombosis. Trombosis vena Etiologi trombosis adalah kompleks dan bersifat multifaktorial. Terlepasnya trombus akn menjadi emboli dan mengakibatkan obstruksi dalam sistem arteri. yaitu terdiri dari abnormalitas dinding pembuluh darah. pada beberapa hal terdapat keadaan yang saling tumpang tindih. Trombosis arteri 2. dan oklusi trombotik pada serebro vaskular merupakan respon tubuh yang tidak diharapkan terhadap gangguan akut dan kronik pada pembuluh darah dan darah. Trombosis hemostatis yang bersifat self-limited dan terlokalisir untuk mencegah hilangnya darah yang berlebihan merupakan respon normal tubuh terhadap trauma akut vaskuler. dan gangguan aliran darah. Trombosis merupakan istilah yang umum dipakai untuk sumbatan pembuluh darah. Trombosis dapat mengakibatkan efek lokal adan efek jauh. seperti yang terjadi pada emboli paru. otak dan lain-lain. Efek lokal tergantung dari lokasi dan derajat sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah. sedangkan efek jauh berupa gejal-gejala akibat fenomena tromboemboli. yaitu :3 1. emboli paru. trombosis arteri koroner yang menimbulkan infark miokard. perubahan komposisi darah. Ahli bedah vaskular berperan untuk mengeluarkan trombus yang sudah terbentuk yaitu dengan melakukan trombektomi.PENDAHULUAN Trombosis adalah terbentuknya masa dari unsur darah didalam pembuluh darah vena atau arteri pada makluk hidup.2 Ketiganya merupakan faktor-faktor yang memegang peranan penting dalam patofisiologi trombosis.3 1 .

Kondisi dinding pembuluh darah (endotel) 2. endotel vaskular. Sistem hemostatis terdiri dari 6 komponen utama yaitu trombosit. karena prognosisnya tergantung pada arteri mana yang terlibat dan yang penting adalah kecepatan dan ketepatan dokter bertindak. Semua komponen ini harus ada dalam jumlah yang cukup pada lokasi yang tepat untuk mencegah hilangnya darah yang berlebihan setelah trauma vaskular. Aliran darah yang melambat/ statis 3. dan protein anti fibrinolitik. fibrilasi artrium dan lain-lain. 2 . Infark jantung. bila trombusnya lepas dan bergerak ke lokasi terjadinya trombosis.4 Etiologi Penyebab/ kausa dapat lokal di tempat yang bersangkutan atau proksimalnya. Trombus yang bergerak ini disebut embolus. Apakah kolateral cukup banyak. Ada 3 hal yang berpengaruh dalam pembentukan/ timbulnya trombus ini (trias Virchow) :1 1. faktor protein plasma prokoagulan. Dapat pula karena aneurisma aorta. Sebagian besar adalah kelainan jantung seperti kelainan katup. ATRIAL TROMBOSIS Definisi Trombosis arteri adalah pembekuan darah di dalam pembuluh darah arteri terutama sering terbentuk pada sekitar orifisium cabang arteri dan bifurkasio arteri.3. Komponen yang terdapat dalam darah sendiri berupa peningkatan koagulabilitas Gambaran Klinis Gejala klinik yang ditimbulkan sangat bervariasi dari yang ringan sampai yang berat.TINJAUAN PUSTAKA 1. Apakah yang terkena arteri yang besar/ utama atau cabang-cabangnya. protein antikoagulan. dan pada saat yang sama mencegah terjadinya trombosis yang patologis. protein fibrinoliti.

tetapi justru prognosisnya lebih baik karena keadaan pembuluh darah relatif lebih baik. 3 . Pada pasien muda biasanya kejadiannya lebih akut. Dari anamnesis dan gejala klinis kita harus bisa menegakkan diagnosis. Bila ada fasilitas pemeriksaan penunjang. Pasien harus istirahat baring/ dirawat dan diberikan analgetik. bisa nyeri hebat apabila daerah yang terkena cukup luas. Pemberian antikoagulan seperti heparin dan LMWH penting untuk mencegah meluasnya proses trombosis. sesudah itu berangsurangsur diganti per oral. Diagnosis dini dan tindakan segera. yaitu : Pain Paleness Paresthesia Paralysis Pulsessness Sebagai pegangan utama. Bila gejalnya lengkap/ komplit. 2. Gejala awal biasanya adalah nyeri pada daerah yang bersangkutan. 2. pada pasien seperti ini justru prognosisnya lebih buruk. Pemberian terbaik adalah dengan pemberian langsung intraarterial. biasanya diberikan selama 10 hari. bila timbul trombosis akut biasanya tidak begitu jelas gejalanya dan nyerinya tidak begitu hebat. Pada pasien yang lebih tua. rasa nyeri lebi hebat. maka di temukan “5 P”. Mati rasa 3. maka diagnosis trombosis akut arteri ini harus ditegakkan dan ditindak lanjuti. Kelemahan otot 4. bila ada pasien dengan keluhan nyeri hebat pada daerah ekstremitas dan nadi tidak dapat diraba. dapat dikerjakan tetapi jangan terlalu memakan banyak waktu yang mengakibatkan terapi/ tindakan menjadi terlambat.1 Penatalaksanaan Garis besar rencana perawatan dari trombosis arteri adalah : 1 1. dimana sudah terjadi kelainan kronis arteri.Gejala yang dapat muncul antara lain : 1 1. Rasa seperti ditusuk-tusuk.

3. Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon esterogen Kelainan darah bawaan atau didapat yang menjadi predisposisi untuk terjadinya trombosis. Setelah dilakukan trombektomi maka tindakan lain yang terus dilakukan terutama heparinisasi. 4 . sedangkan kelainan endotel pembuluh darah jarang merupakan faktor penyebab. strok Paska tindakan bedah terutama bedah ortopedi Imobilisasi lama terutama paska trauma/ penyakit berat Luka bakar Gagal jantung akut atau kronik Penyakit keganasan baik tumor solid maupun keganasan hematologi Infeksi baik jamur. Tindakan ini berhasil sangat baik bila kejadiannya benar-benar akut dan pasien yang relatif muda. Pada umumnya menyerupai reaksi bekuan darah dalam tabung. Trombus vena sebagian besar terdiri dari fibrin dan eritrosit dan hanya mengandung sedikit masa trombosit.3 Pasien dengan faktor risiko tinggi untuk menderita trombosis vena dalam yaitu apabila :4 Riwayat trombosis. Tindakan bedah berperan penting. Setelah kateter menembus trombus. bakteri maupun virus terutama yang disertai syok.1 2. balom dikembangkan dan ditarik keluar untuk mengeluarkan trombus.4 Patofisiologi dan Faktor Risiko Trombosis vena terjadi akibat aliran darah menjadi lambat atau terjadinya statis aliran darah. TROMBOSIS VENA DALAM (TVD) Definisi Trombosis vena dalam adalah pembekuan darah di dalam pembuluh darah vena terutama pada tungkai bawah. 4. Alat yang dipakai adalah kateter Fogarty yang mempunyai balon diujungnya. karena trombus yang terjadi dikeluarkan melalui arteriotomi yang bisa dilakukan dengan anestesi lokal.

Homan’s sign (+) Berdasarkan data tersebut diatas sering ditemukan negatif palsu c. Tanda dan gejala klinis yang sering ditemukan berupa :3 Pembengkakan disertai rasa nyeri pada daerah yang bersangkutan. peningkatan suhu lokal tempat yang terkena. karena sering menyebabkan terlepasnya trombus ke paru dan jantung. Anamnesi. b. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :4 a.Keadaan ini dapat menyerang semua usia. dan tidak terdapat perbedaan angka kejadian antara laki-laki dan perempuan. bengkak. tersering setelah usia 60 tahun. Pemeriksaan Fisik Edema. Anamnesis Nyeri lokal. perubahan warna dan fungsi berkurang pada anggota tubuh yang terkena. Rasa nyeri ini bertambah bila dipakai berjalan dan tidak berkurang dengan istirahat. Gambaran klinis Trombosis vena dalam merupakan keadaan darurat yang harus secepat mungkin didiagnosis dan diobati. biasanya pada ekstremitas bawah. eritema. Kadang nyeri dapat timbul ketika tungkai dikeataskan atau ditekuk. Pemeriksaan penunjang Prosedur diagnosis baku adalah pemeriksaan venografi Kadar antitrombin III (AT III) menurun (N: 85-125%) Kadar fibrinogen degradation product (FDP) meningkat Titer D-dimer meningkat 5 . pembuluh darah vena teraba. Daerah yang terkena berwarna kemerahan dan nyeri tekan Dapat dijumpai demam dan takikardi walaupun tidak selalu Diagnosis Gejala klinis dari trombosis vena dalam bervariasi (90% tanpa gejala klinis).

Farmakologis 1. Non-farmakologis Tinggikan posisi ekstremitas yang terkena untuk melancarkan aliran darah vena Kompres hangat untuk meningkatkan sirkulasi mikrovaskular Latihan lingkup gerak sendi (range of motion) seperti gerakan fleksi-ekstensi. dan lain-lain. Heparin Terapi heparin harus diberikan dengan loading dose diikuti dengan infus continous yang awalnya berkecepatan 1. alat ini dapat meningkatkan aliran darah vena. Diagram pendekatan diagnosis TVD. menggengam.4 Penatalaksanaan a. Tindakan ini akan meningkatkan aliran darah di vena-vena yang masih terbuka (patent) Pemakaian kaus kaki elastis (elastic stocking).4 b.Tersangka TVD Ultasonografi TVD Ada 3 Pilihan Pertimbangan klinis (+) Rendah Sedang/ tinggi (-) TVD dapat disingkirkan 1 minggu USG (+) Obati D-dimer (-) TVD dapat disingkirkan Gambar 1.5-2 kontrol waktu. Daosis ini harus dapat mempertahankan partial thromboplastin time (PTT) antara 1.000/jam. Manfaat setelah pemberian heparin ini adalah menjaga tingkat 6 .

Low Molecular Weight Heparin (LMWH) LMWH merupakan hasil fraksinasi atau depolimerisasi heparin. Warfarin biasanya dilanjutkan penggunaannya selama 3 bulan. heparin dapat diberikan 10. Perubahan berat molekul mengakibatkan beberapa perubahan farmakodinamik bila dibanding dengan heparin standar. reaksi hipersensitivitas.2-1.5 7 . Dibandingkan heparin standar. 1 mg protamin sulfat akan menetralisir sekitar 100 unit heparin. 6 jam setelah pemberian heparin. dan lain-lain.3.5 kontrol waktu untuk trombosis vena.5 3. namun sebaiknya pada kasus tanpa komplikasi. kontrasepsi oral. barbiturat. rata-rata diberikan selama 5 hari. dan trombositopenia. salisilat. baik yang menghambat maupun yang memperkuat. Dosis lazim yang diberikan pada trombosis vena dalam adala 1 mg/kgBB setiap 12 jam. Kemudian dosis dapat diturunkan menjadi 5 mg/hari diberikan untuk mempertahankan waktu protrombin pada 1. karena banyak obat-obat lain yang dapat mempengaruhi efek warfarin. tidak/jarang menibulkan perdarahan akibat heparin standar serta mudah cara pemberiannya dan tidak perlu pemantauan laboratorium.kesamaan dari antikoagulan dan memperkecil manifestasi perdarahan. LMWH lebih aman. seperti antibiotik.3.3.5 2.000 unit subkutan selama > 12 jam untuk mempertahankan PTT 1. Pada pasien yang tidak dapat menerima terapi warfarin. Monitoring farmakologis obat sangat diperlukan pasien yang memakai warfarin. Komplikasi yang dapat terjadi pada pemakaian heparin termasuk perdarahan. Warfarin Warfarin diberikan pada dosis 10 mg/hari dampai waktu protombin memanjang. Reaksi heparin dapat dinetralisir/dihambat oleh pemberian protamin sulfat intravena.5 kontrol waktu. lebih efektif. osteopeni.

Rani AA. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Jilid I.DAFTAR PUSTAKA 1. Savitri R et al. Jakarta : Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Files-of-DrsMed. Dahlan M.2006. 5. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II.2007. Jakarta : Yoga Buana. Supandiman I. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Jakarta : Balai Penerbit FK UI.2001. Jakarta : Pusat Penerbit IPD FK UI. Trombosis Vena. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Panduan Pelayanan Medik Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.tk . 3. Trombosis.2009. Trombosis Arterial Tungkai Akut. 8 © Files of DrsMed – FK UNRI (http://www. Trombosis : Masalah di Indonesia Masa Kini dan Masa Datang. Triyanti K. Mansjoer A. Nazir AU et al. edisi 3.2001. 2. Soegondo. 4. Edisi 4. Tambunan KL. Edisi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful