P. 1
Belibis_A17-Trombosis

Belibis_A17-Trombosis

|Views: 13|Likes:
Published by Mahaletchemy Balu
trombosis
trombosis

More info:

Published by: Mahaletchemy Balu on Mar 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

Author

:

Yayan Akhyar Israr, S.Ked

Faculty of Medicine – University of Riau Pekanbaru, Riau 2009

0 © Files of DrsMed – FK UNRI (http://www.Files-of-DrsMed.tk

Trombosis arteri 2. dan oklusi trombotik pada serebro vaskular merupakan respon tubuh yang tidak diharapkan terhadap gangguan akut dan kronik pada pembuluh darah dan darah. baik arteri maupun vena. Dikenal 2 macam trombosis. yaitu :3 1. emboli paru.2 Ketiganya merupakan faktor-faktor yang memegang peranan penting dalam patofisiologi trombosis. trombosis arteri koroner yang menimbulkan infark miokard. Efek lokal tergantung dari lokasi dan derajat sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah.3 1 . Trombosis vena Etiologi trombosis adalah kompleks dan bersifat multifaktorial. seperti yang terjadi pada emboli paru. perubahan komposisi darah. Trombosis dapat mengakibatkan efek lokal adan efek jauh. otak dan lain-lain. Trombosis hemostatis yang bersifat self-limited dan terlokalisir untuk mencegah hilangnya darah yang berlebihan merupakan respon normal tubuh terhadap trauma akut vaskuler. sedangkan efek jauh berupa gejal-gejala akibat fenomena tromboemboli. Ahli bedah vaskular berperan untuk mengeluarkan trombus yang sudah terbentuk yaitu dengan melakukan trombektomi.1 Konsep trombosis pertama kali diperkenalkan oleh Virchow pada tahun 1856 dengan diajukamya uraian patofisiologi yang terkenal sebagai Triad of Virchow. Trombosis pada vena besar akan memberikan gejala edema pada ekstremitas yang bersangkutan. pada beberapa hal terdapat keadaan yang saling tumpang tindih. sedangkan trombosis patologis seperti trombosis vena dalam (TVD). Terlepasnya trombus akn menjadi emboli dan mengakibatkan obstruksi dalam sistem arteri.PENDAHULUAN Trombosis adalah terbentuknya masa dari unsur darah didalam pembuluh darah vena atau arteri pada makluk hidup. Trombosis merupakan istilah yang umum dipakai untuk sumbatan pembuluh darah. dan gangguan aliran darah. Meskipun ada perbedaan antara trombosis vena dan trombosis arteri. yaitu terdiri dari abnormalitas dinding pembuluh darah.

protein antikoagulan. Ada 3 hal yang berpengaruh dalam pembentukan/ timbulnya trombus ini (trias Virchow) :1 1. Sistem hemostatis terdiri dari 6 komponen utama yaitu trombosit. Sebagian besar adalah kelainan jantung seperti kelainan katup. dan pada saat yang sama mencegah terjadinya trombosis yang patologis.3. dan protein anti fibrinolitik. Komponen yang terdapat dalam darah sendiri berupa peningkatan koagulabilitas Gambaran Klinis Gejala klinik yang ditimbulkan sangat bervariasi dari yang ringan sampai yang berat. karena prognosisnya tergantung pada arteri mana yang terlibat dan yang penting adalah kecepatan dan ketepatan dokter bertindak. fibrilasi artrium dan lain-lain. 2 . Semua komponen ini harus ada dalam jumlah yang cukup pada lokasi yang tepat untuk mencegah hilangnya darah yang berlebihan setelah trauma vaskular. Aliran darah yang melambat/ statis 3. Dapat pula karena aneurisma aorta. endotel vaskular. Kondisi dinding pembuluh darah (endotel) 2.TINJAUAN PUSTAKA 1. bila trombusnya lepas dan bergerak ke lokasi terjadinya trombosis. Trombus yang bergerak ini disebut embolus. protein fibrinoliti.4 Etiologi Penyebab/ kausa dapat lokal di tempat yang bersangkutan atau proksimalnya. faktor protein plasma prokoagulan. Infark jantung. ATRIAL TROMBOSIS Definisi Trombosis arteri adalah pembekuan darah di dalam pembuluh darah arteri terutama sering terbentuk pada sekitar orifisium cabang arteri dan bifurkasio arteri. Apakah kolateral cukup banyak. Apakah yang terkena arteri yang besar/ utama atau cabang-cabangnya.

bila timbul trombosis akut biasanya tidak begitu jelas gejalanya dan nyerinya tidak begitu hebat. rasa nyeri lebi hebat. Dari anamnesis dan gejala klinis kita harus bisa menegakkan diagnosis. 3 . Mati rasa 3. Pasien harus istirahat baring/ dirawat dan diberikan analgetik.Gejala yang dapat muncul antara lain : 1 1. Pada pasien yang lebih tua. Rasa seperti ditusuk-tusuk. bila ada pasien dengan keluhan nyeri hebat pada daerah ekstremitas dan nadi tidak dapat diraba. maka di temukan “5 P”. Bila ada fasilitas pemeriksaan penunjang. yaitu : Pain Paleness Paresthesia Paralysis Pulsessness Sebagai pegangan utama.1 Penatalaksanaan Garis besar rencana perawatan dari trombosis arteri adalah : 1 1. sesudah itu berangsurangsur diganti per oral. 2. biasanya diberikan selama 10 hari. Pemberian antikoagulan seperti heparin dan LMWH penting untuk mencegah meluasnya proses trombosis. tetapi justru prognosisnya lebih baik karena keadaan pembuluh darah relatif lebih baik. bisa nyeri hebat apabila daerah yang terkena cukup luas. 2. Diagnosis dini dan tindakan segera. pada pasien seperti ini justru prognosisnya lebih buruk. Pada pasien muda biasanya kejadiannya lebih akut. maka diagnosis trombosis akut arteri ini harus ditegakkan dan ditindak lanjuti. Gejala awal biasanya adalah nyeri pada daerah yang bersangkutan. Kelemahan otot 4. Pemberian terbaik adalah dengan pemberian langsung intraarterial. dimana sudah terjadi kelainan kronis arteri. Bila gejalnya lengkap/ komplit. dapat dikerjakan tetapi jangan terlalu memakan banyak waktu yang mengakibatkan terapi/ tindakan menjadi terlambat.

TROMBOSIS VENA DALAM (TVD) Definisi Trombosis vena dalam adalah pembekuan darah di dalam pembuluh darah vena terutama pada tungkai bawah.1 2. karena trombus yang terjadi dikeluarkan melalui arteriotomi yang bisa dilakukan dengan anestesi lokal. Trombus vena sebagian besar terdiri dari fibrin dan eritrosit dan hanya mengandung sedikit masa trombosit. balom dikembangkan dan ditarik keluar untuk mengeluarkan trombus. Alat yang dipakai adalah kateter Fogarty yang mempunyai balon diujungnya. Pada umumnya menyerupai reaksi bekuan darah dalam tabung. Setelah dilakukan trombektomi maka tindakan lain yang terus dilakukan terutama heparinisasi. sedangkan kelainan endotel pembuluh darah jarang merupakan faktor penyebab. 4 .3 Pasien dengan faktor risiko tinggi untuk menderita trombosis vena dalam yaitu apabila :4 Riwayat trombosis. bakteri maupun virus terutama yang disertai syok. 4. strok Paska tindakan bedah terutama bedah ortopedi Imobilisasi lama terutama paska trauma/ penyakit berat Luka bakar Gagal jantung akut atau kronik Penyakit keganasan baik tumor solid maupun keganasan hematologi Infeksi baik jamur. Setelah kateter menembus trombus. Tindakan bedah berperan penting.4 Patofisiologi dan Faktor Risiko Trombosis vena terjadi akibat aliran darah menjadi lambat atau terjadinya statis aliran darah. Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon esterogen Kelainan darah bawaan atau didapat yang menjadi predisposisi untuk terjadinya trombosis. Tindakan ini berhasil sangat baik bila kejadiannya benar-benar akut dan pasien yang relatif muda.3.

b. Pemeriksaan Fisik Edema. tersering setelah usia 60 tahun.Keadaan ini dapat menyerang semua usia. Homan’s sign (+) Berdasarkan data tersebut diatas sering ditemukan negatif palsu c. bengkak. eritema. biasanya pada ekstremitas bawah. dan tidak terdapat perbedaan angka kejadian antara laki-laki dan perempuan. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :4 a. Anamnesis Nyeri lokal. Anamnesi. perubahan warna dan fungsi berkurang pada anggota tubuh yang terkena. Daerah yang terkena berwarna kemerahan dan nyeri tekan Dapat dijumpai demam dan takikardi walaupun tidak selalu Diagnosis Gejala klinis dari trombosis vena dalam bervariasi (90% tanpa gejala klinis). peningkatan suhu lokal tempat yang terkena. karena sering menyebabkan terlepasnya trombus ke paru dan jantung. Tanda dan gejala klinis yang sering ditemukan berupa :3 Pembengkakan disertai rasa nyeri pada daerah yang bersangkutan. Rasa nyeri ini bertambah bila dipakai berjalan dan tidak berkurang dengan istirahat. Pemeriksaan penunjang Prosedur diagnosis baku adalah pemeriksaan venografi Kadar antitrombin III (AT III) menurun (N: 85-125%) Kadar fibrinogen degradation product (FDP) meningkat Titer D-dimer meningkat 5 . Kadang nyeri dapat timbul ketika tungkai dikeataskan atau ditekuk. pembuluh darah vena teraba. Gambaran klinis Trombosis vena dalam merupakan keadaan darurat yang harus secepat mungkin didiagnosis dan diobati.

Farmakologis 1. Diagram pendekatan diagnosis TVD. Non-farmakologis Tinggikan posisi ekstremitas yang terkena untuk melancarkan aliran darah vena Kompres hangat untuk meningkatkan sirkulasi mikrovaskular Latihan lingkup gerak sendi (range of motion) seperti gerakan fleksi-ekstensi.4 b.Tersangka TVD Ultasonografi TVD Ada 3 Pilihan Pertimbangan klinis (+) Rendah Sedang/ tinggi (-) TVD dapat disingkirkan 1 minggu USG (+) Obati D-dimer (-) TVD dapat disingkirkan Gambar 1.5-2 kontrol waktu. alat ini dapat meningkatkan aliran darah vena. Heparin Terapi heparin harus diberikan dengan loading dose diikuti dengan infus continous yang awalnya berkecepatan 1. Daosis ini harus dapat mempertahankan partial thromboplastin time (PTT) antara 1. dan lain-lain. menggengam.000/jam. Tindakan ini akan meningkatkan aliran darah di vena-vena yang masih terbuka (patent) Pemakaian kaus kaki elastis (elastic stocking).4 Penatalaksanaan a. Manfaat setelah pemberian heparin ini adalah menjaga tingkat 6 .

kesamaan dari antikoagulan dan memperkecil manifestasi perdarahan.3. Warfarin Warfarin diberikan pada dosis 10 mg/hari dampai waktu protombin memanjang.5 2. 6 jam setelah pemberian heparin. Kemudian dosis dapat diturunkan menjadi 5 mg/hari diberikan untuk mempertahankan waktu protrombin pada 1. Dosis lazim yang diberikan pada trombosis vena dalam adala 1 mg/kgBB setiap 12 jam. baik yang menghambat maupun yang memperkuat. Perubahan berat molekul mengakibatkan beberapa perubahan farmakodinamik bila dibanding dengan heparin standar. Warfarin biasanya dilanjutkan penggunaannya selama 3 bulan. karena banyak obat-obat lain yang dapat mempengaruhi efek warfarin.5 3. lebih efektif. namun sebaiknya pada kasus tanpa komplikasi. Pada pasien yang tidak dapat menerima terapi warfarin. rata-rata diberikan selama 5 hari. salisilat. tidak/jarang menibulkan perdarahan akibat heparin standar serta mudah cara pemberiannya dan tidak perlu pemantauan laboratorium.000 unit subkutan selama > 12 jam untuk mempertahankan PTT 1. kontrasepsi oral. seperti antibiotik. reaksi hipersensitivitas. dan lain-lain.5 kontrol waktu untuk trombosis vena. Reaksi heparin dapat dinetralisir/dihambat oleh pemberian protamin sulfat intravena. barbiturat.3. Monitoring farmakologis obat sangat diperlukan pasien yang memakai warfarin. 1 mg protamin sulfat akan menetralisir sekitar 100 unit heparin.5 7 . heparin dapat diberikan 10. Dibandingkan heparin standar. LMWH lebih aman. Komplikasi yang dapat terjadi pada pemakaian heparin termasuk perdarahan.2-1. osteopeni.5 kontrol waktu. Low Molecular Weight Heparin (LMWH) LMWH merupakan hasil fraksinasi atau depolimerisasi heparin. dan trombositopenia.3.

Jakarta : Yoga Buana. Dahlan M.2009. Edisi 4. Supandiman I.2007. Tambunan KL.Files-of-DrsMed. Trombosis. Trombosis : Masalah di Indonesia Masa Kini dan Masa Datang. Rani AA. edisi 3. Jakarta : Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. 2. Edisi 3. 3.2001. Panduan Pelayanan Medik Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia.2001. Soegondo. Trombosis Arterial Tungkai Akut.DAFTAR PUSTAKA 1. Nazir AU et al. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Mansjoer A.2006. Trombosis Vena. 8 © Files of DrsMed – FK UNRI (http://www. Savitri R et al. 4. 5. Triyanti K. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dalam : Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta : Pusat Penerbit IPD FK UI.tk . Jakarta : Balai Penerbit FK UI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->