BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Ban merupakan peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan. Sebagian besar ban yang ada sekarang, terutama yang digunakan untuk kendaraan bermotor, diproduksi dari karet sintetik.(Anonim, 2012). Jenis-jenis ban ada tiga yaitu ban bias, ban radial, dan ban tubeless. Pertama ban bias, ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat terhadap keliling lingkaran ban. Kedua ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan “Breaker” atau “Belt”. Ban jenis ini hanya sedikit mengalami deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial juga mempunyai Rolling Resistance yang kecil. Ketiga Ban tubeless,

1

2

dirancang tanpa mempunyai ban dalam. Ban tubeless

diciptakan sekitar

tahun 1990. Ban tubeless adalah ban pneumatik yang tidak memerlukan ban dalam seperti ban pneumatik seperti biasanya. Ban tubeless memiliki tulang rusuk terus menerus dibentuk secara integral kedalam manik ban sehingga dipaksa oleh tekanan udara di dalam ban untuk menutup dengan flensa dari velg roda logam. (Hichaal, 2012) Ban GT Radial diproduksi oleh PT. Gajah Tunggal dengan kualitas Internasional, dengan pengalaman selama lebih dari 60 tahun telah membuktikan jika produk ban terbaik GT Radial dipercaya konsumen dan tetap eksis diantara produk ban sejenis. Hal ini disebabkan karena respontabilitas yang tinggi dari manajemen untuk mendengar suara konsumen, sehingga pada akhirnya dapat dihasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen akan produk ban kendaraan mereka. Ban GT Radial yang diproduksi PT Gajah Tunggal pada tahun 2011 mendapatkan penghargaan sebagai salah satu dari top 10 Indonesia’s best managed companies dari majalah Finane Asia dan satu dari top 10 Indonesia’s best managed companies dari majalah forbes. Museum Rekor Indonesia (MURI) juga menyampaikan penghargaan pada produsen PT Gajah Tunggal, sebagai perusahaan yang pertama meluncurkan produk ramah lingkungan pada ban GT Radial, ban non-aromatik oil menggunakan nano silica. PT Gajah Tunggal juga menerima pengakuan khusus dari Markas Besar Asosiasi Motor indonesia (PPIMI). Penghargaan ini diperoleh pada GT

Penghargaan ini diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu perusahaan nasional terbaik dalam hal “pengembangan merek global”. Mempelajari proses pembuatan ban GT Radial PT Gajah Tunggal Mempelajari bahan dan peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan ban GT Radial PT Gajah Tunggal Jakarta. .2011) Berdasarkan uraian diatas. Ban GT Radial yang diproduksi oleh PT Gajah Tunggal mendapat pengakuan dari Harian Bisnis Indonesia yang pada 15 Desember 2009 menyematkan GT Radial sebagai “Anugerah Produk Asli Indonesia” (APAI). merek asli dari Indonesia yang mendapat pengakuan dunia. tidak dapat dipungkiri bahwa produk ban terbaik di Indonesia adalah GT Radial produksi PT Gajah Tunggal. F. 2. sehingga penulis sangat tertarik magang dengan judul “PROSES PEMBUATAN BAN GT RADIAL DI PT GAJAH TUNGGAL JAKARTA” B. Tujuan Magang 1. (Herbal. Selain itu sebelumnnya pada 2008 GT Radial Gajah Tunggal menerima penghargaan Primaniyarta Award dari Kementerian Perdagangan. berpartisipasi sebagai sponsor dari dukungan aktif pada olah raga otomotif Nusantara.3 Radial dan IRC.

Manfaat Magang 1. . 2. 2. D. Mengetahui proses pembuatan ban GT Radial dari proses mixing compound sampai finishing di PT Gajah Tunggal. Menambah pengetahuan dan keterampilan di bidang pembuatan ban GT Radial. Mengetahui bahan-bahan yang digunakan beserta formulasi dalam pembuatan ban GT Radial di PT Gajah Tunggal.4 C. Menambah pengetahuan tentang peralatan yang digunakan pada pembuatan ban GT Radial. Batasan Permasalahan 1.

( Prakoso. Fungsi Utama Ban Ban merupakan bagian kendaraan yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan. Menyangga beban 5 . Untuk menghargai jasanya. Ban memiliki 4 fungsi utama. Goodyear Tire & Rubber Company mulai berdiri pada tahun 1898 ketika Frank Seiberling membeli pabrik dengan menggunakan uang yang dia pinjam dari salah seorang iparnya. nama Goodyear diabadikan sebagai nama perusahaan karet terkenal di Amerika Serikat yaitu Goodyear Tire and Rubber company yang didirikan oleh Frank Seiberling pada tahun 1898.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.D. Pada tahun 1845 Thomson dan Dunlop menciptakan ban atau pada waktu itu disebut ban hidup alias ban berongga udara. F.2012) B. Sehingga Thomson dan Dunlop disebut Bapak Ban. Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. yaitu: 1. sementara William Erskine Bartlett menemukan ban luar. Pada mulanya Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api. Sejarah Ban Pada tahun 1839. Dengan perkembangan teknologi Charles Kingston Welch menemukan ban dalam. Vulkanisasi sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang romawi.

. 2. C. yaitu: a. Bias Tire : Ban yang mempunyai sudut ply 90°< terhadap garis tengah ban. b. 4. Pneumatic Tire : Ban yang menggunakan kantong udara. Radial Tire : Ban yang mempunyai susunan ply yang membentuk sudut 90° terhadap garis tengah ban. Carcass (casing) Merupakan kerangka dari ban yang tersusun atas ply-ply dan berada di bagian dalam ban. 3. 2. Solid Tire : Ban yang tanpa menggunakan kantong udara/ ban dalam dan hanya berupa karet yang solid (padat). Meredam guncangan Ban harus dapat meredam guncangan yang disebabkan ketidakrataan permukaan jalan. yang terdiri dari 2 jenis. serta menghentikan laju kendaraan (menggerakan dan menghentikan kendaraan). Memindahkan gaya Ban berfungsi untuk memindahkan gaya dorong (traksi) kendaraan pada permukaan jalan. Mengontrol arah Ban juga berfungsi mengontrol kendaraan saat melaju. Jenis – Jenis Ban 1. D. Komponen Ban 1. Fungsi dari carcass antara lain: menahan angin.6 Ban harus dapat menyangga berat kendaraan dan muatan.

selembar karet disisipkan di antara carcass dan breaker yang berfungsi sebagai cushion (bantalan). 4. 2. Sidewall Bagian dinding samping ban yang terus-menerus melentur dan pelindung casing bagian samping. guncangan. 5. Carcass juga berfungsi untuk menahan agar struktur dan bentuk ban tidak berubah. Bead Bead berfungsi untuk menahan kedua ujung dari cord. berfungsi untuk melindungi casing dari keausan atau kerusakan luar lainnya dan memperkecil bidang singgung telapak dengan permukaan jalan. Breaker dan sabuk (belt) Sabuk (belt) terletak di bawah tread untuk ban radial.7 menahan berat. berfungsi untuk membuat stabil tread dan daya penyetiran yang baik serta umur pakai yang lama. menjadi tempat dudukan ban pada rim (pelek) agar ban tidak terlepas pada saat diisi angin dan mendapat beban. 3. . biasanya terbuat dari serat baja. dan tumbukan. Sedangkan breaker biasanya dipakai untuk ban bias yang berfungsi untuk meredam kejutan atau goncangan dan untuk mengurangi perubahan mendadak dari elastisitas. Tread Merupakan bagian ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan.

i. Multiple Ply (memiliki lebih 2 lapisan). ciri-cirinya: a. ciri-cirinya: a. e. Daya tahan terhadap panas tinggi. Klasifikasi Spesifikasi produk menurut “Jenis” : 1. Daya cengkram lebih kecil karena tire width kecil. Daya cengkram lebih besar karena tire width lebar. E. Inner Liner Pengganti ban dalam untuk ban tubeless. Ban Bias. g. h. h. Bagian side lebih lentur/tipis. Abrasi yang kecil terhadap jalan.56. Pemasangan bersilang. d. b. Boros bahan bakar karena lebih berat. Daya tahan terhadap panas kurang. f. g. Pemasangan sejajar.90. 2. Handling stability kurang. Hemat bahan bakar karena lebih ringan. Abrasi yang besar terhadap jalan. Bagian side lebih keras/tebal. c. . e. b.8 6. berfungsi untuk menahan udara supaya tidak hilang. f. c. Ban Radial. d. Ply sudut potong: 54 . Ply sudut potong: 80 . Mono Ply / double Ply.

Jenis material yang digunakan untuk proses pencampuran ini antara lain: a. Semua material yang dibutuhkan dicampur ke dalam mesin Ban Burry. e. memiliki kembangan dengan pola bergerigi. Klasifikasi Spesifikasi produk menurut "Pola” : a. Ban Burry Mixing Department Bagian ini bertanggung jawab atas proses awal dari semua proses yang diperlukan untuk pembuatan ban. Combined Rib Lug Tire. Filler: untuk memperkuat ikatan atom penyusun karet dan sebagai pengisi agar pori-pori bahan menjadi kecil.9 i. Lug Tire. F. memiliki kembangan berbentuk blok. d. Softener: untuk melunakan compound pada waktu proses pembuatan dan untukmendapatkan karakteristik compound yang sesuai (biasanya berupa oli). Acelerator: untuk mempercepat proses pemasakan. b. Rib Tire. memiliki kembangan dengan pola zig-zag. Carbon Black: untuk memperkuat ikatan atom-atom di dalam polimer. d. . Block Tire. c. Handling stability baik. b. c. G. Polimer: sebagai bahan baku utama pembuatan compound yang terdiri dari karet yang mempunyai sifat elastis dan plastis. Proses Produksi 1. memiliki kembangan dengan pola zig-zag dan bergerigi.

Curing Agent: untuk mempercepat proses pematangan compound. Bahan dasar ini dipotong dengan Rubber Carter dan ditambah dengan peptizer lalu dengan bantuan conveyor dimasukkan ke dalam mesin mixer lalu terbentuk MR yang merupakan bahan dasar compound BO (Belum Obat). Mastification Rubber (MR) Bahan dasar dari proses ini berupa karet alam yang disebut Ruber Smoked Sheet yang mempunyai level 1-4 dimana semakin kecil level yang dimiliki maka semakin murni karet yang terkandung di dalamnya.165)°C. Dalam proses ini bahan baku yang diolah adalah Rubber. cuaca. hujan.10 f. Retarder: untuk pengaman compound agar tidak terbakar selama proses mixing. carbon black. dynamic fatique. Antioksidant: untuk melindungi compound dari pengaruh udara. activator. dan crack. h. oli. ozon. Tahapan proses pembentukan compound (proses mixing): 1. 2. antioxide dipanaskan selama 6 menit dengan suhu antara (150 . i. Proses pembuatan compound BO (Belum Obat) Proses ini disebut juga Non-productive Compound (NP). g. Activator: sebagai pengaktif ikatan kimia material penyusun compound.panas. .

Setelah beberapa detik maka campuran akan turun melalui pintu Drop door yang terbuka.11 3. Pada proses ini compound BO dicampur dengan bahan kimia. seperti. Pada saat yang hampir bersamaan. dan oil. retarder yang dipanaskan selama 1-1. Pada bagian bawah terdapat Drop door yang dapat membuka dan menutup.5 menit dengan suhu antara (90-110)°C. Proses mixing dapat terjadi karena konstruksi mixer ban burry terdiri dari 2 roll berbentuk screw yang saling berputar berlawanan arah. Compound yang dihasilkan selanjutnya diberi identitas berupa kode huruf dan angka sesuai dengan jenis dan penggunaannya untuk memudahkan proses selanjutnya. sulphur. accelerator. bahan baku mendapat tekanan tinggi dari Ram Pressure sehingga bahan menjadi tercampur. karet sintetik. Pengolahan selama beberapa tahap ini akan menghasilkan compound. carbon black. Ada beberapa faktor yang dapat dikategorikan sebagai faktor penting . Pada mesin ini terjadi proses mixing yaitu karet alam yang sudah berupa potonganpotongan dimastifikasi hingga mencapai tingkat plastisitas tertentu agar dapat terdispersi dengan baik menggunakan bahan kimia. Proses Pembuatan BO menjadi SO (Sudah Obat) Proses ini disebut juga Productive Compound (PRO). Sistem Kerja mesin Ban Burry Mixing: 1. Ban Burry Mixer Pencampur ban burry adalah sejenis pencampur dengan tipe tertutup atau sering juga disebut sebagai internal mixer.

dust stop ring. rak pendingin (cooling rack). Rheometer Mesin ini berfungsi untuk mengetes jenis compound tertentu seperti T30. 3. reducer gear box. Under Roll Mill (Open Mill) Pada prinsipnya cara kerja mesin ini sama dengan mixer yaitu material digiling (milled) diantara 2 buah roll yang berputar berlawanan arah. Terdapat juga conveyor feeding yang berfungsi sebagai pembawa material menuju mixer. roll mill. dan efek pendingin. drop door. 4. Bagian-bagian besar dari mixer: motor. Batch Off Solution Mesin ini berfungsi untuk mendinginkan compound yang keluar dari open mill. Sehingga dapat diketahui sifat fisik dari compound tersebut apakah memenuhi syarat atau tidak. casing dan rotor. side bearing dan floating weight. putaran mesin dan rasio friksi. yaitu volum bersih. T95. MH. Bagian-bagian besar dari open milled antara lain: motor. . bak pendingin. Perbedaannya dengan mixer adalah material digiling di ruang terbuka (open milled). reduction gear box. tekanan ram. ML. 2. dan sistem pendingin. Bagian-bagian besar dari mesin ini antara lain: conveyor. roll dan sebagai penggerak adalah motor. daya motor.12 pada internal mixer.

Bead Forming Proses pelapisan kawat dengan compound yang selanjutnya dibentuk menjadi lingkaran dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasinya. . 3. Proses pada open mill ini dengan memasukkan compound ke dalam 2 buah roll yang memiliki gape (sesuai jenis treadyang diinginkan) selama 5 menit. Bead Grommet Department Proses pembuatan Bead. Lalu tread diberi tanda (marking) yang kemudian dilapisi plastik untuk didinginkan dengan air pada cooling conveyor. Setelah compound homogen. Material yang dipakai adalah kawat High Carbon Steel dengan diameter 0. Proses berikutnya adalah pemotongan tread sesuai dengan ketentuan yang selanjutnya ujung tread diberi cement kemudian ditempatkan pada pantruck untuk proses selanjutnya (building). Proses ini terdiri dari 2 tahap yaitu: 1. compound didorong oleh screw melalui sebuah die yang memiliki bentuk sesuai dengan bentuk tread yang diinginkan. Tread Extruding Department Proses ini merupakan ekstrusi atau membentuk tread dan sidewall dari compound yang dihasilkan dari proses mixing.95 mm serta compound (BD-351). Sebelum dilakukan proses ekstrusi. yaitu bagian ban yang berupa lingkaran kawat yang dilapisi dengan compound hasil mixing.13 2. compound diolah terlebih dahulu pada mesin open mill untuk menaikan suhu dan membuat compound lebih homogen.

3. 4.14 2. Proses pembuatannya adalah sebagai berikut: 1. Pita yang digunakan adalah treatment yang dipotong dengan lebar 18 mm. Train merupakan jumlah lilitan yang ada dalam 1 bead. Pada topping calendaring terdiri dari 2 proses. Strand merupakan jumlah kawat dalam lilitan. Apexing Merupakan proses penambahan compound pada sekeliling luar bead untuk mencegah adanya ruang kosong antara bead dengan flipper. Flipper ing Proses pembungkusan bead dengan treatment yang dipotong dengan lebar tertentu untuk menguatkan bead agar tidak pecah dan menguatkan posisi apex pada bead. yaitu: . Bead Finishing Proses kelanjutan dari Bead Forming untuk membuat Bead yang dapat dipakai. Wrapping Tape Melilitkan pita/tape pada sekeliling Bead untuk menguatkan posisi Bead dan menjaga susunan train agar tidak terlepas. dan untuk meningkatkan kekuatan bead. 2. Topping Calendaring Department Merupakan suatu proses pembuatan treatment dengan cara pelapisan nylon cord pada kedua belah sisi atas dan bawah dengan compound dari ban burry melalui celah 2 buah roll.

Proses pemotongannya membentuk sudut 60°. Setelah compound mengalami warming up pada open mill lalu dimasukkan secara teratur di antara celah-celah roll yang berputar dengan kecepatan tertentu. Roll-roll ini akan menekan compound menjadi lembaran tipis dengan ketebalan yang merata dengan permukaan yang licin. Tire cord yang sebelumnya telah dipanaskan pada drying drum bersama dengan lapisan tipis compound akan masuk ke celah roll. Ply yang telah dipotong dengan lebar dan sudut tertentu disambung ujungnya dengan ujungply berikutnya menjadi lembaran. Proses Squeege adalah pelapisan lembaran treatment yang dipakai untukply dari bias cutting dengan compound pada salah satu sisinya. kemudian digulung dengan linen. Bias Cutting & Squeege Department Proses bias cutting adalah proses pemotongan treatment dari proses calendaring secara diagonal dengan sudut tertentu menjadi lembaran yang disebut ply dengan lebar sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Open mill Auto feeder yang terletak pada tambahan pisau potong panas (Blade Heater) yang terletak diatas roll untuk memotong compound sebelum digiling. 2.15 1. . Proses pelapisan kedua belah sisi terjadi ketika bahan itu melewati celah roll. Topping Calendaring Terjadi proses pembuatan carcas yaitu lapisan dalam ban. 5. Arah putaran kedua buah roll berputar secara berlawanan sehingga compound bergerak maju ke depan.

Pemasangan ply 5 7. chaffer. Pemasangan ply 6 8. 6.16 Tujuan dari proses Squeegee adalah untuk memperkuat lapisan antara ply dengan ply. Plyply yang dihasilkan selanjutnya disimpan dalam roll-roll dan berbentuk continues form untuk memudahkan dalam proses selanjutnya. Proses Squeegee ini menggunakan bahan dasar hasil bias cutting yang diberi pelapisan compound serta diberi marking centre berupa garis warna sesuai dengan spesifikasi ban yang sedang dibuat. dan tread. Pemasangan bead pada kedua sisinya kemudian turn up dan pemberian cairan SBP 6. Berikut ini adalah lngakah-langkah pembuatan green tire: 1. Pemasangan ply 1 dengan letak sudut di tepi kanan 2. yaitu: bead. kemudian turn down 5. Pemasangan chaffer pada kedua sisinya kemudian under stitcher bekerja untukmelekatkan material dan . ply. Building Department Proses building adalah proses pembentukan bagian-bagian ban. sequeege. Pemasangan ply 2 dengan letak sudut di tepi kiri 3. Pemasangan breaker 1 dan 2 9. Pemasangan ply 3 dengan letak sudut di tepi kanan 4. Hasil dari proses building adalah ban setengah jadi (green tire). Pemasangan ply 4. breaker.

Pemasangan tread dan under stitcher bekerja untuk membantu melekatkannya sekaligus mengeluarkan udara yang terjebak kemudian rotary stitcher bekerja untuk menekan sidewall dan menutup chaffer hingga chaffer tersebut menutupi bead. 10. Proses ini berlangsung di dalam cetakan/mold. yaitu pendinginan ban dengan memberikan tekanan agar ban . Green tire Out Side Painting (GOP/PCP). green tire dimasak dengan panas yang berasal dari uap atau steam dan berlangsung dalam waktu yang telah ditentukan. Green tire Inside Painting (GIP). yaitu proses penusukkan green tire untuk mencegah terjadinya udara terjebak di dalam tire. 2. selesai ban mengalami proses PCI (Post Cure Inflation). 7.17 mengeluarkan udara yang terjebak dalam penyusunan material jadi. Sebelum proses curing green tire akan mengalami proses. yaitu: 1. Selama proses curing. Venting. yaitu proses penyemprotan silicon pada bagian green tire untuk mencegah melekatnya green tire dengan bladder saat proses curing berlangsung. yaitu penyemprotan lapisan luar green tire agar membuat bagian luar ban licin untuk menghindari cacat baret atau agar tidak menempel pada mold pada saat curing berlangsung. 3. Curing Department Proses curing merupakan proses pemasakan green tire menjadi ban jadi. Setelah curing.

Apabila keluhan diterima oleh bagian QC. 9. Dynamic Balance. yaitu pemeriksaan yang dilakukan pada ban yang telah diproduksi secara visual untuk mengetahui cacat yang ada pada produk yang disebabkan oleh proses produksi yang tidak sempurna 3. maka konsumen berhak mengajukan complaint ke bagian QC/QA. Selanjutnya ban akan ditentukan statusnya oleh Departemen Quality Control yang bertanggung jawab di bagian final inspection. Checking. yaitu proses untuk mengetahui keseragaman struktur lapisan-lapisan penyusun ban. Static Balance yaitu pemeriksaan titik terendah pada ban yang nantinya akan dipasang pada valve. 5. yaitu proses pemotongan rambut-rambut pada ban. Customer Complaint Apabila ditemui ada kecacatan barang atau ukuran ban yang tidak tepat maupun bentuk tidak sesuai dengan harapan.18 tidak mengalami perubahan bentuk. 4. yaitu pemeriksaan keseimbangan bila ban dipasang pada mobil yang sedang berjalan. maka bagian pengendalian kualitas akan mengambil keputusan untuk ganti barang yang ada atau dipotong biayanya sesuai dengan surat . Finishing Department Pada akhir dari pembuatan ban adalah proses finishing yang terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: 1. 8. Trimming. 2. Uniformiy Test.

(Anonim. maka bagian QC akan membuat surat keterangan yang disertai bukti-bukti yang ada.2007) . Akan tetapi. jika keluhan tidak diterima.19 jalan yang ada.

15135. Materi yang akan diamati Materi yang diamati dalam pelaksanaan magang adalah proses pembuatan ban GT Radial. Kelurahan Pasir Jaya. serta kantor pusatnya terletak di Wisma Hayam Wuruk 10th Floor Jl. Pengumpulan Data Primer. Waktu pelaksanaan Pelaksanaan magang direncanakan pada tanggal 14 Januari 2013 sampai dengan tanggal 11 Febuari 2013. Komplek Industri Gajah Tunggal.BAB III RENCANA MAGANG A.Tbk berlokasi di Jl. Banten-Indonesia. Lokasi magang Praktek magang dilaksanakan di PT. KM 7. Indonesia. Merode Pengambilan Data Metode yang digunakan dalam proses pengambilan/pengumpulan data yaitu dengan cara : a. Hayam Wuruk 8. D. C. Gajah Tunggal. B. Gatot Subroto. Kecamatan Jatiuwung Tangerang. Data Primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama melalui : 1) Metode observasi 20 . Jakarta-10120.

hasil penelitian dan lain sebagainya. 3) Praktek Kerja Langsung Praktek kerja langsung yaitu dengan melaksanakan praktek kerja lapangan dan ikut terjun langsung dalam proses-proses dan kegiatan yang ada di PT. antara lain : 1) Studi Pustaka Metode ini bertujuan untuk mencari dasar teori pada literatur yang berhubungan dengan obyek yang akan diamati. Agung Pelita Industrindo. 2) Metode interview (Wawancara) Metode ini dilakukan dengan cara mengadakan wawancara dengan staf maupun instansi yang bersangkutan secara langsung dengan obyek yang sedang diamati. Pengumpulan Data Sekunder Data Sekunder yaitu data yang di peroleh dari sumber kedua dalam hal ini data yang diperoleh selain dari perusahaan. 2) Data yang di peroleh dalam bentuk sudah jadi atau literatur yang sudah dibuat oleh perusahaan lain sebagai pembanding.21 Metode ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung obyek yang diamati hingga memperoleh data dari akhir proses obyek tersebut. b. 3) Internet Data yang diperoleh adalah berupa jurnal. Rencana Pelaksanaan Magang Data – data yang diambil adalah : . E.

22 a. Tinjauan Teknologi 1) Bahan baku 2) Bahan Pembantu 3) Peralatan dan mesin yang akan digunakan 4) Proses pembuatan 5) Proses pengujian produk . Tinjauan Umum Perusahaan 1) Identitas perusahaan 2) Lokasi perusahaan 3) Sejarah perusahaan 4) Aspek organisasi a) Jadwal kerja b) Struktur organisasi c) Karyawan d) Upah karyawan e) Jaminan sosial 5) Aspek produksi b.

accessed 3 November 2012 ]. .DAFTAR PUSTAKA Anonim.Profil Perusahaan.BAB I PENDAHULUAN. accessed 3 November 2012 ]. accessed 3 November 2012].Ban Terbaik di Indenesia GT Radial.2007.F.2012. Sejarah Industri Ban Dunia.D.com/indonesia/corporate. accessed 3 November 2012 ].Jenis-Jenis Ban.com/2011/11/ban- terbaik-di-indonesia-gt-radial. [online.URL: http://gudang-studi.asp?menuid=3&classificatio n=119&subid=120&language=2. accessed 3 November 2012]. Hichaal.[online. accessed 3 November 2012].D.blogspot. Prakoso. [online.shnews.html. Herbal. Bertuah.co/273/ban-terbaik-di-indonesia-gtradial.2011.html. Anonim .URL:http://www.2011.[online.2012. 23 .URL:http://farahherbal.URL :http://www.binus. [online. [online.pdf.URL:http://thesis.Ban Terbaik di Indonesia.2012.co/otomotif/detile-918-sejarah-industriban-dunia.com/2012/05/jenis-jenis-ban-gudangstudi_17.html.URL:http://www.pekanbaru.id/Doc/Bab1/2008-1-00448-TISIBab%201.blogspot.gttires.ac. F.

LAMPIRAN 24 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful