PENGARUH PEMAKAIAN KACAMATA LAS TERHADAP KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA PEKERJA LAS KARBIT DI WILAYAH PINGGIR JALAN GOA

JATIJAJAR KEBUMEN

PENGARUH PEMAKAIAN KACAMATA LAS TERHADAP KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA PEKERJA LAS KARBIT DI WILAYAH PINGGIR JALAN GOA JATIJAJAR KEBUMEN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pembangunan yang semakin maju dewasa ini berdampak pada semakin majunya industri las asetilin atau yang disebut dengan las karbit. Industri las karbit yang berada di sepanjang jalan Goa Jatijajar termasuk industri sektor informal. Industri sektor informal adalah sektor kegiatan ekonomi marginal atau kecil-kecilan. Timbulnya sektor informal ini adalah akibat dari meluapnya atau membengkaknya angkatan kerja di satu pihak, dan menye pitnya lapangan kerja di pihak yang lain. Peranan sektor informal di negara Indonesia cukup besar, karena mampu menyerap tenaga kerja yang tidak tertampung pada sektor formal. Akan tetapi, kelompok masyarakat pekerja sektor informal masih belum memperoleh perhatian dalam hal kesehatan kerjanya. Selama ini mereka hanya memperoleh pelayanan kesehatan secara umum, namun belum dikaitkan dengan pekerjaannya. Pada umumnya fasilitas pelayanan keselamatan dan kesehatan kerja lebih banyak dinikmati oleh tenaga kerja yang bekerja pada industri berskala besar (jumlah pekerja lebih dari 500 orang). Pada industri berskala kecil dan menengah, fasilitas pelayanan keselamatan dan kesehatan kerja masih bersifat parsial dan mungkin tidak ada sama sekali. Pada industri las, kondisi lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap pekerja salah satunya yaitu berupa sinar yang ditimbulkan pada proses pengelasan. Sinar tersebut meliputi sinar tampak, sinar infra merah dan sinar ultra violet. Keluhan kelelahan pada mata, seolah-olah mata terisi oleh pasir, penglihatan kabur dan mata terasa sakit yang dirasakan pekerja menunjukkan bahwa pada proses pengelasan terdapat sinar yang membahayakan mata. Ketidak rutinan pekerja las dalam memakai kacamata las mengakibatkan mata pekerja las terpapar secara langsung oleh sinar tampak, sinar inframerah serta sinar ultra violet. Akibat dari pemajanan secara langsung oleh sinar-sinar yang bersifat radiasi tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada ketajaman penglihatan pekerja las. Dari

gas. Perlengkapan dan Alat-Alat yang Digunakan a. B. kunci (katup) air. ruang gas asetilin. 2001). D. sutra tiruan atau asbes yang berfungsi sebagai penyerap asetor (Suratman. Bagian-bagian dari generator asetilin ini adalah ruang karbit dan dapur gas (retor). Botol Gas Asetilin Botol asetilin terbuat dari baja berisi gas asetilin yang telah dimampatkan dengan volume 40 liter dan tekanan hingga 15 bar.hasil penelitian ketajaman penglihatan oleh Bambang Trisnowiyanto tahun 2002 terhadap pekerja pengelasan listrik di Pasar Semanggi Surakarta didapatkan hasil sebesar 23. Tujuan Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. 2000). alat pembersih (penyaring). Botol Oksigen (Zat Asam) Dalam botol oksigen yang terbuat dari baja dimampatkan gas oksigen dengan tekanan gas sampai 151 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Las . ruang air. dan alat pengaman bila kelebihan tekanan gas (Suratman. Definisi Las Karbit Pengelasan atau dalam bahasa Inggris “Welding” adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam tambahan dan menghasilkan sambungan yang kontinu (Sonawan dan Suratman. Penulis ingin mengetahui apakah sinar yang dihasilkan oleh las karbit juga berbahaya terhadap ketajaman penglihatan dengan berlandaskan pada teori serta penelitian sebelumnya. Dalam botol ini terdapat bahan berpori seperti kapas. maka judul yang diambil dalam penelitian oleh penulis adalah “Pengaruh Pemakaian Kacamata Las terhadap Ketajaman Penglihatan pada Pekerja Las Karbit di Wilayah Pinggir Jalan Goa Jatijajar”. c. las asetilin (las karbit) adalah cara pengelasan dengan menggunakan nyala api yang didapat dari pembakaran gas asetilin dan oksigen (zat asam). Generator Asetilin Gas asetilin dapat dibuat secara sederhana dengan cara mencampur karbit (calcium carbite) ditambah air. b. Judul tersebut diambil karena selama ini penelitian hanya dilakukan Terhadap pekerja las listrik. Karbit 1. Perumusan Masalah Permasalahan yang ingin diajukan dalam penelitian ini adalah: Adakah pengaruh pemakaian kacamata las terhadap ketajaman penglihatan pada pekerja las karbit di wilayah pinggir Jalan Goa Jatijajar Kebumen? C. Bagi Masyarakat Masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai manfaat penggunaan kacamata las bagi pekerja las karbit. dengan rumus kimia CaC2 + 2H2O ® C2H2 + Ca(OH)2 + kalor. Memperhatikan uraian di atas. A. Mengetahui gangguan ketajaman penglihatan pada pekerja las karbit di pinggir Jalan Goa Jatijajar Kebumen. Manfaat 1. Bagi Peneliti Memperdalam dan mengembangkan pengetahuan di bidang kesehatan dan keselamatan kerja. 2001). 2. Menurut Maman Suratman (2001). Pencampuran ini dilakukan dalam sebuah tabung yang disebut generator asetilin. 2. 2. Mengetahui pengaruh pemakaian kacamata las terhadap ketajaman penglihatan pada pekerja las karbit di wilayah pinggir Jalan Goa Jatijajar Kebumen.08% responden yang diteliti mengalami gangguan ketajaman penglihatan ringan dan 30% responden mengalami konjungtivitis. khususnya mengenai manfaat pemakaian kacamata las bagi pekerja las karbit.

i. Fungsi mur pengatur pada kedua ujung selang tersebut adalah untuk mengikat regulator dan mengikat pada pembakar. Fluks (Flux) Fluks adalah bahan kimia berbentuk serbuk atom pasta dan ada juga yang dibalutkan pada kawat las. dan bahan non ferro lainnya (Suratman. Di atas botol dipasang sebuah keran. Pada keran ini terdapat sumbat pengaman. Untuk menyalakan gas ini biasanya digunakan korek api las. Regulator Regulator berfungsi mengatur tekanan isi menjadi tekanan kerja yang tetap besarnya. f. 2001). paduan tembaga. Sedangkan yang dimaksud dengan tekanan kerja adalah tekanan yang dibutuhkan pada waktu melakukan pekerjaan las (Suratman. Untuk menjaga kekeliruan saat pengikatan dengan regulator dan pembakar. sehingga sangat mudah terjilat nyala api. Selang gas asetilin biasanya berwarna merah yang pada ujung-ujungnya terdapat pula mur pengatur dengan ulir kiri. maka baut dan mur pengikat dibedakan satu sama lain. Kawat Las Kawat las digunakan sebagai bahan pengisi untuk kekuatan las. Gas oksigen yang dapat diisikan pada botol tersebut sebanyak 74. 2001). perbedaannya adalah pada pembakar pemotong terdapat pipa ketiga untuk saluran gas oksigen. selain itu ujung pembakarnya berbeda dengan ujung pembakar untuk mengelas. maka sumbat akan pecah dan gas kelebihan akan keluar. g. Nyala api terjadi pada ujung pembakar. Selang las oksigen biasanya berwarna hitam atau hijau. Pada regulator terdapat manometer yaitu manometer tekanan isi dan manometer tekanan kerja.5%. Selang ini harus tahan tekanan tinggi tetapi lemas atau tidak kaku. sebaiknya . Teknik Menyalakan Api Las Menyalakan api las dilakukan dengan menggunakan brander. karena tangan kita posisinya terlalu dekat dengan ujung pembakar. baja. Agar gas karbit mudah terbakar maka diberi oksigen melalui selang ke pembakar (Boentarto. 2001). Pembakar (Torch) Fungsi pembakar pada las asetilin adalah untuk mencampur oksigen dan gas asetilin yang jumlah isinya hampir sama. memotong. Panjang mulut pemotong untuk pekerjaan tertentu berbeda dan terdapat juga ujung pemotong dengan bentuk lengkung (Suratman. 2001). Pada pembakar dapat dipasang berbagai ukuran ujung pembakar. Ruang pencampur dan keran berfungsi mengatur banyaknya oksigen dan asitilin yang digunakan (Suratman. begitu juga bentuk nipelnya dibuat berbeda (Suratman. a. Pada kepala pemotong dipasang mulut pemotong. 2001). Bila tekanan gas di dalam botol naik karena pengaruh panas. Proses Pengelasan pada Las Karbit Las karbit disebut juga las asetilin.bar. 2001). Korek api las yang menggunakan logam gesek ini lebih aman dipakai dan bila logam habis dapat diganti dengan mudah (Suratman. atau mengerjakan logam dengan panas dengan cara mencairkan logam tersebut. Apabila pekerja las karbit belum terampil. Panas untuk mencairkan logam diperoleh dari pembakaran gas karbit/asetilin. Pada ujung-ujung selang oksigen ini terdapat mur penguat ulir kanan. Pembakar berhubungan dengan dua buah selang untuk gas oksigen. Pembakar Pemotong (Cutting Torch) Pembakar untuk pemotong bentuknya serupa dengan pembakar untuk mengelas biasa. untuk memperoleh nyala api yang sesuai dengan tebal benda kerja yang akan dilas atau dipotong. h. 2001). Las karbit sebagaimana juga las yang lain berfungsi sebagai alat untuk menyambung. d. Teknik mengelas meliputi tiga tahapan yaitu tehnik menyalakan api las. kecepatan. Setiap pembakar pemotong mempunyai alat pemegang pipa penghubung dan kepala pemotong. Selang Las Selang las berfungsi untuk menyalurkan gas dari botol gas atau generator ke pembakar.5 m2 dengan kadar gas oksigen murni 99. Jenis bahan kawat las yang dipakai harus sesuai dengan logam yang dilas (Suratman. 2001). Fluks sangat diperlukan untuk mengelas bahan-bahan seperti paduan perak. dan efisiensi kerja pada waktu pengelasan (Suratman. j. sebaiknya menggunakan batang bara api yang cukup panjang. Jika menggunakan korek api. Korek Api Korek api biasa tidak diperkenankan untuk menyalakan gas. Kadar oksigen pada nyala api las asetilin sangat berperan sebagai bahan penunjang untuk penghematan. e. 3. teknik posisi dan tehnik mematikan api las. Pada mulut pemotong ini terdapat sebuah lubang kecil untuk pemanasan pendahuluan. 1997). Yang dimaksud dengan tekanan isi adalah tekanan gas yang berada dalam botol.

maka kerusakan yang terjadi dapat menyebabkan kematian sel atau timbulnya kanker akibat hilangnya kontrol genetik atas pembelahan sel molekul (Corwin. dan menyebabkan perubahan dalam fungsi-fungsi transportasi. c. Bermacam-macam posisi benda kerja antara lain yaitu tegak misalnya rangka bangunan. 2000). Efek Radiasi Nonionisasi Radiasi nonionisasi mencakup radiasi gelombang mikro dan ultrasonografik. Mematikan nyala las dilakukan dengan menutup kran gas asetilin agar nyala api mati (Boentarto. Sinar-sinar tersebut meliputi sinar tampak. tetapi radiasi ini dapat meningkatkan suhu suatu sistem. Radiasi ini memiliki energi yang terlalu kecil untuk dapat memutuskan ikatan DNA atau merusak membran sel. atau secara tidak langsung dengan merusak ikatan antara pasangan-pasangan basa molekul DNA. Rusaknya ikatan tersebut menyebakan kesalahan-kesalahan pada replikasi atau transkripsi DNA. 1997). Tidak semua benda kerja tersebut dapat diangkat dan dirubah posisinya dengan mudah. 4. Teknik Posisi Mengelas Posisi brander terhadap benda yang dilas sangat mempengaruhi hasil pengelasan. sedang dalam penelitian molekul (Corwin. Semua sinar tampak yang masuk ke mata akan diteruskan oleh lensa dan kornea mata ke retina mata. b. Arah gerakan maju atau ke kiri dianjurkan ketika mengelas baja yang tebalnya sampai 4. Hal ini menyebabkan pekerja dalam melihat mencoba mendekatkan matanya terhadap obyek untuk memperbesar ukuran benda. 1997).5 mm atau mengelas besi tuang dan bahanbahan non ferro. Radikal bebas mencari reaksi-reaksi dimana ia dapat memperoleh kembali elektron pasangannya. Efek radiasi nonionisasi pada kesehatan. Energi radiasi bisa terletak di rentang sinar tampak. a. 2000). Kesalahan-kesalahan tersebut sebagian dapat diperbaiki. Bila cahaya ini terlalu kuat maka akan segera menjadi kelelahan pada mata (Nurdin. Banyak benda kerja yang besar dan berat seperti rangka mobil. miring misalnya rangka atap bangunan dan sebagainya. 2000). Teknik posisi harus diikuti dengan gerakan pembakar dan kawat las yang benar. Efek Radiasi Pengion Radiasi pengion dapat menyebabkan kematian sel baik secara langsung dengan merusak membran sel dan menyebakan pembengkakan intrasel sehingga terjadi lisis sel. sinar ultra violet. Selama menjalankan proses tersebut. radikal bebas dapat merusak membran sel. Radiasi adalah transmisi energi melalui emisi berkas cahaya atau gelombang. 1997). retikulum endoplasma. dan sinar inframerah. atau DNA sel yang rentan molekul (Corwin. Ada arah gerakan yang dianjurkan untuk masing-masing benda kerja agar hasil pengelasan baik. 1999). Dalam hal ini pengelasan harus menyesuaikan dengan letak benda kerja tersebut (Boentarto. Radikal bebas adalah suatu atom atau molekul dengan elektron yang tidak memiliki pasangan. Sinar tampak memiliki panjang gelombang 400760 nm. maka akomodasi lebih dipaksa. Radiasi energi tinggi (termasuk radiasi ultra violet) disebut radiasi ionisasi karena memiliki kapasitas melepaskan elektron dari atom atau molekul yang menyebabkan terjadinya ionisasi. Keadan ini menimbulkan penglihatan rangkap dan kabur. c. Radiasi pengion juga dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas. Sinar tampak yaitu merupakan sinar ionisasi yang ditimbulkan dari radiasi. Kelelahan pada mata berdampak pada berkurangnya daya akomodasi mata. Efek Radiasi Sinar-Sinar Las Terhadap Ketajaman Penglihatan Sinar-sinar yang dihasilkan selama proses pengelasan termasuk dalam radiasi energi tinggi atau sering disebut radiasi ionisasi. Selain itu. pintu gerbang yang sulit dirubah posisinya. Teknik Mematikan Api Las Mematikan nyala api las tidak sama dengan mematikan api kompor atau obor. Cedera Radiasi Selama proses pengelasan akan timbul sinar-sinar yang bersifat radiasi yang dapat membahayakan pekerja las. Arah gerakan brander ke kanan atau mundur dianjurkan untuk mengelas baja yang tebalnya 4. tetapi dapat pula lebih besar atau lebih kecil dibandingkan sinar tampak. b. Radiasi energi rendah disebut radiasi non ionisasi karena tidak dapat melepaskan elektron dari atom atau molekul (Corwin.memakai korek api khusus untuk mengelas. . apabila tidak. 2000). kran-kran dan tekanan kerja harus sudah disetel sesuai dengan brander yang digunakan (Boentarto.5 mm ke atas (Boentarto. Sinar sinar tersebut antara lain: 1) Sinar Tampak Benda kerja dan bahan tambah yang mencair pada las mengeluarkan sinar tampak. Sebelum ujung brander disulut. 1997).

fotofobia. Para pekerja yang kemungkinan dapat terkena bahaya dari sinar yang menyilaukan. 3) Cipratan ledakan-ledakan kecil dari cairan las yang mengakibatkan terbakarnya bagian kepala (Nurdin. Pekerjaan pengelasan juga menghasilkan radiasi inframerah tergantung pada temperatur lelah mental (Direktorat Hilir Bidang Pemasaran dan Niaga. lensa mata dapat mengalami kerusakan permanen. sinar ultra violet juga dapat mengakibatkan fotoelektrika. Jenis Alat Pelindung Diri Pada Bengkel Las a. Lensa mata yang terpapari radiasi dalam waktu cukup lama akan berakibat pada fungsi transparasi lensa menjadi terganggu sehingga penglihatan menjadi kabur. Pemaparan sinar ultra violet dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat atau pemaparan sinar ultra violet intensitas rendah dalam waktu cukup lama akan merusak kornea mata. terjadinya peyakit cornea. maka pada benda tersebut dilepaskan energi yang berubah menjadi panas. 4) Terbuat dari fibre glass (Nurdin. pengerjaan laser.pemaksaan daya akomodasi oleh mata juga menimbulkan sakit kepala di daerah atas mata. dan konjungtiva kemotik (Nurdin. 2000). 5. Helm Pengaman Helm pengaman sangat penting penggunaannya. Sinar infra merah adalah sinar yang merupakan sumber panas yang memancarkan gelombang gelombang elektromagnetis. 2004) Pada mata. 2003). Sebagai akibatnya. seperti sinar dari las potong dengan menggunakan gas dan percikan dari las sinar yang memijar harus menggunakan pelindung mata khusus. 1999). Jika gelombang ini mengenai benda. Sinar ultra violet akan segera merusak epitel kornea. Pasien akan merasa mata sangat sakit. 1999). Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menghindari kemungkinan mata terpapar sinar ultra violet dan menggunakan kacamata yang tidak tembus sinar tersebut (Budiono. yang kadang-kadang disertai dengan kornea yang keruh dan uji fluorensin positif. lampu-lampu pijar. 1999). mata seperti kelilipan atau kemasukan pasir. Lensa mata mempunyai radiosensitivitas lebih tinggi dibandingkan retina mata. yaitu akan terjadi pembengkakan pada kelopak mata. 2) Sinar Infra Merah Sinar infra merah dan ultra violet berasal dari busur listrik. 2003). panas dan goresan benda tajam. inframerah dan lain-lain yang dapat merusak mata. Radiasi lebih mudah menimbulkan katarak pada usia muda dibandingkan dengan usia tua (Akadi. dan lain-lain (Budiono. Pasien yang telah terkena sinar ultra violet akan memberikan keluhan 4-10 jam setelah trauma. Pengaruh sinar infra merah terhadap mata sama dengan pengaruh panas. 3) Sinar Ultra Violet Sinar ultra violet mempunyai panjang gelombang antara 240 nm-320 nm. tetapi sinar ini mempunyai pengaruh besar terhadap reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Kacamata Las (Gogel) Pelindung mata digunakan untuk menghindari pengaruh radiasi energi seperti sinar ultra violet. Keratitis ini dapat sembuh tanpa cacat. 2) Kejatuhan langsung benda keras terhadap kepala. Penyinaran yang mengenai mata dengan dosis 2-5 Sv dapat mengakibatkan terjadinya katarak pada lensa mata. 1999). karena itu sinar ini lebih berbahaya. Adanya sinar infra merah tidak segera terasa oleh mata. Keratitis terutama terdapat pada fisura palpebra. blefarospasme. Sinar ultra violet sebenarnya adalah pancaran yang mudah terserap. Tajam penglihatan akan terganggu. yaitu untuk menghindari: 1) Tumbukan langsung benda keras dengan kepala. Radiasi dapat menimbulkan kerusakan sel pada lensa mata sehingga sel-sel itu tidak mampu melakukan peremajaan. Syarat-syarat dari helm pengaman yaitu: 1) Nyaman dipakai. 2) Kuat dan tahan dari benturan. 3) Daya kalor panasnya relatif kecil. tidak terlihat dan tidak terasa. juga dihasilkan pada kegiatan pengelasan. sebab tidak diketahui. Keratitis dapat bersifat akibat efek kumulatif sinar ultra violet sehingga gambaran keratitisnya menjadi berat (Ilyas. 2002). Kornea akan menunjukkan adanya infiltrat pada permukaannya. akan tetapi bila radiasi berjalan lama kerusakan dapat permanen sehingga akan memberikan kekeruhan pada kornea. Pupil akan terlihat miosis. presbiovia yang terlalu dini dan kerabunan (Nurdin. Sumber sinar ultra violet selain sinar matahari. . b.

sehingga dapat dicegah bahayanya bagi mata. Tujuan dari filter ini adalah untuk menghilangkan dan menyaring sinar infra merah dan ultra violet. misalnya abu-abu. 3) Harus mempunyai sifat-sifat yang tidak melelahkan mata. 1999).Jenis pelindung mata yang digunakan sebagai alat pelindung diri oleh pekerja las karbit adalah kacamata las (gogel). Lebih banyak sinar dari suatu panjang gelombang yang dipancarkan oleh suatu sumber bahaya. karena menggunakan bahan buatan. e. vertikal maupun horizontal. dapat berbentuk helm las (helmet welding) dan kedok las (handshield welding). Kacamata Bening (Safety Spectacles) Kacamata bening dipakai pada waktu membersihkan terak. karena terak sangat rapuh dan keras pada waktu dingin (Nurdin. . karena katun dan kulit akan tidak cepat bereaksi bila bersentuhan dengan panas. Kedok las dan helm las dilengkapi dengan kaca penyaring (filter) yang harus dipakai selama proses pengelasan. 2) Harus mampu menahan cahaya dan sinar yang berbahaya. f. Filter dilapisi oleh kaca bening atau kaca plastik yang ditempatkan di sebelah luar dan dalam. g. Gagang kacamata las terbuat dari bahan yang tidak begitu keras. Selain itu. 1999). coklat atau hijau. Dalam tahun-tahun terakhir ini pembuatan kacamata las telah mengalami kemajuan. biasanya kacamata las hanya dapat menahan sekian persen dari sinar-sinar yang berbahaya. Kedok las yang dipegang dengan tangan. 1999). sehingga pada saat kacamata dipakai sepanjang hari dan berkeringat. Gogel tersebut harus mampu menurunkan kekuatan pancaran sinar tampak dan harus dapat melindungi mata dari pancaran sinar ultra violet dan inframerah. digunakan pada waktu mengelas di bawah tangan. Syarat-syarat pakaian kerja yaitu: 1) Bahan pakaian kerja harus terbuat dari kain katun atau kulit. Alat ini digunakan terutama pada waktu mengelas posisi di atas kepala. 5) Harus memberikan rasa nyaman kepada pemakai (Wiryosumarto. Mika dan celon ini mencegah kaca menjadi buram. Bahan dari kacamata las (gogel) dapat terbuat dari plastik yang transparan dengan lensa yang dilapisi kobalt untuk melindungi bahaya radiasi gelombang elektromagnetik non ionisasi dan kesilauan atau lensa yang terbuat dari kaca yang dilapisi timah hitam untuk melindungi dari radiasi gelombang elektromagnetik dan mengion (Budiono. maka kacamata itu tidak akan menjadi buram karena penglihatan. yang tidak dapat dilindungi dengan hanya memakai pelindung mata saja. Namun. maka lebih besar pula daya absorbsi untuk sinar itu yang harus dipunyai kacamata las. Pakaian Kerja Pakaian kerja pada waktu mengelas berfungsi untuk melindungi anggota badan dari bahaya-bahaya waktu mengelas. sebab akan menyilaukan. Pelindung Muka Pelindung muka dipakai untuk melindungi seluruh muka terhadap kebakaran kulit sebagai akibat dari cahaya busur. karena tidak dapat melihat benda kerja dengan jelas. yang berfungsi untuk mengikat kaca. 4) Harus tahan lama dan mempunyai sifat yang tidak mudah berubah. maka kacamata nyaman dipakai. Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam memilih gogel adalah: 1) Harus mempunyai daya penerus yang tepat terhadap cahaya tampak. tidak membuat sakit pada kulit muka. Pelindung Telinga (Hearing Protection) Alat pelindung telinga digunakan untuk melindungi telinga dari kebisingan pada waktu menggerinda. 1999). Kacamata las (gogel) sangat penting digunakan pada saat mengelas. tetapi juga tidak boleh terlalu terang. untuk melindungi mata dari radiasi sinar ultra violet. c. Bentuk dari pelindung muka bermacam-macam. 2000). Bagian bundar dari kacamata dihubungkan dengan sebuah kawat baja. sinar tampak dan sinar inframerah. Untuk keperluan ini maka kacamata las harus mempunyai warna tranmisi tertentu. Helm las dipakai pada kepala sehingga kedua tangan bisa bebas. 2003). Alat Pelindung Hidung (Respirator) Alat pelindung hidung digunakan untuk menjaga asap dan debu agar tidak langsung masuk ke hidung (Nurdin. fungsinya untuk melindungi filter dari percikan-percikan las (Nurdin. pada bagian dalam kaca yang sudah kuat tersebut masih bisa dilapisi dengan sebuah pelat bening dari mika atau celon. persiapan pengelasan dan lain sebagainya (Nurdin. Lensa kacamata tidak boleh terlalu gelap. meluruskan benda kerja. Untuk mendapatkan kacamata las dengan kaca gelap yang memiliki sifat tidak tembus sinar-sinar berbahaya sulit didapatkan. Karena sifat lengkung dari kawat baja tersebut. Karena lubang hawa yang kecil pada gagangnya dan karena kaca mukanya bukan penghantar panas yang baik. percikan dan lain-lainnya. d.

Anatomi dan Faal Mata Mata adalah indera penglihatan. 3) Pakaian kerja tidak terlalu longgar dan tidak terlalu sempit. Sepatu Kerja Fungsi dari sepatu kerja yaitu untuk melindungi kaki dari beram-beram tajam. 1999). dan bahan dari kulit (Nurdin. karena bahan tersebut akan cepat bereaksi dan mudah menempel pada kulit badan apabila kena loncatan bunga api. kejatuhan benda-benda tajam dan percikan cairan logam serta goresan-goresan benda-benda tajam. Kornea bekerja sebagai jendela bening yang melindungi struktur halus yang berada di belakangnya. 3) Sistem Saluran Air Mata (Lakrimal) Menghasilkan cairan air mata. Menurut Edi S.2) Menghindari pakaian kerja yang terbuat dari bahan polyester atau bahan yang mengandung sintetis. 2. 1999). mengalihkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak. yaitu: a. Syarat-syarat dari sepatu kerja yaitu kuat dan tahan api. karena kalau terlalu longgar akan menambah ruang gerak anggota badan. hal ini dapat menimbulkan tersangkut dengan benda lain atau kemasukan bunga api (Nurdin. Sarung tangan harus lemas sehingga tidak mengganggu pekerjaan jari-jari tangan. Pelindung dada dipakai setelah baju las (Boentarto. tajam penglihatan adalah kemampuan untuk membedakan antara dua titik yang berbeda pada jarak tertentu. mata terdiri dari: 1) Kornea Kornea disebut juga selaput bening mata. jika mengalami kekeruhan akan sangat mengganggu penglihatan. 2) Konjungtiva Konjungtiva adalah membran tipis yang melapisi dan melindungi bola mata bagian luar. 4) Rongga Orbita Merupakan rongga tempat bola mata yang dilindungi oleh tulang-tulang yang kokoh. 2005). Kornea tidak mengandung pembuluh darah (Pearce. Adapun anatomi organ penglihatan dapat dikelompokkan menjadi dua bagian. dimana terletak pada pinggir luar dari alis mata. 2) Sklera . Waktu mengelas harus selalu memakai sepasang sarung tangan (Boentarto. b. 4) Hindarkan celana dari lipatan bagian bawah. terlalu sempit akan mengurangi gerak anggota badan. h. 1997). Definisi Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan (visus) adalah nilai kebalikan sudut (dalam menit) terkecil di mana sebuah benda masih kelihatan dan dapat dibedakan (Gabriel. 1999). Sinar dari las listrik termasuk sinar yang sangat tajam. Affandi (2005). Pelindung Dada (Apron) Bagian dalam dada merupakan bagian yang sangat peka terhadap pengaruh panas dan sinar yang tajam. i. 5) Otot-Otot Bola Mata Masing-masing bola mata mempunyai 6 (enam) buah otot yang berfungsi menggerakkan kedua bola mata secara terkoordinasi pada saat melirik (Perdami. Adneksa Mata Merupakan jaringan pendukung mata yang terdiri dari: 1) Kelopak Mata Kelopak mata berfungsi melindungi mata dan berkedip serta untuk melicinkan dan membasahi mata. 1995). Ketajaman Penglihatan 1. Untuk melindungi bagian dalam dada tersebut digunakan pelindung dada. Untuk melindungi jari-jari tangan dari benda panas dan sengatan listrik. Mata dibentuk untuk menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina. Sarung Tangan Pekerjaan mengelas selalu berhadapan dengan benda-benda panas dan arus listrik. tinggi dengan penutup ujung sepatu dari baja. lalu dengan perantaraan serabut-serabut nervus optikus. Bola Mata Jika diurut mulai dari yang paling depan sampai bagian belakang. maka tukang las harus memakai sarung tangan yang tahan panas dan bersifat isolasi. B. j. Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang pemegang elektroda. untuk ditafsirkan. serta membantu memfokuskan bayangan pada retina. 1997).

lantas akhirnya mencapai pusat visual khusus dalam lobus oksipitalis otak. 3) Bilik Mata Depan Suatu rongga yang berisi cairan yang memudahkan iris untuk bergerak (Perdami. Iris adalah lapisan yang dapat bergerak untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mata. aqueus humor. disebut granula. Lensa adalah organ fokus utama. Fungsi Refraksi Mata Lensa memegang peranan penting dalam pembiasan (refraksi) cahaya.Yaitu lapisan berwarna putih di bawah konjungtiva serta merupakan bagian dengan konsistensi yang relatif lebih keras untuk membentuk bola mata (Perdami. badan siliar dan koroid. yang membiaskan berkas-berkas cahaya yang terpantul dari benda-benda yang dilihat. Retina adalah mekanisme persyarafan untuk penglihatan. 2005). dimana lebarnya diatur oleh gerakan iris (Perdami. lensa dan badan vitreus guna merangsang ujung-ujung saraf dalam retina. dengan kecekungan terbesar berada pada sisi depan (Seeley. Hal ini disebut akomodasi visuil (Pearce. lensa dan badan vitreus. dan badan kaca. Ujung proximal batang-batang dan kerucut-kerucut itu membentuk sinapsis (penghubung) pertama dengan lapisan bipoler dalam retina. juga dalam retina. 2005). 8) Retina Merupakan reseptor yang peka terhadap cahaya. untuk ditafsirkan. Dengan mempergunakan otot siliare. Refraksi adalah pembiasan cahaya apabila cahaya memasuki media yang berbeda kerapatannya (densitasnya) dengan arah miring. Lensa berada dalam sebuah kapsul elastik yang dikaitkan pada korpus siliare khoroid oleh ligamentum suspensorium. Serabut-serabut saraf ini bergerak ke belakang. Axon-axon sel-sel ini merupakan serabut-serabut dalam nervus optikus. 1999). 2000). 2005). Transparan dan cekung. Sedangkan bila cahaya kuat iris akan berelaksasi dan pupil mengecil sehingga cahaya yang masuk tidak berlebihan. permukaan anterior lensa dapat lebih atau agak kurang dicembungkan. maka sejumlah stasiun penghubung bertugas untuk mengirimkan perasaan. lensa. Retina memuat ujung-ujung nervus optikus. Proses kedua yang dilakukan sel-sel itu adalah membentuk sinapsis kedua dengan sel-sel ganglion besar. 5) Pupil Merupakan suatu lubang tempat cahaya masuk ke dalam mata. dalam hal ini penglihatan. Bila sebuah bayangan tertangkap (tertangkap oleh mata) maka berkas-berkas cahaya benda yang dilihat. c. 4) Uvea Terdiri dari 3 bagian yaitu iris. Rangsangan yang diterima retina bergerak melalui traktus optikus menuju daerah visuil dalam otak. sehingga menimbulkan lukisan dan bentuk (Pearce. 2005). Lensa adalah bagian yang penting dalam proses ini karena lensa membelokkan cahaya agar cahaya tadi dapat difokuskan (dipusatkan ) di retina. Badan siliar berfungsi menghasilkan cairan yang mengisi bilik mata. 6) Lensa Lensa adalah suatu struktur biologis yang tidak umum. Bagian mata yang sangat penting dalam memfokuskan bayangan pada retina adalah kornea. menjadi bayangan yang jelas pada retina. 1999). 9) Papil Saraf Optik Berfungsi meneruskan rangsangan cahaya yang diterima dari retina menuju bagian otak yang terletak pada bagian belakang kepala (korteks oksipital) (Perdami. Bila cahaya lemah iris akan berkontraksi dan pupil membesar sehingga cahaya yang masuk lebih banyak. Kedua daerah visuil menerima berita dari kedua mata. Pada saat berkas cahaya datang dari udara melewati bangunan yang bening pada mata yang disebut media refrakta. Sebagian stasiun penghubung ini berada dalam retina. di mana penglihatan ditafsirkan (Pearce. Media refrakta meliputi kornea. Sela-sela berupa lingkaran yang terdapat di antaranya. aqueus humor. terdapat lapisan-lapisan batang dan kerucut yang merupakan sel-sel penglihat khusus yang peka terhadap cahaya. disebut juga sebagai badan kaca karena konsistensinya yang berupa gel dan bening dapat meneruskan cahaya yang masuk sampai ke retina (Perdami. 2005). menembus kornea. Dari retina cahaya diubah ke dalam impuls cahaya yang dihantarkan melewati nervus optikus ke pusat penglihatan di lobus oksipitalis otak . sedangkan koroid merupakan lapisan yang banyak mengandung pembuluh darah untuk memberi nutrisi pada bagian mata (Perdami. mula-mula mencapai pusat yang lebih rendah dalam badan-badan khusus talamus. Sebelah dalam tepi retina. maka cahaya tadi akan dibengkokkan (dibelokkan). Seperti yang selalu terjadi dalam menafsirkan semua perasaan yang datang dari luar. 1999). guna memfokuskan benda-benda dekat atau jauh. 200:2). 7) Badan Kaca (Vitreus) Bagian terbesar yang mengisi bola mata.

1996). Pada tenaga kerja berusia lebih dari 40 tahun. ligamentum suspensorium mengalami relaksasi (mengendor) dan menambah kelengkungan lensa. antara lain faktor letak sumber cahaya. 1990).mental dan kelelahan mata. 1996). kontras dan ukuran benda perlu lebih besar untuk melihat dengan ketajaman yang sama (Suma’mur. seperti Pungtum Proksimum merupakan titik terdekat dimana seseorang masih dapat melihat dengan jelas. maka bayangan akan kabur apabila objek didekatkan ke mata.000 di tempat terbuka sepanjang siang dan 50-500 lux pada malam hari dengan pencahayaan buatan. mulai dari beberapa lux di dalam ruangan gelap hingga 100. Penambahan kekuatan cahaya berarti menambah daya. dan karena itu. Hal ini menimbulkan adannya beban tambahan pada pekerja yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan. yang dikendalikan oleh muskulus siliaris. Proses ini disebut akomodasi. harus dilihat pula aspek kualitas pencahayaan. 2004). Namun meskipun pencahayaan cukup. Pungtum Remotum adalah titik terjauh dimana . sebab keanekaragaman kontras silau menyebabkan kelelahan mata. kapasitasnya untuk melengkung juga berkurang. umumnya pekerja informal bekerja lebih dari 7 jam/hari. Begitu juga penyebaran cahaya di dalam ruangan harus merata supaya mata tidak perlu lagi menyesuaikan terhadap berbagai kontras silau. 1996). mata berair dan kelopak mata berwarna merah (konjungtivitis) b) Penglihatan rangkap c) Sakit kepala d) Ketajaman penglihatan merosot. visus jarang ditemukan 6/6. Meskipun terjadi keanekaragaman jam kerja. Sinar yang salah arah dan pencahayaan yang sangat kuat menyebabkan kilauan pada obyek. Akomodasi dimungkinkan karena adanya zonula atau ligamentum suspensorium lentis yang mengelilingi lensa. 1990). Kejadian ini diiringi dengan konvergensi mata dan konstriksi pupil untuk memungkinkan cahaya melewati bagian sentral lensa. cairan mata. Pada orang normal susunan pembiasan oleh media penglihatan dan panjangnya bola mata demikian seimbang sehingga bayangan benda selalu melalui media penglihatan dibiaskan tepat di daerah makula lutea. berwarna kekuningan dan menjadi lebih keras. tetapi kelelahan relatif bertambah pula. 4) Kelainan Refraksi Hasil pembiasan sinar pada mata ditentukan oleh media penglihatan yang terdiri atas kornea. Yang dimaksud dengan jam kerja adalah jam waktu bekerja termasuk waktu istirahat (Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat. Mata yang normal disebut sebagai mata emetropia dan akan menempatkan bayangan benda tepat di retinanya pada keadaan mata tidak melakukan akomodasi atau istirahat melihat jauh (Ilyas. Sedangkan kelelahan mata dapat menyebabkan: a) Iritasi. d. sedang titik jauh pada umumnya tetap saja. Dikenal beberapa titik di dalam bidang refraksi. titik-titik dekat menjauhi mata. Apabila lensa berada dengan jarak fokus yang sama. Untuk dapat melihat objek yang didekatkan mata dengan jelas harus terjadi perubahan kecembungan lensa untuk dapat mengubah jarak fokus (jarak titik api). Maka dari itu. Hal ini disebabkan antara lain oleh faktor-faktor sebagai berikut: 1) Kuat Penerangan atau Pencahayaan Mata manusia sensitif terhadap kekuatan pencahayaan.(Darling dan Thorpe. melainkan berkurang. lensa. Kelelahan ini diantaranya akan mempertinggi kecelakaan. 2) Waktu Papar Pemaparan terus menerus misalnya pada pekerja sektor perindustrian yang jam kerjanya melebihi 40 jam/minggu dapat menimbulkan berbagai penyakit akibat kerja. 3) Umur Ketajaman penglihatan berkurang menurut bertambahnya usia. Akibatnya. benda kaca. Pada mata normal dimungkinkan untuk melihat objek sedekat 25 cm (Darling dan Thorpe. Kilauan ini dapat menimbulkan kerusakan mata. lensa bertambah besar dan lebih pipih. Kekuatan pencahayaan ini aneka ragam yaitu berkisar 2000-100.000 lux di tengah terik matahari. Hal ini mengakibatkan lensa kehilangan kekenyalannya. dan panjangnya bola mata. Makin banyak umur. Faktor Penyebab Gangguan Ketajaman Penglihatan Ketajaman penglihatan seseorang dapat berkurang. begitu pula kepekaan terhadap perbedaan (contrast sensitivity) dan kecepatan pandangan e) Kekuatan menyesuaikan (accomodation) dan konvergensi menurun (Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat. Apabila muskulus siliaris berkontraksi.

Katarak dapat timbul pada usia berapa saja setelah trauma lensa. Keadaan ini disebut astenopia akomodatif. sering disertai dengan juling dan celah kelopak yang sempit. Cacat ini dapat dikoreksi dengan kacamata lensa bikonkaf (lensa cekung). Satu titik cahaya yang coba difokuskan. Pada hipermetropia. 2004). infeksi mata. Gejala yang ditemukan pada hipermetropia adalah penglihatan dekat dan jauh kabur. Mata yang astigmatisma memiliki kornea yang bulat telur. Pada hipermetropia sinar sejajar difokuskan di belakang makula lutea (Ilyas.seseorang masih dapat melihat dengan jelas. Akibat terus menerus berakomodasi. 2000). Cacat ini dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata lensa cembung. akan terlihat sebagai satu garis kabur yang panjang. presbiopia. silau. 2004) Miopia tampak bersifat genetika. sebagian dapat mengkompensasi cacat ini. 2004). sakit kepala. dan sering terasa pedas (Ilyas. Lensa yang digunakan untuk mengatasi astigmatisma adalah lensa silinder. Pasien dengan miopia akan menyatakan melihat jelas bila dekat. 2004). Keadaan ini dapat dikoreksi dengan memakai kacamata lensa cembung (Ganong. b) Hipermetropia Hipermetropia atau rabun dekat merupakan keadaan gangguan kekuatan pembiasan mata dimana sinar sejajar jauh tidak cukup dibiaskan sehingga titik fokusnya terletak di belakang retina. Pasien hipermetropia sering disebut sebagai pasien rabun dekat. 2004). yang membuat sinar cahaya sejajar berdivergensi sedikit sebelum ia mengenai mata (Ganong. maupun kelainan pada lensa. Kornea yang bulat telur memiliki lengkung (meridian) yang tidak sama akan memfokus satu titik cahaya atau satu objek pada dua tempat. jauh dan dekat. d) Astigmatisma Kelainan refraksi karena kelengkungan kornea yang tidak teratur disebut astigmatisma. Pada emetropia. di samping lensa silinder ini. Secara klinik kelainan refraksi adalah akibat kerusakan ada akomodasi visuil. a) Miopi Pada miopia panjang bola mata anteroposterior dapat terlalu besar atau kekuatan pembiasan media refraksi terlalu kuat (Ilyas. yang membantu kekuatan refraksi mata dalam memperpendek jarak fokus (Ganong. e) Katarak Katarak merupakan salah satu faktor penyebab gangguan ketajaman penglihatan. dan astigmatisma. berair. Kehilangan akomodasi cukup menyulitkan individu untuk membaca dan melakukan pekerjaan dekat. Pada penderita astigmatisma. Seseorang miopia mempunyai kebiasaan mengeryitkan matanya untuk mencegah aberasi sferis atau untuk mendapatkan efek pinhole (lubang kecil) (Ilyas. titik ini merupakan titik dalam ruang yang berhubungan dengan retina atau foveola bila mata istirahat. 2004). sedangkan melihat jauh kabur atau disebut pasien adalah rabun jauh. entah itu sebagai akibat perubahan biji mata. sistem optik yang astigmatismatik menimbulkan perbesaran atas satu objek dalam berbagai arah yang berbeda. tetapi pengalaman penglihatan abnormal seperti kerja dekat berlebihan dapat mempercepat perkembangannya. atau berwarna putih abu-abu. 2002). maka bola mata bersama-sama melakukan konvergensi dan mata akan sering terlihat mempunyai kedudukan estropia atau juling ke dalam (Ilyas. atau akibat pejanan . Akibat gangguan akomodasi ini maka pada pasien berusia lebih dari 40 tahun. akomodasi dipertahankan bahkan sewaktu memandang objek jauh. dan ketajaman penglihatan berkurang (Corwin. Pasien dengan hipermetropia apapun penyebabnya akan mengeluh matanya lelah dan sakit karena terus menerus harus berakomodasi untuk melihat atau memfokuskan bayangan yang terletak di belakang makula agar terletak di daerah makula lutea. tetapi usaha otot yang lama melelahkan serta bisa menyebabkan nyeri kepala dan pengaburan penglihatan. Pasien dengan miopia akan memberikan keluhan sakit kepala. dan kadang-kadang rasa juling atau lihat ganda. 2002) c) Presbiopia Presbiopia adalah gangguan akomodasi pada usia lanjut yang dapat terjadi akibat kelemahan otot akomodasi dan lensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa. pungtum remotum terletak di depan mata (Ilyas. Katarak adalah penurunan progresif kejernihan lensa. 2002). orang yang astigmatisma membutuhkan juga lensa sferik plus atau minus yang dipasang sesuai dengan porosnya (Youngson. bukannya seperti kornea biasa yang bulat sferik. Lensa menjadi keruh. akan memberikan keluhan setelah membaca yaitu berupa mata lelah. hipermetropia. Tetapi pada umumnya. Kelainan refraksi yang sering dihadapi sehari-hari adalah miopia. 1995).

f) Konjungtivitis Salah satu penyebab gangguan ketajaman penglihatan adalah konjungtivitis yang terjadi pada konjungtiva. Kelelahan pada mata berdampak pada berkurangnya daya akomo asi mata. Low vision sedang Dengan kacamata kuat atau kaca pembesar masih dapat membaca dengan cepat. Penglihatan normal Pada keadaan ini penglihatan mata adalah normal dan sehat. Selain itu. Para pengidap diabetes melitus kronik sering mengalami katarak. f. Hal ini menyebabkan pekerja dalam . 2000). Buta total Tidak mengenal rangsangan sinar sama sekali. 4. e. aerosol dan gas toksik yang mengiritasi serta berbagai jenis radiasi (Youngson. 2004). akan tetapi perlu penyebabnya. Sinar-sinar yang membahayakan tersebut adalah sinar tampak. 1999). Diperlukan tongkat putih untuk mengenal lingkungan. 2000). Pengaruh Pemakaian Kacamata Las Terhadap Ketajaman Penglihatan Sinar yang ditimbulkan pada waktu mengelas bila langsung mengenai mata tanpa menggunakan kacamata las sangat berbahaya. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dapat dilakukan dengan menggunakan Optotype Snellen. kartu Cincin Landolt. kartu uji E. Harus mempergunakan alat nonvisual. klamidia. Adapun penggolongannya adalah sebagai berikut: a. Seluruhny tergantung pada alat indera lainnya atau tidak mata (Ilyas. c. Hampir buta Penglihatan kurang dari 4 kaki untuk menghitung jari. b. Membaca menjadi lambat. Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan Tidak semua orang mempunyai ketajaman penglihatan yang sama. Janin yang terpajan virus rubela dapat mengalami katarak. Mungkin suatu penyakit masih dapat diperbaiki. Tajam penglihatan dan penglihatan kurang dibagi dalam tujuh kategori. 3. Ketajaman penglihatan ini dalam istilah kedokteran disebut visus. 1999) Semua sinar tampak yang masuk ke mata akan diteruskan oleh lensa dan kornea mata ke retina mata. Low vision nyata Bertambahnya masalah orientasi dan mobilisasi. konjungtivitis dapat terjadi karena konjungtiva terpajan jenis perusak seperti debu. virus. 2004). (Ilyas. kecuali pada keadaan tertentu. Konjungtivitis adalah peradangan konjungtiva akibat suatu proses infeksi atau respons energi (Corwin. Bila cahaya ini terlalu kuat maka akan segera menjadi kelelahan pada mata (Nurdin.radiasi atau obat tertentu. yang kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan aliran darah ke mata dan perubahan penanganan dan metabolisme glukosa (Corwin. radio. tajam penglihatan kurang (low vision) dan tajam penglihatan dalam keadaan buta. dan molluscum contagiosum (Ilyas. pustaka kaset. sinar inframerah dan sinar ultra violet (Nurdin. Penglihatan hampir normal Tidak menimbulkan masalah yang gawat. dan kartu uji Sheridan/Gardiner. Konjungtivitis dapat disebabkan bakteri seperti konjungtivitis gonokok. Gangguan penglihatan memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui sebab kelainan mata yang mengakibatkan turunnya tajam penglihatan. alergi toksik. 1995). Ketajaman penglihatan (visus) dipergunakan untuk menentukan penggunaan kacamata. 1995). Tajam penglihatan perlu dicatat pada setiap mata yang memberikan keluhan mata. 2004). Penglihatan tidak bermanfaat. g. Di bawah ini ditunjukkan tabel penggolongan keadaan tajam penglihatan normal. Pemeriksaan tajam penglihatan merupakan pemeriksaan fungsi mata. Low vision berat Masih mungkin orientasi dan mobilitas umum akan tetapi mendapat kesukaran pada lalu lintas dan melihat nomor mobil. umumnya memerlukan Braille. d. Hanya minat yang kuat masih mungkin membaca dengan kaca pembesar. Untuk membaca diperlukan lensa pembesar kuat. Visus penderita bukan saja memberi pengertian tentang optiknya (kaca mata) tetapi mempunyai arti yang lebih luas yaitu memberi keterangan tentang baik buruknya fungsi mata keseluruhan (Gabriel.

Akibat dari sinar-sinar tersebut tidak akan lama apabila pekerja las telah memenuhi persyaratan bekerja. fotofobia. Lensa mata yang terpapari radiasi dalam waktu cukup lama akan berakibat pada fungsi transparasi lensa menjadi terganggu sehingga penglihatan menjadi kabur. Keratitis terutama terdapat pada fisura palpebra. blefarospasme. yaitu dengan menggunakan kacamata pelindung yang ditentukan. dan konjungtiva kemotik (Nurdin. Sinar ultra violet akan segera merusak epitel kornea. 1999). Dengan menggunakan kacamata las. 2002). Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode survey. Keratitis ini dapat sembuh tanpa cacat. BAB III METODE PENELITIAN B. Sebagai akibatnya. Pengaruh sinar infra merah terhadap mata sama dengan pengaruh panas. yaitu akan terjadi pembengkakan pada kelopak mata. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2002). kacamata las sangat penting digunakan pada saat mengelas karena dapat melindungi mata dari radiasi ultra violet. serta sinar ultra violet yang berbahaya bagi mata karena pemaparan langsung sinar-sinar tersebut ke mata dapat mengakibatkan gangguan ketajaman penglihatan pada mata. sinar inframerah. Tajam penglihatan akan terganggu. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu pemakaian kacamata las sedangkan variabel terikatnya adalah ketajaman penglihatan pekerja las karbit. 2004). 1999). Pupil akan terlihat miosis. pengertian dari variabel bebas adalah merupakan variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (variabel terikat). mata seperti kelilipan atau kemasukan pasir. Kornea akan menunjukkan adanya infiltrat pada permukaannya. akan tetapi bila radiasi berjalan lama kerusakan dapat permanen sehingga akan memberikan kekeruhan pada kornea (Ilyas. Berdasarkan kerangka berfikir di atas. lensa mata dapat mengalami kerusakan permanen. Oleh karena itu. maka mata pekerja las akan terhindar dari paparan langsung sinar tampak. Radiasi lebih mudah menimbulkan katarak pada usia muda dibandingkan dengan usia tua (Akadi. 2000). Jadi variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi. sinar tampak dan sinar inframerah (Suratman. maka dalam penelitian ini hipotesis alternatifnya adalah ada pengaruh antara pemakaian kacamata las terhadap ketajaman penglihatan pada pekerja las karbit di wilayah pinggir Jalan Goa Jatijajar Kebumen. . Pasien akan merasa mata sangat sakit.melihat mencoba mendekatkan matanya terhadap obyek untuk memperbesar ukuran benda. C. yang kadang-kadang disertai dengan kornea yang keruh dan uji fluorensin positif. D. Keadan ini menimbulkan penglihatan rangkap dan kabur. hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Penyinaran yang mengenai mata dengan dosis 2-5 Sv dapat mengakibatkan terjadinya katarak pada lensa mata. Sedangkan pengertian dari variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. dengan pendekatan cross sectional dimana data yang menyangkut variabel bebas atau resiko dan variabel terikat atau variabel akibat yang terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan (Notoatmojo. terjadinya peyakit cornea. 2001). Pasien yang telah terkena sinar ultra violet akan memberikan keluhan 4-10 jam setelah trauma. presbiovia yang terlalu dini dan kerabunan (Nurdin. maka akomodasi lebih dipaksa. Hipotesis Menurut Sugiyono (2002). Radiasi dapat menimbulkan kerusakan sel pada lensa mata sehingga sel-sel itu tidak mampu melakukan peremajaan.

angket diujicobakan terlebih dahulu pada responden yaitu pekerja las karbit di wilayah pinggir Jalan Goa Jatijajar Kebumen. Angket Menurut Notoatmodjo (2002) yang dimaksud dengan angket adalah suatu cara pengumpulan data atau suatu penelitian mengenai suatu masalah yang umumnya banyak menyangkut kepentingan umum atau orang banyak. Meminta ijin kepada para pekerja las karbit di wilayah pinggir Jalan Goa Jatijajar dengan membawa surat keterangan penelitian dari Universitas. Responden dapat memilih waktu senggang untuk mengisinya. d. sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Cara pemberian dan pengumpulan angket yaitu dengan cara: a. Sumber data primer. obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. G. Pemeriksaan ketajaman penglihatan dilakukan pada tempat kerja dengan cara sebagai berikut: a. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas. c. 2002).E. Secara psikologis responden tidak merasa terpaksa. c. Sumber Data Dalam penelitian ini ada dua sumber data yang digunakan yaitu: 1. yaitu data yang bersumber dari hasil pemeriksaan ketajaman penglihatan dengan menggunakan Optotype Snellen dan data dari hasil penilaian kuesioner. diajukan secara tertulis kepada sejumlah subyek untuk mendapatkan tanggapan. Setelah 30 menit angket dikumpulkan 2. Cara Pengumpulan Data 1. Alasan dalam menggunakan metode angket karena metode angket mempunyai beberapa kelebihan yaitu: a. dan dapat menjawab lebih terbuka (Notoatmojo. 2. Menurut Sugiyono (2002). Dalam waktu singkat dapat diperoleh data yang banyak. Lokasi Penelitian Penentuan lokasi penelitian dimaksudkan untuk mempermudah dan memperlancar obyek yang menjadi sasaran dalam penelitian. Memberikan angket kepada sampel yaitu seluruh populasi pekerja las karbit di wilayah pinggir Jalan Goa Jatijajar yang berjumlah 25 orang. b. Angket ini dilakukan dengan mengedarkan suatu daftar pertanyaan yang berupa formulirformulir. karena angket tersebut menghendaki jawaban pendek yang telah disediakan pada angket tersebut. sehingga tidak terlalu terganggu bila dibandingkan dengan wawancara. d. buku-buku. . Data yang dikumpulkan berdasarkan persepsi yang diperoleh dari jawaban responden. Setelah angket valid dan reliabel baru diadakan penelitian. Dilihat dari bentuk item pertanyaan maka angket ini termasuk angket tertutup. yaitu data yang bersumber pada catatan-catatan. informasi. Menghemat tenaga dan biaya. Sebelum angket diberikan pada sampel. Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 25 orang pekerja las karbit yang berada di wilayah pinggir Jalan Goa jatijajar. F. Pemeriksaan dilakukan dalam jarak 6 meter. Adapun dalam penelitian ini populasinya adalah pekerja las karbit di wilayah pinggir Jalan Goa Jatijajar Kebumen. Sumber data skunder. Adapun yang menjadi lokasi dalam penelitian ini adalah di pinggir Jalan Goa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2002). dan hasil penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan judul atau permasalahan yang diteliti. jawaban dan sebagainya. Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan Pemeriksaan ketajaman penglihatan dilakukan pada pagi hari sebelum pekerja melakukan aktivitas pekerjaannya sehari-hari dimana sebelumnya diberikan penjelasan kepada pekerja las mengenai tujuan dilakukannya pemeriksaan penglihatan tersebut. Pekerja sampel diberi waktu selama 30 menit untuk mengisi angket. f. e. H. sehingga permasalahannya tidak terlalu luas dan umum. b. Dalam penelitian ini angket diberikan secara langsung kepada responden yang menjadi subyek penelitian.

c. K. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan program komputer dimana kedua kelompok data mempunyai varian yang sama (homogen) jika probabilitas signifikansi > 0. I. 2002). Jika data yang dianalisis berdistribusi normal dan homogen. Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan antar variabelnya homogen. oleh karena itu diperlukan teknik untuk memeriksa keabsahan data. 2. 3. Langkah awal untuk menganalisis data adalah menguji kenormalan distribusi sampel. Dalam rangka mempermudah penyusunan kuesioner sebagai instrumen maka perlu dibuat kerangka pengembangan instrumen penelitian.05. Kuesioner Dalam pengambilan data pada penelitian ini digunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Uji Normalitas data dilakukan dengan menggunakan program komputer. e.b. 2004: 69). dapat dibaca. Hasil % efisiensi penglihatan pekerja las karbit dibandingkan sesuai dengan penggolongan ketajaman penglihatan menurut Ilyas. Dapat juga pertanyaan-pertanyaan yang dipakai dibedakan dalam pernyataan positif dan penyataan negatif. Uji Prasarat Sebelum dilakukan uji analisis statistik. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. maka statistik yang digunakan adalah statistik parametris (Sugiyono. Optotype Snellen Pemeriksaan ketajaman penglihatan dengan menggunakan Optotype Snellen bertujuan untuk mengetahui ketajaman penglihatan pada pekerja las karbit. Rumus yang digunakan adalah rumus Product Moment.05. Analisis Statistik Analisis yang digunakan Regresi Linier Sederhana. Adapun penilaian persentase efisiensi penglihatan dua mata dapat dihitung dengan rumus: (3 x % tajam penglihatan mata terbaik) + % efisiensi mata terburuk : 4 = % efisiensi penglihatan binokular (Sidarta Ilyas. Oleh karena itu data yang terkumpul harus diuji normalitas dan homogenitasnya. Instrumen Penelitian 1. Teknik yang digunakan sebagai pendukung angket yaitu teknik korelasi antara skor item dengan skor total variabel. Penilaian kuesioner dengan menggunakan skala Likert yang dipakai untuk mengukur tingkat kesepakatan seseorang terhadap sejumlah pertanyaan berkaitan dengan suatu konsep tertentu dengan membuat rentangan jawaban skor 1 sampai 4 untuk tiap pertanyaan dengan kategori tertentu. data. 2. ditutup. 4. Sebaran data berdistribusi normal jika nilai probabilitas signifikansi > 0. J. Dikatakan regresi linier sederhana bila variabel bebas atau variabel independen sebagai prediktor jumlahnya hanya satu. Validitas Data Validitas data sangat mendukung hasil akhir penelitian. Teknik statistik regresi digunakan oleh peneliti bila peneliti bermaksud melakukan prediksi seberapa jauh nilai variabel dependen bila nilai variabel independen dirubah. Pemeriksaan dilakukan pada kedua mata secara Mata yang tidak diperiksa Responden diminta untuk membaca sampai baris terkecil yang masih Mencatat hasil dalam lembar bergantian. Analisis Data 1. d. data yang akan dianalisis setidaknya berdistribusi normal dan homogen. .

1995. Pertamina. Ilyas. Gabriel. Terjemahan Sri Yuliani Handoyo. Jakarta. Bandung. Penyakit Mata. Gunung Agung. No. 2002. Terjemahan Illias E. E. ALFA BETA. Gramedia. Boentarto. Angkasa. M.info/2011/01/pengaruh-pemakaian-kacamata-las. Fisika Kedokteran. 2000. Perawatan Mata. Jakarta. http://www. 1995. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 2004. 2000. R. S. ALFABETA. Sugiyono. Brazing. 1996. Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kerja. Budiono. indonet. Jakarta. Buku Saku Patofisiologi. Direktorat Hilir Bidang Pemasaran dan Niaga. A. Teknologi Pengelasan Logam. E. EGC. Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Arcan. Solo. Bandung. Corwin. E. 2002. Wiryosumarto. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. 03/Vol. Jakarta. Sonawan. Jakarta. Darling. M. id Seeley. Upaya Kesehatan Kerja Sektor Informal di Indonesia. Teknik Mengelas Asetilin. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Anatomy and Physiology. Aneka. Ilmu Penyakit Mata. W. Phoenix College. A. North America. R. 2002. J. Jakarta. Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat. Pearce. S. Rineka Cipta. Terjemahan Brahm U. Anatomi dan Faal Mata. 2002. Jakarta. Sindrom Penglihatan Komputer. Pendit. 1990. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. EGC. dan Las Busur Listrik. EGC. http//www. Bandung. Metodologi Penelitian Kesehatan. 55/Februari 2005. Suratman. Pengantar untuk Memahami Proses Pengelasan Logam. 2000. M.html . Youngson. Halm. Notoatmodjo. 298 Akadi. Jakarta. Buku Panduan Keselamatan. 1997. Nurdin. Semarang. R.DAFTAR PUSTAKA Affandi.kesmas-unsoed. Balai Penerbit FKUI. 2001. Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Pustaka. Jakarta. Majalah Kedokteran Indonesia. Mengelas Karbit. Dasar-Dasar Proteksi Radiasi. Yogyakarta. 2005. Pradnya Paramita. V dan Thorpe. 2003. Terjamahan Hartono. 1996. Ganong. Rineka Cipta. Peralatan Las Busur Manual. Perdami. H dan Suratman. Yayasan Essentia Medica. 1999. Statistik untuk Penelitian. 2000. 2004. Jakarta. Jakarta. Terjemahan Petrus Andrianto. Suma’mur P. H. Bandung. 1999. 2005.