Perubahan Organisasi

Melati Putri (D2A009002) Youke Faradilla (D2A009003)

pengaruh yang berasal dari luar organisasi salah satunya adalah tuntutan dari masyarkat. Mereka harus dapat menyusun strategi untuk merencanakan. Berdasarkan hal tersebut maka munculah Perubahan Organisasi. dan mengendalikan perubahan.  Meskipun perubahan adalah kenyataan hidup. apabila manajer dalam suatu organisasi perusahaan ingin efektif. mengarahkan. LATAR BELAKANG  Era globalisasi memberikan pengaruh bagi organisasi. mereka tidak lagi dapat membiarkan perubahan itu terjadi sebagaimana adanya. Organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan yang tumbuh semakin cepat apabila tidak ingin kalah bersaing dengan organisasi lainnya. .I.

 Setiap perubahan yang terjadi dalam organisasi memiliki dampak yang besar bagi organisasi itu sendiri. . Perubahan Organisasi adalah suatu proses dimana organisasi tersebut berpindah dari keadaannya yang sekarang menuju ke masa depan yang diinginkan untuk meningkatkan efektifitas organisasinya. Dan tentunya perubahan itu diharapkan mampu memberi dampak positif yang membuat organisasi bisa berjalan secara efektif dan efisien.

II.  Tantangan perubahan organisasi ini timbul dari lingkungan yang mengalami pergerakan sangat cepat sebagai akibat dari era globalisasi sehingga mau tidak mau perubahan organisasi harus dilakukan agar organisasi tersebut mampu bersaing dan mampu memberikan jawaban atas segala tuntutan dari masyarakat. PEMBAHASAN  Organisasi merupakan salah satu objek yang paling sering disorot dalam menanggapi perubahan seiring jalannya era globalisasi dan waktu. .

 Kesadaran akan kekuatan – kekuatan ini dapat membantu para manajer untuk menentukan kapan mereka sebaiknya mempertimbangkan dalam mengimplementasikan perubahan organisasi. Organisasi menghadapi banyak kekuatan untuk peru bahan yang berbeda.kekuatan ini berasal dari sumber eksternal di luar organisasi dan dari sumber internal. . Kekuatan .

Perubahan organisasi dapat dilakukan melalui tiga macam pendekatan. yaitu: 1) Pendekatan Struktural 2) Pendekatan Teknologi 3) Pendekatan Teknostruktural ( gabungan struktural dan teknologikal) 4) Pendekatan Orang .

 Kurt Lewin mengembangkan tiga tahap model perubahan yang meliputi bagaimana mengambil inisiatif perubahan. mengelola dan menyetabilkan proses perubahan itu sendiri. Lebih jauh Robbins menjelaskan 3 tahap perubahan yaitu : Unfreezing Moving Refreezing .

Perubahan harus didorong adanya keinginan dan motivasi untuk berubah. Asumsi yang dipakai oleh Lewin meliputi: a. walaupun tujuan perubahan sangat diinginkan. b. Perubahan yang efektif memerlukan penguatan perilaku baru. Lewin menggunakan beberapa asumsi yang melandasi keberhasilan perubahan. dan praktik organisasional. Manusia adalah penggerak perubahan. . Proses perubahan menyangkut mempelajari sesuatu yang baru. sikap. d. e. dan tidak melanjutkan sikap atau perilaku sekarang ini. Adanya resistensi adanya perubahan adalah sebuah keniscayaan. c.

Dalam konteks SDM Resistensi adalah kecenderungan karyawan untuk tidak berjalan seiring dengan perubahan organisasi. Berbagai permasalah yang timbul seiring dengan upaya terjadinya perubahan. keterampilan. baik oleh sebab kelemahan dalam pengetahuan. Perubahan yang terjadi tidak selamnanya akan berjalan tanpa tantangan dan rintangan. maupun sikap baik secara nyata . Resistensi terhadap perubahan adalah reaksi alamiah yang menyebabkan gangguan terhadap keseimbangan dalam proses prubahan.  Penolakan dalam perubahan ini dapat disebut Resistensi.

Penolakan perorangan terhadap perubahan dapat disebabkan hal-hal sebagai berikut :  Kebiasaan  Kapasitas  Faktor-faktor Ekonomi  Perasaan-perasaan Takut terhadap Hal-hal yang Tidak Dikenal  Pemrosesan Informasi secara Selektif .

Penolakan organisasi terhadap perubahan dapat disebabkan hal-hal sebagai berikut :  Inersia struktural  Fokus perubahan terbatas  Inersia kelompok  Ancaman bagi kepakaran  Ancaman bagi hubungan-hubungan kekuasaan yang telah mapan  Ancaman bagi alokasi sumber daya yang sudah mapan .

sehingga individu tersebut dengan sendirinya akan tertarik melakukan perubahan-perubahan. 2. 1. yaitu pimpinan. Bahwa perubahan harus terjadi (dipaksakan) dan orang yang dapat mengharuskan terjadinya perubahan adalah orang yang memiliki kekuasaan. Yaitu menunjukkan benefit yang akan diperoleh individu dari diterapkannya suatu perubahan. Yaitu mengedukasi. Rational/self-interest change strategy. Educative change strategy. atau memberikan pengetahuan dan informasi tentang perlunya suatu perubahan.David (2001) mengusulkan tiga pendekatan yang dapat diterapkan dalam mengatasi resistensi dalam perubahan organisasi : Force change strategy. 3. .

Intervensi dan Reorientasi. Diagnosa dan Pengenalan Masalah. Hal ini merupakan suatu kewajaran karena dalam suatu organisasi terdiri dari beberapa bagian-bagian dalam suatu sistem yang terkait. Penemuan dan Komitmen penyelesaian.III. sehingga dalam menghadapi perubahan mau tidak mau akan mempengaruhi segala bagian-bagian yang ada dalam suatu organisasi.  Proses terjadinya suatu perubahan di dalam organisasi meliputi enam tahap yaitu Tekanan dan Desakan. KESIMPULAN  Organisasi merupakan salah satu objek yang paling sering disorot dalam menanggapi perubahan seiring jalannya era globalisasi dan waktu. .

Hambatan tersebut yaitu penolakan dalam melakukan perubahan yang sering disebut resistensi. . Namun dalam melakukan perubahan tersebut masih sering terdapat hambatan-hambatan yang ada. Manajer harus dapat mengatasi resistensi tersebut demi kelancaran organisasinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful