P. 1
Teknik Sampling

Teknik Sampling

|Views: 13|Likes:
paper teknik sampling
paper teknik sampling

More info:

Published by: Lalu Sesar Indra Pradana on Mar 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2014

pdf

text

original

TEKNIK SAMPLING

LALU SESAR INDRA PRADANA 075/G/12 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

Dalam hubungan populasi dan sampel Prof. Lebih cepat dan lebih mudah. Sebab analisis penelitian didasarkan pada data sampel. 4. sedangkan kesimpulannya kemudian akan diterapkan pada populasi. 2. Sampel juga sebagian dari populasi. Memberikan informasi yang lebih banyak dan dalam. Terdapat alasan pentingnya pengambilan sampel ialah sebagai berikut : 1. Pada umumnya masalah sampling timbul pada penelitian yang bermaksud sebagai berikut : Mereduksi obyek penyelidikannya. Untuk itulah diperlukan pemahaman mengenai teknik pengambilan sampel yang tepat. sampel bukan merupakan duplikasi dari populasi. agar lebih objektif istilah individu sebaiknya diganti dengan istilah subyek dan objek. semua gejala.BAB I PENDAHULUAN Sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi suatu objek penelitian. Keterbatasan waktu. sebab sampel bagian dari populasi dan sampel pasti mempunyai ciri-ciri seperti populasi. sehingga sangatlah penting untuk memperoleh sampel yang representatif bagi populasinya. Sampel yang baik yaitu sampel yang memiliki populasi atau mencerminkan populasi secara maksimal tapi meskipun mewakili. semua kejadian atau peristiwa melainkan hanya sebagian saja dari obyek gejala atau kejadian yang dimaksudkan. disebabkan oleh seringkali penyelidikan tidak menyelidiki obyek. Suatu sampel merupakan representasi yang baik bagi populasinya tergantung pada sejauhmana karakteristik sampel tersebut sama dengan karakteristik populasinya. tenaga dan biaya. Dapat ditangani lebih teliti. . 3. Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut dengan “Statistik”. Sutrisno Hadi menjelaskan bahwa sampel ialah sebagian individu yang diselidiki dari keseluruhan individu penelitian.

b) Sampel ialah sebagian individu yang diselidiki c) Sampel ialah sebagian dari populasi yang karakteristiknya ingin diselidiki. Jadi dari beberapa uraian di atas bahwa penelitian hanya dilakukan terhadap sampel. Sebagai akibatnya banyak pengambilan keputusan yang ingin memuaskan ketidak percayaan tersebut dengan mengambil data dari seluruh populasi. Sebab seseorang yang tidak memahami cara kerja metodologi penelitian dan statistika cenderung tidak percaya. Mengadakan generalisasi berarti mengesahkan kesimpulan terhadap obyek-obyek gejala atau kejadian yang lebih luas dari pada gejala atau kejadian yang diselidiki. maka teknik yang digunakan adalah sensus. Generalisasi dari sampel ke populasi akan membawa risika ketidak tepatan.Menginginkan untuk mengadakan generalisasi dari hasil penyelidikannya. Banyak pertanyaan muncul mengingat hasil penelitian selalu mempertanyakan apakah penggunaan sampel dapat dikatakan mewakili seluruh populasi. Meskipun seluruh populasi diterapkan sebagai responden. artinya ia tidak boleh meyakini bahwa sampel tidak mengalami kesesatan meskipun pengambilannya sudah menggunakan metode-metode statistik tertentu. sebab sampel tidak akan mencerminkan keadaan populasi secara tepat. tidak terhadap populasi. padahal sampel hanya sebagian kecil dari keseluruhan populasi. Bagi mahasiswa atau seorang yang baru mempelajari metodologi penelitian ditingkat awal harus menyadari betul bahwa sampel tidak dapat merupakan duplikasi populasi. Semakin besar perbedaan sampel dengan populasi maka semakin besar pula kemungkinan kesalahan dalam generalisasinya. akan tetapi kesimpulan penelitian mengenal sampel akan digeneralisasikan terhadap populasi. . sebab ia tidak diperbolehkan untuk berpretensi bahwa suatu sampel jika telah ditetapkan dengan cara tertentu pasti sudah menjadi suatu cermin yang sempurna bagi populasi. Adapun pengertian sampel secara garis besar terdapat beberapa pengertian sebagai berikut: a) Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam suatu penelitian. Artinya sampel ialah sebagian dari populasi untuk mewakili seluruh populasi. Dengan teknik sensus maka akan membutuhkan biaya yang mahal.

sehingga memberikan tanggapan yang berlebihan. Sebaiknya populasi yang disampaikan oleh responden menjadi sangat kurang sebab responden takut atau tidak berminat. Kenyataan ini menunjukkan bahwa faliditas sampel yang tepat prosedurnya dapat dipercaya dan hasilnya sama dengan pendapat masyarakat pada umumnya. Rata-rata setiap pengambilan sampel hanya terdiri dari 1000 orang yang respondennya menunjukkan hasil yang sama dengan saat diadakan pemilihan umum (sensus). Kreteria ketepatan mengandung arti sampel yang diambil dapat mewakili dengan wajar keseluruhan populasi. Sehingga aspek ketepatan ini mengandung pengukuran standar yang dapat ditoleransi terhadap kemungkinan kesalahan pengambilan sampel. Adapun sampel yang baik harus mengandung dua kreteria yaitu kecermatan (Accuraty) dan ketepatan (Precision). . Uraian tersebut memperkuat argumen yang diperlukannya sampel dalam penelitian. Kedua criteria ini sangatlah penting sebagai pertimbangan pengambilan sampel agar dapat mewakili keseluruhan populasi yang ada.tenaga yang banyak. sampel tidak akan memberikan reaksi yang terlalu berlebihan ataupun kurang. Reaksi yang berlebihan dapat timbul sebab responden mempunyai kepentingan. Dengan melihat kendala biaya dan waktu penelitian yang tersedia mendorong para peneliti menggunakan pendekatan sampel. mengingat seorang peneliti tidak mungkin menanyakan seluruh populasi sebagai responden. Persoalannya ialah bagaimanan merumuskan kebijakansampel yang memenuhi persyaratan agar sampel benar-benar mewakili keseluruhan anggota populasi. Unsur kecermatan dalam pengambilan sampel dimaksudkan terhadap sesuatu yang diambil oleh sampel tidak mengandung bias. Sifat sensus yang seperti diatas tidak peraktis untuk pengambilan keputusan yang bersifat terbatas. dan waktu yang cukup lama. Maksudnya. Jadi sampel dapat mewakili populasi secara wajar. Perhatikan kasus poling percalonan presiden dengan amerika serikat yang menunjukkan hasil poling pendapatan umum.

atau juga tentang benda. 4. tentang kejadian.BAB II PEMBAHASAN A. Teknik Pengambilan Sampel Teknik Sampling 1. maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/50 untuk bisa dipilih menjadi sampel. B. Tentukan sumber-sumber informasi tentang populasi. Random sampling/sampling probabilitas adalah sesuatu cara pengambilan sample yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. Berilah batas-batas yang tegas tentang sifat-sifat / karakteristik populasi.Teknik Sampling Probabilitas : Teknik sampling probabilitas dapat kita sebut dengan Random Sampling. Elemen populasi bisa berupa data tentang orang/binatang. Ada beberapa sumber informasi yang dapat memberi petunjuk tentang karakteristik suatu populasi. Syarat pertama yang harus dilakukan untuk mengambil sampel secara acak adalah memperoleh atau membuat kerangka sampel atau dikenal dengan nama“sampling frame”. Pilihlah teknik sampling dan hitunglah besar anggota sampel yang sesuai dengan tujuan penelitiannya. Tentukan ukuran sampel yang akan dianalisis. Yang dimaksud dengan kerangka sampling adalah daftar yang berisikan setiap elemen populasi yang bisa diambil sebagai sampel. Umpamanya didapat dari dokumen-dokumen. maksudnya jika elemen populasinya ada 50 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25. Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel 1. sehingga dapat menghindari kekaburan dan kebingungan. . 3. 2. tentang tempat.

Contoh: misalnya ada suatu manajer yang ingin mengetahui sikap manajer terhadap suatu kebajikan. Kemudian dari masing-masing. menengah. dengan demikian peluang SD maupun SMP untuk terpilih sebagai sampel sama. Terhadap seluruh SD dan SMP itu dilakukan pemilihan secara random tanpa pengelompokan terlebih dahulu.  Memilih satuan sampling dalam kluster. karena mempunyai karakteristik yang heterogen dan heterogenitas tersebut mempunyai arti yang signifikan terhadap pencapaian tujuan penelitian. Setiap unsur populasi harus memilik kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Simple random sampling : Merupakan suatu teknik sampling yang dipilih secara acak.  Stratified Random Sampling : Merupakan suatu teknik sampling dimana populasi kita bagi kedalam sub populasi(strata). Strata dipilih manajer dengan teknik simple random sampling.  Cluster Random Sampling/sampel gugus : Merupakan cara pengambilan sampel dengan cara gugus. Setiap stratum dipilih sampel melalui proses simple random sampling. Contoh: misal ada “pembiayaan pembangunan pendidikan Dasar di Jawa Barat”. cara ini dapat diambil bila analisa penelitian cenderung bersifat deskriptif atau bersifat umum. Populasi dibagi keadalam satuansatuan sampling yang besar yang disebut cluster. Pemilihan dilakukan beberapa tingkat: Memilih kluster dengan cara simple random sampling. . Dia menduga bahwa manajer tingkat atas memiliki sikap yang positif terhadap kebajikan perusahaan. Berbeda dengan pembentukan strata. maka penelitian dapat mengambil dengan cara ini. satuan sampling yang ada dalam tiap kluster harus relatif heterogen. sampelnya adalah seluruh SD dan SMP yang ada di Jawa Barat. dan bawah. Agar dapat menguji dugaan teresebut maka sampelnya harus terdiri dari manajer tingkat atas. Jika pemilihan dilakukan lebih dari 2 kali disebut Multi-stage Cluster Sampling.

Dari tiap kabupaten terpilih dilakukan pemilihan lagi. Sampel yang akan diambil adalah 250 rumah dengan demikian interval di antara sampel kesatu. dipilihlah kabupaten/kota tertentu sebagai sampel klaster ke-1 secara random. Pada saat melakukan pemilihan satuan sampling tidak dilibatkan unsure peluang.  Systematic Sampling atau Sampel Sistematis : Merupakan teknik sampling jika peneliti dihadapkan pada ukuran populasi yang banyak dan tidak memiliki alat pengambil data secara random. Soal “keberapa”-nya satu unsur populasi bisa dijadikan sampel tergantung pada ukuran populasi dan ukuran sampel. yaitu kecamatan-kecamatan tertentu dengan cara random sebagai sampel klaster ke-2. Teknik Sampling NonProbabilitas/Nonrandom Sampling atau Sampel Tidak Acak: Teknik sampling nonprobabilitas adalah suatu teknik pengambilan sampel secaratidak acak nonrandom sampling/ . Selanjutnya dari masing-masing kecamatan dilakukan pemilihan sekolah yang juga dilakukan secara random. dan seterusnya adalah 25. b. Cara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis. sehingga tidak diketahui unsure peluang sesuatu unit sampling terpilih kedalam .Contoh : Misalnya dalam penelitian yang sama seperti di atas.  Area Sampling atau Sampel Wilayah : Merupakan teknik sampling yang dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bahwa populasi penelitiannya tersebar di berbagai wilayah. yang bisa dijadikan sampel. kedua. Tidak semua populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Contoh : Misalnya setiap unsur populasi yang keenam. yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang “keberapa”. cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. Contoh : Misalnya seorang marketing manajer sebuah stasiun TV ingin mengetahui tingkat penerimaan masyarakat Jawa Barat atas sebuah mata tayangan. dalam satu populasi terdapat 5000 rumah. Misalnya. teknik pengambilan sampel dengan area sampling sangat tepat. karena Jawa Barat sangat luas.

dan seterusnya sehingga jumlah sample semakin besar. Biasanya yang dijadikan sample penelitian adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memudahkan pula proses pengumpulan data. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan  Purposive sampling atau judgmental sampling Penarikan sampel secara purposif merupakan cara penarikan sample yang dilakukan memiih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang dietapkan peneliti.  Accidental sampling atau convenience sampling Dalam penelitian bisa saja terjadi diperolehnya sampel yang tidak direncanakan terlebih dahulu. Sampel berikutnya ditentukan berdasarkan informasi dari sample pertama. Teknik sampling ini dilakukan dengan atas dasar jumlah atau jatah yang telah ditentukan. yaitu unit atau subjek tersedia bagi peneliti saat pengumpulan data dilakukan. Proses diperolehnya sampel semacam ini disebut sebagai penarikan sampel secara kebetulan.sampling. melainkan secara kebetulan. seolah-olah terjadi efek bola salju.  Snow-ball sampling (penarikan sample secara bola salju) adalah penarikan sample pola ini dilakukan dengan menentukan sample pertama. sample ketiga ditentukan berdasarkan informasi dari sample kedua.  Quota sampling (penarikan sample secara jatah). .

maka setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/50 untuk bisa dipilih menjadi sampel  Non random sample suatu teknik pengambilan sampel secaratidak acak nonrandom sampling/ . Tidak semua populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Yaitu :  Random sample sesuatu cara pengambilan sample yang memberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk diambil kepada setiap elemen populasi. .BAB III PENUTUP Kesimpulan dari pembahsan diatas adalah dalam teknik pengambilan sample ada dua teknik yang dapat digunakan. maksudnya jika elemen populasinya ada 50 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->