P. 1
Acidimetri (Titrasi Asidimetri)

Acidimetri (Titrasi Asidimetri)

|Views: 535|Likes:
Published by Rana Auliani
Titrasi yang menggunakan asam kuat sebagai baku sekunder dan basa sebagai baku primer.
Titrasi yang menggunakan asam kuat sebagai baku sekunder dan basa sebagai baku primer.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Rana Auliani on Mar 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

pdf

text

original

Acidimetric

The Power of My Hydrogen Was Strong Enough to Make You Lose Your Base Power, Alkaline

Asam Klorida
Pemerian: cairan tidak berwarna; berasap; bau merangsang. Jika diencerkan dengan 2 bagian volume air, asp hilang. Bobot jenis lebih kurang 1,18 Pembuatan Enceran 1. Hitung berapa HCl pekat yang diperlukan 2. Isi beaker glass 1L dengan kira-kira 600ml aquadest atau aqua DM 3. Ukur dengan pipet ukur bersih dan kering(dengan filler) atau menggunakan gelas ukur sejumlah ml HCl dan masukan ke dalam beaker berisi air tadi 4. Add aquadest sampai 1Liter, aduk dengan batang pengaduk hingga benar-benar homogen 5. Simpan larutan ini dalam botol pereaksi 1L dari kaca dengan tutup ulir polyethylene serapat mungkin 6. Bakukan setiap ingin digunakan karena penguapan HClnya, Normalitas pembakuan sebelumnya mungkin berbeda dengan Normalitas sekarang

Pembakuan Timbang saksama kurang lebih 1,dg baku primer Natrium Karbonat Anhidrat yang sebelumnya sudah dipanaskan pada suhui 270˚C selama 1 jam. Larutkan dalam 100ml air dan tambahkan 2 tetes merah metil. Tambahkan asam perlahan-lahan dari buret sambil diaduk hingga larutan berwarna merah muda pucat. Panaskan larutan hingga mendidih, dinginkan

200(Rp. selalu tambahkan asam ke dalam cairan pengencer dan lakukan dengan sangat hati-hati] Pembakuan . berbau sangat tajam dan koroosif.45. Ukur dengan pipet ukur bersih dan kering(dengan filler) atau menggunakan gelas ukur sejumlah ml H2SO4 dan masukan ke dalam beaker berisi air dingin tadi sedikit demi sedikit melalui dinding dalam beaker sambil diaduk.99 mg Na2CO3 Harga per ml p. Bakukan setiap ingin digunakan [Perhatian bila asam sulfat akandiencerkan dengan cairan lain.000 per Liter) tekhnis=Rp.=Rp. Isi beaker glass 1L dengan kira-kira 600ml aquadest atau aqua DM dingin. Hitung normalitas larutan 1ml asam klorida 1N ∽ dengan 52. Hitung berapa H2SO4 pekat yang diperlukan. lalu simpan larutan ini dalam botol pereaksi 1L dari kaca dengan tutup ulir polyethylene serapat mungkin 6. Add aquadest sampai 1Liter.200. Bobot jenis lebih kurang 1. Pembuatan enceran 1. Panaskan lagi hingga mendidih.45(Rp. gunakan APD yang sesuai bila perlu 2. aduk dengan batang pengaduk hingga benar-benar homogen 5. jangan sampai memercik 4. tidak berwarna. Biarkan hingga dingin.000 per Liter) Asam Sulfat Pemerian: Cairan jernih seperti minyak.84. kalau memungkinkan tambahkan batu es dari aquadest atau aqua DM 3. dan titrasi lagi bila perlu hingga warna merah muda pucat tidak hilang dengan pendidihan lebih lanjut.dan lanjutkan titrasi.a.

000 per Liter) tekhnis=Rp. maka buat 3x pengenceran masing-masing 500 ml. bagaimana cara membuatnya? 1.98 mg Na2CO3 Harga per ml p. ingin dibuat 1.825 .15g/ml. Hitung berapa ml zat yang dibutuhkan tiap 500 ml Cara pertama mgrek=500ml x 0. Di lemari asam tersedia 3ℓ asam klorida 30% dengan b. 30ml asam sulfat pada lebih kurang 1020ml air.=Rp.200(Rp. biarkan dingin hingga suhu 25˚C dan tetapkan normalitas dengan titrasi terhadap Na2CO3 seperti yang tertera pada Asam klorida 1N 1ml asam sulfat 1N ∽ dengan 105. Isikan terlebih dahulu sekitar 400ml aquadest ke dalam beaker 2. Untuk keperluan titrasi.30(Rp.1N.5ℓ asam klorida 0.200.5mg/mmol mgram=1825mg ∽1.30. 1.Pembuatan Tambahkan hati-hati dengan pengadukan. jika ukuran beaker paling besar adalah 600 mℓ.825 g Kemurnian 30% =100/30 x 1.1N mgrek=50mgrek mmol=50mgrek x 1mmol mmol=50mmol mgram=50mmol x 36.000 per Liter) Contoh Soal 1.a.j. Karena beaker paling besar yang tersedia adalah 600 ml.

452N V2=50mgrek / 9. dan jika anda memiliki gelas ukur 10ml.5g / 36.15g/ml=115 g Kemurnian 30%=30/100 x 115g=34.9452mmol / 1mmol=0. Ingin dibuat 200 ml H2SO4 4N dari asam sulfat pekat dengan kenormalan 36. dan beaker glass 100ml. ulangi 3x 2.9452mgrek / 0.5g/mol=0.2N.1ℓ =9.=6.452N V2=5.1N =V2 x 9.29 ml Cara ke dua Cari dahulu Normalitas HCl sediaan mgram=100ml x 1.15g/ml Volume=5.9452mmol mgrek=0.0833g Volume=6. Berapa ml H2SO4 yang dibutuhkan. Campurkan HCl tadi dan add aquadest 500ml.9452mgrek N=0.0833g / 1.29 ml 3.5 g mmol=34. pipet ukur 10ml.452N V1 x N1=V2 x N2 500ml x 0. alat apa saja yang anda gunakan? Sertakan alasannya! . homogenkan.

Mudah larut dalam air secara eksoterm dan tidak higroskopis. lalu tera 10 ml sebanyak 2x dan 2. Natrium Karbonat dikeringkan pada suhu 127oC selama 1 jam.2N V2=800mgrek / 36.2N V2= 22.V1 x N1=V2 x N2 200ml x 4N=V2 x 36. Pembakuan Natrium Karbonat Anhidrat Baku primer : Natrium Karbonat Anhidrat Bentuk : berupa padatan kristal putih. kemudian didinginkan didalam eksikator. Perlakuan : sebelum digunakan untuk membakukan larutan baku sekunder. teralu beresiko langsung menuangkan asam sulfat pekat ke gelas ukur 10ml dengan mulut yang kecil tanpa melalui beaker terlebih dahulu Pembakuan 1. Reaksi : Na2CO3 + 2HCl NaCl + H2O + CO2 1 mol Na2CO3 ~ 2 mol HCl ~ 2 mol H+ 1/2 mol Na2CO3 ~1mol H+ BE Na2CO3 = 1/2 mol Na2CO3 + H2SO4 Na2SO4 + H2O + CO2 1 Mol Na2CO3 ~ 1 mol H2SO4 ~ 2 mol H+ . pipet ukur tidak digunakan karena tidak tersedia filler Tuang asam sulfat pekat tadi ke beaker 100ml secukupnya.1ml sebanyak 1x.1ml Alat yang digunakan adalah gelas ukur 10ml dan beaker glass 100ml. mudah larut. mudah melapuk oleh udara.

1.100 2. sedikit mengkilap.a.1%(Lampiran Kimia Analisis Kuantitatif) Larutkan 1 gram asan bebasnya dalam 1 liter air panas atau larutkan dalam 600 cm3 etanol dan encerkan dengan 400 cm3 air.a.)=Rp. IV) Trayek pH 4. sukar larut dalam air Dingin. Reaksi : 2Na2B4O7 + 10 H2O + 4HCl 2NaCl + 8H3BO3 2mol Na2B4O7 10 H2O ~ 4 mol HCl~4 mol H+ 1/2mol Na2B4O7 10 H2O ~ 1 mol H+ BE Na2B4O7 10 H2O = 1/2 Mol 2Na2B4O7 + 10 H2O + 4H2SO 4 2NaCl + 8H3BO3 1/2mol Na2B4O7 10 H2O ~ 1 mol H+ BE Na2B4O7 10 H2O = 1/2 Mol Harga zat per gram(p.1/2 mol Na2CO3 ~1mol H+ BE Na2CO3 = 1/2 mol Harga zat per gram(p. Konsentrasi yang digunakan adalah 0. Bentuk : Berupa padatan kristal putih. Standarisasi HCl dan H2SO4 menggunakan Natrium Tetraborat Dekahidrat Baku primer : di-Natrium Tetraborat dekahidrat/Sodium Tetraborat Decahydrat.)=Rp.2.(Vogel Kuantitatif ed.2 Warna dalam asam merah .2-6. mudah larut dalam air panas dan tidak higroskopis.200 Indikator Metil merah Larutkan 1 gram metil merah dalam 600ml alkohol 95% dan encerkan dengan air sampai 1ℓ.

5 gram garam natriumnya dalam 1 liter air tambahkan 15.2 gram cm3 asam chlorida 0. Indikator apa yang akan digunakan pada pembakuan HCl terhadap Na2CO3? Na2CO3 pada titrasinya terhadap HCl sebenarnya dapat bereaksi dua tahap Reaksi tahap 1 CO32.5 gram asam bebasnya dalam 1 liter air dan saring larutan dingin itu jika ada endapan memisah. aduk. titrasi langsung sampai tahap ke dua dan langsung menggunakan indikator tahap kedua.1-4.( Vogel Kuantitatif ed.( Lampiran Kimia Analisis Kuantitatif) Larutkan 0.1M dan saring jika perlu ketika dingin.Warna dalam basa kuning Metil jingga Larutkan 2 gram metil jingga dalam 1ℓair. Saring kalau perlu.+ H+ ---->[H2CO3]----> H2O + CO2 Untuk penentuan kenormalan larutan baku HCl terhadap Na2CO3 ini. .( Vogel Kuantitatif ed. kalau lebih sebagian akan mengurai menghasilkan CO2 dan [H2CO3] tetap sebesar 5x10-2M).+ H+ ---->HCO3Reaksi tahap 2 HCO3. IV) Larutkan 0.4 Warna dalam asam merah Warna dalam basa jingga kuning Contoh soal 1. IV) Trayek pH 3. Pada titik ekivalensi ke-2 ini dalam larutan terdapat NaCl dan H2CO3(kalau [H2CO3] tidak lebih dari 5x10-2M.

maka untuk 100ml: 600ml x 100ml/1000ml=60ml Dan sisanya adalah aquadest. bagaimana formula dalam membuat metil merah(gram metil jingga padat.4) maka warna titik akhir titrasi adalah jingga merah 2.1gram Alkohol 95% Dalam 1000 ml dibutuhkan 600ml alkohol 95%.Untuk asam lemah ini.1M=5mmol Volume larutan= (25+50)ml=75 ml [H2CO3]=5/75M=6.8 Berada dalam trayel pH metil jingga(3. Jika ingin dibuat 100 ml metil merah.1% Maka untuk 100 ml 0.7 x 10-1M(tidak mungkin. yaitu 40ml 0. [H+] dianggap berasal hanya dari ionisasi tingkat pertama H2CO3 H+ + HCO3- [H+]= Ka1 x [H2CO3] mmol H2CO3=2x mmol HCl=2 x 25ml x 0.5x10-7 x 5x10 -2 pH=3. maksimum 5x10-2M) [H+]= 5.1-4.1/100 x 100=0. alkohol 95 % dan aquadest yang diperlukan)? Konsentrasi metil merah=0.1gram metil merah + 60ml alkohol 95% + 40ml aquadest .

bereaksi eksoterm . Penetapan kadar amonia (FI edisi IV) Kadar tidak kurang dari 27% dan tidak lebih dari 30% (FI edisi III) Deskripsi : cairan jernih . mudah larut dalam air . bobot jenis 0. berbau khas menusuk kuat .901 g/ml Penggunaan : Industri kosmetika untuk campuran obat pengeriting/ pelurus rambut Reaksi1 : NH4OH + HCl Metode: Titrasi Langsung NH4Cl + H2O BE NH4OH = 1 mol Reaksi : NH3 + HCl ~ ~HCl + NaOH NH4Cl NaCl + H2O BE NH4OH = ½ mol Metode : Titrasi tidak langsung . mudah larut dalam air . Penetapan kadar Natrium Bikarbonat/Sodium Subkarbonat (NaHCO3) Deskripsi : Serbuk putih/hablur monoklin kecil . Penggunaan : Antasidum (menetralkan kondisi yang terlalu asam) Pengembang dalam industri kue Reaksi : NaHCO3 + HCl 2NaHCO3 + H2SO4 NaCl + CO2 + H2O Na2SO4 + 2CO2 +2H2O BE NaHCO3 = 1 mol Indikator : Merah Metil Pelarut : Aquadest Metode : Titrasi Langsung 2.892-0.Penetapan Kadar 1. tidak berwarna . tidak higroskopis.

tidak berbau .5 ml etanol (95%) dan lebih kurang dari 10 bagian kloroform. larut dalam 1. rasa membakar dan manis kemudian agak pahit .5 bagian air . Proses pemanasan Hexamin dengan Asam Chlorida dapat menghasilkan formalin sehingga proses dilakukan diruang asam atau dekat jendela agar tidak mencemari ruangan. dalam 12. jika dipanaskan pada suhu lebih dari 260o C akan menyublim. Metode : Titrasi tidak langsung Cara titrasinya mereaksikan Hexamin dengan asam berlebih dan dipanaskan. kelebihan asa dapat dititrasi dengan basa (NaOH) Pada titik ekuivalen berlaku Mgrek Hexamina = (Mgrek asam – Mgrek basa) Reaksi : + 4HCl + 6H2O 4NH4Cl + 6CH2O NH2 NH2 NH2 NH2 NH2 NH2 NH4Cl + NaOH ~ ~NaOH + HCl NH4OH + NaCl NaCl + H2O BE Hexamin = ¼ mol . tidak berwarna/serbuk hablur putih .3. Penetapan kadar hexamin Deskripsi : Hablur mengkilap .

19 Trolamina adalah campuran alkanolamina terdiri dari sebagian besar trietanolamin [N(C2H4OH)3]. Titrasi dengan asam klorida HCl 1N 1ml HCl 1N ∽ 149. larut dalam kloroform Penetapan kadar Timbang saksama lebih kurang 2g. masukan ke dalam labu erlenmeyer 300ml. bau amoniak Kelarutan Dapat bercampur dengan air dan dengan etanol.15. Mengandung tidak kurang dari 99.0% dan tidak lebih dari 107. Penetapan kadar Amina(FI edisi IV) a.2mg N(C2H4OH)3 Reaksi: + H2O b. 1205) 2. atau sebagai hablur pentahidrat . dietanolamina [NH(C2H4OH)2] dan monoetanolamina [NH2(C2H4OH)]. kental. tidak berwarna sampai kuning muda. Terdapat sebagai larutan dalam air lebih kurang 10% atau lebih kurang 25%.4% alkanolamina. dihitung terhadap zat anhidat sebagai N(C2H4OH)3 Pemerian Cairan agak higroskopis. Tambahkan 75 ml air dan 2 tetes merah metil. Tetrametil amonium hidroksida(hal. Trolamina(hal.4.2'. 1200) (CH3)4NOH Mr=91.2"-Nitirilotrietanol C6H15NO3 Mr=149.

1N ∽9. Tambahkan sejumlah tertentu larutan tetrametilamonium hidroksida yang setara dengan 200mg (CH3)4NOH dan timbang kembali.08 menganduing tidak kurang dari 99% C2H7NO Pemerian Cairan kental tidak berwarna sampai kuning pucat.08mg C2H7NO .1N 1ml HCl 0. tutup dan timbang kembali. dan dengan aseton Penetapan kadar Timbang saksama botol timbang bersumbat kaca berisi 25ml air. Tambahkan lebih kurang 2g zat uji. Tetrametilamonium hidroksida merupakan basa yang lebih kuat dari amonia dan dengan cepat menyerap karbon dioksida dari udara Penetapan kadar Timbang saksama labu bersumbat kaca yang bersi lebih kurang 15ml air.Pemerian Cairan jernih tidak berwarna. berbau kuat seperti amoniak. berbau amoniak Kelarutan Dapat bercampur dengan air. Titrasi dengan asam klorida 1N 1ml HCl 1N ∽ 61. dengan metanol. Tambahkan merah metil dan titrasi larutan dengan HCl 0.115mg (CH3)4NOH Reaksi: + H2O c. Monoetanolamin(hal. Tambahkan 3 tetes indikator campuran yang dibuat dari campuran 5 bagian hijau bromokresol dan 6 bagian merah metil. 1178) NH2[C2H4OH] Mr=61.

1N ∽59. memiliki bau amoniak yang kuat Kelarutan Dapat bercampur dengan air.11mg C3H7NH2 Reaksi: 5.+ H+ Reaksi tahap 2 HCO3.11. tambahkan 50ml air. titrasi dng HCl 0.Cl + H2O d. mengandung tidak kurang dari 98% C3H7NH2 Pemerian Cairan jernih.1N dng indikator campuran merah metil dan hijau bromokresol 1ml HCl 0. etanol dan eter Penetapan kadar Timbang saksama lebih kurang 200mg. dan campur. masukan ke dalam wadah yang sesuai. tidak berwarna. cairan mudah terbakar.+ H+ [H2CO3] H2O + CO2 HCO3- . Reaksi tahap 1 CO32.Reaksi: NH-CH2-CH2-OH + HCl NH2-CH2-CH2. Penetapan Kadar Bikarbonat yang tercampur dengan Carbonat Titrasi terhadap ion carbonat berlangsung dua tahap. Mr=59. Isopropilamina(hal.1163) 2-aminopropana.

Kalau campuran karbonat dan bikarbonat dititrasi terhadap larutan baku HCl.3=8.+H+ Tahap 2 [H2CO3] [H2CO3] H2O + CO2 H2O + CO2 Tahap pertama titrasi yang bereaksi hanya ion CO32-. maka garamnya bersifat netral(garam asam kuat<HCl> dan garam basa kuat<NaOH/KOH>).+ H+ B=HCO3HCO3. larutannya terdiri dari NaCl atau KCl dengan H2CO3. Anggap volume saat titik ekivalen kedua adalah Vmj ml. reaksi yang terjadi juga 2 tahap: Tahap 1 K=CO3 2.+H+ HCO3. seperti yang sudah dibahas tadi.4 + 1/2 x 10.5x10-7 dan Ka2=5x10-11(lihat tabel) Sehingga: pH=1/2 x 6. sedang HCO3. Anggap volume saat titik ekivalen pertama adalah Vpp ml. Jadi pada titik ekuivalensi ke 1. . larutan reaksi adalah larutan garam karbonat dengan LCl(L bisa Na/K). Pada titik ekivalensi ke dua. Jadi pH larutan hanya ditentukan oleh garam bikarbonat yang dihitung sebagai berikut: [H+] = Ka1 x Ka2 Dimana p= -log X pH= 1/2 pKa1 + 1/2 pKa2 Ka1=3.35 pH ini berada dalam trayek pH phenolphtalein. maka pH nya 3.85 Berada dalam trayek pH metil jingga.belum.

ditambahkan indikator mj. Jika setelah dibakukan.Pada akhir tahap kedua ini.8324 mgrek x 1 mmol=0. Timbang 1. Teteskan kemudian 3 tetes indikator mj dan titrasi sampai warna jingga merah. larutkan dengan air bebas CO2 dalam labu tentukur 100 ml. Catat volume larutan baku HCl yang dipergunakan sebagai Vpp. dan pembacaan menunjukan volume 30.70ml. 2.ditentukan dari Vpp.2 gram sampel. sedangkan kadar HCO3.1009N Kadar karbonat mgrek=0.25ml. dan setelah ditambah pp dan pembacaan di buret menunjukan angka 8.25ml Vmj=20. Tetapkan kadar ion carbonat dan bikarbonat! Vpp=8.9440 mgram . Catat volume HCl yang digunaka sebagai Vmj Contoh soal 1. Maka kadar CO32.45ml N HCl=0.25ml=12.25ml=0.70ml-8.dari VmjVpp Cara kerja: 1.1009N x 8.8324mmol mgram=0. yang bereaksi adalah ion HCO3. Pipet 25 ml dari larutan ini ke dalam labu erlenmeyer.8324mmol x 60mg/mmol=49.baik yang 'asli' maupun yang berasal dari CO32-. Sebanyak 150 mgram sampel yang mengandung bikarbonat dan karbonat ditetapkan kadarnya.8324mgrek mmol=0.1009N. Tambahkan 3 tetes indikator pp dan titrasi dengan larutan baku HCl hingga warna merah tepat akan hilang. ternyata Normalitas HCl adalah 0.

1002N! Vpp=21. dapat disimpulkan bahwa sampel tersebut tidak mengandung ion bikarbonat asli.2562mmol mgram=1. Sampel seberat 12 gram diencerkan dengan labu tentukur 250ml.12ml Saat dititrasi tahap 1.45ml=1.6285mg/150mg x 100%=51. menunjukan volume 42.9440mg/150mg x 100%=33. dan saat dititrasi tahap 2.+ H+ --->HCO3-] Kadar bikarbonat mgrek=0.30% [Catatan BE yang digunakan adalah 1 mol karena CO32.6285mgram Kadar=76.Kadar=49.09% [Catatan BE yang digunakan adalah 1 mol karena HCO3. Maka kadar ion biakrbonat adalah 0. Sebanyak 10 ml enceran diambil. volume menunjukan 21.12 ml.2562mgrek mmol=1. Tentukan kadar ion bikarbonat dalam sampel jika setelah dibakukan N HCl adalah 0.00% . ternyata volume di buret menunjukan 21. dan saat dititrasi kembali dengan mj. dititrasi dengan HCl dan indikator pp.12ml=21. maka dengan demikian.12 ml. volume HCl yang dibutuhkan juga 21.+ H+ ---> H2CO3] 2.12ml Vmj=42.12ml.2562mmol x 61mg/mmol=76. tidak ada selisih antara volume yang dibutuhkan oleh karbonat dengan bikarbonat asli.1009N x 12.24ml.24ml-21.2562mgrek x 1 mmol=1.

0 ml. Tuliskan reaksi yang tterjadi dan hitung normalitas HCl. Pada penetapan kadar Hexamina (mr=140.0 ml larutan dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi 50 ml larutan HCl. Pada standarisasi H2SO4 sejumlah 0. tentukan adar trolamina dalam sampel.1030 N diperlukan 20. Dititrasi terhadap larutan HCl yang Normalitasnya 0.35ml larutan H2SO4. Tuliskan reaksi yang terjadi dan hitung kadar Hexamin. kemudian larutan tersebut dapat dititrasi dengan 37. Pada penetapan kadar Hexamina (mr=140.kemudian larutan tersebut dapat dititrasi dengan 37.0 ml larutan dimasukkan dalam erlenmeyer tambahkan 1-3 tetes phenolphtalein.0 ml larutan dimasukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi 50 ml larutan HCl 0.5000 gram sampel yang mengandung trolamina ditimbang.0 ml dengan aquadest.55 ml.8 gram Na2CO3(mr=106) dilarutkan hingga 100. 5.42 ml larutanH2SO4. 7. kemudian larutan tersebut dapat dititrasi dengan 31. Pada standarisasi larutan HCl sejumlah 200mg Na2CO3(mr =106) dilarutkan dengan 25 ml aquadest dalam erlenmeyer tambahkan 1-3 tetes merah metil.10 ml larutan HCl. Tuliskan reaksi yang terjadi dan hitung Normalitas H2SO4 3.5 gram Na2B4O7 10 H2O (mr=382) Dilarutkan dengan 25 ml aquadest dengan erlenmeyer tambahkan 1-3 tetes merah metil.(Lihat kesetaraan diatas) . Jika didapat volume titrasi 14. Tuliskan reaksi yang terjadi dan hitung normalitas HCl.1020 N.4 gram dilarutkan hingga 100.88 ml. Pada standarisasi larutan HCl sejumlah 600mg Na2B4O710 H2O (mr=382) Dilarutkan dengan 25 ml aquadest dengan erlenmeyer tambahkan 1-3 tetes merah metil.19) sejumlah 0. setelah dipanaskan diberikan indikator kemudian dititrasi dengan NaOH 0.0 ml.Soal-Soal Latihan 1. sejumlah 25.85 ml. Sejumlah 2. Tuliskan reaksi yang terjadi dan hitung normalitas H2SO4. Tuliskan reaksi yang terjadi dan hitung kadar Hexamin. kemudian larutan tersebut dapat dititrasi dengan 19. Sejumlah 25. Pada standarisasi larutan H2SO4 sejumlah 1.5 gram dilarutkan hingga 100.02ml.1025 N diperlukan 15. 2.19) sejumlah 0. Pada titrasi blanko diperlukan 49.1029N. 6. sejumlah 25. 4.35 ml larutan HCl. setelah dipanaskan diberikan indikator kemudian dititrasi dengan NaOH 0.

Sampel seberat 12 gram diencerkan dengan labu tentukur 250ml. Tentukan kadar ion bikarbonat dalam sampel jika setelah dibakukan N HCl adalah 0.8. dititrasi dengan HCl dan indikator pp. Sesuai soal nomor 7.1002N! . dan saat dititrasi kembali dengan mj. jika diketahui Mr trolamina 149. ternyata volume di buret menunjukan 8.19 dan Ar Nitrogen 14. Sebanyak 10 ml enceran diambil. tetapkan kadar Nitrogen dalam sampel tersebut! 9.25ml. 2. menunjukan volume 22.15ml.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->