7 PENGUKURAN JARAK ELEKTRONIK (PJE

)
Pada pengukuran jarak secara langsung, jarak – jarak yang relatif jauh dan menuntut ketelitian yang tinggi akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya yang besar. Oleh karenannya orang membuat alat pengukur jarak tak langsung dengan ketelitian yang tinggi dan jangkauan yang cukup jauh, dengan menggunakan prinsip perambatan gelombang elektromagnetik. Metode pengukuran jarak ini disebut electronic distance measurement dan alatnya dinamakan Electronic Distance Meter atau EDM. EDM dapat dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu tipe yang menggunakan gelombang mikro atau gelombang radio, disebut Microwave Distance Measurement (MDM), dan tipe yang menggunakan gelombang cahaya, disebut Electroopic Distance Measurement (EDM). Gambar 7.1 Wild DI-20 Pada umumnya tipe MDM mempunyai kemampuan jangkau yang cukup jauh, hingga beberapa puluh kilometer, dengan pemantul atau reflektor aktif, sedangkan tipe EDM mempunyai jarak jangkauan yang lebih pendek, dari beberapa puluh meter sampai beberapa kilometer dan menggunakan reflektor pasif, sehingga EDM lebih cocok untuk pengukuran-pengukuran yang relatif pendek yang umumnya berkaitan dengan survei rekayasa. Tipe EDM bentuknya kecil dan ringan, sehingga dapat dipasang di atas teodolit sehingga pengukuran sudut dan jarak dapat dilakukan bersama-sama sebagaimana takheometer biasa. Tipe EDM dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: 1. Menggunakan gelombang cahya tampak, yang mempunyai panjang gelombang 3,6 x 10-7 – 7,8 x 10-7 m. 2. Menggunakan gelombang infra merah, yang mempunyai panjang gelombang 7,8 x 10-7 – 3,4 x 10-4 m. 3. Menggunakan sinar LASER (Light Amplification through Simulated Emition of Radition)

7.1. SEJARAH SINGKAT
Dibandingkan dengan pengukuran jarak langsung dengan pita ukur, pegas ukur dan yang lain, pengukuran jarak elektronik tergolong masih baru. Hal ini erat kaitannya dengan perkembangan teknologi elektronika. Pemakaian secara umum dan boleh dikatakan murah, baru dimulai sekitar tahun 1970-an.

Penemuan pertama PJE dengan sinar tampak atau cahaya, berkaitan dengan seorang ilmuwan bangsa Swedia bernama E. Bergstrand. Beliau adalah orang yang pertama kali mendesain geodimeter yang merupakan kependekan dari geodetic distance meter untuk keperluan perhitungan kecepatan cahaya pada tahun 1943. Geodimeter NASM-2 baru digunakan secara komersial pada tahun 1950, yang diproduksi oleh pabrik kimia AGA di Swedia. Dengan geodimeter pertama ini, jarak yang jauh hanya dapat diukur pada malam hari. Tetapi pada saat sekarang, geodimeter model 600 dan B sudah dipakai secara luas di dunia untuk mengukur jarak yang jauh (long range) dalam survei geodesi. Tipe MDM pertama dibuat oleh T.L. Wadley pada Institute of Telecommunication Research di Afrika Selatan pada tahun 1954. Pada tahun 1957, alat ini dipublikasikan dengan nama telurometer. Telurometer memiliki jarak jangkau yang lebih jauh daripada jarak jangkau geodimeter dan dipakai secara luas di dunia sampai diperkenalkannya PJE jarak pendek dengan sinar LASER pada tahun 1960-an Prototipe pertama dari PJE jarak pendek (berkaitan dengan ditemukannya diode pendar) muncul pada dekade 1960-an (telorometer MA-100 tahun 1965, Zeiss SM-11 pada tahun 1967). Alatalat ukur tersebut baru dipasarkan secara bebas pada tahun 1968 untuk Wild/Secrel Distomat DI-10, tahun 1969 untuk telurometer MA-100, dan tahun 1970 untuk Zeiss SM-11. PJE jarak pendek dengan sinar infra merah sekarang berkembang pesat dan banyak digunakan dalam berbagai survei, sedangkan yang jarak jauh hanya digunakan dalam survei kerangka geodesi. Alat ukur PJE yang paling teliti hingga saat kini bernama mekometer dibuat oleh K.D. Froome dan R.H. Bradsell pada tahun 1961 di Laboratorium Fisika Nasional Tedington (U.K.) dan baru dipasarkan pada awal 1973. Pada jarak pendek, ketelitian alat mencapai 0,2 mm.

Gambar 7.3. Nikon ND-30 dan 31

7.2. GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Gelombang elektromagnetik adalah tenaga yang dipancarkan, berupa getaran medan listrik dan medan magnet yang merambat dalam ruang bebas. Gelombang elektromagnetik ini bersifat periodik dan berbentuk sinusoide. Hubungan antara frekuensi dan panjang gelombang elektromagnetik dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

= .............................................................................................................. f = ............................................................................................................... c= ..............................................................................................................

(7.1) (7.2) (7.3)

... yang kemudian diterima oleh International Union for Geodesy and Geophysic dan kemudian diperbaharui pada tahun 1975 menjadi 299......792........5 0............. (7.................792..............004 p...... dengan simpangan baku 0...485 1.p.....Dalam hal ini: : Panjang gelombang f : Frekuensi c : Kecepatan rambat gelombang dalam suatu medium............................................ u : Indeks refraksi medium............6) ..........2 m/detik................. .................................4 km/detik) yang telah disepakati bersama pada sidang XII International Scientific Radio Union tahun 1957... Radiasi atau rambat gelombang elektromagnetik dapat dinyatakan dengan gambar dan rumus sebagai berikut: = = .5) (7..m........ didasarkan pada cahaya dalam medium Co : Kecepatan rambat gelombang cahaya dalam ruang hampa (299.............

.......5 di atas............... Selanjutnya beda fase dapat dinyatakan dalam beda waktu : = .... (7....................................................................................................................... Secara keseluruhan spektrum gelombang tersebut dapat disajikan dalam Tabel 7.... dari cahaya tampak sampai gelombang frekuensi rendah..........6..........1..7) = ......502 dengan mini komputer ..............8) 7...6.................................................. (7..... (7................ SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK Berdasarkan frekuensi dan panjang gelombangnya.................................. Kem DM..b) Dalam hal ini: : Beda fase : Beda waktu Efek beda waktu diilustrasikan pada Gambar 7............... (7................. spketrum gelombang elektromagnetik yang lazim digunakan untuk mengukuran jarak ada sembilan jenis.....3. Gambar 7.6..a) = A sin .Keterangan : A : Amplitudo : Kecepatan sudut : Frekuensi gelombang cahaya : Waktu rambat : Sudut fase Posisi partikel pada gelombang dengan beda fase dapat dinyatakan dengan : Y = A sin ......................

10-8 – 3.106 3. EDM yang menggunakan gelombang jenis ini mempunyai jarak jangkauan yang jauh.5.3.106 – 3.1011 3.76 – 3. Jangkauan alat EDM yang menggunakan jenis ini menjadi lebih pendek.102 – 3.8.103 – 3.8.1014 – 8.1011 3.3. .1015 2.1014 8.6.8.103 Spektrum gelombang inframerah dibagi lagi menjadi : Spektrum Gelombang Infra Merah Inframerah dekat Inframerah tengahan Inframerah jauh Inframerah ekstrim Panjang Gelombang 0.10-7 3.108 3.6.4.109 – 3.9.6.2.109 3.8.107 3.1016 – 8.107 – 3.4.10-8 1.104 3.Macam Gelombang Radiasi Sinar X Ultraviolet Sinar tampak Inframerah Gelombang Radio Ekstra tinggi EHF Super tinggi SHF Ultra tinggi UHF Televisi Sangat tinggi VHF FM Broadcasting Tinggi HF Gelombang Pendek Medium MF AM Broadcasting Rendah Gelombang panjang Sangat rendah VLF Ekstra rendah ELF Pajang Gelombang (m) 1.1010 3.0 – 15.10-11 – 6.108 – 3.10-7 7.1010 – 3.10-7 .0 15.10-4 10-3 – 10-2 10-2 – 10-1 10-1 – 1 1 – 10 10 – 100 102 – 103 103 – 104 104 – 105 105 – 106 Frekuensi (Hz) 1.0 – 6.0 –1 Yang tergolong gelombang dengan frekuensi rendah adalah gelombang yang frekuensinya kurang dari 30 MHz.3.10 3. Gelombang elektromagnetik dikatakan berfrekuensi tinggi apabila frekuensinya lebih dari 30 MHz.6.104 – 3.1014 – 3.8.105 3.10-7 – 7.1014 3.1019 – 4.105 – 3.0 6.

..... seperti gambar berikut.... Metode interverometri Metode yang paling banyak digunakan pada EDM untuk surveying adalah metode beda fase. t........ Metode beda fase 3.. baik dengan gelombang mikro... Metode dopler 4.... Metode pulsa 2.....4 KONSEP DASAR PENGUKURAN JARAK DENGAN GELOMBANG ELKTROMAGNETIK Ada empat metode pengukuran jarak elektronik..... (7.............7.. Sinyal tersebut dipantulkan kembali ke pemancar.......6)........ v .... yaitu : 1. kemudian di ujung lain dari garis tersebut dipasang pemantul atau reflektor.. waktu lintas perjalanan sinyal pergi-pulang diukur oleh pemancar.... ................ sinar tampak maupun inframerah dan laser...... Karena kecepatan sinyal diketahui dengan teliti maka jarak lintasan dapat dihitung dengan rumus: D = ⁄ ... sehingga di sini hanya akan dibahas metode beda fase saja......9) Dalam hal ini : D : Jarak garis yang diukur (lintasan) t : Waktu lintasan sinyal pergi-pulang v : Kecepatan sinyal Untuk memahami PJE secara sederhana dapat dianalogikan dengan gelombang yang diakibatkan oleh jatuhnya batu ke dalam kolam air... Konsep dasar pengukuran jarak elektronik adalah suatu sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari suatu alat yang dipasang pada stasiun di ujung suatu garis yangakan diukur jaraknya (Gambar7....

Apabila penjalaran gelombang dari X ke Y memerlukan waktu 2. Contoh: Sebuah batu di jatuhkan ke dalam kolam di titik X dan menimbulkan gelombang yang menjalar pada permukaan air dengan frekuensi (f) 5 Hz dengan kecepatan 2. Jika panjang gelombang tersebut = 0..5 m/dt (ms-1) Memandang masalah di atas dari sudut lain. Kecepatan menjalar gelombang (v) = jarak (D) : waktu (t) = 5. Jadi masalahnya “di lapangan” hanya menghitung banyaknya gelombang yang melintas antara X dan Y saja. maka frekuensi gelombang tersebut adalah: f = 10. terdapat bagian gelombang yang tidak penuh antara X dan Y dan formasi gelombang khusus ini dikatakan mempunyai beda fase 0. Pada saat gelombang sampai pada titik Y (tepi kolam) ternyata terdapat 10.. sebuah batu telah dijatuhkan pada kolam air di titik X dan bentuk gelombang merambat dari titik tersebut sampai tepi kolam di titik Y. Jarak antar dua titik yang serupa sama dengan satu panjang gelombang. Terdapat 10 (sepuluh) gelombang penuh dan sebagian gelombang tidak penuh (dalam hal ini gelombang yang tidak penuh adalah ½ panjang gelombang).1 detik = 5 kali/detik Secara teknis gelombang membuat putaran 5 kali per detik.Gambar 7.5 meter. Apabila ditinjau dari formasi gelombangnya.5 = 5.5 m x 10. Dalam kasus tersebut di atas. asal telah diketahui kecepatan rambat gelombang (v).25 m.7.. Hitung jarak XY. . dst = 1 panjang gelombang. Satuan internasional (SI) untuk frekuensi 1 kali putaran tiap detik dinamakan 1 Hertz (Hz). sehigga gelombang tersebut mempunyai frekuensi 5 Hertz.5 m/dt.5 kali : 2.5 panjang gelombang.1 detik = 2.1 detik. maka jarak XY dapat dihitung: Jarak XY = panjang gelombang x jumlah gelombang = 0.25 m : 2. Rambat gelombang air ke tepi kolam Pada gambar di atas.5 gelombang. frekuensi (f) dan banyaknya gelombang (n). jarak XY dapat dihitung tanpa harus mengetahui panjang gelombang ( ) dan waktu merambat (t). maka XA = AB = BC . gelombang dikatakan berada dalam fase apabila antara titik awal dan akhir terdapat kelipatan dari gelombang penuh.

kemudian pita baja tersebut dimodulasikan dengan pembagian skala metrik/feet yang digoreskan padanya. Nilai n/f dihitung (t) baik secara manual maupun secara otomatis pada alat. Hal ini setara dengan panjang gelombang yang dipakai. Prinsip Pengukuran Jarak Konsep dasar pengukuran yang telah dibahas di muka. Gelombang dengan frekuensi sangat tinggi tidak terlalu terpengaruh kondisi yang demikian.1 dt = kecepatan (v) x waktu (t) = 2.Penyelesaian: Banyaknya gelombang (n) = 10. hasilnya adalah jarak atau panjang lereng yang diukur. sekarang menjadi prinsip yang pasti.1 dt = 5. Gelombang inframerah dan cahaya tampak (kasat mata) adalah contoh pembawa yang cocok. dan dikalikan dengan kecepatan standar sinyal di atmosfer (v). yaitu 1000 x 1 cm = 10 m. yaitu MDM untuk pengukuran jarak jauh dan EDM untuk pengukuran jarak menengah dan dekat. dan membawanya saat pita direntangkan selama pengukuran.1. gelombang frekuensi tinggi berfungsi sebagai pembawa bagi gelombang frekuensi rendah dan dikatakan dimodulasikan dalam proses ini. karena gelombang cenderung melemah dan menyebar serta mengalami interfensi.5 Frekuensi gelombang (f) = 5 Hz Jadi waktu rambat (t) Jadi jarak XY = = = 2. Di sini suatu gelombang elektromagnetik yang telah diketahui frekuensinya (f) dipancarkan ke pemantul atau reflektor.4. Pada tabel halaman sebelumnaya akan setara denga frekuensi sebesar 30 MHz. dan memang memungkinkan untuk menggabungkan gelombang pengukur frekuensi rendah ke dalam gelombang dengan frekuensi yang lebih tinggi dan memancarkannya bersama-sama. pengukuran metode elektronik dapat dibagi menjadi dua sistem. dan dipantulkan kembali ke pemancar. ketelitian 1 cm dapat diterima. Alat pemancar mampu menghitung jumlah (n) panjang gelombang dengan ketelitian sampai 1/1000 bagian dari panjang gelombang (dengan salah satu cara yang akan dijelaskan kemudian). gelombang cahaya tampak analog dengan pelat pita baja tipis yang dipakai sebagai bahan pembuat pita ukur. Di muka telah dikemukakan bahwa berdasarkan macam gelombang yang dipakai. pengukuran konstruksi (rekayasa). Dalam keadaan yang demikian.5 m/dt x 2. Gelombang frekuensi tinggi untuk transmisi langsung melalui atmosfer dengan alat ukur jarak elektronik kurang sesuai. . Dalam bahasa sederhana. 7. Bagi kebanyakan survei.25 m Alat pengukur jarak elektronik dapat memisahkan beda fase sampai 1/1000 panjang gelombang.

Pada alat ini terdapat pemantul sinyal yang bersifat aktif yang disebut remote. 2.353 w4 2000 m 1000 m 0. Misal data panjang gelombang dan beda fasenya seperti Tabel 7. Proses ini diulangi beberapa kali dengan panjang gelombang yang lain. Keduanya mengadakan kontak via telpon untuk saling mempersiapkan diri. contoh data panjang gelombang dan beda fase Panjang Gelombang Ekivalen untuk perjalanan tunggal Beda fase w1 2 m 1m 0. beda fase diukur lagi.2. Dengan cara yang sama dengan nomor 1 di atas.325 w2 20 m 10 m 0. baru dipancarkan kembali ke master. Tombol pengukur diaktifkan.532 w3 200 m 100 m 0. alat tersebut basanya dilengkapi dengan piranti komunikasi (telepon). Sinyal yang sampai padanya tidak langsung dipantulkan kembali ke pemancar atau master tetapi diperkuat lebih dulu pada remote. Alat MDM (master distel pada titik/stasiun A. Jumlah (n) panjang gelombang Dari tabel di atas jumlah panjang gelombang dengan panjang w1 ( dapat diperkirakan secara berturut-turut. Beda fase yang terjadi akan diukur oleh alat. Perubahan panjang gelombang ini dilakukan secara otomatis dan seluruh prosedur kira-kira membutuhkan waktu 30 detik. Selama pengukuran. 4.835 x 1000 = 835 . Adapun pelaksanaan pengukuran jarak AB adalah sebagai berikut: 1. Panjang gelombang kemudian diubah menjadi w2.2. jumlah gelombang penuh didapat sebagai berikut: = 0. Karena jarak antara master dan remote cukup jauh.835 Tetapi w4 = 1000 w1. Sistem Gelombang Mikro Beberapa pabrik telah memprodukasi alat pengukur jarak elektronik dengan sistem gelombang mikro yang dikenal dengan nama telurometer. 3. yang kemudian dipancarkan kembali ke master. di bawah.835 Perhitungan : a. gelombang mikro dengan dengan panjang w1meter dipancarkan ke remote di titik B. Alat ini digunakan untuk pengukuran jarak dari 20 m sampai 150 km dengan ketelitian 3-4 mm per km dengan frekuensi sebesar 15 MHz.2. sehingga: x 1000 = 0. Jumlah pengulangan tergantung pada model alat dan jarak yang diukur.4. Tabel 7. temperatur dan tekanan udara dicatat. Misal dengan menggunakan panjang gelombang w4 ( dengan beda fase .7. dan remote di titik B.

353) = 35.0 km/dt.009 m. enam atau sembilan buah reflektor.650 m = 835.0 x 1000) m = 1670.Jumlah total panjang gelombang (penuh dan parsial) didapat sebagai berikut.325) = 0. 1000 x (0. dan diarahkan secara teliti ke reflektor yang dipasang pada ujung garis yang lain. Koreksi atmosfer untu suhu 300C dan tekanan 800 mmHg adalah -0.9). Sebaliknya reflektor juga diarahkan pada pemancar dengan alat pembidikan terbuka yang ada padanya.325 Jadi jumlah panjang gelombangnya adalah 835.316 m 7.0 100 x (0.574471 x 10-6 detik c. Pemancar dipasang pada salah satu ujung garis yang akan diukur. Untuk jarak yang lebih jauh diperlukan susunan tiga.650 m AB = ½ x 1670. sistem elektro-optis dapat dikelompokkan dalam dua kelas. yaitu kelas yang menggunakan sinar tampak/kasat mata (termasuk kategori jarak menengah) dan kelas yang menggunakan sinar inframerah (termasuk kelas jarak pendek). Waktu rambat (t) Dari rumus di atas pada analogi gelombang air. Unit PJE jarak pendek dapat dipasang pada teropong teodolit dengan wadah yang khusus dirancang untuk mengarahkan unit PJE tepat searah dengan garis bidik teropong ke mana saja dia diarahkan (Gambar 7. Reflektor tunggal digunakan untuk jarak 600 meter.32 1x (0.3 10 x (0. Pekerjaan Lapangan 1. Sistem Elektro-Optis Berdasar spektrum yang digunakan. Jadi: 2 x AB = (5. .3. Nilai standar v pada suhu 12oC dan tekanan 760 mmHg telah diketahui.835) = 835.325 m Perhitungan tersebut dilakukan secara otomatis dengan alat gelombang mikro yang paling mutakhir dan diperlihatkan secara digital sebagai bilangan dalam 8 digit. Keduanya memiliki banyak kesamaan.325 m – 0. yaitu 299708.009 m = 835.325 b. Jadi: Jarak AB = 835. Sinyal pengukur dibawa oleh berkas sinar sempit yang sangat terfokus yang diarahkan secara optis ke sasaran yang jauh dengan teropong yang terdapat didalamnya.532) = 5.6 dan Gambar 7.4. waktu rambat untuk satu gelombang adalah: t = n/f = detik = 5. Jarak AB Jarak ganda (bolak-balik) AB dihitung dengan mengalikan waktu rambat (t) dengan kecepatan (v) gelombang melalui atmosfer.574471 x 10-6 x 299708.

.000 000 m. Dari padanya banyaknya gelombang dapat ditentukan dan jarak miring akan dapat ditentukan..382 dan w3 = 1.w1 Karena 20 w1 = 21 w2 w2 = (20/21)w1 Jadi ( ) Sehingga Maka nilai akan diulangi setiap 100m. Karena itu jumlah total panjang gelombang adalah 835 + = 835... 3.......35 m...... ii. dan prosedur pengukuran diulangi lagi sebagaimana di muka (1)...2................ frekuensinya sekitar 30 MHz..... Dengan menggunakan setengah panjang gelombang dihasilkan ekifalen sebesar 5 meter untuk perjalanan satu jurusan....... Frekuensi sinyal diubah secara otomatis oleh alat... Ketiga panjang gelombang untuk pengukuran adalah: w1 = 5..987532 m........ i..........300. w2 = 4.. Pembangkit sinyal Sumber cahaya adalah lampu 5 volt biasa yang mendapat tenaga dari baterai. tetapi erat sekali kaitannya... Ketiga gelombang ini dipilih sedemikian rupa sehingga: 400 w1 = 401w2 = 2000 m dan 20 w1= 21 w2 = 100m......(c) Dari (a) dan (b): n(w1 – w2) = w2 .761904. untuk pengukuran jarak sampai 5 km disiang hari atau 15 km disaat gelap. Dengan panjang gelombang tersebut.... misalkan untuk mengukur jarak 835.. Kemiringan teropong (bacaan lingkaran vertikal) dan kondisi atmosfer dicatat untuk reduksi menjadi jarak datar dan koreksi hasil ukuran.....w1 Dan karena 400 w1 = 401 w2 w2 = (400/401) w1 Jadi ( ) Sehingga Nilai ini akan diulangi setiap 2000m... dari sana dikembalikan ke pemancar dan beda fasenya diukur.... Panjang gelombang adalah 10 meter... Perhitungan panjang gelombang Beda fase untuk setiap garis yang diukur didapat dari tiga panjang gelombang.(a) = nw2 + w2 .........300 m. Sinyal dipancarkan dengan frekuensi yang diketahui ke reflektor..... A...... Untuk jarak yang lebih jauh sampai 25 km digunakan lampu uap merkuri yang mendapatkan suplai tenaga dari generator. w3 = 4. ....... Dari (a) dan (c): n(w1 – w3) = w3 ........(b) = nw3 + w3 ... Alat Jarak Menengah Kelompok ini banyak dikenal sebagai geodimeter.967 Jarak AB = nw1 + w1 . w2 = 2............ dihasilkan beda fase dari masing-masing panjang gelombang: w1 = 0.

Tenaga dicatu dari baterai NiCd yang diikatkan pada statif dan dihubungkan ke unit PJE dengan kabel yang lentur. 7. 2. Berkas sinar tidak terlihat dan tidak berbahaya. dan akan menghasilkan jarak yang tepat meskipun dipotong oleh lalu-lintas. ii. Hidupkan tenaga dengan menekan tombol on/off. Pekerjaan tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 detik. Alat Jarak Pendek i.B. kompak dan ringan (kurang dari 2 kg) dan mudah dipasang pada teodolit melalui per penjepit.6) yang merupakan alat khas dari kelas ini bentuknya kecil. Pembangkit sinyal Semua PJE jarak pendek yang mutakhir memancarkan gelombang pembawa inframerah yang dibangkitkan oleh dioda galium arsenida (GaAs). Adapun langkah pengukurannya adalah sebagai berikut: 1. Dengan memasukan bacaan sudut miring dari teropong teodolit pada tombol PJE.M. BEBERAPA KOMPONEN PENTING PADA PJE ELEKTRO-OPTIS PJE elektro-optis pertama (geodimeter NASM-2 buata AGA Swedia) menggunakan komponen elektronik lama seperti lampu tabung (tabung hampa) dan resolver sesuai teknologi saat . 3. 502 (Gambar 7. PJE akan memproses dan menampilkan bacaan dalam jarak datar. Stel tombol fungsi ke tanda “ukur” 4. Banyaknya gelombang dihitung oleh suatu piranti elektromekanis dan jarak mirinf akan ditampilkan secara digital. Cara Kerja Alat Inframerah Alat Kern D.5. dan dengan piranti elektromagnetis secara otomatis akan menghitung jarak miring dan menampilkannya secara digital. Panjang gelombang kurang dari 1 mikrometer dan tenaga dipasok dari baterai sel kering nikel-kadmium atau bisa dengan baterai mobil 12 volt. Perhitungan panjang gelombang Semua alat PJE kelas ini sepenuhnya otomatis. Arahkan garis bidik teodolit ke posisi reflektor atau pemantul. Tekan tombol stater yang bertuliskan “ukur” Maka alat akan mengukur beda fase pada dua frekuensi yang berbeda.

7. Frekuensi sinyal yang dihasilkan oleh osilator distabilkan dengan kristal kwarts. amplifier dan lainnya dalam satu buah IC. Komponen yang didapat digunakan untuk itu adalah fotodetektor. Beberapa komponen yang penting dalam alat EDM antara lain: 7. menghasilkan EDM jenis baru yang dilengkapi dengan mikro komputer dan program itu untuk melakukan proses elektronik dan hitungan secara otomatis. As dan P. transitor dan lain-lain. Ada beberapa macam alat tersebut yang digunakan dalam alat EDM .5. Misal sinar inframerah amber ( akan dipancarkan pada temperatur ruangan jika atom-atom impurity pada LED adalah Ga. Oleh arenanya. Sinar inframerah ( dipancarkan pada temperatur ruangan jika atom-atom impurity pada LED adalah Ga. menggantikan komponen lama.4. avalance fotodioda.5.2. 7. kondensator dan transistor. Kemudian terciptanya Integrated Circuit (IC) dan mikro prosesor yang dapat menggantikan satu blok sirkuit elektronik tertentu. frekuensi dan temperatur kerjanya. di antaranya adalah sistem analog dan digital.itu. As. foto diode. Fotodioda mempunyai fungsi yang berlawanan dengan LED tetapi dari bahan yang sama. Sistem Analog Dalam sistem ini digunakan resolver atau delay line dan detektor fase. dan Al. dan fotosel. karakteristik dan faktor-faktor yang berperngaruh terhadap LED. Sirkuit ini dapat disatukan dengan komponen seperti devider. Penemuan baru bahan semi konduktor yang menghasilkan light emiting diode (LED). Foto Informasi fase yang dibawa oleh sinar harus dikembalikan menjadi sinyal listrik (demodulasi) sebelum proses selanjutnya dilakukan. Osilator Kwarts Osilator kwarts adalah suatu piranti atau komponen pembangkit sumber sinyal (gelombang elktromagnetik) yang akan digunakan untuk pengukuran beda fase. misalnya fotodioda.5. Daya output sinar yang dipancarkan LED tergantung pada arus injeksi. yang terdiri dari resistor. Perubahan konsentrasi Al menyebabkan perubahan panjang gelombang diantara interval tersebut.5. Alat Ukur Selisih Fase Selisih fase antara sinyal referensi dan sinyal ukuran ditentukan oleh alat ukur selisih fase.5.1. 7.1. Fase sinyal referensi dibandingkan dengan fase sinyal ukuran yang telah digeser tersebut. Apabila fase kedua sinyal . fototransistor.3. LED adalah junction diode yang terbuat dari bahan semi konduktor tipe n dan tipe p dengan atom-atom impurity tersebut dan konsentrasinya.4. Perubahan konsentrasi P menyebabkan perubahan panjang gelombang diantara interval tersebut. 7. Light Emiting Diode (LED) LED dalah suatu komponen yang dapat memancarkan sinar cahaya atau sinar inframerah sebagai gelombang pembawa pada alat EDM elektrooptis.

maka jarak dan sudut dapat diukur bersama-sama. Selisih fase kedua sinyal tersebut sebanding dengan perubahan posisi pengatur kedudukan resolver dan delay line dari titik nolnya. Sinyal utama adalah sinyal dari gelombang pengukur yang dihubungkan langsung pada pengukur beda fase. Cara pengukuran yang demikan dinamakan sentering terpaksa. sehingga apabila PJE dipasang di atas teodolit. Pada survei pengukuran guna penentuan titik-titik kontrol. 7. sehingga bidang-bidang irisan tersebut saling tegak lurus. Dengan cara demikian selisih fase diperoleh dalam satuan kaunter. sehingga pengukuran menjadi lebih cepat dan terhindar dari kesalahan akibat sentering. Tribach ini dapat dipasang tegas di atas statip dengan bantuan nivo kotak dan sentering optis yang ada pada tribach. Demikian seterusnya secara bergantian. Karena satuan kaunter dapat dikonversi langsung menjadi satuan jarak. Prisma juga bisa dipasang bersama-sama dengan target (susun). statip dan teribach target tidak dilepas tetapi hanya diambil dudukan targetnya saja. Prisma dipasang pada suatu dudukan yang dapat dipasang dan dilepas pada tribach.3 mm pada kesalahan pengarahan 300.6 CARA KERJA ALAT PJE Pengukuran jarak dengan gelombang elektromagnetik tidak dilakukan dengan mengukur waktu rambat gelombangnya.4. Sistem Digital Sinyal referensi dan sinyal ukuran diubah menjadi gelombang segi emapt (square wave) dalam komponen yang disebut trigger. enam sampai sembilan buah tergantung dari jarak yang akan diukur. nolmeter menunjukan harga nol. 7. sehingga tidak merubah sentering. sedangkan sinyal data adalah sinyal dari gelombang yang telah dimodulasi dengan gelombang pengukur yang disalurkan ke pemancar (transmitter) kemudian dipancarkan ke . tribach prisma dan target dapat dipertukarkan dengan tribach dari teodolit atau PJE. kemudian teodolit yang tanpa teribach dipasang pada tribach bekas target.2.5. Konstanta nol reflektor terjadi karena sumbu optis reflektor tidak berimpit dengan sumbu vertikalnya. Sebuah prisma efektif untuk jarak 500 meter dan untuk jarak yang lebih jauh dapat dipasang tiga.5. Aliran pulsa dibuka jika sinyal ukuran memulai siklus baru dan ditutup jika sinyal refrensi memulai siklus baru. misalnya pada reflektor Kern DM 501 dan Wild GDR 11 berkisar sekitar 0. 7. Kesalahan jarak dapat timbul sebagai akibat dari kesalahan pengarahan reflektor.0 mm pada kesalahan pengarahan 100 dan sekitar 2.tersebut sama. Reflektor tunggal berupa prisma kubus yang permukaan tegaknya dibuat irisan-irisan tertentu. Banyaknya prisma dapat diatur. melainkan dengan mengukur beda fase antara sinyal utama atau sinyal referensi dengan sinyal data. Oleh karena itu reflektor harus dapat memantulkan sinar dengan baik dan sejajar sehingga dapat diterima oleh lensa penerima pada alat tanpa bidikan dengan tepat.5. Kesalahan jarak lainnya yang dapat timbul dari reflektor adalah konstanta nol reflektor. Dengan demikian pada waktu teodolit dipindah ke stasiun yang ditempati target. Reflektor Reflektor digunakan untuk memantulkan sinar agar dapat diterima kembali oleh alat. Gelombang segi emapat tersebut digunakan sebagai saklar elektronik untuk membuka dan menutup aliran pulsa dari osilator.

Setelah ukuran jarak diperoleh. penyaringan dan pencampuran) dibandingkan fasenya dengan fase sinyal referensi (sistem digital) dan hasil hitungan kaunter disimpan dalam memori komputer.11. namun secara garis besar sama dan dapat digambarkan seperti pada Gampar 7. kemudian didemodulasikan ke pengukur beda fase. Mekanisme kerja alat PJE secara detail teknis mungkin berbeda-beda untuk alat yang berbeda. kemudian hasilnya dikonversi menjadi satuan jarak. yang pertama dinamakan lintasan luar. Sinar tersebut memancar melalui dua lintasan. Kemudian sinar termodulasi dipancarkan. Lintasan kedua dinamakan lintasan dalam. yaitu lintasan sinar LED melalui fiberglass langsung ke fotodioda. Osilator utama membangkitkan sinyal berfrekuensi tertentu dan melalui devider dapat dihasilkan beberapa sinyal dengan frekuensi yang berbeda-beda. Selanjutnya pengukuran dilakukan kembali menggunakan panjang gelombang yang lain (ukuran kasar). dipancarkan melalui sistem optis ke reflektor dan dipantulkan kembali ke sistem optis penerima hingga diterima oleh fotodioda dimana proses demodulasi dilakukan. di sini proses modulasi dilakukan.pemantul atau reflektor dan diterima kembali oleh receiver. yaitu menyamakan digit pertama dari hasil pengukuran terdahulu yang disimpan. Akhirnya diperoleh jarak ukuran yang dapat dibaca pada alat peraga (display). Frekuensi sinyal yang paling besar (skala ukuran halus) dialirkan ke amplifier lalu diteruskan ke LED. . Hasil hitungan ini dikurangkan terhadap hasil hitungan pertama. Sinyal hasil demodulasi (setelah penguatan. kemudian dilakukan pencampuran (matching). ditambah besaran konstanta penambah dan disimpan kembali. kemudian proses yang sama berlangsung hingga hasil hitungan kaunter diperoleh. Besar frekuensi tersebut dapat disesuaikan dengan skala ukuran alat EDM.

Tinggi tempat pengamatan di atas permukaan laut yang pada umumnya sebanding dengan tekanan udara. ada pula yang langsung dikoreksi oleh alat tersebut dengan cara memasukkan harga temperatur dan tekanan udara saat pengamatan.25 m Harga koreksi (dari diagram) : 2 mm/100 m Dengan demikian besarnya koreksi = 2 mm x . ada yang menggunakan diagram. Sebagai contoh untuk alat SDM -3C. KOREKSI HASIL PENGUKURAN Pada umumnya kecepatan gelombang yang digunakan pada setiap alat ukur EDM telah disesuaikan dengan temperatur dan tekanan udara yang tertentu atau standar. ada menggunakan rumus matematis. sehingga jika pengukuran dilakukan pada temperatur dan tekanan udara yang tidak sama dengan temperatur dan tekanan udara standar maka hasil pengukurannya perlu dikoreksi agar didapatkan ketelitian yang memadai. Garis – garis miring menunjukan harga atau besaran koreksi dalam milimeter (mm) per 100 m. untuk koreksi disediakan diagram seperti pada Gambar 7.7.12. disajikan di bagian atas diagram. Contoh: Temperatur saat pengukuran : 210 C Tekanan udara : 720 mmHg Hasil pengukuran (bacaan) : 850. Misal alat ukur SDM -3C didesain untuk standar temperatur 150 C dan tekanan udara 760 mmHg.7. Bentuk koreksi tersebut berbeda-beda untuk setiap alat.

Apakah pusat elektris PJE berimpit atau tidak dengan garis vertikal yang melalui pusat tribach. sedangkan yang konstan tak begitu bermakna terhadap jarak yang diukur. Ketelitian umumnya dinyatakan dengan: [5 mm + 5 part per milion (ppm)] atau (0. KETELITIAN PJE Ketelitian PJE ditentukan oleh besar kesalahan konstan dari alat dan kesalahan pengukuran yang sebanding dengan jarak yang diukur.25 m + = 850. 2. harus diingat bahwa kedua alat (PJE dan reflektor) harus dikoreksi terhadap karakteristik sentering yang tidak tepat. Apakah titik balik sinar pada reflektor berimpit atau tidak dengan garis vertikal yang melalui pusat tribach reflektor. sedangkan 5 ppm (5 mm/km) adalah kesalahan yang sebanding dengan jarak yang diukur.000 dan untuk jarak 1000 m akan menunjukan ketelitian 1:200. Sebagian besar alat PJE yang dipasarkan sekarang dipublikasikan berketelitian dari (3 mm + 1 ppm) sampai dengan (10 mm + 10 ppm).Sehingga hasil ukuran teroreksi adalah : 850.267 m 7. sehingga untuk jarak 100 m dengan kesalahan 5 mm akan menunjukan ketelitian 1:20.8. Kesalahan dalam besaran ppm sangat bermakna dalam pengukuran.02 ft adalah kesalahan alat ukur yang tidak tergantung dari jarak yang diukur.02 ft +5 ppm). Berbicara masalah ketelitian. Besaran 5 mm atau 0. yaitu: 1.000. .

Tinggi PJE atau teodolit (hi) dan tinggi reflektor (HR) masing-masing dapat diukur dengan rol meter atau pita ukur.Buat titik A. konstanta prisma (30-40 mm) telah dieliminir dalam PJE oleh pabrik atau di lapangan.15. Harga konstanta prisma = jarak AC – AB – BC Alternatif lain adalah dengan mengukur jarak garis basis yang telah diketahui lebih dahulu. GEOMETRI PENGUKURAN DENGAN PJE Gambar 7. . Agar perhitungan menjadi sederhana dianjurkan agar hi = HR. Ketelitian sudut vertikal sangat penting karena akan terkait dengan jarak mendatar dan beda tinggi dari jarak miring hasil pengukuran. maka untuk keperluan perhitungan diperlukan koreksi sudut vertikal ( apabila .15. menggambarkan tinggi PJE dan tinggi reflektor yang sama. selisih antara dan = X. Pada segitiga kecil yang terbentuk dari perpanjangan S’ dengan sisi miring X dan sudut puncak . B. AB. Kesalahan pertama biasanya telah dikompensasikan oleh produsen alat PJE di pabrik.Selisih ini dinamakan konstanta prisma atau reflektor.14. Dari Gambar 7. Misal kemiringan diukur dengan teodolit. sedangkan kesalahan kedua. 7.13. - Ukur semua penggal jarak AC. sisi siku-siku yang panjang = X cos .9. dan BC dengan alat PJE. Apabila PJE dipasang di atas reflektor seperti Gambar 7. Selisih hasi pengukuran alat PJE dengan panjang basis adalah besarnya konstanta prisma. Harga konstanta prisma dapat dicek di lapangan dengan langkah sebagai berikut. C segaris di lapangan. . sebagaimana Gambar 7. sehingga dapat dihitung dengan rumus: sin .

275 + 1.820-1. Apabila jarak mendatar langsung dihitung dari sudut miring hasil pengukuran 6o21’38”.276 Cos 6o21’38” = 557.257 m.820 +561.820 + 62.813 m.986 m. maka perbedaannya menjadi cukup bermakna.15 dan Gambar 7.257 – 1. Alat PJE tersebut dapat memperoleh jarak langsung dari target. dan tinggi prisma di B = 1.276 Sin 6o22’06” – 1.276 m.076 m.Contoh: Jarak miring antara AB yang diukur dengan PJE = 561.810 m di atas titik B. selisihnya tidak begitu berarti. harga X = (1. .720) = 0.810) – (1. Dari data yang diperlihatkan Gambar 7.10. Tinggi/elevasi B (HB) = HA + 1. yang dipancarkan oleh laser. akan didapatkan DAB = 561.986 = 248. Hitung jarak mendatar antara A dan B dan elevasi/tinggi titik B bila tinggi titik A = 186.813 m).181 m.275 m. = 28” terkoreksi 7. Beberapa pabrik seperti Wild Heerbrugg (Wild Dior 3002) dan Fennel menggunakan metode pulsa dari sinyal inframerah. Apabila dibanding dengan hasil di atas (557. Dibanding dengan + 62.820.986-1.986 = 186.720 di atas titik A dengan sudut miring teropong terbaca pada teodolit sebesar + 6o 21’ 38” pada pembidikan ke target. tinggi target = 1.16. Tinggi PJE di A=1.276 Cos 6o22’06” = 557. PJE dipasang di atas teodolit yang tinggi pusat optisnya = 1. Sehingga : Sin = = 6o21’38” + 28” = 6o22’06” Jadi jarak mendarat DAB = 561.821 m.176 – 0.366 m Apabila kenaikan (V) dihitung dengan sudut miring pengukuran langsung (6o21’38”) akan didapat + 62.100 = 0. PJE TANPA REFLEKTOR Saat ini ada beberapa jenis PJE yang dapat digunakan untuk mengukur jarak tanpa menggunakan reflektor karena permukaaan yang diukur itu sendiri yang berlaku sebagai reflektor.

Karena pengukuran dilakukan secara cepat. harus betul-betul diperhatikan jangan sampai terjadi kesalahan pembidikan terhadap beberapa obyek yang mungkin secara kebetulan melintas pada sinyal pengukur. Dengan kombinasi data kolektor dan komputer. dan pengukuran secara otomatis dari permukaan air seperti tandon air. volume penggalian secara otomatis dapat diselesaikan dengan digital plotter dan komputer. kemampuan jarak ukurnya akan menurun dari 100-300 m (cuaca teduh dan malam yang gelap baik untuk pengukuran). Alat PJE ini dapat mengukur secara cepat (0. Target yang berwarna cerah dan permukaan yang datar/halus dan tegak lurus terhadap arah sinyal (seperti tembok) akan menjadikan jarak jangkau dan ketelitian semakin baik.PJE tanpa reflektor dapat digunkana pula secara konvensional (dengan reflektor) untuk mengukur jarak hingga 4 km. sehingga surveyor tahu secara pasti permukaan obyek yang harus dibidik. Dengan reflektor ketelitian pengukuran ( 3 mm + 1 ppm). batas kolam dan sebagainya. tanpa reflektor ketelitian akan menurun 10 mm.8 detik pada mode rapid dan 0. sehingga menambah sarana untuk survei pada beberapa bidang lain seperti survei hidrografi dekat pantai serta berbagai bidang konstruksi berat. Bila digunakan tanpa reflektor. tidak keliru dengan obyek yang ada disampinganya. permukaan dam dan lain-lain yang sejenis. dan dengan pengeplotan gambar tampang. Ada kemungkinan teknik baru ini menjadi sangat potensial dalam industri survei yang membutuhkan pengukuran jarak seperti dalam tipe-tipe monitoring. menara pendingin. Gambar 7.3 detik pada mode tracking). pengukuran tempat-tempat yang berbahaya atau sulit didatangi. misalnya komponen-komponen jembatan.16. . teknik ini siap dipakai untuk pengukuran tampang melintang secara otomatis dalam bidang pertambangan dan terowongan. PJE tanpa reflektor dapat pula digunakan untuk survei dalam pembuatan gambar tampang dari tumpukan material galian. seperti truk atau kendaraan lain yang lewat. yang berarti dapat untuk digunakan untuk mengukur jarak obyek yang bergerak. PJE tanpa reflektor Alat PJE ini menggunakan sinar laser yang dengan sendirinya akan membantu kita untuk mengenal/melihat obyek yang diamati karena sinar laser akan memberikan penerangan kepada obyek yang kita bidik.

kemudian di ujung lain dari garis tersebut dipasang pemantul atau reflektor. dan reflector 2. sistem analog.SOAL 1. Sebutkan komponen-komponen yang penting dalam alat EDM ! JAWAB : Osolator Kwarts. . alat ukur selisih fase. sistem digital. foto. Light Emiting Diode (LED). Bagaimana konsep dasar pengukuran jarak elektronik? JAWAB : Konsep dasar dari pengukuran jarak elektronik adalah suatu sinyal gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari suatu alat yang dipasang pada stasiun di ujung suatu garis yang akan diukur jaraknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful