P. 1
Konsepsi Ego Tokoh Wanita Popular dalam Novel Karmila Karya Marga Tjoa

Konsepsi Ego Tokoh Wanita Popular dalam Novel Karmila Karya Marga Tjoa

|Views: 125|Likes:
Pengkajian Novel Populer Indonesia
Pengkajian Novel Populer Indonesia

More info:

Published by: Ingeu Widyatari Heriana on Mar 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/05/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

Konsepsi Ego Tokoh Wanita Popular dalam Novel Karmila Karya Marga Tjoa

Sebuah karya yang lahir ke lingkungan masyarakat pada suatu zaman memperkaya khasanah kesusastraan Indonesia tidak terlepas dari identitas pengarang. Latar belakang kehidupan pengarang menjadi pendukung unsur ekstrinsik sebuah karya sastra ciptaannya. Kehidupan pengarang melatarbelakangi gagasa-gagasannya yang diwujudkan dalam bentuk tulisan atau pun lisan. Pesan moral berupa ideologi yang disampaikan pengarang dari hasil pola pikirnya ditentukan oleh pendidikan, lingkungan tempat tinggal, dan orang-orang di sekitarnya.

cantik.Novel popular yang lahir pada tahun 1970 berjudul Karmila mengalami hal demikian. sang pengarang. sebagai daya tarik untuk masyarakat sebagai pembaca mengenai tokoh yang sedang disenangi. Pengarang menggiring pembaca berdalih kepada ketertarikan baru dari imajinasi dan gagsannya menuju kehidupan masyarakat. baik merupakan gambaran wanita idaman. Hal tersebut diciptakan Marga T. Fantasi masyarakat sebagai pembaca dimanjakan dengan kehadiran tokoh Karmila yang mencerminkan kebahagiaan apabila menjadi identitas diri. untuk . dalam bentuk tokoh sentral. menyampaikan pemikiran-pemikirannya dalam novel Karmila berdasarkan hal-hal yang diamati. kaya. Marga T. Tokoh Karmila seoarng mahasiswi kedokteran di salah satu universitas di Jakarta merupakan wujud Marga T. Hal itulah yang diangkat Marga T. Wanita dengan keadaan status diri demikian sudah jelas sebagai ikon kepopuleran. Ada sikap yang timbul dari pembaca ingin seperti tokoh Karmila. yang sama sekali mencerminkan dirinya dalam tokoh Karmila mengangkat konsepsi ego tokoh wanita perfeksionis. Marga Tjoa. Kepuasan batin pembaca tergugah dengan hadirnya tokoh wanita dambaan di kehidupan lumrah. dikenal dengan nama Marga T. Ego pembaca mengenai harapan hadirnya tokoh nyata dalam kehidupan terpicu oleh karakteristik yang ditonjolkan tokoh sentral dalam Karmila. Marga T. Ego tokoh yang datang dari identitasnya menularkan konsepsi imitasi kepada pembaca. msyarakat metropolis. dialami. tinggal di ibu kota. Dimulai dari pembaca individu yang bersikap demikian akan menjadi ketertarikan milik bersama dipegang masyarakat. tahu persis karakteristik wanita dengan status sosial dilihat dari capaian pendidikannya di dalam kehidupan ibu kota. sebagai mantan mahasiswi kedokteran Universitas Trisakti. Secara tidak langsung karyanya merupakan manifestasi cita-citanya yang terpendam disampaikan kepada masyarakat sebagai pembaca. Paradigma masyarakat di zaman 70-an mengenai wanita berpendidikan kedokteran. Identitas dirinya yang demikian sebagai seorang pengarang terwujud menjadi tokoh Karmila. setidaknya merasa senang dengan munculnya karakter revolutif dan inspiratif. maka inilah popular. Sesuatu yang lebih dari sebelumnya dan itulah yang dijadikan takaran dan dimiliki bersama sebagai kesenangan bersama. karena dirinya sebagai pengarang tahu betul keadaan ibu kota dengan para penggeraknya. Jakarta. lahir di Jakarta pada tanggal 27 Januari 1943. dan dinilai dalam hidupnya. Hal tersebut tercipta dari kata-kata yang dituliskan oleh Marga T. Pengarang yang seorang dokter.

Lantas inilah ego yang dimiliki masyarakat sebagai makhluk yang masih berpikir dan berperasaan didukung oleh bentuk karya. Namun. Hal tersebut terjadi pada perasaannya yang tidak bisa dipaksakan untuk mencintai Faisal yang telah menghamili dirinya sehingga merusak masa depannya. menuntut ilmu di Jakarta. pesimisme terhadap gelar dan profesi dokter yang dicita-citakannya. angan-angan. dan masalah rumit yang tak terselesaikan. melalui Karmila dalam konflik wanita popular. bukan ASI darinya. Wanita perfeksionis memiliki pendirian yang teguh terhadap apa yang dimiliki dan diharapkan. Wanita popular juga menganut kepraktisan. Cerita berjalan lancar dan langsung terjadi begitu saja maksud tepat sasaran sehinga dapat dengan mudah dipahami .menghibur masyarakat melepaskan diri dari kebosanan. Bisa dikatakan tidak ada realistis dan intensitas kehidupan rumlah dalam kisah popular di konflik kehidupan nyata. dan fantasi yang ditawarkan dalam kehidupan popular bagi “pembaca”. dari ketahanan ego satu beralih ke ego yang lain dipengaruhi oleh lingkungan atau psikologi wanita itu sendiri. kebencian terhadap buah hatinya. Penggambaran Jakarta yang penuh dengan ekspektasi sama sekali tergambar memalui Karmila. Begitu konsepsi ego yang dialami tokoh wanita lantas pembaca juga dalam Karmila berkembang sebagai unsur ekstrinsik. Karmila yang tergambarkan perfeksionis sebagai wanita mengenyam pendidikan bergengsi ilmu kedokteran dan memiliki kekasih yang sedang menuntut ilmu di Australia. Konsepsi ego bisa berubah. membutuhkan susu kaleng. hingga mencapai cita-cita di Jakarta paham betul “aku diri” kaum dan bangsanya. anaknya. pada suatu konflik permasalahan akan mengalami pula kejenuhan. Ego wanita popular digambarkan melalui tokoh Karmila yang tidak ingin menyusui anaknya yang bukan hasil dari buah percintaan kasih sayang sejati. besar di Jakarta. Hanya harapan. yang lahir di Jakarta. Marga T. Karmila justru mengatakan pada Faisal bahwa Fani. kejenuhan situasi ibu kota. dan pengharapan tinggi terhadap cinta lamanya. rutinitas sehari-hari. setiap sesuatu yang mencapai titik puncaknya. Edo. Masyarakat Jakarta yang menjujung materi disinggung Marga T. Klimaks yang terjadi pada Karmila sang tokoh sentral mengalami penyelesaian dari kekerasan batinnya menolak Faisal. Karmila memiliki status sosial yang tinggi memengaruhi kehendaknya yang mantap juga dalam nuraninya. Karmila sebagai tokoh sentral tersebut juga menggambarkan analogi metropolis Jakarta sebagai latar tempat. Masalah ego tokoh wanita popular bersifat labil. Kekerasan usaha mencapai cita-cita tokoh wanita popular yang demikian sekeras ia menetapkan pilihan hatinya.

Tokoh Karmila yang mendapat tekanan dari Edo agar bisa kembali bersamanya di saat telah berkeluarga dengan Faisal semakin terhasut untuk melarikan diri dari kenyataan. Itulah wanita sejatinya memang luluh jika diberi hati. Lantas disenangi dan disepakati sebagai takaran “aku diri” pencerminan kepopularan identitas diri terutama seorang wanita kini. . memelihara masa lalunya. Egonya sekuat cita-citanya. Namun. Hal tersebut diciptakan pengarang sebagai antiklimaks novelnya agar menacapai akhir bahagia. Dari sudut pandang sang pengarang. wanita akan mengutamakan perasaan daripada logika. seorang wanita.pembaca. Faisal memberikan kasih sayang bagitu tulus kepada Karmila membuat Karmila tersadar. Demikian itulah tujuan novel popular untuk menghibur masyarakat sebagai pembaca. bagaimanapun tingginya status sosialnya atau derajatnya dan lingkungan tempat tinggal yang memengaruhinya. saya menilai dengan mengadopsi pendekatan ekspresif.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->