BAHAN WORKSHOP PPST – AHSP KELOMPOK KERJA BENDUNG

RPT0

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... KETENTUAN DAN PERSYARATAN................................................................... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang .......................................................... Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung .................................................................. Persyaratan Pelaksanaan.................................................................................... i iii iv 1 1 2 4 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 10 10 10 10 11 13 13 13 13 13 15

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................ 5.1. Pengumpulan Data Sekunder.............................................................................. 5.2. Survey.................................................................................................................. 5.3. Investigasi Sungai................................................................................................ 5.4. Penyelidikan Geoteknik Lapangan ...................................................................... 5.5. Uji Laboratorium................................................................................................... 5.6. Analisis Hidrologi ................................................................................................. 5.7. Analisis Laju Transport Sedimen ......................................................................... 5.8. Perencanaan Bendung ........................................................................................ 5.9. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) ............................................................... 5.10. Analisis Kelayakan Ekonomi................................................................................ 5.11. Nota Desain ......................................................................................................... 5.12. Penggambaran .................................................................................................... 5.13. Perhitungan BOQ................................................................................................. 5.14. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya ............................................................... 5.15. Penyusunan Dokumen Pelelangan...................................................................... 5.16. Pekerjaan Lain-lain .............................................................................................. 5.17. Pelaporan ............................................................................................................ 5.18. Tenaga Ahli.......................................................................................................... 6. PENGENDALIAN MUTU .....................................................................................

7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN .................................................................... 7.1. Pengukuran ......................................................................................................... 7.2. Dasar Pembayaran .............................................................................................. BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... Lampiran – A

Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan ............................................................. 16 17 29

Lampiran – B.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung.... Lampiran – B.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung...................................................

i

Lampiran – C1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai (......) ...................... Lampiran – C2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu..................

68 76

ii

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

iii

investigasi dan desain dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. Adapun ruang lingkup desain bangunan pada bendung adalah sebagai berikut : 1) Lokasi tubuh bendung 2) Tubuh bendung (tetap dan gerak) 3) Intake 4) Bangunan peredam energi 5) Bangunan pembilas 6) Tembok sayap. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. tembok pangkal dan pengarah arus 7) Bangunan penahan batu 8) Lantai hulu dan hilir 9) Kantong lumpur 10) Peilschale 11) Jembatan inspeksi iv . analisis hidrologi. analisis hidrolika. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan pembangunan bendung. desain hidraulik. data primer (pengukuran topografi dan pemetaan. hidrologi). tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. standar. Sehubungan dengan hal tersebut. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder (topografi. geologi permukaan.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. pedoman dan manual (NSPM). pedoman dan manual (NSPM) yang tercantum pada Acuan Normatif. standar. analisis ekonomi. Kajian pada pedoman ini meliputi bangunan utama dan bangunan penunjang pada Bangunan Bendung yang berfungsi untuk irigasi. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. survey hidrometri. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun.7 tahun 2004.

gambar desain. analisis konstruksi. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai SNI 03-2401-1991 : Tata Perencanaan umum Bendung SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir SNI 03-2819-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan SNI 03-2822-1992 : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis SNI 03-2830-1992 : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air dengan Cara Pias berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3444-1994 : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan SNI 03-3962-1995 : Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Ayakan Rancangan Standar Nasional (RSNI) : . 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) . perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya.KEPMEN KLH No. data kilmatologi (temperatur. ACUAN NORMATIF UU No. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). metode kerja pelaksanaan. kelembaban relatif. analisis hidrologi. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. perbaikan dan up-grading. survey hidrometri). penyelidikan geoteknik. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : KEPMEN KIMPRASWIL No. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan.RSNI T-04-2002 : Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS 1 dari 77 . Pedoman ini dapat digunakan untuk kegiatan detail desain pengembangan baru. 2. desain hidraulik. peta geologi regional. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk kegiatan detail desain bendung dalam pekerjaan pembangunan bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain 1.

1. guna mencegah masuknya bahan sedimen kasar ke dalam jaringan 2 dari 77 . Bendung gerak dapat digunakan untuk mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi. yang berfungsi untuk meninggikan muka air minimum pada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi.1. Kegiatan yang bersifat Umum. jembatan di atas bendung. Pangkal bendung adalah kepala bendung. Mercu adalah bagian atas dari pelimpah atau tanggul.1. Bendung gerak adalah bangunan berpintu yang dibuka selama aliran besar dengan masalah yang terjadi selama banjir tidak besar. contoh : bendung tyroller 3.5. 3.1. Bangunan pembilas (penguras) adalah bangunan pada tubuh bendung tepat di hilir pengambilan. 3. abutment.3. T-01-2003-A Pd. Bagian-2. Bagian-3. T-01-2004-A Pd. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai. Lebar efektif bendung adalah panjang mercu bendung bruto dikurangi dengan lebar pilar dan pintu pembilas 3. Ogee adalah salah satu tipe mercu bendung yang permukaannya mengikuti persamaan tertentu.2. Bendung saringan bawah (tyroll) adalah bendung dengan pengambilan pada dasar sungai. pengoperasian pintu. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : Tata Cara Desain Bendung Gerak Rancangan Pedoman Teknis : ISTILAH DAN DEFINISI Bangunan Utama adalah semua bangunan yang dibangun di sungai dan di sepanjang sungai atau aliran air termasuk bendungan.1.6.1. 3. 3.4. dilengkapi dengan beberapa tipe saringan.7. Kegiatan yang bersifat Umum. 3.1. Pd.8. peralatan komunikasi.1.1. hasil percobaan USCE. 3. Bendung tipe gergaji adalah bendung tetap dengan tata letak mercu pelimpah menyerupai gigi gergaji guna diperoleh lebar efektif pelimpah yang lebih panjang 3. T-09-2004-A Pd.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Teknis : 3. untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi agar dapat digunakan untuk keperluan irigasi.1.2.2. Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang akan ditambahkan pada bangunan utama untuk keperluan pengukuran debit dan muka air sungai. 3.1. atau instalasi air tenaga mikro/mini. T-02-2005-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol : Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji : Perencanaan Bendung Karet Isi Udara : Analisis Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal Bangunan Air : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur debit air yang masuk. 3.

RPT0-Pd T-xx-xxxx

saluran irigasi (bisa juga berupa pembilas bawah/undersluice, shunt undersluice, atau pembilas bawah tipe boks) 3.2.2. Bangunan pengaman adalah bangunan untuk mencegah kerusakan konstruksi, misalnya: bangunan pelimpah samping, pembuang silang, dan sebagainya. 3.2.3. Bangunan pengambilan (intake) adalah bangunan berupa pintu yang digunakan untuk membelokkan air irigasi dari sungai agar sesuai dengan debit rencana dan pengelakan sedimen. 3.2.4. Bangunan penahan batu suatu bangunan yang ditempatkan di hulu bangunan pembilas bendung yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke intake dan untuk menyimpangkan batu-batu dengan diameter tertentu yang menuju bangunan bilas. 3.2.5. Bangunan peredam energi adalah struktur dari bangunan di hilir tubuh bendung yang terdiri dari berbagai tipe, bentu dan di kanan kirinya dibatasi oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk tertentu. 3.2.6. Rip-rap adalah susunan bongkahan batu alam atau blok-blok beton buatan dengan ukuran dan volume tertentu yang digunakan antara lain sebagai tambahan peredam energi di hilir bendung dan berfungsi sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi 3.3. Data geologi teknik/mekanika tanah adalah kondisi bahan lapisan pondasi, bahan konstruksi, sumber bahan timbunan, batu untuk pasangan batu kosong, agregat ntuk beton, batu belah untuk pasangan batu, dan parameter tanah yang harus digunakan bagi keperluan perencanaan. Data topografi adalah data yang berupa peta yang meliputi seluruh daerah aliran sungai, peta situasi letak bangunan, gambar-gambar potongan memanjang dan melintang sungai baik di sebelah hilir maupun hulu dari kedudukan bangunan utama. Debit rencana (design flood) adalah debit untuk perencanaan suatu bangunan atau saluran air. Desain hidraulik adalah tahapan kegiatan analisis terhadap hasil pradesain hidraulik dengan atau tanpa bantuan uji model hidarulik untuk menentukan bentuk dan ukuran yang tepat ditinjau dari segi hidarulik. Desain struktur adalah tahapan kegiatan untuk melengkapi hasil desain hidraulik agar didapat desain bangunan yang memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan serta dapat dilaksanakan. Kedalaman konjugasi adalah hubungan antara tinggi kedalaman sebelum dan sesudah loncatan air. Pondasi dangkal adalah pondasi yang ditempatkan dengan kedalaman D di bawah permukaan tanah yang kurang dari lebar minimum pondasi (B). Tinggi energi adalah tinggi air di tambah tinggi tekanan dan tinggi kecepatan. Tinggi jagaan minimum adalah tinggi jagaan yang ditetapkan minimum berdasarkan besaran debit saluran.

3.4.

3.5. 3.6.

3.7.

3.8. 3.9. 3.10. 3.11.

4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung memuat : 4.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 3 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa

Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 4.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 4.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain bendung meliputi :
4 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.1. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder, meliputi : 1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000 atau yang lebih detail. 2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)

ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan angin. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 3) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. 4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah

ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (pad) dan lain-lain. iv. rencana tata ruang wilayah
5 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.2. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : 1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Sesuai dengan KP-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama, pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Situasi Sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1,0 m, kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. b) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Detail Situasi Bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0,25 m. 2) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.

ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
6 dari 77

Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : 1) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. Bagian-3. 2) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 5. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : 1) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. 5. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : 7 dari 77 . Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.4. 3) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masing-masing 1 titik pengeboran. 5. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran 2) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. menggunakan perahu. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x.5. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 032819-1992. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai SNI 03-3414-1994.RPT0-Pd T-xx-xxxx v. Kedalaman pengukuran minimal 3. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas.3. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Kegiatan yang bersifat Umum. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen.

Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. berat jenis. 3) Jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bagian-3. ii. 5. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. kadar air. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. Log Pearson atau Log Normal . curah hujan. b) Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. Adapun uji tersebut meliputi : a) Index properties.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. mencakup : direct shear test.6. SK DJ Pengairan No. b) Engineering properties. yang terdiri : a) Metode Rasional. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx-200x. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. mencakup : berat isi. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. 4) Jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) 8 dari 77 . luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai dengan SNI 03-2415-1991 adalah sebagai berikut : 1) Jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Kegiatan yang bersifat Umum. tes konsolidasi dan compaction test. 2) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 03-3961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Uji laboratorium sedimen meliputi : a) Sedimen layang i. 185/KPTSA/A/1986. unconfined compression test. 2) Jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris.

5. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 d) Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS e) Metode Hidrograf Satuan f) Metode US – Soil Conservation Service 5) Jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. tembok sayap hilir. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.8. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. lantai undik atau dinding tirai. Net present value (NPV). bangunan pembilas. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Engelund-Hansen. saringan sampah dan batu bongkah. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. tembok pangkal bendung. bangunan pengarah arus. 9 dari 77 .7. perumusan RKL dan RPL 5. 5. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. mercu dan tubuh bendung.10.9. peredam energi. bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. tanggul penutup dan tanggul banjir. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 c) Melchior. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. bangunan pengambil.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Der Weduwen. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. 5. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus.

15. Pekerjaan Pembangunan Bendung. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 5. Pekerjaan Lain-lain 1) Mobilisasi dan Demobilisasi a) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan. DJ Pengairan No. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung.12. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan.14. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii.13. 10 dari 77 . Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. 5. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. potongan memanjang dan melintang bendung. Mobilisasi staf kantor. tenaga kerja lapangan dan lain-lain.16. 2) Foto Dokumentasi a) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. 5. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. sudah termasuk dalam item mobilisasi. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. 257/PTS/M/2004.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. Penggambaran mengacu pada KP-07. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx. dokumentasi. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa.11. 5. Bagian-1. 5. b) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. dewatering dll.

Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan dan triwulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. c) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya atau image filenya. dan rencana kerja berikutnya. Daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya Daftar Rencana kegiatan pada bulan berikutnya Mobilisasi dan Demobilisasi personil dan Daftar Hadir personil dan kegiatan masingmasing pada bulan tersebut . hasil kunjungan lapangan. serta konsep lokasi bendung. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. 5. Pelaporan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: - Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Penyedia Jasa Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium.Realisasi Progress Kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi - Laporan bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. 11 dari 77 . Laporan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: Uraian permasalahan.17. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. 3) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. program dan jadwal kerja selanjutnya. selama dalam dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. hasil pengumpulan data. 3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 4) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil Investigasi lanjutan topografi.

spesifikasi umum dan spesifikasi teknis .18. estimasi biaya. 5. Ahli Lingkungan.tender Drawing . jadwal pelaksanaan. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang.daftar Kuantitas dan Harga Satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 8) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . paket konstruksi dan lain-lain. tanggapan. rangkap 3 (tiga). Ahli Geologi. Nota desain akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 7) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: a) b) c) d) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. hidrolika. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. Ahli Bendung. PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 12 dari 77 . Ahli Geoteknik. b) gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 c) gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. rangkap 3 (tiga) dokumen tender.RPT0-Pd T-xx-xxxx geoteknik. metode dan jadwal konstruksi. Ahli Geodesi. Laporan akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada konsep Laporan akhir (draft laporan akhir). Ahli Hidrologi. perhitungan desain. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: .rencana Pelaksanaan Fisik dan Construction method . 6. perhitungan desain. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. hidrologi. dan koreksi. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 5) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain.

2.Pengukuran poligon dan situasi .RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.Pemasangan Patok BM dan CP .8) Biaya Diskusi 13 dari 77 . Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.2) Biaya Operasional Kantor 2. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 1. survey dan investigasi. dimana harga dan pembayaran tersebut. tenaga penunjang dan asisten tanaga ahli serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. asisten serta tenaga pendukung.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.3) Pengukuran dan Pemetaan . No.1. 2. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. 7. Uraian Satuan Pengukuran OB Orang-hari Unit .7) Biaya Pelaporan 2. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 7.Pengukuran cross-section 2. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.4) Penyelidikan Geologi 2.

2004. Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji. 2002. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Bagian – 4. Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pd T-xx-xxxx. 14 dari 77 . 2003. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta Mawardi. Alfabeta CV. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. SNI 03-2415-1991. 2002. Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS. Jakarta. Desain Hidrolik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis. Jakarta. 2002. KP-02. 1995. 2004. SNI 03-1724-1989. Jakarta. 2004. Metode Perhitungan Debit Banjir. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Dipl. PT. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. AIT. Drs. Bagian – 3. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. KP-07. 2002. RSNI T-04-2002. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Puslitbang Pengairan. Jakarta Badan Standardisasi Nasional. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pd T-01-2003. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bibliografi Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pedoman Teknis Sederhana Bangunan Pengairan untuk Pedesaan. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Bandung. Erman. Tata Cara Desain Hidarulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol.. Pd T-09-2004-A. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.. Jakarta Departemen Pekerjaan Umum. Pd T-xx-xxxx. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Mediatama Saptakarya. KP-04. 2002.. Badan Penelitian dan Pengembangan. Perencanaan Bendung Karet Isi Udara. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.

RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN A Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Kajian Andal .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Dokumen Tender SELESAI 15 dari 77 . terdiri : .BOQ dan RAB .Laporan Akhir .Laporan Investigasi Geoteknik . kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN BENDUNG ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Gambar Teknik .Laporan Analisis Sosek .

... geologi regional............ DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6..Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ...... Peta topografi yang dikumpulkan harus 16 dari 77 2....1. Lingkup Kegiatan ...1. meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada... LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder. Kabupaten.1........ LOKASI KEGIATAN. Maksud 6. kondisi klimatologi.... menguraikan : . dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS...... SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan bendung adalah mengoptimalkan pengambilan air dari sumber air dengan tujuan peningkatan hasil panen pada daerah pekerjaan 4... 1.. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.......... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan kajian terhadap rencana pembangunan bendung untuk keperluan irigasi beserta kajian ekonomis dan lingkungan dari pembangunan bendung..RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN B (Normatif) Lampiran B......Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan .........1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung Pekerjaan Detail Desain Bendung di DAS... SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp ...Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi. 2.1.....Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ...2. kajian perencanaan pendahuluan dan kajian kelayakan ekonomis pekerjaan dengan tujuan untuk rnendapatkan hasil survey dan investigasi secara menyeluruh serta konsep perencanaan bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi..(....... 6.... 2...Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan pada . 3..... LINGKUP.. 5....

Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Data-data tersebut meliputi : i. besarnya curah hujan. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. fisiografi dan geologi. rencana tata ruang wilayah 17 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. fauna dan biota air iii. iv. dan BAPEDAL. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. kelembaban relatif. data meteorologi.000 sesuai dengan KP–01. lama penyinaran dan kecepatan angin. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. debit historis baik debit minimum. b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. SK DJ Pengairan No. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). PSDA. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. tingkat pendidikan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. iii.000 atau yang lebih detail. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. d) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. hidrologi/kualitas air. ruang lahan dan tanah ii. SK DJ Pengairan No. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun. c) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. komponen sosial. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. penyebaran jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan.

Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. faktor : kesesuaian dengan segala situasi dan kondisi.50 m. geomteri dan adanya kontrol penampang. 185/KPTSA/A/1986. badan sungai harus stabil. b) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i.1. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. mudah pencapaian dalam mampu melewatkan banjir. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Bagian-2. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan perencanaan .2. jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan 18 dari 77 .0 m. ii. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii.25 m. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Sesuai dengan KP-02. Pemetaan situasi sistem sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. Pengukuran detail situasi bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : i. SK DJ Pengairan No.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Kegiatan yang bersifat Umum. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta ini harus meliputi jarak 1. sungai atau saluran yang ii. bagian alur terbuka lurus.

RPT0-Pd T-xx-xxxx pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. 6. Bagian-3. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. menggunakan perahu. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. keandalan peralatan dan sarana penunjang.4. 6. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : a) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. Kegiatan yang bersifat Umum. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x.1. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran b) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : a) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Kedalaman pengukuran minimal 3. 19 dari 77 . Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas.3. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. b) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal.1. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.

Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Engineering properties. b) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. ii. sehingga 20 dari 77 . maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. mencakup : berat isi. 2. 6. Kegiatan yang bersifat Umum. jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . curah hujan. tes konsolidasi dan compaction test. Uji laboratorium sedimen meliputi : 1. Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.1. Adapun uji tersebut meliputi : 1. 6. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. berat jenis. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 033961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Sedimen layang i.6. unconfined compression test. Index properties. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. 2. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : a) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. gradasi butiran dan batas-batas atterberg.1. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai SNI 032415-1991 adalah sebagai berikut : 1.5. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx200x. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986. kadar air. Bagian-3. mencakup : direct shear test. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masingmasing 1 titik pengeboran.

- 6. saringan sampah dan batu bongkah. tembok pangkal bendung. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.Melchior. peredam energi. bangunan pembilas.Der Weduwen. 2. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. 4. jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . yang terdiri : Metode Rasional. Engelund-Hansen. Analisis Dampak Lingkungan Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.7. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 . Log Pearson atau Log Normal .Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS . mercu dan tubuh bendung. perumusan RKL dan RPL 21 dari 77 .8.9. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. bangunan pengambil. tanggul penutup dan tanggul banjir. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. 3. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.1. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. 6. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii.1. bangunan pengarah arus.Metode Hidrograf Satuan . bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. 6.Metode US – Soil Conservation Service 5. jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. tembok sayap hilir. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 . persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. lantai undik atau dinding tirai.

Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii.1. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan.11. Pekerjaan Pembangunan Bendung.. 6.. DJ Pengairan No.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 22 dari 77 . dewatering dll... 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran.1. Penggambaran mengacu pada KP-07.. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Net present value (NPV).1.. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv... Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii.1.. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi..2...3. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung. 6.. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.15. 6. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan.3. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii.. potongan memanjang dan melintang bendung.12... Bagian-1.10.. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.. 6. 6. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6... Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. 6.13.....1. pekerjaan berada di Sungai..Kecamatan . dokumentasi. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 257/PTS/M/2004..1..14. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat..

Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.3. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa harus 23 dari 77 . laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.2. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. asisten.3. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis.3. staf tenaga ahli dan staf pelaksanaan pekerjaan. 6. 6. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.

.. geologi regional).. dengan pengalaman minimal 7 tahun. O&P bangunan air. 2. 7.. 6.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya. pelaksanaan pembangunan.. PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1.6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 9. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).RPT0-Pd T-xx-xxxx pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. O&P bangunan air. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung... pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. O&P bangunan air... Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman 24 dari 77 . JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini . Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. pelaksanaan pembangunan. 4. 8.. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. pelaksanaan pembangunan. 5. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. dengan pengalaman minimal 10 tahun. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. hidrologi... berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan... METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi.. 3. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). O&P bangunan air.) hari kalende... (. pelaksanaan pembangunan....

RPT0-Pd T-xx-xxxx melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : 1. 8. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S. Gambar Teknis 3. Nota Desain 2. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). 9. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 8 Juli 2005 2. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. 10. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. dan lain-lain. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. 10. 11. irigasi.5 (lima) Tahun. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. Ahli Sosial . Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya 25 dari 77 . atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air.

serta konsep perencanaan bendung Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 4. iv. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. Laporan Penyelidikan Geoteknik . analisis laju sedimen. rencana anggaran biaya. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 5. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iii. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 .rencana pelaksanaan fisik dan construction method .daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 7. Laporan Analisis Dampak Lingkungan 26 dari 77 ii. rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1.tender drawing . iii. Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. ii. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. ii. Dokumen tender Dokumen Tender terdiri atas: i. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. rangkap 3 (tiga). dimensi dan layout check dam. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 6. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.

PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 12.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iv. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan Pengguna Jasa untuk keperluan 27 dari 77 .

0 m. dengan susunan sebagai berikut : 1) Bendung Cerucuk Sederhana a) Pertimbangan perencanaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya tidak terlalu keras dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 10 meter. adapun dimensinya adalah sebagai berikut : - panjang tubuh bendung (B) maksimal 10. jarak antar baris cerucuk (b) paling panjang 0. dimensinya ditentukan sebagai berikut : . c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Cerucuk Bagian-bagian dan dimensi bendung cerucuk sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk sebagai berikut : (1) Tubuh bendung. Sayap bendung 3.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung Kriteria desain bendung disusun berdasarkan jenis bangunannya.0 m 28 dari 77 .0 m.0 m. tinggi bendung (H) maksimal 1.1 Bagian-bagian bendung cerucuk (2) Sayap bendung.0 m. Tubuh bendung 2.5 m. lebar mercu bendung (M) minimal 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran B.bagian belakang sayap diperkuat dengan kayu/bambu mendatar yang diikatkan pada tiang-tiang sayap dengan tali pengikat dan diberi tiang penunjang agar sayap menjadi satu kesatuan yang kokoh. pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 1. jarak tiang pada baris cerucuk (a) paling panjang 1. Lantai hilir bendung Gambar B. jumlah baris penguat sayap paling sedikit 2 baris dan jarak tiang-tiang penujang paling panjang 1. lebar galian pangkal bendung (L) paling pendek sebesar M + 1.0 m.0 m material bahan tubuh bendung adalah kayu atau bambu jenis keras 1.

.panjang tubuh bendung maksimal (B) maksimal 15. .2 Kontruksi sayap bendung cerucuk 2) Bendung Bronjong a) Pertimbangan perencaaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong persyaratan persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya relatif stabil atau berbatu dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 15 meter.lebar mercu bendung (M) minimal 2.lantai hilir bendung terbuat dari hamparan bahan pengisi yang berupa batu kali φ 15 . Gambar B.panjang sayap hilir yang sejajar dengan tebing sungai dibuat paling sedikit sampai ke ujung lantai hilir. dimensinya ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut : .panjang sayap bagian hulu yang sejajar tebing sungai dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) yang selanjutnya sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 .0 m.panjang lantai hilir paling minimal adalah 3.0 m.pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 2.tinggi bendung (H) maksimal 2. c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Bronjong Bagian-bagian dan dimensi bendung bronjong sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong sebagai berikut : (1) tubuh bendung . .0 m 29 dari 77 . kemudian sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 (3) lantai hilir.0 m. .0 m.30 cm anyaman bambu atau karung plastik yang diisi pasir.RPT0-Pd T-xx-xxxx .

dan dipilih untuk menghindari gangguan keseimbangan morfologi sungai yang relatif besar akibat pembendungan atau dampak negatif lainnya karena adanya pembendungan.3 Potongan tubuh dan lantai hilir bendung bronjong (2) sayap bendung . jika ditemui kesulitan penyadapan air sungai akibat beralihnya alur air sungai dan gejala pengendapan di sungai yang menghalangi pemasukan air ke bangunan pengambil.panjang sayap bagian hulu dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) . 30 dari 77 . tahan vibrasi dan mudah dibersihkan.4 3) Bendung Tyrol a) Pertimbangan Perencaanaan Sayap hulu dan hilir bendung bronjong Dalam pelaksanaan desain bangunan pengambil Tyrol hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penyadapan air cara lain seperti bendung biasa sesuai Pd T-01-2003. Gambar B. berada di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. iii. tahan benturan dan gesekan angkutan sedimen dan benda padat lainnya. harus memperhatikan persyaratan berikut : i. struktur saringan dibuat sederhana. b) Persyaratan Perencanaan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus didesain berdasarkan Pd T-01-2003. jenis ini dipilih jika dijumpai bahaya kerusakan bangunan akibat benturan angkutan sedimen batu gelundung dan benda padat lainnya.panjang sayap hilir dibuat paling harus lebih dari panjang dari lantai hilir (3) lantai hilir panjang lantai hilir bendung minmal 3.0 m.

keamanan operasi : bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. aman dan efisien.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya.pembilasan penangkap pasir secara periodik. geser dan penurunan. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .bahaya kavitasi. .bahaya akibat perubahan perilaku sungai. . bangunan pengambil Tyrol jangan dipilih jika diperkirakan menuntut cara-cara operasi. (1) Kemanan hidraulik Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. dan prosentase muatan fraksi dengan diameter ≤ 5 mm tidak lebih dari 25 persen dari jumlah angkutan sedimen total. bangunan pengambil Tyrol harus dilengkapi dengan penangkap pasir.bahaya penggerusan setempat. . . biaya eksploitasi. . sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. struktural. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : 31 dari 77 . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. bangunan pengambil Tyrol hanya sesuai untuk dibangun pada ruas sungai dengan angkutan sedimen dominan fraksi kasar. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. tembok sayap udik dan hilir. dan pemeliharaan yang sulit dan mahal. . . operasi dan pemeliharaan. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. sehingga harus tersedia lahan. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. v.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. . ii. vi.saringan dari sumbatan batu.kestabilan bangunan terhadap guling. lokasi dan perbedaan tinggi (head) untuk fasilitas bangunan tersebut.

data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. iii. lembah sungai. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. ii. kemiringan dasar sungai. morfologi sungai dan medan sekitarnya. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung tyrol sesuai dengan Pd. viii. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. dan mobilitas peralatan. evaluasi dan analisis data. lingkungan. jenis dan ketahanan umur. Data yang diperlukan yaitu : i. palung. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. iv. frekuensi kejadian debit banjir. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. (d) penentuan debit desain mencakup : i.000. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. data morfologi sungai seperti geometri sungai. ii. v. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. 32 dari 77 . laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. geoteknik. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. T-012003-A adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. vi. ix. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. pelaksanaan bangunan. topografi.RPT0-Pd T-xx-xxxx (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala 1 : 50.

iii. iv. lebar gorong-gorong pengumpul yaitu jarak antara dua dinding goronggorong pengumpul. diameter butir angkutan sedimen yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. penempatan saringan : ditempatkan di atas mercu atau sedikit lebih ke hilir mercu dengan posisi datar atau dengan kemiringan tertentu yang mempertimbangkan . faktor debit yang disadap. panjang.debit sungai dan panjang bentang Tyrol.5 m dari dasar tanah (d) saringan didesain sederhana. tipe.kemiringan.kapasitas lewat gorong-gorong pengumpul. tentukan lebar gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk mengalirkan debit yang di sadap. bentuk batang saringan : ditentukan dengan bentuk bulat. . jenis : ditentukan seperti bentuk pagar tidur. ii. mudah pelaksanaannya dengan : i. . untuk kebutuhan tinggi energi bagi pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah di atas saringan. . tentukan dasar gorong-gorong pengumpul seperti bentuk setengah lingkaran. ii. kuat. v. iii. lebar.bukaan pintu pengatur debit. plat baja berlubang-lubang dan atau susunan saringan yang dibagi atas beberapa bagian atau kompartemen. tentukan panjang gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kemampuan menyadap debit sungai dan debit yang dibutuhkan untuk pembilasan dan kebutuhan. tentukan kemiringan dasar gorong-gorong pengumpul agar dapat menghanyutkan sedimen yang ada di dalam gorong-gorong 33 dari 77 . (c) tinggi mercu Untuk penempatan saringan ditentukan sedikit lebih tinggi dari dasar sungai dengan maksud. endapan sedimen di udik dan di atas saringan. panjang gorong-gorong pengumpul disesuaikan dengan panjang saringan. diameter.muka air di dalam gorong-gorong pengumpul. lengkung dan datar. panjang saringan ke arah sungai : dihitung dengan memperhatikan debit yang harus disadap. tinggi mercu maksimal 0. celah saringan maksimum 30 mm.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.tinggi muka air di udik saringan. . kapasitas penyadapan dengan memperhatikan parameter-parameter sebagai berikut . kemiringan dasar. .keadaan agradasi. celah dan kemiringan saringan : ditentukan dengan pertimbangan debit yang harus disadap dan diameter butir angkutan sedimen dasar yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul.jenis ukuran dan tata letak pemasangan batang saringan. lebar. i. (e) Gorong-gorong pengumpul didesain dengan : i. panjang. . . bentuk profil T dan bentuk kepala rel kereta api. iv.sumbatan pada lubang saringan. prosentase bukaan dari saringan. . material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) (b) panjang saringan Ditentukan berdasarkan debit desain kebutuhan dan debit untuk membilas sedimen di gorong-gorong pengumpul dan penangkap sedimen terpenuhi. . ii.

dengan memperhitungkan : i. jika miring kemiringan minimum 1 : 1 iv. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. tinggi terjunan. bangunan Tyrol dapat juga dibuat tanpa peredam energi. dan pintu pembilas serta pintu-pintu intake. (h) pintu pengatur debit Lengkapi gorong-gorong pengumpul dengan pintu pengatur debit. [m] q = debit yang disadap per unit panjang bentang saringan pengambil. [m3/det/m’] v. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. material konstruksi dari pasangan batu (j) tembok sayap udik dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan : i. yang ditempatkan di bagian akhir gorong-gorong pengumpul dengan dinding penghalang banjir. kapasitas gorong-gorong pengumpul. miring dengan kemiringan tertentu (g) peredam energi Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat seperti halnya pembuatan peredam energi pada bendung. benturan dan abrasi angkutan batu gelundung. ii. iii.20 D7 q7 6 9 dengan pengertian: D = diameter butir sedimen terbesar yang mungkin lolos saringan pengambil. v. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. 34 dari 77 . penggerusan setempat. kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. peredam energi dapat dipilih antara lain tipe cekung. (i) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara: i. 0min dapat ditentukan dengan pendekatan awal berdasarkan rumus berikut: I I 0 min = 0. untuk menghindarkan pengendapan sedimen di dasar gorong-gorong pengumpul. ii. usahakan kapasitas gorong-gorong pengumpul lebih besar dari debit yang dibutuhkan untuk debit kebutuhan dan debit untuk pembilasan sedimen yang terdapat di dalam goronggorong pengumpul dan di penangkap sedimen (f) tubuh bangunan bagian hilir Bentuk tubuh bangunan bagian hilir saringan dapat dibuat tegak. debit desain untuk bangunan peredam energi. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. jika dibangun di atas batuan keras. iv. bentuk dan dimensi peredam energi. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx pengumpul. degradasi dasar sungai yang akan terjadi. ii. iii. kemiringan minimum dasar gorong-gorong pengumpul.

permeabilitas tanah.5 Denah bendung Tyrol 35 dari 77 . tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. (k) lantai udik dan dinding tirai Dimensinya ditentukan dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. frekwensi pembilasan endapan secara hidraulik. pengurangan daya angkat air yang dapat melebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. penggerusan setempat. jumlah endapan yang harus ditampung . ii. (l) bangunan penangkap sedimen: Lengkapi bangunan Tyrol dengan bangunan penangkap sedimen yang bentuk dan ukurannya diperhitungkan terhadap : i. stabilitas tebing . ii. Tembok sayap udik A Gorong-gorong pengumpul Tubuh Bendung Lantai udik Saringan Tembok pangkal Tembok sayap hilir Pintu pengatur debit A Penangkap pasir Denah Gambar B. iii. v.

dasar sungai yang tidak rawan gerusan c) Persyaratan Keamanan Bangunan R. debit banjir rencana dan stabilitas pelu didesain dengan mengacu pada acuan normatif ii.7 Potongan memanjang dan melintang gorong-gorong pengumpul 4) Bendung Pelimpah Mercu Bulat a) Pertimbangan Perancanaan Dalam pelaksanaan desain bangunan bendung pelimpah dengan mercu bulat harus direncanakan dengan seksama agar aman terhadap rembesan sesuai dengan Pd Txx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung.6 Detail penampang saringan pengambil Puncak Tembok pangkal Mercu Bagian awal Bagian akhir Lantai udik Tubuh bendung Gambar B. bendung pelimpah biasa sesuai dibangun pada sungai yang berlokasi di pertengahan (middle) iii. lokasi. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung bendung pelimpah mercu bulat di desain dengan meperhatikan persyaratan : i. 8O O. Batu candi Batu candi M Gorong-gorong penyalur Mercu Penangkap pasir Pintu pengatur debit Potongan Memanjang Mercu Saringan Gorong-gorong penyalur Lapisan tanah aus (Batu candi) Batu bongkah Potongan melintang 36 dari 77 . jenis ini dipilih jika material yang hanyut bersama sungai berfluktuasi dan bahan angkutannya besar iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx Mercu Saringan SEPANJANG 80 m RAIL DIPOTONG BAGIAN BAWAHNYA N Batu candi L Gambar B. tinggi mercu.

(2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : .bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. . .pembilasan penangkap pasir secara periodik. Data yang diperlukan yaitu : i. aman dan efisien. . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. data morfologi sungai seperti geometri sungai. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . tembok sayap udik dan hilir. evaluasi dan analisis data.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.bahaya kavitasi. geser dan penurunan. 37 dari 77 .peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. . ii. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimal 1 : 50. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. . struktural.saringan dari sumbatan batu.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. .000. .RPT0-Pd T-xx-xxxx Bangunan bendung pelimpah mercu bulat dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. . .bahaya penggerusan setempat.kestabilan bangunan terhadap guling. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. operasi dan pemeliharaan.

data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. dan mobilitas peralatan. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. morfologi sungai dan medan sekitarnya. topografi. ii. 38 dari 77 . data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. lembah sungai. kemiringan dasar sungai. pelaksanaan bangunan. iv.7 h < R < h. vi. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) i. lingkungan. (c) tinggi mercu. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. ii. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. bongkah dan sebagainya. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. iii. viii. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung pelimpah mercu bulat sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. (d) penentuan debit desain mencakup : i. v. ix. frekuensi kejadian debit banjir. jenis dan ketahanan umur. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. mercu dipilh bulat karena mudah dalam pelaksanaan. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. iii. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. ii. didesain untuk kebutuhan tinggi energi bagi penyadapan. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. iv. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. geoteknik. lebih tahan terhadap benturan batu gelundung. palung. persyaratan minimum radius mercu bendung yaitu 0. kemiringan hilir kaki pelimpah 1 : 1 dengan tujuan menghindari kavitasi (b) bentuk dan dimensi mercu.

maksimum tinggi muka air 4. sebagai berikut : i.1. jika sungai mengakut lanau. sebagai berikut : 39 dari 77 i. jika sungai mengakut pasir dan kerikil.5 m di atas plat undersluice. ii. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. jika pelebaran tidak memungkinkan lagi maka perlu dilakukan uji model. ketebalan pilar sekitar 0.0 m maka perlu dilakukan pelebaran bendung. jika lebih maka perlu dilakukan pengaturan peninggian elevasi dasar lantai hulu bendung. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan.0 m. iv.1. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. (d) tinggi muka air di atas mercu. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. ii.5 m (f) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. iii. iii. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas. iii. ii. gorong-gorong penyeberang aliran di tempatkan di dalam tubuh bendung dengan kecepatan aliran 2. ii.0 m.5 m.0 m. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (g) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.5 m/dt. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. jika > 4. (h) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. . (e) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.5 m. ii. i.0 m dan minimum 0. iii.0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. . pembilas sedimen ditempatkan di pengeluaran gorong-gorong. sebagai berikut : i. sponeng untuk perletakan pintu (i) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.7 m – 1.5 H (tinggi muka air di hulu bendung). tidak lebih dari 4. . lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . ii.

tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. sebagai berikut : i. mulut undersluice mengarah ke hulu.0 m dan 1. tinggi mercu minimal 0. mulut undersluice mengarah ke samping. v. bentuk lantai datar (k) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vii.0 m. ii. lebar pintu pembilas maksimum 2.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (m) bangunan penahan batu. sebagai berikut : i. x.5 m (operasi manual). ii. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. iii. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (l) tembok baya-baya. iii. viii. ditempatkan di hulu intake/undersluice. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. v. vi.0 m.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. lebar sisi bagian dalam 1. sebagai berikut : i. ii. iii. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. iv. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : i. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. v.5 m. (j) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iv. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. 40 dari 77 .0 m. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. tinggi lubang minimum 1. ii. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ix. iii. vi. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1.2 x lebar intake. ii.

.0 m RSNI T-042002.0 m sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap (o) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. kerikil dan kerakal.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. iv.7 m. .terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. tipe ganda Lokasi bendung berada pada sudetan sungai dengan ketinggian lebih dari 10.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (n) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i. . .0 m dari atas mercu bendung.4 m serta pada ketinggian minimal 1. tipe MDO dan MDS . iv. debit desain untuk bangunan peredam energi.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls 41 dari 77 . iii. ii. ii. . balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i.5 – 0. iii.2 – 0. iv. ii.0 m. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi.dasar sungai cukup keras iii.5 Ls v. tinggi terjunan.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. penggerusan setempat. tebal 0.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir. sebagai berikut : .

meter = panjang tembok sayap hulu. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. iii.5 m.5 x 0. keras dengan berat jenis batu 2. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx (p) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . 42 dari 77 . meter = panjang labtai peredam energi.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. dengan kriteria : i. v.4 t/m3. iv. stabilitas tebing. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.5 Ls . Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. meter (q) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. geometri sungai di hilir dan sekitarnya.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. vi.5 x 0.0 x 1. ii. panjang tembok sayap hulu ditentukan : .0 x 1. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi.5 Ls viii. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. ii. padat. iii. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. bentuk dan dimensi peredam energi. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 .0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . (r) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m dan 0.

RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. iv.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (s) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. Persyaratan desain mengacu pada KP-02 SK DJ Pengairan No. pilar-pilarnya ditempatkan di hulu bendung. ii. kedalaman penanaman sekitar 2. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. 43 dari 77 .0 m pada bagian hilir ambang dan 1. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka (u) jembatan inspeksi jembatan lalu lintas orang. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. pilar-pilarnya ditempatkan di mercu bendung atau sedikit di hulu bendung. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii.30 m/dt. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (t) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. kemiringan sungai harus cukup curam. ii. iii. v. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0. 185/KPTSA/A/1986 i. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. jembatan lalu lintas kendaraan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.8 Denah bangunan bendung tetap Gambar B.9 Potongan melintang dan memanjang tubuh bendung pelimpah bulat 44 dari 77 .

Lokasi. atau bendung gerak sesuai Pd T-01-2004-A b) Persyaratan Perencanaan Bendung pelimpah tipe gergaji harus didesain berdasarkan Pd T-01-2004-A. tinggi mercu. ii. iii. iv.10 m. jari-jari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0.11 Tipikal bangunan peredam energi tipe ganda 5) Bendung Pelimpah Tipe Gergaji a) Pertimbangan Perencanaan Dalam rencana penerapan bangunan bendung dengan pelimpah tipe gergaji hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penerapan bendung tipe lain. debit banjir rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan normatif.10 Tipikal bangunan penahan batu Gambar B. bendung karet. berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu di analisis dengan cermat. Struktur tubuh bendung tipe gergaji relatif ramping.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. dengan memperhatikan persyaratan berikut : i. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur. Bendung dengan pelimpah tipe gergaji kurang sesuai untuk dibangun pada sungai dengan angkutan material dasar sungai batu gelundung dan atau jika sungai tersebut membawa batang-batang pohon dalam jumlah yang tinggi sehingga diperkirakan akan menimbulkan masalah benturan yang dapat merusak bangunan dan tau tumpukan sampah yang dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpahan bendung. seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa. 45 dari 77 .

pembilasan penangkap pasir secara periodik. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. struktural.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. .bahaya kavitasi. . . - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. ii.saringan dari sumbatan batu. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. geser dan penurunan. .pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 46 dari 77 . . hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . . evaluasi dan analisis data. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.kestabilan bangunan terhadap guling.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. tembok sayap udik dan hilir.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.000.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . . Data yang diperlukan yaitu : i. .bahaya penggerusan setempat.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. aman dan efisien.

ix. kemiringan dasar sungai. ii. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data morfologi sungai seperti geometri sungai. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. geoteknik. topografi. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. lingkungan. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. lembah sungai. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) bentuk dan tata letak gigi i. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. iii. pelaksanaan bangunan. ii. frekuensi kejadian debit banjir. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. keadaan ini menimbulkan depresi terhadap muka air di atas pelimpah dan mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpah. viii. iii. pelimpah gergaji memberikan kinerja sangat baik untuk besaran h rendah. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. dinding-dinding pelimpah bagian ujung hulu dan hilir pada bentuk segitiga sangat dekat.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. Keadaan ini mengakibatkan pelimpah bentuk segitiga sangat peka terhadap efek muka air hilir dan mudah kehilangan aerasi akibat tumbukan aliran menyilang yang jatuh dari dinding-dinding pelimpah. bentuk dasar trapesium memberikan efektifitas pelimpahan yang terbaik. iv. jenis dan ketahanan umur. vi. pelimpah dengan bentuk dasar segitiga menghasilkan kapasitas pelimpahan terbesar. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. dan mobilitas peralatan. p 47 dari 77 . pada pelimpah dengan bentuk dasar persegi panjang terjadi pengkonsentrasian aliran menuju pelimpah. (d) penentuan debit desain mencakup : i. v. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. palung. Namun demikian. morfologi sungai dan medan sekitarnya. (b) pengaruh tinggi muka air hulu i. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur.

ii. Keadaan ini mengakibatkan sebagian besar pelimpah bekerja dengan tinggi tekan aliran yang lebih rendah daripada tinggi tekan aliran di sungai/saluran di hulu pelimpah. disarankan agar dipilih bentuk gigi trapesium dengan besar sudut α= 0. iv.25. jika tinggi muka air hulu dapat dibatasi hingga pelipatan panjang pelimpah dapat diambil hingga (d) besar sudut antara dinding sisi dan arah aliran. untuk mengoptimalkan karakteristik ini. kapasitas pelimpah akan naik seiring dengan peningkatan sudut α ii. disarankan agar nilai pelipatan panjang p Ig b ≤4 h ≤ 0.2.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.5 p Ig b Ig b secara umum dapat dikatakan bahwa nilai pelipatan kapasitas pelimpahan akan naik setara dengan pertambahan nilai nilai . Namun demikian.5.75 αmaks. h ≤ 0. α h maksimum = 0. jika dalam desain bendung gergaji dapat dilakukan pembatasan muka air hulu hingga pelimpah bendungan tipe gergaji diambil dalam domain. kapasitas pelimpah bendung gergaji kana menurun. iii. pada kondisi h tinggi. aerasi dapat dilaukan dengan memasang pipa pemasik udara di bagian hilir mercu ii. Pelipatan kapasitas pelimpahan turun dengan tajam untuk harga h ≥ 0. untuk pelimpah dengan Ig b = 8. maka nilai p Ig b ≤6 i. berkaitan dengan karakteristik ini. dengan αmaks adalah besar sudut segi tiga terbesar yang dapat dicapai untuk menghasilkan harga pelipatan panjang pelimpah tertentu (e) aerasi dan muka air hilir i. untuk Ig b > 8 akan diperoleh keadaan pertambahan kapasitas pelimpahan yang tidak sebanding dengan tuntutan biaya yang diperlukan untuk memperpanjang pelimpah. disarankan agar tinggi muka air hulu maksimum diambil pada domain (c) besar nilai pelipatan panjang pelimpah. p iii. penerapan bendung dan pelimpah gergaji pada kondisi aliran tidak sempurna perlu dihindari 48 dari 77 . tanpa aerasi yang baik. i. debit dan kecepatan aliran menuju pelimpah p menjadi besar sehingga akan terjadi kontraksi aliran. pelipatan kapasitas pelimpahan sangat peka terhadap kenaikan muka air hulu.

sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. jika sungai mengakut lanau. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. sponeng untuk perletakan pintu i. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. bentuk mercu setengah lingkaran mempunyai koefisien pelimpahan (c). ii.0 m. sebagai berikut : i. ii. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan. ii. sebagai berikut : i. kapasitas pelimpahan bendung gergaji dengan ct/c x Qt (g) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. . yang lebih besar daripada koefisien pelimpahan mercu dengan bentuk tajam (c).RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bentuk mercu pelimpah i.5 m. jika sungai mengakut pasir dan kerikil.5 m di atas plat undersluice. ii.7 m – 1.1. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. Ig b yang sama tetapi dengan koefisien pelimpahan c adalah Qg = 49 dari 77 .0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. bentuk mercu pelimpah sangat berpengaruh terhadap kapasitas pelimpahan. iii. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (i) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . . jika kapasitas pelimpahan suatu bendung atau pelimpah bendungan tipe gergaji dengan besar pelipatan panjang mercu Ig b dan nilai koefisien pelimpahan ct adalah sebesar Qt.0. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. iii. iii. ii. ketebalan pilar sekitar 0.5 m (h) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. (j) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas.5 m.0 m.1.

vi. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. ii. tinggi lubang minimum 1. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. lebar sisi bagian dalam 1. lebar pintu pembilas maksimum 2. (l) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.5 m (operasi manual). iii. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. bentuk lantai datar (m) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. v. sebagai berikut : i. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu.5 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx (k) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung.0 m dan 1. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vii. v. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. v. iii.0 m. vi. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. iii. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : 50 dari 77 . bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. iv.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (o) bangunan penahan batu. iv. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. iii. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. ii. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. ii. sebagai berikut : i. mulut undersluice mengarah ke samping. viii. iv. ix. mulut undersluice mengarah ke hulu. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar.2 x lebar intake. tinggi mercu minimal 0.0 m. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (n) tembok baya-baya. sebagai berikut : i. sebagai berikut : i. ii. x.

0 m dari atas mercu bendung. ii.0 m RSNI T-042002.2 – 0. .RPT0-Pd T-xx-xxxx i. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung.dasar sungai cukup keras (q) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4. penggerusan setempat.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. iii. ii. tipe MDO dan MDS . komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (p) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. sebagai berikut : . tinggi terjunan. . . bentuk dan dimensi peredam energi. ii. iv.7 m.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. iv. .0 m. iii. tebal 0. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi.5 Ls v. debit desain untuk bangunan peredam energi. .4 m serta pada ketinggian minimal 1. 51 dari 77 . tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. kerikil dan kerakal. ditempatkan di hulu intake/undersluice. iv. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii.5 – 0. ii.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (r) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.

iv. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .0 m pada bagian hilir ambang dan 1. meter (s) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. meter = panjang tembok sayap hulu. material rip-rap berupa blok beton dengan 1.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . dengan kriteria : i.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . kedalaman penanaman sekitar 2.4 t/m3.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . meter = panjang labtai peredam energi. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. keras dengan berat jenis batu 2.5 x 0. (t) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. v.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung.0 m dan 0.5 Ls . iii.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. stabilitas tebing.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. vi.0 x 1. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir 52 dari 77 . ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. iii.5 x 0.0 x 1.5 m. ii.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.5 Ls viii. iv. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. padat.

iv. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. v. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . kemiringan sungai relatif kecil atau datar. 53 dari 77 . iii.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan didesain dengan memperhatikan persyaratan : i. debit banjir tidak bisa dilewatkan dengan aman melalui bendung tetap.bahaya penggerusan setempat. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. kemiringan sungai harus cukup curam.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. iv. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. . . peninggian dasar sungai yang diakibatkan oleh konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima karena akan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. berada pada lapisan tanah pondasi yang kuat. tembok sayap udik dan hilir. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. struktural.RPT0-Pd T-xx-xxxx (u) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. . iii.bahaya kavitasi. . 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka 6) Bendung Gerak dengan Pintu a) Pertimbangan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan dipilih dengan pertimbangan jika peninggian dasar sungai akibat konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima dikarenakan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada akibat peninggian muka air.30 m/dt. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (v) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. ii. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. ii.

v.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. iii. evaluasi dan analisis data.000.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. kemiringan dasar sungai. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. aman dan efisien. . iv. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. viii.saringan dari sumbatan batu. jenis dan ketahanan umur. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.RPT0-Pd T-xx-xxxx (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. . . geser dan penurunan. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. ix.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. vi. palung. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .pembilasan penangkap pasir secara periodik. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. Data yang diperlukan yaitu : i. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. data lingkungan dan ekologi 54 dari 77 . ii. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal.kestabilan bangunan terhadap guling. data morfologi sungai seperti geometri sungai. . frekuensi kejadian debit banjir. .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. lembah sungai.

mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. (b) Pertimbangan pemilihan tipe pintu Penetapan pintu didasarkan berbagai pertimbangan yang antara lain berdasarkan tujuan penggunaan. 55 dari 77 . Tinggi pilar bendung harus lebih tinggi dari elevasi muka air banjir rencanan tanggul untuk menjamin keamanan pilar-pilar pintu dan menjamin jagaan antar MAT dan gelagar jembatan inspeksi. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. Sebagai tambahan kadang-kadang dibutuhkan untuk penyangga di antara pilar-pilar bendung dan apabila pilar-pilar bendung juga akan dipakai sebagai bendung pengelak sementara. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. lingkungan. Lebar dan panjang pilar bendung ditetapkan berdasarkan lebar jembatan inspeksi. maka pilar-pilar tersebut harus mempunyai stabilitas yang memadai. Celah diperlukan untuk memasang perapat pintu diperhitungkan untuk menentukan sponing pintu. dimensi mekanisme penggerak daun pintu dan perhitungan stabilitas mekanis. (d) Pilar Bendung Bentuk penampang pilar bendung harus ramping dan pada pinggir hulunya dibentuk setengah lingkaran. (d) penentuan debit desain mencakup : i. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. lokasi pemasangan. tetapi pada pada pinggir hilirnya agak lonjong atau berbentuk busur yang runcing. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. pelaksanaan bangunan. ii. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. topografi.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil.RPT0-Pd T-xx-xxxx (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. morfologi sungai dan medan sekitarnya. besarnya harga dan biaya exploitasi dan pemeliharaan (c) Lantai bendung Lantai bendung harus mempunyai kemampuan dalam mendukung beban yang ada di atasnya dan menjamin kerapatan terhadap rembesan air. ii. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) panjang bendung i. geoteknik. Perapat bawah supaya dapat bertumpu pada landasan pintu yang dipasang di atas permukaan lantai bendung sedang perapat samping harus dibuat dengan konstruksi yang mudah dibongkar – pasang untuk memudahkan pemeriksaan dan perbaikan. dan mobilitas peralatan.

kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. viii. iii. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. Tinggi ditentukan berdasarkan kemudahan operasi pintu termasuk tinggi perlengkapan mekanisme pengangkat daun pintu dan tambahan untuk tinggi jagaan (f) Ruang Operasi Pintu Ruang operasi pintu dilengkapi panel dan peralatan pengatur pintu. ii. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. v.RPT0-Pd T-xx-xxxx (e) Pilar Pintu Pilar pintu ditentukan berdasarkan tipe pintu yang digunakan sebagai tubuh bendung.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (j) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. iv. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 56 dari 77 . bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. iii. sebagai berikut : i. (h) Bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. tinggi mercu minimal 0. ii. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.0 m. vi. (i) tembok baya-baya kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. iii.5 Ls v. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. vii. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. iv. ii. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. lebar sisi bagian dalam 1. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu.0 m dan 1. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. ix. sebagai berikut : i. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. sperti tomnol-tombol mekanisme pembukaan-penutupan pintu yang ditempatkan di atas pilar (g) Elevasi Sisi Atas Daun Pintu Elevasi sisi atas daun pintu ditentukan berdasarkan kenaikan elevasi muka air banjir yang diinginkan.5 m.

iv.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. iii. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.5 Ls viii. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . ii.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. bentuk dan dimensi peredam energi. vi. v.RPT0-Pd T-xx-xxxx 0.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (k) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. padat.5 Ls . meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. meter (l) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. meter = panjang labtai peredam energi. stabilitas tebing. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. meter = panjang tembok sayap hulu. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . geometri sungai di hilir dan sekitarnya. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. 57 dari 77 . keras dengan berat jenis batu 2. (m) Rip – rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .4 t/m3. ii. dengan kriteria : i. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.

Alternatif penerapan bendung jenis lain yang lebih murah tanpa mengabaikan efektifitasnya bagi tujuan dibangunnya bendung.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. Gedung pusat operasi pintu Dalam gedung ini terdapat kantor. meliputi : 58 dari 77 . Lebar efektif tangga minimum 1 mdan terbuat dari blok-blok beton. Tangga inspeksi Tangga inspeksi harus diadakan pada permukaan perkuatan lerang tanggul kiri dan tanggul kanan baik di lereng belakang maupun di lereng depan. kedalaman penanaman sekitar 2. maka diperlukan adanyalistrik cadangan. ruang operasi. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. jembatan inspeksi.0 m dan 0.0 x 1. ii. Sumber tenaga listrik cadangan Pada pintu-pintu air yang sumber tenaga utamanya diperoleh dari jaringan komersil. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjir datang.5 x 0. iv. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjri merupakan kawasan penting. maka alat ukur tinggi muka air dipasang. keseimbangan antara pilar pintu dan ruang operasi serta keamanan terhadap kemungkinan kecelakaan 7) Bendung Karet a) Pertimbangan Perencanaan Pertimbangan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : . Kondisi alur sungai. ruang operasi dan semua tempat-tempat yang diperlukan untuk kelancaran operasi pintu.Alternatif bendung karet dipilih apabila bendung gerak jenis lain tidak bisa menjamin kepastian pembukaan bendung pada saat banjir datang. Tangga untuk ruang operqasi pintu Konstruksi dan lokasi tangga supaya disesuaikan dengan keadaan sekitarnya. ruang operasi. . Pada bangunan penerus. ruang petugas jaga malam dan lain-lain iii. di dalam kolam tunggu. .0 x 1. ruang pembangkit listrik cadangan. Sarana penerangan Sarana penerangan yang memadai haruslah dipasang untuk menerangi daun pintu. vi.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (n) Perlengkapan lainnya i. b) Persyaratan Perencanaan Persyaratan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : i. Alat ukur tinggi muka air Alat ukur tinggi muka air dipasang di hulu dan hilir bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.5 x 0.5 m. v. iv.Bendung karet hanya diterapkan pada kondisi yang apabila digunakan bendung tetap akan menimbulkan peningkatan ancaman banjir yang sulit diatasi. Tinggi muka air pada masin-masing lokasi dapat dibaca langsung dari dalam ruang operasi.

bahaya kavitasi. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap 59 dari 77 . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. tidak mudah terabrasi dan tahan lama . c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.bahaya akibat perubahan perilaku sungai.pembilasan penangkap pasir secara periodik. . aman dan efisien. . .Bendung semaksimal mungkin karet harus diamankan dari gangguan manusia yang tidak bertanggung jawab. . geser dan penurunan. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. kuat. (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. . . ii. harus memenuhi persyaratan : .RPT0-Pd T-xx-xxxx .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya.aliran sungai tidak mengangkut sampah yang besar dan keras .air sungai tidak mengandung limbah kimia yang bisa bereaksi dengan karet ii. Operasi dan Pemeliharaan . tembok sayap udik dan hilir.kondisi aliran sub-kritis pada sungai muara .tidak terjadi sedimentasi yang sedemikian berat sehingga mengganggu mekanisme kembang-kempisnya tabung karet .kestabilan bangunan terhadap guling. struktural. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. kedap udara. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.tabung karet terbuat dari bahan yang elastis. .saringan dari sumbatan batu. Bahan.tidak mengangkut sedimen kasar .bahaya penggerusan setempat.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .Radiasi sinar ultraviolet terhadap karet tubuh bendung harus dikurangi .bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.perencanaan bahan karet baik jenis. kekuatan maupun dimensi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan produsen untuk menyediakannya iii.

Data yang diperlukan yaitu : i. iv. frekuensi kejadian debit banjir. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. v. palung.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir.000 atau yang lebih detail. . geoteknik. vi. morfologi sungai dan medan sekitarnya. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. kemiringan dasar sungai. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. data morfologi sungai seperti geometri sungai. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. ix. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) elevasi mercu bendung Mercu bendung diletakkan pada elevasi yang diperlukan untuk pelayanan muka air pengambilan. pelaksanaan bangunan. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. iii. evaluasi dan analisis data.RPT0-Pd T-xx-xxxx d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. (d) penentuan debit desain mencakup : i. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. viii. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. atau didasarkan pada perhitungan bagi penyediaan volume tampungan air di hulu bendung. jenis dan ketahanan umur. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. lembah sungai. topografi. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. lingkungan. (b) pembendungan 60 dari 77 . data geoteknik diantaranya : geomorfologi. dan mobilitas peralatan. ii. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi.

elevasi lantai ditentukan agar loncat air terjadi tepat pada ujung terjunan. menghindari menempelnya aliran limpasan di hilir bendung pada posisi setinggi mungkin. dengan prinsip : . bisa digunakan sistem panelisasi bendung Pd T-09-2004-A. Struktur hidraulik kolam harus mempertimbangkan terjadinya pusaran air sebagai akibat aliran tidak merata karena timbulnya V-notch Pd T-09-2004-A. atau jika pada kondisi mengempis.panjang lantai ditentukan hingga ujung hilir loncat air Penghitungan muka air hilir harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya degradasi dasar sungai. ancaman banjir di daerah hulu. Pada alur sungai yang relatif lebar dan landai. pada tubuh bendung bisa diberi sirip yang letaknya di sebelah hilir mercu. Untuk menghindari pelepasan volume tampungan pada operasi pengempisan. Pembendungan maksimum ini menentukan elevasi muka air pengempisan yang merupakan batas muka air tertinggi karena bendung karet harus sudah dikempiskan Pd T-09-2004-A. . dengan pertimbangan bahwa uliran air yang menempel tersebut tidak stabil dan akan menyebabkan terjadinya vibrasi ataupun osilasi Pd T-09-2004-A. vibrasi yang akan merusak tabung karet Tinggi pembendungan maksimum ditetapkan tidak melebihi 0. pengisian tampungan untuk mencapai muka air normal memerlukan waktu yang lama. (c) Penampungan dan pelepasan Ketika bendung karet mengembang. Pada bendung dengan volume tampungan yang besar sedangkan debit aliran relatif kecil. ii. (e) sirip (fin) Sirip yang diletakkan di sebelah hilir/bawah mercu bendung sepanjang tabung karet berfungsi untuk menahan agar limpasan air dari atas mercu bendung tidak menempel menuruni sisi hilir tabung karet.RPT0-Pd T-xx-xxxx Tinggi bendung harus dibatasi untuk menghindari terjadinya : i. iii. peningkatan energi terjunan yang berlebihan. energi terjunan Energi terjunan diperhitungkan untuk kemungkinan yang paling membahayakan yaitu pada kondisi dengan asumsi sebagai berikut : .3 H.terjadi v-notch hingga mencapai dasar tubuh bendung. (d) peredaman energi i.muka air hulu setinggi muka air pengempisan. Untuk mengurangi besarnya vibrasi. volume tampungan cukup berarti sebagai penyediaan air tawar di daerah pantai. Prinsip penentuan lebar dan letak sirip adalah sebagai benkut : i. kolam peredam energi Jenis dan dimensi kolam peredam energi direncanakan dengan metode yang berlaku. dengan H adalah tinggi bendung. ii. di hulu bendung akan terjadi penampungan air. sirip berada pada ujung hilir lipatan. tidak mempengaruhi aliran limpasan sempurna di atas mercu bendung 61 dari 77 . . ii. blok pemecah arus bisa ditambahkan jika diperlukan.

Jika muka air naik. Untuk mengurangi goresan oleh benda tajam/keras.Sistem ember. keras. Sistem penggerak tuas yang biasa digunakan. Dengan makin besar berat ember. pompa dan saluran udara Pompa udara harus disediakan untuk mengembangkan tabung karet. Bahan dasar karet umumnya digunakan karet sintetis seperti ethylene propylene diene monomer (EPDM). Jumlah lubang minimum dua lokasi. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjebaknya udara pada satu sisi tabung karet ketika terjadi v-notch yang bisa menutup rongga tabung karet. yaitu di kedua ujung tabung karet dengan memasang pipa baja dalam tabung. (g) perencanaan instalasi i. iii. kuat tarik kuat tarik pada suhu normal ≥ 150 kg/cm2 kuat tarik pada suhu 100° ≥ 120 kg/cm2 Bahan karet diperkuat dengan susunan benang nilon yang memberikan kekuatan tarik sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menahan gaya. . chloroprene rubber (CR). dan tahan lama. antara lain sebagai berikut : . Lubang angin bisa dibuat lebih dari dua. posisi ember akan turun hingga memutar tuas pembuka tutup saluran udara. permukaan luar karet bisa dilapisi dengan bahan keramik sesuai dengan Pd T-09-2004-A. ii. Sistem otomatisasi Prinsip keja sistem otomatisasi adalah apabila muka air sungai di hulu bendung sudah mencapai muka air pengempisan yang direncanakan. aliran air ditampung dalam suatu ember yang diikatkan pada kotak otomatisasi. yang diatur untuk menggerakan tuas pembuka tutup saluran udara dari tabung karet. dan lain-lain. Pemompaan udara ke dalam tabung karet harus dilengkapi dengan instrumen pengontrol tekanan udara (manometer) sesuai dengan Pd T-092004-A. 62 dari 77 . Pada umumnya bahan karet yang digunakan memiliki spesifikasi sebagai berikut : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bahan karet tubh bendung Lembaran karet terbuat dari bahan karet asli atau sintetik yang elastik.Sistem pengapungan. kuat. pelampung ikut naik dan menggerakkan tuas pembuka tutup saluran udara sesuai dengan Pd T-09-2004-A. yang diletakkan merata di sepanjang pipa baja dalam tabung karet sesuai dengan Pd T-09-2004-A. lubang angin Lubang angin merupakan lubang bagi pemasukan dan pengeluaran udara pada tabung karet.8 m3/mil ii. aliran air ditampung dalam suatu bak yang di dalamnya dipasang pelampung. akan terjadi aliran masuk ke dalam sistem. kekerasan tes abrasi menggunakan metode H18 dengan beban 1 kg pada putaran 1000 kali tidak melampaui 0. Pelampung diikat dengan tali yang dihubungkan dengan kotak otomatisasi.

63 dari 77 .12 Denah dan potongan melintang bendung karet 8) Perencanaan stabilitas a) Fondasi Fondasi bendung karet dapat dibedakan menjadi dua macam. Pada fondasi langsung.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. Untuk penghematan biaya konstruksi. fondasi bendung karet yang menahan bangunan atas yang relatif ringan membutuhkan massa yang lebih besar untuk menjaga stabilitas terhadap penggulingan dan penggeseran. fondasi dibuat dari sel-sel beton bertulang yang diisi dengan pasangan batu. yaitu fondasi langsung yang dibangun di atas lapisan tanah yang kuat dan fondasi tidak langsung (dengan tiang pancang) yang dibangun pada lapisan lunak.

persyaratan kemanan terhadap bahaya piping menurut teori Lane adalah : CL ≤ dengan : LH = LV = ΔH = CL = ∑ (L /3) + ∑ L H V ΔH panjang bagian horisontal permukaan dasar pondasi (m) panjang bagian vertikal permukaan dasar pondasi (m) beda tinggi muka air hlu dan hilir.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Stabilitas terhadap erosi bulu (piping) Panjang lintasan garis rembesan yang aman terhadap bahaya piping bisa dihitung dengan menggunakan metode seperti Bleigh. Lane.5 dengan : SFR adalah faktor keamanan terhadap guling MR adalah momen gaya-gaya penggulingan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) MT adalah momen gaya-gaya penahan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) (2) Stabilitas terhadap penggeseran Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FS = ∑F ∑F T R dengan : SFS adalah faktor keamanan terhadap geser FS adalah gaya-gaya penggeser (N) FT adalah gaya-gaya penahan (N) (3) Stabilitas terhadap gaya angkat S FU = ∑F ∑F G U ≥ 1. pemeriksaan stabilitas dihitung dengan rumus : S FB = σa σ dengan : SFB adalah faktor keamanan daya dukung tanah 64 dari 77 . dan sebagainya. Sebagai contoh. diambil = H (m) koefisien Lane yang tergantung pada jenis tanah dasar pondasi c) Stabilitas pondasi (1) Stabilitas terhadap penggulingan Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FR = ∑M ∑M T R ≥1.2 dengan : SFU adalah faktor keamanan terhadap pengangkatan FU adalah gaya angkat air (N) FG adalah gaya berat pondasi dan kekuatan tarik tiang pancang (N) (4) Stabilitas tanah dasar Dengan asumsi menggunakan pondasi langsung. jaring aliran (flow net).

penggulingan dan gaya angkat diulang kembali dengan memperhtiungkan juga kekuatan tiang pancang untuk menahan gaya angkat dan gaya horisontal. ii.2 e < B/6 < B/3 < B/6 < B/3 SFS 3 2 3 2 9) Uji model hidarulik 1) Uji model hidraulik perlu dilakukan terhadap pra desain untuk : a) mendapatkan bentuk dan ukuran hidraulik yang mantap. b) model bangunan dan pelengkapnya. harus menggunakan pondasi tiang pancang.gejala dan parameter aliran pada permukaan struktur.5 1. Jika persyaratan tidak terpenuhi. b) mempelajari hal-hal seperti berikut : i.2 1. 2) jenis model hidraulik meliputi : a) model sungai. perubahan gejala dan parameter aliran di sungai akibat adanya bangunan dan sebaliknya. ditunjukkan pada tabel di bawah ini : Tabel A.1 Kondisi Desain Normal Dengan gempa Banjir Pelaksanaan Persyaratan angka keamanan stabilitas pondasi SFS 1. 65 dari 77 . Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan stabilitas tanah dasar dengan struktur pondasi yang sudah ditetapkan di atas.RPT0-Pd T-xx-xxxx σ adalah tegangan kasimum dasar pondasi (kPa) σa adalah gaya dukung tanah yang dijinkan (kPa) Eksentrisitas gaya resultan dihitung dengan rumus : e= B ∑M − 2 ∑V adalah eksentrisitas gaya resultan (m) adalah lebar dasar pondasi (m) adalah momen terhadap gaya-gaya terhadap ujung hilir pondasi (Nm) adalah komponen gaya vertikal (N) dengan : e B M V Jika persyaratan tersebut terpenuhi. gejala dan parameter aliran di sungai yang sulit diperoleh dari lapangan. Pada kondisi ini dimensi plat pondasi harus diubah menjadi kombinasi antara pelat penghubung dan seri tiang pancang.5 1. eksentrisitas gaya resultan (e) pada penggulingan dan daya dukung tanah (SFB). digunakan pondasi langsung dengan dimensi seperti yang direncanakan sebelumnya. Perhitungan ini akan menentukan jumlah dan dimensi tiang pancang. (5) Persyaratan angka keamanan Angka keamanan terhadap penggulingan (SFS). Pemeriksaan stabilitas terhadap penggeseran.

2) bangunan lain yang belum didesain pada pekerjaan pra desain. bangunan dan pelengkapnya) dan model detil. 66 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx c) model lengkap (sungai. investigasi. dengan skala gambar mengikuti standar yang berlaku. dan nota desain. 10) Desain hidraulik Desain hidraulik : 1) merupakan penyempurnaan pradesain hidraulik yang dilakukan dengan bantuan uji model hidraulik. 3) uji model hidraulik harus dilakukan oleh satu tim teknik hidraulik yang ahli dan berpengalaman baik dalam bidang uji model hidraulik maupun lapangan (survai. disain dan operasi. dilakukan pada pekerjaan desain struktur. berupa gambar-gambar desain. 3) keluaran desain. pintu-pintu. seperti fondasi bangunan.

Debit banjir desain sungai dan elevasi muka air hilir (tail water) pada Q100th = +85.. Penetapan dimensi bangunan tembok pangkal. elevasi lahan yang akan diairi telah diketahui ii.Kehilangan tekanan akibat sedimen trap ke intake = 0. Tinggi muka air banjir di hulu bendung harus lebih rendah atau sama dengan 4 meter ii. jari-jari pembulatan satu radius ii. Perhitungan penentuan ketinggian elevasi muka air banjir di hulu bendung vi.80 iii. tinggi muka air sungai saat banjir. keadaan hidrolik sungai.10 m .1) Penentuan elevasi mercu bendung i...229 hektar .Elevasi dasar sungai rata-rata di sekitar rencana bendung + 82.20 m .Kehilangan tekanan dari saluran sekunder ke saluran induk = 0... skala 1 : 2000. Elevasi mercu bendung dilakukan : .. dimana : . tembok sayap hulu dan tembok sayapa hilir Kriteria desain : i.40 m .80 .10 m .Kehilangan tekanan dari sawah ke saluran tersier = 0.Tinggi sawah yang akan dialiri = +84. Bidang hilir tubuh bendung di bagian hilir mercu dibuat dengan kemiringan yang perbandingannya yaitu 1 : 1 2) Data i. Perhitungan untuk penentuan elevasi mercu bendung iii.Tinggi air di sawah yang diambil = 0.Kehilangan tekanan dari saluran tersier ke saluran sekunder = 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN – C Lampiran C. Tinggi mercu bendung ke dasar sungai di hilir harus lebih rendah atau sama dengan 10 meter Desain mercu dan tubuh bendung dengan persyaratan. Peta daerah irigasi : .30 67 dari 77 ..Kehilangan tekanan akibat eksploitasi = 0. Bentuk mercu bendung tipe bulat.. Perhitungan panjang lantai hulu bendung x.Elevasi lahan yang tertinggi yang akan diairi + 84. Penentuan panjang mercu bendung iv.Lebar palung sungai antara 50 – 60 m ..10 m . dan ukuran bangunan peredam energi ix..Kehilangan tekanan pada intake = 0.Kehilangan tekanan akibat kemiringan saluran induk ke sedimen trap = 0... Debit desain intake = 7.10 m Jadi ketinggian elevasi mercu bendung = +86.. Peta situasi sungai. Perhitungan dimensi hidrolik bangunan intake viii. Penetapan tipe.10 m .15 m ...1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai.Luas daerah irigasi yang akan diairi 6.Kehilangan tekanan akibat bangunan ukur = 0.. bentuk. debit penyadapan ke intake.... yaitu : i.70 ii. 1) Tahapan Desain Tahapan desain hidrolik bendung yaitu seperti berikut : i.. Penetapan ukuran mercu bendung dan tubuh bendung vii..70 m3/dt 3) Perhitungan Hidrolik Bendung 3. Penetapan ukuran lebar pembilas dan lebar pilar pembilas v.25 m . Data awal seperti debit banjir desain sungai.56 m3/dt iv.

Kehilangan tekanan akibat eksploitasi diambil = 0.40 + 0.Panjang saluran pengantar ke penangkap sedimen = 30.40 m .2 x 52 m = 62.30 .97 (He/Hd)0.Elevasi dasr penagkap sedimen di bagian hilir = +83.5) Perhitungan tinggi muka air banjir di hulu bendung Elevasi muka air banjir di hulu bendung dapat diketahui dengan menghitung tinggi energi dengan menggunakan persamaan seperti berikut : Qd = C x Be x He3/2 Koefisien debit pelimpah.Kemiringan permukaan sedimen di penangkap sedimen = 0.50 .Elevasi muka air di penangkap sedimen bagian hilir = +86.24 He 3.12 dimana He = Ha Dari persamaan diatas diperoleh nilai C = 2.0 m.Panjang penangkap sedimen = 70.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan elevasi sawah yang akan diairi +86.4 m.19 m .RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.Jadi ketinggian mercu bendung ditetapkan pada elevasi + 86.0 = 5.50 Kesimpulan : .01 + 0.50 3.Elevasi muka air di hulu intake : El = 86. Pembilas dibuat 2 buah masing-masing 2.2) Penentuan panjang mercu bendung Panjang mercu bednung ditentukan 1.10 Jadi ketinggian elevasi mercu bendung +86.18 + (70 x 0.24 He C = 2.19 68 dari 77 .Kehilangan tekanan pada intake diambil = 0.20 + 0. C.4) Perhitungan panjang mercu bendung efektif Panjang mercu efektif dihitung dengan menggunakan rumus : Be = Bb – 2(n Kp + ka) He Be = 62 – 2(2x0.0 m. Bednugn ini direncanakan dilengkapi dengan penangkap sedimen dan bangunan pembilas lurus tipe undersluice.50 m.50 m 3.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan kebutuhan tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan + 86.00016 = +86. Panujang mercu bendung yaitu 1.2 kali lebar sungai rat-rata.20 m . Penangkap sedimen direncanakan dengan ukuran seperti berikut : . Lebar sungai direncana lokasi bendung bervariasi antara 50 m sampai dengan 55 m/ lebar sungai rata-rata diambil 52 m.19 Dari persamaan diatas tinggi energi dapat dihitung.20 . 3.Elevasi permukaan air di huu saluran pengantar/tepat di hilir intake El = 86.00016 .00016) = +86. Lebar pilar pembilas ditetapkan 2 buah dengan lebar masing-masing pilar 1.20 El = 86. nilainya dihitung dengan menggunakan persamaan : C = 3.3) Penentuan lebar lubang dan pilar pembilas Lebar bangunan pembilas diambil 1/10 kali lebar sungai rata-rata yaitu 1/10 x 52. Perhitungan penetuan elevasi meru bendung dengan memperhatikan faktor tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan sedime.0 m .1) He Be = 62 – 0.18 + (70 + 30) x 0.Elevasi permukaan air di kantong sedimen bagian hulu El = 86.10 = +86. Panjang mercu ditetapkan 62.18 Cara perhitungan dilakukan seperti berikut : .78 .0 m . yaitu : Qd = C x Be x He3/2 dimana : Qd = 700 m3/s Be = 62 – 0.

Elevasi muka air banjir = +89. untuk ha = Ha = 3.Kemiringan tubuh bendung = 1:1 69 dari 77 . ha dan besarnya jari-jari (r) serta debit pengaturan lebar yang diterbitkan oleh DPMA. jadi tidak ada bahaya kavitasi. Dari grafik tersebut. tekanan beradad di daerah positif.07 m ∼ 3.00 m .He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.00 m Langkah kedua diasumsikan nilai Be = 61.28 m Qd = C.0 m . sehingga Be dapat dihitung : Be’ = 62 – 0.6) Penentuan Jari-jari mercu bendung Nilai jari-jari mercu bendung ditentukan berdasarkan grafik hubungan antara tinggi muka air hulu.19 x 61.0 m .50 m = 5.Be.50 m .00 m dan q = 11.00 m.0 m .50 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.00 m Kesimpulan : .50 m .7) Resume Perhitungan Hidrolik .50 m Dengan menggunakan grafik penentuan bahaya kavitasi di hilir mercu bendung yang juga diterbitkan oleh DPMA dapat diketahui bahaya kavitasi di hilir mercu bendung.0 m .He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.50 + 3.24 x 3 Be = 61. dan r = 2.50 m 3.28 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.Be.19 x 61.24 He Be = 62 – 0.0 m . Untuk nilai Ha = 3.Tinggi muka air banjir di hulu bendung = He = 3.3 m. 3.28 m Tinggi tekanan (Desain Head) Tinggi tekanan. Ha ditentukan dengan persamaan : He = He – v2/2g v2/2g = 0 (diabaikan) He = 3.0 = 89.Lebar pembilas 2 x 2.Lebar pilar pembilas 2 x 1.Panjang mercu bendung = 62.RPT0-Pd T-xx-xxxx Perhitungan dilakukan dengan cara trial dan error Langkah pertama diasumsikan bila nilai Be = 61.0 m .50 m Qd = C.50 m = 3.Elevasi mercu bendung = +86.00 m Nilai He diambil 3.Panjang bendung total = 70.00 m.4 m3/dt/m3 diperoleh nilai r = 2.Tinggi pembendungan = 3.Elevasi muka air banjir = +86.Tinggi muka air di hulu bendung = 3.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.50 m. Diambil r = 2.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.

Ds/D2 diperoleh grafik .RPT0-Pd T-xx-xxxx 4) Perhitungan Dimensi Peredam Energi 4.2) Grafik dan Rumus Dalam mendesain dimensi peredam energi tipe MDO ini digunakan grafik-grafik yang diterbitkan oleh DPMA. Dalam penggunaan tipe ini ditentukan bentuk mercu bulat dengan satu jari-jari pembulatan. bidang miring tubuh bendung bagian hilir permukaannya bentuk miring dengan perbandingan 1 : 1.Panjang lantai peredam energi dihitung dengan rumus : Ls = (Ds) (Ls/D2). 4.3) Desain dimensi peredam energi Debit desain per satuan lebar q = 700/61.20∼0.Kedalaman lantai peredam energi dihitung dengan rumus : E= q g x z3 Ds = (Ds) (Ds/D2).Garfik untuk penentuan panjang lantai peredam energi . Ls/D2 diperoleh grafik .30)D2 .Grafik untuk penentuan kedalaman lantai peredam energi . maka bangunan peredam energi yang dipilih disini yaitu lantai datar dengan ambang akhir berkotak-kotak atau tipe MDO.42 m3/dt/m z = 4.Parameter energi . Grafik-grafik tersebut yaitu grafik untuk menentukan dimensi peredam energi tipe MDO yakni seperti berikut : .Tinggi ambang akhir dihitung dengan rumus : a = (0. Dengan memperhatikan jenis sungai tersebut.28 q = 11.Lebar ambang akhir dihitung dengan rumus : b=2xa keterangan : E = paramter energi q = debit desain persatuan lebar pelimpah bendung (m3/dt/m) z = perbedaan tinggi muka air hulu dan hilir (m) g = percepatan gravitasi (m/dt2) Ds = kedalaman lantai peredam energi (m) a = tinggi ambang akhir (m) b = lebar ambang akhir (m) D2 = kedalaman air di hilir (m) 4.81 m/dt2 kedalaman air di hilir D2 = Y Q = C x L x Y3/2 70 dari 77 .96 m g = 9.1) Pemilihan Tipe Jenis sungai di daerah ini yakni aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.

28.81 m/s2) z = kehilangan tinggi energi pada bukaan (m) Perbandingan antara lebar bukaan dan tinggi bukaan ditetapkan 2 : 1.1) Bentuk Intake Intake didesain dengan bentuk biasa dengan lubang pengaliran terbuka dilengkapi dengan dinding banjir.26 x 7 = 8.28 x 3.81 x 0.85 x b x 1.2) Dimensi Lubang Intake Dimensi lubang intake dihitung dengan persamaan : Q =μ x b x a x 2 x g x z dimana : Qi = debit intake = 7.70 m3/dt μ = koefisien debit = 0.0 m ⎛ Q ⎞ Y =⎜ ⎜ CxL⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2 3 ⎛ 700 ⎞ Y =⎜ ⎜ 1.00 m Kedalaman lantai peredam energi : D/D2 = 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx Q = 700 m3/dt C = 1.26 Parameter energi Panjang lantai dan kedalaman lantai peredam energi : L/D2 = 1.20 x 2 x 9.20 m 71 dari 77 .7/2.173 ∼ 4.81 b diambil 4.2 b = 7. Arah intake terhadap sumbu sungai dibuat tegak lurus.0 m.20 m Tinggi ambang akhir : a = 0. L/D2 diperoleh dari grafik MDO L = 1.00 m Kesimpulan : Lebar bukaan pintu intake = 2 x 2. Perhitungan : Q =μ x b x a x 2x g x z 7.70 (diperkirakan) L = bentang sungai rata-rata di hilir = 70.26.28 ∼ 8.85 b = lebar pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi (9. dibuat 2 bukaan sehingga lebar pintu 2 x 2.02 = 3.26 = 4.97 ∼ 1. Lantai intake tanpa kemiringan dengan elevasi lantai sama tinggi dengan elevasi plat undersluice.0 m Tinggi bukaan lubang intake = 1.00 m lebar ambang akhir : b = 2a b = 2 x 1.26 a = 0. D/D2 diperoleh dari grafik MDO D = 1. 5.70 = 0.0 b = 2.0 m 5) Perhitungan Bangunan Hidrolik Bangunan Intake 5.7 x 70 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ E= q g x z3 2 3 = 3.3 x 3.

8 mm 5.Lebar lubang = 2.20 = 4.Lebar pilar = 1.60 m/dt Diameter partikel : v = 0.94 B = lebar bukaan pintu. Dimensi lubang undersluice : .80 m2 v = 7.Lebar mulut = 11.5 1.63 H Keterangan : Q = debit intake = 7.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5.50 m .65-1) x d)0.65 d = diameter partikel = m Kecepatan aliran yang mendekat ke intake di hitung dengan rumus : Q = A x v = m3/dt v = Q/A = m/dt dimana : Q = debit intake = 7.70 m3/dt Cd = koefisien debit.5 dimana : v = kecepatan aliran. m 72 dari 77 . diambil 0.396 ((2. m/dt Qs = berat jenis partikel = 2.396 x ((Qs – 1) x d)0.60 = 0. Perhitungan dilakukan sebagai berikut : Q = C d x B x Y x 2 x g x (H − Y ) K = Y/H atau Y = 0.3) Pemeriksaan Diamater Sedimen yang masuk ke Intake Rumus yang digunakan untuk memperkirakan diameter partikel yang akan masuk ke intake.70/4.50 m .5 d = 9.25 m .0 m .80 v = 1.70 m3/dt A = luas penampang basah = m2 v = kecepatan aliran = m/dt Perhitungan : v = Q/A → A = (2 x 2) x 1. karena debit intake besar.4) Penetapan Dimensi Hidrolik Bangunan Pembilas Bangunan pembilas direncanakan dengan undersluice lurus.Undersluice dibagi 2 bagian 5.Tinggi lubang = 1. yaitu : v = 0.396 ((Qs-1) x d)0.5) Perhitungan bangunan ukur pada intake Tipe bangunan ukur pada intake yang dipilih yaitu jenis Crum de Guyter.

20 = 0.20 = 0.5 + (2 x 2.80 m 2 Pintu dibuat dengan lebar masing-masing selebar 2.40 m.5) + 3.Panjang rayapan (creep lenght) harus cukup panjang untuk memperkecil aliran bawah (seepage) .00 m Panjang rayapan seharusnya : Lb > 4 x 7.756 ∼ 0.140 → diperoleh dari grafik Jadi Δh = 0.20 = 0.81 x (H − 0.50 – 79.83 m = 4.25 + 1.94 x B x 0.594 x H 7.2) Perhitungan panjang lantai hulu Rumus yang digunakan berdasarkan teori Lane’s : L = Lv + 1/3 LH dimana : L = panjang total rayapan (m) LV = panjang vertikal rayapan (m) LH = panjang horisontal rayapan (m) Dalam desaini diambil nilai : L/ΔH = 4 dimana : L = panjang rayapan (m) ΔH = kehilangan tekanan (m) Perhitungan : Perhitungan dilaukan dengan kondisi tidak ada aliran dari hulu sehingga : Q = 0.594 x B x H3/2 B= B= Q max 1.5 + (6 x 1.594 m ∼ 0.98 Lv = 28.80 + 1.495 → diperoleh dari grafik Ymin/H = 0.17 m Bukaan pintu maksimum (Ymax) Ymax = 0.50 ΔH = 7.Tentukan dengan cara perkiraan awal bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu .76 m 6) Perhitungan Panjang Lantai Hulu 6.140 x 1.60 m Bukaan pintu minimum (Ymin) Ymin = 0. H = tinggi energi total di atas ambang di hulu pintu Q = 0.495 x 1. Perhitungan kehilangan tekanan (Δh) Anggapan Qmax/Qmin = γ = 3 Δh/H = 0.63 x 1.Jika diperoleh sebaliknya maka ulangi perhitungan 6.Jika panjang lantai hulu hasil perhitungan lebih panjang daripada yang dibutuhkan maka hasil perhitungan sudah memadai .1) Cara Perhitungan Perhitungan panjang lantai hulu dilakukan dengan cara seperti berikut : .00 = 28.RPT0-Pd T-xx-xxxx Y = bukaan pintu.63H x 2 x 9.57 m 73 dari 77 .63H ) Qmax = 1.00 m Berdasarkan gambar diperoleh : Lv = 2.0) + 4.70 1.Gambarkan bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu tersebut .594 x 1 3 3 2 = 4.Hitung panjang lantai hulu yang dibutuhkan . jadi : ΔH = 86.

50 m +3.RPT0-Pd T-xx-xxxx LH = 35.0 m b) Elevasi dekzerk tembok sayap hilir : + 87.38 m Jadi Lb yang dibutuhkan = 28. hasil perhitungan = 40.5 m = +91.00 d) Elevasi dekzerk tembok pangkal hilir mercu : Elevasi dasar sungai + D2 + jagaan = +82.51 74 dari 77 .1) Tembok Pangkal a) Ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi. Jadi ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir panjangnya 9.5 x 10.5 Ls Lsi = 1. Dalam desain ini panjang dari mercu bendung sampai dengan ujung ambang akhir yaitu 18.38 > Lb = 28.0 m c) Elevasi dekzerk tembok pangkal dilukis mercu : Elevasi mercu bendung +Ha+jagaan = +86.00 m.42/3) m LP = 40.75 m + 3.0 m.0 m LP.00 OK Panjang lantai hulu cukup memadai 7) Penentuan Dimensi Tembok Pangkal dan Tembok Sayap 7.51 m 7.57 + (35.0 Lsi = 15.5 m = 87.38 m LP = 40. diambil sama dengan panjang lantai peredam energi yaitu 10.0 m +1.42 m LP = 28.2) Tembok Sayap a) Panjang tembok sayap hilir Lsi = 1.26 m + 1. b) Panjang pangkal tembok bendung tegak bagian hulu dihitung dari mercu bendung.

di bagian b ⎛ 1 − sin θ ⎞ P1 = γ w h1 + 1 γ s h12 ⎜ ⎟ 2 ⎝ 1 + sin θ ⎠ = 1x (5.16 m 2.00 m 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran C – 2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu 1) Ukuran Tebal Pintu Ukuran pintu bilas direncanakan seperti gambar dibawah ini : Lebar pintu Lebar teoritis Tinggi pintu Tinggi satu blok diambil Muka air banjir = = = = = 2.6x(1-0.20 m 2.5x1.55 + 0.20) + 0.72 t/m .75 m Gaya tekan air dihitung dengan rumus : P1 = γ w x h Gaya tekan lumpur dihitung dengan rumus : ⎛ 1 − sin θ ⎞ P2 = 1 x γ s x h 2 x ⎜ ⎜ 1 + sin θ ⎟ ⎟ 2 ⎝ ⎠ dimana : γs = berat jenis lumpur h = tinggi lumpur = 1.20) = 5.di bagian a 75 dari 77 .75-0.00 m θ = sudut geser lumpur = 300 Tekanan air dan lumpur .00 m + 310.17 = 5.

174 x 2.6 x 1/3 = 5..174 t/m Momen maximum pada pintu : Mmax = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 1.55 x 1000 = 3550 kg/m2 Tekanan air pada P3 = 5..5 x 1..02 t/m Jadi Tekanan Total P = ((P1+P2)/2) x t = ((5.16 m = 1.20 = 1.75 + 0.16 x 0.00 m = 2.55 x 4.OK! 2) Ukuran Stang Pintu Pintu bilas direncanakan dengan ukuran seperti di bawah : Lebar pintu Lebar antara slag tembaga Tinggi angkat Koefisiein geser = 2.55 + 0.02)/2) x 0.84 cm2 W = 1/6 x t x b2 6x W .. Lebar = b = 16 cm Tinggi = t = 20 cm Kontrol tegangan σ = M/W σ = 68467/1/6 x 20 x 162 σ = 80 kg/cm2 .RPT0-Pd T-xx-xxxx ⎛ 1 − sinθ ⎞ P2 = γ w h 2 + 1 γ s h 2 ⎜ ⎟ 2 2 ⎝ 1 + sinθ ⎠ = 1 x 5.27 = 6.16 x 3.75 x 1000 = 5750 kg/m2 Tekanan air = P1 + P3 3550 + 5750 kg = = 4650 2 2 2 m Jumlah tekanan pada pintu : 2..16 = 0.20 x 0.00 m = 0.02 cm 20 b= Ukuran pintu direncanakan...152 ton 76 dari 77 .. t 6 x 855.650 = 35..84 b= =16.68467 tm = 68467 kg/cm Digunakan kayu jati σd = 80 kg/cm2 Wperlu = M/σd = 68467/80 = 855.4 Tekanan : Tekanan air pada P1 = 3.66 ton Kekuatan tarik = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser + berat sendiri pintu Berat sendiri kayu = 2.20 x 2.162 = 0..72+6.

4 + (0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Berat sendiri besi = 0.852 = 13.412/2 = 6.4 – (0.706 ton Perhitungan pada tarik : P = ¼ x π x d2 x 6 (kg/mm) 7558 = ¼ x 3.7) = 15.10 6 ⇒ L = 580 cm 64 x 580 2 5 x 6706 x 64 x 580 2 = 11643.67)0.5 = 40.12/2 = 7.152 + 0.14 x 6 4 = 1604.558 ton Kekuatan tekan = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser – berat sendiri pintu = 35.14 x d2 x 6 d2 = 7558 1 x 3.152 + 0.67 d = (1604.39 cm ∼ 11 cm Jadi ukuran stang pintu dengan diameter (d) = 11 cm 77 dari 77 .66 x 0.12 ton Untuk 1 stang = 15.10 6 64 L2 5x P= 5 x 6706 = d4 = 313 d 4 2.7) = 14.66 x 0.412 ton Untuk 1 stang = 13.35 31 x 2 x 1000000 d = 10.264 – 0.70 ton Kekuatan tarik = 35.05 mm = 40 mm Perhitungan pada tekan : π 2 EI ⇒ i besi = 1 π d 4 2 64 L 3 4 π d E 5 x 6706 = ⇒ E besi = 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful