P. 1
013

013

|Views: 9|Likes:
Published by Syam Agus Budiman

More info:

Published by: Syam Agus Budiman on Mar 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2014

pdf

text

original

BAHAN WORKSHOP PPST – AHSP KELOMPOK KERJA BENDUNG

RPT0

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... KETENTUAN DAN PERSYARATAN................................................................... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang .......................................................... Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung .................................................................. Persyaratan Pelaksanaan.................................................................................... i iii iv 1 1 2 4 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 10 10 10 10 11 13 13 13 13 13 15

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................ 5.1. Pengumpulan Data Sekunder.............................................................................. 5.2. Survey.................................................................................................................. 5.3. Investigasi Sungai................................................................................................ 5.4. Penyelidikan Geoteknik Lapangan ...................................................................... 5.5. Uji Laboratorium................................................................................................... 5.6. Analisis Hidrologi ................................................................................................. 5.7. Analisis Laju Transport Sedimen ......................................................................... 5.8. Perencanaan Bendung ........................................................................................ 5.9. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) ............................................................... 5.10. Analisis Kelayakan Ekonomi................................................................................ 5.11. Nota Desain ......................................................................................................... 5.12. Penggambaran .................................................................................................... 5.13. Perhitungan BOQ................................................................................................. 5.14. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya ............................................................... 5.15. Penyusunan Dokumen Pelelangan...................................................................... 5.16. Pekerjaan Lain-lain .............................................................................................. 5.17. Pelaporan ............................................................................................................ 5.18. Tenaga Ahli.......................................................................................................... 6. PENGENDALIAN MUTU .....................................................................................

7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN .................................................................... 7.1. Pengukuran ......................................................................................................... 7.2. Dasar Pembayaran .............................................................................................. BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... Lampiran – A

Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan ............................................................. 16 17 29

Lampiran – B.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung.... Lampiran – B.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung...................................................

i

Lampiran – C1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai (......) ...................... Lampiran – C2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu..................

68 76

ii

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

iii

cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma.7 tahun 2004. hidrologi). pedoman dan manual (NSPM) yang tercantum pada Acuan Normatif. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan pembangunan bendung. Sehubungan dengan hal tersebut. standar. data primer (pengukuran topografi dan pemetaan. Adapun ruang lingkup desain bangunan pada bendung adalah sebagai berikut : 1) Lokasi tubuh bendung 2) Tubuh bendung (tetap dan gerak) 3) Intake 4) Bangunan peredam energi 5) Bangunan pembilas 6) Tembok sayap. tembok pangkal dan pengarah arus 7) Bangunan penahan batu 8) Lantai hulu dan hilir 9) Kantong lumpur 10) Peilschale 11) Jembatan inspeksi iv . investigasi dan desain dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. standar. desain hidraulik. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder (topografi. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. survey hidrometri. pedoman dan manual (NSPM). pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. Kajian pada pedoman ini meliputi bangunan utama dan bangunan penunjang pada Bangunan Bendung yang berfungsi untuk irigasi. analisis hidrologi. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. analisis hidrolika. geologi permukaan. analisis ekonomi. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik).

analisis konstruksi. gambar desain. peta geologi regional.RSNI T-04-2002 : Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS 1 dari 77 . penyelidikan geoteknik. kelembaban relatif.KEPMEN KLH No. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk kegiatan detail desain bendung dalam pekerjaan pembangunan bendung. Pedoman ini dapat digunakan untuk kegiatan detail desain pengembangan baru. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) . analisis hidrologi.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain 1. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). 2. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai SNI 03-2401-1991 : Tata Perencanaan umum Bendung SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir SNI 03-2819-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan SNI 03-2822-1992 : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis SNI 03-2830-1992 : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air dengan Cara Pias berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3444-1994 : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan SNI 03-3962-1995 : Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Ayakan Rancangan Standar Nasional (RSNI) : . survey hidrometri). lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. metode kerja pelaksanaan. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. ACUAN NORMATIF UU No. perbaikan dan up-grading. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : KEPMEN KIMPRASWIL No. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. desain hidraulik. data kilmatologi (temperatur.

1. untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi agar dapat digunakan untuk keperluan irigasi. peralatan komunikasi.1.3. Lebar efektif bendung adalah panjang mercu bendung bruto dikurangi dengan lebar pilar dan pintu pembilas 3.1.1. Bendung gerak dapat digunakan untuk mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi. Pangkal bendung adalah kepala bendung. Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai. T-02-2005-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol : Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji : Perencanaan Bendung Karet Isi Udara : Analisis Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal Bangunan Air : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 3. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.2. 3. 3. guna mencegah masuknya bahan sedimen kasar ke dalam jaringan 2 dari 77 . Ogee adalah salah satu tipe mercu bendung yang permukaannya mengikuti persamaan tertentu.1.1. abutment. 3. Bagian-2. 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Teknis : 3. 3. Pd. contoh : bendung tyroller 3. dilengkapi dengan beberapa tipe saringan.1. Biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur debit air yang masuk. jembatan di atas bendung. Kegiatan yang bersifat Umum.7. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : Tata Cara Desain Bendung Gerak Rancangan Pedoman Teknis : ISTILAH DAN DEFINISI Bangunan Utama adalah semua bangunan yang dibangun di sungai dan di sepanjang sungai atau aliran air termasuk bendungan.1. T-01-2004-A Pd. Bendung saringan bawah (tyroll) adalah bendung dengan pengambilan pada dasar sungai. Bendung gerak adalah bangunan berpintu yang dibuka selama aliran besar dengan masalah yang terjadi selama banjir tidak besar.2. Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang akan ditambahkan pada bangunan utama untuk keperluan pengukuran debit dan muka air sungai. 3. Bendung tipe gergaji adalah bendung tetap dengan tata letak mercu pelimpah menyerupai gigi gergaji guna diperoleh lebar efektif pelimpah yang lebih panjang 3. atau instalasi air tenaga mikro/mini. Mercu adalah bagian atas dari pelimpah atau tanggul.2.6. Kegiatan yang bersifat Umum. hasil percobaan USCE. Bangunan pembilas (penguras) adalah bangunan pada tubuh bendung tepat di hilir pengambilan.1.5. Bagian-3.1.4. 3. yang berfungsi untuk meninggikan muka air minimum pada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. T-09-2004-A Pd.1. pengoperasian pintu.8. T-01-2003-A Pd.

RPT0-Pd T-xx-xxxx

saluran irigasi (bisa juga berupa pembilas bawah/undersluice, shunt undersluice, atau pembilas bawah tipe boks) 3.2.2. Bangunan pengaman adalah bangunan untuk mencegah kerusakan konstruksi, misalnya: bangunan pelimpah samping, pembuang silang, dan sebagainya. 3.2.3. Bangunan pengambilan (intake) adalah bangunan berupa pintu yang digunakan untuk membelokkan air irigasi dari sungai agar sesuai dengan debit rencana dan pengelakan sedimen. 3.2.4. Bangunan penahan batu suatu bangunan yang ditempatkan di hulu bangunan pembilas bendung yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke intake dan untuk menyimpangkan batu-batu dengan diameter tertentu yang menuju bangunan bilas. 3.2.5. Bangunan peredam energi adalah struktur dari bangunan di hilir tubuh bendung yang terdiri dari berbagai tipe, bentu dan di kanan kirinya dibatasi oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk tertentu. 3.2.6. Rip-rap adalah susunan bongkahan batu alam atau blok-blok beton buatan dengan ukuran dan volume tertentu yang digunakan antara lain sebagai tambahan peredam energi di hilir bendung dan berfungsi sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi 3.3. Data geologi teknik/mekanika tanah adalah kondisi bahan lapisan pondasi, bahan konstruksi, sumber bahan timbunan, batu untuk pasangan batu kosong, agregat ntuk beton, batu belah untuk pasangan batu, dan parameter tanah yang harus digunakan bagi keperluan perencanaan. Data topografi adalah data yang berupa peta yang meliputi seluruh daerah aliran sungai, peta situasi letak bangunan, gambar-gambar potongan memanjang dan melintang sungai baik di sebelah hilir maupun hulu dari kedudukan bangunan utama. Debit rencana (design flood) adalah debit untuk perencanaan suatu bangunan atau saluran air. Desain hidraulik adalah tahapan kegiatan analisis terhadap hasil pradesain hidraulik dengan atau tanpa bantuan uji model hidarulik untuk menentukan bentuk dan ukuran yang tepat ditinjau dari segi hidarulik. Desain struktur adalah tahapan kegiatan untuk melengkapi hasil desain hidraulik agar didapat desain bangunan yang memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan serta dapat dilaksanakan. Kedalaman konjugasi adalah hubungan antara tinggi kedalaman sebelum dan sesudah loncatan air. Pondasi dangkal adalah pondasi yang ditempatkan dengan kedalaman D di bawah permukaan tanah yang kurang dari lebar minimum pondasi (B). Tinggi energi adalah tinggi air di tambah tinggi tekanan dan tinggi kecepatan. Tinggi jagaan minimum adalah tinggi jagaan yang ditetapkan minimum berdasarkan besaran debit saluran.

3.4.

3.5. 3.6.

3.7.

3.8. 3.9. 3.10. 3.11.

4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung memuat : 4.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 3 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa

Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 4.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 4.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain bendung meliputi :
4 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.1. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder, meliputi : 1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000 atau yang lebih detail. 2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)

ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan angin. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 3) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. 4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah

ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (pad) dan lain-lain. iv. rencana tata ruang wilayah
5 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.2. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : 1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Sesuai dengan KP-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama, pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Situasi Sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1,0 m, kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. b) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Detail Situasi Bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0,25 m. 2) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.

ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
6 dari 77

Kedalaman pengukuran minimal 3. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen.RPT0-Pd T-xx-xxxx v.5. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Bagian-3. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas.4. 5. 5. menggunakan perahu. Kegiatan yang bersifat Umum. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran 2) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. 3) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masing-masing 1 titik pengeboran. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : 1) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 032819-1992.3. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai SNI 03-3414-1994. 2) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 5. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : 1) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : 7 dari 77 . kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

ii. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 03-3961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. kadar air. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Uji laboratorium sedimen meliputi : a) Sedimen layang i. b) Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. 5. b) Engineering properties.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. unconfined compression test. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx-200x. curah hujan. 185/KPTSA/A/1986. SK DJ Pengairan No. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel.6. mencakup : berat isi. Bagian-3. 4) Jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. yang terdiri : a) Metode Rasional. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. 3) Jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . 2) Jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai dengan SNI 03-2415-1991 adalah sebagai berikut : 1) Jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . berat jenis. 2) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. Adapun uji tersebut meliputi : a) Index properties. mencakup : direct shear test. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) 8 dari 77 . Log Pearson atau Log Normal . Kegiatan yang bersifat Umum. tes konsolidasi dan compaction test.

diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Net present value (NPV). bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. bangunan pembilas. peredam energi. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. mercu dan tubuh bendung. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 d) Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS e) Metode Hidrograf Satuan f) Metode US – Soil Conservation Service 5) Jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii.8. Engelund-Hansen. 9 dari 77 . persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. lantai undik atau dinding tirai. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Der Weduwen. 5. tembok sayap hilir.9. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.7. perumusan RKL dan RPL 5. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 c) Melchior. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. saringan sampah dan batu bongkah. bangunan pengambil. tembok pangkal bendung. 5. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. bangunan pengarah arus. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.10. 5. tanggul penutup dan tanggul banjir. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.

RPT0-Pd T-xx-xxxx 5. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. 10 dari 77 . sudah termasuk dalam item mobilisasi. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan.14. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv. tenaga kerja lapangan dan lain-lain. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx. 5.11.15. 257/PTS/M/2004. 5. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan.16. Mobilisasi staf kantor.13. DJ Pengairan No. 5. 5. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. 2) Foto Dokumentasi a) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. Pekerjaan Pembangunan Bendung. potongan memanjang dan melintang bendung. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. dewatering dll. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Bagian-1. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i. Pekerjaan Lain-lain 1) Mobilisasi dan Demobilisasi a) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan. 5. b) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi.12. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. Penggambaran mengacu pada KP-07. dokumentasi.

3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan.17.Realisasi Progress Kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi - Laporan bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. serta konsep lokasi bendung. program dan jadwal kerja selanjutnya. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 4) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil Investigasi lanjutan topografi. 5. Pelaporan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: - Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Penyedia Jasa Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan. hasil kunjungan lapangan. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. Daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya Daftar Rencana kegiatan pada bulan berikutnya Mobilisasi dan Demobilisasi personil dan Daftar Hadir personil dan kegiatan masingmasing pada bulan tersebut . dan rencana kerja berikutnya. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. hasil pengumpulan data. Laporan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: Uraian permasalahan. 11 dari 77 . Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan dan triwulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. c) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya atau image filenya.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. selama dalam dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. 3) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.

jadwal pelaksanaan. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx geoteknik. Ahli Geologi. hidrologi. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. paket konstruksi dan lain-lain. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. metode dan jadwal konstruksi.tender Drawing . Nota desain akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 7) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: a) b) c) d) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1.18. hidrolika. estimasi biaya. 5. perhitungan desain. Ahli Hidrologi.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. rangkap 3 (tiga). Laporan akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada konsep Laporan akhir (draft laporan akhir). b) gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 c) gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.daftar Kuantitas dan Harga Satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 8) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Ahli Geoteknik. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 12 dari 77 . Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 5) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. Ahli Lingkungan.rencana Pelaksanaan Fisik dan Construction method . perhitungan desain. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. Ahli Geodesi. dan koreksi. Ahli Bendung. tanggapan. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan.

1) Biaya Perjalanan Dinas 2. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 7.8) Biaya Diskusi 13 dari 77 .7) Biaya Pelaporan 2. dimana harga dan pembayaran tersebut.1. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. 7. Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.Pemasangan Patok BM dan CP . 2. Uraian Satuan Pengukuran OB Orang-hari Unit .6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan.4) Penyelidikan Geologi 2.Pengukuran cross-section 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.2) Biaya Operasional Kantor 2.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.2. survey dan investigasi. Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. tenaga penunjang dan asisten tanaga ahli serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.3) Pengukuran dan Pemetaan . PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 7. No.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 1. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. asisten serta tenaga pendukung.Pengukuran poligon dan situasi .

. Bagian – 3. Tata Cara Desain Hidarulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol. Pd T-01-2003. Bagian – 4. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. 2002. 2002. 2002. 2002. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS. RSNI T-04-2002. Drs.. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2004. Pedoman Teknis Sederhana Bangunan Pengairan untuk Pedesaan. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. PT. Pd T-09-2004-A. KP-07. Dipl. Badan Penelitian dan Pengembangan. KP-04. 2004. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Mediatama Saptakarya. Jakarta Mawardi. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.. SNI 03-2415-1991. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Perencanaan Bendung Karet Isi Udara. 14 dari 77 . Metode Perhitungan Debit Banjir. AIT. 1995. 2002. Jakarta. Alfabeta CV. Badan Penelitian dan Pengembangan. Erman. Puslitbang Pengairan. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. KP-02. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2004. Jakarta. Desain Hidrolik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis. Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pd T-xx-xxxx. Jakarta Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan. Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji. Pd T-xx-xxxx. 2003. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Bandung.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bibliografi Badan Standardisasi Nasional. Jakarta Departemen Pekerjaan Umum. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. SNI 03-1724-1989.

Laporan Kajian Andal . kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN BENDUNG ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Gambar Teknik . terdiri : .Dokumen Tender SELESAI 15 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN A Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Akhir .BOQ dan RAB .Laporan Analisis Sosek .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Laporan Investigasi Geoteknik .

... 1. 5...Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan pada ........2.. kajian perencanaan pendahuluan dan kajian kelayakan ekonomis pekerjaan dengan tujuan untuk rnendapatkan hasil survey dan investigasi secara menyeluruh serta konsep perencanaan bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi........ kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ... LOKASI KEGIATAN...RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN B (Normatif) Lampiran B...... meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ... SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan bendung adalah mengoptimalkan pengambilan air dari sumber air dengan tujuan peningkatan hasil panen pada daerah pekerjaan 4..1........ Lingkup Kegiatan ........ 2...Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan .. 3......... LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung Pekerjaan Detail Desain Bendung di DAS... LINGKUP. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp . NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.1... Kabupaten.1....... Maksud 6.... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan kajian terhadap rencana pembangunan bendung untuk keperluan irigasi beserta kajian ekonomis dan lingkungan dari pembangunan bendung..... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.....Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi........1......Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ...... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder.. DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6. 6... geologi regional... Peta topografi yang dikumpulkan harus 16 dari 77 2.(. kondisi klimatologi. menguraikan : ... 2...

Data-data tersebut meliputi : i. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). rencana tata ruang wilayah 17 dari 77 . jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. komponen sosial. tingkat pendidikan. fisiografi dan geologi. c) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. d) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. penyebaran jenis batuan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora.000 sesuai dengan KP–01. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara.RPT0-Pd T-xx-xxxx menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. ruang lahan dan tanah ii. lama penyinaran dan kecepatan angin. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. dan BAPEDAL. iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun. yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. debit historis baik debit minimum. besarnya curah hujan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. SK DJ Pengairan No.000 atau yang lebih detail. kelembaban relatif. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. hidrologi/kualitas air. data meteorologi. fauna dan biota air iii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. PSDA. iii. SK DJ Pengairan No. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx 6. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. bagian alur terbuka lurus. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan.1. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan perencanaan .50 m. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama. 185/KPTSA/A/1986. badan sungai harus stabil. Sesuai dengan KP-02. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. ii.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : i. faktor : kesesuaian dengan segala situasi dan kondisi. b) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.0 m. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. SK DJ Pengairan No.25 m. Peta ini harus meliputi jarak 1. Pemetaan situasi sistem sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. mudah pencapaian dalam mampu melewatkan banjir. sungai atau saluran yang ii.2. Kegiatan yang bersifat Umum. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. geomteri dan adanya kontrol penampang. Pengukuran detail situasi bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan 18 dari 77 . Bagian-2.

6. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : a) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. keandalan peralatan dan sarana penunjang. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : a) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Kedalaman pengukuran minimal 3. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x.1. menggunakan perahu.4. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran b) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. dibersihkan dan dirawat dengan baik v.3. 6. b) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992.1. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. 19 dari 77 . Kegiatan yang bersifat Umum.RPT0-Pd T-xx-xxxx pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. Bagian-3.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling.

Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : a) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai.5. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. berat jenis.1. tes konsolidasi dan compaction test. Uji laboratorium sedimen meliputi : 1. ii. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai SNI 032415-1991 adalah sebagai berikut : 1.6. SK DJ Pengairan No. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. kadar air. Kegiatan yang bersifat Umum. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masingmasing 1 titik pengeboran. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. sehingga 20 dari 77 . Index properties. curah hujan. mencakup : direct shear test. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. 2. 185/KPTSA/A/1986. Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx200x. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir.1. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. unconfined compression test. 2. mencakup : berat isi. Adapun uji tersebut meliputi : 1. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 033961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. b) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . 6. Engineering properties. Bagian-3. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. Sedimen layang i. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit.

maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris. bangunan pengambil. saringan sampah dan batu bongkah.9. perumusan RKL dan RPL 21 dari 77 .8. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 . bangunan pembilas. 2.Melchior.Metode US – Soil Conservation Service 5. Log Pearson atau Log Normal .1.Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS . Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. 4. Analisis Dampak Lingkungan Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 . jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. 6. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . tembok sayap hilir. 3. yang terdiri : Metode Rasional.1. jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. tanggul penutup dan tanggul banjir.7. Engelund-Hansen. 6. mercu dan tubuh bendung.Metode Hidrograf Satuan . lantai undik atau dinding tirai. bangunan pengarah arus. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) .Der Weduwen. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. - 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i.1. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. peredam energi. bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. tembok pangkal bendung. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv.

. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx..1.1... 6. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.....Kecamatan . Net present value (NPV). Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. 257/PTS/M/2004..10... Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan.. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung.11. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv...14...3. 6.15. 6..1.3.1. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.1. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. 6.... Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan.. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan.. pekerjaan berada di Sungai.. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. 6... dokumentasi. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten.. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 22 dari 77 . Penggambaran mengacu pada KP-07. potongan memanjang dan melintang bendung. Pekerjaan Pembangunan Bendung. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 6. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6.1.2. Bagian-1.13.. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. dewatering dll.. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii. DJ Pengairan No..12. 6..

Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. 6. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. asisten. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.3.2.3. 6. staf tenaga ahli dan staf pelaksanaan pekerjaan. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan.3. Penyedia Jasa harus 23 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).

Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. pelaksanaan pembangunan.. O&P bangunan air.. PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. 7.. 9.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.. dengan pengalaman minimal 7 tahun.. O&P bangunan air.. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman 24 dari 77 . berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 3. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini ... METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. geologi regional). Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3)..RPT0-Pd T-xx-xxxx pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. hidrologi... dengan pengalaman minimal 8 tahun.. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik).. 2. pelaksanaan pembangunan. dengan pengalaman minimal 10 tahun. pelaksanaan pembangunan...) hari kalende.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. O&P bangunan air..6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. pelaksanaan pembangunan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan... 5. 6. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. 4. O&P bangunan air. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. 8. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3)..... (.

Nota Desain 2. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender. Ahli Sosial . Gambar Teknis 3. 10. Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya 25 dari 77 . LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. 11. 10. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11.5 (lima) Tahun.RPT0-Pd T-xx-xxxx melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. dan lain-lain.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 8 Juli 2005 2. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : 1.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. 8. 9. irigasi. sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik.

gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. iii. rencana anggaran biaya. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 6. Laporan Analisis Dampak Lingkungan 26 dari 77 ii. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.rencana pelaksanaan fisik dan construction method . ii. serta konsep perencanaan bendung Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 4. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 5. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. Dokumen tender Dokumen Tender terdiri atas: i. dimensi dan layout check dam. rangkap 3 (tiga). hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iii. Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . iv. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: .daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 7.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii. rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. analisis laju sedimen. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3. Laporan Penyelidikan Geoteknik .tender drawing . ii.

Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 12. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan Pengguna Jasa untuk keperluan 27 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iv. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1.

lebar mercu bendung (M) minimal 1. Lantai hilir bendung Gambar B. jarak antar baris cerucuk (b) paling panjang 0.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung Kriteria desain bendung disusun berdasarkan jenis bangunannya. tinggi bendung (H) maksimal 1.0 m material bahan tubuh bendung adalah kayu atau bambu jenis keras 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran B. adapun dimensinya adalah sebagai berikut : - panjang tubuh bendung (B) maksimal 10. jumlah baris penguat sayap paling sedikit 2 baris dan jarak tiang-tiang penujang paling panjang 1. lebar galian pangkal bendung (L) paling pendek sebesar M + 1. pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 1.0 m 28 dari 77 .0 m.0 m.0 m.0 m. dengan susunan sebagai berikut : 1) Bendung Cerucuk Sederhana a) Pertimbangan perencanaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya tidak terlalu keras dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 10 meter. c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Cerucuk Bagian-bagian dan dimensi bendung cerucuk sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk sebagai berikut : (1) Tubuh bendung. jarak tiang pada baris cerucuk (a) paling panjang 1.bagian belakang sayap diperkuat dengan kayu/bambu mendatar yang diikatkan pada tiang-tiang sayap dengan tali pengikat dan diberi tiang penunjang agar sayap menjadi satu kesatuan yang kokoh.5 m. Sayap bendung 3. Tubuh bendung 2.1 Bagian-bagian bendung cerucuk (2) Sayap bendung. dimensinya ditentukan sebagai berikut : .0 m.

.lantai hilir bendung terbuat dari hamparan bahan pengisi yang berupa batu kali φ 15 .0 m.0 m 29 dari 77 .pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx .0 m. Gambar B.30 cm anyaman bambu atau karung plastik yang diisi pasir. .panjang lantai hilir paling minimal adalah 3.2 Kontruksi sayap bendung cerucuk 2) Bendung Bronjong a) Pertimbangan perencaaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong persyaratan persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya relatif stabil atau berbatu dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 15 meter.0 m. . c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Bronjong Bagian-bagian dan dimensi bendung bronjong sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong sebagai berikut : (1) tubuh bendung . dimensinya ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut : .panjang sayap hilir yang sejajar dengan tebing sungai dibuat paling sedikit sampai ke ujung lantai hilir.lebar mercu bendung (M) minimal 2.panjang sayap bagian hulu yang sejajar tebing sungai dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) yang selanjutnya sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 . . kemudian sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 (3) lantai hilir.tinggi bendung (H) maksimal 2.0 m.panjang tubuh bendung maksimal (B) maksimal 15.

0 m. jenis ini dipilih jika dijumpai bahaya kerusakan bangunan akibat benturan angkutan sedimen batu gelundung dan benda padat lainnya. dan dipilih untuk menghindari gangguan keseimbangan morfologi sungai yang relatif besar akibat pembendungan atau dampak negatif lainnya karena adanya pembendungan. tahan benturan dan gesekan angkutan sedimen dan benda padat lainnya. Gambar B. iii. harus memperhatikan persyaratan berikut : i.panjang sayap bagian hulu dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) . 30 dari 77 . b) Persyaratan Perencanaan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus didesain berdasarkan Pd T-01-2003. berada di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung ii. jika ditemui kesulitan penyadapan air sungai akibat beralihnya alur air sungai dan gejala pengendapan di sungai yang menghalangi pemasukan air ke bangunan pengambil. struktur saringan dibuat sederhana.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.3 Potongan tubuh dan lantai hilir bendung bronjong (2) sayap bendung .4 3) Bendung Tyrol a) Pertimbangan Perencaanaan Sayap hulu dan hilir bendung bronjong Dalam pelaksanaan desain bangunan pengambil Tyrol hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penyadapan air cara lain seperti bendung biasa sesuai Pd T-01-2003.panjang sayap hilir dibuat paling harus lebih dari panjang dari lantai hilir (3) lantai hilir panjang lantai hilir bendung minmal 3. tahan vibrasi dan mudah dibersihkan.

ii. keamanan operasi : bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. bangunan pengambil Tyrol hanya sesuai untuk dibangun pada ruas sungai dengan angkutan sedimen dominan fraksi kasar. .pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : 31 dari 77 . (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . tembok sayap udik dan hilir.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. . . sehingga harus tersedia lahan. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . geser dan penurunan.saringan dari sumbatan batu.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv.kestabilan bangunan terhadap guling. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. vi. .bahaya kavitasi. lokasi dan perbedaan tinggi (head) untuk fasilitas bangunan tersebut. aman dan efisien. bangunan pengambil Tyrol jangan dipilih jika diperkirakan menuntut cara-cara operasi. dan prosentase muatan fraksi dengan diameter ≤ 5 mm tidak lebih dari 25 persen dari jumlah angkutan sedimen total.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.pembilasan penangkap pasir secara periodik. bangunan pengambil Tyrol harus dilengkapi dengan penangkap pasir. v. . biaya eksploitasi. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. . . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. . operasi dan pemeliharaan.bahaya penggerusan setempat. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. struktural. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. dan pemeliharaan yang sulit dan mahal. (1) Kemanan hidraulik Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .

peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. viii. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. jenis dan ketahanan umur. geoteknik. dan mobilitas peralatan. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. 32 dari 77 . data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. T-012003-A adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i.000. ix.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. iii. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung tyrol sesuai dengan Pd. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. ii. pelaksanaan bangunan. lingkungan. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. evaluasi dan analisis data. kemiringan dasar sungai. ii. data morfologi sungai seperti geometri sungai. (d) penentuan debit desain mencakup : i. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. morfologi sungai dan medan sekitarnya. vi. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. iv. frekuensi kejadian debit banjir. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. palung. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii.RPT0-Pd T-xx-xxxx (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. Data yang diperlukan yaitu : i. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. topografi. lembah sungai. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala 1 : 50. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. v.

ii. bentuk batang saringan : ditentukan dengan bentuk bulat. .5 m dari dasar tanah (d) saringan didesain sederhana. v. diameter. lebar. kemiringan dasar. . faktor debit yang disadap. endapan sedimen di udik dan di atas saringan. jenis : ditentukan seperti bentuk pagar tidur. ii. kapasitas penyadapan dengan memperhatikan parameter-parameter sebagai berikut . iii. iv. i.keadaan agradasi.kemiringan. . lebar gorong-gorong pengumpul yaitu jarak antara dua dinding goronggorong pengumpul. .RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. untuk kebutuhan tinggi energi bagi pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah di atas saringan. . . tentukan kemiringan dasar gorong-gorong pengumpul agar dapat menghanyutkan sedimen yang ada di dalam gorong-gorong 33 dari 77 . plat baja berlubang-lubang dan atau susunan saringan yang dibagi atas beberapa bagian atau kompartemen. tipe. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) (b) panjang saringan Ditentukan berdasarkan debit desain kebutuhan dan debit untuk membilas sedimen di gorong-gorong pengumpul dan penangkap sedimen terpenuhi. . panjang. iii. mudah pelaksanaannya dengan : i. ii. iv.sumbatan pada lubang saringan. penempatan saringan : ditempatkan di atas mercu atau sedikit lebih ke hilir mercu dengan posisi datar atau dengan kemiringan tertentu yang mempertimbangkan . lengkung dan datar. prosentase bukaan dari saringan. bentuk profil T dan bentuk kepala rel kereta api. tentukan dasar gorong-gorong pengumpul seperti bentuk setengah lingkaran. tentukan lebar gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk mengalirkan debit yang di sadap.tinggi muka air di udik saringan. diameter butir angkutan sedimen yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. panjang gorong-gorong pengumpul disesuaikan dengan panjang saringan. panjang.jenis ukuran dan tata letak pemasangan batang saringan. kuat.bukaan pintu pengatur debit.kapasitas lewat gorong-gorong pengumpul. celah saringan maksimum 30 mm. panjang saringan ke arah sungai : dihitung dengan memperhatikan debit yang harus disadap. tinggi mercu maksimal 0. . . (e) Gorong-gorong pengumpul didesain dengan : i. celah dan kemiringan saringan : ditentukan dengan pertimbangan debit yang harus disadap dan diameter butir angkutan sedimen dasar yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul.debit sungai dan panjang bentang Tyrol. lebar. tentukan panjang gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kemampuan menyadap debit sungai dan debit yang dibutuhkan untuk pembilasan dan kebutuhan. (c) tinggi mercu Untuk penempatan saringan ditentukan sedikit lebih tinggi dari dasar sungai dengan maksud.muka air di dalam gorong-gorong pengumpul.

usahakan kapasitas gorong-gorong pengumpul lebih besar dari debit yang dibutuhkan untuk debit kebutuhan dan debit untuk pembilasan sedimen yang terdapat di dalam goronggorong pengumpul dan di penangkap sedimen (f) tubuh bangunan bagian hilir Bentuk tubuh bangunan bagian hilir saringan dapat dibuat tegak. 34 dari 77 . (i) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara: i. jika miring kemiringan minimum 1 : 1 iv. iii. debit desain untuk bangunan peredam energi. ii. (h) pintu pengatur debit Lengkapi gorong-gorong pengumpul dengan pintu pengatur debit. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. tinggi terjunan. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx pengumpul. v. degradasi dasar sungai yang akan terjadi. kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. iii. yang ditempatkan di bagian akhir gorong-gorong pengumpul dengan dinding penghalang banjir. untuk menghindarkan pengendapan sedimen di dasar gorong-gorong pengumpul. miring dengan kemiringan tertentu (g) peredam energi Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat seperti halnya pembuatan peredam energi pada bendung. kapasitas gorong-gorong pengumpul. bangunan Tyrol dapat juga dibuat tanpa peredam energi.20 D7 q7 6 9 dengan pengertian: D = diameter butir sedimen terbesar yang mungkin lolos saringan pengambil. iv. [m] q = debit yang disadap per unit panjang bentang saringan pengambil. dan pintu pembilas serta pintu-pintu intake. peredam energi dapat dipilih antara lain tipe cekung. bentuk dan dimensi peredam energi. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. 0min dapat ditentukan dengan pendekatan awal berdasarkan rumus berikut: I I 0 min = 0. [m3/det/m’] v. kemiringan minimum dasar gorong-gorong pengumpul. benturan dan abrasi angkutan batu gelundung. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. ii. dengan memperhitungkan : i. penggerusan setempat. ii. jika dibangun di atas batuan keras. material konstruksi dari pasangan batu (j) tembok sayap udik dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan : i.

(k) lantai udik dan dinding tirai Dimensinya ditentukan dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut : i. penggerusan setempat.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. iii. stabilitas tebing . tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. (l) bangunan penangkap sedimen: Lengkapi bangunan Tyrol dengan bangunan penangkap sedimen yang bentuk dan ukurannya diperhitungkan terhadap : i.5 Denah bendung Tyrol 35 dari 77 . ii. v. Tembok sayap udik A Gorong-gorong pengumpul Tubuh Bendung Lantai udik Saringan Tembok pangkal Tembok sayap hilir Pintu pengatur debit A Penangkap pasir Denah Gambar B. jumlah endapan yang harus ditampung . pengurangan daya angkat air yang dapat melebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. ii. permeabilitas tanah. frekwensi pembilasan endapan secara hidraulik.

bendung pelimpah biasa sesuai dibangun pada sungai yang berlokasi di pertengahan (middle) iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx Mercu Saringan SEPANJANG 80 m RAIL DIPOTONG BAGIAN BAWAHNYA N Batu candi L Gambar B. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung bendung pelimpah mercu bulat di desain dengan meperhatikan persyaratan : i.7 Potongan memanjang dan melintang gorong-gorong pengumpul 4) Bendung Pelimpah Mercu Bulat a) Pertimbangan Perancanaan Dalam pelaksanaan desain bangunan bendung pelimpah dengan mercu bulat harus direncanakan dengan seksama agar aman terhadap rembesan sesuai dengan Pd Txx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung.6 Detail penampang saringan pengambil Puncak Tembok pangkal Mercu Bagian awal Bagian akhir Lantai udik Tubuh bendung Gambar B. Batu candi Batu candi M Gorong-gorong penyalur Mercu Penangkap pasir Pintu pengatur debit Potongan Memanjang Mercu Saringan Gorong-gorong penyalur Lapisan tanah aus (Batu candi) Batu bongkah Potongan melintang 36 dari 77 . lokasi. jenis ini dipilih jika material yang hanyut bersama sungai berfluktuasi dan bahan angkutannya besar iv. tinggi mercu. dasar sungai yang tidak rawan gerusan c) Persyaratan Keamanan Bangunan R. 8O O. debit banjir rencana dan stabilitas pelu didesain dengan mengacu pada acuan normatif ii.

pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. . (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . sampah dan mengganti batang-batang yang rusak.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. operasi dan pemeliharaan. .kestabilan bangunan terhadap guling. Data yang diperlukan yaitu : i.bahaya penggerusan setempat. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.pembilasan penangkap pasir secara periodik. 37 dari 77 . geser dan penurunan. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimal 1 : 50.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. . data morfologi sungai seperti geometri sungai. . keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. struktural. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. evaluasi dan analisis data.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. . hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .000. . .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. .RPT0-Pd T-xx-xxxx Bangunan bendung pelimpah mercu bulat dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.bahaya kavitasi. tembok sayap udik dan hilir. ii.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.saringan dari sumbatan batu. aman dan efisien. .

material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) i. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. v. jenis dan ketahanan umur. mercu dipilh bulat karena mudah dalam pelaksanaan. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. frekuensi kejadian debit banjir.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. ix. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. lembah sungai. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. ii. geoteknik. kemiringan hilir kaki pelimpah 1 : 1 dengan tujuan menghindari kavitasi (b) bentuk dan dimensi mercu. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. palung. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung pelimpah mercu bulat sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. pelaksanaan bangunan.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.7 h < R < h. didesain untuk kebutuhan tinggi energi bagi penyadapan. vi. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. ii. pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. iii. bongkah dan sebagainya. iv. dan mobilitas peralatan. ii. topografi. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. (d) penentuan debit desain mencakup : i. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. kemiringan dasar sungai. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. viii. persyaratan minimum radius mercu bendung yaitu 0. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. morfologi sungai dan medan sekitarnya. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. lingkungan. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. iv. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. iii. 38 dari 77 . (c) tinggi mercu. lebih tahan terhadap benturan batu gelundung.

RPT0-Pd T-xx-xxxx i.0 m dan minimum 0. ii.1. sebagai berikut : 39 dari 77 i. iii. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (g) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. jika pelebaran tidak memungkinkan lagi maka perlu dilakukan uji model. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. sebagai berikut : i. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur.5 H (tinggi muka air di hulu bendung). . sebagai berikut : i. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan.0 m. jika > 4. ii. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2.0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i.1. iii. iii. i.0 m maka perlu dilakukan pelebaran bendung. .7 m – 1. jika sungai mengakut lanau. iii.5 m.5 m/dt. jika lebih maka perlu dilakukan pengaturan peninggian elevasi dasar lantai hulu bendung. (h) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. sponeng untuk perletakan pintu (i) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . ii. jika sungai mengakut pasir dan kerikil.0. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas.5 m (f) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m. ii. . (d) tinggi muka air di atas mercu. iv. ii. maksimum tinggi muka air 4. (e) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. tidak lebih dari 4. pembilas sedimen ditempatkan di pengeluaran gorong-gorong. ketebalan pilar sekitar 0.5 m di atas plat undersluice.5 m. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. ii. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. gorong-gorong penyeberang aliran di tempatkan di dalam tubuh bendung dengan kecepatan aliran 2.0 m.

2 x lebar intake. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (l) tembok baya-baya.5 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx i.0 m. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. v. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. vi. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. iv. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0. v. vii.0 m dan 1. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. sebagai berikut : i. lebar pintu pembilas maksimum 2.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. iii. sebagai berikut : i. iv. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. mulut undersluice mengarah ke hulu. iii. sebagai berikut : i. lebar sisi bagian dalam 1. ii. ii. v. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. ditempatkan di hulu intake/undersluice. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. iv. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. tinggi lubang minimum 1. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m. ix. iii. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. x.5 m (operasi manual).5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (m) bangunan penahan batu. iii. vi. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. 40 dari 77 . ii. ii. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. tinggi mercu minimal 0. (j) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : i. ii. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. viii. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. mulut undersluice mengarah ke samping. bentuk lantai datar (k) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m.

tinggi terjunan. iv. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. iii. . degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i.dasar sungai cukup keras iii. . bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. iv. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0. kerikil dan kerakal.4 m serta pada ketinggian minimal 1.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10.2 – 0. . ii. tebal 0.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. iii. tipe ganda Lokasi bendung berada pada sudetan sungai dengan ketinggian lebih dari 10.5 Ls v. ii. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4.0 m sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap (o) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls 41 dari 77 . pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (n) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. .0 m dari atas mercu bendung.0 m.7 m.0 m RSNI T-042002. ii. . sebagai berikut : .5 – 0. tipe MDO dan MDS . penggerusan setempat. debit desain untuk bangunan peredam energi. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. iv.

RPT0-Pd T-xx-xxxx (p) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . v.0 x 1.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. meter (q) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. meter = panjang labtai peredam energi.5 x 0. iii. meter = panjang tembok sayap hulu. iv. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. 42 dari 77 . panjang tembok sayap hulu ditentukan : .4 t/m3. stabilitas tebing. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. keras dengan berat jenis batu 2. bentuk dan dimensi peredam energi. (r) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii.5 x 0.5 m. vi. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan.0 m dan 0.5 Ls .0 x 1. geometri sungai di hilir dan sekitarnya.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.5 Ls viii. dengan kriteria : i.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. ii. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. padat. iii.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.

5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (s) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. ii. kedalaman penanaman sekitar 2. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka (u) jembatan inspeksi jembatan lalu lintas orang. Persyaratan desain mengacu pada KP-02 SK DJ Pengairan No. v. jembatan lalu lintas kendaraan. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (t) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. iii. pilar-pilarnya ditempatkan di hulu bendung. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. iv. 43 dari 77 . 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. pilar-pilarnya ditempatkan di mercu bendung atau sedikit di hulu bendung. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. ii. 185/KPTSA/A/1986 i. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. kemiringan sungai harus cukup curam. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0.30 m/dt.

8 Denah bangunan bendung tetap Gambar B.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.9 Potongan melintang dan memanjang tubuh bendung pelimpah bulat 44 dari 77 .

45 dari 77 . iv.10 m. bendung karet. jari-jari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0. atau bendung gerak sesuai Pd T-01-2004-A b) Persyaratan Perencanaan Bendung pelimpah tipe gergaji harus didesain berdasarkan Pd T-01-2004-A. Struktur tubuh bendung tipe gergaji relatif ramping.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. debit banjir rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan normatif. berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu di analisis dengan cermat.10 Tipikal bangunan penahan batu Gambar B. seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa. ii. Bendung dengan pelimpah tipe gergaji kurang sesuai untuk dibangun pada sungai dengan angkutan material dasar sungai batu gelundung dan atau jika sungai tersebut membawa batang-batang pohon dalam jumlah yang tinggi sehingga diperkirakan akan menimbulkan masalah benturan yang dapat merusak bangunan dan tau tumpukan sampah yang dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpahan bendung. tinggi mercu. dengan memperhatikan persyaratan berikut : i. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur. Lokasi. iii.11 Tipikal bangunan peredam energi tipe ganda 5) Bendung Pelimpah Tipe Gergaji a) Pertimbangan Perencanaan Dalam rencana penerapan bangunan bendung dengan pelimpah tipe gergaji hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penerapan bendung tipe lain.

degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. . . operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. geser dan penurunan.000.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 46 dari 77 . . .pembilasan penangkap pasir secara periodik.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. aman dan efisien. Data yang diperlukan yaitu : i. .saringan dari sumbatan batu.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. . sampah dan mengganti batang-batang yang rusak.bahaya penggerusan setempat. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan.bahaya akibat perubahan perilaku sungai.bahaya kavitasi. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . . ii. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. struktural. tembok sayap udik dan hilir. evaluasi dan analisis data.kestabilan bangunan terhadap guling. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : .

viii. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. pelaksanaan bangunan. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. geoteknik. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. ii. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. (d) penentuan debit desain mencakup : i. kemiringan dasar sungai. pada pelimpah dengan bentuk dasar persegi panjang terjadi pengkonsentrasian aliran menuju pelimpah. iii. dan mobilitas peralatan. Namun demikian. palung. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. vi. ii. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) bentuk dan tata letak gigi i. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. topografi. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. pelimpah dengan bentuk dasar segitiga menghasilkan kapasitas pelimpahan terbesar. (b) pengaruh tinggi muka air hulu i. ix. iii. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. v. data morfologi sungai seperti geometri sungai. dinding-dinding pelimpah bagian ujung hulu dan hilir pada bentuk segitiga sangat dekat. iv. lingkungan. lembah sungai. Keadaan ini mengakibatkan pelimpah bentuk segitiga sangat peka terhadap efek muka air hilir dan mudah kehilangan aerasi akibat tumbukan aliran menyilang yang jatuh dari dinding-dinding pelimpah. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. jenis dan ketahanan umur. p 47 dari 77 . bentuk dasar trapesium memberikan efektifitas pelimpahan yang terbaik. keadaan ini menimbulkan depresi terhadap muka air di atas pelimpah dan mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpah. frekuensi kejadian debit banjir. morfologi sungai dan medan sekitarnya. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. pelimpah gergaji memberikan kinerja sangat baik untuk besaran h rendah.

kapasitas pelimpah akan naik seiring dengan peningkatan sudut α ii. penerapan bendung dan pelimpah gergaji pada kondisi aliran tidak sempurna perlu dihindari 48 dari 77 . h ≤ 0. pada kondisi h tinggi.5 p Ig b Ig b secara umum dapat dikatakan bahwa nilai pelipatan kapasitas pelimpahan akan naik setara dengan pertambahan nilai nilai . disarankan agar tinggi muka air hulu maksimum diambil pada domain (c) besar nilai pelipatan panjang pelimpah.2. untuk mengoptimalkan karakteristik ini.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. iii. pelipatan kapasitas pelimpahan sangat peka terhadap kenaikan muka air hulu. berkaitan dengan karakteristik ini. kapasitas pelimpah bendung gergaji kana menurun.5. aerasi dapat dilaukan dengan memasang pipa pemasik udara di bagian hilir mercu ii. ii.75 αmaks. p iii. disarankan agar dipilih bentuk gigi trapesium dengan besar sudut α= 0. jika dalam desain bendung gergaji dapat dilakukan pembatasan muka air hulu hingga pelimpah bendungan tipe gergaji diambil dalam domain. dengan αmaks adalah besar sudut segi tiga terbesar yang dapat dicapai untuk menghasilkan harga pelipatan panjang pelimpah tertentu (e) aerasi dan muka air hilir i. tanpa aerasi yang baik. untuk pelimpah dengan Ig b = 8. α h maksimum = 0. iv. Pelipatan kapasitas pelimpahan turun dengan tajam untuk harga h ≥ 0. Keadaan ini mengakibatkan sebagian besar pelimpah bekerja dengan tinggi tekan aliran yang lebih rendah daripada tinggi tekan aliran di sungai/saluran di hulu pelimpah. debit dan kecepatan aliran menuju pelimpah p menjadi besar sehingga akan terjadi kontraksi aliran. i.25. disarankan agar nilai pelipatan panjang p Ig b ≤4 h ≤ 0. Namun demikian. maka nilai p Ig b ≤6 i. untuk Ig b > 8 akan diperoleh keadaan pertambahan kapasitas pelimpahan yang tidak sebanding dengan tuntutan biaya yang diperlukan untuk memperpanjang pelimpah. jika tinggi muka air hulu dapat dibatasi hingga pelipatan panjang pelimpah dapat diambil hingga (d) besar sudut antara dinding sisi dan arah aliran.

0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. kapasitas pelimpahan bendung gergaji dengan ct/c x Qt (g) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bentuk mercu pelimpah sangat berpengaruh terhadap kapasitas pelimpahan. iii. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. ii. . sebagai berikut : i.0.5 m di atas plat undersluice. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan.1. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (i) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii. sponeng untuk perletakan pintu i.7 m – 1. yang lebih besar daripada koefisien pelimpahan mercu dengan bentuk tajam (c).5 m (h) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas. ii. iii. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bentuk mercu pelimpah i. (j) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. jika kapasitas pelimpahan suatu bendung atau pelimpah bendungan tipe gergaji dengan besar pelipatan panjang mercu Ig b dan nilai koefisien pelimpahan ct adalah sebesar Qt.0 m.5 m. jika sungai mengakut lanau.1.0 m. ii. sebagai berikut : i. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. .5 m. bentuk mercu setengah lingkaran mempunyai koefisien pelimpahan (c). jika sungai mengakut pasir dan kerikil. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. Ig b yang sama tetapi dengan koefisien pelimpahan c adalah Qg = 49 dari 77 . ketebalan pilar sekitar 0. ii. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : .

v. (l) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu.0 m.2 x lebar intake. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. iii. mulut undersluice mengarah ke samping. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. tinggi lubang minimum 1. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. ii. ii. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2.0 m. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung.5 m (operasi manual). v.RPT0-Pd T-xx-xxxx (k) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii. v. iii. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (n) tembok baya-baya. bentuk lantai datar (m) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n.0 m dan 1. iii. tinggi mercu minimal 0. ix. lebar sisi bagian dalam 1. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : 50 dari 77 . lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. sebagai berikut : i.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (o) bangunan penahan batu. sebagai berikut : i. sebagai berikut : i. vii. mulut undersluice mengarah ke hulu. iv. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. x. vi. viii. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. sebagai berikut : i. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1.0 m. lebar pintu pembilas maksimum 2. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. ii. vi. iv.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung.5 m. iv.

pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (p) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i.5 Ls v. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. tipe MDO dan MDS . tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. bentuk dan dimensi peredam energi. . 51 dari 77 .terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam.2 – 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. ii. ii.0 m dari atas mercu bendung.5 – 0. ii. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. iv.4 m serta pada ketinggian minimal 1. debit desain untuk bangunan peredam energi. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii. .7 m. ii.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.dasar sungai cukup keras (q) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. iii.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (r) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. iv. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4. penggerusan setempat. iv. .0 m RSNI T-042002. .tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. iii. . ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0. kerikil dan kerakal. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i.0 m. ditempatkan di hulu intake/undersluice.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. tebal 0. sebagai berikut : . tinggi terjunan.

ii.0 x 1. keras dengan berat jenis batu 2. iii. padat. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. meter (s) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah.5 Ls . iii. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . meter = panjang tembok sayap hulu.0 m dan 0. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. (t) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.4 t/m3. v. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. material rip-rap berupa blok beton dengan 1.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . dengan kriteria : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. vi. meter = panjang labtai peredam energi.0 x 1. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1.5 x 0.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir.5 m.5 Ls viii.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir 52 dari 77 . geometri sungai di hilir dan sekitarnya. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.5 x 0.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . stabilitas tebing.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. iv. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. iv. kedalaman penanaman sekitar 2. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1.

185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. ii. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. debit banjir tidak bisa dilewatkan dengan aman melalui bendung tetap. kemiringan sungai harus cukup curam. struktural.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. kemiringan sungai relatif kecil atau datar. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. 53 dari 77 .bahaya akibat perubahan perilaku sungai. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (v) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. . c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. iv. ii. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. tembok sayap udik dan hilir.bahaya penggerusan setempat. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis.30 m/dt. peninggian dasar sungai yang diakibatkan oleh konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima karena akan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada. . iv. iii. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka 6) Bendung Gerak dengan Pintu a) Pertimbangan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan dipilih dengan pertimbangan jika peninggian dasar sungai akibat konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima dikarenakan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada akibat peninggian muka air.bahaya kavitasi. . iii. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0. v. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan didesain dengan memperhatikan persyaratan : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx (u) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. berada pada lapisan tanah pondasi yang kuat. . yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .

jenis dan ketahanan umur. viii. iii. . data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. . vi. ix. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. v. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. . kemiringan dasar sungai.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi.kestabilan bangunan terhadap guling. lembah sungai. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. data morfologi sungai seperti geometri sungai. data lingkungan dan ekologi 54 dari 77 . stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. palung. geser dan penurunan.saringan dari sumbatan batu. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. aman dan efisien. Data yang diperlukan yaitu : i. frekuensi kejadian debit banjir. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .000. ii. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. .RPT0-Pd T-xx-xxxx (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . . data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. iv. evaluasi dan analisis data. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data geoteknik diantaranya : geomorfologi.pembilasan penangkap pasir secara periodik.

lokasi pemasangan.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. geoteknik. (b) Pertimbangan pemilihan tipe pintu Penetapan pintu didasarkan berbagai pertimbangan yang antara lain berdasarkan tujuan penggunaan. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. lingkungan. pelaksanaan bangunan. ii. Perapat bawah supaya dapat bertumpu pada landasan pintu yang dipasang di atas permukaan lantai bendung sedang perapat samping harus dibuat dengan konstruksi yang mudah dibongkar – pasang untuk memudahkan pemeriksaan dan perbaikan. Tinggi pilar bendung harus lebih tinggi dari elevasi muka air banjir rencanan tanggul untuk menjamin keamanan pilar-pilar pintu dan menjamin jagaan antar MAT dan gelagar jembatan inspeksi. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) panjang bendung i. Sebagai tambahan kadang-kadang dibutuhkan untuk penyangga di antara pilar-pilar bendung dan apabila pilar-pilar bendung juga akan dipakai sebagai bendung pengelak sementara. dan mobilitas peralatan. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup.RPT0-Pd T-xx-xxxx (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. maka pilar-pilar tersebut harus mempunyai stabilitas yang memadai. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. besarnya harga dan biaya exploitasi dan pemeliharaan (c) Lantai bendung Lantai bendung harus mempunyai kemampuan dalam mendukung beban yang ada di atasnya dan menjamin kerapatan terhadap rembesan air. Celah diperlukan untuk memasang perapat pintu diperhitungkan untuk menentukan sponing pintu. ii. (d) penentuan debit desain mencakup : i. topografi. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. tetapi pada pada pinggir hilirnya agak lonjong atau berbentuk busur yang runcing. (d) Pilar Bendung Bentuk penampang pilar bendung harus ramping dan pada pinggir hulunya dibentuk setengah lingkaran. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. dimensi mekanisme penggerak daun pintu dan perhitungan stabilitas mekanis. morfologi sungai dan medan sekitarnya. 55 dari 77 . Lebar dan panjang pilar bendung ditetapkan berdasarkan lebar jembatan inspeksi.

sebagai berikut : i. sebagai berikut : i. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. viii. iii.0 m dan 1. vi.0 m. Tinggi ditentukan berdasarkan kemudahan operasi pintu termasuk tinggi perlengkapan mekanisme pengangkat daun pintu dan tambahan untuk tinggi jagaan (f) Ruang Operasi Pintu Ruang operasi pintu dilengkapi panel dan peralatan pengatur pintu. sperti tomnol-tombol mekanisme pembukaan-penutupan pintu yang ditempatkan di atas pilar (g) Elevasi Sisi Atas Daun Pintu Elevasi sisi atas daun pintu ditentukan berdasarkan kenaikan elevasi muka air banjir yang diinginkan. iii. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2.5 m. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. (h) Bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 56 dari 77 . lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. ii.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (j) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. v. iv. (i) tembok baya-baya kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iv. ii. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx (e) Pilar Pintu Pilar pintu ditentukan berdasarkan tipe pintu yang digunakan sebagai tubuh bendung. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. vii. iii. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. tinggi mercu minimal 0. lebar sisi bagian dalam 1. ix. ii. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.5 Ls v. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0.

vi. meter (l) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. iv. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .RPT0-Pd T-xx-xxxx 0. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. padat. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. stabilitas tebing. iii. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. panjang tembok sayap hulu ditentukan : .bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. (m) Rip – rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. v.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . meter = panjang tembok sayap hulu. meter = panjang labtai peredam energi. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. dengan kriteria : i. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. 57 dari 77 .panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1.5 Ls .5 Ls viii.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 .kemiringan tembok diambil 1 : 1 . bentuk dan dimensi peredam energi. ii.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (k) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. keras dengan berat jenis batu 2. ii. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi.4 t/m3.

v. iv. ruang petugas jaga malam dan lain-lain iii. kedalaman penanaman sekitar 2. Pada bangunan penerus.0 m dan 0. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjri merupakan kawasan penting. meliputi : 58 dari 77 . Sarana penerangan Sarana penerangan yang memadai haruslah dipasang untuk menerangi daun pintu. . mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjir datang.0 x 1. ruang pembangkit listrik cadangan.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (n) Perlengkapan lainnya i. maka diperlukan adanyalistrik cadangan. Lebar efektif tangga minimum 1 mdan terbuat dari blok-blok beton. iv. Tinggi muka air pada masin-masing lokasi dapat dibaca langsung dari dalam ruang operasi. .0 m pada bagian hilir ambang dan 1. ruang operasi. Kondisi alur sungai. keseimbangan antara pilar pintu dan ruang operasi serta keamanan terhadap kemungkinan kecelakaan 7) Bendung Karet a) Pertimbangan Perencanaan Pertimbangan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : . jembatan inspeksi. Gedung pusat operasi pintu Dalam gedung ini terdapat kantor. di dalam kolam tunggu.5 m. maka alat ukur tinggi muka air dipasang.Alternatif bendung karet dipilih apabila bendung gerak jenis lain tidak bisa menjamin kepastian pembukaan bendung pada saat banjir datang.5 x 0. Tangga inspeksi Tangga inspeksi harus diadakan pada permukaan perkuatan lerang tanggul kiri dan tanggul kanan baik di lereng belakang maupun di lereng depan.5 x 0. Alat ukur tinggi muka air Alat ukur tinggi muka air dipasang di hulu dan hilir bendung. ruang operasi. b) Persyaratan Perencanaan Persyaratan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : i. ruang operasi dan semua tempat-tempat yang diperlukan untuk kelancaran operasi pintu.Alternatif penerapan bendung jenis lain yang lebih murah tanpa mengabaikan efektifitasnya bagi tujuan dibangunnya bendung. Tangga untuk ruang operqasi pintu Konstruksi dan lokasi tangga supaya disesuaikan dengan keadaan sekitarnya. material rip-rap berupa blok beton dengan 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. ii.Bendung karet hanya diterapkan pada kondisi yang apabila digunakan bendung tetap akan menimbulkan peningkatan ancaman banjir yang sulit diatasi. Sumber tenaga listrik cadangan Pada pintu-pintu air yang sumber tenaga utamanya diperoleh dari jaringan komersil.0 x 1. vi.

c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.kestabilan bangunan terhadap guling. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .RPT0-Pd T-xx-xxxx .Bendung semaksimal mungkin karet harus diamankan dari gangguan manusia yang tidak bertanggung jawab.air sungai tidak mengandung limbah kimia yang bisa bereaksi dengan karet ii. . hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .tidak terjadi sedimentasi yang sedemikian berat sehingga mengganggu mekanisme kembang-kempisnya tabung karet . aman dan efisien.Radiasi sinar ultraviolet terhadap karet tubuh bendung harus dikurangi .tidak mengangkut sedimen kasar . struktural. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing.saringan dari sumbatan batu. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. geser dan penurunan. . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.aliran sungai tidak mengangkut sampah yang besar dan keras . kuat. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. .kondisi aliran sub-kritis pada sungai muara . Bahan.bahaya akibat perubahan perilaku sungai.bahaya kavitasi. harus memenuhi persyaratan : . . kekuatan maupun dimensi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan produsen untuk menyediakannya iii.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap 59 dari 77 . .bahaya penggerusan setempat. Operasi dan Pemeliharaan . keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. tembok sayap udik dan hilir. . (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . kedap udara.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. ii.pembilasan penangkap pasir secara periodik. .perencanaan bahan karet baik jenis. .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. tidak mudah terabrasi dan tahan lama .tabung karet terbuat dari bahan yang elastis.

pelaksanaan bangunan. frekuensi kejadian debit banjir. palung.000 atau yang lebih detail. v. atau didasarkan pada perhitungan bagi penyediaan volume tampungan air di hulu bendung. morfologi sungai dan medan sekitarnya. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. (b) pembendungan 60 dari 77 . Data yang diperlukan yaitu : i. (d) penentuan debit desain mencakup : i. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. geoteknik. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. iv. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. iii. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. viii. topografi. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. . laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. lembah sungai. lingkungan. dan mobilitas peralatan. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. kemiringan dasar sungai. jenis dan ketahanan umur.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. vi. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. ii. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) elevasi mercu bendung Mercu bendung diletakkan pada elevasi yang diperlukan untuk pelayanan muka air pengambilan. evaluasi dan analisis data. data morfologi sungai seperti geometri sungai. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. ix.RPT0-Pd T-xx-xxxx d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan.

iii. ii. Struktur hidraulik kolam harus mempertimbangkan terjadinya pusaran air sebagai akibat aliran tidak merata karena timbulnya V-notch Pd T-09-2004-A. tidak mempengaruhi aliran limpasan sempurna di atas mercu bendung 61 dari 77 . ii. Prinsip penentuan lebar dan letak sirip adalah sebagai benkut : i. Pada bendung dengan volume tampungan yang besar sedangkan debit aliran relatif kecil. volume tampungan cukup berarti sebagai penyediaan air tawar di daerah pantai. kolam peredam energi Jenis dan dimensi kolam peredam energi direncanakan dengan metode yang berlaku.muka air hulu setinggi muka air pengempisan. . . Untuk menghindari pelepasan volume tampungan pada operasi pengempisan. pada tubuh bendung bisa diberi sirip yang letaknya di sebelah hilir mercu.terjadi v-notch hingga mencapai dasar tubuh bendung. ancaman banjir di daerah hulu. menghindari menempelnya aliran limpasan di hilir bendung pada posisi setinggi mungkin. pengisian tampungan untuk mencapai muka air normal memerlukan waktu yang lama.RPT0-Pd T-xx-xxxx Tinggi bendung harus dibatasi untuk menghindari terjadinya : i.panjang lantai ditentukan hingga ujung hilir loncat air Penghitungan muka air hilir harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya degradasi dasar sungai. vibrasi yang akan merusak tabung karet Tinggi pembendungan maksimum ditetapkan tidak melebihi 0. peningkatan energi terjunan yang berlebihan. energi terjunan Energi terjunan diperhitungkan untuk kemungkinan yang paling membahayakan yaitu pada kondisi dengan asumsi sebagai berikut : . dengan pertimbangan bahwa uliran air yang menempel tersebut tidak stabil dan akan menyebabkan terjadinya vibrasi ataupun osilasi Pd T-09-2004-A. bisa digunakan sistem panelisasi bendung Pd T-09-2004-A. di hulu bendung akan terjadi penampungan air. dengan H adalah tinggi bendung.3 H. (c) Penampungan dan pelepasan Ketika bendung karet mengembang. blok pemecah arus bisa ditambahkan jika diperlukan. Pada alur sungai yang relatif lebar dan landai.elevasi lantai ditentukan agar loncat air terjadi tepat pada ujung terjunan. (e) sirip (fin) Sirip yang diletakkan di sebelah hilir/bawah mercu bendung sepanjang tabung karet berfungsi untuk menahan agar limpasan air dari atas mercu bendung tidak menempel menuruni sisi hilir tabung karet. atau jika pada kondisi mengempis. Pembendungan maksimum ini menentukan elevasi muka air pengempisan yang merupakan batas muka air tertinggi karena bendung karet harus sudah dikempiskan Pd T-09-2004-A. (d) peredaman energi i. ii. sirip berada pada ujung hilir lipatan. dengan prinsip : . Untuk mengurangi besarnya vibrasi.

antara lain sebagai berikut : . dan tahan lama. Pemompaan udara ke dalam tabung karet harus dilengkapi dengan instrumen pengontrol tekanan udara (manometer) sesuai dengan Pd T-092004-A. Untuk mengurangi goresan oleh benda tajam/keras. Jumlah lubang minimum dua lokasi. iii. pompa dan saluran udara Pompa udara harus disediakan untuk mengembangkan tabung karet. yang diletakkan merata di sepanjang pipa baja dalam tabung karet sesuai dengan Pd T-09-2004-A. permukaan luar karet bisa dilapisi dengan bahan keramik sesuai dengan Pd T-09-2004-A. akan terjadi aliran masuk ke dalam sistem. Pada umumnya bahan karet yang digunakan memiliki spesifikasi sebagai berikut : i. yang diatur untuk menggerakan tuas pembuka tutup saluran udara dari tabung karet. kekerasan tes abrasi menggunakan metode H18 dengan beban 1 kg pada putaran 1000 kali tidak melampaui 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bahan karet tubh bendung Lembaran karet terbuat dari bahan karet asli atau sintetik yang elastik. Sistem penggerak tuas yang biasa digunakan. pelampung ikut naik dan menggerakkan tuas pembuka tutup saluran udara sesuai dengan Pd T-09-2004-A. chloroprene rubber (CR). ii. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjebaknya udara pada satu sisi tabung karet ketika terjadi v-notch yang bisa menutup rongga tabung karet.Sistem ember. keras. posisi ember akan turun hingga memutar tuas pembuka tutup saluran udara.Sistem pengapungan. Jika muka air naik. Lubang angin bisa dibuat lebih dari dua. yaitu di kedua ujung tabung karet dengan memasang pipa baja dalam tabung. Pelampung diikat dengan tali yang dihubungkan dengan kotak otomatisasi. . Bahan dasar karet umumnya digunakan karet sintetis seperti ethylene propylene diene monomer (EPDM). kuat tarik kuat tarik pada suhu normal ≥ 150 kg/cm2 kuat tarik pada suhu 100° ≥ 120 kg/cm2 Bahan karet diperkuat dengan susunan benang nilon yang memberikan kekuatan tarik sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menahan gaya. kuat. (g) perencanaan instalasi i. Sistem otomatisasi Prinsip keja sistem otomatisasi adalah apabila muka air sungai di hulu bendung sudah mencapai muka air pengempisan yang direncanakan. aliran air ditampung dalam suatu ember yang diikatkan pada kotak otomatisasi.8 m3/mil ii. aliran air ditampung dalam suatu bak yang di dalamnya dipasang pelampung. lubang angin Lubang angin merupakan lubang bagi pemasukan dan pengeluaran udara pada tabung karet. 62 dari 77 . Dengan makin besar berat ember. dan lain-lain.

12 Denah dan potongan melintang bendung karet 8) Perencanaan stabilitas a) Fondasi Fondasi bendung karet dapat dibedakan menjadi dua macam. fondasi bendung karet yang menahan bangunan atas yang relatif ringan membutuhkan massa yang lebih besar untuk menjaga stabilitas terhadap penggulingan dan penggeseran. Pada fondasi langsung. Untuk penghematan biaya konstruksi. yaitu fondasi langsung yang dibangun di atas lapisan tanah yang kuat dan fondasi tidak langsung (dengan tiang pancang) yang dibangun pada lapisan lunak. fondasi dibuat dari sel-sel beton bertulang yang diisi dengan pasangan batu. 63 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.

persyaratan kemanan terhadap bahaya piping menurut teori Lane adalah : CL ≤ dengan : LH = LV = ΔH = CL = ∑ (L /3) + ∑ L H V ΔH panjang bagian horisontal permukaan dasar pondasi (m) panjang bagian vertikal permukaan dasar pondasi (m) beda tinggi muka air hlu dan hilir. Sebagai contoh.5 dengan : SFR adalah faktor keamanan terhadap guling MR adalah momen gaya-gaya penggulingan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) MT adalah momen gaya-gaya penahan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) (2) Stabilitas terhadap penggeseran Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FS = ∑F ∑F T R dengan : SFS adalah faktor keamanan terhadap geser FS adalah gaya-gaya penggeser (N) FT adalah gaya-gaya penahan (N) (3) Stabilitas terhadap gaya angkat S FU = ∑F ∑F G U ≥ 1.2 dengan : SFU adalah faktor keamanan terhadap pengangkatan FU adalah gaya angkat air (N) FG adalah gaya berat pondasi dan kekuatan tarik tiang pancang (N) (4) Stabilitas tanah dasar Dengan asumsi menggunakan pondasi langsung. diambil = H (m) koefisien Lane yang tergantung pada jenis tanah dasar pondasi c) Stabilitas pondasi (1) Stabilitas terhadap penggulingan Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FR = ∑M ∑M T R ≥1. dan sebagainya. jaring aliran (flow net). Lane.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Stabilitas terhadap erosi bulu (piping) Panjang lintasan garis rembesan yang aman terhadap bahaya piping bisa dihitung dengan menggunakan metode seperti Bleigh. pemeriksaan stabilitas dihitung dengan rumus : S FB = σa σ dengan : SFB adalah faktor keamanan daya dukung tanah 64 dari 77 .

65 dari 77 . eksentrisitas gaya resultan (e) pada penggulingan dan daya dukung tanah (SFB).2 1. (5) Persyaratan angka keamanan Angka keamanan terhadap penggulingan (SFS). Pada kondisi ini dimensi plat pondasi harus diubah menjadi kombinasi antara pelat penghubung dan seri tiang pancang. penggulingan dan gaya angkat diulang kembali dengan memperhtiungkan juga kekuatan tiang pancang untuk menahan gaya angkat dan gaya horisontal.1 Kondisi Desain Normal Dengan gempa Banjir Pelaksanaan Persyaratan angka keamanan stabilitas pondasi SFS 1.5 1.5 1. harus menggunakan pondasi tiang pancang. b) model bangunan dan pelengkapnya. digunakan pondasi langsung dengan dimensi seperti yang direncanakan sebelumnya. ii. 2) jenis model hidraulik meliputi : a) model sungai. ditunjukkan pada tabel di bawah ini : Tabel A. Jika persyaratan tidak terpenuhi. Perhitungan ini akan menentukan jumlah dan dimensi tiang pancang.RPT0-Pd T-xx-xxxx σ adalah tegangan kasimum dasar pondasi (kPa) σa adalah gaya dukung tanah yang dijinkan (kPa) Eksentrisitas gaya resultan dihitung dengan rumus : e= B ∑M − 2 ∑V adalah eksentrisitas gaya resultan (m) adalah lebar dasar pondasi (m) adalah momen terhadap gaya-gaya terhadap ujung hilir pondasi (Nm) adalah komponen gaya vertikal (N) dengan : e B M V Jika persyaratan tersebut terpenuhi. Pemeriksaan stabilitas terhadap penggeseran. perubahan gejala dan parameter aliran di sungai akibat adanya bangunan dan sebaliknya. b) mempelajari hal-hal seperti berikut : i. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan stabilitas tanah dasar dengan struktur pondasi yang sudah ditetapkan di atas.2 e < B/6 < B/3 < B/6 < B/3 SFS 3 2 3 2 9) Uji model hidarulik 1) Uji model hidraulik perlu dilakukan terhadap pra desain untuk : a) mendapatkan bentuk dan ukuran hidraulik yang mantap.gejala dan parameter aliran pada permukaan struktur. gejala dan parameter aliran di sungai yang sulit diperoleh dari lapangan.

berupa gambar-gambar desain. pintu-pintu. 66 dari 77 . 3) keluaran desain. 10) Desain hidraulik Desain hidraulik : 1) merupakan penyempurnaan pradesain hidraulik yang dilakukan dengan bantuan uji model hidraulik. disain dan operasi. dengan skala gambar mengikuti standar yang berlaku. dan nota desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) model lengkap (sungai. investigasi. bangunan dan pelengkapnya) dan model detil. dilakukan pada pekerjaan desain struktur. 3) uji model hidraulik harus dilakukan oleh satu tim teknik hidraulik yang ahli dan berpengalaman baik dalam bidang uji model hidraulik maupun lapangan (survai. 2) bangunan lain yang belum didesain pada pekerjaan pra desain. seperti fondasi bangunan.

.30 67 dari 77 .25 m .Kehilangan tekanan akibat sedimen trap ke intake = 0. Penetapan dimensi bangunan tembok pangkal. Bidang hilir tubuh bendung di bagian hilir mercu dibuat dengan kemiringan yang perbandingannya yaitu 1 : 1 2) Data i.Kehilangan tekanan akibat kemiringan saluran induk ke sedimen trap = 0.40 m ..Tinggi sawah yang akan dialiri = +84. Elevasi mercu bendung dilakukan : .Kehilangan tekanan akibat eksploitasi = 0.1) Penentuan elevasi mercu bendung i.10 m Jadi ketinggian elevasi mercu bendung = +86..Kehilangan tekanan dari sawah ke saluran tersier = 0. Debit banjir desain sungai dan elevasi muka air hilir (tail water) pada Q100th = +85...80 . 1) Tahapan Desain Tahapan desain hidrolik bendung yaitu seperti berikut : i.. Tinggi mercu bendung ke dasar sungai di hilir harus lebih rendah atau sama dengan 10 meter Desain mercu dan tubuh bendung dengan persyaratan.Elevasi dasar sungai rata-rata di sekitar rencana bendung + 82. Perhitungan panjang lantai hulu bendung x.20 m ..Elevasi lahan yang tertinggi yang akan diairi + 84. Penetapan ukuran lebar pembilas dan lebar pilar pembilas v. Penetapan tipe.Kehilangan tekanan dari saluran tersier ke saluran sekunder = 0. Peta situasi sungai. jari-jari pembulatan satu radius ii..56 m3/dt iv. keadaan hidrolik sungai. tembok sayap hulu dan tembok sayapa hilir Kriteria desain : i... Data awal seperti debit banjir desain sungai. debit penyadapan ke intake.. tinggi muka air sungai saat banjir. Tinggi muka air banjir di hulu bendung harus lebih rendah atau sama dengan 4 meter ii. Perhitungan dimensi hidrolik bangunan intake viii..Lebar palung sungai antara 50 – 60 m .1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai.10 m ..Luas daerah irigasi yang akan diairi 6.Kehilangan tekanan dari saluran sekunder ke saluran induk = 0.70 m3/dt 3) Perhitungan Hidrolik Bendung 3..RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN – C Lampiran C. Perhitungan untuk penentuan elevasi mercu bendung iii.10 m ..Kehilangan tekanan akibat bangunan ukur = 0.80 iii..Kehilangan tekanan pada intake = 0..10 m . dimana : .70 ii. Debit desain intake = 7.229 hektar .10 m ..Tinggi air di sawah yang diambil = 0. bentuk. elevasi lahan yang akan diairi telah diketahui ii. Penentuan panjang mercu bendung iv..15 m . Penetapan ukuran mercu bendung dan tubuh bendung vii.. Peta daerah irigasi : . skala 1 : 2000. yaitu : i. Bentuk mercu bendung tipe bulat. Perhitungan penentuan ketinggian elevasi muka air banjir di hulu bendung vi.. dan ukuran bangunan peredam energi ix.

2) Penentuan panjang mercu bendung Panjang mercu bednung ditentukan 1. Panujang mercu bendung yaitu 1.Kemiringan permukaan sedimen di penangkap sedimen = 0.24 He 3.Elevasi dasr penagkap sedimen di bagian hilir = +83.12 dimana He = Ha Dari persamaan diatas diperoleh nilai C = 2.20 El = 86.50 m 3.40 m . Lebar pilar pembilas ditetapkan 2 buah dengan lebar masing-masing pilar 1.20 + 0.50 m.0 m.Elevasi permukaan air di huu saluran pengantar/tepat di hilir intake El = 86.5) Perhitungan tinggi muka air banjir di hulu bendung Elevasi muka air banjir di hulu bendung dapat diketahui dengan menghitung tinggi energi dengan menggunakan persamaan seperti berikut : Qd = C x Be x He3/2 Koefisien debit pelimpah.4) Perhitungan panjang mercu bendung efektif Panjang mercu efektif dihitung dengan menggunakan rumus : Be = Bb – 2(n Kp + ka) He Be = 62 – 2(2x0.3) Penentuan lebar lubang dan pilar pembilas Lebar bangunan pembilas diambil 1/10 kali lebar sungai rata-rata yaitu 1/10 x 52.20 .20 m . yaitu : Qd = C x Be x He3/2 dimana : Qd = 700 m3/s Be = 62 – 0. Penangkap sedimen direncanakan dengan ukuran seperti berikut : .50 .19 68 dari 77 .40 + 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. C.19 Dari persamaan diatas tinggi energi dapat dihitung.Panjang saluran pengantar ke penangkap sedimen = 30.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan kebutuhan tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan + 86.Panjang penangkap sedimen = 70.1) He Be = 62 – 0.0 m.19 m .Elevasi muka air di penangkap sedimen bagian hilir = +86. Perhitungan penetuan elevasi meru bendung dengan memperhatikan faktor tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan sedime.Elevasi permukaan air di kantong sedimen bagian hulu El = 86.2 x 52 m = 62.0 m .18 + (70 + 30) x 0.4 m.0 = 5. Lebar sungai direncana lokasi bendung bervariasi antara 50 m sampai dengan 55 m/ lebar sungai rata-rata diambil 52 m.78 .Jadi ketinggian mercu bendung ditetapkan pada elevasi + 86. Panjang mercu ditetapkan 62.18 + (70 x 0.30 . nilainya dihitung dengan menggunakan persamaan : C = 3.10 Jadi ketinggian elevasi mercu bendung +86.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan elevasi sawah yang akan diairi +86.2 kali lebar sungai rat-rata.10 = +86.00016 .Kehilangan tekanan akibat eksploitasi diambil = 0.97 (He/Hd)0.Elevasi muka air di hulu intake : El = 86.18 Cara perhitungan dilakukan seperti berikut : . Bednugn ini direncanakan dilengkapi dengan penangkap sedimen dan bangunan pembilas lurus tipe undersluice.50 Kesimpulan : .50 3. 3.0 m . Pembilas dibuat 2 buah masing-masing 2.01 + 0.Kehilangan tekanan pada intake diambil = 0.24 He C = 2.00016) = +86.00016 = +86.

Panjang mercu bendung = 62.0 m .50 m.24 He Be = 62 – 0. 3.50 m .50 m 3.19 x 61.19 x 61.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.00 m Langkah kedua diasumsikan nilai Be = 61. dan r = 2.50 m Qd = C.Tinggi pembendungan = 3.00 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx Perhitungan dilakukan dengan cara trial dan error Langkah pertama diasumsikan bila nilai Be = 61.4 m3/dt/m3 diperoleh nilai r = 2.Lebar pilar pembilas 2 x 1.50 + 3. Diambil r = 2. Ha ditentukan dengan persamaan : He = He – v2/2g v2/2g = 0 (diabaikan) He = 3.50 m .Lebar pembilas 2 x 2.28 m Tinggi tekanan (Desain Head) Tinggi tekanan.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C. Dari grafik tersebut.7) Resume Perhitungan Hidrolik . untuk ha = Ha = 3.28 m Qd = C.Elevasi muka air banjir = +89.28 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.00 m Kesimpulan : .0 m .0 m .0 m .50 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C. tekanan beradad di daerah positif.50 m = 3.07 m ∼ 3. ha dan besarnya jari-jari (r) serta debit pengaturan lebar yang diterbitkan oleh DPMA.50 m Dengan menggunakan grafik penentuan bahaya kavitasi di hilir mercu bendung yang juga diterbitkan oleh DPMA dapat diketahui bahaya kavitasi di hilir mercu bendung.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.Be.Elevasi mercu bendung = +86.0 m . Untuk nilai Ha = 3.6) Penentuan Jari-jari mercu bendung Nilai jari-jari mercu bendung ditentukan berdasarkan grafik hubungan antara tinggi muka air hulu.50 m = 5.00 m .24 x 3 Be = 61.3 m.Tinggi muka air di hulu bendung = 3.00 m Nilai He diambil 3.00 m dan q = 11.Be.0 m .0 = 89. sehingga Be dapat dihitung : Be’ = 62 – 0.Panjang bendung total = 70.Elevasi muka air banjir = +86.Kemiringan tubuh bendung = 1:1 69 dari 77 .Tinggi muka air banjir di hulu bendung = He = 3. jadi tidak ada bahaya kavitasi.00 m.

Lebar ambang akhir dihitung dengan rumus : b=2xa keterangan : E = paramter energi q = debit desain persatuan lebar pelimpah bendung (m3/dt/m) z = perbedaan tinggi muka air hulu dan hilir (m) g = percepatan gravitasi (m/dt2) Ds = kedalaman lantai peredam energi (m) a = tinggi ambang akhir (m) b = lebar ambang akhir (m) D2 = kedalaman air di hilir (m) 4.28 q = 11.1) Pemilihan Tipe Jenis sungai di daerah ini yakni aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. Dalam penggunaan tipe ini ditentukan bentuk mercu bulat dengan satu jari-jari pembulatan.Panjang lantai peredam energi dihitung dengan rumus : Ls = (Ds) (Ls/D2). maka bangunan peredam energi yang dipilih disini yaitu lantai datar dengan ambang akhir berkotak-kotak atau tipe MDO.81 m/dt2 kedalaman air di hilir D2 = Y Q = C x L x Y3/2 70 dari 77 .20∼0.Parameter energi .3) Desain dimensi peredam energi Debit desain per satuan lebar q = 700/61. Ds/D2 diperoleh grafik . 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx 4) Perhitungan Dimensi Peredam Energi 4. bidang miring tubuh bendung bagian hilir permukaannya bentuk miring dengan perbandingan 1 : 1.Kedalaman lantai peredam energi dihitung dengan rumus : E= q g x z3 Ds = (Ds) (Ds/D2). Grafik-grafik tersebut yaitu grafik untuk menentukan dimensi peredam energi tipe MDO yakni seperti berikut : . Dengan memperhatikan jenis sungai tersebut.30)D2 .96 m g = 9.Grafik untuk penentuan kedalaman lantai peredam energi .Garfik untuk penentuan panjang lantai peredam energi .Tinggi ambang akhir dihitung dengan rumus : a = (0. Ls/D2 diperoleh grafik .2) Grafik dan Rumus Dalam mendesain dimensi peredam energi tipe MDO ini digunakan grafik-grafik yang diterbitkan oleh DPMA.42 m3/dt/m z = 4.

26 Parameter energi Panjang lantai dan kedalaman lantai peredam energi : L/D2 = 1. Arah intake terhadap sumbu sungai dibuat tegak lurus. dibuat 2 bukaan sehingga lebar pintu 2 x 2.00 m Kedalaman lantai peredam energi : D/D2 = 1.70 m3/dt μ = koefisien debit = 0. D/D2 diperoleh dari grafik MDO D = 1. Lantai intake tanpa kemiringan dengan elevasi lantai sama tinggi dengan elevasi plat undersluice.2 b = 7.00 m lebar ambang akhir : b = 2a b = 2 x 1.173 ∼ 4.0 m Tinggi bukaan lubang intake = 1.00 m Kesimpulan : Lebar bukaan pintu intake = 2 x 2. L/D2 diperoleh dari grafik MDO L = 1.26 x 7 = 8.RPT0-Pd T-xx-xxxx Q = 700 m3/dt C = 1.0 m 5) Perhitungan Bangunan Hidrolik Bangunan Intake 5.26. Perhitungan : Q =μ x b x a x 2x g x z 7.70 (diperkirakan) L = bentang sungai rata-rata di hilir = 70.26 = 4.7/2.20 m Tinggi ambang akhir : a = 0.0 m ⎛ Q ⎞ Y =⎜ ⎜ CxL⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2 3 ⎛ 700 ⎞ Y =⎜ ⎜ 1.28 ∼ 8.81 b diambil 4.7 x 70 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ E= q g x z3 2 3 = 3.97 ∼ 1.28.26 a = 0.85 b = lebar pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi (9. 5.85 x b x 1.0 m.70 = 0.20 x 2 x 9.20 m 71 dari 77 .1) Bentuk Intake Intake didesain dengan bentuk biasa dengan lubang pengaliran terbuka dilengkapi dengan dinding banjir.28 x 3.2) Dimensi Lubang Intake Dimensi lubang intake dihitung dengan persamaan : Q =μ x b x a x 2 x g x z dimana : Qi = debit intake = 7.02 = 3.0 b = 2.81 x 0.3 x 3.81 m/s2) z = kehilangan tinggi energi pada bukaan (m) Perbandingan antara lebar bukaan dan tinggi bukaan ditetapkan 2 : 1.

50 m .20 = 4.60 m/dt Diameter partikel : v = 0. yaitu : v = 0.94 B = lebar bukaan pintu.63 H Keterangan : Q = debit intake = 7.5 1.65 d = diameter partikel = m Kecepatan aliran yang mendekat ke intake di hitung dengan rumus : Q = A x v = m3/dt v = Q/A = m/dt dimana : Q = debit intake = 7.8 mm 5.Undersluice dibagi 2 bagian 5.50 m .396 x ((Qs – 1) x d)0. diambil 0.80 v = 1.Lebar mulut = 11. m/dt Qs = berat jenis partikel = 2.5) Perhitungan bangunan ukur pada intake Tipe bangunan ukur pada intake yang dipilih yaitu jenis Crum de Guyter.4) Penetapan Dimensi Hidrolik Bangunan Pembilas Bangunan pembilas direncanakan dengan undersluice lurus. Dimensi lubang undersluice : .3) Pemeriksaan Diamater Sedimen yang masuk ke Intake Rumus yang digunakan untuk memperkirakan diameter partikel yang akan masuk ke intake.70 m3/dt A = luas penampang basah = m2 v = kecepatan aliran = m/dt Perhitungan : v = Q/A → A = (2 x 2) x 1.5 dimana : v = kecepatan aliran. karena debit intake besar.70/4. m 72 dari 77 .60 = 0.Lebar lubang = 2.Lebar pilar = 1.0 m .70 m3/dt Cd = koefisien debit.80 m2 v = 7. Perhitungan dilakukan sebagai berikut : Q = C d x B x Y x 2 x g x (H − Y ) K = Y/H atau Y = 0.Tinggi lubang = 1.396 ((Qs-1) x d)0.25 m .65-1) x d)0.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5.5 d = 9.396 ((2.

Gambarkan bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu tersebut .81 x (H − 0.17 m Bukaan pintu maksimum (Ymax) Ymax = 0.20 = 0.1) Cara Perhitungan Perhitungan panjang lantai hulu dilakukan dengan cara seperti berikut : .63H x 2 x 9.57 m 73 dari 77 .0) + 4.00 = 28.RPT0-Pd T-xx-xxxx Y = bukaan pintu.594 x B x H3/2 B= B= Q max 1.25 + 1.94 x B x 0.20 = 0. H = tinggi energi total di atas ambang di hulu pintu Q = 0.40 m.80 m 2 Pintu dibuat dengan lebar masing-masing selebar 2.140 x 1.Jika panjang lantai hulu hasil perhitungan lebih panjang daripada yang dibutuhkan maka hasil perhitungan sudah memadai .98 Lv = 28.495 → diperoleh dari grafik Ymin/H = 0.5 + (2 x 2.495 x 1.Jika diperoleh sebaliknya maka ulangi perhitungan 6.70 1.2) Perhitungan panjang lantai hulu Rumus yang digunakan berdasarkan teori Lane’s : L = Lv + 1/3 LH dimana : L = panjang total rayapan (m) LV = panjang vertikal rayapan (m) LH = panjang horisontal rayapan (m) Dalam desaini diambil nilai : L/ΔH = 4 dimana : L = panjang rayapan (m) ΔH = kehilangan tekanan (m) Perhitungan : Perhitungan dilaukan dengan kondisi tidak ada aliran dari hulu sehingga : Q = 0.594 m ∼ 0.00 m Panjang rayapan seharusnya : Lb > 4 x 7.5) + 3.756 ∼ 0.00 m Berdasarkan gambar diperoleh : Lv = 2.Tentukan dengan cara perkiraan awal bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu .594 x H 7.76 m 6) Perhitungan Panjang Lantai Hulu 6.63H ) Qmax = 1.63 x 1.140 → diperoleh dari grafik Jadi Δh = 0.80 + 1.594 x 1 3 3 2 = 4.50 ΔH = 7.Hitung panjang lantai hulu yang dibutuhkan .50 – 79.60 m Bukaan pintu minimum (Ymin) Ymin = 0.Panjang rayapan (creep lenght) harus cukup panjang untuk memperkecil aliran bawah (seepage) .5 + (6 x 1.20 = 0.83 m = 4. jadi : ΔH = 86. Perhitungan kehilangan tekanan (Δh) Anggapan Qmax/Qmin = γ = 3 Δh/H = 0.

0 Lsi = 15.5 Ls Lsi = 1.42 m LP = 28.51 m 7.50 m +3.38 > Lb = 28.38 m LP = 40.0 m +1.38 m Jadi Lb yang dibutuhkan = 28.00 d) Elevasi dekzerk tembok pangkal hilir mercu : Elevasi dasar sungai + D2 + jagaan = +82.RPT0-Pd T-xx-xxxx LH = 35.5 x 10.00 m.5 m = +91. hasil perhitungan = 40.0 m.5 m = 87.51 74 dari 77 .00 OK Panjang lantai hulu cukup memadai 7) Penentuan Dimensi Tembok Pangkal dan Tembok Sayap 7.2) Tembok Sayap a) Panjang tembok sayap hilir Lsi = 1.42/3) m LP = 40. Jadi ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir panjangnya 9.0 m LP.0 m c) Elevasi dekzerk tembok pangkal dilukis mercu : Elevasi mercu bendung +Ha+jagaan = +86.57 + (35. Dalam desain ini panjang dari mercu bendung sampai dengan ujung ambang akhir yaitu 18. b) Panjang pangkal tembok bendung tegak bagian hulu dihitung dari mercu bendung.0 m b) Elevasi dekzerk tembok sayap hilir : + 87.26 m + 1.1) Tembok Pangkal a) Ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi.75 m + 3. diambil sama dengan panjang lantai peredam energi yaitu 10.

20 m 2.00 m θ = sudut geser lumpur = 300 Tekanan air dan lumpur .16 m 2.00 m + 310.5x1.00 m 2.75-0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran C – 2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu 1) Ukuran Tebal Pintu Ukuran pintu bilas direncanakan seperti gambar dibawah ini : Lebar pintu Lebar teoritis Tinggi pintu Tinggi satu blok diambil Muka air banjir = = = = = 2.6x(1-0.17 = 5.75 m Gaya tekan air dihitung dengan rumus : P1 = γ w x h Gaya tekan lumpur dihitung dengan rumus : ⎛ 1 − sin θ ⎞ P2 = 1 x γ s x h 2 x ⎜ ⎜ 1 + sin θ ⎟ ⎟ 2 ⎝ ⎠ dimana : γs = berat jenis lumpur h = tinggi lumpur = 1.20) = 5.di bagian b ⎛ 1 − sin θ ⎞ P1 = γ w h1 + 1 γ s h12 ⎜ ⎟ 2 ⎝ 1 + sin θ ⎠ = 1x (5.72 t/m .55 + 0.di bagian a 75 dari 77 .20) + 0.

174 t/m Momen maximum pada pintu : Mmax = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 1..72+6.174 x 2.5 x 1..20 = 1.75 x 1000 = 5750 kg/m2 Tekanan air = P1 + P3 3550 + 5750 kg = = 4650 2 2 2 m Jumlah tekanan pada pintu : 2.152 ton 76 dari 77 .55 + 0..00 m = 2.16 m = 1.6 x 1/3 = 5..162 = 0.27 = 6..4 Tekanan : Tekanan air pada P1 = 3.84 cm2 W = 1/6 x t x b2 6x W .68467 tm = 68467 kg/cm Digunakan kayu jati σd = 80 kg/cm2 Wperlu = M/σd = 68467/80 = 855.16 = 0.55 x 4.650 = 35. Lebar = b = 16 cm Tinggi = t = 20 cm Kontrol tegangan σ = M/W σ = 68467/1/6 x 20 x 162 σ = 80 kg/cm2 .RPT0-Pd T-xx-xxxx ⎛ 1 − sinθ ⎞ P2 = γ w h 2 + 1 γ s h 2 ⎜ ⎟ 2 2 ⎝ 1 + sinθ ⎠ = 1 x 5..16 x 3. t 6 x 855.75 + 0..20 x 0.02 cm 20 b= Ukuran pintu direncanakan...20 x 2.OK! 2) Ukuran Stang Pintu Pintu bilas direncanakan dengan ukuran seperti di bawah : Lebar pintu Lebar antara slag tembaga Tinggi angkat Koefisiein geser = 2.66 ton Kekuatan tarik = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser + berat sendiri pintu Berat sendiri kayu = 2.16 x 0.55 x 1000 = 3550 kg/m2 Tekanan air pada P3 = 5.00 m = 0..84 b= =16.02 t/m Jadi Tekanan Total P = ((P1+P2)/2) x t = ((5.02)/2) x 0.

706 ton Perhitungan pada tarik : P = ¼ x π x d2 x 6 (kg/mm) 7558 = ¼ x 3.05 mm = 40 mm Perhitungan pada tekan : π 2 EI ⇒ i besi = 1 π d 4 2 64 L 3 4 π d E 5 x 6706 = ⇒ E besi = 2.10 6 64 L2 5x P= 5 x 6706 = d4 = 313 d 4 2.7) = 14.14 x 6 4 = 1604.67 d = (1604.35 31 x 2 x 1000000 d = 10.412/2 = 6.66 x 0.12 ton Untuk 1 stang = 15.12/2 = 7.10 6 ⇒ L = 580 cm 64 x 580 2 5 x 6706 x 64 x 580 2 = 11643.RPT0-Pd T-xx-xxxx Berat sendiri besi = 0.4 + (0.70 ton Kekuatan tarik = 35.412 ton Untuk 1 stang = 13.264 – 0.14 x d2 x 6 d2 = 7558 1 x 3.66 x 0.558 ton Kekuatan tekan = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser – berat sendiri pintu = 35.852 = 13.7) = 15.152 + 0.39 cm ∼ 11 cm Jadi ukuran stang pintu dengan diameter (d) = 11 cm 77 dari 77 .152 + 0.67)0.4 – (0.5 = 40.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->