BAHAN WORKSHOP PPST – AHSP KELOMPOK KERJA BENDUNG

RPT0

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... KETENTUAN DAN PERSYARATAN................................................................... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang .......................................................... Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung .................................................................. Persyaratan Pelaksanaan.................................................................................... i iii iv 1 1 2 4 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 10 10 10 10 11 13 13 13 13 13 15

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................ 5.1. Pengumpulan Data Sekunder.............................................................................. 5.2. Survey.................................................................................................................. 5.3. Investigasi Sungai................................................................................................ 5.4. Penyelidikan Geoteknik Lapangan ...................................................................... 5.5. Uji Laboratorium................................................................................................... 5.6. Analisis Hidrologi ................................................................................................. 5.7. Analisis Laju Transport Sedimen ......................................................................... 5.8. Perencanaan Bendung ........................................................................................ 5.9. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) ............................................................... 5.10. Analisis Kelayakan Ekonomi................................................................................ 5.11. Nota Desain ......................................................................................................... 5.12. Penggambaran .................................................................................................... 5.13. Perhitungan BOQ................................................................................................. 5.14. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya ............................................................... 5.15. Penyusunan Dokumen Pelelangan...................................................................... 5.16. Pekerjaan Lain-lain .............................................................................................. 5.17. Pelaporan ............................................................................................................ 5.18. Tenaga Ahli.......................................................................................................... 6. PENGENDALIAN MUTU .....................................................................................

7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN .................................................................... 7.1. Pengukuran ......................................................................................................... 7.2. Dasar Pembayaran .............................................................................................. BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... Lampiran – A

Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan ............................................................. 16 17 29

Lampiran – B.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung.... Lampiran – B.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung...................................................

i

Lampiran – C1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai (......) ...................... Lampiran – C2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu..................

68 76

ii

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

iii

analisis hidrologi.7 tahun 2004. standar. geologi permukaan. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). data primer (pengukuran topografi dan pemetaan. desain hidraulik. standar. analisis hidrolika. analisis ekonomi. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan pembangunan bendung. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. survey hidrometri. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. Adapun ruang lingkup desain bangunan pada bendung adalah sebagai berikut : 1) Lokasi tubuh bendung 2) Tubuh bendung (tetap dan gerak) 3) Intake 4) Bangunan peredam energi 5) Bangunan pembilas 6) Tembok sayap. pedoman dan manual (NSPM) yang tercantum pada Acuan Normatif. Kajian pada pedoman ini meliputi bangunan utama dan bangunan penunjang pada Bangunan Bendung yang berfungsi untuk irigasi. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder (topografi. hidrologi). Sehubungan dengan hal tersebut. tembok pangkal dan pengarah arus 7) Bangunan penahan batu 8) Lantai hulu dan hilir 9) Kantong lumpur 10) Peilschale 11) Jembatan inspeksi iv . investigasi dan desain dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. pedoman dan manual (NSPM). cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun.

ACUAN NORMATIF UU No. Pedoman ini dapat digunakan untuk kegiatan detail desain pengembangan baru. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai SNI 03-2401-1991 : Tata Perencanaan umum Bendung SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir SNI 03-2819-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan SNI 03-2822-1992 : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis SNI 03-2830-1992 : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air dengan Cara Pias berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3444-1994 : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan SNI 03-3962-1995 : Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Ayakan Rancangan Standar Nasional (RSNI) : . analisis hidrologi. perbaikan dan up-grading. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : KEPMEN KIMPRASWIL No. peta geologi regional. kelembaban relatif.RSNI T-04-2002 : Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS 1 dari 77 . gambar desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain 1. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk kegiatan detail desain bendung dalam pekerjaan pembangunan bendung. desain hidraulik. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan).KEPMEN KLH No. penyelidikan geoteknik. survey hidrometri). analisis konstruksi. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) . perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. 2. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. metode kerja pelaksanaan. data kilmatologi (temperatur.

dilengkapi dengan beberapa tipe saringan. Bendung saringan bawah (tyroll) adalah bendung dengan pengambilan pada dasar sungai. untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi agar dapat digunakan untuk keperluan irigasi. Bagian-2. jembatan di atas bendung.2. Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang akan ditambahkan pada bangunan utama untuk keperluan pengukuran debit dan muka air sungai. Mercu adalah bagian atas dari pelimpah atau tanggul. Bendung gerak dapat digunakan untuk mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi.8. atau instalasi air tenaga mikro/mini. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. contoh : bendung tyroller 3.3. 3. Kegiatan yang bersifat Umum. 3. Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Teknis : 3.1. Bagian-3.1. abutment.1.1. Kegiatan yang bersifat Umum. peralatan komunikasi. T-09-2004-A Pd.1. 3.1. T-01-2004-A Pd. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : Tata Cara Desain Bendung Gerak Rancangan Pedoman Teknis : ISTILAH DAN DEFINISI Bangunan Utama adalah semua bangunan yang dibangun di sungai dan di sepanjang sungai atau aliran air termasuk bendungan. Bendung gerak adalah bangunan berpintu yang dibuka selama aliran besar dengan masalah yang terjadi selama banjir tidak besar. Lebar efektif bendung adalah panjang mercu bendung bruto dikurangi dengan lebar pilar dan pintu pembilas 3. hasil percobaan USCE.2.1. 3.1. Biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur debit air yang masuk. Bangunan pembilas (penguras) adalah bangunan pada tubuh bendung tepat di hilir pengambilan. 3.7. Pangkal bendung adalah kepala bendung. pengoperasian pintu.1.1. guna mencegah masuknya bahan sedimen kasar ke dalam jaringan 2 dari 77 .5. 3. 3. 3.4.2.6. T-01-2003-A Pd.1. Bendung tipe gergaji adalah bendung tetap dengan tata letak mercu pelimpah menyerupai gigi gergaji guna diperoleh lebar efektif pelimpah yang lebih panjang 3. Ogee adalah salah satu tipe mercu bendung yang permukaannya mengikuti persamaan tertentu. T-02-2005-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol : Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji : Perencanaan Bendung Karet Isi Udara : Analisis Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal Bangunan Air : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. yang berfungsi untuk meninggikan muka air minimum pada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. Pd.

RPT0-Pd T-xx-xxxx

saluran irigasi (bisa juga berupa pembilas bawah/undersluice, shunt undersluice, atau pembilas bawah tipe boks) 3.2.2. Bangunan pengaman adalah bangunan untuk mencegah kerusakan konstruksi, misalnya: bangunan pelimpah samping, pembuang silang, dan sebagainya. 3.2.3. Bangunan pengambilan (intake) adalah bangunan berupa pintu yang digunakan untuk membelokkan air irigasi dari sungai agar sesuai dengan debit rencana dan pengelakan sedimen. 3.2.4. Bangunan penahan batu suatu bangunan yang ditempatkan di hulu bangunan pembilas bendung yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke intake dan untuk menyimpangkan batu-batu dengan diameter tertentu yang menuju bangunan bilas. 3.2.5. Bangunan peredam energi adalah struktur dari bangunan di hilir tubuh bendung yang terdiri dari berbagai tipe, bentu dan di kanan kirinya dibatasi oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk tertentu. 3.2.6. Rip-rap adalah susunan bongkahan batu alam atau blok-blok beton buatan dengan ukuran dan volume tertentu yang digunakan antara lain sebagai tambahan peredam energi di hilir bendung dan berfungsi sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi 3.3. Data geologi teknik/mekanika tanah adalah kondisi bahan lapisan pondasi, bahan konstruksi, sumber bahan timbunan, batu untuk pasangan batu kosong, agregat ntuk beton, batu belah untuk pasangan batu, dan parameter tanah yang harus digunakan bagi keperluan perencanaan. Data topografi adalah data yang berupa peta yang meliputi seluruh daerah aliran sungai, peta situasi letak bangunan, gambar-gambar potongan memanjang dan melintang sungai baik di sebelah hilir maupun hulu dari kedudukan bangunan utama. Debit rencana (design flood) adalah debit untuk perencanaan suatu bangunan atau saluran air. Desain hidraulik adalah tahapan kegiatan analisis terhadap hasil pradesain hidraulik dengan atau tanpa bantuan uji model hidarulik untuk menentukan bentuk dan ukuran yang tepat ditinjau dari segi hidarulik. Desain struktur adalah tahapan kegiatan untuk melengkapi hasil desain hidraulik agar didapat desain bangunan yang memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan serta dapat dilaksanakan. Kedalaman konjugasi adalah hubungan antara tinggi kedalaman sebelum dan sesudah loncatan air. Pondasi dangkal adalah pondasi yang ditempatkan dengan kedalaman D di bawah permukaan tanah yang kurang dari lebar minimum pondasi (B). Tinggi energi adalah tinggi air di tambah tinggi tekanan dan tinggi kecepatan. Tinggi jagaan minimum adalah tinggi jagaan yang ditetapkan minimum berdasarkan besaran debit saluran.

3.4.

3.5. 3.6.

3.7.

3.8. 3.9. 3.10. 3.11.

4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung memuat : 4.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 3 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa

Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 4.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 4.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain bendung meliputi :
4 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.1. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder, meliputi : 1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000 atau yang lebih detail. 2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)

ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan angin. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 3) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. 4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah

ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (pad) dan lain-lain. iv. rencana tata ruang wilayah
5 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.2. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : 1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Sesuai dengan KP-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama, pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Situasi Sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1,0 m, kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. b) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Detail Situasi Bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0,25 m. 2) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.

ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
6 dari 77

5. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : 1) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal.4. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : 7 dari 77 . Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran 2) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 032819-1992. Bagian-3. 3) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masing-masing 1 titik pengeboran. 5. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. menggunakan perahu. Kedalaman pengukuran minimal 3. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas.5. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai.3.RPT0-Pd T-xx-xxxx v. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : 1) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. 5. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai SNI 03-3414-1994. Kegiatan yang bersifat Umum. 2) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

ii. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx-200x. 2) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 03-3961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Adapun uji tersebut meliputi : a) Index properties. curah hujan. berat jenis. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. 5. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Kegiatan yang bersifat Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. b) Engineering properties. kadar air. Uji laboratorium sedimen meliputi : a) Sedimen layang i. mencakup : berat isi. b) Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. unconfined compression test. 4) Jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai dengan SNI 03-2415-1991 adalah sebagai berikut : 1) Jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. mencakup : direct shear test. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) 8 dari 77 . Bagian-3. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. 3) Jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . Log Pearson atau Log Normal . tes konsolidasi dan compaction test. SK DJ Pengairan No.6. 2) Jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . 185/KPTSA/A/1986. yang terdiri : a) Metode Rasional. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir.

digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 c) Melchior. bangunan pengarah arus. saringan sampah dan batu bongkah. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. Net present value (NPV). Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. 9 dari 77 . Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Der Weduwen. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 d) Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS e) Metode Hidrograf Satuan f) Metode US – Soil Conservation Service 5) Jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran.8. bangunan pembilas. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. mercu dan tubuh bendung. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.7. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. tembok sayap hilir. Engelund-Hansen. 5. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. lantai undik atau dinding tirai. peredam energi.10. 5. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. perumusan RKL dan RPL 5. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. 5. tembok pangkal bendung. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. bangunan pengambil. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.9. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. tanggul penutup dan tanggul banjir.

Penggambaran mengacu pada KP-07. 2) Foto Dokumentasi a) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. dokumentasi. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung. Pekerjaan Pembangunan Bendung.12. 5.16. tenaga kerja lapangan dan lain-lain. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i.11. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii.13. 5. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. 5. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. sudah termasuk dalam item mobilisasi. potongan memanjang dan melintang bendung. Mobilisasi staf kantor. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. b) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi.15. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. 5. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 10 dari 77 . Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv. DJ Pengairan No. dewatering dll. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5. 257/PTS/M/2004.14. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. 5. Pekerjaan Lain-lain 1) Mobilisasi dan Demobilisasi a) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan. Bagian-1. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi.

Daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya Daftar Rencana kegiatan pada bulan berikutnya Mobilisasi dan Demobilisasi personil dan Daftar Hadir personil dan kegiatan masingmasing pada bulan tersebut . serta konsep lokasi bendung. hasil pengumpulan data. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium.Realisasi Progress Kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi - Laporan bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan dan triwulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. Laporan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: Uraian permasalahan. c) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya atau image filenya. selama dalam dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.17. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. 3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. 5. 11 dari 77 . hasil kunjungan lapangan. dan rencana kerja berikutnya. 3) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 4) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil Investigasi lanjutan topografi.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. Pelaporan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: - Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Penyedia Jasa Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan. program dan jadwal kerja selanjutnya.

dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya.RPT0-Pd T-xx-xxxx geoteknik. hidrolika. rangkap 3 (tiga). Laporan akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada konsep Laporan akhir (draft laporan akhir). Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. Ahli Geologi. hidrologi. paket konstruksi dan lain-lain.18. estimasi biaya.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 5) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. jadwal pelaksanaan. Ahli Geodesi. Ahli Lingkungan. perhitungan desain. Ahli Geoteknik. dan koreksi. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi.rencana Pelaksanaan Fisik dan Construction method . Ahli Hidrologi. b) gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 c) gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan.daftar Kuantitas dan Harga Satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 8) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . tanggapan. 5. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. metode dan jadwal konstruksi. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 12 dari 77 .tender Drawing . Nota desain akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 7) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: a) b) c) d) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. 6. Ahli Bendung. perhitungan desain.

Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 7.8) Biaya Diskusi 13 dari 77 . asisten serta tenaga pendukung. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan.Pengukuran cross-section 2.2.Pemasangan Patok BM dan CP . survey dan investigasi. 2.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 1. 7.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.2) Biaya Operasional Kantor 2.Pengukuran poligon dan situasi .1. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini.3) Pengukuran dan Pemetaan . Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. dimana harga dan pembayaran tersebut. No. tenaga penunjang dan asisten tanaga ahli serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas.4) Penyelidikan Geologi 2. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. Uraian Satuan Pengukuran OB Orang-hari Unit . Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 7.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.7) Biaya Pelaporan 2.

2004. Jakarta Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan.. Desain Hidrolik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis. 2002. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS. Badan Penelitian dan Pengembangan. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Jakarta Mawardi. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Jakarta. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Metode Perhitungan Debit Banjir. Badan Penelitian dan Pengembangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bibliografi Badan Standardisasi Nasional. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002.. Tata Cara Desain Hidarulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol. Bagian – 3. Puslitbang Pengairan. Bandung. Jakarta Departemen Pekerjaan Umum. Erman. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Alfabeta CV. Badan Penelitian dan Pengembangan. AIT. Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pd T-xx-xxxx. 2004. 2004. KP-04. Dipl. RSNI T-04-2002. Jakarta. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Pedoman Teknis Sederhana Bangunan Pengairan untuk Pedesaan. Pd T-xx-xxxx. Mediatama Saptakarya. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 14 dari 77 . PT. KP-02. Pd T-09-2004-A. 2002. KP-07. 2003. Jakarta. SNI 03-2415-1991. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Drs. 1995. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Pd T-01-2003. Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji. Jakarta. Bagian – 4. SNI 03-1724-1989. 2002. Perencanaan Bendung Karet Isi Udara. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah..

Gambar Teknik .BOQ dan RAB .Laporan Kajian Andal .RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN A Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Akhir .Laporan Analisis Sosek .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Dokumen Tender SELESAI 15 dari 77 . kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN BENDUNG ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Laporan Investigasi Geoteknik . terdiri : .

.. 3........ Peta topografi yang dikumpulkan harus 16 dari 77 2. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .1.. 2.. Lingkup Kegiatan ..Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan .... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan .......... LINGKUP.........Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan pada . DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6.. geologi regional. 2. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. 6. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan kajian terhadap rencana pembangunan bendung untuk keperluan irigasi beserta kajian ekonomis dan lingkungan dari pembangunan bendung. SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan bendung adalah mengoptimalkan pengambilan air dari sumber air dengan tujuan peningkatan hasil panen pada daerah pekerjaan 4.2....RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN B (Normatif) Lampiran B.................... 5.. meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada. 1......Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi..1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung Pekerjaan Detail Desain Bendung di DAS..Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran .1.... LOKASI KEGIATAN..Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ... Maksud 6. menguraikan : ....... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder.... kondisi klimatologi........ kajian perencanaan pendahuluan dan kajian kelayakan ekonomis pekerjaan dengan tujuan untuk rnendapatkan hasil survey dan investigasi secara menyeluruh serta konsep perencanaan bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi...1. Kabupaten.......1...... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara......(.. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.

b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. penyebaran jenis batuan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. lama penyinaran dan kecepatan angin. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). fisiografi dan geologi. yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. SK DJ Pengairan No. komponen sosial. hidrologi/kualitas air. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. ruang lahan dan tanah ii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. dan BAPEDAL. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Data-data tersebut meliputi : i. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun. iv. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. tingkat pendidikan. fauna dan biota air iii. rencana tata ruang wilayah 17 dari 77 .000 sesuai dengan KP–01. data meteorologi. debit historis baik debit minimum. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.RPT0-Pd T-xx-xxxx menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. PSDA. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. d) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. iii. besarnya curah hujan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. kelembaban relatif. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. c) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. SK DJ Pengairan No.000 atau yang lebih detail. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora.

Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. faktor : kesesuaian dengan segala situasi dan kondisi. Peta ini harus meliputi jarak 1. Sesuai dengan KP-02.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. sungai atau saluran yang ii. geomteri dan adanya kontrol penampang.0 m. 185/KPTSA/A/1986. SK DJ Pengairan No. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Pengukuran detail situasi bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. b) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : i. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. mudah pencapaian dalam mampu melewatkan banjir. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. bagian alur terbuka lurus. jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan 18 dari 77 . tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. ii. badan sungai harus stabil.25 m.2. Pemetaan situasi sistem sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Kegiatan yang bersifat Umum. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan perencanaan . Bagian-2.1. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis.50 m.

keandalan peralatan dan sarana penunjang. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen.1. Kedalaman pengukuran minimal 3. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. Kegiatan yang bersifat Umum.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. b) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : a) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran b) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. dibersihkan dan dirawat dengan baik v.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai. menggunakan perahu. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. 6.4. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. 6. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994.3. 19 dari 77 . Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : a) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Bagian-3. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling.

unconfined compression test. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : a) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. b) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. 185/KPTSA/A/1986. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. Uji laboratorium sedimen meliputi : 1. mencakup : berat isi. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . Sedimen layang i. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai SNI 032415-1991 adalah sebagai berikut : 1. Bagian-3.1. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. 6. tes konsolidasi dan compaction test. Engineering properties. berat jenis. 2.5. 6. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. mencakup : direct shear test.6. Kegiatan yang bersifat Umum. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx200x. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 033961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. Adapun uji tersebut meliputi : 1. kadar air.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masingmasing 1 titik pengeboran. SK DJ Pengairan No. ii. curah hujan. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Index properties. 2. sehingga 20 dari 77 . Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 .Metode US – Soil Conservation Service 5. perumusan RKL dan RPL 21 dari 77 . 2. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung.1. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . tembok pangkal bendung. Engelund-Hansen. jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. bangunan pengambil. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. mercu dan tubuh bendung.1. yang terdiri : Metode Rasional. Analisis Dampak Lingkungan Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.1. peredam energi. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. saringan sampah dan batu bongkah. lantai undik atau dinding tirai.Metode Hidrograf Satuan . terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. 6. jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . tanggul penutup dan tanggul banjir. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. 4. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris.Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 . bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. bangunan pengarah arus. - 6.8. Log Pearson atau Log Normal . tembok sayap hilir.Melchior.9. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. bangunan pembilas. 3.7. jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.Der Weduwen.

10.. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.3.12. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.11. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan... 6. DJ Pengairan No... Penggambaran mengacu pada KP-07. 6. dewatering dll. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. Pekerjaan Pembangunan Bendung.. 6.Kecamatan . pekerjaan berada di Sungai.1.2.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6.14. 6. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung..1. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Net present value (NPV).1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 22 dari 77 .. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. 6. 6.15........ komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.3. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan...1..1. potongan memanjang dan melintang bendung..13.. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.... Bagian-1. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten.1.. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. dokumentasi.. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii... 6.. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan.. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx.. 257/PTS/M/2004.1.

2. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. Penyedia Jasa harus 23 dari 77 . 6. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. staf tenaga ahli dan staf pelaksanaan pekerjaan.3. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan.3. 6. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. asisten. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.

. O&P bangunan air. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. dengan pengalaman minimal 8 tahun. hidrologi..1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya. pelaksanaan pembangunan.. 8. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. 4.. pelaksanaan pembangunan. dengan pengalaman minimal 10 tahun.. geologi regional). PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7.. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini . Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman 24 dari 77 . berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi..RPT0-Pd T-xx-xxxx pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). O&P bangunan air. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).) hari kalende.. (.. dengan pengalaman minimal 7 tahun... O&P bangunan air... berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan.... pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. 7. 3.. 5. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. 6.... pelaksanaan pembangunan. dengan pengalaman minimal 8 tahun... pelaksanaan pembangunan. 2. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. O&P bangunan air.. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 9.

Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya 25 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. 10. Ahli Sosial . dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 8 Juli 2005 2. sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : 1. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender. 8. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. Gambar Teknis 3. 10. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). 11. dan lain-lain. irigasi. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya.5 (lima) Tahun. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air. Nota Desain 2. 9. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S.

Laporan Penyelidikan Geoteknik . iii. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 5. dimensi dan layout check dam. rangkap 3 (tiga). hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. serta konsep perencanaan bendung Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 4. iv. rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. ii. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Dokumen tender Dokumen Tender terdiri atas: i. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200.rencana pelaksanaan fisik dan construction method . Laporan Analisis Dampak Lingkungan 26 dari 77 ii. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 .daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 7. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. analisis laju sedimen. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iii. ii.tender drawing .RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3. rencana anggaran biaya. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 6. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii.

Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 12. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iv. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan Pengguna Jasa untuk keperluan 27 dari 77 .

dimensinya ditentukan sebagai berikut : .2 Kriteria Desain Bangunan Bendung Kriteria desain bendung disusun berdasarkan jenis bangunannya. Lantai hilir bendung Gambar B.0 m.0 m. jarak tiang pada baris cerucuk (a) paling panjang 1.5 m. pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 1. jarak antar baris cerucuk (b) paling panjang 0. jumlah baris penguat sayap paling sedikit 2 baris dan jarak tiang-tiang penujang paling panjang 1. lebar mercu bendung (M) minimal 1. Sayap bendung 3.0 m.0 m 28 dari 77 .bagian belakang sayap diperkuat dengan kayu/bambu mendatar yang diikatkan pada tiang-tiang sayap dengan tali pengikat dan diberi tiang penunjang agar sayap menjadi satu kesatuan yang kokoh. Tubuh bendung 2.0 m.0 m.1 Bagian-bagian bendung cerucuk (2) Sayap bendung. c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Cerucuk Bagian-bagian dan dimensi bendung cerucuk sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk sebagai berikut : (1) Tubuh bendung. tinggi bendung (H) maksimal 1.0 m material bahan tubuh bendung adalah kayu atau bambu jenis keras 1. lebar galian pangkal bendung (L) paling pendek sebesar M + 1. dengan susunan sebagai berikut : 1) Bendung Cerucuk Sederhana a) Pertimbangan perencanaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya tidak terlalu keras dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 10 meter.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran B. adapun dimensinya adalah sebagai berikut : - panjang tubuh bendung (B) maksimal 10.

panjang lantai hilir paling minimal adalah 3. . .30 cm anyaman bambu atau karung plastik yang diisi pasir.panjang sayap bagian hulu yang sejajar tebing sungai dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) yang selanjutnya sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 .0 m.0 m.0 m.0 m 29 dari 77 .lantai hilir bendung terbuat dari hamparan bahan pengisi yang berupa batu kali φ 15 . c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Bronjong Bagian-bagian dan dimensi bendung bronjong sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong sebagai berikut : (1) tubuh bendung . kemudian sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 (3) lantai hilir. dimensinya ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut : .panjang tubuh bendung maksimal (B) maksimal 15. Gambar B. .lebar mercu bendung (M) minimal 2.tinggi bendung (H) maksimal 2.2 Kontruksi sayap bendung cerucuk 2) Bendung Bronjong a) Pertimbangan perencaaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong persyaratan persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya relatif stabil atau berbatu dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 15 meter.pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 2. .0 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx .panjang sayap hilir yang sejajar dengan tebing sungai dibuat paling sedikit sampai ke ujung lantai hilir.

berada di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung ii. harus memperhatikan persyaratan berikut : i.0 m. jika ditemui kesulitan penyadapan air sungai akibat beralihnya alur air sungai dan gejala pengendapan di sungai yang menghalangi pemasukan air ke bangunan pengambil. iii. tahan benturan dan gesekan angkutan sedimen dan benda padat lainnya.3 Potongan tubuh dan lantai hilir bendung bronjong (2) sayap bendung . b) Persyaratan Perencanaan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus didesain berdasarkan Pd T-01-2003.panjang sayap bagian hulu dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) . 30 dari 77 . struktur saringan dibuat sederhana.4 3) Bendung Tyrol a) Pertimbangan Perencaanaan Sayap hulu dan hilir bendung bronjong Dalam pelaksanaan desain bangunan pengambil Tyrol hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penyadapan air cara lain seperti bendung biasa sesuai Pd T-01-2003. tahan vibrasi dan mudah dibersihkan. jenis ini dipilih jika dijumpai bahaya kerusakan bangunan akibat benturan angkutan sedimen batu gelundung dan benda padat lainnya.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.panjang sayap hilir dibuat paling harus lebih dari panjang dari lantai hilir (3) lantai hilir panjang lantai hilir bendung minmal 3. dan dipilih untuk menghindari gangguan keseimbangan morfologi sungai yang relatif besar akibat pembendungan atau dampak negatif lainnya karena adanya pembendungan. Gambar B.

pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. aman dan efisien.pembilasan penangkap pasir secara periodik. operasi dan pemeliharaan.bahaya penggerusan setempat. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . bangunan pengambil Tyrol hanya sesuai untuk dibangun pada ruas sungai dengan angkutan sedimen dominan fraksi kasar. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. bangunan pengambil Tyrol harus dilengkapi dengan penangkap pasir.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. ii.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. . bangunan pengambil Tyrol jangan dipilih jika diperkirakan menuntut cara-cara operasi. . .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. sehingga harus tersedia lahan. lokasi dan perbedaan tinggi (head) untuk fasilitas bangunan tersebut.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv.saringan dari sumbatan batu. biaya eksploitasi. dan prosentase muatan fraksi dengan diameter ≤ 5 mm tidak lebih dari 25 persen dari jumlah angkutan sedimen total. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. v. geser dan penurunan. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : 31 dari 77 . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. . keamanan operasi : bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. dan pemeliharaan yang sulit dan mahal.bahaya kavitasi. . . (1) Kemanan hidraulik Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . tembok sayap udik dan hilir. . hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . vi. struktural. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.kestabilan bangunan terhadap guling.

(d) penentuan debit desain mencakup : i. iv. vi. pelaksanaan bangunan. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. v. viii. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. ix. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. lingkungan.RPT0-Pd T-xx-xxxx (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. palung. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. geoteknik. data morfologi sungai seperti geometri sungai. Data yang diperlukan yaitu : i. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. lembah sungai. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. frekuensi kejadian debit banjir. evaluasi dan analisis data. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung tyrol sesuai dengan Pd. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. kemiringan dasar sungai. topografi.000. ii. jenis dan ketahanan umur. iii. 32 dari 77 . T-012003-A adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. ii. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. morfologi sungai dan medan sekitarnya. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. dan mobilitas peralatan.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala 1 : 50.

i. panjang.kemiringan. jenis : ditentukan seperti bentuk pagar tidur. . . untuk kebutuhan tinggi energi bagi pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah di atas saringan. (c) tinggi mercu Untuk penempatan saringan ditentukan sedikit lebih tinggi dari dasar sungai dengan maksud. panjang gorong-gorong pengumpul disesuaikan dengan panjang saringan. bentuk batang saringan : ditentukan dengan bentuk bulat. . material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) (b) panjang saringan Ditentukan berdasarkan debit desain kebutuhan dan debit untuk membilas sedimen di gorong-gorong pengumpul dan penangkap sedimen terpenuhi. iv. tipe. endapan sedimen di udik dan di atas saringan.muka air di dalam gorong-gorong pengumpul. bentuk profil T dan bentuk kepala rel kereta api. lebar gorong-gorong pengumpul yaitu jarak antara dua dinding goronggorong pengumpul. kemiringan dasar. panjang saringan ke arah sungai : dihitung dengan memperhatikan debit yang harus disadap. ii. lebar. panjang. diameter butir angkutan sedimen yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. celah saringan maksimum 30 mm. . penempatan saringan : ditempatkan di atas mercu atau sedikit lebih ke hilir mercu dengan posisi datar atau dengan kemiringan tertentu yang mempertimbangkan . mudah pelaksanaannya dengan : i. . iv.tinggi muka air di udik saringan. tentukan panjang gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kemampuan menyadap debit sungai dan debit yang dibutuhkan untuk pembilasan dan kebutuhan.jenis ukuran dan tata letak pemasangan batang saringan. iii. diameter. tentukan dasar gorong-gorong pengumpul seperti bentuk setengah lingkaran. celah dan kemiringan saringan : ditentukan dengan pertimbangan debit yang harus disadap dan diameter butir angkutan sedimen dasar yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. .keadaan agradasi.5 m dari dasar tanah (d) saringan didesain sederhana. . lengkung dan datar. ii. .kapasitas lewat gorong-gorong pengumpul. tentukan lebar gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk mengalirkan debit yang di sadap.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.bukaan pintu pengatur debit. faktor debit yang disadap. iii.sumbatan pada lubang saringan. v. prosentase bukaan dari saringan. ii. kuat. plat baja berlubang-lubang dan atau susunan saringan yang dibagi atas beberapa bagian atau kompartemen. kapasitas penyadapan dengan memperhatikan parameter-parameter sebagai berikut . tinggi mercu maksimal 0. tentukan kemiringan dasar gorong-gorong pengumpul agar dapat menghanyutkan sedimen yang ada di dalam gorong-gorong 33 dari 77 . . (e) Gorong-gorong pengumpul didesain dengan : i.debit sungai dan panjang bentang Tyrol. lebar.

degradasi dasar sungai yang akan terjadi. 34 dari 77 . ii.20 D7 q7 6 9 dengan pengertian: D = diameter butir sedimen terbesar yang mungkin lolos saringan pengambil. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. dan pintu pembilas serta pintu-pintu intake. [m3/det/m’] v. tinggi terjunan. kapasitas gorong-gorong pengumpul.RPT0-Pd T-xx-xxxx pengumpul. yang ditempatkan di bagian akhir gorong-gorong pengumpul dengan dinding penghalang banjir. iii. (i) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara: i. peredam energi dapat dipilih antara lain tipe cekung. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. ii. penggerusan setempat. iv. [m] q = debit yang disadap per unit panjang bentang saringan pengambil. bentuk dan dimensi peredam energi. kemiringan minimum dasar gorong-gorong pengumpul. miring dengan kemiringan tertentu (g) peredam energi Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat seperti halnya pembuatan peredam energi pada bendung. benturan dan abrasi angkutan batu gelundung. bangunan Tyrol dapat juga dibuat tanpa peredam energi. iii. (h) pintu pengatur debit Lengkapi gorong-gorong pengumpul dengan pintu pengatur debit. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. debit desain untuk bangunan peredam energi. jika dibangun di atas batuan keras. dengan memperhitungkan : i. material konstruksi dari pasangan batu (j) tembok sayap udik dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan : i. iii. usahakan kapasitas gorong-gorong pengumpul lebih besar dari debit yang dibutuhkan untuk debit kebutuhan dan debit untuk pembilasan sedimen yang terdapat di dalam goronggorong pengumpul dan di penangkap sedimen (f) tubuh bangunan bagian hilir Bentuk tubuh bangunan bagian hilir saringan dapat dibuat tegak. untuk menghindarkan pengendapan sedimen di dasar gorong-gorong pengumpul. v. ii. jika miring kemiringan minimum 1 : 1 iv. 0min dapat ditentukan dengan pendekatan awal berdasarkan rumus berikut: I I 0 min = 0. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi.

5 Denah bendung Tyrol 35 dari 77 . penggerusan setempat. permeabilitas tanah. (l) bangunan penangkap sedimen: Lengkapi bangunan Tyrol dengan bangunan penangkap sedimen yang bentuk dan ukurannya diperhitungkan terhadap : i. ii. (k) lantai udik dan dinding tirai Dimensinya ditentukan dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut : i. iii. stabilitas tebing . Tembok sayap udik A Gorong-gorong pengumpul Tubuh Bendung Lantai udik Saringan Tembok pangkal Tembok sayap hilir Pintu pengatur debit A Penangkap pasir Denah Gambar B. frekwensi pembilasan endapan secara hidraulik. ii. v.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. pengurangan daya angkat air yang dapat melebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. jumlah endapan yang harus ditampung .

bendung pelimpah biasa sesuai dibangun pada sungai yang berlokasi di pertengahan (middle) iii. lokasi. dasar sungai yang tidak rawan gerusan c) Persyaratan Keamanan Bangunan R. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung bendung pelimpah mercu bulat di desain dengan meperhatikan persyaratan : i. tinggi mercu. debit banjir rencana dan stabilitas pelu didesain dengan mengacu pada acuan normatif ii.7 Potongan memanjang dan melintang gorong-gorong pengumpul 4) Bendung Pelimpah Mercu Bulat a) Pertimbangan Perancanaan Dalam pelaksanaan desain bangunan bendung pelimpah dengan mercu bulat harus direncanakan dengan seksama agar aman terhadap rembesan sesuai dengan Pd Txx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung. jenis ini dipilih jika material yang hanyut bersama sungai berfluktuasi dan bahan angkutannya besar iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx Mercu Saringan SEPANJANG 80 m RAIL DIPOTONG BAGIAN BAWAHNYA N Batu candi L Gambar B. Batu candi Batu candi M Gorong-gorong penyalur Mercu Penangkap pasir Pintu pengatur debit Potongan Memanjang Mercu Saringan Gorong-gorong penyalur Lapisan tanah aus (Batu candi) Batu bongkah Potongan melintang 36 dari 77 .6 Detail penampang saringan pengambil Puncak Tembok pangkal Mercu Bagian awal Bagian akhir Lantai udik Tubuh bendung Gambar B. 8O O.

.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bangunan bendung pelimpah mercu bulat dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. data morfologi sungai seperti geometri sungai.bahaya kavitasi. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. aman dan efisien. struktural.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. evaluasi dan analisis data.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. . (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : .peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. 37 dari 77 .bahaya penggerusan setempat.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan.pembilasan penangkap pasir secara periodik. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .kestabilan bangunan terhadap guling. . - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimal 1 : 50. . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. operasi dan pemeliharaan. Data yang diperlukan yaitu : i. .pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . . . . ii.saringan dari sumbatan batu. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.000. geser dan penurunan. tembok sayap udik dan hilir. .

sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. ii. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. topografi. persyaratan minimum radius mercu bendung yaitu 0. bongkah dan sebagainya. ix. iii. lembah sungai. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. didesain untuk kebutuhan tinggi energi bagi penyadapan. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. ii. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. (d) penentuan debit desain mencakup : i. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. frekuensi kejadian debit banjir. iii. iv. pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. palung. lebih tahan terhadap benturan batu gelundung. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. dan mobilitas peralatan. geoteknik. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. v. ii. kemiringan hilir kaki pelimpah 1 : 1 dengan tujuan menghindari kavitasi (b) bentuk dan dimensi mercu. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. iv. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung pelimpah mercu bulat sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. kemiringan dasar sungai. (c) tinggi mercu. pelaksanaan bangunan. morfologi sungai dan medan sekitarnya.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. lingkungan. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. viii.7 h < R < h. mercu dipilh bulat karena mudah dalam pelaksanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) i. jenis dan ketahanan umur. vi. 38 dari 77 .

0 m. pembilas sedimen ditempatkan di pengeluaran gorong-gorong. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. sponeng untuk perletakan pintu (i) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx i.0 m. jika sungai mengakut lanau. gorong-gorong penyeberang aliran di tempatkan di dalam tubuh bendung dengan kecepatan aliran 2. tidak lebih dari 4. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas.1.5 m.5 m. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan.0 m dan minimum 0.5 m (f) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.1. ketebalan pilar sekitar 0.0.5 m di atas plat undersluice. (d) tinggi muka air di atas mercu. sebagai berikut : i. . (h) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. jika pelebaran tidak memungkinkan lagi maka perlu dilakukan uji model. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (g) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii. jika lebih maka perlu dilakukan pengaturan peninggian elevasi dasar lantai hulu bendung. . maksimum tinggi muka air 4. i. sebagai berikut : 39 dari 77 i. iii. sebagai berikut : i. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . ii. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. iii. ii. iii. ii. iv.0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. ii.0 m. ii. (e) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung.0 m maka perlu dilakukan pelebaran bendung. .7 m – 1.5 H (tinggi muka air di hulu bendung). sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas.5 m/dt. jika > 4.

40 dari 77 . Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : i.0 m. mulut undersluice mengarah ke samping. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1.5 m. ii. lebar sisi bagian dalam 1. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar.0 m. ii. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. ii. ix. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0. lebar pintu pembilas maksimum 2. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (l) tembok baya-baya.5 m (operasi manual). vi. ii. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. (j) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. tinggi lubang minimum 1. v. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. iii. v. sebagai berikut : i.0 m. mulut undersluice mengarah ke hulu. iv. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. viii. x. ii.2 x lebar intake. vi.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. iv. sebagai berikut : i. ditempatkan di hulu intake/undersluice. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (m) bangunan penahan batu. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. v. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. tinggi mercu minimal 0.0 m dan 1. iii. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. iii. bentuk lantai datar (k) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vii. sebagai berikut : i. iii. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung.

ii.0 m RSNI T-042002. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. tipe MDO dan MDS . tipe ganda Lokasi bendung berada pada sudetan sungai dengan ketinggian lebih dari 10. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. tinggi terjunan.0 m.4 m serta pada ketinggian minimal 1. iv.5 Ls v. iii. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0. ii. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i. debit desain untuk bangunan peredam energi. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. sebagai berikut : . iv. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (n) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i. ii. .7 m. . bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. .tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. iv. tebal 0. penggerusan setempat.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4.0 m sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap (o) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. .dasar sungai cukup keras iii.5 – 0.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung.2 – 0. iii. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0.0 m dari atas mercu bendung. kerikil dan kerakal.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls 41 dari 77 . .

5 x 0.5 Ls viii. dengan kriteria : i. keras dengan berat jenis batu 2.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . iii. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan.0 x 1. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.5 Ls .RPT0-Pd T-xx-xxxx (p) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. ii. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. meter = panjang labtai peredam energi. bentuk dan dimensi peredam energi. stabilitas tebing.0 x 1. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. ii.5 x 0. iv.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. meter (q) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. padat. meter = panjang tembok sayap hulu.0 m dan 0. (r) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir.5 m. 42 dari 77 .4 t/m3.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . panjang tembok sayap hulu ditentukan : .pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . material rip-rap berupa blok beton dengan 1. v. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. vi. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. iii.

jembatan lalu lintas kendaraan. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. Persyaratan desain mengacu pada KP-02 SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. v. 185/KPTSA/A/1986 i.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (s) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. iv. ii. kedalaman penanaman sekitar 2. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. iii.0 m pada bagian hilir ambang dan 1.30 m/dt. kemiringan sungai harus cukup curam. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. 43 dari 77 . Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (t) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0. ii. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis. pilar-pilarnya ditempatkan di mercu bendung atau sedikit di hulu bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. pilar-pilarnya ditempatkan di hulu bendung. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka (u) jembatan inspeksi jembatan lalu lintas orang.

8 Denah bangunan bendung tetap Gambar B.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.9 Potongan melintang dan memanjang tubuh bendung pelimpah bulat 44 dari 77 .

jari-jari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0. iv. atau bendung gerak sesuai Pd T-01-2004-A b) Persyaratan Perencanaan Bendung pelimpah tipe gergaji harus didesain berdasarkan Pd T-01-2004-A. berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu di analisis dengan cermat. Bendung dengan pelimpah tipe gergaji kurang sesuai untuk dibangun pada sungai dengan angkutan material dasar sungai batu gelundung dan atau jika sungai tersebut membawa batang-batang pohon dalam jumlah yang tinggi sehingga diperkirakan akan menimbulkan masalah benturan yang dapat merusak bangunan dan tau tumpukan sampah yang dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpahan bendung.10 Tipikal bangunan penahan batu Gambar B. 45 dari 77 . dengan memperhatikan persyaratan berikut : i. tinggi mercu. iii. Struktur tubuh bendung tipe gergaji relatif ramping. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur.11 Tipikal bangunan peredam energi tipe ganda 5) Bendung Pelimpah Tipe Gergaji a) Pertimbangan Perencanaan Dalam rencana penerapan bangunan bendung dengan pelimpah tipe gergaji hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penerapan bendung tipe lain. debit banjir rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan normatif. Lokasi. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa. bendung karet.10 m.

. struktural.000.pembilasan penangkap pasir secara periodik.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya.saringan dari sumbatan batu. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . . - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. evaluasi dan analisis data. . . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. ii. . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. aman dan efisien.bahaya penggerusan setempat. tembok sayap udik dan hilir. geser dan penurunan. . .pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. Data yang diperlukan yaitu : i.kestabilan bangunan terhadap guling.bahaya kavitasi.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 46 dari 77 . yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . .RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.bahaya akibat perubahan perilaku sungai.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .

debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) bentuk dan tata letak gigi i. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. frekuensi kejadian debit banjir. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. keadaan ini menimbulkan depresi terhadap muka air di atas pelimpah dan mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpah. data morfologi sungai seperti geometri sungai. morfologi sungai dan medan sekitarnya. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. geoteknik. pada pelimpah dengan bentuk dasar persegi panjang terjadi pengkonsentrasian aliran menuju pelimpah. dinding-dinding pelimpah bagian ujung hulu dan hilir pada bentuk segitiga sangat dekat. kemiringan dasar sungai. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. (d) penentuan debit desain mencakup : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. topografi. pelimpah gergaji memberikan kinerja sangat baik untuk besaran h rendah. vi. (b) pengaruh tinggi muka air hulu i. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. pelimpah dengan bentuk dasar segitiga menghasilkan kapasitas pelimpahan terbesar. pelaksanaan bangunan. v. p 47 dari 77 . mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. iii. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. ix. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. ii. palung. lembah sungai. lingkungan. iv. viii. dan mobilitas peralatan. jenis dan ketahanan umur. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. iii. Namun demikian. ii. Keadaan ini mengakibatkan pelimpah bentuk segitiga sangat peka terhadap efek muka air hilir dan mudah kehilangan aerasi akibat tumbukan aliran menyilang yang jatuh dari dinding-dinding pelimpah. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. bentuk dasar trapesium memberikan efektifitas pelimpahan yang terbaik.

kapasitas pelimpah bendung gergaji kana menurun. pada kondisi h tinggi. ii. untuk Ig b > 8 akan diperoleh keadaan pertambahan kapasitas pelimpahan yang tidak sebanding dengan tuntutan biaya yang diperlukan untuk memperpanjang pelimpah. jika tinggi muka air hulu dapat dibatasi hingga pelipatan panjang pelimpah dapat diambil hingga (d) besar sudut antara dinding sisi dan arah aliran. Keadaan ini mengakibatkan sebagian besar pelimpah bekerja dengan tinggi tekan aliran yang lebih rendah daripada tinggi tekan aliran di sungai/saluran di hulu pelimpah. untuk pelimpah dengan Ig b = 8.2. maka nilai p Ig b ≤6 i. p iii. penerapan bendung dan pelimpah gergaji pada kondisi aliran tidak sempurna perlu dihindari 48 dari 77 .25. dengan αmaks adalah besar sudut segi tiga terbesar yang dapat dicapai untuk menghasilkan harga pelipatan panjang pelimpah tertentu (e) aerasi dan muka air hilir i. disarankan agar dipilih bentuk gigi trapesium dengan besar sudut α= 0. debit dan kecepatan aliran menuju pelimpah p menjadi besar sehingga akan terjadi kontraksi aliran. disarankan agar nilai pelipatan panjang p Ig b ≤4 h ≤ 0.75 αmaks. disarankan agar tinggi muka air hulu maksimum diambil pada domain (c) besar nilai pelipatan panjang pelimpah. Pelipatan kapasitas pelimpahan turun dengan tajam untuk harga h ≥ 0.5. pelipatan kapasitas pelimpahan sangat peka terhadap kenaikan muka air hulu. berkaitan dengan karakteristik ini. α h maksimum = 0. untuk mengoptimalkan karakteristik ini.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. kapasitas pelimpah akan naik seiring dengan peningkatan sudut α ii.5 p Ig b Ig b secara umum dapat dikatakan bahwa nilai pelipatan kapasitas pelimpahan akan naik setara dengan pertambahan nilai nilai . Namun demikian. h ≤ 0. aerasi dapat dilaukan dengan memasang pipa pemasik udara di bagian hilir mercu ii. i. iv. iii. jika dalam desain bendung gergaji dapat dilakukan pembatasan muka air hulu hingga pelimpah bendungan tipe gergaji diambil dalam domain. tanpa aerasi yang baik.

ii.0.5 m di atas plat undersluice. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (i) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ketebalan pilar sekitar 0. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. (j) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. iii. bentuk mercu setengah lingkaran mempunyai koefisien pelimpahan (c). iii. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . jika sungai mengakut pasir dan kerikil. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas. sebagai berikut : i. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. jika sungai mengakut pasir dan kerikil.1. ii. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan. ii. ii. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. sponeng untuk perletakan pintu i.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bentuk mercu pelimpah i. jika kapasitas pelimpahan suatu bendung atau pelimpah bendungan tipe gergaji dengan besar pelipatan panjang mercu Ig b dan nilai koefisien pelimpahan ct adalah sebesar Qt. iii. Ig b yang sama tetapi dengan koefisien pelimpahan c adalah Qg = 49 dari 77 . bentuk mercu pelimpah sangat berpengaruh terhadap kapasitas pelimpahan.7 m – 1.1.5 m. . .0 m.5 m. yang lebih besar daripada koefisien pelimpahan mercu dengan bentuk tajam (c).0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. sebagai berikut : i. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. jika sungai mengakut lanau.0 m. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. kapasitas pelimpahan bendung gergaji dengan ct/c x Qt (g) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.5 m (h) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii.

kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. ii. iii.5 m. v.0 m dan 1. ii.0 m. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iv. sebagai berikut : i. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (n) tembok baya-baya. vii. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (o) bangunan penahan batu. iii. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. lebar sisi bagian dalam 1. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. sebagai berikut : i.0 m.5 m (operasi manual). bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. mulut undersluice mengarah ke samping. v. iv.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. ix. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. ii. (l) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. sebagai berikut : i. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas.2 x lebar intake. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx (k) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vi. iii. v. ii. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. x. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. iii. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. tinggi mercu minimal 0. viii. sebagai berikut : i. bentuk lantai datar (m) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vi. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : 50 dari 77 . mulut undersluice mengarah ke hulu. lebar pintu pembilas maksimum 2. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. tinggi lubang minimum 1.

bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. tinggi terjunan. ii. penggerusan setempat. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (p) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i. kerikil dan kerakal.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10.0 m RSNI T-042002. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0. debit desain untuk bangunan peredam energi.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan.0 m dari atas mercu bendung. ii.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. tebal 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx i.5 Ls v.0 m. bentuk dan dimensi peredam energi. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. iv. ii. . iii. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. iv.4 m serta pada ketinggian minimal 1.dasar sungai cukup keras (q) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i. . komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0. 51 dari 77 . . . iii.2 – 0. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. . ditempatkan di hulu intake/undersluice. iii.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (r) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. iv. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu.7 m. ii.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4.5 – 0. sebagai berikut : . tipe MDO dan MDS .

iv. dengan kriteria : i.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung.5 Ls viii. v.5 x 0. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. iii.5 m. meter = panjang labtai peredam energi.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .kemiringan tembok diambil 1 : 1 . kedalaman penanaman sekitar 2.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. vi. meter (s) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi.0 m dan 0. padat. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. meter = panjang tembok sayap hulu. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . ii. iv.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . stabilitas tebing.0 x 1. iii. keras dengan berat jenis batu 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.0 x 1. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air.4 t/m3. (t) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir 52 dari 77 .5 Ls . ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.5 x 0. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4.

kemiringan sungai harus cukup curam. peninggian dasar sungai yang diakibatkan oleh konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima karena akan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada. . iii. 53 dari 77 . . ii. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0.bahaya kavitasi. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan didesain dengan memperhatikan persyaratan : i. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka 6) Bendung Gerak dengan Pintu a) Pertimbangan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan dipilih dengan pertimbangan jika peninggian dasar sungai akibat konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima dikarenakan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada akibat peninggian muka air. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (v) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx (u) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. iv. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. . papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. berada pada lapisan tanah pondasi yang kuat. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. .bahaya akibat perubahan perilaku sungai.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. v. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. iv.30 m/dt. iii. tembok sayap udik dan hilir.bahaya penggerusan setempat. struktural. debit banjir tidak bisa dilewatkan dengan aman melalui bendung tetap. kemiringan sungai relatif kecil atau datar. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. ii.

frekuensi kejadian debit banjir. .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. ix. v. aman dan efisien. . kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. data geoteknik diantaranya : geomorfologi.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. . data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia.pembilasan penangkap pasir secara periodik.RPT0-Pd T-xx-xxxx (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. viii. iii. . lembah sungai.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.kestabilan bangunan terhadap guling. geser dan penurunan. vi. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. data lingkungan dan ekologi 54 dari 77 . palung. evaluasi dan analisis data. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. jenis dan ketahanan umur.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. kemiringan dasar sungai. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. data morfologi sungai seperti geometri sungai.000. . laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. Data yang diperlukan yaitu : i. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur.saringan dari sumbatan batu. ii. iv. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan.

55 dari 77 . debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. topografi. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. (d) Pilar Bendung Bentuk penampang pilar bendung harus ramping dan pada pinggir hulunya dibentuk setengah lingkaran. Lebar dan panjang pilar bendung ditetapkan berdasarkan lebar jembatan inspeksi. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. ii. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. (b) Pertimbangan pemilihan tipe pintu Penetapan pintu didasarkan berbagai pertimbangan yang antara lain berdasarkan tujuan penggunaan. pelaksanaan bangunan. tetapi pada pada pinggir hilirnya agak lonjong atau berbentuk busur yang runcing. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. lokasi pemasangan. Tinggi pilar bendung harus lebih tinggi dari elevasi muka air banjir rencanan tanggul untuk menjamin keamanan pilar-pilar pintu dan menjamin jagaan antar MAT dan gelagar jembatan inspeksi. (d) penentuan debit desain mencakup : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. Celah diperlukan untuk memasang perapat pintu diperhitungkan untuk menentukan sponing pintu. geoteknik. maka pilar-pilar tersebut harus mempunyai stabilitas yang memadai. dimensi mekanisme penggerak daun pintu dan perhitungan stabilitas mekanis. dan mobilitas peralatan. besarnya harga dan biaya exploitasi dan pemeliharaan (c) Lantai bendung Lantai bendung harus mempunyai kemampuan dalam mendukung beban yang ada di atasnya dan menjamin kerapatan terhadap rembesan air. Sebagai tambahan kadang-kadang dibutuhkan untuk penyangga di antara pilar-pilar bendung dan apabila pilar-pilar bendung juga akan dipakai sebagai bendung pengelak sementara. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) panjang bendung i. morfologi sungai dan medan sekitarnya. Perapat bawah supaya dapat bertumpu pada landasan pintu yang dipasang di atas permukaan lantai bendung sedang perapat samping harus dibuat dengan konstruksi yang mudah dibongkar – pasang untuk memudahkan pemeriksaan dan perbaikan. ii. lingkungan.

(h) Bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. v. ii.0 m dan 1. sperti tomnol-tombol mekanisme pembukaan-penutupan pintu yang ditempatkan di atas pilar (g) Elevasi Sisi Atas Daun Pintu Elevasi sisi atas daun pintu ditentukan berdasarkan kenaikan elevasi muka air banjir yang diinginkan. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n.5 Ls v. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. iv. vi. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. Tinggi ditentukan berdasarkan kemudahan operasi pintu termasuk tinggi perlengkapan mekanisme pengangkat daun pintu dan tambahan untuk tinggi jagaan (f) Ruang Operasi Pintu Ruang operasi pintu dilengkapi panel dan peralatan pengatur pintu. ii. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 56 dari 77 . tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. vii. (i) tembok baya-baya kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. lebar sisi bagian dalam 1. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi.5 m. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. ix. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. ii. sebagai berikut : i. iii. viii. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung.0 m. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx (e) Pilar Pintu Pilar pintu ditentukan berdasarkan tipe pintu yang digunakan sebagai tubuh bendung. iii. tinggi mercu minimal 0. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. iii. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (j) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. sebagai berikut : i. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung.

dengan kriteria : i. meter = panjang tembok sayap hulu. bentuk dan dimensi peredam energi.5 Ls viii. vi. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. meter = panjang labtai peredam energi. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . ii. padat. (m) Rip – rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . meter (l) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. stabilitas tebing.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .4 t/m3.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung.5 Ls . material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx 0.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. keras dengan berat jenis batu 2. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. iv. ii. v. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 .panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (k) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. 57 dari 77 . jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.

5 m. Kondisi alur sungai. iv.Bendung karet hanya diterapkan pada kondisi yang apabila digunakan bendung tetap akan menimbulkan peningkatan ancaman banjir yang sulit diatasi. keseimbangan antara pilar pintu dan ruang operasi serta keamanan terhadap kemungkinan kecelakaan 7) Bendung Karet a) Pertimbangan Perencanaan Pertimbangan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : .RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. vi. maka diperlukan adanyalistrik cadangan. b) Persyaratan Perencanaan Persyaratan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : i. ruang operasi dan semua tempat-tempat yang diperlukan untuk kelancaran operasi pintu.0 x 1.5 x 0. iv. ii.0 x 1. . meliputi : 58 dari 77 . mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjri merupakan kawasan penting. Sarana penerangan Sarana penerangan yang memadai haruslah dipasang untuk menerangi daun pintu. ruang pembangkit listrik cadangan. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. Sumber tenaga listrik cadangan Pada pintu-pintu air yang sumber tenaga utamanya diperoleh dari jaringan komersil.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (n) Perlengkapan lainnya i. Lebar efektif tangga minimum 1 mdan terbuat dari blok-blok beton.5 x 0.Alternatif bendung karet dipilih apabila bendung gerak jenis lain tidak bisa menjamin kepastian pembukaan bendung pada saat banjir datang. Tangga inspeksi Tangga inspeksi harus diadakan pada permukaan perkuatan lerang tanggul kiri dan tanggul kanan baik di lereng belakang maupun di lereng depan. Tangga untuk ruang operqasi pintu Konstruksi dan lokasi tangga supaya disesuaikan dengan keadaan sekitarnya. . v.Alternatif penerapan bendung jenis lain yang lebih murah tanpa mengabaikan efektifitasnya bagi tujuan dibangunnya bendung. maka alat ukur tinggi muka air dipasang. kedalaman penanaman sekitar 2. di dalam kolam tunggu. Gedung pusat operasi pintu Dalam gedung ini terdapat kantor. Pada bangunan penerus. ruang operasi. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjir datang. ruang petugas jaga malam dan lain-lain iii.0 m dan 0. ruang operasi. jembatan inspeksi. Alat ukur tinggi muka air Alat ukur tinggi muka air dipasang di hulu dan hilir bendung.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. Tinggi muka air pada masin-masing lokasi dapat dibaca langsung dari dalam ruang operasi.

.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap 59 dari 77 .bahaya penggerusan setempat.saringan dari sumbatan batu.perencanaan bahan karet baik jenis.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. harus memenuhi persyaratan : . kedap udara.RPT0-Pd T-xx-xxxx . aman dan efisien. . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.kestabilan bangunan terhadap guling. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . tidak mudah terabrasi dan tahan lama . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. . (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : .pembilasan penangkap pasir secara periodik.kondisi aliran sub-kritis pada sungai muara . kekuatan maupun dimensi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan produsen untuk menyediakannya iii.tidak terjadi sedimentasi yang sedemikian berat sehingga mengganggu mekanisme kembang-kempisnya tabung karet .tidak mengangkut sedimen kasar .Bendung semaksimal mungkin karet harus diamankan dari gangguan manusia yang tidak bertanggung jawab.air sungai tidak mengandung limbah kimia yang bisa bereaksi dengan karet ii. struktural. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. kuat.bahaya kavitasi. Operasi dan Pemeliharaan .tabung karet terbuat dari bahan yang elastis. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.aliran sungai tidak mengangkut sampah yang besar dan keras .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. . tembok sayap udik dan hilir. ii. geser dan penurunan. . .Radiasi sinar ultraviolet terhadap karet tubuh bendung harus dikurangi . .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. Bahan. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .

topografi. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) elevasi mercu bendung Mercu bendung diletakkan pada elevasi yang diperlukan untuk pelayanan muka air pengambilan. morfologi sungai dan medan sekitarnya. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul.RPT0-Pd T-xx-xxxx d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. iii.000 atau yang lebih detail. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. data morfologi sungai seperti geometri sungai. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. iv. lingkungan. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. palung. kemiringan dasar sungai. viii. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. geoteknik. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. jenis dan ketahanan umur. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. evaluasi dan analisis data. Data yang diperlukan yaitu : i. v. ii. (b) pembendungan 60 dari 77 . frekuensi kejadian debit banjir. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. atau didasarkan pada perhitungan bagi penyediaan volume tampungan air di hulu bendung. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. ix. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. vi. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. dan mobilitas peralatan. lembah sungai. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. (d) penentuan debit desain mencakup : i. pelaksanaan bangunan. .

panjang lantai ditentukan hingga ujung hilir loncat air Penghitungan muka air hilir harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya degradasi dasar sungai. ii. Struktur hidraulik kolam harus mempertimbangkan terjadinya pusaran air sebagai akibat aliran tidak merata karena timbulnya V-notch Pd T-09-2004-A. peningkatan energi terjunan yang berlebihan. ii. pada tubuh bendung bisa diberi sirip yang letaknya di sebelah hilir mercu. tidak mempengaruhi aliran limpasan sempurna di atas mercu bendung 61 dari 77 . vibrasi yang akan merusak tabung karet Tinggi pembendungan maksimum ditetapkan tidak melebihi 0. atau jika pada kondisi mengempis.terjadi v-notch hingga mencapai dasar tubuh bendung. di hulu bendung akan terjadi penampungan air. (e) sirip (fin) Sirip yang diletakkan di sebelah hilir/bawah mercu bendung sepanjang tabung karet berfungsi untuk menahan agar limpasan air dari atas mercu bendung tidak menempel menuruni sisi hilir tabung karet. Pada bendung dengan volume tampungan yang besar sedangkan debit aliran relatif kecil. ii. volume tampungan cukup berarti sebagai penyediaan air tawar di daerah pantai. (c) Penampungan dan pelepasan Ketika bendung karet mengembang. sirip berada pada ujung hilir lipatan. menghindari menempelnya aliran limpasan di hilir bendung pada posisi setinggi mungkin.RPT0-Pd T-xx-xxxx Tinggi bendung harus dibatasi untuk menghindari terjadinya : i. . Prinsip penentuan lebar dan letak sirip adalah sebagai benkut : i. ancaman banjir di daerah hulu. bisa digunakan sistem panelisasi bendung Pd T-09-2004-A. dengan pertimbangan bahwa uliran air yang menempel tersebut tidak stabil dan akan menyebabkan terjadinya vibrasi ataupun osilasi Pd T-09-2004-A. Untuk mengurangi besarnya vibrasi. (d) peredaman energi i.muka air hulu setinggi muka air pengempisan. iii. Pada alur sungai yang relatif lebar dan landai. kolam peredam energi Jenis dan dimensi kolam peredam energi direncanakan dengan metode yang berlaku. Pembendungan maksimum ini menentukan elevasi muka air pengempisan yang merupakan batas muka air tertinggi karena bendung karet harus sudah dikempiskan Pd T-09-2004-A. dengan prinsip : . energi terjunan Energi terjunan diperhitungkan untuk kemungkinan yang paling membahayakan yaitu pada kondisi dengan asumsi sebagai berikut : . . Untuk menghindari pelepasan volume tampungan pada operasi pengempisan. dengan H adalah tinggi bendung. pengisian tampungan untuk mencapai muka air normal memerlukan waktu yang lama.3 H.elevasi lantai ditentukan agar loncat air terjadi tepat pada ujung terjunan. blok pemecah arus bisa ditambahkan jika diperlukan.

Sistem ember.Sistem pengapungan. antara lain sebagai berikut : . posisi ember akan turun hingga memutar tuas pembuka tutup saluran udara. Untuk mengurangi goresan oleh benda tajam/keras. keras. yang diatur untuk menggerakan tuas pembuka tutup saluran udara dari tabung karet. Bahan dasar karet umumnya digunakan karet sintetis seperti ethylene propylene diene monomer (EPDM). dan tahan lama. yaitu di kedua ujung tabung karet dengan memasang pipa baja dalam tabung. Pemompaan udara ke dalam tabung karet harus dilengkapi dengan instrumen pengontrol tekanan udara (manometer) sesuai dengan Pd T-092004-A. . 62 dari 77 . Pada umumnya bahan karet yang digunakan memiliki spesifikasi sebagai berikut : i. akan terjadi aliran masuk ke dalam sistem.8 m3/mil ii. Sistem penggerak tuas yang biasa digunakan. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjebaknya udara pada satu sisi tabung karet ketika terjadi v-notch yang bisa menutup rongga tabung karet. pompa dan saluran udara Pompa udara harus disediakan untuk mengembangkan tabung karet. Jumlah lubang minimum dua lokasi. permukaan luar karet bisa dilapisi dengan bahan keramik sesuai dengan Pd T-09-2004-A. (g) perencanaan instalasi i. kuat. pelampung ikut naik dan menggerakkan tuas pembuka tutup saluran udara sesuai dengan Pd T-09-2004-A. Sistem otomatisasi Prinsip keja sistem otomatisasi adalah apabila muka air sungai di hulu bendung sudah mencapai muka air pengempisan yang direncanakan. Lubang angin bisa dibuat lebih dari dua. kuat tarik kuat tarik pada suhu normal ≥ 150 kg/cm2 kuat tarik pada suhu 100° ≥ 120 kg/cm2 Bahan karet diperkuat dengan susunan benang nilon yang memberikan kekuatan tarik sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menahan gaya. Dengan makin besar berat ember.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bahan karet tubh bendung Lembaran karet terbuat dari bahan karet asli atau sintetik yang elastik. aliran air ditampung dalam suatu ember yang diikatkan pada kotak otomatisasi. Pelampung diikat dengan tali yang dihubungkan dengan kotak otomatisasi. iii. dan lain-lain. kekerasan tes abrasi menggunakan metode H18 dengan beban 1 kg pada putaran 1000 kali tidak melampaui 0. ii. lubang angin Lubang angin merupakan lubang bagi pemasukan dan pengeluaran udara pada tabung karet. aliran air ditampung dalam suatu bak yang di dalamnya dipasang pelampung. yang diletakkan merata di sepanjang pipa baja dalam tabung karet sesuai dengan Pd T-09-2004-A. Jika muka air naik. chloroprene rubber (CR).

63 dari 77 . fondasi bendung karet yang menahan bangunan atas yang relatif ringan membutuhkan massa yang lebih besar untuk menjaga stabilitas terhadap penggulingan dan penggeseran. Pada fondasi langsung.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. Untuk penghematan biaya konstruksi. yaitu fondasi langsung yang dibangun di atas lapisan tanah yang kuat dan fondasi tidak langsung (dengan tiang pancang) yang dibangun pada lapisan lunak.12 Denah dan potongan melintang bendung karet 8) Perencanaan stabilitas a) Fondasi Fondasi bendung karet dapat dibedakan menjadi dua macam. fondasi dibuat dari sel-sel beton bertulang yang diisi dengan pasangan batu.

Lane. dan sebagainya.5 dengan : SFR adalah faktor keamanan terhadap guling MR adalah momen gaya-gaya penggulingan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) MT adalah momen gaya-gaya penahan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) (2) Stabilitas terhadap penggeseran Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FS = ∑F ∑F T R dengan : SFS adalah faktor keamanan terhadap geser FS adalah gaya-gaya penggeser (N) FT adalah gaya-gaya penahan (N) (3) Stabilitas terhadap gaya angkat S FU = ∑F ∑F G U ≥ 1. pemeriksaan stabilitas dihitung dengan rumus : S FB = σa σ dengan : SFB adalah faktor keamanan daya dukung tanah 64 dari 77 . persyaratan kemanan terhadap bahaya piping menurut teori Lane adalah : CL ≤ dengan : LH = LV = ΔH = CL = ∑ (L /3) + ∑ L H V ΔH panjang bagian horisontal permukaan dasar pondasi (m) panjang bagian vertikal permukaan dasar pondasi (m) beda tinggi muka air hlu dan hilir.2 dengan : SFU adalah faktor keamanan terhadap pengangkatan FU adalah gaya angkat air (N) FG adalah gaya berat pondasi dan kekuatan tarik tiang pancang (N) (4) Stabilitas tanah dasar Dengan asumsi menggunakan pondasi langsung. diambil = H (m) koefisien Lane yang tergantung pada jenis tanah dasar pondasi c) Stabilitas pondasi (1) Stabilitas terhadap penggulingan Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FR = ∑M ∑M T R ≥1. jaring aliran (flow net).RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Stabilitas terhadap erosi bulu (piping) Panjang lintasan garis rembesan yang aman terhadap bahaya piping bisa dihitung dengan menggunakan metode seperti Bleigh. Sebagai contoh.

Jika persyaratan tidak terpenuhi. gejala dan parameter aliran di sungai yang sulit diperoleh dari lapangan.2 e < B/6 < B/3 < B/6 < B/3 SFS 3 2 3 2 9) Uji model hidarulik 1) Uji model hidraulik perlu dilakukan terhadap pra desain untuk : a) mendapatkan bentuk dan ukuran hidraulik yang mantap.5 1.2 1. (5) Persyaratan angka keamanan Angka keamanan terhadap penggulingan (SFS). 65 dari 77 . 2) jenis model hidraulik meliputi : a) model sungai.gejala dan parameter aliran pada permukaan struktur. harus menggunakan pondasi tiang pancang.RPT0-Pd T-xx-xxxx σ adalah tegangan kasimum dasar pondasi (kPa) σa adalah gaya dukung tanah yang dijinkan (kPa) Eksentrisitas gaya resultan dihitung dengan rumus : e= B ∑M − 2 ∑V adalah eksentrisitas gaya resultan (m) adalah lebar dasar pondasi (m) adalah momen terhadap gaya-gaya terhadap ujung hilir pondasi (Nm) adalah komponen gaya vertikal (N) dengan : e B M V Jika persyaratan tersebut terpenuhi. perubahan gejala dan parameter aliran di sungai akibat adanya bangunan dan sebaliknya. Pemeriksaan stabilitas terhadap penggeseran. b) model bangunan dan pelengkapnya. penggulingan dan gaya angkat diulang kembali dengan memperhtiungkan juga kekuatan tiang pancang untuk menahan gaya angkat dan gaya horisontal. Pada kondisi ini dimensi plat pondasi harus diubah menjadi kombinasi antara pelat penghubung dan seri tiang pancang. ii.5 1. digunakan pondasi langsung dengan dimensi seperti yang direncanakan sebelumnya.1 Kondisi Desain Normal Dengan gempa Banjir Pelaksanaan Persyaratan angka keamanan stabilitas pondasi SFS 1. b) mempelajari hal-hal seperti berikut : i. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan stabilitas tanah dasar dengan struktur pondasi yang sudah ditetapkan di atas. eksentrisitas gaya resultan (e) pada penggulingan dan daya dukung tanah (SFB). Perhitungan ini akan menentukan jumlah dan dimensi tiang pancang. ditunjukkan pada tabel di bawah ini : Tabel A.

pintu-pintu. dan nota desain. bangunan dan pelengkapnya) dan model detil. investigasi. dilakukan pada pekerjaan desain struktur. 3) uji model hidraulik harus dilakukan oleh satu tim teknik hidraulik yang ahli dan berpengalaman baik dalam bidang uji model hidraulik maupun lapangan (survai. berupa gambar-gambar desain. 66 dari 77 . 10) Desain hidraulik Desain hidraulik : 1) merupakan penyempurnaan pradesain hidraulik yang dilakukan dengan bantuan uji model hidraulik.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) model lengkap (sungai. dengan skala gambar mengikuti standar yang berlaku. 3) keluaran desain. disain dan operasi. 2) bangunan lain yang belum didesain pada pekerjaan pra desain. seperti fondasi bangunan.

Kehilangan tekanan akibat bangunan ukur = 0.Kehilangan tekanan akibat kemiringan saluran induk ke sedimen trap = 0.10 m .1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai. tembok sayap hulu dan tembok sayapa hilir Kriteria desain : i.10 m ..10 m .80 .10 m . jari-jari pembulatan satu radius ii...20 m . Data awal seperti debit banjir desain sungai. yaitu : i. Elevasi mercu bendung dilakukan : . Peta daerah irigasi : . Penetapan dimensi bangunan tembok pangkal.229 hektar . debit penyadapan ke intake.40 m ... skala 1 : 2000. tinggi muka air sungai saat banjir.15 m ..30 67 dari 77 ...25 m ..10 m Jadi ketinggian elevasi mercu bendung = +86. elevasi lahan yang akan diairi telah diketahui ii.Kehilangan tekanan dari sawah ke saluran tersier = 0.Kehilangan tekanan akibat eksploitasi = 0.56 m3/dt iv.. dan ukuran bangunan peredam energi ix...80 iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN – C Lampiran C.70 m3/dt 3) Perhitungan Hidrolik Bendung 3.. 1) Tahapan Desain Tahapan desain hidrolik bendung yaitu seperti berikut : i.Elevasi lahan yang tertinggi yang akan diairi + 84. Penetapan tipe.Kehilangan tekanan pada intake = 0. Tinggi mercu bendung ke dasar sungai di hilir harus lebih rendah atau sama dengan 10 meter Desain mercu dan tubuh bendung dengan persyaratan.70 ii. Tinggi muka air banjir di hulu bendung harus lebih rendah atau sama dengan 4 meter ii...Lebar palung sungai antara 50 – 60 m . Bidang hilir tubuh bendung di bagian hilir mercu dibuat dengan kemiringan yang perbandingannya yaitu 1 : 1 2) Data i.1) Penentuan elevasi mercu bendung i. dimana : . Bentuk mercu bendung tipe bulat. Peta situasi sungai. keadaan hidrolik sungai. Penentuan panjang mercu bendung iv... Debit desain intake = 7.Kehilangan tekanan akibat sedimen trap ke intake = 0.Tinggi sawah yang akan dialiri = +84. bentuk.Elevasi dasar sungai rata-rata di sekitar rencana bendung + 82.. Perhitungan dimensi hidrolik bangunan intake viii. Perhitungan panjang lantai hulu bendung x.Tinggi air di sawah yang diambil = 0.Kehilangan tekanan dari saluran tersier ke saluran sekunder = 0. Perhitungan penentuan ketinggian elevasi muka air banjir di hulu bendung vi.Kehilangan tekanan dari saluran sekunder ke saluran induk = 0. Debit banjir desain sungai dan elevasi muka air hilir (tail water) pada Q100th = +85. Perhitungan untuk penentuan elevasi mercu bendung iii. Penetapan ukuran lebar pembilas dan lebar pilar pembilas v. Penetapan ukuran mercu bendung dan tubuh bendung vii...Luas daerah irigasi yang akan diairi 6..

Panjang mercu ditetapkan 62.00016 .4) Perhitungan panjang mercu bendung efektif Panjang mercu efektif dihitung dengan menggunakan rumus : Be = Bb – 2(n Kp + ka) He Be = 62 – 2(2x0.Elevasi muka air di penangkap sedimen bagian hilir = +86.20 El = 86.24 He C = 2.50 m.3) Penentuan lebar lubang dan pilar pembilas Lebar bangunan pembilas diambil 1/10 kali lebar sungai rata-rata yaitu 1/10 x 52.2) Penentuan panjang mercu bendung Panjang mercu bednung ditentukan 1. Lebar sungai direncana lokasi bendung bervariasi antara 50 m sampai dengan 55 m/ lebar sungai rata-rata diambil 52 m.19 68 dari 77 .19 Dari persamaan diatas tinggi energi dapat dihitung.18 + (70 x 0.20 m . Lebar pilar pembilas ditetapkan 2 buah dengan lebar masing-masing pilar 1. Panujang mercu bendung yaitu 1.20 + 0.10 Jadi ketinggian elevasi mercu bendung +86. 3.24 He 3.12 dimana He = Ha Dari persamaan diatas diperoleh nilai C = 2.50 3.Kehilangan tekanan akibat eksploitasi diambil = 0.Panjang saluran pengantar ke penangkap sedimen = 30.78 .0 m .0 m .RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.0 m.1) He Be = 62 – 0. Perhitungan penetuan elevasi meru bendung dengan memperhatikan faktor tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan sedime.97 (He/Hd)0.18 Cara perhitungan dilakukan seperti berikut : . C.50 .Elevasi permukaan air di kantong sedimen bagian hulu El = 86.20 .10 = +86.4 m.40 + 0.19 m .2 kali lebar sungai rat-rata.Kehilangan tekanan pada intake diambil = 0.30 .0 = 5.Elevasi permukaan air di huu saluran pengantar/tepat di hilir intake El = 86.00016) = +86.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan elevasi sawah yang akan diairi +86.Jadi ketinggian mercu bendung ditetapkan pada elevasi + 86. nilainya dihitung dengan menggunakan persamaan : C = 3.0 m.Panjang penangkap sedimen = 70.5) Perhitungan tinggi muka air banjir di hulu bendung Elevasi muka air banjir di hulu bendung dapat diketahui dengan menghitung tinggi energi dengan menggunakan persamaan seperti berikut : Qd = C x Be x He3/2 Koefisien debit pelimpah.Elevasi dasr penagkap sedimen di bagian hilir = +83.18 + (70 + 30) x 0.Elevasi muka air di hulu intake : El = 86. Penangkap sedimen direncanakan dengan ukuran seperti berikut : .50 m 3. Bednugn ini direncanakan dilengkapi dengan penangkap sedimen dan bangunan pembilas lurus tipe undersluice.00016 = +86.50 Kesimpulan : . Pembilas dibuat 2 buah masing-masing 2.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan kebutuhan tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan + 86. yaitu : Qd = C x Be x He3/2 dimana : Qd = 700 m3/s Be = 62 – 0.40 m .Kemiringan permukaan sedimen di penangkap sedimen = 0.01 + 0.2 x 52 m = 62.

jadi tidak ada bahaya kavitasi.3 m.50 m .Lebar pilar pembilas 2 x 1.28 m Tinggi tekanan (Desain Head) Tinggi tekanan.0 m .Be.Elevasi mercu bendung = +86.0 m .24 x 3 Be = 61.00 m Nilai He diambil 3.0 m .Tinggi muka air banjir di hulu bendung = He = 3.6) Penentuan Jari-jari mercu bendung Nilai jari-jari mercu bendung ditentukan berdasarkan grafik hubungan antara tinggi muka air hulu. dan r = 2.0 m . Untuk nilai Ha = 3.50 m = 3.50 m Qd = C.00 m.00 m.28 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3. 3.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.00 m Kesimpulan : . tekanan beradad di daerah positif.Elevasi muka air banjir = +86.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.Tinggi muka air di hulu bendung = 3. untuk ha = Ha = 3.00 m Langkah kedua diasumsikan nilai Be = 61.7) Resume Perhitungan Hidrolik .24 He Be = 62 – 0.0 m .50 m Dengan menggunakan grafik penentuan bahaya kavitasi di hilir mercu bendung yang juga diterbitkan oleh DPMA dapat diketahui bahaya kavitasi di hilir mercu bendung.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.19 x 61.00 m .RPT0-Pd T-xx-xxxx Perhitungan dilakukan dengan cara trial dan error Langkah pertama diasumsikan bila nilai Be = 61. Diambil r = 2.50 m. Dari grafik tersebut.Kemiringan tubuh bendung = 1:1 69 dari 77 . ha dan besarnya jari-jari (r) serta debit pengaturan lebar yang diterbitkan oleh DPMA.Panjang bendung total = 70. Ha ditentukan dengan persamaan : He = He – v2/2g v2/2g = 0 (diabaikan) He = 3.28 m Qd = C.50 m .Panjang mercu bendung = 62.Lebar pembilas 2 x 2.Tinggi pembendungan = 3.00 m dan q = 11.50 m = 5.50 + 3.50 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.Be.50 m 3.Elevasi muka air banjir = +89.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.0 = 89.07 m ∼ 3.0 m .19 x 61.4 m3/dt/m3 diperoleh nilai r = 2. sehingga Be dapat dihitung : Be’ = 62 – 0.

RPT0-Pd T-xx-xxxx 4) Perhitungan Dimensi Peredam Energi 4.Parameter energi . maka bangunan peredam energi yang dipilih disini yaitu lantai datar dengan ambang akhir berkotak-kotak atau tipe MDO.30)D2 .96 m g = 9.Panjang lantai peredam energi dihitung dengan rumus : Ls = (Ds) (Ls/D2).42 m3/dt/m z = 4. 4. Dengan memperhatikan jenis sungai tersebut. Grafik-grafik tersebut yaitu grafik untuk menentukan dimensi peredam energi tipe MDO yakni seperti berikut : .Kedalaman lantai peredam energi dihitung dengan rumus : E= q g x z3 Ds = (Ds) (Ds/D2). Ls/D2 diperoleh grafik .1) Pemilihan Tipe Jenis sungai di daerah ini yakni aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. bidang miring tubuh bendung bagian hilir permukaannya bentuk miring dengan perbandingan 1 : 1.81 m/dt2 kedalaman air di hilir D2 = Y Q = C x L x Y3/2 70 dari 77 .3) Desain dimensi peredam energi Debit desain per satuan lebar q = 700/61.Grafik untuk penentuan kedalaman lantai peredam energi .Tinggi ambang akhir dihitung dengan rumus : a = (0.20∼0. Ds/D2 diperoleh grafik .Lebar ambang akhir dihitung dengan rumus : b=2xa keterangan : E = paramter energi q = debit desain persatuan lebar pelimpah bendung (m3/dt/m) z = perbedaan tinggi muka air hulu dan hilir (m) g = percepatan gravitasi (m/dt2) Ds = kedalaman lantai peredam energi (m) a = tinggi ambang akhir (m) b = lebar ambang akhir (m) D2 = kedalaman air di hilir (m) 4.2) Grafik dan Rumus Dalam mendesain dimensi peredam energi tipe MDO ini digunakan grafik-grafik yang diterbitkan oleh DPMA.Garfik untuk penentuan panjang lantai peredam energi .28 q = 11. Dalam penggunaan tipe ini ditentukan bentuk mercu bulat dengan satu jari-jari pembulatan.

5.0 b = 2.85 b = lebar pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi (9. D/D2 diperoleh dari grafik MDO D = 1.2 b = 7.0 m ⎛ Q ⎞ Y =⎜ ⎜ CxL⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2 3 ⎛ 700 ⎞ Y =⎜ ⎜ 1. L/D2 diperoleh dari grafik MDO L = 1. Arah intake terhadap sumbu sungai dibuat tegak lurus.3 x 3.81 b diambil 4.28 x 3.173 ∼ 4.28.20 x 2 x 9.RPT0-Pd T-xx-xxxx Q = 700 m3/dt C = 1.2) Dimensi Lubang Intake Dimensi lubang intake dihitung dengan persamaan : Q =μ x b x a x 2 x g x z dimana : Qi = debit intake = 7.00 m Kedalaman lantai peredam energi : D/D2 = 1.26 x 7 = 8.20 m 71 dari 77 .85 x b x 1.70 (diperkirakan) L = bentang sungai rata-rata di hilir = 70.0 m Tinggi bukaan lubang intake = 1. Perhitungan : Q =μ x b x a x 2x g x z 7. dibuat 2 bukaan sehingga lebar pintu 2 x 2.26 Parameter energi Panjang lantai dan kedalaman lantai peredam energi : L/D2 = 1.1) Bentuk Intake Intake didesain dengan bentuk biasa dengan lubang pengaliran terbuka dilengkapi dengan dinding banjir.0 m 5) Perhitungan Bangunan Hidrolik Bangunan Intake 5.7/2.7 x 70 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ E= q g x z3 2 3 = 3.0 m.02 = 3.00 m lebar ambang akhir : b = 2a b = 2 x 1.00 m Kesimpulan : Lebar bukaan pintu intake = 2 x 2.26.81 x 0.26 = 4.70 m3/dt μ = koefisien debit = 0.20 m Tinggi ambang akhir : a = 0.97 ∼ 1.81 m/s2) z = kehilangan tinggi energi pada bukaan (m) Perbandingan antara lebar bukaan dan tinggi bukaan ditetapkan 2 : 1.26 a = 0. Lantai intake tanpa kemiringan dengan elevasi lantai sama tinggi dengan elevasi plat undersluice.70 = 0.28 ∼ 8.

3) Pemeriksaan Diamater Sedimen yang masuk ke Intake Rumus yang digunakan untuk memperkirakan diameter partikel yang akan masuk ke intake.63 H Keterangan : Q = debit intake = 7.20 = 4.Tinggi lubang = 1.70/4. m 72 dari 77 .5 d = 9. Perhitungan dilakukan sebagai berikut : Q = C d x B x Y x 2 x g x (H − Y ) K = Y/H atau Y = 0.50 m .94 B = lebar bukaan pintu.5 1.396 ((Qs-1) x d)0.4) Penetapan Dimensi Hidrolik Bangunan Pembilas Bangunan pembilas direncanakan dengan undersluice lurus.70 m3/dt Cd = koefisien debit. yaitu : v = 0.Undersluice dibagi 2 bagian 5.80 v = 1. Dimensi lubang undersluice : .50 m . m/dt Qs = berat jenis partikel = 2. diambil 0.8 mm 5.5 dimana : v = kecepatan aliran.0 m .80 m2 v = 7.65-1) x d)0.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5.Lebar mulut = 11.396 ((2.65 d = diameter partikel = m Kecepatan aliran yang mendekat ke intake di hitung dengan rumus : Q = A x v = m3/dt v = Q/A = m/dt dimana : Q = debit intake = 7.396 x ((Qs – 1) x d)0.25 m .5) Perhitungan bangunan ukur pada intake Tipe bangunan ukur pada intake yang dipilih yaitu jenis Crum de Guyter.Lebar lubang = 2.60 m/dt Diameter partikel : v = 0. karena debit intake besar.Lebar pilar = 1.70 m3/dt A = luas penampang basah = m2 v = kecepatan aliran = m/dt Perhitungan : v = Q/A → A = (2 x 2) x 1.60 = 0.

00 = 28.5 + (2 x 2.63H ) Qmax = 1.00 m Berdasarkan gambar diperoleh : Lv = 2.5 + (6 x 1.57 m 73 dari 77 .20 = 0.60 m Bukaan pintu minimum (Ymin) Ymin = 0.Jika panjang lantai hulu hasil perhitungan lebih panjang daripada yang dibutuhkan maka hasil perhitungan sudah memadai .594 x B x H3/2 B= B= Q max 1.40 m.5) + 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx Y = bukaan pintu.1) Cara Perhitungan Perhitungan panjang lantai hulu dilakukan dengan cara seperti berikut : .Gambarkan bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu tersebut .80 + 1.140 → diperoleh dari grafik Jadi Δh = 0. H = tinggi energi total di atas ambang di hulu pintu Q = 0.63 x 1.50 – 79.81 x (H − 0. jadi : ΔH = 86.2) Perhitungan panjang lantai hulu Rumus yang digunakan berdasarkan teori Lane’s : L = Lv + 1/3 LH dimana : L = panjang total rayapan (m) LV = panjang vertikal rayapan (m) LH = panjang horisontal rayapan (m) Dalam desaini diambil nilai : L/ΔH = 4 dimana : L = panjang rayapan (m) ΔH = kehilangan tekanan (m) Perhitungan : Perhitungan dilaukan dengan kondisi tidak ada aliran dari hulu sehingga : Q = 0.17 m Bukaan pintu maksimum (Ymax) Ymax = 0.Panjang rayapan (creep lenght) harus cukup panjang untuk memperkecil aliran bawah (seepage) .70 1.0) + 4.63H x 2 x 9.20 = 0.495 → diperoleh dari grafik Ymin/H = 0.Hitung panjang lantai hulu yang dibutuhkan .495 x 1.80 m 2 Pintu dibuat dengan lebar masing-masing selebar 2.594 m ∼ 0.25 + 1. Perhitungan kehilangan tekanan (Δh) Anggapan Qmax/Qmin = γ = 3 Δh/H = 0.00 m Panjang rayapan seharusnya : Lb > 4 x 7.Jika diperoleh sebaliknya maka ulangi perhitungan 6.76 m 6) Perhitungan Panjang Lantai Hulu 6.594 x H 7.594 x 1 3 3 2 = 4.94 x B x 0.50 ΔH = 7.Tentukan dengan cara perkiraan awal bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu .83 m = 4.98 Lv = 28.20 = 0.756 ∼ 0.140 x 1.

00 m. Jadi ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir panjangnya 9. b) Panjang pangkal tembok bendung tegak bagian hulu dihitung dari mercu bendung. diambil sama dengan panjang lantai peredam energi yaitu 10.00 OK Panjang lantai hulu cukup memadai 7) Penentuan Dimensi Tembok Pangkal dan Tembok Sayap 7.0 m.0 m b) Elevasi dekzerk tembok sayap hilir : + 87.1) Tembok Pangkal a) Ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi.5 x 10. Dalam desain ini panjang dari mercu bendung sampai dengan ujung ambang akhir yaitu 18.51 74 dari 77 .42/3) m LP = 40. hasil perhitungan = 40.42 m LP = 28.0 Lsi = 15.50 m +3.2) Tembok Sayap a) Panjang tembok sayap hilir Lsi = 1.5 m = +91.38 > Lb = 28.26 m + 1.75 m + 3.0 m +1.0 m c) Elevasi dekzerk tembok pangkal dilukis mercu : Elevasi mercu bendung +Ha+jagaan = +86.0 m LP.5 m = 87.38 m Jadi Lb yang dibutuhkan = 28.5 Ls Lsi = 1.38 m LP = 40.51 m 7.57 + (35.RPT0-Pd T-xx-xxxx LH = 35.00 d) Elevasi dekzerk tembok pangkal hilir mercu : Elevasi dasar sungai + D2 + jagaan = +82.

00 m 2.16 m 2.di bagian b ⎛ 1 − sin θ ⎞ P1 = γ w h1 + 1 γ s h12 ⎜ ⎟ 2 ⎝ 1 + sin θ ⎠ = 1x (5.75 m Gaya tekan air dihitung dengan rumus : P1 = γ w x h Gaya tekan lumpur dihitung dengan rumus : ⎛ 1 − sin θ ⎞ P2 = 1 x γ s x h 2 x ⎜ ⎜ 1 + sin θ ⎟ ⎟ 2 ⎝ ⎠ dimana : γs = berat jenis lumpur h = tinggi lumpur = 1.di bagian a 75 dari 77 .17 = 5.00 m + 310.20 m 2.00 m θ = sudut geser lumpur = 300 Tekanan air dan lumpur .55 + 0.20) = 5.5x1.6x(1-0.72 t/m .20) + 0.75-0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran C – 2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu 1) Ukuran Tebal Pintu Ukuran pintu bilas direncanakan seperti gambar dibawah ini : Lebar pintu Lebar teoritis Tinggi pintu Tinggi satu blok diambil Muka air banjir = = = = = 2.

75 + 0.02 t/m Jadi Tekanan Total P = ((P1+P2)/2) x t = ((5..174 x 2.16 = 0.72+6.55 + 0..02 cm 20 b= Ukuran pintu direncanakan.4 Tekanan : Tekanan air pada P1 = 3..84 b= =16.66 ton Kekuatan tarik = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser + berat sendiri pintu Berat sendiri kayu = 2.00 m = 2.. Lebar = b = 16 cm Tinggi = t = 20 cm Kontrol tegangan σ = M/W σ = 68467/1/6 x 20 x 162 σ = 80 kg/cm2 .OK! 2) Ukuran Stang Pintu Pintu bilas direncanakan dengan ukuran seperti di bawah : Lebar pintu Lebar antara slag tembaga Tinggi angkat Koefisiein geser = 2..02)/2) x 0.00 m = 0.27 = 6.162 = 0..75 x 1000 = 5750 kg/m2 Tekanan air = P1 + P3 3550 + 5750 kg = = 4650 2 2 2 m Jumlah tekanan pada pintu : 2.84 cm2 W = 1/6 x t x b2 6x W .55 x 4.5 x 1.68467 tm = 68467 kg/cm Digunakan kayu jati σd = 80 kg/cm2 Wperlu = M/σd = 68467/80 = 855...16 x 3.. t 6 x 855..55 x 1000 = 3550 kg/m2 Tekanan air pada P3 = 5.650 = 35.16 x 0.6 x 1/3 = 5.152 ton 76 dari 77 .20 x 2.20 = 1.174 t/m Momen maximum pada pintu : Mmax = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 1.16 m = 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx ⎛ 1 − sinθ ⎞ P2 = γ w h 2 + 1 γ s h 2 ⎜ ⎟ 2 2 ⎝ 1 + sinθ ⎠ = 1 x 5.20 x 0.

4 – (0.14 x d2 x 6 d2 = 7558 1 x 3.39 cm ∼ 11 cm Jadi ukuran stang pintu dengan diameter (d) = 11 cm 77 dari 77 .5 = 40.558 ton Kekuatan tekan = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser – berat sendiri pintu = 35.67 d = (1604.412/2 = 6.12/2 = 7.66 x 0.152 + 0.7) = 14.264 – 0.70 ton Kekuatan tarik = 35.12 ton Untuk 1 stang = 15.852 = 13.706 ton Perhitungan pada tarik : P = ¼ x π x d2 x 6 (kg/mm) 7558 = ¼ x 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx Berat sendiri besi = 0.412 ton Untuk 1 stang = 13.67)0.152 + 0.10 6 64 L2 5x P= 5 x 6706 = d4 = 313 d 4 2.66 x 0.7) = 15.14 x 6 4 = 1604.35 31 x 2 x 1000000 d = 10.05 mm = 40 mm Perhitungan pada tekan : π 2 EI ⇒ i besi = 1 π d 4 2 64 L 3 4 π d E 5 x 6706 = ⇒ E besi = 2.4 + (0.10 6 ⇒ L = 580 cm 64 x 580 2 5 x 6706 x 64 x 580 2 = 11643.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful