BAHAN WORKSHOP PPST – AHSP KELOMPOK KERJA BENDUNG

RPT0

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... KETENTUAN DAN PERSYARATAN................................................................... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang .......................................................... Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung .................................................................. Persyaratan Pelaksanaan.................................................................................... i iii iv 1 1 2 4 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 10 10 10 10 11 13 13 13 13 13 15

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................ 5.1. Pengumpulan Data Sekunder.............................................................................. 5.2. Survey.................................................................................................................. 5.3. Investigasi Sungai................................................................................................ 5.4. Penyelidikan Geoteknik Lapangan ...................................................................... 5.5. Uji Laboratorium................................................................................................... 5.6. Analisis Hidrologi ................................................................................................. 5.7. Analisis Laju Transport Sedimen ......................................................................... 5.8. Perencanaan Bendung ........................................................................................ 5.9. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) ............................................................... 5.10. Analisis Kelayakan Ekonomi................................................................................ 5.11. Nota Desain ......................................................................................................... 5.12. Penggambaran .................................................................................................... 5.13. Perhitungan BOQ................................................................................................. 5.14. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya ............................................................... 5.15. Penyusunan Dokumen Pelelangan...................................................................... 5.16. Pekerjaan Lain-lain .............................................................................................. 5.17. Pelaporan ............................................................................................................ 5.18. Tenaga Ahli.......................................................................................................... 6. PENGENDALIAN MUTU .....................................................................................

7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN .................................................................... 7.1. Pengukuran ......................................................................................................... 7.2. Dasar Pembayaran .............................................................................................. BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... Lampiran – A

Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan ............................................................. 16 17 29

Lampiran – B.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung.... Lampiran – B.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung...................................................

i

Lampiran – C1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai (......) ...................... Lampiran – C2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu..................

68 76

ii

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

iii

sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). geologi permukaan.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No.7 tahun 2004. analisis hidrolika. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. pedoman dan manual (NSPM) yang tercantum pada Acuan Normatif. survey hidrometri. analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan pembangunan bendung. tembok pangkal dan pengarah arus 7) Bangunan penahan batu 8) Lantai hulu dan hilir 9) Kantong lumpur 10) Peilschale 11) Jembatan inspeksi iv . pedoman dan manual (NSPM). Kajian pada pedoman ini meliputi bangunan utama dan bangunan penunjang pada Bangunan Bendung yang berfungsi untuk irigasi. analisis ekonomi. Sehubungan dengan hal tersebut. hidrologi). data primer (pengukuran topografi dan pemetaan. Adapun ruang lingkup desain bangunan pada bendung adalah sebagai berikut : 1) Lokasi tubuh bendung 2) Tubuh bendung (tetap dan gerak) 3) Intake 4) Bangunan peredam energi 5) Bangunan pembilas 6) Tembok sayap. investigasi dan desain dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder (topografi. standar. standar. desain hidraulik. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. analisis hidrologi.

RSNI T-04-2002 : Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS 1 dari 77 . desain hidraulik.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain 1. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) . analisis hidrologi. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai SNI 03-2401-1991 : Tata Perencanaan umum Bendung SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir SNI 03-2819-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan SNI 03-2822-1992 : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis SNI 03-2830-1992 : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air dengan Cara Pias berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3444-1994 : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan SNI 03-3962-1995 : Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Ayakan Rancangan Standar Nasional (RSNI) : . 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : KEPMEN KIMPRASWIL No. kelembaban relatif. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. data kilmatologi (temperatur. perbaikan dan up-grading. penyelidikan geoteknik. metode kerja pelaksanaan. data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan). ACUAN NORMATIF UU No. peta geologi regional. survey hidrometri). 2.KEPMEN KLH No. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk kegiatan detail desain bendung dalam pekerjaan pembangunan bendung. Pedoman ini dapat digunakan untuk kegiatan detail desain pengembangan baru. analisis konstruksi. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan. gambar desain.

Bendung gerak adalah bangunan berpintu yang dibuka selama aliran besar dengan masalah yang terjadi selama banjir tidak besar.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Teknis : 3. Kegiatan yang bersifat Umum. atau instalasi air tenaga mikro/mini.2.1. Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai.1. untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi agar dapat digunakan untuk keperluan irigasi. 3. yang berfungsi untuk meninggikan muka air minimum pada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. Bagian-3. T-02-2005-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol : Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji : Perencanaan Bendung Karet Isi Udara : Analisis Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal Bangunan Air : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. T-01-2004-A Pd. pengoperasian pintu. guna mencegah masuknya bahan sedimen kasar ke dalam jaringan 2 dari 77 .1.1. peralatan komunikasi.5.1. jembatan di atas bendung. Biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur debit air yang masuk. Bangunan pembilas (penguras) adalah bangunan pada tubuh bendung tepat di hilir pengambilan.1.1.4. dilengkapi dengan beberapa tipe saringan.2. hasil percobaan USCE. 3. Bendung saringan bawah (tyroll) adalah bendung dengan pengambilan pada dasar sungai. Ogee adalah salah satu tipe mercu bendung yang permukaannya mengikuti persamaan tertentu. 3. Bendung gerak dapat digunakan untuk mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi.1.1.7. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : Tata Cara Desain Bendung Gerak Rancangan Pedoman Teknis : ISTILAH DAN DEFINISI Bangunan Utama adalah semua bangunan yang dibangun di sungai dan di sepanjang sungai atau aliran air termasuk bendungan.6. Pd. T-01-2003-A Pd. contoh : bendung tyroller 3. T-09-2004-A Pd. Mercu adalah bagian atas dari pelimpah atau tanggul. Kegiatan yang bersifat Umum. 3.1. Pangkal bendung adalah kepala bendung. Lebar efektif bendung adalah panjang mercu bendung bruto dikurangi dengan lebar pilar dan pintu pembilas 3. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.3. 3. Bagian-2. 3. 3.2. Bendung tipe gergaji adalah bendung tetap dengan tata letak mercu pelimpah menyerupai gigi gergaji guna diperoleh lebar efektif pelimpah yang lebih panjang 3. 3.1. Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang akan ditambahkan pada bangunan utama untuk keperluan pengukuran debit dan muka air sungai. abutment.8.

RPT0-Pd T-xx-xxxx

saluran irigasi (bisa juga berupa pembilas bawah/undersluice, shunt undersluice, atau pembilas bawah tipe boks) 3.2.2. Bangunan pengaman adalah bangunan untuk mencegah kerusakan konstruksi, misalnya: bangunan pelimpah samping, pembuang silang, dan sebagainya. 3.2.3. Bangunan pengambilan (intake) adalah bangunan berupa pintu yang digunakan untuk membelokkan air irigasi dari sungai agar sesuai dengan debit rencana dan pengelakan sedimen. 3.2.4. Bangunan penahan batu suatu bangunan yang ditempatkan di hulu bangunan pembilas bendung yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke intake dan untuk menyimpangkan batu-batu dengan diameter tertentu yang menuju bangunan bilas. 3.2.5. Bangunan peredam energi adalah struktur dari bangunan di hilir tubuh bendung yang terdiri dari berbagai tipe, bentu dan di kanan kirinya dibatasi oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk tertentu. 3.2.6. Rip-rap adalah susunan bongkahan batu alam atau blok-blok beton buatan dengan ukuran dan volume tertentu yang digunakan antara lain sebagai tambahan peredam energi di hilir bendung dan berfungsi sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi 3.3. Data geologi teknik/mekanika tanah adalah kondisi bahan lapisan pondasi, bahan konstruksi, sumber bahan timbunan, batu untuk pasangan batu kosong, agregat ntuk beton, batu belah untuk pasangan batu, dan parameter tanah yang harus digunakan bagi keperluan perencanaan. Data topografi adalah data yang berupa peta yang meliputi seluruh daerah aliran sungai, peta situasi letak bangunan, gambar-gambar potongan memanjang dan melintang sungai baik di sebelah hilir maupun hulu dari kedudukan bangunan utama. Debit rencana (design flood) adalah debit untuk perencanaan suatu bangunan atau saluran air. Desain hidraulik adalah tahapan kegiatan analisis terhadap hasil pradesain hidraulik dengan atau tanpa bantuan uji model hidarulik untuk menentukan bentuk dan ukuran yang tepat ditinjau dari segi hidarulik. Desain struktur adalah tahapan kegiatan untuk melengkapi hasil desain hidraulik agar didapat desain bangunan yang memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan serta dapat dilaksanakan. Kedalaman konjugasi adalah hubungan antara tinggi kedalaman sebelum dan sesudah loncatan air. Pondasi dangkal adalah pondasi yang ditempatkan dengan kedalaman D di bawah permukaan tanah yang kurang dari lebar minimum pondasi (B). Tinggi energi adalah tinggi air di tambah tinggi tekanan dan tinggi kecepatan. Tinggi jagaan minimum adalah tinggi jagaan yang ditetapkan minimum berdasarkan besaran debit saluran.

3.4.

3.5. 3.6.

3.7.

3.8. 3.9. 3.10. 3.11.

4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung memuat : 4.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 3 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa

Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 4.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 4.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain bendung meliputi :
4 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.1. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder, meliputi : 1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000 atau yang lebih detail. 2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)

ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan angin. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 3) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. 4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah

ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (pad) dan lain-lain. iv. rencana tata ruang wilayah
5 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.2. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : 1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Sesuai dengan KP-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama, pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Situasi Sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1,0 m, kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. b) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Detail Situasi Bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0,25 m. 2) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.

ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
6 dari 77

5. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai SNI 03-3414-1994. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. 5. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : 7 dari 77 .4. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai.3. Bagian-3. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. menggunakan perahu. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran 2) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. 5. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : 1) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Kegiatan yang bersifat Umum. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : 1) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. 3) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masing-masing 1 titik pengeboran.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 032819-1992.5. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Kedalaman pengukuran minimal 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx v. 2) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya.

Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Bagian-3. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. kadar air. mencakup : direct shear test. SK DJ Pengairan No. Log Pearson atau Log Normal . Kegiatan yang bersifat Umum. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. b) Engineering properties.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. b) Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Uji laboratorium sedimen meliputi : a) Sedimen layang i. curah hujan. ii. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) 8 dari 77 . Adapun uji tersebut meliputi : a) Index properties. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai dengan SNI 03-2415-1991 adalah sebagai berikut : 1) Jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . 3) Jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . 2) Jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . 185/KPTSA/A/1986. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx-200x. unconfined compression test. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. berat jenis. mencakup : berat isi. 5. 4) Jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. yang terdiri : a) Metode Rasional. tes konsolidasi dan compaction test. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 03-3961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang.6. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. 2) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris.

Engelund-Hansen. 9 dari 77 . Net present value (NPV). bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. tembok sayap hilir. bangunan pengarah arus.10. tanggul penutup dan tanggul banjir.7. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. 5. lantai undik atau dinding tirai.8. peredam energi. tembok pangkal bendung. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. bangunan pembilas. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 c) Melchior. 5. perumusan RKL dan RPL 5. saringan sampah dan batu bongkah. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 d) Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS e) Metode Hidrograf Satuan f) Metode US – Soil Conservation Service 5) Jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. 5. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. bangunan pengambil. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. mercu dan tubuh bendung. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.9. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Der Weduwen.

12.15. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.14. dewatering dll. 5.13. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv. Pekerjaan Pembangunan Bendung. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. DJ Pengairan No. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. Mobilisasi staf kantor. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx. 5. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii. Pekerjaan Lain-lain 1) Mobilisasi dan Demobilisasi a) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan. potongan memanjang dan melintang bendung. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. 10 dari 77 . 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. tenaga kerja lapangan dan lain-lain. 5. 257/PTS/M/2004. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. sudah termasuk dalam item mobilisasi. Bagian-1. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat.16. b) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi. 5. Penggambaran mengacu pada KP-07. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. 2) Foto Dokumentasi a) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. 5.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5. dokumentasi.11.

3) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek. dan rencana kerja berikutnya. Pelaporan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: - Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Penyedia Jasa Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan. Daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya Daftar Rencana kegiatan pada bulan berikutnya Mobilisasi dan Demobilisasi personil dan Daftar Hadir personil dan kegiatan masingmasing pada bulan tersebut . selama dalam dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. Laporan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: Uraian permasalahan.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 4) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil Investigasi lanjutan topografi. hasil kunjungan lapangan. 5.Realisasi Progress Kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi - Laporan bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. hasil pengumpulan data. hambatan dan temuan pada bulan tersebut.17. program dan jadwal kerja selanjutnya. serta konsep lokasi bendung. 3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya. 11 dari 77 . Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan dan triwulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. c) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya atau image filenya. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi.

daftar Kuantitas dan Harga Satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 8) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Ahli Bendung. hidrolika. rangkap 3 (tiga). Ahli Geodesi. paket konstruksi dan lain-lain. jadwal pelaksanaan. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. perhitungan desain.rencana Pelaksanaan Fisik dan Construction method . Ahli Hidrologi. hidrologi.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: .RPT0-Pd T-xx-xxxx geoteknik. dan koreksi. perhitungan desain. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader.18. Ahli Lingkungan. tanggapan. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 5) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya.tender Drawing . Ahli Geologi. 6. 5. PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 12 dari 77 . Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. metode dan jadwal konstruksi. Ahli Geoteknik. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. b) gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 c) gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. Nota desain akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 7) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: a) b) c) d) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. Laporan akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada konsep Laporan akhir (draft laporan akhir). estimasi biaya. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi.

Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.8) Biaya Diskusi 13 dari 77 .4) Penyelidikan Geologi 2. 7.1. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. dimana harga dan pembayaran tersebut.1) Biaya Perjalanan Dinas 2. Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli.2. asisten serta tenaga pendukung.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. No.Pengukuran cross-section 2.7) Biaya Pelaporan 2.3) Pengukuran dan Pemetaan .RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.2) Biaya Operasional Kantor 2. 2. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 7. Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 1. survey dan investigasi. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 7.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.Pemasangan Patok BM dan CP .Pengukuran poligon dan situasi . tenaga penunjang dan asisten tanaga ahli serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. Uraian Satuan Pengukuran OB Orang-hari Unit . Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.

Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pd T-xx-xxxx. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-1724-1989. Dipl. Perencanaan Bendung Karet Isi Udara. Jakarta. Jakarta. Jakarta Badan Standardisasi Nasional. Tata Cara Desain Hidarulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol. Jakarta Departemen Pekerjaan Umum. Desain Hidrolik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bibliografi Badan Standardisasi Nasional. Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS. Jakarta. Pedoman Teknis Sederhana Bangunan Pengairan untuk Pedesaan. 2002. Badan Penelitian dan Pengembangan. KP-02. 2003. 2002. 2004. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah... 2002. Bagian – 4. 2002. 1995. PT. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pd T-xx-xxxx. 2002. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Jakarta. Erman. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Alfabeta CV. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. 2004. Mediatama Saptakarya. Badan Penelitian dan Pengembangan. KP-04. RSNI T-04-2002. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. 2002. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Badan Penelitian dan Pengembangan.. Jakarta Mawardi. Drs. Metode Perhitungan Debit Banjir. AIT. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2004. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Pd T-01-2003. Puslitbang Pengairan. Bandung. 14 dari 77 . Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. KP-07. Pd T-09-2004-A. SNI 03-2415-1991. Bagian – 3.

Dokumen Tender SELESAI 15 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN A Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air. kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN BENDUNG ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Laporan Investigasi Geoteknik .Laporan Akhir . terdiri : .Gambar Teknik .Laporan Kajian Andal .BOQ dan RAB .Laporan Analisis Sosek .

... Lingkup Kegiatan .Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran . SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .......... Kabupaten..1..Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ....2..1. kajian perencanaan pendahuluan dan kajian kelayakan ekonomis pekerjaan dengan tujuan untuk rnendapatkan hasil survey dan investigasi secara menyeluruh serta konsep perencanaan bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi.. 2.. LOKASI KEGIATAN.........1... 6. Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan kajian terhadap rencana pembangunan bendung untuk keperluan irigasi beserta kajian ekonomis dan lingkungan dari pembangunan bendung.Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan ......... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS....... Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder. SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan bendung adalah mengoptimalkan pengambilan air dari sumber air dengan tujuan peningkatan hasil panen pada daerah pekerjaan 4.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung Pekerjaan Detail Desain Bendung di DAS.......(. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja... kondisi klimatologi. menguraikan : .... 1...RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN B (Normatif) Lampiran B......... 2.... geologi regional... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan ...Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan pada ....... LINGKUP.Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi. meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.......... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara.1...... 5. 3... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6.. Peta topografi yang dikumpulkan harus 16 dari 77 2...... Maksud 6.....

b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi.000 atau yang lebih detail. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. besarnya curah hujan. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. hidrologi/kualitas air. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. penyebaran jenis batuan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. rencana tata ruang wilayah 17 dari 77 . misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. data meteorologi. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. dan BAPEDAL. fauna dan biota air iii. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. debit historis baik debit minimum. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. SK DJ Pengairan No. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. fisiografi dan geologi. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. iv.000 sesuai dengan KP–01. d) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. PSDA. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. kelembaban relatif. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. SK DJ Pengairan No. Data-data tersebut meliputi : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang. lama penyinaran dan kecepatan angin. tingkat pendidikan. c) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. ruang lahan dan tanah ii. komponen sosial. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun.

Pemetaan situasi sistem sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. sungai atau saluran yang ii.50 m. b) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. badan sungai harus stabil. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Bagian-2. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : i.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. geomteri dan adanya kontrol penampang.0 m. jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan 18 dari 77 . SK DJ Pengairan No.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1.25 m. bagian alur terbuka lurus. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan perencanaan . Pengukuran detail situasi bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. Peta ini harus meliputi jarak 1. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. faktor : kesesuaian dengan segala situasi dan kondisi. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. 185/KPTSA/A/1986.1. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Sesuai dengan KP-02. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. mudah pencapaian dalam mampu melewatkan banjir. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. ii. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan yang bersifat Umum. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama.2.

Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : a) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran b) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992.3.1.4. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. menggunakan perahu. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai. 19 dari 77 . peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Kedalaman pengukuran minimal 3.1. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. b) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. 6. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : a) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. keandalan peralatan dan sarana penunjang.RPT0-Pd T-xx-xxxx pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Bagian-3. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. 6. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. Kegiatan yang bersifat Umum.

Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 033961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. berat jenis. mencakup : berat isi. 2.5. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. 6. b) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : a) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai.6. Kegiatan yang bersifat Umum. Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Index properties.1. 185/KPTSA/A/1986. SK DJ Pengairan No. Adapun uji tersebut meliputi : 1.1. sehingga 20 dari 77 . gradasi butiran dan batas-batas atterberg. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. tes konsolidasi dan compaction test. ii. curah hujan. Bagian-3. jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . Uji laboratorium sedimen meliputi : 1. kadar air.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masingmasing 1 titik pengeboran. unconfined compression test. Sedimen layang i. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai SNI 032415-1991 adalah sebagai berikut : 1. 6. mencakup : direct shear test. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx200x. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. Engineering properties. 2.

jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. 6. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. yang terdiri : Metode Rasional. saringan sampah dan batu bongkah.Metode US – Soil Conservation Service 5.1. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. bangunan pengambil. jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Engelund-Hansen. lantai undik atau dinding tirai. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 .7.1. perumusan RKL dan RPL 21 dari 77 . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 . jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . 6. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. mercu dan tubuh bendung. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.1. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris. tembok sayap hilir. 2.Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS . bangunan pengarah arus.RPT0-Pd T-xx-xxxx analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. Log Pearson atau Log Normal . 4.Melchior. tembok pangkal bendung.Der Weduwen.9. - 6. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. tanggul penutup dan tanggul banjir. jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional .8. peredam energi. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. Analisis Dampak Lingkungan Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. bangunan pembilas. 3.Metode Hidrograf Satuan . diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu.

. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv.. Bagian-1. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.3.. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. Penggambaran mengacu pada KP-07...... Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang..1....11.1... Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii.. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i.15. 6. Net present value (NPV). Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.14.1. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx.3.. 257/PTS/M/2004.1.10.. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat..1. pekerjaan berada di Sungai. 6..12. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. 6.13. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. 6.... kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. 6.1. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten.. 6. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. dokumentasi... cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6. DJ Pengairan No. dewatering dll..2..1. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. potongan memanjang dan melintang bendung..Kecamatan . harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii.. 6. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 22 dari 77 . Pekerjaan Pembangunan Bendung..

2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. asisten.3.2. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. staf tenaga ahli dan staf pelaksanaan pekerjaan. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan.3.3. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. 6. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. Penyedia Jasa harus 23 dari 77 . 6. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan.

4... pelaksanaan pembangunan.. pelaksanaan pembangunan. dengan pengalaman minimal 7 tahun. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). pelaksanaan pembangunan. O&P bangunan air.. pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi. 5.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan..) hari kalende. O&P bangunan air.. dengan pengalaman minimal 10 tahun. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). O&P bangunan air.. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S.... 6. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. geologi regional).6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. 2. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. pelaksanaan pembangunan. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan...RPT0-Pd T-xx-xxxx pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. (. hidrologi.. O&P bangunan air. 9.. 8. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman 24 dari 77 .. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini .. dengan pengalaman minimal 8 tahun. 3... Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). 7...

KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : 1.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender. 11. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. Gambar Teknis 3.5 (lima) Tahun.RPT0-Pd T-xx-xxxx melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR).Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. 10. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. Ahli Sosial . sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. Nota Desain 2. 10. irigasi. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya 25 dari 77 . 8. 9. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. dan lain-lain. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 8 Juli 2005 2.

Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 5. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3. iv. serta konsep perencanaan bendung Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 4. rangkap 3 (tiga). Dokumen tender Dokumen Tender terdiri atas: i. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iii. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 6. Laporan Analisis Dampak Lingkungan 26 dari 77 ii.daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 7. ii. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . dimensi dan layout check dam. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium.tender drawing . Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . analisis laju sedimen. Laporan Penyelidikan Geoteknik . gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii. rencana anggaran biaya.rencana pelaksanaan fisik dan construction method . termasuk 1 kalkir gambar desain A3. ii. rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. iii. rangkap 3 (tiga) dokumen tender.

Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 12.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iv. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan Pengguna Jasa untuk keperluan 27 dari 77 .

0 m. Lantai hilir bendung Gambar B. lebar mercu bendung (M) minimal 1. jarak antar baris cerucuk (b) paling panjang 0.0 m. dimensinya ditentukan sebagai berikut : . tinggi bendung (H) maksimal 1.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung Kriteria desain bendung disusun berdasarkan jenis bangunannya. Sayap bendung 3. adapun dimensinya adalah sebagai berikut : - panjang tubuh bendung (B) maksimal 10.0 m.0 m.0 m material bahan tubuh bendung adalah kayu atau bambu jenis keras 1.bagian belakang sayap diperkuat dengan kayu/bambu mendatar yang diikatkan pada tiang-tiang sayap dengan tali pengikat dan diberi tiang penunjang agar sayap menjadi satu kesatuan yang kokoh. dengan susunan sebagai berikut : 1) Bendung Cerucuk Sederhana a) Pertimbangan perencanaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya tidak terlalu keras dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 10 meter. c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Cerucuk Bagian-bagian dan dimensi bendung cerucuk sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk sebagai berikut : (1) Tubuh bendung.1 Bagian-bagian bendung cerucuk (2) Sayap bendung. jumlah baris penguat sayap paling sedikit 2 baris dan jarak tiang-tiang penujang paling panjang 1.5 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran B. lebar galian pangkal bendung (L) paling pendek sebesar M + 1.0 m 28 dari 77 . Tubuh bendung 2. pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 1. jarak tiang pada baris cerucuk (a) paling panjang 1.0 m.

2 Kontruksi sayap bendung cerucuk 2) Bendung Bronjong a) Pertimbangan perencaaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong persyaratan persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya relatif stabil atau berbatu dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 15 meter.0 m.panjang lantai hilir paling minimal adalah 3.panjang sayap bagian hulu yang sejajar tebing sungai dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) yang selanjutnya sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 .pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 2. kemudian sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 (3) lantai hilir.30 cm anyaman bambu atau karung plastik yang diisi pasir. c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Bronjong Bagian-bagian dan dimensi bendung bronjong sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong sebagai berikut : (1) tubuh bendung .panjang sayap hilir yang sejajar dengan tebing sungai dibuat paling sedikit sampai ke ujung lantai hilir.0 m.0 m. .0 m 29 dari 77 . .tinggi bendung (H) maksimal 2.0 m. .RPT0-Pd T-xx-xxxx . dimensinya ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut : .lantai hilir bendung terbuat dari hamparan bahan pengisi yang berupa batu kali φ 15 .panjang tubuh bendung maksimal (B) maksimal 15. . Gambar B.lebar mercu bendung (M) minimal 2.

4 3) Bendung Tyrol a) Pertimbangan Perencaanaan Sayap hulu dan hilir bendung bronjong Dalam pelaksanaan desain bangunan pengambil Tyrol hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penyadapan air cara lain seperti bendung biasa sesuai Pd T-01-2003.panjang sayap bagian hulu dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) . b) Persyaratan Perencanaan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus didesain berdasarkan Pd T-01-2003. jika ditemui kesulitan penyadapan air sungai akibat beralihnya alur air sungai dan gejala pengendapan di sungai yang menghalangi pemasukan air ke bangunan pengambil. harus memperhatikan persyaratan berikut : i. struktur saringan dibuat sederhana. tahan vibrasi dan mudah dibersihkan. 30 dari 77 . tahan benturan dan gesekan angkutan sedimen dan benda padat lainnya. Gambar B. jenis ini dipilih jika dijumpai bahaya kerusakan bangunan akibat benturan angkutan sedimen batu gelundung dan benda padat lainnya.panjang sayap hilir dibuat paling harus lebih dari panjang dari lantai hilir (3) lantai hilir panjang lantai hilir bendung minmal 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. iii. berada di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung ii.3 Potongan tubuh dan lantai hilir bendung bronjong (2) sayap bendung .0 m. dan dipilih untuk menghindari gangguan keseimbangan morfologi sungai yang relatif besar akibat pembendungan atau dampak negatif lainnya karena adanya pembendungan.

bahaya penggerusan setempat. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. bangunan pengambil Tyrol hanya sesuai untuk dibangun pada ruas sungai dengan angkutan sedimen dominan fraksi kasar. v. tembok sayap udik dan hilir. operasi dan pemeliharaan.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. sehingga harus tersedia lahan.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. biaya eksploitasi. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. . vi. keamanan operasi : bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. .pembilasan penangkap pasir secara periodik.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. . geser dan penurunan. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.bahaya kavitasi. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : 31 dari 77 . dan prosentase muatan fraksi dengan diameter ≤ 5 mm tidak lebih dari 25 persen dari jumlah angkutan sedimen total. dan pemeliharaan yang sulit dan mahal. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. . (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . (1) Kemanan hidraulik Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . ii. . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing.kestabilan bangunan terhadap guling.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. bangunan pengambil Tyrol harus dilengkapi dengan penangkap pasir. struktural. . aman dan efisien.saringan dari sumbatan batu. . lokasi dan perbedaan tinggi (head) untuk fasilitas bangunan tersebut. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. bangunan pengambil Tyrol jangan dipilih jika diperkirakan menuntut cara-cara operasi. .

2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. vi. 32 dari 77 . viii. ix. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala 1 : 50. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung tyrol sesuai dengan Pd. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. palung. T-012003-A adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan.000. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. iv. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. dan mobilitas peralatan. iii. v. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. frekuensi kejadian debit banjir. morfologi sungai dan medan sekitarnya. jenis dan ketahanan umur. topografi. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. Data yang diperlukan yaitu : i. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. kemiringan dasar sungai. ii. geoteknik. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. lingkungan. lembah sungai. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. data morfologi sungai seperti geometri sungai. evaluasi dan analisis data. (d) penentuan debit desain mencakup : i. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. ii. pelaksanaan bangunan. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai.

endapan sedimen di udik dan di atas saringan. iv. panjang. iii. ii. diameter butir angkutan sedimen yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. lebar gorong-gorong pengumpul yaitu jarak antara dua dinding goronggorong pengumpul.jenis ukuran dan tata letak pemasangan batang saringan.debit sungai dan panjang bentang Tyrol. (e) Gorong-gorong pengumpul didesain dengan : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. penempatan saringan : ditempatkan di atas mercu atau sedikit lebih ke hilir mercu dengan posisi datar atau dengan kemiringan tertentu yang mempertimbangkan . ii. kuat. prosentase bukaan dari saringan.kapasitas lewat gorong-gorong pengumpul. celah dan kemiringan saringan : ditentukan dengan pertimbangan debit yang harus disadap dan diameter butir angkutan sedimen dasar yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. tentukan dasar gorong-gorong pengumpul seperti bentuk setengah lingkaran. . tinggi mercu maksimal 0. . lengkung dan datar. .sumbatan pada lubang saringan. lebar. diameter. .muka air di dalam gorong-gorong pengumpul. kemiringan dasar. v. tentukan kemiringan dasar gorong-gorong pengumpul agar dapat menghanyutkan sedimen yang ada di dalam gorong-gorong 33 dari 77 . plat baja berlubang-lubang dan atau susunan saringan yang dibagi atas beberapa bagian atau kompartemen. panjang saringan ke arah sungai : dihitung dengan memperhatikan debit yang harus disadap. (c) tinggi mercu Untuk penempatan saringan ditentukan sedikit lebih tinggi dari dasar sungai dengan maksud. . . jenis : ditentukan seperti bentuk pagar tidur. tentukan lebar gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk mengalirkan debit yang di sadap. faktor debit yang disadap. panjang.5 m dari dasar tanah (d) saringan didesain sederhana.tinggi muka air di udik saringan.kemiringan. . panjang gorong-gorong pengumpul disesuaikan dengan panjang saringan. untuk kebutuhan tinggi energi bagi pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah di atas saringan. .bukaan pintu pengatur debit. celah saringan maksimum 30 mm. bentuk batang saringan : ditentukan dengan bentuk bulat. lebar. iv. tentukan panjang gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kemampuan menyadap debit sungai dan debit yang dibutuhkan untuk pembilasan dan kebutuhan. tipe. i. iii. kapasitas penyadapan dengan memperhatikan parameter-parameter sebagai berikut . . material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) (b) panjang saringan Ditentukan berdasarkan debit desain kebutuhan dan debit untuk membilas sedimen di gorong-gorong pengumpul dan penangkap sedimen terpenuhi. ii.keadaan agradasi. bentuk profil T dan bentuk kepala rel kereta api. mudah pelaksanaannya dengan : i.

tinggi terjunan. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.RPT0-Pd T-xx-xxxx pengumpul. peredam energi dapat dipilih antara lain tipe cekung. ii. bangunan Tyrol dapat juga dibuat tanpa peredam energi. penggerusan setempat. miring dengan kemiringan tertentu (g) peredam energi Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat seperti halnya pembuatan peredam energi pada bendung. iii. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. ii. usahakan kapasitas gorong-gorong pengumpul lebih besar dari debit yang dibutuhkan untuk debit kebutuhan dan debit untuk pembilasan sedimen yang terdapat di dalam goronggorong pengumpul dan di penangkap sedimen (f) tubuh bangunan bagian hilir Bentuk tubuh bangunan bagian hilir saringan dapat dibuat tegak. jika miring kemiringan minimum 1 : 1 iv. iv. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. 0min dapat ditentukan dengan pendekatan awal berdasarkan rumus berikut: I I 0 min = 0. debit desain untuk bangunan peredam energi. bentuk dan dimensi peredam energi. untuk menghindarkan pengendapan sedimen di dasar gorong-gorong pengumpul. ii. jika dibangun di atas batuan keras.20 D7 q7 6 9 dengan pengertian: D = diameter butir sedimen terbesar yang mungkin lolos saringan pengambil. yang ditempatkan di bagian akhir gorong-gorong pengumpul dengan dinding penghalang banjir. benturan dan abrasi angkutan batu gelundung. kapasitas gorong-gorong pengumpul. kemiringan minimum dasar gorong-gorong pengumpul. kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. [m] q = debit yang disadap per unit panjang bentang saringan pengambil. v. dengan memperhitungkan : i. [m3/det/m’] v. iii. 34 dari 77 . (h) pintu pengatur debit Lengkapi gorong-gorong pengumpul dengan pintu pengatur debit. dan pintu pembilas serta pintu-pintu intake. degradasi dasar sungai yang akan terjadi. (i) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara: i. iii. material konstruksi dari pasangan batu (j) tembok sayap udik dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan : i.

tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. (k) lantai udik dan dinding tirai Dimensinya ditentukan dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut : i. Tembok sayap udik A Gorong-gorong pengumpul Tubuh Bendung Lantai udik Saringan Tembok pangkal Tembok sayap hilir Pintu pengatur debit A Penangkap pasir Denah Gambar B. ii. permeabilitas tanah. stabilitas tebing . pengurangan daya angkat air yang dapat melebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. penggerusan setempat.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. v. (l) bangunan penangkap sedimen: Lengkapi bangunan Tyrol dengan bangunan penangkap sedimen yang bentuk dan ukurannya diperhitungkan terhadap : i. jumlah endapan yang harus ditampung .5 Denah bendung Tyrol 35 dari 77 . iii. frekwensi pembilasan endapan secara hidraulik. ii.

6 Detail penampang saringan pengambil Puncak Tembok pangkal Mercu Bagian awal Bagian akhir Lantai udik Tubuh bendung Gambar B. 8O O.RPT0-Pd T-xx-xxxx Mercu Saringan SEPANJANG 80 m RAIL DIPOTONG BAGIAN BAWAHNYA N Batu candi L Gambar B. tinggi mercu. dasar sungai yang tidak rawan gerusan c) Persyaratan Keamanan Bangunan R. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung bendung pelimpah mercu bulat di desain dengan meperhatikan persyaratan : i.7 Potongan memanjang dan melintang gorong-gorong pengumpul 4) Bendung Pelimpah Mercu Bulat a) Pertimbangan Perancanaan Dalam pelaksanaan desain bangunan bendung pelimpah dengan mercu bulat harus direncanakan dengan seksama agar aman terhadap rembesan sesuai dengan Pd Txx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung. Batu candi Batu candi M Gorong-gorong penyalur Mercu Penangkap pasir Pintu pengatur debit Potongan Memanjang Mercu Saringan Gorong-gorong penyalur Lapisan tanah aus (Batu candi) Batu bongkah Potongan melintang 36 dari 77 . bendung pelimpah biasa sesuai dibangun pada sungai yang berlokasi di pertengahan (middle) iii. lokasi. jenis ini dipilih jika material yang hanyut bersama sungai berfluktuasi dan bahan angkutannya besar iv. debit banjir rencana dan stabilitas pelu didesain dengan mengacu pada acuan normatif ii.

pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. aman dan efisien.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. .pembilasan penangkap pasir secara periodik. operasi dan pemeliharaan. 37 dari 77 .peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .bahaya kavitasi. ii. (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . evaluasi dan analisis data. .bahaya penggerusan setempat. Data yang diperlukan yaitu : i. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimal 1 : 50.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bangunan bendung pelimpah mercu bulat dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. . .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. . data morfologi sungai seperti geometri sungai.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. geser dan penurunan.000. tembok sayap udik dan hilir. .bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. struktural.kestabilan bangunan terhadap guling.saringan dari sumbatan batu. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. . . .

kemiringan hilir kaki pelimpah 1 : 1 dengan tujuan menghindari kavitasi (b) bentuk dan dimensi mercu. ii. lebih tahan terhadap benturan batu gelundung. jenis dan ketahanan umur. lembah sungai. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. didesain untuk kebutuhan tinggi energi bagi penyadapan. v. iv. pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah. pelaksanaan bangunan. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. geoteknik. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. persyaratan minimum radius mercu bendung yaitu 0. ii. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. lingkungan. (d) penentuan debit desain mencakup : i. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. frekuensi kejadian debit banjir. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. dan mobilitas peralatan. bongkah dan sebagainya. kemiringan dasar sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. iv. palung. (c) tinggi mercu. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. 38 dari 77 . mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. vi. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. ix. viii. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung pelimpah mercu bulat sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i.7 h < R < h.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. topografi. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) i. iii. mercu dipilh bulat karena mudah dalam pelaksanaan. iii. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. morfologi sungai dan medan sekitarnya. ii. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup.

ii.5 m. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : .5 H (tinggi muka air di hulu bendung). ii. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. (h) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. . iv.5 m di atas plat undersluice.1. ii. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. gorong-gorong penyeberang aliran di tempatkan di dalam tubuh bendung dengan kecepatan aliran 2. sebagai berikut : 39 dari 77 i. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. iii. i. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas.0 m maka perlu dilakukan pelebaran bendung.0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. sponeng untuk perletakan pintu (i) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii. tidak lebih dari 4.0.0 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. ii. jika lebih maka perlu dilakukan pengaturan peninggian elevasi dasar lantai hulu bendung.5 m (f) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m. ii.5 m/dt.1. jika sungai mengakut pasir dan kerikil.0 m. iii. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan. (d) tinggi muka air di atas mercu. jika pelebaran tidak memungkinkan lagi maka perlu dilakukan uji model. iii. . pembilas sedimen ditempatkan di pengeluaran gorong-gorong. (e) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m dan minimum 0. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung.7 m – 1. sebagai berikut : i. jika > 4. ketebalan pilar sekitar 0.5 m. sebagai berikut : i. ii. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. maksimum tinggi muka air 4. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (g) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. . jika sungai mengakut lanau.

40 dari 77 . bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung.2 x lebar intake. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. ii. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. ii. v. iv. iii. sebagai berikut : i. mulut undersluice mengarah ke samping. tinggi mercu minimal 0. lebar sisi bagian dalam 1. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : i. bentuk lantai datar (k) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. vii.0 m dan 1. vi. sebagai berikut : i.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. iii. v. tinggi lubang minimum 1. vi.0 m. ii. mulut undersluice mengarah ke hulu. v.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (m) bangunan penahan batu. ii.5 m. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (l) tembok baya-baya. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. x. iii.0 m. viii. sebagai berikut : i. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. iii. iv. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. ditempatkan di hulu intake/undersluice.0 m. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. lebar pintu pembilas maksimum 2. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. (j) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0.5 m (operasi manual). ix. ii. iv. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.

dasar sungai cukup keras iii. kerikil dan kerakal.0 m RSNI T-042002. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (n) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i.0 m. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi.4 m serta pada ketinggian minimal 1. .5 Ls v. iii.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. penggerusan setempat. iv. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4. tebal 0.7 m. iii. tinggi terjunan.2 – 0. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0.0 m sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap (o) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. debit desain untuk bangunan peredam energi. tipe ganda Lokasi bendung berada pada sudetan sungai dengan ketinggian lebih dari 10. . tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. ii. . panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. ii. tipe MDO dan MDS .tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. ii. sebagai berikut : . .RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls 41 dari 77 .5 – 0.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. iv. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i. .0 m dari atas mercu bendung. iv.

pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. (r) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vi. dengan kriteria : i. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. meter = panjang tembok sayap hulu. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . jika tinggi tembok sayap lebih dari 4.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir.0 x 1. meter = panjang labtai peredam energi. padat. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. ii. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. iii. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. keras dengan berat jenis batu 2. stabilitas tebing. meter (q) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. v.5 Ls viii. iv. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.5 m. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx (p) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . material rip-rap berupa blok beton dengan 1. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.5 Ls .5 x 0. bentuk dan dimensi peredam energi.5 x 0.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.0 m dan 0. 42 dari 77 . meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.0 x 1.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1.4 t/m3. ii. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1.

papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. 185/KPTSA/A/1986 i. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (t) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. ii. pilar-pilarnya ditempatkan di hulu bendung. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0.30 m/dt. v. kemiringan sungai harus cukup curam. jembatan lalu lintas kendaraan. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. 43 dari 77 . berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. iv. Persyaratan desain mengacu pada KP-02 SK DJ Pengairan No. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (s) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. pilar-pilarnya ditempatkan di mercu bendung atau sedikit di hulu bendung. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka (u) jembatan inspeksi jembatan lalu lintas orang. ii. iii. kedalaman penanaman sekitar 2.

9 Potongan melintang dan memanjang tubuh bendung pelimpah bulat 44 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.8 Denah bangunan bendung tetap Gambar B.

Lokasi. Struktur tubuh bendung tipe gergaji relatif ramping. jari-jari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0. 45 dari 77 . dengan memperhatikan persyaratan berikut : i.11 Tipikal bangunan peredam energi tipe ganda 5) Bendung Pelimpah Tipe Gergaji a) Pertimbangan Perencanaan Dalam rencana penerapan bangunan bendung dengan pelimpah tipe gergaji hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penerapan bendung tipe lain. ii. debit banjir rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan normatif. tinggi mercu. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur. atau bendung gerak sesuai Pd T-01-2004-A b) Persyaratan Perencanaan Bendung pelimpah tipe gergaji harus didesain berdasarkan Pd T-01-2004-A.10 Tipikal bangunan penahan batu Gambar B. iii. iv. seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa. berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu di analisis dengan cermat.10 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. Bendung dengan pelimpah tipe gergaji kurang sesuai untuk dibangun pada sungai dengan angkutan material dasar sungai batu gelundung dan atau jika sungai tersebut membawa batang-batang pohon dalam jumlah yang tinggi sehingga diperkirakan akan menimbulkan masalah benturan yang dapat merusak bangunan dan tau tumpukan sampah yang dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpahan bendung. bendung karet.

pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. tembok sayap udik dan hilir.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. . .000.bahaya akibat perubahan perilaku sungai.kestabilan bangunan terhadap guling.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. .RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. evaluasi dan analisis data. . Data yang diperlukan yaitu : i.saringan dari sumbatan batu. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 46 dari 77 .bahaya kavitasi. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.bahaya penggerusan setempat. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. aman dan efisien.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. . . .pembilasan penangkap pasir secara periodik. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . geser dan penurunan.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. . ii.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. struktural.

geoteknik. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. pelimpah gergaji memberikan kinerja sangat baik untuk besaran h rendah. palung. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. Namun demikian. viii. kemiringan dasar sungai. (b) pengaruh tinggi muka air hulu i.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. dan mobilitas peralatan. pada pelimpah dengan bentuk dasar persegi panjang terjadi pengkonsentrasian aliran menuju pelimpah. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. pelaksanaan bangunan. Keadaan ini mengakibatkan pelimpah bentuk segitiga sangat peka terhadap efek muka air hilir dan mudah kehilangan aerasi akibat tumbukan aliran menyilang yang jatuh dari dinding-dinding pelimpah. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. vi. lingkungan. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. v. jenis dan ketahanan umur. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. pelimpah dengan bentuk dasar segitiga menghasilkan kapasitas pelimpahan terbesar. ii. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. ii. iii. data morfologi sungai seperti geometri sungai. p 47 dari 77 . debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. (d) penentuan debit desain mencakup : i. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. ix. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. keadaan ini menimbulkan depresi terhadap muka air di atas pelimpah dan mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpah. iii. bentuk dasar trapesium memberikan efektifitas pelimpahan yang terbaik. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. iv. morfologi sungai dan medan sekitarnya. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) bentuk dan tata letak gigi i. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. dinding-dinding pelimpah bagian ujung hulu dan hilir pada bentuk segitiga sangat dekat. lembah sungai. frekuensi kejadian debit banjir. topografi.

dengan αmaks adalah besar sudut segi tiga terbesar yang dapat dicapai untuk menghasilkan harga pelipatan panjang pelimpah tertentu (e) aerasi dan muka air hilir i. tanpa aerasi yang baik.75 αmaks. untuk Ig b > 8 akan diperoleh keadaan pertambahan kapasitas pelimpahan yang tidak sebanding dengan tuntutan biaya yang diperlukan untuk memperpanjang pelimpah. iv. iii. untuk mengoptimalkan karakteristik ini. pada kondisi h tinggi. kapasitas pelimpah akan naik seiring dengan peningkatan sudut α ii. Namun demikian. disarankan agar tinggi muka air hulu maksimum diambil pada domain (c) besar nilai pelipatan panjang pelimpah. pelipatan kapasitas pelimpahan sangat peka terhadap kenaikan muka air hulu. disarankan agar nilai pelipatan panjang p Ig b ≤4 h ≤ 0. jika tinggi muka air hulu dapat dibatasi hingga pelipatan panjang pelimpah dapat diambil hingga (d) besar sudut antara dinding sisi dan arah aliran. p iii. h ≤ 0. jika dalam desain bendung gergaji dapat dilakukan pembatasan muka air hulu hingga pelimpah bendungan tipe gergaji diambil dalam domain. penerapan bendung dan pelimpah gergaji pada kondisi aliran tidak sempurna perlu dihindari 48 dari 77 . Keadaan ini mengakibatkan sebagian besar pelimpah bekerja dengan tinggi tekan aliran yang lebih rendah daripada tinggi tekan aliran di sungai/saluran di hulu pelimpah. i. Pelipatan kapasitas pelimpahan turun dengan tajam untuk harga h ≥ 0. berkaitan dengan karakteristik ini.5 p Ig b Ig b secara umum dapat dikatakan bahwa nilai pelipatan kapasitas pelimpahan akan naik setara dengan pertambahan nilai nilai . disarankan agar dipilih bentuk gigi trapesium dengan besar sudut α= 0. ii. kapasitas pelimpah bendung gergaji kana menurun. α h maksimum = 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. aerasi dapat dilaukan dengan memasang pipa pemasik udara di bagian hilir mercu ii.25. untuk pelimpah dengan Ig b = 8.2.5. debit dan kecepatan aliran menuju pelimpah p menjadi besar sehingga akan terjadi kontraksi aliran. maka nilai p Ig b ≤6 i.

. sponeng untuk perletakan pintu i. jika sungai mengakut lanau. kapasitas pelimpahan bendung gergaji dengan ct/c x Qt (g) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii. ii. bentuk mercu pelimpah sangat berpengaruh terhadap kapasitas pelimpahan. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. ketebalan pilar sekitar 0. iii. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. jika sungai mengakut pasir dan kerikil.5 m. . sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. ii. jika kapasitas pelimpahan suatu bendung atau pelimpah bendungan tipe gergaji dengan besar pelipatan panjang mercu Ig b dan nilai koefisien pelimpahan ct adalah sebesar Qt. sebagai berikut : i.0. yang lebih besar daripada koefisien pelimpahan mercu dengan bentuk tajam (c).0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2.5 m. (j) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. bentuk mercu setengah lingkaran mempunyai koefisien pelimpahan (c). Ig b yang sama tetapi dengan koefisien pelimpahan c adalah Qg = 49 dari 77 .0 m. iii.0 m. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. ii.7 m – 1. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan.5 m (h) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bentuk mercu pelimpah i. iii. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0.5 m di atas plat undersluice. ii. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (i) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.1. sebagai berikut : i.1.

vii. mulut undersluice mengarah ke hulu. v. lebar pintu pembilas maksimum 2. x. sebagai berikut : i. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. iii.0 m. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (n) tembok baya-baya.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (o) bangunan penahan batu. sebagai berikut : i. viii. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.2 x lebar intake. ii. ii. iii.5 m.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. iv. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. bentuk lantai datar (m) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii. sebagai berikut : i.0 m dan 1. lebar sisi bagian dalam 1. iii. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. iii. mulut undersluice mengarah ke samping. (l) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. ix. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx (k) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iv. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung.0 m. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. v. iv. vi. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. tinggi mercu minimal 0. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar.0 m.5 m (operasi manual). sebagai berikut : i. v. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. tinggi lubang minimum 1. vi. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : 50 dari 77 . bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu.

tebal 0. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. ii. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iv. . ii.dasar sungai cukup keras (q) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i.0 m. .tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.5 – 0. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. bentuk dan dimensi peredam energi.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. penggerusan setempat. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0. iii. kerikil dan kerakal. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. iii. ii. sebagai berikut : . tinggi terjunan. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0.5 Ls v. debit desain untuk bangunan peredam energi. iv.0 m dari atas mercu bendung.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. iv.7 m. . tipe MDO dan MDS . . ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (p) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i.0 m RSNI T-042002. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. ditempatkan di hulu intake/undersluice.4 m serta pada ketinggian minimal 1. iii.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (r) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. ii.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. 51 dari 77 .2 – 0.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. .tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4.

bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1.4 t/m3.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. geometri sungai di hilir dan sekitarnya.5 Ls viii. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. ii.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung.5 m. iv.5 Ls .5 x 0. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. kedalaman penanaman sekitar 2. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. iii. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .0 x 1. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.5 x 0.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir 52 dari 77 .kemiringan tembok diambil 1 : 1 . iv. meter = panjang labtai peredam energi. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. dengan kriteria : i. stabilitas tebing. iii. keras dengan berat jenis batu 2. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. v. (t) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. meter (s) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . vi. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. padat. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan.0 m dan 0. panjang tembok sayap hulu ditentukan : .RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. meter = panjang tembok sayap hulu.0 x 1.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.

yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . 53 dari 77 . iii. ii. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis.RPT0-Pd T-xx-xxxx (u) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. kemiringan sungai relatif kecil atau datar. tembok sayap udik dan hilir. debit banjir tidak bisa dilewatkan dengan aman melalui bendung tetap. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. peninggian dasar sungai yang diakibatkan oleh konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima karena akan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka 6) Bendung Gerak dengan Pintu a) Pertimbangan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan dipilih dengan pertimbangan jika peninggian dasar sungai akibat konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima dikarenakan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada akibat peninggian muka air. iv. iii. .30 m/dt. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. kemiringan sungai harus cukup curam.bahaya kavitasi. berada pada lapisan tanah pondasi yang kuat.bahaya penggerusan setempat. struktural. iv. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. . ii. . b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan didesain dengan memperhatikan persyaratan : i.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. . papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. v. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (v) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No.

data geoteknik diantaranya : geomorfologi.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. . data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. data lingkungan dan ekologi 54 dari 77 . data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. . data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii.000. viii.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. . keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. ix. kemiringan dasar sungai.RPT0-Pd T-xx-xxxx (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. lembah sungai. frekuensi kejadian debit banjir. data morfologi sungai seperti geometri sungai. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. Data yang diperlukan yaitu : i.kestabilan bangunan terhadap guling. ii. jenis dan ketahanan umur.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. vi.saringan dari sumbatan batu. geser dan penurunan. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. iii. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.pembilasan penangkap pasir secara periodik. evaluasi dan analisis data.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. aman dan efisien. . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. palung. . iv. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. v. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia.

mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. morfologi sungai dan medan sekitarnya. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) panjang bendung i. (d) Pilar Bendung Bentuk penampang pilar bendung harus ramping dan pada pinggir hulunya dibentuk setengah lingkaran.RPT0-Pd T-xx-xxxx (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. Sebagai tambahan kadang-kadang dibutuhkan untuk penyangga di antara pilar-pilar bendung dan apabila pilar-pilar bendung juga akan dipakai sebagai bendung pengelak sementara. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. Lebar dan panjang pilar bendung ditetapkan berdasarkan lebar jembatan inspeksi. lokasi pemasangan. 55 dari 77 . dimensi mekanisme penggerak daun pintu dan perhitungan stabilitas mekanis. maka pilar-pilar tersebut harus mempunyai stabilitas yang memadai. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. ii. Celah diperlukan untuk memasang perapat pintu diperhitungkan untuk menentukan sponing pintu. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. besarnya harga dan biaya exploitasi dan pemeliharaan (c) Lantai bendung Lantai bendung harus mempunyai kemampuan dalam mendukung beban yang ada di atasnya dan menjamin kerapatan terhadap rembesan air. Perapat bawah supaya dapat bertumpu pada landasan pintu yang dipasang di atas permukaan lantai bendung sedang perapat samping harus dibuat dengan konstruksi yang mudah dibongkar – pasang untuk memudahkan pemeriksaan dan perbaikan. ii. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. tetapi pada pada pinggir hilirnya agak lonjong atau berbentuk busur yang runcing. Tinggi pilar bendung harus lebih tinggi dari elevasi muka air banjir rencanan tanggul untuk menjamin keamanan pilar-pilar pintu dan menjamin jagaan antar MAT dan gelagar jembatan inspeksi. pelaksanaan bangunan. geoteknik. topografi. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. dan mobilitas peralatan. (d) penentuan debit desain mencakup : i. lingkungan. (b) Pertimbangan pemilihan tipe pintu Penetapan pintu didasarkan berbagai pertimbangan yang antara lain berdasarkan tujuan penggunaan. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup.

(i) tembok baya-baya kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung.0 m dan 1. sperti tomnol-tombol mekanisme pembukaan-penutupan pintu yang ditempatkan di atas pilar (g) Elevasi Sisi Atas Daun Pintu Elevasi sisi atas daun pintu ditentukan berdasarkan kenaikan elevasi muka air banjir yang diinginkan. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. sebagai berikut : i. sebagai berikut : i. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi.5 m.0 m. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. vi. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. lebar sisi bagian dalam 1.5 Ls v. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 56 dari 77 . iii. tinggi mercu minimal 0. iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx (e) Pilar Pintu Pilar pintu ditentukan berdasarkan tipe pintu yang digunakan sebagai tubuh bendung. v. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. ii.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (j) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. viii. vii. iv. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. ii. iii. ii. iii. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. ix. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. (h) Bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. Tinggi ditentukan berdasarkan kemudahan operasi pintu termasuk tinggi perlengkapan mekanisme pengangkat daun pintu dan tambahan untuk tinggi jagaan (f) Ruang Operasi Pintu Ruang operasi pintu dilengkapi panel dan peralatan pengatur pintu.

tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. meter = panjang tembok sayap hulu. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. (m) Rip – rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (k) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. iii. 57 dari 77 .kemiringan tembok diambil 1 : 1 . ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.5 Ls viii. stabilitas tebing.5 Ls . keras dengan berat jenis batu 2. meter (l) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. bentuk dan dimensi peredam energi. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx 0.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. iv. padat. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. vi. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. dengan kriteria : i. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan. ii.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. meter = panjang labtai peredam energi.4 t/m3. v.

Gedung pusat operasi pintu Dalam gedung ini terdapat kantor. maka alat ukur tinggi muka air dipasang. ii. vi. Tinggi muka air pada masin-masing lokasi dapat dibaca langsung dari dalam ruang operasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. ruang operasi. kedalaman penanaman sekitar 2.5 x 0. .0 m pada bagian hilir ambang dan 1. ruang petugas jaga malam dan lain-lain iii. maka diperlukan adanyalistrik cadangan. Alat ukur tinggi muka air Alat ukur tinggi muka air dipasang di hulu dan hilir bendung.5 x 0. iv. Kondisi alur sungai. ruang pembangkit listrik cadangan. keseimbangan antara pilar pintu dan ruang operasi serta keamanan terhadap kemungkinan kecelakaan 7) Bendung Karet a) Pertimbangan Perencanaan Pertimbangan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : .Alternatif penerapan bendung jenis lain yang lebih murah tanpa mengabaikan efektifitasnya bagi tujuan dibangunnya bendung.Alternatif bendung karet dipilih apabila bendung gerak jenis lain tidak bisa menjamin kepastian pembukaan bendung pada saat banjir datang. ruang operasi. ruang operasi dan semua tempat-tempat yang diperlukan untuk kelancaran operasi pintu. meliputi : 58 dari 77 .Bendung karet hanya diterapkan pada kondisi yang apabila digunakan bendung tetap akan menimbulkan peningkatan ancaman banjir yang sulit diatasi. iv. di dalam kolam tunggu.5 m. Lebar efektif tangga minimum 1 mdan terbuat dari blok-blok beton. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. Sarana penerangan Sarana penerangan yang memadai haruslah dipasang untuk menerangi daun pintu.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (n) Perlengkapan lainnya i. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjir datang.0 m dan 0. Tangga inspeksi Tangga inspeksi harus diadakan pada permukaan perkuatan lerang tanggul kiri dan tanggul kanan baik di lereng belakang maupun di lereng depan.0 x 1. jembatan inspeksi.0 x 1. . b) Persyaratan Perencanaan Persyaratan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : i. Sumber tenaga listrik cadangan Pada pintu-pintu air yang sumber tenaga utamanya diperoleh dari jaringan komersil. v. Tangga untuk ruang operqasi pintu Konstruksi dan lokasi tangga supaya disesuaikan dengan keadaan sekitarnya. Pada bangunan penerus. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjri merupakan kawasan penting.

tidak terjadi sedimentasi yang sedemikian berat sehingga mengganggu mekanisme kembang-kempisnya tabung karet .RPT0-Pd T-xx-xxxx .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. tembok sayap udik dan hilir. kekuatan maupun dimensi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan produsen untuk menyediakannya iii.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. kuat. Bahan.tidak mengangkut sedimen kasar . hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . geser dan penurunan.Bendung semaksimal mungkin karet harus diamankan dari gangguan manusia yang tidak bertanggung jawab. ii. tidak mudah terabrasi dan tahan lama . .kestabilan bangunan terhadap guling. . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.saringan dari sumbatan batu. . operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : .aliran sungai tidak mengangkut sampah yang besar dan keras . sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. .kondisi aliran sub-kritis pada sungai muara .bahaya kavitasi. Operasi dan Pemeliharaan .perencanaan bahan karet baik jenis.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. aman dan efisien. struktural. .bahaya penggerusan setempat. . kedap udara.pembilasan penangkap pasir secara periodik. .tabung karet terbuat dari bahan yang elastis.air sungai tidak mengandung limbah kimia yang bisa bereaksi dengan karet ii. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap 59 dari 77 . harus memenuhi persyaratan : . yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .Radiasi sinar ultraviolet terhadap karet tubuh bendung harus dikurangi .

data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. pelaksanaan bangunan. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. morfologi sungai dan medan sekitarnya. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. evaluasi dan analisis data. dan mobilitas peralatan. palung. Data yang diperlukan yaitu : i. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. iii. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. vi. (b) pembendungan 60 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. geoteknik. . kemiringan dasar sungai. viii. frekuensi kejadian debit banjir. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) elevasi mercu bendung Mercu bendung diletakkan pada elevasi yang diperlukan untuk pelayanan muka air pengambilan. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data morfologi sungai seperti geometri sungai. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. lingkungan. iv. jenis dan ketahanan umur. ix. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. atau didasarkan pada perhitungan bagi penyediaan volume tampungan air di hulu bendung. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. lembah sungai. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal.000 atau yang lebih detail. (d) penentuan debit desain mencakup : i. v. topografi. ii. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia.

bisa digunakan sistem panelisasi bendung Pd T-09-2004-A. Prinsip penentuan lebar dan letak sirip adalah sebagai benkut : i.3 H. pada tubuh bendung bisa diberi sirip yang letaknya di sebelah hilir mercu. pengisian tampungan untuk mencapai muka air normal memerlukan waktu yang lama.panjang lantai ditentukan hingga ujung hilir loncat air Penghitungan muka air hilir harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya degradasi dasar sungai. vibrasi yang akan merusak tabung karet Tinggi pembendungan maksimum ditetapkan tidak melebihi 0. atau jika pada kondisi mengempis. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx Tinggi bendung harus dibatasi untuk menghindari terjadinya : i. Pada bendung dengan volume tampungan yang besar sedangkan debit aliran relatif kecil. iii. ii. (d) peredaman energi i. ancaman banjir di daerah hulu. dengan pertimbangan bahwa uliran air yang menempel tersebut tidak stabil dan akan menyebabkan terjadinya vibrasi ataupun osilasi Pd T-09-2004-A. energi terjunan Energi terjunan diperhitungkan untuk kemungkinan yang paling membahayakan yaitu pada kondisi dengan asumsi sebagai berikut : . Untuk mengurangi besarnya vibrasi.muka air hulu setinggi muka air pengempisan. menghindari menempelnya aliran limpasan di hilir bendung pada posisi setinggi mungkin. peningkatan energi terjunan yang berlebihan. Pembendungan maksimum ini menentukan elevasi muka air pengempisan yang merupakan batas muka air tertinggi karena bendung karet harus sudah dikempiskan Pd T-09-2004-A. . blok pemecah arus bisa ditambahkan jika diperlukan. ii. volume tampungan cukup berarti sebagai penyediaan air tawar di daerah pantai.terjadi v-notch hingga mencapai dasar tubuh bendung.elevasi lantai ditentukan agar loncat air terjadi tepat pada ujung terjunan. dengan H adalah tinggi bendung. kolam peredam energi Jenis dan dimensi kolam peredam energi direncanakan dengan metode yang berlaku. tidak mempengaruhi aliran limpasan sempurna di atas mercu bendung 61 dari 77 . Pada alur sungai yang relatif lebar dan landai. dengan prinsip : . (e) sirip (fin) Sirip yang diletakkan di sebelah hilir/bawah mercu bendung sepanjang tabung karet berfungsi untuk menahan agar limpasan air dari atas mercu bendung tidak menempel menuruni sisi hilir tabung karet. (c) Penampungan dan pelepasan Ketika bendung karet mengembang. . di hulu bendung akan terjadi penampungan air. sirip berada pada ujung hilir lipatan. Struktur hidraulik kolam harus mempertimbangkan terjadinya pusaran air sebagai akibat aliran tidak merata karena timbulnya V-notch Pd T-09-2004-A. Untuk menghindari pelepasan volume tampungan pada operasi pengempisan.

RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bahan karet tubh bendung Lembaran karet terbuat dari bahan karet asli atau sintetik yang elastik. pelampung ikut naik dan menggerakkan tuas pembuka tutup saluran udara sesuai dengan Pd T-09-2004-A. ii. aliran air ditampung dalam suatu bak yang di dalamnya dipasang pelampung. akan terjadi aliran masuk ke dalam sistem. Jumlah lubang minimum dua lokasi. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjebaknya udara pada satu sisi tabung karet ketika terjadi v-notch yang bisa menutup rongga tabung karet. Dengan makin besar berat ember. yang diletakkan merata di sepanjang pipa baja dalam tabung karet sesuai dengan Pd T-09-2004-A. (g) perencanaan instalasi i. Pada umumnya bahan karet yang digunakan memiliki spesifikasi sebagai berikut : i. Bahan dasar karet umumnya digunakan karet sintetis seperti ethylene propylene diene monomer (EPDM). chloroprene rubber (CR). Lubang angin bisa dibuat lebih dari dua. antara lain sebagai berikut : . kuat tarik kuat tarik pada suhu normal ≥ 150 kg/cm2 kuat tarik pada suhu 100° ≥ 120 kg/cm2 Bahan karet diperkuat dengan susunan benang nilon yang memberikan kekuatan tarik sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menahan gaya. pompa dan saluran udara Pompa udara harus disediakan untuk mengembangkan tabung karet. lubang angin Lubang angin merupakan lubang bagi pemasukan dan pengeluaran udara pada tabung karet. iii. aliran air ditampung dalam suatu ember yang diikatkan pada kotak otomatisasi. Pemompaan udara ke dalam tabung karet harus dilengkapi dengan instrumen pengontrol tekanan udara (manometer) sesuai dengan Pd T-092004-A. dan lain-lain. 62 dari 77 . Jika muka air naik. Sistem penggerak tuas yang biasa digunakan. permukaan luar karet bisa dilapisi dengan bahan keramik sesuai dengan Pd T-09-2004-A. posisi ember akan turun hingga memutar tuas pembuka tutup saluran udara. dan tahan lama. kuat.8 m3/mil ii. Pelampung diikat dengan tali yang dihubungkan dengan kotak otomatisasi.Sistem ember. Sistem otomatisasi Prinsip keja sistem otomatisasi adalah apabila muka air sungai di hulu bendung sudah mencapai muka air pengempisan yang direncanakan. Untuk mengurangi goresan oleh benda tajam/keras. yaitu di kedua ujung tabung karet dengan memasang pipa baja dalam tabung. kekerasan tes abrasi menggunakan metode H18 dengan beban 1 kg pada putaran 1000 kali tidak melampaui 0. keras. . yang diatur untuk menggerakan tuas pembuka tutup saluran udara dari tabung karet.Sistem pengapungan.

12 Denah dan potongan melintang bendung karet 8) Perencanaan stabilitas a) Fondasi Fondasi bendung karet dapat dibedakan menjadi dua macam. Pada fondasi langsung. yaitu fondasi langsung yang dibangun di atas lapisan tanah yang kuat dan fondasi tidak langsung (dengan tiang pancang) yang dibangun pada lapisan lunak. fondasi dibuat dari sel-sel beton bertulang yang diisi dengan pasangan batu. Untuk penghematan biaya konstruksi. 63 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. fondasi bendung karet yang menahan bangunan atas yang relatif ringan membutuhkan massa yang lebih besar untuk menjaga stabilitas terhadap penggulingan dan penggeseran.

dan sebagainya.5 dengan : SFR adalah faktor keamanan terhadap guling MR adalah momen gaya-gaya penggulingan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) MT adalah momen gaya-gaya penahan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) (2) Stabilitas terhadap penggeseran Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FS = ∑F ∑F T R dengan : SFS adalah faktor keamanan terhadap geser FS adalah gaya-gaya penggeser (N) FT adalah gaya-gaya penahan (N) (3) Stabilitas terhadap gaya angkat S FU = ∑F ∑F G U ≥ 1. Sebagai contoh. Lane.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Stabilitas terhadap erosi bulu (piping) Panjang lintasan garis rembesan yang aman terhadap bahaya piping bisa dihitung dengan menggunakan metode seperti Bleigh.2 dengan : SFU adalah faktor keamanan terhadap pengangkatan FU adalah gaya angkat air (N) FG adalah gaya berat pondasi dan kekuatan tarik tiang pancang (N) (4) Stabilitas tanah dasar Dengan asumsi menggunakan pondasi langsung. diambil = H (m) koefisien Lane yang tergantung pada jenis tanah dasar pondasi c) Stabilitas pondasi (1) Stabilitas terhadap penggulingan Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FR = ∑M ∑M T R ≥1. pemeriksaan stabilitas dihitung dengan rumus : S FB = σa σ dengan : SFB adalah faktor keamanan daya dukung tanah 64 dari 77 . persyaratan kemanan terhadap bahaya piping menurut teori Lane adalah : CL ≤ dengan : LH = LV = ΔH = CL = ∑ (L /3) + ∑ L H V ΔH panjang bagian horisontal permukaan dasar pondasi (m) panjang bagian vertikal permukaan dasar pondasi (m) beda tinggi muka air hlu dan hilir. jaring aliran (flow net).

5 1. penggulingan dan gaya angkat diulang kembali dengan memperhtiungkan juga kekuatan tiang pancang untuk menahan gaya angkat dan gaya horisontal. digunakan pondasi langsung dengan dimensi seperti yang direncanakan sebelumnya. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan stabilitas tanah dasar dengan struktur pondasi yang sudah ditetapkan di atas. 2) jenis model hidraulik meliputi : a) model sungai. eksentrisitas gaya resultan (e) pada penggulingan dan daya dukung tanah (SFB).RPT0-Pd T-xx-xxxx σ adalah tegangan kasimum dasar pondasi (kPa) σa adalah gaya dukung tanah yang dijinkan (kPa) Eksentrisitas gaya resultan dihitung dengan rumus : e= B ∑M − 2 ∑V adalah eksentrisitas gaya resultan (m) adalah lebar dasar pondasi (m) adalah momen terhadap gaya-gaya terhadap ujung hilir pondasi (Nm) adalah komponen gaya vertikal (N) dengan : e B M V Jika persyaratan tersebut terpenuhi. Pemeriksaan stabilitas terhadap penggeseran. Perhitungan ini akan menentukan jumlah dan dimensi tiang pancang. ditunjukkan pada tabel di bawah ini : Tabel A.gejala dan parameter aliran pada permukaan struktur. harus menggunakan pondasi tiang pancang. (5) Persyaratan angka keamanan Angka keamanan terhadap penggulingan (SFS). perubahan gejala dan parameter aliran di sungai akibat adanya bangunan dan sebaliknya. gejala dan parameter aliran di sungai yang sulit diperoleh dari lapangan.2 1.2 e < B/6 < B/3 < B/6 < B/3 SFS 3 2 3 2 9) Uji model hidarulik 1) Uji model hidraulik perlu dilakukan terhadap pra desain untuk : a) mendapatkan bentuk dan ukuran hidraulik yang mantap. ii. Pada kondisi ini dimensi plat pondasi harus diubah menjadi kombinasi antara pelat penghubung dan seri tiang pancang. b) model bangunan dan pelengkapnya. Jika persyaratan tidak terpenuhi. b) mempelajari hal-hal seperti berikut : i.1 Kondisi Desain Normal Dengan gempa Banjir Pelaksanaan Persyaratan angka keamanan stabilitas pondasi SFS 1. 65 dari 77 .5 1.

investigasi. 10) Desain hidraulik Desain hidraulik : 1) merupakan penyempurnaan pradesain hidraulik yang dilakukan dengan bantuan uji model hidraulik. bangunan dan pelengkapnya) dan model detil. dan nota desain. 3) keluaran desain. seperti fondasi bangunan. 3) uji model hidraulik harus dilakukan oleh satu tim teknik hidraulik yang ahli dan berpengalaman baik dalam bidang uji model hidraulik maupun lapangan (survai. dengan skala gambar mengikuti standar yang berlaku. pintu-pintu. 66 dari 77 . dilakukan pada pekerjaan desain struktur. berupa gambar-gambar desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) model lengkap (sungai. 2) bangunan lain yang belum didesain pada pekerjaan pra desain. disain dan operasi.

.56 m3/dt iv....Elevasi lahan yang tertinggi yang akan diairi + 84.40 m . keadaan hidrolik sungai.Luas daerah irigasi yang akan diairi 6. Data awal seperti debit banjir desain sungai. tembok sayap hulu dan tembok sayapa hilir Kriteria desain : i. Perhitungan penentuan ketinggian elevasi muka air banjir di hulu bendung vi. Elevasi mercu bendung dilakukan : .Elevasi dasar sungai rata-rata di sekitar rencana bendung + 82...Kehilangan tekanan dari sawah ke saluran tersier = 0. Bidang hilir tubuh bendung di bagian hilir mercu dibuat dengan kemiringan yang perbandingannya yaitu 1 : 1 2) Data i.10 m . debit penyadapan ke intake.80 .Lebar palung sungai antara 50 – 60 m .Kehilangan tekanan akibat sedimen trap ke intake = 0.10 m Jadi ketinggian elevasi mercu bendung = +86. Perhitungan panjang lantai hulu bendung x.25 m .30 67 dari 77 .Tinggi sawah yang akan dialiri = +84. Tinggi mercu bendung ke dasar sungai di hilir harus lebih rendah atau sama dengan 10 meter Desain mercu dan tubuh bendung dengan persyaratan. yaitu : i.1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai.15 m . Penetapan ukuran lebar pembilas dan lebar pilar pembilas v. elevasi lahan yang akan diairi telah diketahui ii.229 hektar ..1) Penentuan elevasi mercu bendung i. Penentuan panjang mercu bendung iv.10 m ..... Penetapan tipe.Kehilangan tekanan pada intake = 0..RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN – C Lampiran C. Debit desain intake = 7. Penetapan ukuran mercu bendung dan tubuh bendung vii..Kehilangan tekanan akibat bangunan ukur = 0. Perhitungan untuk penentuan elevasi mercu bendung iii.20 m . Tinggi muka air banjir di hulu bendung harus lebih rendah atau sama dengan 4 meter ii. Debit banjir desain sungai dan elevasi muka air hilir (tail water) pada Q100th = +85..Kehilangan tekanan dari saluran tersier ke saluran sekunder = 0. tinggi muka air sungai saat banjir...70 m3/dt 3) Perhitungan Hidrolik Bendung 3.Kehilangan tekanan akibat eksploitasi = 0.70 ii. Perhitungan dimensi hidrolik bangunan intake viii.. Peta daerah irigasi : .Kehilangan tekanan dari saluran sekunder ke saluran induk = 0.. Peta situasi sungai. jari-jari pembulatan satu radius ii.. bentuk. dimana : .10 m .10 m . Penetapan dimensi bangunan tembok pangkal. 1) Tahapan Desain Tahapan desain hidrolik bendung yaitu seperti berikut : i.Kehilangan tekanan akibat kemiringan saluran induk ke sedimen trap = 0. dan ukuran bangunan peredam energi ix. Bentuk mercu bendung tipe bulat..80 iii. skala 1 : 2000..Tinggi air di sawah yang diambil = 0.

Elevasi permukaan air di kantong sedimen bagian hulu El = 86.50 3.3) Penentuan lebar lubang dan pilar pembilas Lebar bangunan pembilas diambil 1/10 kali lebar sungai rata-rata yaitu 1/10 x 52.12 dimana He = Ha Dari persamaan diatas diperoleh nilai C = 2.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan kebutuhan tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan + 86.10 = +86.50 Kesimpulan : .Panjang saluran pengantar ke penangkap sedimen = 30. Pembilas dibuat 2 buah masing-masing 2. Perhitungan penetuan elevasi meru bendung dengan memperhatikan faktor tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan sedime.4 m.00016 .24 He C = 2.24 He 3.20 + 0.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan elevasi sawah yang akan diairi +86.50 m 3.0 m .0 m.Kehilangan tekanan pada intake diambil = 0.50 . Panjang mercu ditetapkan 62.18 + (70 x 0.2 x 52 m = 62.0 = 5.40 m . 3.50 m.30 . nilainya dihitung dengan menggunakan persamaan : C = 3.97 (He/Hd)0.0 m . Bednugn ini direncanakan dilengkapi dengan penangkap sedimen dan bangunan pembilas lurus tipe undersluice.4) Perhitungan panjang mercu bendung efektif Panjang mercu efektif dihitung dengan menggunakan rumus : Be = Bb – 2(n Kp + ka) He Be = 62 – 2(2x0. yaitu : Qd = C x Be x He3/2 dimana : Qd = 700 m3/s Be = 62 – 0.Kehilangan tekanan akibat eksploitasi diambil = 0. Penangkap sedimen direncanakan dengan ukuran seperti berikut : .19 m .Elevasi dasr penagkap sedimen di bagian hilir = +83. Lebar pilar pembilas ditetapkan 2 buah dengan lebar masing-masing pilar 1.2) Penentuan panjang mercu bendung Panjang mercu bednung ditentukan 1.Kemiringan permukaan sedimen di penangkap sedimen = 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.Elevasi muka air di penangkap sedimen bagian hilir = +86. C.18 + (70 + 30) x 0.40 + 0.2 kali lebar sungai rat-rata.00016) = +86.00016 = +86.78 .18 Cara perhitungan dilakukan seperti berikut : .0 m.20 El = 86.Elevasi permukaan air di huu saluran pengantar/tepat di hilir intake El = 86.Panjang penangkap sedimen = 70.19 68 dari 77 .5) Perhitungan tinggi muka air banjir di hulu bendung Elevasi muka air banjir di hulu bendung dapat diketahui dengan menghitung tinggi energi dengan menggunakan persamaan seperti berikut : Qd = C x Be x He3/2 Koefisien debit pelimpah.20 m .20 .Elevasi muka air di hulu intake : El = 86.01 + 0. Lebar sungai direncana lokasi bendung bervariasi antara 50 m sampai dengan 55 m/ lebar sungai rata-rata diambil 52 m.19 Dari persamaan diatas tinggi energi dapat dihitung.Jadi ketinggian mercu bendung ditetapkan pada elevasi + 86.1) He Be = 62 – 0. Panujang mercu bendung yaitu 1.10 Jadi ketinggian elevasi mercu bendung +86.

50 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.0 m .50 m .Elevasi muka air banjir = +86.0 m .6) Penentuan Jari-jari mercu bendung Nilai jari-jari mercu bendung ditentukan berdasarkan grafik hubungan antara tinggi muka air hulu. dan r = 2.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C. jadi tidak ada bahaya kavitasi.Be.28 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.0 m .50 m = 3.0 m .B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.28 m Tinggi tekanan (Desain Head) Tinggi tekanan.28 m Qd = C.Tinggi muka air banjir di hulu bendung = He = 3.Kemiringan tubuh bendung = 1:1 69 dari 77 .07 m ∼ 3. 3.0 m .Be.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.0 = 89.50 m 3.50 m. Ha ditentukan dengan persamaan : He = He – v2/2g v2/2g = 0 (diabaikan) He = 3. Dari grafik tersebut.Panjang mercu bendung = 62.00 m.50 m .00 m Langkah kedua diasumsikan nilai Be = 61.Lebar pilar pembilas 2 x 1.Panjang bendung total = 70. untuk ha = Ha = 3.Tinggi pembendungan = 3. sehingga Be dapat dihitung : Be’ = 62 – 0.7) Resume Perhitungan Hidrolik .00 m .00 m dan q = 11.50 m Dengan menggunakan grafik penentuan bahaya kavitasi di hilir mercu bendung yang juga diterbitkan oleh DPMA dapat diketahui bahaya kavitasi di hilir mercu bendung.50 m = 5.50 + 3.Elevasi muka air banjir = +89.Lebar pembilas 2 x 2.50 m Qd = C.3 m.19 x 61.24 He Be = 62 – 0.00 m. Diambil r = 2.24 x 3 Be = 61.0 m .00 m Nilai He diambil 3.Tinggi muka air di hulu bendung = 3. tekanan beradad di daerah positif.19 x 61.00 m Kesimpulan : .4 m3/dt/m3 diperoleh nilai r = 2. ha dan besarnya jari-jari (r) serta debit pengaturan lebar yang diterbitkan oleh DPMA. Untuk nilai Ha = 3.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx Perhitungan dilakukan dengan cara trial dan error Langkah pertama diasumsikan bila nilai Be = 61.Elevasi mercu bendung = +86.

Panjang lantai peredam energi dihitung dengan rumus : Ls = (Ds) (Ls/D2).3) Desain dimensi peredam energi Debit desain per satuan lebar q = 700/61.Parameter energi .Tinggi ambang akhir dihitung dengan rumus : a = (0.30)D2 . Dengan memperhatikan jenis sungai tersebut.28 q = 11.Grafik untuk penentuan kedalaman lantai peredam energi .Garfik untuk penentuan panjang lantai peredam energi . Ls/D2 diperoleh grafik . maka bangunan peredam energi yang dipilih disini yaitu lantai datar dengan ambang akhir berkotak-kotak atau tipe MDO.20∼0. Grafik-grafik tersebut yaitu grafik untuk menentukan dimensi peredam energi tipe MDO yakni seperti berikut : .42 m3/dt/m z = 4.1) Pemilihan Tipe Jenis sungai di daerah ini yakni aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.RPT0-Pd T-xx-xxxx 4) Perhitungan Dimensi Peredam Energi 4. 4. bidang miring tubuh bendung bagian hilir permukaannya bentuk miring dengan perbandingan 1 : 1.2) Grafik dan Rumus Dalam mendesain dimensi peredam energi tipe MDO ini digunakan grafik-grafik yang diterbitkan oleh DPMA.Lebar ambang akhir dihitung dengan rumus : b=2xa keterangan : E = paramter energi q = debit desain persatuan lebar pelimpah bendung (m3/dt/m) z = perbedaan tinggi muka air hulu dan hilir (m) g = percepatan gravitasi (m/dt2) Ds = kedalaman lantai peredam energi (m) a = tinggi ambang akhir (m) b = lebar ambang akhir (m) D2 = kedalaman air di hilir (m) 4.Kedalaman lantai peredam energi dihitung dengan rumus : E= q g x z3 Ds = (Ds) (Ds/D2). Dalam penggunaan tipe ini ditentukan bentuk mercu bulat dengan satu jari-jari pembulatan.96 m g = 9.81 m/dt2 kedalaman air di hilir D2 = Y Q = C x L x Y3/2 70 dari 77 . Ds/D2 diperoleh grafik .

0 m Tinggi bukaan lubang intake = 1.28 x 3. D/D2 diperoleh dari grafik MDO D = 1.81 x 0.28 ∼ 8.70 m3/dt μ = koefisien debit = 0. L/D2 diperoleh dari grafik MDO L = 1.81 m/s2) z = kehilangan tinggi energi pada bukaan (m) Perbandingan antara lebar bukaan dan tinggi bukaan ditetapkan 2 : 1.26 a = 0.20 m Tinggi ambang akhir : a = 0.70 (diperkirakan) L = bentang sungai rata-rata di hilir = 70.97 ∼ 1.26 Parameter energi Panjang lantai dan kedalaman lantai peredam energi : L/D2 = 1.20 m 71 dari 77 .02 = 3.0 m 5) Perhitungan Bangunan Hidrolik Bangunan Intake 5.70 = 0.7 x 70 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ E= q g x z3 2 3 = 3.26 x 7 = 8.RPT0-Pd T-xx-xxxx Q = 700 m3/dt C = 1.3 x 3.7/2. dibuat 2 bukaan sehingga lebar pintu 2 x 2.85 b = lebar pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi (9. Perhitungan : Q =μ x b x a x 2x g x z 7.0 m ⎛ Q ⎞ Y =⎜ ⎜ CxL⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2 3 ⎛ 700 ⎞ Y =⎜ ⎜ 1.00 m Kedalaman lantai peredam energi : D/D2 = 1.0 m. 5.85 x b x 1. Lantai intake tanpa kemiringan dengan elevasi lantai sama tinggi dengan elevasi plat undersluice.0 b = 2.2 b = 7.26.20 x 2 x 9.00 m lebar ambang akhir : b = 2a b = 2 x 1. Arah intake terhadap sumbu sungai dibuat tegak lurus.26 = 4.1) Bentuk Intake Intake didesain dengan bentuk biasa dengan lubang pengaliran terbuka dilengkapi dengan dinding banjir.28.81 b diambil 4.173 ∼ 4.00 m Kesimpulan : Lebar bukaan pintu intake = 2 x 2.2) Dimensi Lubang Intake Dimensi lubang intake dihitung dengan persamaan : Q =μ x b x a x 2 x g x z dimana : Qi = debit intake = 7.

70 m3/dt Cd = koefisien debit. m/dt Qs = berat jenis partikel = 2.50 m .4) Penetapan Dimensi Hidrolik Bangunan Pembilas Bangunan pembilas direncanakan dengan undersluice lurus.5 d = 9. Dimensi lubang undersluice : .5) Perhitungan bangunan ukur pada intake Tipe bangunan ukur pada intake yang dipilih yaitu jenis Crum de Guyter.70/4.65-1) x d)0.396 x ((Qs – 1) x d)0.5 1.Undersluice dibagi 2 bagian 5.80 m2 v = 7.396 ((Qs-1) x d)0.8 mm 5.70 m3/dt A = luas penampang basah = m2 v = kecepatan aliran = m/dt Perhitungan : v = Q/A → A = (2 x 2) x 1. Perhitungan dilakukan sebagai berikut : Q = C d x B x Y x 2 x g x (H − Y ) K = Y/H atau Y = 0.63 H Keterangan : Q = debit intake = 7.65 d = diameter partikel = m Kecepatan aliran yang mendekat ke intake di hitung dengan rumus : Q = A x v = m3/dt v = Q/A = m/dt dimana : Q = debit intake = 7.396 ((2.0 m .Lebar lubang = 2.60 m/dt Diameter partikel : v = 0.3) Pemeriksaan Diamater Sedimen yang masuk ke Intake Rumus yang digunakan untuk memperkirakan diameter partikel yang akan masuk ke intake.60 = 0. diambil 0. m 72 dari 77 .80 v = 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5.20 = 4.25 m .Tinggi lubang = 1. karena debit intake besar.50 m .94 B = lebar bukaan pintu.5 dimana : v = kecepatan aliran. yaitu : v = 0.Lebar mulut = 11.Lebar pilar = 1.

20 = 0.20 = 0.80 m 2 Pintu dibuat dengan lebar masing-masing selebar 2.63 x 1. Perhitungan kehilangan tekanan (Δh) Anggapan Qmax/Qmin = γ = 3 Δh/H = 0.00 m Panjang rayapan seharusnya : Lb > 4 x 7.495 x 1.Hitung panjang lantai hulu yang dibutuhkan . jadi : ΔH = 86.00 m Berdasarkan gambar diperoleh : Lv = 2.495 → diperoleh dari grafik Ymin/H = 0.1) Cara Perhitungan Perhitungan panjang lantai hulu dilakukan dengan cara seperti berikut : .Panjang rayapan (creep lenght) harus cukup panjang untuk memperkecil aliran bawah (seepage) .5 + (2 x 2.60 m Bukaan pintu minimum (Ymin) Ymin = 0.756 ∼ 0.17 m Bukaan pintu maksimum (Ymax) Ymax = 0.140 → diperoleh dari grafik Jadi Δh = 0.50 ΔH = 7.RPT0-Pd T-xx-xxxx Y = bukaan pintu.20 = 0.81 x (H − 0.594 x 1 3 3 2 = 4.594 x H 7.25 + 1.50 – 79.594 m ∼ 0.140 x 1.00 = 28.83 m = 4.94 x B x 0.2) Perhitungan panjang lantai hulu Rumus yang digunakan berdasarkan teori Lane’s : L = Lv + 1/3 LH dimana : L = panjang total rayapan (m) LV = panjang vertikal rayapan (m) LH = panjang horisontal rayapan (m) Dalam desaini diambil nilai : L/ΔH = 4 dimana : L = panjang rayapan (m) ΔH = kehilangan tekanan (m) Perhitungan : Perhitungan dilaukan dengan kondisi tidak ada aliran dari hulu sehingga : Q = 0.Jika diperoleh sebaliknya maka ulangi perhitungan 6. H = tinggi energi total di atas ambang di hulu pintu Q = 0.594 x B x H3/2 B= B= Q max 1.Tentukan dengan cara perkiraan awal bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu .Jika panjang lantai hulu hasil perhitungan lebih panjang daripada yang dibutuhkan maka hasil perhitungan sudah memadai .5) + 3.5 + (6 x 1.Gambarkan bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu tersebut .0) + 4.63H x 2 x 9.80 + 1.76 m 6) Perhitungan Panjang Lantai Hulu 6.63H ) Qmax = 1.98 Lv = 28.57 m 73 dari 77 .40 m.70 1.

38 > Lb = 28.00 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx LH = 35.0 m LP.0 Lsi = 15.50 m +3.5 m = 87.38 m Jadi Lb yang dibutuhkan = 28. b) Panjang pangkal tembok bendung tegak bagian hulu dihitung dari mercu bendung.42 m LP = 28.0 m c) Elevasi dekzerk tembok pangkal dilukis mercu : Elevasi mercu bendung +Ha+jagaan = +86.5 m = +91. Dalam desain ini panjang dari mercu bendung sampai dengan ujung ambang akhir yaitu 18.75 m + 3.51 m 7.38 m LP = 40.0 m b) Elevasi dekzerk tembok sayap hilir : + 87.1) Tembok Pangkal a) Ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi.51 74 dari 77 .0 m +1.00 OK Panjang lantai hulu cukup memadai 7) Penentuan Dimensi Tembok Pangkal dan Tembok Sayap 7.0 m.5 Ls Lsi = 1.26 m + 1. Jadi ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir panjangnya 9.42/3) m LP = 40. diambil sama dengan panjang lantai peredam energi yaitu 10.2) Tembok Sayap a) Panjang tembok sayap hilir Lsi = 1.00 d) Elevasi dekzerk tembok pangkal hilir mercu : Elevasi dasar sungai + D2 + jagaan = +82. hasil perhitungan = 40.57 + (35.5 x 10.

di bagian b ⎛ 1 − sin θ ⎞ P1 = γ w h1 + 1 γ s h12 ⎜ ⎟ 2 ⎝ 1 + sin θ ⎠ = 1x (5.di bagian a 75 dari 77 .20 m 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran C – 2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu 1) Ukuran Tebal Pintu Ukuran pintu bilas direncanakan seperti gambar dibawah ini : Lebar pintu Lebar teoritis Tinggi pintu Tinggi satu blok diambil Muka air banjir = = = = = 2.6x(1-0.17 = 5.75-0.16 m 2.00 m + 310.72 t/m .75 m Gaya tekan air dihitung dengan rumus : P1 = γ w x h Gaya tekan lumpur dihitung dengan rumus : ⎛ 1 − sin θ ⎞ P2 = 1 x γ s x h 2 x ⎜ ⎜ 1 + sin θ ⎟ ⎟ 2 ⎝ ⎠ dimana : γs = berat jenis lumpur h = tinggi lumpur = 1.00 m 2.5x1.20) = 5.55 + 0.20) + 0.00 m θ = sudut geser lumpur = 300 Tekanan air dan lumpur .

20 x 2..00 m = 2.84 b= =16.55 + 0..27 = 6.02)/2) x 0.4 Tekanan : Tekanan air pada P1 = 3.55 x 4..OK! 2) Ukuran Stang Pintu Pintu bilas direncanakan dengan ukuran seperti di bawah : Lebar pintu Lebar antara slag tembaga Tinggi angkat Koefisiein geser = 2..174 x 2.162 = 0.68467 tm = 68467 kg/cm Digunakan kayu jati σd = 80 kg/cm2 Wperlu = M/σd = 68467/80 = 855...RPT0-Pd T-xx-xxxx ⎛ 1 − sinθ ⎞ P2 = γ w h 2 + 1 γ s h 2 ⎜ ⎟ 2 2 ⎝ 1 + sinθ ⎠ = 1 x 5.16 m = 1..75 + 0.16 = 0.66 ton Kekuatan tarik = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser + berat sendiri pintu Berat sendiri kayu = 2.75 x 1000 = 5750 kg/m2 Tekanan air = P1 + P3 3550 + 5750 kg = = 4650 2 2 2 m Jumlah tekanan pada pintu : 2.20 = 1..16 x 3..6 x 1/3 = 5.20 x 0.5 x 1.02 cm 20 b= Ukuran pintu direncanakan. Lebar = b = 16 cm Tinggi = t = 20 cm Kontrol tegangan σ = M/W σ = 68467/1/6 x 20 x 162 σ = 80 kg/cm2 ..00 m = 0.72+6.55 x 1000 = 3550 kg/m2 Tekanan air pada P3 = 5.02 t/m Jadi Tekanan Total P = ((P1+P2)/2) x t = ((5.152 ton 76 dari 77 .174 t/m Momen maximum pada pintu : Mmax = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 1.16 x 0.84 cm2 W = 1/6 x t x b2 6x W . t 6 x 855.650 = 35.

7) = 15.558 ton Kekuatan tekan = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser – berat sendiri pintu = 35.10 6 64 L2 5x P= 5 x 6706 = d4 = 313 d 4 2.66 x 0.67 d = (1604.10 6 ⇒ L = 580 cm 64 x 580 2 5 x 6706 x 64 x 580 2 = 11643.412 ton Untuk 1 stang = 13.7) = 14.66 x 0.39 cm ∼ 11 cm Jadi ukuran stang pintu dengan diameter (d) = 11 cm 77 dari 77 .05 mm = 40 mm Perhitungan pada tekan : π 2 EI ⇒ i besi = 1 π d 4 2 64 L 3 4 π d E 5 x 6706 = ⇒ E besi = 2.14 x 6 4 = 1604.14 x d2 x 6 d2 = 7558 1 x 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx Berat sendiri besi = 0.70 ton Kekuatan tarik = 35.152 + 0.412/2 = 6.4 + (0.4 – (0.706 ton Perhitungan pada tarik : P = ¼ x π x d2 x 6 (kg/mm) 7558 = ¼ x 3.852 = 13.12/2 = 7.5 = 40.35 31 x 2 x 1000000 d = 10.264 – 0.152 + 0.67)0.12 ton Untuk 1 stang = 15.