BAHAN WORKSHOP PPST – AHSP KELOMPOK KERJA BENDUNG

RPT0

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... KETENTUAN DAN PERSYARATAN................................................................... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang .......................................................... Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung .................................................................. Persyaratan Pelaksanaan.................................................................................... i iii iv 1 1 2 4 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 10 10 10 10 11 13 13 13 13 13 15

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................ 5.1. Pengumpulan Data Sekunder.............................................................................. 5.2. Survey.................................................................................................................. 5.3. Investigasi Sungai................................................................................................ 5.4. Penyelidikan Geoteknik Lapangan ...................................................................... 5.5. Uji Laboratorium................................................................................................... 5.6. Analisis Hidrologi ................................................................................................. 5.7. Analisis Laju Transport Sedimen ......................................................................... 5.8. Perencanaan Bendung ........................................................................................ 5.9. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) ............................................................... 5.10. Analisis Kelayakan Ekonomi................................................................................ 5.11. Nota Desain ......................................................................................................... 5.12. Penggambaran .................................................................................................... 5.13. Perhitungan BOQ................................................................................................. 5.14. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya ............................................................... 5.15. Penyusunan Dokumen Pelelangan...................................................................... 5.16. Pekerjaan Lain-lain .............................................................................................. 5.17. Pelaporan ............................................................................................................ 5.18. Tenaga Ahli.......................................................................................................... 6. PENGENDALIAN MUTU .....................................................................................

7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN .................................................................... 7.1. Pengukuran ......................................................................................................... 7.2. Dasar Pembayaran .............................................................................................. BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... Lampiran – A

Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan ............................................................. 16 17 29

Lampiran – B.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung.... Lampiran – B.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung...................................................

i

Lampiran – C1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai (......) ...................... Lampiran – C2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu..................

68 76

ii

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

iii

analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan pembangunan bendung. hidrologi). tembok pangkal dan pengarah arus 7) Bangunan penahan batu 8) Lantai hulu dan hilir 9) Kantong lumpur 10) Peilschale 11) Jembatan inspeksi iv . Sehubungan dengan hal tersebut. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. desain hidraulik. data primer (pengukuran topografi dan pemetaan. Adapun ruang lingkup desain bangunan pada bendung adalah sebagai berikut : 1) Lokasi tubuh bendung 2) Tubuh bendung (tetap dan gerak) 3) Intake 4) Bangunan peredam energi 5) Bangunan pembilas 6) Tembok sayap. investigasi dan desain dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. analisis ekonomi. pedoman dan manual (NSPM) yang tercantum pada Acuan Normatif. analisis hidrologi. analisis hidrolika.7 tahun 2004.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. standar. pedoman dan manual (NSPM). survey hidrometri. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder (topografi. Kajian pada pedoman ini meliputi bangunan utama dan bangunan penunjang pada Bangunan Bendung yang berfungsi untuk irigasi. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun. standar. tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. geologi permukaan.

data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan).RSNI T-04-2002 : Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS 1 dari 77 . 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai SNI 03-2401-1991 : Tata Perencanaan umum Bendung SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir SNI 03-2819-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan SNI 03-2822-1992 : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis SNI 03-2830-1992 : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air dengan Cara Pias berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3444-1994 : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan SNI 03-3962-1995 : Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Ayakan Rancangan Standar Nasional (RSNI) : . 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : KEPMEN KIMPRASWIL No. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi. metode kerja pelaksanaan. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk kegiatan detail desain bendung dalam pekerjaan pembangunan bendung. penyelidikan geoteknik. analisis konstruksi. RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain 1. 2. desain hidraulik. Pedoman ini dapat digunakan untuk kegiatan detail desain pengembangan baru. ACUAN NORMATIF UU No. survey hidrometri). kelembaban relatif. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) . peta geologi regional.KEPMEN KLH No. perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. data kilmatologi (temperatur. gambar desain. analisis hidrologi. perbaikan dan up-grading.

1.3. Biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur debit air yang masuk.1. Bagian-3.1.1. Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai.1. Bendung saringan bawah (tyroll) adalah bendung dengan pengambilan pada dasar sungai. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : Tata Cara Desain Bendung Gerak Rancangan Pedoman Teknis : ISTILAH DAN DEFINISI Bangunan Utama adalah semua bangunan yang dibangun di sungai dan di sepanjang sungai atau aliran air termasuk bendungan. Pd. Mercu adalah bagian atas dari pelimpah atau tanggul. 3. Bagian-2.1. T-02-2005-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol : Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji : Perencanaan Bendung Karet Isi Udara : Analisis Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal Bangunan Air : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Bendung gerak dapat digunakan untuk mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi. 3. yang berfungsi untuk meninggikan muka air minimum pada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. dilengkapi dengan beberapa tipe saringan.1.8. pengoperasian pintu. Bendung gerak adalah bangunan berpintu yang dibuka selama aliran besar dengan masalah yang terjadi selama banjir tidak besar. untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi agar dapat digunakan untuk keperluan irigasi. contoh : bendung tyroller 3. Kegiatan yang bersifat Umum.2. T-01-2004-A Pd.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Teknis : 3. T-01-2003-A Pd. 3. abutment. 3.1. 3. hasil percobaan USCE. 3. Bendung tipe gergaji adalah bendung tetap dengan tata letak mercu pelimpah menyerupai gigi gergaji guna diperoleh lebar efektif pelimpah yang lebih panjang 3. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.4. atau instalasi air tenaga mikro/mini.2.1. 3. 3. Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang akan ditambahkan pada bangunan utama untuk keperluan pengukuran debit dan muka air sungai. guna mencegah masuknya bahan sedimen kasar ke dalam jaringan 2 dari 77 . peralatan komunikasi.6. Ogee adalah salah satu tipe mercu bendung yang permukaannya mengikuti persamaan tertentu. Bangunan pembilas (penguras) adalah bangunan pada tubuh bendung tepat di hilir pengambilan. T-09-2004-A Pd. Kegiatan yang bersifat Umum. jembatan di atas bendung.2. Lebar efektif bendung adalah panjang mercu bendung bruto dikurangi dengan lebar pilar dan pintu pembilas 3.5.1.7. Pangkal bendung adalah kepala bendung.

RPT0-Pd T-xx-xxxx

saluran irigasi (bisa juga berupa pembilas bawah/undersluice, shunt undersluice, atau pembilas bawah tipe boks) 3.2.2. Bangunan pengaman adalah bangunan untuk mencegah kerusakan konstruksi, misalnya: bangunan pelimpah samping, pembuang silang, dan sebagainya. 3.2.3. Bangunan pengambilan (intake) adalah bangunan berupa pintu yang digunakan untuk membelokkan air irigasi dari sungai agar sesuai dengan debit rencana dan pengelakan sedimen. 3.2.4. Bangunan penahan batu suatu bangunan yang ditempatkan di hulu bangunan pembilas bendung yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke intake dan untuk menyimpangkan batu-batu dengan diameter tertentu yang menuju bangunan bilas. 3.2.5. Bangunan peredam energi adalah struktur dari bangunan di hilir tubuh bendung yang terdiri dari berbagai tipe, bentu dan di kanan kirinya dibatasi oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk tertentu. 3.2.6. Rip-rap adalah susunan bongkahan batu alam atau blok-blok beton buatan dengan ukuran dan volume tertentu yang digunakan antara lain sebagai tambahan peredam energi di hilir bendung dan berfungsi sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi 3.3. Data geologi teknik/mekanika tanah adalah kondisi bahan lapisan pondasi, bahan konstruksi, sumber bahan timbunan, batu untuk pasangan batu kosong, agregat ntuk beton, batu belah untuk pasangan batu, dan parameter tanah yang harus digunakan bagi keperluan perencanaan. Data topografi adalah data yang berupa peta yang meliputi seluruh daerah aliran sungai, peta situasi letak bangunan, gambar-gambar potongan memanjang dan melintang sungai baik di sebelah hilir maupun hulu dari kedudukan bangunan utama. Debit rencana (design flood) adalah debit untuk perencanaan suatu bangunan atau saluran air. Desain hidraulik adalah tahapan kegiatan analisis terhadap hasil pradesain hidraulik dengan atau tanpa bantuan uji model hidarulik untuk menentukan bentuk dan ukuran yang tepat ditinjau dari segi hidarulik. Desain struktur adalah tahapan kegiatan untuk melengkapi hasil desain hidraulik agar didapat desain bangunan yang memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan serta dapat dilaksanakan. Kedalaman konjugasi adalah hubungan antara tinggi kedalaman sebelum dan sesudah loncatan air. Pondasi dangkal adalah pondasi yang ditempatkan dengan kedalaman D di bawah permukaan tanah yang kurang dari lebar minimum pondasi (B). Tinggi energi adalah tinggi air di tambah tinggi tekanan dan tinggi kecepatan. Tinggi jagaan minimum adalah tinggi jagaan yang ditetapkan minimum berdasarkan besaran debit saluran.

3.4.

3.5. 3.6.

3.7.

3.8. 3.9. 3.10. 3.11.

4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung memuat : 4.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 3 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa

Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 4.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 4.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain bendung meliputi :
4 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.1. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder, meliputi : 1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000 atau yang lebih detail. 2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)

ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan angin. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 3) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. 4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah

ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (pad) dan lain-lain. iv. rencana tata ruang wilayah
5 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.2. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : 1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Sesuai dengan KP-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama, pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Situasi Sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1,0 m, kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. b) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Detail Situasi Bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0,25 m. 2) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.

ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
6 dari 77

3) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masing-masing 1 titik pengeboran. 2) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : 1) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai SNI 03-3414-1994. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.RPT0-Pd T-xx-xxxx v.5.4. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. 5. Kedalaman pengukuran minimal 3. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : 7 dari 77 . kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. menggunakan perahu. Bagian-3.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 032819-1992. 5. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : 1) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal.3. Kegiatan yang bersifat Umum. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran 2) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. 5. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai.

3) Jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang .6. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. 2) Jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. b) Engineering properties. curah hujan. Log Pearson atau Log Normal . Bagian-3. mencakup : berat isi. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. unconfined compression test. 5. berat jenis. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. 2) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. SK DJ Pengairan No. Kegiatan yang bersifat Umum. tes konsolidasi dan compaction test. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. ii. 4) Jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. mencakup : direct shear test. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. b) Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris. yang terdiri : a) Metode Rasional. Adapun uji tersebut meliputi : a) Index properties. Uji laboratorium sedimen meliputi : a) Sedimen layang i. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 03-3961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) 8 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai dengan SNI 03-2415-1991 adalah sebagai berikut : 1) Jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx-200x. 185/KPTSA/A/1986. kadar air.

5. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung.7. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. saringan sampah dan batu bongkah. perumusan RKL dan RPL 5. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. lantai undik atau dinding tirai. 9 dari 77 . perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. peredam energi. 5. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. bangunan pembilas. bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. tembok pangkal bendung. bangunan pengambil.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Der Weduwen. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 d) Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS e) Metode Hidrograf Satuan f) Metode US – Soil Conservation Service 5) Jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. tanggul penutup dan tanggul banjir. bangunan pengarah arus. mercu dan tubuh bendung. Net present value (NPV). jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i.8. 5. Engelund-Hansen. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 c) Melchior.9. tembok sayap hilir.10. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.

5. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.12. 257/PTS/M/2004. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. dewatering dll. tenaga kerja lapangan dan lain-lain. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i.16. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. potongan memanjang dan melintang bendung. Mobilisasi staf kantor. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx. 5. 5. DJ Pengairan No. dokumentasi.14. 10 dari 77 . Pekerjaan Pembangunan Bendung. sudah termasuk dalam item mobilisasi.13. Penggambaran mengacu pada KP-07. Bagian-1. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. 2) Foto Dokumentasi a) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung. 5. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 5. b) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. Pekerjaan Lain-lain 1) Mobilisasi dan Demobilisasi a) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5.15.11.

serta konsep lokasi bendung. Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 4) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil Investigasi lanjutan topografi. Daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya Daftar Rencana kegiatan pada bulan berikutnya Mobilisasi dan Demobilisasi personil dan Daftar Hadir personil dan kegiatan masingmasing pada bulan tersebut . 3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Pelaporan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: - Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Penyedia Jasa Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan. c) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya atau image filenya. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan dan triwulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. hasil kunjungan lapangan. dan rencana kerja berikutnya. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. hasil pengumpulan data. 5. program dan jadwal kerja selanjutnya. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. Laporan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: Uraian permasalahan. selama dalam dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan. 11 dari 77 . Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.17. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.Realisasi Progress Kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi - Laporan bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. 3) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.

Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. metode dan jadwal konstruksi.daftar Kuantitas dan Harga Satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 8) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 12 dari 77 . 5. Ahli Bendung.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . Ahli Lingkungan. tanggapan. Nota desain akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 7) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: a) b) c) d) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. estimasi biaya. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. Laporan akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada konsep Laporan akhir (draft laporan akhir). dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya. rangkap 3 (tiga). paket konstruksi dan lain-lain. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi.18.tender Drawing . dan koreksi. Ahli Geologi. Ahli Hidrologi. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. termasuk 1 kalkir gambar desain A3.rencana Pelaksanaan Fisik dan Construction method . Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. jadwal pelaksanaan. Ahli Geoteknik. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 5) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: .RPT0-Pd T-xx-xxxx geoteknik. perhitungan desain. Ahli Geodesi. perhitungan desain. b) gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 c) gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. hidrologi. hidrolika. 6.

8) Biaya Diskusi 13 dari 77 .Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 1. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 7.1. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 7. Uraian Satuan Pengukuran OB Orang-hari Unit . No.Pemasangan Patok BM dan CP . survey dan investigasi. Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli. asisten serta tenaga pendukung.7) Biaya Pelaporan 2. dimana harga dan pembayaran tersebut. tenaga penunjang dan asisten tanaga ahli serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas.3) Pengukuran dan Pemetaan .2. Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas. 2. Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2. Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. 7.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.Pengukuran poligon dan situasi .4) Penyelidikan Geologi 2.2) Biaya Operasional Kantor 2.Pengukuran cross-section 2.

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2003. Desain Hidrolik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis. 2002. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Jakarta. Alfabeta CV. Pedoman Teknis Sederhana Bangunan Pengairan untuk Pedesaan. Perencanaan Bendung Karet Isi Udara. KP-07. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Jakarta Badan Standardisasi Nasional. 2002. Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. RSNI T-04-2002. Jakarta Departemen Pekerjaan Umum. KP-04. 1995. Bagian – 3. Jakarta. 2004. 2002. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. PT. Pd T-01-2003. Jakarta Mawardi. Drs. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Mediatama Saptakarya. Dipl. KP-02. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. SNI 03-2415-1991. Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pd T-xx-xxxx. Badan Penelitian dan Pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan. 14 dari 77 . Jakarta.. Metode Perhitungan Debit Banjir. Tata Cara Desain Hidarulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol. Puslitbang Pengairan. 2004. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bibliografi Badan Standardisasi Nasional. Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS.. 2002. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Bandung. SNI 03-1724-1989. Pd T-09-2004-A. 2004. Erman. AIT. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Bagian – 4. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai.. Badan Penelitian dan Pengembangan. Pd T-xx-xxxx.

BOQ dan RAB .Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Gambar Teknik .Laporan Akhir .RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN A Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air. kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN BENDUNG ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Dokumen Tender SELESAI 15 dari 77 .Laporan Kajian Andal .Laporan Analisis Sosek . terdiri : .Laporan Investigasi Geoteknik .

... Kabupaten.... 3....... dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS..Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran . geologi regional.. Maksud 6.. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara...... Peta topografi yang dikumpulkan harus 16 dari 77 2.. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.. 5......1...Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ..... LOKASI KEGIATAN.Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi...... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6..... 6...... 2..Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan pada ...........2.1... kondisi klimatologi.... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan kajian terhadap rencana pembangunan bendung untuk keperluan irigasi beserta kajian ekonomis dan lingkungan dari pembangunan bendung....Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan ..... SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp ......RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN B (Normatif) Lampiran B.. Lingkup Kegiatan . SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan bendung adalah mengoptimalkan pengambilan air dari sumber air dengan tujuan peningkatan hasil panen pada daerah pekerjaan 4......... kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan . Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder....1....1.......1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung Pekerjaan Detail Desain Bendung di DAS. 1... kajian perencanaan pendahuluan dan kajian kelayakan ekonomis pekerjaan dengan tujuan untuk rnendapatkan hasil survey dan investigasi secara menyeluruh serta konsep perencanaan bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi.. LINGKUP. 2... menguraikan : ...(..

perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). rencana tata ruang wilayah 17 dari 77 . Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. SK DJ Pengairan No. Data-data tersebut meliputi : i. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. lama penyinaran dan kecepatan angin. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. c) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. hidrologi/kualitas air. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. kelembaban relatif. yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. ruang lahan dan tanah ii. debit historis baik debit minimum. iv.000 sesuai dengan KP–01. d) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang.000 atau yang lebih detail. dan BAPEDAL. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain. besarnya curah hujan. data meteorologi. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. komponen sosial. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. fauna dan biota air iii. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. tingkat pendidikan. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. PSDA. penyebaran jenis batuan. sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. fisiografi dan geologi.

Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x.25 m. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan perencanaan . Pemetaan situasi sistem sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Sesuai dengan KP-02. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : i. Peta ini harus meliputi jarak 1.0 m. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan 18 dari 77 . sungai atau saluran yang ii. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. ii.1. bagian alur terbuka lurus.50 m. 185/KPTSA/A/1986. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0. badan sungai harus stabil. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. faktor : kesesuaian dengan segala situasi dan kondisi. Kegiatan yang bersifat Umum. Bagian-2. b) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. geomteri dan adanya kontrol penampang.2. mudah pencapaian dalam mampu melewatkan banjir. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. SK DJ Pengairan No.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Pengukuran detail situasi bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha.

misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Kegiatan yang bersifat Umum. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Kedalaman pengukuran minimal 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : a) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. menggunakan perahu. 6.3.1. Bagian-3. 19 dari 77 . peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : a) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. 6. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. keandalan peralatan dan sarana penunjang.1.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. b) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai.4. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran b) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.

Index properties. ii. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. 6. Adapun uji tersebut meliputi : 1. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang.1. 2. Engineering properties.6.5. 185/KPTSA/A/1986. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Uji laboratorium sedimen meliputi : 1. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. mencakup : berat isi. mencakup : direct shear test. SK DJ Pengairan No. kadar air. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : a) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. unconfined compression test.1. curah hujan. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. sehingga 20 dari 77 . Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. 6.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masingmasing 1 titik pengeboran. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 033961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. tes konsolidasi dan compaction test. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx200x. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. Sedimen layang i. Kegiatan yang bersifat Umum. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai SNI 032415-1991 adalah sebagai berikut : 1. berat jenis. Bagian-3. 2. b) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . gradasi butiran dan batas-batas atterberg.

17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. bangunan pengarah arus. 2. 4. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. 6. jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. tanggul penutup dan tanggul banjir. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989.1. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. bangunan pembilas. bangunan pengambil. 6. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. lantai undik atau dinding tirai. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 . yang terdiri : Metode Rasional. Analisis Dampak Lingkungan Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. - 6. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang .1. peredam energi. jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991.RPT0-Pd T-xx-xxxx analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii.Metode US – Soil Conservation Service 5.Der Weduwen. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. perumusan RKL dan RPL 21 dari 77 .8. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . mercu dan tubuh bendung.Metode Hidrograf Satuan . 3. saringan sampah dan batu bongkah. Engelund-Hansen. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 .1.7. Log Pearson atau Log Normal . tembok sayap hilir. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung.9. tembok pangkal bendung.Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS .Melchior.

Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. DJ Pengairan No.. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv.3. 257/PTS/M/2004..Kecamatan .. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i. 6... komponen bahan dan spesifikasi konstruksi..1. Pekerjaan Pembangunan Bendung. Bagian-1. 6...13. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan.1. dokumentasi. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten.1..15. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung..1. 6. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi.....11.. pekerjaan berada di Sungai.14. 6. Penggambaran mengacu pada KP-07.3.. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 22 dari 77 . 6..1. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii.. potongan memanjang dan melintang bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6.. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan.10.12. 6.... Net present value (NPV).2. 6. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i.. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. dewatering dll....1..1... Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx.. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat.

Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Penyedia Jasa harus 23 dari 77 . pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan.3. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. staf tenaga ahli dan staf pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6.3. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi.3.2. asisten. 6. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart).

berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 6. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan. 8.. O&P bangunan air.. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7.. 4. 9. O&P bangunan air.. Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. O&P bangunan air. dengan pengalaman minimal 7 tahun. Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). pelaksanaan pembangunan. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini .... pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung..6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun.. pelaksanaan pembangunan.. dengan pengalaman minimal 8 tahun.. 2. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3)... Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman 24 dari 77 . Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S. 7. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan... pelaksanaan pembangunan. geologi regional). hidrologi. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. O&P bangunan air.) hari kalende.. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). dengan pengalaman minimal 8 tahun. PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1. Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). pelaksanaan pembangunan....1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi... berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan... 3. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). 5. dengan pengalaman minimal 10 tahun. (.

8. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR).5 (lima) Tahun.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. Ahli Sosial . Nota Desain 2. 9. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. Gambar Teknis 3. Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 8 Juli 2005 2. Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya 25 dari 77 . Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11.RPT0-Pd T-xx-xxxx melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. 10. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : 1. sekurangkurangnya 5 (lima) tahun. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender. 11. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air. Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S. irigasi. dan lain-lain. 10.

rencana anggaran biaya.rencana pelaksanaan fisik dan construction method . gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. Laporan Analisis Dampak Lingkungan 26 dari 77 ii. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. dimensi dan layout check dam. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii. iv. Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return. Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 5.daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 7. iii. ii. serta konsep perencanaan bendung Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 4. peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 .tender drawing . lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Dokumen tender Dokumen Tender terdiri atas: i. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iii. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . Laporan Penyelidikan Geoteknik . analisis laju sedimen. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 6. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . rangkap 3 (tiga). ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3.

PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iv. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan Pengguna Jasa untuk keperluan 27 dari 77 . Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 12.

Sayap bendung 3. lebar galian pangkal bendung (L) paling pendek sebesar M + 1. c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Cerucuk Bagian-bagian dan dimensi bendung cerucuk sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk sebagai berikut : (1) Tubuh bendung. dengan susunan sebagai berikut : 1) Bendung Cerucuk Sederhana a) Pertimbangan perencanaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya tidak terlalu keras dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 10 meter. lebar mercu bendung (M) minimal 1. tinggi bendung (H) maksimal 1.0 m.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung Kriteria desain bendung disusun berdasarkan jenis bangunannya.0 m.0 m. jarak tiang pada baris cerucuk (a) paling panjang 1. Lantai hilir bendung Gambar B.1 Bagian-bagian bendung cerucuk (2) Sayap bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran B. dimensinya ditentukan sebagai berikut : .0 m 28 dari 77 . jumlah baris penguat sayap paling sedikit 2 baris dan jarak tiang-tiang penujang paling panjang 1. adapun dimensinya adalah sebagai berikut : - panjang tubuh bendung (B) maksimal 10. Tubuh bendung 2.bagian belakang sayap diperkuat dengan kayu/bambu mendatar yang diikatkan pada tiang-tiang sayap dengan tali pengikat dan diberi tiang penunjang agar sayap menjadi satu kesatuan yang kokoh.0 m.5 m.0 m material bahan tubuh bendung adalah kayu atau bambu jenis keras 1. pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 1. jarak antar baris cerucuk (b) paling panjang 0.0 m.

0 m 29 dari 77 .0 m. .0 m. .panjang lantai hilir paling minimal adalah 3.tinggi bendung (H) maksimal 2. .panjang sayap bagian hulu yang sejajar tebing sungai dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) yang selanjutnya sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 . kemudian sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 (3) lantai hilir.lebar mercu bendung (M) minimal 2.0 m.30 cm anyaman bambu atau karung plastik yang diisi pasir. . c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Bronjong Bagian-bagian dan dimensi bendung bronjong sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong sebagai berikut : (1) tubuh bendung .RPT0-Pd T-xx-xxxx .0 m.lantai hilir bendung terbuat dari hamparan bahan pengisi yang berupa batu kali φ 15 .2 Kontruksi sayap bendung cerucuk 2) Bendung Bronjong a) Pertimbangan perencaaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong persyaratan persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya relatif stabil atau berbatu dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 15 meter.panjang sayap hilir yang sejajar dengan tebing sungai dibuat paling sedikit sampai ke ujung lantai hilir.panjang tubuh bendung maksimal (B) maksimal 15.pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 2. dimensinya ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut : . Gambar B.

jika ditemui kesulitan penyadapan air sungai akibat beralihnya alur air sungai dan gejala pengendapan di sungai yang menghalangi pemasukan air ke bangunan pengambil. struktur saringan dibuat sederhana.panjang sayap bagian hulu dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) .3 Potongan tubuh dan lantai hilir bendung bronjong (2) sayap bendung .4 3) Bendung Tyrol a) Pertimbangan Perencaanaan Sayap hulu dan hilir bendung bronjong Dalam pelaksanaan desain bangunan pengambil Tyrol hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penyadapan air cara lain seperti bendung biasa sesuai Pd T-01-2003.panjang sayap hilir dibuat paling harus lebih dari panjang dari lantai hilir (3) lantai hilir panjang lantai hilir bendung minmal 3. tahan vibrasi dan mudah dibersihkan. berada di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung ii. Gambar B. b) Persyaratan Perencanaan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus didesain berdasarkan Pd T-01-2003. dan dipilih untuk menghindari gangguan keseimbangan morfologi sungai yang relatif besar akibat pembendungan atau dampak negatif lainnya karena adanya pembendungan. jenis ini dipilih jika dijumpai bahaya kerusakan bangunan akibat benturan angkutan sedimen batu gelundung dan benda padat lainnya. harus memperhatikan persyaratan berikut : i.0 m. iii. 30 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. tahan benturan dan gesekan angkutan sedimen dan benda padat lainnya.

bangunan pengambil Tyrol jangan dipilih jika diperkirakan menuntut cara-cara operasi. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. . aman dan efisien.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. biaya eksploitasi. . . ii. lokasi dan perbedaan tinggi (head) untuk fasilitas bangunan tersebut. . operasi dan pemeliharaan.saringan dari sumbatan batu.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. .bahaya penggerusan setempat. dan pemeliharaan yang sulit dan mahal. struktural. .bahaya kavitasi.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. vi. keamanan operasi : bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. tembok sayap udik dan hilir. . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. bangunan pengambil Tyrol hanya sesuai untuk dibangun pada ruas sungai dengan angkutan sedimen dominan fraksi kasar. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . . geser dan penurunan. sehingga harus tersedia lahan. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.pembilasan penangkap pasir secara periodik. bangunan pengambil Tyrol harus dilengkapi dengan penangkap pasir.kestabilan bangunan terhadap guling.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : 31 dari 77 . (1) Kemanan hidraulik Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . v.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. dan prosentase muatan fraksi dengan diameter ≤ 5 mm tidak lebih dari 25 persen dari jumlah angkutan sedimen total.

lembah sungai. topografi. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. dan mobilitas peralatan. Data yang diperlukan yaitu : i. evaluasi dan analisis data. peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. iv. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. palung. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. vi. frekuensi kejadian debit banjir. lingkungan. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung tyrol sesuai dengan Pd. viii. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. kemiringan dasar sungai. ii. v. iii. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala 1 : 50. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai.000. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. 32 dari 77 .2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. morfologi sungai dan medan sekitarnya. T-012003-A adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i.RPT0-Pd T-xx-xxxx (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. ii. geoteknik. jenis dan ketahanan umur. data morfologi sungai seperti geometri sungai. (d) penentuan debit desain mencakup : i. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. ix. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. pelaksanaan bangunan. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi.

tentukan dasar gorong-gorong pengumpul seperti bentuk setengah lingkaran. . kuat. ii. iii. bentuk batang saringan : ditentukan dengan bentuk bulat. prosentase bukaan dari saringan. . faktor debit yang disadap. tinggi mercu maksimal 0. ii. diameter. tentukan panjang gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kemampuan menyadap debit sungai dan debit yang dibutuhkan untuk pembilasan dan kebutuhan. iii. celah saringan maksimum 30 mm. kemiringan dasar. lengkung dan datar.muka air di dalam gorong-gorong pengumpul.5 m dari dasar tanah (d) saringan didesain sederhana. bentuk profil T dan bentuk kepala rel kereta api. iv. panjang. (c) tinggi mercu Untuk penempatan saringan ditentukan sedikit lebih tinggi dari dasar sungai dengan maksud.keadaan agradasi. panjang gorong-gorong pengumpul disesuaikan dengan panjang saringan. lebar gorong-gorong pengumpul yaitu jarak antara dua dinding goronggorong pengumpul. iv. endapan sedimen di udik dan di atas saringan. i. lebar. .sumbatan pada lubang saringan. untuk kebutuhan tinggi energi bagi pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah di atas saringan. . tentukan lebar gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk mengalirkan debit yang di sadap.jenis ukuran dan tata letak pemasangan batang saringan. . panjang. ii.bukaan pintu pengatur debit. kapasitas penyadapan dengan memperhatikan parameter-parameter sebagai berikut .kapasitas lewat gorong-gorong pengumpul.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. . panjang saringan ke arah sungai : dihitung dengan memperhatikan debit yang harus disadap. tentukan kemiringan dasar gorong-gorong pengumpul agar dapat menghanyutkan sedimen yang ada di dalam gorong-gorong 33 dari 77 . diameter butir angkutan sedimen yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. jenis : ditentukan seperti bentuk pagar tidur. . v. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) (b) panjang saringan Ditentukan berdasarkan debit desain kebutuhan dan debit untuk membilas sedimen di gorong-gorong pengumpul dan penangkap sedimen terpenuhi. penempatan saringan : ditempatkan di atas mercu atau sedikit lebih ke hilir mercu dengan posisi datar atau dengan kemiringan tertentu yang mempertimbangkan . lebar. plat baja berlubang-lubang dan atau susunan saringan yang dibagi atas beberapa bagian atau kompartemen. (e) Gorong-gorong pengumpul didesain dengan : i.kemiringan. mudah pelaksanaannya dengan : i.tinggi muka air di udik saringan. tipe. . celah dan kemiringan saringan : ditentukan dengan pertimbangan debit yang harus disadap dan diameter butir angkutan sedimen dasar yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. .debit sungai dan panjang bentang Tyrol.

iii. kapasitas gorong-gorong pengumpul. usahakan kapasitas gorong-gorong pengumpul lebih besar dari debit yang dibutuhkan untuk debit kebutuhan dan debit untuk pembilasan sedimen yang terdapat di dalam goronggorong pengumpul dan di penangkap sedimen (f) tubuh bangunan bagian hilir Bentuk tubuh bangunan bagian hilir saringan dapat dibuat tegak. iii. jika miring kemiringan minimum 1 : 1 iv. benturan dan abrasi angkutan batu gelundung. tinggi terjunan. [m] q = debit yang disadap per unit panjang bentang saringan pengambil. untuk menghindarkan pengendapan sedimen di dasar gorong-gorong pengumpul. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. v. kemiringan minimum dasar gorong-gorong pengumpul. dengan memperhitungkan : i. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. ii. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. miring dengan kemiringan tertentu (g) peredam energi Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat seperti halnya pembuatan peredam energi pada bendung. yang ditempatkan di bagian akhir gorong-gorong pengumpul dengan dinding penghalang banjir. 0min dapat ditentukan dengan pendekatan awal berdasarkan rumus berikut: I I 0 min = 0. 34 dari 77 . panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. (h) pintu pengatur debit Lengkapi gorong-gorong pengumpul dengan pintu pengatur debit. ii. dan pintu pembilas serta pintu-pintu intake. ii. peredam energi dapat dipilih antara lain tipe cekung. debit desain untuk bangunan peredam energi. kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. iv. (i) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara: i. penggerusan setempat.20 D7 q7 6 9 dengan pengertian: D = diameter butir sedimen terbesar yang mungkin lolos saringan pengambil. bangunan Tyrol dapat juga dibuat tanpa peredam energi. material konstruksi dari pasangan batu (j) tembok sayap udik dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan : i. bentuk dan dimensi peredam energi. [m3/det/m’] v. jika dibangun di atas batuan keras. degradasi dasar sungai yang akan terjadi.RPT0-Pd T-xx-xxxx pengumpul. iii.

5 Denah bendung Tyrol 35 dari 77 . Tembok sayap udik A Gorong-gorong pengumpul Tubuh Bendung Lantai udik Saringan Tembok pangkal Tembok sayap hilir Pintu pengatur debit A Penangkap pasir Denah Gambar B. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. (l) bangunan penangkap sedimen: Lengkapi bangunan Tyrol dengan bangunan penangkap sedimen yang bentuk dan ukurannya diperhitungkan terhadap : i. penggerusan setempat. jumlah endapan yang harus ditampung . (k) lantai udik dan dinding tirai Dimensinya ditentukan dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut : i. pengurangan daya angkat air yang dapat melebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. frekwensi pembilasan endapan secara hidraulik.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. iii. stabilitas tebing . v. ii. ii. permeabilitas tanah.

Batu candi Batu candi M Gorong-gorong penyalur Mercu Penangkap pasir Pintu pengatur debit Potongan Memanjang Mercu Saringan Gorong-gorong penyalur Lapisan tanah aus (Batu candi) Batu bongkah Potongan melintang 36 dari 77 . b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung bendung pelimpah mercu bulat di desain dengan meperhatikan persyaratan : i. dasar sungai yang tidak rawan gerusan c) Persyaratan Keamanan Bangunan R.6 Detail penampang saringan pengambil Puncak Tembok pangkal Mercu Bagian awal Bagian akhir Lantai udik Tubuh bendung Gambar B. 8O O.7 Potongan memanjang dan melintang gorong-gorong pengumpul 4) Bendung Pelimpah Mercu Bulat a) Pertimbangan Perancanaan Dalam pelaksanaan desain bangunan bendung pelimpah dengan mercu bulat harus direncanakan dengan seksama agar aman terhadap rembesan sesuai dengan Pd Txx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung. bendung pelimpah biasa sesuai dibangun pada sungai yang berlokasi di pertengahan (middle) iii. tinggi mercu.RPT0-Pd T-xx-xxxx Mercu Saringan SEPANJANG 80 m RAIL DIPOTONG BAGIAN BAWAHNYA N Batu candi L Gambar B. lokasi. jenis ini dipilih jika material yang hanyut bersama sungai berfluktuasi dan bahan angkutannya besar iv. debit banjir rencana dan stabilitas pelu didesain dengan mengacu pada acuan normatif ii.

(3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. struktural.bahaya kavitasi. geser dan penurunan. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bangunan bendung pelimpah mercu bulat dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. .bahaya penggerusan setempat. (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . . . evaluasi dan analisis data. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. operasi dan pemeliharaan. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan.kestabilan bangunan terhadap guling.000. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. . aman dan efisien. ii. .saringan dari sumbatan batu. data morfologi sungai seperti geometri sungai. tembok sayap udik dan hilir. .pembilasan penangkap pasir secara periodik. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. . 37 dari 77 . . (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. Data yang diperlukan yaitu : i.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimal 1 : 50.

lebih tahan terhadap benturan batu gelundung. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. (c) tinggi mercu. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. 38 dari 77 . frekuensi kejadian debit banjir.7 h < R < h. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung pelimpah mercu bulat sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. kemiringan hilir kaki pelimpah 1 : 1 dengan tujuan menghindari kavitasi (b) bentuk dan dimensi mercu. mercu dipilh bulat karena mudah dalam pelaksanaan. morfologi sungai dan medan sekitarnya. lembah sungai. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) i. geoteknik. pelaksanaan bangunan. kemiringan dasar sungai. ix.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. jenis dan ketahanan umur. iv. ii. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. lingkungan. iii. v. bongkah dan sebagainya. vi. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. ii. (d) penentuan debit desain mencakup : i. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. palung. persyaratan minimum radius mercu bendung yaitu 0. iv. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. viii.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. didesain untuk kebutuhan tinggi energi bagi penyadapan. ii. topografi. iii. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. dan mobilitas peralatan.

. .RPT0-Pd T-xx-xxxx i. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. (e) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.1. (d) tinggi muka air di atas mercu. ketebalan pilar sekitar 0. maksimum tinggi muka air 4. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. pembilas sedimen ditempatkan di pengeluaran gorong-gorong. ii. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. tidak lebih dari 4. jika lebih maka perlu dilakukan pengaturan peninggian elevasi dasar lantai hulu bendung. gorong-gorong penyeberang aliran di tempatkan di dalam tubuh bendung dengan kecepatan aliran 2.0 m.1. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. ii.5 m. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. (h) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. ii.7 m – 1. iv.5 m di atas plat undersluice.5 H (tinggi muka air di hulu bendung). pintu intake ditempatkan di pilar pembilas. jika sungai mengakut lanau.0 m dan minimum 0.0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i.0 m maka perlu dilakukan pelebaran bendung. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (g) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. jika pelebaran tidak memungkinkan lagi maka perlu dilakukan uji model.0 m. ii. jika > 4.5 m (f) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. sponeng untuk perletakan pintu (i) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. sebagai berikut : 39 dari 77 i. i. ii.5 m/dt. sebagai berikut : i. iii. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan. iii. sebagai berikut : i.0 m. iii.5 m. . ii. iii.

ii. sebagai berikut : i. sebagai berikut : i. iii. v. viii.0 m. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. iii. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. ii. iv. sebagai berikut : i.0 m dan 1.5 m (operasi manual).15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan.5 m. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung.2 x lebar intake. iv. 40 dari 77 . lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. ix. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. mulut undersluice mengarah ke hulu.0 m. v. vi. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. iii. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. tinggi lubang minimum 1. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. tinggi mercu minimal 0. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (l) tembok baya-baya. iv.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (m) bangunan penahan batu. ii. lebar sisi bagian dalam 1.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. ii. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. bentuk lantai datar (k) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. lebar pintu pembilas maksimum 2. vi. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : i. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. ii. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. (j) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vii. mulut undersluice mengarah ke samping.0 m. x. ditempatkan di hulu intake/undersluice. v. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0.

iii. . bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. ii.5 – 0.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. iv. tebal 0. kerikil dan kerakal. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. sebagai berikut : . penggerusan setempat.5 Ls v.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls 41 dari 77 . balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0.0 m RSNI T-042002.dasar sungai cukup keras iii. ii.0 m sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap (o) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. . tipe ganda Lokasi bendung berada pada sudetan sungai dengan ketinggian lebih dari 10.0 m dari atas mercu bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.4 m serta pada ketinggian minimal 1. . pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (n) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i.0 m. .tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.7 m. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam. tinggi terjunan. iii. iv. debit desain untuk bangunan peredam energi.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. ii.2 – 0. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. iv. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. . tipe MDO dan MDS .

bentuk dan dimensi peredam energi. stabilitas tebing.5 m. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . iii. iii. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. (r) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 x 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx (p) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. v.0 x 1.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. iv. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.4 t/m3. meter = panjang labtai peredam energi.5 Ls . keras dengan berat jenis batu 2.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . dengan kriteria : i.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.5 Ls viii. padat. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. ii. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. meter = panjang tembok sayap hulu. material rip-rap berupa blok beton dengan 1.0 m dan 0. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4.5 x 0.5 x 0.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . 42 dari 77 . meter (q) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . vi. ii.

5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (s) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka (u) jembatan inspeksi jembatan lalu lintas orang. iv. kedalaman penanaman sekitar 2. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. 185/KPTSA/A/1986 i.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. ii. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. kemiringan sungai harus cukup curam. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. jembatan lalu lintas kendaraan. Persyaratan desain mengacu pada KP-02 SK DJ Pengairan No. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. 43 dari 77 . ii. pilar-pilarnya ditempatkan di mercu bendung atau sedikit di hulu bendung. Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis.30 m/dt. v. iii. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (t) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. pilar-pilarnya ditempatkan di hulu bendung.

8 Denah bangunan bendung tetap Gambar B.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.9 Potongan melintang dan memanjang tubuh bendung pelimpah bulat 44 dari 77 .

berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu di analisis dengan cermat. tinggi mercu. Lokasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. 45 dari 77 . seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa. Struktur tubuh bendung tipe gergaji relatif ramping. ii. jari-jari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0. dengan memperhatikan persyaratan berikut : i.11 Tipikal bangunan peredam energi tipe ganda 5) Bendung Pelimpah Tipe Gergaji a) Pertimbangan Perencanaan Dalam rencana penerapan bangunan bendung dengan pelimpah tipe gergaji hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penerapan bendung tipe lain.10 Tipikal bangunan penahan batu Gambar B.10 m. bendung karet. debit banjir rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan normatif. Bendung dengan pelimpah tipe gergaji kurang sesuai untuk dibangun pada sungai dengan angkutan material dasar sungai batu gelundung dan atau jika sungai tersebut membawa batang-batang pohon dalam jumlah yang tinggi sehingga diperkirakan akan menimbulkan masalah benturan yang dapat merusak bangunan dan tau tumpukan sampah yang dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpahan bendung. iv. iii. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur. atau bendung gerak sesuai Pd T-01-2004-A b) Persyaratan Perencanaan Bendung pelimpah tipe gergaji harus didesain berdasarkan Pd T-01-2004-A.

Data yang diperlukan yaitu : i. . . .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.saringan dari sumbatan batu.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.kestabilan bangunan terhadap guling. . (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . tembok sayap udik dan hilir. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing.bahaya akibat perubahan perilaku sungai.bahaya penggerusan setempat. . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. struktural. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . aman dan efisien. .peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 46 dari 77 .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.bahaya kavitasi. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. geser dan penurunan. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. evaluasi dan analisis data.pembilasan penangkap pasir secara periodik. ii. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan.000. . .

v. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. pelaksanaan bangunan. jenis dan ketahanan umur. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. (b) pengaruh tinggi muka air hulu i. lingkungan. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. morfologi sungai dan medan sekitarnya. palung. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) bentuk dan tata letak gigi i. pada pelimpah dengan bentuk dasar persegi panjang terjadi pengkonsentrasian aliran menuju pelimpah. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. pelimpah gergaji memberikan kinerja sangat baik untuk besaran h rendah. iii. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. p 47 dari 77 . data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. lembah sungai. kemiringan dasar sungai. pelimpah dengan bentuk dasar segitiga menghasilkan kapasitas pelimpahan terbesar. dan mobilitas peralatan. vi. geoteknik. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. viii. iv. dinding-dinding pelimpah bagian ujung hulu dan hilir pada bentuk segitiga sangat dekat. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. ix. frekuensi kejadian debit banjir. Keadaan ini mengakibatkan pelimpah bentuk segitiga sangat peka terhadap efek muka air hilir dan mudah kehilangan aerasi akibat tumbukan aliran menyilang yang jatuh dari dinding-dinding pelimpah. topografi. (d) penentuan debit desain mencakup : i. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. Namun demikian. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. data morfologi sungai seperti geometri sungai. iii. ii. bentuk dasar trapesium memberikan efektifitas pelimpahan yang terbaik. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. keadaan ini menimbulkan depresi terhadap muka air di atas pelimpah dan mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpah. ii. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data.

iv. kapasitas pelimpah bendung gergaji kana menurun.5. tanpa aerasi yang baik.2. α h maksimum = 0.25.75 αmaks.5 p Ig b Ig b secara umum dapat dikatakan bahwa nilai pelipatan kapasitas pelimpahan akan naik setara dengan pertambahan nilai nilai . debit dan kecepatan aliran menuju pelimpah p menjadi besar sehingga akan terjadi kontraksi aliran. aerasi dapat dilaukan dengan memasang pipa pemasik udara di bagian hilir mercu ii. i.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. disarankan agar nilai pelipatan panjang p Ig b ≤4 h ≤ 0. disarankan agar tinggi muka air hulu maksimum diambil pada domain (c) besar nilai pelipatan panjang pelimpah. ii. penerapan bendung dan pelimpah gergaji pada kondisi aliran tidak sempurna perlu dihindari 48 dari 77 . jika dalam desain bendung gergaji dapat dilakukan pembatasan muka air hulu hingga pelimpah bendungan tipe gergaji diambil dalam domain. jika tinggi muka air hulu dapat dibatasi hingga pelipatan panjang pelimpah dapat diambil hingga (d) besar sudut antara dinding sisi dan arah aliran. p iii. berkaitan dengan karakteristik ini. dengan αmaks adalah besar sudut segi tiga terbesar yang dapat dicapai untuk menghasilkan harga pelipatan panjang pelimpah tertentu (e) aerasi dan muka air hilir i. maka nilai p Ig b ≤6 i. disarankan agar dipilih bentuk gigi trapesium dengan besar sudut α= 0. h ≤ 0. untuk mengoptimalkan karakteristik ini. pelipatan kapasitas pelimpahan sangat peka terhadap kenaikan muka air hulu. Pelipatan kapasitas pelimpahan turun dengan tajam untuk harga h ≥ 0. untuk pelimpah dengan Ig b = 8. untuk Ig b > 8 akan diperoleh keadaan pertambahan kapasitas pelimpahan yang tidak sebanding dengan tuntutan biaya yang diperlukan untuk memperpanjang pelimpah. pada kondisi h tinggi. iii. Keadaan ini mengakibatkan sebagian besar pelimpah bekerja dengan tinggi tekan aliran yang lebih rendah daripada tinggi tekan aliran di sungai/saluran di hulu pelimpah. Namun demikian. kapasitas pelimpah akan naik seiring dengan peningkatan sudut α ii.

(j) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. .5 m. yang lebih besar daripada koefisien pelimpahan mercu dengan bentuk tajam (c).5 m (h) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. Ig b yang sama tetapi dengan koefisien pelimpahan c adalah Qg = 49 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bentuk mercu pelimpah i. bentuk mercu setengah lingkaran mempunyai koefisien pelimpahan (c).7 m – 1.1. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. sebagai berikut : i. sponeng untuk perletakan pintu i. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas. iii.0. ii.0 m. ii. jika sungai mengakut lanau. iii. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. kapasitas pelimpahan bendung gergaji dengan ct/c x Qt (g) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. sebagai berikut : i. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : .0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. .1. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung.5 m. ketebalan pilar sekitar 0.0 m. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (i) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. jika kapasitas pelimpahan suatu bendung atau pelimpah bendungan tipe gergaji dengan besar pelipatan panjang mercu Ig b dan nilai koefisien pelimpahan ct adalah sebesar Qt. ii. ii. ii.5 m di atas plat undersluice. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan. bentuk mercu pelimpah sangat berpengaruh terhadap kapasitas pelimpahan. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0.

bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. tinggi lubang minimum 1. iii. iv. iv. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0.5 m (operasi manual). lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. iii. iii. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. v. v. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. vi. sebagai berikut : i. ii. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. viii. lebar sisi bagian dalam 1. tinggi mercu minimal 0.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. vi. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. lebar pintu pembilas maksimum 2. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung.0 m.2 x lebar intake. mulut undersluice mengarah ke samping. sebagai berikut : i.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (o) bangunan penahan batu. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : 50 dari 77 . x. ii. mulut undersluice mengarah ke hulu. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx (k) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. vii. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung.5 m. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. bentuk lantai datar (m) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (n) tembok baya-baya.0 m. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. ii.0 m dan 1. iv. v. ix. sebagai berikut : i. sebagai berikut : i.0 m. (l) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.

penggerusan setempat. .50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (r) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. .tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. debit desain untuk bangunan peredam energi. bentuk dan dimensi peredam energi. tinggi terjunan. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.dasar sungai cukup keras (q) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (p) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. .tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4.RPT0-Pd T-xx-xxxx i.2 – 0. iii. sebagai berikut : . degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i.0 m dari atas mercu bendung.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0.5 – 0.4 m serta pada ketinggian minimal 1. . ii.7 m. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. iv. iv.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.0 m. iii.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir.0 m RSNI T-042002. ii. ii. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0.5 Ls v. iii. 51 dari 77 . ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. kerikil dan kerakal. tipe MDO dan MDS . . iv. tebal 0. ii.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0. ditempatkan di hulu intake/undersluice.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam.

iv.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. padat.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. iii.0 m dan 0. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. meter (s) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. keras dengan berat jenis batu 2. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir 52 dari 77 . panjang tembok sayap hulu ditentukan : .bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. kedalaman penanaman sekitar 2.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .5 Ls viii.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.5 x 0. ii.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . meter = panjang labtai peredam energi. (t) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. vi. meter = panjang tembok sayap hulu.4 t/m3. v.5 m. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. iii.5 Ls . meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.0 x 1. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. stabilitas tebing. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.5 x 0.0 x 1. iv. dengan kriteria : i.

b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan didesain dengan memperhatikan persyaratan : i.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. kemiringan sungai harus cukup curam. . Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis. kemiringan sungai relatif kecil atau datar. iv. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka 6) Bendung Gerak dengan Pintu a) Pertimbangan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan dipilih dengan pertimbangan jika peninggian dasar sungai akibat konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima dikarenakan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada akibat peninggian muka air.RPT0-Pd T-xx-xxxx (u) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. iii. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. v. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. .bahaya akibat perubahan perilaku sungai. 53 dari 77 . iii. tembok sayap udik dan hilir. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. . Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. iv. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. ii. berada pada lapisan tanah pondasi yang kuat.30 m/dt.bahaya penggerusan setempat. peninggian dasar sungai yang diakibatkan oleh konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima karena akan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen. debit banjir tidak bisa dilewatkan dengan aman melalui bendung tetap.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (v) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. ii. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. .bahaya kavitasi. struktural.

ii.saringan dari sumbatan batu. . iv. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. . keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. evaluasi dan analisis data. geser dan penurunan. vi. Data yang diperlukan yaitu : i. .pembilasan penangkap pasir secara periodik. ix. viii. kemiringan dasar sungai. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.000. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak.RPT0-Pd T-xx-xxxx (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal.kestabilan bangunan terhadap guling. iii. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. data morfologi sungai seperti geometri sungai.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. data lingkungan dan ekologi 54 dari 77 . laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. frekuensi kejadian debit banjir. . .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. v. jenis dan ketahanan umur. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. palung. lembah sungai. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. aman dan efisien.

debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. Tinggi pilar bendung harus lebih tinggi dari elevasi muka air banjir rencanan tanggul untuk menjamin keamanan pilar-pilar pintu dan menjamin jagaan antar MAT dan gelagar jembatan inspeksi. dimensi mekanisme penggerak daun pintu dan perhitungan stabilitas mekanis. tetapi pada pada pinggir hilirnya agak lonjong atau berbentuk busur yang runcing. Perapat bawah supaya dapat bertumpu pada landasan pintu yang dipasang di atas permukaan lantai bendung sedang perapat samping harus dibuat dengan konstruksi yang mudah dibongkar – pasang untuk memudahkan pemeriksaan dan perbaikan. maka pilar-pilar tersebut harus mempunyai stabilitas yang memadai. dan mobilitas peralatan. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. morfologi sungai dan medan sekitarnya. besarnya harga dan biaya exploitasi dan pemeliharaan (c) Lantai bendung Lantai bendung harus mempunyai kemampuan dalam mendukung beban yang ada di atasnya dan menjamin kerapatan terhadap rembesan air. 55 dari 77 . sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. Lebar dan panjang pilar bendung ditetapkan berdasarkan lebar jembatan inspeksi. ii. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. (b) Pertimbangan pemilihan tipe pintu Penetapan pintu didasarkan berbagai pertimbangan yang antara lain berdasarkan tujuan penggunaan. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal.RPT0-Pd T-xx-xxxx (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. pelaksanaan bangunan. (d) penentuan debit desain mencakup : i. topografi. ii. Celah diperlukan untuk memasang perapat pintu diperhitungkan untuk menentukan sponing pintu. lokasi pemasangan.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. geoteknik. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. (d) Pilar Bendung Bentuk penampang pilar bendung harus ramping dan pada pinggir hulunya dibentuk setengah lingkaran. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) panjang bendung i. Sebagai tambahan kadang-kadang dibutuhkan untuk penyangga di antara pilar-pilar bendung dan apabila pilar-pilar bendung juga akan dipakai sebagai bendung pengelak sementara. lingkungan.

iv. lebar sisi bagian dalam 1. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n.0 m dan 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx (e) Pilar Pintu Pilar pintu ditentukan berdasarkan tipe pintu yang digunakan sebagai tubuh bendung.5 Ls v. iii. viii. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. v. Tinggi ditentukan berdasarkan kemudahan operasi pintu termasuk tinggi perlengkapan mekanisme pengangkat daun pintu dan tambahan untuk tinggi jagaan (f) Ruang Operasi Pintu Ruang operasi pintu dilengkapi panel dan peralatan pengatur pintu. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. (h) Bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2.5 m. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. iii.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. ii. sebagai berikut : i. iv. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 56 dari 77 . mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (j) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. ii. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. sebagai berikut : i. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. vii. vi. sperti tomnol-tombol mekanisme pembukaan-penutupan pintu yang ditempatkan di atas pilar (g) Elevasi Sisi Atas Daun Pintu Elevasi sisi atas daun pintu ditentukan berdasarkan kenaikan elevasi muka air banjir yang diinginkan. ii.0 m. iii. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. ix. tinggi mercu minimal 0. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. (i) tembok baya-baya kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.

keras dengan berat jenis batu 2. vi.5 Ls viii. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan.RPT0-Pd T-xx-xxxx 0. meter = panjang labtai peredam energi. stabilitas tebing. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. 57 dari 77 .50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (k) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. (m) Rip – rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : .kemiringan tembok diambil 1 : 1 . geometri sungai di hilir dan sekitarnya. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. dengan kriteria : i. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1.5 Ls .bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. bentuk dan dimensi peredam energi.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir.4 t/m3.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . v. iii.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. ii.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1. meter (l) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. meter = panjang tembok sayap hulu. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. ii. padat. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . panjang tembok sayap hulu ditentukan : . iv.

Tangga untuk ruang operqasi pintu Konstruksi dan lokasi tangga supaya disesuaikan dengan keadaan sekitarnya. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjri merupakan kawasan penting. ruang operasi. ruang pembangkit listrik cadangan. iv. Tinggi muka air pada masin-masing lokasi dapat dibaca langsung dari dalam ruang operasi. ruang operasi dan semua tempat-tempat yang diperlukan untuk kelancaran operasi pintu. Kondisi alur sungai. .0 x 1. maka diperlukan adanyalistrik cadangan.Bendung karet hanya diterapkan pada kondisi yang apabila digunakan bendung tetap akan menimbulkan peningkatan ancaman banjir yang sulit diatasi. Gedung pusat operasi pintu Dalam gedung ini terdapat kantor. kedalaman penanaman sekitar 2.5 m. Pada bangunan penerus.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.0 m dan 0. Sumber tenaga listrik cadangan Pada pintu-pintu air yang sumber tenaga utamanya diperoleh dari jaringan komersil. ii.0 x 1.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (n) Perlengkapan lainnya i.5 x 0. vi. iv. material rip-rap berupa blok beton dengan 1. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjir datang. jembatan inspeksi. maka alat ukur tinggi muka air dipasang. Lebar efektif tangga minimum 1 mdan terbuat dari blok-blok beton.Alternatif bendung karet dipilih apabila bendung gerak jenis lain tidak bisa menjamin kepastian pembukaan bendung pada saat banjir datang.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. keseimbangan antara pilar pintu dan ruang operasi serta keamanan terhadap kemungkinan kecelakaan 7) Bendung Karet a) Pertimbangan Perencanaan Pertimbangan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : . ruang operasi. di dalam kolam tunggu.Alternatif penerapan bendung jenis lain yang lebih murah tanpa mengabaikan efektifitasnya bagi tujuan dibangunnya bendung. b) Persyaratan Perencanaan Persyaratan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : i. Sarana penerangan Sarana penerangan yang memadai haruslah dipasang untuk menerangi daun pintu. Alat ukur tinggi muka air Alat ukur tinggi muka air dipasang di hulu dan hilir bendung. ruang petugas jaga malam dan lain-lain iii. . v. Tangga inspeksi Tangga inspeksi harus diadakan pada permukaan perkuatan lerang tanggul kiri dan tanggul kanan baik di lereng belakang maupun di lereng depan. meliputi : 58 dari 77 .5 x 0.

bahaya kavitasi. kuat. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. . ii. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak.aliran sungai tidak mengangkut sampah yang besar dan keras .tidak mengangkut sedimen kasar . kedap udara. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. tembok sayap udik dan hilir. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. kekuatan maupun dimensi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan produsen untuk menyediakannya iii. .RPT0-Pd T-xx-xxxx .bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.tabung karet terbuat dari bahan yang elastis. tidak mudah terabrasi dan tahan lama .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. . struktural. geser dan penurunan.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya.Radiasi sinar ultraviolet terhadap karet tubuh bendung harus dikurangi . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.perencanaan bahan karet baik jenis. aman dan efisien. Operasi dan Pemeliharaan . yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . Bahan. . (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . harus memenuhi persyaratan : . . degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. .pembilasan penangkap pasir secara periodik.bahaya akibat perubahan perilaku sungai.saringan dari sumbatan batu. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.Bendung semaksimal mungkin karet harus diamankan dari gangguan manusia yang tidak bertanggung jawab.tidak terjadi sedimentasi yang sedemikian berat sehingga mengganggu mekanisme kembang-kempisnya tabung karet .air sungai tidak mengandung limbah kimia yang bisa bereaksi dengan karet ii.kestabilan bangunan terhadap guling.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. .bahaya penggerusan setempat. .kondisi aliran sub-kritis pada sungai muara .pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap 59 dari 77 .

stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. pelaksanaan bangunan. viii. v. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. ix. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data morfologi sungai seperti geometri sungai. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) elevasi mercu bendung Mercu bendung diletakkan pada elevasi yang diperlukan untuk pelayanan muka air pengambilan. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. . - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. lingkungan. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain.RPT0-Pd T-xx-xxxx d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. iii. morfologi sungai dan medan sekitarnya. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. (b) pembendungan 60 dari 77 . jenis dan ketahanan umur. topografi. palung. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. evaluasi dan analisis data. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. frekuensi kejadian debit banjir. (d) penentuan debit desain mencakup : i.000 atau yang lebih detail. kemiringan dasar sungai. dan mobilitas peralatan. atau didasarkan pada perhitungan bagi penyediaan volume tampungan air di hulu bendung. iv. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. vi. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. lembah sungai. geoteknik. ii. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. Data yang diperlukan yaitu : i.

tidak mempengaruhi aliran limpasan sempurna di atas mercu bendung 61 dari 77 . pada tubuh bendung bisa diberi sirip yang letaknya di sebelah hilir mercu. Struktur hidraulik kolam harus mempertimbangkan terjadinya pusaran air sebagai akibat aliran tidak merata karena timbulnya V-notch Pd T-09-2004-A. volume tampungan cukup berarti sebagai penyediaan air tawar di daerah pantai. Pada bendung dengan volume tampungan yang besar sedangkan debit aliran relatif kecil.3 H. atau jika pada kondisi mengempis. sirip berada pada ujung hilir lipatan. Untuk menghindari pelepasan volume tampungan pada operasi pengempisan. (e) sirip (fin) Sirip yang diletakkan di sebelah hilir/bawah mercu bendung sepanjang tabung karet berfungsi untuk menahan agar limpasan air dari atas mercu bendung tidak menempel menuruni sisi hilir tabung karet. iii.muka air hulu setinggi muka air pengempisan. . Prinsip penentuan lebar dan letak sirip adalah sebagai benkut : i. Pembendungan maksimum ini menentukan elevasi muka air pengempisan yang merupakan batas muka air tertinggi karena bendung karet harus sudah dikempiskan Pd T-09-2004-A. dengan prinsip : .panjang lantai ditentukan hingga ujung hilir loncat air Penghitungan muka air hilir harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya degradasi dasar sungai. kolam peredam energi Jenis dan dimensi kolam peredam energi direncanakan dengan metode yang berlaku. pengisian tampungan untuk mencapai muka air normal memerlukan waktu yang lama. energi terjunan Energi terjunan diperhitungkan untuk kemungkinan yang paling membahayakan yaitu pada kondisi dengan asumsi sebagai berikut : . Untuk mengurangi besarnya vibrasi. dengan pertimbangan bahwa uliran air yang menempel tersebut tidak stabil dan akan menyebabkan terjadinya vibrasi ataupun osilasi Pd T-09-2004-A. Pada alur sungai yang relatif lebar dan landai. (d) peredaman energi i. blok pemecah arus bisa ditambahkan jika diperlukan. bisa digunakan sistem panelisasi bendung Pd T-09-2004-A. ii. menghindari menempelnya aliran limpasan di hilir bendung pada posisi setinggi mungkin. ii. di hulu bendung akan terjadi penampungan air.RPT0-Pd T-xx-xxxx Tinggi bendung harus dibatasi untuk menghindari terjadinya : i. ancaman banjir di daerah hulu. vibrasi yang akan merusak tabung karet Tinggi pembendungan maksimum ditetapkan tidak melebihi 0.elevasi lantai ditentukan agar loncat air terjadi tepat pada ujung terjunan.terjadi v-notch hingga mencapai dasar tubuh bendung. . peningkatan energi terjunan yang berlebihan. dengan H adalah tinggi bendung. (c) Penampungan dan pelepasan Ketika bendung karet mengembang. ii.

RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bahan karet tubh bendung Lembaran karet terbuat dari bahan karet asli atau sintetik yang elastik. dan lain-lain. Pada umumnya bahan karet yang digunakan memiliki spesifikasi sebagai berikut : i. Pemompaan udara ke dalam tabung karet harus dilengkapi dengan instrumen pengontrol tekanan udara (manometer) sesuai dengan Pd T-092004-A. Jumlah lubang minimum dua lokasi. pelampung ikut naik dan menggerakkan tuas pembuka tutup saluran udara sesuai dengan Pd T-09-2004-A. kuat tarik kuat tarik pada suhu normal ≥ 150 kg/cm2 kuat tarik pada suhu 100° ≥ 120 kg/cm2 Bahan karet diperkuat dengan susunan benang nilon yang memberikan kekuatan tarik sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menahan gaya. iii. Bahan dasar karet umumnya digunakan karet sintetis seperti ethylene propylene diene monomer (EPDM). yang diatur untuk menggerakan tuas pembuka tutup saluran udara dari tabung karet. permukaan luar karet bisa dilapisi dengan bahan keramik sesuai dengan Pd T-09-2004-A. aliran air ditampung dalam suatu ember yang diikatkan pada kotak otomatisasi. dan tahan lama. Sistem otomatisasi Prinsip keja sistem otomatisasi adalah apabila muka air sungai di hulu bendung sudah mencapai muka air pengempisan yang direncanakan. chloroprene rubber (CR). Lubang angin bisa dibuat lebih dari dua. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjebaknya udara pada satu sisi tabung karet ketika terjadi v-notch yang bisa menutup rongga tabung karet. Dengan makin besar berat ember. yaitu di kedua ujung tabung karet dengan memasang pipa baja dalam tabung.8 m3/mil ii. antara lain sebagai berikut : . 62 dari 77 . kuat. aliran air ditampung dalam suatu bak yang di dalamnya dipasang pelampung. Untuk mengurangi goresan oleh benda tajam/keras. posisi ember akan turun hingga memutar tuas pembuka tutup saluran udara.Sistem ember.Sistem pengapungan. . akan terjadi aliran masuk ke dalam sistem. Sistem penggerak tuas yang biasa digunakan. keras. yang diletakkan merata di sepanjang pipa baja dalam tabung karet sesuai dengan Pd T-09-2004-A. ii. lubang angin Lubang angin merupakan lubang bagi pemasukan dan pengeluaran udara pada tabung karet. kekerasan tes abrasi menggunakan metode H18 dengan beban 1 kg pada putaran 1000 kali tidak melampaui 0. (g) perencanaan instalasi i. pompa dan saluran udara Pompa udara harus disediakan untuk mengembangkan tabung karet. Pelampung diikat dengan tali yang dihubungkan dengan kotak otomatisasi. Jika muka air naik.

63 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. fondasi dibuat dari sel-sel beton bertulang yang diisi dengan pasangan batu.12 Denah dan potongan melintang bendung karet 8) Perencanaan stabilitas a) Fondasi Fondasi bendung karet dapat dibedakan menjadi dua macam. fondasi bendung karet yang menahan bangunan atas yang relatif ringan membutuhkan massa yang lebih besar untuk menjaga stabilitas terhadap penggulingan dan penggeseran. Pada fondasi langsung. yaitu fondasi langsung yang dibangun di atas lapisan tanah yang kuat dan fondasi tidak langsung (dengan tiang pancang) yang dibangun pada lapisan lunak. Untuk penghematan biaya konstruksi.

persyaratan kemanan terhadap bahaya piping menurut teori Lane adalah : CL ≤ dengan : LH = LV = ΔH = CL = ∑ (L /3) + ∑ L H V ΔH panjang bagian horisontal permukaan dasar pondasi (m) panjang bagian vertikal permukaan dasar pondasi (m) beda tinggi muka air hlu dan hilir.2 dengan : SFU adalah faktor keamanan terhadap pengangkatan FU adalah gaya angkat air (N) FG adalah gaya berat pondasi dan kekuatan tarik tiang pancang (N) (4) Stabilitas tanah dasar Dengan asumsi menggunakan pondasi langsung. jaring aliran (flow net). diambil = H (m) koefisien Lane yang tergantung pada jenis tanah dasar pondasi c) Stabilitas pondasi (1) Stabilitas terhadap penggulingan Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FR = ∑M ∑M T R ≥1. pemeriksaan stabilitas dihitung dengan rumus : S FB = σa σ dengan : SFB adalah faktor keamanan daya dukung tanah 64 dari 77 . Lane. Sebagai contoh.5 dengan : SFR adalah faktor keamanan terhadap guling MR adalah momen gaya-gaya penggulingan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) MT adalah momen gaya-gaya penahan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) (2) Stabilitas terhadap penggeseran Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FS = ∑F ∑F T R dengan : SFS adalah faktor keamanan terhadap geser FS adalah gaya-gaya penggeser (N) FT adalah gaya-gaya penahan (N) (3) Stabilitas terhadap gaya angkat S FU = ∑F ∑F G U ≥ 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Stabilitas terhadap erosi bulu (piping) Panjang lintasan garis rembesan yang aman terhadap bahaya piping bisa dihitung dengan menggunakan metode seperti Bleigh. dan sebagainya.

5 1. (5) Persyaratan angka keamanan Angka keamanan terhadap penggulingan (SFS). Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan stabilitas tanah dasar dengan struktur pondasi yang sudah ditetapkan di atas. Jika persyaratan tidak terpenuhi. 2) jenis model hidraulik meliputi : a) model sungai.2 1. ii.gejala dan parameter aliran pada permukaan struktur. perubahan gejala dan parameter aliran di sungai akibat adanya bangunan dan sebaliknya. Perhitungan ini akan menentukan jumlah dan dimensi tiang pancang. digunakan pondasi langsung dengan dimensi seperti yang direncanakan sebelumnya. 65 dari 77 . penggulingan dan gaya angkat diulang kembali dengan memperhtiungkan juga kekuatan tiang pancang untuk menahan gaya angkat dan gaya horisontal. harus menggunakan pondasi tiang pancang. Pada kondisi ini dimensi plat pondasi harus diubah menjadi kombinasi antara pelat penghubung dan seri tiang pancang. gejala dan parameter aliran di sungai yang sulit diperoleh dari lapangan.RPT0-Pd T-xx-xxxx σ adalah tegangan kasimum dasar pondasi (kPa) σa adalah gaya dukung tanah yang dijinkan (kPa) Eksentrisitas gaya resultan dihitung dengan rumus : e= B ∑M − 2 ∑V adalah eksentrisitas gaya resultan (m) adalah lebar dasar pondasi (m) adalah momen terhadap gaya-gaya terhadap ujung hilir pondasi (Nm) adalah komponen gaya vertikal (N) dengan : e B M V Jika persyaratan tersebut terpenuhi. ditunjukkan pada tabel di bawah ini : Tabel A.5 1. eksentrisitas gaya resultan (e) pada penggulingan dan daya dukung tanah (SFB). b) mempelajari hal-hal seperti berikut : i. b) model bangunan dan pelengkapnya.1 Kondisi Desain Normal Dengan gempa Banjir Pelaksanaan Persyaratan angka keamanan stabilitas pondasi SFS 1.2 e < B/6 < B/3 < B/6 < B/3 SFS 3 2 3 2 9) Uji model hidarulik 1) Uji model hidraulik perlu dilakukan terhadap pra desain untuk : a) mendapatkan bentuk dan ukuran hidraulik yang mantap. Pemeriksaan stabilitas terhadap penggeseran.

pintu-pintu. investigasi. dilakukan pada pekerjaan desain struktur. dengan skala gambar mengikuti standar yang berlaku. bangunan dan pelengkapnya) dan model detil. seperti fondasi bangunan. 3) uji model hidraulik harus dilakukan oleh satu tim teknik hidraulik yang ahli dan berpengalaman baik dalam bidang uji model hidraulik maupun lapangan (survai. 3) keluaran desain. 10) Desain hidraulik Desain hidraulik : 1) merupakan penyempurnaan pradesain hidraulik yang dilakukan dengan bantuan uji model hidraulik. disain dan operasi. dan nota desain. 66 dari 77 . 2) bangunan lain yang belum didesain pada pekerjaan pra desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) model lengkap (sungai. berupa gambar-gambar desain.

56 m3/dt iv.Kehilangan tekanan pada intake = 0. Penetapan ukuran lebar pembilas dan lebar pilar pembilas v.15 m . Penetapan tipe. Penentuan panjang mercu bendung iv.10 m .70 m3/dt 3) Perhitungan Hidrolik Bendung 3.. 1) Tahapan Desain Tahapan desain hidrolik bendung yaitu seperti berikut : i... bentuk.10 m .. Debit banjir desain sungai dan elevasi muka air hilir (tail water) pada Q100th = +85.. Elevasi mercu bendung dilakukan : .Lebar palung sungai antara 50 – 60 m .30 67 dari 77 . dan ukuran bangunan peredam energi ix.. Perhitungan panjang lantai hulu bendung x.. Perhitungan dimensi hidrolik bangunan intake viii.70 ii. Tinggi muka air banjir di hulu bendung harus lebih rendah atau sama dengan 4 meter ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN – C Lampiran C. skala 1 : 2000.Tinggi air di sawah yang diambil = 0. Tinggi mercu bendung ke dasar sungai di hilir harus lebih rendah atau sama dengan 10 meter Desain mercu dan tubuh bendung dengan persyaratan. Penetapan ukuran mercu bendung dan tubuh bendung vii. Debit desain intake = 7... keadaan hidrolik sungai. dimana : .Elevasi lahan yang tertinggi yang akan diairi + 84.80 .Kehilangan tekanan dari saluran tersier ke saluran sekunder = 0.80 iii. Peta daerah irigasi : ...25 m . Bentuk mercu bendung tipe bulat. Penetapan dimensi bangunan tembok pangkal. Data awal seperti debit banjir desain sungai.Kehilangan tekanan akibat kemiringan saluran induk ke sedimen trap = 0..Elevasi dasar sungai rata-rata di sekitar rencana bendung + 82.10 m Jadi ketinggian elevasi mercu bendung = +86.Kehilangan tekanan akibat sedimen trap ke intake = 0.Luas daerah irigasi yang akan diairi 6. Peta situasi sungai.40 m . Perhitungan untuk penentuan elevasi mercu bendung iii.20 m . elevasi lahan yang akan diairi telah diketahui ii..Kehilangan tekanan akibat bangunan ukur = 0.229 hektar . jari-jari pembulatan satu radius ii.. Bidang hilir tubuh bendung di bagian hilir mercu dibuat dengan kemiringan yang perbandingannya yaitu 1 : 1 2) Data i. tinggi muka air sungai saat banjir...10 m .Tinggi sawah yang akan dialiri = +84..Kehilangan tekanan dari saluran sekunder ke saluran induk = 0..1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai.Kehilangan tekanan akibat eksploitasi = 0.10 m .Kehilangan tekanan dari sawah ke saluran tersier = 0.. yaitu : i. tembok sayap hulu dan tembok sayapa hilir Kriteria desain : i. Perhitungan penentuan ketinggian elevasi muka air banjir di hulu bendung vi... debit penyadapan ke intake.1) Penentuan elevasi mercu bendung i.

50 3.18 + (70 + 30) x 0.1) He Be = 62 – 0.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan kebutuhan tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan + 86.50 Kesimpulan : .50 m.2 x 52 m = 62. Panujang mercu bendung yaitu 1.19 m .Jadi ketinggian mercu bendung ditetapkan pada elevasi + 86. nilainya dihitung dengan menggunakan persamaan : C = 3.24 He C = 2.00016 .19 Dari persamaan diatas tinggi energi dapat dihitung.78 .30 .0 m .20 . Penangkap sedimen direncanakan dengan ukuran seperti berikut : .20 El = 86.Kehilangan tekanan akibat eksploitasi diambil = 0.24 He 3.Elevasi permukaan air di huu saluran pengantar/tepat di hilir intake El = 86. Panjang mercu ditetapkan 62.00016 = +86.Kemiringan permukaan sedimen di penangkap sedimen = 0.01 + 0.12 dimana He = Ha Dari persamaan diatas diperoleh nilai C = 2.3) Penentuan lebar lubang dan pilar pembilas Lebar bangunan pembilas diambil 1/10 kali lebar sungai rata-rata yaitu 1/10 x 52.97 (He/Hd)0.18 + (70 x 0.40 m .Panjang penangkap sedimen = 70.2) Penentuan panjang mercu bendung Panjang mercu bednung ditentukan 1. Lebar sungai direncana lokasi bendung bervariasi antara 50 m sampai dengan 55 m/ lebar sungai rata-rata diambil 52 m.19 68 dari 77 . C. 3.00016) = +86.20 + 0.20 m .50 .Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan elevasi sawah yang akan diairi +86.Panjang saluran pengantar ke penangkap sedimen = 30. Lebar pilar pembilas ditetapkan 2 buah dengan lebar masing-masing pilar 1.0 m.10 = +86.18 Cara perhitungan dilakukan seperti berikut : .5) Perhitungan tinggi muka air banjir di hulu bendung Elevasi muka air banjir di hulu bendung dapat diketahui dengan menghitung tinggi energi dengan menggunakan persamaan seperti berikut : Qd = C x Be x He3/2 Koefisien debit pelimpah.Elevasi muka air di hulu intake : El = 86.Elevasi dasr penagkap sedimen di bagian hilir = +83. yaitu : Qd = C x Be x He3/2 dimana : Qd = 700 m3/s Be = 62 – 0.4) Perhitungan panjang mercu bendung efektif Panjang mercu efektif dihitung dengan menggunakan rumus : Be = Bb – 2(n Kp + ka) He Be = 62 – 2(2x0.0 = 5. Bednugn ini direncanakan dilengkapi dengan penangkap sedimen dan bangunan pembilas lurus tipe undersluice. Pembilas dibuat 2 buah masing-masing 2.Elevasi muka air di penangkap sedimen bagian hilir = +86.Kehilangan tekanan pada intake diambil = 0.Elevasi permukaan air di kantong sedimen bagian hulu El = 86.0 m .RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.10 Jadi ketinggian elevasi mercu bendung +86.40 + 0.0 m.50 m 3.4 m.2 kali lebar sungai rat-rata. Perhitungan penetuan elevasi meru bendung dengan memperhatikan faktor tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan sedime.

4 m3/dt/m3 diperoleh nilai r = 2. jadi tidak ada bahaya kavitasi.RPT0-Pd T-xx-xxxx Perhitungan dilakukan dengan cara trial dan error Langkah pertama diasumsikan bila nilai Be = 61.Elevasi muka air banjir = +86.Elevasi muka air banjir = +89.Lebar pilar pembilas 2 x 1.50 m Qd = C.00 m Nilai He diambil 3. tekanan beradad di daerah positif.Kemiringan tubuh bendung = 1:1 69 dari 77 .50 m = 3.0 m .07 m ∼ 3.50 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.0 m .19 x 61.Be.19 x 61.Lebar pembilas 2 x 2.00 m.28 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.50 m . untuk ha = Ha = 3.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C. ha dan besarnya jari-jari (r) serta debit pengaturan lebar yang diterbitkan oleh DPMA.00 m Langkah kedua diasumsikan nilai Be = 61.50 + 3.24 x 3 Be = 61.0 m .50 m Dengan menggunakan grafik penentuan bahaya kavitasi di hilir mercu bendung yang juga diterbitkan oleh DPMA dapat diketahui bahaya kavitasi di hilir mercu bendung.Elevasi mercu bendung = +86.3 m.Panjang mercu bendung = 62.Panjang bendung total = 70.50 m .50 m 3.Be.0 = 89. Ha ditentukan dengan persamaan : He = He – v2/2g v2/2g = 0 (diabaikan) He = 3. Untuk nilai Ha = 3.00 m Kesimpulan : .28 m Tinggi tekanan (Desain Head) Tinggi tekanan. Dari grafik tersebut. sehingga Be dapat dihitung : Be’ = 62 – 0.00 m. Diambil r = 2.00 m dan q = 11.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.00 m . dan r = 2. 3.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.50 m = 5.7) Resume Perhitungan Hidrolik .0 m .28 m Qd = C.Tinggi muka air banjir di hulu bendung = He = 3.0 m .He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.Tinggi muka air di hulu bendung = 3.24 He Be = 62 – 0.0 m .Tinggi pembendungan = 3.50 m.6) Penentuan Jari-jari mercu bendung Nilai jari-jari mercu bendung ditentukan berdasarkan grafik hubungan antara tinggi muka air hulu.

Garfik untuk penentuan panjang lantai peredam energi . bidang miring tubuh bendung bagian hilir permukaannya bentuk miring dengan perbandingan 1 : 1. maka bangunan peredam energi yang dipilih disini yaitu lantai datar dengan ambang akhir berkotak-kotak atau tipe MDO.Parameter energi . Grafik-grafik tersebut yaitu grafik untuk menentukan dimensi peredam energi tipe MDO yakni seperti berikut : .Lebar ambang akhir dihitung dengan rumus : b=2xa keterangan : E = paramter energi q = debit desain persatuan lebar pelimpah bendung (m3/dt/m) z = perbedaan tinggi muka air hulu dan hilir (m) g = percepatan gravitasi (m/dt2) Ds = kedalaman lantai peredam energi (m) a = tinggi ambang akhir (m) b = lebar ambang akhir (m) D2 = kedalaman air di hilir (m) 4.28 q = 11. 4.Kedalaman lantai peredam energi dihitung dengan rumus : E= q g x z3 Ds = (Ds) (Ds/D2).20∼0.Grafik untuk penentuan kedalaman lantai peredam energi .42 m3/dt/m z = 4.96 m g = 9.81 m/dt2 kedalaman air di hilir D2 = Y Q = C x L x Y3/2 70 dari 77 . Dengan memperhatikan jenis sungai tersebut.1) Pemilihan Tipe Jenis sungai di daerah ini yakni aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.RPT0-Pd T-xx-xxxx 4) Perhitungan Dimensi Peredam Energi 4.2) Grafik dan Rumus Dalam mendesain dimensi peredam energi tipe MDO ini digunakan grafik-grafik yang diterbitkan oleh DPMA.30)D2 . Ls/D2 diperoleh grafik .Panjang lantai peredam energi dihitung dengan rumus : Ls = (Ds) (Ls/D2). Ds/D2 diperoleh grafik .3) Desain dimensi peredam energi Debit desain per satuan lebar q = 700/61. Dalam penggunaan tipe ini ditentukan bentuk mercu bulat dengan satu jari-jari pembulatan.Tinggi ambang akhir dihitung dengan rumus : a = (0.

1) Bentuk Intake Intake didesain dengan bentuk biasa dengan lubang pengaliran terbuka dilengkapi dengan dinding banjir.26.20 m Tinggi ambang akhir : a = 0.7 x 70 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ E= q g x z3 2 3 = 3.26 a = 0.0 m ⎛ Q ⎞ Y =⎜ ⎜ CxL⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2 3 ⎛ 700 ⎞ Y =⎜ ⎜ 1.2) Dimensi Lubang Intake Dimensi lubang intake dihitung dengan persamaan : Q =μ x b x a x 2 x g x z dimana : Qi = debit intake = 7.7/2.81 m/s2) z = kehilangan tinggi energi pada bukaan (m) Perbandingan antara lebar bukaan dan tinggi bukaan ditetapkan 2 : 1. Perhitungan : Q =μ x b x a x 2x g x z 7. dibuat 2 bukaan sehingga lebar pintu 2 x 2.26 = 4.02 = 3.85 b = lebar pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi (9.2 b = 7.26 x 7 = 8.173 ∼ 4.00 m Kedalaman lantai peredam energi : D/D2 = 1.3 x 3.81 x 0.70 m3/dt μ = koefisien debit = 0.20 m 71 dari 77 .70 = 0.0 m.97 ∼ 1. L/D2 diperoleh dari grafik MDO L = 1.81 b diambil 4.26 Parameter energi Panjang lantai dan kedalaman lantai peredam energi : L/D2 = 1. Lantai intake tanpa kemiringan dengan elevasi lantai sama tinggi dengan elevasi plat undersluice.00 m Kesimpulan : Lebar bukaan pintu intake = 2 x 2.0 b = 2.28 x 3. 5.85 x b x 1.0 m 5) Perhitungan Bangunan Hidrolik Bangunan Intake 5.28.70 (diperkirakan) L = bentang sungai rata-rata di hilir = 70. D/D2 diperoleh dari grafik MDO D = 1. Arah intake terhadap sumbu sungai dibuat tegak lurus.20 x 2 x 9.0 m Tinggi bukaan lubang intake = 1.28 ∼ 8.RPT0-Pd T-xx-xxxx Q = 700 m3/dt C = 1.00 m lebar ambang akhir : b = 2a b = 2 x 1.

5 d = 9.396 ((2.8 mm 5.65-1) x d)0.63 H Keterangan : Q = debit intake = 7.Lebar lubang = 2.3) Pemeriksaan Diamater Sedimen yang masuk ke Intake Rumus yang digunakan untuk memperkirakan diameter partikel yang akan masuk ke intake.Undersluice dibagi 2 bagian 5.Tinggi lubang = 1.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5.70 m3/dt Cd = koefisien debit.0 m .60 m/dt Diameter partikel : v = 0.396 x ((Qs – 1) x d)0. diambil 0.396 ((Qs-1) x d)0.20 = 4.Lebar pilar = 1.70/4.60 = 0.5 dimana : v = kecepatan aliran. yaitu : v = 0.65 d = diameter partikel = m Kecepatan aliran yang mendekat ke intake di hitung dengan rumus : Q = A x v = m3/dt v = Q/A = m/dt dimana : Q = debit intake = 7.5) Perhitungan bangunan ukur pada intake Tipe bangunan ukur pada intake yang dipilih yaitu jenis Crum de Guyter.Lebar mulut = 11.70 m3/dt A = luas penampang basah = m2 v = kecepatan aliran = m/dt Perhitungan : v = Q/A → A = (2 x 2) x 1. Perhitungan dilakukan sebagai berikut : Q = C d x B x Y x 2 x g x (H − Y ) K = Y/H atau Y = 0. m/dt Qs = berat jenis partikel = 2.50 m .80 m2 v = 7.94 B = lebar bukaan pintu.4) Penetapan Dimensi Hidrolik Bangunan Pembilas Bangunan pembilas direncanakan dengan undersluice lurus.25 m .5 1.80 v = 1.50 m . karena debit intake besar. Dimensi lubang undersluice : . m 72 dari 77 .

94 x B x 0.63H x 2 x 9. H = tinggi energi total di atas ambang di hulu pintu Q = 0.756 ∼ 0.83 m = 4.594 x H 7. jadi : ΔH = 86.25 + 1.80 + 1.5) + 3.81 x (H − 0.20 = 0.594 m ∼ 0.594 x B x H3/2 B= B= Q max 1.Gambarkan bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu tersebut .00 m Panjang rayapan seharusnya : Lb > 4 x 7.Panjang rayapan (creep lenght) harus cukup panjang untuk memperkecil aliran bawah (seepage) .63H ) Qmax = 1.594 x 1 3 3 2 = 4.40 m.5 + (6 x 1.0) + 4.1) Cara Perhitungan Perhitungan panjang lantai hulu dilakukan dengan cara seperti berikut : .5 + (2 x 2.495 → diperoleh dari grafik Ymin/H = 0.140 → diperoleh dari grafik Jadi Δh = 0.495 x 1.Jika diperoleh sebaliknya maka ulangi perhitungan 6.00 m Berdasarkan gambar diperoleh : Lv = 2.17 m Bukaan pintu maksimum (Ymax) Ymax = 0.20 = 0.70 1.Tentukan dengan cara perkiraan awal bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu .20 = 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Y = bukaan pintu.00 = 28.50 ΔH = 7.Jika panjang lantai hulu hasil perhitungan lebih panjang daripada yang dibutuhkan maka hasil perhitungan sudah memadai .80 m 2 Pintu dibuat dengan lebar masing-masing selebar 2. Perhitungan kehilangan tekanan (Δh) Anggapan Qmax/Qmin = γ = 3 Δh/H = 0.60 m Bukaan pintu minimum (Ymin) Ymin = 0.63 x 1.Hitung panjang lantai hulu yang dibutuhkan .2) Perhitungan panjang lantai hulu Rumus yang digunakan berdasarkan teori Lane’s : L = Lv + 1/3 LH dimana : L = panjang total rayapan (m) LV = panjang vertikal rayapan (m) LH = panjang horisontal rayapan (m) Dalam desaini diambil nilai : L/ΔH = 4 dimana : L = panjang rayapan (m) ΔH = kehilangan tekanan (m) Perhitungan : Perhitungan dilaukan dengan kondisi tidak ada aliran dari hulu sehingga : Q = 0.98 Lv = 28.76 m 6) Perhitungan Panjang Lantai Hulu 6.50 – 79.140 x 1.57 m 73 dari 77 .

0 Lsi = 15.0 m LP.5 x 10.0 m. diambil sama dengan panjang lantai peredam energi yaitu 10.RPT0-Pd T-xx-xxxx LH = 35.0 m c) Elevasi dekzerk tembok pangkal dilukis mercu : Elevasi mercu bendung +Ha+jagaan = +86.0 m +1.42/3) m LP = 40.51 m 7.75 m + 3.0 m b) Elevasi dekzerk tembok sayap hilir : + 87.1) Tembok Pangkal a) Ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi.00 d) Elevasi dekzerk tembok pangkal hilir mercu : Elevasi dasar sungai + D2 + jagaan = +82.57 + (35.38 m Jadi Lb yang dibutuhkan = 28. hasil perhitungan = 40.5 m = 87.50 m +3.38 > Lb = 28.00 OK Panjang lantai hulu cukup memadai 7) Penentuan Dimensi Tembok Pangkal dan Tembok Sayap 7.5 m = +91. Dalam desain ini panjang dari mercu bendung sampai dengan ujung ambang akhir yaitu 18.2) Tembok Sayap a) Panjang tembok sayap hilir Lsi = 1. Jadi ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir panjangnya 9.38 m LP = 40. b) Panjang pangkal tembok bendung tegak bagian hulu dihitung dari mercu bendung.26 m + 1.51 74 dari 77 .42 m LP = 28.5 Ls Lsi = 1.00 m.

di bagian a 75 dari 77 .00 m 2.55 + 0.72 t/m .20) + 0.16 m 2.6x(1-0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran C – 2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu 1) Ukuran Tebal Pintu Ukuran pintu bilas direncanakan seperti gambar dibawah ini : Lebar pintu Lebar teoritis Tinggi pintu Tinggi satu blok diambil Muka air banjir = = = = = 2.00 m θ = sudut geser lumpur = 300 Tekanan air dan lumpur .di bagian b ⎛ 1 − sin θ ⎞ P1 = γ w h1 + 1 γ s h12 ⎜ ⎟ 2 ⎝ 1 + sin θ ⎠ = 1x (5.75-0.5x1.20) = 5.75 m Gaya tekan air dihitung dengan rumus : P1 = γ w x h Gaya tekan lumpur dihitung dengan rumus : ⎛ 1 − sin θ ⎞ P2 = 1 x γ s x h 2 x ⎜ ⎜ 1 + sin θ ⎟ ⎟ 2 ⎝ ⎠ dimana : γs = berat jenis lumpur h = tinggi lumpur = 1.20 m 2.17 = 5.00 m + 310.

20 x 0.55 x 4.6 x 1/3 = 5.16 x 3..OK! 2) Ukuran Stang Pintu Pintu bilas direncanakan dengan ukuran seperti di bawah : Lebar pintu Lebar antara slag tembaga Tinggi angkat Koefisiein geser = 2..650 = 35.152 ton 76 dari 77 . t 6 x 855..RPT0-Pd T-xx-xxxx ⎛ 1 − sinθ ⎞ P2 = γ w h 2 + 1 γ s h 2 ⎜ ⎟ 2 2 ⎝ 1 + sinθ ⎠ = 1 x 5.02 t/m Jadi Tekanan Total P = ((P1+P2)/2) x t = ((5..162 = 0.174 t/m Momen maximum pada pintu : Mmax = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 1.84 b= =16.02 cm 20 b= Ukuran pintu direncanakan.84 cm2 W = 1/6 x t x b2 6x W .174 x 2.55 x 1000 = 3550 kg/m2 Tekanan air pada P3 = 5.66 ton Kekuatan tarik = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser + berat sendiri pintu Berat sendiri kayu = 2.27 = 6..20 = 1..16 m = 1.16 x 0.55 + 0.00 m = 0.5 x 1..02)/2) x 0.75 x 1000 = 5750 kg/m2 Tekanan air = P1 + P3 3550 + 5750 kg = = 4650 2 2 2 m Jumlah tekanan pada pintu : 2..00 m = 2.68467 tm = 68467 kg/cm Digunakan kayu jati σd = 80 kg/cm2 Wperlu = M/σd = 68467/80 = 855.72+6..4 Tekanan : Tekanan air pada P1 = 3.75 + 0.16 = 0. Lebar = b = 16 cm Tinggi = t = 20 cm Kontrol tegangan σ = M/W σ = 68467/1/6 x 20 x 162 σ = 80 kg/cm2 .20 x 2..

10 6 ⇒ L = 580 cm 64 x 580 2 5 x 6706 x 64 x 580 2 = 11643.67 d = (1604.67)0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Berat sendiri besi = 0.264 – 0.4 – (0.412/2 = 6.412 ton Untuk 1 stang = 13.152 + 0.05 mm = 40 mm Perhitungan pada tekan : π 2 EI ⇒ i besi = 1 π d 4 2 64 L 3 4 π d E 5 x 6706 = ⇒ E besi = 2.7) = 15.35 31 x 2 x 1000000 d = 10.70 ton Kekuatan tarik = 35.558 ton Kekuatan tekan = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser – berat sendiri pintu = 35.10 6 64 L2 5x P= 5 x 6706 = d4 = 313 d 4 2.706 ton Perhitungan pada tarik : P = ¼ x π x d2 x 6 (kg/mm) 7558 = ¼ x 3.5 = 40.4 + (0.852 = 13.14 x 6 4 = 1604.66 x 0.66 x 0.12/2 = 7.152 + 0.7) = 14.39 cm ∼ 11 cm Jadi ukuran stang pintu dengan diameter (d) = 11 cm 77 dari 77 .12 ton Untuk 1 stang = 15.14 x d2 x 6 d2 = 7558 1 x 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful