BAHAN WORKSHOP PPST – AHSP KELOMPOK KERJA BENDUNG

RPT0

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL

Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain

ICS 93.010

BIDANG SUMBER DAYA AIR

SDA

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI .................................................................................................................. KATA PENGANTAR ..................................................................................................... PENDAHULUAN........................................................................................................... 1. 2. 3. 4. 4.1. 4.2. 4.3. RUANG LINGKUP ............................................................................................... ACUAN NORMATIF............................................................................................. ISTILAH DAN DEFINISI....................................................................................... KETENTUAN DAN PERSYARATAN................................................................... Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang .......................................................... Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung .................................................................. Persyaratan Pelaksanaan.................................................................................... i iii iv 1 1 2 4 4 4 4 5 5 6 7 7 8 8 9 9 9 10 10 10 10 10 10 10 11 13 13 13 13 13 15

5. PELAKSANAAN PEKERJAAN ............................................................................ 5.1. Pengumpulan Data Sekunder.............................................................................. 5.2. Survey.................................................................................................................. 5.3. Investigasi Sungai................................................................................................ 5.4. Penyelidikan Geoteknik Lapangan ...................................................................... 5.5. Uji Laboratorium................................................................................................... 5.6. Analisis Hidrologi ................................................................................................. 5.7. Analisis Laju Transport Sedimen ......................................................................... 5.8. Perencanaan Bendung ........................................................................................ 5.9. Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) ............................................................... 5.10. Analisis Kelayakan Ekonomi................................................................................ 5.11. Nota Desain ......................................................................................................... 5.12. Penggambaran .................................................................................................... 5.13. Perhitungan BOQ................................................................................................. 5.14. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya ............................................................... 5.15. Penyusunan Dokumen Pelelangan...................................................................... 5.16. Pekerjaan Lain-lain .............................................................................................. 5.17. Pelaporan ............................................................................................................ 5.18. Tenaga Ahli.......................................................................................................... 6. PENGENDALIAN MUTU .....................................................................................

7. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN .................................................................... 7.1. Pengukuran ......................................................................................................... 7.2. Dasar Pembayaran .............................................................................................. BIBLIOGRAFI ............................................................................................................... Lampiran – A

Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan ............................................................. 16 17 29

Lampiran – B.1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung.... Lampiran – B.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung...................................................

i

Lampiran – C1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai (......) ...................... Lampiran – C2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu..................

68 76

ii

KATA PENGANTAR
Konsep pedoman ini merupakan hasil kajian dari berbagai pedoman spesifikasi teknik pekerjaan yang ada. Pembahasan dilakukan pada Kelompok Umum dari Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air pada Sub-Panitia Teknis sumber Daya Air yang berada dibawah naungan Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, Departemen Pekerjaan Umum. Proses pembahasan yang dimulai dari Rapat Kelompok Bidang Keahlian, Rapat Gugus Kerja, Rapat Teknis dan Konsensus pada tingkat Sub-Panitia Teknis Sumber Daya Air yang kemudian Rapat Penetapan pada Panitia Teknis sesuai dengan mekanisme proses pembuatan pedoman di Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pembahasan untuk masing-masing tingkatan harus dihadiri oleh anggota panitia, nara sumber, konseptor dan tim editor dari perumusan pedoman ini. Komposisi anggota panitia dan nara sumber harus memperhatikan keterwakilan para pemangku kepentingan yaitu antara lain : pemerintah, pakar, konsumen dan produsen dengan komposisi yang seimbang satu sama lain.

iii

tentang Sumber Daya Air bahwa pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana sumber daya air harus berdasarkan norma. survey hidrometri. sampling sedimen dan penyelidikan geoteknik). analisis dampak lingkungan serta penyusunan dokumen tender yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan pembangunan bendung. analisis hidrologi. Sehubungan dengan hal tersebut. investigasi dan desain dimana dalam pelaksanaannya mengacu dan berpedoman pada norma. geologi permukaan. data primer (pengukuran topografi dan pemetaan. cara uji mutu pekerjaan dan spesifikasi teknis bahan serta konstruksi dari bangunan air yang akan dibangun.7 tahun 2004. Adapun ruang lingkup desain bangunan pada bendung adalah sebagai berikut : 1) Lokasi tubuh bendung 2) Tubuh bendung (tetap dan gerak) 3) Intake 4) Bangunan peredam energi 5) Bangunan pembilas 6) Tembok sayap. Kajian pada pedoman ini meliputi bangunan utama dan bangunan penunjang pada Bangunan Bendung yang berfungsi untuk irigasi. pedoman dan manual (NSPM). pedoman dan manual (NSPM) yang tercantum pada Acuan Normatif. pada saat ini telah tersusun NSPM yang umumnya mengenai tata cara perencanaan. perhitungan volume pekerjaan sebagai acuan dalam penyusunan rencana anggaran biaya. analisis ekonomi. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder (topografi. tembok pangkal dan pengarah arus 7) Bangunan penahan batu 8) Lantai hulu dan hilir 9) Kantong lumpur 10) Peilschale 11) Jembatan inspeksi iv . standar. Pedoman ini disusun sesuai dengan masing-masing tahapan kegiatan yang terdiri dari survey. desain hidraulik. standar.PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-undang No. analisis hidrolika. hidrologi).

kelembaban relatif. Pedoman ini mencakup kegiatan pengumpulan data sekunder yang berupa peta topografi.RSNI T-04-2002 : Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS 1 dari 77 . analisis konstruksi. lama penyinaran dan kecepatan angin) dan data primer yang didapat dari hasil survey dan investigasi (pengukuran topografi dan pemetaan. survey hidrometri). RUANG LINGKUP Pedoman ini menetapkan ketentuan dan persyaratan.KEPMEN KLH No. 7 Tahun 2004 : Undang-Undang tentang Sumber Daya Air Undang-undang (UU) : Keputusan Menteri (KEPMEN) : KEPMEN KIMPRASWIL No. metode kerja pelaksanaan.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknis Volume II : Bendung Bagian – 2 : Pekerjaan Detail Desain 1. gambar desain. 257/PTS/M/2004 : Tata Cara Pembuatan Dokumen Pelelangan (Dokumen Tender) . perhitungan volume pekerjaan untuk menghitung rencana anggaran biaya. 2. pengendalian mutu serta pengukuran dan pembayaran untuk kegiatan detail desain bendung dalam pekerjaan pembangunan bendung. perbaikan dan up-grading. data kilmatologi (temperatur. desain hidraulik. penyelidikan geoteknik. peta geologi regional. ACUAN NORMATIF UU No. Pedoman ini dapat digunakan untuk kegiatan detail desain pengembangan baru. analisis hidrologi. 17 Tahun 2001 : Jenis Rencana usaha dan/atau Kegiatan wajib dilengkapi dengan Analisa Menegenai Dampak Lingkungan Standar Nasional Indonesia (SNI) : SNI 03-1724-1989 : Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai SNI 03-2401-1991 : Tata Perencanaan umum Bendung SNI 03-2415-1991 : Metode Perhitungan Debit Banjir SNI 03-2819-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka dengan Alat Ukur Arus Tipe Baling-Baling SNI 03-2820-1992 : Metode Pengukuran Debit Sungai dan Saluran Terbuka Dengan Pelampung Permukaan SNI 03-2822-1992 : Metode Pembuatan Lengkung Debit dan Tabel Sungai/Saluran dengan Analisis Grafis SNI 03-2830-1992 : Metode Perhitungan Tinggi Muka Air dengan Cara Pias berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3444-1994 : Tata Cara Perhitungan Tinggi Muka Air Sungai Tampang Ganda dengan Cara Pias Berdasarkan Rumus Manning SNI 03-3961-1995 : Metode Pengujian Kadar Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Pengendapan SNI 03-3962-1995 : Metode Pengujian Distribusi Butir Sedimen Layang Secara Gravimetri dengan Ayakan Rancangan Standar Nasional (RSNI) : . data hidrologi (curah hujan dan peta pos stasiun curah hujan).

1. 3. T-01-2003-A Pd. Kegiatan yang bersifat Umum. Bagian-2.1.RPT0-Pd T-xx-xxxx Pedoman Teknis : 3. Mercu adalah bagian atas dari pelimpah atau tanggul. Biasanya dilengkapi dengan kantong lumpur agar bisa mengurangi kandungan sedimen berlebihan serta memungkinkan untuk mengukur debit air yang masuk.1.6. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : Tata Cara Desain Bendung Gerak Rancangan Pedoman Teknis : ISTILAH DAN DEFINISI Bangunan Utama adalah semua bangunan yang dibangun di sungai dan di sepanjang sungai atau aliran air termasuk bendungan.2. peralatan komunikasi. Bangunan pelengkap adalah bangunan-bangunan yang akan ditambahkan pada bangunan utama untuk keperluan pengukuran debit dan muka air sungai. Pd.1.1. T-02-2005-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol : Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji : Perencanaan Bendung Karet Isi Udara : Analisis Daya Dukung Tanah Fondasi Dangkal Bangunan Air : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. 3.1.5. yang berfungsi untuk meninggikan muka air minimum pada bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi. Bendung gerak dapat digunakan untuk mengatur muka air di depan pengambilan agar air yang masuk tetap sesuai dengan kebutuhan irigasi. contoh : bendung tyroller 3. Bagian-3. Pangkal bendung adalah kepala bendung. Bendung gerak adalah bangunan berpintu yang dibuka selama aliran besar dengan masalah yang terjadi selama banjir tidak besar.1. 3. T-01-2004-A Pd. pengoperasian pintu. Kegiatan yang bersifat Umum.3. dilengkapi dengan beberapa tipe saringan. 3. T-09-2004-A Pd. Bendung saringan bawah (tyroll) adalah bendung dengan pengambilan pada dasar sungai. Bangunan pembilas (penguras) adalah bangunan pada tubuh bendung tepat di hilir pengambilan. 3.8. atau instalasi air tenaga mikro/mini. Bendung adalah bangunan pelimpah melintang sungai.1. untuk membelokkan air ke dalam jaringan irigasi agar dapat digunakan untuk keperluan irigasi. abutment. Lebar efektif bendung adalah panjang mercu bendung bruto dikurangi dengan lebar pilar dan pintu pembilas 3.1. 3.1. 3.7. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan : Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.2. 3. Bendung tipe gergaji adalah bendung tetap dengan tata letak mercu pelimpah menyerupai gigi gergaji guna diperoleh lebar efektif pelimpah yang lebih panjang 3.1. guna mencegah masuknya bahan sedimen kasar ke dalam jaringan 2 dari 77 . Ogee adalah salah satu tipe mercu bendung yang permukaannya mengikuti persamaan tertentu. hasil percobaan USCE. jembatan di atas bendung.2.4.

RPT0-Pd T-xx-xxxx

saluran irigasi (bisa juga berupa pembilas bawah/undersluice, shunt undersluice, atau pembilas bawah tipe boks) 3.2.2. Bangunan pengaman adalah bangunan untuk mencegah kerusakan konstruksi, misalnya: bangunan pelimpah samping, pembuang silang, dan sebagainya. 3.2.3. Bangunan pengambilan (intake) adalah bangunan berupa pintu yang digunakan untuk membelokkan air irigasi dari sungai agar sesuai dengan debit rencana dan pengelakan sedimen. 3.2.4. Bangunan penahan batu suatu bangunan yang ditempatkan di hulu bangunan pembilas bendung yang berfungsi sebagai alat untuk mencegah batu-batu dengan diameter tertentu yang akan masuk ke intake dan untuk menyimpangkan batu-batu dengan diameter tertentu yang menuju bangunan bilas. 3.2.5. Bangunan peredam energi adalah struktur dari bangunan di hilir tubuh bendung yang terdiri dari berbagai tipe, bentu dan di kanan kirinya dibatasi oleh tembok pangkal bendung dilanjutkan dengan tembok sayap hilir dengan bentuk tertentu. 3.2.6. Rip-rap adalah susunan bongkahan batu alam atau blok-blok beton buatan dengan ukuran dan volume tertentu yang digunakan antara lain sebagai tambahan peredam energi di hilir bendung dan berfungsi sebagai lapisan perisai untuk mengurangi kedalaman penggerusan setempat dan untuk melindungi tanah dasar di hilir peredam energi 3.3. Data geologi teknik/mekanika tanah adalah kondisi bahan lapisan pondasi, bahan konstruksi, sumber bahan timbunan, batu untuk pasangan batu kosong, agregat ntuk beton, batu belah untuk pasangan batu, dan parameter tanah yang harus digunakan bagi keperluan perencanaan. Data topografi adalah data yang berupa peta yang meliputi seluruh daerah aliran sungai, peta situasi letak bangunan, gambar-gambar potongan memanjang dan melintang sungai baik di sebelah hilir maupun hulu dari kedudukan bangunan utama. Debit rencana (design flood) adalah debit untuk perencanaan suatu bangunan atau saluran air. Desain hidraulik adalah tahapan kegiatan analisis terhadap hasil pradesain hidraulik dengan atau tanpa bantuan uji model hidarulik untuk menentukan bentuk dan ukuran yang tepat ditinjau dari segi hidarulik. Desain struktur adalah tahapan kegiatan untuk melengkapi hasil desain hidraulik agar didapat desain bangunan yang memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan serta dapat dilaksanakan. Kedalaman konjugasi adalah hubungan antara tinggi kedalaman sebelum dan sesudah loncatan air. Pondasi dangkal adalah pondasi yang ditempatkan dengan kedalaman D di bawah permukaan tanah yang kurang dari lebar minimum pondasi (B). Tinggi energi adalah tinggi air di tambah tinggi tekanan dan tinggi kecepatan. Tinggi jagaan minimum adalah tinggi jagaan yang ditetapkan minimum berdasarkan besaran debit saluran.

3.4.

3.5. 3.6.

3.7.

3.8. 3.9. 3.10. 3.11.

4. KETENTUAN DAN PERSYARATAN Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung memuat : 4.1. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang
1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa 3 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi
2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa

Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan, laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 4.2. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup. 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis, urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 4.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan pelaksanaan pekerjaan, Penyedia Jasa harus memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan, Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli, asisten, staf tenaga ahli dan staf pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan. 5. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknik pekerjaan detail desain bendung meliputi :
4 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.1. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder, meliputi : 1) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada, dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS. Peta topografi yang dikumpulkan harus menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi, dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi, kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang, misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250.000 atau yang lebih detail. 2) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan, besarnya curah hujan, data meteorologi, debit historis baik debit minimum, rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai dengan SNI 03-1724-1989. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA)

ii. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). iii. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara, kelembaban relatif, lama penyinaran dan kecepatan angin. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun, yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung. 3) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan, penyebaran jenis batuan, sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250.000 sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan, jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. 4) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS, PSDA, dan BAPEDAL. Data-data tersebut meliputi : i. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim, fisiografi dan geologi, hidrologi/kualitas air, ruang lahan dan tanah

ii. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora, fauna dan biota air iii. komponen sosial, ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk, tingkat pendidikan, mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (pad) dan lain-lain. iv. rencana tata ruang wilayah
5 dari 77

RPT0-Pd T-xx-xxxx

5.2. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : 1) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx200x, Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik, Kegiatan yang bersifat Umum, Bagian2, Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi. Sesuai dengan KP-02, SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986, tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama, pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Situasi Sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. Peta ini harus meliputi jarak 1,0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1,0 m, kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0,50 m. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya. b) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Detail Situasi Bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0,25 m. 2) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan faktor : kesesuaian dengan perencanaan ; mudah pencapaian dalam segala situasi dan kondisi; mampu melewatkan banjir; geomteri dan badan sungai harus stabil; adanya kontrol penampang; bagian alur sungai atau saluran yang terbuka lurus.

ii. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis; tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim, jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. keandalan peralatan dan sarana penunjang; peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala, dibersihkan dan dirawat dengan baik
6 dari 77

Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. 5. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung.5. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran 2) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 032819-1992. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. 3) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masing-masing 1 titik pengeboran. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal. Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : 1) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal. menggunakan perahu. Kedalaman pengukuran minimal 3. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : 1) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit. Kegiatan yang bersifat Umum. 2) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Bagian-3.4. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai SNI 03-3414-1994. 5. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : 7 dari 77 . 5. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya.3.RPT0-Pd T-xx-xxxx v.

Bagian-3.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) 8 dari 77 . 185/KPTSA/A/1986. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Kegiatan yang bersifat Umum. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit. Adapun uji tersebut meliputi : a) Index properties. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995. yang terdiri : a) Metode Rasional. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. mencakup : berat isi. berat jenis. curah hujan. unconfined compression test. gradasi butiran dan batas-batas atterberg. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx-200x. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02. 3) Jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . b) Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Uji laboratorium sedimen meliputi : a) Sedimen layang i. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 03-3961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang.6. mencakup : direct shear test. 2) Jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . 5. sehingga analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel. tes konsolidasi dan compaction test. Log Pearson atau Log Normal . 2) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. SK DJ Pengairan No. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai dengan SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. 4) Jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS. b) Engineering properties. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai dengan SNI 03-2415-1991 adalah sebagai berikut : 1) Jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. ii. kadar air. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris.

Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Net present value (NPV).8. diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. mercu dan tubuh bendung.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Der Weduwen.10. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 c) Melchior. bangunan pengarah arus. bangunan pembilas. peredam energi. tanggul penutup dan tanggul banjir. Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. bangunan pengambil. tembok sayap hilir. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv. Engelund-Hansen. bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii. saringan sampah dan batu bongkah. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material. tembok pangkal bendung.9. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 d) Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS e) Metode Hidrograf Satuan f) Metode US – Soil Conservation Service 5) Jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.7. 9 dari 77 . 5. 5. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. 5. lantai undik atau dinding tirai. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller. perumusan RKL dan RPL 5. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.

Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. 257/PTS/M/2004. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii. 5. Bagian-1. 5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. potongan memanjang dan melintang bendung. dari tempat kantor ke lokasi pekerjaan. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx. dokumentasi. peralatan dan perlengkapan dari tanah milik Pemerintah dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi kondisi seperti semula sebelum pekerjaan dimulai. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. dewatering dll.13. sudah termasuk dalam item mobilisasi. tenaga kerja lapangan dan lain-lain.11. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan. 2) Foto Dokumentasi a) Penyedia Jasa harus menyerahkan foto-foto berwarna dengan ukuran post card (9 cm x 12 cm) kepada Direksi Pekerjaan untuk setiap kemajuan progress fisik di lapangan. Pekerjaan Pembangunan Bendung. Penggambaran mengacu pada KP-07. Pekerjaan Lain-lain 1) Mobilisasi dan Demobilisasi a) Mobilisasi adalah pengangkutan semua peralatan berdasarkan Jadwal Pelaksanaan yang harus diserahkan sesudah menerima Surat Penunjukan.12. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi. DJ Pengairan No.14. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv. 5.16.RPT0-Pd T-xx-xxxx 5. 10 dari 77 . b) Demobilisasi Kegiatan Demobilisasi berupa pembongkaran tempat kerja oleh Penyedia Jasa pada saat akhir Kontrak termasuk pemindahan semua instalasi. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i.15. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No. Mobilisasi staf kantor. 5. layout bendung dan bangunan pelengkapnya. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. 5.

5. program dan jadwal kerja selanjutnya. hasil pengumpulan data. hasil kunjungan lapangan.17. Setiap hasil cetakan foto harus diberi tanggal pengambilan dan lokasinya.RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Pengambilan gambar/foto dapat dilakukan pada awal. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. dan rencana kerja berikutnya. Laporan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 2) Laporan Bulanan Laporan Bulanan berisi antara lain: Uraian permasalahan. Foto ini harus ditempelkan pada laporan bulanan dan triwulanan yang diserahkan kepada Direksi Pekerjaan. serta konsep lokasi bendung. 3) Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 4) Laporan Akhir Sementara Laporan Akhir Sementara harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang kegiatan hasil detail desain yang mencakup antara lain : hasil Investigasi lanjutan topografi. selama dalam dan akhir pelaksanaan setiap jenis kegiatan.Realisasi Progress Kemajuan pekerjaan yang disetujui oleh direksi - Laporan bulanan dilengkapi dengan foto dan peta yang menunjukkan lokasi yang telah diidentifikasi serta usulan penanganan. 11 dari 77 . Daftar kegiatan yang dilakukan pada bulan berikutnya Daftar Rencana kegiatan pada bulan berikutnya Mobilisasi dan Demobilisasi personil dan Daftar Hadir personil dan kegiatan masingmasing pada bulan tersebut . c) Pada akhir pelaksanaan Penyedia Jasa harus menyerahkan dua cetakan foto berwarna disusun album beserta negative filmnya atau image filenya. Pelaporan Penyedia Jasa harus menyerahkan produk selama kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang meliputi : 1) Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan berisi antara lain: - Hasil kajian awal dan temuan permasalahan yang ada Rencana kerja Penyedia Jasa secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung lainnya Jadwal kegiatan Penyedia Jasa Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metodologi pelaksanaan pekerjaan. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. hambatan dan temuan pada bulan tersebut. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium. 3) Asuransi Ketentuan dan persyaratan yang perlu diperhatikan oleh Penyedia Jasa dalam perihal asuransi tenga kerja mengacu kepada ketentuan yang berlaku yang dikeluarkan oleh Depnaker dan Jamsostek.

Ahli Bendung.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . hidrolika.rencana Pelaksanaan Fisik dan Construction method .RPT0-Pd T-xx-xxxx geoteknik. Nota desain akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 7) Dokumen Tender Dokumen Tender terdiri atas: a) b) c) d) rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1.daftar Kuantitas dan Harga Satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambatlambatnya tanggal……………… 8) Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : a) peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 5) Laporan Akhir Laporan ini berisi seluruh hasil perencanaan teknis termasuk metode pekerjaan desain. Laporan Akhir merupakan revisi dan penyempurnaan dari Laporan Akhir Sementara dengan memperhatikan semua masukan. 5. Tenaga Ahli Tenaga ahli yang diperlukan untuk kegiatan detail desain adalah Team Leader. paket konstruksi dan lain-lain. Laporan Akhir Sementara akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal……………… 6) Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. Ahli Geoteknik. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. hidrologi. dan gambar Konstruksi bangunan sungai beserta bangunan fasilitasnya.tender Drawing . perhitungan desain. dan koreksi. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . Ahli Lingkungan. jadwal pelaksanaan. rangkap 3 (tiga) dokumen tender. 6. Ahli Cost Estimate/Dokumen Tender dan Ahli Sosial-Ekonomi. Ahli Hidrologi. estimasi biaya. Ahli Geologi. tanggapan. b) gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 c) gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. perhitungan desain. metode dan jadwal konstruksi. Laporan akhir ini dibuat setelah didiskusikan dan disetujui pada konsep Laporan akhir (draft laporan akhir). PENGENDALIAN MUTU Pengendalian mutu yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 12 dari 77 . rangkap 3 (tiga). Ahli Geodesi.18.

Biaya Langsung Personil Biaya Langsung Non Personil : 2.Pengukuran cross-section 2.2.Pemasangan Patok BM dan CP . Biaya langsung non personil diukur berdasarkan add cost. akan dibayar menurut satuan pengukuran dengan harga yang dimasukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga untuk masing-masing Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini. Dasar Pembayaran Kuantitas pekerjaan detail desain yang diukur menurut ketentuan di atas.1) Biaya Perjalanan Dinas 2.1. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN Pengukuran dan pembayaran yang perlu diperhatikan dalam pedoman spesifikasi teknis pekerjaan detail desain bendung harus memuat : 7.8) Biaya Diskusi 13 dari 77 . dimana harga dan pembayaran tersebut. 2. tenaga penunjang dan asisten tanaga ahli serta biaya langsung non personil yang meliputi perjalanan dinas.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2) Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey.Bulan Buah Kilometer Kilometer Buah Sampel Sampel Exemplar Lump-sum 1. Uraian Satuan Pengukuran OB Orang-hari Unit . No. survey dan investigasi. asisten serta tenaga pendukung.Pengukuran poligon dan situasi . investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3) Diskusi Pertengahan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan 4) Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan 7. biaya operasional kantor dan diskusi dan pelaporan. Pengukuran Kuantitas untuk pekerjaan perencanaan harus diukur berdasarkan biaya langsung personil yang meliputi keterlibatan tenaga ahli. 7.6) Survey dan Penyelidikan Sedimen dan Air 2.3) Pengukuran dan Pemetaan .5) Analisis Laboratorium Mekanika Tanah 2.2) Biaya Operasional Kantor 2. Biaya langsung diukur berdasarkan daftar hadir tenaga ahli.4) Penyelidikan Geologi 2.7) Biaya Pelaporan 2.

Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Mediatama Saptakarya. 2003. Perencanaan Bendung Karet Isi Udara. Jakarta. Bandung. Badan Penelitian dan Pengembangan. 1995. 2004. Jakarta.RPT0-Pd T-xx-xxxx Bibliografi Badan Standardisasi Nasional. 2002.. Badan Penelitian dan Pengembangan. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pd T-01-2003. 2004. Jakarta Badan Standardisasi Nasional. SNI 03-2415-1991. 2004. Drs. 2002. Pd T-xx-xxxx. SNI 03-1724-1989. Erman. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Pedoman Teknis Sederhana Bangunan Pengairan untuk Pedesaan. KP-07. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 2002. Jakarta Departemen Pekerjaan Umum. Badan Penelitian dan Pengembangan. KP-02. 2002. Konsep Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik Pekerjaan yang Bersifat Umum. Jakarta. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Bagian – 4. Tata Cara Desain Hidarulik Bangunan Pengambil pada Bendung Tyrol. KP-04.. Pekerjaan Penyelidikan Geoteknik Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.. 2002. Desain Hidrolik Bendung Tetap untuk Irigasi Teknis. Tata Cara Desain Hidarulik Tubuh Bendung Tetap dengan Peredam Energi Tipe MDO dan MDS. Alfabeta CV. Jakarta Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Pd T-09-2004-A. Dipl. Badan Penelitian dan Pengembangan. 2002. PT. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 14 dari 77 . RSNI T-04-2002. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Bagian – 3. Jakarta. Jakarta Mawardi. Kriteria Perencanaan Bagian Bangunan Utama. Perencanaan Hidraulik Bendung dan Pelimpah Bendungan Tipe Gergaji. Puslitbang Pengairan. Pekerjaan Pengukuran dan Pemetaan Pd T-xx-xxxx. AIT. Tata Cara Perencanaan Hidrologi dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai. Metode Perhitungan Debit Banjir.

Laporan Akhir .Gambar Teknik .Laporan Analisis Sosek . kecepatan dan debit PEMETAAN & PENGGAMBARAN Penyelidikan Geoteknik Laboratorium Uji sampling sedimen Laboratorium Analisis Hidrologi (Debit Banjir Rancangan) Analisis Hidarulika dan Transport Sedimen Analisis Sosek KONSEP DESAIN BENDUNG LAPORAN INTERIM TIDAK DISKUSI INTERIM YA FINAL DESAIN BENDUNG ALBUM GAMBAR DESAIN ANALISIS EKONOMI TEKNIK Penysunan Andal Penyusunan BOQ dan RAB DRAFT FINAL LAPORAN AKHIR DISKUSI LAPORAN AKHIR TIDAK YA FINAL LAPORAN AKHIR .Laporan Kajian Andal .BOQ dan RAB .Laporan Investigasi Geoteknik .RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN A Bagan Alir Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Detail Desain Bendung serta Produk yang dihasilkan MULAI Pengumpulan Peta Topografi Pengumpulan Peta Geologi Regional Pengumpulan Data Hidrologi & Peta DAS Pengumpulan Data Sosek Pengumpulan Data Multisektor LAPORAN PENDAHULUAN DISKUSI PENDAHULUAN TIDAK YA Pengukuran Topografi Penyelidikan Geoteknik Lapangan Survey Hidrometri : -Sampling Sedimen -Pengukuran tinggi muka air.Laporan Survey Pengukuran Topografi dan Pemetaan .Dokumen Tender SELESAI 15 dari 77 . terdiri : .

..Rupiah) termasuk PPN dibiayai APBN-P tahun Anggaran ..1........ LINGKUP.2..Menginformasikan kondisi daerah pekerjaan yang meliputi kondisi topografi.. Lingkup Kegiatan . LOKASI KEGIATAN...... 1. SASARAN Sasaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain pembangunan bendung adalah mengoptimalkan pengambilan air dari sumber air dengan tujuan peningkatan hasil panen pada daerah pekerjaan 4........RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN B (Normatif) Lampiran B...Menginformasikan tentang letak administratif daerah pekerjaan ......Kendala-kendala yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan ... menguraikan : ..... 6..1 Contoh Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Detail Desain Bendung Pekerjaan Detail Desain Bendung di DAS. kondisi klimatologi..... geologi regional. meliputi : a) Data Topografi Kegiatan yang dilakukan adalah pengumpulan data peta topografi yang sudah ada.1..... NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA Satuan Kerja Sementara..Maksud dan tujuan secara global dengan adanya kegiatan MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dari pekerjaan ini adalah untuk menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan pada .............. LATAR BELAKANG Cakupan isi latar belakang dalam penyusunan kerangka acuan kerja. 2... kajian perencanaan pendahuluan dan kajian kelayakan ekonomis pekerjaan dengan tujuan untuk rnendapatkan hasil survey dan investigasi secara menyeluruh serta konsep perencanaan bangunan pengambilan untuk keperluan irigasi... 2........... Tujuan Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk melakukan kajian terhadap rencana pembangunan bendung untuk keperluan irigasi beserta kajian ekonomis dan lingkungan dari pembangunan bendung......... Peta topografi yang dikumpulkan harus 16 dari 77 2....... 5.... Kabupaten.1....1.(. dimana keadaan topografi suatu daerah akan mempengaruhi bentuk dan ukuran suatu DAS.... 3...... Maksud 6... DATA DAN FASILITAS PENUNJANG SERTA ALIH PENGETAHUAN Lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : 6. kondisi hidrologi serta ekositem pada daerah pekerjaan . Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan pengumpulan data sekunder. SUMBER PENDANAAN Pelaksanaan kegiatan ini diperlukan biaya kurang lebih Rp .

komponen sosial. data debit terbaru dengan bisa periode harian maupun bulanan minimum selama 5 tahun. komponen biologi yang terdiri dari kondisi flora. misalkan pihak Pengguna Jasa seperti PSDA berdasarkan peta yang ada serta skala dengan tingkat ketelitian yang ada. iv. Berbagai data dan informasi dintaranya berupa : i. SK DJ Pengairan No. debit historis baik debit minimum. data meteorologi. c) Data Geologi Teknik Kegiatan pengumpulan data geologi adalah pengumpulan peta geologi regional yang memuat jenis batuan. PSDA. Data-data tersebut meliputi : i. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. rencana tata ruang wilayah 17 dari 77 . sifat fisik batuan serta tekstur dan struktur tanah dengan skala minimum 1:250. kelembaban relatif. Jika di Instansi terkait tidak didapat maka pihak Penyedia Jasa dapat memperoleh di BAKOSURTANAL dengan skala minimum 1 : 250. SK DJ Pengairan No. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx menampilkan kondisi tata guna lahan pada daerah studi. komponen lingkungan fisik-kimia yang terdiri dari iklim. Perolehan peta topografi dapat diperoleh pada Instansi yang berwenang. dan BAPEDAL. penyebaran jenis batuan. yang didapat pada bangunan-bangunan sungai eksiting misalkan bendung.000 atau yang lebih detail.000 sesuai dengan KP–01. d) Data Aspek Multisektor Kegiatan pengumpulan data aspek multisektor melakukan pengumpulan yang berupa informasi lingkungan yang menginformasikan tentang kondisi kependudukan dan penggunaan air sesuai dengan KP–01. ekonomi dan budaya yang meliputi jumlah penduduk. Informasi lingkungan dapat diperoleh dari dari BPS. peta stasiun curah hujan dapat diperoleh pada instansi BMG dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) ii. lama penyinaran dan kecepatan angin. rata-rata dan debit maksimum pada suatu daerah aliran sungai (DAS) yang pelaksanaan kegiatannya sesuai SNI 03-1724-1989. perolehan data dapat diperoleh pada instansi BMG iv. jika tidak didapat maka pengumpulan data dapat diperoleh pada Instansi terkait. kecepatan aliran permukaan dan daya infiltrasi sesuai dengan SNI 03-1724-1989. fauna dan biota air iii. fisiografi dan geologi. dimana kondisi tata guna lahan akan berpengaruh terhadap laju erosi. ruang lahan dan tanah ii. Peta geologi regional dapat diperoleh di Direktorat Geologi Tata Lingkungan. besarnya curah hujan. hidrologi/kualitas air. tingkat pendidikan. data meteorologi berupa kondisi temperatur udara. b) Data Hidrologi Kegiatan pengumpulan data hidrologi berupa pengumpulan peta stasiun curah hujan. 185/KPTSA/A/1986 tentang tahapan studi pelaksanaan pekerjaan. data curah hujan harian (terbaru) dapat diperoleh pada instansi bmg dan mungkin juga Pengelola Sumber Daya Air (PSDA). mata pencaharaian dan pendapatan asli daerah (PAD) dan lain-lain.

Peta situasi juga harus menampilkan titik-titik tetap (benchmark) yang ditempatkan di sekitar daerah pemetaan lengkap dengan koordinat dan elevasinya.1. Survey Kegiatan survey yang diperlukan untuk keperluan kegiatan detail desain adalah sebagau berikut : a) Pengukuran Topografi dan Pemetaan Pelaksanaan kegiatan pengukuran topografi dan pemetaan mengacu pada Pd T-xx-200x. Pekerjaan Pengukuran Topografi dan Pemetaan.25 m. ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6.50 m. Bagian-2. Sesuai dengan KP-02. Kegiatan yang bersifat Umum. Pemetaan situasi sistem sungai Pemetaan situasi sungai dimana bangunan utama akan dibuat dengan skala minimum 1 : 2000. badan sungai harus stabil. lama dan periode pelaksanaan : lama pengukuran debit tergantung dari keadaan aliran pada saat pengukuran jika aliran rendah pengkuran debit dilaksanakan dua kali dalam sekali periode waktu pengukuran dan jika kondisi banjir pengukuran debit dilaksanakan sekali dalam periode waktu pengukuran sedangkan periode pelaksanaan pengukuran tergantung dari musim. SK DJ Pengairan No. pertimbangan hidraulik meliputi : pola aliran yang seragam dan mendekati sub kritis. mudah pencapaian dalam mampu melewatkan banjir. kecuali dasar sungai diperlukan garis ketinggian setiap 0. Pengukuran detail situasi bendung Pengukuran detail ini menghasilkan peta berskala 1 : 200 atau 1 : 500 untuk areal dengan luas ≤ 50 Ha. 185/KPTSA/A/1986. faktor : kesesuaian dengan segala situasi dan kondisi. pekerjaan pengukuran topografi dan pemetaan untuk keperluan kegiatan detail desain bendung meliputi : i. Peta ini harus mencakup lokasi alternatif yang sudah diidentifikasi serta panjang yang diliput harus memadai agar diperoleh informasi mengenai bentu denah sungai dan juga untuk merencanan tata letak dan trase tanggul penutup. Peta ini harus dilengkapi dengan titik ketinggian dan garis ketinggian yang tepat setiap 0.0 km ke arah hulu dan ke hilir dari letak bangunan bendung rencana dan melebar 250 m dari masing-masing tepi sungai. jika musim kemarau pengukuran debit dilaksanakan cukup sekali dalam satu bulan dan jika musim penghujan 18 dari 77 . Peta ini harus meliputi jarak 1. Peta detil harus memperlihatkan bagian-bagian lokasi bangunan utama secara lengkap. sungai atau saluran yang ii.0 m. lokasi pengukuran debit perlu diperhatikan perencanaan . geomteri dan adanya kontrol penampang. bagian alur terbuka lurus. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Kegiatan ini akan dilakukan oleh Penyedia Jasa jika kondisi topografi daerah pekerjaan banyak mengalami perubahan alur sungai baik yang diakibatkan oleh bencana atau proses alamiah lainnya sehingga validitas data yang sudah ada diragukan lagi.2. tdak terkena pengaruh arus balik dan aliran lahar iii. Peta ini juga harus dilengkapi dengan garis ketinggian setiap 1. b) Survey Hidromteri Sesuai dengan SNI 03-2414-1991 pelaksanaan pengukuran debit perlu diperhatikan ketentuan dan persyaratan yang meliputi : i.

Data fisik sungai seperti kandungan dan ukuran sedimen. dan pada as bendung masing-masing 1 titik pengeboran b) Sumur Uji Sumur uji dilakukan pada lokasi calon sumber bahan material (borrow area) untuk pembangunan bendung. misal keadaan aliran membahayakan keselamatan petugas atau peralatannya. Cara pelaksanaan pengukuran dilakukan dengan merawas. Untuk mengetahui data fisik sungai dilakukan kegiatan sampling sedimen yang meliputi : a) Sampling sedimen layang Pengambilan sampel sedimen layang dilakukan pada lokasi yang tidak terpengaruh adanya aliran balik yang diakibatkan oleh bangunan air dan sebelum dilakukan kegiatan pengambilan sampel perlu dilakukan kegiatan pengukuran yang meliputi penampang melintang dan debit.4.5 kali diameter baling-baling sesuai dengan SNI 03-2819-1992. Pelaksanaan kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan mengacu pada pada Pd T-xx-200x. Penyeldikan geoteknik lapangan yang diperlukan meliputi : a) Pengeboran Pengeboran dilakukan pada lokasi sisi kanan dan sisi kiri dari lokasi tembok pangkal.1. tipe dan ukuran sedimen dasar dan distribusi ukuran butir. 6. Penyelidikan Geoteknik Lapangan Kegiatan penyelidikan geoteknik lapangan diperlukan untuk mengetahui data karakteristik mekanika tanah lokasi bendung. Jika metode pelaksanaan pengukuran di atas tidak dapat dipergunakan karena berbagai hal.RPT0-Pd T-xx-xxxx pelaksanaan pengukuran dilaksanakan berulang kali paling sedikit 3 kali setiap bulannya iv. kecepatan aliran melampaui kemampuan spesifikasi alat menurut jenis alat ukur arus yang digunakan dan untuk mendapatkan debit sesaat maka dapat dilakukan pengukuran dengan pelampung permukaan sesuai dengan SNI 03-2820-1992. keandalan peralatan dan sarana penunjang. dibersihkan dan dirawat dengan baik v. Kedalaman pengukuran minimal 3. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik.1. 6. Bagian-3. menggunakan jembatan dan menggunakan kerata gantung. Perletakan peralatan pada lubang pengambilan harus berada 10 cm di atas dasar sungai sesuai dengan SNI 03-3414-1994. Kegiatan yang bersifat Umum. menggunakan perahu. kecepatan dan debit dapat digunakan alat ukur arus tipe baling-baling. 19 dari 77 . kemampuan tim pengukurnya Pelaksanaan pengukuran tinggi muka air.3. peralatan dan sarana penunjang harus dipelihara agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya antara lain dengan kalibrasi secara berkala. Investigasi Sungai Kegiatan investigasi sungai dilakukan untuk mengetahui kondisi data-data fisik sungai. b) Sampling sedimen dasar Sampel diambil dari dasar sungai pada penampang memanjang dan penampang melintang ditempat yang dianggap dapat mewakili kondisi material dasar sungai setempat metode pengambilan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik.

1. maka metode pengujian laboratorium sedimen layang digunakan peralatan Piknometer sesuai SNI 03-4145-1996 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Pendekatan metode perhitungan frekwensi debit banjir yang dipengaruhi oleh debit.5. Index properties. Uji laboratorium sedimen meliputi : 1. kadar air. tes konsolidasi dan compaction test. b) Penyelidikan geoteknik laboratorium Penyelidikan geoteknik laboratorium diperlukan untuk mengetahui index dan engineering properties. 2. tentang Kriteria Perencaan Bangunan Utama berupa debit banjir rancangan dengan periode ulang 100 tahun untuk tubuh bendung sedangkan untuk tinggi tanggul penutup banjir serta kontrol keamanan bangunan utama digunakan debit banjir kala ulang 1000 tahun. Pekerjaan Penyeldikan Geoteknik. 185/KPTSA/A/1986. maka digunakan metode analisis probabilitas frekuensi debit banjir. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen sesuai dengan SNI 033414-1994. dalam pelaksanaannya mengacu pada Pd T-xx200x. Analisis Hidrologi Analisis hidrologi yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan detail desain bendung mengacu pada KP-02.1. curah hujan. 6. unconfined compression test.6. SK DJ Pengairan No. Bagian-3. Jika pengambilan contoh benda uji sedimen layang dalam pengambilannya dilakukan dengan cara mencelupkan botol pada posisi berada ± 20 cm di bawah permukaan air dengan posisi mulut botol berlawanan dengan arah aliran maka metode pengujiannya dilakukan secara gravimetri dengan pengendapan sesuai SNI 033961-1995 dengan tujuan mengetahui kadar sedimen layang. Engineering properties. 6. Pedoman Penyusunan Spesifikasi Teknik. Sedangkan untuk mengetahui distribusi butiran maka dilakukan uji gravimetri dengan ayakan sesuai SNI 03-3962-1995.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Pengeboran Tangan (Hand Bor) Pengeboran tangan dilakukan pada lokasi calon tapak bangunan masingmasing 1 titik pengeboran. luas DAS serta karakteristik penutup lahan sesuai SNI 032415-1991 adalah sebagai berikut : 1. Adapun uji tersebut meliputi : 1. sehingga 20 dari 77 . gradasi butiran dan batas-batas atterberg. berat jenis. jika data debit sungai yang tersedia cukup panjang (> 20 tahun) . Uji Laboratorium Uji laboratorium terdiri dari : a) Laboratorium Sedimen Uji laboratorium sedimen diperlukan untuk mengetahui karakteristik sedimen yang terbawa oleh aliran sungai. Sedimen layang i. Kegiatan yang bersifat Umum. Sedimen dasar Pengujian sampel sedimen dasar dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. 2. ii. mencakup : direct shear test. mencakup : berat isi.

Der Weduwen. tanggul penutup dan tanggul banjir. bangunan pembilas.Metode US – Soil Conservation Service 5. 2. identifikasi komponen-kmponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting iii. Analisis Laju Transport Sedimen Analisis laju transport sedimen baik sedimen dasar (bed load) maupun sedimen layang (suspended load) dengan parameter jenis material.RPT0-Pd T-xx-xxxx analisisnya dapat langsung dilakukan dengan Metode Gumbel.Melchior. digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas < 100 km2 .8.7. perkiraan dan evaluasi usaha dan atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup iv.Haspers dan Mononobe digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS tanpa memperhatikan luas DAS . bangunan pengambil. Engelund-Hansen. bangunan pengarah arus. tembok sayap hilir. lantai undik atau dinding tirai. maka pendekatan analisisnya menggunakan metode empiris.1. - 6. peredam energi. 6. jika bendung melayani areal irigasi seluas ≥ 2000 Ha Ruang lingkup kegiatan ANDAL meliputi : i. jika selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang Model matematik digunakan apabila selang waktu pengamatan data hujan lebih panjang daripada pengamatan data debit selanjutnya yang selanjutnya digunakan untuk memperpanjang data aliran. perumusan RKL dan RPL 21 dari 77 . digunakan untuk analisis debit banjir dari sebuah DAS dengan luas > 100 km2 . Analisis Dampak Lingkungan Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Einstein dan Einstein-Brown sesuai dengan SNI 03-1724-1989. terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup ii. Log Pearson atau Log Normal . diameter butir dan volume atau berat per satuan waktu. bangunan penangkap sedimen sesuai dengan SNI 03-2401-1991. persamaan yang umum digunakan untuk analisa adalah Meyer-Peter dan Muller.1. 6. yang terdiri : Metode Rasional. saringan sampah dan batu bongkah. digunakan pada perencanaan sarana drainase dengan daerah tangkapan yang kecil (< 40 Ha) . Perencanaan Bendung Perencanaan bendung harus meliputi tentang panjang tinggi mercu bendung. tembok pangkal bendung. identifikasi semua rencana usaha dan atau kegiatan yang akan dilaksanakan. 3.1. jika data debit yang tersedia antara 3 – 10 tahun maka digunakan metode puncak banjir di atas ambang . 17 Tahun 2001 untuk kegiatan pembangunan bendung yang merlukan kajian ANDAL harus.9. mercu dan tubuh bendung. jika data debit sungai yang tersedia < 20 tahun dan > dari 10 tahun maka digunakan metode analisis regional . 4. jika data yang ada berupa parameter hujan dan karakteristik DAS.Metode Hidrograf Satuan .

. dewatering dll.1.10.. 257/PTS/M/2004.. pekerjaan berada di Sungai.. Bagian-1.3.. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Penyusunan perhitungan rencana anggaran mengacu Pd T-xx-xxxx.13. Sebagai evaluasi terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan schedule pelaksanaan pekerjaan juga akan dikaji aspek sensitivitas EIRR.. Penyusunan Dokumen Pelelangan Penyusunan dokumen lelang digunakan bagi keperluan pelelangan pekerjaan atau pengadaan barang maupun jasa. 6. Penyediaan Data dan Fasilitas Penunjang 22 dari 77 .. Penggambaran Penggambaran hasil kegiatan meliputi gambar hasil pengukuran dan pemetaan. 6.1. 185/KPTSA/A/1986 tentan Kriteria Perencanaan Bagian Standar Penggambaran. untuk menentukan harga satuan upah dan bahan dilakukan survey harga di lapangan dengan mengambil sampel sekurang-kurangnya 3 lokasi. 6. Nota Desain Penyedia Jasa harus membuat perencanaan rinci secara lengkap dengan dimensinya berdasarkan kajian hidrolis serta perhitungan struktur baik pada bangunan utama maupun bangunan penunjang. Analisis Kelayakan Ekonomi Analisa kelayakan ekonomi akan dilakuakn dengan mengkaji tiga parameter ekonomi yaitu : i.1. Perhitungan BOQ Berdasarkan gambar rencana rinci yang telah dibuat dilakukan perhitungan volume pekerjaan konstruksi secara rinci sesuai dengan pekerjaan konstruksi yang akan dilakukan...12. potongan memanjang dan melintang bendung. Pekerjaan Pembangunan Bendung..3.. Lokasi Kegiatan Lokasi pelaksanaan Kabupaten. layout bendung dan bangunan pelengkapnya..1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyusunan Dokumen Lelang harus meliputi ketentuan-ketentuan.. Khusus untuk harga satuan bahan diperhitungkan harga beli di tempat penjualan atau diantar ke lokasi pekerjaan iv.. kuantitas dan harga satuan pekerjaan ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx 6.. dokumentasi.11. Benefit/Cost ratio (B/C ratio) iii. 6..15. Data dan Fasilitas Penunjang Serta Alih Pengetahuan 6.. menghitung biaya-biaya tambahan di luar biaya dari perhitungan volume seperti biaya persiapan.1.. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan.1.1. cara pengerjaan serta syarat pengendalian mutu sesuai dengan KEPMEN KIMPRASWIL No.. 6.. 6. DJ Pengairan No. detail bangunan utama dan bangunan penunjang bendung..... Penggambaran mengacu pada KP-07..Kecamatan .2.. mobilisasi dan demobilisasi personil dan alat. harga satuan pekerjaan dihitung berdasarkan hasil dari perhitungan suatu analisis biaya iii. Perencanaan dan Detail Desain yang didasarkan pada : i. Economic Internal Rate of Return (EIRR) ii.. 6. Net present value (NPV)...14.. komponen bahan dan spesifikasi konstruksi.

asisten.3. Penyedia Jasa menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa. 6. a) Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan. Penyedia Jasa harus mempersiapkan Jadwal Pelaksanaan. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. 6. laboratorium dan bahan yang sesuai untuk mencapai rencana mutu desain dan konstruksi. Penyedia Jasa harus membuat Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan dalam bentuk Kurva-S yang menggambarkan seluruh kemajuan pekerjaan. Penyedia Jasa harus 23 dari 77 . 2) Tenaga Pendukung Tenaga pendukung sifatnya mendukung tenaga ahli dalam penyelesaian pekerjaan baik dalam segi teknis.3.RPT0-Pd T-xx-xxxx 1) Penyediaan oleh Pengguna Jasa Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihara oleh Penyedia Jasa : a) Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu b) Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan) c) Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (countepart). urusan administrasi serta kelancaran pelaksanaan pekerjaan. b) Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan rencana mutu desain atau rencana mutu konstruksi. 2) Diagram Batang (Bar-Chart) Penyedia Jasa harus membuat diagram batang yang menginformasikan tentang keterlibatan personil baik tenaga ahli.3. Persyaratan Pelaksanaan Dalam hal persyaratan memperhatikan berikut ini : 1) Jadwal Pelaksanaan Untuk perencanaan. atau project officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi 2) Penyediaan oleh Penyedia Jasa Penyedia Jasa akan menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.2. staf tenaga ahli dan staf pelaksanaan pekerjaan. pelaksanaan dan pemantauan yang sebagaimana mestinya atas pekerjaan. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung Dalam pelaksanaan pekerjaan perlu melibatkan personil baik tenaga ahli maupun tenaga pendukung dengan ketentuan dan persyaratan adalah sebagai berikut : 1) Tenaga Ahli Tenaga ahli termasuk asisten dan staf tenaga ahli yang diperlukan dalam rangka penyelesaian pekerjaan harus berkompeten dibidangnya masing-masing dengan menyerahkan kualifikasi/sertfikasi dan curriculum vitae/daftar riwayat hidup.

O&P bangunan air. penyelidikan dan supervisi geoteknik dengan pengalaman minimal 10 tahun 7. dengan pengalaman minimal 8 tahun. pelaksanaan pembangunan. 7. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. METODOLOGI Metodologi yang dilakukan dalam perencanaan ini yaitu pengumpulan data sekunder (topografi.. (. dengan pengalaman minimal 7 tahun. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini . 5... Tenaga Ahli Sungai Tenaga Ahli Sungai adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. 2. O&P bangunan air.. O&P bangunan air.. geologi regional).. PERSONIL TENAGA AHLI Keperluan tenaga ahli untuk penyelesaian pekerjaan ini adalah sebagai berikut : 1.1) lulusan universitas perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Geodesi subbidang Survey Topografi sekurangkurangnya.... 8. pengolahan data dan perencanaan bangunan utama dan penunjang bendung..6 (enam) Tahun Lulusan pendidikan Sarjana Geodesi (S1) dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. 4.. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. pelaksanaan pembangunan. 3...... Tenaga Ahli Geoteknik Tenaga Ahli Geoteknik adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3). dengan pengalaman minimal 8 tahun. pengumpulan data primer (survey pengukuran dan pemetaan. 9. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Air dalam kegiatan perencanaan. dengan pengalaman minimal 10 tahun. hidrologi. survey hidrometri dan penyelidikan geoteknik). O&P bangunan air.. Ketua Tim (Team Leader) Ketua Tim disyaratkan seorang Ahli Sumber Daya Air Profesional Utama/Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).) hari kalende. pelaksanaan pembangunan.. 6. berpengalaman dalam bidang Sumber Daya Ait dalam kegiatan perencanaan.. pelaksanaan pembangunan.. Tenaga Ahli Lingkungan Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Biologi Strata Satu (S1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman 24 dari 77 .. Tenaga Ahli Geodesi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Geodesi Strata Satu (S... Tenaga Ahli Hidrologi Tenaga Ahli Hidrologi adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).. Tenaga Ahli Hidraulik Struktur Tenaga Ahli Hidraulik Struktur adalah Ahli Sumber Daya Air Profesional Madya /Ahli Teknik Sipil (S1/S2/S3).RPT0-Pd T-xx-xxxx pendukung yang berhubungan dengan penyerapan biaya yaitu keterlibatan orang -bulan.

Laporan Pendahuluan Laporan Pendahuluan harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang metode-metode yang akan digunakan Penyedia Jasa dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan. sekurangkurangnya 5 (lima) tahun.1) lulusan universitas pergururan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan dibidang Analisis Ekonomi subbidang Analisis Sosial Ekonomi sekurang-kurangnya. irigasi.Ekonomi bertugas melakukan evaluasi dan analisis bidang ekonomi yang meliputi : Analisa Nilai Bersih Sekarang (NPV). Laporan Bulanan Laporan Bulanan menginformasikan tentang pelaksanaan progres pekerjaan dan tahap pelaksanaan pekerjaan untuk bulan berikutnya 25 dari 77 .5 (lima) Tahun. atau lebih baik dari pendidikan tenaga survey dan pemetaan (PTSP) dengan pengalaman sedikitnya 8 (delapan) tahun dalam menangani pengkuran topografi dibidang keairan antara lain : sungai. Gambar Pengukuran Topografi dan Pemetaan 11. dan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) dan Titik Impas (BEP) serta menganalisis dampak sosial yang mungkin akan timbul akibat dari pelaksanaan pembangunan konstruksi. LAPORAN Jenis laporan dan gambar yang akan diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Pengguna Jasa adalah : 1. Gambar Teknis 3. Chief Draftman Tenaga Chief Draftman AutoCAD dengan reputasi yang baik. Nisbah Biaya Keuntungan (BCR). Laporan Pendahuluan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 8 Juli 2005 2. 11. lulusan Sarjana Muda Teknik Geodesi dengan pengalaman minimal 7 (tujuh) tahun atau STM Bangunan Air. lulusan Sarjana Muda Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 5 (lima) tahun atau STM Bangunan air dengan dengan pengalaman minimal 8 (delapan) tahun dalam menangani gambargambar dibidang keairan. KELUARAN Keluaran dari pelaksanaan kegiatan detail desain meliputi : 1. Tenaga Cost Estimate dan Dokumen Tender Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil (S1) lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau yang disamakan yang berpengalaman melaksanakan pekerjaan di bidang estimasi biaya pelaksanaan pembangunan bangunan sipil teknis berikut spesifikasi teknik dan dokumen tender. Nota Desain 2. 10. Ahli Sosial . dan lain-lain. 10. Chief Surveyor Tenaga Chief Surveyor dengan reputasi yang baik. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan pengembangan Sumber Daya Air di bidang lingkungan. Tenaga Ahli Sosial Ekonomi Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Ekonomi Strata Satu (S. 8. 9.RPT0-Pd T-xx-xxxx melaksanakan pekerjaan dibidang Lingkungan subbidang Analisis Lingkungan sekurang-kurangnya 5 (lima) Tahun.

Laporan Penunjang Laporan penunjang dalam kegiatan ini meliputi : i. Album gambar akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 6.daftar kuantitas dan harga satuan Dokumen Tender akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 7. iv.spesifikasi umum dan spesifikasi teknis . Laporan Akhir akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 4 Desember 2005 5. rangkap 3 (tiga) dokumen tender.tender drawing . Laporan Interim Laporan Interim harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. hasil kegiatan pelaksanaan survey topografi. Gambar Teknis Produk gambar yang harus diserahkan oleh Penyedia Jasa adalah sebagai berikut : i. termasuk 1 kalkir gambar desain A3. dimensi dan layout check dam. gambar detail bangunan Skala 1 : 50 – 1 : 200. ii. Buku Ukur dan Laporan Pengukuran Topografi dan Pemetaan Buku ukuran dan laporan pengukuran topografi dan pemetaan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 Laporan Penyelidikan Geoteknik harus diserahkan oleh Penyedia Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iii. analisis laju sedimen. gambar potongan memanjang dan melintang bangunan bendung 1 : 100 – 1 : 200 iii. Laporan Penyelidikan Geoteknik . analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) dan analisis Benefit/Cost Ratio dan Economic Internal Rate of Return.RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Bulanan akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tiap seminggu sebelum akhir bulan 3. Dokumen tender Dokumen Tender terdiri atas: i. rangkap 3 (tiga). peta situasi bangunan dengan skala 1 : 200 . serta konsep perencanaan bendung Laporan Interim akan diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 4. ii.rencana pelaksanaan fisik dan construction method . iii. masing-masing rangkap 3 (tiga) meliputi: . rencana anggaran biaya (RAB) gambar desain A1. Laporan Analisis Dampak Lingkungan 26 dari 77 ii. Laporan Akhir Laporan Akhir harus dipresentasikan dan menginformasikan tentang analisis debit banjir rancangan. lokasi pengambilan sampel sedimen dan hasil uji laboratorium. rencana anggaran biaya. lokasi investigasi geoteknik dan hasil laboratorium.

RPT0-Pd T-xx-xxxx Laporan Analisis Dampak Lingkungan harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 iv. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi kegiatan survey. Laporan Analisis Ekonomi Laporan Laporan Analisis Ekonomi harus diserahkan oleh Penyedia Jasa pada Pengguna Jasa selambat-lambatnya tanggal 15 Agustus 2005 12. investigasi lapangan dan persetujuan produk yang berupa laporan pendahuluan 3. Diskusi Bulanan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk keperluan mengetahui sejauh mana progres pekerjaan dan pembahasan tentang kesulitan yang diperlukan 2. Diskusi Pertengahan/Interim dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa laporan pertengahan/interim 4. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan Pengguna Jasa untuk keperluan 27 dari 77 . PENGENDALIAN MUTU Agar dalam pelaksanaan pekerjaan memenuhi sasaran maka perlu dilakukan pembahasan seperti berikut ini : 1.

dimensinya ditentukan sebagai berikut : .0 m. c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Cerucuk Bagian-bagian dan dimensi bendung cerucuk sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk sebagai berikut : (1) Tubuh bendung.0 m material bahan tubuh bendung adalah kayu atau bambu jenis keras 1. jarak antar baris cerucuk (b) paling panjang 0. dengan susunan sebagai berikut : 1) Bendung Cerucuk Sederhana a) Pertimbangan perencanaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Cerucuk persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya tidak terlalu keras dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 10 meter. lebar mercu bendung (M) minimal 1.0 m.0 m.bagian belakang sayap diperkuat dengan kayu/bambu mendatar yang diikatkan pada tiang-tiang sayap dengan tali pengikat dan diberi tiang penunjang agar sayap menjadi satu kesatuan yang kokoh.2 Kriteria Desain Bangunan Bendung Kriteria desain bendung disusun berdasarkan jenis bangunannya. tinggi bendung (H) maksimal 1.1 Bagian-bagian bendung cerucuk (2) Sayap bendung. lebar galian pangkal bendung (L) paling pendek sebesar M + 1. jarak tiang pada baris cerucuk (a) paling panjang 1.0 m 28 dari 77 . Sayap bendung 3. Tubuh bendung 2. Lantai hilir bendung Gambar B.5 m. jumlah baris penguat sayap paling sedikit 2 baris dan jarak tiang-tiang penujang paling panjang 1.0 m.0 m. adapun dimensinya adalah sebagai berikut : - panjang tubuh bendung (B) maksimal 10.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran B. pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 1.

0 m.panjang sayap hilir yang sejajar dengan tebing sungai dibuat paling sedikit sampai ke ujung lantai hilir.2 Kontruksi sayap bendung cerucuk 2) Bendung Bronjong a) Pertimbangan perencaaan Pertimbangan perencanaan bendung ini adalah merupakan saran pengalihan air dari badan sungai yang biasanya digunakan di pedesaan karena mempunyai teknologi yang sederhana baik konstruksi maupun cara pembuatannya pembuatannya dapat dikerjakan sendiri oleh masyarakat desa dengan biaya yang relatif murah sesuai Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong b) Persyaratan perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong persyaratan persyaratan yang perlu diperhatikan adalah bendung ini ditempatkan pada ruas sungai yang relatif lurus dan dasarnya relatif stabil atau berbatu dengan lebar dasar sungai tidak lebih dari 15 meter.30 cm anyaman bambu atau karung plastik yang diisi pasir.RPT0-Pd T-xx-xxxx .0 m.lantai hilir bendung terbuat dari hamparan bahan pengisi yang berupa batu kali φ 15 .panjang tubuh bendung maksimal (B) maksimal 15. kemudian sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 (3) lantai hilir.0 m.panjang sayap bagian hulu yang sejajar tebing sungai dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) yang selanjutnya sayap dibuat miring dengan sudut ± 450 .0 m.pangkal bendung masuk ke tebing sungai (D) minimal 2. .panjang lantai hilir paling minimal adalah 3. . Gambar B. . c) Bagian-bagain dan Dimensi Bendung Bronjong Bagian-bagian dan dimensi bendung bronjong sesuai dengan Pd T-xx-200x : Tata Cara Perencanaan Bendung Bronjong sebagai berikut : (1) tubuh bendung . .0 m 29 dari 77 .tinggi bendung (H) maksimal 2. dimensinya ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut : .lebar mercu bendung (M) minimal 2.

panjang sayap hilir dibuat paling harus lebih dari panjang dari lantai hilir (3) lantai hilir panjang lantai hilir bendung minmal 3. berada di sungai torensial dengan angkutan sedimen yang sangat berfluktuasi dan membawa batu gelundung ii. tahan benturan dan gesekan angkutan sedimen dan benda padat lainnya.panjang sayap bagian hulu dibuat sampai ke tepi hulu mulut bangunan pengambilan (intake) . jenis ini dipilih jika dijumpai bahaya kerusakan bangunan akibat benturan angkutan sedimen batu gelundung dan benda padat lainnya. Gambar B. tahan vibrasi dan mudah dibersihkan. jika ditemui kesulitan penyadapan air sungai akibat beralihnya alur air sungai dan gejala pengendapan di sungai yang menghalangi pemasukan air ke bangunan pengambil.0 m. dan dipilih untuk menghindari gangguan keseimbangan morfologi sungai yang relatif besar akibat pembendungan atau dampak negatif lainnya karena adanya pembendungan.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. b) Persyaratan Perencanaan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus didesain berdasarkan Pd T-01-2003.3 Potongan tubuh dan lantai hilir bendung bronjong (2) sayap bendung .4 3) Bendung Tyrol a) Pertimbangan Perencaanaan Sayap hulu dan hilir bendung bronjong Dalam pelaksanaan desain bangunan pengambil Tyrol hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penyadapan air cara lain seperti bendung biasa sesuai Pd T-01-2003. 30 dari 77 . iii. struktur saringan dibuat sederhana. harus memperhatikan persyaratan berikut : i.

.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. bangunan pengambil Tyrol jangan dipilih jika diperkirakan menuntut cara-cara operasi. struktural. .bahaya penggerusan setempat.pembilasan penangkap pasir secara periodik. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . geser dan penurunan. . tembok sayap udik dan hilir. . pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. dan pemeliharaan yang sulit dan mahal. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. sehingga harus tersedia lahan. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing.saringan dari sumbatan batu. . bangunan pengambil Tyrol hanya sesuai untuk dibangun pada ruas sungai dengan angkutan sedimen dominan fraksi kasar. . biaya eksploitasi. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.kestabilan bangunan terhadap guling. (1) Kemanan hidraulik Bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . . .bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. lokasi dan perbedaan tinggi (head) untuk fasilitas bangunan tersebut.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : 31 dari 77 .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. ii. vi.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. operasi dan pemeliharaan. bangunan pengambil Tyrol harus dilengkapi dengan penangkap pasir.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. keamanan operasi : bangunan pengambil Tyrol dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.bahaya kavitasi. aman dan efisien. v. dan prosentase muatan fraksi dengan diameter ≤ 5 mm tidak lebih dari 25 persen dari jumlah angkutan sedimen total. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik.

data geoteknik diantaranya : geomorfologi. iv. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. pelaksanaan bangunan. lingkungan. viii. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. dan mobilitas peralatan. 32 dari 77 . debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. palung. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. v. data morfologi sungai seperti geometri sungai. ii. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. evaluasi dan analisis data. iii. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur.RPT0-Pd T-xx-xxxx (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung tyrol sesuai dengan Pd. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. geoteknik. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. kemiringan dasar sungai. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala 1 : 50. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. morfologi sungai dan medan sekitarnya. T-012003-A adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. ii. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. (d) penentuan debit desain mencakup : i. frekuensi kejadian debit banjir. topografi. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. Data yang diperlukan yaitu : i. lembah sungai. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil.000. ix. jenis dan ketahanan umur. vi.

lebar. .debit sungai dan panjang bentang Tyrol. panjang saringan ke arah sungai : dihitung dengan memperhatikan debit yang harus disadap. diameter. diameter butir angkutan sedimen yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) (b) panjang saringan Ditentukan berdasarkan debit desain kebutuhan dan debit untuk membilas sedimen di gorong-gorong pengumpul dan penangkap sedimen terpenuhi. penempatan saringan : ditempatkan di atas mercu atau sedikit lebih ke hilir mercu dengan posisi datar atau dengan kemiringan tertentu yang mempertimbangkan . . . tentukan panjang gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kemampuan menyadap debit sungai dan debit yang dibutuhkan untuk pembilasan dan kebutuhan. panjang gorong-gorong pengumpul disesuaikan dengan panjang saringan. kapasitas penyadapan dengan memperhatikan parameter-parameter sebagai berikut . . kemiringan dasar.keadaan agradasi. bentuk profil T dan bentuk kepala rel kereta api. bentuk batang saringan : ditentukan dengan bentuk bulat.tinggi muka air di udik saringan. lebar. lengkung dan datar. . endapan sedimen di udik dan di atas saringan.sumbatan pada lubang saringan. faktor debit yang disadap. untuk kebutuhan tinggi energi bagi pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah di atas saringan. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. panjang. iv. iv. kuat. lebar gorong-gorong pengumpul yaitu jarak antara dua dinding goronggorong pengumpul. iii. ii. prosentase bukaan dari saringan. i. mudah pelaksanaannya dengan : i.jenis ukuran dan tata letak pemasangan batang saringan. (e) Gorong-gorong pengumpul didesain dengan : i. tentukan lebar gorong-gorong pengumpul dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk mengalirkan debit yang di sadap. . ii. tipe. tinggi mercu maksimal 0. ii.kapasitas lewat gorong-gorong pengumpul. celah dan kemiringan saringan : ditentukan dengan pertimbangan debit yang harus disadap dan diameter butir angkutan sedimen dasar yang tidak dikehendaki masuk ke gorong-gorong pengumpul. celah saringan maksimum 30 mm. jenis : ditentukan seperti bentuk pagar tidur.muka air di dalam gorong-gorong pengumpul. tentukan dasar gorong-gorong pengumpul seperti bentuk setengah lingkaran.kemiringan. tentukan kemiringan dasar gorong-gorong pengumpul agar dapat menghanyutkan sedimen yang ada di dalam gorong-gorong 33 dari 77 . panjang. v. plat baja berlubang-lubang dan atau susunan saringan yang dibagi atas beberapa bagian atau kompartemen.5 m dari dasar tanah (d) saringan didesain sederhana. . . (c) tinggi mercu Untuk penempatan saringan ditentukan sedikit lebih tinggi dari dasar sungai dengan maksud.bukaan pintu pengatur debit. .

peredam energi dapat dipilih antara lain tipe cekung. material konstruksi dari pasangan batu (j) tembok sayap udik dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan : i.20 D7 q7 6 9 dengan pengertian: D = diameter butir sedimen terbesar yang mungkin lolos saringan pengambil. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx pengumpul. ii. dengan memperhitungkan : i. kemiringan minimum dasar gorong-gorong pengumpul. kapasitas gorong-gorong pengumpul. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. iii. untuk menghindarkan pengendapan sedimen di dasar gorong-gorong pengumpul. (i) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara: i. v. tinggi terjunan. dan pintu pembilas serta pintu-pintu intake. ii. ii. benturan dan abrasi angkutan batu gelundung. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. bentuk dan dimensi peredam energi. 0min dapat ditentukan dengan pendekatan awal berdasarkan rumus berikut: I I 0 min = 0. yang ditempatkan di bagian akhir gorong-gorong pengumpul dengan dinding penghalang banjir. iii. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. degradasi dasar sungai yang akan terjadi. [m] q = debit yang disadap per unit panjang bentang saringan pengambil. jika dibangun di atas batuan keras. jika miring kemiringan minimum 1 : 1 iv. [m3/det/m’] v. kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. usahakan kapasitas gorong-gorong pengumpul lebih besar dari debit yang dibutuhkan untuk debit kebutuhan dan debit untuk pembilasan sedimen yang terdapat di dalam goronggorong pengumpul dan di penangkap sedimen (f) tubuh bangunan bagian hilir Bentuk tubuh bangunan bagian hilir saringan dapat dibuat tegak. bangunan Tyrol dapat juga dibuat tanpa peredam energi. 34 dari 77 . penggerusan setempat. (h) pintu pengatur debit Lengkapi gorong-gorong pengumpul dengan pintu pengatur debit. debit desain untuk bangunan peredam energi. iv. miring dengan kemiringan tertentu (g) peredam energi Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat seperti halnya pembuatan peredam energi pada bendung.

iii. pengurangan daya angkat air yang dapat melebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. jumlah endapan yang harus ditampung . (k) lantai udik dan dinding tirai Dimensinya ditentukan dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut : i. (l) bangunan penangkap sedimen: Lengkapi bangunan Tyrol dengan bangunan penangkap sedimen yang bentuk dan ukurannya diperhitungkan terhadap : i.5 Denah bendung Tyrol 35 dari 77 . Tembok sayap udik A Gorong-gorong pengumpul Tubuh Bendung Lantai udik Saringan Tembok pangkal Tembok sayap hilir Pintu pengatur debit A Penangkap pasir Denah Gambar B. ii. penggerusan setempat. ii. permeabilitas tanah. v.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. stabilitas tebing . tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. frekwensi pembilasan endapan secara hidraulik.

debit banjir rencana dan stabilitas pelu didesain dengan mengacu pada acuan normatif ii. bendung pelimpah biasa sesuai dibangun pada sungai yang berlokasi di pertengahan (middle) iii. jenis ini dipilih jika material yang hanyut bersama sungai berfluktuasi dan bahan angkutannya besar iv.RPT0-Pd T-xx-xxxx Mercu Saringan SEPANJANG 80 m RAIL DIPOTONG BAGIAN BAWAHNYA N Batu candi L Gambar B. dasar sungai yang tidak rawan gerusan c) Persyaratan Keamanan Bangunan R.7 Potongan memanjang dan melintang gorong-gorong pengumpul 4) Bendung Pelimpah Mercu Bulat a) Pertimbangan Perancanaan Dalam pelaksanaan desain bangunan bendung pelimpah dengan mercu bulat harus direncanakan dengan seksama agar aman terhadap rembesan sesuai dengan Pd Txx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung. Batu candi Batu candi M Gorong-gorong penyalur Mercu Penangkap pasir Pintu pengatur debit Potongan Memanjang Mercu Saringan Gorong-gorong penyalur Lapisan tanah aus (Batu candi) Batu bongkah Potongan melintang 36 dari 77 . lokasi. 8O O.6 Detail penampang saringan pengambil Puncak Tembok pangkal Mercu Bagian awal Bagian akhir Lantai udik Tubuh bendung Gambar B. tinggi mercu. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung bendung pelimpah mercu bulat di desain dengan meperhatikan persyaratan : i.

keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. . .bahaya penggerusan setempat. . (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.000. .kestabilan bangunan terhadap guling. evaluasi dan analisis data.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. data morfologi sungai seperti geometri sungai.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. 37 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Bangunan bendung pelimpah mercu bulat dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan keamanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. geser dan penurunan. ii. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimal 1 : 50. . struktural. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. Data yang diperlukan yaitu : i. . sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. operasi dan pemeliharaan. . aman dan efisien. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : .pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . .saringan dari sumbatan batu.bahaya kavitasi.pembilasan penangkap pasir secara periodik. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. tembok sayap udik dan hilir.

lingkungan. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. persyaratan minimum radius mercu bendung yaitu 0. dan mobilitas peralatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. iii. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. frekuensi kejadian debit banjir. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. bongkah dan sebagainya. jenis dan ketahanan umur. ix. iv.7 h < R < h. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. viii. iii. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. material konstruksi untuk mercu digunakan pasangan dengan lapisan tanah aus (batu candi) i. geoteknik. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. ii. pelaksanaan bangunan. lebih tahan terhadap benturan batu gelundung. morfologi sungai dan medan sekitarnya. pembilasan dan kebutuhan pengendalian angkutan sedimen serta menghindarkan terjadinya timbunan sedimen dan sampah. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. ii. palung. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. mercu dipilh bulat karena mudah dalam pelaksanaan. kemiringan dasar sungai. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. lembah sungai. (d) penentuan debit desain mencakup : i. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi Bangunan Penentuan bentuk dan dimensi bangunan bendung pelimpah mercu bulat sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung adalah sebagai berikut : (a) panjang mercu i. vi. iv. didesain untuk kebutuhan tinggi energi bagi penyadapan. kemiringan hilir kaki pelimpah 1 : 1 dengan tujuan menghindari kavitasi (b) bentuk dan dimensi mercu. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. ii. v. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. 38 dari 77 . topografi. diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. (c) tinggi mercu.

sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas.5 m.5 m/dt. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (g) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. ii. sebagai berikut : i. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. ketebalan pilar sekitar 0. ii. iii.5 m (f) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.0 m.0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. iii.0 m. jika pelebaran tidak memungkinkan lagi maka perlu dilakukan uji model. (d) tinggi muka air di atas mercu. iv. ii.5 m di atas plat undersluice. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur. (h) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : . iii. jika sungai mengakut lanau.5 m. gorong-gorong penyeberang aliran di tempatkan di dalam tubuh bendung dengan kecepatan aliran 2. sebagai berikut : 39 dari 77 i. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0.0 m.0 m maka perlu dilakukan pelebaran bendung. pembilas sedimen ditempatkan di pengeluaran gorong-gorong. . pintu intake ditempatkan di pilar pembilas.0. jika sungai mengakut pasir dan kerikil.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. (e) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. ii. sebagai berikut : i. i. iii. jika lebih maka perlu dilakukan pengaturan peninggian elevasi dasar lantai hulu bendung. ii. bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan. .5 H (tinggi muka air di hulu bendung).7 m – 1.1. . jika > 4.1. ii. tidak lebih dari 4.0 m dan minimum 0. sponeng untuk perletakan pintu (i) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. maksimum tinggi muka air 4.

lebar pintu pembilas maksimum 2.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. iv. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. bentuk lantai datar (k) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. mulut undersluice mengarah ke hulu. ix. vi. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. iv. v.0 m. 40 dari 77 . sebagai berikut : i.0 m. tinggi mercu minimal 0. viii. v.0 m. (j) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii. iii. tinggi lubang minimum 1.0 m dan 1. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas.5 m. ii. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (l) tembok baya-baya. ii. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. ditempatkan di hulu intake/undersluice. iv. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. ii. iii. vi. ii. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. iii.2 x lebar intake.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : i. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. lebar sisi bagian dalam 1.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. x. sebagai berikut : i. vii.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (m) bangunan penahan batu. sebagai berikut : i. v. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0.5 m (operasi manual). kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. mulut undersluice mengarah ke samping. ii.

.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. sebagai berikut : . . panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. kerikil dan kerakal. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. iv.2 – 0.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls 41 dari 77 . ii.RPT0-Pd T-xx-xxxx iii.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4. tipe ganda Lokasi bendung berada pada sudetan sungai dengan ketinggian lebih dari 10. iv. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. tebal 0. .5 – 0. tipe MDO dan MDS .0 m RSNI T-042002. debit desain untuk bangunan peredam energi. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. ii. . tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. tinggi terjunan. ii.4 m serta pada ketinggian minimal 1. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring. pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (n) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam.0 m sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap (o) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. iv. iii. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.0 m dari atas mercu bendung. . penggerusan setempat.0 m.7 m.5 Ls v.dasar sungai cukup keras iii. iii.

meter (q) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah.0 x 1. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat.4 t/m3.RPT0-Pd T-xx-xxxx (p) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . 42 dari 77 . panjang tembok sayap hulu ditentukan : . iii. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. (r) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . material rip-rap berupa blok beton dengan 1. bentuk dan dimensi peredam energi.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. dengan kriteria : i. iii. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. v.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. vi. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.5 m. padat. ii. ii.0 m dan 0. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air.0 x 1.5 Ls viii. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.5 Ls .panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1.5 x 0. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. meter = panjang tembok sayap hulu.5 x 0. stabilitas tebing.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . iv. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. meter = panjang labtai peredam energi. keras dengan berat jenis batu 2.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 .

5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (s) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. pilar-pilarnya ditempatkan di hulu bendung. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (t) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. Persyaratan desain mengacu pada KP-02 SK DJ Pengairan No. pilar-pilarnya ditempatkan di mercu bendung atau sedikit di hulu bendung. kedalaman penanaman sekitar 2. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka (u) jembatan inspeksi jembatan lalu lintas orang. iii.RPT0-Pd T-xx-xxxx iv. v. ii. iv. 43 dari 77 . Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. kemiringan sungai harus cukup curam. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. ii.30 m/dt. 185/KPTSA/A/1986 i. jembatan lalu lintas kendaraan.

9 Potongan melintang dan memanjang tubuh bendung pelimpah bulat 44 dari 77 .8 Denah bangunan bendung tetap Gambar B.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B.

seperti bendung tetap dengan pelimpah biasa. Struktur tubuh bendung tipe gergaji relatif ramping. iv. ii. debit banjir rencana dan stabilitas perlu didesain dengan mengacu pada acuan normatif. Lokasi. 45 dari 77 .10 m. jari-jari mercu perlu diambil lebih besar atau sama dengan 0. berkaitan dengan hal ini maka stabilitas dan kekuatan bagian-bagian struktur serta penyaluran gaya ke pondasi bangunan perlu di analisis dengan cermat. tinggi mercu. iii. atau bendung gerak sesuai Pd T-01-2004-A b) Persyaratan Perencanaan Bendung pelimpah tipe gergaji harus didesain berdasarkan Pd T-01-2004-A. bendung karet.11 Tipikal bangunan peredam energi tipe ganda 5) Bendung Pelimpah Tipe Gergaji a) Pertimbangan Perencanaan Dalam rencana penerapan bangunan bendung dengan pelimpah tipe gergaji hendaknya dilakukan evaluasi perbandingan dengan kemungkinan penerapan bendung tipe lain.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. dengan memperhatikan persyaratan berikut : i. Bendung dengan pelimpah tipe gergaji kurang sesuai untuk dibangun pada sungai dengan angkutan material dasar sungai batu gelundung dan atau jika sungai tersebut membawa batang-batang pohon dalam jumlah yang tinggi sehingga diperkirakan akan menimbulkan masalah benturan yang dapat merusak bangunan dan tau tumpukan sampah yang dapat mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpahan bendung. Untuk memenuhi persyaratan kekuatan struktur.10 Tipikal bangunan penahan batu Gambar B.

bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. aman dan efisien. Data yang diperlukan yaitu : i. .bahaya akibat perubahan perilaku sungai. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. . .saringan dari sumbatan batu.bahaya penggerusan setempat. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.pembilasan penangkap pasir secara periodik.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. . evaluasi dan analisis data. . .pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. geser dan penurunan.000. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. (2) Kemanan Struktural Bangunan pengambil utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . struktural. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. . yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . ii. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. tembok sayap udik dan hilir.kestabilan bangunan terhadap guling. .bahaya kavitasi. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 46 dari 77 .

debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. iii. ii. dan mobilitas peralatan. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. dinding-dinding pelimpah bagian ujung hulu dan hilir pada bentuk segitiga sangat dekat. data morfologi sungai seperti geometri sungai. ii. lingkungan. (d) penentuan debit desain mencakup : i. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. Keadaan ini mengakibatkan pelimpah bentuk segitiga sangat peka terhadap efek muka air hilir dan mudah kehilangan aerasi akibat tumbukan aliran menyilang yang jatuh dari dinding-dinding pelimpah. pelimpah dengan bentuk dasar segitiga menghasilkan kapasitas pelimpahan terbesar. kemiringan dasar sungai. lembah sungai. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. v. bentuk dasar trapesium memberikan efektifitas pelimpahan yang terbaik. iii. morfologi sungai dan medan sekitarnya. topografi. iv. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. geoteknik. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. keadaan ini menimbulkan depresi terhadap muka air di atas pelimpah dan mengakibatkan penurunan kapasitas pelimpah. p 47 dari 77 . data geoteknik diantaranya : geomorfologi. pada pelimpah dengan bentuk dasar persegi panjang terjadi pengkonsentrasian aliran menuju pelimpah. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. viii. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. (b) pengaruh tinggi muka air hulu i. frekuensi kejadian debit banjir. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. vi. pelaksanaan bangunan. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. jenis dan ketahanan umur.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) bentuk dan tata letak gigi i. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. Namun demikian. palung. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. ix. pelimpah gergaji memberikan kinerja sangat baik untuk besaran h rendah.

untuk mengoptimalkan karakteristik ini. α h maksimum = 0. h ≤ 0.75 αmaks. pelipatan kapasitas pelimpahan sangat peka terhadap kenaikan muka air hulu. disarankan agar dipilih bentuk gigi trapesium dengan besar sudut α= 0. pada kondisi h tinggi. i.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii. p iii. kapasitas pelimpah akan naik seiring dengan peningkatan sudut α ii. dengan αmaks adalah besar sudut segi tiga terbesar yang dapat dicapai untuk menghasilkan harga pelipatan panjang pelimpah tertentu (e) aerasi dan muka air hilir i. ii. Pelipatan kapasitas pelimpahan turun dengan tajam untuk harga h ≥ 0. iv. disarankan agar nilai pelipatan panjang p Ig b ≤4 h ≤ 0. jika dalam desain bendung gergaji dapat dilakukan pembatasan muka air hulu hingga pelimpah bendungan tipe gergaji diambil dalam domain. tanpa aerasi yang baik. iii. Namun demikian. aerasi dapat dilaukan dengan memasang pipa pemasik udara di bagian hilir mercu ii. debit dan kecepatan aliran menuju pelimpah p menjadi besar sehingga akan terjadi kontraksi aliran. untuk Ig b > 8 akan diperoleh keadaan pertambahan kapasitas pelimpahan yang tidak sebanding dengan tuntutan biaya yang diperlukan untuk memperpanjang pelimpah.2.25. disarankan agar tinggi muka air hulu maksimum diambil pada domain (c) besar nilai pelipatan panjang pelimpah.5. penerapan bendung dan pelimpah gergaji pada kondisi aliran tidak sempurna perlu dihindari 48 dari 77 . kapasitas pelimpah bendung gergaji kana menurun. Keadaan ini mengakibatkan sebagian besar pelimpah bekerja dengan tinggi tekan aliran yang lebih rendah daripada tinggi tekan aliran di sungai/saluran di hulu pelimpah. berkaitan dengan karakteristik ini.5 p Ig b Ig b secara umum dapat dikatakan bahwa nilai pelipatan kapasitas pelimpahan akan naik setara dengan pertambahan nilai nilai . jika tinggi muka air hulu dapat dibatasi hingga pelipatan panjang pelimpah dapat diambil hingga (d) besar sudut antara dinding sisi dan arah aliran. untuk pelimpah dengan Ig b = 8. maka nilai p Ig b ≤6 i.

bentuk awal bulat dan tegak atau dengan kemiringan.5 m.0 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bentuk mercu pelimpah i. lubang pengambilan ditentukan berdasarkan kebutuhan air maksimum baik untuk pemasokan maupun pembilasan di kantong lumpur.7 m – 1. Ig b yang sama tetapi dengan koefisien pelimpahan c adalah Qg = 49 dari 77 . . jika sungai mengakut pasir dan kerikil. . sebagai berikut : i. ditentukan datar dengan ketinggian sama dan 0. sebagai berikut : perletakan berada pada tikungan luar sungai dengan sudut pengambilan 900 atau menyudut (450–600) terhadap sumbu bangunan pembilas. jika sungai mengakut lanau. kapasitas pelimpahan bendung gergaji dengan ct/c x Qt (g) bangunan pengambilan tunggal kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.1. ii. sponeng untuk perletakan pintu i. bagian hilir dapat dibuat tegak atau dengan kemiringan. jika sungai mengakut pasir dan kerikil. terjadi jika kondisi daerah irigasi berada di kanan dan kiri bendung. ii. yang lebih besar daripada koefisien pelimpahan mercu dengan bentuk tajam (c).0. (j) pilar bangunan pengambilan Dibangun jika lebar intake lebih dari 1. bentuk mercu pelimpah sangat berpengaruh terhadap kapasitas pelimpahan.5 m di atas plat undersluice. ii. sebagai berikut : i. ii.0 m. bentuk mercu setengah lingkaran mempunyai koefisien pelimpahan (c). jika kapasitas pelimpahan suatu bendung atau pelimpah bendungan tipe gergaji dengan besar pelipatan panjang mercu Ig b dan nilai koefisien pelimpahan ct adalah sebesar Qt. pintu intake ditempatkan di pilar pembilas. iii.1. ii. ketebalan pilar sekitar 0. iii.5 m (h) bangunan pengambilan ganda (bendung pelimpah biasa) kriteria desain bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. jika pengambilan menggunakan pintu yang dioperasikan secara manual maka lebar pintu maksimal 2. trashrack di pasang di mulut bangunan intake dan pembilas yang terbuat dari pipa besi bulat berjarak 20 cm (i) lantai bangunan pengambilan kriteria desain lantai bangunan pengambilan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii.5 m.0 m dengan kriteria sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap : i. jika bangunan pembilas tanpa undersluice maka tinggi lantai diatas lantai hulu bendung : .

tinggi mercu minimal 0. x. ii. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar.2 x lebar intake. sebagai berikut : i. ii. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. lebar pintu pembilas maksimum 2. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. ix. viii. iii. mulut undersluice mengarah ke hulu. tinggi lubang minimum 1. bentuk lantai datar (m) pembilas shunt undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar.0 m.5 m.RPT0-Pd T-xx-xxxx (k) bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. v. Lengkapi bangunan intake dengan bangunan penahan batu dimana penempatan dan komponen bangunan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap adalah sebagai berikut : 50 dari 77 . sebagai berikut : i. vi.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (o) bangunan penahan batu. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n. tembok pangkal bagian hulu segaris dengan bagian luar pembilas. mulut undersluice mengarah ke samping. bangunan pintu pembilas diletakkan segaris dengan sumbu bendung. (l) pembilas undersluice kriteria desain lantai bangunan pembilas undersluice sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. iii.5 m (operasi manual). ii. iii. sebagai berikut : i. vi. v.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung.0 m. kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. sebagai berikut : i. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. lebar mulut undersluice harus lebih besar dari 1. iii. ii. dibangun jika material angkutan sungai masih dimungkinkan batu gelundung. lebar lubang disesuaikan dengan lebar intake dan pembilas. lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2.0 m. iv. panjang undersluice ditentukan berdasarkan perletakan hulu intake dan tinggi undersluice minimum 1. v. lebar sisi bagian dalam 1.0 m dan 1. iv. bagian hulu dilengkapi dengan bangunan boulder screen dan dinding banjir (n) tembok baya-baya. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. iv. vii. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar.

dasar sungai cukup keras (q) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i.tinggi pembendungan (dihitung dari elevasi mercu bendung sampai dengan elevasi dasar sungai di hilir) maksimum 10. bentuk dan dimensi peredam energi. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.0 m.tinggi air hulu bendung dibatasi maksimum 4. . debit desain untuk bangunan peredam energi. tipe cekung kriteria desain lantai bangunan pembilas shunt undersluice sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. . iv. iii. .7 m.2 – 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx i. ii. ii. 51 dari 77 . pondasi tiang yang kedalamannya disesuaikan dengan elevasi dasar sungai dan lantai undersluice (p) peredam energi : Lengkapi bangunan dengan peredam energi untuk mencegah penggerusan setempat dengan memperhatikan : i. iv. komponen bangunan terdiri dari barisan cerucuk pipa dengan diameter sebesar 0. degradasi sungai setempat Pemilihan tipe peredam energi : i.terbentuk pusaran dasar balik searah jarum jam.5 Ls v. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. balok beton pengikat dengan ukuran lebar 0. tebal 0. sebagai berikut : . . iii.tipe MDS digunakan terutama di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil. penggerusan setempat.5 – 0. tinggi terjunan. kerikil dan kerakal.sungai dengan kemiringan dasar curam dengan angkutan sedimen yang terbawa aliran adalah batu gelundung. . ii.4 m serta pada ketinggian minimal 1. iii.0 m dari atas mercu bendung.0 m RSNI T-042002.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (r) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i.tipe MDO digunakan di sungai aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir. ii. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. tipe MDO dan MDS . panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 0. iv. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0.15 m dan jarak antar tiang sebesar diameter butir yang akan tertahan. ditempatkan di hulu intake/undersluice.

bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung.5 m.5 Ls viii.0 x 1.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . vi. material rip-rap berupa blok beton dengan 1.0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. padat.5 x 0. dengan kriteria : i. material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4.5 x 0.5 Ls . iii.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . iii. meter = panjang labtai peredam energi.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. iv. ii. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii. iv.0 x 1.0 m dan 0. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. (t) rip-rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. meter = panjang tembok sayap hulu.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir 52 dari 77 . stabilitas tebing.kemiringan tembok diambil 1 : 1 . meter (s) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah.4 t/m3. keras dengan berat jenis batu 2. v. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . geometri sungai di hilir dan sekitarnya. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. kedalaman penanaman sekitar 2. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu.0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.0 m pada bagian hilir ambang dan 1. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1.

yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : . peninggian dasar sungai yang diakibatkan oleh konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima karena akan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada. v.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal. Panjang kantong lumpur biasanya berkisar antara 200 m untuk bahan sedimen kasar sedangkan 500 m untuk partikel-partikel yang halus (v) papan duga muka air Lengkapi bangunan dengan papan duga muka air mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. iii. kemiringan sungai relatif kecil atau datar. . Kecepatan aliran dalam kantong lumpur bersifat sub kritis.30 m/dt. b) Persyaratan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan didesain dengan memperhatikan persyaratan : i. iv. operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989.bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. 185/KPTSA/A/1986 dengan ketentuan : i. .bahaya akibat perubahan perilaku sungai.bahaya kavitasi. tembok sayap udik dan hilir. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. . ii. papan duga dipasang dengan ketinggian nol pada mercu bendung atau pada elevasi yang tepat sesuai dengan ketinggian titk nol yang dipakai ii. iii. warna yang digunakan adalah putih untuk alas dan biru untuk huruf dan angka 6) Bendung Gerak dengan Pintu a) Pertimbangan Perencanaan Berdasarkan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Bendung Gerak bendung gerak akan dipilih dengan pertimbangan jika peninggian dasar sungai akibat konstruksi bendung tetap tidak dapat diterima dikarenakan mempersulit pembuangan air atau membahayakan pekerjaan sungai yang telah ada akibat peninggian muka air. berada pada lapisan tanah pondasi yang kuat.RPT0-Pd T-xx-xxxx (u) kantong lumpur Lengkapi bangunan dengan kantong lumpur mengacu pada KP-04 SK DJ Pengairan No. 53 dari 77 . iv. debit banjir tidak bisa dilewatkan dengan aman melalui bendung tetap. struktural. ii. papan duga terbuat dari plat baja yang dilapisi bahan logam enamel iii. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik. sehingga partikel yang telah mengendap tidak menghambur lagi. berada di hilir intake dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan kondisi material sedimen.bahaya penggerusan setempat. kemiringan sungai harus cukup curam. Kecepatan aliran tidak boleh kurang dari 0. 185/KPTSA/A/1986 dengan memperhatikan : i. .

data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. . data morfologi sungai seperti geometri sungai. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . data geoteknik diantaranya : geomorfologi.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. ii. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal. aman dan efisien. frekuensi kejadian debit banjir. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. . iii.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. lembah sungai. iv. Data yang diperlukan yaitu : i. viii.kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya. data lingkungan dan ekologi 54 dari 77 .000. evaluasi dan analisis data. . ix. v. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. geser dan penurunan. vi. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar.kestabilan bangunan terhadap guling. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala. palung.saringan dari sumbatan batu. jenis dan ketahanan umur. . stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii.RPT0-Pd T-xx-xxxx (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . kemiringan dasar sungai. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah.pembilasan penangkap pasir secara periodik. .

diperhitungkan terhadap kemampuan melewatkan debit banjir rencana dengan tinggi jagaan yang cukup. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) panjang bendung i. 55 dari 77 . mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain. (d) Pilar Bendung Bentuk penampang pilar bendung harus ramping dan pada pinggir hulunya dibentuk setengah lingkaran. Tinggi pilar bendung harus lebih tinggi dari elevasi muka air banjir rencanan tanggul untuk menjamin keamanan pilar-pilar pintu dan menjamin jagaan antar MAT dan gelagar jembatan inspeksi. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii. morfologi sungai dan medan sekitarnya. (b) Pertimbangan pemilihan tipe pintu Penetapan pintu didasarkan berbagai pertimbangan yang antara lain berdasarkan tujuan penggunaan. sama dengan lebar rata-rata sungai stabil atau pada debit penuh alur dan umumnya ditentukan sebesar 1. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. topografi. lingkungan. (d) penentuan debit desain mencakup : i. debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. lokasi pemasangan. geoteknik. tetapi pada pada pinggir hilirnya agak lonjong atau berbentuk busur yang runcing. Celah diperlukan untuk memasang perapat pintu diperhitungkan untuk menentukan sponing pintu. Perapat bawah supaya dapat bertumpu pada landasan pintu yang dipasang di atas permukaan lantai bendung sedang perapat samping harus dibuat dengan konstruksi yang mudah dibongkar – pasang untuk memudahkan pemeriksaan dan perbaikan. ii. maka pilar-pilar tersebut harus mempunyai stabilitas yang memadai. pelaksanaan bangunan.2 kali lebar sungai rata-rata pada ruas sungai yang stabil. Lebar dan panjang pilar bendung ditetapkan berdasarkan lebar jembatan inspeksi. dimensi mekanisme penggerak daun pintu dan perhitungan stabilitas mekanis. Sebagai tambahan kadang-kadang dibutuhkan untuk penyangga di antara pilar-pilar bendung dan apabila pilar-pilar bendung juga akan dipakai sebagai bendung pengelak sementara. dan mobilitas peralatan.RPT0-Pd T-xx-xxxx (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. besarnya harga dan biaya exploitasi dan pemeliharaan (c) Lantai bendung Lantai bendung harus mempunyai kemampuan dalam mendukung beban yang ada di atasnya dan menjamin kerapatan terhadap rembesan air. ii.

v. mercu pintu pembilas ditentukan sama tinggi dengan elevasi mercu bendung atau 0. (h) Bangunan pembilas kriteria desain bangunan pembilas sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.5 m. sperti tomnol-tombol mekanisme pembukaan-penutupan pintu yang ditempatkan di atas pilar (g) Elevasi Sisi Atas Daun Pintu Elevasi sisi atas daun pintu ditentukan berdasarkan kenaikan elevasi muka air banjir yang diinginkan. sebagai berikut : i.RPT0-Pd T-xx-xxxx (e) Pilar Pintu Pilar pintu ditentukan berdasarkan tipe pintu yang digunakan sebagai tubuh bendung. panjang tembok pangkal ditentukan oleh dimensi tubuh bangunan dan peredam energi. ujung tembok pangkal ke arah hilir (Lpi) ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi sesuai dengan RSNI T-04-2002: Lpi = Lb + 0. tinggi mercu minimal 0. iv. iii. ix. bentuk bagian hulu tegak dan berawal dari bagian muka kepala bendung. ii. bentuk mengecil ke arah hulu sebesar setengah lebar tembok pilar.0 m dan 1. ii. ii. sebagai berikut : i. bangunan dilengkapi dengan pilar-pilar dan pintu. vii. penempatan menerus ke arah hulu dari pilar pembilas bagian luar/sisi bendung. lebar pembilas total 1/6 – 1/10 dari lebar bendung. iii. bagian hilir runcing dengan jari-jari peruncingan 2 x lebar pilar. vi. lebar sisi bagian dalam 1.10 m lebih tinggi dari elevasi mercu bendung. iv. panjang tembok pangkal di bagian hulu (Lpu) bagian yang tegak di hitung dari sumbu mercu bendung sesuai dengan RSNI T-04-2002: 56 dari 77 . lebar pilar sisi bagian luar dapat diambil sampai dengan 2. bentuk tembok pangkal dapat dibuat tegak atau miring.0 m.5 Ls v. iii.5 m di atas bendung dengan panjang ke arah hulu sama dengan lebar mulut undersluice dan tidak menghalangi pengaliran ke intake (j) tembok pangkal Tentukan bentuk dan ukuran tembok pangkal dengan cara : i. tinggi tembok pangkal ditentukan dengan memperhatikan debit desain untuk kapasitas pelimpahan ditambah dengan tinggi jagaan tertentu. Tinggi ditentukan berdasarkan kemudahan operasi pintu termasuk tinggi perlengkapan mekanisme pengangkat daun pintu dan tambahan untuk tinggi jagaan (f) Ruang Operasi Pintu Ruang operasi pintu dilengkapi panel dan peralatan pengatur pintu. (i) tembok baya-baya kriteria desain lantai bangunan tembok baya-baya sesuai dengan Pd T-xx200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap. viii. bentuk pilar bagian hulu bulat dengan jari-jari pembulatan setengah lebar pilar. kemiringan bagain hilir dapat diambil dengan perbandingan 1 : n.

material rip-rap berupa bongkahan batu dengan kriteria bulat. jika tinggi tembok sayap lebih dari 4. ujung tembok sayap hulu dilengkungkan masuk ke tebing dengan panjang total tembok pangkal ditambah sayap hulu sesuai dengan RSNI T-042002: 1. dengan kriteria : i.bagi tebing sungai yang jauh dari sisi tembok p[angkal bendung atau palung sungai di hulu bendung yang relatif jauh lebih lebar dibandingkan dengan lebar pelimpah bendung maka tembok sayap hulu perlu diperpenjang dengan tembok pengarah arus yang panjangnya diambil minimum sesuai dengan RSNI T-04-2002: 2 x Lpu vii.panjang tembok dihitung dari ujung hilir lantai peredam energi diambil sesuai dengan RSNI T-04-2002 : Ls ≤ Lsi ≤ 1. panjang tembok sayap hilir (Lsi) : . Hal itu dilakukan agar tidak meliebihi kekuatan dan stabilitas bangunan. meter = panjang tembok pangkal hulu bendung dari sumbu mercu bendung ke hulu. prediksi kedalaman penggerusan setempat dan degradasi dasar sungai yang akan terjadi.RPT0-Pd T-xx-xxxx 0. iv.4 t/m3.kemiringan tembok diambil 1 : 1 .0 Ls ≤ Lsu ≤ 1.bagi tebing yang tidak jauh dari sisi tembok pangkal bendung. padat. panjang tembok sayap hulu ditentukan : . meter = panjang labtai peredam energi.50 Ls ≤ Lpu ≤ Ls (k) tembok sayap hulu dan hilir Lengkapi bangunan dengan tembok sayap dengan memperhatikan: i. keras dengan berat jenis batu 2. iii. stabilitas tebing. (m) Rip – rap Lengkapi bangunan dengan rip-rap yang berfungsi sebagai pelindung bangunan terhadap bahaya penggerusan sesuai dengan Pd T-xx-200x-A : Tata Cara Desain Hidraulik Bendung Tetap.pertemuan dengan tembok pangkal dibuat menyudut kurang lebih dari 450 . ii. v. vi. meter = panjang tembok sayap hulu. dan kebutuhan pengurangan daya angkat air. bentuk dan dimensi peredam energi. ditempatkan di bagian hilir ambang akhir sepanjang tembok sayap hilir. tinggi muka air hilir pada debit desain ditambah dengan tinggi jagaan. kemungkinan degradasi dasar sungai dan penggerusan setempat di hilir bangunan.5 Ls viii.5 Ls .kemiringan tembok diambil 1 : 1 .0 m maka perlu dibuat bertangga dengan : Lsi Lsu Lpu Ls = panjang tembok sayap hilir dari ujung hilir lantai peredam energi ke hilir. meter (l) lantai hulu dan hilir Dimensi bangunan pelengkap ini dtentukan dengan memperhatikan permeabilitas tanah. ii. geometri sungai di hilir dan sekitarnya. 57 dari 77 .

RPT0-Pd T-xx-xxxx iii. . mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjri merupakan kawasan penting. ruang operasi. Alat ukur tinggi muka air Alat ukur tinggi muka air dipasang di hulu dan hilir bendung. v. Pada bangunan penerus.0 x 1. Tangga untuk ruang operqasi pintu Konstruksi dan lokasi tangga supaya disesuaikan dengan keadaan sekitarnya. ruang operasi. maka alat ukur tinggi muka air dipasang. meliputi : 58 dari 77 .Bendung karet hanya diterapkan pada kondisi yang apabila digunakan bendung tetap akan menimbulkan peningkatan ancaman banjir yang sulit diatasi. Tangga inspeksi Tangga inspeksi harus diadakan pada permukaan perkuatan lerang tanggul kiri dan tanggul kanan baik di lereng belakang maupun di lereng depan.0 x 1.5 x 0.0 m dan 0.5 m pada bagian kaki tembok sayap hilir (n) Perlengkapan lainnya i. iv. vi. ruang pembangkit listrik cadangan. di dalam kolam tunggu. keseimbangan antara pilar pintu dan ruang operasi serta keamanan terhadap kemungkinan kecelakaan 7) Bendung Karet a) Pertimbangan Perencanaan Pertimbangan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : . Kondisi alur sungai. ruang petugas jaga malam dan lain-lain iii. . material rip-rap berupa blok beton dengan 1. maka diperlukan adanyalistrik cadangan. Lebar efektif tangga minimum 1 mdan terbuat dari blok-blok beton. Gedung pusat operasi pintu Dalam gedung ini terdapat kantor.Alternatif bendung karet dipilih apabila bendung gerak jenis lain tidak bisa menjamin kepastian pembukaan bendung pada saat banjir datang.0 m pada bagian hilir ambang dan 1.5 m. b) Persyaratan Perencanaan Persyaratan pemilihan bendung karet berdasarkan Pd T-09-2004-A adalah sebagai berikut : i.5 x 0. iv. ii. kedalaman penanaman sekitar 2. Sumber tenaga listrik cadangan Pada pintu-pintu air yang sumber tenaga utamanya diperoleh dari jaringan komersil. mengingat daerah yang harus diamankan terhadap ancaman banjir datang. Sarana penerangan Sarana penerangan yang memadai haruslah dipasang untuk menerangi daun pintu.Alternatif penerapan bendung jenis lain yang lebih murah tanpa mengabaikan efektifitasnya bagi tujuan dibangunnya bendung. jembatan inspeksi. ruang operasi dan semua tempat-tempat yang diperlukan untuk kelancaran operasi pintu. Tinggi muka air pada masin-masing lokasi dapat dibaca langsung dari dalam ruang operasi.

.bahaya kavitasi. pemeliharaan : untuk menjaga fungsi dan keamanan bangunan setelah beroperasi diperlukan pemeliharaan dan pemantauan berkala.kondisi aliran sub-kritis pada sungai muara .aliran sungai tidak mengangkut sampah yang besar dan keras .kekuatan terhadap benturan batu dan angkutan benda padat lainnya.bahaya penggerusan setempat.perencanaan bahan karet baik jenis. tidak mudah terabrasi dan tahan lama .bahaya erosi buluh akibat aliran di bawah dan di samping bangunan. sampah dan mengganti batang-batang yang rusak.bahaya luapan pada bangunan tembok pangkal.pembersihan berkala gorong-gorong pengumpul dari endapan sedimen secara hidraulik. Bahan. ii.kestabilan bangunan terhadap guling. . aman dan efisien. . .pembilasan penangkap pasir secara periodik. .air sungai tidak mengandung limbah kimia yang bisa bereaksi dengan karet ii. c) Persyaratan Kemanan Bangunan Bangunan bendung dan bangunan pelengkap lainnya perlu didesain dengan memperhatikan kemanan bangunan ditinjau dari segi hidraulik.tidak terjadi sedimentasi yang sedemikian berat sehingga mengganggu mekanisme kembang-kempisnya tabung karet . . geser dan penurunan.pemeliharaan dan perbaikan lapisan tahan aus dan rip-rap 59 dari 77 . yang meliputi : (1) Kemanan hidraulik Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus diperhitungkan aman terhadap : .Radiasi sinar ultraviolet terhadap karet tubuh bendung harus dikurangi . . (2) Kemanan Struktural Bangunan utama dan bangunan pelengkapnya harus memenuhi persyaratan kekuatan dan kestabilan struktur baik secara satu kesatuan maupun bagian per bagian dengan rincian meliputi : . kuat. degradasi dasar sungai dan penggerusan tebing. Operasi dan Pemeliharaan .saringan dari sumbatan batu. struktural. kedap udara.tabung karet terbuat dari bahan yang elastis.bahaya akibat perubahan perilaku sungai. keamanan operasi : bangunan utama dan bangunan pelengkap seperti pintu pengatur debit.tidak mengangkut sedimen kasar . . harus memenuhi persyaratan : .RPT0-Pd T-xx-xxxx .Bendung semaksimal mungkin karet harus diamankan dari gangguan manusia yang tidak bertanggung jawab. penangkap pasir dan bagian-bagiannya agar didesain untuk dapat dioperasikan dengan mudah. kekuatan maupun dimensi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan produsen untuk menyediakannya iii. tembok sayap udik dan hilir. hal-hal yang perlu dipelihara yaitu : . operasi dan pemeliharaan sesuai dengan SNI 03-1724-1989. (3) Keamanan Operasi dan Pemeliharaan i.

debit desain banjir dengan kala ulang 100 tahun digunakan untuk mendesain bangunan pelimpah dan tembok pangkal. data mekanika tanah : seperti sifat fisik tanah dan batauan serta sifat teknik tanah di sekitar calon lokasi. topografi. v. lingkungan. laju dan gradasi angkutan sedimen dasar. vi. (b) pembendungan 60 dari 77 . kemiringan dasar sungai. morfologi sungai dan medan sekitarnya. iv. kurva massa aliran dan tinggi muka air sungai. mendapat masukan data morfologi sungai dan sifat sungai. jenis dan ketahanan umur. lembah sungai. atau didasarkan pada perhitungan bagi penyediaan volume tampungan air di hulu bendung. pelaksanaan bangunan. data geometri sungai berupa : bentuk dan ukuran alur. data angkutan sedimen berupa : gradasi material dasar sungai. Data yang diperlukan yaitu : i. evaluasi dan analisis data. data bahan bangunan : sumber dan jumlah bahan yang tersedia. mengetahu dan memperkirakan masalah yang akan timbul. (d) penentuan debit desain mencakup : i. iii. ix. data hidrograf aliran sungai seperti : aliran banjir. - data topografi berupa : peta yang meliputi daerah aliran sungai dengan skala minimum 1 : 50. debit andalan tertentu sesuai kebutuhan untuk kebutuhan irigasi dan kebutuhan pembilasan sedimen di gorong-gorong pengumpul serta penangkap pasir (2) Penentuan Bentuk dan Dimensi (a) elevasi mercu bendung Mercu bendung diletakkan pada elevasi yang diperlukan untuk pelayanan muka air pengambilan. data morfologi sungai seperti geometri sungai. viii. stratigrafi dan struktur geologi serta kegempaan di daerah calon lokasi vii. palung.RPT0-Pd T-xx-xxxx d) Desain Hidraulik Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam detail desain bendung adalah sebagai berikut : (1) Pra Desain Hidraulik Kegiatan pra desain meliputi : (a) Persiapan pekerjaan yaitu pengumpulan. data geoteknik diantaranya : geomorfologi. (c) penentuan lokasi bangunan harus dipilih berdasarkan studi perbandingan atas beberapa alternatif dengan mempertimbangkan fungsi bangunan dan faktor-faktor lain.000 atau yang lebih detail. data hidrograf aliran sungai dan perubahan-perubahan yang terjadi pada dasar sungai secara horisontal maupun vertikal.peta situasi sungai di lokasi bangunan dengan skala 1 : 2000 dan peta detail dengan skala minimum 1 : 5000 ii. dan mobilitas peralatan. sifat fisik dan teknik bahan bangunan serta persyaratan kualitas bahan bangunan. . data lingkungan dan ekologi (b) peninjauan lapangan : untuk memeriksa tingkat ketelitian data. frekuensi kejadian debit banjir. ii. geoteknik. debit desain sebesar debit alur penuh untuk bangunan peredam energi iii.

bisa digunakan sistem panelisasi bendung Pd T-09-2004-A. Struktur hidraulik kolam harus mempertimbangkan terjadinya pusaran air sebagai akibat aliran tidak merata karena timbulnya V-notch Pd T-09-2004-A. volume tampungan cukup berarti sebagai penyediaan air tawar di daerah pantai. menghindari menempelnya aliran limpasan di hilir bendung pada posisi setinggi mungkin. dengan prinsip : . iii. ii. peningkatan energi terjunan yang berlebihan. Pembendungan maksimum ini menentukan elevasi muka air pengempisan yang merupakan batas muka air tertinggi karena bendung karet harus sudah dikempiskan Pd T-09-2004-A. vibrasi yang akan merusak tabung karet Tinggi pembendungan maksimum ditetapkan tidak melebihi 0.3 H. atau jika pada kondisi mengempis. . Pada bendung dengan volume tampungan yang besar sedangkan debit aliran relatif kecil.terjadi v-notch hingga mencapai dasar tubuh bendung. di hulu bendung akan terjadi penampungan air. ii. Untuk mengurangi besarnya vibrasi. (c) Penampungan dan pelepasan Ketika bendung karet mengembang. tidak mempengaruhi aliran limpasan sempurna di atas mercu bendung 61 dari 77 .RPT0-Pd T-xx-xxxx Tinggi bendung harus dibatasi untuk menghindari terjadinya : i. Untuk menghindari pelepasan volume tampungan pada operasi pengempisan.panjang lantai ditentukan hingga ujung hilir loncat air Penghitungan muka air hilir harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya degradasi dasar sungai.muka air hulu setinggi muka air pengempisan. pada tubuh bendung bisa diberi sirip yang letaknya di sebelah hilir mercu. (d) peredaman energi i. (e) sirip (fin) Sirip yang diletakkan di sebelah hilir/bawah mercu bendung sepanjang tabung karet berfungsi untuk menahan agar limpasan air dari atas mercu bendung tidak menempel menuruni sisi hilir tabung karet. Pada alur sungai yang relatif lebar dan landai. . dengan H adalah tinggi bendung. pengisian tampungan untuk mencapai muka air normal memerlukan waktu yang lama. ii. sirip berada pada ujung hilir lipatan. energi terjunan Energi terjunan diperhitungkan untuk kemungkinan yang paling membahayakan yaitu pada kondisi dengan asumsi sebagai berikut : . Prinsip penentuan lebar dan letak sirip adalah sebagai benkut : i. ancaman banjir di daerah hulu. blok pemecah arus bisa ditambahkan jika diperlukan.elevasi lantai ditentukan agar loncat air terjadi tepat pada ujung terjunan. kolam peredam energi Jenis dan dimensi kolam peredam energi direncanakan dengan metode yang berlaku. dengan pertimbangan bahwa uliran air yang menempel tersebut tidak stabil dan akan menyebabkan terjadinya vibrasi ataupun osilasi Pd T-09-2004-A.

Pelampung diikat dengan tali yang dihubungkan dengan kotak otomatisasi. Pemompaan udara ke dalam tabung karet harus dilengkapi dengan instrumen pengontrol tekanan udara (manometer) sesuai dengan Pd T-092004-A. Sistem penggerak tuas yang biasa digunakan.8 m3/mil ii. iii. antara lain sebagai berikut : . aliran air ditampung dalam suatu ember yang diikatkan pada kotak otomatisasi. kuat tarik kuat tarik pada suhu normal ≥ 150 kg/cm2 kuat tarik pada suhu 100° ≥ 120 kg/cm2 Bahan karet diperkuat dengan susunan benang nilon yang memberikan kekuatan tarik sesuai dengan yang dibutuhkan untuk menahan gaya. dan lain-lain.Sistem ember. dan tahan lama. aliran air ditampung dalam suatu bak yang di dalamnya dipasang pelampung. ii. pelampung ikut naik dan menggerakkan tuas pembuka tutup saluran udara sesuai dengan Pd T-09-2004-A. kekerasan tes abrasi menggunakan metode H18 dengan beban 1 kg pada putaran 1000 kali tidak melampaui 0. keras. Jika muka air naik. yang diletakkan merata di sepanjang pipa baja dalam tabung karet sesuai dengan Pd T-09-2004-A. (g) perencanaan instalasi i. lubang angin Lubang angin merupakan lubang bagi pemasukan dan pengeluaran udara pada tabung karet. Jumlah lubang minimum dua lokasi. 62 dari 77 . Bahan dasar karet umumnya digunakan karet sintetis seperti ethylene propylene diene monomer (EPDM). posisi ember akan turun hingga memutar tuas pembuka tutup saluran udara.RPT0-Pd T-xx-xxxx (f) bahan karet tubh bendung Lembaran karet terbuat dari bahan karet asli atau sintetik yang elastik. Dengan makin besar berat ember. kuat. Hal ini diperlukan untuk menghindari terjebaknya udara pada satu sisi tabung karet ketika terjadi v-notch yang bisa menutup rongga tabung karet. Pada umumnya bahan karet yang digunakan memiliki spesifikasi sebagai berikut : i.Sistem pengapungan. chloroprene rubber (CR). Lubang angin bisa dibuat lebih dari dua. Untuk mengurangi goresan oleh benda tajam/keras. akan terjadi aliran masuk ke dalam sistem. yaitu di kedua ujung tabung karet dengan memasang pipa baja dalam tabung. Sistem otomatisasi Prinsip keja sistem otomatisasi adalah apabila muka air sungai di hulu bendung sudah mencapai muka air pengempisan yang direncanakan. pompa dan saluran udara Pompa udara harus disediakan untuk mengembangkan tabung karet. . permukaan luar karet bisa dilapisi dengan bahan keramik sesuai dengan Pd T-09-2004-A. yang diatur untuk menggerakan tuas pembuka tutup saluran udara dari tabung karet.

fondasi bendung karet yang menahan bangunan atas yang relatif ringan membutuhkan massa yang lebih besar untuk menjaga stabilitas terhadap penggulingan dan penggeseran.12 Denah dan potongan melintang bendung karet 8) Perencanaan stabilitas a) Fondasi Fondasi bendung karet dapat dibedakan menjadi dua macam. 63 dari 77 . Untuk penghematan biaya konstruksi. fondasi dibuat dari sel-sel beton bertulang yang diisi dengan pasangan batu.RPT0-Pd T-xx-xxxx Gambar B. Pada fondasi langsung. yaitu fondasi langsung yang dibangun di atas lapisan tanah yang kuat dan fondasi tidak langsung (dengan tiang pancang) yang dibangun pada lapisan lunak.

diambil = H (m) koefisien Lane yang tergantung pada jenis tanah dasar pondasi c) Stabilitas pondasi (1) Stabilitas terhadap penggulingan Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FR = ∑M ∑M T R ≥1. Sebagai contoh. Lane.2 dengan : SFU adalah faktor keamanan terhadap pengangkatan FU adalah gaya angkat air (N) FG adalah gaya berat pondasi dan kekuatan tarik tiang pancang (N) (4) Stabilitas tanah dasar Dengan asumsi menggunakan pondasi langsung.5 dengan : SFR adalah faktor keamanan terhadap guling MR adalah momen gaya-gaya penggulingan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) MT adalah momen gaya-gaya penahan terhadap ujung hilir pondasi (Nm) (2) Stabilitas terhadap penggeseran Pemeriksaan stabilitas terhadap penggulingan dihitung dengan persamaan : S FS = ∑F ∑F T R dengan : SFS adalah faktor keamanan terhadap geser FS adalah gaya-gaya penggeser (N) FT adalah gaya-gaya penahan (N) (3) Stabilitas terhadap gaya angkat S FU = ∑F ∑F G U ≥ 1. persyaratan kemanan terhadap bahaya piping menurut teori Lane adalah : CL ≤ dengan : LH = LV = ΔH = CL = ∑ (L /3) + ∑ L H V ΔH panjang bagian horisontal permukaan dasar pondasi (m) panjang bagian vertikal permukaan dasar pondasi (m) beda tinggi muka air hlu dan hilir. jaring aliran (flow net).RPT0-Pd T-xx-xxxx b) Stabilitas terhadap erosi bulu (piping) Panjang lintasan garis rembesan yang aman terhadap bahaya piping bisa dihitung dengan menggunakan metode seperti Bleigh. dan sebagainya. pemeriksaan stabilitas dihitung dengan rumus : S FB = σa σ dengan : SFB adalah faktor keamanan daya dukung tanah 64 dari 77 .

gejala dan parameter aliran di sungai yang sulit diperoleh dari lapangan. 2) jenis model hidraulik meliputi : a) model sungai. harus menggunakan pondasi tiang pancang. eksentrisitas gaya resultan (e) pada penggulingan dan daya dukung tanah (SFB). Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan stabilitas tanah dasar dengan struktur pondasi yang sudah ditetapkan di atas. b) model bangunan dan pelengkapnya.5 1. penggulingan dan gaya angkat diulang kembali dengan memperhtiungkan juga kekuatan tiang pancang untuk menahan gaya angkat dan gaya horisontal. Pada kondisi ini dimensi plat pondasi harus diubah menjadi kombinasi antara pelat penghubung dan seri tiang pancang. ditunjukkan pada tabel di bawah ini : Tabel A.2 e < B/6 < B/3 < B/6 < B/3 SFS 3 2 3 2 9) Uji model hidarulik 1) Uji model hidraulik perlu dilakukan terhadap pra desain untuk : a) mendapatkan bentuk dan ukuran hidraulik yang mantap. (5) Persyaratan angka keamanan Angka keamanan terhadap penggulingan (SFS).gejala dan parameter aliran pada permukaan struktur.1 Kondisi Desain Normal Dengan gempa Banjir Pelaksanaan Persyaratan angka keamanan stabilitas pondasi SFS 1.2 1. Perhitungan ini akan menentukan jumlah dan dimensi tiang pancang. digunakan pondasi langsung dengan dimensi seperti yang direncanakan sebelumnya. perubahan gejala dan parameter aliran di sungai akibat adanya bangunan dan sebaliknya.5 1. 65 dari 77 . b) mempelajari hal-hal seperti berikut : i. ii. Jika persyaratan tidak terpenuhi. Pemeriksaan stabilitas terhadap penggeseran.RPT0-Pd T-xx-xxxx σ adalah tegangan kasimum dasar pondasi (kPa) σa adalah gaya dukung tanah yang dijinkan (kPa) Eksentrisitas gaya resultan dihitung dengan rumus : e= B ∑M − 2 ∑V adalah eksentrisitas gaya resultan (m) adalah lebar dasar pondasi (m) adalah momen terhadap gaya-gaya terhadap ujung hilir pondasi (Nm) adalah komponen gaya vertikal (N) dengan : e B M V Jika persyaratan tersebut terpenuhi.

seperti fondasi bangunan. dengan skala gambar mengikuti standar yang berlaku. dan nota desain. 2) bangunan lain yang belum didesain pada pekerjaan pra desain. bangunan dan pelengkapnya) dan model detil. berupa gambar-gambar desain.RPT0-Pd T-xx-xxxx c) model lengkap (sungai. 10) Desain hidraulik Desain hidraulik : 1) merupakan penyempurnaan pradesain hidraulik yang dilakukan dengan bantuan uji model hidraulik. disain dan operasi. pintu-pintu. 66 dari 77 . 3) keluaran desain. dilakukan pada pekerjaan desain struktur. 3) uji model hidraulik harus dilakukan oleh satu tim teknik hidraulik yang ahli dan berpengalaman baik dalam bidang uji model hidraulik maupun lapangan (survai. investigasi.

Perhitungan panjang lantai hulu bendung x.10 m .Kehilangan tekanan akibat kemiringan saluran induk ke sedimen trap = 0.10 m .. Penetapan dimensi bangunan tembok pangkal... dan ukuran bangunan peredam energi ix. skala 1 : 2000. Debit banjir desain sungai dan elevasi muka air hilir (tail water) pada Q100th = +85.RPT0-Pd T-xx-xxxx LAMPIRAN – C Lampiran C... Perhitungan penentuan ketinggian elevasi muka air banjir di hulu bendung vi.Kehilangan tekanan dari saluran sekunder ke saluran induk = 0.. Tinggi muka air banjir di hulu bendung harus lebih rendah atau sama dengan 4 meter ii.1) Penentuan elevasi mercu bendung i.Kehilangan tekanan dari saluran tersier ke saluran sekunder = 0. Peta situasi sungai..Kehilangan tekanan akibat eksploitasi = 0.30 67 dari 77 ..Luas daerah irigasi yang akan diairi 6. yaitu : i... bentuk.56 m3/dt iv.Kehilangan tekanan dari sawah ke saluran tersier = 0..Kehilangan tekanan pada intake = 0. Bentuk mercu bendung tipe bulat.Tinggi sawah yang akan dialiri = +84. Tinggi mercu bendung ke dasar sungai di hilir harus lebih rendah atau sama dengan 10 meter Desain mercu dan tubuh bendung dengan persyaratan.80 iii.15 m .10 m Jadi ketinggian elevasi mercu bendung = +86.. elevasi lahan yang akan diairi telah diketahui ii.. jari-jari pembulatan satu radius ii. Elevasi mercu bendung dilakukan : ..1 Contoh Perhitungan Desain Bendung di Sungai.20 m .40 m . Penentuan panjang mercu bendung iv.10 m ... Penetapan ukuran lebar pembilas dan lebar pilar pembilas v.. Data awal seperti debit banjir desain sungai.Kehilangan tekanan akibat bangunan ukur = 0.Elevasi lahan yang tertinggi yang akan diairi + 84.70 m3/dt 3) Perhitungan Hidrolik Bendung 3.80 . Penetapan ukuran mercu bendung dan tubuh bendung vii.Tinggi air di sawah yang diambil = 0. debit penyadapan ke intake.25 m .229 hektar . Perhitungan dimensi hidrolik bangunan intake viii. Peta daerah irigasi : .Lebar palung sungai antara 50 – 60 m .. tinggi muka air sungai saat banjir.70 ii. Bidang hilir tubuh bendung di bagian hilir mercu dibuat dengan kemiringan yang perbandingannya yaitu 1 : 1 2) Data i. Debit desain intake = 7. keadaan hidrolik sungai. Perhitungan untuk penentuan elevasi mercu bendung iii..Elevasi dasar sungai rata-rata di sekitar rencana bendung + 82.10 m . dimana : . Penetapan tipe. 1) Tahapan Desain Tahapan desain hidrolik bendung yaitu seperti berikut : i...Kehilangan tekanan akibat sedimen trap ke intake = 0. tembok sayap hulu dan tembok sayapa hilir Kriteria desain : i.

0 m.0 m . yaitu : Qd = C x Be x He3/2 dimana : Qd = 700 m3/s Be = 62 – 0.2) Penentuan panjang mercu bendung Panjang mercu bednung ditentukan 1.12 dimana He = Ha Dari persamaan diatas diperoleh nilai C = 2.00016 = +86.Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan kebutuhan tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan + 86.Panjang penangkap sedimen = 70. Panujang mercu bendung yaitu 1.20 + 0.0 m . C.20 m .18 Cara perhitungan dilakukan seperti berikut : .Kemiringan permukaan sedimen di penangkap sedimen = 0.1) He Be = 62 – 0.2 kali lebar sungai rat-rata.50 m.78 .5) Perhitungan tinggi muka air banjir di hulu bendung Elevasi muka air banjir di hulu bendung dapat diketahui dengan menghitung tinggi energi dengan menggunakan persamaan seperti berikut : Qd = C x Be x He3/2 Koefisien debit pelimpah. nilainya dihitung dengan menggunakan persamaan : C = 3. Panjang mercu ditetapkan 62.01 + 0. Lebar sungai direncana lokasi bendung bervariasi antara 50 m sampai dengan 55 m/ lebar sungai rata-rata diambil 52 m.40 + 0.10 Jadi ketinggian elevasi mercu bendung +86.4) Perhitungan panjang mercu bendung efektif Panjang mercu efektif dihitung dengan menggunakan rumus : Be = Bb – 2(n Kp + ka) He Be = 62 – 2(2x0.24 He 3.00016) = +86.19 Dari persamaan diatas tinggi energi dapat dihitung.30 .Elevasi permukaan air di kantong sedimen bagian hulu El = 86.18 + (70 + 30) x 0.19 m .24 He C = 2.50 Kesimpulan : .Elevasi dasr penagkap sedimen di bagian hilir = +83.00016 .3) Penentuan lebar lubang dan pilar pembilas Lebar bangunan pembilas diambil 1/10 kali lebar sungai rata-rata yaitu 1/10 x 52. Penangkap sedimen direncanakan dengan ukuran seperti berikut : .Ketinggian elevasi mercu bendung berdasarkan elevasi sawah yang akan diairi +86.50 3. Pembilas dibuat 2 buah masing-masing 2.10 = +86.Jadi ketinggian mercu bendung ditetapkan pada elevasi + 86.Panjang saluran pengantar ke penangkap sedimen = 30.0 = 5. 3.40 m .97 (He/Hd)0.20 .0 m.Elevasi permukaan air di huu saluran pengantar/tepat di hilir intake El = 86. Bednugn ini direncanakan dilengkapi dengan penangkap sedimen dan bangunan pembilas lurus tipe undersluice.Elevasi muka air di hulu intake : El = 86. Perhitungan penetuan elevasi meru bendung dengan memperhatikan faktor tinggi tekanan yang diperlukan untuk pembilasan sedime.50 m 3.18 + (70 x 0. Lebar pilar pembilas ditetapkan 2 buah dengan lebar masing-masing pilar 1.Kehilangan tekanan pada intake diambil = 0.20 El = 86.RPT0-Pd T-xx-xxxx ii.Kehilangan tekanan akibat eksploitasi diambil = 0.19 68 dari 77 .2 x 52 m = 62.50 .4 m.Elevasi muka air di penangkap sedimen bagian hilir = +86.

50 m Dengan menggunakan grafik penentuan bahaya kavitasi di hilir mercu bendung yang juga diterbitkan oleh DPMA dapat diketahui bahaya kavitasi di hilir mercu bendung.50 + 3.7) Resume Perhitungan Hidrolik .Elevasi muka air banjir = +86. sehingga Be dapat dihitung : Be’ = 62 – 0.Tinggi pembendungan = 3.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.Panjang mercu bendung = 62.50 m.19 x 61.0 = 89. ha dan besarnya jari-jari (r) serta debit pengaturan lebar yang diterbitkan oleh DPMA.0 m .24 x 3 Be = 61.3 m. untuk ha = Ha = 3.00 m.Kemiringan tubuh bendung = 1:1 69 dari 77 .50 m = 5.00 m dan q = 11. 3. Dari grafik tersebut.07 m ∼ 3.19 x 61.28 m Tinggi tekanan (Desain Head) Tinggi tekanan. Untuk nilai Ha = 3.28 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.50 m . Diambil r = 2.50 m = 3.0 m .4 m3/dt/m3 diperoleh nilai r = 2.Lebar pembilas 2 x 2.B e ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 ⎛ 700 He =⎜ ⎜ 2.00 m Nilai He diambil 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx Perhitungan dilakukan dengan cara trial dan error Langkah pertama diasumsikan bila nilai Be = 61.0 m .Be.50 ⎝ ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ 2 3 He = 3.0 m .00 m .50 m .50 m Qd = C.50 m 3. Ha ditentukan dengan persamaan : He = He – v2/2g v2/2g = 0 (diabaikan) He = 3.Elevasi mercu bendung = +86.0 m . dan r = 2.00 m Kesimpulan : .00 m Langkah kedua diasumsikan nilai Be = 61.Be.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.6) Penentuan Jari-jari mercu bendung Nilai jari-jari mercu bendung ditentukan berdasarkan grafik hubungan antara tinggi muka air hulu.Elevasi muka air banjir = +89. tekanan beradad di daerah positif.Tinggi muka air di hulu bendung = 3.He3/2 ⎛ Q He =⎜ d ⎜ C.24 He Be = 62 – 0.28 m Qd = C.Panjang bendung total = 70. jadi tidak ada bahaya kavitasi.Lebar pilar pembilas 2 x 1.00 m.0 m .Tinggi muka air banjir di hulu bendung = He = 3.

bidang miring tubuh bendung bagian hilir permukaannya bentuk miring dengan perbandingan 1 : 1. maka bangunan peredam energi yang dipilih disini yaitu lantai datar dengan ambang akhir berkotak-kotak atau tipe MDO.Tinggi ambang akhir dihitung dengan rumus : a = (0.28 q = 11.1) Pemilihan Tipe Jenis sungai di daerah ini yakni aluvial dengan angkutan sedimen dominan fraksi pasir dan kerikil.81 m/dt2 kedalaman air di hilir D2 = Y Q = C x L x Y3/2 70 dari 77 .30)D2 .Garfik untuk penentuan panjang lantai peredam energi . Ls/D2 diperoleh grafik .Lebar ambang akhir dihitung dengan rumus : b=2xa keterangan : E = paramter energi q = debit desain persatuan lebar pelimpah bendung (m3/dt/m) z = perbedaan tinggi muka air hulu dan hilir (m) g = percepatan gravitasi (m/dt2) Ds = kedalaman lantai peredam energi (m) a = tinggi ambang akhir (m) b = lebar ambang akhir (m) D2 = kedalaman air di hilir (m) 4.Parameter energi .Kedalaman lantai peredam energi dihitung dengan rumus : E= q g x z3 Ds = (Ds) (Ds/D2). Grafik-grafik tersebut yaitu grafik untuk menentukan dimensi peredam energi tipe MDO yakni seperti berikut : .96 m g = 9. Dalam penggunaan tipe ini ditentukan bentuk mercu bulat dengan satu jari-jari pembulatan. Ds/D2 diperoleh grafik .2) Grafik dan Rumus Dalam mendesain dimensi peredam energi tipe MDO ini digunakan grafik-grafik yang diterbitkan oleh DPMA.Grafik untuk penentuan kedalaman lantai peredam energi . 4.Panjang lantai peredam energi dihitung dengan rumus : Ls = (Ds) (Ls/D2).3) Desain dimensi peredam energi Debit desain per satuan lebar q = 700/61.RPT0-Pd T-xx-xxxx 4) Perhitungan Dimensi Peredam Energi 4.20∼0. Dengan memperhatikan jenis sungai tersebut.42 m3/dt/m z = 4.

26 x 7 = 8.02 = 3.RPT0-Pd T-xx-xxxx Q = 700 m3/dt C = 1.0 m Tinggi bukaan lubang intake = 1.81 b diambil 4. Perhitungan : Q =μ x b x a x 2x g x z 7.28 x 3.70 = 0.70 m3/dt μ = koefisien debit = 0.7 x 70 ⎟ ⎟ ⎝ ⎠ E= q g x z3 2 3 = 3.20 x 2 x 9.26 Parameter energi Panjang lantai dan kedalaman lantai peredam energi : L/D2 = 1.85 x b x 1.173 ∼ 4.28. Lantai intake tanpa kemiringan dengan elevasi lantai sama tinggi dengan elevasi plat undersluice.20 m 71 dari 77 . Arah intake terhadap sumbu sungai dibuat tegak lurus.7/2. L/D2 diperoleh dari grafik MDO L = 1.81 m/s2) z = kehilangan tinggi energi pada bukaan (m) Perbandingan antara lebar bukaan dan tinggi bukaan ditetapkan 2 : 1.00 m lebar ambang akhir : b = 2a b = 2 x 1.26.3 x 3.0 m ⎛ Q ⎞ Y =⎜ ⎜ CxL⎟ ⎟ ⎝ ⎠ 2 3 ⎛ 700 ⎞ Y =⎜ ⎜ 1.20 m Tinggi ambang akhir : a = 0.2) Dimensi Lubang Intake Dimensi lubang intake dihitung dengan persamaan : Q =μ x b x a x 2 x g x z dimana : Qi = debit intake = 7.1) Bentuk Intake Intake didesain dengan bentuk biasa dengan lubang pengaliran terbuka dilengkapi dengan dinding banjir.26 = 4.26 a = 0.2 b = 7.81 x 0.97 ∼ 1.85 b = lebar pintu (m) a = tinggi bukaan pintu (m) g = percepatan gravitasi (9.00 m Kesimpulan : Lebar bukaan pintu intake = 2 x 2.70 (diperkirakan) L = bentang sungai rata-rata di hilir = 70.0 m. dibuat 2 bukaan sehingga lebar pintu 2 x 2.00 m Kedalaman lantai peredam energi : D/D2 = 1.28 ∼ 8.0 m 5) Perhitungan Bangunan Hidrolik Bangunan Intake 5. D/D2 diperoleh dari grafik MDO D = 1.0 b = 2. 5.

Tinggi lubang = 1.Lebar lubang = 2.396 ((Qs-1) x d)0.50 m . diambil 0.Lebar mulut = 11.3) Pemeriksaan Diamater Sedimen yang masuk ke Intake Rumus yang digunakan untuk memperkirakan diameter partikel yang akan masuk ke intake. m 72 dari 77 .4) Penetapan Dimensi Hidrolik Bangunan Pembilas Bangunan pembilas direncanakan dengan undersluice lurus.70 m3/dt A = luas penampang basah = m2 v = kecepatan aliran = m/dt Perhitungan : v = Q/A → A = (2 x 2) x 1.5 d = 9.80 m2 v = 7.5 1.8 mm 5. karena debit intake besar. yaitu : v = 0.20 = 4.25 m .396 ((2.Undersluice dibagi 2 bagian 5.63 H Keterangan : Q = debit intake = 7.70/4.0 m .396 x ((Qs – 1) x d)0. m/dt Qs = berat jenis partikel = 2.80 v = 1. Perhitungan dilakukan sebagai berikut : Q = C d x B x Y x 2 x g x (H − Y ) K = Y/H atau Y = 0. Dimensi lubang undersluice : .RPT0-Pd T-xx-xxxx 5.60 m/dt Diameter partikel : v = 0.60 = 0.94 B = lebar bukaan pintu.70 m3/dt Cd = koefisien debit.65-1) x d)0.Lebar pilar = 1.65 d = diameter partikel = m Kecepatan aliran yang mendekat ke intake di hitung dengan rumus : Q = A x v = m3/dt v = Q/A = m/dt dimana : Q = debit intake = 7.5) Perhitungan bangunan ukur pada intake Tipe bangunan ukur pada intake yang dipilih yaitu jenis Crum de Guyter.50 m .5 dimana : v = kecepatan aliran.

00 = 28.Jika panjang lantai hulu hasil perhitungan lebih panjang daripada yang dibutuhkan maka hasil perhitungan sudah memadai .2) Perhitungan panjang lantai hulu Rumus yang digunakan berdasarkan teori Lane’s : L = Lv + 1/3 LH dimana : L = panjang total rayapan (m) LV = panjang vertikal rayapan (m) LH = panjang horisontal rayapan (m) Dalam desaini diambil nilai : L/ΔH = 4 dimana : L = panjang rayapan (m) ΔH = kehilangan tekanan (m) Perhitungan : Perhitungan dilaukan dengan kondisi tidak ada aliran dari hulu sehingga : Q = 0.25 + 1.83 m = 4.495 x 1.00 m Panjang rayapan seharusnya : Lb > 4 x 7.Jika diperoleh sebaliknya maka ulangi perhitungan 6.594 x H 7.594 x B x H3/2 B= B= Q max 1.50 – 79.80 + 1.5 + (2 x 2.594 x 1 3 3 2 = 4.17 m Bukaan pintu maksimum (Ymax) Ymax = 0. jadi : ΔH = 86. Perhitungan kehilangan tekanan (Δh) Anggapan Qmax/Qmin = γ = 3 Δh/H = 0.20 = 0. H = tinggi energi total di atas ambang di hulu pintu Q = 0.98 Lv = 28.1) Cara Perhitungan Perhitungan panjang lantai hulu dilakukan dengan cara seperti berikut : .20 = 0.81 x (H − 0.0) + 4.140 → diperoleh dari grafik Jadi Δh = 0.70 1.63H x 2 x 9.5) + 3.140 x 1.00 m Berdasarkan gambar diperoleh : Lv = 2.94 x B x 0.20 = 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Y = bukaan pintu.57 m 73 dari 77 .63H ) Qmax = 1.Gambarkan bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu tersebut .5 + (6 x 1.Hitung panjang lantai hulu yang dibutuhkan .76 m 6) Perhitungan Panjang Lantai Hulu 6.Tentukan dengan cara perkiraan awal bentuk pondasi bendung dan panjang lantai hulu .594 m ∼ 0.756 ∼ 0.495 → diperoleh dari grafik Ymin/H = 0.60 m Bukaan pintu minimum (Ymin) Ymin = 0.63 x 1.50 ΔH = 7.80 m 2 Pintu dibuat dengan lebar masing-masing selebar 2.Panjang rayapan (creep lenght) harus cukup panjang untuk memperkecil aliran bawah (seepage) .40 m.

57 + (35.51 m 7.5 x 10.5 Ls Lsi = 1. Dalam desain ini panjang dari mercu bendung sampai dengan ujung ambang akhir yaitu 18. diambil sama dengan panjang lantai peredam energi yaitu 10.75 m + 3.38 m LP = 40.0 m.38 m Jadi Lb yang dibutuhkan = 28.00 d) Elevasi dekzerk tembok pangkal hilir mercu : Elevasi dasar sungai + D2 + jagaan = +82.5 m = 87.0 m +1. b) Panjang pangkal tembok bendung tegak bagian hulu dihitung dari mercu bendung.0 Lsi = 15.51 74 dari 77 .38 > Lb = 28.50 m +3. hasil perhitungan = 40.5 m = +91.26 m + 1.1) Tembok Pangkal a) Ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir ditempatkan di tengah-tengah panjang lantai peredam energi.42 m LP = 28. Jadi ujung tembok pangkal bendung tegak ke arah hilir panjangnya 9.2) Tembok Sayap a) Panjang tembok sayap hilir Lsi = 1.0 m LP.42/3) m LP = 40.0 m b) Elevasi dekzerk tembok sayap hilir : + 87.RPT0-Pd T-xx-xxxx LH = 35.00 OK Panjang lantai hulu cukup memadai 7) Penentuan Dimensi Tembok Pangkal dan Tembok Sayap 7.0 m c) Elevasi dekzerk tembok pangkal dilukis mercu : Elevasi mercu bendung +Ha+jagaan = +86.00 m.

16 m 2.75-0.20 m 2.RPT0-Pd T-xx-xxxx Lampiran C – 2 Contoh Perhitungan Ukuran Pintu Kayu dan Stang Pintu 1) Ukuran Tebal Pintu Ukuran pintu bilas direncanakan seperti gambar dibawah ini : Lebar pintu Lebar teoritis Tinggi pintu Tinggi satu blok diambil Muka air banjir = = = = = 2.20) = 5.72 t/m .00 m θ = sudut geser lumpur = 300 Tekanan air dan lumpur .00 m 2.5x1.75 m Gaya tekan air dihitung dengan rumus : P1 = γ w x h Gaya tekan lumpur dihitung dengan rumus : ⎛ 1 − sin θ ⎞ P2 = 1 x γ s x h 2 x ⎜ ⎜ 1 + sin θ ⎟ ⎟ 2 ⎝ ⎠ dimana : γs = berat jenis lumpur h = tinggi lumpur = 1.di bagian a 75 dari 77 .00 m + 310.55 + 0.6x(1-0.17 = 5.di bagian b ⎛ 1 − sin θ ⎞ P1 = γ w h1 + 1 γ s h12 ⎜ ⎟ 2 ⎝ 1 + sin θ ⎠ = 1x (5.20) + 0.

00 m = 0..4 Tekanan : Tekanan air pada P1 = 3. t 6 x 855..20 x 2.02 t/m Jadi Tekanan Total P = ((P1+P2)/2) x t = ((5.02 cm 20 b= Ukuran pintu direncanakan. Lebar = b = 16 cm Tinggi = t = 20 cm Kontrol tegangan σ = M/W σ = 68467/1/6 x 20 x 162 σ = 80 kg/cm2 .72+6.6 x 1/3 = 5.174 t/m Momen maximum pada pintu : Mmax = 1/8 x q x l2 = 1/8 x 1.55 x 1000 = 3550 kg/m2 Tekanan air pada P3 = 5.68467 tm = 68467 kg/cm Digunakan kayu jati σd = 80 kg/cm2 Wperlu = M/σd = 68467/80 = 855.174 x 2.27 = 6..75 x 1000 = 5750 kg/m2 Tekanan air = P1 + P3 3550 + 5750 kg = = 4650 2 2 2 m Jumlah tekanan pada pintu : 2...55 x 4.16 x 3.OK! 2) Ukuran Stang Pintu Pintu bilas direncanakan dengan ukuran seperti di bawah : Lebar pintu Lebar antara slag tembaga Tinggi angkat Koefisiein geser = 2.84 b= =16.16 m = 1.16 x 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx ⎛ 1 − sinθ ⎞ P2 = γ w h 2 + 1 γ s h 2 ⎜ ⎟ 2 2 ⎝ 1 + sinθ ⎠ = 1 x 5.75 + 0.20 = 1..84 cm2 W = 1/6 x t x b2 6x W .20 x 0.55 + 0.00 m = 2..152 ton 76 dari 77 .162 = 0.02)/2) x 0.66 ton Kekuatan tarik = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser + berat sendiri pintu Berat sendiri kayu = 2..650 = 35.16 = 0...5 x 1.

706 ton Perhitungan pada tarik : P = ¼ x π x d2 x 6 (kg/mm) 7558 = ¼ x 3.852 = 13.412/2 = 6.66 x 0.10 6 64 L2 5x P= 5 x 6706 = d4 = 313 d 4 2.39 cm ∼ 11 cm Jadi ukuran stang pintu dengan diameter (d) = 11 cm 77 dari 77 .4 – (0.67)0.14 x 6 4 = 1604.7) = 15.4 + (0.558 ton Kekuatan tekan = jumlah tekanan pada pintu x koefisien geser – berat sendiri pintu = 35.14 x d2 x 6 d2 = 7558 1 x 3.7) = 14.35 31 x 2 x 1000000 d = 10.264 – 0.152 + 0.12 ton Untuk 1 stang = 15.412 ton Untuk 1 stang = 13.10 6 ⇒ L = 580 cm 64 x 580 2 5 x 6706 x 64 x 580 2 = 11643.67 d = (1604.152 + 0.66 x 0.RPT0-Pd T-xx-xxxx Berat sendiri besi = 0.12/2 = 7.05 mm = 40 mm Perhitungan pada tekan : π 2 EI ⇒ i besi = 1 π d 4 2 64 L 3 4 π d E 5 x 6706 = ⇒ E besi = 2.5 = 40.70 ton Kekuatan tarik = 35.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful