BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang HIV (Human Immunodeficiency Vinis) merupakan virus yang menyebabkan AIDS, dan untuk memudahkannya, disebut juga sebagai penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini merupakan jenis penyakit kelamin, yang pada awal mulanya dialami oleh kelompok kaum Homoseksual (pasangan sesama jenis). AIDS (Acqurired Immuno Deficiency Syndrome) Sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Pada tahun 1980, di kota San Fransisco Amerika Serikat, para dokter dikejutkan dengan temuan penyakit yang belum pernah dikenal sebelumnya, yang hanya terdapat pada kaum homoseksual. Penyakit AIDS kemudian melalui kaum homoseksual yang berfungsi ganda menulari perempuan-perempuan pelacur. Kemudian penyakit ini menulari lagi para pelanggannya laki-laki normal, kemudian menulari lagi laki-laki dan perempuan yang melakukan hubungan perzinahan. Dari sini penyakit ini menulari Ibu-ibu rumah tangga dan bayi yang sedang dikandung. Kecepatan penularan ini disebabkan oleh teknologi transportasi yang canggih, yang memungkinkan orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dalam negeri maupun mancanegara dengan sangat cepat. Pada setiap tempat persinggahan, mereka biasanya “jajan” pada para pelacur yang tanpa disadari menghidap HIV, lalu para lelaki “nakal” ini kemudian membawa pulang penyakitnya dan menularkannya pada perempuan pelacur dan istrinya.

B. Tujuan Tujuan penulisan Makaah ini adalah untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam Mata Pelajaran Sosiologi. Disamping itu, agar semua masyarakat dapat mengetahui dan memahami cara penularan HIV/AIDS dan tidak dapat melakukan halhal yang diterangkan dalam makalah ini.

C. Manfaat Untuk menambah wawasan bagi para pembaca agar bisa mengetahui dampak yang berbahaya dari penyakit HIV/AIDS

1

2 . Banyak kasus AIDS yang meninggal tanpa pernah menjalani tes darah sehingga tidak tercatat dalam Statistik AIDS Nasional. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) Sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Jangka waktunya berkisar sekitar 3 – 5 tahun. Kalaupun diberitahu bahwa pasangannya sering berhubungan seksual dengan orang lain. B.BAB II ISI A. dan untuk memudahkannya. HIV masuk kedalam tubuh manusia karena tindakan yang dilakukan seseorang atau karena tindakan orang lain terhadap orang tersebut. Setelah sistem kekebalan tubuh rusak. 3. Banyak masyarakat. sehingga orang tersebut mengalami defisiensi kekebalan tubuh. terdapat 3. 2. Banyak kasus HIV yang belum terdeteksi karena belum pernah periksa darah untuk menegakan diagnosa HIV. sistem kekebalan tubuhnya perlahan-lahan mulai menurun dan akhirnya rusak. 2. disebut juga sebagai penyakit HIV/AIDS. 3. Sering berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks. yang disebabkan oleh: 1. 4. paramedis.9 juta wanita yang meninggal karena AIDS. di tahun 1997 saja terdapat lebih dari 800. yang tanpa sepengetahuannya ternyata kerap berhubungan seks dengan berbagai pasangan. Banyak kasus dimana seseorang yang setia pada pasangannya kemudian terkena HIV/AIDS dari pasangan seksualnya. yang belum memperoleh pendidikan atau tidak punya perangkat untuk mendiagnosa AIDS. Pengertian HIV HIV (Human Immunodeficiency Vinis) merupakan virus yang menyebabkan AIDS. Setelah virus HIV masuk kedalam tubuh seseorang. biasanya orang tersebut tidak mau percaya. Beberapa penyebab terjangkitnya HIV/AIDS antara lain: 1.000 wanita di dunia yang meninggal karena AIDS. Kurangnya pengetahuan yang berkaitan dengan cara penularan dan penyebaran HIV/AIDS. Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization). maka akan timbul berbagai macam gejala. Sampai pada akhir tahun 1997.

2. Kanker Kulit b. seperti melakukan hubungan seks bebas diluar nikah dengan berganti-ganti pasangan. Terjadi pembengkakan kelenjar (dileher. Gejala lebih lanjut antara lain: a. ketiak. pelacuran. Umumnya orang jarang mau terbuka pada pasangannya bila mereka berhubungan seksual dengan orang lain. namun orang tersebut ternyata tanpa sepengetahuannya berhubungan pula dengan orang lain. Terdapat bercak putih/luka pada mulut yang tak kunjung sembuh 8. lebih dari 1 bulan tanpa sebab yang jelas 6. Seseorang bisa saja terkena HIV/AIDS walapun hanya berhubungan dengan satu orang saja. Radang paru-paru yang khusus 3 . Terdapat bercak merah pada kulit yang tidak segera sembuh 3. Penderita yang terkena HIV/AIDS melalui hubungan seksual. D. Istri-istri yang terinfeksi HIV/AIDS dari suami-suami yang melakukan hubungan seks diluar nikah. 3. Para pecandu Narkoba yang menggunakan jarum suntik yang tidak steril. dan lipatan pada paha) tanpa sebab yang jelas 5. Anak yang masih berada dalam kandungan 2. Yang Dapat Terkena HIV/AIDS Setiap orang yang dapat menderita HIV/AIDS antara lain 1. perselingkuhan. yaitu: 1. Sering mengalami demam yang disertai keringat. Ada 2 macam penderita HIV/AIDS. Batuk berkepanjangan dan sesak napas 2. seperti penggunaan jarum suntik yang tidak steril bagi para pecandu narkotika dan obatobat terlarang. dan bagi para bayi yang tercemar melalui tali pusat ibunya. antara lain: 1. Menurunnya berat badan secara drastis pada tubuh seseorang 4. Penderita yang terkena HIV/AIDS tanpa melalui hubungan seksual. Mengalami diare yang berkepanjangan. transfusi darah. 7.5. C. Tanda-tanda Penderita HIV/AIDS Berikut ini merupakan tanda-tanda pada seseorang yang menghidap virus HIV/AIDS.

c. Stadium Kedua. HIV/AIDS sudah tersebar diseluruh dunia. Sulit untuk melakukan pencegahan penularan HIV/AIDS 3. Cairan Vagina HIV/AIDS perlu mendapat perhatian khusus. walaupun orang tersebut tampak sehat. Stadium Pertama HIV/AIDS  Rentang waktu sejak HIV/AIDS masuk kedalam tubuh sampai tes antibodi terhadap HIV menjadi positif antara 1 – 3 bulan bahkan sampai dengan 6 bulan. Stadium Ketiga  Ditandai dengan Pembesaran kelenjar getah bening secara menetap dan merata 4 . Darah. termasuk Indonesia Orang-orang yang beresiko tinggi menghidap HIV/AIDS antara lain: 1. Belum ada obatnya dan cara penularannya sangat cepat 2. Wanita/Pria yang melakukan hubungan seks dengan berganti-ganti pasangan 2. misalnya Ibu menyusui yang terhidap HIV/AIDS terhadap bayinya 4. misalnya pendonoran darah oleh orang yang terinfeksi HIV/AIDS terhadap orang yang tidak menghidapnya. dinamakan Asimtomatik (Tanpa Gejala)  HIV ada dalam tubuh tetapi tidak menunjukan gejala antara 5 – 10 tahun  Tubuh penghidap HIV tampak sehat tetapi sudah dapat menularkan HIV/AIDS. 2. Para pecandu Narkoba yang mengunakan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian. maka untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan darah. termasuk darah haid dan darah plasenta. Sperma/Air Mani 5. Carian tubuh. karena: 1. Asi. Tahap perkembangan virus HIV/AIDS: 1. misalnya cairan mani dan vagina 3. 4. Radang susunan saraf yang mengakhibatkan ganguan mental dan koordinasi gerakan serta kerusakan jaringan otot Gejala/tanda ini dapat pula dijumpai pada penyakit umum. 3. HIV/AIDS terdapat pada: 1. Penderita yang terinfeksi HIV/AIDS dapat menularkan pada orang lain seumur hidupnya. 2.

 Virus dapat ditularkan dari seseorang yang sudah terkena HIV kepada mitra seksualnya melalui hubungan seksual tanpa alat pengaman (kondom). 4. Penularan lewat hubungan seksual  Merupakan jalur penularan yang paling umum ditemukan pada kasus HIV positif (75%). Penularan Parenteral / Produk Darah  Merupakan penularan melalui transfusi darah atau produk darah atau penggunaan alat-alat yang sudah tercemar darah orang lain. ASI. Stadium keempat HIV/AIDS  Pada stadium ini disertai dengan berbagai macam penyakit  Penyakit saraf dan penyakit infeksi sekunder. tindik. seperti: jarum suntik.  Luka pada saat berhubungan seks dapat mempermudah masuknya HIV yang ada pada cairan alat kelamin pasangan seksual kedalam tubuh kita. dan sebagainya. Keringat. Ada 3 jalur utam penularan HIV/AIDS: 1. Maupun Air mata. Tabel berikut menggambarkan jenis infeksi yang dialami seseorang dan berapa kali terjadinya infeksi tersebut: AREA INFEKSI GENTAL/ALAT KELAMIN JENIS INFEKSI Syphilis/Raja Singa Herpes Chancnoid/Ulkus G-Warts /Kutil Kelamin LIANG SENGGAMA/VAGINA CERVICAL/MULUT RAHIM Chiamydia 3–6X Gonorrheea / kencing 2 – 9 X nanah Trichomonas RESIKO HIV 2 – 10 X 2–9X 2 – 18 X 3 – 10 X 3X 2.  Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV dibanding pria dengan perbandingan 1 : 3 sampai 8. Tidak hanya muncul pada satu tempat dan berlangsung lebih dari 1 bulan. maupun alat tembus kulit lainnya seperti jarum tattoo . E. HIV/AIDS ditemukan dalam cairan tubuh seperti air liur. 5 . Cara Penularan HIV/AIDS Menurut beberapa penelitian.

 Ingat. Merasa tegang. 3.  Penularan melalui transfusi darah. mimpi-mimpi yang menegangkan 5. Keluhan-keluhan yang sering dikemukakan oleh orang yang mengalami gangguan kecemasan antara lain: 1. Takut sendirian. Gangguan konsentrasi dan daya ingat. Penularan perinatal/ibu ke anak  Seroang bayi yang baru lahir akan membawa antibody ibunya  Setelah bayi berusia sekitar 18 – 24 bulan baru dapat dipastikan melalui tes. apakah ia benar-benar HIV positif atau tidak. banyak penderita HIV/AIDS yang mengalami depresi dengan keinginan untuk bunuh diri. 4. 2. keguguran. air mata dan keringat. HIV/AIDS Tidak tertular melalui: 1. Resiko tertular melalui penggunaan alat tergantung pada besarnya alat tersebut yang berhubungan langsung dengan jumlah virus yang dapat masuk sekaligus. sifatnya 100% pasti. 6 . 2. dan lain-lain. firasat buruk. Piring makan dan gelas minuman 5. 4. Penghidap HIV/AIDS bersin atau batuk didekat kita. tidak tenang. Gigitan nyamuk atau serangga lainnya. takut akan pikirannya sendiri. 3. Di Amerika Serikat. Cemas. khawatir. Hidup serumah dengan penghidap HIV/AIDS. gelisah. mudah terkejut. Ganguan kejiwaan pada penderita HIV/AIDS. Bersentuhan dengan pakaian dan barang yg habis dipakai oleh penghidap HIV/AIDS. mudah tersinggung. Banyak perawat dan dokter tidak tega lagi melihat penderitaan pasien HIV/AIDS yang mengeluh kesakitan dengan tubuh yang kurus bagaikan kulit berbalut tulang disertai berbagaimacam penyakit lainnya. takut pada keramaian dan banyak orang. anemia. 3.  Wanita seringkali memerlukan transfusi darah karena persalinan. karena kita tidak benar-benar mengetahui perilaku seksual orang lain. Gangguan pola tidur. mengambil darah dari rekan atau keluarga sendiri juga belum tentu aman.

sperma. Cara mencegah penularan HIV/AIDS secara umum antara lain: 1. atau cairan vagina orang lain tidak masuk ke tubuh kita. 8. 3.F. Ibu penghidap HIV/AIDS. agar tidak berakibat fatal dan menyebabkan dirinya tertular atau menularkan HIV kepada orang lain. Memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan keharmonisan anggota keluarga. gusi berdarah.1 % < 0. Memastikan puting susu tidak terluka jika hendak memberikan ASI pada Bayi. tidak dianjurkan untuk memberikan ASI kepada bayinya. 7. Disarankan seseorang menilai resiko-resiko seperti ini secara matang. Yakinkan bahwa darah. Hindari hubungan seks bebas diluar nikah. jika ingin menang sebaikna berkonsultasi dengan dokter / petugas medis 5. Membiarkan darah. Saling setia pada pasangannya. 4. Cara lain adalah dengan memeras air susu kedalam wadah atau mangkuk untuk diberikan kepada bayi. Cara Pencegahan HIV/AIDS Untuk menghindari terkena virus HIV/AIDS dapat dilakukan pencegahan sebagai berikut: 1. Berikut ini adalah tabel jalur penularan utama berdasarkan kasus HIV yang ditemukan di Asia Tenggara: MODUS PENULARAN Hubungan Seks Transfusi Darah Penyalahgunaan Obat Suntik Jarum Suntik Perinatal 7 % TOTAL 80 – 90 % 3 – 15 % 5 – 10 % < 0. sariawan dan lain sebagainya. sperma. juga dapat digunakan untuk mencegah penularan HIV/AIDS 6. bila ada luka pada tubuh yang terkena cairan tersebut. 3. Berciuman termasukl aman.1 % . Kondom selain sebagai salah satu alat KB. namun akan menjadi tidak aman apabila salah satu atau keduanya mempunyai luka yang terdapat pada gusi. 2. Bilamana sang ibu penghidap HIV sudah mencapai tahapan AIDS dan kondisi kesehatannya sudah sangat buruk. 2. atau cairan vagina mengenai tubuh tidak beresiko kecuali.

kolam renang. 9 bagian air. Bantu mengurangi beban penderitaannya dengan cara memberi dukungan. Sikap keluarga terhadap penghidap HIV/AIDS antara lain: 1. keringat. Udara. 2. HIV tidak menular melalui: 1. Memperlakukan mereka secara manusiawi 8 . mengantar ke dokter. memberikan bantuan. gigitan nyamuk atau serangga. ciuman. c. gunakan sarung tangan atau kantong plastik. maka si penolong tidak boleh menyentuh mata. pelukan.Penularan HIV melalui hubungan seksual adalah penularan yang paling banyak dan sering terjadi dibandingkan dengan cara penularan yang lain. penggunaan wc bersama. 4. mulut. Yang harus dilakukan apabila seorang penghidap HIV/AIDS mengalami kecelakaan adalah: 1. kontak sosial biasa. b. pakaian. 3. Bercak darah harus segera dibersihkan dengan bahan yang mudah menyerap seperti kain. tissue. HIV tidak menular melalui batuk atau bersin. dengan tangan yang terkena darah tersebut. e. air mata. Bila kontak langsung tidak dapat dihindari. Si penolong harus segera mencuci tangan dengan air dan sabun. Baju atau bahan-bahan yang terkena bercak darah harus segera dicuci dengan air panas yang mengandung detergen selama 30 menit. 2. menggunakan peralatan makan minum bersama. segera setelah melakukan pertolongan. makan bersama. d. Tuntunlah mereka untuk selalu beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya agar hidupnya menjadi lebih tenang dan senang. b. dan lain sebagainya. 2. Apabila terjadi pendarahan: a. 0. dan lain sebagainya. c. Menghindari kontak langsung dengan darah tersebut.5% kaporit bagian pemutih. bersalaman. memberikan hiburan. Buanglah bahan yang sudah dipakai untuk membersihkan noda darah kedalam kantong plastik untuk dibakar / ditanam. diajak bicara dari hati kehati. handuk. Area yang terkena darah dibersihkan dengan cairan atau campuran yang terdiri dari 1 bayclean. dan lain-lain. Cara membersihkan bercak darah: a. Memberikan dukungan moril dengan tidak mengucilkan dari pergaulan biasa. Hindari kontak langsung kulit dengan cara menggunakan sarung tangan.

3. 4. Kesehatan. HIV lebih cepat berkembang ke tahap AIDS karena beberapa faktor antara lain: 1. Yang dapat terjadi adalah salah seorang diantara pasangan sudah menghidap HIV dan berhubungan seksual tanpa menggunakan pengaman (alat kontrasepsi).5. Kesehatan umum. dan percepatan pertumbuhan dari HIV ke AIDS. Di Indonesia. 2. Karenanya. menyatakan bahwa “HIV menular melalui hubungan seks diluar perkawinan atau sbelum perkawinan”. kebersihan. 9 . termasuk jenis yang lebih ganas. secara teknis tidak benar. Kebersihan lingkungan 5. termasuk perawatan kesehatan. Jadikan mereka sebagai teman diskusi. termasuk Indonesia. Sering tidaknya seseorang berolahraga. Dipenuhi atau tidaknya kebutuhan gizi minimal. Jenis virus yang ada di Asia. Catatan: Penularan biasa terjadi diluar maupun didalam hubungan resmi atau perkawinan. dan lain-lain.

penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Pernyakit HIV/AIDS disebabkan oleh hubungan seks diluar nikah dengan berganti-ganti pasangan. 10 . agar tidak memakan korban lagi.BAB III PENUTUP A. dan lain-lain. B. Pencegahan penyakit HIV/AIDS ini harus dilakukan sedini mungkin. Kesimpulan HIV/AIDS merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat mengakibatkan kematian. Saran Semoga dengan penyusunan makalah ini dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya HIV/AIDS terhadap manusia yang dapat merugikan diri sendiri dan banyak orang. penularan lewat ASI. Transfusi Darah.

S: “Laporan MPAI / BPPK Depkes RI. 2. D: “Dana Bhakti Primayasa”. Republika. Cet. Republika. 6/11/2001. Revisi. Ed. D: “Gerakan Nasioal Anti Mo-Limo”. Fahmi. Hawari. 25/10/2005. Dana Bhakti Primayasa. 2001 5. / UNAIDS”.DAFTAR PUSTAKA 1. 4. Hawari. U: “Laporan Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkunngan Depkes RI”.III. I. 2004. E: “Penghidap HIV/AIDS Akibat Pergaulan Bebas Pada Kelompok Remaja”. Kompas. 12/11/2001. I. Gunawan. Ed.II. 3. Putri Abadi. 11 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful