P. 1
bibir sumbing

bibir sumbing

|Views: 284|Likes:
Published by nyomanjbe
artikel
artikel

More info:

Published by: nyomanjbe on Mar 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

EPIDEMIOLOGI Labioschisis atau biasa disebut bibir sumbing adalah cacat bawaan yang menjadi masalah tersendiri di kalangan masyarakat, terutama penduduk dengan status sosial ekonomi yang lemah. Akibatnya operasi dilakukan terlambat dan malah dibiarkan sampai dewasa. Bibir sumbing dengan atau tanpa celah pada langit-langit, merupakan kelainan kongenital yang paling umum pada kepala dan leher di dunia. Penelitian epidemiologi untuk pencegahan terjadinya bibir sumbing masih sedikit namun teknik bedah untuk mengobatinya banyak dilakukan. Sumbing memiliki frekuensi yang berbeda-beda pada berbagai budaya dan ras serta negara. Diperkirakan 45% dari populasi adalah non-Kaukasia. Fogh Andersen di Denmark melaporkan kasus bibir sumbing dan celah langit-langit 1,47/1000 kelahiran hidup. Hasil yang hampir sama juga dilaporkan oleh Woolf dan Broadbent di Amerika Serikat serta Wilson untuk daerah Inggris. Neel menemukan insiden 2,1/1000 penduduk di Jepang. Insiden bibir sumbing di Indonesia belum diketahui diketahui secara pasti, hanya disebutkan terjadi satu kejadian setiap 1000 kelahiran.PKIRANRAKYAT Hidayat dan kawan-kawan di propinsi Nusa Tenggara Timur antara April 1986 sampai Nopember 1987 melakukan operasi pada 1004 kasus bibir sumbing atau celah langit-langit pada bayi, anak maupun dewasa di antara 3 juta penduduk. Etiologi bibir sumbing dan celah langit-langit adalah multifaktorial. Selain faktor genetik juga terdapat faktor non genetik atau lingkungan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya bibir sumbing dan celah langit-langit adalah usia ibu

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Bustami dan kawan-kawan diketahui bahwa alasan terbanyak anak penderita labioschisis terlambat (berumur antara 5-15 tahun) untuk dioperasi adalah keadaan sosial ekonomi yang tidak memadai dan pendidikan orang tua yang masih kurang. masih ada masalah lain yang perlu dipertimbangkan yaitu masalah pendengaran. Masalah-masalah ini sama pentingnya dengan rekonstruksi anatomis. Diperlukan tenaga spesialis bidang kesehatan anak. Bayi yang terlahir dengan labioschisis harus ditangani oleh klinisi dari multidisiplin dengan pendekatan team-based. Dengan penyelenggaraan upaya kesehatan gigi di Puskesmas ini diharapkan tercapainya keadaan kesehatan gigi masyarakat yang layak (optimum). Selain masalah rekonstruksi bibir yang sumbing. serta terapis wicara. gigi-geligi dan psikososial. tatalaksana yang komprehensif dapat diberikan. gigi ortodonti. bedah plastik. defisiensi Zn waktu hamil dan defisiensi vitamin B6. agar memungkinkan koordinasi efektif dari berbagai aspek multidisiplin tersebut. dan pada akhirnya hasil fungsional yang baik dari rekonstruksi yang dikerjakan juga dipengaruhi oleh masalah-masalah tersebut. ahli nutrisi dan audiolog. perkawinan antara penderita bibir sumbing. anak pra sekolah dan anak sekolah dasar serta ditujukan pada keluarga dan masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan perkotaan. Pelayanan kesehatan gigi dan mulut terutama ditujukan kepada golongan rawan terhadap gangguan kesehatan gigi dan mulut yaitu: ibu hamil/menyusui. dan sebaiknya kontinyu sejak bayi lahir sampai remaja. bicara. psikolog. . Penyelenggaraan upaya kesehatan gigi sebagai salah satu kegiatan pokok Puskesmas juga dilaksanakan sesuai dengan pola pelayanan Puskesmas tersebut.waktu melahirkan. Dengan pendekatan multidisipliner. THT.

Pada awal minggu ke empat lima bagian primiti terdiri dari tonjolan frontonasal. Tonjolan maxilla terbentuk bilateral dan terletak di sebelah lateral dari stomodeum ( bakal dari mulut). dandua mandibula. dua maxilla. Gambar 1. dan jika celah terdapat pada kedua sisi disebut labioschisis bilateral.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Bakal frontonasal terletak di bagian kepala atas dan di hidung. Labioschisis PERKEMBANGAN EMBRIOLOGI BIBIR Selama minggu ketiga kehamilan neural crest akan berproliferasi dan bermigrasi kedalam frontonasal dan bagian viscera untuk membentuk lima bentuk primitif. . Tonjolan mandibula juga terletak bilateral dan bertanggung jawab terhadap pertumbuhan ke arah kaudal dari stomodeum. Kelainan ini dapat berupa takik kecil pada bagian bibir yang berwarna sampai pada pemisahan komplit satu atau duasisi bibir memanjang dari bibir ke hidung. Celah pada satu sisi disebut labioschisisunilateral.1 DEFINISI Labioschisis atau cleft lip atau bibir sumbing merupakan suatu kondisi terdapatnya celah pada bibir atas diantara mulut dan hidung.

Rongga hidung dan bolamata mulai terbentuk dan meluas hingga ke bakal mulut. proliferasicepat dari tonjolan maxilla akan menghasilkan bagian medial dari nasal dan bergabungsatu sama lain dengan tonjolan lateral dari nasal hingga membentuk area pipi dan hidung. serta kegagalan penggabungan dari tonjolan frontonasal dan tonjolan maxillaries. Hal ini akanmenyebabkan jaringan epitel (kulit) tertarik dan rusak sehingga menghasilkan bibir sumbing. Celah bilateral terbentuk dari proses dan hasil yang sama dalam dua alur. Akan muncul bentukan hidung dari bagian frontonasal.Sel.Ketika jaringan tersebut rusak pada segmen intermaxillar ( bagian tengah dari bibirbagian atas). kartilago. bibir bawah.sel neural crest ini berdiferensiasi ke dalam otot dan jaringan pengikat wajah. dan area pipi bagian bawah.Penutupan dari bibir secara normal terjadi pada .Bibir bagian atas terbentuk selama periode ini oleh pergerakan lateral dari tonjolan maxilla dan bagian medial dibentuk oleh fusi antara tonjolan nasal medial Gambar 2 pemkembangan pada hari ke 45 2. jaringan fibrosa. dan keselurhan jaringan gigi kecuali email.tulang. Celah unilateral terjadi ketika tonjolan maxillaries gagal bergabung dengan bagian medial dari tonjolan nasal di salah satu sisi. bagian medial dari bakal mandibula akan bergabung dalam bentuk mandibula. Kemudian pada akhir minggukeempat. Selama minggu ke empat.2 PATOFISIOLOGI Celah pada bibir merupakan hasil dari kegagalan pembentukan prosesus padabagian medial dan lateral nasal. menggantung dan seringkali mengarah ke bagian atas menuju hidung. Dan kemudian menjadi nostrilPertumbuhan yang cepat akan dilanjutkan hingga minggu ke enam dan tujuh.

hari ke 35 dari perkembangan embrio. dengandemikian memungkinkan menunjukkan gen yang dimaksud.3 ETIOLOGI Untuk mengetahui penyebab terjadinya bibir sumbing diperlukan pendekatan yangsangatlah komplek. Para peneliti telah mengidentifikasi lebihlanjut diantara faktor genetik yang berperan sebagai predisposisi mayor yang dapatmempengaruhi terjadinya bibir sumbing. Sayangnya.Identifikasi dari beberapa gen yang berpotensi menyebabkan terjadinya bibirsumbing diselesaikan dengan menggunakan linkage. meliputi berbagai teknik yang telah diterapkan untuk mengindentifikasi kurang lebih 30 gen yang dapat mengganggu perkembangan danmenyebabkan berbagai tipe celah yang berbeda.Lima puluh tahun kemudian penelitian tersebut dilanjutkan untuk mengkonfirmasi apakah ada multipel faktor dari gen dan lingkungan yangmempengaruhi terjadinya bibir sumbing. Keuntungan lain adalah bahwa pemahaman dariperkembangan biologi dapat diterapkan untuk mengidentifikasi gen yangdiekspresikan padawaktu yang berbeda dalam perkembangan wajah. analisis linkage terbatas karena jumlah anggotakeluarga yang terbatas dan angka populasi kejadiannya cukup rendah Penggabungan adalah teknik lain yang dugunakan untuk mengidentifikasi genuntuk bibir sumbing. . oleh karena itu kecilnya angka kejadian tidak mempengaruhi penggabungan. Pertama. penelusuran penyebab bimbir sumbing karena faktor genetik dan lingkungan dapat menunjukkan hasil. Faktor Genetik Penelusuran dimulai ketika Fogh-Anderson dan Warkany menggunakan analisisstatistik untuk menyelidiki pola keturunan daru bibir sumbing berdasarkan riwayatkeluarga. Pada kasus bibir sumbing. Dengan teknologi genetik dan analisisstatistik terbaru. jumlah kasus yang besar dapat digunakan dan tidak berdampak pada anggota keluarga lain. Linkage merupakan suatuteknik yang memungkinkan para peneliti untuk mencari segmen kromosom yangditunjukkan oleh individu yang terkena.Beberapa faktor dapat mengganggu perkembangan embrionik wajah yang normal danmenyebabkan terjadinya bibir sumbing. 2. Terdapat beberapa keuntungan dibandingkan denganmenggunakan linkage. segmenkromosom dari anggota keluarga yang terkena dibandingkan dengan segmenkromosom dari anggota keluarga yang tidak terkena untuk mencari perbedaandiantara keduanya.

Saat ini. keseluruhannya akan bergabung danmenghasilkan berbagai sinyal molekul.Sebagai contohnya.Proses yang terjadi oleh beberapa gen spesifik tersebut mempengaruhi varias iperkembangan wajah. konsumsi alkohol dan rokok oleh ibu. as valproat).Transforming growth factor alpha (TGFA).asam retinoat. yang merupakan gen kandidat yangdikombinasikan dengan defisiensi asam folat dan vitamin B. dan obat-obatan. Penelitian selanjutnya terfokuspada identifikasi bagaimana jika teratogen ini berinteraksi dengan gen spesifik. nutrisi. Penelitian mencatat bahwa konsumsi alkholo lebih dari empat gelas per bulannya dikombinasikan dengan MSX1 akan meningkatkan resiko terjadinya bibir sumbing.lingkungan luar. AP2adalah gen lain yang diidentifikasi melalui linkage.Nutrisi khususnya vitamin B dan asam folat juga dpat berperan dalammeningkatkan terjadinya insiden bibir sumbing. sedangdilakukan penelitian mengenai TGFA tipe A2. Terdapat beberapa teratogen yang dapat menyebabkan defek pada kelahirandiantaranya adalah antiepilepsi (fenitoin. dioksin (pestisida). thaidomid. Identifikasi dari gen spesifik dan paparan alkohol juga dipelajari lebih lanjut pada penelitian selanjutnya. Namun demikian. Faktor lingkungan dapat meningkatkan resiko bibirsumbing dan dibagi ke dalam empat kategori besar : lingkungan kandungan. dan MSX1 adalah gen yang telah diidentifikasi mempunyai perananpenting dala pembentukan bibir sumbing melalui metode linkage dan asosiasi.trans-forming growth factor beta 3 (TGFB3).sedangkan kurang dari 20 batang rokok perharinya dapat menyebabkan peningkataninsiden bibir sumbing. faktor transkripsi. akan tetapi faktor lingkungan juga mempengaruhimeski dapat dimanipulasi. Terdapat data yang menunjukkanbahwa vitamin dapat menurunkan prevalensi terjadinya bibir sumbing pada manusiayang pertama kali dilaporkan oleh Tolarova pada tahun 1982. atau hormone pertumbuhan.Studi populasi digunakan untuk menunukkan bahwa konsumsi alkohol oleh ibuberhubungan dengan tingginya kejadian bibir sumbing. dioxin dan asam retinoat yang ditunjukkan untuk memacumunculnya ekspresi TGFβ . Faktor LingkunganMeskipun kontribusi genetik pada bibir sumbing mempunyai peranan yang lebihbesar daripada faktor lingkungan. .

Bilateral gambar 3.Unilateral b. Syndromic cleft lipLabioschisis juga diklasifikasikan berdasarkan lengkap/ tidaknya celah yang terbentuk a. Non syndromic cleft lipTidak terdapat cacat fisik atau gangguan perkembangan kecuali bibir sumbing dantidak diketahu paparan teratogenik yang menyebabkan bibir sumbing terjadi.4 KLASIFIKASI Klasifikasi celah berdasarkan kepada perkembangan embriologik yang dipengaruhi dan seberapa jauh keterlibatan fisik a. Inkomplit Celah yang terbentuk melibatkan bibir dan bagian anterior dari maxilla. bentuk kelainan bibir sumbing . Komplit b.2. b.Selain itu dapat juga diklasifikasikan berdasarkan lokasi/ jumlah kelainan : a.

Keadaan tambahan yang ditemukan adalah reflex hisap dan reflek menelan pada bayi dengan labioschisis tidak sebaik bayi normal. h. s. dan malposisi dari gigi geligi padaarean dari celah bibir yang terbentuk c. g. Anak mungkin mempunyai kesulitan untuk menproduksi suara/ kata "p. Dot khusus (cairan dalam dot inidapat keluar dengan tenaga hisapan kecil) ini dibuat untuk bayi dengan labio-palatoschisis dan bayi dengan masalah pemberian makan/ asupan makanan tertentu b. Menepuk-nepuk punggung bayi secara berkala juga dapat membantu. maka didapatkan suara dengan kualitas nada yang lebih tinggi (hypernasal quality of speech). sh. Memegang bayi dengan posisi tegak lurus mungkin dapatmembantu proses menyusu bayi. Saat palatum mole tidak dapat menutup ruang/ rongga nasal pada saat bicara. namun pada bayi dengan labioplatoschisis biasanya membutuhkan penggunaan dot khusus. Gangguan berbicara: Pada bayi dengan labio-palatoschisis biasanya juga memiliki abnormalitas pada perkembangan otot-otot yang mengurus palatum mole. Masalah asupan makanan Asupan makanan merupakan masalah pertama yang terjadi pada bayi penderita labioschisis.2. . dan terapi bicara (speech therapy) biasanya sangat membantu. k. Tekanan lembut pada pipi bayi dengan labioschisis mungkin dapat meningkatkan kemampuan hisapan oral. Masalah Dental: Anak yang lahir dengan labioschisis mungkin mempunyai masalah tertentu yangberhubungan dengan kehilangan.5 MANIFESTASI KLINIS Manifestasi klinis dari kelainan labioschisis antara lain a. b. kemampuan otot-otot tersebut diatas untuk menutup ruang/ rongganasal pada saat bicara mungkin tidak dapat kembali sepenuhnya normal. Infeksi telinga: Anak dengan labio-palatoschisis lebih mudah untuk menderita infeksi telinga karenaterdapatnya abnormalitas perkembangan dari otot-otot yang mengontrol pembukaandan penutupan tuba eustachius d. malformasi. t. d. Adanya labioschisis memberikan kesulitan pada bayi untuk melakukanhisapan pada payudara ibu atau dot. dan bayi dapat menghisap lebih banyak udara pada saat menyusu. Bayi yang hanya menderita labioschisis atau dengan celah keci lpada palatum biasanya dapat menyusui.and ch". Meskipun telah dilakukanreparasi palatum.

6 KONSELING GENETIK DAN DIAGNOSIS PRENATAL Perkembangan dari peralatan ultrasonografi memungkinkan diagnosis bibir sumbing prenatal. Namun demikian. Deteksi dapat dilengkapi dengan posisi janin dan resoulsi rendah melaluidinding abdomen. terapis bicara dan bahasa.2. potongan koronal akan menunjukkan bibirdan hidung janin. Pada MRI. Namun demikian.7 PENATALAKSANAAN Idealnya. anak dengan labioschisis ditatalaksana oleh “team labiopalatoschisis” Yang terdiri dari spesialistik bedah. level II. dan oleh tenaga kesehatan yangprofesional. psikolog. Deteksi dini juga dapat dilakukan dengan menggunakan MRI.perbedaan antara celah komplit dan inkomplit sangatlah sulit karena terdapat garis tipisdari jaringan yang terdapat pada celah komplit.celah pada bibir minor biasanya tidak dihubungkan dengan malformasi lain danmempunyai prognosis yang baik. akan tetapi hal ini mungkin jika dikombinasikan dengan visualisasi daribeberapa tulang dan struktur jaringan lunak wajah. maksilofasial. Bibir sumbingunilateral dan inkomplet tidak dapat terdeteksi hingga trimester ketiga. dan perawat spesialis. Ada tiga tahap penatalaksanaan labioschisis yaitu : . dokter gigi.ortodonsi. Kemungkinan adanya bibir sumbing dapat dideteksi denganultrasonografi pada usia kehamilan 13 minggu. hampir keseluruhannyaditunjukkan dengan USG beresolusi tinggi. Perawatan dan dukungan pada bayi dankeluarganya diberikan sejak bayi tersebut lahir sampai berhenti tumbuh pada usia kira-kira 18 tahun. Potongan aksial dari alveolus akan membantu menyingkirkan keterlibatan gusi yang mana bervariasi dalam mengisolasi celah bibir. Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada saat usia anak 3 bulan. dengan menggunkan ultarsonografi vagina. deteksidini dapat dilakukan dengan sukses. Meskipun sensitivitas dan spesifisitas dari MRI untuk mendeteksi bibir sumbingbelum terbukti. Sehingga akuasi dan kemampuanmendeteksi bibir sumbing lebih meningkat 2. Namun demikian. Pada satu waktu.

b. jika dot dengan besarlubang khusus ini tidak tersedia bayi cukup diberi minum dengan bantuan sendok secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak untuk menghindarimasuknya susu melewati langit-langit yang terbelah. asupan gizi yang cukup dilihat dari keseimbangan beratbadan yang dicapai dan usia yang memadai.1. Jumlah leukosit < 10. Tahap sebelum operasi Pada tahap sebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh bayimenerima tindakan operasi. hal ini hanya bias diputuskan oleh seorang ahli bedah. d. Hb lebih dari 10gr % dan c. Patokan yang biasa dipakai adalah ruleof ten meliputi: a. usia lebih dari 10 minggu . karena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada saatoperasi akan menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna. pada saat ini yang diperhatikan adalahsoal kesiapan tubuh si bayi menerima perlakuan operasi. Tahap sewaktu operasi Tahapan selanjutnya adalah tahapan operasi. Usia ini dipilih mengingat pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 5-6 bulan sehingga jika koreksi pada bibir lebih dari usia tersebut maka pengucapan huruf bibir sudah . Misalnya memberi minum harus dengan dotkhusus dimana ketika dot dibalik susu dapat memancar keluar sendiri dengan jumlahyang optimal artinya tidak terlalu besar sehingga membuat bayi tersedak atau terlalukecil sehingga membuat asupan gizi menjadi tidak cukup.000/ul jika bayi belum mencapai rule of ten ada beberapa nasehat yang harus diberikan pada orang tua agar kelainan dan komplikasiyang terjadi tidak bertambah parah. Selain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester khusus non alergenik untuk menjaga agarcelah pada bibir menjadi tidak terlalu jauh akibat proses tumbuh kembang yang menyebabkan menonjolnya gusi kearah depan ( protrusio pre maxilla ) akibatdorongan lidah pada prolabium . Usia optimal untuk operasi bibir sumbing(labioplasty) adalah usia 3 bulan. berat badan lebih dari 10 pounds atau sekitar 4-5 kg . Plester non alergenik tadi harus tetap direkatkan sampai waktu operasitiba 2.

Gambar 4. . (D) Operasi untuk langit-langit ( palatoplasty) optimal pada usia 18 – 20 bulanmengingat anak aktif bicara usia 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah. setelah operasi suara sengau pada saat bicara tetap terjadi karena anak sudah terbiasa melafalkan suara yang salah. (A and B) pemotongan sudut celahpada bibir dan hidung. (C) bagian bawah nostril disatukan dengan sutura. sudah ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada posisi yang salah.terlanjur salah sehingga kalau dilakukan operasipengucapan huruf bibir tetap menjadi kurang sempurna. Operasiyang dilakukan sesudah usia 2 tahun harus diikuti dengan tindakan speech teraphy karena jika tidak. Bila gusi juga terbelah (gnatoschizis)kelainannya menjadi labiognatopalatoschizis. Reparasi labioschisis (labioplasti). koreksi untuk gusi dilakukan pada saatusia 8 – 9 tahun bekerja sama dengan dokter gigi ahli ortodonsi.

. Banyaknya penderita bibir sumbing yang datang ketikausia sudah melebihi batas usia optimal untuk operasi membuat operasi hanya untuk keperluan kosmetika saja sedangkan secara fisiologis tidak tercapai.3. fungsi bicara tetapterganggu seperti sengau dan lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna. tindakanspeech teraphy pun tidak banyak bermanfaat Gambar 5. penatalaksanaanya tergantung dari tiap-tiap jenis operasi yang dilakukan. Sebelum dan sesudah tindakan operasi.Tahap setelah operasi. biasanya dokter bedah yang menangani akanmemberikan instruksi pada orang tua pasien misalnya setelah operasi bibir sumbingluka bekas operasi dibiarkan terbuka dan tetap menggunakan sendok atau dot khususuntuk memberikan minum bayi. Tahap selanjutnya adalah tahap setelah operasi.

80% anak denganlabioschisis yang telah ditatalaksana mempunyai perkembangan kemampuan bicara yangbaik. . Terapi bicara yang berkesinambungan menunjukkan hasil peningkatan yang baik pada masalah-masalah berbicara pada anak labioschisis. dan hal ini sangat memperbaiki penampilan wajah secara signifikan.2.8 PROGNOSIS Kelainan labioschisis merupakan kelainan bawaan yang dapat dimodifikasi/ disembuhkan. Kebanyakan anak yang lahir dengan kondisi ini melakukan operasi saatusia masih dini.Dengan adanya teknik pembedahan yang makin berkembang.

dan setelah operasi . dan jika celah terdapat pada kedua sisi disebut labioschisis bilateral. Masalah Dental.tahap saat operasi. Celah pada satu sisi disebut labioschisisunilateral.Infeksi telinga. Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada saat usia anak 3 bulan. Kelainan ini dapat berupa takik kecil pada bagian bibir yang berwarna sampai pada pemisahan komplit satu atau duasisi bibir memanjang dari bibir ke hidung. Manifestasi klinis dari kelainan labioschisis antara lain Masalah asupan makanan. Ada tiga tahap penatalaksanaan labioschisis yaitu :Tahap sebelum operasi.dan Gangguan berbicara.BAB III KESIMPULAN Labioschisis atau cleft lip atau bibir sumbing merupakan suatu kondisi terdapatnya celah pada bibir atas diantara mulut dan hidung.

Garcez. . Iran J Pediatric Jun 2011. Converse JM. Multiple Supernumerary Teeth AssociatedWith Missing Lateral Incisor In A Patient Who Was Treated For Cleft Lip And Palate: ACase Report. McCarthy JG. Estroff JA.LW and Giugliani ERJ. Barnewolt CE. Triyanti K. and Levine D. Stainer P and Moore. Journal of Clinical and Diagnostic Research. Analysis and Evaluation of Rotation Priciples in Unilateral CleftLip Repair. Smith. et al. 2010.Journal of Plastic. Mulliken. 2006. 11. 2004. 7. hogan VM. Philadelphia: WB Saunders. Jakarta : EGC Bender L. Dalam :Kapita Selekta. 2009. AJR:183 11.DAFTAR PUSTAKA 1 2. GE. Human Molecular Genetics.A. Emily B. 2005. 6 9. (4):36043606 10. 2011.The New England Journal of Medicine 8. JB. Jilid 2. Buku Ajar Ilmu Bedah. A Guide to Understanding Cleft Lip and Palate.2012. De Jong W. PrenatalDiagnosis of Cleft Lip and Cleft Palate Using MRI. Population-Based Study on the Practice of Breastfeeding in Children BornWith Cleft Lip and Palate. 4. Jilid 2. The Changing Faces of Children with Cleft Lip and Palate. John G. Joyson M. Patricia. Introduction. 2005. SS. Mansjoer A. Mulliken JB. . Savitri R. 2004. Ridgway. Cleft Lip And Palate. Dalam:Reconstructive Plastic Surgery. Sumbing Bibir dan Langitan. Genetics of Cleft Lip and Palate. Unilateral Cleft Lip and Nasal Repair:Techniques and Principles. ed. 2004. Jakarta: Media Aesculapius –FK UI.Vol 15.Sjamsuhidajat R. Vol 21 (No 2). 2005. Tatum S. Cleft Palate – Craniofacial Journal Vol. Brian T. Vol 13 5.Genetics of Cleft Lip and Palate : Syndromic genescontribute to the incidence of non-syndromic clefts. vol. Robbin William. Denke JC. 4. 42 No.Children’s Craniofacial Association. Journal of Pediatric Nursing. 2000. Pp: 129-138 12. Reconstructive & Aesthetic Surgery. Sangethaa D. Rangeth BN. 6. 12. No 4 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->