Artikel Politik

POLITIK DAN KEKUASAAN
Oleh : Bayu Pramutoko,SE Pengertian Politik Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Tumpuan kajian ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu proses sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Miriam Budiharjo, 1992). Sistem itu menurut Deliar Noer (1983) meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Dengan demikian dilihat dari aspek kenegaraan, ilmu politik mempelajari negara, tujuan negara, dan lembaga negara, serta hubungan kekuasaan baik sesama warga negara, hubungan negara dengan warga negara, dan hubungan antar negara. Apabila dilihat dari aspek kekuasaan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari kekuasaan itu. Dilihat dari aspek kelakuan, ilmu politik mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan, dan kebijakan. Melihat penjelasan di atas, kajian ilmu politik meliputi: (1) teori ilmu politik, (2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik), (3) partai politik, dan (4) hubungan internasional. Minimal ada enam hal yang ditekankan dalan ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat. Sedangkan obyek ilmu politik meliputi dua hal yaitu, (1) material (obyek ini berwujud pada perjuangan memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan obyek negara, kekuasaan, pemerintah, fakta-fakta politik, kegiatan politik, dan organisasi masyarakat). dan (2) formal (pengetahuan, pusat perhatian). Dengan demikian, Syarbaini menyimpulkan ada lima konsep tentang ilmu politik, yaitu (1) sebagai usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan

kebaikan bersama, (2) segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah, (3) segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan, (4) kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum, dan (5) sebagai konflik dalam rangka mencari dan mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting. Sementara itu, menurut Maran (1999) politik merupakan studi khusus tentang cara-can manusia memecahkan permasalahan bersama dengan manusia yang lain. Dengan kata lain, politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi sumber-sumber dan berbagai sumber dava vang ada. Untuk itu diperlukan kekuatan {power) dan kewenangan {aiitliorlty). yang dipakai baik untuk membina kerja sama rnaupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses tersebut. Kekuasaan itu bisa dipakai secara persuasif bisa juga secara koersif (paksaan) Definisi lebih sederhana tetapi padat dapat dilihat dari pendapatnya Surbakti (1999) yang mengcitakan bahwa konsep politik merupakan intcraksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pcmbuatan dan pdaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertcntu. Arti politik yang terekam dari berbagai referensi ilmu politik disimpulkan tiga penjelasan. terdapat Pertama, rnengidentifikasikan kategori-kategori aktivitas yang membentuk

politik. Dalam hal ini Paul Conn menganggap konflik sebagai esensi politik. Kedua, menyusun suatu rumusan yang dapat merangkum apa saja yang dapat dikategorikan sebagai politik. Politik dapat dirumuskan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”. Ketiga, menyusun daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami politik. Melalui daftar pertanyaan diharapkan dapat memberi jawaban dengan gambaran yang tepat mengenai politik (Surbakti, 1992). jadi politik akan terkait dengan kekuasaan, negara dan pengaturan hidup bersama dalam upaya mencapai kebaikan bermasyarakat. Selain itu, dapat diketahui bahwa konsep-konsep pokok yang dipelajari ilmu politik adalah negara {state), kekuasaan (power), pengambilan kebijakan (decision making), kebijaksanaan (policy, beleiri), dan pembagian (di’-tribution), atau alokasi (allocation). Singkatnya, ilmu politik selain mempelajari tentang interaksi antara pemerintah dan

masyarakat untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama, yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah melalui perumusan dan Pelaksanaan kebijakan umum, juga membicarakan tentang berbagai upaya perebutan mencari dan mempertahankan kekuasaan. Menurut Weber, sosiologi harus bebas nilai (value free), tidak bias kepentingan atau keyakinan moral pribadi. Bias personal harus dihindari selama melakukan riset ilmiah. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin objektivitas kebenaran sosiologi. Dari konseptualisasi sosiologis yang disumbangkan oleh para tokoh ilmu sosial, selanjutnya dijadikan pijakan dalam merumuskan ruang lingkup sosiologi politik. Dalam operasionalnva, cakupan materi sosiologi politik terwujud dalam beberapa hal: (1) sosialisasi politik; (2) partisipasi politik; (3) perekrutan politik; (4) komunikasi politik. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Kerja sosialisasi politik meliputi pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial individu maupun kelompok. Dengan demikian, sosialisasi politik merupakan landasan sosiologi politik selain yang terpenting juga memegang peranan utama dan pertama bagi setiap tindakan politik. 2. Partisipasi Folitik Partisipasi politik ialah keterlibatan individu atau kelompok pada level terendah sampai yang tertinggi dalam sistem politik. Hal ini berarti bahwa partisipasi politik merupakan bentuk konkret kegiatan politik yang dapat mengabsahkan seseorang berperan serta dalam sistem politik. Dengan demikian, maka setiap individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya akan memiliki perbedaan-perbedaan dalam partisipasi politik; sebab partisipasi menyangkut peran konkrit politik di mana seseorang akan berbeda perannya, strukturnya dan kehendak dari sistem politik yang diikutinya. 3. Perekrutan Politik Pengrekrutan politik adalah suatu proses yang menempatkan seseorang dalam jabatan

bersifat pertukaran baik antara individu.politik setelah vang bersangkutan diakui kredibilitas dan lovalitasnya. individu ke kelompok maupun kelompok ke kelompok yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. akan selalu terkait dengan politik. Perekrutan ini dilaksanakan melalui seleksi atau melalui pemilihan. Hubungan Masyarakat dan Politik Dalam kerangka dimensi-dimensi sosial masyarakat. dan informasi yang saling diterima di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. perekrutan tidak formal yakni usaha seseorang tanpa suatu proses terbuka sehingga seseorang itu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekati orang lain untuk diberi posisiposisi tertentu. Dalam operasionalnya. reakasi-reaksi masyarakat terhadap sistem politik dan pejabat politik. pernyataan di atas memberikan alasan kemustahilan jika masyarakat terpisah . 4. Informasi tersebut bersifat terus-menerus. janji dan saran-saran pejabat politik kepada masyarakatnya yang berdampak terhadap perubahan atau nwmperteguh tindakan-tindakan politiknya agar dilaksanakan stau tidak dilaksanakan. kritikan. Landasan-landasan di atas merupakan proses-proses politik yang mesti ada dan berjalan dalam suatu sistem politik dan embaga-lembaga politik ketika akan. Informasi itu bisa dalam bentuk harapan. Dimensi politik dalam masyarakat. perekrutan yang bersifat formal yakni ketika seseorang menduduki jabatan politik direkrut secara terbuka melalui ketetapan-ketetapan yang bersifat umum dan ketetapan-ketetapan itu disahkan secara bersama-sama. menurut Franz Magnis Suseno (1991) nkan mencakup lingkaranlingkaran kelembagaan hukum dan negara serta sistem-sistem nilai dan ideologi-ideologi yang memberikan legitimasi ” kepadanya. ajakan. ” Sepintas lalu. dan pasti. perekrutan politik dapat ditempuh melalui dua jalan. berurusan dengan MASYARAKAT DAN POLITIK A. Perekrutan politik merupakan konsekuensi logis dalam memenuhi kesinambungan sistem politik dan adanva suatu sistem politik yang hidup dan berkembang. Kedua. Pertama. Komunikasi Politik Komunikasi politik ialah suatu proses penyampaian informasi politik pada setiap individu anggota sistem politik atau informasi dari satu bagian sistem politik kepada bagian yang lainnya. Atau suatu harapan.

Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20). Suatu pengaruh atau ” wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya. Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannva memiliki makna pengaturan. orang-orang yang dikuasainya. hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. Pertama. Apa yang ditegaskan Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk. adalah dua sisi mata uang. atau sebaliknya. penghasilan. Undang-undang perpajakan. Hubungan itu tentu pula berada dalam unit yang sekecilkecilnya. mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macam : ada yang disebut kerajaan.dengan politik. manusia adalah makhluk yang tahu dan mau. la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya : masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. negara. kabilah dan lain sebagainya. Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga. baik untuk jangka pendek maupun untuk kelompok. Menurut Deliar Noer terdapat hubungan masyarakat dengan politik pada aspek kekuasaan. melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun sepanjang sejarah kehidupan manusia. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu. begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara. makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya ” masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin. baik pada lingkup individu maupun . undang-undang tentang 1 jangka panjang. Politik dan ” masyarakat. la menegaskan bahwa prasyarat “. Kedua. Pengertian di atas tidak semata merujuk kepada masyarakat modern. kendati saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan ” dalam realitas sosialnya.’ Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku. peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. pemimpin Rukun Tetangga. singkatnya adalah negara. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh .

d. Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama.organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan. undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis.” Kutipan di atas menunjukkan. Eratnya hubungan masyarakat dan politik. Dengan kata lain. bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan. Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib. bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa.. “Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang . alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa ampun. e. juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof. kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara. 1986) sebagai ‘berikut. setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatanikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara. Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong suatu kententraman batiniah (tentrem. “Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan. ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara. Sebab. yakni dengan izin penguburannva misiilnya. jangankan masih hidup. sebaliknya. Penyimpangan dari padanya akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. sebagai ber’kut. dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak). bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. Secara deskriptif Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat.

dalam kerangka kecil maupun besar akan mengarahkan fungsi-fungsi hubungan antara anggota masyarakat sehingga setiap diri masyarakat selalu mendapatkan kesempatan. Namun demikian. . kendati pada kerangka nilai harus dipisahkan mana hubungan yang dapat dibenarkan dan mana hubungan vang tidak terpuji. Perang dunia I dan dunia II yang disusul dengan Perang dingin ( Ketegangan hubungan antara kekuatan liberal dan komunis ) sesungguhnya merupakan refleksi hubungan masyarakat (dunia) dengan politik. suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama.t.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: 1. Sebagai wahana ikatan dalam bertindak. hal ini tetap harus diakui sebaga.r-bungan antara masyarakat dan politik. Namun seperti diungkapkan oleh Carlto • J. sehingga politik pada akhirnya berekses pada pemusnahan suatu masvarakat oleh masyarakat yang lainnya. Tetapi politik tersebut telah ternodai oleh lepasnya ikatan-ikatan moral dan telah lepas dari substansi politik dalam fungsinya untuk tertib bermasvaraka. Sebagai wujud identitas bersama 3. pengaturan dan penerbitan. Hayes (1950: 128). Maka politik. Sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib 4. Bahwii secara ekstrim. kebudayaan dan kekayaan alam lingkungannya. peluang.memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara.H. . untuk menghindari pertentangan nilai dalam hubungan itu. wadah aktualitas. yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya. Sebagai simbol kebersamaan 2. maka hubungan masyarakat dan politik dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memupuk simpati antar anggota masyarakat seperti pengabdian bersama. perbaikan dan pembaharuan serta rasa pembelaan kepada wilayah. melalui hubungan masvarakat dan politik dapat menimbulkan suatu permusuhan dan peperangan andai hubungan itu dilepaskan dari kerangka-kerangka nilai yang berlaku di tengah masvarakat.

melainkan atas dasar pertimbanganpertimbangan masyarakat baik yang berposisi selaku subjek politik maupun objek politik. dan bagi proses politik telah memiliki ruang untuk dikenali masvarakat sehingga proses politik tidak canggung untuk disosialisasikan. mendapatkan dukungan dan mendapatkan wilayah geraknya. janji. maka masyarakat akan menemukan legitimasi dan kewibawaan dalam menentukan aktulisasi peran dirinya tanpa merasa berposisi yang dikesankan masyarakat dan bernegara” di zaman kuno sebagaimana tlilukiskan oleh Larry Siedentof (dalam Miller & Siedentof. timbal balik masyarakat dan proses –Politik barangkali dapat disebut sebagai timbal balik yang paling mudah menemukan wujudnya. Di sini masyarakat akan mengetahui proses polilik dari segi strukturnya. 1986) Pada komunikasi politik. Pengrtian-pengertian. masyarakat akan mengenali suatu sistem politik yang berlaku di sekitarnya sehingga masyarakat inemberikan reaksi terhadap gejala-gejala dari sistem politik itu. Hal yang sama terjadi pada pengrekrutan politik. Dengan pengrekrutan maka sistem politik akan kuat. Pemilihan umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses politik di Indonesia akan dapat diikuti tahapan-tahapan dengan baik apabila masyarakatnya telah mengenali Pemilu dari segi keharusan-keharusannya dan dari segi larangan-larangannya. yakni mengenali. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik itu secara niscaya dapat dikatakan agar proses politik tidak berjalan sekehendaknya. Faktor tingkah laku masyarakat yang dapat dipahami dengan baik oleh sebuah proses politik yang dijalankan. efektif bagi proses itu sendiri. Di sini harus diakui bahwa komunikasi politik tak sekedar media penyerapan informasi.Timbal Balik Antara Masyarakat dan Proses Politik Proses-proses politik sebagaimana telah diuraikpin terdahulu •bagai landasan konseptual) oleh Rush & Althoff (1995: 22-25) esungguhnya harus dipahami sebagai proses politik yang melahirkan timbal balik antara masyarakat satu pihak dan politik di pihak lain. perilaku yang dikehendakinya dan lain sebagainya. harapan. atau oleh negara dan partai politik kepada masyarakat sesuatu yang paling mungkin terjadi melalui komunikasi politik. ancaman yang dikeluarkan masyarakat untuk negara atau partai politik. Begitu pula yang terjadi pada partisipasi politik. Melalui sosialisasi politik. Dengan direkrutnya masyarakat ke dalam proses politik. lebih dari itu sebagai arena pemupukan kesadamn bagi masyarakat dan bagi proses politik itu sendiri. suatuu proses politik akan berjalan baik dan akan memberikan makna bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat manakala masvarakat akan berarti bagi masyarakat itu sendiri dalam rangka menghapus kesan dirinya terasingkan dalam proses politik yang akan dijalankan oleh negara umpamanya. Secara mengesankan Magnis-Suseno (1986:152) mengatakan sebagai berikut: “Pembangunan politik . akan berguna sebagai referensi tindakan-tindakan politik yang nontinya baik input maupun output berguna bagi masyarakat dar. Pengenalan ini sangat berguna bagi masyarakat.

menurut Vie George Paul Wilding (1992: 21) apabila proses politik tak sekedar mencerminkan para elite strategis negar itu saja. menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada. pemerintah Indonesia pernah melakukan tindakan politik (yang tak sekedar tindakan ekonomi) dengan mengesahkannya SDSB. pada kekuatan-kekuatan yang bekerja. Pembangunan politik tidak secara kasar mencampuri proses-proses hidup.” Kutipan di atas mencerminkan bahwa agar proses politik memiliki hubungan timbal balik dengan masyarakat. tinggal memilih sebuah konsekuensi yang termudah. secara gamblang diakui oleh Clifford Geertz (1992: 144). Dan hal ini sebagai bukti bahwa suatu proses politik yang tak mencerminkan hubungan timbal balik antara kepentingan politis disatu pihak dan kepentingan masyarakat pada pihak lain akan berakhir secara mengenaskan. dan seyogyanya kehendak itu dijabarkan oleh proses politik itu sendiri. maka proses politik hendaklah memperhatikan realitas kultural masyarakat itu sendiri. Jalan ke luar di atas sangat penting. Contoh ini menunjukkan bahwa proses politik yang diambil oleh suatu kelompok atau pemerintah yang proses itu bertentangan dengan masyarakat. namun lebih dari itu proses politik akan memaklumi setiap kehendak masvarakat. maka akan menimbulkan anarkis yang menggetirkan. Pemerintah menarik kembali SDSB. Masyarakat Indonesia yang agamis menolaknya dan karenanya timbul gelombang unjuk rasa yang amat dahsyat. Kendati jalan mengkompromikan jelas lebih baik karena pada upaya itu upaya timbal balik dapat din-iaknai secara lebih mengesankan. apakah mengenyampingkan kehendak politiknya atau justru kehendak masyarakatnya. Sebagai contoh. mengingat kehidupan politik menurut Ibnu Khaldun . negara. walaupun proses proses politik dirasakan sangat penting. bahwa proses-proses politik tak sekedar menampakkan wujud institusi formalnya. Sebab. melainkan penuh hormat. Di sini. teruji dan terpuji.harus yang dituntut oleh pendekatan sistem bekerja sama dengan dan berdukung pada subsistemsubsistem yang ada. maka dengan sendirinya masyarakat dapat mengenyampingkannya bahkan mungkin secara mengkristal berbuntut perlawanan. Suatu hubungan timbal balik akan dirasakan oleh masyarakat dan negara dalam melakukan proses politiknya. dalam kesadaran tahu diri. apabila proses politik sudah mengenvampingkan realitas kultural realitas masyarakat. lebih dari itu harus ada kesediaan untuk mencerminkan kehendak masyarakat. apa vang dikhawatirkan oleh Geertz. Dengan adanya timbal balik itu. walau mungkin kehendak itu secara relatif dipandang menghalangi proses politik yangseharusnya. tegas George & Wilding.

Karena itu. tentu Indonesia merdeka akan menjadi sebuah mimpi masyarakat sampai hari ini. dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat. merupakan akibat dari struktur komunitas hidup. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik lebih dari yang telah dipaparkan. Barangkali proses politik Indonesia merdeka tak pernah terwujud sampai hari ini apabila masyarakat saat itu tak membutuhkan kemerdekaan. terutama diplomasi. namun lebih dari itu memahami dan memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan. 1992: 93). Dengan kata lain. sebagaimana dikerangkakan oleh Maurice Duverger (1993 : 351) hendaklah mencerminkdn suatu solidaritas antar keduanya. dan proses politik yangada hendaklah merupakan refleksi dari merealisir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan vang ada dalam masyarakat secara adil dan penuh perikemanusiaan. Dan ia . Kehendak politik melalui tanpa masyarakat niscaya proses politik akan berjalan hampa. timbal balik antara masyarakat dan proses Politik itu tidak sematamata diukur oleh saling pengertian dan memahami hakikat masyarakat dan hakikat politik yang dijalankan. Tolong-menolong untuk kepentingan mencapai tujuan bersama tidak akan terealisasikan. Dengan demikian. Tanpa kehidupan dan proses politik yang timbal balik. Onghokham dalam karyanya itu sempat mengidentifikasi beberapa kegagalan peristiwa politik sepanjang sejarah Indonesia yang dirasakan lagi. masyarakat saja tanpa adanya proses-proses politik vang dilalui. tegas Duverger. Onghokham dalam karyanya “Rakyat dan Negara” (1991). Sebab pada solidaritas itu. dimana setiap individu membutuhkan orang lain di dalam suatu jaringan hubungan yangsaling masuk dengan yang lainnya. sampai secara tuntas mencoba menelusuri hubungan timbal balik antara proses politik vang ditempuh oleh negara dengan rakyat (masyarakat) sebagai unsur kekuatan dominannya. Begitu sebaliknya. dan Bahwa masvarakat hendaklah menjalankan fungsinya sesuai dengan proses politik vangdijalankan . akibat peristiwa itu tidak mampu menggerakkan solidaritas masyarakat. maka kehidupan masyarakat tak akan teratur.(dalam Zainuddin. haruslah dipandang bahwa antara masvarakat dengan proses politik merupakan. komunitas hidup yakni komunitas negara yang karena ada keduanya tatanan kehidupan akan berjalan secara normal asalkan keduanva mencmpatkan dalam posisi sejajar dalam suatu hubungan yang saling membutuhkan. saling terkait dan saling menentukan. proses politik harus dipahami sebagai mekanisme yang menjadikan masyarakat segala kehidupannya berjalan lancar.

Th. Analisis Politik Modern. Gabriel A. setradisional apapun peristiwa politik yang terjadi karena mendapatkan dukungan masyarakat secara massif dan peristiwa-peristiwa itu oleh masyarakat terasa menjadi tanggungjawabnya dan menjadi miliknya. 4 Oktober. Budiharjo. Meriam. Almond. otoritas dan Demokrasi. Kediri : P. Memahami Ilmu Politik. Tom. Gramedia Widiasarana Indonesia. April. Balandier.. 1985.. Surbakti. Begitu dahsyatnya suatu timbal balik antara proses politik dengan masyarakat. 1986. Gramedia.pun mencatat. Jakarta: PT. yang tidak saja terjadi di Indonesia. 1992. 1999. Daniel T. Jakarta. Robert. Jakarta : Gramedia. Gambaran Onghokham di atas sekaligus merupakan suatu jawaban yang cukup lugas suatu hubungan politik dan nnasyarakat dimana hubungan itu terjalin karena terdapat timbal balik antara politik dan kehendak-kehendak masyarakat. A Discipline Devided: School and Sects in Political Science. New Park London. 1990. Masalah dan prospek Pembangunan Politik Di Indonesia. No. Carter. namun terjadi pula pada negara-negara jajahan yang terbebas dari belenggu penjajahan. Dahl. Ramlan. bahkan politik dijalankan atas dasar kehendak masyarakat itu sendiri BAHAN BACAAN Alfian. New Delhi: Sage Publication. Jakarta. digambarkan oleh Onghokham merupakan basis penentu keberhasilah politik. 1986. Sosiologi Politik. Antropologi Politik Jakarta : Rajawali Pers. Susilo. Dasar-dasar ilmu Politik. Jakarta. Xii.Suko. Sosiologi Politik. Rineka Cipta. Bottomore. 1992. Georges. Rajawali Pers.2002. Masyarakat Politik 07:18 Risya_anjani elf No comments Masyarakat Politik .T Jenggala Sparingga. 1994. 1999 “ Masa Depan Indonesia sebuah analisis Wacana tentang Perkembangan Civil Society” masyarakat Kebudayaan dan Politik. Jakarta bumi Aksara.

karena politik menjadi gelanggang bagi persaingan gagasan dan kepentingan warga negara. kelompok penekan adalah kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah. maka diperlukan adanya komunikasi politik. Adapun cara yang digunakan dapat melalui persuasi. 4.Dasar organis pembentukan masyarakat adalah “Keinginan manusia untuk hidup bersama atau kerjasama. Jika kehidupan politik yang demokratis diterapkan. Namun. Tujuan bersama menjadi salah satu hal yang mendasari kepentingan manusia untuk membentuk organisasi atau kelompok bersama. Komunikasi politik adalah semua kegiatan dalam sistem politik yang dimaksudkan agar inspirasi dan kepentingan politik warga negara diakomodasi menjadi berbagai kebijakan. tolong menolong untuk mencapai tujuan yang sama guna memenuhi kebutuhankebutuhan dasarnya agar dapat bertahan hidup”. budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. Pada masyarakat politik. Untuk dapat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan tujuan negara tersebut diperlukan adanya kekuasaan (authority). Budaya Politik (Political Culture) Menurut Almond dan Verba. wewenang dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Untuk itulah politik ada. Mereka antara lain: kelompok pengusaha. Di dalam masyarakat politik. menggunakan kekuasaan. propaganda atau cara lain yang lebih efektif. politik dan warga negara yang telah saling memiliki hubungan antara pemerintah dan masyarakat. 2. walaupun memiliki tujuan yang sama. interaksi setiap individu maupun kelompok memiliki cirri-ciri sebagai berikut. Warga negara mengidentifikasikan dirinya dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. Karena kelompok-kelompok yang berbeda akan mencoba memperjuangkan berbagai kepentingannya melalui saluran komunikasi politik yang ada. 3. Negara dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah disepakati. Kelompok Penekan (Pressure Group) Menurut Stuart Gerry Brown. . Kelompok kepentingan bisa menghimpun ataupun mengeluarkan dana dan tenaganya untuk melaksanakan tindakan-tindakan politik. usaha-usaha mempertahankan kekuasaan. tidak setiap warga negara memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan tujuan bersama. pengendalian kekuasaan. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa masyarakat politik bukanlah masyarakat yang statis. Jadi. Perilaku Politik (Political Behavior) Perilaku politik dapat dinyatakan sebagai keseluruhan tingkah laku. biasanya mereka berada di luar tugas partai politik. maka kehidupan masyarakat politik akan menjadi sangat dinamis. masyarakat politik dapat diartikan sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan “aktivitas tertentu” yang berhubungan dengan bagaimana caracara memperoleh kekuasaan. antara lembaga pemerintah dan antara kelompok masyarakat dalam rangka proses pembuatan. Bentuk Aktivitas Uraian 1. agar kepentingan seseorang atau suatu kelompok diketahui oleh pihak lain dan dijadikan sebagai pokok bahasan. No. pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Adalah kelompok/organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. industriawan dan asosiasi lainnya. dan sebagainya.

wikipedia. pengambilan keputusan. Kelompok kepentingan (Interest Group). Alat/Media Komunikasi Politik. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia 1. seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Mahkamah Agung. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. DPR. http://id. sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik. dan yudikatif ). Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Kelompok Penekan (Presure Group). sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif. upaya-upaya mewujudkan tujuan.org/wiki/Sistem_politik A. Komisi Yudisial. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol. Presiden dan Wakil Presiden. Mahkamah Konstitusi. yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. media massa. melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. . maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Ormas. lembaga-lembaga politik. Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat. DPD. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik. eksekutif. dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik. dan perilaku politik. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. B. Dalam perspektif ini. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Pengertian sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek.Sistem Politik Indonesia Dalam perspektif sistem. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR. Pengertian sistem politik a. Tokoh Politik (Political Figure). Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter. Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut.

Sistem Politik Di Negara Liberal : Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok.b. Bentuk Republik 4. prosedur. Sistem Politik Di Berbagai Negara a. tidak adanya oposisi. Ide kedaulatan rakyat 2. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah b. penegakan hukum. prinsip. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. prinsip. c. pembatasan kekuasaan. Sukarno. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri a. Politik pada dasarnya menyangkut tujuantujuan masyarakat. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. Sistem Perwakilan 7. Negara berdasarkan atas hukum 3. sistem politik adalah sekumpulan pendapat. khususnya dari pemerintah dan agama. dasar dasar pemerintahan. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas c. ataupun dalam hal kekuasaan Negara. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka. organisasi kemasyarakatan. 4. pertukaran gagasan yang bebas. SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng 2. Pemerintahan yang bertanggung jawab 6. peniadaan hak-haak sipil dan politik. bukan tujuan pribadi. dan kelompok-kelompok penekan Masyaralat politik adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan . Sistem Politik Di Negara Komunis : Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik c. peniadaan hak milk pribadi. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat b. Sistem peemrintahan presidensiil 1. Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia : Sistem politik yang didasarkan pada nilai. dan kelembagaan yang demokratis. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Macam-macam Sistem Politik 3. tentara dan organisasi kemasyarakatan.

misalnya mengidensipikasikan civil society sebagai " masyarakat politik" (political society). misalnya. memiliki tujuan yang mengikat seluruh anggota masyarakat. menurut Cicero merupakan masyarakat yang telah menundukan dirinya di bawah supremasi hukum (civil law) sebagai dasar yang menentukan hidup bersama. Di masa selanjutnya. mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara. yang perlu di garis bawahi disini adalah. Ciri dari civil society. adanya ruang publik bebas (free public sphere) sebagai wahana bagi keterlibatan politik secara aktif dari warga negara melalui wacana dan praksis yang berkaitan dengan kepentingan publik. Bahkan keduanya beranggapan bahwa civil society adalah pemerintahan sipil yang membedakan diri dari masyarakat alami-yang muncul sebagai prakondisi civil society. Sementara Rousseau menggarisbawahinya lebih lanjut dengan mengatakan bahwa masyarakat politik itu tercipta lewat adanya kontrak sosial(social contract).Konsep civil society model Cicero di maksud sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. Pertama. adanya kemampuan membatasi kuasa negara agar ia tidak intervensionis. ada system pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat. Ketiga."Masyarakat politik adalah masyarakat yang memahami arti penting hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kedua. (Lembaga eksekutif). ternyata konsep civil society Locke dan Rousseau belum membedakan antara civil society dengan negara. selain terkait dengan tata hukum. juga dalam konteks ekonomi dan perkembangan zaman yang mampu menyejahterakan dan memuliakan hidup sebuah masyarakat beradab. Tidak GOLPUT pada saat pemilu. John locke dan Rousseau menghidupkannya kembali sebagai istilah yang di pakai dalam menganalisis hubungan masyarakat dengan politik. tata cara pemilihan dan penetapan Presiden.kekuasaan negara. Misalnya. Sedangkan ciri-ciri masyarakat politik: terdapat kelompok yang memerintah dan kelompok yang diperintah. Locke. ada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan sistem pemerintahan. adanya kemandirian yang cukup tinggi dari individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Adanya hukum yang mengatur pergaulan antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri. partai poilitik. Mencari akar defenisi dari konteks Barat. kapan saja dan dengan siapa saja. nyaris selang berabad-abad lamanya setelah istilah tersebut tenggelam. Bisa di katakan bahwa proses membentuk civil society itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. Masyarakat kota. ciri-ciri masyarakat politik: a) Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif b) Bersifat kritis dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah d) Dalam penyelesaian masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah c) Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya .pada hakekatnya adalah sebagai sebuah konsep yang berasal dari proses sejarah masyarakat Barat merupakan cerminan sebuah tatanan sosialkemasyarakatan yang antara lain dicirikan tiga hal. tata cara pemilihan badan legislative (parlemen. utamanya tatkala berhadapan dengan negara. dapat menerima perbedaan pendapat yang ada. DPR).Cirinya cuman Satu yaitu suka NGOMONGIN Politik dimana saja. Tapi.

Teori Strukturisasi Giddens: Hubungan Negara-Masyarakat Secara konseptual, mengkaji negara tidak dapat dilepaskan dari mengkaji masyarakat, begitu juga sebaliknya. Keduanya selalu dalam keadaan berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sebagaimana dikemukakan oleh Chandoke (1995): Argumen pertama studi ini yaitu sifat negara dapat dipahami dengan mengacu ke politik civil society. Kedua, civil society tidak dapat menampilkan fungsinya menuntut negara bertanggungjawab kecuali jika civil society sendiri didemokratiskan. Studi ini mempermasalahkan negara dan civil society. Perkiraan dasar studi ini adalah bahwa tidak ada teori negara tanpa teori civil society, dan secara bersamaan, tidak ada teori civil society tanpa teori negara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori strukturisasi yang dikembangkan oleh Anthony Giddens untuk menjelaskan relasi negara-masyarakat. Sebetulnya teori Giddens bukanlah konsep tentang hubungan negara-masyarakat yang lazim dikenal dalam Ilmu Politik, namun ia memiliki daya penjelas yang sangat berguna. Teori Giddens digunakan karena sering seimbang dan jukstaposisi memposisikan negara dan masyarakat. Selain itu ia memiliki “fleksibelitas” jika dipakai menganalisis relasi negara-masyarakat yang sifatnya kompleks. Prinsip fleksibelitas dan jukstaposisi inilah alasan utama penulis menggunakan teori strukturisasi Giddens dalam penelitian ini. Teori strukturisasi, yang merupakan konsep epistemologis yang mendasari karya-karya Giddens sesudah tahun 1980, adalah masalah yang paling fundamental dan akrab dalam ilmu sosial. Dua komponen penting yang ada di sini adalah “struktur” dan “agensi”. Giddes mengartikan “struktur” sebagai “rules and resources” yang dipakai pada proses produksi dan reproduksi sistem sosial. Sementara “agensi” (agency) ialah individu yang prepetrator (yang berbuat). Persoalan “struktur” dan “agensi” adalah tema lama, namun banyak sosiolog yang masih melihat keduanya secara berat sebelah (Giddens, 1984). Giddens dianggap sebagai orang pertama yang berhasil menyeimbangkan relasi struktur dan agensi. Giddens juga diakui telah mengelaborasi formulasi teori strukturisasi yang sangat orisinal, dalam formulasi yang lebih jauh lebih sophisticated dalam detailnya dan jauh lebih sugestif dalam aplikasinya daripada teori strukturisasi versi lainnya.1 Giddens tidak memandang struktur dan agensi sebagai dua hal yang berbeda karena, jika demikian, akan memunculkan dualisme struktur-agensi. Struktur dan agensi harus dipandang sebagai dualitas (duality), dua sisi dari koin yang sama. Keduanya berhubungan secara

dialektik, dalam arti struktur dan agensi saling mempengaruhi dan hal ini berlangsung terusmenerus. Struktur mempengaruhi agensi dalam dua arti: memampukan (enabling) dan menghambat (constraining). Jika ditafsirkan, enabling bisa berarti bahwa jika suatu hal (struktur) dilakukan atau dipenuhi, sekalipun hal itu mungkin sulit/menghambat (constraining), maka pada akhirnya hasilnya akan memampukan (enabling) struktur. Karena itu, dalam teori Giddens, struktur juga sekaligus menjadi medium (Manan, 2005). Di sisi lain agensi juga dapat mempengaruhi struktur. Agensi dapat meninggalkan struktur, dan tidak selalu tunduk kepadanya. Agensi dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan keluar dari aturan tertentu yang baku. Oleh Giddens keadaan ini disebut sebagai dialectic of control, yaitu kemampuan agensi dalam melawan kontrol dan struktur. Konsep dialectic of control dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, dalam suatu negara (struktur) yang mengontrol ketat warganya (agensi), tidak berarti masyarakat kehilangan celah sama sekali untuk keluar dari jeratan kontrol negara (struktur) itu (Giddens, 1987). kreatifitas dan logika masyarakat akan mampu menciptakan ruang bebasnya sendiri, meski mungkin tidak bersifat frontal dan oposisional2. Karenanya dalam teori strukturisasi ini, agensi tidak boleh dilihat sebagai sosok yang bodoh, apatis atau fatalis. Hal serupa berlaku juga pada negara. Sekalipun posisinya lemah dan terpojok, negara tetap mampu secara kreatif mengembalikan posisi superior atas masyarakat, atau minimal tidak kehabisan daya represifnya atau surveillance dalam istilah Giddens terhadap masyarakat. Sebagai pemilik kekuasaan, teori strukturisasi melihat kekuasaan sebagai turunan dari reproduksi struktur dominasi (structures of domination), negara akan selalu menjaga struktur dominasi berkaitan dengan perbuatan allocative resources yang bersifat dunia material dan authoritativer resources yang bersifat dunia sosial. Aktor-aktor negara yang mempunyai kepentingan dan preferensinya sendiri, sangat berkepentingan untuk memperebutkan dua macam resources ini (Giddens, 1981). Selanjutnya, sasaran analisis tidak terbatas pada struktur atau pun agensi, melainkan pada apa yang disebut oleh Giddens sebagai “Social Practice”, yaitu menyangkut aktivitas kesehairian manusia dalam dunia sosial, Giddens menegaskan: Domain dasar ilmu sosial, menurut teori strukturisasi, yaitu bukan pengalaman aktor individu atau pun keberadaam bentuk totalitas masyarakat apa pun, tetapi praktis sosial yang ditata melintasi ruang dan waktu. Aktivitas-aktivitas sosial manusia, seperti hal pengembang-biakan diri dalam alam, adalah rekusif.

Kalau negara adalah struktur dan masyarakat adalah agensinya, maka relasi negaramasyarakat dipahami dalam konteks social practice itu. Konflik atau kontestasi antara negara dan masyarakat dipicu oleh tarik menarik surveillance (pengawasan) yang dilakukan negara dengan citizenship rights (hak warga negara) yang dimiliki masyarakat. Tiga citizenship rights tersebut yaitu civil rights (hak untuk bebas), political rights (hak untuk memilih) dan economic rights (hak mendapatkan pekerjaan yang layak). Kepercayaan masyarakat (trust) pada negara bisa saja hilang atau berkurang manakala ketiga citizenship rights terusik atau tidak dipenuhi oleh negara.3 Untuk menghindarkan ketegangan itu, Giddens menegaskan perlunya hubungan kemitraan antara keduanya, yang saling memberikan kemudahan dan mengontrol. Artinya, negara dan masyarakat tidak dilihat sebagai dua kutub yang antagonistik. Dengan model ini, negara tidak mendominasi masyarakat, juga sebaliknya. Masing-masing dapat memasuki wilayah lainnya demi kepentingan dan kebaikan keduanya, tanpa ada maskud mendominasi pihak lain. bila hubungan kemitraan ini bisa terwujud, demokrasi menjadi lebih prospektif untuk ditegakkan (Giddens, 1999)

Referensi: Chandoke, Neera., 1995. State and Society, Exploration in Political Theory. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd Giddens, Anthony., 1981. A Contemporary Critique of Historical Materialism. Berkeley and Los Angeles: University of California Press ________________., 1984. The Constitution of Society Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press ________________.,1987. The Nation-State and Violence. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. ________________.,1999. Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Manan, Munafrizal., 2005. Gerakan Rakyat Melawan Elit. Yogyakarta: Resist Book

karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsung. sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang. Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi. politik maupun wacana kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat.DASAR-DASAR ILMU POLITIK BAB I PENDAHULUAN Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang dasar-dasar ilmu politik. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada. akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. dari awal sampai selesai. sehingga penyusunan makalah dengan judul Dasar-dasar Ilmu Politik dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita. Latar belakang Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. bantuan serta saran dari berbagai pihak. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social. Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno. A. .

maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang. Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik.B. ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya. Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi. kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. adanya kebebasan dan adanya aturan main. Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya. kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”. Tujuan Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat. . Ketiga. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah. mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik. dan looblyst profesional yang bertindak di dalam perananpernan itu. Kedua. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa “salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik. Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum. Pertama. Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi. Partisipasi menurut Samuel P. Hutington dan Jean Nelson adalah “…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara. individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah…” Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk. karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat. pejabatpejabat partai. calon-calon politik.

Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Memberikan kemampuan untuk mengenali dan memahami keadaan sosial dan politik Indonesia yang ruang lingkupnya dimulai dengan munculnya zaman modern. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. ekonomi. perusahaanperusahaan multinasional (MNCs). sampai pada pemikiran politik dewasa ini. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Secara etimologis. rangka. BAB II TOTAL SINOPSIS Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik. politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. fokus. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. seperti sosiologi. termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai berbagai macam pandangan teoritis terhadap peranan ekonomi politik dalam hubungan internasional. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuantujuan itu. dan psikologi. Untuk memberikan kerangka berpikir teoritis dalam memahami poiltik internasional sebagai salah satu bagian terpenting dalam studi hubungan internasional. aspek power dan ekonomi politik dalam hubungan internasional. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Manfaat Makalah ini di buat bertujuan untuk memperkenalkan Ilmu Politik secara menyeluruh dan memberikan pemahaman dasar-dasar ilmu politik serta berbagai masalah yang erat kaitannya dengan ilmu tersebut. antropologi. C. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Masuknya paham liberal ke Indonesia mengubah struktur sosial ekonomi dan politik bangsa Indonesia. dan dalam perkembangan ini mereka . masalah-masalah politik lingkungan hidup global dalam hubungan internasional. maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik. jaman baru. Untuk memahami ide-ide politik atau pemikiran politik secara umum yang ada pada jaman klasik. dan ruang lingkup yang jelas. Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis. damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah.Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat. tradisi-tradisi filosofis yang mendasari teori-teori besar politik internasional saat ini. Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. Setiap pemikir politik dan ide pemikirannya dikupas dan dihubungkan dengan pemikiran politik dewasa ini. yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihanpilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya.

dan Belanda dalam rangka imperialisme. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) . Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman. Teori valuational . ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan. Menurut Seely dan Stephen Leacock. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut. filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan. Pendapat ini didukung juga oleh R. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris. Austria. Jadi. Akan tetapi. Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”. politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). Gilchrist. yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik.saling mempengaruhi. Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”. dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu : • Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. misalnya: • • • Menurut Bluntschli. terutama moral philosophy. Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip. Jerman. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. pengaruh dari ilmu hukum. ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat. Amerika Serikat. apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas. Namun demikian.prinsip pemerintahan.N. Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli .

sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik. • Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma. dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904. berasal kira-kira dari tahun 500 S. karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu. Aristoteles. Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina. Sejak orang mulai hidup bersama. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum. ada Konfusius. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda. sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan. membuat peningkatan pada masa Romawi. telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. dan lainnya. Selain ilmu hukum. dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan.M. konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai . ideologi dan politik sistematis. misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi. karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis. tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan.).Sekarang.M. Mencius. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra. hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah. Di antara filsuf Cina terkenal. Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum. Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat. Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Plato. Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat. dan Shan Yang(±350 S. Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi. karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri. misalnya di Amsterdam.M.ini terdiri dari filsafat politik. seperti dalam karya Herodotus. pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat. Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno. serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan. seperti di Universitas Riau. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan. membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19. masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai.

dalam suatu hubungan sosial.” 2.diterima oleh masyarakat. seperti yang dinyatakan Harold D. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. Authority (Kewenangan) . Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan. kekuasaan adalah kemampuan untuk. maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. dan ekonomi. Laswell dan A. Inggris dan hasilnya disusun oleh W. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. di samping India. proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik. Berkat hal ini. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara. Di negara-negara Eropa Timur. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. Berikut pembahasannya secara ringkas. Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi. dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. dan Polandia. Kemudian. sumber kekuasaan. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. ilmu politik berkembang pesat. dan kriminologi) di perguruan tinggi. 1. psikologi. Laswell dan A. diantaranya negara Barat. Meksiko. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan. wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi. Harold D. dan hukum masih berlaku hingga saat ini. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan. seperti UNESCO. melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Sesudah keruntuhan komunisme. Kaplan dalam Power and Society: “Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. Kaplan. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge. pendekatan tradisional dari segi sejarah. Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. A. sosiologi. Ilmu politik memiliki beberapa konsep. filsafat. bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negaranegara barat pada pendekatan tradisional. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda.” Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas. antropologi budaya. bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama.

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya. 3. Influence (Pengaruh) Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya, dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan, pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati, dan karena itu sering berhasil. 4. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi, untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. Dalam politik, persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta, tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. 5. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. Dengan demikian, di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi.

6. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. Oleh karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu, tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber, diantaranya kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Jika bawahan melanggar perintah atasan, maka bawahan bisa dikenai sanksi. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Misalnya di Indonesia, alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat, maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Jack H. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku, serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang direktur bisa memecat seorang karyawan, tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa, jadi menunjuk pada pelaku organisasi, atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya, baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris), dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Semakin timpang hubungan ini, maka makin kuat ketergantungannya. Hal ini disebut hegemoni, dominasi, atau penundukan oleh pemikir abad 20. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan, tapi dari segi lain, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Salah satunya, kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber-sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan

politik, maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, termasuk peratuaran perundang-undangan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik, selain konsep lainnya. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber, misalnya kekayaan, kedudukan, dan kepercayaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan, tetapi keduanya berbeda. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik, dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Definisi-definisi mengenai Negara, antara lain adalah : 1. Roger H. Soltau, “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2. Harold J. Laski, “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Max Weber, “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Robert M. Maciver, “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder).

bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Kekuasaan (asal-usul. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Laswell dan A. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. dasar. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. bagaimana kekuasaan dijalankan. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Kaplan dalam Power and Soceity. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Terdapat juga kelompok penekan. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir.J. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Harold D. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Dalam menjalankan fungsinya. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) . terdapat kelompok kepentingan. yaitu sifat hakiki. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Di samping partai. pemegang. ruang lingkup dan hasil-hasil”. proseproses. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya.

antropologi.c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. seperti sosiologi. Arti. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. dan ruang lingkup yang jelas. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. BAB III KERANGKA KONSEP 1. A. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. • Perkembangan dan definisi ilmu Politik Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. dan Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan lainnya. Sifat. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. dan psikologi. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. . karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). ekonomi. rangka. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. fokus.

Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda dalam rangka imperialisme. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) , ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun demikian, pengaruh dari ilmu hukum, filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. • Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science) Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol. • Definisi Ilmu Politik Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber

daya alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas. Ini adalah politik. Bagaimana caranya mencapai tujuan dengan berbagai cara, yang kadang-kadang bertentangan dengan satu sama lainnya. Akan tetapi semua pengamat setuju bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai jika memiliki kekuasaan suatu wilayah tertentu (negara atau sistem politik). Kekuasaan itu perlu dijabarkan dalam keputusan mengenai kebijakan yang akan menentukan pembagian atau alokasi dari sumber daya yang ada. Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus. 1. Menurut Rod Hague et al.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Perbedaan-perbedaan dalam definisi yang kita jumpai disebabkan karena setiap sarjana meneropong hanya satu aspek atau unsur dari politik. Unsur ini diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur-unsur lain. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa konsep-konsep itu adalah: 1. Negara (state) 2. Kekuasaan (power) 3. Pengambilan keputusan (decision making) 4. Kebijakan (policy, beleid) 5. Pembagian (distribution) • Bidang-bidang Ilmu Politik Dalam contemporary Political Science, terbitan Unesco 1950, ilmu politik dibagi menjadi empat bidang. 1. Teori Politik 2. Lembaga-lembaga politik 3. Partai-partai, golongan-golongan (groups), dan pendapat umum 4. Hubungan internasional

• Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain - Sejarah Seperti diterangkan di atas, sejak dahulu kala ilmu politik erat hubuganya dengan sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. - Filsafat Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. - Sosiologi Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologi-lah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. - Antropologi Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka antrophology menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. - Ilmu Ekonomi Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik (political economy), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam menghadapi saingannya seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Jerman, pada abad ke-18 dan ke-19. - Psikologi Sosial Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan. - Geografi Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti perbatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. - Ilmu Hukum Terutama negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting. Cabang-cabang ilmu hukum yang khususnya meneropong negara ialah hukum tata-negara (dan ilmu negara). B. KONSEP-KONSEP POLITIK

Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa dikatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

Kekayaan (wealth) 4. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Kejujuran (rectitude) dan Keadilan (rechtschapenheid) . ide. dan sebagainya. Masyarakat Manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain secara bergotong-royong. Kasih Sayang (affection) 7. yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi. Kekuasaan 2. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. khususnya masyarakat Barat. Jenkin dalam The Study of Political Theory. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. yaitu : 1. Harold Laswell memperinci delapan nilai. Dalam mengamati masyarakat. 2. Pendidikan/Penerangan (enlightenment) 3. teori politik dibedakan menjadi dua. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan : 1. Keterampilan (Skill) 6. yaitu himpunan nilai-nilai. yaitu : a. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. II. Dan dalam kehidupan berkelompok ini. Manusia memilih jalan untuk mengorganisir bermacam-macam kelompok dan asosiasi untuk memenuhi keperluan dan kepentingan-kepentingan fisik maupun mental yang sukar dipenuhi sendiri. Kesehatan (Well-being) 5. 1. kepercayaan dan keyakinan. ideologi. Ideologi politik (political ideology). pada dasarnya manusia menginginkan nilai-nilai.Menurut Thomas P. Filsafat politik (political philosophy). teori politik sistematis. Teori politik sistematis (systematic political theory). b. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. Norms for political behavior. norma.

Max Weber. Maciver. dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. antara lain adalah : a) Sifat Memaksa. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. 2. Roger H. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. Laski.8. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. antara lain adalah : 1. Negara mempunyai sifat-sifat. Menurut Harold J. Robert M. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Soltau. 3. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). Keseganan (respect). acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. . Masyarakat. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. Definisi-definisi mengenai Negara. yakni yang bertentangan satu sama lain. Harold J. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. 2. Laski dari London School of Economics and Political Science. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). adalah suatu system hubungan-hubungan yang ditertibkan (Society means a system of ordered relations). masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai keinginan-keinginan mereka bersama (A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants). menurut Robert Maciver. III.

perdamaian abadi dan keadialn social. yaitu : Keamanan ekstern. Menegakkan keadilan Charles E. Saltau. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara.I sebagai tercantum dalam UUD 1945 : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Kekuasaan Kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-laku sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Menurut Roger H. Kekuasaan social menurut Ossip K. Pertahanan 4. Negara menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu. Melaksanakan penertiban (law and order) 2. Terlepas dari ideologinya. Tujuan dan fungsi Negara Tujuan Negara R. yaitu : 1. Ketertiban intern. Dan menurut Harold J. Flechtheim adalah keseluruah dari kemampuan. Laski. relationship. dan Kebebasan. tujuan Negara ialah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal (creation of those conditions under which the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desire). hubunganhubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan (Social power is the sum total of all the capacities. Merriam menyebutkan lima fungsi Negara. IV. and process by which compliance of others is secured for ends determinded by the . Kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. tujuan Negara ialah memungkinan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). Keadilan.b) Sifat Monopli.

Maciber mengemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat berbentuk piramida.com/2009/11/27/konsep-konsep-politik/ C. Referensi http://manshurzikri. Presiden. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. dan sebagainya. bagaimana kekuasaan dijalankan. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran.power holder). hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. dasar. 2009). Pendekatan . “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. ). Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik. baik dengan cara langsung dengan memberi perintah. Kekuasaan yang paling penting adalah kekuasaan politik. mamupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia (Social power is the capacity to control the behavior of others either directly by fiat or indirectly by manipulation of available means). Robert M. Roger F. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. seperti lembagalembaga pemerintahan DPR. bagian dari kekuasaan sosial yang terwujud dalam Negara (state power). Berbagai pendekatan dalam Ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Definisi yang dieberikan oleh Robert M. J. yakni : 1.wordpress. ruang lingkup dan hasil-hasil”. Kaplan dalam Power and Soceity. bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada Negara. Laswell dan A. khususnya dalam negara (Wikipedia. Maciver : Kekuasaan social adalah kemampuan untuk mengendalikan tingakah-laku orang lain. Pengertian kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujun-tujuan pemegang kekuasaan sendiri. Ossip K. 2. yang berarti bahwa kekuasaan yang satu itu lebih kuat dengan jalan mengkoordinasi keuasaan yang lain. proseproses. yaitu sifat hakiki. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikandirinya lebih unggul dari pada yang lain. Harold D. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan.

membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen.institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Kekuasaan (asal-usul. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. Di samping partai. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Terdapat juga kelompok penekan. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. terdapat kelompok kepentingan. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi . Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. pemegang. Dalam menjalankan fungsinya. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif.

Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. Disini. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil.sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Dari analisa tersebut. Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik • Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. behavioralisme meneliti . karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Misalnya. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai “konsekuensi” logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme). Kecenderungan tersebut cukup beralasan. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. seperti pendekatan Institusionalisme). Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini.

Peneliti lain. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Bagi Huntington. atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? • Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya . C. hanya alat dari struktur kelas ini. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. Misalnya. • Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. Negara. parlemen. Dahl sebaliknya. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. literasi. kaum asing lain (Cina. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). sementara bangsa pribumi di posisi bawah. jika partisipasi politik tinggi. bukan piramidal. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. Robert A. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan.motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Menurut Lerner. • Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. mobilitas sosial (urbanisasi. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Dalam analisa Marx. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. India) di posisi tengah. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). Bagi Huntington. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. dan eksekutif. akan muncul situasi disorder. bagi Marx. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. Menurut Huntington. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. terpaan media. yaitu Belanda (Eropa). Arab. Misalnya. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. Dengan demikian. Namun. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958.

Dalam politik kita berbicara mengenai bagaimana masyarakat. untuk kemudian melahirkan kesepakatan bagaimana kepentingan masing-masing tersebut dapat terselenggara tanpa merugikan pihak lain. saling menegosiasikan kepentingan masing-masing. menaikkan Upah Minimun Regional (UMR). maka mereka sibuk . Dalam negara kota di zaman Yunani. atau manakala mereka berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. Tujuan awal politik tidaklah “kejam” seperti sering didengungkan orang. Subyektivitas kita masing-masing-lah yang menyebut cara yang dilakukan si A atau si B. masukkah ke dalam kategori yang sama Berbicara mengenai politik. Khususnya.html BAB IV PEMBAHASAN Apa itu politik ? Secara retorik. diinterogasi. dan itu terkesan kejam. Kedua keputusan baik di Cina maupun Indonesia adalah bukti keputusan politik. setiap orang yang dicurigai berpikiran liberal (Amerika Serikat sentris) akan ditahan. orang saling berinteraksi satu sama lain guna mencapai kesejahteraan hidupnya. Berbicara mengenai politik berarti membicarakan perilaku kita dalam hidup bermasyarakat. politik selalu bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama. Kepulauan Maluku. Referensi http://gdpermana. Hal ini mirip dengan di masa Orde Baru. Politik berasal dari bahasa Yunani POLIS yang artinya negara-kota. bahkan dioper ke kampkamp kerja paksa untuk “membersihkan” otaknya. atau pemerintah A atau B tersebut sebagai “kejam” atau tidak “kejam”. Iwan Fals pernah mempermasalahkanya: “Apakah selamanya politik itu kejam … ?” Memang pada masa pemerintahan Mao Tse-tung pernah diterapkan kebijakan Revolusi Kebudayaan. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : • • • modal asing perilaku pemerintah lokal yang korup kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). atau kesempatan cuti haid bagi buruh perempuan dapatkah dikatakan kejam? Atau keputusan politik untuk menggratiskan biaya pendidikan di Brunei Darussalam atau Arab Saudi. dan satu bidang tersendiri di ilmu politik membicarakan persoalan itu: Etika Politik. keputusan untuk menaikkan gaji guru. Bagi Frank. Saat dimulainya.dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. disiksa. cara kita mengatasi sejumlah perbedaan yang ada di antara kita. Manakala manusia mencoba untuk untuk menentukan posisinya dalam masyarakat. “Cara” bergantung pada siapa yang menggunakan. kita tidak berbicara mengenai kejam atau tidak.blogspot. Dengan revolusi ini. Namun.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. di suatu wilayah. di mana orang-orang yang dianggap terlibat Partai Komunis Indonesia “dibuang” ke kamp-kamp “pembersihan otak” di Pulau Buru. manakala mereka berusaha meraih kesejahteraan pribadi melalui sumber daya yang ada.

suatu kekuasaan politik adalah kekuasaan yang disepakati banyak orang. manusia hidup mengalir darah dalam tubuhnya.[2] Di sini disebutkan “kekuasaan” sosial bukan “kekuasaan pribadi. dan aksiologis suatu obyek. Dan akhirnya. Namun. tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. Sebaliknya. Ilmu dapat menambah pengetahuan. bagaimana proses terjadinya keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan wajib belajar? Dengan kalimat lain. Hanya satu orang yang menyepakati cara penghukuman. sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ilmu. dapatkah politik dikatakan sebagai suatu ilmu layaknya ilmu Biologi. dari negosiasi baru dicapai kesepakatan. obyektif. raja-raja di pulau Jawa. cara. Mereka menurut bukan karena setuju.dengan suatu kegiatan yang kita semua namai sebagai POLITIK. bersaing dengan tetangga sebelah rumah untuk jabatan sekretaris RT. Rakyat luas tentu tidak sepakat dengan cara tersebut. atau berdebat dengan supir angkot bahwa ongkos yang ia terapkan terlampau mahal. sinar matahari adalah panas. Ilmu Politik Dengan luasnya cakupan. umum. Politik menghendaki negosiasi. bagaimana darah mengalir. kita sekadar tahu tanpa mendalami apa itu. bukan seluruh orang menyepakatinya. Sistematis artinya masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan. Dengan demikian. Kekuasaan raja atau kaisar tersebut bukan kekuasaan sosial. Pengetahuan relatif tercerai-berai sementara ilmu relatif tersusun secara teratur. bukan ? A New Handbook of Political Science menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan politik adalah the constrained use of social power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan). bukan hanya kemauan satu orang. Pengetahuan adalah “apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui … tanpa memperhatikan obyek. jalan yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu yang dibicarakan.” Dalam zaman kaisar-kaisar Romawi. dan kegunaannya. tetapi kekuasaan pribadi. dan umum.[1] Dengan demikian. Fisika. sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu. Luas sekali pelajaran politik jika demikian. Ontologi Ilmu Politik . cara. kita dapat dikatakan tengah berpolitik ketika mempengaruhi suami atau istri di rumah. tetapi karena takut. ke mana dan untuk apa ? Atau. Ilmu adalah “pengetahuan yang disusun secara metodis. tidak lagi bersifat subyektif (menurut pemikiran sendiri).” Metodis artinya menggunakan metode. epistemologis. atau Ekonomi ? Jawabannya adalah bisa. seorang kaisar atau raja dapat saja menimpakan suatu hukuman mati pada seorang abdi atau rakyat lewat “kemauannya” sendiri. sehingga dapat tersusun suatu pola pengetahuan yang rasional. di mana saja dan kapan saja. artinya tingkat kebenaran yang mempunyai bobot obyektif tersebut dapat berlaku umum. Obyektif artinya kebenaran dari hasil pemikiran dari suatu bidang dapat memperoleh bobot obyektif (sesuai kenyataan). sistematis. pengetahuan tidak berbicara mengenai aspek ontologis. bagaimana sepeda yang cuma beroda dua tersebut dapat dikayuh seseorang dengan seimbang? Atau.[3] Ilmu berbeda dengan pengetahuan. atau pemerintah menerapkan kebijakan wajib belajar.”[4] Kita tahu bahwa sepeda beroda dua. Namun. politik adalah kekuasaan sosial dan sebagai kekuasaan sosial ia harus disepakati banyak orang sebelum suatu cara diterapkan.

Epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana “ontologi” itu dipelajari. Ontologi berarti obyek-obyek yang dipelajari oleh suatu ilmu. epistemologi. Pengambilan keputusan (decision-making) Keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternative pengambilan keputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. pada abad pertengahan. Aspek ontologi ilmu ekonomi misalnya adalah barang dan jasa. pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan sebaliknya. bagaimana dengan ilmu politik sendiri ? Secara ontologis. Pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan umum bahwa matahari mengelilingi bumi. Dalam membangun suatu ilmu. Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun. pusat dari tata surya adalah bumi. dan aspek ontologi ilmu fisika adalah materi serta gas. Miriam Budiardjo menyebutkan sekurang-kurangnya ada 5 obyek ontologis ilmu politik. Aspek ontologi ilmu sosial (sosiologi) adalah kekerabatan antarmanusia. Kebijaksanaan umum (public policy) Kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. Namun. Negara (state) Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. yaitu : 1. epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep PENDEKATAN. Ontologi. dibangun. Artinya. sesuatu yang berharga. apapun bentuknya. 5. Dalam ilmu politik. Lalu. Pihak yang membuat kebijakan memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. Arti . bukan matahari. 4. politik juga memiliki obyek-obyek kajian yang spesifik. Pembagian (distribution) Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar. Pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Kekuasaan (power) Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. Epistemologi Ilmu Politik Secara sederhana. 2. 3. Sebagai contoh. pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah. sesuatu yang diinginkan. Aksiologi adalah untuk apa bangunan ilmu yang dibuat diperuntukkan. dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. Dengan demikian.Secara sederhana. ontologi adalah ilmu tentang hakikat sesuatu atau benda/hal/aspek apa yang dikaji.

Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk kemudian secara berturutturut. pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral. Spekulatif Preskriptif dan normatif Kualitatif Behavioral Postbehavioral Memisahkan fakta dengan nilai Fakta dan nilai bergantung pada tindakan serta relevansi antar keduanya Nonpreskriptif. obyektif. muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. Normatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif Memperhatikan keteraturan atau ketidakteraturan Memperhatikan keteraturan atau Memperhatikan keseragaman ketidakteraturan dan keteraturan Etnosentris. Fokus utamanya pada negara demokrasi Barat (AS dan Eropa) Deskriptif. jika Laissez Faire cenderung membebaskan/membiarkan. dan Bersifat kemanusiaan serta empiris berorietasi masalah. dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah. dan negara sentris Fokus utama pada struktur politik yang formal (konstitusi dan pemerintah) Historis atau ahistoris Etnosentris. Laissez Faire. yaitu : 1. Pendekatan post-behavioral Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut :[5] Tradisional Mencampuradukkan fakta dengan nilai. Almond adalah contohnya. Teoretisi seperti Andre Gunder Frank. Pendekatan tradisional 2. orang tua biasanya mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter.dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana seseorang melihat suatu permasalahan. David E. Apter atau Gabriel A. konservatif secara ideologis. Jean Jacques Rousseau atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional. dan negara-sentris Teoretis. radikal. Jika otoriter. Pasca Perang Dunia Kedua. orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak. dan Demokratis. parokial. Saat pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi “sensitif” di dalam menganalisa gejala politik. Fokus utama pada Fokus pada Dunia Ketiga model Anglo Amerika Abstrak. Pendekatan dalam ilmu politik pun terbagi menjadi 3. Para pemikir politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu. Pendekatan behavioral 3. disusul dua pendekatan setelahnya. Dalam mendidik anak. dan berorientasi perubahan Fokus utama pada struktur serta Fokus pada kelompok kelas dan fungsi kelompok-kelompok konflik antarkelompok formal dan informal Ahistoris Holistik Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode. . Para teoretisi seperti David Easton.

filsafat. Ketiganya adalah aksiologi. teologi (ilmu ketuhanan) dan ilmu jurnalistik serta para praktisi politik :[6] Bidang Ilmu Konsep yang Dipinjam Akomodasi. Akulturasi. Alokasi sumber daya. Secara khusus. klik. Ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain. aristokrasi. untuk apa ilmu tersebut diperuntukkan nantinya.Cardoso. tipe ideal. Sosiologi Psikologi Ekonomi Filsafat Antropologi . variabel-variabel pola. ilmu politik diharapkan akan memberi wawasan baru bahwa dalam kerja keseharian. Afeksi. atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. Ketiga pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara “zakelijk” (tepat/pasti) melainkan kadang tercampur satu sama lain. bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Negara. ketergantungan. perilaku. sebagai administratur negara ia berada dalam suatu kawasan yang bernama negara. suatu kondisi ekonomi akan memberi pengaruh-pengaruh tertentu atas kehidupan politik. kehendak umum. wilayah terbelakang. liberalisme. kohesi. antropoloogi. Gemeinschaft-Gesellschaft. psikologi. sirkulasi elit. Aksiologi adalah guna dari suatu ilmu atau. Pengaruh ini dapat dilihat dari konsep-konsep (gagasan) dari ilmuilmu lain tersebut yang dipakai dalam studi politik. nepotisme. attitude. alienasi. perilaku kolektif. hirarki. ketidakkonsistenan status. Bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. sosialisasi. individualisme. agregasi. segregasi. Aksiologi Ilmu Politik Ilmu kedokteran berorientasi pada peningkatan standar kesehatan masyarakat. Anarkisme. empati. afinitas. Di bawah ini hanya akan diajukan contoh pengaruh dari ilmu sosiologi. kelas sosial. kelangkaan. faksi. tirani. aspirasi. patriarki. Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan untuk “membahagiakan hidup manusia” yang tinggal dalam suatu wilayah yang sama. pluralisme. merkantilisme. korporatisme. kontrol sosial. legitimasi. idealisme. industrialisasi. personalitas. ambivalensi. gerakan sosial. Ilmu ekonomi pada bagaimana seseorang dapat makmur secara material atau ilmu militer pada penciptaan prajurit-prajurit yang dapat menjamin keamanan negara. kesadaran. GNP. demokrasi. masyarakat majemuk. belajar politik diharapkan akan memberi wawasan bahwa kelompok-kelompok ekonomi amat terpengaruh oleh sebuah keputusan politik. itegrasi sosial. revolusi industri. kelas pekerja. dan sebaliknya. asimilasi. kartel. ekonomi. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas). Ia terikat oleh aturan-aturan (legislasi) yang dibuat pemerintah (DPR dan Eksekutif). monarki. oligarki. militerisme. sekularitas. strereotip. Aksiologi ilmu politik adalah untuk memberi “jalan atau cara” yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antar kelompok dalam masyarakat. struktur sosial. masyarakat massa. nasionalisme. Gestalt. media massa. etika Prostestan. kasta. nilai. konsensus.

Ilmu Politik (Political Science) Bidang ini membahas bagaimana politik dapat dianggap sebagai bidang ilmu tersendiri. dewan legislatif. sistem pemilihan umum. para pakar yang tergabung ke dalam International Political Science Association merasa perlu untuk membagi disiplin ilmu politik ke dalam sub-sub disiplin yang lebih rinci. dan hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lain. bagaimana sosialisasi politik yang dilakukan dalam suatu sekolah. isolasionisme. Beberapa konsep dari yag disebut di atas akan kembali kita temui dalam materi-materi Pengantar Ilmu Politik selanjutnya. yaitu :[7] 1. dan bagaiana melakukan analisis atas perbandingan yang dilakukan. nihilisme. internasionalisme. Lembaga-lembaga Politik Bidang ini mempelajari lembaga-lembaga politik formal yang mencakup : sistem kepartaian. dengan maksud untuk mengidentifikasi serta menjelaskan perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan yang ada di antara negara yang diperbandingkan. netralisme. plebisit. struktur pemerintahan. lobi. Tingkah Laku Politik Bidang ini mempelajari tingkah laku politik bukan hanya aktor dan lembaga politik formal. pemerintahan lokal. sejarah ilmu politik. Misalnya mempelajari perilaku pemilih dalam ‘mencoblos’ suatu partai dalam Pemilu. aturan. otoritas sentral. Dengan demikian. Hubungan Internasional . sistem peradilan. bagaimana seorang atau sekelompok kuli panggul memandang presiden di negara mereka. 3. Imperialisme. sosialisme.Teologi Jurnalis dan Politisi Anomi. kiri dan kanan. Politik Perbandingan Politik perbandingan adalah suatu subdisiplin ilmu politik yang mempelajari: Perbandingan sistematis antarnegara. konsep-konsep tersebut di atas telah terinternalisasi dengan baik sehingga menjadi konsep-konsep mapan di dalam ilmu politik. karisma. serta angkatan bersenjata. Ada 9 subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik. propaganda. 4. 5. patronase. 2. sindikalisme. Sub-sub Disiplin Ilmu Politik Ilmu politik merupakan suatu bidang keilmuwan yang cukup luas. Suatu metode riset soal bagaimana membangun suatu standar. tetapi juga aktor dan lembaga politik informal. pelayanan sipil. Meskipun dipinjam.

Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik. masuk ke dalam subdisiplin ini. Teori ini digunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya gerakan-gerakan perempuan di hampir seluruh belahan dunia. 6. Apter—. Misalnya. Demikian pula aneka ragam uji statistik (dalam tradisi behavioral analysis) yang digunakan untuk menganalisis data. yaitu : fundasi. di mana aktivitas ini mempengaruhi kehidupan warganegara. serta organisasi-organisasi internasional. Konsep-konsep yang dibangun oleh subdisiplin Teori Politik nantinya digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena politik yang ada. Demikian pula. dan postbehavioral. Dengan epistemologi. segala aktivitas politik yang melampaui batas yuridiksi wilayah satu atau lebih negara. konflik internasional. Di dalam ilmu politik —-sekurang-kurangnya menurut David E. Administrasi dan Kebijakan Publik Subdisiplin ini mempelajari rangkuman aktivitas pemerintah. politik luar negeri. tata urut penemuan suatu pengetahuan akan dapat dilihat. orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil penelitian melalui perspektif halaman.Bidang ini mempelajari politik internasional. distribusi air. diterapkan teori ISOLASIONISME (pinjaman dari bahasa jurnalistik). Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik Berbicara mengenai pendekatan maka kita berada dalam kerangka aspek epistemologi ilmu pengetahuan. Dalam pertemuan 2 kita telah membahas adanya 3 pendekatan besar dalam ilmu politik yaitu tradisional. Demikian pula halnya dalam ilmu politik. dan keindahan ruangan. Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta menyimpulkan sebuah gejala politik. Apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif yang akan digunakan dalam suatu penelitian. Pendekatan dapat dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. baik secara langsung atau tidak langsung (melalui agen). Metodologi Politik Subdisiplin ini khusus mempelajari paradigma (metodologi) serta metode-metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik. 8. Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap. Singkatnya. behavioral. saat ini ilmu politik telah mengaplikasi suatu teori baru yaitu FEMINISM THEORY. Atau. Misalnya mengaplikasikan peminjaman konsep-konsep dari ilmu sosial lain guna diterapkan dalam ilmu politik. Teori Politik Bidang ini secara khusus membahas pembangunan konsep-konsep baru dalam ilmu politik. hukum internasional. 9. atap. untuk menjelaskan politik “menutup” diri Jepang dan Amerika Serikat (sebelum Perang Duia I). dinding.terdapat 6 pendekatan . 7. Rumah misalkan saja terdiri atas 6 buah aspek. halaman. Ekonomi Politik Sub disiplin ini menekankan pada perilaku ekonomi dalam proses politik serta perilaku politik dalam pasar (marketplace).

seorang raja akan mampu memahami melihat hakikat-hakikat rohani di belakang bayang-bayang inderawi yang selalu berubah-ubah ini. wanita dan anak dimiliki bersama. Hal ini mungkin dilakukan oleh sebab filsuf-raja telah melepaskan diri dari ikatan-ikat nafsu dan indera serta bebas dari pamrih. pencerahan. Di dalam politik demikian pula halnya.[8] Pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu politik adalah terdiri atas Filsafat Politik. golongan penjaga dilarang untuk memuaskan kepentingan pribadi masing-masing. Pluralisme. (3) para pemimpin. bagi Plato. juga menyinggung masalah moral politik. A. Sebab itu dapat dikatakan ahwa sumber kekuasaan adalah . Dengan menguasai filsafat. Mereka dilarang berkeluarga. meskipun keenam perspektif tersebut berbeda. Namun. diberi pendidikan yang materinya mengarah pada tertib dan kebijaksanaan seperti filsafat. kehidupan negara yang sempurna akan tercapai jika prinsip-prinsip keadilan ditegakkan. dan pelaut.[9] Para pekerja terdiri atas mereka yang bekerja agar barang-barang kebutuhan manusia dapat tersedia: para petani. (2) para penjaga. terdiri atas tiga golongan besar. Filsafat Politik Filsafat politik adalah suatu pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik. seorang penguasa bagi Plato harus seorang filosof-raja. dan. buruh. yaitu (1) para penjamin makanan (pekerja). Golongan kedua (para penjaga) mengabdikan seluruh hidupnya demi kepentingan umum. siapa yang layak memerintah. tetapi tetap menganalisa satu bidang yaitu rumah. Karena mereka hanya memahami kepentingan mereka sendiri. apa tujuan negara.dalam memahami fenomena politik. Golongan penjaga ‘disapih’ sejak umur 2 tahun. yaitu fenomena politik. dan Developmentalisme. pedagang. di mana posisi ideal penguasa dengan yang dikuasai. Masyarakat yang adil adalah masyarakat yang dipersatukan oleh tatanan yang harmonis. Behavioralisme. tidak boleh punya milik pribadi. Negara. Tradisi Klasik (Plato dan Aristoteles) Plato hidup pada masa ketika negara-kota Athena menjadi rebutan dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk memimpin. makan serta tidur bersama-sama. Bagi Plato. Paparan berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per satu. sama seperti masalah rumah tadi. Pendekatan ini mengkaji mengapa suatu negara terbentuk. tukang. pertengahan. keenam pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang. Dengan demikian. Institusionalisme. mereka harus harus diatur agar hidupnya selaras dengan kepentingan umum oleh para penjaga. dan musik. Keadilan —menurut Plato— adalah tatanan keseluruhan masyarakat yang selaras dan seimbang. serta hidup. Keenam pendekatan tersebut memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. Untuk itu. Plato mempromosikan filsafat politiknya demi memberi arahan yang benar seputar bagaimana menyeenggarakan kehidupan bernegara. Golongan ketiga (para pemimpin) dipilih di antara para penjaga. gimnastik. Dalam pendekatan filsafat politik dikenal empat tradisi besar yaitu tradisi klasik. dan radikal. khususnya mereka yag paling memahami filsafat (ahlinya: filosof). Strukturalisme. pengemudi kereta. di mana masig-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka.

Bagi Aristoteles. Pekerjaan akhirnya akan menghasilkan sumber-sumber yang perlu untuk otoritas. Pemimpin negara adalah orang yang ahli dan teruji kepemimpinannya secara praktis. Keadilan diberikan kepada rakyat untuk diselenggarakan pada pemenuhan potensi-potensi yang dicapai melalui pekerjaan. Manusia adalah makhluk sosial sekaligus zoon politikon (makhluk politik). tugas negara bagi Aristoteles pun jelas: Mengusahakan kebahagiaan hidup warganegaranya. bentuk kekuasaanya berada di tengah-tengah antara oligarki dengan demokrasi. seluruh penguasa harus takluk kepada hukum. Aristoteles menentang gagasan Plato untuk menyerahkan kekuasaan negara hanya kepada filosof-raja yang tanpa konstitusi. Sebaliknya. Sebab itu.[10] Artinya. Namun. pemikiran Aristoteles mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut ini: Sarana Warganegara Individual Pilihan (4) ↓ Konstitusi Campuran ← Tujuan Kebijaksanaan (praktis) (3) ↑ Kebahagiaan → ← Tujuan Keadilan (2) ↓ Potensialitas (3) Polis (negara) → . kekuasaan tersebut jangan berada di tangan golongan miskin atau kaya. negara sama seperti organisme: Ia mampu berkembang dan mati. manusia harus mau berinteraksi di dalam negara (berinteraksi dengan orang lain) demi mencapai kebahagiaan hidup sendiri dan bersama. Kepentingan umum sebaliknya. merupakan pemenuhan setiap potensipontesi yang ada pada diri individu. Pemikiran Plato mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut : Sarana Para Penguasa Otoritas (1) ↑ Rakyat Pekerjaan (4) Keterangan : Penguasa menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan umum sebagai hasil dari kecerdasan mereka.’ Sumber kekuasaan dalam Politeia adalah hukum. Satu hal penting lain. Bagi Aristoteles pun. melainkan golongan menengah. Aristoteles (384-322 sM) mempersamakan tujuan negara dengan tujuan manusia: Menciptakan kebahagiaan (Eudaimonia). Dengan demikian. Otoritas akan dijalankan oleh filosof-raja yang memerintah untuk menegakkan keadilan. sebab manusia tidak dapat berbuat banyak demi mencapai kebahagiaan tanpa bantuan orang lain. bukan filsuf yang hanay duduk di ‘menara gading.PENGETAHUAN yang dicapai melalui pendidikan. Secara sederhana. kekuasaan suatu negara harus berada di tangan banyak orang agar suatu keputusan tidak dibuat secara pribadi melainkan kolektif. Aristoteles menyarankan pembetukan suatu negara bernama POLITEIA (negara yang berkonstitusi).

Tradisi Abad Pertengahan (Santo Agustinus. gereja harus ditempatkan di bawah pengawasan negara.(1) (2) Aristoteles menekankan pentingnya konstitusi campuran yang merupakan aturan dasar kehidupan bernegara. Luther menuntut Paus agar mengakui kekuasaan para raja dengan tidak mengintervensi penyelenggaraan kekuasaan dengan dalih-dalih penafsiran kitab suci. Aquinas menyatakan bahwa negara adalah sama sekali sekuler. Namun. Luther juga meulai prithatin akan gejala takhayulisme dan mitologisasi patung-patung orang-orang suci gereja. Kontitusi ini harus menunjuk kebahagiaan setiap individu sebagai hal ideal yang harus dicapai suatu negara. berbeda dengan pemikiran Katolik pertengahan. . rakyat berhat untuk mengkritik bahkan menggulingkannya. Penyembahan Tuhan lalu dijadikan penghayatan oleh subyek bukan terlembaga seperti gereja Katolik. Sebab itu. penghianatan. Luther menyarakan pemisahan kekuasaan gereja (agama) dengan kekuasaan negara (sekuler). Kebahagiaan secara praktis diturunkan ke dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan praktis. Penguasa harus ditaati selama ia mengusahakan terselanggaranya keptingan umum. serta keindahan.” Berbeda dengan Agustinus. Negara Surgawi (disebut pula negara Allah) ditandai oleh penjunjungan tinggi atas kejujuran. dan kemaksiatan. Magnum opus Aquinas adalah “Summa Theologia. B. keluhuran budi. Negara sekuler ditandai oleh kebohongan. keadilan. Konsepsi negara surgawi dan diaboli dianalogikan Agustinus seperti kisah Kain dan Habel. Setiap kebijaksanaan menghasilkan pilihan-pilihan baru bagi para warganegara yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk konstitusi campuran. pengumbaran hawa nafsu. kekuasaan harus diperguakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan hukum Tuhan. Ia membagi negara ke dalam dua substansi: Sekuler dan Surgawi. isalnya mengkomersilkan surat pengampunan dosa (surat Indulgencia). kebobrokan moral. Perilaku Kain yang negatif mencerminkan pengumbaran hawa nafsu.” Martin Luther (1484-1546 M) Tahun 1517 memberontak terhadap kekuasaan gereja Roma. Keprihatinan lain Luther adalah anggapan suci yang berlebihan atas para pemuka agama. Akhirnya. sementara perilaku Habel mencerminkan ketaatan pada Tuhan. Sebab-sebab pemberontakannya adalah mulai korupnya kekuasaan Bapa-Bapa gereja. ketidakadilan. Thomas Aquinas. Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M). Aquinas menyarakankan “Jangan melawan penguasa yang tiran. kecuali sungguh-sungguh ada seseorang yang mampu menjamin stabilitas setelah si penguasa tiran tersebut digulingkan. Jika penguasa mulai melenceng. sebab sesungguhnya mereka pun manusia biasa. dan Martin Luther)[11] Santo Agustinus (13 Nopember 354 M – 28 Agustus 430 M) Agustinus menulis magnum opus-nya De Civitate Dei (Kota Tuhan). Negara adalah alamiah sebab tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang hidup di dunia. Sebab itu. kekuasaan untuk menjalankan negara itulah justru yang berasal dari Hukum Tuhan (Divine Law). Negara sekuler (diaboli) adalah negara yang jauh dari penyelenggaraan hukum-hukum Tuhan. sementara negara surgawi sebaliknya. Namun.

dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh para penguasa. Raja harus licik sekaligus jujur. Justru. Il Principe menceritakan soal apa yang seharusnya dilakukan seorang raja untuk mempertahankan atau menambah kekuasaannya. warisan. moral bahkan Tuhan. Bagaimana raja terjaga dari kemungkinan penyelewengan kekuasaan? Hobbes menjawa: “Tidak mungkin sebab raja dituntun oleh hukum moral di alam dirinya!” . mutlak. Hobbes berbeda dengan Aristoteles sebab memperbolehkan pemerintahan tanpa konstitusi. C. dapat dirangkum ke dalam bagan berikut : Sarana Yang Mengatur Negara Manusia ← (akal) (2) ↓ Kepatuhan Pada → Hukum Positif (3) Tujuan Masyarakat Baik Sebagai Kota Tuhan (wahyu) (1) ↑ Kejayaan (Grace) (4) Yang Diatur Keterangan : Wahyu turun dari Tuhan. Magnum opus-nya Thomas Hobbes adalah “Leviathan. pemikiran Agustinus. dan dari nalar tampil hukum alam. manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus). Untuk mengatasi situasi perang tersebut perlu dibentuk negara guna menciptakan stabilitas dan kedamaian. Hukum praktis ini dibuat oleg rakyat dan disebut hukum positif. dan Luther berada dalam konsep umum teokrasi (pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip ketuhanan). Machiavelli menandaskan bahwa kekuasaan merupakan awal dari terbentuknya negara. ia harus menyelenggarakan kesejahteraan rakyat secara umum agar si penguasa tersebut semakin dicintai dan didukung rakyat agar terus berkuasa. Berbeda dengan pemikiran Agustinus. yaitu hukum yang menunjukkan apa apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Aquinas. sebab manusia secara mendasar memiliki naluri-naluri ‘buas’ di dalam dirinya.Secara umum. Aquinas. Thomas Hobbes (1588-1679 M). Hukum ini dimaksudkan demi menciptakan kejayaan (grace). bukan berasal dari Tuhan atau doktrin agama manapun. dan Luther. Situasi dalam masyarakat sebelum adanya negara adalah Bellum Omnium Contra Omnes (perang semua lawan semua).[12] Dalam magnum opus-nya “Il Principe” (sang pangeran). Negara adalah simbol kekuasaan politik tertinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak. Tujuan seorang penguasa adalah mempertahankan kekuasaan dan untuk itu.” Bagi Hobbes. dinas militer. Dari hukum alam maka lahir hukum praktis yang mengatur harta benda. dan kewajiban-kewajiban lain. bagi Machiavelli kekuasaan ada di dalam dirinya sendiri. Tradisi Pencerahan (kembali ke persoalan duniawi) Niccolo Machiavelli (1469-1527 M). Secara sederhana. agama. Dari wahyu muncul nalar.

Uraian tentang hukum Romawi. yaitu Legislatif (membuat UU). Kedaulatan tersebut akan tetap absah selama negara tetap menjalankan fungsi sesuai kehendak rakyat. Hukum secara umum dan bentuk-bentuk pemerintahan 2. Magnum opus Rousseau adalah “The Social Contract. Rousseau menyebutkan bahwa negara terbentuk lewat suatu perjanjian sosial. di mana wakil-wakil rakyat yang membuat undang-udang. Kekuasaan bersama ini kemudian dinamakan Negara. bahwa kekuasaan seorang raja harus dibatasi. Montesquieu (1689-1755 M). dan Yudikatif (mengawasi pembuatan dan pelaksanaan UU).sementara dipegang eksekutif. Dan tidak hanya itu.John Locke (1632-1704 M) Magnum opusnya John Locke “Two Treatises of Government. Perancis. Magnum opus dari Montesquieu adalah “The Spirit of the Laws. Locke menyarankan diselenggarakannya demokrasi perwakilan. Pengaturan militer dan pajak 3. Perekonomian. negara yang dibentuk harus berdasarkan konstitusi dan kekuasaan yang ada harus dibeda-bedakan. Untuk menjamin kebebasan warganegara. dengan rincian berikut : 1. dan berasal dari kelas borjuis. dan Feodalisme. Agama 6.” Menurut Locke. Jean Jacques Rousseau (1712-1778 M). manusia pada dasarnya adalah baik. Eksekutif (melaksanakan UU). 5. Sebab itu. Dalam menjalankan hidup keseharian . Ketergantugan adat kebiasaan atas iklim dan kondisi alam suatu wilayah 4. Locke berbeda dengan Hobbes. Negara berdaulat selama diberi mandat oleh rakyat. Namun. Artinya. Namun.” Dalam karya tersebut. “rakyat” yag diwakili tersebut adalah laki-laki.” Buku ini terdiri atas 31 buku yang dibagi ke dalam 6 bagian. kebebasan dan kekuasaan yang dimilikinya kepada suatu kekuasaan bersama. Montesquieu merasa perlu untuk memisahkan tiga jenis kekuasaan. tetapi ia berangsur-angsur memburuk perilakunya karena menjaga harta milik dari jarahan individu lain. individu-individu dalam masyarakat sepakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak. yaitu : • • • Legislatif (pembuat UU) Eksekutif (pelaksana UU) Federatif (hubungan dengan luar negeri) —. Locke menyarankan adanya 3 bentuk kekuasaan yang terpisah. negara dibutuhkan untuk menjamin hak milik pribadi.

Secara umum. hal yang harus diperbuat negara adalah menciptakan Greatest Happines for Greates Number (kebahagian terbesar untuk jumlah yang terbesar).negara. Marx (murid Hegel) menentang gurunya . Baginya. dan kekuasaan demi menjaga stabilitas dan ketertiban agar setiap individu mampu menikmati hakhak mereka dengan rasa aman. Negara berasal dari gerak dialektis (pertentangan) di tengah masyarakat. Penindasan hanya dapat dihentikan jika negara dihapuskan. Kepentingan negara harus didahulukan ketimbang yang terakhir. Bagi Mill.” Mill amat menjunjung tinggi kehidupan politik yang negosiatif. tetapi sendiri melakukannya di kehidupan publik. Tradisi Modern Georg Wilhelm Friedrich Hegel Magnum Opus-nya : “The Phenomenology of Mind. Karl Heinrich Marx Magnum opus-nya Manifesto Komunis (bersama Friedrich Engels). mereka memberi dukungan pada seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur mereka. Masing-masing rakyat datang ke pertemuan umum dan menegosiasikan kepentingannya dengan individu lain. setiap masyarakat tidak mewakilkan kepentinga politiknya pada seseorang atau sekelompok orang. Untuk menjamin terselenggaranya hak tersebut. Dengan demikian. Pertentangan mengalami penyelesaian melalui media terbentuk dan terselenggaranya negara. Artinya. Bagi Mill. Rousseau tidak menghendaki demokrasi perwakilan melainkan lagsung. negara adalah bentuk tertinggi pengorganisasian manusia dan ia mengatasi kepentingan-kepentingan individu. prinsip mayoritas harus dijunjung tinggi dalam suatu negara. yang ‘banyak’ harus didahulukan . Pengahapusan negara melalui revolusi proletariat. Ia menyatakan bahwa negara cuma sekadar alat dari kelas ‘kaya’ ekonomis untuk mengisap kelas ‘miskin’ (proletar). Kekuatan tersebut ia sebut Ide Mutlak. Ide mutlak bergerak dalam sejarah dan bentuk yang paling sempurna adalah negara. Dengan adanya negara. Baginya. dengan demikian. negara muncul hanya sebagai instrumen untuk menjamin kebebasan individu. penindasan kelas pertama atas yang kedua berlanjut. D.[13] John Stuart Mill Magum opusnya “On Liberty.” Menurut Hegel ada satu kekuatan absolut yang sedang bekerja di dunia ini. pendekatan filsafat politik tradisi pencerahan dapat dilihat pada bagan berikut : Sarana Para Penguasa Kekuasaan (3) ↑ Dukungan (2) → Tujuan Stabilitas dan Ketertiban (4) ↓ Hak-Hak (1) Yang Dikuasai Keterangan : ← Hal paling penting dalam tradisi pencerahan adalah hak-hak individu manusia (bukan Tuhan atau masyarakat). Dukungan melahirkan kekuasaan.

atau . apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. pemegang. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Di samping partai. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Kekuasaan (asal-usul. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untukmengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. bagaimana kekuasaan dijalankan. behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Dalam menjalankan fungsinya. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. terdapat kelompok kepentingan. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Terdapat juga kelompok penekan.ketimbang yang sedikit. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal.[15] Misalnya. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. seperti pendekatan Institusionalisme). Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. sementara di sistem presidensil oleh presiden.

Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. terpaan media. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. kaum asing lain (Cina. parlemen. akan muncul situasi disorder. Arab. dan eksekutif. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Misalnya. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. Menurut Lerner.[20] Bagi Huntington. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi.[17] Peneliti lain. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal.[18] Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat.[19] Misalnya. Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : . Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Dalam analisa Marx. Dengan demikian. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. C. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar.mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. literasi. [16] Robert A. mobilitas sosial (urbanisasi. Menurut Huntington. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). jika partisipasi politik tinggi. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). hanya alat dari struktur kelas ini. bukan piramidal. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. India) di posisi tengah. bagi Marx. Bagi Huntington. yaitu Belanda (Eropa). negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). Dahl sebaliknya. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. Bagi Frank. Namun. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Negara. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh.

. Suriasumantri. p. (Jakarta: Rajawali Press. 1981). (Boulder. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. 1997).. 1995). [2] Robert E.. Michael G. op. [8] Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. 2000). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. [7] Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. A New Handbook of Political Science. Sudarto. 1985).perilaku pemerintah lokal yang korup . (New York: Oxford University Press. Roskin. cet. 1994). Goodin and Hans-Dieter Klingemann.cit. et al. 1981).. • • • • • • • • • • • . (New York: Oxford University Press. p.. Pengantar Ilmu Politik. (Jakarta: Rajawali Press. Ronald H.7. Dasar-dasar Ilmu Politik.5. h. Colorado: Westview Press. p. Apter. Metodologi Penelitian Filsafat. Footnote: [1] Carlton Clymer Rodee. Colorado: Westview Press. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (Jakarta: Sinar Harapan. Pengantar Ilmu Politik. Political Science: An Introduction. 1996). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Metodologi Penelitian Filsafat. et al.[21] Referensi • • • • Carlton Clymer Rodee. Fifth Edition. h. A New Handbook of Political Science.. (Jakarta: Rajawali. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. 1995).kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat).103. 2002).. (Jakarta: Rajawali.57 [6] Didasarkan atas Robert E. cet. Robert E.293. [5] Ronald H. (Jakarta: Gramedia. (Jakarta: Sinar Harapan.29.modal asing . [4] Jujun S. (Boulder..5. Jujun S.cit. 1997). Chilcote. (Jakarta: Rajawali. et al. Suriasumantri. [3] Sudarto. 1996). Chilcote. Miriam Budiardjo. op. 2002). Pengantar Analisa Politik. 2-3. h. Seluruh bab. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.

p. Regimes and Oppositions.H. (Semarang: ISEA. [11] Mengacu pada Ahmad Suhelmi.• • • • [9] Franz Magnis-Suseno. 2001). Teori Politik Modern. Rapar. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. Chilcote. 1968. Chilcote. h. (Jakarta: Gramedia. h. Bab pendahuluan. Dahl. filsafat. dari globalisasi dan dampakdampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian . Aristoteles. Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. organisasi-organisasi antarpemerintah. geografi. Pemikiran Politik Barat. 1999). p.P. 1981). 2002). (Yale University Press. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto.358. [18] Ronald H. Colorado: Westview Press. Etika Politik. merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. 1974). Colorado: Westview Press.465-467. psikologi. [20] Samuel P. (Boulder.358. h. [10] J. Lihat juga Ronald H. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.. p. Apter. (Jakarta: Rajawali Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Graedia. sejarah. Machiavelli. p. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. Pengantar Analisa Politik. [14] David E. Colorado: Westview Press. 1968). (Jakarta: Rajawali. [19] Ronald H.5.194-207. 2001). 1981). Huntington.245. Filsafat Politik Plato. Selain ilmu politik. dan perusahaan-perusahaan multinasional.. (Boulder. 1981). p. Colorado: Westview Press. • • • • • • • • • Hubungan Internasional.158-184. 1999). [13] Karl Marx dan Friedrich Engels. (ed. (Jakarta: Gramedia. Manifesto Partai Komunis. (Jakarta: Rajawali. New Haven: Yale University Press. adalah cabang dari ilmu politik. p. h. (Boulder. HI mencakup rentang isu yang luas. organisasiorganisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. Varma. [21] Ronald H. termasuk peran negara-negara. Political Order in Changing Societies.195-6. 187-8. Seluruh buku. Chilcote. (Jakarta: Rajawali Press. Seluruh buku. 1981). Apter. hukum. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke.). [12] Lee Cameron McDonald. [17] Robert A.290-1. 1985). antropologi. h. studi-studi budaya dalam kajian-kajiannya. [15] S. 1985). Augustinus. (Boulder. Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu seperti ekonomi. 94-102 [16] David E. sosiologi. Chilcote. 1999). Pengantar Analisa Politik.

institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pramodern”. dan “standar-standar peradaban”. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648]. sistem ini agak terlalu disederhanakan. Afrika. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. Namun. Namun. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. terorisme. teori HI . perkembangan ekonomi. Studi Hubungan internasional Pada mulanya.ekologis. organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. HI sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. dan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara. Lebih lanjut. keselamatan umat manusia. ketika sistem negara modern dikembangkan. Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika. yang mencakup level individual. Aberystwyth. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I. Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes Ã(c)tudes internationales). didirikan di Jenewa. dan hak-hak asasi manusia. Pada awal 1920-an. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI. lewat kolonialisme. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity. “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia. nasionalisme. negara-bangsa domestik sebagai suatu unik. kejahatan yang terorganisasi. Pada 1927. Westphalia mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state). Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher Schooldi Tufts. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. Pada 1919. dan Asia. Swiss. proliferasi nuklir. tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. Sebelumnya. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan.

selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. seperti neo-realisme. seperti teori pilihan rasional. Demikian juga. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme [[Neorealisme]. Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. Dipelopori oleh Robert Keohane. Emansipatoris. Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis.memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). untuk memahami isu-isu lingkungan Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. agen. istilah kunci : struktur. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin. ukuran kekuatan-kekuatan militer. istilah kunci : Pacific UnION Liberalisme. sistem internasional Idealisme. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi. Paradigma Kesadaran. Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara. Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis. Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas. menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. Francisco de Vitoria. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. Dewasa ini. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus . Konstruksivisme Fungsionalisme Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. Alienisasi. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum. Pada abad ke-20. istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. Epistemologi ini menolak ideide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”. Hugo Grotius.

Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu sampai paham tersebut secara kolektif dan mengejek disebut sebagai idealisme oleh E. Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. dengan mempertimbangkan etika. bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. the State. Daniel Bernhard. Para realis melihat Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori mereka. and War).H.H. yang berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum internasional. Neorealisme Neorealisme terutama merupakan karya Kenneh Waltz (yang sebenarnya menyebut teorinya “realisme struktural” di dalam buku karangannya yang berjudul Man. Negara-negara dipaksa oleh pencapaian yang relatif (relative gains) dan keseimbangan yang menghambat konsentrasi kekuasaan. meskipun karya mereka dapat mendukung doktrin realis. atau “nilai-nilai”. Perlu diperhatikan bahwa para penulis klasik seperti Thucydides. hal-hal apa sajakah yang membentuknya. Carr. para pendukung neorealisme menunjuk struktur anarkis dalam sistem internasional sebagai penyebabnya. yang berargumen dengan berbagai cara bahwa negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan bahwa perang terlalu destruktif untuk bisa dikatakan sebagai pada dasarnya sia-sia. sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. dan Hans Morgenthau berargumen bahwa. Tidak . Sebuah versi baru “idealisme”. Sambil tetap mempertahankan pengamatan-pengamatan empiris realisme. Carr. untuk maksud meningkatkan keamanan mereka.pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. Namun. dikemukakan oleh Hans Kóchler. Machiavelli. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif.) Teori-teori Positivis Realisme Realisme. dan Hobbes sering disebut-sebut sebagai “bapak-bapak pendiri” realisme oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai realis kontemporer. ketiga orang tersebut tampaknya tidak mungkin menggolongkan diri mereka sendiri sebagai realis (dalam pengertian yang dipakai di sini untuk istilah tersebut). Mereka menolak berbagai penjelasan yang mempertimbangkan pengaruh karakteristik-karakteristik dalam negeri negara-negara. sebagai tanggapan terhadap liberalisme. negaranegara adalah aktor-aktor rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri (self-interested). Pendukung-pendukung awal teori ini termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell. Para realis awal seperti E. Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. Liberalisme/idealisme/Internasionalisme Liberal Teori hubungan internasional liberal muncul setelah Perang Dunia I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi perang dalam hubungan internasional mereka. bahwa hubungan internasional dikarakterka oleh hubungan-hubungan antarnegara yang antagonistik. Setiap kerja sama antara negara-nge dijelaskan sebagai benar-benar insidental. pada intinya menyangkal bahwa negaranegara berusaha untuk bekerja sama.

Seringkali mereka menyebutkan kerjasama di bidang perdagangan. neo-realisme berusaha ilmiah dan lebih positivis. rejim adalah contoh dari kerjasama internasional. tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting. Hal lain yang juga membedakan neo-realisme dari realisme adalah bahwa neo-realisme tidak menyetujui penekanan realisme pada penjelasan yang bersifat perilaku dalam hubungan internasional. kerjasama merupakan sebuah perbedaan derajat). hanya saja kerjasama bukanlah norma. Teori ini mengasumsikan kerjasama bisa terjadi di dalam sistem negara-negara anarki. Hal ini juga berarti bahwa pada dasarnya bangsa-bangsa bebas membuat pilihan-pilihan mereka sendiri tentang bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tanpa organisasi-organisasi internasional yang merintangi hak suatu bangsa atas kedaulatan. Contoh-contoh kerjasama tadilah yang dimaksud dengan rejim. hak asasi manusia. para teoritisi rejim menyatakan kerjasama tetap ada dalam situasi anarki sekalipun. Krasner mendefinisikan rejim sebagai “institusi yang memiliki sejumlah norma. Tapi tidak semua pendekatan teori rejim berbasis pada liberal atau neoliberal. intervensi pemerintah untuk mencegah terbentuknya monopoli dan bentuk-bentuk konglomerasi yang lain. dan dengan demikian menaruh perhatian pada pencapaian-pencapaian mutlak. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme. Meningkatnya interdependensi selama Perang Dingin lewat institusi-institusi internasional berarti bahwa neoliberalisme juga disebut institusionalisme liberal. Bila dilihat dari definisinya sendiri. bagian baru teori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan juga Joseph Nye. Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran pemikiran Inggris) Teori masyarakat internasional. beberapa pendukung realis seperi Joseph Greico telah mengembangkan sejumlah teori cangkokan yang membawa sebuah pendekatan berbasis realis ke teori yang berdasarkan pada liberal ini. Teori Rejim Teori rejim berasal dari tradisi liberal yang berargumen bahwa berbagai institusi atau rejim internasional mempengaruhi perilaku negara-negara (maupun aktor internasional yang lain). Definisi rejim yang paling lazim dipakai datang dari Stephen Krasner. jika memang ada. Sementara realisme memprediksikan konflik akan menjadi norma dalam hubungan internasional. Neoliberalisme Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional. dan keamanan bersama di antara isu-isu lainnya. Para pendukung seperti Maria Chatta berargumen bahwa negara-negara akan bekerja sama terlepas dari pencapaian-pencapaian relatif. aturan yang tegas. (Kerjasama menurut kelompok realis bukannya tidak pernah terjadi. juga disebut Aliran Pemikiran Inggris. Neoliberalimse juga mengandung suatu teori ekonomi yang didasarkan pada penggunaan pasar-pasar yang terbuka dan bebas dengan hanya sedikit.seperti realisme. berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan . dan prosedur yang memfasilitasi sebuah pemusatan berbagai harapan.

banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut. Cox. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. dan para pluralis. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. Para pendukung pascapositivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. Social Theory of International Politics 1999). Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme.nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis. dan dibagi kembali antara para solidaris. Pada pendukung seperti Andrew Linklater. Teori Kritis Teori hubungan internasional kritis Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional. tatanan. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. Tidak seperti neo-realisme. Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. Contoh norma-norma seperti itu mencakup diplomasi. Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. teori ini tidak selalu positivis. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). . serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara. Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. Namun. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. hukum internasional. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis. Sebagai contoh. Dengan demikian. Robert W. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka.

Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin. tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) untuk ekspor. yang dikarakterkan oleh Anarki. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan).neofungsionalisme. dan teori dependen. menembus negaranegara berkembang lewat penasihat politik. feminisme. sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) dan “warga sipil”. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara. dan perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. pakar. Dengan demikian. kapabilitas. seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI. Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (hard power) dan kekuasaan yang lunak . Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang “gender” war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangan-tantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis. konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional. sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain. Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan. dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. misionaris. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. sebagai contoh lewat teologi.

dengan sistem internasional didominasi oleh konflik antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya. dan pengaruh budaya. dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas. kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa. Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis.F. diplomasi. sistem internasional sebelum 1945 dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar). Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di Eropa sebelum Perang Dunia Pertama. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional. khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz. dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional. yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin.K. sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme Kenneth Waltz. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut. dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. sehingga mengakibatkan perang besar. Portugis. Pendukung utama teori tersebut.(soft power). Dependensi . Polaritas Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi. Peran institusi-institusi internasional. dan Belanda. Namun. memperkukuh ide-ide bahwa hubunganhubungan dikarakterkan oleh interdependensi. Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin. Sebagai akibatnya. dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional. seperti penggunaan kekuatan. interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas. yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu. Organski. Di sini konsepkonsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan. A. khususnya keadaan unipolaritas. Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan.

Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negaranegara. penggunaan kekuatan. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz. Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negaranegara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties). karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara. yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain. semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Perlu diingat. sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi . Pada suatu tingkat. yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah. Perang. • • • • Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis. atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme). Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar).Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme. bukan sistem internasional. Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan. penggunaan kekuatan. dan penyesuaian aturan perdagangan. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen. merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi. Pemberian sanksi.

• Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional – Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri. dan sebagai dibentuk oleh pelbagai kendala. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor. dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal. dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain. asf Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. dan yang menarik diri — Mengamati aspekaspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik • • .dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. yaitu menginginkan perubahan. komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai realitas yang ada. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada). Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional. atau merupakan revisionis. Kelompok-kelompok keagamaan. berdasarkan masyarakat global yang proletar. Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. etnis. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar. Sementara itu. karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan.

perang-perang keagamaan. subsidiaritas. PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. perkembangan ekonomi. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. bisnis. Institusi Ekonomi • • • • Bank Pembangunan Asia Dana Moneter Internasional Organisasi Perdagangan Dunia Bank Dunia Badan Hukum Internasional . dan heterogenitas. Banyak institusi legal memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB. dan aktor-aktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu dan teknologi berdampak pada perkembangan. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). dan kesehatan dunia. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. dan kesetaraan sosial”. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. lingkungan. Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. PBB PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional. Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). Teknologi. keamanan internasional. • Ilmu. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. teknologi.etnis. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global.

dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan. peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah . Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik.Hak Asasi Manusia • • • • • • • European Court of Human Rights Human Rights Committee Inter-American Court of Human Rights Pengadilan Kriminal Internasional Pengadilan Internasonal untuk Rwanda Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia Dewan Hak Asasi Manusia PBB Hukum • • • • African Court of Justice European Court of Justice Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional untuk Hukum Laut Organisasi tingkat regional • • • • • • • • • ASEAN Liga Arab Persemakmuran Negara-negara Merdeka Uni Eropa CSCAP GUAM Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi NATO Organisasi Kerjasama Shanghai SAARC BAB V KESIMPULAN dan SARAN Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan.

Dewasa ini. Politik adalah perebutan kekuasaan. glory and riches). sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. kebijakan publik (public policy). dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah . Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). Kecenderungan tersebut cukup beralasan. Dengan demikian bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making). tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. Dari analisa tersebut. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global.pemerintah. subsidiaritas. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. dan heterogenitas. kedudukan. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power. dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat.

yaitu : a. Negara mempunyai sifat-sifat.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. Menurut Rod Hague et al. Laski. teori politik dibedakan menjadi dua. Robert M. 2.konflik dan konsensus. Norms for political behavior. Soltau. 1. dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya. antara lain adalah : . dan sebagainya. Menurut Thomas P. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. b. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). 3. Max Weber. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. Harold J. ideologi. mempertahankan . maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). teori politik sistematis. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Roger H. yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. Definisi-definisi mengenai Negara. Maciver. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). Jenkin dalam The Study of Political Theory. antara lain adalah : 1. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which.

John. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. Robert E. khususnya dalam negara (Wikipedia. N.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. Roskin.” Pacific Community. Miriam Budiardjo. cet. Alfian. BAB VI DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • Ghufran. M. Kordi K. Dasar-dasar Ilmu Politik. Letter to Bishop Mabdell Creighton. 2005. ). Fifth Edition. 2000). 1995). Suriasumantri.”Suharto and the Question of Politixal Stability. Political Science: An Introduction.. Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). 1887. b) Sifat Monopli. Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social. Roger F. Putra. 2008. (New Jersey: Prentice-Hall Inc.. et al. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. 1994). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko. Tokyo. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.blogspot. Lord. Geventa. Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan.html Carlton Clymer Rodee. Duverger. dkk. (Jakarta: Sinar Harapan. 2007. 1993..a) Sifat Memaksa. April 1971. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. Michael G. . Maurice. 2002). c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. (Jakarta: Rajawali Press. Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal). (Jakarta: Gramedia.. http://gdpermana. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Jakarta. Jujun S.5. et al. Acton. Pengantar Ilmu Politik. 2009). Jakarta Timur: PT Perca. Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++.

P. Aristoteles.57 Didasarkan atas Robert E. Apter. 1968). p. 1981). Teori Politik Modern. Franz Magnis-Suseno.. 1985). 1999). h.. Metodologi Penelitian Filsafat. Lee Cameron McDonald. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. Machiavelli.H. Karl Marx dan Friedrich Engels. Jujun S. David E. 1997).cit. Rapar. h. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. op. (Jakarta: Rajawali Press. • • • • • • • • • • • • • • • Ronald H.. (Jakarta: Gramedia. (Jakarta: Rajawali. p. (Jakarta: Rajawali. Pengantar Analisa Politik. Pengantar Ilmu Politik. (New York: Oxford University Press. (Jakarta: Rajawali.5. Seluruh buku. (Jakarta: Rajawali. (New York: Oxford University Press. (Jakarta: Sinar Harapan. 1999). Apter. h. Chilcote. J. 1995). 2002). Seluruh bab. Footnote: Carlton Clymer Rodee.. 94-102 David E. h. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. 2001). et al.158-184.Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Pengantar Analisa Politik. Etika Politik. Sudarto. h. Suriasumantri. Pemikiran Politik Barat. 187-8. (Jakarta: Gramedia. Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. (Boulder. Colorado: Westview Press. 1996). 1999). (Jakarta: Rajawali Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Rajawali. Manifesto Partai Komunis. h. S. h. Ronald H. Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E.194-207.465-467.245.cit. h. op. (Boulder. (Jakarta: Rajawali Press. 1996).29. Filsafat Politik Plato. 1985). Apter. A New Handbook of Political Science. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Semarang: ISEA. 1981).103. Metodologi Penelitian Filsafat. Seluruh buku. A New Handbook of Political Science. Pengantar Analisa Politik. (Jakarta: Graedia. Lihat • • • • . 2001). Chilcote.7. 1985). 1997). cet. 2002). Colorado: Westview Press. Varma. p. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. p. 2-3. Augustinus. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.293. Robert E. Sudarto. Mengacu pada Ahmad Suhelmi.

p. Chilcote. 1981). Ronald H. Huntington. (ed. Samuel P. 2004 Danrendorf. 1974). 2006): 1. Teori politik 1. New Haven: Yale University Press.. London: Routledge.358. (Boulder. Ronald H. Colorado: Westview Press. 1968.358. Pemerintahan Nasional 5.. Dahl. Bab pendahuluan. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah 7. p. (Boulder. terbitan UNESCO 1950 ilmu politik dibagi dalam empat bidang (Miriam Budiardjo. Ed. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Ke-3. Chilcote. RUANG LINGKUP ILMU POLITIK oleh: Wazni A. p. Chilcote. 1981). Ralf. 1981). (Yale University Press. Teori politik 2. Political Order in Changing Societies. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.290-1.). Colorado: Westview Press. Regimes and Oppositions. Pendahuluan Dalam Contemporary Political Science. The Routledge Dictonary of Politics. Random House. Ronald H. Colorado: Westview Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Reflections on the Revolution in Europe. David Robetson. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Undang-undang Dasar 4.5. p. (Boulder. • • • • • • • Robert A.juga Ronald H. Colorado: Westview Press. (Boulder. Chilcote. New York. Pemerintahan Daerah dan Lokal 6. Perbandingan lembaga-lembaga politik . p.195-6. Sejarah perkembangan ide-ide politik 3. 1981). 1990.

Teori politik bersifat spekulatif (merenung-renung) sejauh dia menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik. kelas sosial. Hubungan internasional B. Organisasi-organisasi dan administrasi internasional 14. pembangunan politik. Pendapat umum 12. Hukum internasional 1. teori politik adalah bahasan dan renungan atas: 1. kemungkinan-kemungkinan dan kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu dan 4. masyarakat. lembaga-lembaga negara. 1. Dengan kata lain. Lembaga-lembaga politik 1. Tetapi teori politik juga dapat bersifat deskriptif (menggambarkan) atau komparatif (membandingkan) atau berdasarkan logika. Sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak. Partai-partai. negara. Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi 10. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain. Pembahasan Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena. Politik internasional 13. Konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karena itu bersifat abstrak. kekuasaan. golongan-golongan (groups) dan pendapat umum 1. modernisasi dan sebagainya. kedaulatan. Dalam menyusun generalisasi itu teori selalu memakai konsep-konsep. Teori politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari politik. Jenkin dalam The Study of Political Theory dibedakan dua macam teori politik. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik .8. kemerdekaan. perubahan sosial. tujuan dari kegiatan politik 2. Partai-partai politik 9. sekalipun fakta-fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan. Partisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi 11. kewajiban-kewajiban (obligations) yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. hak dan kewajiban. cara-cara mencapai tujuan itu 3. Menurut Thomas P.

Ia bisasanya bersifat deskriptif (menggambarkan) dan komparatif (membandingkan). di pihak lain dapat membimbingnya menuju ke suatu struktur masyarakat politik yang stabil dan dinamis. tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Teori politik sistematis (Systematic Political Theory) Teori-teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemology. Misalnya. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemology harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami seahri-hari dapat ditanggulangi. Jadi. keadilan merupakan hakikat dari alam semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai “kehidupan yang baik” (good life) yang dicita-citakan olehnya. Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial. 2. teori politik sistematis. 1. ideologi dan sebagainya.(norm for political behavior). dalam abad ke 19 teori-teori politik banyak membahas mengenai hak-hak individu yang diperjuangkan terhadap kekuasaan negara dan mengenai sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dalam pandangan itu. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai (value) maka teori-teori ini boleh dinamakan valuational (mengandung nilai). Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari alam semesta (universe) dengan sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini. ia tidak menjelaskan asal-usul atau cara lahirnya norma-norma. Misalnya menurut filsuf Yunani Plato. Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan ratio. Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini. Teori-teori politik yang mempunyai dasar moril (kelompok A) fungsinya terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral. Teori-teori kelompok A dapat dibagi dalam tiga golongan: 1. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. Dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan ini. Bahasan- . Untuk keperluan itu teori-teori politik semacam ini memperjuangkan suatu tujuan yang bersifat moral dan atas dasar itu menetapkan suatu kode etik atau tata cara yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan politik. Filsafat politik (Political Philosophy). Contoh lain adalah beberapa karya John Locke. Fungsi utama dari teori-teori politik ini ialah memdidik warga masyarakat mengenai norma-norma dan nilai-nilai itu. Teori-teori ini dapat dinamakan non-valuational. tetapi berdasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Teori-teori semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetrapkan norma-norma dalam kegiatan politik. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasigeneralisasi. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai. Teori-teori semacam ini mencoba mengatur hubungan-hubungan antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan.

norma-norma dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya-karya dari filsuf-filsuf serta ahli-ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami sejarahnya. dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas. ide. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadiankejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada.bahasan ini didasarkan atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam (natual law). Dan memang tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini hampir semua negara (kecuali Inggris) memiliki naskah tertulis sebagai undang-undang dasarnya. Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat. gesetz = undang-undang). Kesukaran dengan pemakaian istilah undang-undang dasar adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis. Bidang kedua dari ilmu politik yaitu lembaga-lembaga politik seperti misalnya pemerintah mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. Akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam kepustakaan Belanda (misalnya L. norma-norma. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya demokrasi Marxisme-Leninisme.mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan dan aksi (action oriented). Ideologi –berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung. kepercayaan dan keyakinan. yaitu keseluruhan dari praturan-peraturan –baik yang tertulis. Padahal istilah constitusion bagi sarjana ilmu politik merupakan sesuatu yang lebih luas. Terjemahan kata constitution dengan kata undang-undang dasar memang sesuai dengan kebiasan orang Belanda dan Jerman. Liberalisme. van Apeldoorn) diadakan perbedaan antara pengertian undang-undang dasar (grondwet) dan konstitusi . Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnose. sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik. tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri.J. Ideologi politik (Political Ideology) Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai. Kupasan berdasarkan sejarah ini di negara-negara Barat biasanya mulai zaman Yunani Kuno dalam abad ke-6 SM sampai abad ke-20 ini. wet = undang-undang) dan Grundgesetz (Grund = dasar. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa untuk menterjemahkan kata Inggris “constitution” dengan kata Indonesia “Undang-undang Dasar”. maupu yang tidak – yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat. serta sarana-sarana (prescription) mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai. yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata Grondwet (Grond = dasar. oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran-pikiran dalam masa ide itu lahir. Facisme dan sebagainya. Ide-ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya. yang dua-duanya menunjuk pada naskah tertulis. 1. Nilai-nilai dan ide-ide ini merupakan sistem yang berpautan. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. di antara mana Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan sifat militannya lebih menonjol. suatu “Weltanschauung”.

Dengan demikian diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindungi. Jadi. Bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menganggapnya sebagai organisasi kekuasan.S. Menurutnya. Undang-undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. sedangkan di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis. tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. meskipun tidak tertulis”. konstitusionalisme merupakan “gagasan bahwa pemerintahan merupakan suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat. undang-undang dasar adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut”. Friedrich dalam buku Constitusional Goverment and Democracy. Sesuai dengan pandangan ini Herman Finner dalam bukunya Theory and Practice of Modern Goverment menamakan undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup sesuatu hubungan kekuasaan” (the aoutobiography of a power relationship)” Pandangan ini merupakan pandangan yang luas dan yang paling tua dalam perkembangan pemikiran politik.C. tetapi oleh pemerintah serta penguasa . Pembatasan-pembatasan ini tercermin dalam undang-undang dasar. Menurut Carl J. undangundang dasar mempunyai fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. Menurut sarjana hukum E. badan eksekutif dan badan yudikatif. Cara pembatasan yang paling efektif ialah dengan jalan pembagian kekuasaan. dengan jalan membatasi kekuasaan. Menurut faham tersebut undang-undang dasar adalah bagian tertulis dari suatu konstitusi. Jadi. bukan hanya oleh rakyat. Dan rupa-rupanya para Penyusun Undang-Undang Dasar 1945 menganut pikiran yang sama. pada pokoknya dasar dari setiap pemerintahan diatur dalam suatu undang-undang dasar. Wade dalam buku Constitutional Law. misalnya antara badan legislatif. sebab dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan: “Undang-undang dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasarnya negara itu. Dapat dicatat bahwa dalam abad ke 5 SM seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang di dunia Barat dipandang sebagai sarjana ilmu politik yang pertama telah berhasil untuk melukiskan undang-undang dasar dari 186 negara kota Yunani dengan jalan mencatat pembagian kekuasaan serta hubungan-hubungan kekuasaan dalam setiap negara kecil itu. undang-undang dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara. dalam anggapan ini undang-undang dasar mempunyai fungsi yang khusus dan merupakan perwujudan atau manifestasi dari hukum tertinggi yang harus ditaati.(constutie). Undangundang dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusionil. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis. Gagasan ini dinamakan Konstitusionalisme. konstitusionalisme menyelenggarakan suatu sistem pembatasan yang efektif atas tindakan-tindakan pemerintah. maka undang-undang dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan.

(Kebalikan dari partisipasi adalah apati. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik. Ditinjau dari hasil karya sarjanasarjana ini memang nampak adanya usaha ke arah penyusunan suatu teori yang menyeluruh. kelompok kepentingan. Robert Michels (1911). banyak memakai konsep-konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dymanics oleh karena sangat menonjolkan aspek-aspek dinamis dari proses-proses politik. kelompok penekan. Sekalipun bermacam-macam penelitian telah diadakan untuk mempelajarinya. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan kebijaksanaan umum (public policy). dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai. dan sebagainya. Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik. akan tetapi usaha ini masih jauh dari sempurna dan jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan penelitian di bidang-bidang ilmu politik lainnya. Istilah tentang lapangan studi ini pun masih belum ada. menjadi anggota golongan politik seperti partai. Untuk mencapai itu. Ostrogorsky (1902). Partai politik pada umumnya dianggap sebagai manisfetasi dari suatu sistem politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. partai politik merupakan alat yang baik. nilai-nilai dan cita-cita yang sama. akan tetapi hingga sekarang belum tersusun suatu teori yang mantap mengenai partai sebagai lembaga politik. Sarjana-sarjana yang telah mempelopori studi mengenai partai politik antara lain M. meskipun nama “statiologi“ kadang-kadang dipakai. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum. Bidang ketiga mengenai partai-partai. Maka dari itu. Maurice Duverger (1951) dan Sigmund Nueumann (1956). . Seseorang dinamakan apatis (secara politik) jika tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut di atas. berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. Di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. maka partai politik telah secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. golongan-golongan dan pendapat umum. Kegiatan –kegiatan ini mencakup kegiatan memilih dalam pemilihan umum. Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. duduk dalam lembaga politik seperti dewan perwakilan rakyat atau mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan itu. Penelitian mengenai partai politik merupakan kegiatan ilmiah yang relatif baru. Selain itu beberapa sarjana behavioralis seperti Joseph Lapalombara dan Myron Weiner telah meneropong secara khusus partai politik dalam hubungannya dengan pembangunan politik dalam bukunya Political Parties and Political Development.sekalipun. Tujuan kelompok ini untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –(biasanya) denagn cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka.

Kelompok ini bertujuan memperjuangkan suatu “kepentingan“ dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan. Dalam pada itu. himpunan pengusaha. lebih tentram dan lebih terkendali hanya dapat disepakati melalui kepatuhan pada hukum. Semula. Kerana itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh. dan perbedaan-perbedaan ini sangat mempengaruhi kehidupan politik. insinyur dan guru.lebih banyak memperjuangkan kepentingan umum. politik dan ekonomi yang terjadi di belakang atau yang . terutama para lulusan yang mengalami pendidikan ilmu hukum sebagai jenjang pertamanya dalam pendidikan tinggi. Sikap bahwa dunia yang lebih baik. Dunia yang tertib dan damai. advokat. kelompok petani dan persatuan-persatuan dokter. ras. meskipun sebagai sasaran perhatian masalah. yang –karena mewakili pelbagai golongan. Dunia yanga tertib dan damai ini diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan-pendekatan yuridis-formal. Lahirlah asumsi di kalangan negarawan seperti Presiden Woodrow Wilson. pengaruh dan ikhtiar mencari keunggulan. ekonomi dan sosial suatu bangsa. Pun organisasi kelompok kepentingan lebih kendor dibanding partai politik. kelompok kepentingan (interest group). Bidang keempat mengenai hubungan internasional. lahirlah usaha-usaha awal mengikhtiarkan dunia yang tertib dan damai. acap kali dikemukakan sebagai retorika pembenaran negara-negara kuat. gaya. maka ilmu hubungan internasional amat terpengaruh oleh pengkajian yuridis-formal yang berlaku sejak lahirnya Hukum Internasional Publik. telaah tentang hubungan internasional dikaitkan dengan “hubungan antarnegara“ (inter-state relations) yang berpangkal dari Ilmu Hukum Internasional Publik. paling besar. Sebagaimana halnya Ilmu politik lahir dari tradisi Ilmu Negara. Pendekatan ini disebut pendekatan realis. dalam perkembangan setelah perang Dunia I. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan. kelompok-kelompok kepentingan yang paling kuat. Kelompok kepentingan tidak berusaha menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat. sumber pembiayaan. Bidang ini baru dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia I. Oleh sebab itu. melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya atau instansi pemerintah atau menteri yang berwenang. kesukuan. terutama karena kehidupan sehari-hari dan karier seseoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. ketika di Eropa dan Amerika Serikat bangkit semangant idealisme agar bangsabangsa “beradab“ (Barat) tidak lagi terjerat dalam malapetaka peperangan. hubungan internasional hampir sama tuanya dengan pengkajian politik klasik. Teranglah bahwa kelompok kepentingan mempunyai orientasi yang jauh lebih sempit daripada partai politik. agama atau pun berdasar isueisue kebijaksanaan. karena memandang proses pelaksanaan hubungan antarbangsa (menurut mereka) lebih banyak ditandai oleh pertarungan kekuasaan. Pendekatan yuridis formal sampai sekarang masih kuat dipegang. timbul pendekatan lain yang berpangkal pada asumsi bahwa kehidupan manusia (baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok) senantiasa dipengaruhi oleh kaidahkaidah yang bukan idealis. dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasar pada bidang pekerjaan atau profesi. etnis. Kelompok – kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur. Oleh sebab itu.Partai politik berbeda dengan kelompok penekan (pressure group) atau istilah yang lebih banyak dipakai dewasa ini. tentang “hak penentuan nasib sendiri“ yang harus dihormati dan dipatuhi oleh negara-negara beradab yang terikat pada kesepakatan hukum. misalnya. dan basis dukungannya. pendekatan realis lebih mengkaji pada faktor-faktor sosial.

integrasi sosial dari golongan minoritas dan sebagainya. Miriam Budiardjo. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia. Gajah Mada University Press. '08 3:55 AM untuk semuanya . PT Gramedia. REFERENSI Dasar-dasar Ilmu Politik. Jadi. proses dekolonisasi dan proses mencapai kemerdekaan sangat relevan dalam studi ini. peranan golongan elite dan pola-pola kepemimpinan. Masalah pembangunan politik erat hubungannya dengan negara-negara yang baru saja memerdekakan diri. dibalik setiap rumusan hukum antarnegara atau antarbangsa. Suatu bidang yang akhir-akhir ini berkembang dan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang adalah Pembangunan Politik (Political Development). Perkembangan penelitian ilmu politik sejak tahun 1950 menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi. PT Gramedia Pustaka Utama. 2006 Jurnal Ilmu Politik. Studi ini meneropong akibat dari pembangunan cepat di bidang sosial dan ekonomi atas tata masyarakat. Hemat mereka. Masalah yang diteropong antara lain akibat dari perubahan sosial dan ekonomi atas lembagalembaga pemerintahan dan atas partisipasi politik. 1991 PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEORI POLITIK Dec 26. Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews. ekonomi dan sosial telah mengakibatkan bertambahnya pengkhususanpengkhususan. Jakarta.melatarbelakangi kaidah-kaidah hukum yang tertuang dalam persetujuan atau perjanjian internasional. 1986 Perbandingan Sistem Politik. peranan pendidikan sebagai sarana pembangunan. selalu ada yang “lebih unggul“ dalam kenyataan sosial-ekonomi-politiknya sekalipun berkedudukan “sama“ di mata hukum. Studi ini juga mempelajari peranan dari lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan ini. Hubungan dan politik luar negeri ada kecenderungan untuk berdiri sendiri dan di beberapa negara merupakan fakultas tersendiri. Jakarta.

Mengemukakan sifat-sifat dari teori politik yang berdasarkan pada ciri struktural dan ciri substantif teori politik yang dapat menunjukkan sifat empirik. 2. 2. Proses pembentukan teori politik melalui pengamatan berbagai fenomena politik yang kemudian digeneralisasi secara empirik. maka pada bahasan ini menempatkan metodologi politik sebagai dasar memahami teori politik dengan cara : 1. 2. 4. Pengaktifan fungsi teori politik akan dapat menempatkan peranan teori politik dalam sistem politik dan hubungan di antara sistem politik.Kategori: Gaya Lainnya Lainnya Pertimbangan Khusus: Cepat dan Mudah Layanan Naim's Site Deskripsi: Oleh : Usup Supriyadi Pengertian Teori Politik Untuk dapat memahami teori politik secara spesifik. 3. . Teori politik valutional atau teori politik yang mengandung nilai meliputi: 1. Fungsi teori politik yang digunakan untuk membuat peramalan dan analisis di bidang politik. Ideologi politik. Teori politik sistematis yaitu merealisir norma-norma yang sudah ada dalam program-program politik. Filsafat politik yang digunakan untuk mencari kebenaran dan kebijakan. Pembagian Teori Politik Kegiatan Belajar 2 membahas tentang lingkup teori politik yang meliputi : 1. Teori politik non valutional atau teori politik yang tidak mengandung nilai. 3. Dan pada umumnya teori ini biasanya digunakan oleh penguasa yang status quo.

3. 4. Hubungan teori politik dengan Filsafat 3. Teori Politik Plato 1. Pendekatan perilaku dalam perkembangan teori politik yang memfokuskan analisis pada prilaku pemegang lembaga. 3. 2. Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional. Teori Politik Zaman Klasik Teori Politik Socrates 1. Perkembangan Teori Politik Kegiatan Belajar 4 ini membahas tentang perkembangan teori politik dilihat dari sudut pendekatan sebagai berikut : 1. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates. Semangat/keberanian 3. Pengertian matematik. Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. . Pendekatan Pasca Perilaku dalam teori politik yang dalam analisis politik menggunakan teori sistem politik dengan aliran struktural fungsional. Pendekatan Tradisional yang memfokuskan perkembangan teori politik dari sudut kelembagaan politik seperti: • Sifat dari Undang-Undang Dasar • Kedaulatan • Kedudukan dan kekuasaan lembaga-lembaga kenegaraan formal. Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur.Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Sosial lainnya Kegiatan Belajar ini membahas hubungan teori politik dengan ilmuilmu sosial lainnya. Pendekatan Marxis dan perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi politik. Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR). Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian: 1. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap ilmu pasti saling membutuhkan untuk dapat memecahkan masalah kehidupan manusia dalam berbagai bidang. 2. Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. Pikiran atau akal 2. Hubungan teori politik dengan Sosiologi 5. 2. 2. Hubungan teori politik dengan Antropologi 4. Hubungan teori politik dengan Ekonomi. Nafsu/keinginan berkuasa. adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. 3. 1. Idealisme Plato yang secara operasional meliputi: 1. Hubungan teori politik dengan Sejarah 2.

Sedangkan negara Tuhan menghargai segala sesuatu yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran. Negara sekuler dan negara Tuhan. 5. 4. 3. ketidakadilan dalam pengadilan. Sedangkan perkembangan negara Tuhan didasarkan atas kasih Tuhan. Teori tentang negara ideal. 4. Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. Penggolongan dari kelas dalam negara. tujuan negara. fungsi negara dan bentuk negara. Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota.4. Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas: . Perkembangan negara sekuler dalam bentuk negara modern dimana penguasa berupaya untuk menggunakan cara paksa menurut kehendak pribadi. Teori tentang keadilan dalam negara. Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi: • Filsafat teoritis • Filsafat praktek • Filsafat produktif 2. Keadilan politik dalam negara Tuhan karena ditopang oleh adanya nilai kepercayaan dan keyakinan tentang: * Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara * Keadilan diletakkan sebagai dasar negara * Kehidupan warga negara penuh kepatuhan * Penguasa bertindak selaku pelayan dan pengabdi masyarakat. 7.3 bentuk pemerintah yang buruk. 7. peperangan. Teori Politik Aristoteles 1. eori kekuasaan Plato. Negara sekuler dianggap sebagai penyelewengan oleh para penguasa yang arif dan bijaksana sehingga kekuasaan bagaikan keangkuhan dengan berbagai kejahatan. TEORI POLITIK ZAMAN PERTENGAHAN Teori Politik Agustinus Kegiatan belajar 1 membahas tentang : 1.3 bentuk pemerintah yang baik . Asal mula negara. Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya. 6. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum.Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. 2. Teori tentang asal mula negara. 8. Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi. 5. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan dari konflik kepentingan yang dominan. Teori Politik Thomas Aquinas . Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). rakus kekuasaan. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan. 3. 6.

4. 4. Menempatkan kekuasaan negara lebih tinggi dari kekuasaan gereja. wujud kekuasaan fisik. Teori politik reformasi yakni kebebasan politik dengan cara membatasi kekuasaan raja dan kebebasan diserahkan pada rakyat. 2. maka diperlukan militer. Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan. Teori Politik Machiavelli 1. 3. kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara. Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. Teori Politik Liberalis 1. Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara. Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara. 3. Untuk mencapai kemuliaan abadi maka diperlukan pemerintah yang berbentuk Monarkhi. Hukum positif yang merupakan pelaksanaan hukum alam dan untuk menyempurnakan pikiran manusia maka diperlukan Hukum Tuhan. 5. Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. Tentang pembagian negara baik dan negara buruk yang menerapkan sumber teori politik. Kekuasaan Tuhan atas manusia bersifat langsung dan tidak melalui perantara. 2. 3. Pada sisi lain dikatakan gereja yang sejati yaitu gereja yang didirikan manusia Teori Politik Zaman Pertengahan Teori Politik Ibnu Khaldun 1. Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan. Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer. Teori Politik Marthen Luther Kegiatan Belajar 3 membahas tentang teori politik Marthen Luther dan kawan yang meliputi : 1. hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme. Dalam negara diperlukan adanya hukum abadi yang berakar dari jiwa Tuhan yang mengatur alam semesta dan hukum alam manusia untuk merasionalkan manusia mentaati hukum. 2. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. 2.Kegiatan Belajar 2 membahas tentang teori politik Thomas Aquinas yang meliputi: 1. Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. Kekuasaan raja-raja diperjelas dan tidak diperlukan adanya campur tangan gereja atas unsur negara. Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama. Pengertian dan faham liberal menunjuk pada kebebasan warga negara untuk memenuhi . Tujuan negara yang diidentik dengan tujuan manusia dalam hidup yakni mencapai kemuliaan abadi dalam hidup. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru. 3.

Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. 3. Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal. c) ingin dihormati. sekularisme. kemajuan. sosial dan budaya. Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. 2. Kegiatan semasa hidup John Locke yang mampu berkarya dalam bidang teori politik ditulis dalam buku TWO TREATISES ON CIVIL GOVERNMENT. toleransi. moral. a) bersaing. 4. 3.kebutuhan hidup bidang politik ekonomi. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. akal kebaikan. Hal ini dapat terealisir dan tergantung pada model liberalisme dalam struktur kekuasaan. 4. John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: • Kebingungan • Ketidak pastian • Ketidak aturan • Tidak ada kematian. Unsur-unsur demokrasi liberal juga merupakan hal yang mendasar untuk difahami dalam berbagai sistem politik. 3. 2. Liberalisme sebagai faham kenegaraan menekankan pada kebebasan yang didasarkan pada faktor alamiah. 3. Untuk menghindari kematian. Pada sisi lain liberalisme sebagai sistem politik didasarkan atas negara dan kemerdekaan negara. b) membela diri. Konsep perjanjian masyarakat merupakan cara untuk membentuk negara. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: • hak akan hidup • hak atas kebebasan dan kemerdekaan • hak memiliki sesuatu. Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth. Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris. 5. Oleh karena itu perwujudan demokrasi liberal dalam negara harus mengutamakan kebebasan warga negara. 4. 2. agama. Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. State of Nature juga merupakan karya teori politik yang beda dengan Hobbes. Oleh karena itu negara harus mendistribusi kekuasaan kepada lembaga: • legislatif • eksekutif dan yudikatif • federatif . Teori Politik John Locke Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik John Locke yang mencakup: 1. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat. Teori Politik Modern Teori Politik Thomas Hobbes Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: 1. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951.

Kekuasaan Tuhan yang tidak rasional karena penguasa menganggap diri mendapat kekuasaan dari Tuhan dan menempatkan diri sebagai wakil Tuhan di dunia. 1. hukum dan kemudian dia mengemukakan state of nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. Dan pada akhirnya Hobbes dan Locke memiliki perbedaan dalam hal teori perjanjian sosial. Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas: • Monarkhi • Aristokrasi • Demokrasi 6. Krabe. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsurunsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal. terdapat teori kekuasaan Tuhan Rasional yang beranggapan bahwa seorang penguasa yang dinobatkan menjadi penguasa karena kehendak Tuhan. Kebaikan-kebaikan teori kekuasaan hukum meliputi: • Penguasa menjalankan kekuasaan sesuai UUD • Penguasa berkuasa sesuai hukum • Penguasa berupaya menerapkan open manajemen • Pers yang bebas sesuai dengan UUD Negara • Adanya kepastian hukum dalam sistem demokrasi • Pemilu yang bebas dan rahasia • Setiap warga negara diikutkan dalam mekanisme politik • Setiap warga negara sama di depan hukum . Pada sisi lain. John Locke. Krenen Berg. Dalam teori kekuasaan Tuhan. Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. 2. 2. Perkembangan teori kekuasaan hukum menurut Thomas Aquiras.5. 2. keadilan dijadikan dasar negara Tuhan untuk mengatur kehidupan warga negara. Dan tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. Dalam kehidupan warga negara menurut teori kekuasaan Tuhan diperlukan adanya kebebasan bagi warga negara dan ada batas-batas kekuasaan dari para penguasa. Teori Politik Montesquine Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori politik Montesquieu yang mencakup: 1. Teori Kekuasaan Hukum Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik hukum yang dominan mengutarakan kegiatankegiatan penguasa yang harus berdasarkan hukum yang disebut Rule of Law. Teori Kekuasaan Teori Kekuasaan Tuhan Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Tuhan dalam berbagaidimensi: 1. 3. Montesquieu terkenal dengan dunia ilmu pengetahan tentang negara.

Menurut Montesquieu dalam pemerintahan republik kekuasaan tertinggi ada pada seluruh rakyat atau sebagian besar rakyat. yang pada kenyataannya Amerika Serikat tidak sepenuhnya menerapkan Trias Politika dalam sistem politik Amerika Serikat. 4. Untuk implementasi berbagai sifat negara maka kekuatan militer merupakan alat yang ampuh untuk melaksanakan kekuasaan negara. Demokrasi Rakyat merupakan negara dalam masa transisi. Karena setiap negara dalam bentuk negara selalu menggunakan paksa pada rakyat untuk kepentingan penguasa dan kepentingan rakyat. 2. Kedudukan Presiden di Amerika Serikat sebagai kepala negara dan kedudukan sebagai kepala eksekutif. Teori Politik Demokrasi Demokrasi Rakyat Kegiatan belajar 1 membahas tentang Demokrasi Rakyat dengan uraian sebagai berikut: 1. sosial dan politik. 3. 2. Sifat menopoli dari kekuasaan negara dalam bentuk menetapkan tujuan bersama. Kelemahan-kelemahan dari teori kekuasaan hukum apabila penguasa sudah menggunakan kekuasaan semena-mena maka pada saat itu teori kekuasaan hukum menjadi lunak. 4. Demokrasi rakyat. bertugas menjamin perkembangan negara ke arah sosialisme. Hubungan Presiden dengan lembaga tinggi pemerintahan federal yang meliputi: • Hubungan Presiden dengan kongres . 3. 3. Kekuasaan rakyat yaitu penguasaan rakyat atas lembaga perundangundang yang sekarang disebut legislatif. Hal ini mengarah pada perkembangan. Sifat memaksa dari kekuasaan negara. Demokrasi Liberal Kegiatan belajar 2 membahas tentang Teori Demokrasi Liberal dalam pelaksanaannya di Amerika Serikat meliputi: Penerapan Trias Politika dalam Demokrasi liberal. Teori Kekuasaan Rakyat Kegiatan belajar 4 membahas tentang teori kekuasaan rakyat dengan bahasan sebagai berikut: 1. Sistem pemerintahan negara dengan menerapkan: • Prinsip Demokrasi • Prinsip pemisahan kekuasaan • Prinsip hukum. Sifat mencakup semua dari kekuasaan negara. Secara teoritis disebut Trias Politika. Demokrasi Rakyat RRC menurut pola Mao Tse Tung mendominankan kepemimpinan politik dan pembuatan kebijakan dengan tujuan membantu seluruh rakyat agar ikut dalam modernisasi ekonomi. Aturan yang dibuat oleh pemerintah atas nama negara harus diterapkan mencakup semua warga negara tanpa kecuali. Teori Kekuasaan Negara Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori kekuasaan negara yang meliputi: 1. Menurut Rousseau kekuasaan rakyat dalam negara merupakan akibat perjanjian antara individu untuk menyerahkan semua hak politik kepada masyarakat. Negaralah yang menentukan hidup matinya warga negara dan pengelompokan warga negara dalam berbagai organisasi. 2.• Diperlukan pengawasan masyarakat 3.

Pokok sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila: • Terdapat pengaruh Trias Politika • Tujuh Prinsip pokok pelaksanaan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. Pada bagian lain dikemukakan kedudukan Presiden dan wakil Presiden yang meliputi: • Kedudukan sebagai kepala negara • Kedudukan sebagai kepala eksekutif. Begitu pula penetapan masa jabatan presiden dan wakil presiden. diplomatik. Unsur persatuan dan kesatuan yang selalu di orientasikan pada Al-Qur’an sebagai pelengkap konstitusi. Demokrasi Pancasila Kegiatan belajar 3 membahas tentang Demokrasi Pancasila yang meliputi kegiatan eksekutif dalam mekanisme sistem politik Indonesia. bidang adminsitrasi. Pengertian Demokrasi Pancasila yang dikemukakan oleh berbagai ahli lembaga seperti: Seminar Angkutan Darat II yang meliputi bidang-bidang politik. konstitutional. dan ekonomi. yudikatif. Hukum Tuhan merupakan satu nilai dasar keyakinan dan oleh karena itu dalam Demokrasi Islam hukum adalah kemanusiaan. Presiden yang menempati posisi sentral kekuasaan dan berhubungan dengan: • Lembaga tertinggi negara • Lembaga-lembaga tinggi negara. 2. yang menitik beratkan pada: 1. Hal ini ditopang oleh adanya unsur persamaan dasar manusia. • Simposium hak-hak azasi manusia 1967. 4. Musyawarah Nasional III PERSAHI: The Rule Of Law Desember 1966 meliputi: • Azas negara hukum Pancasila tentang: • Pengakuan dan perlindungan hak azasi • Peradilan yang bebas dan tidak memihak • Jaminan kepastian hukum. • Persyaratan seseorang menjadi Presiden dan wakil Presiden.• Hubungan Presiden dengan Mahkamah Agung Kekuasaan Presiden dalam Demokrasi Liberal di Amerika Serikat meliputi: • Kekuasaan Presiden bidang Administrasi • Kekuasan Presiden bidang Legislatif • Kekuasaan Presiden bidang Yudikatif • Kekuasaan Presiden bidang lain seperti militer Politik Luar Negeri Pertanggungan jawab Presiden bidang politik. Selain itu Presiden juga mempunyai kekuasaan di bidang. Unsur musyawarah dan mufakat sebagai sarana untuk mengkaji hakhak orang lain dalam kehidupan bernegara. 3. legislatif. 5. Demokrasi Islam Kegiatan belajar 4 membahas tentang Teori Demokrasi Islam. Pemilikan unsur sebagai salah satu unsur Demokrasi Islam. bidang militer. . bidang yuridis. • Pencalonan dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden menurut tetanan teori Demokrasi Pancasila. administrasi. Etika kerja sama yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sesama umat Islam dan diupayakan untuk menegakkan keadilan dengan cara menjunjung tinggi kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan individu.

4. Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di bidang politik. Dalam bahasan ini difokuskan pada: • Kedaulatan de facto yang tidak syah • Kedaulatan de facto yang syah. Kedaulatan ekstern yang dominan menunjukkan pada kebebasan negara dan kekuasaankekuasaan negara lain yang tidak dijajah oleh negara lain. 4. 5. 3. Kedaulatan rakyat menurut Konstitusi RIS 1949 dimiliki oleh negara. Teori kedaulatan ini menunjuk pada pelaksanaan kekuasaan yang nyata dalam suatu masyarakat merdeka atau telah memiliki independensi. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Oleh karena itu hak-hak azasi manusia tidak dihiraukan oleh penguasa. Dalam hal pengaturan negara digunakan menagement politik diktator. Dalam membahas teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai suatu tandingan atau perimbangan terhadap kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal. Kedaulatan intern yang memperlihatkan batas lingkup kekuasaan negara yang berbentuk fisik. Penguasa dalam menjalankan kekuasaan selalu mengandalkan pikiran manusia sebagai hal yang prima oleh sebab itu dalam Demokrasi Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan. Teori Politik Kedaulatan Teori Kedaulatan Rakyat 1. Batas kedaulatan ini meliputi : • Kedaulatan bidang politik • Kebebasan kemerdekaan • Keadilan • Kemakmuran atau kesejahteraan • Keamanan. Partai politik di negara Komunis menempati posisi tertinggi dan hanya satu partai politik Komunis. 2. Dibidang ekonomi pengaturannya disentralisasir dengan dasar milik bersama. Teori kedaulatan de facto. Berserikat dan berorganisasi sebagai salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Pelaksanaan pemerintah diupayakan jumlahnya sedikit dan mereka memiliki kekuasaan yang tidak terbatas untuk mengatur masyarakat.Demokrasi Komunis Kegiatan belajar 5 membahas tentang Demokrasi Komunis yang meliputi: 1. tidak ada partai lain. Teori Kedaulatan Intern dan Ektern 1. . Hak-hak azasi manusia dan faham kekeluargaan. 1. 3. Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari: bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara. Kedaulatan rakyat menurut UUDS 1950 meliputi Kedaulatan rakyat di bidang politik dan Kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. 2. Kedaulatan ekstern ini dalam penerapan pada saat negara memutuskan untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang tertentu. 2. yang berarti warga negara dapat diatur menurut kehendak penguasa.

Teori kedaulatan de jure. Faktor-faktor yang berpengaruh pada elit penentu yang meliputi : * Pertumbuhan penduduk * Spesialisasi jabatan * Pertumbuhan organisasi formal atau birokrasi . Pengertian teori politik dan teori politik klasik dari berbagai ahli politik. 5. Tipe elit politik yang memerintah meliputi: • Tipe elit politik yang menggunakan cara licik • Tipe elit politik yang memerintah dengan cara paksaan • 4. 4. Elit politik liberal yang berupaya untuk memberi pelayanan sebaik mungkin kepada setiap warga negara tanpa melihat perbedaan sosial. budaya dan status dalam sistem politik. Teori munculnya elit penentu dengan menggunakan pendapat Mills yang mengemukakan tiga teori sebagai berikut : * Elit Bisnis dengan ekonomi * Elit Politik dengan kebijakan * Elit Militer dengan teori dominiasi. Teori Elit Penentu Kegiatan belajar 2 membahas tentang: 1. Dalam teori politik. Pengertian Dan Perkembangan Teori Politik Teori Elit Politik Kegiatan Belajar 1 membahas tentang: 1. Oleh karena itu kajian kedaulatan de jure lebih menitikberatkan penggunaan aspek hukum sebagai dasar yuridis formal atas hak politik warga negara dan wilayah negara dengan penguasa negara. 4. ekonomi. Metode menentukan elit politik sebagai berikut : • Metode Posisi • Metode Regulasi • Metode Pengaruh 3.2. kedaulatan de jure menunjuk pada pengakuan suatu wilayah atau suatu situasi menurut hukum yang berlaku. 2. Elit politik konservatif yang berupaya untuk mempertahankan status quo. Kelas penguasa Model Marx ini difokuskan pada : * Golongan Kapitalis * Tuan-Tuan Tanah * Buruh Pekerja 3. 2. Berbagai pengertian dan rumusan tentang elit penentu dengan berbagai orientasi pada tipe-tipe kelompok inti sosial * Kasta Penguasa * Aristokrasi * Estate Pertama * Kelas Penguasa. dengan jalan kolaborasi. Fungsi-fungsi elit dengan mengadaptasi pada Talcot Parsons dan Batzell yang mengemukakan fungsi elit yang berbeda.

Pada bagian selanjutnya bahasan konsep kelas sosial tentang elit ekonorni dengan mengacu pada standar hidup tertentu. Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson. merupakan sikap remaja AS masa depanHidayatullah. penipuan. ibu-bapak. mencuri.com–Dalam penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira mengatakan bahwa menurutnya yang paling utama saat ini adalah mencari siapa yang mengedarkan serta menyebarluaskan fotofoto tersebut. polisi. Namun hingga kini belum jelas siapa yang menjadi penyebar serta menggambarkan gambar-gambar syur tersebut. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu. dan tidak jujur. Remaja Amerika Banyak Jadi Pencuri Ditulis pada 26 Desember 2008 oleh Admin Penelitian terbaru mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. mencuri. Tentang Foto Sarah dan Azhari Kapolri Angkat Berbicara Diberitakan bahwa Rahma dan Sarah Azhari foto bugilnya tersebar di internet dan keduanya bisa jadi terjeran UU pornografi. Teori Elit Ekonomi Untuk memahami teori elite politik sebagai kajian politik pada kegiatan belajar tiga ini dapat dilihat aspek-aspek yang dibahas sebagai berikut : 1. dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan.* Perkembangan keragaman moral. tidak jujur. Selanjutnya mengkaji konsep kelas secara klasik yang dapat kontradiksi dengan konsep elit ekonomi disertai pemuncakan. Pada umumnya kelakuan sekitar 29. 4.760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik. jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan. cara hidup tertentu yang dapat menempatkan kelas sosial pada prestise hidup dan pada tahap ini dapat dikategorikan elit ekonorni. 5. Peranan Simbolis elit penentu yang meliputi : * Macam-macam lambang kolektif * Hubungan timbal balik yang simbolis antara elit penentu dengan publik * Fungsi instrumental dan simbolik. 3. mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan. . 2. Pengintegrasian konsep kelas menengah di Indonesia yang di identik dengan elit ekonomi. Abu Bakar menambahkan bahwa unsur kelalaian mungkin saja ada dalam kasus menyebarnya foto-foto itu. Berbagai pengertian elit ekomi yang dikaji dari sudut pandang kelas yakni kelas masyarakat memiliki kekayaan. 6. Namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang utama untuk diselidiki. mencuri. dan eksekutif perusahaan. Dalam laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. Kemungkinan Rahma dan Sarah terkena pasal pidana pun masih belum pasti. Pandangan yang konsensus atas pengertian konsep kelas sebagai kajian elit ekonomi yang berorientasi pada Karl Marx.

and propositions that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel. dan metode penelitian. mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. sebenarnya arti yang tepat masih samar-samar (vague) dan beragam. Labovitz dan Hagedorn menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataanpernyataan relasional tertentu saling terkait. Dengan nafas positivistik. tidak seperti Kerlinger. definisi. 2003: 120) mengartikan teori sebagai seperangkat ide. atau meningkat dua persen sejak 2006. teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu. bagian lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penelitian adalah teori. sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang. Tetapi sebelum melangkah lebih lanjut. Kerlinger (Creswell. M. Misalnya. Sementara itu. pertanyaan. Dr. Lengkapnya definsi Kerlinger tersebut adalah: “A theory is a set of interrelated constructs (variables). Senada dengan definsi tersebut. [afp/www. berbanding 26 persen remaja perempuan. Para pakar memberikan definisi sesuai pandangannya masing-masing. Dengan demikian.com] Fungsi Teori dan State of the Arts dalam Penelitian (Bahan Kuliah Program Magister dan Doktor) (Prof.Si) A. definitions.hidayatullah. konstruk atau variabel. Mudjia Rahardjo. secara umum. penting untuk ditegaskan apa yang dimaksud dengan teori. teori diartikan sebagai seperangkat ide. Namun. penjelasan atau prediksi secara ilmiah.Dari keseluruhan. Kendati istilah ‘teori’ begitu sering dipakai dalam wacana akademik. Labovitz dan Hagedorn yang definisinya mengenai teori . Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. tujuan. Pengantar Selain masalah.

maupun jumlah orang. Misalnya. Ketiga adalah model visual. Se dangkan teori tingkat makro menjelaskan objek yang lebih luas. Bentuk Teori Terdapat macam-macam bentuk atau wujud teori sebagai berikut: a. Neuman (2000) lebih melihat wilayah cakupannya (a breadth of coverage). tingkat meso (meso-level). “Jika interaksi antara dua atau lebih orang intensif. sistem budaya. Jika Kerlinger. maka tingkat kesukaan di antara mereka juga meningkat”. Artinya. ada tiga tingkatan teori. teori makro Lenski tentang stratifikasi sosial menjelaskan bagaimana surplus yang terjadi di masyarakat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. c. seperti di dalam sosiologi dikenal teori “face work” Erving Goffman yang mengkaji kegiatan ritual dua orang yang saling berhadapan atau bertatap muka (face to face). Teori tingkat meso menghubungkan tingkat mikro dan makro. Misalnya. “Semakin tinggi kedudukan seseorang. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya”. merupakan komponen tak terpisahkan dari penelitian. teori organisasi. ruang. baik dari sisi waktu. Labovitz dan Hagedorn. Menurutnya. jika sebuah masyarakat berkembang pesat. dan tingkat makro (macro-level). maka kompetensi siswa juga akan meningkat”. 2. Dalam bentuk model pernyataan “jika … . seperti: 1. semakin tinggi pula tingkat pengeluarannya”. 2. Thomas Kuhn memberikan pandangan agak berbeda bahwa pada umumnya peneliti kualitatif berpandangan bahwa semua observasi berbasis teori (theory laden). “Semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga. seperti: 1.lebih positivistik. teori. seperti lembaga sosial. pemahaman kita tentang dunia secara otomatis dibentuk oleh pengetahuan kita sebelumnya tentang dunia itu. maka akan diikuti oleh surplus pada masyarakat itu. B. atau komunitas. dan Thomas Kuhn memberikan penjelasan mengenai teori lebih secara konseptual. Teori Collin tentang kontrol organisasi merupakan contoh teori tingkat meso. sebagaimana digambarkan berikut: . Teori tingkat mikro memberikan penjelasan hanya terbatas pada peristiwa yang berskala kecil. Karena itu. sehingga tidak akan pernah ada deskripsi atau penjelasan berbasis teori yang netral dan objektif lepas dari perspektif tertentu. gerakan sosial. ma ka …”. yaitu tingkat mikro (micro-level). “Jika fasilitas belajar mengajar lengkap. Bentuk seperangkat hipotesis. Artinya. b. dan masyarakat secara keseluruhan. terungkap atau tidak.

desain penelitian. mulai dari tujuan penelitian.Bagan 1: Three independent variables influencing a single dependent variable mediated by two intervening variables. metode perolehan data. . yakni paradigma positivistik yang bersumber atau dipengaruhi oleh cara pandang ilmu alam yang bersandar pada hal-hal yang bersifat empirik. Masing-masing metode tersebut berbeda sangat tajam dalam memandang persoalan yang diangkat menjadi masalah penelitian. C. dan menjadi dasar metode penelitian kualitatif. (Gambar diambil dari Creswell (2003: 122-123) Bagan 2: Two Given Different treatments on X1 are compared in terms of Y1 controlling for X2. Fungsi Teori dalam Penelitian Sebagaimana diketahui menurut filsafat ilmu pengetahuan. dan paradigma interpretif yang berakar dari cara pandang ilmu sosial yang lebih bersifat holistik dalam memandang persoalan. dikenal ada dua aliran pemikiran besar atau paradigma ilmu dalam memandang persoalan. analisis data hingga makna dan fungsi teori. proses penelitian. bentuk pertanyaan penelitian. Berikut uraian ringkasnya. mengukur keabsahan data. dan menjadi dasar metode penelitian kuantitatif.

jika seorang mahasiswa program magister atau doktor bidang pendidikan ingin meneliti mengenai pola orangtua di masyarakat perkotaan dalam mendidik anak. tetapi juga untuk menegaskan bahwa peneliti tidak melakukan duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. Sebaliknya. teori berfungsi sebagai dasar penelitian untuk diuji. mengikuti diskusi ilmiah. Dengan teori. mulai bentuk dan rumusan pertanyaan atau hipotesis hingga prosedur pengumpulan data. Teori dipakai sebagai informasi pembanding atau tambahan untuk melihat gejala yang diteliti secara lebih utuh. metode penelitian kuantitatif berangkat dari teori. sebelum mulai kegiatan pengumpulan data. Karena itu. Memang teori bukan satu-satunya alat atau bahan untuk melihat persoalan yang diteliti. metode penelitian kualitatif berangkat dari lapangan dengan melihat fenomena atau gejala yang terjadi untuk selanjutnya menghasilkan atau mengembangkan teori. Teori menjadi kerangka kerja (framework) untuk keseluruhan proses penelitian. ceramah dan sebagainya bisa dipakai sebagai bahan tambahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam. Misalnya. Pengalaman atau pengetahuan peneliti sebelumnya yang diperoleh lewat pembacaan literatur. seminar atau konferensi. Kalau begitu apa fungsi teori dalam metode penelitian kualitatif? Teori dipakai sebagai bahan pisau analisis untuk memahami persoalan yang diteliti. Informasi dimaksud termasuk dari hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai persoalan yang sama atau mirip. Peneliti menguji atau memverifikasi teori dengan cara menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian yang diperoleh dari teori. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel untuk ditentukan jawabannya. Itu yang oleh para ahli . Oleh karena itu. Uraian mengenai teori ini dipaparkan dengan jelas dan rinci pada desain penelitian. Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. Sebab. Informasi itu tidak saja dipakai sebagai bahan perbandingan untuk memahami persoalan yang diteliti.Dalam metode penelitian kuantitatif. baik duplikasi maupun replikasi keduanya dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. peneliti akan memperoleh inspirasi untuk bisa memaknai persoalan. pola dari suatu fenomena bisa dianggap sebagai sebuah teori. Karena tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala atau persoalan tidak dalam konteks mencari penyebab atau akibat dari sebuah persoalan lewat variabel yang ada melainkan untuk memahami gejala secara komprehensif. Karena itu. lebih-lebih dari hasil penelitian sebelumnya yang mirip dengan tema tersebut. peneliti menjelaskan teori secara komprehensif. maka dalam metode penelitian kualitatif teori berbentuk pola (pattern) atau generalisasi naturalistik (naturalistic generalization). wajib dikumpulkan. Jika dalam metode penelitian kuantitatif teori berwujud dalam bentuk hipotesis atau definisi sebagaimana dipaparkan pada halaman sebelumnya. maka informasi dari mana saja. maka berbagai informasi mengenai persoalan yang diteliti wajib diperoleh.

Gall.. Designing and Conducting Mixed Methods Research. 1994. Denzin Norman K. and Mixed Methods Approaches. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peminat bidang metodologi penelitian. 2008. Thousand Oaks: SAGE Publications. and Meredith D. and Yvonna S. 2003. The SAGE Encyclopedia of QUALITATIVE RESEARCH METHODS. para peneliti. dan juga para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. ). and Vicki L. 2007. Handbook of Qualitative Research. Creswell. John W. 25 April 2011 Daftar Pustaka Borg. Quantitative. Educational Research: An Introduction. John W. Secara khusus. New York and London: Longman. RESEARCH DESIGN: Qualitative.). Waler R.. saya berharap tulisan pendek ini dapat mengurangi kebingungan para mahasiswa mengenai posisi dan fungsi teori dalam penelitian sebagaimana selama ini terjadi. Plano Clark. di mana (jika penelitian lapangan). state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. (Ed. Thousand Oaks: SAGE Publications. Lisa M. __________ Malang. metode apa yang dipakai. Pendahuluan . tesis atau disertasi. Thousand Oaks: SAGE Publications. Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis.sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa. Creswell. Lincoln (Eds. dan dengan hasil apa.. 1989. Given. Los Angeles: SAGE Reference Publication. apa masalahnya.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda. proses politik. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Tujuan Metode pembahasan Kajian teroritis Pengertian Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. b. dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. legitimasi. seperti : a. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara. maupun hubungan sesama Negara. Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh kekuasaan. perilaku politik. antara lain: kekuasaan politik. Ilmu politik mempelajari beberapa aspek. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan. tujuan Negara. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu kekuasaan dalam . khususnya dalam negara. pengunaan kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan.Gambaran umum tentang ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. yaitu antara lain: • • • • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.usaha mempertahankan kekuasaan. partisipasi politik. antar warga Negara dan Negara. sistem politik. dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga nwgaranya dan hubungan antar Negara. baik sesama warga Negara.

karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang. Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi. proses. Seorang sarjana politik misalnya. dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi dalam pembangunan suatu masyarakat. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik. Ruang Lingkup Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah batasanbatasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. dasar. dan kebijakan dengan memahami politik struktur dengan sosial pada ilmu masyarakat. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik. Hubungan ilmu ilmu-ilmu politik dengan ilmu tersebut.[5] Psikologi Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik . kepentingan dan kebijakan. c. dapat meminta bantuan sarjana ekonomi tentang syaratsyarat ekonomis yang harus dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu.masyarakat. khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat. ekonomi hubungan ilmu Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi. yaitu sifat. khususnya yang 4. hakikat. hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat. Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. dan hsil dari kekuasaan itu. sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian masyarakat. 2. Maka dapat difahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan 1. menyangkut hubungan ilmu pembinaan politik kehidupan dengan ilmu demokrasi. sosiologi Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama. kekuasaan. ruang lingkup. Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok. Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada kekuasaan 3.

Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara akurat. dalam metode penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan yang lainnya. a. denagn maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik. Metode 1. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. semangat. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu plitik antara lain: . khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok ataui golongan. c. fisik. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolngan atau pengelompokan objek-objek secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbale balik. e. dan emosi).antara manusia dan masyarakat. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencangkup metode. Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap kebijakan politik suatu pemerintahan. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi-segi ekstern (lingkungan sosial. gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan. peristiwa-peristiwa. d. b. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus khusus atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum.

metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan kehidipan politik yang di teliti secara abstrak. lembagalembaga politik dapat di rinci dalam semua individu substratumnya. Metode historis. hhukum sebab akibat. c. Artinya. . lembaga-lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial maupun organism sosial. baik itu melalui pendekatkan marxisme. c. tetapijuga dapat tidak langsung terhadap phenomena politik. merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. b. Metode deskrifsi.diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung.a. maupun non marxisme. Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif. yang merupakan cirri khas ilmu sejarah. kepribadian pemimipin. metode ini dapat di simpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat . berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: a. Karena itu dalam kajian sosiologis. Metode analitis. pertumbuhan dan perkembangan. Metode psikologis. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas.akademis teoretis. b. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail. e. maupun pihak-pihak yang menentangnya. merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. f. Namun demikian. dalam penelitian ini ilmu politik di sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. Metode yuridis atau legalitas. d. Dengan demikian. Metode sosiologis. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organismme sosial yang dynamos. Metode obsevasi. memandang bahwa kajian politik. dalam penggunaannya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi bsebagai acuannya. ermasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik. Metode ekoomis . dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang. Metode filosofis.

Metode klasifikasi. pemilihan umum. Kekuasaan Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo. partai politik. konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus sebagai objek dari kekuasaan itu. demokrasi. Konsep-konsep Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu politik. kedaulatan kontrak social. 2. Metode perbandingan. persamaan. Menurut Phillip (2000: 820). siaran radio. dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya.metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar. legitimasi. terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan dalam . 1.untuk memudahkan pengelompokannya. atau lebih. system politik. Negara. 2000:35). dan voting. oposisi. Adapun konsep konsep yang dimaksud. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik. 1975: 42) mencakup: 1. Dengan demikian. e.d. pemerintah. Dengan demikian. Missal presiden sekalipun harus tunduk kepada undang undang yang berlaku. Negara. ataupun menghitung secara cermat perkataanperkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti.merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang diteliti. demonstrasi. seperti kekuasaan. Pengolongan harus masuk akal Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping Harus hanya ada satu basis penggolongan Metode pengukuran.biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak. 3.baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. 4. hak asasi manusia. kelompok. desentralisasi.

tujuan politik atau ekonomi. melihat kekuasaan “ kapasitas untuk mencapai suatu tujuan “ sementara Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana satu pihak menang atas yang lain. Dalam hal ini contohnya Parsons yang menggunakan pendekatan structural fungsional. kedaulatan hukum dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hokum itu berdaulat. status. jika dilihat dari jenis dan bentuknya. b. dilihat dari hokum tata Negara. Kedaulatan Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan. a. a. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. c. Kedaulatan Negara dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang merupakan sumber hokum utama. Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara. karisma. kekuatan. Adapun totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda hugo krabe. saat itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik kepentingan fundamental. pengetahuan. dan control. 2. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam. Dilihat dari hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara terhadap Negara Negara lain Kemudian. seperti pengaruh. tujuan untuk individu atau masyarakat. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu Negara.mendefinisikan kekuasaan itu selalu ada perbedaan yang mendasar. 1. konsep kedaulatan mengacu pada kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. Kehendak Negara tersebut yang termuat dalam perundang undangan dan hokum kebiasaan yang . dan otoritas. paksaan. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan. missal kekayaan.

Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi dari orang orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka. jhering. Negara pun merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibnkan fenomena kekuasaan dalam . hidup dalam kekhawatiran penyerangan yang membawa kematian. orang orang me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. yang berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum 3. teori ini bersifat damai dan teratur. Akhirnya. Negara adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang saudara. laband. Kehendak bersama dengan demikian mewakili hal hal yang terbaik. dalam kontak social yang ideal. Dengan demikian. b. Dengan demikian. Kedaulatan rakyat Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. Beberapa totokoh ajaran ini adalah Kelsen. jellinek. dan JJ Rouseau. Kontrol Social Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi.diakui dengan undang undang. Jhon Locke. kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara yang menyatakan dirinya demokratis. individu dapat dengan bebas mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam pemerintahan. Sebagai sumber hokum utama adalah undang undang. Implikasi dari bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan perantaan dewan perwakilan rakyat. membayangkan masyarakat berada dalam sebuah lingkungan alamiah yang anarkis. 4. mengolah alam dan kepemilikan. rakyat hokum moral dan alam. Kontak social itu diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess. Kemudioan Locke menggantikan toeri Hobess. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. hal itu dapat dicapai dengan demokrasi partisipasi langsung.

Jhon Locke mempublikasikan two treatises of government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata aturan. Ada 2 tugas Negara yakni: a. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat atau lembaga. Ia menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian abadi dan di revolusi prancis. yakni . paling tidak memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah. d. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose situ sendiri. c. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di eropa pada abad ke 16. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk.masyarakat. yakni pelaksanaan oleh yang berwenang. pemerintah mengacu pada proses memerintah. sekaligus suasana antagonistic yang penuh konflik. Suapaya tidak jadi antagonisme yang sangat berbahaya. 5. Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang social ataupun bertentangan satu sama lain. artinya kantor atau jabatan jabatan dalam pemerintahan. b. Pemerintah Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian: a. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari masyarakat yang madani. Negara adalah suatu struktur yang abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah revolusi 1688. Negara meupakan organisasi yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut. model tersebut telah banyak ditiru keberhasilan yang bervariasi. sebab manusia hidup dalam suasana kerja sama. metode dan system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini. b.

mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki hak hak untuk memerintah. jika ada saja terjadi penyimpangan. hokum. Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan. Legitimasi memegang peranan penting dalam system kekuasaan. c. kini fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. legitimasi legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang secara hokum adalah sah). peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus. tettapi semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran yang menyelamatkan kita. terutama sejak prang dunia 2. Legitimasi tidak menjamin akan dapat memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas dengan kemepimpinannya itu. Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam pemerintahan demokratis. merupakan penyeimbang maupun control terhadap pemerintah yang berkuasa. perasaan. karena sejalan dengan behavioralisme. Tragedy orde baru yang yang dialami pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak pernah diaui sebagai advocate atau pembela. oposisi oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa. Kajian tentang pemerintahan sudah berubah.a. . Baik lembaga lembaga formal maupun non formalnya. mengingat dengan legitimasi yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang maupun kelompok. Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus memilki gabungan cirri cirri otorotatif. 6. terutama berperan sebagai oposisi yang sehat. 7. peran legislative untuk membuat peraturan peraturan b. peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru.

Aristoteles juga berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil dalam pemikiran politik saat itu. prinsip demokrasi senantiasa terus berubah. sejalan dengan perubahan masyarakat. Berbicara tentang system politik sama halnya tentang berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah 9. 3. dan mencintai kebebasan. Pemilihan Umum Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau mementukan orang . System Politik Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua prose dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan politik. dalam karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota. namun ada juga yang menyatakan suatu system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip persamaan politik Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno. Saat itu demokrasi dianggap “agresif” yang tidak stabil serta mengarah kepada tirani. baik ke luar maupun ke dalam. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah maupun tidak sah. Perjuangan persaingan kelompok untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama dalam system politik. Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang ideal. Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak. Menurut Poly bius menyatakan bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang dari elemen elemen monari. Pada saat itulah demokrasi dianggap nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik terhadap dominasi lemaa di Eropa. Demokrasi adalah nama konstitusi. Demokrasi Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya. Secara sederhana dalam setiap system politik akan mencakup: 1. aristokrasi dan demokrasidapat stabil. 10. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat. harmonis.8. namun yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi adalah revolsi prancis. 2.

nilai-nilai. menurut Schlesinger partai politik adalah: a. System kepartaian atau pola dukungan. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama posisi eksekutif. yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya. Desentralisasi . d. Pemiliha umum juga masih diyakini sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public.orang yang duduk di dewan legislative maupun eksekutif. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. terutama di negara Negara barat. b. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum adalah: Objek penilu. Sarana rekrutmen politik. System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan. c. pada tahun 1975. 12. cita-cita. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari kehidpan demokrasi. Pemilihan umum sekarang telah meluas. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan pemilihan yang kompetitif. 11. partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. b. Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan Mosawwir adalah: a. b. c. e. hanya 33 negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum untuk memilih pemimpinnya. Partai Politik Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya. a. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang memilki satu partai. serta perjuangan yang sama. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntunan rakyat. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. c.

yaitu harapan naik kemampuan konstan. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan untuk memenuhi harapan itu. deprivasi progresif. menunjukan dan membuktikan. deprivasi persisten. demontrasi dapat berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi. Melalui pendidikan. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif. memperlihatkan. melainkan diupayakan atau dibuat. Namun dapat juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran public maupun memusuhi sekelompok orang. Demontrasi Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan. yaitu kemampuan yang secara konsatan berada dibawah harapan. Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut: a. 13. Para ilmuwan social sejak lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut. tetapi merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang lebih besar. 14. Persamaan Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa disiplin ilmu. sifatnya bervariasi. Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan delegasi melalui pejabat di daerah. istilah persamaan memiliki makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan yang kompleks. 4. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri. deprivasi aspirasional. Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara alamiah selalu berbeda. bahkan enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan.Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih rendah. Dalam ilmu matematika. Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan konsepkonsep dekonsentrasi maupun devolusi. 3. deprivasi dekremental. yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih lebih rendah dibandingkan . baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan.maupun dengan devolusi kepada lembaga-lembaga otonomi daerah. 2. bentuk deprivasi dapat dibedakan berdasarkan pola-pola perubahan yakni: 1. seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. Christopher Jencks mengemukakan bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya. yaitu dimana harapan konstan dan kemampuan turun. Ia menunjuk pada reformasi pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan.

Kebanyakan Negara barat memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita dewasa. HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipukul rata. tetapi juga hak hak ekonomi. cepat atau lambat akan dating gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat sipil dan politik. kadang kadang dikenal dengan prinsip atau hokum. social dan budaya. . Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang. 15. yakni: justifikasi normative untuk kekerasan justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan c. pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana maupun kompleks. 16.harapan. Bangsa Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang lalu dengan memepatkan batu kerikil. Oleh karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah Negara. Generalisasi Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep atau lebih. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan institusioanal dari pemberontak vs Negara. Negara Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang wenang. b. seperti yang dianjurkan penganjur HAM barat yang radikal. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti: 1. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan politik. Hak Asasi Manusia Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi.

Legitimasi Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik yang mendukungnya. 4. Kedaulatan Rakyat Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa secara absolute. pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. aman dan berkesinambungan. institusi masyarakat ataupun pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian. hanya saja ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu maka gusdur turun secara tragis. 5. 7. Negara Adanya peraturan dan perundang undangan dalam kehidupan bernegara. 3. 6. Sebalinya tidak semua partai oposisi baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan umum. 8. Pemerintahan Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan kebebasan dan mementang pembaruan.2. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme pemerintahan yang ada. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik Teori-Teori Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manusia. dan mempertanyakan .

2002: 787). 2. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu payung politik. Aristoteles. dan lain-lain). seperti Plato. bertumpu pada kesalahan. Penerimaan terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana dipahami secara tradisional. pemilih. Salah satu . Sedangkan teori politik sebelumnya. hingga Marx dan Mill berusaha menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak.pengaturan politik serta sosial apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. birokrat. Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori pilihan publik (Miller. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivisme. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik 1. Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya.

Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls (1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-individu yang rasional akan menyepakatinya. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. di mana penindasan dan dominasi tidak ada. Tujuannya adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas. Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu sendiri. kebebasan. Selain itu. keadilan. yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan yang ideal. 2002: 798).hasil yang sangat terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963). Contoh serupa. Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. 2002: 797). tugas teori politik menurut pandangan ini adalah a.argumentatif (Miller. Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. mengkhususkan pada tatanan sosial macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsipprinsip tersebut. di mana pandangan tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. dan lain-lain. Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli Sebagaimana telah dicatat sebelumnya. teori politik kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat . b. Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. 3. Kemudian. serta partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain secara. 1.

baik dicintai maupun ditakuti. meskipun tulisan-tulisannya muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis. kemandirian. lahir di Anjou. . Watak-watak. Teori Negara Berdaulat Jean Bodin Jean Bodin hidup tahun 1530-1596. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang diperlukan. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua tipe.dilihat sebagai penanda transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi. c. Hanya dengan memadukan machismo semangat keprajuritan. Barthomew tahun 1572 yang mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran. dapat dipercaya. sekarang Italia. disiplin. Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati. 1. yaitu kebaikan negara. dipandang sebagai sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. dan tulus. 1985:4) sebagai berikut. 3. pengampunan. kekejaman. betapa pun tampak tercela karena rakyat pada akhirnya hanya peduli dengan hasilnya. seorang penguasa yang bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Machiavelli dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence. Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner. Francis dari keluarga kelas menengah yang kaya. 2. dan pertimbangan politik. kejayaan. dan kontrol diri. dan kebaikan negara. seperti ketegasan. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk. la hidup pada masa pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak ketika terjadi pembunuhan St. 2. Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513. a. b. ia sering dituduh “ gurunya kejahatan” karena nasihat-nasihatnya yang amoral seandainya bukan immoral. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut. Untuk melakukannya. yaitu kepangeranan atau principality dan republik. Inti teorinya adalah sebagai berikut. seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya kepada negara dan mencapai keabadian sejarah.

bukan individu. kekuasaan yang berdaulat . satu pemimpin. tujuan bersama. Somerset. keluarga . Jika beberapa orang memiliki otoritas. dan satu tuan. Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga. a. Keluarga merupakan unit dasar bagi negara. 4. c. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature). 1957). d. mereka akan merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus berlanjut. yaitu tatanan yang benar .a. hanya ada satu penguasa. “ Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan masalahnya dengan benar. Inti ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut. sebagaimana orang yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan mengenai sasaran” (Bodin. Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara. Tidak boleh ada commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat menyatukan semua anggota-anggotanya. yaitu . Terdapat empat unsur dalam negara. Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington. Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam penguasa commonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh terhadap warga negaranya. tidak dapat berharap akan menemukan cara-cara untuk meraihnya. b. Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh kekuasaan yang berdaulat. e. demikian pula patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara. Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi manusia lainnya adalah kedaulatan. Karena berkeluarga itu seperti bernegara.

kondisi hidup bersama di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. diterima. la pun bukan masyarakat yang tidak beradab. dan merdeka. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan. sedangkan sebagai pewaris ia adalah . d. Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas. b. terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan dirinya atau apa yang menjadi miliknya. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada orang atau kelompok tertentu. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam. g. sederajat. dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. tetapi kepada seluruh komunitas. f. Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut hak-hak alamiahnya yang substansial. tetapi masyarakat anarki yang beradab dan rasional. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu masyarakat politik. Ketika masyarakat itu telah terbentuk. h. kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk mencapai tujuan pemerintahan tersebut. Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan. c. ia bukan keadaan kebebasan penuh. tetapi hanya hak-hak untuk melaksanakan hukum alam. e. Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut.

Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum dibutuhkan. terdapat tiga jenis pemerintahan. Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal Montesquieu. Monarki adalah pemerintahan konstitusional oleh satu orang.individu. Montesquieu lebih dikenal sebagai “ Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan ”. Dalam klasifikasi pemerintah. c. Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan -sejarah. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami wilayah itu. dan iklim di mana orang tinggal. e. dan despotik.penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut. Francis. a. b. baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antar bangsa atau negara merdeka. Tidak ada aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang berlaku bagi semua masyarakat (relativisme). monarki. teori Montesquieu ini dapat dikemukakan sebagai berikut. geografi. hukum sipil yang mengatur hubungan antar individu. sedangkan despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah . d. yakni republik. Republik dapat berupa demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga kerakyatan. dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat (petite noblese). dan hukum politik yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa dengan rakyat. atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya diserahkan sebagian anggota masyarakat. di Paris. 5.

satu-satunya perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas. berarti itu tidak adil. Dengan demikian. misalnya polisi beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan pertukaran bebas. Sedangkan campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang merupakan sebuah pelanggaran. bahkan seandainya pajak tetap dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah yang tidak semestinya. (free exchanges) di antara orang-orang ”. Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori hak pemilikan legal) sebagai . 1996 : 86) 5. Namun. Dengan demikian. bukan atas efisiensi. tetapi atas hak-hak moral dasar kita.negara di mana kekuasaan legislatif. klaim pokok Nozick dapat dikemukakan: “ Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari pertukaran bebas. dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendirisendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat (Apter. Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya adalah adil. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini. eksekutif. Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) “ Individu memiliki hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu) ”. jika pemerintah berusaha memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang itu. Karena orang memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai.

Nicolo Machiavelli.berikut. Thomas Hobbes. Adam Smith. 1974:160) Tokoh-tokoh ilmu politik Tokoh dan pemikir ilmu politik Mancanegara Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik. c. Immanuel Kant. b. Friedrich Engels. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification of injustice) bagaimana berhubungan dengan pemilikan (holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara yang tidak adil. Cicero. John Locke. Rousseau. to each as they are choose ”(Nozick. Samuel P Huntington. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas. Karl Marx. Lenin. Salim Said dan Ramlan Surbakti . dan setiap orang menerima sesuai dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose. Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut prinsip pertama. a. Douglas E Ramage. Martin Luther. Max Weber. Harold Crouch. Indonesia Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo. modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles. Antonio Gramsci. Rumus distribusi yang adil adalah “ Setiap orang memberikan sesuai dengan pilihannya.

Soltau (1961: 4). menyatakan bahwa ilmu politik adalah kajian tentang negara. “the science of politics”. Bagi kaum institusionalis atau institutional approach seperti Roger F.BAB II ILMU POLITIK 1. dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. mereka menyatakan bahwa ilmu politik sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. . politikos (ahli negara). dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. dikhususkan pada penggambaran. Menurut Brendan O’Leary (2000: 78) ilmu politik merupakan disiplin akademis. PENGERTIAN. dan “scienza politica” di Italia. A. ternyata banyak sekali istilah bagi ilmu politik. hubungan internasional. 1990: 8-11). “les sciences politique” (Prancis). “staatswetenscappen” (Belanda). politeike techne (kemahiran politik). DAN RUANG LINGKUP POLITIK Secara etimologis. penjelasan analisis. politik perbandingan. ekonomi politik. polites (warga negara). Dari istilah polis dihasilkan kata-kata seperti : politeia (segala sesuatu yang menyangkut polis atau negara. George Jellinak dan Kuntjoro Purbopranto mempunyai pendapat sama mengenai masalah ini. Sehubungan dengan hal tersebut. teori-teori kenegaraan. administrasi publik. disebabkan belum terdapatnya kesamaan pendapat diantara para cendikiawan sehingga hal ini menimbulkan kekacauan istilah. timbul banyak istilah tentang ilmu politik. tujuan-tujuan negara. Oleh sebab itu George Jellinek dalam bukunya “Recht des modern states” menyatakan bahwa ilmu politik amat sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. Banyak regam istilah bagi ilmu politik. teori polotik. politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis. di Jerman dikenal dengan istilah “staats wissenchaft. lembaga-lembaga politik. sehingga ada ketegasan dalam pengguanaan istilah tersebut (Abu Daud. Dengan mengingat hal tersebut diatas. KARAKTERISTIK. sejarah politik. polilieke episteme (ilmu politik). Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. di Inggris disebut sebagai “political science”. Menurut O’Leary (2000: 794) subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: pemikiran politik. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. Polis adalah kota yang dianggap negara yang terdapat dalam kebudayaan Yunani dimana pada waktu itu kota dianggap identik dengan negara sehingga dengan demikian polis ialah tempat tinggal bersama dari orangorang biasa selaku warganya (citizens) dengan pemerintah yang biasanya terletak diatas bukit yang dikelilingi tembok untuk menjaga keamanan mereka terhadap serangan musuh yang datang dari luar.

2. 2. 4. Hight politics (politik tinggi). 1. yaitu cara mempelajari perilaku politik para pelaku pembuat keputusan elite. atau politik dari bawah. Politik Perbandingan Merupakan asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satusatunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. yudikatif. birokrasi. kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori politiknya yang telah lama berevolusi. Sejarah Politik Banyak para ilmuwan politik yang menjelaskan tentang sejarah politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. Dintaranya karyakarya besar para pemikir sejak zaman Plato. Mereka percaya bahwa perilaku politik massa memberikan kunci untuk menjelaskan episode-episode politik utama. yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan-jurusan ilmu politik di banyak universitas pada akhir abad ke-19 (Miller. Lembaga-Lembaga Politik Merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik. 3. Selain itu. khususnya peranan konstitusi. secara garis besar politik cenderung terbagi dua kubu : 1. dan sistem pemilihan. 2000. Pemikiran Politik Subbidang ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa ilmu politik. Aristoteles. 788) 1. dan secara historis berkenaan dengan kepastian administrasi yang bertanggung . Montesquieu. menurut O’Leary (2000: 789). Locke. 6. Teori Politik Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri. eksekutif. dan Mill (O’Leary.1. serta buku-buku para penulis modern seperti Kant. zaman pertengahan dan awal moden karya-karya Aquinas. harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. 1. 3. biasanya memilki citra rasa deduktif dan analisis. Administrasi publik memusatkan perhatiannya pada susunan institusional provinsi pelayan publik. partai politik. mereka percaya bahwa kepribadian dan mekanisasi para elite politik adalah kunci pembuat sejarah. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum Merupakan cabang empiris dan normatif dari ilmu politik yang tumpang-tindih dengan hukum dan ekonomi. 7. Tocqueville. 1. Rousseau. 5. Hobbes. Ekonomi Politik Subbidang ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori pelaku politik sebagaimana teori perilaku ekonomi. teori politik Anglo-Amerika kontemporer. Marx. Agustine. Hegel. seperti halnya beberapa revolusi yang terjadi. 2002: 790) 1. 1. Sebagai contoh. Low politics (politik bawah).

. 2000: 794). ekonimi-politik internasional. dan analisis kebijakan luar negeri. dan hubungan internasional (O’Leary. Psikologi Politik (Political Psychology) Merupakan bidang interdisipliner yang relatif baru. 1. pemikiran politik. sosiologi politik. mulai digunakan secara umum pada abad ke-18.2000). kajian perang. Beberapa kajian ilmu politik secara tematis yang berkembang dewasa ini demikian luas dan banyak ragam antara lain sebagai berikut : 1. Kedua. penelitian empiris substansialnya muncul pada tahun 1960-an. Definsi kelompok yang pertama. definisi budaya politik pada umumnya dapat diklarifikasikan dalam dua kelompok definisi. administrasi publik. konsep budaya politik berkaitan dengan “ketidakpuasan. 1956). c. 1.jawab dan adil. 9. kebijakan publik. Hubungan Internasional Subbidang ilmu politik ini memfokuskan pada masalah-masalah yang menyangkut organisasiorganisasi internasional. serta memberikan manfaat normatif dan empiris terhadap argumenargumen yang digunakan untuk menjustifikasi kebijakan-kebijakan tersebut. 1. 1. 1993). Menurut Bown (2000: 799). Teori Kenegaraan Teori ini sering diduga merupakan teori politik yang paling padu dalam memberikan perhatian bagi teori politik kontemporer. Pluralisme Politik (Political Pluralism) Kajian ini adalah perspektif normatif dalam ilmu politik modern yang menekankan pentingnya demokrasi dan kebebasan mempertahankan pluralitas organosasi-organisasi politik dan ekonomi yang relatif otonom (Russel. Budaya Politik Istilah budaya politik (politic culture) untuk pertama kali muncul pada tahun 1050-an (Almond. sedangkan para ahli kebijakan publik menganalisis formasi dan penerapan kebijakan-kebijakan. Ekonomi Politik Istilah ekonomi politik (political economy). 8. kajian perdamaian. a. dan pajak yang sekarang sering disebut kebijakan ekonomi (Suttliffe. Adapum tujuan substansif dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politik. kelompok yang membatasi cakupan budaya politik pada orientasi subjektif bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok sosial atau individual hingga politik. Pada umunya. d. pertukaran uang. kelompok yang memperluas konsep itu sehingga meliputi pola-pola perilaku politik. yang dapat diartikan sebagai cara yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan. b. dan lahir tahun 1950-an yang ditandai dengan rapproachement-nya ilmu sosial. 2000: 769) 1. baik terhadap pandangan politik yang mengabaikan masalah-masalah makna dan kebudayaan maupun terhadap pandangan kultural yang mengabaikan isu-isu politik dan kekuasaan” (Welch. khususnya ilmu politik dan pikologi.

Perwakilan Politik (Political Representation) Menurut Tournon (2000: 919). dimana partai politik diartikan suatu organisasi yang berusaha memenangkan jabatan publik dalam suatu persaingan di daerah pemilihan dengan satu atau lebih organisasi serupa (Lijphart. f. hubungan problematik antropologi dengan kolonialisme. khususnya Marxis. bahkan hubungan kekuasaan dengan pengetahuan (Vincent. namun masih dalam koridor permukaan yang tidak nyata. sejarah representasi/perwakilan politik adalah sejarah kebangkitan Eropa.Perbedaan antara ekonomi politik (ilmiah) dan ilmu ekonomi (vulgar) ini telah menjadi konstanta dalam pemikiran ekonomi yang kritis. kajian tentang subaltern. dan hubungan-hubungan yang mereka peroleh atau mereka korbankan. melalui transformasi dari sovereign’s counxillors ‘kedaulatan para penasihat’ menjadi sovereign assembly ‘kedaulatan majelis’. 1. 1. dengan menuntut otonomi yang lebih besar atas daerah kediaman mereka. 1. h. j. 2000: 778) 1. pemberontakan petani. Walaupun kekaburan ini tampak. nasionalisme. Politik Etnik Merupakan bidang politik yang dapat dibangkitkan oleh ketidakpuasan sekelompok anggota masyarakat yang terkonsentrasi dalam suatu daerah. dari mana asal mereka. hubungan kepercayaan. yakni pelayanan pemerintah yang berbelit-belit. dengan jalan apa saja. namun kadang-kadang sebaliknya. Partai Politik (Political Party) Merupakan suatu istilah yang sebenarnya sampai sekarang belum memiliki kata sepakat tentang apa itu partai politik. g. Birokrasi Politik (Bureaucratic Polity) Kadang-kadang birokrasi diartikan sebagai upaya efisiensi pemerintah. 1. Antropologi Politik (Political Anthropology) Bidang ini membahas perkembangan struktur politik masyarakat secara evolusioner. Rekrutmen Politik Kajian ini meliputi melihat dan mempelajari peristiwa-peristiwa politik dengan cermat tentang bagaimana para partisipan atau peserta sampai terakomodasi dalam suatu keanggotaan institusi politik. e. 1. dari kebiadaban melalui barbarisme menuju peradaban. kesenian dan kekuasaan. 2000: 731). . keterampilanketerampilan yang dipersyaratkan. muncul dari masyarakat kecil menuju masyarakat politik berdasakan batas wilayah dan kekayaan. Definisi yang paling awal muncul pada abad ke-19 dan mungkin dapat disebut sebagai definisi terbaik. kelas dan gender. gagasan-gagasan. i.

dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. Pada bagian lain. Torbert sering disebut sebagai collaborative inquiri (Tobert. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalahmasalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya. adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada saat ini secara akurat. Sedangkan pendekatan kuantitatif mencoba untuk memelihara diri mereka dari pengaruh koleksi data. Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57). 1981: 141-151). Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Metode filosofis. Metode deskriptif. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. menekan proses bersifat induktif. Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. TEKNIK. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung . 2. PENDEKATAN. 2004: 157). dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif (Supardan.R. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. DAN ILMU BANTU POLITIK Pendekatan Kajian ilmu politik dapat menggunakan dua pendekatan. B. 1. 4. Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain : 1. 3. 5. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut. 1. dan menurut W. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitikberatkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. bersifat deskriptif anatik. 2. Metode induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifak khusus atas dasar fakta teoritis yang khusus ke yang umum. 2. Dalam menggunakan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur dengan penarikan kesimpulan dari keadaan umum ke yang khusus.1. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbal balik. METODE.

dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataankenyataan sejarah. 6. seperti field work. Metode pengukuran. case study. 4. filsafat. Metode ekonomis.yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti secara abstrak-akademis-toretis. geografi. merupakan pelksanaan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. . tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik. psikologi sosial. interview. 1. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang paling banyak digunakan adalah metode-metode sebagai berikut : 1. 6. Metode deskripsi. 3. Metode observasi. terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. schedule. serta hukum (Budiardjo. 2. Metode sosiologis. Metode psikologis. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sessuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci. 4. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. seperti sejarah. Metode perbandingan. ekonomi. 5. direct obsevation. baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. Namun demikian. dalam penggunaanya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. 2000: 17-28). opinionnaire. Metode yuridis atau legislatis. investigation. Metode historis. Metode analisis. merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti. sampling. antropologi. participant observer. atau lebih. lembaga-lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. negara. diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. Ilmu bantu Adapun beberapa ilmu bantu yang digunakan fdalam kajian politik diperlukan sekali peran dan kontribusi dari berbagai ilmu sosial lainnya. kelompok. sosiologi. dan action research. 7. dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. 3. 2. 5. merupakan metode yang sangat mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitas. questionare. 3. 4. Metode klarifikasi. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanyan hubungan timbal balik. memandang bahwa dalam kajian politik. Teknik Teknik yang banyak digunakan dalam ilmu politik sebenarnya banyak ragamnya.

ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal dengan eknomi politik (political economy). Filsafat Filsafat juga berperan dalam ilmu politik. 1. 1. asal mula nilai dan negara. b. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. desakan penduduk (population pressures). e. Ilmu Geografi Faktor-faktor yang memengaruhi politik. terutama di Eropa Barat ilmu hukum dan politik memang sudah demikian erat. d. Ilmu Ekonomi Pada masa silam. TUJUAN DAN FUNGSI POLITIK Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau tidak.1. dan derah pengaruh (sphere of ifluence) dibahas dalam geografi. Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar . yaitu suatu bagian dari filsafat yang mengungkap kehidupan politik. Ilmu Hukum Sejak dahulu. 1. Sejarah Sejarah sangat diperlukan dalam ilmu politik mengingat sejarah memberikan fakta masa lampau untuk dikaji lebih lanjut. c. C. perbatasan strategis (strategic frontiers). seperti lokasi (location). terutama filsafat politik. dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau golongan. 1. Antropologi Antropologi merupakan ilmu bantu dalam ilmu politik. 1. Psikologi Sosial Dalam hal ini. 1. Hal ini mengingat antropologi memberikan kontribusi besar dalam pengertian dan teori tentang kedudukan serta peranan satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. psikologi sosial menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat. 1. f. 1. a. Sosiologi Sosiologi banyak membantu usahanya memahami latar belakang. yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan. g. h. seperti sifat hakiki.

menarik. David Apter dalam bukunya yang berjudul Introduction to politicial analysis. Begitu pun sebelumnya. malu dan marah. hal itu begitu tampak. kesenangan. kita pelrlu tahu dan merasakan hal-hal yang terlarang pada suatu masalah. setia. Sebagai sebuah disiplin ilmu. sebagaimana kita butuh akan keindahan. menganalogikan ilmu politik dengan seks (Apter. serakah dan sifatsifat positif bergalau dengan negatif. Socrates sebagi lambang guru politik yang aktif. terutama di Amerika serikat dan negara-negara barat yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-prakrik kelembagaan. seperti bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga. di antaranya yang satu dalam kehidupan keluarga dan kekerabatan. orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. Walaupun ajaran kritis tersebut pada prinsipnya bersifat intelektual. Dalam beberapa hal. serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak? Dengan demikian. Keduanya adalah sesuatu yang pokok dalam kehidupan yang terorganisasi. Menemukan hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Perspektif Intelektual Sebagaimana kita maklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik. mendua. kemesraan. kekuasaan dan keagungan sebagai pemimpin dan penakluk di muka bumi ini. 1996:5). 1. . Tidak aneh jika mempelajari ilmu politik membangkitkan perasaan-perasaan yang mendalam. tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat praktis. ia meninggal karena tekanan-tekanan praktis penguasa politik yunani kuno. Sebagaimana seks. Tujuannya tidak lain adalah untuk menelaah kesalahan-kealahanan yang dibuat oleh para penguasa dan berusaha untuk mengurangi ketidaktahuan dari mereka yang dikuasai. Setidaknya secara umum terdapat tiga makna tujuan mempelajari ilmu politik yaitu : 1. Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu. politik menjadi suatu pokok kajian yang dihindari dalam masyarajat yang sopan. kita pun membutuhkan kontroversi dari masalah lain. Kedua tipe itu menunjukan suatu kesinambungan rumpun manusia dan keseimbangan komunitas. jijik. secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi. dan paradoks. namun di satu sisi pun punya arti yang kabur dan mudah disalahgunakan. benci.hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. Agar dapat bertindak dengan baik secara politik. Plato dan Aristotoles di akasemi-akademi Yunani. bernafsu. orang belajar bagaimana kekuasaan dapat dijinakan oleh prometheus. Sebagai contoh. Akan tetapi. dan juga mereka sangat terlibat dalam politik prakris. Dalam hal ini politik dipandang sebagai ilmu. ilmu politik memiliki sifat ambigu. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. sekaligus rasa jijik. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. dan diabdikan kepada tujuan manusia yang posotif. bangga. yang lain dalam kekuasaan yang terorganisir. Kita telah menciptakan lembaga-lembaga tertentu untuk mengendalikan dan menyalurkan nafsu itu. Dalam pembelajarannya pun sudah mengenal metode yang bersifat kritis. Untuk mancapainya. Akan tetapi. seperti rasa cinta. ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajar sehingga dapat bertindak.

tidak usah heran pula jika politisi adah orang yang dapat diperoleh dari kekuasaan (Apter. Jika tujuan pertama politisi adalah memperoleh kekuasaan maka kaidah kedua adalah mempertahankan kekuasaan. 2. 1996:20) 1. seperti licin. partai politik. kelompok kepentingan. politik dipandang sebagai ilmu. Bedanya dengan polotisi lebih bersifat “segera”(yang ada kini dan ada di sini. Pendirian ini memandang terhadap kebuuhan ke depan. Sebab perspektif itu bertolak dibangun berdasarkan apa yang dianggap salah oleh individi maka pemikiran individu itu yang memperbaikinya. bahkan terburuk kepada rakyat. percobaan. Tentu saja ilmuwan politik profesial memandang politik sebagai suatu sistem sebagai perubah terorganisasi yang saling berinteraksi. Politik dapat memiliki dampak terbaik. tugas ilmu politik adalah . Perspektif Politik Maksudnaya adalah bahwa pandangan intelektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. dan mirip tindakan kejahatn dalam sebagian kegiatannya. Karena itu. Singkatnya. sedangkan asas belakangan. Jadi. 1. dan guru-guru politik merupakan aktivis. Sistem itu meliputi pemerintah. dunia politisi adalah dunia hari ini dan hari esok dekat. Dengan demikian. hukum. sebuah kasus dengan adanya sistem pemilihan langsung di Indonesia. kebijaksanaan. termasuk individu-individu. yaitu hari kemarin. Menurut Loe Straus (1959:10-12) dan Sheldon Wolin(1960:10-12). (Apter. 1996:21). perspektif intelekyual dalam politik adalah perspekti yang mempergunakan diri sendiri sebagi titik tolak. Perspektif Ilmu Politik Dalam hal ini. Sebagai contoh. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangkan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. apakah politik itu ilmu? Sebab sebagian besar dari mereka berasumsi bahwa politik itu seni. untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politisi. Dengan demikian. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. banyak intelektual yang bersedia menjadi anggota calon legislatif dan eksekutif pusat dan daerah. Keputusankeputusan dari politisi diuji dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. politik pun menyerupai agama dalam beberapa aspirasinya. Baik intelektual maupun politisi dapat saja meragukan. Tidak usah heran jika sebagian politisi. Suara lebih dahulu. curang dan serakah. dari pada hal-hal yang teoritis) sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu mamasukan masalh politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. 3. Hal itu mirip dengan apa yang dinyatakan Robert Dahl (1967: 1-90) bahwa dalam waktu singkat mereka telah menjadi politisi. termasuk yang terbaik dan tercerdik sekalipun sering melakukan hal-hal yang mengerikan. keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal. politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil. Dengan kampanye yang bergaya “orator mendadak” dalam aktu singkat mereka mempersiapkan dan menggunakan strategi itu dari yang biasanya sangat teoritis mandadak berubah kedalam suatu kerangka kerja yang bersifat praktik. keabsahan. Disatu sisi. tidak dapat dihindari bahwa pembelajaran politik bersifat politis.Itulah sebabnya mengapa tradisi intelektual dapat dengan mudah menjadi subversif terjadap penguasa dan merangsang timbulnya perdebatan politik. hari ini dan hari esok. sedangkan kaum intelektual manaruh perhatian dalam tiga dimensi. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik.

conserve (memelihara). mengerjakan teori politik melibatkan pembelajaran untuk membaca karya-karya klasik agar orang dapat secara efektif membedakan antara apa yang semata-mata opini dengan pengetahua autentik. karya-karyanya Politeia (tentang politik). Hal itu relevan. Para teroritisi harus menyadari bahwa mereka bukanlah dan tidak selalu hidup sebagi filosofi murni.untuk mendapat kearifan tentang sifat-sifat manusia dan politik. Begitu pula filsuf Cina kuno kung Fu-Tze/Confucius (551-479 SM). SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK Lahirnya ilmun politik secara formal memang sejak abad ke-19. ilmu politik perlu memperjelas hubungan antara kesinambungan dan perubahan dalam kehidupan politik. dan Aristoteles (384-332 SM) sudah banyak berbicara tentang filsafat politik. Singkat kata teori politik mengeksplorasi fenomena-fenomena lewat analisis politiknya. menunjuk kepada studi sejarah pemikiran politik mambantu pemeliharaan suatu warisan budaya Sedangkan critisize pada hakikatnya menggarisbawahi fakta bahwa teori menganalisis dan mengevaluasi. tidak pun hidup dalam atmosfer tipis penuh abstraksi. Meng Tze (Mencius). Sebagai sebuah dialog antara para filsuf. namun sangat beragam dari mana memulai lahirnya ilmu politik itu. Termonologi comprehend merujuk pada dua tujuan berupa penjelasan dan pemahaman. Kemudian muncul pendapat serupa yang lebih mutakir menyempurnakan pendapat Straus dan Wolin adalah Robert Flower dan Jeprey Orenstein (1985:2) yang mengemukakan bahwa ilmu politik. Kriton (tentang ketaatan terhadap hukum. baik argumen-argumen teoriris maupun fenomena-fenomena politik. serta pengejaran kebenaran normatif tentang sifat-sifat rezim terbaik. maupun filsu-filsuf ternama Yunani seperti Plato (427-347 SM). Ditinjau dari sisi kain maka filosofi politik adalah kegiatan yang kreatif dan kritis di mana setiap generasi dapat berpartisipasi dalam tradisi berkelanjutan yang menyatukan masa kini dan masa lalu. dan Li-Tze (350 SM) . analisis pendangan-pandangan alternatif tentang manusia dan politik. dan critisize (mengkritik). Mengingat teori-teori politik memberikan suatu kosakata konsptual bagi penggambaran dan perhitungan ciri-ciri terpenting kehidupan politik. Secara embrio yang lebih luas dan secara originalitas. sebagaimana telah dikemukakan Menyamin Barber”Politik tetap merupakan susuatu yang manusia lakukan bukannya sesuatu yang miliki…. Kemudian. D. terutama teori-teori politik melibatkan refleksi konsep-konsep politik dasar. atau lihat atau bicarakan atau pikirkan. Dengan demikian. Seorang ahli sejarah Herodotus (480-430 SM). Mereka yang akan melakukan sesuatu dengannya harus lebih dari sekedar berfilosofi dan filosofi yang secara politik mudah dipahami harus mengambil tindakan politik sepenuhnya dari politik sebagai sebuah sikap”. Disisi lain. 1. pembahasan tentang negara sudah ada sejak 450 SM di Yunani kuno. Wolin berpendapat bahwa studi teori poltik terbaik dipahami sebagai sebuah wacana reflekrif mengenai makna politik. Pendapat serupa dikemukakan Dante Germino (1975:229-281) yang menunjuk pada sifat upaya teritis yang seedang berlangsung sebagai sebuah percakapan dari banyak suara(yang merupak sebuah dialog) antara orientasi yang berbeda menuju reakitas politik sebagai suatu keutuhan. Menurut John Nelson dalam tulisannya natures and futures of political theory (1983:3-24) bahwa tujuan teori poitikdapat digambarkan menjadi tiga C yakni compehend (memahami). conserve.

melainkan untuk memperoleh suatu kualitas moral. dan elite). tetapi juga perlunya pendidikan publik. orang pertama yang menyadari bahwa ilmu alam tidak memberikan penjelasan memadai untuk penalaran atas tingkah laku manusia. dan sebagainya. diktator. berkelana ke Mesir. walaupun dia mengakui gurunya Plato. Lain lagi dengan zaman Plato (427-347 SM). 2003: 151-153). atau banyak orang (para pemilih). Plato sangat percaya bahwa bentuk-bentuk abstrak merupakan dasar keabadian manusia. Sekembalinya dari Athana. ia mendirikan sebuah akademi pengetahuan. baik itu pemerintah yang dijalankan satu orang (raja. Sisilia. Kebesaran Plato bagi kita bukan terletak pada kesegaran visinya atau pada teorinya mengenai meritokrasi walaupun hal itu memang penting. seorang murid Socrates yang pernah mengajarkan bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yang baik. dapat melakukan tindakan kekerasan maupun bermain cinta (Apter. Ia merasa hancur. dan tempat lain. Bukannya membayangkan suatu struktur konsep geometris un tuk diterapkan pada masalah-masalah sosial. otokrat. athena telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Socrates. rasionalitas bukannya menjadi sesuatu yang bersifat deduktif. karena itu maslahnya adalah membangun suatu negara yang didalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. 1996: 58). politik merupakan suatu fungsi antara penguasa dan yang dikuasa. seperti Zeus (leluhur yang bergairah). tetapi lebih pada kenyataan bahwa teorinya merupakan teori pertama mengenai negara ideal (Apter. Aristoteles menerima model Plato. Mulailah paradigma rasional menggantikan pandangan dunia yang lebih irasional dan mistik yang hidup sebelumnya. Ia memandang pendidikan harus menjadi pembelajaran hal-hal yang benar yang membuat orang lebih bijaksana. kemdian Plato menjadi pengembara. tetapi mengubah fokusnya. Paradigma waktu itu yang terpenting adalah bagaimana untuk mencari keselarasan atau keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. Itulah sebabnya pada dekade ini. Berbeda dengan Aristoteles (384-322 SM). yunta. maupun tentang teori ide. wajar jika dalam ilmu pengetahuan kuno belu mampu memberikan rumusan teori. Munculnya slogan “filsafat politik dibatasi etika” bahkan merupakan ilmu pegetahuan tertinggi. Filsafat politik tidak berawal dari ilmu pengetahuan. Saat dan urutan peristiwa merupakan suatu bentuk penjelasan. Pythagoras (528-507 SM) pun mengajarkan Plato bahwa kebajikan itu abstrak dan bahwa pengetahuan mengenai yang abstrak adalah lebih nyata dari pada pengetahuan mengenai hal-hal yang berwujud dalam dunia empiris atau indrawi (Losco dan William. melainkan bertolok dari pemakaian common sense (akal sehat) dalam tujuan-tujuan manusia. 1996: 49). tetapi secara fundamental baik semangat maupun kepribadiannya jelas berbeda. Kematian Socrates menunjukan kepada Plato bahwa tidak mhanya pentingnya pengetahuan yang tidak terkekang. suatu cara menyusun atau merasionalkan perkembangan masyarakat. ataupun beberapa orang (oligarki. Selain itu. Suatu pukulan batin yang Plato rasakan ketika ia berusia 31 tahun. Hermes (leluhur yang penipu). Begitu pun dalam ilmu politik.seorang aliran perintis legalitas telah banyak berbicara tentang politik. Socrates (469-399 SM). Karena itu. tetapi ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan . tiran). suatu pandangan dalam (dewa-dewa). Hal itu sebagai wujud filsafat politik merupakan pokok soal yang lebih penting. bahkan Aristoteles pun pernah belajar disitu. Athena (leluhur yang berpengetahuan).

Dalam dunia Romawi. serta yang logikanya sama bagus dan rapuhnya seperti logika lain yang dapat ditemukan dalam pemikiran politik. 1967: 69-81). nasib baik dan kebutuhan (Losco dan William. tokoh yang berusaha mendefinisikan kembali kepribadian moral dalam komunitas moral (Apter. yaitu “kepangeranan” (principality) dan “republik”. menuju Kota Manusia dimana ada neraka. Bahwa komunitas politik bukan terdiri dari hak-hak pribadi semua individu. kejayaan. Dalam The Prince. diantaranya kemenangan kerajaan atas gereja dalam perjuangan besar antara raja dan paus. filsafat materialismenya merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan mekanika. Bahwa penguasa atau raja merupakan wakil rakyat. baik pangeran maupun republik merupakan ambisi politik difinitif yang dikejar dalam batas-batas yang ditentukan oleh akal. Tokoh utama dalam masa transisi ini adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). kearifan. Pada akhir Abad Pertengahan. hakim-hakim dapat menjadi suci maupun sekuler serta pendeta atau raja. dimana ide hukum alam ke hukumhukum manusiawi. Dialah yang merasa jemu dengan pertengkaran-pertengkaran doktrin. hakim menggantikan filosof raja. dua prinsip penting yang muncul mendorong transisi ke masa pencerahan (enlightenment) yang dimulai pada abad ke-16. Aristoteles meragukan kebaikan orang-orang bijak dengan menyukai suatu pemerintahan berdasarkan hukum (d’Entreves. 2. Santo Agustinus (354-430) adalah tokoh pertama yang menegaskan politikusme teokratis ini yang bertolak dari masyarakat yang baik sebagai Kota Tuhan. terdapat beberapa peristiwa penting. dimana merupakan gabungan hukum alam yang berasal dari Yunani dan Romawi serta wahyu yang diperoleh dari kepercayaan Kristen. 2005: 562). dengan lingkup kekuasaan yang ditentukan oleh konstitusi yang sifatnya terbatas. Hobbes . 1. Bagi Machiavelli. kejayaan. Akan tetapi. melainkan hak-hak dewan perwakilan. Dalam hal ini. Untuk melakukannya. dunia kristen menampilkan kembalinya kepada pandangan dunia agama. para penguasa menjadi asyik untuk mempertahankan kekuasaan yang menjadi tujuan dalam dirinya sendiri. dan kebaikan negara. 1996: 78-79). ia memberikan nasehat tentang bagaiman mendapatkan dan mempertahankan sebuah kepangeranan. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim yang masuk memiliki dua tipe. seorang penguasa bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Kemudian ia menuju ketaatan Hukum Positif. Berbeda jika dibandingkan dengan paradigma teokratis. serta setan sebagai personifikasi perjuangan individual antara kebaikan dan keburukan. Jika Machiavelli menandai gerakan menjauhi filsafat agama sebagai suatu dogma politik dan membukakan jalan kepada dua penerus cemerlang. Kemudian ketika visi sintesis paham Kristen pada Abad Pertengahan yang dominan merosot.logis untuk etika dengan suatu pandangan yang lebih praktis mengenai dunia nyata. ia membuka jalan bagi pemikir kekuasaan yang sekuler. surga. Hal yang paling dapat diharapkan oleh orang banyak adalah kebahagiaan dan bijaksana. Dalam hal ini. Kedua adalah Jean Jaques Rousseau. Ia tidak banyak berilusi dengan politik. Pertama adalah Thomas Hobbes (15581674).

Inilah yang harus dipecahkan persoalanyya melalui kontrak sosial (Rousseau. melainkan sebagai suatu kondisi yang ramah. Perbedaan Locke dan Rousseau. seorang pengarang. filsuf politik. Mengingat pada dasarnya manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. merekapun tidak sebaik seperti yang ditunjukan oleh Rousseau meupun Locke. kepuasannya sedikit (Alen. Montesquieu berpendapat bahwa manusia tidak seburuk seperti itu. 1984: 2948). dan yudikatif pemerintah perlu dipisahkan sendiri-sendiri. Perbedaan Locke dan Hobbes sangat tajam. ketika ia memenangakan Sayembara Akademi Dijon untuk esai berbait yang bertajuk: “Apakah kebangkitan ilmu ikut andil dalam memperbaiki perilaku?” Pada tahun 1754. ia menganggap betapa pentingnyapersamaan bagi manusia dan menekankan akibatakibat yang diabaikan oleh Locke. Hal itu sedikit berbeda dengan Montesquieu (1689-1755) yang tertulis dalam bukunya Spirit of the Laws. Baginya bahaya terbesar adalah konflik antarbangsa atau perang. Ketenaran Rousseau mulai terjadi tahun 1750. dan komponis Prancis yang hijrah ke Genewa. hingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat. baik doktrin mengenai hak-hak raja yang berasal dari tuhan maupun argumen tentang ketuhanan yang digunakan oleh raja-raja absolut untuk nmelegitimasi pengguanaan kekuasaan yang tidak terbatas. kebebasan individu merupakan dasar kesejahteraan (Montesquieu. dimana ketimpangan menghasilkan ketidakadilan dan dasardasar ketidakserasian. eksekutif. Ia pun meyakini bahwa pada efek-efek yang baik dari harta pribadi adalah pemilikan yang merupakan satu bentuk jaminan bahwa orang akan bersikap wajar dan bekerja sama satu sama lain.lebih siap untuk mengampuni pembunuh ayahnya ketimbang perampas hartanya”. 1996: 80). dan berpendapat bahwa hilangnya negara demikian itu setelah munculnya hak milik pribadi (Shadily. Jean Jacques Rousseau (1712-1778). Montesquieu menolak teori-teori psikologis yang dikemukakan Machiavelli dan Hobbes yang beranggapan bahwa manusia pada dasarnya “bajingan. 1948: 109).merupakan orang yang pertama yang dapat mendefinisikan dan mengubah kepentingan pribadi dalam keuntungan publik (Apter. Hobbes memiliki semboyan homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya). Akan tetapi. 1928: 221). ia menulis Discours sur I’origine et les fondements de I’inegalite parmi les homes. Rousseau sekaligus menulis dua buku Du Contrat Social ou Principes de Droit Polique dan Emile ou de I’ Education. Kemudian tahun 1776. Dalam pendapatnya yang banyak dianut hingga kini bahwa negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah negara dimana kekuasaan legislatif. 1949:5). berhawa nafsu…. . seleranya tidak pernah puas. meskipun ia meragukan kemungkinan persamaan sempurna itu. Sekulerisme Locke mendorong ia menyerang. menjelaskan bagaimana evolusi berbagai bentuk perdagangan dalam dunia kuno memengaruhi sistem politik (Montesquieu. Ia menganggap gereja sebagai tidak lebih dari suatu asosiasi sukarela. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan dan persamaan merupakan tujuan-tujuan masyarakat terpenting. tamak. Locke memandang keadaan alamiah bukan sebagai suatu kondisi perang. Khusus buku yang pertama sering dikenal The Social Contract. segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik. Apa pun sifat manusia. isinya berupa pujian terhadap negara alamiah. licik. Dalam hal ini diperlukan seorang hakim yang berdiri diatas semua hukum. tetapi keduanya adalah sekuler. 1949:316-402).

Karya-karya terpentingnya adalah tiga buku ternama yaitu. penolakan hukaum alam terjadi. Paham Kemajemukan. politik. dan sosial. Salah seorang filsuf idealisme yang terkenal adalah filsuf Jerman. Kedua. Paham Tingkah Laku (Bevioralisme). warisan radikal menjadi terpecah belah. tetapi pemenuhan ini harus selalu terjadi dalam konteks kebaikan umum. namun demikian ia bukan seorang individualis yang ekstrim. yakni Georg William Friedrich Hegel (1770-1831). Jeremy Bethem (1748-1832) membentuk teori formal tentang reformasi sosial. Betham mengemukakan Prinsipnya dalam perubahan perundang-undangan berdasarkan semboyan “bahagia terbesar sebanyak-banyaknya manusia”. yang memandang dunia dengan perasaan dingin serta mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia. Tokoh Sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Marx (1818-1883). Setelah Marx meninggal. analisis Marxis. dengan mengembangkan suatu teori tentang perkembangan sosial secara alamiah. 2.Pada abad ke-19. melalui revisionisme. pemikiran Marx yang lebih demokratis bahwa transisi revolusioner dapat terjadi melalui cara-cara parlementer. mengalihkan perhatiannya dari lembaga pengkajian mengenai bagaimana orang bertingkah laku dan apa yang mendorong tingkah laku mereka. Pada abad ke-20 muncul paham-paham baru diantaranya: 1. yang menekankan perpaduan antara kelembagaan dan tingkah laku. seperti dialektika materialisme. fokusnya terhadap teori pertukaran analisis peran. Science of Logic (1816). 1. Berbeda setelah zaman Hegel. menekankan pada agenda tersembunyi dibelakang politik. Karl Marx menawarkan doktrin sosialisme ilmiah pada dunia. analisis peran. Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam ekonomi. Eropa pada saat itu dipengaruhi oleh Sosialisme. Doktrin tersebut sangat memengaruhi pikiran David Ricardo (1772-1823) dan John Stuart Mill di bidang ekonomi dan memengaruhi Revolusi Prancis. dan Philosofy of History (1837). Konsep Mill tentang individualisme adalah konsep tipikal dari liberalisme abad ke-19. 3. yang memandang perlunya transformasi militan dari kapitalisme yang paling lemah di pinggiran sampai ke pusat. Beberapa aspek dari doktrin yang terkait dengan perkembangan teori politiknya tertuang dalam karyanya yang terkenal Das kapital. 4. Meskipun pemenuhan diri manusia ditekankan dalam semua karya-karyanya. Pholosofy of Right (1821). fungsionalis. Paham Struktural. dan linguistik. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Moral and Legislation (1870). lebih menaruh perhatian pada bagaimana diferensiasi dan partispasi sosial memperluas lingkungan politik. Pertama tradisi Lenin. Mmenekankan perhatiannya pada masalah- . dan judul yang ketiga inilah yang paling berpengaruh terhadap teori politik pada masa itu. 2. Paham Developmentalisme (perkembangan).

Konflik diubah menjadi persingan damai melalui badan-badan perwakilan dalam pemerintahan (Popper. ia menolak pemecahan-pemecahan tuntas seperti ini. Bagi mereka. Kekuasaan merupakan dasar politik. nasionalisme yang berjuang melawan kolonialisme. siapa yang memperoleh manfaat. E. Dalam system demokrakasi . politik adalah terbuka. menurut Apter (1996: 135-443). Dalam demokrasi. behaviorisme. Badan ini terdiri atas wakil-wakil rakyat. Semua pemberlakuan hukum harus disetujui oleh badan legislatif ini. namun sangat sedikit kebijaksanaan berasal langsung dari inisiatifnya (Apter. • Badan Yudikatif Pemerintah memang rumit. Kebanyakan pengikut paham kelembagaan yang mengikuti tradisi Pencerahan. teori-teori politik libertarian timbul dari sejarah sebagai tujuan moral yang akan dimantapkan di dalam praktik politik. 1996: 145). terbagi atas 5 mahzab institusionalisme atau kelembagaan.eksekutif bertindak atas mana rakyat. • Paham Institusionalisme atau Kelembagaan Paham ini berusaha mewujudkan pemecahan-pemecahan universal dengan menerjemahkan citacita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. • Badan Legislatif Badan ini merupakan pengawas terpenting terhadap kekuasaan yang nyata maupun potensial. pluralisme atau kemajemukan. MAHZAB-MAHZAB POLITIK Dalam pengelompokan mahzab-mahzab ilmu politik. 1996:13-14). Dengan adanya yurisdiksi-yurisdiksi kekuasaan yang dibatasi konstitusi dalam hal mana mereka harus saling berhubungan dalam urusan pembuatn . Inilah tradisi yang dibangun Plato. dan developmentalisme. dan juga yang diwakili Karl Marx. pemakaiannya harus sesuai dengan patokan-patokan kewajaran atau keadilan. dan bagimana inovasi-inovasi itu terjadi. Hal ini selanjutnya dalam hukum. Selanjutnya. • Badan Eksekutif Badan eksekutif pemerintah ini bertanggungjawab sesuai dengan makna yang terkandung dalam namanya. 1945). efek-efeknya. 1. dan sebagainya (Apter.yaitu melaksanakan keinginan –keinginan rakyat . Bagi para penganut paham kelembagaan. Kekuasaan adalah kekuatan yang dapat dipakai dan dikendalikan. lembaga-lembaga pemerintahan ini terbagi dalam tiga wewenang yang merupakan perhatian utama kaum institusionalis. munculnya negara-negara baru. yaitu sebagai berikut.masalah transisi pertumbuhan dari jenis sistem politik lama ke yang baru. distribusinya.

kategori –kategori itu biasanya dianggap sebagai ideologi . lehgislatif. Pengadilan tinggi semacam itu mewakili asas mengenai lembaga yudikatif agung yang independen. atau vector-vertor yang memperlihatkan arah perubahan.khususnya pengaturan –pengaturan hokum dan konstitusional untuk mengamati tindakan politik individual (apter dan andrian 1972: 14-28. Dari sudut ini politik pipandang sebagai proses interaksi dimana warag ayang terlibat memengaruhi jalannya kebijaksanaan. Seperti paham institusionalisme. serta lebih sedikit perhatiannya terhadap bagiamana kerja badan-badan pemerintah.bagaimana proses pembentukan pendapat politik diperoleh . Jika demikian halnya. Instrumentakisme behavioral seolah-olah memeberikan inspirasi baru mengenai kehidupan politik sebagai cara belajar bermasyarakat yang dicapai melalui pengalamn eksperimeneksperimen. Dengan demikian. Paham ini pun menekankan proses diatas struktur. inilah yang dinamakan behavioralisme yang dilontarkan oleh John B. Watson (1878-1958). perhatian utama paham tingkah laku tersebut terletak pada hubungan antara pengetahuan politik dengan tindakan politik. Teknik-teknik yang mereka gunakan untuk menetapkan variable-varibel independent yang penting meliputi analisis regresi. baik public maupun swasta. dan komite-komite.termasuk bagaimana proses pembentukan pendapat politik. analisis factor . voluntarisme. kaum behavioralis bekerja dari bawah keatas. • Paham Pluralism atau Kemajemukan Paham ini sebenarnya dibangun atas dasar perpaduan paham kelembagaan (institusionalisme) dan paham tingkah laku (behavioralisme). Kecenderungan umum terhadap proses belajar dari tindakan mengaitkan filsafat dengan disiplin psikologi yang sedang bekembang menjadi usaha pencaharian ilmiah yang dapat diamati dan terukur dalam mengamati tingkat laku.dan bagaimana cara orang menyadari peristiwa –peristiwa politik . analisis indicator. Apa yang diabaikan adalah polal pikir yang spekulatif. skala gutt man. pluralisme menekankan partisipasi partai sebagi penghubung anatar masyrakat dengan pemerintah.diperlukan adanya pengadilan tinggi yang berfungsi sebagai wasit agung untuk masalah – masalah penafsiran konstitusional . Di sinilah para penganut paham tngkah laku ( behavioralisme ) memelingkan perhatiannya dari sistem –sistem politik . Mereka menggunakan data agregat yang mengarah kepada penentuan hal-hal yang menonjol. tindakan –tindakan individual . .210) Jika ditelusuri akar-akar pemikiran paham tingkah laku tersebut dimulai dari filsif skeptic David James (1842-1910) yang menekan empirisme.selalu ada kemungkinan terjadinya pelangagran konstitusi. dan ukuran-ukuran statistic lainnya.kebijaksanaan. Menurutnya bahwa proses belajar terjadi sebagai hasil pengamatan terhadap hubungan-hubungan antara dorongan dan tanggapan. jika dibandingkan dengan bagaimana pembagian kekuasaan diantar berbagai kelompok.1996.atau system kepercayaan yang menciptakan pola – pola tingkah laku yang penuh makna (apter. • Paham Behavioralisme Komitmen kepada kebudayaan politik yang demokrasi membutuhkan perantara kepentingan dan kebijaksanaan yang baik secara efektif.459-484). Dengan demiokian.serta hubungan antara kesadaran dan tujuan.

Tahap B. teknilogi. • Cara kedua adalah pandangan akulturasi proses perkembangan barat mendifusikan pengetahuan. Cara ketiga adalah analisis tehadap proses seperti yang kini sedang menguasai bangsabangsa yang dikatakan terbelakang. modernisasi adalah sebuah proses. demikian pula bagi kaum developmentalis. social. kebudayaan dan personalianya menjadi sesuatu yang menjadikan komunitas atlantik secara ekonomi berhasil.• Paham Strukturalisme Paham ini berbeda jauh dengan pluralisme yang kajian politiknya bersifat kontemporer. dan model bagi suatu bangsa miskin hingga dalam jangka waktu tertentu. Teori unliniear menganggap perkembang tidak terelakkkan. melahirkan inferalismen (avineri. 1996: 372). terdapat empat metode dalam kajian developmentalisme tersebut. Tenaga pendorong orisinal dapat merupakan suatu perusahaan character atau misi penyebaran agama tertentu. dan cultural perkembangan. nilai-nilai. Dengan demikian. Pendekatan ini menjurus kepada hipotesis hipotesis berskala lebih kecil. jauh lebih bercampur. Paham ini berasal dari linguistic. dan sosiologi (apter. keahlian. Jika kaum intitusionalis menganggap evolusi demokrasi sebagai penanaman ide-ide filosofis kemasyarakatan yang baik. Proporsi peran-peran inovatif lebih besar dan para innovator mengembangkan institusi-institusi. dalam asosiasi-asosiasi atau birokrasibirokrasi memiliki struktur. Sebagai pengganti wakil resmi tunggal dari kekuasaan . • Dibawah ini tahap-tahap modernisasi. organisasi. komunikasi dan agregrasi. merupakan sebuah ideologi. Seperti kita ketahui bahwa politik nasional maupun lokal. yakni : • Cara pertama adalah metode index: Sifat-sifat umum perkonomian yang telah maju diabstraksikan sebagai jenis ideal dan kemudian dibandingkan dengan cirri-ciri tipikal yang sama idealnya dari perekonomian masyarakat miskin. dan suatu penilaian penuh terhadap konteks politik. Dalam model unlinear. Menurut nash ( 1965: 5). maupun janjinya teleology pertumbuhan. antropologi. Bagi seorang marxis ide dapat dikatakan bodoh. siklis maupun berulang. 1969). Sedangkan dalam paham strukturalisme ini sebenarnya kuarng dikenal dan lebih kompleks dan bersifat interdisipliner. Jadi. mewakili urbanisasi tahap pertama (agen modernisasi berada diluar). strukturalisme pada hakekatnya menyusun potensi fungsifungsi yang terdapat dalam politik seperti. dasar pemikiran developmentalisme. jika tujuan barat umumnya adalah demokrasi liberal sedangkan bago kaum marxis tujuannya adalah masyarakat tanpa Negara. diantaranya: Tahap A. akhir suatu periode perubaha merupakan bagian sejarah Negara-negara industry ynag bersifat evolusioner. filsafat. hingga suatu pandangan retrospektif. dimana developmentalisme liberal menghasilkan kontrdiksi-kontradiksi kapitalis yang makin intensif. informasi. Contohnya adalah Amerika latin dibawah kekuasaan Spanyol. • Paham Developmentalisme (Perkembangan) Kajian ini mencakup suatu kemajuan kearah sasaran melalui pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi.

2. HAM. Dilihat dari hukum internasional mengacu kepada kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara lain (Shadily. negara. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. 1. 1. Pada titk ini dalam sifat siklus perkembangan. seperti pengaruh. Kedaulatan Konsep-konsep kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua telaahan. pemerintah. tujuan politik atau ekonomi. 1950) dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi (Weber. demonstrasi. F. gerakan-gerakan masa. Pemerintah colonial cenderung sangat menjadi partisipan. 1. Kekuasaan Kekuasaan merujuk kepada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu Menurut Philip (2000: 820) terdapat tiga sumber utama dalam mendefinisikan kekuasaan selalu ada perbedaan mendasar. Teori-teori elit kekuasaan (mills. Tahap C.colonial adalah birokrasi. barangkali pada tinggkat baru yang lebih tinggi. persamaan. 1. 1978 [1972]). Adanya perbedaan penggunaan kekuasaan. pemilihan umum. Tanggapan-tanggapan sepeti itu pada gilirannya merangsang organisasiorganisasi politik. 1948: 1711). dengan mendukukng kaum modera politik lokal dan membnetuk pembangunan politik mengikuti model imperialis. tuntutan-tuntutan bgai kemerdekaan yang lebih besar dan para pelopor lain yang mengancam untuk mematahkan kekuasaan colonial. 3. legitimasi oposisi. partai politik. proses itu lebih maju. namun demikian tetap mengikuti model dasar yang sama. terjadi peralihan menuju kemerdekaan. sistem politik. Dilihat dari hukum tata negara. Adanya perbedaan disiplin dalam ilmu-ilmu sosial yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. seluruh proses diperbaharui kembali. 1. . 2. paksaan. dam voting. dan kontrol. kedaulatan kontrak sosial. 2. Kemuadian proses itu mulai kembali lagi dari semula dalam artian politik. Tahap D. demokrasi. Suatu keuntungan model ini adalah bahwa iya dapat digunakan untuk mendokumentasikan morfologi pada pasca kemerdekaan dan juga tahap-tahap colonial. konsep kedaulatan mengacu kepada kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi dan mutlak. desentralisasi. seperti tujuannya untuk individu atau masyarakat. 1. KONSEP-KONSEP POLITIK Yang dikembangkan dalam pembelajaran yang dimaksud seperti kekuasaan.

Kedaulatan hukum 2. 3. 6. metode. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri kepada kondisi adanya tata aturan. Pemerintah yang mengacu kepada proses pemerintah. Kedaulatan negara 3. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Ada beberapa teori-teori kontrol sosial : • • • Teori Thomas Hobbes Teori John Locke Teori J. artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan. atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat. yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. 5. 3. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial ataupun bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan.J. Legitimasi . istilah pemerintah dapat dibagi empat pengertian. Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi tiga. 2. 1. Rousseau Negara 1. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk.Kemudian ditinjau dari jenis ataupun bentuknya. 1. 4. 5. Kontrol Sosial Konsep kontrol sosial mengacu kepada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan sosial yang dilakukan diluar pemerintahan untuk memelihara menurut hukum dan aturan itu yang muncul didalam tiap-tiap masyarakat dan institusi. yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang. negara pun merupakan alat (agency) dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga. Pemerintahan Rumusan Finer (1974). Terdapat dua tugas negara yaitu: 1. 3. Kedaulatan rakyat 4. ia adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. 2. 4.

Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntutan rakyat. Fungsi integrasi dan adaptasi 2. b. 7. Fungsi-fungsi pemilihan umum: a. 1. d. 11. Pemilihan Umum Konsepnya adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau menentukan orang-orang yang duduk di dewan legislatif maupun eksekutif. 1. Partai Politik Konsepnya mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan. Desentralisasi Konsepnya salam Ensiklopedi Indonesia (1948: 794) dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan (bagian dari perundang-undangan) dan perintah dari badan penguasa atasan terhadap . cita-cita. 1. 8. Demokrasi Konsepnya secara umum merupakan sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakil-wakilnya. 1. c. Secara umum partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi.Konsepnya menunjuk kepada keterangan yang mengesakan atau membenarkan pemegang kekuasaan meupun pemerintah adalah benar-benar orang yang dimaksud (secara hukum adalah sah). 1. serta perjuangan yang sama. 9. e. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. Penggunaan wewenang atau kekuasaan 4. Sistem politik mencakup: 1. 10. Menentukan pemerintahan secara langsung maupun tak langsung. Penempatan nilai-nilai dalam masyarakat 3. Sistem Politik Konsepnya merupakan suatu istilah yang mengacu kepada semua proses dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan publik. Oposisi Konsepnya merujuk kepada kelompok/partai penentang terhadap pemerintah resmi. nilai-nilai. 12. Sarana rekrutmen politik. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah.

Kedaulatan Rakyat Meletusnya revolusi Prancis 1789 nerupakan salah satu penyabab dominan yang disebabkan raja-raja pranciss berkuasa secara absolut. menunjukan dan membuktikan. dalam arti tidak adanya kedaulatan rakyat Prancis yang dijunjung tinggi oleh pemerintah. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang bersama-sama menunjukan dukungan maupun protes kolektif. pengertian Hak Asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua orang sesuai kondisi yang manusiawi. G. 13. 1. cepat atu lambat akan datang gerakan massa yang tidak dapat dibendung sebagai respons atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut. 2. 1. 1. 14. 1. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting merujuk pada suatu instrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan. 1. institusi msyarakat maupun pemerintahan diperlukan suatu kontrol sosial untuk memuahkan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian dan pemerintahan yang telah disepakati. Demonstrasi Konsepnya secara umum memperlihatkan. 3. 1. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. 1. Pernyataan tersebut boleh terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. 1. 15. 1. seperti di bawah ini. GENERALISASI-GENERALISASI POLITIK Generalisasi merupakan pernyataan hubungan dua konsep atau lebih.yang lebih rendah. memamerkan. baik itu ketidak puasan maupun ketidaksetujuan. Kadang-kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. . Persamaan Konsepnya hampir melekat pada disiplin ilmu. seorang yang tergabung dalam United Nations Committe on Human Right. Dari pernyataan tersebut maka beneralisasi-generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan di tingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya. Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Rosalyn Higgins. Negara Jika pemimpin suat negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkannya demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang-wenang. 16.

9. jelas kebebasan rakyat terkekang. 8. 1. seperti di negara-negara barat. 7. pemahaman mengenai pemerintahan yang demokrasi sarat dengan pengaruh nilai-nilai suatu negara atau bangsa. Pemerintah Gus Dur memiliki legimentasi yang baik untuk melaksanakan agenda reformasi Indonesia. Legimitasi Sebenarrnya di awal masa jabatannnya. 10. Sistem Politik Bagi pemerintahan yang menganut sistem politik yang komunis maupun otoritarian. bahkan berakhir secara tragis. kebebasan itu sangat luas. 1. 6. tidak semua partai oposisi baik kerena tidak sedikit partai oposisi terlahir hanya didasarkan pertimbangan emosional atas kekalahannya dalam pemilahan umum yang telah lalu. Sebab melalui sarana pemilihan umum. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karana partai oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dalam kontrol atas mekanisme pemerintahan yang ada. Dengan demikian. Demokrasi Tidak semua pemerintah yang demokrasi itu memiliki karakteristik universal kerana nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa akan turut mewarnai budaya politiknya. pada hakikatnya dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. 5. popularitas pemerintahannya menjadi pudar. Pemerintahan Pemerintahan yang diktator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa untuk melakukan suatu revolusi yang mengarahkan perlawanan terhadap rezim lama ketika menekan kebebasan dan menentang pembaharuan. bongkar pasang kabinet. 4.1. 11. termasuk kebebasan seksual di mana bagi kita hal itu perlu diatur dalam undang-undang. aman. aspirasi rakyat ataupun konstituen dapat diakomodir dengan sistem pemilihan umum yang baik. Sebaliknya. 1. mengingat ia memperoleh dukungan mayoritas dari berbagai elite dan partai politik yang mendukungnya. 1. bahkan tersandung dalam bulog-gate. Hanya saja kerena ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu-isu yang kurang perlu. mondar-mandir ke luar negeri. Negara Adanya peraturan dan undang-undang dalam kehidupan bernegara. Pemilihan Umum Pemilihan umum merupakan salah satu indikator pemerintahan yang demokrasi. Hal itu akan berbeda dengan di negara-negara yang menganut sistem liberal. dan berkesinambungan. 1. 1. 1. Partai Politik .

14. Dalam gerakan demonstrasi anti pemerinyahan Orde lama. tetap saja di balik persamaan tersebut memiliki beberapa ketidaksamaan secara relatif. Voting Pada umumnya. Untuk mengimbangi hierarki kekayaan.Jika suatu pemerintahan mengaku dirinya demokrasi. ada pajak progresif. seperti yang tercantum dalam international convenant on economic. ada masa pensiun. 1. 1. 16. baik itu dalam sistem pemilihan distrik maupun proporsial. segala sesuatunya masih bersifat sentralistik. berarti sama halnya dengan tidak dapat menumbuhkembang kehidupan demokrasi yang sejati yang menghargai hakhak asasi setiap pribadi. 12. tetapi juga hak-hak ekonomi. beberapa tokoh reformis dan mahasiswa Indonesia berhasil menurunkan Jendral Soeharto dari jabatannya kepresidennya melalui demonstrasi yang besar-besaran. 1. Ia tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas dan melakukan reproduksi. berarti tidak ada otonomi bagi daerah. H. 1. 15. TEORI-TEORI ILMU POLITIK Teori politik merupakan enterprise dan jika di telusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa. tanpa mengurangi makna sebagai negara kesatuan. 1. hal itu dapat dimetaforakan sebagai seekor harimau yang dikebiri. 1. Sebab tanpa desentralisasi. sosial and cultural rights. sementara partai politik dilarang berdiri. Desentralisasi Desentralisasi menjadi keniscayaan dalam pemerintahan Indonesia masa kini. Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manisia dan . Persamaan Dalam suatu tatanan pemerintahan demokrasi. dimana kesenjangan antara pusat dan daerah akan menjadi semakin timpang. sosial dan budaya. walaupun selalu ada hierarki-hierarki yang membedakan antar individu. KAMI merupakan motor utama kegiatankegiatan angkatan “66” dan memainkan peran pokok dalam arena politik berikutnya. Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia tidak sekedar mencakup hak-hak sipil dan politik. Demonstrasi Gerakan demonstrasi mahasiswa Indonesia tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa. Umtuk mengimbangi hierarki status sosial dalam jabatan formal. 13. Namun. Lagi pula selalu ada untuk mengimbangi bentuk hierarki-hierarki itu. sekarang pemungutan suara (voting) diberikan haknya kepada kaum laki-laki maupun perempuan dewasa. persamaan merupakan ide fundamental dalam asas kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitu pun dalam mengakhiri rezim orde baru yang otoritan.

terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivism. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah • Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip itu sendiri.teori politik formal.mempertanyakan pengaturan politik serta social apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhankebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. serta melanjutkan pada masalah-masalah mempertahankan pengaturan institusi yang memberikan kekuasaan kepada rakyat sesuai dengan proporsi kapasitas untuk menggunakannya demi kebaikan masyarakat. Kelompok yang menonjol disini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. baik sebagai titik puncak dari perkembangan pranata. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. dan teori politik normative.kebebasan.dan lain-lain). Sebagian lagi menafsirkan institusiinstitusi yang ada sebagai bagian dari pola keseluruhan sejarah perkembangan. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai.kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik(politisi. 2002: 787). • .birokrat. 2002: 797). memulai dengan mempertanyakan apa jenis pengetahuan yang mungkin dalam masalah-masalah politik. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu.keadilan. dimana pandangan tersebut adalh mungkinuntuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik. Selain itu.dan lain-lain.yakni teori politik empiris. Tujuannyab adalah meletakan prinsip-prinsip otoritas. • Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang –kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori pilihan public (Miller.pemilih. • Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu satu paying politk. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. Sedangkan sebagian lagi.sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. • Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. Sprektum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. maupun sebagai tahapan persinggahan yang di persiapkan untuk digantikan oleh sesuatu yang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful