P. 1
Artikel Politik

Artikel Politik

|Views: 114|Likes:
Published by muhammadalfan

More info:

Published by: muhammadalfan on Mar 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Pemikiran Politik
  • 1.2. Teori Politik
  • 1.3. Lembaga-Lembaga Politik
  • 1.4. Sejarah Politik
  • 1.6. Ekonomi Politik
  • 1.7. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum
  • 1.8. Teori Kenegaraan
  • 1.9. Hubungan Internasional
  • 1.10. Pemilihan Umum
  • 1.11. Partai Politik
  • 1.12. Desentralisasi
  • 1.13. Persamaan
  • 1.14. Demonstrasi
  • 1.15. Hak Asasi Manusia (HAM)
  • 1.16. Voting (Pemungutan Suara)

Artikel Politik

POLITIK DAN KEKUASAAN
Oleh : Bayu Pramutoko,SE Pengertian Politik Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Tumpuan kajian ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu proses sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Miriam Budiharjo, 1992). Sistem itu menurut Deliar Noer (1983) meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Dengan demikian dilihat dari aspek kenegaraan, ilmu politik mempelajari negara, tujuan negara, dan lembaga negara, serta hubungan kekuasaan baik sesama warga negara, hubungan negara dengan warga negara, dan hubungan antar negara. Apabila dilihat dari aspek kekuasaan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari kekuasaan itu. Dilihat dari aspek kelakuan, ilmu politik mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan, dan kebijakan. Melihat penjelasan di atas, kajian ilmu politik meliputi: (1) teori ilmu politik, (2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik), (3) partai politik, dan (4) hubungan internasional. Minimal ada enam hal yang ditekankan dalan ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat. Sedangkan obyek ilmu politik meliputi dua hal yaitu, (1) material (obyek ini berwujud pada perjuangan memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan obyek negara, kekuasaan, pemerintah, fakta-fakta politik, kegiatan politik, dan organisasi masyarakat). dan (2) formal (pengetahuan, pusat perhatian). Dengan demikian, Syarbaini menyimpulkan ada lima konsep tentang ilmu politik, yaitu (1) sebagai usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan

kebaikan bersama, (2) segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah, (3) segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan, (4) kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum, dan (5) sebagai konflik dalam rangka mencari dan mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting. Sementara itu, menurut Maran (1999) politik merupakan studi khusus tentang cara-can manusia memecahkan permasalahan bersama dengan manusia yang lain. Dengan kata lain, politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi sumber-sumber dan berbagai sumber dava vang ada. Untuk itu diperlukan kekuatan {power) dan kewenangan {aiitliorlty). yang dipakai baik untuk membina kerja sama rnaupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses tersebut. Kekuasaan itu bisa dipakai secara persuasif bisa juga secara koersif (paksaan) Definisi lebih sederhana tetapi padat dapat dilihat dari pendapatnya Surbakti (1999) yang mengcitakan bahwa konsep politik merupakan intcraksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pcmbuatan dan pdaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertcntu. Arti politik yang terekam dari berbagai referensi ilmu politik disimpulkan tiga penjelasan. terdapat Pertama, rnengidentifikasikan kategori-kategori aktivitas yang membentuk

politik. Dalam hal ini Paul Conn menganggap konflik sebagai esensi politik. Kedua, menyusun suatu rumusan yang dapat merangkum apa saja yang dapat dikategorikan sebagai politik. Politik dapat dirumuskan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”. Ketiga, menyusun daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami politik. Melalui daftar pertanyaan diharapkan dapat memberi jawaban dengan gambaran yang tepat mengenai politik (Surbakti, 1992). jadi politik akan terkait dengan kekuasaan, negara dan pengaturan hidup bersama dalam upaya mencapai kebaikan bermasyarakat. Selain itu, dapat diketahui bahwa konsep-konsep pokok yang dipelajari ilmu politik adalah negara {state), kekuasaan (power), pengambilan kebijakan (decision making), kebijaksanaan (policy, beleiri), dan pembagian (di’-tribution), atau alokasi (allocation). Singkatnya, ilmu politik selain mempelajari tentang interaksi antara pemerintah dan

masyarakat untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama, yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah melalui perumusan dan Pelaksanaan kebijakan umum, juga membicarakan tentang berbagai upaya perebutan mencari dan mempertahankan kekuasaan. Menurut Weber, sosiologi harus bebas nilai (value free), tidak bias kepentingan atau keyakinan moral pribadi. Bias personal harus dihindari selama melakukan riset ilmiah. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin objektivitas kebenaran sosiologi. Dari konseptualisasi sosiologis yang disumbangkan oleh para tokoh ilmu sosial, selanjutnya dijadikan pijakan dalam merumuskan ruang lingkup sosiologi politik. Dalam operasionalnva, cakupan materi sosiologi politik terwujud dalam beberapa hal: (1) sosialisasi politik; (2) partisipasi politik; (3) perekrutan politik; (4) komunikasi politik. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Kerja sosialisasi politik meliputi pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial individu maupun kelompok. Dengan demikian, sosialisasi politik merupakan landasan sosiologi politik selain yang terpenting juga memegang peranan utama dan pertama bagi setiap tindakan politik. 2. Partisipasi Folitik Partisipasi politik ialah keterlibatan individu atau kelompok pada level terendah sampai yang tertinggi dalam sistem politik. Hal ini berarti bahwa partisipasi politik merupakan bentuk konkret kegiatan politik yang dapat mengabsahkan seseorang berperan serta dalam sistem politik. Dengan demikian, maka setiap individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya akan memiliki perbedaan-perbedaan dalam partisipasi politik; sebab partisipasi menyangkut peran konkrit politik di mana seseorang akan berbeda perannya, strukturnya dan kehendak dari sistem politik yang diikutinya. 3. Perekrutan Politik Pengrekrutan politik adalah suatu proses yang menempatkan seseorang dalam jabatan

reakasi-reaksi masyarakat terhadap sistem politik dan pejabat politik. Informasi itu bisa dalam bentuk harapan.politik setelah vang bersangkutan diakui kredibilitas dan lovalitasnya. menurut Franz Magnis Suseno (1991) nkan mencakup lingkaranlingkaran kelembagaan hukum dan negara serta sistem-sistem nilai dan ideologi-ideologi yang memberikan legitimasi ” kepadanya. akan selalu terkait dengan politik. Perekrutan ini dilaksanakan melalui seleksi atau melalui pemilihan. pernyataan di atas memberikan alasan kemustahilan jika masyarakat terpisah . dan pasti. Komunikasi Politik Komunikasi politik ialah suatu proses penyampaian informasi politik pada setiap individu anggota sistem politik atau informasi dari satu bagian sistem politik kepada bagian yang lainnya. perekrutan yang bersifat formal yakni ketika seseorang menduduki jabatan politik direkrut secara terbuka melalui ketetapan-ketetapan yang bersifat umum dan ketetapan-ketetapan itu disahkan secara bersama-sama. perekrutan politik dapat ditempuh melalui dua jalan. berurusan dengan MASYARAKAT DAN POLITIK A. Perekrutan politik merupakan konsekuensi logis dalam memenuhi kesinambungan sistem politik dan adanva suatu sistem politik yang hidup dan berkembang. perekrutan tidak formal yakni usaha seseorang tanpa suatu proses terbuka sehingga seseorang itu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekati orang lain untuk diberi posisiposisi tertentu. individu ke kelompok maupun kelompok ke kelompok yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. Atau suatu harapan. kritikan. ” Sepintas lalu. janji dan saran-saran pejabat politik kepada masyarakatnya yang berdampak terhadap perubahan atau nwmperteguh tindakan-tindakan politiknya agar dilaksanakan stau tidak dilaksanakan. Hubungan Masyarakat dan Politik Dalam kerangka dimensi-dimensi sosial masyarakat. ajakan. Informasi tersebut bersifat terus-menerus. Kedua. Landasan-landasan di atas merupakan proses-proses politik yang mesti ada dan berjalan dalam suatu sistem politik dan embaga-lembaga politik ketika akan. Dimensi politik dalam masyarakat. dan informasi yang saling diterima di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. Pertama. 4. bersifat pertukaran baik antara individu. Dalam operasionalnya.

Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannva memiliki makna pengaturan. Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20). negara. baik untuk jangka pendek maupun untuk kelompok. baik pada lingkup individu maupun .’ Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku. Undang-undang perpajakan. Apa yang ditegaskan Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk. atau sebaliknya. Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. Pengertian di atas tidak semata merujuk kepada masyarakat modern. melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun sepanjang sejarah kehidupan manusia. peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. Suatu pengaruh atau ” wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh . mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macam : ada yang disebut kerajaan. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga. penghasilan. singkatnya adalah negara. manusia adalah makhluk yang tahu dan mau. pemimpin Rukun Tetangga. kabilah dan lain sebagainya. adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya ” masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. orang-orang yang dikuasainya. kendati saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan ” dalam realitas sosialnya. Pertama. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu. la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya : masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. Menurut Deliar Noer terdapat hubungan masyarakat dengan politik pada aspek kekuasaan. begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara. hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin.dengan politik. Hubungan itu tentu pula berada dalam unit yang sekecilkecilnya. Kedua. la menegaskan bahwa prasyarat “. undang-undang tentang 1 jangka panjang. adalah dua sisi mata uang. Politik dan ” masyarakat.

undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis. alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa ampun. 1986) sebagai ‘berikut. sebagai ber’kut. Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong suatu kententraman batiniah (tentrem.. bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat.organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan. dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya.d. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa.” Kutipan di atas menunjukkan. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak). bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. Secara deskriptif Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat. “Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan. ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara. setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatanikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara. Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. yakni dengan izin penguburannva misiilnya. e. juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof. bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. Penyimpangan dari padanya akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. Eratnya hubungan masyarakat dan politik. Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib. jangankan masih hidup. namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama. “Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang . Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan. kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara. Dengan kata lain. Sebab. sebaliknya.

memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara. Namun demikian. kebudayaan dan kekayaan alam lingkungannya. kendati pada kerangka nilai harus dipisahkan mana hubungan yang dapat dibenarkan dan mana hubungan vang tidak terpuji. pengaturan dan penerbitan. Sebagai wujud identitas bersama 3. Sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib 4.r-bungan antara masyarakat dan politik. Sebagai simbol kebersamaan 2. . peluang. sehingga politik pada akhirnya berekses pada pemusnahan suatu masvarakat oleh masyarakat yang lainnya. suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: 1. Tetapi politik tersebut telah ternodai oleh lepasnya ikatan-ikatan moral dan telah lepas dari substansi politik dalam fungsinya untuk tertib bermasvaraka. Maka politik. yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya. Hayes (1950: 128). Perang dunia I dan dunia II yang disusul dengan Perang dingin ( Ketegangan hubungan antara kekuatan liberal dan komunis ) sesungguhnya merupakan refleksi hubungan masyarakat (dunia) dengan politik. . Namun seperti diungkapkan oleh Carlto • J. wadah aktualitas. untuk menghindari pertentangan nilai dalam hubungan itu.H. Bahwii secara ekstrim.t. dalam kerangka kecil maupun besar akan mengarahkan fungsi-fungsi hubungan antara anggota masyarakat sehingga setiap diri masyarakat selalu mendapatkan kesempatan. perbaikan dan pembaharuan serta rasa pembelaan kepada wilayah. hal ini tetap harus diakui sebaga. melalui hubungan masvarakat dan politik dapat menimbulkan suatu permusuhan dan peperangan andai hubungan itu dilepaskan dari kerangka-kerangka nilai yang berlaku di tengah masvarakat. maka hubungan masyarakat dan politik dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memupuk simpati antar anggota masyarakat seperti pengabdian bersama. Sebagai wahana ikatan dalam bertindak.

lebih dari itu sebagai arena pemupukan kesadamn bagi masyarakat dan bagi proses politik itu sendiri. timbal balik masyarakat dan proses –Politik barangkali dapat disebut sebagai timbal balik yang paling mudah menemukan wujudnya. mendapatkan dukungan dan mendapatkan wilayah geraknya. harapan. Faktor tingkah laku masyarakat yang dapat dipahami dengan baik oleh sebuah proses politik yang dijalankan. Di sini masyarakat akan mengetahui proses polilik dari segi strukturnya. dan bagi proses politik telah memiliki ruang untuk dikenali masvarakat sehingga proses politik tidak canggung untuk disosialisasikan. suatuu proses politik akan berjalan baik dan akan memberikan makna bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat manakala masvarakat akan berarti bagi masyarakat itu sendiri dalam rangka menghapus kesan dirinya terasingkan dalam proses politik yang akan dijalankan oleh negara umpamanya. Secara mengesankan Magnis-Suseno (1986:152) mengatakan sebagai berikut: “Pembangunan politik . Pengrtian-pengertian. efektif bagi proses itu sendiri. Pemilihan umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses politik di Indonesia akan dapat diikuti tahapan-tahapan dengan baik apabila masyarakatnya telah mengenali Pemilu dari segi keharusan-keharusannya dan dari segi larangan-larangannya. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik itu secara niscaya dapat dikatakan agar proses politik tidak berjalan sekehendaknya. Di sini harus diakui bahwa komunikasi politik tak sekedar media penyerapan informasi. janji. ancaman yang dikeluarkan masyarakat untuk negara atau partai politik.Timbal Balik Antara Masyarakat dan Proses Politik Proses-proses politik sebagaimana telah diuraikpin terdahulu •bagai landasan konseptual) oleh Rush & Althoff (1995: 22-25) esungguhnya harus dipahami sebagai proses politik yang melahirkan timbal balik antara masyarakat satu pihak dan politik di pihak lain. akan berguna sebagai referensi tindakan-tindakan politik yang nontinya baik input maupun output berguna bagi masyarakat dar. Melalui sosialisasi politik. Dengan direkrutnya masyarakat ke dalam proses politik. 1986) Pada komunikasi politik. Hal yang sama terjadi pada pengrekrutan politik. yakni mengenali. maka masyarakat akan menemukan legitimasi dan kewibawaan dalam menentukan aktulisasi peran dirinya tanpa merasa berposisi yang dikesankan masyarakat dan bernegara” di zaman kuno sebagaimana tlilukiskan oleh Larry Siedentof (dalam Miller & Siedentof. Pengenalan ini sangat berguna bagi masyarakat. atau oleh negara dan partai politik kepada masyarakat sesuatu yang paling mungkin terjadi melalui komunikasi politik. masyarakat akan mengenali suatu sistem politik yang berlaku di sekitarnya sehingga masyarakat inemberikan reaksi terhadap gejala-gejala dari sistem politik itu. Dengan pengrekrutan maka sistem politik akan kuat. perilaku yang dikehendakinya dan lain sebagainya. Begitu pula yang terjadi pada partisipasi politik. melainkan atas dasar pertimbanganpertimbangan masyarakat baik yang berposisi selaku subjek politik maupun objek politik.

dalam kesadaran tahu diri. Pemerintah menarik kembali SDSB. pemerintah Indonesia pernah melakukan tindakan politik (yang tak sekedar tindakan ekonomi) dengan mengesahkannya SDSB. dan seyogyanya kehendak itu dijabarkan oleh proses politik itu sendiri. bahwa proses-proses politik tak sekedar menampakkan wujud institusi formalnya. mengingat kehidupan politik menurut Ibnu Khaldun . apa vang dikhawatirkan oleh Geertz. tegas George & Wilding. apakah mengenyampingkan kehendak politiknya atau justru kehendak masyarakatnya. walau mungkin kehendak itu secara relatif dipandang menghalangi proses politik yangseharusnya. namun lebih dari itu proses politik akan memaklumi setiap kehendak masvarakat. melainkan penuh hormat. Dengan adanya timbal balik itu. menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada. negara.” Kutipan di atas mencerminkan bahwa agar proses politik memiliki hubungan timbal balik dengan masyarakat. secara gamblang diakui oleh Clifford Geertz (1992: 144). tinggal memilih sebuah konsekuensi yang termudah. Masyarakat Indonesia yang agamis menolaknya dan karenanya timbul gelombang unjuk rasa yang amat dahsyat. Di sini. walaupun proses proses politik dirasakan sangat penting. apabila proses politik sudah mengenvampingkan realitas kultural realitas masyarakat.harus yang dituntut oleh pendekatan sistem bekerja sama dengan dan berdukung pada subsistemsubsistem yang ada. Sebab. lebih dari itu harus ada kesediaan untuk mencerminkan kehendak masyarakat. Jalan ke luar di atas sangat penting. Dan hal ini sebagai bukti bahwa suatu proses politik yang tak mencerminkan hubungan timbal balik antara kepentingan politis disatu pihak dan kepentingan masyarakat pada pihak lain akan berakhir secara mengenaskan. Kendati jalan mengkompromikan jelas lebih baik karena pada upaya itu upaya timbal balik dapat din-iaknai secara lebih mengesankan. maka proses politik hendaklah memperhatikan realitas kultural masyarakat itu sendiri. maka dengan sendirinya masyarakat dapat mengenyampingkannya bahkan mungkin secara mengkristal berbuntut perlawanan. Pembangunan politik tidak secara kasar mencampuri proses-proses hidup. pada kekuatan-kekuatan yang bekerja. Suatu hubungan timbal balik akan dirasakan oleh masyarakat dan negara dalam melakukan proses politiknya. teruji dan terpuji. Contoh ini menunjukkan bahwa proses politik yang diambil oleh suatu kelompok atau pemerintah yang proses itu bertentangan dengan masyarakat. Sebagai contoh. menurut Vie George Paul Wilding (1992: 21) apabila proses politik tak sekedar mencerminkan para elite strategis negar itu saja. maka akan menimbulkan anarkis yang menggetirkan.

terutama diplomasi. sebagaimana dikerangkakan oleh Maurice Duverger (1993 : 351) hendaklah mencerminkdn suatu solidaritas antar keduanya. namun lebih dari itu memahami dan memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan. dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat. Barangkali proses politik Indonesia merdeka tak pernah terwujud sampai hari ini apabila masyarakat saat itu tak membutuhkan kemerdekaan. dan proses politik yangada hendaklah merupakan refleksi dari merealisir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan vang ada dalam masyarakat secara adil dan penuh perikemanusiaan. sampai secara tuntas mencoba menelusuri hubungan timbal balik antara proses politik vang ditempuh oleh negara dengan rakyat (masyarakat) sebagai unsur kekuatan dominannya. Dengan demikian. merupakan akibat dari struktur komunitas hidup. komunitas hidup yakni komunitas negara yang karena ada keduanya tatanan kehidupan akan berjalan secara normal asalkan keduanva mencmpatkan dalam posisi sejajar dalam suatu hubungan yang saling membutuhkan. timbal balik antara masyarakat dan proses Politik itu tidak sematamata diukur oleh saling pengertian dan memahami hakikat masyarakat dan hakikat politik yang dijalankan. Karena itu. 1992: 93). tegas Duverger. haruslah dipandang bahwa antara masvarakat dengan proses politik merupakan. Tanpa kehidupan dan proses politik yang timbal balik. Sebab pada solidaritas itu. akibat peristiwa itu tidak mampu menggerakkan solidaritas masyarakat. masyarakat saja tanpa adanya proses-proses politik vang dilalui. Tolong-menolong untuk kepentingan mencapai tujuan bersama tidak akan terealisasikan. tentu Indonesia merdeka akan menjadi sebuah mimpi masyarakat sampai hari ini. Begitu sebaliknya. Dengan kata lain. proses politik harus dipahami sebagai mekanisme yang menjadikan masyarakat segala kehidupannya berjalan lancar. Kehendak politik melalui tanpa masyarakat niscaya proses politik akan berjalan hampa. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik lebih dari yang telah dipaparkan. Onghokham dalam karyanya “Rakyat dan Negara” (1991). saling terkait dan saling menentukan. Onghokham dalam karyanya itu sempat mengidentifikasi beberapa kegagalan peristiwa politik sepanjang sejarah Indonesia yang dirasakan lagi. dan Bahwa masvarakat hendaklah menjalankan fungsinya sesuai dengan proses politik vangdijalankan . Dan ia .(dalam Zainuddin. dimana setiap individu membutuhkan orang lain di dalam suatu jaringan hubungan yangsaling masuk dengan yang lainnya. maka kehidupan masyarakat tak akan teratur.

Rajawali Pers. 1986. Xii. 1999 “ Masa Depan Indonesia sebuah analisis Wacana tentang Perkembangan Civil Society” masyarakat Kebudayaan dan Politik. Georges. Gramedia Widiasarana Indonesia. Sosiologi Politik. New Park London. April. Masyarakat Politik 07:18 Risya_anjani elf No comments Masyarakat Politik . Balandier. 1999. Almond. Jakarta bumi Aksara. otoritas dan Demokrasi. 1992.2002. Robert. Carter. Daniel T. 1985. Th. Begitu dahsyatnya suatu timbal balik antara proses politik dengan masyarakat. yang tidak saja terjadi di Indonesia. 1992. Rineka Cipta. Budiharjo. New Delhi: Sage Publication. Jakarta. namun terjadi pula pada negara-negara jajahan yang terbebas dari belenggu penjajahan.Suko. Sosiologi Politik. Meriam.. Analisis Politik Modern. 1994. 4 Oktober. Jakarta. Gabriel A.pun mencatat. Susilo. Masalah dan prospek Pembangunan Politik Di Indonesia. Jakarta. Bottomore. 1990. Memahami Ilmu Politik. Tom. digambarkan oleh Onghokham merupakan basis penentu keberhasilah politik. 1986. Kediri : P. A Discipline Devided: School and Sects in Political Science. Jakarta : Gramedia. bahkan politik dijalankan atas dasar kehendak masyarakat itu sendiri BAHAN BACAAN Alfian.. No. Dasar-dasar ilmu Politik. setradisional apapun peristiwa politik yang terjadi karena mendapatkan dukungan masyarakat secara massif dan peristiwa-peristiwa itu oleh masyarakat terasa menjadi tanggungjawabnya dan menjadi miliknya. Antropologi Politik Jakarta : Rajawali Pers. Gambaran Onghokham di atas sekaligus merupakan suatu jawaban yang cukup lugas suatu hubungan politik dan nnasyarakat dimana hubungan itu terjalin karena terdapat timbal balik antara politik dan kehendak-kehendak masyarakat. Dahl. Ramlan. Jakarta: PT.T Jenggala Sparingga. Surbakti. Gramedia.

Negara dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah disepakati. antara lembaga pemerintah dan antara kelompok masyarakat dalam rangka proses pembuatan. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa masyarakat politik bukanlah masyarakat yang statis. No.Dasar organis pembentukan masyarakat adalah “Keinginan manusia untuk hidup bersama atau kerjasama. menggunakan kekuasaan. pengendalian kekuasaan. Kelompok Penekan (Pressure Group) Menurut Stuart Gerry Brown. Jadi. Untuk dapat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan tujuan negara tersebut diperlukan adanya kekuasaan (authority). Budaya Politik (Political Culture) Menurut Almond dan Verba. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Adalah kelompok/organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. wewenang dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Tujuan bersama menjadi salah satu hal yang mendasari kepentingan manusia untuk membentuk organisasi atau kelompok bersama. . pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. industriawan dan asosiasi lainnya. Warga negara mengidentifikasikan dirinya dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. tolong menolong untuk mencapai tujuan yang sama guna memenuhi kebutuhankebutuhan dasarnya agar dapat bertahan hidup”. karena politik menjadi gelanggang bagi persaingan gagasan dan kepentingan warga negara. biasanya mereka berada di luar tugas partai politik. masyarakat politik dapat diartikan sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan “aktivitas tertentu” yang berhubungan dengan bagaimana caracara memperoleh kekuasaan. budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. Adapun cara yang digunakan dapat melalui persuasi. walaupun memiliki tujuan yang sama. Perilaku Politik (Political Behavior) Perilaku politik dapat dinyatakan sebagai keseluruhan tingkah laku. interaksi setiap individu maupun kelompok memiliki cirri-ciri sebagai berikut. 4. propaganda atau cara lain yang lebih efektif. Untuk itulah politik ada. Namun. Di dalam masyarakat politik. 2. maka kehidupan masyarakat politik akan menjadi sangat dinamis. Karena kelompok-kelompok yang berbeda akan mencoba memperjuangkan berbagai kepentingannya melalui saluran komunikasi politik yang ada. Jika kehidupan politik yang demokratis diterapkan. Kelompok kepentingan bisa menghimpun ataupun mengeluarkan dana dan tenaganya untuk melaksanakan tindakan-tindakan politik. Mereka antara lain: kelompok pengusaha. politik dan warga negara yang telah saling memiliki hubungan antara pemerintah dan masyarakat. kelompok penekan adalah kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah. tidak setiap warga negara memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan tujuan bersama. Komunikasi politik adalah semua kegiatan dalam sistem politik yang dimaksudkan agar inspirasi dan kepentingan politik warga negara diakomodasi menjadi berbagai kebijakan. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. usaha-usaha mempertahankan kekuasaan. maka diperlukan adanya komunikasi politik. 3. agar kepentingan seseorang atau suatu kelompok diketahui oleh pihak lain dan dijadikan sebagai pokok bahasan. Bentuk Aktivitas Uraian 1. Pada masyarakat politik. dan sebagainya.

Kelompok kepentingan (Interest Group). pengambilan keputusan. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia 1. Ormas. dan perilaku politik. Pengertian sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan. dan yudikatif ). misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. eksekutif. Dalam perspektif ini. Kelompok Penekan (Presure Group). lembaga-lembaga politik. upaya-upaya mewujudkan tujuan. Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Alat/Media Komunikasi Politik. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. B. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. http://id. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut. Mahkamah Konstitusi. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik. sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol. .Sistem Politik Indonesia Dalam perspektif sistem. Pengertian sistem politik a. DPR. Presiden dan Wakil Presiden. DPD. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Tokoh Politik (Political Figure). dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR. Komisi Yudisial.wikipedia. politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif.org/wiki/Sistem_politik A. media massa. Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik. Mahkamah Agung. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah.

Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara. Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri a. Macam-macam Sistem Politik 3. prinsip. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. prinsip. dan kelompok-kelompok penekan Masyaralat politik adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan . SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng 2. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas c. Sistem Politik Di Negara Komunis : Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. Sistem Politik Di Negara Liberal : Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok. pertukaran gagasan yang bebas. 4. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat b. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. dasar dasar pemerintahan. khususnya dari pemerintah dan agama. sistem politik adalah sekumpulan pendapat. peniadaan hak-haak sipil dan politik. pembatasan kekuasaan. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik c. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan. c. tidak adanya oposisi. Sukarno. Sistem Perwakilan 7. tentara dan organisasi kemasyarakatan. Sistem peemrintahan presidensiil 1. dan kelembagaan yang demokratis. bukan tujuan pribadi. organisasi kemasyarakatan. Negara berdasarkan atas hukum 3. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia : Sistem politik yang didasarkan pada nilai. prosedur. ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Pemerintahan yang bertanggung jawab 6.b. Ide kedaulatan rakyat 2. peniadaan hak milk pribadi. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Bentuk Republik 4. Politik pada dasarnya menyangkut tujuantujuan masyarakat. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. Sistem Politik Di Berbagai Negara a. yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. penegakan hukum. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah b.

tata cara pemilihan dan penetapan Presiden. Tapi. menurut Cicero merupakan masyarakat yang telah menundukan dirinya di bawah supremasi hukum (civil law) sebagai dasar yang menentukan hidup bersama. tata cara pemilihan badan legislative (parlemen. memiliki tujuan yang mengikat seluruh anggota masyarakat. kapan saja dan dengan siapa saja. ada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan sistem pemerintahan. ada system pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat. adanya ruang publik bebas (free public sphere) sebagai wahana bagi keterlibatan politik secara aktif dari warga negara melalui wacana dan praksis yang berkaitan dengan kepentingan publik. Mencari akar defenisi dari konteks Barat. Misalnya. Bahkan keduanya beranggapan bahwa civil society adalah pemerintahan sipil yang membedakan diri dari masyarakat alami-yang muncul sebagai prakondisi civil society. misalnya. mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara.pada hakekatnya adalah sebagai sebuah konsep yang berasal dari proses sejarah masyarakat Barat merupakan cerminan sebuah tatanan sosialkemasyarakatan yang antara lain dicirikan tiga hal. Sementara Rousseau menggarisbawahinya lebih lanjut dengan mengatakan bahwa masyarakat politik itu tercipta lewat adanya kontrak sosial(social contract). juga dalam konteks ekonomi dan perkembangan zaman yang mampu menyejahterakan dan memuliakan hidup sebuah masyarakat beradab. Pertama. partai poilitik. dapat menerima perbedaan pendapat yang ada. Tidak GOLPUT pada saat pemilu. Ketiga."Masyarakat politik adalah masyarakat yang memahami arti penting hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kedua.Konsep civil society model Cicero di maksud sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. Locke. selain terkait dengan tata hukum. nyaris selang berabad-abad lamanya setelah istilah tersebut tenggelam. Masyarakat kota. (Lembaga eksekutif). DPR).kekuasaan negara. John locke dan Rousseau menghidupkannya kembali sebagai istilah yang di pakai dalam menganalisis hubungan masyarakat dengan politik. Di masa selanjutnya. adanya kemandirian yang cukup tinggi dari individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat.Cirinya cuman Satu yaitu suka NGOMONGIN Politik dimana saja. ciri-ciri masyarakat politik: a) Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif b) Bersifat kritis dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah d) Dalam penyelesaian masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah c) Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya . Bisa di katakan bahwa proses membentuk civil society itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. utamanya tatkala berhadapan dengan negara. Sedangkan ciri-ciri masyarakat politik: terdapat kelompok yang memerintah dan kelompok yang diperintah. yang perlu di garis bawahi disini adalah. misalnya mengidensipikasikan civil society sebagai " masyarakat politik" (political society). Adanya hukum yang mengatur pergaulan antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri. Ciri dari civil society. ternyata konsep civil society Locke dan Rousseau belum membedakan antara civil society dengan negara. adanya kemampuan membatasi kuasa negara agar ia tidak intervensionis.

Teori Strukturisasi Giddens: Hubungan Negara-Masyarakat Secara konseptual, mengkaji negara tidak dapat dilepaskan dari mengkaji masyarakat, begitu juga sebaliknya. Keduanya selalu dalam keadaan berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sebagaimana dikemukakan oleh Chandoke (1995): Argumen pertama studi ini yaitu sifat negara dapat dipahami dengan mengacu ke politik civil society. Kedua, civil society tidak dapat menampilkan fungsinya menuntut negara bertanggungjawab kecuali jika civil society sendiri didemokratiskan. Studi ini mempermasalahkan negara dan civil society. Perkiraan dasar studi ini adalah bahwa tidak ada teori negara tanpa teori civil society, dan secara bersamaan, tidak ada teori civil society tanpa teori negara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori strukturisasi yang dikembangkan oleh Anthony Giddens untuk menjelaskan relasi negara-masyarakat. Sebetulnya teori Giddens bukanlah konsep tentang hubungan negara-masyarakat yang lazim dikenal dalam Ilmu Politik, namun ia memiliki daya penjelas yang sangat berguna. Teori Giddens digunakan karena sering seimbang dan jukstaposisi memposisikan negara dan masyarakat. Selain itu ia memiliki “fleksibelitas” jika dipakai menganalisis relasi negara-masyarakat yang sifatnya kompleks. Prinsip fleksibelitas dan jukstaposisi inilah alasan utama penulis menggunakan teori strukturisasi Giddens dalam penelitian ini. Teori strukturisasi, yang merupakan konsep epistemologis yang mendasari karya-karya Giddens sesudah tahun 1980, adalah masalah yang paling fundamental dan akrab dalam ilmu sosial. Dua komponen penting yang ada di sini adalah “struktur” dan “agensi”. Giddes mengartikan “struktur” sebagai “rules and resources” yang dipakai pada proses produksi dan reproduksi sistem sosial. Sementara “agensi” (agency) ialah individu yang prepetrator (yang berbuat). Persoalan “struktur” dan “agensi” adalah tema lama, namun banyak sosiolog yang masih melihat keduanya secara berat sebelah (Giddens, 1984). Giddens dianggap sebagai orang pertama yang berhasil menyeimbangkan relasi struktur dan agensi. Giddens juga diakui telah mengelaborasi formulasi teori strukturisasi yang sangat orisinal, dalam formulasi yang lebih jauh lebih sophisticated dalam detailnya dan jauh lebih sugestif dalam aplikasinya daripada teori strukturisasi versi lainnya.1 Giddens tidak memandang struktur dan agensi sebagai dua hal yang berbeda karena, jika demikian, akan memunculkan dualisme struktur-agensi. Struktur dan agensi harus dipandang sebagai dualitas (duality), dua sisi dari koin yang sama. Keduanya berhubungan secara

dialektik, dalam arti struktur dan agensi saling mempengaruhi dan hal ini berlangsung terusmenerus. Struktur mempengaruhi agensi dalam dua arti: memampukan (enabling) dan menghambat (constraining). Jika ditafsirkan, enabling bisa berarti bahwa jika suatu hal (struktur) dilakukan atau dipenuhi, sekalipun hal itu mungkin sulit/menghambat (constraining), maka pada akhirnya hasilnya akan memampukan (enabling) struktur. Karena itu, dalam teori Giddens, struktur juga sekaligus menjadi medium (Manan, 2005). Di sisi lain agensi juga dapat mempengaruhi struktur. Agensi dapat meninggalkan struktur, dan tidak selalu tunduk kepadanya. Agensi dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan keluar dari aturan tertentu yang baku. Oleh Giddens keadaan ini disebut sebagai dialectic of control, yaitu kemampuan agensi dalam melawan kontrol dan struktur. Konsep dialectic of control dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, dalam suatu negara (struktur) yang mengontrol ketat warganya (agensi), tidak berarti masyarakat kehilangan celah sama sekali untuk keluar dari jeratan kontrol negara (struktur) itu (Giddens, 1987). kreatifitas dan logika masyarakat akan mampu menciptakan ruang bebasnya sendiri, meski mungkin tidak bersifat frontal dan oposisional2. Karenanya dalam teori strukturisasi ini, agensi tidak boleh dilihat sebagai sosok yang bodoh, apatis atau fatalis. Hal serupa berlaku juga pada negara. Sekalipun posisinya lemah dan terpojok, negara tetap mampu secara kreatif mengembalikan posisi superior atas masyarakat, atau minimal tidak kehabisan daya represifnya atau surveillance dalam istilah Giddens terhadap masyarakat. Sebagai pemilik kekuasaan, teori strukturisasi melihat kekuasaan sebagai turunan dari reproduksi struktur dominasi (structures of domination), negara akan selalu menjaga struktur dominasi berkaitan dengan perbuatan allocative resources yang bersifat dunia material dan authoritativer resources yang bersifat dunia sosial. Aktor-aktor negara yang mempunyai kepentingan dan preferensinya sendiri, sangat berkepentingan untuk memperebutkan dua macam resources ini (Giddens, 1981). Selanjutnya, sasaran analisis tidak terbatas pada struktur atau pun agensi, melainkan pada apa yang disebut oleh Giddens sebagai “Social Practice”, yaitu menyangkut aktivitas kesehairian manusia dalam dunia sosial, Giddens menegaskan: Domain dasar ilmu sosial, menurut teori strukturisasi, yaitu bukan pengalaman aktor individu atau pun keberadaam bentuk totalitas masyarakat apa pun, tetapi praktis sosial yang ditata melintasi ruang dan waktu. Aktivitas-aktivitas sosial manusia, seperti hal pengembang-biakan diri dalam alam, adalah rekusif.

Kalau negara adalah struktur dan masyarakat adalah agensinya, maka relasi negaramasyarakat dipahami dalam konteks social practice itu. Konflik atau kontestasi antara negara dan masyarakat dipicu oleh tarik menarik surveillance (pengawasan) yang dilakukan negara dengan citizenship rights (hak warga negara) yang dimiliki masyarakat. Tiga citizenship rights tersebut yaitu civil rights (hak untuk bebas), political rights (hak untuk memilih) dan economic rights (hak mendapatkan pekerjaan yang layak). Kepercayaan masyarakat (trust) pada negara bisa saja hilang atau berkurang manakala ketiga citizenship rights terusik atau tidak dipenuhi oleh negara.3 Untuk menghindarkan ketegangan itu, Giddens menegaskan perlunya hubungan kemitraan antara keduanya, yang saling memberikan kemudahan dan mengontrol. Artinya, negara dan masyarakat tidak dilihat sebagai dua kutub yang antagonistik. Dengan model ini, negara tidak mendominasi masyarakat, juga sebaliknya. Masing-masing dapat memasuki wilayah lainnya demi kepentingan dan kebaikan keduanya, tanpa ada maskud mendominasi pihak lain. bila hubungan kemitraan ini bisa terwujud, demokrasi menjadi lebih prospektif untuk ditegakkan (Giddens, 1999)

Referensi: Chandoke, Neera., 1995. State and Society, Exploration in Political Theory. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd Giddens, Anthony., 1981. A Contemporary Critique of Historical Materialism. Berkeley and Los Angeles: University of California Press ________________., 1984. The Constitution of Society Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press ________________.,1987. The Nation-State and Violence. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. ________________.,1999. Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Manan, Munafrizal., 2005. Gerakan Rakyat Melawan Elit. Yogyakarta: Resist Book

Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. politik maupun wacana kehidupan sehari-hari.DASAR-DASAR ILMU POLITIK BAB I PENDAHULUAN Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. . Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social. akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. A. karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang dasar-dasar ilmu politik. Latar belakang Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. sehingga penyusunan makalah dengan judul Dasar-dasar Ilmu Politik dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita. karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsung. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. bantuan serta saran dari berbagai pihak. dari awal sampai selesai.

Kedua. Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi. Partisipasi menurut Samuel P.B. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk. dan looblyst profesional yang bertindak di dalam perananpernan itu. ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya. pejabatpejabat partai. maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang. Pertama. kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi. kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. Hutington dan Jean Nelson adalah “…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara. calon-calon politik. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah. baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”. Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik. . Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa “salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik. mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik. karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat. Ketiga. Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan. Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. adanya kebebasan dan adanya aturan main. individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah…” Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Tujuan Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat.

ekonomi. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Secara etimologis. tradisi-tradisi filosofis yang mendasari teori-teori besar politik internasional saat ini. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuantujuan itu. Untuk memahami ide-ide politik atau pemikiran politik secara umum yang ada pada jaman klasik. yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihanpilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya. Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis. sampai pada pemikiran politik dewasa ini. BAB II TOTAL SINOPSIS Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. dan psikologi. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. aspek power dan ekonomi politik dalam hubungan internasional. Setiap pemikir politik dan ide pemikirannya dikupas dan dihubungkan dengan pemikiran politik dewasa ini. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah. jaman baru. Untuk memberikan kerangka berpikir teoritis dalam memahami poiltik internasional sebagai salah satu bagian terpenting dalam studi hubungan internasional. perusahaanperusahaan multinasional (MNCs). Masuknya paham liberal ke Indonesia mengubah struktur sosial ekonomi dan politik bangsa Indonesia. maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik.Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat. dan ruang lingkup yang jelas. C. Memberikan kemampuan untuk mengenali dan memahami keadaan sosial dan politik Indonesia yang ruang lingkupnya dimulai dengan munculnya zaman modern. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. fokus. Manfaat Makalah ini di buat bertujuan untuk memperkenalkan Ilmu Politik secara menyeluruh dan memberikan pemahaman dasar-dasar ilmu politik serta berbagai masalah yang erat kaitannya dengan ilmu tersebut. dan dalam perkembangan ini mereka . masalah-masalah politik lingkungan hidup global dalam hubungan internasional. rangka. termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai berbagai macam pandangan teoritis terhadap peranan ekonomi politik dalam hubungan internasional. politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. antropologi. seperti sosiologi.

Gilchrist. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan. Amerika Serikat. Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”. pengaruh dari ilmu hukum. Teori valuational . dan Belanda dalam rangka imperialisme. Namun demikian. Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu : • Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan. Pendapat ini didukung juga oleh R. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik. maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”. seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat.saling mempengaruhi. ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. terutama moral philosophy. Menurut Seely dan Stephen Leacock. dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman. Jadi. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) . ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan. Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli . Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. misalnya: • • • Menurut Bluntschli. Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip.N. Jerman. filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut.prinsip pemerintahan. Austria. Akan tetapi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris.

Sejak orang mulai hidup bersama. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S. pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II. membuat peningkatan pada masa Romawi. karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.M. membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19. misalnya di Amsterdam. Aristoteles. Plato. Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda. ideologi dan politik sistematis. dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. berasal kira-kira dari tahun 500 S. Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904. Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno. Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum. dan lainnya. Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat. Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan. Di antara filsuf Cina terkenal. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina. sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik. konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai . hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah. seperti di Universitas Riau. Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum. serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan. karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis. • Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma. tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat.). dan Shan Yang(±350 S. Mencius. Selain ilmu hukum. ada Konfusius. misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi.ini terdiri dari filsafat politik.Sekarang.M.M. telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum. sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan. dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri. masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan. seperti dalam karya Herodotus.

Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama. Sesudah keruntuhan komunisme. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. dan ekonomi. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge. A. dan hukum masih berlaku hingga saat ini. dan kriminologi) di perguruan tinggi. Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan. Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi. melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Laswell dan A. Authority (Kewenangan) . antropologi budaya. pendekatan tradisional dari segi sejarah. dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet. sumber kekuasaan. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan. Kaplan. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda. seperti yang dinyatakan Harold D. Laswell dan A. dan Polandia. Kaplan dalam Power and Society: “Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. psikologi. Di negara-negara Eropa Timur. di samping India. seperti UNESCO.” Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas. maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. Meksiko. kekuasaan adalah kemampuan untuk. filsafat. sosiologi. Harold D. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. diantaranya negara Barat. Inggris dan hasilnya disusun oleh W. 1. bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negaranegara barat pada pendekatan tradisional. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi. Berkat hal ini.diterima oleh masyarakat. proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan.” 2. ilmu politik berkembang pesat. Kemudian. Berikut pembahasannya secara ringkas. wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik. dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. Ilmu politik memiliki beberapa konsep. dalam suatu hubungan sosial.

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya. 3. Influence (Pengaruh) Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya, dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan, pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati, dan karena itu sering berhasil. 4. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi, untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. Dalam politik, persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta, tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. 5. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. Dengan demikian, di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi.

6. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. Oleh karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu, tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber, diantaranya kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Jika bawahan melanggar perintah atasan, maka bawahan bisa dikenai sanksi. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Misalnya di Indonesia, alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat, maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Jack H. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku, serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang direktur bisa memecat seorang karyawan, tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa, jadi menunjuk pada pelaku organisasi, atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya, baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris), dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Semakin timpang hubungan ini, maka makin kuat ketergantungannya. Hal ini disebut hegemoni, dominasi, atau penundukan oleh pemikir abad 20. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan, tapi dari segi lain, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Salah satunya, kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber-sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan

politik, maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, termasuk peratuaran perundang-undangan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik, selain konsep lainnya. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber, misalnya kekayaan, kedudukan, dan kepercayaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan, tetapi keduanya berbeda. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik, dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Definisi-definisi mengenai Negara, antara lain adalah : 1. Roger H. Soltau, “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2. Harold J. Laski, “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Max Weber, “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Robert M. Maciver, “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder).

Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. terdapat kelompok kepentingan. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Kaplan dalam Power and Soceity. Kekuasaan (asal-usul. Di samping partai. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. Harold D. bagaimana kekuasaan dijalankan. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Terdapat juga kelompok penekan. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen.J. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. dasar. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. proseproses. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Dalam menjalankan fungsinya. ruang lingkup dan hasil-hasil”. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) . Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. pemegang. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. yaitu sifat hakiki. Laswell dan A. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi.

c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. antropologi. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. A. Sifat. seperti sosiologi. . d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. BAB III KERANGKA KONSEP 1. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. rangka. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. dan psikologi. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. ekonomi. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. fokus. dan Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan lainnya. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. • Perkembangan dan definisi ilmu Politik Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. dan ruang lingkup yang jelas. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. Arti.

Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda dalam rangka imperialisme. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) , ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun demikian, pengaruh dari ilmu hukum, filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. • Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science) Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol. • Definisi Ilmu Politik Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber

daya alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas. Ini adalah politik. Bagaimana caranya mencapai tujuan dengan berbagai cara, yang kadang-kadang bertentangan dengan satu sama lainnya. Akan tetapi semua pengamat setuju bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai jika memiliki kekuasaan suatu wilayah tertentu (negara atau sistem politik). Kekuasaan itu perlu dijabarkan dalam keputusan mengenai kebijakan yang akan menentukan pembagian atau alokasi dari sumber daya yang ada. Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus. 1. Menurut Rod Hague et al.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Perbedaan-perbedaan dalam definisi yang kita jumpai disebabkan karena setiap sarjana meneropong hanya satu aspek atau unsur dari politik. Unsur ini diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur-unsur lain. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa konsep-konsep itu adalah: 1. Negara (state) 2. Kekuasaan (power) 3. Pengambilan keputusan (decision making) 4. Kebijakan (policy, beleid) 5. Pembagian (distribution) • Bidang-bidang Ilmu Politik Dalam contemporary Political Science, terbitan Unesco 1950, ilmu politik dibagi menjadi empat bidang. 1. Teori Politik 2. Lembaga-lembaga politik 3. Partai-partai, golongan-golongan (groups), dan pendapat umum 4. Hubungan internasional

• Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain - Sejarah Seperti diterangkan di atas, sejak dahulu kala ilmu politik erat hubuganya dengan sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. - Filsafat Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. - Sosiologi Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologi-lah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. - Antropologi Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka antrophology menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. - Ilmu Ekonomi Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik (political economy), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam menghadapi saingannya seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Jerman, pada abad ke-18 dan ke-19. - Psikologi Sosial Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan. - Geografi Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti perbatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. - Ilmu Hukum Terutama negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting. Cabang-cabang ilmu hukum yang khususnya meneropong negara ialah hukum tata-negara (dan ilmu negara). B. KONSEP-KONSEP POLITIK

Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa dikatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

Keterampilan (Skill) 6. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. Manusia memilih jalan untuk mengorganisir bermacam-macam kelompok dan asosiasi untuk memenuhi keperluan dan kepentingan-kepentingan fisik maupun mental yang sukar dipenuhi sendiri. b. Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan : 1. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Kekayaan (wealth) 4. Norms for political behavior. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. kepercayaan dan keyakinan. teori politik dibedakan menjadi dua. Masyarakat Manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain secara bergotong-royong. pada dasarnya manusia menginginkan nilai-nilai. yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. teori politik sistematis. khususnya masyarakat Barat. Teori politik sistematis (systematic political theory). 2. yaitu : a. Filsafat politik (political philosophy). Dan dalam kehidupan berkelompok ini. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Dalam mengamati masyarakat. Kasih Sayang (affection) 7. norma. Kekuasaan 2. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Kesehatan (Well-being) 5. Kejujuran (rectitude) dan Keadilan (rechtschapenheid) . dan sebagainya. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). ideologi. Harold Laswell memperinci delapan nilai. yaitu : 1.Menurut Thomas P. 1. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. Ideologi politik (political ideology). Jenkin dalam The Study of Political Theory. yaitu himpunan nilai-nilai. ide. II. Pendidikan/Penerangan (enlightenment) 3.

suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. III. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. 3. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). Keseganan (respect).8. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Laski. menurut Robert Maciver. dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Laski dari London School of Economics and Political Science. antara lain adalah : a) Sifat Memaksa. antara lain adalah : 1. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Masyarakat. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). Definisi-definisi mengenai Negara. Robert M. . Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. 2. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. Negara mempunyai sifat-sifat. Roger H. adalah suatu system hubungan-hubungan yang ditertibkan (Society means a system of ordered relations). Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. Maciver. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Soltau. Menurut Harold J. Harold J. yakni yang bertentangan satu sama lain. masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai keinginan-keinginan mereka bersama (A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants). Max Weber. 2. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power.

Saltau.I sebagai tercantum dalam UUD 1945 : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Negara menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu. Melaksanakan penertiban (law and order) 2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. Tujuan dan fungsi Negara Tujuan Negara R. Dan menurut Harold J. Kesejahteraan umum.b) Sifat Monopli. Laski. and process by which compliance of others is secured for ends determinded by the . yaitu : Keamanan ekstern. yaitu : 1. tujuan Negara ialah memungkinan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). Menegakkan keadilan Charles E. Keadilan. Pertahanan 4. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. Kekuasaan social menurut Ossip K. Kekuasaan Kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-laku sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadialn social. Ketertiban intern. dan Kebebasan. Terlepas dari ideologinya. relationship. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Menurut Roger H. tujuan Negara ialah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal (creation of those conditions under which the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desire). hubunganhubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan (Social power is the sum total of all the capacities. Flechtheim adalah keseluruah dari kemampuan. Merriam menyebutkan lima fungsi Negara. IV.

bagaimana kekuasaan dijalankan. Maciver : Kekuasaan social adalah kemampuan untuk mengendalikan tingakah-laku orang lain. Pendekatan . Laswell dan A. Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikandirinya lebih unggul dari pada yang lain. Kaplan dalam Power and Soceity.wordpress. seperti lembagalembaga pemerintahan DPR. Berbagai pendekatan dalam Ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. yaitu sifat hakiki. 2009). Harold D. yakni : 1. Definisi yang dieberikan oleh Robert M. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Referensi http://manshurzikri. Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. khususnya dalam negara (Wikipedia. 2.com/2009/11/27/konsep-konsep-politik/ C. J. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. mamupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia (Social power is the capacity to control the behavior of others either directly by fiat or indirectly by manipulation of available means). serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. dan sebagainya. proseproses. Ossip K. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. Roger F. Kekuasaan yang paling penting adalah kekuasaan politik. Pengertian kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujun-tujuan pemegang kekuasaan sendiri. dasar.power holder). baik dengan cara langsung dengan memberi perintah. Robert M. bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada Negara. ruang lingkup dan hasil-hasil”. Maciber mengemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat berbentuk piramida. Presiden. ). yang berarti bahwa kekuasaan yang satu itu lebih kuat dengan jalan mengkoordinasi keuasaan yang lain. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. bagian dari kekuasaan sosial yang terwujud dalam Negara (state power).

Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. pemegang. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Kekuasaan (asal-usul. Terdapat juga kelompok penekan. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati.institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Dalam menjalankan fungsinya. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. terdapat kelompok kepentingan. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Di samping partai. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi .

sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik • Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. Disini. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. Dari analisa tersebut.sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai “konsekuensi” logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme). behavioralisme meneliti . namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. Misalnya. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. seperti pendekatan Institusionalisme). ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia.

• Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. Namun. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. Menurut Huntington. mobilitas sosial (urbanisasi. C. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya . apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Arab. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. Dahl sebaliknya. Negara. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. yaitu Belanda (Eropa). Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. Dengan demikian. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. bagi Marx. literasi. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam).motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. India) di posisi tengah. Robert A. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Misalnya. kaum asing lain (Cina. jika partisipasi politik tinggi. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. Peneliti lain. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. Misalnya. Bagi Huntington. akan muncul situasi disorder. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. dan eksekutif. Bagi Huntington. Dalam analisa Marx. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. • Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. Menurut Lerner. terpaan media. parlemen. bukan piramidal. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. hanya alat dari struktur kelas ini. atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? • Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok.

di mana orang-orang yang dianggap terlibat Partai Komunis Indonesia “dibuang” ke kamp-kamp “pembersihan otak” di Pulau Buru. atau kesempatan cuti haid bagi buruh perempuan dapatkah dikatakan kejam? Atau keputusan politik untuk menggratiskan biaya pendidikan di Brunei Darussalam atau Arab Saudi. Khususnya. Iwan Fals pernah mempermasalahkanya: “Apakah selamanya politik itu kejam … ?” Memang pada masa pemerintahan Mao Tse-tung pernah diterapkan kebijakan Revolusi Kebudayaan. menaikkan Upah Minimun Regional (UMR). maka mereka sibuk . penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : • • • modal asing perilaku pemerintah lokal yang korup kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). kita tidak berbicara mengenai kejam atau tidak. dan satu bidang tersendiri di ilmu politik membicarakan persoalan itu: Etika Politik. untuk kemudian melahirkan kesepakatan bagaimana kepentingan masing-masing tersebut dapat terselenggara tanpa merugikan pihak lain. “Cara” bergantung pada siapa yang menggunakan. Dalam negara kota di zaman Yunani.blogspot. Saat dimulainya. cara kita mengatasi sejumlah perbedaan yang ada di antara kita. dan itu terkesan kejam. Namun. Kepulauan Maluku.dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. disiksa. Bagi Frank. Manakala manusia mencoba untuk untuk menentukan posisinya dalam masyarakat. politik selalu bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama. Referensi http://gdpermana. atau manakala mereka berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. Politik berasal dari bahasa Yunani POLIS yang artinya negara-kota. manakala mereka berusaha meraih kesejahteraan pribadi melalui sumber daya yang ada. Subyektivitas kita masing-masing-lah yang menyebut cara yang dilakukan si A atau si B. Dengan revolusi ini. keputusan untuk menaikkan gaji guru. Tujuan awal politik tidaklah “kejam” seperti sering didengungkan orang. saling menegosiasikan kepentingan masing-masing. Dalam politik kita berbicara mengenai bagaimana masyarakat. Kedua keputusan baik di Cina maupun Indonesia adalah bukti keputusan politik. atau pemerintah A atau B tersebut sebagai “kejam” atau tidak “kejam”. di suatu wilayah. setiap orang yang dicurigai berpikiran liberal (Amerika Serikat sentris) akan ditahan. Berbicara mengenai politik berarti membicarakan perilaku kita dalam hidup bermasyarakat.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu.html BAB IV PEMBAHASAN Apa itu politik ? Secara retorik. masukkah ke dalam kategori yang sama Berbicara mengenai politik. Hal ini mirip dengan di masa Orde Baru. diinterogasi. bahkan dioper ke kampkamp kerja paksa untuk “membersihkan” otaknya. orang saling berinteraksi satu sama lain guna mencapai kesejahteraan hidupnya.

tetapi karena takut. cara.” Metodis artinya menggunakan metode. di mana saja dan kapan saja. Politik menghendaki negosiasi. dan kegunaannya. atau pemerintah menerapkan kebijakan wajib belajar. Mereka menurut bukan karena setuju. bagaimana proses terjadinya keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan wajib belajar? Dengan kalimat lain.”[4] Kita tahu bahwa sepeda beroda dua. cara. Ilmu dapat menambah pengetahuan. bukan hanya kemauan satu orang. ke mana dan untuk apa ? Atau. Obyektif artinya kebenaran dari hasil pemikiran dari suatu bidang dapat memperoleh bobot obyektif (sesuai kenyataan). sinar matahari adalah panas. artinya tingkat kebenaran yang mempunyai bobot obyektif tersebut dapat berlaku umum. pengetahuan tidak berbicara mengenai aspek ontologis. bukan seluruh orang menyepakatinya. sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu. umum. Dengan demikian. sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ilmu. jalan yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu yang dibicarakan. Luas sekali pelajaran politik jika demikian. atau Ekonomi ? Jawabannya adalah bisa.[1] Dengan demikian. Ontologi Ilmu Politik . politik adalah kekuasaan sosial dan sebagai kekuasaan sosial ia harus disepakati banyak orang sebelum suatu cara diterapkan. manusia hidup mengalir darah dalam tubuhnya. Rakyat luas tentu tidak sepakat dengan cara tersebut. Ilmu Politik Dengan luasnya cakupan. dapatkah politik dikatakan sebagai suatu ilmu layaknya ilmu Biologi. obyektif. dan aksiologis suatu obyek. atau berdebat dengan supir angkot bahwa ongkos yang ia terapkan terlampau mahal. kita dapat dikatakan tengah berpolitik ketika mempengaruhi suami atau istri di rumah. raja-raja di pulau Jawa. sistematis. bagaimana darah mengalir. seorang kaisar atau raja dapat saja menimpakan suatu hukuman mati pada seorang abdi atau rakyat lewat “kemauannya” sendiri. Dan akhirnya. dari negosiasi baru dicapai kesepakatan. dan umum.” Dalam zaman kaisar-kaisar Romawi. tetapi kekuasaan pribadi. epistemologis. Namun. tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. sehingga dapat tersusun suatu pola pengetahuan yang rasional.[3] Ilmu berbeda dengan pengetahuan. Sebaliknya. tidak lagi bersifat subyektif (menurut pemikiran sendiri). bersaing dengan tetangga sebelah rumah untuk jabatan sekretaris RT.dengan suatu kegiatan yang kita semua namai sebagai POLITIK. suatu kekuasaan politik adalah kekuasaan yang disepakati banyak orang.[2] Di sini disebutkan “kekuasaan” sosial bukan “kekuasaan pribadi. Hanya satu orang yang menyepakati cara penghukuman. Fisika. bukan ? A New Handbook of Political Science menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan politik adalah the constrained use of social power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan). Pengetahuan adalah “apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui … tanpa memperhatikan obyek. Pengetahuan relatif tercerai-berai sementara ilmu relatif tersusun secara teratur. kita sekadar tahu tanpa mendalami apa itu. Sistematis artinya masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan. Ilmu adalah “pengetahuan yang disusun secara metodis. bagaimana sepeda yang cuma beroda dua tersebut dapat dikayuh seseorang dengan seimbang? Atau. Namun. Kekuasaan raja atau kaisar tersebut bukan kekuasaan sosial.

apapun bentuknya. Kebijaksanaan umum (public policy) Kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. politik juga memiliki obyek-obyek kajian yang spesifik. seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. Dalam ilmu politik. Ontologi. Epistemologi Ilmu Politik Secara sederhana. sesuatu yang diinginkan. 3. pusat dari tata surya adalah bumi. Kekuasaan (power) Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. dan aspek ontologi ilmu fisika adalah materi serta gas. Pembagian (distribution) Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar. pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah. pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan sebaliknya. yaitu : 1. Artinya. Sebagai contoh. dibangun. 2. epistemologi. Aspek ontologi ilmu ekonomi misalnya adalah barang dan jasa. bagaimana dengan ilmu politik sendiri ? Secara ontologis. Pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. bukan matahari. Aspek ontologi ilmu sosial (sosiologi) adalah kekerabatan antarmanusia. Lalu. Epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana “ontologi” itu dipelajari. Negara (state) Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Arti . ontologi adalah ilmu tentang hakikat sesuatu atau benda/hal/aspek apa yang dikaji. dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. Dalam membangun suatu ilmu. Aksiologi adalah untuk apa bangunan ilmu yang dibuat diperuntukkan. Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun.Secara sederhana. 4. Pengambilan keputusan (decision-making) Keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternative pengambilan keputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. 5. pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan umum bahwa matahari mengelilingi bumi. pada abad pertengahan. Dengan demikian. Namun. epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep PENDEKATAN. Pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Miriam Budiardjo menyebutkan sekurang-kurangnya ada 5 obyek ontologis ilmu politik. sesuatu yang berharga. Pihak yang membuat kebijakan memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. Ontologi berarti obyek-obyek yang dipelajari oleh suatu ilmu.

. parokial. Dalam mendidik anak. Saat pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi “sensitif” di dalam menganalisa gejala politik. disusul dua pendekatan setelahnya. Normatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif Memperhatikan keteraturan atau ketidakteraturan Memperhatikan keteraturan atau Memperhatikan keseragaman ketidakteraturan dan keteraturan Etnosentris. dan berorientasi perubahan Fokus utama pada struktur serta Fokus pada kelompok kelas dan fungsi kelompok-kelompok konflik antarkelompok formal dan informal Ahistoris Holistik Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode. yaitu : 1. Fokus utamanya pada negara demokrasi Barat (AS dan Eropa) Deskriptif. Fokus utama pada Fokus pada Dunia Ketiga model Anglo Amerika Abstrak. Para pemikir politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu. Pendekatan tradisional 2. Pendekatan dalam ilmu politik pun terbagi menjadi 3. Para teoretisi seperti David Easton. dan negara-sentris Teoretis. jika Laissez Faire cenderung membebaskan/membiarkan. orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak. Spekulatif Preskriptif dan normatif Kualitatif Behavioral Postbehavioral Memisahkan fakta dengan nilai Fakta dan nilai bergantung pada tindakan serta relevansi antar keduanya Nonpreskriptif. pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral. radikal. Jean Jacques Rousseau atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional. orang tua biasanya mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter. dan negara sentris Fokus utama pada struktur politik yang formal (konstitusi dan pemerintah) Historis atau ahistoris Etnosentris. Almond adalah contohnya. muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. Pendekatan behavioral 3. Jika otoriter. dan Bersifat kemanusiaan serta empiris berorietasi masalah. obyektif. Teoretisi seperti Andre Gunder Frank. Pasca Perang Dunia Kedua. konservatif secara ideologis. dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah. Laissez Faire. Pendekatan post-behavioral Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut :[5] Tradisional Mencampuradukkan fakta dengan nilai. Apter atau Gabriel A.dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana seseorang melihat suatu permasalahan. Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk kemudian secara berturutturut. David E. dan Demokratis.

strereotip. nilai. wilayah terbelakang. kohesi. teologi (ilmu ketuhanan) dan ilmu jurnalistik serta para praktisi politik :[6] Bidang Ilmu Konsep yang Dipinjam Akomodasi. korporatisme. ambivalensi. Bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. ketidakkonsistenan status. Ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain. industrialisasi. etika Prostestan. Afeksi. kehendak umum. variabel-variabel pola. legitimasi. Anarkisme. kesadaran. Akulturasi. ekonomi. militerisme. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas). masyarakat massa. filsafat. Secara khusus. alienasi. asimilasi. Aksiologi Ilmu Politik Ilmu kedokteran berorientasi pada peningkatan standar kesehatan masyarakat. liberalisme. Sosiologi Psikologi Ekonomi Filsafat Antropologi . empati. aristokrasi. Alokasi sumber daya. klik. Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan untuk “membahagiakan hidup manusia” yang tinggal dalam suatu wilayah yang sama. nepotisme. Gestalt. nasionalisme. tirani. kasta. sekularitas. dan sebaliknya. individualisme. idealisme. agregasi. kartel. perilaku. Ketiganya adalah aksiologi. psikologi. gerakan sosial. personalitas. ketergantungan. oligarki. Pengaruh ini dapat dilihat dari konsep-konsep (gagasan) dari ilmuilmu lain tersebut yang dipakai dalam studi politik. patriarki. revolusi industri. kelangkaan. kontrol sosial. masyarakat majemuk. belajar politik diharapkan akan memberi wawasan bahwa kelompok-kelompok ekonomi amat terpengaruh oleh sebuah keputusan politik. tipe ideal. suatu kondisi ekonomi akan memberi pengaruh-pengaruh tertentu atas kehidupan politik. demokrasi. afinitas. pluralisme.Cardoso. ilmu politik diharapkan akan memberi wawasan baru bahwa dalam kerja keseharian. monarki. konsensus. Di bawah ini hanya akan diajukan contoh pengaruh dari ilmu sosiologi. Ilmu ekonomi pada bagaimana seseorang dapat makmur secara material atau ilmu militer pada penciptaan prajurit-prajurit yang dapat menjamin keamanan negara. itegrasi sosial. Aksiologi adalah guna dari suatu ilmu atau. attitude. bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Negara. struktur sosial. Aksiologi ilmu politik adalah untuk memberi “jalan atau cara” yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antar kelompok dalam masyarakat. GNP. atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. perilaku kolektif. antropoloogi. sirkulasi elit. kelas sosial. Ketiga pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara “zakelijk” (tepat/pasti) melainkan kadang tercampur satu sama lain. sosialisasi. untuk apa ilmu tersebut diperuntukkan nantinya. media massa. Ia terikat oleh aturan-aturan (legislasi) yang dibuat pemerintah (DPR dan Eksekutif). faksi. aspirasi. Gemeinschaft-Gesellschaft. kelas pekerja. segregasi. hirarki. merkantilisme. sebagai administratur negara ia berada dalam suatu kawasan yang bernama negara.

Teologi Jurnalis dan Politisi Anomi. Meskipun dipinjam. 4. sistem peradilan. Suatu metode riset soal bagaimana membangun suatu standar. sejarah ilmu politik. nihilisme. Tingkah Laku Politik Bidang ini mempelajari tingkah laku politik bukan hanya aktor dan lembaga politik formal. sistem pemilihan umum. otoritas sentral. Dengan demikian. sindikalisme. isolasionisme. pelayanan sipil. Beberapa konsep dari yag disebut di atas akan kembali kita temui dalam materi-materi Pengantar Ilmu Politik selanjutnya. konsep-konsep tersebut di atas telah terinternalisasi dengan baik sehingga menjadi konsep-konsep mapan di dalam ilmu politik. 5. netralisme. Ada 9 subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik. dan hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lain. dewan legislatif. Hubungan Internasional . Imperialisme. Sub-sub Disiplin Ilmu Politik Ilmu politik merupakan suatu bidang keilmuwan yang cukup luas. yaitu :[7] 1. bagaimana sosialisasi politik yang dilakukan dalam suatu sekolah. Ilmu Politik (Political Science) Bidang ini membahas bagaimana politik dapat dianggap sebagai bidang ilmu tersendiri. bagaimana seorang atau sekelompok kuli panggul memandang presiden di negara mereka. tetapi juga aktor dan lembaga politik informal. sosialisme. internasionalisme. Misalnya mempelajari perilaku pemilih dalam ‘mencoblos’ suatu partai dalam Pemilu. 3. pemerintahan lokal. Politik Perbandingan Politik perbandingan adalah suatu subdisiplin ilmu politik yang mempelajari: Perbandingan sistematis antarnegara. dengan maksud untuk mengidentifikasi serta menjelaskan perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan yang ada di antara negara yang diperbandingkan. struktur pemerintahan. dan bagaiana melakukan analisis atas perbandingan yang dilakukan. karisma. serta angkatan bersenjata. patronase. plebisit. aturan. Lembaga-lembaga Politik Bidang ini mempelajari lembaga-lembaga politik formal yang mencakup : sistem kepartaian. para pakar yang tergabung ke dalam International Political Science Association merasa perlu untuk membagi disiplin ilmu politik ke dalam sub-sub disiplin yang lebih rinci. kiri dan kanan. lobi. 2. propaganda.

behavioral. halaman. konflik internasional. Singkatnya. dan keindahan ruangan. Apter—. saat ini ilmu politik telah mengaplikasi suatu teori baru yaitu FEMINISM THEORY. Di dalam ilmu politik —-sekurang-kurangnya menurut David E. 9. 8. Misalnya. politik luar negeri. hukum internasional. Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik. Rumah misalkan saja terdiri atas 6 buah aspek. Demikian pula. Demikian pula halnya dalam ilmu politik. Demikian pula aneka ragam uji statistik (dalam tradisi behavioral analysis) yang digunakan untuk menganalisis data. masuk ke dalam subdisiplin ini. Konsep-konsep yang dibangun oleh subdisiplin Teori Politik nantinya digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena politik yang ada. distribusi air. Dalam pertemuan 2 kita telah membahas adanya 3 pendekatan besar dalam ilmu politik yaitu tradisional. Misalnya mengaplikasikan peminjaman konsep-konsep dari ilmu sosial lain guna diterapkan dalam ilmu politik. Atau. Apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif yang akan digunakan dalam suatu penelitian. 7. Pendekatan dapat dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil penelitian melalui perspektif halaman. untuk menjelaskan politik “menutup” diri Jepang dan Amerika Serikat (sebelum Perang Duia I). Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik Berbicara mengenai pendekatan maka kita berada dalam kerangka aspek epistemologi ilmu pengetahuan. Teori ini digunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya gerakan-gerakan perempuan di hampir seluruh belahan dunia. baik secara langsung atau tidak langsung (melalui agen). Administrasi dan Kebijakan Publik Subdisiplin ini mempelajari rangkuman aktivitas pemerintah.terdapat 6 pendekatan . Ekonomi Politik Sub disiplin ini menekankan pada perilaku ekonomi dalam proses politik serta perilaku politik dalam pasar (marketplace).Bidang ini mempelajari politik internasional. atap. serta organisasi-organisasi internasional. yaitu : fundasi. 6. Teori Politik Bidang ini secara khusus membahas pembangunan konsep-konsep baru dalam ilmu politik. tata urut penemuan suatu pengetahuan akan dapat dilihat. dan postbehavioral. segala aktivitas politik yang melampaui batas yuridiksi wilayah satu atau lebih negara. Dengan epistemologi. dinding. Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap. Metodologi Politik Subdisiplin ini khusus mempelajari paradigma (metodologi) serta metode-metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik. diterapkan teori ISOLASIONISME (pinjaman dari bahasa jurnalistik). di mana aktivitas ini mempengaruhi kehidupan warganegara. Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta menyimpulkan sebuah gejala politik.

[9] Para pekerja terdiri atas mereka yang bekerja agar barang-barang kebutuhan manusia dapat tersedia: para petani. dan Developmentalisme. gimnastik. sama seperti masalah rumah tadi. (2) para penjaga. yaitu (1) para penjamin makanan (pekerja). Mereka dilarang berkeluarga. A. terdiri atas tiga golongan besar. wanita dan anak dimiliki bersama.dalam memahami fenomena politik. Dengan menguasai filsafat. meskipun keenam perspektif tersebut berbeda. tetapi tetap menganalisa satu bidang yaitu rumah. khususnya mereka yag paling memahami filsafat (ahlinya: filosof). Negara. golongan penjaga dilarang untuk memuaskan kepentingan pribadi masing-masing. Di dalam politik demikian pula halnya. kehidupan negara yang sempurna akan tercapai jika prinsip-prinsip keadilan ditegakkan. Paparan berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per satu.[8] Pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu politik adalah terdiri atas Filsafat Politik. Filsafat Politik Filsafat politik adalah suatu pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik. pencerahan. di mana masig-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka. (3) para pemimpin. dan radikal. mereka harus harus diatur agar hidupnya selaras dengan kepentingan umum oleh para penjaga. Keenam pendekatan tersebut memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. diberi pendidikan yang materinya mengarah pada tertib dan kebijaksanaan seperti filsafat. Masyarakat yang adil adalah masyarakat yang dipersatukan oleh tatanan yang harmonis. buruh. siapa yang layak memerintah. Institusionalisme. juga menyinggung masalah moral politik. di mana posisi ideal penguasa dengan yang dikuasai. Strukturalisme. Golongan penjaga ‘disapih’ sejak umur 2 tahun. serta hidup. keenam pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang. Sebab itu dapat dikatakan ahwa sumber kekuasaan adalah . Namun. Dengan demikian. Hal ini mungkin dilakukan oleh sebab filsuf-raja telah melepaskan diri dari ikatan-ikat nafsu dan indera serta bebas dari pamrih. Behavioralisme. Tradisi Klasik (Plato dan Aristoteles) Plato hidup pada masa ketika negara-kota Athena menjadi rebutan dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk memimpin. dan pelaut. Dalam pendekatan filsafat politik dikenal empat tradisi besar yaitu tradisi klasik. tukang. tidak boleh punya milik pribadi. Golongan kedua (para penjaga) mengabdikan seluruh hidupnya demi kepentingan umum. makan serta tidur bersama-sama. Pendekatan ini mengkaji mengapa suatu negara terbentuk. Plato mempromosikan filsafat politiknya demi memberi arahan yang benar seputar bagaimana menyeenggarakan kehidupan bernegara. dan. Golongan ketiga (para pemimpin) dipilih di antara para penjaga. pertengahan. bagi Plato. Untuk itu. pedagang. Pluralisme. seorang penguasa bagi Plato harus seorang filosof-raja. pengemudi kereta. seorang raja akan mampu memahami melihat hakikat-hakikat rohani di belakang bayang-bayang inderawi yang selalu berubah-ubah ini. Bagi Plato. apa tujuan negara. dan musik. yaitu fenomena politik. Keadilan —menurut Plato— adalah tatanan keseluruhan masyarakat yang selaras dan seimbang. Karena mereka hanya memahami kepentingan mereka sendiri.

Pekerjaan akhirnya akan menghasilkan sumber-sumber yang perlu untuk otoritas. Secara sederhana. manusia harus mau berinteraksi di dalam negara (berinteraksi dengan orang lain) demi mencapai kebahagiaan hidup sendiri dan bersama. Pemikiran Plato mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut : Sarana Para Penguasa Otoritas (1) ↑ Rakyat Pekerjaan (4) Keterangan : Penguasa menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan umum sebagai hasil dari kecerdasan mereka. Pemimpin negara adalah orang yang ahli dan teruji kepemimpinannya secara praktis. merupakan pemenuhan setiap potensipontesi yang ada pada diri individu. Kepentingan umum sebaliknya. Namun. Aristoteles menyarankan pembetukan suatu negara bernama POLITEIA (negara yang berkonstitusi). kekuasaan tersebut jangan berada di tangan golongan miskin atau kaya. sebab manusia tidak dapat berbuat banyak demi mencapai kebahagiaan tanpa bantuan orang lain. Aristoteles menentang gagasan Plato untuk menyerahkan kekuasaan negara hanya kepada filosof-raja yang tanpa konstitusi. Sebaliknya.PENGETAHUAN yang dicapai melalui pendidikan. bentuk kekuasaanya berada di tengah-tengah antara oligarki dengan demokrasi. Bagi Aristoteles. melainkan golongan menengah. kekuasaan suatu negara harus berada di tangan banyak orang agar suatu keputusan tidak dibuat secara pribadi melainkan kolektif. Keadilan diberikan kepada rakyat untuk diselenggarakan pada pemenuhan potensi-potensi yang dicapai melalui pekerjaan. Otoritas akan dijalankan oleh filosof-raja yang memerintah untuk menegakkan keadilan. pemikiran Aristoteles mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut ini: Sarana Warganegara Individual Pilihan (4) ↓ Konstitusi Campuran ← Tujuan Kebijaksanaan (praktis) (3) ↑ Kebahagiaan → ← Tujuan Keadilan (2) ↓ Potensialitas (3) Polis (negara) → . Satu hal penting lain. tugas negara bagi Aristoteles pun jelas: Mengusahakan kebahagiaan hidup warganegaranya. Dengan demikian. seluruh penguasa harus takluk kepada hukum. bukan filsuf yang hanay duduk di ‘menara gading. Bagi Aristoteles pun.’ Sumber kekuasaan dalam Politeia adalah hukum. Sebab itu.[10] Artinya. Aristoteles (384-322 sM) mempersamakan tujuan negara dengan tujuan manusia: Menciptakan kebahagiaan (Eudaimonia). Manusia adalah makhluk sosial sekaligus zoon politikon (makhluk politik). negara sama seperti organisme: Ia mampu berkembang dan mati.

penghianatan. Akhirnya. Negara adalah alamiah sebab tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang hidup di dunia. Penyembahan Tuhan lalu dijadikan penghayatan oleh subyek bukan terlembaga seperti gereja Katolik. Konsepsi negara surgawi dan diaboli dianalogikan Agustinus seperti kisah Kain dan Habel. B. Negara sekuler (diaboli) adalah negara yang jauh dari penyelenggaraan hukum-hukum Tuhan. pengumbaran hawa nafsu. kekuasaan untuk menjalankan negara itulah justru yang berasal dari Hukum Tuhan (Divine Law).” Martin Luther (1484-1546 M) Tahun 1517 memberontak terhadap kekuasaan gereja Roma. berbeda dengan pemikiran Katolik pertengahan. kecuali sungguh-sungguh ada seseorang yang mampu menjamin stabilitas setelah si penguasa tiran tersebut digulingkan. Aquinas menyatakan bahwa negara adalah sama sekali sekuler. Ia membagi negara ke dalam dua substansi: Sekuler dan Surgawi. keluhuran budi. Sebab itu. sementara negara surgawi sebaliknya. Aquinas menyarakankan “Jangan melawan penguasa yang tiran. Negara Surgawi (disebut pula negara Allah) ditandai oleh penjunjungan tinggi atas kejujuran. . dan Martin Luther)[11] Santo Agustinus (13 Nopember 354 M – 28 Agustus 430 M) Agustinus menulis magnum opus-nya De Civitate Dei (Kota Tuhan). gereja harus ditempatkan di bawah pengawasan negara. Negara sekuler ditandai oleh kebohongan. Setiap kebijaksanaan menghasilkan pilihan-pilihan baru bagi para warganegara yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk konstitusi campuran. dan kemaksiatan. Luther menyarakan pemisahan kekuasaan gereja (agama) dengan kekuasaan negara (sekuler). Perilaku Kain yang negatif mencerminkan pengumbaran hawa nafsu. Jika penguasa mulai melenceng. Kontitusi ini harus menunjuk kebahagiaan setiap individu sebagai hal ideal yang harus dicapai suatu negara. ketidakadilan. Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M). Thomas Aquinas. Luther juga meulai prithatin akan gejala takhayulisme dan mitologisasi patung-patung orang-orang suci gereja. Luther menuntut Paus agar mengakui kekuasaan para raja dengan tidak mengintervensi penyelenggaraan kekuasaan dengan dalih-dalih penafsiran kitab suci. Magnum opus Aquinas adalah “Summa Theologia. serta keindahan. Tradisi Abad Pertengahan (Santo Agustinus. Namun. Sebab-sebab pemberontakannya adalah mulai korupnya kekuasaan Bapa-Bapa gereja. Penguasa harus ditaati selama ia mengusahakan terselanggaranya keptingan umum.(1) (2) Aristoteles menekankan pentingnya konstitusi campuran yang merupakan aturan dasar kehidupan bernegara. Sebab itu. isalnya mengkomersilkan surat pengampunan dosa (surat Indulgencia).” Berbeda dengan Agustinus. keadilan. sebab sesungguhnya mereka pun manusia biasa. Keprihatinan lain Luther adalah anggapan suci yang berlebihan atas para pemuka agama. Kebahagiaan secara praktis diturunkan ke dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan praktis. sementara perilaku Habel mencerminkan ketaatan pada Tuhan. kebobrokan moral. Namun. rakyat berhat untuk mengkritik bahkan menggulingkannya. kekuasaan harus diperguakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan hukum Tuhan.

yaitu hukum yang menunjukkan apa apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Tradisi Pencerahan (kembali ke persoalan duniawi) Niccolo Machiavelli (1469-1527 M). Untuk mengatasi situasi perang tersebut perlu dibentuk negara guna menciptakan stabilitas dan kedamaian. Magnum opus-nya Thomas Hobbes adalah “Leviathan. Thomas Hobbes (1588-1679 M). Negara adalah simbol kekuasaan politik tertinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak. dinas militer. Dari wahyu muncul nalar. sebab manusia secara mendasar memiliki naluri-naluri ‘buas’ di dalam dirinya. Secara sederhana.Secara umum. Tujuan seorang penguasa adalah mempertahankan kekuasaan dan untuk itu. Hobbes berbeda dengan Aristoteles sebab memperbolehkan pemerintahan tanpa konstitusi. Machiavelli menandaskan bahwa kekuasaan merupakan awal dari terbentuknya negara. bagi Machiavelli kekuasaan ada di dalam dirinya sendiri. agama. Hukum praktis ini dibuat oleg rakyat dan disebut hukum positif. Hukum ini dimaksudkan demi menciptakan kejayaan (grace). ia harus menyelenggarakan kesejahteraan rakyat secara umum agar si penguasa tersebut semakin dicintai dan didukung rakyat agar terus berkuasa. Aquinas. dan Luther berada dalam konsep umum teokrasi (pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip ketuhanan). dan kewajiban-kewajiban lain.” Bagi Hobbes. manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus). mutlak. Dari hukum alam maka lahir hukum praktis yang mengatur harta benda. Berbeda dengan pemikiran Agustinus.[12] Dalam magnum opus-nya “Il Principe” (sang pangeran). Bagaimana raja terjaga dari kemungkinan penyelewengan kekuasaan? Hobbes menjawa: “Tidak mungkin sebab raja dituntun oleh hukum moral di alam dirinya!” . bukan berasal dari Tuhan atau doktrin agama manapun. Situasi dalam masyarakat sebelum adanya negara adalah Bellum Omnium Contra Omnes (perang semua lawan semua). dapat dirangkum ke dalam bagan berikut : Sarana Yang Mengatur Negara Manusia ← (akal) (2) ↓ Kepatuhan Pada → Hukum Positif (3) Tujuan Masyarakat Baik Sebagai Kota Tuhan (wahyu) (1) ↑ Kejayaan (Grace) (4) Yang Diatur Keterangan : Wahyu turun dari Tuhan. pemikiran Agustinus. moral bahkan Tuhan. Aquinas. warisan. dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh para penguasa. dan Luther. dan dari nalar tampil hukum alam. Justru. C. Raja harus licik sekaligus jujur. Il Principe menceritakan soal apa yang seharusnya dilakukan seorang raja untuk mempertahankan atau menambah kekuasaannya.

dengan rincian berikut : 1. Agama 6. negara dibutuhkan untuk menjamin hak milik pribadi. Locke berbeda dengan Hobbes. Artinya. Hukum secara umum dan bentuk-bentuk pemerintahan 2. yaitu Legislatif (membuat UU). Uraian tentang hukum Romawi. Magnum opus Rousseau adalah “The Social Contract. negara yang dibentuk harus berdasarkan konstitusi dan kekuasaan yang ada harus dibeda-bedakan. di mana wakil-wakil rakyat yang membuat undang-udang. Montesquieu merasa perlu untuk memisahkan tiga jenis kekuasaan. Kekuasaan bersama ini kemudian dinamakan Negara. Locke menyarankan adanya 3 bentuk kekuasaan yang terpisah. dan Feodalisme. Perancis. individu-individu dalam masyarakat sepakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak. “rakyat” yag diwakili tersebut adalah laki-laki. bahwa kekuasaan seorang raja harus dibatasi. Dalam menjalankan hidup keseharian . dan berasal dari kelas borjuis. 5. yaitu : • • • Legislatif (pembuat UU) Eksekutif (pelaksana UU) Federatif (hubungan dengan luar negeri) —. Rousseau menyebutkan bahwa negara terbentuk lewat suatu perjanjian sosial. Sebab itu. Namun. kebebasan dan kekuasaan yang dimilikinya kepada suatu kekuasaan bersama. Kedaulatan tersebut akan tetap absah selama negara tetap menjalankan fungsi sesuai kehendak rakyat. Untuk menjamin kebebasan warganegara. Jean Jacques Rousseau (1712-1778 M).sementara dipegang eksekutif. tetapi ia berangsur-angsur memburuk perilakunya karena menjaga harta milik dari jarahan individu lain. Locke menyarankan diselenggarakannya demokrasi perwakilan.” Dalam karya tersebut. Namun. Pengaturan militer dan pajak 3. Eksekutif (melaksanakan UU). Ketergantugan adat kebiasaan atas iklim dan kondisi alam suatu wilayah 4.” Buku ini terdiri atas 31 buku yang dibagi ke dalam 6 bagian.” Menurut Locke. Magnum opus dari Montesquieu adalah “The Spirit of the Laws. Dan tidak hanya itu. Perekonomian. manusia pada dasarnya adalah baik. Montesquieu (1689-1755 M). Negara berdaulat selama diberi mandat oleh rakyat.John Locke (1632-1704 M) Magnum opusnya John Locke “Two Treatises of Government. dan Yudikatif (mengawasi pembuatan dan pelaksanaan UU).

” Menurut Hegel ada satu kekuatan absolut yang sedang bekerja di dunia ini. Masing-masing rakyat datang ke pertemuan umum dan menegosiasikan kepentingannya dengan individu lain. Penindasan hanya dapat dihentikan jika negara dihapuskan. Ide mutlak bergerak dalam sejarah dan bentuk yang paling sempurna adalah negara. pendekatan filsafat politik tradisi pencerahan dapat dilihat pada bagan berikut : Sarana Para Penguasa Kekuasaan (3) ↑ Dukungan (2) → Tujuan Stabilitas dan Ketertiban (4) ↓ Hak-Hak (1) Yang Dikuasai Keterangan : ← Hal paling penting dalam tradisi pencerahan adalah hak-hak individu manusia (bukan Tuhan atau masyarakat). dengan demikian. prinsip mayoritas harus dijunjung tinggi dalam suatu negara. Untuk menjamin terselenggaranya hak tersebut. D. Tradisi Modern Georg Wilhelm Friedrich Hegel Magnum Opus-nya : “The Phenomenology of Mind. negara muncul hanya sebagai instrumen untuk menjamin kebebasan individu. penindasan kelas pertama atas yang kedua berlanjut. dan kekuasaan demi menjaga stabilitas dan ketertiban agar setiap individu mampu menikmati hakhak mereka dengan rasa aman. Marx (murid Hegel) menentang gurunya . Secara umum.[13] John Stuart Mill Magum opusnya “On Liberty. Artinya. negara adalah bentuk tertinggi pengorganisasian manusia dan ia mengatasi kepentingan-kepentingan individu. Dukungan melahirkan kekuasaan. setiap masyarakat tidak mewakilkan kepentinga politiknya pada seseorang atau sekelompok orang. Pengahapusan negara melalui revolusi proletariat.negara. Karl Heinrich Marx Magnum opus-nya Manifesto Komunis (bersama Friedrich Engels). Ia menyatakan bahwa negara cuma sekadar alat dari kelas ‘kaya’ ekonomis untuk mengisap kelas ‘miskin’ (proletar). Baginya. Negara berasal dari gerak dialektis (pertentangan) di tengah masyarakat. Kekuatan tersebut ia sebut Ide Mutlak. Bagi Mill. Kepentingan negara harus didahulukan ketimbang yang terakhir. Dengan adanya negara. Rousseau tidak menghendaki demokrasi perwakilan melainkan lagsung.” Mill amat menjunjung tinggi kehidupan politik yang negosiatif. Bagi Mill. Dengan demikian. Pertentangan mengalami penyelesaian melalui media terbentuk dan terselenggaranya negara. hal yang harus diperbuat negara adalah menciptakan Greatest Happines for Greates Number (kebahagian terbesar untuk jumlah yang terbesar). yang ‘banyak’ harus didahulukan . tetapi sendiri melakukannya di kehidupan publik. mereka memberi dukungan pada seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur mereka. Baginya.

Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. pemegang. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir.[15] Misalnya. bagaimana kekuasaan dijalankan. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. atau . Kekuasaan (asal-usul. Di samping partai. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Dalam menjalankan fungsinya. seperti pendekatan Institusionalisme). terdapat kelompok kepentingan. Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan.ketimbang yang sedikit. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untukmengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Terdapat juga kelompok penekan. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga.

mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. dan eksekutif. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. jika partisipasi politik tinggi. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). Arab. hanya alat dari struktur kelas ini. parlemen.[20] Bagi Huntington. Bagi Huntington. bagi Marx. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. literasi. Misalnya. India) di posisi tengah. Menurut Lerner. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Bagi Frank. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi.[18] Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi.[17] Peneliti lain. C. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). Dalam analisa Marx. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Namun. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : . Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. Menurut Huntington. yaitu Belanda (Eropa). Dahl sebaliknya. kaum asing lain (Cina. [16] Robert A. terpaan media.[19] Misalnya.mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. Dengan demikian. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. Negara. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. bukan piramidal. akan muncul situasi disorder. mobilitas sosial (urbanisasi.

Fifth Edition. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Colorado: Westview Press. 2000). 1995). Apter.cit. cet. (New York: Oxford University Press. (Jakarta: Rajawali. 1995). et al. (Jakarta: Gramedia. et al. [2] Robert E. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. h. Metodologi Penelitian Filsafat. cet. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. 1997). Pengantar Ilmu Politik. p.. op.[21] Referensi • • • • Carlton Clymer Rodee..5.103.. [3] Sudarto. (Boulder. 2002). Seluruh bab.. (Jakarta: Sinar Harapan. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. 1985). (Boulder. [5] Ronald H. 1994).. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Michael G.cit. Ronald H.modal asing . Jujun S. (Jakarta: Rajawali Press. Suriasumantri. Chilcote. Chilcote.293. • • • • • • • • • • • . Suriasumantri..perilaku pemerintah lokal yang korup . op. Colorado: Westview Press. Pengantar Ilmu Politik. Political Science: An Introduction. et al. Dasar-dasar Ilmu Politik. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (Jakarta: Sinar Harapan. Footnote: [1] Carlton Clymer Rodee.kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). 2-3. A New Handbook of Political Science. Pengantar Analisa Politik. 1996). h. 1997).29. 1981). p. (Jakarta: Rajawali Press. Robert E.. 1996)..7. 2002). A New Handbook of Political Science. (Jakarta: Rajawali. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.57 [6] Didasarkan atas Robert E. h. [4] Jujun S. (New York: Oxford University Press. Sudarto. Metodologi Penelitian Filsafat. p. (Jakarta: Rajawali. [7] Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. Miriam Budiardjo. [8] Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. 1981). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.5. Roskin. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.

Etika Politik. (Jakarta: Gramedia. Machiavelli. (Boulder.195-6. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. (Semarang: ISEA. h. (Boulder. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Rajawali Press. Colorado: Westview Press. (Jakarta: Rajawali Press. Varma. Apter.245. 94-102 [16] David E. Apter. [18] Ronald H. 2002). New Haven: Yale University Press. Manifesto Partai Komunis. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. (Boulder. [19] Ronald H. Bab pendahuluan. Selain ilmu politik. [14] David E. [15] S. (ed. Chilcote. Colorado: Westview Press. h.P.). [20] Samuel P. [21] Ronald H. organisasiorganisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. 2001). termasuk peran negara-negara. HI mencakup rentang isu yang luas.358. h. Aristoteles. Pemikiran Politik Barat. p. 1981). Political Order in Changing Societies. Dahl. hukum. Seluruh buku. 1981). 1981). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. [17] Robert A. geografi. 1985). Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. Augustinus. (Boulder. Colorado: Westview Press. Filsafat Politik Plato. (Jakarta: Rajawali. [10] J.H. 2001). 1999). [11] Mengacu pada Ahmad Suhelmi.290-1. Pengantar Analisa Politik. h. Chilcote. dari globalisasi dan dampakdampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian . p. (Jakarta: Graedia.158-184. 1985). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional.• • • • [9] Franz Magnis-Suseno. p. studi-studi budaya dalam kajian-kajiannya.358. 187-8. Pengantar Analisa Politik. organisasi-organisasi antarpemerintah. Colorado: Westview Press.. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. 1968. 1968).194-207. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Rajawali. Teori Politik Modern. sejarah. p. psikologi. Regimes and Oppositions. 1999). [13] Karl Marx dan Friedrich Engels.5.465-467. (Yale University Press. dan perusahaan-perusahaan multinasional. filsafat. Huntington. antropologi. 1974). (Jakarta: Gramedia. Chilcote. Rapar. Chilcote. [12] Lee Cameron McDonald. adalah cabang dari ilmu politik. Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu seperti ekonomi. Seluruh buku. sosiologi. 1981). p. 1999). • • • • • • • • • Hubungan Internasional. Lihat juga Ronald H. h. p..

proliferasi nuklir. Pada awal 1920-an. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes Ã(c)tudes internationales). Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara. Westphalia mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state). hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. nasionalisme. dan “standar-standar peradaban”. terorisme. Pada 1919. Sebelumnya.ekologis. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker. Namun. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. negara-bangsa domestik sebagai suatu unik. keselamatan umat manusia. Aberystwyth. organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher Schooldi Tufts. Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648]. Studi Hubungan internasional Pada mulanya. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. HI sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. ketika sistem negara modern dikembangkan. Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. yang mencakup level individual. “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional. banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pramodern”. kejahatan yang terorganisasi. Afrika. perkembangan ekonomi. Lebih lanjut. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan. Pada 1927. tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. Namun. institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika. Swiss. teori HI . lewat kolonialisme. sistem ini agak terlalu disederhanakan. didirikan di Jenewa. dan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. dan Asia. dan hak-hak asasi manusia. Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies.

keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain. sistem internasional Idealisme. Paradigma Kesadaran. Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). Francisco de Vitoria. Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. seperti neo-realisme. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus . untuk memahami isu-isu lingkungan Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. Emansipatoris. Hugo Grotius. Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. agen. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum. Pada abad ke-20. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. ukuran kekuatan-kekuatan militer. Demikian juga. istilah kunci : struktur. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. seperti teori pilihan rasional. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme [[Neorealisme]. Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas. istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin. Dipelopori oleh Robert Keohane. selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. Konstruksivisme Fungsionalisme Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”. Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. istilah kunci : Pacific UnION Liberalisme. Alienisasi.memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis. Epistemologi ini menolak ideide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Dewasa ini.

Machiavelli. Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. Neorealisme Neorealisme terutama merupakan karya Kenneh Waltz (yang sebenarnya menyebut teorinya “realisme struktural” di dalam buku karangannya yang berjudul Man. Daniel Bernhard. yang berargumen dengan berbagai cara bahwa negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan bahwa perang terlalu destruktif untuk bisa dikatakan sebagai pada dasarnya sia-sia. Para realis melihat Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori mereka.) Teori-teori Positivis Realisme Realisme. Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu sampai paham tersebut secara kolektif dan mengejek disebut sebagai idealisme oleh E. and War). dan Hobbes sering disebut-sebut sebagai “bapak-bapak pendiri” realisme oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai realis kontemporer. dan Hans Morgenthau berargumen bahwa. meskipun karya mereka dapat mendukung doktrin realis.H. Negara-negara dipaksa oleh pencapaian yang relatif (relative gains) dan keseimbangan yang menghambat konsentrasi kekuasaan. yang berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum internasional.pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. Namun. Perlu diperhatikan bahwa para penulis klasik seperti Thucydides.H. Sebuah versi baru “idealisme”. para pendukung neorealisme menunjuk struktur anarkis dalam sistem internasional sebagai penyebabnya. Pendukung-pendukung awal teori ini termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell. sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. untuk maksud meningkatkan keamanan mereka. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif. ketiga orang tersebut tampaknya tidak mungkin menggolongkan diri mereka sendiri sebagai realis (dalam pengertian yang dipakai di sini untuk istilah tersebut). Tidak . Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. dikemukakan oleh Hans Kóchler. negaranegara adalah aktor-aktor rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri (self-interested). Setiap kerja sama antara negara-nge dijelaskan sebagai benar-benar insidental. Carr. pada intinya menyangkal bahwa negaranegara berusaha untuk bekerja sama. Para realis awal seperti E. Sambil tetap mempertahankan pengamatan-pengamatan empiris realisme. Carr. the State. hal-hal apa sajakah yang membentuknya. sebagai tanggapan terhadap liberalisme. Mereka menolak berbagai penjelasan yang mempertimbangkan pengaruh karakteristik-karakteristik dalam negeri negara-negara. Liberalisme/idealisme/Internasionalisme Liberal Teori hubungan internasional liberal muncul setelah Perang Dunia I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi perang dalam hubungan internasional mereka. atau “nilai-nilai”. dengan mempertimbangkan etika. bahwa hubungan internasional dikarakterka oleh hubungan-hubungan antarnegara yang antagonistik.

Meningkatnya interdependensi selama Perang Dingin lewat institusi-institusi internasional berarti bahwa neoliberalisme juga disebut institusionalisme liberal. dan dengan demikian menaruh perhatian pada pencapaian-pencapaian mutlak. juga disebut Aliran Pemikiran Inggris. kerjasama merupakan sebuah perbedaan derajat). Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme. Seringkali mereka menyebutkan kerjasama di bidang perdagangan. dan prosedur yang memfasilitasi sebuah pemusatan berbagai harapan. Definisi rejim yang paling lazim dipakai datang dari Stephen Krasner. Neoliberalisme Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional. Hal ini juga berarti bahwa pada dasarnya bangsa-bangsa bebas membuat pilihan-pilihan mereka sendiri tentang bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tanpa organisasi-organisasi internasional yang merintangi hak suatu bangsa atas kedaulatan. Para pendukung seperti Maria Chatta berargumen bahwa negara-negara akan bekerja sama terlepas dari pencapaian-pencapaian relatif. dan keamanan bersama di antara isu-isu lainnya. Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran pemikiran Inggris) Teori masyarakat internasional. Bila dilihat dari definisinya sendiri. Sementara realisme memprediksikan konflik akan menjadi norma dalam hubungan internasional. beberapa pendukung realis seperi Joseph Greico telah mengembangkan sejumlah teori cangkokan yang membawa sebuah pendekatan berbasis realis ke teori yang berdasarkan pada liberal ini. (Kerjasama menurut kelompok realis bukannya tidak pernah terjadi. Hal lain yang juga membedakan neo-realisme dari realisme adalah bahwa neo-realisme tidak menyetujui penekanan realisme pada penjelasan yang bersifat perilaku dalam hubungan internasional. neo-realisme berusaha ilmiah dan lebih positivis. tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting. Tapi tidak semua pendekatan teori rejim berbasis pada liberal atau neoliberal. para teoritisi rejim menyatakan kerjasama tetap ada dalam situasi anarki sekalipun. jika memang ada. bagian baru teori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan juga Joseph Nye. hak asasi manusia. rejim adalah contoh dari kerjasama internasional. Contoh-contoh kerjasama tadilah yang dimaksud dengan rejim. Teori ini mengasumsikan kerjasama bisa terjadi di dalam sistem negara-negara anarki. intervensi pemerintah untuk mencegah terbentuknya monopoli dan bentuk-bentuk konglomerasi yang lain.seperti realisme. Teori Rejim Teori rejim berasal dari tradisi liberal yang berargumen bahwa berbagai institusi atau rejim internasional mempengaruhi perilaku negara-negara (maupun aktor internasional yang lain). hanya saja kerjasama bukanlah norma. Neoliberalimse juga mengandung suatu teori ekonomi yang didasarkan pada penggunaan pasar-pasar yang terbuka dan bebas dengan hanya sedikit. berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan . aturan yang tegas. Krasner mendefinisikan rejim sebagai “institusi yang memiliki sejumlah norma.

bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis.nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. Namun. Pada pendukung seperti Andrew Linklater. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Tidak seperti neo-realisme. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. dan dibagi kembali antara para solidaris. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. Teori Kritis Teori hubungan internasional kritis Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional. Dengan demikian. Sebagai contoh. . serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. Cox. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka. Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara. Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. dan para pluralis. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal. tatanan. tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). teori ini tidak selalu positivis. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis. Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. Contoh norma-norma seperti itu mencakup diplomasi. Robert W. Social Theory of International Politics 1999). banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut. Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. hukum internasional. Para pendukung pascapositivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith.

dan teori dependen. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain. Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. kapabilitas. seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. yang dikarakterkan oleh Anarki. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan). feminisme. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) dan “warga sipil”. konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) untuk ekspor. menembus negaranegara berkembang lewat penasihat politik. Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan. sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. dan perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (hard power) dan kekuasaan yang lunak . pakar. sebagai contoh lewat teologi. Dengan demikian. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI.neofungsionalisme. misionaris. Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang “gender” war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangan-tantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis. Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin.

Peran institusi-institusi internasional. yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu. Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas. sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme Kenneth Waltz. A. Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional. dan pengaruh budaya. dengan sistem internasional didominasi oleh konflik antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut. khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz. seperti penggunaan kekuatan. Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan.K. Portugis. pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. Organski.(soft power). Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang. dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di Eropa sebelum Perang Dunia Pertama.F. Dependensi . Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis. Sebagai akibatnya. Polaritas Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas. hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin. dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional. interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. Pendukung utama teori tersebut. yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. sistem internasional sebelum 1945 dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar). dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. Di sini konsepkonsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan. Namun. dan Belanda. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional. khususnya keadaan unipolaritas. sehingga mengakibatkan perang besar. diplomasi. kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa. memperkukuh ide-ide bahwa hubunganhubungan dikarakterkan oleh interdependensi. mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi.

penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. • • • • Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme). Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis. Pada suatu tingkat. Perlu diingat. bukan sistem internasional. Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi . Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235. yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah. sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional.Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme. yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain. karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi. Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. Perang. merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi. dan penyesuaian aturan perdagangan. Pemberian sanksi. Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties). Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negaranegara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. penggunaan kekuatan. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen. walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan. Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar). Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negaranegara. penggunaan kekuatan.

sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal. dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional. dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada). etnis. aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan. Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. dan yang menarik diri — Mengamati aspekaspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik • • . komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional.dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. yaitu menginginkan perubahan. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). Sementara itu. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor. Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. dan sebagai dibentuk oleh pelbagai kendala. yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. atau merupakan revisionis. Kelompok-kelompok keagamaan. • Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional – Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri. Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai realitas yang ada. asf Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar. Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. berdasarkan masyarakat global yang proletar.

dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu dan teknologi berdampak pada perkembangan. Teknologi. Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). Institusi Ekonomi • • • • Bank Pembangunan Asia Dana Moneter Internasional Organisasi Perdagangan Dunia Bank Dunia Badan Hukum Internasional . seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. dan kesetaraan sosial”. subsidiaritas. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). teknologi. perang-perang keagamaan. Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). dan aktor-aktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. keamanan internasional.etnis. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. bisnis. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. perkembangan ekonomi. dan kesehatan dunia. • Ilmu. Banyak institusi legal memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB. PBB PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional. lingkungan. dan heterogenitas.

dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan. Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah .Hak Asasi Manusia • • • • • • • European Court of Human Rights Human Rights Committee Inter-American Court of Human Rights Pengadilan Kriminal Internasional Pengadilan Internasonal untuk Rwanda Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia Dewan Hak Asasi Manusia PBB Hukum • • • • African Court of Justice European Court of Justice Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional untuk Hukum Laut Organisasi tingkat regional • • • • • • • • • ASEAN Liga Arab Persemakmuran Negara-negara Merdeka Uni Eropa CSCAP GUAM Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi NATO Organisasi Kerjasama Shanghai SAARC BAB V KESIMPULAN dan SARAN Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik.

dan heterogenitas. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. kedudukan. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. kebijakan publik (public policy). dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Dari analisa tersebut. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah . namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. subsidiaritas. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. Politik adalah perebutan kekuasaan. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Dewasa ini. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. Dengan demikian bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making).pemerintah. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. glory and riches). status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah.

Robert M. Definisi-definisi mengenai Negara. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). b. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational).konflik dan konsensus. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. 2. ideologi. 3. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). teori politik sistematis. dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya. Maciver. Jenkin dalam The Study of Political Theory. 1. 2. Menurut Rod Hague et al. dan sebagainya. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. Roger H. yaitu : a. Soltau. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. antara lain adalah : . Laski. mempertahankan . antara lain adalah : 1. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Menurut Thomas P. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. Max Weber. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat. Harold J. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. Norms for political behavior. yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. teori politik dibedakan menjadi dua. Negara mempunyai sifat-sifat. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which.

1994). Dasar-dasar Ilmu Politik.” Pacific Community. (Jakarta: Sinar Harapan. M. 2005. Letter to Bishop Mabdell Creighton. et al. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. cet. khususnya dalam negara (Wikipedia. Jujun S.html Carlton Clymer Rodee. Duverger. Michael G. Suriasumantri. Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++. Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). Political Science: An Introduction. 1887.”Suharto and the Question of Politixal Stability. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran.blogspot. 2008. Tokyo. Maurice. Alfian. . 2000). Fifth Edition. Pengantar Ilmu Politik. Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal).. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. et al. Roger F. April 1971. Kordi K. John. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. (Jakarta: Rajawali Press. Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social. Geventa.. Jakarta Timur: PT Perca. Roskin. b) Sifat Monopli.. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta. BAB VI DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • Ghufran. Putra. Robert E. (Jakarta: Gramedia. N.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko.5.. Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan. dkk. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. 2007. ). 2009). Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. 1993. 2002).a) Sifat Memaksa. 1995). Miriam Budiardjo. http://gdpermana. Acton. Lord.

Goodin and Hans-Dieter Klingemann. A New Handbook of Political Science. et al. Pengantar Ilmu Politik. Robert E. (Jakarta: Rajawali. op. Augustinus. Machiavelli. David E. J. Mengacu pada Ahmad Suhelmi.293. Metodologi Penelitian Filsafat. Suriasumantri. (Jakarta: Graedia.158-184.cit. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. (Jakarta: Rajawali. 2-3. h. h. Colorado: Westview Press. Apter. A New Handbook of Political Science. 1997). Filsafat Politik Plato.H. 94-102 David E. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.194-207.103. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. Varma. 1999). h.245. 1996). Lihat • • • • . Franz Magnis-Suseno. (Boulder. Chilcote. 2001). (Jakarta: Rajawali Press. h. 1999). h. Teori Politik Modern. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Gramedia. 1985).. 1985). Metodologi Penelitian Filsafat. Rapar.57 Didasarkan atas Robert E. h. Seluruh buku.29. 1985). Aristoteles. 1997). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Seluruh bab. Footnote: Carlton Clymer Rodee. Chilcote. 1981).5. Pengantar Analisa Politik. Karl Marx dan Friedrich Engels. Etika Politik. Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. (Jakarta: Rajawali. 2002). Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. 1995). 1981)... S. Lee Cameron McDonald. Sudarto. Colorado: Westview Press. (Jakarta: Rajawali. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. h. p. Seluruh buku. 1999). 1996).cit. Pemikiran Politik Barat. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.465-467. 1968). h. 187-8. 2001). (Boulder. Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. cet. (Semarang: ISEA. Jujun S. (Jakarta: Sinar Harapan. op. (New York: Oxford University Press. (Jakarta: Gramedia.7. Apter. • • • • • • • • • • • • • • • Ronald H. p. p. Pengantar Analisa Politik. 2002). (New York: Oxford University Press. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Apter. Manifesto Partai Komunis. Sudarto. Ronald H.P. p.. (Jakarta: Rajawali Press. Pengantar Analisa Politik. (Jakarta: Rajawali Press. (Jakarta: Rajawali.

. 1981).juga Ronald H. 1990.5. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah 7. Ronald H. Chilcote. Regimes and Oppositions. (Boulder. (Boulder. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.195-6. Pemerintahan Nasional 5. Colorado: Westview Press. 2006): 1.). Reflections on the Revolution in Europe. Undang-undang Dasar 4.290-1. Chilcote. Samuel P. Perbandingan lembaga-lembaga politik . (ed. Teori politik 2. New York. p. terbitan UNESCO 1950 ilmu politik dibagi dalam empat bidang (Miriam Budiardjo. p. Huntington. Teori politik 1. • • • • • • • Robert A. p. 1981). Chilcote. 2004 Danrendorf. (Yale University Press. 1981). 1968. Ronald H. 1981).. Colorado: Westview Press. Dahl. Ed. Sejarah perkembangan ide-ide politik 3. New Haven: Yale University Press. Pemerintahan Daerah dan Lokal 6.358. Pendahuluan Dalam Contemporary Political Science. London: Routledge. Random House. Ronald H. p. (Boulder. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. 1974). p. Colorado: Westview Press. Bab pendahuluan. Ralf. RUANG LINGKUP ILMU POLITIK oleh: Wazni A.358. Political Order in Changing Societies. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Ke-3. Chilcote. (Boulder. The Routledge Dictonary of Politics. David Robetson. Colorado: Westview Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.

Dalam menyusun generalisasi itu teori selalu memakai konsep-konsep. Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi 10. tujuan dari kegiatan politik 2. hak dan kewajiban. kekuasaan. modernisasi dan sebagainya. Lembaga-lembaga politik 1. golongan-golongan (groups) dan pendapat umum 1. sekalipun fakta-fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan. Partai-partai politik 9. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain. Politik internasional 13. Hubungan internasional B. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik . kedaulatan. pembangunan politik. Tetapi teori politik juga dapat bersifat deskriptif (menggambarkan) atau komparatif (membandingkan) atau berdasarkan logika. Teori politik bersifat spekulatif (merenung-renung) sejauh dia menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik. Konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karena itu bersifat abstrak. masyarakat. cara-cara mencapai tujuan itu 3. 1. negara. kemerdekaan. Teori politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari politik. Partisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi 11. Pendapat umum 12. Sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak. lembaga-lembaga negara. kemungkinan-kemungkinan dan kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu dan 4. perubahan sosial.8. Hukum internasional 1. Menurut Thomas P. Jenkin dalam The Study of Political Theory dibedakan dua macam teori politik. Organisasi-organisasi dan administrasi internasional 14. teori politik adalah bahasan dan renungan atas: 1. Partai-partai. Dengan kata lain. kewajiban-kewajiban (obligations) yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. kelas sosial. Pembahasan Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena.

tetapi berdasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini. Jadi. Bahasan- . Fungsi utama dari teori-teori politik ini ialah memdidik warga masyarakat mengenai norma-norma dan nilai-nilai itu. Filsafat politik (Political Philosophy). Dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan ini. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai.(norm for political behavior). di pihak lain dapat membimbingnya menuju ke suatu struktur masyarakat politik yang stabil dan dinamis. Contoh lain adalah beberapa karya John Locke. Misalnya menurut filsuf Yunani Plato. ideologi dan sebagainya. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasigeneralisasi. tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Teori-teori semacam ini mencoba mengatur hubungan-hubungan antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan. Misalnya. Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial. Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan ratio. 1. Teori politik sistematis (Systematic Political Theory) Teori-teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemology. Teori-teori ini dapat dinamakan non-valuational. Teori-teori politik yang mempunyai dasar moril (kelompok A) fungsinya terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral. ia tidak menjelaskan asal-usul atau cara lahirnya norma-norma. Ia bisasanya bersifat deskriptif (menggambarkan) dan komparatif (membandingkan). dalam abad ke 19 teori-teori politik banyak membahas mengenai hak-hak individu yang diperjuangkan terhadap kekuasaan negara dan mengenai sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dalam pandangan itu. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemology harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami seahri-hari dapat ditanggulangi. Teori-teori kelompok A dapat dibagi dalam tiga golongan: 1. Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari alam semesta (universe) dengan sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini. 2. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. Untuk keperluan itu teori-teori politik semacam ini memperjuangkan suatu tujuan yang bersifat moral dan atas dasar itu menetapkan suatu kode etik atau tata cara yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan politik. keadilan merupakan hakikat dari alam semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai “kehidupan yang baik” (good life) yang dicita-citakan olehnya. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai (value) maka teori-teori ini boleh dinamakan valuational (mengandung nilai). teori politik sistematis. Teori-teori semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetrapkan norma-norma dalam kegiatan politik.

Dan memang tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini hampir semua negara (kecuali Inggris) memiliki naskah tertulis sebagai undang-undang dasarnya. yang dua-duanya menunjuk pada naskah tertulis.mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan dan aksi (action oriented). Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. di antara mana Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan sifat militannya lebih menonjol. Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat. serta sarana-sarana (prescription) mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. Padahal istilah constitusion bagi sarjana ilmu politik merupakan sesuatu yang lebih luas. norma-norma dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya-karya dari filsuf-filsuf serta ahli-ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami sejarahnya. sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadiankejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada. Akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam kepustakaan Belanda (misalnya L. tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri. maupu yang tidak – yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat. wet = undang-undang) dan Grundgesetz (Grund = dasar. Ideologi –berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung. Terjemahan kata constitution dengan kata undang-undang dasar memang sesuai dengan kebiasan orang Belanda dan Jerman. oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran-pikiran dalam masa ide itu lahir.J. gesetz = undang-undang). norma-norma. 1. yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata Grondwet (Grond = dasar. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai. Ideologi politik (Political Ideology) Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai. Kesukaran dengan pemakaian istilah undang-undang dasar adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis. Kupasan berdasarkan sejarah ini di negara-negara Barat biasanya mulai zaman Yunani Kuno dalam abad ke-6 SM sampai abad ke-20 ini. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya demokrasi Marxisme-Leninisme. Nilai-nilai dan ide-ide ini merupakan sistem yang berpautan. Facisme dan sebagainya. suatu “Weltanschauung”. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. ide. van Apeldoorn) diadakan perbedaan antara pengertian undang-undang dasar (grondwet) dan konstitusi . Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa untuk menterjemahkan kata Inggris “constitution” dengan kata Indonesia “Undang-undang Dasar”. Ide-ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya. kepercayaan dan keyakinan. dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas. Bidang kedua dari ilmu politik yaitu lembaga-lembaga politik seperti misalnya pemerintah mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial.bahasan ini didasarkan atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam (natual law). yaitu keseluruhan dari praturan-peraturan –baik yang tertulis. Liberalisme. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnose.

Cara pembatasan yang paling efektif ialah dengan jalan pembagian kekuasaan. tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. Menurut Carl J. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis. konstitusionalisme menyelenggarakan suatu sistem pembatasan yang efektif atas tindakan-tindakan pemerintah. Jadi. Gagasan ini dinamakan Konstitusionalisme. Pembatasan-pembatasan ini tercermin dalam undang-undang dasar. Sesuai dengan pandangan ini Herman Finner dalam bukunya Theory and Practice of Modern Goverment menamakan undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup sesuatu hubungan kekuasaan” (the aoutobiography of a power relationship)” Pandangan ini merupakan pandangan yang luas dan yang paling tua dalam perkembangan pemikiran politik. undang-undang dasar adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut”. Menurut faham tersebut undang-undang dasar adalah bagian tertulis dari suatu konstitusi.(constutie). meskipun tidak tertulis”. Friedrich dalam buku Constitusional Goverment and Democracy. dengan jalan membatasi kekuasaan. Dan rupa-rupanya para Penyusun Undang-Undang Dasar 1945 menganut pikiran yang sama. konstitusionalisme merupakan “gagasan bahwa pemerintahan merupakan suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat. Undangundang dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. undang-undang dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara. Jadi.C. Dengan demikian diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindungi. bukan hanya oleh rakyat. undangundang dasar mempunyai fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. pada pokoknya dasar dari setiap pemerintahan diatur dalam suatu undang-undang dasar. tetapi oleh pemerintah serta penguasa . Wade dalam buku Constitutional Law. Menurutnya. maka undang-undang dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan. badan eksekutif dan badan yudikatif. Undang-undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. Menurut sarjana hukum E. dalam anggapan ini undang-undang dasar mempunyai fungsi yang khusus dan merupakan perwujudan atau manifestasi dari hukum tertinggi yang harus ditaati. misalnya antara badan legislatif. Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusionil. sebab dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan: “Undang-undang dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasarnya negara itu. Dapat dicatat bahwa dalam abad ke 5 SM seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang di dunia Barat dipandang sebagai sarjana ilmu politik yang pertama telah berhasil untuk melukiskan undang-undang dasar dari 186 negara kota Yunani dengan jalan mencatat pembagian kekuasaan serta hubungan-hubungan kekuasaan dalam setiap negara kecil itu. sedangkan di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis.S. Bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menganggapnya sebagai organisasi kekuasan. ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara.

Partai politik pada umumnya dianggap sebagai manisfetasi dari suatu sistem politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. Selain itu beberapa sarjana behavioralis seperti Joseph Lapalombara dan Myron Weiner telah meneropong secara khusus partai politik dalam hubungannya dengan pembangunan politik dalam bukunya Political Parties and Political Development. Ditinjau dari hasil karya sarjanasarjana ini memang nampak adanya usaha ke arah penyusunan suatu teori yang menyeluruh. Kegiatan –kegiatan ini mencakup kegiatan memilih dalam pemilihan umum. Di negara-negara yang menganut paham demokrasi. golongan-golongan dan pendapat umum.sekalipun. Sekalipun bermacam-macam penelitian telah diadakan untuk mempelajarinya. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan kebijaksanaan umum (public policy). partai politik merupakan alat yang baik. (Kebalikan dari partisipasi adalah apati. Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Maka dari itu. kelompok kepentingan. meskipun nama “statiologi“ kadang-kadang dipakai. akan tetapi hingga sekarang belum tersusun suatu teori yang mantap mengenai partai sebagai lembaga politik. Tujuan kelompok ini untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –(biasanya) denagn cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. Sarjana-sarjana yang telah mempelopori studi mengenai partai politik antara lain M. Robert Michels (1911). maka partai politik telah secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai. akan tetapi usaha ini masih jauh dari sempurna dan jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan penelitian di bidang-bidang ilmu politik lainnya. Istilah tentang lapangan studi ini pun masih belum ada. Penelitian mengenai partai politik merupakan kegiatan ilmiah yang relatif baru. Seseorang dinamakan apatis (secara politik) jika tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut di atas. . banyak memakai konsep-konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dymanics oleh karena sangat menonjolkan aspek-aspek dinamis dari proses-proses politik. Ostrogorsky (1902). kelompok penekan. Bidang ketiga mengenai partai-partai. dan sebagainya. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. menjadi anggota golongan politik seperti partai. Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Maurice Duverger (1951) dan Sigmund Nueumann (1956). berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. Untuk mencapai itu. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum. nilai-nilai dan cita-cita yang sama. duduk dalam lembaga politik seperti dewan perwakilan rakyat atau mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan itu. Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik.

Semula. agama atau pun berdasar isueisue kebijaksanaan. Kelompok kepentingan tidak berusaha menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat. insinyur dan guru. kesukuan. dalam perkembangan setelah perang Dunia I. misalnya. meskipun sebagai sasaran perhatian masalah. Sikap bahwa dunia yang lebih baik. sumber pembiayaan. Oleh sebab itu. Dunia yanga tertib dan damai ini diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan-pendekatan yuridis-formal. timbul pendekatan lain yang berpangkal pada asumsi bahwa kehidupan manusia (baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok) senantiasa dipengaruhi oleh kaidahkaidah yang bukan idealis. karena memandang proses pelaksanaan hubungan antarbangsa (menurut mereka) lebih banyak ditandai oleh pertarungan kekuasaan. kelompok petani dan persatuan-persatuan dokter. Teranglah bahwa kelompok kepentingan mempunyai orientasi yang jauh lebih sempit daripada partai politik. maka ilmu hubungan internasional amat terpengaruh oleh pengkajian yuridis-formal yang berlaku sejak lahirnya Hukum Internasional Publik. Pendekatan ini disebut pendekatan realis. Kelompok ini bertujuan memperjuangkan suatu “kepentingan“ dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan. Dalam pada itu. ketika di Eropa dan Amerika Serikat bangkit semangant idealisme agar bangsabangsa “beradab“ (Barat) tidak lagi terjerat dalam malapetaka peperangan. ekonomi dan sosial suatu bangsa. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan. lebih tentram dan lebih terkendali hanya dapat disepakati melalui kepatuhan pada hukum. Bidang keempat mengenai hubungan internasional. pengaruh dan ikhtiar mencari keunggulan.lebih banyak memperjuangkan kepentingan umum. etnis. yang –karena mewakili pelbagai golongan. politik dan ekonomi yang terjadi di belakang atau yang . paling besar. Dunia yang tertib dan damai. lahirlah usaha-usaha awal mengikhtiarkan dunia yang tertib dan damai. Bidang ini baru dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia I. Sebagaimana halnya Ilmu politik lahir dari tradisi Ilmu Negara. Lahirlah asumsi di kalangan negarawan seperti Presiden Woodrow Wilson. melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya atau instansi pemerintah atau menteri yang berwenang. telaah tentang hubungan internasional dikaitkan dengan “hubungan antarnegara“ (inter-state relations) yang berpangkal dari Ilmu Hukum Internasional Publik. himpunan pengusaha. terutama para lulusan yang mengalami pendidikan ilmu hukum sebagai jenjang pertamanya dalam pendidikan tinggi. dan perbedaan-perbedaan ini sangat mempengaruhi kehidupan politik. Kelompok – kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur. kelompok-kelompok kepentingan yang paling kuat. dan basis dukungannya. dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasar pada bidang pekerjaan atau profesi. hubungan internasional hampir sama tuanya dengan pengkajian politik klasik. Kerana itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh. acap kali dikemukakan sebagai retorika pembenaran negara-negara kuat. advokat.Partai politik berbeda dengan kelompok penekan (pressure group) atau istilah yang lebih banyak dipakai dewasa ini. Pun organisasi kelompok kepentingan lebih kendor dibanding partai politik. tentang “hak penentuan nasib sendiri“ yang harus dihormati dan dipatuhi oleh negara-negara beradab yang terikat pada kesepakatan hukum. Pendekatan yuridis formal sampai sekarang masih kuat dipegang. gaya. Oleh sebab itu. pendekatan realis lebih mengkaji pada faktor-faktor sosial. ras. terutama karena kehidupan sehari-hari dan karier seseoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. kelompok kepentingan (interest group).

REFERENSI Dasar-dasar Ilmu Politik. Jadi. 2006 Jurnal Ilmu Politik. proses dekolonisasi dan proses mencapai kemerdekaan sangat relevan dalam studi ini. 1986 Perbandingan Sistem Politik. Masalah pembangunan politik erat hubungannya dengan negara-negara yang baru saja memerdekakan diri. dibalik setiap rumusan hukum antarnegara atau antarbangsa. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama. Suatu bidang yang akhir-akhir ini berkembang dan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang adalah Pembangunan Politik (Political Development). ekonomi dan sosial telah mengakibatkan bertambahnya pengkhususanpengkhususan. selalu ada yang “lebih unggul“ dalam kenyataan sosial-ekonomi-politiknya sekalipun berkedudukan “sama“ di mata hukum. peranan pendidikan sebagai sarana pembangunan. Hemat mereka. peranan golongan elite dan pola-pola kepemimpinan. integrasi sosial dari golongan minoritas dan sebagainya. Masalah yang diteropong antara lain akibat dari perubahan sosial dan ekonomi atas lembagalembaga pemerintahan dan atas partisipasi politik. '08 3:55 AM untuk semuanya . PT Gramedia. Gajah Mada University Press. Jakarta. 1991 PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEORI POLITIK Dec 26. Studi ini juga mempelajari peranan dari lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan ini. Studi ini meneropong akibat dari pembangunan cepat di bidang sosial dan ekonomi atas tata masyarakat.melatarbelakangi kaidah-kaidah hukum yang tertuang dalam persetujuan atau perjanjian internasional. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia. Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews. Perkembangan penelitian ilmu politik sejak tahun 1950 menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi. Miriam Budiardjo. Hubungan dan politik luar negeri ada kecenderungan untuk berdiri sendiri dan di beberapa negara merupakan fakultas tersendiri.

2. Teori politik non valutional atau teori politik yang tidak mengandung nilai. 2. Proses pembentukan teori politik melalui pengamatan berbagai fenomena politik yang kemudian digeneralisasi secara empirik. Dan pada umumnya teori ini biasanya digunakan oleh penguasa yang status quo. maka pada bahasan ini menempatkan metodologi politik sebagai dasar memahami teori politik dengan cara : 1.Kategori: Gaya Lainnya Lainnya Pertimbangan Khusus: Cepat dan Mudah Layanan Naim's Site Deskripsi: Oleh : Usup Supriyadi Pengertian Teori Politik Untuk dapat memahami teori politik secara spesifik. Mengemukakan sifat-sifat dari teori politik yang berdasarkan pada ciri struktural dan ciri substantif teori politik yang dapat menunjukkan sifat empirik. Teori politik sistematis yaitu merealisir norma-norma yang sudah ada dalam program-program politik. Ideologi politik. . Fungsi teori politik yang digunakan untuk membuat peramalan dan analisis di bidang politik. 3. Filsafat politik yang digunakan untuk mencari kebenaran dan kebijakan. 4. Teori politik valutional atau teori politik yang mengandung nilai meliputi: 1. Pembagian Teori Politik Kegiatan Belajar 2 membahas tentang lingkup teori politik yang meliputi : 1. 2. 3. Pengaktifan fungsi teori politik akan dapat menempatkan peranan teori politik dalam sistem politik dan hubungan di antara sistem politik.

Teori Politik Zaman Klasik Teori Politik Socrates 1. 2. 2. Semangat/keberanian 3. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap ilmu pasti saling membutuhkan untuk dapat memecahkan masalah kehidupan manusia dalam berbagai bidang. 4. Pengertian matematik. Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates. Hubungan teori politik dengan Ekonomi. 3. Idealisme Plato yang secara operasional meliputi: 1. 2. Teori Politik Plato 1. Pendekatan Pasca Perilaku dalam teori politik yang dalam analisis politik menggunakan teori sistem politik dengan aliran struktural fungsional. Hubungan teori politik dengan Antropologi 4. 1. Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian: 1. 3. Pendekatan perilaku dalam perkembangan teori politik yang memfokuskan analisis pada prilaku pemegang lembaga. . 3. Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR). Pendekatan Tradisional yang memfokuskan perkembangan teori politik dari sudut kelembagaan politik seperti: • Sifat dari Undang-Undang Dasar • Kedaulatan • Kedudukan dan kekuasaan lembaga-lembaga kenegaraan formal. Pendekatan Marxis dan perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi politik. Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik. Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur. Hubungan teori politik dengan Sejarah 2. 2.Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Sosial lainnya Kegiatan Belajar ini membahas hubungan teori politik dengan ilmuilmu sosial lainnya. Nafsu/keinginan berkuasa. Perkembangan Teori Politik Kegiatan Belajar 4 ini membahas tentang perkembangan teori politik dilihat dari sudut pendekatan sebagai berikut : 1. Hubungan teori politik dengan Filsafat 3. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Hubungan teori politik dengan Sosiologi 5. Pikiran atau akal 2. Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional.

Sedangkan perkembangan negara Tuhan didasarkan atas kasih Tuhan. Teori tentang asal mula negara. tujuan negara. Penggolongan dari kelas dalam negara. Teori tentang keadilan dalam negara. Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya. Perkembangan negara sekuler dalam bentuk negara modern dimana penguasa berupaya untuk menggunakan cara paksa menurut kehendak pribadi. 4. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan. 3. Negara sekuler dianggap sebagai penyelewengan oleh para penguasa yang arif dan bijaksana sehingga kekuasaan bagaikan keangkuhan dengan berbagai kejahatan. 6. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). Asal mula negara. Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota. Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum. 7. 7. Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas: . eori kekuasaan Plato. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan dari konflik kepentingan yang dominan. fungsi negara dan bentuk negara.4. rakus kekuasaan. Keadilan politik dalam negara Tuhan karena ditopang oleh adanya nilai kepercayaan dan keyakinan tentang: * Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara * Keadilan diletakkan sebagai dasar negara * Kehidupan warga negara penuh kepatuhan * Penguasa bertindak selaku pelayan dan pengabdi masyarakat. 3. peperangan. 8.3 bentuk pemerintah yang baik . Teori tentang negara ideal. Teori Politik Thomas Aquinas . Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi: • Filsafat teoritis • Filsafat praktek • Filsafat produktif 2. ketidakadilan dalam pengadilan. 6. 2.3 bentuk pemerintah yang buruk. Negara sekuler dan negara Tuhan. 5. TEORI POLITIK ZAMAN PERTENGAHAN Teori Politik Agustinus Kegiatan belajar 1 membahas tentang : 1.Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. 5. Sedangkan negara Tuhan menghargai segala sesuatu yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran. Teori Politik Aristoteles 1. Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. 4.

Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan. Kekuasaan raja-raja diperjelas dan tidak diperlukan adanya campur tangan gereja atas unsur negara. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. Teori Politik Marthen Luther Kegiatan Belajar 3 membahas tentang teori politik Marthen Luther dan kawan yang meliputi : 1. hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme. 3. 2. Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara. Tentang pembagian negara baik dan negara buruk yang menerapkan sumber teori politik. 2. Pada sisi lain dikatakan gereja yang sejati yaitu gereja yang didirikan manusia Teori Politik Zaman Pertengahan Teori Politik Ibnu Khaldun 1.Kegiatan Belajar 2 membahas tentang teori politik Thomas Aquinas yang meliputi: 1. 2. Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama. Dalam negara diperlukan adanya hukum abadi yang berakar dari jiwa Tuhan yang mengatur alam semesta dan hukum alam manusia untuk merasionalkan manusia mentaati hukum. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru. Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara. 2. wujud kekuasaan fisik. Kekuasaan Tuhan atas manusia bersifat langsung dan tidak melalui perantara. 3. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. 3. Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara. Pengertian dan faham liberal menunjuk pada kebebasan warga negara untuk memenuhi . Menempatkan kekuasaan negara lebih tinggi dari kekuasaan gereja. Teori Politik Machiavelli 1. Teori politik reformasi yakni kebebasan politik dengan cara membatasi kekuasaan raja dan kebebasan diserahkan pada rakyat. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara. 4. Hukum positif yang merupakan pelaksanaan hukum alam dan untuk menyempurnakan pikiran manusia maka diperlukan Hukum Tuhan. 4. Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer. Untuk mencapai kemuliaan abadi maka diperlukan pemerintah yang berbentuk Monarkhi. Teori Politik Liberalis 1. 5. maka diperlukan militer. Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan. 3. Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. Tujuan negara yang diidentik dengan tujuan manusia dalam hidup yakni mencapai kemuliaan abadi dalam hidup.

Unsur-unsur demokrasi liberal juga merupakan hal yang mendasar untuk difahami dalam berbagai sistem politik. a) bersaing. c) ingin dihormati. Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. Pada sisi lain liberalisme sebagai sistem politik didasarkan atas negara dan kemerdekaan negara. Oleh karena itu perwujudan demokrasi liberal dalam negara harus mengutamakan kebebasan warga negara. Liberalisme sebagai faham kenegaraan menekankan pada kebebasan yang didasarkan pada faktor alamiah. moral. toleransi. State of Nature juga merupakan karya teori politik yang beda dengan Hobbes. Teori Politik John Locke Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik John Locke yang mencakup: 1. Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris. 5. 3. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat. Teori Politik Modern Teori Politik Thomas Hobbes Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: 1. akal kebaikan. 3. 4. sosial dan budaya. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: • hak akan hidup • hak atas kebebasan dan kemerdekaan • hak memiliki sesuatu. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. 2. Konsep perjanjian masyarakat merupakan cara untuk membentuk negara. sekularisme. b) membela diri. agama. 3. 2. Kegiatan semasa hidup John Locke yang mampu berkarya dalam bidang teori politik ditulis dalam buku TWO TREATISES ON CIVIL GOVERNMENT. Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth. John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: • Kebingungan • Ketidak pastian • Ketidak aturan • Tidak ada kematian. Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal. Oleh karena itu negara harus mendistribusi kekuasaan kepada lembaga: • legislatif • eksekutif dan yudikatif • federatif . Untuk menghindari kematian. 4. 4.kebutuhan hidup bidang politik ekonomi. kemajuan. Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. 3. 2. kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951. Hal ini dapat terealisir dan tergantung pada model liberalisme dalam struktur kekuasaan.

Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas: • Monarkhi • Aristokrasi • Demokrasi 6. keadilan dijadikan dasar negara Tuhan untuk mengatur kehidupan warga negara. 3. Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. 2. 2. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. Dan pada akhirnya Hobbes dan Locke memiliki perbedaan dalam hal teori perjanjian sosial. Dalam teori kekuasaan Tuhan. Perkembangan teori kekuasaan hukum menurut Thomas Aquiras. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsurunsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal. 1. Montesquieu terkenal dengan dunia ilmu pengetahan tentang negara. Teori Kekuasaan Teori Kekuasaan Tuhan Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Tuhan dalam berbagaidimensi: 1.5. Teori Politik Montesquine Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori politik Montesquieu yang mencakup: 1. Pada sisi lain. Dan tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia. Teori Kekuasaan Hukum Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik hukum yang dominan mengutarakan kegiatankegiatan penguasa yang harus berdasarkan hukum yang disebut Rule of Law. terdapat teori kekuasaan Tuhan Rasional yang beranggapan bahwa seorang penguasa yang dinobatkan menjadi penguasa karena kehendak Tuhan. John Locke. hukum dan kemudian dia mengemukakan state of nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. Krenen Berg. Kebaikan-kebaikan teori kekuasaan hukum meliputi: • Penguasa menjalankan kekuasaan sesuai UUD • Penguasa berkuasa sesuai hukum • Penguasa berupaya menerapkan open manajemen • Pers yang bebas sesuai dengan UUD Negara • Adanya kepastian hukum dalam sistem demokrasi • Pemilu yang bebas dan rahasia • Setiap warga negara diikutkan dalam mekanisme politik • Setiap warga negara sama di depan hukum . Kekuasaan Tuhan yang tidak rasional karena penguasa menganggap diri mendapat kekuasaan dari Tuhan dan menempatkan diri sebagai wakil Tuhan di dunia. 2. Dalam kehidupan warga negara menurut teori kekuasaan Tuhan diperlukan adanya kebebasan bagi warga negara dan ada batas-batas kekuasaan dari para penguasa. Krabe.

Sistem pemerintahan negara dengan menerapkan: • Prinsip Demokrasi • Prinsip pemisahan kekuasaan • Prinsip hukum. Kedudukan Presiden di Amerika Serikat sebagai kepala negara dan kedudukan sebagai kepala eksekutif. Teori Kekuasaan Rakyat Kegiatan belajar 4 membahas tentang teori kekuasaan rakyat dengan bahasan sebagai berikut: 1. bertugas menjamin perkembangan negara ke arah sosialisme. 2. Sifat memaksa dari kekuasaan negara. Karena setiap negara dalam bentuk negara selalu menggunakan paksa pada rakyat untuk kepentingan penguasa dan kepentingan rakyat. 4. Hubungan Presiden dengan lembaga tinggi pemerintahan federal yang meliputi: • Hubungan Presiden dengan kongres . Demokrasi Liberal Kegiatan belajar 2 membahas tentang Teori Demokrasi Liberal dalam pelaksanaannya di Amerika Serikat meliputi: Penerapan Trias Politika dalam Demokrasi liberal. Negaralah yang menentukan hidup matinya warga negara dan pengelompokan warga negara dalam berbagai organisasi. 4. Demokrasi Rakyat merupakan negara dalam masa transisi. 3. yang pada kenyataannya Amerika Serikat tidak sepenuhnya menerapkan Trias Politika dalam sistem politik Amerika Serikat. Kekuasaan rakyat yaitu penguasaan rakyat atas lembaga perundangundang yang sekarang disebut legislatif. 3. Menurut Montesquieu dalam pemerintahan republik kekuasaan tertinggi ada pada seluruh rakyat atau sebagian besar rakyat. Sifat menopoli dari kekuasaan negara dalam bentuk menetapkan tujuan bersama. Aturan yang dibuat oleh pemerintah atas nama negara harus diterapkan mencakup semua warga negara tanpa kecuali. Menurut Rousseau kekuasaan rakyat dalam negara merupakan akibat perjanjian antara individu untuk menyerahkan semua hak politik kepada masyarakat. Hal ini mengarah pada perkembangan. Kelemahan-kelemahan dari teori kekuasaan hukum apabila penguasa sudah menggunakan kekuasaan semena-mena maka pada saat itu teori kekuasaan hukum menjadi lunak. Demokrasi Rakyat RRC menurut pola Mao Tse Tung mendominankan kepemimpinan politik dan pembuatan kebijakan dengan tujuan membantu seluruh rakyat agar ikut dalam modernisasi ekonomi. Teori Politik Demokrasi Demokrasi Rakyat Kegiatan belajar 1 membahas tentang Demokrasi Rakyat dengan uraian sebagai berikut: 1. Sifat mencakup semua dari kekuasaan negara. Demokrasi rakyat. sosial dan politik. Secara teoritis disebut Trias Politika. 3.• Diperlukan pengawasan masyarakat 3. 2. 2. Teori Kekuasaan Negara Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori kekuasaan negara yang meliputi: 1. Untuk implementasi berbagai sifat negara maka kekuatan militer merupakan alat yang ampuh untuk melaksanakan kekuasaan negara.

5.• Hubungan Presiden dengan Mahkamah Agung Kekuasaan Presiden dalam Demokrasi Liberal di Amerika Serikat meliputi: • Kekuasaan Presiden bidang Administrasi • Kekuasan Presiden bidang Legislatif • Kekuasaan Presiden bidang Yudikatif • Kekuasaan Presiden bidang lain seperti militer Politik Luar Negeri Pertanggungan jawab Presiden bidang politik. 3. • Persyaratan seseorang menjadi Presiden dan wakil Presiden. Unsur musyawarah dan mufakat sebagai sarana untuk mengkaji hakhak orang lain dalam kehidupan bernegara. Demokrasi Islam Kegiatan belajar 4 membahas tentang Teori Demokrasi Islam. Etika kerja sama yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sesama umat Islam dan diupayakan untuk menegakkan keadilan dengan cara menjunjung tinggi kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan individu. Unsur persatuan dan kesatuan yang selalu di orientasikan pada Al-Qur’an sebagai pelengkap konstitusi. . • Simposium hak-hak azasi manusia 1967. dan ekonomi. Begitu pula penetapan masa jabatan presiden dan wakil presiden. Selain itu Presiden juga mempunyai kekuasaan di bidang. Hukum Tuhan merupakan satu nilai dasar keyakinan dan oleh karena itu dalam Demokrasi Islam hukum adalah kemanusiaan. Pemilikan unsur sebagai salah satu unsur Demokrasi Islam. Pengertian Demokrasi Pancasila yang dikemukakan oleh berbagai ahli lembaga seperti: Seminar Angkutan Darat II yang meliputi bidang-bidang politik. Hal ini ditopang oleh adanya unsur persamaan dasar manusia. 2. yudikatif. Pada bagian lain dikemukakan kedudukan Presiden dan wakil Presiden yang meliputi: • Kedudukan sebagai kepala negara • Kedudukan sebagai kepala eksekutif. konstitutional. Presiden yang menempati posisi sentral kekuasaan dan berhubungan dengan: • Lembaga tertinggi negara • Lembaga-lembaga tinggi negara. Demokrasi Pancasila Kegiatan belajar 3 membahas tentang Demokrasi Pancasila yang meliputi kegiatan eksekutif dalam mekanisme sistem politik Indonesia. legislatif. Pokok sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila: • Terdapat pengaruh Trias Politika • Tujuh Prinsip pokok pelaksanaan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. bidang yuridis. • Pencalonan dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden menurut tetanan teori Demokrasi Pancasila. yang menitik beratkan pada: 1. bidang adminsitrasi. 4. diplomatik. administrasi. bidang militer. Musyawarah Nasional III PERSAHI: The Rule Of Law Desember 1966 meliputi: • Azas negara hukum Pancasila tentang: • Pengakuan dan perlindungan hak azasi • Peradilan yang bebas dan tidak memihak • Jaminan kepastian hukum.

1. Kedaulatan ekstern yang dominan menunjukkan pada kebebasan negara dan kekuasaankekuasaan negara lain yang tidak dijajah oleh negara lain. 3. Dibidang ekonomi pengaturannya disentralisasir dengan dasar milik bersama. Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari: bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara. Batas kedaulatan ini meliputi : • Kedaulatan bidang politik • Kebebasan kemerdekaan • Keadilan • Kemakmuran atau kesejahteraan • Keamanan. Kedaulatan intern yang memperlihatkan batas lingkup kekuasaan negara yang berbentuk fisik. Dalam membahas teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai suatu tandingan atau perimbangan terhadap kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal.Demokrasi Komunis Kegiatan belajar 5 membahas tentang Demokrasi Komunis yang meliputi: 1. 4. . Teori kedaulatan de facto. Dalam hal pengaturan negara digunakan menagement politik diktator. yang berarti warga negara dapat diatur menurut kehendak penguasa. 2. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Dalam bahasan ini difokuskan pada: • Kedaulatan de facto yang tidak syah • Kedaulatan de facto yang syah. 2. Oleh karena itu hak-hak azasi manusia tidak dihiraukan oleh penguasa. Teori Kedaulatan Intern dan Ektern 1. tidak ada partai lain. 4. Pelaksanaan pemerintah diupayakan jumlahnya sedikit dan mereka memiliki kekuasaan yang tidak terbatas untuk mengatur masyarakat. Penguasa dalam menjalankan kekuasaan selalu mengandalkan pikiran manusia sebagai hal yang prima oleh sebab itu dalam Demokrasi Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan. Teori Politik Kedaulatan Teori Kedaulatan Rakyat 1. Hak-hak azasi manusia dan faham kekeluargaan. 5. Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di bidang politik. Berserikat dan berorganisasi sebagai salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. 2. Kedaulatan ekstern ini dalam penerapan pada saat negara memutuskan untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang tertentu. Partai politik di negara Komunis menempati posisi tertinggi dan hanya satu partai politik Komunis. 3. Kedaulatan rakyat menurut UUDS 1950 meliputi Kedaulatan rakyat di bidang politik dan Kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Kedaulatan rakyat menurut Konstitusi RIS 1949 dimiliki oleh negara. Teori kedaulatan ini menunjuk pada pelaksanaan kekuasaan yang nyata dalam suatu masyarakat merdeka atau telah memiliki independensi.

Tipe elit politik yang memerintah meliputi: • Tipe elit politik yang menggunakan cara licik • Tipe elit politik yang memerintah dengan cara paksaan • 4. Berbagai pengertian dan rumusan tentang elit penentu dengan berbagai orientasi pada tipe-tipe kelompok inti sosial * Kasta Penguasa * Aristokrasi * Estate Pertama * Kelas Penguasa. Oleh karena itu kajian kedaulatan de jure lebih menitikberatkan penggunaan aspek hukum sebagai dasar yuridis formal atas hak politik warga negara dan wilayah negara dengan penguasa negara. 4. Teori Elit Penentu Kegiatan belajar 2 membahas tentang: 1. budaya dan status dalam sistem politik. Dalam teori politik. Metode menentukan elit politik sebagai berikut : • Metode Posisi • Metode Regulasi • Metode Pengaruh 3. Pengertian Dan Perkembangan Teori Politik Teori Elit Politik Kegiatan Belajar 1 membahas tentang: 1. kedaulatan de jure menunjuk pada pengakuan suatu wilayah atau suatu situasi menurut hukum yang berlaku. Elit politik liberal yang berupaya untuk memberi pelayanan sebaik mungkin kepada setiap warga negara tanpa melihat perbedaan sosial. 4. 2.2. Faktor-faktor yang berpengaruh pada elit penentu yang meliputi : * Pertumbuhan penduduk * Spesialisasi jabatan * Pertumbuhan organisasi formal atau birokrasi . dengan jalan kolaborasi. Pengertian teori politik dan teori politik klasik dari berbagai ahli politik. Fungsi-fungsi elit dengan mengadaptasi pada Talcot Parsons dan Batzell yang mengemukakan fungsi elit yang berbeda. 2. Teori munculnya elit penentu dengan menggunakan pendapat Mills yang mengemukakan tiga teori sebagai berikut : * Elit Bisnis dengan ekonomi * Elit Politik dengan kebijakan * Elit Militer dengan teori dominiasi. Teori kedaulatan de jure. 5. ekonomi. Elit politik konservatif yang berupaya untuk mempertahankan status quo. Kelas penguasa Model Marx ini difokuskan pada : * Golongan Kapitalis * Tuan-Tuan Tanah * Buruh Pekerja 3.

dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan.760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik. Pengintegrasian konsep kelas menengah di Indonesia yang di identik dengan elit ekonomi. Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson. jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan. mencuri.com–Dalam penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira mengatakan bahwa menurutnya yang paling utama saat ini adalah mencari siapa yang mengedarkan serta menyebarluaskan fotofoto tersebut. polisi. Teori Elit Ekonomi Untuk memahami teori elite politik sebagai kajian politik pada kegiatan belajar tiga ini dapat dilihat aspek-aspek yang dibahas sebagai berikut : 1. 5. 2. penipuan. 4. Pada bagian selanjutnya bahasan konsep kelas sosial tentang elit ekonorni dengan mengacu pada standar hidup tertentu. Tentang Foto Sarah dan Azhari Kapolri Angkat Berbicara Diberitakan bahwa Rahma dan Sarah Azhari foto bugilnya tersebar di internet dan keduanya bisa jadi terjeran UU pornografi. Namun hingga kini belum jelas siapa yang menjadi penyebar serta menggambarkan gambar-gambar syur tersebut. Peranan Simbolis elit penentu yang meliputi : * Macam-macam lambang kolektif * Hubungan timbal balik yang simbolis antara elit penentu dengan publik * Fungsi instrumental dan simbolik. Pandangan yang konsensus atas pengertian konsep kelas sebagai kajian elit ekonomi yang berorientasi pada Karl Marx. Selanjutnya mengkaji konsep kelas secara klasik yang dapat kontradiksi dengan konsep elit ekonomi disertai pemuncakan. mencuri. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu.* Perkembangan keragaman moral. dan tidak jujur. mencuri. merupakan sikap remaja AS masa depanHidayatullah. 6. Namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang utama untuk diselidiki. mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan. . Pada umumnya kelakuan sekitar 29. dan eksekutif perusahaan. Kemungkinan Rahma dan Sarah terkena pasal pidana pun masih belum pasti. ibu-bapak. 3. Dalam laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. tidak jujur. Remaja Amerika Banyak Jadi Pencuri Ditulis pada 26 Desember 2008 oleh Admin Penelitian terbaru mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. cara hidup tertentu yang dapat menempatkan kelas sosial pada prestise hidup dan pada tahap ini dapat dikategorikan elit ekonorni. Berbagai pengertian elit ekomi yang dikaji dari sudut pandang kelas yakni kelas masyarakat memiliki kekayaan. Abu Bakar menambahkan bahwa unsur kelalaian mungkin saja ada dalam kasus menyebarnya foto-foto itu.

definisi. Tetapi sebelum melangkah lebih lanjut. and propositions that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. Labovitz dan Hagedorn menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataanpernyataan relasional tertentu saling terkait. 2003: 120) mengartikan teori sebagai seperangkat ide. Kerlinger (Creswell. mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. definitions. [afp/www. Dr. Sementara itu. teori diartikan sebagai seperangkat ide. Dengan nafas positivistik. atau meningkat dua persen sejak 2006. M.com] Fungsi Teori dan State of the Arts dalam Penelitian (Bahan Kuliah Program Magister dan Doktor) (Prof.Dari keseluruhan. Misalnya. tidak seperti Kerlinger. Senada dengan definsi tersebut. Pengantar Selain masalah. bagian lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penelitian adalah teori. penting untuk ditegaskan apa yang dimaksud dengan teori. teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu. berbanding 26 persen remaja perempuan. Namun. Kendati istilah ‘teori’ begitu sering dipakai dalam wacana akademik. dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel. Labovitz dan Hagedorn yang definisinya mengenai teori . tujuan. Mudjia Rahardjo. penjelasan atau prediksi secara ilmiah. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang. pertanyaan. konstruk atau variabel. dan metode penelitian. sebenarnya arti yang tepat masih samar-samar (vague) dan beragam. Dengan demikian.Si) A. secara umum.hidayatullah. Lengkapnya definsi Kerlinger tersebut adalah: “A theory is a set of interrelated constructs (variables). Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. Para pakar memberikan definisi sesuai pandangannya masing-masing. sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu.

Teori tingkat meso menghubungkan tingkat mikro dan makro. Artinya. “Jika interaksi antara dua atau lebih orang intensif. teori organisasi. maupun jumlah orang. Neuman (2000) lebih melihat wilayah cakupannya (a breadth of coverage). ruang. Artinya. Menurutnya. seperti di dalam sosiologi dikenal teori “face work” Erving Goffman yang mengkaji kegiatan ritual dua orang yang saling berhadapan atau bertatap muka (face to face). semakin tinggi pula tingkat pengeluarannya”. maka kompetensi siswa juga akan meningkat”. merupakan komponen tak terpisahkan dari penelitian. Teori tingkat mikro memberikan penjelasan hanya terbatas pada peristiwa yang berskala kecil. Karena itu. jika sebuah masyarakat berkembang pesat. c. dan tingkat makro (macro-level). seperti: 1. atau komunitas. 2. Bentuk Teori Terdapat macam-macam bentuk atau wujud teori sebagai berikut: a. “Semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga. baik dari sisi waktu. Thomas Kuhn memberikan pandangan agak berbeda bahwa pada umumnya peneliti kualitatif berpandangan bahwa semua observasi berbasis teori (theory laden). b. B. Ketiga adalah model visual. Dalam bentuk model pernyataan “jika … . Bentuk seperangkat hipotesis. dan Thomas Kuhn memberikan penjelasan mengenai teori lebih secara konseptual. Jika Kerlinger. teori. Se dangkan teori tingkat makro menjelaskan objek yang lebih luas. dan masyarakat secara keseluruhan. tingkat meso (meso-level). teori makro Lenski tentang stratifikasi sosial menjelaskan bagaimana surplus yang terjadi di masyarakat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya”.lebih positivistik. Labovitz dan Hagedorn. 2. sehingga tidak akan pernah ada deskripsi atau penjelasan berbasis teori yang netral dan objektif lepas dari perspektif tertentu. sebagaimana digambarkan berikut: . Teori Collin tentang kontrol organisasi merupakan contoh teori tingkat meso. yaitu tingkat mikro (micro-level). seperti: 1. maka akan diikuti oleh surplus pada masyarakat itu. maka tingkat kesukaan di antara mereka juga meningkat”. Misalnya. pemahaman kita tentang dunia secara otomatis dibentuk oleh pengetahuan kita sebelumnya tentang dunia itu. ada tiga tingkatan teori. Misalnya. ma ka …”. terungkap atau tidak. gerakan sosial. seperti lembaga sosial. “Semakin tinggi kedudukan seseorang. “Jika fasilitas belajar mengajar lengkap. sistem budaya.

Masing-masing metode tersebut berbeda sangat tajam dalam memandang persoalan yang diangkat menjadi masalah penelitian. . dan menjadi dasar metode penelitian kualitatif. desain penelitian. yakni paradigma positivistik yang bersumber atau dipengaruhi oleh cara pandang ilmu alam yang bersandar pada hal-hal yang bersifat empirik. dan paradigma interpretif yang berakar dari cara pandang ilmu sosial yang lebih bersifat holistik dalam memandang persoalan. bentuk pertanyaan penelitian. dikenal ada dua aliran pemikiran besar atau paradigma ilmu dalam memandang persoalan. metode perolehan data. (Gambar diambil dari Creswell (2003: 122-123) Bagan 2: Two Given Different treatments on X1 are compared in terms of Y1 controlling for X2. Berikut uraian ringkasnya.Bagan 1: Three independent variables influencing a single dependent variable mediated by two intervening variables. Fungsi Teori dalam Penelitian Sebagaimana diketahui menurut filsafat ilmu pengetahuan. dan menjadi dasar metode penelitian kuantitatif. proses penelitian. C. analisis data hingga makna dan fungsi teori. mulai dari tujuan penelitian. mengukur keabsahan data.

metode penelitian kuantitatif berangkat dari teori. Jika dalam metode penelitian kuantitatif teori berwujud dalam bentuk hipotesis atau definisi sebagaimana dipaparkan pada halaman sebelumnya. baik duplikasi maupun replikasi keduanya dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. metode penelitian kualitatif berangkat dari lapangan dengan melihat fenomena atau gejala yang terjadi untuk selanjutnya menghasilkan atau mengembangkan teori. maka berbagai informasi mengenai persoalan yang diteliti wajib diperoleh. maka dalam metode penelitian kualitatif teori berbentuk pola (pattern) atau generalisasi naturalistik (naturalistic generalization). seminar atau konferensi. Teori menjadi kerangka kerja (framework) untuk keseluruhan proses penelitian. Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. Oleh karena itu. pola dari suatu fenomena bisa dianggap sebagai sebuah teori. sebelum mulai kegiatan pengumpulan data. Sebab. mengikuti diskusi ilmiah. Teori dipakai sebagai informasi pembanding atau tambahan untuk melihat gejala yang diteliti secara lebih utuh. Pengalaman atau pengetahuan peneliti sebelumnya yang diperoleh lewat pembacaan literatur. Itu yang oleh para ahli . Karena itu. Informasi itu tidak saja dipakai sebagai bahan perbandingan untuk memahami persoalan yang diteliti. maka informasi dari mana saja. teori berfungsi sebagai dasar penelitian untuk diuji. Karena tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala atau persoalan tidak dalam konteks mencari penyebab atau akibat dari sebuah persoalan lewat variabel yang ada melainkan untuk memahami gejala secara komprehensif. Karena itu. mulai bentuk dan rumusan pertanyaan atau hipotesis hingga prosedur pengumpulan data. Uraian mengenai teori ini dipaparkan dengan jelas dan rinci pada desain penelitian. jika seorang mahasiswa program magister atau doktor bidang pendidikan ingin meneliti mengenai pola orangtua di masyarakat perkotaan dalam mendidik anak. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel untuk ditentukan jawabannya. peneliti menjelaskan teori secara komprehensif. Informasi dimaksud termasuk dari hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai persoalan yang sama atau mirip. Peneliti menguji atau memverifikasi teori dengan cara menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian yang diperoleh dari teori. Sebaliknya. peneliti akan memperoleh inspirasi untuk bisa memaknai persoalan. lebih-lebih dari hasil penelitian sebelumnya yang mirip dengan tema tersebut. tetapi juga untuk menegaskan bahwa peneliti tidak melakukan duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. Memang teori bukan satu-satunya alat atau bahan untuk melihat persoalan yang diteliti. ceramah dan sebagainya bisa dipakai sebagai bahan tambahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam. Kalau begitu apa fungsi teori dalam metode penelitian kualitatif? Teori dipakai sebagai bahan pisau analisis untuk memahami persoalan yang diteliti. Misalnya.Dalam metode penelitian kuantitatif. wajib dikumpulkan. Dengan teori.

Lincoln (Eds. 2008. Thousand Oaks: SAGE Publications. ). Plano Clark. and Vicki L. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peminat bidang metodologi penelitian. John W. Lisa M. Given. Educational Research: An Introduction. dan dengan hasil apa. Handbook of Qualitative Research. tesis atau disertasi. Pendahuluan . metode apa yang dipakai. apa masalahnya. Denzin Norman K. state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis. Designing and Conducting Mixed Methods Research.). 2007. and Yvonna S. Secara khusus. Thousand Oaks: SAGE Publications.sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa. Waler R.. saya berharap tulisan pendek ini dapat mengurangi kebingungan para mahasiswa mengenai posisi dan fungsi teori dalam penelitian sebagaimana selama ini terjadi. and Meredith D. 25 April 2011 Daftar Pustaka Borg. __________ Malang. John W. 2003.. The SAGE Encyclopedia of QUALITATIVE RESEARCH METHODS. Creswell. (Ed. di mana (jika penelitian lapangan). Gall. dan juga para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. Quantitative. Creswell. 1994.. and Mixed Methods Approaches. RESEARCH DESIGN: Qualitative. Los Angeles: SAGE Reference Publication. Thousand Oaks: SAGE Publications. para peneliti. New York and London: Longman. 1989.

Tujuan Metode pembahasan Kajian teroritis Pengertian Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. yaitu antara lain: • • • • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. khususnya dalam negara.Gambaran umum tentang ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan. Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh kekuasaan. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. Ilmu politik mempelajari beberapa aspek. perilaku politik. tujuan Negara. baik sesama warga Negara. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda. antara lain: kekuasaan politik. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara.usaha mempertahankan kekuasaan. pengunaan kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan. antar warga Negara dan Negara. sistem politik. proses politik. legitimasi. seperti : a. maupun hubungan sesama Negara. partisipasi politik. dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga nwgaranya dan hubungan antar Negara. b. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu kekuasaan dalam . Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada kekuasaan 3. dan kebijakan dengan memahami politik struktur dengan sosial pada ilmu masyarakat.[5] Psikologi Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik . hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat. Seorang sarjana politik misalnya. menyangkut hubungan ilmu pembinaan politik kehidupan dengan ilmu demokrasi. 2. c. khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat. dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi dalam pembangunan suatu masyarakat. karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang. ruang lingkup. Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. proses. Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik. kepentingan dan kebijakan. khususnya yang 4. dan hsil dari kekuasaan itu. kekuasaan. sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian masyarakat. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik. dasar. sosiologi Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama. Hubungan ilmu ilmu-ilmu politik dengan ilmu tersebut. Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi. hakikat. ekonomi hubungan ilmu Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi. Maka dapat difahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan 1. yaitu sifat. dapat meminta bantuan sarjana ekonomi tentang syaratsyarat ekonomis yang harus dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu. Ruang Lingkup Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah batasanbatasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.masyarakat.

gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan. a. Metode 1. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus khusus atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum. peristiwa-peristiwa. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. e. Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap kebijakan politik suatu pemerintahan. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi-segi ekstern (lingkungan sosial. semangat. dalam metode penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi.antara manusia dan masyarakat. Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu plitik antara lain: . denagn maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok ataui golongan. c. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan yang lainnya. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolngan atau pengelompokan objek-objek secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbale balik. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. d. b. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencangkup metode. fisik. dan emosi). Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara akurat.

merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. Karena itu dalam kajian sosiologis. baik itu melalui pendekatkan marxisme. Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif. dalam penelitian ini ilmu politik di sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. e. Dengan demikian. c. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: a. d. Metode sosiologis. Metode ekoomis . c. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail. lembagalembaga politik dapat di rinci dalam semua individu substratumnya. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan kehidipan politik yang di teliti secara abstrak. Metode yuridis atau legalitas. tetapijuga dapat tidak langsung terhadap phenomena politik.akademis teoretis.a. pertumbuhan dan perkembangan. maupun pihak-pihak yang menentangnya.diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. ermasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik. yang merupakan cirri khas ilmu sejarah. Metode deskrifsi. Metode filosofis. Artinya. hhukum sebab akibat. Metode historis. . b. b. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. Metode analitis. merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. lembaga-lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial maupun organism sosial. tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang. Metode psikologis. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organismme sosial yang dynamos. kepribadian pemimipin. maupun non marxisme. memandang bahwa kajian politik. f. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. Namun demikian. metode ini dapat di simpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat . Metode obsevasi. dalam penggunaannya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi bsebagai acuannya.

3. partai politik. 1975: 42) mencakup: 1. Pengolongan harus masuk akal Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping Harus hanya ada satu basis penggolongan Metode pengukuran. dan voting. e. Menurut Phillip (2000: 820).metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar. 2. Missal presiden sekalipun harus tunduk kepada undang undang yang berlaku. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus sebagai objek dari kekuasaan itu. kedaulatan kontrak social. Metode klasifikasi. system politik. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik. Kekuasaan Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo. persamaan. demonstrasi. Dengan demikian.d. pemerintah. atau lebih. 1.baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. demokrasi. Metode perbandingan. dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya. siaran radio. hak asasi manusia. pemilihan umum. Dengan demikian.merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang diteliti. Negara. Konsep-konsep Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu politik. legitimasi. oposisi. 2000:35). terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan dalam . seperti kekuasaan. desentralisasi. ataupun menghitung secara cermat perkataanperkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti. Negara. 4. Adapun konsep konsep yang dimaksud.untuk memudahkan pengelompokannya.biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak. kelompok.

melihat kekuasaan “ kapasitas untuk mencapai suatu tujuan “ sementara Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana satu pihak menang atas yang lain. status. a. tujuan untuk individu atau masyarakat. c. 1. b. missal kekayaan. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu Negara. Kedaulatan Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan. paksaan. jika dilihat dari jenis dan bentuknya. dan control. Dalam hal ini contohnya Parsons yang menggunakan pendekatan structural fungsional. konsep kedaulatan mengacu pada kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. Dilihat dari hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara terhadap Negara Negara lain Kemudian. saat itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik kepentingan fundamental. Adapun totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda hugo krabe. karisma. 2. dan otoritas. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan. a. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. Kedaulatan Negara dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang merupakan sumber hokum utama. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. tujuan politik atau ekonomi. dilihat dari hokum tata Negara. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam. kekuatan. Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara. seperti pengaruh. kedaulatan hukum dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hokum itu berdaulat. Kehendak Negara tersebut yang termuat dalam perundang undangan dan hokum kebiasaan yang . pengetahuan.mendefinisikan kekuasaan itu selalu ada perbedaan yang mendasar.

Negara pun merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibnkan fenomena kekuasaan dalam . Negara adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. dan JJ Rouseau. jhering. teori ini bersifat damai dan teratur. Akhirnya. yang berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum 3. Kemudioan Locke menggantikan toeri Hobess. Dengan demikian. laband. dalam kontak social yang ideal. 4. mengolah alam dan kepemilikan. individu dapat dengan bebas mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam pemerintahan. Implikasi dari bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan perantaan dewan perwakilan rakyat. rakyat hokum moral dan alam.diakui dengan undang undang. hidup dalam kekhawatiran penyerangan yang membawa kematian. Kehendak bersama dengan demikian mewakili hal hal yang terbaik. b. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Kedaulatan rakyat Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. Jhon Locke. Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang saudara. orang orang me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. membayangkan masyarakat berada dalam sebuah lingkungan alamiah yang anarkis. jellinek. Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi dari orang orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka. Sebagai sumber hokum utama adalah undang undang. Kontak social itu diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess. Kontrol Social Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi. Dengan demikian. kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara yang menyatakan dirinya demokratis. Beberapa totokoh ajaran ini adalah Kelsen. hal itu dapat dicapai dengan demokrasi partisipasi langsung.

Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang social ataupun bertentangan satu sama lain. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat atau lembaga. Pemerintah Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian: a. Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini. metode dan system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. d. b. Ada 2 tugas Negara yakni: a. Negara meupakan organisasi yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut. paling tidak memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah. pemerintah mengacu pada proses memerintah.masyarakat. yakni . artinya kantor atau jabatan jabatan dalam pemerintahan. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose situ sendiri. 5. c. yakni pelaksanaan oleh yang berwenang. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata aturan. Jhon Locke mempublikasikan two treatises of government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di eropa pada abad ke 16. model tersebut telah banyak ditiru keberhasilan yang bervariasi. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari masyarakat yang madani. Suapaya tidak jadi antagonisme yang sangat berbahaya. sekaligus suasana antagonistic yang penuh konflik. Negara adalah suatu struktur yang abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah revolusi 1688. Ia menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian abadi dan di revolusi prancis. sebab manusia hidup dalam suasana kerja sama. b.

kini fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. Legitimasi tidak menjamin akan dapat memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas dengan kemepimpinannya itu. peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus. Baik lembaga lembaga formal maupun non formalnya. mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki hak hak untuk memerintah. legitimasi legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang secara hokum adalah sah). peran legislative untuk membuat peraturan peraturan b. Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan. tettapi semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran yang menyelamatkan kita. perasaan. peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru. Tragedy orde baru yang yang dialami pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak pernah diaui sebagai advocate atau pembela. merupakan penyeimbang maupun control terhadap pemerintah yang berkuasa. 7. Legitimasi memegang peranan penting dalam system kekuasaan. Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam pemerintahan demokratis. terutama berperan sebagai oposisi yang sehat. c. terutama sejak prang dunia 2. 6.a. . oposisi oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa. jika ada saja terjadi penyimpangan. Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus memilki gabungan cirri cirri otorotatif. mengingat dengan legitimasi yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang maupun kelompok. hokum. karena sejalan dengan behavioralisme. Kajian tentang pemerintahan sudah berubah.

namun ada juga yang menyatakan suatu system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip persamaan politik Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno. Berbicara tentang system politik sama halnya tentang berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah 9.8. namun yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi adalah revolsi prancis. Saat itu demokrasi dianggap “agresif” yang tidak stabil serta mengarah kepada tirani. System Politik Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua prose dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan politik. Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak. dan mencintai kebebasan. sejalan dengan perubahan masyarakat. 3. Pada saat itulah demokrasi dianggap nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik terhadap dominasi lemaa di Eropa. Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang ideal. Secara sederhana dalam setiap system politik akan mencakup: 1. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah maupun tidak sah. harmonis. baik ke luar maupun ke dalam. Demokrasi Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya. Demokrasi adalah nama konstitusi. Menurut Poly bius menyatakan bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang dari elemen elemen monari. 10. Aristoteles juga berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil dalam pemikiran politik saat itu. Perjuangan persaingan kelompok untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama dalam system politik. aristokrasi dan demokrasidapat stabil. dalam karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat. Pemilihan Umum Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau mementukan orang . 2. prinsip demokrasi senantiasa terus berubah.

System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan. terutama di negara Negara barat. a. menurut Schlesinger partai politik adalah: a. e. Desentralisasi . serta perjuangan yang sama. c.orang yang duduk di dewan legislative maupun eksekutif. Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan Mosawwir adalah: a. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama posisi eksekutif. pada tahun 1975. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang memilki satu partai. b. cita-cita. nilai-nilai. 12. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan pemilihan yang kompetitif. b. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. System kepartaian atau pola dukungan. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntunan rakyat. b. c. yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya. Partai Politik Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya. hanya 33 negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum untuk memilih pemimpinnya. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. Pemilihan umum sekarang telah meluas. c. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum adalah: Objek penilu. Pemiliha umum juga masih diyakini sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public. 11. partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari kehidpan demokrasi. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. Sarana rekrutmen politik. d.

Melalui pendidikan. menunjukan dan membuktikan. Ia menunjuk pada reformasi pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan. yaitu kemampuan yang secara konsatan berada dibawah harapan. Christopher Jencks mengemukakan bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya. yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih lebih rendah dibandingkan . yaitu harapan naik kemampuan konstan. tetapi merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang lebih besar. baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan. sifatnya bervariasi. deprivasi persisten. Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara alamiah selalu berbeda. deprivasi aspirasional. memperlihatkan. 3. 2. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri.maupun dengan devolusi kepada lembaga-lembaga otonomi daerah. deprivasi dekremental. demontrasi dapat berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi. Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan konsepkonsep dekonsentrasi maupun devolusi. deprivasi progresif. istilah persamaan memiliki makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan yang kompleks. yaitu dimana harapan konstan dan kemampuan turun. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif. melainkan diupayakan atau dibuat. Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan delegasi melalui pejabat di daerah. 14. seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. bahkan enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan.Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih rendah. Dalam ilmu matematika. 4. Demontrasi Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan. bentuk deprivasi dapat dibedakan berdasarkan pola-pola perubahan yakni: 1. Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut: a. Para ilmuwan social sejak lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan untuk memenuhi harapan itu. Persamaan Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa disiplin ilmu. Namun dapat juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran public maupun memusuhi sekelompok orang. 13.

kadang kadang dikenal dengan prinsip atau hokum. HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipukul rata. 16. Kebanyakan Negara barat memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita dewasa. seperti yang dianjurkan penganjur HAM barat yang radikal.harapan. b. pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana maupun kompleks. tetapi juga hak hak ekonomi. . Oleh karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah Negara. Hak Asasi Manusia Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi. Negara Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang wenang. cepat atau lambat akan dating gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut. Generalisasi Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep atau lebih. Bangsa Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang lalu dengan memepatkan batu kerikil. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat sipil dan politik. Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. yakni: justifikasi normative untuk kekerasan justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan c. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan politik. 15. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan institusioanal dari pemberontak vs Negara. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti: 1. social dan budaya.

aman dan berkesinambungan.2. 7. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme pemerintahan yang ada. Pemerintahan Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan kebebasan dan mementang pembaruan. Sebalinya tidak semua partai oposisi baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan umum. Negara Adanya peraturan dan perundang undangan dalam kehidupan bernegara. Legitimasi Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik yang mendukungnya. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik Teori-Teori Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manusia. 4. 5. 6. 3. institusi masyarakat ataupun pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian. 8. pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. dan mempertanyakan . hanya saja ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu maka gusdur turun secara tragis. Kedaulatan Rakyat Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa secara absolute.

Sedangkan teori politik sebelumnya. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivisme. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu payung politik. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik 1. pemilih. 2002: 787). 2. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. birokrat. dan lain-lain). Penerimaan terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana dipahami secara tradisional. Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori pilihan publik (Miller. hingga Marx dan Mill berusaha menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak.pengaturan politik serta sosial apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. seperti Plato. Aristoteles. bertumpu pada kesalahan. Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya. Salah satu . kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi.

di mana penindasan dan dominasi tidak ada. 2002: 798). Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli Sebagaimana telah dicatat sebelumnya. b. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah a. Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu sendiri. keadilan. Kemudian. Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls (1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-individu yang rasional akan menyepakatinya. Contoh serupa. yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan yang ideal. 2002: 797). di mana pandangan tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. Tujuannya adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas. Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. kebebasan. 1. Selain itu. 3. dan lain-lain. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. serta partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain secara. mengkhususkan pada tatanan sosial macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsipprinsip tersebut.argumentatif (Miller. sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller.hasil yang sangat terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963). teori politik kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat .

1985:4) sebagai berikut. lahir di Anjou. seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya kepada negara dan mencapai keabadian sejarah. seperti ketegasan. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut. b. la hidup pada masa pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak ketika terjadi pembunuhan St. Francis dari keluarga kelas menengah yang kaya. 1. kekejaman. pengampunan. 2. betapa pun tampak tercela karena rakyat pada akhirnya hanya peduli dengan hasilnya. yaitu kepangeranan atau principality dan republik. dan pertimbangan politik. dan kebaikan negara. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang diperlukan. Inti teorinya adalah sebagai berikut. seorang penguasa yang bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. 2. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk. kejayaan. baik dicintai maupun ditakuti. dan tulus. Watak-watak. Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati. dipandang sebagai sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. ia sering dituduh “ gurunya kejahatan” karena nasihat-nasihatnya yang amoral seandainya bukan immoral. 3. Machiavelli dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence. sekarang Italia. kemandirian. Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner. Hanya dengan memadukan machismo semangat keprajuritan. disiplin. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua tipe. dan kontrol diri. Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513. meskipun tulisan-tulisannya muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis.dilihat sebagai penanda transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi. Teori Negara Berdaulat Jean Bodin Jean Bodin hidup tahun 1530-1596. dapat dipercaya. c. . Barthomew tahun 1572 yang mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran. a. yaitu kebaikan negara. Untuk melakukannya.

Jika beberapa orang memiliki otoritas.a. hanya ada satu penguasa. bukan individu. keluarga . a. Inti ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut. kekuasaan yang berdaulat . Keluarga merupakan unit dasar bagi negara. Karena berkeluarga itu seperti bernegara. Tidak boleh ada commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat menyatukan semua anggota-anggotanya. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature). Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara. Somerset. b. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam penguasa commonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh terhadap warga negaranya. Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh kekuasaan yang berdaulat. 1957). d. Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi manusia lainnya adalah kedaulatan. c. satu pemimpin. dan satu tuan. Terdapat empat unsur dalam negara. e. Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth. demikian pula patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara. tujuan bersama. Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington. yaitu tatanan yang benar . tidak dapat berharap akan menemukan cara-cara untuk meraihnya. 4. mereka akan merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus berlanjut. sebagaimana orang yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan mengenai sasaran” (Bodin. yaitu . Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga. “ Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan masalahnya dengan benar.

kondisi hidup bersama di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam. la pun bukan masyarakat yang tidak beradab. kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk mencapai tujuan pemerintahan tersebut. h. terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu masyarakat politik. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan dirinya atau apa yang menjadi miliknya. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia. dan merdeka. sedangkan sebagai pewaris ia adalah . Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut. Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas. f. diterima. tetapi hanya hak-hak untuk melaksanakan hukum alam. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada orang atau kelompok tertentu. Ketika masyarakat itu telah terbentuk. b. ia bukan keadaan kebebasan penuh. sederajat. Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan. c. d. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan. g. e. tetapi kepada seluruh komunitas. tetapi masyarakat anarki yang beradab dan rasional. dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut hak-hak alamiahnya yang substansial.

dan hukum politik yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa dengan rakyat. Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan -sejarah. Dalam klasifikasi pemerintah. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami wilayah itu.penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut. dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat (petite noblese). c. Monarki adalah pemerintahan konstitusional oleh satu orang. teori Montesquieu ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum dibutuhkan. atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya diserahkan sebagian anggota masyarakat. b. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah .individu. dan despotik. d. dan iklim di mana orang tinggal. hukum sipil yang mengatur hubungan antar individu. Republik dapat berupa demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga kerakyatan. Tidak ada aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang berlaku bagi semua masyarakat (relativisme). geografi. di Paris. a. Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal Montesquieu. e. sedangkan despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah. yakni republik. baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antar bangsa atau negara merdeka. terdapat tiga jenis pemerintahan. monarki. Montesquieu lebih dikenal sebagai “ Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan ”. 5. Francis.

misalnya polisi beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan pertukaran bebas. jika pemerintah berusaha memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang itu. tetapi atas hak-hak moral dasar kita. klaim pokok Nozick dapat dikemukakan: “ Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari pertukaran bebas. (free exchanges) di antara orang-orang ”. Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori hak pemilikan legal) sebagai .negara di mana kekuasaan legislatif. bukan atas efisiensi. Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya adalah adil. Dengan demikian. berarti itu tidak adil. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini. Namun. Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) “ Individu memiliki hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu) ”. eksekutif. dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendirisendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat (Apter. Karena orang memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai. bahkan seandainya pajak tetap dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah yang tidak semestinya. 1996 : 86) 5. Dengan demikian. Sedangkan campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang merupakan sebuah pelanggaran. satu-satunya perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas.

John Locke. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification of injustice) bagaimana berhubungan dengan pemilikan (holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara yang tidak adil. Adam Smith. Max Weber. Samuel P Huntington. Rousseau. dan setiap orang menerima sesuai dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose. Antonio Gramsci. Cicero.berikut. Lenin. to each as they are choose ”(Nozick. Karl Marx. Immanuel Kant. Rumus distribusi yang adil adalah “ Setiap orang memberikan sesuai dengan pilihannya. Salim Said dan Ramlan Surbakti . Nicolo Machiavelli. b. Thomas Hobbes. c. Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut prinsip pertama. modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles. Friedrich Engels. Martin Luther. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas. Harold Crouch. a. Douglas E Ramage. Indonesia Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo. 1974:160) Tokoh-tokoh ilmu politik Tokoh dan pemikir ilmu politik Mancanegara Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik.

ternyata banyak sekali istilah bagi ilmu politik. KARAKTERISTIK. politik perbandingan. A. Menurut Brendan O’Leary (2000: 78) ilmu politik merupakan disiplin akademis. timbul banyak istilah tentang ilmu politik. lembaga-lembaga politik. sejarah politik. Polis adalah kota yang dianggap negara yang terdapat dalam kebudayaan Yunani dimana pada waktu itu kota dianggap identik dengan negara sehingga dengan demikian polis ialah tempat tinggal bersama dari orangorang biasa selaku warganya (citizens) dengan pemerintah yang biasanya terletak diatas bukit yang dikelilingi tembok untuk menjaga keamanan mereka terhadap serangan musuh yang datang dari luar. disebabkan belum terdapatnya kesamaan pendapat diantara para cendikiawan sehingga hal ini menimbulkan kekacauan istilah. polites (warga negara). Soltau (1961: 4). di Inggris disebut sebagai “political science”. 1990: 8-11). Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. administrasi publik. “les sciences politique” (Prancis). teori polotik. ekonomi politik. politikos (ahli negara). dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. Dari istilah polis dihasilkan kata-kata seperti : politeia (segala sesuatu yang menyangkut polis atau negara.BAB II ILMU POLITIK 1. penjelasan analisis. dan “scienza politica” di Italia. George Jellinak dan Kuntjoro Purbopranto mempunyai pendapat sama mengenai masalah ini. PENGERTIAN. menyatakan bahwa ilmu politik adalah kajian tentang negara. dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Bagi kaum institusionalis atau institutional approach seperti Roger F. teori-teori kenegaraan. Sehubungan dengan hal tersebut. Oleh sebab itu George Jellinek dalam bukunya “Recht des modern states” menyatakan bahwa ilmu politik amat sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. sehingga ada ketegasan dalam pengguanaan istilah tersebut (Abu Daud. Banyak regam istilah bagi ilmu politik. hubungan internasional. “the science of politics”. di Jerman dikenal dengan istilah “staats wissenchaft. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. “staatswetenscappen” (Belanda). Menurut O’Leary (2000: 794) subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: pemikiran politik. . politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis. Dengan mengingat hal tersebut diatas. dikhususkan pada penggambaran. polilieke episteme (ilmu politik). DAN RUANG LINGKUP POLITIK Secara etimologis. tujuan-tujuan negara. mereka menyatakan bahwa ilmu politik sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. politeike techne (kemahiran politik).

3. yudikatif. menurut O’Leary (2000: 789). Hegel. Tocqueville. Politik Perbandingan Merupakan asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satusatunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. 2002: 790) 1. serta buku-buku para penulis modern seperti Kant. Selain itu. Dintaranya karyakarya besar para pemikir sejak zaman Plato. 1. 1. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum Merupakan cabang empiris dan normatif dari ilmu politik yang tumpang-tindih dengan hukum dan ekonomi. 1. Teori Politik Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri. teori politik Anglo-Amerika kontemporer. Locke. kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori politiknya yang telah lama berevolusi. Aristoteles. Ekonomi Politik Subbidang ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori pelaku politik sebagaimana teori perilaku ekonomi. 2000. Marx. 7. Pemikiran Politik Subbidang ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa ilmu politik. Montesquieu. zaman pertengahan dan awal moden karya-karya Aquinas. 5. 6. Hight politics (politik tinggi). partai politik. 1. Sebagai contoh. khususnya peranan konstitusi. secara garis besar politik cenderung terbagi dua kubu : 1. Agustine. 3. birokrasi. yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan-jurusan ilmu politik di banyak universitas pada akhir abad ke-19 (Miller. dan secara historis berkenaan dengan kepastian administrasi yang bertanggung . dan sistem pemilihan. atau politik dari bawah. seperti halnya beberapa revolusi yang terjadi. Rousseau. biasanya memilki citra rasa deduktif dan analisis. Lembaga-Lembaga Politik Merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik. Mereka percaya bahwa perilaku politik massa memberikan kunci untuk menjelaskan episode-episode politik utama. 4. Administrasi publik memusatkan perhatiannya pada susunan institusional provinsi pelayan publik. mereka percaya bahwa kepribadian dan mekanisasi para elite politik adalah kunci pembuat sejarah. yaitu cara mempelajari perilaku politik para pelaku pembuat keputusan elite. 2. Low politics (politik bawah). 788) 1. dan Mill (O’Leary. Hobbes. Sejarah Politik Banyak para ilmuwan politik yang menjelaskan tentang sejarah politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. 2. harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. eksekutif.1.

penelitian empiris substansialnya muncul pada tahun 1960-an. Teori Kenegaraan Teori ini sering diduga merupakan teori politik yang paling padu dalam memberikan perhatian bagi teori politik kontemporer. Adapum tujuan substansif dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politik.jawab dan adil. Pada umunya. kajian perdamaian. dan hubungan internasional (O’Leary.2000). 9. dan analisis kebijakan luar negeri. . c. baik terhadap pandangan politik yang mengabaikan masalah-masalah makna dan kebudayaan maupun terhadap pandangan kultural yang mengabaikan isu-isu politik dan kekuasaan” (Welch. Menurut Bown (2000: 799). konsep budaya politik berkaitan dengan “ketidakpuasan. 2000: 769) 1. Ekonomi Politik Istilah ekonomi politik (political economy). Beberapa kajian ilmu politik secara tematis yang berkembang dewasa ini demikian luas dan banyak ragam antara lain sebagai berikut : 1. dan lahir tahun 1950-an yang ditandai dengan rapproachement-nya ilmu sosial. sosiologi politik. Psikologi Politik (Political Psychology) Merupakan bidang interdisipliner yang relatif baru. mulai digunakan secara umum pada abad ke-18. Hubungan Internasional Subbidang ilmu politik ini memfokuskan pada masalah-masalah yang menyangkut organisasiorganisasi internasional. dan pajak yang sekarang sering disebut kebijakan ekonomi (Suttliffe. Pluralisme Politik (Political Pluralism) Kajian ini adalah perspektif normatif dalam ilmu politik modern yang menekankan pentingnya demokrasi dan kebebasan mempertahankan pluralitas organosasi-organisasi politik dan ekonomi yang relatif otonom (Russel. 1. kelompok yang memperluas konsep itu sehingga meliputi pola-pola perilaku politik. 1. Kedua. administrasi publik. yang dapat diartikan sebagai cara yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan. 1. 1. kajian perang. 2000: 794). kebijakan publik. definisi budaya politik pada umumnya dapat diklarifikasikan dalam dua kelompok definisi. 1956). sedangkan para ahli kebijakan publik menganalisis formasi dan penerapan kebijakan-kebijakan. Definsi kelompok yang pertama. 1993). 8. b. khususnya ilmu politik dan pikologi. ekonimi-politik internasional. d. kelompok yang membatasi cakupan budaya politik pada orientasi subjektif bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok sosial atau individual hingga politik. serta memberikan manfaat normatif dan empiris terhadap argumenargumen yang digunakan untuk menjustifikasi kebijakan-kebijakan tersebut. pertukaran uang. Budaya Politik Istilah budaya politik (politic culture) untuk pertama kali muncul pada tahun 1050-an (Almond. a. pemikiran politik.

yakni pelayanan pemerintah yang berbelit-belit. dengan menuntut otonomi yang lebih besar atas daerah kediaman mereka. keterampilanketerampilan yang dipersyaratkan. Rekrutmen Politik Kajian ini meliputi melihat dan mempelajari peristiwa-peristiwa politik dengan cermat tentang bagaimana para partisipan atau peserta sampai terakomodasi dalam suatu keanggotaan institusi politik. hubungan problematik antropologi dengan kolonialisme. dari mana asal mereka. kesenian dan kekuasaan. kajian tentang subaltern. g. pemberontakan petani. dan hubungan-hubungan yang mereka peroleh atau mereka korbankan. 1. Birokrasi Politik (Bureaucratic Polity) Kadang-kadang birokrasi diartikan sebagai upaya efisiensi pemerintah. 1. gagasan-gagasan. kelas dan gender. Walaupun kekaburan ini tampak. namun kadang-kadang sebaliknya. melalui transformasi dari sovereign’s counxillors ‘kedaulatan para penasihat’ menjadi sovereign assembly ‘kedaulatan majelis’. 2000: 731). 1. dengan jalan apa saja. dari kebiadaban melalui barbarisme menuju peradaban.Perbedaan antara ekonomi politik (ilmiah) dan ilmu ekonomi (vulgar) ini telah menjadi konstanta dalam pemikiran ekonomi yang kritis. . dimana partai politik diartikan suatu organisasi yang berusaha memenangkan jabatan publik dalam suatu persaingan di daerah pemilihan dengan satu atau lebih organisasi serupa (Lijphart. Politik Etnik Merupakan bidang politik yang dapat dibangkitkan oleh ketidakpuasan sekelompok anggota masyarakat yang terkonsentrasi dalam suatu daerah. Definisi yang paling awal muncul pada abad ke-19 dan mungkin dapat disebut sebagai definisi terbaik. e. Partai Politik (Political Party) Merupakan suatu istilah yang sebenarnya sampai sekarang belum memiliki kata sepakat tentang apa itu partai politik. sejarah representasi/perwakilan politik adalah sejarah kebangkitan Eropa. j. bahkan hubungan kekuasaan dengan pengetahuan (Vincent. 1. Perwakilan Politik (Political Representation) Menurut Tournon (2000: 919). Antropologi Politik (Political Anthropology) Bidang ini membahas perkembangan struktur politik masyarakat secara evolusioner. hubungan kepercayaan. i. khususnya Marxis. 1. namun masih dalam koridor permukaan yang tidak nyata. f. muncul dari masyarakat kecil menuju masyarakat politik berdasakan batas wilayah dan kekayaan. 2000: 778) 1. nasionalisme. h.

dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalahmasalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbal balik. 2. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung . Metode induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifak khusus atas dasar fakta teoritis yang khusus ke yang umum. menekan proses bersifat induktif. Torbert sering disebut sebagai collaborative inquiri (Tobert. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitikberatkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57). Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain : 1.R.1. Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. Sedangkan pendekatan kuantitatif mencoba untuk memelihara diri mereka dari pengaruh koleksi data. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. B. 2004: 157). dan menurut W. dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif (Supardan. 2. METODE. 2. PENDEKATAN. bersifat deskriptif anatik. 1. dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. 1. Metode deskriptif. 1981: 141-151). 3. Pada bagian lain. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Metode filosofis. Dalam menggunakan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur dengan penarikan kesimpulan dari keadaan umum ke yang khusus. adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada saat ini secara akurat. DAN ILMU BANTU POLITIK Pendekatan Kajian ilmu politik dapat menggunakan dua pendekatan. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. 4. TEKNIK. 5.

3. Metode sosiologis. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang paling banyak digunakan adalah metode-metode sebagai berikut : 1. memandang bahwa dalam kajian politik. 5. 3. atau lebih. direct obsevation. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataankenyataan sejarah. Metode ekonomis. diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. serta hukum (Budiardjo. investigation. Namun demikian. case study. 5. antropologi. seperti field work. lembaga-lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. Metode analisis. 4. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanyan hubungan timbal balik. Ilmu bantu Adapun beberapa ilmu bantu yang digunakan fdalam kajian politik diperlukan sekali peran dan kontribusi dari berbagai ilmu sosial lainnya. sosiologi. 1. participant observer. Metode historis. tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik.yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti secara abstrak-akademis-toretis. 3. 2. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. geografi. 7. terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. opinionnaire. dan action research. psikologi sosial. sampling. negara. 2000: 17-28). filsafat. merupakan pelksanaan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. Metode observasi. schedule. ekonomi. 2. Metode klarifikasi. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sessuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci. interview. questionare. baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. 4. merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti. dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. Metode pengukuran. Teknik Teknik yang banyak digunakan dalam ilmu politik sebenarnya banyak ragamnya. merupakan metode yang sangat mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitas. . Metode yuridis atau legislatis. Metode deskripsi. Metode psikologis. dalam penggunaanya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. 4. 6. kelompok. 6. seperti sejarah. Metode perbandingan.

seperti sifat hakiki. Filsafat Filsafat juga berperan dalam ilmu politik. Sejarah Sejarah sangat diperlukan dalam ilmu politik mengingat sejarah memberikan fakta masa lampau untuk dikaji lebih lanjut. Ilmu Ekonomi Pada masa silam. C. 1. ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal dengan eknomi politik (political economy). Sosiologi Sosiologi banyak membantu usahanya memahami latar belakang. 1. g. terutama di Eropa Barat ilmu hukum dan politik memang sudah demikian erat. perbatasan strategis (strategic frontiers). 1. a. d. Ilmu Geografi Faktor-faktor yang memengaruhi politik. seperti lokasi (location). terutama filsafat politik. psikologi sosial menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat. 1.1. Ilmu Hukum Sejak dahulu. 1. 1. f. b. 1. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar . dan derah pengaruh (sphere of ifluence) dibahas dalam geografi. Psikologi Sosial Dalam hal ini. dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau golongan. e. desakan penduduk (population pressures). Hal ini mengingat antropologi memberikan kontribusi besar dalam pengertian dan teori tentang kedudukan serta peranan satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan. c. Antropologi Antropologi merupakan ilmu bantu dalam ilmu politik. yaitu suatu bagian dari filsafat yang mengungkap kehidupan politik. 1. TUJUAN DAN FUNGSI POLITIK Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau tidak. h. asal mula nilai dan negara.

malu dan marah. . Walaupun ajaran kritis tersebut pada prinsipnya bersifat intelektual. kesenangan. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. dan diabdikan kepada tujuan manusia yang posotif. Agar dapat bertindak dengan baik secara politik. Dalam hal ini politik dipandang sebagai ilmu. politik menjadi suatu pokok kajian yang dihindari dalam masyarajat yang sopan. ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. Akan tetapi. Perspektif Intelektual Sebagaimana kita maklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik. ilmu politik memiliki sifat ambigu. Menemukan hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Keduanya adalah sesuatu yang pokok dalam kehidupan yang terorganisasi. Begitu pun sebelumnya. Sebagai sebuah disiplin ilmu. serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak? Dengan demikian. secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. Kedua tipe itu menunjukan suatu kesinambungan rumpun manusia dan keseimbangan komunitas. bangga. Plato dan Aristotoles di akasemi-akademi Yunani. kekuasaan dan keagungan sebagai pemimpin dan penakluk di muka bumi ini. diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajar sehingga dapat bertindak. seperti bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga. namun di satu sisi pun punya arti yang kabur dan mudah disalahgunakan. bernafsu. ia meninggal karena tekanan-tekanan praktis penguasa politik yunani kuno. Tujuannya tidak lain adalah untuk menelaah kesalahan-kealahanan yang dibuat oleh para penguasa dan berusaha untuk mengurangi ketidaktahuan dari mereka yang dikuasai. Tidak aneh jika mempelajari ilmu politik membangkitkan perasaan-perasaan yang mendalam. setia. serakah dan sifatsifat positif bergalau dengan negatif. Dalam beberapa hal. Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu. 1. Sebagaimana seks. sebagaimana kita butuh akan keindahan. kita pun membutuhkan kontroversi dari masalah lain. orang belajar bagaimana kekuasaan dapat dijinakan oleh prometheus. hal itu begitu tampak. jijik. tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat praktis. dan juga mereka sangat terlibat dalam politik prakris. terutama di Amerika serikat dan negara-negara barat yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-prakrik kelembagaan. di antaranya yang satu dalam kehidupan keluarga dan kekerabatan. David Apter dalam bukunya yang berjudul Introduction to politicial analysis. dan paradoks. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik.hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). yang lain dalam kekuasaan yang terorganisir. mendua. Setidaknya secara umum terdapat tiga makna tujuan mempelajari ilmu politik yaitu : 1. benci. Sebagai contoh. Akan tetapi. 1996:5). Dalam pembelajarannya pun sudah mengenal metode yang bersifat kritis. orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. Kita telah menciptakan lembaga-lembaga tertentu untuk mengendalikan dan menyalurkan nafsu itu. menarik. menganalogikan ilmu politik dengan seks (Apter. Untuk mancapainya. kita pelrlu tahu dan merasakan hal-hal yang terlarang pada suatu masalah. Socrates sebagi lambang guru politik yang aktif. sekaligus rasa jijik. seperti rasa cinta. kemesraan.

keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal. perspektif intelekyual dalam politik adalah perspekti yang mempergunakan diri sendiri sebagi titik tolak. kelompok kepentingan. politik dipandang sebagai ilmu. keabsahan. percobaan.Itulah sebabnya mengapa tradisi intelektual dapat dengan mudah menjadi subversif terjadap penguasa dan merangsang timbulnya perdebatan politik. Disatu sisi. Suara lebih dahulu. dunia politisi adalah dunia hari ini dan hari esok dekat. banyak intelektual yang bersedia menjadi anggota calon legislatif dan eksekutif pusat dan daerah. Dengan demikian. 1996:21). tugas ilmu politik adalah . 2. hari ini dan hari esok. dan mirip tindakan kejahatn dalam sebagian kegiatannya. dan guru-guru politik merupakan aktivis. Politik dapat memiliki dampak terbaik. Singkatnya. Dengan kampanye yang bergaya “orator mendadak” dalam aktu singkat mereka mempersiapkan dan menggunakan strategi itu dari yang biasanya sangat teoritis mandadak berubah kedalam suatu kerangka kerja yang bersifat praktik. Perspektif Politik Maksudnaya adalah bahwa pandangan intelektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. 3. Sistem itu meliputi pemerintah. Baik intelektual maupun politisi dapat saja meragukan. apakah politik itu ilmu? Sebab sebagian besar dari mereka berasumsi bahwa politik itu seni. Tidak usah heran jika sebagian politisi. 1996:20) 1. 1. seperti licin. yaitu hari kemarin. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Jadi. Menurut Loe Straus (1959:10-12) dan Sheldon Wolin(1960:10-12). Sebab perspektif itu bertolak dibangun berdasarkan apa yang dianggap salah oleh individi maka pemikiran individu itu yang memperbaikinya. sedangkan kaum intelektual manaruh perhatian dalam tiga dimensi. curang dan serakah. hukum. dari pada hal-hal yang teoritis) sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu mamasukan masalh politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. partai politik. politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil. bahkan terburuk kepada rakyat. Karena itu. (Apter. Perspektif Ilmu Politik Dalam hal ini. Dengan demikian. Jika tujuan pertama politisi adalah memperoleh kekuasaan maka kaidah kedua adalah mempertahankan kekuasaan. sedangkan asas belakangan. untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politisi. tidak dapat dihindari bahwa pembelajaran politik bersifat politis. termasuk individu-individu. Pendirian ini memandang terhadap kebuuhan ke depan. Hal itu mirip dengan apa yang dinyatakan Robert Dahl (1967: 1-90) bahwa dalam waktu singkat mereka telah menjadi politisi. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangkan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. sebuah kasus dengan adanya sistem pemilihan langsung di Indonesia. tidak usah heran pula jika politisi adah orang yang dapat diperoleh dari kekuasaan (Apter. termasuk yang terbaik dan tercerdik sekalipun sering melakukan hal-hal yang mengerikan. Keputusankeputusan dari politisi diuji dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. Sebagai contoh. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. Bedanya dengan polotisi lebih bersifat “segera”(yang ada kini dan ada di sini. Tentu saja ilmuwan politik profesial memandang politik sebagai suatu sistem sebagai perubah terorganisasi yang saling berinteraksi. kebijaksanaan. politik pun menyerupai agama dalam beberapa aspirasinya.

Menurut John Nelson dalam tulisannya natures and futures of political theory (1983:3-24) bahwa tujuan teori poitikdapat digambarkan menjadi tiga C yakni compehend (memahami). maupun filsu-filsuf ternama Yunani seperti Plato (427-347 SM). serta pengejaran kebenaran normatif tentang sifat-sifat rezim terbaik. Ditinjau dari sisi kain maka filosofi politik adalah kegiatan yang kreatif dan kritis di mana setiap generasi dapat berpartisipasi dalam tradisi berkelanjutan yang menyatukan masa kini dan masa lalu. Disisi lain. terutama teori-teori politik melibatkan refleksi konsep-konsep politik dasar. baik argumen-argumen teoriris maupun fenomena-fenomena politik. menunjuk kepada studi sejarah pemikiran politik mambantu pemeliharaan suatu warisan budaya Sedangkan critisize pada hakikatnya menggarisbawahi fakta bahwa teori menganalisis dan mengevaluasi. analisis pendangan-pandangan alternatif tentang manusia dan politik. D. Secara embrio yang lebih luas dan secara originalitas. Kemudian muncul pendapat serupa yang lebih mutakir menyempurnakan pendapat Straus dan Wolin adalah Robert Flower dan Jeprey Orenstein (1985:2) yang mengemukakan bahwa ilmu politik. Mengingat teori-teori politik memberikan suatu kosakata konsptual bagi penggambaran dan perhitungan ciri-ciri terpenting kehidupan politik. atau lihat atau bicarakan atau pikirkan. Pendapat serupa dikemukakan Dante Germino (1975:229-281) yang menunjuk pada sifat upaya teritis yang seedang berlangsung sebagai sebuah percakapan dari banyak suara(yang merupak sebuah dialog) antara orientasi yang berbeda menuju reakitas politik sebagai suatu keutuhan. Para teroritisi harus menyadari bahwa mereka bukanlah dan tidak selalu hidup sebagi filosofi murni. karya-karyanya Politeia (tentang politik). Dengan demikian. pembahasan tentang negara sudah ada sejak 450 SM di Yunani kuno. Hal itu relevan. Kriton (tentang ketaatan terhadap hukum. Seorang ahli sejarah Herodotus (480-430 SM). mengerjakan teori politik melibatkan pembelajaran untuk membaca karya-karya klasik agar orang dapat secara efektif membedakan antara apa yang semata-mata opini dengan pengetahua autentik. Meng Tze (Mencius). SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK Lahirnya ilmun politik secara formal memang sejak abad ke-19. ilmu politik perlu memperjelas hubungan antara kesinambungan dan perubahan dalam kehidupan politik. dan Aristoteles (384-332 SM) sudah banyak berbicara tentang filsafat politik. Begitu pula filsuf Cina kuno kung Fu-Tze/Confucius (551-479 SM). Mereka yang akan melakukan sesuatu dengannya harus lebih dari sekedar berfilosofi dan filosofi yang secara politik mudah dipahami harus mengambil tindakan politik sepenuhnya dari politik sebagai sebuah sikap”. Kemudian. tidak pun hidup dalam atmosfer tipis penuh abstraksi. dan Li-Tze (350 SM) . namun sangat beragam dari mana memulai lahirnya ilmu politik itu.untuk mendapat kearifan tentang sifat-sifat manusia dan politik. Sebagai sebuah dialog antara para filsuf. dan critisize (mengkritik). conserve (memelihara). sebagaimana telah dikemukakan Menyamin Barber”Politik tetap merupakan susuatu yang manusia lakukan bukannya sesuatu yang miliki…. conserve. Singkat kata teori politik mengeksplorasi fenomena-fenomena lewat analisis politiknya. 1. Termonologi comprehend merujuk pada dua tujuan berupa penjelasan dan pemahaman. Wolin berpendapat bahwa studi teori poltik terbaik dipahami sebagai sebuah wacana reflekrif mengenai makna politik.

Paradigma waktu itu yang terpenting adalah bagaimana untuk mencari keselarasan atau keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. tetapi ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan . suatu cara menyusun atau merasionalkan perkembangan masyarakat. atau banyak orang (para pemilih). Berbeda dengan Aristoteles (384-322 SM). Sekembalinya dari Athana. Athena (leluhur yang berpengetahuan). otokrat. Lain lagi dengan zaman Plato (427-347 SM). Begitu pun dalam ilmu politik. wajar jika dalam ilmu pengetahuan kuno belu mampu memberikan rumusan teori. Mulailah paradigma rasional menggantikan pandangan dunia yang lebih irasional dan mistik yang hidup sebelumnya. tetapi mengubah fokusnya. diktator. Kematian Socrates menunjukan kepada Plato bahwa tidak mhanya pentingnya pengetahuan yang tidak terkekang. tiran). Sisilia. Munculnya slogan “filsafat politik dibatasi etika” bahkan merupakan ilmu pegetahuan tertinggi. Karena itu. Ia memandang pendidikan harus menjadi pembelajaran hal-hal yang benar yang membuat orang lebih bijaksana. Hermes (leluhur yang penipu). Suatu pukulan batin yang Plato rasakan ketika ia berusia 31 tahun. melainkan untuk memperoleh suatu kualitas moral. kemdian Plato menjadi pengembara. ataupun beberapa orang (oligarki. melainkan bertolok dari pemakaian common sense (akal sehat) dalam tujuan-tujuan manusia. tetapi lebih pada kenyataan bahwa teorinya merupakan teori pertama mengenai negara ideal (Apter. Filsafat politik tidak berawal dari ilmu pengetahuan. bahkan Aristoteles pun pernah belajar disitu. Pythagoras (528-507 SM) pun mengajarkan Plato bahwa kebajikan itu abstrak dan bahwa pengetahuan mengenai yang abstrak adalah lebih nyata dari pada pengetahuan mengenai hal-hal yang berwujud dalam dunia empiris atau indrawi (Losco dan William. karena itu maslahnya adalah membangun suatu negara yang didalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. tetapi secara fundamental baik semangat maupun kepribadiannya jelas berbeda. maupun tentang teori ide. Aristoteles menerima model Plato. 2003: 151-153). Kebesaran Plato bagi kita bukan terletak pada kesegaran visinya atau pada teorinya mengenai meritokrasi walaupun hal itu memang penting. athena telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Socrates. berkelana ke Mesir.seorang aliran perintis legalitas telah banyak berbicara tentang politik. 1996: 58). politik merupakan suatu fungsi antara penguasa dan yang dikuasa. Selain itu. suatu pandangan dalam (dewa-dewa). seorang murid Socrates yang pernah mengajarkan bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yang baik. dan tempat lain. yunta. Plato sangat percaya bahwa bentuk-bentuk abstrak merupakan dasar keabadian manusia. Ia merasa hancur. rasionalitas bukannya menjadi sesuatu yang bersifat deduktif. dan sebagainya. dapat melakukan tindakan kekerasan maupun bermain cinta (Apter. seperti Zeus (leluhur yang bergairah). Hal itu sebagai wujud filsafat politik merupakan pokok soal yang lebih penting. Saat dan urutan peristiwa merupakan suatu bentuk penjelasan. ia mendirikan sebuah akademi pengetahuan. Socrates (469-399 SM). Itulah sebabnya pada dekade ini. dan elite). 1996: 49). walaupun dia mengakui gurunya Plato. orang pertama yang menyadari bahwa ilmu alam tidak memberikan penjelasan memadai untuk penalaran atas tingkah laku manusia. Bukannya membayangkan suatu struktur konsep geometris un tuk diterapkan pada masalah-masalah sosial. baik itu pemerintah yang dijalankan satu orang (raja. tetapi juga perlunya pendidikan publik.

melainkan hak-hak dewan perwakilan. 2005: 562). Dalam dunia Romawi. tokoh yang berusaha mendefinisikan kembali kepribadian moral dalam komunitas moral (Apter. Tokoh utama dalam masa transisi ini adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). nasib baik dan kebutuhan (Losco dan William. Untuk melakukannya. serta yang logikanya sama bagus dan rapuhnya seperti logika lain yang dapat ditemukan dalam pemikiran politik. Pada akhir Abad Pertengahan. filsafat materialismenya merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan mekanika. Hal yang paling dapat diharapkan oleh orang banyak adalah kebahagiaan dan bijaksana. serta setan sebagai personifikasi perjuangan individual antara kebaikan dan keburukan. surga. ia membuka jalan bagi pemikir kekuasaan yang sekuler. dengan lingkup kekuasaan yang ditentukan oleh konstitusi yang sifatnya terbatas. 1. Jika Machiavelli menandai gerakan menjauhi filsafat agama sebagai suatu dogma politik dan membukakan jalan kepada dua penerus cemerlang. dunia kristen menampilkan kembalinya kepada pandangan dunia agama. para penguasa menjadi asyik untuk mempertahankan kekuasaan yang menjadi tujuan dalam dirinya sendiri. dimana ide hukum alam ke hukumhukum manusiawi. Akan tetapi. terdapat beberapa peristiwa penting. Kedua adalah Jean Jaques Rousseau. Ia tidak banyak berilusi dengan politik. Dalam hal ini. yaitu “kepangeranan” (principality) dan “republik”. hakim menggantikan filosof raja. Dalam hal ini. Bahwa komunitas politik bukan terdiri dari hak-hak pribadi semua individu. kejayaan. Kemudian ketika visi sintesis paham Kristen pada Abad Pertengahan yang dominan merosot. Kemudian ia menuju ketaatan Hukum Positif. Bahwa penguasa atau raja merupakan wakil rakyat. baik pangeran maupun republik merupakan ambisi politik difinitif yang dikejar dalam batas-batas yang ditentukan oleh akal. diantaranya kemenangan kerajaan atas gereja dalam perjuangan besar antara raja dan paus. dimana merupakan gabungan hukum alam yang berasal dari Yunani dan Romawi serta wahyu yang diperoleh dari kepercayaan Kristen. ia memberikan nasehat tentang bagaiman mendapatkan dan mempertahankan sebuah kepangeranan. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim yang masuk memiliki dua tipe. Dalam The Prince. Santo Agustinus (354-430) adalah tokoh pertama yang menegaskan politikusme teokratis ini yang bertolak dari masyarakat yang baik sebagai Kota Tuhan. kearifan. Berbeda jika dibandingkan dengan paradigma teokratis. menuju Kota Manusia dimana ada neraka. Aristoteles meragukan kebaikan orang-orang bijak dengan menyukai suatu pemerintahan berdasarkan hukum (d’Entreves. Bagi Machiavelli. dan kebaikan negara. 1967: 69-81). Dialah yang merasa jemu dengan pertengkaran-pertengkaran doktrin.logis untuk etika dengan suatu pandangan yang lebih praktis mengenai dunia nyata. Pertama adalah Thomas Hobbes (15581674). seorang penguasa bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Hobbes . hakim-hakim dapat menjadi suci maupun sekuler serta pendeta atau raja. dua prinsip penting yang muncul mendorong transisi ke masa pencerahan (enlightenment) yang dimulai pada abad ke-16. 1996: 78-79). kejayaan. 2.

Khusus buku yang pertama sering dikenal The Social Contract. hingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat. eksekutif. Ketenaran Rousseau mulai terjadi tahun 1750. kebebasan individu merupakan dasar kesejahteraan (Montesquieu. kepuasannya sedikit (Alen. Montesquieu menolak teori-teori psikologis yang dikemukakan Machiavelli dan Hobbes yang beranggapan bahwa manusia pada dasarnya “bajingan. ia menulis Discours sur I’origine et les fondements de I’inegalite parmi les homes. tamak. . Dalam hal ini diperlukan seorang hakim yang berdiri diatas semua hukum. licik. Inilah yang harus dipecahkan persoalanyya melalui kontrak sosial (Rousseau.lebih siap untuk mengampuni pembunuh ayahnya ketimbang perampas hartanya”. 1984: 2948). berhawa nafsu…. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan dan persamaan merupakan tujuan-tujuan masyarakat terpenting. Montesquieu berpendapat bahwa manusia tidak seburuk seperti itu. melainkan sebagai suatu kondisi yang ramah. merekapun tidak sebaik seperti yang ditunjukan oleh Rousseau meupun Locke.merupakan orang yang pertama yang dapat mendefinisikan dan mengubah kepentingan pribadi dalam keuntungan publik (Apter. Baginya bahaya terbesar adalah konflik antarbangsa atau perang. Ia pun meyakini bahwa pada efek-efek yang baik dari harta pribadi adalah pemilikan yang merupakan satu bentuk jaminan bahwa orang akan bersikap wajar dan bekerja sama satu sama lain. ia menganggap betapa pentingnyapersamaan bagi manusia dan menekankan akibatakibat yang diabaikan oleh Locke. Kemudian tahun 1776. Mengingat pada dasarnya manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Locke memandang keadaan alamiah bukan sebagai suatu kondisi perang. seorang pengarang. Hal itu sedikit berbeda dengan Montesquieu (1689-1755) yang tertulis dalam bukunya Spirit of the Laws. isinya berupa pujian terhadap negara alamiah. dan yudikatif pemerintah perlu dipisahkan sendiri-sendiri. Perbedaan Locke dan Rousseau. seleranya tidak pernah puas. segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik. meskipun ia meragukan kemungkinan persamaan sempurna itu. Apa pun sifat manusia. dan komponis Prancis yang hijrah ke Genewa. Perbedaan Locke dan Hobbes sangat tajam. tetapi keduanya adalah sekuler. ketika ia memenangakan Sayembara Akademi Dijon untuk esai berbait yang bertajuk: “Apakah kebangkitan ilmu ikut andil dalam memperbaiki perilaku?” Pada tahun 1754. dan berpendapat bahwa hilangnya negara demikian itu setelah munculnya hak milik pribadi (Shadily. dimana ketimpangan menghasilkan ketidakadilan dan dasardasar ketidakserasian. Ia menganggap gereja sebagai tidak lebih dari suatu asosiasi sukarela. Rousseau sekaligus menulis dua buku Du Contrat Social ou Principes de Droit Polique dan Emile ou de I’ Education. menjelaskan bagaimana evolusi berbagai bentuk perdagangan dalam dunia kuno memengaruhi sistem politik (Montesquieu. 1949:5). 1949:316-402). Hobbes memiliki semboyan homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya). 1996: 80). filsuf politik. Akan tetapi. baik doktrin mengenai hak-hak raja yang berasal dari tuhan maupun argumen tentang ketuhanan yang digunakan oleh raja-raja absolut untuk nmelegitimasi pengguanaan kekuasaan yang tidak terbatas. Dalam pendapatnya yang banyak dianut hingga kini bahwa negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah negara dimana kekuasaan legislatif. Jean Jacques Rousseau (1712-1778). 1948: 109). Sekulerisme Locke mendorong ia menyerang. 1928: 221).

analisis peran. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Moral and Legislation (1870). dan linguistik. mengalihkan perhatiannya dari lembaga pengkajian mengenai bagaimana orang bertingkah laku dan apa yang mendorong tingkah laku mereka. Eropa pada saat itu dipengaruhi oleh Sosialisme. menekankan pada agenda tersembunyi dibelakang politik. Paham Kemajemukan. Paham Tingkah Laku (Bevioralisme). politik. yang menekankan perpaduan antara kelembagaan dan tingkah laku. dengan mengembangkan suatu teori tentang perkembangan sosial secara alamiah. fungsionalis. tetapi pemenuhan ini harus selalu terjadi dalam konteks kebaikan umum. Setelah Marx meninggal. Betham mengemukakan Prinsipnya dalam perubahan perundang-undangan berdasarkan semboyan “bahagia terbesar sebanyak-banyaknya manusia”. dan sosial. analisis Marxis. lebih menaruh perhatian pada bagaimana diferensiasi dan partispasi sosial memperluas lingkungan politik. warisan radikal menjadi terpecah belah. yang memandang perlunya transformasi militan dari kapitalisme yang paling lemah di pinggiran sampai ke pusat. 1. fokusnya terhadap teori pertukaran analisis peran. namun demikian ia bukan seorang individualis yang ekstrim. Paham Developmentalisme (perkembangan). pemikiran Marx yang lebih demokratis bahwa transisi revolusioner dapat terjadi melalui cara-cara parlementer. yakni Georg William Friedrich Hegel (1770-1831). Doktrin tersebut sangat memengaruhi pikiran David Ricardo (1772-1823) dan John Stuart Mill di bidang ekonomi dan memengaruhi Revolusi Prancis. Pertama tradisi Lenin. Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam ekonomi. Beberapa aspek dari doktrin yang terkait dengan perkembangan teori politiknya tertuang dalam karyanya yang terkenal Das kapital. 3. Berbeda setelah zaman Hegel. melalui revisionisme. seperti dialektika materialisme. yang memandang dunia dengan perasaan dingin serta mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia. Pada abad ke-20 muncul paham-paham baru diantaranya: 1. Pholosofy of Right (1821). Jeremy Bethem (1748-1832) membentuk teori formal tentang reformasi sosial. Kedua.Pada abad ke-19. dan Philosofy of History (1837). dan judul yang ketiga inilah yang paling berpengaruh terhadap teori politik pada masa itu. Tokoh Sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Marx (1818-1883). Konsep Mill tentang individualisme adalah konsep tipikal dari liberalisme abad ke-19. Meskipun pemenuhan diri manusia ditekankan dalam semua karya-karyanya. Paham Struktural. 4. Mmenekankan perhatiannya pada masalah- . penolakan hukaum alam terjadi. Science of Logic (1816). 2. 2. Karl Marx menawarkan doktrin sosialisme ilmiah pada dunia. Salah seorang filsuf idealisme yang terkenal adalah filsuf Jerman. Karya-karya terpentingnya adalah tiga buku ternama yaitu.

Selanjutnya. yaitu sebagai berikut. munculnya negara-negara baru. Dengan adanya yurisdiksi-yurisdiksi kekuasaan yang dibatasi konstitusi dalam hal mana mereka harus saling berhubungan dalam urusan pembuatn . Semua pemberlakuan hukum harus disetujui oleh badan legislatif ini. • Badan Eksekutif Badan eksekutif pemerintah ini bertanggungjawab sesuai dengan makna yang terkandung dalam namanya. Kebanyakan pengikut paham kelembagaan yang mengikuti tradisi Pencerahan.masalah transisi pertumbuhan dari jenis sistem politik lama ke yang baru. Dalam system demokrakasi . • Badan Yudikatif Pemerintah memang rumit. lembaga-lembaga pemerintahan ini terbagi dalam tiga wewenang yang merupakan perhatian utama kaum institusionalis. ia menolak pemecahan-pemecahan tuntas seperti ini. behaviorisme. 1.eksekutif bertindak atas mana rakyat. namun sangat sedikit kebijaksanaan berasal langsung dari inisiatifnya (Apter. Konflik diubah menjadi persingan damai melalui badan-badan perwakilan dalam pemerintahan (Popper. • Badan Legislatif Badan ini merupakan pengawas terpenting terhadap kekuasaan yang nyata maupun potensial. terbagi atas 5 mahzab institusionalisme atau kelembagaan. dan bagimana inovasi-inovasi itu terjadi. Inilah tradisi yang dibangun Plato. Kekuasaan adalah kekuatan yang dapat dipakai dan dikendalikan. MAHZAB-MAHZAB POLITIK Dalam pengelompokan mahzab-mahzab ilmu politik. distribusinya. Hal ini selanjutnya dalam hukum.yaitu melaksanakan keinginan –keinginan rakyat . politik adalah terbuka. siapa yang memperoleh manfaat. efek-efeknya. dan juga yang diwakili Karl Marx. pluralisme atau kemajemukan. Bagi mereka. 1996:13-14). E. dan sebagainya (Apter. 1945). 1996: 145). Kekuasaan merupakan dasar politik. nasionalisme yang berjuang melawan kolonialisme. dan developmentalisme. • Paham Institusionalisme atau Kelembagaan Paham ini berusaha mewujudkan pemecahan-pemecahan universal dengan menerjemahkan citacita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. menurut Apter (1996: 135-443). Bagi para penganut paham kelembagaan. pemakaiannya harus sesuai dengan patokan-patokan kewajaran atau keadilan. teori-teori politik libertarian timbul dari sejarah sebagai tujuan moral yang akan dimantapkan di dalam praktik politik. Badan ini terdiri atas wakil-wakil rakyat. Dalam demokrasi.

Paham ini pun menekankan proses diatas struktur. .459-484). Dengan demiokian. Watson (1878-1958). dan ukuran-ukuran statistic lainnya. Jika demikian halnya. • Paham Behavioralisme Komitmen kepada kebudayaan politik yang demokrasi membutuhkan perantara kepentingan dan kebijaksanaan yang baik secara efektif. Seperti paham institusionalisme. analisis indicator. dan komite-komite. Menurutnya bahwa proses belajar terjadi sebagai hasil pengamatan terhadap hubungan-hubungan antara dorongan dan tanggapan.termasuk bagaimana proses pembentukan pendapat politik. pluralisme menekankan partisipasi partai sebagi penghubung anatar masyrakat dengan pemerintah.210) Jika ditelusuri akar-akar pemikiran paham tingkah laku tersebut dimulai dari filsif skeptic David James (1842-1910) yang menekan empirisme. Teknik-teknik yang mereka gunakan untuk menetapkan variable-varibel independent yang penting meliputi analisis regresi.atau system kepercayaan yang menciptakan pola – pola tingkah laku yang penuh makna (apter. jika dibandingkan dengan bagaimana pembagian kekuasaan diantar berbagai kelompok. Pengadilan tinggi semacam itu mewakili asas mengenai lembaga yudikatif agung yang independen. kategori –kategori itu biasanya dianggap sebagai ideologi . tindakan –tindakan individual . Mereka menggunakan data agregat yang mengarah kepada penentuan hal-hal yang menonjol. atau vector-vertor yang memperlihatkan arah perubahan.1996.kebijaksanaan. analisis factor .diperlukan adanya pengadilan tinggi yang berfungsi sebagai wasit agung untuk masalah – masalah penafsiran konstitusional . Di sinilah para penganut paham tngkah laku ( behavioralisme ) memelingkan perhatiannya dari sistem –sistem politik .dan bagaimana cara orang menyadari peristiwa –peristiwa politik . baik public maupun swasta. kaum behavioralis bekerja dari bawah keatas. inilah yang dinamakan behavioralisme yang dilontarkan oleh John B. Kecenderungan umum terhadap proses belajar dari tindakan mengaitkan filsafat dengan disiplin psikologi yang sedang bekembang menjadi usaha pencaharian ilmiah yang dapat diamati dan terukur dalam mengamati tingkat laku. lehgislatif. Dengan demikian. voluntarisme.selalu ada kemungkinan terjadinya pelangagran konstitusi.khususnya pengaturan –pengaturan hokum dan konstitusional untuk mengamati tindakan politik individual (apter dan andrian 1972: 14-28. • Paham Pluralism atau Kemajemukan Paham ini sebenarnya dibangun atas dasar perpaduan paham kelembagaan (institusionalisme) dan paham tingkah laku (behavioralisme). Dari sudut ini politik pipandang sebagai proses interaksi dimana warag ayang terlibat memengaruhi jalannya kebijaksanaan. Apa yang diabaikan adalah polal pikir yang spekulatif. Instrumentakisme behavioral seolah-olah memeberikan inspirasi baru mengenai kehidupan politik sebagai cara belajar bermasyarakat yang dicapai melalui pengalamn eksperimeneksperimen. skala gutt man.serta hubungan antara kesadaran dan tujuan. serta lebih sedikit perhatiannya terhadap bagiamana kerja badan-badan pemerintah. perhatian utama paham tingkah laku tersebut terletak pada hubungan antara pengetahuan politik dengan tindakan politik.bagaimana proses pembentukan pendapat politik diperoleh .

dan sosiologi (apter. dimana developmentalisme liberal menghasilkan kontrdiksi-kontradiksi kapitalis yang makin intensif. merupakan sebuah ideologi. • Dibawah ini tahap-tahap modernisasi. • Paham Developmentalisme (Perkembangan) Kajian ini mencakup suatu kemajuan kearah sasaran melalui pertumbuhan ekonomi. Cara ketiga adalah analisis tehadap proses seperti yang kini sedang menguasai bangsabangsa yang dikatakan terbelakang. jauh lebih bercampur. Jadi. modernisasi adalah sebuah proses. Tenaga pendorong orisinal dapat merupakan suatu perusahaan character atau misi penyebaran agama tertentu. social. Seperti kita ketahui bahwa politik nasional maupun lokal. Contohnya adalah Amerika latin dibawah kekuasaan Spanyol. 1996: 372). melahirkan inferalismen (avineri. hingga suatu pandangan retrospektif. Dalam model unlinear. maupun janjinya teleology pertumbuhan. demikian pula bagi kaum developmentalis. Bagi seorang marxis ide dapat dikatakan bodoh. teknilogi. Akan tetapi. dalam asosiasi-asosiasi atau birokrasibirokrasi memiliki struktur. nilai-nilai. dan suatu penilaian penuh terhadap konteks politik. Sedangkan dalam paham strukturalisme ini sebenarnya kuarng dikenal dan lebih kompleks dan bersifat interdisipliner. strukturalisme pada hakekatnya menyusun potensi fungsifungsi yang terdapat dalam politik seperti. kebudayaan dan personalianya menjadi sesuatu yang menjadikan komunitas atlantik secara ekonomi berhasil. Menurut nash ( 1965: 5). dasar pemikiran developmentalisme. yakni : • Cara pertama adalah metode index: Sifat-sifat umum perkonomian yang telah maju diabstraksikan sebagai jenis ideal dan kemudian dibandingkan dengan cirri-ciri tipikal yang sama idealnya dari perekonomian masyarakat miskin. Dengan demikian. terdapat empat metode dalam kajian developmentalisme tersebut. organisasi. Teori unliniear menganggap perkembang tidak terelakkkan. Tahap B. • Cara kedua adalah pandangan akulturasi proses perkembangan barat mendifusikan pengetahuan. Sebagai pengganti wakil resmi tunggal dari kekuasaan . jika tujuan barat umumnya adalah demokrasi liberal sedangkan bago kaum marxis tujuannya adalah masyarakat tanpa Negara. dan cultural perkembangan. siklis maupun berulang. 1969). Paham ini berasal dari linguistic. akhir suatu periode perubaha merupakan bagian sejarah Negara-negara industry ynag bersifat evolusioner. komunikasi dan agregrasi. Pendekatan ini menjurus kepada hipotesis hipotesis berskala lebih kecil. diantaranya: Tahap A. mewakili urbanisasi tahap pertama (agen modernisasi berada diluar). Jika kaum intitusionalis menganggap evolusi demokrasi sebagai penanaman ide-ide filosofis kemasyarakatan yang baik. informasi. filsafat.• Paham Strukturalisme Paham ini berbeda jauh dengan pluralisme yang kajian politiknya bersifat kontemporer. keahlian. Proporsi peran-peran inovatif lebih besar dan para innovator mengembangkan institusi-institusi. antropologi. dan model bagi suatu bangsa miskin hingga dalam jangka waktu tertentu.

Suatu keuntungan model ini adalah bahwa iya dapat digunakan untuk mendokumentasikan morfologi pada pasca kemerdekaan dan juga tahap-tahap colonial. Kemuadian proses itu mulai kembali lagi dari semula dalam artian politik. Pada titk ini dalam sifat siklus perkembangan. namun demikian tetap mengikuti model dasar yang sama. Kedaulatan Konsep-konsep kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua telaahan. HAM. gerakan-gerakan masa. Tahap D. seperti pengaruh. pemilihan umum. paksaan. 1. 1950) dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi (Weber. partai politik. tujuan politik atau ekonomi. sistem politik. dam voting. demokrasi. 2. pemerintah. Teori-teori elit kekuasaan (mills. Tahap C. Adanya perbedaan penggunaan kekuasaan. 1. Dilihat dari hukum internasional mengacu kepada kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara lain (Shadily. 1978 [1972]). konsep kedaulatan mengacu kepada kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi dan mutlak. kedaulatan kontrak sosial. negara. 1948: 1711). terjadi peralihan menuju kemerdekaan. 2. persamaan. 2. legitimasi oposisi.colonial adalah birokrasi. desentralisasi. dan kontrol. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. seluruh proses diperbaharui kembali. Tanggapan-tanggapan sepeti itu pada gilirannya merangsang organisasiorganisasi politik. Dilihat dari hukum tata negara. seperti tujuannya untuk individu atau masyarakat. F. barangkali pada tinggkat baru yang lebih tinggi. 3. demonstrasi. KONSEP-KONSEP POLITIK Yang dikembangkan dalam pembelajaran yang dimaksud seperti kekuasaan. 1. Kekuasaan Kekuasaan merujuk kepada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu Menurut Philip (2000: 820) terdapat tiga sumber utama dalam mendefinisikan kekuasaan selalu ada perbedaan mendasar. . Adanya perbedaan disiplin dalam ilmu-ilmu sosial yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. Pemerintah colonial cenderung sangat menjadi partisipan. 1. dengan mendukukng kaum modera politik lokal dan membnetuk pembangunan politik mengikuti model imperialis. 1. 1. proses itu lebih maju. tuntutan-tuntutan bgai kemerdekaan yang lebih besar dan para pelopor lain yang mengancam untuk mematahkan kekuasaan colonial.

Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. 3. Legitimasi . atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat. 6. Kedaulatan hukum 2. istilah pemerintah dapat dibagi empat pengertian. 3. 4. 1.Kemudian ditinjau dari jenis ataupun bentuknya. Terdapat dua tugas negara yaitu: 1. artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan. metode. 4. Pemerintah yang mengacu kepada proses pemerintah. Rousseau Negara 1. Kontrol Sosial Konsep kontrol sosial mengacu kepada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan sosial yang dilakukan diluar pemerintahan untuk memelihara menurut hukum dan aturan itu yang muncul didalam tiap-tiap masyarakat dan institusi. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi tiga. Kedaulatan rakyat 4. 2. Pemerintahan Rumusan Finer (1974). 5.J. 2. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri kepada kondisi adanya tata aturan. yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga. yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. negara pun merupakan alat (agency) dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial ataupun bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 5. Kedaulatan negara 3. Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. 1. 3. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. ia adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Ada beberapa teori-teori kontrol sosial : • • • Teori Thomas Hobbes Teori John Locke Teori J.

1. Desentralisasi Konsepnya salam Ensiklopedi Indonesia (1948: 794) dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan (bagian dari perundang-undangan) dan perintah dari badan penguasa atasan terhadap . 8. 10. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. Sistem politik mencakup: 1. d. 12. 1. Menentukan pemerintahan secara langsung maupun tak langsung. Demokrasi Konsepnya secara umum merupakan sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakil-wakilnya. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntutan rakyat. c. Sarana rekrutmen politik.Konsepnya menunjuk kepada keterangan yang mengesakan atau membenarkan pemegang kekuasaan meupun pemerintah adalah benar-benar orang yang dimaksud (secara hukum adalah sah). nilai-nilai. Pemilihan Umum Konsepnya adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau menentukan orang-orang yang duduk di dewan legislatif maupun eksekutif. 11. e. Fungsi integrasi dan adaptasi 2. serta perjuangan yang sama. cita-cita. 1. Penempatan nilai-nilai dalam masyarakat 3. 1. b. 1. Penggunaan wewenang atau kekuasaan 4. 7. Partai Politik Konsepnya mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan. Oposisi Konsepnya merujuk kepada kelompok/partai penentang terhadap pemerintah resmi. Secara umum partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. 9. Fungsi-fungsi pemilihan umum: a. Sistem Politik Konsepnya merupakan suatu istilah yang mengacu kepada semua proses dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan publik.

1. Negara Jika pemimpin suat negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkannya demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang-wenang. Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Rosalyn Higgins. seperti di bawah ini. 3. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting merujuk pada suatu instrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan. institusi msyarakat maupun pemerintahan diperlukan suatu kontrol sosial untuk memuahkan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian dan pemerintahan yang telah disepakati. 1. 1. pengertian Hak Asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua orang sesuai kondisi yang manusiawi. menunjukan dan membuktikan. cepat atu lambat akan datang gerakan massa yang tidak dapat dibendung sebagai respons atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang bersama-sama menunjukan dukungan maupun protes kolektif. Dari pernyataan tersebut maka beneralisasi-generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan di tingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya. 1. 2. Kedaulatan Rakyat Meletusnya revolusi Prancis 1789 nerupakan salah satu penyabab dominan yang disebabkan raja-raja pranciss berkuasa secara absolut. G. Kadang-kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. memamerkan. 15. dalam arti tidak adanya kedaulatan rakyat Prancis yang dijunjung tinggi oleh pemerintah. GENERALISASI-GENERALISASI POLITIK Generalisasi merupakan pernyataan hubungan dua konsep atau lebih. Persamaan Konsepnya hampir melekat pada disiplin ilmu. 14. 13. 16. 1. 1. 1. Pernyataan tersebut boleh terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. Demonstrasi Konsepnya secara umum memperlihatkan. .yang lebih rendah. seorang yang tergabung dalam United Nations Committe on Human Right. 1. 1. baik itu ketidak puasan maupun ketidaksetujuan.

11. Pemerintah Gus Dur memiliki legimentasi yang baik untuk melaksanakan agenda reformasi Indonesia. 1. 5. 4. 7. Hal itu akan berbeda dengan di negara-negara yang menganut sistem liberal. termasuk kebebasan seksual di mana bagi kita hal itu perlu diatur dalam undang-undang. Negara Adanya peraturan dan undang-undang dalam kehidupan bernegara. 8. Partai Politik . kebebasan itu sangat luas. bahkan berakhir secara tragis. 1. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karana partai oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dalam kontrol atas mekanisme pemerintahan yang ada. Demokrasi Tidak semua pemerintah yang demokrasi itu memiliki karakteristik universal kerana nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa akan turut mewarnai budaya politiknya. Dengan demikian. Pemerintahan Pemerintahan yang diktator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa untuk melakukan suatu revolusi yang mengarahkan perlawanan terhadap rezim lama ketika menekan kebebasan dan menentang pembaharuan. pada hakikatnya dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. Sebaliknya. tidak semua partai oposisi baik kerena tidak sedikit partai oposisi terlahir hanya didasarkan pertimbangan emosional atas kekalahannya dalam pemilahan umum yang telah lalu.1. 1. Hanya saja kerena ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu-isu yang kurang perlu. 1. 1. seperti di negara-negara barat. Sistem Politik Bagi pemerintahan yang menganut sistem politik yang komunis maupun otoritarian. popularitas pemerintahannya menjadi pudar. dan berkesinambungan. Pemilihan Umum Pemilihan umum merupakan salah satu indikator pemerintahan yang demokrasi. bongkar pasang kabinet. mondar-mandir ke luar negeri. 10. Sebab melalui sarana pemilihan umum. Legimitasi Sebenarrnya di awal masa jabatannnya. aman. 1. jelas kebebasan rakyat terkekang. 9. pemahaman mengenai pemerintahan yang demokrasi sarat dengan pengaruh nilai-nilai suatu negara atau bangsa. 1. bahkan tersandung dalam bulog-gate. aspirasi rakyat ataupun konstituen dapat diakomodir dengan sistem pemilihan umum yang baik. 6. mengingat ia memperoleh dukungan mayoritas dari berbagai elite dan partai politik yang mendukungnya.

Ia tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas dan melakukan reproduksi. KAMI merupakan motor utama kegiatankegiatan angkatan “66” dan memainkan peran pokok dalam arena politik berikutnya.Jika suatu pemerintahan mengaku dirinya demokrasi. Voting Pada umumnya. baik itu dalam sistem pemilihan distrik maupun proporsial. sementara partai politik dilarang berdiri. H. Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia tidak sekedar mencakup hak-hak sipil dan politik. sosial and cultural rights. Namun. tetap saja di balik persamaan tersebut memiliki beberapa ketidaksamaan secara relatif. walaupun selalu ada hierarki-hierarki yang membedakan antar individu. seperti yang tercantum dalam international convenant on economic. TEORI-TEORI ILMU POLITIK Teori politik merupakan enterprise dan jika di telusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa. Umtuk mengimbangi hierarki status sosial dalam jabatan formal. 12. Persamaan Dalam suatu tatanan pemerintahan demokrasi. tanpa mengurangi makna sebagai negara kesatuan. 15. Desentralisasi Desentralisasi menjadi keniscayaan dalam pemerintahan Indonesia masa kini. persamaan merupakan ide fundamental dalam asas kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manisia dan . tetapi juga hak-hak ekonomi. 1. 16. berarti tidak ada otonomi bagi daerah. segala sesuatunya masih bersifat sentralistik. 1. dimana kesenjangan antara pusat dan daerah akan menjadi semakin timpang. 14. hal itu dapat dimetaforakan sebagai seekor harimau yang dikebiri. berarti sama halnya dengan tidak dapat menumbuhkembang kehidupan demokrasi yang sejati yang menghargai hakhak asasi setiap pribadi. 1. 1. Sebab tanpa desentralisasi. ada pajak progresif. Begitu pun dalam mengakhiri rezim orde baru yang otoritan. Untuk mengimbangi hierarki kekayaan. 13. 1. sosial dan budaya. ada masa pensiun. beberapa tokoh reformis dan mahasiswa Indonesia berhasil menurunkan Jendral Soeharto dari jabatannya kepresidennya melalui demonstrasi yang besar-besaran. sekarang pemungutan suara (voting) diberikan haknya kepada kaum laki-laki maupun perempuan dewasa. Demonstrasi Gerakan demonstrasi mahasiswa Indonesia tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa. Lagi pula selalu ada untuk mengimbangi bentuk hierarki-hierarki itu. 1. Dalam gerakan demonstrasi anti pemerinyahan Orde lama.

dan teori politik normative. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. Sebagian lagi menafsirkan institusiinstitusi yang ada sebagai bagian dari pola keseluruhan sejarah perkembangan.dan lain-lain. baik sebagai titik puncak dari perkembangan pranata. 2002: 787).sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik. 2002: 797).kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik(politisi. memulai dengan mempertanyakan apa jenis pengetahuan yang mungkin dalam masalah-masalah politik. Sprektum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme.dan lain-lain).teori politik formal. • Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. Selain itu.yakni teori politik empiris. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivism. Tujuannyab adalah meletakan prinsip-prinsip otoritas.keadilan. dimana pandangan tersebut adalh mungkinuntuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. • .kebebasan.mempertanyakan pengaturan politik serta social apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhankebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. serta melanjutkan pada masalah-masalah mempertahankan pengaturan institusi yang memberikan kekuasaan kepada rakyat sesuai dengan proporsi kapasitas untuk menggunakannya demi kebaikan masyarakat.pemilih. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah • Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip itu sendiri. Kelompok yang menonjol disini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu satu paying politk.birokrat. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. maupun sebagai tahapan persinggahan yang di persiapkan untuk digantikan oleh sesuatu yang lain. Sedangkan sebagian lagi. • Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang –kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori pilihan public (Miller. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. • Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->