Artikel Politik

POLITIK DAN KEKUASAAN
Oleh : Bayu Pramutoko,SE Pengertian Politik Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Tumpuan kajian ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu proses sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Miriam Budiharjo, 1992). Sistem itu menurut Deliar Noer (1983) meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Dengan demikian dilihat dari aspek kenegaraan, ilmu politik mempelajari negara, tujuan negara, dan lembaga negara, serta hubungan kekuasaan baik sesama warga negara, hubungan negara dengan warga negara, dan hubungan antar negara. Apabila dilihat dari aspek kekuasaan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari kekuasaan itu. Dilihat dari aspek kelakuan, ilmu politik mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan, dan kebijakan. Melihat penjelasan di atas, kajian ilmu politik meliputi: (1) teori ilmu politik, (2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik), (3) partai politik, dan (4) hubungan internasional. Minimal ada enam hal yang ditekankan dalan ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat. Sedangkan obyek ilmu politik meliputi dua hal yaitu, (1) material (obyek ini berwujud pada perjuangan memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan obyek negara, kekuasaan, pemerintah, fakta-fakta politik, kegiatan politik, dan organisasi masyarakat). dan (2) formal (pengetahuan, pusat perhatian). Dengan demikian, Syarbaini menyimpulkan ada lima konsep tentang ilmu politik, yaitu (1) sebagai usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan

kebaikan bersama, (2) segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah, (3) segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan, (4) kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum, dan (5) sebagai konflik dalam rangka mencari dan mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting. Sementara itu, menurut Maran (1999) politik merupakan studi khusus tentang cara-can manusia memecahkan permasalahan bersama dengan manusia yang lain. Dengan kata lain, politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi sumber-sumber dan berbagai sumber dava vang ada. Untuk itu diperlukan kekuatan {power) dan kewenangan {aiitliorlty). yang dipakai baik untuk membina kerja sama rnaupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses tersebut. Kekuasaan itu bisa dipakai secara persuasif bisa juga secara koersif (paksaan) Definisi lebih sederhana tetapi padat dapat dilihat dari pendapatnya Surbakti (1999) yang mengcitakan bahwa konsep politik merupakan intcraksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pcmbuatan dan pdaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertcntu. Arti politik yang terekam dari berbagai referensi ilmu politik disimpulkan tiga penjelasan. terdapat Pertama, rnengidentifikasikan kategori-kategori aktivitas yang membentuk

politik. Dalam hal ini Paul Conn menganggap konflik sebagai esensi politik. Kedua, menyusun suatu rumusan yang dapat merangkum apa saja yang dapat dikategorikan sebagai politik. Politik dapat dirumuskan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”. Ketiga, menyusun daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami politik. Melalui daftar pertanyaan diharapkan dapat memberi jawaban dengan gambaran yang tepat mengenai politik (Surbakti, 1992). jadi politik akan terkait dengan kekuasaan, negara dan pengaturan hidup bersama dalam upaya mencapai kebaikan bermasyarakat. Selain itu, dapat diketahui bahwa konsep-konsep pokok yang dipelajari ilmu politik adalah negara {state), kekuasaan (power), pengambilan kebijakan (decision making), kebijaksanaan (policy, beleiri), dan pembagian (di’-tribution), atau alokasi (allocation). Singkatnya, ilmu politik selain mempelajari tentang interaksi antara pemerintah dan

masyarakat untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama, yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah melalui perumusan dan Pelaksanaan kebijakan umum, juga membicarakan tentang berbagai upaya perebutan mencari dan mempertahankan kekuasaan. Menurut Weber, sosiologi harus bebas nilai (value free), tidak bias kepentingan atau keyakinan moral pribadi. Bias personal harus dihindari selama melakukan riset ilmiah. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin objektivitas kebenaran sosiologi. Dari konseptualisasi sosiologis yang disumbangkan oleh para tokoh ilmu sosial, selanjutnya dijadikan pijakan dalam merumuskan ruang lingkup sosiologi politik. Dalam operasionalnva, cakupan materi sosiologi politik terwujud dalam beberapa hal: (1) sosialisasi politik; (2) partisipasi politik; (3) perekrutan politik; (4) komunikasi politik. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Kerja sosialisasi politik meliputi pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial individu maupun kelompok. Dengan demikian, sosialisasi politik merupakan landasan sosiologi politik selain yang terpenting juga memegang peranan utama dan pertama bagi setiap tindakan politik. 2. Partisipasi Folitik Partisipasi politik ialah keterlibatan individu atau kelompok pada level terendah sampai yang tertinggi dalam sistem politik. Hal ini berarti bahwa partisipasi politik merupakan bentuk konkret kegiatan politik yang dapat mengabsahkan seseorang berperan serta dalam sistem politik. Dengan demikian, maka setiap individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya akan memiliki perbedaan-perbedaan dalam partisipasi politik; sebab partisipasi menyangkut peran konkrit politik di mana seseorang akan berbeda perannya, strukturnya dan kehendak dari sistem politik yang diikutinya. 3. Perekrutan Politik Pengrekrutan politik adalah suatu proses yang menempatkan seseorang dalam jabatan

bersifat pertukaran baik antara individu. akan selalu terkait dengan politik. kritikan. Atau suatu harapan. dan informasi yang saling diterima di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. perekrutan politik dapat ditempuh melalui dua jalan. reakasi-reaksi masyarakat terhadap sistem politik dan pejabat politik. 4. perekrutan yang bersifat formal yakni ketika seseorang menduduki jabatan politik direkrut secara terbuka melalui ketetapan-ketetapan yang bersifat umum dan ketetapan-ketetapan itu disahkan secara bersama-sama.politik setelah vang bersangkutan diakui kredibilitas dan lovalitasnya. Kedua. ” Sepintas lalu. Pertama. Perekrutan politik merupakan konsekuensi logis dalam memenuhi kesinambungan sistem politik dan adanva suatu sistem politik yang hidup dan berkembang. janji dan saran-saran pejabat politik kepada masyarakatnya yang berdampak terhadap perubahan atau nwmperteguh tindakan-tindakan politiknya agar dilaksanakan stau tidak dilaksanakan. pernyataan di atas memberikan alasan kemustahilan jika masyarakat terpisah . dan pasti. berurusan dengan MASYARAKAT DAN POLITIK A. Perekrutan ini dilaksanakan melalui seleksi atau melalui pemilihan. Dalam operasionalnya. ajakan. perekrutan tidak formal yakni usaha seseorang tanpa suatu proses terbuka sehingga seseorang itu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekati orang lain untuk diberi posisiposisi tertentu. menurut Franz Magnis Suseno (1991) nkan mencakup lingkaranlingkaran kelembagaan hukum dan negara serta sistem-sistem nilai dan ideologi-ideologi yang memberikan legitimasi ” kepadanya. Landasan-landasan di atas merupakan proses-proses politik yang mesti ada dan berjalan dalam suatu sistem politik dan embaga-lembaga politik ketika akan. Komunikasi Politik Komunikasi politik ialah suatu proses penyampaian informasi politik pada setiap individu anggota sistem politik atau informasi dari satu bagian sistem politik kepada bagian yang lainnya. Informasi tersebut bersifat terus-menerus. Informasi itu bisa dalam bentuk harapan. Dimensi politik dalam masyarakat. individu ke kelompok maupun kelompok ke kelompok yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. Hubungan Masyarakat dan Politik Dalam kerangka dimensi-dimensi sosial masyarakat.

penghasilan. Undang-undang perpajakan. Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20). undang-undang tentang 1 jangka panjang. Pengertian di atas tidak semata merujuk kepada masyarakat modern. Hubungan itu tentu pula berada dalam unit yang sekecilkecilnya. adalah dua sisi mata uang. adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya ” masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara. negara. Pertama. Menurut Deliar Noer terdapat hubungan masyarakat dengan politik pada aspek kekuasaan. Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannva memiliki makna pengaturan. baik untuk jangka pendek maupun untuk kelompok. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu. la menegaskan bahwa prasyarat “. orang-orang yang dikuasainya. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga. Suatu pengaruh atau ” wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya. Kedua.’ Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh . Apa yang ditegaskan Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk. makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. kendati saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan ” dalam realitas sosialnya. Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. kabilah dan lain sebagainya. hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin. la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya : masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. manusia adalah makhluk yang tahu dan mau. singkatnya adalah negara. atau sebaliknya. baik pada lingkup individu maupun .dengan politik. mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macam : ada yang disebut kerajaan. peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. Politik dan ” masyarakat. pemimpin Rukun Tetangga. melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun sepanjang sejarah kehidupan manusia.

dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya. yakni dengan izin penguburannva misiilnya. undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis. sebagai ber’kut. Secara deskriptif Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat. “Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang . bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat. Dengan kata lain.d. “Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan. 1986) sebagai ‘berikut. namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama. Eratnya hubungan masyarakat dan politik.” Kutipan di atas menunjukkan. juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof. sebaliknya. Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib. Penyimpangan dari padanya akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa ampun. e. Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa. bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara. Sebab. Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. jangankan masih hidup. kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara.. setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatanikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara.organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak). Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong suatu kententraman batiniah (tentrem.

kendati pada kerangka nilai harus dipisahkan mana hubungan yang dapat dibenarkan dan mana hubungan vang tidak terpuji. pengaturan dan penerbitan. Bahwii secara ekstrim. untuk menghindari pertentangan nilai dalam hubungan itu. peluang.r-bungan antara masyarakat dan politik. melalui hubungan masvarakat dan politik dapat menimbulkan suatu permusuhan dan peperangan andai hubungan itu dilepaskan dari kerangka-kerangka nilai yang berlaku di tengah masvarakat. Sebagai wahana ikatan dalam bertindak. . kebudayaan dan kekayaan alam lingkungannya.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: 1. Sebagai simbol kebersamaan 2. Tetapi politik tersebut telah ternodai oleh lepasnya ikatan-ikatan moral dan telah lepas dari substansi politik dalam fungsinya untuk tertib bermasvaraka. Hayes (1950: 128). Sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib 4.memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara. yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya.t. suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama. dalam kerangka kecil maupun besar akan mengarahkan fungsi-fungsi hubungan antara anggota masyarakat sehingga setiap diri masyarakat selalu mendapatkan kesempatan. maka hubungan masyarakat dan politik dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memupuk simpati antar anggota masyarakat seperti pengabdian bersama. wadah aktualitas. Sebagai wujud identitas bersama 3. sehingga politik pada akhirnya berekses pada pemusnahan suatu masvarakat oleh masyarakat yang lainnya. hal ini tetap harus diakui sebaga. Perang dunia I dan dunia II yang disusul dengan Perang dingin ( Ketegangan hubungan antara kekuatan liberal dan komunis ) sesungguhnya merupakan refleksi hubungan masyarakat (dunia) dengan politik. Namun demikian. . Maka politik. Namun seperti diungkapkan oleh Carlto • J. perbaikan dan pembaharuan serta rasa pembelaan kepada wilayah.H.

Faktor tingkah laku masyarakat yang dapat dipahami dengan baik oleh sebuah proses politik yang dijalankan. mendapatkan dukungan dan mendapatkan wilayah geraknya. Dengan pengrekrutan maka sistem politik akan kuat. Hal yang sama terjadi pada pengrekrutan politik. Pengenalan ini sangat berguna bagi masyarakat. Melalui sosialisasi politik. Pengrtian-pengertian. efektif bagi proses itu sendiri. Di sini masyarakat akan mengetahui proses polilik dari segi strukturnya. yakni mengenali. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik itu secara niscaya dapat dikatakan agar proses politik tidak berjalan sekehendaknya. Di sini harus diakui bahwa komunikasi politik tak sekedar media penyerapan informasi. ancaman yang dikeluarkan masyarakat untuk negara atau partai politik. lebih dari itu sebagai arena pemupukan kesadamn bagi masyarakat dan bagi proses politik itu sendiri. janji. Pemilihan umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses politik di Indonesia akan dapat diikuti tahapan-tahapan dengan baik apabila masyarakatnya telah mengenali Pemilu dari segi keharusan-keharusannya dan dari segi larangan-larangannya. akan berguna sebagai referensi tindakan-tindakan politik yang nontinya baik input maupun output berguna bagi masyarakat dar. atau oleh negara dan partai politik kepada masyarakat sesuatu yang paling mungkin terjadi melalui komunikasi politik.Timbal Balik Antara Masyarakat dan Proses Politik Proses-proses politik sebagaimana telah diuraikpin terdahulu •bagai landasan konseptual) oleh Rush & Althoff (1995: 22-25) esungguhnya harus dipahami sebagai proses politik yang melahirkan timbal balik antara masyarakat satu pihak dan politik di pihak lain. maka masyarakat akan menemukan legitimasi dan kewibawaan dalam menentukan aktulisasi peran dirinya tanpa merasa berposisi yang dikesankan masyarakat dan bernegara” di zaman kuno sebagaimana tlilukiskan oleh Larry Siedentof (dalam Miller & Siedentof. 1986) Pada komunikasi politik. Begitu pula yang terjadi pada partisipasi politik. Dengan direkrutnya masyarakat ke dalam proses politik. suatuu proses politik akan berjalan baik dan akan memberikan makna bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat manakala masvarakat akan berarti bagi masyarakat itu sendiri dalam rangka menghapus kesan dirinya terasingkan dalam proses politik yang akan dijalankan oleh negara umpamanya. harapan. masyarakat akan mengenali suatu sistem politik yang berlaku di sekitarnya sehingga masyarakat inemberikan reaksi terhadap gejala-gejala dari sistem politik itu. perilaku yang dikehendakinya dan lain sebagainya. melainkan atas dasar pertimbanganpertimbangan masyarakat baik yang berposisi selaku subjek politik maupun objek politik. dan bagi proses politik telah memiliki ruang untuk dikenali masvarakat sehingga proses politik tidak canggung untuk disosialisasikan. timbal balik masyarakat dan proses –Politik barangkali dapat disebut sebagai timbal balik yang paling mudah menemukan wujudnya. Secara mengesankan Magnis-Suseno (1986:152) mengatakan sebagai berikut: “Pembangunan politik .

menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada. Pembangunan politik tidak secara kasar mencampuri proses-proses hidup. walaupun proses proses politik dirasakan sangat penting. Pemerintah menarik kembali SDSB. mengingat kehidupan politik menurut Ibnu Khaldun . maka proses politik hendaklah memperhatikan realitas kultural masyarakat itu sendiri. Di sini. Sebagai contoh. tinggal memilih sebuah konsekuensi yang termudah. tegas George & Wilding. namun lebih dari itu proses politik akan memaklumi setiap kehendak masvarakat. dalam kesadaran tahu diri. Contoh ini menunjukkan bahwa proses politik yang diambil oleh suatu kelompok atau pemerintah yang proses itu bertentangan dengan masyarakat. pemerintah Indonesia pernah melakukan tindakan politik (yang tak sekedar tindakan ekonomi) dengan mengesahkannya SDSB. apa vang dikhawatirkan oleh Geertz. secara gamblang diakui oleh Clifford Geertz (1992: 144). maka akan menimbulkan anarkis yang menggetirkan. walau mungkin kehendak itu secara relatif dipandang menghalangi proses politik yangseharusnya. Kendati jalan mengkompromikan jelas lebih baik karena pada upaya itu upaya timbal balik dapat din-iaknai secara lebih mengesankan. Masyarakat Indonesia yang agamis menolaknya dan karenanya timbul gelombang unjuk rasa yang amat dahsyat. melainkan penuh hormat.harus yang dituntut oleh pendekatan sistem bekerja sama dengan dan berdukung pada subsistemsubsistem yang ada. Dengan adanya timbal balik itu. maka dengan sendirinya masyarakat dapat mengenyampingkannya bahkan mungkin secara mengkristal berbuntut perlawanan. bahwa proses-proses politik tak sekedar menampakkan wujud institusi formalnya. Dan hal ini sebagai bukti bahwa suatu proses politik yang tak mencerminkan hubungan timbal balik antara kepentingan politis disatu pihak dan kepentingan masyarakat pada pihak lain akan berakhir secara mengenaskan. pada kekuatan-kekuatan yang bekerja. negara. Suatu hubungan timbal balik akan dirasakan oleh masyarakat dan negara dalam melakukan proses politiknya. menurut Vie George Paul Wilding (1992: 21) apabila proses politik tak sekedar mencerminkan para elite strategis negar itu saja.” Kutipan di atas mencerminkan bahwa agar proses politik memiliki hubungan timbal balik dengan masyarakat. apabila proses politik sudah mengenvampingkan realitas kultural realitas masyarakat. Jalan ke luar di atas sangat penting. lebih dari itu harus ada kesediaan untuk mencerminkan kehendak masyarakat. Sebab. dan seyogyanya kehendak itu dijabarkan oleh proses politik itu sendiri. apakah mengenyampingkan kehendak politiknya atau justru kehendak masyarakatnya. teruji dan terpuji.

namun lebih dari itu memahami dan memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan. Sebab pada solidaritas itu. Karena itu. Tolong-menolong untuk kepentingan mencapai tujuan bersama tidak akan terealisasikan. Kehendak politik melalui tanpa masyarakat niscaya proses politik akan berjalan hampa.(dalam Zainuddin. masyarakat saja tanpa adanya proses-proses politik vang dilalui. Dengan demikian. komunitas hidup yakni komunitas negara yang karena ada keduanya tatanan kehidupan akan berjalan secara normal asalkan keduanva mencmpatkan dalam posisi sejajar dalam suatu hubungan yang saling membutuhkan. Begitu sebaliknya. Onghokham dalam karyanya itu sempat mengidentifikasi beberapa kegagalan peristiwa politik sepanjang sejarah Indonesia yang dirasakan lagi. Tanpa kehidupan dan proses politik yang timbal balik. dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat. dimana setiap individu membutuhkan orang lain di dalam suatu jaringan hubungan yangsaling masuk dengan yang lainnya. proses politik harus dipahami sebagai mekanisme yang menjadikan masyarakat segala kehidupannya berjalan lancar. 1992: 93). sebagaimana dikerangkakan oleh Maurice Duverger (1993 : 351) hendaklah mencerminkdn suatu solidaritas antar keduanya. Barangkali proses politik Indonesia merdeka tak pernah terwujud sampai hari ini apabila masyarakat saat itu tak membutuhkan kemerdekaan. haruslah dipandang bahwa antara masvarakat dengan proses politik merupakan. sampai secara tuntas mencoba menelusuri hubungan timbal balik antara proses politik vang ditempuh oleh negara dengan rakyat (masyarakat) sebagai unsur kekuatan dominannya. timbal balik antara masyarakat dan proses Politik itu tidak sematamata diukur oleh saling pengertian dan memahami hakikat masyarakat dan hakikat politik yang dijalankan. merupakan akibat dari struktur komunitas hidup. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik lebih dari yang telah dipaparkan. saling terkait dan saling menentukan. terutama diplomasi. Onghokham dalam karyanya “Rakyat dan Negara” (1991). tegas Duverger. maka kehidupan masyarakat tak akan teratur. Dengan kata lain. akibat peristiwa itu tidak mampu menggerakkan solidaritas masyarakat. dan proses politik yangada hendaklah merupakan refleksi dari merealisir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan vang ada dalam masyarakat secara adil dan penuh perikemanusiaan. Dan ia . tentu Indonesia merdeka akan menjadi sebuah mimpi masyarakat sampai hari ini. dan Bahwa masvarakat hendaklah menjalankan fungsinya sesuai dengan proses politik vangdijalankan .

New Park London. otoritas dan Demokrasi.pun mencatat. Tom. Meriam. Budiharjo. Carter. 1986. A Discipline Devided: School and Sects in Political Science. New Delhi: Sage Publication. digambarkan oleh Onghokham merupakan basis penentu keberhasilah politik.2002. Daniel T. Ramlan. Almond. Gabriel A. Memahami Ilmu Politik. Xii. 1985. 1986. Rineka Cipta. Sosiologi Politik.Suko. 4 Oktober. Rajawali Pers. Kediri : P. 1999. Analisis Politik Modern. 1992. Surbakti.. Dasar-dasar ilmu Politik. 1994. Gambaran Onghokham di atas sekaligus merupakan suatu jawaban yang cukup lugas suatu hubungan politik dan nnasyarakat dimana hubungan itu terjalin karena terdapat timbal balik antara politik dan kehendak-kehendak masyarakat. 1992. Susilo. Jakarta: PT. Jakarta : Gramedia. 1990. Balandier. Jakarta. Dahl. Sosiologi Politik. yang tidak saja terjadi di Indonesia. Jakarta. bahkan politik dijalankan atas dasar kehendak masyarakat itu sendiri BAHAN BACAAN Alfian.T Jenggala Sparingga. Georges. setradisional apapun peristiwa politik yang terjadi karena mendapatkan dukungan masyarakat secara massif dan peristiwa-peristiwa itu oleh masyarakat terasa menjadi tanggungjawabnya dan menjadi miliknya. Gramedia Widiasarana Indonesia. Robert.. Bottomore. namun terjadi pula pada negara-negara jajahan yang terbebas dari belenggu penjajahan. 1999 “ Masa Depan Indonesia sebuah analisis Wacana tentang Perkembangan Civil Society” masyarakat Kebudayaan dan Politik. Gramedia. Jakarta bumi Aksara. April. Masyarakat Politik 07:18 Risya_anjani elf No comments Masyarakat Politik . Jakarta. Begitu dahsyatnya suatu timbal balik antara proses politik dengan masyarakat. No. Antropologi Politik Jakarta : Rajawali Pers. Masalah dan prospek Pembangunan Politik Di Indonesia. Th.

maka diperlukan adanya komunikasi politik. agar kepentingan seseorang atau suatu kelompok diketahui oleh pihak lain dan dijadikan sebagai pokok bahasan. Komunikasi politik adalah semua kegiatan dalam sistem politik yang dimaksudkan agar inspirasi dan kepentingan politik warga negara diakomodasi menjadi berbagai kebijakan. menggunakan kekuasaan. Negara dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah disepakati. masyarakat politik dapat diartikan sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan “aktivitas tertentu” yang berhubungan dengan bagaimana caracara memperoleh kekuasaan. Kelompok kepentingan bisa menghimpun ataupun mengeluarkan dana dan tenaganya untuk melaksanakan tindakan-tindakan politik. karena politik menjadi gelanggang bagi persaingan gagasan dan kepentingan warga negara. Budaya Politik (Political Culture) Menurut Almond dan Verba. Perilaku Politik (Political Behavior) Perilaku politik dapat dinyatakan sebagai keseluruhan tingkah laku. Bentuk Aktivitas Uraian 1. walaupun memiliki tujuan yang sama. Di dalam masyarakat politik. pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. Jadi. tidak setiap warga negara memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan tujuan bersama. Jika kehidupan politik yang demokratis diterapkan. Pada masyarakat politik. kelompok penekan adalah kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah. tolong menolong untuk mencapai tujuan yang sama guna memenuhi kebutuhankebutuhan dasarnya agar dapat bertahan hidup”. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Adalah kelompok/organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. maka kehidupan masyarakat politik akan menjadi sangat dinamis. Warga negara mengidentifikasikan dirinya dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. Adapun cara yang digunakan dapat melalui persuasi. Karena kelompok-kelompok yang berbeda akan mencoba memperjuangkan berbagai kepentingannya melalui saluran komunikasi politik yang ada. Kelompok Penekan (Pressure Group) Menurut Stuart Gerry Brown. Untuk itulah politik ada. politik dan warga negara yang telah saling memiliki hubungan antara pemerintah dan masyarakat.Dasar organis pembentukan masyarakat adalah “Keinginan manusia untuk hidup bersama atau kerjasama. Namun. budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. interaksi setiap individu maupun kelompok memiliki cirri-ciri sebagai berikut. usaha-usaha mempertahankan kekuasaan. propaganda atau cara lain yang lebih efektif. 3. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa masyarakat politik bukanlah masyarakat yang statis. 4. Tujuan bersama menjadi salah satu hal yang mendasari kepentingan manusia untuk membentuk organisasi atau kelompok bersama. industriawan dan asosiasi lainnya. biasanya mereka berada di luar tugas partai politik. . Mereka antara lain: kelompok pengusaha. pengendalian kekuasaan. wewenang dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. 2. dan sebagainya. antara lembaga pemerintah dan antara kelompok masyarakat dalam rangka proses pembuatan. Untuk dapat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan tujuan negara tersebut diperlukan adanya kekuasaan (authority). No.

misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. upaya-upaya mewujudkan tujuan. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol. B. melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. pengambilan keputusan. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut. Presiden dan Wakil Presiden.wikipedia. Mahkamah Konstitusi. Pengertian sistem politik a. DPR. Kelompok kepentingan (Interest Group). dan yudikatif ). . sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia 1. politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif. Tokoh Politik (Political Figure). Alat/Media Komunikasi Politik. sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. eksekutif. yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output).Sistem Politik Indonesia Dalam perspektif sistem. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik. Komisi Yudisial.org/wiki/Sistem_politik A. Dalam perspektif ini. Pengertian sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan. DPD. Ormas. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR. lembaga-lembaga politik. Mahkamah Agung. media massa. dan perilaku politik. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Kelompok Penekan (Presure Group). Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat. http://id. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara.

dan kelembagaan yang demokratis. prinsip. Pemerintahan yang bertanggung jawab 6. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. organisasi kemasyarakatan. khususnya dari pemerintah dan agama. dan kelompok-kelompok penekan Masyaralat politik adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan . penegakan hukum. prosedur. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia : Sistem politik yang didasarkan pada nilai. ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. Sistem Politik Di Berbagai Negara a. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka. pertukaran gagasan yang bebas. Sistem peemrintahan presidensiil 1. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. Bentuk Republik 4. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik c. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. Sukarno. 4. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah b. Negara berdasarkan atas hukum 3. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Sistem Perwakilan 7. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat b. sistem politik adalah sekumpulan pendapat. Sistem Politik Di Negara Liberal : Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok. peniadaan hak milk pribadi. Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik.b. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri a. c. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan. prinsip. Macam-macam Sistem Politik 3. SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng 2. dasar dasar pemerintahan. tidak adanya oposisi. Sistem Politik Di Negara Komunis : Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. Ide kedaulatan rakyat 2. tentara dan organisasi kemasyarakatan. bukan tujuan pribadi. peniadaan hak-haak sipil dan politik. pembatasan kekuasaan. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas c. Politik pada dasarnya menyangkut tujuantujuan masyarakat. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik.

selain terkait dengan tata hukum. Adanya hukum yang mengatur pergaulan antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri. yang perlu di garis bawahi disini adalah. adanya kemandirian yang cukup tinggi dari individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tidak GOLPUT pada saat pemilu. memiliki tujuan yang mengikat seluruh anggota masyarakat. mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara. Bahkan keduanya beranggapan bahwa civil society adalah pemerintahan sipil yang membedakan diri dari masyarakat alami-yang muncul sebagai prakondisi civil society. Ketiga. Sedangkan ciri-ciri masyarakat politik: terdapat kelompok yang memerintah dan kelompok yang diperintah.Cirinya cuman Satu yaitu suka NGOMONGIN Politik dimana saja.kekuasaan negara. Bisa di katakan bahwa proses membentuk civil society itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. tata cara pemilihan dan penetapan Presiden. menurut Cicero merupakan masyarakat yang telah menundukan dirinya di bawah supremasi hukum (civil law) sebagai dasar yang menentukan hidup bersama."Masyarakat politik adalah masyarakat yang memahami arti penting hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kedua.pada hakekatnya adalah sebagai sebuah konsep yang berasal dari proses sejarah masyarakat Barat merupakan cerminan sebuah tatanan sosialkemasyarakatan yang antara lain dicirikan tiga hal. partai poilitik. utamanya tatkala berhadapan dengan negara. adanya ruang publik bebas (free public sphere) sebagai wahana bagi keterlibatan politik secara aktif dari warga negara melalui wacana dan praksis yang berkaitan dengan kepentingan publik. Tapi. Sementara Rousseau menggarisbawahinya lebih lanjut dengan mengatakan bahwa masyarakat politik itu tercipta lewat adanya kontrak sosial(social contract). Masyarakat kota. Misalnya. ada system pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat. misalnya mengidensipikasikan civil society sebagai " masyarakat politik" (political society). Pertama. DPR). Ciri dari civil society. nyaris selang berabad-abad lamanya setelah istilah tersebut tenggelam. misalnya. tata cara pemilihan badan legislative (parlemen. adanya kemampuan membatasi kuasa negara agar ia tidak intervensionis. Locke.Konsep civil society model Cicero di maksud sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. ada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan sistem pemerintahan. ciri-ciri masyarakat politik: a) Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif b) Bersifat kritis dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah d) Dalam penyelesaian masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah c) Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya . Di masa selanjutnya. (Lembaga eksekutif). ternyata konsep civil society Locke dan Rousseau belum membedakan antara civil society dengan negara. juga dalam konteks ekonomi dan perkembangan zaman yang mampu menyejahterakan dan memuliakan hidup sebuah masyarakat beradab. dapat menerima perbedaan pendapat yang ada. Mencari akar defenisi dari konteks Barat. kapan saja dan dengan siapa saja. John locke dan Rousseau menghidupkannya kembali sebagai istilah yang di pakai dalam menganalisis hubungan masyarakat dengan politik.

Teori Strukturisasi Giddens: Hubungan Negara-Masyarakat Secara konseptual, mengkaji negara tidak dapat dilepaskan dari mengkaji masyarakat, begitu juga sebaliknya. Keduanya selalu dalam keadaan berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sebagaimana dikemukakan oleh Chandoke (1995): Argumen pertama studi ini yaitu sifat negara dapat dipahami dengan mengacu ke politik civil society. Kedua, civil society tidak dapat menampilkan fungsinya menuntut negara bertanggungjawab kecuali jika civil society sendiri didemokratiskan. Studi ini mempermasalahkan negara dan civil society. Perkiraan dasar studi ini adalah bahwa tidak ada teori negara tanpa teori civil society, dan secara bersamaan, tidak ada teori civil society tanpa teori negara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori strukturisasi yang dikembangkan oleh Anthony Giddens untuk menjelaskan relasi negara-masyarakat. Sebetulnya teori Giddens bukanlah konsep tentang hubungan negara-masyarakat yang lazim dikenal dalam Ilmu Politik, namun ia memiliki daya penjelas yang sangat berguna. Teori Giddens digunakan karena sering seimbang dan jukstaposisi memposisikan negara dan masyarakat. Selain itu ia memiliki “fleksibelitas” jika dipakai menganalisis relasi negara-masyarakat yang sifatnya kompleks. Prinsip fleksibelitas dan jukstaposisi inilah alasan utama penulis menggunakan teori strukturisasi Giddens dalam penelitian ini. Teori strukturisasi, yang merupakan konsep epistemologis yang mendasari karya-karya Giddens sesudah tahun 1980, adalah masalah yang paling fundamental dan akrab dalam ilmu sosial. Dua komponen penting yang ada di sini adalah “struktur” dan “agensi”. Giddes mengartikan “struktur” sebagai “rules and resources” yang dipakai pada proses produksi dan reproduksi sistem sosial. Sementara “agensi” (agency) ialah individu yang prepetrator (yang berbuat). Persoalan “struktur” dan “agensi” adalah tema lama, namun banyak sosiolog yang masih melihat keduanya secara berat sebelah (Giddens, 1984). Giddens dianggap sebagai orang pertama yang berhasil menyeimbangkan relasi struktur dan agensi. Giddens juga diakui telah mengelaborasi formulasi teori strukturisasi yang sangat orisinal, dalam formulasi yang lebih jauh lebih sophisticated dalam detailnya dan jauh lebih sugestif dalam aplikasinya daripada teori strukturisasi versi lainnya.1 Giddens tidak memandang struktur dan agensi sebagai dua hal yang berbeda karena, jika demikian, akan memunculkan dualisme struktur-agensi. Struktur dan agensi harus dipandang sebagai dualitas (duality), dua sisi dari koin yang sama. Keduanya berhubungan secara

dialektik, dalam arti struktur dan agensi saling mempengaruhi dan hal ini berlangsung terusmenerus. Struktur mempengaruhi agensi dalam dua arti: memampukan (enabling) dan menghambat (constraining). Jika ditafsirkan, enabling bisa berarti bahwa jika suatu hal (struktur) dilakukan atau dipenuhi, sekalipun hal itu mungkin sulit/menghambat (constraining), maka pada akhirnya hasilnya akan memampukan (enabling) struktur. Karena itu, dalam teori Giddens, struktur juga sekaligus menjadi medium (Manan, 2005). Di sisi lain agensi juga dapat mempengaruhi struktur. Agensi dapat meninggalkan struktur, dan tidak selalu tunduk kepadanya. Agensi dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan keluar dari aturan tertentu yang baku. Oleh Giddens keadaan ini disebut sebagai dialectic of control, yaitu kemampuan agensi dalam melawan kontrol dan struktur. Konsep dialectic of control dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, dalam suatu negara (struktur) yang mengontrol ketat warganya (agensi), tidak berarti masyarakat kehilangan celah sama sekali untuk keluar dari jeratan kontrol negara (struktur) itu (Giddens, 1987). kreatifitas dan logika masyarakat akan mampu menciptakan ruang bebasnya sendiri, meski mungkin tidak bersifat frontal dan oposisional2. Karenanya dalam teori strukturisasi ini, agensi tidak boleh dilihat sebagai sosok yang bodoh, apatis atau fatalis. Hal serupa berlaku juga pada negara. Sekalipun posisinya lemah dan terpojok, negara tetap mampu secara kreatif mengembalikan posisi superior atas masyarakat, atau minimal tidak kehabisan daya represifnya atau surveillance dalam istilah Giddens terhadap masyarakat. Sebagai pemilik kekuasaan, teori strukturisasi melihat kekuasaan sebagai turunan dari reproduksi struktur dominasi (structures of domination), negara akan selalu menjaga struktur dominasi berkaitan dengan perbuatan allocative resources yang bersifat dunia material dan authoritativer resources yang bersifat dunia sosial. Aktor-aktor negara yang mempunyai kepentingan dan preferensinya sendiri, sangat berkepentingan untuk memperebutkan dua macam resources ini (Giddens, 1981). Selanjutnya, sasaran analisis tidak terbatas pada struktur atau pun agensi, melainkan pada apa yang disebut oleh Giddens sebagai “Social Practice”, yaitu menyangkut aktivitas kesehairian manusia dalam dunia sosial, Giddens menegaskan: Domain dasar ilmu sosial, menurut teori strukturisasi, yaitu bukan pengalaman aktor individu atau pun keberadaam bentuk totalitas masyarakat apa pun, tetapi praktis sosial yang ditata melintasi ruang dan waktu. Aktivitas-aktivitas sosial manusia, seperti hal pengembang-biakan diri dalam alam, adalah rekusif.

Kalau negara adalah struktur dan masyarakat adalah agensinya, maka relasi negaramasyarakat dipahami dalam konteks social practice itu. Konflik atau kontestasi antara negara dan masyarakat dipicu oleh tarik menarik surveillance (pengawasan) yang dilakukan negara dengan citizenship rights (hak warga negara) yang dimiliki masyarakat. Tiga citizenship rights tersebut yaitu civil rights (hak untuk bebas), political rights (hak untuk memilih) dan economic rights (hak mendapatkan pekerjaan yang layak). Kepercayaan masyarakat (trust) pada negara bisa saja hilang atau berkurang manakala ketiga citizenship rights terusik atau tidak dipenuhi oleh negara.3 Untuk menghindarkan ketegangan itu, Giddens menegaskan perlunya hubungan kemitraan antara keduanya, yang saling memberikan kemudahan dan mengontrol. Artinya, negara dan masyarakat tidak dilihat sebagai dua kutub yang antagonistik. Dengan model ini, negara tidak mendominasi masyarakat, juga sebaliknya. Masing-masing dapat memasuki wilayah lainnya demi kepentingan dan kebaikan keduanya, tanpa ada maskud mendominasi pihak lain. bila hubungan kemitraan ini bisa terwujud, demokrasi menjadi lebih prospektif untuk ditegakkan (Giddens, 1999)

Referensi: Chandoke, Neera., 1995. State and Society, Exploration in Political Theory. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd Giddens, Anthony., 1981. A Contemporary Critique of Historical Materialism. Berkeley and Los Angeles: University of California Press ________________., 1984. The Constitution of Society Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press ________________.,1987. The Nation-State and Violence. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. ________________.,1999. Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Manan, Munafrizal., 2005. Gerakan Rakyat Melawan Elit. Yogyakarta: Resist Book

Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya.DASAR-DASAR ILMU POLITIK BAB I PENDAHULUAN Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. sehingga penyusunan makalah dengan judul Dasar-dasar Ilmu Politik dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang dasar-dasar ilmu politik. berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsung. A. Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi. Latar belakang Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung. akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. bantuan serta saran dari berbagai pihak. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada. . karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social. politik maupun wacana kehidupan sehari-hari. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. dari awal sampai selesai.

Partisipasi menurut Samuel P. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa “salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik.B. kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah. calon-calon politik. pejabatpejabat partai. . Tujuan Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat. Pertama. Ketiga. adanya kebebasan dan adanya aturan main. kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan. Hutington dan Jean Nelson adalah “…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk. Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi. maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang. karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat. baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”. mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik. ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya. Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi. dan looblyst profesional yang bertindak di dalam perananpernan itu. Kedua. Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik. individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah…” Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya.

damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah. fokus. dan dalam perkembangan ini mereka . jaman baru. C. Setiap pemikir politik dan ide pemikirannya dikupas dan dihubungkan dengan pemikiran politik dewasa ini. Manfaat Makalah ini di buat bertujuan untuk memperkenalkan Ilmu Politik secara menyeluruh dan memberikan pemahaman dasar-dasar ilmu politik serta berbagai masalah yang erat kaitannya dengan ilmu tersebut. aspek power dan ekonomi politik dalam hubungan internasional. yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihanpilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. dan ruang lingkup yang jelas. politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai berbagai macam pandangan teoritis terhadap peranan ekonomi politik dalam hubungan internasional. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Secara etimologis. Masuknya paham liberal ke Indonesia mengubah struktur sosial ekonomi dan politik bangsa Indonesia. Untuk memahami ide-ide politik atau pemikiran politik secara umum yang ada pada jaman klasik. rangka. antropologi. sampai pada pemikiran politik dewasa ini. Untuk memberikan kerangka berpikir teoritis dalam memahami poiltik internasional sebagai salah satu bagian terpenting dalam studi hubungan internasional. Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis. masalah-masalah politik lingkungan hidup global dalam hubungan internasional. ekonomi. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuantujuan itu.Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat. perusahaanperusahaan multinasional (MNCs). dan psikologi. Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. tradisi-tradisi filosofis yang mendasari teori-teori besar politik internasional saat ini. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Memberikan kemampuan untuk mengenali dan memahami keadaan sosial dan politik Indonesia yang ruang lingkupnya dimulai dengan munculnya zaman modern. seperti sosiologi. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. BAB II TOTAL SINOPSIS Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik.

ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”. yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). Gilchrist. Akan tetapi. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) . Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman. dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Jadi. Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli . apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut. dan Belanda dalam rangka imperialisme. Pendapat ini didukung juga oleh R. Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu : • Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre).prinsip pemerintahan. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Amerika Serikat. pengaruh dari ilmu hukum. Austria. maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya.saling mempengaruhi. terutama moral philosophy. Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”. misalnya: • • • Menurut Bluntschli. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Namun demikian. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan.N. politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan. Jerman. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris. Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan. dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Menurut Seely dan Stephen Leacock. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat. Teori valuational . Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip.

misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi. karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina. ada Konfusius. dan lainnya. seperti dalam karya Herodotus. Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Mencius.Sekarang. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra.M. Plato. serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan. sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik. Selain ilmu hukum. • Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma. sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum. dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri. konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai .M. Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi. seperti di Universitas Riau.ini terdiri dari filsafat politik. ideologi dan politik sistematis. telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno. dan Shan Yang(±350 S. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S.). Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19. masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda. membuat peningkatan pada masa Romawi. Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat. misalnya di Amsterdam. dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. berasal kira-kira dari tahun 500 S. hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah. Di antara filsuf Cina terkenal. Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat. tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan. karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat. pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan.M. Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum. Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan. dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904. Aristoteles. Sejak orang mulai hidup bersama.

antropologi budaya. dan hukum masih berlaku hingga saat ini. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. seperti yang dinyatakan Harold D. Kaplan. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda. Ilmu politik memiliki beberapa konsep. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara. dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948. A. dan Polandia. dan kriminologi) di perguruan tinggi.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negaranegara barat pada pendekatan tradisional. Harold D. filsafat. sosiologi. Kaplan dalam Power and Society: “Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. Di negara-negara Eropa Timur. bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik. diantaranya negara Barat. maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. Sesudah keruntuhan komunisme. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan. 1. sumber kekuasaan. Laswell dan A. Authority (Kewenangan) .” 2. wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik. di samping India. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik. Berikut pembahasannya secara ringkas. ilmu politik berkembang pesat. kekuasaan adalah kemampuan untuk. Laswell dan A. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge.” Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas. Berkat hal ini. Meksiko. pendekatan tradisional dari segi sejarah. dalam suatu hubungan sosial. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. seperti UNESCO. Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan. Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional. proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi. dan ekonomi.diterima oleh masyarakat. Inggris dan hasilnya disusun oleh W. Kemudian. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan. psikologi.

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya. 3. Influence (Pengaruh) Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya, dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan, pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati, dan karena itu sering berhasil. 4. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi, untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. Dalam politik, persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta, tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. 5. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. Dengan demikian, di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi.

6. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. Oleh karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu, tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber, diantaranya kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Jika bawahan melanggar perintah atasan, maka bawahan bisa dikenai sanksi. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Misalnya di Indonesia, alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat, maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Jack H. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku, serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang direktur bisa memecat seorang karyawan, tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa, jadi menunjuk pada pelaku organisasi, atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya, baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris), dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Semakin timpang hubungan ini, maka makin kuat ketergantungannya. Hal ini disebut hegemoni, dominasi, atau penundukan oleh pemikir abad 20. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan, tapi dari segi lain, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Salah satunya, kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber-sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan

politik, maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, termasuk peratuaran perundang-undangan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik, selain konsep lainnya. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber, misalnya kekayaan, kedudukan, dan kepercayaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan, tetapi keduanya berbeda. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik, dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Definisi-definisi mengenai Negara, antara lain adalah : 1. Roger H. Soltau, “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2. Harold J. Laski, “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Max Weber, “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Robert M. Maciver, “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder).

yaitu sifat hakiki. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Di samping partai. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. bagaimana kekuasaan dijalankan. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Harold D. Kaplan dalam Power and Soceity. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. pemegang.J. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Dalam menjalankan fungsinya. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Terdapat juga kelompok penekan. dasar. proseproses. terdapat kelompok kepentingan. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) . Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Kekuasaan (asal-usul. Laswell dan A. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. sementara di sistem presidensil oleh presiden. ruang lingkup dan hasil-hasil”. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan.

antropologi. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. • Perkembangan dan definisi ilmu Politik Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. fokus. seperti sosiologi. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. dan psikologi. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. A. Sifat. dan ruang lingkup yang jelas. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. . Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. Arti. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung.c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. rangka. dan Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan lainnya. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. ekonomi. BAB III KERANGKA KONSEP 1.

Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda dalam rangka imperialisme. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) , ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun demikian, pengaruh dari ilmu hukum, filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. • Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science) Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol. • Definisi Ilmu Politik Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber

daya alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas. Ini adalah politik. Bagaimana caranya mencapai tujuan dengan berbagai cara, yang kadang-kadang bertentangan dengan satu sama lainnya. Akan tetapi semua pengamat setuju bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai jika memiliki kekuasaan suatu wilayah tertentu (negara atau sistem politik). Kekuasaan itu perlu dijabarkan dalam keputusan mengenai kebijakan yang akan menentukan pembagian atau alokasi dari sumber daya yang ada. Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus. 1. Menurut Rod Hague et al.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Perbedaan-perbedaan dalam definisi yang kita jumpai disebabkan karena setiap sarjana meneropong hanya satu aspek atau unsur dari politik. Unsur ini diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur-unsur lain. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa konsep-konsep itu adalah: 1. Negara (state) 2. Kekuasaan (power) 3. Pengambilan keputusan (decision making) 4. Kebijakan (policy, beleid) 5. Pembagian (distribution) • Bidang-bidang Ilmu Politik Dalam contemporary Political Science, terbitan Unesco 1950, ilmu politik dibagi menjadi empat bidang. 1. Teori Politik 2. Lembaga-lembaga politik 3. Partai-partai, golongan-golongan (groups), dan pendapat umum 4. Hubungan internasional

• Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain - Sejarah Seperti diterangkan di atas, sejak dahulu kala ilmu politik erat hubuganya dengan sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. - Filsafat Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. - Sosiologi Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologi-lah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. - Antropologi Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka antrophology menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. - Ilmu Ekonomi Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik (political economy), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam menghadapi saingannya seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Jerman, pada abad ke-18 dan ke-19. - Psikologi Sosial Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan. - Geografi Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti perbatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. - Ilmu Hukum Terutama negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting. Cabang-cabang ilmu hukum yang khususnya meneropong negara ialah hukum tata-negara (dan ilmu negara). B. KONSEP-KONSEP POLITIK

Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa dikatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

pada dasarnya manusia menginginkan nilai-nilai. ide. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. Norms for political behavior. yaitu : 1. teori politik sistematis. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Masyarakat Manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain secara bergotong-royong. Kekuasaan 2. Teori politik sistematis (systematic political theory). Filsafat politik (political philosophy). Pendidikan/Penerangan (enlightenment) 3. teori politik dibedakan menjadi dua. Kejujuran (rectitude) dan Keadilan (rechtschapenheid) . Dan dalam kehidupan berkelompok ini. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. yaitu : a. norma. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya. Ideologi politik (political ideology).Menurut Thomas P. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi. Kasih Sayang (affection) 7. Kekayaan (wealth) 4. b. ideologi. II. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. dan sebagainya. kepercayaan dan keyakinan. khususnya masyarakat Barat. Dalam mengamati masyarakat. Keterampilan (Skill) 6. yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. 1. Harold Laswell memperinci delapan nilai. Manusia memilih jalan untuk mengorganisir bermacam-macam kelompok dan asosiasi untuk memenuhi keperluan dan kepentingan-kepentingan fisik maupun mental yang sukar dipenuhi sendiri. Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan : 1. Kesehatan (Well-being) 5. Jenkin dalam The Study of Political Theory. yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). 2. yaitu himpunan nilai-nilai.

Laski dari London School of Economics and Political Science. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Laski. Soltau. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. 2. suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. antara lain adalah : a) Sifat Memaksa. Keseganan (respect). Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Max Weber. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai keinginan-keinginan mereka bersama (A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants). adalah suatu system hubungan-hubungan yang ditertibkan (Society means a system of ordered relations). Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. yakni yang bertentangan satu sama lain. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). antara lain adalah : 1. Robert M. 2. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). Negara mempunyai sifat-sifat. Harold J. Masyarakat. menurut Robert Maciver. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. Maciver. . Menurut Harold J. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. III.8. Roger H. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. Definisi-definisi mengenai Negara.

mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Dan menurut Harold J. hubunganhubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan (Social power is the sum total of all the capacities. Kesejahteraan umum. yaitu : 1. perdamaian abadi dan keadialn social. Merriam menyebutkan lima fungsi Negara. relationship. Pertahanan 4. dan Kebebasan.b) Sifat Monopli. Tujuan dan fungsi Negara Tujuan Negara R.I sebagai tercantum dalam UUD 1945 : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Kekuasaan Kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-laku sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. Ketertiban intern. Kekuasaan social menurut Ossip K. yaitu : Keamanan ekstern. and process by which compliance of others is secured for ends determinded by the . Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. tujuan Negara ialah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal (creation of those conditions under which the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desire). Laski. Terlepas dari ideologinya. Melaksanakan penertiban (law and order) 2. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Menurut Roger H. IV. Keadilan. Menegakkan keadilan Charles E. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. Saltau. Flechtheim adalah keseluruah dari kemampuan. tujuan Negara ialah memungkinan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). Negara menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu.

). bagaimana kekuasaan dijalankan. dan sebagainya. Pengertian kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujun-tujuan pemegang kekuasaan sendiri. Laswell dan A. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal.power holder).com/2009/11/27/konsep-konsep-politik/ C. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Ossip K. Kekuasaan yang paling penting adalah kekuasaan politik. bagian dari kekuasaan sosial yang terwujud dalam Negara (state power). Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikandirinya lebih unggul dari pada yang lain. Kaplan dalam Power and Soceity. Robert M. dasar. bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada Negara. Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik. Roger F. baik dengan cara langsung dengan memberi perintah. proseproses. 2009). yang berarti bahwa kekuasaan yang satu itu lebih kuat dengan jalan mengkoordinasi keuasaan yang lain. Berbagai pendekatan dalam Ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Harold D. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Presiden. mamupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia (Social power is the capacity to control the behavior of others either directly by fiat or indirectly by manipulation of available means). hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. yakni : 1.wordpress. J. Maciber mengemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat berbentuk piramida. Referensi http://manshurzikri. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. ruang lingkup dan hasil-hasil”. Maciver : Kekuasaan social adalah kemampuan untuk mengendalikan tingakah-laku orang lain. khususnya dalam negara (Wikipedia. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. yaitu sifat hakiki. Definisi yang dieberikan oleh Robert M. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Pendekatan . 2. seperti lembagalembaga pemerintahan DPR.

eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Dalam menjalankan fungsinya. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. terdapat kelompok kepentingan. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Terdapat juga kelompok penekan. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi . Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. sementara di sistem presidensil oleh presiden. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi.institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. pemegang. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Kekuasaan (asal-usul. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Di samping partai. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian.

Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan.sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik • Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). Disini. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Dari analisa tersebut. Misalnya. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. seperti pendekatan Institusionalisme). merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai “konsekuensi” logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme). sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. behavioralisme meneliti . Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil.

bukan piramidal. Negara. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. • Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. Menurut Lerner. mobilitas sosial (urbanisasi. Bagi Huntington. hanya alat dari struktur kelas ini. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. Bagi Huntington. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. literasi. jika partisipasi politik tinggi. Dengan demikian. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. Misalnya. Robert A. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. Dalam analisa Marx. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. terpaan media. Namun. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. yaitu Belanda (Eropa). Arab. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. Menurut Huntington. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). • Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. C. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). akan muncul situasi disorder. Misalnya. atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? • Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. bagi Marx. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. Dahl sebaliknya. India) di posisi tengah. kaum asing lain (Cina. parlemen.motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. Peneliti lain. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. dan eksekutif. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya .

manakala mereka berusaha meraih kesejahteraan pribadi melalui sumber daya yang ada. maka mereka sibuk . dan itu terkesan kejam. atau manakala mereka berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. bahkan dioper ke kampkamp kerja paksa untuk “membersihkan” otaknya.html BAB IV PEMBAHASAN Apa itu politik ? Secara retorik. di suatu wilayah. Khususnya. disiksa. Kepulauan Maluku. orang saling berinteraksi satu sama lain guna mencapai kesejahteraan hidupnya.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. Dengan revolusi ini. cara kita mengatasi sejumlah perbedaan yang ada di antara kita. keputusan untuk menaikkan gaji guru. Bagi Frank. saling menegosiasikan kepentingan masing-masing. dan satu bidang tersendiri di ilmu politik membicarakan persoalan itu: Etika Politik. untuk kemudian melahirkan kesepakatan bagaimana kepentingan masing-masing tersebut dapat terselenggara tanpa merugikan pihak lain.blogspot. Subyektivitas kita masing-masing-lah yang menyebut cara yang dilakukan si A atau si B. Namun. di mana orang-orang yang dianggap terlibat Partai Komunis Indonesia “dibuang” ke kamp-kamp “pembersihan otak” di Pulau Buru. atau kesempatan cuti haid bagi buruh perempuan dapatkah dikatakan kejam? Atau keputusan politik untuk menggratiskan biaya pendidikan di Brunei Darussalam atau Arab Saudi. Referensi http://gdpermana.dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. atau pemerintah A atau B tersebut sebagai “kejam” atau tidak “kejam”. Politik berasal dari bahasa Yunani POLIS yang artinya negara-kota. Tujuan awal politik tidaklah “kejam” seperti sering didengungkan orang. Hal ini mirip dengan di masa Orde Baru. Manakala manusia mencoba untuk untuk menentukan posisinya dalam masyarakat. Dalam negara kota di zaman Yunani. kita tidak berbicara mengenai kejam atau tidak. politik selalu bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama. Kedua keputusan baik di Cina maupun Indonesia adalah bukti keputusan politik. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : • • • modal asing perilaku pemerintah lokal yang korup kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). masukkah ke dalam kategori yang sama Berbicara mengenai politik. “Cara” bergantung pada siapa yang menggunakan. setiap orang yang dicurigai berpikiran liberal (Amerika Serikat sentris) akan ditahan. Dalam politik kita berbicara mengenai bagaimana masyarakat. Iwan Fals pernah mempermasalahkanya: “Apakah selamanya politik itu kejam … ?” Memang pada masa pemerintahan Mao Tse-tung pernah diterapkan kebijakan Revolusi Kebudayaan. diinterogasi. Saat dimulainya. menaikkan Upah Minimun Regional (UMR). Berbicara mengenai politik berarti membicarakan perilaku kita dalam hidup bermasyarakat.

tetapi kekuasaan pribadi. atau berdebat dengan supir angkot bahwa ongkos yang ia terapkan terlampau mahal. atau Ekonomi ? Jawabannya adalah bisa.” Dalam zaman kaisar-kaisar Romawi. tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. dan umum.[2] Di sini disebutkan “kekuasaan” sosial bukan “kekuasaan pribadi. dapatkah politik dikatakan sebagai suatu ilmu layaknya ilmu Biologi.dengan suatu kegiatan yang kita semua namai sebagai POLITIK. Sistematis artinya masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan. sinar matahari adalah panas. raja-raja di pulau Jawa. Dengan demikian. Ilmu adalah “pengetahuan yang disusun secara metodis. Mereka menurut bukan karena setuju. Obyektif artinya kebenaran dari hasil pemikiran dari suatu bidang dapat memperoleh bobot obyektif (sesuai kenyataan).” Metodis artinya menggunakan metode. cara. artinya tingkat kebenaran yang mempunyai bobot obyektif tersebut dapat berlaku umum.”[4] Kita tahu bahwa sepeda beroda dua. sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ilmu. bagaimana proses terjadinya keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan wajib belajar? Dengan kalimat lain. manusia hidup mengalir darah dalam tubuhnya. Sebaliknya. bukan seluruh orang menyepakatinya. dan aksiologis suatu obyek. ke mana dan untuk apa ? Atau. Kekuasaan raja atau kaisar tersebut bukan kekuasaan sosial. Pengetahuan relatif tercerai-berai sementara ilmu relatif tersusun secara teratur. bagaimana sepeda yang cuma beroda dua tersebut dapat dikayuh seseorang dengan seimbang? Atau. Ontologi Ilmu Politik . bukan ? A New Handbook of Political Science menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan politik adalah the constrained use of social power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan). Rakyat luas tentu tidak sepakat dengan cara tersebut. Politik menghendaki negosiasi. obyektif.[3] Ilmu berbeda dengan pengetahuan. Ilmu dapat menambah pengetahuan. Hanya satu orang yang menyepakati cara penghukuman. bagaimana darah mengalir. jalan yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu yang dibicarakan. Dan akhirnya. tetapi karena takut. tidak lagi bersifat subyektif (menurut pemikiran sendiri). bersaing dengan tetangga sebelah rumah untuk jabatan sekretaris RT. seorang kaisar atau raja dapat saja menimpakan suatu hukuman mati pada seorang abdi atau rakyat lewat “kemauannya” sendiri. sehingga dapat tersusun suatu pola pengetahuan yang rasional. Luas sekali pelajaran politik jika demikian. kita sekadar tahu tanpa mendalami apa itu. sistematis. suatu kekuasaan politik adalah kekuasaan yang disepakati banyak orang. atau pemerintah menerapkan kebijakan wajib belajar. epistemologis. dari negosiasi baru dicapai kesepakatan. politik adalah kekuasaan sosial dan sebagai kekuasaan sosial ia harus disepakati banyak orang sebelum suatu cara diterapkan. sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu. pengetahuan tidak berbicara mengenai aspek ontologis. Ilmu Politik Dengan luasnya cakupan. dan kegunaannya. Namun. bukan hanya kemauan satu orang.[1] Dengan demikian. umum. Fisika. Namun. kita dapat dikatakan tengah berpolitik ketika mempengaruhi suami atau istri di rumah. di mana saja dan kapan saja. cara. Pengetahuan adalah “apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui … tanpa memperhatikan obyek.

ontologi adalah ilmu tentang hakikat sesuatu atau benda/hal/aspek apa yang dikaji. Namun. Aspek ontologi ilmu sosial (sosiologi) adalah kekerabatan antarmanusia. dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. Negara (state) Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Pembagian (distribution) Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar. Kekuasaan (power) Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. 2. pusat dari tata surya adalah bumi. bagaimana dengan ilmu politik sendiri ? Secara ontologis. sesuatu yang berharga. dan aspek ontologi ilmu fisika adalah materi serta gas. Pihak yang membuat kebijakan memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. Dalam membangun suatu ilmu. 3. politik juga memiliki obyek-obyek kajian yang spesifik. Dengan demikian. Pengambilan keputusan (decision-making) Keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternative pengambilan keputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. Epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana “ontologi” itu dipelajari. sesuatu yang diinginkan. Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun. Arti . Pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Sebagai contoh. Dalam ilmu politik. Pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan sebaliknya. epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep PENDEKATAN. Aksiologi adalah untuk apa bangunan ilmu yang dibuat diperuntukkan. pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah.Secara sederhana. Ontologi berarti obyek-obyek yang dipelajari oleh suatu ilmu. seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. epistemologi. 5. Ontologi. dibangun. apapun bentuknya. pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan umum bahwa matahari mengelilingi bumi. yaitu : 1. Aspek ontologi ilmu ekonomi misalnya adalah barang dan jasa. Artinya. pada abad pertengahan. Miriam Budiardjo menyebutkan sekurang-kurangnya ada 5 obyek ontologis ilmu politik. Kebijaksanaan umum (public policy) Kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. bukan matahari. 4. Epistemologi Ilmu Politik Secara sederhana. Lalu.

Pendekatan behavioral 3. obyektif. disusul dua pendekatan setelahnya. Teoretisi seperti Andre Gunder Frank. Fokus utamanya pada negara demokrasi Barat (AS dan Eropa) Deskriptif. Pendekatan tradisional 2. yaitu : 1. Normatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif Memperhatikan keteraturan atau ketidakteraturan Memperhatikan keteraturan atau Memperhatikan keseragaman ketidakteraturan dan keteraturan Etnosentris. parokial. dan berorientasi perubahan Fokus utama pada struktur serta Fokus pada kelompok kelas dan fungsi kelompok-kelompok konflik antarkelompok formal dan informal Ahistoris Holistik Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode. Spekulatif Preskriptif dan normatif Kualitatif Behavioral Postbehavioral Memisahkan fakta dengan nilai Fakta dan nilai bergantung pada tindakan serta relevansi antar keduanya Nonpreskriptif. Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk kemudian secara berturutturut. Almond adalah contohnya. Pendekatan dalam ilmu politik pun terbagi menjadi 3. konservatif secara ideologis. David E. dan Bersifat kemanusiaan serta empiris berorietasi masalah. Apter atau Gabriel A. Laissez Faire. Jika otoriter. Jean Jacques Rousseau atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional. muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. dan Demokratis. dan negara-sentris Teoretis. dan negara sentris Fokus utama pada struktur politik yang formal (konstitusi dan pemerintah) Historis atau ahistoris Etnosentris. orang tua biasanya mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter. pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral. Para teoretisi seperti David Easton. Dalam mendidik anak. Fokus utama pada Fokus pada Dunia Ketiga model Anglo Amerika Abstrak. Pendekatan post-behavioral Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut :[5] Tradisional Mencampuradukkan fakta dengan nilai. orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak. . Para pemikir politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu. jika Laissez Faire cenderung membebaskan/membiarkan.dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana seseorang melihat suatu permasalahan. Saat pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi “sensitif” di dalam menganalisa gejala politik. dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah. Pasca Perang Dunia Kedua. radikal.

industrialisasi. demokrasi. Ketiganya adalah aksiologi. itegrasi sosial. asimilasi. tirani. Secara khusus. perilaku. Ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain. liberalisme. Pengaruh ini dapat dilihat dari konsep-konsep (gagasan) dari ilmuilmu lain tersebut yang dipakai dalam studi politik. idealisme. teologi (ilmu ketuhanan) dan ilmu jurnalistik serta para praktisi politik :[6] Bidang Ilmu Konsep yang Dipinjam Akomodasi. kartel. struktur sosial. empati. dan sebaliknya. merkantilisme. kelas pekerja. Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan untuk “membahagiakan hidup manusia” yang tinggal dalam suatu wilayah yang sama. ketergantungan. wilayah terbelakang. sirkulasi elit. Bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. militerisme. agregasi. korporatisme. oligarki. Aksiologi Ilmu Politik Ilmu kedokteran berorientasi pada peningkatan standar kesehatan masyarakat. Gestalt. ekonomi. tipe ideal. GNP. individualisme. kehendak umum. faksi. patriarki.Cardoso. hirarki. perilaku kolektif. filsafat. etika Prostestan. Aksiologi adalah guna dari suatu ilmu atau. bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Negara. Gemeinschaft-Gesellschaft. revolusi industri. Aksiologi ilmu politik adalah untuk memberi “jalan atau cara” yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antar kelompok dalam masyarakat. Ia terikat oleh aturan-aturan (legislasi) yang dibuat pemerintah (DPR dan Eksekutif). variabel-variabel pola. ilmu politik diharapkan akan memberi wawasan baru bahwa dalam kerja keseharian. sebagai administratur negara ia berada dalam suatu kawasan yang bernama negara. psikologi. konsensus. kasta. kelangkaan. personalitas. kontrol sosial. aristokrasi. afinitas. monarki. ketidakkonsistenan status. masyarakat massa. kelas sosial. Sosiologi Psikologi Ekonomi Filsafat Antropologi . Anarkisme. attitude. gerakan sosial. kesadaran. legitimasi. segregasi. Afeksi. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas). atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. belajar politik diharapkan akan memberi wawasan bahwa kelompok-kelompok ekonomi amat terpengaruh oleh sebuah keputusan politik. Di bawah ini hanya akan diajukan contoh pengaruh dari ilmu sosiologi. sekularitas. Ketiga pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara “zakelijk” (tepat/pasti) melainkan kadang tercampur satu sama lain. ambivalensi. Alokasi sumber daya. suatu kondisi ekonomi akan memberi pengaruh-pengaruh tertentu atas kehidupan politik. nilai. alienasi. kohesi. Akulturasi. media massa. antropoloogi. untuk apa ilmu tersebut diperuntukkan nantinya. Ilmu ekonomi pada bagaimana seseorang dapat makmur secara material atau ilmu militer pada penciptaan prajurit-prajurit yang dapat menjamin keamanan negara. sosialisasi. strereotip. pluralisme. masyarakat majemuk. aspirasi. klik. nasionalisme. nepotisme.

sindikalisme. sosialisme. dan hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lain. yaitu :[7] 1. struktur pemerintahan. bagaimana sosialisasi politik yang dilakukan dalam suatu sekolah. Misalnya mempelajari perilaku pemilih dalam ‘mencoblos’ suatu partai dalam Pemilu. 3. sistem pemilihan umum. Politik Perbandingan Politik perbandingan adalah suatu subdisiplin ilmu politik yang mempelajari: Perbandingan sistematis antarnegara. pelayanan sipil. Hubungan Internasional . pemerintahan lokal. para pakar yang tergabung ke dalam International Political Science Association merasa perlu untuk membagi disiplin ilmu politik ke dalam sub-sub disiplin yang lebih rinci. serta angkatan bersenjata. dewan legislatif. 5. Meskipun dipinjam. Beberapa konsep dari yag disebut di atas akan kembali kita temui dalam materi-materi Pengantar Ilmu Politik selanjutnya.Teologi Jurnalis dan Politisi Anomi. Dengan demikian. patronase. Suatu metode riset soal bagaimana membangun suatu standar. Ada 9 subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik. otoritas sentral. Ilmu Politik (Political Science) Bidang ini membahas bagaimana politik dapat dianggap sebagai bidang ilmu tersendiri. sistem peradilan. internasionalisme. karisma. bagaimana seorang atau sekelompok kuli panggul memandang presiden di negara mereka. 2. dengan maksud untuk mengidentifikasi serta menjelaskan perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan yang ada di antara negara yang diperbandingkan. konsep-konsep tersebut di atas telah terinternalisasi dengan baik sehingga menjadi konsep-konsep mapan di dalam ilmu politik. lobi. 4. netralisme. nihilisme. propaganda. Tingkah Laku Politik Bidang ini mempelajari tingkah laku politik bukan hanya aktor dan lembaga politik formal. Sub-sub Disiplin Ilmu Politik Ilmu politik merupakan suatu bidang keilmuwan yang cukup luas. dan bagaiana melakukan analisis atas perbandingan yang dilakukan. sejarah ilmu politik. Lembaga-lembaga Politik Bidang ini mempelajari lembaga-lembaga politik formal yang mencakup : sistem kepartaian. isolasionisme. tetapi juga aktor dan lembaga politik informal. aturan. plebisit. Imperialisme. kiri dan kanan.

hukum internasional. Atau. Metodologi Politik Subdisiplin ini khusus mempelajari paradigma (metodologi) serta metode-metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik. 6.Bidang ini mempelajari politik internasional. Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap. di mana aktivitas ini mempengaruhi kehidupan warganegara. Rumah misalkan saja terdiri atas 6 buah aspek. politik luar negeri.terdapat 6 pendekatan . diterapkan teori ISOLASIONISME (pinjaman dari bahasa jurnalistik). 9. Misalnya mengaplikasikan peminjaman konsep-konsep dari ilmu sosial lain guna diterapkan dalam ilmu politik. segala aktivitas politik yang melampaui batas yuridiksi wilayah satu atau lebih negara. yaitu : fundasi. Demikian pula. Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta menyimpulkan sebuah gejala politik. Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik. saat ini ilmu politik telah mengaplikasi suatu teori baru yaitu FEMINISM THEORY. serta organisasi-organisasi internasional. Demikian pula halnya dalam ilmu politik. 8. orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil penelitian melalui perspektif halaman. atap. dan postbehavioral. Ekonomi Politik Sub disiplin ini menekankan pada perilaku ekonomi dalam proses politik serta perilaku politik dalam pasar (marketplace). Di dalam ilmu politik —-sekurang-kurangnya menurut David E. Apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif yang akan digunakan dalam suatu penelitian. Apter—. Pendekatan dapat dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. Konsep-konsep yang dibangun oleh subdisiplin Teori Politik nantinya digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena politik yang ada. untuk menjelaskan politik “menutup” diri Jepang dan Amerika Serikat (sebelum Perang Duia I). masuk ke dalam subdisiplin ini. Administrasi dan Kebijakan Publik Subdisiplin ini mempelajari rangkuman aktivitas pemerintah. Demikian pula aneka ragam uji statistik (dalam tradisi behavioral analysis) yang digunakan untuk menganalisis data. Teori Politik Bidang ini secara khusus membahas pembangunan konsep-konsep baru dalam ilmu politik. Singkatnya. Dengan epistemologi. dinding. 7. halaman. baik secara langsung atau tidak langsung (melalui agen). Teori ini digunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya gerakan-gerakan perempuan di hampir seluruh belahan dunia. konflik internasional. Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik Berbicara mengenai pendekatan maka kita berada dalam kerangka aspek epistemologi ilmu pengetahuan. behavioral. Dalam pertemuan 2 kita telah membahas adanya 3 pendekatan besar dalam ilmu politik yaitu tradisional. tata urut penemuan suatu pengetahuan akan dapat dilihat. Misalnya. dan keindahan ruangan. distribusi air.

Keadilan —menurut Plato— adalah tatanan keseluruhan masyarakat yang selaras dan seimbang. Masyarakat yang adil adalah masyarakat yang dipersatukan oleh tatanan yang harmonis. wanita dan anak dimiliki bersama. Bagi Plato. yaitu fenomena politik. mereka harus harus diatur agar hidupnya selaras dengan kepentingan umum oleh para penjaga. golongan penjaga dilarang untuk memuaskan kepentingan pribadi masing-masing. gimnastik. pertengahan. Institusionalisme. tetapi tetap menganalisa satu bidang yaitu rumah. pedagang. Keenam pendekatan tersebut memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. Paparan berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per satu. Sebab itu dapat dikatakan ahwa sumber kekuasaan adalah . bagi Plato. Golongan penjaga ‘disapih’ sejak umur 2 tahun. pencerahan. pengemudi kereta. Tradisi Klasik (Plato dan Aristoteles) Plato hidup pada masa ketika negara-kota Athena menjadi rebutan dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk memimpin. Hal ini mungkin dilakukan oleh sebab filsuf-raja telah melepaskan diri dari ikatan-ikat nafsu dan indera serta bebas dari pamrih. di mana posisi ideal penguasa dengan yang dikuasai. Filsafat Politik Filsafat politik adalah suatu pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik. Negara. Karena mereka hanya memahami kepentingan mereka sendiri. tukang. siapa yang layak memerintah. A. (2) para penjaga. di mana masig-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka. yaitu (1) para penjamin makanan (pekerja). khususnya mereka yag paling memahami filsafat (ahlinya: filosof). serta hidup. terdiri atas tiga golongan besar. Plato mempromosikan filsafat politiknya demi memberi arahan yang benar seputar bagaimana menyeenggarakan kehidupan bernegara. Untuk itu. Di dalam politik demikian pula halnya. tidak boleh punya milik pribadi. keenam pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang. dan pelaut. kehidupan negara yang sempurna akan tercapai jika prinsip-prinsip keadilan ditegakkan. dan musik. seorang raja akan mampu memahami melihat hakikat-hakikat rohani di belakang bayang-bayang inderawi yang selalu berubah-ubah ini. Strukturalisme. Mereka dilarang berkeluarga. Dengan demikian. seorang penguasa bagi Plato harus seorang filosof-raja. Pendekatan ini mengkaji mengapa suatu negara terbentuk. Golongan ketiga (para pemimpin) dipilih di antara para penjaga. diberi pendidikan yang materinya mengarah pada tertib dan kebijaksanaan seperti filsafat. dan. Namun. sama seperti masalah rumah tadi. Dalam pendekatan filsafat politik dikenal empat tradisi besar yaitu tradisi klasik. Golongan kedua (para penjaga) mengabdikan seluruh hidupnya demi kepentingan umum.[8] Pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu politik adalah terdiri atas Filsafat Politik.[9] Para pekerja terdiri atas mereka yang bekerja agar barang-barang kebutuhan manusia dapat tersedia: para petani. Behavioralisme.dalam memahami fenomena politik. makan serta tidur bersama-sama. dan radikal. juga menyinggung masalah moral politik. Dengan menguasai filsafat. (3) para pemimpin. Pluralisme. apa tujuan negara. buruh. meskipun keenam perspektif tersebut berbeda. dan Developmentalisme.

Aristoteles menyarankan pembetukan suatu negara bernama POLITEIA (negara yang berkonstitusi). Pekerjaan akhirnya akan menghasilkan sumber-sumber yang perlu untuk otoritas. kekuasaan suatu negara harus berada di tangan banyak orang agar suatu keputusan tidak dibuat secara pribadi melainkan kolektif. bukan filsuf yang hanay duduk di ‘menara gading. Bagi Aristoteles. Keadilan diberikan kepada rakyat untuk diselenggarakan pada pemenuhan potensi-potensi yang dicapai melalui pekerjaan. negara sama seperti organisme: Ia mampu berkembang dan mati. Pemimpin negara adalah orang yang ahli dan teruji kepemimpinannya secara praktis. sebab manusia tidak dapat berbuat banyak demi mencapai kebahagiaan tanpa bantuan orang lain. Aristoteles (384-322 sM) mempersamakan tujuan negara dengan tujuan manusia: Menciptakan kebahagiaan (Eudaimonia). seluruh penguasa harus takluk kepada hukum. Namun. kekuasaan tersebut jangan berada di tangan golongan miskin atau kaya. Secara sederhana. tugas negara bagi Aristoteles pun jelas: Mengusahakan kebahagiaan hidup warganegaranya. Kepentingan umum sebaliknya. bentuk kekuasaanya berada di tengah-tengah antara oligarki dengan demokrasi. merupakan pemenuhan setiap potensipontesi yang ada pada diri individu. manusia harus mau berinteraksi di dalam negara (berinteraksi dengan orang lain) demi mencapai kebahagiaan hidup sendiri dan bersama.PENGETAHUAN yang dicapai melalui pendidikan.[10] Artinya. Sebab itu. pemikiran Aristoteles mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut ini: Sarana Warganegara Individual Pilihan (4) ↓ Konstitusi Campuran ← Tujuan Kebijaksanaan (praktis) (3) ↑ Kebahagiaan → ← Tujuan Keadilan (2) ↓ Potensialitas (3) Polis (negara) → . Bagi Aristoteles pun. Otoritas akan dijalankan oleh filosof-raja yang memerintah untuk menegakkan keadilan. Pemikiran Plato mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut : Sarana Para Penguasa Otoritas (1) ↑ Rakyat Pekerjaan (4) Keterangan : Penguasa menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan umum sebagai hasil dari kecerdasan mereka.’ Sumber kekuasaan dalam Politeia adalah hukum. Aristoteles menentang gagasan Plato untuk menyerahkan kekuasaan negara hanya kepada filosof-raja yang tanpa konstitusi. Dengan demikian. melainkan golongan menengah. Manusia adalah makhluk sosial sekaligus zoon politikon (makhluk politik). Sebaliknya. Satu hal penting lain.

rakyat berhat untuk mengkritik bahkan menggulingkannya. Luther juga meulai prithatin akan gejala takhayulisme dan mitologisasi patung-patung orang-orang suci gereja. Magnum opus Aquinas adalah “Summa Theologia. kecuali sungguh-sungguh ada seseorang yang mampu menjamin stabilitas setelah si penguasa tiran tersebut digulingkan. Namun. keluhuran budi. Perilaku Kain yang negatif mencerminkan pengumbaran hawa nafsu. Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M). ketidakadilan. isalnya mengkomersilkan surat pengampunan dosa (surat Indulgencia). Aquinas menyarakankan “Jangan melawan penguasa yang tiran. Akhirnya. . dan kemaksiatan. Negara Surgawi (disebut pula negara Allah) ditandai oleh penjunjungan tinggi atas kejujuran. Sebab-sebab pemberontakannya adalah mulai korupnya kekuasaan Bapa-Bapa gereja.” Martin Luther (1484-1546 M) Tahun 1517 memberontak terhadap kekuasaan gereja Roma. serta keindahan. penghianatan. Keprihatinan lain Luther adalah anggapan suci yang berlebihan atas para pemuka agama. B. Luther menyarakan pemisahan kekuasaan gereja (agama) dengan kekuasaan negara (sekuler). sebab sesungguhnya mereka pun manusia biasa. Ia membagi negara ke dalam dua substansi: Sekuler dan Surgawi. pengumbaran hawa nafsu. Konsepsi negara surgawi dan diaboli dianalogikan Agustinus seperti kisah Kain dan Habel.” Berbeda dengan Agustinus. Penguasa harus ditaati selama ia mengusahakan terselanggaranya keptingan umum. kekuasaan untuk menjalankan negara itulah justru yang berasal dari Hukum Tuhan (Divine Law). Aquinas menyatakan bahwa negara adalah sama sekali sekuler. sementara perilaku Habel mencerminkan ketaatan pada Tuhan. Setiap kebijaksanaan menghasilkan pilihan-pilihan baru bagi para warganegara yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk konstitusi campuran. Kebahagiaan secara praktis diturunkan ke dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan praktis. Sebab itu. Thomas Aquinas. Negara sekuler ditandai oleh kebohongan. Namun. dan Martin Luther)[11] Santo Agustinus (13 Nopember 354 M – 28 Agustus 430 M) Agustinus menulis magnum opus-nya De Civitate Dei (Kota Tuhan). gereja harus ditempatkan di bawah pengawasan negara. Negara adalah alamiah sebab tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang hidup di dunia. berbeda dengan pemikiran Katolik pertengahan. Jika penguasa mulai melenceng. kebobrokan moral. Luther menuntut Paus agar mengakui kekuasaan para raja dengan tidak mengintervensi penyelenggaraan kekuasaan dengan dalih-dalih penafsiran kitab suci. Tradisi Abad Pertengahan (Santo Agustinus.(1) (2) Aristoteles menekankan pentingnya konstitusi campuran yang merupakan aturan dasar kehidupan bernegara. kekuasaan harus diperguakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan hukum Tuhan. Penyembahan Tuhan lalu dijadikan penghayatan oleh subyek bukan terlembaga seperti gereja Katolik. keadilan. sementara negara surgawi sebaliknya. Sebab itu. Kontitusi ini harus menunjuk kebahagiaan setiap individu sebagai hal ideal yang harus dicapai suatu negara. Negara sekuler (diaboli) adalah negara yang jauh dari penyelenggaraan hukum-hukum Tuhan.

warisan. Hukum ini dimaksudkan demi menciptakan kejayaan (grace). Dari wahyu muncul nalar. Justru. manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus). sebab manusia secara mendasar memiliki naluri-naluri ‘buas’ di dalam dirinya. dinas militer. bukan berasal dari Tuhan atau doktrin agama manapun. dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh para penguasa. dan kewajiban-kewajiban lain. Untuk mengatasi situasi perang tersebut perlu dibentuk negara guna menciptakan stabilitas dan kedamaian. Negara adalah simbol kekuasaan politik tertinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak. Il Principe menceritakan soal apa yang seharusnya dilakukan seorang raja untuk mempertahankan atau menambah kekuasaannya. Magnum opus-nya Thomas Hobbes adalah “Leviathan.” Bagi Hobbes. yaitu hukum yang menunjukkan apa apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. dapat dirangkum ke dalam bagan berikut : Sarana Yang Mengatur Negara Manusia ← (akal) (2) ↓ Kepatuhan Pada → Hukum Positif (3) Tujuan Masyarakat Baik Sebagai Kota Tuhan (wahyu) (1) ↑ Kejayaan (Grace) (4) Yang Diatur Keterangan : Wahyu turun dari Tuhan. dan Luther berada dalam konsep umum teokrasi (pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip ketuhanan). Situasi dalam masyarakat sebelum adanya negara adalah Bellum Omnium Contra Omnes (perang semua lawan semua). ia harus menyelenggarakan kesejahteraan rakyat secara umum agar si penguasa tersebut semakin dicintai dan didukung rakyat agar terus berkuasa. Machiavelli menandaskan bahwa kekuasaan merupakan awal dari terbentuknya negara. Thomas Hobbes (1588-1679 M). Raja harus licik sekaligus jujur. Hobbes berbeda dengan Aristoteles sebab memperbolehkan pemerintahan tanpa konstitusi. Dari hukum alam maka lahir hukum praktis yang mengatur harta benda. Hukum praktis ini dibuat oleg rakyat dan disebut hukum positif. Bagaimana raja terjaga dari kemungkinan penyelewengan kekuasaan? Hobbes menjawa: “Tidak mungkin sebab raja dituntun oleh hukum moral di alam dirinya!” . agama. Tujuan seorang penguasa adalah mempertahankan kekuasaan dan untuk itu. Secara sederhana. mutlak. Tradisi Pencerahan (kembali ke persoalan duniawi) Niccolo Machiavelli (1469-1527 M).[12] Dalam magnum opus-nya “Il Principe” (sang pangeran). moral bahkan Tuhan. Berbeda dengan pemikiran Agustinus. Aquinas. C. bagi Machiavelli kekuasaan ada di dalam dirinya sendiri. dan dari nalar tampil hukum alam. pemikiran Agustinus.Secara umum. Aquinas. dan Luther.

Perancis. yaitu Legislatif (membuat UU). Perekonomian. Sebab itu. Ketergantugan adat kebiasaan atas iklim dan kondisi alam suatu wilayah 4. Namun.John Locke (1632-1704 M) Magnum opusnya John Locke “Two Treatises of Government.” Menurut Locke. yaitu : • • • Legislatif (pembuat UU) Eksekutif (pelaksana UU) Federatif (hubungan dengan luar negeri) —. Artinya. Untuk menjamin kebebasan warganegara.” Dalam karya tersebut. Negara berdaulat selama diberi mandat oleh rakyat. Rousseau menyebutkan bahwa negara terbentuk lewat suatu perjanjian sosial. Locke menyarankan diselenggarakannya demokrasi perwakilan. manusia pada dasarnya adalah baik. individu-individu dalam masyarakat sepakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak. Montesquieu (1689-1755 M). tetapi ia berangsur-angsur memburuk perilakunya karena menjaga harta milik dari jarahan individu lain. dengan rincian berikut : 1. Hukum secara umum dan bentuk-bentuk pemerintahan 2. dan Yudikatif (mengawasi pembuatan dan pelaksanaan UU). Eksekutif (melaksanakan UU). Locke menyarankan adanya 3 bentuk kekuasaan yang terpisah. dan berasal dari kelas borjuis. Kedaulatan tersebut akan tetap absah selama negara tetap menjalankan fungsi sesuai kehendak rakyat. Magnum opus Rousseau adalah “The Social Contract. “rakyat” yag diwakili tersebut adalah laki-laki. Pengaturan militer dan pajak 3. Magnum opus dari Montesquieu adalah “The Spirit of the Laws. Locke berbeda dengan Hobbes. di mana wakil-wakil rakyat yang membuat undang-udang. bahwa kekuasaan seorang raja harus dibatasi. Agama 6. negara yang dibentuk harus berdasarkan konstitusi dan kekuasaan yang ada harus dibeda-bedakan. Jean Jacques Rousseau (1712-1778 M). 5. negara dibutuhkan untuk menjamin hak milik pribadi. dan Feodalisme. Dalam menjalankan hidup keseharian .” Buku ini terdiri atas 31 buku yang dibagi ke dalam 6 bagian. Namun. Uraian tentang hukum Romawi.sementara dipegang eksekutif. kebebasan dan kekuasaan yang dimilikinya kepada suatu kekuasaan bersama. Montesquieu merasa perlu untuk memisahkan tiga jenis kekuasaan. Dan tidak hanya itu. Kekuasaan bersama ini kemudian dinamakan Negara.

” Menurut Hegel ada satu kekuatan absolut yang sedang bekerja di dunia ini. Artinya. Rousseau tidak menghendaki demokrasi perwakilan melainkan lagsung. Kepentingan negara harus didahulukan ketimbang yang terakhir. Dengan adanya negara. Masing-masing rakyat datang ke pertemuan umum dan menegosiasikan kepentingannya dengan individu lain.” Mill amat menjunjung tinggi kehidupan politik yang negosiatif. yang ‘banyak’ harus didahulukan . Negara berasal dari gerak dialektis (pertentangan) di tengah masyarakat. Karl Heinrich Marx Magnum opus-nya Manifesto Komunis (bersama Friedrich Engels). Secara umum. dan kekuasaan demi menjaga stabilitas dan ketertiban agar setiap individu mampu menikmati hakhak mereka dengan rasa aman. Dengan demikian. negara adalah bentuk tertinggi pengorganisasian manusia dan ia mengatasi kepentingan-kepentingan individu. Pengahapusan negara melalui revolusi proletariat. hal yang harus diperbuat negara adalah menciptakan Greatest Happines for Greates Number (kebahagian terbesar untuk jumlah yang terbesar). dengan demikian. Tradisi Modern Georg Wilhelm Friedrich Hegel Magnum Opus-nya : “The Phenomenology of Mind. tetapi sendiri melakukannya di kehidupan publik. Marx (murid Hegel) menentang gurunya . mereka memberi dukungan pada seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur mereka. D. Bagi Mill. negara muncul hanya sebagai instrumen untuk menjamin kebebasan individu. Dukungan melahirkan kekuasaan. Penindasan hanya dapat dihentikan jika negara dihapuskan. Ia menyatakan bahwa negara cuma sekadar alat dari kelas ‘kaya’ ekonomis untuk mengisap kelas ‘miskin’ (proletar). Pertentangan mengalami penyelesaian melalui media terbentuk dan terselenggaranya negara. Ide mutlak bergerak dalam sejarah dan bentuk yang paling sempurna adalah negara. Baginya. Untuk menjamin terselenggaranya hak tersebut. Kekuatan tersebut ia sebut Ide Mutlak. setiap masyarakat tidak mewakilkan kepentinga politiknya pada seseorang atau sekelompok orang. Baginya. Bagi Mill.negara.[13] John Stuart Mill Magum opusnya “On Liberty. penindasan kelas pertama atas yang kedua berlanjut. pendekatan filsafat politik tradisi pencerahan dapat dilihat pada bagan berikut : Sarana Para Penguasa Kekuasaan (3) ↑ Dukungan (2) → Tujuan Stabilitas dan Ketertiban (4) ↓ Hak-Hak (1) Yang Dikuasai Keterangan : ← Hal paling penting dalam tradisi pencerahan adalah hak-hak individu manusia (bukan Tuhan atau masyarakat). prinsip mayoritas harus dijunjung tinggi dalam suatu negara.

Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. bagaimana kekuasaan dijalankan. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untukmengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. pemegang. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan.ketimbang yang sedikit. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik.[15] Misalnya. Di samping partai. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Dalam menjalankan fungsinya. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. terdapat kelompok kepentingan. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). seperti pendekatan Institusionalisme). pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Kekuasaan (asal-usul. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Terdapat juga kelompok penekan. atau . Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan.

Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. mobilitas sosial (urbanisasi. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. jika partisipasi politik tinggi. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Misalnya.[20] Bagi Huntington. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Dalam analisa Marx. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. bukan piramidal. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. terpaan media. Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II.[19] Misalnya. C. Arab. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar.[18] Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. Menurut Huntington. Dahl sebaliknya. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. Negara. akan muncul situasi disorder. India) di posisi tengah.[17] Peneliti lain. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. Bagi Frank. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : . literasi. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). Bagi Huntington. Namun. dan eksekutif. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. [16] Robert A. hanya alat dari struktur kelas ini. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. parlemen. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin.mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. kaum asing lain (Cina. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. Dengan demikian. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. bagi Marx. Menurut Lerner. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. yaitu Belanda (Eropa). tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas.

.. A New Handbook of Political Science. Pengantar Ilmu Politik. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.293. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.5.perilaku pemerintah lokal yang korup . h. 1981). (New York: Oxford University Press. Apter. Metodologi Penelitian Filsafat. [7] Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. op. Miriam Budiardjo. cet. et al. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.. h. Michael G. Pengantar Analisa Politik. (Boulder. Pengantar Ilmu Politik. (Boulder.57 [6] Didasarkan atas Robert E. A New Handbook of Political Science. Robert E. [8] Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E..29. • • • • • • • • • • • .. Metodologi Penelitian Filsafat. (Jakarta: Sinar Harapan.. Suriasumantri. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (Jakarta: Rajawali. 1997). Fifth Edition. Chilcote. 1981). 1985). [2] Robert E. (Jakarta: Sinar Harapan. (Jakarta: Rajawali. 1996). (Jakarta: Rajawali Press. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.cit. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. (Jakarta: Gramedia. et al. 2002).kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). 1994).5.. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Dasar-dasar Ilmu Politik. Roskin. Chilcote. 2-3.103. [4] Jujun S. h. 1997). p. (New York: Oxford University Press. Suriasumantri. (Jakarta: Rajawali. (Jakarta: Rajawali Press. p. Ronald H. 2002). 1995)..7. [5] Ronald H. Colorado: Westview Press. Jujun S. op. 1995).[21] Referensi • • • • Carlton Clymer Rodee. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Political Science: An Introduction. 1996). Seluruh bab. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.cit. Sudarto. p. Footnote: [1] Carlton Clymer Rodee. 2000). [3] Sudarto.modal asing . cet. et al. Colorado: Westview Press.

1999). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. 1968).H. Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu seperti ekonomi. New Haven: Yale University Press. h. (Jakarta: Rajawali Press.. antropologi.158-184.195-6. Lihat juga Ronald H. Chilcote. [17] Robert A. Chilcote. Pengantar Analisa Politik. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.358.. geografi. Regimes and Oppositions.245. 2001). 1985). [18] Ronald H.465-467. Chilcote. Aristoteles. p. p. Apter. • • • • • • • • • Hubungan Internasional. (Jakarta: Gramedia. Colorado: Westview Press. p. (Jakarta: Rajawali. termasuk peran negara-negara. adalah cabang dari ilmu politik. 1985). (Boulder. 1999). 1999). [14] David E. 1981). Chilcote. Filsafat Politik Plato. (Jakarta: Graedia. [15] S. Rapar. Pemikiran Politik Barat. Selain ilmu politik. organisasiorganisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. [13] Karl Marx dan Friedrich Engels. 187-8.5. dan perusahaan-perusahaan multinasional. Dahl. p. 2001). Pengantar Analisa Politik. Teori Politik Modern.290-1. [11] Mengacu pada Ahmad Suhelmi. p. (Yale University Press. Varma. merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. 1974). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Machiavelli. Bab pendahuluan. Etika Politik. filsafat.• • • • [9] Franz Magnis-Suseno. HI mencakup rentang isu yang luas.358. sosiologi. organisasi-organisasi antarpemerintah. [20] Samuel P. psikologi. Huntington. h. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. (Boulder. (Jakarta: Rajawali. [12] Lee Cameron McDonald. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Colorado: Westview Press. Augustinus. (Jakarta: Rajawali Press. Colorado: Westview Press. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. (Boulder. [10] J. 1981). 1968. h. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. [21] Ronald H. [19] Ronald H. Seluruh buku. studi-studi budaya dalam kajian-kajiannya. Political Order in Changing Societies. dari globalisasi dan dampakdampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian . 1981). (Jakarta: Gramedia. h.P. Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe.194-207. (Semarang: ISEA. 2002). Seluruh buku. Colorado: Westview Press. hukum. 94-102 [16] David E. Apter. (ed. sejarah. p.). 1981). Manifesto Partai Komunis. h. (Boulder.

negara-bangsa domestik sebagai suatu unik. dan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher Schooldi Tufts. “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional. Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648]. tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. Namun.ekologis. dan Asia. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. dan “standar-standar peradaban”. yang mencakup level individual. Afrika. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity. ketika sistem negara modern dikembangkan. didirikan di Jenewa. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. keselamatan umat manusia. institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. Swiss. Studi Hubungan internasional Pada mulanya. Sebelumnya. teori HI . Westphalia mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state). Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes Ã(c)tudes internationales). Pada 1919. dan hak-hak asasi manusia. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker. Aberystwyth. terorisme. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I. banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pramodern”. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. Namun. hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. lewat kolonialisme. Pada awal 1920-an. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan. HI sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. proliferasi nuklir. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. nasionalisme. kejahatan yang terorganisasi. perkembangan ekonomi. Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika. Lebih lanjut. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. sistem ini agak terlalu disederhanakan. Pada 1927.

Paradigma Kesadaran. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara. istilah kunci : struktur. Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. seperti neo-realisme. Dewasa ini. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. Epistemologi ini menolak ideide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. seperti teori pilihan rasional. dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. sistem internasional Idealisme.memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. ukuran kekuatan-kekuatan militer. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus . dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis. Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum. Konstruksivisme Fungsionalisme Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. istilah kunci : Pacific UnION Liberalisme. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain. untuk memahami isu-isu lingkungan Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. agen. Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi. istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. Alienisasi. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. Dipelopori oleh Robert Keohane. Francisco de Vitoria. Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme [[Neorealisme]. Pada abad ke-20. Emansipatoris. Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis. Demikian juga. Hugo Grotius. menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”. selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global.

Liberalisme/idealisme/Internasionalisme Liberal Teori hubungan internasional liberal muncul setelah Perang Dunia I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi perang dalam hubungan internasional mereka. Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu sampai paham tersebut secara kolektif dan mengejek disebut sebagai idealisme oleh E. Daniel Bernhard. pada intinya menyangkal bahwa negaranegara berusaha untuk bekerja sama. ketiga orang tersebut tampaknya tidak mungkin menggolongkan diri mereka sendiri sebagai realis (dalam pengertian yang dipakai di sini untuk istilah tersebut). Machiavelli. Para realis melihat Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori mereka. sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. Carr. Setiap kerja sama antara negara-nge dijelaskan sebagai benar-benar insidental. Pendukung-pendukung awal teori ini termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell. dikemukakan oleh Hans Kóchler. yang berargumen dengan berbagai cara bahwa negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan bahwa perang terlalu destruktif untuk bisa dikatakan sebagai pada dasarnya sia-sia. dan Hobbes sering disebut-sebut sebagai “bapak-bapak pendiri” realisme oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai realis kontemporer. bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. sebagai tanggapan terhadap liberalisme. yang berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum internasional. the State. Namun. meskipun karya mereka dapat mendukung doktrin realis. Mereka menolak berbagai penjelasan yang mempertimbangkan pengaruh karakteristik-karakteristik dalam negeri negara-negara. Sebuah versi baru “idealisme”. Tidak . bahwa hubungan internasional dikarakterka oleh hubungan-hubungan antarnegara yang antagonistik. Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif.H.) Teori-teori Positivis Realisme Realisme. atau “nilai-nilai”. dengan mempertimbangkan etika. and War). negaranegara adalah aktor-aktor rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri (self-interested). Sambil tetap mempertahankan pengamatan-pengamatan empiris realisme. Negara-negara dipaksa oleh pencapaian yang relatif (relative gains) dan keseimbangan yang menghambat konsentrasi kekuasaan.H. untuk maksud meningkatkan keamanan mereka.pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. Para realis awal seperti E. dan Hans Morgenthau berargumen bahwa. Carr. Neorealisme Neorealisme terutama merupakan karya Kenneh Waltz (yang sebenarnya menyebut teorinya “realisme struktural” di dalam buku karangannya yang berjudul Man. Perlu diperhatikan bahwa para penulis klasik seperti Thucydides. hal-hal apa sajakah yang membentuknya. para pendukung neorealisme menunjuk struktur anarkis dalam sistem internasional sebagai penyebabnya.

berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan . Teori Rejim Teori rejim berasal dari tradisi liberal yang berargumen bahwa berbagai institusi atau rejim internasional mempengaruhi perilaku negara-negara (maupun aktor internasional yang lain). Sementara realisme memprediksikan konflik akan menjadi norma dalam hubungan internasional. Neoliberalimse juga mengandung suatu teori ekonomi yang didasarkan pada penggunaan pasar-pasar yang terbuka dan bebas dengan hanya sedikit. Contoh-contoh kerjasama tadilah yang dimaksud dengan rejim. juga disebut Aliran Pemikiran Inggris. Hal ini juga berarti bahwa pada dasarnya bangsa-bangsa bebas membuat pilihan-pilihan mereka sendiri tentang bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tanpa organisasi-organisasi internasional yang merintangi hak suatu bangsa atas kedaulatan. intervensi pemerintah untuk mencegah terbentuknya monopoli dan bentuk-bentuk konglomerasi yang lain. Meningkatnya interdependensi selama Perang Dingin lewat institusi-institusi internasional berarti bahwa neoliberalisme juga disebut institusionalisme liberal. rejim adalah contoh dari kerjasama internasional. Definisi rejim yang paling lazim dipakai datang dari Stephen Krasner. dan keamanan bersama di antara isu-isu lainnya. bagian baru teori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan juga Joseph Nye. para teoritisi rejim menyatakan kerjasama tetap ada dalam situasi anarki sekalipun. Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran pemikiran Inggris) Teori masyarakat internasional. Krasner mendefinisikan rejim sebagai “institusi yang memiliki sejumlah norma. jika memang ada. Neoliberalisme Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional. aturan yang tegas. Para pendukung seperti Maria Chatta berargumen bahwa negara-negara akan bekerja sama terlepas dari pencapaian-pencapaian relatif. Tapi tidak semua pendekatan teori rejim berbasis pada liberal atau neoliberal. Seringkali mereka menyebutkan kerjasama di bidang perdagangan. dan prosedur yang memfasilitasi sebuah pemusatan berbagai harapan.seperti realisme. hanya saja kerjasama bukanlah norma. hak asasi manusia. dan dengan demikian menaruh perhatian pada pencapaian-pencapaian mutlak. Bila dilihat dari definisinya sendiri. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme. tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting. (Kerjasama menurut kelompok realis bukannya tidak pernah terjadi. kerjasama merupakan sebuah perbedaan derajat). neo-realisme berusaha ilmiah dan lebih positivis. beberapa pendukung realis seperi Joseph Greico telah mengembangkan sejumlah teori cangkokan yang membawa sebuah pendekatan berbasis realis ke teori yang berdasarkan pada liberal ini. Hal lain yang juga membedakan neo-realisme dari realisme adalah bahwa neo-realisme tidak menyetujui penekanan realisme pada penjelasan yang bersifat perilaku dalam hubungan internasional. Teori ini mengasumsikan kerjasama bisa terjadi di dalam sistem negara-negara anarki.

Contoh norma-norma seperti itu mencakup diplomasi. Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. teori ini tidak selalu positivis. bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. Dengan demikian. serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis.nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut. dan dibagi kembali antara para solidaris. . Tidak seperti neo-realisme. jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Namun. Pada pendukung seperti Andrew Linklater. tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. hukum internasional. Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara. Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. Teori Kritis Teori hubungan internasional kritis Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional. dan para pluralis. Para pendukung pascapositivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. Sebagai contoh. Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. Social Theory of International Politics 1999). tatanan. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. Robert W. Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). Cox.

Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan. feminisme. sebagai contoh lewat teologi. yang dikarakterkan oleh Anarki. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) untuk ekspor. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). menembus negaranegara berkembang lewat penasihat politik. pakar. tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain. kapabilitas. dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju. sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) dan “warga sipil”. konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. dan perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. misionaris. Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang “gender” war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangan-tantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis.neofungsionalisme. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (hard power) dan kekuasaan yang lunak . dan teori dependen. seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin. Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI. Dengan demikian. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan).

Polaritas Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional. yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu. dan Belanda. sistem internasional sebelum 1945 dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar). Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan. Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang. dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa. yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. Peran institusi-institusi internasional. pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. seperti penggunaan kekuatan. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut. sehingga mengakibatkan perang besar. hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme Kenneth Waltz. A. khususnya keadaan unipolaritas. memperkukuh ide-ide bahwa hubunganhubungan dikarakterkan oleh interdependensi. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut. khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz. Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di Eropa sebelum Perang Dunia Pertama. Di sini konsepkonsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan. diplomasi. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional. Sebagai akibatnya. Dependensi . Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. Namun.F. Organski. Pendukung utama teori tersebut. interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain.(soft power). dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. dan pengaruh budaya. dengan sistem internasional didominasi oleh konflik antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya. dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas. Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi. Portugis. dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas.K. Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional.

Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis. atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme). Pemberian sanksi. penggunaan kekuatan. • • • • Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. Perlu diingat. penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235. Perang. Pada suatu tingkat. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen. penggunaan kekuatan. Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negaranegara. sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar). yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah. merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi. dan penyesuaian aturan perdagangan. semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negaranegara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan. Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties).Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme. bukan sistem internasional. Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara. yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi . yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Kelompok-kelompok keagamaan. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor. dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain. dan yang menarik diri — Mengamati aspekaspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik • • . yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). Sementara itu. Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. dan sebagai dibentuk oleh pelbagai kendala. Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. asf Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. atau merupakan revisionis. dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional. Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal. karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada). etnis. Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai realitas yang ada. yaitu menginginkan perubahan. • Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional – Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri. aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan.dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. berdasarkan masyarakat global yang proletar. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional.

dan kesehatan dunia. seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. dan heterogenitas. dan aktor-aktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). perang-perang keagamaan. Teknologi. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. Banyak institusi legal memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB. • Ilmu. teknologi. Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern. Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. Institusi Ekonomi • • • • Bank Pembangunan Asia Dana Moneter Internasional Organisasi Perdagangan Dunia Bank Dunia Badan Hukum Internasional . subsidiaritas. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu dan teknologi berdampak pada perkembangan. dan kesetaraan sosial”. bisnis. PBB PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan.etnis. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. perkembangan ekonomi. lingkungan. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. keamanan internasional.

Hak Asasi Manusia • • • • • • • European Court of Human Rights Human Rights Committee Inter-American Court of Human Rights Pengadilan Kriminal Internasional Pengadilan Internasonal untuk Rwanda Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia Dewan Hak Asasi Manusia PBB Hukum • • • • African Court of Justice European Court of Justice Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional untuk Hukum Laut Organisasi tingkat regional • • • • • • • • • ASEAN Liga Arab Persemakmuran Negara-negara Merdeka Uni Eropa CSCAP GUAM Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi NATO Organisasi Kerjasama Shanghai SAARC BAB V KESIMPULAN dan SARAN Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik. Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan. peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah .

Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. Dewasa ini. dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. dan heterogenitas. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Politik adalah perebutan kekuasaan. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Dengan demikian bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making). subsidiaritas. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah . dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru.pemerintah. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). Kecenderungan tersebut cukup beralasan. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. glory and riches). karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). kedudukan. Dari analisa tersebut. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. kebijakan publik (public policy).

Definisi-definisi mengenai Negara. Maciver. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. 2. 1. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). Norms for political behavior. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). teori politik dibedakan menjadi dua. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik.konflik dan konsensus. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). Jenkin dalam The Study of Political Theory. ideologi. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). antara lain adalah : . maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). Soltau. Max Weber. mempertahankan . Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. yaitu : a. teori politik sistematis. Menurut Rod Hague et al. Robert M. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. 2. dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya. Harold J. Menurut Thomas P. Roger H. antara lain adalah : 1. Negara mempunyai sifat-sifat. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. dan sebagainya. 3. b. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Laski. yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama.

Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. Fifth Edition. Jujun S. Michael G. 2008. 1887. Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan. dkk.html Carlton Clymer Rodee.a) Sifat Memaksa. Miriam Budiardjo. Roskin. Duverger.5. Letter to Bishop Mabdell Creighton.blogspot. Acton. Jakarta Timur: PT Perca. Tokyo.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. (Jakarta: Rajawali Press.” Pacific Community. Alfian. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. 1994). Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). Robert E. Kordi K. 2002). khususnya dalam negara (Wikipedia. 2000). April 1971. Pengantar Ilmu Politik... 2009). tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. . 2007.. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. ). Jakarta. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. Putra. et al. (Jakarta: Gramedia. John. b) Sifat Monopli. Dasar-dasar Ilmu Politik. M. Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal). Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social. Lord. http://gdpermana. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Roger F. BAB VI DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • Ghufran. 1995). Suriasumantri. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain.. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko. Political Science: An Introduction. Maurice. et al. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++.”Suharto and the Question of Politixal Stability. 1993. 2005. Geventa. (Jakarta: Sinar Harapan. cet. N.

2002). et al.7.158-184. Ronald H. p. 1996). Etika Politik.P. Teori Politik Modern.245. 1985). Machiavelli. Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E.cit.Goodin and Hans-Dieter Klingemann. cet. (Jakarta: Gramedia. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Pengantar Analisa Politik. 1997). (New York: Oxford University Press. op. A New Handbook of Political Science. (Jakarta: Rajawali Press. Pengantar Ilmu Politik. 94-102 David E. Manifesto Partai Komunis. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. Varma.29. Colorado: Westview Press. David E.465-467. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (New York: Oxford University Press. 1999). Jujun S. S. 2-3. h. Mengacu pada Ahmad Suhelmi. Apter. (Jakarta: Rajawali. h. Apter. h.. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. • • • • • • • • • • • • • • • Ronald H. 187-8. 1999). Rapar. (Jakarta: Rajawali. 1981). Pengantar Analisa Politik.194-207. (Jakarta: Rajawali.293. Karl Marx dan Friedrich Engels. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Franz Magnis-Suseno. h. Chilcote. Metodologi Penelitian Filsafat. Apter. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. 1996).. Filsafat Politik Plato. 2001). 1985).. (Jakarta: Gramedia. Lee Cameron McDonald. p.103. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Pemikiran Politik Barat. 1968). (Jakarta: Rajawali Press. (Jakarta: Rajawali. 2001). op. 2002). Chilcote. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.. (Boulder. 1985). Pengantar Analisa Politik. 1995). Seluruh buku.cit. (Jakarta: Rajawali. Augustinus. (Boulder. Robert E. Footnote: Carlton Clymer Rodee. Seluruh bab. (Jakarta: Rajawali Press. Colorado: Westview Press. (Jakarta: Sinar Harapan. (Jakarta: Graedia. Metodologi Penelitian Filsafat. Sudarto. 1981). p. h. h. A New Handbook of Political Science. Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. Aristoteles. 1997). 1999). J.57 Didasarkan atas Robert E. Seluruh buku. Lihat • • • • .H. Suriasumantri. Sudarto.5. h. (Semarang: ISEA. p. h. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.

New York. Huntington. p. • • • • • • • Robert A. (Yale University Press. (Boulder. Chilcote. Regimes and Oppositions. David Robetson. 1974). Reflections on the Revolution in Europe.).358. London: Routledge. 1968. Teori politik 1.358. p. (Boulder.juga Ronald H. (Boulder. Pemerintahan Daerah dan Lokal 6.5. Colorado: Westview Press.. 1990. 1981). Pendahuluan Dalam Contemporary Political Science. p. Ronald H. Sejarah perkembangan ide-ide politik 3. 1981). Pemerintahan Nasional 5. 1981). Ralf. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Dahl. Colorado: Westview Press.. 1981). Undang-undang Dasar 4. Ronald H. terbitan UNESCO 1950 ilmu politik dibagi dalam empat bidang (Miriam Budiardjo. Ed. Colorado: Westview Press. Random House. New Haven: Yale University Press. 2006): 1. Ke-3. Samuel P. The Routledge Dictonary of Politics. Teori politik 2. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. RUANG LINGKUP ILMU POLITIK oleh: Wazni A. Chilcote. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah 7.195-6. (ed. Chilcote. Perbandingan lembaga-lembaga politik . p. Political Order in Changing Societies. Colorado: Westview Press.290-1. 2004 Danrendorf. Bab pendahuluan. Chilcote. (Boulder. Ronald H. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. p.

Dalam menyusun generalisasi itu teori selalu memakai konsep-konsep. Sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak. modernisasi dan sebagainya. masyarakat. 1. Konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karena itu bersifat abstrak. tujuan dari kegiatan politik 2. Teori politik bersifat spekulatif (merenung-renung) sejauh dia menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik. Teori politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari politik. teori politik adalah bahasan dan renungan atas: 1. kelas sosial. Partisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi 11. golongan-golongan (groups) dan pendapat umum 1. cara-cara mencapai tujuan itu 3. kewajiban-kewajiban (obligations) yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. kemerdekaan. Menurut Thomas P. kekuasaan. kedaulatan. Dengan kata lain. kemungkinan-kemungkinan dan kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu dan 4. negara. Hubungan internasional B. Pendapat umum 12. Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi 10. perubahan sosial. pembangunan politik. Partai-partai.8. Tetapi teori politik juga dapat bersifat deskriptif (menggambarkan) atau komparatif (membandingkan) atau berdasarkan logika. lembaga-lembaga negara. Hukum internasional 1. sekalipun fakta-fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan. Partai-partai politik 9. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain. hak dan kewajiban. Jenkin dalam The Study of Political Theory dibedakan dua macam teori politik. Pembahasan Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik . Organisasi-organisasi dan administrasi internasional 14. Lembaga-lembaga politik 1. Politik internasional 13.

Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasigeneralisasi. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai. tetapi berdasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Misalnya menurut filsuf Yunani Plato. Teori politik sistematis (Systematic Political Theory) Teori-teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemology. Dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan ini. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai (value) maka teori-teori ini boleh dinamakan valuational (mengandung nilai). Filsafat politik (Political Philosophy). Teori-teori semacam ini mencoba mengatur hubungan-hubungan antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan. Contoh lain adalah beberapa karya John Locke. tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. ia tidak menjelaskan asal-usul atau cara lahirnya norma-norma. Fungsi utama dari teori-teori politik ini ialah memdidik warga masyarakat mengenai norma-norma dan nilai-nilai itu. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemology harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami seahri-hari dapat ditanggulangi. Jadi. Ia bisasanya bersifat deskriptif (menggambarkan) dan komparatif (membandingkan). Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari alam semesta (universe) dengan sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini. dalam abad ke 19 teori-teori politik banyak membahas mengenai hak-hak individu yang diperjuangkan terhadap kekuasaan negara dan mengenai sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dalam pandangan itu. 2. Misalnya. di pihak lain dapat membimbingnya menuju ke suatu struktur masyarakat politik yang stabil dan dinamis. Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan ratio.(norm for political behavior). 1. Untuk keperluan itu teori-teori politik semacam ini memperjuangkan suatu tujuan yang bersifat moral dan atas dasar itu menetapkan suatu kode etik atau tata cara yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan politik. teori politik sistematis. Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini. Teori-teori ini dapat dinamakan non-valuational. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. Teori-teori semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetrapkan norma-norma dalam kegiatan politik. ideologi dan sebagainya. Teori-teori kelompok A dapat dibagi dalam tiga golongan: 1. keadilan merupakan hakikat dari alam semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai “kehidupan yang baik” (good life) yang dicita-citakan olehnya. Teori-teori politik yang mempunyai dasar moril (kelompok A) fungsinya terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral. Bahasan- .

Facisme dan sebagainya. Kupasan berdasarkan sejarah ini di negara-negara Barat biasanya mulai zaman Yunani Kuno dalam abad ke-6 SM sampai abad ke-20 ini. sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas. Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. yaitu keseluruhan dari praturan-peraturan –baik yang tertulis. kepercayaan dan keyakinan.J. Terjemahan kata constitution dengan kata undang-undang dasar memang sesuai dengan kebiasan orang Belanda dan Jerman. ide. suatu “Weltanschauung”.mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan dan aksi (action oriented). Padahal istilah constitusion bagi sarjana ilmu politik merupakan sesuatu yang lebih luas. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnose. Nilai-nilai dan ide-ide ini merupakan sistem yang berpautan. Dan memang tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini hampir semua negara (kecuali Inggris) memiliki naskah tertulis sebagai undang-undang dasarnya. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai. Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa untuk menterjemahkan kata Inggris “constitution” dengan kata Indonesia “Undang-undang Dasar”. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya demokrasi Marxisme-Leninisme. serta sarana-sarana (prescription) mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. norma-norma dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya-karya dari filsuf-filsuf serta ahli-ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami sejarahnya. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadiankejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada. norma-norma. Ideologi politik (Political Ideology) Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai. yang dua-duanya menunjuk pada naskah tertulis. Akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam kepustakaan Belanda (misalnya L. Bidang kedua dari ilmu politik yaitu lembaga-lembaga politik seperti misalnya pemerintah mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. di antara mana Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan sifat militannya lebih menonjol. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. Ide-ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya. Ideologi –berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung. 1. tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri. Kesukaran dengan pemakaian istilah undang-undang dasar adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis. oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran-pikiran dalam masa ide itu lahir. gesetz = undang-undang). Liberalisme. yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata Grondwet (Grond = dasar. maupu yang tidak – yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat.bahasan ini didasarkan atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam (natual law). van Apeldoorn) diadakan perbedaan antara pengertian undang-undang dasar (grondwet) dan konstitusi . wet = undang-undang) dan Grundgesetz (Grund = dasar.

Wade dalam buku Constitutional Law. konstitusionalisme merupakan “gagasan bahwa pemerintahan merupakan suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat. undangundang dasar mempunyai fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang.S. Cara pembatasan yang paling efektif ialah dengan jalan pembagian kekuasaan. Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusionil. Sesuai dengan pandangan ini Herman Finner dalam bukunya Theory and Practice of Modern Goverment menamakan undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup sesuatu hubungan kekuasaan” (the aoutobiography of a power relationship)” Pandangan ini merupakan pandangan yang luas dan yang paling tua dalam perkembangan pemikiran politik. Undang-undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. Dan rupa-rupanya para Penyusun Undang-Undang Dasar 1945 menganut pikiran yang sama. sebab dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan: “Undang-undang dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasarnya negara itu. undang-undang dasar adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut”. Menurut Carl J. dalam anggapan ini undang-undang dasar mempunyai fungsi yang khusus dan merupakan perwujudan atau manifestasi dari hukum tertinggi yang harus ditaati. tetapi oleh pemerintah serta penguasa . maka undang-undang dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan. meskipun tidak tertulis”. badan eksekutif dan badan yudikatif. ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Gagasan ini dinamakan Konstitusionalisme.C. Menurut sarjana hukum E. Dapat dicatat bahwa dalam abad ke 5 SM seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang di dunia Barat dipandang sebagai sarjana ilmu politik yang pertama telah berhasil untuk melukiskan undang-undang dasar dari 186 negara kota Yunani dengan jalan mencatat pembagian kekuasaan serta hubungan-hubungan kekuasaan dalam setiap negara kecil itu. Menurut faham tersebut undang-undang dasar adalah bagian tertulis dari suatu konstitusi. tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. dengan jalan membatasi kekuasaan. Friedrich dalam buku Constitusional Goverment and Democracy. Jadi. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis. Jadi. konstitusionalisme menyelenggarakan suatu sistem pembatasan yang efektif atas tindakan-tindakan pemerintah. misalnya antara badan legislatif. Menurutnya. Bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menganggapnya sebagai organisasi kekuasan. bukan hanya oleh rakyat.(constutie). Undangundang dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. Pembatasan-pembatasan ini tercermin dalam undang-undang dasar. Dengan demikian diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindungi. undang-undang dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara. sedangkan di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis. pada pokoknya dasar dari setiap pemerintahan diatur dalam suatu undang-undang dasar.

Seseorang dinamakan apatis (secara politik) jika tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut di atas. berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. Partai politik pada umumnya dianggap sebagai manisfetasi dari suatu sistem politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. Maka dari itu. Kegiatan –kegiatan ini mencakup kegiatan memilih dalam pemilihan umum. akan tetapi hingga sekarang belum tersusun suatu teori yang mantap mengenai partai sebagai lembaga politik. Di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Untuk mencapai itu. nilai-nilai dan cita-cita yang sama. dan sebagainya. duduk dalam lembaga politik seperti dewan perwakilan rakyat atau mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan itu. maka partai politik telah secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. menjadi anggota golongan politik seperti partai. Tujuan kelompok ini untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –(biasanya) denagn cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. . Selain itu beberapa sarjana behavioralis seperti Joseph Lapalombara dan Myron Weiner telah meneropong secara khusus partai politik dalam hubungannya dengan pembangunan politik dalam bukunya Political Parties and Political Development. Sekalipun bermacam-macam penelitian telah diadakan untuk mempelajarinya. Robert Michels (1911). Ostrogorsky (1902). Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Istilah tentang lapangan studi ini pun masih belum ada. banyak memakai konsep-konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dymanics oleh karena sangat menonjolkan aspek-aspek dinamis dari proses-proses politik. kelompok kepentingan. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik. meskipun nama “statiologi“ kadang-kadang dipakai. (Kebalikan dari partisipasi adalah apati. Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Penelitian mengenai partai politik merupakan kegiatan ilmiah yang relatif baru. Bidang ketiga mengenai partai-partai. Sarjana-sarjana yang telah mempelopori studi mengenai partai politik antara lain M. golongan-golongan dan pendapat umum. Maurice Duverger (1951) dan Sigmund Nueumann (1956). akan tetapi usaha ini masih jauh dari sempurna dan jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan penelitian di bidang-bidang ilmu politik lainnya.sekalipun. Ditinjau dari hasil karya sarjanasarjana ini memang nampak adanya usaha ke arah penyusunan suatu teori yang menyeluruh. partai politik merupakan alat yang baik. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan kebijaksanaan umum (public policy). dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai. kelompok penekan. Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik.

Lahirlah asumsi di kalangan negarawan seperti Presiden Woodrow Wilson. dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasar pada bidang pekerjaan atau profesi. meskipun sebagai sasaran perhatian masalah. Kelompok ini bertujuan memperjuangkan suatu “kepentingan“ dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan. kelompok petani dan persatuan-persatuan dokter. Sikap bahwa dunia yang lebih baik.Partai politik berbeda dengan kelompok penekan (pressure group) atau istilah yang lebih banyak dipakai dewasa ini. Kerana itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh. telaah tentang hubungan internasional dikaitkan dengan “hubungan antarnegara“ (inter-state relations) yang berpangkal dari Ilmu Hukum Internasional Publik. dalam perkembangan setelah perang Dunia I. Semula. gaya. lebih tentram dan lebih terkendali hanya dapat disepakati melalui kepatuhan pada hukum. dan perbedaan-perbedaan ini sangat mempengaruhi kehidupan politik. agama atau pun berdasar isueisue kebijaksanaan. pengaruh dan ikhtiar mencari keunggulan. hubungan internasional hampir sama tuanya dengan pengkajian politik klasik. kelompok kepentingan (interest group). kelompok-kelompok kepentingan yang paling kuat. Oleh sebab itu. yang –karena mewakili pelbagai golongan. Dalam pada itu. maka ilmu hubungan internasional amat terpengaruh oleh pengkajian yuridis-formal yang berlaku sejak lahirnya Hukum Internasional Publik. terutama para lulusan yang mengalami pendidikan ilmu hukum sebagai jenjang pertamanya dalam pendidikan tinggi. ketika di Eropa dan Amerika Serikat bangkit semangant idealisme agar bangsabangsa “beradab“ (Barat) tidak lagi terjerat dalam malapetaka peperangan. advokat. kesukuan. timbul pendekatan lain yang berpangkal pada asumsi bahwa kehidupan manusia (baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok) senantiasa dipengaruhi oleh kaidahkaidah yang bukan idealis. ekonomi dan sosial suatu bangsa. Oleh sebab itu. acap kali dikemukakan sebagai retorika pembenaran negara-negara kuat. politik dan ekonomi yang terjadi di belakang atau yang . misalnya. pendekatan realis lebih mengkaji pada faktor-faktor sosial. Pendekatan ini disebut pendekatan realis. Dunia yang tertib dan damai. melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya atau instansi pemerintah atau menteri yang berwenang. Bidang keempat mengenai hubungan internasional. Sebagaimana halnya Ilmu politik lahir dari tradisi Ilmu Negara. sumber pembiayaan.lebih banyak memperjuangkan kepentingan umum. Teranglah bahwa kelompok kepentingan mempunyai orientasi yang jauh lebih sempit daripada partai politik. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan. etnis. Kelompok kepentingan tidak berusaha menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat. Bidang ini baru dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia I. Kelompok – kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur. himpunan pengusaha. paling besar. terutama karena kehidupan sehari-hari dan karier seseoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. dan basis dukungannya. lahirlah usaha-usaha awal mengikhtiarkan dunia yang tertib dan damai. Pun organisasi kelompok kepentingan lebih kendor dibanding partai politik. insinyur dan guru. ras. karena memandang proses pelaksanaan hubungan antarbangsa (menurut mereka) lebih banyak ditandai oleh pertarungan kekuasaan. Pendekatan yuridis formal sampai sekarang masih kuat dipegang. tentang “hak penentuan nasib sendiri“ yang harus dihormati dan dipatuhi oleh negara-negara beradab yang terikat pada kesepakatan hukum. Dunia yanga tertib dan damai ini diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan-pendekatan yuridis-formal.

Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews. Jakarta. Jadi. REFERENSI Dasar-dasar Ilmu Politik. selalu ada yang “lebih unggul“ dalam kenyataan sosial-ekonomi-politiknya sekalipun berkedudukan “sama“ di mata hukum. ekonomi dan sosial telah mengakibatkan bertambahnya pengkhususanpengkhususan. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia. Suatu bidang yang akhir-akhir ini berkembang dan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang adalah Pembangunan Politik (Political Development). Perkembangan penelitian ilmu politik sejak tahun 1950 menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi. Gajah Mada University Press. 1991 PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEORI POLITIK Dec 26. Hubungan dan politik luar negeri ada kecenderungan untuk berdiri sendiri dan di beberapa negara merupakan fakultas tersendiri. integrasi sosial dari golongan minoritas dan sebagainya. peranan golongan elite dan pola-pola kepemimpinan. Studi ini meneropong akibat dari pembangunan cepat di bidang sosial dan ekonomi atas tata masyarakat. peranan pendidikan sebagai sarana pembangunan. Masalah yang diteropong antara lain akibat dari perubahan sosial dan ekonomi atas lembagalembaga pemerintahan dan atas partisipasi politik. dibalik setiap rumusan hukum antarnegara atau antarbangsa. 1986 Perbandingan Sistem Politik. '08 3:55 AM untuk semuanya . 2006 Jurnal Ilmu Politik. proses dekolonisasi dan proses mencapai kemerdekaan sangat relevan dalam studi ini. Masalah pembangunan politik erat hubungannya dengan negara-negara yang baru saja memerdekakan diri. Hemat mereka. Studi ini juga mempelajari peranan dari lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan ini. Miriam Budiardjo. PT Gramedia Pustaka Utama.melatarbelakangi kaidah-kaidah hukum yang tertuang dalam persetujuan atau perjanjian internasional. PT Gramedia. Jakarta.

Teori politik valutional atau teori politik yang mengandung nilai meliputi: 1. Pembagian Teori Politik Kegiatan Belajar 2 membahas tentang lingkup teori politik yang meliputi : 1. Ideologi politik. 3. 2. maka pada bahasan ini menempatkan metodologi politik sebagai dasar memahami teori politik dengan cara : 1. Teori politik non valutional atau teori politik yang tidak mengandung nilai. 4. Pengaktifan fungsi teori politik akan dapat menempatkan peranan teori politik dalam sistem politik dan hubungan di antara sistem politik. Mengemukakan sifat-sifat dari teori politik yang berdasarkan pada ciri struktural dan ciri substantif teori politik yang dapat menunjukkan sifat empirik. Filsafat politik yang digunakan untuk mencari kebenaran dan kebijakan. Teori politik sistematis yaitu merealisir norma-norma yang sudah ada dalam program-program politik. Fungsi teori politik yang digunakan untuk membuat peramalan dan analisis di bidang politik. 2. 2. .Kategori: Gaya Lainnya Lainnya Pertimbangan Khusus: Cepat dan Mudah Layanan Naim's Site Deskripsi: Oleh : Usup Supriyadi Pengertian Teori Politik Untuk dapat memahami teori politik secara spesifik. Proses pembentukan teori politik melalui pengamatan berbagai fenomena politik yang kemudian digeneralisasi secara empirik. 3. Dan pada umumnya teori ini biasanya digunakan oleh penguasa yang status quo.

Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR). Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional. 2. 4. Hubungan teori politik dengan Filsafat 3. Hubungan teori politik dengan Antropologi 4. 2. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap ilmu pasti saling membutuhkan untuk dapat memecahkan masalah kehidupan manusia dalam berbagai bidang. adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. 3. Nafsu/keinginan berkuasa. . Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik. Hubungan teori politik dengan Sosiologi 5. Pendekatan Marxis dan perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi politik. Perkembangan Teori Politik Kegiatan Belajar 4 ini membahas tentang perkembangan teori politik dilihat dari sudut pendekatan sebagai berikut : 1. Teori Politik Zaman Klasik Teori Politik Socrates 1. Teori Politik Plato 1. Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur. Pendekatan Pasca Perilaku dalam teori politik yang dalam analisis politik menggunakan teori sistem politik dengan aliran struktural fungsional.Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Sosial lainnya Kegiatan Belajar ini membahas hubungan teori politik dengan ilmuilmu sosial lainnya. 1. Pikiran atau akal 2. Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian: 1. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Pendekatan Tradisional yang memfokuskan perkembangan teori politik dari sudut kelembagaan politik seperti: • Sifat dari Undang-Undang Dasar • Kedaulatan • Kedudukan dan kekuasaan lembaga-lembaga kenegaraan formal. 2. Pengertian matematik. Pendekatan perilaku dalam perkembangan teori politik yang memfokuskan analisis pada prilaku pemegang lembaga. 2. Semangat/keberanian 3. 3. Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. 3. Hubungan teori politik dengan Sejarah 2. Hubungan teori politik dengan Ekonomi. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates. Idealisme Plato yang secara operasional meliputi: 1.

Perkembangan negara sekuler dalam bentuk negara modern dimana penguasa berupaya untuk menggunakan cara paksa menurut kehendak pribadi. Teori Politik Thomas Aquinas . Sedangkan negara Tuhan menghargai segala sesuatu yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran. 7. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan. Teori Politik Aristoteles 1. Penggolongan dari kelas dalam negara. Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi: • Filsafat teoritis • Filsafat praktek • Filsafat produktif 2. Teori tentang asal mula negara. fungsi negara dan bentuk negara.Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. Negara sekuler dianggap sebagai penyelewengan oleh para penguasa yang arif dan bijaksana sehingga kekuasaan bagaikan keangkuhan dengan berbagai kejahatan.3 bentuk pemerintah yang baik . TEORI POLITIK ZAMAN PERTENGAHAN Teori Politik Agustinus Kegiatan belajar 1 membahas tentang : 1. Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi. ketidakadilan dalam pengadilan. tujuan negara. 3. 4. Teori tentang keadilan dalam negara. 8. 6. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum. Keadilan politik dalam negara Tuhan karena ditopang oleh adanya nilai kepercayaan dan keyakinan tentang: * Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara * Keadilan diletakkan sebagai dasar negara * Kehidupan warga negara penuh kepatuhan * Penguasa bertindak selaku pelayan dan pengabdi masyarakat. 5. 4. 6. eori kekuasaan Plato. Asal mula negara. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan dari konflik kepentingan yang dominan. rakus kekuasaan. 3.3 bentuk pemerintah yang buruk. Teori tentang negara ideal. Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota. Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya. Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas: . Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. Negara sekuler dan negara Tuhan. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). Sedangkan perkembangan negara Tuhan didasarkan atas kasih Tuhan. 7.4. 5. 2. peperangan.

3. kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara. Kekuasaan raja-raja diperjelas dan tidak diperlukan adanya campur tangan gereja atas unsur negara. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. Menempatkan kekuasaan negara lebih tinggi dari kekuasaan gereja. Teori Politik Liberalis 1. hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme. Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer. 3. 5. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. 4. Tentang pembagian negara baik dan negara buruk yang menerapkan sumber teori politik. 3. Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. 2. Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara. Kekuasaan Tuhan atas manusia bersifat langsung dan tidak melalui perantara. Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. Pengertian dan faham liberal menunjuk pada kebebasan warga negara untuk memenuhi . Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan. Teori Politik Marthen Luther Kegiatan Belajar 3 membahas tentang teori politik Marthen Luther dan kawan yang meliputi : 1. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru. Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan. Teori politik reformasi yakni kebebasan politik dengan cara membatasi kekuasaan raja dan kebebasan diserahkan pada rakyat. Dalam negara diperlukan adanya hukum abadi yang berakar dari jiwa Tuhan yang mengatur alam semesta dan hukum alam manusia untuk merasionalkan manusia mentaati hukum. 3.Kegiatan Belajar 2 membahas tentang teori politik Thomas Aquinas yang meliputi: 1. Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama. wujud kekuasaan fisik. 2. Pada sisi lain dikatakan gereja yang sejati yaitu gereja yang didirikan manusia Teori Politik Zaman Pertengahan Teori Politik Ibnu Khaldun 1. 4. 2. Teori Politik Machiavelli 1. Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara. Untuk mencapai kemuliaan abadi maka diperlukan pemerintah yang berbentuk Monarkhi. 2. Hukum positif yang merupakan pelaksanaan hukum alam dan untuk menyempurnakan pikiran manusia maka diperlukan Hukum Tuhan. maka diperlukan militer. Tujuan negara yang diidentik dengan tujuan manusia dalam hidup yakni mencapai kemuliaan abadi dalam hidup.

Teori Politik Modern Teori Politik Thomas Hobbes Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: 1. c) ingin dihormati. 2. Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth. Konsep perjanjian masyarakat merupakan cara untuk membentuk negara. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: • hak akan hidup • hak atas kebebasan dan kemerdekaan • hak memiliki sesuatu. Oleh karena itu perwujudan demokrasi liberal dalam negara harus mengutamakan kebebasan warga negara. b) membela diri. 3.kebutuhan hidup bidang politik ekonomi. Hal ini dapat terealisir dan tergantung pada model liberalisme dalam struktur kekuasaan. Pada sisi lain liberalisme sebagai sistem politik didasarkan atas negara dan kemerdekaan negara. Teori Politik John Locke Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik John Locke yang mencakup: 1. sekularisme. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. kemajuan. Oleh karena itu negara harus mendistribusi kekuasaan kepada lembaga: • legislatif • eksekutif dan yudikatif • federatif . 2. akal kebaikan. Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris. 5. Untuk menghindari kematian. State of Nature juga merupakan karya teori politik yang beda dengan Hobbes. 3. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. Unsur-unsur demokrasi liberal juga merupakan hal yang mendasar untuk difahami dalam berbagai sistem politik. a) bersaing. kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951. 4. Liberalisme sebagai faham kenegaraan menekankan pada kebebasan yang didasarkan pada faktor alamiah. Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal. Kegiatan semasa hidup John Locke yang mampu berkarya dalam bidang teori politik ditulis dalam buku TWO TREATISES ON CIVIL GOVERNMENT. 3. moral. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat. 4. Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. 2. John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: • Kebingungan • Ketidak pastian • Ketidak aturan • Tidak ada kematian. sosial dan budaya. agama. 4. 3. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. toleransi.

Pada sisi lain. Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas: • Monarkhi • Aristokrasi • Demokrasi 6. 2. Teori Kekuasaan Teori Kekuasaan Tuhan Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Tuhan dalam berbagaidimensi: 1. Teori Kekuasaan Hukum Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik hukum yang dominan mengutarakan kegiatankegiatan penguasa yang harus berdasarkan hukum yang disebut Rule of Law. Perkembangan teori kekuasaan hukum menurut Thomas Aquiras. Kekuasaan Tuhan yang tidak rasional karena penguasa menganggap diri mendapat kekuasaan dari Tuhan dan menempatkan diri sebagai wakil Tuhan di dunia. 1. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsurunsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal. Krenen Berg. Dalam teori kekuasaan Tuhan. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. Dan tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia. 2. John Locke. Kebaikan-kebaikan teori kekuasaan hukum meliputi: • Penguasa menjalankan kekuasaan sesuai UUD • Penguasa berkuasa sesuai hukum • Penguasa berupaya menerapkan open manajemen • Pers yang bebas sesuai dengan UUD Negara • Adanya kepastian hukum dalam sistem demokrasi • Pemilu yang bebas dan rahasia • Setiap warga negara diikutkan dalam mekanisme politik • Setiap warga negara sama di depan hukum . keadilan dijadikan dasar negara Tuhan untuk mengatur kehidupan warga negara. terdapat teori kekuasaan Tuhan Rasional yang beranggapan bahwa seorang penguasa yang dinobatkan menjadi penguasa karena kehendak Tuhan. Teori Politik Montesquine Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori politik Montesquieu yang mencakup: 1. Montesquieu terkenal dengan dunia ilmu pengetahan tentang negara. 2. Dalam kehidupan warga negara menurut teori kekuasaan Tuhan diperlukan adanya kebebasan bagi warga negara dan ada batas-batas kekuasaan dari para penguasa.5. hukum dan kemudian dia mengemukakan state of nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. 3. Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. Krabe. Dan pada akhirnya Hobbes dan Locke memiliki perbedaan dalam hal teori perjanjian sosial.

4. sosial dan politik. 2. Teori Kekuasaan Negara Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori kekuasaan negara yang meliputi: 1. Aturan yang dibuat oleh pemerintah atas nama negara harus diterapkan mencakup semua warga negara tanpa kecuali. Untuk implementasi berbagai sifat negara maka kekuatan militer merupakan alat yang ampuh untuk melaksanakan kekuasaan negara. Sistem pemerintahan negara dengan menerapkan: • Prinsip Demokrasi • Prinsip pemisahan kekuasaan • Prinsip hukum. Demokrasi Rakyat RRC menurut pola Mao Tse Tung mendominankan kepemimpinan politik dan pembuatan kebijakan dengan tujuan membantu seluruh rakyat agar ikut dalam modernisasi ekonomi. Menurut Montesquieu dalam pemerintahan republik kekuasaan tertinggi ada pada seluruh rakyat atau sebagian besar rakyat. Demokrasi Liberal Kegiatan belajar 2 membahas tentang Teori Demokrasi Liberal dalam pelaksanaannya di Amerika Serikat meliputi: Penerapan Trias Politika dalam Demokrasi liberal. 3. 4. Teori Politik Demokrasi Demokrasi Rakyat Kegiatan belajar 1 membahas tentang Demokrasi Rakyat dengan uraian sebagai berikut: 1. Negaralah yang menentukan hidup matinya warga negara dan pengelompokan warga negara dalam berbagai organisasi. Karena setiap negara dalam bentuk negara selalu menggunakan paksa pada rakyat untuk kepentingan penguasa dan kepentingan rakyat. Hubungan Presiden dengan lembaga tinggi pemerintahan federal yang meliputi: • Hubungan Presiden dengan kongres . Sifat menopoli dari kekuasaan negara dalam bentuk menetapkan tujuan bersama. Teori Kekuasaan Rakyat Kegiatan belajar 4 membahas tentang teori kekuasaan rakyat dengan bahasan sebagai berikut: 1.• Diperlukan pengawasan masyarakat 3. Menurut Rousseau kekuasaan rakyat dalam negara merupakan akibat perjanjian antara individu untuk menyerahkan semua hak politik kepada masyarakat. 3. yang pada kenyataannya Amerika Serikat tidak sepenuhnya menerapkan Trias Politika dalam sistem politik Amerika Serikat. Demokrasi rakyat. Sifat memaksa dari kekuasaan negara. Kedudukan Presiden di Amerika Serikat sebagai kepala negara dan kedudukan sebagai kepala eksekutif. Secara teoritis disebut Trias Politika. bertugas menjamin perkembangan negara ke arah sosialisme. Hal ini mengarah pada perkembangan. Sifat mencakup semua dari kekuasaan negara. 3. Demokrasi Rakyat merupakan negara dalam masa transisi. Kekuasaan rakyat yaitu penguasaan rakyat atas lembaga perundangundang yang sekarang disebut legislatif. 2. Kelemahan-kelemahan dari teori kekuasaan hukum apabila penguasa sudah menggunakan kekuasaan semena-mena maka pada saat itu teori kekuasaan hukum menjadi lunak. 2.

2. 5. Pemilikan unsur sebagai salah satu unsur Demokrasi Islam. Pengertian Demokrasi Pancasila yang dikemukakan oleh berbagai ahli lembaga seperti: Seminar Angkutan Darat II yang meliputi bidang-bidang politik.• Hubungan Presiden dengan Mahkamah Agung Kekuasaan Presiden dalam Demokrasi Liberal di Amerika Serikat meliputi: • Kekuasaan Presiden bidang Administrasi • Kekuasan Presiden bidang Legislatif • Kekuasaan Presiden bidang Yudikatif • Kekuasaan Presiden bidang lain seperti militer Politik Luar Negeri Pertanggungan jawab Presiden bidang politik. diplomatik. legislatif. • Persyaratan seseorang menjadi Presiden dan wakil Presiden. • Simposium hak-hak azasi manusia 1967. Hukum Tuhan merupakan satu nilai dasar keyakinan dan oleh karena itu dalam Demokrasi Islam hukum adalah kemanusiaan. bidang militer. Selain itu Presiden juga mempunyai kekuasaan di bidang. Begitu pula penetapan masa jabatan presiden dan wakil presiden. yudikatif. Pokok sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila: • Terdapat pengaruh Trias Politika • Tujuh Prinsip pokok pelaksanaan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. dan ekonomi. . Pada bagian lain dikemukakan kedudukan Presiden dan wakil Presiden yang meliputi: • Kedudukan sebagai kepala negara • Kedudukan sebagai kepala eksekutif. yang menitik beratkan pada: 1. 3. Unsur persatuan dan kesatuan yang selalu di orientasikan pada Al-Qur’an sebagai pelengkap konstitusi. Demokrasi Pancasila Kegiatan belajar 3 membahas tentang Demokrasi Pancasila yang meliputi kegiatan eksekutif dalam mekanisme sistem politik Indonesia. • Pencalonan dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden menurut tetanan teori Demokrasi Pancasila. Demokrasi Islam Kegiatan belajar 4 membahas tentang Teori Demokrasi Islam. 4. Etika kerja sama yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sesama umat Islam dan diupayakan untuk menegakkan keadilan dengan cara menjunjung tinggi kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan individu. konstitutional. Presiden yang menempati posisi sentral kekuasaan dan berhubungan dengan: • Lembaga tertinggi negara • Lembaga-lembaga tinggi negara. Unsur musyawarah dan mufakat sebagai sarana untuk mengkaji hakhak orang lain dalam kehidupan bernegara. Musyawarah Nasional III PERSAHI: The Rule Of Law Desember 1966 meliputi: • Azas negara hukum Pancasila tentang: • Pengakuan dan perlindungan hak azasi • Peradilan yang bebas dan tidak memihak • Jaminan kepastian hukum. administrasi. bidang adminsitrasi. Hal ini ditopang oleh adanya unsur persamaan dasar manusia. bidang yuridis.

Kedaulatan ekstern yang dominan menunjukkan pada kebebasan negara dan kekuasaankekuasaan negara lain yang tidak dijajah oleh negara lain. Teori Kedaulatan Intern dan Ektern 1. 2. 2. Teori kedaulatan ini menunjuk pada pelaksanaan kekuasaan yang nyata dalam suatu masyarakat merdeka atau telah memiliki independensi. 3. yang berarti warga negara dapat diatur menurut kehendak penguasa. Teori Politik Kedaulatan Teori Kedaulatan Rakyat 1. 4. 5. Partai politik di negara Komunis menempati posisi tertinggi dan hanya satu partai politik Komunis. Penguasa dalam menjalankan kekuasaan selalu mengandalkan pikiran manusia sebagai hal yang prima oleh sebab itu dalam Demokrasi Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan. Kedaulatan rakyat menurut UUDS 1950 meliputi Kedaulatan rakyat di bidang politik dan Kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. 2. 1. Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di bidang politik. Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari: bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara. Teori kedaulatan de facto. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. 3. Dibidang ekonomi pengaturannya disentralisasir dengan dasar milik bersama. tidak ada partai lain. Kedaulatan ekstern ini dalam penerapan pada saat negara memutuskan untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang tertentu. Dalam membahas teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai suatu tandingan atau perimbangan terhadap kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal. Dalam hal pengaturan negara digunakan menagement politik diktator.Demokrasi Komunis Kegiatan belajar 5 membahas tentang Demokrasi Komunis yang meliputi: 1. . Berserikat dan berorganisasi sebagai salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Pelaksanaan pemerintah diupayakan jumlahnya sedikit dan mereka memiliki kekuasaan yang tidak terbatas untuk mengatur masyarakat. Kedaulatan rakyat menurut Konstitusi RIS 1949 dimiliki oleh negara. 4. Batas kedaulatan ini meliputi : • Kedaulatan bidang politik • Kebebasan kemerdekaan • Keadilan • Kemakmuran atau kesejahteraan • Keamanan. Kedaulatan intern yang memperlihatkan batas lingkup kekuasaan negara yang berbentuk fisik. Dalam bahasan ini difokuskan pada: • Kedaulatan de facto yang tidak syah • Kedaulatan de facto yang syah. Oleh karena itu hak-hak azasi manusia tidak dihiraukan oleh penguasa. Hak-hak azasi manusia dan faham kekeluargaan.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada elit penentu yang meliputi : * Pertumbuhan penduduk * Spesialisasi jabatan * Pertumbuhan organisasi formal atau birokrasi . 2. Pengertian teori politik dan teori politik klasik dari berbagai ahli politik. 4. Fungsi-fungsi elit dengan mengadaptasi pada Talcot Parsons dan Batzell yang mengemukakan fungsi elit yang berbeda. Elit politik liberal yang berupaya untuk memberi pelayanan sebaik mungkin kepada setiap warga negara tanpa melihat perbedaan sosial. Kelas penguasa Model Marx ini difokuskan pada : * Golongan Kapitalis * Tuan-Tuan Tanah * Buruh Pekerja 3. Teori munculnya elit penentu dengan menggunakan pendapat Mills yang mengemukakan tiga teori sebagai berikut : * Elit Bisnis dengan ekonomi * Elit Politik dengan kebijakan * Elit Militer dengan teori dominiasi. Elit politik konservatif yang berupaya untuk mempertahankan status quo. Berbagai pengertian dan rumusan tentang elit penentu dengan berbagai orientasi pada tipe-tipe kelompok inti sosial * Kasta Penguasa * Aristokrasi * Estate Pertama * Kelas Penguasa. budaya dan status dalam sistem politik. dengan jalan kolaborasi.2. Metode menentukan elit politik sebagai berikut : • Metode Posisi • Metode Regulasi • Metode Pengaruh 3. 5. 2. Tipe elit politik yang memerintah meliputi: • Tipe elit politik yang menggunakan cara licik • Tipe elit politik yang memerintah dengan cara paksaan • 4. Teori Elit Penentu Kegiatan belajar 2 membahas tentang: 1. ekonomi. Pengertian Dan Perkembangan Teori Politik Teori Elit Politik Kegiatan Belajar 1 membahas tentang: 1. Oleh karena itu kajian kedaulatan de jure lebih menitikberatkan penggunaan aspek hukum sebagai dasar yuridis formal atas hak politik warga negara dan wilayah negara dengan penguasa negara. Teori kedaulatan de jure. kedaulatan de jure menunjuk pada pengakuan suatu wilayah atau suatu situasi menurut hukum yang berlaku. Dalam teori politik. 4.

Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu. Namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang utama untuk diselidiki. Abu Bakar menambahkan bahwa unsur kelalaian mungkin saja ada dalam kasus menyebarnya foto-foto itu. 6. Tentang Foto Sarah dan Azhari Kapolri Angkat Berbicara Diberitakan bahwa Rahma dan Sarah Azhari foto bugilnya tersebar di internet dan keduanya bisa jadi terjeran UU pornografi. dan tidak jujur. 2. Selanjutnya mengkaji konsep kelas secara klasik yang dapat kontradiksi dengan konsep elit ekonomi disertai pemuncakan.* Perkembangan keragaman moral. penipuan. tidak jujur. Pada umumnya kelakuan sekitar 29. Peranan Simbolis elit penentu yang meliputi : * Macam-macam lambang kolektif * Hubungan timbal balik yang simbolis antara elit penentu dengan publik * Fungsi instrumental dan simbolik. Remaja Amerika Banyak Jadi Pencuri Ditulis pada 26 Desember 2008 oleh Admin Penelitian terbaru mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. .760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik. mencuri.com–Dalam penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira mengatakan bahwa menurutnya yang paling utama saat ini adalah mencari siapa yang mengedarkan serta menyebarluaskan fotofoto tersebut. Pengintegrasian konsep kelas menengah di Indonesia yang di identik dengan elit ekonomi. Pandangan yang konsensus atas pengertian konsep kelas sebagai kajian elit ekonomi yang berorientasi pada Karl Marx. 4. jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan. polisi. ibu-bapak. Berbagai pengertian elit ekomi yang dikaji dari sudut pandang kelas yakni kelas masyarakat memiliki kekayaan. cara hidup tertentu yang dapat menempatkan kelas sosial pada prestise hidup dan pada tahap ini dapat dikategorikan elit ekonorni. mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan. Dalam laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan. Namun hingga kini belum jelas siapa yang menjadi penyebar serta menggambarkan gambar-gambar syur tersebut. mencuri. Pada bagian selanjutnya bahasan konsep kelas sosial tentang elit ekonorni dengan mengacu pada standar hidup tertentu. merupakan sikap remaja AS masa depanHidayatullah. Teori Elit Ekonomi Untuk memahami teori elite politik sebagai kajian politik pada kegiatan belajar tiga ini dapat dilihat aspek-aspek yang dibahas sebagai berikut : 1. 5. 3. Kemungkinan Rahma dan Sarah terkena pasal pidana pun masih belum pasti. dan eksekutif perusahaan. mencuri.

and propositions that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables.hidayatullah. Senada dengan definsi tersebut. Dengan demikian. Namun. Tetapi sebelum melangkah lebih lanjut. Labovitz dan Hagedorn menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataanpernyataan relasional tertentu saling terkait. tidak seperti Kerlinger. Kendati istilah ‘teori’ begitu sering dipakai dalam wacana akademik. secara umum. [afp/www. teori diartikan sebagai seperangkat ide. mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. Kerlinger (Creswell. Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel. Dengan nafas positivistik. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang. definisi. Para pakar memberikan definisi sesuai pandangannya masing-masing. definitions. Sementara itu. Mudjia Rahardjo. konstruk atau variabel. teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu.Si) A. pertanyaan. 2003: 120) mengartikan teori sebagai seperangkat ide. Lengkapnya definsi Kerlinger tersebut adalah: “A theory is a set of interrelated constructs (variables). berbanding 26 persen remaja perempuan. M. penjelasan atau prediksi secara ilmiah. tujuan. Dr. sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu. sebenarnya arti yang tepat masih samar-samar (vague) dan beragam. dan metode penelitian. Misalnya. atau meningkat dua persen sejak 2006. bagian lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penelitian adalah teori. Pengantar Selain masalah. Labovitz dan Hagedorn yang definisinya mengenai teori .com] Fungsi Teori dan State of the Arts dalam Penelitian (Bahan Kuliah Program Magister dan Doktor) (Prof. penting untuk ditegaskan apa yang dimaksud dengan teori.Dari keseluruhan.

sistem budaya. “Semakin tinggi kedudukan seseorang. dan tingkat makro (macro-level). Misalnya. teori. merupakan komponen tak terpisahkan dari penelitian. Ketiga adalah model visual. Teori Collin tentang kontrol organisasi merupakan contoh teori tingkat meso. Labovitz dan Hagedorn. B. Artinya. b. terungkap atau tidak. pemahaman kita tentang dunia secara otomatis dibentuk oleh pengetahuan kita sebelumnya tentang dunia itu. Se dangkan teori tingkat makro menjelaskan objek yang lebih luas. 2. Teori tingkat meso menghubungkan tingkat mikro dan makro. jika sebuah masyarakat berkembang pesat. Bentuk seperangkat hipotesis. teori makro Lenski tentang stratifikasi sosial menjelaskan bagaimana surplus yang terjadi di masyarakat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya”. “Jika interaksi antara dua atau lebih orang intensif. Jika Kerlinger. maupun jumlah orang. Misalnya. semakin tinggi pula tingkat pengeluarannya”. gerakan sosial. Bentuk Teori Terdapat macam-macam bentuk atau wujud teori sebagai berikut: a. seperti di dalam sosiologi dikenal teori “face work” Erving Goffman yang mengkaji kegiatan ritual dua orang yang saling berhadapan atau bertatap muka (face to face). “Jika fasilitas belajar mengajar lengkap. ada tiga tingkatan teori. Teori tingkat mikro memberikan penjelasan hanya terbatas pada peristiwa yang berskala kecil. maka akan diikuti oleh surplus pada masyarakat itu. seperti lembaga sosial. c. ruang. sebagaimana digambarkan berikut: . “Semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga. Menurutnya. Karena itu. dan Thomas Kuhn memberikan penjelasan mengenai teori lebih secara konseptual. teori organisasi. seperti: 1. seperti: 1. dan masyarakat secara keseluruhan. Artinya. maka tingkat kesukaan di antara mereka juga meningkat”. Neuman (2000) lebih melihat wilayah cakupannya (a breadth of coverage). Dalam bentuk model pernyataan “jika … . yaitu tingkat mikro (micro-level). baik dari sisi waktu. sehingga tidak akan pernah ada deskripsi atau penjelasan berbasis teori yang netral dan objektif lepas dari perspektif tertentu. atau komunitas. ma ka …”. Thomas Kuhn memberikan pandangan agak berbeda bahwa pada umumnya peneliti kualitatif berpandangan bahwa semua observasi berbasis teori (theory laden).lebih positivistik. maka kompetensi siswa juga akan meningkat”. 2. tingkat meso (meso-level).

metode perolehan data. dan menjadi dasar metode penelitian kuantitatif. dikenal ada dua aliran pemikiran besar atau paradigma ilmu dalam memandang persoalan. yakni paradigma positivistik yang bersumber atau dipengaruhi oleh cara pandang ilmu alam yang bersandar pada hal-hal yang bersifat empirik. (Gambar diambil dari Creswell (2003: 122-123) Bagan 2: Two Given Different treatments on X1 are compared in terms of Y1 controlling for X2. . C. mulai dari tujuan penelitian. mengukur keabsahan data. dan menjadi dasar metode penelitian kualitatif. proses penelitian. analisis data hingga makna dan fungsi teori.Bagan 1: Three independent variables influencing a single dependent variable mediated by two intervening variables. bentuk pertanyaan penelitian. desain penelitian. Masing-masing metode tersebut berbeda sangat tajam dalam memandang persoalan yang diangkat menjadi masalah penelitian. dan paradigma interpretif yang berakar dari cara pandang ilmu sosial yang lebih bersifat holistik dalam memandang persoalan. Fungsi Teori dalam Penelitian Sebagaimana diketahui menurut filsafat ilmu pengetahuan. Berikut uraian ringkasnya.

Dengan teori. lebih-lebih dari hasil penelitian sebelumnya yang mirip dengan tema tersebut.Dalam metode penelitian kuantitatif. Karena tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala atau persoalan tidak dalam konteks mencari penyebab atau akibat dari sebuah persoalan lewat variabel yang ada melainkan untuk memahami gejala secara komprehensif. Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel untuk ditentukan jawabannya. Informasi dimaksud termasuk dari hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai persoalan yang sama atau mirip. Teori menjadi kerangka kerja (framework) untuk keseluruhan proses penelitian. Misalnya. Karena itu. seminar atau konferensi. wajib dikumpulkan. jika seorang mahasiswa program magister atau doktor bidang pendidikan ingin meneliti mengenai pola orangtua di masyarakat perkotaan dalam mendidik anak. teori berfungsi sebagai dasar penelitian untuk diuji. maka berbagai informasi mengenai persoalan yang diteliti wajib diperoleh. Memang teori bukan satu-satunya alat atau bahan untuk melihat persoalan yang diteliti. pola dari suatu fenomena bisa dianggap sebagai sebuah teori. Jika dalam metode penelitian kuantitatif teori berwujud dalam bentuk hipotesis atau definisi sebagaimana dipaparkan pada halaman sebelumnya. Sebab. baik duplikasi maupun replikasi keduanya dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. peneliti akan memperoleh inspirasi untuk bisa memaknai persoalan. sebelum mulai kegiatan pengumpulan data. Uraian mengenai teori ini dipaparkan dengan jelas dan rinci pada desain penelitian. Itu yang oleh para ahli . Pengalaman atau pengetahuan peneliti sebelumnya yang diperoleh lewat pembacaan literatur. Kalau begitu apa fungsi teori dalam metode penelitian kualitatif? Teori dipakai sebagai bahan pisau analisis untuk memahami persoalan yang diteliti. peneliti menjelaskan teori secara komprehensif. maka informasi dari mana saja. Peneliti menguji atau memverifikasi teori dengan cara menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian yang diperoleh dari teori. Informasi itu tidak saja dipakai sebagai bahan perbandingan untuk memahami persoalan yang diteliti. metode penelitian kualitatif berangkat dari lapangan dengan melihat fenomena atau gejala yang terjadi untuk selanjutnya menghasilkan atau mengembangkan teori. Karena itu. Teori dipakai sebagai informasi pembanding atau tambahan untuk melihat gejala yang diteliti secara lebih utuh. Oleh karena itu. Sebaliknya. metode penelitian kuantitatif berangkat dari teori. mulai bentuk dan rumusan pertanyaan atau hipotesis hingga prosedur pengumpulan data. maka dalam metode penelitian kualitatif teori berbentuk pola (pattern) atau generalisasi naturalistik (naturalistic generalization). tetapi juga untuk menegaskan bahwa peneliti tidak melakukan duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. mengikuti diskusi ilmiah. ceramah dan sebagainya bisa dipakai sebagai bahan tambahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam.

state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. Thousand Oaks: SAGE Publications.sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peminat bidang metodologi penelitian. dan dengan hasil apa. __________ Malang. Lincoln (Eds.. apa masalahnya.. 1989. para peneliti. New York and London: Longman. Designing and Conducting Mixed Methods Research. Creswell. John W. Thousand Oaks: SAGE Publications.. di mana (jika penelitian lapangan). Los Angeles: SAGE Reference Publication. Pendahuluan . 25 April 2011 Daftar Pustaka Borg. tesis atau disertasi. and Meredith D. RESEARCH DESIGN: Qualitative. Lisa M. and Vicki L. (Ed. 2007. and Yvonna S. Denzin Norman K. dan juga para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. Quantitative. Given. The SAGE Encyclopedia of QUALITATIVE RESEARCH METHODS. 2008. Plano Clark.). Thousand Oaks: SAGE Publications. Creswell. Secara khusus. 2003. Educational Research: An Introduction. Handbook of Qualitative Research. ). John W. Waler R. Gall. Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis. saya berharap tulisan pendek ini dapat mengurangi kebingungan para mahasiswa mengenai posisi dan fungsi teori dalam penelitian sebagaimana selama ini terjadi. 1994. and Mixed Methods Approaches. metode apa yang dipakai.

Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. sistem politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. pengunaan kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan. dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga nwgaranya dan hubungan antar Negara. Ilmu politik mempelajari beberapa aspek.Gambaran umum tentang ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. perilaku politik. antar warga Negara dan Negara. khususnya dalam negara. seperti : a.usaha mempertahankan kekuasaan. proses politik. Tujuan Metode pembahasan Kajian teroritis Pengertian Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. tujuan Negara. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu kekuasaan dalam . baik sesama warga Negara. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan. partisipasi politik. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda. maupun hubungan sesama Negara. legitimasi. b. Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh kekuasaan. antara lain: kekuasaan politik. yaitu antara lain: • • • • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang.[5] Psikologi Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik . Maka dapat difahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan 1. ekonomi hubungan ilmu Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi. Seorang sarjana politik misalnya. menyangkut hubungan ilmu pembinaan politik kehidupan dengan ilmu demokrasi. sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian masyarakat. dan hsil dari kekuasaan itu. proses. hakikat. kekuasaan. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik. Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok. Ruang Lingkup Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah batasanbatasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi dalam pembangunan suatu masyarakat. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik. hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat. ruang lingkup. c. khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat. Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. kepentingan dan kebijakan. Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada kekuasaan 3. khususnya yang 4. sosiologi Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama. dasar. dapat meminta bantuan sarjana ekonomi tentang syaratsyarat ekonomis yang harus dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu. Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi.masyarakat. yaitu sifat. 2. Hubungan ilmu ilmu-ilmu politik dengan ilmu tersebut. dan kebijakan dengan memahami politik struktur dengan sosial pada ilmu masyarakat.

Metode 1. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. dan emosi). peristiwa-peristiwa. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi-segi ekstern (lingkungan sosial. Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap kebijakan politik suatu pemerintahan. a. b. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolngan atau pengelompokan objek-objek secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbale balik. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak.antara manusia dan masyarakat. Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu plitik antara lain: . Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara akurat. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus khusus atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. e. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan yang lainnya. semangat. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. c. denagn maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok ataui golongan. fisik. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencangkup metode. dalam metode penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan. d.

Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif. Metode sosiologis. Metode filosofis. merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organismme sosial yang dynamos.a. Namun demikian. dalam penggunaannya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi bsebagai acuannya. . c. Metode analitis. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: a. dalam penelitian ini ilmu politik di sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang. f. memandang bahwa kajian politik. Metode obsevasi. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan kehidipan politik yang di teliti secara abstrak. maupun non marxisme. Metode historis. maupun pihak-pihak yang menentangnya. ermasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. pertumbuhan dan perkembangan. lembagalembaga politik dapat di rinci dalam semua individu substratumnya. Metode deskrifsi. Metode yuridis atau legalitas. e. tetapijuga dapat tidak langsung terhadap phenomena politik. kepribadian pemimipin.diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. b. c. metode ini dapat di simpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat . Dengan demikian. merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. lembaga-lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial maupun organism sosial. hhukum sebab akibat. Artinya. d. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail. yang merupakan cirri khas ilmu sejarah. Karena itu dalam kajian sosiologis. baik itu melalui pendekatkan marxisme. Metode ekoomis . b. Metode psikologis.akademis teoretis.

system politik. legitimasi. e. 2000:35). Negara. ataupun menghitung secara cermat perkataanperkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti. persamaan. Metode klasifikasi. terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan dalam .metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar. Metode perbandingan. Missal presiden sekalipun harus tunduk kepada undang undang yang berlaku. Dengan demikian. pemilihan umum. 4. dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik.biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak. 3. siaran radio. seperti kekuasaan. konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus sebagai objek dari kekuasaan itu. Negara. demokrasi. demonstrasi. pemerintah. atau lebih. desentralisasi. hak asasi manusia. Kekuasaan Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo. dan voting.baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. 2. kedaulatan kontrak social. Pengolongan harus masuk akal Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping Harus hanya ada satu basis penggolongan Metode pengukuran. oposisi. Adapun konsep konsep yang dimaksud.untuk memudahkan pengelompokannya. 1. 1975: 42) mencakup: 1.d. Konsep-konsep Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu politik. kelompok. Menurut Phillip (2000: 820).merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang diteliti. Dengan demikian. partai politik.

Dilihat dari hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara terhadap Negara Negara lain Kemudian. b. paksaan. Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950. Kedaulatan Negara dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang merupakan sumber hokum utama. a.mendefinisikan kekuasaan itu selalu ada perbedaan yang mendasar. dan control. kekuatan. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. tujuan untuk individu atau masyarakat. Kedaulatan Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan. pengetahuan. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. Adapun totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda hugo krabe. Kehendak Negara tersebut yang termuat dalam perundang undangan dan hokum kebiasaan yang . dan otoritas. 1. kedaulatan hukum dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hokum itu berdaulat. missal kekayaan. karisma. seperti pengaruh. c. status. Dalam hal ini contohnya Parsons yang menggunakan pendekatan structural fungsional. konsep kedaulatan mengacu pada kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu Negara. saat itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik kepentingan fundamental. melihat kekuasaan “ kapasitas untuk mencapai suatu tujuan “ sementara Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana satu pihak menang atas yang lain. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam. dilihat dari hokum tata Negara. tujuan politik atau ekonomi. 2. a. jika dilihat dari jenis dan bentuknya.

individu dapat dengan bebas mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam pemerintahan. yang berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum 3. Jhon Locke. membayangkan masyarakat berada dalam sebuah lingkungan alamiah yang anarkis. Kemudioan Locke menggantikan toeri Hobess. 4. Kedaulatan rakyat Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. rakyat hokum moral dan alam. teori ini bersifat damai dan teratur. Implikasi dari bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan perantaan dewan perwakilan rakyat. hidup dalam kekhawatiran penyerangan yang membawa kematian. Negara pun merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibnkan fenomena kekuasaan dalam . Sebagai sumber hokum utama adalah undang undang. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Kontrol Social Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi. Kehendak bersama dengan demikian mewakili hal hal yang terbaik. Beberapa totokoh ajaran ini adalah Kelsen. Dengan demikian. Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang saudara. b. kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara yang menyatakan dirinya demokratis. Kontak social itu diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess. hal itu dapat dicapai dengan demokrasi partisipasi langsung. Akhirnya. orang orang me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. jhering. mengolah alam dan kepemilikan.diakui dengan undang undang. Dengan demikian. laband. jellinek. Negara adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. dalam kontak social yang ideal. dan JJ Rouseau. Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi dari orang orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka.

Suapaya tidak jadi antagonisme yang sangat berbahaya. Jhon Locke mempublikasikan two treatises of government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di eropa pada abad ke 16. pemerintah mengacu pada proses memerintah. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat atau lembaga. Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini. model tersebut telah banyak ditiru keberhasilan yang bervariasi. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose situ sendiri. Ia menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian abadi dan di revolusi prancis.masyarakat. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata aturan. b. Negara meupakan organisasi yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut. yakni pelaksanaan oleh yang berwenang. 5. Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang social ataupun bertentangan satu sama lain. Pemerintah Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian: a. artinya kantor atau jabatan jabatan dalam pemerintahan. sekaligus suasana antagonistic yang penuh konflik. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari masyarakat yang madani. c. Negara adalah suatu struktur yang abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah revolusi 1688. paling tidak memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah. sebab manusia hidup dalam suasana kerja sama. metode dan system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. d. yakni . Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. Ada 2 tugas Negara yakni: a. b.

peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus. Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam pemerintahan demokratis. Kajian tentang pemerintahan sudah berubah. mengingat dengan legitimasi yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang maupun kelompok. karena sejalan dengan behavioralisme. mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki hak hak untuk memerintah. c. terutama sejak prang dunia 2. perasaan. Legitimasi tidak menjamin akan dapat memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas dengan kemepimpinannya itu. merupakan penyeimbang maupun control terhadap pemerintah yang berkuasa. hokum.a. 6. tettapi semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran yang menyelamatkan kita. legitimasi legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang secara hokum adalah sah). Tragedy orde baru yang yang dialami pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak pernah diaui sebagai advocate atau pembela. . Legitimasi memegang peranan penting dalam system kekuasaan. terutama berperan sebagai oposisi yang sehat. Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan. oposisi oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa. peran legislative untuk membuat peraturan peraturan b. jika ada saja terjadi penyimpangan. Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus memilki gabungan cirri cirri otorotatif. peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru. Baik lembaga lembaga formal maupun non formalnya. kini fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. 7.

harmonis. baik ke luar maupun ke dalam. Pemilihan Umum Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau mementukan orang . Aristoteles juga berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil dalam pemikiran politik saat itu.8. sejalan dengan perubahan masyarakat. Menurut Poly bius menyatakan bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang dari elemen elemen monari. Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak. Saat itu demokrasi dianggap “agresif” yang tidak stabil serta mengarah kepada tirani. Demokrasi Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya. Berbicara tentang system politik sama halnya tentang berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah 9. 10. Perjuangan persaingan kelompok untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama dalam system politik. System Politik Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua prose dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan politik. prinsip demokrasi senantiasa terus berubah. 3. dan mencintai kebebasan. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah maupun tidak sah. 2. aristokrasi dan demokrasidapat stabil. Secara sederhana dalam setiap system politik akan mencakup: 1. dalam karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota. Demokrasi adalah nama konstitusi. Pada saat itulah demokrasi dianggap nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik terhadap dominasi lemaa di Eropa. namun ada juga yang menyatakan suatu system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip persamaan politik Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat. namun yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi adalah revolsi prancis. Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang ideal.

b. hanya 33 negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum untuk memilih pemimpinnya. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan pemilihan yang kompetitif. Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan Mosawwir adalah: a. Sarana rekrutmen politik. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum adalah: Objek penilu. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntunan rakyat. 11.orang yang duduk di dewan legislative maupun eksekutif. System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan. c. e. yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya. penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari kehidpan demokrasi. d. c. terutama di negara Negara barat. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. b. a. nilai-nilai. partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Pemilihan umum sekarang telah meluas. menurut Schlesinger partai politik adalah: a. pada tahun 1975. Pemiliha umum juga masih diyakini sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public. b. 12. c. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang memilki satu partai. Desentralisasi . Partai Politik Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya. System kepartaian atau pola dukungan. cita-cita. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama posisi eksekutif. serta perjuangan yang sama.

Ia menunjuk pada reformasi pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan. Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan konsepkonsep dekonsentrasi maupun devolusi. seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. bentuk deprivasi dapat dibedakan berdasarkan pola-pola perubahan yakni: 1. 14. deprivasi persisten.maupun dengan devolusi kepada lembaga-lembaga otonomi daerah. demontrasi dapat berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi. 4.Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih rendah. Persamaan Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa disiplin ilmu. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif. bahkan enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan. Melalui pendidikan. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan untuk memenuhi harapan itu. 2. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri. deprivasi aspirasional. melainkan diupayakan atau dibuat. Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut: a. Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara alamiah selalu berbeda. sifatnya bervariasi. Demontrasi Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan. istilah persamaan memiliki makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan yang kompleks. Namun dapat juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran public maupun memusuhi sekelompok orang. yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih lebih rendah dibandingkan . baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan. yaitu kemampuan yang secara konsatan berada dibawah harapan. tetapi merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang lebih besar. memperlihatkan. deprivasi progresif. menunjukan dan membuktikan. 3. Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan delegasi melalui pejabat di daerah. Dalam ilmu matematika. Christopher Jencks mengemukakan bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya. yaitu dimana harapan konstan dan kemampuan turun. yaitu harapan naik kemampuan konstan. Para ilmuwan social sejak lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut. 13. deprivasi dekremental.

tetapi juga hak hak ekonomi. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat sipil dan politik. seperti yang dianjurkan penganjur HAM barat yang radikal. Negara Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang wenang.harapan. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti: 1. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. Generalisasi Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep atau lebih. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan politik. social dan budaya. . cepat atau lambat akan dating gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut. HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipukul rata. kadang kadang dikenal dengan prinsip atau hokum. Oleh karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah Negara. b. Hak Asasi Manusia Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan institusioanal dari pemberontak vs Negara. Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang. Bangsa Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang lalu dengan memepatkan batu kerikil. pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana maupun kompleks. yakni: justifikasi normative untuk kekerasan justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan c. Kebanyakan Negara barat memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita dewasa. 16. 15.

8. Pemerintahan Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan kebebasan dan mementang pembaruan. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme pemerintahan yang ada. Sebalinya tidak semua partai oposisi baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan umum. hanya saja ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu maka gusdur turun secara tragis. Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik Teori-Teori Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manusia. pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. Negara Adanya peraturan dan perundang undangan dalam kehidupan bernegara. 3. 5. Kedaulatan Rakyat Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa secara absolute. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. 4.2. 7. aman dan berkesinambungan. dan mempertanyakan . Legitimasi Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik yang mendukungnya. 6. institusi masyarakat ataupun pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian.

terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivisme. Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya. Sedangkan teori politik sebelumnya. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. birokrat. Aristoteles. hingga Marx dan Mill berusaha menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu payung politik. kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi. Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik 1.pengaturan politik serta sosial apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. bertumpu pada kesalahan. 2. Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori pilihan publik (Miller. seperti Plato. 2002: 787). Salah satu . pemilih. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. Penerimaan terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana dipahami secara tradisional. dan lain-lain).

sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. 2002: 797). mengkhususkan pada tatanan sosial macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsipprinsip tersebut.argumentatif (Miller. teori politik kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat . Tujuannya adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas. keadilan. yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan yang ideal. b. Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli Sebagaimana telah dicatat sebelumnya. dan lain-lain. di mana penindasan dan dominasi tidak ada. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. di mana pandangan tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. Kemudian. Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah a. Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu sendiri. Selain itu. Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls (1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-individu yang rasional akan menyepakatinya. 1. Contoh serupa. 2002: 798). kebebasan. serta partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain secara. 3.hasil yang sangat terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963).

Teori Negara Berdaulat Jean Bodin Jean Bodin hidup tahun 1530-1596. disiplin. kekejaman. Barthomew tahun 1572 yang mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran. Machiavelli dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence. kejayaan. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang diperlukan. Untuk melakukannya. baik dicintai maupun ditakuti. seperti ketegasan. 3. seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya kepada negara dan mencapai keabadian sejarah. Francis dari keluarga kelas menengah yang kaya. dan pertimbangan politik. 1. dan kebaikan negara. la hidup pada masa pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak ketika terjadi pembunuhan St. c. kemandirian. Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513. meskipun tulisan-tulisannya muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis. Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner. dipandang sebagai sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. sekarang Italia. Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati. Inti teorinya adalah sebagai berikut. seorang penguasa yang bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua tipe. pengampunan. dan tulus. dapat dipercaya. dan kontrol diri. 1985:4) sebagai berikut. yaitu kepangeranan atau principality dan republik. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk. . 2. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut. b. 2.dilihat sebagai penanda transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi. betapa pun tampak tercela karena rakyat pada akhirnya hanya peduli dengan hasilnya. Hanya dengan memadukan machismo semangat keprajuritan. yaitu kebaikan negara. a. Watak-watak. lahir di Anjou. ia sering dituduh “ gurunya kejahatan” karena nasihat-nasihatnya yang amoral seandainya bukan immoral.

Terdapat empat unsur dalam negara. hanya ada satu penguasa. Somerset. tujuan bersama. bukan individu. Keluarga merupakan unit dasar bagi negara. 1957). kekuasaan yang berdaulat . 4. keluarga . satu pemimpin.a. Jika beberapa orang memiliki otoritas. b. Inti ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut. Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington. dan satu tuan. Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga. sebagaimana orang yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan mengenai sasaran” (Bodin. a. demikian pula patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara. e. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature). tidak dapat berharap akan menemukan cara-cara untuk meraihnya. d. Karena berkeluarga itu seperti bernegara. Tidak boleh ada commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat menyatukan semua anggota-anggotanya. Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara. Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi manusia lainnya adalah kedaulatan. Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh kekuasaan yang berdaulat. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam penguasa commonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh terhadap warga negaranya. yaitu tatanan yang benar . yaitu . “ Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan masalahnya dengan benar. Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth. c. mereka akan merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus berlanjut.

sederajat. kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk mencapai tujuan pemerintahan tersebut. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan dirinya atau apa yang menjadi miliknya. tetapi hanya hak-hak untuk melaksanakan hukum alam. Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan.kondisi hidup bersama di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui. dan merdeka. dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. diterima. d. Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas. f. g. h. ia bukan keadaan kebebasan penuh. Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut hak-hak alamiahnya yang substansial. b. tetapi kepada seluruh komunitas. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia. Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam. e. sedangkan sebagai pewaris ia adalah . Ketika masyarakat itu telah terbentuk. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada orang atau kelompok tertentu. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu masyarakat politik. c. la pun bukan masyarakat yang tidak beradab. tetapi masyarakat anarki yang beradab dan rasional.

di Paris. baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antar bangsa atau negara merdeka. Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan -sejarah. a.penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut.individu. d. dan despotik. atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya diserahkan sebagian anggota masyarakat. b. dan hukum politik yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa dengan rakyat. dan iklim di mana orang tinggal. sedangkan despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah. Tidak ada aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang berlaku bagi semua masyarakat (relativisme). Francis. e. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah . 5. c. hukum sipil yang mengatur hubungan antar individu. Monarki adalah pemerintahan konstitusional oleh satu orang. Republik dapat berupa demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga kerakyatan. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami wilayah itu. terdapat tiga jenis pemerintahan. dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat (petite noblese). geografi. Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum dibutuhkan. teori Montesquieu ini dapat dikemukakan sebagai berikut. monarki. Dalam klasifikasi pemerintah. yakni republik. Montesquieu lebih dikenal sebagai “ Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan ”. Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal Montesquieu.

bukan atas efisiensi. eksekutif. misalnya polisi beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan pertukaran bebas. satu-satunya perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas. Namun. jika pemerintah berusaha memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang itu. Karena orang memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai. (free exchanges) di antara orang-orang ”. Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya adalah adil. dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendirisendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat (Apter. Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) “ Individu memiliki hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu) ”. 1996 : 86) 5. Dengan demikian. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini. klaim pokok Nozick dapat dikemukakan: “ Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari pertukaran bebas. tetapi atas hak-hak moral dasar kita. Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori hak pemilikan legal) sebagai . bahkan seandainya pajak tetap dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah yang tidak semestinya. Sedangkan campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang merupakan sebuah pelanggaran. berarti itu tidak adil.negara di mana kekuasaan legislatif. Dengan demikian.

Rousseau. a. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas. Indonesia Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo. Antonio Gramsci. b. Rumus distribusi yang adil adalah “ Setiap orang memberikan sesuai dengan pilihannya. Thomas Hobbes. John Locke. Harold Crouch. Salim Said dan Ramlan Surbakti . Adam Smith. Immanuel Kant. Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut prinsip pertama. Lenin. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification of injustice) bagaimana berhubungan dengan pemilikan (holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara yang tidak adil. 1974:160) Tokoh-tokoh ilmu politik Tokoh dan pemikir ilmu politik Mancanegara Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik. Douglas E Ramage. dan setiap orang menerima sesuai dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose. modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles. Karl Marx. Nicolo Machiavelli.berikut. Samuel P Huntington. Martin Luther. to each as they are choose ”(Nozick. c. Max Weber. Cicero. Friedrich Engels.

disebabkan belum terdapatnya kesamaan pendapat diantara para cendikiawan sehingga hal ini menimbulkan kekacauan istilah. ternyata banyak sekali istilah bagi ilmu politik. di Inggris disebut sebagai “political science”. dikhususkan pada penggambaran. Sehubungan dengan hal tersebut. polites (warga negara). Dengan mengingat hal tersebut diatas. George Jellinak dan Kuntjoro Purbopranto mempunyai pendapat sama mengenai masalah ini. DAN RUANG LINGKUP POLITIK Secara etimologis. PENGERTIAN. “the science of politics”. tujuan-tujuan negara. . “les sciences politique” (Prancis). Menurut O’Leary (2000: 794) subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: pemikiran politik. Soltau (1961: 4). timbul banyak istilah tentang ilmu politik. mereka menyatakan bahwa ilmu politik sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. hubungan internasional. penjelasan analisis. lembaga-lembaga politik. Polis adalah kota yang dianggap negara yang terdapat dalam kebudayaan Yunani dimana pada waktu itu kota dianggap identik dengan negara sehingga dengan demikian polis ialah tempat tinggal bersama dari orangorang biasa selaku warganya (citizens) dengan pemerintah yang biasanya terletak diatas bukit yang dikelilingi tembok untuk menjaga keamanan mereka terhadap serangan musuh yang datang dari luar. Banyak regam istilah bagi ilmu politik. politeike techne (kemahiran politik). “staatswetenscappen” (Belanda). politikos (ahli negara). Menurut Brendan O’Leary (2000: 78) ilmu politik merupakan disiplin akademis. teori polotik. polilieke episteme (ilmu politik). politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis. dan “scienza politica” di Italia. Dari istilah polis dihasilkan kata-kata seperti : politeia (segala sesuatu yang menyangkut polis atau negara.BAB II ILMU POLITIK 1. di Jerman dikenal dengan istilah “staats wissenchaft. Oleh sebab itu George Jellinek dalam bukunya “Recht des modern states” menyatakan bahwa ilmu politik amat sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. 1990: 8-11). administrasi publik. teori-teori kenegaraan. A. politik perbandingan. dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. sehingga ada ketegasan dalam pengguanaan istilah tersebut (Abu Daud. Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. KARAKTERISTIK. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. ekonomi politik. Bagi kaum institusionalis atau institutional approach seperti Roger F. sejarah politik. menyatakan bahwa ilmu politik adalah kajian tentang negara.

Pemikiran Politik Subbidang ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa ilmu politik. Mereka percaya bahwa perilaku politik massa memberikan kunci untuk menjelaskan episode-episode politik utama. Hegel. dan Mill (O’Leary. Rousseau. 5. kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori politiknya yang telah lama berevolusi. Low politics (politik bawah). yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan-jurusan ilmu politik di banyak universitas pada akhir abad ke-19 (Miller. zaman pertengahan dan awal moden karya-karya Aquinas. 2. Dintaranya karyakarya besar para pemikir sejak zaman Plato. Agustine. menurut O’Leary (2000: 789). Ekonomi Politik Subbidang ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori pelaku politik sebagaimana teori perilaku ekonomi. 1. 1. eksekutif. 4. 788) 1. Sebagai contoh. Montesquieu. seperti halnya beberapa revolusi yang terjadi. 3. dan sistem pemilihan. Locke. 1.1. 2. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum Merupakan cabang empiris dan normatif dari ilmu politik yang tumpang-tindih dengan hukum dan ekonomi. secara garis besar politik cenderung terbagi dua kubu : 1. khususnya peranan konstitusi. Hobbes. Marx. 3. Teori Politik Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri. harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. Politik Perbandingan Merupakan asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satusatunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. partai politik. teori politik Anglo-Amerika kontemporer. 1. Selain itu. Aristoteles. 7. mereka percaya bahwa kepribadian dan mekanisasi para elite politik adalah kunci pembuat sejarah. birokrasi. yaitu cara mempelajari perilaku politik para pelaku pembuat keputusan elite. Sejarah Politik Banyak para ilmuwan politik yang menjelaskan tentang sejarah politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. Tocqueville. 2002: 790) 1. yudikatif. Administrasi publik memusatkan perhatiannya pada susunan institusional provinsi pelayan publik. Hight politics (politik tinggi). Lembaga-Lembaga Politik Merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik. atau politik dari bawah. biasanya memilki citra rasa deduktif dan analisis. dan secara historis berkenaan dengan kepastian administrasi yang bertanggung . 6. 2000. serta buku-buku para penulis modern seperti Kant.

sedangkan para ahli kebijakan publik menganalisis formasi dan penerapan kebijakan-kebijakan. yang dapat diartikan sebagai cara yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan. Ekonomi Politik Istilah ekonomi politik (political economy). baik terhadap pandangan politik yang mengabaikan masalah-masalah makna dan kebudayaan maupun terhadap pandangan kultural yang mengabaikan isu-isu politik dan kekuasaan” (Welch. . dan lahir tahun 1950-an yang ditandai dengan rapproachement-nya ilmu sosial. Teori Kenegaraan Teori ini sering diduga merupakan teori politik yang paling padu dalam memberikan perhatian bagi teori politik kontemporer. 9. Pluralisme Politik (Political Pluralism) Kajian ini adalah perspektif normatif dalam ilmu politik modern yang menekankan pentingnya demokrasi dan kebebasan mempertahankan pluralitas organosasi-organisasi politik dan ekonomi yang relatif otonom (Russel. kajian perang. 1. Hubungan Internasional Subbidang ilmu politik ini memfokuskan pada masalah-masalah yang menyangkut organisasiorganisasi internasional. Adapum tujuan substansif dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politik. Psikologi Politik (Political Psychology) Merupakan bidang interdisipliner yang relatif baru. administrasi publik. dan analisis kebijakan luar negeri. Pada umunya. Budaya Politik Istilah budaya politik (politic culture) untuk pertama kali muncul pada tahun 1050-an (Almond. khususnya ilmu politik dan pikologi. pertukaran uang. 1. 8. 2000: 769) 1. sosiologi politik. Kedua. kelompok yang membatasi cakupan budaya politik pada orientasi subjektif bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok sosial atau individual hingga politik. 2000: 794).2000). b. Definsi kelompok yang pertama. kebijakan publik. ekonimi-politik internasional. 1. definisi budaya politik pada umumnya dapat diklarifikasikan dalam dua kelompok definisi. 1956). kelompok yang memperluas konsep itu sehingga meliputi pola-pola perilaku politik. penelitian empiris substansialnya muncul pada tahun 1960-an. 1.jawab dan adil. 1993). konsep budaya politik berkaitan dengan “ketidakpuasan. dan hubungan internasional (O’Leary. c. dan pajak yang sekarang sering disebut kebijakan ekonomi (Suttliffe. d. Beberapa kajian ilmu politik secara tematis yang berkembang dewasa ini demikian luas dan banyak ragam antara lain sebagai berikut : 1. serta memberikan manfaat normatif dan empiris terhadap argumenargumen yang digunakan untuk menjustifikasi kebijakan-kebijakan tersebut. kajian perdamaian. pemikiran politik. mulai digunakan secara umum pada abad ke-18. Menurut Bown (2000: 799). a.

dimana partai politik diartikan suatu organisasi yang berusaha memenangkan jabatan publik dalam suatu persaingan di daerah pemilihan dengan satu atau lebih organisasi serupa (Lijphart. Walaupun kekaburan ini tampak. dengan menuntut otonomi yang lebih besar atas daerah kediaman mereka. 2000: 778) 1.Perbedaan antara ekonomi politik (ilmiah) dan ilmu ekonomi (vulgar) ini telah menjadi konstanta dalam pemikiran ekonomi yang kritis. Definisi yang paling awal muncul pada abad ke-19 dan mungkin dapat disebut sebagai definisi terbaik. sejarah representasi/perwakilan politik adalah sejarah kebangkitan Eropa. bahkan hubungan kekuasaan dengan pengetahuan (Vincent. Perwakilan Politik (Political Representation) Menurut Tournon (2000: 919). f. 1. kesenian dan kekuasaan. Antropologi Politik (Political Anthropology) Bidang ini membahas perkembangan struktur politik masyarakat secara evolusioner. yakni pelayanan pemerintah yang berbelit-belit. 1. Partai Politik (Political Party) Merupakan suatu istilah yang sebenarnya sampai sekarang belum memiliki kata sepakat tentang apa itu partai politik. dari kebiadaban melalui barbarisme menuju peradaban. nasionalisme. 1. muncul dari masyarakat kecil menuju masyarakat politik berdasakan batas wilayah dan kekayaan. kajian tentang subaltern. namun kadang-kadang sebaliknya. i. gagasan-gagasan. dan hubungan-hubungan yang mereka peroleh atau mereka korbankan. 1. keterampilanketerampilan yang dipersyaratkan. Birokrasi Politik (Bureaucratic Polity) Kadang-kadang birokrasi diartikan sebagai upaya efisiensi pemerintah. melalui transformasi dari sovereign’s counxillors ‘kedaulatan para penasihat’ menjadi sovereign assembly ‘kedaulatan majelis’. 2000: 731). hubungan kepercayaan. dari mana asal mereka. kelas dan gender. dengan jalan apa saja. pemberontakan petani. h. namun masih dalam koridor permukaan yang tidak nyata. Rekrutmen Politik Kajian ini meliputi melihat dan mempelajari peristiwa-peristiwa politik dengan cermat tentang bagaimana para partisipan atau peserta sampai terakomodasi dalam suatu keanggotaan institusi politik. . Politik Etnik Merupakan bidang politik yang dapat dibangkitkan oleh ketidakpuasan sekelompok anggota masyarakat yang terkonsentrasi dalam suatu daerah. j. e. g. khususnya Marxis. 1. hubungan problematik antropologi dengan kolonialisme.

PENDEKATAN. 1. 2. 2. dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut. TEKNIK. 4. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalahmasalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya. yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.R. dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Metode induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifak khusus atas dasar fakta teoritis yang khusus ke yang umum. 1981: 141-151). 3. METODE. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbal balik. Torbert sering disebut sebagai collaborative inquiri (Tobert. dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif (Supardan. Sedangkan pendekatan kuantitatif mencoba untuk memelihara diri mereka dari pengaruh koleksi data. DAN ILMU BANTU POLITIK Pendekatan Kajian ilmu politik dapat menggunakan dua pendekatan. 2. Metode filosofis. dan menurut W. Dalam menggunakan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur dengan penarikan kesimpulan dari keadaan umum ke yang khusus. B. 2004: 157). bersifat deskriptif anatik. menekan proses bersifat induktif. Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain : 1. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. Metode deskriptif. Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi.1. adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada saat ini secara akurat. Pada bagian lain. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung . Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57). 1. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitikberatkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. 5.

3. sampling. interview. 7. Metode observasi. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sessuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci. 4. participant observer. Metode ekonomis. Metode pengukuran. 2. Metode analisis. 4. atau lebih. 6. serta hukum (Budiardjo. baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. 2000: 17-28). negara. merupakan metode yang sangat mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitas. dan action research. 4. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataankenyataan sejarah. 5. direct obsevation. 1. 3. questionare. 3. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanyan hubungan timbal balik. psikologi sosial. merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti. ekonomi. geografi. Metode klarifikasi. diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. 5. antropologi. 6. 2. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. dalam penggunaanya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. . seperti field work. Ilmu bantu Adapun beberapa ilmu bantu yang digunakan fdalam kajian politik diperlukan sekali peran dan kontribusi dari berbagai ilmu sosial lainnya. merupakan pelksanaan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. Metode perbandingan. lembaga-lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. sosiologi. Metode historis. schedule. case study. Teknik Teknik yang banyak digunakan dalam ilmu politik sebenarnya banyak ragamnya. Namun demikian. kelompok. Metode sosiologis. investigation. Metode deskripsi. Metode yuridis atau legislatis. dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang paling banyak digunakan adalah metode-metode sebagai berikut : 1. Metode psikologis. memandang bahwa dalam kajian politik. terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik. opinionnaire. seperti sejarah. filsafat.yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti secara abstrak-akademis-toretis.

Ilmu Geografi Faktor-faktor yang memengaruhi politik. d. seperti sifat hakiki. 1. dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. yaitu suatu bagian dari filsafat yang mengungkap kehidupan politik. ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal dengan eknomi politik (political economy). psikologi sosial menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat. Ilmu Hukum Sejak dahulu. g. b. C. Psikologi Sosial Dalam hal ini. Hal ini mengingat antropologi memberikan kontribusi besar dalam pengertian dan teori tentang kedudukan serta peranan satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan. 1. dan derah pengaruh (sphere of ifluence) dibahas dalam geografi. perbatasan strategis (strategic frontiers). e. asal mula nilai dan negara. Filsafat Filsafat juga berperan dalam ilmu politik. c. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau golongan.1. terutama di Eropa Barat ilmu hukum dan politik memang sudah demikian erat. Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar . a. 1. f. Sosiologi Sosiologi banyak membantu usahanya memahami latar belakang. terutama filsafat politik. desakan penduduk (population pressures). 1. 1. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. 1. 1. h. seperti lokasi (location). 1. Antropologi Antropologi merupakan ilmu bantu dalam ilmu politik. Ilmu Ekonomi Pada masa silam. Sejarah Sejarah sangat diperlukan dalam ilmu politik mengingat sejarah memberikan fakta masa lampau untuk dikaji lebih lanjut. TUJUAN DAN FUNGSI POLITIK Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau tidak.

bangga. Plato dan Aristotoles di akasemi-akademi Yunani. Tujuannya tidak lain adalah untuk menelaah kesalahan-kealahanan yang dibuat oleh para penguasa dan berusaha untuk mengurangi ketidaktahuan dari mereka yang dikuasai. Begitu pun sebelumnya. Socrates sebagi lambang guru politik yang aktif. kekuasaan dan keagungan sebagai pemimpin dan penakluk di muka bumi ini. dan diabdikan kepada tujuan manusia yang posotif. serakah dan sifatsifat positif bergalau dengan negatif. serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak? Dengan demikian. ia meninggal karena tekanan-tekanan praktis penguasa politik yunani kuno. kesenangan. politik menjadi suatu pokok kajian yang dihindari dalam masyarajat yang sopan. kemesraan. orang belajar bagaimana kekuasaan dapat dijinakan oleh prometheus. sebagaimana kita butuh akan keindahan. terutama di Amerika serikat dan negara-negara barat yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-prakrik kelembagaan. jijik. kita pelrlu tahu dan merasakan hal-hal yang terlarang pada suatu masalah. dan paradoks. Menemukan hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. seperti rasa cinta. bernafsu. Akan tetapi. diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajar sehingga dapat bertindak. sekaligus rasa jijik. hal itu begitu tampak. mendua. tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat praktis. Akan tetapi. Dalam hal ini politik dipandang sebagai ilmu. Agar dapat bertindak dengan baik secara politik. kita pun membutuhkan kontroversi dari masalah lain. Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu. Kita telah menciptakan lembaga-lembaga tertentu untuk mengendalikan dan menyalurkan nafsu itu. menarik. . yang lain dalam kekuasaan yang terorganisir. Walaupun ajaran kritis tersebut pada prinsipnya bersifat intelektual. malu dan marah. David Apter dalam bukunya yang berjudul Introduction to politicial analysis. Sebagai sebuah disiplin ilmu. di antaranya yang satu dalam kehidupan keluarga dan kekerabatan. Sebagaimana seks. Sebagai contoh. Dalam pembelajarannya pun sudah mengenal metode yang bersifat kritis. secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi. Tidak aneh jika mempelajari ilmu politik membangkitkan perasaan-perasaan yang mendalam. ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. Setidaknya secara umum terdapat tiga makna tujuan mempelajari ilmu politik yaitu : 1. 1996:5). Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. 1. Dalam beberapa hal. menganalogikan ilmu politik dengan seks (Apter. ilmu politik memiliki sifat ambigu. namun di satu sisi pun punya arti yang kabur dan mudah disalahgunakan. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. Untuk mancapainya. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. Kedua tipe itu menunjukan suatu kesinambungan rumpun manusia dan keseimbangan komunitas. Keduanya adalah sesuatu yang pokok dalam kehidupan yang terorganisasi. setia.hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Perspektif Intelektual Sebagaimana kita maklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik. dan juga mereka sangat terlibat dalam politik prakris. orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. seperti bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga. benci.

dunia politisi adalah dunia hari ini dan hari esok dekat. sebuah kasus dengan adanya sistem pemilihan langsung di Indonesia. Sebab perspektif itu bertolak dibangun berdasarkan apa yang dianggap salah oleh individi maka pemikiran individu itu yang memperbaikinya. apakah politik itu ilmu? Sebab sebagian besar dari mereka berasumsi bahwa politik itu seni. hukum. perspektif intelekyual dalam politik adalah perspekti yang mempergunakan diri sendiri sebagi titik tolak. seperti licin. Dengan demikian. partai politik. hari ini dan hari esok. keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal. sedangkan kaum intelektual manaruh perhatian dalam tiga dimensi. Pendirian ini memandang terhadap kebuuhan ke depan. bahkan terburuk kepada rakyat. politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil. kelompok kepentingan. Tentu saja ilmuwan politik profesial memandang politik sebagai suatu sistem sebagai perubah terorganisasi yang saling berinteraksi. banyak intelektual yang bersedia menjadi anggota calon legislatif dan eksekutif pusat dan daerah. Dengan kampanye yang bergaya “orator mendadak” dalam aktu singkat mereka mempersiapkan dan menggunakan strategi itu dari yang biasanya sangat teoritis mandadak berubah kedalam suatu kerangka kerja yang bersifat praktik. 1. Singkatnya. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Sebagai contoh. untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politisi. 2. tidak usah heran pula jika politisi adah orang yang dapat diperoleh dari kekuasaan (Apter.Itulah sebabnya mengapa tradisi intelektual dapat dengan mudah menjadi subversif terjadap penguasa dan merangsang timbulnya perdebatan politik. Politik dapat memiliki dampak terbaik. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangkan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. termasuk yang terbaik dan tercerdik sekalipun sering melakukan hal-hal yang mengerikan. Baik intelektual maupun politisi dapat saja meragukan. Jika tujuan pertama politisi adalah memperoleh kekuasaan maka kaidah kedua adalah mempertahankan kekuasaan. (Apter. Sistem itu meliputi pemerintah. Suara lebih dahulu. Dengan demikian. sedangkan asas belakangan. tugas ilmu politik adalah . keabsahan. 1996:20) 1. Tidak usah heran jika sebagian politisi. dari pada hal-hal yang teoritis) sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu mamasukan masalh politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. tidak dapat dihindari bahwa pembelajaran politik bersifat politis. Keputusankeputusan dari politisi diuji dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. dan mirip tindakan kejahatn dalam sebagian kegiatannya. percobaan. Jadi. kebijaksanaan. politik dipandang sebagai ilmu. Karena itu. Bedanya dengan polotisi lebih bersifat “segera”(yang ada kini dan ada di sini. Disatu sisi. dan guru-guru politik merupakan aktivis. Menurut Loe Straus (1959:10-12) dan Sheldon Wolin(1960:10-12). Perspektif Ilmu Politik Dalam hal ini. 1996:21). Perspektif Politik Maksudnaya adalah bahwa pandangan intelektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. 3. politik pun menyerupai agama dalam beberapa aspirasinya. Hal itu mirip dengan apa yang dinyatakan Robert Dahl (1967: 1-90) bahwa dalam waktu singkat mereka telah menjadi politisi. curang dan serakah. yaitu hari kemarin. termasuk individu-individu. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri.

mengerjakan teori politik melibatkan pembelajaran untuk membaca karya-karya klasik agar orang dapat secara efektif membedakan antara apa yang semata-mata opini dengan pengetahua autentik. karya-karyanya Politeia (tentang politik). Kemudian muncul pendapat serupa yang lebih mutakir menyempurnakan pendapat Straus dan Wolin adalah Robert Flower dan Jeprey Orenstein (1985:2) yang mengemukakan bahwa ilmu politik. Kriton (tentang ketaatan terhadap hukum. terutama teori-teori politik melibatkan refleksi konsep-konsep politik dasar. conserve. dan Aristoteles (384-332 SM) sudah banyak berbicara tentang filsafat politik. Pendapat serupa dikemukakan Dante Germino (1975:229-281) yang menunjuk pada sifat upaya teritis yang seedang berlangsung sebagai sebuah percakapan dari banyak suara(yang merupak sebuah dialog) antara orientasi yang berbeda menuju reakitas politik sebagai suatu keutuhan. analisis pendangan-pandangan alternatif tentang manusia dan politik. Secara embrio yang lebih luas dan secara originalitas. 1. serta pengejaran kebenaran normatif tentang sifat-sifat rezim terbaik. Ditinjau dari sisi kain maka filosofi politik adalah kegiatan yang kreatif dan kritis di mana setiap generasi dapat berpartisipasi dalam tradisi berkelanjutan yang menyatukan masa kini dan masa lalu. Seorang ahli sejarah Herodotus (480-430 SM). dan critisize (mengkritik). dan Li-Tze (350 SM) . menunjuk kepada studi sejarah pemikiran politik mambantu pemeliharaan suatu warisan budaya Sedangkan critisize pada hakikatnya menggarisbawahi fakta bahwa teori menganalisis dan mengevaluasi. atau lihat atau bicarakan atau pikirkan. Mengingat teori-teori politik memberikan suatu kosakata konsptual bagi penggambaran dan perhitungan ciri-ciri terpenting kehidupan politik. Kemudian. maupun filsu-filsuf ternama Yunani seperti Plato (427-347 SM). Para teroritisi harus menyadari bahwa mereka bukanlah dan tidak selalu hidup sebagi filosofi murni. Disisi lain. Hal itu relevan. Singkat kata teori politik mengeksplorasi fenomena-fenomena lewat analisis politiknya. sebagaimana telah dikemukakan Menyamin Barber”Politik tetap merupakan susuatu yang manusia lakukan bukannya sesuatu yang miliki…. baik argumen-argumen teoriris maupun fenomena-fenomena politik. Wolin berpendapat bahwa studi teori poltik terbaik dipahami sebagai sebuah wacana reflekrif mengenai makna politik. D. Dengan demikian. Mereka yang akan melakukan sesuatu dengannya harus lebih dari sekedar berfilosofi dan filosofi yang secara politik mudah dipahami harus mengambil tindakan politik sepenuhnya dari politik sebagai sebuah sikap”. Menurut John Nelson dalam tulisannya natures and futures of political theory (1983:3-24) bahwa tujuan teori poitikdapat digambarkan menjadi tiga C yakni compehend (memahami). Meng Tze (Mencius). Sebagai sebuah dialog antara para filsuf. ilmu politik perlu memperjelas hubungan antara kesinambungan dan perubahan dalam kehidupan politik. tidak pun hidup dalam atmosfer tipis penuh abstraksi. Begitu pula filsuf Cina kuno kung Fu-Tze/Confucius (551-479 SM). conserve (memelihara). pembahasan tentang negara sudah ada sejak 450 SM di Yunani kuno. SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK Lahirnya ilmun politik secara formal memang sejak abad ke-19. Termonologi comprehend merujuk pada dua tujuan berupa penjelasan dan pemahaman. namun sangat beragam dari mana memulai lahirnya ilmu politik itu.untuk mendapat kearifan tentang sifat-sifat manusia dan politik.

tetapi lebih pada kenyataan bahwa teorinya merupakan teori pertama mengenai negara ideal (Apter. Hermes (leluhur yang penipu). Munculnya slogan “filsafat politik dibatasi etika” bahkan merupakan ilmu pegetahuan tertinggi. Sisilia. suatu pandangan dalam (dewa-dewa). Filsafat politik tidak berawal dari ilmu pengetahuan. Kematian Socrates menunjukan kepada Plato bahwa tidak mhanya pentingnya pengetahuan yang tidak terkekang. tetapi secara fundamental baik semangat maupun kepribadiannya jelas berbeda. Ia memandang pendidikan harus menjadi pembelajaran hal-hal yang benar yang membuat orang lebih bijaksana. maupun tentang teori ide. 1996: 58). seorang murid Socrates yang pernah mengajarkan bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yang baik. Socrates (469-399 SM). Plato sangat percaya bahwa bentuk-bentuk abstrak merupakan dasar keabadian manusia. walaupun dia mengakui gurunya Plato. yunta. Lain lagi dengan zaman Plato (427-347 SM). Ia merasa hancur. 1996: 49). dan tempat lain. athena telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Socrates. orang pertama yang menyadari bahwa ilmu alam tidak memberikan penjelasan memadai untuk penalaran atas tingkah laku manusia. tiran). atau banyak orang (para pemilih). Kebesaran Plato bagi kita bukan terletak pada kesegaran visinya atau pada teorinya mengenai meritokrasi walaupun hal itu memang penting. Pythagoras (528-507 SM) pun mengajarkan Plato bahwa kebajikan itu abstrak dan bahwa pengetahuan mengenai yang abstrak adalah lebih nyata dari pada pengetahuan mengenai hal-hal yang berwujud dalam dunia empiris atau indrawi (Losco dan William. berkelana ke Mesir. baik itu pemerintah yang dijalankan satu orang (raja. Paradigma waktu itu yang terpenting adalah bagaimana untuk mencari keselarasan atau keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. dapat melakukan tindakan kekerasan maupun bermain cinta (Apter. ia mendirikan sebuah akademi pengetahuan. Athena (leluhur yang berpengetahuan). melainkan bertolok dari pemakaian common sense (akal sehat) dalam tujuan-tujuan manusia. Aristoteles menerima model Plato. tetapi mengubah fokusnya. suatu cara menyusun atau merasionalkan perkembangan masyarakat. Sekembalinya dari Athana. diktator. Mulailah paradigma rasional menggantikan pandangan dunia yang lebih irasional dan mistik yang hidup sebelumnya. tetapi juga perlunya pendidikan publik. Hal itu sebagai wujud filsafat politik merupakan pokok soal yang lebih penting. tetapi ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan . Selain itu. dan sebagainya. Suatu pukulan batin yang Plato rasakan ketika ia berusia 31 tahun. Bukannya membayangkan suatu struktur konsep geometris un tuk diterapkan pada masalah-masalah sosial. Itulah sebabnya pada dekade ini. seperti Zeus (leluhur yang bergairah). Saat dan urutan peristiwa merupakan suatu bentuk penjelasan.seorang aliran perintis legalitas telah banyak berbicara tentang politik. melainkan untuk memperoleh suatu kualitas moral. Karena itu. 2003: 151-153). otokrat. bahkan Aristoteles pun pernah belajar disitu. Berbeda dengan Aristoteles (384-322 SM). rasionalitas bukannya menjadi sesuatu yang bersifat deduktif. karena itu maslahnya adalah membangun suatu negara yang didalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. wajar jika dalam ilmu pengetahuan kuno belu mampu memberikan rumusan teori. ataupun beberapa orang (oligarki. Begitu pun dalam ilmu politik. kemdian Plato menjadi pengembara. dan elite). politik merupakan suatu fungsi antara penguasa dan yang dikuasa.

nasib baik dan kebutuhan (Losco dan William. 2005: 562). dimana ide hukum alam ke hukumhukum manusiawi. ia memberikan nasehat tentang bagaiman mendapatkan dan mempertahankan sebuah kepangeranan. dan kebaikan negara. serta setan sebagai personifikasi perjuangan individual antara kebaikan dan keburukan. kejayaan. Bahwa penguasa atau raja merupakan wakil rakyat. Tokoh utama dalam masa transisi ini adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). Hobbes . Dalam hal ini. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim yang masuk memiliki dua tipe. kearifan. Jika Machiavelli menandai gerakan menjauhi filsafat agama sebagai suatu dogma politik dan membukakan jalan kepada dua penerus cemerlang. Aristoteles meragukan kebaikan orang-orang bijak dengan menyukai suatu pemerintahan berdasarkan hukum (d’Entreves. kejayaan. terdapat beberapa peristiwa penting. hakim menggantikan filosof raja. surga. serta yang logikanya sama bagus dan rapuhnya seperti logika lain yang dapat ditemukan dalam pemikiran politik. Santo Agustinus (354-430) adalah tokoh pertama yang menegaskan politikusme teokratis ini yang bertolak dari masyarakat yang baik sebagai Kota Tuhan. dua prinsip penting yang muncul mendorong transisi ke masa pencerahan (enlightenment) yang dimulai pada abad ke-16. Berbeda jika dibandingkan dengan paradigma teokratis. Akan tetapi. Dialah yang merasa jemu dengan pertengkaran-pertengkaran doktrin. ia membuka jalan bagi pemikir kekuasaan yang sekuler. 1967: 69-81). dimana merupakan gabungan hukum alam yang berasal dari Yunani dan Romawi serta wahyu yang diperoleh dari kepercayaan Kristen. melainkan hak-hak dewan perwakilan. menuju Kota Manusia dimana ada neraka. Ia tidak banyak berilusi dengan politik. Kedua adalah Jean Jaques Rousseau. filsafat materialismenya merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan mekanika. diantaranya kemenangan kerajaan atas gereja dalam perjuangan besar antara raja dan paus. yaitu “kepangeranan” (principality) dan “republik”. baik pangeran maupun republik merupakan ambisi politik difinitif yang dikejar dalam batas-batas yang ditentukan oleh akal. Dalam dunia Romawi. Hal yang paling dapat diharapkan oleh orang banyak adalah kebahagiaan dan bijaksana. Kemudian ketika visi sintesis paham Kristen pada Abad Pertengahan yang dominan merosot. Pertama adalah Thomas Hobbes (15581674).logis untuk etika dengan suatu pandangan yang lebih praktis mengenai dunia nyata. Pada akhir Abad Pertengahan. Untuk melakukannya. Bagi Machiavelli. 2. dengan lingkup kekuasaan yang ditentukan oleh konstitusi yang sifatnya terbatas. hakim-hakim dapat menjadi suci maupun sekuler serta pendeta atau raja. Dalam hal ini. seorang penguasa bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Kemudian ia menuju ketaatan Hukum Positif. 1. para penguasa menjadi asyik untuk mempertahankan kekuasaan yang menjadi tujuan dalam dirinya sendiri. Dalam The Prince. tokoh yang berusaha mendefinisikan kembali kepribadian moral dalam komunitas moral (Apter. Bahwa komunitas politik bukan terdiri dari hak-hak pribadi semua individu. 1996: 78-79). dunia kristen menampilkan kembalinya kepada pandangan dunia agama.

Baginya bahaya terbesar adalah konflik antarbangsa atau perang. Locke memandang keadaan alamiah bukan sebagai suatu kondisi perang. Hal itu sedikit berbeda dengan Montesquieu (1689-1755) yang tertulis dalam bukunya Spirit of the Laws. 1984: 2948). Jean Jacques Rousseau (1712-1778). segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik. Dalam hal ini diperlukan seorang hakim yang berdiri diatas semua hukum. tetapi keduanya adalah sekuler. kebebasan individu merupakan dasar kesejahteraan (Montesquieu. Montesquieu menolak teori-teori psikologis yang dikemukakan Machiavelli dan Hobbes yang beranggapan bahwa manusia pada dasarnya “bajingan. seorang pengarang. filsuf politik. tamak. Hobbes memiliki semboyan homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya). Montesquieu berpendapat bahwa manusia tidak seburuk seperti itu. Sekulerisme Locke mendorong ia menyerang. licik. dan berpendapat bahwa hilangnya negara demikian itu setelah munculnya hak milik pribadi (Shadily. dimana ketimpangan menghasilkan ketidakadilan dan dasardasar ketidakserasian. seleranya tidak pernah puas. 1949:316-402). Ia pun meyakini bahwa pada efek-efek yang baik dari harta pribadi adalah pemilikan yang merupakan satu bentuk jaminan bahwa orang akan bersikap wajar dan bekerja sama satu sama lain. Ketenaran Rousseau mulai terjadi tahun 1750. menjelaskan bagaimana evolusi berbagai bentuk perdagangan dalam dunia kuno memengaruhi sistem politik (Montesquieu. 1949:5). ketika ia memenangakan Sayembara Akademi Dijon untuk esai berbait yang bertajuk: “Apakah kebangkitan ilmu ikut andil dalam memperbaiki perilaku?” Pada tahun 1754. ia menganggap betapa pentingnyapersamaan bagi manusia dan menekankan akibatakibat yang diabaikan oleh Locke. hingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat. . 1996: 80). meskipun ia meragukan kemungkinan persamaan sempurna itu. Inilah yang harus dipecahkan persoalanyya melalui kontrak sosial (Rousseau. Dalam pendapatnya yang banyak dianut hingga kini bahwa negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah negara dimana kekuasaan legislatif. dan yudikatif pemerintah perlu dipisahkan sendiri-sendiri. Khusus buku yang pertama sering dikenal The Social Contract.lebih siap untuk mengampuni pembunuh ayahnya ketimbang perampas hartanya”. Kemudian tahun 1776. merekapun tidak sebaik seperti yang ditunjukan oleh Rousseau meupun Locke. 1948: 109). isinya berupa pujian terhadap negara alamiah. Rousseau sekaligus menulis dua buku Du Contrat Social ou Principes de Droit Polique dan Emile ou de I’ Education. Perbedaan Locke dan Rousseau. berhawa nafsu…. baik doktrin mengenai hak-hak raja yang berasal dari tuhan maupun argumen tentang ketuhanan yang digunakan oleh raja-raja absolut untuk nmelegitimasi pengguanaan kekuasaan yang tidak terbatas. melainkan sebagai suatu kondisi yang ramah. ia menulis Discours sur I’origine et les fondements de I’inegalite parmi les homes.merupakan orang yang pertama yang dapat mendefinisikan dan mengubah kepentingan pribadi dalam keuntungan publik (Apter. Mengingat pada dasarnya manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Akan tetapi. 1928: 221). Apa pun sifat manusia. kepuasannya sedikit (Alen. Ia menganggap gereja sebagai tidak lebih dari suatu asosiasi sukarela. Perbedaan Locke dan Hobbes sangat tajam. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan dan persamaan merupakan tujuan-tujuan masyarakat terpenting. dan komponis Prancis yang hijrah ke Genewa. eksekutif.

yakni Georg William Friedrich Hegel (1770-1831). penolakan hukaum alam terjadi. Salah seorang filsuf idealisme yang terkenal adalah filsuf Jerman. 4. dan sosial. Eropa pada saat itu dipengaruhi oleh Sosialisme. Science of Logic (1816). Berbeda setelah zaman Hegel. Jeremy Bethem (1748-1832) membentuk teori formal tentang reformasi sosial. Paham Tingkah Laku (Bevioralisme).Pada abad ke-19. Karya-karya terpentingnya adalah tiga buku ternama yaitu. pemikiran Marx yang lebih demokratis bahwa transisi revolusioner dapat terjadi melalui cara-cara parlementer. analisis peran. warisan radikal menjadi terpecah belah. dan Philosofy of History (1837). yang menekankan perpaduan antara kelembagaan dan tingkah laku. fokusnya terhadap teori pertukaran analisis peran. Konsep Mill tentang individualisme adalah konsep tipikal dari liberalisme abad ke-19. Pada abad ke-20 muncul paham-paham baru diantaranya: 1. Pertama tradisi Lenin. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Moral and Legislation (1870). Setelah Marx meninggal. Paham Struktural. dan judul yang ketiga inilah yang paling berpengaruh terhadap teori politik pada masa itu. lebih menaruh perhatian pada bagaimana diferensiasi dan partispasi sosial memperluas lingkungan politik. Mmenekankan perhatiannya pada masalah- . fungsionalis. Karl Marx menawarkan doktrin sosialisme ilmiah pada dunia. Paham Kemajemukan. Paham Developmentalisme (perkembangan). Kedua. yang memandang perlunya transformasi militan dari kapitalisme yang paling lemah di pinggiran sampai ke pusat. namun demikian ia bukan seorang individualis yang ekstrim. Tokoh Sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Marx (1818-1883). 2. 1. mengalihkan perhatiannya dari lembaga pengkajian mengenai bagaimana orang bertingkah laku dan apa yang mendorong tingkah laku mereka. dengan mengembangkan suatu teori tentang perkembangan sosial secara alamiah. tetapi pemenuhan ini harus selalu terjadi dalam konteks kebaikan umum. Betham mengemukakan Prinsipnya dalam perubahan perundang-undangan berdasarkan semboyan “bahagia terbesar sebanyak-banyaknya manusia”. dan linguistik. analisis Marxis. Pholosofy of Right (1821). politik. melalui revisionisme. Beberapa aspek dari doktrin yang terkait dengan perkembangan teori politiknya tertuang dalam karyanya yang terkenal Das kapital. menekankan pada agenda tersembunyi dibelakang politik. yang memandang dunia dengan perasaan dingin serta mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia. Meskipun pemenuhan diri manusia ditekankan dalam semua karya-karyanya. seperti dialektika materialisme. 3. 2. Doktrin tersebut sangat memengaruhi pikiran David Ricardo (1772-1823) dan John Stuart Mill di bidang ekonomi dan memengaruhi Revolusi Prancis. Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam ekonomi.

Bagi para penganut paham kelembagaan. • Badan Yudikatif Pemerintah memang rumit. politik adalah terbuka. Dalam demokrasi. Inilah tradisi yang dibangun Plato. pemakaiannya harus sesuai dengan patokan-patokan kewajaran atau keadilan. Dengan adanya yurisdiksi-yurisdiksi kekuasaan yang dibatasi konstitusi dalam hal mana mereka harus saling berhubungan dalam urusan pembuatn . dan developmentalisme.eksekutif bertindak atas mana rakyat. MAHZAB-MAHZAB POLITIK Dalam pengelompokan mahzab-mahzab ilmu politik. Kekuasaan merupakan dasar politik. Konflik diubah menjadi persingan damai melalui badan-badan perwakilan dalam pemerintahan (Popper. menurut Apter (1996: 135-443). dan bagimana inovasi-inovasi itu terjadi. namun sangat sedikit kebijaksanaan berasal langsung dari inisiatifnya (Apter. behaviorisme. nasionalisme yang berjuang melawan kolonialisme. Kekuasaan adalah kekuatan yang dapat dipakai dan dikendalikan. • Paham Institusionalisme atau Kelembagaan Paham ini berusaha mewujudkan pemecahan-pemecahan universal dengan menerjemahkan citacita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. Kebanyakan pengikut paham kelembagaan yang mengikuti tradisi Pencerahan. 1945). 1996:13-14). • Badan Eksekutif Badan eksekutif pemerintah ini bertanggungjawab sesuai dengan makna yang terkandung dalam namanya. Dalam system demokrakasi . siapa yang memperoleh manfaat. E. lembaga-lembaga pemerintahan ini terbagi dalam tiga wewenang yang merupakan perhatian utama kaum institusionalis. Semua pemberlakuan hukum harus disetujui oleh badan legislatif ini. munculnya negara-negara baru. pluralisme atau kemajemukan. distribusinya. Hal ini selanjutnya dalam hukum. 1996: 145). dan juga yang diwakili Karl Marx. teori-teori politik libertarian timbul dari sejarah sebagai tujuan moral yang akan dimantapkan di dalam praktik politik. ia menolak pemecahan-pemecahan tuntas seperti ini.masalah transisi pertumbuhan dari jenis sistem politik lama ke yang baru. Selanjutnya. Badan ini terdiri atas wakil-wakil rakyat. Bagi mereka. terbagi atas 5 mahzab institusionalisme atau kelembagaan. dan sebagainya (Apter. 1. yaitu sebagai berikut.yaitu melaksanakan keinginan –keinginan rakyat . efek-efeknya. • Badan Legislatif Badan ini merupakan pengawas terpenting terhadap kekuasaan yang nyata maupun potensial.

skala gutt man.kebijaksanaan. dan ukuran-ukuran statistic lainnya.khususnya pengaturan –pengaturan hokum dan konstitusional untuk mengamati tindakan politik individual (apter dan andrian 1972: 14-28. Instrumentakisme behavioral seolah-olah memeberikan inspirasi baru mengenai kehidupan politik sebagai cara belajar bermasyarakat yang dicapai melalui pengalamn eksperimeneksperimen. jika dibandingkan dengan bagaimana pembagian kekuasaan diantar berbagai kelompok.210) Jika ditelusuri akar-akar pemikiran paham tingkah laku tersebut dimulai dari filsif skeptic David James (1842-1910) yang menekan empirisme. Dari sudut ini politik pipandang sebagai proses interaksi dimana warag ayang terlibat memengaruhi jalannya kebijaksanaan. lehgislatif. voluntarisme. inilah yang dinamakan behavioralisme yang dilontarkan oleh John B.serta hubungan antara kesadaran dan tujuan. baik public maupun swasta. Paham ini pun menekankan proses diatas struktur. serta lebih sedikit perhatiannya terhadap bagiamana kerja badan-badan pemerintah. Menurutnya bahwa proses belajar terjadi sebagai hasil pengamatan terhadap hubungan-hubungan antara dorongan dan tanggapan. Kecenderungan umum terhadap proses belajar dari tindakan mengaitkan filsafat dengan disiplin psikologi yang sedang bekembang menjadi usaha pencaharian ilmiah yang dapat diamati dan terukur dalam mengamati tingkat laku.dan bagaimana cara orang menyadari peristiwa –peristiwa politik . • Paham Pluralism atau Kemajemukan Paham ini sebenarnya dibangun atas dasar perpaduan paham kelembagaan (institusionalisme) dan paham tingkah laku (behavioralisme). kaum behavioralis bekerja dari bawah keatas. Apa yang diabaikan adalah polal pikir yang spekulatif. Watson (1878-1958). dan komite-komite. analisis factor . atau vector-vertor yang memperlihatkan arah perubahan. Jika demikian halnya. Dengan demiokian.diperlukan adanya pengadilan tinggi yang berfungsi sebagai wasit agung untuk masalah – masalah penafsiran konstitusional . • Paham Behavioralisme Komitmen kepada kebudayaan politik yang demokrasi membutuhkan perantara kepentingan dan kebijaksanaan yang baik secara efektif.1996. perhatian utama paham tingkah laku tersebut terletak pada hubungan antara pengetahuan politik dengan tindakan politik. Dengan demikian. . kategori –kategori itu biasanya dianggap sebagai ideologi . Di sinilah para penganut paham tngkah laku ( behavioralisme ) memelingkan perhatiannya dari sistem –sistem politik .atau system kepercayaan yang menciptakan pola – pola tingkah laku yang penuh makna (apter. Pengadilan tinggi semacam itu mewakili asas mengenai lembaga yudikatif agung yang independen. Mereka menggunakan data agregat yang mengarah kepada penentuan hal-hal yang menonjol. pluralisme menekankan partisipasi partai sebagi penghubung anatar masyrakat dengan pemerintah.termasuk bagaimana proses pembentukan pendapat politik.selalu ada kemungkinan terjadinya pelangagran konstitusi.459-484). analisis indicator. tindakan –tindakan individual . Teknik-teknik yang mereka gunakan untuk menetapkan variable-varibel independent yang penting meliputi analisis regresi.bagaimana proses pembentukan pendapat politik diperoleh . Seperti paham institusionalisme.

akhir suatu periode perubaha merupakan bagian sejarah Negara-negara industry ynag bersifat evolusioner. melahirkan inferalismen (avineri. Dalam model unlinear. mewakili urbanisasi tahap pertama (agen modernisasi berada diluar). keahlian. komunikasi dan agregrasi.• Paham Strukturalisme Paham ini berbeda jauh dengan pluralisme yang kajian politiknya bersifat kontemporer. Bagi seorang marxis ide dapat dikatakan bodoh. Jika kaum intitusionalis menganggap evolusi demokrasi sebagai penanaman ide-ide filosofis kemasyarakatan yang baik. dan suatu penilaian penuh terhadap konteks politik. Sebagai pengganti wakil resmi tunggal dari kekuasaan . hingga suatu pandangan retrospektif. Tahap B. Menurut nash ( 1965: 5). demikian pula bagi kaum developmentalis. nilai-nilai. Cara ketiga adalah analisis tehadap proses seperti yang kini sedang menguasai bangsabangsa yang dikatakan terbelakang. • Paham Developmentalisme (Perkembangan) Kajian ini mencakup suatu kemajuan kearah sasaran melalui pertumbuhan ekonomi. terdapat empat metode dalam kajian developmentalisme tersebut. 1969). Proporsi peran-peran inovatif lebih besar dan para innovator mengembangkan institusi-institusi. merupakan sebuah ideologi. teknilogi. modernisasi adalah sebuah proses. maupun janjinya teleology pertumbuhan. dalam asosiasi-asosiasi atau birokrasibirokrasi memiliki struktur. Dengan demikian. kebudayaan dan personalianya menjadi sesuatu yang menjadikan komunitas atlantik secara ekonomi berhasil. organisasi. antropologi. Paham ini berasal dari linguistic. Pendekatan ini menjurus kepada hipotesis hipotesis berskala lebih kecil. Akan tetapi. dan cultural perkembangan. dimana developmentalisme liberal menghasilkan kontrdiksi-kontradiksi kapitalis yang makin intensif. dan sosiologi (apter. Tenaga pendorong orisinal dapat merupakan suatu perusahaan character atau misi penyebaran agama tertentu. yakni : • Cara pertama adalah metode index: Sifat-sifat umum perkonomian yang telah maju diabstraksikan sebagai jenis ideal dan kemudian dibandingkan dengan cirri-ciri tipikal yang sama idealnya dari perekonomian masyarakat miskin. • Cara kedua adalah pandangan akulturasi proses perkembangan barat mendifusikan pengetahuan. Sedangkan dalam paham strukturalisme ini sebenarnya kuarng dikenal dan lebih kompleks dan bersifat interdisipliner. Teori unliniear menganggap perkembang tidak terelakkkan. dan model bagi suatu bangsa miskin hingga dalam jangka waktu tertentu. siklis maupun berulang. informasi. Seperti kita ketahui bahwa politik nasional maupun lokal. • Dibawah ini tahap-tahap modernisasi. dasar pemikiran developmentalisme. 1996: 372). social. jika tujuan barat umumnya adalah demokrasi liberal sedangkan bago kaum marxis tujuannya adalah masyarakat tanpa Negara. strukturalisme pada hakekatnya menyusun potensi fungsifungsi yang terdapat dalam politik seperti. diantaranya: Tahap A. Contohnya adalah Amerika latin dibawah kekuasaan Spanyol. Jadi. filsafat. jauh lebih bercampur.

namun demikian tetap mengikuti model dasar yang sama. gerakan-gerakan masa. 1. pemerintah. 1978 [1972]). proses itu lebih maju. 2. 1. 1. dengan mendukukng kaum modera politik lokal dan membnetuk pembangunan politik mengikuti model imperialis. Adanya perbedaan disiplin dalam ilmu-ilmu sosial yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. Kekuasaan Kekuasaan merujuk kepada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu Menurut Philip (2000: 820) terdapat tiga sumber utama dalam mendefinisikan kekuasaan selalu ada perbedaan mendasar.colonial adalah birokrasi. Kedaulatan Konsep-konsep kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua telaahan. barangkali pada tinggkat baru yang lebih tinggi. negara. sistem politik. demokrasi. seluruh proses diperbaharui kembali. demonstrasi. Tanggapan-tanggapan sepeti itu pada gilirannya merangsang organisasiorganisasi politik. Dilihat dari hukum tata negara. dan kontrol. 1950) dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi (Weber. Dilihat dari hukum internasional mengacu kepada kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara lain (Shadily. seperti pengaruh. dam voting. konsep kedaulatan mengacu kepada kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi dan mutlak. Suatu keuntungan model ini adalah bahwa iya dapat digunakan untuk mendokumentasikan morfologi pada pasca kemerdekaan dan juga tahap-tahap colonial. 3. 2. partai politik. Tahap D. tujuan politik atau ekonomi. Kemuadian proses itu mulai kembali lagi dari semula dalam artian politik. pemilihan umum. Tahap C. legitimasi oposisi. kedaulatan kontrak sosial. paksaan. Teori-teori elit kekuasaan (mills. 1. F. 1948: 1711). persamaan. Pada titk ini dalam sifat siklus perkembangan. KONSEP-KONSEP POLITIK Yang dikembangkan dalam pembelajaran yang dimaksud seperti kekuasaan. 2. 1. desentralisasi. . terjadi peralihan menuju kemerdekaan. tuntutan-tuntutan bgai kemerdekaan yang lebih besar dan para pelopor lain yang mengancam untuk mematahkan kekuasaan colonial. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. 1. Pemerintah colonial cenderung sangat menjadi partisipan. HAM. Adanya perbedaan penggunaan kekuasaan. seperti tujuannya untuk individu atau masyarakat.

Pemerintah yang mengacu kepada proses pemerintah. ia adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. Ada beberapa teori-teori kontrol sosial : • • • Teori Thomas Hobbes Teori John Locke Teori J. atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat. 5. Rousseau Negara 1. 3.J. 6. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga. metode. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Pemerintahan Rumusan Finer (1974). Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi tiga. Kedaulatan negara 3. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. 1. Terdapat dua tugas negara yaitu: 1. Kedaulatan hukum 2. artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan. 3. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial ataupun bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 4. 2. 5. Kontrol Sosial Konsep kontrol sosial mengacu kepada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan sosial yang dilakukan diluar pemerintahan untuk memelihara menurut hukum dan aturan itu yang muncul didalam tiap-tiap masyarakat dan institusi. Legitimasi . negara pun merupakan alat (agency) dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat. 3. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri kepada kondisi adanya tata aturan. yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang. Kedaulatan rakyat 4. 2. istilah pemerintah dapat dibagi empat pengertian. 1.Kemudian ditinjau dari jenis ataupun bentuknya. 4.

11. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntutan rakyat. Sistem politik mencakup: 1. 9. 1. Pemilihan Umum Konsepnya adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau menentukan orang-orang yang duduk di dewan legislatif maupun eksekutif. 1. 1. Sistem Politik Konsepnya merupakan suatu istilah yang mengacu kepada semua proses dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan publik. nilai-nilai. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. Penggunaan wewenang atau kekuasaan 4. 12. serta perjuangan yang sama. 1. Desentralisasi Konsepnya salam Ensiklopedi Indonesia (1948: 794) dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan (bagian dari perundang-undangan) dan perintah dari badan penguasa atasan terhadap . Oposisi Konsepnya merujuk kepada kelompok/partai penentang terhadap pemerintah resmi. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. Partai Politik Konsepnya mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan. 8. Fungsi integrasi dan adaptasi 2. c. d. b.Konsepnya menunjuk kepada keterangan yang mengesakan atau membenarkan pemegang kekuasaan meupun pemerintah adalah benar-benar orang yang dimaksud (secara hukum adalah sah). e. 7. Menentukan pemerintahan secara langsung maupun tak langsung. Penempatan nilai-nilai dalam masyarakat 3. Secara umum partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Demokrasi Konsepnya secara umum merupakan sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakil-wakilnya. cita-cita. 10. Fungsi-fungsi pemilihan umum: a. Sarana rekrutmen politik. 1.

Kadang-kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. Pernyataan tersebut boleh terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. . 14. 1. GENERALISASI-GENERALISASI POLITIK Generalisasi merupakan pernyataan hubungan dua konsep atau lebih. 1. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang bersama-sama menunjukan dukungan maupun protes kolektif. 13. menunjukan dan membuktikan. 1. memamerkan. cepat atu lambat akan datang gerakan massa yang tidak dapat dibendung sebagai respons atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut. Demonstrasi Konsepnya secara umum memperlihatkan. baik itu ketidak puasan maupun ketidaksetujuan. Dari pernyataan tersebut maka beneralisasi-generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan di tingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya. seperti di bawah ini. 1. Negara Jika pemimpin suat negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkannya demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang-wenang. dalam arti tidak adanya kedaulatan rakyat Prancis yang dijunjung tinggi oleh pemerintah. 1. 1. Kedaulatan Rakyat Meletusnya revolusi Prancis 1789 nerupakan salah satu penyabab dominan yang disebabkan raja-raja pranciss berkuasa secara absolut.yang lebih rendah. pengertian Hak Asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua orang sesuai kondisi yang manusiawi. 1. 1. 2. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Rosalyn Higgins. 16. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting merujuk pada suatu instrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan. institusi msyarakat maupun pemerintahan diperlukan suatu kontrol sosial untuk memuahkan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian dan pemerintahan yang telah disepakati. 15. Persamaan Konsepnya hampir melekat pada disiplin ilmu. 3. seorang yang tergabung dalam United Nations Committe on Human Right. 1. G.

tidak semua partai oposisi baik kerena tidak sedikit partai oposisi terlahir hanya didasarkan pertimbangan emosional atas kekalahannya dalam pemilahan umum yang telah lalu. 1. 1. popularitas pemerintahannya menjadi pudar. Sistem Politik Bagi pemerintahan yang menganut sistem politik yang komunis maupun otoritarian. 11. 5. termasuk kebebasan seksual di mana bagi kita hal itu perlu diatur dalam undang-undang. 4. seperti di negara-negara barat. aman. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karana partai oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dalam kontrol atas mekanisme pemerintahan yang ada. pada hakikatnya dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. Pemerintah Gus Dur memiliki legimentasi yang baik untuk melaksanakan agenda reformasi Indonesia. Legimitasi Sebenarrnya di awal masa jabatannnya. Sebaliknya. aspirasi rakyat ataupun konstituen dapat diakomodir dengan sistem pemilihan umum yang baik. Pemerintahan Pemerintahan yang diktator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa untuk melakukan suatu revolusi yang mengarahkan perlawanan terhadap rezim lama ketika menekan kebebasan dan menentang pembaharuan. 8. 1. Partai Politik . bahkan berakhir secara tragis. mengingat ia memperoleh dukungan mayoritas dari berbagai elite dan partai politik yang mendukungnya. Pemilihan Umum Pemilihan umum merupakan salah satu indikator pemerintahan yang demokrasi. Demokrasi Tidak semua pemerintah yang demokrasi itu memiliki karakteristik universal kerana nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa akan turut mewarnai budaya politiknya. bongkar pasang kabinet. Hanya saja kerena ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu-isu yang kurang perlu. 1. Hal itu akan berbeda dengan di negara-negara yang menganut sistem liberal. 9. 1. mondar-mandir ke luar negeri. pemahaman mengenai pemerintahan yang demokrasi sarat dengan pengaruh nilai-nilai suatu negara atau bangsa. dan berkesinambungan. 7. bahkan tersandung dalam bulog-gate. Negara Adanya peraturan dan undang-undang dalam kehidupan bernegara. 6. Sebab melalui sarana pemilihan umum. kebebasan itu sangat luas. jelas kebebasan rakyat terkekang. 1. 10. 1. Dengan demikian.1.

sementara partai politik dilarang berdiri. ada pajak progresif. tanpa mengurangi makna sebagai negara kesatuan. Lagi pula selalu ada untuk mengimbangi bentuk hierarki-hierarki itu. Persamaan Dalam suatu tatanan pemerintahan demokrasi. sekarang pemungutan suara (voting) diberikan haknya kepada kaum laki-laki maupun perempuan dewasa. 16. 13. H. Umtuk mengimbangi hierarki status sosial dalam jabatan formal. beberapa tokoh reformis dan mahasiswa Indonesia berhasil menurunkan Jendral Soeharto dari jabatannya kepresidennya melalui demonstrasi yang besar-besaran. Namun. 1. tetap saja di balik persamaan tersebut memiliki beberapa ketidaksamaan secara relatif. segala sesuatunya masih bersifat sentralistik. 1. Untuk mengimbangi hierarki kekayaan.Jika suatu pemerintahan mengaku dirinya demokrasi. dimana kesenjangan antara pusat dan daerah akan menjadi semakin timpang. Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia tidak sekedar mencakup hak-hak sipil dan politik. walaupun selalu ada hierarki-hierarki yang membedakan antar individu. TEORI-TEORI ILMU POLITIK Teori politik merupakan enterprise dan jika di telusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa. 1. 1. Desentralisasi Desentralisasi menjadi keniscayaan dalam pemerintahan Indonesia masa kini. Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manisia dan . Begitu pun dalam mengakhiri rezim orde baru yang otoritan. sosial and cultural rights. 1. sosial dan budaya. 15. tetapi juga hak-hak ekonomi. Voting Pada umumnya. ada masa pensiun. KAMI merupakan motor utama kegiatankegiatan angkatan “66” dan memainkan peran pokok dalam arena politik berikutnya. berarti sama halnya dengan tidak dapat menumbuhkembang kehidupan demokrasi yang sejati yang menghargai hakhak asasi setiap pribadi. baik itu dalam sistem pemilihan distrik maupun proporsial. hal itu dapat dimetaforakan sebagai seekor harimau yang dikebiri. persamaan merupakan ide fundamental dalam asas kehidupan berbangsa dan bernegara. seperti yang tercantum dalam international convenant on economic. Ia tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas dan melakukan reproduksi. Sebab tanpa desentralisasi. Demonstrasi Gerakan demonstrasi mahasiswa Indonesia tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa. 12. 1. Dalam gerakan demonstrasi anti pemerinyahan Orde lama. 14. berarti tidak ada otonomi bagi daerah.

pemilih. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivism. Selain itu.kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik(politisi. 2002: 787). Kelompok yang menonjol disini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. memulai dengan mempertanyakan apa jenis pengetahuan yang mungkin dalam masalah-masalah politik.sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. Tujuannyab adalah meletakan prinsip-prinsip otoritas. Sprektum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. dan teori politik normative.dan lain-lain). Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya.teori politik formal. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah • Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip itu sendiri. baik sebagai titik puncak dari perkembangan pranata. serta melanjutkan pada masalah-masalah mempertahankan pengaturan institusi yang memberikan kekuasaan kepada rakyat sesuai dengan proporsi kapasitas untuk menggunakannya demi kebaikan masyarakat.yakni teori politik empiris.keadilan. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. Sedangkan sebagian lagi. Sebagian lagi menafsirkan institusiinstitusi yang ada sebagai bagian dari pola keseluruhan sejarah perkembangan. 2002: 797). • . • Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. • Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. • Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang –kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori pilihan public (Miller.kebebasan. dimana pandangan tersebut adalh mungkinuntuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat.birokrat.dan lain-lain.mempertanyakan pengaturan politik serta social apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhankebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. maupun sebagai tahapan persinggahan yang di persiapkan untuk digantikan oleh sesuatu yang lain. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu satu paying politk. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful