Artikel Politik

POLITIK DAN KEKUASAAN
Oleh : Bayu Pramutoko,SE Pengertian Politik Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Tumpuan kajian ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu proses sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Miriam Budiharjo, 1992). Sistem itu menurut Deliar Noer (1983) meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Dengan demikian dilihat dari aspek kenegaraan, ilmu politik mempelajari negara, tujuan negara, dan lembaga negara, serta hubungan kekuasaan baik sesama warga negara, hubungan negara dengan warga negara, dan hubungan antar negara. Apabila dilihat dari aspek kekuasaan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari kekuasaan itu. Dilihat dari aspek kelakuan, ilmu politik mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan, dan kebijakan. Melihat penjelasan di atas, kajian ilmu politik meliputi: (1) teori ilmu politik, (2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik), (3) partai politik, dan (4) hubungan internasional. Minimal ada enam hal yang ditekankan dalan ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat. Sedangkan obyek ilmu politik meliputi dua hal yaitu, (1) material (obyek ini berwujud pada perjuangan memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan obyek negara, kekuasaan, pemerintah, fakta-fakta politik, kegiatan politik, dan organisasi masyarakat). dan (2) formal (pengetahuan, pusat perhatian). Dengan demikian, Syarbaini menyimpulkan ada lima konsep tentang ilmu politik, yaitu (1) sebagai usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan

kebaikan bersama, (2) segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah, (3) segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan, (4) kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum, dan (5) sebagai konflik dalam rangka mencari dan mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting. Sementara itu, menurut Maran (1999) politik merupakan studi khusus tentang cara-can manusia memecahkan permasalahan bersama dengan manusia yang lain. Dengan kata lain, politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi sumber-sumber dan berbagai sumber dava vang ada. Untuk itu diperlukan kekuatan {power) dan kewenangan {aiitliorlty). yang dipakai baik untuk membina kerja sama rnaupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses tersebut. Kekuasaan itu bisa dipakai secara persuasif bisa juga secara koersif (paksaan) Definisi lebih sederhana tetapi padat dapat dilihat dari pendapatnya Surbakti (1999) yang mengcitakan bahwa konsep politik merupakan intcraksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pcmbuatan dan pdaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertcntu. Arti politik yang terekam dari berbagai referensi ilmu politik disimpulkan tiga penjelasan. terdapat Pertama, rnengidentifikasikan kategori-kategori aktivitas yang membentuk

politik. Dalam hal ini Paul Conn menganggap konflik sebagai esensi politik. Kedua, menyusun suatu rumusan yang dapat merangkum apa saja yang dapat dikategorikan sebagai politik. Politik dapat dirumuskan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”. Ketiga, menyusun daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami politik. Melalui daftar pertanyaan diharapkan dapat memberi jawaban dengan gambaran yang tepat mengenai politik (Surbakti, 1992). jadi politik akan terkait dengan kekuasaan, negara dan pengaturan hidup bersama dalam upaya mencapai kebaikan bermasyarakat. Selain itu, dapat diketahui bahwa konsep-konsep pokok yang dipelajari ilmu politik adalah negara {state), kekuasaan (power), pengambilan kebijakan (decision making), kebijaksanaan (policy, beleiri), dan pembagian (di’-tribution), atau alokasi (allocation). Singkatnya, ilmu politik selain mempelajari tentang interaksi antara pemerintah dan

masyarakat untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama, yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah melalui perumusan dan Pelaksanaan kebijakan umum, juga membicarakan tentang berbagai upaya perebutan mencari dan mempertahankan kekuasaan. Menurut Weber, sosiologi harus bebas nilai (value free), tidak bias kepentingan atau keyakinan moral pribadi. Bias personal harus dihindari selama melakukan riset ilmiah. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin objektivitas kebenaran sosiologi. Dari konseptualisasi sosiologis yang disumbangkan oleh para tokoh ilmu sosial, selanjutnya dijadikan pijakan dalam merumuskan ruang lingkup sosiologi politik. Dalam operasionalnva, cakupan materi sosiologi politik terwujud dalam beberapa hal: (1) sosialisasi politik; (2) partisipasi politik; (3) perekrutan politik; (4) komunikasi politik. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Kerja sosialisasi politik meliputi pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial individu maupun kelompok. Dengan demikian, sosialisasi politik merupakan landasan sosiologi politik selain yang terpenting juga memegang peranan utama dan pertama bagi setiap tindakan politik. 2. Partisipasi Folitik Partisipasi politik ialah keterlibatan individu atau kelompok pada level terendah sampai yang tertinggi dalam sistem politik. Hal ini berarti bahwa partisipasi politik merupakan bentuk konkret kegiatan politik yang dapat mengabsahkan seseorang berperan serta dalam sistem politik. Dengan demikian, maka setiap individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya akan memiliki perbedaan-perbedaan dalam partisipasi politik; sebab partisipasi menyangkut peran konkrit politik di mana seseorang akan berbeda perannya, strukturnya dan kehendak dari sistem politik yang diikutinya. 3. Perekrutan Politik Pengrekrutan politik adalah suatu proses yang menempatkan seseorang dalam jabatan

Landasan-landasan di atas merupakan proses-proses politik yang mesti ada dan berjalan dalam suatu sistem politik dan embaga-lembaga politik ketika akan. menurut Franz Magnis Suseno (1991) nkan mencakup lingkaranlingkaran kelembagaan hukum dan negara serta sistem-sistem nilai dan ideologi-ideologi yang memberikan legitimasi ” kepadanya. perekrutan politik dapat ditempuh melalui dua jalan. Dimensi politik dalam masyarakat. Dalam operasionalnya. Atau suatu harapan. dan pasti. dan informasi yang saling diterima di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. Perekrutan politik merupakan konsekuensi logis dalam memenuhi kesinambungan sistem politik dan adanva suatu sistem politik yang hidup dan berkembang. Komunikasi Politik Komunikasi politik ialah suatu proses penyampaian informasi politik pada setiap individu anggota sistem politik atau informasi dari satu bagian sistem politik kepada bagian yang lainnya. Pertama. janji dan saran-saran pejabat politik kepada masyarakatnya yang berdampak terhadap perubahan atau nwmperteguh tindakan-tindakan politiknya agar dilaksanakan stau tidak dilaksanakan. Perekrutan ini dilaksanakan melalui seleksi atau melalui pemilihan. perekrutan tidak formal yakni usaha seseorang tanpa suatu proses terbuka sehingga seseorang itu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekati orang lain untuk diberi posisiposisi tertentu. perekrutan yang bersifat formal yakni ketika seseorang menduduki jabatan politik direkrut secara terbuka melalui ketetapan-ketetapan yang bersifat umum dan ketetapan-ketetapan itu disahkan secara bersama-sama. reakasi-reaksi masyarakat terhadap sistem politik dan pejabat politik. individu ke kelompok maupun kelompok ke kelompok yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. 4. Informasi tersebut bersifat terus-menerus. akan selalu terkait dengan politik. Kedua. berurusan dengan MASYARAKAT DAN POLITIK A. ajakan. Hubungan Masyarakat dan Politik Dalam kerangka dimensi-dimensi sosial masyarakat.politik setelah vang bersangkutan diakui kredibilitas dan lovalitasnya. Informasi itu bisa dalam bentuk harapan. pernyataan di atas memberikan alasan kemustahilan jika masyarakat terpisah . bersifat pertukaran baik antara individu. ” Sepintas lalu. kritikan.

Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannva memiliki makna pengaturan. Suatu pengaruh atau ” wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh . Pertama. makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. negara. Politik dan ” masyarakat. Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu. Apa yang ditegaskan Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk. la menegaskan bahwa prasyarat “. undang-undang tentang 1 jangka panjang. la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya : masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga. seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin. adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya ” masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. pemimpin Rukun Tetangga. atau sebaliknya.’ Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku. Pengertian di atas tidak semata merujuk kepada masyarakat modern. Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20). manusia adalah makhluk yang tahu dan mau.dengan politik. melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun sepanjang sejarah kehidupan manusia. baik untuk jangka pendek maupun untuk kelompok. Menurut Deliar Noer terdapat hubungan masyarakat dengan politik pada aspek kekuasaan. adalah dua sisi mata uang. orang-orang yang dikuasainya. singkatnya adalah negara. kabilah dan lain sebagainya. hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macam : ada yang disebut kerajaan. Undang-undang perpajakan. penghasilan. baik pada lingkup individu maupun . Kedua. Hubungan itu tentu pula berada dalam unit yang sekecilkecilnya. kendati saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan ” dalam realitas sosialnya.

kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara. Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong suatu kententraman batiniah (tentrem. Sebab. alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa ampun. namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama. “Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang .” Kutipan di atas menunjukkan. ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara. jangankan masih hidup. 1986) sebagai ‘berikut. juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof. Secara deskriptif Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat. yakni dengan izin penguburannva misiilnya. bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. Dengan kata lain. Eratnya hubungan masyarakat dan politik. Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan. Penyimpangan dari padanya akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa. dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya. bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak). sebagai ber’kut. Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatanikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara.. bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat. undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis. sebaliknya.d. “Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan. e. Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib.organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan.

maka hubungan masyarakat dan politik dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memupuk simpati antar anggota masyarakat seperti pengabdian bersama. Sebagai simbol kebersamaan 2.memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: 1. Hayes (1950: 128). kendati pada kerangka nilai harus dipisahkan mana hubungan yang dapat dibenarkan dan mana hubungan vang tidak terpuji.t. Namun demikian.r-bungan antara masyarakat dan politik. suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama. . perbaikan dan pembaharuan serta rasa pembelaan kepada wilayah. wadah aktualitas. Perang dunia I dan dunia II yang disusul dengan Perang dingin ( Ketegangan hubungan antara kekuatan liberal dan komunis ) sesungguhnya merupakan refleksi hubungan masyarakat (dunia) dengan politik. Namun seperti diungkapkan oleh Carlto • J. Sebagai wahana ikatan dalam bertindak. . Sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib 4. hal ini tetap harus diakui sebaga. Maka politik. dalam kerangka kecil maupun besar akan mengarahkan fungsi-fungsi hubungan antara anggota masyarakat sehingga setiap diri masyarakat selalu mendapatkan kesempatan. Bahwii secara ekstrim. pengaturan dan penerbitan. Sebagai wujud identitas bersama 3. yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya.H. melalui hubungan masvarakat dan politik dapat menimbulkan suatu permusuhan dan peperangan andai hubungan itu dilepaskan dari kerangka-kerangka nilai yang berlaku di tengah masvarakat. peluang. kebudayaan dan kekayaan alam lingkungannya. Tetapi politik tersebut telah ternodai oleh lepasnya ikatan-ikatan moral dan telah lepas dari substansi politik dalam fungsinya untuk tertib bermasvaraka. sehingga politik pada akhirnya berekses pada pemusnahan suatu masvarakat oleh masyarakat yang lainnya. untuk menghindari pertentangan nilai dalam hubungan itu.

Pemilihan umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses politik di Indonesia akan dapat diikuti tahapan-tahapan dengan baik apabila masyarakatnya telah mengenali Pemilu dari segi keharusan-keharusannya dan dari segi larangan-larangannya. Secara mengesankan Magnis-Suseno (1986:152) mengatakan sebagai berikut: “Pembangunan politik . harapan. Begitu pula yang terjadi pada partisipasi politik. suatuu proses politik akan berjalan baik dan akan memberikan makna bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat manakala masvarakat akan berarti bagi masyarakat itu sendiri dalam rangka menghapus kesan dirinya terasingkan dalam proses politik yang akan dijalankan oleh negara umpamanya. mendapatkan dukungan dan mendapatkan wilayah geraknya. Dengan pengrekrutan maka sistem politik akan kuat. akan berguna sebagai referensi tindakan-tindakan politik yang nontinya baik input maupun output berguna bagi masyarakat dar. Hal yang sama terjadi pada pengrekrutan politik. janji. Di sini harus diakui bahwa komunikasi politik tak sekedar media penyerapan informasi. Dengan direkrutnya masyarakat ke dalam proses politik.Timbal Balik Antara Masyarakat dan Proses Politik Proses-proses politik sebagaimana telah diuraikpin terdahulu •bagai landasan konseptual) oleh Rush & Althoff (1995: 22-25) esungguhnya harus dipahami sebagai proses politik yang melahirkan timbal balik antara masyarakat satu pihak dan politik di pihak lain. melainkan atas dasar pertimbanganpertimbangan masyarakat baik yang berposisi selaku subjek politik maupun objek politik. perilaku yang dikehendakinya dan lain sebagainya. Melalui sosialisasi politik. maka masyarakat akan menemukan legitimasi dan kewibawaan dalam menentukan aktulisasi peran dirinya tanpa merasa berposisi yang dikesankan masyarakat dan bernegara” di zaman kuno sebagaimana tlilukiskan oleh Larry Siedentof (dalam Miller & Siedentof. timbal balik masyarakat dan proses –Politik barangkali dapat disebut sebagai timbal balik yang paling mudah menemukan wujudnya. ancaman yang dikeluarkan masyarakat untuk negara atau partai politik. Pengenalan ini sangat berguna bagi masyarakat. atau oleh negara dan partai politik kepada masyarakat sesuatu yang paling mungkin terjadi melalui komunikasi politik. Faktor tingkah laku masyarakat yang dapat dipahami dengan baik oleh sebuah proses politik yang dijalankan. Pengrtian-pengertian. lebih dari itu sebagai arena pemupukan kesadamn bagi masyarakat dan bagi proses politik itu sendiri. yakni mengenali. 1986) Pada komunikasi politik. Di sini masyarakat akan mengetahui proses polilik dari segi strukturnya. efektif bagi proses itu sendiri. dan bagi proses politik telah memiliki ruang untuk dikenali masvarakat sehingga proses politik tidak canggung untuk disosialisasikan. masyarakat akan mengenali suatu sistem politik yang berlaku di sekitarnya sehingga masyarakat inemberikan reaksi terhadap gejala-gejala dari sistem politik itu. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik itu secara niscaya dapat dikatakan agar proses politik tidak berjalan sekehendaknya.

menurut Vie George Paul Wilding (1992: 21) apabila proses politik tak sekedar mencerminkan para elite strategis negar itu saja. lebih dari itu harus ada kesediaan untuk mencerminkan kehendak masyarakat.” Kutipan di atas mencerminkan bahwa agar proses politik memiliki hubungan timbal balik dengan masyarakat. Contoh ini menunjukkan bahwa proses politik yang diambil oleh suatu kelompok atau pemerintah yang proses itu bertentangan dengan masyarakat.harus yang dituntut oleh pendekatan sistem bekerja sama dengan dan berdukung pada subsistemsubsistem yang ada. Suatu hubungan timbal balik akan dirasakan oleh masyarakat dan negara dalam melakukan proses politiknya. melainkan penuh hormat. pemerintah Indonesia pernah melakukan tindakan politik (yang tak sekedar tindakan ekonomi) dengan mengesahkannya SDSB. walau mungkin kehendak itu secara relatif dipandang menghalangi proses politik yangseharusnya. Di sini. pada kekuatan-kekuatan yang bekerja. Masyarakat Indonesia yang agamis menolaknya dan karenanya timbul gelombang unjuk rasa yang amat dahsyat. Kendati jalan mengkompromikan jelas lebih baik karena pada upaya itu upaya timbal balik dapat din-iaknai secara lebih mengesankan. walaupun proses proses politik dirasakan sangat penting. secara gamblang diakui oleh Clifford Geertz (1992: 144). Sebab. maka akan menimbulkan anarkis yang menggetirkan. negara. maka proses politik hendaklah memperhatikan realitas kultural masyarakat itu sendiri. bahwa proses-proses politik tak sekedar menampakkan wujud institusi formalnya. tegas George & Wilding. namun lebih dari itu proses politik akan memaklumi setiap kehendak masvarakat. Dengan adanya timbal balik itu. Pembangunan politik tidak secara kasar mencampuri proses-proses hidup. dalam kesadaran tahu diri. apabila proses politik sudah mengenvampingkan realitas kultural realitas masyarakat. mengingat kehidupan politik menurut Ibnu Khaldun . dan seyogyanya kehendak itu dijabarkan oleh proses politik itu sendiri. teruji dan terpuji. apakah mengenyampingkan kehendak politiknya atau justru kehendak masyarakatnya. Dan hal ini sebagai bukti bahwa suatu proses politik yang tak mencerminkan hubungan timbal balik antara kepentingan politis disatu pihak dan kepentingan masyarakat pada pihak lain akan berakhir secara mengenaskan. tinggal memilih sebuah konsekuensi yang termudah. apa vang dikhawatirkan oleh Geertz. Jalan ke luar di atas sangat penting. maka dengan sendirinya masyarakat dapat mengenyampingkannya bahkan mungkin secara mengkristal berbuntut perlawanan. Pemerintah menarik kembali SDSB. menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada. Sebagai contoh.

Begitu sebaliknya. merupakan akibat dari struktur komunitas hidup. Kehendak politik melalui tanpa masyarakat niscaya proses politik akan berjalan hampa. Barangkali proses politik Indonesia merdeka tak pernah terwujud sampai hari ini apabila masyarakat saat itu tak membutuhkan kemerdekaan. sampai secara tuntas mencoba menelusuri hubungan timbal balik antara proses politik vang ditempuh oleh negara dengan rakyat (masyarakat) sebagai unsur kekuatan dominannya. akibat peristiwa itu tidak mampu menggerakkan solidaritas masyarakat. Dengan demikian. saling terkait dan saling menentukan. 1992: 93). Sebab pada solidaritas itu. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik lebih dari yang telah dipaparkan. Dengan kata lain. masyarakat saja tanpa adanya proses-proses politik vang dilalui. dan Bahwa masvarakat hendaklah menjalankan fungsinya sesuai dengan proses politik vangdijalankan . dan proses politik yangada hendaklah merupakan refleksi dari merealisir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan vang ada dalam masyarakat secara adil dan penuh perikemanusiaan. tegas Duverger. proses politik harus dipahami sebagai mekanisme yang menjadikan masyarakat segala kehidupannya berjalan lancar. komunitas hidup yakni komunitas negara yang karena ada keduanya tatanan kehidupan akan berjalan secara normal asalkan keduanva mencmpatkan dalam posisi sejajar dalam suatu hubungan yang saling membutuhkan. Onghokham dalam karyanya itu sempat mengidentifikasi beberapa kegagalan peristiwa politik sepanjang sejarah Indonesia yang dirasakan lagi. dimana setiap individu membutuhkan orang lain di dalam suatu jaringan hubungan yangsaling masuk dengan yang lainnya. maka kehidupan masyarakat tak akan teratur.(dalam Zainuddin. Tanpa kehidupan dan proses politik yang timbal balik. haruslah dipandang bahwa antara masvarakat dengan proses politik merupakan. namun lebih dari itu memahami dan memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan. tentu Indonesia merdeka akan menjadi sebuah mimpi masyarakat sampai hari ini. Tolong-menolong untuk kepentingan mencapai tujuan bersama tidak akan terealisasikan. dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat. terutama diplomasi. sebagaimana dikerangkakan oleh Maurice Duverger (1993 : 351) hendaklah mencerminkdn suatu solidaritas antar keduanya. timbal balik antara masyarakat dan proses Politik itu tidak sematamata diukur oleh saling pengertian dan memahami hakikat masyarakat dan hakikat politik yang dijalankan. Karena itu. Dan ia . Onghokham dalam karyanya “Rakyat dan Negara” (1991).

Suko. Sosiologi Politik. Gabriel A. Jakarta : Gramedia. Masalah dan prospek Pembangunan Politik Di Indonesia. 4 Oktober. setradisional apapun peristiwa politik yang terjadi karena mendapatkan dukungan masyarakat secara massif dan peristiwa-peristiwa itu oleh masyarakat terasa menjadi tanggungjawabnya dan menjadi miliknya. Analisis Politik Modern. Memahami Ilmu Politik. Jakarta bumi Aksara. Th. 1990.pun mencatat. 1994. Susilo.T Jenggala Sparingga.. 1999. Rajawali Pers. A Discipline Devided: School and Sects in Political Science. Dahl. No.2002. Surbakti. Ramlan. Daniel T. New Park London. Bottomore. Jakarta. Rineka Cipta. Tom. Meriam. 1992. 1985. Jakarta: PT. Jakarta. Antropologi Politik Jakarta : Rajawali Pers. Kediri : P. bahkan politik dijalankan atas dasar kehendak masyarakat itu sendiri BAHAN BACAAN Alfian. namun terjadi pula pada negara-negara jajahan yang terbebas dari belenggu penjajahan. Georges. Carter. Balandier. Masyarakat Politik 07:18 Risya_anjani elf No comments Masyarakat Politik . Gramedia Widiasarana Indonesia. 1986. Gambaran Onghokham di atas sekaligus merupakan suatu jawaban yang cukup lugas suatu hubungan politik dan nnasyarakat dimana hubungan itu terjalin karena terdapat timbal balik antara politik dan kehendak-kehendak masyarakat. April. Almond. 1992. Sosiologi Politik. Jakarta. 1999 “ Masa Depan Indonesia sebuah analisis Wacana tentang Perkembangan Civil Society” masyarakat Kebudayaan dan Politik. 1986. Xii. Robert. New Delhi: Sage Publication. otoritas dan Demokrasi. Begitu dahsyatnya suatu timbal balik antara proses politik dengan masyarakat. Budiharjo. Gramedia. Dasar-dasar ilmu Politik. digambarkan oleh Onghokham merupakan basis penentu keberhasilah politik. yang tidak saja terjadi di Indonesia..

pengendalian kekuasaan. biasanya mereka berada di luar tugas partai politik. Namun. Warga negara mengidentifikasikan dirinya dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. . Kelompok Kepentingan (Interest Group) Adalah kelompok/organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. antara lembaga pemerintah dan antara kelompok masyarakat dalam rangka proses pembuatan. pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. Budaya Politik (Political Culture) Menurut Almond dan Verba. Perilaku Politik (Political Behavior) Perilaku politik dapat dinyatakan sebagai keseluruhan tingkah laku. tidak setiap warga negara memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan tujuan bersama. Pada masyarakat politik. wewenang dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. propaganda atau cara lain yang lebih efektif. interaksi setiap individu maupun kelompok memiliki cirri-ciri sebagai berikut. Di dalam masyarakat politik. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa masyarakat politik bukanlah masyarakat yang statis. politik dan warga negara yang telah saling memiliki hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Untuk dapat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan tujuan negara tersebut diperlukan adanya kekuasaan (authority). agar kepentingan seseorang atau suatu kelompok diketahui oleh pihak lain dan dijadikan sebagai pokok bahasan. Jadi. kelompok penekan adalah kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah.Dasar organis pembentukan masyarakat adalah “Keinginan manusia untuk hidup bersama atau kerjasama. maka kehidupan masyarakat politik akan menjadi sangat dinamis. masyarakat politik dapat diartikan sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan “aktivitas tertentu” yang berhubungan dengan bagaimana caracara memperoleh kekuasaan. menggunakan kekuasaan. industriawan dan asosiasi lainnya. Negara dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah disepakati. Kelompok Penekan (Pressure Group) Menurut Stuart Gerry Brown. Karena kelompok-kelompok yang berbeda akan mencoba memperjuangkan berbagai kepentingannya melalui saluran komunikasi politik yang ada. No. Adapun cara yang digunakan dapat melalui persuasi. Jika kehidupan politik yang demokratis diterapkan. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. Tujuan bersama menjadi salah satu hal yang mendasari kepentingan manusia untuk membentuk organisasi atau kelompok bersama. Komunikasi politik adalah semua kegiatan dalam sistem politik yang dimaksudkan agar inspirasi dan kepentingan politik warga negara diakomodasi menjadi berbagai kebijakan. Mereka antara lain: kelompok pengusaha. maka diperlukan adanya komunikasi politik. Kelompok kepentingan bisa menghimpun ataupun mengeluarkan dana dan tenaganya untuk melaksanakan tindakan-tindakan politik. 4. dan sebagainya. Bentuk Aktivitas Uraian 1. walaupun memiliki tujuan yang sama. karena politik menjadi gelanggang bagi persaingan gagasan dan kepentingan warga negara. 2. tolong menolong untuk mencapai tujuan yang sama guna memenuhi kebutuhankebutuhan dasarnya agar dapat bertahan hidup”. budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. Untuk itulah politik ada. usaha-usaha mempertahankan kekuasaan. 3.

eksekutif. DPR. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut. maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Pengertian sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat. sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Kelompok Penekan (Presure Group). dan perilaku politik. Mahkamah Konstitusi. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter. http://id. dan yudikatif ). Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik. Ormas.org/wiki/Sistem_politik A. Dalam perspektif ini. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol. lembaga-lembaga politik. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Komisi Yudisial. . Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Tokoh Politik (Political Figure). Alat/Media Komunikasi Politik. DPD. B. dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik. media massa.Sistem Politik Indonesia Dalam perspektif sistem.wikipedia. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia 1. melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif. Mahkamah Agung. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek. pengambilan keputusan. Kelompok kepentingan (Interest Group). Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR. Pengertian sistem politik a. upaya-upaya mewujudkan tujuan. Presiden dan Wakil Presiden. misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi.

sistem politik adalah sekumpulan pendapat. Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik. prosedur. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan. Sistem Perwakilan 7. peniadaan hak milk pribadi. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik c. Sistem Politik Di Negara Liberal : Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok. pertukaran gagasan yang bebas. prinsip. Bentuk Republik 4. Pemerintahan yang bertanggung jawab 6. c. Sistem Politik Di Negara Komunis : Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. 4. tidak adanya oposisi. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka. Ide kedaulatan rakyat 2. pembatasan kekuasaan. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. dan kelompok-kelompok penekan Masyaralat politik adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan . penegakan hukum. prinsip. Sistem peemrintahan presidensiil 1. Politik pada dasarnya menyangkut tujuantujuan masyarakat. yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. Sistem Politik Di Berbagai Negara a. Negara berdasarkan atas hukum 3. dasar dasar pemerintahan. tentara dan organisasi kemasyarakatan. khususnya dari pemerintah dan agama. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara.b. Sukarno. ataupun dalam hal kekuasaan Negara. organisasi kemasyarakatan. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah b. Macam-macam Sistem Politik 3. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia : Sistem politik yang didasarkan pada nilai. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. bukan tujuan pribadi. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat b. dan kelembagaan yang demokratis. SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng 2. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri a. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas c. peniadaan hak-haak sipil dan politik.

Misalnya.Konsep civil society model Cicero di maksud sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. Sementara Rousseau menggarisbawahinya lebih lanjut dengan mengatakan bahwa masyarakat politik itu tercipta lewat adanya kontrak sosial(social contract). Adanya hukum yang mengatur pergaulan antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri. partai poilitik. ciri-ciri masyarakat politik: a) Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif b) Bersifat kritis dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah d) Dalam penyelesaian masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah c) Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya . Pertama. Locke. adanya kemandirian yang cukup tinggi dari individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Ketiga. adanya kemampuan membatasi kuasa negara agar ia tidak intervensionis. ada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan sistem pemerintahan. (Lembaga eksekutif). Kedua. nyaris selang berabad-abad lamanya setelah istilah tersebut tenggelam. mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara. Ciri dari civil society. adanya ruang publik bebas (free public sphere) sebagai wahana bagi keterlibatan politik secara aktif dari warga negara melalui wacana dan praksis yang berkaitan dengan kepentingan publik. DPR). memiliki tujuan yang mengikat seluruh anggota masyarakat. Masyarakat kota. Tapi.kekuasaan negara. Di masa selanjutnya. ternyata konsep civil society Locke dan Rousseau belum membedakan antara civil society dengan negara. kapan saja dan dengan siapa saja. utamanya tatkala berhadapan dengan negara. John locke dan Rousseau menghidupkannya kembali sebagai istilah yang di pakai dalam menganalisis hubungan masyarakat dengan politik. Bisa di katakan bahwa proses membentuk civil society itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. tata cara pemilihan dan penetapan Presiden. tata cara pemilihan badan legislative (parlemen. Sedangkan ciri-ciri masyarakat politik: terdapat kelompok yang memerintah dan kelompok yang diperintah. juga dalam konteks ekonomi dan perkembangan zaman yang mampu menyejahterakan dan memuliakan hidup sebuah masyarakat beradab. menurut Cicero merupakan masyarakat yang telah menundukan dirinya di bawah supremasi hukum (civil law) sebagai dasar yang menentukan hidup bersama. selain terkait dengan tata hukum. Tidak GOLPUT pada saat pemilu. yang perlu di garis bawahi disini adalah. misalnya mengidensipikasikan civil society sebagai " masyarakat politik" (political society). ada system pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat.Cirinya cuman Satu yaitu suka NGOMONGIN Politik dimana saja. Bahkan keduanya beranggapan bahwa civil society adalah pemerintahan sipil yang membedakan diri dari masyarakat alami-yang muncul sebagai prakondisi civil society."Masyarakat politik adalah masyarakat yang memahami arti penting hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Mencari akar defenisi dari konteks Barat. dapat menerima perbedaan pendapat yang ada. misalnya.pada hakekatnya adalah sebagai sebuah konsep yang berasal dari proses sejarah masyarakat Barat merupakan cerminan sebuah tatanan sosialkemasyarakatan yang antara lain dicirikan tiga hal.

Teori Strukturisasi Giddens: Hubungan Negara-Masyarakat Secara konseptual, mengkaji negara tidak dapat dilepaskan dari mengkaji masyarakat, begitu juga sebaliknya. Keduanya selalu dalam keadaan berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sebagaimana dikemukakan oleh Chandoke (1995): Argumen pertama studi ini yaitu sifat negara dapat dipahami dengan mengacu ke politik civil society. Kedua, civil society tidak dapat menampilkan fungsinya menuntut negara bertanggungjawab kecuali jika civil society sendiri didemokratiskan. Studi ini mempermasalahkan negara dan civil society. Perkiraan dasar studi ini adalah bahwa tidak ada teori negara tanpa teori civil society, dan secara bersamaan, tidak ada teori civil society tanpa teori negara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori strukturisasi yang dikembangkan oleh Anthony Giddens untuk menjelaskan relasi negara-masyarakat. Sebetulnya teori Giddens bukanlah konsep tentang hubungan negara-masyarakat yang lazim dikenal dalam Ilmu Politik, namun ia memiliki daya penjelas yang sangat berguna. Teori Giddens digunakan karena sering seimbang dan jukstaposisi memposisikan negara dan masyarakat. Selain itu ia memiliki “fleksibelitas” jika dipakai menganalisis relasi negara-masyarakat yang sifatnya kompleks. Prinsip fleksibelitas dan jukstaposisi inilah alasan utama penulis menggunakan teori strukturisasi Giddens dalam penelitian ini. Teori strukturisasi, yang merupakan konsep epistemologis yang mendasari karya-karya Giddens sesudah tahun 1980, adalah masalah yang paling fundamental dan akrab dalam ilmu sosial. Dua komponen penting yang ada di sini adalah “struktur” dan “agensi”. Giddes mengartikan “struktur” sebagai “rules and resources” yang dipakai pada proses produksi dan reproduksi sistem sosial. Sementara “agensi” (agency) ialah individu yang prepetrator (yang berbuat). Persoalan “struktur” dan “agensi” adalah tema lama, namun banyak sosiolog yang masih melihat keduanya secara berat sebelah (Giddens, 1984). Giddens dianggap sebagai orang pertama yang berhasil menyeimbangkan relasi struktur dan agensi. Giddens juga diakui telah mengelaborasi formulasi teori strukturisasi yang sangat orisinal, dalam formulasi yang lebih jauh lebih sophisticated dalam detailnya dan jauh lebih sugestif dalam aplikasinya daripada teori strukturisasi versi lainnya.1 Giddens tidak memandang struktur dan agensi sebagai dua hal yang berbeda karena, jika demikian, akan memunculkan dualisme struktur-agensi. Struktur dan agensi harus dipandang sebagai dualitas (duality), dua sisi dari koin yang sama. Keduanya berhubungan secara

dialektik, dalam arti struktur dan agensi saling mempengaruhi dan hal ini berlangsung terusmenerus. Struktur mempengaruhi agensi dalam dua arti: memampukan (enabling) dan menghambat (constraining). Jika ditafsirkan, enabling bisa berarti bahwa jika suatu hal (struktur) dilakukan atau dipenuhi, sekalipun hal itu mungkin sulit/menghambat (constraining), maka pada akhirnya hasilnya akan memampukan (enabling) struktur. Karena itu, dalam teori Giddens, struktur juga sekaligus menjadi medium (Manan, 2005). Di sisi lain agensi juga dapat mempengaruhi struktur. Agensi dapat meninggalkan struktur, dan tidak selalu tunduk kepadanya. Agensi dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan keluar dari aturan tertentu yang baku. Oleh Giddens keadaan ini disebut sebagai dialectic of control, yaitu kemampuan agensi dalam melawan kontrol dan struktur. Konsep dialectic of control dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, dalam suatu negara (struktur) yang mengontrol ketat warganya (agensi), tidak berarti masyarakat kehilangan celah sama sekali untuk keluar dari jeratan kontrol negara (struktur) itu (Giddens, 1987). kreatifitas dan logika masyarakat akan mampu menciptakan ruang bebasnya sendiri, meski mungkin tidak bersifat frontal dan oposisional2. Karenanya dalam teori strukturisasi ini, agensi tidak boleh dilihat sebagai sosok yang bodoh, apatis atau fatalis. Hal serupa berlaku juga pada negara. Sekalipun posisinya lemah dan terpojok, negara tetap mampu secara kreatif mengembalikan posisi superior atas masyarakat, atau minimal tidak kehabisan daya represifnya atau surveillance dalam istilah Giddens terhadap masyarakat. Sebagai pemilik kekuasaan, teori strukturisasi melihat kekuasaan sebagai turunan dari reproduksi struktur dominasi (structures of domination), negara akan selalu menjaga struktur dominasi berkaitan dengan perbuatan allocative resources yang bersifat dunia material dan authoritativer resources yang bersifat dunia sosial. Aktor-aktor negara yang mempunyai kepentingan dan preferensinya sendiri, sangat berkepentingan untuk memperebutkan dua macam resources ini (Giddens, 1981). Selanjutnya, sasaran analisis tidak terbatas pada struktur atau pun agensi, melainkan pada apa yang disebut oleh Giddens sebagai “Social Practice”, yaitu menyangkut aktivitas kesehairian manusia dalam dunia sosial, Giddens menegaskan: Domain dasar ilmu sosial, menurut teori strukturisasi, yaitu bukan pengalaman aktor individu atau pun keberadaam bentuk totalitas masyarakat apa pun, tetapi praktis sosial yang ditata melintasi ruang dan waktu. Aktivitas-aktivitas sosial manusia, seperti hal pengembang-biakan diri dalam alam, adalah rekusif.

Kalau negara adalah struktur dan masyarakat adalah agensinya, maka relasi negaramasyarakat dipahami dalam konteks social practice itu. Konflik atau kontestasi antara negara dan masyarakat dipicu oleh tarik menarik surveillance (pengawasan) yang dilakukan negara dengan citizenship rights (hak warga negara) yang dimiliki masyarakat. Tiga citizenship rights tersebut yaitu civil rights (hak untuk bebas), political rights (hak untuk memilih) dan economic rights (hak mendapatkan pekerjaan yang layak). Kepercayaan masyarakat (trust) pada negara bisa saja hilang atau berkurang manakala ketiga citizenship rights terusik atau tidak dipenuhi oleh negara.3 Untuk menghindarkan ketegangan itu, Giddens menegaskan perlunya hubungan kemitraan antara keduanya, yang saling memberikan kemudahan dan mengontrol. Artinya, negara dan masyarakat tidak dilihat sebagai dua kutub yang antagonistik. Dengan model ini, negara tidak mendominasi masyarakat, juga sebaliknya. Masing-masing dapat memasuki wilayah lainnya demi kepentingan dan kebaikan keduanya, tanpa ada maskud mendominasi pihak lain. bila hubungan kemitraan ini bisa terwujud, demokrasi menjadi lebih prospektif untuk ditegakkan (Giddens, 1999)

Referensi: Chandoke, Neera., 1995. State and Society, Exploration in Political Theory. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd Giddens, Anthony., 1981. A Contemporary Critique of Historical Materialism. Berkeley and Los Angeles: University of California Press ________________., 1984. The Constitution of Society Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press ________________.,1987. The Nation-State and Violence. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. ________________.,1999. Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Manan, Munafrizal., 2005. Gerakan Rakyat Melawan Elit. Yogyakarta: Resist Book

Latar belakang Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada.DASAR-DASAR ILMU POLITIK BAB I PENDAHULUAN Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. bantuan serta saran dari berbagai pihak. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung. karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsung. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang dasar-dasar ilmu politik. sehingga penyusunan makalah dengan judul Dasar-dasar Ilmu Politik dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. . Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno. A. politik maupun wacana kehidupan sehari-hari. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita. Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi. akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social. Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. dari awal sampai selesai. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut.

pejabatpejabat partai. Tujuan Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat. Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum. Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi. Kedua. adanya kebebasan dan adanya aturan main. ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya. . Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa “salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik. maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang. Pertama. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah. dan looblyst profesional yang bertindak di dalam perananpernan itu. mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik. calon-calon politik. Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi. Partisipasi menurut Samuel P. baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk. individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah…” Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah.B. Hutington dan Jean Nelson adalah “…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara. Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan. karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat. Ketiga. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya. Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik.

BAB II TOTAL SINOPSIS Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik. Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis. dan ruang lingkup yang jelas. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. C. Secara etimologis. Untuk memberikan kerangka berpikir teoritis dalam memahami poiltik internasional sebagai salah satu bagian terpenting dalam studi hubungan internasional. Manfaat Makalah ini di buat bertujuan untuk memperkenalkan Ilmu Politik secara menyeluruh dan memberikan pemahaman dasar-dasar ilmu politik serta berbagai masalah yang erat kaitannya dengan ilmu tersebut. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Untuk memahami ide-ide politik atau pemikiran politik secara umum yang ada pada jaman klasik. dan dalam perkembangan ini mereka . seperti sosiologi. Memberikan kemampuan untuk mengenali dan memahami keadaan sosial dan politik Indonesia yang ruang lingkupnya dimulai dengan munculnya zaman modern. ekonomi.Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuantujuan itu. damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah. dan psikologi. termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai berbagai macam pandangan teoritis terhadap peranan ekonomi politik dalam hubungan internasional. maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. jaman baru. politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihanpilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya. sampai pada pemikiran politik dewasa ini. fokus. antropologi. rangka. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Setiap pemikir politik dan ide pemikirannya dikupas dan dihubungkan dengan pemikiran politik dewasa ini. Masuknya paham liberal ke Indonesia mengubah struktur sosial ekonomi dan politik bangsa Indonesia. perusahaanperusahaan multinasional (MNCs). aspek power dan ekonomi politik dalam hubungan internasional. masalah-masalah politik lingkungan hidup global dalam hubungan internasional. tradisi-tradisi filosofis yang mendasari teori-teori besar politik internasional saat ini.

Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) . Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli . ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan. apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). Menurut Seely dan Stephen Leacock. dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut. Pendapat ini didukung juga oleh R. Akan tetapi. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. misalnya: • • • Menurut Bluntschli. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia.prinsip pemerintahan. dan Belanda dalam rangka imperialisme. dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan. politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. Jerman. Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan. seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. pengaruh dari ilmu hukum. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman. Jadi. Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu : • Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Gilchrist. Austria. yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik. Teori valuational . Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”.N. Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”. terutama moral philosophy.saling mempengaruhi. Amerika Serikat. Namun demikian.

misalnya di Amsterdam. karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis. membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19. karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai . telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu.M. Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. Aristoteles. hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah. masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai.). Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi. dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan. karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu. Plato.Sekarang. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat. berasal kira-kira dari tahun 500 S. dan lainnya. walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum. • Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum. Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum. ideologi dan politik sistematis. sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S. tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan.ini terdiri dari filsafat politik. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. membuat peningkatan pada masa Romawi. seperti dalam karya Herodotus. Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat. dan Shan Yang(±350 S. serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda. ada Konfusius. Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan. dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. seperti di Universitas Riau. Sejak orang mulai hidup bersama. Di antara filsuf Cina terkenal. Mencius. dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904. Selain ilmu hukum. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra. pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II.M.M. sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina. Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat. misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi. Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno.

Berkat hal ini. maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. Di negara-negara Eropa Timur. pendekatan tradisional dari segi sejarah. Harold D. dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. ilmu politik berkembang pesat. filsafat. antropologi budaya. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet.diterima oleh masyarakat. dan ekonomi. dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi. proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis. 1. Laswell dan A. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan. Inggris dan hasilnya disusun oleh W. Laswell dan A. psikologi. di samping India. diantaranya negara Barat. seperti yang dinyatakan Harold D. kekuasaan adalah kemampuan untuk. A. Kaplan.” Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas. bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negaranegara barat pada pendekatan tradisional. sumber kekuasaan. dan hukum masih berlaku hingga saat ini. dan kriminologi) di perguruan tinggi. Meksiko. Kemudian. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik. Kaplan dalam Power and Society: “Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. sosiologi. wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik. Sesudah keruntuhan komunisme. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. Ilmu politik memiliki beberapa konsep. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi. seperti UNESCO. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan. Authority (Kewenangan) . Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan.” 2. Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional. dan Polandia. bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik. Berikut pembahasannya secara ringkas. dalam suatu hubungan sosial.

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya. 3. Influence (Pengaruh) Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya, dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan, pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati, dan karena itu sering berhasil. 4. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi, untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. Dalam politik, persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta, tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. 5. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. Dengan demikian, di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi.

6. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. Oleh karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu, tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber, diantaranya kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Jika bawahan melanggar perintah atasan, maka bawahan bisa dikenai sanksi. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Misalnya di Indonesia, alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat, maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Jack H. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku, serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang direktur bisa memecat seorang karyawan, tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa, jadi menunjuk pada pelaku organisasi, atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya, baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris), dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Semakin timpang hubungan ini, maka makin kuat ketergantungannya. Hal ini disebut hegemoni, dominasi, atau penundukan oleh pemikir abad 20. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan, tapi dari segi lain, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Salah satunya, kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber-sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan

politik, maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, termasuk peratuaran perundang-undangan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik, selain konsep lainnya. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber, misalnya kekayaan, kedudukan, dan kepercayaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan, tetapi keduanya berbeda. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik, dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Definisi-definisi mengenai Negara, antara lain adalah : 1. Roger H. Soltau, “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2. Harold J. Laski, “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Max Weber, “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Robert M. Maciver, “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder).

dasar. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. yaitu sifat hakiki. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. pemegang. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Kekuasaan (asal-usul. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. ruang lingkup dan hasil-hasil”. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. terdapat kelompok kepentingan. bagaimana kekuasaan dijalankan. Harold D. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya.J. Dalam menjalankan fungsinya. Di samping partai. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Kaplan dalam Power and Soceity. sementara di sistem presidensil oleh presiden. proseproses. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Laswell dan A. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) . Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Terdapat juga kelompok penekan. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal.

Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). dan ruang lingkup yang jelas. dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Arti. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. seperti sosiologi. dan Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan lainnya. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. antropologi. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. • Perkembangan dan definisi ilmu Politik Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. BAB III KERANGKA KONSEP 1. . karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. Sifat. rangka. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19.c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. ekonomi. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. fokus. A. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. dan psikologi. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi.

Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda dalam rangka imperialisme. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) , ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun demikian, pengaruh dari ilmu hukum, filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. • Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science) Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol. • Definisi Ilmu Politik Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber

daya alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas. Ini adalah politik. Bagaimana caranya mencapai tujuan dengan berbagai cara, yang kadang-kadang bertentangan dengan satu sama lainnya. Akan tetapi semua pengamat setuju bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai jika memiliki kekuasaan suatu wilayah tertentu (negara atau sistem politik). Kekuasaan itu perlu dijabarkan dalam keputusan mengenai kebijakan yang akan menentukan pembagian atau alokasi dari sumber daya yang ada. Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus. 1. Menurut Rod Hague et al.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Perbedaan-perbedaan dalam definisi yang kita jumpai disebabkan karena setiap sarjana meneropong hanya satu aspek atau unsur dari politik. Unsur ini diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur-unsur lain. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa konsep-konsep itu adalah: 1. Negara (state) 2. Kekuasaan (power) 3. Pengambilan keputusan (decision making) 4. Kebijakan (policy, beleid) 5. Pembagian (distribution) • Bidang-bidang Ilmu Politik Dalam contemporary Political Science, terbitan Unesco 1950, ilmu politik dibagi menjadi empat bidang. 1. Teori Politik 2. Lembaga-lembaga politik 3. Partai-partai, golongan-golongan (groups), dan pendapat umum 4. Hubungan internasional

• Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain - Sejarah Seperti diterangkan di atas, sejak dahulu kala ilmu politik erat hubuganya dengan sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. - Filsafat Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. - Sosiologi Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologi-lah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. - Antropologi Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka antrophology menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. - Ilmu Ekonomi Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik (political economy), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam menghadapi saingannya seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Jerman, pada abad ke-18 dan ke-19. - Psikologi Sosial Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan. - Geografi Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti perbatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. - Ilmu Hukum Terutama negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting. Cabang-cabang ilmu hukum yang khususnya meneropong negara ialah hukum tata-negara (dan ilmu negara). B. KONSEP-KONSEP POLITIK

Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa dikatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

Teori politik sistematis (systematic political theory). pada dasarnya manusia menginginkan nilai-nilai. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Kekayaan (wealth) 4. 2. Ideologi politik (political ideology). Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi. yaitu : a. Harold Laswell memperinci delapan nilai. dan sebagainya. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya. Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan : 1. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. khususnya masyarakat Barat. Kejujuran (rectitude) dan Keadilan (rechtschapenheid) . Dalam mengamati masyarakat. Masyarakat Manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain secara bergotong-royong. Norms for political behavior. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. yaitu : 1. Kekuasaan 2. Jenkin dalam The Study of Political Theory. yaitu himpunan nilai-nilai. Dan dalam kehidupan berkelompok ini. ideologi. Kesehatan (Well-being) 5. Keterampilan (Skill) 6. Kasih Sayang (affection) 7. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. kepercayaan dan keyakinan. teori politik dibedakan menjadi dua. norma. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. 1. Pendidikan/Penerangan (enlightenment) 3.Menurut Thomas P. II. Filsafat politik (political philosophy). ide. Manusia memilih jalan untuk mengorganisir bermacam-macam kelompok dan asosiasi untuk memenuhi keperluan dan kepentingan-kepentingan fisik maupun mental yang sukar dipenuhi sendiri. b. teori politik sistematis. yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai).

Roger H. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal.8. Max Weber. suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. antara lain adalah : 1. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Negara mempunyai sifat-sifat. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. Soltau. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. Keseganan (respect). Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Laski. masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai keinginan-keinginan mereka bersama (A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants). Definisi-definisi mengenai Negara. Laski dari London School of Economics and Political Science. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). Robert M. 2. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. antara lain adalah : a) Sifat Memaksa. Menurut Harold J. . yakni yang bertentangan satu sama lain. menurut Robert Maciver. dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Maciver. 3. Masyarakat. III. 2. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. adalah suatu system hubungan-hubungan yang ditertibkan (Society means a system of ordered relations). Harold J. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial.

Laski.I sebagai tercantum dalam UUD 1945 : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. IV. tujuan Negara ialah memungkinan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). Kesejahteraan umum. Flechtheim adalah keseluruah dari kemampuan. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Menurut Roger H.b) Sifat Monopli. hubunganhubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan (Social power is the sum total of all the capacities. and process by which compliance of others is secured for ends determinded by the . dan Kebebasan. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. Kekuasaan Kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-laku sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. Menegakkan keadilan Charles E. relationship. Tujuan dan fungsi Negara Tujuan Negara R. Saltau. perdamaian abadi dan keadialn social. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Terlepas dari ideologinya. Melaksanakan penertiban (law and order) 2. Keadilan. Negara menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu. tujuan Negara ialah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal (creation of those conditions under which the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desire). Merriam menyebutkan lima fungsi Negara. Pertahanan 4. yaitu : Keamanan ekstern. Kekuasaan social menurut Ossip K. Ketertiban intern. Dan menurut Harold J. yaitu : 1.

Kekuasaan yang paling penting adalah kekuasaan politik. Kaplan dalam Power and Soceity. Laswell dan A.wordpress. Referensi http://manshurzikri. Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikandirinya lebih unggul dari pada yang lain. Pengertian kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujun-tujuan pemegang kekuasaan sendiri. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. Pendekatan . Ossip K. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. mamupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia (Social power is the capacity to control the behavior of others either directly by fiat or indirectly by manipulation of available means). 2. ruang lingkup dan hasil-hasil”. Presiden. yakni : 1. Maciber mengemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat berbentuk piramida.com/2009/11/27/konsep-konsep-politik/ C. yaitu sifat hakiki. yang berarti bahwa kekuasaan yang satu itu lebih kuat dengan jalan mengkoordinasi keuasaan yang lain. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Roger F. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. khususnya dalam negara (Wikipedia. ). baik dengan cara langsung dengan memberi perintah. bagaimana kekuasaan dijalankan. Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik. Harold D. proseproses. J. Berbagai pendekatan dalam Ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan.power holder). Maciver : Kekuasaan social adalah kemampuan untuk mengendalikan tingakah-laku orang lain. 2009). dasar. seperti lembagalembaga pemerintahan DPR. dan sebagainya. bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada Negara. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Definisi yang dieberikan oleh Robert M. Robert M. bagian dari kekuasaan sosial yang terwujud dalam Negara (state power).

sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. pemegang. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Dalam menjalankan fungsinya. Terdapat juga kelompok penekan. terdapat kelompok kepentingan. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Kekuasaan (asal-usul. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum.institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. sementara di sistem presidensil oleh presiden. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi . Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. Di samping partai. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi.

Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik • Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Dari analisa tersebut. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai “konsekuensi” logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme). sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan.sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. behavioralisme meneliti . Disini. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Misalnya. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. seperti pendekatan Institusionalisme). Kecenderungan tersebut cukup beralasan. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas.

Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. Robert A. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. Negara. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. mobilitas sosial (urbanisasi. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Misalnya. India) di posisi tengah. Namun. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya . Dengan demikian. jika partisipasi politik tinggi. Peneliti lain. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri.motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Menurut Lerner. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. literasi. kaum asing lain (Cina. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. yaitu Belanda (Eropa). negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. Bagi Huntington. C. Misalnya. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). parlemen. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). Dalam analisa Marx. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. Dahl sebaliknya. bagi Marx. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. Bagi Huntington. • Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. dan eksekutif. • Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. terpaan media. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. hanya alat dari struktur kelas ini. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. bukan piramidal. Menurut Huntington. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Arab. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. akan muncul situasi disorder. atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? • Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok.

bahkan dioper ke kampkamp kerja paksa untuk “membersihkan” otaknya. Politik berasal dari bahasa Yunani POLIS yang artinya negara-kota. untuk kemudian melahirkan kesepakatan bagaimana kepentingan masing-masing tersebut dapat terselenggara tanpa merugikan pihak lain. “Cara” bergantung pada siapa yang menggunakan. Subyektivitas kita masing-masing-lah yang menyebut cara yang dilakukan si A atau si B. Khususnya. Kedua keputusan baik di Cina maupun Indonesia adalah bukti keputusan politik. setiap orang yang dicurigai berpikiran liberal (Amerika Serikat sentris) akan ditahan. menaikkan Upah Minimun Regional (UMR). kita tidak berbicara mengenai kejam atau tidak.html BAB IV PEMBAHASAN Apa itu politik ? Secara retorik. Hal ini mirip dengan di masa Orde Baru. Bagi Frank. orang saling berinteraksi satu sama lain guna mencapai kesejahteraan hidupnya. maka mereka sibuk . dan satu bidang tersendiri di ilmu politik membicarakan persoalan itu: Etika Politik. politik selalu bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama.blogspot.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. Dengan revolusi ini. diinterogasi. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : • • • modal asing perilaku pemerintah lokal yang korup kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). manakala mereka berusaha meraih kesejahteraan pribadi melalui sumber daya yang ada. Namun. saling menegosiasikan kepentingan masing-masing. masukkah ke dalam kategori yang sama Berbicara mengenai politik. Manakala manusia mencoba untuk untuk menentukan posisinya dalam masyarakat. Dalam negara kota di zaman Yunani. disiksa. Kepulauan Maluku. Iwan Fals pernah mempermasalahkanya: “Apakah selamanya politik itu kejam … ?” Memang pada masa pemerintahan Mao Tse-tung pernah diterapkan kebijakan Revolusi Kebudayaan. Berbicara mengenai politik berarti membicarakan perilaku kita dalam hidup bermasyarakat. atau kesempatan cuti haid bagi buruh perempuan dapatkah dikatakan kejam? Atau keputusan politik untuk menggratiskan biaya pendidikan di Brunei Darussalam atau Arab Saudi. keputusan untuk menaikkan gaji guru. atau pemerintah A atau B tersebut sebagai “kejam” atau tidak “kejam”.dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. Dalam politik kita berbicara mengenai bagaimana masyarakat. di suatu wilayah. cara kita mengatasi sejumlah perbedaan yang ada di antara kita. Saat dimulainya. di mana orang-orang yang dianggap terlibat Partai Komunis Indonesia “dibuang” ke kamp-kamp “pembersihan otak” di Pulau Buru. Referensi http://gdpermana. atau manakala mereka berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. Tujuan awal politik tidaklah “kejam” seperti sering didengungkan orang. dan itu terkesan kejam.

Dengan demikian. di mana saja dan kapan saja. Sebaliknya. Luas sekali pelajaran politik jika demikian. Sistematis artinya masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan. atau pemerintah menerapkan kebijakan wajib belajar. cara. sistematis.[2] Di sini disebutkan “kekuasaan” sosial bukan “kekuasaan pribadi.” Dalam zaman kaisar-kaisar Romawi. dapatkah politik dikatakan sebagai suatu ilmu layaknya ilmu Biologi.dengan suatu kegiatan yang kita semua namai sebagai POLITIK. Pengetahuan relatif tercerai-berai sementara ilmu relatif tersusun secara teratur. Ontologi Ilmu Politik . Fisika. bukan ? A New Handbook of Political Science menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan politik adalah the constrained use of social power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan). dan aksiologis suatu obyek. Rakyat luas tentu tidak sepakat dengan cara tersebut. obyektif. Hanya satu orang yang menyepakati cara penghukuman. Namun. bukan seluruh orang menyepakatinya. politik adalah kekuasaan sosial dan sebagai kekuasaan sosial ia harus disepakati banyak orang sebelum suatu cara diterapkan. tidak lagi bersifat subyektif (menurut pemikiran sendiri). Ilmu Politik Dengan luasnya cakupan. kita dapat dikatakan tengah berpolitik ketika mempengaruhi suami atau istri di rumah. suatu kekuasaan politik adalah kekuasaan yang disepakati banyak orang. manusia hidup mengalir darah dalam tubuhnya. bagaimana proses terjadinya keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan wajib belajar? Dengan kalimat lain. atau berdebat dengan supir angkot bahwa ongkos yang ia terapkan terlampau mahal. atau Ekonomi ? Jawabannya adalah bisa. bagaimana darah mengalir. bukan hanya kemauan satu orang. Politik menghendaki negosiasi. sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu.[3] Ilmu berbeda dengan pengetahuan.[1] Dengan demikian. Obyektif artinya kebenaran dari hasil pemikiran dari suatu bidang dapat memperoleh bobot obyektif (sesuai kenyataan). Ilmu adalah “pengetahuan yang disusun secara metodis. bersaing dengan tetangga sebelah rumah untuk jabatan sekretaris RT. bagaimana sepeda yang cuma beroda dua tersebut dapat dikayuh seseorang dengan seimbang? Atau. dan umum. seorang kaisar atau raja dapat saja menimpakan suatu hukuman mati pada seorang abdi atau rakyat lewat “kemauannya” sendiri. sinar matahari adalah panas. Dan akhirnya. Namun. pengetahuan tidak berbicara mengenai aspek ontologis. kita sekadar tahu tanpa mendalami apa itu. epistemologis. Ilmu dapat menambah pengetahuan. dan kegunaannya. sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ilmu. raja-raja di pulau Jawa. dari negosiasi baru dicapai kesepakatan.” Metodis artinya menggunakan metode. cara. tetapi karena takut. Mereka menurut bukan karena setuju. umum.”[4] Kita tahu bahwa sepeda beroda dua. artinya tingkat kebenaran yang mempunyai bobot obyektif tersebut dapat berlaku umum. ke mana dan untuk apa ? Atau. tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. tetapi kekuasaan pribadi. jalan yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu yang dibicarakan. Kekuasaan raja atau kaisar tersebut bukan kekuasaan sosial. Pengetahuan adalah “apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui … tanpa memperhatikan obyek. sehingga dapat tersusun suatu pola pengetahuan yang rasional.

Epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana “ontologi” itu dipelajari. 3. Pihak yang membuat kebijakan memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. Lalu. Kebijaksanaan umum (public policy) Kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. Arti . epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep PENDEKATAN. dan aspek ontologi ilmu fisika adalah materi serta gas. Epistemologi Ilmu Politik Secara sederhana. Artinya. Pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. ontologi adalah ilmu tentang hakikat sesuatu atau benda/hal/aspek apa yang dikaji. politik juga memiliki obyek-obyek kajian yang spesifik. pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan umum bahwa matahari mengelilingi bumi. Sebagai contoh. Miriam Budiardjo menyebutkan sekurang-kurangnya ada 5 obyek ontologis ilmu politik. Pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. 4. seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah. pusat dari tata surya adalah bumi. Pengambilan keputusan (decision-making) Keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternative pengambilan keputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. Pembagian (distribution) Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar. dibangun. yaitu : 1. epistemologi. pada abad pertengahan. dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. Aspek ontologi ilmu sosial (sosiologi) adalah kekerabatan antarmanusia. sesuatu yang diinginkan. Dalam ilmu politik. pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan sebaliknya. Kekuasaan (power) Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. bukan matahari. Negara (state) Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Dalam membangun suatu ilmu. Aspek ontologi ilmu ekonomi misalnya adalah barang dan jasa. Dengan demikian. Aksiologi adalah untuk apa bangunan ilmu yang dibuat diperuntukkan. bagaimana dengan ilmu politik sendiri ? Secara ontologis. Namun.Secara sederhana. apapun bentuknya. Ontologi. Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun. sesuatu yang berharga. 2. 5. Ontologi berarti obyek-obyek yang dipelajari oleh suatu ilmu.

Pendekatan tradisional 2. parokial. obyektif. konservatif secara ideologis. yaitu : 1. Pasca Perang Dunia Kedua. Saat pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi “sensitif” di dalam menganalisa gejala politik. Pendekatan post-behavioral Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut :[5] Tradisional Mencampuradukkan fakta dengan nilai. dan negara-sentris Teoretis. radikal. Jika otoriter.dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana seseorang melihat suatu permasalahan. Spekulatif Preskriptif dan normatif Kualitatif Behavioral Postbehavioral Memisahkan fakta dengan nilai Fakta dan nilai bergantung pada tindakan serta relevansi antar keduanya Nonpreskriptif. orang tua biasanya mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter. orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak. Para pemikir politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu. dan negara sentris Fokus utama pada struktur politik yang formal (konstitusi dan pemerintah) Historis atau ahistoris Etnosentris. Apter atau Gabriel A. . disusul dua pendekatan setelahnya. muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. Para teoretisi seperti David Easton. Pendekatan behavioral 3. Teoretisi seperti Andre Gunder Frank. dan Bersifat kemanusiaan serta empiris berorietasi masalah. dan berorientasi perubahan Fokus utama pada struktur serta Fokus pada kelompok kelas dan fungsi kelompok-kelompok konflik antarkelompok formal dan informal Ahistoris Holistik Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode. Dalam mendidik anak. Laissez Faire. Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk kemudian secara berturutturut. dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah. Fokus utamanya pada negara demokrasi Barat (AS dan Eropa) Deskriptif. dan Demokratis. pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral. Normatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif Memperhatikan keteraturan atau ketidakteraturan Memperhatikan keteraturan atau Memperhatikan keseragaman ketidakteraturan dan keteraturan Etnosentris. Almond adalah contohnya. jika Laissez Faire cenderung membebaskan/membiarkan. Jean Jacques Rousseau atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional. Pendekatan dalam ilmu politik pun terbagi menjadi 3. David E. Fokus utama pada Fokus pada Dunia Ketiga model Anglo Amerika Abstrak.

idealisme. Ilmu ekonomi pada bagaimana seseorang dapat makmur secara material atau ilmu militer pada penciptaan prajurit-prajurit yang dapat menjamin keamanan negara. klik. pluralisme. merkantilisme. nilai. Akulturasi. Afeksi. afinitas. personalitas. empati. psikologi. monarki. Secara khusus. Sosiologi Psikologi Ekonomi Filsafat Antropologi . hirarki. Gestalt. militerisme. faksi. ambivalensi. ilmu politik diharapkan akan memberi wawasan baru bahwa dalam kerja keseharian. GNP. Aksiologi ilmu politik adalah untuk memberi “jalan atau cara” yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antar kelompok dalam masyarakat. untuk apa ilmu tersebut diperuntukkan nantinya. kohesi. ekonomi. tirani. masyarakat massa. Gemeinschaft-Gesellschaft. patriarki. nasionalisme.Cardoso. atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. teologi (ilmu ketuhanan) dan ilmu jurnalistik serta para praktisi politik :[6] Bidang Ilmu Konsep yang Dipinjam Akomodasi. alienasi. demokrasi. Anarkisme. asimilasi. individualisme. Aksiologi Ilmu Politik Ilmu kedokteran berorientasi pada peningkatan standar kesehatan masyarakat. etika Prostestan. sirkulasi elit. sekularitas. kelangkaan. tipe ideal. revolusi industri. bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Negara. filsafat. Ketiganya adalah aksiologi. liberalisme. antropoloogi. perilaku kolektif. media massa. perilaku. dan sebaliknya. kasta. kehendak umum. Aksiologi adalah guna dari suatu ilmu atau. gerakan sosial. sebagai administratur negara ia berada dalam suatu kawasan yang bernama negara. attitude. itegrasi sosial. kontrol sosial. Ia terikat oleh aturan-aturan (legislasi) yang dibuat pemerintah (DPR dan Eksekutif). agregasi. Ketiga pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara “zakelijk” (tepat/pasti) melainkan kadang tercampur satu sama lain. Di bawah ini hanya akan diajukan contoh pengaruh dari ilmu sosiologi. Alokasi sumber daya. masyarakat majemuk. struktur sosial. Bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. ketidakkonsistenan status. konsensus. Pengaruh ini dapat dilihat dari konsep-konsep (gagasan) dari ilmuilmu lain tersebut yang dipakai dalam studi politik. variabel-variabel pola. industrialisasi. ketergantungan. sosialisasi. suatu kondisi ekonomi akan memberi pengaruh-pengaruh tertentu atas kehidupan politik. Ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain. kartel. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas). aspirasi. strereotip. kesadaran. Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan untuk “membahagiakan hidup manusia” yang tinggal dalam suatu wilayah yang sama. korporatisme. nepotisme. legitimasi. kelas sosial. belajar politik diharapkan akan memberi wawasan bahwa kelompok-kelompok ekonomi amat terpengaruh oleh sebuah keputusan politik. wilayah terbelakang. segregasi. oligarki. aristokrasi. kelas pekerja.

bagaimana sosialisasi politik yang dilakukan dalam suatu sekolah. dengan maksud untuk mengidentifikasi serta menjelaskan perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan yang ada di antara negara yang diperbandingkan. konsep-konsep tersebut di atas telah terinternalisasi dengan baik sehingga menjadi konsep-konsep mapan di dalam ilmu politik. netralisme. 2. nihilisme. lobi. Misalnya mempelajari perilaku pemilih dalam ‘mencoblos’ suatu partai dalam Pemilu. karisma. 3. sindikalisme. Meskipun dipinjam. tetapi juga aktor dan lembaga politik informal. pelayanan sipil. 5. Lembaga-lembaga Politik Bidang ini mempelajari lembaga-lembaga politik formal yang mencakup : sistem kepartaian. Tingkah Laku Politik Bidang ini mempelajari tingkah laku politik bukan hanya aktor dan lembaga politik formal. sejarah ilmu politik. propaganda. plebisit. Suatu metode riset soal bagaimana membangun suatu standar. struktur pemerintahan. dan hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lain. patronase. 4. otoritas sentral. Ada 9 subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik. Dengan demikian. sistem peradilan. internasionalisme. dan bagaiana melakukan analisis atas perbandingan yang dilakukan.Teologi Jurnalis dan Politisi Anomi. yaitu :[7] 1. para pakar yang tergabung ke dalam International Political Science Association merasa perlu untuk membagi disiplin ilmu politik ke dalam sub-sub disiplin yang lebih rinci. Imperialisme. pemerintahan lokal. Hubungan Internasional . isolasionisme. Beberapa konsep dari yag disebut di atas akan kembali kita temui dalam materi-materi Pengantar Ilmu Politik selanjutnya. kiri dan kanan. serta angkatan bersenjata. Ilmu Politik (Political Science) Bidang ini membahas bagaimana politik dapat dianggap sebagai bidang ilmu tersendiri. bagaimana seorang atau sekelompok kuli panggul memandang presiden di negara mereka. aturan. Politik Perbandingan Politik perbandingan adalah suatu subdisiplin ilmu politik yang mempelajari: Perbandingan sistematis antarnegara. sosialisme. Sub-sub Disiplin Ilmu Politik Ilmu politik merupakan suatu bidang keilmuwan yang cukup luas. sistem pemilihan umum. dewan legislatif.

Di dalam ilmu politik —-sekurang-kurangnya menurut David E. konflik internasional. Dengan epistemologi. atap. politik luar negeri. tata urut penemuan suatu pengetahuan akan dapat dilihat. Konsep-konsep yang dibangun oleh subdisiplin Teori Politik nantinya digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena politik yang ada. baik secara langsung atau tidak langsung (melalui agen). Misalnya mengaplikasikan peminjaman konsep-konsep dari ilmu sosial lain guna diterapkan dalam ilmu politik. hukum internasional. Teori ini digunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya gerakan-gerakan perempuan di hampir seluruh belahan dunia. dinding. Misalnya. Demikian pula aneka ragam uji statistik (dalam tradisi behavioral analysis) yang digunakan untuk menganalisis data. Atau. Demikian pula. Singkatnya. untuk menjelaskan politik “menutup” diri Jepang dan Amerika Serikat (sebelum Perang Duia I). Apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif yang akan digunakan dalam suatu penelitian. orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil penelitian melalui perspektif halaman. 9. Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik Berbicara mengenai pendekatan maka kita berada dalam kerangka aspek epistemologi ilmu pengetahuan. Administrasi dan Kebijakan Publik Subdisiplin ini mempelajari rangkuman aktivitas pemerintah. halaman. Pendekatan dapat dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. serta organisasi-organisasi internasional. Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik. distribusi air.terdapat 6 pendekatan . dan keindahan ruangan. Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta menyimpulkan sebuah gejala politik. Apter—.Bidang ini mempelajari politik internasional. masuk ke dalam subdisiplin ini. Teori Politik Bidang ini secara khusus membahas pembangunan konsep-konsep baru dalam ilmu politik. 6. 7. diterapkan teori ISOLASIONISME (pinjaman dari bahasa jurnalistik). saat ini ilmu politik telah mengaplikasi suatu teori baru yaitu FEMINISM THEORY. behavioral. Dalam pertemuan 2 kita telah membahas adanya 3 pendekatan besar dalam ilmu politik yaitu tradisional. yaitu : fundasi. dan postbehavioral. Ekonomi Politik Sub disiplin ini menekankan pada perilaku ekonomi dalam proses politik serta perilaku politik dalam pasar (marketplace). segala aktivitas politik yang melampaui batas yuridiksi wilayah satu atau lebih negara. Rumah misalkan saja terdiri atas 6 buah aspek. Metodologi Politik Subdisiplin ini khusus mempelajari paradigma (metodologi) serta metode-metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik. 8. Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap. Demikian pula halnya dalam ilmu politik. di mana aktivitas ini mempengaruhi kehidupan warganegara.

(2) para penjaga. dan musik. terdiri atas tiga golongan besar. Paparan berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per satu. Namun. diberi pendidikan yang materinya mengarah pada tertib dan kebijaksanaan seperti filsafat. serta hidup. bagi Plato. dan Developmentalisme.[9] Para pekerja terdiri atas mereka yang bekerja agar barang-barang kebutuhan manusia dapat tersedia: para petani. pengemudi kereta. apa tujuan negara. Mereka dilarang berkeluarga. Institusionalisme. makan serta tidur bersama-sama. Dengan demikian. juga menyinggung masalah moral politik. Untuk itu. Dengan menguasai filsafat. Filsafat Politik Filsafat politik adalah suatu pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik.[8] Pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu politik adalah terdiri atas Filsafat Politik. kehidupan negara yang sempurna akan tercapai jika prinsip-prinsip keadilan ditegakkan. Tradisi Klasik (Plato dan Aristoteles) Plato hidup pada masa ketika negara-kota Athena menjadi rebutan dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk memimpin. Hal ini mungkin dilakukan oleh sebab filsuf-raja telah melepaskan diri dari ikatan-ikat nafsu dan indera serta bebas dari pamrih. Strukturalisme. seorang raja akan mampu memahami melihat hakikat-hakikat rohani di belakang bayang-bayang inderawi yang selalu berubah-ubah ini. Pendekatan ini mengkaji mengapa suatu negara terbentuk. Golongan ketiga (para pemimpin) dipilih di antara para penjaga. Plato mempromosikan filsafat politiknya demi memberi arahan yang benar seputar bagaimana menyeenggarakan kehidupan bernegara. Negara. tidak boleh punya milik pribadi. khususnya mereka yag paling memahami filsafat (ahlinya: filosof). pertengahan. Bagi Plato. buruh. gimnastik. mereka harus harus diatur agar hidupnya selaras dengan kepentingan umum oleh para penjaga. Keadilan —menurut Plato— adalah tatanan keseluruhan masyarakat yang selaras dan seimbang. Di dalam politik demikian pula halnya. yaitu fenomena politik. pencerahan. seorang penguasa bagi Plato harus seorang filosof-raja. Masyarakat yang adil adalah masyarakat yang dipersatukan oleh tatanan yang harmonis. sama seperti masalah rumah tadi. keenam pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang. Golongan kedua (para penjaga) mengabdikan seluruh hidupnya demi kepentingan umum. pedagang. tetapi tetap menganalisa satu bidang yaitu rumah. Dalam pendekatan filsafat politik dikenal empat tradisi besar yaitu tradisi klasik. di mana masig-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka. siapa yang layak memerintah. Karena mereka hanya memahami kepentingan mereka sendiri. Sebab itu dapat dikatakan ahwa sumber kekuasaan adalah . Pluralisme. golongan penjaga dilarang untuk memuaskan kepentingan pribadi masing-masing. Golongan penjaga ‘disapih’ sejak umur 2 tahun. dan pelaut. (3) para pemimpin. Behavioralisme. wanita dan anak dimiliki bersama. A.dalam memahami fenomena politik. yaitu (1) para penjamin makanan (pekerja). di mana posisi ideal penguasa dengan yang dikuasai. dan radikal. Keenam pendekatan tersebut memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. dan. meskipun keenam perspektif tersebut berbeda. tukang.

Otoritas akan dijalankan oleh filosof-raja yang memerintah untuk menegakkan keadilan. Pemikiran Plato mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut : Sarana Para Penguasa Otoritas (1) ↑ Rakyat Pekerjaan (4) Keterangan : Penguasa menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan umum sebagai hasil dari kecerdasan mereka. Aristoteles menentang gagasan Plato untuk menyerahkan kekuasaan negara hanya kepada filosof-raja yang tanpa konstitusi. Bagi Aristoteles. kekuasaan tersebut jangan berada di tangan golongan miskin atau kaya. manusia harus mau berinteraksi di dalam negara (berinteraksi dengan orang lain) demi mencapai kebahagiaan hidup sendiri dan bersama. Bagi Aristoteles pun. sebab manusia tidak dapat berbuat banyak demi mencapai kebahagiaan tanpa bantuan orang lain. bukan filsuf yang hanay duduk di ‘menara gading. Aristoteles (384-322 sM) mempersamakan tujuan negara dengan tujuan manusia: Menciptakan kebahagiaan (Eudaimonia). Dengan demikian. tugas negara bagi Aristoteles pun jelas: Mengusahakan kebahagiaan hidup warganegaranya. Sebab itu. kekuasaan suatu negara harus berada di tangan banyak orang agar suatu keputusan tidak dibuat secara pribadi melainkan kolektif.’ Sumber kekuasaan dalam Politeia adalah hukum. merupakan pemenuhan setiap potensipontesi yang ada pada diri individu. Pekerjaan akhirnya akan menghasilkan sumber-sumber yang perlu untuk otoritas. seluruh penguasa harus takluk kepada hukum. Sebaliknya.PENGETAHUAN yang dicapai melalui pendidikan. Namun. bentuk kekuasaanya berada di tengah-tengah antara oligarki dengan demokrasi. Secara sederhana. Pemimpin negara adalah orang yang ahli dan teruji kepemimpinannya secara praktis.[10] Artinya. Manusia adalah makhluk sosial sekaligus zoon politikon (makhluk politik). Satu hal penting lain. Aristoteles menyarankan pembetukan suatu negara bernama POLITEIA (negara yang berkonstitusi). Keadilan diberikan kepada rakyat untuk diselenggarakan pada pemenuhan potensi-potensi yang dicapai melalui pekerjaan. Kepentingan umum sebaliknya. pemikiran Aristoteles mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut ini: Sarana Warganegara Individual Pilihan (4) ↓ Konstitusi Campuran ← Tujuan Kebijaksanaan (praktis) (3) ↑ Kebahagiaan → ← Tujuan Keadilan (2) ↓ Potensialitas (3) Polis (negara) → . negara sama seperti organisme: Ia mampu berkembang dan mati. melainkan golongan menengah.

Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M). dan kemaksiatan. . Thomas Aquinas. Namun. rakyat berhat untuk mengkritik bahkan menggulingkannya. keadilan. Magnum opus Aquinas adalah “Summa Theologia.” Berbeda dengan Agustinus. kekuasaan untuk menjalankan negara itulah justru yang berasal dari Hukum Tuhan (Divine Law). Ia membagi negara ke dalam dua substansi: Sekuler dan Surgawi. sementara perilaku Habel mencerminkan ketaatan pada Tuhan. Penyembahan Tuhan lalu dijadikan penghayatan oleh subyek bukan terlembaga seperti gereja Katolik. Sebab-sebab pemberontakannya adalah mulai korupnya kekuasaan Bapa-Bapa gereja. Konsepsi negara surgawi dan diaboli dianalogikan Agustinus seperti kisah Kain dan Habel. Negara Surgawi (disebut pula negara Allah) ditandai oleh penjunjungan tinggi atas kejujuran. kecuali sungguh-sungguh ada seseorang yang mampu menjamin stabilitas setelah si penguasa tiran tersebut digulingkan. Penguasa harus ditaati selama ia mengusahakan terselanggaranya keptingan umum. Kontitusi ini harus menunjuk kebahagiaan setiap individu sebagai hal ideal yang harus dicapai suatu negara. kebobrokan moral. Akhirnya. kekuasaan harus diperguakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan hukum Tuhan. Negara adalah alamiah sebab tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang hidup di dunia. Aquinas menyatakan bahwa negara adalah sama sekali sekuler. Setiap kebijaksanaan menghasilkan pilihan-pilihan baru bagi para warganegara yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk konstitusi campuran. Luther menyarakan pemisahan kekuasaan gereja (agama) dengan kekuasaan negara (sekuler). sebab sesungguhnya mereka pun manusia biasa. Sebab itu. Sebab itu. sementara negara surgawi sebaliknya. Kebahagiaan secara praktis diturunkan ke dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan praktis. Aquinas menyarakankan “Jangan melawan penguasa yang tiran. berbeda dengan pemikiran Katolik pertengahan. dan Martin Luther)[11] Santo Agustinus (13 Nopember 354 M – 28 Agustus 430 M) Agustinus menulis magnum opus-nya De Civitate Dei (Kota Tuhan). Negara sekuler (diaboli) adalah negara yang jauh dari penyelenggaraan hukum-hukum Tuhan. serta keindahan. Jika penguasa mulai melenceng. isalnya mengkomersilkan surat pengampunan dosa (surat Indulgencia). Keprihatinan lain Luther adalah anggapan suci yang berlebihan atas para pemuka agama.(1) (2) Aristoteles menekankan pentingnya konstitusi campuran yang merupakan aturan dasar kehidupan bernegara. Namun. ketidakadilan. Tradisi Abad Pertengahan (Santo Agustinus. B. Perilaku Kain yang negatif mencerminkan pengumbaran hawa nafsu. penghianatan.” Martin Luther (1484-1546 M) Tahun 1517 memberontak terhadap kekuasaan gereja Roma. Luther menuntut Paus agar mengakui kekuasaan para raja dengan tidak mengintervensi penyelenggaraan kekuasaan dengan dalih-dalih penafsiran kitab suci. gereja harus ditempatkan di bawah pengawasan negara. keluhuran budi. Luther juga meulai prithatin akan gejala takhayulisme dan mitologisasi patung-patung orang-orang suci gereja. pengumbaran hawa nafsu. Negara sekuler ditandai oleh kebohongan.

Thomas Hobbes (1588-1679 M).” Bagi Hobbes. Hukum praktis ini dibuat oleg rakyat dan disebut hukum positif. pemikiran Agustinus. Il Principe menceritakan soal apa yang seharusnya dilakukan seorang raja untuk mempertahankan atau menambah kekuasaannya. yaitu hukum yang menunjukkan apa apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya.Secara umum. agama. Machiavelli menandaskan bahwa kekuasaan merupakan awal dari terbentuknya negara. bukan berasal dari Tuhan atau doktrin agama manapun. Raja harus licik sekaligus jujur. Tujuan seorang penguasa adalah mempertahankan kekuasaan dan untuk itu. Aquinas. Justru. Negara adalah simbol kekuasaan politik tertinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak. ia harus menyelenggarakan kesejahteraan rakyat secara umum agar si penguasa tersebut semakin dicintai dan didukung rakyat agar terus berkuasa. Bagaimana raja terjaga dari kemungkinan penyelewengan kekuasaan? Hobbes menjawa: “Tidak mungkin sebab raja dituntun oleh hukum moral di alam dirinya!” . dan dari nalar tampil hukum alam. sebab manusia secara mendasar memiliki naluri-naluri ‘buas’ di dalam dirinya. mutlak. dan kewajiban-kewajiban lain. dan Luther berada dalam konsep umum teokrasi (pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip ketuhanan). dinas militer. Tradisi Pencerahan (kembali ke persoalan duniawi) Niccolo Machiavelli (1469-1527 M). Secara sederhana. C. Berbeda dengan pemikiran Agustinus. dapat dirangkum ke dalam bagan berikut : Sarana Yang Mengatur Negara Manusia ← (akal) (2) ↓ Kepatuhan Pada → Hukum Positif (3) Tujuan Masyarakat Baik Sebagai Kota Tuhan (wahyu) (1) ↑ Kejayaan (Grace) (4) Yang Diatur Keterangan : Wahyu turun dari Tuhan. bagi Machiavelli kekuasaan ada di dalam dirinya sendiri. Aquinas. Situasi dalam masyarakat sebelum adanya negara adalah Bellum Omnium Contra Omnes (perang semua lawan semua).[12] Dalam magnum opus-nya “Il Principe” (sang pangeran). dan Luther. Magnum opus-nya Thomas Hobbes adalah “Leviathan. Dari wahyu muncul nalar. moral bahkan Tuhan. Untuk mengatasi situasi perang tersebut perlu dibentuk negara guna menciptakan stabilitas dan kedamaian. Hobbes berbeda dengan Aristoteles sebab memperbolehkan pemerintahan tanpa konstitusi. Hukum ini dimaksudkan demi menciptakan kejayaan (grace). manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus). dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh para penguasa. Dari hukum alam maka lahir hukum praktis yang mengatur harta benda. warisan.

5.” Menurut Locke. Kekuasaan bersama ini kemudian dinamakan Negara. negara yang dibentuk harus berdasarkan konstitusi dan kekuasaan yang ada harus dibeda-bedakan. yaitu Legislatif (membuat UU).sementara dipegang eksekutif. Untuk menjamin kebebasan warganegara.John Locke (1632-1704 M) Magnum opusnya John Locke “Two Treatises of Government. dan Yudikatif (mengawasi pembuatan dan pelaksanaan UU). Negara berdaulat selama diberi mandat oleh rakyat. yaitu : • • • Legislatif (pembuat UU) Eksekutif (pelaksana UU) Federatif (hubungan dengan luar negeri) —. kebebasan dan kekuasaan yang dimilikinya kepada suatu kekuasaan bersama. Perekonomian. Locke menyarankan diselenggarakannya demokrasi perwakilan. dengan rincian berikut : 1. Artinya. Kedaulatan tersebut akan tetap absah selama negara tetap menjalankan fungsi sesuai kehendak rakyat. Hukum secara umum dan bentuk-bentuk pemerintahan 2. Uraian tentang hukum Romawi. Ketergantugan adat kebiasaan atas iklim dan kondisi alam suatu wilayah 4. dan berasal dari kelas borjuis. Montesquieu merasa perlu untuk memisahkan tiga jenis kekuasaan. Perancis. Eksekutif (melaksanakan UU). bahwa kekuasaan seorang raja harus dibatasi. Namun. di mana wakil-wakil rakyat yang membuat undang-udang. Dan tidak hanya itu. Namun. Pengaturan militer dan pajak 3. Sebab itu.” Buku ini terdiri atas 31 buku yang dibagi ke dalam 6 bagian. manusia pada dasarnya adalah baik. Agama 6. negara dibutuhkan untuk menjamin hak milik pribadi. Montesquieu (1689-1755 M).” Dalam karya tersebut. dan Feodalisme. Dalam menjalankan hidup keseharian . Rousseau menyebutkan bahwa negara terbentuk lewat suatu perjanjian sosial. Locke berbeda dengan Hobbes. Jean Jacques Rousseau (1712-1778 M). individu-individu dalam masyarakat sepakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak. Locke menyarankan adanya 3 bentuk kekuasaan yang terpisah. tetapi ia berangsur-angsur memburuk perilakunya karena menjaga harta milik dari jarahan individu lain. Magnum opus dari Montesquieu adalah “The Spirit of the Laws. Magnum opus Rousseau adalah “The Social Contract. “rakyat” yag diwakili tersebut adalah laki-laki.

Baginya. Bagi Mill. penindasan kelas pertama atas yang kedua berlanjut. yang ‘banyak’ harus didahulukan . Kepentingan negara harus didahulukan ketimbang yang terakhir.” Mill amat menjunjung tinggi kehidupan politik yang negosiatif. pendekatan filsafat politik tradisi pencerahan dapat dilihat pada bagan berikut : Sarana Para Penguasa Kekuasaan (3) ↑ Dukungan (2) → Tujuan Stabilitas dan Ketertiban (4) ↓ Hak-Hak (1) Yang Dikuasai Keterangan : ← Hal paling penting dalam tradisi pencerahan adalah hak-hak individu manusia (bukan Tuhan atau masyarakat). negara muncul hanya sebagai instrumen untuk menjamin kebebasan individu. Negara berasal dari gerak dialektis (pertentangan) di tengah masyarakat. Pertentangan mengalami penyelesaian melalui media terbentuk dan terselenggaranya negara. Secara umum.negara. dengan demikian. tetapi sendiri melakukannya di kehidupan publik.” Menurut Hegel ada satu kekuatan absolut yang sedang bekerja di dunia ini. D. negara adalah bentuk tertinggi pengorganisasian manusia dan ia mengatasi kepentingan-kepentingan individu. hal yang harus diperbuat negara adalah menciptakan Greatest Happines for Greates Number (kebahagian terbesar untuk jumlah yang terbesar). Untuk menjamin terselenggaranya hak tersebut. Dengan demikian. Tradisi Modern Georg Wilhelm Friedrich Hegel Magnum Opus-nya : “The Phenomenology of Mind. Bagi Mill. Rousseau tidak menghendaki demokrasi perwakilan melainkan lagsung. Baginya. Pengahapusan negara melalui revolusi proletariat. Karl Heinrich Marx Magnum opus-nya Manifesto Komunis (bersama Friedrich Engels). Masing-masing rakyat datang ke pertemuan umum dan menegosiasikan kepentingannya dengan individu lain.[13] John Stuart Mill Magum opusnya “On Liberty. dan kekuasaan demi menjaga stabilitas dan ketertiban agar setiap individu mampu menikmati hakhak mereka dengan rasa aman. prinsip mayoritas harus dijunjung tinggi dalam suatu negara. Artinya. Dukungan melahirkan kekuasaan. Penindasan hanya dapat dihentikan jika negara dihapuskan. Marx (murid Hegel) menentang gurunya . setiap masyarakat tidak mewakilkan kepentinga politiknya pada seseorang atau sekelompok orang. Ide mutlak bergerak dalam sejarah dan bentuk yang paling sempurna adalah negara. Dengan adanya negara. Ia menyatakan bahwa negara cuma sekadar alat dari kelas ‘kaya’ ekonomis untuk mengisap kelas ‘miskin’ (proletar). mereka memberi dukungan pada seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur mereka. Kekuatan tersebut ia sebut Ide Mutlak.

Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. Dalam menjalankan fungsinya. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. Terdapat juga kelompok penekan. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Kekuasaan (asal-usul. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untukmengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. bagaimana kekuasaan dijalankan. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga.[15] Misalnya. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). pemegang. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. atau . Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. seperti pendekatan Institusionalisme). yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen.ketimbang yang sedikit. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Di samping partai. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. terdapat kelompok kepentingan. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik.

Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut.[19] Misalnya.[17] Peneliti lain. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh.mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. terpaan media. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. hanya alat dari struktur kelas ini. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. Menurut Huntington. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P.[20] Bagi Huntington. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). bukan piramidal. Namun. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. Arab. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. jika partisipasi politik tinggi. Misalnya. Dengan demikian. Negara. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. Dalam analisa Marx. literasi. yaitu Belanda (Eropa). Bagi Frank. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : . tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. Bagi Huntington. bagi Marx. kaum asing lain (Cina. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). Menurut Lerner. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin.[18] Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). mobilitas sosial (urbanisasi. Dahl sebaliknya. C. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. India) di posisi tengah. akan muncul situasi disorder. dan eksekutif. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. [16] Robert A. parlemen.

cit. Suriasumantri. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. 2000). Apter. (Jakarta: Gramedia. Political Science: An Introduction.kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat).perilaku pemerintah lokal yang korup . Pengantar Ilmu Politik. et al. 1994). (New York: Oxford University Press. (Jakarta: Sinar Harapan. 1995). Sudarto. 1996). Dasar-dasar Ilmu Politik. (Jakarta: Rajawali. Seluruh bab. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Pengantar Ilmu Politik. h. (Boulder... p. [7] Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E...5. Miriam Budiardjo. Chilcote..103. 1981). Ronald H. (Jakarta: Rajawali Press. 1981). 1985). cet. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jujun S. [8] Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. Roskin. 1997). [3] Sudarto. Pengantar Analisa Politik. et al. Colorado: Westview Press. A New Handbook of Political Science. Chilcote.7. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. op. Robert E. h. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. cet. Metodologi Penelitian Filsafat. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Footnote: [1] Carlton Clymer Rodee.29. [4] Jujun S. et al. (Jakarta: Rajawali. (New York: Oxford University Press.cit. [5] Ronald H. 1995).. 2002). Michael G. (Jakarta: Sinar Harapan. (Jakarta: Rajawali Press.modal asing . (Jakarta: Rajawali.5. A New Handbook of Political Science. • • • • • • • • • • • . 2-3. 2002).57 [6] Didasarkan atas Robert E. Suriasumantri. 1997).. h. 1996).[21] Referensi • • • • Carlton Clymer Rodee. [2] Robert E. Fifth Edition.293. op. Colorado: Westview Press. p. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. p. (Boulder. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.. Metodologi Penelitian Filsafat.

1999). adalah cabang dari ilmu politik. (Boulder. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. HI mencakup rentang isu yang luas. (Jakarta: Gramedia. sejarah. [11] Mengacu pada Ahmad Suhelmi. New Haven: Yale University Press. (Semarang: ISEA. geografi. [10] J. 187-8. Seluruh buku. (Boulder.). dari globalisasi dan dampakdampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian . [20] Samuel P. (Jakarta: Rajawali. p.. Pengantar Analisa Politik. Chilcote. Machiavelli. 1985). [13] Karl Marx dan Friedrich Engels. Varma. 2001). studi-studi budaya dalam kajian-kajiannya. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. [15] S. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. p. (Boulder. antropologi. (Jakarta: Rajawali. Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu seperti ekonomi. 1981). hukum. Pemikiran Politik Barat.158-184. Filsafat Politik Plato. Lihat juga Ronald H. 1981). Political Order in Changing Societies. [14] David E. 1968. 1999). 1981). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. organisasi-organisasi antarpemerintah. filsafat. Colorado: Westview Press. (ed. merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. p. Chilcote. Colorado: Westview Press. Rapar. p. Aristoteles. [18] Ronald H. Manifesto Partai Komunis.358. 2002).465-467. [19] Ronald H. Bab pendahuluan. h. Huntington. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. dan perusahaan-perusahaan multinasional. h. (Jakarta: Rajawali Press. 1999).5. Dahl. Colorado: Westview Press. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. (Yale University Press. 1974). Pengantar Analisa Politik. 1968).194-207. [12] Lee Cameron McDonald. h. 94-102 [16] David E. [21] Ronald H. [17] Robert A. Chilcote.P. Chilcote.H. h. p. Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. (Jakarta: Rajawali Press. h.• • • • [9] Franz Magnis-Suseno. 1985).290-1. (Boulder. 1981). p. sosiologi. organisasiorganisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. Colorado: Westview Press. Etika Politik. termasuk peran negara-negara. Apter.245.195-6. Teori Politik Modern. (Jakarta: Graedia. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke.. Regimes and Oppositions. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Apter. Seluruh buku. psikologi.358. 2001). • • • • • • • • • Hubungan Internasional. Selain ilmu politik. (Jakarta: Gramedia. Augustinus.

Studi Hubungan internasional Pada mulanya. dan Asia. Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648]. dan “standar-standar peradaban”. Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker. dan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. Pada awal 1920-an. Swiss. Namun. hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. teori HI . banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pramodern”. Pada 1919. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. didirikan di Jenewa. keselamatan umat manusia. “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional. dan hak-hak asasi manusia. Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I. terorisme. organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. nasionalisme. Westphalia mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state). proliferasi nuklir. Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes Ã(c)tudes internationales). Pada 1927. ketika sistem negara modern dikembangkan. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity. Sebelumnya. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. negara-bangsa domestik sebagai suatu unik.ekologis. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI. yang mencakup level individual. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan. kejahatan yang terorganisasi. lewat kolonialisme. perkembangan ekonomi. institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Aberystwyth. HI sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. sistem ini agak terlalu disederhanakan. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher Schooldi Tufts. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia. Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies. Lebih lanjut. Afrika. Namun.

menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. Alienisasi. Francisco de Vitoria. keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. istilah kunci : struktur. Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. Hugo Grotius. Dewasa ini. dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis. seperti neo-realisme. istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. Dipelopori oleh Robert Keohane. Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis. Demikian juga. sistem internasional Idealisme. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. Paradigma Kesadaran. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus . Emansipatoris. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme [[Neorealisme]. Epistemologi ini menolak ideide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. agen. Pada abad ke-20. Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara. dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. seperti teori pilihan rasional. istilah kunci : Pacific UnION Liberalisme. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. ukuran kekuatan-kekuatan militer. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis. selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”. untuk memahami isu-isu lingkungan Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas. Konstruksivisme Fungsionalisme Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin.memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum.

Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. Para realis melihat Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori mereka. dan Hobbes sering disebut-sebut sebagai “bapak-bapak pendiri” realisme oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai realis kontemporer. yang berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum internasional. Daniel Bernhard. Machiavelli. Namun. atau “nilai-nilai”. Pendukung-pendukung awal teori ini termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell. negaranegara adalah aktor-aktor rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri (self-interested).H. sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. Sambil tetap mempertahankan pengamatan-pengamatan empiris realisme. sebagai tanggapan terhadap liberalisme. meskipun karya mereka dapat mendukung doktrin realis. Carr. Sebuah versi baru “idealisme”. Mereka menolak berbagai penjelasan yang mempertimbangkan pengaruh karakteristik-karakteristik dalam negeri negara-negara. Para realis awal seperti E. Liberalisme/idealisme/Internasionalisme Liberal Teori hubungan internasional liberal muncul setelah Perang Dunia I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi perang dalam hubungan internasional mereka. hal-hal apa sajakah yang membentuknya. bahwa hubungan internasional dikarakterka oleh hubungan-hubungan antarnegara yang antagonistik. Setiap kerja sama antara negara-nge dijelaskan sebagai benar-benar insidental. the State. Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu sampai paham tersebut secara kolektif dan mengejek disebut sebagai idealisme oleh E.pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. dan Hans Morgenthau berargumen bahwa. Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. pada intinya menyangkal bahwa negaranegara berusaha untuk bekerja sama. and War). para pendukung neorealisme menunjuk struktur anarkis dalam sistem internasional sebagai penyebabnya. Negara-negara dipaksa oleh pencapaian yang relatif (relative gains) dan keseimbangan yang menghambat konsentrasi kekuasaan. Tidak . dikemukakan oleh Hans Kóchler. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif.H. Neorealisme Neorealisme terutama merupakan karya Kenneh Waltz (yang sebenarnya menyebut teorinya “realisme struktural” di dalam buku karangannya yang berjudul Man. Perlu diperhatikan bahwa para penulis klasik seperti Thucydides. Carr. yang berargumen dengan berbagai cara bahwa negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan bahwa perang terlalu destruktif untuk bisa dikatakan sebagai pada dasarnya sia-sia. ketiga orang tersebut tampaknya tidak mungkin menggolongkan diri mereka sendiri sebagai realis (dalam pengertian yang dipakai di sini untuk istilah tersebut).) Teori-teori Positivis Realisme Realisme. dengan mempertimbangkan etika. untuk maksud meningkatkan keamanan mereka.

dan dengan demikian menaruh perhatian pada pencapaian-pencapaian mutlak. rejim adalah contoh dari kerjasama internasional. Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran pemikiran Inggris) Teori masyarakat internasional. jika memang ada. dan keamanan bersama di antara isu-isu lainnya. Hal ini juga berarti bahwa pada dasarnya bangsa-bangsa bebas membuat pilihan-pilihan mereka sendiri tentang bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tanpa organisasi-organisasi internasional yang merintangi hak suatu bangsa atas kedaulatan. Contoh-contoh kerjasama tadilah yang dimaksud dengan rejim. Definisi rejim yang paling lazim dipakai datang dari Stephen Krasner. Neoliberalisme Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional. dan prosedur yang memfasilitasi sebuah pemusatan berbagai harapan. intervensi pemerintah untuk mencegah terbentuknya monopoli dan bentuk-bentuk konglomerasi yang lain. beberapa pendukung realis seperi Joseph Greico telah mengembangkan sejumlah teori cangkokan yang membawa sebuah pendekatan berbasis realis ke teori yang berdasarkan pada liberal ini. Sementara realisme memprediksikan konflik akan menjadi norma dalam hubungan internasional. tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting. bagian baru teori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan juga Joseph Nye. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme. para teoritisi rejim menyatakan kerjasama tetap ada dalam situasi anarki sekalipun.seperti realisme. Para pendukung seperti Maria Chatta berargumen bahwa negara-negara akan bekerja sama terlepas dari pencapaian-pencapaian relatif. kerjasama merupakan sebuah perbedaan derajat). (Kerjasama menurut kelompok realis bukannya tidak pernah terjadi. hak asasi manusia. Krasner mendefinisikan rejim sebagai “institusi yang memiliki sejumlah norma. hanya saja kerjasama bukanlah norma. Neoliberalimse juga mengandung suatu teori ekonomi yang didasarkan pada penggunaan pasar-pasar yang terbuka dan bebas dengan hanya sedikit. Tapi tidak semua pendekatan teori rejim berbasis pada liberal atau neoliberal. aturan yang tegas. Hal lain yang juga membedakan neo-realisme dari realisme adalah bahwa neo-realisme tidak menyetujui penekanan realisme pada penjelasan yang bersifat perilaku dalam hubungan internasional. neo-realisme berusaha ilmiah dan lebih positivis. Bila dilihat dari definisinya sendiri. Teori ini mengasumsikan kerjasama bisa terjadi di dalam sistem negara-negara anarki. Meningkatnya interdependensi selama Perang Dingin lewat institusi-institusi internasional berarti bahwa neoliberalisme juga disebut institusionalisme liberal. juga disebut Aliran Pemikiran Inggris. Teori Rejim Teori rejim berasal dari tradisi liberal yang berargumen bahwa berbagai institusi atau rejim internasional mempengaruhi perilaku negara-negara (maupun aktor internasional yang lain). berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan . Seringkali mereka menyebutkan kerjasama di bidang perdagangan.

Contoh norma-norma seperti itu mencakup diplomasi. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme. Teori Kritis Teori hubungan internasional kritis Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal.nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. Tidak seperti neo-realisme. dan dibagi kembali antara para solidaris. tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. Pada pendukung seperti Andrew Linklater. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. Robert W. Sebagai contoh. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. Social Theory of International Politics 1999). teori ini tidak selalu positivis. dan para pluralis. Namun. . Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis. Para pendukung pascapositivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara. Dengan demikian. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis. Cox. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. tatanan. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. hukum internasional.

neofungsionalisme. pakar. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. yang dikarakterkan oleh Anarki. dan teori dependen. seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang “gender” war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangan-tantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis. sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional. Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. kapabilitas. Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. feminisme. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) untuk ekspor. Dengan demikian. menembus negaranegara berkembang lewat penasihat politik. dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (hard power) dan kekuasaan yang lunak . Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI. tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan). Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju. misionaris. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) dan “warga sipil”. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin. Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. dan perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. sebagai contoh lewat teologi. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara.

Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis. Polaritas Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional. Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan. Di sini konsepkonsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan. dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. seperti penggunaan kekuatan. dan Belanda. Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di Eropa sebelum Perang Dunia Pertama. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi. Portugis. sistem internasional sebelum 1945 dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar). Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. Pendukung utama teori tersebut. yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu.(soft power). sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme Kenneth Waltz. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas. interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin.F. Sebagai akibatnya. sehingga mengakibatkan perang besar. hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. Organski. kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa. diplomasi. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin. memperkukuh ide-ide bahwa hubunganhubungan dikarakterkan oleh interdependensi. dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional.K. Dependensi . Peran institusi-institusi internasional. dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas. khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz. Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional. A. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut. dengan sistem internasional didominasi oleh konflik antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya. pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. khususnya keadaan unipolaritas. Namun. mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut. dan pengaruh budaya. dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang.

Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. Pada suatu tingkat. penggunaan kekuatan. • • • • Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. bukan sistem internasional. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi . yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain.Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme. Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties). Perlu diingat. Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan. dan penyesuaian aturan perdagangan. Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi. yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235. karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara. semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi. walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan. Pemberian sanksi. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis. Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negaranegara. penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negaranegara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme). sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen. penggunaan kekuatan. Perang. Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar).

Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada). dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain. atau merupakan revisionis. berdasarkan masyarakat global yang proletar. yaitu menginginkan perubahan. Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai realitas yang ada. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor. • Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional – Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri. aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan. karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. dan sebagai dibentuk oleh pelbagai kendala.dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. dan yang menarik diri — Mengamati aspekaspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik • • . Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. Sementara itu. dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar. asf Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional. dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional. Kelompok-kelompok keagamaan. etnis. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal.

Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. teknologi. dan heterogenitas. lingkungan. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. subsidiaritas. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. dan kesehatan dunia. Institusi Ekonomi • • • • Bank Pembangunan Asia Dana Moneter Internasional Organisasi Perdagangan Dunia Bank Dunia Badan Hukum Internasional . Teknologi. seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik.etnis. Banyak institusi legal memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB. • Ilmu. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu dan teknologi berdampak pada perkembangan. perang-perang keagamaan. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. dan aktor-aktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. dan kesetaraan sosial”. perkembangan ekonomi. keamanan internasional. bisnis. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. PBB PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional.

peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah . Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik. dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan.Hak Asasi Manusia • • • • • • • European Court of Human Rights Human Rights Committee Inter-American Court of Human Rights Pengadilan Kriminal Internasional Pengadilan Internasonal untuk Rwanda Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia Dewan Hak Asasi Manusia PBB Hukum • • • • African Court of Justice European Court of Justice Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional untuk Hukum Laut Organisasi tingkat regional • • • • • • • • • ASEAN Liga Arab Persemakmuran Negara-negara Merdeka Uni Eropa CSCAP GUAM Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi NATO Organisasi Kerjasama Shanghai SAARC BAB V KESIMPULAN dan SARAN Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan.

Dewasa ini. subsidiaritas. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah . Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power. dan heterogenitas. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. kebijakan publik (public policy). dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). glory and riches). yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan.pemerintah. Dari analisa tersebut. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. kedudukan. Politik adalah perebutan kekuasaan. Dengan demikian bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making). Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru.

Menurut Thomas P. mempertahankan . antara lain adalah : 1. Robert M. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. dan sebagainya. Definisi-definisi mengenai Negara. Soltau. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 2. Max Weber. Jenkin dalam The Study of Political Theory. 2. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. Menurut Rod Hague et al. yaitu : a. Roger H.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. Negara mempunyai sifat-sifat. yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. b. Maciver. Laski. 1. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. teori politik sistematis. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Norms for political behavior. teori politik dibedakan menjadi dua. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat. dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. 3. Harold J. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4.konflik dan konsensus. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). antara lain adalah : . atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. ideologi.

Political Science: An Introduction. 1995). Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++.. b) Sifat Monopli. dkk. Geventa. Robert E. Roskin. M. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Roger F.html Carlton Clymer Rodee.. Fifth Edition. Jakarta. et al. 2000). 1887. Jujun S. 1993.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. 2002). Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. 2007. http://gdpermana. (Jakarta: Gramedia. 2009). Acton. N. Suriasumantri. cet. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. April 1971. Letter to Bishop Mabdell Creighton. John. (Jakarta: Sinar Harapan. Pengantar Ilmu Politik. 2008. (New Jersey: Prentice-Hall Inc.a) Sifat Memaksa. Tokyo. Lord. (Jakarta: Rajawali Press. Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan..5. 2005. Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). et al. 1994).” Pacific Community. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. Alfian. Maurice. Putra.. . BAB VI DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • Ghufran. Kordi K. Jakarta Timur: PT Perca. Michael G.”Suharto and the Question of Politixal Stability. Duverger. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. khususnya dalam negara (Wikipedia. ). Miriam Budiardjo. Dasar-dasar Ilmu Politik.blogspot.

Ronald H. (Semarang: ISEA. Chilcote. Jujun S. 94-102 David E.57 Didasarkan atas Robert E. Karl Marx dan Friedrich Engels. Pemikiran Politik Barat. 1985). 187-8. h.293. Mengacu pada Ahmad Suhelmi. p. cet. Sudarto. Pengantar Ilmu Politik. et al. h. 1999). p. 1985).cit. (Jakarta: Rajawali. Pengantar Analisa Politik. (Jakarta: Rajawali.29. Lihat • • • • . Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E.. 2001). Apter. Machiavelli. Apter.5.. op.194-207. Pengantar Analisa Politik. J. Chilcote.. 1968). Sudarto. Teori Politik Modern. 1997). Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. (Jakarta: Rajawali. A New Handbook of Political Science.245. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Colorado: Westview Press. Metodologi Penelitian Filsafat. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. op. (Boulder. David E. (Jakarta: Rajawali Press. Rapar. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Robert E. Colorado: Westview Press. Etika Politik. 1999). A New Handbook of Political Science. h. Franz Magnis-Suseno. Apter. 1995). Lee Cameron McDonald. (Boulder. Aristoteles. 1985). p.103. Suriasumantri. (Jakarta: Sinar Harapan. S. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Seluruh buku. (Jakarta: Rajawali Press. (Jakarta: Rajawali. Augustinus. 1981). h. 2-3. Seluruh bab. Metodologi Penelitian Filsafat. 2002). Seluruh buku. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. 1981). 1999)..cit. Filsafat Politik Plato.H. (New York: Oxford University Press. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. 1996). (Jakarta: Gramedia. (New York: Oxford University Press. Footnote: Carlton Clymer Rodee. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. p. Pengantar Analisa Politik.465-467. Manifesto Partai Komunis. (Jakarta: Rajawali.7. Varma. h. h. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.P. 1996). • • • • • • • • • • • • • • • Ronald H. 2001). 2002). (Jakarta: Gramedia.158-184. (Jakarta: Rajawali Press. (Jakarta: Graedia. 1997). h. h. Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E.Goodin and Hans-Dieter Klingemann.

(Boulder. Pemerintahan Nasional 5. Ronald H. Undang-undang Dasar 4. Colorado: Westview Press. p. Ronald H.). Pendahuluan Dalam Contemporary Political Science. (Boulder. p. p. Sejarah perkembangan ide-ide politik 3. 1968.358. Pemerintahan Daerah dan Lokal 6. Dahl. 1981). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.290-1. 1981).juga Ronald H. 1981). Chilcote. p. New York. Ed. Teori politik 2. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. The Routledge Dictonary of Politics. (Boulder. 1974). New Haven: Yale University Press. 1981). Ke-3. Huntington.. 1990. Political Order in Changing Societies. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.358. Colorado: Westview Press. Regimes and Oppositions.5. Colorado: Westview Press. David Robetson. Bab pendahuluan. 2004 Danrendorf. Perbandingan lembaga-lembaga politik . Colorado: Westview Press. 2006): 1. Reflections on the Revolution in Europe. Ralf. terbitan UNESCO 1950 ilmu politik dibagi dalam empat bidang (Miriam Budiardjo. Chilcote. (Yale University Press. Random House..195-6. p. Teori politik 1. Chilcote. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah 7. (Boulder. Chilcote. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (ed. Ronald H. Samuel P. London: Routledge. • • • • • • • Robert A. RUANG LINGKUP ILMU POLITIK oleh: Wazni A.

Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik . Partai-partai. sekalipun fakta-fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan. Sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain. Konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karena itu bersifat abstrak. Hubungan internasional B. Pendapat umum 12. Pembahasan Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena. Hukum internasional 1. kedaulatan. masyarakat. Teori politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari politik. modernisasi dan sebagainya. Teori politik bersifat spekulatif (merenung-renung) sejauh dia menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik. 1. Dengan kata lain. teori politik adalah bahasan dan renungan atas: 1.8. kemerdekaan. Organisasi-organisasi dan administrasi internasional 14. negara. Partisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi 11. Tetapi teori politik juga dapat bersifat deskriptif (menggambarkan) atau komparatif (membandingkan) atau berdasarkan logika. perubahan sosial. kekuasaan. kelas sosial. lembaga-lembaga negara. hak dan kewajiban. tujuan dari kegiatan politik 2. Dalam menyusun generalisasi itu teori selalu memakai konsep-konsep. Lembaga-lembaga politik 1. Partai-partai politik 9. Politik internasional 13. Jenkin dalam The Study of Political Theory dibedakan dua macam teori politik. pembangunan politik. kewajiban-kewajiban (obligations) yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. cara-cara mencapai tujuan itu 3. Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi 10. Menurut Thomas P. golongan-golongan (groups) dan pendapat umum 1. kemungkinan-kemungkinan dan kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu dan 4.

Teori-teori politik yang mempunyai dasar moril (kelompok A) fungsinya terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral. dalam abad ke 19 teori-teori politik banyak membahas mengenai hak-hak individu yang diperjuangkan terhadap kekuasaan negara dan mengenai sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dalam pandangan itu. tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. 2. teori politik sistematis.(norm for political behavior). Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial. 1. Fungsi utama dari teori-teori politik ini ialah memdidik warga masyarakat mengenai norma-norma dan nilai-nilai itu. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemology harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami seahri-hari dapat ditanggulangi. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai (value) maka teori-teori ini boleh dinamakan valuational (mengandung nilai). Dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan ini. ia tidak menjelaskan asal-usul atau cara lahirnya norma-norma. Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari alam semesta (universe) dengan sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini. Jadi. Filsafat politik (Political Philosophy). Contoh lain adalah beberapa karya John Locke. Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini. keadilan merupakan hakikat dari alam semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai “kehidupan yang baik” (good life) yang dicita-citakan olehnya. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasigeneralisasi. Teori politik sistematis (Systematic Political Theory) Teori-teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemology. ideologi dan sebagainya. Bahasan- . Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan ratio. Misalnya. Misalnya menurut filsuf Yunani Plato. di pihak lain dapat membimbingnya menuju ke suatu struktur masyarakat politik yang stabil dan dinamis. tetapi berdasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Ia bisasanya bersifat deskriptif (menggambarkan) dan komparatif (membandingkan). Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai. Teori-teori semacam ini mencoba mengatur hubungan-hubungan antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan. Teori-teori ini dapat dinamakan non-valuational. Teori-teori kelompok A dapat dibagi dalam tiga golongan: 1. Teori-teori semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetrapkan norma-norma dalam kegiatan politik. Untuk keperluan itu teori-teori politik semacam ini memperjuangkan suatu tujuan yang bersifat moral dan atas dasar itu menetapkan suatu kode etik atau tata cara yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan politik.

yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata Grondwet (Grond = dasar. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran-pikiran dalam masa ide itu lahir. wet = undang-undang) dan Grundgesetz (Grund = dasar. dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas. serta sarana-sarana (prescription) mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik. Dan memang tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini hampir semua negara (kecuali Inggris) memiliki naskah tertulis sebagai undang-undang dasarnya. norma-norma dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya-karya dari filsuf-filsuf serta ahli-ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami sejarahnya. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. ide. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadiankejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada. norma-norma. Nilai-nilai dan ide-ide ini merupakan sistem yang berpautan. Ideologi politik (Political Ideology) Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai. Kesukaran dengan pemakaian istilah undang-undang dasar adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis.J. di antara mana Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan sifat militannya lebih menonjol. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa untuk menterjemahkan kata Inggris “constitution” dengan kata Indonesia “Undang-undang Dasar”. Padahal istilah constitusion bagi sarjana ilmu politik merupakan sesuatu yang lebih luas. Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnose. van Apeldoorn) diadakan perbedaan antara pengertian undang-undang dasar (grondwet) dan konstitusi . Terjemahan kata constitution dengan kata undang-undang dasar memang sesuai dengan kebiasan orang Belanda dan Jerman. 1. maupu yang tidak – yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai. tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri. yang dua-duanya menunjuk pada naskah tertulis. Ide-ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya demokrasi Marxisme-Leninisme. Kupasan berdasarkan sejarah ini di negara-negara Barat biasanya mulai zaman Yunani Kuno dalam abad ke-6 SM sampai abad ke-20 ini. Ideologi –berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung.mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan dan aksi (action oriented). kepercayaan dan keyakinan. Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat. Akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam kepustakaan Belanda (misalnya L. Facisme dan sebagainya.bahasan ini didasarkan atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam (natual law). Bidang kedua dari ilmu politik yaitu lembaga-lembaga politik seperti misalnya pemerintah mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. Liberalisme. yaitu keseluruhan dari praturan-peraturan –baik yang tertulis. suatu “Weltanschauung”. gesetz = undang-undang).

dalam anggapan ini undang-undang dasar mempunyai fungsi yang khusus dan merupakan perwujudan atau manifestasi dari hukum tertinggi yang harus ditaati.C. badan eksekutif dan badan yudikatif. ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Dan rupa-rupanya para Penyusun Undang-Undang Dasar 1945 menganut pikiran yang sama. Undangundang dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. dengan jalan membatasi kekuasaan. undangundang dasar mempunyai fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang.(constutie). Dengan demikian diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindungi. sebab dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan: “Undang-undang dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasarnya negara itu. konstitusionalisme merupakan “gagasan bahwa pemerintahan merupakan suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat. misalnya antara badan legislatif. undang-undang dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara. Undang-undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. Jadi. Dapat dicatat bahwa dalam abad ke 5 SM seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang di dunia Barat dipandang sebagai sarjana ilmu politik yang pertama telah berhasil untuk melukiskan undang-undang dasar dari 186 negara kota Yunani dengan jalan mencatat pembagian kekuasaan serta hubungan-hubungan kekuasaan dalam setiap negara kecil itu. konstitusionalisme menyelenggarakan suatu sistem pembatasan yang efektif atas tindakan-tindakan pemerintah. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis. undang-undang dasar adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut”. Cara pembatasan yang paling efektif ialah dengan jalan pembagian kekuasaan. Menurutnya. Friedrich dalam buku Constitusional Goverment and Democracy. Menurut faham tersebut undang-undang dasar adalah bagian tertulis dari suatu konstitusi.S. Jadi. tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. sedangkan di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis. maka undang-undang dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan. Menurut sarjana hukum E. Sesuai dengan pandangan ini Herman Finner dalam bukunya Theory and Practice of Modern Goverment menamakan undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup sesuatu hubungan kekuasaan” (the aoutobiography of a power relationship)” Pandangan ini merupakan pandangan yang luas dan yang paling tua dalam perkembangan pemikiran politik. Pembatasan-pembatasan ini tercermin dalam undang-undang dasar. Wade dalam buku Constitutional Law. Gagasan ini dinamakan Konstitusionalisme. Bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menganggapnya sebagai organisasi kekuasan. bukan hanya oleh rakyat. pada pokoknya dasar dari setiap pemerintahan diatur dalam suatu undang-undang dasar. Menurut Carl J. tetapi oleh pemerintah serta penguasa . Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusionil. meskipun tidak tertulis”.

Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum. Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik. Sekalipun bermacam-macam penelitian telah diadakan untuk mempelajarinya. Kegiatan –kegiatan ini mencakup kegiatan memilih dalam pemilihan umum. nilai-nilai dan cita-cita yang sama. . Seseorang dinamakan apatis (secara politik) jika tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut di atas. Istilah tentang lapangan studi ini pun masih belum ada. Ditinjau dari hasil karya sarjanasarjana ini memang nampak adanya usaha ke arah penyusunan suatu teori yang menyeluruh. banyak memakai konsep-konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dymanics oleh karena sangat menonjolkan aspek-aspek dinamis dari proses-proses politik. berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. kelompok kepentingan. Di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Selain itu beberapa sarjana behavioralis seperti Joseph Lapalombara dan Myron Weiner telah meneropong secara khusus partai politik dalam hubungannya dengan pembangunan politik dalam bukunya Political Parties and Political Development. maka partai politik telah secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. Sarjana-sarjana yang telah mempelopori studi mengenai partai politik antara lain M. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik. Partai politik pada umumnya dianggap sebagai manisfetasi dari suatu sistem politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. Untuk mencapai itu. akan tetapi usaha ini masih jauh dari sempurna dan jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan penelitian di bidang-bidang ilmu politik lainnya. Tujuan kelompok ini untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –(biasanya) denagn cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. golongan-golongan dan pendapat umum. menjadi anggota golongan politik seperti partai. (Kebalikan dari partisipasi adalah apati. kelompok penekan. partai politik merupakan alat yang baik. Robert Michels (1911). dan sebagainya. meskipun nama “statiologi“ kadang-kadang dipakai. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan kebijaksanaan umum (public policy). dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai. Maka dari itu. Ostrogorsky (1902). Penelitian mengenai partai politik merupakan kegiatan ilmiah yang relatif baru. akan tetapi hingga sekarang belum tersusun suatu teori yang mantap mengenai partai sebagai lembaga politik. Maurice Duverger (1951) dan Sigmund Nueumann (1956). duduk dalam lembaga politik seperti dewan perwakilan rakyat atau mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan itu.sekalipun. Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. Bidang ketiga mengenai partai-partai.

Sikap bahwa dunia yang lebih baik. Kerana itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh. ras. paling besar. yang –karena mewakili pelbagai golongan. kelompok-kelompok kepentingan yang paling kuat. Pendekatan yuridis formal sampai sekarang masih kuat dipegang. pengaruh dan ikhtiar mencari keunggulan. dan perbedaan-perbedaan ini sangat mempengaruhi kehidupan politik. ketika di Eropa dan Amerika Serikat bangkit semangant idealisme agar bangsabangsa “beradab“ (Barat) tidak lagi terjerat dalam malapetaka peperangan. dalam perkembangan setelah perang Dunia I. lahirlah usaha-usaha awal mengikhtiarkan dunia yang tertib dan damai. Semula. Teranglah bahwa kelompok kepentingan mempunyai orientasi yang jauh lebih sempit daripada partai politik. kesukuan. terutama para lulusan yang mengalami pendidikan ilmu hukum sebagai jenjang pertamanya dalam pendidikan tinggi. Dalam pada itu. agama atau pun berdasar isueisue kebijaksanaan. Oleh sebab itu. kelompok kepentingan (interest group). himpunan pengusaha. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan. Sebagaimana halnya Ilmu politik lahir dari tradisi Ilmu Negara. Pun organisasi kelompok kepentingan lebih kendor dibanding partai politik. timbul pendekatan lain yang berpangkal pada asumsi bahwa kehidupan manusia (baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok) senantiasa dipengaruhi oleh kaidahkaidah yang bukan idealis. telaah tentang hubungan internasional dikaitkan dengan “hubungan antarnegara“ (inter-state relations) yang berpangkal dari Ilmu Hukum Internasional Publik. dan basis dukungannya. hubungan internasional hampir sama tuanya dengan pengkajian politik klasik. Bidang ini baru dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia I. misalnya. Dunia yanga tertib dan damai ini diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan-pendekatan yuridis-formal. tentang “hak penentuan nasib sendiri“ yang harus dihormati dan dipatuhi oleh negara-negara beradab yang terikat pada kesepakatan hukum. acap kali dikemukakan sebagai retorika pembenaran negara-negara kuat. Pendekatan ini disebut pendekatan realis. karena memandang proses pelaksanaan hubungan antarbangsa (menurut mereka) lebih banyak ditandai oleh pertarungan kekuasaan. dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasar pada bidang pekerjaan atau profesi. Dunia yang tertib dan damai. kelompok petani dan persatuan-persatuan dokter. terutama karena kehidupan sehari-hari dan karier seseoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. Kelompok kepentingan tidak berusaha menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat.lebih banyak memperjuangkan kepentingan umum. sumber pembiayaan. Oleh sebab itu. insinyur dan guru. maka ilmu hubungan internasional amat terpengaruh oleh pengkajian yuridis-formal yang berlaku sejak lahirnya Hukum Internasional Publik. Lahirlah asumsi di kalangan negarawan seperti Presiden Woodrow Wilson. gaya. Kelompok – kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur. ekonomi dan sosial suatu bangsa. pendekatan realis lebih mengkaji pada faktor-faktor sosial. meskipun sebagai sasaran perhatian masalah. Bidang keempat mengenai hubungan internasional. Kelompok ini bertujuan memperjuangkan suatu “kepentingan“ dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan. melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya atau instansi pemerintah atau menteri yang berwenang.Partai politik berbeda dengan kelompok penekan (pressure group) atau istilah yang lebih banyak dipakai dewasa ini. lebih tentram dan lebih terkendali hanya dapat disepakati melalui kepatuhan pada hukum. advokat. politik dan ekonomi yang terjadi di belakang atau yang . etnis.

Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews. PT Gramedia Pustaka Utama. Suatu bidang yang akhir-akhir ini berkembang dan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang adalah Pembangunan Politik (Political Development). Hubungan dan politik luar negeri ada kecenderungan untuk berdiri sendiri dan di beberapa negara merupakan fakultas tersendiri. Perkembangan penelitian ilmu politik sejak tahun 1950 menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi. REFERENSI Dasar-dasar Ilmu Politik. '08 3:55 AM untuk semuanya . Gajah Mada University Press. ekonomi dan sosial telah mengakibatkan bertambahnya pengkhususanpengkhususan.melatarbelakangi kaidah-kaidah hukum yang tertuang dalam persetujuan atau perjanjian internasional. proses dekolonisasi dan proses mencapai kemerdekaan sangat relevan dalam studi ini. Jadi. 2006 Jurnal Ilmu Politik. PT Gramedia. peranan golongan elite dan pola-pola kepemimpinan. Hemat mereka. Jakarta. Jakarta. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia. dibalik setiap rumusan hukum antarnegara atau antarbangsa. Masalah pembangunan politik erat hubungannya dengan negara-negara yang baru saja memerdekakan diri. 1991 PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEORI POLITIK Dec 26. peranan pendidikan sebagai sarana pembangunan. integrasi sosial dari golongan minoritas dan sebagainya. Studi ini meneropong akibat dari pembangunan cepat di bidang sosial dan ekonomi atas tata masyarakat. Miriam Budiardjo. Studi ini juga mempelajari peranan dari lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan ini. 1986 Perbandingan Sistem Politik. selalu ada yang “lebih unggul“ dalam kenyataan sosial-ekonomi-politiknya sekalipun berkedudukan “sama“ di mata hukum. Masalah yang diteropong antara lain akibat dari perubahan sosial dan ekonomi atas lembagalembaga pemerintahan dan atas partisipasi politik.

Teori politik sistematis yaitu merealisir norma-norma yang sudah ada dalam program-program politik. 2. 3. Pengaktifan fungsi teori politik akan dapat menempatkan peranan teori politik dalam sistem politik dan hubungan di antara sistem politik. Mengemukakan sifat-sifat dari teori politik yang berdasarkan pada ciri struktural dan ciri substantif teori politik yang dapat menunjukkan sifat empirik. Fungsi teori politik yang digunakan untuk membuat peramalan dan analisis di bidang politik. Pembagian Teori Politik Kegiatan Belajar 2 membahas tentang lingkup teori politik yang meliputi : 1. Filsafat politik yang digunakan untuk mencari kebenaran dan kebijakan. 3. Ideologi politik. 2. maka pada bahasan ini menempatkan metodologi politik sebagai dasar memahami teori politik dengan cara : 1. Teori politik valutional atau teori politik yang mengandung nilai meliputi: 1. Proses pembentukan teori politik melalui pengamatan berbagai fenomena politik yang kemudian digeneralisasi secara empirik. .Kategori: Gaya Lainnya Lainnya Pertimbangan Khusus: Cepat dan Mudah Layanan Naim's Site Deskripsi: Oleh : Usup Supriyadi Pengertian Teori Politik Untuk dapat memahami teori politik secara spesifik. Dan pada umumnya teori ini biasanya digunakan oleh penguasa yang status quo. 4. Teori politik non valutional atau teori politik yang tidak mengandung nilai. 2.

Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Pikiran atau akal 2. Semangat/keberanian 3. Teori Politik Zaman Klasik Teori Politik Socrates 1. Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates. Hubungan teori politik dengan Sejarah 2. 2. 3. Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian: 1. Hubungan teori politik dengan Filsafat 3. Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional. Perkembangan Teori Politik Kegiatan Belajar 4 ini membahas tentang perkembangan teori politik dilihat dari sudut pendekatan sebagai berikut : 1. 2. Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. 3. Hubungan teori politik dengan Antropologi 4. Hubungan teori politik dengan Sosiologi 5. Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik. . Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. 3. 2. adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap ilmu pasti saling membutuhkan untuk dapat memecahkan masalah kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Teori Politik Plato 1. Pendekatan Pasca Perilaku dalam teori politik yang dalam analisis politik menggunakan teori sistem politik dengan aliran struktural fungsional. Pengertian matematik. 4. Pendekatan Tradisional yang memfokuskan perkembangan teori politik dari sudut kelembagaan politik seperti: • Sifat dari Undang-Undang Dasar • Kedaulatan • Kedudukan dan kekuasaan lembaga-lembaga kenegaraan formal. Hubungan teori politik dengan Ekonomi. Pendekatan perilaku dalam perkembangan teori politik yang memfokuskan analisis pada prilaku pemegang lembaga.Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Sosial lainnya Kegiatan Belajar ini membahas hubungan teori politik dengan ilmuilmu sosial lainnya. Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR). Idealisme Plato yang secara operasional meliputi: 1. 2. Pendekatan Marxis dan perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi politik. 1. Nafsu/keinginan berkuasa.

Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi. peperangan. 5. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan dari konflik kepentingan yang dominan. Negara sekuler dan negara Tuhan. 3. 6. Teori tentang keadilan dalam negara. 4. Sedangkan negara Tuhan menghargai segala sesuatu yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran. 2. 5.3 bentuk pemerintah yang buruk.Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. 8. Teori tentang asal mula negara. Perkembangan negara sekuler dalam bentuk negara modern dimana penguasa berupaya untuk menggunakan cara paksa menurut kehendak pribadi. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum.3 bentuk pemerintah yang baik . rakus kekuasaan. Asal mula negara. Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya. Penggolongan dari kelas dalam negara. TEORI POLITIK ZAMAN PERTENGAHAN Teori Politik Agustinus Kegiatan belajar 1 membahas tentang : 1. eori kekuasaan Plato. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan. Teori tentang negara ideal. 3. Negara sekuler dianggap sebagai penyelewengan oleh para penguasa yang arif dan bijaksana sehingga kekuasaan bagaikan keangkuhan dengan berbagai kejahatan. ketidakadilan dalam pengadilan. 4. Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. Sedangkan perkembangan negara Tuhan didasarkan atas kasih Tuhan. 6. Teori Politik Aristoteles 1. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). 7. Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas: . Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi: • Filsafat teoritis • Filsafat praktek • Filsafat produktif 2. fungsi negara dan bentuk negara. Keadilan politik dalam negara Tuhan karena ditopang oleh adanya nilai kepercayaan dan keyakinan tentang: * Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara * Keadilan diletakkan sebagai dasar negara * Kehidupan warga negara penuh kepatuhan * Penguasa bertindak selaku pelayan dan pengabdi masyarakat. tujuan negara. 7. Teori Politik Thomas Aquinas . Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota.4.

Dalam negara diperlukan adanya hukum abadi yang berakar dari jiwa Tuhan yang mengatur alam semesta dan hukum alam manusia untuk merasionalkan manusia mentaati hukum. Teori Politik Machiavelli 1. Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara. 2. Untuk mencapai kemuliaan abadi maka diperlukan pemerintah yang berbentuk Monarkhi. Teori Politik Marthen Luther Kegiatan Belajar 3 membahas tentang teori politik Marthen Luther dan kawan yang meliputi : 1. Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama. Menempatkan kekuasaan negara lebih tinggi dari kekuasaan gereja.Kegiatan Belajar 2 membahas tentang teori politik Thomas Aquinas yang meliputi: 1. 3. 2. Teori politik reformasi yakni kebebasan politik dengan cara membatasi kekuasaan raja dan kebebasan diserahkan pada rakyat. 4. maka diperlukan militer. Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara. Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara. Teori Politik Liberalis 1. 3. kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara. 4. Pada sisi lain dikatakan gereja yang sejati yaitu gereja yang didirikan manusia Teori Politik Zaman Pertengahan Teori Politik Ibnu Khaldun 1. 5. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. Tujuan negara yang diidentik dengan tujuan manusia dalam hidup yakni mencapai kemuliaan abadi dalam hidup. Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer. wujud kekuasaan fisik. Kekuasaan raja-raja diperjelas dan tidak diperlukan adanya campur tangan gereja atas unsur negara. Hukum positif yang merupakan pelaksanaan hukum alam dan untuk menyempurnakan pikiran manusia maka diperlukan Hukum Tuhan. 3. Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan. 2. hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme. 2. 3. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. Kekuasaan Tuhan atas manusia bersifat langsung dan tidak melalui perantara. Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. Tentang pembagian negara baik dan negara buruk yang menerapkan sumber teori politik. Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. Pengertian dan faham liberal menunjuk pada kebebasan warga negara untuk memenuhi . Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru.

Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. 2. Oleh karena itu perwujudan demokrasi liberal dalam negara harus mengutamakan kebebasan warga negara. c) ingin dihormati. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. Untuk menghindari kematian. Teori Politik John Locke Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik John Locke yang mencakup: 1. sosial dan budaya. Konsep perjanjian masyarakat merupakan cara untuk membentuk negara.kebutuhan hidup bidang politik ekonomi. Teori Politik Modern Teori Politik Thomas Hobbes Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: 1. 3. State of Nature juga merupakan karya teori politik yang beda dengan Hobbes. a) bersaing. 4. agama. Oleh karena itu negara harus mendistribusi kekuasaan kepada lembaga: • legislatif • eksekutif dan yudikatif • federatif . Unsur-unsur demokrasi liberal juga merupakan hal yang mendasar untuk difahami dalam berbagai sistem politik. Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris. 3. b) membela diri. Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. 3. Pada sisi lain liberalisme sebagai sistem politik didasarkan atas negara dan kemerdekaan negara. Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. 3. Liberalisme sebagai faham kenegaraan menekankan pada kebebasan yang didasarkan pada faktor alamiah. John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: • Kebingungan • Ketidak pastian • Ketidak aturan • Tidak ada kematian. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. 4. akal kebaikan. 2. moral. kemajuan. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: • hak akan hidup • hak atas kebebasan dan kemerdekaan • hak memiliki sesuatu. toleransi. 2. 4. 5. kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951. Kegiatan semasa hidup John Locke yang mampu berkarya dalam bidang teori politik ditulis dalam buku TWO TREATISES ON CIVIL GOVERNMENT. Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal. Hal ini dapat terealisir dan tergantung pada model liberalisme dalam struktur kekuasaan. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat. sekularisme.

Krenen Berg. Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas: • Monarkhi • Aristokrasi • Demokrasi 6. 1. Pada sisi lain. Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. Dan tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia. hukum dan kemudian dia mengemukakan state of nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. Dalam kehidupan warga negara menurut teori kekuasaan Tuhan diperlukan adanya kebebasan bagi warga negara dan ada batas-batas kekuasaan dari para penguasa. Dan pada akhirnya Hobbes dan Locke memiliki perbedaan dalam hal teori perjanjian sosial. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. 2. 2. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsurunsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal.5. Kekuasaan Tuhan yang tidak rasional karena penguasa menganggap diri mendapat kekuasaan dari Tuhan dan menempatkan diri sebagai wakil Tuhan di dunia. 3. Krabe. John Locke. Perkembangan teori kekuasaan hukum menurut Thomas Aquiras. Dalam teori kekuasaan Tuhan. Montesquieu terkenal dengan dunia ilmu pengetahan tentang negara. Kebaikan-kebaikan teori kekuasaan hukum meliputi: • Penguasa menjalankan kekuasaan sesuai UUD • Penguasa berkuasa sesuai hukum • Penguasa berupaya menerapkan open manajemen • Pers yang bebas sesuai dengan UUD Negara • Adanya kepastian hukum dalam sistem demokrasi • Pemilu yang bebas dan rahasia • Setiap warga negara diikutkan dalam mekanisme politik • Setiap warga negara sama di depan hukum . keadilan dijadikan dasar negara Tuhan untuk mengatur kehidupan warga negara. 2. Teori Kekuasaan Teori Kekuasaan Tuhan Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Tuhan dalam berbagaidimensi: 1. terdapat teori kekuasaan Tuhan Rasional yang beranggapan bahwa seorang penguasa yang dinobatkan menjadi penguasa karena kehendak Tuhan. Teori Politik Montesquine Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori politik Montesquieu yang mencakup: 1. Teori Kekuasaan Hukum Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik hukum yang dominan mengutarakan kegiatankegiatan penguasa yang harus berdasarkan hukum yang disebut Rule of Law.

Kekuasaan rakyat yaitu penguasaan rakyat atas lembaga perundangundang yang sekarang disebut legislatif. 3. Teori Politik Demokrasi Demokrasi Rakyat Kegiatan belajar 1 membahas tentang Demokrasi Rakyat dengan uraian sebagai berikut: 1. Untuk implementasi berbagai sifat negara maka kekuatan militer merupakan alat yang ampuh untuk melaksanakan kekuasaan negara. Teori Kekuasaan Rakyat Kegiatan belajar 4 membahas tentang teori kekuasaan rakyat dengan bahasan sebagai berikut: 1. Karena setiap negara dalam bentuk negara selalu menggunakan paksa pada rakyat untuk kepentingan penguasa dan kepentingan rakyat. 3. Secara teoritis disebut Trias Politika. Hubungan Presiden dengan lembaga tinggi pemerintahan federal yang meliputi: • Hubungan Presiden dengan kongres . Kedudukan Presiden di Amerika Serikat sebagai kepala negara dan kedudukan sebagai kepala eksekutif. Negaralah yang menentukan hidup matinya warga negara dan pengelompokan warga negara dalam berbagai organisasi. Sifat mencakup semua dari kekuasaan negara. Demokrasi Rakyat RRC menurut pola Mao Tse Tung mendominankan kepemimpinan politik dan pembuatan kebijakan dengan tujuan membantu seluruh rakyat agar ikut dalam modernisasi ekonomi. bertugas menjamin perkembangan negara ke arah sosialisme. Demokrasi Liberal Kegiatan belajar 2 membahas tentang Teori Demokrasi Liberal dalam pelaksanaannya di Amerika Serikat meliputi: Penerapan Trias Politika dalam Demokrasi liberal. 2.• Diperlukan pengawasan masyarakat 3. 2. yang pada kenyataannya Amerika Serikat tidak sepenuhnya menerapkan Trias Politika dalam sistem politik Amerika Serikat. Aturan yang dibuat oleh pemerintah atas nama negara harus diterapkan mencakup semua warga negara tanpa kecuali. Hal ini mengarah pada perkembangan. 2. Sifat memaksa dari kekuasaan negara. Menurut Rousseau kekuasaan rakyat dalam negara merupakan akibat perjanjian antara individu untuk menyerahkan semua hak politik kepada masyarakat. Demokrasi rakyat. Sifat menopoli dari kekuasaan negara dalam bentuk menetapkan tujuan bersama. Demokrasi Rakyat merupakan negara dalam masa transisi. 3. 4. Sistem pemerintahan negara dengan menerapkan: • Prinsip Demokrasi • Prinsip pemisahan kekuasaan • Prinsip hukum. 4. Teori Kekuasaan Negara Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori kekuasaan negara yang meliputi: 1. Kelemahan-kelemahan dari teori kekuasaan hukum apabila penguasa sudah menggunakan kekuasaan semena-mena maka pada saat itu teori kekuasaan hukum menjadi lunak. Menurut Montesquieu dalam pemerintahan republik kekuasaan tertinggi ada pada seluruh rakyat atau sebagian besar rakyat. sosial dan politik.

Begitu pula penetapan masa jabatan presiden dan wakil presiden. bidang adminsitrasi. • Simposium hak-hak azasi manusia 1967. administrasi. 5. Etika kerja sama yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sesama umat Islam dan diupayakan untuk menegakkan keadilan dengan cara menjunjung tinggi kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan individu. bidang yuridis. Pengertian Demokrasi Pancasila yang dikemukakan oleh berbagai ahli lembaga seperti: Seminar Angkutan Darat II yang meliputi bidang-bidang politik. Presiden yang menempati posisi sentral kekuasaan dan berhubungan dengan: • Lembaga tertinggi negara • Lembaga-lembaga tinggi negara. • Pencalonan dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden menurut tetanan teori Demokrasi Pancasila.• Hubungan Presiden dengan Mahkamah Agung Kekuasaan Presiden dalam Demokrasi Liberal di Amerika Serikat meliputi: • Kekuasaan Presiden bidang Administrasi • Kekuasan Presiden bidang Legislatif • Kekuasaan Presiden bidang Yudikatif • Kekuasaan Presiden bidang lain seperti militer Politik Luar Negeri Pertanggungan jawab Presiden bidang politik. 2. Selain itu Presiden juga mempunyai kekuasaan di bidang. Demokrasi Islam Kegiatan belajar 4 membahas tentang Teori Demokrasi Islam. Pada bagian lain dikemukakan kedudukan Presiden dan wakil Presiden yang meliputi: • Kedudukan sebagai kepala negara • Kedudukan sebagai kepala eksekutif. konstitutional. bidang militer. legislatif. • Persyaratan seseorang menjadi Presiden dan wakil Presiden. . 3. Hukum Tuhan merupakan satu nilai dasar keyakinan dan oleh karena itu dalam Demokrasi Islam hukum adalah kemanusiaan. Pokok sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila: • Terdapat pengaruh Trias Politika • Tujuh Prinsip pokok pelaksanaan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. Unsur persatuan dan kesatuan yang selalu di orientasikan pada Al-Qur’an sebagai pelengkap konstitusi. dan ekonomi. 4. yang menitik beratkan pada: 1. diplomatik. Musyawarah Nasional III PERSAHI: The Rule Of Law Desember 1966 meliputi: • Azas negara hukum Pancasila tentang: • Pengakuan dan perlindungan hak azasi • Peradilan yang bebas dan tidak memihak • Jaminan kepastian hukum. Pemilikan unsur sebagai salah satu unsur Demokrasi Islam. yudikatif. Demokrasi Pancasila Kegiatan belajar 3 membahas tentang Demokrasi Pancasila yang meliputi kegiatan eksekutif dalam mekanisme sistem politik Indonesia. Hal ini ditopang oleh adanya unsur persamaan dasar manusia. Unsur musyawarah dan mufakat sebagai sarana untuk mengkaji hakhak orang lain dalam kehidupan bernegara.

tidak ada partai lain. Teori Kedaulatan Intern dan Ektern 1. Kedaulatan ekstern yang dominan menunjukkan pada kebebasan negara dan kekuasaankekuasaan negara lain yang tidak dijajah oleh negara lain. Kedaulatan intern yang memperlihatkan batas lingkup kekuasaan negara yang berbentuk fisik. 2. Kedaulatan rakyat menurut UUDS 1950 meliputi Kedaulatan rakyat di bidang politik dan Kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. 5. Dibidang ekonomi pengaturannya disentralisasir dengan dasar milik bersama. Teori kedaulatan ini menunjuk pada pelaksanaan kekuasaan yang nyata dalam suatu masyarakat merdeka atau telah memiliki independensi. Batas kedaulatan ini meliputi : • Kedaulatan bidang politik • Kebebasan kemerdekaan • Keadilan • Kemakmuran atau kesejahteraan • Keamanan. Hak-hak azasi manusia dan faham kekeluargaan. Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari: bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara. Teori Politik Kedaulatan Teori Kedaulatan Rakyat 1.Demokrasi Komunis Kegiatan belajar 5 membahas tentang Demokrasi Komunis yang meliputi: 1. Partai politik di negara Komunis menempati posisi tertinggi dan hanya satu partai politik Komunis. Penguasa dalam menjalankan kekuasaan selalu mengandalkan pikiran manusia sebagai hal yang prima oleh sebab itu dalam Demokrasi Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan. Dalam hal pengaturan negara digunakan menagement politik diktator. 4. Dalam membahas teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai suatu tandingan atau perimbangan terhadap kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal. Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di bidang politik. 2. Oleh karena itu hak-hak azasi manusia tidak dihiraukan oleh penguasa. Kedaulatan ekstern ini dalam penerapan pada saat negara memutuskan untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang tertentu. 3. 4. 3. . Dalam bahasan ini difokuskan pada: • Kedaulatan de facto yang tidak syah • Kedaulatan de facto yang syah. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Pelaksanaan pemerintah diupayakan jumlahnya sedikit dan mereka memiliki kekuasaan yang tidak terbatas untuk mengatur masyarakat. Berserikat dan berorganisasi sebagai salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. 1. Kedaulatan rakyat menurut Konstitusi RIS 1949 dimiliki oleh negara. 2. yang berarti warga negara dapat diatur menurut kehendak penguasa. Teori kedaulatan de facto.

2. Dalam teori politik. 2. Tipe elit politik yang memerintah meliputi: • Tipe elit politik yang menggunakan cara licik • Tipe elit politik yang memerintah dengan cara paksaan • 4. Fungsi-fungsi elit dengan mengadaptasi pada Talcot Parsons dan Batzell yang mengemukakan fungsi elit yang berbeda. ekonomi. Metode menentukan elit politik sebagai berikut : • Metode Posisi • Metode Regulasi • Metode Pengaruh 3. Kelas penguasa Model Marx ini difokuskan pada : * Golongan Kapitalis * Tuan-Tuan Tanah * Buruh Pekerja 3. Oleh karena itu kajian kedaulatan de jure lebih menitikberatkan penggunaan aspek hukum sebagai dasar yuridis formal atas hak politik warga negara dan wilayah negara dengan penguasa negara. Teori kedaulatan de jure. Elit politik liberal yang berupaya untuk memberi pelayanan sebaik mungkin kepada setiap warga negara tanpa melihat perbedaan sosial. Teori Elit Penentu Kegiatan belajar 2 membahas tentang: 1. 2. dengan jalan kolaborasi. Teori munculnya elit penentu dengan menggunakan pendapat Mills yang mengemukakan tiga teori sebagai berikut : * Elit Bisnis dengan ekonomi * Elit Politik dengan kebijakan * Elit Militer dengan teori dominiasi. Elit politik konservatif yang berupaya untuk mempertahankan status quo. 4. 5. Pengertian Dan Perkembangan Teori Politik Teori Elit Politik Kegiatan Belajar 1 membahas tentang: 1. Berbagai pengertian dan rumusan tentang elit penentu dengan berbagai orientasi pada tipe-tipe kelompok inti sosial * Kasta Penguasa * Aristokrasi * Estate Pertama * Kelas Penguasa. Pengertian teori politik dan teori politik klasik dari berbagai ahli politik. Faktor-faktor yang berpengaruh pada elit penentu yang meliputi : * Pertumbuhan penduduk * Spesialisasi jabatan * Pertumbuhan organisasi formal atau birokrasi . 4. budaya dan status dalam sistem politik. kedaulatan de jure menunjuk pada pengakuan suatu wilayah atau suatu situasi menurut hukum yang berlaku.

Berbagai pengertian elit ekomi yang dikaji dari sudut pandang kelas yakni kelas masyarakat memiliki kekayaan. penipuan. Abu Bakar menambahkan bahwa unsur kelalaian mungkin saja ada dalam kasus menyebarnya foto-foto itu. 4. Peranan Simbolis elit penentu yang meliputi : * Macam-macam lambang kolektif * Hubungan timbal balik yang simbolis antara elit penentu dengan publik * Fungsi instrumental dan simbolik. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu. Pandangan yang konsensus atas pengertian konsep kelas sebagai kajian elit ekonomi yang berorientasi pada Karl Marx. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira mengatakan bahwa menurutnya yang paling utama saat ini adalah mencari siapa yang mengedarkan serta menyebarluaskan fotofoto tersebut. jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan. Remaja Amerika Banyak Jadi Pencuri Ditulis pada 26 Desember 2008 oleh Admin Penelitian terbaru mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. 6.760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik. mencuri. Pengintegrasian konsep kelas menengah di Indonesia yang di identik dengan elit ekonomi. ibu-bapak. mencuri.* Perkembangan keragaman moral. Dalam laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. Selanjutnya mengkaji konsep kelas secara klasik yang dapat kontradiksi dengan konsep elit ekonomi disertai pemuncakan. Kemungkinan Rahma dan Sarah terkena pasal pidana pun masih belum pasti. mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan. 3. Namun hingga kini belum jelas siapa yang menjadi penyebar serta menggambarkan gambar-gambar syur tersebut. dan eksekutif perusahaan. merupakan sikap remaja AS masa depanHidayatullah.com–Dalam penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu. dan tidak jujur. Tentang Foto Sarah dan Azhari Kapolri Angkat Berbicara Diberitakan bahwa Rahma dan Sarah Azhari foto bugilnya tersebar di internet dan keduanya bisa jadi terjeran UU pornografi. tidak jujur. Teori Elit Ekonomi Untuk memahami teori elite politik sebagai kajian politik pada kegiatan belajar tiga ini dapat dilihat aspek-aspek yang dibahas sebagai berikut : 1. . Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson. Pada bagian selanjutnya bahasan konsep kelas sosial tentang elit ekonorni dengan mengacu pada standar hidup tertentu. Pada umumnya kelakuan sekitar 29. Namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang utama untuk diselidiki. cara hidup tertentu yang dapat menempatkan kelas sosial pada prestise hidup dan pada tahap ini dapat dikategorikan elit ekonorni. polisi. dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan. mencuri. 5. 2.

Dengan nafas positivistik. konstruk atau variabel. 2003: 120) mengartikan teori sebagai seperangkat ide. penting untuk ditegaskan apa yang dimaksud dengan teori. tidak seperti Kerlinger.Dari keseluruhan. Lengkapnya definsi Kerlinger tersebut adalah: “A theory is a set of interrelated constructs (variables). Pengantar Selain masalah. Para pakar memberikan definisi sesuai pandangannya masing-masing. mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang. definisi. sebenarnya arti yang tepat masih samar-samar (vague) dan beragam. berbanding 26 persen remaja perempuan. tujuan. Labovitz dan Hagedorn menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataanpernyataan relasional tertentu saling terkait. bagian lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penelitian adalah teori. penjelasan atau prediksi secara ilmiah. Kendati istilah ‘teori’ begitu sering dipakai dalam wacana akademik.com] Fungsi Teori dan State of the Arts dalam Penelitian (Bahan Kuliah Program Magister dan Doktor) (Prof.Si) A. dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel. atau meningkat dua persen sejak 2006. [afp/www. secara umum. Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. Kerlinger (Creswell. and propositions that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. Labovitz dan Hagedorn yang definisinya mengenai teori . Senada dengan definsi tersebut. teori diartikan sebagai seperangkat ide. Dr. Namun. M.hidayatullah. Sementara itu. sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu. Mudjia Rahardjo. definitions. Tetapi sebelum melangkah lebih lanjut. pertanyaan. teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu. Misalnya. dan metode penelitian. Dengan demikian.

Menurutnya. teori. Neuman (2000) lebih melihat wilayah cakupannya (a breadth of coverage). Thomas Kuhn memberikan pandangan agak berbeda bahwa pada umumnya peneliti kualitatif berpandangan bahwa semua observasi berbasis teori (theory laden). seperti: 1. “Semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga. gerakan sosial. teori organisasi. Karena itu. Teori tingkat mikro memberikan penjelasan hanya terbatas pada peristiwa yang berskala kecil. “Jika interaksi antara dua atau lebih orang intensif. merupakan komponen tak terpisahkan dari penelitian. sebagaimana digambarkan berikut: . pemahaman kita tentang dunia secara otomatis dibentuk oleh pengetahuan kita sebelumnya tentang dunia itu. Dalam bentuk model pernyataan “jika … . ruang. dan Thomas Kuhn memberikan penjelasan mengenai teori lebih secara konseptual. B. Teori tingkat meso menghubungkan tingkat mikro dan makro. yaitu tingkat mikro (micro-level). Bentuk seperangkat hipotesis. maka kompetensi siswa juga akan meningkat”. maka akan diikuti oleh surplus pada masyarakat itu. dan tingkat makro (macro-level). seperti lembaga sosial. terungkap atau tidak. Labovitz dan Hagedorn. Bentuk Teori Terdapat macam-macam bentuk atau wujud teori sebagai berikut: a. seperti di dalam sosiologi dikenal teori “face work” Erving Goffman yang mengkaji kegiatan ritual dua orang yang saling berhadapan atau bertatap muka (face to face). ada tiga tingkatan teori.lebih positivistik. jika sebuah masyarakat berkembang pesat. sehingga tidak akan pernah ada deskripsi atau penjelasan berbasis teori yang netral dan objektif lepas dari perspektif tertentu. “Semakin tinggi kedudukan seseorang. tingkat meso (meso-level). Misalnya. “Jika fasilitas belajar mengajar lengkap. 2. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya”. maka tingkat kesukaan di antara mereka juga meningkat”. Jika Kerlinger. Se dangkan teori tingkat makro menjelaskan objek yang lebih luas. dan masyarakat secara keseluruhan. Ketiga adalah model visual. ma ka …”. b. Artinya. sistem budaya. semakin tinggi pula tingkat pengeluarannya”. Misalnya. seperti: 1. 2. teori makro Lenski tentang stratifikasi sosial menjelaskan bagaimana surplus yang terjadi di masyarakat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Artinya. c. baik dari sisi waktu. atau komunitas. Teori Collin tentang kontrol organisasi merupakan contoh teori tingkat meso. maupun jumlah orang.

Bagan 1: Three independent variables influencing a single dependent variable mediated by two intervening variables. C. . dan menjadi dasar metode penelitian kualitatif. dan paradigma interpretif yang berakar dari cara pandang ilmu sosial yang lebih bersifat holistik dalam memandang persoalan. analisis data hingga makna dan fungsi teori. yakni paradigma positivistik yang bersumber atau dipengaruhi oleh cara pandang ilmu alam yang bersandar pada hal-hal yang bersifat empirik. mulai dari tujuan penelitian. dan menjadi dasar metode penelitian kuantitatif. bentuk pertanyaan penelitian. Masing-masing metode tersebut berbeda sangat tajam dalam memandang persoalan yang diangkat menjadi masalah penelitian. Berikut uraian ringkasnya. (Gambar diambil dari Creswell (2003: 122-123) Bagan 2: Two Given Different treatments on X1 are compared in terms of Y1 controlling for X2. Fungsi Teori dalam Penelitian Sebagaimana diketahui menurut filsafat ilmu pengetahuan. mengukur keabsahan data. proses penelitian. desain penelitian. metode perolehan data. dikenal ada dua aliran pemikiran besar atau paradigma ilmu dalam memandang persoalan.

metode penelitian kualitatif berangkat dari lapangan dengan melihat fenomena atau gejala yang terjadi untuk selanjutnya menghasilkan atau mengembangkan teori. baik duplikasi maupun replikasi keduanya dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan teori. Sebab. maka dalam metode penelitian kualitatif teori berbentuk pola (pattern) atau generalisasi naturalistik (naturalistic generalization). Jika dalam metode penelitian kuantitatif teori berwujud dalam bentuk hipotesis atau definisi sebagaimana dipaparkan pada halaman sebelumnya. pola dari suatu fenomena bisa dianggap sebagai sebuah teori. Karena itu. Karena tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala atau persoalan tidak dalam konteks mencari penyebab atau akibat dari sebuah persoalan lewat variabel yang ada melainkan untuk memahami gejala secara komprehensif. Sebaliknya. tetapi juga untuk menegaskan bahwa peneliti tidak melakukan duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. Teori dipakai sebagai informasi pembanding atau tambahan untuk melihat gejala yang diteliti secara lebih utuh. teori berfungsi sebagai dasar penelitian untuk diuji. Teori menjadi kerangka kerja (framework) untuk keseluruhan proses penelitian. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel untuk ditentukan jawabannya. sebelum mulai kegiatan pengumpulan data. Informasi itu tidak saja dipakai sebagai bahan perbandingan untuk memahami persoalan yang diteliti. Peneliti menguji atau memverifikasi teori dengan cara menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian yang diperoleh dari teori. Oleh karena itu. mengikuti diskusi ilmiah. Itu yang oleh para ahli . Memang teori bukan satu-satunya alat atau bahan untuk melihat persoalan yang diteliti. Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. Karena itu. peneliti akan memperoleh inspirasi untuk bisa memaknai persoalan. metode penelitian kuantitatif berangkat dari teori. ceramah dan sebagainya bisa dipakai sebagai bahan tambahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam. peneliti menjelaskan teori secara komprehensif. maka berbagai informasi mengenai persoalan yang diteliti wajib diperoleh. Pengalaman atau pengetahuan peneliti sebelumnya yang diperoleh lewat pembacaan literatur.Dalam metode penelitian kuantitatif. Informasi dimaksud termasuk dari hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai persoalan yang sama atau mirip. lebih-lebih dari hasil penelitian sebelumnya yang mirip dengan tema tersebut. maka informasi dari mana saja. jika seorang mahasiswa program magister atau doktor bidang pendidikan ingin meneliti mengenai pola orangtua di masyarakat perkotaan dalam mendidik anak. seminar atau konferensi. Misalnya. mulai bentuk dan rumusan pertanyaan atau hipotesis hingga prosedur pengumpulan data. wajib dikumpulkan. Uraian mengenai teori ini dipaparkan dengan jelas dan rinci pada desain penelitian. Kalau begitu apa fungsi teori dalam metode penelitian kualitatif? Teori dipakai sebagai bahan pisau analisis untuk memahami persoalan yang diteliti.

para peneliti. 1994.. and Vicki L. Lisa M. tesis atau disertasi. Denzin Norman K.. Thousand Oaks: SAGE Publications. (Ed.). Secara khusus. Given. metode apa yang dipakai.. Gall. dan dengan hasil apa. Creswell. apa masalahnya. John W. saya berharap tulisan pendek ini dapat mengurangi kebingungan para mahasiswa mengenai posisi dan fungsi teori dalam penelitian sebagaimana selama ini terjadi. Lincoln (Eds. 2007. Handbook of Qualitative Research. Quantitative. Los Angeles: SAGE Reference Publication. and Meredith D. Plano Clark. and Yvonna S. 25 April 2011 Daftar Pustaka Borg. __________ Malang. Waler R. Educational Research: An Introduction. and Mixed Methods Approaches. Pendahuluan . Designing and Conducting Mixed Methods Research. Creswell. The SAGE Encyclopedia of QUALITATIVE RESEARCH METHODS. state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. ). New York and London: Longman. 2008.sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa. 1989. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peminat bidang metodologi penelitian. dan juga para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. 2003. John W. di mana (jika penelitian lapangan). Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis. RESEARCH DESIGN: Qualitative. Thousand Oaks: SAGE Publications. Thousand Oaks: SAGE Publications.

Tujuan Metode pembahasan Kajian teroritis Pengertian Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. perilaku politik. Ilmu politik mempelajari beberapa aspek.usaha mempertahankan kekuasaan. Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh kekuasaan. sistem politik. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda.Gambaran umum tentang ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. maupun hubungan sesama Negara. dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga nwgaranya dan hubungan antar Negara. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara. dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. seperti : a. b. legitimasi. yaitu antara lain: • • • • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. proses politik. antar warga Negara dan Negara. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. tujuan Negara. baik sesama warga Negara. pengunaan kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu kekuasaan dalam . Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan. antara lain: kekuasaan politik. partisipasi politik. khususnya dalam negara.

ruang lingkup. dan hsil dari kekuasaan itu. Maka dapat difahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan 1. hakikat. Ruang Lingkup Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah batasanbatasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya.[5] Psikologi Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik . Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi. dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi dalam pembangunan suatu masyarakat. hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat. Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada kekuasaan 3. karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang. dasar. sosiologi Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama. khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat. menyangkut hubungan ilmu pembinaan politik kehidupan dengan ilmu demokrasi. kekuasaan. 2.masyarakat. Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian masyarakat. c. ekonomi hubungan ilmu Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik. Seorang sarjana politik misalnya. dapat meminta bantuan sarjana ekonomi tentang syaratsyarat ekonomis yang harus dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu. Hubungan ilmu ilmu-ilmu politik dengan ilmu tersebut. khususnya yang 4. Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok. yaitu sifat. dan kebijakan dengan memahami politik struktur dengan sosial pada ilmu masyarakat. proses. kepentingan dan kebijakan. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik.

e. gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan. Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap kebijakan politik suatu pemerintahan. semangat. b. Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu plitik antara lain: . Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan yang lainnya. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencangkup metode. a. denagn maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik. dan emosi). khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok ataui golongan. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi-segi ekstern (lingkungan sosial. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus khusus atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum.antara manusia dan masyarakat. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolngan atau pengelompokan objek-objek secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbale balik. c. fisik. dalam metode penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. peristiwa-peristiwa. Metode 1. d. Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara akurat.

dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. Metode analitis. Metode ekoomis . Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organismme sosial yang dynamos. Karena itu dalam kajian sosiologis. Metode yuridis atau legalitas. lembaga-lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial maupun organism sosial. Metode historis. kepribadian pemimipin. ermasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik. baik itu melalui pendekatkan marxisme. Artinya. Metode deskrifsi. c. b. pertumbuhan dan perkembangan.diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. d. maupun non marxisme. merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. . b.akademis teoretis. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan kehidipan politik yang di teliti secara abstrak. dalam penggunaannya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi bsebagai acuannya. tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang. metode ini dapat di simpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat . e. tetapijuga dapat tidak langsung terhadap phenomena politik. f. Metode filosofis. lembagalembaga politik dapat di rinci dalam semua individu substratumnya. merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. Dengan demikian. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. c. Namun demikian. Metode psikologis. maupun pihak-pihak yang menentangnya. yang merupakan cirri khas ilmu sejarah. dalam penelitian ini ilmu politik di sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. hhukum sebab akibat. Metode obsevasi. Metode sosiologis. memandang bahwa kajian politik. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: a. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail.a.

merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. 2000:35). Missal presiden sekalipun harus tunduk kepada undang undang yang berlaku. Metode klasifikasi. dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya. 2.merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang diteliti. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik. atau lebih. Adapun konsep konsep yang dimaksud.metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar. partai politik. 1. konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus sebagai objek dari kekuasaan itu. demokrasi. Pengolongan harus masuk akal Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping Harus hanya ada satu basis penggolongan Metode pengukuran. legitimasi. 1975: 42) mencakup: 1. oposisi. kedaulatan kontrak social.d. Dengan demikian. persamaan. desentralisasi. 4. pemilihan umum. Kekuasaan Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo. Negara. dan voting. Menurut Phillip (2000: 820).baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. 3. kelompok. Konsep-konsep Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu politik. siaran radio.untuk memudahkan pengelompokannya. ataupun menghitung secara cermat perkataanperkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti. pemerintah. terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan dalam . Dengan demikian. Metode perbandingan. e. seperti kekuasaan.biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak. Negara. hak asasi manusia. demonstrasi. system politik.

c. Kehendak Negara tersebut yang termuat dalam perundang undangan dan hokum kebiasaan yang . Kedaulatan Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam. tujuan untuk individu atau masyarakat. tujuan politik atau ekonomi. Adapun totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda hugo krabe. status. Kedaulatan Negara dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang merupakan sumber hokum utama. kedaulatan hukum dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hokum itu berdaulat. a. dilihat dari hokum tata Negara. Dilihat dari hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara terhadap Negara Negara lain Kemudian. 2. dan control. missal kekayaan. Dalam hal ini contohnya Parsons yang menggunakan pendekatan structural fungsional. b. konsep kedaulatan mengacu pada kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. seperti pengaruh. paksaan. karisma. Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950. melihat kekuasaan “ kapasitas untuk mencapai suatu tujuan “ sementara Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana satu pihak menang atas yang lain. jika dilihat dari jenis dan bentuknya. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu Negara. pengetahuan. dan otoritas. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. a. kekuatan. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. saat itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik kepentingan fundamental.mendefinisikan kekuasaan itu selalu ada perbedaan yang mendasar. 1. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara.

Kemudioan Locke menggantikan toeri Hobess. Implikasi dari bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan perantaan dewan perwakilan rakyat. Sebagai sumber hokum utama adalah undang undang. Kontak social itu diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess. Dengan demikian. hidup dalam kekhawatiran penyerangan yang membawa kematian. membayangkan masyarakat berada dalam sebuah lingkungan alamiah yang anarkis. dan JJ Rouseau. individu dapat dengan bebas mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam pemerintahan.diakui dengan undang undang. 4. Negara adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Kontrol Social Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi. jellinek. Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang saudara. kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara yang menyatakan dirinya demokratis. dalam kontak social yang ideal. b. Dengan demikian. hal itu dapat dicapai dengan demokrasi partisipasi langsung. Jhon Locke. laband. Kehendak bersama dengan demikian mewakili hal hal yang terbaik. Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi dari orang orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka. Kedaulatan rakyat Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. jhering. Akhirnya. mengolah alam dan kepemilikan. yang berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum 3. orang orang me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. rakyat hokum moral dan alam. teori ini bersifat damai dan teratur. Negara pun merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibnkan fenomena kekuasaan dalam . Beberapa totokoh ajaran ini adalah Kelsen.

Suapaya tidak jadi antagonisme yang sangat berbahaya.masyarakat. b. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata aturan. Ia menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian abadi dan di revolusi prancis. sebab manusia hidup dalam suasana kerja sama. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di eropa pada abad ke 16. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari masyarakat yang madani. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose situ sendiri. Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini. model tersebut telah banyak ditiru keberhasilan yang bervariasi. pemerintah mengacu pada proses memerintah. paling tidak memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah. Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang social ataupun bertentangan satu sama lain. yakni . c. Negara meupakan organisasi yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut. Ada 2 tugas Negara yakni: a. metode dan system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. Negara adalah suatu struktur yang abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah revolusi 1688. d. Pemerintah Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian: a. b. artinya kantor atau jabatan jabatan dalam pemerintahan. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. yakni pelaksanaan oleh yang berwenang. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat atau lembaga. Jhon Locke mempublikasikan two treatises of government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. sekaligus suasana antagonistic yang penuh konflik. 5.

hokum. peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus. peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru. tettapi semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran yang menyelamatkan kita. Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam pemerintahan demokratis. Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus memilki gabungan cirri cirri otorotatif. 7. 6. Legitimasi tidak menjamin akan dapat memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas dengan kemepimpinannya itu. mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki hak hak untuk memerintah. peran legislative untuk membuat peraturan peraturan b. mengingat dengan legitimasi yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang maupun kelompok. legitimasi legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang secara hokum adalah sah). terutama berperan sebagai oposisi yang sehat.a. terutama sejak prang dunia 2. Tragedy orde baru yang yang dialami pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak pernah diaui sebagai advocate atau pembela. perasaan. oposisi oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa. . kini fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. Legitimasi memegang peranan penting dalam system kekuasaan. Baik lembaga lembaga formal maupun non formalnya. Kajian tentang pemerintahan sudah berubah. karena sejalan dengan behavioralisme. c. Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan. merupakan penyeimbang maupun control terhadap pemerintah yang berkuasa. jika ada saja terjadi penyimpangan.

Saat itu demokrasi dianggap “agresif” yang tidak stabil serta mengarah kepada tirani. Berbicara tentang system politik sama halnya tentang berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah 9. Aristoteles juga berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil dalam pemikiran politik saat itu. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat. Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang ideal. sejalan dengan perubahan masyarakat. Secara sederhana dalam setiap system politik akan mencakup: 1. prinsip demokrasi senantiasa terus berubah. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah maupun tidak sah. harmonis. Pemilihan Umum Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau mementukan orang . 3. Perjuangan persaingan kelompok untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama dalam system politik. Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak. 10. Demokrasi Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya. dan mencintai kebebasan. Pada saat itulah demokrasi dianggap nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik terhadap dominasi lemaa di Eropa. namun yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi adalah revolsi prancis. Menurut Poly bius menyatakan bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang dari elemen elemen monari. dalam karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota. aristokrasi dan demokrasidapat stabil. namun ada juga yang menyatakan suatu system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip persamaan politik Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno. 2. baik ke luar maupun ke dalam.8. Demokrasi adalah nama konstitusi. System Politik Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua prose dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan politik.

c. terutama di negara Negara barat. System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya. cita-cita. Pemilihan umum sekarang telah meluas. Desentralisasi . hanya 33 negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum untuk memilih pemimpinnya. nilai-nilai. 12. Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan Mosawwir adalah: a. b. partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. System kepartaian atau pola dukungan. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntunan rakyat. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang memilki satu partai. 11. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama posisi eksekutif. Pemiliha umum juga masih diyakini sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. serta perjuangan yang sama. b. Sarana rekrutmen politik. a. e. penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari kehidpan demokrasi. c. Partai Politik Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya. b. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum adalah: Objek penilu. pada tahun 1975. d. c. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan pemilihan yang kompetitif.orang yang duduk di dewan legislative maupun eksekutif. menurut Schlesinger partai politik adalah: a.

yaitu dimana harapan konstan dan kemampuan turun. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri. Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut: a. seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. 2. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif. Demontrasi Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan.Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih rendah. Melalui pendidikan. baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan. bentuk deprivasi dapat dibedakan berdasarkan pola-pola perubahan yakni: 1. bahkan enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan. deprivasi dekremental. yaitu harapan naik kemampuan konstan. deprivasi persisten. 3. tetapi merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang lebih besar. demontrasi dapat berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi. Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara alamiah selalu berbeda. Namun dapat juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran public maupun memusuhi sekelompok orang. 14.maupun dengan devolusi kepada lembaga-lembaga otonomi daerah. melainkan diupayakan atau dibuat. memperlihatkan. Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan delegasi melalui pejabat di daerah. Para ilmuwan social sejak lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut. Persamaan Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa disiplin ilmu. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan untuk memenuhi harapan itu. Ia menunjuk pada reformasi pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan. istilah persamaan memiliki makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan yang kompleks. Dalam ilmu matematika. deprivasi aspirasional. 4. Christopher Jencks mengemukakan bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya. yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih lebih rendah dibandingkan . Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan konsepkonsep dekonsentrasi maupun devolusi. sifatnya bervariasi. deprivasi progresif. menunjukan dan membuktikan. yaitu kemampuan yang secara konsatan berada dibawah harapan. 13.

Kebanyakan Negara barat memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita dewasa. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan institusioanal dari pemberontak vs Negara. Bangsa Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang lalu dengan memepatkan batu kerikil. seperti yang dianjurkan penganjur HAM barat yang radikal. Oleh karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah Negara. kadang kadang dikenal dengan prinsip atau hokum. Negara Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang wenang. Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang. yakni: justifikasi normative untuk kekerasan justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan c.harapan. pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana maupun kompleks. 15. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti: 1. 16. Generalisasi Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep atau lebih. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. tetapi juga hak hak ekonomi. HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipukul rata. social dan budaya. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan politik. b. cepat atau lambat akan dating gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat sipil dan politik. . Hak Asasi Manusia Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi.

Negara Adanya peraturan dan perundang undangan dalam kehidupan bernegara. Kedaulatan Rakyat Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa secara absolute. Sebalinya tidak semua partai oposisi baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan umum. Legitimasi Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik yang mendukungnya. 6. Pemerintahan Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan kebebasan dan mementang pembaruan. pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. 3. aman dan berkesinambungan. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme pemerintahan yang ada. hanya saja ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu maka gusdur turun secara tragis. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik Teori-Teori Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manusia. institusi masyarakat ataupun pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian. 4. dan mempertanyakan .2. 5. 7. 8.

Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu payung politik. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. pemilih. 2. Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya. birokrat. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik 1. hingga Marx dan Mill berusaha menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. 2002: 787). terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivisme.pengaturan politik serta sosial apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. Penerimaan terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana dipahami secara tradisional. bertumpu pada kesalahan. dan lain-lain). Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori pilihan publik (Miller. kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. Sedangkan teori politik sebelumnya. seperti Plato. Aristoteles. Salah satu .

teori politik kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat . 2002: 798). Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. keadilan.hasil yang sangat terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963). Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli Sebagaimana telah dicatat sebelumnya. 1. Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls (1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-individu yang rasional akan menyepakatinya. serta partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain secara. Kemudian.argumentatif (Miller. dan lain-lain. 2002: 797). Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. di mana penindasan dan dominasi tidak ada. mengkhususkan pada tatanan sosial macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsipprinsip tersebut. Contoh serupa. kebebasan. Tujuannya adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas. 3. Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu sendiri. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah a. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan yang ideal. b. Selain itu. di mana pandangan tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar.

Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati. kekejaman.dilihat sebagai penanda transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi. Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut. dipandang sebagai sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. 2. dan kebaikan negara. sekarang Italia. Francis dari keluarga kelas menengah yang kaya. Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513. dan pertimbangan politik. Watak-watak. dan tulus. dan kontrol diri. 1. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua tipe. a. lahir di Anjou. betapa pun tampak tercela karena rakyat pada akhirnya hanya peduli dengan hasilnya. seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya kepada negara dan mencapai keabadian sejarah. Barthomew tahun 1572 yang mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang diperlukan. seperti ketegasan. 3. yaitu kepangeranan atau principality dan republik. Machiavelli dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence. yaitu kebaikan negara. pengampunan. kemandirian. meskipun tulisan-tulisannya muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis. la hidup pada masa pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak ketika terjadi pembunuhan St. b. Teori Negara Berdaulat Jean Bodin Jean Bodin hidup tahun 1530-1596. 1985:4) sebagai berikut. seorang penguasa yang bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. c. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk. . 2. baik dicintai maupun ditakuti. dapat dipercaya. Hanya dengan memadukan machismo semangat keprajuritan. Untuk melakukannya. ia sering dituduh “ gurunya kejahatan” karena nasihat-nasihatnya yang amoral seandainya bukan immoral. disiplin. kejayaan. Inti teorinya adalah sebagai berikut.

mereka akan merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus berlanjut. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam penguasa commonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh terhadap warga negaranya. tidak dapat berharap akan menemukan cara-cara untuk meraihnya. d. a. satu pemimpin. demikian pula patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara. bukan individu. Somerset. c.a. Tidak boleh ada commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat menyatukan semua anggota-anggotanya. tujuan bersama. 1957). Jika beberapa orang memiliki otoritas. sebagaimana orang yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan mengenai sasaran” (Bodin. dan satu tuan. Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth. keluarga . Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga. e. b. Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh kekuasaan yang berdaulat. Karena berkeluarga itu seperti bernegara. Inti ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut. yaitu . Keluarga merupakan unit dasar bagi negara. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature). “ Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan masalahnya dengan benar. Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara. Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington. Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi manusia lainnya adalah kedaulatan. kekuasaan yang berdaulat . hanya ada satu penguasa. 4. Terdapat empat unsur dalam negara. yaitu tatanan yang benar .

h. tetapi hanya hak-hak untuk melaksanakan hukum alam. Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan. Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut. tetapi masyarakat anarki yang beradab dan rasional. Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas. g. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu masyarakat politik. sedangkan sebagai pewaris ia adalah . diterima. tetapi kepada seluruh komunitas. c. dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan dirinya atau apa yang menjadi miliknya. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam. la pun bukan masyarakat yang tidak beradab. dan merdeka. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada orang atau kelompok tertentu. ia bukan keadaan kebebasan penuh. e.kondisi hidup bersama di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui. kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk mencapai tujuan pemerintahan tersebut. Ketika masyarakat itu telah terbentuk. Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut hak-hak alamiahnya yang substansial. b. f. d. sederajat.

Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan -sejarah. dan hukum politik yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa dengan rakyat. dan iklim di mana orang tinggal. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah . monarki. yakni republik. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami wilayah itu. terdapat tiga jenis pemerintahan. Republik dapat berupa demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga kerakyatan. sedangkan despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah. Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal Montesquieu. di Paris. Monarki adalah pemerintahan konstitusional oleh satu orang. Dalam klasifikasi pemerintah. Montesquieu lebih dikenal sebagai “ Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan ”. teori Montesquieu ini dapat dikemukakan sebagai berikut. c. d. 5. dan despotik. Francis. b. a. baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antar bangsa atau negara merdeka. Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum dibutuhkan. hukum sipil yang mengatur hubungan antar individu. atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya diserahkan sebagian anggota masyarakat. dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat (petite noblese).penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut. Tidak ada aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang berlaku bagi semua masyarakat (relativisme). geografi. e.individu.

Dengan demikian. misalnya polisi beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan pertukaran bebas. Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya adalah adil. Dengan demikian. Sedangkan campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang merupakan sebuah pelanggaran. berarti itu tidak adil. klaim pokok Nozick dapat dikemukakan: “ Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari pertukaran bebas.negara di mana kekuasaan legislatif. dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendirisendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat (Apter. bahkan seandainya pajak tetap dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah yang tidak semestinya. Karena orang memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai. Namun. satu-satunya perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas. bukan atas efisiensi. Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) “ Individu memiliki hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu) ”. 1996 : 86) 5. eksekutif. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini. jika pemerintah berusaha memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang itu. Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori hak pemilikan legal) sebagai . (free exchanges) di antara orang-orang ”. tetapi atas hak-hak moral dasar kita.

1974:160) Tokoh-tokoh ilmu politik Tokoh dan pemikir ilmu politik Mancanegara Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik. Nicolo Machiavelli. b. Rumus distribusi yang adil adalah “ Setiap orang memberikan sesuai dengan pilihannya. to each as they are choose ”(Nozick. Adam Smith. Karl Marx. Martin Luther.berikut. dan setiap orang menerima sesuai dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose. Rousseau. a. Max Weber. Lenin. Indonesia Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo. Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut prinsip pertama. Thomas Hobbes. Cicero. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas. John Locke. Douglas E Ramage. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification of injustice) bagaimana berhubungan dengan pemilikan (holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara yang tidak adil. Immanuel Kant. Samuel P Huntington. modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles. c. Salim Said dan Ramlan Surbakti . Friedrich Engels. Harold Crouch. Antonio Gramsci.

sehingga ada ketegasan dalam pengguanaan istilah tersebut (Abu Daud. mereka menyatakan bahwa ilmu politik sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. polilieke episteme (ilmu politik). teori polotik. di Inggris disebut sebagai “political science”. politeike techne (kemahiran politik). sejarah politik. 1990: 8-11). ekonomi politik. dikhususkan pada penggambaran. “the science of politics”. tujuan-tujuan negara. “les sciences politique” (Prancis). dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. lembaga-lembaga politik. PENGERTIAN. Polis adalah kota yang dianggap negara yang terdapat dalam kebudayaan Yunani dimana pada waktu itu kota dianggap identik dengan negara sehingga dengan demikian polis ialah tempat tinggal bersama dari orangorang biasa selaku warganya (citizens) dengan pemerintah yang biasanya terletak diatas bukit yang dikelilingi tembok untuk menjaga keamanan mereka terhadap serangan musuh yang datang dari luar. Soltau (1961: 4). . menyatakan bahwa ilmu politik adalah kajian tentang negara. administrasi publik. Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. timbul banyak istilah tentang ilmu politik. George Jellinak dan Kuntjoro Purbopranto mempunyai pendapat sama mengenai masalah ini. Menurut Brendan O’Leary (2000: 78) ilmu politik merupakan disiplin akademis. politikos (ahli negara). hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. A. polites (warga negara).BAB II ILMU POLITIK 1. “staatswetenscappen” (Belanda). teori-teori kenegaraan. penjelasan analisis. Menurut O’Leary (2000: 794) subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: pemikiran politik. hubungan internasional. Oleh sebab itu George Jellinek dalam bukunya “Recht des modern states” menyatakan bahwa ilmu politik amat sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis. ternyata banyak sekali istilah bagi ilmu politik. Banyak regam istilah bagi ilmu politik. Dari istilah polis dihasilkan kata-kata seperti : politeia (segala sesuatu yang menyangkut polis atau negara. di Jerman dikenal dengan istilah “staats wissenchaft. Sehubungan dengan hal tersebut. politik perbandingan. DAN RUANG LINGKUP POLITIK Secara etimologis. Bagi kaum institusionalis atau institutional approach seperti Roger F. dan “scienza politica” di Italia. disebabkan belum terdapatnya kesamaan pendapat diantara para cendikiawan sehingga hal ini menimbulkan kekacauan istilah. Dengan mengingat hal tersebut diatas. dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. KARAKTERISTIK.

dan secara historis berkenaan dengan kepastian administrasi yang bertanggung . 1. yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan-jurusan ilmu politik di banyak universitas pada akhir abad ke-19 (Miller. 2002: 790) 1. serta buku-buku para penulis modern seperti Kant. Sebagai contoh. Dintaranya karyakarya besar para pemikir sejak zaman Plato. 2000. 2. 788) 1. dan sistem pemilihan. Selain itu. teori politik Anglo-Amerika kontemporer. Lembaga-Lembaga Politik Merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik. menurut O’Leary (2000: 789). Politik Perbandingan Merupakan asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satusatunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum Merupakan cabang empiris dan normatif dari ilmu politik yang tumpang-tindih dengan hukum dan ekonomi. Rousseau. Montesquieu. 7. 5. yaitu cara mempelajari perilaku politik para pelaku pembuat keputusan elite. Hight politics (politik tinggi). 1. secara garis besar politik cenderung terbagi dua kubu : 1. dan Mill (O’Leary.1. Teori Politik Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri. kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori politiknya yang telah lama berevolusi. Pemikiran Politik Subbidang ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa ilmu politik. seperti halnya beberapa revolusi yang terjadi. birokrasi. Locke. yudikatif. 4. 6. Hegel. 1. Tocqueville. khususnya peranan konstitusi. 1. harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. Ekonomi Politik Subbidang ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori pelaku politik sebagaimana teori perilaku ekonomi. Hobbes. mereka percaya bahwa kepribadian dan mekanisasi para elite politik adalah kunci pembuat sejarah. Low politics (politik bawah). eksekutif. biasanya memilki citra rasa deduktif dan analisis. Administrasi publik memusatkan perhatiannya pada susunan institusional provinsi pelayan publik. partai politik. 2. Sejarah Politik Banyak para ilmuwan politik yang menjelaskan tentang sejarah politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. Mereka percaya bahwa perilaku politik massa memberikan kunci untuk menjelaskan episode-episode politik utama. 3. Marx. 3. Agustine. Aristoteles. atau politik dari bawah. zaman pertengahan dan awal moden karya-karya Aquinas.

d. baik terhadap pandangan politik yang mengabaikan masalah-masalah makna dan kebudayaan maupun terhadap pandangan kultural yang mengabaikan isu-isu politik dan kekuasaan” (Welch. a. dan pajak yang sekarang sering disebut kebijakan ekonomi (Suttliffe.jawab dan adil. pemikiran politik. mulai digunakan secara umum pada abad ke-18. 1. 1956). kebijakan publik. kelompok yang membatasi cakupan budaya politik pada orientasi subjektif bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok sosial atau individual hingga politik. 2000: 794). pertukaran uang. 1. definisi budaya politik pada umumnya dapat diklarifikasikan dalam dua kelompok definisi. Beberapa kajian ilmu politik secara tematis yang berkembang dewasa ini demikian luas dan banyak ragam antara lain sebagai berikut : 1. 9. 8. Budaya Politik Istilah budaya politik (politic culture) untuk pertama kali muncul pada tahun 1050-an (Almond. c. Ekonomi Politik Istilah ekonomi politik (political economy). kajian perang. ekonimi-politik internasional. serta memberikan manfaat normatif dan empiris terhadap argumenargumen yang digunakan untuk menjustifikasi kebijakan-kebijakan tersebut. yang dapat diartikan sebagai cara yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan. khususnya ilmu politik dan pikologi. Teori Kenegaraan Teori ini sering diduga merupakan teori politik yang paling padu dalam memberikan perhatian bagi teori politik kontemporer. 2000: 769) 1. 1993). Hubungan Internasional Subbidang ilmu politik ini memfokuskan pada masalah-masalah yang menyangkut organisasiorganisasi internasional. Pada umunya. Definsi kelompok yang pertama. dan hubungan internasional (O’Leary. 1. b. Menurut Bown (2000: 799). Adapum tujuan substansif dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politik. kajian perdamaian. dan lahir tahun 1950-an yang ditandai dengan rapproachement-nya ilmu sosial. kelompok yang memperluas konsep itu sehingga meliputi pola-pola perilaku politik. Kedua. Pluralisme Politik (Political Pluralism) Kajian ini adalah perspektif normatif dalam ilmu politik modern yang menekankan pentingnya demokrasi dan kebebasan mempertahankan pluralitas organosasi-organisasi politik dan ekonomi yang relatif otonom (Russel. sedangkan para ahli kebijakan publik menganalisis formasi dan penerapan kebijakan-kebijakan.2000). sosiologi politik. . 1. penelitian empiris substansialnya muncul pada tahun 1960-an. dan analisis kebijakan luar negeri. Psikologi Politik (Political Psychology) Merupakan bidang interdisipliner yang relatif baru. administrasi publik. konsep budaya politik berkaitan dengan “ketidakpuasan.

Definisi yang paling awal muncul pada abad ke-19 dan mungkin dapat disebut sebagai definisi terbaik. keterampilanketerampilan yang dipersyaratkan. dengan jalan apa saja. kesenian dan kekuasaan. kajian tentang subaltern. pemberontakan petani. j. nasionalisme. melalui transformasi dari sovereign’s counxillors ‘kedaulatan para penasihat’ menjadi sovereign assembly ‘kedaulatan majelis’. 1. Rekrutmen Politik Kajian ini meliputi melihat dan mempelajari peristiwa-peristiwa politik dengan cermat tentang bagaimana para partisipan atau peserta sampai terakomodasi dalam suatu keanggotaan institusi politik. h. 1. 1. dengan menuntut otonomi yang lebih besar atas daerah kediaman mereka. gagasan-gagasan. dari kebiadaban melalui barbarisme menuju peradaban. dimana partai politik diartikan suatu organisasi yang berusaha memenangkan jabatan publik dalam suatu persaingan di daerah pemilihan dengan satu atau lebih organisasi serupa (Lijphart. hubungan kepercayaan. 2000: 731). f. bahkan hubungan kekuasaan dengan pengetahuan (Vincent. Politik Etnik Merupakan bidang politik yang dapat dibangkitkan oleh ketidakpuasan sekelompok anggota masyarakat yang terkonsentrasi dalam suatu daerah. khususnya Marxis. g. dari mana asal mereka.Perbedaan antara ekonomi politik (ilmiah) dan ilmu ekonomi (vulgar) ini telah menjadi konstanta dalam pemikiran ekonomi yang kritis. muncul dari masyarakat kecil menuju masyarakat politik berdasakan batas wilayah dan kekayaan. Partai Politik (Political Party) Merupakan suatu istilah yang sebenarnya sampai sekarang belum memiliki kata sepakat tentang apa itu partai politik. 1. yakni pelayanan pemerintah yang berbelit-belit. namun kadang-kadang sebaliknya. Perwakilan Politik (Political Representation) Menurut Tournon (2000: 919). dan hubungan-hubungan yang mereka peroleh atau mereka korbankan. . kelas dan gender. i. Antropologi Politik (Political Anthropology) Bidang ini membahas perkembangan struktur politik masyarakat secara evolusioner. namun masih dalam koridor permukaan yang tidak nyata. Birokrasi Politik (Bureaucratic Polity) Kadang-kadang birokrasi diartikan sebagai upaya efisiensi pemerintah. sejarah representasi/perwakilan politik adalah sejarah kebangkitan Eropa. Walaupun kekaburan ini tampak. 1. hubungan problematik antropologi dengan kolonialisme. 2000: 778) 1. e.

DAN ILMU BANTU POLITIK Pendekatan Kajian ilmu politik dapat menggunakan dua pendekatan. Torbert sering disebut sebagai collaborative inquiri (Tobert. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbal balik. Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. 2. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitikberatkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. dan menurut W. dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut. Sedangkan pendekatan kuantitatif mencoba untuk memelihara diri mereka dari pengaruh koleksi data. 1. METODE.R. yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pada bagian lain. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada saat ini secara akurat. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. 3. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung . Dalam menggunakan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur dengan penarikan kesimpulan dari keadaan umum ke yang khusus. 2. PENDEKATAN. dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif (Supardan. bersifat deskriptif anatik. B. 1981: 141-151). Metode induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifak khusus atas dasar fakta teoritis yang khusus ke yang umum. Metode filosofis. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. TEKNIK.1. 5. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalahmasalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya. 4. 2. 1. Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain : 1. 2004: 157). Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57). Metode deskriptif. menekan proses bersifat induktif.

investigation. terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. geografi. schedule. dalam penggunaanya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. merupakan metode yang sangat mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitas. Metode psikologis. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanyan hubungan timbal balik. tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik. opinionnaire. Metode analisis. 5. merupakan pelksanaan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. sosiologi. Metode perbandingan. baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. 7. .yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti secara abstrak-akademis-toretis. ekonomi. memandang bahwa dalam kajian politik. kelompok. Metode sosiologis. Namun demikian. psikologi sosial. dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. Ilmu bantu Adapun beberapa ilmu bantu yang digunakan fdalam kajian politik diperlukan sekali peran dan kontribusi dari berbagai ilmu sosial lainnya. sampling. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. case study. Metode pengukuran. 1. Teknik Teknik yang banyak digunakan dalam ilmu politik sebenarnya banyak ragamnya. 4. Metode historis. merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti. antropologi. filsafat. 2000: 17-28). diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. direct obsevation. 6. seperti sejarah. Metode yuridis atau legislatis. 5. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang paling banyak digunakan adalah metode-metode sebagai berikut : 1. 3. atau lebih. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sessuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci. 3. 3. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataankenyataan sejarah. 4. 6. 2. participant observer. serta hukum (Budiardjo. lembaga-lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. questionare. seperti field work. interview. 4. Metode observasi. negara. Metode deskripsi. Metode klarifikasi. 2. dan action research. Metode ekonomis.

1. perbatasan strategis (strategic frontiers). Antropologi Antropologi merupakan ilmu bantu dalam ilmu politik. seperti lokasi (location). Filsafat Filsafat juga berperan dalam ilmu politik. g. 1. f. Ilmu Geografi Faktor-faktor yang memengaruhi politik.1. e. c. h. psikologi sosial menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat. terutama di Eropa Barat ilmu hukum dan politik memang sudah demikian erat. a. desakan penduduk (population pressures). Hal ini mengingat antropologi memberikan kontribusi besar dalam pengertian dan teori tentang kedudukan serta peranan satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. asal mula nilai dan negara. yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan. C. terutama filsafat politik. 1. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau golongan. 1. b. 1. Psikologi Sosial Dalam hal ini. seperti sifat hakiki. Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar . 1. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. Sosiologi Sosiologi banyak membantu usahanya memahami latar belakang. Ilmu Ekonomi Pada masa silam. dan derah pengaruh (sphere of ifluence) dibahas dalam geografi. 1. 1. yaitu suatu bagian dari filsafat yang mengungkap kehidupan politik. d. ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal dengan eknomi politik (political economy). dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. TUJUAN DAN FUNGSI POLITIK Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau tidak. Sejarah Sejarah sangat diperlukan dalam ilmu politik mengingat sejarah memberikan fakta masa lampau untuk dikaji lebih lanjut. Ilmu Hukum Sejak dahulu.

Sebagai sebuah disiplin ilmu. Dalam hal ini politik dipandang sebagai ilmu. hal itu begitu tampak. seperti rasa cinta. terutama di Amerika serikat dan negara-negara barat yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-prakrik kelembagaan. Dalam beberapa hal. ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. Untuk mancapainya. kesenangan. orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. kita pun membutuhkan kontroversi dari masalah lain. dan juga mereka sangat terlibat dalam politik prakris. seperti bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga. mendua. secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi. Agar dapat bertindak dengan baik secara politik. ia meninggal karena tekanan-tekanan praktis penguasa politik yunani kuno. Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu. yang lain dalam kekuasaan yang terorganisir. . kemesraan. politik menjadi suatu pokok kajian yang dihindari dalam masyarajat yang sopan. dan diabdikan kepada tujuan manusia yang posotif. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. ilmu politik memiliki sifat ambigu. 1. Tujuannya tidak lain adalah untuk menelaah kesalahan-kealahanan yang dibuat oleh para penguasa dan berusaha untuk mengurangi ketidaktahuan dari mereka yang dikuasai. Akan tetapi. benci. Sebagai contoh. Setidaknya secara umum terdapat tiga makna tujuan mempelajari ilmu politik yaitu : 1. Socrates sebagi lambang guru politik yang aktif. di antaranya yang satu dalam kehidupan keluarga dan kekerabatan. diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajar sehingga dapat bertindak. Akan tetapi. Kedua tipe itu menunjukan suatu kesinambungan rumpun manusia dan keseimbangan komunitas. malu dan marah. Dalam pembelajarannya pun sudah mengenal metode yang bersifat kritis. David Apter dalam bukunya yang berjudul Introduction to politicial analysis. Walaupun ajaran kritis tersebut pada prinsipnya bersifat intelektual. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Keduanya adalah sesuatu yang pokok dalam kehidupan yang terorganisasi. kekuasaan dan keagungan sebagai pemimpin dan penakluk di muka bumi ini. setia. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. Plato dan Aristotoles di akasemi-akademi Yunani. kita pelrlu tahu dan merasakan hal-hal yang terlarang pada suatu masalah. Begitu pun sebelumnya. Kita telah menciptakan lembaga-lembaga tertentu untuk mengendalikan dan menyalurkan nafsu itu. Menemukan hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah.hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). sebagaimana kita butuh akan keindahan. Tidak aneh jika mempelajari ilmu politik membangkitkan perasaan-perasaan yang mendalam. sekaligus rasa jijik. namun di satu sisi pun punya arti yang kabur dan mudah disalahgunakan. 1996:5). bernafsu. bangga. orang belajar bagaimana kekuasaan dapat dijinakan oleh prometheus. jijik. serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak? Dengan demikian. serakah dan sifatsifat positif bergalau dengan negatif. menarik. menganalogikan ilmu politik dengan seks (Apter. tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat praktis. dan paradoks. Sebagaimana seks. Perspektif Intelektual Sebagaimana kita maklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik.

yaitu hari kemarin. hukum. untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politisi. Sebagai contoh. dari pada hal-hal yang teoritis) sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu mamasukan masalh politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. Dengan demikian. banyak intelektual yang bersedia menjadi anggota calon legislatif dan eksekutif pusat dan daerah. keabsahan. Pendirian ini memandang terhadap kebuuhan ke depan. Bedanya dengan polotisi lebih bersifat “segera”(yang ada kini dan ada di sini. hari ini dan hari esok.Itulah sebabnya mengapa tradisi intelektual dapat dengan mudah menjadi subversif terjadap penguasa dan merangsang timbulnya perdebatan politik. sedangkan asas belakangan. politik pun menyerupai agama dalam beberapa aspirasinya. 1. tidak usah heran pula jika politisi adah orang yang dapat diperoleh dari kekuasaan (Apter. dan mirip tindakan kejahatn dalam sebagian kegiatannya. termasuk yang terbaik dan tercerdik sekalipun sering melakukan hal-hal yang mengerikan. Hal itu mirip dengan apa yang dinyatakan Robert Dahl (1967: 1-90) bahwa dalam waktu singkat mereka telah menjadi politisi. Politik dapat memiliki dampak terbaik. kebijaksanaan. perspektif intelekyual dalam politik adalah perspekti yang mempergunakan diri sendiri sebagi titik tolak. Jika tujuan pertama politisi adalah memperoleh kekuasaan maka kaidah kedua adalah mempertahankan kekuasaan. Singkatnya. percobaan. 3. kelompok kepentingan. Tidak usah heran jika sebagian politisi. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangkan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. Perspektif Politik Maksudnaya adalah bahwa pandangan intelektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil. Suara lebih dahulu. Keputusankeputusan dari politisi diuji dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. Baik intelektual maupun politisi dapat saja meragukan. Perspektif Ilmu Politik Dalam hal ini. keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal. dunia politisi adalah dunia hari ini dan hari esok dekat. tugas ilmu politik adalah . tidak dapat dihindari bahwa pembelajaran politik bersifat politis. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Tentu saja ilmuwan politik profesial memandang politik sebagai suatu sistem sebagai perubah terorganisasi yang saling berinteraksi. 2. dan guru-guru politik merupakan aktivis. Karena itu. (Apter. 1996:21). Sistem itu meliputi pemerintah. termasuk individu-individu. Disatu sisi. politik dipandang sebagai ilmu. sedangkan kaum intelektual manaruh perhatian dalam tiga dimensi. partai politik. bahkan terburuk kepada rakyat. 1996:20) 1. seperti licin. Menurut Loe Straus (1959:10-12) dan Sheldon Wolin(1960:10-12). apakah politik itu ilmu? Sebab sebagian besar dari mereka berasumsi bahwa politik itu seni. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. Dengan demikian. Jadi. Sebab perspektif itu bertolak dibangun berdasarkan apa yang dianggap salah oleh individi maka pemikiran individu itu yang memperbaikinya. Dengan kampanye yang bergaya “orator mendadak” dalam aktu singkat mereka mempersiapkan dan menggunakan strategi itu dari yang biasanya sangat teoritis mandadak berubah kedalam suatu kerangka kerja yang bersifat praktik. sebuah kasus dengan adanya sistem pemilihan langsung di Indonesia. curang dan serakah.

karya-karyanya Politeia (tentang politik). Hal itu relevan.untuk mendapat kearifan tentang sifat-sifat manusia dan politik. dan critisize (mengkritik). pembahasan tentang negara sudah ada sejak 450 SM di Yunani kuno. Dengan demikian. Seorang ahli sejarah Herodotus (480-430 SM). serta pengejaran kebenaran normatif tentang sifat-sifat rezim terbaik. Kriton (tentang ketaatan terhadap hukum. sebagaimana telah dikemukakan Menyamin Barber”Politik tetap merupakan susuatu yang manusia lakukan bukannya sesuatu yang miliki…. mengerjakan teori politik melibatkan pembelajaran untuk membaca karya-karya klasik agar orang dapat secara efektif membedakan antara apa yang semata-mata opini dengan pengetahua autentik. dan Li-Tze (350 SM) . Termonologi comprehend merujuk pada dua tujuan berupa penjelasan dan pemahaman. baik argumen-argumen teoriris maupun fenomena-fenomena politik. menunjuk kepada studi sejarah pemikiran politik mambantu pemeliharaan suatu warisan budaya Sedangkan critisize pada hakikatnya menggarisbawahi fakta bahwa teori menganalisis dan mengevaluasi. Sebagai sebuah dialog antara para filsuf. Begitu pula filsuf Cina kuno kung Fu-Tze/Confucius (551-479 SM). ilmu politik perlu memperjelas hubungan antara kesinambungan dan perubahan dalam kehidupan politik. atau lihat atau bicarakan atau pikirkan. conserve (memelihara). Mereka yang akan melakukan sesuatu dengannya harus lebih dari sekedar berfilosofi dan filosofi yang secara politik mudah dipahami harus mengambil tindakan politik sepenuhnya dari politik sebagai sebuah sikap”. Para teroritisi harus menyadari bahwa mereka bukanlah dan tidak selalu hidup sebagi filosofi murni. Singkat kata teori politik mengeksplorasi fenomena-fenomena lewat analisis politiknya. Wolin berpendapat bahwa studi teori poltik terbaik dipahami sebagai sebuah wacana reflekrif mengenai makna politik. 1. Ditinjau dari sisi kain maka filosofi politik adalah kegiatan yang kreatif dan kritis di mana setiap generasi dapat berpartisipasi dalam tradisi berkelanjutan yang menyatukan masa kini dan masa lalu. Mengingat teori-teori politik memberikan suatu kosakata konsptual bagi penggambaran dan perhitungan ciri-ciri terpenting kehidupan politik. conserve. Meng Tze (Mencius). Secara embrio yang lebih luas dan secara originalitas. Kemudian. maupun filsu-filsuf ternama Yunani seperti Plato (427-347 SM). Kemudian muncul pendapat serupa yang lebih mutakir menyempurnakan pendapat Straus dan Wolin adalah Robert Flower dan Jeprey Orenstein (1985:2) yang mengemukakan bahwa ilmu politik. Pendapat serupa dikemukakan Dante Germino (1975:229-281) yang menunjuk pada sifat upaya teritis yang seedang berlangsung sebagai sebuah percakapan dari banyak suara(yang merupak sebuah dialog) antara orientasi yang berbeda menuju reakitas politik sebagai suatu keutuhan. Disisi lain. terutama teori-teori politik melibatkan refleksi konsep-konsep politik dasar. namun sangat beragam dari mana memulai lahirnya ilmu politik itu. SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK Lahirnya ilmun politik secara formal memang sejak abad ke-19. Menurut John Nelson dalam tulisannya natures and futures of political theory (1983:3-24) bahwa tujuan teori poitikdapat digambarkan menjadi tiga C yakni compehend (memahami). dan Aristoteles (384-332 SM) sudah banyak berbicara tentang filsafat politik. tidak pun hidup dalam atmosfer tipis penuh abstraksi. D. analisis pendangan-pandangan alternatif tentang manusia dan politik.

diktator. 2003: 151-153). Aristoteles menerima model Plato. walaupun dia mengakui gurunya Plato. baik itu pemerintah yang dijalankan satu orang (raja. Paradigma waktu itu yang terpenting adalah bagaimana untuk mencari keselarasan atau keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. Plato sangat percaya bahwa bentuk-bentuk abstrak merupakan dasar keabadian manusia. Karena itu. melainkan bertolok dari pemakaian common sense (akal sehat) dalam tujuan-tujuan manusia. atau banyak orang (para pemilih). rasionalitas bukannya menjadi sesuatu yang bersifat deduktif. dan sebagainya. athena telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Socrates. Sekembalinya dari Athana. berkelana ke Mesir. Hermes (leluhur yang penipu). politik merupakan suatu fungsi antara penguasa dan yang dikuasa. Ia merasa hancur. yunta. tetapi juga perlunya pendidikan publik. dan elite). Athena (leluhur yang berpengetahuan). Filsafat politik tidak berawal dari ilmu pengetahuan. Begitu pun dalam ilmu politik. Kematian Socrates menunjukan kepada Plato bahwa tidak mhanya pentingnya pengetahuan yang tidak terkekang. seorang murid Socrates yang pernah mengajarkan bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yang baik. maupun tentang teori ide. melainkan untuk memperoleh suatu kualitas moral. Selain itu. Bukannya membayangkan suatu struktur konsep geometris un tuk diterapkan pada masalah-masalah sosial. Kebesaran Plato bagi kita bukan terletak pada kesegaran visinya atau pada teorinya mengenai meritokrasi walaupun hal itu memang penting. kemdian Plato menjadi pengembara. 1996: 49). Pythagoras (528-507 SM) pun mengajarkan Plato bahwa kebajikan itu abstrak dan bahwa pengetahuan mengenai yang abstrak adalah lebih nyata dari pada pengetahuan mengenai hal-hal yang berwujud dalam dunia empiris atau indrawi (Losco dan William. karena itu maslahnya adalah membangun suatu negara yang didalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. dan tempat lain. otokrat.seorang aliran perintis legalitas telah banyak berbicara tentang politik. Saat dan urutan peristiwa merupakan suatu bentuk penjelasan. Mulailah paradigma rasional menggantikan pandangan dunia yang lebih irasional dan mistik yang hidup sebelumnya. Hal itu sebagai wujud filsafat politik merupakan pokok soal yang lebih penting. orang pertama yang menyadari bahwa ilmu alam tidak memberikan penjelasan memadai untuk penalaran atas tingkah laku manusia. wajar jika dalam ilmu pengetahuan kuno belu mampu memberikan rumusan teori. tetapi secara fundamental baik semangat maupun kepribadiannya jelas berbeda. ia mendirikan sebuah akademi pengetahuan. Itulah sebabnya pada dekade ini. seperti Zeus (leluhur yang bergairah). tetapi mengubah fokusnya. Suatu pukulan batin yang Plato rasakan ketika ia berusia 31 tahun. 1996: 58). Berbeda dengan Aristoteles (384-322 SM). tiran). tetapi ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan . Ia memandang pendidikan harus menjadi pembelajaran hal-hal yang benar yang membuat orang lebih bijaksana. Munculnya slogan “filsafat politik dibatasi etika” bahkan merupakan ilmu pegetahuan tertinggi. suatu cara menyusun atau merasionalkan perkembangan masyarakat. tetapi lebih pada kenyataan bahwa teorinya merupakan teori pertama mengenai negara ideal (Apter. Socrates (469-399 SM). Lain lagi dengan zaman Plato (427-347 SM). dapat melakukan tindakan kekerasan maupun bermain cinta (Apter. bahkan Aristoteles pun pernah belajar disitu. suatu pandangan dalam (dewa-dewa). Sisilia. ataupun beberapa orang (oligarki.

Dalam The Prince. Aristoteles meragukan kebaikan orang-orang bijak dengan menyukai suatu pemerintahan berdasarkan hukum (d’Entreves. nasib baik dan kebutuhan (Losco dan William. 1996: 78-79). Santo Agustinus (354-430) adalah tokoh pertama yang menegaskan politikusme teokratis ini yang bertolak dari masyarakat yang baik sebagai Kota Tuhan. Jika Machiavelli menandai gerakan menjauhi filsafat agama sebagai suatu dogma politik dan membukakan jalan kepada dua penerus cemerlang. Ia tidak banyak berilusi dengan politik. surga. Kedua adalah Jean Jaques Rousseau. serta yang logikanya sama bagus dan rapuhnya seperti logika lain yang dapat ditemukan dalam pemikiran politik. yaitu “kepangeranan” (principality) dan “republik”. kearifan. Pada akhir Abad Pertengahan. 2005: 562). ia memberikan nasehat tentang bagaiman mendapatkan dan mempertahankan sebuah kepangeranan. Pertama adalah Thomas Hobbes (15581674). 2. Kemudian ia menuju ketaatan Hukum Positif. para penguasa menjadi asyik untuk mempertahankan kekuasaan yang menjadi tujuan dalam dirinya sendiri. ia membuka jalan bagi pemikir kekuasaan yang sekuler. kejayaan. Kemudian ketika visi sintesis paham Kristen pada Abad Pertengahan yang dominan merosot. hakim menggantikan filosof raja. hakim-hakim dapat menjadi suci maupun sekuler serta pendeta atau raja. filsafat materialismenya merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan mekanika. dan kebaikan negara. Bahwa komunitas politik bukan terdiri dari hak-hak pribadi semua individu. tokoh yang berusaha mendefinisikan kembali kepribadian moral dalam komunitas moral (Apter. melainkan hak-hak dewan perwakilan. menuju Kota Manusia dimana ada neraka. Bahwa penguasa atau raja merupakan wakil rakyat. dimana ide hukum alam ke hukumhukum manusiawi. terdapat beberapa peristiwa penting. serta setan sebagai personifikasi perjuangan individual antara kebaikan dan keburukan. Tokoh utama dalam masa transisi ini adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). baik pangeran maupun republik merupakan ambisi politik difinitif yang dikejar dalam batas-batas yang ditentukan oleh akal. diantaranya kemenangan kerajaan atas gereja dalam perjuangan besar antara raja dan paus. Hobbes . Untuk melakukannya.logis untuk etika dengan suatu pandangan yang lebih praktis mengenai dunia nyata. dengan lingkup kekuasaan yang ditentukan oleh konstitusi yang sifatnya terbatas. Dalam hal ini. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim yang masuk memiliki dua tipe. Dialah yang merasa jemu dengan pertengkaran-pertengkaran doktrin. 1. dunia kristen menampilkan kembalinya kepada pandangan dunia agama. Akan tetapi. Bagi Machiavelli. seorang penguasa bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Berbeda jika dibandingkan dengan paradigma teokratis. 1967: 69-81). Dalam hal ini. kejayaan. Hal yang paling dapat diharapkan oleh orang banyak adalah kebahagiaan dan bijaksana. dua prinsip penting yang muncul mendorong transisi ke masa pencerahan (enlightenment) yang dimulai pada abad ke-16. dimana merupakan gabungan hukum alam yang berasal dari Yunani dan Romawi serta wahyu yang diperoleh dari kepercayaan Kristen. Dalam dunia Romawi.

Jean Jacques Rousseau (1712-1778). meskipun ia meragukan kemungkinan persamaan sempurna itu. Sekulerisme Locke mendorong ia menyerang. berhawa nafsu…. ia menganggap betapa pentingnyapersamaan bagi manusia dan menekankan akibatakibat yang diabaikan oleh Locke. Montesquieu berpendapat bahwa manusia tidak seburuk seperti itu. melainkan sebagai suatu kondisi yang ramah. Inilah yang harus dipecahkan persoalanyya melalui kontrak sosial (Rousseau. Mengingat pada dasarnya manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Khusus buku yang pertama sering dikenal The Social Contract. kepuasannya sedikit (Alen. tamak. dan berpendapat bahwa hilangnya negara demikian itu setelah munculnya hak milik pribadi (Shadily. filsuf politik. Rousseau sekaligus menulis dua buku Du Contrat Social ou Principes de Droit Polique dan Emile ou de I’ Education. ia menulis Discours sur I’origine et les fondements de I’inegalite parmi les homes. Dalam hal ini diperlukan seorang hakim yang berdiri diatas semua hukum. dimana ketimpangan menghasilkan ketidakadilan dan dasardasar ketidakserasian. eksekutif. 1928: 221). Apa pun sifat manusia. tetapi keduanya adalah sekuler. Dalam pendapatnya yang banyak dianut hingga kini bahwa negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah negara dimana kekuasaan legislatif. Ketenaran Rousseau mulai terjadi tahun 1750. Ia pun meyakini bahwa pada efek-efek yang baik dari harta pribadi adalah pemilikan yang merupakan satu bentuk jaminan bahwa orang akan bersikap wajar dan bekerja sama satu sama lain. segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik. menjelaskan bagaimana evolusi berbagai bentuk perdagangan dalam dunia kuno memengaruhi sistem politik (Montesquieu. Hobbes memiliki semboyan homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya). . Baginya bahaya terbesar adalah konflik antarbangsa atau perang. Perbedaan Locke dan Rousseau. Montesquieu menolak teori-teori psikologis yang dikemukakan Machiavelli dan Hobbes yang beranggapan bahwa manusia pada dasarnya “bajingan.lebih siap untuk mengampuni pembunuh ayahnya ketimbang perampas hartanya”. 1949:5). Locke memandang keadaan alamiah bukan sebagai suatu kondisi perang. isinya berupa pujian terhadap negara alamiah. baik doktrin mengenai hak-hak raja yang berasal dari tuhan maupun argumen tentang ketuhanan yang digunakan oleh raja-raja absolut untuk nmelegitimasi pengguanaan kekuasaan yang tidak terbatas. dan komponis Prancis yang hijrah ke Genewa. seorang pengarang. Kemudian tahun 1776. ketika ia memenangakan Sayembara Akademi Dijon untuk esai berbait yang bertajuk: “Apakah kebangkitan ilmu ikut andil dalam memperbaiki perilaku?” Pada tahun 1754. seleranya tidak pernah puas. Hal itu sedikit berbeda dengan Montesquieu (1689-1755) yang tertulis dalam bukunya Spirit of the Laws. hingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat. 1949:316-402). 1984: 2948). Ia menganggap gereja sebagai tidak lebih dari suatu asosiasi sukarela. 1948: 109). dan yudikatif pemerintah perlu dipisahkan sendiri-sendiri. Akan tetapi. 1996: 80). kebebasan individu merupakan dasar kesejahteraan (Montesquieu. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan dan persamaan merupakan tujuan-tujuan masyarakat terpenting. Perbedaan Locke dan Hobbes sangat tajam. merekapun tidak sebaik seperti yang ditunjukan oleh Rousseau meupun Locke. licik.merupakan orang yang pertama yang dapat mendefinisikan dan mengubah kepentingan pribadi dalam keuntungan publik (Apter.

Mmenekankan perhatiannya pada masalah- . analisis Marxis. Pada abad ke-20 muncul paham-paham baru diantaranya: 1. Berbeda setelah zaman Hegel. 3. Paham Kemajemukan. yakni Georg William Friedrich Hegel (1770-1831). lebih menaruh perhatian pada bagaimana diferensiasi dan partispasi sosial memperluas lingkungan politik. Pholosofy of Right (1821). Konsep Mill tentang individualisme adalah konsep tipikal dari liberalisme abad ke-19. fungsionalis. Doktrin tersebut sangat memengaruhi pikiran David Ricardo (1772-1823) dan John Stuart Mill di bidang ekonomi dan memengaruhi Revolusi Prancis. yang menekankan perpaduan antara kelembagaan dan tingkah laku. dan judul yang ketiga inilah yang paling berpengaruh terhadap teori politik pada masa itu.Pada abad ke-19. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Moral and Legislation (1870). pemikiran Marx yang lebih demokratis bahwa transisi revolusioner dapat terjadi melalui cara-cara parlementer. Meskipun pemenuhan diri manusia ditekankan dalam semua karya-karyanya. tetapi pemenuhan ini harus selalu terjadi dalam konteks kebaikan umum. yang memandang perlunya transformasi militan dari kapitalisme yang paling lemah di pinggiran sampai ke pusat. Paham Developmentalisme (perkembangan). seperti dialektika materialisme. Setelah Marx meninggal. melalui revisionisme. mengalihkan perhatiannya dari lembaga pengkajian mengenai bagaimana orang bertingkah laku dan apa yang mendorong tingkah laku mereka. warisan radikal menjadi terpecah belah. dengan mengembangkan suatu teori tentang perkembangan sosial secara alamiah. yang memandang dunia dengan perasaan dingin serta mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia. 1. dan sosial. fokusnya terhadap teori pertukaran analisis peran. 2. Paham Struktural. namun demikian ia bukan seorang individualis yang ekstrim. Salah seorang filsuf idealisme yang terkenal adalah filsuf Jerman. Beberapa aspek dari doktrin yang terkait dengan perkembangan teori politiknya tertuang dalam karyanya yang terkenal Das kapital. Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam ekonomi. 2. Tokoh Sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Marx (1818-1883). Kedua. Karya-karya terpentingnya adalah tiga buku ternama yaitu. penolakan hukaum alam terjadi. 4. Jeremy Bethem (1748-1832) membentuk teori formal tentang reformasi sosial. Science of Logic (1816). Paham Tingkah Laku (Bevioralisme). Pertama tradisi Lenin. dan Philosofy of History (1837). politik. Karl Marx menawarkan doktrin sosialisme ilmiah pada dunia. menekankan pada agenda tersembunyi dibelakang politik. analisis peran. Eropa pada saat itu dipengaruhi oleh Sosialisme. Betham mengemukakan Prinsipnya dalam perubahan perundang-undangan berdasarkan semboyan “bahagia terbesar sebanyak-banyaknya manusia”. dan linguistik.

pemakaiannya harus sesuai dengan patokan-patokan kewajaran atau keadilan. dan developmentalisme. • Badan Eksekutif Badan eksekutif pemerintah ini bertanggungjawab sesuai dengan makna yang terkandung dalam namanya. ia menolak pemecahan-pemecahan tuntas seperti ini.masalah transisi pertumbuhan dari jenis sistem politik lama ke yang baru.eksekutif bertindak atas mana rakyat. 1. namun sangat sedikit kebijaksanaan berasal langsung dari inisiatifnya (Apter. dan juga yang diwakili Karl Marx. • Paham Institusionalisme atau Kelembagaan Paham ini berusaha mewujudkan pemecahan-pemecahan universal dengan menerjemahkan citacita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. E. terbagi atas 5 mahzab institusionalisme atau kelembagaan. Konflik diubah menjadi persingan damai melalui badan-badan perwakilan dalam pemerintahan (Popper. distribusinya. Dalam system demokrakasi . siapa yang memperoleh manfaat. MAHZAB-MAHZAB POLITIK Dalam pengelompokan mahzab-mahzab ilmu politik. dan bagimana inovasi-inovasi itu terjadi. Semua pemberlakuan hukum harus disetujui oleh badan legislatif ini. 1996: 145). munculnya negara-negara baru. efek-efeknya. lembaga-lembaga pemerintahan ini terbagi dalam tiga wewenang yang merupakan perhatian utama kaum institusionalis. yaitu sebagai berikut. teori-teori politik libertarian timbul dari sejarah sebagai tujuan moral yang akan dimantapkan di dalam praktik politik. 1945).yaitu melaksanakan keinginan –keinginan rakyat . Selanjutnya. Hal ini selanjutnya dalam hukum. • Badan Yudikatif Pemerintah memang rumit. Kekuasaan merupakan dasar politik. nasionalisme yang berjuang melawan kolonialisme. menurut Apter (1996: 135-443). behaviorisme. Kebanyakan pengikut paham kelembagaan yang mengikuti tradisi Pencerahan. dan sebagainya (Apter. Inilah tradisi yang dibangun Plato. politik adalah terbuka. • Badan Legislatif Badan ini merupakan pengawas terpenting terhadap kekuasaan yang nyata maupun potensial. Badan ini terdiri atas wakil-wakil rakyat. 1996:13-14). Bagi para penganut paham kelembagaan. pluralisme atau kemajemukan. Dalam demokrasi. Dengan adanya yurisdiksi-yurisdiksi kekuasaan yang dibatasi konstitusi dalam hal mana mereka harus saling berhubungan dalam urusan pembuatn . Bagi mereka. Kekuasaan adalah kekuatan yang dapat dipakai dan dikendalikan.

tindakan –tindakan individual . .atau system kepercayaan yang menciptakan pola – pola tingkah laku yang penuh makna (apter. Seperti paham institusionalisme. perhatian utama paham tingkah laku tersebut terletak pada hubungan antara pengetahuan politik dengan tindakan politik. pluralisme menekankan partisipasi partai sebagi penghubung anatar masyrakat dengan pemerintah. • Paham Behavioralisme Komitmen kepada kebudayaan politik yang demokrasi membutuhkan perantara kepentingan dan kebijaksanaan yang baik secara efektif. Jika demikian halnya. Apa yang diabaikan adalah polal pikir yang spekulatif. Pengadilan tinggi semacam itu mewakili asas mengenai lembaga yudikatif agung yang independen. lehgislatif. analisis indicator.210) Jika ditelusuri akar-akar pemikiran paham tingkah laku tersebut dimulai dari filsif skeptic David James (1842-1910) yang menekan empirisme.kebijaksanaan. kategori –kategori itu biasanya dianggap sebagai ideologi . atau vector-vertor yang memperlihatkan arah perubahan.diperlukan adanya pengadilan tinggi yang berfungsi sebagai wasit agung untuk masalah – masalah penafsiran konstitusional . Instrumentakisme behavioral seolah-olah memeberikan inspirasi baru mengenai kehidupan politik sebagai cara belajar bermasyarakat yang dicapai melalui pengalamn eksperimeneksperimen.khususnya pengaturan –pengaturan hokum dan konstitusional untuk mengamati tindakan politik individual (apter dan andrian 1972: 14-28. Menurutnya bahwa proses belajar terjadi sebagai hasil pengamatan terhadap hubungan-hubungan antara dorongan dan tanggapan.459-484).dan bagaimana cara orang menyadari peristiwa –peristiwa politik .bagaimana proses pembentukan pendapat politik diperoleh . Di sinilah para penganut paham tngkah laku ( behavioralisme ) memelingkan perhatiannya dari sistem –sistem politik . Watson (1878-1958). baik public maupun swasta. Kecenderungan umum terhadap proses belajar dari tindakan mengaitkan filsafat dengan disiplin psikologi yang sedang bekembang menjadi usaha pencaharian ilmiah yang dapat diamati dan terukur dalam mengamati tingkat laku. analisis factor . Dengan demiokian. Dari sudut ini politik pipandang sebagai proses interaksi dimana warag ayang terlibat memengaruhi jalannya kebijaksanaan.serta hubungan antara kesadaran dan tujuan.1996. dan komite-komite. • Paham Pluralism atau Kemajemukan Paham ini sebenarnya dibangun atas dasar perpaduan paham kelembagaan (institusionalisme) dan paham tingkah laku (behavioralisme). Teknik-teknik yang mereka gunakan untuk menetapkan variable-varibel independent yang penting meliputi analisis regresi. serta lebih sedikit perhatiannya terhadap bagiamana kerja badan-badan pemerintah. kaum behavioralis bekerja dari bawah keatas. dan ukuran-ukuran statistic lainnya. voluntarisme. jika dibandingkan dengan bagaimana pembagian kekuasaan diantar berbagai kelompok. Dengan demikian.selalu ada kemungkinan terjadinya pelangagran konstitusi. inilah yang dinamakan behavioralisme yang dilontarkan oleh John B.termasuk bagaimana proses pembentukan pendapat politik. Mereka menggunakan data agregat yang mengarah kepada penentuan hal-hal yang menonjol. skala gutt man. Paham ini pun menekankan proses diatas struktur.

demikian pula bagi kaum developmentalis. • Dibawah ini tahap-tahap modernisasi. 1969). Paham ini berasal dari linguistic. akhir suatu periode perubaha merupakan bagian sejarah Negara-negara industry ynag bersifat evolusioner. melahirkan inferalismen (avineri. siklis maupun berulang. dan model bagi suatu bangsa miskin hingga dalam jangka waktu tertentu. keahlian. social. Tenaga pendorong orisinal dapat merupakan suatu perusahaan character atau misi penyebaran agama tertentu. filsafat.• Paham Strukturalisme Paham ini berbeda jauh dengan pluralisme yang kajian politiknya bersifat kontemporer. merupakan sebuah ideologi. Sedangkan dalam paham strukturalisme ini sebenarnya kuarng dikenal dan lebih kompleks dan bersifat interdisipliner. Cara ketiga adalah analisis tehadap proses seperti yang kini sedang menguasai bangsabangsa yang dikatakan terbelakang. • Paham Developmentalisme (Perkembangan) Kajian ini mencakup suatu kemajuan kearah sasaran melalui pertumbuhan ekonomi. dan cultural perkembangan. Sebagai pengganti wakil resmi tunggal dari kekuasaan . Contohnya adalah Amerika latin dibawah kekuasaan Spanyol. informasi. dimana developmentalisme liberal menghasilkan kontrdiksi-kontradiksi kapitalis yang makin intensif. organisasi. Dengan demikian. hingga suatu pandangan retrospektif. antropologi. modernisasi adalah sebuah proses. kebudayaan dan personalianya menjadi sesuatu yang menjadikan komunitas atlantik secara ekonomi berhasil. Seperti kita ketahui bahwa politik nasional maupun lokal. Bagi seorang marxis ide dapat dikatakan bodoh. mewakili urbanisasi tahap pertama (agen modernisasi berada diluar). Pendekatan ini menjurus kepada hipotesis hipotesis berskala lebih kecil. dalam asosiasi-asosiasi atau birokrasibirokrasi memiliki struktur. • Cara kedua adalah pandangan akulturasi proses perkembangan barat mendifusikan pengetahuan. Akan tetapi. dan suatu penilaian penuh terhadap konteks politik. jauh lebih bercampur. yakni : • Cara pertama adalah metode index: Sifat-sifat umum perkonomian yang telah maju diabstraksikan sebagai jenis ideal dan kemudian dibandingkan dengan cirri-ciri tipikal yang sama idealnya dari perekonomian masyarakat miskin. diantaranya: Tahap A. maupun janjinya teleology pertumbuhan. Tahap B. Menurut nash ( 1965: 5). 1996: 372). dasar pemikiran developmentalisme. terdapat empat metode dalam kajian developmentalisme tersebut. Dalam model unlinear. Jika kaum intitusionalis menganggap evolusi demokrasi sebagai penanaman ide-ide filosofis kemasyarakatan yang baik. dan sosiologi (apter. nilai-nilai. jika tujuan barat umumnya adalah demokrasi liberal sedangkan bago kaum marxis tujuannya adalah masyarakat tanpa Negara. Jadi. Teori unliniear menganggap perkembang tidak terelakkkan. strukturalisme pada hakekatnya menyusun potensi fungsifungsi yang terdapat dalam politik seperti. teknilogi. komunikasi dan agregrasi. Proporsi peran-peran inovatif lebih besar dan para innovator mengembangkan institusi-institusi.

dam voting. 1978 [1972]). 1. Teori-teori elit kekuasaan (mills. Tanggapan-tanggapan sepeti itu pada gilirannya merangsang organisasiorganisasi politik. paksaan. 1. HAM. proses itu lebih maju. kedaulatan kontrak sosial. gerakan-gerakan masa. demokrasi. terjadi peralihan menuju kemerdekaan. pemilihan umum. Tahap C. barangkali pada tinggkat baru yang lebih tinggi. negara. seperti tujuannya untuk individu atau masyarakat. partai politik. Pemerintah colonial cenderung sangat menjadi partisipan. Kedaulatan Konsep-konsep kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua telaahan. tujuan politik atau ekonomi. konsep kedaulatan mengacu kepada kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi dan mutlak. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. Adanya perbedaan penggunaan kekuasaan. sistem politik. legitimasi oposisi. tuntutan-tuntutan bgai kemerdekaan yang lebih besar dan para pelopor lain yang mengancam untuk mematahkan kekuasaan colonial. 1. . Suatu keuntungan model ini adalah bahwa iya dapat digunakan untuk mendokumentasikan morfologi pada pasca kemerdekaan dan juga tahap-tahap colonial. demonstrasi. seluruh proses diperbaharui kembali. Pada titk ini dalam sifat siklus perkembangan. 1948: 1711). Tahap D. seperti pengaruh. Adanya perbedaan disiplin dalam ilmu-ilmu sosial yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. KONSEP-KONSEP POLITIK Yang dikembangkan dalam pembelajaran yang dimaksud seperti kekuasaan. dan kontrol. Dilihat dari hukum internasional mengacu kepada kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara lain (Shadily. F. Kemuadian proses itu mulai kembali lagi dari semula dalam artian politik. pemerintah. 1. Dilihat dari hukum tata negara. 2. desentralisasi. dengan mendukukng kaum modera politik lokal dan membnetuk pembangunan politik mengikuti model imperialis. 1. namun demikian tetap mengikuti model dasar yang sama. 1. 2. 1950) dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi (Weber.colonial adalah birokrasi. Kekuasaan Kekuasaan merujuk kepada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu Menurut Philip (2000: 820) terdapat tiga sumber utama dalam mendefinisikan kekuasaan selalu ada perbedaan mendasar. 3. 2. persamaan.

istilah pemerintah dapat dibagi empat pengertian. 4. yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah.J. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri kepada kondisi adanya tata aturan. 1. Kedaulatan negara 3. 3. ia adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Ada beberapa teori-teori kontrol sosial : • • • Teori Thomas Hobbes Teori John Locke Teori J. Kedaulatan rakyat 4. atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat. Pemerintahan Rumusan Finer (1974). 2. 6. Kontrol Sosial Konsep kontrol sosial mengacu kepada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan sosial yang dilakukan diluar pemerintahan untuk memelihara menurut hukum dan aturan itu yang muncul didalam tiap-tiap masyarakat dan institusi. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga. 3. Kedaulatan hukum 2. Pemerintah yang mengacu kepada proses pemerintah. negara pun merupakan alat (agency) dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat. artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan. 1. 3. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. metode. Rousseau Negara 1. Terdapat dua tugas negara yaitu: 1. 5. 4. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial ataupun bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi tiga. 2.Kemudian ditinjau dari jenis ataupun bentuknya. Legitimasi . Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. 5.

Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. Fungsi integrasi dan adaptasi 2. 1. Sarana rekrutmen politik. Secara umum partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. cita-cita. serta perjuangan yang sama. 1. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntutan rakyat. e. 8. Desentralisasi Konsepnya salam Ensiklopedi Indonesia (1948: 794) dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan (bagian dari perundang-undangan) dan perintah dari badan penguasa atasan terhadap . nilai-nilai. Partai Politik Konsepnya mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan. Pemilihan Umum Konsepnya adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau menentukan orang-orang yang duduk di dewan legislatif maupun eksekutif. Menentukan pemerintahan secara langsung maupun tak langsung.Konsepnya menunjuk kepada keterangan yang mengesakan atau membenarkan pemegang kekuasaan meupun pemerintah adalah benar-benar orang yang dimaksud (secara hukum adalah sah). 10. 1. Fungsi-fungsi pemilihan umum: a. d. b. c. 12. 9. Oposisi Konsepnya merujuk kepada kelompok/partai penentang terhadap pemerintah resmi. Demokrasi Konsepnya secara umum merupakan sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakil-wakilnya. 11. 1. Sistem Politik Konsepnya merupakan suatu istilah yang mengacu kepada semua proses dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan publik. 7. Sistem politik mencakup: 1. 1. Penggunaan wewenang atau kekuasaan 4. Penempatan nilai-nilai dalam masyarakat 3.

3. Negara Jika pemimpin suat negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkannya demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang-wenang. 2. 14. 1. 1. institusi msyarakat maupun pemerintahan diperlukan suatu kontrol sosial untuk memuahkan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian dan pemerintahan yang telah disepakati. dalam arti tidak adanya kedaulatan rakyat Prancis yang dijunjung tinggi oleh pemerintah. Pernyataan tersebut boleh terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. seorang yang tergabung dalam United Nations Committe on Human Right. baik itu ketidak puasan maupun ketidaksetujuan. G.yang lebih rendah. Demonstrasi Konsepnya secara umum memperlihatkan. 1. 16. 15. 1. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting merujuk pada suatu instrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan. pengertian Hak Asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua orang sesuai kondisi yang manusiawi. 13. Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Rosalyn Higgins. memamerkan. 1. seperti di bawah ini. 1. cepat atu lambat akan datang gerakan massa yang tidak dapat dibendung sebagai respons atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut. 1. Kadang-kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. 1. 1. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang bersama-sama menunjukan dukungan maupun protes kolektif. menunjukan dan membuktikan. GENERALISASI-GENERALISASI POLITIK Generalisasi merupakan pernyataan hubungan dua konsep atau lebih. Kedaulatan Rakyat Meletusnya revolusi Prancis 1789 nerupakan salah satu penyabab dominan yang disebabkan raja-raja pranciss berkuasa secara absolut. Persamaan Konsepnya hampir melekat pada disiplin ilmu. Dari pernyataan tersebut maka beneralisasi-generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan di tingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. .

Pemerintahan Pemerintahan yang diktator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa untuk melakukan suatu revolusi yang mengarahkan perlawanan terhadap rezim lama ketika menekan kebebasan dan menentang pembaharuan. Demokrasi Tidak semua pemerintah yang demokrasi itu memiliki karakteristik universal kerana nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa akan turut mewarnai budaya politiknya. Pemilihan Umum Pemilihan umum merupakan salah satu indikator pemerintahan yang demokrasi. Negara Adanya peraturan dan undang-undang dalam kehidupan bernegara. 1. Pemerintah Gus Dur memiliki legimentasi yang baik untuk melaksanakan agenda reformasi Indonesia. 1. Legimitasi Sebenarrnya di awal masa jabatannnya. termasuk kebebasan seksual di mana bagi kita hal itu perlu diatur dalam undang-undang. dan berkesinambungan. 8. tidak semua partai oposisi baik kerena tidak sedikit partai oposisi terlahir hanya didasarkan pertimbangan emosional atas kekalahannya dalam pemilahan umum yang telah lalu. jelas kebebasan rakyat terkekang.1. bahkan tersandung dalam bulog-gate. Sebaliknya. 1. 9. Dengan demikian. aman. mondar-mandir ke luar negeri. 1. popularitas pemerintahannya menjadi pudar. 7. Hal itu akan berbeda dengan di negara-negara yang menganut sistem liberal. 10. kebebasan itu sangat luas. Sistem Politik Bagi pemerintahan yang menganut sistem politik yang komunis maupun otoritarian. 1. 5. bahkan berakhir secara tragis. 4. Partai Politik . seperti di negara-negara barat. 1. 6. 1. bongkar pasang kabinet. mengingat ia memperoleh dukungan mayoritas dari berbagai elite dan partai politik yang mendukungnya. Sebab melalui sarana pemilihan umum. Hanya saja kerena ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu-isu yang kurang perlu. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karana partai oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dalam kontrol atas mekanisme pemerintahan yang ada. 11. aspirasi rakyat ataupun konstituen dapat diakomodir dengan sistem pemilihan umum yang baik. pada hakikatnya dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. pemahaman mengenai pemerintahan yang demokrasi sarat dengan pengaruh nilai-nilai suatu negara atau bangsa.

13. Persamaan Dalam suatu tatanan pemerintahan demokrasi. 15. Sebab tanpa desentralisasi. Untuk mengimbangi hierarki kekayaan. Voting Pada umumnya. sementara partai politik dilarang berdiri. Namun. sekarang pemungutan suara (voting) diberikan haknya kepada kaum laki-laki maupun perempuan dewasa. tetap saja di balik persamaan tersebut memiliki beberapa ketidaksamaan secara relatif. walaupun selalu ada hierarki-hierarki yang membedakan antar individu. ada masa pensiun. sosial dan budaya. beberapa tokoh reformis dan mahasiswa Indonesia berhasil menurunkan Jendral Soeharto dari jabatannya kepresidennya melalui demonstrasi yang besar-besaran. Dalam gerakan demonstrasi anti pemerinyahan Orde lama. persamaan merupakan ide fundamental dalam asas kehidupan berbangsa dan bernegara. TEORI-TEORI ILMU POLITIK Teori politik merupakan enterprise dan jika di telusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa. tetapi juga hak-hak ekonomi. 1. sosial and cultural rights. KAMI merupakan motor utama kegiatankegiatan angkatan “66” dan memainkan peran pokok dalam arena politik berikutnya. tanpa mengurangi makna sebagai negara kesatuan. 1. ada pajak progresif. 14. 1. 12. Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manisia dan . seperti yang tercantum dalam international convenant on economic.Jika suatu pemerintahan mengaku dirinya demokrasi. baik itu dalam sistem pemilihan distrik maupun proporsial. Ia tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas dan melakukan reproduksi. dimana kesenjangan antara pusat dan daerah akan menjadi semakin timpang. 1. H. segala sesuatunya masih bersifat sentralistik. Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia tidak sekedar mencakup hak-hak sipil dan politik. Umtuk mengimbangi hierarki status sosial dalam jabatan formal. hal itu dapat dimetaforakan sebagai seekor harimau yang dikebiri. Demonstrasi Gerakan demonstrasi mahasiswa Indonesia tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa. 1. berarti sama halnya dengan tidak dapat menumbuhkembang kehidupan demokrasi yang sejati yang menghargai hakhak asasi setiap pribadi. Begitu pun dalam mengakhiri rezim orde baru yang otoritan. berarti tidak ada otonomi bagi daerah. 16. Lagi pula selalu ada untuk mengimbangi bentuk hierarki-hierarki itu. Desentralisasi Desentralisasi menjadi keniscayaan dalam pemerintahan Indonesia masa kini. 1.

Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. • Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. Kelompok yang menonjol disini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. Sedangkan sebagian lagi. • Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik.teori politik formal. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis.dan lain-lain.pemilih. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu satu paying politk. Selain itu.sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. • Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang –kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori pilihan public (Miller. 2002: 797). memulai dengan mempertanyakan apa jenis pengetahuan yang mungkin dalam masalah-masalah politik. Sebagian lagi menafsirkan institusiinstitusi yang ada sebagai bagian dari pola keseluruhan sejarah perkembangan. dan teori politik normative. • . 2002: 787).kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik(politisi.keadilan. baik sebagai titik puncak dari perkembangan pranata.dan lain-lain). Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat.mempertanyakan pengaturan politik serta social apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhankebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. Tujuannyab adalah meletakan prinsip-prinsip otoritas.kebebasan. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah • Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip itu sendiri. maupun sebagai tahapan persinggahan yang di persiapkan untuk digantikan oleh sesuatu yang lain. serta melanjutkan pada masalah-masalah mempertahankan pengaturan institusi yang memberikan kekuasaan kepada rakyat sesuai dengan proporsi kapasitas untuk menggunakannya demi kebaikan masyarakat.yakni teori politik empiris. dimana pandangan tersebut adalh mungkinuntuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar.birokrat. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivism. Sprektum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful