Artikel Politik

POLITIK DAN KEKUASAAN
Oleh : Bayu Pramutoko,SE Pengertian Politik Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Tumpuan kajian ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu proses sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Miriam Budiharjo, 1992). Sistem itu menurut Deliar Noer (1983) meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Dengan demikian dilihat dari aspek kenegaraan, ilmu politik mempelajari negara, tujuan negara, dan lembaga negara, serta hubungan kekuasaan baik sesama warga negara, hubungan negara dengan warga negara, dan hubungan antar negara. Apabila dilihat dari aspek kekuasaan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari kekuasaan itu. Dilihat dari aspek kelakuan, ilmu politik mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan, dan kebijakan. Melihat penjelasan di atas, kajian ilmu politik meliputi: (1) teori ilmu politik, (2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik), (3) partai politik, dan (4) hubungan internasional. Minimal ada enam hal yang ditekankan dalan ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat. Sedangkan obyek ilmu politik meliputi dua hal yaitu, (1) material (obyek ini berwujud pada perjuangan memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan obyek negara, kekuasaan, pemerintah, fakta-fakta politik, kegiatan politik, dan organisasi masyarakat). dan (2) formal (pengetahuan, pusat perhatian). Dengan demikian, Syarbaini menyimpulkan ada lima konsep tentang ilmu politik, yaitu (1) sebagai usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan

kebaikan bersama, (2) segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah, (3) segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan, (4) kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum, dan (5) sebagai konflik dalam rangka mencari dan mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting. Sementara itu, menurut Maran (1999) politik merupakan studi khusus tentang cara-can manusia memecahkan permasalahan bersama dengan manusia yang lain. Dengan kata lain, politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi sumber-sumber dan berbagai sumber dava vang ada. Untuk itu diperlukan kekuatan {power) dan kewenangan {aiitliorlty). yang dipakai baik untuk membina kerja sama rnaupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses tersebut. Kekuasaan itu bisa dipakai secara persuasif bisa juga secara koersif (paksaan) Definisi lebih sederhana tetapi padat dapat dilihat dari pendapatnya Surbakti (1999) yang mengcitakan bahwa konsep politik merupakan intcraksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pcmbuatan dan pdaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertcntu. Arti politik yang terekam dari berbagai referensi ilmu politik disimpulkan tiga penjelasan. terdapat Pertama, rnengidentifikasikan kategori-kategori aktivitas yang membentuk

politik. Dalam hal ini Paul Conn menganggap konflik sebagai esensi politik. Kedua, menyusun suatu rumusan yang dapat merangkum apa saja yang dapat dikategorikan sebagai politik. Politik dapat dirumuskan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”. Ketiga, menyusun daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami politik. Melalui daftar pertanyaan diharapkan dapat memberi jawaban dengan gambaran yang tepat mengenai politik (Surbakti, 1992). jadi politik akan terkait dengan kekuasaan, negara dan pengaturan hidup bersama dalam upaya mencapai kebaikan bermasyarakat. Selain itu, dapat diketahui bahwa konsep-konsep pokok yang dipelajari ilmu politik adalah negara {state), kekuasaan (power), pengambilan kebijakan (decision making), kebijaksanaan (policy, beleiri), dan pembagian (di’-tribution), atau alokasi (allocation). Singkatnya, ilmu politik selain mempelajari tentang interaksi antara pemerintah dan

masyarakat untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama, yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah melalui perumusan dan Pelaksanaan kebijakan umum, juga membicarakan tentang berbagai upaya perebutan mencari dan mempertahankan kekuasaan. Menurut Weber, sosiologi harus bebas nilai (value free), tidak bias kepentingan atau keyakinan moral pribadi. Bias personal harus dihindari selama melakukan riset ilmiah. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin objektivitas kebenaran sosiologi. Dari konseptualisasi sosiologis yang disumbangkan oleh para tokoh ilmu sosial, selanjutnya dijadikan pijakan dalam merumuskan ruang lingkup sosiologi politik. Dalam operasionalnva, cakupan materi sosiologi politik terwujud dalam beberapa hal: (1) sosialisasi politik; (2) partisipasi politik; (3) perekrutan politik; (4) komunikasi politik. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Kerja sosialisasi politik meliputi pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial individu maupun kelompok. Dengan demikian, sosialisasi politik merupakan landasan sosiologi politik selain yang terpenting juga memegang peranan utama dan pertama bagi setiap tindakan politik. 2. Partisipasi Folitik Partisipasi politik ialah keterlibatan individu atau kelompok pada level terendah sampai yang tertinggi dalam sistem politik. Hal ini berarti bahwa partisipasi politik merupakan bentuk konkret kegiatan politik yang dapat mengabsahkan seseorang berperan serta dalam sistem politik. Dengan demikian, maka setiap individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya akan memiliki perbedaan-perbedaan dalam partisipasi politik; sebab partisipasi menyangkut peran konkrit politik di mana seseorang akan berbeda perannya, strukturnya dan kehendak dari sistem politik yang diikutinya. 3. Perekrutan Politik Pengrekrutan politik adalah suatu proses yang menempatkan seseorang dalam jabatan

dan informasi yang saling diterima di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. reakasi-reaksi masyarakat terhadap sistem politik dan pejabat politik. Landasan-landasan di atas merupakan proses-proses politik yang mesti ada dan berjalan dalam suatu sistem politik dan embaga-lembaga politik ketika akan. dan pasti. ” Sepintas lalu. Perekrutan ini dilaksanakan melalui seleksi atau melalui pemilihan. Informasi tersebut bersifat terus-menerus. menurut Franz Magnis Suseno (1991) nkan mencakup lingkaranlingkaran kelembagaan hukum dan negara serta sistem-sistem nilai dan ideologi-ideologi yang memberikan legitimasi ” kepadanya. bersifat pertukaran baik antara individu. Pertama. Kedua. Hubungan Masyarakat dan Politik Dalam kerangka dimensi-dimensi sosial masyarakat. Atau suatu harapan. ajakan. akan selalu terkait dengan politik. perekrutan tidak formal yakni usaha seseorang tanpa suatu proses terbuka sehingga seseorang itu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekati orang lain untuk diberi posisiposisi tertentu. Dalam operasionalnya. janji dan saran-saran pejabat politik kepada masyarakatnya yang berdampak terhadap perubahan atau nwmperteguh tindakan-tindakan politiknya agar dilaksanakan stau tidak dilaksanakan. 4. perekrutan politik dapat ditempuh melalui dua jalan. Informasi itu bisa dalam bentuk harapan. kritikan.politik setelah vang bersangkutan diakui kredibilitas dan lovalitasnya. perekrutan yang bersifat formal yakni ketika seseorang menduduki jabatan politik direkrut secara terbuka melalui ketetapan-ketetapan yang bersifat umum dan ketetapan-ketetapan itu disahkan secara bersama-sama. Dimensi politik dalam masyarakat. individu ke kelompok maupun kelompok ke kelompok yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. berurusan dengan MASYARAKAT DAN POLITIK A. Komunikasi Politik Komunikasi politik ialah suatu proses penyampaian informasi politik pada setiap individu anggota sistem politik atau informasi dari satu bagian sistem politik kepada bagian yang lainnya. Perekrutan politik merupakan konsekuensi logis dalam memenuhi kesinambungan sistem politik dan adanva suatu sistem politik yang hidup dan berkembang. pernyataan di atas memberikan alasan kemustahilan jika masyarakat terpisah .

la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya : masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh . Politik dan ” masyarakat. seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin. Apa yang ditegaskan Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk. pemimpin Rukun Tetangga. kabilah dan lain sebagainya. atau sebaliknya. Pengertian di atas tidak semata merujuk kepada masyarakat modern. baik pada lingkup individu maupun . undang-undang tentang 1 jangka panjang. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga. la menegaskan bahwa prasyarat “. begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara. Kedua. Pertama. baik untuk jangka pendek maupun untuk kelompok. singkatnya adalah negara. adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya ” masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. adalah dua sisi mata uang. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu. Hubungan itu tentu pula berada dalam unit yang sekecilkecilnya.dengan politik. melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun sepanjang sejarah kehidupan manusia. Undang-undang perpajakan. peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. kendati saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan ” dalam realitas sosialnya. Suatu pengaruh atau ” wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya.’ Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku. Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. negara. Menurut Deliar Noer terdapat hubungan masyarakat dengan politik pada aspek kekuasaan. makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. orang-orang yang dikuasainya. mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macam : ada yang disebut kerajaan. Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20). manusia adalah makhluk yang tahu dan mau. penghasilan. Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannva memiliki makna pengaturan.

alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa ampun. kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara. bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat. e. Secara deskriptif Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat. “Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang . Dengan kata lain. Eratnya hubungan masyarakat dan politik. Sebab. juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof. Penyimpangan dari padanya akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya. setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatanikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara. namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama. 1986) sebagai ‘berikut. yakni dengan izin penguburannva misiilnya. Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan. sebagai ber’kut. jangankan masih hidup. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa. undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis.” Kutipan di atas menunjukkan.. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak). Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong suatu kententraman batiniah (tentrem.d. ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara. Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib.organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan. bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. “Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan. sebaliknya.

peluang. Tetapi politik tersebut telah ternodai oleh lepasnya ikatan-ikatan moral dan telah lepas dari substansi politik dalam fungsinya untuk tertib bermasvaraka.H. sehingga politik pada akhirnya berekses pada pemusnahan suatu masvarakat oleh masyarakat yang lainnya. maka hubungan masyarakat dan politik dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memupuk simpati antar anggota masyarakat seperti pengabdian bersama. yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya. kebudayaan dan kekayaan alam lingkungannya. hal ini tetap harus diakui sebaga.t. pengaturan dan penerbitan. untuk menghindari pertentangan nilai dalam hubungan itu. Bahwii secara ekstrim. . .r-bungan antara masyarakat dan politik. Perang dunia I dan dunia II yang disusul dengan Perang dingin ( Ketegangan hubungan antara kekuatan liberal dan komunis ) sesungguhnya merupakan refleksi hubungan masyarakat (dunia) dengan politik. Hayes (1950: 128). Sebagai wahana ikatan dalam bertindak. perbaikan dan pembaharuan serta rasa pembelaan kepada wilayah. suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama. wadah aktualitas. Sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib 4. Maka politik. Sebagai simbol kebersamaan 2. Namun seperti diungkapkan oleh Carlto • J.memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara. melalui hubungan masvarakat dan politik dapat menimbulkan suatu permusuhan dan peperangan andai hubungan itu dilepaskan dari kerangka-kerangka nilai yang berlaku di tengah masvarakat. kendati pada kerangka nilai harus dipisahkan mana hubungan yang dapat dibenarkan dan mana hubungan vang tidak terpuji. Namun demikian.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: 1. Sebagai wujud identitas bersama 3. dalam kerangka kecil maupun besar akan mengarahkan fungsi-fungsi hubungan antara anggota masyarakat sehingga setiap diri masyarakat selalu mendapatkan kesempatan.

timbal balik masyarakat dan proses –Politik barangkali dapat disebut sebagai timbal balik yang paling mudah menemukan wujudnya. ancaman yang dikeluarkan masyarakat untuk negara atau partai politik. masyarakat akan mengenali suatu sistem politik yang berlaku di sekitarnya sehingga masyarakat inemberikan reaksi terhadap gejala-gejala dari sistem politik itu. Secara mengesankan Magnis-Suseno (1986:152) mengatakan sebagai berikut: “Pembangunan politik . yakni mengenali. Hal yang sama terjadi pada pengrekrutan politik. mendapatkan dukungan dan mendapatkan wilayah geraknya. lebih dari itu sebagai arena pemupukan kesadamn bagi masyarakat dan bagi proses politik itu sendiri. 1986) Pada komunikasi politik. Dengan direkrutnya masyarakat ke dalam proses politik. Pengenalan ini sangat berguna bagi masyarakat. Faktor tingkah laku masyarakat yang dapat dipahami dengan baik oleh sebuah proses politik yang dijalankan. Melalui sosialisasi politik. Pemilihan umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses politik di Indonesia akan dapat diikuti tahapan-tahapan dengan baik apabila masyarakatnya telah mengenali Pemilu dari segi keharusan-keharusannya dan dari segi larangan-larangannya. efektif bagi proses itu sendiri. maka masyarakat akan menemukan legitimasi dan kewibawaan dalam menentukan aktulisasi peran dirinya tanpa merasa berposisi yang dikesankan masyarakat dan bernegara” di zaman kuno sebagaimana tlilukiskan oleh Larry Siedentof (dalam Miller & Siedentof. Di sini masyarakat akan mengetahui proses polilik dari segi strukturnya. harapan. suatuu proses politik akan berjalan baik dan akan memberikan makna bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat manakala masvarakat akan berarti bagi masyarakat itu sendiri dalam rangka menghapus kesan dirinya terasingkan dalam proses politik yang akan dijalankan oleh negara umpamanya. melainkan atas dasar pertimbanganpertimbangan masyarakat baik yang berposisi selaku subjek politik maupun objek politik. atau oleh negara dan partai politik kepada masyarakat sesuatu yang paling mungkin terjadi melalui komunikasi politik. dan bagi proses politik telah memiliki ruang untuk dikenali masvarakat sehingga proses politik tidak canggung untuk disosialisasikan. janji. perilaku yang dikehendakinya dan lain sebagainya.Timbal Balik Antara Masyarakat dan Proses Politik Proses-proses politik sebagaimana telah diuraikpin terdahulu •bagai landasan konseptual) oleh Rush & Althoff (1995: 22-25) esungguhnya harus dipahami sebagai proses politik yang melahirkan timbal balik antara masyarakat satu pihak dan politik di pihak lain. Pengrtian-pengertian. Begitu pula yang terjadi pada partisipasi politik. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik itu secara niscaya dapat dikatakan agar proses politik tidak berjalan sekehendaknya. Di sini harus diakui bahwa komunikasi politik tak sekedar media penyerapan informasi. akan berguna sebagai referensi tindakan-tindakan politik yang nontinya baik input maupun output berguna bagi masyarakat dar. Dengan pengrekrutan maka sistem politik akan kuat.

pemerintah Indonesia pernah melakukan tindakan politik (yang tak sekedar tindakan ekonomi) dengan mengesahkannya SDSB. Kendati jalan mengkompromikan jelas lebih baik karena pada upaya itu upaya timbal balik dapat din-iaknai secara lebih mengesankan. Pemerintah menarik kembali SDSB. menurut Vie George Paul Wilding (1992: 21) apabila proses politik tak sekedar mencerminkan para elite strategis negar itu saja. Sebagai contoh. maka akan menimbulkan anarkis yang menggetirkan. dalam kesadaran tahu diri. negara. dan seyogyanya kehendak itu dijabarkan oleh proses politik itu sendiri. namun lebih dari itu proses politik akan memaklumi setiap kehendak masvarakat. bahwa proses-proses politik tak sekedar menampakkan wujud institusi formalnya. walau mungkin kehendak itu secara relatif dipandang menghalangi proses politik yangseharusnya. Dengan adanya timbal balik itu. Sebab. apakah mengenyampingkan kehendak politiknya atau justru kehendak masyarakatnya. maka dengan sendirinya masyarakat dapat mengenyampingkannya bahkan mungkin secara mengkristal berbuntut perlawanan. Di sini.” Kutipan di atas mencerminkan bahwa agar proses politik memiliki hubungan timbal balik dengan masyarakat. melainkan penuh hormat. Masyarakat Indonesia yang agamis menolaknya dan karenanya timbul gelombang unjuk rasa yang amat dahsyat. apabila proses politik sudah mengenvampingkan realitas kultural realitas masyarakat. lebih dari itu harus ada kesediaan untuk mencerminkan kehendak masyarakat. mengingat kehidupan politik menurut Ibnu Khaldun . tinggal memilih sebuah konsekuensi yang termudah. Contoh ini menunjukkan bahwa proses politik yang diambil oleh suatu kelompok atau pemerintah yang proses itu bertentangan dengan masyarakat. menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada.harus yang dituntut oleh pendekatan sistem bekerja sama dengan dan berdukung pada subsistemsubsistem yang ada. tegas George & Wilding. Suatu hubungan timbal balik akan dirasakan oleh masyarakat dan negara dalam melakukan proses politiknya. Dan hal ini sebagai bukti bahwa suatu proses politik yang tak mencerminkan hubungan timbal balik antara kepentingan politis disatu pihak dan kepentingan masyarakat pada pihak lain akan berakhir secara mengenaskan. teruji dan terpuji. walaupun proses proses politik dirasakan sangat penting. Pembangunan politik tidak secara kasar mencampuri proses-proses hidup. Jalan ke luar di atas sangat penting. pada kekuatan-kekuatan yang bekerja. apa vang dikhawatirkan oleh Geertz. maka proses politik hendaklah memperhatikan realitas kultural masyarakat itu sendiri. secara gamblang diakui oleh Clifford Geertz (1992: 144).

dan Bahwa masvarakat hendaklah menjalankan fungsinya sesuai dengan proses politik vangdijalankan . komunitas hidup yakni komunitas negara yang karena ada keduanya tatanan kehidupan akan berjalan secara normal asalkan keduanva mencmpatkan dalam posisi sejajar dalam suatu hubungan yang saling membutuhkan. terutama diplomasi. haruslah dipandang bahwa antara masvarakat dengan proses politik merupakan. tentu Indonesia merdeka akan menjadi sebuah mimpi masyarakat sampai hari ini. Karena itu. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik lebih dari yang telah dipaparkan. maka kehidupan masyarakat tak akan teratur. masyarakat saja tanpa adanya proses-proses politik vang dilalui. Dengan demikian. akibat peristiwa itu tidak mampu menggerakkan solidaritas masyarakat. proses politik harus dipahami sebagai mekanisme yang menjadikan masyarakat segala kehidupannya berjalan lancar. sampai secara tuntas mencoba menelusuri hubungan timbal balik antara proses politik vang ditempuh oleh negara dengan rakyat (masyarakat) sebagai unsur kekuatan dominannya. Begitu sebaliknya. Onghokham dalam karyanya itu sempat mengidentifikasi beberapa kegagalan peristiwa politik sepanjang sejarah Indonesia yang dirasakan lagi. dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat. Onghokham dalam karyanya “Rakyat dan Negara” (1991). Tolong-menolong untuk kepentingan mencapai tujuan bersama tidak akan terealisasikan. 1992: 93). namun lebih dari itu memahami dan memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan. dimana setiap individu membutuhkan orang lain di dalam suatu jaringan hubungan yangsaling masuk dengan yang lainnya. merupakan akibat dari struktur komunitas hidup. timbal balik antara masyarakat dan proses Politik itu tidak sematamata diukur oleh saling pengertian dan memahami hakikat masyarakat dan hakikat politik yang dijalankan. Barangkali proses politik Indonesia merdeka tak pernah terwujud sampai hari ini apabila masyarakat saat itu tak membutuhkan kemerdekaan. Kehendak politik melalui tanpa masyarakat niscaya proses politik akan berjalan hampa. saling terkait dan saling menentukan. Tanpa kehidupan dan proses politik yang timbal balik. dan proses politik yangada hendaklah merupakan refleksi dari merealisir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan vang ada dalam masyarakat secara adil dan penuh perikemanusiaan. Dan ia . Dengan kata lain. sebagaimana dikerangkakan oleh Maurice Duverger (1993 : 351) hendaklah mencerminkdn suatu solidaritas antar keduanya. tegas Duverger. Sebab pada solidaritas itu.(dalam Zainuddin.

Suko. Gramedia Widiasarana Indonesia. Gabriel A. namun terjadi pula pada negara-negara jajahan yang terbebas dari belenggu penjajahan.. Masyarakat Politik 07:18 Risya_anjani elf No comments Masyarakat Politik . Sosiologi Politik. April. Begitu dahsyatnya suatu timbal balik antara proses politik dengan masyarakat. Analisis Politik Modern. Meriam. 1986. Budiharjo. 1992. Kediri : P. bahkan politik dijalankan atas dasar kehendak masyarakat itu sendiri BAHAN BACAAN Alfian. Jakarta. 1986. Masalah dan prospek Pembangunan Politik Di Indonesia. Gambaran Onghokham di atas sekaligus merupakan suatu jawaban yang cukup lugas suatu hubungan politik dan nnasyarakat dimana hubungan itu terjalin karena terdapat timbal balik antara politik dan kehendak-kehendak masyarakat. Sosiologi Politik. Jakarta: PT. Bottomore. 4 Oktober. New Delhi: Sage Publication. 1994. No. Surbakti. Rineka Cipta.. Antropologi Politik Jakarta : Rajawali Pers. setradisional apapun peristiwa politik yang terjadi karena mendapatkan dukungan masyarakat secara massif dan peristiwa-peristiwa itu oleh masyarakat terasa menjadi tanggungjawabnya dan menjadi miliknya. otoritas dan Demokrasi.pun mencatat. 1999. 1992. Daniel T. Robert. Jakarta : Gramedia. Ramlan. digambarkan oleh Onghokham merupakan basis penentu keberhasilah politik. Dahl. A Discipline Devided: School and Sects in Political Science. Susilo. Georges. Jakarta. Jakarta bumi Aksara. 1999 “ Masa Depan Indonesia sebuah analisis Wacana tentang Perkembangan Civil Society” masyarakat Kebudayaan dan Politik. Carter. Dasar-dasar ilmu Politik. Memahami Ilmu Politik. New Park London. Balandier. Almond. Xii.T Jenggala Sparingga. Jakarta.2002. Rajawali Pers. 1985. Gramedia. yang tidak saja terjadi di Indonesia. Tom. Th. 1990.

Pada masyarakat politik. maka diperlukan adanya komunikasi politik. 2. Namun. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. No. biasanya mereka berada di luar tugas partai politik. Di dalam masyarakat politik. usaha-usaha mempertahankan kekuasaan. Negara dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah disepakati. interaksi setiap individu maupun kelompok memiliki cirri-ciri sebagai berikut. kelompok penekan adalah kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah. tolong menolong untuk mencapai tujuan yang sama guna memenuhi kebutuhankebutuhan dasarnya agar dapat bertahan hidup”.Dasar organis pembentukan masyarakat adalah “Keinginan manusia untuk hidup bersama atau kerjasama. Adapun cara yang digunakan dapat melalui persuasi. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Adalah kelompok/organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. pengendalian kekuasaan. karena politik menjadi gelanggang bagi persaingan gagasan dan kepentingan warga negara. Jadi. dan sebagainya. wewenang dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. 3. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa masyarakat politik bukanlah masyarakat yang statis. pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. Karena kelompok-kelompok yang berbeda akan mencoba memperjuangkan berbagai kepentingannya melalui saluran komunikasi politik yang ada. budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. industriawan dan asosiasi lainnya. Warga negara mengidentifikasikan dirinya dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. walaupun memiliki tujuan yang sama. Budaya Politik (Political Culture) Menurut Almond dan Verba. Kelompok Penekan (Pressure Group) Menurut Stuart Gerry Brown. 4. Untuk dapat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan tujuan negara tersebut diperlukan adanya kekuasaan (authority). Bentuk Aktivitas Uraian 1. tidak setiap warga negara memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan tujuan bersama. propaganda atau cara lain yang lebih efektif. Kelompok kepentingan bisa menghimpun ataupun mengeluarkan dana dan tenaganya untuk melaksanakan tindakan-tindakan politik. maka kehidupan masyarakat politik akan menjadi sangat dinamis. Mereka antara lain: kelompok pengusaha. politik dan warga negara yang telah saling memiliki hubungan antara pemerintah dan masyarakat. antara lembaga pemerintah dan antara kelompok masyarakat dalam rangka proses pembuatan. masyarakat politik dapat diartikan sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan “aktivitas tertentu” yang berhubungan dengan bagaimana caracara memperoleh kekuasaan. . Tujuan bersama menjadi salah satu hal yang mendasari kepentingan manusia untuk membentuk organisasi atau kelompok bersama. agar kepentingan seseorang atau suatu kelompok diketahui oleh pihak lain dan dijadikan sebagai pokok bahasan. Komunikasi politik adalah semua kegiatan dalam sistem politik yang dimaksudkan agar inspirasi dan kepentingan politik warga negara diakomodasi menjadi berbagai kebijakan. Perilaku Politik (Political Behavior) Perilaku politik dapat dinyatakan sebagai keseluruhan tingkah laku. Jika kehidupan politik yang demokratis diterapkan. Untuk itulah politik ada. menggunakan kekuasaan.

Presiden dan Wakil Presiden. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi.org/wiki/Sistem_politik A. . Tokoh Politik (Political Figure). seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik. dan perilaku politik. http://id. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik. pengambilan keputusan. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat. dan yudikatif ). sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. lembaga-lembaga politik. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. DPR.Sistem Politik Indonesia Dalam perspektif sistem. Dalam perspektif ini. misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Kelompok Penekan (Presure Group). media massa. Pengertian sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan. Ormas. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif.wikipedia. B. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia 1. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter. dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik. sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. Kelompok kepentingan (Interest Group). Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol. Pengertian sistem politik a. Mahkamah Konstitusi. Komisi Yudisial. DPD. eksekutif. Alat/Media Komunikasi Politik. Mahkamah Agung. upaya-upaya mewujudkan tujuan. melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya.

pertukaran gagasan yang bebas. SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng 2. Negara berdasarkan atas hukum 3. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri a. Sistem Perwakilan 7. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik c. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik. Sukarno. Macam-macam Sistem Politik 3. organisasi kemasyarakatan.b. tidak adanya oposisi. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. peniadaan hak-haak sipil dan politik. prinsip. Sistem peemrintahan presidensiil 1. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia : Sistem politik yang didasarkan pada nilai. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka. Sistem Politik Di Negara Komunis : Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. pembatasan kekuasaan. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat b. peniadaan hak milk pribadi. sistem politik adalah sekumpulan pendapat. Ide kedaulatan rakyat 2. prosedur. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan. dasar dasar pemerintahan. dan kelembagaan yang demokratis. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas c. yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. 4. Bentuk Republik 4. penegakan hukum. c. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. bukan tujuan pribadi. Sistem Politik Di Berbagai Negara a. dan kelompok-kelompok penekan Masyaralat politik adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan . Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik. Pemerintahan yang bertanggung jawab 6. tentara dan organisasi kemasyarakatan. prinsip. Sistem Politik Di Negara Liberal : Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah b. Politik pada dasarnya menyangkut tujuantujuan masyarakat. khususnya dari pemerintah dan agama.

Tapi. Sementara Rousseau menggarisbawahinya lebih lanjut dengan mengatakan bahwa masyarakat politik itu tercipta lewat adanya kontrak sosial(social contract). Sedangkan ciri-ciri masyarakat politik: terdapat kelompok yang memerintah dan kelompok yang diperintah. adanya ruang publik bebas (free public sphere) sebagai wahana bagi keterlibatan politik secara aktif dari warga negara melalui wacana dan praksis yang berkaitan dengan kepentingan publik. ciri-ciri masyarakat politik: a) Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif b) Bersifat kritis dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah d) Dalam penyelesaian masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah c) Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya . juga dalam konteks ekonomi dan perkembangan zaman yang mampu menyejahterakan dan memuliakan hidup sebuah masyarakat beradab. Tidak GOLPUT pada saat pemilu. Adanya hukum yang mengatur pergaulan antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri. (Lembaga eksekutif). Misalnya. selain terkait dengan tata hukum. ternyata konsep civil society Locke dan Rousseau belum membedakan antara civil society dengan negara. partai poilitik. Masyarakat kota. tata cara pemilihan badan legislative (parlemen. Ciri dari civil society. DPR). Di masa selanjutnya. ada system pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat.kekuasaan negara. memiliki tujuan yang mengikat seluruh anggota masyarakat.Konsep civil society model Cicero di maksud sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup."Masyarakat politik adalah masyarakat yang memahami arti penting hak dan kewajibannya sebagai warga negara. menurut Cicero merupakan masyarakat yang telah menundukan dirinya di bawah supremasi hukum (civil law) sebagai dasar yang menentukan hidup bersama. John locke dan Rousseau menghidupkannya kembali sebagai istilah yang di pakai dalam menganalisis hubungan masyarakat dengan politik. mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara. Kedua. misalnya mengidensipikasikan civil society sebagai " masyarakat politik" (political society). tata cara pemilihan dan penetapan Presiden. Mencari akar defenisi dari konteks Barat. adanya kemandirian yang cukup tinggi dari individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. kapan saja dan dengan siapa saja. Ketiga. utamanya tatkala berhadapan dengan negara. yang perlu di garis bawahi disini adalah. dapat menerima perbedaan pendapat yang ada. adanya kemampuan membatasi kuasa negara agar ia tidak intervensionis. Bisa di katakan bahwa proses membentuk civil society itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. ada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan sistem pemerintahan. nyaris selang berabad-abad lamanya setelah istilah tersebut tenggelam. misalnya.pada hakekatnya adalah sebagai sebuah konsep yang berasal dari proses sejarah masyarakat Barat merupakan cerminan sebuah tatanan sosialkemasyarakatan yang antara lain dicirikan tiga hal. Pertama. Bahkan keduanya beranggapan bahwa civil society adalah pemerintahan sipil yang membedakan diri dari masyarakat alami-yang muncul sebagai prakondisi civil society.Cirinya cuman Satu yaitu suka NGOMONGIN Politik dimana saja. Locke.

Teori Strukturisasi Giddens: Hubungan Negara-Masyarakat Secara konseptual, mengkaji negara tidak dapat dilepaskan dari mengkaji masyarakat, begitu juga sebaliknya. Keduanya selalu dalam keadaan berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sebagaimana dikemukakan oleh Chandoke (1995): Argumen pertama studi ini yaitu sifat negara dapat dipahami dengan mengacu ke politik civil society. Kedua, civil society tidak dapat menampilkan fungsinya menuntut negara bertanggungjawab kecuali jika civil society sendiri didemokratiskan. Studi ini mempermasalahkan negara dan civil society. Perkiraan dasar studi ini adalah bahwa tidak ada teori negara tanpa teori civil society, dan secara bersamaan, tidak ada teori civil society tanpa teori negara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori strukturisasi yang dikembangkan oleh Anthony Giddens untuk menjelaskan relasi negara-masyarakat. Sebetulnya teori Giddens bukanlah konsep tentang hubungan negara-masyarakat yang lazim dikenal dalam Ilmu Politik, namun ia memiliki daya penjelas yang sangat berguna. Teori Giddens digunakan karena sering seimbang dan jukstaposisi memposisikan negara dan masyarakat. Selain itu ia memiliki “fleksibelitas” jika dipakai menganalisis relasi negara-masyarakat yang sifatnya kompleks. Prinsip fleksibelitas dan jukstaposisi inilah alasan utama penulis menggunakan teori strukturisasi Giddens dalam penelitian ini. Teori strukturisasi, yang merupakan konsep epistemologis yang mendasari karya-karya Giddens sesudah tahun 1980, adalah masalah yang paling fundamental dan akrab dalam ilmu sosial. Dua komponen penting yang ada di sini adalah “struktur” dan “agensi”. Giddes mengartikan “struktur” sebagai “rules and resources” yang dipakai pada proses produksi dan reproduksi sistem sosial. Sementara “agensi” (agency) ialah individu yang prepetrator (yang berbuat). Persoalan “struktur” dan “agensi” adalah tema lama, namun banyak sosiolog yang masih melihat keduanya secara berat sebelah (Giddens, 1984). Giddens dianggap sebagai orang pertama yang berhasil menyeimbangkan relasi struktur dan agensi. Giddens juga diakui telah mengelaborasi formulasi teori strukturisasi yang sangat orisinal, dalam formulasi yang lebih jauh lebih sophisticated dalam detailnya dan jauh lebih sugestif dalam aplikasinya daripada teori strukturisasi versi lainnya.1 Giddens tidak memandang struktur dan agensi sebagai dua hal yang berbeda karena, jika demikian, akan memunculkan dualisme struktur-agensi. Struktur dan agensi harus dipandang sebagai dualitas (duality), dua sisi dari koin yang sama. Keduanya berhubungan secara

dialektik, dalam arti struktur dan agensi saling mempengaruhi dan hal ini berlangsung terusmenerus. Struktur mempengaruhi agensi dalam dua arti: memampukan (enabling) dan menghambat (constraining). Jika ditafsirkan, enabling bisa berarti bahwa jika suatu hal (struktur) dilakukan atau dipenuhi, sekalipun hal itu mungkin sulit/menghambat (constraining), maka pada akhirnya hasilnya akan memampukan (enabling) struktur. Karena itu, dalam teori Giddens, struktur juga sekaligus menjadi medium (Manan, 2005). Di sisi lain agensi juga dapat mempengaruhi struktur. Agensi dapat meninggalkan struktur, dan tidak selalu tunduk kepadanya. Agensi dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan keluar dari aturan tertentu yang baku. Oleh Giddens keadaan ini disebut sebagai dialectic of control, yaitu kemampuan agensi dalam melawan kontrol dan struktur. Konsep dialectic of control dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, dalam suatu negara (struktur) yang mengontrol ketat warganya (agensi), tidak berarti masyarakat kehilangan celah sama sekali untuk keluar dari jeratan kontrol negara (struktur) itu (Giddens, 1987). kreatifitas dan logika masyarakat akan mampu menciptakan ruang bebasnya sendiri, meski mungkin tidak bersifat frontal dan oposisional2. Karenanya dalam teori strukturisasi ini, agensi tidak boleh dilihat sebagai sosok yang bodoh, apatis atau fatalis. Hal serupa berlaku juga pada negara. Sekalipun posisinya lemah dan terpojok, negara tetap mampu secara kreatif mengembalikan posisi superior atas masyarakat, atau minimal tidak kehabisan daya represifnya atau surveillance dalam istilah Giddens terhadap masyarakat. Sebagai pemilik kekuasaan, teori strukturisasi melihat kekuasaan sebagai turunan dari reproduksi struktur dominasi (structures of domination), negara akan selalu menjaga struktur dominasi berkaitan dengan perbuatan allocative resources yang bersifat dunia material dan authoritativer resources yang bersifat dunia sosial. Aktor-aktor negara yang mempunyai kepentingan dan preferensinya sendiri, sangat berkepentingan untuk memperebutkan dua macam resources ini (Giddens, 1981). Selanjutnya, sasaran analisis tidak terbatas pada struktur atau pun agensi, melainkan pada apa yang disebut oleh Giddens sebagai “Social Practice”, yaitu menyangkut aktivitas kesehairian manusia dalam dunia sosial, Giddens menegaskan: Domain dasar ilmu sosial, menurut teori strukturisasi, yaitu bukan pengalaman aktor individu atau pun keberadaam bentuk totalitas masyarakat apa pun, tetapi praktis sosial yang ditata melintasi ruang dan waktu. Aktivitas-aktivitas sosial manusia, seperti hal pengembang-biakan diri dalam alam, adalah rekusif.

Kalau negara adalah struktur dan masyarakat adalah agensinya, maka relasi negaramasyarakat dipahami dalam konteks social practice itu. Konflik atau kontestasi antara negara dan masyarakat dipicu oleh tarik menarik surveillance (pengawasan) yang dilakukan negara dengan citizenship rights (hak warga negara) yang dimiliki masyarakat. Tiga citizenship rights tersebut yaitu civil rights (hak untuk bebas), political rights (hak untuk memilih) dan economic rights (hak mendapatkan pekerjaan yang layak). Kepercayaan masyarakat (trust) pada negara bisa saja hilang atau berkurang manakala ketiga citizenship rights terusik atau tidak dipenuhi oleh negara.3 Untuk menghindarkan ketegangan itu, Giddens menegaskan perlunya hubungan kemitraan antara keduanya, yang saling memberikan kemudahan dan mengontrol. Artinya, negara dan masyarakat tidak dilihat sebagai dua kutub yang antagonistik. Dengan model ini, negara tidak mendominasi masyarakat, juga sebaliknya. Masing-masing dapat memasuki wilayah lainnya demi kepentingan dan kebaikan keduanya, tanpa ada maskud mendominasi pihak lain. bila hubungan kemitraan ini bisa terwujud, demokrasi menjadi lebih prospektif untuk ditegakkan (Giddens, 1999)

Referensi: Chandoke, Neera., 1995. State and Society, Exploration in Political Theory. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd Giddens, Anthony., 1981. A Contemporary Critique of Historical Materialism. Berkeley and Los Angeles: University of California Press ________________., 1984. The Constitution of Society Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press ________________.,1987. The Nation-State and Violence. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. ________________.,1999. Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Manan, Munafrizal., 2005. Gerakan Rakyat Melawan Elit. Yogyakarta: Resist Book

Latar belakang Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita. A. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang dasar-dasar ilmu politik. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. . karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsung. berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. sehingga penyusunan makalah dengan judul Dasar-dasar Ilmu Politik dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung. politik maupun wacana kehidupan sehari-hari. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. dari awal sampai selesai. bantuan serta saran dari berbagai pihak. Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno.DASAR-DASAR ILMU POLITIK BAB I PENDAHULUAN Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social. Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi.

adanya kebebasan dan adanya aturan main. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya. maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang. kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi. individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah…” Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. Tujuan Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat. Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum. Pertama. ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya. Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik. calon-calon politik. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa “salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik. dan looblyst profesional yang bertindak di dalam perananpernan itu. . mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik. baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk. pejabatpejabat partai. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah. Ketiga. Hutington dan Jean Nelson adalah “…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara.B. Kedua. Partisipasi menurut Samuel P. kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan. karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat. Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi.

fokus. tradisi-tradisi filosofis yang mendasari teori-teori besar politik internasional saat ini.Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat. sampai pada pemikiran politik dewasa ini. dan psikologi. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. antropologi. dan ruang lingkup yang jelas. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. jaman baru. BAB II TOTAL SINOPSIS Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik. perusahaanperusahaan multinasional (MNCs). Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Untuk memahami ide-ide politik atau pemikiran politik secara umum yang ada pada jaman klasik. Setiap pemikir politik dan ide pemikirannya dikupas dan dihubungkan dengan pemikiran politik dewasa ini. damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah. politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. Manfaat Makalah ini di buat bertujuan untuk memperkenalkan Ilmu Politik secara menyeluruh dan memberikan pemahaman dasar-dasar ilmu politik serta berbagai masalah yang erat kaitannya dengan ilmu tersebut. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuantujuan itu. Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. dan dalam perkembangan ini mereka . ekonomi. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. rangka. C. Secara etimologis. seperti sosiologi. Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis. yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihanpilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Masuknya paham liberal ke Indonesia mengubah struktur sosial ekonomi dan politik bangsa Indonesia. Untuk memberikan kerangka berpikir teoritis dalam memahami poiltik internasional sebagai salah satu bagian terpenting dalam studi hubungan internasional. aspek power dan ekonomi politik dalam hubungan internasional. termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai berbagai macam pandangan teoritis terhadap peranan ekonomi politik dalam hubungan internasional. masalah-masalah politik lingkungan hidup global dalam hubungan internasional. Memberikan kemampuan untuk mengenali dan memahami keadaan sosial dan politik Indonesia yang ruang lingkupnya dimulai dengan munculnya zaman modern. maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik.

misalnya: • • • Menurut Bluntschli. Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman. seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat.saling mempengaruhi. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Austria. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan. Menurut Seely dan Stephen Leacock. Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu : • Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. pengaruh dari ilmu hukum. terutama moral philosophy. ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) . yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik. Akan tetapi. dan Belanda dalam rangka imperialisme. apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris. Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”. ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan. Pendapat ini didukung juga oleh R. Namun demikian. filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Jadi. Jerman. politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa.N. Teori valuational . ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli . Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Gilchrist. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Amerika Serikat. Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”. dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya.prinsip pemerintahan.

berasal kira-kira dari tahun 500 S. karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina. membuat peningkatan pada masa Romawi. hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah. seperti di Universitas Riau. ada Konfusius. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda.). Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat. Mencius.M. seperti dalam karya Herodotus. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat. dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri. Selain ilmu hukum. • Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra. Aristoteles. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan. karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. Sejak orang mulai hidup bersama.M. Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19. Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat. misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi. Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum. walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum. konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai . masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum. Plato. Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno. dan lainnya. dan Shan Yang(±350 S. ideologi dan politik sistematis. Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S. dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904.M. Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis. misalnya di Amsterdam. tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan. serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan.Sekarang. sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan. telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II. Di antara filsuf Cina terkenal.ini terdiri dari filsafat politik. dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik.

Kemudian. Kaplan dalam Power and Society: “Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. 1. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara. psikologi. Laswell dan A.” 2.” Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. sumber kekuasaan. Authority (Kewenangan) . Di negara-negara Eropa Timur. diantaranya negara Barat. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi. dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional. maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. A. seperti UNESCO. Sesudah keruntuhan komunisme. dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948. di samping India. dan Polandia. bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik. ilmu politik berkembang pesat. dan ekonomi. Berikut pembahasannya secara ringkas. Harold D. sosiologi.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama. Kaplan. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet. dalam suatu hubungan sosial. wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik. dan hukum masih berlaku hingga saat ini. Inggris dan hasilnya disusun oleh W. melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. dan kriminologi) di perguruan tinggi. antropologi budaya. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge. Laswell dan A.diterima oleh masyarakat. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi. kekuasaan adalah kemampuan untuk. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. pendekatan tradisional dari segi sejarah. proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan. Ilmu politik memiliki beberapa konsep. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik. Meksiko. filsafat. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negaranegara barat pada pendekatan tradisional. Berkat hal ini. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan. seperti yang dinyatakan Harold D. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan.

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya. 3. Influence (Pengaruh) Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya, dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan, pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati, dan karena itu sering berhasil. 4. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi, untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. Dalam politik, persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta, tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. 5. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. Dengan demikian, di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi.

6. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. Oleh karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu, tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber, diantaranya kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Jika bawahan melanggar perintah atasan, maka bawahan bisa dikenai sanksi. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Misalnya di Indonesia, alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat, maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Jack H. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku, serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang direktur bisa memecat seorang karyawan, tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa, jadi menunjuk pada pelaku organisasi, atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya, baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris), dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Semakin timpang hubungan ini, maka makin kuat ketergantungannya. Hal ini disebut hegemoni, dominasi, atau penundukan oleh pemikir abad 20. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan, tapi dari segi lain, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Salah satunya, kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber-sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan

politik, maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, termasuk peratuaran perundang-undangan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik, selain konsep lainnya. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber, misalnya kekayaan, kedudukan, dan kepercayaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan, tetapi keduanya berbeda. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik, dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Definisi-definisi mengenai Negara, antara lain adalah : 1. Roger H. Soltau, “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2. Harold J. Laski, “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Max Weber, “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Robert M. Maciver, “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder).

Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Harold D. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) . terdapat kelompok kepentingan. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Terdapat juga kelompok penekan. pemegang. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Di samping partai.J. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. proseproses. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Kaplan dalam Power and Soceity. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Kekuasaan (asal-usul. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Laswell dan A. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. dasar. yaitu sifat hakiki. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. bagaimana kekuasaan dijalankan. ruang lingkup dan hasil-hasil”. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Dalam menjalankan fungsinya. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan.

dan ruang lingkup yang jelas. antropologi. dan Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan lainnya. Arti. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. . A. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. dan psikologi. rangka.c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. fokus. dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. • Perkembangan dan definisi ilmu Politik Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. Sifat. ekonomi. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. seperti sosiologi. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. BAB III KERANGKA KONSEP 1. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya.

Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda dalam rangka imperialisme. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) , ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun demikian, pengaruh dari ilmu hukum, filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. • Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science) Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol. • Definisi Ilmu Politik Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber

daya alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas. Ini adalah politik. Bagaimana caranya mencapai tujuan dengan berbagai cara, yang kadang-kadang bertentangan dengan satu sama lainnya. Akan tetapi semua pengamat setuju bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai jika memiliki kekuasaan suatu wilayah tertentu (negara atau sistem politik). Kekuasaan itu perlu dijabarkan dalam keputusan mengenai kebijakan yang akan menentukan pembagian atau alokasi dari sumber daya yang ada. Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus. 1. Menurut Rod Hague et al.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Perbedaan-perbedaan dalam definisi yang kita jumpai disebabkan karena setiap sarjana meneropong hanya satu aspek atau unsur dari politik. Unsur ini diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur-unsur lain. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa konsep-konsep itu adalah: 1. Negara (state) 2. Kekuasaan (power) 3. Pengambilan keputusan (decision making) 4. Kebijakan (policy, beleid) 5. Pembagian (distribution) • Bidang-bidang Ilmu Politik Dalam contemporary Political Science, terbitan Unesco 1950, ilmu politik dibagi menjadi empat bidang. 1. Teori Politik 2. Lembaga-lembaga politik 3. Partai-partai, golongan-golongan (groups), dan pendapat umum 4. Hubungan internasional

• Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain - Sejarah Seperti diterangkan di atas, sejak dahulu kala ilmu politik erat hubuganya dengan sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. - Filsafat Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. - Sosiologi Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologi-lah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. - Antropologi Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka antrophology menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. - Ilmu Ekonomi Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik (political economy), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam menghadapi saingannya seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Jerman, pada abad ke-18 dan ke-19. - Psikologi Sosial Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan. - Geografi Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti perbatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. - Ilmu Hukum Terutama negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting. Cabang-cabang ilmu hukum yang khususnya meneropong negara ialah hukum tata-negara (dan ilmu negara). B. KONSEP-KONSEP POLITIK

Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa dikatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. II. teori politik dibedakan menjadi dua. Dan dalam kehidupan berkelompok ini. teori politik sistematis. b. Kasih Sayang (affection) 7. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Ideologi politik (political ideology). norma. Pendidikan/Penerangan (enlightenment) 3. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. Filsafat politik (political philosophy). Manusia memilih jalan untuk mengorganisir bermacam-macam kelompok dan asosiasi untuk memenuhi keperluan dan kepentingan-kepentingan fisik maupun mental yang sukar dipenuhi sendiri. Teori politik sistematis (systematic political theory). dan sebagainya. Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan : 1. Jenkin dalam The Study of Political Theory. yaitu : a. Kekuasaan 2. khususnya masyarakat Barat. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). 1. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Kekayaan (wealth) 4. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. yaitu himpunan nilai-nilai. Harold Laswell memperinci delapan nilai. Kejujuran (rectitude) dan Keadilan (rechtschapenheid) . ide. pada dasarnya manusia menginginkan nilai-nilai. ideologi. Kesehatan (Well-being) 5. yaitu : 1.Menurut Thomas P. 2. kepercayaan dan keyakinan. Keterampilan (Skill) 6. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi. Dalam mengamati masyarakat. Norms for political behavior. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. Masyarakat Manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain secara bergotong-royong.

Menurut Harold J. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. . “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. 2. III. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. Laski. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). menurut Robert Maciver. suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. Laski dari London School of Economics and Political Science. masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai keinginan-keinginan mereka bersama (A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants). Masyarakat. yakni yang bertentangan satu sama lain. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. Maciver. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Keseganan (respect). Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. Definisi-definisi mengenai Negara. 2. 3. Harold J. adalah suatu system hubungan-hubungan yang ditertibkan (Society means a system of ordered relations). antara lain adalah : a) Sifat Memaksa. Max Weber. Robert M.8. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. antara lain adalah : 1. dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Negara mempunyai sifat-sifat. Soltau. Roger H.

Negara menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu. Dan menurut Harold J. perdamaian abadi dan keadialn social. Ketertiban intern.I sebagai tercantum dalam UUD 1945 : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Kekuasaan Kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-laku sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. Pertahanan 4. Melaksanakan penertiban (law and order) 2. relationship. Tujuan dan fungsi Negara Tujuan Negara R. hubunganhubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan (Social power is the sum total of all the capacities. Flechtheim adalah keseluruah dari kemampuan.b) Sifat Monopli. Merriam menyebutkan lima fungsi Negara. Keadilan. yaitu : Keamanan ekstern. Kekuasaan social menurut Ossip K. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. IV. tujuan Negara ialah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal (creation of those conditions under which the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desire). Menegakkan keadilan Charles E. Saltau. Kesejahteraan umum. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Menurut Roger H. and process by which compliance of others is secured for ends determinded by the . c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. Laski. dan Kebebasan. Terlepas dari ideologinya. tujuan Negara ialah memungkinan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). yaitu : 1.

Presiden. dasar. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. Maciber mengemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat berbentuk piramida. Kekuasaan yang paling penting adalah kekuasaan politik. bagaimana kekuasaan dijalankan. Definisi yang dieberikan oleh Robert M. 2. bagian dari kekuasaan sosial yang terwujud dalam Negara (state power). 2009). ). Ossip K. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Kaplan dalam Power and Soceity. khususnya dalam negara (Wikipedia. mamupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia (Social power is the capacity to control the behavior of others either directly by fiat or indirectly by manipulation of available means).power holder). Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. yaitu sifat hakiki. Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikandirinya lebih unggul dari pada yang lain. Referensi http://manshurzikri. Roger F. Pengertian kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujun-tujuan pemegang kekuasaan sendiri. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. baik dengan cara langsung dengan memberi perintah. seperti lembagalembaga pemerintahan DPR. Harold D. Pendekatan .com/2009/11/27/konsep-konsep-politik/ C.wordpress. dan sebagainya. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Maciver : Kekuasaan social adalah kemampuan untuk mengendalikan tingakah-laku orang lain. J. proseproses. Berbagai pendekatan dalam Ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Robert M. bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada Negara. yakni : 1. Laswell dan A. ruang lingkup dan hasil-hasil”. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. yang berarti bahwa kekuasaan yang satu itu lebih kuat dengan jalan mengkoordinasi keuasaan yang lain.

sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Terdapat juga kelompok penekan. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir.institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. terdapat kelompok kepentingan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Di samping partai. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Dalam menjalankan fungsinya. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. Kekuasaan (asal-usul. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi . Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. pemegang.

Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Dari analisa tersebut. seperti pendekatan Institusionalisme). d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. Disini. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. behavioralisme meneliti . jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai “konsekuensi” logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme). Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia.sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). Misalnya. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik • Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik.

Negara. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. jika partisipasi politik tinggi. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. Bagi Huntington. • Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. Misalnya. hanya alat dari struktur kelas ini. kaum asing lain (Cina. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya . parlemen. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. Dengan demikian. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Robert A. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Menurut Lerner. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. India) di posisi tengah. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. Bagi Huntington. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. terpaan media. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. Namun. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. akan muncul situasi disorder. Misalnya. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. Arab. Peneliti lain. dan eksekutif.motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. Menurut Huntington. bukan piramidal. yaitu Belanda (Eropa). C. atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? • Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. literasi. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). Dahl sebaliknya. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. • Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). bagi Marx. mobilitas sosial (urbanisasi. Dalam analisa Marx.

Saat dimulainya. Khususnya. kita tidak berbicara mengenai kejam atau tidak. setiap orang yang dicurigai berpikiran liberal (Amerika Serikat sentris) akan ditahan. manakala mereka berusaha meraih kesejahteraan pribadi melalui sumber daya yang ada. Kedua keputusan baik di Cina maupun Indonesia adalah bukti keputusan politik. bahkan dioper ke kampkamp kerja paksa untuk “membersihkan” otaknya. diinterogasi. untuk kemudian melahirkan kesepakatan bagaimana kepentingan masing-masing tersebut dapat terselenggara tanpa merugikan pihak lain. Iwan Fals pernah mempermasalahkanya: “Apakah selamanya politik itu kejam … ?” Memang pada masa pemerintahan Mao Tse-tung pernah diterapkan kebijakan Revolusi Kebudayaan. Namun. dan itu terkesan kejam. politik selalu bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama.html BAB IV PEMBAHASAN Apa itu politik ? Secara retorik. Dalam politik kita berbicara mengenai bagaimana masyarakat. keputusan untuk menaikkan gaji guru. menaikkan Upah Minimun Regional (UMR). maka mereka sibuk . Referensi http://gdpermana. di mana orang-orang yang dianggap terlibat Partai Komunis Indonesia “dibuang” ke kamp-kamp “pembersihan otak” di Pulau Buru. Manakala manusia mencoba untuk untuk menentukan posisinya dalam masyarakat. dan satu bidang tersendiri di ilmu politik membicarakan persoalan itu: Etika Politik. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : • • • modal asing perilaku pemerintah lokal yang korup kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat).dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. atau kesempatan cuti haid bagi buruh perempuan dapatkah dikatakan kejam? Atau keputusan politik untuk menggratiskan biaya pendidikan di Brunei Darussalam atau Arab Saudi. atau manakala mereka berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. Berbicara mengenai politik berarti membicarakan perilaku kita dalam hidup bermasyarakat. orang saling berinteraksi satu sama lain guna mencapai kesejahteraan hidupnya. “Cara” bergantung pada siapa yang menggunakan. masukkah ke dalam kategori yang sama Berbicara mengenai politik. Dalam negara kota di zaman Yunani. Politik berasal dari bahasa Yunani POLIS yang artinya negara-kota. Dengan revolusi ini. Subyektivitas kita masing-masing-lah yang menyebut cara yang dilakukan si A atau si B. Tujuan awal politik tidaklah “kejam” seperti sering didengungkan orang.blogspot. di suatu wilayah. atau pemerintah A atau B tersebut sebagai “kejam” atau tidak “kejam”. disiksa.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. Hal ini mirip dengan di masa Orde Baru. Kepulauan Maluku. Bagi Frank. saling menegosiasikan kepentingan masing-masing. cara kita mengatasi sejumlah perbedaan yang ada di antara kita.

politik adalah kekuasaan sosial dan sebagai kekuasaan sosial ia harus disepakati banyak orang sebelum suatu cara diterapkan. raja-raja di pulau Jawa. tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. atau Ekonomi ? Jawabannya adalah bisa.[1] Dengan demikian. Dan akhirnya. Sebaliknya. artinya tingkat kebenaran yang mempunyai bobot obyektif tersebut dapat berlaku umum.” Dalam zaman kaisar-kaisar Romawi. sinar matahari adalah panas. sistematis. umum. tidak lagi bersifat subyektif (menurut pemikiran sendiri). bagaimana sepeda yang cuma beroda dua tersebut dapat dikayuh seseorang dengan seimbang? Atau. bersaing dengan tetangga sebelah rumah untuk jabatan sekretaris RT. Dengan demikian. Fisika. Namun. di mana saja dan kapan saja. bukan ? A New Handbook of Political Science menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan politik adalah the constrained use of social power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan). bagaimana proses terjadinya keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan wajib belajar? Dengan kalimat lain.[2] Di sini disebutkan “kekuasaan” sosial bukan “kekuasaan pribadi. Kekuasaan raja atau kaisar tersebut bukan kekuasaan sosial. kita dapat dikatakan tengah berpolitik ketika mempengaruhi suami atau istri di rumah.dengan suatu kegiatan yang kita semua namai sebagai POLITIK. Sistematis artinya masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan. Rakyat luas tentu tidak sepakat dengan cara tersebut. dari negosiasi baru dicapai kesepakatan. Obyektif artinya kebenaran dari hasil pemikiran dari suatu bidang dapat memperoleh bobot obyektif (sesuai kenyataan). epistemologis. Politik menghendaki negosiasi.”[4] Kita tahu bahwa sepeda beroda dua. bukan hanya kemauan satu orang. dan kegunaannya. tetapi kekuasaan pribadi. obyektif. dan aksiologis suatu obyek. Ilmu Politik Dengan luasnya cakupan. dapatkah politik dikatakan sebagai suatu ilmu layaknya ilmu Biologi. seorang kaisar atau raja dapat saja menimpakan suatu hukuman mati pada seorang abdi atau rakyat lewat “kemauannya” sendiri. cara. Pengetahuan adalah “apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui … tanpa memperhatikan obyek. pengetahuan tidak berbicara mengenai aspek ontologis. kita sekadar tahu tanpa mendalami apa itu. bagaimana darah mengalir. sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu.[3] Ilmu berbeda dengan pengetahuan. Ilmu dapat menambah pengetahuan. sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ilmu. jalan yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu yang dibicarakan. sehingga dapat tersusun suatu pola pengetahuan yang rasional. manusia hidup mengalir darah dalam tubuhnya. cara. atau berdebat dengan supir angkot bahwa ongkos yang ia terapkan terlampau mahal. tetapi karena takut. Ilmu adalah “pengetahuan yang disusun secara metodis. Luas sekali pelajaran politik jika demikian. ke mana dan untuk apa ? Atau. Ontologi Ilmu Politik . atau pemerintah menerapkan kebijakan wajib belajar.” Metodis artinya menggunakan metode. Hanya satu orang yang menyepakati cara penghukuman. Namun. bukan seluruh orang menyepakatinya. dan umum. suatu kekuasaan politik adalah kekuasaan yang disepakati banyak orang. Pengetahuan relatif tercerai-berai sementara ilmu relatif tersusun secara teratur. Mereka menurut bukan karena setuju.

pusat dari tata surya adalah bumi. Epistemologi Ilmu Politik Secara sederhana. politik juga memiliki obyek-obyek kajian yang spesifik. epistemologi. pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah. Aspek ontologi ilmu sosial (sosiologi) adalah kekerabatan antarmanusia. sesuatu yang berharga. Pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Miriam Budiardjo menyebutkan sekurang-kurangnya ada 5 obyek ontologis ilmu politik. dan aspek ontologi ilmu fisika adalah materi serta gas. 2. apapun bentuknya. Negara (state) Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Ontologi berarti obyek-obyek yang dipelajari oleh suatu ilmu. Epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana “ontologi” itu dipelajari. Sebagai contoh. bukan matahari. Pengambilan keputusan (decision-making) Keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternative pengambilan keputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. Ontologi. Namun. Dalam membangun suatu ilmu. Arti . dibangun. pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan umum bahwa matahari mengelilingi bumi. Pihak yang membuat kebijakan memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep PENDEKATAN.Secara sederhana. Kebijaksanaan umum (public policy) Kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. 4. Artinya. Pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. ontologi adalah ilmu tentang hakikat sesuatu atau benda/hal/aspek apa yang dikaji. Dengan demikian. 5. Dalam ilmu politik. Pembagian (distribution) Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar. bagaimana dengan ilmu politik sendiri ? Secara ontologis. pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan sebaliknya. Aspek ontologi ilmu ekonomi misalnya adalah barang dan jasa. yaitu : 1. pada abad pertengahan. Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun. Kekuasaan (power) Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. 3. sesuatu yang diinginkan. Lalu. seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. Aksiologi adalah untuk apa bangunan ilmu yang dibuat diperuntukkan.

Saat pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi “sensitif” di dalam menganalisa gejala politik. dan Bersifat kemanusiaan serta empiris berorietasi masalah. Pasca Perang Dunia Kedua. Para teoretisi seperti David Easton. Dalam mendidik anak. Pendekatan dalam ilmu politik pun terbagi menjadi 3. dan negara-sentris Teoretis. Teoretisi seperti Andre Gunder Frank. Para pemikir politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu. Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk kemudian secara berturutturut. Spekulatif Preskriptif dan normatif Kualitatif Behavioral Postbehavioral Memisahkan fakta dengan nilai Fakta dan nilai bergantung pada tindakan serta relevansi antar keduanya Nonpreskriptif. Laissez Faire. Fokus utama pada Fokus pada Dunia Ketiga model Anglo Amerika Abstrak. Fokus utamanya pada negara demokrasi Barat (AS dan Eropa) Deskriptif. pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral. dan negara sentris Fokus utama pada struktur politik yang formal (konstitusi dan pemerintah) Historis atau ahistoris Etnosentris. dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah. orang tua biasanya mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter. jika Laissez Faire cenderung membebaskan/membiarkan. . Jean Jacques Rousseau atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional. orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak. dan berorientasi perubahan Fokus utama pada struktur serta Fokus pada kelompok kelas dan fungsi kelompok-kelompok konflik antarkelompok formal dan informal Ahistoris Holistik Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode. konservatif secara ideologis. obyektif. disusul dua pendekatan setelahnya. David E. Pendekatan post-behavioral Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut :[5] Tradisional Mencampuradukkan fakta dengan nilai. Pendekatan behavioral 3. Pendekatan tradisional 2. yaitu : 1. Almond adalah contohnya. radikal. Jika otoriter.dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana seseorang melihat suatu permasalahan. Apter atau Gabriel A. Normatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif Memperhatikan keteraturan atau ketidakteraturan Memperhatikan keteraturan atau Memperhatikan keseragaman ketidakteraturan dan keteraturan Etnosentris. muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. parokial. dan Demokratis.

asimilasi. Secara khusus. Aksiologi adalah guna dari suatu ilmu atau. kelas pekerja. faksi. hirarki. sebagai administratur negara ia berada dalam suatu kawasan yang bernama negara. individualisme. konsensus. etika Prostestan. Sosiologi Psikologi Ekonomi Filsafat Antropologi . kartel. Pengaruh ini dapat dilihat dari konsep-konsep (gagasan) dari ilmuilmu lain tersebut yang dipakai dalam studi politik. kehendak umum. oligarki. sekularitas. Aksiologi Ilmu Politik Ilmu kedokteran berorientasi pada peningkatan standar kesehatan masyarakat.Cardoso. attitude. ketergantungan. masyarakat majemuk. teologi (ilmu ketuhanan) dan ilmu jurnalistik serta para praktisi politik :[6] Bidang Ilmu Konsep yang Dipinjam Akomodasi. variabel-variabel pola. Alokasi sumber daya. perilaku. filsafat. sosialisasi. GNP. merkantilisme. suatu kondisi ekonomi akan memberi pengaruh-pengaruh tertentu atas kehidupan politik. Ia terikat oleh aturan-aturan (legislasi) yang dibuat pemerintah (DPR dan Eksekutif). aspirasi. Gestalt. media massa. bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Negara. ketidakkonsistenan status. struktur sosial. Ketiganya adalah aksiologi. klik. sirkulasi elit. personalitas. nasionalisme. pluralisme. agregasi. legitimasi. Anarkisme. empati. tipe ideal. korporatisme. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas). nilai. kohesi. Ilmu ekonomi pada bagaimana seseorang dapat makmur secara material atau ilmu militer pada penciptaan prajurit-prajurit yang dapat menjamin keamanan negara. ilmu politik diharapkan akan memberi wawasan baru bahwa dalam kerja keseharian. revolusi industri. Gemeinschaft-Gesellschaft. Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan untuk “membahagiakan hidup manusia” yang tinggal dalam suatu wilayah yang sama. untuk apa ilmu tersebut diperuntukkan nantinya. alienasi. kelas sosial. antropoloogi. liberalisme. Di bawah ini hanya akan diajukan contoh pengaruh dari ilmu sosiologi. ekonomi. gerakan sosial. Akulturasi. dan sebaliknya. Ketiga pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara “zakelijk” (tepat/pasti) melainkan kadang tercampur satu sama lain. monarki. segregasi. itegrasi sosial. strereotip. perilaku kolektif. tirani. Ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain. aristokrasi. afinitas. Afeksi. industrialisasi. masyarakat massa. kasta. ambivalensi. Bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. Aksiologi ilmu politik adalah untuk memberi “jalan atau cara” yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antar kelompok dalam masyarakat. wilayah terbelakang. belajar politik diharapkan akan memberi wawasan bahwa kelompok-kelompok ekonomi amat terpengaruh oleh sebuah keputusan politik. psikologi. kontrol sosial. patriarki. kesadaran. idealisme. atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. demokrasi. militerisme. kelangkaan. nepotisme.

3. Tingkah Laku Politik Bidang ini mempelajari tingkah laku politik bukan hanya aktor dan lembaga politik formal. Suatu metode riset soal bagaimana membangun suatu standar. Dengan demikian. Ilmu Politik (Political Science) Bidang ini membahas bagaimana politik dapat dianggap sebagai bidang ilmu tersendiri.Teologi Jurnalis dan Politisi Anomi. para pakar yang tergabung ke dalam International Political Science Association merasa perlu untuk membagi disiplin ilmu politik ke dalam sub-sub disiplin yang lebih rinci. Imperialisme. sindikalisme. bagaimana sosialisasi politik yang dilakukan dalam suatu sekolah. dan bagaiana melakukan analisis atas perbandingan yang dilakukan. yaitu :[7] 1. netralisme. Ada 9 subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik. patronase. sistem peradilan. 5. Lembaga-lembaga Politik Bidang ini mempelajari lembaga-lembaga politik formal yang mencakup : sistem kepartaian. aturan. propaganda. Sub-sub Disiplin Ilmu Politik Ilmu politik merupakan suatu bidang keilmuwan yang cukup luas. nihilisme. struktur pemerintahan. 2. Beberapa konsep dari yag disebut di atas akan kembali kita temui dalam materi-materi Pengantar Ilmu Politik selanjutnya. dengan maksud untuk mengidentifikasi serta menjelaskan perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan yang ada di antara negara yang diperbandingkan. pemerintahan lokal. bagaimana seorang atau sekelompok kuli panggul memandang presiden di negara mereka. pelayanan sipil. internasionalisme. tetapi juga aktor dan lembaga politik informal. dan hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lain. Misalnya mempelajari perilaku pemilih dalam ‘mencoblos’ suatu partai dalam Pemilu. lobi. plebisit. 4. isolasionisme. Meskipun dipinjam. dewan legislatif. konsep-konsep tersebut di atas telah terinternalisasi dengan baik sehingga menjadi konsep-konsep mapan di dalam ilmu politik. sejarah ilmu politik. kiri dan kanan. sosialisme. serta angkatan bersenjata. karisma. otoritas sentral. sistem pemilihan umum. Politik Perbandingan Politik perbandingan adalah suatu subdisiplin ilmu politik yang mempelajari: Perbandingan sistematis antarnegara. Hubungan Internasional .

Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik Berbicara mengenai pendekatan maka kita berada dalam kerangka aspek epistemologi ilmu pengetahuan. segala aktivitas politik yang melampaui batas yuridiksi wilayah satu atau lebih negara.terdapat 6 pendekatan . atap. Konsep-konsep yang dibangun oleh subdisiplin Teori Politik nantinya digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena politik yang ada. konflik internasional. Demikian pula aneka ragam uji statistik (dalam tradisi behavioral analysis) yang digunakan untuk menganalisis data. behavioral. distribusi air. tata urut penemuan suatu pengetahuan akan dapat dilihat. masuk ke dalam subdisiplin ini. Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap. 8. diterapkan teori ISOLASIONISME (pinjaman dari bahasa jurnalistik). Dengan epistemologi. Singkatnya. 7. Teori ini digunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya gerakan-gerakan perempuan di hampir seluruh belahan dunia. Misalnya mengaplikasikan peminjaman konsep-konsep dari ilmu sosial lain guna diterapkan dalam ilmu politik.Bidang ini mempelajari politik internasional. Administrasi dan Kebijakan Publik Subdisiplin ini mempelajari rangkuman aktivitas pemerintah. 6. Dalam pertemuan 2 kita telah membahas adanya 3 pendekatan besar dalam ilmu politik yaitu tradisional. Metodologi Politik Subdisiplin ini khusus mempelajari paradigma (metodologi) serta metode-metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik. Ekonomi Politik Sub disiplin ini menekankan pada perilaku ekonomi dalam proses politik serta perilaku politik dalam pasar (marketplace). yaitu : fundasi. Demikian pula. serta organisasi-organisasi internasional. Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik. Demikian pula halnya dalam ilmu politik. Apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif yang akan digunakan dalam suatu penelitian. Misalnya. hukum internasional. dan keindahan ruangan. Rumah misalkan saja terdiri atas 6 buah aspek. politik luar negeri. Teori Politik Bidang ini secara khusus membahas pembangunan konsep-konsep baru dalam ilmu politik. saat ini ilmu politik telah mengaplikasi suatu teori baru yaitu FEMINISM THEORY. Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta menyimpulkan sebuah gejala politik. Apter—. Pendekatan dapat dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. baik secara langsung atau tidak langsung (melalui agen). di mana aktivitas ini mempengaruhi kehidupan warganegara. untuk menjelaskan politik “menutup” diri Jepang dan Amerika Serikat (sebelum Perang Duia I). 9. Atau. Di dalam ilmu politik —-sekurang-kurangnya menurut David E. halaman. orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil penelitian melalui perspektif halaman. dan postbehavioral. dinding.

gimnastik. Namun.[8] Pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu politik adalah terdiri atas Filsafat Politik. pertengahan. tukang. pedagang. seorang penguasa bagi Plato harus seorang filosof-raja. yaitu fenomena politik. Dengan demikian. Negara. golongan penjaga dilarang untuk memuaskan kepentingan pribadi masing-masing. dan pelaut. (3) para pemimpin. Dengan menguasai filsafat. Karena mereka hanya memahami kepentingan mereka sendiri. diberi pendidikan yang materinya mengarah pada tertib dan kebijaksanaan seperti filsafat. seorang raja akan mampu memahami melihat hakikat-hakikat rohani di belakang bayang-bayang inderawi yang selalu berubah-ubah ini. Strukturalisme. meskipun keenam perspektif tersebut berbeda. pencerahan. Paparan berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per satu. kehidupan negara yang sempurna akan tercapai jika prinsip-prinsip keadilan ditegakkan. (2) para penjaga. Filsafat Politik Filsafat politik adalah suatu pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik. makan serta tidur bersama-sama. dan Developmentalisme. Tradisi Klasik (Plato dan Aristoteles) Plato hidup pada masa ketika negara-kota Athena menjadi rebutan dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk memimpin.dalam memahami fenomena politik. sama seperti masalah rumah tadi. Sebab itu dapat dikatakan ahwa sumber kekuasaan adalah . Keadilan —menurut Plato— adalah tatanan keseluruhan masyarakat yang selaras dan seimbang. Hal ini mungkin dilakukan oleh sebab filsuf-raja telah melepaskan diri dari ikatan-ikat nafsu dan indera serta bebas dari pamrih. Golongan penjaga ‘disapih’ sejak umur 2 tahun. bagi Plato. Institusionalisme. Behavioralisme. dan musik. keenam pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang. Di dalam politik demikian pula halnya. Keenam pendekatan tersebut memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. tetapi tetap menganalisa satu bidang yaitu rumah. di mana posisi ideal penguasa dengan yang dikuasai. Mereka dilarang berkeluarga. Dalam pendekatan filsafat politik dikenal empat tradisi besar yaitu tradisi klasik. dan.[9] Para pekerja terdiri atas mereka yang bekerja agar barang-barang kebutuhan manusia dapat tersedia: para petani. Masyarakat yang adil adalah masyarakat yang dipersatukan oleh tatanan yang harmonis. dan radikal. yaitu (1) para penjamin makanan (pekerja). wanita dan anak dimiliki bersama. buruh. terdiri atas tiga golongan besar. pengemudi kereta. mereka harus harus diatur agar hidupnya selaras dengan kepentingan umum oleh para penjaga. di mana masig-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka. juga menyinggung masalah moral politik. Bagi Plato. serta hidup. Pendekatan ini mengkaji mengapa suatu negara terbentuk. siapa yang layak memerintah. A. Golongan kedua (para penjaga) mengabdikan seluruh hidupnya demi kepentingan umum. Plato mempromosikan filsafat politiknya demi memberi arahan yang benar seputar bagaimana menyeenggarakan kehidupan bernegara. Untuk itu. khususnya mereka yag paling memahami filsafat (ahlinya: filosof). apa tujuan negara. tidak boleh punya milik pribadi. Golongan ketiga (para pemimpin) dipilih di antara para penjaga. Pluralisme.

kekuasaan tersebut jangan berada di tangan golongan miskin atau kaya. melainkan golongan menengah. Pemimpin negara adalah orang yang ahli dan teruji kepemimpinannya secara praktis. Otoritas akan dijalankan oleh filosof-raja yang memerintah untuk menegakkan keadilan. Pemikiran Plato mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut : Sarana Para Penguasa Otoritas (1) ↑ Rakyat Pekerjaan (4) Keterangan : Penguasa menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan umum sebagai hasil dari kecerdasan mereka. Satu hal penting lain. Aristoteles menyarankan pembetukan suatu negara bernama POLITEIA (negara yang berkonstitusi). Sebab itu. kekuasaan suatu negara harus berada di tangan banyak orang agar suatu keputusan tidak dibuat secara pribadi melainkan kolektif. Dengan demikian. Secara sederhana. tugas negara bagi Aristoteles pun jelas: Mengusahakan kebahagiaan hidup warganegaranya. Aristoteles menentang gagasan Plato untuk menyerahkan kekuasaan negara hanya kepada filosof-raja yang tanpa konstitusi. pemikiran Aristoteles mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut ini: Sarana Warganegara Individual Pilihan (4) ↓ Konstitusi Campuran ← Tujuan Kebijaksanaan (praktis) (3) ↑ Kebahagiaan → ← Tujuan Keadilan (2) ↓ Potensialitas (3) Polis (negara) → . seluruh penguasa harus takluk kepada hukum. Sebaliknya. Bagi Aristoteles pun.’ Sumber kekuasaan dalam Politeia adalah hukum. Namun.[10] Artinya. bentuk kekuasaanya berada di tengah-tengah antara oligarki dengan demokrasi. Keadilan diberikan kepada rakyat untuk diselenggarakan pada pemenuhan potensi-potensi yang dicapai melalui pekerjaan. Pekerjaan akhirnya akan menghasilkan sumber-sumber yang perlu untuk otoritas. Manusia adalah makhluk sosial sekaligus zoon politikon (makhluk politik). manusia harus mau berinteraksi di dalam negara (berinteraksi dengan orang lain) demi mencapai kebahagiaan hidup sendiri dan bersama. Aristoteles (384-322 sM) mempersamakan tujuan negara dengan tujuan manusia: Menciptakan kebahagiaan (Eudaimonia). negara sama seperti organisme: Ia mampu berkembang dan mati.PENGETAHUAN yang dicapai melalui pendidikan. Kepentingan umum sebaliknya. bukan filsuf yang hanay duduk di ‘menara gading. merupakan pemenuhan setiap potensipontesi yang ada pada diri individu. Bagi Aristoteles. sebab manusia tidak dapat berbuat banyak demi mencapai kebahagiaan tanpa bantuan orang lain.

dan kemaksiatan. Magnum opus Aquinas adalah “Summa Theologia. kekuasaan untuk menjalankan negara itulah justru yang berasal dari Hukum Tuhan (Divine Law). Ia membagi negara ke dalam dua substansi: Sekuler dan Surgawi. pengumbaran hawa nafsu. kebobrokan moral.(1) (2) Aristoteles menekankan pentingnya konstitusi campuran yang merupakan aturan dasar kehidupan bernegara. dan Martin Luther)[11] Santo Agustinus (13 Nopember 354 M – 28 Agustus 430 M) Agustinus menulis magnum opus-nya De Civitate Dei (Kota Tuhan). B. Konsepsi negara surgawi dan diaboli dianalogikan Agustinus seperti kisah Kain dan Habel. Setiap kebijaksanaan menghasilkan pilihan-pilihan baru bagi para warganegara yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk konstitusi campuran. kekuasaan harus diperguakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan hukum Tuhan. Jika penguasa mulai melenceng. keluhuran budi. Negara sekuler ditandai oleh kebohongan. Thomas Aquinas. Kontitusi ini harus menunjuk kebahagiaan setiap individu sebagai hal ideal yang harus dicapai suatu negara. Keprihatinan lain Luther adalah anggapan suci yang berlebihan atas para pemuka agama. penghianatan.” Berbeda dengan Agustinus. Luther juga meulai prithatin akan gejala takhayulisme dan mitologisasi patung-patung orang-orang suci gereja. sementara negara surgawi sebaliknya. Negara adalah alamiah sebab tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang hidup di dunia. Sebab-sebab pemberontakannya adalah mulai korupnya kekuasaan Bapa-Bapa gereja. Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M). Aquinas menyarakankan “Jangan melawan penguasa yang tiran. Sebab itu. Namun. Perilaku Kain yang negatif mencerminkan pengumbaran hawa nafsu. ketidakadilan. Negara sekuler (diaboli) adalah negara yang jauh dari penyelenggaraan hukum-hukum Tuhan. Negara Surgawi (disebut pula negara Allah) ditandai oleh penjunjungan tinggi atas kejujuran. Namun. sementara perilaku Habel mencerminkan ketaatan pada Tuhan. Penyembahan Tuhan lalu dijadikan penghayatan oleh subyek bukan terlembaga seperti gereja Katolik. Akhirnya. berbeda dengan pemikiran Katolik pertengahan. keadilan. isalnya mengkomersilkan surat pengampunan dosa (surat Indulgencia). kecuali sungguh-sungguh ada seseorang yang mampu menjamin stabilitas setelah si penguasa tiran tersebut digulingkan. Luther menyarakan pemisahan kekuasaan gereja (agama) dengan kekuasaan negara (sekuler). serta keindahan. sebab sesungguhnya mereka pun manusia biasa. Aquinas menyatakan bahwa negara adalah sama sekali sekuler. Tradisi Abad Pertengahan (Santo Agustinus. . rakyat berhat untuk mengkritik bahkan menggulingkannya.” Martin Luther (1484-1546 M) Tahun 1517 memberontak terhadap kekuasaan gereja Roma. gereja harus ditempatkan di bawah pengawasan negara. Sebab itu. Kebahagiaan secara praktis diturunkan ke dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan praktis. Penguasa harus ditaati selama ia mengusahakan terselanggaranya keptingan umum. Luther menuntut Paus agar mengakui kekuasaan para raja dengan tidak mengintervensi penyelenggaraan kekuasaan dengan dalih-dalih penafsiran kitab suci.

Tujuan seorang penguasa adalah mempertahankan kekuasaan dan untuk itu. dinas militer.Secara umum. Bagaimana raja terjaga dari kemungkinan penyelewengan kekuasaan? Hobbes menjawa: “Tidak mungkin sebab raja dituntun oleh hukum moral di alam dirinya!” . moral bahkan Tuhan. dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh para penguasa. mutlak. Aquinas. Untuk mengatasi situasi perang tersebut perlu dibentuk negara guna menciptakan stabilitas dan kedamaian. Hobbes berbeda dengan Aristoteles sebab memperbolehkan pemerintahan tanpa konstitusi. Hukum praktis ini dibuat oleg rakyat dan disebut hukum positif. Situasi dalam masyarakat sebelum adanya negara adalah Bellum Omnium Contra Omnes (perang semua lawan semua). agama. pemikiran Agustinus. Justru. Machiavelli menandaskan bahwa kekuasaan merupakan awal dari terbentuknya negara. Thomas Hobbes (1588-1679 M). dan kewajiban-kewajiban lain. Tradisi Pencerahan (kembali ke persoalan duniawi) Niccolo Machiavelli (1469-1527 M).[12] Dalam magnum opus-nya “Il Principe” (sang pangeran). bagi Machiavelli kekuasaan ada di dalam dirinya sendiri. Secara sederhana. dan Luther. Negara adalah simbol kekuasaan politik tertinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak. bukan berasal dari Tuhan atau doktrin agama manapun. ia harus menyelenggarakan kesejahteraan rakyat secara umum agar si penguasa tersebut semakin dicintai dan didukung rakyat agar terus berkuasa. Dari wahyu muncul nalar. dapat dirangkum ke dalam bagan berikut : Sarana Yang Mengatur Negara Manusia ← (akal) (2) ↓ Kepatuhan Pada → Hukum Positif (3) Tujuan Masyarakat Baik Sebagai Kota Tuhan (wahyu) (1) ↑ Kejayaan (Grace) (4) Yang Diatur Keterangan : Wahyu turun dari Tuhan. Raja harus licik sekaligus jujur. C. Aquinas. yaitu hukum yang menunjukkan apa apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya.” Bagi Hobbes. warisan. Berbeda dengan pemikiran Agustinus. sebab manusia secara mendasar memiliki naluri-naluri ‘buas’ di dalam dirinya. Magnum opus-nya Thomas Hobbes adalah “Leviathan. manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus). Hukum ini dimaksudkan demi menciptakan kejayaan (grace). dan dari nalar tampil hukum alam. dan Luther berada dalam konsep umum teokrasi (pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip ketuhanan). Il Principe menceritakan soal apa yang seharusnya dilakukan seorang raja untuk mempertahankan atau menambah kekuasaannya. Dari hukum alam maka lahir hukum praktis yang mengatur harta benda.

Ketergantugan adat kebiasaan atas iklim dan kondisi alam suatu wilayah 4. individu-individu dalam masyarakat sepakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak. Magnum opus Rousseau adalah “The Social Contract. tetapi ia berangsur-angsur memburuk perilakunya karena menjaga harta milik dari jarahan individu lain. yaitu Legislatif (membuat UU). Perekonomian. Artinya.” Menurut Locke. Locke berbeda dengan Hobbes. Kekuasaan bersama ini kemudian dinamakan Negara. Dan tidak hanya itu. kebebasan dan kekuasaan yang dimilikinya kepada suatu kekuasaan bersama. Montesquieu (1689-1755 M). Eksekutif (melaksanakan UU). Pengaturan militer dan pajak 3. Negara berdaulat selama diberi mandat oleh rakyat. dengan rincian berikut : 1. Namun. dan Yudikatif (mengawasi pembuatan dan pelaksanaan UU). Montesquieu merasa perlu untuk memisahkan tiga jenis kekuasaan. Locke menyarankan adanya 3 bentuk kekuasaan yang terpisah. dan berasal dari kelas borjuis. Magnum opus dari Montesquieu adalah “The Spirit of the Laws. yaitu : • • • Legislatif (pembuat UU) Eksekutif (pelaksana UU) Federatif (hubungan dengan luar negeri) —. negara dibutuhkan untuk menjamin hak milik pribadi. Agama 6. Locke menyarankan diselenggarakannya demokrasi perwakilan. Namun.John Locke (1632-1704 M) Magnum opusnya John Locke “Two Treatises of Government. Perancis. dan Feodalisme. Untuk menjamin kebebasan warganegara. di mana wakil-wakil rakyat yang membuat undang-udang.” Dalam karya tersebut. Jean Jacques Rousseau (1712-1778 M). manusia pada dasarnya adalah baik. Rousseau menyebutkan bahwa negara terbentuk lewat suatu perjanjian sosial. bahwa kekuasaan seorang raja harus dibatasi. negara yang dibentuk harus berdasarkan konstitusi dan kekuasaan yang ada harus dibeda-bedakan. Hukum secara umum dan bentuk-bentuk pemerintahan 2. Kedaulatan tersebut akan tetap absah selama negara tetap menjalankan fungsi sesuai kehendak rakyat.sementara dipegang eksekutif. “rakyat” yag diwakili tersebut adalah laki-laki. Dalam menjalankan hidup keseharian . Uraian tentang hukum Romawi.” Buku ini terdiri atas 31 buku yang dibagi ke dalam 6 bagian. 5. Sebab itu.

Baginya.” Mill amat menjunjung tinggi kehidupan politik yang negosiatif. dan kekuasaan demi menjaga stabilitas dan ketertiban agar setiap individu mampu menikmati hakhak mereka dengan rasa aman. Tradisi Modern Georg Wilhelm Friedrich Hegel Magnum Opus-nya : “The Phenomenology of Mind. Negara berasal dari gerak dialektis (pertentangan) di tengah masyarakat. Untuk menjamin terselenggaranya hak tersebut. Bagi Mill. Pertentangan mengalami penyelesaian melalui media terbentuk dan terselenggaranya negara. tetapi sendiri melakukannya di kehidupan publik.negara. Kepentingan negara harus didahulukan ketimbang yang terakhir. Ia menyatakan bahwa negara cuma sekadar alat dari kelas ‘kaya’ ekonomis untuk mengisap kelas ‘miskin’ (proletar). Dengan demikian. Pengahapusan negara melalui revolusi proletariat. Dengan adanya negara. yang ‘banyak’ harus didahulukan . Marx (murid Hegel) menentang gurunya . Masing-masing rakyat datang ke pertemuan umum dan menegosiasikan kepentingannya dengan individu lain. penindasan kelas pertama atas yang kedua berlanjut. Rousseau tidak menghendaki demokrasi perwakilan melainkan lagsung. Kekuatan tersebut ia sebut Ide Mutlak. mereka memberi dukungan pada seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur mereka. Dukungan melahirkan kekuasaan.” Menurut Hegel ada satu kekuatan absolut yang sedang bekerja di dunia ini. negara muncul hanya sebagai instrumen untuk menjamin kebebasan individu. hal yang harus diperbuat negara adalah menciptakan Greatest Happines for Greates Number (kebahagian terbesar untuk jumlah yang terbesar). Ide mutlak bergerak dalam sejarah dan bentuk yang paling sempurna adalah negara. pendekatan filsafat politik tradisi pencerahan dapat dilihat pada bagan berikut : Sarana Para Penguasa Kekuasaan (3) ↑ Dukungan (2) → Tujuan Stabilitas dan Ketertiban (4) ↓ Hak-Hak (1) Yang Dikuasai Keterangan : ← Hal paling penting dalam tradisi pencerahan adalah hak-hak individu manusia (bukan Tuhan atau masyarakat). negara adalah bentuk tertinggi pengorganisasian manusia dan ia mengatasi kepentingan-kepentingan individu.[13] John Stuart Mill Magum opusnya “On Liberty. prinsip mayoritas harus dijunjung tinggi dalam suatu negara. Baginya. Penindasan hanya dapat dihentikan jika negara dihapuskan. D. dengan demikian. Artinya. Karl Heinrich Marx Magnum opus-nya Manifesto Komunis (bersama Friedrich Engels). Bagi Mill. Secara umum. setiap masyarakat tidak mewakilkan kepentinga politiknya pada seseorang atau sekelompok orang.

Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Di samping partai. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. seperti pendekatan Institusionalisme). Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. bagaimana kekuasaan dijalankan. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal.ketimbang yang sedikit. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). Dalam menjalankan fungsinya. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). sementara di sistem presidensil oleh presiden. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Kekuasaan (asal-usul. terdapat kelompok kepentingan. atau .[15] Misalnya. Terdapat juga kelompok penekan. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. pemegang. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untukmengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan.

penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : . sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner.[18] Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. Dalam analisa Marx. yaitu Belanda (Eropa). Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. mobilitas sosial (urbanisasi. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Menurut Huntington. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. parlemen.[17] Peneliti lain.[20] Bagi Huntington. terpaan media. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan.[19] Misalnya. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. Bagi Huntington. Menurut Lerner. India) di posisi tengah. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. [16] Robert A. hanya alat dari struktur kelas ini. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. Misalnya. akan muncul situasi disorder. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. jika partisipasi politik tinggi. C. Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II.mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. Negara. kaum asing lain (Cina. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. bukan piramidal. bagi Marx. literasi. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Arab. Dahl sebaliknya. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. Bagi Frank. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Dengan demikian. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. dan eksekutif. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. Namun.

Pengantar Ilmu Politik. Chilcote. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Pengantar Analisa Politik. (Jakarta: Rajawali. (New York: Oxford University Press. Pengantar Ilmu Politik. et al. Suriasumantri.5.103. Metodologi Penelitian Filsafat. op. Michael G.293.. • • • • • • • • • • • . 1996). et al. cet. 1997). Apter. Seluruh bab.cit. (Jakarta: Rajawali Press.7.5. cet. 1981).cit. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.. 1996).[21] Referensi • • • • Carlton Clymer Rodee. Miriam Budiardjo.. Roskin. [3] Sudarto. Footnote: [1] Carlton Clymer Rodee. 2002). 2-3. Jujun S. (Boulder. Suriasumantri. (Jakarta: Sinar Harapan. 1995). (Jakarta: Sinar Harapan.57 [6] Didasarkan atas Robert E.kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). 1985). Robert E. p..perilaku pemerintah lokal yang korup . h. (Jakarta: Rajawali.modal asing . Colorado: Westview Press. 1981). Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Chilcote. h. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. (Jakarta: Rajawali. [5] Ronald H. (Boulder. p. 1995). [8] Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. Dasar-dasar Ilmu Politik.. Ronald H. 2002). Metodologi Penelitian Filsafat. A New Handbook of Political Science. (Jakarta: Rajawali Press.29. 1994). Sudarto. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. p. op. (New York: Oxford University Press.. [4] Jujun S. 2000).. Fifth Edition. A New Handbook of Political Science. h. [2] Robert E. Colorado: Westview Press. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.. Political Science: An Introduction. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. 1997). et al. (Jakarta: Gramedia. [7] Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E.

h. [10] J. 94-102 [16] David E. [19] Ronald H. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe.. (Jakarta: Rajawali Press. Political Order in Changing Societies. h. sosiologi. Lihat juga Ronald H.194-207. (Yale University Press. Colorado: Westview Press. Chilcote. [20] Samuel P. p. psikologi. Bab pendahuluan. dan perusahaan-perusahaan multinasional. Seluruh buku. 1999).P. merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. 1981).245. Filsafat Politik Plato. (Jakarta: Rajawali Press. 1968).H.5. (Jakarta: Gramedia. 1985). Aristoteles. Colorado: Westview Press. Chilcote. Pengantar Analisa Politik. [21] Ronald H. sejarah. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. p. antropologi. 1981). 187-8. [13] Karl Marx dan Friedrich Engels. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.• • • • [9] Franz Magnis-Suseno. Augustinus. h. Varma. hukum. Pengantar Analisa Politik. • • • • • • • • • Hubungan Internasional.195-6. [12] Lee Cameron McDonald. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Rajawali. [11] Mengacu pada Ahmad Suhelmi. Manifesto Partai Komunis. Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. (Boulder. [14] David E. adalah cabang dari ilmu politik. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. 1985). geografi. organisasi-organisasi antarpemerintah. [17] Robert A. New Haven: Yale University Press. p.158-184. Pemikiran Politik Barat. h. organisasiorganisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. Chilcote. Colorado: Westview Press. Rapar. Huntington.465-467. (Semarang: ISEA. 1981). HI mencakup rentang isu yang luas. 1999). (Jakarta: Gramedia.. (Boulder. [15] S. Colorado: Westview Press. Apter. [18] Ronald H. 1999). 1974). Dahl. h. (Boulder. Etika Politik.358. studi-studi budaya dalam kajian-kajiannya. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. Chilcote. Apter. 2001). Selain ilmu politik. dari globalisasi dan dampakdampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian . p. Regimes and Oppositions. (Boulder. filsafat. Machiavelli. 2001). (Jakarta: Graedia. Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu seperti ekonomi. 1968.). Teori Politik Modern. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. termasuk peran negara-negara.358. (Jakarta: Rajawali. p. p. Seluruh buku. 2002).290-1. 1981). (ed.

lewat kolonialisme. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity. Pada awal 1920-an. dan Asia. HI sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional. Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika. yang mencakup level individual. negara-bangsa domestik sebagai suatu unik. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker. dan “standar-standar peradaban”. hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. dan hak-hak asasi manusia. terorisme. nasionalisme. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I. Sebelumnya. didirikan di Jenewa. perkembangan ekonomi. Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. teori HI .ekologis. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies. keselamatan umat manusia. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. Aberystwyth. Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes Ã(c)tudes internationales). kejahatan yang terorganisasi. proliferasi nuklir. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher Schooldi Tufts. Lebih lanjut. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI. Westphalia mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state). banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pramodern”. institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara. sistem ini agak terlalu disederhanakan. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. ketika sistem negara modern dikembangkan. Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648]. Pada 1919. Studi Hubungan internasional Pada mulanya. Namun. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan. Afrika. institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. dan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. Swiss. Pada 1927. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. Namun.

Emansipatoris. Hugo Grotius. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain. istilah kunci : Pacific UnION Liberalisme. menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). agen. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis. Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. Demikian juga. Alienisasi. Francisco de Vitoria. ukuran kekuatan-kekuatan militer. Pada abad ke-20. Konstruksivisme Fungsionalisme Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme [[Neorealisme]. Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara.memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum. dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis. Paradigma Kesadaran. Dipelopori oleh Robert Keohane. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. seperti teori pilihan rasional. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin. seperti neo-realisme. Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. untuk memahami isu-isu lingkungan Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. sistem internasional Idealisme. Dewasa ini. istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. istilah kunci : struktur. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. Epistemologi ini menolak ideide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus . Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas.

Perlu diperhatikan bahwa para penulis klasik seperti Thucydides.) Teori-teori Positivis Realisme Realisme. yang berargumen dengan berbagai cara bahwa negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan bahwa perang terlalu destruktif untuk bisa dikatakan sebagai pada dasarnya sia-sia. Liberalisme/idealisme/Internasionalisme Liberal Teori hubungan internasional liberal muncul setelah Perang Dunia I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi perang dalam hubungan internasional mereka. Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu sampai paham tersebut secara kolektif dan mengejek disebut sebagai idealisme oleh E.pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. Para realis awal seperti E. atau “nilai-nilai”. Daniel Bernhard. dan Hans Morgenthau berargumen bahwa. dengan mempertimbangkan etika. bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. Mereka menolak berbagai penjelasan yang mempertimbangkan pengaruh karakteristik-karakteristik dalam negeri negara-negara. Negara-negara dipaksa oleh pencapaian yang relatif (relative gains) dan keseimbangan yang menghambat konsentrasi kekuasaan.H. Para realis melihat Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori mereka. untuk maksud meningkatkan keamanan mereka. Tidak . the State. yang berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum internasional. sebagai tanggapan terhadap liberalisme. Namun. dan Hobbes sering disebut-sebut sebagai “bapak-bapak pendiri” realisme oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai realis kontemporer. Neorealisme Neorealisme terutama merupakan karya Kenneh Waltz (yang sebenarnya menyebut teorinya “realisme struktural” di dalam buku karangannya yang berjudul Man. Machiavelli. Carr.H. dikemukakan oleh Hans Kóchler. Setiap kerja sama antara negara-nge dijelaskan sebagai benar-benar insidental. ketiga orang tersebut tampaknya tidak mungkin menggolongkan diri mereka sendiri sebagai realis (dalam pengertian yang dipakai di sini untuk istilah tersebut). Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. meskipun karya mereka dapat mendukung doktrin realis. Carr. and War). Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. bahwa hubungan internasional dikarakterka oleh hubungan-hubungan antarnegara yang antagonistik. Sambil tetap mempertahankan pengamatan-pengamatan empiris realisme. sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif. pada intinya menyangkal bahwa negaranegara berusaha untuk bekerja sama. Pendukung-pendukung awal teori ini termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell. Sebuah versi baru “idealisme”. hal-hal apa sajakah yang membentuknya. para pendukung neorealisme menunjuk struktur anarkis dalam sistem internasional sebagai penyebabnya. negaranegara adalah aktor-aktor rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri (self-interested).

hanya saja kerjasama bukanlah norma. aturan yang tegas. Seringkali mereka menyebutkan kerjasama di bidang perdagangan. Hal lain yang juga membedakan neo-realisme dari realisme adalah bahwa neo-realisme tidak menyetujui penekanan realisme pada penjelasan yang bersifat perilaku dalam hubungan internasional. berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan . kerjasama merupakan sebuah perbedaan derajat). intervensi pemerintah untuk mencegah terbentuknya monopoli dan bentuk-bentuk konglomerasi yang lain. rejim adalah contoh dari kerjasama internasional. Bila dilihat dari definisinya sendiri. neo-realisme berusaha ilmiah dan lebih positivis. para teoritisi rejim menyatakan kerjasama tetap ada dalam situasi anarki sekalipun. dan keamanan bersama di antara isu-isu lainnya. Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran pemikiran Inggris) Teori masyarakat internasional. tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting. juga disebut Aliran Pemikiran Inggris. hak asasi manusia. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme. Krasner mendefinisikan rejim sebagai “institusi yang memiliki sejumlah norma. Teori ini mengasumsikan kerjasama bisa terjadi di dalam sistem negara-negara anarki. Hal ini juga berarti bahwa pada dasarnya bangsa-bangsa bebas membuat pilihan-pilihan mereka sendiri tentang bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tanpa organisasi-organisasi internasional yang merintangi hak suatu bangsa atas kedaulatan. Neoliberalimse juga mengandung suatu teori ekonomi yang didasarkan pada penggunaan pasar-pasar yang terbuka dan bebas dengan hanya sedikit. Tapi tidak semua pendekatan teori rejim berbasis pada liberal atau neoliberal. Contoh-contoh kerjasama tadilah yang dimaksud dengan rejim. dan prosedur yang memfasilitasi sebuah pemusatan berbagai harapan. Teori Rejim Teori rejim berasal dari tradisi liberal yang berargumen bahwa berbagai institusi atau rejim internasional mempengaruhi perilaku negara-negara (maupun aktor internasional yang lain). bagian baru teori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan juga Joseph Nye.seperti realisme. Sementara realisme memprediksikan konflik akan menjadi norma dalam hubungan internasional. jika memang ada. Para pendukung seperti Maria Chatta berargumen bahwa negara-negara akan bekerja sama terlepas dari pencapaian-pencapaian relatif. Meningkatnya interdependensi selama Perang Dingin lewat institusi-institusi internasional berarti bahwa neoliberalisme juga disebut institusionalisme liberal. Neoliberalisme Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional. Definisi rejim yang paling lazim dipakai datang dari Stephen Krasner. beberapa pendukung realis seperi Joseph Greico telah mengembangkan sejumlah teori cangkokan yang membawa sebuah pendekatan berbasis realis ke teori yang berdasarkan pada liberal ini. dan dengan demikian menaruh perhatian pada pencapaian-pencapaian mutlak. (Kerjasama menurut kelompok realis bukannya tidak pernah terjadi.

Teori Kritis Teori hubungan internasional kritis Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. Para pendukung pascapositivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. Pada pendukung seperti Andrew Linklater.nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. hukum internasional. banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut. Social Theory of International Politics 1999). Sebagai contoh. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. Dengan demikian. teori ini tidak selalu positivis. Robert W. Contoh norma-norma seperti itu mencakup diplomasi. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. Cox. tatanan. Namun. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis. Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. dan dibagi kembali antara para solidaris. dan para pluralis. . Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. Tidak seperti neo-realisme. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara.

Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain. dan teori dependen. Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). sebagai contoh lewat teologi. kapabilitas. Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin. Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara. feminisme. menembus negaranegara berkembang lewat penasihat politik.neofungsionalisme. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (hard power) dan kekuasaan yang lunak . yang dikarakterkan oleh Anarki. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan. konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional. Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) dan “warga sipil”. sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. misionaris. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) untuk ekspor. pakar. dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. dan perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. Dengan demikian. seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang “gender” war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangan-tantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan).

A. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional.(soft power). hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa. dengan sistem internasional didominasi oleh konflik antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya. dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. khususnya keadaan unipolaritas. dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional. yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin. memperkukuh ide-ide bahwa hubunganhubungan dikarakterkan oleh interdependensi. Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. Organski. dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi. Sebagai akibatnya. yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu. Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin. Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di Eropa sebelum Perang Dunia Pertama. Polaritas Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut. seperti penggunaan kekuatan. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas. Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang. diplomasi.F. Namun. dan Belanda. Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan. Di sini konsepkonsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut.K. Pendukung utama teori tersebut. sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme Kenneth Waltz. sehingga mengakibatkan perang besar. Portugis. mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas. Peran institusi-institusi internasional. sistem internasional sebelum 1945 dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar). Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional. Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis. Dependensi . dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. dan pengaruh budaya. khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz.

Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties). dan penyesuaian aturan perdagangan. bukan sistem internasional. merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi. Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negaranegara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. Perlu diingat. Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen. Perang. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz. penggunaan kekuatan. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi . yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. • • • • Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar). Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan. yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain. Pada suatu tingkat. Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negaranegara. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. penggunaan kekuatan. sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional.Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme. atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme). semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi. penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. Pemberian sanksi. yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah. karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara.

sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal. Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. Kelompok-kelompok keagamaan. dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain. Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada). dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar. asf Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. • Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional – Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri. atau merupakan revisionis. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. etnis. dan sebagai dibentuk oleh pelbagai kendala. Sementara itu. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan. komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. yaitu menginginkan perubahan. dan yang menarik diri — Mengamati aspekaspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik • • . dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo. yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai realitas yang ada. karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. berdasarkan masyarakat global yang proletar. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor.dengan negara-negara lain dalam sistem internasional.

Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern. Banyak institusi legal memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB. lingkungan. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. • Ilmu. dan kesehatan dunia. perkembangan ekonomi. Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Teknologi. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). dan aktor-aktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu dan teknologi berdampak pada perkembangan. seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). PBB PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional. subsidiaritas. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). bisnis. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. teknologi. Institusi Ekonomi • • • • Bank Pembangunan Asia Dana Moneter Internasional Organisasi Perdagangan Dunia Bank Dunia Badan Hukum Internasional . yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. dan heterogenitas. perang-perang keagamaan. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. keamanan internasional. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. dan kesetaraan sosial”.etnis. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama.

Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan. peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah .Hak Asasi Manusia • • • • • • • European Court of Human Rights Human Rights Committee Inter-American Court of Human Rights Pengadilan Kriminal Internasional Pengadilan Internasonal untuk Rwanda Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia Dewan Hak Asasi Manusia PBB Hukum • • • • African Court of Justice European Court of Justice Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional untuk Hukum Laut Organisasi tingkat regional • • • • • • • • • ASEAN Liga Arab Persemakmuran Negara-negara Merdeka Uni Eropa CSCAP GUAM Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi NATO Organisasi Kerjasama Shanghai SAARC BAB V KESIMPULAN dan SARAN Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik.

fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). Dari analisa tersebut. dan heterogenitas. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power. subsidiaritas. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. Dengan demikian bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making). Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah . glory and riches). kebijakan publik (public policy). Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global.pemerintah. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. kedudukan. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). Dewasa ini. Politik adalah perebutan kekuasaan.

“Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Menurut Rod Hague et al. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat. mempertahankan . Definisi-definisi mengenai Negara. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. Maciver. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. Jenkin dalam The Study of Political Theory. Norms for political behavior. teori politik sistematis. yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Negara mempunyai sifat-sifat. ideologi. yaitu : a. Soltau. b. Robert M. Roger H. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. Max Weber. 3. dan sebagainya. Laski. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). antara lain adalah : . antara lain adalah : 1. Harold J. Menurut Thomas P. teori politik dibedakan menjadi dua.konflik dan konsensus. dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. 2. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. 1.

Jujun S. M. Fifth Edition. 2007.. 2002). Maurice. 1993.. Letter to Bishop Mabdell Creighton. 2008. BAB VI DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • Ghufran. http://gdpermana. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. Robert E. Michael G. b) Sifat Monopli. Political Science: An Introduction.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. et al. Duverger.blogspot. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko.” Pacific Community. 2009). 1995). John. Suriasumantri. Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). 2005. Jakarta. 1887. (Jakarta: Gramedia. Acton. Miriam Budiardjo. Geventa. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Dasar-dasar Ilmu Politik. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. Putra. (Jakarta: Sinar Harapan. 1994). Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. 2000). Lord. Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal). ). Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara.. Pengantar Ilmu Politik. et al. Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan. Kordi K.”Suharto and the Question of Politixal Stability. (Jakarta: Rajawali Press. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. Tokyo. Jakarta Timur: PT Perca.html Carlton Clymer Rodee. dkk. N. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. khususnya dalam negara (Wikipedia.5. cet. April 1971. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan.a) Sifat Memaksa.. Roger F. . Alfian. Roskin.

op. • • • • • • • • • • • • • • • Ronald H.57 Didasarkan atas Robert E. p.194-207. 1981). Seluruh bab. 1985). 1996).H. h. Lihat • • • • . 2001).cit. op. 187-8. (Boulder. Pengantar Analisa Politik. Apter. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. h. 1996). 2002). S. Manifesto Partai Komunis. p. Teori Politik Modern.P. cet. Colorado: Westview Press. 1999). (Jakarta: Rajawali Press. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Rapar. Chilcote. 2001). h. Suriasumantri. 2002). Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Etika Politik. 2-3. Pengantar Ilmu Politik. (Jakarta: Gramedia. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Pemikiran Politik Barat. Jujun S. Sudarto. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (New York: Oxford University Press. (Jakarta: Graedia. h. (Jakarta: Rajawali. 1995).5. Metodologi Penelitian Filsafat. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. 1997). Sudarto. Pengantar Analisa Politik. h. Apter. (Jakarta: Rajawali.7. Franz Magnis-Suseno. (Jakarta: Gramedia. 1985).103. 1999).. et al. Apter. (Jakarta: Rajawali Press.245. 94-102 David E. Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. Aristoteles.29. Footnote: Carlton Clymer Rodee. A New Handbook of Political Science. Filsafat Politik Plato. J. (Semarang: ISEA. Ronald H. Mengacu pada Ahmad Suhelmi. Pengantar Analisa Politik. Karl Marx dan Friedrich Engels.. A New Handbook of Political Science. Robert E. h. David E. p.cit. h.465-467. 1997).Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (Jakarta: Rajawali. (Jakarta: Rajawali. Chilcote. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E.158-184..293. 1999). Machiavelli. Lee Cameron McDonald. 1981). (Jakarta: Sinar Harapan. (New York: Oxford University Press. Seluruh buku. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. (Jakarta: Rajawali. h.. Seluruh buku. (Jakarta: Rajawali Press. 1968). 1985). (Boulder. Colorado: Westview Press. Augustinus. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. p. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. Varma. Metodologi Penelitian Filsafat.

1990. (Yale University Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. London: Routledge. 1981). New York. Dahl. Huntington. Undang-undang Dasar 4. p.. 1968. 2006): 1. (Boulder. (Boulder. Ralf. Teori politik 2. (Boulder. Bab pendahuluan. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah 7. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.358. 1981). Ronald H. Political Order in Changing Societies. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Pendahuluan Dalam Contemporary Political Science. David Robetson. Samuel P. (ed. Chilcote. Ronald H.juga Ronald H. 1974). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Pemerintahan Daerah dan Lokal 6. RUANG LINGKUP ILMU POLITIK oleh: Wazni A. The Routledge Dictonary of Politics. Ronald H. Colorado: Westview Press. Chilcote. New Haven: Yale University Press. p. 2004 Danrendorf. Perbandingan lembaga-lembaga politik . Colorado: Westview Press. Random House..358. Colorado: Westview Press. 1981). p. Ed. Chilcote. terbitan UNESCO 1950 ilmu politik dibagi dalam empat bidang (Miriam Budiardjo. Chilcote. Teori politik 1. Reflections on the Revolution in Europe. p.195-6. Ke-3. 1981). (Boulder.290-1.5. Pemerintahan Nasional 5. Colorado: Westview Press. p. • • • • • • • Robert A.). Sejarah perkembangan ide-ide politik 3. Regimes and Oppositions.

Lembaga-lembaga politik 1. Hukum internasional 1. kemungkinan-kemungkinan dan kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu dan 4. Sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak. Dalam menyusun generalisasi itu teori selalu memakai konsep-konsep. Hubungan internasional B. hak dan kewajiban. Partisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi 11. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain. Politik internasional 13. Partai-partai. Teori politik bersifat spekulatif (merenung-renung) sejauh dia menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik. Dengan kata lain. kedaulatan. kelas sosial. Pendapat umum 12. kekuasaan.8. Teori politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari politik. 1. perubahan sosial. tujuan dari kegiatan politik 2. modernisasi dan sebagainya. Organisasi-organisasi dan administrasi internasional 14. golongan-golongan (groups) dan pendapat umum 1. pembangunan politik. Pembahasan Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena. lembaga-lembaga negara. Tetapi teori politik juga dapat bersifat deskriptif (menggambarkan) atau komparatif (membandingkan) atau berdasarkan logika. cara-cara mencapai tujuan itu 3. kewajiban-kewajiban (obligations) yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi 10. Jenkin dalam The Study of Political Theory dibedakan dua macam teori politik. negara. sekalipun fakta-fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik . Menurut Thomas P. teori politik adalah bahasan dan renungan atas: 1. Partai-partai politik 9. Konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karena itu bersifat abstrak. kemerdekaan. masyarakat.

teori politik sistematis. Misalnya menurut filsuf Yunani Plato. di pihak lain dapat membimbingnya menuju ke suatu struktur masyarakat politik yang stabil dan dinamis. keadilan merupakan hakikat dari alam semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai “kehidupan yang baik” (good life) yang dicita-citakan olehnya. Ia bisasanya bersifat deskriptif (menggambarkan) dan komparatif (membandingkan). Teori-teori politik yang mempunyai dasar moril (kelompok A) fungsinya terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral.(norm for political behavior). Teori-teori ini dapat dinamakan non-valuational. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasigeneralisasi. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai. Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial. Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari alam semesta (universe) dengan sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini. ideologi dan sebagainya. Fungsi utama dari teori-teori politik ini ialah memdidik warga masyarakat mengenai norma-norma dan nilai-nilai itu. dalam abad ke 19 teori-teori politik banyak membahas mengenai hak-hak individu yang diperjuangkan terhadap kekuasaan negara dan mengenai sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dalam pandangan itu. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai (value) maka teori-teori ini boleh dinamakan valuational (mengandung nilai). tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Misalnya. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemology harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami seahri-hari dapat ditanggulangi. Untuk keperluan itu teori-teori politik semacam ini memperjuangkan suatu tujuan yang bersifat moral dan atas dasar itu menetapkan suatu kode etik atau tata cara yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan politik. Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan ratio. Jadi. 2. 1. ia tidak menjelaskan asal-usul atau cara lahirnya norma-norma. Teori-teori kelompok A dapat dibagi dalam tiga golongan: 1. Teori-teori semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetrapkan norma-norma dalam kegiatan politik. tetapi berdasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. Dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan ini. Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini. Bahasan- . Filsafat politik (Political Philosophy). Teori-teori semacam ini mencoba mengatur hubungan-hubungan antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan. Teori politik sistematis (Systematic Political Theory) Teori-teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemology. Contoh lain adalah beberapa karya John Locke.

Liberalisme. Akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam kepustakaan Belanda (misalnya L. van Apeldoorn) diadakan perbedaan antara pengertian undang-undang dasar (grondwet) dan konstitusi . Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. yang dua-duanya menunjuk pada naskah tertulis. di antara mana Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan sifat militannya lebih menonjol. Bidang kedua dari ilmu politik yaitu lembaga-lembaga politik seperti misalnya pemerintah mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. serta sarana-sarana (prescription) mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. maupu yang tidak – yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat. suatu “Weltanschauung”. yaitu keseluruhan dari praturan-peraturan –baik yang tertulis.bahasan ini didasarkan atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam (natual law). Ideologi –berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung. 1. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadiankejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai. Padahal istilah constitusion bagi sarjana ilmu politik merupakan sesuatu yang lebih luas. tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri. Facisme dan sebagainya. Terjemahan kata constitution dengan kata undang-undang dasar memang sesuai dengan kebiasan orang Belanda dan Jerman. norma-norma dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya-karya dari filsuf-filsuf serta ahli-ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami sejarahnya. Kesukaran dengan pemakaian istilah undang-undang dasar adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis. yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata Grondwet (Grond = dasar. Nilai-nilai dan ide-ide ini merupakan sistem yang berpautan. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnose. Ide-ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya. dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas.J. kepercayaan dan keyakinan. sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik. wet = undang-undang) dan Grundgesetz (Grund = dasar. Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat. Ideologi politik (Political Ideology) Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai. oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran-pikiran dalam masa ide itu lahir.mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan dan aksi (action oriented). Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa untuk menterjemahkan kata Inggris “constitution” dengan kata Indonesia “Undang-undang Dasar”. Dan memang tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini hampir semua negara (kecuali Inggris) memiliki naskah tertulis sebagai undang-undang dasarnya. norma-norma. gesetz = undang-undang). Kupasan berdasarkan sejarah ini di negara-negara Barat biasanya mulai zaman Yunani Kuno dalam abad ke-6 SM sampai abad ke-20 ini. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya demokrasi Marxisme-Leninisme. ide.

S. Undang-undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. Cara pembatasan yang paling efektif ialah dengan jalan pembagian kekuasaan. dalam anggapan ini undang-undang dasar mempunyai fungsi yang khusus dan merupakan perwujudan atau manifestasi dari hukum tertinggi yang harus ditaati. Jadi. badan eksekutif dan badan yudikatif. Undangundang dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. Menurutnya. sebab dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan: “Undang-undang dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasarnya negara itu. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis. undangundang dasar mempunyai fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. Sesuai dengan pandangan ini Herman Finner dalam bukunya Theory and Practice of Modern Goverment menamakan undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup sesuatu hubungan kekuasaan” (the aoutobiography of a power relationship)” Pandangan ini merupakan pandangan yang luas dan yang paling tua dalam perkembangan pemikiran politik. Jadi. undang-undang dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara. Pembatasan-pembatasan ini tercermin dalam undang-undang dasar. undang-undang dasar adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut”. Menurut sarjana hukum E. Dan rupa-rupanya para Penyusun Undang-Undang Dasar 1945 menganut pikiran yang sama. ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. konstitusionalisme menyelenggarakan suatu sistem pembatasan yang efektif atas tindakan-tindakan pemerintah. misalnya antara badan legislatif. dengan jalan membatasi kekuasaan.C. pada pokoknya dasar dari setiap pemerintahan diatur dalam suatu undang-undang dasar. Dengan demikian diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindungi. Friedrich dalam buku Constitusional Goverment and Democracy. Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusionil. sedangkan di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis. Menurut Carl J.(constutie). Bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menganggapnya sebagai organisasi kekuasan. Menurut faham tersebut undang-undang dasar adalah bagian tertulis dari suatu konstitusi. meskipun tidak tertulis”. bukan hanya oleh rakyat. tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. Gagasan ini dinamakan Konstitusionalisme. Dapat dicatat bahwa dalam abad ke 5 SM seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang di dunia Barat dipandang sebagai sarjana ilmu politik yang pertama telah berhasil untuk melukiskan undang-undang dasar dari 186 negara kota Yunani dengan jalan mencatat pembagian kekuasaan serta hubungan-hubungan kekuasaan dalam setiap negara kecil itu. konstitusionalisme merupakan “gagasan bahwa pemerintahan merupakan suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat. Wade dalam buku Constitutional Law. tetapi oleh pemerintah serta penguasa . maka undang-undang dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan.

kelompok kepentingan. Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Partai politik pada umumnya dianggap sebagai manisfetasi dari suatu sistem politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. maka partai politik telah secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. Sekalipun bermacam-macam penelitian telah diadakan untuk mempelajarinya. (Kebalikan dari partisipasi adalah apati. Ostrogorsky (1902). banyak memakai konsep-konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dymanics oleh karena sangat menonjolkan aspek-aspek dinamis dari proses-proses politik. Istilah tentang lapangan studi ini pun masih belum ada. partai politik merupakan alat yang baik. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik. Di negara-negara yang menganut paham demokrasi. meskipun nama “statiologi“ kadang-kadang dipakai. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan kebijaksanaan umum (public policy). nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Bidang ketiga mengenai partai-partai.sekalipun. . menjadi anggota golongan politik seperti partai. Untuk mencapai itu. Penelitian mengenai partai politik merupakan kegiatan ilmiah yang relatif baru. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. akan tetapi usaha ini masih jauh dari sempurna dan jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan penelitian di bidang-bidang ilmu politik lainnya. akan tetapi hingga sekarang belum tersusun suatu teori yang mantap mengenai partai sebagai lembaga politik. Maka dari itu. duduk dalam lembaga politik seperti dewan perwakilan rakyat atau mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan itu. golongan-golongan dan pendapat umum. kelompok penekan. Sarjana-sarjana yang telah mempelopori studi mengenai partai politik antara lain M. Seseorang dinamakan apatis (secara politik) jika tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut di atas. Selain itu beberapa sarjana behavioralis seperti Joseph Lapalombara dan Myron Weiner telah meneropong secara khusus partai politik dalam hubungannya dengan pembangunan politik dalam bukunya Political Parties and Political Development. Robert Michels (1911). Ditinjau dari hasil karya sarjanasarjana ini memang nampak adanya usaha ke arah penyusunan suatu teori yang menyeluruh. dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai. Maurice Duverger (1951) dan Sigmund Nueumann (1956). Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik. Tujuan kelompok ini untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –(biasanya) denagn cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. dan sebagainya. berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. Kegiatan –kegiatan ini mencakup kegiatan memilih dalam pemilihan umum.

Dunia yanga tertib dan damai ini diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan-pendekatan yuridis-formal. meskipun sebagai sasaran perhatian masalah. Kelompok – kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur. timbul pendekatan lain yang berpangkal pada asumsi bahwa kehidupan manusia (baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok) senantiasa dipengaruhi oleh kaidahkaidah yang bukan idealis. lahirlah usaha-usaha awal mengikhtiarkan dunia yang tertib dan damai. pendekatan realis lebih mengkaji pada faktor-faktor sosial. ras. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan.lebih banyak memperjuangkan kepentingan umum. Teranglah bahwa kelompok kepentingan mempunyai orientasi yang jauh lebih sempit daripada partai politik. ekonomi dan sosial suatu bangsa. telaah tentang hubungan internasional dikaitkan dengan “hubungan antarnegara“ (inter-state relations) yang berpangkal dari Ilmu Hukum Internasional Publik. terutama karena kehidupan sehari-hari dan karier seseoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. lebih tentram dan lebih terkendali hanya dapat disepakati melalui kepatuhan pada hukum. yang –karena mewakili pelbagai golongan. Pendekatan yuridis formal sampai sekarang masih kuat dipegang. kesukuan. Pendekatan ini disebut pendekatan realis. tentang “hak penentuan nasib sendiri“ yang harus dihormati dan dipatuhi oleh negara-negara beradab yang terikat pada kesepakatan hukum. dalam perkembangan setelah perang Dunia I. Kerana itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh. dan perbedaan-perbedaan ini sangat mempengaruhi kehidupan politik. maka ilmu hubungan internasional amat terpengaruh oleh pengkajian yuridis-formal yang berlaku sejak lahirnya Hukum Internasional Publik. sumber pembiayaan. kelompok petani dan persatuan-persatuan dokter. agama atau pun berdasar isueisue kebijaksanaan. Semula.Partai politik berbeda dengan kelompok penekan (pressure group) atau istilah yang lebih banyak dipakai dewasa ini. Dunia yang tertib dan damai. Kelompok ini bertujuan memperjuangkan suatu “kepentingan“ dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan. Sebagaimana halnya Ilmu politik lahir dari tradisi Ilmu Negara. Dalam pada itu. misalnya. Pun organisasi kelompok kepentingan lebih kendor dibanding partai politik. advokat. Kelompok kepentingan tidak berusaha menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat. etnis. dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasar pada bidang pekerjaan atau profesi. dan basis dukungannya. gaya. Bidang ini baru dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia I. Oleh sebab itu. Lahirlah asumsi di kalangan negarawan seperti Presiden Woodrow Wilson. insinyur dan guru. paling besar. pengaruh dan ikhtiar mencari keunggulan. kelompok kepentingan (interest group). himpunan pengusaha. politik dan ekonomi yang terjadi di belakang atau yang . hubungan internasional hampir sama tuanya dengan pengkajian politik klasik. ketika di Eropa dan Amerika Serikat bangkit semangant idealisme agar bangsabangsa “beradab“ (Barat) tidak lagi terjerat dalam malapetaka peperangan. Sikap bahwa dunia yang lebih baik. karena memandang proses pelaksanaan hubungan antarbangsa (menurut mereka) lebih banyak ditandai oleh pertarungan kekuasaan. acap kali dikemukakan sebagai retorika pembenaran negara-negara kuat. kelompok-kelompok kepentingan yang paling kuat. Oleh sebab itu. melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya atau instansi pemerintah atau menteri yang berwenang. terutama para lulusan yang mengalami pendidikan ilmu hukum sebagai jenjang pertamanya dalam pendidikan tinggi. Bidang keempat mengenai hubungan internasional.

PT Gramedia Pustaka Utama. 1991 PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEORI POLITIK Dec 26. Jakarta. Hemat mereka. Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews. ekonomi dan sosial telah mengakibatkan bertambahnya pengkhususanpengkhususan. Masalah yang diteropong antara lain akibat dari perubahan sosial dan ekonomi atas lembagalembaga pemerintahan dan atas partisipasi politik. Jadi. proses dekolonisasi dan proses mencapai kemerdekaan sangat relevan dalam studi ini. Hubungan dan politik luar negeri ada kecenderungan untuk berdiri sendiri dan di beberapa negara merupakan fakultas tersendiri. dibalik setiap rumusan hukum antarnegara atau antarbangsa. peranan golongan elite dan pola-pola kepemimpinan. Jakarta. Suatu bidang yang akhir-akhir ini berkembang dan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang adalah Pembangunan Politik (Political Development). selalu ada yang “lebih unggul“ dalam kenyataan sosial-ekonomi-politiknya sekalipun berkedudukan “sama“ di mata hukum. Perkembangan penelitian ilmu politik sejak tahun 1950 menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia. integrasi sosial dari golongan minoritas dan sebagainya. Masalah pembangunan politik erat hubungannya dengan negara-negara yang baru saja memerdekakan diri. PT Gramedia. peranan pendidikan sebagai sarana pembangunan. Studi ini juga mempelajari peranan dari lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan ini.melatarbelakangi kaidah-kaidah hukum yang tertuang dalam persetujuan atau perjanjian internasional. Miriam Budiardjo. 2006 Jurnal Ilmu Politik. Studi ini meneropong akibat dari pembangunan cepat di bidang sosial dan ekonomi atas tata masyarakat. 1986 Perbandingan Sistem Politik. REFERENSI Dasar-dasar Ilmu Politik. '08 3:55 AM untuk semuanya . Gajah Mada University Press.

Teori politik non valutional atau teori politik yang tidak mengandung nilai. Teori politik valutional atau teori politik yang mengandung nilai meliputi: 1. 2. maka pada bahasan ini menempatkan metodologi politik sebagai dasar memahami teori politik dengan cara : 1. Pembagian Teori Politik Kegiatan Belajar 2 membahas tentang lingkup teori politik yang meliputi : 1. Filsafat politik yang digunakan untuk mencari kebenaran dan kebijakan. . Teori politik sistematis yaitu merealisir norma-norma yang sudah ada dalam program-program politik. Proses pembentukan teori politik melalui pengamatan berbagai fenomena politik yang kemudian digeneralisasi secara empirik. 4. Ideologi politik.Kategori: Gaya Lainnya Lainnya Pertimbangan Khusus: Cepat dan Mudah Layanan Naim's Site Deskripsi: Oleh : Usup Supriyadi Pengertian Teori Politik Untuk dapat memahami teori politik secara spesifik. Mengemukakan sifat-sifat dari teori politik yang berdasarkan pada ciri struktural dan ciri substantif teori politik yang dapat menunjukkan sifat empirik. Pengaktifan fungsi teori politik akan dapat menempatkan peranan teori politik dalam sistem politik dan hubungan di antara sistem politik. Dan pada umumnya teori ini biasanya digunakan oleh penguasa yang status quo. 3. 3. 2. 2. Fungsi teori politik yang digunakan untuk membuat peramalan dan analisis di bidang politik.

Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik. 2. Pendekatan Pasca Perilaku dalam teori politik yang dalam analisis politik menggunakan teori sistem politik dengan aliran struktural fungsional. Hubungan teori politik dengan Sosiologi 5. Pengertian matematik. Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Hubungan teori politik dengan Sejarah 2. Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian: 1. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap ilmu pasti saling membutuhkan untuk dapat memecahkan masalah kehidupan manusia dalam berbagai bidang.Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Sosial lainnya Kegiatan Belajar ini membahas hubungan teori politik dengan ilmuilmu sosial lainnya. Pendekatan Marxis dan perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi politik. Semangat/keberanian 3. 1. 3. Nafsu/keinginan berkuasa. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Teori Politik Plato 1. adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. 2. Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur. Hubungan teori politik dengan Antropologi 4. 3. Perkembangan Teori Politik Kegiatan Belajar 4 ini membahas tentang perkembangan teori politik dilihat dari sudut pendekatan sebagai berikut : 1. 2. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates. Hubungan teori politik dengan Ekonomi. Idealisme Plato yang secara operasional meliputi: 1. Pendekatan Tradisional yang memfokuskan perkembangan teori politik dari sudut kelembagaan politik seperti: • Sifat dari Undang-Undang Dasar • Kedaulatan • Kedudukan dan kekuasaan lembaga-lembaga kenegaraan formal. 2. Teori Politik Zaman Klasik Teori Politik Socrates 1. Hubungan teori politik dengan Filsafat 3. 4. . Pikiran atau akal 2. Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR). Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. Pendekatan perilaku dalam perkembangan teori politik yang memfokuskan analisis pada prilaku pemegang lembaga. Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional. 3.

Negara sekuler dianggap sebagai penyelewengan oleh para penguasa yang arif dan bijaksana sehingga kekuasaan bagaikan keangkuhan dengan berbagai kejahatan. Negara sekuler dan negara Tuhan. Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota. 4. 7. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan. eori kekuasaan Plato. tujuan negara. Teori tentang keadilan dalam negara. rakus kekuasaan. Sedangkan perkembangan negara Tuhan didasarkan atas kasih Tuhan. TEORI POLITIK ZAMAN PERTENGAHAN Teori Politik Agustinus Kegiatan belajar 1 membahas tentang : 1. 7. Asal mula negara. Teori Politik Aristoteles 1. Teori tentang asal mula negara. ketidakadilan dalam pengadilan.Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. Teori tentang negara ideal. 6. Keadilan politik dalam negara Tuhan karena ditopang oleh adanya nilai kepercayaan dan keyakinan tentang: * Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara * Keadilan diletakkan sebagai dasar negara * Kehidupan warga negara penuh kepatuhan * Penguasa bertindak selaku pelayan dan pengabdi masyarakat. Sedangkan negara Tuhan menghargai segala sesuatu yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran. fungsi negara dan bentuk negara. Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi. Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. 5. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum. Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi: • Filsafat teoritis • Filsafat praktek • Filsafat produktif 2. Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). 3. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan dari konflik kepentingan yang dominan.3 bentuk pemerintah yang buruk. 2. 5. 8. peperangan. 4. Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas: .3 bentuk pemerintah yang baik . 3. 6. Penggolongan dari kelas dalam negara.4. Teori Politik Thomas Aquinas . Perkembangan negara sekuler dalam bentuk negara modern dimana penguasa berupaya untuk menggunakan cara paksa menurut kehendak pribadi.

2. Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan. Tentang pembagian negara baik dan negara buruk yang menerapkan sumber teori politik. Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer. Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. 2. 3. Teori Politik Marthen Luther Kegiatan Belajar 3 membahas tentang teori politik Marthen Luther dan kawan yang meliputi : 1.Kegiatan Belajar 2 membahas tentang teori politik Thomas Aquinas yang meliputi: 1. 3. 4. Kekuasaan Tuhan atas manusia bersifat langsung dan tidak melalui perantara. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. Kekuasaan raja-raja diperjelas dan tidak diperlukan adanya campur tangan gereja atas unsur negara. maka diperlukan militer. Teori Politik Liberalis 1. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru. Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama. Menempatkan kekuasaan negara lebih tinggi dari kekuasaan gereja. Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara. hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme. Dalam negara diperlukan adanya hukum abadi yang berakar dari jiwa Tuhan yang mengatur alam semesta dan hukum alam manusia untuk merasionalkan manusia mentaati hukum. Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara. 3. Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. Pada sisi lain dikatakan gereja yang sejati yaitu gereja yang didirikan manusia Teori Politik Zaman Pertengahan Teori Politik Ibnu Khaldun 1. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. 3. Teori Politik Machiavelli 1. Hukum positif yang merupakan pelaksanaan hukum alam dan untuk menyempurnakan pikiran manusia maka diperlukan Hukum Tuhan. kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara. 2. Tujuan negara yang diidentik dengan tujuan manusia dalam hidup yakni mencapai kemuliaan abadi dalam hidup. 4. Pengertian dan faham liberal menunjuk pada kebebasan warga negara untuk memenuhi . Untuk mencapai kemuliaan abadi maka diperlukan pemerintah yang berbentuk Monarkhi. 5. Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara. wujud kekuasaan fisik. Teori politik reformasi yakni kebebasan politik dengan cara membatasi kekuasaan raja dan kebebasan diserahkan pada rakyat. 2.

Unsur-unsur demokrasi liberal juga merupakan hal yang mendasar untuk difahami dalam berbagai sistem politik. 2. 2. Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris. 4. Pada sisi lain liberalisme sebagai sistem politik didasarkan atas negara dan kemerdekaan negara. Hal ini dapat terealisir dan tergantung pada model liberalisme dalam struktur kekuasaan. c) ingin dihormati. Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. Konsep perjanjian masyarakat merupakan cara untuk membentuk negara. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: • hak akan hidup • hak atas kebebasan dan kemerdekaan • hak memiliki sesuatu. 3. akal kebaikan. kemajuan. Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. Kegiatan semasa hidup John Locke yang mampu berkarya dalam bidang teori politik ditulis dalam buku TWO TREATISES ON CIVIL GOVERNMENT. moral. 3. 3.kebutuhan hidup bidang politik ekonomi. John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: • Kebingungan • Ketidak pastian • Ketidak aturan • Tidak ada kematian. 2. 3. agama. sosial dan budaya. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat. Oleh karena itu negara harus mendistribusi kekuasaan kepada lembaga: • legislatif • eksekutif dan yudikatif • federatif . State of Nature juga merupakan karya teori politik yang beda dengan Hobbes. Teori Politik John Locke Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik John Locke yang mencakup: 1. a) bersaing. Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. sekularisme. 4. Untuk menghindari kematian. 5. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951. Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. Liberalisme sebagai faham kenegaraan menekankan pada kebebasan yang didasarkan pada faktor alamiah. 4. Oleh karena itu perwujudan demokrasi liberal dalam negara harus mengutamakan kebebasan warga negara. b) membela diri. toleransi. Teori Politik Modern Teori Politik Thomas Hobbes Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: 1.

Teori Kekuasaan Hukum Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik hukum yang dominan mengutarakan kegiatankegiatan penguasa yang harus berdasarkan hukum yang disebut Rule of Law. Perkembangan teori kekuasaan hukum menurut Thomas Aquiras. Teori Politik Montesquine Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori politik Montesquieu yang mencakup: 1. Krenen Berg. Kekuasaan Tuhan yang tidak rasional karena penguasa menganggap diri mendapat kekuasaan dari Tuhan dan menempatkan diri sebagai wakil Tuhan di dunia. John Locke. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. Teori Kekuasaan Teori Kekuasaan Tuhan Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Tuhan dalam berbagaidimensi: 1. 2. Dalam kehidupan warga negara menurut teori kekuasaan Tuhan diperlukan adanya kebebasan bagi warga negara dan ada batas-batas kekuasaan dari para penguasa. Krabe. hukum dan kemudian dia mengemukakan state of nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. Pada sisi lain. 2. Dan tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia. 1. Dalam teori kekuasaan Tuhan. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsurunsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal.5. Montesquieu terkenal dengan dunia ilmu pengetahan tentang negara. keadilan dijadikan dasar negara Tuhan untuk mengatur kehidupan warga negara. Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas: • Monarkhi • Aristokrasi • Demokrasi 6. Kebaikan-kebaikan teori kekuasaan hukum meliputi: • Penguasa menjalankan kekuasaan sesuai UUD • Penguasa berkuasa sesuai hukum • Penguasa berupaya menerapkan open manajemen • Pers yang bebas sesuai dengan UUD Negara • Adanya kepastian hukum dalam sistem demokrasi • Pemilu yang bebas dan rahasia • Setiap warga negara diikutkan dalam mekanisme politik • Setiap warga negara sama di depan hukum . Dan pada akhirnya Hobbes dan Locke memiliki perbedaan dalam hal teori perjanjian sosial. 2. terdapat teori kekuasaan Tuhan Rasional yang beranggapan bahwa seorang penguasa yang dinobatkan menjadi penguasa karena kehendak Tuhan. 3.

Secara teoritis disebut Trias Politika. Untuk implementasi berbagai sifat negara maka kekuatan militer merupakan alat yang ampuh untuk melaksanakan kekuasaan negara. Demokrasi Liberal Kegiatan belajar 2 membahas tentang Teori Demokrasi Liberal dalam pelaksanaannya di Amerika Serikat meliputi: Penerapan Trias Politika dalam Demokrasi liberal. Teori Kekuasaan Negara Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori kekuasaan negara yang meliputi: 1. Demokrasi Rakyat RRC menurut pola Mao Tse Tung mendominankan kepemimpinan politik dan pembuatan kebijakan dengan tujuan membantu seluruh rakyat agar ikut dalam modernisasi ekonomi. Sifat mencakup semua dari kekuasaan negara. Hal ini mengarah pada perkembangan. Kelemahan-kelemahan dari teori kekuasaan hukum apabila penguasa sudah menggunakan kekuasaan semena-mena maka pada saat itu teori kekuasaan hukum menjadi lunak. 3. 2. Karena setiap negara dalam bentuk negara selalu menggunakan paksa pada rakyat untuk kepentingan penguasa dan kepentingan rakyat. 4. Negaralah yang menentukan hidup matinya warga negara dan pengelompokan warga negara dalam berbagai organisasi. Menurut Rousseau kekuasaan rakyat dalam negara merupakan akibat perjanjian antara individu untuk menyerahkan semua hak politik kepada masyarakat. Sistem pemerintahan negara dengan menerapkan: • Prinsip Demokrasi • Prinsip pemisahan kekuasaan • Prinsip hukum. Kedudukan Presiden di Amerika Serikat sebagai kepala negara dan kedudukan sebagai kepala eksekutif. Kekuasaan rakyat yaitu penguasaan rakyat atas lembaga perundangundang yang sekarang disebut legislatif. bertugas menjamin perkembangan negara ke arah sosialisme. Sifat memaksa dari kekuasaan negara. 3. Demokrasi Rakyat merupakan negara dalam masa transisi. yang pada kenyataannya Amerika Serikat tidak sepenuhnya menerapkan Trias Politika dalam sistem politik Amerika Serikat. 2. Menurut Montesquieu dalam pemerintahan republik kekuasaan tertinggi ada pada seluruh rakyat atau sebagian besar rakyat. Demokrasi rakyat. Teori Kekuasaan Rakyat Kegiatan belajar 4 membahas tentang teori kekuasaan rakyat dengan bahasan sebagai berikut: 1. 4.• Diperlukan pengawasan masyarakat 3. 3. Hubungan Presiden dengan lembaga tinggi pemerintahan federal yang meliputi: • Hubungan Presiden dengan kongres . Sifat menopoli dari kekuasaan negara dalam bentuk menetapkan tujuan bersama. sosial dan politik. Aturan yang dibuat oleh pemerintah atas nama negara harus diterapkan mencakup semua warga negara tanpa kecuali. 2. Teori Politik Demokrasi Demokrasi Rakyat Kegiatan belajar 1 membahas tentang Demokrasi Rakyat dengan uraian sebagai berikut: 1.

dan ekonomi. bidang militer. . administrasi. Demokrasi Islam Kegiatan belajar 4 membahas tentang Teori Demokrasi Islam. Unsur musyawarah dan mufakat sebagai sarana untuk mengkaji hakhak orang lain dalam kehidupan bernegara. yang menitik beratkan pada: 1. Pada bagian lain dikemukakan kedudukan Presiden dan wakil Presiden yang meliputi: • Kedudukan sebagai kepala negara • Kedudukan sebagai kepala eksekutif. Pemilikan unsur sebagai salah satu unsur Demokrasi Islam. Musyawarah Nasional III PERSAHI: The Rule Of Law Desember 1966 meliputi: • Azas negara hukum Pancasila tentang: • Pengakuan dan perlindungan hak azasi • Peradilan yang bebas dan tidak memihak • Jaminan kepastian hukum. 4. Presiden yang menempati posisi sentral kekuasaan dan berhubungan dengan: • Lembaga tertinggi negara • Lembaga-lembaga tinggi negara. diplomatik. Pokok sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila: • Terdapat pengaruh Trias Politika • Tujuh Prinsip pokok pelaksanaan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. 5. 3. legislatif. Unsur persatuan dan kesatuan yang selalu di orientasikan pada Al-Qur’an sebagai pelengkap konstitusi. konstitutional. bidang adminsitrasi. • Pencalonan dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden menurut tetanan teori Demokrasi Pancasila.• Hubungan Presiden dengan Mahkamah Agung Kekuasaan Presiden dalam Demokrasi Liberal di Amerika Serikat meliputi: • Kekuasaan Presiden bidang Administrasi • Kekuasan Presiden bidang Legislatif • Kekuasaan Presiden bidang Yudikatif • Kekuasaan Presiden bidang lain seperti militer Politik Luar Negeri Pertanggungan jawab Presiden bidang politik. Pengertian Demokrasi Pancasila yang dikemukakan oleh berbagai ahli lembaga seperti: Seminar Angkutan Darat II yang meliputi bidang-bidang politik. Hal ini ditopang oleh adanya unsur persamaan dasar manusia. Selain itu Presiden juga mempunyai kekuasaan di bidang. Etika kerja sama yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sesama umat Islam dan diupayakan untuk menegakkan keadilan dengan cara menjunjung tinggi kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan individu. Hukum Tuhan merupakan satu nilai dasar keyakinan dan oleh karena itu dalam Demokrasi Islam hukum adalah kemanusiaan. 2. Begitu pula penetapan masa jabatan presiden dan wakil presiden. • Simposium hak-hak azasi manusia 1967. bidang yuridis. Demokrasi Pancasila Kegiatan belajar 3 membahas tentang Demokrasi Pancasila yang meliputi kegiatan eksekutif dalam mekanisme sistem politik Indonesia. • Persyaratan seseorang menjadi Presiden dan wakil Presiden. yudikatif.

. Dalam membahas teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai suatu tandingan atau perimbangan terhadap kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal. Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari: bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara. 2. Dalam hal pengaturan negara digunakan menagement politik diktator. Teori Kedaulatan Intern dan Ektern 1. Teori Politik Kedaulatan Teori Kedaulatan Rakyat 1. Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di bidang politik. Dalam bahasan ini difokuskan pada: • Kedaulatan de facto yang tidak syah • Kedaulatan de facto yang syah. Teori kedaulatan ini menunjuk pada pelaksanaan kekuasaan yang nyata dalam suatu masyarakat merdeka atau telah memiliki independensi. 1. Partai politik di negara Komunis menempati posisi tertinggi dan hanya satu partai politik Komunis. 4. Kedaulatan ekstern ini dalam penerapan pada saat negara memutuskan untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang tertentu. 3. Batas kedaulatan ini meliputi : • Kedaulatan bidang politik • Kebebasan kemerdekaan • Keadilan • Kemakmuran atau kesejahteraan • Keamanan. Kedaulatan rakyat menurut UUDS 1950 meliputi Kedaulatan rakyat di bidang politik dan Kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Kedaulatan ekstern yang dominan menunjukkan pada kebebasan negara dan kekuasaankekuasaan negara lain yang tidak dijajah oleh negara lain. 5. Teori kedaulatan de facto. Dibidang ekonomi pengaturannya disentralisasir dengan dasar milik bersama. Pelaksanaan pemerintah diupayakan jumlahnya sedikit dan mereka memiliki kekuasaan yang tidak terbatas untuk mengatur masyarakat. 2. tidak ada partai lain. Kedaulatan intern yang memperlihatkan batas lingkup kekuasaan negara yang berbentuk fisik. 3. Hak-hak azasi manusia dan faham kekeluargaan. Berserikat dan berorganisasi sebagai salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi.Demokrasi Komunis Kegiatan belajar 5 membahas tentang Demokrasi Komunis yang meliputi: 1. 4. Oleh karena itu hak-hak azasi manusia tidak dihiraukan oleh penguasa. yang berarti warga negara dapat diatur menurut kehendak penguasa. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Kedaulatan rakyat menurut Konstitusi RIS 1949 dimiliki oleh negara. 2. Penguasa dalam menjalankan kekuasaan selalu mengandalkan pikiran manusia sebagai hal yang prima oleh sebab itu dalam Demokrasi Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan.

2. Teori Elit Penentu Kegiatan belajar 2 membahas tentang: 1. Metode menentukan elit politik sebagai berikut : • Metode Posisi • Metode Regulasi • Metode Pengaruh 3. 4. budaya dan status dalam sistem politik. Dalam teori politik. 5. Teori kedaulatan de jure. Elit politik liberal yang berupaya untuk memberi pelayanan sebaik mungkin kepada setiap warga negara tanpa melihat perbedaan sosial. Tipe elit politik yang memerintah meliputi: • Tipe elit politik yang menggunakan cara licik • Tipe elit politik yang memerintah dengan cara paksaan • 4. Faktor-faktor yang berpengaruh pada elit penentu yang meliputi : * Pertumbuhan penduduk * Spesialisasi jabatan * Pertumbuhan organisasi formal atau birokrasi . Oleh karena itu kajian kedaulatan de jure lebih menitikberatkan penggunaan aspek hukum sebagai dasar yuridis formal atas hak politik warga negara dan wilayah negara dengan penguasa negara. Elit politik konservatif yang berupaya untuk mempertahankan status quo. Berbagai pengertian dan rumusan tentang elit penentu dengan berbagai orientasi pada tipe-tipe kelompok inti sosial * Kasta Penguasa * Aristokrasi * Estate Pertama * Kelas Penguasa. Fungsi-fungsi elit dengan mengadaptasi pada Talcot Parsons dan Batzell yang mengemukakan fungsi elit yang berbeda. kedaulatan de jure menunjuk pada pengakuan suatu wilayah atau suatu situasi menurut hukum yang berlaku. 4. ekonomi. Pengertian teori politik dan teori politik klasik dari berbagai ahli politik. Kelas penguasa Model Marx ini difokuskan pada : * Golongan Kapitalis * Tuan-Tuan Tanah * Buruh Pekerja 3. Pengertian Dan Perkembangan Teori Politik Teori Elit Politik Kegiatan Belajar 1 membahas tentang: 1.2. Teori munculnya elit penentu dengan menggunakan pendapat Mills yang mengemukakan tiga teori sebagai berikut : * Elit Bisnis dengan ekonomi * Elit Politik dengan kebijakan * Elit Militer dengan teori dominiasi. dengan jalan kolaborasi. 2.

Teori Elit Ekonomi Untuk memahami teori elite politik sebagai kajian politik pada kegiatan belajar tiga ini dapat dilihat aspek-aspek yang dibahas sebagai berikut : 1. 2. Abu Bakar menambahkan bahwa unsur kelalaian mungkin saja ada dalam kasus menyebarnya foto-foto itu. Namun hingga kini belum jelas siapa yang menjadi penyebar serta menggambarkan gambar-gambar syur tersebut. tidak jujur. Tentang Foto Sarah dan Azhari Kapolri Angkat Berbicara Diberitakan bahwa Rahma dan Sarah Azhari foto bugilnya tersebar di internet dan keduanya bisa jadi terjeran UU pornografi. 6. Kemungkinan Rahma dan Sarah terkena pasal pidana pun masih belum pasti. Namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang utama untuk diselidiki. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu. 5. Pada bagian selanjutnya bahasan konsep kelas sosial tentang elit ekonorni dengan mengacu pada standar hidup tertentu. Pengintegrasian konsep kelas menengah di Indonesia yang di identik dengan elit ekonomi. dan tidak jujur. Pandangan yang konsensus atas pengertian konsep kelas sebagai kajian elit ekonomi yang berorientasi pada Karl Marx. 4. jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan. Berbagai pengertian elit ekomi yang dikaji dari sudut pandang kelas yakni kelas masyarakat memiliki kekayaan.com–Dalam penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu. Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson. 3. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira mengatakan bahwa menurutnya yang paling utama saat ini adalah mencari siapa yang mengedarkan serta menyebarluaskan fotofoto tersebut. Peranan Simbolis elit penentu yang meliputi : * Macam-macam lambang kolektif * Hubungan timbal balik yang simbolis antara elit penentu dengan publik * Fungsi instrumental dan simbolik. penipuan. mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan.760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik. mencuri. polisi. Selanjutnya mengkaji konsep kelas secara klasik yang dapat kontradiksi dengan konsep elit ekonomi disertai pemuncakan. . mencuri. dan eksekutif perusahaan. ibu-bapak. cara hidup tertentu yang dapat menempatkan kelas sosial pada prestise hidup dan pada tahap ini dapat dikategorikan elit ekonorni. merupakan sikap remaja AS masa depanHidayatullah. dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan. mencuri. Pada umumnya kelakuan sekitar 29.* Perkembangan keragaman moral. Remaja Amerika Banyak Jadi Pencuri Ditulis pada 26 Desember 2008 oleh Admin Penelitian terbaru mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. Dalam laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan.

teori diartikan sebagai seperangkat ide. definitions. Tetapi sebelum melangkah lebih lanjut. Namun. Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. Labovitz dan Hagedorn yang definisinya mengenai teori . mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?.hidayatullah. secara umum. Mudjia Rahardjo. and propositions that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. Dengan demikian.Si) A. atau meningkat dua persen sejak 2006. M. tujuan. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang. Senada dengan definsi tersebut. Lengkapnya definsi Kerlinger tersebut adalah: “A theory is a set of interrelated constructs (variables). Para pakar memberikan definisi sesuai pandangannya masing-masing. Sementara itu. Dengan nafas positivistik. bagian lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penelitian adalah teori. pertanyaan. dan metode penelitian. konstruk atau variabel. Kerlinger (Creswell. sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu. penjelasan atau prediksi secara ilmiah. berbanding 26 persen remaja perempuan. penting untuk ditegaskan apa yang dimaksud dengan teori. Pengantar Selain masalah. [afp/www. 2003: 120) mengartikan teori sebagai seperangkat ide. definisi. teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu. sebenarnya arti yang tepat masih samar-samar (vague) dan beragam. Dr. Misalnya.com] Fungsi Teori dan State of the Arts dalam Penelitian (Bahan Kuliah Program Magister dan Doktor) (Prof. Labovitz dan Hagedorn menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataanpernyataan relasional tertentu saling terkait.Dari keseluruhan. dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel. Kendati istilah ‘teori’ begitu sering dipakai dalam wacana akademik. tidak seperti Kerlinger.

Teori Collin tentang kontrol organisasi merupakan contoh teori tingkat meso. yaitu tingkat mikro (micro-level). Se dangkan teori tingkat makro menjelaskan objek yang lebih luas. sehingga tidak akan pernah ada deskripsi atau penjelasan berbasis teori yang netral dan objektif lepas dari perspektif tertentu. baik dari sisi waktu. 2. “Jika interaksi antara dua atau lebih orang intensif. dan tingkat makro (macro-level). 2. maka kompetensi siswa juga akan meningkat”. teori organisasi. Bentuk Teori Terdapat macam-macam bentuk atau wujud teori sebagai berikut: a. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya”. seperti di dalam sosiologi dikenal teori “face work” Erving Goffman yang mengkaji kegiatan ritual dua orang yang saling berhadapan atau bertatap muka (face to face). “Jika fasilitas belajar mengajar lengkap. maka akan diikuti oleh surplus pada masyarakat itu. B. gerakan sosial. seperti: 1. pemahaman kita tentang dunia secara otomatis dibentuk oleh pengetahuan kita sebelumnya tentang dunia itu. maka tingkat kesukaan di antara mereka juga meningkat”. “Semakin tinggi kedudukan seseorang. sebagaimana digambarkan berikut: . Dalam bentuk model pernyataan “jika … . c. ma ka …”. b. semakin tinggi pula tingkat pengeluarannya”. dan Thomas Kuhn memberikan penjelasan mengenai teori lebih secara konseptual. dan masyarakat secara keseluruhan. Neuman (2000) lebih melihat wilayah cakupannya (a breadth of coverage). teori. Artinya. seperti: 1. Ketiga adalah model visual. tingkat meso (meso-level). terungkap atau tidak. Karena itu. ada tiga tingkatan teori. Artinya. Misalnya. Labovitz dan Hagedorn. Bentuk seperangkat hipotesis. atau komunitas.lebih positivistik. Menurutnya. seperti lembaga sosial. sistem budaya. merupakan komponen tak terpisahkan dari penelitian. Thomas Kuhn memberikan pandangan agak berbeda bahwa pada umumnya peneliti kualitatif berpandangan bahwa semua observasi berbasis teori (theory laden). maupun jumlah orang. Jika Kerlinger. “Semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga. Teori tingkat mikro memberikan penjelasan hanya terbatas pada peristiwa yang berskala kecil. Teori tingkat meso menghubungkan tingkat mikro dan makro. ruang. teori makro Lenski tentang stratifikasi sosial menjelaskan bagaimana surplus yang terjadi di masyarakat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. jika sebuah masyarakat berkembang pesat. Misalnya.

dan menjadi dasar metode penelitian kualitatif. mengukur keabsahan data. dan menjadi dasar metode penelitian kuantitatif.Bagan 1: Three independent variables influencing a single dependent variable mediated by two intervening variables. (Gambar diambil dari Creswell (2003: 122-123) Bagan 2: Two Given Different treatments on X1 are compared in terms of Y1 controlling for X2. Fungsi Teori dalam Penelitian Sebagaimana diketahui menurut filsafat ilmu pengetahuan. proses penelitian. mulai dari tujuan penelitian. metode perolehan data. analisis data hingga makna dan fungsi teori. bentuk pertanyaan penelitian. C. dan paradigma interpretif yang berakar dari cara pandang ilmu sosial yang lebih bersifat holistik dalam memandang persoalan. yakni paradigma positivistik yang bersumber atau dipengaruhi oleh cara pandang ilmu alam yang bersandar pada hal-hal yang bersifat empirik. . desain penelitian. Masing-masing metode tersebut berbeda sangat tajam dalam memandang persoalan yang diangkat menjadi masalah penelitian. dikenal ada dua aliran pemikiran besar atau paradigma ilmu dalam memandang persoalan. Berikut uraian ringkasnya.

peneliti menjelaskan teori secara komprehensif. Informasi dimaksud termasuk dari hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai persoalan yang sama atau mirip. Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. Informasi itu tidak saja dipakai sebagai bahan perbandingan untuk memahami persoalan yang diteliti. Peneliti menguji atau memverifikasi teori dengan cara menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian yang diperoleh dari teori. Sebaliknya. Karena itu. Dengan teori. Sebab. peneliti akan memperoleh inspirasi untuk bisa memaknai persoalan. Misalnya. Teori dipakai sebagai informasi pembanding atau tambahan untuk melihat gejala yang diteliti secara lebih utuh. maka dalam metode penelitian kualitatif teori berbentuk pola (pattern) atau generalisasi naturalistik (naturalistic generalization). mengikuti diskusi ilmiah. tetapi juga untuk menegaskan bahwa peneliti tidak melakukan duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. Karena itu. Kalau begitu apa fungsi teori dalam metode penelitian kualitatif? Teori dipakai sebagai bahan pisau analisis untuk memahami persoalan yang diteliti. Pengalaman atau pengetahuan peneliti sebelumnya yang diperoleh lewat pembacaan literatur. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel untuk ditentukan jawabannya. seminar atau konferensi. mulai bentuk dan rumusan pertanyaan atau hipotesis hingga prosedur pengumpulan data. Oleh karena itu. lebih-lebih dari hasil penelitian sebelumnya yang mirip dengan tema tersebut. pola dari suatu fenomena bisa dianggap sebagai sebuah teori. ceramah dan sebagainya bisa dipakai sebagai bahan tambahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam. Memang teori bukan satu-satunya alat atau bahan untuk melihat persoalan yang diteliti. Uraian mengenai teori ini dipaparkan dengan jelas dan rinci pada desain penelitian. maka informasi dari mana saja. wajib dikumpulkan. maka berbagai informasi mengenai persoalan yang diteliti wajib diperoleh. sebelum mulai kegiatan pengumpulan data. jika seorang mahasiswa program magister atau doktor bidang pendidikan ingin meneliti mengenai pola orangtua di masyarakat perkotaan dalam mendidik anak. Jika dalam metode penelitian kuantitatif teori berwujud dalam bentuk hipotesis atau definisi sebagaimana dipaparkan pada halaman sebelumnya. baik duplikasi maupun replikasi keduanya dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Itu yang oleh para ahli . teori berfungsi sebagai dasar penelitian untuk diuji. metode penelitian kuantitatif berangkat dari teori. Teori menjadi kerangka kerja (framework) untuk keseluruhan proses penelitian. metode penelitian kualitatif berangkat dari lapangan dengan melihat fenomena atau gejala yang terjadi untuk selanjutnya menghasilkan atau mengembangkan teori.Dalam metode penelitian kuantitatif. Karena tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala atau persoalan tidak dalam konteks mencari penyebab atau akibat dari sebuah persoalan lewat variabel yang ada melainkan untuk memahami gejala secara komprehensif.

(Ed. dan juga para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. and Yvonna S. John W. dan dengan hasil apa. di mana (jika penelitian lapangan). Creswell. saya berharap tulisan pendek ini dapat mengurangi kebingungan para mahasiswa mengenai posisi dan fungsi teori dalam penelitian sebagaimana selama ini terjadi. Thousand Oaks: SAGE Publications. 2008. and Meredith D. apa masalahnya. state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. 1994.). Thousand Oaks: SAGE Publications. Quantitative. Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis. John W. Secara khusus. Lisa M. Designing and Conducting Mixed Methods Research. and Mixed Methods Approaches. Waler R. 2007. Thousand Oaks: SAGE Publications. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peminat bidang metodologi penelitian. tesis atau disertasi. 25 April 2011 Daftar Pustaka Borg.. RESEARCH DESIGN: Qualitative. Given. Plano Clark. Handbook of Qualitative Research. Creswell. Lincoln (Eds. __________ Malang. 1989. Gall. Pendahuluan . metode apa yang dipakai. Los Angeles: SAGE Reference Publication.sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa.. 2003. Denzin Norman K. and Vicki L. New York and London: Longman. Educational Research: An Introduction. The SAGE Encyclopedia of QUALITATIVE RESEARCH METHODS.. ). para peneliti.

partisipasi politik. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan. seperti : a. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu kekuasaan dalam . khususnya dalam negara. dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. maupun hubungan sesama Negara. tujuan Negara. proses politik. Ilmu politik mempelajari beberapa aspek.usaha mempertahankan kekuasaan. yaitu antara lain: • • • • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. pengunaan kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan. perilaku politik. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. antara lain: kekuasaan politik. antar warga Negara dan Negara. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda. dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga nwgaranya dan hubungan antar Negara. b. legitimasi. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. baik sesama warga Negara. Tujuan Metode pembahasan Kajian teroritis Pengertian Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan.Gambaran umum tentang ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. sistem politik. Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh kekuasaan. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara.

Maka dapat difahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan 1. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik. ekonomi hubungan ilmu Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi. menyangkut hubungan ilmu pembinaan politik kehidupan dengan ilmu demokrasi. dasar. sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian masyarakat. ruang lingkup. karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang. sosiologi Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama. Hubungan ilmu ilmu-ilmu politik dengan ilmu tersebut. khususnya yang 4. Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada kekuasaan 3. Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok. hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat. 2. hakikat. khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat. yaitu sifat.[5] Psikologi Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik . Seorang sarjana politik misalnya. Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. kekuasaan.masyarakat. dan kebijakan dengan memahami politik struktur dengan sosial pada ilmu masyarakat. c. dapat meminta bantuan sarjana ekonomi tentang syaratsyarat ekonomis yang harus dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu. dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi dalam pembangunan suatu masyarakat. dan hsil dari kekuasaan itu. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik. Ruang Lingkup Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah batasanbatasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi. kepentingan dan kebijakan. proses.

Yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencangkup metode. a.antara manusia dan masyarakat. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan yang lainnya. dalam metode penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. fisik. denagn maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik. Metode 1. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap kebijakan politik suatu pemerintahan. b. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolngan atau pengelompokan objek-objek secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbale balik. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. e. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok ataui golongan. dan emosi). Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu plitik antara lain: . Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus khusus atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum. gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan. d. semangat. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi-segi ekstern (lingkungan sosial. Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara akurat. c. peristiwa-peristiwa.

baik itu melalui pendekatkan marxisme. tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang. pertumbuhan dan perkembangan. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: a. merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. Metode deskrifsi. Metode analitis. Metode obsevasi. b. tetapijuga dapat tidak langsung terhadap phenomena politik. f. Metode ekoomis . Karena itu dalam kajian sosiologis. ermasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik. Artinya. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organismme sosial yang dynamos. maupun pihak-pihak yang menentangnya. dalam penggunaannya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi bsebagai acuannya. b. c.diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. maupun non marxisme. Namun demikian. Metode sosiologis. Metode historis. kepribadian pemimipin. metode ini dapat di simpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat . Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif. lembagalembaga politik dapat di rinci dalam semua individu substratumnya. e. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. Metode psikologis. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas.akademis teoretis. hhukum sebab akibat. lembaga-lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial maupun organism sosial. yang merupakan cirri khas ilmu sejarah. . Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail. dalam penelitian ini ilmu politik di sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. Metode yuridis atau legalitas.a. d. Metode filosofis. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan kehidipan politik yang di teliti secara abstrak. memandang bahwa kajian politik. merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. Dengan demikian. c.

kedaulatan kontrak social. dan voting. system politik. persamaan.biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik.baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. Menurut Phillip (2000: 820). Dengan demikian. 1. 1975: 42) mencakup: 1.merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang diteliti. Dengan demikian. kelompok. ataupun menghitung secara cermat perkataanperkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti. hak asasi manusia. dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya. legitimasi. seperti kekuasaan. partai politik. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik.untuk memudahkan pengelompokannya. pemerintah. demokrasi. desentralisasi. 3. terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan dalam . 4. 2000:35). Metode perbandingan. Negara. Missal presiden sekalipun harus tunduk kepada undang undang yang berlaku. Adapun konsep konsep yang dimaksud. 2. atau lebih. Metode klasifikasi. konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus sebagai objek dari kekuasaan itu. Kekuasaan Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo.d. e. oposisi. demonstrasi. siaran radio. pemilihan umum. Pengolongan harus masuk akal Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping Harus hanya ada satu basis penggolongan Metode pengukuran. Negara.metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar. Konsep-konsep Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu politik.

dan control. 2. saat itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik kepentingan fundamental. tujuan untuk individu atau masyarakat. kekuatan. jika dilihat dari jenis dan bentuknya. paksaan. missal kekayaan. konsep kedaulatan mengacu pada kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan. tujuan politik atau ekonomi. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam. Dilihat dari hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara terhadap Negara Negara lain Kemudian. melihat kekuasaan “ kapasitas untuk mencapai suatu tujuan “ sementara Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana satu pihak menang atas yang lain.mendefinisikan kekuasaan itu selalu ada perbedaan yang mendasar. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. Adapun totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda hugo krabe. Kehendak Negara tersebut yang termuat dalam perundang undangan dan hokum kebiasaan yang . Kedaulatan Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan. Dalam hal ini contohnya Parsons yang menggunakan pendekatan structural fungsional. seperti pengaruh. status. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara. pengetahuan. karisma. Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950. c. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu Negara. dilihat dari hokum tata Negara. b. 1. a. Kedaulatan Negara dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang merupakan sumber hokum utama. dan otoritas. a. kedaulatan hukum dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hokum itu berdaulat.

Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. dan JJ Rouseau. b. Kedaulatan rakyat Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. mengolah alam dan kepemilikan. jellinek. membayangkan masyarakat berada dalam sebuah lingkungan alamiah yang anarkis. Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi dari orang orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka. Sebagai sumber hokum utama adalah undang undang. Akhirnya. Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang saudara. laband. yang berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum 3. Negara adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Dengan demikian. orang orang me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. Implikasi dari bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan perantaan dewan perwakilan rakyat. Dengan demikian.diakui dengan undang undang. individu dapat dengan bebas mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam pemerintahan. Kehendak bersama dengan demikian mewakili hal hal yang terbaik. jhering. rakyat hokum moral dan alam. Beberapa totokoh ajaran ini adalah Kelsen. Jhon Locke. 4. hidup dalam kekhawatiran penyerangan yang membawa kematian. Kontrol Social Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi. dalam kontak social yang ideal. Negara pun merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibnkan fenomena kekuasaan dalam . Kemudioan Locke menggantikan toeri Hobess. teori ini bersifat damai dan teratur. Kontak social itu diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess. kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara yang menyatakan dirinya demokratis. hal itu dapat dicapai dengan demokrasi partisipasi langsung.

yakni .masyarakat. model tersebut telah banyak ditiru keberhasilan yang bervariasi. Negara adalah suatu struktur yang abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah revolusi 1688. sebab manusia hidup dalam suasana kerja sama. artinya kantor atau jabatan jabatan dalam pemerintahan. Jhon Locke mempublikasikan two treatises of government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. metode dan system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. b. d. 5. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata aturan. b. Pemerintah Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian: a. pemerintah mengacu pada proses memerintah. Ia menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian abadi dan di revolusi prancis. c. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di eropa pada abad ke 16. Suapaya tidak jadi antagonisme yang sangat berbahaya. Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini. Ada 2 tugas Negara yakni: a. paling tidak memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah. Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang social ataupun bertentangan satu sama lain. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. Negara meupakan organisasi yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari masyarakat yang madani. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose situ sendiri. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat atau lembaga. sekaligus suasana antagonistic yang penuh konflik. yakni pelaksanaan oleh yang berwenang.

peran legislative untuk membuat peraturan peraturan b. oposisi oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa. legitimasi legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang secara hokum adalah sah). kini fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. karena sejalan dengan behavioralisme. merupakan penyeimbang maupun control terhadap pemerintah yang berkuasa. mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki hak hak untuk memerintah.a. perasaan. tettapi semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran yang menyelamatkan kita. peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru. c. Tragedy orde baru yang yang dialami pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak pernah diaui sebagai advocate atau pembela. Kajian tentang pemerintahan sudah berubah. Legitimasi tidak menjamin akan dapat memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas dengan kemepimpinannya itu. jika ada saja terjadi penyimpangan. mengingat dengan legitimasi yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang maupun kelompok. peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus. Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan. terutama sejak prang dunia 2. Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus memilki gabungan cirri cirri otorotatif. Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam pemerintahan demokratis. terutama berperan sebagai oposisi yang sehat. 6. . hokum. Baik lembaga lembaga formal maupun non formalnya. Legitimasi memegang peranan penting dalam system kekuasaan. 7.

dan mencintai kebebasan. sejalan dengan perubahan masyarakat. harmonis. Pada saat itulah demokrasi dianggap nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik terhadap dominasi lemaa di Eropa. Aristoteles juga berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil dalam pemikiran politik saat itu. Demokrasi Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya. Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak. 10. Saat itu demokrasi dianggap “agresif” yang tidak stabil serta mengarah kepada tirani. Secara sederhana dalam setiap system politik akan mencakup: 1. Perjuangan persaingan kelompok untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama dalam system politik. aristokrasi dan demokrasidapat stabil. System Politik Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua prose dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan politik. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah maupun tidak sah. namun yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi adalah revolsi prancis. dalam karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota. Berbicara tentang system politik sama halnya tentang berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah 9. Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang ideal. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat. Menurut Poly bius menyatakan bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang dari elemen elemen monari. baik ke luar maupun ke dalam. Pemilihan Umum Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau mementukan orang .8. prinsip demokrasi senantiasa terus berubah. Demokrasi adalah nama konstitusi. 3. namun ada juga yang menyatakan suatu system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip persamaan politik Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno. 2.

c. a. pada tahun 1975. c. Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan Mosawwir adalah: a. Pemiliha umum juga masih diyakini sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public.orang yang duduk di dewan legislative maupun eksekutif. penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari kehidpan demokrasi. terutama di negara Negara barat. hanya 33 negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum untuk memilih pemimpinnya. cita-cita. System kepartaian atau pola dukungan. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. 11. c. b. serta perjuangan yang sama. Pemilihan umum sekarang telah meluas. Partai Politik Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya. menurut Schlesinger partai politik adalah: a. d. System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang memilki satu partai. b. Desentralisasi . Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum adalah: Objek penilu. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. e. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan pemilihan yang kompetitif. nilai-nilai. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama posisi eksekutif. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntunan rakyat. b. 12. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. Sarana rekrutmen politik. yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya. partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi.

yaitu dimana harapan konstan dan kemampuan turun. deprivasi persisten. melainkan diupayakan atau dibuat. Christopher Jencks mengemukakan bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya. 14. Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan delegasi melalui pejabat di daerah. Persamaan Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa disiplin ilmu. Ia menunjuk pada reformasi pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan. Dalam ilmu matematika. tetapi merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang lebih besar. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan untuk memenuhi harapan itu. Demontrasi Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan. yaitu harapan naik kemampuan konstan. yaitu kemampuan yang secara konsatan berada dibawah harapan.Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih rendah. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif. Namun dapat juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran public maupun memusuhi sekelompok orang. bentuk deprivasi dapat dibedakan berdasarkan pola-pola perubahan yakni: 1. bahkan enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan. yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih lebih rendah dibandingkan . 3. seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan konsepkonsep dekonsentrasi maupun devolusi. istilah persamaan memiliki makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan yang kompleks. 13. demontrasi dapat berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri. 4. 2. menunjukan dan membuktikan. Melalui pendidikan. memperlihatkan. Para ilmuwan social sejak lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut. deprivasi aspirasional. sifatnya bervariasi. deprivasi progresif. baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan.maupun dengan devolusi kepada lembaga-lembaga otonomi daerah. Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara alamiah selalu berbeda. Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut: a. deprivasi dekremental.

15. b. Negara Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang wenang. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. tetapi juga hak hak ekonomi. cepat atau lambat akan dating gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut. Generalisasi Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep atau lebih. HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipukul rata. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan politik. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti: 1. Oleh karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah Negara. kadang kadang dikenal dengan prinsip atau hokum. seperti yang dianjurkan penganjur HAM barat yang radikal. Bangsa Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang lalu dengan memepatkan batu kerikil. yakni: justifikasi normative untuk kekerasan justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan c.harapan. 16. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat sipil dan politik. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan institusioanal dari pemberontak vs Negara. . social dan budaya. Hak Asasi Manusia Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi. Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang. pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana maupun kompleks. Kebanyakan Negara barat memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita dewasa.

Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik Teori-Teori Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manusia. 8. Kedaulatan Rakyat Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa secara absolute. aman dan berkesinambungan.2. Negara Adanya peraturan dan perundang undangan dalam kehidupan bernegara. Legitimasi Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik yang mendukungnya. 3. hanya saja ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu maka gusdur turun secara tragis. 7. Sebalinya tidak semua partai oposisi baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan umum. Pemerintahan Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan kebebasan dan mementang pembaruan. 6. 4. pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme pemerintahan yang ada. institusi masyarakat ataupun pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian. dan mempertanyakan . 5.

Aristoteles. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivisme. Penerimaan terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana dipahami secara tradisional. Sedangkan teori politik sebelumnya. Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori pilihan publik (Miller. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. Salah satu . kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik 1. dan lain-lain). Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. seperti Plato. pemilih. hingga Marx dan Mill berusaha menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak. birokrat. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu payung politik.pengaturan politik serta sosial apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. 2. 2002: 787). bertumpu pada kesalahan. Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat.

3. Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli Sebagaimana telah dicatat sebelumnya. Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls (1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-individu yang rasional akan menyepakatinya. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah a.hasil yang sangat terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963). keadilan. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. serta partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain secara. 1. 2002: 798). di mana pandangan tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. teori politik kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat . Contoh serupa. Selain itu. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. b. dan lain-lain. Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. Tujuannya adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas. mengkhususkan pada tatanan sosial macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsipprinsip tersebut. Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu sendiri. 2002: 797).argumentatif (Miller. di mana penindasan dan dominasi tidak ada. Kemudian. sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. kebebasan. Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan yang ideal. Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme.

Machiavelli dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence. Untuk melakukannya. 1. c. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk. 1985:4) sebagai berikut. . dan kebaikan negara. dipandang sebagai sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. kemandirian. seperti ketegasan. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang diperlukan. dan kontrol diri. kekejaman. yaitu kebaikan negara. sekarang Italia.dilihat sebagai penanda transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi. betapa pun tampak tercela karena rakyat pada akhirnya hanya peduli dengan hasilnya. kejayaan. Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513. Hanya dengan memadukan machismo semangat keprajuritan. Inti teorinya adalah sebagai berikut. la hidup pada masa pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak ketika terjadi pembunuhan St. a. Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati. 2. meskipun tulisan-tulisannya muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis. Barthomew tahun 1572 yang mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut. 2. yaitu kepangeranan atau principality dan republik. baik dicintai maupun ditakuti. Francis dari keluarga kelas menengah yang kaya. Teori Negara Berdaulat Jean Bodin Jean Bodin hidup tahun 1530-1596. Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner. ia sering dituduh “ gurunya kejahatan” karena nasihat-nasihatnya yang amoral seandainya bukan immoral. seorang penguasa yang bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. dan pertimbangan politik. dan tulus. dapat dipercaya. b. seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya kepada negara dan mencapai keabadian sejarah. disiplin. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua tipe. Watak-watak. lahir di Anjou. pengampunan. 3.

Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth. d. c. bukan individu. dan satu tuan. 1957). Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi manusia lainnya adalah kedaulatan. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature). Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga. tujuan bersama.a. b. Karena berkeluarga itu seperti bernegara. demikian pula patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara. sebagaimana orang yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan mengenai sasaran” (Bodin. Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara. e. tidak dapat berharap akan menemukan cara-cara untuk meraihnya. Tidak boleh ada commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat menyatukan semua anggota-anggotanya. Terdapat empat unsur dalam negara. Somerset. keluarga . Jika beberapa orang memiliki otoritas. a. yaitu tatanan yang benar . yaitu . 4. Keluarga merupakan unit dasar bagi negara. hanya ada satu penguasa. kekuasaan yang berdaulat . Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington. Inti ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut. satu pemimpin. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam penguasa commonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh terhadap warga negaranya. mereka akan merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus berlanjut. Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh kekuasaan yang berdaulat. “ Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan masalahnya dengan benar.

Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut hak-hak alamiahnya yang substansial. dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu masyarakat politik. tetapi hanya hak-hak untuk melaksanakan hukum alam. Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut.kondisi hidup bersama di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. la pun bukan masyarakat yang tidak beradab. tetapi kepada seluruh komunitas. Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada orang atau kelompok tertentu. sederajat. dan merdeka. b. h. Ketika masyarakat itu telah terbentuk. ia bukan keadaan kebebasan penuh. sedangkan sebagai pewaris ia adalah . f. diterima. e. kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk mencapai tujuan pemerintahan tersebut. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan dirinya atau apa yang menjadi miliknya. c. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam. Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas. g. terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui. tetapi masyarakat anarki yang beradab dan rasional. d. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia.

d. geografi. a. sedangkan despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah. Dalam klasifikasi pemerintah. di Paris. monarki. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami wilayah itu. baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antar bangsa atau negara merdeka. Monarki adalah pemerintahan konstitusional oleh satu orang. c. Montesquieu lebih dikenal sebagai “ Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan ”. atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya diserahkan sebagian anggota masyarakat.individu. teori Montesquieu ini dapat dikemukakan sebagai berikut. 5.penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut. Republik dapat berupa demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga kerakyatan. dan hukum politik yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa dengan rakyat. Tidak ada aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang berlaku bagi semua masyarakat (relativisme). Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal Montesquieu. e. Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan -sejarah. hukum sipil yang mengatur hubungan antar individu. dan despotik. Francis. dan iklim di mana orang tinggal. b. dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat (petite noblese). Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum dibutuhkan. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah . terdapat tiga jenis pemerintahan. yakni republik.

bahkan seandainya pajak tetap dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah yang tidak semestinya. misalnya polisi beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan pertukaran bebas. satu-satunya perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas. eksekutif. Dengan demikian. Namun. Karena orang memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai. berarti itu tidak adil. klaim pokok Nozick dapat dikemukakan: “ Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari pertukaran bebas. Sedangkan campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang merupakan sebuah pelanggaran. dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendirisendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat (Apter. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini.negara di mana kekuasaan legislatif. bukan atas efisiensi. tetapi atas hak-hak moral dasar kita. Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) “ Individu memiliki hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu) ”. Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya adalah adil. 1996 : 86) 5. Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori hak pemilikan legal) sebagai . (free exchanges) di antara orang-orang ”. jika pemerintah berusaha memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang itu. Dengan demikian.

Antonio Gramsci. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas. Rousseau. Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut prinsip pertama. Immanuel Kant. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification of injustice) bagaimana berhubungan dengan pemilikan (holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara yang tidak adil. Samuel P Huntington. Thomas Hobbes. Lenin. c. a. Karl Marx. 1974:160) Tokoh-tokoh ilmu politik Tokoh dan pemikir ilmu politik Mancanegara Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik. b. modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles. to each as they are choose ”(Nozick. Douglas E Ramage. Martin Luther. Max Weber. Nicolo Machiavelli. John Locke. Rumus distribusi yang adil adalah “ Setiap orang memberikan sesuai dengan pilihannya. dan setiap orang menerima sesuai dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose. Indonesia Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo. Salim Said dan Ramlan Surbakti . Harold Crouch.berikut. Cicero. Adam Smith. Friedrich Engels.

KARAKTERISTIK. politeike techne (kemahiran politik). Menurut O’Leary (2000: 794) subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: pemikiran politik. ekonomi politik. dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. Menurut Brendan O’Leary (2000: 78) ilmu politik merupakan disiplin akademis. menyatakan bahwa ilmu politik adalah kajian tentang negara. tujuan-tujuan negara. Polis adalah kota yang dianggap negara yang terdapat dalam kebudayaan Yunani dimana pada waktu itu kota dianggap identik dengan negara sehingga dengan demikian polis ialah tempat tinggal bersama dari orangorang biasa selaku warganya (citizens) dengan pemerintah yang biasanya terletak diatas bukit yang dikelilingi tembok untuk menjaga keamanan mereka terhadap serangan musuh yang datang dari luar. di Inggris disebut sebagai “political science”. lembaga-lembaga politik. Dengan mengingat hal tersebut diatas.BAB II ILMU POLITIK 1. teori-teori kenegaraan. politikos (ahli negara). dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. “les sciences politique” (Prancis). PENGERTIAN. hubungan internasional. DAN RUANG LINGKUP POLITIK Secara etimologis. A. polilieke episteme (ilmu politik). sejarah politik. Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. Oleh sebab itu George Jellinek dalam bukunya “Recht des modern states” menyatakan bahwa ilmu politik amat sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. dikhususkan pada penggambaran. George Jellinak dan Kuntjoro Purbopranto mempunyai pendapat sama mengenai masalah ini. disebabkan belum terdapatnya kesamaan pendapat diantara para cendikiawan sehingga hal ini menimbulkan kekacauan istilah. ternyata banyak sekali istilah bagi ilmu politik. . politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis. dan “scienza politica” di Italia. Soltau (1961: 4). sehingga ada ketegasan dalam pengguanaan istilah tersebut (Abu Daud. “staatswetenscappen” (Belanda). Bagi kaum institusionalis atau institutional approach seperti Roger F. administrasi publik. penjelasan analisis. polites (warga negara). di Jerman dikenal dengan istilah “staats wissenchaft. Sehubungan dengan hal tersebut. 1990: 8-11). politik perbandingan. timbul banyak istilah tentang ilmu politik. Banyak regam istilah bagi ilmu politik. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. teori polotik. “the science of politics”. mereka menyatakan bahwa ilmu politik sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. Dari istilah polis dihasilkan kata-kata seperti : politeia (segala sesuatu yang menyangkut polis atau negara.

Hight politics (politik tinggi). Montesquieu. Agustine. 1. Sejarah Politik Banyak para ilmuwan politik yang menjelaskan tentang sejarah politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. Dintaranya karyakarya besar para pemikir sejak zaman Plato. dan Mill (O’Leary. Hegel. Rousseau. 7. birokrasi. 5. Tocqueville. harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. 788) 1. Low politics (politik bawah). 3. 2002: 790) 1. serta buku-buku para penulis modern seperti Kant. 4. menurut O’Leary (2000: 789). zaman pertengahan dan awal moden karya-karya Aquinas. seperti halnya beberapa revolusi yang terjadi. dan secara historis berkenaan dengan kepastian administrasi yang bertanggung . kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori politiknya yang telah lama berevolusi. biasanya memilki citra rasa deduktif dan analisis. dan sistem pemilihan. khususnya peranan konstitusi. atau politik dari bawah. Aristoteles. Selain itu. Politik Perbandingan Merupakan asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satusatunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. 1. 2. Mereka percaya bahwa perilaku politik massa memberikan kunci untuk menjelaskan episode-episode politik utama. partai politik. mereka percaya bahwa kepribadian dan mekanisasi para elite politik adalah kunci pembuat sejarah. Pemikiran Politik Subbidang ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa ilmu politik. Ekonomi Politik Subbidang ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori pelaku politik sebagaimana teori perilaku ekonomi. Administrasi publik memusatkan perhatiannya pada susunan institusional provinsi pelayan publik. 3. teori politik Anglo-Amerika kontemporer. secara garis besar politik cenderung terbagi dua kubu : 1. 1. 2000. Sebagai contoh.1. 2. yaitu cara mempelajari perilaku politik para pelaku pembuat keputusan elite. yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan-jurusan ilmu politik di banyak universitas pada akhir abad ke-19 (Miller. yudikatif. Locke. eksekutif. 6. Hobbes. Lembaga-Lembaga Politik Merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum Merupakan cabang empiris dan normatif dari ilmu politik yang tumpang-tindih dengan hukum dan ekonomi. 1. Teori Politik Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri. Marx.

a. Adapum tujuan substansif dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politik. kebijakan publik. kelompok yang memperluas konsep itu sehingga meliputi pola-pola perilaku politik. 1993). sedangkan para ahli kebijakan publik menganalisis formasi dan penerapan kebijakan-kebijakan. . kajian perdamaian. sosiologi politik. definisi budaya politik pada umumnya dapat diklarifikasikan dalam dua kelompok definisi. khususnya ilmu politik dan pikologi. Menurut Bown (2000: 799). 1. ekonimi-politik internasional. konsep budaya politik berkaitan dengan “ketidakpuasan. dan pajak yang sekarang sering disebut kebijakan ekonomi (Suttliffe. Pluralisme Politik (Political Pluralism) Kajian ini adalah perspektif normatif dalam ilmu politik modern yang menekankan pentingnya demokrasi dan kebebasan mempertahankan pluralitas organosasi-organisasi politik dan ekonomi yang relatif otonom (Russel. pertukaran uang. Teori Kenegaraan Teori ini sering diduga merupakan teori politik yang paling padu dalam memberikan perhatian bagi teori politik kontemporer. 9. 1. Pada umunya. 1956). Kedua. kajian perang. pemikiran politik. Hubungan Internasional Subbidang ilmu politik ini memfokuskan pada masalah-masalah yang menyangkut organisasiorganisasi internasional. Ekonomi Politik Istilah ekonomi politik (political economy). 2000: 794). d. Definsi kelompok yang pertama. yang dapat diartikan sebagai cara yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan. Beberapa kajian ilmu politik secara tematis yang berkembang dewasa ini demikian luas dan banyak ragam antara lain sebagai berikut : 1. 2000: 769) 1. dan lahir tahun 1950-an yang ditandai dengan rapproachement-nya ilmu sosial. serta memberikan manfaat normatif dan empiris terhadap argumenargumen yang digunakan untuk menjustifikasi kebijakan-kebijakan tersebut. 1. Psikologi Politik (Political Psychology) Merupakan bidang interdisipliner yang relatif baru. b. penelitian empiris substansialnya muncul pada tahun 1960-an. mulai digunakan secara umum pada abad ke-18. baik terhadap pandangan politik yang mengabaikan masalah-masalah makna dan kebudayaan maupun terhadap pandangan kultural yang mengabaikan isu-isu politik dan kekuasaan” (Welch. dan analisis kebijakan luar negeri. dan hubungan internasional (O’Leary.2000). 1. 8.jawab dan adil. c. administrasi publik. Budaya Politik Istilah budaya politik (politic culture) untuk pertama kali muncul pada tahun 1050-an (Almond. kelompok yang membatasi cakupan budaya politik pada orientasi subjektif bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok sosial atau individual hingga politik.

Walaupun kekaburan ini tampak. f. pemberontakan petani. kesenian dan kekuasaan. yakni pelayanan pemerintah yang berbelit-belit. dengan jalan apa saja. namun kadang-kadang sebaliknya. hubungan problematik antropologi dengan kolonialisme. Politik Etnik Merupakan bidang politik yang dapat dibangkitkan oleh ketidakpuasan sekelompok anggota masyarakat yang terkonsentrasi dalam suatu daerah. 1. Birokrasi Politik (Bureaucratic Polity) Kadang-kadang birokrasi diartikan sebagai upaya efisiensi pemerintah. kelas dan gender. dari kebiadaban melalui barbarisme menuju peradaban. kajian tentang subaltern.Perbedaan antara ekonomi politik (ilmiah) dan ilmu ekonomi (vulgar) ini telah menjadi konstanta dalam pemikiran ekonomi yang kritis. 1. gagasan-gagasan. 1. 2000: 778) 1. sejarah representasi/perwakilan politik adalah sejarah kebangkitan Eropa. Partai Politik (Political Party) Merupakan suatu istilah yang sebenarnya sampai sekarang belum memiliki kata sepakat tentang apa itu partai politik. dengan menuntut otonomi yang lebih besar atas daerah kediaman mereka. 1. g. dari mana asal mereka. i. . hubungan kepercayaan. keterampilanketerampilan yang dipersyaratkan. 1. e. bahkan hubungan kekuasaan dengan pengetahuan (Vincent. melalui transformasi dari sovereign’s counxillors ‘kedaulatan para penasihat’ menjadi sovereign assembly ‘kedaulatan majelis’. h. Rekrutmen Politik Kajian ini meliputi melihat dan mempelajari peristiwa-peristiwa politik dengan cermat tentang bagaimana para partisipan atau peserta sampai terakomodasi dalam suatu keanggotaan institusi politik. j. namun masih dalam koridor permukaan yang tidak nyata. dimana partai politik diartikan suatu organisasi yang berusaha memenangkan jabatan publik dalam suatu persaingan di daerah pemilihan dengan satu atau lebih organisasi serupa (Lijphart. Perwakilan Politik (Political Representation) Menurut Tournon (2000: 919). muncul dari masyarakat kecil menuju masyarakat politik berdasakan batas wilayah dan kekayaan. Definisi yang paling awal muncul pada abad ke-19 dan mungkin dapat disebut sebagai definisi terbaik. khususnya Marxis. dan hubungan-hubungan yang mereka peroleh atau mereka korbankan. Antropologi Politik (Political Anthropology) Bidang ini membahas perkembangan struktur politik masyarakat secara evolusioner. nasionalisme. 2000: 731).

adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada saat ini secara akurat. Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain : 1. 1. 3. 2. Sedangkan pendekatan kuantitatif mencoba untuk memelihara diri mereka dari pengaruh koleksi data. TEKNIK. yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57). menekan proses bersifat induktif. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbal balik. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif (Supardan. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung . 1. dan menurut W. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitikberatkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan.1. 4. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. 5. 2004: 157). Dalam menggunakan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur dengan penarikan kesimpulan dari keadaan umum ke yang khusus. 2. dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. 2. Metode induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifak khusus atas dasar fakta teoritis yang khusus ke yang umum. Metode filosofis. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. PENDEKATAN. METODE. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalahmasalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya. bersifat deskriptif anatik. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Pada bagian lain. dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut.R. DAN ILMU BANTU POLITIK Pendekatan Kajian ilmu politik dapat menggunakan dua pendekatan. Metode deskriptif. 1981: 141-151). Torbert sering disebut sebagai collaborative inquiri (Tobert. B.

3. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang paling banyak digunakan adalah metode-metode sebagai berikut : 1. Ilmu bantu Adapun beberapa ilmu bantu yang digunakan fdalam kajian politik diperlukan sekali peran dan kontribusi dari berbagai ilmu sosial lainnya. merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti. atau lebih. 2000: 17-28). terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. sampling. opinionnaire. baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. 4. merupakan metode yang sangat mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitas. serta hukum (Budiardjo. 3. Metode psikologis. 5. 1. tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik. Teknik Teknik yang banyak digunakan dalam ilmu politik sebenarnya banyak ragamnya.yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti secara abstrak-akademis-toretis. memandang bahwa dalam kajian politik. 4. Metode sosiologis. dan action research. negara. 5. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanyan hubungan timbal balik. interview. 3. Metode ekonomis. merupakan pelksanaan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. dalam penggunaanya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. Metode yuridis atau legislatis. seperti sejarah. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sessuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci. schedule. Metode analisis. Metode observasi. 7. direct obsevation. kelompok. 6. participant observer. 2. geografi. Namun demikian. questionare. Metode klarifikasi. investigation. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. Metode pengukuran. sosiologi. lembaga-lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. 2. filsafat. seperti field work. diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. Metode historis. psikologi sosial. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataankenyataan sejarah. . Metode perbandingan. ekonomi. case study. Metode deskripsi. 4. 6. antropologi.

1. d.1. 1. Antropologi Antropologi merupakan ilmu bantu dalam ilmu politik. yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan. h. terutama di Eropa Barat ilmu hukum dan politik memang sudah demikian erat. b. C. desakan penduduk (population pressures). 1. asal mula nilai dan negara. e. ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal dengan eknomi politik (political economy). f. a. Psikologi Sosial Dalam hal ini. 1. g. psikologi sosial menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. seperti sifat hakiki. 1. Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar . terutama filsafat politik. yaitu suatu bagian dari filsafat yang mengungkap kehidupan politik. Hal ini mengingat antropologi memberikan kontribusi besar dalam pengertian dan teori tentang kedudukan serta peranan satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. Sosiologi Sosiologi banyak membantu usahanya memahami latar belakang. seperti lokasi (location). c. TUJUAN DAN FUNGSI POLITIK Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau tidak. dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau golongan. Sejarah Sejarah sangat diperlukan dalam ilmu politik mengingat sejarah memberikan fakta masa lampau untuk dikaji lebih lanjut. perbatasan strategis (strategic frontiers). Ilmu Ekonomi Pada masa silam. 1. Filsafat Filsafat juga berperan dalam ilmu politik. dan derah pengaruh (sphere of ifluence) dibahas dalam geografi. Ilmu Geografi Faktor-faktor yang memengaruhi politik. 1. 1. Ilmu Hukum Sejak dahulu.

hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). dan diabdikan kepada tujuan manusia yang posotif. politik menjadi suatu pokok kajian yang dihindari dalam masyarajat yang sopan. sebagaimana kita butuh akan keindahan. Menemukan hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. ia meninggal karena tekanan-tekanan praktis penguasa politik yunani kuno. Kita telah menciptakan lembaga-lembaga tertentu untuk mengendalikan dan menyalurkan nafsu itu. seperti rasa cinta. Setidaknya secara umum terdapat tiga makna tujuan mempelajari ilmu politik yaitu : 1. kekuasaan dan keagungan sebagai pemimpin dan penakluk di muka bumi ini. di antaranya yang satu dalam kehidupan keluarga dan kekerabatan. Kedua tipe itu menunjukan suatu kesinambungan rumpun manusia dan keseimbangan komunitas. secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Walaupun ajaran kritis tersebut pada prinsipnya bersifat intelektual. Socrates sebagi lambang guru politik yang aktif. Perspektif Intelektual Sebagaimana kita maklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik. kemesraan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menelaah kesalahan-kealahanan yang dibuat oleh para penguasa dan berusaha untuk mengurangi ketidaktahuan dari mereka yang dikuasai. menganalogikan ilmu politik dengan seks (Apter. dan paradoks. yang lain dalam kekuasaan yang terorganisir. setia. 1. Dalam pembelajarannya pun sudah mengenal metode yang bersifat kritis. Dalam beberapa hal. namun di satu sisi pun punya arti yang kabur dan mudah disalahgunakan. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. menarik. diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajar sehingga dapat bertindak. bangga. Dalam hal ini politik dipandang sebagai ilmu. 1996:5). hal itu begitu tampak. Keduanya adalah sesuatu yang pokok dalam kehidupan yang terorganisasi. Akan tetapi. Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu. mendua. jijik. ilmu politik memiliki sifat ambigu. ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. benci. malu dan marah. dan juga mereka sangat terlibat dalam politik prakris. orang belajar bagaimana kekuasaan dapat dijinakan oleh prometheus. serakah dan sifatsifat positif bergalau dengan negatif. Sebagai contoh. kesenangan. David Apter dalam bukunya yang berjudul Introduction to politicial analysis. Akan tetapi. sekaligus rasa jijik. orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. terutama di Amerika serikat dan negara-negara barat yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-prakrik kelembagaan. Tidak aneh jika mempelajari ilmu politik membangkitkan perasaan-perasaan yang mendalam. seperti bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga. Begitu pun sebelumnya. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat praktis. Sebagaimana seks. Plato dan Aristotoles di akasemi-akademi Yunani. . bernafsu. kita pun membutuhkan kontroversi dari masalah lain. Sebagai sebuah disiplin ilmu. Untuk mancapainya. kita pelrlu tahu dan merasakan hal-hal yang terlarang pada suatu masalah. Agar dapat bertindak dengan baik secara politik. serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak? Dengan demikian.

kelompok kepentingan. Dengan kampanye yang bergaya “orator mendadak” dalam aktu singkat mereka mempersiapkan dan menggunakan strategi itu dari yang biasanya sangat teoritis mandadak berubah kedalam suatu kerangka kerja yang bersifat praktik. 2. (Apter. Disatu sisi. Hal itu mirip dengan apa yang dinyatakan Robert Dahl (1967: 1-90) bahwa dalam waktu singkat mereka telah menjadi politisi. Singkatnya. Bedanya dengan polotisi lebih bersifat “segera”(yang ada kini dan ada di sini. kebijaksanaan. bahkan terburuk kepada rakyat. apakah politik itu ilmu? Sebab sebagian besar dari mereka berasumsi bahwa politik itu seni. sedangkan asas belakangan. dunia politisi adalah dunia hari ini dan hari esok dekat. Jadi. seperti licin. 1. Baik intelektual maupun politisi dapat saja meragukan. termasuk yang terbaik dan tercerdik sekalipun sering melakukan hal-hal yang mengerikan. sedangkan kaum intelektual manaruh perhatian dalam tiga dimensi. banyak intelektual yang bersedia menjadi anggota calon legislatif dan eksekutif pusat dan daerah. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangkan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. 1996:21). Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Pendirian ini memandang terhadap kebuuhan ke depan. Dengan demikian. untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politisi. sebuah kasus dengan adanya sistem pemilihan langsung di Indonesia. Dengan demikian. 1996:20) 1. Perspektif Politik Maksudnaya adalah bahwa pandangan intelektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. Sebagai contoh. termasuk individu-individu. keabsahan. Suara lebih dahulu. yaitu hari kemarin. curang dan serakah. Jika tujuan pertama politisi adalah memperoleh kekuasaan maka kaidah kedua adalah mempertahankan kekuasaan. Tidak usah heran jika sebagian politisi. politik dipandang sebagai ilmu. Politik dapat memiliki dampak terbaik. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. Menurut Loe Straus (1959:10-12) dan Sheldon Wolin(1960:10-12). Sebab perspektif itu bertolak dibangun berdasarkan apa yang dianggap salah oleh individi maka pemikiran individu itu yang memperbaikinya. partai politik. 3. Karena itu. tugas ilmu politik adalah . keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal. Sistem itu meliputi pemerintah. perspektif intelekyual dalam politik adalah perspekti yang mempergunakan diri sendiri sebagi titik tolak.Itulah sebabnya mengapa tradisi intelektual dapat dengan mudah menjadi subversif terjadap penguasa dan merangsang timbulnya perdebatan politik. tidak dapat dihindari bahwa pembelajaran politik bersifat politis. Keputusankeputusan dari politisi diuji dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. hukum. tidak usah heran pula jika politisi adah orang yang dapat diperoleh dari kekuasaan (Apter. hari ini dan hari esok. Perspektif Ilmu Politik Dalam hal ini. politik pun menyerupai agama dalam beberapa aspirasinya. dari pada hal-hal yang teoritis) sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu mamasukan masalh politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil. dan mirip tindakan kejahatn dalam sebagian kegiatannya. Tentu saja ilmuwan politik profesial memandang politik sebagai suatu sistem sebagai perubah terorganisasi yang saling berinteraksi. percobaan. dan guru-guru politik merupakan aktivis.

dan Aristoteles (384-332 SM) sudah banyak berbicara tentang filsafat politik. Ditinjau dari sisi kain maka filosofi politik adalah kegiatan yang kreatif dan kritis di mana setiap generasi dapat berpartisipasi dalam tradisi berkelanjutan yang menyatukan masa kini dan masa lalu. Kemudian. Seorang ahli sejarah Herodotus (480-430 SM). pembahasan tentang negara sudah ada sejak 450 SM di Yunani kuno. tidak pun hidup dalam atmosfer tipis penuh abstraksi. ilmu politik perlu memperjelas hubungan antara kesinambungan dan perubahan dalam kehidupan politik. Kemudian muncul pendapat serupa yang lebih mutakir menyempurnakan pendapat Straus dan Wolin adalah Robert Flower dan Jeprey Orenstein (1985:2) yang mengemukakan bahwa ilmu politik. Mengingat teori-teori politik memberikan suatu kosakata konsptual bagi penggambaran dan perhitungan ciri-ciri terpenting kehidupan politik. maupun filsu-filsuf ternama Yunani seperti Plato (427-347 SM). baik argumen-argumen teoriris maupun fenomena-fenomena politik. serta pengejaran kebenaran normatif tentang sifat-sifat rezim terbaik. conserve (memelihara). Termonologi comprehend merujuk pada dua tujuan berupa penjelasan dan pemahaman. terutama teori-teori politik melibatkan refleksi konsep-konsep politik dasar. Meng Tze (Mencius). Para teroritisi harus menyadari bahwa mereka bukanlah dan tidak selalu hidup sebagi filosofi murni. Sebagai sebuah dialog antara para filsuf. sebagaimana telah dikemukakan Menyamin Barber”Politik tetap merupakan susuatu yang manusia lakukan bukannya sesuatu yang miliki…. Secara embrio yang lebih luas dan secara originalitas. SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK Lahirnya ilmun politik secara formal memang sejak abad ke-19. atau lihat atau bicarakan atau pikirkan. Mereka yang akan melakukan sesuatu dengannya harus lebih dari sekedar berfilosofi dan filosofi yang secara politik mudah dipahami harus mengambil tindakan politik sepenuhnya dari politik sebagai sebuah sikap”. Disisi lain. mengerjakan teori politik melibatkan pembelajaran untuk membaca karya-karya klasik agar orang dapat secara efektif membedakan antara apa yang semata-mata opini dengan pengetahua autentik. Wolin berpendapat bahwa studi teori poltik terbaik dipahami sebagai sebuah wacana reflekrif mengenai makna politik. 1. Begitu pula filsuf Cina kuno kung Fu-Tze/Confucius (551-479 SM). karya-karyanya Politeia (tentang politik). Kriton (tentang ketaatan terhadap hukum. menunjuk kepada studi sejarah pemikiran politik mambantu pemeliharaan suatu warisan budaya Sedangkan critisize pada hakikatnya menggarisbawahi fakta bahwa teori menganalisis dan mengevaluasi. Pendapat serupa dikemukakan Dante Germino (1975:229-281) yang menunjuk pada sifat upaya teritis yang seedang berlangsung sebagai sebuah percakapan dari banyak suara(yang merupak sebuah dialog) antara orientasi yang berbeda menuju reakitas politik sebagai suatu keutuhan. D. Menurut John Nelson dalam tulisannya natures and futures of political theory (1983:3-24) bahwa tujuan teori poitikdapat digambarkan menjadi tiga C yakni compehend (memahami). Hal itu relevan.untuk mendapat kearifan tentang sifat-sifat manusia dan politik. conserve. namun sangat beragam dari mana memulai lahirnya ilmu politik itu. Singkat kata teori politik mengeksplorasi fenomena-fenomena lewat analisis politiknya. dan critisize (mengkritik). analisis pendangan-pandangan alternatif tentang manusia dan politik. Dengan demikian. dan Li-Tze (350 SM) .

Munculnya slogan “filsafat politik dibatasi etika” bahkan merupakan ilmu pegetahuan tertinggi. atau banyak orang (para pemilih). Hermes (leluhur yang penipu). Karena itu. dapat melakukan tindakan kekerasan maupun bermain cinta (Apter. tiran). Suatu pukulan batin yang Plato rasakan ketika ia berusia 31 tahun. tetapi lebih pada kenyataan bahwa teorinya merupakan teori pertama mengenai negara ideal (Apter. Kebesaran Plato bagi kita bukan terletak pada kesegaran visinya atau pada teorinya mengenai meritokrasi walaupun hal itu memang penting. Hal itu sebagai wujud filsafat politik merupakan pokok soal yang lebih penting. Mulailah paradigma rasional menggantikan pandangan dunia yang lebih irasional dan mistik yang hidup sebelumnya. dan tempat lain. maupun tentang teori ide. bahkan Aristoteles pun pernah belajar disitu. rasionalitas bukannya menjadi sesuatu yang bersifat deduktif. Sekembalinya dari Athana. Sisilia. Berbeda dengan Aristoteles (384-322 SM). athena telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Socrates. Kematian Socrates menunjukan kepada Plato bahwa tidak mhanya pentingnya pengetahuan yang tidak terkekang. seperti Zeus (leluhur yang bergairah). tetapi mengubah fokusnya. seorang murid Socrates yang pernah mengajarkan bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yang baik. walaupun dia mengakui gurunya Plato. dan sebagainya. tetapi secara fundamental baik semangat maupun kepribadiannya jelas berbeda. Athena (leluhur yang berpengetahuan). Itulah sebabnya pada dekade ini. Pythagoras (528-507 SM) pun mengajarkan Plato bahwa kebajikan itu abstrak dan bahwa pengetahuan mengenai yang abstrak adalah lebih nyata dari pada pengetahuan mengenai hal-hal yang berwujud dalam dunia empiris atau indrawi (Losco dan William. Filsafat politik tidak berawal dari ilmu pengetahuan. diktator. Aristoteles menerima model Plato. Paradigma waktu itu yang terpenting adalah bagaimana untuk mencari keselarasan atau keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. Ia memandang pendidikan harus menjadi pembelajaran hal-hal yang benar yang membuat orang lebih bijaksana. dan elite). politik merupakan suatu fungsi antara penguasa dan yang dikuasa. tetapi ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan . Saat dan urutan peristiwa merupakan suatu bentuk penjelasan. Plato sangat percaya bahwa bentuk-bentuk abstrak merupakan dasar keabadian manusia. tetapi juga perlunya pendidikan publik.seorang aliran perintis legalitas telah banyak berbicara tentang politik. yunta. 1996: 49). Ia merasa hancur. kemdian Plato menjadi pengembara. suatu cara menyusun atau merasionalkan perkembangan masyarakat. baik itu pemerintah yang dijalankan satu orang (raja. melainkan bertolok dari pemakaian common sense (akal sehat) dalam tujuan-tujuan manusia. wajar jika dalam ilmu pengetahuan kuno belu mampu memberikan rumusan teori. Selain itu. 1996: 58). orang pertama yang menyadari bahwa ilmu alam tidak memberikan penjelasan memadai untuk penalaran atas tingkah laku manusia. ia mendirikan sebuah akademi pengetahuan. melainkan untuk memperoleh suatu kualitas moral. berkelana ke Mesir. Bukannya membayangkan suatu struktur konsep geometris un tuk diterapkan pada masalah-masalah sosial. otokrat. 2003: 151-153). suatu pandangan dalam (dewa-dewa). Lain lagi dengan zaman Plato (427-347 SM). ataupun beberapa orang (oligarki. karena itu maslahnya adalah membangun suatu negara yang didalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. Socrates (469-399 SM). Begitu pun dalam ilmu politik.

Berbeda jika dibandingkan dengan paradigma teokratis. Dalam dunia Romawi. Hobbes . nasib baik dan kebutuhan (Losco dan William. ia membuka jalan bagi pemikir kekuasaan yang sekuler. Untuk melakukannya. ia memberikan nasehat tentang bagaiman mendapatkan dan mempertahankan sebuah kepangeranan. Bahwa komunitas politik bukan terdiri dari hak-hak pribadi semua individu. melainkan hak-hak dewan perwakilan. Pertama adalah Thomas Hobbes (15581674). terdapat beberapa peristiwa penting. diantaranya kemenangan kerajaan atas gereja dalam perjuangan besar antara raja dan paus. Dalam hal ini. 1. Kedua adalah Jean Jaques Rousseau. dimana merupakan gabungan hukum alam yang berasal dari Yunani dan Romawi serta wahyu yang diperoleh dari kepercayaan Kristen. serta yang logikanya sama bagus dan rapuhnya seperti logika lain yang dapat ditemukan dalam pemikiran politik. Bagi Machiavelli. serta setan sebagai personifikasi perjuangan individual antara kebaikan dan keburukan. Bahwa penguasa atau raja merupakan wakil rakyat. Kemudian ketika visi sintesis paham Kristen pada Abad Pertengahan yang dominan merosot. para penguasa menjadi asyik untuk mempertahankan kekuasaan yang menjadi tujuan dalam dirinya sendiri. Jika Machiavelli menandai gerakan menjauhi filsafat agama sebagai suatu dogma politik dan membukakan jalan kepada dua penerus cemerlang. 1967: 69-81). menuju Kota Manusia dimana ada neraka. dunia kristen menampilkan kembalinya kepada pandangan dunia agama. Ia tidak banyak berilusi dengan politik. 1996: 78-79). 2.logis untuk etika dengan suatu pandangan yang lebih praktis mengenai dunia nyata. Kemudian ia menuju ketaatan Hukum Positif. baik pangeran maupun republik merupakan ambisi politik difinitif yang dikejar dalam batas-batas yang ditentukan oleh akal. Dialah yang merasa jemu dengan pertengkaran-pertengkaran doktrin. filsafat materialismenya merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan mekanika. kejayaan. dan kebaikan negara. kejayaan. tokoh yang berusaha mendefinisikan kembali kepribadian moral dalam komunitas moral (Apter. Akan tetapi. Tokoh utama dalam masa transisi ini adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). kearifan. 2005: 562). dua prinsip penting yang muncul mendorong transisi ke masa pencerahan (enlightenment) yang dimulai pada abad ke-16. Pada akhir Abad Pertengahan. Santo Agustinus (354-430) adalah tokoh pertama yang menegaskan politikusme teokratis ini yang bertolak dari masyarakat yang baik sebagai Kota Tuhan. Aristoteles meragukan kebaikan orang-orang bijak dengan menyukai suatu pemerintahan berdasarkan hukum (d’Entreves. hakim-hakim dapat menjadi suci maupun sekuler serta pendeta atau raja. Dalam hal ini. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim yang masuk memiliki dua tipe. Hal yang paling dapat diharapkan oleh orang banyak adalah kebahagiaan dan bijaksana. seorang penguasa bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. dengan lingkup kekuasaan yang ditentukan oleh konstitusi yang sifatnya terbatas. dimana ide hukum alam ke hukumhukum manusiawi. Dalam The Prince. yaitu “kepangeranan” (principality) dan “republik”. surga. hakim menggantikan filosof raja.

tetapi keduanya adalah sekuler. Hal itu sedikit berbeda dengan Montesquieu (1689-1755) yang tertulis dalam bukunya Spirit of the Laws.lebih siap untuk mengampuni pembunuh ayahnya ketimbang perampas hartanya”. ia menganggap betapa pentingnyapersamaan bagi manusia dan menekankan akibatakibat yang diabaikan oleh Locke. berhawa nafsu…. menjelaskan bagaimana evolusi berbagai bentuk perdagangan dalam dunia kuno memengaruhi sistem politik (Montesquieu. Ia pun meyakini bahwa pada efek-efek yang baik dari harta pribadi adalah pemilikan yang merupakan satu bentuk jaminan bahwa orang akan bersikap wajar dan bekerja sama satu sama lain. seorang pengarang. ketika ia memenangakan Sayembara Akademi Dijon untuk esai berbait yang bertajuk: “Apakah kebangkitan ilmu ikut andil dalam memperbaiki perilaku?” Pada tahun 1754. Montesquieu berpendapat bahwa manusia tidak seburuk seperti itu. 1948: 109). meskipun ia meragukan kemungkinan persamaan sempurna itu.merupakan orang yang pertama yang dapat mendefinisikan dan mengubah kepentingan pribadi dalam keuntungan publik (Apter. Dalam pendapatnya yang banyak dianut hingga kini bahwa negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah negara dimana kekuasaan legislatif. seleranya tidak pernah puas. kebebasan individu merupakan dasar kesejahteraan (Montesquieu. hingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat. Mengingat pada dasarnya manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. kepuasannya sedikit (Alen. Kemudian tahun 1776. dimana ketimpangan menghasilkan ketidakadilan dan dasardasar ketidakserasian. Jean Jacques Rousseau (1712-1778). isinya berupa pujian terhadap negara alamiah. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan dan persamaan merupakan tujuan-tujuan masyarakat terpenting. Sekulerisme Locke mendorong ia menyerang. licik. Apa pun sifat manusia. segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik. Hobbes memiliki semboyan homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya). merekapun tidak sebaik seperti yang ditunjukan oleh Rousseau meupun Locke. Rousseau sekaligus menulis dua buku Du Contrat Social ou Principes de Droit Polique dan Emile ou de I’ Education. ia menulis Discours sur I’origine et les fondements de I’inegalite parmi les homes. Dalam hal ini diperlukan seorang hakim yang berdiri diatas semua hukum. 1949:5). . dan yudikatif pemerintah perlu dipisahkan sendiri-sendiri. Baginya bahaya terbesar adalah konflik antarbangsa atau perang. 1928: 221). Montesquieu menolak teori-teori psikologis yang dikemukakan Machiavelli dan Hobbes yang beranggapan bahwa manusia pada dasarnya “bajingan. dan komponis Prancis yang hijrah ke Genewa. Inilah yang harus dipecahkan persoalanyya melalui kontrak sosial (Rousseau. melainkan sebagai suatu kondisi yang ramah. Khusus buku yang pertama sering dikenal The Social Contract. 1949:316-402). baik doktrin mengenai hak-hak raja yang berasal dari tuhan maupun argumen tentang ketuhanan yang digunakan oleh raja-raja absolut untuk nmelegitimasi pengguanaan kekuasaan yang tidak terbatas. Akan tetapi. tamak. 1984: 2948). Perbedaan Locke dan Rousseau. eksekutif. filsuf politik. Locke memandang keadaan alamiah bukan sebagai suatu kondisi perang. Ketenaran Rousseau mulai terjadi tahun 1750. Ia menganggap gereja sebagai tidak lebih dari suatu asosiasi sukarela. dan berpendapat bahwa hilangnya negara demikian itu setelah munculnya hak milik pribadi (Shadily. 1996: 80). Perbedaan Locke dan Hobbes sangat tajam.

Betham mengemukakan Prinsipnya dalam perubahan perundang-undangan berdasarkan semboyan “bahagia terbesar sebanyak-banyaknya manusia”. Konsep Mill tentang individualisme adalah konsep tipikal dari liberalisme abad ke-19. Paham Tingkah Laku (Bevioralisme). mengalihkan perhatiannya dari lembaga pengkajian mengenai bagaimana orang bertingkah laku dan apa yang mendorong tingkah laku mereka. Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam ekonomi. tetapi pemenuhan ini harus selalu terjadi dalam konteks kebaikan umum. yang menekankan perpaduan antara kelembagaan dan tingkah laku. Pertama tradisi Lenin. Science of Logic (1816). 3. Doktrin tersebut sangat memengaruhi pikiran David Ricardo (1772-1823) dan John Stuart Mill di bidang ekonomi dan memengaruhi Revolusi Prancis. lebih menaruh perhatian pada bagaimana diferensiasi dan partispasi sosial memperluas lingkungan politik. namun demikian ia bukan seorang individualis yang ekstrim. fungsionalis. menekankan pada agenda tersembunyi dibelakang politik. Paham Kemajemukan. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Moral and Legislation (1870). 2. Salah seorang filsuf idealisme yang terkenal adalah filsuf Jerman. yang memandang perlunya transformasi militan dari kapitalisme yang paling lemah di pinggiran sampai ke pusat. 2. Pholosofy of Right (1821). Mmenekankan perhatiannya pada masalah- . yang memandang dunia dengan perasaan dingin serta mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia. Karya-karya terpentingnya adalah tiga buku ternama yaitu. dan Philosofy of History (1837). dan judul yang ketiga inilah yang paling berpengaruh terhadap teori politik pada masa itu. Paham Struktural. Jeremy Bethem (1748-1832) membentuk teori formal tentang reformasi sosial. Berbeda setelah zaman Hegel. Beberapa aspek dari doktrin yang terkait dengan perkembangan teori politiknya tertuang dalam karyanya yang terkenal Das kapital. Tokoh Sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Marx (1818-1883). Pada abad ke-20 muncul paham-paham baru diantaranya: 1. Meskipun pemenuhan diri manusia ditekankan dalam semua karya-karyanya. seperti dialektika materialisme. politik. Setelah Marx meninggal. 4. dan linguistik.Pada abad ke-19. fokusnya terhadap teori pertukaran analisis peran. Eropa pada saat itu dipengaruhi oleh Sosialisme. dengan mengembangkan suatu teori tentang perkembangan sosial secara alamiah. Karl Marx menawarkan doktrin sosialisme ilmiah pada dunia. yakni Georg William Friedrich Hegel (1770-1831). dan sosial. warisan radikal menjadi terpecah belah. Kedua. analisis Marxis. analisis peran. penolakan hukaum alam terjadi. 1. pemikiran Marx yang lebih demokratis bahwa transisi revolusioner dapat terjadi melalui cara-cara parlementer. Paham Developmentalisme (perkembangan). melalui revisionisme.

behaviorisme. munculnya negara-negara baru. Badan ini terdiri atas wakil-wakil rakyat.masalah transisi pertumbuhan dari jenis sistem politik lama ke yang baru. dan bagimana inovasi-inovasi itu terjadi. 1996:13-14). • Badan Eksekutif Badan eksekutif pemerintah ini bertanggungjawab sesuai dengan makna yang terkandung dalam namanya. namun sangat sedikit kebijaksanaan berasal langsung dari inisiatifnya (Apter. Bagi para penganut paham kelembagaan. Kekuasaan merupakan dasar politik. politik adalah terbuka.eksekutif bertindak atas mana rakyat. ia menolak pemecahan-pemecahan tuntas seperti ini. 1996: 145). 1. nasionalisme yang berjuang melawan kolonialisme. menurut Apter (1996: 135-443). dan juga yang diwakili Karl Marx. Hal ini selanjutnya dalam hukum. dan developmentalisme. siapa yang memperoleh manfaat. pluralisme atau kemajemukan. MAHZAB-MAHZAB POLITIK Dalam pengelompokan mahzab-mahzab ilmu politik. distribusinya. Semua pemberlakuan hukum harus disetujui oleh badan legislatif ini. Selanjutnya. 1945). E. Dengan adanya yurisdiksi-yurisdiksi kekuasaan yang dibatasi konstitusi dalam hal mana mereka harus saling berhubungan dalam urusan pembuatn . Bagi mereka. efek-efeknya. teori-teori politik libertarian timbul dari sejarah sebagai tujuan moral yang akan dimantapkan di dalam praktik politik. • Badan Yudikatif Pemerintah memang rumit. • Badan Legislatif Badan ini merupakan pengawas terpenting terhadap kekuasaan yang nyata maupun potensial. dan sebagainya (Apter. Dalam demokrasi. yaitu sebagai berikut.yaitu melaksanakan keinginan –keinginan rakyat . lembaga-lembaga pemerintahan ini terbagi dalam tiga wewenang yang merupakan perhatian utama kaum institusionalis. Dalam system demokrakasi . • Paham Institusionalisme atau Kelembagaan Paham ini berusaha mewujudkan pemecahan-pemecahan universal dengan menerjemahkan citacita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. pemakaiannya harus sesuai dengan patokan-patokan kewajaran atau keadilan. Kekuasaan adalah kekuatan yang dapat dipakai dan dikendalikan. Inilah tradisi yang dibangun Plato. terbagi atas 5 mahzab institusionalisme atau kelembagaan. Konflik diubah menjadi persingan damai melalui badan-badan perwakilan dalam pemerintahan (Popper. Kebanyakan pengikut paham kelembagaan yang mengikuti tradisi Pencerahan.

Instrumentakisme behavioral seolah-olah memeberikan inspirasi baru mengenai kehidupan politik sebagai cara belajar bermasyarakat yang dicapai melalui pengalamn eksperimeneksperimen. analisis indicator. • Paham Behavioralisme Komitmen kepada kebudayaan politik yang demokrasi membutuhkan perantara kepentingan dan kebijaksanaan yang baik secara efektif. Dari sudut ini politik pipandang sebagai proses interaksi dimana warag ayang terlibat memengaruhi jalannya kebijaksanaan. lehgislatif. voluntarisme.dan bagaimana cara orang menyadari peristiwa –peristiwa politik . atau vector-vertor yang memperlihatkan arah perubahan.termasuk bagaimana proses pembentukan pendapat politik. Dengan demiokian.459-484). dan ukuran-ukuran statistic lainnya. kaum behavioralis bekerja dari bawah keatas.1996. analisis factor . pluralisme menekankan partisipasi partai sebagi penghubung anatar masyrakat dengan pemerintah. Apa yang diabaikan adalah polal pikir yang spekulatif.serta hubungan antara kesadaran dan tujuan. Pengadilan tinggi semacam itu mewakili asas mengenai lembaga yudikatif agung yang independen.diperlukan adanya pengadilan tinggi yang berfungsi sebagai wasit agung untuk masalah – masalah penafsiran konstitusional . Mereka menggunakan data agregat yang mengarah kepada penentuan hal-hal yang menonjol.selalu ada kemungkinan terjadinya pelangagran konstitusi. Menurutnya bahwa proses belajar terjadi sebagai hasil pengamatan terhadap hubungan-hubungan antara dorongan dan tanggapan. Di sinilah para penganut paham tngkah laku ( behavioralisme ) memelingkan perhatiannya dari sistem –sistem politik . . inilah yang dinamakan behavioralisme yang dilontarkan oleh John B. Jika demikian halnya.kebijaksanaan.khususnya pengaturan –pengaturan hokum dan konstitusional untuk mengamati tindakan politik individual (apter dan andrian 1972: 14-28.210) Jika ditelusuri akar-akar pemikiran paham tingkah laku tersebut dimulai dari filsif skeptic David James (1842-1910) yang menekan empirisme.atau system kepercayaan yang menciptakan pola – pola tingkah laku yang penuh makna (apter. dan komite-komite. Paham ini pun menekankan proses diatas struktur. skala gutt man. Seperti paham institusionalisme. • Paham Pluralism atau Kemajemukan Paham ini sebenarnya dibangun atas dasar perpaduan paham kelembagaan (institusionalisme) dan paham tingkah laku (behavioralisme). Kecenderungan umum terhadap proses belajar dari tindakan mengaitkan filsafat dengan disiplin psikologi yang sedang bekembang menjadi usaha pencaharian ilmiah yang dapat diamati dan terukur dalam mengamati tingkat laku. kategori –kategori itu biasanya dianggap sebagai ideologi . baik public maupun swasta. perhatian utama paham tingkah laku tersebut terletak pada hubungan antara pengetahuan politik dengan tindakan politik. jika dibandingkan dengan bagaimana pembagian kekuasaan diantar berbagai kelompok. Watson (1878-1958). tindakan –tindakan individual .bagaimana proses pembentukan pendapat politik diperoleh . serta lebih sedikit perhatiannya terhadap bagiamana kerja badan-badan pemerintah. Teknik-teknik yang mereka gunakan untuk menetapkan variable-varibel independent yang penting meliputi analisis regresi. Dengan demikian.

organisasi. hingga suatu pandangan retrospektif. siklis maupun berulang. jauh lebih bercampur. Tenaga pendorong orisinal dapat merupakan suatu perusahaan character atau misi penyebaran agama tertentu. Dalam model unlinear. diantaranya: Tahap A. informasi. dan model bagi suatu bangsa miskin hingga dalam jangka waktu tertentu. modernisasi adalah sebuah proses. strukturalisme pada hakekatnya menyusun potensi fungsifungsi yang terdapat dalam politik seperti. 1996: 372). dan cultural perkembangan. Seperti kita ketahui bahwa politik nasional maupun lokal. terdapat empat metode dalam kajian developmentalisme tersebut. maupun janjinya teleology pertumbuhan. • Cara kedua adalah pandangan akulturasi proses perkembangan barat mendifusikan pengetahuan. social. Dengan demikian. merupakan sebuah ideologi. keahlian. Cara ketiga adalah analisis tehadap proses seperti yang kini sedang menguasai bangsabangsa yang dikatakan terbelakang. dalam asosiasi-asosiasi atau birokrasibirokrasi memiliki struktur. Sebagai pengganti wakil resmi tunggal dari kekuasaan . antropologi. dan sosiologi (apter. Akan tetapi. 1969). dimana developmentalisme liberal menghasilkan kontrdiksi-kontradiksi kapitalis yang makin intensif.• Paham Strukturalisme Paham ini berbeda jauh dengan pluralisme yang kajian politiknya bersifat kontemporer. komunikasi dan agregrasi. Teori unliniear menganggap perkembang tidak terelakkkan. kebudayaan dan personalianya menjadi sesuatu yang menjadikan komunitas atlantik secara ekonomi berhasil. Paham ini berasal dari linguistic. • Dibawah ini tahap-tahap modernisasi. Jadi. jika tujuan barat umumnya adalah demokrasi liberal sedangkan bago kaum marxis tujuannya adalah masyarakat tanpa Negara. Tahap B. mewakili urbanisasi tahap pertama (agen modernisasi berada diluar). teknilogi. Sedangkan dalam paham strukturalisme ini sebenarnya kuarng dikenal dan lebih kompleks dan bersifat interdisipliner. Bagi seorang marxis ide dapat dikatakan bodoh. filsafat. Contohnya adalah Amerika latin dibawah kekuasaan Spanyol. nilai-nilai. Menurut nash ( 1965: 5). • Paham Developmentalisme (Perkembangan) Kajian ini mencakup suatu kemajuan kearah sasaran melalui pertumbuhan ekonomi. dan suatu penilaian penuh terhadap konteks politik. Jika kaum intitusionalis menganggap evolusi demokrasi sebagai penanaman ide-ide filosofis kemasyarakatan yang baik. demikian pula bagi kaum developmentalis. melahirkan inferalismen (avineri. Pendekatan ini menjurus kepada hipotesis hipotesis berskala lebih kecil. akhir suatu periode perubaha merupakan bagian sejarah Negara-negara industry ynag bersifat evolusioner. dasar pemikiran developmentalisme. yakni : • Cara pertama adalah metode index: Sifat-sifat umum perkonomian yang telah maju diabstraksikan sebagai jenis ideal dan kemudian dibandingkan dengan cirri-ciri tipikal yang sama idealnya dari perekonomian masyarakat miskin. Proporsi peran-peran inovatif lebih besar dan para innovator mengembangkan institusi-institusi.

seperti tujuannya untuk individu atau masyarakat. HAM. 1. terjadi peralihan menuju kemerdekaan. Suatu keuntungan model ini adalah bahwa iya dapat digunakan untuk mendokumentasikan morfologi pada pasca kemerdekaan dan juga tahap-tahap colonial. Kekuasaan Kekuasaan merujuk kepada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu Menurut Philip (2000: 820) terdapat tiga sumber utama dalam mendefinisikan kekuasaan selalu ada perbedaan mendasar. pemilihan umum. Kemuadian proses itu mulai kembali lagi dari semula dalam artian politik. 2. 1. demonstrasi. Tahap C. 1. proses itu lebih maju. Tahap D. F. demokrasi. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. KONSEP-KONSEP POLITIK Yang dikembangkan dalam pembelajaran yang dimaksud seperti kekuasaan. barangkali pada tinggkat baru yang lebih tinggi. Dilihat dari hukum internasional mengacu kepada kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara lain (Shadily. Pemerintah colonial cenderung sangat menjadi partisipan. 1950) dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi (Weber. seperti pengaruh. Adanya perbedaan disiplin dalam ilmu-ilmu sosial yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. pemerintah. . 2. Adanya perbedaan penggunaan kekuasaan. seluruh proses diperbaharui kembali. 2. Teori-teori elit kekuasaan (mills. dam voting. 1. partai politik. sistem politik. dengan mendukukng kaum modera politik lokal dan membnetuk pembangunan politik mengikuti model imperialis. 1948: 1711). Kedaulatan Konsep-konsep kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua telaahan. persamaan. konsep kedaulatan mengacu kepada kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi dan mutlak. 3. tuntutan-tuntutan bgai kemerdekaan yang lebih besar dan para pelopor lain yang mengancam untuk mematahkan kekuasaan colonial. Tanggapan-tanggapan sepeti itu pada gilirannya merangsang organisasiorganisasi politik. gerakan-gerakan masa. kedaulatan kontrak sosial. desentralisasi.colonial adalah birokrasi. legitimasi oposisi. namun demikian tetap mengikuti model dasar yang sama. paksaan. 1. Pada titk ini dalam sifat siklus perkembangan. 1. tujuan politik atau ekonomi. negara. Dilihat dari hukum tata negara. dan kontrol. 1978 [1972]).

2. Rousseau Negara 1. Kedaulatan negara 3. 3. Kedaulatan rakyat 4. Kontrol Sosial Konsep kontrol sosial mengacu kepada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan sosial yang dilakukan diluar pemerintahan untuk memelihara menurut hukum dan aturan itu yang muncul didalam tiap-tiap masyarakat dan institusi. 4. Ada beberapa teori-teori kontrol sosial : • • • Teori Thomas Hobbes Teori John Locke Teori J.Kemudian ditinjau dari jenis ataupun bentuknya. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga. metode. 5. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial ataupun bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. negara pun merupakan alat (agency) dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat. 5. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi tiga. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri kepada kondisi adanya tata aturan. Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Pemerintah yang mengacu kepada proses pemerintah. 3. yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang. 6. Legitimasi .J. Kedaulatan hukum 2. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. istilah pemerintah dapat dibagi empat pengertian. Pemerintahan Rumusan Finer (1974). 1. 3. Terdapat dua tugas negara yaitu: 1. artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan. 2. 1. yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. 4. ia adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik.

10. Menentukan pemerintahan secara langsung maupun tak langsung. nilai-nilai. 1. b.Konsepnya menunjuk kepada keterangan yang mengesakan atau membenarkan pemegang kekuasaan meupun pemerintah adalah benar-benar orang yang dimaksud (secara hukum adalah sah). Oposisi Konsepnya merujuk kepada kelompok/partai penentang terhadap pemerintah resmi. 11. 8. Desentralisasi Konsepnya salam Ensiklopedi Indonesia (1948: 794) dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan (bagian dari perundang-undangan) dan perintah dari badan penguasa atasan terhadap . Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. Secara umum partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Pemilihan Umum Konsepnya adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau menentukan orang-orang yang duduk di dewan legislatif maupun eksekutif. d. Sarana rekrutmen politik. 1. 7. 1. cita-cita. Partai Politik Konsepnya mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. c. Sistem politik mencakup: 1. Fungsi integrasi dan adaptasi 2. Penempatan nilai-nilai dalam masyarakat 3. Fungsi-fungsi pemilihan umum: a. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntutan rakyat. 1. 1. e. Penggunaan wewenang atau kekuasaan 4. Sistem Politik Konsepnya merupakan suatu istilah yang mengacu kepada semua proses dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan publik. 9. Demokrasi Konsepnya secara umum merupakan sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakil-wakilnya. serta perjuangan yang sama. 12.

Kadang-kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. G. Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Rosalyn Higgins. 14. 1. GENERALISASI-GENERALISASI POLITIK Generalisasi merupakan pernyataan hubungan dua konsep atau lebih. 1. Pernyataan tersebut boleh terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. institusi msyarakat maupun pemerintahan diperlukan suatu kontrol sosial untuk memuahkan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian dan pemerintahan yang telah disepakati. baik itu ketidak puasan maupun ketidaksetujuan. Demonstrasi Konsepnya secara umum memperlihatkan. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. menunjukan dan membuktikan. seperti di bawah ini.yang lebih rendah. 1. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang bersama-sama menunjukan dukungan maupun protes kolektif. Dari pernyataan tersebut maka beneralisasi-generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan di tingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya. 1. 13. . seorang yang tergabung dalam United Nations Committe on Human Right. Persamaan Konsepnya hampir melekat pada disiplin ilmu. 16. Negara Jika pemimpin suat negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkannya demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang-wenang. 1. dalam arti tidak adanya kedaulatan rakyat Prancis yang dijunjung tinggi oleh pemerintah. 1. pengertian Hak Asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua orang sesuai kondisi yang manusiawi. 1. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting merujuk pada suatu instrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan. Kedaulatan Rakyat Meletusnya revolusi Prancis 1789 nerupakan salah satu penyabab dominan yang disebabkan raja-raja pranciss berkuasa secara absolut. 2. 1. 3. 15. cepat atu lambat akan datang gerakan massa yang tidak dapat dibendung sebagai respons atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut. memamerkan. 1.

pada hakikatnya dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. 8. mengingat ia memperoleh dukungan mayoritas dari berbagai elite dan partai politik yang mendukungnya. 1. Negara Adanya peraturan dan undang-undang dalam kehidupan bernegara. Pemilihan Umum Pemilihan umum merupakan salah satu indikator pemerintahan yang demokrasi. bongkar pasang kabinet. popularitas pemerintahannya menjadi pudar. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karana partai oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dalam kontrol atas mekanisme pemerintahan yang ada. 7. 11. Pemerintah Gus Dur memiliki legimentasi yang baik untuk melaksanakan agenda reformasi Indonesia. Demokrasi Tidak semua pemerintah yang demokrasi itu memiliki karakteristik universal kerana nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa akan turut mewarnai budaya politiknya. tidak semua partai oposisi baik kerena tidak sedikit partai oposisi terlahir hanya didasarkan pertimbangan emosional atas kekalahannya dalam pemilahan umum yang telah lalu. termasuk kebebasan seksual di mana bagi kita hal itu perlu diatur dalam undang-undang. 1. pemahaman mengenai pemerintahan yang demokrasi sarat dengan pengaruh nilai-nilai suatu negara atau bangsa. 9. 1. dan berkesinambungan. 1. bahkan tersandung dalam bulog-gate. mondar-mandir ke luar negeri. 6. Hal itu akan berbeda dengan di negara-negara yang menganut sistem liberal. jelas kebebasan rakyat terkekang. kebebasan itu sangat luas. bahkan berakhir secara tragis. seperti di negara-negara barat. Sistem Politik Bagi pemerintahan yang menganut sistem politik yang komunis maupun otoritarian. 1. Pemerintahan Pemerintahan yang diktator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa untuk melakukan suatu revolusi yang mengarahkan perlawanan terhadap rezim lama ketika menekan kebebasan dan menentang pembaharuan. aspirasi rakyat ataupun konstituen dapat diakomodir dengan sistem pemilihan umum yang baik. Partai Politik . Legimitasi Sebenarrnya di awal masa jabatannnya. 1. Sebaliknya. aman. Sebab melalui sarana pemilihan umum. Hanya saja kerena ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu-isu yang kurang perlu.1. 5. 1. Dengan demikian. 4. 10.

Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manisia dan . 14. tetapi juga hak-hak ekonomi. Dalam gerakan demonstrasi anti pemerinyahan Orde lama. hal itu dapat dimetaforakan sebagai seekor harimau yang dikebiri. berarti sama halnya dengan tidak dapat menumbuhkembang kehidupan demokrasi yang sejati yang menghargai hakhak asasi setiap pribadi. 1. Begitu pun dalam mengakhiri rezim orde baru yang otoritan. 1. 15. beberapa tokoh reformis dan mahasiswa Indonesia berhasil menurunkan Jendral Soeharto dari jabatannya kepresidennya melalui demonstrasi yang besar-besaran. 12. tanpa mengurangi makna sebagai negara kesatuan. 1. 1. 16. dimana kesenjangan antara pusat dan daerah akan menjadi semakin timpang. ada pajak progresif. Namun. TEORI-TEORI ILMU POLITIK Teori politik merupakan enterprise dan jika di telusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa. KAMI merupakan motor utama kegiatankegiatan angkatan “66” dan memainkan peran pokok dalam arena politik berikutnya. tetap saja di balik persamaan tersebut memiliki beberapa ketidaksamaan secara relatif. Demonstrasi Gerakan demonstrasi mahasiswa Indonesia tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa. persamaan merupakan ide fundamental dalam asas kehidupan berbangsa dan bernegara.Jika suatu pemerintahan mengaku dirinya demokrasi. Desentralisasi Desentralisasi menjadi keniscayaan dalam pemerintahan Indonesia masa kini. H. 13. sosial dan budaya. sekarang pemungutan suara (voting) diberikan haknya kepada kaum laki-laki maupun perempuan dewasa. Sebab tanpa desentralisasi. Lagi pula selalu ada untuk mengimbangi bentuk hierarki-hierarki itu. sementara partai politik dilarang berdiri. segala sesuatunya masih bersifat sentralistik. Untuk mengimbangi hierarki kekayaan. ada masa pensiun. 1. Umtuk mengimbangi hierarki status sosial dalam jabatan formal. Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia tidak sekedar mencakup hak-hak sipil dan politik. 1. sosial and cultural rights. Persamaan Dalam suatu tatanan pemerintahan demokrasi. berarti tidak ada otonomi bagi daerah. Ia tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas dan melakukan reproduksi. walaupun selalu ada hierarki-hierarki yang membedakan antar individu. seperti yang tercantum dalam international convenant on economic. Voting Pada umumnya. baik itu dalam sistem pemilihan distrik maupun proporsial.

mempertanyakan pengaturan politik serta social apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhankebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. serta melanjutkan pada masalah-masalah mempertahankan pengaturan institusi yang memberikan kekuasaan kepada rakyat sesuai dengan proporsi kapasitas untuk menggunakannya demi kebaikan masyarakat.sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. baik sebagai titik puncak dari perkembangan pranata. memulai dengan mempertanyakan apa jenis pengetahuan yang mungkin dalam masalah-masalah politik. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivism. maupun sebagai tahapan persinggahan yang di persiapkan untuk digantikan oleh sesuatu yang lain. dan teori politik normative.keadilan. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik.pemilih. • . Selain itu. Tujuannyab adalah meletakan prinsip-prinsip otoritas. • Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang –kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori pilihan public (Miller. Kelompok yang menonjol disini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian.birokrat.teori politik formal.dan lain-lain). Sprektum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu.yakni teori politik empiris. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. dimana pandangan tersebut adalh mungkinuntuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. 2002: 797). Sebagian lagi menafsirkan institusiinstitusi yang ada sebagai bagian dari pola keseluruhan sejarah perkembangan.dan lain-lain. • Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional.kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik(politisi. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah • Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip itu sendiri.kebebasan. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. 2002: 787). Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. Sedangkan sebagian lagi. • Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu satu paying politk.