Artikel Politik

POLITIK DAN KEKUASAAN
Oleh : Bayu Pramutoko,SE Pengertian Politik Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Tumpuan kajian ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu proses sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Miriam Budiharjo, 1992). Sistem itu menurut Deliar Noer (1983) meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Dengan demikian dilihat dari aspek kenegaraan, ilmu politik mempelajari negara, tujuan negara, dan lembaga negara, serta hubungan kekuasaan baik sesama warga negara, hubungan negara dengan warga negara, dan hubungan antar negara. Apabila dilihat dari aspek kekuasaan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari kekuasaan itu. Dilihat dari aspek kelakuan, ilmu politik mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan, dan kebijakan. Melihat penjelasan di atas, kajian ilmu politik meliputi: (1) teori ilmu politik, (2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik), (3) partai politik, dan (4) hubungan internasional. Minimal ada enam hal yang ditekankan dalan ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat. Sedangkan obyek ilmu politik meliputi dua hal yaitu, (1) material (obyek ini berwujud pada perjuangan memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan obyek negara, kekuasaan, pemerintah, fakta-fakta politik, kegiatan politik, dan organisasi masyarakat). dan (2) formal (pengetahuan, pusat perhatian). Dengan demikian, Syarbaini menyimpulkan ada lima konsep tentang ilmu politik, yaitu (1) sebagai usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan

kebaikan bersama, (2) segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah, (3) segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan, (4) kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum, dan (5) sebagai konflik dalam rangka mencari dan mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting. Sementara itu, menurut Maran (1999) politik merupakan studi khusus tentang cara-can manusia memecahkan permasalahan bersama dengan manusia yang lain. Dengan kata lain, politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi sumber-sumber dan berbagai sumber dava vang ada. Untuk itu diperlukan kekuatan {power) dan kewenangan {aiitliorlty). yang dipakai baik untuk membina kerja sama rnaupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses tersebut. Kekuasaan itu bisa dipakai secara persuasif bisa juga secara koersif (paksaan) Definisi lebih sederhana tetapi padat dapat dilihat dari pendapatnya Surbakti (1999) yang mengcitakan bahwa konsep politik merupakan intcraksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pcmbuatan dan pdaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertcntu. Arti politik yang terekam dari berbagai referensi ilmu politik disimpulkan tiga penjelasan. terdapat Pertama, rnengidentifikasikan kategori-kategori aktivitas yang membentuk

politik. Dalam hal ini Paul Conn menganggap konflik sebagai esensi politik. Kedua, menyusun suatu rumusan yang dapat merangkum apa saja yang dapat dikategorikan sebagai politik. Politik dapat dirumuskan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”. Ketiga, menyusun daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami politik. Melalui daftar pertanyaan diharapkan dapat memberi jawaban dengan gambaran yang tepat mengenai politik (Surbakti, 1992). jadi politik akan terkait dengan kekuasaan, negara dan pengaturan hidup bersama dalam upaya mencapai kebaikan bermasyarakat. Selain itu, dapat diketahui bahwa konsep-konsep pokok yang dipelajari ilmu politik adalah negara {state), kekuasaan (power), pengambilan kebijakan (decision making), kebijaksanaan (policy, beleiri), dan pembagian (di’-tribution), atau alokasi (allocation). Singkatnya, ilmu politik selain mempelajari tentang interaksi antara pemerintah dan

masyarakat untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama, yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah melalui perumusan dan Pelaksanaan kebijakan umum, juga membicarakan tentang berbagai upaya perebutan mencari dan mempertahankan kekuasaan. Menurut Weber, sosiologi harus bebas nilai (value free), tidak bias kepentingan atau keyakinan moral pribadi. Bias personal harus dihindari selama melakukan riset ilmiah. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin objektivitas kebenaran sosiologi. Dari konseptualisasi sosiologis yang disumbangkan oleh para tokoh ilmu sosial, selanjutnya dijadikan pijakan dalam merumuskan ruang lingkup sosiologi politik. Dalam operasionalnva, cakupan materi sosiologi politik terwujud dalam beberapa hal: (1) sosialisasi politik; (2) partisipasi politik; (3) perekrutan politik; (4) komunikasi politik. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Kerja sosialisasi politik meliputi pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial individu maupun kelompok. Dengan demikian, sosialisasi politik merupakan landasan sosiologi politik selain yang terpenting juga memegang peranan utama dan pertama bagi setiap tindakan politik. 2. Partisipasi Folitik Partisipasi politik ialah keterlibatan individu atau kelompok pada level terendah sampai yang tertinggi dalam sistem politik. Hal ini berarti bahwa partisipasi politik merupakan bentuk konkret kegiatan politik yang dapat mengabsahkan seseorang berperan serta dalam sistem politik. Dengan demikian, maka setiap individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya akan memiliki perbedaan-perbedaan dalam partisipasi politik; sebab partisipasi menyangkut peran konkrit politik di mana seseorang akan berbeda perannya, strukturnya dan kehendak dari sistem politik yang diikutinya. 3. Perekrutan Politik Pengrekrutan politik adalah suatu proses yang menempatkan seseorang dalam jabatan

Pertama. Kedua. Informasi itu bisa dalam bentuk harapan. Perekrutan politik merupakan konsekuensi logis dalam memenuhi kesinambungan sistem politik dan adanva suatu sistem politik yang hidup dan berkembang. 4. Perekrutan ini dilaksanakan melalui seleksi atau melalui pemilihan.politik setelah vang bersangkutan diakui kredibilitas dan lovalitasnya. Dimensi politik dalam masyarakat. reakasi-reaksi masyarakat terhadap sistem politik dan pejabat politik. bersifat pertukaran baik antara individu. Dalam operasionalnya. perekrutan tidak formal yakni usaha seseorang tanpa suatu proses terbuka sehingga seseorang itu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekati orang lain untuk diberi posisiposisi tertentu. Informasi tersebut bersifat terus-menerus. Hubungan Masyarakat dan Politik Dalam kerangka dimensi-dimensi sosial masyarakat. individu ke kelompok maupun kelompok ke kelompok yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. dan informasi yang saling diterima di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik. dan pasti. Komunikasi Politik Komunikasi politik ialah suatu proses penyampaian informasi politik pada setiap individu anggota sistem politik atau informasi dari satu bagian sistem politik kepada bagian yang lainnya. ” Sepintas lalu. ajakan. menurut Franz Magnis Suseno (1991) nkan mencakup lingkaranlingkaran kelembagaan hukum dan negara serta sistem-sistem nilai dan ideologi-ideologi yang memberikan legitimasi ” kepadanya. janji dan saran-saran pejabat politik kepada masyarakatnya yang berdampak terhadap perubahan atau nwmperteguh tindakan-tindakan politiknya agar dilaksanakan stau tidak dilaksanakan. akan selalu terkait dengan politik. perekrutan yang bersifat formal yakni ketika seseorang menduduki jabatan politik direkrut secara terbuka melalui ketetapan-ketetapan yang bersifat umum dan ketetapan-ketetapan itu disahkan secara bersama-sama. berurusan dengan MASYARAKAT DAN POLITIK A. pernyataan di atas memberikan alasan kemustahilan jika masyarakat terpisah . kritikan. Landasan-landasan di atas merupakan proses-proses politik yang mesti ada dan berjalan dalam suatu sistem politik dan embaga-lembaga politik ketika akan. perekrutan politik dapat ditempuh melalui dua jalan. Atau suatu harapan.

adalah dua sisi mata uang. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga. hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya ” masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. kabilah dan lain sebagainya. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh . Suatu pengaruh atau ” wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya. Apa yang ditegaskan Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk. Politik dan ” masyarakat. baik pada lingkup individu maupun . seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin. pemimpin Rukun Tetangga. Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20). peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. negara. Hubungan itu tentu pula berada dalam unit yang sekecilkecilnya. Kedua. makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. penghasilan. begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara. mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macam : ada yang disebut kerajaan. Undang-undang perpajakan. Pengertian di atas tidak semata merujuk kepada masyarakat modern. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu. manusia adalah makhluk yang tahu dan mau. singkatnya adalah negara.dengan politik.’ Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku. Pertama. melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun sepanjang sejarah kehidupan manusia. la menegaskan bahwa prasyarat “. Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannva memiliki makna pengaturan. kendati saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan ” dalam realitas sosialnya. atau sebaliknya. Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. orang-orang yang dikuasainya. undang-undang tentang 1 jangka panjang. Menurut Deliar Noer terdapat hubungan masyarakat dengan politik pada aspek kekuasaan. baik untuk jangka pendek maupun untuk kelompok. la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya : masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain.

“Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang . e.organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan. Dengan kata lain.d. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa. jangankan masih hidup. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak). setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatanikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara. bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat. juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof. Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong suatu kententraman batiniah (tentrem. Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib. sebaliknya. undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis. alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa ampun. Eratnya hubungan masyarakat dan politik.. Sebab. Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. Penyimpangan dari padanya akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara. Secara deskriptif Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat.” Kutipan di atas menunjukkan. 1986) sebagai ‘berikut. Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan. yakni dengan izin penguburannva misiilnya. namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama. bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara. bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. sebagai ber’kut. dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya. “Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan.

melalui hubungan masvarakat dan politik dapat menimbulkan suatu permusuhan dan peperangan andai hubungan itu dilepaskan dari kerangka-kerangka nilai yang berlaku di tengah masvarakat. Sebagai wujud identitas bersama 3. . Namun demikian. kendati pada kerangka nilai harus dipisahkan mana hubungan yang dapat dibenarkan dan mana hubungan vang tidak terpuji. peluang. perbaikan dan pembaharuan serta rasa pembelaan kepada wilayah. kebudayaan dan kekayaan alam lingkungannya. Sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib 4. . yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya. suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama. Sebagai simbol kebersamaan 2. pengaturan dan penerbitan.H. Perang dunia I dan dunia II yang disusul dengan Perang dingin ( Ketegangan hubungan antara kekuatan liberal dan komunis ) sesungguhnya merupakan refleksi hubungan masyarakat (dunia) dengan politik. Namun seperti diungkapkan oleh Carlto • J.memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara. sehingga politik pada akhirnya berekses pada pemusnahan suatu masvarakat oleh masyarakat yang lainnya. dalam kerangka kecil maupun besar akan mengarahkan fungsi-fungsi hubungan antara anggota masyarakat sehingga setiap diri masyarakat selalu mendapatkan kesempatan. Maka politik. Hayes (1950: 128).t. untuk menghindari pertentangan nilai dalam hubungan itu. wadah aktualitas.r-bungan antara masyarakat dan politik. hal ini tetap harus diakui sebaga.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: 1. Sebagai wahana ikatan dalam bertindak. Tetapi politik tersebut telah ternodai oleh lepasnya ikatan-ikatan moral dan telah lepas dari substansi politik dalam fungsinya untuk tertib bermasvaraka. Bahwii secara ekstrim. maka hubungan masyarakat dan politik dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memupuk simpati antar anggota masyarakat seperti pengabdian bersama.

Timbal Balik Antara Masyarakat dan Proses Politik Proses-proses politik sebagaimana telah diuraikpin terdahulu •bagai landasan konseptual) oleh Rush & Althoff (1995: 22-25) esungguhnya harus dipahami sebagai proses politik yang melahirkan timbal balik antara masyarakat satu pihak dan politik di pihak lain. masyarakat akan mengenali suatu sistem politik yang berlaku di sekitarnya sehingga masyarakat inemberikan reaksi terhadap gejala-gejala dari sistem politik itu. timbal balik masyarakat dan proses –Politik barangkali dapat disebut sebagai timbal balik yang paling mudah menemukan wujudnya. harapan. lebih dari itu sebagai arena pemupukan kesadamn bagi masyarakat dan bagi proses politik itu sendiri. perilaku yang dikehendakinya dan lain sebagainya. efektif bagi proses itu sendiri. yakni mengenali. mendapatkan dukungan dan mendapatkan wilayah geraknya. Pengrtian-pengertian. Dengan direkrutnya masyarakat ke dalam proses politik. melainkan atas dasar pertimbanganpertimbangan masyarakat baik yang berposisi selaku subjek politik maupun objek politik. Secara mengesankan Magnis-Suseno (1986:152) mengatakan sebagai berikut: “Pembangunan politik . Melalui sosialisasi politik. atau oleh negara dan partai politik kepada masyarakat sesuatu yang paling mungkin terjadi melalui komunikasi politik. dan bagi proses politik telah memiliki ruang untuk dikenali masvarakat sehingga proses politik tidak canggung untuk disosialisasikan. Hal yang sama terjadi pada pengrekrutan politik. ancaman yang dikeluarkan masyarakat untuk negara atau partai politik. Pengenalan ini sangat berguna bagi masyarakat. Di sini harus diakui bahwa komunikasi politik tak sekedar media penyerapan informasi. Begitu pula yang terjadi pada partisipasi politik. Faktor tingkah laku masyarakat yang dapat dipahami dengan baik oleh sebuah proses politik yang dijalankan. Di sini masyarakat akan mengetahui proses polilik dari segi strukturnya. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik itu secara niscaya dapat dikatakan agar proses politik tidak berjalan sekehendaknya. suatuu proses politik akan berjalan baik dan akan memberikan makna bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat manakala masvarakat akan berarti bagi masyarakat itu sendiri dalam rangka menghapus kesan dirinya terasingkan dalam proses politik yang akan dijalankan oleh negara umpamanya. janji. maka masyarakat akan menemukan legitimasi dan kewibawaan dalam menentukan aktulisasi peran dirinya tanpa merasa berposisi yang dikesankan masyarakat dan bernegara” di zaman kuno sebagaimana tlilukiskan oleh Larry Siedentof (dalam Miller & Siedentof. Dengan pengrekrutan maka sistem politik akan kuat. akan berguna sebagai referensi tindakan-tindakan politik yang nontinya baik input maupun output berguna bagi masyarakat dar. Pemilihan umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses politik di Indonesia akan dapat diikuti tahapan-tahapan dengan baik apabila masyarakatnya telah mengenali Pemilu dari segi keharusan-keharusannya dan dari segi larangan-larangannya. 1986) Pada komunikasi politik.

tegas George & Wilding. pada kekuatan-kekuatan yang bekerja. Masyarakat Indonesia yang agamis menolaknya dan karenanya timbul gelombang unjuk rasa yang amat dahsyat. lebih dari itu harus ada kesediaan untuk mencerminkan kehendak masyarakat. tinggal memilih sebuah konsekuensi yang termudah. maka proses politik hendaklah memperhatikan realitas kultural masyarakat itu sendiri. bahwa proses-proses politik tak sekedar menampakkan wujud institusi formalnya. Suatu hubungan timbal balik akan dirasakan oleh masyarakat dan negara dalam melakukan proses politiknya. walaupun proses proses politik dirasakan sangat penting. Sebab. apakah mengenyampingkan kehendak politiknya atau justru kehendak masyarakatnya. dan seyogyanya kehendak itu dijabarkan oleh proses politik itu sendiri. Dan hal ini sebagai bukti bahwa suatu proses politik yang tak mencerminkan hubungan timbal balik antara kepentingan politis disatu pihak dan kepentingan masyarakat pada pihak lain akan berakhir secara mengenaskan. Pembangunan politik tidak secara kasar mencampuri proses-proses hidup. secara gamblang diakui oleh Clifford Geertz (1992: 144). melainkan penuh hormat. Di sini. negara. apa vang dikhawatirkan oleh Geertz. Jalan ke luar di atas sangat penting. namun lebih dari itu proses politik akan memaklumi setiap kehendak masvarakat. Sebagai contoh. Pemerintah menarik kembali SDSB. menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada.harus yang dituntut oleh pendekatan sistem bekerja sama dengan dan berdukung pada subsistemsubsistem yang ada. maka akan menimbulkan anarkis yang menggetirkan. maka dengan sendirinya masyarakat dapat mengenyampingkannya bahkan mungkin secara mengkristal berbuntut perlawanan. menurut Vie George Paul Wilding (1992: 21) apabila proses politik tak sekedar mencerminkan para elite strategis negar itu saja. mengingat kehidupan politik menurut Ibnu Khaldun . walau mungkin kehendak itu secara relatif dipandang menghalangi proses politik yangseharusnya. dalam kesadaran tahu diri. teruji dan terpuji. Dengan adanya timbal balik itu. Kendati jalan mengkompromikan jelas lebih baik karena pada upaya itu upaya timbal balik dapat din-iaknai secara lebih mengesankan. apabila proses politik sudah mengenvampingkan realitas kultural realitas masyarakat.” Kutipan di atas mencerminkan bahwa agar proses politik memiliki hubungan timbal balik dengan masyarakat. Contoh ini menunjukkan bahwa proses politik yang diambil oleh suatu kelompok atau pemerintah yang proses itu bertentangan dengan masyarakat. pemerintah Indonesia pernah melakukan tindakan politik (yang tak sekedar tindakan ekonomi) dengan mengesahkannya SDSB.

maka kehidupan masyarakat tak akan teratur. proses politik harus dipahami sebagai mekanisme yang menjadikan masyarakat segala kehidupannya berjalan lancar. Dan ia . haruslah dipandang bahwa antara masvarakat dengan proses politik merupakan. akibat peristiwa itu tidak mampu menggerakkan solidaritas masyarakat. tegas Duverger. Dengan demikian. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik lebih dari yang telah dipaparkan. komunitas hidup yakni komunitas negara yang karena ada keduanya tatanan kehidupan akan berjalan secara normal asalkan keduanva mencmpatkan dalam posisi sejajar dalam suatu hubungan yang saling membutuhkan. dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat. saling terkait dan saling menentukan. namun lebih dari itu memahami dan memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan. Sebab pada solidaritas itu. Dengan kata lain. dan Bahwa masvarakat hendaklah menjalankan fungsinya sesuai dengan proses politik vangdijalankan . tentu Indonesia merdeka akan menjadi sebuah mimpi masyarakat sampai hari ini. sebagaimana dikerangkakan oleh Maurice Duverger (1993 : 351) hendaklah mencerminkdn suatu solidaritas antar keduanya. timbal balik antara masyarakat dan proses Politik itu tidak sematamata diukur oleh saling pengertian dan memahami hakikat masyarakat dan hakikat politik yang dijalankan. Barangkali proses politik Indonesia merdeka tak pernah terwujud sampai hari ini apabila masyarakat saat itu tak membutuhkan kemerdekaan. Onghokham dalam karyanya itu sempat mengidentifikasi beberapa kegagalan peristiwa politik sepanjang sejarah Indonesia yang dirasakan lagi. Tolong-menolong untuk kepentingan mencapai tujuan bersama tidak akan terealisasikan. Karena itu. sampai secara tuntas mencoba menelusuri hubungan timbal balik antara proses politik vang ditempuh oleh negara dengan rakyat (masyarakat) sebagai unsur kekuatan dominannya. dimana setiap individu membutuhkan orang lain di dalam suatu jaringan hubungan yangsaling masuk dengan yang lainnya. terutama diplomasi. Kehendak politik melalui tanpa masyarakat niscaya proses politik akan berjalan hampa. Begitu sebaliknya. Onghokham dalam karyanya “Rakyat dan Negara” (1991).(dalam Zainuddin. 1992: 93). merupakan akibat dari struktur komunitas hidup. Tanpa kehidupan dan proses politik yang timbal balik. dan proses politik yangada hendaklah merupakan refleksi dari merealisir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan vang ada dalam masyarakat secara adil dan penuh perikemanusiaan. masyarakat saja tanpa adanya proses-proses politik vang dilalui.

4 Oktober. Jakarta. Tom.2002. April. 1986. Gramedia. Masalah dan prospek Pembangunan Politik Di Indonesia. setradisional apapun peristiwa politik yang terjadi karena mendapatkan dukungan masyarakat secara massif dan peristiwa-peristiwa itu oleh masyarakat terasa menjadi tanggungjawabnya dan menjadi miliknya. 1985. yang tidak saja terjadi di Indonesia. 1999. 1992.. Rajawali Pers. Begitu dahsyatnya suatu timbal balik antara proses politik dengan masyarakat. Gabriel A. Georges. Daniel T. Analisis Politik Modern. Masyarakat Politik 07:18 Risya_anjani elf No comments Masyarakat Politik . namun terjadi pula pada negara-negara jajahan yang terbebas dari belenggu penjajahan. Susilo. No. 1986. bahkan politik dijalankan atas dasar kehendak masyarakat itu sendiri BAHAN BACAAN Alfian. Meriam. Jakarta. Bottomore. Antropologi Politik Jakarta : Rajawali Pers. Jakarta: PT. digambarkan oleh Onghokham merupakan basis penentu keberhasilah politik. Balandier. Memahami Ilmu Politik. Carter. Almond.T Jenggala Sparingga. Jakarta. Sosiologi Politik. 1992. 1990. Ramlan. Dasar-dasar ilmu Politik. Kediri : P. A Discipline Devided: School and Sects in Political Science. Sosiologi Politik. Gambaran Onghokham di atas sekaligus merupakan suatu jawaban yang cukup lugas suatu hubungan politik dan nnasyarakat dimana hubungan itu terjalin karena terdapat timbal balik antara politik dan kehendak-kehendak masyarakat.pun mencatat. New Park London. Jakarta bumi Aksara. Dahl. Robert. Gramedia Widiasarana Indonesia. New Delhi: Sage Publication. Jakarta : Gramedia. 1994. Th.Suko.. Rineka Cipta. Budiharjo. otoritas dan Demokrasi. Xii. Surbakti. 1999 “ Masa Depan Indonesia sebuah analisis Wacana tentang Perkembangan Civil Society” masyarakat Kebudayaan dan Politik.

kelompok penekan adalah kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah. Tujuan bersama menjadi salah satu hal yang mendasari kepentingan manusia untuk membentuk organisasi atau kelompok bersama. walaupun memiliki tujuan yang sama. Kelompok kepentingan bisa menghimpun ataupun mengeluarkan dana dan tenaganya untuk melaksanakan tindakan-tindakan politik. Negara dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah disepakati. Untuk dapat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan tujuan negara tersebut diperlukan adanya kekuasaan (authority). 4. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. antara lembaga pemerintah dan antara kelompok masyarakat dalam rangka proses pembuatan. Adapun cara yang digunakan dapat melalui persuasi. Mereka antara lain: kelompok pengusaha. Pada masyarakat politik. Warga negara mengidentifikasikan dirinya dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki.Dasar organis pembentukan masyarakat adalah “Keinginan manusia untuk hidup bersama atau kerjasama. dan sebagainya. masyarakat politik dapat diartikan sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan “aktivitas tertentu” yang berhubungan dengan bagaimana caracara memperoleh kekuasaan. 3. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa masyarakat politik bukanlah masyarakat yang statis. Budaya Politik (Political Culture) Menurut Almond dan Verba. agar kepentingan seseorang atau suatu kelompok diketahui oleh pihak lain dan dijadikan sebagai pokok bahasan. biasanya mereka berada di luar tugas partai politik. usaha-usaha mempertahankan kekuasaan. Karena kelompok-kelompok yang berbeda akan mencoba memperjuangkan berbagai kepentingannya melalui saluran komunikasi politik yang ada. Jadi. . maka kehidupan masyarakat politik akan menjadi sangat dinamis. karena politik menjadi gelanggang bagi persaingan gagasan dan kepentingan warga negara. wewenang dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Bentuk Aktivitas Uraian 1. pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. propaganda atau cara lain yang lebih efektif. Namun. Jika kehidupan politik yang demokratis diterapkan. pengendalian kekuasaan. No. Untuk itulah politik ada. Di dalam masyarakat politik. politik dan warga negara yang telah saling memiliki hubungan antara pemerintah dan masyarakat. tidak setiap warga negara memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan tujuan bersama. Komunikasi politik adalah semua kegiatan dalam sistem politik yang dimaksudkan agar inspirasi dan kepentingan politik warga negara diakomodasi menjadi berbagai kebijakan. menggunakan kekuasaan. 2. industriawan dan asosiasi lainnya. tolong menolong untuk mencapai tujuan yang sama guna memenuhi kebutuhankebutuhan dasarnya agar dapat bertahan hidup”. budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. Perilaku Politik (Political Behavior) Perilaku politik dapat dinyatakan sebagai keseluruhan tingkah laku. maka diperlukan adanya komunikasi politik. interaksi setiap individu maupun kelompok memiliki cirri-ciri sebagai berikut. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Adalah kelompok/organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. Kelompok Penekan (Pressure Group) Menurut Stuart Gerry Brown.

Ormas.org/wiki/Sistem_politik A. dan perilaku politik. melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR. Pengertian sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan. Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara.Sistem Politik Indonesia Dalam perspektif sistem. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Alat/Media Komunikasi Politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek. dan yudikatif ). lembaga-lembaga politik. politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif. sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. media massa. B. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya.wikipedia. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia 1. upaya-upaya mewujudkan tujuan. Kelompok Penekan (Presure Group). Mahkamah Agung. Tokoh Politik (Political Figure). yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Komisi Yudisial. pengambilan keputusan. DPR. misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. DPD. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. Mahkamah Konstitusi. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik. seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. Pengertian sistem politik a. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol. sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Dalam perspektif ini. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. Presiden dan Wakil Presiden. eksekutif. . maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. http://id. Kelompok kepentingan (Interest Group). Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat. dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik.

SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng 2. Sistem Politik Di Negara Komunis : Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat b. sistem politik adalah sekumpulan pendapat. tidak adanya oposisi. prosedur. Negara berdasarkan atas hukum 3. organisasi kemasyarakatan. Sistem Politik Di Negara Liberal : Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. dan kelompok-kelompok penekan Masyaralat politik adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan . 4. Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik. Ide kedaulatan rakyat 2. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. ataupun dalam hal kekuasaan Negara. pertukaran gagasan yang bebas. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia : Sistem politik yang didasarkan pada nilai. khususnya dari pemerintah dan agama. prinsip. yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. Bentuk Republik 4. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas c. prinsip. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah b. c. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara. Sistem peemrintahan presidensiil 1. dan kelembagaan yang demokratis. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. bukan tujuan pribadi. Politik pada dasarnya menyangkut tujuantujuan masyarakat. Sistem Perwakilan 7. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik c. peniadaan hak-haak sipil dan politik. Sistem Politik Di Berbagai Negara a. Sukarno. Pemerintahan yang bertanggung jawab 6. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri a. penegakan hukum. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. tentara dan organisasi kemasyarakatan. Macam-macam Sistem Politik 3. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. dasar dasar pemerintahan. peniadaan hak milk pribadi. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka.b. pembatasan kekuasaan.

juga dalam konteks ekonomi dan perkembangan zaman yang mampu menyejahterakan dan memuliakan hidup sebuah masyarakat beradab. nyaris selang berabad-abad lamanya setelah istilah tersebut tenggelam. Sedangkan ciri-ciri masyarakat politik: terdapat kelompok yang memerintah dan kelompok yang diperintah. misalnya mengidensipikasikan civil society sebagai " masyarakat politik" (political society). adanya ruang publik bebas (free public sphere) sebagai wahana bagi keterlibatan politik secara aktif dari warga negara melalui wacana dan praksis yang berkaitan dengan kepentingan publik. partai poilitik. ciri-ciri masyarakat politik: a) Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif b) Bersifat kritis dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah d) Dalam penyelesaian masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah c) Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya .Konsep civil society model Cicero di maksud sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. Ciri dari civil society. tata cara pemilihan badan legislative (parlemen. (Lembaga eksekutif). Misalnya. ternyata konsep civil society Locke dan Rousseau belum membedakan antara civil society dengan negara. Tapi. adanya kemampuan membatasi kuasa negara agar ia tidak intervensionis. ada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan sistem pemerintahan. Masyarakat kota. kapan saja dan dengan siapa saja. dapat menerima perbedaan pendapat yang ada. Ketiga. John locke dan Rousseau menghidupkannya kembali sebagai istilah yang di pakai dalam menganalisis hubungan masyarakat dengan politik. Bahkan keduanya beranggapan bahwa civil society adalah pemerintahan sipil yang membedakan diri dari masyarakat alami-yang muncul sebagai prakondisi civil society. Tidak GOLPUT pada saat pemilu.pada hakekatnya adalah sebagai sebuah konsep yang berasal dari proses sejarah masyarakat Barat merupakan cerminan sebuah tatanan sosialkemasyarakatan yang antara lain dicirikan tiga hal. Sementara Rousseau menggarisbawahinya lebih lanjut dengan mengatakan bahwa masyarakat politik itu tercipta lewat adanya kontrak sosial(social contract). Adanya hukum yang mengatur pergaulan antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri. Bisa di katakan bahwa proses membentuk civil society itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota."Masyarakat politik adalah masyarakat yang memahami arti penting hak dan kewajibannya sebagai warga negara. adanya kemandirian yang cukup tinggi dari individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Di masa selanjutnya. Locke. ada system pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat. selain terkait dengan tata hukum. misalnya. memiliki tujuan yang mengikat seluruh anggota masyarakat.kekuasaan negara. Mencari akar defenisi dari konteks Barat.Cirinya cuman Satu yaitu suka NGOMONGIN Politik dimana saja. Kedua. yang perlu di garis bawahi disini adalah. menurut Cicero merupakan masyarakat yang telah menundukan dirinya di bawah supremasi hukum (civil law) sebagai dasar yang menentukan hidup bersama. tata cara pemilihan dan penetapan Presiden. Pertama. mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara. utamanya tatkala berhadapan dengan negara. DPR).

Teori Strukturisasi Giddens: Hubungan Negara-Masyarakat Secara konseptual, mengkaji negara tidak dapat dilepaskan dari mengkaji masyarakat, begitu juga sebaliknya. Keduanya selalu dalam keadaan berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sebagaimana dikemukakan oleh Chandoke (1995): Argumen pertama studi ini yaitu sifat negara dapat dipahami dengan mengacu ke politik civil society. Kedua, civil society tidak dapat menampilkan fungsinya menuntut negara bertanggungjawab kecuali jika civil society sendiri didemokratiskan. Studi ini mempermasalahkan negara dan civil society. Perkiraan dasar studi ini adalah bahwa tidak ada teori negara tanpa teori civil society, dan secara bersamaan, tidak ada teori civil society tanpa teori negara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori strukturisasi yang dikembangkan oleh Anthony Giddens untuk menjelaskan relasi negara-masyarakat. Sebetulnya teori Giddens bukanlah konsep tentang hubungan negara-masyarakat yang lazim dikenal dalam Ilmu Politik, namun ia memiliki daya penjelas yang sangat berguna. Teori Giddens digunakan karena sering seimbang dan jukstaposisi memposisikan negara dan masyarakat. Selain itu ia memiliki “fleksibelitas” jika dipakai menganalisis relasi negara-masyarakat yang sifatnya kompleks. Prinsip fleksibelitas dan jukstaposisi inilah alasan utama penulis menggunakan teori strukturisasi Giddens dalam penelitian ini. Teori strukturisasi, yang merupakan konsep epistemologis yang mendasari karya-karya Giddens sesudah tahun 1980, adalah masalah yang paling fundamental dan akrab dalam ilmu sosial. Dua komponen penting yang ada di sini adalah “struktur” dan “agensi”. Giddes mengartikan “struktur” sebagai “rules and resources” yang dipakai pada proses produksi dan reproduksi sistem sosial. Sementara “agensi” (agency) ialah individu yang prepetrator (yang berbuat). Persoalan “struktur” dan “agensi” adalah tema lama, namun banyak sosiolog yang masih melihat keduanya secara berat sebelah (Giddens, 1984). Giddens dianggap sebagai orang pertama yang berhasil menyeimbangkan relasi struktur dan agensi. Giddens juga diakui telah mengelaborasi formulasi teori strukturisasi yang sangat orisinal, dalam formulasi yang lebih jauh lebih sophisticated dalam detailnya dan jauh lebih sugestif dalam aplikasinya daripada teori strukturisasi versi lainnya.1 Giddens tidak memandang struktur dan agensi sebagai dua hal yang berbeda karena, jika demikian, akan memunculkan dualisme struktur-agensi. Struktur dan agensi harus dipandang sebagai dualitas (duality), dua sisi dari koin yang sama. Keduanya berhubungan secara

dialektik, dalam arti struktur dan agensi saling mempengaruhi dan hal ini berlangsung terusmenerus. Struktur mempengaruhi agensi dalam dua arti: memampukan (enabling) dan menghambat (constraining). Jika ditafsirkan, enabling bisa berarti bahwa jika suatu hal (struktur) dilakukan atau dipenuhi, sekalipun hal itu mungkin sulit/menghambat (constraining), maka pada akhirnya hasilnya akan memampukan (enabling) struktur. Karena itu, dalam teori Giddens, struktur juga sekaligus menjadi medium (Manan, 2005). Di sisi lain agensi juga dapat mempengaruhi struktur. Agensi dapat meninggalkan struktur, dan tidak selalu tunduk kepadanya. Agensi dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan keluar dari aturan tertentu yang baku. Oleh Giddens keadaan ini disebut sebagai dialectic of control, yaitu kemampuan agensi dalam melawan kontrol dan struktur. Konsep dialectic of control dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, dalam suatu negara (struktur) yang mengontrol ketat warganya (agensi), tidak berarti masyarakat kehilangan celah sama sekali untuk keluar dari jeratan kontrol negara (struktur) itu (Giddens, 1987). kreatifitas dan logika masyarakat akan mampu menciptakan ruang bebasnya sendiri, meski mungkin tidak bersifat frontal dan oposisional2. Karenanya dalam teori strukturisasi ini, agensi tidak boleh dilihat sebagai sosok yang bodoh, apatis atau fatalis. Hal serupa berlaku juga pada negara. Sekalipun posisinya lemah dan terpojok, negara tetap mampu secara kreatif mengembalikan posisi superior atas masyarakat, atau minimal tidak kehabisan daya represifnya atau surveillance dalam istilah Giddens terhadap masyarakat. Sebagai pemilik kekuasaan, teori strukturisasi melihat kekuasaan sebagai turunan dari reproduksi struktur dominasi (structures of domination), negara akan selalu menjaga struktur dominasi berkaitan dengan perbuatan allocative resources yang bersifat dunia material dan authoritativer resources yang bersifat dunia sosial. Aktor-aktor negara yang mempunyai kepentingan dan preferensinya sendiri, sangat berkepentingan untuk memperebutkan dua macam resources ini (Giddens, 1981). Selanjutnya, sasaran analisis tidak terbatas pada struktur atau pun agensi, melainkan pada apa yang disebut oleh Giddens sebagai “Social Practice”, yaitu menyangkut aktivitas kesehairian manusia dalam dunia sosial, Giddens menegaskan: Domain dasar ilmu sosial, menurut teori strukturisasi, yaitu bukan pengalaman aktor individu atau pun keberadaam bentuk totalitas masyarakat apa pun, tetapi praktis sosial yang ditata melintasi ruang dan waktu. Aktivitas-aktivitas sosial manusia, seperti hal pengembang-biakan diri dalam alam, adalah rekusif.

Kalau negara adalah struktur dan masyarakat adalah agensinya, maka relasi negaramasyarakat dipahami dalam konteks social practice itu. Konflik atau kontestasi antara negara dan masyarakat dipicu oleh tarik menarik surveillance (pengawasan) yang dilakukan negara dengan citizenship rights (hak warga negara) yang dimiliki masyarakat. Tiga citizenship rights tersebut yaitu civil rights (hak untuk bebas), political rights (hak untuk memilih) dan economic rights (hak mendapatkan pekerjaan yang layak). Kepercayaan masyarakat (trust) pada negara bisa saja hilang atau berkurang manakala ketiga citizenship rights terusik atau tidak dipenuhi oleh negara.3 Untuk menghindarkan ketegangan itu, Giddens menegaskan perlunya hubungan kemitraan antara keduanya, yang saling memberikan kemudahan dan mengontrol. Artinya, negara dan masyarakat tidak dilihat sebagai dua kutub yang antagonistik. Dengan model ini, negara tidak mendominasi masyarakat, juga sebaliknya. Masing-masing dapat memasuki wilayah lainnya demi kepentingan dan kebaikan keduanya, tanpa ada maskud mendominasi pihak lain. bila hubungan kemitraan ini bisa terwujud, demokrasi menjadi lebih prospektif untuk ditegakkan (Giddens, 1999)

Referensi: Chandoke, Neera., 1995. State and Society, Exploration in Political Theory. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd Giddens, Anthony., 1981. A Contemporary Critique of Historical Materialism. Berkeley and Los Angeles: University of California Press ________________., 1984. The Constitution of Society Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press ________________.,1987. The Nation-State and Violence. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. ________________.,1999. Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Manan, Munafrizal., 2005. Gerakan Rakyat Melawan Elit. Yogyakarta: Resist Book

bantuan serta saran dari berbagai pihak. berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang dasar-dasar ilmu politik. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang. karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat. Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. politik maupun wacana kehidupan sehari-hari. akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung. Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. . dari awal sampai selesai. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada. sehingga penyusunan makalah dengan judul Dasar-dasar Ilmu Politik dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsung. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. A. Latar belakang Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut.DASAR-DASAR ILMU POLITIK BAB I PENDAHULUAN Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno.

dan looblyst profesional yang bertindak di dalam perananpernan itu. Partisipasi menurut Samuel P. Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. Tujuan Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat. Hutington dan Jean Nelson adalah “…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah. karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat. individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah…” Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. adanya kebebasan dan adanya aturan main. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi.B. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya. mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik. ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya. pejabatpejabat partai. . Kedua. Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum. baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”. kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi. calon-calon politik. Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan. maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang. Pertama. Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik. Ketiga. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa “salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik.

dan dalam perkembangan ini mereka . Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihanpilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya. Masuknya paham liberal ke Indonesia mengubah struktur sosial ekonomi dan politik bangsa Indonesia. Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuantujuan itu. ekonomi. Secara etimologis. BAB II TOTAL SINOPSIS Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Memberikan kemampuan untuk mengenali dan memahami keadaan sosial dan politik Indonesia yang ruang lingkupnya dimulai dengan munculnya zaman modern. politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. masalah-masalah politik lingkungan hidup global dalam hubungan internasional. fokus. Untuk memberikan kerangka berpikir teoritis dalam memahami poiltik internasional sebagai salah satu bagian terpenting dalam studi hubungan internasional. aspek power dan ekonomi politik dalam hubungan internasional. Setiap pemikir politik dan ide pemikirannya dikupas dan dihubungkan dengan pemikiran politik dewasa ini. dan psikologi. seperti sosiologi. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. perusahaanperusahaan multinasional (MNCs). maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik. termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai berbagai macam pandangan teoritis terhadap peranan ekonomi politik dalam hubungan internasional. damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. rangka. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. jaman baru. Manfaat Makalah ini di buat bertujuan untuk memperkenalkan Ilmu Politik secara menyeluruh dan memberikan pemahaman dasar-dasar ilmu politik serta berbagai masalah yang erat kaitannya dengan ilmu tersebut. Untuk memahami ide-ide politik atau pemikiran politik secara umum yang ada pada jaman klasik.Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat. sampai pada pemikiran politik dewasa ini. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. C. antropologi. dan ruang lingkup yang jelas. tradisi-tradisi filosofis yang mendasari teori-teori besar politik internasional saat ini.

filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. misalnya: • • • Menurut Bluntschli. ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Amerika Serikat. dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah.saling mempengaruhi. Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu : • Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Namun demikian. Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan.N. Austria. dan Belanda dalam rangka imperialisme. seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Jadi. pengaruh dari ilmu hukum. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Teori valuational . ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”. Akan tetapi. ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas. Gilchrist. Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli . terutama moral philosophy. Menurut Seely dan Stephen Leacock. maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Jerman. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman. yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik. Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip. Pendapat ini didukung juga oleh R.prinsip pemerintahan. ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan. Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) . Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik.

Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum. dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri. ideologi dan politik sistematis. telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. ada Konfusius. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda. membuat peningkatan pada masa Romawi.). membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19. tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina. Aristoteles. karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum. karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu.M. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S. karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. Selain ilmu hukum. Di antara filsuf Cina terkenal. Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada. konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai . Plato.Sekarang. misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi.ini terdiri dari filsafat politik. Mencius. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat. dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904. • Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma. misalnya di Amsterdam.M. dan lainnya. sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan.M. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. seperti dalam karya Herodotus. Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat. seperti di Universitas Riau. berasal kira-kira dari tahun 500 S. Sejak orang mulai hidup bersama. Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan. serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan. hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah. dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. dan Shan Yang(±350 S. Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat. Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno. pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II. Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra. Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan. sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik. walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum.

filsafat. dalam suatu hubungan sosial. Ilmu politik memiliki beberapa konsep. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet. bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negaranegara barat pada pendekatan tradisional. 1. Di negara-negara Eropa Timur. melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Berkat hal ini. Authority (Kewenangan) . Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan.” 2. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. Inggris dan hasilnya disusun oleh W. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. pendekatan tradisional dari segi sejarah. seperti yang dinyatakan Harold D. proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis. maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948. dan Polandia. bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan. di samping India. Kaplan dalam Power and Society: “Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi. Harold D. sumber kekuasaan. dan hukum masih berlaku hingga saat ini. Sesudah keruntuhan komunisme. Laswell dan A. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda.diterima oleh masyarakat. antropologi budaya. diantaranya negara Barat. Meksiko. seperti UNESCO.” Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. Laswell dan A. dan kriminologi) di perguruan tinggi. ilmu politik berkembang pesat. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama. Kaplan. sosiologi. Kemudian. A. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional. psikologi. dan ekonomi. Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara. kekuasaan adalah kemampuan untuk. Berikut pembahasannya secara ringkas. dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya.

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya. 3. Influence (Pengaruh) Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya, dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan, pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati, dan karena itu sering berhasil. 4. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi, untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. Dalam politik, persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta, tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. 5. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. Dengan demikian, di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi.

6. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. Oleh karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu, tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber, diantaranya kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Jika bawahan melanggar perintah atasan, maka bawahan bisa dikenai sanksi. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Misalnya di Indonesia, alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat, maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Jack H. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku, serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang direktur bisa memecat seorang karyawan, tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa, jadi menunjuk pada pelaku organisasi, atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya, baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris), dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Semakin timpang hubungan ini, maka makin kuat ketergantungannya. Hal ini disebut hegemoni, dominasi, atau penundukan oleh pemikir abad 20. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan, tapi dari segi lain, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Salah satunya, kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber-sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan

politik, maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, termasuk peratuaran perundang-undangan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik, selain konsep lainnya. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber, misalnya kekayaan, kedudukan, dan kepercayaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan, tetapi keduanya berbeda. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik, dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Definisi-definisi mengenai Negara, antara lain adalah : 1. Roger H. Soltau, “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2. Harold J. Laski, “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Max Weber, “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Robert M. Maciver, “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder).

Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Dalam menjalankan fungsinya. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. yaitu sifat hakiki. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Terdapat juga kelompok penekan. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. bagaimana kekuasaan dijalankan. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Harold D. dasar. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. proseproses. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. pemegang. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Kekuasaan (asal-usul. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. ruang lingkup dan hasil-hasil”. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Kaplan dalam Power and Soceity. Laswell dan A. Di samping partai. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. terdapat kelompok kepentingan. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik.J. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) .

Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. dan ruang lingkup yang jelas. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. seperti sosiologi. antropologi. Sifat. fokus. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). BAB III KERANGKA KONSEP 1. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. • Perkembangan dan definisi ilmu Politik Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. dan Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan lainnya. . e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik.c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. dan psikologi. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. Arti. A. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. rangka. ekonomi.

Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda dalam rangka imperialisme. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) , ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun demikian, pengaruh dari ilmu hukum, filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. • Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science) Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol. • Definisi Ilmu Politik Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber

daya alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas. Ini adalah politik. Bagaimana caranya mencapai tujuan dengan berbagai cara, yang kadang-kadang bertentangan dengan satu sama lainnya. Akan tetapi semua pengamat setuju bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai jika memiliki kekuasaan suatu wilayah tertentu (negara atau sistem politik). Kekuasaan itu perlu dijabarkan dalam keputusan mengenai kebijakan yang akan menentukan pembagian atau alokasi dari sumber daya yang ada. Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus. 1. Menurut Rod Hague et al.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Perbedaan-perbedaan dalam definisi yang kita jumpai disebabkan karena setiap sarjana meneropong hanya satu aspek atau unsur dari politik. Unsur ini diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur-unsur lain. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa konsep-konsep itu adalah: 1. Negara (state) 2. Kekuasaan (power) 3. Pengambilan keputusan (decision making) 4. Kebijakan (policy, beleid) 5. Pembagian (distribution) • Bidang-bidang Ilmu Politik Dalam contemporary Political Science, terbitan Unesco 1950, ilmu politik dibagi menjadi empat bidang. 1. Teori Politik 2. Lembaga-lembaga politik 3. Partai-partai, golongan-golongan (groups), dan pendapat umum 4. Hubungan internasional

• Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain - Sejarah Seperti diterangkan di atas, sejak dahulu kala ilmu politik erat hubuganya dengan sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. - Filsafat Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. - Sosiologi Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologi-lah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. - Antropologi Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka antrophology menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. - Ilmu Ekonomi Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik (political economy), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam menghadapi saingannya seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Jerman, pada abad ke-18 dan ke-19. - Psikologi Sosial Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan. - Geografi Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti perbatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. - Ilmu Hukum Terutama negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting. Cabang-cabang ilmu hukum yang khususnya meneropong negara ialah hukum tata-negara (dan ilmu negara). B. KONSEP-KONSEP POLITIK

Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa dikatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

Jenkin dalam The Study of Political Theory. yaitu : a. pada dasarnya manusia menginginkan nilai-nilai. Kesehatan (Well-being) 5. Dalam mengamati masyarakat. Ideologi politik (political ideology). Norms for political behavior. dan sebagainya. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. norma. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik.Menurut Thomas P. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). khususnya masyarakat Barat. yaitu : 1. 2. Manusia memilih jalan untuk mengorganisir bermacam-macam kelompok dan asosiasi untuk memenuhi keperluan dan kepentingan-kepentingan fisik maupun mental yang sukar dipenuhi sendiri. Harold Laswell memperinci delapan nilai. II. 1. Kekuasaan 2. Masyarakat Manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain secara bergotong-royong. Pendidikan/Penerangan (enlightenment) 3. teori politik dibedakan menjadi dua. kepercayaan dan keyakinan. Kasih Sayang (affection) 7. Filsafat politik (political philosophy). yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. Keterampilan (Skill) 6. ideologi. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. Kekayaan (wealth) 4. yaitu himpunan nilai-nilai. yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Teori politik sistematis (systematic political theory). ide. teori politik sistematis. Dan dalam kehidupan berkelompok ini. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan : 1. Kejujuran (rectitude) dan Keadilan (rechtschapenheid) . b.

2. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. menurut Robert Maciver. Masyarakat.8. dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Menurut Harold J. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Soltau. . Negara mempunyai sifat-sifat. 2. Roger H. Maciver. 3. adalah suatu system hubungan-hubungan yang ditertibkan (Society means a system of ordered relations). antara lain adalah : a) Sifat Memaksa. suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. Definisi-definisi mengenai Negara. Max Weber. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. Keseganan (respect). masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai keinginan-keinginan mereka bersama (A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants). “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Laski dari London School of Economics and Political Science. yakni yang bertentangan satu sama lain. Laski. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). antara lain adalah : 1. III. Harold J. Robert M. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power.

Kekuasaan social menurut Ossip K. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. yaitu : 1. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. perdamaian abadi dan keadialn social. Tujuan dan fungsi Negara Tujuan Negara R.b) Sifat Monopli. Kekuasaan Kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-laku sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. hubunganhubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan (Social power is the sum total of all the capacities. Keadilan. yaitu : Keamanan ekstern. Terlepas dari ideologinya.I sebagai tercantum dalam UUD 1945 : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Melaksanakan penertiban (law and order) 2. IV. Pertahanan 4. Menegakkan keadilan Charles E. and process by which compliance of others is secured for ends determinded by the . Flechtheim adalah keseluruah dari kemampuan. Dan menurut Harold J. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Negara menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu. Ketertiban intern. tujuan Negara ialah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal (creation of those conditions under which the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desire). Merriam menyebutkan lima fungsi Negara. relationship. Kesejahteraan umum. dan Kebebasan. tujuan Negara ialah memungkinan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). Saltau. Laski. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Menurut Roger H.

Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. Robert M. bagian dari kekuasaan sosial yang terwujud dalam Negara (state power). ). yang berarti bahwa kekuasaan yang satu itu lebih kuat dengan jalan mengkoordinasi keuasaan yang lain. 2009). 2. mamupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia (Social power is the capacity to control the behavior of others either directly by fiat or indirectly by manipulation of available means). ruang lingkup dan hasil-hasil”. baik dengan cara langsung dengan memberi perintah. Definisi yang dieberikan oleh Robert M. Referensi http://manshurzikri. Laswell dan A. Pengertian kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujun-tujuan pemegang kekuasaan sendiri. Roger F.com/2009/11/27/konsep-konsep-politik/ C. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Presiden. bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada Negara. dasar. seperti lembagalembaga pemerintahan DPR. Maciber mengemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat berbentuk piramida. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Berbagai pendekatan dalam Ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. J. Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik. Pendekatan . yakni : 1. Ossip K. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. dan sebagainya. bagaimana kekuasaan dijalankan. khususnya dalam negara (Wikipedia.wordpress. Harold D. Kaplan dalam Power and Soceity. Kekuasaan yang paling penting adalah kekuasaan politik. Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikandirinya lebih unggul dari pada yang lain.power holder). yaitu sifat hakiki. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Maciver : Kekuasaan social adalah kemampuan untuk mengendalikan tingakah-laku orang lain. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. proseproses.

Di samping partai. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Kekuasaan (asal-usul. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Dalam menjalankan fungsinya.institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi . Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. pemegang. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. terdapat kelompok kepentingan. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Terdapat juga kelompok penekan. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan.

Dari analisa tersebut. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Misalnya. Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik • Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). behavioralisme meneliti . Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai “konsekuensi” logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme). seperti pendekatan Institusionalisme). Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan.sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. Disini. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas.

yaitu Belanda (Eropa). mobilitas sosial (urbanisasi. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin.motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Bagi Huntington. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. Bagi Huntington. Robert A. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. • Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. Namun. parlemen. literasi. hanya alat dari struktur kelas ini. Menurut Huntington. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya . buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. C. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Dalam analisa Marx. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. akan muncul situasi disorder. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. • Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. Dahl sebaliknya. atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? • Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. bukan piramidal. jika partisipasi politik tinggi. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. bagi Marx. Negara. Menurut Lerner. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. Arab. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. India) di posisi tengah. Misalnya. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. Misalnya. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. Dengan demikian. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. Peneliti lain. terpaan media. dan eksekutif. kaum asing lain (Cina.

di mana orang-orang yang dianggap terlibat Partai Komunis Indonesia “dibuang” ke kamp-kamp “pembersihan otak” di Pulau Buru. diinterogasi.dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : • • • modal asing perilaku pemerintah lokal yang korup kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). untuk kemudian melahirkan kesepakatan bagaimana kepentingan masing-masing tersebut dapat terselenggara tanpa merugikan pihak lain.blogspot. Bagi Frank. di suatu wilayah. dan itu terkesan kejam. manakala mereka berusaha meraih kesejahteraan pribadi melalui sumber daya yang ada. dan satu bidang tersendiri di ilmu politik membicarakan persoalan itu: Etika Politik. bahkan dioper ke kampkamp kerja paksa untuk “membersihkan” otaknya. Subyektivitas kita masing-masing-lah yang menyebut cara yang dilakukan si A atau si B. Kepulauan Maluku.html BAB IV PEMBAHASAN Apa itu politik ? Secara retorik. setiap orang yang dicurigai berpikiran liberal (Amerika Serikat sentris) akan ditahan. cara kita mengatasi sejumlah perbedaan yang ada di antara kita. keputusan untuk menaikkan gaji guru. kita tidak berbicara mengenai kejam atau tidak. atau pemerintah A atau B tersebut sebagai “kejam” atau tidak “kejam”. masukkah ke dalam kategori yang sama Berbicara mengenai politik. orang saling berinteraksi satu sama lain guna mencapai kesejahteraan hidupnya. Kedua keputusan baik di Cina maupun Indonesia adalah bukti keputusan politik. Berbicara mengenai politik berarti membicarakan perilaku kita dalam hidup bermasyarakat. Iwan Fals pernah mempermasalahkanya: “Apakah selamanya politik itu kejam … ?” Memang pada masa pemerintahan Mao Tse-tung pernah diterapkan kebijakan Revolusi Kebudayaan. atau manakala mereka berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. Hal ini mirip dengan di masa Orde Baru. Referensi http://gdpermana. Namun. disiksa. Tujuan awal politik tidaklah “kejam” seperti sering didengungkan orang. Dalam politik kita berbicara mengenai bagaimana masyarakat. Dengan revolusi ini. Politik berasal dari bahasa Yunani POLIS yang artinya negara-kota. saling menegosiasikan kepentingan masing-masing. Dalam negara kota di zaman Yunani. maka mereka sibuk . atau kesempatan cuti haid bagi buruh perempuan dapatkah dikatakan kejam? Atau keputusan politik untuk menggratiskan biaya pendidikan di Brunei Darussalam atau Arab Saudi. Manakala manusia mencoba untuk untuk menentukan posisinya dalam masyarakat. politik selalu bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama. “Cara” bergantung pada siapa yang menggunakan. menaikkan Upah Minimun Regional (UMR).com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. Saat dimulainya. Khususnya.

bagaimana sepeda yang cuma beroda dua tersebut dapat dikayuh seseorang dengan seimbang? Atau. Fisika. Namun.” Dalam zaman kaisar-kaisar Romawi.” Metodis artinya menggunakan metode. sinar matahari adalah panas. ke mana dan untuk apa ? Atau. cara. bagaimana darah mengalir. Obyektif artinya kebenaran dari hasil pemikiran dari suatu bidang dapat memperoleh bobot obyektif (sesuai kenyataan). sistematis. Pengetahuan relatif tercerai-berai sementara ilmu relatif tersusun secara teratur. Ontologi Ilmu Politik . Hanya satu orang yang menyepakati cara penghukuman. sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu. Dengan demikian. bersaing dengan tetangga sebelah rumah untuk jabatan sekretaris RT. Ilmu Politik Dengan luasnya cakupan. artinya tingkat kebenaran yang mempunyai bobot obyektif tersebut dapat berlaku umum.[3] Ilmu berbeda dengan pengetahuan. bukan hanya kemauan satu orang. Pengetahuan adalah “apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui … tanpa memperhatikan obyek. Dan akhirnya. cara. atau Ekonomi ? Jawabannya adalah bisa. pengetahuan tidak berbicara mengenai aspek ontologis.dengan suatu kegiatan yang kita semua namai sebagai POLITIK. atau berdebat dengan supir angkot bahwa ongkos yang ia terapkan terlampau mahal. Kekuasaan raja atau kaisar tersebut bukan kekuasaan sosial. sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ilmu.”[4] Kita tahu bahwa sepeda beroda dua. suatu kekuasaan politik adalah kekuasaan yang disepakati banyak orang.[1] Dengan demikian. kita sekadar tahu tanpa mendalami apa itu. umum. Sebaliknya. seorang kaisar atau raja dapat saja menimpakan suatu hukuman mati pada seorang abdi atau rakyat lewat “kemauannya” sendiri. atau pemerintah menerapkan kebijakan wajib belajar. dari negosiasi baru dicapai kesepakatan. bukan ? A New Handbook of Political Science menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan politik adalah the constrained use of social power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan). Ilmu dapat menambah pengetahuan. tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. politik adalah kekuasaan sosial dan sebagai kekuasaan sosial ia harus disepakati banyak orang sebelum suatu cara diterapkan. di mana saja dan kapan saja. Politik menghendaki negosiasi. dan kegunaannya. tidak lagi bersifat subyektif (menurut pemikiran sendiri). raja-raja di pulau Jawa. tetapi karena takut. sehingga dapat tersusun suatu pola pengetahuan yang rasional. obyektif. Mereka menurut bukan karena setuju. manusia hidup mengalir darah dalam tubuhnya. dan umum. Rakyat luas tentu tidak sepakat dengan cara tersebut.[2] Di sini disebutkan “kekuasaan” sosial bukan “kekuasaan pribadi. tetapi kekuasaan pribadi. jalan yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu yang dibicarakan. Ilmu adalah “pengetahuan yang disusun secara metodis. dan aksiologis suatu obyek. dapatkah politik dikatakan sebagai suatu ilmu layaknya ilmu Biologi. Namun. bagaimana proses terjadinya keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan wajib belajar? Dengan kalimat lain. Sistematis artinya masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan. bukan seluruh orang menyepakatinya. epistemologis. Luas sekali pelajaran politik jika demikian. kita dapat dikatakan tengah berpolitik ketika mempengaruhi suami atau istri di rumah.

Pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Pengambilan keputusan (decision-making) Keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternative pengambilan keputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. Dalam membangun suatu ilmu. Dalam ilmu politik. 2. Miriam Budiardjo menyebutkan sekurang-kurangnya ada 5 obyek ontologis ilmu politik. pada abad pertengahan. dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. yaitu : 1. Negara (state) Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah. ontologi adalah ilmu tentang hakikat sesuatu atau benda/hal/aspek apa yang dikaji. 5. Ontologi berarti obyek-obyek yang dipelajari oleh suatu ilmu. bagaimana dengan ilmu politik sendiri ? Secara ontologis. bukan matahari. Kebijaksanaan umum (public policy) Kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan.Secara sederhana. 4. sesuatu yang berharga. Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun. pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan umum bahwa matahari mengelilingi bumi. Pihak yang membuat kebijakan memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. Arti . epistemologi. Aspek ontologi ilmu sosial (sosiologi) adalah kekerabatan antarmanusia. Ontologi. Aksiologi adalah untuk apa bangunan ilmu yang dibuat diperuntukkan. epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep PENDEKATAN. Sebagai contoh. Pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. sesuatu yang diinginkan. 3. Epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana “ontologi” itu dipelajari. Lalu. Kekuasaan (power) Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. pusat dari tata surya adalah bumi. Dengan demikian. politik juga memiliki obyek-obyek kajian yang spesifik. dan aspek ontologi ilmu fisika adalah materi serta gas. pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan sebaliknya. seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. Epistemologi Ilmu Politik Secara sederhana. Aspek ontologi ilmu ekonomi misalnya adalah barang dan jasa. dibangun. Artinya. Pembagian (distribution) Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar. apapun bentuknya. Namun.

Pendekatan tradisional 2. Jean Jacques Rousseau atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional. Para pemikir politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu. dan Bersifat kemanusiaan serta empiris berorietasi masalah. muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. David E. Spekulatif Preskriptif dan normatif Kualitatif Behavioral Postbehavioral Memisahkan fakta dengan nilai Fakta dan nilai bergantung pada tindakan serta relevansi antar keduanya Nonpreskriptif. konservatif secara ideologis. Saat pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi “sensitif” di dalam menganalisa gejala politik. dan negara-sentris Teoretis. dan berorientasi perubahan Fokus utama pada struktur serta Fokus pada kelompok kelas dan fungsi kelompok-kelompok konflik antarkelompok formal dan informal Ahistoris Holistik Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode. Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk kemudian secara berturutturut. Pasca Perang Dunia Kedua. Dalam mendidik anak. orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak. orang tua biasanya mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter. Fokus utamanya pada negara demokrasi Barat (AS dan Eropa) Deskriptif. yaitu : 1. Teoretisi seperti Andre Gunder Frank. Apter atau Gabriel A. pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral.dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana seseorang melihat suatu permasalahan. Almond adalah contohnya. Para teoretisi seperti David Easton. parokial. dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah. Pendekatan dalam ilmu politik pun terbagi menjadi 3. jika Laissez Faire cenderung membebaskan/membiarkan. Pendekatan post-behavioral Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut :[5] Tradisional Mencampuradukkan fakta dengan nilai. Laissez Faire. Normatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif Memperhatikan keteraturan atau ketidakteraturan Memperhatikan keteraturan atau Memperhatikan keseragaman ketidakteraturan dan keteraturan Etnosentris. Jika otoriter. Fokus utama pada Fokus pada Dunia Ketiga model Anglo Amerika Abstrak. obyektif. dan negara sentris Fokus utama pada struktur politik yang formal (konstitusi dan pemerintah) Historis atau ahistoris Etnosentris. Pendekatan behavioral 3. . disusul dua pendekatan setelahnya. dan Demokratis. radikal.

Secara khusus. Anarkisme. kasta. militerisme. bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Negara. Gestalt. korporatisme. Ketiganya adalah aksiologi. masyarakat majemuk. media massa. ilmu politik diharapkan akan memberi wawasan baru bahwa dalam kerja keseharian. idealisme. filsafat. tirani. teologi (ilmu ketuhanan) dan ilmu jurnalistik serta para praktisi politik :[6] Bidang Ilmu Konsep yang Dipinjam Akomodasi. kelas sosial. etika Prostestan. Alokasi sumber daya. Aksiologi Ilmu Politik Ilmu kedokteran berorientasi pada peningkatan standar kesehatan masyarakat. GNP. gerakan sosial. hirarki. ketidakkonsistenan status. sebagai administratur negara ia berada dalam suatu kawasan yang bernama negara. perilaku kolektif. belajar politik diharapkan akan memberi wawasan bahwa kelompok-kelompok ekonomi amat terpengaruh oleh sebuah keputusan politik. oligarki. Afeksi. Ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain. Bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. personalitas. afinitas. revolusi industri. demokrasi. segregasi. wilayah terbelakang. aristokrasi. individualisme. asimilasi. Sosiologi Psikologi Ekonomi Filsafat Antropologi . Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan untuk “membahagiakan hidup manusia” yang tinggal dalam suatu wilayah yang sama. Aksiologi ilmu politik adalah untuk memberi “jalan atau cara” yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antar kelompok dalam masyarakat. Ilmu ekonomi pada bagaimana seseorang dapat makmur secara material atau ilmu militer pada penciptaan prajurit-prajurit yang dapat menjamin keamanan negara. Ketiga pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara “zakelijk” (tepat/pasti) melainkan kadang tercampur satu sama lain. Aksiologi adalah guna dari suatu ilmu atau. patriarki. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas). pluralisme. sekularitas. ketergantungan. attitude. ekonomi. suatu kondisi ekonomi akan memberi pengaruh-pengaruh tertentu atas kehidupan politik. nepotisme. klik. legitimasi. merkantilisme. Ia terikat oleh aturan-aturan (legislasi) yang dibuat pemerintah (DPR dan Eksekutif). kehendak umum. dan sebaliknya. perilaku. faksi.Cardoso. Akulturasi. variabel-variabel pola. untuk apa ilmu tersebut diperuntukkan nantinya. nilai. atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. kohesi. antropoloogi. konsensus. kontrol sosial. strereotip. aspirasi. nasionalisme. agregasi. tipe ideal. alienasi. sirkulasi elit. Pengaruh ini dapat dilihat dari konsep-konsep (gagasan) dari ilmuilmu lain tersebut yang dipakai dalam studi politik. itegrasi sosial. empati. sosialisasi. liberalisme. struktur sosial. kesadaran. monarki. kelangkaan. kartel. industrialisasi. ambivalensi. Gemeinschaft-Gesellschaft. kelas pekerja. psikologi. Di bawah ini hanya akan diajukan contoh pengaruh dari ilmu sosiologi. masyarakat massa.

2. Suatu metode riset soal bagaimana membangun suatu standar. nihilisme. patronase. Misalnya mempelajari perilaku pemilih dalam ‘mencoblos’ suatu partai dalam Pemilu. netralisme. Lembaga-lembaga Politik Bidang ini mempelajari lembaga-lembaga politik formal yang mencakup : sistem kepartaian. serta angkatan bersenjata. 4. yaitu :[7] 1. 3. Politik Perbandingan Politik perbandingan adalah suatu subdisiplin ilmu politik yang mempelajari: Perbandingan sistematis antarnegara. sosialisme. sejarah ilmu politik. dengan maksud untuk mengidentifikasi serta menjelaskan perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan yang ada di antara negara yang diperbandingkan. otoritas sentral. sistem pemilihan umum. pelayanan sipil. para pakar yang tergabung ke dalam International Political Science Association merasa perlu untuk membagi disiplin ilmu politik ke dalam sub-sub disiplin yang lebih rinci. lobi. Tingkah Laku Politik Bidang ini mempelajari tingkah laku politik bukan hanya aktor dan lembaga politik formal. Imperialisme. bagaimana seorang atau sekelompok kuli panggul memandang presiden di negara mereka. plebisit. pemerintahan lokal. dan hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lain. dewan legislatif. Ada 9 subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik. sistem peradilan. bagaimana sosialisasi politik yang dilakukan dalam suatu sekolah. propaganda. aturan. konsep-konsep tersebut di atas telah terinternalisasi dengan baik sehingga menjadi konsep-konsep mapan di dalam ilmu politik. dan bagaiana melakukan analisis atas perbandingan yang dilakukan. Hubungan Internasional . struktur pemerintahan. Dengan demikian. 5. karisma. internasionalisme. Ilmu Politik (Political Science) Bidang ini membahas bagaimana politik dapat dianggap sebagai bidang ilmu tersendiri. Sub-sub Disiplin Ilmu Politik Ilmu politik merupakan suatu bidang keilmuwan yang cukup luas. isolasionisme. sindikalisme. kiri dan kanan. Meskipun dipinjam. Beberapa konsep dari yag disebut di atas akan kembali kita temui dalam materi-materi Pengantar Ilmu Politik selanjutnya. tetapi juga aktor dan lembaga politik informal.Teologi Jurnalis dan Politisi Anomi.

behavioral. Teori Politik Bidang ini secara khusus membahas pembangunan konsep-konsep baru dalam ilmu politik. 8. dan postbehavioral. saat ini ilmu politik telah mengaplikasi suatu teori baru yaitu FEMINISM THEORY. Konsep-konsep yang dibangun oleh subdisiplin Teori Politik nantinya digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena politik yang ada. di mana aktivitas ini mempengaruhi kehidupan warganegara. serta organisasi-organisasi internasional. Singkatnya. Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik. konflik internasional. baik secara langsung atau tidak langsung (melalui agen). Pendekatan dapat dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. tata urut penemuan suatu pengetahuan akan dapat dilihat. hukum internasional. Dalam pertemuan 2 kita telah membahas adanya 3 pendekatan besar dalam ilmu politik yaitu tradisional. 9. atap. Teori ini digunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya gerakan-gerakan perempuan di hampir seluruh belahan dunia. Di dalam ilmu politik —-sekurang-kurangnya menurut David E. Demikian pula. dinding. Ekonomi Politik Sub disiplin ini menekankan pada perilaku ekonomi dalam proses politik serta perilaku politik dalam pasar (marketplace). diterapkan teori ISOLASIONISME (pinjaman dari bahasa jurnalistik). Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik Berbicara mengenai pendekatan maka kita berada dalam kerangka aspek epistemologi ilmu pengetahuan. Dengan epistemologi. Demikian pula aneka ragam uji statistik (dalam tradisi behavioral analysis) yang digunakan untuk menganalisis data. politik luar negeri. Apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif yang akan digunakan dalam suatu penelitian. untuk menjelaskan politik “menutup” diri Jepang dan Amerika Serikat (sebelum Perang Duia I). Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap. orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil penelitian melalui perspektif halaman. dan keindahan ruangan.Bidang ini mempelajari politik internasional. Demikian pula halnya dalam ilmu politik. segala aktivitas politik yang melampaui batas yuridiksi wilayah satu atau lebih negara. Metodologi Politik Subdisiplin ini khusus mempelajari paradigma (metodologi) serta metode-metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik. masuk ke dalam subdisiplin ini.terdapat 6 pendekatan . halaman. distribusi air. Rumah misalkan saja terdiri atas 6 buah aspek. Misalnya. Apter—. Administrasi dan Kebijakan Publik Subdisiplin ini mempelajari rangkuman aktivitas pemerintah. Atau. Misalnya mengaplikasikan peminjaman konsep-konsep dari ilmu sosial lain guna diterapkan dalam ilmu politik. 6. Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta menyimpulkan sebuah gejala politik. yaitu : fundasi. 7.

Bagi Plato. Keenam pendekatan tersebut memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. bagi Plato. di mana masig-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka. Golongan kedua (para penjaga) mengabdikan seluruh hidupnya demi kepentingan umum. Untuk itu. sama seperti masalah rumah tadi. Tradisi Klasik (Plato dan Aristoteles) Plato hidup pada masa ketika negara-kota Athena menjadi rebutan dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk memimpin. pengemudi kereta. meskipun keenam perspektif tersebut berbeda. Filsafat Politik Filsafat politik adalah suatu pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik. seorang penguasa bagi Plato harus seorang filosof-raja. Sebab itu dapat dikatakan ahwa sumber kekuasaan adalah . kehidupan negara yang sempurna akan tercapai jika prinsip-prinsip keadilan ditegakkan. wanita dan anak dimiliki bersama. dan radikal. makan serta tidur bersama-sama. siapa yang layak memerintah. khususnya mereka yag paling memahami filsafat (ahlinya: filosof). buruh. Mereka dilarang berkeluarga. tetapi tetap menganalisa satu bidang yaitu rumah. gimnastik. terdiri atas tiga golongan besar. dan musik. Strukturalisme. Pendekatan ini mengkaji mengapa suatu negara terbentuk. Dalam pendekatan filsafat politik dikenal empat tradisi besar yaitu tradisi klasik. golongan penjaga dilarang untuk memuaskan kepentingan pribadi masing-masing. (3) para pemimpin. keenam pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang. Institusionalisme. Karena mereka hanya memahami kepentingan mereka sendiri. di mana posisi ideal penguasa dengan yang dikuasai. Behavioralisme. tukang. dan pelaut. mereka harus harus diatur agar hidupnya selaras dengan kepentingan umum oleh para penjaga. Pluralisme. yaitu (1) para penjamin makanan (pekerja). dan. Negara. Dengan demikian. Di dalam politik demikian pula halnya. Namun. tidak boleh punya milik pribadi. seorang raja akan mampu memahami melihat hakikat-hakikat rohani di belakang bayang-bayang inderawi yang selalu berubah-ubah ini.dalam memahami fenomena politik. Paparan berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per satu. Masyarakat yang adil adalah masyarakat yang dipersatukan oleh tatanan yang harmonis. diberi pendidikan yang materinya mengarah pada tertib dan kebijaksanaan seperti filsafat. serta hidup. apa tujuan negara. Keadilan —menurut Plato— adalah tatanan keseluruhan masyarakat yang selaras dan seimbang. Golongan ketiga (para pemimpin) dipilih di antara para penjaga. Dengan menguasai filsafat. juga menyinggung masalah moral politik. Plato mempromosikan filsafat politiknya demi memberi arahan yang benar seputar bagaimana menyeenggarakan kehidupan bernegara.[9] Para pekerja terdiri atas mereka yang bekerja agar barang-barang kebutuhan manusia dapat tersedia: para petani. Golongan penjaga ‘disapih’ sejak umur 2 tahun.[8] Pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu politik adalah terdiri atas Filsafat Politik. A. pertengahan. yaitu fenomena politik. pedagang. pencerahan. Hal ini mungkin dilakukan oleh sebab filsuf-raja telah melepaskan diri dari ikatan-ikat nafsu dan indera serta bebas dari pamrih. dan Developmentalisme. (2) para penjaga.

manusia harus mau berinteraksi di dalam negara (berinteraksi dengan orang lain) demi mencapai kebahagiaan hidup sendiri dan bersama. Aristoteles menentang gagasan Plato untuk menyerahkan kekuasaan negara hanya kepada filosof-raja yang tanpa konstitusi. Kepentingan umum sebaliknya. Keadilan diberikan kepada rakyat untuk diselenggarakan pada pemenuhan potensi-potensi yang dicapai melalui pekerjaan. Manusia adalah makhluk sosial sekaligus zoon politikon (makhluk politik). Pemikiran Plato mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut : Sarana Para Penguasa Otoritas (1) ↑ Rakyat Pekerjaan (4) Keterangan : Penguasa menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan umum sebagai hasil dari kecerdasan mereka. negara sama seperti organisme: Ia mampu berkembang dan mati. Bagi Aristoteles.[10] Artinya. Dengan demikian. bentuk kekuasaanya berada di tengah-tengah antara oligarki dengan demokrasi. Otoritas akan dijalankan oleh filosof-raja yang memerintah untuk menegakkan keadilan. Namun. kekuasaan suatu negara harus berada di tangan banyak orang agar suatu keputusan tidak dibuat secara pribadi melainkan kolektif. Secara sederhana. merupakan pemenuhan setiap potensipontesi yang ada pada diri individu. Sebab itu. Pemimpin negara adalah orang yang ahli dan teruji kepemimpinannya secara praktis. seluruh penguasa harus takluk kepada hukum. Aristoteles (384-322 sM) mempersamakan tujuan negara dengan tujuan manusia: Menciptakan kebahagiaan (Eudaimonia). Aristoteles menyarankan pembetukan suatu negara bernama POLITEIA (negara yang berkonstitusi). Bagi Aristoteles pun. tugas negara bagi Aristoteles pun jelas: Mengusahakan kebahagiaan hidup warganegaranya.’ Sumber kekuasaan dalam Politeia adalah hukum.PENGETAHUAN yang dicapai melalui pendidikan. kekuasaan tersebut jangan berada di tangan golongan miskin atau kaya. melainkan golongan menengah. Pekerjaan akhirnya akan menghasilkan sumber-sumber yang perlu untuk otoritas. sebab manusia tidak dapat berbuat banyak demi mencapai kebahagiaan tanpa bantuan orang lain. pemikiran Aristoteles mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut ini: Sarana Warganegara Individual Pilihan (4) ↓ Konstitusi Campuran ← Tujuan Kebijaksanaan (praktis) (3) ↑ Kebahagiaan → ← Tujuan Keadilan (2) ↓ Potensialitas (3) Polis (negara) → . Sebaliknya. bukan filsuf yang hanay duduk di ‘menara gading. Satu hal penting lain.

Negara sekuler (diaboli) adalah negara yang jauh dari penyelenggaraan hukum-hukum Tuhan. sementara perilaku Habel mencerminkan ketaatan pada Tuhan. keluhuran budi. dan Martin Luther)[11] Santo Agustinus (13 Nopember 354 M – 28 Agustus 430 M) Agustinus menulis magnum opus-nya De Civitate Dei (Kota Tuhan). rakyat berhat untuk mengkritik bahkan menggulingkannya. B. Konsepsi negara surgawi dan diaboli dianalogikan Agustinus seperti kisah Kain dan Habel. Luther juga meulai prithatin akan gejala takhayulisme dan mitologisasi patung-patung orang-orang suci gereja. Negara Surgawi (disebut pula negara Allah) ditandai oleh penjunjungan tinggi atas kejujuran. Setiap kebijaksanaan menghasilkan pilihan-pilihan baru bagi para warganegara yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk konstitusi campuran. kebobrokan moral. Namun. . kekuasaan harus diperguakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan hukum Tuhan. Perilaku Kain yang negatif mencerminkan pengumbaran hawa nafsu. ketidakadilan. serta keindahan. keadilan. Luther menyarakan pemisahan kekuasaan gereja (agama) dengan kekuasaan negara (sekuler). penghianatan. Keprihatinan lain Luther adalah anggapan suci yang berlebihan atas para pemuka agama. sementara negara surgawi sebaliknya. gereja harus ditempatkan di bawah pengawasan negara. Aquinas menyatakan bahwa negara adalah sama sekali sekuler. Ia membagi negara ke dalam dua substansi: Sekuler dan Surgawi.(1) (2) Aristoteles menekankan pentingnya konstitusi campuran yang merupakan aturan dasar kehidupan bernegara. Penyembahan Tuhan lalu dijadikan penghayatan oleh subyek bukan terlembaga seperti gereja Katolik. kekuasaan untuk menjalankan negara itulah justru yang berasal dari Hukum Tuhan (Divine Law). Kontitusi ini harus menunjuk kebahagiaan setiap individu sebagai hal ideal yang harus dicapai suatu negara. Magnum opus Aquinas adalah “Summa Theologia. Luther menuntut Paus agar mengakui kekuasaan para raja dengan tidak mengintervensi penyelenggaraan kekuasaan dengan dalih-dalih penafsiran kitab suci. Sebab-sebab pemberontakannya adalah mulai korupnya kekuasaan Bapa-Bapa gereja. Negara sekuler ditandai oleh kebohongan. Jika penguasa mulai melenceng. Thomas Aquinas. Negara adalah alamiah sebab tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang hidup di dunia. kecuali sungguh-sungguh ada seseorang yang mampu menjamin stabilitas setelah si penguasa tiran tersebut digulingkan. Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M).” Berbeda dengan Agustinus. Penguasa harus ditaati selama ia mengusahakan terselanggaranya keptingan umum. Tradisi Abad Pertengahan (Santo Agustinus. Sebab itu. Akhirnya. Kebahagiaan secara praktis diturunkan ke dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan praktis. Namun. pengumbaran hawa nafsu. berbeda dengan pemikiran Katolik pertengahan. Aquinas menyarakankan “Jangan melawan penguasa yang tiran. dan kemaksiatan. sebab sesungguhnya mereka pun manusia biasa.” Martin Luther (1484-1546 M) Tahun 1517 memberontak terhadap kekuasaan gereja Roma. isalnya mengkomersilkan surat pengampunan dosa (surat Indulgencia). Sebab itu.

bukan berasal dari Tuhan atau doktrin agama manapun. Hobbes berbeda dengan Aristoteles sebab memperbolehkan pemerintahan tanpa konstitusi. dan Luther. manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus). Il Principe menceritakan soal apa yang seharusnya dilakukan seorang raja untuk mempertahankan atau menambah kekuasaannya. Secara sederhana. dan kewajiban-kewajiban lain. Justru. Raja harus licik sekaligus jujur. moral bahkan Tuhan. Machiavelli menandaskan bahwa kekuasaan merupakan awal dari terbentuknya negara. Aquinas. C. Magnum opus-nya Thomas Hobbes adalah “Leviathan. mutlak. Hukum ini dimaksudkan demi menciptakan kejayaan (grace). warisan. Tujuan seorang penguasa adalah mempertahankan kekuasaan dan untuk itu. ia harus menyelenggarakan kesejahteraan rakyat secara umum agar si penguasa tersebut semakin dicintai dan didukung rakyat agar terus berkuasa.[12] Dalam magnum opus-nya “Il Principe” (sang pangeran). Untuk mengatasi situasi perang tersebut perlu dibentuk negara guna menciptakan stabilitas dan kedamaian. Situasi dalam masyarakat sebelum adanya negara adalah Bellum Omnium Contra Omnes (perang semua lawan semua). Hukum praktis ini dibuat oleg rakyat dan disebut hukum positif. Tradisi Pencerahan (kembali ke persoalan duniawi) Niccolo Machiavelli (1469-1527 M). dan Luther berada dalam konsep umum teokrasi (pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip ketuhanan). Berbeda dengan pemikiran Agustinus. yaitu hukum yang menunjukkan apa apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh para penguasa. Dari wahyu muncul nalar. pemikiran Agustinus. bagi Machiavelli kekuasaan ada di dalam dirinya sendiri. dapat dirangkum ke dalam bagan berikut : Sarana Yang Mengatur Negara Manusia ← (akal) (2) ↓ Kepatuhan Pada → Hukum Positif (3) Tujuan Masyarakat Baik Sebagai Kota Tuhan (wahyu) (1) ↑ Kejayaan (Grace) (4) Yang Diatur Keterangan : Wahyu turun dari Tuhan.” Bagi Hobbes. Dari hukum alam maka lahir hukum praktis yang mengatur harta benda. Negara adalah simbol kekuasaan politik tertinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak. Aquinas. Thomas Hobbes (1588-1679 M).Secara umum. agama. Bagaimana raja terjaga dari kemungkinan penyelewengan kekuasaan? Hobbes menjawa: “Tidak mungkin sebab raja dituntun oleh hukum moral di alam dirinya!” . dinas militer. dan dari nalar tampil hukum alam. sebab manusia secara mendasar memiliki naluri-naluri ‘buas’ di dalam dirinya.

Eksekutif (melaksanakan UU). Locke menyarankan adanya 3 bentuk kekuasaan yang terpisah. individu-individu dalam masyarakat sepakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak.” Dalam karya tersebut. Hukum secara umum dan bentuk-bentuk pemerintahan 2. yaitu Legislatif (membuat UU). Pengaturan militer dan pajak 3. yaitu : • • • Legislatif (pembuat UU) Eksekutif (pelaksana UU) Federatif (hubungan dengan luar negeri) —. Perekonomian. Montesquieu merasa perlu untuk memisahkan tiga jenis kekuasaan. Namun. tetapi ia berangsur-angsur memburuk perilakunya karena menjaga harta milik dari jarahan individu lain. Perancis. Namun. dan Yudikatif (mengawasi pembuatan dan pelaksanaan UU). Rousseau menyebutkan bahwa negara terbentuk lewat suatu perjanjian sosial. Jean Jacques Rousseau (1712-1778 M). “rakyat” yag diwakili tersebut adalah laki-laki. Sebab itu. di mana wakil-wakil rakyat yang membuat undang-udang.” Buku ini terdiri atas 31 buku yang dibagi ke dalam 6 bagian. Ketergantugan adat kebiasaan atas iklim dan kondisi alam suatu wilayah 4. Magnum opus Rousseau adalah “The Social Contract. dan Feodalisme. Locke berbeda dengan Hobbes. Negara berdaulat selama diberi mandat oleh rakyat. kebebasan dan kekuasaan yang dimilikinya kepada suatu kekuasaan bersama. negara yang dibentuk harus berdasarkan konstitusi dan kekuasaan yang ada harus dibeda-bedakan. Kedaulatan tersebut akan tetap absah selama negara tetap menjalankan fungsi sesuai kehendak rakyat. Montesquieu (1689-1755 M). manusia pada dasarnya adalah baik. Dan tidak hanya itu. Magnum opus dari Montesquieu adalah “The Spirit of the Laws. Artinya. bahwa kekuasaan seorang raja harus dibatasi. Uraian tentang hukum Romawi. Dalam menjalankan hidup keseharian .John Locke (1632-1704 M) Magnum opusnya John Locke “Two Treatises of Government. 5. Locke menyarankan diselenggarakannya demokrasi perwakilan. dan berasal dari kelas borjuis. Untuk menjamin kebebasan warganegara. Kekuasaan bersama ini kemudian dinamakan Negara. negara dibutuhkan untuk menjamin hak milik pribadi.” Menurut Locke. Agama 6.sementara dipegang eksekutif. dengan rincian berikut : 1.

negara muncul hanya sebagai instrumen untuk menjamin kebebasan individu. Baginya.negara. hal yang harus diperbuat negara adalah menciptakan Greatest Happines for Greates Number (kebahagian terbesar untuk jumlah yang terbesar).” Mill amat menjunjung tinggi kehidupan politik yang negosiatif. Dengan adanya negara. mereka memberi dukungan pada seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur mereka. negara adalah bentuk tertinggi pengorganisasian manusia dan ia mengatasi kepentingan-kepentingan individu. prinsip mayoritas harus dijunjung tinggi dalam suatu negara. tetapi sendiri melakukannya di kehidupan publik. penindasan kelas pertama atas yang kedua berlanjut. Bagi Mill. Marx (murid Hegel) menentang gurunya .[13] John Stuart Mill Magum opusnya “On Liberty. Baginya. Kekuatan tersebut ia sebut Ide Mutlak. pendekatan filsafat politik tradisi pencerahan dapat dilihat pada bagan berikut : Sarana Para Penguasa Kekuasaan (3) ↑ Dukungan (2) → Tujuan Stabilitas dan Ketertiban (4) ↓ Hak-Hak (1) Yang Dikuasai Keterangan : ← Hal paling penting dalam tradisi pencerahan adalah hak-hak individu manusia (bukan Tuhan atau masyarakat). Karl Heinrich Marx Magnum opus-nya Manifesto Komunis (bersama Friedrich Engels). Dukungan melahirkan kekuasaan. setiap masyarakat tidak mewakilkan kepentinga politiknya pada seseorang atau sekelompok orang. Untuk menjamin terselenggaranya hak tersebut. Pertentangan mengalami penyelesaian melalui media terbentuk dan terselenggaranya negara. Tradisi Modern Georg Wilhelm Friedrich Hegel Magnum Opus-nya : “The Phenomenology of Mind. Ide mutlak bergerak dalam sejarah dan bentuk yang paling sempurna adalah negara.” Menurut Hegel ada satu kekuatan absolut yang sedang bekerja di dunia ini. Rousseau tidak menghendaki demokrasi perwakilan melainkan lagsung. D. dan kekuasaan demi menjaga stabilitas dan ketertiban agar setiap individu mampu menikmati hakhak mereka dengan rasa aman. Ia menyatakan bahwa negara cuma sekadar alat dari kelas ‘kaya’ ekonomis untuk mengisap kelas ‘miskin’ (proletar). Kepentingan negara harus didahulukan ketimbang yang terakhir. Bagi Mill. Penindasan hanya dapat dihentikan jika negara dihapuskan. yang ‘banyak’ harus didahulukan . dengan demikian. Negara berasal dari gerak dialektis (pertentangan) di tengah masyarakat. Artinya. Pengahapusan negara melalui revolusi proletariat. Secara umum. Dengan demikian. Masing-masing rakyat datang ke pertemuan umum dan menegosiasikan kepentingannya dengan individu lain.

bagaimana kekuasaan dijalankan. Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untukmengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. seperti pendekatan Institusionalisme). behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Di samping partai.[15] Misalnya. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Terdapat juga kelompok penekan. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. atau . yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi.ketimbang yang sedikit. Kekuasaan (asal-usul. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Dalam menjalankan fungsinya. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. terdapat kelompok kepentingan. pemegang. Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum.

[16] Robert A. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. Bagi Frank. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : . Dengan demikian. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. bukan piramidal. C. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Menurut Lerner. mobilitas sosial (urbanisasi. terpaan media.[19] Misalnya. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. kaum asing lain (Cina. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. akan muncul situasi disorder. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. Arab.[17] Peneliti lain. Dalam analisa Marx.[20] Bagi Huntington. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. bagi Marx.mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. Bagi Huntington. jika partisipasi politik tinggi. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968.[18] Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. dan eksekutif. India) di posisi tengah. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. Misalnya. Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Namun. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. literasi. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. Dahl sebaliknya. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. Menurut Huntington. hanya alat dari struktur kelas ini. Negara. parlemen. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. yaitu Belanda (Eropa).

(Jakarta: Gramedia.cit. A New Handbook of Political Science. et al. p. Roskin.. 2002). 1996). op.. 1981). [5] Ronald H.29. 1997). 2000). Metodologi Penelitian Filsafat.103. [2] Robert E. (Jakarta: Rajawali. (Jakarta: Rajawali Press. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. [8] Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. Seluruh bab. Goodin and Hans-Dieter Klingemann.293. 1996). h. 1995). 1997). Pengantar Ilmu Politik. Dasar-dasar Ilmu Politik. h. Jujun S. et al. (New York: Oxford University Press. Footnote: [1] Carlton Clymer Rodee. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.perilaku pemerintah lokal yang korup . (Boulder.kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). Pengantar Analisa Politik. Pengantar Ilmu Politik. (Boulder. Chilcote. A New Handbook of Political Science. [4] Jujun S. Chilcote. 1985). (Jakarta: Rajawali Press. 2-3. Sudarto.7. cet. Robert E.. 1981). p.. Ronald H.. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.cit.[21] Referensi • • • • Carlton Clymer Rodee.modal asing . Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Suriasumantri. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. h. cet. (Jakarta: Rajawali. Political Science: An Introduction. Colorado: Westview Press. 1995). Colorado: Westview Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Sinar Harapan. • • • • • • • • • • • . (Jakarta: Rajawali. 2002).5. [7] Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. 1994). (Jakarta: Sinar Harapan. Miriam Budiardjo.. [3] Sudarto. Fifth Edition. Michael G. Metodologi Penelitian Filsafat. (New York: Oxford University Press.57 [6] Didasarkan atas Robert E. op. Apter. p. (New Jersey: Prentice-Hall Inc.. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. et al. Suriasumantri..5.

organisasi-organisasi antarpemerintah. Seluruh buku. Chilcote. (Boulder. 1981). HI mencakup rentang isu yang luas. Teori Politik Modern. [12] Lee Cameron McDonald.195-6. dari globalisasi dan dampakdampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian . [14] David E. Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. hukum.P. Colorado: Westview Press.245. (Jakarta: Gramedia. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu seperti ekonomi. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. (Jakarta: Gramedia. studi-studi budaya dalam kajian-kajiannya. (ed. antropologi. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. filsafat. Manifesto Partai Komunis. Pengantar Analisa Politik. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. h.194-207. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. sosiologi. h. 1981). 1999). • • • • • • • • • Hubungan Internasional. p. Aristoteles. Colorado: Westview Press. [10] J. (Jakarta: Rajawali.358. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Chilcote. (Jakarta: Rajawali Press. [21] Ronald H. Lihat juga Ronald H. merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. 94-102 [16] David E. h.358. [19] Ronald H.465-467.158-184. dan perusahaan-perusahaan multinasional. h. [20] Samuel P. Dahl. 1981). [11] Mengacu pada Ahmad Suhelmi..5. 1968. [18] Ronald H. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. 1974). p. 1968). p. [13] Karl Marx dan Friedrich Engels. Pengantar Analisa Politik. Apter. Selain ilmu politik.• • • • [9] Franz Magnis-Suseno. Colorado: Westview Press. (Jakarta: Graedia. Etika Politik. (Boulder. (Boulder. p. geografi. Varma. (Jakarta: Rajawali. adalah cabang dari ilmu politik. Augustinus. 1999). Bab pendahuluan. sejarah. organisasiorganisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. termasuk peran negara-negara. (Jakarta: Rajawali Press. Filsafat Politik Plato. Apter. [15] S.. 2002). Colorado: Westview Press.H. Huntington. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Political Order in Changing Societies. [17] Robert A. Rapar. (Semarang: ISEA. 187-8. New Haven: Yale University Press. 2001). psikologi. (Boulder. p. Pemikiran Politik Barat. 1985). 1999).290-1. Seluruh buku. 2001). 1985). Machiavelli. h. Chilcote.). p. 1981). Chilcote. (Yale University Press. Regimes and Oppositions.

Namun. proliferasi nuklir. perkembangan ekonomi. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. dan hak-hak asasi manusia. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. yang mencakup level individual. Lebih lanjut. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher Schooldi Tufts. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Pada awal 1920-an. Westphalia mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state). “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies. banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pramodern”. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. HI sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. nasionalisme. dan Asia. tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker. institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. Pada 1919. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I. Sebelumnya. institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. teori HI . Swiss. Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes Ã(c)tudes internationales). Aberystwyth. Namun. dan “standar-standar peradaban”. Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia. terorisme. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity.ekologis. Pada 1927. Afrika. negara-bangsa domestik sebagai suatu unik. hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. sistem ini agak terlalu disederhanakan. dan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. didirikan di Jenewa. Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika. lewat kolonialisme. Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. Studi Hubungan internasional Pada mulanya. ketika sistem negara modern dikembangkan. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan. Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648]. kejahatan yang terorganisasi. Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. keselamatan umat manusia. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI.

sistem internasional Idealisme. Konstruksivisme Fungsionalisme Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. Paradigma Kesadaran. menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. istilah kunci : struktur. selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. seperti teori pilihan rasional. istilah kunci : Pacific UnION Liberalisme. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme [[Neorealisme]. Hugo Grotius. Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. agen. seperti neo-realisme. Demikian juga. dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis. untuk memahami isu-isu lingkungan Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum. Alienisasi. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis. Emansipatoris. untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. Epistemologi ini menolak ideide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis. Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. Dipelopori oleh Robert Keohane. Dewasa ini. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus . ukuran kekuatan-kekuatan militer.memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi. keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain. Pada abad ke-20. Francisco de Vitoria. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara.

Pendukung-pendukung awal teori ini termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell.H. Sebuah versi baru “idealisme”. Neorealisme Neorealisme terutama merupakan karya Kenneh Waltz (yang sebenarnya menyebut teorinya “realisme struktural” di dalam buku karangannya yang berjudul Man.pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. Carr. sebagai tanggapan terhadap liberalisme. pada intinya menyangkal bahwa negaranegara berusaha untuk bekerja sama. dikemukakan oleh Hans Kóchler. Para realis awal seperti E. Tidak . Sambil tetap mempertahankan pengamatan-pengamatan empiris realisme. meskipun karya mereka dapat mendukung doktrin realis. negaranegara adalah aktor-aktor rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri (self-interested). bahwa hubungan internasional dikarakterka oleh hubungan-hubungan antarnegara yang antagonistik.) Teori-teori Positivis Realisme Realisme. dan Hans Morgenthau berargumen bahwa. ketiga orang tersebut tampaknya tidak mungkin menggolongkan diri mereka sendiri sebagai realis (dalam pengertian yang dipakai di sini untuk istilah tersebut). Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. yang berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum internasional. Perlu diperhatikan bahwa para penulis klasik seperti Thucydides. untuk maksud meningkatkan keamanan mereka. dengan mempertimbangkan etika. atau “nilai-nilai”. Setiap kerja sama antara negara-nge dijelaskan sebagai benar-benar insidental. Carr. Daniel Bernhard. Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. and War). sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. hal-hal apa sajakah yang membentuknya. Negara-negara dipaksa oleh pencapaian yang relatif (relative gains) dan keseimbangan yang menghambat konsentrasi kekuasaan. dan Hobbes sering disebut-sebut sebagai “bapak-bapak pendiri” realisme oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai realis kontemporer.H. Liberalisme/idealisme/Internasionalisme Liberal Teori hubungan internasional liberal muncul setelah Perang Dunia I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi perang dalam hubungan internasional mereka. Machiavelli. Mereka menolak berbagai penjelasan yang mempertimbangkan pengaruh karakteristik-karakteristik dalam negeri negara-negara. Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu sampai paham tersebut secara kolektif dan mengejek disebut sebagai idealisme oleh E. yang berargumen dengan berbagai cara bahwa negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan bahwa perang terlalu destruktif untuk bisa dikatakan sebagai pada dasarnya sia-sia. para pendukung neorealisme menunjuk struktur anarkis dalam sistem internasional sebagai penyebabnya. the State. Namun. bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif. Para realis melihat Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori mereka.

Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran pemikiran Inggris) Teori masyarakat internasional. aturan yang tegas. (Kerjasama menurut kelompok realis bukannya tidak pernah terjadi. Definisi rejim yang paling lazim dipakai datang dari Stephen Krasner. Contoh-contoh kerjasama tadilah yang dimaksud dengan rejim. rejim adalah contoh dari kerjasama internasional. intervensi pemerintah untuk mencegah terbentuknya monopoli dan bentuk-bentuk konglomerasi yang lain. Krasner mendefinisikan rejim sebagai “institusi yang memiliki sejumlah norma. Teori ini mengasumsikan kerjasama bisa terjadi di dalam sistem negara-negara anarki. Bila dilihat dari definisinya sendiri. Tapi tidak semua pendekatan teori rejim berbasis pada liberal atau neoliberal. bagian baru teori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan juga Joseph Nye. Hal ini juga berarti bahwa pada dasarnya bangsa-bangsa bebas membuat pilihan-pilihan mereka sendiri tentang bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tanpa organisasi-organisasi internasional yang merintangi hak suatu bangsa atas kedaulatan. Neoliberalisme Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional. hanya saja kerjasama bukanlah norma. Meningkatnya interdependensi selama Perang Dingin lewat institusi-institusi internasional berarti bahwa neoliberalisme juga disebut institusionalisme liberal.seperti realisme. dan prosedur yang memfasilitasi sebuah pemusatan berbagai harapan. dan keamanan bersama di antara isu-isu lainnya. Para pendukung seperti Maria Chatta berargumen bahwa negara-negara akan bekerja sama terlepas dari pencapaian-pencapaian relatif. jika memang ada. kerjasama merupakan sebuah perbedaan derajat). para teoritisi rejim menyatakan kerjasama tetap ada dalam situasi anarki sekalipun. Hal lain yang juga membedakan neo-realisme dari realisme adalah bahwa neo-realisme tidak menyetujui penekanan realisme pada penjelasan yang bersifat perilaku dalam hubungan internasional. juga disebut Aliran Pemikiran Inggris. Seringkali mereka menyebutkan kerjasama di bidang perdagangan. beberapa pendukung realis seperi Joseph Greico telah mengembangkan sejumlah teori cangkokan yang membawa sebuah pendekatan berbasis realis ke teori yang berdasarkan pada liberal ini. berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan . Teori Rejim Teori rejim berasal dari tradisi liberal yang berargumen bahwa berbagai institusi atau rejim internasional mempengaruhi perilaku negara-negara (maupun aktor internasional yang lain). dan dengan demikian menaruh perhatian pada pencapaian-pencapaian mutlak. Sementara realisme memprediksikan konflik akan menjadi norma dalam hubungan internasional. tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting. hak asasi manusia. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme. neo-realisme berusaha ilmiah dan lebih positivis. Neoliberalimse juga mengandung suatu teori ekonomi yang didasarkan pada penggunaan pasar-pasar yang terbuka dan bebas dengan hanya sedikit.

Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. Tidak seperti neo-realisme. Sebagai contoh. . Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara. Namun. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis. Contoh norma-norma seperti itu mencakup diplomasi. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. teori ini tidak selalu positivis. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal. Dengan demikian. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. hukum internasional. Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. tatanan. dan dibagi kembali antara para solidaris. banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut.nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. Cox. Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. Social Theory of International Politics 1999). dan para pluralis. Robert W. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. Para pendukung pascapositivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain. Pada pendukung seperti Andrew Linklater. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Teori Kritis Teori hubungan internasional kritis Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional.

menembus negaranegara berkembang lewat penasihat politik.neofungsionalisme. dan perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan). konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional. yang dikarakterkan oleh Anarki. misionaris. Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara. kapabilitas. dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) untuk ekspor. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin. Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang “gender” war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangan-tantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis. Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) dan “warga sipil”. Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain. Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan. pakar. tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. Dengan demikian. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. dan teori dependen. feminisme. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (hard power) dan kekuasaan yang lunak . sebagai contoh lewat teologi. Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju.

sistem internasional sebelum 1945 dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar). Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin. mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. sehingga mengakibatkan perang besar. Polaritas Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional. Sebagai akibatnya. diplomasi. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin. Namun. sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme Kenneth Waltz. Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan. A. Di sini konsepkonsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan.F. Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional. memperkukuh ide-ide bahwa hubunganhubungan dikarakterkan oleh interdependensi. dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut. dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional. dengan sistem internasional didominasi oleh konflik antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya. seperti penggunaan kekuatan. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut.K. Peran institusi-institusi internasional. yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu. khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz. kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa. Organski.(soft power). Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional. Portugis. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi. Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. dan pengaruh budaya. interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain. khususnya keadaan unipolaritas. Pendukung utama teori tersebut. dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. Dependensi . dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang. hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di Eropa sebelum Perang Dunia Pertama. dan Belanda. yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas.

bukan sistem internasional. yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain. semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi.Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negaranegara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional. Pemberian sanksi. Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. penggunaan kekuatan. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa. Perang. sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. • • • • Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235. yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen. karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara. walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi . Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan. merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Perlu diingat. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz. atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme). Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. penggunaan kekuatan. Pada suatu tingkat. yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis. Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negaranegara. dan penyesuaian aturan perdagangan. penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties). Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar).

aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan. atau merupakan revisionis. komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. yaitu menginginkan perubahan. dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). Sementara itu. Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal. dan yang menarik diri — Mengamati aspekaspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik • • . Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain. Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. etnis. yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. Kelompok-kelompok keagamaan. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor. Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai realitas yang ada. asf Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. • Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional – Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri.dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). dan sebagai dibentuk oleh pelbagai kendala. berdasarkan masyarakat global yang proletar. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada). Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional. dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar.

yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. subsidiaritas. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern.etnis. Banyak institusi legal memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB. PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu dan teknologi berdampak pada perkembangan. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). keamanan internasional. dan aktor-aktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. dan heterogenitas. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). PBB PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. lingkungan. • Ilmu. bisnis. perang-perang keagamaan. Teknologi. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. teknologi. dan kesehatan dunia. dan kesetaraan sosial”. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). perkembangan ekonomi. Institusi Ekonomi • • • • Bank Pembangunan Asia Dana Moneter Internasional Organisasi Perdagangan Dunia Bank Dunia Badan Hukum Internasional . yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global.

peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah .Hak Asasi Manusia • • • • • • • European Court of Human Rights Human Rights Committee Inter-American Court of Human Rights Pengadilan Kriminal Internasional Pengadilan Internasonal untuk Rwanda Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia Dewan Hak Asasi Manusia PBB Hukum • • • • African Court of Justice European Court of Justice Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional untuk Hukum Laut Organisasi tingkat regional • • • • • • • • • ASEAN Liga Arab Persemakmuran Negara-negara Merdeka Uni Eropa CSCAP GUAM Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi NATO Organisasi Kerjasama Shanghai SAARC BAB V KESIMPULAN dan SARAN Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik. dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan. Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan.

Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Dari analisa tersebut. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). subsidiaritas. dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. Politik adalah perebutan kekuasaan. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. kedudukan. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah . fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. glory and riches). jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. Dengan demikian bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making).pemerintah. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. Dewasa ini. dan heterogenitas. kebijakan publik (public policy). Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru.

Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Maciver. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. ideologi. 1. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). Robert M. yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya. 2. Jenkin dalam The Study of Political Theory. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. Definisi-definisi mengenai Negara. 3. mempertahankan . “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society).: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). Negara mempunyai sifat-sifat. Max Weber. Laski. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). teori politik sistematis. dan sebagainya. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. Norms for political behavior. Menurut Rod Hague et al. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat. Roger H. Harold J. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. Menurut Thomas P.konflik dan konsensus. antara lain adalah : 1. b. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. 2. yaitu : a. teori politik dibedakan menjadi dua. Soltau. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. antara lain adalah : . Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi.

html Carlton Clymer Rodee. Jujun S.. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. et al. Geventa. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. 2008. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. ).. John. b) Sifat Monopli. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. Kordi K. Fifth Edition. April 1971. Political Science: An Introduction. . Roskin.blogspot.”Suharto and the Question of Politixal Stability. (Jakarta: Rajawali Press. 1993.a) Sifat Memaksa.. Suriasumantri. 2000). http://gdpermana. dkk. 1994). BAB VI DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • Ghufran. Robert E.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. Tokyo. Jakarta Timur: PT Perca. Pengantar Ilmu Politik. (Jakarta: Sinar Harapan. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara.. Acton. Maurice. cet. N. (Jakarta: Gramedia. Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal). Roger F. 2005. Duverger. Michael G. M. Dasar-dasar Ilmu Politik. Lord. Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan. Alfian. khususnya dalam negara (Wikipedia. Jakarta. 2009). et al. Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social. 1887. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu.” Pacific Community.5. Miriam Budiardjo. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko. Putra. 1995). 2002). Letter to Bishop Mabdell Creighton. 2007.

1981). Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. Pengantar Analisa Politik. h. Sudarto. (Semarang: ISEA.158-184. p.245. 2001). Filsafat Politik Plato. Seluruh buku. Augustinus.7. Machiavelli. Etika Politik. 187-8. J.Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (Boulder. Footnote: Carlton Clymer Rodee. 1981). Sudarto. Pengantar Analisa Politik. (Jakarta: Rajawali Press. (Jakarta: Gramedia. A New Handbook of Political Science. Colorado: Westview Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. 2-3. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. Franz Magnis-Suseno. Chilcote.5. (Jakarta: Rajawali.cit. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. 2002). (Jakarta: Rajawali Press. Colorado: Westview Press.29. Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. A New Handbook of Political Science. (Jakarta: Rajawali. Ronald H. 1996). Aristoteles. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (Jakarta: Rajawali.465-467. h. Metodologi Penelitian Filsafat.. Seluruh buku. Varma. 1985). 1995). Chilcote. p. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. 1985). Apter.H.. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. cet.P. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. S. Pemikiran Politik Barat. (Jakarta: Rajawali.103. h. 1999). 1968).194-207. h. (New York: Oxford University Press. Mengacu pada Ahmad Suhelmi. Lee Cameron McDonald.57 Didasarkan atas Robert E. Pengantar Ilmu Politik. h. 2001). Teori Politik Modern. op. (Jakarta: Sinar Harapan. 1997).293. Metodologi Penelitian Filsafat. p. Suriasumantri. • • • • • • • • • • • • • • • Ronald H. (Jakarta: Graedia. p. (Jakarta: Gramedia. 1999). Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Manifesto Partai Komunis. 1985). Seluruh bab.cit. (New York: Oxford University Press. 94-102 David E.. 1997). Apter. (Jakarta: Rajawali. Karl Marx dan Friedrich Engels.. Lihat • • • • . h. Pengantar Analisa Politik. David E. h. Robert E. (Boulder. 1996). Rapar. op. 2002). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. h. (Jakarta: Rajawali Press. Jujun S. 1999). et al. Apter.

Political Order in Changing Societies. Ralf. Sejarah perkembangan ide-ide politik 3.. p. Colorado: Westview Press.358. 1974). p. 1981). (Boulder.195-6. p. New Haven: Yale University Press. Random House. David Robetson. 2006): 1. Chilcote. The Routledge Dictonary of Politics. RUANG LINGKUP ILMU POLITIK oleh: Wazni A. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Undang-undang Dasar 4. Ke-3. Chilcote. London: Routledge. 1981). Dahl. Pendahuluan Dalam Contemporary Political Science. 1990. Ronald H. Samuel P. Ronald H. (Boulder. Ed. Bab pendahuluan. terbitan UNESCO 1950 ilmu politik dibagi dalam empat bidang (Miriam Budiardjo.juga Ronald H. Perbandingan lembaga-lembaga politik . Regimes and Oppositions. p. Chilcote.358. Chilcote. Teori politik 1. 2004 Danrendorf. Pemerintahan Daerah dan Lokal 6. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Colorado: Westview Press. Pemerintahan Nasional 5. Colorado: Westview Press.290-1. (Yale University Press. • • • • • • • Robert A. Reflections on the Revolution in Europe. (Boulder. 1968. Colorado: Westview Press.5. Ronald H. 1981). Teori politik 2.. (ed. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah 7.). 1981). Huntington. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. New York. (Boulder. p.

Pendapat umum 12. kemerdekaan. Partai-partai politik 9. 1. modernisasi dan sebagainya. Jenkin dalam The Study of Political Theory dibedakan dua macam teori politik. Sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak. kekuasaan. Organisasi-organisasi dan administrasi internasional 14. teori politik adalah bahasan dan renungan atas: 1. Teori politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari politik. pembangunan politik. Menurut Thomas P. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik . Dalam menyusun generalisasi itu teori selalu memakai konsep-konsep. Politik internasional 13. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain. hak dan kewajiban. Tetapi teori politik juga dapat bersifat deskriptif (menggambarkan) atau komparatif (membandingkan) atau berdasarkan logika. Dengan kata lain. kedaulatan. Teori politik bersifat spekulatif (merenung-renung) sejauh dia menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik. perubahan sosial. Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi 10.8. lembaga-lembaga negara. kelas sosial. Hukum internasional 1. kewajiban-kewajiban (obligations) yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. kemungkinan-kemungkinan dan kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu dan 4. golongan-golongan (groups) dan pendapat umum 1. cara-cara mencapai tujuan itu 3. Hubungan internasional B. Pembahasan Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena. tujuan dari kegiatan politik 2. Partisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi 11. sekalipun fakta-fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan. Partai-partai. negara. Konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karena itu bersifat abstrak. masyarakat. Lembaga-lembaga politik 1.

Teori-teori semacam ini mencoba mengatur hubungan-hubungan antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan. Teori-teori semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetrapkan norma-norma dalam kegiatan politik. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai. tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Teori-teori politik yang mempunyai dasar moril (kelompok A) fungsinya terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral. 1. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai (value) maka teori-teori ini boleh dinamakan valuational (mengandung nilai). Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini. Dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan ini. Misalnya menurut filsuf Yunani Plato. Contoh lain adalah beberapa karya John Locke. Filsafat politik (Political Philosophy). ideologi dan sebagainya. 2. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemology harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami seahri-hari dapat ditanggulangi. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasigeneralisasi. Misalnya. tetapi berdasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. teori politik sistematis. Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial. Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan ratio. Fungsi utama dari teori-teori politik ini ialah memdidik warga masyarakat mengenai norma-norma dan nilai-nilai itu. Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari alam semesta (universe) dengan sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini. Ia bisasanya bersifat deskriptif (menggambarkan) dan komparatif (membandingkan). Teori-teori ini dapat dinamakan non-valuational. Bahasan- . keadilan merupakan hakikat dari alam semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai “kehidupan yang baik” (good life) yang dicita-citakan olehnya. Jadi. Teori-teori kelompok A dapat dibagi dalam tiga golongan: 1. dalam abad ke 19 teori-teori politik banyak membahas mengenai hak-hak individu yang diperjuangkan terhadap kekuasaan negara dan mengenai sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dalam pandangan itu. Untuk keperluan itu teori-teori politik semacam ini memperjuangkan suatu tujuan yang bersifat moral dan atas dasar itu menetapkan suatu kode etik atau tata cara yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan politik. di pihak lain dapat membimbingnya menuju ke suatu struktur masyarakat politik yang stabil dan dinamis. ia tidak menjelaskan asal-usul atau cara lahirnya norma-norma.(norm for political behavior). Teori politik sistematis (Systematic Political Theory) Teori-teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemology.

yang dimiliki seorang atau sekelompok orang.mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan dan aksi (action oriented). suatu “Weltanschauung”. dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas. yang dua-duanya menunjuk pada naskah tertulis. oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran-pikiran dalam masa ide itu lahir.bahasan ini didasarkan atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam (natual law). sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik. ide. Ide-ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnose. Akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam kepustakaan Belanda (misalnya L. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadiankejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada. Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat. Kesukaran dengan pemakaian istilah undang-undang dasar adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis. Kupasan berdasarkan sejarah ini di negara-negara Barat biasanya mulai zaman Yunani Kuno dalam abad ke-6 SM sampai abad ke-20 ini. Ideologi –berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai. Dan memang tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini hampir semua negara (kecuali Inggris) memiliki naskah tertulis sebagai undang-undang dasarnya. van Apeldoorn) diadakan perbedaan antara pengertian undang-undang dasar (grondwet) dan konstitusi . Padahal istilah constitusion bagi sarjana ilmu politik merupakan sesuatu yang lebih luas. norma-norma. yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata Grondwet (Grond = dasar. norma-norma dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya-karya dari filsuf-filsuf serta ahli-ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami sejarahnya. Bidang kedua dari ilmu politik yaitu lembaga-lembaga politik seperti misalnya pemerintah mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. Nilai-nilai dan ide-ide ini merupakan sistem yang berpautan. Facisme dan sebagainya. maupu yang tidak – yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. serta sarana-sarana (prescription) mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa untuk menterjemahkan kata Inggris “constitution” dengan kata Indonesia “Undang-undang Dasar”. tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri. kepercayaan dan keyakinan. Liberalisme. Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya demokrasi Marxisme-Leninisme. di antara mana Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan sifat militannya lebih menonjol. wet = undang-undang) dan Grundgesetz (Grund = dasar. Terjemahan kata constitution dengan kata undang-undang dasar memang sesuai dengan kebiasan orang Belanda dan Jerman. 1. Ideologi politik (Political Ideology) Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai. yaitu keseluruhan dari praturan-peraturan –baik yang tertulis.J. gesetz = undang-undang).

bukan hanya oleh rakyat. Cara pembatasan yang paling efektif ialah dengan jalan pembagian kekuasaan. Menurut faham tersebut undang-undang dasar adalah bagian tertulis dari suatu konstitusi. Gagasan ini dinamakan Konstitusionalisme.(constutie). Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusionil. Friedrich dalam buku Constitusional Goverment and Democracy. undang-undang dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara. meskipun tidak tertulis”. maka undang-undang dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan. Jadi. Menurut sarjana hukum E. ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara. Bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menganggapnya sebagai organisasi kekuasan. Pembatasan-pembatasan ini tercermin dalam undang-undang dasar. undangundang dasar mempunyai fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. Undangundang dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. pada pokoknya dasar dari setiap pemerintahan diatur dalam suatu undang-undang dasar. tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. dalam anggapan ini undang-undang dasar mempunyai fungsi yang khusus dan merupakan perwujudan atau manifestasi dari hukum tertinggi yang harus ditaati. Menurutnya. Sesuai dengan pandangan ini Herman Finner dalam bukunya Theory and Practice of Modern Goverment menamakan undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup sesuatu hubungan kekuasaan” (the aoutobiography of a power relationship)” Pandangan ini merupakan pandangan yang luas dan yang paling tua dalam perkembangan pemikiran politik. Undang-undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. tetapi oleh pemerintah serta penguasa . konstitusionalisme merupakan “gagasan bahwa pemerintahan merupakan suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat. sedangkan di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis.C. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis. sebab dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan: “Undang-undang dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasarnya negara itu. misalnya antara badan legislatif. konstitusionalisme menyelenggarakan suatu sistem pembatasan yang efektif atas tindakan-tindakan pemerintah. dengan jalan membatasi kekuasaan. undang-undang dasar adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut”. badan eksekutif dan badan yudikatif. Menurut Carl J.S. Dengan demikian diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindungi. Wade dalam buku Constitutional Law. Dapat dicatat bahwa dalam abad ke 5 SM seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang di dunia Barat dipandang sebagai sarjana ilmu politik yang pertama telah berhasil untuk melukiskan undang-undang dasar dari 186 negara kota Yunani dengan jalan mencatat pembagian kekuasaan serta hubungan-hubungan kekuasaan dalam setiap negara kecil itu. Jadi. Dan rupa-rupanya para Penyusun Undang-Undang Dasar 1945 menganut pikiran yang sama.

Penelitian mengenai partai politik merupakan kegiatan ilmiah yang relatif baru. Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan kebijaksanaan umum (public policy). Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. Tujuan kelompok ini untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –(biasanya) denagn cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. Maurice Duverger (1951) dan Sigmund Nueumann (1956).sekalipun. banyak memakai konsep-konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dymanics oleh karena sangat menonjolkan aspek-aspek dinamis dari proses-proses politik. Kegiatan –kegiatan ini mencakup kegiatan memilih dalam pemilihan umum. menjadi anggota golongan politik seperti partai. duduk dalam lembaga politik seperti dewan perwakilan rakyat atau mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan itu. Partai politik pada umumnya dianggap sebagai manisfetasi dari suatu sistem politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. Sarjana-sarjana yang telah mempelopori studi mengenai partai politik antara lain M. Seseorang dinamakan apatis (secara politik) jika tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut di atas. maka partai politik telah secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. golongan-golongan dan pendapat umum. partai politik merupakan alat yang baik. Selain itu beberapa sarjana behavioralis seperti Joseph Lapalombara dan Myron Weiner telah meneropong secara khusus partai politik dalam hubungannya dengan pembangunan politik dalam bukunya Political Parties and Political Development. Ditinjau dari hasil karya sarjanasarjana ini memang nampak adanya usaha ke arah penyusunan suatu teori yang menyeluruh. Istilah tentang lapangan studi ini pun masih belum ada. dan sebagainya. nilai-nilai dan cita-cita yang sama. berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. Robert Michels (1911). Maka dari itu. Sekalipun bermacam-macam penelitian telah diadakan untuk mempelajarinya. Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Untuk mencapai itu. (Kebalikan dari partisipasi adalah apati. . Bidang ketiga mengenai partai-partai. akan tetapi usaha ini masih jauh dari sempurna dan jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan penelitian di bidang-bidang ilmu politik lainnya. kelompok kepentingan. akan tetapi hingga sekarang belum tersusun suatu teori yang mantap mengenai partai sebagai lembaga politik. Di negara-negara yang menganut paham demokrasi. meskipun nama “statiologi“ kadang-kadang dipakai. Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Ostrogorsky (1902). kelompok penekan. dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai.

tentang “hak penentuan nasib sendiri“ yang harus dihormati dan dipatuhi oleh negara-negara beradab yang terikat pada kesepakatan hukum. himpunan pengusaha. ras. Dunia yanga tertib dan damai ini diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan-pendekatan yuridis-formal. kelompok-kelompok kepentingan yang paling kuat. timbul pendekatan lain yang berpangkal pada asumsi bahwa kehidupan manusia (baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok) senantiasa dipengaruhi oleh kaidahkaidah yang bukan idealis. yang –karena mewakili pelbagai golongan. Oleh sebab itu. karena memandang proses pelaksanaan hubungan antarbangsa (menurut mereka) lebih banyak ditandai oleh pertarungan kekuasaan. Teranglah bahwa kelompok kepentingan mempunyai orientasi yang jauh lebih sempit daripada partai politik. etnis. Dunia yang tertib dan damai. pendekatan realis lebih mengkaji pada faktor-faktor sosial. dan perbedaan-perbedaan ini sangat mempengaruhi kehidupan politik. Pendekatan ini disebut pendekatan realis. Kelompok ini bertujuan memperjuangkan suatu “kepentingan“ dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan. pengaruh dan ikhtiar mencari keunggulan. acap kali dikemukakan sebagai retorika pembenaran negara-negara kuat. politik dan ekonomi yang terjadi di belakang atau yang . Sikap bahwa dunia yang lebih baik. terutama para lulusan yang mengalami pendidikan ilmu hukum sebagai jenjang pertamanya dalam pendidikan tinggi. insinyur dan guru. kelompok kepentingan (interest group).lebih banyak memperjuangkan kepentingan umum. Lahirlah asumsi di kalangan negarawan seperti Presiden Woodrow Wilson. maka ilmu hubungan internasional amat terpengaruh oleh pengkajian yuridis-formal yang berlaku sejak lahirnya Hukum Internasional Publik. dalam perkembangan setelah perang Dunia I. Kerana itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh. Sebagaimana halnya Ilmu politik lahir dari tradisi Ilmu Negara. Pun organisasi kelompok kepentingan lebih kendor dibanding partai politik. Bidang ini baru dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia I.Partai politik berbeda dengan kelompok penekan (pressure group) atau istilah yang lebih banyak dipakai dewasa ini. kelompok petani dan persatuan-persatuan dokter. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan. telaah tentang hubungan internasional dikaitkan dengan “hubungan antarnegara“ (inter-state relations) yang berpangkal dari Ilmu Hukum Internasional Publik. ekonomi dan sosial suatu bangsa. Bidang keempat mengenai hubungan internasional. kesukuan. lahirlah usaha-usaha awal mengikhtiarkan dunia yang tertib dan damai. sumber pembiayaan. agama atau pun berdasar isueisue kebijaksanaan. gaya. Dalam pada itu. advokat. Kelompok kepentingan tidak berusaha menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat. Oleh sebab itu. Pendekatan yuridis formal sampai sekarang masih kuat dipegang. Semula. misalnya. terutama karena kehidupan sehari-hari dan karier seseoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. ketika di Eropa dan Amerika Serikat bangkit semangant idealisme agar bangsabangsa “beradab“ (Barat) tidak lagi terjerat dalam malapetaka peperangan. dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasar pada bidang pekerjaan atau profesi. hubungan internasional hampir sama tuanya dengan pengkajian politik klasik. Kelompok – kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur. paling besar. melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya atau instansi pemerintah atau menteri yang berwenang. lebih tentram dan lebih terkendali hanya dapat disepakati melalui kepatuhan pada hukum. dan basis dukungannya. meskipun sebagai sasaran perhatian masalah.

1986 Perbandingan Sistem Politik. ekonomi dan sosial telah mengakibatkan bertambahnya pengkhususanpengkhususan. Hubungan dan politik luar negeri ada kecenderungan untuk berdiri sendiri dan di beberapa negara merupakan fakultas tersendiri. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia. Perkembangan penelitian ilmu politik sejak tahun 1950 menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi. Studi ini juga mempelajari peranan dari lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan ini. dibalik setiap rumusan hukum antarnegara atau antarbangsa. peranan pendidikan sebagai sarana pembangunan. selalu ada yang “lebih unggul“ dalam kenyataan sosial-ekonomi-politiknya sekalipun berkedudukan “sama“ di mata hukum. Masalah yang diteropong antara lain akibat dari perubahan sosial dan ekonomi atas lembagalembaga pemerintahan dan atas partisipasi politik. 1991 PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEORI POLITIK Dec 26. PT Gramedia Pustaka Utama.melatarbelakangi kaidah-kaidah hukum yang tertuang dalam persetujuan atau perjanjian internasional. proses dekolonisasi dan proses mencapai kemerdekaan sangat relevan dalam studi ini. peranan golongan elite dan pola-pola kepemimpinan. REFERENSI Dasar-dasar Ilmu Politik. Masalah pembangunan politik erat hubungannya dengan negara-negara yang baru saja memerdekakan diri. Studi ini meneropong akibat dari pembangunan cepat di bidang sosial dan ekonomi atas tata masyarakat. Gajah Mada University Press. Jakarta. '08 3:55 AM untuk semuanya . Jadi. PT Gramedia. Jakarta. Miriam Budiardjo. Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews. Hemat mereka. integrasi sosial dari golongan minoritas dan sebagainya. 2006 Jurnal Ilmu Politik. Suatu bidang yang akhir-akhir ini berkembang dan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang adalah Pembangunan Politik (Political Development).

Fungsi teori politik yang digunakan untuk membuat peramalan dan analisis di bidang politik. Filsafat politik yang digunakan untuk mencari kebenaran dan kebijakan. 3. Mengemukakan sifat-sifat dari teori politik yang berdasarkan pada ciri struktural dan ciri substantif teori politik yang dapat menunjukkan sifat empirik. Teori politik valutional atau teori politik yang mengandung nilai meliputi: 1. Pembagian Teori Politik Kegiatan Belajar 2 membahas tentang lingkup teori politik yang meliputi : 1. 4. . Teori politik sistematis yaitu merealisir norma-norma yang sudah ada dalam program-program politik. 2. 2. 2. 3. maka pada bahasan ini menempatkan metodologi politik sebagai dasar memahami teori politik dengan cara : 1. Pengaktifan fungsi teori politik akan dapat menempatkan peranan teori politik dalam sistem politik dan hubungan di antara sistem politik.Kategori: Gaya Lainnya Lainnya Pertimbangan Khusus: Cepat dan Mudah Layanan Naim's Site Deskripsi: Oleh : Usup Supriyadi Pengertian Teori Politik Untuk dapat memahami teori politik secara spesifik. Proses pembentukan teori politik melalui pengamatan berbagai fenomena politik yang kemudian digeneralisasi secara empirik. Dan pada umumnya teori ini biasanya digunakan oleh penguasa yang status quo. Ideologi politik. Teori politik non valutional atau teori politik yang tidak mengandung nilai.

Hubungan teori politik dengan Antropologi 4. Teori Politik Plato 1. Pendekatan Tradisional yang memfokuskan perkembangan teori politik dari sudut kelembagaan politik seperti: • Sifat dari Undang-Undang Dasar • Kedaulatan • Kedudukan dan kekuasaan lembaga-lembaga kenegaraan formal.Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Sosial lainnya Kegiatan Belajar ini membahas hubungan teori politik dengan ilmuilmu sosial lainnya. 1. Teori Politik Zaman Klasik Teori Politik Socrates 1. 2. Nafsu/keinginan berkuasa. Hubungan teori politik dengan Ekonomi. 3. Perkembangan Teori Politik Kegiatan Belajar 4 ini membahas tentang perkembangan teori politik dilihat dari sudut pendekatan sebagai berikut : 1. Semangat/keberanian 3. Pendekatan Pasca Perilaku dalam teori politik yang dalam analisis politik menggunakan teori sistem politik dengan aliran struktural fungsional. Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Pendekatan perilaku dalam perkembangan teori politik yang memfokuskan analisis pada prilaku pemegang lembaga. 4. 3. Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR). Hubungan teori politik dengan Sejarah 2. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap ilmu pasti saling membutuhkan untuk dapat memecahkan masalah kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates. Pikiran atau akal 2. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur. Idealisme Plato yang secara operasional meliputi: 1. Pendekatan Marxis dan perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi politik. Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian: 1. . 2. adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. Pengertian matematik. 2. Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional. Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik. Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. Hubungan teori politik dengan Filsafat 3. 2. 3. Hubungan teori politik dengan Sosiologi 5.

Negara sekuler dan negara Tuhan. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan. Teori tentang negara ideal. peperangan. Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi: • Filsafat teoritis • Filsafat praktek • Filsafat produktif 2. Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya. Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi. rakus kekuasaan. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). 7. Negara sekuler dianggap sebagai penyelewengan oleh para penguasa yang arif dan bijaksana sehingga kekuasaan bagaikan keangkuhan dengan berbagai kejahatan. Teori Politik Thomas Aquinas . fungsi negara dan bentuk negara. Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. Teori tentang asal mula negara. Sedangkan negara Tuhan menghargai segala sesuatu yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran.3 bentuk pemerintah yang baik . tujuan negara. 4. 2. ketidakadilan dalam pengadilan. 6. Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan dari konflik kepentingan yang dominan. 7. Penggolongan dari kelas dalam negara. 6.3 bentuk pemerintah yang buruk. eori kekuasaan Plato. Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas: . 5. Teori tentang keadilan dalam negara. 8. Sedangkan perkembangan negara Tuhan didasarkan atas kasih Tuhan. 4.4. 5. 3. Keadilan politik dalam negara Tuhan karena ditopang oleh adanya nilai kepercayaan dan keyakinan tentang: * Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara * Keadilan diletakkan sebagai dasar negara * Kehidupan warga negara penuh kepatuhan * Penguasa bertindak selaku pelayan dan pengabdi masyarakat. Asal mula negara. Teori Politik Aristoteles 1.Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. Perkembangan negara sekuler dalam bentuk negara modern dimana penguasa berupaya untuk menggunakan cara paksa menurut kehendak pribadi. 3. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum. TEORI POLITIK ZAMAN PERTENGAHAN Teori Politik Agustinus Kegiatan belajar 1 membahas tentang : 1.

Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer. 3. 2. Tentang pembagian negara baik dan negara buruk yang menerapkan sumber teori politik. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. Tujuan negara yang diidentik dengan tujuan manusia dalam hidup yakni mencapai kemuliaan abadi dalam hidup. Teori Politik Machiavelli 1. 3. 2. Pengertian dan faham liberal menunjuk pada kebebasan warga negara untuk memenuhi . Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara. Pada sisi lain dikatakan gereja yang sejati yaitu gereja yang didirikan manusia Teori Politik Zaman Pertengahan Teori Politik Ibnu Khaldun 1. Untuk mencapai kemuliaan abadi maka diperlukan pemerintah yang berbentuk Monarkhi. 2. 4. Dalam negara diperlukan adanya hukum abadi yang berakar dari jiwa Tuhan yang mengatur alam semesta dan hukum alam manusia untuk merasionalkan manusia mentaati hukum. Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara. Kekuasaan Tuhan atas manusia bersifat langsung dan tidak melalui perantara. 5. Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan. 3. 4. wujud kekuasaan fisik. Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara. Teori politik reformasi yakni kebebasan politik dengan cara membatasi kekuasaan raja dan kebebasan diserahkan pada rakyat. Kekuasaan raja-raja diperjelas dan tidak diperlukan adanya campur tangan gereja atas unsur negara. hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. Teori Politik Marthen Luther Kegiatan Belajar 3 membahas tentang teori politik Marthen Luther dan kawan yang meliputi : 1. kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara.Kegiatan Belajar 2 membahas tentang teori politik Thomas Aquinas yang meliputi: 1. Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. Teori Politik Liberalis 1. maka diperlukan militer. 2. Menempatkan kekuasaan negara lebih tinggi dari kekuasaan gereja. Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. 3. Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama. Hukum positif yang merupakan pelaksanaan hukum alam dan untuk menyempurnakan pikiran manusia maka diperlukan Hukum Tuhan.

2. Oleh karena itu perwujudan demokrasi liberal dalam negara harus mengutamakan kebebasan warga negara. 3. John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: • Kebingungan • Ketidak pastian • Ketidak aturan • Tidak ada kematian. Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. 4. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat. Konsep perjanjian masyarakat merupakan cara untuk membentuk negara. Unsur-unsur demokrasi liberal juga merupakan hal yang mendasar untuk difahami dalam berbagai sistem politik. Teori Politik Modern Teori Politik Thomas Hobbes Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: 1. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. Kegiatan semasa hidup John Locke yang mampu berkarya dalam bidang teori politik ditulis dalam buku TWO TREATISES ON CIVIL GOVERNMENT. a) bersaing. 3. Liberalisme sebagai faham kenegaraan menekankan pada kebebasan yang didasarkan pada faktor alamiah. sosial dan budaya. b) membela diri. Hal ini dapat terealisir dan tergantung pada model liberalisme dalam struktur kekuasaan. Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951. 3. sekularisme. Teori Politik John Locke Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik John Locke yang mencakup: 1. agama. kemajuan. 2. moral. c) ingin dihormati. 5. 3.kebutuhan hidup bidang politik ekonomi. Oleh karena itu negara harus mendistribusi kekuasaan kepada lembaga: • legislatif • eksekutif dan yudikatif • federatif . 4. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. toleransi. akal kebaikan. State of Nature juga merupakan karya teori politik yang beda dengan Hobbes. Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth. Pada sisi lain liberalisme sebagai sistem politik didasarkan atas negara dan kemerdekaan negara. Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris. 4. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: • hak akan hidup • hak atas kebebasan dan kemerdekaan • hak memiliki sesuatu. Untuk menghindari kematian. 2. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal.

hukum dan kemudian dia mengemukakan state of nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. John Locke. Montesquieu terkenal dengan dunia ilmu pengetahan tentang negara. Krabe. Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas: • Monarkhi • Aristokrasi • Demokrasi 6. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsurunsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal. 2. Krenen Berg. Teori Politik Montesquine Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori politik Montesquieu yang mencakup: 1. Dan pada akhirnya Hobbes dan Locke memiliki perbedaan dalam hal teori perjanjian sosial. 2. Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. Teori Kekuasaan Teori Kekuasaan Tuhan Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Tuhan dalam berbagaidimensi: 1. Kekuasaan Tuhan yang tidak rasional karena penguasa menganggap diri mendapat kekuasaan dari Tuhan dan menempatkan diri sebagai wakil Tuhan di dunia. Pada sisi lain. keadilan dijadikan dasar negara Tuhan untuk mengatur kehidupan warga negara. Dan tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia. Perkembangan teori kekuasaan hukum menurut Thomas Aquiras. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. Dalam teori kekuasaan Tuhan. 2. 3. terdapat teori kekuasaan Tuhan Rasional yang beranggapan bahwa seorang penguasa yang dinobatkan menjadi penguasa karena kehendak Tuhan. Teori Kekuasaan Hukum Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik hukum yang dominan mengutarakan kegiatankegiatan penguasa yang harus berdasarkan hukum yang disebut Rule of Law. 1. Dalam kehidupan warga negara menurut teori kekuasaan Tuhan diperlukan adanya kebebasan bagi warga negara dan ada batas-batas kekuasaan dari para penguasa. Kebaikan-kebaikan teori kekuasaan hukum meliputi: • Penguasa menjalankan kekuasaan sesuai UUD • Penguasa berkuasa sesuai hukum • Penguasa berupaya menerapkan open manajemen • Pers yang bebas sesuai dengan UUD Negara • Adanya kepastian hukum dalam sistem demokrasi • Pemilu yang bebas dan rahasia • Setiap warga negara diikutkan dalam mekanisme politik • Setiap warga negara sama di depan hukum .5.

Teori Kekuasaan Negara Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori kekuasaan negara yang meliputi: 1. 4. Kedudukan Presiden di Amerika Serikat sebagai kepala negara dan kedudukan sebagai kepala eksekutif. 3. Untuk implementasi berbagai sifat negara maka kekuatan militer merupakan alat yang ampuh untuk melaksanakan kekuasaan negara. Kekuasaan rakyat yaitu penguasaan rakyat atas lembaga perundangundang yang sekarang disebut legislatif. 2. Sifat mencakup semua dari kekuasaan negara. Sistem pemerintahan negara dengan menerapkan: • Prinsip Demokrasi • Prinsip pemisahan kekuasaan • Prinsip hukum. Negaralah yang menentukan hidup matinya warga negara dan pengelompokan warga negara dalam berbagai organisasi. 2. Teori Kekuasaan Rakyat Kegiatan belajar 4 membahas tentang teori kekuasaan rakyat dengan bahasan sebagai berikut: 1. 3. Karena setiap negara dalam bentuk negara selalu menggunakan paksa pada rakyat untuk kepentingan penguasa dan kepentingan rakyat. 3. sosial dan politik. Menurut Rousseau kekuasaan rakyat dalam negara merupakan akibat perjanjian antara individu untuk menyerahkan semua hak politik kepada masyarakat. Menurut Montesquieu dalam pemerintahan republik kekuasaan tertinggi ada pada seluruh rakyat atau sebagian besar rakyat. Secara teoritis disebut Trias Politika. 2.• Diperlukan pengawasan masyarakat 3. Demokrasi rakyat. Demokrasi Rakyat merupakan negara dalam masa transisi. Kelemahan-kelemahan dari teori kekuasaan hukum apabila penguasa sudah menggunakan kekuasaan semena-mena maka pada saat itu teori kekuasaan hukum menjadi lunak. Demokrasi Liberal Kegiatan belajar 2 membahas tentang Teori Demokrasi Liberal dalam pelaksanaannya di Amerika Serikat meliputi: Penerapan Trias Politika dalam Demokrasi liberal. Sifat menopoli dari kekuasaan negara dalam bentuk menetapkan tujuan bersama. yang pada kenyataannya Amerika Serikat tidak sepenuhnya menerapkan Trias Politika dalam sistem politik Amerika Serikat. Sifat memaksa dari kekuasaan negara. Hal ini mengarah pada perkembangan. bertugas menjamin perkembangan negara ke arah sosialisme. 4. Demokrasi Rakyat RRC menurut pola Mao Tse Tung mendominankan kepemimpinan politik dan pembuatan kebijakan dengan tujuan membantu seluruh rakyat agar ikut dalam modernisasi ekonomi. Aturan yang dibuat oleh pemerintah atas nama negara harus diterapkan mencakup semua warga negara tanpa kecuali. Teori Politik Demokrasi Demokrasi Rakyat Kegiatan belajar 1 membahas tentang Demokrasi Rakyat dengan uraian sebagai berikut: 1. Hubungan Presiden dengan lembaga tinggi pemerintahan federal yang meliputi: • Hubungan Presiden dengan kongres .

Selain itu Presiden juga mempunyai kekuasaan di bidang. yudikatif. Unsur musyawarah dan mufakat sebagai sarana untuk mengkaji hakhak orang lain dalam kehidupan bernegara. diplomatik. bidang militer. • Pencalonan dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden menurut tetanan teori Demokrasi Pancasila. 5. Demokrasi Islam Kegiatan belajar 4 membahas tentang Teori Demokrasi Islam. 2. Demokrasi Pancasila Kegiatan belajar 3 membahas tentang Demokrasi Pancasila yang meliputi kegiatan eksekutif dalam mekanisme sistem politik Indonesia. Pemilikan unsur sebagai salah satu unsur Demokrasi Islam. bidang adminsitrasi. • Persyaratan seseorang menjadi Presiden dan wakil Presiden. • Simposium hak-hak azasi manusia 1967. Musyawarah Nasional III PERSAHI: The Rule Of Law Desember 1966 meliputi: • Azas negara hukum Pancasila tentang: • Pengakuan dan perlindungan hak azasi • Peradilan yang bebas dan tidak memihak • Jaminan kepastian hukum. legislatif. dan ekonomi. Pokok sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila: • Terdapat pengaruh Trias Politika • Tujuh Prinsip pokok pelaksanaan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. Hal ini ditopang oleh adanya unsur persamaan dasar manusia.• Hubungan Presiden dengan Mahkamah Agung Kekuasaan Presiden dalam Demokrasi Liberal di Amerika Serikat meliputi: • Kekuasaan Presiden bidang Administrasi • Kekuasan Presiden bidang Legislatif • Kekuasaan Presiden bidang Yudikatif • Kekuasaan Presiden bidang lain seperti militer Politik Luar Negeri Pertanggungan jawab Presiden bidang politik. 4. Etika kerja sama yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sesama umat Islam dan diupayakan untuk menegakkan keadilan dengan cara menjunjung tinggi kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan individu. Presiden yang menempati posisi sentral kekuasaan dan berhubungan dengan: • Lembaga tertinggi negara • Lembaga-lembaga tinggi negara. konstitutional. Begitu pula penetapan masa jabatan presiden dan wakil presiden. yang menitik beratkan pada: 1. Unsur persatuan dan kesatuan yang selalu di orientasikan pada Al-Qur’an sebagai pelengkap konstitusi. administrasi. bidang yuridis. Pengertian Demokrasi Pancasila yang dikemukakan oleh berbagai ahli lembaga seperti: Seminar Angkutan Darat II yang meliputi bidang-bidang politik. Pada bagian lain dikemukakan kedudukan Presiden dan wakil Presiden yang meliputi: • Kedudukan sebagai kepala negara • Kedudukan sebagai kepala eksekutif. . 3. Hukum Tuhan merupakan satu nilai dasar keyakinan dan oleh karena itu dalam Demokrasi Islam hukum adalah kemanusiaan.

Partai politik di negara Komunis menempati posisi tertinggi dan hanya satu partai politik Komunis. Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di bidang politik. Kedaulatan rakyat menurut Konstitusi RIS 1949 dimiliki oleh negara. Pelaksanaan pemerintah diupayakan jumlahnya sedikit dan mereka memiliki kekuasaan yang tidak terbatas untuk mengatur masyarakat. Kedaulatan ekstern ini dalam penerapan pada saat negara memutuskan untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang tertentu. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Dibidang ekonomi pengaturannya disentralisasir dengan dasar milik bersama. 2. Kedaulatan ekstern yang dominan menunjukkan pada kebebasan negara dan kekuasaankekuasaan negara lain yang tidak dijajah oleh negara lain. tidak ada partai lain. 2. Penguasa dalam menjalankan kekuasaan selalu mengandalkan pikiran manusia sebagai hal yang prima oleh sebab itu dalam Demokrasi Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan. Dalam bahasan ini difokuskan pada: • Kedaulatan de facto yang tidak syah • Kedaulatan de facto yang syah. 5. 1. Dalam membahas teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai suatu tandingan atau perimbangan terhadap kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal. Teori kedaulatan de facto. Berserikat dan berorganisasi sebagai salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Dalam hal pengaturan negara digunakan menagement politik diktator. Hak-hak azasi manusia dan faham kekeluargaan. 4. 4. Kedaulatan intern yang memperlihatkan batas lingkup kekuasaan negara yang berbentuk fisik. Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari: bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara. 2. Kedaulatan rakyat menurut UUDS 1950 meliputi Kedaulatan rakyat di bidang politik dan Kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. yang berarti warga negara dapat diatur menurut kehendak penguasa.Demokrasi Komunis Kegiatan belajar 5 membahas tentang Demokrasi Komunis yang meliputi: 1. 3. Batas kedaulatan ini meliputi : • Kedaulatan bidang politik • Kebebasan kemerdekaan • Keadilan • Kemakmuran atau kesejahteraan • Keamanan. Oleh karena itu hak-hak azasi manusia tidak dihiraukan oleh penguasa. Teori Kedaulatan Intern dan Ektern 1. Teori Politik Kedaulatan Teori Kedaulatan Rakyat 1. 3. . Teori kedaulatan ini menunjuk pada pelaksanaan kekuasaan yang nyata dalam suatu masyarakat merdeka atau telah memiliki independensi.

budaya dan status dalam sistem politik. Tipe elit politik yang memerintah meliputi: • Tipe elit politik yang menggunakan cara licik • Tipe elit politik yang memerintah dengan cara paksaan • 4. dengan jalan kolaborasi. Elit politik konservatif yang berupaya untuk mempertahankan status quo. Elit politik liberal yang berupaya untuk memberi pelayanan sebaik mungkin kepada setiap warga negara tanpa melihat perbedaan sosial. Metode menentukan elit politik sebagai berikut : • Metode Posisi • Metode Regulasi • Metode Pengaruh 3. Teori Elit Penentu Kegiatan belajar 2 membahas tentang: 1. Berbagai pengertian dan rumusan tentang elit penentu dengan berbagai orientasi pada tipe-tipe kelompok inti sosial * Kasta Penguasa * Aristokrasi * Estate Pertama * Kelas Penguasa. 4.2. 2. Oleh karena itu kajian kedaulatan de jure lebih menitikberatkan penggunaan aspek hukum sebagai dasar yuridis formal atas hak politik warga negara dan wilayah negara dengan penguasa negara. 4. kedaulatan de jure menunjuk pada pengakuan suatu wilayah atau suatu situasi menurut hukum yang berlaku. Pengertian teori politik dan teori politik klasik dari berbagai ahli politik. Teori kedaulatan de jure. Dalam teori politik. ekonomi. Teori munculnya elit penentu dengan menggunakan pendapat Mills yang mengemukakan tiga teori sebagai berikut : * Elit Bisnis dengan ekonomi * Elit Politik dengan kebijakan * Elit Militer dengan teori dominiasi. 2. 5. Fungsi-fungsi elit dengan mengadaptasi pada Talcot Parsons dan Batzell yang mengemukakan fungsi elit yang berbeda. Faktor-faktor yang berpengaruh pada elit penentu yang meliputi : * Pertumbuhan penduduk * Spesialisasi jabatan * Pertumbuhan organisasi formal atau birokrasi . Pengertian Dan Perkembangan Teori Politik Teori Elit Politik Kegiatan Belajar 1 membahas tentang: 1. Kelas penguasa Model Marx ini difokuskan pada : * Golongan Kapitalis * Tuan-Tuan Tanah * Buruh Pekerja 3.

Abu Bakar menambahkan bahwa unsur kelalaian mungkin saja ada dalam kasus menyebarnya foto-foto itu. dan tidak jujur. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira mengatakan bahwa menurutnya yang paling utama saat ini adalah mencari siapa yang mengedarkan serta menyebarluaskan fotofoto tersebut. mencuri. Pengintegrasian konsep kelas menengah di Indonesia yang di identik dengan elit ekonomi. Tentang Foto Sarah dan Azhari Kapolri Angkat Berbicara Diberitakan bahwa Rahma dan Sarah Azhari foto bugilnya tersebar di internet dan keduanya bisa jadi terjeran UU pornografi. 2.com–Dalam penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu. Pada bagian selanjutnya bahasan konsep kelas sosial tentang elit ekonorni dengan mengacu pada standar hidup tertentu. dan eksekutif perusahaan. tidak jujur. Teori Elit Ekonomi Untuk memahami teori elite politik sebagai kajian politik pada kegiatan belajar tiga ini dapat dilihat aspek-aspek yang dibahas sebagai berikut : 1.* Perkembangan keragaman moral. merupakan sikap remaja AS masa depanHidayatullah. 5. . mencuri. 3. cara hidup tertentu yang dapat menempatkan kelas sosial pada prestise hidup dan pada tahap ini dapat dikategorikan elit ekonorni. jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan. polisi. Pandangan yang konsensus atas pengertian konsep kelas sebagai kajian elit ekonomi yang berorientasi pada Karl Marx.760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik. 6. Remaja Amerika Banyak Jadi Pencuri Ditulis pada 26 Desember 2008 oleh Admin Penelitian terbaru mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson. dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan. ibu-bapak. Pada umumnya kelakuan sekitar 29. 4. Namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang utama untuk diselidiki. Namun hingga kini belum jelas siapa yang menjadi penyebar serta menggambarkan gambar-gambar syur tersebut. Kemungkinan Rahma dan Sarah terkena pasal pidana pun masih belum pasti. Berbagai pengertian elit ekomi yang dikaji dari sudut pandang kelas yakni kelas masyarakat memiliki kekayaan. penipuan. mencuri. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu. Peranan Simbolis elit penentu yang meliputi : * Macam-macam lambang kolektif * Hubungan timbal balik yang simbolis antara elit penentu dengan publik * Fungsi instrumental dan simbolik. Dalam laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan. Selanjutnya mengkaji konsep kelas secara klasik yang dapat kontradiksi dengan konsep elit ekonomi disertai pemuncakan.

Dengan demikian. dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel. tujuan. and propositions that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. penjelasan atau prediksi secara ilmiah. Pengantar Selain masalah.com] Fungsi Teori dan State of the Arts dalam Penelitian (Bahan Kuliah Program Magister dan Doktor) (Prof. definitions. Mudjia Rahardjo. Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut.hidayatullah. Tetapi sebelum melangkah lebih lanjut. M.Dari keseluruhan. tidak seperti Kerlinger. Dengan nafas positivistik. teori diartikan sebagai seperangkat ide. mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. pertanyaan. [afp/www.Si) A. definisi. konstruk atau variabel. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang. Namun. Kerlinger (Creswell. Labovitz dan Hagedorn yang definisinya mengenai teori . Para pakar memberikan definisi sesuai pandangannya masing-masing. penting untuk ditegaskan apa yang dimaksud dengan teori. atau meningkat dua persen sejak 2006. Misalnya. dan metode penelitian. 2003: 120) mengartikan teori sebagai seperangkat ide. sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu. bagian lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penelitian adalah teori. secara umum. Lengkapnya definsi Kerlinger tersebut adalah: “A theory is a set of interrelated constructs (variables). sebenarnya arti yang tepat masih samar-samar (vague) dan beragam. Dr. Senada dengan definsi tersebut. Kendati istilah ‘teori’ begitu sering dipakai dalam wacana akademik. Sementara itu. berbanding 26 persen remaja perempuan. teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu. Labovitz dan Hagedorn menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataanpernyataan relasional tertentu saling terkait.

Jika Kerlinger. sehingga tidak akan pernah ada deskripsi atau penjelasan berbasis teori yang netral dan objektif lepas dari perspektif tertentu. Misalnya. Teori tingkat meso menghubungkan tingkat mikro dan makro. ruang. Karena itu. “Jika fasilitas belajar mengajar lengkap. Labovitz dan Hagedorn. Misalnya. Artinya. seperti: 1. Dalam bentuk model pernyataan “jika … . “Semakin tinggi kedudukan seseorang.lebih positivistik. c. Bentuk Teori Terdapat macam-macam bentuk atau wujud teori sebagai berikut: a. Bentuk seperangkat hipotesis. “Jika interaksi antara dua atau lebih orang intensif. dan masyarakat secara keseluruhan. tingkat meso (meso-level). Teori tingkat mikro memberikan penjelasan hanya terbatas pada peristiwa yang berskala kecil. ada tiga tingkatan teori. Menurutnya. Ketiga adalah model visual. sebagaimana digambarkan berikut: . teori. ma ka …”. teori makro Lenski tentang stratifikasi sosial menjelaskan bagaimana surplus yang terjadi di masyarakat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. maka kompetensi siswa juga akan meningkat”. B. semakin tinggi pula tingkat pengeluarannya”. yaitu tingkat mikro (micro-level). seperti di dalam sosiologi dikenal teori “face work” Erving Goffman yang mengkaji kegiatan ritual dua orang yang saling berhadapan atau bertatap muka (face to face). maka akan diikuti oleh surplus pada masyarakat itu. terungkap atau tidak. 2. Teori Collin tentang kontrol organisasi merupakan contoh teori tingkat meso. merupakan komponen tak terpisahkan dari penelitian. sistem budaya. pemahaman kita tentang dunia secara otomatis dibentuk oleh pengetahuan kita sebelumnya tentang dunia itu. maka tingkat kesukaan di antara mereka juga meningkat”. jika sebuah masyarakat berkembang pesat. 2. dan Thomas Kuhn memberikan penjelasan mengenai teori lebih secara konseptual. Thomas Kuhn memberikan pandangan agak berbeda bahwa pada umumnya peneliti kualitatif berpandangan bahwa semua observasi berbasis teori (theory laden). Se dangkan teori tingkat makro menjelaskan objek yang lebih luas. seperti lembaga sosial. “Semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga. maupun jumlah orang. atau komunitas. Neuman (2000) lebih melihat wilayah cakupannya (a breadth of coverage). gerakan sosial. baik dari sisi waktu. seperti: 1. Artinya. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya”. dan tingkat makro (macro-level). b. teori organisasi.

mengukur keabsahan data. Berikut uraian ringkasnya. analisis data hingga makna dan fungsi teori. (Gambar diambil dari Creswell (2003: 122-123) Bagan 2: Two Given Different treatments on X1 are compared in terms of Y1 controlling for X2. desain penelitian. dan menjadi dasar metode penelitian kuantitatif. dikenal ada dua aliran pemikiran besar atau paradigma ilmu dalam memandang persoalan. proses penelitian. dan menjadi dasar metode penelitian kualitatif. . bentuk pertanyaan penelitian. Fungsi Teori dalam Penelitian Sebagaimana diketahui menurut filsafat ilmu pengetahuan. C. Masing-masing metode tersebut berbeda sangat tajam dalam memandang persoalan yang diangkat menjadi masalah penelitian. dan paradigma interpretif yang berakar dari cara pandang ilmu sosial yang lebih bersifat holistik dalam memandang persoalan. mulai dari tujuan penelitian.Bagan 1: Three independent variables influencing a single dependent variable mediated by two intervening variables. metode perolehan data. yakni paradigma positivistik yang bersumber atau dipengaruhi oleh cara pandang ilmu alam yang bersandar pada hal-hal yang bersifat empirik.

Karena tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala atau persoalan tidak dalam konteks mencari penyebab atau akibat dari sebuah persoalan lewat variabel yang ada melainkan untuk memahami gejala secara komprehensif. Karena itu. metode penelitian kuantitatif berangkat dari teori. peneliti menjelaskan teori secara komprehensif. Itu yang oleh para ahli . Teori menjadi kerangka kerja (framework) untuk keseluruhan proses penelitian. Karena itu. Sebaliknya. wajib dikumpulkan. maka berbagai informasi mengenai persoalan yang diteliti wajib diperoleh. baik duplikasi maupun replikasi keduanya dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Memang teori bukan satu-satunya alat atau bahan untuk melihat persoalan yang diteliti. maka dalam metode penelitian kualitatif teori berbentuk pola (pattern) atau generalisasi naturalistik (naturalistic generalization). lebih-lebih dari hasil penelitian sebelumnya yang mirip dengan tema tersebut. pola dari suatu fenomena bisa dianggap sebagai sebuah teori. tetapi juga untuk menegaskan bahwa peneliti tidak melakukan duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. sebelum mulai kegiatan pengumpulan data. teori berfungsi sebagai dasar penelitian untuk diuji. Pengalaman atau pengetahuan peneliti sebelumnya yang diperoleh lewat pembacaan literatur. jika seorang mahasiswa program magister atau doktor bidang pendidikan ingin meneliti mengenai pola orangtua di masyarakat perkotaan dalam mendidik anak. maka informasi dari mana saja. Uraian mengenai teori ini dipaparkan dengan jelas dan rinci pada desain penelitian. Informasi itu tidak saja dipakai sebagai bahan perbandingan untuk memahami persoalan yang diteliti. Oleh karena itu. Peneliti menguji atau memverifikasi teori dengan cara menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian yang diperoleh dari teori.Dalam metode penelitian kuantitatif. Jika dalam metode penelitian kuantitatif teori berwujud dalam bentuk hipotesis atau definisi sebagaimana dipaparkan pada halaman sebelumnya. Misalnya. Teori dipakai sebagai informasi pembanding atau tambahan untuk melihat gejala yang diteliti secara lebih utuh. mengikuti diskusi ilmiah. Sebab. Dengan teori. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel untuk ditentukan jawabannya. Informasi dimaksud termasuk dari hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai persoalan yang sama atau mirip. Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. peneliti akan memperoleh inspirasi untuk bisa memaknai persoalan. ceramah dan sebagainya bisa dipakai sebagai bahan tambahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam. seminar atau konferensi. metode penelitian kualitatif berangkat dari lapangan dengan melihat fenomena atau gejala yang terjadi untuk selanjutnya menghasilkan atau mengembangkan teori. Kalau begitu apa fungsi teori dalam metode penelitian kualitatif? Teori dipakai sebagai bahan pisau analisis untuk memahami persoalan yang diteliti. mulai bentuk dan rumusan pertanyaan atau hipotesis hingga prosedur pengumpulan data.

apa masalahnya. Given. Secara khusus. and Vicki L. Gall. RESEARCH DESIGN: Qualitative. __________ Malang. ). 2008. tesis atau disertasi. New York and London: Longman. Thousand Oaks: SAGE Publications. 1989. Lincoln (Eds. Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis. and Mixed Methods Approaches. Waler R. para peneliti. (Ed. Lisa M. 2003. Handbook of Qualitative Research. Thousand Oaks: SAGE Publications. The SAGE Encyclopedia of QUALITATIVE RESEARCH METHODS. Los Angeles: SAGE Reference Publication. 25 April 2011 Daftar Pustaka Borg. Creswell. state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. 2007. Designing and Conducting Mixed Methods Research. Thousand Oaks: SAGE Publications.. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peminat bidang metodologi penelitian.sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa.). John W.. Quantitative. Creswell. Plano Clark. and Meredith D. John W. and Yvonna S. Denzin Norman K. di mana (jika penelitian lapangan). dan juga para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. dan dengan hasil apa. Pendahuluan . 1994. metode apa yang dipakai. saya berharap tulisan pendek ini dapat mengurangi kebingungan para mahasiswa mengenai posisi dan fungsi teori dalam penelitian sebagaimana selama ini terjadi.. Educational Research: An Introduction.

perilaku politik. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda. Ilmu politik mempelajari beberapa aspek. pengunaan kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan. baik sesama warga Negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. antar warga Negara dan Negara. partisipasi politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. b.usaha mempertahankan kekuasaan. Tujuan Metode pembahasan Kajian teroritis Pengertian Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara.Gambaran umum tentang ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. seperti : a. tujuan Negara. dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga nwgaranya dan hubungan antar Negara. sistem politik. dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. maupun hubungan sesama Negara. antara lain: kekuasaan politik. khususnya dalam negara. yaitu antara lain: • • • • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu kekuasaan dalam . Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh kekuasaan. legitimasi. proses politik.

2. Hubungan ilmu ilmu-ilmu politik dengan ilmu tersebut. menyangkut hubungan ilmu pembinaan politik kehidupan dengan ilmu demokrasi. proses. sosiologi Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama. sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian masyarakat. c. kekuasaan. karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang. hakikat. Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok. Ruang Lingkup Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah batasanbatasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara. ruang lingkup. Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada kekuasaan 3. dan kebijakan dengan memahami politik struktur dengan sosial pada ilmu masyarakat. hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat. Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi. kepentingan dan kebijakan.masyarakat. dapat meminta bantuan sarjana ekonomi tentang syaratsyarat ekonomis yang harus dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu.[5] Psikologi Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik . ekonomi hubungan ilmu Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi. dan hsil dari kekuasaan itu. khususnya yang 4. dasar. dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi dalam pembangunan suatu masyarakat. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik. Maka dapat difahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan 1. khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat. Seorang sarjana politik misalnya. yaitu sifat.

Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu plitik antara lain: . Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. denagn maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik. dalam metode penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolngan atau pengelompokan objek-objek secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbale balik. fisik. Metode 1. peristiwa-peristiwa. Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap kebijakan politik suatu pemerintahan. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok ataui golongan. gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan yang lainnya. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi-segi ekstern (lingkungan sosial. d. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencangkup metode. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus khusus atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya.antara manusia dan masyarakat. c. dan emosi). Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara akurat. semangat. e. a. b.

pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu dalam kajian sosiologis. merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. e. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail. . lembagalembaga politik dapat di rinci dalam semua individu substratumnya. ermasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik. Metode obsevasi. b. maupun pihak-pihak yang menentangnya. Metode psikologis. hhukum sebab akibat. c.diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. Metode ekoomis . Metode filosofis. maupun non marxisme. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. lembaga-lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial maupun organism sosial. Artinya. c. metode ini dapat di simpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat . kepribadian pemimipin. Metode historis. d. f. memandang bahwa kajian politik. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah.a. Namun demikian. Metode sosiologis. yang merupakan cirri khas ilmu sejarah. tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang. dalam penelitian ini ilmu politik di sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan kehidipan politik yang di teliti secara abstrak. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organismme sosial yang dynamos. Metode analitis. Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif. tetapijuga dapat tidak langsung terhadap phenomena politik. merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. b. dalam penggunaannya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi bsebagai acuannya. Metode yuridis atau legalitas. baik itu melalui pendekatkan marxisme. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: a. Metode deskrifsi.akademis teoretis. Dengan demikian.

3. partai politik. 2. kelompok. Pengolongan harus masuk akal Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping Harus hanya ada satu basis penggolongan Metode pengukuran. seperti kekuasaan. demokrasi. dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya. pemerintah. oposisi. 1975: 42) mencakup: 1. desentralisasi. 4. terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan dalam . Negara. 2000:35). merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. Metode klasifikasi. atau lebih.baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. kedaulatan kontrak social. Adapun konsep konsep yang dimaksud. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik. siaran radio. ataupun menghitung secara cermat perkataanperkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti. persamaan. Konsep-konsep Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu politik. dan voting. system politik. Dengan demikian.biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak. hak asasi manusia.metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar. Metode perbandingan.untuk memudahkan pengelompokannya. pemilihan umum. legitimasi. Dengan demikian. konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus sebagai objek dari kekuasaan itu. demonstrasi.merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang diteliti. e.d. Kekuasaan Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo. Negara. Menurut Phillip (2000: 820). 1. Missal presiden sekalipun harus tunduk kepada undang undang yang berlaku.

Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. Adapun totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda hugo krabe. c. jika dilihat dari jenis dan bentuknya. Kedaulatan Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan. kedaulatan hukum dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hokum itu berdaulat. dan control. karisma. a. Dalam hal ini contohnya Parsons yang menggunakan pendekatan structural fungsional. status. seperti pengaruh. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam. missal kekayaan. tujuan untuk individu atau masyarakat. dan otoritas. Kehendak Negara tersebut yang termuat dalam perundang undangan dan hokum kebiasaan yang . a. konsep kedaulatan mengacu pada kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. saat itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik kepentingan fundamental. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. tujuan politik atau ekonomi. dilihat dari hokum tata Negara. paksaan. Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950. 2. Kedaulatan Negara dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang merupakan sumber hokum utama. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara. 1. melihat kekuasaan “ kapasitas untuk mencapai suatu tujuan “ sementara Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana satu pihak menang atas yang lain. pengetahuan.mendefinisikan kekuasaan itu selalu ada perbedaan yang mendasar. b. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu Negara. Dilihat dari hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara terhadap Negara Negara lain Kemudian. kekuatan.

Dengan demikian. kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara yang menyatakan dirinya demokratis. Kontak social itu diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess. membayangkan masyarakat berada dalam sebuah lingkungan alamiah yang anarkis. teori ini bersifat damai dan teratur.diakui dengan undang undang. yang berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum 3. Negara pun merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibnkan fenomena kekuasaan dalam . jhering. Jhon Locke. Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang saudara. Implikasi dari bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan perantaan dewan perwakilan rakyat. orang orang me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. Beberapa totokoh ajaran ini adalah Kelsen. rakyat hokum moral dan alam. Kemudioan Locke menggantikan toeri Hobess. Sebagai sumber hokum utama adalah undang undang. Dengan demikian. b. Negara adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi dari orang orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka. hal itu dapat dicapai dengan demokrasi partisipasi langsung. Kehendak bersama dengan demikian mewakili hal hal yang terbaik. dan JJ Rouseau. mengolah alam dan kepemilikan. Kedaulatan rakyat Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. Kontrol Social Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi. laband. dalam kontak social yang ideal. Akhirnya. 4. jellinek. individu dapat dengan bebas mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam pemerintahan. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. hidup dalam kekhawatiran penyerangan yang membawa kematian.

metode dan system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat atau lembaga. Negara meupakan organisasi yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut. d. sebab manusia hidup dalam suasana kerja sama. Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang social ataupun bertentangan satu sama lain. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari masyarakat yang madani. 5. yakni pelaksanaan oleh yang berwenang. pemerintah mengacu pada proses memerintah.masyarakat. artinya kantor atau jabatan jabatan dalam pemerintahan. Jhon Locke mempublikasikan two treatises of government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini. sekaligus suasana antagonistic yang penuh konflik. b. c. Ia menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian abadi dan di revolusi prancis. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata aturan. paling tidak memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah. Negara adalah suatu struktur yang abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah revolusi 1688. yakni . b. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di eropa pada abad ke 16. Suapaya tidak jadi antagonisme yang sangat berbahaya. Pemerintah Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian: a. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. Ada 2 tugas Negara yakni: a. model tersebut telah banyak ditiru keberhasilan yang bervariasi. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose situ sendiri.

Baik lembaga lembaga formal maupun non formalnya. . peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru. 6. peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus.a. kini fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. merupakan penyeimbang maupun control terhadap pemerintah yang berkuasa. mengingat dengan legitimasi yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang maupun kelompok. perasaan. c. Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus memilki gabungan cirri cirri otorotatif. legitimasi legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang secara hokum adalah sah). Tragedy orde baru yang yang dialami pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak pernah diaui sebagai advocate atau pembela. Legitimasi tidak menjamin akan dapat memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas dengan kemepimpinannya itu. peran legislative untuk membuat peraturan peraturan b. hokum. jika ada saja terjadi penyimpangan. Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan. 7. terutama berperan sebagai oposisi yang sehat. terutama sejak prang dunia 2. oposisi oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa. Kajian tentang pemerintahan sudah berubah. Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam pemerintahan demokratis. karena sejalan dengan behavioralisme. Legitimasi memegang peranan penting dalam system kekuasaan. mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki hak hak untuk memerintah. tettapi semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran yang menyelamatkan kita.

Pada saat itulah demokrasi dianggap nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik terhadap dominasi lemaa di Eropa. 10. Berbicara tentang system politik sama halnya tentang berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah 9. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah maupun tidak sah. prinsip demokrasi senantiasa terus berubah. Secara sederhana dalam setiap system politik akan mencakup: 1.8. Perjuangan persaingan kelompok untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama dalam system politik. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat. Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak. Pemilihan Umum Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau mementukan orang . Demokrasi adalah nama konstitusi. 2. Menurut Poly bius menyatakan bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang dari elemen elemen monari. aristokrasi dan demokrasidapat stabil. namun yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi adalah revolsi prancis. sejalan dengan perubahan masyarakat. Saat itu demokrasi dianggap “agresif” yang tidak stabil serta mengarah kepada tirani. Aristoteles juga berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil dalam pemikiran politik saat itu. System Politik Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua prose dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan politik. Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang ideal. namun ada juga yang menyatakan suatu system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip persamaan politik Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno. dalam karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota. dan mencintai kebebasan. Demokrasi Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya. 3. harmonis. baik ke luar maupun ke dalam.

cita-cita. terutama di negara Negara barat. hanya 33 negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum untuk memilih pemimpinnya. menurut Schlesinger partai politik adalah: a. serta perjuangan yang sama. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. b. c. c. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan pemilihan yang kompetitif. Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan Mosawwir adalah: a. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang memilki satu partai. System kepartaian atau pola dukungan. 12. Desentralisasi . partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. pada tahun 1975. b. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama posisi eksekutif. Sarana rekrutmen politik. Partai Politik Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum adalah: Objek penilu. d. a. b. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntunan rakyat. e. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya. Pemilihan umum sekarang telah meluas. 11. Pemiliha umum juga masih diyakini sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public. penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari kehidpan demokrasi. c. nilai-nilai. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan.orang yang duduk di dewan legislative maupun eksekutif.

Namun dapat juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran public maupun memusuhi sekelompok orang. seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. Melalui pendidikan. yaitu harapan naik kemampuan konstan. melainkan diupayakan atau dibuat. bentuk deprivasi dapat dibedakan berdasarkan pola-pola perubahan yakni: 1. menunjukan dan membuktikan. Persamaan Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa disiplin ilmu. baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan. Demontrasi Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan. Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan delegasi melalui pejabat di daerah.Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih rendah. bahkan enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan. istilah persamaan memiliki makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan yang kompleks. demontrasi dapat berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi. deprivasi aspirasional. Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara alamiah selalu berbeda. 13. Christopher Jencks mengemukakan bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya. yaitu dimana harapan konstan dan kemampuan turun. deprivasi progresif. Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut: a. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri. tetapi merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang lebih besar. Dalam ilmu matematika. 3. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan untuk memenuhi harapan itu. 4. deprivasi persisten. Para ilmuwan social sejak lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut. yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih lebih rendah dibandingkan . yaitu kemampuan yang secara konsatan berada dibawah harapan. sifatnya bervariasi. memperlihatkan. 2. deprivasi dekremental. Ia menunjuk pada reformasi pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan. 14.maupun dengan devolusi kepada lembaga-lembaga otonomi daerah. Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan konsepkonsep dekonsentrasi maupun devolusi.

kadang kadang dikenal dengan prinsip atau hokum. 16. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat sipil dan politik. yakni: justifikasi normative untuk kekerasan justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan c. Negara Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang wenang. Bangsa Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang lalu dengan memepatkan batu kerikil.harapan. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan politik. 15. HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipukul rata. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. . Generalisasi Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep atau lebih. tetapi juga hak hak ekonomi. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti: 1. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan institusioanal dari pemberontak vs Negara. Kebanyakan Negara barat memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita dewasa. Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang. Hak Asasi Manusia Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi. b. Oleh karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah Negara. social dan budaya. pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana maupun kompleks. seperti yang dianjurkan penganjur HAM barat yang radikal. cepat atau lambat akan dating gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut.

Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Pemerintahan Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan kebebasan dan mementang pembaruan. 4. hanya saja ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu maka gusdur turun secara tragis. dan mempertanyakan . 6. Negara Adanya peraturan dan perundang undangan dalam kehidupan bernegara. 5. 3. Legitimasi Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik yang mendukungnya. Sebalinya tidak semua partai oposisi baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan umum. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme pemerintahan yang ada. pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. aman dan berkesinambungan. Kedaulatan Rakyat Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa secara absolute. Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik Teori-Teori Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manusia.2. 7. 8. institusi masyarakat ataupun pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian.

Sedangkan teori politik sebelumnya. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu payung politik. Penerimaan terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana dipahami secara tradisional. seperti Plato. Aristoteles. Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik.pengaturan politik serta sosial apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik 1. pemilih. kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi. dan lain-lain). 2002: 787). 2. Salah satu . hingga Marx dan Mill berusaha menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. birokrat. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivisme. Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori pilihan publik (Miller. bertumpu pada kesalahan. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat.

Selain itu. Kemudian. serta partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain secara. kebebasan. 2002: 797). 1. Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan yang ideal. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah a. b. keadilan. dan lain-lain. Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu sendiri. Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian.argumentatif (Miller. di mana pandangan tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. di mana penindasan dan dominasi tidak ada. Tujuannya adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas. Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli Sebagaimana telah dicatat sebelumnya. teori politik kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat . Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls (1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-individu yang rasional akan menyepakatinya. 2002: 798). Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai.hasil yang sangat terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963). sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. mengkhususkan pada tatanan sosial macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsipprinsip tersebut. 3. Contoh serupa.

Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513. 2. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk. Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati. Francis dari keluarga kelas menengah yang kaya. c. Hanya dengan memadukan machismo semangat keprajuritan. 3. ia sering dituduh “ gurunya kejahatan” karena nasihat-nasihatnya yang amoral seandainya bukan immoral. dan kontrol diri. dipandang sebagai sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. . la hidup pada masa pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak ketika terjadi pembunuhan St. Machiavelli dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence. kejayaan. Untuk melakukannya. yaitu kepangeranan atau principality dan republik. disiplin. Teori Negara Berdaulat Jean Bodin Jean Bodin hidup tahun 1530-1596. Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang diperlukan. dapat dipercaya. 1. kekejaman. yaitu kebaikan negara. Watak-watak. 2. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua tipe. 1985:4) sebagai berikut. betapa pun tampak tercela karena rakyat pada akhirnya hanya peduli dengan hasilnya. a. dan tulus. seorang penguasa yang bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut. dan kebaikan negara. lahir di Anjou.dilihat sebagai penanda transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi. dan pertimbangan politik. kemandirian. baik dicintai maupun ditakuti. b. meskipun tulisan-tulisannya muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis. Inti teorinya adalah sebagai berikut. sekarang Italia. seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya kepada negara dan mencapai keabadian sejarah. pengampunan. seperti ketegasan. Barthomew tahun 1572 yang mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran.

kekuasaan yang berdaulat . yaitu tatanan yang benar . Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara. dan satu tuan. Tidak boleh ada commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat menyatukan semua anggota-anggotanya. Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga. bukan individu. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature). keluarga . Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth. Jika beberapa orang memiliki otoritas. Somerset. 4. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam penguasa commonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh terhadap warga negaranya. “ Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan masalahnya dengan benar. hanya ada satu penguasa. Terdapat empat unsur dalam negara. b. Karena berkeluarga itu seperti bernegara. c. satu pemimpin. Keluarga merupakan unit dasar bagi negara. Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh kekuasaan yang berdaulat. tujuan bersama. Inti ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut. d. tidak dapat berharap akan menemukan cara-cara untuk meraihnya. 1957). demikian pula patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara. sebagaimana orang yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan mengenai sasaran” (Bodin. e. Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington. Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi manusia lainnya adalah kedaulatan.a. mereka akan merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus berlanjut. yaitu . a.

tetapi hanya hak-hak untuk melaksanakan hukum alam. g. diterima. la pun bukan masyarakat yang tidak beradab. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu masyarakat politik. Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas. Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut hak-hak alamiahnya yang substansial.kondisi hidup bersama di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan. h. d. dan merdeka. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada orang atau kelompok tertentu. terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui. f. tetapi masyarakat anarki yang beradab dan rasional. c. sederajat. tetapi kepada seluruh komunitas. Ketika masyarakat itu telah terbentuk. kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk mencapai tujuan pemerintahan tersebut. e. ia bukan keadaan kebebasan penuh. b. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan dirinya atau apa yang menjadi miliknya. sedangkan sebagai pewaris ia adalah . Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam. Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia.

e. hukum sipil yang mengatur hubungan antar individu. sedangkan despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah. baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antar bangsa atau negara merdeka. geografi. a. monarki. dan hukum politik yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa dengan rakyat. d. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah . 5. Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal Montesquieu. di Paris. Montesquieu lebih dikenal sebagai “ Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan ”. teori Montesquieu ini dapat dikemukakan sebagai berikut. dan iklim di mana orang tinggal. b. Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan -sejarah. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami wilayah itu. Dalam klasifikasi pemerintah.penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut. Francis. terdapat tiga jenis pemerintahan. dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat (petite noblese). Republik dapat berupa demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga kerakyatan. atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya diserahkan sebagian anggota masyarakat. Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum dibutuhkan.individu. Tidak ada aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang berlaku bagi semua masyarakat (relativisme). Monarki adalah pemerintahan konstitusional oleh satu orang. dan despotik. c. yakni republik.

jika pemerintah berusaha memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang itu. bukan atas efisiensi. Namun. klaim pokok Nozick dapat dikemukakan: “ Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari pertukaran bebas. satu-satunya perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas.negara di mana kekuasaan legislatif. eksekutif. Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) “ Individu memiliki hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu) ”. 1996 : 86) 5. berarti itu tidak adil. (free exchanges) di antara orang-orang ”. Dengan demikian. Karena orang memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai. Dengan demikian. Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori hak pemilikan legal) sebagai . bahkan seandainya pajak tetap dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah yang tidak semestinya. Sedangkan campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang merupakan sebuah pelanggaran. dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendirisendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat (Apter. Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya adalah adil. misalnya polisi beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan pertukaran bebas. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini. tetapi atas hak-hak moral dasar kita.

Samuel P Huntington. Rousseau. Rumus distribusi yang adil adalah “ Setiap orang memberikan sesuai dengan pilihannya. 1974:160) Tokoh-tokoh ilmu politik Tokoh dan pemikir ilmu politik Mancanegara Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik. Thomas Hobbes. Lenin. dan setiap orang menerima sesuai dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose. to each as they are choose ”(Nozick. John Locke. Immanuel Kant. Douglas E Ramage. Nicolo Machiavelli. Antonio Gramsci. Salim Said dan Ramlan Surbakti . Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut prinsip pertama. a. Adam Smith. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas. c. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification of injustice) bagaimana berhubungan dengan pemilikan (holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara yang tidak adil. Cicero. modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles. Martin Luther.berikut. b. Friedrich Engels. Karl Marx. Harold Crouch. Indonesia Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo. Max Weber.

“the science of politics”. timbul banyak istilah tentang ilmu politik. teori polotik. politik perbandingan. . politeike techne (kemahiran politik). dan “scienza politica” di Italia. dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. Menurut O’Leary (2000: 794) subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: pemikiran politik. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. sejarah politik. 1990: 8-11). penjelasan analisis. KARAKTERISTIK. A. dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu.BAB II ILMU POLITIK 1. Bagi kaum institusionalis atau institutional approach seperti Roger F. lembaga-lembaga politik. Menurut Brendan O’Leary (2000: 78) ilmu politik merupakan disiplin akademis. hubungan internasional. administrasi publik. disebabkan belum terdapatnya kesamaan pendapat diantara para cendikiawan sehingga hal ini menimbulkan kekacauan istilah. di Inggris disebut sebagai “political science”. politikos (ahli negara). mereka menyatakan bahwa ilmu politik sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. PENGERTIAN. “staatswetenscappen” (Belanda). tujuan-tujuan negara. DAN RUANG LINGKUP POLITIK Secara etimologis. di Jerman dikenal dengan istilah “staats wissenchaft. Dengan mengingat hal tersebut diatas. dikhususkan pada penggambaran. teori-teori kenegaraan. Banyak regam istilah bagi ilmu politik. ekonomi politik. Oleh sebab itu George Jellinek dalam bukunya “Recht des modern states” menyatakan bahwa ilmu politik amat sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. polilieke episteme (ilmu politik). Soltau (1961: 4). polites (warga negara). Sehubungan dengan hal tersebut. menyatakan bahwa ilmu politik adalah kajian tentang negara. ternyata banyak sekali istilah bagi ilmu politik. Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. Dari istilah polis dihasilkan kata-kata seperti : politeia (segala sesuatu yang menyangkut polis atau negara. politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis. sehingga ada ketegasan dalam pengguanaan istilah tersebut (Abu Daud. Polis adalah kota yang dianggap negara yang terdapat dalam kebudayaan Yunani dimana pada waktu itu kota dianggap identik dengan negara sehingga dengan demikian polis ialah tempat tinggal bersama dari orangorang biasa selaku warganya (citizens) dengan pemerintah yang biasanya terletak diatas bukit yang dikelilingi tembok untuk menjaga keamanan mereka terhadap serangan musuh yang datang dari luar. “les sciences politique” (Prancis). George Jellinak dan Kuntjoro Purbopranto mempunyai pendapat sama mengenai masalah ini.

Aristoteles. dan sistem pemilihan. Hobbes. 1. mereka percaya bahwa kepribadian dan mekanisasi para elite politik adalah kunci pembuat sejarah. yaitu cara mempelajari perilaku politik para pelaku pembuat keputusan elite. 6. Mereka percaya bahwa perilaku politik massa memberikan kunci untuk menjelaskan episode-episode politik utama. teori politik Anglo-Amerika kontemporer. menurut O’Leary (2000: 789). 2000. Sebagai contoh. yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan-jurusan ilmu politik di banyak universitas pada akhir abad ke-19 (Miller. Dintaranya karyakarya besar para pemikir sejak zaman Plato. atau politik dari bawah. 2. Agustine. Lembaga-Lembaga Politik Merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik. Hegel. Sejarah Politik Banyak para ilmuwan politik yang menjelaskan tentang sejarah politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. zaman pertengahan dan awal moden karya-karya Aquinas. eksekutif. 7. Locke. Low politics (politik bawah). 2. 788) 1. Politik Perbandingan Merupakan asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satusatunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. Teori Politik Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri. partai politik. Montesquieu. biasanya memilki citra rasa deduktif dan analisis. serta buku-buku para penulis modern seperti Kant. Selain itu. 2002: 790) 1. dan Mill (O’Leary. khususnya peranan konstitusi. 1. Administrasi publik memusatkan perhatiannya pada susunan institusional provinsi pelayan publik. yudikatif. birokrasi. Rousseau. Hight politics (politik tinggi). kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori politiknya yang telah lama berevolusi. 1.1. Pemikiran Politik Subbidang ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa ilmu politik. Marx. 5. harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. 3. 1. secara garis besar politik cenderung terbagi dua kubu : 1. 3. dan secara historis berkenaan dengan kepastian administrasi yang bertanggung . Tocqueville. Ekonomi Politik Subbidang ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori pelaku politik sebagaimana teori perilaku ekonomi. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum Merupakan cabang empiris dan normatif dari ilmu politik yang tumpang-tindih dengan hukum dan ekonomi. seperti halnya beberapa revolusi yang terjadi. 4.

dan hubungan internasional (O’Leary. Menurut Bown (2000: 799). kajian perang. Beberapa kajian ilmu politik secara tematis yang berkembang dewasa ini demikian luas dan banyak ragam antara lain sebagai berikut : 1. Adapum tujuan substansif dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politik. a. administrasi publik. yang dapat diartikan sebagai cara yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan.2000). 1. sosiologi politik. 9. kajian perdamaian. khususnya ilmu politik dan pikologi. c. b. 2000: 794). kelompok yang membatasi cakupan budaya politik pada orientasi subjektif bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok sosial atau individual hingga politik. Teori Kenegaraan Teori ini sering diduga merupakan teori politik yang paling padu dalam memberikan perhatian bagi teori politik kontemporer. Pada umunya. 2000: 769) 1. dan pajak yang sekarang sering disebut kebijakan ekonomi (Suttliffe. Definsi kelompok yang pertama. kebijakan publik. d. dan analisis kebijakan luar negeri. Ekonomi Politik Istilah ekonomi politik (political economy). kelompok yang memperluas konsep itu sehingga meliputi pola-pola perilaku politik. 1993). mulai digunakan secara umum pada abad ke-18. 1956). serta memberikan manfaat normatif dan empiris terhadap argumenargumen yang digunakan untuk menjustifikasi kebijakan-kebijakan tersebut. . 1. Hubungan Internasional Subbidang ilmu politik ini memfokuskan pada masalah-masalah yang menyangkut organisasiorganisasi internasional. Budaya Politik Istilah budaya politik (politic culture) untuk pertama kali muncul pada tahun 1050-an (Almond. Psikologi Politik (Political Psychology) Merupakan bidang interdisipliner yang relatif baru. ekonimi-politik internasional. konsep budaya politik berkaitan dengan “ketidakpuasan. sedangkan para ahli kebijakan publik menganalisis formasi dan penerapan kebijakan-kebijakan. dan lahir tahun 1950-an yang ditandai dengan rapproachement-nya ilmu sosial. 8. definisi budaya politik pada umumnya dapat diklarifikasikan dalam dua kelompok definisi. pertukaran uang. pemikiran politik. Kedua. baik terhadap pandangan politik yang mengabaikan masalah-masalah makna dan kebudayaan maupun terhadap pandangan kultural yang mengabaikan isu-isu politik dan kekuasaan” (Welch. penelitian empiris substansialnya muncul pada tahun 1960-an.jawab dan adil. Pluralisme Politik (Political Pluralism) Kajian ini adalah perspektif normatif dalam ilmu politik modern yang menekankan pentingnya demokrasi dan kebebasan mempertahankan pluralitas organosasi-organisasi politik dan ekonomi yang relatif otonom (Russel. 1. 1.

1. 2000: 731). Partai Politik (Political Party) Merupakan suatu istilah yang sebenarnya sampai sekarang belum memiliki kata sepakat tentang apa itu partai politik. bahkan hubungan kekuasaan dengan pengetahuan (Vincent. melalui transformasi dari sovereign’s counxillors ‘kedaulatan para penasihat’ menjadi sovereign assembly ‘kedaulatan majelis’. gagasan-gagasan. e. hubungan problematik antropologi dengan kolonialisme. Definisi yang paling awal muncul pada abad ke-19 dan mungkin dapat disebut sebagai definisi terbaik. sejarah representasi/perwakilan politik adalah sejarah kebangkitan Eropa. kesenian dan kekuasaan. dari kebiadaban melalui barbarisme menuju peradaban. dan hubungan-hubungan yang mereka peroleh atau mereka korbankan. dari mana asal mereka. dimana partai politik diartikan suatu organisasi yang berusaha memenangkan jabatan publik dalam suatu persaingan di daerah pemilihan dengan satu atau lebih organisasi serupa (Lijphart. Walaupun kekaburan ini tampak. keterampilanketerampilan yang dipersyaratkan. pemberontakan petani. hubungan kepercayaan. Rekrutmen Politik Kajian ini meliputi melihat dan mempelajari peristiwa-peristiwa politik dengan cermat tentang bagaimana para partisipan atau peserta sampai terakomodasi dalam suatu keanggotaan institusi politik. i. Politik Etnik Merupakan bidang politik yang dapat dibangkitkan oleh ketidakpuasan sekelompok anggota masyarakat yang terkonsentrasi dalam suatu daerah. 1. 1. h. j. Perwakilan Politik (Political Representation) Menurut Tournon (2000: 919). kajian tentang subaltern. nasionalisme. Antropologi Politik (Political Anthropology) Bidang ini membahas perkembangan struktur politik masyarakat secara evolusioner. dengan menuntut otonomi yang lebih besar atas daerah kediaman mereka. . yakni pelayanan pemerintah yang berbelit-belit. Birokrasi Politik (Bureaucratic Polity) Kadang-kadang birokrasi diartikan sebagai upaya efisiensi pemerintah.Perbedaan antara ekonomi politik (ilmiah) dan ilmu ekonomi (vulgar) ini telah menjadi konstanta dalam pemikiran ekonomi yang kritis. kelas dan gender. dengan jalan apa saja. namun kadang-kadang sebaliknya. muncul dari masyarakat kecil menuju masyarakat politik berdasakan batas wilayah dan kekayaan. 2000: 778) 1. g. 1. f. namun masih dalam koridor permukaan yang tidak nyata. khususnya Marxis. 1.

2. B. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. 2. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. 1. dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut. Dalam menggunakan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur dengan penarikan kesimpulan dari keadaan umum ke yang khusus. METODE. Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57). DAN ILMU BANTU POLITIK Pendekatan Kajian ilmu politik dapat menggunakan dua pendekatan. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalahmasalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitikberatkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. PENDEKATAN. 1981: 141-151). bersifat deskriptif anatik. 5. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. 2. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung . Metode induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifak khusus atas dasar fakta teoritis yang khusus ke yang umum. dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif (Supardan. Metode deskriptif.1. 2004: 157). menekan proses bersifat induktif. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbal balik. Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain : 1. Sedangkan pendekatan kuantitatif mencoba untuk memelihara diri mereka dari pengaruh koleksi data. Metode filosofis. Torbert sering disebut sebagai collaborative inquiri (Tobert. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. 1. dan menurut W. adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada saat ini secara akurat. 4.R. Pada bagian lain. TEKNIK. 3. Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak.

Metode deskripsi. atau lebih. 1. questionare. sampling. merupakan metode yang sangat mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitas. 4. 7. Metode ekonomis. Metode perbandingan. 3. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang paling banyak digunakan adalah metode-metode sebagai berikut : 1. dalam penggunaanya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. 3. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanyan hubungan timbal balik. 2. seperti sejarah. dan action research. . 2000: 17-28). geografi. Metode observasi. Metode historis. lembaga-lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. kelompok. Namun demikian. sosiologi. 6. schedule. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. serta hukum (Budiardjo. diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. participant observer. 4. 5. direct obsevation. psikologi sosial. Metode pengukuran. terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. Metode psikologis. filsafat. Metode yuridis atau legislatis. seperti field work. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sessuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci. case study. memandang bahwa dalam kajian politik. 4. 5. negara. 6. investigation. 3. merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti. tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik. 2. baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. Metode sosiologis. ekonomi. merupakan pelksanaan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. interview. Teknik Teknik yang banyak digunakan dalam ilmu politik sebenarnya banyak ragamnya. antropologi.yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti secara abstrak-akademis-toretis. Metode analisis. opinionnaire. dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. Ilmu bantu Adapun beberapa ilmu bantu yang digunakan fdalam kajian politik diperlukan sekali peran dan kontribusi dari berbagai ilmu sosial lainnya. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataankenyataan sejarah. Metode klarifikasi.

khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau golongan.1. seperti lokasi (location). Ilmu Geografi Faktor-faktor yang memengaruhi politik. Ilmu Hukum Sejak dahulu. 1. psikologi sosial menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat. asal mula nilai dan negara. 1. h. g. 1. dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Ilmu Ekonomi Pada masa silam. Sosiologi Sosiologi banyak membantu usahanya memahami latar belakang. 1. Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar . seperti sifat hakiki. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. c. dan derah pengaruh (sphere of ifluence) dibahas dalam geografi. d. f. terutama di Eropa Barat ilmu hukum dan politik memang sudah demikian erat. yaitu suatu bagian dari filsafat yang mengungkap kehidupan politik. ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal dengan eknomi politik (political economy). perbatasan strategis (strategic frontiers). desakan penduduk (population pressures). Filsafat Filsafat juga berperan dalam ilmu politik. TUJUAN DAN FUNGSI POLITIK Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau tidak. 1. C. Antropologi Antropologi merupakan ilmu bantu dalam ilmu politik. 1. terutama filsafat politik. Hal ini mengingat antropologi memberikan kontribusi besar dalam pengertian dan teori tentang kedudukan serta peranan satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. b. Psikologi Sosial Dalam hal ini. Sejarah Sejarah sangat diperlukan dalam ilmu politik mengingat sejarah memberikan fakta masa lampau untuk dikaji lebih lanjut. 1. 1. a. yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan. e.

Tujuannya tidak lain adalah untuk menelaah kesalahan-kealahanan yang dibuat oleh para penguasa dan berusaha untuk mengurangi ketidaktahuan dari mereka yang dikuasai. Perspektif Intelektual Sebagaimana kita maklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik. orang belajar bagaimana kekuasaan dapat dijinakan oleh prometheus. Setidaknya secara umum terdapat tiga makna tujuan mempelajari ilmu politik yaitu : 1. ilmu politik memiliki sifat ambigu. kemesraan. sekaligus rasa jijik. diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajar sehingga dapat bertindak. menganalogikan ilmu politik dengan seks (Apter. menarik. orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. serakah dan sifatsifat positif bergalau dengan negatif. jijik. Sebagai sebuah disiplin ilmu. seperti rasa cinta. ia meninggal karena tekanan-tekanan praktis penguasa politik yunani kuno. dan diabdikan kepada tujuan manusia yang posotif. bernafsu. hal itu begitu tampak. Agar dapat bertindak dengan baik secara politik. . kekuasaan dan keagungan sebagai pemimpin dan penakluk di muka bumi ini.hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Dalam pembelajarannya pun sudah mengenal metode yang bersifat kritis. Sebagaimana seks. kesenangan. Begitu pun sebelumnya. Menemukan hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. Akan tetapi. mendua. Tidak aneh jika mempelajari ilmu politik membangkitkan perasaan-perasaan yang mendalam. Dalam hal ini politik dipandang sebagai ilmu. serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak? Dengan demikian. kita pun membutuhkan kontroversi dari masalah lain. secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi. namun di satu sisi pun punya arti yang kabur dan mudah disalahgunakan. benci. sebagaimana kita butuh akan keindahan. Untuk mancapainya. Dalam beberapa hal. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. setia. Akan tetapi. Kedua tipe itu menunjukan suatu kesinambungan rumpun manusia dan keseimbangan komunitas. tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat praktis. di antaranya yang satu dalam kehidupan keluarga dan kekerabatan. malu dan marah. Kita telah menciptakan lembaga-lembaga tertentu untuk mengendalikan dan menyalurkan nafsu itu. seperti bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga. politik menjadi suatu pokok kajian yang dihindari dalam masyarajat yang sopan. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. David Apter dalam bukunya yang berjudul Introduction to politicial analysis. dan paradoks. Keduanya adalah sesuatu yang pokok dalam kehidupan yang terorganisasi. kita pelrlu tahu dan merasakan hal-hal yang terlarang pada suatu masalah. Sebagai contoh. 1. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. yang lain dalam kekuasaan yang terorganisir. 1996:5). bangga. terutama di Amerika serikat dan negara-negara barat yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-prakrik kelembagaan. dan juga mereka sangat terlibat dalam politik prakris. Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu. Plato dan Aristotoles di akasemi-akademi Yunani. Walaupun ajaran kritis tersebut pada prinsipnya bersifat intelektual. Socrates sebagi lambang guru politik yang aktif.

curang dan serakah. Singkatnya. bahkan terburuk kepada rakyat. yaitu hari kemarin. Sebab perspektif itu bertolak dibangun berdasarkan apa yang dianggap salah oleh individi maka pemikiran individu itu yang memperbaikinya. Sebagai contoh. Disatu sisi. seperti licin. 3. hari ini dan hari esok. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Tentu saja ilmuwan politik profesial memandang politik sebagai suatu sistem sebagai perubah terorganisasi yang saling berinteraksi. dan guru-guru politik merupakan aktivis. termasuk individu-individu. dan mirip tindakan kejahatn dalam sebagian kegiatannya. Jadi. Baik intelektual maupun politisi dapat saja meragukan. Dengan kampanye yang bergaya “orator mendadak” dalam aktu singkat mereka mempersiapkan dan menggunakan strategi itu dari yang biasanya sangat teoritis mandadak berubah kedalam suatu kerangka kerja yang bersifat praktik. Menurut Loe Straus (1959:10-12) dan Sheldon Wolin(1960:10-12). Perspektif Ilmu Politik Dalam hal ini. untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politisi. Sistem itu meliputi pemerintah. Perspektif Politik Maksudnaya adalah bahwa pandangan intelektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. Dengan demikian. Jika tujuan pertama politisi adalah memperoleh kekuasaan maka kaidah kedua adalah mempertahankan kekuasaan. tugas ilmu politik adalah . partai politik. sedangkan asas belakangan. (Apter. Hal itu mirip dengan apa yang dinyatakan Robert Dahl (1967: 1-90) bahwa dalam waktu singkat mereka telah menjadi politisi.Itulah sebabnya mengapa tradisi intelektual dapat dengan mudah menjadi subversif terjadap penguasa dan merangsang timbulnya perdebatan politik. sedangkan kaum intelektual manaruh perhatian dalam tiga dimensi. keabsahan. politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil. Pendirian ini memandang terhadap kebuuhan ke depan. dari pada hal-hal yang teoritis) sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu mamasukan masalh politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. 2. kelompok kepentingan. dunia politisi adalah dunia hari ini dan hari esok dekat. Dengan demikian. tidak usah heran pula jika politisi adah orang yang dapat diperoleh dari kekuasaan (Apter. apakah politik itu ilmu? Sebab sebagian besar dari mereka berasumsi bahwa politik itu seni. tidak dapat dihindari bahwa pembelajaran politik bersifat politis. politik pun menyerupai agama dalam beberapa aspirasinya. Bedanya dengan polotisi lebih bersifat “segera”(yang ada kini dan ada di sini. 1996:20) 1. keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal. hukum. Tidak usah heran jika sebagian politisi. termasuk yang terbaik dan tercerdik sekalipun sering melakukan hal-hal yang mengerikan. sebuah kasus dengan adanya sistem pemilihan langsung di Indonesia. 1996:21). Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangkan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. Suara lebih dahulu. banyak intelektual yang bersedia menjadi anggota calon legislatif dan eksekutif pusat dan daerah. Keputusankeputusan dari politisi diuji dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. perspektif intelekyual dalam politik adalah perspekti yang mempergunakan diri sendiri sebagi titik tolak. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. politik dipandang sebagai ilmu. Karena itu. Politik dapat memiliki dampak terbaik. kebijaksanaan. 1. percobaan.

namun sangat beragam dari mana memulai lahirnya ilmu politik itu. Kemudian muncul pendapat serupa yang lebih mutakir menyempurnakan pendapat Straus dan Wolin adalah Robert Flower dan Jeprey Orenstein (1985:2) yang mengemukakan bahwa ilmu politik. Disisi lain. analisis pendangan-pandangan alternatif tentang manusia dan politik. Dengan demikian. Ditinjau dari sisi kain maka filosofi politik adalah kegiatan yang kreatif dan kritis di mana setiap generasi dapat berpartisipasi dalam tradisi berkelanjutan yang menyatukan masa kini dan masa lalu. baik argumen-argumen teoriris maupun fenomena-fenomena politik.untuk mendapat kearifan tentang sifat-sifat manusia dan politik. dan critisize (mengkritik). Kemudian. Wolin berpendapat bahwa studi teori poltik terbaik dipahami sebagai sebuah wacana reflekrif mengenai makna politik. Sebagai sebuah dialog antara para filsuf. conserve (memelihara). tidak pun hidup dalam atmosfer tipis penuh abstraksi. ilmu politik perlu memperjelas hubungan antara kesinambungan dan perubahan dalam kehidupan politik. 1. maupun filsu-filsuf ternama Yunani seperti Plato (427-347 SM). conserve. Hal itu relevan. dan Aristoteles (384-332 SM) sudah banyak berbicara tentang filsafat politik. Mereka yang akan melakukan sesuatu dengannya harus lebih dari sekedar berfilosofi dan filosofi yang secara politik mudah dipahami harus mengambil tindakan politik sepenuhnya dari politik sebagai sebuah sikap”. Mengingat teori-teori politik memberikan suatu kosakata konsptual bagi penggambaran dan perhitungan ciri-ciri terpenting kehidupan politik. Secara embrio yang lebih luas dan secara originalitas. Termonologi comprehend merujuk pada dua tujuan berupa penjelasan dan pemahaman. menunjuk kepada studi sejarah pemikiran politik mambantu pemeliharaan suatu warisan budaya Sedangkan critisize pada hakikatnya menggarisbawahi fakta bahwa teori menganalisis dan mengevaluasi. atau lihat atau bicarakan atau pikirkan. Menurut John Nelson dalam tulisannya natures and futures of political theory (1983:3-24) bahwa tujuan teori poitikdapat digambarkan menjadi tiga C yakni compehend (memahami). serta pengejaran kebenaran normatif tentang sifat-sifat rezim terbaik. karya-karyanya Politeia (tentang politik). Para teroritisi harus menyadari bahwa mereka bukanlah dan tidak selalu hidup sebagi filosofi murni. terutama teori-teori politik melibatkan refleksi konsep-konsep politik dasar. Meng Tze (Mencius). sebagaimana telah dikemukakan Menyamin Barber”Politik tetap merupakan susuatu yang manusia lakukan bukannya sesuatu yang miliki…. dan Li-Tze (350 SM) . D. pembahasan tentang negara sudah ada sejak 450 SM di Yunani kuno. Seorang ahli sejarah Herodotus (480-430 SM). SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK Lahirnya ilmun politik secara formal memang sejak abad ke-19. mengerjakan teori politik melibatkan pembelajaran untuk membaca karya-karya klasik agar orang dapat secara efektif membedakan antara apa yang semata-mata opini dengan pengetahua autentik. Singkat kata teori politik mengeksplorasi fenomena-fenomena lewat analisis politiknya. Begitu pula filsuf Cina kuno kung Fu-Tze/Confucius (551-479 SM). Kriton (tentang ketaatan terhadap hukum. Pendapat serupa dikemukakan Dante Germino (1975:229-281) yang menunjuk pada sifat upaya teritis yang seedang berlangsung sebagai sebuah percakapan dari banyak suara(yang merupak sebuah dialog) antara orientasi yang berbeda menuju reakitas politik sebagai suatu keutuhan.

dan elite). seorang murid Socrates yang pernah mengajarkan bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yang baik. dapat melakukan tindakan kekerasan maupun bermain cinta (Apter. karena itu maslahnya adalah membangun suatu negara yang didalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. kemdian Plato menjadi pengembara. Kebesaran Plato bagi kita bukan terletak pada kesegaran visinya atau pada teorinya mengenai meritokrasi walaupun hal itu memang penting. Filsafat politik tidak berawal dari ilmu pengetahuan. suatu cara menyusun atau merasionalkan perkembangan masyarakat. rasionalitas bukannya menjadi sesuatu yang bersifat deduktif. athena telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Socrates. Itulah sebabnya pada dekade ini. tetapi juga perlunya pendidikan publik. tetapi mengubah fokusnya. seperti Zeus (leluhur yang bergairah). baik itu pemerintah yang dijalankan satu orang (raja. Suatu pukulan batin yang Plato rasakan ketika ia berusia 31 tahun. Aristoteles menerima model Plato. ataupun beberapa orang (oligarki. dan tempat lain. Hal itu sebagai wujud filsafat politik merupakan pokok soal yang lebih penting. Sisilia. 1996: 58). dan sebagainya. otokrat. ia mendirikan sebuah akademi pengetahuan. melainkan bertolok dari pemakaian common sense (akal sehat) dalam tujuan-tujuan manusia.seorang aliran perintis legalitas telah banyak berbicara tentang politik. Saat dan urutan peristiwa merupakan suatu bentuk penjelasan. suatu pandangan dalam (dewa-dewa). Karena itu. melainkan untuk memperoleh suatu kualitas moral. tiran). Begitu pun dalam ilmu politik. Bukannya membayangkan suatu struktur konsep geometris un tuk diterapkan pada masalah-masalah sosial. Athena (leluhur yang berpengetahuan). bahkan Aristoteles pun pernah belajar disitu. Plato sangat percaya bahwa bentuk-bentuk abstrak merupakan dasar keabadian manusia. Selain itu. tetapi secara fundamental baik semangat maupun kepribadiannya jelas berbeda. Mulailah paradigma rasional menggantikan pandangan dunia yang lebih irasional dan mistik yang hidup sebelumnya. Pythagoras (528-507 SM) pun mengajarkan Plato bahwa kebajikan itu abstrak dan bahwa pengetahuan mengenai yang abstrak adalah lebih nyata dari pada pengetahuan mengenai hal-hal yang berwujud dalam dunia empiris atau indrawi (Losco dan William. Munculnya slogan “filsafat politik dibatasi etika” bahkan merupakan ilmu pegetahuan tertinggi. 1996: 49). diktator. Berbeda dengan Aristoteles (384-322 SM). berkelana ke Mesir. 2003: 151-153). tetapi lebih pada kenyataan bahwa teorinya merupakan teori pertama mengenai negara ideal (Apter. atau banyak orang (para pemilih). Ia memandang pendidikan harus menjadi pembelajaran hal-hal yang benar yang membuat orang lebih bijaksana. Paradigma waktu itu yang terpenting adalah bagaimana untuk mencari keselarasan atau keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. Hermes (leluhur yang penipu). politik merupakan suatu fungsi antara penguasa dan yang dikuasa. maupun tentang teori ide. Socrates (469-399 SM). Kematian Socrates menunjukan kepada Plato bahwa tidak mhanya pentingnya pengetahuan yang tidak terkekang. yunta. Sekembalinya dari Athana. tetapi ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan . Lain lagi dengan zaman Plato (427-347 SM). wajar jika dalam ilmu pengetahuan kuno belu mampu memberikan rumusan teori. walaupun dia mengakui gurunya Plato. Ia merasa hancur. orang pertama yang menyadari bahwa ilmu alam tidak memberikan penjelasan memadai untuk penalaran atas tingkah laku manusia.

serta setan sebagai personifikasi perjuangan individual antara kebaikan dan keburukan.logis untuk etika dengan suatu pandangan yang lebih praktis mengenai dunia nyata. diantaranya kemenangan kerajaan atas gereja dalam perjuangan besar antara raja dan paus. Tokoh utama dalam masa transisi ini adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). filsafat materialismenya merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan mekanika. dunia kristen menampilkan kembalinya kepada pandangan dunia agama. 1967: 69-81). Santo Agustinus (354-430) adalah tokoh pertama yang menegaskan politikusme teokratis ini yang bertolak dari masyarakat yang baik sebagai Kota Tuhan. Dalam hal ini. Bahwa penguasa atau raja merupakan wakil rakyat. seorang penguasa bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. Pertama adalah Thomas Hobbes (15581674). menuju Kota Manusia dimana ada neraka. 2. kejayaan. tokoh yang berusaha mendefinisikan kembali kepribadian moral dalam komunitas moral (Apter. Bagi Machiavelli. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim yang masuk memiliki dua tipe. dimana ide hukum alam ke hukumhukum manusiawi. terdapat beberapa peristiwa penting. Dalam dunia Romawi. Bahwa komunitas politik bukan terdiri dari hak-hak pribadi semua individu. nasib baik dan kebutuhan (Losco dan William. Jika Machiavelli menandai gerakan menjauhi filsafat agama sebagai suatu dogma politik dan membukakan jalan kepada dua penerus cemerlang. 1996: 78-79). Dalam hal ini. 2005: 562). para penguasa menjadi asyik untuk mempertahankan kekuasaan yang menjadi tujuan dalam dirinya sendiri. Pada akhir Abad Pertengahan. Dialah yang merasa jemu dengan pertengkaran-pertengkaran doktrin. baik pangeran maupun republik merupakan ambisi politik difinitif yang dikejar dalam batas-batas yang ditentukan oleh akal. kejayaan. Berbeda jika dibandingkan dengan paradigma teokratis. hakim menggantikan filosof raja. Dalam The Prince. dua prinsip penting yang muncul mendorong transisi ke masa pencerahan (enlightenment) yang dimulai pada abad ke-16. ia memberikan nasehat tentang bagaiman mendapatkan dan mempertahankan sebuah kepangeranan. dengan lingkup kekuasaan yang ditentukan oleh konstitusi yang sifatnya terbatas. Kemudian ketika visi sintesis paham Kristen pada Abad Pertengahan yang dominan merosot. dimana merupakan gabungan hukum alam yang berasal dari Yunani dan Romawi serta wahyu yang diperoleh dari kepercayaan Kristen. serta yang logikanya sama bagus dan rapuhnya seperti logika lain yang dapat ditemukan dalam pemikiran politik. Kemudian ia menuju ketaatan Hukum Positif. Hobbes . kearifan. dan kebaikan negara. Akan tetapi. Aristoteles meragukan kebaikan orang-orang bijak dengan menyukai suatu pemerintahan berdasarkan hukum (d’Entreves. Untuk melakukannya. melainkan hak-hak dewan perwakilan. Ia tidak banyak berilusi dengan politik. ia membuka jalan bagi pemikir kekuasaan yang sekuler. Kedua adalah Jean Jaques Rousseau. hakim-hakim dapat menjadi suci maupun sekuler serta pendeta atau raja. surga. yaitu “kepangeranan” (principality) dan “republik”. 1. Hal yang paling dapat diharapkan oleh orang banyak adalah kebahagiaan dan bijaksana.

Apa pun sifat manusia. Hal itu sedikit berbeda dengan Montesquieu (1689-1755) yang tertulis dalam bukunya Spirit of the Laws. dan berpendapat bahwa hilangnya negara demikian itu setelah munculnya hak milik pribadi (Shadily. baik doktrin mengenai hak-hak raja yang berasal dari tuhan maupun argumen tentang ketuhanan yang digunakan oleh raja-raja absolut untuk nmelegitimasi pengguanaan kekuasaan yang tidak terbatas. filsuf politik. Sekulerisme Locke mendorong ia menyerang. eksekutif. Inilah yang harus dipecahkan persoalanyya melalui kontrak sosial (Rousseau. isinya berupa pujian terhadap negara alamiah. ia menganggap betapa pentingnyapersamaan bagi manusia dan menekankan akibatakibat yang diabaikan oleh Locke. Akan tetapi. ia menulis Discours sur I’origine et les fondements de I’inegalite parmi les homes. Dalam hal ini diperlukan seorang hakim yang berdiri diatas semua hukum. melainkan sebagai suatu kondisi yang ramah. dimana ketimpangan menghasilkan ketidakadilan dan dasardasar ketidakserasian. Perbedaan Locke dan Rousseau. segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik. Locke memandang keadaan alamiah bukan sebagai suatu kondisi perang. seleranya tidak pernah puas. licik. dan komponis Prancis yang hijrah ke Genewa. . kepuasannya sedikit (Alen. Ia pun meyakini bahwa pada efek-efek yang baik dari harta pribadi adalah pemilikan yang merupakan satu bentuk jaminan bahwa orang akan bersikap wajar dan bekerja sama satu sama lain. 1928: 221). Mengingat pada dasarnya manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Ia menganggap gereja sebagai tidak lebih dari suatu asosiasi sukarela. merekapun tidak sebaik seperti yang ditunjukan oleh Rousseau meupun Locke. Hobbes memiliki semboyan homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya).merupakan orang yang pertama yang dapat mendefinisikan dan mengubah kepentingan pribadi dalam keuntungan publik (Apter. Perbedaan Locke dan Hobbes sangat tajam. Kemudian tahun 1776. Montesquieu menolak teori-teori psikologis yang dikemukakan Machiavelli dan Hobbes yang beranggapan bahwa manusia pada dasarnya “bajingan. kebebasan individu merupakan dasar kesejahteraan (Montesquieu. berhawa nafsu…. Dalam pendapatnya yang banyak dianut hingga kini bahwa negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah negara dimana kekuasaan legislatif. seorang pengarang. ketika ia memenangakan Sayembara Akademi Dijon untuk esai berbait yang bertajuk: “Apakah kebangkitan ilmu ikut andil dalam memperbaiki perilaku?” Pada tahun 1754. Jean Jacques Rousseau (1712-1778). 1949:316-402). tamak. 1949:5). Rousseau sekaligus menulis dua buku Du Contrat Social ou Principes de Droit Polique dan Emile ou de I’ Education. dan yudikatif pemerintah perlu dipisahkan sendiri-sendiri. Ketenaran Rousseau mulai terjadi tahun 1750. Montesquieu berpendapat bahwa manusia tidak seburuk seperti itu. meskipun ia meragukan kemungkinan persamaan sempurna itu. 1984: 2948). Baginya bahaya terbesar adalah konflik antarbangsa atau perang. hingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat. menjelaskan bagaimana evolusi berbagai bentuk perdagangan dalam dunia kuno memengaruhi sistem politik (Montesquieu. 1948: 109). 1996: 80). Khusus buku yang pertama sering dikenal The Social Contract.lebih siap untuk mengampuni pembunuh ayahnya ketimbang perampas hartanya”. tetapi keduanya adalah sekuler. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan dan persamaan merupakan tujuan-tujuan masyarakat terpenting.

Pertama tradisi Lenin. menekankan pada agenda tersembunyi dibelakang politik. Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam ekonomi. Karl Marx menawarkan doktrin sosialisme ilmiah pada dunia. Doktrin tersebut sangat memengaruhi pikiran David Ricardo (1772-1823) dan John Stuart Mill di bidang ekonomi dan memengaruhi Revolusi Prancis. 1. Pholosofy of Right (1821). fungsionalis. 2.Pada abad ke-19. dengan mengembangkan suatu teori tentang perkembangan sosial secara alamiah. tetapi pemenuhan ini harus selalu terjadi dalam konteks kebaikan umum. Betham mengemukakan Prinsipnya dalam perubahan perundang-undangan berdasarkan semboyan “bahagia terbesar sebanyak-banyaknya manusia”. fokusnya terhadap teori pertukaran analisis peran. melalui revisionisme. Paham Tingkah Laku (Bevioralisme). Meskipun pemenuhan diri manusia ditekankan dalam semua karya-karyanya. Konsep Mill tentang individualisme adalah konsep tipikal dari liberalisme abad ke-19. mengalihkan perhatiannya dari lembaga pengkajian mengenai bagaimana orang bertingkah laku dan apa yang mendorong tingkah laku mereka. Paham Developmentalisme (perkembangan). Pada abad ke-20 muncul paham-paham baru diantaranya: 1. analisis peran. Paham Struktural. 3. lebih menaruh perhatian pada bagaimana diferensiasi dan partispasi sosial memperluas lingkungan politik. namun demikian ia bukan seorang individualis yang ekstrim. dan sosial. yang memandang perlunya transformasi militan dari kapitalisme yang paling lemah di pinggiran sampai ke pusat. analisis Marxis. politik. yang menekankan perpaduan antara kelembagaan dan tingkah laku. yang memandang dunia dengan perasaan dingin serta mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia. dan Philosofy of History (1837). seperti dialektika materialisme. yakni Georg William Friedrich Hegel (1770-1831). Jeremy Bethem (1748-1832) membentuk teori formal tentang reformasi sosial. pemikiran Marx yang lebih demokratis bahwa transisi revolusioner dapat terjadi melalui cara-cara parlementer. penolakan hukaum alam terjadi. Salah seorang filsuf idealisme yang terkenal adalah filsuf Jerman. Dalam bukunya yang berjudul Principles of Moral and Legislation (1870). Paham Kemajemukan. Science of Logic (1816). Setelah Marx meninggal. dan linguistik. Karya-karya terpentingnya adalah tiga buku ternama yaitu. Kedua. warisan radikal menjadi terpecah belah. Beberapa aspek dari doktrin yang terkait dengan perkembangan teori politiknya tertuang dalam karyanya yang terkenal Das kapital. 4. Mmenekankan perhatiannya pada masalah- . 2. Tokoh Sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Marx (1818-1883). Eropa pada saat itu dipengaruhi oleh Sosialisme. Berbeda setelah zaman Hegel. dan judul yang ketiga inilah yang paling berpengaruh terhadap teori politik pada masa itu.

• Badan Eksekutif Badan eksekutif pemerintah ini bertanggungjawab sesuai dengan makna yang terkandung dalam namanya. pemakaiannya harus sesuai dengan patokan-patokan kewajaran atau keadilan. pluralisme atau kemajemukan. Dalam system demokrakasi . 1996:13-14). behaviorisme. • Badan Yudikatif Pemerintah memang rumit. Semua pemberlakuan hukum harus disetujui oleh badan legislatif ini. Hal ini selanjutnya dalam hukum. 1. dan sebagainya (Apter. 1996: 145). teori-teori politik libertarian timbul dari sejarah sebagai tujuan moral yang akan dimantapkan di dalam praktik politik. E. namun sangat sedikit kebijaksanaan berasal langsung dari inisiatifnya (Apter. siapa yang memperoleh manfaat. Bagi mereka. dan juga yang diwakili Karl Marx. Kekuasaan merupakan dasar politik. Badan ini terdiri atas wakil-wakil rakyat. Kebanyakan pengikut paham kelembagaan yang mengikuti tradisi Pencerahan. terbagi atas 5 mahzab institusionalisme atau kelembagaan. menurut Apter (1996: 135-443). munculnya negara-negara baru. lembaga-lembaga pemerintahan ini terbagi dalam tiga wewenang yang merupakan perhatian utama kaum institusionalis. distribusinya. MAHZAB-MAHZAB POLITIK Dalam pengelompokan mahzab-mahzab ilmu politik. dan developmentalisme. Kekuasaan adalah kekuatan yang dapat dipakai dan dikendalikan. Dengan adanya yurisdiksi-yurisdiksi kekuasaan yang dibatasi konstitusi dalam hal mana mereka harus saling berhubungan dalam urusan pembuatn . Dalam demokrasi. efek-efeknya.yaitu melaksanakan keinginan –keinginan rakyat . • Paham Institusionalisme atau Kelembagaan Paham ini berusaha mewujudkan pemecahan-pemecahan universal dengan menerjemahkan citacita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. Selanjutnya. dan bagimana inovasi-inovasi itu terjadi. Inilah tradisi yang dibangun Plato. politik adalah terbuka. 1945). • Badan Legislatif Badan ini merupakan pengawas terpenting terhadap kekuasaan yang nyata maupun potensial.eksekutif bertindak atas mana rakyat. nasionalisme yang berjuang melawan kolonialisme. yaitu sebagai berikut. Bagi para penganut paham kelembagaan. Konflik diubah menjadi persingan damai melalui badan-badan perwakilan dalam pemerintahan (Popper. ia menolak pemecahan-pemecahan tuntas seperti ini.masalah transisi pertumbuhan dari jenis sistem politik lama ke yang baru.

kategori –kategori itu biasanya dianggap sebagai ideologi .diperlukan adanya pengadilan tinggi yang berfungsi sebagai wasit agung untuk masalah – masalah penafsiran konstitusional . Di sinilah para penganut paham tngkah laku ( behavioralisme ) memelingkan perhatiannya dari sistem –sistem politik . Seperti paham institusionalisme.dan bagaimana cara orang menyadari peristiwa –peristiwa politik . Apa yang diabaikan adalah polal pikir yang spekulatif.serta hubungan antara kesadaran dan tujuan. • Paham Pluralism atau Kemajemukan Paham ini sebenarnya dibangun atas dasar perpaduan paham kelembagaan (institusionalisme) dan paham tingkah laku (behavioralisme). skala gutt man. Teknik-teknik yang mereka gunakan untuk menetapkan variable-varibel independent yang penting meliputi analisis regresi. Mereka menggunakan data agregat yang mengarah kepada penentuan hal-hal yang menonjol.1996. Instrumentakisme behavioral seolah-olah memeberikan inspirasi baru mengenai kehidupan politik sebagai cara belajar bermasyarakat yang dicapai melalui pengalamn eksperimeneksperimen. pluralisme menekankan partisipasi partai sebagi penghubung anatar masyrakat dengan pemerintah. baik public maupun swasta. dan ukuran-ukuran statistic lainnya. tindakan –tindakan individual . Jika demikian halnya. Dari sudut ini politik pipandang sebagai proses interaksi dimana warag ayang terlibat memengaruhi jalannya kebijaksanaan. analisis factor .bagaimana proses pembentukan pendapat politik diperoleh . analisis indicator.kebijaksanaan.termasuk bagaimana proses pembentukan pendapat politik. • Paham Behavioralisme Komitmen kepada kebudayaan politik yang demokrasi membutuhkan perantara kepentingan dan kebijaksanaan yang baik secara efektif. Kecenderungan umum terhadap proses belajar dari tindakan mengaitkan filsafat dengan disiplin psikologi yang sedang bekembang menjadi usaha pencaharian ilmiah yang dapat diamati dan terukur dalam mengamati tingkat laku. inilah yang dinamakan behavioralisme yang dilontarkan oleh John B. jika dibandingkan dengan bagaimana pembagian kekuasaan diantar berbagai kelompok. Dengan demiokian. Menurutnya bahwa proses belajar terjadi sebagai hasil pengamatan terhadap hubungan-hubungan antara dorongan dan tanggapan. atau vector-vertor yang memperlihatkan arah perubahan. Watson (1878-1958). perhatian utama paham tingkah laku tersebut terletak pada hubungan antara pengetahuan politik dengan tindakan politik.selalu ada kemungkinan terjadinya pelangagran konstitusi. Pengadilan tinggi semacam itu mewakili asas mengenai lembaga yudikatif agung yang independen.khususnya pengaturan –pengaturan hokum dan konstitusional untuk mengamati tindakan politik individual (apter dan andrian 1972: 14-28. serta lebih sedikit perhatiannya terhadap bagiamana kerja badan-badan pemerintah. dan komite-komite. Paham ini pun menekankan proses diatas struktur.210) Jika ditelusuri akar-akar pemikiran paham tingkah laku tersebut dimulai dari filsif skeptic David James (1842-1910) yang menekan empirisme. kaum behavioralis bekerja dari bawah keatas.459-484). lehgislatif. . voluntarisme. Dengan demikian.atau system kepercayaan yang menciptakan pola – pola tingkah laku yang penuh makna (apter.

komunikasi dan agregrasi. antropologi. Tahap B. dasar pemikiran developmentalisme. keahlian. informasi. jauh lebih bercampur. Menurut nash ( 1965: 5). merupakan sebuah ideologi. • Paham Developmentalisme (Perkembangan) Kajian ini mencakup suatu kemajuan kearah sasaran melalui pertumbuhan ekonomi. organisasi. demikian pula bagi kaum developmentalis. • Dibawah ini tahap-tahap modernisasi. filsafat.• Paham Strukturalisme Paham ini berbeda jauh dengan pluralisme yang kajian politiknya bersifat kontemporer. dan sosiologi (apter. Seperti kita ketahui bahwa politik nasional maupun lokal. terdapat empat metode dalam kajian developmentalisme tersebut. social. Bagi seorang marxis ide dapat dikatakan bodoh. mewakili urbanisasi tahap pertama (agen modernisasi berada diluar). Jadi. Akan tetapi. 1996: 372). kebudayaan dan personalianya menjadi sesuatu yang menjadikan komunitas atlantik secara ekonomi berhasil. Pendekatan ini menjurus kepada hipotesis hipotesis berskala lebih kecil. Proporsi peran-peran inovatif lebih besar dan para innovator mengembangkan institusi-institusi. Cara ketiga adalah analisis tehadap proses seperti yang kini sedang menguasai bangsabangsa yang dikatakan terbelakang. dan model bagi suatu bangsa miskin hingga dalam jangka waktu tertentu. Dalam model unlinear. dimana developmentalisme liberal menghasilkan kontrdiksi-kontradiksi kapitalis yang makin intensif. maupun janjinya teleology pertumbuhan. dalam asosiasi-asosiasi atau birokrasibirokrasi memiliki struktur. Sebagai pengganti wakil resmi tunggal dari kekuasaan . yakni : • Cara pertama adalah metode index: Sifat-sifat umum perkonomian yang telah maju diabstraksikan sebagai jenis ideal dan kemudian dibandingkan dengan cirri-ciri tipikal yang sama idealnya dari perekonomian masyarakat miskin. siklis maupun berulang. Dengan demikian. dan suatu penilaian penuh terhadap konteks politik. melahirkan inferalismen (avineri. jika tujuan barat umumnya adalah demokrasi liberal sedangkan bago kaum marxis tujuannya adalah masyarakat tanpa Negara. hingga suatu pandangan retrospektif. Teori unliniear menganggap perkembang tidak terelakkkan. dan cultural perkembangan. nilai-nilai. modernisasi adalah sebuah proses. Contohnya adalah Amerika latin dibawah kekuasaan Spanyol. 1969). strukturalisme pada hakekatnya menyusun potensi fungsifungsi yang terdapat dalam politik seperti. teknilogi. diantaranya: Tahap A. • Cara kedua adalah pandangan akulturasi proses perkembangan barat mendifusikan pengetahuan. Paham ini berasal dari linguistic. Tenaga pendorong orisinal dapat merupakan suatu perusahaan character atau misi penyebaran agama tertentu. akhir suatu periode perubaha merupakan bagian sejarah Negara-negara industry ynag bersifat evolusioner. Jika kaum intitusionalis menganggap evolusi demokrasi sebagai penanaman ide-ide filosofis kemasyarakatan yang baik. Sedangkan dalam paham strukturalisme ini sebenarnya kuarng dikenal dan lebih kompleks dan bersifat interdisipliner.

1. Pada titk ini dalam sifat siklus perkembangan. 1. dengan mendukukng kaum modera politik lokal dan membnetuk pembangunan politik mengikuti model imperialis. sistem politik. Tahap C. konsep kedaulatan mengacu kepada kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi dan mutlak. Tahap D. demonstrasi. Suatu keuntungan model ini adalah bahwa iya dapat digunakan untuk mendokumentasikan morfologi pada pasca kemerdekaan dan juga tahap-tahap colonial. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. kedaulatan kontrak sosial. namun demikian tetap mengikuti model dasar yang sama. seluruh proses diperbaharui kembali. proses itu lebih maju. 1. dam voting. barangkali pada tinggkat baru yang lebih tinggi. seperti pengaruh. Teori-teori elit kekuasaan (mills. Dilihat dari hukum internasional mengacu kepada kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara lain (Shadily. persamaan. partai politik. F. Kekuasaan Kekuasaan merujuk kepada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu Menurut Philip (2000: 820) terdapat tiga sumber utama dalam mendefinisikan kekuasaan selalu ada perbedaan mendasar. 1948: 1711). Tanggapan-tanggapan sepeti itu pada gilirannya merangsang organisasiorganisasi politik.colonial adalah birokrasi. Adanya perbedaan disiplin dalam ilmu-ilmu sosial yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. tujuan politik atau ekonomi. seperti tujuannya untuk individu atau masyarakat. Adanya perbedaan penggunaan kekuasaan. terjadi peralihan menuju kemerdekaan. 2. dan kontrol. Kedaulatan Konsep-konsep kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua telaahan. 3. gerakan-gerakan masa. 1978 [1972]). demokrasi. Pemerintah colonial cenderung sangat menjadi partisipan. negara. desentralisasi. . Kemuadian proses itu mulai kembali lagi dari semula dalam artian politik. legitimasi oposisi. 1. HAM. 2. 1. 1. pemerintah. pemilihan umum. tuntutan-tuntutan bgai kemerdekaan yang lebih besar dan para pelopor lain yang mengancam untuk mematahkan kekuasaan colonial. paksaan. 2. 1950) dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi (Weber. Dilihat dari hukum tata negara. KONSEP-KONSEP POLITIK Yang dikembangkan dalam pembelajaran yang dimaksud seperti kekuasaan.

yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. negara pun merupakan alat (agency) dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat. Kedaulatan rakyat 4. 5. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. 4. 2. 6. artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan. Terdapat dua tugas negara yaitu: 1. metode. istilah pemerintah dapat dibagi empat pengertian. Kedaulatan negara 3. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi tiga. Pemerintahan Rumusan Finer (1974).J. 1. Kontrol Sosial Konsep kontrol sosial mengacu kepada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan sosial yang dilakukan diluar pemerintahan untuk memelihara menurut hukum dan aturan itu yang muncul didalam tiap-tiap masyarakat dan institusi. Ada beberapa teori-teori kontrol sosial : • • • Teori Thomas Hobbes Teori John Locke Teori J. 3. Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. 1. ia adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. 4. 3. Kedaulatan hukum 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya.Kemudian ditinjau dari jenis ataupun bentuknya. 2. 5. 3. atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri kepada kondisi adanya tata aturan. Pemerintah yang mengacu kepada proses pemerintah. yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang. Legitimasi . Rousseau Negara 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial ataupun bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan.

e. 1. Penempatan nilai-nilai dalam masyarakat 3. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. serta perjuangan yang sama. c. Secara umum partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Oposisi Konsepnya merujuk kepada kelompok/partai penentang terhadap pemerintah resmi. 11. 7. b. Sistem politik mencakup: 1. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. 9. Demokrasi Konsepnya secara umum merupakan sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakil-wakilnya. Fungsi integrasi dan adaptasi 2. d. Sistem Politik Konsepnya merupakan suatu istilah yang mengacu kepada semua proses dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan publik. 12. 1. 1. 10. Penggunaan wewenang atau kekuasaan 4. Sarana rekrutmen politik. Partai Politik Konsepnya mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan. Fungsi-fungsi pemilihan umum: a. Menentukan pemerintahan secara langsung maupun tak langsung. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntutan rakyat. 8. Desentralisasi Konsepnya salam Ensiklopedi Indonesia (1948: 794) dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan (bagian dari perundang-undangan) dan perintah dari badan penguasa atasan terhadap . 1. cita-cita. Pemilihan Umum Konsepnya adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau menentukan orang-orang yang duduk di dewan legislatif maupun eksekutif. nilai-nilai. 1.Konsepnya menunjuk kepada keterangan yang mengesakan atau membenarkan pemegang kekuasaan meupun pemerintah adalah benar-benar orang yang dimaksud (secara hukum adalah sah).

menunjukan dan membuktikan. 2. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting merujuk pada suatu instrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan. 1. 1. 1. 14. 1. cepat atu lambat akan datang gerakan massa yang tidak dapat dibendung sebagai respons atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut. dalam arti tidak adanya kedaulatan rakyat Prancis yang dijunjung tinggi oleh pemerintah. 1. 1. baik itu ketidak puasan maupun ketidaksetujuan. Kedaulatan Rakyat Meletusnya revolusi Prancis 1789 nerupakan salah satu penyabab dominan yang disebabkan raja-raja pranciss berkuasa secara absolut. memamerkan. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang bersama-sama menunjukan dukungan maupun protes kolektif. pengertian Hak Asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua orang sesuai kondisi yang manusiawi. seorang yang tergabung dalam United Nations Committe on Human Right. Kadang-kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan.yang lebih rendah. institusi msyarakat maupun pemerintahan diperlukan suatu kontrol sosial untuk memuahkan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian dan pemerintahan yang telah disepakati. GENERALISASI-GENERALISASI POLITIK Generalisasi merupakan pernyataan hubungan dua konsep atau lebih. Persamaan Konsepnya hampir melekat pada disiplin ilmu. 3. 1. Dari pernyataan tersebut maka beneralisasi-generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan di tingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya. 16. 1. Pernyataan tersebut boleh terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. . 15. 13. 1. Demonstrasi Konsepnya secara umum memperlihatkan. G. Negara Jika pemimpin suat negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkannya demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang-wenang. seperti di bawah ini. Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Rosalyn Higgins.

aman. tidak semua partai oposisi baik kerena tidak sedikit partai oposisi terlahir hanya didasarkan pertimbangan emosional atas kekalahannya dalam pemilahan umum yang telah lalu. Legimitasi Sebenarrnya di awal masa jabatannnya. Pemerintah Gus Dur memiliki legimentasi yang baik untuk melaksanakan agenda reformasi Indonesia. pemahaman mengenai pemerintahan yang demokrasi sarat dengan pengaruh nilai-nilai suatu negara atau bangsa. 1. Dengan demikian. Hal itu akan berbeda dengan di negara-negara yang menganut sistem liberal. mengingat ia memperoleh dukungan mayoritas dari berbagai elite dan partai politik yang mendukungnya. Demokrasi Tidak semua pemerintah yang demokrasi itu memiliki karakteristik universal kerana nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa akan turut mewarnai budaya politiknya. 7. 1. 8. bahkan tersandung dalam bulog-gate. Pemerintahan Pemerintahan yang diktator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa untuk melakukan suatu revolusi yang mengarahkan perlawanan terhadap rezim lama ketika menekan kebebasan dan menentang pembaharuan. aspirasi rakyat ataupun konstituen dapat diakomodir dengan sistem pemilihan umum yang baik. 1. Partai Politik . Sistem Politik Bagi pemerintahan yang menganut sistem politik yang komunis maupun otoritarian. kebebasan itu sangat luas. popularitas pemerintahannya menjadi pudar. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karana partai oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dalam kontrol atas mekanisme pemerintahan yang ada. pada hakikatnya dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. 1. bahkan berakhir secara tragis. jelas kebebasan rakyat terkekang. Hanya saja kerena ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu-isu yang kurang perlu. 4. dan berkesinambungan. 5. Negara Adanya peraturan dan undang-undang dalam kehidupan bernegara. 1.1. 9. Pemilihan Umum Pemilihan umum merupakan salah satu indikator pemerintahan yang demokrasi. 10. 1. 6. 1. bongkar pasang kabinet. mondar-mandir ke luar negeri. 11. seperti di negara-negara barat. Sebaliknya. termasuk kebebasan seksual di mana bagi kita hal itu perlu diatur dalam undang-undang. Sebab melalui sarana pemilihan umum.

1. hal itu dapat dimetaforakan sebagai seekor harimau yang dikebiri. 1. ada masa pensiun. 12. berarti tidak ada otonomi bagi daerah. ada pajak progresif. Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia tidak sekedar mencakup hak-hak sipil dan politik. Namun. berarti sama halnya dengan tidak dapat menumbuhkembang kehidupan demokrasi yang sejati yang menghargai hakhak asasi setiap pribadi. Umtuk mengimbangi hierarki status sosial dalam jabatan formal. sekarang pemungutan suara (voting) diberikan haknya kepada kaum laki-laki maupun perempuan dewasa. persamaan merupakan ide fundamental dalam asas kehidupan berbangsa dan bernegara. 1. Voting Pada umumnya. segala sesuatunya masih bersifat sentralistik. walaupun selalu ada hierarki-hierarki yang membedakan antar individu. KAMI merupakan motor utama kegiatankegiatan angkatan “66” dan memainkan peran pokok dalam arena politik berikutnya. Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manisia dan . dimana kesenjangan antara pusat dan daerah akan menjadi semakin timpang. Persamaan Dalam suatu tatanan pemerintahan demokrasi. tetap saja di balik persamaan tersebut memiliki beberapa ketidaksamaan secara relatif. 15. 1. Begitu pun dalam mengakhiri rezim orde baru yang otoritan.Jika suatu pemerintahan mengaku dirinya demokrasi. 1. sosial and cultural rights. 13. Untuk mengimbangi hierarki kekayaan. Sebab tanpa desentralisasi. Lagi pula selalu ada untuk mengimbangi bentuk hierarki-hierarki itu. Dalam gerakan demonstrasi anti pemerinyahan Orde lama. TEORI-TEORI ILMU POLITIK Teori politik merupakan enterprise dan jika di telusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa. 16. sementara partai politik dilarang berdiri. baik itu dalam sistem pemilihan distrik maupun proporsial. sosial dan budaya. 14. Demonstrasi Gerakan demonstrasi mahasiswa Indonesia tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa. seperti yang tercantum dalam international convenant on economic. tetapi juga hak-hak ekonomi. beberapa tokoh reformis dan mahasiswa Indonesia berhasil menurunkan Jendral Soeharto dari jabatannya kepresidennya melalui demonstrasi yang besar-besaran. tanpa mengurangi makna sebagai negara kesatuan. Desentralisasi Desentralisasi menjadi keniscayaan dalam pemerintahan Indonesia masa kini. 1. H. Ia tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas dan melakukan reproduksi.

Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. • Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. baik sebagai titik puncak dari perkembangan pranata.mempertanyakan pengaturan politik serta social apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhankebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia.kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik(politisi. Sedangkan sebagian lagi. dimana pandangan tersebut adalh mungkinuntuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar.pemilih. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah • Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip itu sendiri. Selain itu. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivism. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. 2002: 797).dan lain-lain).sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai.yakni teori politik empiris. • . • Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. Kelompok yang menonjol disini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian.dan lain-lain.teori politik formal. dan teori politik normative.kebebasan.keadilan. • Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang –kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori pilihan public (Miller. Sebagian lagi menafsirkan institusiinstitusi yang ada sebagai bagian dari pola keseluruhan sejarah perkembangan. memulai dengan mempertanyakan apa jenis pengetahuan yang mungkin dalam masalah-masalah politik. maupun sebagai tahapan persinggahan yang di persiapkan untuk digantikan oleh sesuatu yang lain. serta melanjutkan pada masalah-masalah mempertahankan pengaturan institusi yang memberikan kekuasaan kepada rakyat sesuai dengan proporsi kapasitas untuk menggunakannya demi kebaikan masyarakat. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat.birokrat. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu satu paying politk. 2002: 787). Sprektum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. Tujuannyab adalah meletakan prinsip-prinsip otoritas.