Artikel Politik

POLITIK DAN KEKUASAAN
Oleh : Bayu Pramutoko,SE Pengertian Politik Ilmu politik mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Tumpuan kajian ilmu politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu proses sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Miriam Budiharjo, 1992). Sistem itu menurut Deliar Noer (1983) meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Menurut Syarbani (2002:13), tumpuan kajian ilmu politik adalah upaya-upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, penggunaan kekuasaaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Dengan demikian dilihat dari aspek kenegaraan, ilmu politik mempelajari negara, tujuan negara, dan lembaga negara, serta hubungan kekuasaan baik sesama warga negara, hubungan negara dengan warga negara, dan hubungan antar negara. Apabila dilihat dari aspek kekuasaan ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan hasil dari kekuasaan itu. Dilihat dari aspek kelakuan, ilmu politik mempelajari kelakuan politik dalam sistem politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan, kepentingan, dan kebijakan. Melihat penjelasan di atas, kajian ilmu politik meliputi: (1) teori ilmu politik, (2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik), (3) partai politik, dan (4) hubungan internasional. Minimal ada enam hal yang ditekankan dalan ilmu politik, yaitu kekuasaan, negara, pemerintahan, fakta-fakta politik, kegiatan politik, organisasi masyarakat. Sedangkan obyek ilmu politik meliputi dua hal yaitu, (1) material (obyek ini berwujud pada perjuangan memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dengan obyek negara, kekuasaan, pemerintah, fakta-fakta politik, kegiatan politik, dan organisasi masyarakat). dan (2) formal (pengetahuan, pusat perhatian). Dengan demikian, Syarbaini menyimpulkan ada lima konsep tentang ilmu politik, yaitu (1) sebagai usaha-usaha yang ditempuh warga negara untuk membicarakan dan mewujudkan

kebaikan bersama, (2) segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah, (3) segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan, (4) kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan pelaksanaan kebijakan umum, dan (5) sebagai konflik dalam rangka mencari dan mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting. Sementara itu, menurut Maran (1999) politik merupakan studi khusus tentang cara-can manusia memecahkan permasalahan bersama dengan manusia yang lain. Dengan kata lain, politik merupakan bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses penentuan dan pelaksanaan tujuan-tujuan. Untuk melaksanakan tujuan itu perlu ditentukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi sumber-sumber dan berbagai sumber dava vang ada. Untuk itu diperlukan kekuatan {power) dan kewenangan {aiitliorlty). yang dipakai baik untuk membina kerja sama rnaupun untuk menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses tersebut. Kekuasaan itu bisa dipakai secara persuasif bisa juga secara koersif (paksaan) Definisi lebih sederhana tetapi padat dapat dilihat dari pendapatnya Surbakti (1999) yang mengcitakan bahwa konsep politik merupakan intcraksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pcmbuatan dan pdaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertcntu. Arti politik yang terekam dari berbagai referensi ilmu politik disimpulkan tiga penjelasan. terdapat Pertama, rnengidentifikasikan kategori-kategori aktivitas yang membentuk

politik. Dalam hal ini Paul Conn menganggap konflik sebagai esensi politik. Kedua, menyusun suatu rumusan yang dapat merangkum apa saja yang dapat dikategorikan sebagai politik. Politik dapat dirumuskan sebagai “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”. Ketiga, menyusun daftar pertanyaan yang harus dijawab untuk memahami politik. Melalui daftar pertanyaan diharapkan dapat memberi jawaban dengan gambaran yang tepat mengenai politik (Surbakti, 1992). jadi politik akan terkait dengan kekuasaan, negara dan pengaturan hidup bersama dalam upaya mencapai kebaikan bermasyarakat. Selain itu, dapat diketahui bahwa konsep-konsep pokok yang dipelajari ilmu politik adalah negara {state), kekuasaan (power), pengambilan kebijakan (decision making), kebijaksanaan (policy, beleiri), dan pembagian (di’-tribution), atau alokasi (allocation). Singkatnya, ilmu politik selain mempelajari tentang interaksi antara pemerintah dan

masyarakat untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama, yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan pemerintah melalui perumusan dan Pelaksanaan kebijakan umum, juga membicarakan tentang berbagai upaya perebutan mencari dan mempertahankan kekuasaan. Menurut Weber, sosiologi harus bebas nilai (value free), tidak bias kepentingan atau keyakinan moral pribadi. Bias personal harus dihindari selama melakukan riset ilmiah. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin objektivitas kebenaran sosiologi. Dari konseptualisasi sosiologis yang disumbangkan oleh para tokoh ilmu sosial, selanjutnya dijadikan pijakan dalam merumuskan ruang lingkup sosiologi politik. Dalam operasionalnva, cakupan materi sosiologi politik terwujud dalam beberapa hal: (1) sosialisasi politik; (2) partisipasi politik; (3) perekrutan politik; (4) komunikasi politik. 1. Sosialisasi Politik Sosialisasi politik adalah suatu proses agar setiap individu atau kelompok dapat mengenali sistem politik dan menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap fenomena-fenomena politik. Kerja sosialisasi politik meliputi pemeriksaan mengenai lingkungan kultural, lingkungan politik dan lingkungan sosial individu maupun kelompok. Dengan demikian, sosialisasi politik merupakan landasan sosiologi politik selain yang terpenting juga memegang peranan utama dan pertama bagi setiap tindakan politik. 2. Partisipasi Folitik Partisipasi politik ialah keterlibatan individu atau kelompok pada level terendah sampai yang tertinggi dalam sistem politik. Hal ini berarti bahwa partisipasi politik merupakan bentuk konkret kegiatan politik yang dapat mengabsahkan seseorang berperan serta dalam sistem politik. Dengan demikian, maka setiap individu atau kelompok yang satu dengan yang lainnya akan memiliki perbedaan-perbedaan dalam partisipasi politik; sebab partisipasi menyangkut peran konkrit politik di mana seseorang akan berbeda perannya, strukturnya dan kehendak dari sistem politik yang diikutinya. 3. Perekrutan Politik Pengrekrutan politik adalah suatu proses yang menempatkan seseorang dalam jabatan

dan pasti. Informasi tersebut bersifat terus-menerus. individu ke kelompok maupun kelompok ke kelompok yang dampaknya dapat dirasakan oleh semua tingkatan masyarakat. perekrutan tidak formal yakni usaha seseorang tanpa suatu proses terbuka sehingga seseorang itu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekati orang lain untuk diberi posisiposisi tertentu. 4. Pertama. Komunikasi Politik Komunikasi politik ialah suatu proses penyampaian informasi politik pada setiap individu anggota sistem politik atau informasi dari satu bagian sistem politik kepada bagian yang lainnya. Hubungan Masyarakat dan Politik Dalam kerangka dimensi-dimensi sosial masyarakat. reakasi-reaksi masyarakat terhadap sistem politik dan pejabat politik. Perekrutan ini dilaksanakan melalui seleksi atau melalui pemilihan. Atau suatu harapan. Informasi itu bisa dalam bentuk harapan. bersifat pertukaran baik antara individu. Perekrutan politik merupakan konsekuensi logis dalam memenuhi kesinambungan sistem politik dan adanva suatu sistem politik yang hidup dan berkembang. Dalam operasionalnya. perekrutan politik dapat ditempuh melalui dua jalan. Landasan-landasan di atas merupakan proses-proses politik yang mesti ada dan berjalan dalam suatu sistem politik dan embaga-lembaga politik ketika akan. Kedua. menurut Franz Magnis Suseno (1991) nkan mencakup lingkaranlingkaran kelembagaan hukum dan negara serta sistem-sistem nilai dan ideologi-ideologi yang memberikan legitimasi ” kepadanya. ” Sepintas lalu. ajakan. perekrutan yang bersifat formal yakni ketika seseorang menduduki jabatan politik direkrut secara terbuka melalui ketetapan-ketetapan yang bersifat umum dan ketetapan-ketetapan itu disahkan secara bersama-sama.politik setelah vang bersangkutan diakui kredibilitas dan lovalitasnya. akan selalu terkait dengan politik. pernyataan di atas memberikan alasan kemustahilan jika masyarakat terpisah . kritikan. janji dan saran-saran pejabat politik kepada masyarakatnya yang berdampak terhadap perubahan atau nwmperteguh tindakan-tindakan politiknya agar dilaksanakan stau tidak dilaksanakan. Dimensi politik dalam masyarakat. berurusan dengan MASYARAKAT DAN POLITIK A. dan informasi yang saling diterima di antara sistem-sistem sosial dengan sistem-sistem politik.

Pendapat di atas menggambarkan hubungan masyarakat I dengan politik pada aspek kekuasaan. la menegaskan bahwa prasyarat adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya : masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. orang-orang yang dikuasainya. Hubungan itu tentu pula berada dalam unit yang sekecilkecilnya. begitu seterusnya sampai kita jumpai pemimpin negara. Apa yang ditegaskan Suseno itu mencirikan suatu hubungan masyarakat dan politik ke dalam bentuk. la menegaskan bahwa prasyarat “. melainkan menunjukkan pula kepada masyarakat tradisional yang telah terjadi secara turun-temurun sepanjang sejarah kehidupan manusia. undang-undang tentang 1 jangka panjang. adanya kekuasaan ditengah masyarakat kecuali adanya masyarakat yang menguasai pada satu pihak dan adanya ” masyarakat yang dikuasai pada pihak lain. Cerminan doktrinal Islam tersebut merefleksi kepada apa yang disebut pemimpin keluarga. Hubungan masyarakat dan politik dilihat dari kegunaannva memiliki makna pengaturan. Suatu pengaruh atau wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh .’ Dengan adanya negara menunjukkan adanya keterikatan seseorang pada peraturan-peraturan yang berlaku. kabilah dan lain sebagainya. Menurut Deliar Noer terdapat hubungan masyarakat dengan politik pada aspek kekuasaan. makhluk yang selalu ingin mengambil tindakan. Pengertian di atas tidak semata merujuk kepada masyarakat modern. peraturan-peraturan secara umum maupun secara khusus. Pertama. Dalam upaya pengaturan hasrat (tahu. adalah dua sisi mata uang. manusia adalah makhluk yang tahu dan mau. Kedua. Seperti disebut oleh Franz Magnis Suseno (1991 : 20). mau dan tindakan) itu diperlukan suatu lembaga pengaturan dengan jenisnya yang bermacam-macam : ada yang disebut kerajaan. Undang-undang perpajakan. seperti kita kenal dalam Islam bahwa apabila ada tiga orang bepergian maka hendaklah ditunjuk salah satunya jadi pemimpin. baik pada lingkup individu maupun . negara. hubungan itu mempunyai dua sesi fundamental. Suatu pengaruh atau ” wibawa seseorang yang menguasai dibentuk dan diberikan oleh orang-orang yang dikuasainya. Politik dan ” masyarakat. baik untuk jangka pendek maupun untuk kelompok. atau sebaliknya. penghasilan. kendati saling berbeda titik tekannya namun ia tak mungkin terpisahkan ” dalam realitas sosialnya.dengan politik. singkatnya adalah negara. pemimpin Rukun Tetangga.

jangankan masih hidup. juga digambarkan oleh Stevan Lukes (dalam Miller & Seidcntof.organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan. Sebab. Secara deskriptif Soemarsaid Moertono (1985) melukiskan peranan negara dalam masyarakat. Dengan kata lain. Karena itulah orang jawa tidak akan menganggap negara telah memenuhi kewajiban-kewajibannya bila ia tidak mendorong suatu kententraman batiniah (tentrem. yakni dengan izin penguburannva misiilnya. sebaliknya. bahwa demikian kompleksnva hubungan negara (politik) dengan masyarakat. dan lain sebagainya merupakan aturan-aturan yang muncul dari rahim negara (dibuat oleh pemerintah) untuk menciptakan tertib berpolitik di antara masyarakat dari lapisan yang terendah-rendahnya kepada lapisan yang setingi-tingginya. Kendati yang dicontohkan dalam kutipan di atas adalah masyarakat Jawa. la tidak hanya berhubungan dengan pengtituran-pengaturan yang sifatnva profan (nampak). Dan sini jarak sudah pendek sekali untuk sampai pada keyakinan akan berlakunya nasib. namun negara-negara tradisional dan modern dimanapun lebih kurang akan memiliki hubungan yang sama. 1986) sebagai ‘berikut. Inilah yang menunjukkan pentingnya negara yang terkadang dapat lebih besar hubungannya ketimbang peran organisasi subordinatnva seperti perkumpulan olahraga atau organisasi politik (partai) dan organisasi kemasyarakatan.. kedamaian dan ketenangan hati) maupun mewujudkan tata tertib formal seperti peraturan negara. “Tak ada ruang bagi penyesuaian sekehendak hati maupun timbal balik atau suatu perdamaian/kerukunan dan mencocokkan yang menyenangkan. Penyimpangan dari padanya akan menimbulkan serangkaian reaksi yang mungkin sampai kepada hal-hal yang mencelakakan. bahwa politik (negara) selalu berhuhungan dengan masyarakat dalam pengertiannya yang amat kompleks dan menveluruh. e. setiap anggota masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari ikatanikatan peraturan-peraturan yang diadakan oleh negara. “Mengapakah seseorang harus membentuk suatu ikatan terhadap aparat administratif yang . Secara umum juga dapat dikatakan bahwa seseomng jelas-jelas tidak dapat menghindarkan dari hidup bernegara. sebagai ber’kut. undang-undang larangan terhadap berdirinya partai komunis.” Kutipan di atas menunjukkan. bahkan persoiilan ketentraman dan kedamaian batiniah sekiilipun sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. Eratnya hubungan masyarakat dan politik.d. alam semesta diatur dengan ketentuan-ketentuan yang keras dan tegar tanpa ampun. ketika ia meninggal saja ia tetap berhubungan dengan negara.

H. suatu keinginan untuk bersatu dengan mereka secara politis dalam suatu negara dan kesiapan untuk terikat pada tindakan politik bersama. hal ini tetap harus diakui sebaga. kebudayaan dan kekayaan alam lingkungannya. Maka politik. Sebagai simbol kebersamaan 2. Perang dunia I dan dunia II yang disusul dengan Perang dingin ( Ketegangan hubungan antara kekuatan liberal dan komunis ) sesungguhnya merupakan refleksi hubungan masyarakat (dunia) dengan politik. peluang. yang penting bukanlah mesin pemerintahan melainkan bahwa orang harus mempunyai rasa untuk berbagi nasib politik dengan orang lainnya. pengaturan dan penerbitan. Bahwii secara ekstrim. . wadah aktualitas. Sebagai wahana tumbuhnva perasaan dan senasib 4. Sebagai wahana ikatan dalam bertindak. untuk menghindari pertentangan nilai dalam hubungan itu. Namun seperti diungkapkan oleh Carlto • J. Sebagai wujud identitas bersama 3. Hayes (1950: 128).r-bungan antara masyarakat dan politik. dalam kerangka kecil maupun besar akan mengarahkan fungsi-fungsi hubungan antara anggota masyarakat sehingga setiap diri masyarakat selalu mendapatkan kesempatan. kendati pada kerangka nilai harus dipisahkan mana hubungan yang dapat dibenarkan dan mana hubungan vang tidak terpuji.memonopoli kekuasaan sah dalam wilayah tertentu? Simbol-simbol seperti akan bersatu dalam kehidupan hanya apabila mereka menjadi simbol-simbol negara. sehingga politik pada akhirnya berekses pada pemusnahan suatu masvarakat oleh masyarakat yang lainnya.” llustrasi tersebut menjelaskan bahwa hubungan politik dan masyarakat sangat berarti untuk terdapatnya masyarakat bersatu serta agar masyarakat memiliki identitas diri yang mendorong rasa memiliki terhadap identitas bersamanya itu (nasionalisme) Secara sederhana hubungan itu dapat dirinci sebagai berikut: 1. melalui hubungan masvarakat dan politik dapat menimbulkan suatu permusuhan dan peperangan andai hubungan itu dilepaskan dari kerangka-kerangka nilai yang berlaku di tengah masvarakat. maka hubungan masyarakat dan politik dapat dirumuskan sebagai kekuatan yang memupuk simpati antar anggota masyarakat seperti pengabdian bersama.t. . Tetapi politik tersebut telah ternodai oleh lepasnya ikatan-ikatan moral dan telah lepas dari substansi politik dalam fungsinya untuk tertib bermasvaraka. perbaikan dan pembaharuan serta rasa pembelaan kepada wilayah. Namun demikian.

Melalui sosialisasi politik. Pengenalan ini sangat berguna bagi masyarakat. lebih dari itu sebagai arena pemupukan kesadamn bagi masyarakat dan bagi proses politik itu sendiri. harapan. Di sini harus diakui bahwa komunikasi politik tak sekedar media penyerapan informasi.Timbal Balik Antara Masyarakat dan Proses Politik Proses-proses politik sebagaimana telah diuraikpin terdahulu •bagai landasan konseptual) oleh Rush & Althoff (1995: 22-25) esungguhnya harus dipahami sebagai proses politik yang melahirkan timbal balik antara masyarakat satu pihak dan politik di pihak lain. Hal yang sama terjadi pada pengrekrutan politik. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik itu secara niscaya dapat dikatakan agar proses politik tidak berjalan sekehendaknya. Begitu pula yang terjadi pada partisipasi politik. Pemilihan umum (Pemilu) sebagai bagian dari proses politik di Indonesia akan dapat diikuti tahapan-tahapan dengan baik apabila masyarakatnya telah mengenali Pemilu dari segi keharusan-keharusannya dan dari segi larangan-larangannya. perilaku yang dikehendakinya dan lain sebagainya. Dengan pengrekrutan maka sistem politik akan kuat. maka masyarakat akan menemukan legitimasi dan kewibawaan dalam menentukan aktulisasi peran dirinya tanpa merasa berposisi yang dikesankan masyarakat dan bernegara” di zaman kuno sebagaimana tlilukiskan oleh Larry Siedentof (dalam Miller & Siedentof. timbal balik masyarakat dan proses –Politik barangkali dapat disebut sebagai timbal balik yang paling mudah menemukan wujudnya. dan bagi proses politik telah memiliki ruang untuk dikenali masvarakat sehingga proses politik tidak canggung untuk disosialisasikan. Dengan direkrutnya masyarakat ke dalam proses politik. mendapatkan dukungan dan mendapatkan wilayah geraknya. Di sini masyarakat akan mengetahui proses polilik dari segi strukturnya. suatuu proses politik akan berjalan baik dan akan memberikan makna bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat manakala masvarakat akan berarti bagi masyarakat itu sendiri dalam rangka menghapus kesan dirinya terasingkan dalam proses politik yang akan dijalankan oleh negara umpamanya. janji. 1986) Pada komunikasi politik. Faktor tingkah laku masyarakat yang dapat dipahami dengan baik oleh sebuah proses politik yang dijalankan. akan berguna sebagai referensi tindakan-tindakan politik yang nontinya baik input maupun output berguna bagi masyarakat dar. Pengrtian-pengertian. melainkan atas dasar pertimbanganpertimbangan masyarakat baik yang berposisi selaku subjek politik maupun objek politik. efektif bagi proses itu sendiri. atau oleh negara dan partai politik kepada masyarakat sesuatu yang paling mungkin terjadi melalui komunikasi politik. Secara mengesankan Magnis-Suseno (1986:152) mengatakan sebagai berikut: “Pembangunan politik . ancaman yang dikeluarkan masyarakat untuk negara atau partai politik. masyarakat akan mengenali suatu sistem politik yang berlaku di sekitarnya sehingga masyarakat inemberikan reaksi terhadap gejala-gejala dari sistem politik itu. yakni mengenali.

melainkan penuh hormat. Sebagai contoh. Masyarakat Indonesia yang agamis menolaknya dan karenanya timbul gelombang unjuk rasa yang amat dahsyat. Dan hal ini sebagai bukti bahwa suatu proses politik yang tak mencerminkan hubungan timbal balik antara kepentingan politis disatu pihak dan kepentingan masyarakat pada pihak lain akan berakhir secara mengenaskan. Pemerintah menarik kembali SDSB. Pembangunan politik tidak secara kasar mencampuri proses-proses hidup. pemerintah Indonesia pernah melakukan tindakan politik (yang tak sekedar tindakan ekonomi) dengan mengesahkannya SDSB. walau mungkin kehendak itu secara relatif dipandang menghalangi proses politik yangseharusnya. Jalan ke luar di atas sangat penting. lebih dari itu harus ada kesediaan untuk mencerminkan kehendak masyarakat. Sebab. secara gamblang diakui oleh Clifford Geertz (1992: 144).harus yang dituntut oleh pendekatan sistem bekerja sama dengan dan berdukung pada subsistemsubsistem yang ada. mengingat kehidupan politik menurut Ibnu Khaldun . menurut Vie George Paul Wilding (1992: 21) apabila proses politik tak sekedar mencerminkan para elite strategis negar itu saja. negara.” Kutipan di atas mencerminkan bahwa agar proses politik memiliki hubungan timbal balik dengan masyarakat. Contoh ini menunjukkan bahwa proses politik yang diambil oleh suatu kelompok atau pemerintah yang proses itu bertentangan dengan masyarakat. Suatu hubungan timbal balik akan dirasakan oleh masyarakat dan negara dalam melakukan proses politiknya. maka proses politik hendaklah memperhatikan realitas kultural masyarakat itu sendiri. maka akan menimbulkan anarkis yang menggetirkan. menyesuaikan diri dengan apa yang sudah ada. pada kekuatan-kekuatan yang bekerja. dalam kesadaran tahu diri. bahwa proses-proses politik tak sekedar menampakkan wujud institusi formalnya. teruji dan terpuji. apabila proses politik sudah mengenvampingkan realitas kultural realitas masyarakat. maka dengan sendirinya masyarakat dapat mengenyampingkannya bahkan mungkin secara mengkristal berbuntut perlawanan. namun lebih dari itu proses politik akan memaklumi setiap kehendak masvarakat. dan seyogyanya kehendak itu dijabarkan oleh proses politik itu sendiri. apakah mengenyampingkan kehendak politiknya atau justru kehendak masyarakatnya. Dengan adanya timbal balik itu. tinggal memilih sebuah konsekuensi yang termudah. Di sini. walaupun proses proses politik dirasakan sangat penting. apa vang dikhawatirkan oleh Geertz. Kendati jalan mengkompromikan jelas lebih baik karena pada upaya itu upaya timbal balik dapat din-iaknai secara lebih mengesankan. tegas George & Wilding.

proses politik harus dipahami sebagai mekanisme yang menjadikan masyarakat segala kehidupannya berjalan lancar. sebagaimana dikerangkakan oleh Maurice Duverger (1993 : 351) hendaklah mencerminkdn suatu solidaritas antar keduanya. sampai secara tuntas mencoba menelusuri hubungan timbal balik antara proses politik vang ditempuh oleh negara dengan rakyat (masyarakat) sebagai unsur kekuatan dominannya. masyarakat saja tanpa adanya proses-proses politik vang dilalui. merupakan akibat dari struktur komunitas hidup. Onghokham dalam karyanya itu sempat mengidentifikasi beberapa kegagalan peristiwa politik sepanjang sejarah Indonesia yang dirasakan lagi. Onghokham dalam karyanya “Rakyat dan Negara” (1991).(dalam Zainuddin. Dengan kata lain. Dan ia . Dengan demikian. Begitu sebaliknya. namun lebih dari itu memahami dan memenuhi keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan. akibat peristiwa itu tidak mampu menggerakkan solidaritas masyarakat. Kehendak politik melalui tanpa masyarakat niscaya proses politik akan berjalan hampa. tentu Indonesia merdeka akan menjadi sebuah mimpi masyarakat sampai hari ini. dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah suatu keharusan dalam kehidupan masyarakat. Timbal balik antara masyarakat dan proses politik lebih dari yang telah dipaparkan. dan proses politik yangada hendaklah merupakan refleksi dari merealisir keinginan-keinginan dan kebutuhan-kebutuhan vang ada dalam masyarakat secara adil dan penuh perikemanusiaan. komunitas hidup yakni komunitas negara yang karena ada keduanya tatanan kehidupan akan berjalan secara normal asalkan keduanva mencmpatkan dalam posisi sejajar dalam suatu hubungan yang saling membutuhkan. dan Bahwa masvarakat hendaklah menjalankan fungsinya sesuai dengan proses politik vangdijalankan . haruslah dipandang bahwa antara masvarakat dengan proses politik merupakan. 1992: 93). Barangkali proses politik Indonesia merdeka tak pernah terwujud sampai hari ini apabila masyarakat saat itu tak membutuhkan kemerdekaan. Karena itu. dimana setiap individu membutuhkan orang lain di dalam suatu jaringan hubungan yangsaling masuk dengan yang lainnya. maka kehidupan masyarakat tak akan teratur. saling terkait dan saling menentukan. Tolong-menolong untuk kepentingan mencapai tujuan bersama tidak akan terealisasikan. timbal balik antara masyarakat dan proses Politik itu tidak sematamata diukur oleh saling pengertian dan memahami hakikat masyarakat dan hakikat politik yang dijalankan. Tanpa kehidupan dan proses politik yang timbal balik. terutama diplomasi. Sebab pada solidaritas itu. tegas Duverger.

digambarkan oleh Onghokham merupakan basis penentu keberhasilah politik. Jakarta: PT. Sosiologi Politik. April. 1986. 4 Oktober. 1985. Jakarta. yang tidak saja terjadi di Indonesia. A Discipline Devided: School and Sects in Political Science. New Delhi: Sage Publication. 1994. 1986. Meriam. 1999 “ Masa Depan Indonesia sebuah analisis Wacana tentang Perkembangan Civil Society” masyarakat Kebudayaan dan Politik. Gabriel A. Gambaran Onghokham di atas sekaligus merupakan suatu jawaban yang cukup lugas suatu hubungan politik dan nnasyarakat dimana hubungan itu terjalin karena terdapat timbal balik antara politik dan kehendak-kehendak masyarakat. Xii. 1992. Bottomore. Masyarakat Politik 07:18 Risya_anjani elf No comments Masyarakat Politik . Surbakti. Jakarta. Carter..Suko.T Jenggala Sparingga. Jakarta. 1992. Rineka Cipta. Sosiologi Politik. Masalah dan prospek Pembangunan Politik Di Indonesia. New Park London.. otoritas dan Demokrasi. Gramedia. No. bahkan politik dijalankan atas dasar kehendak masyarakat itu sendiri BAHAN BACAAN Alfian. Tom. Kediri : P. setradisional apapun peristiwa politik yang terjadi karena mendapatkan dukungan masyarakat secara massif dan peristiwa-peristiwa itu oleh masyarakat terasa menjadi tanggungjawabnya dan menjadi miliknya. Analisis Politik Modern. Jakarta bumi Aksara.2002. Budiharjo. 1999. Begitu dahsyatnya suatu timbal balik antara proses politik dengan masyarakat. Dasar-dasar ilmu Politik. Antropologi Politik Jakarta : Rajawali Pers. Gramedia Widiasarana Indonesia. Almond. Jakarta : Gramedia. Susilo. Balandier. Dahl. Rajawali Pers. namun terjadi pula pada negara-negara jajahan yang terbebas dari belenggu penjajahan. Th. Ramlan. Daniel T. Georges. 1990.pun mencatat. Memahami Ilmu Politik. Robert.

biasanya mereka berada di luar tugas partai politik. Namun. walaupun memiliki tujuan yang sama. Tujuan bersama menjadi salah satu hal yang mendasari kepentingan manusia untuk membentuk organisasi atau kelompok bersama. Negara dibentuk dan dijalankan oleh sekelompok orang dalam wilayah tertentu dalam rangka mewujudkan tujuan bersama yang telah disepakati. politik dan warga negara yang telah saling memiliki hubungan antara pemerintah dan masyarakat. tolong menolong untuk mencapai tujuan yang sama guna memenuhi kebutuhankebutuhan dasarnya agar dapat bertahan hidup”. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa masyarakat politik bukanlah masyarakat yang statis. industriawan dan asosiasi lainnya. propaganda atau cara lain yang lebih efektif. 2. Adapun cara yang digunakan dapat melalui persuasi. Budaya Politik (Political Culture) Menurut Almond dan Verba. interaksi setiap individu maupun kelompok memiliki cirri-ciri sebagai berikut. Kelompok Kepentingan (Interest Group) Adalah kelompok/organisasi yang berusaha mempengaruhi kebijakan pemerintah tanpa berkehendak memperoleh jabatan publik. wewenang dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Untuk dapat melaksanakan segala aktivitas yang berhubungan dengan tujuan negara tersebut diperlukan adanya kekuasaan (authority). masyarakat politik dapat diartikan sebagai masyarakat yang bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dengan “aktivitas tertentu” yang berhubungan dengan bagaimana caracara memperoleh kekuasaan. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu.Dasar organis pembentukan masyarakat adalah “Keinginan manusia untuk hidup bersama atau kerjasama. Karena kelompok-kelompok yang berbeda akan mencoba memperjuangkan berbagai kepentingannya melalui saluran komunikasi politik yang ada. dan sebagainya. Pada masyarakat politik. Perilaku Politik (Political Behavior) Perilaku politik dapat dinyatakan sebagai keseluruhan tingkah laku. Kelompok Penekan (Pressure Group) Menurut Stuart Gerry Brown. agar kepentingan seseorang atau suatu kelompok diketahui oleh pihak lain dan dijadikan sebagai pokok bahasan. 3. No. 4. menggunakan kekuasaan. Mereka antara lain: kelompok pengusaha. Jika kehidupan politik yang demokratis diterapkan. tidak setiap warga negara memiliki pemikiran yang sama tentang bagaimana cara mewujudkan tujuan bersama. Jadi. maka diperlukan adanya komunikasi politik. antara lembaga pemerintah dan antara kelompok masyarakat dalam rangka proses pembuatan. Di dalam masyarakat politik. Bentuk Aktivitas Uraian 1. Kelompok kepentingan bisa menghimpun ataupun mengeluarkan dana dan tenaganya untuk melaksanakan tindakan-tindakan politik. . maka kehidupan masyarakat politik akan menjadi sangat dinamis. Warga negara mengidentifikasikan dirinya dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. usaha-usaha mempertahankan kekuasaan. Untuk itulah politik ada. karena politik menjadi gelanggang bagi persaingan gagasan dan kepentingan warga negara. Komunikasi politik adalah semua kegiatan dalam sistem politik yang dimaksudkan agar inspirasi dan kepentingan politik warga negara diakomodasi menjadi berbagai kebijakan. budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. pengendalian kekuasaan. pelaksanaan dan penegakan keputusan politik. kelompok penekan adalah kelompok yang dapat mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijaksanaan pemerintah.

Dalam hal ini yang dimaksud suprastruktur politik adalah Lembaga-Lembaga Negara. maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. DPD. melalui badan-badan inilah masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya. Dalam model ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harus diolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberian oleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Mahkamah Agung. media massa. Pengertian Sistem Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan terorganisasi. dan yudikatif ). Pengertian sistem Politik di Indonesia Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan. Kelompok Penekan (Presure Group). Dalam Penyusunan keputusan-keputusan kebijaksanaan diperlukan adanya kekuatan yang seimbang dan terjalinnya kerjasama yang baik antara suprastruktur dan infrastruktur politik sehingga memudahkan terwujudnya cita-cita dan tujuan-tujuan masyarakat/Negara. dan perilaku politik. Pengertian sistem politik a. Dengan merubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Perbedaan sistem politik di berbagai Negara 1. Ormas. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut. Presiden dan Wakil Presiden. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusat kekuatan politik misalnya merupakan satu aspek. Pandangan ini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yang otoriter. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yakni suatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Dengan adanya partisipasi masyarakt diharapkan keputusan yang dibuat pemerintah sesuai dengan aspirasi dan kehendak rakyat. DPR.wikipedia. pengambilan keputusan.Sistem Politik Indonesia Dalam perspektif sistem. Mahkamah Konstitusi. politik adalah emua lembaga-lembaga negara yang tersbut di dalam konstitusi negara ( termasuk fungsi legislatif. sedangkan peranan partai politik dan kelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yang ada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Kelompok kepentingan (Interest Group). seleksi dan penyusunan skala prioritasnya. yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output).org/wiki/Sistem_politik A. B. Dalam perspektif ini. dan pranata politik lainnya adalah merupakan infrastruktur politik. lembaga-lembaga politik. Tokoh Politik (Political Figure). sistem politik adalah subsistem dari sistem sosial. . Komisi Yudisial. upaya-upaya mewujudkan tujuan. http://id. Tuntutan dan dukungan sebagai input dalam proses pembuatan keputusan. Badan yang ada di masyarakat seperti Parpol. Lembaga-lembaga ini yang akan membuat keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kepentingan umum. Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalam sistem politik. eksekutif. Alat/Media Komunikasi Politik. Suprastruktur dan Infrastruktur Politik di Indonesia 1. Lembaga-lembaga tersebut di Indonesia diatur dalam UUD 1945 yakni MPR.

SISTEM POLITIK menurut Rusadi Kartaprawira adalah Mekanisme atau cara kerja seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik yang berhubungan satu sama lain dan menunjukkan suatu proses yang langggeng 2. bukan tujuan pribadi. sistem politik adalah sekumpulan pendapat. Sukarno. Meningkatnya respon masyarakat terhadapkebijakan pemerintah b. Politik biasanya menyangkut kegiatan partai politik. Dapat disimpulkan bahwa politik adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan kebijakan dan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. prosedur. dasar dasar pemerintahan. tidak adanya oposisi.b. dan kelembagaan yang demokratis. Meningkatnya partisipasi rakyat dalam berbagai kehiatan organisasi politik. Ide kedaulatan rakyat 2. prinsip. Bentuk Republik 4. pembatasan kekuasaan. ataupun dalam hal kekuasaan Negara. Pengertian Sistem Politik Menurut Drs. Adanya partisipasi rakyat dalam mendukung atau menolak suatu kebijakan politik c. Macam-macam Sistem Politik 3. Pemerintahan berdasarkan konstitusi 5. Istilah politik dalam ketatanegaraan berkaitan dengan tata cara pemerintahan. Sistem peemrintahan presidensiil 1. Sistem Perwakilan 7. pertukaran gagasan yang bebas. prinsip. Sistem Politik Di Negara Liberal : Bercirikan adanya kebebasan berpikir bagi tiap individu atau kelompok. peniadaan hak milk pribadi. dan kelompok-kelompok penekan Masyaralat politik adalah masyarakat yang menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan . Pemerintahan yang bertanggung jawab 6. serta terdapat pembatasan terhadap arus informasi dan kebebasan berpendapat b. penegakan hukum. organisasi kemasyarakatan. 4. tidak adanya mekanisme pemilu yang terbuka. Pengertian Politik Politik berasal dari bahasa yunani yaitu “polis” yang artinya Negara kota. Sistem Politik Di Negara Komunis : Bercirikan pemerintahan yang sentralistik. Negara berdasarkan atas hukum 3. Peran serta masyarakat dalam politik adalah terciptanya masyarakat politik yang “Kritis Partisipatif” dengan ciri-ciri a. khususnya dari pemerintah dan agama. sistem pemerintahan yang transparan yang didalamnya terdapat jaminan hak-hak kaum minoritas c. tentara dan organisasi kemasyarakatan. peniadaan hak-haak sipil dan politik. Adapun sendi-sendi pokok dari sistem politik demokrasi di Indonesia adalah : 1. Sistem Politik Di Berbagai Negara a. yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atau kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. Pada awalnya politik berhubungan dengan berbagai macam kegiatan dalam Negara/kehidupan Negara. c. Politik pada dasarnya menyangkut tujuantujuan masyarakat. Sistem Politik Demokrasi Di Indonesia : Sistem politik yang didasarkan pada nilai.

Tidak GOLPUT pada saat pemilu. (Lembaga eksekutif). Misalnya.Cirinya cuman Satu yaitu suka NGOMONGIN Politik dimana saja. juga dalam konteks ekonomi dan perkembangan zaman yang mampu menyejahterakan dan memuliakan hidup sebuah masyarakat beradab. memiliki tujuan yang mengikat seluruh anggota masyarakat. Ciri dari civil society. misalnya. Bisa di katakan bahwa proses membentuk civil society itulah yang sesungguhnya membentuk masyarakat kota. tata cara pemilihan dan penetapan Presiden. Sedangkan ciri-ciri masyarakat politik: terdapat kelompok yang memerintah dan kelompok yang diperintah. Ketiga. yang perlu di garis bawahi disini adalah. nyaris selang berabad-abad lamanya setelah istilah tersebut tenggelam.Konsep civil society model Cicero di maksud sebagai sebuah masyarakat politik (political society) yang memiliki kode hukum sebagai dasar pengaturan hidup. misalnya mengidensipikasikan civil society sebagai " masyarakat politik" (political society). DPR). adanya ruang publik bebas (free public sphere) sebagai wahana bagi keterlibatan politik secara aktif dari warga negara melalui wacana dan praksis yang berkaitan dengan kepentingan publik. selain terkait dengan tata hukum. Locke. tata cara pemilihan badan legislative (parlemen. Tapi. utamanya tatkala berhadapan dengan negara. Adanya hukum yang mengatur pergaulan antara individu menandai keberadaan suatu jenis masyarakat tersendiri. ada system pemerintahan yang mengatur kehidupan masyarakat. Masyarakat kota. Kedua. menurut Cicero merupakan masyarakat yang telah menundukan dirinya di bawah supremasi hukum (civil law) sebagai dasar yang menentukan hidup bersama. kapan saja dan dengan siapa saja. Di masa selanjutnya. adanya kemampuan membatasi kuasa negara agar ia tidak intervensionis. adanya kemandirian yang cukup tinggi dari individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. ternyata konsep civil society Locke dan Rousseau belum membedakan antara civil society dengan negara. John locke dan Rousseau menghidupkannya kembali sebagai istilah yang di pakai dalam menganalisis hubungan masyarakat dengan politik. mengenai penyelenggaraan kekuasaan negara. Mencari akar defenisi dari konteks Barat.pada hakekatnya adalah sebagai sebuah konsep yang berasal dari proses sejarah masyarakat Barat merupakan cerminan sebuah tatanan sosialkemasyarakatan yang antara lain dicirikan tiga hal. Pertama.kekuasaan negara. partai poilitik. dapat menerima perbedaan pendapat yang ada. Sementara Rousseau menggarisbawahinya lebih lanjut dengan mengatakan bahwa masyarakat politik itu tercipta lewat adanya kontrak sosial(social contract)."Masyarakat politik adalah masyarakat yang memahami arti penting hak dan kewajibannya sebagai warga negara. ciri-ciri masyarakat politik: a) Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif b) Bersifat kritis dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah d) Dalam penyelesaian masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah c) Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya . Bahkan keduanya beranggapan bahwa civil society adalah pemerintahan sipil yang membedakan diri dari masyarakat alami-yang muncul sebagai prakondisi civil society. ada lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan sistem pemerintahan.

Teori Strukturisasi Giddens: Hubungan Negara-Masyarakat Secara konseptual, mengkaji negara tidak dapat dilepaskan dari mengkaji masyarakat, begitu juga sebaliknya. Keduanya selalu dalam keadaan berinteraksi dan saling mempengaruhi. Sebagaimana dikemukakan oleh Chandoke (1995): Argumen pertama studi ini yaitu sifat negara dapat dipahami dengan mengacu ke politik civil society. Kedua, civil society tidak dapat menampilkan fungsinya menuntut negara bertanggungjawab kecuali jika civil society sendiri didemokratiskan. Studi ini mempermasalahkan negara dan civil society. Perkiraan dasar studi ini adalah bahwa tidak ada teori negara tanpa teori civil society, dan secara bersamaan, tidak ada teori civil society tanpa teori negara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori strukturisasi yang dikembangkan oleh Anthony Giddens untuk menjelaskan relasi negara-masyarakat. Sebetulnya teori Giddens bukanlah konsep tentang hubungan negara-masyarakat yang lazim dikenal dalam Ilmu Politik, namun ia memiliki daya penjelas yang sangat berguna. Teori Giddens digunakan karena sering seimbang dan jukstaposisi memposisikan negara dan masyarakat. Selain itu ia memiliki “fleksibelitas” jika dipakai menganalisis relasi negara-masyarakat yang sifatnya kompleks. Prinsip fleksibelitas dan jukstaposisi inilah alasan utama penulis menggunakan teori strukturisasi Giddens dalam penelitian ini. Teori strukturisasi, yang merupakan konsep epistemologis yang mendasari karya-karya Giddens sesudah tahun 1980, adalah masalah yang paling fundamental dan akrab dalam ilmu sosial. Dua komponen penting yang ada di sini adalah “struktur” dan “agensi”. Giddes mengartikan “struktur” sebagai “rules and resources” yang dipakai pada proses produksi dan reproduksi sistem sosial. Sementara “agensi” (agency) ialah individu yang prepetrator (yang berbuat). Persoalan “struktur” dan “agensi” adalah tema lama, namun banyak sosiolog yang masih melihat keduanya secara berat sebelah (Giddens, 1984). Giddens dianggap sebagai orang pertama yang berhasil menyeimbangkan relasi struktur dan agensi. Giddens juga diakui telah mengelaborasi formulasi teori strukturisasi yang sangat orisinal, dalam formulasi yang lebih jauh lebih sophisticated dalam detailnya dan jauh lebih sugestif dalam aplikasinya daripada teori strukturisasi versi lainnya.1 Giddens tidak memandang struktur dan agensi sebagai dua hal yang berbeda karena, jika demikian, akan memunculkan dualisme struktur-agensi. Struktur dan agensi harus dipandang sebagai dualitas (duality), dua sisi dari koin yang sama. Keduanya berhubungan secara

dialektik, dalam arti struktur dan agensi saling mempengaruhi dan hal ini berlangsung terusmenerus. Struktur mempengaruhi agensi dalam dua arti: memampukan (enabling) dan menghambat (constraining). Jika ditafsirkan, enabling bisa berarti bahwa jika suatu hal (struktur) dilakukan atau dipenuhi, sekalipun hal itu mungkin sulit/menghambat (constraining), maka pada akhirnya hasilnya akan memampukan (enabling) struktur. Karena itu, dalam teori Giddens, struktur juga sekaligus menjadi medium (Manan, 2005). Di sisi lain agensi juga dapat mempengaruhi struktur. Agensi dapat meninggalkan struktur, dan tidak selalu tunduk kepadanya. Agensi dapat menemukan kesempatan atau kemungkinan keluar dari aturan tertentu yang baku. Oleh Giddens keadaan ini disebut sebagai dialectic of control, yaitu kemampuan agensi dalam melawan kontrol dan struktur. Konsep dialectic of control dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Misalnya, dalam suatu negara (struktur) yang mengontrol ketat warganya (agensi), tidak berarti masyarakat kehilangan celah sama sekali untuk keluar dari jeratan kontrol negara (struktur) itu (Giddens, 1987). kreatifitas dan logika masyarakat akan mampu menciptakan ruang bebasnya sendiri, meski mungkin tidak bersifat frontal dan oposisional2. Karenanya dalam teori strukturisasi ini, agensi tidak boleh dilihat sebagai sosok yang bodoh, apatis atau fatalis. Hal serupa berlaku juga pada negara. Sekalipun posisinya lemah dan terpojok, negara tetap mampu secara kreatif mengembalikan posisi superior atas masyarakat, atau minimal tidak kehabisan daya represifnya atau surveillance dalam istilah Giddens terhadap masyarakat. Sebagai pemilik kekuasaan, teori strukturisasi melihat kekuasaan sebagai turunan dari reproduksi struktur dominasi (structures of domination), negara akan selalu menjaga struktur dominasi berkaitan dengan perbuatan allocative resources yang bersifat dunia material dan authoritativer resources yang bersifat dunia sosial. Aktor-aktor negara yang mempunyai kepentingan dan preferensinya sendiri, sangat berkepentingan untuk memperebutkan dua macam resources ini (Giddens, 1981). Selanjutnya, sasaran analisis tidak terbatas pada struktur atau pun agensi, melainkan pada apa yang disebut oleh Giddens sebagai “Social Practice”, yaitu menyangkut aktivitas kesehairian manusia dalam dunia sosial, Giddens menegaskan: Domain dasar ilmu sosial, menurut teori strukturisasi, yaitu bukan pengalaman aktor individu atau pun keberadaam bentuk totalitas masyarakat apa pun, tetapi praktis sosial yang ditata melintasi ruang dan waktu. Aktivitas-aktivitas sosial manusia, seperti hal pengembang-biakan diri dalam alam, adalah rekusif.

Kalau negara adalah struktur dan masyarakat adalah agensinya, maka relasi negaramasyarakat dipahami dalam konteks social practice itu. Konflik atau kontestasi antara negara dan masyarakat dipicu oleh tarik menarik surveillance (pengawasan) yang dilakukan negara dengan citizenship rights (hak warga negara) yang dimiliki masyarakat. Tiga citizenship rights tersebut yaitu civil rights (hak untuk bebas), political rights (hak untuk memilih) dan economic rights (hak mendapatkan pekerjaan yang layak). Kepercayaan masyarakat (trust) pada negara bisa saja hilang atau berkurang manakala ketiga citizenship rights terusik atau tidak dipenuhi oleh negara.3 Untuk menghindarkan ketegangan itu, Giddens menegaskan perlunya hubungan kemitraan antara keduanya, yang saling memberikan kemudahan dan mengontrol. Artinya, negara dan masyarakat tidak dilihat sebagai dua kutub yang antagonistik. Dengan model ini, negara tidak mendominasi masyarakat, juga sebaliknya. Masing-masing dapat memasuki wilayah lainnya demi kepentingan dan kebaikan keduanya, tanpa ada maskud mendominasi pihak lain. bila hubungan kemitraan ini bisa terwujud, demokrasi menjadi lebih prospektif untuk ditegakkan (Giddens, 1999)

Referensi: Chandoke, Neera., 1995. State and Society, Exploration in Political Theory. New Delhi: Sage Publication India Pvt Ltd Giddens, Anthony., 1981. A Contemporary Critique of Historical Materialism. Berkeley and Los Angeles: University of California Press ________________., 1984. The Constitution of Society Outline of the Theory of Structuration. Cambridge: Polity Press ________________.,1987. The Nation-State and Violence. Berkeley and Los Angeles: University of California Press. ________________.,1999. Jalan Ketiga Pembaruan Demokrasi Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Manan, Munafrizal., 2005. Gerakan Rakyat Melawan Elit. Yogyakarta: Resist Book

politik maupun wacana kehidupan sehari-hari. . berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. Sistem ini membuka ruang dan membawa masyarkat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. karena sistem ini sangat menghargai partisipasi politik masyarakat. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno. Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada.DASAR-DASAR ILMU POLITIK BAB I PENDAHULUAN Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Latar belakang Partisipasi politik masyarakat merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari proses demokratisasi. A. akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. Di Indonesia pemilihan kepala daerah langsung merupakan sejarah terhadap proses demokratisasi yang berlangsung setelah adanya reformasi. dari awal sampai selesai. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang dasar-dasar ilmu politik. Keinginan ini menjadi sangat penting bagi masyarakat dalam proses pembangunan politik bagi negara-negara berkembang. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. sehingga penyusunan makalah dengan judul Dasar-dasar Ilmu Politik dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. karena di dalamnya ada hak dan kewajiban masyarakat yang dapat dilakukan salah satunya adalah berlangsung dimana proses pemilihan kepala negara sampai dengan pemilihan walikota dan bupati dilakukan secara langsung. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. Dalam sistem poitik kita hari ini yang sedang berlansung dimana proses pemilihan kepala negara (presiden) sampai dengan pemilihan walikota dan bupati di lakukan secara langsung. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada. sistem ini membuka ruang dan membawa masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. bantuan serta saran dari berbagai pihak. Pemilihan kepala daerah secara langsung merupakan titik awal yang bagus bagi terciptanya proses demokratisasi di negara kita. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social.

Partisipasi politik masyarakat sangat berpengaruh atas hasil-hasil yang akan di capai dalam proses pemilihan. Partisipasi politik mencakup kegiatan pejabat-pejabat pemerintah. Pertama. Partisipasi politik itu sendiri akan mendukung proses demokratisasi sesuai dengan nilai-nilai demokrasi yaitu adanya keterbukaan. Ketiga. calon-calon politik. Di Indonesia masyarakat hari ini mempunyai peran dan fungsi yang besar dalam melakukan proses demokratisasi.B. maka untuk mewujudkan negara yang demokratis aakn semakin mudah karena masyarakat akan semakin paham dan mengerti atas hak dan kewajiban politiknya yang kemudian muncuk kemandirian dan pembangunan politik yang sehat di negara berkembang. kegiatan politik warga negara perorangan-perorangan dalam peranan mereka sebagai warga negara preman. dan looblyst profesional yang bertindak di dalam perananpernan itu. mereka yang pada umumnya diakui mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan yang final mengenai pengalokasian nilai-nilai secara otoritatif di dalm pengelolaan sebuan perusahaan swasta agar menaikan tingkat upah maksimum merupakan partisipasi politik. pejabatpejabat partai. Dukungan yang efektif bagi suatu pergeseran yang besar dalam kebijaksanaankebijaksanaan ekonomi atau sosial biasanya berasal dari partisipasi kolektif yang terorganisasi yang dapat tampil dalam berbagai bentuk. Kedua. Partisipasi menurut Samuel P. karena sesungguhnya negara berkembang harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang partisipasi politik dalam keranga pembangunan politik untuk menciptakan domokratisasi sesuai dengan cita-cita masyarakat. . Kegiatan yang demikian difokuskan terhadap pejabat-pejabat umum. Tujuan Untuk menciptakan modernisasi politik maka dibutuhkan partisipasi politik masyarakat. kegiatan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah. Apalagi Indonesia saat ini sedang melakukan pembangunan politiknya sesuai dengan nilai-nilai demokrasi baik sistemnya maupun manusianya. adanya kebebasan dan adanya aturan main. individu-individu dengan tujuan mempengaruhi pengambilan keputusan pemerintah…” Partisipasi masyarakat dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah terlihat jelas peran serta dan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Hutington dan Jean Nelson adalah “…kegiatan yang dilakukan oleh para warga negara. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Lucian Pye bahwa “salah satu unsur pembangunan politik dalam negara berkembang harus adanya partisipasi dan ketertiban masyarakat dalam politik. baik dalam proses pengambilan kebijakan maupun dalam proses politik yang lain”. Dalam hal ini masyarakat seolah diberikan kebebasan dalam proses partisipasi politik. Untuk itu partisipasi dan pembangunan politik dari masyarakat merupakan prasyarat terhadap proses demokratisasi. ia mencakup kegiatan-kegiatan akan tetapi bukan sikap-sikap atau perilaku politik yang biasanya dipengaruhi oleh orientasi nilai individu dan sebagainya.

perusahaanperusahaan multinasional (MNCs). dan dalam perkembangan ini mereka . Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. seperti sosiologi. Proses-proses demokrasi dalam konteks ini seperti partisipasi lokal sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang dinamis. ekonomi. maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik. Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. tradisi-tradisi filosofis yang mendasari teori-teori besar politik internasional saat ini. sampai pada pemikiran politik dewasa ini. Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Secara etimologis. Memberikan kemampuan untuk mengenali dan memahami keadaan sosial dan politik Indonesia yang ruang lingkupnya dimulai dengan munculnya zaman modern. rangka. Setiap pemikir politik dan ide pemikirannya dikupas dan dihubungkan dengan pemikiran politik dewasa ini. Masuknya paham liberal ke Indonesia mengubah struktur sosial ekonomi dan politik bangsa Indonesia. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. jaman baru. damai sejahtera dan mampu menyerap kepentingan masyarakat bawah. fokus. masalah-masalah politik lingkungan hidup global dalam hubungan internasional. Untuk memahami ide-ide politik atau pemikiran politik secara umum yang ada pada jaman klasik. C. antropologi. dan ruang lingkup yang jelas. aspek power dan ekonomi politik dalam hubungan internasional. dan psikologi. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai berbagai macam pandangan teoritis terhadap peranan ekonomi politik dalam hubungan internasional. politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. yang lebih penting bagi kehidupan politiknya adalah masyarakat akan menjadi lebih cerdas dan terlatid dengan polihanpilihan politiknya sesuai dengan kepentingannya. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuantujuan itu.Pengaruh yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah bahwa dengan partisipasi politik masyarakat juga akan mendorong kesadaran berpolitik masyarakat. BAB II TOTAL SINOPSIS Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Untuk memberikan kerangka berpikir teoritis dalam memahami poiltik internasional sebagai salah satu bagian terpenting dalam studi hubungan internasional. Manfaat Makalah ini di buat bertujuan untuk memperkenalkan Ilmu Politik secara menyeluruh dan memberikan pemahaman dasar-dasar ilmu politik serta berbagai masalah yang erat kaitannya dengan ilmu tersebut.

Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”. yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik. apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas. terutama moral philosophy. Amerika Serikat. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat.prinsip pemerintahan. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) . Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli . Jerman. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman. Austria. Teori valuational . misalnya: • • • Menurut Bluntschli. filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. Akan tetapi. Pendapat ini didukung juga oleh R. maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life (kehidupan yang baik). Gilchrist.saling mempengaruhi. Namun demikian. dan Belanda dalam rangka imperialisme. dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut. Menurut Seely dan Stephen Leacock. pengaruh dari ilmu hukum. seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan. ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris. Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu : • Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Jadi.N. ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat. Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan. dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia.

Sejak itu para pemikir politik mulai membahas masalah-masalah yang menyangkut batasan penerapan kekuasaan. Aristoteles. konsep-konsep ilmu politik yang baru sudah mulai . Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat. Belanda didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S. berasal kira-kira dari tahun 500 S. membuat beberapa perkembangan substansial pada abad 19. misalnya di Amsterdam. membuat peningkatan pada masa Romawi. karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. Perkembangan ilmu politik setelah Perang Dunia II berkembang lebih pesat.M. Perkembangan Ilmu Politik Ilmu politik adalah salah satu ilmu tertua dari berbagai cabang ilmu yang ada.Sekarang. dan lainnya. Ilmu politik diawali dengan baik pada masa Yunani Kuno. hubungan antara yang memerintah serta yang diperintah. dan Shan Yang(±350 S. walaupun penelitian tentang negara di Belanda masih didominasi oleh Fakultas Hukum. Mencius. Perkembangan selanjutnya bersamaan dengan perkembangan sosiologi dan psikologi. Selain ilmu hukum.M. Di antara filsuf Cina terkenal. dan kemudian berkembang sangat pesat pada abad 20 karena ilmu politik mendapatkan karakteristik tersendiri.ini terdiri dari filsafat politik. Di beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra. Di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum. misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi.). ada Konfusius. ideologi dan politik sistematis. sehingga dua cabang ilmu tersebut sangat mempengaruhi ilmu politik.M. tidak terlalu berkembang di Zaman Pertengahan. Perkembangan selanjutnya berjalan dengan cepat. dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. karena pendidikan tinggi ilmu hukum sangat maju pada saat itu. Di Indonesia sendiri didirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sejak orang mulai hidup bersama. seperti dalam karya Herodotus. Perkembangan awal ilmu politik di Indonesia sangat dipengaruhi oleh ilmu hukum. pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II. Plato. • Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma. masalah tentang pengaturan dan pengawasan dimulai. sedikit berkembang pada Zaman Renaissance dan Penerangan. seperti di Universitas Riau. dapat dilihat dengan didirikannya American Political Science Association pada 1904. serta sistem apa yang paling baik menjamin adanya pemenuhan kebutuhan tentang pengaturan dan pengawasan. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda. telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis. Di Indonesia sendiri ada beberapa karya tulis tentang kenegaraan.

sosiologi. Kemudian. Kaplan. ilmu politik berkembang pesat. dan ekonomi. untuk mencapai apa yang diinginkan oleh pemegang kekuasaan. dengan beberapa sumber seperti buku dan internet. wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik. maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. Laswell dan A. Ilmu politik memiliki beberapa konsep. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara. proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis. Sesudah keruntuhan komunisme. seperti UNESCO.diterima oleh masyarakat. filsafat. Meksiko. Inggris dan hasilnya disusun oleh W. dan kriminologi) di perguruan tinggi. dan menghasilkan buku Contemporary Political Science pada tahun 1948. di samping India. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda. pendekatan tradisional dari segi sejarah.” Kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau kelompok dapat menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain kearah tujuan pihak pertama. seperti yang dinyatakan Harold D. Di negara-negara Eropa Timur. Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi. diantaranya negara Barat. 1. kekuasaan adalah kemampuan untuk. bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negaranegara barat pada pendekatan tradisional. antropologi budaya. dalam suatu hubungan sosial. psikologi.” 2. dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. Sering juga diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh suatu pihak yang digunakan untuk memengaruhi pihak lain. Max Weber dalam bukunya Wirtschaft und Gesselshaft menyatakan. Harold D. Kaplan dalam Power and Society: “Ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge. sumber kekuasaan. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. A. Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional. Power (Kekuasaan) Power sering diartikan sebagai kekuasaan. serta perbedaan antara kekuasaan dan kewenangan.” Kekuasaan merupakan konsep politik yang paling banyak dibahas. Berikut pembahasannya secara ringkas. Berkat hal ini. dan Polandia. bahkan kekuasaan dianggap identik dengan politik. Konsep-konsep ini merupakan hal-hal yang ingin dicapai dalam politik. melaksanakan kemauan sendiri meskipun mengalami perlawanan. Pada paper ini akan dibahas tentang konsep-konsep tersebut. Pernyataan ini menjadi rujukan banyak ahli. dan hukum masih berlaku hingga saat ini. Laswell dan A. Authority (Kewenangan) .

Kewenangan (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Kewenangan biasanya dihubungkan dengan kekuasaan. Penggunaan kewenangan secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kewenangan digunakan untuk mencapai tujuan pihak yang berwenang. Karena itu, kewenangan biasanya dikaitkan dengan kekuasaan. Robert Bierstedt menyatakan dalam bukunya an analysis of social power , bahwa kewenangan merupakan kekuasaan yang dilembagakan. Seseorang yang memiliki kewenangan berhak membuat peraturan dan mengharapkan kepatuhan terhadap peraturannya. 3. Influence (Pengaruh) Norman Barry, seorang ahli, menyatakan bahwa pengaruh adala suatu tipe kekuasaan, yang jika seorang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi terbuka bukan merupakan motivasi pendorongnya. Dengan demikian, dapat dikatakan pengaruh tidak bersifat terikat untuk mencapai sebuah tujuan. Pengaruh biasanya bukan faktor satu-satunya yang menentukan tindakan pelakunya, dan masih bersaing dengan faktor lainnya. Bagi pelaku masih ada faktor lain yang menentukannya bertindak. Walaupun pengaruh sering kurang efektif dibandingkan kekuasaan, pengaruh lebih unggul karena terkadang ia memiliki unsur psikologis dan menyentuh hati, dan karena itu sering berhasil. 4. Persuasion (Ajakan) Persuasi adalah kemampuan untuk mengajak orang lain agar mengubah sikap dengan argumentasi, untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan orang yang mengajak. Dalam politik, persuasi diperlukan untuk memperoleh dukungan. Persuasi disini dilakukan untuk ikut serta dalam suatu komunitas dan mencapai tujuan komunitas tersebut. Persuasi bersifat tidak memaksa dan tidak mengharuskan ikut serta, tapi lebih kepada gagasan untuk melakukan sesuatu. Gagasan ini dinyatakan dalam argumen untuk memengaruhi orang atau kelompok lain. 5. Coercion (Paksaan) Paksaan merupakan cara yang mengharuskan seseorang atau kelompok untuk mematuhi suatu keputusan. Peragaan kekuasaan atau ancaman berupa paksaan yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap pihak lain agar bersikap dan berperilaku sesuai dengan kehendak atau keinginan pemilik kekuasaan. Dalam masyarakat yang bersifat homogen ada konsensus nasional yang kuat untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Paksaan tidak selalu memengaruhi dan tidak tampak. Dengan demikian, di negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya digunakan seminimal mungkin dan hanya digunakan untuk meyakinkan suatu pihak. Contoh dari paksaan yang diberlakukan sekarang adalah sistem ketentuan pajak. Sifat pajak ini memaksa wajib pajak untuk menaati semua yang diberlakukan dan apabila melanggar akan dikenai sanksi.

6. Acquiescence (Perjanjian) Perjanjian adalah suatu peristiwa dimana satu pihak membuat janji kepada pihak lain untuk melaksanakan satu hal. Oleh karena itu, perjanjian berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang melakukan perjanjian. Perjanjian dilaksanakan dalam bentuk lisan atau tulisan. Acquiescence diartikan sebagai perjanjian yang disetujui tanpa protes. Sumber-sumber Kekuasaan Seorang yang memiliki sesuatu, tentu mempunyai sumber darimana ia mendapatkan sesuatu tersebut. Demikian halnya dengan kekuasaan. Kekuasaan datang dari berbagai sumber, diantaranya kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Seorang atasan dapat memerintahkan bawahannya agar melakukan sesuatu. Jika bawahan melanggar perintah atasan, maka bawahan bisa dikenai sanksi. Seseorang yang memiliki kekayaan dapat memiliki kekuasaan. Misalnya seorang konglomerat dapat menguasai suatu pihak yang didanainya. Kepercayaan atau agama juga merupakan sumber kekuasaan. Misalnya di Indonesia, alim ulama banyak dituruti dan dipatuhi masyarakat. Alim ulama bertindak sebagai pemimpin informal umat, maka ia perlu diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan di tempat umatnya. Jack H. Nagel dalam bukunya The Descriptive Analysis of Power yang juga terdapat dalam buku Dasar-dasar Ilmu Politik, perlu dibedakan antara scope of power dan domain of power (wilayah kekuasaan). Cakupan kekuasaan (scope of power) menunjuk kepada perilaku, serta sikap dan keputusan yang menjadi subyek dari kekuasaan. Misalnya, seorang direktur bisa memecat seorang karyawan, tetapi direktur tersebut tidak mempunyai kuasa apa-apa terhadap karyawan diluar hubungan pekerjaan. Wilayah kekuasaan (domain of power) menjelaskan siapa-siapa saja yang dikuasai oleh orang atau kelompok yang berkuasa, jadi menunjuk pada pelaku organisasi, atau kolektivitas yang kena kekuasaan. Misalnya seorang direktur memiliki kekuasaan di perusahaannya, baik itu di pusat ataupun di cabang-cabangnya. Dalam suatu hubungan kekuasaan(power relationship) selalu ada pihak yang lebih kuat daripada pihak lain. Hal ini menyebabkan hubungan tidak seimbang(asimetris), dan ketergantungan satu pihak dengan pihak lain. Semakin timpang hubungan ini, maka makin kuat ketergantungannya. Hal ini disebut hegemoni, dominasi, atau penundukan oleh pemikir abad 20. Perbedaan Power (Kekuasaan) dan Authority (Kewenangan) Dalam pembahasan sebelumnya dinyatakan bahwa kewenangan berhubungan dengan kekuasaan, tapi dari segi lain, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Salah satunya, kewenangan adalah kekuasaan secara formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Kewenangan adalah salah satu cara bagi seseorang untuk memperkuat kekuasaannya. Kewenangan adalah kekuasaan namun kekuasaan tidak terlalu berupa kewenangan. Kewenangan merupakan kekuasaan yang memiliki keabsahan ( legitimate power ), sedangkan kekuasaan tidak selalu memiliki keabsahan. Apabila kekuasaan politik di rumuskan sebgai kemampuan menggunakan sumber-sumber untuk memengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan

politik, maka kewenangan merupakan hak moral sesuai dengan nilai-nilai dan norma masyarakat, termasuk peratuaran perundang-undangan. Kewenangan merupakan hak berkuasa yang di tetapkan dalam struktur organisasi sosial guna melaksanakan kebijakan yang di perlukan. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kekuasaan merupakan konsep yang paling banyak dibahas dalam ilmu politik, selain konsep lainnya. Kekuasaan berasal dari beberapa sumber, misalnya kekayaan, kedudukan, dan kepercayaan. Kekuasaan dan kewenangan adalah konsep yang berhubungan, tetapi keduanya berbeda. Kewenangan merupakan kekuasaan formal yang diberikan oleh organisasi, sedangkan kekuasaan berada diluar formalitas. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik, dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. 2. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal. Definisi-definisi mengenai Negara, antara lain adalah : 1. Roger H. Soltau, “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). 2. Harold J. Laski, “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). 3. Max Weber, “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Robert M. Maciver, “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which, acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power, maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder).

sementara di sistem presidensil oleh presiden. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). dasar. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) . Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. proseproses. terdapat kelompok kepentingan. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum.J. Kekuasaan (asal-usul. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. yaitu sifat hakiki. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. pemegang. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Laswell dan A. Harold D. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Dalam menjalankan fungsinya. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Kaplan dalam Power and Soceity. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Di samping partai. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. ruang lingkup dan hasil-hasil”. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Terdapat juga kelompok penekan. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. bagaimana kekuasaan dijalankan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara.

dan ruang lingkup yang jelas. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju. d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). dan Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan lainnya. A. ekonomi. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. Sifat. Arti. dan psikologi. . antropologi. e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. • Perkembangan dan definisi ilmu Politik Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu cabang dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. seperti sosiologi. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. rangka. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung.c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. BAB III KERANGKA KONSEP 1. fokus.

Akan tetapi, apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yaitu sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik, maka ilmu politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan ia sering dinamakan ilmu sosial yang tertua di dunia. Pada taraf perkembangan itu ilmu politik banyak bersandar pada sejarah dan filsafat. Di Indonesia kita mendapati beberapa karya tulis yang membahas masalah sejarah dan kenegaraan, seperti misalnya Negarakertagama yang ditulis pada masa Majapahit sekitar abad ke-13 dan ke-15 Masehi dan Babad Tanah Jawi. Sayangnya di negara-negara Asia tersebut kesusastraan yang mencakup politik mulai akhir abad ke-19 telah mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh negara-negara seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Belanda dalam rangka imperialisme. Di negara-negara benua Eropa seperti Jerman, Austria, dan Prancis bahasan mengenai politik dalam abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum dan karena itu fokus perhatiannya adalah negara semata-mata. Bahasan mengenai negara termasuk kurikulum Fakultas Hukum sebagai mata kuliah Ilmu Negara (Staatslehre). Di Inggris permasalahan politik dianggap termasuk filsafat, terutama moral philosophy, dan bahasannya dianggap tidak dapat terlepas dari sejarah. Akan tetapi dengan didirikannya Ecole Libredes Sciances Politiques di Paris (1870) dan London School of Economics and Political Science (1985) , ilmu politik untuk pertama kali di negara-negara tersebut dianggap sebagai disiplin tersendiri yang patut mendapat tempat dalam kurikulum perguruan tinggi. Namun demikian, pengaruh dari ilmu hukum, filsafat dan sejarah sampai perang dunia II masih tetap terasa. • Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science) Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya. Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol. • Definisi Ilmu Politik Ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari politik atau politics atau kepolitikan. Politik adalah usaha menggapai kehidupan yang baik. Di Indonesia kita teringat pepatah gemah ripah loh jinawi. Orang Yunani Kuno terutama Plato dan Aristoteles menamakannya sebagai en dam onia atau the good life. Mengapa politik dalam arti ini begitu penting? Karena sejak dahulu kala masyarakat mengatur kehidupan kolektif dengan baik mengingat masyarakat sering menghadapi terbatasnya sumber

daya alam, atau perlu dicari satu cara distribusi sumber daya agar semua warga merasa bahagia dan puas. Ini adalah politik. Bagaimana caranya mencapai tujuan dengan berbagai cara, yang kadang-kadang bertentangan dengan satu sama lainnya. Akan tetapi semua pengamat setuju bahwa tujuan itu hanya dapat dicapai jika memiliki kekuasaan suatu wilayah tertentu (negara atau sistem politik). Kekuasaan itu perlu dijabarkan dalam keputusan mengenai kebijakan yang akan menentukan pembagian atau alokasi dari sumber daya yang ada. Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah konflik dan konsensus. 1. Menurut Rod Hague et al.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. 2. Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan , dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Perbedaan-perbedaan dalam definisi yang kita jumpai disebabkan karena setiap sarjana meneropong hanya satu aspek atau unsur dari politik. Unsur ini diperlukannya sebagai konsep pokok yang akan dipakainya untuk meneropong unsur-unsur lain. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa konsep-konsep itu adalah: 1. Negara (state) 2. Kekuasaan (power) 3. Pengambilan keputusan (decision making) 4. Kebijakan (policy, beleid) 5. Pembagian (distribution) • Bidang-bidang Ilmu Politik Dalam contemporary Political Science, terbitan Unesco 1950, ilmu politik dibagi menjadi empat bidang. 1. Teori Politik 2. Lembaga-lembaga politik 3. Partai-partai, golongan-golongan (groups), dan pendapat umum 4. Hubungan internasional

• Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Pengetahuan Lain - Sejarah Seperti diterangkan di atas, sejak dahulu kala ilmu politik erat hubuganya dengan sejarah dan filsafat. Sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, oleh karena menyumbang bahan, yaitu data dan fakta dari masa lampau, untuk diolah lebih lanjut. - Filsafat Ilmu pengetahuan lain yang erat sekali hubungannya dengan ilmu politik ialah filsafat. Filsafat ialah usaha untuk secara rasional dan sistematis mencari pemecahan atau jawaban atas persoalanpersoalan yang menyangkut alam semesta (universe) dan kehidupan manusia. - Sosiologi Di antara ilmu-ilmu sosial, sosiologi-lah yang paling pokok dan umum sifatnya. Sosiologi membantu sarjana ilmu politik dalam usahanya memahami latar belakang, susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat. - Antropologi Apabila jasa sosiologi terhadap perkembangan ilmu politik adalah terutama dalam memberikan analisis terhadap kehidupan sosial secara umum dan menyeluruh, maka antrophology menyumbang pengertian dan teori tentang kedudukan serta peran berbagai satuan sosial-budaya yang lebih kecil dan sederhana. - Ilmu Ekonomi Pada masa silam ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan bidang ilmu tersendiri yang dikenal sebagai ekonomi politik (political economy), yaitu pemikiran dan analisis kebijakan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan negara Inggris dalam menghadapi saingannya seperti Portugis, Spanyol, Prancis, dan Jerman, pada abad ke-18 dan ke-19. - Psikologi Sosial Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat, khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok sosial, bidang psikologi umumnya memusatkan perhatian pada kehidupan perorangan. - Geografi Faktor-faktor yang berdasarkan geografi, seperti perbatasan strategis, desakan penduduk, daerah pengaruh mempengaruhi politik. - Ilmu Hukum Terutama negara-negara Benua Eropa, ilmu hukum sejak dulu kala erat hubungannya dengan ilmu politik, karena mengatur dan melaksanakan undang-undang merupakan salah satu kewajiban negara yang penting. Cabang-cabang ilmu hukum yang khususnya meneropong negara ialah hukum tata-negara (dan ilmu negara). B. KONSEP-KONSEP POLITIK

Teori Politik

Konsep politik lahir dalam pikiran (mind) manusia dan bersifat abstrak. Konsep digunakan dalam menyusun generalisasi abstrak mengenai beberapa phenomena, yang disebut sebagai teori. Berdasarkan pengertiannya, teori politik bisa dikatakan sebagai bahasan dan generalisasi dari phenomena yang bersifat politik.

Masyarakat Manusia mempunyai naluri untuk hidup bersama orang lain secara bergotong-royong. Kasih Sayang (affection) 7. II. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). dan sebagainya. teori politik sistematis. Dan dalam kehidupan berkelompok ini. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. norma. Kejujuran (rectitude) dan Keadilan (rechtschapenheid) . yaitu mendasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masanya. Pendidikan/Penerangan (enlightenment) 3. 2. ideologi. b. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami sehari-hari dapat ditanggulangi. yaitu : a. Jenkin dalam The Study of Political Theory. Filsafat politik (political philosophy). Harold Laswell memperinci delapan nilai. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). ide. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politk yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah lakunya. Kesehatan (Well-being) 5. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. Kekuasaan 2. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Keterampilan (Skill) 6. kepercayaan dan keyakinan.Menurut Thomas P. Teori-teori kelompok (a) dibagi menjadi tiga golongan : 1. yaitu mencari penjelasan berdasarkan ratio. Norms for political behavior. yaitu : 1. Manusia memilih jalan untuk mengorganisir bermacam-macam kelompok dan asosiasi untuk memenuhi keperluan dan kepentingan-kepentingan fisik maupun mental yang sukar dipenuhi sendiri. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. Dalam mengamati masyarakat. Teori politik sistematis (systematic political theory). khususnya masyarakat Barat. Kekayaan (wealth) 4. 1. yaitu himpunan nilai-nilai. Dengan kata lain teori ini hanya mencoba merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. teori politik dibedakan menjadi dua. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. Ideologi politik (political ideology). pada dasarnya manusia menginginkan nilai-nilai.

yakni yang bertentangan satu sama lain. adalah suatu system hubungan-hubungan yang ditertibkan (Society means a system of ordered relations). Maciver. Max Weber. 2. dan merupakan organisasi pokok dari kekuasaan politik. antara lain adalah : a) Sifat Memaksa. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi-asosiasi kemasyarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasinal.8. menurut Robert Maciver. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama. Laski. Soltau. 3. Definisi-definisi mengenai Negara. . Masyarakat. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kea rah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya. “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Keseganan (respect). atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). antara lain adalah : 1. III. 2. Roger H. Laski dari London School of Economics and Political Science. suapaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Boleh dikatakan Negara mempunyai dua tugas : 1. Negara mempunyai sifat-sifat. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial. masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerjasama untuk mencapai keinginan-keinginan mereka bersama (A society is a group of human beings living together and working together for the satisfaction of their mutual wants). acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). Harold J. Menurut Harold J. Robert M. “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which.

mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Saltau. Keadilan. dan Kebebasan. Kesejahteraan umum.b) Sifat Monopli. Flechtheim adalah keseluruah dari kemampuan. Laski. Kekuasaan social menurut Ossip K. Melaksanakan penertiban (law and order) 2. perdamaian abadi dan keadialn social. Merriam menyebutkan lima fungsi Negara. tujuan Negara ialah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai terkabulnya keinginan-keinginan secara maksimal (creation of those conditions under which the members of the state may attain the maximum satisfaction of their desire). hubunganhubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan (Social power is the sum total of all the capacities. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. tujuan Negara ialah memungkinan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin (the freest possible development and creative self-expression of its members). Kekuasaan Kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-laku sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu.I sebagai tercantum dalam UUD 1945 : Untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Terlepas dari ideologinya. Dan menurut Harold J. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. Tujuan dan fungsi Negara Tujuan Negara R. Menegakkan keadilan Charles E. Negara menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu. Ketertiban intern. relationship. and process by which compliance of others is secured for ends determinded by the . antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Menurut Roger H. yaitu : 1. yaitu : Keamanan ekstern. IV. Pertahanan 4.

proseproses. dasar. bagian dari kekuasaan sosial yang ditujukan kepada Negara.power holder). Definisi yang dieberikan oleh Robert M. yakni : 1. ). bagaimana kekuasaan dijalankan. Laswell dan A. Maciver : Kekuasaan social adalah kemampuan untuk mengendalikan tingakah-laku orang lain. Roger F. Pengertian kekuasaan politik adalah kemampuan untuk mempengaruhi kebijaksanaan umum (pemerintah) baik terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujun-tujuan pemegang kekuasaan sendiri. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negaranegara itu melakukan tugas-tugasnya. J. Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain : a) Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. Robert M. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. dan sebagainya. khususnya dalam negara (Wikipedia. bagian dari kekuasaan sosial yang terwujud dalam Negara (state power). Referensi http://manshurzikri. Ossip K. serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Presiden. 2009). Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. Kaplan dalam Power and Soceity. Flechtheim membedakan dua macam kekuasaan politik. Maciber mengemukakan bahwa kekuasaan dalam suatu masyarakat berbentuk piramida.wordpress. Kekuasaan yang paling penting adalah kekuasaan politik. yaitu sifat hakiki. yang berarti bahwa kekuasaan yang satu itu lebih kuat dengan jalan mengkoordinasi keuasaan yang lain. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Berbagai pendekatan dalam Ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. seperti lembagalembaga pemerintahan DPR. Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikandirinya lebih unggul dari pada yang lain. Pendekatan .com/2009/11/27/konsep-konsep-politik/ C. mamupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia (Social power is the capacity to control the behavior of others either directly by fiat or indirectly by manipulation of available means). “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. baik dengan cara langsung dengan memberi perintah. ruang lingkup dan hasil-hasil”. 2. Harold D.

dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Kekuasaan (asal-usul. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. tidak ada gunanya membahas lembagalembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesarbesarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi . bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Di samping partai. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan) c) Neo-Marxis Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi. Dalam menjalankan fungsinya. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. terdapat kelompok kepentingan. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif).institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. pemegang. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. b) Pendekatan Perilaku Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. Terdapat juga kelompok penekan. Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju.

ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. Kecenderungan tersebut cukup beralasan. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna “menemukan” kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai “konsekuensi” logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme). Disini. jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini.sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. seperti pendekatan Institusionalisme). e) Pendekatan Pilihan Nasional Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). d) Ketergantungan Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Dari analisa tersebut. Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik • Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Misalnya. behavioralisme meneliti . Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan.

Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. bukan piramidal. bagi Marx. Bagi Huntington. mobilitas sosial (urbanisasi. Dalam analisa Marx. hanya alat dari struktur kelas ini. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). jika partisipasi politik tinggi. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. akan muncul situasi disorder. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. India) di posisi tengah. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. Menurut Lerner. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. Misalnya. atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? • Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. Misalnya. memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris.motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. literasi. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. Arab. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. Bagi Huntington. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas. parlemen. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. dan eksekutif. C. Peneliti lain. • Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. Namun. yaitu Belanda (Eropa). Dengan demikian. • Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya . partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. terpaan media. kaum asing lain (Cina. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. Dahl sebaliknya. Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. Menurut Huntington. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut. Negara. Robert A. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills).

politik selalu bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama. Referensi http://gdpermana. Bagi Frank. Saat dimulainya. maka mereka sibuk . Subyektivitas kita masing-masing-lah yang menyebut cara yang dilakukan si A atau si B. manakala mereka berusaha meraih kesejahteraan pribadi melalui sumber daya yang ada. Hal ini mirip dengan di masa Orde Baru. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : • • • modal asing perilaku pemerintah lokal yang korup kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). dan itu terkesan kejam. di mana orang-orang yang dianggap terlibat Partai Komunis Indonesia “dibuang” ke kamp-kamp “pembersihan otak” di Pulau Buru.dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. Iwan Fals pernah mempermasalahkanya: “Apakah selamanya politik itu kejam … ?” Memang pada masa pemerintahan Mao Tse-tung pernah diterapkan kebijakan Revolusi Kebudayaan. atau pemerintah A atau B tersebut sebagai “kejam” atau tidak “kejam”. Tujuan awal politik tidaklah “kejam” seperti sering didengungkan orang. Dalam negara kota di zaman Yunani. masukkah ke dalam kategori yang sama Berbicara mengenai politik. bahkan dioper ke kampkamp kerja paksa untuk “membersihkan” otaknya. “Cara” bergantung pada siapa yang menggunakan.html BAB IV PEMBAHASAN Apa itu politik ? Secara retorik. dan satu bidang tersendiri di ilmu politik membicarakan persoalan itu: Etika Politik. menaikkan Upah Minimun Regional (UMR). Kepulauan Maluku. Khususnya. kita tidak berbicara mengenai kejam atau tidak. atau manakala mereka berupaya mempengaruhi orang lain agar menerima pandangannya. disiksa. cara kita mengatasi sejumlah perbedaan yang ada di antara kita. orang saling berinteraksi satu sama lain guna mencapai kesejahteraan hidupnya. saling menegosiasikan kepentingan masing-masing. Kedua keputusan baik di Cina maupun Indonesia adalah bukti keputusan politik. Namun. Dalam politik kita berbicara mengenai bagaimana masyarakat. Politik berasal dari bahasa Yunani POLIS yang artinya negara-kota. untuk kemudian melahirkan kesepakatan bagaimana kepentingan masing-masing tersebut dapat terselenggara tanpa merugikan pihak lain.blogspot. Berbicara mengenai politik berarti membicarakan perilaku kita dalam hidup bermasyarakat. setiap orang yang dicurigai berpikiran liberal (Amerika Serikat sentris) akan ditahan. Dengan revolusi ini.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. atau kesempatan cuti haid bagi buruh perempuan dapatkah dikatakan kejam? Atau keputusan politik untuk menggratiskan biaya pendidikan di Brunei Darussalam atau Arab Saudi. Manakala manusia mencoba untuk untuk menentukan posisinya dalam masyarakat. diinterogasi. di suatu wilayah. keputusan untuk menaikkan gaji guru.

artinya tingkat kebenaran yang mempunyai bobot obyektif tersebut dapat berlaku umum. sistematis. sebelumnya kita harus ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ilmu. dan aksiologis suatu obyek.[3] Ilmu berbeda dengan pengetahuan. epistemologis. cara. umum. sehingga dapat tersusun suatu pola pengetahuan yang rasional. jalan yang lazim digunakan dalam disiplin ilmu yang dibicarakan.[1] Dengan demikian. Sebaliknya.” Dalam zaman kaisar-kaisar Romawi. ke mana dan untuk apa ? Atau. Ontologi Ilmu Politik . manusia hidup mengalir darah dalam tubuhnya. Politik menghendaki negosiasi. seorang kaisar atau raja dapat saja menimpakan suatu hukuman mati pada seorang abdi atau rakyat lewat “kemauannya” sendiri. sementara pengetahuan disistematisasikan oleh ilmu. bagaimana darah mengalir. di mana saja dan kapan saja. Namun.dengan suatu kegiatan yang kita semua namai sebagai POLITIK. suatu kekuasaan politik adalah kekuasaan yang disepakati banyak orang. tidak lagi bersifat subyektif (menurut pemikiran sendiri).” Metodis artinya menggunakan metode. atau berdebat dengan supir angkot bahwa ongkos yang ia terapkan terlampau mahal. Mereka menurut bukan karena setuju. Sistematis artinya masing-masing unsur saling berkaitan satu sama lain secara teratur dalam suatu keseluruhan. atau Ekonomi ? Jawabannya adalah bisa. bukan ? A New Handbook of Political Science menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan politik adalah the constrained use of social power (penggunaan kekuasaan sosial yang dipaksakan). Dengan demikian. bagaimana sepeda yang cuma beroda dua tersebut dapat dikayuh seseorang dengan seimbang? Atau. sinar matahari adalah panas. dari negosiasi baru dicapai kesepakatan. bukan seluruh orang menyepakatinya. atau pemerintah menerapkan kebijakan wajib belajar. Rakyat luas tentu tidak sepakat dengan cara tersebut. Pengetahuan adalah “apa yang kita peroleh dalam proses mengetahui … tanpa memperhatikan obyek. Fisika. kita dapat dikatakan tengah berpolitik ketika mempengaruhi suami atau istri di rumah. cara. Hanya satu orang yang menyepakati cara penghukuman. Ilmu dapat menambah pengetahuan. dapatkah politik dikatakan sebagai suatu ilmu layaknya ilmu Biologi. Dan akhirnya. Obyektif artinya kebenaran dari hasil pemikiran dari suatu bidang dapat memperoleh bobot obyektif (sesuai kenyataan). dan umum. Luas sekali pelajaran politik jika demikian. tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. bukan hanya kemauan satu orang. bersaing dengan tetangga sebelah rumah untuk jabatan sekretaris RT. pengetahuan tidak berbicara mengenai aspek ontologis. tetapi karena takut.”[4] Kita tahu bahwa sepeda beroda dua. Pengetahuan relatif tercerai-berai sementara ilmu relatif tersusun secara teratur. dan kegunaannya. politik adalah kekuasaan sosial dan sebagai kekuasaan sosial ia harus disepakati banyak orang sebelum suatu cara diterapkan. Namun. bagaimana proses terjadinya keputusan pemerintah untuk menyelenggarakan wajib belajar? Dengan kalimat lain. obyektif. kita sekadar tahu tanpa mendalami apa itu. tetapi kekuasaan pribadi. raja-raja di pulau Jawa.[2] Di sini disebutkan “kekuasaan” sosial bukan “kekuasaan pribadi. Ilmu Politik Dengan luasnya cakupan. Ilmu adalah “pengetahuan yang disusun secara metodis. Kekuasaan raja atau kaisar tersebut bukan kekuasaan sosial.

dan aspek ontologi ilmu fisika adalah materi serta gas.Secara sederhana. Sebagai contoh. 2. 4. Pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai (values) dalam masyarakat. Negara (state) Organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. 3. epistemologi. pelajaran mengenai sistem tata surya pun berubah. bagaimana dengan ilmu politik sendiri ? Secara ontologis. Aspek ontologi ilmu sosial (sosiologi) adalah kekerabatan antarmanusia. pendapat ini berubah tatkala Nicolaus Copernicus melontarkan pendapat bahwa bukan matahari yang mengelilingi bumi melainkan sebaliknya. Arti . Aksiologi adalah untuk apa bangunan ilmu yang dibuat diperuntukkan. epistemologi ilmu ini diterjemahkan ke dalam konsep PENDEKATAN. Aspek ontologi ilmu ekonomi misalnya adalah barang dan jasa. Pembagian (distribution) Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik atau benar. dan aksiologi merupakan aspek-aspek khas ilmu. apapun bentuknya. pusat dari tata surya adalah bumi. Pengambilan keputusan (decision-making) Keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternative pengambilan keputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. Lalu. politik juga memiliki obyek-obyek kajian yang spesifik. Pihak yang membuat kebijakan memiliki kekuasaan untuk melaksanakannya. pada abad pertengahan. sesuatu yang diinginkan. Pembagian ini sering tidak merata dan karena itu menyebabkan konflik. Dalam membangun suatu ilmu. Dengan demikian. Kekuasaan (power) Kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku. Kebijaksanaan umum (public policy) Kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau oleh kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan. sesuatu yang berharga. 5. dibangun. Dalam ilmu politik. seseorang ahli teori dibatasi oleh periode hidup serta hal-hal lain yang mempengaruhi pikirannya saat membangun suatu ilmu. Namun. ontologi adalah ilmu tentang hakikat sesuatu atau benda/hal/aspek apa yang dikaji. yaitu : 1. Epistemologi berarti bagaimana suatu ilmu dibangun. Epistemologi adalah ilmu tentang bagaimana “ontologi” itu dipelajari. Ontologi berarti obyek-obyek yang dipelajari oleh suatu ilmu. Miriam Budiardjo menyebutkan sekurang-kurangnya ada 5 obyek ontologis ilmu politik. Epistemologi Ilmu Politik Secara sederhana. Ontologi. pelajaran mengenai tata surya dipengaruhi suatu kesimpulan umum bahwa matahari mengelilingi bumi. bukan matahari. Artinya.

Laissez Faire. Almond adalah contohnya. disusul dua pendekatan setelahnya. Jika otoriter. . dan negara-sentris Teoretis. konservatif secara ideologis. radikal. Para pemikir politik seperti Plato atau para ahli politik seperti Montesquieu. Dalam mendidik anak. Para teoretisi seperti David Easton. orang tua hanya mau dituruti pendapatnya oleh si anak. Pendekatan dalam ilmu politik pun terbagi menjadi 3. Jean Jacques Rousseau atau John Stuart Mill mendekati permasalah politik dengan pendekatan tradisional. Pasca Perang Dunia Kedua. dan berorientasi perubahan Fokus utama pada struktur serta Fokus pada kelompok kelas dan fungsi kelompok-kelompok konflik antarkelompok formal dan informal Ahistoris Holistik Ketiga pendekatan dalam ilmu politik memang dikategorisasi berdasarkan periode. Normatif Kuantitatif Kualitatif dan kuantitatif Memperhatikan keteraturan atau ketidakteraturan Memperhatikan keteraturan atau Memperhatikan keseragaman ketidakteraturan dan keteraturan Etnosentris. dan jika demokratis akan menjak dialog dua arah. orang tua biasanya mendekati lewat 3 pendekatan: Otoriter. Fokus utama pada Fokus pada Dunia Ketiga model Anglo Amerika Abstrak. parokial. David E. Teoretisi seperti Andre Gunder Frank. Apter atau Gabriel A. Fokus utamanya pada negara demokrasi Barat (AS dan Eropa) Deskriptif. dan Bersifat kemanusiaan serta empiris berorietasi masalah. dan negara sentris Fokus utama pada struktur politik yang formal (konstitusi dan pemerintah) Historis atau ahistoris Etnosentris. pada tahun 1960-an muncul pendekatan Postbehavioral. Pendekatan tradisional muncul terlebih dahulu (sejak zaman Yunani Kuno) untuk kemudian secara berturutturut. muncul pendekatan Behavioral yang coba memisahkan fakta dengan nilai dalam menganalisis permasalahan politik. obyektif. Pendekatan behavioral 3. dan Demokratis. jika Laissez Faire cenderung membebaskan/membiarkan.dari pendekatan adalah dari sudut mana serta bagaimana seseorang melihat suatu permasalahan. yaitu : 1. Pendekatan tradisional 2. Pendekatan post-behavioral Taksonomi dari perbedaan atas masing-masing pendekatan adalah sebagai berikut :[5] Tradisional Mencampuradukkan fakta dengan nilai. Saat pendekatan Behavioral dinilai tidak lagi “sensitif” di dalam menganalisa gejala politik. Spekulatif Preskriptif dan normatif Kualitatif Behavioral Postbehavioral Memisahkan fakta dengan nilai Fakta dan nilai bergantung pada tindakan serta relevansi antar keduanya Nonpreskriptif.

Pengaruh ini dapat dilihat dari konsep-konsep (gagasan) dari ilmuilmu lain tersebut yang dipakai dalam studi politik. variabel-variabel pola. struktur sosial. kasta. ambivalensi. Ia terikat oleh aturan-aturan (legislasi) yang dibuat pemerintah (DPR dan Eksekutif). strereotip. personalitas. kehendak umum. militerisme. GNP. idealisme. aristokrasi. konsensus. Ketiga pendekatan ilmu politik ini tidak terpisah (terkotakkan) secara “zakelijk” (tepat/pasti) melainkan kadang tercampur satu sama lain. afinitas. atau di Indonesia Arief Budiman (?) mencoba menganalisis gejala politik secara lebih komprehensif dengan memperhatikan karakteristik wilayah serta kepentingan apa yang sesungguhnya melandasi sebuah tindakan politik. Ketiganya adalah aksiologi. nasionalisme. individualisme. aspirasi. nepotisme. demokrasi. ketergantungan. Hubungan Ilmu Politik dengan Ilmu Lain Ilmu politik tidak benar-benar bersifat independen (berdiri secara bebas). Aksiologi adalah guna dari suatu ilmu atau. kelangkaan. legitimasi. tirani. faksi.Cardoso. sirkulasi elit. psikologi. wilayah terbelakang. kohesi. Gestalt. sekularitas. antropoloogi. klik. gerakan sosial. kelas pekerja. kontrol sosial. perilaku. Ilmu ekonomi pada bagaimana seseorang dapat makmur secara material atau ilmu militer pada penciptaan prajurit-prajurit yang dapat menjamin keamanan negara. masyarakat massa. ketidakkonsistenan status. media massa. agregasi. alienasi. kartel. sosialisasi. masyarakat majemuk. belajar politik diharapkan akan memberi wawasan bahwa kelompok-kelompok ekonomi amat terpengaruh oleh sebuah keputusan politik. perilaku kolektif. filsafat. kesadaran. korporatisme. monarki. etika Prostestan. Secara khusus. tipe ideal. Ilmu politik juga dipengaruhi oleh ilmu lain. sebagai administratur negara ia berada dalam suatu kawasan yang bernama negara. Aksiologi Ilmu Politik Ilmu kedokteran berorientasi pada peningkatan standar kesehatan masyarakat. revolusi industri. itegrasi sosial. industrialisasi. Aksiologi ilmu politik adalah untuk memberi “jalan atau cara” yang lebih baik dalam hal negosiasi kepentingan antar kelompok dalam masyarakat. empati. Sosiologi Psikologi Ekonomi Filsafat Antropologi . Ilmu politik (menurut Aristoteles) bertujuan untuk “membahagiakan hidup manusia” yang tinggal dalam suatu wilayah yang sama. ilmu politik diharapkan akan memberi wawasan baru bahwa dalam kerja keseharian. bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Negara. Bagi seorang mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga. Anarkisme. untuk apa ilmu tersebut diperuntukkan nantinya. segregasi. dan sebaliknya. attitude. Afeksi. liberalisme. oligarki. ekonomi. suatu kondisi ekonomi akan memberi pengaruh-pengaruh tertentu atas kehidupan politik. asimilasi. Alokasi sumber daya. Di bawah ini hanya akan diajukan contoh pengaruh dari ilmu sosiologi. nilai. pluralisme. hirarki. Akulturasi. kelas sosial. teologi (ilmu ketuhanan) dan ilmu jurnalistik serta para praktisi politik :[6] Bidang Ilmu Konsep yang Dipinjam Akomodasi. Gemeinschaft-Gesellschaft. merkantilisme. patriarki.

Suatu metode riset soal bagaimana membangun suatu standar. yaitu :[7] 1. 4. tetapi juga aktor dan lembaga politik informal. kiri dan kanan. struktur pemerintahan. dan hubungan ilmu politik dengan ilmu-ilmu sosial lain. sistem pemilihan umum. Tingkah Laku Politik Bidang ini mempelajari tingkah laku politik bukan hanya aktor dan lembaga politik formal. bagaimana seorang atau sekelompok kuli panggul memandang presiden di negara mereka. Lembaga-lembaga Politik Bidang ini mempelajari lembaga-lembaga politik formal yang mencakup : sistem kepartaian. para pakar yang tergabung ke dalam International Political Science Association merasa perlu untuk membagi disiplin ilmu politik ke dalam sub-sub disiplin yang lebih rinci. lobi. Meskipun dipinjam. plebisit. Imperialisme. pelayanan sipil. karisma. netralisme. pemerintahan lokal. sosialisme. dengan maksud untuk mengidentifikasi serta menjelaskan perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan yang ada di antara negara yang diperbandingkan. propaganda. sejarah ilmu politik. Sub-sub Disiplin Ilmu Politik Ilmu politik merupakan suatu bidang keilmuwan yang cukup luas. Hubungan Internasional . bagaimana sosialisasi politik yang dilakukan dalam suatu sekolah. Dengan demikian. sistem peradilan. Politik Perbandingan Politik perbandingan adalah suatu subdisiplin ilmu politik yang mempelajari: Perbandingan sistematis antarnegara.Teologi Jurnalis dan Politisi Anomi. 5. internasionalisme. Beberapa konsep dari yag disebut di atas akan kembali kita temui dalam materi-materi Pengantar Ilmu Politik selanjutnya. isolasionisme. dewan legislatif. sindikalisme. Misalnya mempelajari perilaku pemilih dalam ‘mencoblos’ suatu partai dalam Pemilu. otoritas sentral. serta angkatan bersenjata. 3. 2. dan bagaiana melakukan analisis atas perbandingan yang dilakukan. patronase. Ilmu Politik (Political Science) Bidang ini membahas bagaimana politik dapat dianggap sebagai bidang ilmu tersendiri. konsep-konsep tersebut di atas telah terinternalisasi dengan baik sehingga menjadi konsep-konsep mapan di dalam ilmu politik. Ada 9 subdisiplin yang berada dalam naungan ilmu politik. nihilisme. aturan.

atap.Bidang ini mempelajari politik internasional. Apakah pendekatan kualitatif atau kuantitatif yang akan digunakan dalam suatu penelitian. orang yang ahli sistem pengairan tidak dapat menyimpulkan hasil penelitian melalui perspektif halaman. yaitu : fundasi. 6. baik secara langsung atau tidak langsung (melalui agen). politik luar negeri. Demikian pula. Demikian pula aneka ragam uji statistik (dalam tradisi behavioral analysis) yang digunakan untuk menganalisis data. dan keindahan ruangan. tata urut penemuan suatu pengetahuan akan dapat dilihat. 9. masuk ke dalam subdisiplin ini. Metodologi Politik Subdisiplin ini khusus mempelajari paradigma (metodologi) serta metode-metode penelitian yang diterapkan dalam ilmu politik. Orang yang meneliti sebuah rumah dari sisi fundasi tentu berbeda cara dan kesimpulannya dari orang yang mengamati melalui perspektif atap. 8. halaman. Teori ini digunakan untuk menjelaskan fenomena maraknya gerakan-gerakan perempuan di hampir seluruh belahan dunia. Di dalam ilmu politik —-sekurang-kurangnya menurut David E. Administrasi dan Kebijakan Publik Subdisiplin ini mempelajari rangkuman aktivitas pemerintah. Atau. Apter—. Pendekatan dapat dianalogikan seperti 6 orang yang coba menganalisa suatu rumah. distribusi air. untuk menjelaskan politik “menutup” diri Jepang dan Amerika Serikat (sebelum Perang Duia I).terdapat 6 pendekatan . diterapkan teori ISOLASIONISME (pinjaman dari bahasa jurnalistik). Pendekatan satu dengan pendekatan lain berbeda baik dalam hal meneliti serta menyimpulkan sebuah gejala politik. di mana aktivitas ini mempengaruhi kehidupan warganegara. Konsep-konsep yang dibangun oleh subdisiplin Teori Politik nantinya digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena politik yang ada. Dalam pertemuan 2 kita telah membahas adanya 3 pendekatan besar dalam ilmu politik yaitu tradisional. Rumah misalkan saja terdiri atas 6 buah aspek. Misalnya. segala aktivitas politik yang melampaui batas yuridiksi wilayah satu atau lebih negara. Teori Politik Bidang ini secara khusus membahas pembangunan konsep-konsep baru dalam ilmu politik. 7. dinding. Ekonomi Politik Sub disiplin ini menekankan pada perilaku ekonomi dalam proses politik serta perilaku politik dalam pasar (marketplace). konflik internasional. Dengan epistemologi. Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik Berbicara mengenai pendekatan maka kita berada dalam kerangka aspek epistemologi ilmu pengetahuan. Ketiga pendekatan tersebut sesungguhnya lebih tertuju kepada aspek historis perkembangan ilmu politik ketimbang memberi suatu penjelasan yang lebih spesifik mengenai bagaimana kita menghampiri suatu fenomena politik. hukum internasional. behavioral. serta organisasi-organisasi internasional. dan postbehavioral. Singkatnya. Misalnya mengaplikasikan peminjaman konsep-konsep dari ilmu sosial lain guna diterapkan dalam ilmu politik. Demikian pula halnya dalam ilmu politik. saat ini ilmu politik telah mengaplikasi suatu teori baru yaitu FEMINISM THEORY.

kehidupan negara yang sempurna akan tercapai jika prinsip-prinsip keadilan ditegakkan. tidak boleh punya milik pribadi. makan serta tidur bersama-sama. Strukturalisme. Untuk itu. dan musik. Bagi Plato. tetapi tetap menganalisa satu bidang yaitu rumah.[9] Para pekerja terdiri atas mereka yang bekerja agar barang-barang kebutuhan manusia dapat tersedia: para petani. pedagang. A.[8] Pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu politik adalah terdiri atas Filsafat Politik. Di dalam politik demikian pula halnya. apa tujuan negara. golongan penjaga dilarang untuk memuaskan kepentingan pribadi masing-masing. Pendekatan ini mengkaji mengapa suatu negara terbentuk. Karena mereka hanya memahami kepentingan mereka sendiri. yaitu (1) para penjamin makanan (pekerja). siapa yang layak memerintah. Keenam pendekatan tersebut memiliki pendukung dan karakteristik khasnya masing-masing. Negara. keenam pendekatan ini sama-sama menganalisa satu bidang. Hal ini mungkin dilakukan oleh sebab filsuf-raja telah melepaskan diri dari ikatan-ikat nafsu dan indera serta bebas dari pamrih. sama seperti masalah rumah tadi. Dengan demikian. Dengan menguasai filsafat. (2) para penjaga. seorang raja akan mampu memahami melihat hakikat-hakikat rohani di belakang bayang-bayang inderawi yang selalu berubah-ubah ini. Keadilan —menurut Plato— adalah tatanan keseluruhan masyarakat yang selaras dan seimbang. Behavioralisme. Paparan berikutnya akan digunakan untuk merinci masing-masing pendekatan secara satu per satu. bagi Plato. (3) para pemimpin. Institusionalisme. Namun. Masyarakat yang adil adalah masyarakat yang dipersatukan oleh tatanan yang harmonis. dan radikal. Dalam pendekatan filsafat politik dikenal empat tradisi besar yaitu tradisi klasik. Plato mempromosikan filsafat politiknya demi memberi arahan yang benar seputar bagaimana menyeenggarakan kehidupan bernegara. Mereka dilarang berkeluarga. buruh. tukang. mereka harus harus diatur agar hidupnya selaras dengan kepentingan umum oleh para penjaga. di mana masig-masing anggota memperoleh kedudukan sesuai dengan kodrat dan tingkat pendidikan mereka. Golongan kedua (para penjaga) mengabdikan seluruh hidupnya demi kepentingan umum. dan Developmentalisme. juga menyinggung masalah moral politik. gimnastik. Sebab itu dapat dikatakan ahwa sumber kekuasaan adalah . Pluralisme. Golongan penjaga ‘disapih’ sejak umur 2 tahun. seorang penguasa bagi Plato harus seorang filosof-raja. Tradisi Klasik (Plato dan Aristoteles) Plato hidup pada masa ketika negara-kota Athena menjadi rebutan dari orang-orang yang tidak memenuhi syarat untuk memimpin. meskipun keenam perspektif tersebut berbeda. yaitu fenomena politik. pengemudi kereta. Golongan ketiga (para pemimpin) dipilih di antara para penjaga. terdiri atas tiga golongan besar. serta hidup.dalam memahami fenomena politik. diberi pendidikan yang materinya mengarah pada tertib dan kebijaksanaan seperti filsafat. di mana posisi ideal penguasa dengan yang dikuasai. dan pelaut. pertengahan. wanita dan anak dimiliki bersama. dan. khususnya mereka yag paling memahami filsafat (ahlinya: filosof). Filsafat Politik Filsafat politik adalah suatu pendekatan ilmu politik yang relatif abstrak sebab berbicara pada dataran filosofis kegiatan politik. pencerahan.

Pekerjaan akhirnya akan menghasilkan sumber-sumber yang perlu untuk otoritas. Bagi Aristoteles pun. merupakan pemenuhan setiap potensipontesi yang ada pada diri individu. Namun. Dengan demikian. Aristoteles (384-322 sM) mempersamakan tujuan negara dengan tujuan manusia: Menciptakan kebahagiaan (Eudaimonia). Keadilan diberikan kepada rakyat untuk diselenggarakan pada pemenuhan potensi-potensi yang dicapai melalui pekerjaan. seluruh penguasa harus takluk kepada hukum. Secara sederhana. Kepentingan umum sebaliknya. sebab manusia tidak dapat berbuat banyak demi mencapai kebahagiaan tanpa bantuan orang lain. Bagi Aristoteles.PENGETAHUAN yang dicapai melalui pendidikan. bentuk kekuasaanya berada di tengah-tengah antara oligarki dengan demokrasi. Sebaliknya. bukan filsuf yang hanay duduk di ‘menara gading. kekuasaan suatu negara harus berada di tangan banyak orang agar suatu keputusan tidak dibuat secara pribadi melainkan kolektif.’ Sumber kekuasaan dalam Politeia adalah hukum. kekuasaan tersebut jangan berada di tangan golongan miskin atau kaya. tugas negara bagi Aristoteles pun jelas: Mengusahakan kebahagiaan hidup warganegaranya. Otoritas akan dijalankan oleh filosof-raja yang memerintah untuk menegakkan keadilan. Pemikiran Plato mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut : Sarana Para Penguasa Otoritas (1) ↑ Rakyat Pekerjaan (4) Keterangan : Penguasa menggunakan kekuasaan untuk mencapai kepentingan umum sebagai hasil dari kecerdasan mereka. Satu hal penting lain.[10] Artinya. Manusia adalah makhluk sosial sekaligus zoon politikon (makhluk politik). melainkan golongan menengah. manusia harus mau berinteraksi di dalam negara (berinteraksi dengan orang lain) demi mencapai kebahagiaan hidup sendiri dan bersama. pemikiran Aristoteles mengenai politik dapat dilihat pada skema berikut ini: Sarana Warganegara Individual Pilihan (4) ↓ Konstitusi Campuran ← Tujuan Kebijaksanaan (praktis) (3) ↑ Kebahagiaan → ← Tujuan Keadilan (2) ↓ Potensialitas (3) Polis (negara) → . Pemimpin negara adalah orang yang ahli dan teruji kepemimpinannya secara praktis. Aristoteles menentang gagasan Plato untuk menyerahkan kekuasaan negara hanya kepada filosof-raja yang tanpa konstitusi. Sebab itu. negara sama seperti organisme: Ia mampu berkembang dan mati. Aristoteles menyarankan pembetukan suatu negara bernama POLITEIA (negara yang berkonstitusi).

Penyembahan Tuhan lalu dijadikan penghayatan oleh subyek bukan terlembaga seperti gereja Katolik. sementara perilaku Habel mencerminkan ketaatan pada Tuhan. Perilaku Kain yang negatif mencerminkan pengumbaran hawa nafsu. ketidakadilan.” Martin Luther (1484-1546 M) Tahun 1517 memberontak terhadap kekuasaan gereja Roma. Aquinas menyatakan bahwa negara adalah sama sekali sekuler. Setiap kebijaksanaan menghasilkan pilihan-pilihan baru bagi para warganegara yang nantinya diwujudkan ke dalam bentuk konstitusi campuran. sementara negara surgawi sebaliknya. penghianatan. Sebab itu. Negara adalah alamiah sebab tumbuh dari kebutuhan-kebutuhan manusia yang hidup di dunia. kecuali sungguh-sungguh ada seseorang yang mampu menjamin stabilitas setelah si penguasa tiran tersebut digulingkan. kebobrokan moral. Magnum opus Aquinas adalah “Summa Theologia. Sebab itu. Namun. Namun. Sebab-sebab pemberontakannya adalah mulai korupnya kekuasaan Bapa-Bapa gereja. berbeda dengan pemikiran Katolik pertengahan. Ia membagi negara ke dalam dua substansi: Sekuler dan Surgawi. Jika penguasa mulai melenceng. serta keindahan. Penguasa harus ditaati selama ia mengusahakan terselanggaranya keptingan umum. keluhuran budi. . keadilan. Konsepsi negara surgawi dan diaboli dianalogikan Agustinus seperti kisah Kain dan Habel. pengumbaran hawa nafsu. Kebahagiaan secara praktis diturunkan ke dalam bentuk kebijaksanaan-kebijaksanaan praktis. gereja harus ditempatkan di bawah pengawasan negara. Negara sekuler (diaboli) adalah negara yang jauh dari penyelenggaraan hukum-hukum Tuhan. kekuasaan untuk menjalankan negara itulah justru yang berasal dari Hukum Tuhan (Divine Law). sebab sesungguhnya mereka pun manusia biasa. Aquinas menyarakankan “Jangan melawan penguasa yang tiran. Luther juga meulai prithatin akan gejala takhayulisme dan mitologisasi patung-patung orang-orang suci gereja. Luther menyarakan pemisahan kekuasaan gereja (agama) dengan kekuasaan negara (sekuler). Thomas Aquinas. dan kemaksiatan. Tradisi Abad Pertengahan (Santo Agustinus. Negara Surgawi (disebut pula negara Allah) ditandai oleh penjunjungan tinggi atas kejujuran. isalnya mengkomersilkan surat pengampunan dosa (surat Indulgencia). B.(1) (2) Aristoteles menekankan pentingnya konstitusi campuran yang merupakan aturan dasar kehidupan bernegara. Kontitusi ini harus menunjuk kebahagiaan setiap individu sebagai hal ideal yang harus dicapai suatu negara. Santo Thomas Aquinas (1225-1274 M). dan Martin Luther)[11] Santo Agustinus (13 Nopember 354 M – 28 Agustus 430 M) Agustinus menulis magnum opus-nya De Civitate Dei (Kota Tuhan). Keprihatinan lain Luther adalah anggapan suci yang berlebihan atas para pemuka agama. Luther menuntut Paus agar mengakui kekuasaan para raja dengan tidak mengintervensi penyelenggaraan kekuasaan dengan dalih-dalih penafsiran kitab suci. rakyat berhat untuk mengkritik bahkan menggulingkannya.” Berbeda dengan Agustinus. kekuasaan harus diperguakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan hukum Tuhan. Akhirnya. Negara sekuler ditandai oleh kebohongan.

Negara adalah simbol kekuasaan politik tertinggi yang sifatnya mencakup semua dan mutlak. yaitu hukum yang menunjukkan apa apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. bukan berasal dari Tuhan atau doktrin agama manapun. Aquinas. bagi Machiavelli kekuasaan ada di dalam dirinya sendiri. dapat dirangkum ke dalam bagan berikut : Sarana Yang Mengatur Negara Manusia ← (akal) (2) ↓ Kepatuhan Pada → Hukum Positif (3) Tujuan Masyarakat Baik Sebagai Kota Tuhan (wahyu) (1) ↑ Kejayaan (Grace) (4) Yang Diatur Keterangan : Wahyu turun dari Tuhan.Secara umum.” Bagi Hobbes. agama. dan dari nalar tampil hukum alam. mutlak. dijadikan alat untuk memperoleh kekuasaan oleh para penguasa. Aquinas. Machiavelli menandaskan bahwa kekuasaan merupakan awal dari terbentuknya negara. Hukum praktis ini dibuat oleg rakyat dan disebut hukum positif. sebab manusia secara mendasar memiliki naluri-naluri ‘buas’ di dalam dirinya. Bagaimana raja terjaga dari kemungkinan penyelewengan kekuasaan? Hobbes menjawa: “Tidak mungkin sebab raja dituntun oleh hukum moral di alam dirinya!” . Raja harus licik sekaligus jujur. dan Luther berada dalam konsep umum teokrasi (pemerintahan berdasarkan prinsip-prinsip ketuhanan). dinas militer. Berbeda dengan pemikiran Agustinus. warisan. Hukum ini dimaksudkan demi menciptakan kejayaan (grace). Tujuan seorang penguasa adalah mempertahankan kekuasaan dan untuk itu. Magnum opus-nya Thomas Hobbes adalah “Leviathan. Dari hukum alam maka lahir hukum praktis yang mengatur harta benda. manusia adalah serigala bagi sesamanya (homo homini lupus). Secara sederhana. C. Thomas Hobbes (1588-1679 M). dan kewajiban-kewajiban lain. moral bahkan Tuhan. pemikiran Agustinus. dan Luther.[12] Dalam magnum opus-nya “Il Principe” (sang pangeran). Justru. Tradisi Pencerahan (kembali ke persoalan duniawi) Niccolo Machiavelli (1469-1527 M). Il Principe menceritakan soal apa yang seharusnya dilakukan seorang raja untuk mempertahankan atau menambah kekuasaannya. Untuk mengatasi situasi perang tersebut perlu dibentuk negara guna menciptakan stabilitas dan kedamaian. Hobbes berbeda dengan Aristoteles sebab memperbolehkan pemerintahan tanpa konstitusi. Dari wahyu muncul nalar. Situasi dalam masyarakat sebelum adanya negara adalah Bellum Omnium Contra Omnes (perang semua lawan semua). ia harus menyelenggarakan kesejahteraan rakyat secara umum agar si penguasa tersebut semakin dicintai dan didukung rakyat agar terus berkuasa.

individu-individu dalam masyarakat sepakat untuk menyerahkan sebagian hak-hak. dan Feodalisme. Locke menyarankan diselenggarakannya demokrasi perwakilan. Dan tidak hanya itu.sementara dipegang eksekutif. negara yang dibentuk harus berdasarkan konstitusi dan kekuasaan yang ada harus dibeda-bedakan. Agama 6. Pengaturan militer dan pajak 3. “rakyat” yag diwakili tersebut adalah laki-laki. tetapi ia berangsur-angsur memburuk perilakunya karena menjaga harta milik dari jarahan individu lain. Locke berbeda dengan Hobbes. Magnum opus Rousseau adalah “The Social Contract. yaitu : • • • Legislatif (pembuat UU) Eksekutif (pelaksana UU) Federatif (hubungan dengan luar negeri) —.John Locke (1632-1704 M) Magnum opusnya John Locke “Two Treatises of Government. Perekonomian. dengan rincian berikut : 1. bahwa kekuasaan seorang raja harus dibatasi. Magnum opus dari Montesquieu adalah “The Spirit of the Laws. Untuk menjamin kebebasan warganegara. Montesquieu (1689-1755 M). dan Yudikatif (mengawasi pembuatan dan pelaksanaan UU). Rousseau menyebutkan bahwa negara terbentuk lewat suatu perjanjian sosial. Dalam menjalankan hidup keseharian . dan berasal dari kelas borjuis. negara dibutuhkan untuk menjamin hak milik pribadi.” Menurut Locke. 5. Hukum secara umum dan bentuk-bentuk pemerintahan 2. Uraian tentang hukum Romawi. kebebasan dan kekuasaan yang dimilikinya kepada suatu kekuasaan bersama. Namun.” Dalam karya tersebut. Kekuasaan bersama ini kemudian dinamakan Negara. yaitu Legislatif (membuat UU).” Buku ini terdiri atas 31 buku yang dibagi ke dalam 6 bagian. di mana wakil-wakil rakyat yang membuat undang-udang. Montesquieu merasa perlu untuk memisahkan tiga jenis kekuasaan. Ketergantugan adat kebiasaan atas iklim dan kondisi alam suatu wilayah 4. Jean Jacques Rousseau (1712-1778 M). Negara berdaulat selama diberi mandat oleh rakyat. Locke menyarankan adanya 3 bentuk kekuasaan yang terpisah. Eksekutif (melaksanakan UU). Sebab itu. manusia pada dasarnya adalah baik. Namun. Kedaulatan tersebut akan tetap absah selama negara tetap menjalankan fungsi sesuai kehendak rakyat. Perancis. Artinya.

Dengan adanya negara.” Menurut Hegel ada satu kekuatan absolut yang sedang bekerja di dunia ini. Secara umum. Penindasan hanya dapat dihentikan jika negara dihapuskan. yang ‘banyak’ harus didahulukan . penindasan kelas pertama atas yang kedua berlanjut. dengan demikian. negara adalah bentuk tertinggi pengorganisasian manusia dan ia mengatasi kepentingan-kepentingan individu.[13] John Stuart Mill Magum opusnya “On Liberty. Negara berasal dari gerak dialektis (pertentangan) di tengah masyarakat.negara. Untuk menjamin terselenggaranya hak tersebut. Bagi Mill. Kepentingan negara harus didahulukan ketimbang yang terakhir. Baginya. hal yang harus diperbuat negara adalah menciptakan Greatest Happines for Greates Number (kebahagian terbesar untuk jumlah yang terbesar). D. Dengan demikian. Pengahapusan negara melalui revolusi proletariat. Pertentangan mengalami penyelesaian melalui media terbentuk dan terselenggaranya negara. negara muncul hanya sebagai instrumen untuk menjamin kebebasan individu. Rousseau tidak menghendaki demokrasi perwakilan melainkan lagsung. Ia menyatakan bahwa negara cuma sekadar alat dari kelas ‘kaya’ ekonomis untuk mengisap kelas ‘miskin’ (proletar). pendekatan filsafat politik tradisi pencerahan dapat dilihat pada bagan berikut : Sarana Para Penguasa Kekuasaan (3) ↑ Dukungan (2) → Tujuan Stabilitas dan Ketertiban (4) ↓ Hak-Hak (1) Yang Dikuasai Keterangan : ← Hal paling penting dalam tradisi pencerahan adalah hak-hak individu manusia (bukan Tuhan atau masyarakat). Masing-masing rakyat datang ke pertemuan umum dan menegosiasikan kepentingannya dengan individu lain. Baginya. prinsip mayoritas harus dijunjung tinggi dalam suatu negara. Dukungan melahirkan kekuasaan. Tradisi Modern Georg Wilhelm Friedrich Hegel Magnum Opus-nya : “The Phenomenology of Mind. Karl Heinrich Marx Magnum opus-nya Manifesto Komunis (bersama Friedrich Engels). tetapi sendiri melakukannya di kehidupan publik. Kekuatan tersebut ia sebut Ide Mutlak. mereka memberi dukungan pada seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur mereka. dan kekuasaan demi menjaga stabilitas dan ketertiban agar setiap individu mampu menikmati hakhak mereka dengan rasa aman. Ide mutlak bergerak dalam sejarah dan bentuk yang paling sempurna adalah negara.” Mill amat menjunjung tinggi kehidupan politik yang negosiatif. setiap masyarakat tidak mewakilkan kepentinga politiknya pada seseorang atau sekelompok orang. Bagi Mill. Artinya. Marx (murid Hegel) menentang gurunya .

[15] Misalnya. terdapat kelompok kepentingan. Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif. Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi. Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik. Pendekatan Institusional Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal. atau . pemegang.ketimbang yang sedikit. sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi. eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. Kekuasaan (asal-usul. Dalam menjalankan fungsinya. Di samping partai. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. sementara di sistem presidensil oleh presiden. Terdapat juga kelompok penekan. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum. bagaimana kekuasaan dijalankan. merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Pendekatan Behavioral Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak). serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan. dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. membagi tanggung jawab para penyelenggara negara. bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum. pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untukmengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri. Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif. Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). seperti pendekatan Institusionalisme). Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir.

Arab. Bagi Huntington. hanya alat dari struktur kelas ini. [16] Robert A. C. kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan. Bagi Frank.mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y? Pendekatan Plural Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku “Capitalism and Underdevelopment in Latin America. mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi. mobilitas sosial (urbanisasi. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. India) di posisi tengah. Menurut Lerner. hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik. pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar. Pendekatan Developmental Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi. yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills). memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Huntington dalam “Political Order in Changing Society” pada tahun 1968. terpaan media. penyebab terus miskinnya negara-negara ‘dunia ketiga’ adalah akibat : . tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas.[17] Peneliti lain. Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. akan muncul situasi disorder. sementara kemampuan pelembagaan politik rendah. Menurut Huntington. Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. bagi Marx. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Misalnya. sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Namun. Dalam analisa Marx. dan eksekutif. Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. jika partisipasi politik tinggi.[20] Bagi Huntington. struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi. tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. bukan piramidal. Dahl sebaliknya. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. melainkan kaum kapitalis yang ‘mendadak’ kaya akibat revolusi industri. Dengan demikian. Negara.[18] Pendekatan Struktural Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat. pada zaman kekuasaan Mataram (Islam). Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negaranegara baru tersebut.[19] Misalnya. parlemen. yaitu Belanda (Eropa). kaum asing lain (Cina. partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi. literasi. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik.

et al. Suriasumantri. (Jakarta: Sinar Harapan. (Jakarta: Rajawali. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. p.5. p. Chilcote. Seluruh bab.103. (Jakarta: Rajawali Press.5. Suriasumantri. [3] Sudarto. 1996). [7] Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Pengantar Ilmu Politik. 1994). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. 1997).modal asing . et al. Footnote: [1] Carlton Clymer Rodee.cit. 1985). Goodin and Hans-Dieter Klingemann. 1995). A New Handbook of Political Science. op. • • • • • • • • • • • . cet. Chilcote. (Jakarta: Rajawali. Pengantar Ilmu Politik. [5] Ronald H.kaum borjuis negara satelit yang ‘manja’ pada pemerintahnya Frank menyarankan agar negara-negara ‘dunia ketiga’ memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat). (Boulder.57 [6] Didasarkan atas Robert E. Roskin. Pengantar Analisa Politik.29. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Fifth Edition.. (New York: Oxford University Press.. 2002). Michael G.[21] Referensi • • • • Carlton Clymer Rodee.. Miriam Budiardjo. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. p.. Dasar-dasar Ilmu Politik.. Metodologi Penelitian Filsafat. (New York: Oxford University Press. (Jakarta: Gramedia.perilaku pemerintah lokal yang korup . h. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. h..293. 2002). A New Handbook of Political Science. Apter. (Boulder. Robert E. 1995). et al. (Jakarta: Sinar Harapan. h. (Jakarta: Rajawali Press. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer.. Colorado: Westview Press. (Jakarta: Rajawali. op.. 1997). 1996). Jujun S. 2-3. Ronald H. cet. 2000).7.cit. Metodologi Penelitian Filsafat. Sudarto. [4] Jujun S. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. [2] Robert E. [8] Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. 1981). Colorado: Westview Press. 1981). Political Science: An Introduction.

Colorado: Westview Press. Pengantar Analisa Politik.H.158-184. Manifesto Partai Komunis.195-6. p. (Boulder. Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe. Etika Politik.194-207. 1999). Pemikiran Politik Barat. organisasi-organisasi antarpemerintah. (Jakarta: Rajawali. HI mencakup rentang isu yang luas. adalah cabang dari ilmu politik. Varma. Colorado: Westview Press. termasuk peran negara-negara. Selain ilmu politik. 1981). Aristoteles. organisasiorganisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat. Chilcote. [10] J. studi-studi budaya dalam kajian-kajiannya. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Lihat juga Ronald H. [18] Ronald H. h. dari globalisasi dan dampakdampaknya terhadap masyarakat-masyarakat dan kedaulatan negara sampai kelestrarian .290-1. 1999). h. 1968).• • • • [9] Franz Magnis-Suseno. (Semarang: ISEA. p. Regimes and Oppositions. h.358. [17] Robert A. (Boulder. 1981). [21] Ronald H. [13] Karl Marx dan Friedrich Engels.245. 94-102 [16] David E. 1985). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Chilcote. 1968. (Jakarta: Gramedia. (Yale University Press. Seluruh buku. 2001). 1985). Apter. [14] David E. Augustinus. New Haven: Yale University Press. Colorado: Westview Press. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. p.465-467. Hubungan Internasional adalah suatu bidang akademis dan kebijakan publik dan dapat bersifat positif atau normatif karena Hubungan Internasional berusaha menganalisis serta merumuskan kebijakan luar negeri negara-negara tertentu. antropologi. Chilcote. Dahl. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.5. Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. [11] Mengacu pada Ahmad Suhelmi. Bab pendahuluan.358. 187-8. p. geografi. 2002).P. [20] Samuel P. (Jakarta: Rajawali Press. [19] Ronald H... 1974). p. Filsafat Politik Plato. Apter. Teori Politik Modern. dan perusahaan-perusahaan multinasional. • • • • • • • • • Hubungan Internasional. Political Order in Changing Societies. (Jakarta: Gramedia. Pengantar Analisa Politik. hukum. p. Hubungan Internasional menggunakan pelbagai bidang ilmu seperti ekonomi. (Boulder. (Jakarta: Rajawali Press. Chilcote. 1981). 2001). h. (ed. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. (Jakarta: Rajawali. (Boulder. filsafat. psikologi. 1981). sejarah. h. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. [15] S. 1999). (Jakarta: Graedia.). [12] Lee Cameron McDonald. merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. Colorado: Westview Press. sosiologi. Machiavelli. Huntington. Seluruh buku. Rapar.

yang mencakup level individual. Studi Hubungan internasional Pada mulanya. Sekolah tinggi pertama jurusan hubungan internasional yang menghasilkan lulusan bergelar sarjana adalah Fletcher Schooldi Tufts. level internasional yang terdiri atas persoalan-persoalan transnasional dan internasional level global. terorisme. atau kedaulatan-kedaulatan yang sah tidak akan mengakui pihak-pihak lain yang memiliki kedudukan yang sama secara internal dalam batas-batas kedaulatan wilayah yang sama. kejahatan yang terorganisasi. institusionalisasi terhadap diplomasi dan tentara. lewat dukungan yang diberikan oleh David Davies. Meskipun pelbagai sekolah tinggi yang didedikasikan untuk studi HI telah didirikan di Asia dan Amerika Selatan. Pada 1927. Otoritas Yunani dan Roma kuno kadang-kadang mirip dengan sistem Westphalia. sistem ini agak terlalu disederhanakan. menjadi posisi akademis pertama yang didedikasikan untuk HI. hubungan internasional sebagai bidang studi yang tersendiri hampir secara keseluruhan berkiblat ke Inggris. Lebih lanjut. negara-bangsa domestik sebagai suatu unik. Kemampuan wacana HI untuk menjelaskan hubungan-hubungan di antara jenis-jenis negara yang berbeda ini diperselisihkan. Sistem internasional kontemporer akhirnya dibentuk lewat dekolonisasi selama [Perang Dingin]. Aberystwyth. Sebelumnya. Swiss. ketika sistem negara modern dikembangkan. banyak negara tidak masuk ke dalam sistem tersebut dan disebut sebagai “pramodern”. Namun. didirikan di Jenewa. beberapa telah melampaui sistem negara-bangsa dan dapat dianggap “pasca-modern”. Namun. teori HI . lewat kolonialisme. dan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. Walsh School of Foreign Service yang merupakan bagian dari Georgetown Unversity. Graduate Institute of International Studies (Institut universitaire de hautes Ã(c)tudes internationales). organisasi-organisasi otoritas politik abad pertengahan [Eropa] didasarkan pada tatanan hirarkis yang tidak jelas. institut ini berusaha menghasilkan sekelompok personel khusus untuk Liga Bangsa-bangsa. perkembangan ekonomi. Afrika.ekologis. Westphalia membentuk konsep legal tentang kedaulatan. dan Asia. Westphalia mendukung bangkitnya negara-bangsa (nation-state). Sementara sistem negara-bangsa dianggap “modern”. yang pada dasarnya berarti bahwa para penguasa. HI sebagai suatu bidang ilmu tetap terutama berpusat di Eropa dan Amerika Utara. Pada awal 1920-an. Sistem yang berasal dari Eropa ini diekspor ke Amerika. Dewan Politik internasional dibentuk di University of Wales. proliferasi nuklir. dan hak-hak asasi manusia. “Level-level analisis” adalah cara untuk mengamati sistem internasional. nasionalisme. Sejarah Sejarah hubungan internasional sering dianggap berawal dari [Perdamaian Westphalia] pada [1648]. tetapi keduanya tidak memiliki gagasan kedaulatan yang memadai. keselamatan umat manusia. Program HI tertua di Amerika Serikat ada di Edmund A. jurusan Hubungan Internasional dari London School of Economics didirikan atas perintah seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Phillip Noel-Baker. dan “standar-standar peradaban”. Pada 1919. Teori hubungan internasional Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I.

dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut. keseimbangan kekuasaaan dan lain-lain.memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya. Hugo Grotius. Epistemologi ini menolak ideide sentral tentang neo-realisme/liberalisme. Teori Epistemologi dan teori HI Teori-teori Utama Hubungan Internasional Realisme [[Neorealisme]. Teori kritis dipelopori oleh Jurgen Habermas. istilah kunci : Pacific UnION Liberalisme. Francisco de Vitoria. Alienisasi. Teori-teori ini biasanya berfokus berbagai aspek seperti interaksi negara-negara. untuk memahami isu-isu lingkungan Masyarakat Konsumtif dari Herbert Marcuse. untuk memahami hubungan antara masyarakat dengan budaya global Secara garis besar teori-teori HI dapat dibagi menjadi dua pandangan epistemologis “positivis” dan “pasca-positivis”. Meskipun hak-hak asasi manusia kontemporer secara signifikan berbeda dengan jenis hak-hak yang didambakan dalam hukum alam. Marxisme merupakan landasan hubungan internasional. teori pasca-positivis pasca-positivis berfokus . menawarkan berbagai penjelasan yang bersifat sebab-akibat (seperti mengapa dan bagaimana kekuasaan diterapkan). istilah kunci : complex interdepency Neoliberalisme. dengan alasan bahwa metode ilmiah tidak dapat diterapkan ke dalam dunia sosial dan bahwa suatu “ilmu” HI adalah tidak mungkin. selain teori-teori kontemporer intenasionalisme liberal. liberalisme menggunakan karya Kant dan Rousseau. Marxisme dan Neo Marxis Teori dependensi. fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). seperti neo-realisme. dan John Locke memberikan pernyataan-pernyataan pertama tentang hak untuk mendapatkan hak-hak tertentu berdasarkan kemanusiaan secara umum. Epistemologi pasca-positivis menolak ide bahwa dunia sosial dapat dipelajari dengan cara yang objektif dan bebas-nilai. Paradigma Kesadaran. dengan karya Kant sering dikutip sebagai pengembangan pertama dari Teori Perdamaian Demokratis. Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional. Perbedaan kunci antara kedua pandangan tersebut adalah bahwa sementara teori-teori positivis. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. Emansipatoris. Dipelopori oleh Kenneth Waltz. agen. Dewasa ini. Banyak orang yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis. Pada abad ke-20. ukuran kekuatan-kekuatan militer. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. Teori-teori positivis bertujuan mereplikasi metode-metode ilmu-ilmu sosial dengan menganalisis dampak kekuatan-kekuatan material. istilah kunci : Paradigma Komunikasi. Konstruksivisme Fungsionalisme Neofungsiionalisme Negativitas Total dari TW Adorno. Demikian juga. istilah kunci : struktur. sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. seperti teori pilihan rasional. sistem internasional Idealisme. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. Dipelopoeri oleh Imanuel Kant. Dipelopori oleh Robert Keohane.

bagaimana kekuasaan dialami dan bagaimana kekuasaan direproduksi. bahwa hubungan internasional dikarakterka oleh hubungan-hubungan antarnegara yang antagonistik. Sebuah versi baru “idealisme”.H. sebagai contoh apa yang dimaksudkan dengan “kekuasaan”. Para realis melihat Perang Dunia II sebagai pembuktian terhadap teori mereka.H. Hal ini merupakan sesuatu yang sering diabaikan dalam HI “tradisional” karena teori-teori positivis membuat perbedaan antara “fakta-fakta” dan penilaian-penilaian normatif. Negara-negara dipaksa oleh pencapaian yang relatif (relative gains) dan keseimbangan yang menghambat konsentrasi kekuasaan. Setiap kerja sama antara negara-nge dijelaskan sebagai benar-benar insidental. Mereka menolak berbagai penjelasan yang mempertimbangkan pengaruh karakteristik-karakteristik dalam negeri negara-negara. dan Hans Morgenthau berargumen bahwa. Daniel Bernhard. Namun. sebagai tanggapan terhadap liberalisme. Sambil tetap mempertahankan pengamatan-pengamatan empiris realisme. dikemukakan oleh Hans Kóchler. negaranegara adalah aktor-aktor rasional yang berusaha mencari kekuasaan dan tertarik kepada kepentingan diri sendiri (self-interested). pada intinya menyangkal bahwa negaranegara berusaha untuk bekerja sama. para pendukung neorealisme menunjuk struktur anarkis dalam sistem internasional sebagai penyebabnya. ketiga orang tersebut tampaknya tidak mungkin menggolongkan diri mereka sendiri sebagai realis (dalam pengertian yang dipakai di sini untuk istilah tersebut). hal-hal apa sajakah yang membentuknya. Carr. and War). dan Hobbes sering disebut-sebut sebagai “bapak-bapak pendiri” realisme oleh orang-orang yang menyebut diri mereka sendiri sebagai realis kontemporer. Selama periode akhir 1980-an/1990 perdebatan antara para pendukung teori-teori positivis dan para pendukung teori-teori pasca-positivis menjadi perdebatan yang dominan dan disebut sebagai “Perdebatan Terbesar” Ketiga (Lapid 1989. yang berpusat pada hak-hak asasi manusia sebagai dasar legitimasi hukum internasional. Para realis awal seperti E. Liberalisme/idealisme/Internasionalisme Liberal Teori hubungan internasional liberal muncul setelah Perang Dunia I untuk menanggapi ketidakmampuan negara-negara untuk mengontrol dan membatasi perang dalam hubungan internasional mereka. Teori-teori pasca-positivs secara eksplisit sering mempromosikan pendekatan normatif terhadap HI. untuk maksud meningkatkan keamanan mereka. Tidak .) Teori-teori Positivis Realisme Realisme. meskipun karya mereka dapat mendukung doktrin realis.pada pertanyaan-pertanyaan konstitutif. Machiavelli. atau “nilai-nilai”. Pendukung-pendukung awal teori ini termasuk Woodrow Wilson dan Normal Angell. yang berargumen dengan berbagai cara bahwa negara-negara mendapatkan keuntungan dari satu sama lain lewat kerjasama dan bahwa perang terlalu destruktif untuk bisa dikatakan sebagai pada dasarnya sia-sia. the State. Liberalisme tidak diakui sebagai teori yang terpadu sampai paham tersebut secara kolektif dan mengejek disebut sebagai idealisme oleh E. Neorealisme Neorealisme terutama merupakan karya Kenneh Waltz (yang sebenarnya menyebut teorinya “realisme struktural” di dalam buku karangannya yang berjudul Man. Perlu diperhatikan bahwa para penulis klasik seperti Thucydides. dengan mempertimbangkan etika. Carr.

bagian baru teori ini dikemukakan oleh Robert Keohane dan juga Joseph Nye. juga disebut Aliran Pemikiran Inggris. beberapa pendukung realis seperi Joseph Greico telah mengembangkan sejumlah teori cangkokan yang membawa sebuah pendekatan berbasis realis ke teori yang berdasarkan pada liberal ini. hak asasi manusia. Definisi rejim yang paling lazim dipakai datang dari Stephen Krasner. Tapi tidak semua pendekatan teori rejim berbasis pada liberal atau neoliberal. Contoh-contoh kerjasama tadilah yang dimaksud dengan rejim. para teoritisi rejim menyatakan kerjasama tetap ada dalam situasi anarki sekalipun. Meningkatnya interdependensi selama Perang Dingin lewat institusi-institusi internasional berarti bahwa neoliberalisme juga disebut institusionalisme liberal. Sementara realisme memprediksikan konflik akan menjadi norma dalam hubungan internasional. Hal lain yang juga membedakan neo-realisme dari realisme adalah bahwa neo-realisme tidak menyetujui penekanan realisme pada penjelasan yang bersifat perilaku dalam hubungan internasional. hanya saja kerjasama bukanlah norma. Krasner mendefinisikan rejim sebagai “institusi yang memiliki sejumlah norma. neo-realisme berusaha ilmiah dan lebih positivis. rejim adalah contoh dari kerjasama internasional. Neoliberalimse juga mengandung suatu teori ekonomi yang didasarkan pada penggunaan pasar-pasar yang terbuka dan bebas dengan hanya sedikit. dan keamanan bersama di antara isu-isu lainnya. Hal ini juga berarti bahwa pada dasarnya bangsa-bangsa bebas membuat pilihan-pilihan mereka sendiri tentang bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tanpa organisasi-organisasi internasional yang merintangi hak suatu bangsa atas kedaulatan. dan dengan demikian menaruh perhatian pada pencapaian-pencapaian mutlak. kerjasama merupakan sebuah perbedaan derajat). Teori Rejim Teori rejim berasal dari tradisi liberal yang berargumen bahwa berbagai institusi atau rejim internasional mempengaruhi perilaku negara-negara (maupun aktor internasional yang lain). jika memang ada. tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting. Para pendukung seperti Maria Chatta berargumen bahwa negara-negara akan bekerja sama terlepas dari pencapaian-pencapaian relatif. Teori-teori pasca-positivis/reflektivis Teori masyarakat internasional (Aliran pemikiran Inggris) Teori masyarakat internasional. Neoliberalisme Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional. berfokus pada berbagai norma dan nilai yang sama-sama dimiliki oleh negara-negara dan bagaimana norma-norma dan . Teori ini mengasumsikan kerjasama bisa terjadi di dalam sistem negara-negara anarki. Bila dilihat dari definisinya sendiri. aturan yang tegas. (Kerjasama menurut kelompok realis bukannya tidak pernah terjadi. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme. dan prosedur yang memfasilitasi sebuah pemusatan berbagai harapan. intervensi pemerintah untuk mencegah terbentuknya monopoli dan bentuk-bentuk konglomerasi yang lain. Seringkali mereka menyebutkan kerjasama di bidang perdagangan.seperti realisme.

Teori Kritis Teori hubungan internasional kritis Teori hubungan internasional kritis adalah penerapan “teori kritis” dalam hubungan internasional. Jika pada pihak lain anarki dilihat sebagai dibatasi (anarki “Lockean”) maka sistem yang lebih damai akan eksis. Konstruktivisme Sosial Kontrukstivisme Sosial mencakup rentang luas teori yang bertujuan menangani berbagai pertanyaan tentang ontologi. dan dibagi kembali antara para solidaris. bukan diterima sebagai aspek yang alami dan tidak mudah berubah dalam kehidupan internasional seperti menurut pendapat para pakar HI non-realis. tatanan. Pakar konstruktivisme yang paling terkenal. Catatan: Daftar teori ini sama sekali tidak menyebutkan seluruh teori HI yang ada. yang cenderung lebih menyokong intervensi kemanusiaan. Contoh norma-norma seperti itu mencakup diplomasi. dan Ken Booth berfokus pada kebutuhan terhadap emansipansi (kebebasan) manusia dari Negara-negara. Konstruktivisme bukan merupakan teori HI. . Hal yang terdapat dalam semua variasi konstruktivisme adalah minat terhadap peran yang dimiliki oleh kekuatankekuatan ide. Sebagai contoh. teori ini tidak selalu positivis. adalah teori ini bersifat “kritis” terhadap teori-teori HI “mainstream” yang cenderung berpusat pada negara (state-centric). tetapi sebaliknya merupakan teori sosial. “anarki adalah hal yang diciptakan oleh negara-negara dari hal tersebut”. Masih ada teori-teori lain misalnya fungsionalisme. Alexander Wendt menulis pada 1992 tentang Organisasi Internasional (kemudian diikuti oleh suatu buku. banyak kritikus yang muncul dari kedua sisi pembagian epistemologis tersebut. Konstruktivisme dalam HI dapat dibagi menjadi apa yang disebut oleh Hopf (1998) sebagai konstruktivisme “konvensional” dan “kritis”. dan para pluralis. Social Theory of International Politics 1999). hukum internasional. yang lebih menekankan tatanan dan kedaulatan. jika sistem internasional didominasi oleh negara-negara yang melihat anarki sebagai situasi hidup dan mati (diistilahkan oleh Wendt sebagai anarki “Hobbesian”) maka sistem tersebut akan dikarakterkan dengan peperangan. Tidak seperti neo-realisme. Anarki menurut pandangan ini dibentuk oleh interaksi negara. Dengan demikian. Namun. Penggunaan teori pilihan rasional secara implisit oleh Wendt juga telah menimbulkan pelbagai kritik dari para pakar seperti Steven Smith. sebagai contoh dalam hal neo-realisme. seperti perdebatan tentang lembaga (agency) dan Struktur. Cox. serta pertanyaan-pertanyaan tentang epistemologi. Para teoritisi teori ini telah berfokus terutama pada intervensi kemanusiaan. sementara Hedley Bull mungkin merupakan pluraris yang paling dikenal. Yang dimaksudkannya adalah bahwa struktur anarkis yang diklaim oleh para pendukung neo-realis sebagai mengatur interaksi negara pada kenyataannya merupakan fenomena yang secara sosial dikonstruksi dan direproduksi oleh negara-negara. Nicholas Wheeler adalah seorang solidaris terkemuka. seperti perdebatan tentang “materi/ide” yang menaruh perhatian terhadap peranan relatif kekuatan-kekuatan materi versus ide-ide. Robert W. Para pakar positivis (neo-liberalisme/realisme) berpendapat bahwa teori tersebut mengenyampingkan terlalu banyak asumsi positivis untuk dapat dianggap sebagai teori positivis. Pada pendukung seperti Andrew Linklater.nilai-nlai tersebut mengatur hubungan internasional. Para pendukung pascapositivis mengatakan bahwa fokus terhadap negara dengan mengorbankan etnisitas/ras/jender menjadikan konstrukstivisme sosial sebagai teori positivis yang lain.

sehingga memungkinkan bagi peningkatan kelas sebagai fokus studi. yang dikarakterkan oleh Anarki. dan perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan negara-negara berkembang tersebut ke dalam sistem kapitalis terintegrasi untuk mendapatkan sumber-sumber daya alam dan meningkatkan dependensi negara-negara berkembang terhadap negara-negara maju. sementara dekolonisasi membawa masuk pelbagai kesempatan baru dalam bentuk dependensi (ketergantungan). dalam usaha mereka untuk mencapai kekuasaan. sebagai contoh studi pascastrukturalis feminis telah meneliti peran yang dimainkan oleh “kaum wanita” dalam masyarakat global dan bagaimana kaum wanita dikonstruksi dalam perang sebagai “tanpa dosa” (innocent) dan “warga sipil”. sebagai contoh lewat teologi. Dengan demikian. feminisme. konsep-konsep level sistemik adalah konsep-konsep luas yang mendefinisikan dan membentuk lingkungan (milieu) internasional. dan teori dependen. Pasca-strukturalisme mengeksplorasi dekonstruksi konsep-konsep yang secara tradisional tidak problematis dalam HI. dan pengaruh dalam persoalan-persoalan internasional. Teori-teori Marxis kurang mendapatkan perhatian di Amerika Serikat di mana tidak ada partai sosialis yang signifikan.neofungsionalisme. periode kolonialisme membawa masuk pelbagai sumber daya untuk bahan-bahan mentah dan pasar-pasar yang pasti (captive markets) untuk ekspor. misionaris. tetapi sebaliknya berfokus pada aspek ekonomi dan materi. Contoh-contoh riset pasca-positivis mencakup: Pelbagai bentuk feminisme (perang “gender” war—“gendering” war) Pascakolonialisme (tantangan-tantangan dari sentrisme Eropa dalam HI) Konsep-konsep dalam hubungan internasional Konsep-konsep level sistemik Hubungan internasional sering dipandang dari pelbagai level analisis. Kekuasaan Konsep Kekuasaan dalam hubungan internasional dapat dideskripsikan sebagai tingkat sumber daya. seperti kekuasaan dan agensi dan meneliti bagaimana pengkonstruksian konsep-konsep ini membentuk hubungan-hubungan internasional. pakar. kapabilitas. Teori-teori ini lebih lazim di pelbagai bagian Eropa dan merupakan salah satu kontribusi teoritis yang paling penting bagi dunia akademis Amerika Latin. Berkaitan dengan teori-teori Marx adalah teori dependensi yang berargumen bahwa negara-negara maju. Para pendukung Marxis memandang sistem internasional sebagai sistem kapitalis terintegrasi yang mengejar akumulasi modal (kapital). Marxisme membuat asumsi bahwa ekonomi lebih penting daripada persoalan-persoalan yang lain. Penelitian terhadap “narasi” memainkan peran yang penting dalam analisis pascastrukturalis. menembus negaranegara berkembang lewat penasihat politik. Teori-teori pascastrukturalis Teori-teori pascastrukturalis dalam HI berkembang pada 1980-an dari studi-studi pascamodernis dalam ilmu politik. Marxisme Teori Marxis dan teori Neo-Marxis dalam HI menolak pandangan realis/liberal tentang konflik atau kerja sama negara. Kekuasaan sering dibagi menjadi konsep-konsep kekuasaan yang keras (hard power) dan kekuasaan yang lunak .

diplomasi. Polaritas Polaritas dalam Hubungan Internasional merujuk pada penyusunan kekuasaan dalam sistem internasional. dan kekuasaan yang lunak biasanya mencakup ekonomi. mengemukakan argumen ini berdasarkan terjadinya perang-perang sebelumnya selama hegemoni Inggris. Namun. khususnya keadaan unipolaritas. Teori tersebut mengemukakan bahwa meskipun hegemoni dapat mengontrol terjadinya pelbagai perang. pemikirannya adalah bahwa dengan menyeimbangkan blok-blok kekuasaan hal tersebut akan menciptakan stabilitas dan mencegah perang dunia. dengan kekuasaan dibagi-bagi antara negara-negara besar. tidak ada garis pembagi yang jelas di antara dua bentuk kekuasaan tersebut. Beberapa teori hubungan internasional menggunakan ide polaritas tersebut. Teori-teori keseimbangan kekuasaan kembali mengemuka selama Perang Dingin. Runtuhnya Uni Soviet pada 1991 telah menyebabkan apa yang disebut oleh sebagian orang sebagai unipolaritas. sistem internasional sebelum 1945 dapat dideskripsikan sebagai terdiri dari banyak kutub (multi-polar). dengan AS sebagai satu-satunya negara adikuasa. seperti penggunaan kekuatan. terutama dalam hal interaksi ekonomi internasional.F. dan Belanda. dan pengaruh budaya. Pendukung utama teori tersebut. Dependensi . khususnya yang dikemukakan oleh Kenneth Waltz. yang menyatakan bahwa mungkin suatu negara besar akan menantang suatu negara yang memiliki hegemoni (hegemon) setelah periode tertentu. yang menyatakan bahwa berakhirnya Perang Dingin dan keadaan unipolaritas adalah konfigurasi yang tidak stabil yang secara tidak terelakkan akan berubah. dan teori tersebut berargumen bahwa hegemoni adalah konfigurasi yang stabil karena adanya keuntungan yang diperoleh negara adikuasa yang dominan dan negara-negara yang lain dari satu sama lain dalam sistem internasional. Konsep tersebut muncul dari bipolaritas selama Perang Dingin. dan penerimaan yang berkembang luas terhadap sejumlah prinsip operasional dalam sistem internasional. Hal ini dapat diungkapkan dalam teori peralihan Kekuasaan. hal tersebut menyebabkan terjadinya perang yang lain. Para penyokong pendapat ini menunjuk pada meningkatnya globalisasi. Organski. Keseimbangan kekuasaan adalah konsep yang berkembang luas di Eropa sebelum Perang Dunia Pertama. Teori stabilitas hegemonik juga menggunakan ide Polaritas. Portugis. sebagai mekanisme sentral dalam Neorealisme Kenneth Waltz. Di sini konsepkonsep menyeimbangkan (meningkatkan kekuasaan untuk menandingi kekuasaan yang lain) dan bandwagoning (berpihak dengan kekuasaan yang lain) dikembangkan. dengan sistem internasional didominasi oleh konflik antara dua negara adikuasa dan telah diterapkan sebelumnya. sehingga mengakibatkan perang besar. Sebagai akibatnya. Hegemoni adalah terkonsentrasikannya sebagian besar kekuasaan yang ada di satu kutub dalam sistem internasional. Hal ini bertentangan dengan banyak argumen Neorealis. Peran institusi-institusi internasional. interdependensi Banyak orang yang menyokong bahwa sistem internasional sekarang ini dikarakterkan oleh meningkatnya interdepedensi atau saling ketergantungan: tanggung jawab terhadap satu sama lain dan dependensi (ketergantungan) terhadap pihak-pihak lain.K.(soft power). memperkukuh ide-ide bahwa hubunganhubungan dikarakterkan oleh interdependensi. A. kekuasaan yang keras terutama berkaitan dengan kekuasaan yang bersifat memaksa.

dan penyesuaian aturan perdagangan. Penggunaan yang terkemuka dalam hal ini adalah prosedur Komisi PBB untuk Hak-hak Asasi Manusia 1235.Teori dependensi adalah teori yang paling lazim dikaitkan dengan Marxisme. yaitu bahwa perang adalah “kelanjutan politik dengan cara yang lain. karena level analisis ini menempatkan penjelasannya pada level negara. sering dianggap sebagai perangkat utama dalam hubungan internasional. penggunaan kekuatan. bukan sistem internasional. Mobilisasi tindakan mempermalukan secara internasional juga dapat dianggap sebagai alat dalam Hubungan Internasional. Negara-negara kandidat diperbolehkan menjadi anggota Uni Eropa setelah memenuhi kriteria Copenhagen. yang secara publik memaparkan negara-negara yang melakukan pelanggaran terhadap hak asasi manusia. penggunaan alat-alat yang lain merupakan bagian dari komunikasi dan negosiasi yang tak terpisahkan di dalam negosiasi. Perangkat-perangkat sistemik dalam hubungan internasional • Diplomasi adalah praktik komunikasi dan negosiasi antara pelbagai perwakilan negaranegara. Pemberian keuntungan-keuntungan ekonomi dan/atau diplomatik. Perang. Pemberian sanksi biasanya merupakan tindakan pertama yang diambil setelah gagalnya diplomasi dan merupakan salah satu perangkat utama yang digunakan untuk menegakkan pelbagai perjanjian (treaties). semua perangkat hubungan internasional yang lain dapat dianggap sebagai kegagalan diplomasi. merupakan perangkat-perangkat yang berharga untuk mempermudah serta mempermulus proses negosiasi. Studi tentang perang dalam Hubungan Internasional tercakup dalam disiplin Studi Perang dan Studi Strategis. Sanksi dapat berbentuk sanksi diplomatik atau ekonomi dan pemutusan hubungan dan penerapan batasan-batasan terhadap komunikasi atau perdagangan. Pemberian sanksi. Perlu diingat. Definisi perang yang diterima secara luas adalah yang diberikan oleh Clausewitz. penggunaan kekuatan. Hal ini adalah untuk mengubah tindakan negaranegara lewat “menyebut dan mempermalukan” pada level internasional.” Terdapat peningkatan studi tentang “perang-perang baru” yang melibatkan aktor-aktor selain negara. Pelbagai versi teori ini mengemukakan bahwa hal ini merupakan keadaan yang tidak terelakkan (teori dependensi standar). walau bukan merupakan bagian dari diplomasi yang biasa dipertimbangkan. atau menggunakan teori tersebut untuk menekankan keharusan untuk berubah (Neo-Marxisme). Pada suatu tingkat. Tipe rezim Sering dianggap bahwa suatu tipe rezim negara dapat menentukan cara suatu negara berinteraksi . • • • • Konsep-konsep unit level dalam hubungan internasional Sebagai suatu level analisis level unit sering dirujuk sebagai level negara. yang menyatakan bahwa seperangkat negara Inti mengeksploitasi kekayaan sekelompok negara Pinggiran yang lebih lemah. Salah satu contohnya adalah kebijakan memperbanyak keanggotaan Uni Eropa.

berdasarkan masyarakat global yang proletar. dan menganggap berbagai keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratis (bureaucratic in-fighting). yaitu menginginkan perubahan. Mereka melihat sistem internasional sebagai untuk sebagian besar merupakan ciptaan barat yang berfungsi mengukuhkan pelbagai realitas yang ada. asf Revisionisme/Status quo Negara-negara dapat diklasifikasikan menurut apakah mereka menerima status quo. Jepang adalah contoh negara yang beralih dari negara revisionis menjadi negara yang puas dengan status quo. merasa dirugikan oleh status quo (keadaan yang ada). komunisme menjustifikasikan suatu revolusi dunia. Sementara itu. seperti halnya peran mispersepsi di antara pelbagai aktor. Contoh yang menonjol dalam faktor-faktor level sub-unit dalam hubungan internasional adalah konsep pemikiran-kelompok (Groupthink). dan sebagai dibentuk oleh pelbagai kendala. Justifikasi terhadap hal ini adalah bahwa negara-negara demokrasi mengeksternalkan norma-norma mereka dan hanya berperang dengan alasan-alasan yang benar. Meneliti peran pelbagai kepribadian dalam proses pembuatan keputusan dapat memiliki suatu daya penjelas. Negara-negara revisionis berusaha untuk secara mendasar mengubah pelbagai aturan dan praktik dalam hubungan internasional. etnis. karena status quo tersebut kini menguntungkan baginya. Agama terlihat sebagai prinsip pengorganisasi terutama bagi negara-negara Islam. yang juga akan menimbulkan koeksitensi (hidup berdampingan) secara damai. Kelompok-kelompok keagamaan. dan bahwa demokrasi mendorong kepercayaan dan penghargaan terhadap satu sama lain.dengan negara-negara lain dalam sistem internasional. atau merupakan revisionis. aplikasi lain yang menonjol adalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir berkaitan dengan pelbagai analogi-analogi Politik birokrat – Mengamati peran birokrasi dalam pembuatan keputusan. Konsep level sub unit atau individu Level di bawah level unit (negara) dapat bermanfaat untuk menjelaskan pelbagai faktor dalam Hubungan Internasional yang gagal dijelaskan oleh teori-teori yang lain. dan yang menarik diri — Mengamati aspekaspek ini dalam level sub-unit memiliki daya penjelas berkaitan dengan konflik-konflik • • . sementara sekularisme terletak yang ujung lainnya dari spektrum dengan pemisahan antara negara dan agama bertanggung jawab atas tradisi Liberal. • Faktor-faktor psikologis dalam Hubungan Internasional – Pengevaluasian faktorfaktor psikologis dalam hubungan internasional berasal dari pemahaman bahwa negara bukan merupakan kotak hitam seperti yang dikemukakan oleh Realisme bahwa terdapat pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri. Teori Perdamaian Demokratis adalah teori yang mengemukakan bahwa hakikat demokrasi berarti bahwa negara-negara demokratis tidak akan saling berperang. Agama Sering dianggap bahwa agama dapat memiliki pengaruh terhadap cara negara bertindak dalam sistem internasional. dan untuk beranjak menjauhi pandangan yang berpusat pada negara (negara-sentris) dalam hubungan internasional.

perang-perang keagamaan. Institusi-institusi dalam hubungan internasional Institusi-institusi internasional adalah bagian yang sangat penting dalam Hubungan Internasional kontemporer. Teknologi. Banyak interaksi pada level sistem diatur oleh institusi-institusi tersebut dan mereka melarang beberapa praktik dan institusi tradisional dalam Hubungan Internasional. dan heterogenitas. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility).etnis. seperti penggunaan perang (kecuali dalam rangka pembelaan diri). Hal ini terutama bermanfaat dalam konteks dunia negara-negara lemah pra-modern. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). bisnis. PBB merupakan institusi internasional yang paling terkemuka. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. PBB PBB adalah organisasi internasional yang mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai “himpunan global pemerintah-pemerintah yang memfasilitasi kerjasama dalam hukum internasional. keamanan internasional. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. lingkungan. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Banyak institusi legal memiliki struktur organisasi yang mirip dengan PBB. teknologi. perkembangan ekonomi. Institusi Ekonomi • • • • Bank Pembangunan Asia Dana Moneter Internasional Organisasi Perdagangan Dunia Bank Dunia Badan Hukum Internasional . dan kesetaraan sosial”. dan aktor-aktor lain yang tidak menganggap diri mereka cocok dengan batas-batas negara yang pasti. • Ilmu. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). dan kesehatan dunia. dan Hubungan Internasional—Bagaimana ilmu dan teknologi berdampak pada perkembangan. yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. subsidiaritas.

dan hubungannya dengan demokrasi terdapat beberapa aturan yang menghimbau masyarakat dalam pemerintahan.Hak Asasi Manusia • • • • • • • European Court of Human Rights Human Rights Committee Inter-American Court of Human Rights Pengadilan Kriminal Internasional Pengadilan Internasonal untuk Rwanda Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia Dewan Hak Asasi Manusia PBB Hukum • • • • African Court of Justice European Court of Justice Mahkamah Internasional Mahkamah Internasional untuk Hukum Laut Organisasi tingkat regional • • • • • • • • • ASEAN Liga Arab Persemakmuran Negara-negara Merdeka Uni Eropa CSCAP GUAM Organisasi untuk Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi NATO Organisasi Kerjasama Shanghai SAARC BAB V KESIMPULAN dan SARAN Dalam suatu negara perlu adanya manajemen sistem yang direalisasikan ke dalam suatu aturan. Hal ini terlihat dalam pemberian hak dalam keikutsertaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Dalam mewujudkan partisipasi masyarakat di bidang politik. peran pemerintah sangat penting karena pemerintah adalah masyarkat dan masyarakat adalah .

fenomena hubungan internasional telah memasuki ranah budaya (seperti klaim tari pendet Malaysia terhadap indonesia). sehingga Hubungan Internasional memerlukan kajian teoritis dari dispilin ilmu lainnya. Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat “berharga” untuk diperebutkan. glory and riches). Di bawah ini ada dua sarjana yang menguraikan definisi politik yang berkaitan dengan masalah . kebijakan publik (public policy). Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada “kontribusi” penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya. Prinsip ini menuntun pembentukan institusi-institusi berdasarkan tiga karakteristik: ireduksibilitas (irreducibility). yang membatasi cakupan otoritas global pada isu-isu yang benar-benar bersifat global sementara isu-isu pada skala yang lebih kecil diatur pada level-level yang lebih rendah. Ketika umat manusia memasuki tahap peradaban global. kedudukan. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini. Dari analisa tersebut. Dengan demikian bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making). di mana beberapa isu harus diputuskan pada level global. dan heterogenitas. namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. dimana Hubungan Internasional tidak hanya mengkaji tentang negara. Mereka berargumen bahwa bangsa-bangsa adalah komunitas imajiner yang tidak dapat mengatasi pelbagai tantangan modern seperti efek Dogville (orang-orang asing dalam suatu komunitas homogen). subsidiaritas. sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan. beberapa ilmuwan dan teoritisi politik melihat hirarki institusi-institusi global yang menggantikan sistem negara-bangsa berdaulat yang ada sebagai komunitas politik yang utama.pemerintah. jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. Dewasa ini. dan dengan partisipasi politik masyarakat dapat mendorong kesadaran berpolitik dalam masyarakat. Pakar masa depan Paul Raskin telah membuat hipotesis bahwa bentuk politik Global yang baru dan lebih absah dapat didasarkan pada pluralisme yang dibatasi (connstrained pluralism). Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution). Kecenderungan tersebut cukup beralasan. Peran non-state actor yang semakin dominan mengindikasikan bahwa non-state actor memegang peran yang penting. status legal dan politik dari pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Perkembangan fenomena hubungan internasional telah memasuki aspek-aspek baru. karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari “jati diri” sebagai identitas sosial-politik. yang memungkinkan pelbagai bentuk institusi lokal dan global yang berbeda sepanjang institusi-institusi tersebut memenuhi kewajiban-kewajiban global. dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power. tetapi juga mengkaji tentang peran aktor non-negara di dalam ruang lingkup politik global. dan keharusan untuk menghadapi pelbagai masalah dunia seperti perubahan iklim dan pandemik. Politik adalah perebutan kekuasaan. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik.

Menurut Andrew Heywood: “Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat. Teori ini dinamakan valuational (mengandung nilai). Jenkin dalam The Study of Political Theory. atau biasa dipakai istilah “value free” (bebas nilai). dan mengamandemenkan peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya. Soltau. “Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah (The state is a human society that (successfully) claims the monopoly of the legitimate use of physical force within a given territory) 4. Max Weber. maintains within a community territorially demarcated the external conditions of oreder). “Negara adalah suatu masyarakat yang diintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu (The state is a society which is integrated by possessing a coercive authority legally supreme over any individual or group which is part of the society). Harold J. Teori-teori politik yang menggambarkan dan membahas phenomena dan fakta-fakta politk dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai (non valuational). antara lain adalah : 1. Laski. dan sebagainya. Yang termasuk golongan antara lain filsafat politk. Robert M. teori politik dibedakan menjadi dua. “Negara adalah alat (agency atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama.: “politik adalah kegiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan di antara anggota-anggotanya. ideologi. antara lain adalah : . “Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa (The sate is an association which. yaitu teori-teori yang mempunyai dasar moril dan norma-norma politik. yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerja sama. Menurut Rod Hague et al. mempertahankan . yaitu : a. Definisi-definisi mengenai Negara. Norms for political behavior. Negara mempunyai sifat-sifat. atas masyarakat (The state is an agency or authority managing or controlling these (common) affairs on behalf of and in the name of the community). Roger H. 3. Biasanya bersifat deskriptif dan berusaha membahas fakta-fakta politk sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasi-generalisasi. 1. b. Maciver. teori politik sistematis. acting through law as promulgated by a government endowed to this end with coercive power. Menurut Thomas P. 2.konflik dan konsensus. 2.

Tokyo. Jakarta.. Suriasumantri. hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. (Jakarta: Gramedia. Maurice. 1994). Pengantar Ilmu Politik.5. Sosiologi Politik Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu social. dkk. 2008.blogspot. 2005. c) Sifat mencakup semua Unsur-unsur Negara. 1995). April 1971. Acton. John. Political Science: An Introduction. 2007. Ironi Pembangunan (Beberapa Catatan Kritis dan Refleksi). 2002). Pemikiran Soedjatmoko Tentang Kebebasan. BAB VI DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • • • Ghufran. Miriam Budiardjo. 2009). cet. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama dan Yayasan Seodjatmoko.. 2000). N. Duverger.. et al. 1887. b) Sifat Monopli. Roskin.. Michael G. Robert E. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. khususnya dalam negara (Wikipedia. http://gdpermana.com/2009/12/pendekatan-pendekatan-dalam-ilmu. (New Jersey: Prentice-Hall Inc. ). M. Demokrasi Deliberatif yang Mensejaterahkan (upaya Revitalisasi Demokrasi Lokal). Roger F.”Suharto and the Question of Politixal Stability.html Carlton Clymer Rodee.” Pacific Community. Jakarta: Panitia Nasional Kaukus 17++. antara lain adalah : a) Wilayah b) Penduduk c) Pemerintah Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. (Jakarta: Sinar Harapan. Letter to Bishop Mabdell Creighton. (Jakarta: Rajawali Press. et al. Kordi K.a) Sifat Memaksa. tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Geventa. Putra. Jakarta Timur: PT Perca. . Jujun S. Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran. Alfian. Lord. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara. Dasar-dasar Ilmu Politik. Fifth Edition. 1993.

2001). 1999). (Jakarta: Rajawali. (Jakarta: Rajawali Press.29.Goodin and Hans-Dieter Klingemann. (Semarang: ISEA. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Apter. (Jakarta: Gramedia. Metodologi Penelitian Filsafat.. J. p.cit. 1985).cit. Varma. Etika Politik. 187-8. • • • • • • • • • • • • • • • Ronald H. Karl Marx dan Friedrich Engels. Pengantar Ilmu Politik. A New Handbook of Political Science. Jujun S. Sudarto.245. Bidang-bidang ini merujuk pada Robert E. 1997). 2-3. Pengantar Analisa Politik. 1981). Terapan keenam pendekatan ini mengacu kepada David E. Robert E. h. Rapar. h. Augustinus. Metodologi Penelitian Filsafat. 1996). Manifesto Partai Komunis. Aristoteles. 1999). p. Lee Cameron McDonald. p. Mengacu pada Ahmad Suhelmi.293. Ronald H. S. Machiavelli. Seluruh bab. Colorado: Westview Press. Suriasumantri. (Jakarta: Rajawali. op. 2001). (Jakarta: Graedia.. h. Apter. h. 2002). Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.P. Chilcote. Lihat • • • • . Bahasan yang cukup populer (berupa cerita gambar) dapat dilihat dalam Pax Benedanto. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. Filsafat Politik Plato.158-184.7. 1985). A New Handbook of Political Science. (Boulder. 1999).465-467.103. Goodin and Hans-Dieter Klingemann. h. (Boulder.H. Seluruh buku. 1981).. h. (Jakarta: Rajawali Press. Sudarto. (Jakarta: Gramedia. (Pomona: Harcourt race Jovanovich. 1985). (Jakarta: Rajawali. 1995). David E. p. Teori Politik Modern.5. Footnote: Carlton Clymer Rodee. (New York: Oxford University Press. 1968). et al. (Jakarta: Sinar Harapan. 2002). Seluruh buku. Pengantar Analisa Politik. (Jakarta: Rajawali. Pemikiran Politik Barat. Chilcote. h. (Jakarta: Rajawali Press. Franz Magnis-Suseno.57 Didasarkan atas Robert E. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Western Political Theory Part 2: From Machiavelli to Burke. Apter. Pengantar Analisa Politik. h.. cet.194-207. (Jakarta: Rajawali. (New York: Oxford University Press. 1997). op. 94-102 David E. Colorado: Westview Press. 1996). Politik Kekuasaan menurut Niccolo Machiavelli : Il Principe.

p.358. Perbandingan lembaga-lembaga politik . Chilcote. Dahl. p. Huntington. Bab pendahuluan. • • • • • • • Robert A. 1974).). 2004 Danrendorf. Colorado: Westview Press. Ralf. (Boulder. New Haven: Yale University Press. Teori politik 1. 1981). terbitan UNESCO 1950 ilmu politik dibagi dalam empat bidang (Miriam Budiardjo.195-6. New York. Teori politik 2. 1981). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.. The Routledge Dictonary of Politics. p.5. 1981). Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Reflections on the Revolution in Europe. Ed.290-1. Ronald H. Ronald H. Sejarah perkembangan ide-ide politik 3. p. (Boulder. Pemerintahan Nasional 5. Chilcote. 2006): 1. Pemerintahan Daerah dan Lokal 6.358. Chilcote. Regimes and Oppositions. 1990. Colorado: Westview Press. David Robetson. Colorado: Westview Press. 1968. Chilcote. (ed. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm.juga Ronald H. Colorado: Westview Press. (Yale University Press. RUANG LINGKUP ILMU POLITIK oleh: Wazni A.. Ronald H. London: Routledge. Random House. Ke-3. 1981). p. Political Order in Changing Societies. (Boulder. Fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah 7. Undang-undang Dasar 4. (Boulder. Theories of Comparative Politics: The Search for a Paradigm. Samuel P. Pendahuluan Dalam Contemporary Political Science.

8. sekalipun fakta-fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan. Lembaga-lembaga politik 1. Pembahasan Teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena. Teori politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari politik. Partai-partai politik 9. lembaga-lembaga negara. masyarakat. kemerdekaan. Teori-teori yang mempunyai dasar moril dan yang menentukan norma-norma politik . Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup antara lain. teori politik adalah bahasan dan renungan atas: 1. Partai-partai. kewajiban-kewajiban (obligations) yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. kelas sosial. Teori politik bersifat spekulatif (merenung-renung) sejauh dia menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik. tujuan dari kegiatan politik 2. Organisasi-organisasi dan administrasi internasional 14. Golongan-golongan dan asosiasi-asosiasi 10. Hukum internasional 1. kemungkinan-kemungkinan dan kebutuhan-kebutuhan yang ditimbulkan oleh situasi politik yang tertentu dan 4. hak dan kewajiban. Dalam menyusun generalisasi itu teori selalu memakai konsep-konsep. negara. Jenkin dalam The Study of Political Theory dibedakan dua macam teori politik. Konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karena itu bersifat abstrak. kedaulatan. Pendapat umum 12. cara-cara mencapai tujuan itu 3. kekuasaan. perubahan sosial. Sekalipun perbedaan antara kedua kelompok teori tidak bersifat mutlak. Tetapi teori politik juga dapat bersifat deskriptif (menggambarkan) atau komparatif (membandingkan) atau berdasarkan logika. Partisipasi warganegara dalam pemerintah dan administrasi 11. 1. golongan-golongan (groups) dan pendapat umum 1. Politik internasional 13. Dengan kata lain. modernisasi dan sebagainya. Menurut Thomas P. pembangunan politik. Hubungan internasional B.

Misalnya menurut filsuf Yunani Plato. Teori-teori ini dapat dinamakan non-valuational.(norm for political behavior). keadilan merupakan hakikat dari alam semesta yang sekaligus merupakan pedoman untuk mencapai “kehidupan yang baik” (good life) yang dicita-citakan olehnya. Misalnya. tetapi berdasarkan diri atas pandangan-pandangan yang sudah lazim diterima pada masa itu. Semua fenomena politik ditafsirkan dalam rangka tujuan dan pedoman moral ini. Karena adanya unsur norma-norma dan nilai (value) maka teori-teori ini boleh dinamakan valuational (mengandung nilai). Teori-teori politik yang mempunyai dasar moril (kelompok A) fungsinya terutama menentukan pedoman dan patokan yang bersifat moral dan yang sesuai dengan norma-norma moral. Bahasan- . Teori politik sistematis (Systematic Political Theory) Teori-teori politik ini tidak memajukan suatu pandangan tersendiri mengenai metafisika dan epistemology. teori politik sistematis. 1. Dianggap bahwa dalam kehidupan politik yang sehat diperlukan pedoman dan patokan ini. tetapi hanya mencoba untuk merealisasikan norma-norma dalam suatu program politik. Teori-teori semacam ini merupakan suatu langkah lanjutan dari filsafat politik dalam arti bahwa ia langsung menetrapkan norma-norma dalam kegiatan politik. dalam abad ke 19 teori-teori politik banyak membahas mengenai hak-hak individu yang diperjuangkan terhadap kekuasaan negara dan mengenai sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dalam pandangan itu. Pokok pikiran dari filsafat politik ialah bahwa persoalan-persoalan yang menyangkut alam semesta seperti metafisika dan epistemology harus dipecahkan dulu sebelum persoalan-persoalan politik yang kita alami seahri-hari dapat ditanggulangi. Ia berusaha untuk membahas fakta-fakta kehidupan politik sedemikian rupa sehingga dapat disistematisir dan disimpulkan dalam generalisasigeneralisasi. Filsafat politik (Political Philosophy). 2. Untuk keperluan itu teori-teori politik semacam ini memperjuangkan suatu tujuan yang bersifat moral dan atas dasar itu menetapkan suatu kode etik atau tata cara yang harus dijadikan pegangan dalam kehidupan politik. Filsafat politik mencari penjelasan yang berdasarkan ratio. ia tidak menjelaskan asal-usul atau cara lahirnya norma-norma. Fungsi utama dari teori-teori politik ini ialah memdidik warga masyarakat mengenai norma-norma dan nilai-nilai itu. di pihak lain dapat membimbingnya menuju ke suatu struktur masyarakat politik yang stabil dan dinamis. Filsafat politik erat hubungannya dengan etika dan filsafat sosial. Teori-teori kelompok A dapat dibagi dalam tiga golongan: 1. Yang termasuk golongan ini antara lain filsafat politik. Teori-teori semacam ini mencoba mengatur hubungan-hubungan antara anggota masyarakat sedemikian rupa sehingga di satu pihak memberi kepuasan perorangan. Jadi. Ia melihat jelas adanya hubungan antara sifat dan hakekat dari alam semesta (universe) dengan sifat dan hakekat dari kehidupan politik di dunia fana ini. Ia bisasanya bersifat deskriptif (menggambarkan) dan komparatif (membandingkan). ideologi dan sebagainya. Teori-teori yang menggambarkan dan membahas fenomena dan fakta-fakta politik dengan tidak mempersoalkan norma-norma atau nilai. Contoh lain adalah beberapa karya John Locke.

Facisme dan sebagainya. Akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam kepustakaan Belanda (misalnya L. oleh karena setiap ide politik selalu erat hubungannya dengan pikiran-pikiran dalam masa ide itu lahir. Contoh dari beberapa ideologi atau doktrin politik misalnya demokrasi Marxisme-Leninisme. Ideologi politik (Political Ideology) Ideologi politik adalah himpunan nilai-nilai. Nilai-nilai dan ide-ide ini merupakan sistem yang berpautan.mempunyai tujuan untuk menggerakkan kegiatan dan aksi (action oriented). Dasar dari ideologi politik adalah keyakinan akan adanya suatu pola tata tertib sosial politik yang ideal. Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa untuk menterjemahkan kata Inggris “constitution” dengan kata Indonesia “Undang-undang Dasar”.J. di antara mana Marxisme-Leninisme merupakan ideologi yang sifat doktriner dan sifat militannya lebih menonjol. Dan memang tidak dapat disangkal bahwa dewasa ini hampir semua negara (kecuali Inggris) memiliki naskah tertulis sebagai undang-undang dasarnya. Liberalisme. 1. Ideologi politik mencakup pembahasan dan diagnose. maupu yang tidak – yang mengatur secara mengikat cara-cara bagaimana suatu pemerintah diselenggarakan dalam suatu masyarakat. sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik. Ide-ide politik sering juga dibahas menurut sejarah perkembangannya. Padahal istilah constitusion bagi sarjana ilmu politik merupakan sesuatu yang lebih luas. gesetz = undang-undang). Kesukaran dengan pemakaian istilah undang-undang dasar adalah bahwa kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis. norma-norma dan prasangka dari masanya sendiri dan karena itu karya-karya dari filsuf-filsuf serta ahli-ahli politik hendaknya dibahas dengan menyelami sejarahnya. serta sarana-sarana (prescription) mengenai bagaimana mencapai tujuan ideal itu. dan sering harus mengadakan kompromi dan perubahan-perubahan yang cukup luas. atas dasar mana dia menentukan sikapnya terhadap kejadian dan problema politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politiknya. Bidang kedua dari ilmu politik yaitu lembaga-lembaga politik seperti misalnya pemerintah mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. yang dua-duanya menunjuk pada naskah tertulis. yaitu keseluruhan dari praturan-peraturan –baik yang tertulis. Ideologi yang berkembang luas mau tidak mau dipengaruhi oleh kejadiankejadian dan pengalaman-pengalaman dalam masyarakat dimana dia berada. norma-norma. tetapi tidak lagi mempersoalkan hukum alam itu sendiri. suatu “Weltanschauung”. Kupasan berdasarkan sejarah ini di negara-negara Barat biasanya mulai zaman Yunani Kuno dalam abad ke-6 SM sampai abad ke-20 ini. ide. yang dimiliki seorang atau sekelompok orang. yang dalam percakapan sehari-hari memakai kata Grondwet (Grond = dasar. van Apeldoorn) diadakan perbedaan antara pengertian undang-undang dasar (grondwet) dan konstitusi . Hubungan antara lapangan pertama dan lapangan kedua sangat erat. Ideologi –berbeda dengan filsafat yang sifatnya merenung-renung. kepercayaan dan keyakinan. Ide politik itu tak dapat melepaskan diri dari nilai-nilai.bahasan ini didasarkan atas pandangan yang sudah lazim pada masa itu mengenai adanya hukum alam (natual law). wet = undang-undang) dan Grundgesetz (Grund = dasar. Terjemahan kata constitution dengan kata undang-undang dasar memang sesuai dengan kebiasan orang Belanda dan Jerman.

Menurut Carl J. Sesuai dengan pandangan ini Herman Finner dalam bukunya Theory and Practice of Modern Goverment menamakan undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup sesuatu hubungan kekuasaan” (the aoutobiography of a power relationship)” Pandangan ini merupakan pandangan yang luas dan yang paling tua dalam perkembangan pemikiran politik.S. bukan hanya oleh rakyat. undang-undang dasar merekam hubungan-hubungan kekuasaan dalam suatu negara. Dan rupa-rupanya para Penyusun Undang-Undang Dasar 1945 menganut pikiran yang sama.(constutie). maka undang-undang dasar dapat dipandang sebagai lembaga atau kumpulan asas yang menetapkan bagaimana kekuasaan dibagi antara beberapa lembaga kenegaraan. Menurut sarjana hukum E. Menurut faham tersebut undang-undang dasar adalah bagian tertulis dari suatu konstitusi. sedangkan di sampingnya Undang-Undang Dasar itu berlaku juga Hukum Dasar yang tidak tertulis. tetapi yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah. Di dalam negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusionil. sebab dalam Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 dikatakan: “Undang-undang dasar suatu negara ialah hanya sebagian dari hukum dasarnya negara itu. undang-undang dasar adalah “naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut”. pada pokoknya dasar dari setiap pemerintahan diatur dalam suatu undang-undang dasar. Wade dalam buku Constitutional Law. konstitusionalisme merupakan “gagasan bahwa pemerintahan merupakan suatu kumpulan kegiatan yang diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat. Dapat dicatat bahwa dalam abad ke 5 SM seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles yang di dunia Barat dipandang sebagai sarjana ilmu politik yang pertama telah berhasil untuk melukiskan undang-undang dasar dari 186 negara kota Yunani dengan jalan mencatat pembagian kekuasaan serta hubungan-hubungan kekuasaan dalam setiap negara kecil itu. dengan jalan membatasi kekuasaan. Bagi mereka yang memandang negara dari sudut kekuasaan dan menganggapnya sebagai organisasi kekuasan. dalam anggapan ini undang-undang dasar mempunyai fungsi yang khusus dan merupakan perwujudan atau manifestasi dari hukum tertinggi yang harus ditaati. konstitusionalisme menyelenggarakan suatu sistem pembatasan yang efektif atas tindakan-tindakan pemerintah. Friedrich dalam buku Constitusional Goverment and Democracy. Gagasan ini dinamakan Konstitusionalisme. Jadi. Dengan demikian diharapkan hak-hak warga negara akan lebih terlindungi. Undang-undang Dasar ialah Hukum Dasar yang tertulis. sedangkan konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan yang tidak tertulis. undangundang dasar mempunyai fungsi khas yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat sewenang-wenang. Pembatasan-pembatasan ini tercermin dalam undang-undang dasar. Jadi. tetapi oleh pemerintah serta penguasa . ialah aturan-aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara.C. Cara pembatasan yang paling efektif ialah dengan jalan pembagian kekuasaan. Menurutnya. meskipun tidak tertulis”. Undangundang dasar menentukan cara-cara bagaimana pusat-pusat kekuasaan ini bekerjasama dan menyesuaikan diri satu sama lain. misalnya antara badan legislatif. badan eksekutif dan badan yudikatif.

Maurice Duverger (1951) dan Sigmund Nueumann (1956). Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Sarjana-sarjana yang telah mempelopori studi mengenai partai politik antara lain M. Bidang ketiga mengenai partai-partai. Ditinjau dari hasil karya sarjanasarjana ini memang nampak adanya usaha ke arah penyusunan suatu teori yang menyeluruh. Tujuan kelompok ini untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik –(biasanya) denagn cara konstitusional – untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. akan tetapi hingga sekarang belum tersusun suatu teori yang mantap mengenai partai sebagai lembaga politik. Istilah tentang lapangan studi ini pun masih belum ada. kelompok kepentingan. Di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Partai politik pada umumnya dianggap sebagai manisfetasi dari suatu sistem politik yang sudah modern atau yang sedang dalam proses memodernisasikan diri. Di negara-negara totaliter gagasan mengenai partisipasi rakyat didasari pandangan elite politiknya bahwa rakyat perlu dibimbing dan dibina untuk mencapai stabilitas yang langgeng. Partisipasi politik mencakup semua kegiatan sukarela melalui mana seseorang turut serta dalam proses pemilihan tak langsung – dalam pembentukan kebijaksanaan umum. Kegiatan seseorang dalam partai politik merupakan suatu bentuk partisipasi politik. berkampanye dan menghadiri kelompok diskusi. dan sebagainya. maka partai politik telah secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. partai politik merupakan alat yang baik. banyak memakai konsep-konsep sosiologis dan psikologis dan sering disebut political dymanics oleh karena sangat menonjolkan aspek-aspek dinamis dari proses-proses politik. Kegiatan –kegiatan ini mencakup kegiatan memilih dalam pemilihan umum. Sekalipun bermacam-macam penelitian telah diadakan untuk mempelajarinya. Robert Michels (1911). menjadi anggota golongan politik seperti partai. Selain itu beberapa sarjana behavioralis seperti Joseph Lapalombara dan Myron Weiner telah meneropong secara khusus partai politik dalam hubungannya dengan pembangunan politik dalam bukunya Political Parties and Political Development. gagasan mengenai partisipasi rakyat mempunyai dasar ideologis bahwa rakyat berhak turut menentukan kebijaksanaan umum (public policy). nilai-nilai dan cita-cita yang sama. meskipun nama “statiologi“ kadang-kadang dipakai. dewasa ini di negara-negara baru pun partai sudah menjadi lembaga politik yang biasa dijumpai. . kelompok penekan.sekalipun. akan tetapi usaha ini masih jauh dari sempurna dan jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan penelitian di bidang-bidang ilmu politik lainnya. Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik. Ostrogorsky (1902). duduk dalam lembaga politik seperti dewan perwakilan rakyat atau mengadakan komunikasi dengan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam badan itu. Maka dari itu. Seseorang dinamakan apatis (secara politik) jika tidak ikut serta dalam kegiatan-kegiatan tersebut di atas. (Kebalikan dari partisipasi adalah apati. golongan-golongan dan pendapat umum. Secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Untuk mencapai itu. Penelitian mengenai partai politik merupakan kegiatan ilmiah yang relatif baru.

Pendekatan ini disebut pendekatan realis. acap kali dikemukakan sebagai retorika pembenaran negara-negara kuat. Semula. kesukuan. advokat. dan secara finansial paling mampu adalah kelompok yang berdasar pada bidang pekerjaan atau profesi. ekonomi dan sosial suatu bangsa.lebih banyak memperjuangkan kepentingan umum. Teranglah bahwa kelompok kepentingan mempunyai orientasi yang jauh lebih sempit daripada partai politik. paling besar. himpunan pengusaha. Kelompok kepentingan tidak berusaha menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat. terutama para lulusan yang mengalami pendidikan ilmu hukum sebagai jenjang pertamanya dalam pendidikan tinggi. agama atau pun berdasar isueisue kebijaksanaan. Kelompok – kelompok kepentingan berbeda-beda antara lain dalam hal struktur. melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai di dalamnya atau instansi pemerintah atau menteri yang berwenang. ras. kelompok-kelompok kepentingan yang paling kuat. Dunia yanga tertib dan damai ini diharapkan dapat tercapai melalui pendekatan-pendekatan yuridis-formal. kelompok kepentingan (interest group). maka ilmu hubungan internasional amat terpengaruh oleh pengkajian yuridis-formal yang berlaku sejak lahirnya Hukum Internasional Publik. Kelompok ini bertujuan memperjuangkan suatu “kepentingan“ dan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan-keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan. karena memandang proses pelaksanaan hubungan antarbangsa (menurut mereka) lebih banyak ditandai oleh pertarungan kekuasaan. Oleh sebab itu. Bidang ini baru dikenal setelah berakhirnya Perang Dunia I. tentang “hak penentuan nasib sendiri“ yang harus dihormati dan dipatuhi oleh negara-negara beradab yang terikat pada kesepakatan hukum. etnis. Kerana itu sebagian besar negara memiliki serikat buruh. Pendekatan yuridis formal sampai sekarang masih kuat dipegang. dan perbedaan-perbedaan ini sangat mempengaruhi kehidupan politik. hubungan internasional hampir sama tuanya dengan pengkajian politik klasik. Pun organisasi kelompok kepentingan lebih kendor dibanding partai politik. sumber pembiayaan. Dalam pada itu. Sikap bahwa dunia yang lebih baik. pengaruh dan ikhtiar mencari keunggulan. Sebagaimana halnya Ilmu politik lahir dari tradisi Ilmu Negara. telaah tentang hubungan internasional dikaitkan dengan “hubungan antarnegara“ (inter-state relations) yang berpangkal dari Ilmu Hukum Internasional Publik. misalnya. politik dan ekonomi yang terjadi di belakang atau yang . gaya. ketika di Eropa dan Amerika Serikat bangkit semangant idealisme agar bangsabangsa “beradab“ (Barat) tidak lagi terjerat dalam malapetaka peperangan. dalam perkembangan setelah perang Dunia I. Walaupun kelompok-kelompok kepentingan juga diorganisir berdasarkan keanggotaan. Dunia yang tertib dan damai. timbul pendekatan lain yang berpangkal pada asumsi bahwa kehidupan manusia (baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok) senantiasa dipengaruhi oleh kaidahkaidah yang bukan idealis. yang –karena mewakili pelbagai golongan. terutama karena kehidupan sehari-hari dan karier seseoranglah yang paling cepat dan paling langsung dipengaruhi oleh kebijaksanaan atau tindakan pemerintah. meskipun sebagai sasaran perhatian masalah.Partai politik berbeda dengan kelompok penekan (pressure group) atau istilah yang lebih banyak dipakai dewasa ini. Bidang keempat mengenai hubungan internasional. pendekatan realis lebih mengkaji pada faktor-faktor sosial. insinyur dan guru. lahirlah usaha-usaha awal mengikhtiarkan dunia yang tertib dan damai. Lahirlah asumsi di kalangan negarawan seperti Presiden Woodrow Wilson. lebih tentram dan lebih terkendali hanya dapat disepakati melalui kepatuhan pada hukum. Oleh sebab itu. dan basis dukungannya. kelompok petani dan persatuan-persatuan dokter.

Gajah Mada University Press. Suatu bidang yang akhir-akhir ini berkembang dan yang sangat penting bagi negara-negara berkembang adalah Pembangunan Politik (Political Development). integrasi sosial dari golongan minoritas dan sebagainya. Miriam Budiardjo. 1991 PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEORI POLITIK Dec 26. Perkembangan penelitian ilmu politik sejak tahun 1950 menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi. PT Gramedia Pustaka Utama. Asosiasi Ilmu Politik Indonesia. REFERENSI Dasar-dasar Ilmu Politik. Hubungan dan politik luar negeri ada kecenderungan untuk berdiri sendiri dan di beberapa negara merupakan fakultas tersendiri. Studi ini meneropong akibat dari pembangunan cepat di bidang sosial dan ekonomi atas tata masyarakat. peranan pendidikan sebagai sarana pembangunan. Jadi. 2006 Jurnal Ilmu Politik. 1986 Perbandingan Sistem Politik. ekonomi dan sosial telah mengakibatkan bertambahnya pengkhususanpengkhususan. proses dekolonisasi dan proses mencapai kemerdekaan sangat relevan dalam studi ini. Hemat mereka. Masalah pembangunan politik erat hubungannya dengan negara-negara yang baru saja memerdekakan diri. peranan golongan elite dan pola-pola kepemimpinan. Masalah yang diteropong antara lain akibat dari perubahan sosial dan ekonomi atas lembagalembaga pemerintahan dan atas partisipasi politik. Jakarta.melatarbelakangi kaidah-kaidah hukum yang tertuang dalam persetujuan atau perjanjian internasional. PT Gramedia. Mohtar Mas’oed dan Colin MacAndrews. selalu ada yang “lebih unggul“ dalam kenyataan sosial-ekonomi-politiknya sekalipun berkedudukan “sama“ di mata hukum. Studi ini juga mempelajari peranan dari lembaga-lembaga politik dalam mempengaruhi perkembangan dan pembangunan ini. Jakarta. '08 3:55 AM untuk semuanya . dibalik setiap rumusan hukum antarnegara atau antarbangsa.

Fungsi teori politik yang digunakan untuk membuat peramalan dan analisis di bidang politik. Dan pada umumnya teori ini biasanya digunakan oleh penguasa yang status quo. 3. Pengaktifan fungsi teori politik akan dapat menempatkan peranan teori politik dalam sistem politik dan hubungan di antara sistem politik. Teori politik sistematis yaitu merealisir norma-norma yang sudah ada dalam program-program politik. . 2. 2. 2. Teori politik non valutional atau teori politik yang tidak mengandung nilai. Filsafat politik yang digunakan untuk mencari kebenaran dan kebijakan. Pembagian Teori Politik Kegiatan Belajar 2 membahas tentang lingkup teori politik yang meliputi : 1. Ideologi politik. 3. maka pada bahasan ini menempatkan metodologi politik sebagai dasar memahami teori politik dengan cara : 1. 4.Kategori: Gaya Lainnya Lainnya Pertimbangan Khusus: Cepat dan Mudah Layanan Naim's Site Deskripsi: Oleh : Usup Supriyadi Pengertian Teori Politik Untuk dapat memahami teori politik secara spesifik. Teori politik valutional atau teori politik yang mengandung nilai meliputi: 1. Proses pembentukan teori politik melalui pengamatan berbagai fenomena politik yang kemudian digeneralisasi secara empirik. Mengemukakan sifat-sifat dari teori politik yang berdasarkan pada ciri struktural dan ciri substantif teori politik yang dapat menunjukkan sifat empirik.

Kepribadian politik Socrates sebagai seorang teoritikus politik yang berupaya jujur. Pengertian budi yang akan menentukan tujuan dan nilai dari pada penghidupan etik. Dan pada akhirnya akan menumbuhkan rasa rasionalisme sebagai wujud teori politik Socrates. 2. 2. Teori Politik Zaman Klasik Teori Politik Socrates 1. 2. Hubungan teori politik dengan Filsafat 3. Etika hidup manusia yaitu hidup senang dan bahagia dan bersifat intelektual dan rasional. 1. Semangat/keberanian 3. 3. Hubungan teori politik dengan Sejarah 2. Metode Socrates yang berbentuk Maieutik dan mengembangkan metode induksi dan definisi. Hubungan teori politik dengan Sosiologi 5. . Nafsu/keinginan berkuasa. Filsafat politik yang diuraikan oleh Plato sebagai cerminan teori politik. 3.Hubungan Teori Politik dengan Ilmu Sosial lainnya Kegiatan Belajar ini membahas hubungan teori politik dengan ilmuilmu sosial lainnya. Pengertian matematik. Dalam teori ini yakni filsafat politik tentang keberadaan manusia di dunia terdiri dari tiga bagian: 1. Pada sisi lain Socrates memaparkan etika yang berintikan budi yakni orang tahu tentang kehidupan dan pengetahuan yang luas. Pendekatan Marxis dan perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi politik. 3. Pendekatan perilaku dalam perkembangan teori politik yang memfokuskan analisis pada prilaku pemegang lembaga. adil dan rasional dalam hidup kemasyarakatan dan mengembangkan teori politik yang radikal. Pendekatan Tradisional yang memfokuskan perkembangan teori politik dari sudut kelembagaan politik seperti: • Sifat dari Undang-Undang Dasar • Kedaulatan • Kedudukan dan kekuasaan lembaga-lembaga kenegaraan formal. Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap ilmu pasti saling membutuhkan untuk dapat memecahkan masalah kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Perkembangan Teori Politik Kegiatan Belajar 4 ini membahas tentang perkembangan teori politik dilihat dari sudut pendekatan sebagai berikut : 1. Hubungan teori politik dengan Ekonomi. 4. 2. Pikiran atau akal 2. Hubungan teori politik dengan Antropologi 4. Pendekatan Pasca Perilaku dalam teori politik yang dalam analisis politik menggunakan teori sistem politik dengan aliran struktural fungsional. Teori Politik Plato 1. Idealisme Plato yang secara operasional meliputi: 1. Namun keinginan dan kecenderungan politik Socrates sebagai teoritikus politik membawa kematian melalui hukuman mati oleh Mahkamah Rakyat (MR).

5. 3. Teori negara yang dinyatakan sebagai bentuk persekutuan hidup yang akrab di antara warga negara untuk menciptakan persatuan yang kukuh. Negara sekuler dianggap sebagai penyelewengan oleh para penguasa yang arif dan bijaksana sehingga kekuasaan bagaikan keangkuhan dengan berbagai kejahatan. rakus kekuasaan. Revolusi dapat dilihat dari faktor-faktor penyebab dan cara mencegahnya. Teori politik yang bernuansa filsafat politik meliputi: • Filsafat teoritis • Filsafat praktek • Filsafat produktif 2.3 bentuk pemerintah yang baik .Oleh itu para penguasa harus memiliki pengetahuan dan kebajikan yang sempurna. Teori tentang keadilan dalam negara. 6. Masalah politik negara sekuler yang membawa ketidakstabilan dari konflik kepentingan yang dominan. Bentuk pemerintahan negara menurut Aristoteles diklasifikasi atas: . 7. ketidakadilan dalam pengadilan. Negara dibentuk berawal dari persekutuan desa dan lama kelamaan membentuk polis atau negara kota. 2. 8. Teori Politik Thomas Aquinas . TEORI POLITIK ZAMAN PERTENGAHAN Teori Politik Agustinus Kegiatan belajar 1 membahas tentang : 1. 3. Asal mula negara. Teori tentang asal mula negara. Teori tentang negara ideal.4. Negara sekuler dan negara Tuhan. Sedangkan perkembangan negara Tuhan didasarkan atas kasih Tuhan. tujuan negara. Penggolongan dari kelas dalam negara. Tujuan negara harus disesuaikan dengan keinginan warga negara merupakan kebaikan yang tertinggi. 5. 7. peperangan. Perkembangan negara sekuler dalam bentuk negara modern dimana penguasa berupaya untuk menggunakan cara paksa menurut kehendak pribadi. 4. Aristoteles berpendapat sumbu kekuasaan dalam negara yaitu hukum. 6. Sedangkan negara Tuhan menghargai segala sesuatu yang baik dan mengutamakan nilai kebenaran.3 bentuk pemerintah yang buruk. Sedangkan warga negara adalah manusia yang masih mampu berperan. Untuk itu perlu dibentuk negara kota (Polis). Teori Politik Aristoteles 1. eori kekuasaan Plato. Keadilan politik dalam negara Tuhan karena ditopang oleh adanya nilai kepercayaan dan keyakinan tentang: * Tuhan menjadi raja sebagai dasar negara * Keadilan diletakkan sebagai dasar negara * Kehidupan warga negara penuh kepatuhan * Penguasa bertindak selaku pelayan dan pengabdi masyarakat. fungsi negara dan bentuk negara. 4.

Teori Politik Liberalis 1. Tentang pembagian negara baik dan negara buruk yang menerapkan sumber teori politik. Hukum positif yang merupakan pelaksanaan hukum alam dan untuk menyempurnakan pikiran manusia maka diperlukan Hukum Tuhan. Untuk itu dikembangkan teori politik askabiyah dan rasa keagamaan oleh pemimpin negara. 2. Perkembangan negara harus didasarkan pada solidaritas dengan keyakinan agama untuk dapat menstabilkan negara. Bentuk negara yang meliputi negara republik dan monarkhi. Oleh karena itu sumber kekuasaan adalah negara. maka diperlukan militer. Setiap warga negara perlu memiliki Askabiyah untuk menumbuhkan kesatuan dalam negara. 3. 3. Untuk mencapai kemuliaan abadi maka diperlukan pemerintah yang berbentuk Monarkhi. Pada sisi lain dikatakan gereja yang sejati yaitu gereja yang didirikan manusia Teori Politik Zaman Pertengahan Teori Politik Ibnu Khaldun 1. Teori tentang negara yang dikategorikan atas pengertian pemerintah manusia dan keterbatasan manusia dalam negara yang disebut negara modern. 5. Hal ini perlu didukung oleh penguasa yang memiliki perangkat dominasi pemerintah dan kekuasaan untuk mengatasi manusia-manusia yang memiliki sifatsifat kebinatangan.Kegiatan Belajar 2 membahas tentang teori politik Thomas Aquinas yang meliputi: 1. Tujuan negara yang diidentik dengan tujuan manusia dalam hidup yakni mencapai kemuliaan abadi dalam hidup. Pengertian dan faham liberal menunjuk pada kebebasan warga negara untuk memenuhi . Penguasa yang ideal yaitu penguasa militer. 3. Teori Politik Machiavelli 1. 3. Dalam hal penyelenggaraan kekuasaan negara membutuhkan kekuasaan. 2. Dalam negara diperlukan adanya hukum abadi yang berakar dari jiwa Tuhan yang mengatur alam semesta dan hukum alam manusia untuk merasionalkan manusia mentaati hukum. hal ini digambarkan dalam teori politik dan etika Machiavelli sebagai dasar nasionalisme. Teori politik reformasi yakni kebebasan politik dengan cara membatasi kekuasaan raja dan kebebasan diserahkan pada rakyat. Teori Politik Marthen Luther Kegiatan Belajar 3 membahas tentang teori politik Marthen Luther dan kawan yang meliputi : 1. wujud kekuasaan fisik. Selanjutnya Monarkhi dibagi atas dua yaitu Monarkhi Warisan dan Monarkhi Baru. Menempatkan kekuasaan negara lebih tinggi dari kekuasaan gereja. kualitas penguasa untuk mempertahankan kekuasaan negara. Kekuasaan Tuhan atas manusia bersifat langsung dan tidak melalui perantara. 4. Kekuasaan raja-raja diperjelas dan tidak diperlukan adanya campur tangan gereja atas unsur negara. 4. Tujuan negara yaitu memenuhi berbagai kebutuhan warga negara selama negara tidak dirugikan karena negara juga memiliki berbagai kepentingan dan kepentingan utama. Untuk mempertahankan negara maka diperlukan teori pedang dan teori pena dalam menjalankan kekuasaan negara. 2. 2. Kekuasaan negara merupakan alat yang harus digunakan untuk mengabdi pada kepentingan negara.

2. Pada sisi lain liberalisme sebagai sistem politik didasarkan atas negara dan kemerdekaan negara. Teori Politik John Locke Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik John Locke yang mencakup: 1.kebutuhan hidup bidang politik ekonomi. Hobbes sebagai seorang filosof ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh kenikmatan hidup dalam hal materi. sekularisme. kemajuan. 3. Namun dari segi praktis teori politik Hobbes dominan berlaku pada saat sekarang. Teori Politik Modern Teori Politik Thomas Hobbes Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Thomas Hobbes yang mencakup: 1. 3. John Locke menekankan bahwa dalam state of nature terjadi: • Kebingungan • Ketidak pastian • Ketidak aturan • Tidak ada kematian. Oleh karena itu perwujudan demokrasi liberal dalam negara harus mengutamakan kebebasan warga negara. b) membela diri. Liberalisme sebagai faham kenegaraan menekankan pada kebebasan yang didasarkan pada faktor alamiah. Hobbes mengemukakan teori perjanjian sosial untuk merubah bentuk kehidupan manusia dari keadaan alamiah ke dalam bentuk negara atau Commen Wealth. Kegiatan semasa hidup John Locke yang mampu berkarya dalam bidang teori politik ditulis dalam buku TWO TREATISES ON CIVIL GOVERNMENT. Oleh karena itu negara harus mendistribusi kekuasaan kepada lembaga: • legislatif • eksekutif dan yudikatif • federatif . Untuk menghindari kematian. toleransi. kemudian Hobbes menulis Buku Decove 1642 dan Leviathan 1951. 3. akal kebaikan. 5. Konsep perjanjian masyarakat merupakan cara untuk membentuk negara. a) bersaing. 4. 3. Pengaruh situasi politik pada masa sistem politik absolut di bawah kekuasaan Charles I dan Charles II di Inggris. 4. Oleh sebab itu dia disebut filosof yang materialistis. Runtuhnya kekuasaan Absolute sebagai akibat dari petentangan antara cendikiawan dengan raja-raja dalam hal pembatasan kekuasaan raja yang menimbul teori politik liberal. Thomas Hobbes mengemukakan teori politik State Of Nature yakni manusia yang satu menjadi lawan terhadap manusia lain. Keadaan ini disebut In Abstracto yang memiliki sifat. Pada sisi lain Locke mengemukakan hak-hak alamiah sebagai berikut: • hak akan hidup • hak atas kebebasan dan kemerdekaan • hak memiliki sesuatu. Pada sisi teori politik dan teori kekuasaan ini digambarkan oleh Hobbes dalam buku Leviathan. 2. sosial dan budaya. 4. c) ingin dihormati. moral. State of Nature juga merupakan karya teori politik yang beda dengan Hobbes. agama. Hal ini dapat terealisir dan tergantung pada model liberalisme dalam struktur kekuasaan. 2. Unsur-unsur demokrasi liberal juga merupakan hal yang mendasar untuk difahami dalam berbagai sistem politik.

Pada sisi lain. Dalam kehidupan warga negara menurut teori kekuasaan Tuhan diperlukan adanya kebebasan bagi warga negara dan ada batas-batas kekuasaan dari para penguasa. 2. Teori Kekuasaan Teori Kekuasaan Tuhan Kegiatan belajar I membahas tentang teori politik Tuhan dalam berbagaidimensi: 1. 2. 3. Krabe. Dan pada akhirnya Hobbes dan Locke memiliki perbedaan dalam hal teori perjanjian sosial. Perkembangan teori kekuasaan hukum menurut Thomas Aquiras. keadilan dijadikan dasar negara Tuhan untuk mengatur kehidupan warga negara. hukum dan kemudian dia mengemukakan state of nature yang diartikan dalam keadaan alamiah kualitas hidup manusia rendah. Teori Kekuasaan Hukum Kegiatan belajar 2 membahas tentang teori politik hukum yang dominan mengutarakan kegiatankegiatan penguasa yang harus berdasarkan hukum yang disebut Rule of Law.5. Krenen Berg. Teori politik Trias Politika yang dikemukakan oleh Montesquieu merupakan landasan pembangunan teori demokrasi dalam sistem politik yang menekankan adanya CHEK AND BALANCE terhadap mekanisme pembangian kekuasaan. Kebaikan-kebaikan teori kekuasaan hukum meliputi: • Penguasa menjalankan kekuasaan sesuai UUD • Penguasa berkuasa sesuai hukum • Penguasa berupaya menerapkan open manajemen • Pers yang bebas sesuai dengan UUD Negara • Adanya kepastian hukum dalam sistem demokrasi • Pemilu yang bebas dan rahasia • Setiap warga negara diikutkan dalam mekanisme politik • Setiap warga negara sama di depan hukum . Teori Politik Montesquine Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori politik Montesquieu yang mencakup: 1. Kekuasaan Tuhan yang tidak rasional karena penguasa menganggap diri mendapat kekuasaan dari Tuhan dan menempatkan diri sebagai wakil Tuhan di dunia. Dalam hal bentuk negara Locke membagi atas: • Monarkhi • Aristokrasi • Demokrasi 6. Demokrasi yang dibentuk yaitu demokrasi liberal yang masih mengalami kekurangan. Dalam teori kekuasaan Tuhan. 1. John Locke. Untuk memantapkan dan menyempurnakan teori demokrasi liberal maka dibutuhkan berbagai unsurunsur demokrasi liberal untuk mengukuhkan Montesquieu sebagai pencetus demokrasi liberal. 2. terdapat teori kekuasaan Tuhan Rasional yang beranggapan bahwa seorang penguasa yang dinobatkan menjadi penguasa karena kehendak Tuhan. Montesquieu terkenal dengan dunia ilmu pengetahan tentang negara. Dan tujuan negara yang dikehendaki Locke yaitu untuk kebaikan ummat manusia melalui kegiatan kewajiban negara memelihara dan menjamin hak-hak azasi manusia.

4. 3. Kedudukan Presiden di Amerika Serikat sebagai kepala negara dan kedudukan sebagai kepala eksekutif. Hal ini mengarah pada perkembangan. 2. bertugas menjamin perkembangan negara ke arah sosialisme. Teori Politik Demokrasi Demokrasi Rakyat Kegiatan belajar 1 membahas tentang Demokrasi Rakyat dengan uraian sebagai berikut: 1. Sifat menopoli dari kekuasaan negara dalam bentuk menetapkan tujuan bersama. Kelemahan-kelemahan dari teori kekuasaan hukum apabila penguasa sudah menggunakan kekuasaan semena-mena maka pada saat itu teori kekuasaan hukum menjadi lunak. Teori Kekuasaan Rakyat Kegiatan belajar 4 membahas tentang teori kekuasaan rakyat dengan bahasan sebagai berikut: 1. Sistem pemerintahan negara dengan menerapkan: • Prinsip Demokrasi • Prinsip pemisahan kekuasaan • Prinsip hukum. Karena setiap negara dalam bentuk negara selalu menggunakan paksa pada rakyat untuk kepentingan penguasa dan kepentingan rakyat. Kekuasaan rakyat yaitu penguasaan rakyat atas lembaga perundangundang yang sekarang disebut legislatif. Hubungan Presiden dengan lembaga tinggi pemerintahan federal yang meliputi: • Hubungan Presiden dengan kongres . 3. Demokrasi rakyat. Menurut Rousseau kekuasaan rakyat dalam negara merupakan akibat perjanjian antara individu untuk menyerahkan semua hak politik kepada masyarakat. Sifat mencakup semua dari kekuasaan negara. 3. Teori Kekuasaan Negara Kegiatan belajar 3 membahas tentang teori kekuasaan negara yang meliputi: 1. 2. Aturan yang dibuat oleh pemerintah atas nama negara harus diterapkan mencakup semua warga negara tanpa kecuali. Untuk implementasi berbagai sifat negara maka kekuatan militer merupakan alat yang ampuh untuk melaksanakan kekuasaan negara. Demokrasi Liberal Kegiatan belajar 2 membahas tentang Teori Demokrasi Liberal dalam pelaksanaannya di Amerika Serikat meliputi: Penerapan Trias Politika dalam Demokrasi liberal. Demokrasi Rakyat merupakan negara dalam masa transisi. Sifat memaksa dari kekuasaan negara. 2. Secara teoritis disebut Trias Politika. Demokrasi Rakyat RRC menurut pola Mao Tse Tung mendominankan kepemimpinan politik dan pembuatan kebijakan dengan tujuan membantu seluruh rakyat agar ikut dalam modernisasi ekonomi. Negaralah yang menentukan hidup matinya warga negara dan pengelompokan warga negara dalam berbagai organisasi. yang pada kenyataannya Amerika Serikat tidak sepenuhnya menerapkan Trias Politika dalam sistem politik Amerika Serikat. 4. sosial dan politik. Menurut Montesquieu dalam pemerintahan republik kekuasaan tertinggi ada pada seluruh rakyat atau sebagian besar rakyat.• Diperlukan pengawasan masyarakat 3.

4.• Hubungan Presiden dengan Mahkamah Agung Kekuasaan Presiden dalam Demokrasi Liberal di Amerika Serikat meliputi: • Kekuasaan Presiden bidang Administrasi • Kekuasan Presiden bidang Legislatif • Kekuasaan Presiden bidang Yudikatif • Kekuasaan Presiden bidang lain seperti militer Politik Luar Negeri Pertanggungan jawab Presiden bidang politik. legislatif. administrasi. bidang adminsitrasi. Demokrasi Islam Kegiatan belajar 4 membahas tentang Teori Demokrasi Islam. Presiden yang menempati posisi sentral kekuasaan dan berhubungan dengan: • Lembaga tertinggi negara • Lembaga-lembaga tinggi negara. Pengertian Demokrasi Pancasila yang dikemukakan oleh berbagai ahli lembaga seperti: Seminar Angkutan Darat II yang meliputi bidang-bidang politik. Musyawarah Nasional III PERSAHI: The Rule Of Law Desember 1966 meliputi: • Azas negara hukum Pancasila tentang: • Pengakuan dan perlindungan hak azasi • Peradilan yang bebas dan tidak memihak • Jaminan kepastian hukum. Hal ini ditopang oleh adanya unsur persamaan dasar manusia. Unsur musyawarah dan mufakat sebagai sarana untuk mengkaji hakhak orang lain dalam kehidupan bernegara. • Persyaratan seseorang menjadi Presiden dan wakil Presiden. yudikatif. • Simposium hak-hak azasi manusia 1967. . bidang yuridis. 3. Hukum Tuhan merupakan satu nilai dasar keyakinan dan oleh karena itu dalam Demokrasi Islam hukum adalah kemanusiaan. Pemilikan unsur sebagai salah satu unsur Demokrasi Islam. Demokrasi Pancasila Kegiatan belajar 3 membahas tentang Demokrasi Pancasila yang meliputi kegiatan eksekutif dalam mekanisme sistem politik Indonesia. diplomatik. konstitutional. Pokok sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila: • Terdapat pengaruh Trias Politika • Tujuh Prinsip pokok pelaksanaan sistem pemerintahan Demokrasi Pancasila. dan ekonomi. 5. Selain itu Presiden juga mempunyai kekuasaan di bidang. Begitu pula penetapan masa jabatan presiden dan wakil presiden. Etika kerja sama yang terwujud dalam bentuk tolong-menolong sesama umat Islam dan diupayakan untuk menegakkan keadilan dengan cara menjunjung tinggi kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan individu. Unsur persatuan dan kesatuan yang selalu di orientasikan pada Al-Qur’an sebagai pelengkap konstitusi. • Pencalonan dan pemilihan Presiden dan wakil Presiden menurut tetanan teori Demokrasi Pancasila. Pada bagian lain dikemukakan kedudukan Presiden dan wakil Presiden yang meliputi: • Kedudukan sebagai kepala negara • Kedudukan sebagai kepala eksekutif. 2. bidang militer. yang menitik beratkan pada: 1.

Dalam membahas teori kedaulatan terdapat berbagai teori yang pada umumnya menekankan pada kekuasaan sebagai suatu tandingan atau perimbangan terhadap kekuasaan penguasa atau kekuasaan tunggal. 4. Partai politik di negara Komunis menempati posisi tertinggi dan hanya satu partai politik Komunis. yang berarti warga negara dapat diatur menurut kehendak penguasa. Pelaksanaan pemerintah diupayakan jumlahnya sedikit dan mereka memiliki kekuasaan yang tidak terbatas untuk mengatur masyarakat. Kedaulatan rakyat menurut UUDS 1950 meliputi Kedaulatan rakyat di bidang politik dan Kedaulatan rakyat di bidang ekonomi. Dibidang ekonomi pengaturannya disentralisasir dengan dasar milik bersama. 2. Teori kedaulatan ini menunjuk pada pelaksanaan kekuasaan yang nyata dalam suatu masyarakat merdeka atau telah memiliki independensi. Teori Politik Kedaulatan Teori Kedaulatan Rakyat 1. Hak-hak azasi manusia dan faham kekeluargaan. Teori Kedaulatan Intern dan Ektern 1. Berserikat dan berorganisasi sebagai salah satu implementasi kedaulatan rakyat dan Kedaulatan rakyat dibidang ekonomi. Struktur kedaulatan rakyat yang dipandang dari: bentuk geografis jumlah penduduk suatu negara. Penerapan kedaulatan rakyat di Indonesia diwujudkan dalam berbagai segi kehidupan kenegaraan menurut UUD 1945: Kedaulatan rakyat di bidang politik. Oleh karena itu hak-hak azasi manusia tidak dihiraukan oleh penguasa. Kedaulatan ekstern yang dominan menunjukkan pada kebebasan negara dan kekuasaankekuasaan negara lain yang tidak dijajah oleh negara lain. Penguasa dalam menjalankan kekuasaan selalu mengandalkan pikiran manusia sebagai hal yang prima oleh sebab itu dalam Demokrasi Komunis tidak mempercayai adanya Tuhan. Dalam hal pengaturan negara digunakan menagement politik diktator. 4. Pemilu sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. .Demokrasi Komunis Kegiatan belajar 5 membahas tentang Demokrasi Komunis yang meliputi: 1. 3. Kedaulatan ekstern ini dalam penerapan pada saat negara memutuskan untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain dalam bidang tertentu. 3. Dalam bahasan ini difokuskan pada: • Kedaulatan de facto yang tidak syah • Kedaulatan de facto yang syah. tidak ada partai lain. 1. 2. 5. Batas kedaulatan ini meliputi : • Kedaulatan bidang politik • Kebebasan kemerdekaan • Keadilan • Kemakmuran atau kesejahteraan • Keamanan. Kedaulatan intern yang memperlihatkan batas lingkup kekuasaan negara yang berbentuk fisik. Teori kedaulatan de facto. Kedaulatan rakyat menurut Konstitusi RIS 1949 dimiliki oleh negara. 2.

4. Faktor-faktor yang berpengaruh pada elit penentu yang meliputi : * Pertumbuhan penduduk * Spesialisasi jabatan * Pertumbuhan organisasi formal atau birokrasi . 2. 4.2. Kelas penguasa Model Marx ini difokuskan pada : * Golongan Kapitalis * Tuan-Tuan Tanah * Buruh Pekerja 3. Berbagai pengertian dan rumusan tentang elit penentu dengan berbagai orientasi pada tipe-tipe kelompok inti sosial * Kasta Penguasa * Aristokrasi * Estate Pertama * Kelas Penguasa. Teori munculnya elit penentu dengan menggunakan pendapat Mills yang mengemukakan tiga teori sebagai berikut : * Elit Bisnis dengan ekonomi * Elit Politik dengan kebijakan * Elit Militer dengan teori dominiasi. 2. ekonomi. Elit politik liberal yang berupaya untuk memberi pelayanan sebaik mungkin kepada setiap warga negara tanpa melihat perbedaan sosial. Elit politik konservatif yang berupaya untuk mempertahankan status quo. 5. Fungsi-fungsi elit dengan mengadaptasi pada Talcot Parsons dan Batzell yang mengemukakan fungsi elit yang berbeda. Teori Elit Penentu Kegiatan belajar 2 membahas tentang: 1. Tipe elit politik yang memerintah meliputi: • Tipe elit politik yang menggunakan cara licik • Tipe elit politik yang memerintah dengan cara paksaan • 4. Pengertian teori politik dan teori politik klasik dari berbagai ahli politik. dengan jalan kolaborasi. Pengertian Dan Perkembangan Teori Politik Teori Elit Politik Kegiatan Belajar 1 membahas tentang: 1. Teori kedaulatan de jure. Oleh karena itu kajian kedaulatan de jure lebih menitikberatkan penggunaan aspek hukum sebagai dasar yuridis formal atas hak politik warga negara dan wilayah negara dengan penguasa negara. kedaulatan de jure menunjuk pada pengakuan suatu wilayah atau suatu situasi menurut hukum yang berlaku. Metode menentukan elit politik sebagai berikut : • Metode Posisi • Metode Regulasi • Metode Pengaruh 3. Dalam teori politik. budaya dan status dalam sistem politik.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abu Bakar Nataprawira mengatakan bahwa menurutnya yang paling utama saat ini adalah mencari siapa yang mengedarkan serta menyebarluaskan fotofoto tersebut. tidak jujur. Teori Elit Ekonomi Untuk memahami teori elite politik sebagai kajian politik pada kegiatan belajar tiga ini dapat dilihat aspek-aspek yang dibahas sebagai berikut : 1. cara hidup tertentu yang dapat menempatkan kelas sosial pada prestise hidup dan pada tahap ini dapat dikategorikan elit ekonorni. Dalam laporan 2008 dari institut yang bermarkas di Los Angeles itu mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. 3. Tentang Foto Sarah dan Azhari Kapolri Angkat Berbicara Diberitakan bahwa Rahma dan Sarah Azhari foto bugilnya tersebar di internet dan keduanya bisa jadi terjeran UU pornografi. Kemungkinan Rahma dan Sarah terkena pasal pidana pun masih belum pasti. Berbagai pengertian elit ekomi yang dikaji dari sudut pandang kelas yakni kelas masyarakat memiliki kekayaan. Abu Bakar menambahkan bahwa unsur kelalaian mungkin saja ada dalam kasus menyebarnya foto-foto itu. 5. mencuri. 2. penipuan. jawaban remaja tersebut mengenai pertanyaan melibatkan penipuan. mencuri. . dan bersikap tidak jujur semakin mengkhawatirkan. Namun menurutnya hal itu bukanlah hal yang utama untuk diselidiki. Demikian kesimpulan yang didapatkan Institut Josephson.760 pelajar sekolah di seluruh Amerika tidak menunjukkan pertanda baik untuk masa depan jika kelompok ini bercita-cita menjadi pakar politik. Pada bagian selanjutnya bahasan konsep kelas sosial tentang elit ekonorni dengan mengacu pada standar hidup tertentu. mencuri. Namun hingga kini belum jelas siapa yang menjadi penyebar serta menggambarkan gambar-gambar syur tersebut. merupakan sikap remaja AS masa depanHidayatullah.* Perkembangan keragaman moral. dan eksekutif perusahaan. Selanjutnya mengkaji konsep kelas secara klasik yang dapat kontradiksi dengan konsep elit ekonomi disertai pemuncakan. ibu-bapak. Remaja Amerika Banyak Jadi Pencuri Ditulis pada 26 Desember 2008 oleh Admin Penelitian terbaru mengenai etika remaja Amerika menyebutkan. polisi. Pandangan yang konsensus atas pengertian konsep kelas sebagai kajian elit ekonomi yang berorientasi pada Karl Marx. Remaja berjenis kelamin lelaki paling banyak yang menipu. Pengintegrasian konsep kelas menengah di Indonesia yang di identik dengan elit ekonomi. Pada umumnya kelakuan sekitar 29. Peranan Simbolis elit penentu yang meliputi : * Macam-macam lambang kolektif * Hubungan timbal balik yang simbolis antara elit penentu dengan publik * Fungsi instrumental dan simbolik. 6. dan tidak jujur. 4.com–Dalam penelitian yang melibatkan hampir 30 ribu pelajar sekolah menengah atas menunjukkan jumlah remaja Amerika Serikat yang menipu. mengungkapkan sikap yang tidak jujur dari generasi pekerja masa depan.

dan proposisi yang memberikan gambaran suatu fenomena atau peristiwa secara sistematik dengan cara menentukan hubungan antar-variabel. Tetapi sebelum melangkah lebih lanjut. konstruk atau variabel.hidayatullah. Lengkapnya definsi Kerlinger tersebut adalah: “A theory is a set of interrelated constructs (variables). teori digunakan untuk menjelaskan sebuah model atau seperangkat konsep dan proposisi yang sesuai dengan kejadian yang sebenarnya atau sebagai dasar melakukan suatu tindakan yang terkait dengan sebuah peristiwa tertentu. Kerlinger (Creswell. bagian lain yang tidak kalah pentingnya dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan penelitian adalah teori. Kendati istilah ‘teori’ begitu sering dipakai dalam wacana akademik. Dr. Senada dengan definsi tersebut. Mudjia Rahardjo. pertanyaan. Para pakar memberikan definisi sesuai pandangannya masing-masing. berbanding 26 persen remaja perempuan. definisi.Dari keseluruhan.com] Fungsi Teori dan State of the Arts dalam Penelitian (Bahan Kuliah Program Magister dan Doktor) (Prof. penjelasan atau prediksi secara ilmiah. sekitar 30 persen pelajar mengaku pernah mencuri dari setidaknya sebuah toko di sepanjang tahun lalu. mengapa variabel bebas X (independent variable X) mempengaruhi atau berpengaruh terhadap variabel Y?. secara umum. Labovitz dan Hagedorn menambahkan bahwa teori merupakan anggapan dasar (rationale) yang menentukan bagaimana dan mengapa variabel dan pernyataanpernyataan relasional tertentu saling terkait. and propositions that presents a systematic view of phenomena by specifying relations among variables. M. Dengan demikian. Namun. tidak seperti Kerlinger. dan metode penelitian. Labovitz dan Hagedorn yang definisinya mengenai teori . [afp/www.Si) A. Lebih dari satu pertiga remaja lelaki (sekitar 35 persen) mengatakan mereka suka mencuri barang. Sementara itu. teori diartikan sebagai seperangkat ide. 2003: 120) mengartikan teori sebagai seperangkat ide. sebenarnya arti yang tepat masih samar-samar (vague) dan beragam. Dengan nafas positivistik. tujuan. Pengantar Selain masalah. Teori akan memberikan penjelasan mengenai prediksi tersebut. definitions. penting untuk ditegaskan apa yang dimaksud dengan teori. Misalnya. atau meningkat dua persen sejak 2006.

“Jika interaksi antara dua atau lebih orang intensif. “Semakin tinggi tingkat pendapatan keluarga. dan Thomas Kuhn memberikan penjelasan mengenai teori lebih secara konseptual. yaitu tingkat mikro (micro-level). gerakan sosial. b. Misalnya. seperti di dalam sosiologi dikenal teori “face work” Erving Goffman yang mengkaji kegiatan ritual dua orang yang saling berhadapan atau bertatap muka (face to face). Karena itu. Dalam bentuk model pernyataan “jika … . Se dangkan teori tingkat makro menjelaskan objek yang lebih luas. Menurutnya. seperti: 1. Bentuk Teori Terdapat macam-macam bentuk atau wujud teori sebagai berikut: a. terungkap atau tidak.lebih positivistik. Artinya. maka tingkat kesukaan di antara mereka juga meningkat”. B. dan tingkat makro (macro-level). pemahaman kita tentang dunia secara otomatis dibentuk oleh pengetahuan kita sebelumnya tentang dunia itu. atau komunitas. merupakan komponen tak terpisahkan dari penelitian. ruang. maka akan diikuti oleh surplus pada masyarakat itu. Teori Collin tentang kontrol organisasi merupakan contoh teori tingkat meso. Teori tingkat mikro memberikan penjelasan hanya terbatas pada peristiwa yang berskala kecil. baik dari sisi waktu. teori organisasi. teori makro Lenski tentang stratifikasi sosial menjelaskan bagaimana surplus yang terjadi di masyarakat berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. jika sebuah masyarakat berkembang pesat. c. semakin tinggi pula tingkat pengeluarannya”. Neuman (2000) lebih melihat wilayah cakupannya (a breadth of coverage). seperti lembaga sosial. “Jika fasilitas belajar mengajar lengkap. seperti: 1. sebagaimana digambarkan berikut: . tingkat meso (meso-level). 2. Teori tingkat meso menghubungkan tingkat mikro dan makro. teori. Misalnya. Ketiga adalah model visual. sehingga tidak akan pernah ada deskripsi atau penjelasan berbasis teori yang netral dan objektif lepas dari perspektif tertentu. “Semakin tinggi kedudukan seseorang. maupun jumlah orang. 2. ma ka …”. Labovitz dan Hagedorn. sistem budaya. Bentuk seperangkat hipotesis. dan masyarakat secara keseluruhan. Thomas Kuhn memberikan pandangan agak berbeda bahwa pada umumnya peneliti kualitatif berpandangan bahwa semua observasi berbasis teori (theory laden). Artinya. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya”. Jika Kerlinger. ada tiga tingkatan teori. maka kompetensi siswa juga akan meningkat”.

dikenal ada dua aliran pemikiran besar atau paradigma ilmu dalam memandang persoalan.Bagan 1: Three independent variables influencing a single dependent variable mediated by two intervening variables. desain penelitian. bentuk pertanyaan penelitian. mengukur keabsahan data. dan paradigma interpretif yang berakar dari cara pandang ilmu sosial yang lebih bersifat holistik dalam memandang persoalan. Fungsi Teori dalam Penelitian Sebagaimana diketahui menurut filsafat ilmu pengetahuan. (Gambar diambil dari Creswell (2003: 122-123) Bagan 2: Two Given Different treatments on X1 are compared in terms of Y1 controlling for X2. dan menjadi dasar metode penelitian kuantitatif. dan menjadi dasar metode penelitian kualitatif. analisis data hingga makna dan fungsi teori. metode perolehan data. Berikut uraian ringkasnya. C. . proses penelitian. Masing-masing metode tersebut berbeda sangat tajam dalam memandang persoalan yang diangkat menjadi masalah penelitian. mulai dari tujuan penelitian. yakni paradigma positivistik yang bersumber atau dipengaruhi oleh cara pandang ilmu alam yang bersandar pada hal-hal yang bersifat empirik.

wajib dikumpulkan. baik duplikasi maupun replikasi keduanya dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. Peneliti menguji atau memverifikasi teori dengan cara menjawab hipotesis atau pertanyaan penelitian yang diperoleh dari teori. metode penelitian kuantitatif berangkat dari teori. maka dalam metode penelitian kualitatif teori berbentuk pola (pattern) atau generalisasi naturalistik (naturalistic generalization). pola dari suatu fenomena bisa dianggap sebagai sebuah teori. lebih-lebih dari hasil penelitian sebelumnya yang mirip dengan tema tersebut. Jika dalam metode penelitian kuantitatif teori berwujud dalam bentuk hipotesis atau definisi sebagaimana dipaparkan pada halaman sebelumnya. maka berbagai informasi mengenai persoalan yang diteliti wajib diperoleh. Hipotesis atau pertanyaan penelitian tersebut mengandung variabel untuk ditentukan jawabannya. sebelum mulai kegiatan pengumpulan data. Dengan teori. Karena itu. metode penelitian kualitatif berangkat dari lapangan dengan melihat fenomena atau gejala yang terjadi untuk selanjutnya menghasilkan atau mengembangkan teori. peneliti akan memperoleh inspirasi untuk bisa memaknai persoalan. Oleh karena itu. Informasi dimaksud termasuk dari hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai persoalan yang sama atau mirip. Sebab. Teori dipakai sebagai informasi pembanding atau tambahan untuk melihat gejala yang diteliti secara lebih utuh. maka informasi dari mana saja. Karena itu. tetapi juga untuk menegaskan bahwa peneliti tidak melakukan duplikasi atau replikasi dari penelitian sebelumnya. Itu yang oleh para ahli . Informasi itu tidak saja dipakai sebagai bahan perbandingan untuk memahami persoalan yang diteliti. mulai bentuk dan rumusan pertanyaan atau hipotesis hingga prosedur pengumpulan data. peneliti menjelaskan teori secara komprehensif. Teori menjadi kerangka kerja (framework) untuk keseluruhan proses penelitian. Sebaliknya. Kalau begitu apa fungsi teori dalam metode penelitian kualitatif? Teori dipakai sebagai bahan pisau analisis untuk memahami persoalan yang diteliti. ceramah dan sebagainya bisa dipakai sebagai bahan tambahan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam. Uraian mengenai teori ini dipaparkan dengan jelas dan rinci pada desain penelitian. teori berfungsi sebagai dasar penelitian untuk diuji. jika seorang mahasiswa program magister atau doktor bidang pendidikan ingin meneliti mengenai pola orangtua di masyarakat perkotaan dalam mendidik anak. Karena tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami gejala atau persoalan tidak dalam konteks mencari penyebab atau akibat dari sebuah persoalan lewat variabel yang ada melainkan untuk memahami gejala secara komprehensif. seminar atau konferensi. Pengalaman atau pengetahuan peneliti sebelumnya yang diperoleh lewat pembacaan literatur.Dalam metode penelitian kuantitatif. mengikuti diskusi ilmiah. Memang teori bukan satu-satunya alat atau bahan untuk melihat persoalan yang diteliti. Misalnya.

. Pendahuluan . 2008. di mana (jika penelitian lapangan). Thousand Oaks: SAGE Publications. Creswell. and Mixed Methods Approaches.sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa. Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis. 2003. The SAGE Encyclopedia of QUALITATIVE RESEARCH METHODS. Designing and Conducting Mixed Methods Research.. metode apa yang dipakai. and Yvonna S. Los Angeles: SAGE Reference Publication. apa masalahnya. saya berharap tulisan pendek ini dapat mengurangi kebingungan para mahasiswa mengenai posisi dan fungsi teori dalam penelitian sebagaimana selama ini terjadi. RESEARCH DESIGN: Qualitative. Waler R. Handbook of Qualitative Research. para peneliti. John W. dan dengan hasil apa.. tesis atau disertasi. New York and London: Longman. John W. Thousand Oaks: SAGE Publications. dan juga para mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. Secara khusus. 1989. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi peminat bidang metodologi penelitian.). __________ Malang. Gall. 1994. Denzin Norman K. Educational Research: An Introduction. ). Lisa M. Thousand Oaks: SAGE Publications. and Vicki L. Creswell. 25 April 2011 Daftar Pustaka Borg. state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. (Ed. Given. and Meredith D. Lincoln (Eds. 2007. Quantitative. Plano Clark.

antara lain: kekuasaan politik. antar warga Negara dan Negara. tujuan Negara. dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga nwgaranya dan hubungan antar Negara. perilaku politik. khususnya dalam negara. Tujuan Metode pembahasan Kajian teroritis Pengertian Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. yaitu antara lain: • • • • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles) politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. b. seperti : a. Yang menjadi pusat kajiannya adalah upaya untuk memperoleh kekuasaan. maupun hubungan sesama Negara.Gambaran umum tentang ilmu politik Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan. partisipasi politik. baik sesama warga Negara. dan juga tidak kalah pentingnya untuk mengetahui seluk beluk tentang partai politik. proses politik. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang mengkaji tentang hubungan kekuasaan. Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda. Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara. Ilmu politik mempelajari beberapa aspek. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.usaha mempertahankan kekuasaan. pengunaan kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan. sistem politik. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu kekuasaan dalam . legitimasi.

ekonomi hubungan ilmu Politik juga berhubungan erat dengan ilmu ekonomi.masyarakat. Namun bagi ilmu politik negara merupakan obyek penelitian pokok. karena ilmu sosiologi mempelajari latar belakang. Baik ilmu sosiologi maupun ilmu politik mempelajari negara.[5] Psikologi Psikologi sosial adalah pengkhususan psikologi yang mempelajari hubungan timbal balik . Sedangkan ilmu politik lebih memusatkan pada kekuasaan 3. Hubungan ilmu ilmu-ilmu politik dengan ilmu tersebut. khususnya yang 4. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik. dimana prinsip yang tercakup dalam ilmu ekonomi akan diadopsi oleh ilmu politik yakni pengambilan kebijakan dalam sistem politik yakni bertujuan untuk kemakmuran ekonomi dalam pembangunan suatu masyarakat. menyangkut hubungan ilmu pembinaan politik kehidupan dengan ilmu demokrasi. Maka dapat difahami dengan menguraikan hubungan ilmu politik dengan 1. khususnya dalam menunjukkan perbedaan struktur sosial serta pola-pola kebudayaan yang berbeda-beda pada tiap-tiap masyarakat. Ruang Lingkup Ruang lingkup ilmu politik menurut pemahaman kami adalah batasanbatasannya dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok dalam masyarakat yang nantinya akan mempengaruhi keputusan kebijaksanaan dalam ilmu politik. dan kebijakan dengan memahami politik struktur dengan sosial pada ilmu masyarakat. sosiologi Semua ilmu sosial pada dasarnya mempelajari kelakuan manusia serta cara-cara manusia hidup serta bekerja sama. hakikat. dapat meminta bantuan sarjana ekonomi tentang syaratsyarat ekonomis yang harus dipenuhi guna memperoleh tujuan-tujuan politis tertentu. yaitu sifat. dasar. c. dan hsil dari kekuasaan itu. ruang lingkup. proses. Ilmu politik berhubungan erat sekali dengan ilmu sosiologi. Seorang sarjana politik misalnya. sedangkan dalam sosiologi negara hanya merupakan salah satu dari banyak asosiasi dan lembaga pengendalian masyarakat. 2. kepentingan dan kebijakan. kekuasaan. hubungan ilmu politik dengan ilmu antropologi Antropologi mempelajari pengertian-pengertian dan teori-teori tentang kedudukan serta peranan satuan-satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana dalam masyarakat.

Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolngan atau pengelompokan objek-objek secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbale balik. semangat. Psikologi sosial mengamati kegiatan manusia dari segi-segi ekstern (lingkungan sosial. d. a. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok ataui golongan. e. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitik beratkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. Metode lainya banyak di gunakan dalam kajian ilmu plitik antara lain: . dalam metode penelitian yang digunakan untuk dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut mencangkup metode. fisik. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. Dengan demikian psikologi sosial mempengaruhi suatu hasil keputusan dalam kebijaksanaan politik dan kenegaraan dengan memperhatikan sikap dan tindakan-tindakan sosial masyarakat yang melahirkan tuntutan-tuntutan terhadap kebijakan politik suatu pemerintahan. denagn maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik. Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. Metode deskriptif adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang yang ada sekarang ini secara akurat. Metode Induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus khusus atas fakta teoritis yang khusus ke yang umum. peristiwa-peristiwa. dan emosi). b. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalah-masalah politis yang di susun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan yang lainnya. c. gerakan-gerakan massa) maupun dari segi intern (kesehatan fisik perorangan.antara manusia dan masyarakat. Metode 1. Metode evaluative merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak.

Karena itu dalam kajian sosiologis. baik itu melalui pendekatkan marxisme. f. d. dalam penelitian ini ilmu politik di sangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. Metode psikologis. Metode obsevasi. dalam penggunaannya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi bsebagai acuannya. lembaga-lembaga politik di analogikan sebagai fenomena sosial maupun organism sosial. ermasuk faktor-faktor penyebab terjadinya suatu peristiwa politik. Metode filosofis.a. b. maupun non marxisme. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung yang berhubungan dengan kehidipan politik yang di teliti secara abstrak. Aspek-aspek politik sering dilihatnya dari perspektif motif. Artinya. Metode historis. lembagalembaga politik dapat di rinci dalam semua individu substratumnya. Metode sosiologis. tekanan dalam penelitian ini terutama terhadap segi latar belakang. merupakan penekanan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. tetapijuga dapat tidak langsung terhadap phenomena politik. Metode yuridis atau legalitas.akademis teoretis. yang merupakan cirri khas ilmu sejarah. e. hhukum sebab akibat. c. Metode deskrifsi. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sesuatu hal yang secara mendalam dan terperinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. c. metode ini dapat di simpulkan sebagai upaya memberikan gambaran realitas secara akurat . merupakan metode yang secara mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitasnya. Metode ekoomis . Dengan demikian. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataan-kenyataan sejarah. Dari ide yang abstrak itulah kemudian dibuat deduksi tentang fenomena-fenomena yang di desain secara detail. pertumbuhan dan perkembangan. Namun demikian. . maupun pihak-pihak yang menentangnya. kepribadian pemimipin. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang banyak digunakan adalah metode: a. b. memandang bahwa kajian politik.diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. Metode analitis. Dalam arti bahwa metode sosiologis memandangnya dalam kajian politik tersebut sebagai organismme sosial yang dynamos.

Metode perbandingan. 3. Dengan demikian. 2. kedaulatan kontrak social. demokrasi. kelompok. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanya hubungan timbal balik. 1975: 42) mencakup: 1. pemerintah. Menurut Phillip (2000: 820). Dengan demikian. terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan dalam . Kekuasaan Konsep kekuasaan merujuk pada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan tersebut (budiardjo. persamaan. dapat dianalisis dan diperdalam aspek-aspek yang dikajinya. Negara. demonstrasi. Metode klasifikasi. siaran radio.merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau phenomena yang diteliti. 4.biasanya terdapat aturan pokok yang menurut Ciarke (Isaak.metode ini dapat digunakan terhadap isi surat kabar. Konsep-konsep Di bawah ini dikemukakan konsep-konsep yang diperkenalkan dan dikembangkan dalam pembelajaran ilmu politik. 1. ataupun menghitung secara cermat perkataanperkataan tertentu yang sering di ucapkan oleh para pemimpin politik yang diteliti. pemilihan umum.d. konsep kekuasaan itu sangat luas karena setiap manusia pada hakikatnya merupakan subjek dan sekaligus sebagai objek dari kekuasaan itu. dan voting. system politik. Negara. partai politik. desentralisasi. atau lebih.untuk memudahkan pengelompokannya.baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. Missal presiden sekalipun harus tunduk kepada undang undang yang berlaku. seperti kekuasaan. legitimasi. e. Pengolongan harus masuk akal Harus ada pengelompokan yang cukup untuk semua data Harus tidak ada pengelompokan yang operlapping Harus hanya ada satu basis penggolongan Metode pengukuran. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. hak asasi manusia. oposisi. Adapun konsep konsep yang dimaksud. 2000:35).

Kehendak Negara tersebut yang termuat dalam perundang undangan dan hokum kebiasaan yang . pengetahuan. karisma. Kedaulatan Negara dalam hokum tata Negara menyatakan bahwa asas kedaulatan mutlak terletak pada kekuasaan Negara yang merupakan sumber hokum utama. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. Dalam hal ini contohnya Parsons yang menggunakan pendekatan structural fungsional. a. c. paksaan. Begitupun mengenai diskusi diskusi pada tahun 1950. Dilihat dari hokum internaasional mengacu pada kemerdekaan suatu Negara terhadap Negara Negara lain Kemudian. 2. seperti pengaruh. tujuan untuk individu atau masyarakat. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi 3 macam. melihat kekuasaan “ kapasitas untuk mencapai suatu tujuan “ sementara Mills memandang kekuasaan sebagai suatu hubungan dimana satu pihak menang atas yang lain. missal kekayaan. kedaulatan hukum dalam hukum tata Negara menyatakan bahwa hokum itu berdaulat. Adapun totkoh ajaran kedaulatan hokum tersebut adalah dari belanda hugo krabe. dilihat dari hokum tata Negara. dan control. Negara harus tunduk pada kedaulatan hukum walaupun tidak cocok dengan kehendak Negara. status. konsep kedaulatan mengacu pada kekuasaan pemerintahan yang tertinggi dan mutlak. 1. Kedaulatan Konsep kedaulatan dibagi menjadi 2 telaahan. jika dilihat dari jenis dan bentuknya. Adanya perbedaan control penggunaan kekuasaan. tujuan politik atau ekonomi. dan otoritas. b. saat itu kekuasaan didominasi oleh perspektif-perspektif yang saling bertentangan yang ditawarkan oleh elite elit politik kekuasaan dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi yang dijalankan oleh suatu kelompok lain dengan keberadaan konflik kepentingan fundamental. kekuatan.mendefinisikan kekuasaan itu selalu ada perbedaan yang mendasar. Kedaulatan itu terlepas dari kedaulatan suatu Negara. a. adanya perbedaan disiplin dalam ilmu ilmu social yang menekankan perbedaan basis kekuasaan.

Jhon Locke. Kontraktualisme selanjutnya dikembangkan oleh JJ Rousseau yang berpendapat pemerintah pada mulanya adalah konspirasi dari orang orang kaya untuk melindungi kepemilikan mereka. membayangkan masyarakat berada dalam sebuah lingkungan alamiah yang anarkis. Kehendak bersama dengan demikian mewakili hal hal yang terbaik. kontrak social merupakan doktrin bahwa pemerintahan itu didirikan untuk dan oleh rakyat melandasi semua Negara yang menyatakan dirinya demokratis. Kontak social itu diperjuangkan sejak zaman Thomas Hobbess. hidup dalam kekhawatiran penyerangan yang membawa kematian. jellinek. jhering.diakui dengan undang undang. mengolah alam dan kepemilikan. dalam kontak social yang ideal. Hobbes yang baru saja mengalami kengerian perang saudara. Negara adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Dengan demikian. orang orang me mbuat perjanjian untuk menjamin pertdamaian. teori ini bersifat damai dan teratur. individu dapat dengan bebas mempertukarkan otonomi alamiah mereka dengan saham dalam pemerintahan. Beberapa totokoh ajaran ini adalah Kelsen. Negara pun merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibnkan fenomena kekuasaan dalam . Sebagai sumber hokum utama adalah undang undang. yang berdaulat adalah kehendak rakyat atau kehendak umum 3. laband. Kedaulatan rakyat Kedaulatan harus ada pada tangan rakyat. Kemudioan Locke menggantikan toeri Hobess. Akhirnya. hal itu dapat dicapai dengan demokrasi partisipasi langsung. 4. Negara Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik. Implikasi dari bentuk kedaulatan tersebut bahwa kekuasaan untuk membuat perundang undangan harus dilakukan oleh rakyat dengan perantaan dewan perwakilan rakyat. dan JJ Rouseau. rakyat hokum moral dan alam. Dengan demikian. Kontrol Social Konsep control social mengacu pada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan social yang dilakukan di luar pemerintahan untuk memelihara menurut hokum dan aturan itu yang muncul dalam tiap tiap masyarakat dan institusi. b.

pemerintah mengacu pada proses memerintah. Kepada kondisi seperti apa adanya aturan dan tata aturan. Istilah ini dapat juga dipakai untuk meyebut keberadaan prose situ sendiri. yakni pelaksanaan oleh yang berwenang. Ia menertibkan pada kehendak umum komunitas warga Negara yang ditujukan untuk kepentingan public yang berpendapat bahwa republic merupakan kondisi yang diperlukan bagi perdamaian abadi dan di revolusi prancis. paling tidak memiliki 3 perangkat dinas yang terpisah. sebab manusia hidup dalam suasana kerja sama. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. yakni . Negara meupakan organisasi yang dalam suatu wilyah dapat memaksakan kekuasaannya sevara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapakan tujuan tujuan kehidupan bersama tersebut. artinya kantor atau jabatan jabatan dalam pemerintahan. Suapaya tidak jadi antagonisme yang sangat berbahaya. Ada 2 tugas Negara yakni: a. Beberapa kecendrungan dalam pemerintahan yang berdaulat pada masyarakat maju sekrang ini. sekaligus suasana antagonistic yang penuh konflik. Pemerintah acapkali menduduki otorotas dalam masyarakat atau lembaga. d. model tersebut telah banyak ditiru keberhasilan yang bervariasi. 5. metode dan system pemerintahan dalam pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. c. Negara menentukan bagaimana kegiatan asosiasi kemayarakatan disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional konsep Negara tesebut hanya mengacu pad a bentuk pemerintahan sipil khusunya yang berkembang di eropa pada abad ke 16. b. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan golongan kea rah tercapainya tujuan tujuan dari masyarakat yang madani. Mengendalikan dan mengatur gejala gejala kekuasaan yang social ataupun bertentangan satu sama lain. Pemerintah Pemerintah dapat kita bagi menjadi 4 pengertian: a.masyarakat. Negara adalah suatu struktur yang abstrak dan impersonal dari jabatana yang di pelihara secara kondisional dijalankan oleh individu individu tertentu setelah revolusi 1688. Jhon Locke mempublikasikan two treatises of government yang memperluas gambaran kekauan Negara yang bersifat tidak toleran sebagaimana diberikan oleh hobbes. b.

tettapi semacam Devil`s Advocat yang memainkan peran sebagai peran yang menyelamatkan kita. 7. oposisi oposisi merujuk pada kelompok partai atau kelompok penentang terhadap pemerintah resmi yang mengkritik pendapat maupuan kebijaksanaan politik golongan yang terkuasa. Tragedy orde baru yang yang dialami pemerintah inonesia bahwa oposisi dipandang sebgai setan tidak pernah diaui sebagai advocate atau pembela. legitimasi legitimasi menunjuk pada keterangan yang mengesahkan atau membenarkan bahwa pemegang kekuasaan maupun pemerintahan adalah benar benar orang yang dinaksud (yang secara hokum adalah sah). Kehadiran oposisi tersebut memilki peranan yang penting dalam pemerintahan demokratis. 6. . c. Legitimasi tidak menjamin akan dapat memuaskan para anggotanya yang terus menerus tanpa batas dengan kemepimpinannya itu. hokum. terutama sejak prang dunia 2. mengikat atau kebenaran yang melekat pada sebuah tatanan sebuah pemerintah atau Negara dianggap absah jika memiliki hak hak untuk memerintah. Baik lembaga lembaga formal maupun non formalnya. peran eksekutif yang kadang kadang dicampuradukan dengan pemrintah bertanggung jwab menjalankan hokum itu dan dalam masyarakat politik yang sudah maju memainkan peran dominant dalam ususlan usulan peraturan yang baru. peran legislative untuk membuat peraturan peraturan b. perasaan. merupakan penyeimbang maupun control terhadap pemerintah yang berkuasa. Dalam teori modern terdapat asumsi bahwa legitimasi harus memilki gabungan cirri cirri otorotatif. Kajian tentang pemerintahan sudah berubah.a. karena sejalan dengan behavioralisme. peran yudikatif yang bertanggungjawab untuk menafsirkan huhkum dan menerpkannya dalam masing masing kasus. mengingat dengan legitimasi yang di perolehnya tersebut dapat memudahkan ataupun melancarkan suatu pengaruh kekuasaan yang dimilki seorang maupun kelompok. Legitimasi memegang peranan penting dalam system kekuasaan. jika ada saja terjadi penyimpangan. terutama berperan sebagai oposisi yang sehat. kini fokusnya bergeser bagaimana pemerintah beroperasi. Oposisi bukan hanya untuk mengawasi kekuasaan.

Menurut Poly bius menyatakan bahwa suatu konstitusi yang merupakan campuran berimbang dari elemen elemen monari.8. Pada saat itulah demokrasi dianggap nama baru bagi aliran republikanisme yang merupakan kritik terhadap dominasi lemaa di Eropa. Berbicara tentang system politik sama halnya tentang berbicara tentang kehidupan politik masyarakat yang bersifat inrastruktur dan dalm kehidupan politik pemerintah 9. 10. 2. Pemilihan Umum Pemilihan umum adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau mementukan orang . Aristoteles juga berpendapat demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang tidak begitu bernilai dan demokrasi memainkan peran yang relative kecil dalam pemikiran politik saat itu. prinsip demokrasi senantiasa terus berubah. System Politik Konsep Sistem politik merupakan suatu istilah yang mengacu pada semua prose dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan politik. penempatan nilai nilai berdasarkan kwewnangan penggunaan kewenangan atau kekuasaan baik secara sah maupun tidak sah. fungsi integrasi dan adaptasi tehadap masyarakat. harmonis. aristokrasi dan demokrasidapat stabil. Demokrasi Demokrasi secara umum merupakan system pemerintah yang segenap rakyatnya turut serta memerintah dengan perantara wakilnya. Demorasi merupakan slogan yang dapat menggoda karena nampak menjanjikan dalam suatu bentuk pemerintahan yang ideal. sejalan dengan perubahan masyarakat. baik ke luar maupun ke dalam. dalam karya Yunani Kuno yang berjudul Polis atau Negara kota. Demokrasi adalah nama konstitusi. Saat itu demokrasi dianggap “agresif” yang tidak stabil serta mengarah kepada tirani. namun yang memberikan kontribusi besar terhadap konsep demokrasi adalah revolsi prancis. Perjuangan persaingan kelompok untuk menguasai secara politik adalah suatu aspek yang utama dalam system politik. Secara sederhana dalam setiap system politik akan mencakup: 1. 3. dan mencintai kebebasan. Demokrasi sebagai suatu kekuatan orang banyak. namun ada juga yang menyatakan suatu system politik dimana kebijaksanaan umum ditentukan atas dasar mayoritas yang diawasi oleh wakil wakil yang di awasi secara efektif oleh rakyat dalam pemilihan pemilihan berkala yang didasarkan atas prinsip persamaan politik Demokrasi sudah berjalan sejak zaman yunani kuno.

c. Adapun fungsi-fungsi pemilihan umum menurut Rose dan Mosawwir adalah: a. Desentralisasi . b. d. Kelompok yang memerintah dalam Negara otoriter lainnya yang memilki satu partai. organisasi yang terlalu kecil untuk dapat membuat perubahan yang realistis untuk memenangkan jabatan public terutama posisi eksekutif. Sarana rekrutmen politik. c. b. 12. menurut Schlesinger partai politik adalah: a. 11. b. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntunan rakyat. nilai-nilai. hanya 33 negara du dunia yang tidak menyelenggarakan pemilihan unum untuk memilih pemimpinnya.orang yang duduk di dewan legislative maupun eksekutif. System kepartaian atau pola dukungan. menentukan pemerintahan secara langsung maupun tidak langsung. Partai revolusioner yang bertujuan untuk menghilangkan pemilihan yang kompetitif. pada tahun 1975. a. e. c. System pemilihan (elektoral system) yang menerjemahkan suara-suara menjadi kursi jabatan di parlemen maupun pemerintahan. penyelenggaraan pemilihan umum dapat dinyatakan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan sebagai barometer dari kehidpan demokrasi. yaitu warga Negara yang menjadi pemimpinnya. Pemiliha umum juga masih diyakini sebagai cara terbaik untuk memilih pejabat public. Pemilihan umum sekarang telah meluas. partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. cita-cita. Unsur-unsur yang diperlukan dalam pemilihan umum adalah: Objek penilu. terutama di negara Negara barat. Partai Politik Partai politik mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut artau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinanan partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kemanfaatan bagi para anggotanya. serta perjuangan yang sama. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa.

sifatnya bervariasi. Para ilmuwan social sejak lama mencari validitas empiris atas arti persamaan tersebut. Namun dapat juga terjadi demontrasi yang anarkis dengan merusak saran public maupun memusuhi sekelompok orang. yaitu dimana harapan konstan dan kemampuan turun. 13. seseorang dapat mengejar ketertinggalannya di berbagai bidang. melainkan diupayakan atau dibuat. Christopher Jencks mengemukakan bahwa persamaan tidak hadir bersama dengan sendirinya. Teori Deprivasi Relatif adalah sebagai berikut: a. 14. yaitu kemampuan yang secara konsatan berada dibawah harapan. Desentralisasi merupakan proses kewenangan yang diserahka pusat kepada daerah yang dapat dilakukan dengan delegasi melalui pejabat di daerah. bentuk deprivasi dapat dibedakan berdasarkan pola-pola perubahan yakni: 1. menunjukan dan membuktikan. deprivasi progresif. tetapi merupakan sesuatu rangkaian kesatuan dari suatu system yang lebih besar. Konsep desentralisasi sering dikacaukan dengan konsepkonsep dekonsentrasi maupun devolusi. yaitu harapan naik kemampuan konstan. deprivasi persisten. baik itu ketidakpuasaan atau ketidaksetujuan. Plato menyatakan bahwa kedudukan politik setiap orang secara alamiah selalu berbeda. deprivasi aspirasional. deprivasi dekremental. bahkan enak dipandang mata layaknya sebagai tontonan.maupun dengan devolusi kepada lembaga-lembaga otonomi daerah. 4. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang secara beramai ramai menunjukan dukungan maupun protes kolektif. Melalui pendidikan. Persamaan Konsep persamaan atau equality melekat pada beberapa disiplin ilmu. memperlihatkan. 3. 2. deprivasi relative sebagai perubahan harapan dan kemampuan untuk memenuhi harapan itu. Ia menunjuk pada reformasi pendidikan sebagai salah satu hal ditekankan. Demontrasi Konsep Demontrasi secara umum berarti memamerkan.Konsep Desentralisasi dalam ensiklopedi Indonesia dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan dan perintah dari badan badan penguasa atasan kepada yang lebih rendah. Dalam ilmu matematika. istilah persamaan memiliki makna bahwa persamaan sebagai sebuah konsep hubungan yang kompleks. Desentralisasi bukan system yang berdidir sendiri. yaitu terdapat kemampuan naik tetapi masih lebih rendah dibandingkan . demontrasi dapat berupa demontrasi konstitusional yang tertib dan rapi.

cepat atau lambat akan dating gerakan masa untuk menurunkan pemimpin tersebut. ada 3 bentuk factor yang memperantarai gerakan dan kekerasan politik. Generalisasi Generalisasi itu merupakan pernyataan antara dua konsep atau lebih. Bangsa Yunani kuno telah melakukan voting ini sejak ratusan tahun yang lalu dengan memepatkan batu kerikil. . Negara Jika pemimpin Negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkan demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang wenang. Hak Asasi Manusia Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimilki oleh semua manusia sesuai kondisi yang manusiawi. HAM tidak mencakup hal hal yang bersifat sipil dan politik. Oleh karena itu hak hak tersbut bukan pemberian atau anugerah Negara.harapan. 16. tetapi juga hak hak ekonomi. HAM tidak lepas dari budaya masyarakat setempat dan tidak dapat dipukul rata. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting atau pemungutan suara merujuk pada suatu intrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan pilihan partai atau golongan serta calon dalam kelompok. pernyataan tersebut ada yang bersifat sederhana maupun kompleks. b. seperti yang dianjurkan penganjur HAM barat yang radikal. yakni: justifikasi normative untuk kekerasan justifikasi kemanfaatan untuk kekerasan c. Maka generalisasi generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan ditingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya seperti: 1. Kebanyakan Negara barat memberikan hak suara berasal dari pria dewasa dan wanita dewasa. Terjadi kontroversi antara Negara maju dan berkembang. kadang kadang dikenal dengan prinsip atau hokum. 15. social dan budaya. keseimbangan antara sumber sumber daya koersip dan institusioanal dari pemberontak vs Negara.

dan mempertanyakan . pada hakikatnya yang dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. 4.2. 7. institusi masyarakat ataupun pemerintah diperlukan suatsu control social untuk memudakhan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian. 5. Pemerintahan Pemerintahan yang dictator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa yang melakukan suatu revolusi yang mengaarahkan perlawanan terhadap rezim lama kerika menekan kebebasan dan mementang pembaruan. 8. aman dan berkesinambungan. Legitimasi Pemerintahan Gusdur memiliki legitimasi untuk maelaksanakan dukungan mayoritas dari berbagai elite politik yang mendukungnya. hanya saja ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu isu yang tidak prlu maka gusdur turun secara tragis. Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karena oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dan control atas mekanisme pemerintahan yang ada. Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. Sebalinya tidak semua partai oposisi baik karena partai oposisi dendam setelah kekalahan pemilihan umum. 3. 6. Sistem politik bagi pemerintahan yang menganut system politik Teori-Teori Teori politik merupakan enterprise dan jika ditelusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa Ketika para pendahulu berhenti memandang institusi-institusi sosial dan politik karena mereka hanya dikeramatkan oleh tradisi Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manusia. Kedaulatan Rakyat Meletusnya Revolusi Prancis 1789 merupakan salah satu hal penyebab dominant yang disebabkan raja Prancis berkuasa secara absolute. Negara Adanya peraturan dan perundang undangan dalam kehidupan bernegara.

2. sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu payung politik. Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang-kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori sosial maupun teori-teori pilihan publik (Miller. Salah satu . Kesalahan tersebut adalah menggabungkan sekaligus memberi penjelasan hubungan sosial dan politik dengan rekomendasi mengenai bagaimana hubungan-hubungan itu seharusnya. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. Aristoteles. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivisme. seperti Plato. Penerimaan terhadap klaim ini menyiratkan bahwa teori politik sebagaimana dipahami secara tradisional.pengaturan politik serta sosial apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhan-kebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia. pemilih. hingga Marx dan Mill berusaha menggabungkan dalam keseluruhan terhadap dunia sosial dan politik!/bominasi positivisme tersebut terletak pada klaim bahwa tidak mungkin ada hubungan yang logis antara proposisi empiris yang menjelaskan dunia apa adanya dan proposisi normatif yang mengatakan bagaimana seharusnya kita bertindak. bertumpu pada kesalahan. dan lain-lain). kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik (politisi. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik 1. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat. birokrat. Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. Sedangkan teori politik sebelumnya. 2002: 787).

dan lain-lain. kebebasan. Tujuannya adalah meletakkan prinsip-prinsip otoritas. Contoh politik demikian adalah teori keadilan John Rawls (1971) yang memahami keadilan sebagai prinsip individu-individu yang rasional akan menyepakatinya. Contoh serupa. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah a. di mana penindasan dan dominasi tidak ada. 2002: 798). Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip dasar itu sendiri. 1. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai. teori politik kekuasaan Niccolo Machiavelli dapat . Teori Politik Kekuasaan Niccolo Machiavelli Sebagaimana telah dicatat sebelumnya. Selain itu. sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. b. yaitu klaim Jurgen Hubermas (1971) yang menyatakan bahwa norma-norma yang akan disetujui dalam situasi pembicaraan yang ideal. Kemudian.argumentatif (Miller. Kelompok yang menonjol di sini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. serta partisipan mempengaruhi atau membujuk satu sama lain secara. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa Bab 10 Ilmu Politik makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. 3. di mana pandangan tersebut adalah mungkin untuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. Spektrum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. mengkhususkan pada tatanan sosial macam apa yang paling memadai untuk memenuhi prinsipprinsip tersebut. 2002: 797). Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. keadilan.hasil yang sangat terkenal mengenai investigasi ini adalab Teori Arrow (1963).

a. Adapun isi dari teori Machiavelli (Skinner. seorang penguasa yang bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. 1. Sebuah reputasi menyangkut kemurahan hati. Penguasa bijak hendaknya memiliki hal-hal sebagai berikut. Inti teorinya adalah sebagai berikut. seperti ketegasan. 1985:4) sebagai berikut. pengampunan. seorang penguasa barulah dapat memenuhi kewajibannya kepada negara dan mencapai keabadian sejarah. dipandang sebagai sebuah kunci pembuka dari ilmu politik kontemporer. b. yaitu kebaikan negara. yaitu kepangeranan atau principality dan republik. Barthomew tahun 1572 yang mengakibatkan Francis berada diambang kehancuran. Untuk melakukannya. 2. . 2. dan kontrol diri. dan pertimbangan politik.dilihat sebagai penanda transisi dari dunia kuno ke modern yang sangat kontroversi. sekarang Italia. Sebuah kemampuan untuk menjadi baik sekaligus buruk. Francis dari keluarga kelas menengah yang kaya. la hidup pada masa pertentangan agama yang sudah lama dan mencapai puncak ketika terjadi pembunuhan St. kejayaan. c. Hanya dengan memadukan machismo semangat keprajuritan. dapat dipercaya. Teori Negara Berdaulat Jean Bodin Jean Bodin hidup tahun 1530-1596. Seorang pangeran harus berani untuk melakukan apa pun yang diperlukan. disiplin. betapa pun tampak tercela karena rakyat pada akhirnya hanya peduli dengan hasilnya. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim masuk ke dalam dua tipe. kemandirian. Machiavelli dilahirkan pada tahun 1469 di kota Florence. Melalui karyanya yang berjudul The Prince tahun 1513. Watak-watak. 3. ia sering dituduh “ gurunya kejahatan” karena nasihat-nasihatnya yang amoral seandainya bukan immoral. lahir di Anjou. meskipun tulisan-tulisannya muncul dalam bentuk ujaran-ujaran praktis. dan kebaikan negara. dan tulus. kekejaman. baik dicintai maupun ditakuti.

yaitu . Inti ajaran Locke pada hakikatnya sebagai berikut. “ Orang yang tidak memahami tujuan dan tidak dapat menentukan masalahnya dengan benar. Elemen yang membedakan negara dari semua bentuk asosiasi manusia lainnya adalah kedaulatan. Sebagaimana dalam keluarga di mana tunduk pada perintah ayah adalah penting bagi kesejahteraan keluarga. Tidak boleh ada commonwealth yang sejati tanpa kekuasaan yang berdaulat menyatukan semua anggota-anggotanya. demikian pula patuh pada penguasa adalah penting bagi stabilitas negara. tujuan bersama. Somerset. dan satu tuan. Watak dan tujuan negara merupakan hal yang penting untuk diketahui sebelum beralih pada cafa mencapai tujuan negara. kekuasaan yang berdaulat . Negara sebagai pemerintahan yang tertata dengan baik dari beberapa keluarga serta kepentingan bersama mereka oleh kekuasaan yang berdaulat. bukan individu. a.a. c. mereka akan merusak tatanan dan menimbulkan bencana yang terus berlanjut. b. 1957). Karena berkeluarga itu seperti bernegara. yaitu tatanan yang benar . e. keluarga . Terdapat empat unsur dalam negara. 4. Ayah yang memiliki kekuasaan penuh dalam keluarga maka dalam penguasa commonwealth harus memiliki yurisdiksi penuh terhadap warga negaranya. Keluarga yang harmonis citra sejati dari commonwealth. d. Teori Kekuasaan Negara Terbatas John Locke John Locke (1632-1704) dilahirkan di Wrington. Jika beberapa orang memiliki otoritas. Keluarga merupakan unit dasar bagi negara. satu pemimpin. hanya ada satu penguasa. sebagaimana orang yang melepaskan ke udara dengan cara serampangan tidak akan mengenai sasaran” (Bodin. tidak dapat berharap akan menemukan cara-cara untuk meraihnya. Manusia hidup pada awalnya adalah dalam kondisi alamiah (state of nature).

tetapi kepada seluruh komunitas. la pun bukan masyarakat yang tidak beradab. d. Ketika masyarakat itu telah terbentuk. b. Setiap orang memiliki kemerdekaan alamiah untuk bebas dari setiap kekuasaan superior di atas bumi dan tidak berada di bawah kehendak atau otoritas legislatif manusia. sederajat. Sebagai pembuat ia menetapkan batas-batas kekuasaan. la tidak memiliki kemerdekaan untuk menghancurkan dirinya atau apa yang menjadi miliknya. Individu tidak menyerahkan kepada komunitas tersebut hak-hak alamiahnya yang substansial. diterima. tetapi hanya hak-hak untuk melaksanakan hukum alam. e. Dalam masyarakat prapolitik ini orang bebas. c. Meskipun keadaan alamiah adalah keadaan kemerdekaan. Untuk menanggulangi kelemahan dalam hukum alam. Kontrak adalah perjanjian untuk membentuk suatu masyarakat politik. dan disetujui oleh kesepakatan bersama untuk menjadi standar benar dan salah. terdapat kebutuhan hukum yang mapan yang diketahui. h.kondisi hidup bersama di bawah bimbingan akal tanpa ada kekuasaan tertinggi di atas bumi yang menghakimi mereka untuk berada dalam keadaan alamiah. ia bukan keadaan kebebasan penuh. g. tetapi masyarakat anarki yang beradab dan rasional. Masyarakat politik adalah pembuat sekaligus pewaris keputusan tersebut. kemudian harus membentuk pemerintahan yang dilanjutkan dengan membentuk lembaga-lembaga yang tepercaya untuk mencapai tujuan pemerintahan tersebut. Hak yang diserahkan oleh individu tidak diberikan kepada orang atau kelompok tertentu. dan merdeka. f. sedangkan sebagai pewaris ia adalah .

geografi. yakni republik.penerima manfaat yang berasal dari pelaksanaan kekuasaan tersebut. a. Tidak ada aturan yang pasti dan tidak ada bentuk pemerintahan yang berlaku bagi semua masyarakat (relativisme). dan despotik. sedangkan despotisme adalah kekuasaan yang sewenang-wenang oleh satu orang dimana tidak mentolerir intervensi keberadaan aristokrasi atau beberapa kekuasaan perantara yang berdiri di antara penguasa dan rakyat yang bertindak sebagai penengah. baik itu hukum bangsa-bangsa yang mengatur hubungan antar bangsa atau negara merdeka. e. di Paris. atau aristokrasi ketika kekuasaan tertinggi hanya diserahkan sebagian anggota masyarakat. Untuk menghindari ketegangan politik dan perang maka hukum dibutuhkan. Hukum dan institusi politik harus disesuaikan dengan lingkungan -sejarah. 5. b. Dalam klasifikasi pemerintah. terdapat tiga jenis pemerintahan. Teori Pemisahan Kekuasaan Baron de Montesquieu Baron de Montesquieu (1689-1755) yang populer dikenal Montesquieu. dilahirkan dari keluarga kaya raya kelas ningrat (petite noblese). Montesquieu lebih dikenal sebagai “ Bapak Teori Pemisahan Kekuasaan ”. teori Montesquieu ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Monarki adalah pemerintahan konstitusional oleh satu orang. monarki. Negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah . dan hukum politik yang mengatur dan menentukan hubungan antara penguasa dengan rakyat. dan iklim di mana orang tinggal. Francis. d. Republik dapat berupa demokrasi ketika kedaulatan diserahkan kepada semua lembaga kerakyatan.individu. Bentuk pemerintahan yang paling tepat adalah pemerintahan yang paling sesuai dengan karakter orang-orang yang mendiami wilayah itu. hukum sipil yang mengatur hubungan antar individu. c.

klaim pokok Nozick dapat dikemukakan: “ Jika kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak legal (entiled) atas barang-barang yang sekarang dimilikinya maka distribusi yang adil secara sederhana adalah distribusi yang dihasilkan dari pertukaran bebas. Namun. Karena orang memiliki hak untuk menghabiskan sekalipun untuk kepemilikannya menurut apa yang dianggap sesuai.negara di mana kekuasaan legislatif. (free exchanges) di antara orang-orang ”. berarti itu tidak adil. bukan atas efisiensi. Dengan demikian. satu-satunya perpajakan yang sah adalah mengumpulkan penghasilan demi memelihara latar belakang institusi-institusi yang diperlukan untuk melindungi sistem pertukaran bebas. Sedemikian kuat dan luas jangkauan hak-hak ini. eksekutif. misalnya polisi beserta jajaran penegak hukum lainnya dalam menegakkan pertukaran bebas. Dengan demikian. jika pemerintah berusaha memajaki pertukaran tersebut dengan melawan kemauan orang itu. Sedangkan campur tangan pemerintah sama dengan pemaksaan kerja yang merupakan sebuah pelanggaran. 1996 : 86) 5. Semua distribusi yang timbul oleh pemerintah secara bebas (free transfers) dari sebuah situasi yang adil dengan sendirinya adalah adil. dan yudikatif pemerintah dipisahkan sendirisendiri sehingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat (Apter. tetapi atas hak-hak moral dasar kita. Terdapat tiga prinsip utama dalam entitlement theory (teori hak pemilikan legal) sebagai . Teori Hak Pemilikan Legal Robert Nozick Seperti yang dikatakan Nozick (1974: ix) “ Individu memiliki hak dan terdapat hal-hal yang tidak seorang pun atau sebuah kelompok pun boleh mencampurinya (tanpa melanggar hak itu) ”. bahkan seandainya pajak tetap dipergunakan untuk memberikan kompensasi bagi seseorang yang harus menanggung biaya ekstra karena rintangan alamiah yang tidak semestinya.

Rousseau. to each as they are choose ”(Nozick.berikut. Immanuel Kant. Salim Said dan Ramlan Surbakti . Martin Luther. Prinsip perolehan awal yang adil (principle of just initial acquisition) penilaian tentang bagaimana orang pada awalnya sampai memiliki sesuatu yang dapat ditransfer menurut prinsip pertama. dan setiap orang menerima sesuai dengan apa yang dipilihnya atau from each as they choose. Adam Smith. John Locke. Max Weber. Antonio Gramsci. Prinsip transfer (principle of transfer) apa pun yang diperoleh secara adil dapat ditransfer secara bebas. Rumus distribusi yang adil adalah “ Setiap orang memberikan sesuai dengan pilihannya. a. Prinsip pembenaran ketidakadilan (principle of rectification of injustice) bagaimana berhubungan dengan pemilikan (holdings) jika hal itu diperoleh atau ditransfer melalui cara yang tidak adil. b. Samuel P Huntington. Harold Crouch. Lenin. Cicero. Indonesia Beberapa tokoh pemikir dan penulis materi Ilmu Politik dan Hubungan Internasional dari Indonesia adalah: Miriam Budiharjo. Karl Marx. modern maupun kontempoter antara lain adalah: Aristoteles. Douglas E Ramage. Thomas Hobbes. 1974:160) Tokoh-tokoh ilmu politik Tokoh dan pemikir ilmu politik Mancanegara Tokoh tokoh pemikir Ilmu Politik dari kalangan teoris klasik. c. Nicolo Machiavelli. Friedrich Engels.

DAN RUANG LINGKUP POLITIK Secara etimologis. . polites (warga negara). teori polotik. Bagi kaum institusionalis atau institutional approach seperti Roger F. sejarah politik. “staatswetenscappen” (Belanda). Polis adalah kota yang dianggap negara yang terdapat dalam kebudayaan Yunani dimana pada waktu itu kota dianggap identik dengan negara sehingga dengan demikian polis ialah tempat tinggal bersama dari orangorang biasa selaku warganya (citizens) dengan pemerintah yang biasanya terletak diatas bukit yang dikelilingi tembok untuk menjaga keamanan mereka terhadap serangan musuh yang datang dari luar. timbul banyak istilah tentang ilmu politik. disebabkan belum terdapatnya kesamaan pendapat diantara para cendikiawan sehingga hal ini menimbulkan kekacauan istilah. polilieke episteme (ilmu politik). Oleh sebab itu George Jellinek dalam bukunya “Recht des modern states” menyatakan bahwa ilmu politik amat sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. di Jerman dikenal dengan istilah “staats wissenchaft. 1990: 8-11). ternyata banyak sekali istilah bagi ilmu politik. tujuan-tujuan negara. Soltau (1961: 4). teori-teori kenegaraan.BAB II ILMU POLITIK 1. PENGERTIAN. politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis. Ruang lingkup disiplin ilmu politik kontemporer sangat luas. Menurut O’Leary (2000: 794) subbidang utama dari penyelidikan ilmu politik meliputi: pemikiran politik. di Inggris disebut sebagai “political science”. administrasi publik. sehingga ada ketegasan dalam pengguanaan istilah tersebut (Abu Daud. A. “the science of politics”. dikhususkan pada penggambaran. dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu. Banyak regam istilah bagi ilmu politik. dan “scienza politica” di Italia. KARAKTERISTIK. Menurut Brendan O’Leary (2000: 78) ilmu politik merupakan disiplin akademis. politik perbandingan. penjelasan analisis. ekonomi politik. Dari istilah polis dihasilkan kata-kata seperti : politeia (segala sesuatu yang menyangkut polis atau negara. hubungan internasional. politeike techne (kemahiran politik). Dengan mengingat hal tersebut diatas. dan penilaian yang sistematis mengenai politik dan kekuasaan. lembaga-lembaga politik. Sehubungan dengan hal tersebut. politikos (ahli negara). hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain. mereka menyatakan bahwa ilmu politik sangat membutuhkan suatu peristilahan yang tepat dan tidak meragukan. George Jellinak dan Kuntjoro Purbopranto mempunyai pendapat sama mengenai masalah ini. “les sciences politique” (Prancis). menyatakan bahwa ilmu politik adalah kajian tentang negara.

eksekutif. dan sistem pemilihan. Lembaga-Lembaga Politik Merupakan kajian terhadap lembaga-lembaga politik. yaitu cara mempelajari perilaku politik para pelaku pembuat keputusan elite. Montesquieu. seperti halnya beberapa revolusi yang terjadi. dan secara historis berkenaan dengan kepastian administrasi yang bertanggung . Aristoteles.1. Hight politics (politik tinggi). Dintaranya karyakarya besar para pemikir sejak zaman Plato. birokrasi. biasanya memilki citra rasa deduktif dan analisis. 1. Sebagai contoh. Hobbes. 788) 1. 2000. teori politik Anglo-Amerika kontemporer. secara garis besar politik cenderung terbagi dua kubu : 1. kendati memiliki ciri umum yang bersifat normatif dalam orientasi teori politiknya yang telah lama berevolusi. 1. Low politics (politik bawah). Marx. 6. atau politik dari bawah. menurut O’Leary (2000: 789). 1. Locke. Selain itu. partai politik. Tocqueville. Rousseau. 2002: 790) 1. Hegel. harus bermula dari premis sederhana tentang manusia yang suka membangun prediksi dari perilaku mereka. serta buku-buku para penulis modern seperti Kant. mereka percaya bahwa kepribadian dan mekanisasi para elite politik adalah kunci pembuat sejarah. 3. khususnya peranan konstitusi. dan Mill (O’Leary. Administrasi publik memusatkan perhatiannya pada susunan institusional provinsi pelayan publik. Mereka percaya bahwa perilaku politik massa memberikan kunci untuk menjelaskan episode-episode politik utama. 5. 2. Politik Perbandingan Merupakan asumsi dari para ilmuwan politik bahwa fokus perbandingan memberikan satusatunya cara untuk menjadi ilmu sosial murni. yang mula-mula mendorong pembentukan formal jurusan-jurusan ilmu politik di banyak universitas pada akhir abad ke-19 (Miller. Pemikiran Politik Subbidang ini merupakan akumulasi bangunan teks dan tulisan para filsuf besar yang membingkai pendidikan intelektual kepada banyak mahasiswa ilmu politik. Teori Politik Para ahli teori politik biasanya memiliki gaya sendiri-sendiri. 7. 3. Administrasi Publik dan Kebijakan Umum Merupakan cabang empiris dan normatif dari ilmu politik yang tumpang-tindih dengan hukum dan ekonomi. Agustine. Ekonomi Politik Subbidang ini bertolak dari suatu pemikiran bahwa teori pelaku politik sebagaimana teori perilaku ekonomi. yudikatif. Sejarah Politik Banyak para ilmuwan politik yang menjelaskan tentang sejarah politik walaupun sering bias terhadap sejarah kontemporer. 4. 2. zaman pertengahan dan awal moden karya-karya Aquinas. 1.

pertukaran uang. administrasi publik. ekonimi-politik internasional. definisi budaya politik pada umumnya dapat diklarifikasikan dalam dua kelompok definisi. 9. c. baik terhadap pandangan politik yang mengabaikan masalah-masalah makna dan kebudayaan maupun terhadap pandangan kultural yang mengabaikan isu-isu politik dan kekuasaan” (Welch. sedangkan para ahli kebijakan publik menganalisis formasi dan penerapan kebijakan-kebijakan. kebijakan publik. a. . kajian perdamaian. 2000: 769) 1. 1. yang dapat diartikan sebagai cara yang digunakan pemerintah untuk mengatur perdagangan. dan lahir tahun 1950-an yang ditandai dengan rapproachement-nya ilmu sosial.jawab dan adil. Beberapa kajian ilmu politik secara tematis yang berkembang dewasa ini demikian luas dan banyak ragam antara lain sebagai berikut : 1. pemikiran politik. khususnya ilmu politik dan pikologi. kelompok yang membatasi cakupan budaya politik pada orientasi subjektif bangsa-bangsa dan kelompok-kelompok sosial atau individual hingga politik. Definsi kelompok yang pertama. mulai digunakan secara umum pada abad ke-18.2000). 1993). 1956). serta memberikan manfaat normatif dan empiris terhadap argumenargumen yang digunakan untuk menjustifikasi kebijakan-kebijakan tersebut. 1. Pada umunya. kajian perang. kelompok yang memperluas konsep itu sehingga meliputi pola-pola perilaku politik. 2000: 794). Teori Kenegaraan Teori ini sering diduga merupakan teori politik yang paling padu dalam memberikan perhatian bagi teori politik kontemporer. dan hubungan internasional (O’Leary. Budaya Politik Istilah budaya politik (politic culture) untuk pertama kali muncul pada tahun 1050-an (Almond. dan pajak yang sekarang sering disebut kebijakan ekonomi (Suttliffe. 1. dan analisis kebijakan luar negeri. Hubungan Internasional Subbidang ilmu politik ini memfokuskan pada masalah-masalah yang menyangkut organisasiorganisasi internasional. konsep budaya politik berkaitan dengan “ketidakpuasan. Adapum tujuan substansif dasarnya adalah untuk menyingkap saling keterkaitan antara proses psikologi dan politik. Menurut Bown (2000: 799). Psikologi Politik (Political Psychology) Merupakan bidang interdisipliner yang relatif baru. Ekonomi Politik Istilah ekonomi politik (political economy). Pluralisme Politik (Political Pluralism) Kajian ini adalah perspektif normatif dalam ilmu politik modern yang menekankan pentingnya demokrasi dan kebebasan mempertahankan pluralitas organosasi-organisasi politik dan ekonomi yang relatif otonom (Russel. 8. 1. Kedua. d. sosiologi politik. b. penelitian empiris substansialnya muncul pada tahun 1960-an.

Perbedaan antara ekonomi politik (ilmiah) dan ilmu ekonomi (vulgar) ini telah menjadi konstanta dalam pemikiran ekonomi yang kritis. Partai Politik (Political Party) Merupakan suatu istilah yang sebenarnya sampai sekarang belum memiliki kata sepakat tentang apa itu partai politik. Politik Etnik Merupakan bidang politik yang dapat dibangkitkan oleh ketidakpuasan sekelompok anggota masyarakat yang terkonsentrasi dalam suatu daerah. sejarah representasi/perwakilan politik adalah sejarah kebangkitan Eropa. 1. pemberontakan petani. 1. h. gagasan-gagasan. 1. namun kadang-kadang sebaliknya. . khususnya Marxis. muncul dari masyarakat kecil menuju masyarakat politik berdasakan batas wilayah dan kekayaan. namun masih dalam koridor permukaan yang tidak nyata. 2000: 731). f. yakni pelayanan pemerintah yang berbelit-belit. hubungan problematik antropologi dengan kolonialisme. Definisi yang paling awal muncul pada abad ke-19 dan mungkin dapat disebut sebagai definisi terbaik. j. 1. dari kebiadaban melalui barbarisme menuju peradaban. Birokrasi Politik (Bureaucratic Polity) Kadang-kadang birokrasi diartikan sebagai upaya efisiensi pemerintah. kesenian dan kekuasaan. bahkan hubungan kekuasaan dengan pengetahuan (Vincent. g. dan hubungan-hubungan yang mereka peroleh atau mereka korbankan. hubungan kepercayaan. Rekrutmen Politik Kajian ini meliputi melihat dan mempelajari peristiwa-peristiwa politik dengan cermat tentang bagaimana para partisipan atau peserta sampai terakomodasi dalam suatu keanggotaan institusi politik. melalui transformasi dari sovereign’s counxillors ‘kedaulatan para penasihat’ menjadi sovereign assembly ‘kedaulatan majelis’. 2000: 778) 1. dimana partai politik diartikan suatu organisasi yang berusaha memenangkan jabatan publik dalam suatu persaingan di daerah pemilihan dengan satu atau lebih organisasi serupa (Lijphart. dengan menuntut otonomi yang lebih besar atas daerah kediaman mereka. Perwakilan Politik (Political Representation) Menurut Tournon (2000: 919). 1. Walaupun kekaburan ini tampak. kajian tentang subaltern. Antropologi Politik (Political Anthropology) Bidang ini membahas perkembangan struktur politik masyarakat secara evolusioner. dengan jalan apa saja. i. keterampilanketerampilan yang dipersyaratkan. kelas dan gender. nasionalisme. e. dari mana asal mereka.

Sedangkan metode deduksi adalah sebaliknya dari metode induksi. METODE. 4. Yang termasuk dalam metode induksi tersebut adalah sebagai berikut: 1. 2004: 157). menekan proses bersifat induktif. dan biasanya penelitian yang demikian banyak dilakukan dalam pendekatan yang kuantitatif (Supardan. Metode deskriptif. Metode perbandingan merupakan metode kajian politik yang menitikberatkan pada studi persamaan dan perbedaan atas dua objek telaahan. 1981: 141-151). Metode evaluatif merupakan serangkaian usaha penelaahan fenomena politik yang bersifat menentukan terhadap fakta yang dikumpulkan dengan dasar pada norma-norma ataupun ide-ide yang abstrak. adalah sebagai prosedur pengkajian masalah-masalah politik politik untuk memberikan gambaran terhadap kenyataan yang ada saat ini secara akurat. 1. Sedangkan pendekatan kuantitatif mencoba untuk memelihara diri mereka dari pengaruh koleksi data. 5. dengan maksud untuk memperdalam maupun menambah pengetahuan tentang objek-objek kajian politik tersebut. Selanjutnya menurut Iswara (1974: 57). 3. Metode filosofis. Metode induksi adalah serangkaian strategi ataupun prosedur penarikan kesimpulan umum yang diperoleh berdasarkan proses pemikiran setelah mengkaji peristiwa-peristiwa yang bersifak khusus atas dasar fakta teoritis yang khusus ke yang umum. Iswara (1974: 57) mengemukakan bahwa metode lainnya banyak digunakan dalam kajian ilmu politik antara lain : 1. bersifat deskriptif anatik. metode ini digunakan untuk meneliti masalah-masalah politik langsung . Pada bagian lain. Dalam menggunakan metode ini merupakan serangkaian strategi ataupun prosedur dengan penarikan kesimpulan dari keadaan umum ke yang khusus.R. Torbert sering disebut sebagai collaborative inquiri (Tobert.1. yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. PENDEKATAN. 1. dan menurut W. 2. B. DAN ILMU BANTU POLITIK Pendekatan Kajian ilmu politik dapat menggunakan dua pendekatan. TEKNIK. 2. Metode Seperti ilmu-ilmu sosial pada umumnya. dalam metode penelitian yang digunakan dalam ilmu politik pun menyangkut metode induksi dan deduksi. 2. Metode klasifikasi adalah metode yang melandaskan pada penggolongan atau pengelompokan objek-objeknya secara teratur yang masing-masing menunjukan hubungan timbal balik. Metode analisis menekankan pada penelaahan secara mendalam terhadap masalahmasalah politis yang disusun secara sistematis dengan memperlihatkan hubungan fakta satu dengan lainnya. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung.

geografi. 3. Metode analisis. negara. 2. secara umum metode ini menggambarkan adanya pengelompokan ataupun penggolongan objek kajian secara teratur untuk memudahkan pencarian adanyan hubungan timbal balik. atau lebih. Metode sosiologis. Ilmu bantu Adapun beberapa ilmu bantu yang digunakan fdalam kajian politik diperlukan sekali peran dan kontribusi dari berbagai ilmu sosial lainnya. 6. direct obsevation. Metode psikologis. Metode yuridis atau legislatis. 7. schedule. merupakan pelksanaan prosedur penelitiannya terhadap asas-asas legal secara yuridis. dan action research. dalam metode ini penelitian ilmu politik didasarkan pada kenyataankenyataan sejarah. 3. Teknik Teknik yang banyak digunakan dalam ilmu politik sebenarnya banyak ragamnya. lembaga-lembaga politik dianalogikan sebagai fenomena sosial maupun organisme sosial. ekonomi.yang berhubungan dengan kehidupan politik yang diteliti secara abstrak-akademis-toretis. case study. questionare. 4. participant observer. sosiologi. Metode klarifikasi. seperti field work. 1. psikologi sosial. 4. Metode perbandingan. sampling. diartikan secara luas karena pengertian pengamatan tidak sekedar pengamatan langsung. Namun demikian. baik yang menggunakan alat khusus maupun tidak. investigation. serta hukum (Budiardjo. dalam penggunaanya kajian politik banyak menggunakan dalil-dalil psikologi sebagai acuannya. 4. merupakan metode yang sangat mendalam memberikan gambaran politik terhadap kondisi realitas. merupakan metode yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan dari dua peristiwa politik. Metode pengukuran. tetapi juga dapat tidak langsung terhadap fenomena politik. merupakan metode untuk mengidentifikasi besar kecilnya objek atau fenomena yang diteliti. Metode historis. filsafat. berbeda dengan The Liang Gie (1999: 116) bahwa beberapa metode penelitian ilmu politik yang paling banyak digunakan adalah metode-metode sebagai berikut : 1. 3. Metode deskripsi. 5. seperti sejarah. 5. antropologi. terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. 2. interview. kelompok. 6. opinionnaire. 2000: 17-28). dalam penelitian ini ilmu politik disangkutpautkan secara melekat dengan aspek-aspek ekonomi. memandang bahwa dalam kajian politik. Metode observasi. adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah sessuatu hal yang secara mendalam ataupun terinci. Metode ekonomis. .

terutama di Eropa Barat ilmu hukum dan politik memang sudah demikian erat. Psikologi Sosial Dalam hal ini. khususnya faktor-faktor yang mendorong manusia untuk berperan dalam ikatan kelompok atau golongan. TUJUAN DAN FUNGSI POLITIK Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan atau tidak.1. 1. psikologi sosial menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan masyarakat. g. a. Ilmu Hukum Sejak dahulu. Umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar . 1. f. Hal ini mengingat antropologi memberikan kontribusi besar dalam pengertian dan teori tentang kedudukan serta peranan satuan sosial budaya yang lebih kecil dan sederhana. perbatasan strategis (strategic frontiers). 1. 1. e. 1. asal mula nilai dan negara. Antropologi Antropologi merupakan ilmu bantu dalam ilmu politik. 1. Filsafat Filsafat juga berperan dalam ilmu politik. susunan dan pola kehidupan sosial dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat. seperti lokasi (location). dan derah pengaruh (sphere of ifluence) dibahas dalam geografi. d. dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Sosiologi Sosiologi banyak membantu usahanya memahami latar belakang. C. b. seperti sifat hakiki. 1. terutama filsafat politik. Sejarah Sejarah sangat diperlukan dalam ilmu politik mengingat sejarah memberikan fakta masa lampau untuk dikaji lebih lanjut. desakan penduduk (population pressures). c. Ilmu Ekonomi Pada masa silam. h. Ilmu Geografi Faktor-faktor yang memengaruhi politik. 1. ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang ilmu tersendiri yang dikenal dengan eknomi politik (political economy). yaitu pemikiran dan analisis kebijaksanaan yang hendak digunakan untuk memajukan kekuatan dan kesejahteraan. yaitu suatu bagian dari filsafat yang mengungkap kehidupan politik.

Dalam ilmu politik terkandung rasa campuran antara ingin tahu. Kita telah menciptakan lembaga-lembaga tertentu untuk mengendalikan dan menyalurkan nafsu itu. Sebagai sebuah disiplin ilmu. orang belajar bagaimana kekuasaan dapat dijinakan oleh prometheus. Socrates sebagi lambang guru politik yang aktif. bernafsu.hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Tidak aneh jika mempelajari ilmu politik membangkitkan perasaan-perasaan yang mendalam. Agar dapat bertindak dengan baik secara politik. terutama di Amerika serikat dan negara-negara barat yang mengunggulkan cita-cita demokrasi dalam praktik-prakrik kelembagaan. benci. dan paradoks. Akan tetapi. dan juga mereka sangat terlibat dalam politik prakris. namun di satu sisi pun punya arti yang kabur dan mudah disalahgunakan. David Apter dalam bukunya yang berjudul Introduction to politicial analysis. menarik. menganalogikan ilmu politik dengan seks (Apter. sebagaimana kita butuh akan keindahan. kemesraan. Dalam hal ini politik dipandang sebagai ilmu. Menemukan hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Sebagai contoh. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Tujuannya tidak lain adalah untuk menelaah kesalahan-kealahanan yang dibuat oleh para penguasa dan berusaha untuk mengurangi ketidaktahuan dari mereka yang dikuasai. seperti rasa cinta. Perspektif Intelektual Sebagaimana kita maklumi bahwa sebenarnya tujuan politik adalah tindakan politik. Sebagaimana seks. tetapi dapat menimbulkan hal-hal yang bersifat praktis. seperti bagaimana nilai-nilai diwujudkan dalam lembaga-lembaga. Dalam beberapa hal. jijik. bangga. kita pun membutuhkan kontroversi dari masalah lain. Setidaknya secara umum terdapat tiga makna tujuan mempelajari ilmu politik yaitu : 1. sekaligus rasa jijik. serakah dan sifatsifat positif bergalau dengan negatif. Untuk mancapainya. kita pelrlu tahu dan merasakan hal-hal yang terlarang pada suatu masalah. serta taktik ataupun strategi apa yang digunakan untuk bertindak? Dengan demikian. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. kesenangan. diperlukan pembelajaran untuk memperbesar kepekaan pembelajar sehingga dapat bertindak. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. ruang lingkup ilmu politik lebih luas dan umum dari pada ideologi apapun. kekuasaan dan keagungan sebagai pemimpin dan penakluk di muka bumi ini. orang perlu mempelajari asas dan seni politik dan nilai-nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. hal itu begitu tampak. Begitu pun sebelumnya. Kedua tipe itu menunjukan suatu kesinambungan rumpun manusia dan keseimbangan komunitas. di antaranya yang satu dalam kehidupan keluarga dan kekerabatan. mendua. . yang lain dalam kekuasaan yang terorganisir. setia. ia meninggal karena tekanan-tekanan praktis penguasa politik yunani kuno. Akan tetapi. 1996:5). dan diabdikan kepada tujuan manusia yang posotif. ilmu politik memiliki sifat ambigu. Dalam pembelajarannya pun sudah mengenal metode yang bersifat kritis. malu dan marah. secara khusus untuk memahami nilai-nilai demokrasi. Keduanya adalah sesuatu yang pokok dalam kehidupan yang terorganisasi. Plato dan Aristotoles di akasemi-akademi Yunani. 1. Walaupun ajaran kritis tersebut pada prinsipnya bersifat intelektual. politik menjadi suatu pokok kajian yang dihindari dalam masyarajat yang sopan.

hari ini dan hari esok. perspektif intelekyual dalam politik adalah perspekti yang mempergunakan diri sendiri sebagi titik tolak. Jika tujuan pertama politisi adalah memperoleh kekuasaan maka kaidah kedua adalah mempertahankan kekuasaan. dan guru-guru politik merupakan aktivis. 1. kelompok kepentingan. tidak usah heran pula jika politisi adah orang yang dapat diperoleh dari kekuasaan (Apter. dunia politisi adalah dunia hari ini dan hari esok dekat. Politik dapat memiliki dampak terbaik. Karena itu. Perspektif Politik Maksudnaya adalah bahwa pandangan intelektual mengenai politik tidak banyak berbeda dengan pandangan politisi. dan mirip tindakan kejahatn dalam sebagian kegiatannya. percobaan. Ia menilai politik dari sisi intelektual dengan pertimbangkan kritis serta memiliki kriteria yang sistematis. politik sebagai ilmu menaruh perhatian pada dalil-dalil. politik dipandang sebagai ilmu. banyak intelektual yang bersedia menjadi anggota calon legislatif dan eksekutif pusat dan daerah. 1996:21). keragaman dan pembentukan asas-asas yang universal. termasuk yang terbaik dan tercerdik sekalipun sering melakukan hal-hal yang mengerikan. Jika para politisi memandang politik sebagai pusat kekuasaan publik. Tidak usah heran jika sebagian politisi. sedangkan kaum intelektual manaruh perhatian dalam tiga dimensi. 3. curang dan serakah. Dengan demikian. yaitu hari kemarin. 2. Baik intelektual maupun politisi dapat saja meragukan. politik pun menyerupai agama dalam beberapa aspirasinya. (Apter. hukum. 1996:20) 1. Sebagai contoh. Sistem itu meliputi pemerintah. Pendirian ini memandang terhadap kebuuhan ke depan. kebijaksanaan. sedangkan asas belakangan. Dengan demikian. kaum intelektual memandang politik sebagai perluasan pusat moral dari diri. Menurut Loe Straus (1959:10-12) dan Sheldon Wolin(1960:10-12). sebuah kasus dengan adanya sistem pemilihan langsung di Indonesia. Tentu saja ilmuwan politik profesial memandang politik sebagai suatu sistem sebagai perubah terorganisasi yang saling berinteraksi. Disatu sisi. Keputusankeputusan dari politisi diuji dalam kenyataan tanggapan publik yang keras. Singkatnya. termasuk individu-individu. Sebab perspektif itu bertolak dibangun berdasarkan apa yang dianggap salah oleh individi maka pemikiran individu itu yang memperbaikinya.Itulah sebabnya mengapa tradisi intelektual dapat dengan mudah menjadi subversif terjadap penguasa dan merangsang timbulnya perdebatan politik. Hal itu mirip dengan apa yang dinyatakan Robert Dahl (1967: 1-90) bahwa dalam waktu singkat mereka telah menjadi politisi. dari pada hal-hal yang teoritis) sedangkan intelektual dapat menjadi politisi jika ia mampu mamasukan masalh politik dalam pelayanan suatu kepentingan ataupun tujuan. Dengan kampanye yang bergaya “orator mendadak” dalam aktu singkat mereka mempersiapkan dan menggunakan strategi itu dari yang biasanya sangat teoritis mandadak berubah kedalam suatu kerangka kerja yang bersifat praktik. untuk meramalkan akibat tindakan politik maupun kebijaksanaan para politisi. Perspektif Ilmu Politik Dalam hal ini. seperti licin. partai politik. apakah politik itu ilmu? Sebab sebagian besar dari mereka berasumsi bahwa politik itu seni. Suara lebih dahulu. tidak dapat dihindari bahwa pembelajaran politik bersifat politis. tugas ilmu politik adalah . Jadi. bahkan terburuk kepada rakyat. keabsahan. Bedanya dengan polotisi lebih bersifat “segera”(yang ada kini dan ada di sini.

Singkat kata teori politik mengeksplorasi fenomena-fenomena lewat analisis politiknya. Seorang ahli sejarah Herodotus (480-430 SM). Mengingat teori-teori politik memberikan suatu kosakata konsptual bagi penggambaran dan perhitungan ciri-ciri terpenting kehidupan politik. baik argumen-argumen teoriris maupun fenomena-fenomena politik. Pendapat serupa dikemukakan Dante Germino (1975:229-281) yang menunjuk pada sifat upaya teritis yang seedang berlangsung sebagai sebuah percakapan dari banyak suara(yang merupak sebuah dialog) antara orientasi yang berbeda menuju reakitas politik sebagai suatu keutuhan. Sebagai sebuah dialog antara para filsuf. D. Hal itu relevan. Ditinjau dari sisi kain maka filosofi politik adalah kegiatan yang kreatif dan kritis di mana setiap generasi dapat berpartisipasi dalam tradisi berkelanjutan yang menyatukan masa kini dan masa lalu. Menurut John Nelson dalam tulisannya natures and futures of political theory (1983:3-24) bahwa tujuan teori poitikdapat digambarkan menjadi tiga C yakni compehend (memahami). Begitu pula filsuf Cina kuno kung Fu-Tze/Confucius (551-479 SM). atau lihat atau bicarakan atau pikirkan. Kriton (tentang ketaatan terhadap hukum. serta pengejaran kebenaran normatif tentang sifat-sifat rezim terbaik. mengerjakan teori politik melibatkan pembelajaran untuk membaca karya-karya klasik agar orang dapat secara efektif membedakan antara apa yang semata-mata opini dengan pengetahua autentik. Dengan demikian. pembahasan tentang negara sudah ada sejak 450 SM di Yunani kuno. Disisi lain. analisis pendangan-pandangan alternatif tentang manusia dan politik. Para teroritisi harus menyadari bahwa mereka bukanlah dan tidak selalu hidup sebagi filosofi murni. namun sangat beragam dari mana memulai lahirnya ilmu politik itu. sebagaimana telah dikemukakan Menyamin Barber”Politik tetap merupakan susuatu yang manusia lakukan bukannya sesuatu yang miliki…. menunjuk kepada studi sejarah pemikiran politik mambantu pemeliharaan suatu warisan budaya Sedangkan critisize pada hakikatnya menggarisbawahi fakta bahwa teori menganalisis dan mengevaluasi. Wolin berpendapat bahwa studi teori poltik terbaik dipahami sebagai sebuah wacana reflekrif mengenai makna politik. SEJARAH PERKEMBANGAN POLITIK Lahirnya ilmun politik secara formal memang sejak abad ke-19. Kemudian muncul pendapat serupa yang lebih mutakir menyempurnakan pendapat Straus dan Wolin adalah Robert Flower dan Jeprey Orenstein (1985:2) yang mengemukakan bahwa ilmu politik. dan Aristoteles (384-332 SM) sudah banyak berbicara tentang filsafat politik. 1. maupun filsu-filsuf ternama Yunani seperti Plato (427-347 SM). tidak pun hidup dalam atmosfer tipis penuh abstraksi. dan Li-Tze (350 SM) . conserve. Termonologi comprehend merujuk pada dua tujuan berupa penjelasan dan pemahaman. dan critisize (mengkritik). terutama teori-teori politik melibatkan refleksi konsep-konsep politik dasar. karya-karyanya Politeia (tentang politik). Secara embrio yang lebih luas dan secara originalitas. Meng Tze (Mencius). Mereka yang akan melakukan sesuatu dengannya harus lebih dari sekedar berfilosofi dan filosofi yang secara politik mudah dipahami harus mengambil tindakan politik sepenuhnya dari politik sebagai sebuah sikap”. ilmu politik perlu memperjelas hubungan antara kesinambungan dan perubahan dalam kehidupan politik. conserve (memelihara).untuk mendapat kearifan tentang sifat-sifat manusia dan politik. Kemudian.

diktator. athena telah menjatuhkan hukuman mati terhadap Socrates. tetapi secara fundamental baik semangat maupun kepribadiannya jelas berbeda. Hal itu sebagai wujud filsafat politik merupakan pokok soal yang lebih penting. Munculnya slogan “filsafat politik dibatasi etika” bahkan merupakan ilmu pegetahuan tertinggi. maupun tentang teori ide. Lain lagi dengan zaman Plato (427-347 SM). yunta. Suatu pukulan batin yang Plato rasakan ketika ia berusia 31 tahun. politik merupakan suatu fungsi antara penguasa dan yang dikuasa. dan elite). suatu pandangan dalam (dewa-dewa). Kebesaran Plato bagi kita bukan terletak pada kesegaran visinya atau pada teorinya mengenai meritokrasi walaupun hal itu memang penting. Bukannya membayangkan suatu struktur konsep geometris un tuk diterapkan pada masalah-masalah sosial. Mulailah paradigma rasional menggantikan pandangan dunia yang lebih irasional dan mistik yang hidup sebelumnya. dan tempat lain. melainkan bertolok dari pemakaian common sense (akal sehat) dalam tujuan-tujuan manusia. melainkan untuk memperoleh suatu kualitas moral. tetapi juga perlunya pendidikan publik. baik itu pemerintah yang dijalankan satu orang (raja. 1996: 58). seperti Zeus (leluhur yang bergairah). Sekembalinya dari Athana. 1996: 49). 2003: 151-153). Berbeda dengan Aristoteles (384-322 SM). Karena itu. dan sebagainya. Sisilia. Selain itu. walaupun dia mengakui gurunya Plato. Filsafat politik tidak berawal dari ilmu pengetahuan. karena itu maslahnya adalah membangun suatu negara yang didalamnya semua orang tertarik pada kebajikan. Hermes (leluhur yang penipu). tiran). Itulah sebabnya pada dekade ini. ataupun beberapa orang (oligarki. Saat dan urutan peristiwa merupakan suatu bentuk penjelasan. Plato sangat percaya bahwa bentuk-bentuk abstrak merupakan dasar keabadian manusia. berkelana ke Mesir. tetapi lebih pada kenyataan bahwa teorinya merupakan teori pertama mengenai negara ideal (Apter. kemdian Plato menjadi pengembara. bahkan Aristoteles pun pernah belajar disitu. Kematian Socrates menunjukan kepada Plato bahwa tidak mhanya pentingnya pengetahuan yang tidak terkekang. Socrates (469-399 SM). dapat melakukan tindakan kekerasan maupun bermain cinta (Apter. orang pertama yang menyadari bahwa ilmu alam tidak memberikan penjelasan memadai untuk penalaran atas tingkah laku manusia. wajar jika dalam ilmu pengetahuan kuno belu mampu memberikan rumusan teori. otokrat. tetapi mengubah fokusnya. rasionalitas bukannya menjadi sesuatu yang bersifat deduktif.seorang aliran perintis legalitas telah banyak berbicara tentang politik. Pythagoras (528-507 SM) pun mengajarkan Plato bahwa kebajikan itu abstrak dan bahwa pengetahuan mengenai yang abstrak adalah lebih nyata dari pada pengetahuan mengenai hal-hal yang berwujud dalam dunia empiris atau indrawi (Losco dan William. Athena (leluhur yang berpengetahuan). ia mendirikan sebuah akademi pengetahuan. Ia merasa hancur. tetapi ia berusaha menyeimbangkan kebutuhan . atau banyak orang (para pemilih). suatu cara menyusun atau merasionalkan perkembangan masyarakat. Ia memandang pendidikan harus menjadi pembelajaran hal-hal yang benar yang membuat orang lebih bijaksana. seorang murid Socrates yang pernah mengajarkan bahwa kebajikan berisi pengetahuan mengenai hal-hal yang baik. Paradigma waktu itu yang terpenting adalah bagaimana untuk mencari keselarasan atau keseimbangan antara penguasa dan yang dikuasai. Aristoteles menerima model Plato. Begitu pun dalam ilmu politik.

melainkan hak-hak dewan perwakilan. serta setan sebagai personifikasi perjuangan individual antara kebaikan dan keburukan. Akan tetapi. Dalam The Prince. Berbeda jika dibandingkan dengan paradigma teokratis. nasib baik dan kebutuhan (Losco dan William. Kemudian ia menuju ketaatan Hukum Positif. 2005: 562). Tokoh utama dalam masa transisi ini adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527). diantaranya kemenangan kerajaan atas gereja dalam perjuangan besar antara raja dan paus. menuju Kota Manusia dimana ada neraka. dengan lingkup kekuasaan yang ditentukan oleh konstitusi yang sifatnya terbatas. Jika Machiavelli menandai gerakan menjauhi filsafat agama sebagai suatu dogma politik dan membukakan jalan kepada dua penerus cemerlang. dunia kristen menampilkan kembalinya kepada pandangan dunia agama. seorang penguasa bijak hendaknya mengikuti jalur yang dikedepankan berdasarkan kebutuhan. yaitu “kepangeranan” (principality) dan “republik”. Bagi Machiavelli. kejayaan. 1. para penguasa menjadi asyik untuk mempertahankan kekuasaan yang menjadi tujuan dalam dirinya sendiri. Hobbes . Bahwa penguasa atau raja merupakan wakil rakyat. Machiavelli percaya bahwa rezim-rezim yang masuk memiliki dua tipe. hakim menggantikan filosof raja. 2. baik pangeran maupun republik merupakan ambisi politik difinitif yang dikejar dalam batas-batas yang ditentukan oleh akal. Dalam hal ini. dua prinsip penting yang muncul mendorong transisi ke masa pencerahan (enlightenment) yang dimulai pada abad ke-16. terdapat beberapa peristiwa penting. Dalam dunia Romawi. Pertama adalah Thomas Hobbes (15581674). dimana merupakan gabungan hukum alam yang berasal dari Yunani dan Romawi serta wahyu yang diperoleh dari kepercayaan Kristen. Dalam hal ini. Santo Agustinus (354-430) adalah tokoh pertama yang menegaskan politikusme teokratis ini yang bertolak dari masyarakat yang baik sebagai Kota Tuhan. Untuk melakukannya. Pada akhir Abad Pertengahan. Ia tidak banyak berilusi dengan politik. Hal yang paling dapat diharapkan oleh orang banyak adalah kebahagiaan dan bijaksana.logis untuk etika dengan suatu pandangan yang lebih praktis mengenai dunia nyata. hakim-hakim dapat menjadi suci maupun sekuler serta pendeta atau raja. ia membuka jalan bagi pemikir kekuasaan yang sekuler. 1967: 69-81). Kedua adalah Jean Jaques Rousseau. dimana ide hukum alam ke hukumhukum manusiawi. Bahwa komunitas politik bukan terdiri dari hak-hak pribadi semua individu. kearifan. kejayaan. Aristoteles meragukan kebaikan orang-orang bijak dengan menyukai suatu pemerintahan berdasarkan hukum (d’Entreves. serta yang logikanya sama bagus dan rapuhnya seperti logika lain yang dapat ditemukan dalam pemikiran politik. surga. 1996: 78-79). tokoh yang berusaha mendefinisikan kembali kepribadian moral dalam komunitas moral (Apter. filsafat materialismenya merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dan mekanika. Kemudian ketika visi sintesis paham Kristen pada Abad Pertengahan yang dominan merosot. ia memberikan nasehat tentang bagaiman mendapatkan dan mempertahankan sebuah kepangeranan. Dialah yang merasa jemu dengan pertengkaran-pertengkaran doktrin. dan kebaikan negara.

Rousseau sekaligus menulis dua buku Du Contrat Social ou Principes de Droit Polique dan Emile ou de I’ Education. dan komponis Prancis yang hijrah ke Genewa.merupakan orang yang pertama yang dapat mendefinisikan dan mengubah kepentingan pribadi dalam keuntungan publik (Apter. Hobbes memiliki semboyan homo homini lupus (manusia adalah serigala bagi sesamanya). kebebasan individu merupakan dasar kesejahteraan (Montesquieu. kepuasannya sedikit (Alen. merekapun tidak sebaik seperti yang ditunjukan oleh Rousseau meupun Locke. Inilah yang harus dipecahkan persoalanyya melalui kontrak sosial (Rousseau. Montesquieu menolak teori-teori psikologis yang dikemukakan Machiavelli dan Hobbes yang beranggapan bahwa manusia pada dasarnya “bajingan. melainkan sebagai suatu kondisi yang ramah. 1928: 221). Sekulerisme Locke mendorong ia menyerang. Perbedaan Locke dan Hobbes sangat tajam. isinya berupa pujian terhadap negara alamiah. Kemudian tahun 1776. Jean Jacques Rousseau (1712-1778). Hal itu sedikit berbeda dengan Montesquieu (1689-1755) yang tertulis dalam bukunya Spirit of the Laws. licik. dan berpendapat bahwa hilangnya negara demikian itu setelah munculnya hak milik pribadi (Shadily. Mengingat pada dasarnya manusia hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Ia menganggap gereja sebagai tidak lebih dari suatu asosiasi sukarela. tamak. Dalam hal ini diperlukan seorang hakim yang berdiri diatas semua hukum. 1949:5). ia menulis Discours sur I’origine et les fondements de I’inegalite parmi les homes. meskipun ia meragukan kemungkinan persamaan sempurna itu. seleranya tidak pernah puas. berhawa nafsu…. 1996: 80). Dalam pendapatnya yang banyak dianut hingga kini bahwa negara yang cocok untuk memaksimalkan kebebasan dan menyeimbangkan persamaan adalah negara dimana kekuasaan legislatif. dan yudikatif pemerintah perlu dipisahkan sendiri-sendiri. Rousseau berpendapat bahwa kebebasan dan persamaan merupakan tujuan-tujuan masyarakat terpenting.lebih siap untuk mengampuni pembunuh ayahnya ketimbang perampas hartanya”. Locke memandang keadaan alamiah bukan sebagai suatu kondisi perang. Apa pun sifat manusia. dimana ketimpangan menghasilkan ketidakadilan dan dasardasar ketidakserasian. Perbedaan Locke dan Rousseau. 1984: 2948). filsuf politik. 1948: 109). . ketika ia memenangakan Sayembara Akademi Dijon untuk esai berbait yang bertajuk: “Apakah kebangkitan ilmu ikut andil dalam memperbaiki perilaku?” Pada tahun 1754. eksekutif. Ia pun meyakini bahwa pada efek-efek yang baik dari harta pribadi adalah pemilikan yang merupakan satu bentuk jaminan bahwa orang akan bersikap wajar dan bekerja sama satu sama lain. Montesquieu berpendapat bahwa manusia tidak seburuk seperti itu. hingga hukum sipil dapat dibuat menurut kebutuhan semua bagian masyarakat. Akan tetapi. Khusus buku yang pertama sering dikenal The Social Contract. seorang pengarang. 1949:316-402). ia menganggap betapa pentingnyapersamaan bagi manusia dan menekankan akibatakibat yang diabaikan oleh Locke. tetapi keduanya adalah sekuler. Ketenaran Rousseau mulai terjadi tahun 1750. baik doktrin mengenai hak-hak raja yang berasal dari tuhan maupun argumen tentang ketuhanan yang digunakan oleh raja-raja absolut untuk nmelegitimasi pengguanaan kekuasaan yang tidak terbatas. segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik. Baginya bahaya terbesar adalah konflik antarbangsa atau perang. menjelaskan bagaimana evolusi berbagai bentuk perdagangan dalam dunia kuno memengaruhi sistem politik (Montesquieu.

Betham mengemukakan Prinsipnya dalam perubahan perundang-undangan berdasarkan semboyan “bahagia terbesar sebanyak-banyaknya manusia”. dan sosial. yang menekankan perpaduan antara kelembagaan dan tingkah laku. warisan radikal menjadi terpecah belah. analisis peran. menekankan pada agenda tersembunyi dibelakang politik. Jeremy Bethem (1748-1832) membentuk teori formal tentang reformasi sosial. penolakan hukaum alam terjadi. Salah seorang filsuf idealisme yang terkenal adalah filsuf Jerman. lebih menaruh perhatian pada bagaimana diferensiasi dan partispasi sosial memperluas lingkungan politik. Pada abad ke-20 muncul paham-paham baru diantaranya: 1. Setelah Marx meninggal. namun demikian ia bukan seorang individualis yang ekstrim. Kedua. Pertama tradisi Lenin. Salah satu alasan mengapa Marx menjadi tokoh yang begitu penting ialah karena ia mewakili suatu campuran intelektual yang berhasil dalam ekonomi. Science of Logic (1816). dan Philosofy of History (1837). 4. Paham Struktural. 1. seperti dialektika materialisme. Paham Developmentalisme (perkembangan). Dalam bukunya yang berjudul Principles of Moral and Legislation (1870). Beberapa aspek dari doktrin yang terkait dengan perkembangan teori politiknya tertuang dalam karyanya yang terkenal Das kapital. Doktrin tersebut sangat memengaruhi pikiran David Ricardo (1772-1823) dan John Stuart Mill di bidang ekonomi dan memengaruhi Revolusi Prancis. tetapi pemenuhan ini harus selalu terjadi dalam konteks kebaikan umum. Mmenekankan perhatiannya pada masalah- . Konsep Mill tentang individualisme adalah konsep tipikal dari liberalisme abad ke-19. Pholosofy of Right (1821). mengalihkan perhatiannya dari lembaga pengkajian mengenai bagaimana orang bertingkah laku dan apa yang mendorong tingkah laku mereka. 2. Berbeda setelah zaman Hegel. pemikiran Marx yang lebih demokratis bahwa transisi revolusioner dapat terjadi melalui cara-cara parlementer. Paham Tingkah Laku (Bevioralisme). dan judul yang ketiga inilah yang paling berpengaruh terhadap teori politik pada masa itu. dengan mengembangkan suatu teori tentang perkembangan sosial secara alamiah. yang memandang dunia dengan perasaan dingin serta mencari suatu masa depan yang lebih bermoral dan lebih bebas bagi manusia. Meskipun pemenuhan diri manusia ditekankan dalam semua karya-karyanya. dan linguistik. melalui revisionisme. Paham Kemajemukan. 3. 2. Eropa pada saat itu dipengaruhi oleh Sosialisme. Tokoh Sosialisme yang paling terkenal adalah Karl Marx (1818-1883).Pada abad ke-19. Karya-karya terpentingnya adalah tiga buku ternama yaitu. yang memandang perlunya transformasi militan dari kapitalisme yang paling lemah di pinggiran sampai ke pusat. yakni Georg William Friedrich Hegel (1770-1831). fungsionalis. Karl Marx menawarkan doktrin sosialisme ilmiah pada dunia. analisis Marxis. politik. fokusnya terhadap teori pertukaran analisis peran.

politik adalah terbuka. 1996: 145). 1996:13-14). • Badan Eksekutif Badan eksekutif pemerintah ini bertanggungjawab sesuai dengan makna yang terkandung dalam namanya. efek-efeknya. menurut Apter (1996: 135-443). lembaga-lembaga pemerintahan ini terbagi dalam tiga wewenang yang merupakan perhatian utama kaum institusionalis. Kekuasaan adalah kekuatan yang dapat dipakai dan dikendalikan. dan developmentalisme. behaviorisme. Hal ini selanjutnya dalam hukum. dan sebagainya (Apter. distribusinya. namun sangat sedikit kebijaksanaan berasal langsung dari inisiatifnya (Apter. Inilah tradisi yang dibangun Plato. • Badan Legislatif Badan ini merupakan pengawas terpenting terhadap kekuasaan yang nyata maupun potensial. Dalam system demokrakasi . teori-teori politik libertarian timbul dari sejarah sebagai tujuan moral yang akan dimantapkan di dalam praktik politik. Kekuasaan merupakan dasar politik. pemakaiannya harus sesuai dengan patokan-patokan kewajaran atau keadilan. siapa yang memperoleh manfaat.eksekutif bertindak atas mana rakyat. Selanjutnya.yaitu melaksanakan keinginan –keinginan rakyat . terbagi atas 5 mahzab institusionalisme atau kelembagaan. pluralisme atau kemajemukan. Konflik diubah menjadi persingan damai melalui badan-badan perwakilan dalam pemerintahan (Popper.masalah transisi pertumbuhan dari jenis sistem politik lama ke yang baru. 1945). 1. Semua pemberlakuan hukum harus disetujui oleh badan legislatif ini. ia menolak pemecahan-pemecahan tuntas seperti ini. E. Dalam demokrasi. MAHZAB-MAHZAB POLITIK Dalam pengelompokan mahzab-mahzab ilmu politik. nasionalisme yang berjuang melawan kolonialisme. dan juga yang diwakili Karl Marx. Kebanyakan pengikut paham kelembagaan yang mengikuti tradisi Pencerahan. Badan ini terdiri atas wakil-wakil rakyat. Bagi mereka. • Paham Institusionalisme atau Kelembagaan Paham ini berusaha mewujudkan pemecahan-pemecahan universal dengan menerjemahkan citacita libertarian ke dalam pemerintahan perwakilan. munculnya negara-negara baru. yaitu sebagai berikut. Bagi para penganut paham kelembagaan. dan bagimana inovasi-inovasi itu terjadi. Dengan adanya yurisdiksi-yurisdiksi kekuasaan yang dibatasi konstitusi dalam hal mana mereka harus saling berhubungan dalam urusan pembuatn . • Badan Yudikatif Pemerintah memang rumit.

Watson (1878-1958). serta lebih sedikit perhatiannya terhadap bagiamana kerja badan-badan pemerintah.210) Jika ditelusuri akar-akar pemikiran paham tingkah laku tersebut dimulai dari filsif skeptic David James (1842-1910) yang menekan empirisme.serta hubungan antara kesadaran dan tujuan. Paham ini pun menekankan proses diatas struktur. Menurutnya bahwa proses belajar terjadi sebagai hasil pengamatan terhadap hubungan-hubungan antara dorongan dan tanggapan. Pengadilan tinggi semacam itu mewakili asas mengenai lembaga yudikatif agung yang independen.kebijaksanaan.bagaimana proses pembentukan pendapat politik diperoleh . Seperti paham institusionalisme. . kaum behavioralis bekerja dari bawah keatas. Dari sudut ini politik pipandang sebagai proses interaksi dimana warag ayang terlibat memengaruhi jalannya kebijaksanaan.selalu ada kemungkinan terjadinya pelangagran konstitusi.dan bagaimana cara orang menyadari peristiwa –peristiwa politik .1996.459-484). pluralisme menekankan partisipasi partai sebagi penghubung anatar masyrakat dengan pemerintah. dan komite-komite. inilah yang dinamakan behavioralisme yang dilontarkan oleh John B. Dengan demikian. Teknik-teknik yang mereka gunakan untuk menetapkan variable-varibel independent yang penting meliputi analisis regresi. analisis factor .khususnya pengaturan –pengaturan hokum dan konstitusional untuk mengamati tindakan politik individual (apter dan andrian 1972: 14-28. skala gutt man. • Paham Pluralism atau Kemajemukan Paham ini sebenarnya dibangun atas dasar perpaduan paham kelembagaan (institusionalisme) dan paham tingkah laku (behavioralisme). Kecenderungan umum terhadap proses belajar dari tindakan mengaitkan filsafat dengan disiplin psikologi yang sedang bekembang menjadi usaha pencaharian ilmiah yang dapat diamati dan terukur dalam mengamati tingkat laku. • Paham Behavioralisme Komitmen kepada kebudayaan politik yang demokrasi membutuhkan perantara kepentingan dan kebijaksanaan yang baik secara efektif. lehgislatif. analisis indicator. kategori –kategori itu biasanya dianggap sebagai ideologi . Di sinilah para penganut paham tngkah laku ( behavioralisme ) memelingkan perhatiannya dari sistem –sistem politik . baik public maupun swasta.termasuk bagaimana proses pembentukan pendapat politik. Dengan demiokian. tindakan –tindakan individual . atau vector-vertor yang memperlihatkan arah perubahan. perhatian utama paham tingkah laku tersebut terletak pada hubungan antara pengetahuan politik dengan tindakan politik. Apa yang diabaikan adalah polal pikir yang spekulatif. dan ukuran-ukuran statistic lainnya. Jika demikian halnya. Mereka menggunakan data agregat yang mengarah kepada penentuan hal-hal yang menonjol.atau system kepercayaan yang menciptakan pola – pola tingkah laku yang penuh makna (apter. voluntarisme. jika dibandingkan dengan bagaimana pembagian kekuasaan diantar berbagai kelompok. Instrumentakisme behavioral seolah-olah memeberikan inspirasi baru mengenai kehidupan politik sebagai cara belajar bermasyarakat yang dicapai melalui pengalamn eksperimeneksperimen.diperlukan adanya pengadilan tinggi yang berfungsi sebagai wasit agung untuk masalah – masalah penafsiran konstitusional .

komunikasi dan agregrasi. Jadi. dalam asosiasi-asosiasi atau birokrasibirokrasi memiliki struktur. Paham ini berasal dari linguistic. Dalam model unlinear. Tenaga pendorong orisinal dapat merupakan suatu perusahaan character atau misi penyebaran agama tertentu. Bagi seorang marxis ide dapat dikatakan bodoh. strukturalisme pada hakekatnya menyusun potensi fungsifungsi yang terdapat dalam politik seperti. Menurut nash ( 1965: 5). organisasi. 1996: 372). maupun janjinya teleology pertumbuhan.• Paham Strukturalisme Paham ini berbeda jauh dengan pluralisme yang kajian politiknya bersifat kontemporer. Tahap B. diantaranya: Tahap A. social. dimana developmentalisme liberal menghasilkan kontrdiksi-kontradiksi kapitalis yang makin intensif. melahirkan inferalismen (avineri. modernisasi adalah sebuah proses. dan suatu penilaian penuh terhadap konteks politik. Proporsi peran-peran inovatif lebih besar dan para innovator mengembangkan institusi-institusi. • Dibawah ini tahap-tahap modernisasi. Contohnya adalah Amerika latin dibawah kekuasaan Spanyol. dasar pemikiran developmentalisme. informasi. 1969). yakni : • Cara pertama adalah metode index: Sifat-sifat umum perkonomian yang telah maju diabstraksikan sebagai jenis ideal dan kemudian dibandingkan dengan cirri-ciri tipikal yang sama idealnya dari perekonomian masyarakat miskin. • Paham Developmentalisme (Perkembangan) Kajian ini mencakup suatu kemajuan kearah sasaran melalui pertumbuhan ekonomi. teknilogi. Cara ketiga adalah analisis tehadap proses seperti yang kini sedang menguasai bangsabangsa yang dikatakan terbelakang. antropologi. Pendekatan ini menjurus kepada hipotesis hipotesis berskala lebih kecil. mewakili urbanisasi tahap pertama (agen modernisasi berada diluar). jauh lebih bercampur. • Cara kedua adalah pandangan akulturasi proses perkembangan barat mendifusikan pengetahuan. jika tujuan barat umumnya adalah demokrasi liberal sedangkan bago kaum marxis tujuannya adalah masyarakat tanpa Negara. filsafat. demikian pula bagi kaum developmentalis. Teori unliniear menganggap perkembang tidak terelakkkan. merupakan sebuah ideologi. nilai-nilai. Akan tetapi. akhir suatu periode perubaha merupakan bagian sejarah Negara-negara industry ynag bersifat evolusioner. Sebagai pengganti wakil resmi tunggal dari kekuasaan . dan sosiologi (apter. terdapat empat metode dalam kajian developmentalisme tersebut. keahlian. dan model bagi suatu bangsa miskin hingga dalam jangka waktu tertentu. dan cultural perkembangan. Dengan demikian. kebudayaan dan personalianya menjadi sesuatu yang menjadikan komunitas atlantik secara ekonomi berhasil. siklis maupun berulang. hingga suatu pandangan retrospektif. Jika kaum intitusionalis menganggap evolusi demokrasi sebagai penanaman ide-ide filosofis kemasyarakatan yang baik. Seperti kita ketahui bahwa politik nasional maupun lokal. Sedangkan dalam paham strukturalisme ini sebenarnya kuarng dikenal dan lebih kompleks dan bersifat interdisipliner.

Teori-teori elit kekuasaan (mills. 1950) dengan menekankan kekuasaan sebagai bentuk dominasi (Weber. negara. Pada titk ini dalam sifat siklus perkembangan. 2. F. demonstrasi. Kedaulatan Konsep-konsep kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua telaahan. Dilihat dari hukum internasional mengacu kepada kemerdekaan suatu negara terhadap negara-negara lain (Shadily. desentralisasi. pemerintah. dan kontrol. Kemuadian proses itu mulai kembali lagi dari semula dalam artian politik. 1948: 1711). Kekuasaan Kekuasaan merujuk kepada kemampuan seseorang atau kelompok manusia untuk memengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sehingga tingkah laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang memiliki kekuasaan itu Menurut Philip (2000: 820) terdapat tiga sumber utama dalam mendefinisikan kekuasaan selalu ada perbedaan mendasar. 1. 1. seperti pengaruh. gerakan-gerakan masa. dengan mendukukng kaum modera politik lokal dan membnetuk pembangunan politik mengikuti model imperialis. paksaan. Adanya perbedaan disiplin dalam ilmu-ilmu sosial yang menekankan perbedaan basis kekuasaan. . 2. proses itu lebih maju. Pemerintah colonial cenderung sangat menjadi partisipan. 1. legitimasi oposisi. terjadi peralihan menuju kemerdekaan. Tanggapan-tanggapan sepeti itu pada gilirannya merangsang organisasiorganisasi politik. persamaan. 1. tuntutan-tuntutan bgai kemerdekaan yang lebih besar dan para pelopor lain yang mengancam untuk mematahkan kekuasaan colonial. Dilihat dari hukum tata negara. seperti tujuannya untuk individu atau masyarakat. pemilihan umum. seluruh proses diperbaharui kembali. 1978 [1972]). tujuan politik atau ekonomi. dam voting. namun demikian tetap mengikuti model dasar yang sama. demokrasi. partai politik. Adanya perbedaan bentuk kekuasaan. HAM. konsep kedaulatan mengacu kepada kekuasaan pemerintah negara yang tertinggi dan mutlak. kedaulatan kontrak sosial. 1. Suatu keuntungan model ini adalah bahwa iya dapat digunakan untuk mendokumentasikan morfologi pada pasca kemerdekaan dan juga tahap-tahap colonial. Tahap D.colonial adalah birokrasi. 1. 3. barangkali pada tinggkat baru yang lebih tinggi. KONSEP-KONSEP POLITIK Yang dikembangkan dalam pembelajaran yang dimaksud seperti kekuasaan. Tahap C. Adanya perbedaan penggunaan kekuasaan. sistem politik. 2.

negara pun merupakan alat (agency) dari masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat untuk menertibkan fenomena kekuasaan dalam masyarakat. 1. Istilah ini dapat pula mengacu kepada bentuk. Rousseau Negara 1. atau sistem pemerintahan dalam suatu masyarakat. ragam kedaulatan itu dapat dibedakan menjadi tiga. Istilah ini dapat pula dipakai untuk menyebut keberadaan proses itu sendiri kepada kondisi adanya tata aturan. Pemerintah acap kali berarti orang-orang yang mengisi kedudukan otoritas dalam masyarakat atau lembaga. 3. yakni pelaksanaan kekuasaan oleh yang berwenang. 3. 4. 5. yakni struktur dan pengelolaan dinas pemerintahan dan hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah. Kedaulatan rakyat 4. Mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang asosial ataupun bertentangan satu sama lain supaya tidak menjadi antagonisme yang membahayakan. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya.J. 5. Pemerintah yang mengacu kepada proses pemerintah. Kedaulatan hukum 2. Ada beberapa teori-teori kontrol sosial : • • • Teori Thomas Hobbes Teori John Locke Teori J.Kemudian ditinjau dari jenis ataupun bentuknya. artinya kantor atau jabatan-jabatan dalam pemerintahan. Kedaulatan negara 3. 1. Terdapat dua tugas negara yaitu: 1. 4. 6. 3. ia adalah organisasi pokok dalam kekuasaan politik. Kontrol Sosial Konsep kontrol sosial mengacu kepada pengaturan tingkah laku manusia oleh kekuatan sosial yang dilakukan diluar pemerintahan untuk memelihara menurut hukum dan aturan itu yang muncul didalam tiap-tiap masyarakat dan institusi. istilah pemerintah dapat dibagi empat pengertian. Legitimasi . 2. 2. Pemerintahan Rumusan Finer (1974). metode. Negara adalah integrasi dari kekuasaan politik.

Desentralisasi Konsepnya salam Ensiklopedi Indonesia (1948: 794) dikemukakan sebagai pemindahan hak-hak pengaturan (bagian dari perundang-undangan) dan perintah dari badan penguasa atasan terhadap . Partai Politik Konsepnya mengacu kepada sekelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan. Secara umum partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisasi dimana para anggotanya memiliki orientasi. Fungsi integrasi dan adaptasi 2. 11. Demokrasi Konsepnya secara umum merupakan sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantara wakil-wakilnya. e. Sarana rekrutmen politik. 9. Sebagai wahana umpan balik antara pemilik suara dan pemerintah. Alat untuk mempertajam kepekaan pemerintah terhadap tuntutan rakyat. d. nilai-nilai. 10. Sistem politik mencakup: 1. 1. 8. Barometer dukungan rakyat terhadap penguasa. 12. Sistem Politik Konsepnya merupakan suatu istilah yang mengacu kepada semua proses dan institusi yang mengakibatkan pembuatan kebijakan publik. 1. serta perjuangan yang sama. Pemilihan Umum Konsepnya adalah suatu kegiatan politik untuk memilih atau menentukan orang-orang yang duduk di dewan legislatif maupun eksekutif. 1.Konsepnya menunjuk kepada keterangan yang mengesakan atau membenarkan pemegang kekuasaan meupun pemerintah adalah benar-benar orang yang dimaksud (secara hukum adalah sah). Penggunaan wewenang atau kekuasaan 4. 1. 1. Menentukan pemerintahan secara langsung maupun tak langsung. c. Fungsi-fungsi pemilihan umum: a. Oposisi Konsepnya merujuk kepada kelompok/partai penentang terhadap pemerintah resmi. b. 7. Penempatan nilai-nilai dalam masyarakat 3. cita-cita.

dalam arti tidak adanya kedaulatan rakyat Prancis yang dijunjung tinggi oleh pemerintah. cepat atu lambat akan datang gerakan massa yang tidak dapat dibendung sebagai respons atas tindakan penyalahgunaan kekuasaan tersebut. 1. seperti di bawah ini.yang lebih rendah. Negara Jika pemimpin suat negara menyalahgunakan kekuasaan untuk melanggengkannya demi kepentingan pribadi dengan berbagai tindakan yang sewenang-wenang. 1. 3. 13. Dari pernyataan tersebut maka beneralisasi-generalisasi dalam ilmu politik sering dikembangkan di tingkat pendidikan menengah berkaitan dengan konsep yang telah dibahas sebelumnya. seorang yang tergabung dalam United Nations Committe on Human Right. Kedaulatan Rakyat Meletusnya revolusi Prancis 1789 nerupakan salah satu penyabab dominan yang disebabkan raja-raja pranciss berkuasa secara absolut. Persamaan Konsepnya hampir melekat pada disiplin ilmu. namun dalam ilmu politik merupakan tindakan sekelompok orang yang bersama-sama menunjukan dukungan maupun protes kolektif. 2. Pernyataan tersebut boleh terbentang dari yang sangat sederhana ke yang sangat kompleks. GENERALISASI-GENERALISASI POLITIK Generalisasi merupakan pernyataan hubungan dua konsep atau lebih. institusi msyarakat maupun pemerintahan diperlukan suatu kontrol sosial untuk memuahkan pengawasan jalannya suatu mekanisme perjanjian dan pemerintahan yang telah disepakati. . Kontrol Sosial Dalam setiap pemerintahan. 1. baik itu ketidak puasan maupun ketidaksetujuan. 1. G. 1. 1. pengertian Hak Asasi manusia (HAM) adalah hak-hak yang dimiliki oleh semua orang sesuai kondisi yang manusiawi. Kadang-kadang mereka dikenal sebagai prinsip-prinsip atau hukum. Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Rosalyn Higgins. memamerkan. 16. 1. 1. 15. 1. 14. Demonstrasi Konsepnya secara umum memperlihatkan. menunjukan dan membuktikan. Voting (Pemungutan Suara) Istilah voting merujuk pada suatu instrumen untuk mengekspresikan dan mengumpulkan pilihan partai atau calon dalam pemilihan.

Oposisi Tidak semua partai oposisi itu buruk karana partai oposisi pun dapat menjadi penyeimbang dalam kontrol atas mekanisme pemerintahan yang ada. 9. 10. Legimitasi Sebenarrnya di awal masa jabatannnya. Hanya saja kerena ia sering nyeleneh dan keras kepala dengan seringnya melontarkan isu-isu yang kurang perlu. Hal itu akan berbeda dengan di negara-negara yang menganut sistem liberal. 1. 1. Sebab melalui sarana pemilihan umum. Partai Politik . 1. 1. 1. kebebasan itu sangat luas. 4. seperti di negara-negara barat. mondar-mandir ke luar negeri. tidak semua partai oposisi baik kerena tidak sedikit partai oposisi terlahir hanya didasarkan pertimbangan emosional atas kekalahannya dalam pemilahan umum yang telah lalu. bahkan tersandung dalam bulog-gate. Sistem Politik Bagi pemerintahan yang menganut sistem politik yang komunis maupun otoritarian. pemahaman mengenai pemerintahan yang demokrasi sarat dengan pengaruh nilai-nilai suatu negara atau bangsa. pada hakikatnya dimaksudkan untuk menertibkan jalannya roda pemerintahan dengan tertib. dan berkesinambungan. 7. Dengan demikian. 6. Pemerintah Gus Dur memiliki legimentasi yang baik untuk melaksanakan agenda reformasi Indonesia. 1. 11. mengingat ia memperoleh dukungan mayoritas dari berbagai elite dan partai politik yang mendukungnya.1. aman. Demokrasi Tidak semua pemerintah yang demokrasi itu memiliki karakteristik universal kerana nilai-nilai budaya suatu negara atau bangsa akan turut mewarnai budaya politiknya. jelas kebebasan rakyat terkekang. aspirasi rakyat ataupun konstituen dapat diakomodir dengan sistem pemilihan umum yang baik. 5. bahkan berakhir secara tragis. 8. Pemerintahan Pemerintahan yang diktator sering menimbulkan suatu gerakan masyarakat bangsa untuk melakukan suatu revolusi yang mengarahkan perlawanan terhadap rezim lama ketika menekan kebebasan dan menentang pembaharuan. Pemilihan Umum Pemilihan umum merupakan salah satu indikator pemerintahan yang demokrasi. popularitas pemerintahannya menjadi pudar. Sebaliknya. Negara Adanya peraturan dan undang-undang dalam kehidupan bernegara. bongkar pasang kabinet. 1. termasuk kebebasan seksual di mana bagi kita hal itu perlu diatur dalam undang-undang.

13. Untuk mengimbangi hierarki kekayaan. tetapi juga hak-hak ekonomi. berarti sama halnya dengan tidak dapat menumbuhkembang kehidupan demokrasi yang sejati yang menghargai hakhak asasi setiap pribadi. 1. 1. Ia tidak dapat menikmati kehidupan yang bebas dan melakukan reproduksi. Lagi pula selalu ada untuk mengimbangi bentuk hierarki-hierarki itu. Demonstrasi Gerakan demonstrasi mahasiswa Indonesia tidak pernah absen dalam perjuangan bangsa. Dalam gerakan demonstrasi anti pemerinyahan Orde lama. sementara partai politik dilarang berdiri. sosial and cultural rights. ada masa pensiun. segala sesuatunya masih bersifat sentralistik. sosial dan budaya. baik itu dalam sistem pemilihan distrik maupun proporsial. KAMI merupakan motor utama kegiatankegiatan angkatan “66” dan memainkan peran pokok dalam arena politik berikutnya. hal itu dapat dimetaforakan sebagai seekor harimau yang dikebiri. walaupun selalu ada hierarki-hierarki yang membedakan antar individu. beberapa tokoh reformis dan mahasiswa Indonesia berhasil menurunkan Jendral Soeharto dari jabatannya kepresidennya melalui demonstrasi yang besar-besaran. Begitu pun dalam mengakhiri rezim orde baru yang otoritan. Hak Asasi Manusia Hak asasi manusia tidak sekedar mencakup hak-hak sipil dan politik. Persamaan Dalam suatu tatanan pemerintahan demokrasi. berarti tidak ada otonomi bagi daerah. 1. Sebab tanpa desentralisasi. Sebagian teori telah memulai dengan konsepsi tentang sifat manisia dan . 1. tanpa mengurangi makna sebagai negara kesatuan.Jika suatu pemerintahan mengaku dirinya demokrasi. TEORI-TEORI ILMU POLITIK Teori politik merupakan enterprise dan jika di telusuri akar-akarnya memiliki silsilah yang panjang dan istimewa. Voting Pada umumnya. tetap saja di balik persamaan tersebut memiliki beberapa ketidaksamaan secara relatif. ada pajak progresif. seperti yang tercantum dalam international convenant on economic. 16. Umtuk mengimbangi hierarki status sosial dalam jabatan formal. dimana kesenjangan antara pusat dan daerah akan menjadi semakin timpang. H. persamaan merupakan ide fundamental dalam asas kehidupan berbangsa dan bernegara. 1. 1. Namun. 12. Desentralisasi Desentralisasi menjadi keniscayaan dalam pemerintahan Indonesia masa kini. 14. sekarang pemungutan suara (voting) diberikan haknya kepada kaum laki-laki maupun perempuan dewasa. 15.

dimana pandangan tersebut adalh mungkinuntuk menemukan landasan tujuan dalam mendukung prinsip-prinsip politik yang mendasar. Terdapat tiga bentuk penteorian dalam ilmu politik. Sprektum itu berdiri di mana mereka memihak kepada beberapa bentuk fondasionalisme. Kelompok yang menonjol disini adalah berbagai versi teori politik kontraktarian. Istilah ini meminjam dari gagasan ilmu ekonomi tentang pelaku-pelaku rasional yang berusaha mencapai tujuan-tujuannya. 2002: 787). sekaligus tertarik dalam mengembangkan teori-teori yang lebih luas dalam satu satu paying politk.dan lain-lain). • Teori Politik Normatif Merupakan teori politik yang tetap paling dekat dengan enterprise tradisional. terutama setelah terpengaruh oleh pemikiran positivism. Tugas ahli teori tersebut menurut pandangan ini adalah menjelajah apa makna gagasan kebebasan dan kemudian menerapkannya pada masalah-masalah praktis. baik sebagai titik puncak dari perkembangan pranata. memulai dengan mempertanyakan apa jenis pengetahuan yang mungkin dalam masalah-masalah politik.mempertanyakan pengaturan politik serta social apa yang akan mengisi dengan baik kebutuhankebutuhan dan kepentingan-kepentingan umat manusia.kebebasan. • .yakni teori politik empiris. Sebagian lagi menafsirkan institusiinstitusi yang ada sebagai bagian dari pola keseluruhan sejarah perkembangan. Tujuannyab adalah meletakan prinsip-prinsip otoritas.keadilan.teori politik formal. serta melanjutkan pada masalah-masalah mempertahankan pengaturan institusi yang memberikan kekuasaan kepada rakyat sesuai dengan proporsi kapasitas untuk menggunakannya demi kebaikan masyarakat.pemilih.kemudian mencoba mengembangkan model sistem politik dan seolah-olah mereka tersusun dari pelaku-pelaku dalam berbagai peran politik(politisi. Teori politik tersebut pada abad ke-20 mengalami perkembangan yang pesat.sejauh ia berkenaan dengan justifikasi institusi dan kebijakan politik (Miller. 2002: 797). Sedangkan sebagian lagi. • Teori Politik Empiris Biasanya digunakan untuk mengacu kepada bagian-bagian teoretis ilmu politik. maupun sebagai tahapan persinggahan yang di persiapkan untuk digantikan oleh sesuatu yang lain. • Teori Politik Formal Merupakan teori politik yang kadang –kadang dirasakan tumpang-tindih dengan teori-teori pilihan public (Miller. tugas teori politik menurut pandangan ini adalah • Tercapai sebagian karena menjelaskan prinsip-prinsip itu sendiri. Para ahli ilmu politik tertarik dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa politik tertentu. dan teori politik normative. Selain itu.birokrat. Kelompok ini berpendapat bahwa ada seperangkat prinsip politik dasar yang semua orang rasional akan sependapat terhadap kondisi tertentu yang sesuai.dan lain-lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful