Manajemen Strategis Menggunakan Balanced Scorecard

Diposkan oleh sdn_simokerto7 Kamis, 08 Maret 2012

( Media komunikasi antar warga SDN Simokerto 7 Surabaya kali ini menyajikan informasi terkait dengan Manajemen Strategis Menggunakan Balanced Scorecard ; Memberikan deskripsi salah satu pelaksanaan pendidikan berkarakter melalui Manajemen Strategis Menggunakan Balanced Scorecardyang merupakan bentuk implementasi dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di samping berita terkait media pembelajaran yang digunakan dan makalah-makalah pendidikan. Manajemen Strategis Menggunakan Balanced Scorecard di SDN Simokerto 7 Surabaya menerima saran dan kritik dari seluruh warga sekolah ).
Balanced scorecard adalah metoda yang dikembangkan Kaplan dan Norton untuk mengukur setiap aktivitas yang dilakukan oleh suatu lembaga pendidikan dalam rangka merealisasikan tujuan lembaga pendidikan tersebut. Balanced scorecard semula merupakan aktivitas tersendiri yang terkait dengan penentuan sasaran, tetapi kemudian diintegrasikan dengan sistem manajemen strategis. Balanced scorecard bahkan dikembangkan lebih lanjut sebagai sarana untuk berkomunkasi dari berbagai unit dalam suatu lembaga

pendidikan. Balanced scorecard juga dikembangkan sebagai alat bagi lembaga pendidikan untuk berfokus pada strategi. Bagaimana balanced scorecard diterapkan bagi lembaga pendidikan merupakan tujuan dari penulisan artikel ini. Diskusi mengenai hal itu dimulai dengan pembahasan mengenai sistem manajemen strategis.

Sistem Manajemen Strategis

memerlukan langkah-langkah strategis. mendorong terjadinya komunikasi yang lebih baik antar pendidik dan manajemen. sehingga memerlukan peta perjalanan menghadapi masa depan yang tidak pasti. Sebab-sebabnya antara lain: hanya 25% manajer yang memiliki insentif yang terhubung ke strategi. meningkatkan mutu pengambilan keputusan dan memberikan informasi peringatan dini. Peran balanced scorecard dalam sistem manajemen strategis adalah: memperluas perspektif dalam setiap tahap sistem manajemen strategis. Pada mulanya. membuat fokus manajemen menjadi seimbang. Penggunaan balanced scorecard dalam konteks perusahan swasta ditujukan untuk menghasilkan proses yang produktif dan cost effective. Penerapan sistem manajemen strategis yang demikian di banyak lembaga pendidikan swasta mengalami kegagalan. menghasilkan financial return yang berlipat ganda dan berjangka panjang. lembaga pendidikan lebih transparan. 85% dari tim eksekutif menghabiskan waktu kurang dari satu jam untuk membahas strategi tiap bulan. Balanced scorecard yang dikembangkan oleh Norton dan Kaplan memberikan solusi terhadap tuntutan ini. 60% lembaga pendidikan tidak menghubungkan anggarannya ke strategi. mengaitkan berbagai sasaran secara koheren. berjangka panjang dan berfokus pada kinerja keuangan. mengembangkan sumber daya manusia yang produktif dan berkomitmen. sistem manajemen strategis bercirikan: mengandalkan anggaran tahunan. dan hanya 5% pegawai yang memahami strategi. Namun sistem manajemen strategis tetap diperlukan karena lembaga pendidikan dituntut untuk berkembang secara terencana dan terukur. menjadikan strategi sebagai pusat lembaga pendidikan. dan perlu mengarahkan kemampuan dan komitmen SDM untuk mewujudkan tujuan lembaga pendidikan. Strategi adalah pola tindakan terpilih untuk mencapai tujuan tertentu. informasi . dan mengukur kinerja secara kuantitatif. mewujudkan produk dan jasa yang mampu menghasilkan value terbaik bagi customer/pengamat. Potensi untuk mengubah budaya kerja ada karena dengan balanced scorecard. Balanced scorecard diyakini dapat mengubah strategi menjadi tindakan.Sistem manajemen strategis adalah proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan visi secara terus menerus secara terstruktur. serta mengubah budaya kerja.

pembelajaran lembaga pendidikan dipercepat. Industri pengguna balanced scorecard sendiri terdiri dari berbagai macam lembaga pendidikan. indikator internal dan eksternal. terjadwal. Adakah kemungkinan kegagalan dalam menerapkan balanced scorecard? Menyusun balanced scorecard bukanlah pekerjaan yang mudah. atau menggunakan balanced scorecard hanya untuk keperluan pemberian kompensasi. menengah dan kecil. balanced scorecard juga diterapkan dalam situasi-situasi yang rutin. melakukan sosialisasi terhadap kebijakan baru. proses penyusunan yang lama dan sekali jadi. dan indikator sebab dan akibat. penerbangan. ukuran yang digunakan. dan tepat untuk lembaga pendidikan dan individu. indikator keuangan dan non-keuangan. Siapa yang menggunakan balanced scorecard? Banyak lembaga pendidikan swasta. konstruksi. langkah-langkah strategis yang diambil. scorecard disimpan saja. jasa konsultansi. meningkatkan kapasitas staf. pendidikan dan nirlaba yang telah menggunakan balanced scorecard 60% dari 1000 lembaga pendidikan dalam Fortune menggunakan balanced scorecard. Australia dan Asia oleh lembaga pendidikan besar. menganggapbalanced scorecard sebagai sebuah proyek. umpan balik menjadi obyektif.dapat diakses dengan mudah. dan membentuk sikap mencari konsensus karena adanya perbedaan awal dalam menentukan sasaran. IT. menyusun manajemen kinerja. balanced scorecard paling tepat disusun pada saat-saat tertentu. antara lain: pada saat menyusun rencana alokasi anggaran. Kelebihan sistem manajemen strategis berbasis balanced scorecard dibandingkan konsep manajemen yang lain adalah bahwa ia menunjukkan indikator outcome dan output yang jelas. asuransi. perminyakan. misalnya ketika ada merjer atau akuisisi. farmasi. memperoleh umpan balik. Balanced scorecard semakin banyak diadopsi di Eropa. lembaga pendidikan dagang dan distribusi. Lembaga pendidikan yang menunjukkan keberhasilan luar biasa setelah menerapkanbalanced . terlalu sedikit staf terlibat. dll. Sebab-sebab itu antara lain: tidak ada komitmen pimpinan. manufacturing. kesalahan memilih konsultan. Banyak lembaga pendidikan gagal membuat balanced scorecard karena berbagai sebab. seperti bank. ketika akan melaksanakan strategi besar dan ketika lembaga pendidikan berubah haluan atau akan mendorong proses perubahan. ketika ada tekanan dari pemegang saham.

Katascorecard mengacu pada rencana kinerja lembaga pendidikan dan bagian-bagiannya serta ukurannya secara kuantitatif. Buku ini semakin mempopulerkan balanced scorecard. strategi dan sasaran kepadastakeholders. walau masih bersifat terbatas. Pada tahun 1996 Norton dan Kaplan menerbitkan buku The Balanced Scorecard – Translating Strategy into Action. tahun 1993 rugi namun tahun 1996 menjadi nomor satu dalam pertumbuhan profit. mengukur kinerja secara utuh. tahun 1994: menjadi untung sebesar $15 M dan tahun 1997 sebesar $98 M.scorecard adalah antara lain: MOBIL Oil yang pada tahun 1993 menempati posisi ke 6 dalamprovitability. kemudian menjadi nomor satu pada periode 1995–1998. Belum lama ini mereka menerbitkan buku The Strategy Focused Organisation – How BSC Companies Thrive in the New Business Environment (2001). Kata balanced dalam balanced scorecard merujuk pada konsep keseimbangan antara berbagai perspektif. mengkomunikasikan visi. KONSEPSI BALANCED SCORECARD Kemunculan gagasan balanced scorecard berawal dari temuan riset Kaplan dan Norton (dariHarvard Business School) pada awal tahun 1990an. Secara teratur Norton dan Kaplan menyelenggarakan konferensi di berbagai negara untuk memperkenalkan dan membahas konsep-konsep terbaru mereka. BROWN & ROOT ENG. Para penemu dan rekan-rekannya membangun sebuah lembaga Balanced Scorecard Collaboration untuk mempopulerkan penggunaanbalanced scorecard pada berbagai institusi di berbagai negara. Balanced scorecard secara singkat adalah suatu sistem manajemen untuk mengelola implementasi strategi. . jangka waktu (pendek dan panjang). berdasarkan pengalaman mereka dalam menerapkan balanced scorecard pada banyak lembaga pendidikan di Amerika. CIGNA pada tahun 1993 rugi $275 M. Konsep awal balanced scorecard berdasarkan riset tersebut ditulis pada tahun 1992 di majalah prestisius Harvard Business Review. sampai ke negara-negara di Eropa. lingkup perhatian (intern dan ekstern). Disayangkan Indonesia sampai saat ini belum mampu menghadirkan pencetus idebalanced scorecard ini. namun kursus-kursus dan buku-buku mengenai balanced scorecard sudah ada. Australia dan Asia.

perencanaan strategis. analisis internal. keyakinan dan nilai dasar. implementasi dan pemantauan. penyusunan anggaran. yaitu: analisis eksternal. Ini untuk memberikan arah dari eksekutif kepada staf garis depan (3) membuat strategi merupakan pekerjaan bagi semua orang melalui kontribusi setiap orang dalam implementasi strategis (4) membuat strategi suatu proses terus menerus melalui pembelajaran dan adaptasi lembaga pendidikan dan (5) melaksanakan agenda perubahan oleh eksekutif guna memobilisasi perubahan. visi.Balanced scorecard memberi manfaat bagi lembaga pendidikan dalam beberapa cara:  menjelaskan visi lembaga pendidikan  menyelaraskan lembaga pendidikan untuk mencapai visi itu  mengintegrasikan perencanaan strategis dan alokasi sumber daya  meningkatkan efektivitas manajemen dengan menyediakan informasi yang tepat untuk mengarahkan perubahan Selanjutnya dalam menerapkan balanced scorecard. penyusunan program. PENGGUNAAN BALANCED SCORECARD Balanced scorecard digunakan dalam hampir keseluruhan proses penyusunan rencana. Robert Kaplan dan David Norton. mensyaratkan dipegangnya lima prinsip utama berikut: (1) menerjemahkan sistem manajemen strategi berbasis balanced scorecard ke dalam terminologi operasional sehingga semua orang dapat memahami (2) menghubungkan dan menyelaraskan lembaga pendidikan dengan strategi itu. dan perumusan strategi itu sendiri. 1. Perumusan Strategi Tahap ini ditujukan untuk menghasilkan misi. Proses perumusan strategi dilakukan secara bertahap. penentuan jati diri. dan tujuan institusi. . Tahapan penyusunan rencana pada dasarnya meliputi enam kegiatan berikut: perumusan strategi.

Dalam dunia lembaga pendidikan. Sedangkan kelemahan lembaga pendidikan antara lain: tidak ada arah strategi yang jelas. MISI menjelaskan lingkup. Unsur-unsur misi meliputi produk inti. dengan teknologi inti dan kompetensi inti apa. siapa dan di mana. kekuatan tawar pembeli. ancaman pendatang baru. serta produk inti apa yang dihasilkan. yaitu kebutuham pengamat apa yang akan dipenuhi oleh lembaga pendidikan. keterampilan yang unggul. keunggulan biaya. lingkungan tersebut adalah industri di mana suatu lembaga pendidikan termasuk di dalamnya. Analisis yang dilakukan dapat menggunakan teori Porter mengenai persaingan. sumberdaya keuangan yang memadai. Kompetensi inti adalah kemampuan kunci yang dimiliki lembaga . citra yang kurang baik. terfokus. kemampuan inovasi tinggi. maksud atau batas bisnis lembaga pendidikan. dan teknologi inti. Yang dimaksud dengan produk inti adalah barang atau jasa yang dipersepsi bernilai tinggi oleh pengamat. yaitu: kekuatan tawar pemasok. Kekuatan suatu lembaga pendidikan antara lain: kompetensi yang unik. kompetensi inti. faktor demografi. ANALISIS INTERNAL ditujukan untuk merumuskan kekuatan dan kelemahan lembaga pendidikan. citra yang baik. Obyek pengamatan dalam analisis ini adalah antara lain: kekuatan politik dan hukum. nilai dasar dan tujuan lembaga pendidikan. kekuatan ekonomi. ringkas.Analisis Eksternal dan Internal ANALISIS EKSTERNAL terdiri dari analisis lingkungan makro dan mikro. berupa komponen kunci dilindungi hak paten dan menghasilkan laba terbesar. Misi ditulis sederhana. keyakinan dasar. ancaman produk atau jasa pengganti. Penentuan Jati Diri Penentuan jati diri lembaga pendidikan terdiri dari perumusan misi. Analisis eksternal mikro diterapkan pada lingkungan yang lebih dekat dengan institusi yang bersangkutan. dll. lini produk yang sempit. Analisis lingkungan makro bertujuan mengidentifiksasi peluang dan ancaman makro yang berdampak terhadap value yang dihasilkan lembaga pendidikan kepada pengamat. kekuatan teknologi. visi. fasilitas yang „usang‟. posisi persaingan yang kurang baik. kesenjangan kemampuan manajerial. dll. kekuatan sosial.

” . praktis dan realistik. time-sensitive delivery. comfort. misalnya: “Kami akan menyerahkan nilai superior jangka panjang secara konsisten kepada pemegang saham”.” (Cadillac Motor Co.pendidikan dalam menghasilkan produk inti.) “From managing a world-class port. dan ditulis dalam satu kalimat pendek.” (Otoritas Pelabuhan Singapore). meningkatkan dan memperlancar (mengefisienkan) proses bisnis kami. tangguh dan dihargai di Cianjur Selatan. guided by shared values. perangkat keras dan perangkat lunak yang menjadi basis kompetensi inti. Contoh-contoh visi adalah: “We will be an outstanding company by exceeding pengamat expectations through empowered people. Dalam perspektif finansial. and refined performance. memberikan tantangan. menumbuhkan rasa wajib.) “To produce outstanding financial returns by providing totally reliable.” Dalam perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: “Kami akan selalu berfikir tentang pengamat dan bangga sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap pengamat. produce. Sedang teknologi inti adalah know-how.” “Menjadi BPR terbesar. Dalam perspektif pengamat: “Kami akan memberikan nilai terbaik pada setiap penawaran yang memenuhi kebutuhan pengamat dalam pasar yang dipilih untuk dilayani. Beberapa contoh misi adalah sebagai berikut.” Visi perlu diperinci dalam berbagai perspektif. we shall grow into world-class corporation with network of perts. “Menjadi lembaga pendidikan jasa konsultan perencana nomor satu di Jakarta.” (PepsiCo. VISI menggambarkan akan menjadi apa suatu lembaga pendidikan di masa depan. “To engineer. Ia bersifat sederhana. competitively superior global air-ground transportation of high priority goods and document that require rapid.” Dalam perspektif proses internal: “Kami akan meningkatkan nilai pengamat melalui berfikir kembali.” (FedEx). known for uncompromised levels of distinctiveness. and market the world’s finest automobiles. We shall be recognized everywhere for quality and value. convenience. logistics and related businesses throughout the world.

didukung teknologi terbaik. Tujuan dijabarkan dalam empat perpektif pula: Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif pengamat? Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif finansial ? Apa proses bisnis internal yang akan mendukung pencapaian tujuan pengamat dan finansial? Apa tujuan yang berkaitan dengan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan? Contoh-contoh pernyataan tujuan adalah: “Menjadi lembaga pendidikan jasa konstruksi paling menguntungkan di Indonesia pada tahun 2005 berdasarkan keunggulan dalam manajemen. Contoh: “We believe that customer service and satisfaction are fundamental to any succesful long-term partnership.” ”Mencapai oplah 100. Pernyataan ini untuk mendorong semangat manajemen dan pendidik dalam menghadapi hambatan dan ketidakpastian. antara lainmanagement barrier: di mana management system didisain secara . We shall provide our customers with service of high quality and at the right price. teknologi. Balance – menghargai keputusan seseorang untuk mencapai keseimbangan dalam hidup. Integrity – melakukan apa yang dikatakan. Dalam menentukan strategi perlu dikenali penghalang intern yang dihadapi.” “Membangun 15.” (PSA Co.000 eksemplar pada tahun 2006. tingkat unit bisnis.) NILAI DASAR adalah untuk membimbing manajemen dan pendidik dalam memutuskan pilihan yang dapat muncul setiap saat. Contoh: nilai dasar PepsiCo adalah: Diversity – menghargai perbedaan setiap orang. Honesty – berbicara terbuka dan bekerja keras memahami dan menyelesaikan masalah. Teamwork – bekerja untuk memenuhi kebutuhan pengamat. dan tingkat fungsional.000 unit RSS per tahun sejak tahun 2007 dengan model yang paling diminati. TUJUAN adalah pernyataan tentang apa yang akan diwujudkan sebagai penjabaran visi lembaga pendidikan. Accountability – kesungguhan memenuhi harapan. dilaksanakan oleh pekerja bangunan yang handal dan berkomitmen.KEYAKINAN DASAR adalah pernyataan yang perlu dipegang direksi dan pendidik dalam menghadapi hambatan dan ketidakpastian. dan sumber daya manusia.” Perumusan Strategi Strategi dibuat dalam beberapa tingkatan: tingkat lembaga pendidikan.

target dan inisiatif. vision barrier: dimana strategi seringkali tidak dimengerti oleh mereka yang harus menerapkannya. atau sesuai dengan. menonjolkan keunggulan kompetitif. harus menghindari spekulasi kata mengapa dan bagaimana. fleksibel. Strategi yang baik umumnya mengikuti kriteria sebagai berikut: konsisten secara intern. meningkatkan customer value. Contoh: Perspektif finansial: “Kami akan mencapai suatu hasil total yang secara konsisten akan menempatkan lembaga pendidikan kami diantara 125 lembaga pendidikan puncak yang terdaftar pada the S&P 500”. Sasaran bersifat komprehensif: sesuai dengan tujuan dan strategi. tolok ukur. Antara visi. dan people barrier: dimana tujuan orang per orang.[1] 2. sasaran harus sedapat mungkin spesifik dan kuantitatif (dan oleh karenanya bisa diukur dan dapat diuji). bukan strategi. SASARAN adalah kondisi masa depan yang dituju. Perspektif pengamat: “Kami akan secara terus-menerus meningkatkan persepsi .tradisional untuk pengawasan pelaksanaan kegiatan dan terkait dengan anggaran. berfokus pada pencarian peluang dan penyelesaian akar masalah. sasaran harus menentukan target tunggal atau rentang waktu untuk penyelesaian. Sasaran juga harus dijabarkan dalam berbagai perspektif. peningkatan kemampuan dan pengetahuan pendidik tidak terkait dengan implementasi strategi lembaga pendidikan. seimbang dan saling mendukung. rencana strategis lembaga pendidikan dan rencana tingkat tinggi lainnya. dan sasaran harus realistik dan dapat dicapai. dan tanggap terhadap lingkungan eksternal. sasaran harus menentukan hanya apa dan kapan. realistik. operational barrier: dimana proses-proses penting tidak dibuat untuk menggerakkan strategi. mudah dilaksanakan dalam lembaga pendidikan. tujuan dan sasaran harus saling terkait dalan alur logikanya jelas. sasaran harus dalam arah mendukung. Perencanaan Strategis Perencanaan strategis meliputi proses penentuan sasaran. sasaran harus menentukan faktor-faktor biaya maksimum. tetapi tetap menggambarkan tantangan yang berat. Beberapa pedoman dalam menentukan sasaran adalah: sasaran harus menentukan hasil tunggal terukur yang harus dicapai. merumuskan sasaran secara koheren.

Perspektif proses internal: “Pada tahun 1998. Target dapat ditentukan dengan menggunakan hasil benchmarking. rasio biaya total operasional kami akan turun sepertiga (33. masuk secara logis dalam area hasil kunci tertentu yang sasarannya jelas. ukuran hasil: persentase pendapatan dari pengamat baru. Tolok ukur terdiri dari dua jenis: tolok ukur hasil (lag indicator) dan tolok ukur pemacu kinerja (lead indicator). Keduanya merupakan key performance indicators. membatasi banyak target. Contoh ukuran hasil dalam konteks peningkatan profit: pertumbuhan pendapatan. berfokus pada terobosan dalam satu atau dua area kunci. merupakan faktor-faktor yang dapat ditelusuri asalnya (tracked) secara terus-menerus sampai tingkat yang memungkinkan. Selain itu. kesenjangan (gap). tergantung pada nilai (value). Dalam konteks meningkatkan kepercayaan pengamat. maka output indicator mengukur prosesproses dan aktivitas-aktivitas antara dan hipotesis dari hubungan sebab-akibat strategik. berjangka waktu dua sampai lima tahun agar memberikan banyak waktu untuk melakukan terobosan.pengamat tentang nilai-nilai yang ditawarkan lembaga pendidikan kami sehingga jumlah pengamat yang tidak memberikan nilai “sangat baik” akan menurun sebanyak 40% ketika melakukan survei pengamat pada tahun 1998”. mengidentifikasi apa yang akan diukur. hasrat/keinginan (appetite). kami akan memantau kemajuan kami melalu pengumpulan opini pendidik. keterampilan (skill). sedang ukuran pemacu: pertumbuhan pengamat baru. bukan berapa banyak atau ke arah mana. Benchmarking adalah untuk mendapat informasi praktek . Jika outcome indicator berfokus pada hasil-hasil kinerja pada akhir periode waktu atau aktivitas dan merefleksikan keberhasilan masa lalu atau aktivitas-aktivitas dan keputusan-keputusan yang telah dilaksanakan. sedang ukuran pemacunya: revenue mix.33%)”. baik secara formal maupun non-formal. Indikator kinerja kunci harus merupakan faktor-faktor yang bisa diukur. TARGET berfungsi memberikan usaha tambahan tetapi tidak bersifat melemahkan semangat. TOLOK UKUR adalah alat untuk mengukur kemajuan sasaran.Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran: “Sasaran kami adalah peningkatan tahunan pada skor yang ditetapkan oleh survei benchmark. secara periodik”. ketepatan waktu (timeliness).

. Inisiatif tidak harus spesifik pada satu bagian. Dengan sdemikian balanced scorecard mendukung suatu sistem manajemen yang lengkap dengan mengkaitkan strategi jangka panjang ke penganggaran tahunan. menyebutkan siapa yang akan bertanggung jawab. 3. mengidentifikasi pencapaian terpenting kegiatan tsb. menguraikan biaya yang diperlukan. Anggaran disusun berdasarkan iniatif yang telah dirumuskan. INISIATIF adalah langkah-langkah jangka panjang untuk mencapai tujuan.terbaik. tetapi dapat bersifat lintas fungsi/bagian. memperkirakan investasi yang diperlukan untuk setiap program.. dan memperkirakan sumberdaya yang diperlukan untuk mendukung pencapaian strategi secara keseluruhan. sebagai referensi menyusun rencana kinerja individual. Implementasi Tahap ini melaksanakan kegiatan sesuai rencana. alat untuk memantau kinerja dan diperbarui apabila terjadi perubahan-perubahan. untuk membangun suatu kasus yang jelas guna mengkomunikasikan betapa pentingnya mencapai target-target itu.. 4. Penyusunan Program Proses penyusunan program adalah: menjabarkan inisiatif menjadi beberapa program yang akan dilaksanakan beberapa tahun yad. harus jelas agar manajer dan pendidik dapat menentukan rencana yang diperlukan. mengindentifikasi hal-hal penting yang harus dilakukan oleh lembaga pendidikan agar mencapai tujuan. menghitung perkiraan penerimaan yang dapat diperoleh dan menghitung perkiraan laba/hasil yang akan diperoleh. Anggaran yang baik adalah: merupakan rencana tindakan terperinci. 5. ditulis secara singkat namun lengkap. Penyusunan Anggaran Penyusunan anggaran bertujuan untuk menentukan kegiatan tahun berikutnya dan sumber daya yang diperlukan. merupakan rencana satudua tahunan.

melakukan tinjauan ulang. dan variasi diantara keduanya. Strategi ini lebih bersifat hipotesis. pendidik. pengawasan strategis. masyarakat. daerah maupun lokal diharapkan untuk menjadi: akuntabel. ramah rakyat. suatu proses yang dinamis. Berbagai kemungkinan hasil adalah berhasil. menggerakkan perubahan melalui . Lembaga pendidikan harus mempunyai sistem manajemen strategis. maka sistem perencanaan harus mengendalikan ketidak-pastian yang ditemui. baik pendidikan pusat. Pemantauan dan Pengendalian Tahap ini membandingkan kinerja dengan target. penghargaan dan mengidentifikasi hasil yang dicapai. Lembaga pendidikan harus juga merasakan. Karena dunia eksternal adalah sangat tidak stabil. kompetitif. dan berfokus pada kinerja. dan merupakan pekerjaan setiap staf. membandingkan kinerja. menyelaraskan lembaga pendidikan dengan strategi (dan bukan sebaliknya). maka lembaga pendidikan juga harus menterjemahkan strategi ke dalam terminologi operasional. gagal. Lembaga pendidikan juga ditantang untuk memenuhi harapan berbagai kelompok stakeholders (yaitu penerima layanan. menyesuaikan dan menyegarkan strategi. mempelajari memberi pengalaman.[2] PENGGUNAAN BALANCED SCORECARD PADA LEMBAGA PENDIDIKAN Mengapa institusi pendidikan perlu mengadopsi balanced scorecard ? Pendidikan pada era sekarang ini. dengan demikian. dan melakukan perbaikan. pengendalian implementasi. Tuntutan ini mengharuskan lembaga pendidikan untuk bertindak profesional sebagaimana yang dilakukan oleh lembaga pendidikan swasta. belajar. Prinsip umum dalam pemantauan adalah mengukur kinerja. Jenis-jenis pengendalian: pengendalian premis/asumsi dasar. Pemantauan harus diikuti dengan pengendalian. harus berfokus strategi. dan pembayar pajak). dan menyesuaikan dengan perkembangan. memotivasi staf sehingga membuat strategi merupakan tugas setiap orang. dan pengendalian berdasarkan sinyalsinyal khusus. mengadakan percobaan.6. lembaga pemberi pinjaman/hibah. Lembaga pendidikan. Pengendalian dapat lebih mudah dilakukan dengan menggunakan balanced scorecard karena tolok ukurnya sudah diperjelas. Agar lembaga pendidikan dapat berfokus pada strategi yang sudah dirumuskan.

tranportasi (transportation) dan mereformasi birokrasi (restructuring government). dan ukuran & target. Prinsip strategis: Penerapan prinsip strategis adalah untuk membantu memastikan bahwa kota Charlotte akan menjadi pilihan masyarakat. Ada delapan prinsip strategis yang ditetapkan dan disebut Prinsip Pertumbuhan Cerdas (Smart Growth Principles). prinsip strategis. kemandirian kota (city-within-city). kaitan. Memperkuat masyarakat melalui lingkungan yang sehat 4. Memperluas aneka pilihan transportasi 7. Melindungi lingkungan 6. Merancang kota untuk mendukung kehidupan yang harmonis 5. dan membuat strategi sebagai suatu proses yang berkesinambungan. tema strategis (atau area fokus). Contoh Penerapan Berikut ini adalah konsep BSC untuk kota Charlotte (AS) untuk menunjukkan perbedaannya dengan lembaga pendidikan swasta seperti yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. Visi: Visi Kota Charlotte secara singkat adalah untuk menjadi “pilihan masyarakat untuk hidup. yaitu: 1. Menggunakan investasi publik sebagai katalisator untuk mencapai hasil yang diinginkan Perspektif: Dengan penekanan pada "keseimbangan". sasaran. perspektif. . bekerja dan berekreasi”. yaitu: visi. kemajuan ekonomi (economic development). Mempertahankan kapasitas perencanaan penggunaan lahan 2. Mengupayakan keputusan penggunaan lahan yang efektif 3.kepemimpinan eksekutif. balanced scorecard Kota Charlotte menggunakan empat perspektif untuk menjawab kebutuhan pelayanan yang diinginkan oleh masyarakat. Tema strategis atau area fokus: Dewan Kota menetapkan lima tema strategis atau area fokus sebagai strategi untuk mencapai visi kota: ketenteraman warga (community safety). Ada tujuh komponen dalam BSC Kota Charlotte.

Manajer kota harus menjawab pertanyaan: Dapatkah pendidikan kota meningkatkan pelayanan dengan mengubah cara pelayanan itu disampaikan? 3. Mereka harus menjawab pertanyaan: Apakah pelayanan yang diberikan telah dilaksanakan dengan biaya yang rendah? 4. Kemampuan lembaga pendidikan untuk meningkatkan dan memenuhi permintaan masyarakat terkait secara langsung dengan kemampuan pendidik untuk memenuhi permintaan itu.1. Perspektif Pengamat: melayani pengamat. Pendidikan kota harus menjawab pertanyaan: Apakah pendidikan kota menggunakan teknologi yang sesuai dan melakukan pelatihan pendidik untuk kemajuan yang berlanjut? Sasaran Kota Charlotte memilih 16 sasaran lembaga pendidikan untuk scorecard lembaga pendidikannya. Perspektif Proses Internal: Menyediakan pelayanan secara kompetitif. Manajer kota harus mengetahui apakah pendidikan kota betul-betul memenuhi kebutuhan masyarakat. Manajer kota harus berfokus pada bagaimana cara memenuhi kebutuhan pelayanan secara efisien. Mereka harus menjawab pertanyaan: Apakah lembaga pendidikan menyediakan apa yang diinginkan oleh masyarakat? 2. Hubungan antara lima area fokus. empat perspektif dan 16 sasaran lembaga . Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan: Mengembangkan kapasitas pendidik. Setiap sasaran lembaga pendidikan secara garis besar digambarkan sedemikian sehingga ia memberikan konteks untuk mencapai apa lembaga pendidikan itu dibentuk. Manajer kota harus berfokus pada tugas penting yang memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perspektif Keuangan: Mengelola anggaran secara akuntabel.

Di AS instansi Federal yang menggunakan balanced scorecard antara lain adalah Department of Agriculture. 48 Conservation Districts. Department of Commerce. Kaitan Sasaran yang strategis harus saling dihubungkan dalam suatu hubungan sebab-akibat. Montana. Ini dijabarkan dalam rencana strategis untuk setiap area fokus. Penerapan di Berbagai Lembaga pendidikan Balanced scorecard sudah diterapkan di banyak lembaga pendidikan. setingkat kecamatan di Indonesia. 277 Cities. Pada tingkat lokal. Environmental Protection Agency. California. Natural Resource Conservation. Bureau of Reclamation. 44 Sewer Districts. baik pada tingkat pusat maupun daerah. Council on Environmental Quality. Misalnya. Fish & Wildlife Service. ada satu set ukuran dan target strategis.pendidikan merupakan panduan bagi setiap unit dan pendidik dalam melaksanakan kegiatannya. dan 170 Municipal Water Suppliers. Ini akan mempengaruhi kemampuan lembaga pendidikan itu untuk “Meningkatkan Pelayanan bagi Masyarakat” yang pada akhirnya “Menyediakan Aneka Pilihan Pelayanan”. Idaho. Forrest Service. Ukuran & Target Untuk setiap sasaran strategis. 125 Water Districts. Washington. maka lembaga pendidikan itu akan dapat “Menyampaikan Pelayanan secara Kompetitif”. Sedang negara bagian yang sudah menerapkan balanced scorecard diantaranya Alaska. KESIMPULAN . jika suatu lembaga pendidikan memberikan pendidik dengan pelatihan yang perlu untuk “Mempromosikan Pembelajaran & Pertumbuhan”. Oregon. 14 Port Districts. 32 Public Utility Districts. 36 Irrigation Districts. balanced scorecard sudah dipergunakan di 39 Counties.

Balanced scorecard seyogyanya dikembangkan oleh setiap lembaga pendidikan untuk mempertajam perannya dalam menjalankan fungsi-fungsi pendidikanan. Balanced scorecard merupakan bagian dari sistem manajemen strategis. melainkan tugas yang terus menerus. dengan setiap saat ada proses penyempurnaan dan yang terpenting adalah ia dimanfaatkan untuk mencapai visi dan misi lembaga pendidikan▪ . sehingga membedakannya dengan lembaga pendidikan lain. dengan ukuran-ukuran yang jelas. agar dapat mencapai visi dan misinya secara efektif.Balanced Scorecard adalah sebuah cara pandang baru bagaimana suatu lembaga pendidikan akan dapat lebih baik lagi dikelola. Balanced scorecard memberikan prosedur bagaimana tujuan lembaga pendidikan dirinci ke dalam sasaran-sasaran dalam berbagai perspektif secara lengkap. berfokus pada strategi.Balanced scorecard merupakan mekanisme untuk membuat lembaga pendidikan. termasuk lembaga pendidikan. Tugas pengawasan oleh DPR terhadap pendidikan akan dipermudah jika instansi pendidikan memiliki strategi berbasis balanced scorecard. karena penerapan balanced scorecard memungkinkan semua unit dalam lembaga pendidikan memberikan kontribusi secara terukur pada pelaksanan strategi lembaga pendidikan. yang perlu dirumuskan oleh setiap lembaga pendidikan. Perumusan balanced scorecard bukan suatu pekerjaan sekali jadi.

diversifikasi terpusat. Translating Strategy into Action. 2003 Beberapa artikel dalam www. diantaranya:Dialog Strategy dari www.al. merjer. 2002 Amin Widjaja T.. Memahami Balanced Scorecard. D.DAFTAR PUSTAKA Kaplan R. likuidasi. [2] Berbagai program komputer siap pakai sudah dikembangkan untuk mempermudah penyusunan balanced scorecard. bertahan.dialogsoftware.BSCol. 2001 Vincent Gaspersz. et. .P. & Norton.charmeck.org [1] Contoh-contoh strategi perusahaan swasta secara garis besar adalah antara lain: memperluas pasar. 2002 Sony Yuwono. Sistem Manajemen Kinerja Terintegrasi Balanced Scorecard dengan Six Sigma. integrasi horizontal. The Balanced Scorecard. Balanced Scorecard. 1996 Mulyadi.com dan www. downsizing.. Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard.com.S.