RANCANGAN

Standar Nasional Indonesia

Pelaksanaan dan Pelaporan Investigasi Kecelakaan Penerbangan

RANCANGAN

ii

............................................................ 1 i .......................RANCANGAN Daftar isi Daftar isi ... 1 Istilah dan definisi .................................................................................................................................................................................................................................................................. 1 Acuan normatif .............................................................................................. i Prakata ................................................... ii 1 2 3 Ruang lingkup ..................................................................................................................

ii . Hal inilah yang mendasari perlunya dibuat standar yang mengatur organisasi dan perencanaan investigasi kecelakaan penerbangan. Hal ini dikarenakan hasil yang didapat dari proses investigasi tersebut dapat sangat berpengaruh pada kelangsungan operasi penerbangan setelahnya.RANCANGAN Prakata Pelaksanaan dan pelaporan kegiatan investigasi kecelakaan yang terjadi pada operasi penerbangan harus dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kompetensi pada bidang nya masing-masing. Standar ini akan membahas mengenai standar organisasi-organisasi yang dapat ditunjuk untuk melakukan investigasi dan standar untuk merencanakan pelaksanaan investigasi kecelakaan penerbangan.

yang diproduksi pada penyelesaian penyelidikan.3 Kecelakaan (Accident) 1 dari 24 . merupakan kesimpulan resmi dan catatan kecelakaan. investigasi kecelakaan dilakukan dengan benar merupakan metode penting pencegahan kecelakaan. 3. Sebuah kecelakaan pesawat memberikan bukti bahaya atau kekurangan dalam sistem penerbangan.1 Insiden (Incident) Suatu peristiwa selain kecelakaan (accident) yang berhubungan dengan pengoperasian pesawat udara yang mempengaruhi atau dapat mempengaruhi keselamatan operasi pesawat udara. 3. Makanan Dan Minuman Yang Masuk Pesawat Udara 1 Ruang lingkup Standar ini menguraikan ikhwal organisasi dan perencanaan investigasi kecelakaan. Laporan Akhir. Dengan demikian. Barang. - ICAO Annex 13 Aircraft Accident and Incident Investigation Doc 9756-AN/965 Manual of Aircraft Accident and Incident Investigation (Part III — Investigation) Doc 9756-AN/965 Manual of Aircraft Accident and Incident Investigation (Part IV — Reporting) 3 Istilah dan definisi 3.RANCANGAN Pemeriksaan Terhadap Peralatan. Rekomendasi untuk perbaikan ke crashworthiness pesawat yang ditujukan untuk mencegah atau meminimalkan luka-luka penumpang dalam kecelakaan pesawat masa depan. 2 Acuan normatif SNI ini menggunakan acuan dokumen yang dipublikasikan oleh Indonesia dan International Civil Aviation Organizaation (ICAO). Sebuah penyelidikan juga harus menyatakan fakta-fakta. Penyelidikan yang dilakukan dengan baik harus dapat mengidentifikasi semua penyebab sistemik dan mendasari kecelakaan dan merekomendasikan tindakan-tindakan keselamatan yang tepat ditujukan untuk menghindari bahaya atau menghilangkan kekurangan secepatnya.2 Kejadian serius (serious incident) Suatu kondisi pengoperasian pesawat udara hampir terjadinya kecelakaan. kondisi dan situasi yang berkaitan dengan kelangsungan hidup atau non-kelangsungan hidup penghuni pesawat. yaitu: KM 9 Tahun 2010 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Penyelidikan juga dapat mengungkapkan bahaya lain atau kekurangan dalam sistem penerbangan tidak secara langsung terhubung dengan penyebab kecelakaan.

tetapi bukan karena reaksi udara terhadap permukaan bumi yang digunakan untuk penerbangan.12 Penyidik yang bertanggung jawab 2 dari 24 . atas dasar kualifikasi nya. pembuatan rekomendasi keselamatan. 3. atas dasar kualifikasi nya.5 Fasilitas dan peralatan bandar udara Semua fasilitas dan peralatan baik di dalam maupun di luar batas-batas bandar udara yang dibangun atau dipasang (diinstalasi) dan dipelihara untuk tujuan melayani kedatangan. 3.8 Penasihat Seseorang yang ditunjuk oleh Negara Indonesia.6 Kendaraan Semua alat angkut termasuk gerobak.11 Investigasi Sebuah proses yang dilakukan untuk tujuan pencegahan kecelakaan yang meliputi pengumpulan dan analisis informasi. 3. 3.7 Perwakilan yang terakreditasi Seseorang yang ditunjuk oleh Negara Indonesia. 3. kereta barang baik yang dilengkapi maupun yang tidak dilengkapi mesin. untuk tujuan membantu perwakilan terakreditasi dalam penyelidikan.4 Pesawat Udara Setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya angkat dari reaksi udara. termasuk penentuan penyebab dan. yang menyebabkan kecelakaan atau kejadian. 3. kelalaian. penarikan kesimpulan. jika sesuai.10 Flight Recorder Sejenis perekam yang dipasang di pesawat untuk tujuan melengkapi investigasi kecelakaan/insiden.RANCANGAN Peristiwa pengoperasian pesawat udara yang mengakibatkan kerusakan berat pada peralatan atau fasilitas yang digunakan dan/atau korban jiwa atau luka serius. kondisi. keberangkatan dan permukaan pergerak pesawat udara termasuk peralatan pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE) 3. atau kombinasi dari hal-hal tersebut. peristiwa.9 Penyebab Tindakan. 3. 3. untuk tujuan berpartisipasi dalam investigasi yang dilakukan oleh Negara lain.

20 Cedera serius Cedera yang ditopang oleh seseorang dalam kecelakaan dan yang: a) membutuhkan rawat inap selama lebih dari 48 jam.RANCANGAN Seseorang ditugaskan.19 Negara Penyelenggara Negara di mana tempat operator utama terletak atau.16 Negara Desain Negara memiliki yurisdiksi atas organisasi yang bertanggung jawab untuk jenis desain. saraf. atau d) melibatkan cedera pada organ. 3. atau luka bakar mempengaruhi lebih dari 5 persen permukaan tubuh. Negara yang mendaftarkan pesawat yang dimasukkan.15 Rekomendasi keselamatan Sebuah proposal otoritas investigasi kecelakaan milik negara yang melakukan penyelidikan. atau 3 dari 24 . 3. Negara Registry.14 Laporan awal Komunikasi yang digunakan untuk menyebarkan data yang diperoleh selama tahap awal penyelidikan secara cepat. 3.13 Operator Seseorang. 3. pemeriksaan (screening) 3. atas dasar kualifikasi nya. jika tidak ada tempat seperti usaha. 3. berdasarkan informasi yang diperoleh dari penyidikan. atau c) melibatkan luka yang menyebabkan pendarahan parah. organisasi atau perusahaan yang terlibat atau menawarkan untuk terlibat dalam pengoperasian pesawat udara. 3. tempat tinggal permanen operator. jari kaki atau hidung). dan pengendalian investigasi. yang memiliki tanggung jawab atas kegiatan organisasi.18 Negara Tempat Terjadi Insiden atau kecelakaan Negara di wilayah yang kecelakaan atau insiden terjadi. 3. atau b) menghasilkan patah tulang (kecuali fraktur sederhana jari.17 Negara Industri Negara memiliki yurisdiksi atas organisasi yang bertanggung jawab untuk perakitan akhir pesawat. atau e) melibatkan luka bakar derajat kedua atau ketiga. dimulai dalam waktu tujuh hari dari tanggal cedera diterima. otot atau kerusakan tendon. dibuat dengan tujuan untuk mencegah kecelakaan atau insiden.

1 Tujuan Dari Pemeriksaan Tujuan utama penyelidikan kecelakaan atau insiden ialah sebagai pencegah terjadinya kecelakaan dan insiden. 4.2 Badan Usaha Bandar Udara dan Unit Penyelenggara Bandar Udara tempat terjadi insiden atau kecelakaan harus mencatat dan melaporkan setiap adanya insiden atau kecelakaan (incident). Perlindungan bukti meliputi pelestarian. 4.RANCANGAN f) melibatkan paparan diverifikasi untuk bahan menular atau radiasi merugikan. 4. Penyimpanan yang aman meliputi proteksi terhadap kerusakan lebih lanjut. dengan cara fotografi atau apapun untuk bukti-bukti yang bisa dihapus.3 Badan Usaha Bandar Udara dan Unit Penyelenggara Bandar Udara harus menunjuk 1 (satu) atau lebih petugas yang memiliki kompetensi di bidangnya untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan setiap adanya 4 dari 24 . sejauh ini cukup praktis dan kompatibel dengan perilaku yang tepat dari penyidikan.2. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara.1.2. Kegiatan ini bukan bertujuan untuk menyalahkan sebagian pihak.2. dan bukti lainnya tetap dijaga agar tidak terganggu sampai menunggu inspeksi dilakukan oleh perwakilan terakreditasi dari Negara yang meminta.2. untuk mencegah penghancuran oleh kebakaran atau penyebab lainnya. akses oleh orang yang tidak sah.1 Umum 4. Negara Penyelenggara. terhapus.2. Negara Penyelenggara. hilang atau hancur.2.2 Permintaan dari Negara Registry. atau untuk menghilangkan bahaya atau obstruksi navigasi udara. mencuri dan kerusakan. 4.1 Jika permintaan diterima dari Negara Registry. Negara atau Negara Desain Industri 4.1. Negara Desain atau Negara Industri bahwa pesawat.1 Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan harus mengambil semua langkah yang wajar untuk melindungi bukti-bukti dan untuk mempertahankan hak asuh yang aman dari pesawat dan isinya untuk suatu periode tertentu yang diperlukan untuk tujuan penyelidikan.2 Perlindungan Bukti. hewan. untuk transportasi lain atau kepada publik. Penjagaan dan Pemindahan Tanggung Jawab atas Pesawat Pada Negara Dimana Terjadinya Kecelakaan atau Insiden 4. Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan harus mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memenuhi permintaan tersebut. isi pesawat. 4. dan memberikan bahwa hal itu tidak mengakibatkan penundaan dalam mengembalikan pesawat ke layanan di mana ini dapat dilaksanakan.2.2.2. ketentuan bahwa pesawat dapat dipindahkan sejauh yang diperlukan untuk melepaskan orang.1 General 4. Substansi 4. surat dan barang berharga.

4. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.1 Tunduk pada ketentuan-ketentuan diatas.1. Namun. 4. Negara Registri atau Negara Penyelenggara. atau bagiannya terletak di suatu daerah di mana Negara menemukannya praktis untuk memberikan akses tersebut .1 Notifikasi Tanggung Jawab Negara Tempat Terjadi Insiden Atau Kecelakaan 4. 4. jika pesawat. Negara Penyelenggara.3 4. dan e. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara. mengumpulkan data insiden atau kecelakaan (incident).RANCANGAN insiden atau kecelakaan (incident).3 Rilis dari Penjagaan 4.2. dengan ketentuan bahwa. d. harus sendiri efek penghapusan ke titik di mana akses dapat diberikan. 4. isinya.2 Untuk tujuan ini Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan harus memfasilitasi akses ke pesawat. harus menyampaikan pemberitahuan kepada Negara Desain.1 Penyampaian Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan akan menyampaian pemberitahuan kecelakaan atau kejadian serius dengan minimal delayand dengan cara yang paling cocok dan tercepat yang tersedia kepada: a. melaporkan insiden atau kecelakaan (incident).2. Negara Desain. mendokumentasikan data insiden atau kecelakaan (incident).2. Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan akan merilis penjagaan dari pesawat. Negara Registry. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara. Negara Industri dan Negara Kejadian. c.2. b.3. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar Udara berdasarkan Surat Keputusan Kepala Penyelenggara Bandar Udara.3. Negara Industri. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara. c. sebagaimana mestinya.1.2.3.3. isinya atau bagianbagiannya segera setelah mereka tidak lagi diperlukan dalam penyelidikan.3. b. sebagaimana berlaku. ketika pesawat yang terlibat adalah massa maksimum lebih dari 2250 kg. isinya atau bagiannya. 4.2 Format dan isi 5 dari 24 .4 Petugas yang ditunjuk sebagaimana dimaksud dalam poin 5 diatas mempunyai tugas: a. ketika Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden tidak menyadari terjadinya insiden yang serius. untuk setiap orang atau orang-orang yang sepatutnya ditunjuk oleh Negara registri atau Negara Penyelenggara.

produsen. sedangkan untuk insiden yang serius INCID.1.1. indikasi sejauh mana investigasi akan dilakukan atau diusulkan untuk diserahkan oleh Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden. e. Negara Registry. l.3. j.1. c.3. titik terakhir keberangkatan dan titik pendaratan yang dituju pesawat terbang. i. k. sesegera 6 dari 24 . nama pilot-yang bertugas. tanggal dan waktu (waktu setempat atau UTC) terjadinya kecelakaan atau insiden yang serius. tewas dan luka parah. keberadaan dan deskripsi barang berbahaya di dalam pesawat.5. jumlah awak dan penumpang.3.1 Negara Registry. jika ada. dan nomor seri pesawat. Negara Desain Dan Negara Industri 4. Uraian tentang kecelakaan atau insiden serius dan sejauh mana kerusakan pesawat sejauh yang diketahui. nama pemilik. 4. d. karakteristik fisik dari kecelakaan atau daerah terjadinya insiden serius. 4.1.4 Informasi Tambahan Segera setelah pelaksanaan memungkinkan untuk dilakukan. Singkatan untuk mengidentifikasi kecelakaan ACCID. operator dan penyewa.1. 4. serta indikasi kesulitan akses atau persyaratan khusus untuk mencapai lokasi.3 Bahasa Notifikasi tersebut disusun dalam salah satu bahasa kerja ICAO. Negara Desain dan Negara Industri hendaknya menerima pemberitahuan kecelakaan atau insiden yang serius. Penyelenggara Negara.5. dan kebangsaan dari awak dan penumpang. dari pesawat. bilamana mungkin untuk melakukannya tanpa menyebabkan penundaan. Negara Desain dan Negara Industri wajib.5 Tanggung Jawab Negara Registry. g. kapal.RANCANGAN Notifikasi tersebut harus dibuat dalam bahasa sederhana dan berisi informasi lengkap sesuai dengan yang tersedia. h.3. 4. model. Negara Penyelenggara. b.2 Setelah menerima pemberitahuan.3.1. Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden wajib mengirimkan rincian pemberitahuan serta informasi terkait lainnya yang relevan. kebangsaan dan tanda pendaftaran.5.1. dan pengiriman tidak diperbolehkan tertunda dengan alasan kekurangan informasi yang lengkap: a. identifikasi otoritas dan sarana untuk menghubungi penyidik yang bertanggung jawab dan penyelidikan otoritas kecelakaan Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden setiap saat. f. posisi pesawat dengan mengacu pada beberapa titik geografis yang mudah didefinisikan dan lintang dan bujur. dengan mempertimbangkan bahasa penerima (s).1 Informasi – Partisipasi 4.3. dan m.1. Negara Operator.

5.6. memberikan Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden rincian barang berbahaya di dalam pesawat. Negara operator wajib. Setiap negara juga wajib menginformasikan Negara tempat terjadinya kecelakaan atau insiden jika akan menunjuk seorang wakil yang terakreditasi dan jika telah ditunjuk. serta perkiraan tanggal kedatangan jika wakil yang terakreditasi akan melakukan perjalanan ke Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden.3. nama dan rincian kontak. serta perkiraan tanggal kedatangan jika wakil yang terakreditasi akan melakukan perjalanan ke Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden.5. d.3. dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.RANCANGAN mungkin.1.1. nama dan rincian kontak.3 Setelah menerima pemberitahuan.4 Kecelakaan Atau Kejadian Serius Dalam Wilayah Negara Registry. Negara Desain Dan Negara Industri 4. 4.6.2 Setelah menerima pemberitahuan. memberikan Negara tempat terjadinya kecelakaan atau insiden informasi yang relevan yang tersedia kepada mereka mengenai pesawat dan awak pesawat yang terlibat dalam kecelakaan atau insiden serius. Negara Industri. c. ketika pesawat yang terlibat adalah massa maksimum lebih dari 2250 kg. 4. 4.1 Negara operator. Negara Desain dan Negara produksi hendaknya menerima pemberitahuan kecelakaan atau insiden yang serius.5.6.1 Informasi – Partisipasi 4. 4. dengan minimum delay dan dengan cara yang paling cocok dan tercepat yang tersedia.1.1. b. dengan minimum delay dan dengan cara yang paling cocok dan tercepat yang 7 dari 24 .3.6.1. 4.1.6 Tanggung Jawab Dari Negara Operator.3. sesegera mungkin. Negara Operator.2 Penyampaian Ketika telah dilakukan investigasi pada kecelakaan atau kejadian serius.3. Negara operator.3 Setelah menerima pemberitahuan.1. Negara Desain. Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan harus menyampaian pemberitahuan kecelakaan atau kejadian serius dengan minimal delayand dengan cara yang paling cocok dan tercepat yang tersedia kepada: a.1.3.3. di Negara Non-Kontrak Atau di Luar Wilayah Tanggung Jawab Negara Dari Negara Registry 4.1.1. Setiap negara juga wajib menginformasikan Negara tempat terjadinya kecelakaan atau insiden jika akan menunjuk seorang wakil yang terakreditasi dan jika telah ditunjuk.3. memberikan Negara tempat terjadinya kecelakaan atau insiden informasi yang relevan yang tersedia kepada mereka mengenai pesawat dan awak pesawat yang terlibat dalam kecelakaan atau insiden serius.1.1.1. Negara Penyelenggara wajib. Negara Desain dan Negara produksi wajib.

kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara terkait dengan operasional bandar udara.6 8 dari 24 .1 Investigasi Tanggung Jawab Dalam Melaksanakan Dan Memimpin Investigasi Kecelakaan Atau Insiden Di Wilayah Negara 4.1 Bandar Udara Tempat Terjadinya Kecelakaan atau Insiden 4.1.1. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara.4. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara yang dilakukan oleh badan usaha bandar udara dan unit penyelenggara bandar udara bersifat internal dan tidak mengganggu proses penyelidikan yang dilakukan oleh institusi yang berwenang.4.4 4. melaporkan insiden atau kecelakaan (incident).1 Badan Usaha Bandar Udara dan Unit Penyelenggara Bandar Udara tempat terjadinya kecelakaan atau insiden harus menunjuk 1 (satu) atau lebih petugas yang memiliki kompetensi di bidangnya untuk melaksanakan pencatatan dan pelaporan setiap adanya insiden atau kecelakaan (incident).4.1. Badan usaha bandar udara dan unit penyelenggara bandar udara harus melakukan penyelidikan (investigasi) untuk memastikan penyebab insiden atau kecelakaan (incident). memberikan Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden rincian barang berbahaya di dalam pesawat.1. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara sebagai acuan pengembangan kebijakan bidang regulasi. b.1. prosedur.2 4. Badan usaha bandar udara dan unit penyelenggara bandar udara harus menganalisa penyebab terjadinya insiden atau kecelakaan (incident). mengumpulkan data insiden atau kecelakaan (incident). Penyelidikan insiden atau kecelakaan (incident).4.4.4.1.1.1.1.4 4. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) yang diakibatkan oleh operasional bandar udara sebagai tindakan perbaikan (corrective action) untuk menghindari insiden atau kecelakaan serupa.1.1.3 4. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara. teknologi dan sumber daya manusia sebagai upaya pencegahan insiden atau kecelakaan serupa. mendokumentasikan data insiden atau kecelakaan (incident). Direktur harus menganalisa laporan insiden atau kecelakaan (incident).1. Petugas yang ditunjuk sebagaimana dimaksud pada point 1 diatas mempunyai tugas: a.4. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar Udara berdasarkan Surat Keputusan Kepala Penyelenggara Bandar Udara.4.RANCANGAN tersedia. 4. c. 4.1.5 4.

menanggapi permintaan dari Negara Registry.4.4.3 Rekomendasi .. setidaknya.RANCANGAN 4. Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan biasanya tetap bertanggung jawab untuk melakukan penyelidikan. 4.Jika Negara Registry adalah suatu Negara NonKontrak yang tidak berniat untuk melakukan investigasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.4. tetapi proses investigasi ini dapat diwakilkan seluruhnya atau hanya sebagian ke negara lain dengan rencana pelaksanaan dan persetujuan yang telah idatur sebelumnya. Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan diharapkan akan bertanggung jawab untuk melakukan penyelidikan. tetapi jika kerja sama tersebut gagal.4. setidaknya.1. Namun penyelidikan tersebut dapat didelegasikan seluruhnya atau hanya sebagian ke negara lain dengan pengaturan dan persetujuan bersama.Ketika seluruh investigasi diwakilkan kepada Negara lain. Negara Registry sebaiknya melakukan penyelidikan yang diperlukan pada kecelakaan atau insiden serius tersebut.1..1.Ketika kecelakaan atau insiden serius telah terjadi di wilayah suatu Negara Non-kontrak yang tidak berniat untuk melakukan investigasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.4. Namun penyelidikan tersebut dapat 9 dari 24 .3 Kecelakaan Atau Kejadian Di Wilayah Negara Non-Kontrak Negara Registry Rekomendasi . 4.1 Negara Registry 4. investigasi harus dilakukan sendiri dengan informasi yang tersedia. Dalam hal apapun Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan harus dapat memudahkan penyelidikan.4.1. 4. Ketika sebuah bagian dari investigasi adalah didelegasikan.4. Negara Desain atau Negara Industri harus berusaha untuk melakukan penyelidikan.1..4.1. Negara Desain atau Negara Industri harus berusaha untuk melakukan investigasi yang bekerja sama dengan Negara tempat terjadi kecelakaan atau insiden.4.1.2 Negara terdekat tempat kecelakaan di perairan internasional harus memberikan bantuan semampu mereka dan seharusnya.1 Ketika lokasi kecelakaan atau insiden serius tidak dapat secara pasti ditentukan dalam wilayah suatu Negara. Negara Penyelenggara . Negara Registri atau..Ketentuan di atas tidak terkecuali jenis investigasi insiden (serius atau tidak) lainnya yang telah ditangani oleh organisasi lain.1.1. termasuk penerbitan Laporan Akhir dan pelaporan ADREP.4 Kecelakaan Atau Kejadian Di Luar Wilayah Negara Apapun 4. 4.1. Catatan 2 .2 Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan Negara tempat terjadi insiden atau kecelakaan harus mengadakan sebuah investigasi kecelakaan dan bertanggung jawab untuk memimpin investigasi.4. juga.4. Catatan 1 . Negara Penyelenggara atau.

1. 4. jika sesuai.2.4.2.Tidak ada dalam ketentuan-ketentuan berikut ini dimaksudkan untuk menghalangi Negara melakukan investigasi dari menyerukan kepada keahlian teknis terbaik dari sumber manapun.4.2..Kecelakaan dan insiden 4. 4. tempat kecelakaan harus dikunjungi. 4.4. c.1 Otoritas penyelidikan kecelakaan harus memiliki kemandirian dalam melakukan penyelidikan dan memiliki otoritas tak terbatas atas tindakannya.1 Tanggung Jawab Negara Dalam Melakukan Investigasi Catatan .4.1.2 Penyidik-yang bertanggung jawab – Penunjukan Negara yang melakukan penyelidikan harus menunjuk penyidik-yang bertanggung jawab untuk menyelidiki dan akan memulai investigasi segera.1. termasuk flight recorder dan catatan ATS.4..2. mengumpulkan. penerbitan rekomendasi keselamatan. Penyelidikan meliputi: a. dan akan memiliki kontrol tak terbatas atas untuk memastikan bahwa pemeriksaan rinci dapat dibuat tanpa penundaan oleh petugas yang berwenang yang berpartisipasi dalam investigasi.1. pelaksanaan dan pengendalian investigasi.1.2.1 Flight recorder harus digunakan secara efektif dalam penyelidikan kecelakaan atau insiden. 4.RANCANGAN didelegasikan seluruhnya atau hanya sebagian ke negara lain dengan pengaturan dan persetujuan bersama.. Negara penyelenggara penyelidikan harus memfasilitasi untuk proses pembacaan flight recorder tanpa penundaan.2 Organisasi dan Pelaksanaan Investigasi Catatan . 4. merekam dan analisis dari semua informasi yang tersedia pada kecelakaan atau insiden. penentuan penyebab.1 Umum 4. reruntuhan diperiksa dan pemeriksaan pernyataan yang diambil dari saksi.Akses dan kontrol Penyelidik-yang bertanggung jawab harus memiliki akses ke reruntuhan atau tidak dihalangi dari semua materi yang relevan.3 Penyidik-yang bertanggung jawab . 4.1. 4.Pedoman Investigasi Kecelakaan Pesawat (Doc 6920) berisi materi panduan mengenai organisasi. Bila mungkin. jika mungkin.4.2.4.4. dan d. sesuai dengan ketentuan Lampiran ini.2.1. 10 dari 24 . e. b.2. penyelesaian laporan akhir.2.2 Flight recorder .Setiap proses peradilan atau administratif untuk membagi kesalahan atau kewajiban harus terpisah dari penyelidikan yang dilakukan berdasarkan ketentuan Lampiran ini.4.2 Rekomendasi .

4.pemeriksaan tersebut juga dapat menentukan apakah tingkat kebugaran fisik dan psikologis awak pesawat dan personel lain yang terlibat langsung dalam terjadinya cukup bagi mereka untuk berkontribusi pada penyelidikan..Manual Penerbangan Sipil Kedokteran (Doc 8984) berisi panduan tentang pemeriksaan medis. Catatan 1 .4. oleh seorang dokter..Jika Negara yang melakukan penyelidikan kecelakaan atau insiden tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk membaca perekam penerbangan.3 Pemeriksaan Otopsi Negara yang melakukan pada investigasi kecelakaan fatal harus mengatur pemeriksaan otopsi lengkap pada awak pesawat yang terluka parah dan.. Bab 6. Catatan 2 .Ketika sesuai. Pemeriksaan ini harus cepat dan lengkap.2. dan c. Pemeriksaan ini harus cepat. harus menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Negara lainnya. 4.2.. sebaiknya yang telah berpengalaman dalam investigasi kecelakaan.Kemungkinan terjadi konflik antara penyelidiki dan otoritas yudistial mengenai hak asuh flight recorder dapat diselesaikan oleh pejabat 11 dari 24 .. bimbingan rinci berisi tentang pengujian toksikologi..rekaman perekam penerbangan.2. seperti pemeriksaan dan identifikasi korban dan membaca. Catatan . ketepatan waktu dari pembacaan flight recorder. Catatan . dan personil penerbangan yang terlibat. 4.Persyaratan untuk rekaman data radar dan komunikasi ATS yang terkandung dalam Annex 11. Negara yang melakukan penyelidikan harus mengatur pelaksanaan pemeriksaan medis dari penumpang awak. lokasi fasilitas pembacaan flight recorder.Otoritas Yudisial Negara yang melakukan investigasi harus menyadari perlunya koordinasi antara penyidik yang bertanggung jawab dan otoritas peradilan.5 Koordinasi . Catatan . kemampuan fasilitas pembacaan flight recorder. yang sebaiknya berpengalaman dalam investigasi kecelakaan.2.Penyuluhan materi yang terkait dengan otopsi diatur secara rinci dalam Manual Kedokteran Penerbangan Sipil (Doc 8984) dan Manual Investigasi Kecelakaan Pesawat (Doc 6920).4.2.RANCANGAN 4. oleh ahli patologi.4. dengan pertimbangan sebagai berikut: a. tunduk pada keadaan tertentu. Perhatian khusus harus diberikan pada bukti yang membutuhkan rekaman segera dan analisis untuk penyelidikan untuk menjadi sukses. b. 4..2 Rekomendasi .4 Pemeriksaan Kesehatan Rekomendasi .

1 Hak 4. bukti baru dan signifikan baru tersedia. 4. Rekaman tersebut harus dimasukkan dalam laporan akhir atau lampiran hanya ketika berhubungan dengan analisis kecelakaan atau insiden. termasuk informasi penerbangan perekam.5. rekaman dan transkripsi rekaman dari unit kontrol lalu lintas udara. ketika Negara yang melakukan penyelidikan tidak membuka kembali penyelidikan tersebut. pendapat yang diutarakan dalam analisis informasi.1. atau diduga.5 Partisipasi dalam Investigasi 4.1 Partisipasi Dari Negara Registry. 4. d.2.5. Negara Desain Dan Negara Industri 4. Negara Operator.5.4.1 Negara Registry. dalam penyelidikan itu dikenal. dan e.7 Catatan yang Bukan untuk Umum Negara yang melakukan investigasi kecelakaan atau insiden tidak akan membuat catatan berikut terbuka untuk umum selain untuk investigasi kecelakaan atau insiden. Negara yang melakukan penyelidikan harus kembali membukanya. dan f. Negara tersebut harus segera memberikan persetujuan kepada Negara yang akan mengadakan penyelidikan. Namun.4.4.2.2. b.6 Menginformasikan Otoritas Penerbangan Keamanan Jika. rekaman suara kokpit dan transkrip dari rekaman tersebut.1. kecuali otoritas yang tepat untuk administrasi peradilan di Negara yang menentukan bahwa pengungkapan mereka melebihi dampak domestik dan internasional yang merugikan tindakan tersebut mungkin pada atau penyelidikan masa depan: a.RANCANGAN kekuasaan kehakiman dengan membawa flight recorder ke tempat pembacaan. 4. penyidik yang bertanggung jawab harus segera melakukan tindakan untuk memastikan bahwa otoritas keamanan penerbangan negara yang bersangkutan telah menerima informasi tersebut.1. c. Negara Operator.8 Pembukaan Penyelidikan Kembali Jika. 12 dari 24 . 4. Bagian dari catatan yang tidak relevan untuk analisis tidak akan diungkapkan. Negara Desain dan Negara Industri masing-masing berhak untuk menunjuk seorang perwakilan terakreditasi untuk berpartisipasi dalam penyelidikan. semua komunikasi antara orang-orang yang telah terlibat dalam pengoperasian pesawat terbang. informasi medis atau pribadi tentang orang yang terlibat dalam kecelakaan atau insiden. semua pernyataan diambil dari orang-orang yang oleh pejabat penyidik dalam penyelidikan mereka. bahwa terdapat tindakan yang melawan hukum. setelah investigasi ditutup.

Tidak ada maksud dalam Standar ini untuk menghalangi Negara yang merancang atau membuat powerplant atau komponen utama pesawat dari meminta partisipasi dalam investigasi kecelakaan.2 Hak Perwakilan Terakreditasi 4.RANCANGAN Catatan .Tidak ada dalam ketentuan di atas dimaksudkan untuk menghalangi suatu Negara yang berpartisipasi dalam penyelidikan dari menyerukan kepada ahli teknis terbaik dari sumber manapun dan menunjuk ahli seperti penasihat perwakilan terakreditasi.1. fasilitas atau ahli untuk melakukan investigasi berdasarkan permintaan Negara tersebut berhak untuk menunjuk seorang perwakilan terakreditasi untuk berpartisipasi dalam penyelidikan. maupun Negara Penyelenggara menunjuk perwakilan terakreditasi.1. yang bersangkutan untuk masing-masing menunjuk perwakilan terakreditasi. Operator Negara.2 Partisipasi Negara Lain 4. sesuai dengan prosedur Negara melakukan penyelidikan..5.2. mungkin juga diundang untuk menunjuk perwakilan terakreditasi untuk berpartisipasi dalam penyelidikan. Catatan .5.1 Hak Setiap Negara yang menyediakan informasi.2.. diusulkan oleh operator.5.1. 4..1. 4.3 4. Rekomendasi .2 Kewajiban Ketika Negara melakukan investigasi kecelakaan untuk pesawat yang memiliki massa maksimum lebih dari 2 250 kg permintaan khusus untuk berpartisipasi kepada Negara Registry. Negara Desain atau Negara Industri.Setiap Negara yang menyediakan basis operasional untuk investigasi lapangan. atau terlibat dalam pencarian dan penyelamatan atau operasi pemulihan puing-puing..2.1.1.2.2. 4.5.2 Negara Registri atau Negara Operator harus menunjuk satu atau lebih penasehat.1 4.5. untuk membantu perwakilan terakreditasi. atau terlibat sebagai Negara bagian kode atau mitra aliansi dari operator.Ketika baik Negara Registry.2. 13 dari 24 . Negara melakukan penyelidikan harus mengundang operator untuk berpartisipasi.5. 4.5. Catatan 1 .5.1 Penasihat Suatu Negara berhak untuk menunjuk seorang perwakilan terakreditasi dan berhak pula untuk menunjuk satu atau lebih penasehat untuk membantu perwakilan terakreditasi dalam penyelidikan.

Pengumpulan dan pencatatan informasi tidak perlu ditunda untuk menunggu kedatangan perwakilan terakreditasi. h. harus menyediakan semua informasi yang relevan tersedia bagi Negara yang melakukan investigasi dan 14 dari 24 .2.1. 4. Penyelenggara Negara. sedang dilakukan. memperoleh informasi saksi dan menyarankan bidang interogasi. Catatan 3 . mengunjungi lokasi kecelakaan.. Pengangkutan pejabat atau paspor layanan dapat mempercepat entri. Catatan 1 .Disadari bahwa bentuk partisipasi harus tunduk pada prosedur dari Negara di mana penyelidikan. dan i.3 Partisipasi dalam penyelidikan harus memberikan hak untuk berpartisipasi dalam semua aspek investigasi.2. khususnya untuk: a.2. d.5.Tidak ada dalam Standar ini menghalangi Negara melakukan penyelidikan untuk memperluas partisipasi luar hak disebutkan.3 Kewajiban 4.1. c. memberikan masukan sehubungan dengan berbagai elemen dari penyelidikan.5. b. di bawah kendali penyidik yang bertanggung jawab. berpartisipasi dalam pertemuan perkembangan penyidikan termasuk pertimbangan yang berkaitan dengan analisis. atau bagian daripadanya.2.2.. berpartisipasi dalam pembacaan media rekaman.2 Penasihat diperkenankan membantu wakil terakreditasi.RANCANGAN Catatan 2 . g. menerima salinan dari semua dokumen terkait.3.1 Wakil terakreditasi dan penasihat mereka: a. f. briefing teknis.Dokumen terkait sebagaimana dimaksud dalam huruf e) juga termasuk dokumen-dokumen seperti laporan pemeriksaan komponen atau studi yang dilakukan dalam rangka penyelidikan. berpartisipasi dalam kegiatan rekaadegan investigasi seperti pemeriksaan komponen. 4. di bawah pengawasan perwakilan terakreditasi '. temuan. tes dan simulasi. untuk berpartisipasi dalam penyelidikan sejauh yang diperlukan untuk memungkinkan perwakilan terakreditasi untuk membuat partisipasi mereka lebih efektif.. Catatan 4 . memiliki akses penuh ke semua bukti yang relevan sesegera mungkin. penasihat dan peralatan mereka tercakup dalam Annex 9 Fasilitasi. Negara Desain dan Negara Industri mungkin terbatas pada hal-hal yang seperti pada point dibawah ini.2.5. 4.. memeriksa reruntuhan.Fasilitasi masuknya perwakilan terakreditasi.. penyebab dan rekomendasi keselamatan. partisipasi Negara selain Negara Registry. Catatan 2 . Namun.5. e.

3 Partisipasi dari Negara yang Warganya Meninggal Atau Menderita Cedera Serius 4. memiliki akses ke informasi faktual yang relevan.6. Tanggung Jawab Setiap Negara 4. juga tidak menghalangi wakil Standar ini terakreditasi dari pelaporan untuk masing-masing Negara dalam rangka memfasilitasi tindakan keselamatan yang tepat. c..3 4. Pelaporan insiden atau kecelakaan (incident). dan e.5. Aeronautical Information Service (AIS) Unit. mempublikasikan atau memberikan akses ke sebuah draft laporan atau bagiannya. akan diizinkan oleh Negara melakukan penyelidikan untuk menunjuk seorang ahli yang berhak untuk: a. tidak akan membocorkan informasi tentang kemajuan dan hasil penyelidikan tanpa persetujuan tertulis dari Negara yang melakukan penyelidikan.5. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident). mengunjungi lokasi kecelakaan. b. Direktur Jenderal. harus dilaporkan kepada: a. b.6 Laporan Akhir 4. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) yang menyebabkan perubahan operasional bandar udara dipublikasikan oleh Aeronautical Information Service (AIS) Unit dalam Aeronautical Infromation Publication (AIP).3.RANCANGAN b. Direktur.4. d.6. c. Negara tempat terjadinya kecelakaan atau insiden harus mengklarifikasi kebenaran data dalam AIP yang dipublikasikan oleh AIS Unit sebagaimana dimaksud pada point sebelumnya. atau 15 dari 24 . 4. membantu dalam mempertanyakan penumpang selamat yang adalah warga negara dari Negara ahli. menerima salinan Laporan Akhir. 4.1 Rilis informasi – Persetujuan Negara manapun tidak diperbolehkan mengedarkan.6.1 Pelaporan insiden atau kecelakaan (incident).6.Tidak ada dalam Standar ini menghalangi pelepasan segera terhadap fakta ketika resmi oleh Negara melakukan penyelidikan.1 Hak dan Pemberian Hak Suatu Negara yang memiliki kepentingan khusus dalam kecelakaan berdasarkan kematian atau cedera serius terhadap warganya wajib membuat permintaan untuk melakukan penyelidikan.6.2 4. Catatan . berpartisipasi dalam identifikasi korban.4 4.

melalui Negara Desain dan Negara Industri. baik itu harus mengubah Laporan Akhir Draft untuk memasukkan substansi dari komentar yang diterima atau. c. 4. Negara Industri. Negara Penyelenggara.1 Laporan Akhir dari investigasi kecelakaan akan dikirim dengan penundaan minimum oleh Negara yang melakukan investigasi untuk: a. 16 dari 24 .4 Rekomendasi . tambahkan komentar untuk Laporan Akhir.1 Negara yang melakukan penyelidikan akan mengirimkan salinan dari Laporan Akhir rancangan Negara yang dilembagakan penyelidikan dan untuk semua Negara yang berpartisipasi dalam penyelidikan.5. salinan Laporan Akhir rancangan ke organisasi yang bertanggung jawab untuk desain jenis dan perakitan akhir pesawat untuk memungkinkan mereka untuk mengirimkan komentar pada rancangan Laporan Akhir. salinan Draft Laporan Akhir untuk operator untuk memungkinkan operator untuk mengirimkan komentar pada rancangan Laporan Akhir. jika diinginkan oleh Negara yang memberikan komentar. Negara Desain.6 Negara Penerima Laporan 4.6. e.3 Rekomendasi . 4. Negara Registry. Jika Negara melakukan penyelidikan tidak menerima komentar dalam waktu enam puluh hari dari tanggal surat pengiriman pertama. d. tanpa persetujuan tertulis dari Negara yang melakukan penyelidikan. Negara yang menetapkan penyelidikan.5. b. dan g.5. fasilitas atau ahli yang signifikan. 4.RANCANGAN dokumen yang diperoleh selama investigasi kecelakaan atau insiden. Negara yang menyediakan informasi yang relevan.6. b. kecuali laporan atau dokumen yang telah diterbitkan atau dikeluarkan oleh Negara terakhir. Penyelenggara Negara. 4.6.6. Draft Laporan Akhir investigasi harus dikirimkan untuk pemberitahuan kepada: a. Negara Registry. melalui Negara Penyelenggara.6.6.5 Tanggung Jawab Negara Dalam Melakukan Investigasi 4. Negara Desain.Negara melakukan investigasi harus mengirimkan..2 Jika Negara melakukan investigasi menerima komentar dalam waktu enam puluh hari sejak tanggal pengiriman surat. dan d. Negara Industri. 4. c. kecuali perpanjangan periode yang telah disepakati oleh Negara yang bersangkutan. menerbitkan Laporan Akhir.Negara yang melakukan investigasi harus mengirimkan.. f. memasukkan komentar mereka yang signifikan dan substansial pada laporan sesegera mungkin. Setiap negara yang warganya mengalami kematian atau cedera serius.5.6.6.

9 Tanggung Jawab Negara Dari Rekomendasi Menerima Keselamatan 4.8.3 Ketika Negara yang telah melakukan penyelidikan pada kecelakaan atau insiden yang melibatkan pesawat dari massa maksimum lebih dari 5. setiap tindakan pencegahan yang dianggap perlu diambil segera untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.7. 4.6.6.6. Jika laporan tidak bisa dilepaskan dalam waktu dua belas bulan. Laporan Akhir dikirim ke ICAO harus disiapkan dengan satu bahasa kerja Organisasi dan dalam bentuk yang ditunjukkan pada Lampiran. Negara yang melakukan penyelidikan kecelakaan atau insiden harus menngeluarkan Laporan Akhir sesegera mungkin. bila sesuai.6.6. Negara yang melakukan investigasi harus merilis sebuah laporan sementara pada dimana kejadian tersebut terjadi..RANCANGAN 4.Setiap kali dilakukan.1 Aksi Rekomendasi Keselamatan Suatu Negara yang menerima rekomendasi keselamatan harus menginformasikan kepada Negara yang mengusulkan tindakan pencegahan yang akan diambil atau sedang dipertimbangkan. 4. 4.6. kepada ICAO.Ketika Laporan Akhir mengandung keselamatan rekomendasi yang ditujukan kepada ICAO. 4. rekomendasi keamanan apapun yang timbul dari penyelidikan kepada otoritas investigasi kecelakaan Negara lain (s) yang bersangkutan dan. 4.7 Pelaporan ADREP 17 dari 24 .2 Rekomendasi . ketika dokumen ICAO yang terlibat..1 Dalam kepentingan pencegahan kecelakaan. laporan tersebut harus disertai dengan surat menguraikan tindakan spesifik yang diusulkan.700 kg telah merilis Laporan Akhir.2 Suatu Negara melakukan penyelidikan kecelakaan atau insiden harus menyebutkan.. termasuk di Negara lain. karena dokumen ICAO yang terlibat. Negara tersebut harus mengirim kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional salinan Laporan Akhir.6. dalam waktu dua belas bulan dari tanggal terjadinya. Catatan .6. jika mungkin. atau alasan mengapa tidak ada tindakan yang akan diambil.8. Catatan .7 Release Laporan Akhir 4. otoritas kecelakaan atau insiden investigasi dari Negara yang melakukan penyelidikan akan merekomendasikan kepada pihak yang berwenang. merinci progress/kemajuan investigasi dan isuisu keselamatan yang diangkat.8 Rekomendasi Keselamatan 4.7.9.Negara melakukan penyelidikan harus mengeluarkan Laporan Akhir dalam waktu sesingkat mungkin dan.1 Pada setiap tahap penyelidikan kecelakaan atau insiden.6.7. 4.

4.2 Kecelakaan untuk pesawat 2. c. fasilitas yang signifikan atau ahli. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident)personel/petugas dan/atau penumpang di bandar udara.1. d. 18 dari 24 . Negara Registri atau Negara tempat terjadinya kecelakaan atau kejadian. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara oleh badan usaha bandar udara dan unit penyelenggara bandar udara yang memuat informasi: a.250 kg atau kurang Ketika sebuah pesawat. 4. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident)fasilitas/peralatan dan kendaraan di bandar udara. Negara Penyelenggara. d. d. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident) di bandar udara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tercantum pada Lampiran I peraturan ini.1 Laporan Pendahuluan 4. 4. dan e. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident)antara pesawat udara dengan fasilitas/peralatan dan kendaraan di bandar udara. b. Negara yang melakukan investigasi akan mengirimkan Laporan pendahuluan untuk: a.2 Laporan Awal Tanggung Jawab Negara Dalam Melakukan Investigasi 4.1. c. Negara yang menyediakan informasi yang relevan. terlibat dalam kecelakaan dan ketika kelaikan udara atau hal-hal dianggap menarik bagi Negara lain yang terlibat. e. c.2. yang sesuai. Negara Industri.7. b.7. insiden atau kecelakaan (incident). tidak tercakup dalam point 2 (sebelumnya).2 Format Laporan awal insiden atau kecelakaan (incident). insiden atau kecelakaan (incident). Negara Desain.7.RANCANGAN 4. Negara yang menyediakan informasi yang relevan. Negara Desain. fasilitas atau ahli yang signifikan.1 Kecelakaan dengan Pesawat Lebih Dari 2.250 kg Ketika pesawat yang terlibat dalam kecelakaan adalah massa maksimum lebih dari 2 250 kg.1 Laporan awal sebagaimana dimaksud dalam Sub-bab sebelumnya merupakan laporan tertulis setelah terjadinya insiden atau kecelakaan (incident). dan f. kejadian serius (serious incident) dan kecelakaan (accident)pesawat udara di bandar udara.7. b.2.7. yang sesuai. insiden atau kecelakaan (incident). Negara Industri. Negara yang melakukan investigasi harus menyampaikan Laporan pendahuluan kepada: a. Negara Registri atau Negara Kejadian. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Negara Penyelenggara. insiden atau kecelakaan (incident).7.

. hal ini dilakukan dengan membandingkan pengalaman kecelakaan dan 19 dari 24 .3. Data Kecelakaan Laporan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. memberikan negara lain dengan informasi tambahan terkait untuk yang tersedia dalam Kecelakaan / Insiden Laporan data. ICAO juga mengumpulkan informasi tentang insiden pesawat dianggap penting untuk keselamatan dan pencegahan kecelakaan. sesegera mungkin dapat dilaksanakan setelah penyelidikan.2 Informasi Tambahan Rekomendasi . Serikat Laporan informasi ICAO pada semua kecelakaan pesawat yang melibatkan pesawat dari sertifikat maksimum take-off massa lebih dari 2 250 kg.1.250 kg.1 Kecelakaan dengan pesawat lebih dari 2.3.3 Accident/Incident Data Report 4.1.700 kg Jika suatu Negara melakukan penyelidikan insiden ke pesawat dari massa maksimum lebih dari 5 700 kg.7. 4. kadang-kadang sulit untuk membedakan antara manifestasi terisolasi dari masalah dan kondisi sistemik tidak aman dengan potensi hilangnya nyawa atau kerusakan properti. Negara akan mengirimkan. Kecelakaan menyeluruh dan investigasi insiden mengidentifikasi isu-isu keamanan dalam sistem penerbangan. Namun.7.3 Insiden ke Pesawat Lebih dari 5. Negara yang melakukan investigasi akan mengirimkan. baik di tingkat penerbangan dan di tingkat nasional. 4. Insiden Laporan Data untuk Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. atas permintaan.Negara harus melakukan investigasi.7. 4.1 Data Laporan Kecelakaan/Kejadian Tanggung Jawab Negara Dalam Melakukan Investigasi 4.7.2. 4.7.1.4 Pengiriman Laporan Pendahuluan harus dikirim melalui faksimili.7.3 Bahasa Laporan Pendahuluan akan diserahkan kepada Negara yang sesuai dan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dalam salah satu bahasa kerja ICAO.7. dalam bagian. maka akan dikirim segera sebagai informasi yang tersedia dan dengan cara yang paling cocok dan tercepat yang tersedia.3. segera setelah investigasi.250 kg Ketika pesawat yang terlibat dalam kecelakaan adalah pesawat dengan massa maksimum lebih dari 2.3.RANCANGAN 4.2.7. e-mail. 4. Ketika halhal yang secara langsung mempengaruhi keselamatan yang terlibat. Masalah keamanan tersebut harus divalidasi. atau pos udara dalam waktu tiga puluh hari sejak tanggal kecelakaan kecuali Laporan Data Kecelakaan/Insiden telah dikirim oleh waktu itu.4 Sesuai dengan Annex 13.

RANCANGAN insiden di pertanyaan dengan pengalaman lebih luas dari perusahaan penerbangan.6 20 dari 24 . Kecelakaan / Insiden data Pelaporan (ADREP) Sistem dioperasikan oleh ICAO menyediakan Amerika dengan data yang akan membantu mereka dalam memvalidasi masalah keamanan.5 Informasi lengkap mengenai pelaporan kecelakaan dan insiden dengan sistem ADREP terkandung dalam Pelaporan Kecelakaan / Insiden ICAO data (ADREP) Manual (Doc 9156). Berdasarkan proses validasi dengan penilaian risiko yang menyertainya.7.7. Jenis analisis komparatif membutuhkan data yang dapat dipercaya dan lengkap. 4. kecelakaan pejabat penyidik yang berwenang dapat menawarkan rekomendasi yang berarti untuk memperbaiki kondisi yang tidak aman dalam sistem penerbangan. Negara dan Negara lain. Laporan ADREP ini akan dijelaskan lebih lanjut pada Studi Standardisasi Pelaksanaan Dan Pelaporan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan laporan ini mencakup beberapa sebagai berikut: 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful