ALAT INDRA PENGLIHATAN

By: Muhammad Agita Hutomo,S.Ked Alat indra adalah bagian organ yang mampu menerima rangsangan dari luar (reseptor). Alat indra penglihat pada manusia ialah sepasang mata. Di mata terdapat reseptor khusus cahaya yang disebut fotoreseptor. Kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita karena mata mengeluarkan pantulan cahaya dari matahari dan sumber cahaya lainnya, kemudian mengubahnya menjadi rangsang saraf. Rangsang tersebut diubah menjadi gambar yang kita lihat melalui otak yang disebut korteks visual, otak mengetahui apa yang dilihat dengan cara mencari pola dan membandingkannya dengan pola-pola lain yang telah dikenali otak. A. Struktur Mata Mata mamalia, khususnya manusia, berbentuk sferikal (bulat agak lonjong) dengan diameter 2,5 cm dan terletak di dalam rongga mata (orbit) pada tengkorak. Bolamata dilindungi oleh tulang dahi dan tulang pipi. Mata memiliki bagian-bagian luar yaitu alis mata, kelopak mata, kelenjar air mata, dan bulu mata. 1) Alis Mata Alis mata merupakan kumpulan rambut kasar yang terletak di atas mata. Alis mata berguna untuk mencegah keringat dan kotoran dari dahi masuk ke dalam mata. 2) Kelopak Mata Kelopak mata berguna untuk menutup bola mata dan melindungi bola mata dari debu dan cahaya yang menyilaukan. Kelopak mata akan segera menutup jika ada cahaya yang terlalu terang atau ada benda yang akan masuk ke mata. Tanpa disadari, kita sering menutup dan membuka kelopak mata, yang sering disebut berkedip. Gerakan yang demikian disebut gerakan refleks. Gerakan kelopak mata yang sekaligus membersihkan kornea. 3) Kelenjar Air Mata Di dalam kelopak mata terdapat kelenjar air mata yang menyekresi air mata. Air mata merupakan cairan yang mengandung garam Natrium Klorida (NAHCO3). Ar mata menyebar ke seluruh permukaan mata pada saat mata berkedip untuk melumasi, melembabkan dan membersihkan mata dari partikel-partikel debu atau benda-benda asing. Air mata juga mengandung lizozim, yaitu enzim pembunuh bakteri yang melindungi mata. Air mata berguna untuk : a) Membasahi kornea, b) melindungi mata dari kuman, serta c) menjaga mata dan bagian dalam kelopak mata agar tetap sehat dan lembut. 4) Bulu Mata Bulu mata dapat diumpamakan sebagai tirai (kisi-kisi). Kegunaan bulu mata adalah sebagai berikut : a. Mengurangi cahaya yang masuk ke mata apabila cahaya itu terlalu terang. b. Mencegah debu dan kotoran agar tidak dapat masuk ke dalam mata.

Lensa mata mempunyai daya akomodasi. yaitu : Bagian yang mengandung pigmen mata. a) Lapisan mata pertama (sclera) Merupakan lapisan terluar yang berwarna putih dan keras. hitam. . 5. koroid. sel batang. peka terhadap cahaya redup. b. Sel kerucut (konus). Iris (selaput pelangi). Gonglia 4. c) Lapisan ketiga (Retina/selaput jala) Retina berfungsi mengubah energi gelombang cahaya ke dalam impuls saraf. 2. yaitu : 1. 3.  Proses melihat dapat dijelaskan secara singkat melalui skema berikut : Rangsang cahaya  kornea  aqueous humour  lensa mata  vitreous humour  retina (fotoreseptor)  saraf  otak  kesan melihat. Iris berguna untuk mengendalikan ukuran pupil. Bintik kuning (fovea centralis/macula lutea). b) Lapisan kedua (Koroid) Merupakan lapisan tengah yang banyak mengandung pembuluh darah. Sel batang (basillus). Lensa ini membagi bola mata menjadi 2 ruang. atau coklat. dan retina. ada yang berwarna biru. yaitu : sclera. Ada 3 macam sel kerucut yang masing-masing peka terhadap rangsang warna merah. Pada bagian terdalam retina terdapat beberapa bagian. Ruang depan berisi aqueous humour yang berfungsi menjaga bentuk kantong depan bola mata dan ruang belakang berisi vitrous humour yang berfungsi menyokong lensa dan menolong atau menjaga bentuk bola mata. Bola mata terdiri dari tiga lapisan jaringan. dan hijau. biru. Bintik buta (vanava lutea). dan sel kerucut. Fungsinya sebagai penyedia makanan bagi bagian yang lain dari mata. Di belakang iris terdapat lensa mata yang berbentuk bikonveks. merupakan bagian retina yang tidak peka cahaya karena tidak mengandung saraf. peka terhadap cahaya terang. mengandung pigmen yang oeka terhadap cahaya yang disebut rodopsin. yaitu kemampuan pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda. merupakan bagian retina yang paling peka terhadap cahaya karena mengandung sel kerucut. Penyempitan pupil karena cahaya sangat terang disebut kontriksi. mengandung pigmen rodopsin. Reseptor (Fotoreseptor) a. Serabut saraf 2. terdapat kornea yang merupakan lapisan depan yang menonjol dan transparan yang membantu mengatur cahaya yang masuk ke dalam mata.  Sedangkan urutan jalannya cahaya adalah sebagai berikut : Kornea aqueous humour  pupil  lensa  vitreous humour  retina.  Pada Koroid terdapat bagian sebagai berikut : 1. sedang pelebaran pupil karena cahaya redup disebut dilatasi. Pupil Berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam bola mata. Mata normal (emmetropi) adalah yang dapat memfokuskan sinar sejajar yang masuk ke mata tepat di bintik kuning di retina.

bintik buta. ligament suspensor. berfungsi melindungi kornea dari gesekan. retina. konjungtiva. berfungsi untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata. fovea. iris tersusun atas serabut otot sirkuler dan radias. Karena memiliki sel-sel fotoreseptor. yaitu di korteks visual. iris. 4) Koroid Merupakan suatu lapisan sel-sel berpigmen hitam yang terletak di bagian belakang bola mata. Di tengah-tengah bagian di depan iris terdapat lubang yang dinamakan pupil (anak mata). Serabut-serabut saraf ganglion keluar dari retina untuk membentuk saraf optik yang berpusat di otak. saraf optik dan otot mata. yaitu mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengatur ukuran pupil. 7) Iris atau Selaput Pelangi Iris merupakan jaringan berbentuk cakram melingkar yang terdapat persis di depan lensa. Kedua sel fotoreseptor bersinapsis dengan sel-sel saraf bipolar dan sel-sel saraf bipolar bersinapsis dengan sel-sel saraf ganglion. pupil. Badan siliaris memproduksi aqueous humour. Bagian iris berfungsi seperti diafragma. yaitu sclera. koroid. badan siliaris. lensa mata. Mencegah pantulan (refleksi) cahaya di bagian dalam bola mata retina dengan cara menyerap semua cahaya yang masuk ke mata merupakan fungsi koroid. Otot-otot di dalam iris dapat berkontraksi dan berelaksasi membuat pupil menjadi lebih besar atau lebih kecil. kornea. Konjungtiva menyusun epitel kornea. 3) Kornea Di bagian depan Sklera terdapat lapisan kornea yang transparan sehingga memungkinkan cahaya masuk ke mata. retina berfungsi mendeteksi ada tidaknya cahaya. Sel-sel fotoreseptor pada retina terdiri atas sel-sel batang dan sel-sel kerucut. . Kontraksi dan relaksasi otot-otot siliaris mengatur cembung pipihnya lensa untuk menyesuaikan pemusatan (pemfokusan) cahaya. Badan silairis melekat pada lensa melalui ligamen suspensor.di belakang retina. misalnya lensa yang membantu kerja sel-sel reseptor. terutama untuk retina. Mata memiliki beberapa bagian penting. yaitu terdiri atas sejumlah besar sel reseptor cahaya dan warna serta struktur-struktur tambahan. pupil menjadi lebih kecil. 2) Konjungtiva Merupakan selaput mukosa yang tersusun atas epitel tipis yang membatasi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan sclera. 6) Retina Terletak dibelakang mata dan tersusun atas sel-sel saraf serta sel-sel fotoreseptor (selsel yang peka/sensitif terhadap cahaya). 5) Badan Siliaris Tersusun atas otot-otot melingkar dan menjari yang membentuk suatu cincin di sekeliling lensa pada bagian depan mata.Mata mamalia memiliki struktur yang kompleks. Pada saat cahaya terang. Bagian depan koroid membentuk badan siliaris dan iris. Kornea berfungsi membelokkan (membiaskan) cahaya untuk membantu pemfokusan (pemusatan) cahaya ke retina. Koroid berisi banyak kopiler darah yang memberi nutrisi dan oksigen. 1) Sklera Merupakan lapisan pembungkus bola mata yang tersusun dari jaringan ikat yang kuat berwarna putih buram dan tidak tembus cahaya.

Sebagian besar cahaya difokuskan di fovea. 10) Fovea Merupakan suatu bagian kecil pada bagian tengah retina yang tersusun atas sel-sel kerucut. Kontraksi dan relaksasi otot-otot siliaris akan merenggangkan dan mengendurkan ligament suspensor. Fovea disebut juga pusat mata. sel-sel batang berperan dalam proses penglihatan pada malam hari atau di tempat yang gelap dan menghasilkan ketajaman penglihatan yang rendah. pupil membesar sehingga lebih banyak sel-sel fotoreseptor pada retina yang distimulasi. Aqueous humour berfungsi mempertahankan bentuk yang di depan lensa mata. Bintik buta tidak memiliki sel-sel batang dan sel-sel kerucut sehingga tidak peka terhadap cahaya. elastik. menyokong lensa mata. contohnya beberapa . Pada manusia ada sekitar 7 juta sel kerucut dan lebih kurang 125 juta sel batang untuk setiap mata. 11) Bintik Buta Merupakan suatu bagian kecil pada retina tempat serabut-serabut saraf bertemu menjadi saraf optik.Sedangkan pada saat cahaya redup. kecuali di fovea. Salah satu contoh otot mata adalah otot rektus yang berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan. Perubahan ukuran pupil merupakan gerak refleks yang diatur oleh sistem saraf otonom. Fovea berfungsi memberikan ketajaman penglihatan yang tinggi. Adanya lensa mata yang menyebabkan rongga mata terbagi menjadi dua. ke kiri. Sel-sel batang tersebar di seluruh retina. Lensa mata berperan dalam mengatur cahaya untuk membentuk bayangan. 13) Saraf Optik Sekumpulan serabut saraf sensori yang meninggalkan bagian belakang mata disebut saraf optik. 8) Pupil Adanya lubang di tengah iris memungkinkan cahaya masuk ke mata. yaitu ruang di depan lensa mata yang berisi cairan bening (aqueous humour) dan ruang di belakang lensa mata yang berisi bahan transparan seperti jeli (vitreous humour). Sel-sel batang menunjukkan adanya titik pertemuan. di dalam retina terdapat dua macam sel-sel fotoreseptor. ke atas dan ke bawah. 9) Lensa Mata Lensa mata merupakan struktur yang transparan. 14) Otot Mata Otot mata berfungsi dalam pergerakan mata. Keduanya terdapat dalam jumlah sangat banyak. Saraf optik membawa rangsang dan retina menuju otak. Oleh karena itu. B. dan berbentuk bikonveks. Besar kecilnya diatur oleh iris. Pupil terlihat hitam karena semua cahaya yang masuk ke mata diserap oleh pigmen melainkan dalam koroid. yaitu sel-sel batang dan sel-sel kerucut. serta mempertahankan bentuk bola mata. Di bagian inilah saraf optik meninggalkan mata. Hal ini menyebabkan perubahan bentuk lensa. 12) Ligamen Suspensor Merupakan ligamen kuat yang menghubungkan otot-otot siliaris dengan lensa. Namun sel-sel batang tidak mampu mendeteksi warna. Sel-sel batang merupakan sel-sel yang sangat peka terhadap cahaya dengan intensitas rendah. Fotoreseptor Mata Seperti telah disebutkan di depan. sedangkan vitreous humour berfungsi mempertahankan bentuk ruang di belakang lensa mata.

diperlukan waktu 30 menit bagi rodopsin untuk terbentuk kembali dan dapat digunakan lagi untuk proses melihat. suatu derivate vitamin A). Sel-sel tersebut menghasilkan penglihatan dengan ketajaman yang tinggi. . ada tiga jenis sel kerucut. dan sel kerucut merah. Pada saat kita kembali ke tempat terang (dari tempat gelap). Berbeda dengan sel-sel batang. Di dalam sel kerucut terdapat pigmen fotosensitif iodopsin yaitu senyawa retinin dan opsin. sel-sel kerucut digunakan untuk proses melihat. Padahal fovea berisi sel-sel konus bukan sel-sel batang. Dikromat adalah orang yang hanya mempunyai dua sel kerucut. Karena hanya ada satu jenis rodopsin. bukan warna penampakan sel-sel tersebut. Inilah yang menyebabkan kita dapat melihat lebih jelas benda di tempat gelap dengan melihat dari sudut mata. hanya ada satu jenis sel batang. yaitu sel kerucut biru. Jika kita berdiri di tempat yang gelap. Dikromat hanya dapat menyerasikan spektrum warna dengan mencampur dua warna saja. Sel-sel kerucut hanya terdapat di fovea. rodopsin “menghilang” karena proses pengurainya lebih cepat daripada proses pembentukannya kembali. Pada keadaan demikian. kemungkinan besar kita tidak dapat melihat dengan jelas. masing-masing peka terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda dan berhubungan dengan warna biru. Monokromat merupakan orang yang hanya dapat membedakan hitam dan putih serta bayangan kelabu. dan melihat langsung pada obyek tertentu. rodopsin terurai menjadi opsin (suatu protein) dan retinal (retinen. Kucing. sel-sel kerucut peka terhadap intensitas cahaya yang tinggi dan perbedaan panjang gelombang sehingga berperan dalam proses penglihatan di siang hari atau di tempat-tempat terang. mereka menderita buta warna sebagian. hijau.sel batang bergabung membentuk hubungan dengan satu sel saraf menuju otak. Berdasarkan jenis iodopsin yang dikandungnya. rodopsin terurai kembali dengan cepat. Jika ketiga jenis sel kerucut mendapat stimulasi yang sama. Kerusakan sel kerucut menyebabkan buta warna (merah. Pada saat intensitas cahaya tinggi. Misalnya dikromat atau monokromat. Apa yang terjadi ? Kita akan melihat obyek tersebut lebih jelas daripada kalau obyek tersebut ditatap langsung. serta merah. rodopsin terbentuk kembali. Apabila kita melihat langsung pada sesuatu. Jika terpapar atau menyerap cahaya. Jika tidak ada cahaya atau gelap. kita akan melihat warna putih. Mata manusia berisi lebih sedikit sel-sel batang dibandingkan dengan mata hewan. Cobalah melihat obyek yang sama tidak secara langsung. sel kerucut hijau. biru atau kuning). Rusa. Inilah yang menyebabkan manusia mempunyai kemampuan melihat yang kurang baik pada waktu malam hari. maka cahaya yang masuk ke mata langsung mengenai fovea. melainkan dari sudut mata. Di dalam sel-sel batang terdapat pigmen fotosensitif rodopsin yaitu bentuk senyawa antara vitamin A dengan protein tertentu (warna merah atau ungu). Iodopsin terdapat dalam tiga bentuk berbeda. Dalam keadaan gelap total. dan Burung Hantu dapat melihat dengan cermat pada malam hari karena memiliki banyak sel-sel batang. Daerah di luar favealah yang banyak memiliki sel-sel batang. Karena ada tiga macam iodopsin. sel-sel kerucut mampu mendeteksi warna. Itulah sebabnya kita tidak dapat melihat pada saat kita berpindah dari tempat terang ke tempat gelap. Satu sel kerucut memiliki hubungan satu sel saraf menuju otak. Kita memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat melihat dengan jelas karena karena sel-sel batang membutuhkan waktu untuk menyintesis kembali rodopsin secara efektif. Burung Hantu bahkan memiliki sel-sel konus sedikit sekali sehingga akan mengalami buta di siang hari. Nama-nama tersebut berdasarkan warna cahaya yang diserap.

difokuskan) untuk obyek-obyek yang jauh (lebih dari 6 meter) untuk memfokuskan obyek yang dekat. kornea. dan 3) Pendeteksian bayangan oleh retina. aqueous humour. Pembiasan pada lensa dapat diatur dengan cara mengubah bentuk lensa berdasarkan jumlah pembiasan cahaya untuk pemfokusan yang tajam pada retina. kemudian mengirimkan rangsangan ke otak. Selanjutnya. cahaya yang dipantulkan dari benda jauh memerlukan lebih sedikit pembiasan sehingga lensa mata menjadi lebih pipih. dan viteous humour. otot-otot siliaris berkontraksi sehingga menghilangkan tegangan ligament suspensor. Pemfokusan cahaya ke dalam retina dari obyek pada jarak yang berbeda disebut akomodasi. mata terakomodasi (contohnya. Bagaimanakah mekanisme proses melihat pada mata ? untuk dapat melihat. Perubahanitu terjadi secara otomatis sebagai gerak reflek yang dinamakan akomodasi. lensa mata akan memipih atau mencembung untuk memfokuskan bayangan pada retina. Cahaya yang dipantulkan dari benda dekat memerlukan lebih banyak pembiasan untuk pemfokusan sehingga lensa mata menjadi lebih cembung. Pada keadaan demikian. Pembiasan cahaya terjadi pada saat cahaya melewati satu medium menuju medium lain yang berbeda kerapatannya. misalnya dari udara ke kornea. 2) Pemusatan (pemfokusan) cahaya oleh lensa mata untuk menghasilkan bayangan yang lebih jelas atau tajam. Pembiasan kebanyakan terjadi pada kornea. Proses Melihat Sebagian organ indra. Pemfokusan itu bertujuan menghasilkan satu titik cahaya pada retina untuk membentuk suatu bayangan obyek yang lebih jelas. Pemfokusan meliputi pembelokan atau pembiasan cahaya. otak menerjemahkan bayangan tersebut sehingga kita menerima bayangan dalam ukuran dan posisi yang benar. diperlukan adanya stimulus yang berupa cahaya. Perubahan kecembungan tersebut karena kontraksi dan relaksasi otot-otot ligament (badan siliaris) yang melekat pada bola mata. Pada saat otot siliaris berelaksasi tekanan luar humour pada sclera menarik ligament suspensor dan meregangkan lensa menjadi lebih pipih. Pada mata normal. pembiasan pada kornea tidak dapat diatur. Namun. Prinsip kerjasama dengan prinsip kerja kamera. . Pembiasan juga terjadi pada lensa.C. Kita hanya dapat melihat obyek pada jarak tertentu. Beberapa pantulan cahaya dari suatu objek masuk ke mata dan mengalami pembiasan (pembelokan) ke arah pupil oleh konjungtiva. bayang-bayang obyek akan jatuh pada retina (bintik kuning) yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar. Sementara itu. Cahaya yang mengenai suatu objek akan dipantulkan ke segala arah. mata peka terhadap intensitas dan panjang gelombang cahaya. Mata memiliki jarak terdekat untuk dapat melihat dengan jelas yang disebut titik dekat (punctum proximum). sedangkan jarak terjauh mata yang disebut titik jauh (punctum remotum). yaitu : 1) Pengaturan jumlah cahaya yang masuk oleh iris. Sel-sel fotoreseptor pada retina menerima stimulus cahaya. Namun. Akibatnya lensa menjadi lebih cembung. Oleh karena kecembungan lensa mata dapat berubah-ubah maka fokus penglihatan dapat diubah-ubah. Bayangan yang terbentuk pada retina diperkecil ukurannya dan terbalik. Kecembungan lensa mata dapat berubah-ubah.

Hanya bayangan benda dekat yang difokuskan atau jatuh secara tepat ke retina. katarak. glaucoma. Kelainan pada Alat Indra Penglihat Seperti halnya organ tubuh yang lain. Penderita presbiopia dapat ditolong dengan kaca mata berlensa rangkap (bifocal) yang terjadi atas lensa negatif (cekung) dan lensa positif (cembung). Hipemetropia terjadi karena bola mata terlalu pendek atau terlalu kecil atau lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina. 2) Hipermetropia Hipermetropia atau hiperopia disebut juga rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia. elastisitas lensa makin berkurang sehingga menjadi cukup baku dan daya akomodasinya berkurang. Sehingga berkas cahaya yang masuk ke mata tidak merata pembiasaannya. rabun senja. yaitu kaca mata berlensa silindris (memiliki beberapa fokus). Mata hipermetropia tidak dapat melihat benda yang dekat dengan jelas. dan juling. Untuk dapat melihat secara normal. mata sebagai alat indra penglihat juga dapat mengalami kelainan ataupun gangguan. Kelainan hipermetropia dapat diperbaiki dengan kacamata berlensa cembung (positif).D. penderita tidak dapat melihat dengan jelas benda atau obyek yang jaraknya jauh. Lensa cekung untuk melihat benda jauh dan lensa cembung untuk melihat benda dekat atau untuk membaca. Lensa cembung mempersempit berkas cahaya sehingga bayangan benda yang dekat jatuh pada retina. bayangan benda jatuh pada tempat yang tidak sama. hipermetropia. presbiopia. 4) Astigmatis Astigmatis merupakan kelainan yang terjadi karena kornea mata memiliki kecembungan yang tidak merata. yaitu kacamata yang diasah secara khusus sehingga dapat mengimbangi ketidakmerataan itu. Berbagai kelainan yang dapat terjadi pada alat indra penglihat. Akibatnya penderita tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang jaraknya dekat. astigmatis. Kelainan ini terjadi karena sinar yang datang tidak jatuh pada bintik kuning. tepat pada retina. penderita miopia membutuhkan kacamata berlensa cekung (negatif) lensa cekung menyebarkan cahaya agar bayangan pada benda berfokus tepat di retina. Akibatnya. Mata hipemetropia hanya mampu memfokuskan bayangan pada yang jauh. Akibatnya. antara lain myopia. 5) Katarak Katarak merupakan kelainan pada mata yang terjadi karena adanya pengapuran pada lensa sehingga elastisitasnya berkurang dan pandangan menjadi tidak jelas (kabur). 3) Presbiopia Presbiopia disebut juga mata tua karena terjadi seiring dengan proses penuaan karena faktor usia (di atas 45 tahun). 1) Miopia Miopia atau rabun jauh merupakan kelainan yang disebabkan bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu bulat sehingga bayangan benda atau obyek yang jaraknya jauh akan jatuh atau difokuskan di depan retina. Hipermetropia umumnya diderita oleh orang-orang yang berusia di atas 45 tahun. buta warna. . Penderita astigmatis dapat dibantu dengankaca mata berlensa silindris (memiliki beberapa fokus).

Kekurangan vitamin A adalah bagian dari pigmen rodopsin. Salah satunya adalah buta warna merah hijau yang tidak dapat membedakan warna merah dan hijau. Kekurangan pigmen rodopsin menyebabkan mata menjadi tidak respnsif atau tidak tanggap terhadap jumlah cahaya yang sedikit. pada beberapa kasus hal itu disebabkan oleh penebalan lensa mata. terutama pada waktu sore hari (senja). peradangan. Ada beberapa macam buta warna. Sebagian besar penurunan absorbs aqueous humour yang menimbulkan glaucoma belum diketahui. . dan dapat diatasi dengan absorbs kecil. Jika glaukom atidak segera ditangani. tekanan pada saraf optik akan menyebabkan rusaknya retina yang berakhir dengan kebutaan. Sebab-sebab lainnya belum diketahui. Glaucoma sering menimbulkan rasa nyeri pada mata. 9) Juling Juling disebabkan karena kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri tidak serasi. Buta warna merah hijau disebabkan oleh kekurangan atau tidak memiliki sel-sel kerucut merah dan hijau. 7) Rabun senja Rabun senja. buta warna atau buta ayam merupakan kelainan pada mata yang ditandai ketidakmampuan melihat pada saat cahaya redup. Kelainan ini lebih banyak diderita oleh kaum laki-laki daripada kaum perempuan karena gen-gen untuk buta warna merupakan gen resesif yang dibawa oleh kromosom x. atau faktor-faktor fisik yang menekan atau menyumbat aliran absorpsi. Buta warna merupakan kelainan turunan yang terpaut jenis kelamin. Rabun senja disebabkan karena kekurangan pigmen rodopsin yang berguna untuk penglihatan pada saat cahaya redup.Pengaburan itu juga menghalangi masuknya cahaya ke mata katarak dapat dihilangkan dengan jalan operasi. Peningkatan tekanan tersebut disebabkan oleh bertambahnya sekresi dan penurunan absorbs aqueous humour. 6) Buta warna Buta warna dipercayai hubungan dengan defisiensi atau kekurangan sel-sel kerucut pada retina. 8) Glaucoma Glaukoma adalah munculnya bulor (lingkaran) hijau pada irus karena tekanan di dalam mata meningkat. Rabun senja merupakan salah satu tanda kekurangan vitamin A. Namun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful