ALAT INDRA PENGLIHATAN

By: Muhammad Agita Hutomo,S.Ked Alat indra adalah bagian organ yang mampu menerima rangsangan dari luar (reseptor). Alat indra penglihat pada manusia ialah sepasang mata. Di mata terdapat reseptor khusus cahaya yang disebut fotoreseptor. Kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita karena mata mengeluarkan pantulan cahaya dari matahari dan sumber cahaya lainnya, kemudian mengubahnya menjadi rangsang saraf. Rangsang tersebut diubah menjadi gambar yang kita lihat melalui otak yang disebut korteks visual, otak mengetahui apa yang dilihat dengan cara mencari pola dan membandingkannya dengan pola-pola lain yang telah dikenali otak. A. Struktur Mata Mata mamalia, khususnya manusia, berbentuk sferikal (bulat agak lonjong) dengan diameter 2,5 cm dan terletak di dalam rongga mata (orbit) pada tengkorak. Bolamata dilindungi oleh tulang dahi dan tulang pipi. Mata memiliki bagian-bagian luar yaitu alis mata, kelopak mata, kelenjar air mata, dan bulu mata. 1) Alis Mata Alis mata merupakan kumpulan rambut kasar yang terletak di atas mata. Alis mata berguna untuk mencegah keringat dan kotoran dari dahi masuk ke dalam mata. 2) Kelopak Mata Kelopak mata berguna untuk menutup bola mata dan melindungi bola mata dari debu dan cahaya yang menyilaukan. Kelopak mata akan segera menutup jika ada cahaya yang terlalu terang atau ada benda yang akan masuk ke mata. Tanpa disadari, kita sering menutup dan membuka kelopak mata, yang sering disebut berkedip. Gerakan yang demikian disebut gerakan refleks. Gerakan kelopak mata yang sekaligus membersihkan kornea. 3) Kelenjar Air Mata Di dalam kelopak mata terdapat kelenjar air mata yang menyekresi air mata. Air mata merupakan cairan yang mengandung garam Natrium Klorida (NAHCO3). Ar mata menyebar ke seluruh permukaan mata pada saat mata berkedip untuk melumasi, melembabkan dan membersihkan mata dari partikel-partikel debu atau benda-benda asing. Air mata juga mengandung lizozim, yaitu enzim pembunuh bakteri yang melindungi mata. Air mata berguna untuk : a) Membasahi kornea, b) melindungi mata dari kuman, serta c) menjaga mata dan bagian dalam kelopak mata agar tetap sehat dan lembut. 4) Bulu Mata Bulu mata dapat diumpamakan sebagai tirai (kisi-kisi). Kegunaan bulu mata adalah sebagai berikut : a. Mengurangi cahaya yang masuk ke mata apabila cahaya itu terlalu terang. b. Mencegah debu dan kotoran agar tidak dapat masuk ke dalam mata.

Serabut saraf 2. dan retina.  Sedangkan urutan jalannya cahaya adalah sebagai berikut : Kornea aqueous humour  pupil  lensa  vitreous humour  retina. yaitu : 1. dan hijau. 2. hitam. merupakan bagian retina yang tidak peka cahaya karena tidak mengandung saraf. Lensa mata mempunyai daya akomodasi. Sel kerucut (konus). peka terhadap cahaya redup. ada yang berwarna biru. Pada bagian terdalam retina terdapat beberapa bagian. Di belakang iris terdapat lensa mata yang berbentuk bikonveks. Reseptor (Fotoreseptor) a. . Penyempitan pupil karena cahaya sangat terang disebut kontriksi. b. a) Lapisan mata pertama (sclera) Merupakan lapisan terluar yang berwarna putih dan keras. Pupil Berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam bola mata.  Pada Koroid terdapat bagian sebagai berikut : 1. yaitu kemampuan pemfokusan obyek pada jarak yang berbeda.  Proses melihat dapat dijelaskan secara singkat melalui skema berikut : Rangsang cahaya  kornea  aqueous humour  lensa mata  vitreous humour  retina (fotoreseptor)  saraf  otak  kesan melihat. biru. merupakan bagian retina yang paling peka terhadap cahaya karena mengandung sel kerucut. b) Lapisan kedua (Koroid) Merupakan lapisan tengah yang banyak mengandung pembuluh darah. Sel batang (basillus). Bintik kuning (fovea centralis/macula lutea). yaitu : Bagian yang mengandung pigmen mata. atau coklat. mengandung pigmen yang oeka terhadap cahaya yang disebut rodopsin. Bola mata terdiri dari tiga lapisan jaringan. Gonglia 4. Bintik buta (vanava lutea). 3. peka terhadap cahaya terang. 5. Iris (selaput pelangi). sel batang. Lensa ini membagi bola mata menjadi 2 ruang. c) Lapisan ketiga (Retina/selaput jala) Retina berfungsi mengubah energi gelombang cahaya ke dalam impuls saraf. Ada 3 macam sel kerucut yang masing-masing peka terhadap rangsang warna merah. yaitu : sclera. Fungsinya sebagai penyedia makanan bagi bagian yang lain dari mata. terdapat kornea yang merupakan lapisan depan yang menonjol dan transparan yang membantu mengatur cahaya yang masuk ke dalam mata. koroid. sedang pelebaran pupil karena cahaya redup disebut dilatasi. Iris berguna untuk mengendalikan ukuran pupil. mengandung pigmen rodopsin. Mata normal (emmetropi) adalah yang dapat memfokuskan sinar sejajar yang masuk ke mata tepat di bintik kuning di retina. Ruang depan berisi aqueous humour yang berfungsi menjaga bentuk kantong depan bola mata dan ruang belakang berisi vitrous humour yang berfungsi menyokong lensa dan menolong atau menjaga bentuk bola mata. dan sel kerucut.

Kontraksi dan relaksasi otot-otot siliaris mengatur cembung pipihnya lensa untuk menyesuaikan pemusatan (pemfokusan) cahaya. konjungtiva. Mencegah pantulan (refleksi) cahaya di bagian dalam bola mata retina dengan cara menyerap semua cahaya yang masuk ke mata merupakan fungsi koroid. Karena memiliki sel-sel fotoreseptor. Konjungtiva menyusun epitel kornea. Kornea berfungsi membelokkan (membiaskan) cahaya untuk membantu pemfokusan (pemusatan) cahaya ke retina. kornea. badan siliaris. 5) Badan Siliaris Tersusun atas otot-otot melingkar dan menjari yang membentuk suatu cincin di sekeliling lensa pada bagian depan mata. Sel-sel fotoreseptor pada retina terdiri atas sel-sel batang dan sel-sel kerucut. fovea. ligament suspensor. 6) Retina Terletak dibelakang mata dan tersusun atas sel-sel saraf serta sel-sel fotoreseptor (selsel yang peka/sensitif terhadap cahaya). pupil menjadi lebih kecil. Bagian depan koroid membentuk badan siliaris dan iris. yaitu sclera. yaitu di korteks visual. Otot-otot di dalam iris dapat berkontraksi dan berelaksasi membuat pupil menjadi lebih besar atau lebih kecil. berfungsi melindungi kornea dari gesekan. . iris. pupil. retina. retina berfungsi mendeteksi ada tidaknya cahaya. 7) Iris atau Selaput Pelangi Iris merupakan jaringan berbentuk cakram melingkar yang terdapat persis di depan lensa.Mata mamalia memiliki struktur yang kompleks. terutama untuk retina. Pada saat cahaya terang. lensa mata. 3) Kornea Di bagian depan Sklera terdapat lapisan kornea yang transparan sehingga memungkinkan cahaya masuk ke mata. yaitu mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengatur ukuran pupil. Mata memiliki beberapa bagian penting. berfungsi untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata. 1) Sklera Merupakan lapisan pembungkus bola mata yang tersusun dari jaringan ikat yang kuat berwarna putih buram dan tidak tembus cahaya. Koroid berisi banyak kopiler darah yang memberi nutrisi dan oksigen. saraf optik dan otot mata. Badan silairis melekat pada lensa melalui ligamen suspensor. Badan siliaris memproduksi aqueous humour. Di tengah-tengah bagian di depan iris terdapat lubang yang dinamakan pupil (anak mata). yaitu terdiri atas sejumlah besar sel reseptor cahaya dan warna serta struktur-struktur tambahan. Bagian iris berfungsi seperti diafragma. misalnya lensa yang membantu kerja sel-sel reseptor. Serabut-serabut saraf ganglion keluar dari retina untuk membentuk saraf optik yang berpusat di otak. 2) Konjungtiva Merupakan selaput mukosa yang tersusun atas epitel tipis yang membatasi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan sclera. iris tersusun atas serabut otot sirkuler dan radias. Kedua sel fotoreseptor bersinapsis dengan sel-sel saraf bipolar dan sel-sel saraf bipolar bersinapsis dengan sel-sel saraf ganglion. koroid. bintik buta.di belakang retina. 4) Koroid Merupakan suatu lapisan sel-sel berpigmen hitam yang terletak di bagian belakang bola mata.

Bintik buta tidak memiliki sel-sel batang dan sel-sel kerucut sehingga tidak peka terhadap cahaya. kecuali di fovea. elastik.Sedangkan pada saat cahaya redup. 9) Lensa Mata Lensa mata merupakan struktur yang transparan. menyokong lensa mata. serta mempertahankan bentuk bola mata. Adanya lensa mata yang menyebabkan rongga mata terbagi menjadi dua. Fotoreseptor Mata Seperti telah disebutkan di depan. 11) Bintik Buta Merupakan suatu bagian kecil pada retina tempat serabut-serabut saraf bertemu menjadi saraf optik. Aqueous humour berfungsi mempertahankan bentuk yang di depan lensa mata. 13) Saraf Optik Sekumpulan serabut saraf sensori yang meninggalkan bagian belakang mata disebut saraf optik. Di bagian inilah saraf optik meninggalkan mata. Fovea berfungsi memberikan ketajaman penglihatan yang tinggi. di dalam retina terdapat dua macam sel-sel fotoreseptor. Lensa mata berperan dalam mengatur cahaya untuk membentuk bayangan. Sel-sel batang merupakan sel-sel yang sangat peka terhadap cahaya dengan intensitas rendah. Perubahan ukuran pupil merupakan gerak refleks yang diatur oleh sistem saraf otonom. sedangkan vitreous humour berfungsi mempertahankan bentuk ruang di belakang lensa mata. ke atas dan ke bawah. Sebagian besar cahaya difokuskan di fovea. Pada manusia ada sekitar 7 juta sel kerucut dan lebih kurang 125 juta sel batang untuk setiap mata. contohnya beberapa . Saraf optik membawa rangsang dan retina menuju otak. 14) Otot Mata Otot mata berfungsi dalam pergerakan mata. sel-sel batang berperan dalam proses penglihatan pada malam hari atau di tempat yang gelap dan menghasilkan ketajaman penglihatan yang rendah. Besar kecilnya diatur oleh iris. 10) Fovea Merupakan suatu bagian kecil pada bagian tengah retina yang tersusun atas sel-sel kerucut. Sel-sel batang tersebar di seluruh retina. Hal ini menyebabkan perubahan bentuk lensa. Salah satu contoh otot mata adalah otot rektus yang berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan. 12) Ligamen Suspensor Merupakan ligamen kuat yang menghubungkan otot-otot siliaris dengan lensa. Keduanya terdapat dalam jumlah sangat banyak. ke kiri. Oleh karena itu. Kontraksi dan relaksasi otot-otot siliaris akan merenggangkan dan mengendurkan ligament suspensor. pupil membesar sehingga lebih banyak sel-sel fotoreseptor pada retina yang distimulasi. dan berbentuk bikonveks. yaitu ruang di depan lensa mata yang berisi cairan bening (aqueous humour) dan ruang di belakang lensa mata yang berisi bahan transparan seperti jeli (vitreous humour). yaitu sel-sel batang dan sel-sel kerucut. Namun sel-sel batang tidak mampu mendeteksi warna. 8) Pupil Adanya lubang di tengah iris memungkinkan cahaya masuk ke mata. Sel-sel batang menunjukkan adanya titik pertemuan. B. Pupil terlihat hitam karena semua cahaya yang masuk ke mata diserap oleh pigmen melainkan dalam koroid. Fovea disebut juga pusat mata.

rodopsin terurai menjadi opsin (suatu protein) dan retinal (retinen. Satu sel kerucut memiliki hubungan satu sel saraf menuju otak. Jika kita berdiri di tempat yang gelap. Apabila kita melihat langsung pada sesuatu. maka cahaya yang masuk ke mata langsung mengenai fovea. kemungkinan besar kita tidak dapat melihat dengan jelas. diperlukan waktu 30 menit bagi rodopsin untuk terbentuk kembali dan dapat digunakan lagi untuk proses melihat. Di dalam sel kerucut terdapat pigmen fotosensitif iodopsin yaitu senyawa retinin dan opsin. dan Burung Hantu dapat melihat dengan cermat pada malam hari karena memiliki banyak sel-sel batang. Jika tidak ada cahaya atau gelap. Monokromat merupakan orang yang hanya dapat membedakan hitam dan putih serta bayangan kelabu. Cobalah melihat obyek yang sama tidak secara langsung. mereka menderita buta warna sebagian. sel-sel kerucut peka terhadap intensitas cahaya yang tinggi dan perbedaan panjang gelombang sehingga berperan dalam proses penglihatan di siang hari atau di tempat-tempat terang. Jika ketiga jenis sel kerucut mendapat stimulasi yang sama. Inilah yang menyebabkan kita dapat melihat lebih jelas benda di tempat gelap dengan melihat dari sudut mata. Dikromat hanya dapat menyerasikan spektrum warna dengan mencampur dua warna saja. Kerusakan sel kerucut menyebabkan buta warna (merah. biru atau kuning). dan sel kerucut merah. serta merah. rodopsin terbentuk kembali. rodopsin “menghilang” karena proses pengurainya lebih cepat daripada proses pembentukannya kembali. Apa yang terjadi ? Kita akan melihat obyek tersebut lebih jelas daripada kalau obyek tersebut ditatap langsung. Inilah yang menyebabkan manusia mempunyai kemampuan melihat yang kurang baik pada waktu malam hari. sel-sel kerucut digunakan untuk proses melihat. . Itulah sebabnya kita tidak dapat melihat pada saat kita berpindah dari tempat terang ke tempat gelap. Burung Hantu bahkan memiliki sel-sel konus sedikit sekali sehingga akan mengalami buta di siang hari. sel kerucut hijau. rodopsin terurai kembali dengan cepat. suatu derivate vitamin A). Nama-nama tersebut berdasarkan warna cahaya yang diserap. Sel-sel kerucut hanya terdapat di fovea. yaitu sel kerucut biru. Iodopsin terdapat dalam tiga bentuk berbeda. Karena ada tiga macam iodopsin. Dalam keadaan gelap total. Karena hanya ada satu jenis rodopsin. Kucing. Mata manusia berisi lebih sedikit sel-sel batang dibandingkan dengan mata hewan.sel batang bergabung membentuk hubungan dengan satu sel saraf menuju otak. Misalnya dikromat atau monokromat. Daerah di luar favealah yang banyak memiliki sel-sel batang. Padahal fovea berisi sel-sel konus bukan sel-sel batang. hijau. Berbeda dengan sel-sel batang. sel-sel kerucut mampu mendeteksi warna. hanya ada satu jenis sel batang. Pada saat intensitas cahaya tinggi. Pada keadaan demikian. dan melihat langsung pada obyek tertentu. Pada saat kita kembali ke tempat terang (dari tempat gelap). melainkan dari sudut mata. Di dalam sel-sel batang terdapat pigmen fotosensitif rodopsin yaitu bentuk senyawa antara vitamin A dengan protein tertentu (warna merah atau ungu). masing-masing peka terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda dan berhubungan dengan warna biru. Kita memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat melihat dengan jelas karena karena sel-sel batang membutuhkan waktu untuk menyintesis kembali rodopsin secara efektif. bukan warna penampakan sel-sel tersebut. Sel-sel tersebut menghasilkan penglihatan dengan ketajaman yang tinggi. Berdasarkan jenis iodopsin yang dikandungnya. Jika terpapar atau menyerap cahaya. kita akan melihat warna putih. ada tiga jenis sel kerucut. Dikromat adalah orang yang hanya mempunyai dua sel kerucut. Rusa.

Bayangan yang terbentuk pada retina diperkecil ukurannya dan terbalik. mata peka terhadap intensitas dan panjang gelombang cahaya. Sementara itu. cahaya yang dipantulkan dari benda jauh memerlukan lebih sedikit pembiasan sehingga lensa mata menjadi lebih pipih. kornea. diperlukan adanya stimulus yang berupa cahaya. Prinsip kerjasama dengan prinsip kerja kamera. Cahaya yang dipantulkan dari benda dekat memerlukan lebih banyak pembiasan untuk pemfokusan sehingga lensa mata menjadi lebih cembung. mata terakomodasi (contohnya. otak menerjemahkan bayangan tersebut sehingga kita menerima bayangan dalam ukuran dan posisi yang benar. 2) Pemusatan (pemfokusan) cahaya oleh lensa mata untuk menghasilkan bayangan yang lebih jelas atau tajam. dan 3) Pendeteksian bayangan oleh retina. Pembiasan cahaya terjadi pada saat cahaya melewati satu medium menuju medium lain yang berbeda kerapatannya.C. Pada saat otot siliaris berelaksasi tekanan luar humour pada sclera menarik ligament suspensor dan meregangkan lensa menjadi lebih pipih. misalnya dari udara ke kornea. lensa mata akan memipih atau mencembung untuk memfokuskan bayangan pada retina. Pembiasan pada lensa dapat diatur dengan cara mengubah bentuk lensa berdasarkan jumlah pembiasan cahaya untuk pemfokusan yang tajam pada retina. Kita hanya dapat melihat obyek pada jarak tertentu. Selanjutnya. difokuskan) untuk obyek-obyek yang jauh (lebih dari 6 meter) untuk memfokuskan obyek yang dekat. Oleh karena kecembungan lensa mata dapat berubah-ubah maka fokus penglihatan dapat diubah-ubah. . aqueous humour. Sel-sel fotoreseptor pada retina menerima stimulus cahaya. Pemfokusan cahaya ke dalam retina dari obyek pada jarak yang berbeda disebut akomodasi. Kecembungan lensa mata dapat berubah-ubah. Bagaimanakah mekanisme proses melihat pada mata ? untuk dapat melihat. Namun. bayang-bayang obyek akan jatuh pada retina (bintik kuning) yaitu bagian yang paling peka terhadap sinar. Pembiasan juga terjadi pada lensa. kemudian mengirimkan rangsangan ke otak. Pemfokusan meliputi pembelokan atau pembiasan cahaya. yaitu : 1) Pengaturan jumlah cahaya yang masuk oleh iris. Cahaya yang mengenai suatu objek akan dipantulkan ke segala arah. pembiasan pada kornea tidak dapat diatur. Perubahanitu terjadi secara otomatis sebagai gerak reflek yang dinamakan akomodasi. sedangkan jarak terjauh mata yang disebut titik jauh (punctum remotum). Akibatnya lensa menjadi lebih cembung. Beberapa pantulan cahaya dari suatu objek masuk ke mata dan mengalami pembiasan (pembelokan) ke arah pupil oleh konjungtiva. Pembiasan kebanyakan terjadi pada kornea. Pemfokusan itu bertujuan menghasilkan satu titik cahaya pada retina untuk membentuk suatu bayangan obyek yang lebih jelas. Mata memiliki jarak terdekat untuk dapat melihat dengan jelas yang disebut titik dekat (punctum proximum). Pada keadaan demikian. Perubahan kecembungan tersebut karena kontraksi dan relaksasi otot-otot ligament (badan siliaris) yang melekat pada bola mata. dan viteous humour. Namun. Pada mata normal. otot-otot siliaris berkontraksi sehingga menghilangkan tegangan ligament suspensor. Proses Melihat Sebagian organ indra.

antara lain myopia. Akibatnya. Hanya bayangan benda dekat yang difokuskan atau jatuh secara tepat ke retina. penderita tidak dapat melihat dengan jelas benda atau obyek yang jaraknya jauh. elastisitas lensa makin berkurang sehingga menjadi cukup baku dan daya akomodasinya berkurang. Penderita astigmatis dapat dibantu dengankaca mata berlensa silindris (memiliki beberapa fokus). penderita miopia membutuhkan kacamata berlensa cekung (negatif) lensa cekung menyebarkan cahaya agar bayangan pada benda berfokus tepat di retina. Lensa cekung untuk melihat benda jauh dan lensa cembung untuk melihat benda dekat atau untuk membaca. bayangan benda jatuh pada tempat yang tidak sama. 5) Katarak Katarak merupakan kelainan pada mata yang terjadi karena adanya pengapuran pada lensa sehingga elastisitasnya berkurang dan pandangan menjadi tidak jelas (kabur). Kelainan pada Alat Indra Penglihat Seperti halnya organ tubuh yang lain. Mata hipermetropia tidak dapat melihat benda yang dekat dengan jelas. Mata hipemetropia hanya mampu memfokuskan bayangan pada yang jauh. hipermetropia. .D. Berbagai kelainan yang dapat terjadi pada alat indra penglihat. mata sebagai alat indra penglihat juga dapat mengalami kelainan ataupun gangguan. glaucoma. Akibatnya. rabun senja. Akibatnya penderita tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang jaraknya dekat. Penderita presbiopia dapat ditolong dengan kaca mata berlensa rangkap (bifocal) yang terjadi atas lensa negatif (cekung) dan lensa positif (cembung). Untuk dapat melihat secara normal. tepat pada retina. astigmatis. buta warna. yaitu kacamata yang diasah secara khusus sehingga dapat mengimbangi ketidakmerataan itu. 3) Presbiopia Presbiopia disebut juga mata tua karena terjadi seiring dengan proses penuaan karena faktor usia (di atas 45 tahun). dan juling. 1) Miopia Miopia atau rabun jauh merupakan kelainan yang disebabkan bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu bulat sehingga bayangan benda atau obyek yang jaraknya jauh akan jatuh atau difokuskan di depan retina. Hipemetropia terjadi karena bola mata terlalu pendek atau terlalu kecil atau lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina. presbiopia. Sehingga berkas cahaya yang masuk ke mata tidak merata pembiasaannya. Kelainan hipermetropia dapat diperbaiki dengan kacamata berlensa cembung (positif). Hipermetropia umumnya diderita oleh orang-orang yang berusia di atas 45 tahun. Kelainan ini terjadi karena sinar yang datang tidak jatuh pada bintik kuning. 2) Hipermetropia Hipermetropia atau hiperopia disebut juga rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia. yaitu kaca mata berlensa silindris (memiliki beberapa fokus). Lensa cembung mempersempit berkas cahaya sehingga bayangan benda yang dekat jatuh pada retina. katarak. 4) Astigmatis Astigmatis merupakan kelainan yang terjadi karena kornea mata memiliki kecembungan yang tidak merata.

peradangan. 9) Juling Juling disebabkan karena kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri tidak serasi. 7) Rabun senja Rabun senja.Pengaburan itu juga menghalangi masuknya cahaya ke mata katarak dapat dihilangkan dengan jalan operasi. Buta warna merah hijau disebabkan oleh kekurangan atau tidak memiliki sel-sel kerucut merah dan hijau. Ada beberapa macam buta warna. Buta warna merupakan kelainan turunan yang terpaut jenis kelamin. buta warna atau buta ayam merupakan kelainan pada mata yang ditandai ketidakmampuan melihat pada saat cahaya redup. Sebagian besar penurunan absorbs aqueous humour yang menimbulkan glaucoma belum diketahui. 6) Buta warna Buta warna dipercayai hubungan dengan defisiensi atau kekurangan sel-sel kerucut pada retina. atau faktor-faktor fisik yang menekan atau menyumbat aliran absorpsi. . Kelainan ini lebih banyak diderita oleh kaum laki-laki daripada kaum perempuan karena gen-gen untuk buta warna merupakan gen resesif yang dibawa oleh kromosom x. Kekurangan vitamin A adalah bagian dari pigmen rodopsin. Rabun senja disebabkan karena kekurangan pigmen rodopsin yang berguna untuk penglihatan pada saat cahaya redup. 8) Glaucoma Glaukoma adalah munculnya bulor (lingkaran) hijau pada irus karena tekanan di dalam mata meningkat. Rabun senja merupakan salah satu tanda kekurangan vitamin A. Sebab-sebab lainnya belum diketahui. Kekurangan pigmen rodopsin menyebabkan mata menjadi tidak respnsif atau tidak tanggap terhadap jumlah cahaya yang sedikit. dan dapat diatasi dengan absorbs kecil. pada beberapa kasus hal itu disebabkan oleh penebalan lensa mata. Peningkatan tekanan tersebut disebabkan oleh bertambahnya sekresi dan penurunan absorbs aqueous humour. Salah satunya adalah buta warna merah hijau yang tidak dapat membedakan warna merah dan hijau. Glaucoma sering menimbulkan rasa nyeri pada mata. tekanan pada saraf optik akan menyebabkan rusaknya retina yang berakhir dengan kebutaan. terutama pada waktu sore hari (senja). Jika glaukom atidak segera ditangani. Namun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful