Nurul Nisa Muhammad 101404038 Pendidikan Biologi 2010 (A

)
a. Judul Percobaan : PERCOBAAN OSMOSIS b. Rumusan Masalah 1. Apakah proses osmosis itu? 2. Yang manakah larutan yang bersifat isotonis, hipotoni dan hipertonis terhadap cairan sel kentang? c. Tujuan Percobaan 1. Mengetahui proses osmosis pada kentang. 2. Menentukan larutan yang bersifat isotonis, hipotonis dan hipertonis terhadap cairan sel kentang. d. Alat dan Bahan 1. Alat: a) Pinset b) Gelas Kimia c) Timbangan Digital 2. Bahan: a) Kentang b) Air suling c) Larutan Sukrosa (0,1 M; 0,2 M; 0,3 M; 0,4 M; 0,5 M; dan 0,6 M) e. Langkah Kerja 1. Langkah 1 a) Mengklik dan menarik pincet di atas tumpukan potongan kentang yang berukuran 3 cm x 5 mm untuk memilih 4 potongan kentang dari tumpukan tersebut. Kemudian menimbang potongan kentang tersebut untuk mendapatkan massa awal. b) Menglik ikon buku catatan dan catat hasil penimbangannya. c) Mengklik dan menarik kentang yang sudah ditimbang tadi ke gelas beker nomor 1 sampai gelas beker bernomor 6. d) Menimbang dan mencatat semua massa awal dari keelompok kentang yang dimasukkan dalam 6 gelasbeker 2. Langkah 2 a) Mengklik pada bagian label putih pada tiap gelas beker untuk memilih air suling atau larutan sukrosa. Ketika sudah memilih, maka secara otomatis akan ditambahkan 100 mL larutan ke dalam gelas beker sesuai dengan pilihan larutan. Larutan yang telah dipilih akan secara otomatis terisi dalam lembar hasil pengamatan. b) Mengklik ikon jam pada layar anda untuk memulai pengamatan selama 24 jam. 3. Langkah 3 a) Menggunakan pinset untuk menimbang tiap-tiap kelompok kentang pada gelas beker 1 hingga 6 untuk memperoleh massa akhir.

Air berpindah dari larutan dengan PA lebih tinggi ke larutan dengan PA rendah (PA diukur dengan satuan tekanan. atau biasanya kPa). merupakan nilai PA tertinggi. Energi bebas zuatu zat per unit jumlah. Pelarut dari larutan encer akan lebih banyak berpindah ke larutan pekat. Kajian Teori Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit . Akibat perpindahan pelarut tersebut. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menuju daerah yang berpotensial kimia lebih kecil (Ismail. diucap ‘sy’). 2012). terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit. . Perbedaan tinggi kedua larutan menyebabkan adanya perbedaan tekanan di antara kedua larutan. Aliran pelarut akan mencapai kesetimbangan. pelarut bergerak dari dua arah yang berlawanan dengan kecepatan yang berbeda. f. 2008). Semua larutan mempunyai Ψw < 0. Pada kesetimbangan tersebut terdapat perbedaan ketinggian larutan encer dan larutan pekat. Pelarut dari konsentrasi rendah (larutan encer) berpindah ke konsentrasi tinggi (larutan pekat) dengan kecepatan yang lebih besar dibandingkan kecepatan gerak pelarut dari arah sebaliknya. yang menggambarkan kemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. permukaan larutan pekat berangsur menjadi lebih tinggi.Nurul Nisa Muhammad 101404038 Pendidikan Biologi 2010 (A) b) Mencatat massa akhir tiap kelompok kentang pada larutan yang berbeda pula pada lembar pengamatan. 2012). Potensial air adalah kemampuan air untuk melakukan pergerakan/perpindahan. telah memiliki kecepatan yang sama. Perpindahan pelarut dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat ini disebut proses osmosis (Anonim. Osmosis dapat diukur dengan menggunakan potensial air (PA). jika aliran pelarut dari larutan encer ke larutan pekat. Tekanan pada sisi larutan pekat lebih tinggi dari pada tekanan pada larutan encer sebesar tekanan osmotik. dapat berupa Pa. Tekanan yang diperlukan untuk mempertahankan agar pelarut tidak berpindah ke larutan pekat disebut tekanan osmotik (π) (Anonim. Pada proses osmosis. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Air murni (100% air) mempunyai Ψw=0. untuk mendapatkan perubahaan massa dan persen perubahan massa maka secara otomatis akan dihitung setelah mengklik ikon calculate. di bawah kondisi yang sama. 2008). dan tidk akan ditemukan Ψw >0 (Ismail. c) Membandingkan hasil pengamatan dengan hasil yang diharapkan dan klik tombol analisis untuk menganalisis hasil pengamatan. Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air . huruf psi Yunani. dan sebaliknya. Potensial air (Ψw.

Tabel 2.Nurul Nisa Muhammad 101404038 Pendidikan Biologi 2010 (A) g. Hasil 1. Grafik .

http://jjuian. Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel. Kesimpulan 1. Telah diketahui bahwa osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak (konsentrasi tinggi) ke daerah dengan air yang lebih sedikit (konsentrasi rendah). Proses Osmosis Pada Kentang. tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel. Larutan hipotonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih rendah (tekanan osmotik lebih rendah) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke dalam sel.blogspot. sedangkan pada beker 3 bersifat isotonis.html. dan 6 mengalami pengurangan/penurunan massa/berat kentang. dan adapun pada beker 4. Dalam lingkungan hipertonik. Osmosis adalah difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak (konsentrasi tinggi) ke daerah dengan air yang lebih sedikit (konsentrasi rendah) 2. Hal ini dikeranakan pada beker 1 dan 2 larutan sukrosa bersifat hipotonis. 5. Diakses pada tanggal 23 Oktober 2012. Sedangkan larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain. sedangkan larutan hipotonis menyebabkan penambahan massa/berat pada kentang. Daftar Pustaka Anonim.com/2011/03/prosesosmosis-pada-kentang. Makassar: FMIPA UNM . Pembahasan Berdasarkan hasil yang tertera di atas. Fisiologi Tumbuhan. dan adapun larutan hipertonis menyebabkan pengurangan/penurunan massa/berat pada kentang. Ismail. tekanan osmotik menyebabkan jaringan mengalirkan air ke dalam sel. Larutan isotonis menyebabkan kentang tidak mengalami perubahan massa/berat. i. 2012. sehingga tidak ada pergerakan air.Nurul Nisa Muhammad 101404038 Pendidikan Biologi 2010 (A) h. dan pada beker 4. sedangkan pada beker 3 tidak mengalami perubahan massa/berat kentang. Dengan menempatkan sel dalam lingkungan hipotonik. dapat dilihat bahwa pada beker 1 dan 2 mengalami penambahan massa/berat kentang. 5. 2008. dan 6 bersifat hipertonis.