P. 1
pendekatan pembelajaran

pendekatan pembelajaran

5.0

|Views: 288|Likes:
Published by sYahri
pendekatan pembelajaran
pendekatan pembelajaran

More info:

Published by: sYahri on Mar 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia terus diupayakan dan dikembangkan seiring dengan perkembangan jaman yang semakin global. Peningkatan sumber daya manusia ini juga berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Pendidikan yang merupakan ujung tombak dalam pengembangan sumber daya manusia harus bisa berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan juga kuantitas. Upaya pengembangan pendidikan tersebut harus sesuai dengan proses pengajaran yang tepat agar anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari berbagai variabel pokok yang saling berkaitan yaitu kurikulum, guru/pendidik, pembelajaran, peserta. Dimana semua komponen ini bertujuan untuk kepentingan peserta. Berdasarkan hal tersebut pendidik dituntut harus mampu menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar dengan menyenangkan. Hal ini dilatar belakangi bahwa peserta didik bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan subjek dalam pembelajaran. Peserta didik harus disiapkan sejak awal untuk mampu bersosialisasi dengan lingkungannya sehingga berbagai jenis pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik. Berdasarkan pandangan diatas, maka permasalahan yang muncul adalah bagaimana upaya guru untuk meningkatkan hasil balajar siswa dengan pendekatan yang tepat. Salah satu solusinya yaitu dengan mengembangkan suatu pendekatan pembelajaran yang membuat siswa lebih senang dan lebih termotivasi untuk belajar. Beberapa pendekatan pembelajaran yang dianggap efisien adalah pendekatan pembelajaran komunikatif, pendekatan pembelajaran kontekstual, dan pendekatan pembelajaran humanistik.

1

1.2 Rumusan Masalah
1) Apa pengertian dari Pendekatan Pembelajaran ? 2) Apa saja bentuk-bentuk pendekatan pembelajaran ? 3) Apa yang dimaksud dengan pengorganisasian siswa ? 4) Bagaimana posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan ?

1.3 Tujuan
1) Untuk mengetahui pengertian dari Pendekatan Pembelajaran 2) Untuk mengetahui bentuk-bentuk pendekatan pembelajaran 3) Untuk mengetahui bentuk-bentuk pengorganisasian siswa 4) Untuk mengidentifikasi posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan

2

Pemahaman. penyajian ilmu pengetahuan. sehingga guru dituntut untuk merencanakan strategi pembelajaran yang variatif dengan prinsip membelajarkan–memberdayakan siswa. 2. antara lain : 1.1 Pengertian pendekatan pembelajaran Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. nilai dan sikap yang ada dalam materi dikaitkan dengan apa yang dipelajari dalam kelas dan dengan kehidupan sehari-hari.2 Bentuk-bentuk pendekatan pembelajaran Ada beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kegiatan belajar mengajar. menginsiprasi. Borko dan Putnam mengemukakan bahwa dalam pembelajaran kontekstual. Dengan demikian proses pembelajaran lebih diutamakan daripada hasil belajar. yang akan gagal dalam membekali siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. dan memahami. Pendekatan Kontekstual Pendekatan konstekstual berlatar belakang bahwa siswa belajar lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan alamiah. 3 . di dalamnya mewadahi. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. tidak hanya sekedar mengetahui.BAB II PEMBAHASAN 2. mengingat. Pembelajaran tidak hanya berorientasi target penguasaan materi. keterampilan. bukan mengajar siswa. guru memilih konteks pembelajaran yang tepat bagi siswa dengan cara mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata dan lingkungan di mana anak hidup dan berada serta dengan budaya yang berlaku dalam masyarakatnya. menguatkan.

keterampilan dari hasil “menemukan sendiri” dan bukan dari “apa kata guru”. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Pendekatan kontekstual melibatkan siswa dalam masalah yang sebenarnya dalam penelitian dengan menghadapkan anak didik pada bidang penelitian. menemukan sesuatu yang baru bagi kelas yang dapat berupa pengetahuan. Pendekatan Konstruktivisme Kontruktivisme merupakan landasan berfikir pendekatan kontekstual. 2. tugas guru adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya.Dengan memilih konteks secara tepat. dan lingkungan masyarakat luas. serta kreativitas siswa dalam memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan mereka sehari-hari melalui interaksi dengan sesama teman. masa depan mereka. membantu mereka mengidentifikasi masalah yang konseptual atau metodologis dalam bidang penelitian dan mengajak mereka untuk merancang cara dalam mengatasi masalah. Yaitu bahwa pendekatan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak dengan tibatiba. sehingga juga mengembangkan ketrampilan sosial (social skills). tetapi juga untuk mengembangkan sikap.Kelebihan teori konstruktivisme ialah pelajar berpeluang membina pengetahuan secara aktif melalui proses saling pengaruh antara pembelajaran terdahulu dengan pembelajaran terbaru. nilai. misalnya melalui pembelajaran kooperatif.Guru bertugas mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk merumuskan. maka siswa dapat diarahkan kepada pemikiran agar tidak hanya berkonsentrasi dalam pembelajaran di lingkungan kelas saja. tetapi diajak untuk mengaitkan aspek-aspek yang benar-benar terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari. 4 . Penggunaan pembelajaran kontekstual memiliki potensi tidak hanya untuk mengembangkan ranah pengetahuan dan keterampilan proses. Dalam kelas kontekstual.

konsep-konsep yang ada pada seseorang boleh berubah selaras dengan pengalaman baru yang dialaminya dan ini dikenali sebagai penalaan atau tuning. definisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran. Menurut teori konstruktivisme.Konsep baru juga boleh dibina dengan menggabungkan konsep-konsep yang sedia ada pada seseorang dan ini dikenali sebagai parcing.Pembelajaran terdahulu dikaitkan dengan pembelajaran terbaru. Seseorang juga boleh membina konsep-konsep dalam struktur kognitifnya dengan menggunakan analogi. Selain itu. 3. 5 . Perkaitan ini dibina sendiri oleh pelajar. Dalam proses ini. Pendekatan Deduktif Pendekatan deduktif ditandai dengan pemaparan konsep. iaitu berdasarkan pengetahuan yang ada padanya. Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah mengetahui wilayah persoalannya dan konsep dasarnya. Pendekatan Deduktif – Induktif a. konsep-konsep yang dibina pada struktur kognitif seseorang akan berkembang dan berubah apabila ia mendapat pengetahuan atau pengalaman baru. Seseorang akan dapat membina konsep dalam struktur kognitifnya dengan menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sedia ada padanya dan proses ini dikenali sebagai accretion. pelajar dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang sesuatu perkara. Pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam proses pembelajaran kerana belajar digalakkan membina konsep sendiri dengan menghubungkaitkan perkara yang dipelajari dengan pengetahuan yang sedia ada pada mereka.

pembelajaran berbasis proyek. Contoh urutan pembelajaran: (1) definisi disampaikan. siswa dibimbing aturan-aturan. pembelajaran berbasis kasus. Di bidang sain dan teknik dijumpai upaya mencoba pembelajaran dan topik baru yang menyajikan kerangka pengetahuan. 6 . memulai dengan teori-teori dan meningkat ke penerapan teori. Alternatif pendekatan pembelajaran lainnya selain dengan pembelajaran pendekatan deduktif adalah dengan pendekatan induktif . atau memberi masalah konstekstual. Dikembangkan melalui kekuatan argumen logika. Pembelajaran dengan pendekatan induktif dimulai dengan melakukan pengamati memahami terhadap konsep. berdasar menganalisis kasus. dan kurang atau tidak mengkaitkan dengan pengalaman mereka. dan pembelajaran penemuan. Data yang digunakan mungkin merupakan data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata yang terjadi dilingkungan. Pembelajaran tradisional adalah pembelajaran dengan pendekatan deduktif. Pembelajaran dengan pendekatan deduktif dimulai dengan menyajikan generalisasi atau konsep. prosedur-prosedur pengamatan siswa sendiri. dan (2) memberi contoh. Pembelajaran dengan pendekatan deduktif menekankan pada guru mentransfer informasi atau pengetahuan. pembelajaran berbasis masalah. menyajikan teori-teori dan rumus dengan sedikit memperhatikan pengetahuan utama mahasiswa. hal-hal khusus dan dan menginterpretasikannya.b. dan beberapa tugas mirip contoh dikerjakan siswa dengan maksud untuk menguji pemahaman siswa tentang definisi yang disampaikan. Pendekatan Induktif Ciri uatama pendekatan induktif dalam pengolahan informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep atau untuk memperoleh pengertian. Beberapa contoh pembelajaran dengan pendekatan induktif misalnya pembelajaran inkuiri.

Siswa melakukan sejumlah pengamatan yang kemudian membangun dalam suatu konsep atau geralisasi. berhipotesa. tetapi sampai pada abstraksi tersebut setelah mengamati dan menganalisis apa yang diamati. 4.Pembelajaran dengan pendekatan induktif efektif untuk mengajarkan konsep atau generalisasi. Pada prinsipnya matematika bersifat deduktif. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep. Pendekatan Konsep Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Pembelajaran diawali dengan memberikan contohcontoh atau kasus khusus menuju konsep atau generalisasi. atau keduanya digunakan secara bergantian. menafsirkan. Matematika sebagai “ilmu” hanya diterima pola pikir deduktif. pola pikir deduktif. dan mengkomunikasikan. Dalam fase pendekatan induktif-deduktif ini siswa diminta memecahkan soal atau masalah. Pola pikir deduktif secara sederhana dapat dikatakan pemikiran “yang berpangkal dari hal yang bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal yang bersifat khusus” . Siswa tidak harus memiliki pengetahuan utama berupa abstraksi. 7 . Dalam proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. merencanakan. Ada dua kategori yang dapat dipakai dalam membahas materi pembelajaran yaitu metode induktif dan deduktif. tujuan utama pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses seperti mengamati. Dalam kegiatan memecahkan masalah siswa dapat terlibat berpikir dengan dengan menggunakan pola pikir induktif. b. Pendekatan Proses Pada pendekatan proses. Pendekatan Konsep dan Proses a.

tradisi masyarakat dan bagaimana pengaruh sains dan teknologi terhadap hubungan-hubungan tersebut menjadi bagian yang penting dalampengembangan pembelajaran di era sekarang ini. education must integrate acrossdisciplines. proses mengalami. Dalam pendekatan ini siswa diajak untuk meningkatakan kreativitas. STM dipandang sebagai proses pembelajaran yang senantiasa sesuai dengan konteks pengalaman manusia. teknologi dan masyarakat. pembelajaran dengan pendekatan STM haruslah diselenggarakan dengan cara mengintegrasikan berbagai disiplin (ilmu) dalam rangka memahami berbagai hubungan yang terjadi di antara sains. Pendidikan harus sungguh menjadi suatu pengalaman pribadi bagi peserta didik. 8 . maka pendidikan akan menjadi bagian integral dari diri peserta didik. Tekhnologi dan Masyarakat National Science Teachers Association (NSTA) (1990 :1)memandang STM sebagai the teaching and learning of science in thecontext of human experience. Dengan demikian.Pendekatan keterampilan proses digunakan dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. bukan lagi potonganpotongan pengalaman yang disodorkan untuk diterima. Pertama. Hal ini berarti bahwa pemahaman kita terhadap hubungan antara sistem politik. Pendekatan Sains. Dalam pendekatan proses. menggunakan konsep dan proses sains dalam kehidupan sehari-hari. Dengan proses mengalami. sikap ilmiah. Definisi lain tentang STM dikemukakan oleh PENN STATE(2006:1) bahwa STM merupakan an interdisciplinary approach whichreflects the widespread realization that in order to meet the increasingdemands of a technical society. Penggunaan pendekatan proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan belajar. ada dua hal mendasar yang harus selalu dipegang pada setiap proses yang berlangsung dalam pendidikan. yang sebenarnya bukan miliknya sendiri 5.

Bantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran klasikal. STM dengandemikian adalah sebuah pendekatan yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana sains dan teknologi masuk dan merubah prosesproses sosial di masyarakat. Sebagai ilustrasi. tetapi masalah itu lebih ditekankan pada masalah yang ditemukan sehari – hari. sikap. bantuan guru kelas tiga kepada siswa yang membaca dalam hati secara individual siswa memnemukan kesukaran sendiri-sendiri. Perbedaan tersebut ada pada aspek : kaitan dan aplikasi bahan pelajaran. kreativitas. dan konsep pengetahuan. Pembelajaran secara Individual Pembelajaran secara individual adalah kegiatan mengajar guru yang menitikberatkan pada bantuan dan bimbingan belajar kepada masing-masing individu. tetapi prinsipnya berbeda. dan bagaimana situasi sosial mempengaruhi perkembangan sains dan teknologi. Melalui pendekatan STM ini guru dianggap sebagai fasilitator dan informasi yang diterima siswa akan lebih lama diingat. and how such factors shape science and technology. Pada pembelajaran individual. values. Sebenarnya dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STM ini tercakup juga adanya pemecahan masalah. yang dalam pemecahannya menggunakan langkah – langkah.3 Pengorganisasian Siswa 1.Pandangan tersebut senada dengan pendapat NC State University bahwa STM merupakan an interdisciplinery field of study that seeks to explore a understand the many ways that scinence and technology shape culture. and institution. proses. Hasil penelitian dari National Science Teacher Association ( NSTA ) menunjukan bahwa pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan STM mempunyai beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan cara biasa. 9 . guru memberi bantuan individu secara umum. 2.

Guru membantu siswa yang menghadapi kesukaran. dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan. dan intensitas belajar. berbeda dengan pengajaran klasikal maka siswa memiliki keleluasaan berupa (i) keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri (ii) nkebebasan menggunakan waktu belajar. Uraian lebih lanjut dikemukakan dibawah ini : a. (v) siswa dapat mengetahui kemampuan dan hasil belajar sendiri. yang sesuai dengan tujuan belajarnya secara individual juga. serta (vi) siswa memiliki kesempatan untuk menyusun program belajarnya sendiri. Siswa menyesuaikan diri dengan kemampuan rata-rata kelas. sedangkan pada pengajaran klasikal awal pelajaran berdasarkan kemampuan rata-rata kelas. 10 . Siswa dalam Pembelajaran Secara Individual Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual bersifat sentral. dalam hal ini siswa bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukannya. Pembelajar merupakan pusat layanan pengajaran.Ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individu dapat ditinjau dari segi (i) Tujuan Pengajaran (ii) siswa sebagai subyek yang belajar (iii) guru sebagai pembelajar (iv) program pembelajaran. (2) pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. (iv) siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar. Tujuan Pengajaran pada Pembelajaran Secara Individual Prilaku belajar-mengajar disekolah yang menganut sistem kalsikal tampak serupa. (iii) keleluasaan dalam mengontrol kegiatan. Dalam pengajaran individual awal pelajaran adalah kemampuan tiap individual. b. dalam pengajaran klasikal guru menggunakan ukuran kemampuan rata-rata kelas. Tiap individu memiliki paket sendiri-sendiri. Dalam kelas terdapat siswa yang rata-rata berjumlah empat puluh orang. kecepatan. Adapun tujuan pengajaran yang menonjol adalah: (1) Pemberian kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. serta (v) orientasi dan tekanan utama dalam pelaksanaan pembelajaran.

tanggung jawabsiswa untuk belajar sendiri sangat besar. dan (iv) fasilitas yang mempermudah belajar. Pada pembelajaran klasikal. Peranan guru dalam merencanakan kegiatan belajar sebagai berikut: (i) membantu merencanakan kegiatan-kegiatan belajar sebagai berikut: (i) membantu merencanakan kegiatan belajar siswa. membuat program belajar sesuai kemampuan siswa. Knoers. mengemukakan kriteria keberhasilan belajar. guru membantu memilih program belajar dengan suatu modul. Hal ini tidak terjadi dalam pembelajaran individual. Pada pembelajaran secara individual. Dalam pengajaran klasikal pada umumnya peranan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran sangat besar. dengan musyawarah guru membantu siswa menetapkan tujuan belajar. (tjipto utomo & kees. 1989) c. Apakah siswa telah memiliki rasa tanggung jawab untuk belajar sendiri? Hal ini terkait dengan perkembangan emansipasi diri siswa. (iii) berperan sebagai penasihat atau pembimbing. Bantuan guru berkenaan dengan komponen pembelajaran berupa (i) Perencanaan kegiatan belajar (ii) pengorganisasian kegiatan belajar (iii) penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa. ruijter: 69-83. Haditono.) 11 .0) siswa dididik memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar sendiri (Monks.0-15.tanggung jawab guru dalam membelajarkan siswa cukup besar. menentukan wkatu dan kondisi belajar.Keenam jenis kedudukan siswa tersebut berakibat pada adanya perbedaan tanggung jawab belajar-mengajar. Siti Rahayu. M. Pembelajar bertanggung jawab penuh untuk belajar sendiri. Sebagai ilustrasi. dan (iv) membantu siswa dalam penilaian hasil belajar dan kemajuan sendiri. Guru dalam Pembelajaran Secara Individual Kedudukan guru dalam pembelajaran individual bersifat membantu. Timbul soal berikut. (ii) membicarakan pelaksanaan belajar.eskipun demikian pada tempatnya usia pendidikan dasar (6.

(iii) mengkoordinasikan kegiatan dengan memperhatikan kemajuan. untuk kerja hasil belajar berupa laporan atau pameran hasil kerja. Cara yang dilakukan gurru adalah (i) membimbing siswa belajar. 12 . (ii) menyediakan media dan sumber belajar. dan mendorong terjadinya emansipasi dengan penuh tanggung jawab. Hubungan terbuka tersebut ditimbulkan dengan cara (i) membuat hubungan akrab dan peka terhadap kebutuhan siswa. menurut tugas dan kebutuhan pembelajar (v) memberikaan balikan terhadap setiap p[embelajar. (iii) tanggap dan memberikan reaksi posotif pada siswa. (iii) memberi penguiatan belajar. media. untuk kerja hasil belajar tersebut umumnya diakhiri dengan evaluasi kemajuan belajar. (vi) membina suasana aman sehingga siswa leluasa bereksplorasi. dan (vi) mengakhiri kegiatan belajar dalam suatu unujuk hasil belajar berupa laporan atau pameran hasil kerja. (v) kesiapan membantu siswa. Peranan guru dalam penciptaan hubungan terbuka dengan siswa bertujuan menimbulkan perasaan bebas dalam belajar. Tujuannya adalah mempermudah proses belajar. (ii) memndengarkan secara simpatik terhadap segala ungkapan jiwa siswa. Peranan guru sebagi berikut (i) memberikan orientasi umum sehubungan dengan belajar topik tertentu. materi. (iv) membina hubungan salaing percaya. (iv) membagi perhatian pada sejumlah pembelajar. (ii) membuat variasi kegiatan belajar agar tidak terjadi kebosanan. (iv) menjadi teman dalam mengevaluasi pelaksanaan. hal ini perlu dijaga jangan terjerumus pada pemanjaan siswa.Peranan guru dalam pengorganisasian kegiatan belajar adalah mengatur dan memonitor kegiatan belajar sejak awal sampai akhir. Perilaku guru dalam hubungan terbuka tersebut tetap mengacu pada kemandirian siswa yang bertanggung jawab. memberi kemungkinan penemuan-penemuan. Peranan guru yang sangat penting adalah menjadi fasilitator belajar. dan sumber.(v) memberi kesempatan siswa untuk memperbaiki diri.

program pembelajaran individual lebih efektif. matematika. tampak kurnag efisien. rencana guru berbeda dengan pengajaran klasikal. maka tidak semua bidang studi cocok untuk diprogramkan secara individual. (iv) kriteria keberhasilan dimengerti oleh siswa. Hal ini disebabkan oleh (i) umumnya siswa sudah dapat membaca dengan baik. (i) disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Dari segi usia perkembangan pebelajar. sebab siwa belajar sesuai dengan programnya sendiri.d. 13 . Kemandirian dalam belajar terseebut merupakan tuntutan perkembangan individu. bila mempertimbangkan hal-hal berikut. Bidang studi musik. (ii) siswa mudah memahami petunjuk atau perintah dengan baik (iii) siswa dapat bekerja mandiri dan bekerja sama dengan baik. Orientasi dan tekanan utama pelaksanaan Program pembelajaran individual beroriantasi pada pemberian bantuan kepada setiap siswa agar dia dapat belajar secara mandiri. yang terkait dengan jumlah pembelajar. Dalam menciptakan pembelajaran individual. Dari segi kebutuhan pebelajar. e. Jumlah siswa sebesar empat puluh orang meminta perhatian besar guru. Dari segi guru. (iii) prosedur dan cara kerja dimengerti olehsiswa.(ii) tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh siswa. Dari segi bidang studi. Dan hal itu melelahkan guru. dan olahraga yang bersifat perorangan. kesenian. maka program pembelajaran individual cocok bagi siswa SLTP keatas. Program Pembelajaran dalam Pembelajaran Individual Program pembelajaran individual adalah usaha memperbaiki kelemahan pembelajaran klasikal. IPA dan IPS bagi bahan ajaran tertentu. (v) keterlibatan guru dalam mengevaluasi dimengerti oleh siswa. Bidang studi yang cocok untuk individual adalah pengajaran bahasa. Program pembelajaran individual dapat dilaksanakan secara efektif. juga cocok untuk program pembelajaran individual.

Sebab (i) hubungan antar guru-siswa menjadi lebih sehat dan akrab. Hal ini dapat terjadi. kriteria keberhasilan. Ciri-ciri yang menonjol pada pembeljaran secara kelompok dapat ditinjau dari segi (i) tujuan pengajaran. (ii) mengembangkan sikap sosial dan semangat bergotong royong dalam kehidupan. Kelompok tersebut umumnya terdiri dari 3-8 oarang siswa. kesempatan. Adapun tujuan pengajaran pada pembelajar kelompok kecil adalah (i) memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional. dan minat. (ii) pembelajar. (iii) guru sebagai pembelajar. lomba kareay tulis ilmiah kelompok di SMA menimbulkan kerja sama tim. guru memberikan bantuan atau bimbingan kepada tiap anggota kelompok lebih intensif. Bruce & Weil. (ii) mendinamiskan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga tiap anggota merasa diri sebagai bagian dari kelompok yang bertanggung jawab. Dalam pembelajaran kelompok kecil. dan rekan diskusi. Marsha. Sebagai ilustrasi. sesuai dengan kebutuhan kemempuan. dan sekaligus kompetisi sehat antar kelompok ( Joyce. (ii) siswa memperoleh bantuan. bukan instruktur. pembimbing. a. (iv) program pembelajaran (v) orientasi dan tekanan utama pelaksanaan pembelajaran. pendiagnosis kesukaran belajar. Guru berperan sebagi guru pendidik. Pembelajaran secara Berkelompok Dalam kegiatan belajar-mengajar dikelas adakalanya guru membentuk kelompok kecil. Tujuan Pengajaran pada Kelompok Kecil Pembelejaran kelompok kecil merupakan perbaikan dari kelemahan pengajaran klasikal. 2.Dalam pelaksanaan guru berperan sebagai fasilitator. dan (iv) mengmbangkan kemampuan kepemimpinan-keterpimpinan pada tiap anggota kelompok dalam pemecahan masalah kelompok. 14 . 1980). Uraian selanjutnya dibawah ini. cara belajar. serta (iii) siswa dilibatkan dalam penetuan tujuan belajar.

Meskipun demikian bertugas dalam suatu kelompok memang harus dididikkan. Siswa dalam kelompok kecil berperan serta dalam tugas-tugas kelompok. Tiap siswa dalam kelompok kecil menyadari bahwa kehadiran kelompok diakui bila kelompok berhasil memecahkan tugas yang dibebankan. (iv) ada interaksi dan komunikasi antar anggota serta.b. sampai tingkat nasional ( Schein. (iii) memiliki rasa saling membutuhkan dan saling baergantung. Dalam hal ini timbullah rasa bangga dan rasa ‘ memiliki’ kelompok pada tiap anggota kelompok. seprovinsi. maka siswa dididik mewujudkan cita kemanusiaan secara objektif dan benar. Sebagai ilustrasi. (ii) tiap siwa merasa diri memiliki tujuan bersama berupa tujuan kelompok. 15 . 1991 : 205-209). diharapkan (i) anggota kelompok sadar diri menjadi anggota kelompok. tetapi merasa satu dalam semangat kerja. Agar kelompok kecil berperan konstruktif dan produktif. (ii) siswa sebagai anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab . dan (iv) kelompok mewujud dalam satuan kerja yang kohesif. dalam hal ini tindakan individual selalu diperhitungkan sebagi anggota kelompok. Kelompok kecil merupakan satuan kerja yang kompak dan kohesif. Siswa dalam Pembelajaran Kelompok Kecil Siswa dalam kelompok kecil adalah anggota kelompok yang belajar untuk memecahkan maslah kelompok. Ciri-ciri kelompok kecil yang menonjol segai berikut: (i) tiap siswa merasa sadar diri sebagai anggota kelompok. Dari segi Individu. regu bola voly SMP akan berjuang memenangkan kejuaraan lomba voly. (iii) tiap anggota kelompok membina hubu8ngan akrab yang mendorong timbulnya semangat tim. (v) ada tindakan bersama sebagai perwujudan tanggung jawab kelompok. Siswa berbagi tugas. Dalam berkelompok. keanggotaan siswa dalam kelompok kecil merupakan pemenuhan kebutuhan berasosiasi. Berkelompok memang merupakan kebutuhan individu sebagai makhluk sosial. sejak tingkat kelas sekolah SMP sekota.

Meskipun demikian ada hal yang patut dipertimbangkan yaitu:  tujuan yang akan diperoleh siswa dalam belajar kelompok  latar belakang pengalaman siswa  minat atau pusat perhatian siswa Tugas kelompok dapat paralel atau komplementer.  Pada akhir pembelajaran. Peranan guru dalam pembelajaran kelompok terdiri dari pembentukan kelompok. Tugas paralel maksudnya semua kelompok mendapatkan tugas yang sama.  Guru melakukan evaluasi tentang proses kerja kelompok sebagi satuan. Guru bertindak sebagai fasilitator. Kelompok yang “berkemampuan tinggi” dijadikan motor penggerak pemecahan masalah kelompok. Dalam pembelajaran kelompok jumlah siswa yang bermutu diharapkan menjadi lebih banyak. Bila perhatian guru dalam pembelajaran individual tertuju pada tiap individu. serta membandingkan dengan kelompok lain. sedangkan tugas komplementer berarti kelompok saling melengkapi pemecahan masalah. guru dapat berperan sebagai berikut:  Pemberi informasi umum tentang proses belajar kelompok (seperti tujuan belajar. tiap kelompok memberikan hasil kerja. tata kerja. pembimbing dan pengendali ketertiban kerja. maka perhatian guru dalam pembelajaran kelompok tertuju pada semangat kelompok dalam memecahkan masalah. Dalam pelaksanaan mengajar.dll)  Setelah siswa memahami tugasnya.c. hasil kerja. Tidak ada pedoman khusus tentang pembentukan kelompok yang jelas. maka kolompok melaksanakan tugas. perilaku dan tata kerja. perencanaan tugas kelompok. Guru sebagai Pembelajar dan Pembelajaran Kelompok Pembelajaran kelompok bermaksud menimbulkan dinamika kelompok agar kualitas belajar meningkat. 16 . pelaksanaan dan evaluasi hasil belajar kelompok.

Jumlah siswa tiap kelas umumnya berkisar antara 10-45 orang. yaitu:  Pengelolaan kelas. Dalam masyarakat modern keterampialn memimpin dan terpimpin diperlukan dalam kehidupan. Kedua keterampialan tersebut.dalam hal ini guru perlu mencgah terjadinya perilaku siswa sebagai parasit balajar dan ketakmampuan kerja kelompok.Pembelajaran kelompok kecil merupakan strategi pembelajaran “antara” untuk memperhatikan individu. Oleh karena itu ada jumlah minimum siswa dalam kelas. Pembelajaran kelompok dapat ditempuh guru dengan jalan membagi kelas kedalam beberapa kelompok kecil atau membagi kelas dengan member kesempatan untuk belajar perorangan dan berkelompok kecil. memimpin dan terpimpin. Dengan jumlah tersebut seorang guru masih dapat mengajarkan dengan berhasil. 17 . Tatanan utama pembelajaran adalah seluruh anggota kelas. Pada pembelajaran kelompok. Peran guru dalam pembelajaran secra individual dan kelompok kecil berlaku dalam pembelajaran secara klasikal. Hal itu disebabkan oleh pengajaran klasikal merupakan kegiatan mengajar yang efisien. yakni penciptaan kondisi yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan belajar dengan baik. Secara ekonomis. Kerja kelompok berarti belajr kepemimpinan dan keterpimpinan. Pembelajran kelas berarti melaksanakan dua kegiatan sekaligus. pembiayaan kelas lebih murah. 3. Pembelajaran secara klasikal Pembelajarn klasikal merupakan kemampuan guru yang utama. perlu dipelajari oleh tiap siswa. orientasi dan tekanan utama pelaksanaan adalah peningkatan kemampuan kerja kelompok.  Pengelolaan pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran bertujuan mencapai tujuan belajar. yakni siswa yang terlibat dalam belajar.

dalam kegiatan belajar siswa juga dapat memperoleh sesuatu hal. Peranan guru yang penting adalah sebagai berikut:  Penyusun program pembelajaran  Pemberi informasi yang benar  Pemberi fasilitas belajar yang baik  Pembimbing siswa dalam pemerolehan informasi yang benar  Penilai pemerolehan informasi 18 . Dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan 2 strategi yaitu : 1. wawasan. guru dapat mengajar seorang diri atau bertindak sebagai tim pembelajar.4 Posisi Guru-Siswa dalam Pengolahan Pesan Dalam kegiatan belajar-mengajar guru berusaha menyampaikan sesuatu hal yang disebut “pesan”. Pesan atau sesuatu hal tersebut dapat berupa pengetahuan. Hal yang esensial harus dijelaskan kepada siswa. Model pengajaran ekspositori merupakan kegiatan mengajar yang terpusat pada guru. kesusilaan. Tujuan utama ekspositori adalah “memindahkan” pengetahuan. keterampialan. 2. Pembelajaran dengan Strategi Ekspositori Perilaku mengajar dengan strategi ekspositori disebut juga denga model ekspositori. Sebaliknya. maka pembelajaran kelas dapat dilakukan dengan tindakan sebagi berikut:  Penciptaan tertib belajar dikelas  Penciptaan suasana senang danlam nelajr  Pemusatan perhatian pada bahan ajar  Mengikutsertaan siswa belajar aktif  Pengorganisasian belajar sesuai dengan kondisi siswa Dalam pembelajaran kelas. Guru aktif memberikan penjelasan atau informasi terperinci tentang materi yang sedang diajarkan. atau “isi ajaran” yang lain seperti kesenian. dan agama. dan nilainilai kepada siswa. keterampilan.Disamping penyusunan desain instruksional yang dibuat.

 Rekan diskusi dalam klasifikasi dan pencarian alternative pemecahan masalah. Pembelajaran dengan Strategi Inkuiri Perilaku mengajar denagn strategi ini disebut juga sebagai model inkuiri. 2. Dalam model inkuiri siswa dirancanguntuk terlibat dalam melakukan inkuiri. Model inkuirimerupakan pengajaran yang mengharuskan siswa mengolah pesan sehingga memperoleh pengetahuan. dan nilai yang kuasai oleh siswa. berpikir kritis. dan mampu memecahkan masalah secara ilmiah. Padaumumnya alat evaluasi yang digunakan adalah tes yang telah dibakukan atautes buatan guru. keterampilan. Massialas dan Cox. Beberapa ahli yang mengembangkan model inkuiri diantaranya Suchman.  Latihan menemukan sesuatu. 19 . keterampilan.  Peningkatan kemampuan mempraktekkan metode dan tenik penelitian. dan nilainilai.  Latihn keterampilan intelektual khusus.  Fasilitator dalam penelitian. dan Schwab. Tujuan utama pembelajaran dengan strategi inkuiri adalah :  Pengembangan kemampuan berpikir individual lewat penelitian. yang sesuai dengan cabang ilmu tertentu. Peranan guru yang penting diataranya yaitu :  Menciptakan suasana bebas berpikir sehingga siswa berani bereksplorasi dalam penemuan dan pemecahan masalah. Tujuan utama model inkuiri adalah mengembangkan keterampilan intelektual.Peranan siswa yang penting adalah sebagai :  Pencari informasi yang benar  Pemakai media dan sumber yang benar  Menyelesaikna tugas sehubungan denagn penilaian guru Hasil belajar yang dievaluasi adalah jumlah pengetahuan.

Semula. sehingga ia dapat menemukan. 20 . dalam proses belajar pada kegiatan belajar hal tertentu. strategi discovery.  Keterampilan pengumpulan data atau informasi. Evaluasi hasil belajar pada model inkuiri meliputi :  Keterampilan pencarian dan perumusan masalah. Pada tempatnya guru menggunakan strategi discovery dan inkuiri yang sesuai dengan pendekatan CBSA.  Penjelajah tentang masalah dan metode pemecahan. dan strategi inkuiri. dan strategi inkuiri. Peranan siswa yang penting diantaranya yaitu :  Mengambil prakarsa daalam pencarian masalah dan pemecahan masalah. Strategi discovery dan inkuiri terpusat ada siswa. dan  Laporan. (EDIT) Sehubungan dengan posisi guru-siswa dalam pengolahan pesan.  Keterampilan menarik kesimpulan. Keputusan tentang perbaikan tingkat ranah tersebut didasarkan atas evaluasi guru dan unjuk kerja siswa dalam pemecahan masalah. guru dapat menggunakan strategi ekspositori. Dalam pembelajaran pada pelajar terjadi peningkatan kemampuan. afektif. oleh karena itu seyogianya dikurangi. Dalam kedua strategi ini siswa dirancang aktif belajar. Pembimbing penelitian.  Keterampilan meneliti tentang objek. pendorong keberanian berpikir alternatif dalam pemecahan masalah. dan merasa senang. bekerja secara ilmu pengetahuan.  Perilaku aktif dalam belajar melakukan penelitian. Strategi ekpositori. Strategi ekspositori masih terpusat pada guru. strategi discovery.  Penemu pemecahan masalah. dan psikomotorik. ia meningkatkan tingkat atau memperbaiki tingkat ranah-ranah kognitif. ia memiliki kemampuan pra-belajar.

Dari sisi guru. masih terdapat banyak model belajar yang lain. kelompok dan klasikal. dan uji kebenaran generalisasi atau suatu teori tersebut. bertindak mengajar atau membelajarkan. komunikasi yang terbuka. interaksi Emosi. organisasi gagasan. Selain itu. penguatan motivasi laku) Cognitivisme Daya ingat. Pada pengolahan pesan secara induktif kegiatan bermula dari adanya fakta atau peristiwa khusus. perasaan. Dalam usaha pembelajaran guru dapat menggunakan pengolahan pesan secara deduktif atau induktif tergantung pada karakteristik bidang studinya. proses informasi Pengalaman. Vygotsky. nilai-nilai konstruktivisme Humanisme  Peran Guru Dalam Kegiatan Pembelajaran Peran guru dalam pembelajaran yaitu membuat desain instruksional. John Miler Behaviorisme (tingkah Stimulus. respon. menurut Djamarah (2000: 43-48) bahwa tugas dan tanggung jawab guru atau lebih luasnya pendidik adalah sebagai: 21 . penyusunan konsepkonsep. Ausubel Jean Piaget. perhatian. menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Di antaranya: Teori belajar Yang ditekankan Tokoh Pavlov. mengevaluasi hasil belajar yang berupa dampak pengajaran. pencarian data. proses pemerolehan pengalaman siswa atau proses pengolahan pesan tersebut dapat dilakuikan dengan cara deduktif dan induktif.Skinner. Bandura Brunner. Pengolahan pesan secara deduktif dimulai dari generalisasi atau suatu teori yang benar. Piaget. Selain pendekatan atau model belajar individual. pemahaman mendalam.

Setiap peserta didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menerima pelajaran. 2) Inspirator yaitu pendidik menjadi inspirator atau ilham bagi kemajuan belajar siswa atau mahasiswa. serta member masukan dalam menyelesaikan masalah lainnya. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. 22 . hendaknya pendidik tidak hanya memberikan penilaian dari satu aspek saja. 4) Organisator yaitu pendidik harus mampu mengelola kegiatan akademik (belajar). dalam memberikan penilaian. Dengan peserta didik yang dibekali pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3) Informator yaitu pendidik harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. hingga tercipta kegiatan pembelajaran yang tertib dan menyenangkan. dan psikomotorik. ada pula yang baik pada psikomotorik namun kurang pada kognitifnya. Oleh karena itu. Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. afektif. maka peserta didik tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi.1) Korektor yaitu pendidik bisa membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. koreksi atau penilaian yang dilakukan bersifat menyeluruh dari segi kognitif. 5) Motivator yaitu pendidik harus mampu mendorong peserta didik agar bergairah dan aktif belajar. petunjuk bagaimana cara belajar yang baik. dan berbagai macam perbedaan peserta didik yang lain. Sehingga peserta didik tidak akan tertinggal di era global ini. Ada yang mempunyai kemampuan baik di bidang kognitif tetapi kurang pada afektifnya.

pendidik hendaknya selalu menjaga sikap dan perilaku. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Oleh karena itu. guru sebagai salah satu motivasi ekstrinsik hendaknya selalu memberikan motivasi pada peserta didiknya. Meskipun dalam proses belajar. 23 . memberikan arah. 7) Fasilitator yaitu pendidik dapat memberikan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar. mendorong. Oleh karena itu. Motivasi dari pendidik merupakan motivasi ekstrinsik. minimal untuk kemajuan pembelajaran di kelas yang dibimbing. Hal yang harus dilakukan pendidik adalah memberikan contoh yang baik pada peserta didik dan mengarahkannya.Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses di dalam diri individu yang aktif. 8) Pembimbing yaitu pendidik harus mampu membimbing peserta didik menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab. motivasi intrinsik atau motivasi yang berasal dari dalam diri individu memiliki pengaruh yang lebih efektif. 6) Inisiator yaitu pendidik menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam pendidikan dan pembelajaran. Karena kurangnya respons dari lingkungan secara positif akan mempengaruhi semangat belajar seseorang. Melalui berbagai macam pengalaman yang didapatkan pendidik selama di kelas. (karena motivasi intrinsik bertahan relatif lebih lama) namun motivasi ekstrinsik juga tetap dibutuhkan. pendidik hendaknya memberikan ideide demi kemajuan pembelajaran. 1994). karena membimbing seseorang tanpa memberikan teladan yang baik adalah sia-sia.

24 . sehingga lebih mudah untuk dipahami peserta didik. maka ia akan mencari sumber kekurangan tersebut dan memperbaikinya. Setiap selesai proses pembelajaran. 12) Supervisor yaitu pendidik hendaknya dapat memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran. bukan hanya penyampaian materi dari satu arah atau dari guru saja. 11) Mediator yaitu pendidik menjadi media yang berfungsi sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses interaktif edukatif. Proses pembelajaran merupakan proses interaksi. maka proses pembelajaran dapat berjalan dengan tertib. atau dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai materi yang akan dibahas. apabila terdapat kekurangan. Peserta didik akan lebih mudah memahami suatu materi jika materi tersebut didemonstrasikan. kemudian mengajak dialog peserta didik mengenai materi yang telah diberikan sebelumnya. Dalam hal ini biasanya pendidik cukup memberikan sedikit materi di awal. sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik setiap harinya. dan dengan adanya pendidik maka diharapkan proses interaktif edukatif tersebut tercipta di kelas. peserta didik hendaknya turut aktif dalam proses pembelajaran.9) Demonstrator yaitu jika diperlukan pendidik bisa mendemonstrasikan bahan pelajaran yang susah dipahami. karena sesuatu yang didemonstrasikan melibatkan aspek audio dan visual. pendidik yang baik akan menilai proses pembelajaran yang telah berlangsung. Jika kelas dikelola dengan baik. 10) Pengelola kelas yaitu pendidik harus mampu mengelola kelas untuk menunjang interaksi edukatif.

13) Evaluator yaitu pendidik dituntut menjadi evaluator yang baik dan jujur. karena hal tersebut merupakan pembodohan peserta didik dan mengajarkan ketidakjujuran pada peserta didik. jelaslah bahwa kata “pendidik” dalam perspektif pendidikan yang selama ini berkembang di masyarakat memiliki makana yang lebih luas. peran. Pendidik diharapkan bisa berlaku adil dan jujur dalam setiap proses evaluasi. 25 . dan tanggung jawabnya adalah mendidik peserta didik agar tumbuh dan berkembang potensinya kea rah yang lebih sempurna. Oleh karena itu. dengan tugas.tiap peserta didik dapat mengetahui kemampuannya. sehingga tiap. Dan hal tersebut juga membuat peserta didik tidak akan pernah merasa percaya diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. Membantu peserta didik ketika menghadapi ujian bukanlah hal yang tepat dilakukan oleh seorang pendidik.

di dalamnya mewadahi. Teknologi. menginsiprasi. menguatkan. terdapat beberapa macam metode pembelajaran yang dapat digunakan. Beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan yaitu :  Pendekatan kontekstual  Pendekatan konstruktivisme  Pendekatan Deduktif-Induktif  Pendekatan konsep dan Proses  Pendekatan Sains. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 strategi yaitu :  Pembelajaran secara ekspositori  Pembelajaran secara inkuiri 26 . yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.1 Kesimpulan Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.BAB III PENUTUP 3. dan Masyarakat Dalam pengorganisasian siswa. yaitu :  pembelajaran secara individual  Pembelajaran secara berkelompok  Pembelajaran secara klasikal Pada kegiatan belajar-mengajar guru berusaha menyampaikan sesuatu hal yang disebut “pesan”.

2007. Dedi. Mujiono. (2004). Psikologi Pendidikan. 2008. Jogjakarta: Ar-ruzz Media Depdiknas. Benyamin. Belajar dan Pembelajaran. Strategi Pembelajaran. Firdaus. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Paulo freireY.. (2002). High-Based Education. Baharudin. Psikologi Kependidikan.. Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Interaksi Positif dengan Lingkungan. Bandung: Remaja Rosda Karya Senjaya. Bandung: FPTK-IKIP Bandung.DAFTAR PUSTAKA Anwar. Dimyati. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Pengembangan Pelaksanaan Broad-Based Education. dan Life Skills di SMU. Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education). Abin Syamsuddin. Surasega. Jakarta: Depdiknas. 2002. 2005. (2004). Kelvin. Bandung: : Alfabeta. Pendidikan Berbasis Realitas Sosial. Teori Belajar dan Pembelajaran. 1990. Nur Wahyuni. Jogjakarta: Ircisod Suhandoyo (1993). Wina. Seifert. Esa. 2007. 1999. 27 . Manajemen Pembelajaran dan Instruksi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Ngalim Purwanto.. A. Supriawan. Berorientasi Standar Proses Pendidikan.B Mangunwijaya. Yunus. Yogyakarta: PPM IKIP Yogyakarta. Jakarta: Rineka Cipta M. Yogyakarta: Logung Pustaka Makmun.

Supriyadi.wordpress. Strategi Belajar Mengajar.wordpress. Malang: UIN-Malang Press Winataputra.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metodepembelajaran/) (http.com/group/sd-islam/message/1907). (1999). Udin S.yahoo.com/2008/01/penggunaan-pola-pikirinduktif-deduktif. Dimensi-dimensi Pendidikan Islam. Yogyakarta: Jurdik Fisika FMIPA UNY Yasin.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metodepembelajaran/ (http://groups. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Fatah.contextual.wordpress.blogspot.id) (http://rochmad-unnes. 2003.org. 2008.com/2008/02/19/pendekatan-danmetode-pembelajaran/).//www. 28 . Buku Pegangan Perkuliahan Teknologi Pengajaran Fisika. (ilmiahhttp://smacepiring. (http://smacepiring.html) (http://smacepiring.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->